Macam-macam Ideologi MACAM-MACAM IDEOLOGI Ideologi Liberalisme Liberalisme berasal dari bahasa Latin Liber yang

berarti bebas dan Isme yang berarti paham atau ajaran. Sehingga Liberalisme dapat diartikan sebagai paham atau ajaran yang mengagungkan kebebasasn individu. Dalam ajaran liberalisme manusia pada hakikatnya adalah makhluq individu yang bebas, pribadi yang utuh dan lengkap serta terlepas dari manusia lainnya sehingga keberadaan individu lebih penting dari masyarakat. Dan fungsi Negara adalah untuk menjaga supaya kebebasan individu terjamin dalam mengejar tujuan-tujuan pribadinya, untuk masalah keyakinan atau agama pada Negara liberalisme menganut faham sekuler. Ideologi Sosialisme dan Komunisme Sosialisme adalah sebuah ideology yang menekankan akan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi. Atau sebuah ideology yang mengagungkan atas kepentingan Negara diataskepentingan pribadi yang pada akhirnya akan tercipta Negara tanpa kelas dimana sarana-sarana produksi dimiliki secara bersama. Kapitalisme Adalah suatu system pegaturan proses produksi barang dan jasa melalui mekanisme harga dan pasar. Dan kesejahteraan akan tercapai jika setiap individu diberi kebebasan berusaha, dimana mereka saling berkompetisi di dalam pasar yang bebas dan Negara tidak boleh ikut campur di dalamnya. Kapitalisme ini mempunyai cirri pokok sebagai berikut : a. modal produksi dasar (tanah dan uang) dimiliki oleh individu b. aktifitas ekonomi ditentukan oleh interaksi antara pembeli dan penjual dalam pasar c. para pemilik modal dan para pekerja bebas untuk mengelola modal dan sumber produksi lainnya untuk mengahsilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. d. Peranan Negara dalam ekonomi sangat terbatas. Fasisme Sebuah ideology yang berusaha menghidupkan kembali kehidupan social, ekonomi dan budaya dari Negara dengan berlandaskan pada asas nasionalisme yang tinggi, dengan cirri-ciri : tidak setuju dengan kemapanan yang anti perubahan (konservatifme) selalu mengangkat kembali kenangan kejayaan masa lalu selalu muncul ketika Negara mengalami krisis Pancasila Pancasila sebagai dasar dan ideology Negara Indonesia Asal mula Ideologi Pancasila dapat dibedakan menjadi 2 macam yakni : Asal mula langsung (asal mula terjadinya Pancasila sebagai dasar Negara)

Kausa Matrialis (asal mula bahan) Asal mula bahan merupakan sumber terbentuknya Pancasila sebagai ideology bangsa yang unsure-unsurnya diambil dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat Indonesia. Nilai-nilai tersebut merupakan nilai adapt istiadat . yakni antara lain : 1.d 1 Juni 1945 Pada siding pertama ini materi sidang membahas tentang rancangan dasar Negara dengan menampung pendapat dari para tokoh yang duduk dalam BPUPKI. 2.Kausa Efisien ( asal mula karya Proses peralihan status Pancasila dari calon dasar Negara menjadi dasar Negara yang sah. yang ditandai dengan perumusan Pancasila yang dilakukan oleh Ir. Kausa Formalis (asal mula Bentuk) Mengandung konsep proses bgaimana bentuk Pancasila dirumuskan. 4. a. Muh. Mr. . Kerakyatan dan Keadilan. Sidang Pertama 29 Mei 1945 s. nilai budaya dan nilai religius bangsa Indonesia. Persatuan. Unsur-unsur Pancasila sebelum dirumuskan sebagai dasar falsafah bangsa adalah nilai-nilai yang terdiri dari nilai Ketuhanan. Jadi dapat dikatakan bahwa proses perumusan Pancasila pertama kali terjadi dalam sidang BPUPKI (dibentuk pada 29 April 1945 dan baru dilantik 28 Mei 1945) yang pertama dan yang menjadi pokok pembahasan adalah mengenai dasar Negara. dengan penjabaran sebagai berikut : 1. Mr. Kemanusiaan. 2. Sehingga Hakikat Pancasila adalah sebagai pencerminan budaya. dan pemikirang bangsa Indonesia sendiri. Kausa Finalis (asal mula tujuan) Asal mula tujuan mengandung konsep cita-cita menjadikan Pancasila sebagai dasar negara Asal mula tidak langsung Adalah asal mula Pancasila sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia. nilai. a) Peri kebangsaan b) Peri Kemanusiaan c) Peri Ketuhanan d) Peri Kerakyatan e) Kesejahteraan Rakyat 2. Soekarno bersama anggota BPUPKI 3. Yamin (29 Mei 1945) Melalui pidatonya beliau mengusulkan lima rancangan dasar Negara. 3. yaitu .1. yang kesemua itu telah tercermin dalam kehidupan masyarakat Indonesis sejak dahulu sebelum Negara Indonesia terbentu. Soepomo ( 31 Mei 1945) .

Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab c. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan e. Ahmad Soebarjo 8) K. dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemelukpemeluknya b. Ketuhanan. Ir. Soekarno ( 1 Juni 1945) Usul beliau tentang dasar Negara rumusannya sebagai berikut : a) Kebangsaan Indonesia b) Internasionalisme atau perikemanusiaan c) Mufakat atau demokrasi d) Kesejahteraan social e) Ketuhanan yang Maha Esa 4. (serta dengan mewujudkan) Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan dibentuk PPKI. Memilih Drs. Maramis 4) Abikoesno Tjokrosoejoso 5) Abdoelkahar Muzakir 6) Haji Agus Salim 7) Mr.Beliau mengemukakan gagasannya tentang dasar Negara yang isinya : a) Persatuan b) Kekeluargaan c) Keseimbangan lahir dan batin d) Musyawarah e) Keadilan rakyat 3. Menegsahkan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 2. Yamin Yang menghasilkan rumusan dasar Negara sebagai berikut : a. dan sehari setelah kemerdekaan mengadakan siding yang menghasilkan keputusan sebagai berikut : 1. Soekarno sebagai Presiden RI 3. . Hatta sebagai wakil Presiden RI. Moh. Piagam Jakarta (22 Juni 1945) Panitia kecil ini dibentuk pada tanggal 1 Juni 1945 dengan beranggotakan 9 orang yaitu : 1) Ir.H. Memilih Ir. A. Persatuan Indonesia d. Muh. Hatta 3) Mr. Moh. Wachid Hasyim 9) Mr. Soekarno 2) Drs. A.

sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai nilai-nilai adapt istiadat dan kebudayaan 2. Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hokum. Pancasila sebagai jiwa dan Pandangan hidup bangsa Indonesia. Asas kebudayaan. kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Teuku Moh. Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia Bangsa Indonesia ber Pancasila dengan menganut asas Tri Prakara Yakni : 1. dan akhir disepakati rumusan dasar Negara sebagai berikut : 1. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Hasan. Kemudian pancasila djadikan dasar filsafat Negara Indonesia yang disahkan oleh PPKI Dimensi fungsi Pancasila 1.Sebelum pengesahan UUD 1945. norma srta kaidah dalam penyelenggaraan Negara. Asas Kenegaraan. Pokok pikan keempat adalah ketuhanan 3. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan b. bahwa Pancasila memberi petunjuk dan pedoman kehidupan bangsa Indonesia yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. unsure-unsur Pancasila sebelum disakhan secara yuridis. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Pancila menjiwai kepribadian . Pokok pikiran ketiga adalah kedaulatan rakyat d. unsure pancasila telah dilaksanakan dalam agama-agama 3. 2. Asas religius. rumusan dasar Negara mengalami perubahan karena Negara bagian timur akan memisahkan diri jika pada sila pertama pembukaan tetap seperti isi dari piagam Jakarta. Maka atas usul Moh Hatta siding PPKI mengadakan perubahan pada sila pertama dengan meminta pendapat para pemuka agama Islam antara lain. pokok pikiran pertama adalah persatuan. Persatuan Indonesia 4. sehingga Pancasila menjadi sumber nilai. Ki Bagus Hadikusumo. pokok pikiran kedua adalah keadilan social. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar Negara. c. Pokok pikiran yang terdapat dalam dasar Negara : a. Kasman Singodimejo. Wakhid Hasyim.

5. kebanggan atas bangsa yang istimewa. menyebarkan agama dan ideologi. Ideologi Sosialisme Apakah ideologi sosialisme itu? Ideologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni idea (gagasan) dan logos (studi tentang. Koloni deportasi : tanah koloni yang dikerjakan oleh orang-orang buangan. Faktor penyebab timbulnya kolonialisme : keinginan untuk menjadi bangsa yang terkuat. I. tapi perlu dipertahankan karena kepentingan strategi. 4. Koloni kelebihan penduduk : seperti koloni-koloni bangsa italia dan jepang. selalu berkembang. yang merupakan hasil kumpulan nilai-nilai dasar dan berakar dalam hati sanubari bangsa Indonesia. Pancasila dirumuskan dan disepakati oleh tokoh-tokoh bangsa Indonesis. dan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi. Pancasila sebagaiperjanjian luhur bangsa Indonesia. Kolonialisme Kolonialisme adalah paham tentang penguasa oleh suatu negara atas daerah / bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. . Idelogi artinya sistem gagasan yang mempelajari keyakinan-keyakinan dan hal-hal ideal filosofis. Misalnya Hindia Belanda. Misalnya Amerika Utara dan Kanada. 3. ilmu pengetahuan tentang). keinginan untuk mencari sumber kekayaan alam dan tempat pemasaran hasil industrinya. Koloni sekunder : tanah-tanah koloni yang tidak menguntungkan ibunegeri. Koloni eksploitasi : daerah jajahan yang dikerjakan hanya untuk mencari keuntukngan. Keterbukaan Pancasila bukan berarti bangsa Indonesia membuka kemugkinan pengubahan nilai-nilai Pancasila tetapi keterbukaan terwakili dalam sifatnya yang eksplisit (tegas) dan kongkrit (nyata) 3. Misalnya Australia. Tipe-tipe Kolonialisme adalah : 1. 2. Koloni Penduduk : jika terjadi migrasi besar-besaran ke negara asing dan kemudian menjadi tanah air baru.dan sikap serta tingkah laku bangsa Indonesia yang menjadi cirri yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila Sebagai ideology terbuka Ideologoi terbuka adalah ideology yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman. 4. artinya bersifat actual.

Pada akhir abad ke-19. produksi dan kekayaan oleh kelompok. Secara kasar pembagian tersebut terdiri dari pertama adalah Sosialisme Demokrasi. artinya sosialisme yang hanya didasari impian belaka tanpa kerangka rasional untuk menjalankan dan mencapai apa yang disebut sosialisme. Dalam perkembangannya hingga pertengahan abad ke-20. Saint-Simon lah yang menganjurkan pembaruan pemerintahan yang bermaksud mengembalikan harmoni pada masyarakat.ekonomis. kedua adalah Marxisme Leninisme. Sosialisme sendiri berasal dari bahasa Latin yakni socius (teman). Ini untuk membedakan diri dengan sosialisme yang berkembang sebelumnya. bapak pendiri sosialisme Prancis. Istilah sosialisme pertama kali dipakai di Prancis pada tahun 1831 dalam sebuah artikel tanpa judul oleh Alexander Vinet. Sosialisme sebagai ideologi. . Menurut mereka. sosialisme adalah tahap yang harus dilalui masyarakat untuk mencapai komunisme. Istilah “ideologi” dipergunakan oleh Marx dan Engels mengacu kepada seperangkat keyakinan yang disajikan sebagai obyek. Oleh karena itu Marx dan Engels mengembangkan beberapa tesis untuk membedakan antara sosialisme dan komunisme. Marx dan Engels menyebut sosialisme tersebut dengan sosialisme utopia. Dengan demikian komunisme atau masyarakat tanpa kelas adalah tujuan akhir sejarah. politis dan sosial. Harus diakui bahwa pembagian ini sangatlah sederhana mengingat begitu banyak varian sosialisme yang tumbuh dan berkembang hingga saat ini. Jadi sosialisme merujuk kepada pengaturan atas dasar prinsip pengendalian modal. Pada masa ini istilah sosialisme digunakan untuk pembedaan dengan indvidualisme. seperti halnya pendapat Lenin yang mengatakan bahwa Uni Sovyet berada dalam tahap sosialisme. Konsekwensinya. Karl Marx dan Friedrich Engels mencetuskan apa yang disebut sebagai sosialisme ilmiah. sosialisme memiliki beberapa cabang gagasan. tahap sosialisme adalah tahap kediktatoran rakyat untuk mencapai komunisme. Ketiga adalah anarkisme dan sindikalisme [lihat tabel]. Obyek tersebut tidak lain adalah pencerminan kondisi-kondisi material masyarakat. terutama oleh pengikutpengikut Saint-Simon. telah lama berkembang sejak ratusan tahun yang lalu.

Sama halnya dengan anarkisme yang terpecah menjadi beberapa aliran besar seperti anarkisme mutualis dengan bapak pendirinya yakni P J Proudhon dan anarkis kolektivis seperti Mikhail Bakunin. Partai-partai Komunis banyak yang membubarkan diri atau bertahan dengan berganti nama dan mencoba untuk tetap hidup dengan ikut pemilu di negara-negara Eropa Timur setelah runtuhnya Uni Sovyet. . Hingga saat ini. artinya peran Marxisme lebih berlaku pada perdebatan-perdebatan intelektual filsafat dalam melahirkan berbagai varian varian baru. apakah Marxisme sebagai dasar sosialisme yang mengklaim dirinya ilmiah masih layak dipakai? Bagaimanakah masa depan sosialisme nantinya? Bagaimanakah peran ideologi dalam sebuah perjalanan bangsa? II. Ada yang menggunakan Marxisme secara kritis akan tetapi ada juga yang secara dogmatis memujanya habis habisan hingga saat ini. Beberapa diantaranya bahkan bisa berkuasa kembali seperti di Polandia dan Ceko dengan jalan yang demokratis. Disisi lain Marxisme berkembang menjadi gerakan Kiri Baru dalam pemahaman para pemikir seperti Herbert Marcuse di era 1970an. Beberapa yang menganut sosialisme juga seperti halnya partai-partai buruh seperti di Inggris dan Itali. Marxisme digunakan sebagai alat analisa pemikiran. Kecenderungan kecenderungan demikian terjadi tidak hanya di negara-negara Eropa akan tetapi juga di negaranegara dunia ketiga seperti halnya Indonesia.Sebagai contoh Marxisme yang di satu sisi dalam penafsiran Lenin menjadi Komunisme dan berkembang menjadi Stalinisme dan Maoisme. Anarkisme juga memberi angin bagi tumbuhnya gerakan gerakan sindikalis yang menguasai banyak pabrik di Barcelona semasa Perang Saudara Spanyol 19361939. Belanda. partai-partai Sosial Demokrat masih tetap berdiri seperti halnya di Eropa seperti Jerman. Uraian diatas menimbulkan banyak pertanyaan diantara kita. Kegagalan Marxisme Banyak diantara para pemikir sosialis maupun praktisi gerakan gerakan sosialisme masih mengandalkan Marxisme sebagai dasar pemikiran maupun gerakannya. Di Eropa. Norwegia dan Prancis.

Kegagalan teoritis Marxisme yang pertama adalah tentang teori nilai lebih. Kaum buruh pun tidak pernah terjadi untuk mengambil alih kepemilikan kaum kapitalis secara ekonomis mengingat faktor faktor sekunder seperti politik memang tidak pernah diperhitungkan secara jelas . Harus diakui bahwa hampir satu abad Marxisme memberi kontribusi baik maupun buruk yang tak terhingga kepada dunia. Bubarnya Uni Sovyet. akan terjadi pengambil alihan oleh kelas buruh. Artinya kelas buruh (proletariat) memegang kendali sarana produksi dan untuk membangun kediktaturan proletariat sebagai tahap awal transisi menuju masyarakat tanpa kelas. bersama dengan hukum kemunduran tingkat keuntungan.Sementara di negara-negara dunia ketiga dimana tingkat kegiatan praksis sosialisme lebih berjalan. Meski demikian. Kapitalisme sendiri bisa menyesuaikan perkembangan dengan memberi tuntutan tuntutan buruhnya di bawah standar. Hal ini terlihat seperti di Indonesia. Maka dapat dikatakan bahwa Marxisme gagal baik secara teori maupun prakteknya. menuju kepada kehancuran diri sistem eksploitasi tersebut. Hal ini gagal karena kapitalisme tidaklah menyusut hingga masa sekarang. Pada akhirnya menurut Marx. Marxisme gagal untuk membuktikan teori-teorinya dan gagal pula didalam tingkatan yang lebih kongkret. Kaum kapitalis menyimpan bagi dirinya sendiri nilai lebih itu yang dihasilkan oleh kaum pekerja. kaum pekerja terjebak dan larut dalam tuntutan tuntutan upah minimum yang memang di rekayasa olah para kapitalis. yang dikatakan masih berada dalam fase sosialis menuju masyarakat komunis adalah kegagalan Marxisme pada tingkatan tersebut. Marxisme masih menjadi ideologi dasar dan terutama bagi mereka yang baru saja lepas dari kungkungan rezim otoriter militeristik dimana Marxisme masih memukau seperti ‘menemukan air ditengah dahaga ideologi’ dengan teori-teori pembebasannya. Marxisme memberi peringatan kepada kita tentang bahaya kapitalisme industri dan menyadarkan kita tentang pentingnya kebersamaan manusia secara kolektif. Akumulasi dan konsentrasi kekayaan dalam tangan kelompok kapitalis yang jumlahnya semakin kecil. Marx menafisrkan kapitalisme dengan teori lebih kerja sebagai suatu sistem eksploitasi kelas buruh oleh kaum kapitalis.

Bukti paling kongkret dari kegagalan kegagalan diatas adalah bubarnya negara Uni Sovyet yang selama 70 tahun lebih memakan korban jutaan warganya. meski demikian kita juga tidak bisa mengingkari hak hak azasi yang paling pribadi sebagai manusia dalam kerangka nilai etis. Kegagalan Marxisme yang ketiga adalah pemahaman yang dilanjutkan oleh Lenin dan Stalin telah berubah menjadi suatu kolektivisme sempit. Mengapa? Sebab penentuan cita-cita akhir. Marx memang menolak sosialisme bentuk lama yang dikatakan utopis dan mencoba memberi kerangka rasional dalam gagasannya. III. Baik anarkisme maupun Marxisme pada masa itu sepakat bahwa sebuah revolusi dibutuhkan untuk menumbangkan pemerintah borjuis. Pada awal abad ke-19 anarkisme tumbuh dan menjadi lawan bagi Marxisme. Akan tetapi para pengikut Marx menginginkan Negara digunakan sebagai sarana kediktaturan proletariat dan baru akan dibubarkan bila fase komunisme yakni . Ini disebabkan anarkisme memang bukan ideologi terstruktur seperti halnya sosialisme atau komunisme. karena klaim anarkisme yang libertarian berhadapan dengan Marxisme yang otoriterian.dalam Marxisme. melainkan kepada pertumbuhan kekuasaan kolektif tersebut. bagaimanapun hakekatnya bertentangan langsung dengan prinsip dialektis yang didengungkan oleh Marx sendiri. Produksi barang material tidak lagi diarahkan kepada peningkatan keberadaan personal. Mikhail Bakunin. Hal ini dimaklumi bahwa orang jarang mengenal gagasan-gagasan anarkisme yang dibawa oleh Pierre Joseph Proudhon. Fase kediktaturan proletarian yang sama otoriternya dengan fasisme jelas tidak bisa diterima bahkan oleh warganya sekalipun. Kegagalan Marxisme yang kedua adalah klaim tentang sosialisme ilmiah itu sendiri. Akan tetapi Marxisme juga tenggelam dalam mimpi utopiannya sendiri tentang masyarakat tanpa kelas. Kritik Anarkisme Anarkisme sendiri sering disalahartikan sebagai kekacauan (chaos) yang berdampak penghancuran kepada masyarakat. Prinsip sosialisme sebagai kebersamaan sangatlah penting. Piotr Kropotkin dan lainnya.

orang akan memilih wakil wakilnya yang tidak dikenal dan belum tentu menjalankan aspirasi si pemilih. Mereka berkeyakinan bahwa pengambil alihan kekuasaan dengan membiarkan Negara berdiri hanya akan melestarikan dan membuat kekuasaan yang jauh lebih sulit untuk ditumbangkan. Sebagai contoh. maupun kebudayaan. Artinya. Demokrasi. hanya akan dibahas kritik anarkisme terhadap demokrasi. pemilu sebagai sarana demokrasi dianggap melenyapkan hak hak individu. Hal ini akan terus berulang dalam setiap pemilu berikutnya dan menjadi suatu kebiasaan yang buruk bagi kesadaran setiap orang. demokrasi mengandung bahaya kongkret yakni diterimanya kembali kelompok-kelompok otoriterian seperti partai komunis untuk mendapat peluang menang secara demokratis dalam pemilu. Menurut kaum anarkis. demokrasi adalah hal yang terbaik diantara semua yang terburuk. Hal ini terbukti dalam pemilu di Polandia dan Ceko dimana partai komunis kembali memerintah dengan suara mayoritas. Ada beberapa kritik anarkisme terhadap demokrasi. Kritik ketiga. demokrasi mengandung ancaman berupa kediktaturan mayoritas. Pertama. Jika demikian. agama. . Bagi kaum anarkis tidak ada jaminan bagi para pemeluk demokrasi terhadap golongan minoritas atau kelompok kecil. ras. ancaman yang akan terjadi adalah penumbangan demokrasi itu sendiri oleh kelompok-kelompok otoriterian. Pada tulisan ini. kalau pun mau digunakan. Kritik kedua. Oleh karena itu kaum anarkis menolak bentuk perwakilan (representation) dan menyukai bentuk pendelegasian bagi setiap keputusan atau kepentingan karena dirasa lebih menyeluruh. demokrasi yang benar benar melibatkan seluruh peran warga masyarakat dalam menjalan fungsinya. haruslah dalam bentuk langsung dan partisipatoris. Hal ini seringkali terjadi berupa pengabaian hak hak minoritas suara baik dalam bentuk populasi suku. Kaum anarkis justru menginginkan Negara harus dibubarkan sedari awal. khususnya seperti yang diungkapkan oleh George Woodcock dan Noam Chomsky pada dekade akhir abad 20.masyarakat tanpa kelas sudah terwujud.

untuk masalah keyakinan atau agama pada Negara liberalisme menganut faham sekuler. Dan fungsi Negara adalah untuk menjaga supaya kebebasan individu terjamin dalam mengejar tujuan-tujuan pribadinya. Sehingga Liberalisme dapat diartikan sebagai paham atau ajaran yang mengagungkan kebebasasn individu. pribadi yang utuh dan lengkap serta terlepas dari manusia lainnya sehingga keberadaan individu lebih penting dari masyarakat.Liberalisme Ideologi Liberalisme Liberalisme berasal dari bahasa Latin Liber yang berarti bebas dan Isme yang berarti paham atau ajaran. Dalam ajaran liberalisme manusia pada hakikatnya adalah makhluq individu yang bebas. .

memang tidak bisa lepas dari nama-nama tokoh seperti Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels (1820-1895). antara lain: 1. b. inti pemikiran : memelihara kondisi yang ada. dalam batas-batas tertentu bisa dipandang sebagai jembatan antara revolusi Prancis dan revolusi Proletar Rusia tahun 1917. sebaiknya perubahan berlangsung tahap demi tahap. inti pemikiran: perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas dimasyarakat. Oleh karena itu. baik berupa kestabilan yang dinamis maupun kestabilan yang statis. landasan pemikiran : a. otoriter Komunisme Gelombang komunisme abad kedua puluh ini. filsafatnya adalah bahwa perubahan tidak selalu berarti kemajuan. sehingga negara hanya sasaran antara. Atau sebuah ideology yang mengagungkan atas kepentingan Negara diataskepentingan pribadi yang pada akhirnya akan tercipta Negara tanpa kelas dimana sarana-sarana produksi dimiliki secara bersama. serta kaitannya dengan gerakan komunisme di Uni Soviet maupun di bagian dunia lainnya. mempertahankan kestabilan. Kedua tokoh . 2. Gerakan-gerakan komunisme international yang tumbuh sampai sekarang boleh dikatakan merupakan perkembangan dari Partai Bolshevik yang didirikan oleh Lenin 1. c. oleh karena itu perlu pola-pola pengendalian melalui peraturan yang ketat 4. baik secara tegas ataupun tidak. tanpa menggoncang struktur social politik dalam negara atau masyarakat yang bersangkutan. system pemerintahan (boleh): demokrasi. analisa yang cendrung negatif terhadap situasi dan kondisi yang ada. 3. tidak bisa dilepaskan dari kehadiran Partai Bolshevik di Rusia. 3.Ideologi Sosialisme dan Komunisme Sosialisme adalah sebuah ideology yang menekankan akan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi. Berbicara masalah Marxisme. rencana-rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan terwujudnya tujuan-tujuan yang berbeda-beda. Konservatisme Hal atau unsure yang terkandung di dalamnya. berisi resep perbaikan untuk masa depan dan. Tidak jarang pula bahwa pola pemikiran ini dilandasi oleh kenangan manis mengenai kondisi kini dan masa lampau 2. Untuk memahami Marxisme sebagai satu ajaran filsafat dan doktrin revolusioner. system pemerintahan (hanya): otoriter/totaliter/dictator Marxisme Marxisme. penolakan situasi dan kondisi masa lampau. landasan pemikirannya adalah bahwa pada dasarnya manusia lemah dan terdapat “evil instinct and desires” dalam dirinya. barangkali perlu mengetahui terlebih dahulu kerangka histories Marxisme itu sendiri. d.

dan manusia akan lebih baik serta layak kehidupannya jika ada kerja sama melalui fungsi yang dilaksakan oleh negara 4. landasan pemikiran : bahwa masyarakat dan juga negara adalah suatu pola kehidupan bersama.inilah yang mulai mengembangkan akar-akar komunisme dalam pengertiannya yang sekarang ini. yaitu tesis (affirmation). filsafatnya : pemerataan dan kesederajatan bahwa pengaturan agar setiap orang diperlakukan sama dan ada pemerataan dalm berbagai hal (pemerataan kesempatan kerja.dll) 3. Konsep ini dipandang mampu membawa masyarakat ke arah komunitas kelas. otoriter . dan adanya kenyataan di mana Inggris Raya berhasil menciptakan model perkembangan ekonomi dan demokrasi politik. System pemerintahan: demokrasi Sosialisme Hal-hal pokok yang terkandung dalam Sosialisme. sikap terhadap masyarakat kapitalis yang bertumpu pada teori nilai tenaga kerja dari David Ricardo (1772) dan Adam Smith (1723-1790) 3. Dimana eropa barat telah menjdai pusat ekonomi dunia. Transisi dari kondisi masyarakat agraris ke arah industrialisasi menjadi landasan kedua tokoh diatas dalam mengembangkan pemikirannya. filsafat dialectical and historical materialism 2. Dalam hubungan ini Marx cendrung mendasarkan pemikiran kepada argumentasi Hegel yang menandaskan bahwa kontradiksi dan konflik dari berbagai hal yang saling berlawanan satu sama lain sebenarnya bisa membawa pergeseran kehidupan socialpolitik dari tingkat yang sebelumnya ke tingkat yang lebih tinggi. Inti pemikiran : emansipasi wanita 2. dan sintesisI (unification). menyangkut teori negara dan teori revolusi yang dikembangkan atas dasar konsep perjuangan kelas. 3. Marx memang meminjam metode dialektika Hegel. Manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Feminisme 1. Tiga hal yang merupakan komponen dasar dari Marxisme adalah : 1. Dalam teori yang dikembangkannya. sifat dan bahkan perubahan masyarakat itu sendiri berlangsung melalui tiga tahap. suatu tingkat kemajuan akan bisa dicapai dengan jalan menghancurkan hal-hal yang lama dan sekaligus memunculkan hal-hal yang baru. perubahan-perubahan dalam pemikiran. system pemerintahan (boleh): demokrasi. Landasan pemikiran: bahwa wanita tidak hanya berkutat pada urusan wanita saja melainkan juga dapat melakukan seprti apa yang dilakukan oleh pria. Wanita dapat melakukan apa saja. pemerataan kesempatan berusaha. adalah: 1. inti pemikiran : kolektifitas (kebersamaan) (gotong royong) 2. Selain dari itu. antitesis (negation). Menurut metode tersebut.

bahwa fasisme telah menginjak-nginjak demokrasi dan hak asasi. dan kratos berarti kekuasaan. Nazi di Jerman. Walaupun begitu. berjuanglah). Sebenarnya pemikiran untuk melibatkan rakyat dalam kekuasaan sudah muncul sejak zaman dahulu. fasisme di Italia berakhir. filsafat : rakyat diperintah dengan cara-cara yang membuat mereka takut dan dengan demikian patuh kepada pemerintah. Inti pemikiran : negara diperlukan untuk mengatur masyarakat 2. kata ini merupakan himpunan dari dua kata : demos yang berarti rakyat. Namun. Demokrasi Demokrasi artinya hukum untuk rakyat oleh rakyat. sebagai system pemerintahan otoriter dictator memang berhasil menyelamatkan Italia pada masa itu (1922-1943) dari anarkisme dan dari komunism. bahwa sumber kepemimpinan ialah kehendak yang bersatu milik rakyat. landasan pemikiran : suatu bangsa perlu mempunyai pemerintahan yang kuat dan berwibawa sepenuhnya atas berbagai kepentingan rakyat dan dalam hubungannya dengan bangsa-bangsa lain. landasan pemikiran : kebebasan ekonomi yang bersifat perseorangan pada instansi terakhir akan mampu mengangkat kemajuan perekonomian seluruh masyarakat 4. 1. adalah “Crediere. Hal ini pernah diungkapkan Plato. system pemerintahan (harus) : otoriter Kapitalisme Kapitalisme adalah bentuk system perokonomian 1. setelah Benito Musolini terbunuh tahun 1943. pemerintah yang mengatur segalanya mengenai apa yang diperlukan dan apa yang tidak diperlukan oleh rakyat 3. system pemerintahan : demokrasi. fisafat : negara tidak boleh mencampuri kegiatan-kegiatan perekonomian. yang menegaskan bahwa negara dan pemerintah perelu bertindak keras agar “ditakuti” oleh rakyat. . seperti di Athena dan Sparta. Berkembang di Italia. Fasisme banyak kemiripannya dengan teori pemikiran Machiavelistis dari Niccolo Machiavelli. sebagai suatu bentuk ideology. kenyataannya adalah. khususnya menyangkut kegiatan perekonomian perseorangan 3. tunduklah. Jadi artinya kekuasaan ditangan rakyat. Combattere” (yakinlah. Peronista di Argentina) bersama-sama pihak angkatan bersenjata 4. oleh karena itu.Fasisme Semboyan fasisme. Demikian pula Nazisme di Jerman. kekuasaan negara perlu dipergang koalisi sipil dengan militer yaitu partai yang berkuasa (fasis di Italia. Di beberapa kota Yunani didapatkan bukti nyata yang menguatkan hal ini. fasisme tetap ada. inti pemikiran : perkonomian individu 2. fasisme di Italis (=Nazisme di Jerman). antara tahun 1992-1943. Lalu. Obediere.

pada tumbuhnya negara otoriter yang disertai dengan pembatasan ketat melalui berbagai undang-undang dan peraturan terhadap warganegara 3.” 1. inti pemikiran : kebebasan individu 2. 4. unjustifikasi berbagai macam teori yang bersebrangan dengan prinsip demokrasi.“ada tiga mcam pemerintahan: kerajaan. bahwa system ini dimaksudkan untuk kepentingan social dan bukan untuk kepentingan individu. filsafat : menurut Dr. landasan pemikiran. Tidak jarang pula bahwa pola pemikiran ini dilandasi oleh kenangan manis mengenai kondisi kini dan masa lampau 2. filsafatnya adalah bahwa perubahan tidak selalu berarti kemajuan. ditilik dari pangkal tolak dan perimabngan yang benar. yaitu: a. inti pemikiran: kedaulatan ditangan rakyat 2. tanpa menggoncang struktur social politik dalam negara atau masyarakat yang bersangkutan. dengan berkata. Kamil Lailah menetapkan tiga macam justifikasi ilmiah dari prinsip demokrasi. sebaiknya perubahan berlangsung tahap demi tahap. republik. M. b. opini umum dan pengaruhnya 3. landasan pemikirannya adalah bahwa menusia pada hakikatnya adalah baik dan berbudi-pekerti. baik berupa kestabilan yang dinamis maupun kestabilan yang statis. tidak bisa dilepaskan dari kehadiran Partai Bolshevik di Rusia. 4. otoriter Komunisme Gelombang komunisme abad kedua puluh ini. sebagai berikut: 1. tanpa harus diadakannya pola-pola pengaturan yang ketat dan bersifat memaksa terhadapnya. oleh karena itu perlu pola-pola pengendalian melalui peraturan yang ketat 4. mempertahankan kestabilan. landasan pemikirannya adalah bahwa pada dasarnya manusia lemah dan terdapat “evil instinct and desires” dalam dirinya. system pemerintahan (harus) : domokrasi Liberalisme Mengenai konsep liberalisme. perkembangan : berkembang sebagai respons terhadap pola kekuasaan negara yang absolut. antara lain: 1.dalam suatu kesempatan Aristoteles menjelaskan macam-macam pemerintahan. dapat kita tarik beberapa pokok pemikiran yang terkandung di dalamnya. Rakyat membuat ketetapan hukum bagi dirinya sendiri lewat dewan perwakilan. c. inti pemikiran : memelihara kondisi yang ada. yang kemudian dilaksanakan oleh pihak pemerintah atau eksekutif. system pemerintahan (harus): demokrasi Konservatisme Hal atau unsure yang terkandung di dalamnya. 3. aristokrasi. system pemerintahan (boleh): demokrasi. Oleh karena itu. atau rakyat memagang sendiri kendali urusannya. Gerakan-gerakan komunisme international yang tumbuh .

Selain dari itu. barangkali perlu mengetahui terlebih dahulu kerangka histories Marxisme itu sendiri. Berbicara masalah Marxisme. inti pemikiran: perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas dimasyarakat. sikap terhadap masyarakat kapitalis yang bertumpu pada teori nilai tenaga kerja dari David Ricardo (1772) dan Adam Smith (1723-1790) 3. rencana-rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan terwujudnya tujuan-tujuan yang berbeda-beda. penolakan situasi dan kondisi masa lampau.sampai sekarang boleh dikatakan merupakan perkembangan dari Partai Bolshevik yang didirikan oleh Lenin 1. berisi resep perbaikan untuk masa depan dan. Marx memang meminjam metode dialektika Hegel. 2. Menurut metode tersebut. perubahan-perubahan dalam pemikiran. b. dan adanya kenyataan di mana Inggris Raya berhasil menciptakan model perkembangan ekonomi dan demokrasi politik. c. landasan pemikiran : a. Konsep ini dipandang mampu membawa masyarakat ke arah komunitas kelas. d. Tiga hal yang merupakan komponen dasar dari Marxisme adalah : 1. dan sintesisI (unification). sifat dan bahkan perubahan masyarakat itu sendiri berlangsung melalui tiga tahap. yaitu tesis (affirmation). analisa yang cendrung negatif terhadap situasi dan kondisi yang ada. . Dimana eropa barat telah menjdai pusat ekonomi dunia. Dalam teori yang dikembangkannya. dalam batas-batas tertentu bisa dipandang sebagai jembatan antara revolusi Prancis dan revolusi Proletar Rusia tahun 1917. 3. Kedua tokoh inilah yang mulai mengembangkan akar-akar komunisme dalam pengertiannya yang sekarang ini. sehingga negara hanya sasaran antara. baik secara tegas ataupun tidak. serta kaitannya dengan gerakan komunisme di Uni Soviet maupun di bagian dunia lainnya. Untuk memahami Marxisme sebagai satu ajaran filsafat dan doktrin revolusioner. Transisi dari kondisi masyarakat agraris ke arah industrialisasi menjadi landasan kedua tokoh diatas dalam mengembangkan pemikirannya. menyangkut teori negara dan teori revolusi yang dikembangkan atas dasar konsep perjuangan kelas. filsafat dialectical and historical materialism 2. Dalam hubungan ini Marx cendrung mendasarkan pemikiran kepada argumentasi Hegel yang menandaskan bahwa kontradiksi dan konflik dari berbagai hal yang saling berlawanan satu sama lain sebenarnya bisa membawa pergeseran kehidupan socialpolitik dari tingkat yang sebelumnya ke tingkat yang lebih tinggi. system pemerintahan (hanya): otoriter/totaliter/dictator Marxisme Marxisme. antitesis (negation). memang tidak bisa lepas dari nama-nama tokoh seperti Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels (1820-1895).

fasisme di Italis (=Nazisme di Jerman). antara tahun 1992-1943.suatu tingkat kemajuan akan bisa dicapai dengan jalan menghancurkan hal-hal yang lama dan sekaligus memunculkan hal-hal yang baru. oleh karena itu. System pemerintahan: demokrasi Sosialisme Hal-hal pokok yang terkandung dalam Sosialisme. inti pemikiran : kolektifitas (kebersamaan) (gotong royong) 2. Berkembang di Italia. kekuasaan negara perlu dipergang koalisi sipil dengan militer yaitu partai yang berkuasa (fasis di Italia. fasisme di Italia berakhir. landasan pemikiran : suatu bangsa perlu mempunyai pemerintahan yang kuat dan berwibawa sepenuhnya atas berbagai kepentingan rakyat dan dalam hubungannya dengan bangsa-bangsa lain. sebagai system pemerintahan otoriter dictator memang berhasil menyelamatkan Italia pada masa itu (1922-1943) dari anarkisme dan dari komunism. system pemerintahan (boleh): demokrasi. Landasan pemikiran: bahwa wanita tidak hanya berkutat pada urusan wanita saja melainkan juga dapat melakukan seprti apa yang dilakukan oleh pria. 1. . Feminisme 1. kenyataannya adalah. Inti pemikiran : negara diperlukan untuk mengatur masyarakat 2. Namun. 3. tunduklah. otoriter Fasisme Semboyan fasisme. berjuanglah). Obediere. sebagai suatu bentuk ideology. yang menegaskan bahwa negara dan pemerintah perelu bertindak keras agar “ditakuti” oleh rakyat. pemerataan kesempatan berusaha. filsafat : rakyat diperintah dengan cara-cara yang membuat mereka takut dan dengan demikian patuh kepada pemerintah. setelah Benito Musolini terbunuh tahun 1943. Manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Inti pemikiran : emansipasi wanita 2. fasisme tetap ada. Demikian pula Nazisme di Jerman. filsafatnya : pemerataan dan kesederajatan bahwa pengaturan agar setiap orang diperlakukan sama dan ada pemerataan dalm berbagai hal (pemerataan kesempatan kerja. bahwa fasisme telah menginjak-nginjak demokrasi dan hak asasi. adalah: 1. adalah “Crediere. Fasisme banyak kemiripannya dengan teori pemikiran Machiavelistis dari Niccolo Machiavelli. Combattere” (yakinlah. Wanita dapat melakukan apa saja. landasan pemikiran : bahwa masyarakat dan juga negara adalah suatu pola kehidupan bersama.dll) 3. Lalu. pemerintah yang mengatur segalanya mengenai apa yang diperlukan dan apa yang tidak diperlukan oleh rakyat 3. Walaupun begitu. dan manusia akan lebih baik serta layak kehidupannya jika ada kerja sama melalui fungsi yang dilaksakan oleh negara 4.

dengan berkata. system pemerintahan : demokrasi. Jadi artinya kekuasaan ditangan rakyat. dalam suatu kesempatan Aristoteles menjelaskan macam-macam pemerintahan. opini umum dan pengaruhnya 3. Peronista di Argentina) bersama-sama pihak angkatan bersenjata 4. republik. M. 4. Sebenarnya pemikiran untuk melibatkan rakyat dalam kekuasaan sudah muncul sejak zaman dahulu. inti pemikiran: kedaulatan ditangan rakyat 2. khususnya menyangkut kegiatan perekonomian perseorangan 3. Hal ini pernah diungkapkan Plato. yaitu: a. inti pemikiran : perkonomian individu 2. aristokrasi. system pemerintahan (harus) : domokrasi . filsafat : menurut Dr. landasan pemikiran. c. dan kratos berarti kekuasaan. system pemerintahan (harus) : otoriter Kapitalisme Kapitalisme adalah bentuk system perokonomian 1. bahwa sumber kepemimpinan ialah kehendak yang bersatu milik rakyat. b. Di beberapa kota Yunani didapatkan bukti nyata yang menguatkan hal ini. atau rakyat memagang sendiri kendali urusannya. yang kemudian dilaksanakan oleh pihak pemerintah atau eksekutif. bahwa system ini dimaksudkan untuk kepentingan social dan bukan untuk kepentingan individu. Demokrasi Demokrasi artinya hukum untuk rakyat oleh rakyat. ditilik dari pangkal tolak dan perimabngan yang benar. seperti di Athena dan Sparta.Nazi di Jerman. Rakyat membuat ketetapan hukum bagi dirinya sendiri lewat dewan perwakilan. fisafat : negara tidak boleh mencampuri kegiatan-kegiatan perekonomian.” 1. landasan pemikiran : kebebasan ekonomi yang bersifat perseorangan pada instansi terakhir akan mampu mengangkat kemajuan perekonomian seluruh masyarakat 4. unjustifikasi berbagai macam teori yang bersebrangan dengan prinsip demokrasi. kata ini merupakan himpunan dari dua kata : demos yang berarti rakyat.“ada tiga mcam pemerintahan: kerajaan. Kamil Lailah menetapkan tiga macam justifikasi ilmiah dari prinsip demokrasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful