HALAMAN PENGESAHAN PERSETUJUAN PEMBIMBING PROPOSAL Usulan penelitian tindakan kelas dengan judul “UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

SISWA KELAS V SDN 64 64 / IV KEC KOTA BARU DALAM PEMBELAJARAN FPB DAN KPK MELALUI METODE KELOMPOK KECIL.”

Nama Nim Program Studi Jurusan

: AZIAR. : A12D107163 : Pendidikan Guru Sekolah Dasar : Ilmu Pendidikan

Telah disetujui Pembimbing I dan Pembimbing II untuk disememinarkan. Pembimbing I

Dra. ROSELI THEIS, MS.

Tanggal …………….

Pembimbing II

Dr. Hj. EMOSDA, M.Pd.

Tanggal …………….

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inti dari kegiatan pendidikan adalah proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan pengetahuan dan perubahan tingkah laku yang diharapkan. Proses belajar mengajar merupakan interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dan guru antara sesama siswa. Dalam interaksi belajar di sekolah selalu ditandai dengan jumlah unsur, yaitu tujuan yang hendak dicapai siswa dan guru, bahan pelajaran, metode yang digunakan untuk menciptakan situasi belajar, dan penilaian yang berfungsi untuk menetapkan seberapa jauh ketercapaian tujuan (Anonim, 1994 ) Oleh karena itu dalam setiap proses belajar mengajar yang dilakukan seorang guru diharapkan bahwa materi yang sudah diajarkan dapat dipahami dan dikuasai oleh para siswa dengan baik. Tingkat penguasaan yang baik ini erat hubungannya dengan seberapa banyak materi yang sudah diajarkan tersebut dapat diserap siswa. Kalau kita tinjau dari segi sistem pendidikan yang berlaku maka tingkat penguasaannya yang baik adalah jika memenuhi criteria ketuntasan belajar. Kriteria ketuntasan belajar bagi siswa dalam suatu kegiatan belajar mengajar Anonim ( 1994 ) dijelaskan scbagai berikut : 1. Daya serap perorangan ( individual) Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar bila ia telah tercapai skor 65 % atau nilai 6,5

2. Daya serap klasikal Suatu kelas disebut telah tuntas belajar bila kelas 85 % jumlah siswa telah mencapai skor / nilai 65 % Berdasarkan pengamatan penulis rendahnya nilai hasil belajar siswa

terlihat pada saat pengerjaan soal-soal latihan, hanya sebagian siswa saja yang mampu mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan guru, sementara siswa yang lain cenderung mencontek pekerjaan teman-temannya. Ini semua merupakan bukti kemampuan siswa terhadap pembelajaran matematika khususnya pada pelajaran FPB dan KPK masih sangat rendah. Berdasarkan kenyataan dalam setiap pertemuan KKG Guru Gugus III khususnya kelas V kami selalu berdiskusi untuk mencari masalah rendahnya prestasi belajar matematika, penyebabnya antara lain : 1. Pembelajaran matematika yang kurang konstektual 2. pendekatan pembelajaran yang ditetapkan guru monoton tidak kreatif dan tidak sesuai dengan minat siswa 3. Guru kurang tepat menggunakan media pengajaran/ alat peraga yang nyata dan menarik siswa 4. Kecepatan siswa dalam berpikir sangat variatif 5. Hampir semua konsep disampaikan berdasarkan kemampuan pikiran guru yang sebenarnya pola pikir siswa tidak sama dengan pola pikir dirinya 6. Guru perlu memahami bahwa pola pikir di usia SD bergerak dari halhal yang bersifat konkrit menuju ke hal-hal yang abstrak

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

Menurut Djamarah (1997 : 43) peranan guru adalah sebagai korektor, inspirator, informator, organisator motivator, fasilitator pembimbing mediator supervisor dan evaluator dalam penyelenggara pendidikan di sekolah guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif terjadi adanya interaksi aktif siswa. Di samping itu guru harus mampu memilih media pengajaran yang efektif sesuai dengan materi yang dikembangkan. 1. Analasis Permasalahan a. banyak perkalian b. banyak siswa yang belum bisa membagi c. guru belum tepat dalam penggunaan media pengajaran 2. Mengapa penulis dalam hal ini tertarik dalam meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan “metode kelompok kecil” o Karena penulis merasa gagal dalam pengajaran klasikal o Penulis merasa tertarik kepada kelompok kecil, yaitu : a. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional b. Mengembangkan sikap sosial dan semangat gotong royong dalam tujuan pengajaran pada pembelajaran siswa yang belum hafal

kehidupan. c. Mendinamiskan kelompok dalam

belajar sehingga tiap anggota merasa diri sebagai bagian kelompok yang bertanggungjawab. Dari pengalaman penulis sebagai guru kelas lima selalu menghadapi permasalahan dalam materi FPB dan KPK anak sangat sulit menentukan faktor bilangan prima. Kelipatan dan perkalian masih banyak yang belum hafal maka penulis mengemukakan dan mengaplikasikan dalam karya ilmiah dengan judul " Apakah Metode Kelompok Kecil dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran FPB dan KPK pada siswa kelas V SDN 64/1V Kotabaru Jambi." 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah yang diuraikan di atas, peneliti merumuskan masalah “Bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan FPB dan KPK dengan menggunakan Metode Kelompok Kecil di Kelas V SDN 64/IV Kec. Kota Baru? Alternatif pemecahan masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran FPB dan KPK dengan cara : Guru menjelaskan apakah yang dimaksud dengan bilangan prima Guru menjelaskan materi pelajaran FPB dan KPK dengan menggunakan alat peraga kartu bilangan 0-100 Guru mengajak siswa membahas materi FPB dan KPK dengan

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

menggunakan alat peraga perlu bilangan 0-100 Siswa dan guru dengan menggunakan kartu bilangan 0-100 menentukan bilangan prima yang ada diantara 0-100 1.3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah : upaya meningkatkan hasil bekajar siswa terhadap pembelajaran matematika pada pokok bahasan FPB dan KPK dengan menggunakan “metode kelompok kecil” Agar siswa dapat bersemangat, memiliki sikap antusias yang tinggi mengkondisikan siswa dalam suasana belajar yang terarah dan menarik sehingga penguasaan siswa terhadap pembelajaran FPB dan KPK menjadi meningkat. 1.4. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat bermanfaat 1. Bagi siswa Penelitian ini akan bermanfaat bagi siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat menarik minat belajar siswa dalam pembelajaran FPB dan KPK dengan metode kelompok kecil . 2. Bagi guru Guru akan menerima masukan (input) dari guru-guru yang lain guna peningkatan hasil belajar siswa melalui metode “kelompok kecil” 3. Bagi sekolah Penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik pada sekolah

dalam rangka perbaikan pembelajaran pada khususnya dan peningkatan kualitas sekolah pada umumnya 4. Bagi peneliti Sebagai pemicu untuk selalu berkreatif dan berinovasi dalam menemukan masalah dan berusaha mencari solusi untuk mengatasi jalan keluarnya untuk disumbangkan di dunia pendidikan khususnya pembelajaran matematika. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Kajian Tioritis dan Empiris

2.1.1. Pembelajaran Matematika Belajar dapat diartikan sebagai proses yang dapat menimbulkan perubahan tingkah laku yang baru pada individu yang telah dan sedang belajar hilgard E.R ( 1948 : 4 ) menyatakan belajar sebagai suatu proses atau perubahan fingkatlaku melalui latihan ( usaha pendidikan ) dan dibedakan dengan perubahan yang disebabkan taktor-faktor yang tidak dapat digolongkan kepada latihan ( usaha pendidikan ) itu sendiri. Soemadi Soerjabrata (1984 : 6) berpendapat belajar adalah segenap rangkaian/aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan

mengakibatkan perubahan dalarn dirinya berupa penambahan pengetahuan dan kemahiran yang sifatnya sedikit banyak permanen. Stephen A Romine (1954 : 134 ); menyatakan bahwa belajar merupakan Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

suatu proses atau kegiatan ( bukan suatu hasil atau tujuan ) belajar bukan cuma mengingat tetapi lebih luas yaitu mendalami suatu proses. Justru dengan tegas ia menyebut belajar dapat didefinisikan sebagai suatu modifikasi atau memperteguh keluhan (sikap) melalui pengalaman secara terimplisit. Romine menyebut bahwa proses perubahan tingkah laku individu didapatkan sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan. Belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya melalui pengalaman. 2.1. Pengertian Belajar

Balajar merupakan suatu proses akhir dalam memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru sehingga mcnyebabkan perubahan tingkah laku pada diri seseorang. Pengalaman dan perubahan baru ini dapat ditujukan dalam berbagi bentuk seperti : berubah pengetahuan pemahamaan, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan yang ada pada individu yang belajar. Menurut Usman ( 1993 ) belajar dapat diartikan sebabai perubahan tingkah laku pada diri individu dan individu dengan lingkungannnya. Perubahan tingkah laku dalam aspek pengetahuan adalah dari tidak biasa menjadi biasa, dari terampil menjadi terampil. Perubahan tingkah laku dalam aspek sikap adalah dari ragu-ragu menjadi yakin, dan tidak sopan menjadi sopan tanpa adanya perubahan tingkah laku misalnya dari belum biasa mnyelesaikan soal menjadi biasa menyelesaikannya. Selanjutnya Sukardi (1993) mengatakan belajar adalah suatu usaha mencari

pengertian, makna dan pemahaman. Bila usaha itu gagal, anak itu gagal pula dalam pelajarannya. Belajar adalah memecahkan masalah. Boleh juga kita katakan bahwa belajar itu adalah suatu proses perubahan rnelalui prosedur latihan. Gage dan Yamin (2003 : 39) menyatakan belajar adalah suatu proses dimana organisme berubah perilakunya diakibatkan pengalaman. Perubahan berbagai pengertian belajar yang telah dikemukakan para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Belajar menghendaki perubahan tingkah laku individu 2. Belajar adalah proses mengawali, memahami suatu yang dipelajari 3. Belajar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan, sikap dan keterampilan 2.2. Hasil Belajar

Dalam rangka banyak hal yang dikerjakan guru yang semuanya itu mernberikan fasilitas belajar. Dengan menekankan apa yang dipelajari, siswa merupakan hal penting, guru mengharapkan tumbuhnya kemauan bagi siswa untuk belajar. Dengan mengembangkan kemampuan dan memusatkan kepada

kepentingan siswa, guru mengharapkan siswanya tertarik pada materi yang sedang diajarkan. Dengan tumbuhnya kegiatan belajar maka terlihat hasil belajar siswa. Menurut Arikunto ( 1997 ) hasil belajar merupakan suatu hasil yang diperoleh siswa dalam mengikuti proses pembelajaran sedangkan menurut Slameto (1991) mengatakan bahwa hasil sikap sebagai akibat dari belajar. Penilaian hasil belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan guru, baik Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

didalam kelas maupun diluar kelas untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran tealah dicapai sesuai tuntutan tingkat pencapaian tujuan yang digunakan. Oleh karena itu penilaian hasil belajar harus dilaksanakan secara berencana, bertahap dan terus menerus sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat bagi pendidikan. Penilaian hasil belajar pada penelitian ini adalah penilaian yang dilakukan pada akhir setiap siklus dan ulangan harian, sehingga diperoleh gambaran keberhasilan siswa dalam menguasai materi yang diberikan. Jadi hasil yang diperoleh siswa dalam setiap tes akhir siklus dan ulangan harian inilah yang merupakan hasil belajar siswa. Menurut Hudoyono (1978), belajar merupakan suatu proses aktif dalam memperoleh pengalaman / pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku misalnya, setelah belajar matematika siswa mampu mendemonstrasikan pengetahuan matematikanya. Sejalan dengan pendapat Gagne dan Brigss (1979), mengatakan bahwa belajar adalah perubahan yang dapat diamati dari tingkah laku orang dengan dan hierarki belajar terdiri dari kemampuan-kemampuan yang dapat diamati atau diukur. Jika seseorang telah belajar, maka orang tersebut dapat dilakukan beberapa kegiatan yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. Pengajaran matematika yang disajikan pada siswa di Sekolah Dasar sesuai dengan kurikulum dan berkaitan satu sama lainnya. Hal ini dimaksud agar kesenjangan atau tumpang-tindih antara materi dapat dikurangi atau ditiadakan sama sekali. Disamping itu juga dimaksud agar tingkat materi yang disajikan disesuaikan dengan perkembangan kognitif peserta didik.

Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar tetap berada pada fungsi matamatika yang dapat dipandang sebagai: 1) alat yang dapat digunakan dalam berbagai ilmu dan kehidupan; dan 2) pola pikir yang dapat membantu memperjelas permasalahan melalui abstraksi, idealisme, dan generalisasi yang mengarah kepada objektivitas dan efektivitas yang tinggi sesuai dengan fungsi matematika diatas. Jadi tujuan diajarkannya matematika kepada peserta didik secara umum adalah untuk : 1) mempersiapkan peserta didik agar sanggup menghadapi perubahan-perubahan keadaan dalam kehidupan dan didalam lingkungan yang senantiasa berubah melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran yang logis dan rasional, kritis dan cermat, objektif, kreaatif, dan efektif, 2) mempersiapkan peserta didik agar dapat mempergunakan matematika secara tepat didalam kehidupan sehari-hari dan didalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. 2.1.4. Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Dalam proses belajar matematika terjadi juga proses berfikir, yaitu melakukan kegiatan mental. Dalam berfikir, seseorang menyusun hubungan-hubungan antara bagian impormasi yang telah direkam didalam pikiran orang itu sebagai pengertianpengertian tersebut terbentuklah pendapat dan pada akhirnya ditariklah sebuah kesimpulan. Menurut Hudoyono (1979), belajar merupakan suatu proses aktif dalam memperoleh pengalaman/pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku misalnya, setelah belajar matematika siswa mampu mendemontrasikan pengetahuan matematikanya. Sejalan dengan pendapat Gagne dan Brigss (1979) mengatakan bahwa belajar adalah perubahan yang dapat diamati dari tingkah laku Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

orang dan hierarki belajar terdiri dari kemampuan-kemampuan yang dapat diamati atau diukur. Jika seseorang telah belajar, maka orang tersebut dapat melakukan beberapa kegiatan yang sebelumnya tidak dapat dilakukanya. Pengajaran matematika yang disajikan pada siswa di Sekolah Dasar sesuai dengan kurikulum dan berkaitan satu sama lainnya. Hal ini dimaksud agar kesenjangan atau tumpang-tindih antara materi dapat dikurangi atau ditiadakan sama sekali. Disamping itu juga dimaksud agar tingkat materi yang disajikan disesuaikan dengan perkembangan kognitif peserta didik. Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar tetap berada pada fungsi matamatika yang dapat dipandang sebagai: 1) alat yang dapat digunakan dalam berbagai ilmu dan kehidupan; dan 2) pola pikir yang dapat membantu memperjelas permasalahan melalui abstraksi, idealisme, dan generalisasi yang mengarah kepada objektivitas dan efektivitas yang tinggi sesuai dengan fungsi matematika diatas. Jadi tujuan diajarkannya matematika kepada peserta didik secara umum adalah untuk 1) mempersiapkan peserta didik agar sanggup menghadapi perubahan-perubahan keadaan dalam kehidupan dan didalam lingkungan yang senantiasa berubah melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran yang logis dan rasional, kritis dan cermat, objektif, kreaatif, dan efektif; 2) mempersiapkan peserta didik agar dapat mempergunakan matematika secara tepat di dalam kehidupan sehari-hari dan di dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. 2.1. MATERI TERBESAR PEMBELAJARAN (FPB) DAN FAKTOR KELIPATAN PERSEKUTUAN PERSEKUTUAN

TERKECIL (KPK) Dalam aritmatika dan teori bilangan, Kelipatan Persekutuan Terkecil

(KPK) dari dua bilangan adalah bilangan bulat positif terkecil yang dapat dibagi habis oleh kedua bilangan itu Dalam bahasa inggris KPK dikenal dengan least Common Multiple (LCM) sering juga disebut sebagai lowest Common Multiple ( LCM) atau Smallest Common Multiple (SCM) Cara sederhana dapat digunakan untuk mencari KPK dari 2 atau 3 bilangan yang tidak terlalu besar, namun untuk bilangan yang lebih besar sebaiknya menggunakan cara faktorial. Cara sederhana Mencari KPK dari 12 dan 20 Kelipatan dari 12=12,24, 36, 48, 60, 71, 84,… Kelipatan dari 20=20, 40, 60, 80, 100, 120, 140, … KPK dari 12 dan 20 adalah kelipatan dari sekutu (sama) yang terkecil, yaitu 60. Cara faktorial Mencari KPK dan bilangan 147, 189, dan 231 : Buat pohon faktor dari masing-masing bilangan : 147 189 231 /\ /\ /\ 3 49 3 63 3 77 /\ /\ /\ 7 7 7 9 7 11 /\ 3 3 Susunan bilangan dari pohon faktor untuk mendapatkan faktorialnya : Faktorial 147=31 x 72 Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

Faktorial 187=33 x 71 Faktorial 231=31 x 72 x 111 Ambil faktor-faktor yang memiliki pangkat terbesar, dalam hal ini 33, 72 dan 111 kalikan faktor-faktor tersebut : 33 x 72 x 111 = 14553. Maka KPK dari bilangan 147, 189 dan 231 adalah 14553. dengan kata lain, tidak ada bilangan yang kecil dari 14553 yang dapat dibagi habis oleh bilangan 147, 187 dan 231 Contoh 2 : Tentukan KPK dan FPB dari 117 dan 216. (pada contoh 2 ini sebagai latihan para pembaca) 3. Menentukan KPK dan FPB dengan konsep irisan himpunan Selain dua metode diatas, penulis akan mencoba mengkaji suatu metode untuk menemukan KPK dan FPB dengan menggunakan salah satu konsep irisan pada himpunan. Metode ini, tidak lazim digunakan di tingkat SD maupun di sekolah menengah, namun sebuah metode akan menjadi pilitian bagi siswa apabila diajarkan, semakin kaya metode yang kita miliki, maka akan membawa kita semakin memahami konsep matematika itu sendiri. KONSEP IRISAN PADA HIMPUNAN Irisan atau perpotongan pada himpunan A dan B adalah himpunan dari elemen-elemen yang dimiliki bersama oleh A dan B, yaitu elemen-elemen yang termasuk anggota A dan juga anggota B, yang dapat dinyatakan dengan symbol dan diagram ven berikut ini A B di baca A irisan B.

A B adalah yang diberi bayangan Misalkan S = {a, b, c, d} dan T = {f, b, d, g} maka S T = {b, d}. Keterkaitan konsep ini dengan konsep Pembagi Bersama (Faktor Persekutuan) pada hilangan seperti yang dijelaskan diatas adalah sebagai berikut. (Perhatikan diagram Ven). Jika terdapat dua bilangan a dan b, memiliki masing-masing pembagi, misalkan K untuk pembagi bilangan a dan M untuk pembagi hilangan b, serta ada L sebagai pembagi bersama untuk bilangan a dan b. maka kita peroleh bahwa. FPB=Ldan KPK=KxLxM Contoh. Tentukan KPK dan FPB dari 32 dan 44 Dalam rontoh ini kita akan menentukan pembagi untuk 32 dan 44 serta pembagi bersamanya di peroleh: 32 = 4 x 8 dan 44 = 4 x 11, seperti pada diagram ven berikut. Sehingga FPB = 4 dan KPK = 8 x 4 x 11 = 352

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

2.5. METODE KELOMPOK A. Tujuan Pengajaran Kelompok Kecil Pembejaran kelompok kecil merupakan perbaikan dari kelemahan pengajaran klasikal. Adapun tujuan pengajaran pada pembelajaran kelompok kecil adalah : a. Memberi pelajaran kepada setiap siswa untuk mengembangkan

kemampuan memecahkan masalah b. Mengembangkan sikap sosial dan semangat gotong royong dalam kehidupan c. Mendinamisasikan kelompok dalam belajar sehingga tiap anggota merasa diri sebagai bagian kelompok yang bertanggung jawab d. Mengembangkan kemampuan kepemimpinan-kepemimpinan pada tiap anggota kelompok. Sebagai ilustrasi lomba karya tulis ilmiah kelompok di SMA menimbulkan kerjasama tim dan sekaligus kompetisi sehat antar kelompok ( Joyce, Bruce & Weil, Marsha 1980 ) B. Langkah-Langkah Pembelajaran Metode Diskusi Kelompok a. Pemimpin diskusi harus menjelaskan topik diskusi sejelas jelasnya. Sehingga peserta diskusi memiliki persepsi yang sama atau pengertian yang sama tentang topik yang di bahas. Di samping itu ia harus menjelaskan tujuan pokok diskusi dan gambaran tentang hasil yang di capai dengan berdiskusi. b. Setelah semua peserta memahami topik permasalahan, maka kegiatan dilanjutkan dilakukan dengan pembahasan di dalam

pembahasan

pemilihan

- pemilihan masalah

sehingga lebih dipertajam dengan berbagai segi. c. Berikutnya peserta diminta mengemukakan pendapat serta saling bertukar pikiran untuk menemukan butir - butir pemecahan masalah pendapat yang kelihatan bersesuaian dipisahkan dengan sifat yang masih bertentangan d. Menguji kembali setiap kesempatan yang diambil

sebelumnya dalam hal ini masih terdapat kelemahan pada kesempatan itu dapat di perbaiki atau disempurnakan lagi e. Setelah kesepakatan itu disempurnakan dan diuji kembali, ditetapkan sebagai kesepakatan bersama f. Keputusan yang telah di ambil sebagai kesimpulan diskusi sebaiknya dirumuskan pemimpin secara tertulis dengan bahasa yang baik dan benar kemudian dijelaskan dengan anggota diskusi. Bila konsep tertulis tersebut disetujui barulah diterapkan secara resmi sebagai keputusan diskusi

(HAMALIK : 1990) C. Siswa dalam Pembelajaran Kelompok Kecil

Ciri-ciri kelompok kecil yang menonjol sebagai berikut : a. Tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok b. Tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok c. Memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung d. Ada intreraksi dan komunikasi antar anggota e. Ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

D.

Guru sebagai pembelajaran dalam pembelajaran kelompok

Peranan Peranan guru dalam pembelajaran kelompok terdiri dari : 1. Pernbentukan kelompok 2. Perencanaan tugas kelompok 3. Pelaksanaan dan 4. Evaluasi hasil belajar kelompok Kata sepakat merupakan salah satu sebab mengapa metode ini cocok mendapat perhatian bagi para pendidik. Kebaikan metode diskusi kelompok adalah : a. Siswa mudah diawasi dan dibimbing karena jumlahnya relatif kecil b. Siswa belajar berdiskusi, bertukar pikiran dan dapat memecahkan masalah secara demokratis. c. Siswa akan menjadi lebih dewasa, berani

mengemukakan pendapat di hadapan kelompok scndiri kemudian di kelompok yang lebih besar dan di hadapan orang banyak. d. Membina semangat gotong royong e. Pendapat kelompok menjadi lebih matang dan dapat dipertanggung jawabkan dari pada pendapat individu. f. Mempercepat penyelesaian suatu problem atau tugas

g. Membangkitkan semangat bersaing yang sehat antar kelompok. Kelemahan-kelemahan metode diskusi kelompok adalah : a. Sulit membentuk kelompok yang dapat bekerjasama dengan baik b. Timhul rasa kelompokisme yang kurang sehat c. Anggota kelompok yang malas mungkin akan

menyerahkan sepenuhnya kepada ketua kelompok atau rekan yang rajin dan pandai d. Penilaian terhadap individu sulit karena tersembunyi dibalik kelompok. e. Seluruh waktu bisa didominasi oleh kelompok yang pandai atau berani bicara Langkah-langkah dalam pelaksanaan mengajar, guru dapat berperan sebagai berikut : 1. Pemberi informasi umum tentang proses belajar kelompok, guru memberi informasi tentang tujuan belajar, tata kerja, kriteria, keberhasilan belajar dan evaluasi 2. Setelah kelompok memahami tugasnya, maka kelompok melaksanakan tugas. Guru bertindak sebagai fasilitator, pembimbing dan pengendali ketertiban kerja 3. Pada akhir pelajaran tiap kelompok melaporkan hasil kerja Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

4. Guru melakukan evaluasi tentang proses kerja kelompok sebagai satuan, hasil kerja perilaku dan tata kerja dan membandingkan dengan kelompok lain Ciri-ciri pelajar yang mengalami kesukaran dalam proses belajarnya antara lain sebagai berikut : • • Siswa mendapat nilai dibawah rata-rata kelas Hasil belajar tersebut dibawah prestasi yang diperkirakan dapat diraihnya • Terdapat ketidakseimbangan antara aktifitas yang telah dilakukan dengan nilai atau hasil belajar yang diperoleh. • Menyesuaikan tingkat pemahaman belajar mereka setara dengan teman-teman lainnya dalam satu kelas • Bagi pelajar bersangkutan dapat pula menyadari akan kelemahannya. Kelemahannya dalam proses belajar dengan demikian dapat memperbaiki cara belajar dari yang telah dilakukan sebelumnya • Guru memahami lebih dekat tentang perbedaanperbedaan individual yang terjadi bagi pelajar Menurut Taylor A dalam " Communiting Englewood Cliffs, Prentive Hall

Inc "( dikutip oleh Jala(uddin dalam buku " Psikologi Komunikasi " 1986 : 86 ). Berpikir dilakukan untuk memahami realitas guna mengambil keputusan ( decicion making ), memecahkan permasalahan (problem solving) dan menghasilkan sesuatu yang baru (creativity) Dengan demikian dapat diartikan bahwa berpikir adalah sebagai upaya keakal budian untuk memahami kenyataan ( realitas ) dengan mencermati realitas tersebut. Taylor memberikan batasan secara singkat " berpikir adalah proses penarikan kesimpulan ( thinkmg is an inferring process )" Seseorang yang sedang berpikir hampir bahkan dapat dikatakan bahwa ia telah memecahkan suatu persoalan/masalah justru itu antara berpikir dengan memecahkan masalah mempunyai korelasi yang amat berat.

Kerangka Berfikir : Matematika di Sekolah Dasar merupakan titik tolak yang sangat menentukan pembentukan kecerdasan atau pemikir siswa karena pembelajaran matematika sangat berperan penting dalam pembentukan sumber daya menusia yang memiliki cara berfikir yang sistematis, logis, kritik, kreatif, dan konsisten. Salah satu pokok bahasan yang dianggap rumit yang dipelajari sekolah dasar ( SD ) khususnya adalah FPB dan KPK. Siswa dituntut untuk memahami bagaimana menentukan KPK dan FPB ada suatu bilangan. Hanya dengan menjelaskan meteri saja mereka tidak akan bisa cepat memahami konsep dari bilangan prima tersebut. Karena alasan itulah, guru Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

sebagai pendidik dituntut untuk dapat meningkatkan metode ataupun sistem pelajaran khususnya dalam pembekajaran khususnya dalam pembelajaran FPB dan KPK. Disini sebagai pendidik, penulis berupaya menemukan jalan untuk mempermudah pemahaman siswa mengenai FPB dan KPK, yaitu menggunakan “metode kelompok kecil” karena dalam metode kelompok kecil ini siswa mudah diawali dan dibimbing karena jumlahnya relatif kecil, siswa belajar berdiskusi, berdibimbing tukar pikiran pikiran dan dapat memecah masalah secara demokrasi.

Peran Metode Kelompok Kecil

Kebaikan : Siswa mudah diawasi Siswa dapat memecahkan masalah secara demokrasi Siswa akan menjadi dewasa Membina semangat gotong Pendapat kelompok dapat dipertanggung jawabkan Mempercepat penyelesaian suatu problem/ tugas Membangkitkan semangat bersaing

Meningkatkan hasil belajar

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subjek Penelitian 1. Setting Penelitian Penelitian Diadakan Di Sdn 64/ IV Yang Berikut Di Jln. Ir H. Juanda Kel. S III Sipin Kec. Kota Baru Kota Jambi, dengan kerakteristik sebagai berikut. a. Jumlah siswa terdiri dari 15 orang murid lakilaki dan 25 orang murid perempuan. b. Latar belakang pendidikan dan ekonomi keluarga beragam. Dari data sekolah menunjukkan bahwa rata penghasilan orang tua murid termasuk menengah kebawah. c. Fasilitas/ sarana dan prasarana pembelajaran dinilai cukup. 3.2 Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang dilakukan penulis terdiri dari tiga siklus,I,II, dan III, dimana masing-masing siklus dibagi dalam empat kegiatan; a. Rencana Penelitian b. Pelaksanaan c. Observasi dan Evaluasi

d. Analisis dan Evaluasi Prosedur penelitian tindakannya adalah sebagai berikut:

3.2.1. Perencanaan Penelitian Perencanaan disini maksudnya adalah persiapan sebelum diadakannya penelitian. Perencanaan adalah suatu kegiatan menyiapkan berbagai hal yang akan dilaksanakan dalam penelitian, meliputi: 1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2. Menyusun skenario pembelajaran dengan menggunakan metode kelompok kecil 3. Menyusun bahan ajar untuk 6 (enam) kali tatap muka (1 siklus 2 x pertemuan) 4. Menyusun alat evaluasi berupa naskah soal dan lembar kerja untuk mengetahui respon dan hasil kerja siswa. Naskah soal disiapkan untuk 3( tiga )siklus. 5. Menyiapkan lembar observasi. 6. Metode pembelajaran yang diaplikasikan dalam penelitian 7. Menyiapkan media pembelajaran. 3.2.2 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan penelitian adalah bentuk kegiatan atau tindakan yang dilakukan dari segala sesuatu yang telah direncanakan dalam penelitian, yang meliputi 3 (tiga ) siklus:

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

Siklus I Guru menjelaskan materi yang diajarkan Guru mengadakan tanya jawab tentang materi FPB dan KPK Guru membagi tugas kelompok Guru menjelaskan tugas-tugas kelompok. Guru memberikan contoh pengajaran contoh pengajaran FPB dan KPK

Siklus II Tanya jawab sekitar materi yang disampaikan (Apersepsi) Guru menjelaskan materi FPB dan KPK dari 2 dan 3 bilangan Guru memberikan soal-soal untuk setiap kelompok kecil Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya Guru mengamati kegiatan KBM siswa dalam menemukan penyelesaian FPB dan KPK Guru memberikan contoh cara melengkapi pohon faktor dan faktorisisi berpangkat Menguji kemampuan siswa untuk berani maju kedepan Guru membagi tugas kelompok diskusi Guru mengamati KBM siswa

Siklus III Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa tentang FPB dan KPK dari tiga bilangan dengan cara menggunakan pokok faktor. Guru memberikan informasi menentukan FPB dan KPK melalui soal-soal cerita

-

Siswa menyelesaikan soal-soal cerita FPB dan KPK dengan menggunakan “metode kelompok kecil”

-

Menarik kesimpulan dari pembahasan siklus I sampai siklus III atau materi yang sudah dipelajari.

3.2.3. Observasi Obeservasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti dan sistematis (Arikunto, 1998:28). Pengumpulan data melalui observasi dilakukan sendiri oleh peneliti pada kelas yang dijadikan subjek untuk mendapatkan gambaran secara langsung kegiatan belajar siswa di kelas. Pengamatan dilakukan secara bersamaan dengan tindakan k:egiatan. Hal-hal yang diamati adalah semua kegiatan yang terjadi didalam kelas yang meliputi keantusiasan atau keaktifan siswa selama peroses belajar mengajar dengan menggunakan alat peraga gambar, dengan indikator keaktipan yaitu kemampuan siswa menyelesaikan soal bersamasama didalam kelas, kemampuan siswa bertanya ataupun menanggapi apa yang disampaikan atau yang diajarkan guru didalam kelas. Setelah diadakan pengamatan, peneliti akan mengevaluasi siswa. Evaluasi yang dimaksud yaitu suatu kegiatan peneliti yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian konpetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran, yang meliputi evaluasi tert -aadap tindakan proses belajar mengajar yaitu dengan

menggunakan catatan guru dan lembar observasi dan evaluasi terhadap hasil belajar siswa dengan alat evaluasi yaitu soal tes, sedangkan angka hanya Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

digunakan sebagai data pendukung untuk mengetahui nilai matematika siswa dan minat belajar siswa terhadap pelajaran MTK.

3.2.4 Refleksi Setelah eveluasi dilakukan tahap selanjutnya yang dilakukan yaitu analisa hasil observasi dan evaluasi. Tindakan ini meliputi pendeskripsian pelaksanaan dengan mengindentifikasi ketepatan penerapan tindakan,

menetapkan tindakan yang harus dipertahankan ditingkatkan atau diperbaiki dan ditiadakan atau direnovasi, mengolah data hasil evaluasi yang kemudian menetapkan berhasil tidaknya tindakan refleksi dari semua tindakan mengenai kelemahan-kelemahannya akan dicari solusinya dan diperbaiki. Kegiatan refleksi juga dilakukan setelah berjalannya semua tahapan kegiatan data yang dianalisis, ditafsirkan, kemudian diperoleh kesimpulan mengenai hasil tersebut. Pada tahap ini , bisa diketahui dan direfleksi apakah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode kelompok kecil dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa akan berhasil.

Matrik Metode Penelitian Judul : Upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 64/ IV Kec. Kota Baru dalam Pembelajaran FPB dan KPK melalui metode kelompok kecil Nama Peneliti : AZIAR
NO RUMUSAN MASALAH VARIABEL YANG DIAMATI DEFENISI OPERASIONAL VARIABEL INSTRUMEN SUMBER DATA CARA PENGAMBILAN DATA ANALISIS

Apakah metode diskusi Diskusi kelopmpok kecil dapat kecil

kelompok Upaya meningkatkan hasil Lembar dalam belajar FPB dalam matematika pembelajaran

Hasil belajar Teknik tes dan Tabel data non tes Tabel presentasi

siswa Observasi diskusi siswa FPB kelompok soal-

meningkatkan hasil belajar pembelajaran

siswa kelas V SD Negeri dan KPK dikelas V 64/ IV Kec. Kotabaru dalam pemebelajaran FPB dan KPK

dan KPK dengan metode soal latihan “kelompok kecil”

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

A. Skenario Pembelajaran "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran FPB Dan KPK Dengan Metode Kelompok Kecil" 1. Kegiatan Awal :  Menginformasikan tujuan pembelajaran  Menginformasikan materi atau sub

pokok bahasan yang akan di bahas  Apersepsi tanya melalui guru siswa " yang dengan

jawab

meminta menyebutkan Apakah dimaksud

bilangan prima ".

2. Kegiatan Inti :  Guru tentang bahasan KPK menjelaskan pokok FPB dan

 Siswa tentang KPK

berdiskusi FPB di dan dalam

kelompok  Siswa mengemukakan pendapat pokok dalam tentang bahasan penjelasan KPK

pengerjaan dan FPB  Guru

meluruskan

pendapat dari setiap masing-masing kelompok  Menarik kesimpulan pendapat masing  Guru menyempurnakan kesimpulan telah yang dan masing-

disampaikan

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

masing-masing kelompok

3. Kegiatan Akhir :  Masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi di masing

depan kelas  Kelompok yang lain memberi tanggapan  Menyimpulkan materi pelajaran  Siswa dan guru

mengadakan refleksi tentang proses dan hasil belajar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu : Matematika : V( Lima )/ I( Satu ) : 4 x 35 Menit ( 2 x Pertemuan )

A. STANDAR KOMPETESI Melakukan operas) hitung bilangan bulat dan pemecahan masalah B. KOMPETENSI DASAR 2.1 Menggunakan faktor prima untuk menentukan KPK dan FPB C. INDIKATOR Menentukan KPK dan FPB dengan menggunakan faktorisasi prima D. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti pembelajaran ini di harapkan siswa dapat mengerti dan memahami : 1. Cara menyelesaikan soal - soal KPK dan FPB dengan menggunakan pohon faktor 2. Menyelesaikan soal - soal FPB dari 2 dan 3 bilangan E. TUJUAN PERBAIKAN  Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang pelajaran FPB dan KPK  Mengaktifkan siswa dengan memberikan

bertanya dan menjawab pertanyaan

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

II. A. MATERI FPB dan KPK

MATERI, MEDIA, DAN SUMBER

B. MEDIA Contoh - contoh pohon faktor

C. SUMBER Buku MTK Kelas 5 (Erlangga) Buku MTK Grasinda kelas 5 Buku yang relevan III. Kegiatan Awal :  Menginformasikan tujuan pembelajaran  Menginformasikan materi atau sub pokok bahasa yang akan di bahas  Menginformasikan kompetensi yang akan di capai  Apersepsi melalui tanya jawab. Guru meminta siswa menyebutkan : Apakah yang dimaksud dengan faktor prima ? Kegiatan Inti :  Guru tentang bahasan KPK menjelaskan pokok FPB dan Langkah - Langkah Pembelajaran :

 Siswa tentang KPK

berdiskusi FPB di dan dalam

kelompok  Siswa mengemukakan pendapat pokok dalam tentang bahasan penjelasan KPK

pengerjaan dan FPB  Guru

meluruskan

pendapat dari setiap masing-masing kelompok  Menarik kesimpulan pendapat masing  Guru menyempurnakan kesimpulan telah yang dan masing-

disampaikan

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

masing-masing kelompok Kegiatan Akhir :  Masing - masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas  Kelompok yang lain memberi tanggapan  Menyimpulkan materi pelajaran  Siswa dan guru mengadakan refleksi tentang proses dan hasil belajar

A.. INSTRUMEN Contoh Soal : Tulislah perkalian faktor prima dari bilangan di bawah menggunakan pohon faktor untuk membantu menemukannya : 4. 140 = 5. 420 = 6. 588 = 7. 130 = 8. 882 =

Kunci Jawaban : 1. 22 x 5 x 7 2. 22 x 3 x 5 x 7 3. – 4. – 5. Dst. Jambi, MENGETAHUI KEPALA SDN 64/ IV KOTA JAMBI GURU PENELITI

JUNAIDI, SPd. NIP : 19591230198001 1001

AZIAR NIP : 19650901 199103 2008

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

LAMPIRAN-LAMPIRAN INSTRUMEN PENELITIAN

Pengamatan sikap siswa pada pelaksanaan siklus pratindakan dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Hasil Pengamatan Sikap Siswa pada Siklus Pratindakan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Indikator Serius dan aktif bertanya Hanya mencatat dan mendengarkan Bersedia maju kedepan Melakukan kegitan lain Mengerjakan latihan sendiri Tidak peduli, resah dan bosan Bekerjasama dengan teman Siapa yang aktif dan menanggapi Mengantuk Menggangu teman Jumlah Siswa %

Rata-rata

Lembar Observasi untuk Guru

No

Aspek yang diamati Sangat Baik

Kriteria Kurang baik

Baik

1

Guru 9. Mengadakan apersepsi 10. Menguasai kelas 11. Menggunakan contoh 12. Menggunakan alat peraga 13. Menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana 14. memberikan pertanyaan kepada siswa 15. Memberikan kesempatan kepada siswa bertanya 16. menanggapi pertanyaan siswa 17. memberikan motivasi penguatan 18. mengaktifkan siswa 19. memeriksa pemahaman siswa dan untuk

2

Alat Peraga 1. 2. 3. Kesesuaian alat peraga dengan materi keefektifan menggunakan waktu keefektifan waktu dalam menggunakan alat peraga

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

Jumlah

Soal-soal latihan pada siklus I INSTRUMEN OBSERVASI A. Tuliskan perkalian Faktor Prima dari bilangan dibawah ini, gunakan pohon faktor untuk membantu menemukannya. 1. 140 = 2. 420 = 3. 588 = 4. 130 = 5. 882 = B. Lengkapilah pohon Faktor dibawah ini, temukan Faktor Prima dari bilangan yang dapat membagi suatu bilangan sampai bilangan itu menjadi bilangan prima 6. 450 7. 190 8. …

2

2

5

3

33

5

3

11

5

7

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

C. Tentukan FPB dan KPK dari dua bilangan dibawah ini dengan cara penyelesaian Pohon Faktor, setiap bilangan genap pasti habis dibagi bilangan prima yang genap. Temukan jawabannya. ! 9. 10 dan 16 10. 12 dan 14 Lampiran Soal- soal Latihan Pada siklqus II A. tentukan FPB dan KPK dari bilangan 3 bilagan dengan cara penyelesaian menggunakan Pohon Faktor, tuliskan Faktorisasi dan tuliskan pula Faktor Primanya. ! 1. 6,8 dan 10 2. 8,12 dan 18 3. 9,12 dan 18 4. 10,15 dan 25 5. 5,10 dan 20 B. Isilah titik dibawah ini tentukan FPB dan KPK ! 6 10 12 50

6

2

10 = … x … = … x … 12 = … x … = … x … 50 = … x … = … x …

FPB dari 10,12 dan 50 adalah KPK dari 10,12 dan 50 adalah 7 12 18 72

2

9

36

12 = … x … x … = …x … 18 = … x … x … = …x … 72 = … x … x … = …x … = … x … FPB dari 12,8 dan 72 adalah … KPK dari 12,8 dan 72 adalah … Untuk Soal-soal 6-10 lengkapi pohon faktor ini, temukan faktorisasinya lengkapi gunakan faktor yang lebih kecil dari bilangan prima jika bilangan itu adalah genap, gunakan faktor prima yang genap pula, baru lengkapi bilangan prima bilangan berikutnya. 12 36 54

6

18

2

12 = … x … x … = …x … Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

36 = … x … x … = …x … 54 = … x … x … = …x … = … x … FPB dari 12,36 dan 54 adalah … KPK dari 12,36 dan 54 adalah …

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, 2006. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta :Bumi Aksara Moh. Nazir, 1998. Metode Penelitian, Jakarta : Graha Indonesia Wiji Suwarno, 2006. Dasur-dasar Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : AR-RUZZ Media Djarnarah, 1997. guru dan anak dalam Didik dalam intrakis Edukator JAkrta : Rineka Cipta H. Udin S. winata Putra, dkk, 2007. Strategi Belajar mengajar . Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Belajar Tri Handoko, 2006. Terampil Matematika 6, Jakarta : Yudistira Suharrni Arikimto, 1998. Manajemen Penelitian . Yogyakarta : Rineka Cipta Sumatno, dkk. 2005 , Matematika Kurikulum, 2004, Kalten : CV Sahabat

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

DAFTAR ISI A. PEMBAGIAN AWAL........................................................................   Halaman Judul ................................................................... Halaman Pengesahan ......................................................... ............................................................................................ 1

B. BAGIAN UTAMA: ............................................................................ BAB I : PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang .............................................................................. 1.2. Rumusan Masalah ......................................................................... 1.3. Tujuan Penelitian .......................................................................... 1.4. Manfaat Penelitian ........................................................................ BAB II : TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teoritis .............................................................................. 2.2.Kerangka Berfikir .......................................................................... BAB III : METODE PENELITIAN 3.1. Subjek Penelitian ......................................................................... 3.2. Prosedur Penelitian ...................................................................... 3.2.1. Perencanaan Penelitian .................................... 3.2.2. Pelaksanaan tindakan ....................................... 3.2.3. Observasi ......................................................... 3.2.4. Refleksi ............................................................ 3.2.5. Matrik Metode Penelitian ................................ C. BAGIAN AKHIR   Daftar Pustaka .............................................................. Lampiran-lampiran : Instrumen Penelitian .................. 30 23 23 24 24 26 27 28 8 21 2 5 6 6

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 64 KECAMATAN KOTA BARU JAMBI DALAM PEMBELAJARAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) DAN KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) MELALUI METODE KELOMPOK KECIL PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

DISUSUN OLEH : NAMA NIM : AZIAR : A12D107163

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM PENINGKATAN KUALIFIKASI GURU SD (PKGSD) UNIVERSITAS JAMBI 2009

Bagi yang mendownload skripsi ini diharapkan partisipasinya dengan mengisikan pulsa ke No. 0852 6648 5382. Berapapun nominal yang anda kirim, kami menghargainya. Semoga bermanfaat.....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful