BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Secara epidemiologis, kanker kolon di dunia mencapai urutan ke-4 dalam hal kejadian, dengan jumlah pasien laki-laki sedikit lebih banyak daripada perempuan dengan perbandingan 19,4 dan 15,3 per 100.000 penduduk. Penyakit tersebut paling banyak ditemukan di Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, dan sebagian Eropa. Kejadiannya beragam di antara berbagai populasi etnik, ras, atau populasi multietnik / multirasial. Secara umum didapatkan kejadian kanker kolon meningkat tajam setelah usia 50 tahun. Suatu fenomena yang dikaitkan dengan pajanan terhadap berbagai karsinogen dan gaya hidup. B. RUMUSAN MASALAH     Apa kekurangan dan kelebihan terapi bagi kanker kolon stadium dua? Bagaimana penatalaksanaan kanker kolon stadium dua? Apa pengobatan yang paling efektif untuk kanker kolon stadium dua? Apa yang sebaiknya dilakukan oleh pasien dalam skenario untuk mengatasi masalahnya? C. TUJUAN PENULISAN     Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan terapi bagi kanker kolon stadium dua Untuk mengetahui penatalaksanaan kanker kolon stadium dua Untuk mengetahui pengobatan yang paling efektif untuk kanker kolon stadium dua Untuk mengetahui bagaimana pasien di skenario dalam menghadapi masalahnya

D. MANFAAT PENULISAN  Mampu menyadari kemampuan dan keterbatasan diri berkaitan dengan praktek kedokteran dan berkonsultasi apabila diperlukan  Mampu mendengarkan secara akurat dan bereaksi sewajarnya atas kritik yang membangun dari pasien, sejawat, instruktur, dan penyelia

Mampu menunjukkan sikap kritis terhadap terapi kedokteran berbasis bukti (Evidence Based Medicine)

Mampu mengambil keputusan apakah akan memanfaatkan informasi atau evidence untuk penanganan pasien dan justifikasi alasan keputusan yang diambil

Mampu menanggapi secara kritis literatur kedokteran dan relevansinya terhadap pasiennya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI KANKER KOLON Kanker (Carcinoma) yaitu pertumbuhan baru yang bersifat ganas yang tumbuh di daerah yang tidak normal yang dapat menimbulkan metastasis. Kolon yaitu bagian dari usus besar yang memanjang dari sektum sampai rektum. Kanker kolon yaitu pertumbuhan yang tidak normal dari sebuah kolon. B. STADIUM KANKER KOLON Kanker kolon memiliki stadium-stadium atau tahapan / periode dalam penyakit sebagai berikut: 1. Stadium 0 2. Stadium 1 : belum menembus membran basal dari mukosa kolon : sudah menembus membran basal dari mukosa kolon tapi belum

menyebar dari dinding kolon 3. Stadium dua : sudah menembus jaringan serosa dan keluar dari dinding kolon tapi belum menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lain 4. Stadium 3 5. Stadium 4 : sudah menyebar ke kelenjar getah bening : sudah menyebar ke organ lain (www.detak.org)

C. TERAPI PENYEMBUHAN KANKER KOLON 1. Operasi Operasi dibagi menjadi dua yaitu opersi kuratif yang fungsinya untuk mengambil semua sel kanker sampai bersih dan opersi paliatif yang fungsinya untuk memperpanjang kualitas hidup seorang pasien. Operasi di sini menawarkan tingkat kesembuhan yang paling tinggi, tetapi juga sebaiknya dengan ditunjang oleh terapi lain karena operasi tidak bisa berdiri sendiri. Operasi yang baik yaitu operasi eksisi total yang fungsinya untuk mengurangi kambuh lokal, mengurangi morbiditas (keluhan) perioperatif 2. Kemoterapi

Dibagi menjadi dua yaitu kemoterapi sebelum operasi yang berguna untuk memperkecil ukuran tumor dan kemoterapi setelah operasi yang berguna untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker 3. Radiasi Terapi penyinaran biasa dilakukan dengan alat yang disebut Akselerator Linear. Terapi ini menggunakan sinar radioaktif yang sinarnya diarahkan sangat dekat dengan tumor. Terapi ini untuk menghancurkan sel-sel yang membelah dengan cepat (www.medicastore.com). 4. Terapi diet Terapi pantang makanan yang menimbulkan alergi sehingga dapat merangsang pembentukan lendir yang merupakan makanan dari kanker. Di sini pantangan berupa tauge, sawi putih, nangka, anggur, durian, alkohol, daging (kambing dan sapi), dan lain-lain. Selain itu terdapat makanan yang dianjurkan seperti bayam, selada, wortel, tomat, jeruk, jamur, tempe, tahu, air suling. Makanan ini disajikan mentah untuk meningkatkan enzim dan antioksidan yang dapat membunuh sel kanker (www.rumahkanker.com). 5. Terapi herbal Terapi yang menggunakan tumbuh-tumbuhan seperti benalu, meniran, tapak dara, daun tangguh, jamur Maitake. Terapi ini dapat menekan pertumbuhan sel kanker.
6. Pengobatan alternatif

Pengobatan komplementer, yang diberikan di luar tindakan medis di rumah sakit oleh seseorang yang bukan dokter yang berfungsi untuk melengkapi pengobatan kedokteran. D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TERAPI KANKER KOLON 1. Operasi Kelebihannya yaitu keberhasilan lebih besar, sekitar 70%. Sedangkan kekurangannya yaitu bertambahnya infeksi akibat tidak sterilnya alat, gangguan fungsi seksual dan kantong kemih 2. Kemoterapi

Kelebihannya yaitu mudah dilaksanakan, hanya dengan intravena dan oral. Kekurangannya yaitu rambut rontok, sakit mulut, mual, muntah, diare. Jika operasi digabungkan dengan kemoterapi keberhasilannya 80% 3. Radiasi Kelebihannya yaitu mudah dilaksanakan, hanya dengan penyinaran tidak perlu melakukan pembedahan. Kekurangannya yaitu kehilangan rambut kemaluan dan iritasi kulit. Kemungkinan muncul kanker setelah radiasi 50% dan tanpa radiasi 43%

BAB III PEMBAHASAN

Di dalam skenario telah dijelaskan bahwa seorang ibu menderita kanker kolon stadium dua. Kanker kolon stadium dua yaitu kanker kolon yang sudah menembus jaringan serosa dan keluar dari dinding kolon tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lain. Ada banyak terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker kolon pada keadaan ini. Seperti operasi, kemoterapi, radiasi, dan terpai-terapi lainnya. Masing-masing terapi tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Seperti operasi mempunyai kelebihan yaitu keberhasilan lebih besar, sekitar 70%. Sedangkan

kekurangannya yaitu bertambahnya infeksi akibat tidak sterilnya alat, gangguan fungsi seksual dan kantong kemih. Kemoterapi mempunyai kelebihan yaitu mudah dilaksanakan, hanya dengan intravena dan oral. Kekurangannya yaitu rambut rontok, sakit mulut, mual, muntah, diare. Jika operasi digabungkan dengan kemoterapi keberhasilannya 80%. Radiasi mempunyai kelebihan yaitu mudah dilaksanakan, hanya dengan penyinaran tidak perlu melakukan pembedahan. Kekurangannya yaitu kehilangan rambut kemaluan dan iritasi kulit. Kemungkinan muncul kanker setelah radiasi 50% dan tanpa radiasi 43%. Untuk terapi diet, terapi herbal, dan pengobatan alternatif juga dapat dijadikan sebagai pertimbangan pengobatan hanya saja pengobatan tersebut bersifat nonmedis. Untuk penatalaksanaan kanker kolon sendiri yang pertama dengan penentuan staging untuk mengetahui apakah sel kanker tersebut sudah menyebar atau belum, Staging berdasarkan stadium dan klasifikasi dunia kedokteran, kemudian setelah itu melakukan pengobatan / terapi sesuai dengan stadium kanker yang sudah diketahui. Untuk skenario ini sebaiknya ibu tersebut menjalani operasi karena kanker kolon pada ibu tersebut masih dalam tahap stadium dua dan kemungkinan sembuh dengan menjalani operasi sebesar 70%. Setelah mengetahui bahwa dirinya mengidap kanker kolon stadium dua sebaiknya ibu tersebut tetap tenang, tetap memeriksakan penyakitnya kepada dokter dan mendengarkan saran-saran yang diberikan oleh dokter untuk mengatasi penyakitnya. Ibu tersebut juga sebaiknya selalu menjaga pola makan dan menjalani hidup yang sehat.

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN  Urutan keberhasilan terapi kanker menurut ilmu kedokteran, persentase keberhasilan, dan bukti-bukti ilmiah yang ada yaitu operasi, kemoterapi, terapi diet, dan pengobatan alternatif  Sangat dimungkinkan untuk menggabungkan beberapa jenis terapi dalam menangani kanker kolon karena cara itu akan lebih efektif dalam mendapatkan kesembuhan  Pasien dalam skenario tersebut seharusnya melakukan konsultasi internal subbagian gastrointerologi hepatik divisi disgestif untuk mengatasi masalahnya  Operasi merupakan cara yang paling efektif dalam menangani kanker kolon stadium dua tetapi lebih baik lagi digabungkan dengan terapi penunjang lainnya agar persentase kesembuhan lebih besar  Sebelum dokter melakukan pengobatan / terapi sebaiknya terlebih dahulu memberikan penyuluhan tentang terapinya kepada pasien B. SARAN  Untuk pasien : berkonsultasi pada dokter tentang penyakitnya, menjaga pola makan, menghindari sinar matahari yang berlebihan, olahraga teratur, dan tinggal di lingkungan yang kaya oksigen  Untuk dokter : melakukan penyuluhan kepada pasien tentang terapi yang mungkin dilakukan sesuai penyakit pasien dan melakukan pengecekan kanker yang diderita oleh pasien