ASKEP APPENDICITIS

BAB I LANDASAN TEORY APPENDICITIS A. Definisi
Appendiks adalah : Organ tambahan kecil yang menyerupai jari, melekat pada sekum tepat dibawah katup ileocecal ( Brunner dan Sudarth, 2002 hal 1097 ). Appendicitis adalah : suatu peradangan pada appendiks yang berbentuk cacing, yang berlokasi dekat katup ileocecal ( long, Barbara C, 1996 hal 228 ) Appendicitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur. (Anonim, Appendicitis, 2007) Appendicitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Infeksi ini bisa mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah. Strukturnya seperti bagian usus lainnya. Namun, lendirnya banyak mengandung kelenjar yang senantiasa mengeluarkan lendir. (Anonim, Appendicitis, Appendicitis, 2007). 2007) Appendicitis merupakan peradangan pada usus buntu/apendiks ( Anonim,

B.
Klasifikasi appendicitis

Klasifikasi
terbagi atas 2 yakni :

Appendicitis akut, dibagi atas: Appendicitis akut fokalis atau segmentalis, yaitu setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Appendicitis purulenta difusi, yaitu sudah bertumpuk nanah. Appendicitis kronis, dibagi atas: Appendicitis kronis fokalis atau parsial, setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Appendicitis kronis obliteritiva yaitu appendiks

Pada pertemuan ketiga taenia yaitu: taenia anterior. bermuara di bagian posterior dan medial dari saekum. bersifat c. Posisi appendiks bisa retrosekal. apendiks. Panjang apendiks rata-rata 6 – 9 cm.subileal atau dipelvis. Anatomi Letak Appendiks apendiks. pada infeksi maka appendiks akan mengalami gangren. Immunoglobulin sekretoar yang dihasilkan oleh GALT (Gut Associated Lymfoid .miring. memberikan gambaran klinis yang tidak sama. Fisiologi Appendiks Appendiks menghasilkan lendir 1 – 2 ml perhari. Appendiks terletak di ujung sakrum kira-kira 2 cm di bawah anterior ileo saekum. Secara klinik appendiks terletak pada daerah Mc. biasanya ditemukan pada usia tua.3 – 0. tumbuh dari ujung inferiornya. Jika arteri ini tersumbat. Tonjolan appendiks pada neonatus berbentuk kerucut yang menonjol pada apek caecum sepanjang 4. Pelvis minor. Perdarahan pada appendiks berasal dari arteri appendikularis yang merupakan artei tanpa kolateral.7 cm. Burney yaitu daerah 1/3 tengah garis yang menghubungkan b. Lendir itu secara normal dicurahkan kedalam lumen dan selanjutnya mengalir ke sekum. misalnya trombosis 2. Ukuran basa sias dan mengandung Posisi kanan isi amilase dengan pusat. Persarafan para simpatis berasal dari cabang nervus vagus yang mengikuti arteri mesenterika superior dari arteri appendikkularis. medial dan posterior. Lebar 0. sedangkan persarafan simpatis berasal dari nervus torakalis x. Laterosekal: di lateral kolon asendens. Di daerah inguinal: membelok ke arah di dinding abdomen. dan musin. Embriologi appendiks berhubungan dengan caecum. C. Anatomi Fisiologi 1.5 cm. retroileal. Hambatan aliran lendir dimuara appendiks tampaknya berperan pada patogenesis appendicitis. a. Isi 0.1 cc. karena itu nyeri viseral pada appendiks bermula sekitar umbilikus. cairan apendiks.

kejadian ini diduga disebabkan oleh meningkatnya pola makan berserat dalam menu sehari – hari. mungkin karena tidak terduga sebelumnya.Tissue) yang terdapat disepanjang saluran cerna termasuk appendiks. Namun demikian pengangkatan appendiks tidak mempengaruhi system imun tubuh sebab jumlah jaringan limfa disini kecil sekali jika dibandingkan jumlah disaluran cerna dan seluruh tubuh. Coli dan streptococcus c. : a. Insiden tertnggi terjadi . Appendicitis dapat ditemukan pada semua umur . Tergantung Appendik Messo Penonjolan jaringan pada yang appendiks limpoid tersebut. b. 1. ini merupakan penyebab terbanyak. 3. pendek. Infeksi kuman dari colon yang paling sering adalah E. E. sebelumnya. Yang terbanyak pada umur 15 – 30 tahun (remaja dewasa). 4. appendiks. Ini disebabkan oleh karena peningkatan jaringan limpoid pada masa d. pada laki – laki dan perempuan pada umumnya sebanding kecuali pada umur 20 – 30 tahun insiden pada laki – laki lebih tinggi. hanya pada anak yang kurang dari satu tahun yang jarang dilaporkan. ialah IgA. bentuk terlalu yang dalam lumen appendiks. Pada umumnya obstruksi ini § Hiperplasia dari folikel limfoid. Immunoglobulin itu sangat efektif sebagai pelindung terhadap infeksi. Epidemiologi Appendicitis aku dinegara maju lebih tinggi daripadadi negara berkembang namun dalam tiga – empat dasawarsa terjadi peningkatan. D. Kelainan katup di pangkal appendiks. Etiologi Appendicitis belum ada penyebab yang pasti atau spesifik tetapi ada factor prediposisi terjadi § § § Adanya Adanya Striktura lumen Yaitu karena faekolit benda karena dalam asing fibrosa seperti akibat lumen biji peradangan : appendiks. Laki – laki lebih banyak dari wanita. Factor yang tersering adalah obtruksi lumen. panjang. 2. – bijian.

. Bila kemudian aliran arteri terganggu maka timbul alergen dan ini disebut dengan appendicitis gangrenosa.pada kelompok umur 20 – 30 tahun. setelah itu menurun. dinding apendiks yang lebih tipis dan daya tahan tubuh yang masih kurang. Oleh karena itu persarafan appendiks sama dengan usus yaitu torakal X maka rangsangan itu dirasakan sebagai rasa sakit disekitar umblikus. Bila omentum usus yang berdekatan dapat mengelilingi apendiks yang meradang atau perforasi akan timbul suatu masa lokal.adanya fekalit dalam lumen appendiks. demikian juga pada orang tua karena telah ada gangguan pembuluh darah. stiktura karena fibrosis akibat peradangan sebelumnya. sehingga menimbulkan rasa sakit dikanan bawah. sebab lain misalnya keganasan (karsinoma karsinoid). Mual. Manisfestasi klinis Appendicitis memiliki gejala kombinasi yang khas. peradangan yang timbul meluas dan mengenai peritomium parietal setempat. Patofisiologi Penyebab utama appendicitis adalah obstruksi penyumbatan yang dapat disebabkan oleh hiperplasia dari folikel limfoid merupakan penyebab terbanyak. F. kemudian timbul gangguan aliran vena. Adanya benda asing seperti cacing. dinamakan appendicitis perforasi. Bila dinding apendiks yang telah akut itu pecah. muntah. keadaan ini disebut dengan appendicitis supuratif akut. sedangkan arteri belum terganggu. Bila appendicitis infiltrat ini menyembuh dan kemudian gejalanya hilang timbul dikemudian hari maka terjadi appendicitis kronis (Junaidi ). G. keadaan ini disebut sebagai appendicitis abses. Mukus yang terkumpul itu lalu terinfeksi oleh bakteri menjadi nanah. maka perforasi terjadi lebih cepat. Obsrtuksi apendiks itu menyebabkan mukus yang diproduksi mukosa terbendung. makin lama mukus yang terbendung makin banyak dan menekan dinding appendiks oedem serta merangsang tunika serosa dan peritonium viseral. apendiks yang relatif lebih panjang . Pada anak – anak karena omentum masih pendek dan tipis. yang terdiri dari : 1.

Gejala lain adalah badan lemah dan kurang nafsu makan. ada 4 hal yang penting adalah kemudian 2. Jika terjadi ruptur appendiks. Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok. Demam bisa mencapai 37.8-38. 3. Nyeri kuadran kanan bawah biasanya disertai dengan demam derajat rendah. Gejala appendicitis ditegakkan dengan anamnesa. mual. otot dan rectum konstipasi kanan. atau diare. Pada orang tua dan wanita hamil.8° Celsius. Muntah Panas (karena menjalar oleh kuman keperut karena yang : kanan nyeri di menetap di bawah. yang secara paradoksial menyebabkan nyeri yang terasa pada kuadran kanan bawah. maka nyeri akan menjadi lebih menyebar. Pada bayi dan anak-anak. nyeri dan demam bisa menjadi berat. terjadi distensi abdomen akibat ileus paralitik dan kondisi memburuk. penderita nampak sakit.2. menghindarkan pergerakan perut . (Anonim. di semua bagian perut. 6. 3. nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa. Bila usus buntu pecah. 2007) H. letak appendiks mengakibatkan sejumlah nyeri 5. 4. Pada titik McBurney (terletak dipertengahan antara umbilicus dan spina anterior dari ilium) nyeri tekan setempat karena tekanan dan sedikit kaku dari bagian tekan. Test Diagnosa Untuk menegakkan diagnosa pada appendicitis didasarkan atas annamnesa ditambah dengan pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan penunjang lainnya. a. Appendicitis. bawah spasme otot. nyerinya bersifat menyeluruh. Tanda rovsing dapat timbul dengan mempalpasi kuadran bawah kiri. Nyeri alih mungkin saja ada. visceral dinding terasa usus) nyeri 1. dan sering kali muntah. 7. Nyeri mula – mula di epeigastrium (nyeri visceral) yang beberapa waktu 4.

Lokasi nyeri tidak jelas dan berpindah – pindah. Pemeriksaan yang Lokalisasi lain Jika sudah terjadi perforasi. 2. Urine leukositosis Hb penting yang lebih nampak apa ada infeksi Radiologi tinggi lagi. tapi kadang kala dapat ditemukan gambaran sebagai b. Pada kelainan ini muntah dan diare lebih sering. Jika sudah infiltrat. pada Pemeriksaan Test daerah Burney Rectal prolitotomi. Demam dan leukosit akan meningkat jelas dan tidak sesuai dengan nyeri perut yang timbul. normal pada ginjal. 1. Pada keadaan perforasi ditemukan adanya udara bebas dalam diafragma I. (hemoglobin) untuk melihat c.b. d.tetapi paling terasa nyeri pada titik Mc Burney. Laju endap darah (LED) meningkat pada keadaan appendicitis infiltrate Pemeriksaan Pada foto tidak dapat menolong untuk menegakkan diagnosaappendicitis akut. Adanya sedikit fluid level disebabkan karena adanya udara dan cairan c. 4. suatu obsevasi berkala akan dapat menegakkan diagnosis. Gastroenteritis Diagnosa akut adalah kelainan yang Banding sering dikacaukan dengan appendicitis. Leukosit meningkat sebagai respon fisiologis untuk melindungi tubuh terhadap mikroorganisme yang menyerang pada appendicitis akut dan perforasi akan terjadi b. Hiperperistaltik merupakan merupakan gejala yang khas. Gastroenteritis biasanya berlangsung akut. Laboratorium Pada pemeriksaan rectal toucher akan teraba benjolan dan penderita merasa a. kecuali bila terjadi peritonitis. Kadang berikut ada fekolit : (sumbatan) a. . insfeksi juga terjadi jika orang dapat menahan sakit. dan kita akan merasakan seperti ada tumor di titik Mc. nyeri akan terjadi pada seluruh perut. nyeri 3.

Cairan intravena mulai diberikan. perforasi ulkus duodeni. kehamilan ektopik terganggu. 2. maka perbedaannya bukanlah hal yang penting. Terapi bedah appendicitis keseimbangan cairan sistemik penting. 3. Terapi antibiotic. a. timbul komplikasi sebagai berikut : K. amubiasis. Penyakit ini lebh sering pada anak – anak. Pneumonia lobus kanan bawah kadang – kadang juga berhubungan dengan nyeri di kuadran kanan bawah. Divertikulitis Meckeli juga menunjukan gejala yang hampir sama. 1. tanda psoas yang positif. J.ileitis akut. Pasien disuruh istirahat di tempat tidur. nyeri tekan rectal pada sisi kanan. c. tetapi anti intravena harus diberikan selama 5 – 7 hari jika appendicitis telah mengalami perforasi. tetapi ini bukan criteria diagnosis yang dapat dipercaya. kolik ureter. obat – obatan seperti laksatif dan antibiotik tanpa harus komplikasi. Perawatan Penatalaksanaan prabedah perhatikan tanda – tanda khas dari nyeri Kuadran kanan bawah abdomen dengan rebound tenderness (nyeri tekan lepas). BAB II . Karena kedua kelainan ini membutuhkan tindakan operasi. tidak diberikan apapun juga per orang. dilakukan setelah b. Lokasi nyeri di perut kanan bawah tidak konstan dan menetap. Lokasi nyeri mungkin lebih kemedial. jarang terjadi truemuscie guarding. biasanya didahului dengan infeksi saluran napas.Adenitis mesebrikum juga dapat menunjukan gejala dan tanda yang identik dengan appendicitis. peninggian laju endap darah. dan dihindari appendiktomi gangguan jika segera mungkin. Enteritis regional. salpingitis akut. Septi kemia Peritonitis Komplikasi generalisata Abses karena ruptur hati appendiks Apabila tindakan operasi terlambat. dan kista ovarium terpuntir juga sering dikacaukan dengan appendicitis.

Identitas penanggung Riwayat kesehatan sekarang Nama : Umur : Jenis Kelamin : Status Perkawinan : Agama : Suku/Bangsa : Pendidikan : Pekerjaan : Pendapatan : Alamat : c. Timbul keluhan Nyeri perut kanan bawah mungkin beberapa jam . Identitas Pengkajian klien Nama : Umur : Jenis Kelamin : Status Perkawinan : Agama : Suku/Bangsa : Pendidikan : Pekerjaan : Pendapatan : Alamat : nomor register : b. Keluhan Utama Klien akan mendapatkan nyeri di sekitar epigastrium menjalar ke perut kanan bawah.ASKEP APPENDICITIS A. a.

diare kadang-kadang. l. f. Rencana Asuhan Keperawatan Rencana tujuan dan intervensi disesuaikan dengan diagnosis dan prioritas masalah keperawatan. Nyeri/kenyamanan Nyeri abdomen sekitar epigastrium dan umbilicus. bersin. Keluhan yang menyertai Biasanya klien mengeluh rasa mual dan muntah. Distensi abdomen. Data psikologis Klien nampak gelisah. Sifat keluhan Nyeri dirasakan terus-menerus. Aktivitas/istirahat : Malaise. Riwayat kesehatan masa lalu Biasanya berhubungan dengan masalah kesehatan klien sekarang e. batuk. pernapasan dangkal. dapat hilang atau timbul nyeri dalam waktu yang lama. Sirkulasi : Klien mungkin takikardia. yang meningkat berat dan terlokalisasi pada titik Mc. i. g. h. j. B. biasanya rendah. k. nyeri tekan/nyeri lepas. m. Berat badan Sebagai indicator untuk menentukan pemberian obat. penurunan atau tidak ada bising usus. Nyeri pada kuadran kanan bawah karena posisi ekstensi kaki kanan/posisi duduk Keamanan Demam. atau napas dalam. Burney. kekakuan. tegak. meningkat karena berjalan. . Respirasi : Takipnoe. d. panas.kemudian setelah nyeri di pusat atau di epigastrium dirasakan dalam beberapa waktu lalu. Penampilan yang tidak tenang. Ada perasaan takut. Ada perubahan denyut nadi dan pernapasan. Pemeriksaan fisik Keadaan umum Klien tampak sakit ringan/sedang/berat. Eliminasi Konstipasi pada awitan awal.

Criteria hasil: Klien tidak diare. 3. Beri cairan sedikit demi sedikit tapi sering. Klien tidak mual dan muntah. . kekurangan keseimbangan volume cairan dengan mual dan muntah. infeksi post operatif (tidak lagi panas. 1. adanya rasa baik. sehingga benarbenar bersih dapat terhindar dari pertumbuhan mikro berhubungan Klien tidak diare. Anjurkan klien mandi berhubungan kriteria : Tidak dengan tidak ada tanda-tanda adekuatnya pertahanan tubuh. vital. volume cairan dengan kriteria : Nafsu makan mual dan muntah. Untuk meminimalkan hilangnya cairan 1. kemerahan). Pengukuran dengan arah yang berlawanan tumbuhnya rambut akan mencapai ke dasar rambut. : Menurunnya out put dan konsentrasi urine akan meningkatkan kepekaan/endapan sebagai salah satu kesan adanya dehidrasi dan membutuhkan peningkatan cairan.No Diagnosa Rencana Asuhan Keperawatan Tujuan Intervensi Rasionalisasi keperawatan 1q1 Resiko Mempertahankan Monitor tanda-tanda . Rasional : Merupakan indicator secara dini tentang hypovolemia 2. Resiko terjadinya infeksi Tujuan : Tidak akan terjadi infeksi dengan lapangan operasi dari beberapa organisme yang mungkin ada melalui prinsipprinsip pencukuran. Nafsu makan baik. Beri obat pencahar sehari sebelum operasi dan dengan melakukan klisma. Klien tidak 2. Monitor intake dan out put dan konsentrasi urine.

Anjurkan pernapasan dalam. klien dapat bekerja sama dalam pelaksaan tindakan. Dengan pemahaman klien. 2. 4. Obat pencahar dapat merangsang peristaltic usus sehingga bab dapat lancar. Gangguan nyeri dengan distensi jaringan intestinal Rasa nyeri akan kriteria : normal. sehingga dapat mengakibatkan ruptura apendiks.dengan sempurna. Beri analgetik. 1. Kulit yang bersih mempunyai arti yang besar terhadap timbulnya mikro organisme. Sirkulasi normal. Lakukan gate control. rasa nyaman teratasi dengan berhubungan Pernapasan . Untuk mengetahui sejauh mana tingkat nyeri dan merupakan indiaktor secara dini untuk dapat memberikan tindakan 3. Kaji tingkat nyeri. 3. organisme. lokasi dan karasteristik nyeri. Sedangkan klisma dapat merangsang peristaltic yang lebih tinggi. HE tentang pentingnya kebersihan diri klien.

Pernapasan yang dalam dapat menghirup O2 secara adekuat sehingga otot-otot menjadi relaksasi sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. sehingga dapat pengetahuan akan memahami penyakitnya operatif dan berhubungan pengobatannya . Dengan gate control saraf yang berdiameter besar merangsang saraf yang berdiameter kecil sehingga rangsangan nyeri tidak diteruskan ke hypothalamus. Menganjurkan aktivitas pasti). 3. Sebagai profilaksis untuk dapat menghilangkan rasa nyeri (apabila sudah mengetahui gejala 4. 4. Kurangnya tentang proses Tujuan : Klien manfaat perawatan post Jelaskan pada klien tentang latihanlatihan yang akan digunakan setelah operasi. Klien dapat memahami dan dapat merencanakan serta dapat melaksanakan setelah operasi.selanjutnya 2.

Mengerti dan mau bekerja sama melalui teraupeutik pembatasan mandi. Tujuan : klien mampu merawat diri sendiri latihan. Perkirakan / hitung pemasukan kalori. Mulut yang bersih meningkatkan nafsu makan Dapat mengurangi mual dan menghilangkan oral sebelum makan. menganalisa penyebab melaksanakan intervensi Mengidentifikasi kekurangan / kebutuhan nutrisi berfokus pada masalah membuat suasana negatif dan mempengaruhi masukan. Mencegah luka baring dan dapat mempercepat penyembuhan. Timbang berat badan sesuai indikasi. 5. Anjurkan kebersihan Tawarkan minum saat makan bila toleran. dapat mempercepat proses dan penyembuhan penyembuhan. Kaji sejauh mana ketidakadekuatan nutrisi klien. Mengawasi keefektifan secara diet. dan pemasukan nutrisi dapat ditingkatkan. Disukusikan kebersihan insisi yang meliputi mengembalikan fungsi-fungsi optimal alat-alat tubuh. Beri makan sedikit tapi sering. jaga komentar tentang nafsu makan sampai minimal. Tidak memberi rasa bosan . pergantian verband.dengan informasi kurang. Konsul tetang kesukaan/ketidaksuk aan pasien yang menyebabkan distres. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake menurun. yang progresif dan sabar menghadapi periode istirahat setelah operasi.

Memberi makanan yang bervariasi. klien memandikan. Untuk melindungi klien dari kuman dan meningkatkan rasa nyaman Agar klien dan keluarga dapat termotivasi untuk menjaga personal hygiene Agar klien merasa tersanjung dan lebih kooperatif dalam kebersihan diterapkan Klien merasa nyaman dengan tenun yang Bimbing keluarga / istri Agar keterampilan dapat . gas. Berikan pujian pada klien tentang kebersihannya. Tujuan : klien mampu merawat diri sendiri nafsu makan klien. hari sampai klien mampu melaksanakan sendiri serta cuci rambut dan potong kuku klien. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan yang dirasakan. Ganti pakaian yang kotor dengan yang bersih. Makanan yang bervariasi dapat meningkatkan 6. Bersihkan dan atur posisi serta tempat melancarkan peredaran darah dan meningkatkan kesehatan. memampukan pasien memiliki rasa kontrol dan mendorong untuk makan. Melibatkan pasien dalam perencanaan. Berikan HE pada klien dan keluarganya tentang pentingnya kebersihan diri. Mandikan pasien setiap Agar badan menjadi segar.

Appendicitis dapat ditemukan pada semua umur . rasa nyeri akan dapat teratasi d. dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur. Dafar Pustaka . mungkin karena tidak terduga sebelumnya. klien dapat mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh b. 2007). Insiden tertnggi terjadi pada kelompok umur 20 – 30 tahun. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan. C. klien sudah mendapat informasi tentang perawatan dan pengobatannya. analgesik dapat diberikan setelah diagnosa ditegakkan. angka kematian cukup tinggi. Apendektomi (pembedahan untuk mengangkat apendiks) dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi. hanya pada anak yang kurang dari satu tahun yang jarang dilaporkan. Kesimpulan Appendicitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing.tidur klien. Antibiotik dan cairan IV diberikan sampai pembedahan dilakukan. klien dapat terhidar dari bahaya infeksi c. setelah itu menurun. (Anonim. Evaluasi Evaluasi addalah stadium pada proses keperawatan dimana taraf keberhasilan dalam pencapaian tujuan keperawatan dinilai dan kebutuhan untuk memodifikasi tujuan Evaluasi atau yang intervensi diharapkan pada keperawatan pasien dengan ditetapkan Appendicitis a. Bila tidak terawat. tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Appendicitis. Appendicitis dapat diobati dengan cara Pembedahan diindikasikan bila diagnosa appendicitis telah ditegakkan. BAB III PENUTUP A. bersih serta mencegah terjadinya infeksi.

2001. Seymour.html http://www. Jakarta: EGC. 2000. Marylinn E. Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Smeltzer.html http://www.com/asuhan-keperawatanappendicitis-akut.ns-nining.com/2009/04/askep-appendicitis. Jakarta: EGC. Volume 2. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah.jevuska. Intisari Prinsip-Prinsip Ilmu Bedah.blogspot..contoh-askep..Doenges. Suzanne C. Schwartz. Jakarta: EGC.com/?s=contoh+askep+appendicitis http://www.askep182.. http://www.com/. 2000./asuhan-keperawatan-apendisitis.blogspot.blogspot.html .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful