Forum Positif dari Dahlanforum

Kerajaan-Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia

Ada banyak kerajaan bercorak Islam yang terdapat mulai dari Sumatra sampai Maluku. a. Kerajaan Perlak Perlak adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia. Perlak adalah sebuah kerajaan dengan masa pemerintahan cukup panjang. Kerajaan yang berdiri pada tahun 840 ini berakhir pada tahun 1292 karena bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai. Sejak berdiri sampai bergabungnya Perlak dengan Samudrar Pasai, terdapat 19 orang raja yang memerintah. Raja yang pertama ialah Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah (225 – 249 H / 840 – 964 M). Sultan bernama asli Saiyid Abdul Aziz pada tanggal 1 Muhharam 225 H dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Perlak. Setelah pengangkatan ini, Bandar Perlak diubah menjadi Bandar Khalifah. Kerajaan ini mengalami masa jaya pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (622-662 H/1225-1263 M). Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Perlak mengalami kemajuan pesat terutama dalam bidang pendidikan Islam dan perluasan dakwah Islamiah. Sultan mengawinkan dua putrinya: Putri Ganggang Sari (Putri Raihani) dengan Sultan Malikul Saleh dari Samudra Pasai serta Putri Ratna Kumala dengan Raja Tumasik (Singapura sekarang). Perkawinan ini dengan parameswara Iskandar Syah yang kemudian bergelar Sultan Muhammad Syah. Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat kemudian digantikan oleh Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdul Aziz Syah Johan Berdaulat (662-692 H/1263-1292 M). Inilah sultan terakhir Perlak. Setelah beliau wafat, Perlak disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai dengan raja Muhammad Malikul Dhahir yang adalah Putra Sultan Malikul Saleh dengan Putri Ganggang Sari.

Perlak merupakan kerajaan yang sudah maju. Hal ini terlihat dari adanya mata uang sendiri. Mata uang Perlak yang ditemukan terbuat dari emas (dirham), dari perak (kupang), dan dari tembaga atau kuningan. b. Kerajaan Samudera Pasai Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al-saleh dan sekaligus sebagai raja pertama pada abad ke-13. Kerajaan Samudera Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhok Semawe sekarang (pantai timur Aceh). Sebagai sebuah kerajaan, raja silih berganti memerintah di Samudra Pasai. Raja-raja yang pernah memerintah Samudra Pasai adalah seperti berikut. (1) Sultan Malik Al-saleh berusaha meletakkan dasar-dasar kekuasaan Islam dan berusaha mengembangkan kerajaannya antara lain melalui perdagangan dan memperkuat angkatan perang. Samudra Pasai berkembang menjadi negara maritim yang kuat di Selat Malaka. (2) Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir I) yang memerintah sejak 1297-1326. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Perlak kemudian disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai. (3) Sultan Malik al Tahir II (1326 – 1348 M). Raja yang bernama asli Ahmad ini sangat teguh memegang ajaran Islam dan aktif menyiarkan Islam ke negeri-negeri sekitarnya. Akibatnya, Samudra Pasai berkembang sebagai pusat penyebaran Islam. Pada masa pemerintahannya, Samudra Pasai memiliki armada laut yang kuat sehingga para pedagang merasa aman singgah dan berdagang di sekitar Samudra Pasai. Namun, setelah muncul Kerajaan Malaka, Samudra Pasai mulai memudar. Pada tahun 1522 Samudra Pasai diduduki oleh Portugis. Keberadaan Samudra Pasai sebagai kerajaan maritim digantikan oleh Kerajaan Aceh yang muncul kemudian. Catatan lain mengenai kerajaan ini dapat diketahui dari tulisan Ibnu Battuta, seorang pengelana dari Maroko. Menurut Battuta, pada tahun 1345, Samudera Pasai merupakan kerajaan dagang yang makmur. Banyak pedagang dari Jawa, Cina, dan India yang datang ke sana. Hal ini mengingat letak Samudera Pasai yang strategis di Selat Malaka. Mata uangnya uang emas yang disebur deureuham (dirham). Di bidang agama, Samudera Pasai menjadi pusat studi Islam. Kerajaan ini menyiarkan Islam sampai ke Minangkabau, Jambi, Malaka, Jawa, bahkan ke Thailand. Dari Kerajaan Samudra Pasai inilah kader-kader Islam dipersiapkan untuk mengembangkan Islam ke berbagai daerah. Salah satunya ialah Fatahillah. Ia adalah putra Pasai yang kemudian menjadi panglima di Demak kemudian menjadi penguasa di Banten. c. Kerajaan Aceh Kerajaan Islam berikutnya di Sumatra ialah Kerajaan Aceh. Kerajaan yang didirikan oleh Sultan Ibrahim yang bergelar Ali Mughayat Syah (1514-1528), menjadi penting karena mundurnya Kerajaan Samudera Pasai dan berkembangnya Kerajaan Malaka.

Para pedagang kemudian lebih sering datang ke Aceh. Pusat pemerintahan Kerajaan Aceh ada di Kutaraja (Banda Acah sekarang). Corak pemerintahan di Aceh terdiri atas dua sistem: pemerintahan sipil di bawah kaum bangsawan, disebut golongan teuku; dan pemerintahan atas dasar agama di bawah kaum ulama, disebut golongan tengku atau teungku. Sebagai sebuah kerajaan, Aceh mengalami masa maju dan mundur. Aceh mengalami kemajuan pesat pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607- 1636). Pada masa pemerintahannya, Aceh mencapai zaman keemasan. Aceh bahkan dapat menguasai Johor, Pahang, Kedah, Perak di Semenanjung Melayu dan Indragiri, Pulau Bintan, dan Nias. Di samping itu, Iskandar Muda juga menyusun undang-undang tata pemerintahan yang disebut Adat Mahkota Alam. Setelah Sultan Iskandar Muda, tidak ada lagi sultan yang mampu mengendalikan Aceh. Aceh mengalami kemunduran di bawah pimpinan Sultan Iskandar Thani (1636- 1641). Dia kemudian digantikan oleh permaisurinya, Putri Sri Alam Permaisuri (1641- 1675). Sejarah mencatat Aceh makin hari makin lemah akibat pertikaian antara golongan teuku dan teungku, serta antara golongan aliran syiah dan sunnah sal jama’ah. Akhirnya, Belanda berhasil menguasai Aceh pada tahun 1904. Dalam bidang sosial, letaknya yang strategis di titik sentral jalur perdagangan internasional di Selat Malaka menjadikan Aceh makin ramai dikunjungi pedangang Islam. Terjadilah asimilasi baik di bidang sosial maupun ekonomi. Dalam kehidupan bermasyarakat, terjadi perpaduan antara adat istiadat dan ajaran agama Islam. Pada sekitar abad ke-16 dan 17 terdapat empat orang ahli tasawuf di Aceh, yaitu Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumtrani, Nuruddin ar-Raniri, dan Abdurrauf dari Singkil. Keempat ulama ini sangat berpengaruh bukan hanya di Aceh tetapi juga sampai ke Jawa. Dalam kehidupan ekonomi, Aceh berkembang dengan pesat pada masa kejayaannya. Dengan menguasai daerah pantai barat dan timur Sumatra, Aceh menjadi kerajaan yang kaya akan sumber daya alam, seperti beras, emas, perak dan timah serta rempah-rempah. d. Kerajaan Demak dan Kerajaan Pajang dengan Peninggalannya Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan yang didirikan oleh Raden Patah ini pada awalnya adalah sebuah wilayah dengan nama Glagah atau Bintoro yang berada di bawah kekuasaan Majapahit. Majapahit mengalami kemunduran pada akhir abad ke-15. Kemunduran ini memberi peluang bagi Demak untuk berkembang menjadi kota besar dan pusat perdagangan. Dengan bantuan para ulama Walisongo, Demak berkembang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa dan wilayah timur Nusantara. Sebagai kerajaan, Demak diperintah silih berganti oleh raja-raja. Demak didirikan oleh Raden Patah (1500-1518) yang bergelar Sultan Alam Akhbar al Fatah. Raden Patah sebenarnya adalah Pangeran Jimbun, putra raja Majapahit. Pada masa pemerintahannya, Demak berkembang pesat.

Daerah kekuasaannya meliputi daerah Demak sendiri, Semarang, Tegal, Jepara dan sekitarnya, dan cukup berpengaruh di Palembang dan Jambi di Sumatera, serta beberapa wilayah di Kalimantan. Karena memiliki bandar-bandar penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik, Raden Patah memperkuat armada lautnya sehingga Demak berkembang menjadi negara maritim yang kuat. Dengan kekuatannya itu, Demak mencoba menyerang Portugis yang pada saat itu menguasai Malaka. Demak membantu Malaka karena kepentingan Demak turut terganggu dengan hadirnya Portugis di Malaka. Namun, serangan itu gagal. Raden Patah kemudian digantikan oleh Adipati Unus (1518-1521). Walau ia tidak memerintah lama, tetapi namanya cukup terkenal sebagai panglima perang yang berani. Ia berusaha membendung pengaruh Portugis jangan sampai meluas ke Jawa. Karena mati muda, Adipati Unus kemudian digantikan oleh adiknya, Sultan Trenggono (1521-1546). Di bawah pemerintahannya, Demak mengalami masa kejayaan. Trenggono berhasil membawa Demak memperluas wilayah kekuasaannya. Pada tahun 1522, pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah menyerang Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Baru pada tahun 1527, Sunda Kelapa berhasil direbut. Dalam penyerangan ke Pasuruan pada tahun 1546, Sultan Trenggono gugur. Sepeninggal Sultan Trenggono, Demak mengalami kemunduran. Terjadi perebutan kekuasaan antara Pangeran Sekar Sedolepen, saudara Sultan Trenggono yang seharusnya menjadi raja dan Sunan Prawoto, putra sulung Sultan Trenggono. Sunan Prawoto kemudian dikalahkan oleh Arya Penangsang, anak Pengeran Sekar Sedolepen. Namun, Arya Penangsang pun kemudian dibunuh oleh Joko Tingkir, menantu Sultan Trenggono yang menjadi Adipati di Pajang. Joko Tingkir (1549-1587) yang kemudian bergelar Sultan Hadiwijaya memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang. Kerajaannya kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Pajang. Sultan Hadiwijaya kemudian membalas jasa para pembantunya yang telah berjasa dalam pertempuran melawan Arya Penangsang. Mereka adalah Ki Ageng Pemanahan menerima hadiah berupa tanah di daerah Mataram (Alas Mentaok), Ki Penjawi dihadiahi wilayah di daerah Pati, dan keduanya sekaligus diangkat sebagai bupati di daerahnya masing-masing. Bupati Surabaya yang banyak berjasa menundukkan daerah-daerah di Jawa Timur diangkat sebagai wakil raja dengan daerah kekuasaan Sedayu, Gresik, Surabaya, dan Panarukan. Ketika Sultan Hadiwijaya meninggal, beliau digantikan oleh putranya Sultan Benowo. Pada masa pemerintahannya, Arya Pangiri, anak dari Sultan Prawoto melakukan pemberontakan. Namun, pemberontakan tersebut dapat dipadamkan oleh Pangeran Benowo dengan bantuan Sutawijaya, anak angkat Sultan Hadiwijaya. Tahta Kerajaan Pajang kemudian diserahkan Pangeran Benowo kepada Sutawijaya. Sutawijaya kemudian memindahkan pusat Kerajaan Pajang ke Mataram. Di bidang keagamaan, Raden Patah dan dibantu para wali, Demak tampil sebagai pusat penyebaran Islam. Raden Patah kemudian membangun sebuah masjid yang megah, yaitu Masjid Demak.

Dalam bidang perekonomian, Demak merupakan pelabuhan transito (penghubung) yang penting. Sebagai pusat perdagangan Demak memiliki pelabuhan-pelabuhan penting, seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik. Bandar-bandar tersebut menjadi penghubung daerah penghasil rempahrempah dan pembelinya. Demak juga memiliki penghasilan besar dari hasil pertaniannya yang cukup besar. Akibatnya, perekonomian Demak berkembang degan pesat. e. Kerajaan Mataram dan Peninggalannya Sutawijaya yang mendapat limpahan Kerajaan Pajang dari Sutan Benowo kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke daerah kekuasaan ayahnya, Ki Ageng Pemanahan, di Mataram. Sutawijaya kemudian menjadi raja Kerajaan Mataram dengan gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Pemerintahan Panembahan Senopati (1586-1601) tidak berjalan dengan mulus karena diwarnai oleh pemberontakan-pemberontakan. Kerajaan yang berpusat di Kotagede (sebelah tenggara kota Yogyakarta sekarang) ini selalu terjadi perang untuk menundukkan para bupati yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Mataram, seperti Bupati Ponorogo, Madiun, Kediri, Pasuruan bahkan Demak. Namun, semua daerah itu dapat ditundukkan. Daerah yang terakhir dikuasainya ialah Surabaya dengan bantuan Sunan Giri. Setelah Senopati wafat, putranya Mas Jolang (1601-1613) naik tahta dan bergelar Sultan Anyakrawati. Dia berhasil menguasai Kertosono, Kediri, dan Mojoagung. Ia wafat dalam pertempuran di daerah Krapyak sehingga kemudian dikenal dengan Pangeran Sedo Krapyak. Mas Jolang kemudian digantikan oleh Mas Rangsang (1613-1645). Raja Mataram yang bergelar Sultan Agung Senopati ing Alogo Ngabdurracham ini kemudian lebih dikenal dengan nama Sultan Agung. Pada masa pemerintahannya, Mataram mencapai masa keemasan. Pusat pemerintahan dipindahkan ke Plered. Wilayah kekuasaannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat. Sultan Agung bercita-cita mempersatukan Jawa. Karena merasa sebagai penerus Kerajaan Demak, Sultan Agung menganggap Banten adalah bagian dari Kerajaan Mataram. Namun, Banten tidak mau tunduk kepada Mataram. Sultan Agung kemudian berniat untuk merebut Banten. Namun, niatnya itu terhambat karena ada VOC yang menguasai Sunda Kelapa. VOC juga tidak menyukai Mataram. Akibatnya, Sultan Agung harus berhadapan dulu dengan VOC. Sultan Agung dua kali berusaha menyerang VOC: tahun 1628 dan 1629. Penyerangan tersebut tidak berhasil, tetapi dapat membendung pengaruh VOC di Jawa. Sultan Agung membagi sistem pemerintahan Kerajaan Mataram seperti berikut. (1) Kutanegara, daerah pusat keraton. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh Patih Lebet (Patih Dalam) yang dibantu Wedana Lebet (Wedana Dalam). (2) Negara Agung, daerah sekitar Kutanegara. Pelaksanaan pemerintahan dipegang Patih Jawi (Patih Luar) yang dibantu Wedana Jawi (Wedana Luar).

Setelah Amangkurat II. Karya kesusastraan yang terkenal adalah Sastra Gading karya Sultan Agung. muncul kebudayaan Kejawen. Amangkurat I kemudian digantikan oleh Amangkurat II (1677-1703). daerah pesisir. Banten direbut oleh pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah. Para pedagang dari Cina. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para Bupati. pertanian. wilayah Kerajaan Mataram makin menyempit karena diambil oleh Belanda. Dengan demikian. Banten juga didukung oleh beberapa faktor di antaranya jatuhnya Malaka ke tangan Portugis (1511) sehingga para pedagang muslim berpindah jalur . Mataram diserang oleh Trunojaya dari Madura. Bantenlah yang menguasai jalur perdagangan di Selat Sunda.1570). Artinya. Sebagai kerajaan besar. Bahkan pada tahun 1755. Gujarat. Pangeran Saba Kingkin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Hasanuddin diangkat menjadi Raja Banten. Mataram maju hampir dalam segala bidang. Buddha. dan Islam. f.(3) Mancanegara. Sultan Agung mengganti perhitungan tahun Hindu yang berdasarkan perhitungan matahari dengan tahun Islam yang berdasarkan perhitungan bulan. Berdirilah Kerajaan Banten dengan rajanya Sultan Hasanudin (1522. Pada masa pemerintahannya. Banten kemudian melepaskan diri dari Demak. misalnya upacara Grebeg. Setelah Kerajaan Demak mengalami kemunduran. Pada masa pemerintahannya. agama. raja-raja yang memerintah Mataram sudah tidak lagi berkuasa penuh karena pengaruh Belanda yang sangat kuat. Kerajaan Banten berkembang menjadi pusat perdagangan selain karena letaknya sangat strategis. Pangeran Pasareaan berkuasa di Cirebon. Sekaten. Amangkurat I menjalin hubungan dengan Belanda. gabungan antara kebudayaan asli Jawa. Pada tahun 1522. Turki banyak yang mendatangi bandar-bandar di Banten. Fatahillah adalah menantu dari Syarif Hidayatullah. tetapi dapat digagalkan karena dibantu Belanda. Hindu. Syarif Hidayatullah memiliki 2 putra laki-laki. berakhirlah Kerajaan Mataram. Pada masa pemerintahannya. Pada zaman Kerajaan Majapahit. Persia. (4) Pesisir. Kehidupan sosial ekonomi Mataram cukup maju. Pada tahun 1633. daerah di luar Negara Agung. Syarif Hidayatullah adalah salah seorang wali yang diberi kekuasaan oleh Kerajaan Demak untuk memerintah di Cirebon. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para Bupati atau syahbandar. pangeran Pasarean dan Pangeran Sabakingkin. Mataram terpecah menjadi dua akibat Perjanjian Giyanti: Ngayogyakarta Hadiningrat (Kesultanan Yogyakarta) yang berpusat di Yogyakarta dengan raja Mangkubumi yang bergelar Hamengku Buwono I dan Kesuhunan Surakarta yang berpusat di Surakarta dengan raja Susuhunan Pakubuwono III. Kerajaan Banten Kerajaan yang terletak di barat Pulau Jawa ini pada awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Demak. budaya. Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan digantikan oleh Amangkurat I (1645-1677). pengaruh Banten sampai ke Lampung.

Sultan Ageng Tirtayasa yang tidak menyukai hal itu berusaha mengambil alih kontrol pemerintahan. lambat laun Banten mengalami kemunduran karena tersisih oleh Batavia yang berada di bawah kekuasaan Belanda. Banten merupakan penghasil lada dan beras. Dengan politik de vide at impera yang dilancarkan Belanda yang pada saat itu sudah berpengaruh di Cirebon. Banten berhasil merebut Pajajaran dan Pakuan. Sunan Gunung Jati dengan gelar Syarif Hidayatullah. Raja yang bergelar Kanjeng Ratu Banten ini baru berusia sembilan tahun ketika diangkat menjadi raja. Untuk membantunya. Syarif Hidayatullah kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Pangeran Pasarean. Setelah Fatahillah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa. sultan yang bergelar Sultan Haji berhubungan dengan Belanda. g. Fatahillah diambil menantu oleh Syarif Hidayatullah. Faktor lainnya. Abu’lmufakhir dibantu oleh Jayanegara. Syarif Hidayatullah memberikan bantuan sepenuhnya. Sultan Abdulkahar. Pada tahun 1679. Ketika Demak mengirimkan pasukannya di bawah Fatahilah (Faletehan) untuk menyerang Portugis di Sunda Kelapa. Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap dan dipenjarakan. dia memimpin ekspedisi menyerang Palembang. Syarif Hidayatullah meminta Fatahillah untuk menjadi Bupati di Jayakarta. Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1671 mengangkat purtanya. Kerajaan Cirebon Kerajaan yang terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah didirikan oleh salah seorang anggota Walisongo. Namun. Syarif Hidayatullah membawa kemajuan bagi Cirebon. Inilah raja yang menurunkan raja-raja Cirebon selanjutnya. Akhirnya. Sultan Hasanudin kemudian digantikan putranya. komoditi yang laku di pasaran dunia. Dalam pertempuran itu. Maulana Muhammad dibantu oleh Mangkubumi. Pangeran Yusuf (1570-1580). Pangeran Yusuf kemudian digantikan oleh Maulana Muhammad. kasultanan Kanoman dibagi dua menjadi Kasultanan Kanoman dan . yaitu Kasepuhan dan Kanoman. tetapi tidak berhasil karena Sultan Haji didukung Belanda. Abu’ma’ali Ahmad Rahmatullah kemudian digantikan oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1692). Oleh sebab itu. Sultan Ageng Tirtayasa menjadikan Banten sebagai sebuah kerajaan yang maju dengan pesat. Maulana Muhammad gugur. Dalam menjalankan roda pemerintahan. Dalam tahun 1595. Pada masa pemerintahannya. Bahkan pada tahun 1524. Cirebon terpaksa dibagi dua.pelayarannya melalui Selat Sunda. dalam menjalankan roda pemerintahan. pecahlah perang saudara. Maulana Muhammad kemudian digantikan oleh putranya Abu’lmufakhir yang baru berusia lima bulan. sebagi raja pembantu. Abu’lmufakhir kemudian digantikan oleh Abu’ma’ali Ahmad Rahmatullah. Dengan demikian.

Daerah-daerah taklukkannya di tenggara seperti Selayar dan Buton serta di selatan seperti Lombok. Belanda kemudian menyerang Makassar dengan bantuan Aru Palaka. Sultan Hasanuddin kemudian digantikan oleh Mapasomba. Belanda berhasil memaksa Hasanuddin. yakni Kasepuhan. Namun. sebuah tata hukum niaga dan perniagaan dan sebuah naskah lontar yang ditulis oleh Amanna Gappa. Kedua kerajaan ini kemudian bersatu. . Kehidupan perekonomiannya berdasarkan pada ekonomi maritim: perdagangan dan pelayaran. Karena pusat pemerintahannya terdapat di Makassar. disusunlah Ade’Allapialing Bicarana Pabbalri’e.Kacirebonan. raja Bone. dan Flores juga merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya alam. Sulawesi Selatan sendiri merupakan daerah pertanian yang subur. Hasanuddin bercita-cita menjadikan Makassar sebagai pusat kegiatan perdagangan di Indonesia bagian Timur. Karena merupakan bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur. Karena memiliki pelaut-pelaut yang tangguh dan terletak di pintu masuk jalur perdagangan Indonesia Timur. kekuasaan Cirebon terbagi menjadi 3. Belanda boleh mendirikan benteng di Makassar. Mereka inilah yang memperkuat barisan pertahanan laut Makassar. Tata kehidupan yang tumbuh di Makassar dipengaruhi oleh hukum Islam. bahkan seluruh Sulawesi Selatan. h. Dengan demikian. dan Aru Palaka harus diakui sebagai Raja Bone. Semua itu membuat Makassar mampu memenuhi semua kebutuhannya bahkan mampu mengekspor. Daeng Manrabia. Kerajaan Gowa dan Tallo sering disebut sebagai Kerajaan Makassar. Hal ini merupakan ancaman bagi Belanda sehingga sering terjadi pertempuran dan perampokan terhadap armada Belanda. Raja Gowa. menjadi raja bergelar Sultan Alauddin dan Raja Tallo. dan Kacirebonan. Kerajaan Gowa dan Tallo menjadi bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur yang kaya rempah-rempah. menjadi perdana menteri bergelar Sultan Abdullah. Raja yang terkenal dari kerajaan ini ialah Sultan Hasanuddin (1653-1669). Kerajaan Gowa-Tallo Kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan sebenarnya terdiri atas dua kerjaan: Gowa dan Tallo. Si Ayam Jantan dari Timur itu menyepakati Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Makassar harus melepaskan jajahannya. Karaeng Mantoaya. Sumbawa. Isi perjanjian itu ialah: Belanda mendapat monopoli dagang di Makassar. Kanoman. Kerajaan Makassar memiliki pelaut-pelaut yang tangguh terutama dari daerah Bugis. Cirebon berhasil dikuasai VOC pada akhir abad ke-17. Mapasomba tidak berkuasa lama karena Makassar kemudian dikuasai Belanda. Karena posisinya yang strategis di antara wilayah barat dan timur Nusantara. Hasanuddin berhasil memperluas wilayah kekuasaan Makassar baik ke atas sampai ke Sumbawa dan sebagian Flores di selatan.

Spanyol yang masuk Maluku pada tahun 1521 menjadikan Tidore sebagai sekutunya. terjadi pertikaian terusmenerus. Akibatnya. Di lain pihak. Portugis berhasil diusir dari Ternate. Keberhasilan itu tidak terlepas dari bantuan Sultan Tidore. kedua kerajaan berhasil diadu domba. Kerajaan Ternate cepat berkembang berkat hasil rempah-rempah terutama cengkih. Kerajaan Tidore mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Sultan Nuku. Setelah sadar bahwa mereka diadu domba. Zainal Abidin adalah murid dari Sunan Giri di Kerajaan Demak. ternyata bangsa Eropa itu bukan hanya berdagang tetapi juga berusaha menyebarkan ajaran agama mereka. Kerajaan Ternate dan Tidore Ternate merupakan kerajaan Islam di timur yang berdiri pada abad ke-13 dengan raja Zainal Abidin (1486-1500). Setelah Portugis dan Spanyol datang ke Maluku. kedamaian itu tidak berlangsung selamanya. Namun. Penyebaran agama ini mendapat tantangan dari Raja Ternate. Ternate dan Tidore hidup berdampingan secara damai. hubungan kedua kerajaan membaik kembali. Sultan Khairun dibunuh oleh Portugis. Maluku adalah daerah penghasil rempah-rempah yang sangat terkenal bahkan sampai ke Eropa. Dengan masuknya Spanyol dan Portugis ke Maluku. Sementara itu. Para pedagang itu membawa barang-barangnya dan menukarkannya dengan rempah-rempah. antara kedua kerajaan tersebut terjadi persaingan. Portugis yang masuk Maluku pada tahun 1512 menjadikan Ternate sebagai sekutunya dengan membangun benteng Sao Paulo. Pengaruh Islam sangat terasa di Ternate dan Tidore. Proses . Sultan Khairun kemudian digantikan oleh Sultan Baabullah (1570-1583). Itulah komoditi yang menarik orang-orang Eropa dan Asia datang ke Nusantara. kehidupan beragama dan bermasyarakat di Maluku jadi beragam: ada Katolik. Pada masa pemerintahannya. Hal itu terjadi karena kedua bangsa itu sama-sama ingin memonopoli hasil bumi dari kedua kerajaan tersebut. bahkan Kai di selatan dan Misol di Irian. Dengan berkuasanya kedua bangsa Eropa itu di Tidore dan Ternate. Seram. Sultan Khairun (1550-1570).i. Ketika diajak berunding oleh Belanda di benteng Sao Paulo. Sultan Khairun juga berhasil memperluas daerah kekuasaan Ternate sampai ke Filipina. Pengaruh Protestan sangat terasa di Maluku bagian tengah dan pengaruh Katolik sangat terasa di sekitar Maluku bagian selatan. Kerajaan Tidore berdiri di pulau lainnya dengan Sultan Mansur sebagai raja. Kerajaan yang terletak di Indonesia Timur menjadi incaran para pedagang karena Maluku kaya akan rempah-rempah. dan Islam. Protestan. Sultan Nuku berhasil memperluas pengaruh Tidore sampai ke Halmahera.

termasuk kesejahteraan masyarakat. Namun. 103 Komentar to “Kerajaan-Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia” 1. Buku.perdagangan ini pada awalnya menguntungkan masyarakat setempat. Pendidikan. Pengetahuan. eko wicaksono 2009/05/13 pukul 03:21 apakah ada kerajaan makasar ? ? ? ? ? Balas o onogi 2009/10/07 pukul 08:22 . Sekolah | RSS feed | Respond | Trackback URL Tag:Agama Suka Be the first to like this post. 2009 at 22:22 in Agama. Kerajaan (Kesultanan) Banjar Dari Buku Sekolah Terima kasih: Duta Pulsa – Persewaan Alat Pesta – Toko Jilbab – Koleksi Abaya-Busana Muslim – Kerudung Murah         Share this: Print Digg Reddit StumbleUpon Facebook Posted on Sabtu. Mei 2nd. terjadi kemunduran di berbagai bidang. dengan berlakunya politik monopoli perdagangan. Islam.

ada kerajaan makasar di buku hehehehehehehhe Balas  Karin berkata 2011/03/10 pukul 18:39 ada ee kerajaan Gowa-Tallo tu Balas o Harry Potter 2009/10/20 pukul 08:26 yah ada lah kerajaan makasar sama saja dengan kerajaan gowa tallo Balas  Triyan x_friends 2009/11/23 pukul 06:35 tau begoa amat sich loe. Balas o aldi 2010/06/08 pukul 09:09 ya ada lahh masa gag ada…. Balas o sabrina 2010/08/23 pukul 04:22 ya so pasti ada karena it merupakan salah satu kerajaan islam di indonesia mgkn tidak or lupa di tulis aja x Balas 2... ani 2009/06/01 pukul 04:26 .

bantennya ada! Balas 4. kuunoo 2009/06/01 pukul 04:29 iyo yo’ opo seh kok gak onok makassarr Balas o ima 2010/11/08 pukul 01:42 kerajaan makasar podho ae ambe’ kerajaan gowa tallo Balas  avi 2011/03/11 pukul 12:43 koe wonjowo a** j** Balas . kerajaan mataram dan goa tallo sama atuh neng geliss . Balas 3. G3RY 2009/06/01 pukul 04:26 koo g ada kerajaan makassar n’ bantenx koq g ada ?????? Balas o Apa aja 2011/05/09 pukul 19:34 Kan makasar sama aja kayak gowa tallo.kenapa kerajaan makasarnya ga ada! Balas o adhe yulinda 2010/03/28 pukul 15:33 ya kan sudah dibilang .

Kerajaan Gowa dan Tallo sering disebut sebagai Kerajaan Makassar. Daeng Manrabia.” dan… kerajaan Banten ada di point “f” lho… Sorri…cmn ikut bantu jawab aja…. Memel 2009/08/22 pukul 06:36 Kerajaan Gowa-Tallo itu kan sama aja ama kerajaan Makassar. an 2009/07/31 pukul 06:31 kok gk ada kerajaan makassarr?? Balas 6. kerajaan Islam pertama di Indonesia itu selalu kerajaan Samudra Pasai? Kenapa juga kerajaan Perlak itu seperti teracuhkan… apa keberadaannya masih kontroversi? Balas . Kedua kerajaan ini kemudian bersatu.. menjadi raja bergelar Sultan Alauddin dan Raja Tallo. Karaeng Mantoaya. Raja Gowa. menjadi perdana menteri bergelar Sultan Abdullah.peace Balas o dahlanforum 2009/08/22 pukul 08:12 terima kasih terima kasih masukkan yang sangat berarti mohon masukkannya untuk posting yang lain! Balas 7. Memel 2009/08/22 pukul 06:38 Kenapa di buku” pelajaran Sejarah. Karena pusat pemerintahannya terdapat di Makassar.5.!! Di atas juga ada keterangannya…: “Gowa dan Tallo.

tentang sejarah yang sesuai kurikulum. Balas  el-numb 2009/09/02 pukul 14:00 terima kasih anda sudah membagi ilmu sejarah kepada saya and kabeh wong sing mbukak situs iki…thank’s Balas  adhe yulinda 2010/03/28 pukul 15:39 i agree with you.Dahlan Forum . kemudian usulkan ke Departemen Pendidikan agar buku itu dijadikan sebagai buku pegangan di sekolah. enung 2009/09/03 pukul 10:44 kerajaan DEMAK ??? Balas o hanuni 2010/04/25 pukul 01:36 iyah kerajaan demak mana? Balas o nicho 2011/04/18 pukul 19:07 itu yang di point “f” Balas 9. didi dhani 2009/10/13 pukul 06:46 .o dahlanforum 2009/08/22 pukul 08:16 Memel bisa menulis buku.:) 8. dan memasukkan kerajaan Perlak.

ada jg mataram hindu . 11. pa emank gag da to gmn? balas Balas o dahlanforum 2009/10/16 pukul 10:22 ya Kiki… mungkin ada juga… kalau Kiki ada literaturnya. di share dong! agar kita semua juga bisa mengetahui . kiki 2009/10/16 pukul 09:34 kenapa gag da kerjaan malaka. tina 2009/10/15 pukul 08:04 kerajaan mataram nya ????????????????????/// Balas o kevina 2010/10/14 pukul 02:00 mataram di hindu Balas  nicho 2011/04/18 pukul 19:11 mataram bukannya islam ya? di wikipedia islam kok! id wikipedia org wiki Sejarah_Nusantara_pada_era_kerajaan_Islam Balas  Lindsay 2011/05/30 pukul 13:23 Ada mataram Islam..kok kerajaan saya tdk ada???? Balas 10.

YONAS RIWU 2009/11/21 pukul 13:36 ya ialah……. akkuh bangga.sdkt mmbntu Balas 13. nila zulfa khodijah 2009/11/07 pukul 08:47 wah……di Negara kita memang banyak kerajaannya yah…. itha 2009/10/28 pukul 08:13 merci boku… blognya usefull banget buat ngrjain tugas visit balik ya??? Balas 14... Nimas pitaloka 2009/11/19 pukul 09:21 ……wwahh ternyattah indonesia sangat terkenal dngan kerajaan”an nyah. duh aku salut bagetma Indonesia Balas 15.kan kerajaan goa tallo itu merupakan kerajaan makasar . marika 2009/10/27 pukul 03:28 syukran ya...Balas  luthfi riau 2010/10/01 pukul 04:58 kan yg dicari kerajaan islam mana ada di google nih loe yg salah cari copo wa ja masih sd islami namanya islamic Balas 12. Balas 16.

Balas 19. .. cz ak btuh bgt!! dsini malah gag sesuai!! >. buton. . aku cari-cari ko gak ada yah. dwi 2009/12/01 pukul 07:57 peninggalan kerajaan itu hanya gmbr ya? g ada pnjlasannya. . ladala 2009/11/30 pukul 13:10 ribeeeeettttt cri dftar nma krajaan …… >. tapi aku belum dapat hasilnya. tolong dong .< . .Balas 17. krajaan sulawesinya mnehh. aku butuh banget nih . iyah betul !!! Balas 18.. Balas 20. dan bone. padahal tanggal 12-12-09 hrus dikumpulkan. Sucy 2009/12/06 pukul 09:04 tolong dong kerajaan sulawesinya.umb ni. .< Balas o hilda 2009/12/11 pukul 14:28 hahahaha. . . Balas o nicho 2011/04/18 pukul 19:16 kerajaan goa. hilda 2009/12/11 pukul 14:26 hu.. . . yang ada malah yang gak sesuai sama yang aku cari.. .

..Balas 21. Balas 22.. WIWI 2010/03/04 pukul 07:24 indonesia tempatnya kerajaan gk kalah sama negara lain. 2010/04/07 pukul 09:51 nanti… aku buat deh kerajaan di Makassar Balas o syifa 2010/12/14 pukul 14:26 makasar adalah nama kota bkn kerajaan kalo mu bkn sendiri aj Balas . andi 2010/03/19 pukul 16:58 mana peninggalan dari setiap kerajaan nya…???? Balas 24.. Balas 23.. dephie 2010/01/24 pukul 11:48 hhhooo. miceliqa 2010/03/24 pukul 01:28 mana nih kerjaan makassar nya ??????????????????? >..< ? Balas o Judith.

2010/04/07 pukul 09:53 makasih ya! atas pemberitahuannya Balas 27. :) Balas o Judith. saya akan buat kerajaan islam di sumut . Balas 26. aphee rmnce 2010/03/31 pukul 01:06 thx bgt ya tgas q jdie selese Balas .. okkkekekkekke .. krajaan mataram sama dengan kerajaan gooa taloo . okkekekeeekeeee …. adhe yulinda 2010/03/28 pukul 15:42 Bagi semua temen* . sumut ? bener juga atuh . ya sudah lah . nanti kalo dapat ilmu lebih .. angga 2010/03/24 pukul 13:58 kalau kerajaan sumut ada nggak ??????????? :putnam: Balas o adhe yulinda 2010/03/28 pukul 15:36 yah .25.

28. Balas 29. padahal kan kerajaan Banjar juga termasuk kerajaan yang bercorak islam di Indonesia tapi kenapa kok g’ disebutkan di situ ya? Balas o iis 2010/04/29 pukul 04:40 iya. listya 2010/04/29 pukul 04:33 apakah ada kerajaan banjar? bila ada mengapa tidak disebutkan disitu.ya kok g’ ada kerajahan Banjarnya? betul juga kamu Lis. abdullah hartono 2010/04/16 pukul 03:25 nuhun teu kedah meser buku Balas o Jabon 2010/07/31 pukul 13:34 ok mas.ya kok g’ ada kerajaan Banjarnya? betul juga kamu Lis. Balas 30.padahal kerajaan banjarkan juga kerajaan bercorak islam di indonesia? Balas o iis 2010/04/29 pukul 04:38 iya. padahal kan kerajaan Banjar juga termasuk kerajaan yang bercorak islam di Indonesia tapi kenapa kok g’ disebutkan di situ ya? . maz Yono 2010/04/11 pukul 04:55 Pak… kerajaan Islam pertama di Indonesia itu Samodra Pasai atau Kerajaan Perlak? Mohon dijawab.

Balas  dahlanforum 2010/04/30 pukul 08:43 iya . http://dahlanforum.wordpress. susah banget nyarinya…. .com/2010/04/29/kerajaan-kesultananbanjar/ Balas 31. Gita Asriyanti 2010/04/30 pukul 07:44 Tolong dimuat kerajaan Banjar donk !!!!! Buat tugas sekolah... VienHa 2010/04/30 pukul 07:39 Kerajaan Di Indonesia Itu keren banget buat dipelajari jadi blog ini sangad bermanfaat!! Balas o VienHa 2010/04/30 pukul 07:41 wee yang bkin blog nie diberkati looo Balas  VienHa 2010/04/30 pukul 07:43 weee kerajaan banjarnya mana neng tlong dimuat dongzzz!!! soalny qhu louw nyari tgas gag da tw!?~ Balas o VienHa 2010/04/30 pukul 07:45 weee kerajaannya tu da 11 tw!!?! pliizzz deh!!?!~/ Balas 32. itu kan sudah di kasih linknya kerajaan Banjarnya… tinggal klik aja.

arda satata f 2010/05/29 pukul 07:13 jelas juga…. arda satata f . Balas 35. Balas 37..(k*** m***. ternyata kesemuanya itu telah …… Balas 34. Izhar Ilyas 2010/05/01 pukul 03:36 Menyelisik sejarah.} 2010/05/29 pukul 07:10 kurang jelas.Balas 33. Balas o luthfi riau 2010/10/01 pukul 04:56 apa yg gk jelas wa baru bbelajar langsung bisa Balas .. Arda Satata F. Raaaaaaaaar 2010/05/10 pukul 12:42 ngga lengkap deh–bzzzzzzzzzzz. lu nya aja kli ga ngerti sejarah.!!!!!! Balas 36. hahahaha…. GOMBAL……. kedatangan penjajah dan kendati telah merdeka. 2010/05/28 pukul 11:58 jelek banget nich situs……….

. Jabon 2010/07/27 pukul 05:15 ok salam kenal ya mas .. finna 2010/08/20 pukul 13:38 SALAM KENAL Balas o dimma 2010/09/26 pukul 08:10 salam knal jga Balas 42.. casillas9 2010/09/07 pukul 14:01 kerajaan indonesia memang unik Balas 43. fatimah 2010/07/25 pukul 04:09 kalau cucu cicitnya raja-raja islam dulu sekarang gimana kabarnya? Balas 40..38. dahlan Balas 41. Neigasx 2010/06/18 pukul 05:43 woy…… semua yg ada di sini kerajaan Islam? Balas 39. kim taecyeon 2010/09/20 pukul 13:11 .

Zafra 2010/10/15 pukul 13:57 hhhhhhhhhhhhhhhhheeeeehiy akhirny dapaTT……!!!!! :) Balas .mataram itu bercorak islam ya? Balas o dimma 2010/09/26 pukul 08:09 he’eh gi ngerty tow Balas  luthfi riau 2010/10/01 pukul 04:52 kalian tinggal dimana? Balas o luthfi riau 2010/10/01 pukul 04:55 mataram tu pertama hidu abis tu islam tau gk wa ja msh sd islamic riau kabupaten siak Balas 44. luthfi riau 2010/10/01 pukul 04:50 kerajaan di indonesia bagus bagus Balas 46. luthfi riau 2010/10/01 pukul 04:47 bagus kerajaan semua sudah di perbaiki Balas 45.

Balas o nhia 2011/04/04 pukul 19:10 huahahahhahhaha Balas 50. kerajaan kristen pada zaman itu??????????? Balas o dahlanforum 2010/11/13 pukul 04:12 sepertinya agama Kristen ke Indonesia lebih banyak dibawah oleh Penjajah. Balas . jd bgtu ceritanya.47. mediii 2010/10/25 pukul 12:03 sikat gan… mantap. kenapa? jawabannya Perlak adalah kerajaan. jadi adanya kebanyakan pada saat penjajahan Belanda atau setelahnya. Yohana 2010/11/13 pukul 03:46 ada nggak sih. Balas 49. sultan malik al-saleh berjasa mempersatukan perlak dgn samudra pasai. samudra pasai juga. ayu 2010/10/20 pukul 07:29 strong Balas 48. sebby 2010/12/12 pukul 15:53 Kerajaan Samudra Pasai dikatakan kerajaan pertama dan perlak tidak.

. afgan* 2011/03/15 pukul 20:14 hehehehe ^_^ ketemu jaga Balas 52.SINDOER BOGOR cc ???? :) Balas ..mettha.…gtuuuhhhh kahhh kerajaann islammm di indonesia.. Balas 54. nophy.krankk bguezz yeahhh. ...... vita 2011/03/19 pukul 20:59 kerajaan malakannya gk ada?? lagian setau saya kerajaan islam ada 11 deh.o muzayyin 2010/12/20 pukul 20:42 kok kerajaan BENGKULU g ada???? Balas 51. Balas 55.. n' alldda 2011/04/12 pukul 15:00 kq gg da kerajaan CIBINONG.gn. anggi ituhh richaa 2011/03/24 pukul 12:58 ... BinTaNG 2011/03/17 pukul 20:49 sebenarnya kerajaan islam pertama di Indonesia itu apa sich??? ==” Balas 53.

Jawa. India. . dll. Maluku. fadly ahmad fauzy 2011/05/06 pukul 10:43 kaka ada kerajaan islam tentang kerajaan makasar dan banjar? Balas 59. MitZ 2011/05/10 pukul 16:33 kuereeennn……. yaitu di Sumatera. Persia. ArDhEa FaRhAnY 2011/05/09 pukul 18:51 LeNgKaP D3Echhhh :) Balas 60. hafiz 2011/04/24 pukul 20:23 kerajan apa yg paling populer di indonesia Balas 57. Tiongkok. dan Sulawesi. Kerajaan tersebut dapat dibagi menjadi berdasarkan wilayah pusat pemerintahannya.56. teuing 2011/05/26 pukul 10:54 SEJARAH NUSANTARA PADA ERA KERAJAAN ISLAM Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16. wawan 2011/05/04 pukul 21:34 Kerajaam mataram islamnya kok gak ada kasih donk Balas 58. Timbulnya kerajaan-kerajaan tersebut didorong oleh maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam dari Arab..!!!!!!!!!!!!!! Balas 61.

Marco Polo. Hasil alam dan posisinya yang strategis membuat Perlak berkembang sebagai pelabuhan niaga yang maju pada abad ke-8.[1] Chu-fan-chi. Ia mengubah nama ibukota kerajaan dari Bandar Perlak menjadi Bandar Khalifah. Aceh Timur. terjadi lagi pergolakan selama kurang lebih empat tahun antara Syiah dan Sunni yang diakhiri dengan perdamaian dan pembagian . lihat Peureulak. Setelah wafatnya sultan pada tahun 363 H (913 M). terjadi perang saudara antara kaum Syiah dan Sunni sehingga selama dua tahun berikutnya tak ada sultan. tahun 1178 bahwa ada negeri orang Islam yang jaraknya hanya lima hari pelayaran dari Jawa. Aceh sekarang antara tahun 840 sampai dengan tahun 1292. jenis kayu yang sangat bagus untuk pembuatan kapal. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat. Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah dari aliran Syiah naik tahta. Hal ini membuat berkembangnya masyarakat Islam di daerah ini. Peureulak. yang mendirikan Kesultanan Perlak pada 1 Muharram 225 H (840 M). setelah meninggalnya sultan ketujuh.Kerajaan Islam di Sumatera Periode tahun tepatnya kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera masih simpang siur dan memerlukan rujukan lebih lanjut. sebab Chu-fan-chi menyatakan pelayaran dari Jawa ke Brunai memakan waktu 15 hari. Pada tahun 362 H (956 M). Kaum Syiah memenangkan perang dan pada tahun 302 H (915 M). Aceh Timur Pada masa pemerintahan sultan ketiga. Perlak atau Peureulak terkenal sebagai suatu daerah penghasil kayu perlak. satu abad kemudian. dan karenanya daerah ini dikenal dengan nama Negeri Perlak. dia singgah di negeri Ferlec yang sudah memeluk agama Islam Perkembangan dan pergolakan Sultan pertama Perlak adalah Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah. mengutip catatan seorang ahli geografi. Sultan ini bersama istrinya. Lalu berdirilah kesultanan Peureulak dengan sultannya yang pertama Alauddin Syah yang memerintah tahun 520–544 H atau 1161–1186 M. terutama sebagai akibat perkawinan campur antara saudagar muslim dengan perempuan setempat Naskah Hikayat Aceh mengungkapkan bahwa penyebaran Islam di bagian utara Sumatera dilakukan oleh seorang ulama Arab yang bernama Syaikh Abdullah Arif pada tahun 506 H atau 1112 M. Untuk kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. kemudian dimakamkan di Paya Meuligo. Pada akhir pemerintahannya terjadi lagi pergolakan antara kaum Syiah dan Sunni yang kali ini dimenangkan oleh kaum Sunni sehingga sultan-sultan berikutnya diambil dari golongan Sunni. • Kesultanan Perlak (abad ke-9 – abad ke-13) Peureulak diarahkan ke halaman ini. yang ditulis Chau Ju-kua tahun 1225. Putri Meurah Mahdum Khudawi. Chou Ku-fei. yang beraliran Syiah dan merupakan keturunan Arab dengan perempuan setempat. Sultan yang telah ditemukan makamnya adalah Sulaiman bin Abdullah yang wafat tahun 608 H atau 1211 M. Eksistensi negeri Peureulak ini diperkuat oleh musafir Venesia yang termasyhur. disinggahi oleh kapalkapal yang antara lain berasal dari Arab dan Persia. aliran Sunni mulai masuk ke Perlak.[2] Mungkin negeri yang dimaksudkan adalah Peureulak. Ketika Marco Polo pulang dari Cina melalui laut pada tahun 1291. Aceh Timur Kesultanan Peureulak adalah kerajaan Islam di Indonesia yang berkuasa di sekitar wilayah Peureulak.

Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat (1230 – 1267) 18. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat (memerintah 1230 – 1267) menjalankan politik persahabatan dengan menikahkan dua orang putrinya dengan penguasa negeri tetangga Peureulak: • Putri Ratna Kamala. Sultan Muhammad Shah (Parameswara). Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Shah (840 – 864) 2. Daftar Sultan Perlak Sultan-sultan Perlak dapat dikelompokkan menjadi dua dinasti: dinasti Syed Maulana Abdul Azis Shah dan dinasti Johan Berdaulat. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat (956 – 983) 8. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267 – 1292) • Kesultanan Samudera Pasai (abad ke-13 – abad ke-16) .kerajaan menjadi dua bagian: Perlak Pesisir (Syiah) dipimpin oleh Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah (986 – 988) Perlak Pedalaman (Sunni) dipimpin oleh Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (986 – 1023) Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah meninggal sewaktu Kerajaan Sriwijaya menyerang Perlak dan seluruh Perlak kembali bersatu di bawah pimpinan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat yang melanjutkan perjuangan melawan Sriwijaya hingga tahun 1006. Penggabungan dengan Samudera Pasai Sultan ke-17 Perlak. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Shah Johan Berdaulat (928 – 932) 6. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mansur Shah Johan Berdaulat (1059 – 1078) 11. Al Malik Al-Saleh. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Usman Shah Johan Berdaulat (1160 – 1173) 15. Setelah ia meninggal. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah (888 – 913) 4. Berikut daftar sultan yang pernah memerintah Perlak. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah Johan Berdaulat (932 – 956) 7. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Shah Johan Berdaulat (1078 – 1109) 12. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Jalil Shah Johan Berdaulat (1200 – 1230) 17. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (memerintah 1267 – 1292). Sultan Muhammad Malik Al Zahir. 1. • Putri Ganggang. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1023 – 1059) 10. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat [5] (986 – 1023) 9. Perlak disatukan dengan Kerajaan Samudera Pasai di bawah pemerintahan sultan Samudera Pasai. dikawinkan dengan Raja Kerajaan Malaka. putra Al Malik Al-Saleh. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad Shah Johan Berdaulat (1109 – 1135) 13. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1135 – 1160) 14. Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah (915 – 918) 5. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Shah Johan Berdaulat (1173 – 1200) 16. dikawinkan dengan Raja Kerajaan Samudera Pasai. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Shah (864 – 888) 3. Sultan terakhir Perlak adalah sultan ke-18.

Sejarah Parameswara pada awalnya mendirikan kerajaan di Singapura pada tahun 1390-an. Raja Ibrahim. Mansur Syah berkuasa sampai mangkatnya pada 1477. Malaka runtuh setelah ibu kotanya direbut Portugis pada 1511. dan dia mangkat karena terbunuh pada 1445. Sultan Mansur Syah. Kegemilangan yang dicapai oleh Kerajaan Melaka adalah daripada beberapa faktor yang penting. kemudian menggantikannya dengan gelar Sultan Mudzaffar Syah. saat ibu kota kerajaan tersebut diserang pasukan Portugis di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque. Ibu kota kerajaan ini terdapat di Melaka. Sultan .[1][2] Megat Iskandar Syah memerintah selama 10 tahun. Dia digantikan oleh putranya Alauddin Riayat Syah. Di bawah sultan yang sama Johor. [2]. Melaka mendapat perlindungan dari Cina yang merupakan sebuah kuasa besar di dunia untuk mengelakkan serangan Siam. Melaka menyerbu Kedah dan Pahang. dan mengambil gelar Sri Parameswara Dewa Syah. saat dia meninggal dan digantikan oleh putranya Sultan Mahmud Syah. Namun masa pemerintahannya hanya 17 bulan. [1] Parameswara kemudian menganut agama Islam setelah menikahi putri Pasai. Putra Muhammad Syah yang kemudian menggantikannya. yang terletak pada penyempitan Selat Malaka. yang memaksanya hijrah lebih ke utara. dan raja dan rakyat Melaka sudah menjadi muslim. Jambi dan Siak juga takluk. Antaranya. seorang putera Sriwijaya yang melarikan diri dari perebutan Palembang oleh Majapahit. Pada 1414 Parameswara digantikan putranya. Namun serangan Siam pada 1455 dan 1456 dapat dipatahkan. Negeri ini kemudian diserang oleh Jawa dan Siam. salah seorang daripada sultan Melaka telah menikahi seorang putri dari negara Cina yang bernama Putri Hang Li Po. tempat armada Ming yang dikirim ke selatan menemuinya. tampaknya tidak menganut agama Islam. Sebagai balasan upeti yang diberikan Kekaisaran Cina menyetujui untuk memberikan perlindungan pada kerajaan baru tersebut. Raja Kasim. Megat Iskandar Syah. Dengan demikian Melaka mengendalikan sepenuhnya kedua pesisir yang mengapit Selat Malaka. [3] Mahmud Syah memerintah Malaka sampai tahun 1511. Di bawah pemerintahan Sultan Mudzaffar Syah Melaka melakukan ekspansi di Semenanjung Malaya dan pantai timur Sumatera (Kampar dan Indragiri). Saudara seayahnya. Di bawah pemerintahan raja berikutnya yang naik tahta pada tahun 1459. Parameswara telah mengambil kesempatan untuk menjalinkan hubungan baik dengan negara Cina ketika Laksamana Yin Ching mengunjungi Melaka pada tahun 1403. yang pada saat itu menjadi vassal Siam. Kesultanan ini berkembang pesat menjadi sebuah entrepot dan menjadi pelabuhan terpenting di Asia Tenggara pada abad ke-15 dan awal 16. Ini memancing kemarahan Siam yang menganggap Melaka sebagai bawahan Kedah. Kronik Dinasti Ming mencatat Parameswara telah berdiam di ibukota baru di Melaka pada 1403. Sultan memerintah selama 11 tahun. Malah. Hubungan erat antara Melaka dengan Cina telah memberi banyak manfaat kepada Melaka. dan digantikan oleh Muhammad Syah. Laporan dari kunjungan Laksamana Cheng Ho pada 1409 menyiratkan bahwa pada saat itu Parameswara masih berkuasa.• Kesultanan Malaka (abad ke-14 – abad ke-17) Kesultanan Malaka (1402 – 1511) adalah sebuah kesultanan yang didirikan oleh Parameswara. Serangan dimulai pada 10 Agustus 1511 dan berhasil direbut pada 24 Agustus 1511. dan menjadikannya negara vassal.

Selain itu Aceh juga melakukan hubungan diplomatik dengan semua bangsa yang melayari Lautan Hindia. Dalam sejarahnya yang panjang itu (1496 – 1903). Sultan Mahmud Syah (1488-1528) • Kesultanan Aceh (abad ke-16 – 1903) Kesultanan Aceh Darussalam berdiri menjelang keruntuhan dari Samudera Pasai yang pada tahun 1360 ditaklukkan oleh Majapahit hingga kemundurannya di abad ke-14. [sunting] Daftar raja-raja Malaka 1. Pedir. Deli.Mahmud Syah melarikan diri ke Bintan dan mendirikan ibukota baru di sana. Pada masa kepemimpinannya. Walaupun Aceh telah berhasil mengepung Melaka dari segala penjuru. bangsa Aceh sudah meluaskan pengaruhnya atas pulau-pulau Sunda (Sumatera. dan Sultan kemudian melarikan diri ke Kampar. Seri Parameswara Dewa Syah(1444-1445) 5. Megat Iskandar Syah (1414-1424) 3. terutama karena kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer. Sultan Mansur Syah (1459-1477) 7. mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan.[1] Sejarah Awal mula Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496. komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa Eropa. Pasai. Putranya Muzaffar Syah kemudian menjadi sultan Perak. Parameswara (1402-1414) 2. Aceh telah berhasil memukul mundur kekuatan Portugis dari selat Malaka. Pada tahun 1586. Kejadian ini dilukiskan dalam La Grand Encyclopedie bahwa pada tahun 1582. Diawalawal masa pemerintahannya wilayah Kesultanan Aceh berkembang hingga mencakup Daya. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Kutaraja (Banda Aceh) dengan sultan pertamnya adalah Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada pada Ahad. 1 Jumadil awal 913 H atau pada tanggal 8 September 1507. Aceh telah mengukir masa lampaunya dengan begitu megah dan menakjubkan. hingga kemampuannya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain. yang kemudian berkuasa hingga tahun 1537.000 tentara laut. sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik. Sultan Muhammad Syah (1424-1444) 4. Pada tahun 1528. dan Aru. Kemudian Salahuddin digantikan oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar yang berkuasa hingga tahun 1568. Sultan Mudzaffar Syah (1445-1459) 6. Sultan Alauddin Riayat Syah (1477-1488) 8. tempat dia wafat dua tahun kemudian. Jawa dan Kalimantan) serta atas sebagian tanah Semenanjung Melayu. namun penyerangan ini gagal . Pada tahun 1526 Portugis membumihanguskan Bintan. Serangan ini dalam upaya memperluas dominasi Aceh atas Selat Malaka dan semenanjung Melayu. kesultanan Aceh melakukan penyerangan terhadap Portugis di Melaka dengan armada yang terdiri dari 500 buah kapal perang dan 60. Masa kejayaan Kesultanan Aceh mengalami masa keemasan pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636). sedangkan putranya yang lain Alauddin Riayat Syah II mendirikan kerajaan baru yaitu Johor. Ali Mughayat Syah digantikan oleh putera sulungnya yang bernama Salahuddin.

Snouck Hurgronje. di Aceh juga terdapat Sultanah / Sultan Wanita. Saran ini ternyata berhasil. Kemunduran Kemunduran Kesultanan Aceh bermula sejak kemangkatan Sultan Iskandar Tsani pada tahun 1641. yang karangan mereka menjadi rujukan utama dalam bidang masing-masing. Setelah melakukan peperangan selama 40 tahun. Nuruddin arRaniry dalam bukunya Sirat al-Mustaqim.B. hampir seluruh Aceh telah direbut Belanda. seorang ahli Islam dari Universitas Leiden yang telah berhasil mendapatkan kepercayaan dari banyak pemimpin Aceh. dan pada 1892 dan 1893. tidak hanya sultan. anak serta ibundanya terlebih dahulu ditangkap oleh Belanda. J.dikarenakan adanya persekongkolan antara Portugis dengan kesultanan Pahang. Sultan M. van Heutsz dinyatakan sebagai gubernur Aceh. Saat itu. dan Syekh Abdul Rauf Singkili dalam bukunya Mi’raj al-Tulabb Fi Fashil. merebut sebagian besar Aceh. dimana disebutkan dengan jelas “Inggris wajib berlepas diri dari segala unjuk perasaan terhadap perluasan kekuasaan Belanda di bagian manapun di Sumatera. namun lagi-lagi gagal. Siak. baik dari negeri Belanda maupun Batavia. Pembatasan-pembatasan Traktat London 1824 mengenai Aceh dibatalkan. namun tidak berhasil merebut wilayah yang besar. Perang kembali berkobar pada tahun 1883. Dawud akhirnya meyerahkan diri kepada Belanda pada tahun 1903 setelah dua istrinya. Faktor penting lainnya ialah adanya perebutan kekuasaan diantara pewaris tahta kesultanan. Dalam lapangan pembinaan kesusasteraan dan ilmu agama. diantaranya ialah makin menguatnya kekuasaan Belanda di pulau Sumatera dan Selat Malaka. Syamsuddin al-Sumatrani dalam bukunya Mi’raj al-Muhakikin al-Iman. pihak Belanda menganggap bahwa mereka telah gagal merebut Aceh. bukan kepada sultan. Perang Aceh Perang Aceh dimulai sejak Belanda menyatakan perang terhadap Aceh pada 26 Maret 1873 setelah melakukan beberapa ancaman diplomatik. lahirlah apa yang disebut dengan Traktat Sumatera. Aceh menyatakan bersedia bergabung ke dalam Republik indonesia atas ajakan dan bujukan dari Soekarno kepada pemimpin Aceh Tengku Muhammad Daud Beureueh saat itu[rujukan?]. Daftar Sultan yang pernah berkuasa di Aceh . Traktat London yang ditandatangani pada 1824 telah memberi kekuasaan kepada Belanda untuk menguasai segala kawasan British/Inggris di Sumatra sementara Belanda akan menyerahkan segala kekuasaan perdagangan mereka di India dan juga berjanji tidak akan menandingi British/Inggris untuk menguasai Singapura. Kesultanan Aceh akhirnya jatuh seluruhnya pada tahun 1904. Hendricus Colijn. seperti Hamzah Fansuri dalam bukunya Tabyan Fi Ma’rifati al-U Adyan. Deli dan Bengkulu kedalam pangkuan penjajahan Belanda. Kesultanan Aceh akhirnya jatuh ke pangkuan kolonial Hindia-Belanda. Aceh telah melahirkan beberapa ulama ternama. kemudian memberikan saran kepada Belanda agar serangan mereka diarahkan kepada para ulama. Dr. usaha-usaha untuk menyerbu Aceh makin santer disuarakan.” Sejak itu. Kemunduran Aceh disebabkan oleh beberapa faktor. ditandai dengan jatuhnya wilayah Minangkabau. Sultan Aceh Sultan Aceh merupakan penguasa / raja dari Kesultanan Aceh. Sejak kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Pada tahun 1898. Pada akhir Nopember 1871. dan bersama letnannya.

Istilah Malayu berasal dari kata Malaya yang dalam bahasa Sansekerta bermakna “bukit”. pelabuhan Malayu memang terletak di Kota Jambi. yaitu Kerajaan Malayu Tua pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga Tamwa. tetapi istananya terletak di pedalaman yang tanahnya agak tinggi. Prasasti Tanyore menyebutkan bahwa ibu kota Kerajaan Malayu dilindungi oleh bentengbenteng. Prof. bukan ibu kota Malayu. Saat ia berangkat. ia tidak setuju apabila istana Malayu terletak di Kota Jambi. Rouffaer berpendapat bahwa ibu kota Kerajaan Malayu menjadi satu dengan pelabuhan Malayu. Oleh karena itu. Mo-lo-yeu telah menjadi jajahan Shih-li-foshih (ejaan Cina untuk Sriwijaya). Lokasi Malayu Tua Dr. dan sama-sama terletak di Kota Jambi. karena daerah itu merupakan dataran rendah. sedangkan ketika kembali ke Cina.dapat dilihat lebih jauh di artikel utama dari Sultan Aceh. namun istananya terletak di Palembang. Slamet Muljana berpendapat bahwa istana Malayu . Sedangkan menurut Ir. Menurutnya. Berdasarkan letak ibu kotanya. Sumber Berita Cina Berita tentang Kerajaan Malayu antara lain diketahui dari kronik Cina berjudul T’anghui-yao karya Wang P’u. Sementara itu. negeri-negeri di Pulau Sumatra pada umumnya menganut agama Buddha aliran Hinayana. sedangkan Kerajaan Malayu Muda sering pula disebut dengan nama Kerajaan Dharmasraya. Disebutkan bahwa ada sebuah kerajaan bernama Mo-lo-yeu yang mengirim duta besar ke Cina pada tahun 644 atau 645. Tradisi kesultanan Gelar-Gelar yang Digunakan dalam Kerajaan Aceh • Teungku • Tuanku • Pocut • Teuku • Laksamana • Uleebalang • Cut • Panglima Sagoe • Meurah • Kerajaan Melayu Jambi Kerajaan Malayu adalah nama sebuah kerajaan yang pernah ada di Pulau Sumatra. Slamet Muljana berpendapat lain. Mo-lo-yeu masih berupa negeri merdeka. Tidak disebutkan dengan jelas agama apa yang dianut oleh Kerajaan Malayu. Nama sebuah kerajaan biasanya merujuk pada nama ibu kotanya. Prof. Moens. Pendeta I Tsing dalam perjalanannya pada tahun 671–685 menuju India juga sempat singgah di pelabuhan Mo-lo-yeu. Pengiriman duta ini hanya berjalan sekali dan sesudah itu tidak terdengar lagi kabarnya. kecuali Mo-lo-yeu. Pada umumnya. Kerajaan Malayu Tua atau Malayu Kuno sering pula disebut dengan nama Kerajaan Malayu Jambi. dan terletak di atas bukit. George Coedes lebih yakin bahwa Palembang adalah ibu kota Kerajaan Sriwijaya. pelabuhan Malayu terletak di Kota Jambi. dan Kerajaan Malayu Muda pada abad ke13 yang berpusat di Dharmasraya. Menurut catatan I Tsing. kerajaan ini dibedakan atas dua periode.

sedangkan ketika kembali tahun 685. prasasti Kedukan Bukit merupakan piagam penaklukan Malayu oleh Sriwijaya. Yamin berpendapat bahwa prasasti ini merupakan piagam proklamasi berdirinya Kerajaan Sriwijaya di bawah pimpinan Dapunta Hyang.terletak di Minanga Tamwa sebagaimana yang tertulis dalam prasasti Kedukan Bukit. Pada zaman Dinasti Sung. akhirnya Kerajaan Sriwijaya mengalami kekalahan akibat serangan Rajendra Coladewa dari India sekitar tahun 1025. yaitu yang disebut dengan nama Wangsa Mauli. raja Chan-pi kemungkinan besar adalah ejaan Cina untuk istilah Jambi. Minanga Tamwa adalah nama kuno dari Muara Tebo (atau Kabupaten Tebo di Provinsi Jambi). dan meninggalkan kota itu dalam suka cita. serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan. Tidak diketahui dengan pasti apakah putri raja yang diserahi urusan negara San-fo-tsi adalah keturunan Rajendra. Kekuasaan Wangsa Sailendra di Pulau Sumatra dan Semenanjung Malaya pun berakhir. Menurutnya. Sejak saat itu Sriwijaya menjadi negeri jajahan Rajendra. Tentang Raja Chan-pi Setelah beberapa abad berkuasa. istilah San-fo-tsi identik dengan Sriwijaya. dan 13 potong pakaian. Naskah prasasti tersebut menunjukkan bahwa dengan kekuatan 20. Pendapat Moh. Kerajaan Sriwijaya tumbuh menjadi penguasa lalu lintas dan perdagangan Selat Malaka menggantikan peran Kerajaan Malayu.000 prajurit. Slamet Muljana yang telah mengidentifikasi Minanga Tamwa sebagai ibu kota Kerajaan Malayu berpendapat bahwa. Dikalahkan Sriwijaya Prasasti Kedukan Bukit tahun 683 mengisahkan perjalanan Dapunta Hyang membawa 20. Dikisahkan. Beberapa waktu kemudian muncul sebuah dinasti baru yang mengambil alih peran Wangsa Sailendra. dan surat dari putri raja yang diserahi urusan negara San-fo-tsi. Dapunta Hyang berhasil menguasai Minanga Tamwa. Jadi. Pendapat ini sesuai dengan catatan I Tsing bahwa. Prasasti tertua yang pernah ditemukan atas nama raja Mauli adalah prasasti Grahi tahun 1183. Pelabuhan Malayu merupakan penguasa lalu lintas Selat Malaka saat itu. rumbia. Prasasti itu berisi perintah Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana . Maka sejak tahun 683. Moh. Prof. Dalam berita Cina berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa Kerajaan San-fo-tsi tahun 1082 mengirim duta besar ke Cina yang saat itu di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong.000 orang prajurit meninggalkan Minanga Tamwa dengan perasaan suka cita penuh kemenangan. negeri itu telah dikuasai oleh Shih-li-fo-shih. Yamin ternyata tidak sesuai dengan berita dalam catatan I Tsing bahwa pada tahun 671 Kerajaan Sriwijaya sudah ada. secara otomatis pelabuhan Malayu pun jatuh ke tangan Kerajaan Sriwijaya. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Chan-pi bawahan San-fo-tsi. Dengan direbutnya Minanga Tamwa. bahwa I Tsing mendapat bantuan dari raja Shih-li-fo-shih sehingga dapat memasuki pelabuhan Malayu dalam perjalanan menuju India. penaklukan Malayu oleh Sriwijaya terjadi pada tahun 683. Munculnya Wangsa Mauli Kekalahan Kerajaan Sriwijaya akibat serangan Rajendra Coladewa telah mengakhiri kekuasaan Wangsa Sailendra atas Pulau Sumatra dan Semenanjung Malaya sejak tahun 1025. pada saat berangkat menuju India tahun 671. yang saat itu telah menguasai Sumatra dan Semenanjung Malaya. Prof. Sementara itu. Mo-lo-yeu masih menjadi kerajaan merdeka.

Patani ?). Tan-ma-ling. karena sampai saat ini belum ditemukan prasasti Wangsa Mauli yang lebih tua daripada prasasti Grahi. yaitu prasasti Padangroco tahun 1286. maka hal ini akan bertentangan dengan prasasti Tanyore tahun 1030. istilah Sanfo-tsi masih tetap dipakai dalam naskah-naskah kronik Cina untuk menyebut Pulau Sumatra secara umum. Sebaliknya. Ia mendapat kiriman arca Amoghapasa dari atasannya. Dengan demikian. Yang mengerjakan tugas membuat arca tersebut bernama Mraten Sri Nano. Prasasti ini menyebut adanya seorang raja bernama Maharaja Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa. Prasasti kedua berselang lebih dari satu abad kemudian. . Pa-lin-fong (Palembang). Tsien-mai. sampai Sunda (Sin-to). Daerah Kekuasaan Dharmasraya Istilah San-fo-tsi pada zaman Dinasti Sung sekitar tahun 990–an identik dengan Kerajaan Sriwijaya. wilayah kekuasaan San-fotsi membentang dari Srilangka (Si-lan). Ji-lo-ting. Tong-ya-nong. Ki-lan-tan (Kelantan). kebangkitan kembali Kerajaan Malayu dipelopori oleh kaum pendeta. Fo-lo-an. yaitu Kertanagara raja Kerajaan Singhasari di Pulau Jawa. Tribhuwanaraja dapat pula disebut sebagai raja Malayu. Sin-to (Sunda). Oleh karena itu. Apabila San-fo-tsi masih dianggap identik dengan Sriwijaya. Namun. Lan-mu-li. Kamboja (Kia-lo-hi). Tribhuwanaraja sendiri kemungkinan besar adalah keturunan dari Trailokyaraja.Warmadewa kepada bupati Grahi yang bernama Mahasenapati Galanai supaya membuat arca Buddha seberat 1 bhara 2 tula dengan nilai emas 10 tamlin. Yang menarik di sini adalah daerah kekuasaan Trailokyaraja pada tahun 1183 telah mencapai Grahi. Jambi sendiri tidak sama dengan Dharmasraya karena kedua tempat tersebut terletak berjauhan. ataukah raja sebelum dirinya. Dharmasraya dalam Pararaton disebut dengan nama Malayu. karena raja Jambi pada tahun 1082 masih menjadi bawahan keluarga Rajendra. Namun. Pa-ta (Batak ?. Dengan demikian. kapan kiranya kebangkitan tersebut dimulai tidak dapat dipastikan. Itu artinya. maka tidak mungkin Sriwijaya menjadi bawahan Sriwijaya. Ling-yasi-kia (Langkasuka). ketika Sriwijaya mengalami kehancuran pada tahun 1025. Selain itu dalam daftar di atas juga ditemukan nama Pa-lin-fong yang identik dengan Palembang. yaitu Pong-fong. bahwa saat itu Sriwijaya telah kehilangan kekuasaannya atas Sumatra dan Semenanjung Malaya. yang terletak di perbatasan Kamboja. setelah Sriwijaya mengalami kekalahan. Kien-pi. meskipun prasasti Grahi tidak menyebutnya dengan jelas. Dalam naskah berjudul Chu-fan-chi karya Chau Ju-kua tahun 1225 disebutkan bahwa negeri San-fo-tsi memiliki 15 daerah bawahan. Kia-lo-hi (Kamboja). daftar tersebut tidak menyebutkan nama Mo-lo-yeu ataupun nama lain yang mirip Dharmasraya. Sementara itu. Arca tersebut kemudian diletakkan di kota Dharmasraya. tidak diketahui dengan jelas apakah pemimpin kebangkitan tersebut adalah Srimat Trailokyaraja. Dengan demikian. Yang disebut adalah Kien-pi. dan Si-lan (Sailan ?). Istilah Srimat yang ditemukan di depan nama Trailokyaraja dan Tribhuwanaraja berasal dari bahasa Tamil yang bermakna ”tuan pendeta”. Trailokyaraja pun bisa juga dianggap sebagai raja Malayu. Namun. Malayu bangkit kembali sebagai penguasa Selat Malaka. Dengan demikian. yang mungkin identik dengan Jambi. Karena Palembang sama dengan Sriwijaya. istilah San-fo-tsi pada tahun 1225 tidak lagi identik dengan Sriwijaya.

meskipun kerajaan yang berkuasa saat itu adalah Dharmasraya. Mereka kemudian merebut daerah penghasil lada di Kuntu–Kampar. Serangan tersebut terkenal dengan sebutan Ekspedisi Pamalayu yang dipimpin oleh Kebo Anabrang sebagai komandan. karena saat itu masa kejayaan Sriwijaya sudah berakhir. daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan Kerajaan Dharmasraya. raja kedua Majapahit. Dalam prasasti itu. Raden Wijaya merupakan raja pertama Kerajaan Majapahit. sehingga Kertanagara terpaksa mengirim pasukan untuk menyerang Sumatra. Akan tetapi. Namun ada kemungkinan lain bahwa Raden Wijaya juga mengambil Dara Jingga sebagai istri. catatan sejarah Majapahit berjudul Nagarakretagama tahun 1365 sama sekali tidak pernah menyebut adanya negeri bernama Sriwijaya. yaitu zaman Majapahit dan Dinasti Ming. Sementara itu. Tidak diketahui dengan pasti kapan istana Dharmasraya jatuh ke tangan pasukan Singhasari. istilah San-fo-tsi yang semula bermakna Sriwijaya tetap digunakan dalam berita Cina untuk menyebut Pulau Sumatra secara umum. Itu artinya. rencana tersebut semula hendak dijalankan secara damai. Dikalahkan Singhasari Pada tahun 1275 raja Kerajaan Singhasari di Pulau Jawa yang bernama Kertanagara memutuskan untuk menguasai lalu lintas perdagangan Selat Malaka. yaitu salah . Jadi. Nama Adwayawarman ini mirip dengan Adwayabrahma. Dan ini dilakukan untuk menjaga ketentraman dan kestabilan kerajaan setelah peralihan kekuasaan di Singhasari. Hal yang serupa terjadi pada abad ke-14. San-fo-tsi yang dikenal oleh Dinasti Ming memang bukan Sriwijaya. Sementara itu. Ia mengambil Dara Petak sebagai istri yang kemudian melahirkan Jayanagara. Jadi. Kebo Anabrang berhasil mengalahkan ibu kota Malayu. Tujuan utamanya ialah untuk membendung pengaruh kekuasaan Khubilai Khan penguasa Dinasti Yuan atau bangsa Mongol. raja Malayu menolak hal itu. sehingga terbukti kalau saat itu Sumatra telah menjadi bawahan Jawa. Dara Jingga diserahkan kepada seorang “dewa”. seolah-olah saat itu Sriwijaya masih ada. Kertanagara sendiri telah meninggal setahun sebelumnya. sedangkan Kertanagara bergelar maharajadhiraja. Prasasti Padangroco tahun 1286 hanya menyebutkan tentang pengiriman arca Amoghapasa sebagai hadiah Singhasari untuk ditempatkan di Dharmasraya. melainkan sebutan umum untuk Pulau Sumatra yang di dalamya antara lain terdapat negeri Dharmasraya dan Palembang. putra Adwayawarman. Catatan sejarah Dinasti Ming masih menggunakan istilah San-fo-tsi.melainkan identik dengan Dharmasraya. kehidupan ekonomi Kerajaan Malayu berhasil dilumpuhkan. Sepasang Putri Malayu Naskah Pararaton dan Kidung Panji Wijayakrama menyebutkan bahwa pasukan Kebo Anabrang kembali ke Jawa tahun 1293 membawa dua orang putri Malayu bernama Dara Jingga dan Dara Petak. Pasukan Kebo Anabrang mendarat dan merebut pelabuhan Malayu di Jambi. karena hal ini lumrah sebab Raden Wijaya pada waktu itu telah menjadi raja serta juga memperistri semua anak-anak perempuan Kertanagara. Yang terakhir. Menurut Nagarakretagama. yaitu Dharmasraya. Dengan demikian. Keduanya dipersembahkan kepada Raden Wijaya menantu Kertanagara. Ia kemudian melahirkan Tuan Janaka yang kelak menjadi raja Malayu bergelar Mantrolot Warmadewa. Tribhuwanaraja bergelar maharaja. Mantrolot Warmadewa identik dengan Adityawarman Mauli Warmadewa.

satu pengawal arca Amoghapasa dalam prasasti Padangroco tahun 1286. wilayah jajahan Majapahit di Sumatra dijadikan satu dengan berpusat di Palembang. Hal ini menunjukkan kalau ia adalah keturunan Srimat Tribhuwanaraja. Maharaja Hayam Wuruk yang saat itu masih berkuasa di Majapahit berhasil menumpas pemberontakan Pagaruyung. Saat itu Adwayabrahma menjabat sebagai Rakryan Mahamantri dalam pemerintahan Kertanagara. negeri San-fo-tsi (atau Sumatra) terbagi manjadi tiga dan masing-masing berusaha meminta bantuan Cina untuk lepas dari kekuasaan She-po (atau Jawa). • Kesultanan Johor-Riau Kesultanan Johor yang terkadang disebut juga sebagai Johor-Riau atau Johor-RiauLingga adalah kerajaan yang didirikan pada tahun 1528 oleh Sultan Alauddin Riayat Syah. negeri-negeri jajahan di Sumatra berusaha untuk memerdekakan diri dengan meminta bantuan Kerajaan Ming di Cina. Mahmud Syah. kerajaan-kerajaan di Sanfo-tsi dijadikan satu dengan nama Chiu-chiang. Maka. putra sultan terakhir Malaka. Meskipun Adityawarman adalah cucu Srimat Tribhuwanaraja. Secara berturut-turut pada tahun 1375. Namun pada tahun 1377 tentara She-po menyerang dan menghancurkan San-fo-tsi. Raden Wijaya menikahkan Dara Jingga dengan Adwayabrahma sehingga lahir Adityawarman. Rupanya setelah Gajah Mada meninggal tahun 1364. Sementara Ma-na-cha-wu-li adalah ejaan untuk Maharaja Mauli raja Dharmasraya. Itu berarti. Jabatan ini merupakan jabatan tingkat tinggi. Adityawarman kemudian mendirikan Kerajaan Malayapura di Pagaruyung. Dalam catatan Dinasti Ming. Seng-kia-lie-yulan adalah Adityawarman raja Pagaruyung. dapat disimpulkan kalau Dara Jingga (dan juga Dara Petak) adalah putri dari raja Dharmasraya tersebut. Dharmasraya Zaman Majapahit Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365 menyebut Dharmasraya sebagai salah satu di antara sekian banyak negeri jajahan Kerajaan Majapahit di Pulau Sumatra. 1376. Sejak saat itu ketiga negeri di San-fo-tsi disatukan dan diganti namanya menjadi Chiu-chiang. setelah tahun 1377. Ma-hana-po-lin-pang. Palembang. tidak dapat dipastikan apakah kemudian Dharmasraya tunduk begitu saja terhadap Majapahit sebagai kelanjutan dari Singhasari. dan Ma-na-cha-wu-li. Sumber lain menyebutkan bahwa keduanya lahir dari permaisuri raja Malayu bernama Putri Reno Mandi. Adityawarman sendiri menggunakan gelar Mauli Warmadewa. sedangkan Dharmasraya dipegang oleh Maharaja Mauli. yaitu keturunan Tribhuwanaraja lainnya. Menurut naskah Ying-yai-seng-lan. Namun. dan Dharmasraya pada tahun 1377. Mungkin yang dimaksud dengan “dewa” dalam Pararaton adalah tokoh ini. nama Chiu-chiang sama dengan Po-lin-pang. namun ia tidak memiliki hak atas takhta Dharmasraya karena ia lahir dari Dara Jingga. Catatan Cina menyebut bahwa setelah pemberontakan tersebut. Ma-ha-na-po-lin-pang adalah ejaan Cina untuk Maharaja Palembang. Sebelumnya daerah Johor-Riau merupakan bagian dari Kesultanan Malaka yang runtuh akibat serangan Portugis pada 1511. Akan tetapi. dan 1377 ketiganya mengirimkan duta besar ke Cina meminta bantuan. . Dharmasraya memang telah ditaklukkan oleh Singhasari dan menjalin persaudaraan melalui perkawinan antara Dara Petak dan Raden Wijaya pada akhir abad ke-13. Dengan kata lain. Ketiga negeri tersebut masing-masing dipimpin oleh Seng-kia-lie-yulan.

1722-1760: Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah (Raja Sulaiman/Yang DiPertuan Besar Johor-Riau) 13. 1812-1819: Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah (Tengku Abdul Rahman) Raja-raja Kesultanan Johor (1824-sekarang) 1. 1855-1862: Raja Temenggung Tun Daeng Ibrahim (Seri Maharaja Johor) 4. Jalil Syah I (Raja Abdul Jalil) 4. Sultan Ibrahim. tidak diakui oleh Inggris) 3. 1981-kini: Sultan Mahmood Iskandar Al-Haj Kerajaan Islam di Jawa • Kesultanan Demak (1500 – 1550) Kesultanan Demak atau Kesultanan Demak Bintara adalah kesultanan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. 1570/71-1597: Sultan Ali Jalla Abdul Jalil Syah II (Raja Umar) 5. 1819-1835: Sultan Hussain Shah (Tengku Husin/Tengku Long) 2. dipaksa untuk menerima kehadiran Residen Britania. 1718-1722: Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (Raja Kecil/Yang DiPertuan Johor) 12. Pada tahun yang sama Singapura sepenuhnya berada di bawah kendali Britania. 1760-1761: Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah 14. dan daerah-daerah di Sumatera seperti Riau Daratan dan Jambi. 1570-1571: Sultan Abd. Sebagai balas jasa atas bantuan merebut tahta Johor Sultan Hussein Syah mengizinkan Britania pada 1819 untuk mendirikan pemukiman di Singapura. 1895-1959: Sultan Ibrahim ibni Sultan Abu Bakar 6. dan tercatat menjadi . Kepulauan Riau. 1564-1570: Sultan Muzaffar Syah II (Raja Muzafar/Radin Bahar) 3. Johor menjadi salah satu negara bagian Malaysia ketika negara itu didirikan pada 1963. Kesultanan ini sebelumnya merupakan keadipatian (kadipaten) vazal dari kerajaan Majapahit. Dengan ditandatanganinya Traktat London tahun 1824 Kesultanan Johor-Riau dibagi dua menjadi Kesultanan Johor. 1677-1685: Sultan Ibrahim Syah (Raja Ibrahim/Putera Raja Bajau) 9. 1959-1981: Sultan Ismail ibni Sultan Ibrahim 7. dan Kesultanan Riau-Lingga.Pada puncak kejayaannya Kesultanan Johor-Riau mencakup wilayah Johor sekarang. 1761-1812: Sultan Mahmud Syah III (Raja Mahmud) 16. Singapura. 1528-1564: Sultan Alauddin Riayat Syah II (Raja Ali/Raja Alauddin) 2. Pada tahun 1914. 1862-1895: Sultan Abu Bakar Daeng Ibrahim (Temenggung Che Wan Abu Bakar/Ungku Abu Bakar) 5. 1761: Sultan Ahmad Riayat Syah 15. 1615-1623: Sultan Abdullah Ma’ayat Syah (Raja Mansur) 7. 1685-1699: Sultan Mahmud Syah II (Raja Mahmud) 10. 1699-1720: Sultan Abdul Jalil IV (Bendahara Paduka Raja Tun Abdul Jalil) 11. Raja-raja Johor Raja-raja Kesultanan Johor-Riau (1528-1824) 1. 1623-1677: Sultan Abdul Jalil Syah III (Raja Bujang) 8. 1597-1615: Sultan Alauddin Riayat Syah III (Raja Mansur) 6. Dengan demikian Johor efektif menjadi koloni Mahkota Britania. Riau-Lingga dihapuskan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1911. 1835-1877: Sultan Ali (Tengku Ali.

• Kesultanan Banten (1524 – 1813) Kesultanan Banten berawal ketika Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke daerah barat. kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menunggu waktu. Sunan Gunung Jati bersama pasukan Demak . Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527). putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Demak di bawah Sultan Trenggono Sultan Trenggono berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada tahun 1568.pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. dan Blambangan. Pada masa itu arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati. Sementara Raden Patah mendapat dukungan dari Walisongo. yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara. Cikal-bakal Demak Pada saat kerajaan Majapahit mengalami masa surut. 1546). Lokasi ibukota Kesultanan Demak. dan hal ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang. Pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya “dihabisi” oleh suruhan Arya Penangsang. dan di sana ia mendirikan Kesultanan Pajang. Salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Demak ialah Mesjid Agung Demak. Pada masa sultan ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca “Prawoto”). saling mengklaim sebagai pewaris tahta Majapahit. Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri adipati Jepara. kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527. menantu Sunan Prawoto. yang diperkirakan didirikan oleh para Walisongo.[rujukan?] yaitu Raden Patah dan Ki Ageng Pengging. Kesultanan Demak tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Malang (1545). Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kesultanan maritim yang besar. dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto Kemunduran Demak Suksesi ke tangan Sunan Prawoto tidak berlangsung mulus. Pada tahun 1524/1525. secara praktis wilayah-wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Wilayah-wilayah yang terbagi menjadi kadipatenkadipaten tersebut saling serang. Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan oleh pasukan Joko Tingkir. Sultan Trenggono meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan. Ki Ageng Pengging mendapat dukungan dari Syekh Siti Jenar. Tuban (1527). Panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak. Surabaya dan Pasuruan (1527). yang juga menjadi menantu Sultan Trenggono. kekuasaan Kesultanan Demak beralih ke Kesultanan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Dengan adanya Portugis di Malaka. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. Pada masa kepemimpinannya. Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang. Ia ditentang oleh adik Sultan Trenggono. pemuda asal Pasai (Sumatera). Di bawah Sultan Trenggono. Madiun (1529). Demak di bawah Pati Unus Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara.

Sunda Kalapa dan Cimanuk. Terjadi perebutan kekuasaan setelah Maulana Yusuf wafat (1570). Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten. Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten. Puncak kejayaan Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abu Fatah Abdulfatah atau lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. Saat itu Pelabuhan Banten telah menjadi pelabuhan internasional sehingga perekonomian Banten maju pesat. Wilayah kekuasaannya meliputi sisa kerajaan Sunda yang tidak direbut kesultanan Mataram dan serta wilayah yang sekarang menjadi provinsi Lampung. Perang ini dimenangkan oleh Kerajaan Banten karena dibantu oleh para ulama. Sedangkan anak kedua menikah dengan anak dari Ratu Kali Nyamat dan menjadi Penguasa Jepara. Cigede. Herman William Daendels tahun 1808. Masa kekuasaan Sultan Haji Pada zaman pemerintahan Sultan Haji. Anak yang pertama bernama Maulana Yusuf. sebelumnya Banten merupakan salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda selain pelabuhan Pontang. seperti tertera dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin. Sultan Muhamad Syafiuddin dilucuti dan dipaksa turun takhta oleh Thomas Stamford Raffles. Akhirnya Kerajaan Jepara menyerang Kerajaan Banten. Sejarah Anak dari Sunan Gunung Jati (Hasanudin) menikah dengan seorang putri dari Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak. Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung Penghapusan kesultanan Kesultanan Banten dihapuskan tahun 1813 oleh pemerintah kolonial Inggris. wilayah Lampung diserahkan kepada VOC.merebut pelabuhan Banten dari kerajaan Sunda.[2]) • Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad 1640 – 1650 • Sultan Ageng Tirtayasa 1651-1680 • Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji) 1683 – 1687 • Abdul Fadhl / Sultan Yahya (1687-1690) • Abul Mahasin Zainul Abidin (1690-1733) • Muhammad Syifa Zainul Ar / Sultan Arifin (1750-1752) . tepatnya pada 12 Maret 1682. Pangeran Jepara merasa berkuasa atas Kerajaan Banten daripada anak Maulana Yusuf yang bernama Maulana Muhammad karena Maulana Muhammad masih terlalu muda. Tragedi ini menjadi klimaks dari penghancuran Surasowan oleh GubernurJenderal Belanda. dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Demak. Syarif Makkah saat itu. Menurut sumber Portugis. Pada tahun itu.[1] Daftar pemimpin Kesultanan Banten • Sunan Gunung Jati • Sultan Maulana Hasanudin 1552 – 1570 • Maulana Yusuf 1570 – 1580 • Maulana Muhammad 1585 – 1590 • Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir 1605 – 1640 (dianugerahi gelar tersebut pada tahun 1048 H (1638) oleh Syarif Zaid. Tamgara (Tangerang).

Putranya yang bergelar Jaka Tingkir setelah dewasa justru mengabdi ke Demak. Nama aslinya adalah Dyah Nertaja. Jaka Sengara diangkat Brawijaya sebagai bupati Pengging dan dinikahkan dengan Retno Ayu Pembayun. bergelar Ki Ageng Pengging. raja Majapahit selanjutnya. Asal-usul Sesungguhnya nama negeri Pajang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Kompleks keraton. musuh bebuyutan Prabu Baka raja Prambanan. Prestasi Jaka Tingkir yang cemerlang dalam ketentaraan membuat ia diangkat sebagai menantu Sultan Trenggana. yang merupakan ibu dari Wikramawardhana. ada seorang adik perempuan Hayam Wuruk (raja Majapahit saat itu) menjabat sebagai penguasa Pajang. Wilayah Pajang saat itu meliputi daerah Pengging (sekarang kira-kira mencakup Boyolali dan Klaten). Atas jasanya itu. nama Pengging muncul kembali. Kesultanan Pajang Menurut naskah babad. Ia kemudian digantikan oleh putranya. Cerita Rakyat yang sudah melegenda menyebut Pengging sebagai kerajaan kuno yang pernah dipimpin Prabu Anglingdriya. bergelar Bhatara i Pajang. Kartasura. atau disingkat Bhre Pajang. Beberapa tahun kemudian Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh hendak memeberontak terhadap Demak. Kota Surakarta dan Desa Makamhaji. Muncul seorang pahlawan bernama Jaka Sengara yang berhasil merebut sang putri dan membunuh penculiknya.• Muhammad Wasi Zainifin (1733-1750) • Syarifuddin Artu Wakilul Alimin (1752-1753) • Muhammad Arif Zainul Asyikin (1753-1773) • Abul Mafakir Muhammad Aliyuddin (1773-1799) • Muhyiddin Zainush Sholihin (1799-1801) • Muhammad Ishaq Zainul Muttaqin (1801-1802) • Wakil Pangeran Natawijaya (1802-1803) • Aliyuddin II (1803-1808) • Wakil Pangeran Suramanggala (1808-1809) • Muhammad Syafiuddin (1809-1813) • Muhammad Rafiuddin (1813-1820) • Kesultanan Pajang (1568 – 1618) Kesultanan Pajang adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kesultanan Demak. Ketika Majapahit dipimpin oleh Brawijaya (raja terakhir versi naskah babad). yang bernama Raden Kebo Kenanga. dan sekitarnya. Andayaningrat gugur di tangan Sunan Ngudung saat terjadinya perang antara Majapahit dan Demak. Dalam naskah-naskah babad. Butuh. Menurut Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365. berada di perbatasan Kelurahan Pajang. Sukoharjo. Kisah ini dilanjutkan dengan dongeng berdirinya Candi Prambanan. Sejak saat itu Pengging menjadi daerah bawahan Kesultanan Demak. yang sekarang tinggal batas-batas fondasinya saja. . Dikisahkan putri Brawijaya yang bernama Retno Ayu Pembayun diculik Menak Daliputih raja Blambangan putra Menak Jingga. negeri Pengging disebut sebagai cikal bakal Pajang. dan menjadi bupati Pajang bergelar Hadiwijaya. Jaka Sengara kemudian bergelar Andayaningrat. Tingkir (daerah Salatiga).

Sunan Kalijaga juga pernah membantu Ki Ageng Pemanahan meminta haknya pada Sultan Hadiwijaya atas tanah Mataram sebagai hadiah sayembara menumpas Arya Penangsang. Misalnya. karena Sunan Kudus sendiri sudah meninggal tahun 1550. dan menggantinya dengan Arya Pangiri. Pemberontakan Mataram Tanah Mataram dan Pati adalah dua hadiah Sultan Hadiwijaya untuk siapa saja yang mampu menumpas Arya Penangsang tahun 1549. Sunan Prawoto naik takhta. bahkan ikut mendirikan kerajaan tersebut. Perkembangan Pada awal berdirinya tahun 1549. Dalam kesempatan itu. Peran Wali Songo Pada zaman Kesultanan Demak. Arya Penangsang juga berusaha membunuh Hadiwijaya namun gagal. Mungkin yang dimaksud dengan Sunan Kudus dalam naskah babad adalah Panembahan Kudus. Meskipun tidak lagi bersidang secara aktif. Sedangkan Ki Ageng Pemanahan baru mendapatkan hadiahnya tahun 1556 berkat bantuan Sunan Kalijaga. raja baru pengganti Sultan Trenggana. wilayah Kesultanan Pajang hanya meliputi sebagian Jawa Tengah saja. Arya Penangsang tewas dikeroyok Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Pemimpinnya yang bernama Raden Pratanu alias Panembahan Lemah Dhuwur juga diambil sebagai menantu Sultan Hadiwijaya. namun kemudian tewas dibunuh sepupunya. yaitu Arya Penangsang bupati Jipang tahun 1549. Hadiwijaya dan para pengikutnya berhasil mengalahkan Arya Penangsang. daerah Mataram semakin hari . peran Wali Songo ikut memudar. Di bawah pimpinannya. Menurut laporan resmi peperangan. Sepeninggal Sultan Trenggana. Tokoh Sutawijaya inilah yang sebenarnya membunuh Arya Penangsang. Sunan Prapen bertindak sebagai pelantik Hadiwijaya sebagai sultan. yang ibu kotanya dipindah ke Pajang. Sebagai tanda ikatan politik. Sementara itu. para adipati sepakat mengakui kedaulatan Pajang di atas negeri-negeri Jawa Timur. Ramalan tersebut menjadi kenyataan ketika Mataram dipimpin Sutawijaya putra Ki Ageng Pemanahan sejak tahun 1575. Majelis ini bersidang secara rutin selama periode tertentu dan ikut menentukan kebijakan politik Demak. Dengan dukungan Ratu Kalinyamat (bupati Jepara putri Sultan Trenggana). Hal ini disebabkan karena Sultan Hadiwijaya mendengar ramalan Sunan Prapen bahwa di Mataram akan lahir kerajaan yang lebih besar dari pada Pajang. Setelah itu. sedikit banyak para wali masih berperan dalam pengambilan kebijakan politik Pajang. yaitu Madura juga berhasil ditundukkan Pajang. Negeri kuat lainnya. karena negeri-negeri Jawa Timur banyak yang melepaskan diri sejak kematian Sultan Trenggana. Ia pun menjadi pewaris takhta Kesultanan Demak. Ia juga menjadi mediator pertemuan Sultan Hadiwijaya dengan para adipati Jawa Timur tahun 1568. Ki Penjawi diangkat sebagai penguasa Pati sejak tahun 1549. Pada tahun 1568 Sultan Hadiwijaya dan para adipati Jawa Timur dipertemukan di Giri Kedaton oleh Sunan Prapen. majelis ulama Wali Songo memiliki peran penting. ia berhasil menyingkirkan Pangeran Benawa dari jabatan putra mahkota. Wali lain yang masih berperan menurut naskah babad adalah Sunan Kudus. Sunan Kudus bahkan terlibat pembunuhan terhadap Sunan Prawoto. Sepeninggal Sultan Hadiwijaya tahun 1582. Panji Wiryakrama dari Surabaya (pemimpin persekutuan adipati Jawa Timur) dinikahkan dengan putri Sultan Hadiwijaya.Sepeninggal Sultan Trenggana tahun 1546.

atas jasanya. Pusat pemerintahan berada di Mentaok. merasa prihatin. Keruntuhan Sepulang dari perang. Ia dikembalikan ke negeri asalnya yaitu Demak. Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dan meninggal dunia. Hadiwijaya. yaitu Pangeran Benawa dan Arya Pangiri sebagai raja selanjutnya. Lokasi keraton (tempat kedudukan raja) pada masa awal terletak di Banguntapan. Kerajaan Mataram pada masa keemasannya dapat menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya termasuk Madura serta meninggalkan beberapa jejak sejarah yang dapat dilihat hingga kini. Pangeran Benawa bergelar Sultan Prabuwijaya • Kesultanan Mataram (1586 – 1755) Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Jawa yang didirikan oleh Sutawijaya. seperti wilayah Matraman di Jakarta dan sistem persawahan di Karawang. yaitu Tumenggung Mayang. Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya 2. Terjadi persaingan antara putra dan menantunya. Pada saat itu wilayahnya hanya di sekitar Jawa Tengah saat ini. mewarisi wilayah Kerajaan Pajang. namun Pangeran Benawa tetap menganggapnya sebagai saudara tua. adik Sutawijaya. wilayah yang terletak kira-kira di timur Kota Yogyakarta dan selatan Bandar Udara Adisucipto sekarang. Pemerintahan Pangeran Benawa berakhir tahun 1587. Pemerintahan Prabu Hanyokrowati tidak berlangsung lama karena beliau wafat karena kecelakaan saat sedang berburu di hutan Krapyak. Pada tahun 1582 meletus perang Pajang dan Mataram karena Sutawijaya membela adik iparnya.semakin maju dan berkembang. Perang itu dimenangkan pihak Mataram meskipun pasukan Pajang jumlahnya lebih besar. Masa awal Sutawijaya naik tahta setelah ia merebut wilayah Pajang sepeninggal Hadiwijaya dengan gelar Panembahan Senopati. Tidak ada putra mahkota yang menggantikannya sehingga Pajang pun dijadikan sebagai negeri bawahan Mataram. Meskipun pada tahun 1582 Sutawijaya memerangi Sultan Hadiwijaya. Pada tahun 1586 Pangeran Benawa bersekutu dengan Sutawijaya menyerbu Pajang. Arya Pangiri didukung Panembahan Kudus berhasil naik takhta tahun 1583. Perang antara Pajang melawan Mataram dan Jipang berakhir dengan kekalahan Arya Pangiri. Daftar Raja Pajang 1. Yang menjadi bupati di sana ialah Pangeran Gagak Baning. Pemerintahan Arya Pangiri hanya disibukkan dengan usaha balas dendam terhadap Mataram. Hal itu membuat Pangeran Benawa yang sudah tersingkir ke Jipang. keturunan dari Ki Ageng Pemanahan yang mendapat hadiah sebidang tanah dari raja Pajang. Kehidupan rakyat Pajang terabaikan. Sutawijaya sendiri mendirikan Kesultanan Mataram di mana ia sebagai raja pertama bergelar Panembahan Senopati. Sesudah ia meninggal (dimakamkan di Kotagede) kekuasaan diteruskan putranya Mas Jolang yang setelah naik tahta bergelar Prabu Hanyokrowati. yang dihukum buang ke Semarang oleh Sultan Hadiwijaya. Arya Pangiri bergelar Sultan Ngawantipura 3. kemudian dipindah ke Kotagede. Pangeran Benawa kemudian menjadi raja Pajang yang ketiga. Karena itu ia juga disebut Susuhunan .

Pada masanya. Kekacauan politik baru dapat diselesaikan pada masa Pakubuwana III setelah pembagian wilayah Mataram menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta tanggal 13 Februari 1755. tidak jauh dari Kerta. Wilayah Mataram mencakup Pulau Jawa dan Madura (kirakira gabungan Jawa Tengah. DIY. Amangkurat III memberontak dan menjadi “king in exile” hingga tertangkap di Batavia lalu dibuang ke Ceylon. Ternyata Adipati Martoputro menderita penyakit syaraf sehingga tahta beralih ke putra sulung Mas Jolang yang bernama Mas Rangsang. sekitar 5km sebelah barat Pajang karena kraton yang lama dianggap telah tercemar.Seda Krapyak atau Panembahan Seda Krapyak yang artinya Raja (yang) wafat (di) Krapyak. kraton dipindahkan lagi ke Kartasura (1680). maka muncul sebutan pula “Mataram Kerta”). Penggantinya. Jawa Tengah). Pakubuwana II (1726-1749). sangat patuh pada VOC sehingga kalangan istana banyak yang tidak puas dan pemberontakan terus terjadi. Amangkurat II (Amangkurat Amral). Akibat terjadi gesekan dalam penguasaan perdagangan antara Mataram dengan VOC yang berpusat di Batavia. Pengganti Amangkurat II berturut-turut adalah Amangkurat III (1703-1708). Berakhirlah era Mataram sebagai satu kesatuan politik dan wilayah. di sebelah timur kota Karanganyar. Sultan Pajang mengangkat Sutawijaya. Mataram lalu berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon dan terlibat dalam beberapa peperangan antara Mataram melawan VOC. Ia wafat di Tegalarum (1677) ketika mengungsi sehingga dijuluki Sunan Tegalarum. Walaupun demikian sebagian masyarakat Jawa beranggapan bahwa Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta adalah “ahli waris” dari Kesultanan Mataram. Setelah itu tahta beralih sebentar ke tangan putra keempat Mas Jolang yang bergelar Adipati Martoputro. • 1584 – Ki Ageng Pemanahan meninggal. putra Ki Ageng Pemanahan sebagai penguasa baru di Mataram. Akibatnya Mataram memiliki dua raja dan ini menyebabkan perpecahan internal. Setelah wafat (dimakamkan di Imogiri). Pada masanya Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. Pembagian wilayah ini tertuang dalam Perjanjian Giyanti (nama diambil dari lokasi penandatanganan. melainkan “sunan” (dari “Susuhunan” atau “Yang Dipertuan”). bergelar “Ngabehi Loring Pasar” (karena rumahnya di utara pasar). • 1577 – Ki Ageng Pemanahan membangun istananya di Pasargede atau Kotagede. terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh Trunajaya dan memaksa Amangkurat bersekutu dengan VOC. dan Jawa Timur sekarang). Selain itu. Sultan Agung Sesudah naik tahta Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. Peristiwa Penting • 1558 – Ki Ageng Pemanahan dihadiahi wilayah Mataram oleh Sultan Pajang Adiwijaya atas jasanya mengalahkan Arya Penangsang. “kertå”. Amangkurat IV (1719-1726). Ia memindahkan lokasi kraton ke Kerta (Jw. ia tidak lagi menggunakan gelar sultan. Pemerintahan Amangkurat I kurang stabil karena banyak ketidakpuasan dan pemberontakan. Pada masanya. . Terpecahnya Mataram Amangkurat I memindahkan lokasi keraton ke Pleret (1647). VOC tidak menyukai Amangkurat III karena menentang VOC sehingga VOC mengangkat Pakubuwana I (Puger) sebagai raja. ia digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat (Amangkurat I). Pakubuwana I (1704-1719).

• 1645 – 1677 – Pertentangan dan perpecahan dalam keluarga kerajaan Mataram. yang dimanfaatkan oleh VOC. • 1742 – Ibukota Kartasura dikuasai pemberontak. Sebuah perjanjian sangat berat (menggadaikan kedaulatan Mataram kepada VOC selama belum dapat melunasi hutang biaya perang) bagi Mataram dibuat oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai imbalan atas bantuan VOC. • 1601 – Panembahan Senopati wafat dan digantikan putranya. bergelar “Senapati Ingalaga Sayidin Panatagama” artinya Panglima Perang dan Ulama Pengatur Kehidupan Beragama. Sutawijaya dan pasukannya selamat. • 1743 – Dengan bantuan VOC Ibukota Kartasura berhasil direbut dari tangan pemberontak dengan keadaan luluh lantak. • 1746 – Susuhunan Paku Buwana II secara resmi menempati ibukota baru yang dinamai Surakarta. kemudian digantikan oleh putranya Pangeran Aryo Martoputro. kemudian digantikan oleh kakaknya Raden Mas Rangsang. • 1681 – Pangeran Puger diturunkan dari tahta Pleret. • 1708 – Susuhunan Amangkurat III ditangkap dan dibuang ke Srilanka sampai wafatnya pada 1734. • 1719 – Susuhunan Paku Buwono I meninggal dan digantikan putra mahkota dengan gelar Susuhunan Amangkurat IV atau Prabu Mangkurat Jawa. Mangkubumi. Karena sering sakit. Awal Perang Tahta II (1719-1723). • 1703 – Susuhunan Amangkurat III wafat. • 1613 – Mas Jolang wafat. Terakhir setelah 1640-an beliau menggunakan gelar bergelar “Sultan Agung Senapati Ingalaga Abdurrahman” • 1645 – Sultan Agung wafat dan digantikan putranya Susuhunan Amangkurat I. • 1588 – Mataram menjadi kerajaan dengan Sutawijaya sebagai Sultan. • 1677 – Trunajaya merangsek menuju Ibukota Pleret. P. Susuhunan Amangkurat I mangkat. Pangeran Puger yang diserahi tanggung jawab atas ibukota Pleret mulai memerintah dengan gelar Susuhunan Ing Ngalaga. Mas Jolang yang bergelar Panembahan Hanyakrawati dan kemudian dikenal sebagai “Panembahan Seda ing Krapyak” karena wafat saat berburu (jawa: krapyak). Susuhunan Amangkurat III membentuk pemerintahan pengasingan.• 1587 – Pasukan Kesultanan Pajang yang akan menyerbu Mataram porak-poranda diterjang badai letusan Gunung Merapi. • 1745 – Susuhunan Paku Buwana II membangun ibukota baru di desa Sala di tepian Bengawan Beton. Awal Perang Tahta I (1704-1708). • 1726 – Susuhunan Amangkurat IV meninggal dan digantikan Putra Mahkota yang bergelar Susuhunan Paku Buwono II. Setelah Menaklukkan Madura beliau menggunakan gelar “Susuhunan Hanyakrakusuma”. Konflik Istana menyebabkan saudara Susuhunan. • 1680 – Susuhunan Amangkurat II memindahkan ibukota ke Kartasura. . • 1704 – Dengan bantuan VOC Pangeran Puger ditahtakan sebagai Susuhunan Paku Buwono I. Gelar pertama yang digunakan adalah Panembahan Hanyakrakusuma atau “Prabu Pandita Hanyakrakusuma”. Putra mahkota diangkat menjadi Susuhunan Amangkurat III. Putra Mahkota dilantik menjadi Susuhunan Amangkurat II di pengasingan. Susuhunan Paku Buwana II berada dalam pengasingan.

• 1757 – Perpecahan kembali melanda Mataram. • 1752 – Mangkubumi berhasil menggerakkan pemberontakan di provinsi-provinsi Pasisiran (daerah pantura Jawa) mulai dari Banten sampai Madura. Mangkubumi diproklamirkan sebagai Susuhunan Paku Buwono oleh para pengikutnya. Perpecahan Mangkubumi-RM Said.M. PB III meratifikasi nota kesepahaman. membuatnya menjadi pelabuhan dan “jembatan” antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas. • 1749 – 11 Desember Susuhunan Paku Buwono II menandatangani penyerahan kedaulatan Mataram kepada VOC. Sejarah Menurut Sulendraningrat yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja . Pepatih Dalem Yogyakarta.meninggalkan istana. • 1788 – Susuhunan Paku Buwono III mangkat. • 1795 – KGPAA Mangku Nagara I meninggal. Nata Kusuma diangkat sebagai penguasa atas sebuah kepangeranan. Said diangkat sebagai penguasa atas sebuah kepangeranan. • 1755 – 13 Februari Puncak perpecahan terjadi. Seluruh daerah Manca nagara Yogyakarta dan Surakarta dirampas Belanda. 4 November. Pepatih Dalem Surakarta. • 1830 – Akhir perang Diponegoro. • Kesultanan Cirebon (sekitar abad ke-16) Kesultanan Cirebon adalah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad ke15 dan 16 Masehi. Kadipaten Paku Alaman yang terlepas dari Kesultanan Yogyakarta dengan gelar “Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Paku Alam”. • 1792 – Sultan Hamengku Buwono I wafat. Perjanjian Klaten menentukan tapal yang tetap antara Surakarta dan Yogyakarta dan membagi secara permanen Kerajaan Mataram ditandatangani oleh Sasradiningrat. Mataram secara de facto dan de yure dikuasai oleh Hindia Belanda. P. Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pangeran Mangkubumi menjadi Sultan atas Kesultanan Yogyakarta dengan gelar “Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing-Ngalaga Ngabdurakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah” atau lebih populer dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. Meletus Perang Tahta III yang berlangsung lebih dari 10 tahun (1746-1757) dan mencabik Kerajaan Mataram menjadi dua Kerajaan besar dan satu kerajaan kecil. Namun secara de facto Mataram baru dapat ditundukkan sepenuhnya pada 1830. dan Danurejo. dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau. 27 September. Batavia walau keberatan tidak punya pilihan lain selain meratifikasi nota yang sama. • 1813 – Perpecahan kembali melanda Mataram. P. 15 Desember van Hohendorff mengumumkan Putra Mahkota sebagai Susuhunan Paku Buwono III. Praja Mangkunegaran yang terlepas dari Kesunanan Surakarta dengan gelar “Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangku Nagara Senopati Ing Ayudha”. Nota Kesepahaman Mangkubumi-Hartingh. • 1754 – Nicolas Hartingh menyerukan gencatan senjata dan perdamaian. ditandai dengan Perjanjian Giyanti yang membagi Kerajaan Mataram menjadi dua. 23 September. yaitu Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. R. yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda. 12 Desember Di Yogyakarta.

yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah desa yang ramai dan diberi nama Caruban (Bahasa Sunda: campuran). Selain itu. yang tak lain adalah puteri dari Ki Gedeng Tapa. petis. Ia mulai membuka hutan ilalang dan membangun sebuah gubug dan sebuah tajug (Jalagrahan) pada tanggal 1 Syura 1358 (tahun Jawa) bertepatan dengan tahun 1445 Masehi. yang . Cirebon tumbuh menjadi cikal bakal pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat. setelah remaja dikenal dengan nama Kian Santang. adat istiadat. Sebagai Pangraksabumi atau wakilnya. Ki Gedeng Alang-Alang Kuwu atau kepala desa Caruban yang pertama yang diangkat oleh masyarakat baru itu adalah Ki Gedeng Alang-alang. yaitu Nyai Lara Santang/ Syarifah Mudaim dan Raden Sangara. dengan gelar Pangeran Cakrabuana. Dengan demikian. Cirebon pada awalnya adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. dan garam. melainkan lalu mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. dan mata pencaharian yang berbeda-beda untuk bertempat tinggal atau berdagang. Dari istilah air bekas pembuatan terasi (belendrang) dari udang rebon inilah berkembanglah sebutan cai-rebon (Bahasa Sunda:. Nama kecilnya adalah Raden Walangsungsang. diangkatlah Raden Walangsungsang. Perkembangan awal Ki Gedeng Tapa Ki Gedeng Tapa (atau juga dikenal dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati) adalah seorang saudagar kaya di pelabuhan Muarajati. air rebon) yang kemudian menjadi Cirebon. karena di sana bercampur para pendatang dari berbagai macam suku bangsa. Putera pertama Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua bernama SubangLarang (puteri Ki Gedeng Tapa). maka berkembanglah pekerjaan menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai serta pembuatan terasi.pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari. Cirebon. anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang ketiga Nyai Cantring Manikmayang. Sebagai anak sulung dan laki-laki ia tidak mendapatkan haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. Posisinya digantikan oleh adiknya. Masa Kesultanan Cirebon (Pakungwati) Pangeran Cakrabuana (…. Ia mempunyai dua orang saudara seibu. agama. bahasa. Prabu Surawisesa. Walangsungsang yang juga bergelar Ki Cakrabumi diangkat menjadi penggantinya sebagai kuwu yang kedua. Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya. mulailah para pendatang mulai menetap dan membentuk masyarakat baru di desa Caruban. Sejak saat itu. Hal ini disebabkan oleh karena ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Subanglarang – ibunya). sementara saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) Hindu dan Budha. yaitu putra Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang. Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya alam dari pedalaman. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. Cirebon kemudian menjadi sebuah kota besar dan menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa baik dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan Nusantara maupun dengan bagian dunia lainnya. Mengingat pada awalnya sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah sebagai nelayan. –1479) Pangeran Cakrabuana adalah keturunan Pajajaran. Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa meninggal.

terjadilah kekosongan jabatan pimpinan tertinggi kerajaan Islam Cirebon. karena ayah Pangeran Rasmi yaitu Pangeran Seda ing Gayam atau Panembahan Adiningkusumah meninggal lebih dahulu. Kuningan. Pangeran Dipati Carbon meninggal lebih dahulu pada tahun 1565. Namun. Panembahan Ratu II (1649-1677) Setelah Panembahan Ratu I meninggal dunia pada tahun 1649. Sunan Gunung Jati kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka. Banten merasa curiga sebab Cirebon dianggap lebih mendekat ke Mataram (Amangkurat I adalah mertua Panembahan Girilaya). yaitu Kesultanan Banten dan Kesultanan Mataram. Fatahillah kemudian naik takhta. Putra Pangeran Pasarean.dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Fatahillah menduduki takhta kerajaan Cirebon hanya berlangsung dua tahun karena ia meninggal dunia pada tahun 1570. Nyai Rarasantang dari hasil perkawinannya dengan Syarif Abdullah dari Mesir. Pangeran Rasmi kemudian menggunakan nama gelar ayahnya almarhum yakni Panembahan Adiningkusuma yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Panembahan Girilaya atau Panembahan Ratu II. dua tahun setelah Sunan Gunung Jati wafat dan dimakamkan berdampingan dengan makam Sunan Gunung Jati di Gedung Jinem Astana Gunung Sembung. cucu Sunan Gunung Jati. yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman. Fatahillah (1568-1570) Kekosongan pemegang kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat keraton yang selama Sunan Gunung Jati melaksanakan tugas dakwah. Pada mulanya calon kuat pengganti Sunan Gunung Jati ialah Pangeran Dipati Carbon. kedudukannya kemudian digantikan putra adiknya. pemerintahan dijabat oleh Fatahillah atau Fadillah Khan. karena Panembahan Girilaya dan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten adalah sama-sama keturunan Pajajaran. dan memerintah Cirebon secara resmi menjadi raja sejak tahun 1568. Pangeran Emas kemudian bergelar Panembahan Ratu I dan memerintah Cirebon selama kurang lebih 79 tahun. Sunda Kelapa. Kondisi ini memuncak . Pangeran Cakrabuana. takhta kerajaan jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Emas putra tertua Pangeran Dipati Carbon atau cicit Sunan Gunung Jati. pemerintahan Kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang bernama Pangeran Rasmi atau Pangeran Karim. Kawali (Galuh). Setelah Sunan Gunung Jati wafat. oleh karena tidak ada calon lain yang layak menjadi raja. tampil sebagai “raja” Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon. Mataram dilain pihak merasa curiga bahwa Cirebon tidak sungguh-sungguh mendekatkan diri. Sunan Gunung Jati (1479-1568) Pada tahun 1479 M. dan Banten. Panembahan Girilaya pada masa pemerintahannya terjepit di antara dua kekuatan kekuasaan. Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulailah oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Panembahan Ratu I (1570-1649) Sepeninggal Fatahillah. yakni Syarif Hidayatullah (1448-1568) yang setelah wafat dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif Abdullah dan bergelar pula sebagai Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah.

Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik.000.dari bank soal untuk menghadapi Ujian Nasional -[ dzikrul ]. Amerika.00 Komentar Terbaru:       garniz pada Penjualan Konsinyasi musi pada Stop Dreaming Start Action – Ayo Stop Only Dreaming.00 Naskah Drama -10 orang -30 menit .00 Membuat lingkaran dengan diameter sesuai panjang line yang dipilih .Rp 0.pada Negara-Negara di Benua Asia. Australia devil pada KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI Afandi pada Smile .dengan meninggalnya Panembahan Girilaya di Kartasura dan ditahannya Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya di Mataram.   Guest MasukMasukMasuk Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik. Afrika.Rp 23..Rp 0. Eropa. Panembahan Girilaya adalah menantu Sul Balas Tinggalkan Balasan guest Enter your comment here.00 Membuat lingkaran dengan diameter sesuai panjang line yang dipilih . Start Action NOW!! diah pada Kumpulan soal Matematika kelas 6 SD..Rp 0. Kirim Komentar 819 0 1311425733 New Daily Product     GRATIS -Cerpen -Rainy Love (Hujan Cinta) .

329 hits .575.Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisantulisan baru melalui email. subscribe 1396869 http://dahlanforum w idget fd8db57def /2009/05/02/keraj Daftar! ________  2.

2008 Kesehatan Kimia Latihan Soal Lingkungan Manajemen Matematika Nasehat Naskah Drama Negara Pemasaran Pendidikan Pengetahuan Penyakit Perusahaan PKN Praktek Puisi Renungan Resep Masakan Saran SD Sejarah Sekolah Sinopsis Sosial Testimoni .com Desain Busana Drama Ekonomi Iklan Industri Internet IPS ISO 9001 .Yang Lain: Agama Akuntansi Arsitektur Artikel Bahasa Indonesia Bank Soal Bisnis Buku Cerita Curhat dari okRek.

000 Blus Gwon .2008 Istilah-istilah Jasa Antar Jemput Jenis Busana Jepang Jilbab Kamus Istilah Kas Kayu Kebudayaan Keluarga Kemeja keperawanan Kesehatan Kesempatan Kerja Kesenian Keuangan Kewarganegaraan Kimia Komputer Konsinyasi Konsultasi Bisnis Limbah Lingkungan Long Dress Lucu/Humor Macam Busana Makalah Manajemen Manajemen Mutu Manusia Marketing Matematika Membaca Memproduksi Busana Muslim Menulis Merdeka Merk Mesin Mode Busana Narkoba Nasehat Naskah Drama Negara okrek.com dari okRek.com       Tunik Dorimo .Rp 85.com Olah Raga Organisasi Otonomi Daerah Pajak Pancasila Pantun Patiseri Peluang Pemasaran Pembelian Pemerintah Pendidikan Penerbangan Pengembangan Diri Pengetahuan Penghawaan Penyakit Perangkat Lunak Perhiasan persewaan Personalia Perusahaan PKN Politik Praktek Produk Cantik Produksi Busana Proposal Proyek Psikologi Puisi Quran Ragi Renungan Reproduksi Resep Masakan Roti Rumah dijual Salam Samudra Sarimbit Sastra SD Sejarah Sekolah Sekretaris Seni SEO Sinopsis Skripsi SMA Sosial Standar Ukuran Busana Start Action Stop Dreaming Stop Dreaming Start Action Struktur Struktur Bangunan Sukses Tata Busana Teknologi Tekstil Teman Tempat Curhat Tenda Test Testimoni Thermal TI Tugas Sekolah ULANGAN & TUGAS umum Uncategorized Usaha Viral Linking Virus Vitamin Yang Unik Zat Aditif dari Okrek.000 Dress Monocro .Rp 120.Kategori Abaya Action Agama Akuntansi Alam Alat Pesta Anggaran Antar Jemput Surabaya Arsitektur Artikel AutoCad AZZAM Bahan Busana Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bahasa Jawa Baja Bank Bank Soal Batik Batik Tulis Batik Unik Belajar Berita Besi Beton Beton Biologi Bisnis Bisnis Pulsa Blog Blogroll Blus Batik Budaya Buku Busana Muslim Cara Order Cerita Cerpen Curhat Daerah Dafar Isi dari Ayuna dari Duwur.000 Dress Selena .000 Blus Molin8 Cantik nan Murah .Rp 89.Rp 99.com Desain Busana Desain Busana Muslim Doa Dongeng Download BSE Drama Dunia Ekonomi Facebook Fisika Gempa Geografi Ginjal Gizi Hadits Hewan Hikayat html Iklan Indonesia Industri Interior Internet IPA IPS Islam ISO 9001 .000 Blazer Yoma .Rp 115.000 Facebook Hosting Murah Peluang UsahaPeluang Usaha Facebook Batik Unik di FACEBOOK Hosting Murah dutapulsa .Rp 99.

Mempelajari Mode Busana (Muslim) di Indonesia Yang OK Rek Peluang Usaha Yang Suka Batik.com. Gabung di sini. | Theme: Under the Influence by spaceperson. Blog pada WordPress. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful