Kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Simpangan Depok Universitas Kristen Krida Wacana

Referat : Perdarahan Saluran Cerna Bawah dan Atas Nama : Maria Erlin NIM : 11-2010-090 Pembimbing : dr Agoes K., Sp PD

Diastolik ortostatik turun › 10 mmHg atau sistolik turun › 20 mmHg  Frek. Etiologi : 1. Nadi › 100 x/menit  T. Nadi ortostatik meningkat › 15 x/menit  Akral dingin  Kesadaran menurun  Anuria atau oliguria (prod. Pecahnya varises esofagus 2. Tukak peptik 4.urin ‹30 ml/jam) .Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas Perdarahan saluran cerna proksimal dari lig. Sindroma Mallory Weiss 5. Treitz. Keganasan Pengelolaan • Pemeriksaan awal Tekanan darah dan nadi Perubahan ortostatik Vasokonstriksi perifer Kelayakan napas Tingkat kesadaran Produksi urin Waspadai tanda hemodinamik tidak stabil  Hipotensi (‹ 90/60 mmHg atau MAP ‹ 70 mmHg) + frek. Gastritis erosif 3.

Transfusi darah. Hematemesis  Hematokezia  Darah segar pada NGT  Hipotensi persisten  Dalam 24 jam habiskan 800-1000 mL Lakukan stabilisasi hemodinamik  Infus cairan kristaloid tetesan cepat dgn 2 jarum berdiameter besar  Pasang Monitor CVP  Infus koloid. pemeriksaan fisik & penunjang Yang perlu ditanyakan dalam anamnesis meliputi  Sejak kapan dan berapa banyak?  Riwayat perdarahan sebelumnya?  Riwayat perdarahan dlm keluarga?  Perdarahan di bagian tubuh lain?  Penggunaan obat-obatan? . bila perlu  Pemeriksaan H2TL.bila perlu Transfusi darah diberikan bila : Diberikan bila : • • Perdarahan dlm kondisi hemodinamik tak stabil Perdarahan baru/msh berlangsung berjumlah 1L/lebih Perdarahan baru/masih berlangsung dgn Hb ‹ 10 g%/Ht ‹ 30 % Tanda oksigenasi menurun Resusitasi Anamnesis.

suhu badan dan perdarahan di tempat lain serta tanda perdarahan di kulit dan mukosa. Sehingga dapat diberikan terapi yang tepat sasaran. Manifestasi Klinik Aspirasi Nasogastrik Rasio BUN/Kreatinin Auskultasi Usus • SCBA Hematemesis melena Berdarah Meningkat lebih dari 35 Meningkat SCBB Hematokezia Jernih Kurang dari 35 Normal Tegakkan diagnosis pasti penyebabnya Menegakkan diagnosis dapat dilakukan dengan cara : Endoskopi GI (+ terapeutik. menentukan asal. pemeriksaan kadar BUN dan kreatinin serum serta pemeriksaan elektrolit (Na. Kebiasaan minum alkohol?  Penyakit hati kronik. • Tentukan asal perdarahan Sebelum memberikan terapi harus diketahui dulu asal dari perdarahan apakah dari saluran cerna atas atau bawah. penyebab dan aktivitas perdarahan) Radiografi Barium Radionuklid Angiografi Klasifikasi tukak peptik menurut Forrest Forrest I A Forrest 1 B Forrest II Forrest III Aktivitas Perdarahan Perdarahan aktif Perdarahan aktif Perdarahan berhenti dan masih terdapat sisa perdarahan Perdarahan berhenti dan tidak terdapat sisa perdarahan KriterIa Endoskopi Perdarahan arteri menyembur Perdarahan merembes Gumpalan darah pada dasar tukak atau terlihat pembuluh darah Lesi tanpa tanda sisa perdarahan . alergi obat. Sedangkan pemeriksaan penunjang yang harus dilakukan adalah EKG. K. GGK. Demam tifoid. DM. DHF?  Riwayat transfusi sebelumnya? Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda penyakit hati kronik . HT. Cl).

• Terapi Alur penatalaksanaan perdarahan saluran cerna bagian atas .

.

Encerkan vasopressin 50 unit dlm 100 ml dekstrose 5 % diberikan 0.Dilanjutkan per infus 0. Kumbah lambung lewat pipa nasogastrik dgn air suhu kamar 2. Vasopressin (pitresin & pituritary gland . 400 mcg/menit pertahankan tek. Sistolik › 90 mmHg .Vasopressin diberikan bersama nitrogliserin 40 mcg/menit titrasi sampai maks. Pemberian vit.5-1 mg/menit/iv selama 20-60 menit dapat diulang 3-6 jam .5 U/menit .- Non Endoskopi 1.1-0. K 3 x 1 ampul 3.

NaCl 0. Contact thermal (mono/bipolar elektrokoagulasi.5-1 ml tiap suntik dgn batas maks 10 ml/cyanoacrylate) d.Antasida.Octreotide : bolus 100 mcg/iv dilanjutkan per infus 25 mcg/jam selama 8-24 jam/sampai perdarahan berhenti .Somatostatin : bolus 250 mcg/iv dilanjutkan per infus 250 mcg/jam selama 12-24 jam/ sampai perdarahan berhenti . Sukralfat. Ligasi varises utk varises esofagus dari distal dan mendekati cardia dlm gerakan spiral setiap 1-2 cm e.Omeprazol 80 mg/iv dilanjutkan per infus 8 mg/kgBB/jam selama 72 jam . Terapi Radiologi (Angiografi dan Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunt) . Non contact thermal (laser) c. Antagonis reseptor H2 . heater probe) b. Non thermal (penyuntikan adrenalin 1: 1000 0.. Endoskopi  Untuk tukak dgn perdarahan masih aktif/tukak dgn pembuluh darah yang tampak  Metode yg digunakan yaitu : a.Balon tamponade utk varises esofagus (Sengstaken Blakemore tube) 4.9% dan alkohol absolut sama banyak dan disuntikan dimulai dari bagian paling distal ke proksimal bergerak spiral sampai sejauh 5 cm 5. Skleroterapi Endoskopi dgn sklerosan polidokanol 3%.

Karakteristik Klinik : Hematokezia Melena Darah samar .6. Pembedahan Perdarahan Saluran Cerna Bagian Bawah Perdarahan saluran cerna bawah atau Lower gastrointestinal bleeding (LGIB) didefinisikan sebagai perdarahan yang berasal dari organ traktus gastrointestinalis yang terletak distal dari Ligamentum Treitz yang menyebabkan ketidakseimbangan hemodinamik dan anemia simptomatis.

palpitasi. sesak napas saat aktivitas). intermiten dan tidak perlu rawat RS Etiologi perdarahan saluran cerna bawah •Penyakit divertikular •Angiodisplasia •Penyakit neoplastik •Kolitis : infeksi.  Etiologi : inflamasi. obat2an. tumor dan neoplasma. radiasi. gejala anemia (rasa lelah. penyakit radang usus (UC > CD) •Hemoroid Pada anamnesis tanyakan apakah terdapat riwayat hemoroid. gejala keganasan. kelainan vaskular.- Lambat. IBD atau diare.gejala penyakit lambung (dispepsia. pusing saat perubahan posisi. nyeri abdomen serta temukan tanda keganasan pada pemeriksaan fisik. regurgitasi).  Anamnesis : asimtomatik. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah  Endoskopi  Skintigrafi atau angiografi  Barium enema Penatalaksanaan  Resusitasi (stabilkan hemodinamik)  Medikamentosa (sesuai penyebab)  Terapi Endoskopi  Angiografi Terapeutik  Terapi Bedah Perdarahan Samar Saluran Cerna  Perdarahan yg tidak tampak secara nyata pada inspeksi feses. iskemik. heartburn. .

keganasan. hipotensi postural). besi (pucat. Endoskopi dan radiografi. dapat deteksi perdarahan samar melebihi 10 ml/hari). Pemeriksaan Fisik : tanda hipertensi portal.  Pemeriksaan penunjang : tes guaiac/hemoocclut cards (mudah. praktis.  Penatalaksanaan : Sesuai penyebab dan pemberian ferrosulfat 325 mg 3 kali/hari . nyeri tekan epigastrium. pemeriksaan def. tanda anemia def. takikardi. besi.