Gerakan Wanita Indonesia atau Gerwani adalah organisasi wanita yang aktif di Indonesia pada tahun 1950-an dan

1960-an. Kelompok ini memiliki hubungan yang kuat dengan Partai Komunis Indonesia, namun sebenarnya merupakan organisasi independen yang memperhatikan masalah-masalah sosialisme dan feminisme. Gerwani dianggap oleh Orde Baru sebagai salah satu organisasi yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September, dan dalam film Pengkhianatan G 30 S/PKI karya Arifin C Noer digambarkan menyiksa jendral-jendral yang ditangkap sebelum mereka dibunuh di Lubang Buaya. Selain itu juga digambarkan adegan-adegan di mana anggota-anggota Gerwani menari telanjang, memotong alat kelamin tawanan mereka dan melakukan perbuatan amoral lainnya. Sebagian besar ahli sejarah sepakat bahwa tuduhan-tuduhan ini palsu. Setelah Soeharto menjadi presiden, Gerwani dilarang keberadaannya dan banyak anggotanya diperkosa dan dibunuh, seperti halnya banyak orang lain yang dicurigai sebagai anggota PKI

SEPINTAS Gerakan Wanita Indonesia Dalam Perkembangan Sejarah
Oleh Rusiyati

A.

Periode

1945

-

1965

Dengan proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, perjuangan rakyat Indonesia mencapai zaman baru sama sekali, zaman Republik Indonesia, hasil perjuangan rakyat selama tiga abad lebih dalam membebaskan diri dari penjajahan Belanda dan Jepang. Berbeda dengan pada zaman kolonial memerinci perjuangan wanita dalam berbagai periodisasi, pada zaman baru Republik Indonesia saya tidak lagi menguraikan secara rinci mengenai gerakan wanita diperiode-periode perjuangan wanita melalui Perjuangan Kemerdekaan (1945 ? 1949), Demokrasi Liberal (1950 ? 1959) dan Demokrasi Terpimpin (1960 ? 1965). Karena pada umumnya para Ibu dan Saudarasaudara yang hadir disini telah mengalami sendiri bahkan aktif ikut serta memperjuangkan menegakkan serta mempertahankan Republik kita. Justru saya mengharapkan pertemuan seperti ini dilanjutkan, dimana kita bisa saling belajar dari pengalaman-pengalaman berharga para hadirin yang pasti akan sangat memperkaya pengalaman dan pelajaran bagi perjuangan kita selanjutnya. Dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno - Hatta, tidaklah berarti bahwa kita sudah mencapai tujuan kemerdekaan

untuk menerima penyerahan dari Jepang. pemuda-pemuda melangsungkan kongres pertamanya di Jogja menyatakan semangat menyala-nyala akan ikut bertempur di Surabaya selesai kongres. tujuan rakyat masih sangat jauh dari jangkauannya.rakyat Indonesia. Surabaya. yang diperintah untuk mempertahankan "status quo" sampai waktu mereka menyerahkan kekuasaan pada Sekutu. Mereka diperintahkan oleh tentara Sekutu. . yang menang Perang Dunia II (1938-1945). Semarang. Demikianlah maka terjadi benturan dengan tentara Jepang dimana ?mana. dan dengan demikian pejuang kemerdekaan memikul senjata untuk mempertahankan kemerdekaan tanah airnya. Merdeka atau mati". Madura dan Sumatra. Bandung. "lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup dijajah". Dan kalau melihat situasi tanahair kita pada dewasa ini. ketika para pemuda beserta seluruh rakyat Surabaya menolak ultimatum Jendral Mansergh dari tentara Sekutu untuk menyerahkan semua senjata. Pertempuran paling dahsyat terjadi di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Dalam persetujuan Linggarjati Belanda mengak ui kekuasaan de fakto Republik Indonesia atas Jawa. jadi berarti bahwa nasib bangsa Indonesia masih berada ditangan penjajah Jepang untuk kemudian dioperkan lagi kepada penguasa/penjajah yang baru. tidak akan mencampuri soal politik. Pemerintah Indonesia selalu mengusahakan taktik diplomasi dan pertempuran silih berganti. melucuti tentara yang sudah turun moril (Karena Jepang sudah menyerah balik kepada sekutu). sementara sebagian delegasi Surabaya kembali ke daerahnya. tetapi berdasarkan kesadaran dan keyakinan. 10 November 1945. Dan dilihat dari semboyan-semboyan pada waktu itu a. pada tanggal 15 oktober 1945 tentara Inggris (dengan Ghurkanya) yang diboncengi tentara Belanda mendarat di Jakarta. Begitu kemerdekaan tanahair diproklamasikan. dipimpin Jendral Chris Tisonn. "Sekali merdeka. Tawanan bekas KNIL (Koninklijke Nederlands-Indische Leger) dipergunakan kembali oleh Belanda untuk melakukan terornya menghadapi menaklukan rakyat Indonesia. seluruh rakyat bergolak mempertahankan kemerdekaan tanahairnya. Tanggal 29 September 1945 Tentara Serikat (Inggris) mendarat di Jakarta. Awal pecahnya pertempuran ini sekarang dikenal sebagai Hari Pahlawan. Panglima tentara Inggris mengumumkan bahwa mereka mewakili Sekutu untuk melucuti tentara Jepang dan membebaskan tawanan. Pada waktu yang bersamaan. Medan dan tempat-tempat lain. mulailah bentrokan-bentrokan senjata terjadi dengan fihak tentara pendudukan Jepang. tetap merdeka". seperti selalu didengungkan oleh pejuang kemerdekaan Sukarno.l. Tentara Belanda yang berkedok sebagai tentara Inggris melakukan penembakanpenembakan dan pembunuhan terhadap rakyat Indonesia. tetapi baru merupakan jembatan emas untuk menuju kebebasan dan kemakmuran rakyat. Namun tanggal 1 oktober 1945 Markas Besar Tentara Jepang di Surabaya sudah menyerah kepada Tentara Rakyat Indonesia setelah bertempur antara tentara Jepang dan rakyat. Dengan demikian. Tanpa komando. Tàpi rakyat Indonesia sudah bertekad bulat membebaskan diri dari kekuasaan asing. Rakyat bertempur pantang menyerah secara sangat heroik melawan tentara Sekuku yang baru keluar sebagai pemenang dari Perang Dunia II.

dan lain-lain sesuai dengan derap perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik pada waktu itu. melakukan kegiatan intel. Dalam kesibukan revolusi fisik maupun dalam bidang sosial politik. dengan maksud menggalang persatuan dan membentuk badan persatuan. Dijiwai oleh tekad untuk ikut serta dalam pembangunan jaringan kerjasama Internasional. Timbul laskar-laskar wanita. sebagai kelanjutan dari kecenderungan pada masa sebelumnya. dan kini. baik di garis belakang dengan mengadakan dapur umum dan pos-pos Palang Merah. Pada bulan Februari 1946 di Solo. muncul pula organisasi khusus pada kelompok sosial tertentu seperti dikalangan istri Angkatan Bersenjata. Kedua. maupun di garis depan dengan nama suatu badan perjuangan ma upun tergabung dengan organisasi-organisasi lain. jadi kurir. dan organisasi .Pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda mengadakan Aksi Polisionil ke-I (istilah Belanda) dan pada 19 Desember 1948 melakukan agresinya ke-II dengan menyerbu Ibukota Republik di Jogya. pertama. sewaktu revolusi urusanurusan yang tidak pokok tidak dihiraukan lagi. Seluruh rakyat merasa terpanggil untuk ikut berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan. Revolusi Agustus 1945 mendobrak ikatan-ikatan adat dan tradisi yang sebelumnya menghambat gerak maju wanita. Kongres pertama diadakan di Klaten pada bulan Desember 1945. tetapi juga bidang-bidang sosial. Secara umum arah perkembangan gerakan wanita sampai tahun 1950 telah mencakup paling tidak hal-hal berikut: 1. Kongres memutuskan antara lain mulai mengadakan hubungan dengan luarnegeri. memberi penerangan dll. politik.muncullah jenis organisasi wanita yang semakin beragam. lahirlah Badan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI). pendidikan. membawa kaum pengungsi. Maka dari itu Kongres Wanita Indonesia menjadi anggauta WIDF (Women's International Democratic Federation). mendukung pergerakan wanita selanjutnya menyusun program-program kerja. Selain organisasiorganisasi yang sudah ada sebelumnya seperti organisasi yang berafiliasi pada partai politik dan organisasi yang berazaskan agama. yang tidak hanya meliputi bidang pembelaan negara. Pada bulan juni 1946 diselenggarakan Kongres Wanita Indonesia di Madiun. yang merupakan Kongres Wanita Indonesia ke -V. Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah untuk menembus blokade ekonomi dan politik. wawasan dan lingkup perhatian organisasi wanita telah meluas tidak hanya pada masalah dan isue wanita saja. Penderitaan dan penghinaan selama penjajahan sudah cukup berat. Persatuan Wanita Indonesia (perwani) dan Wanita Negara Indonesia (Wani) dilebur menjadi badan fusi dengan nama Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari). tugas-tugas mereka sangat luas: di garis depan. Sekedar lukisan suasana untuk menggambarkan perjuangan para wanita pada waktu permulaan Zaman Kemerdekaan. te tapi juga ke bidang-bidang lain seperti politik dan pemerintahan. di medan pertempuran. pergerakan wanita berbenah diri untuk menggalang persatuan yang kuat. 2. Organisasi-organisasi wanita pada umumnya di waktu itu mengutamakan usaha-usaha perjuangan. menyediakan dan mengirimkan makanan ke garis depan.

Yang terakhir ini paling tidak dapat dipisahkan menjadi dua kelompok besar. Keempat. Ikatan istri wartawan Indonesia (1957 dsb. Tetapi difihak lain masih perlu dipertanyakan sampai dimana kegiatan-kegiatan mereka dalam menangani masalah. Juga dilingkungan jawatan-jawatan dan departemen pemerintah misalnya: Ikatan Wanita Kereta. Sesudah tahun 1950 masalah-masalah politik makin banyak minta perhatia n. Organisasi-organisasi yang berafiliasi pada partai politik sibuk membantu partai induknya mempersiapkan diri menghadapi pemilu. kegiatan organisasiorganisasi wanita juga beragam. Ikatan Guru Taman kanak-kanak (1951). 4. Karena itu kegiatan yang dilakukan . Di sini terlihat bahwa ciri domestik dan karitatif memang sejak awal telah melekat pada organisasi wanita dan tetap bertahan sebagai ciri utama yang membedakannya dari organisasi massa umum yang didominasi lakilaki.sebagai akibat orientasi gerakan yang diambil. sosial ekonomi. Organisasi semacam ini lebih bersifat kekeluargaan dan sosial. ruang gerak organisasi wanita juga semakin meluas. organisasi khusus dan organisasi profesi. pertama organisasi-organisasi yang mendasarkan kegiatannya pada kesejahteraan (welfare) yaitu masalah pendidikan. IKW. Perhimpunan Wanita Universitas Indonesia (1957) yang namanya kemudian berobah menjadi Ikatan Sarjana Wanita indonesia dsb. Sedangkan yang termasuk kategori kedua yaitu berfokus pada kegiatan politik tidak lebih dari tiga organisasi saja. Perhatian masyarakat mulai disita oleh persiapan penyelenggaraan pemilihan umum pertama yang akan diadakan pada tahun 1955. dan kedua organisasi yang berkonsentrasi pada masalah-masalah politik. Jadi perkembangan yang terjadi yalah semakin banyaknya organisasi wanita seprofesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (1951). yang suaminya tergabung dalam organisasi profesi. Selain itu. kewanitaan dan kegiatan karitatif. Makin banyak kegiatan kaum wanita yang ditujukan kepada masalah-masalah politik. dibentuk dengan fungsi penunjang profesi dan organisasi profesi suami. Ketiga. mulai muncul pula organisasi dari para isteri. Selain itu. 3. azas demokrasi yang dipercaya sebagai dasar negara yang baru merdeka juga telah mendorong kaum wanita untuk membentuk partai politik agar kepentinngan kaum wanita juga terwakili dan tersalur.profesi. masalah rutine sebelumnya seperti memperjuangkan peraturan perkawinan yang tidak merugikan kaum wanita. Ikatan istri dokter Indonesia (1954). seperti Persatuan istri insinyur Indonesia (1951). Kelompok yang disebut pertama jumlahnya lebih besar dari yang kedua. Kegiatan politik para wanita anggauta organisasi-organisasi bagian wanita partaipartai politik mendorong kaumnya kearah kesadaran politik. dan mencakup diantaranya organisasi-organisasi yang tergabung dalam Kowani. Tapi tidak dilupakan juga. dengan bergabungnya organisasi-organisasi dalam Kowani dengan WIDF. tidak hanya lokal dan nasional tetapi juga internasional. Ikatan Istri Kementrian Penerangan dan beberapa lagi.masalah yang sifatnya kewanitaan dan karitati f saja diorganisasinya itu. Bermacam persoalan yang berkaitan dengan masalah penyusunan kekuatan partaipartai politik. mengingat usaha masing-masing aliran politik untuk tampil sebagai pemenang dalam pemilihan umum. organisasi-organisasi yang berazaskan agama.

serta kehidupan bangsa Indonesia yang masih terbelakang dan kuno ataupun kolotnya kehidupan tradisional Indonesia. 1. Kalangan terpelajar bangsa Indonesia semakin terbuka melihat adanya perbedaan yang amat mendasar antara bangsa Eropa dan Indonesia seperti dalam tingkat dan gaya hidup kalangan pribumi dengan kalangan orang Belanda dan bangsa Eropa. ekonomi dan kebudayaannya mulai dikenal. Pelopor Perempuan pada Masa Kolonial Bertambah banyaknya jumlah pelajar dari kaum pribumi pada lembaga pendidikan atau sekolah Barat. Hal ini menyebabkan munculnya aspirasi-aspirasi untuk mengadakan modernisasi menurut model Barat pada umumnya dan Belanda pada khususnya. sosial. menyebabkan terbentuknya berbagai Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia. . menandakan peradaban Barat yang lengkap dengan sistem politik. melainkan sebagai hambatan terhadap suatu kemajuan yang ingin dicapai.lebih bersifat perpanjangan peran domestik para isteri te rsebut seperti misalnya menangani urusan konsumsi bagi rapat dan kegiatan kantor suami piknik keluarga. LATAR BELAKANG Keragaman ideologi yang berkembang pada masa Nasionalisme Indonesia. Tingkat kemajuan pendidikan Barat sangat besar artinya dalam kehidupan kaum terpelajar bangsa Indonesia. GERAKAN WANITA INDONESIA A. Salah satunya yaitu Gerakan Wanita Indonesia. Hal ini membawa perubahan pandangan pada kalangan terpelajar bahwa tradisi mulai dipandang bukan lagi sebagai suatu yang wajar yang harus dijunjung tinggi. kursus ketrampilan rumahtangga dan kegiatan2 serupa. Selain itu. disamping merupakan cerminan dari aliran politik ditingkat nasional. khususnya dari kalangan priyayi. Sampai tahun 1965 dapat dikatakan bahwa lingkup perhatian dan wawasan kaum wanita cukup luas dan mendunia. organisasi semacam ini juga memainkan fungsi kontrol sosial terutama bagi gerak dan tingkah laku sosial para suami.

termasuk kaida-kaidah tata susila. Hal ini sangat wajar berdasarkan lokasi sosialnya. Kumpulan surat-surat Kartini tiu kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judulHabis Gelap Terbitlah Terang pada tahun 1911. Langkah ini dikenal dengan nama gerakan emansipasi wanita. diungkapkan bagaimana sikap atau pandangan orang tua terhadap putra-putrinya. tatanan adat dan tradisi masih cukup kuat membelenggu kehidupan di segala bidang bangsa Indonesia. Kalangan terpelajar yang dapat mengenyam pendidikan terbatas pada kaum laki-laki. . Jadi kunci kemajuan kaum wanita Indonesia adalah kombinasi antara pendidikan barat dengan timur. maka sudah sewajarnya wanita mendapat panggilan suci dalam pendidikan. Tidak mengherankan pula dari kalangan itu muncul prakasarsa untuk mendirikan sekolah bagi kaum wanita yang diasuh oleh para warga ningrat itu sendiri. Sang penyuara gerakan emansipasi ini adalah Raden Ajeng Kartini seorang putri Bupati Jepara.Pada masa itu. ketaatan dan kepatuhan kepada adat. 2. Awal Mula Munculnya Organisasi Wanita Indonesia Pada mulanya pergerakan wanita masih merupakan usaha dari beberapa orang perempuan dan belum dibentuk dalam suatu perkumpulan. bangsawan pribumi menjadi pelopor modernisasi masyarakat Indonesia. Dalam bukunya. Jumlah putra-putri kaum pribumi yang bersekolah pada lembaga pendidikan Eropa semakin besar. melalui tulisan-tulisannya dalam bentuk surat yang dilayangkan kepada sahabat karibnya bernama Nyonya Abendanon. Kenyataan ini membuat dominasi kaum laki-laki atas perempuan begitu kuat dan mengikat. Kaum wanita selain mendapat pelajaran untuk mengasah kecerdasan dan ketrampilannya juga untuk membangun sopan santun dan kesusilaan. terutama dalam bidang pendidikan. beberapa perempuan mencoba untuk mempelopori kebebasan dan kesetaraan kedudukan dengan kaum laki-laki. Atas keprihatinan terhadap kondisi kaum perempuan Indonesia. Kaum perempuan hanya ditempatkan sebagai pendamping suami yang hanya bertugas menyiapkan kebutuhan rumah tangganya. Karena wanita mendapat pendidikan pada lingkungan sekolah dan lingkungan keluarganya. sementara kaum perempuan belum seluruhnya dapat menikmati pendidikan. sopan santun serta tata cara yang mengatur segala macam hubungan sosial. Pada masa peralihan abad ke-19 dan ke-20 kaum Aristokrat memiliki kesempatan mengadakan kontak dan pergaulan dengan masyarakat Eropa melalui lembaga Pendidikan.

mempertinggi sikap yang merdeka dan tegak serta melenyapkan tindakan malu-malu yang melampaui batas. dan mempertinggi kecakapan khusus untuk wanita. Surabaya. lalu berturut-turut di Madiun tahun 1917. Cara mencapainya adalah dengan jalan menambah pengajaran. 1916 di Cianjur. Perkumpulan Kaum Ibu didirikan untuk memajukan kecakapan kaum wanita yang bersifat khusus seperti memasak. Tujuan yang bersifat sosial kemasyarakatan kebangsaan belum dikemukakan. memelihara anak-anak dan sebagainya. memperbaiki pendidikan. Di Yogyakarta pada tahun 1912 didirikan perkumpulan wanita yang bersifat agama Islam dengan nama Sopa Tresna yang kemudian pada tahun 1914 menjadi bagian wanita dari Muhamadiyah dengan namaAisyah. di Indramayu. dan Rembang tahun 1918. Di Minangkabau berdiri perkumpulanKeutam aan Istri Minangkabaudan Kerajinan Amal Setia yang berusaha memajukan persekolahan bagi anak-anak perempuan. 1917 di Ciamis dan tahun 1918 di Cicurug. Pengajar yang terkemuka dari perkumpulan Kautamaan Istri di tanh pasundan adalah Raden Dewi Sartika. merenda. Sekolah Kartini juga didiriakan di Jakarta pada tahun 1913. Perkumpulan ini bertujuan untuk memajukan pengajaran terhadap anak-anak perempuan dengan memberikan penerangan dan bantuan dana. menjahit. Perkumpulan Kautamaan Istri didirikan pada tahun 1913 di Tasikmalaya. .Perkumpulan wanita yang didirikan sebelum tahun 1920 pada dasarnya masih terbatas sifat dan tujuannya. Perkumpulan wanita yang didirikan sebelum tahun 1920 antara lain Putri Mardika yang didirikan atas bantuan Budi Utomo di Jakarta(1912). lalu pada tahun 1916 di Sumedang. yaitu menuju perbaikan kecakapan sebagai ibu rumah tangga.

rohana kuddus gerwani ra.kartini .

dan menumpas segala rintangan bagi kemerdekaan diri dan kehidupan politik. Budiarto. 1) Usaha politik. yaitu memajukan pengajaran yang bersifat nasional. meningkatkan derajat kaum wanita. Soekarno pada tahun 1925 telah mendorong para pemimpin lainnya untuk mendirikan partai politik. Kebanyakan dari mereka adalah mantan anggota Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda yang baru kembali ke tanah air. Cipto Mangunkusumo. Dr. Sartono.Anwari. antara lain dengan mendirikan poliklinik. ekonomi. serta mendirikan bank-bank dan koperasi. artinya memperbaiki keadaan politik. Soekarno sebagai ketuanya. kerajinan. Samsi. Mr. Untuk mencapai tujuan tersebut maka PNI berasaskan pada self help. . seperti berikut. 3) Usaha sosial. dan sosial budaya yang telah rusak oleh penjajah dengan kekuatan sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut. dan Ir. mempererat kerja sama dengan bangsa-bangsa Asia. Ir. Mr. yakni mengentaskan massa dari kemiskinan dan kesengsaraan. 2) Usaha ekonomi. PNI didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 oleh 8 pemimpin. Sunaryo. memajukan transmigrasi. yakni prinsip menolong diri sendiri. Iskak. Keradikalan PNI telah tampak sejak awal berdirinya. yakni Partai Nasional Indonesia ( PNI).cut nyak dien Partai Nasional Indonesia (PNI) Algemene Studie Club di Bandung yang didirikan oleh Ir. yakni tidak mengadakan kerja sama dengan pemerintah Belanda. memajukan pengetahuan sejarah kebangsaan. yakni memajukan perdagangan pribumi. yakni memperkuat rasa kebangsaan (nasionalisme) dan kesadaran atas persatuan bangsa Indonesia. memajukan kesehatan rakyat. memerangi pengangguran. Marhaenisme. Mr. PNI telah menetapkan program kerja sebagaimana dijelaskan dalam kongresnya yang pertama di Surabaya pada tahun 1928. Hal ini terlihat dari anggaran dasarnya bahwa tujuan PNI adalah Indonesia merdeka dengan strategi perjuangannya nonkooperasi. nonkooperatif. yakni dr. Mr.

Cita-cita R. Ir. Kartini bercita-cita untuk mengangkat derajat kaum wanita Indonesia melalui pendidikan. seperti Banteng Priangan di Bandung dan Persatuan Indonesia di Batavia. dan R. Organisasi-organisasi yang ada. khusunya di Jawa dirintis oleh R. Kartini yang kemudian dikenal sebagai pelopor pergerakan wanita Indonesia.A. Semasa Pergerakan Nasional maka muncul gerakan wanita yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial budaya. Moh. ingin tetap melestarikan nama PNI dengan mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Baru) di bawah pimpinan Drs. Sartono dan dengan pertimbangan demi keselamatan maka pada tahun 1931 oleh pengurus besarnya PNI dibubarkan. PNI telah berkembang pesat sehingga menimbulkan kekhaw-tiran di pihak pemerintah Belanda. Soekarno sendiri.K.A.dan kontra.Untuk menyebarluaskan gagasannya. Kartini ini mempunyai persamaan dengan Raden Dewi Sartika yang derjuang di Bandung. Mereka kemudian diajukan ke pengadilan di Bandung. R. Saburudin. Soerkarno. Sementara itu. Atas dasar tindakan melanggar Pasal "karet" 153 bis dan Pasal 169 KUHP. pemerintah Hindia Belanda mengadakan penggeledahan secara besarbesaran dan menangkap empat pemimpinnya. PNI melakukan propagandapropaganda. Sutinah Joyopranata. propaganda. Gerakan Wanita Munculnya gerakan wanita di Indonesia. Dalam sidang pengadilan. Cita-citanya tersebut tertulis dalam surat-suratnya yang kemudian berhasil dihimpun dalam sebuah buku yang diterjemahkan dalam judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Kelompok yang kontra. Sartono. . Hal ini menimbulkan pro. Rukmini. maupun lewat para pemimpin khususnya Ir. Pemerintah kemudian memberikan peringatan kepada pemimpin PNI agar menahan diri dalam ucapan. antara lain R. mendirikan partai baru dengan nama Partai Indonesia (Partindo) di bawah pimpinan Mr. yaitu Ir. R. Maskun. Dengan munculnya isu bahwa PNI pada awal tahun 1930 akan mengadakan pemberontakan maka pada tanggal 29 Desember 1929. pimpinan PNI untuk sementara dipegang oleh Mr. Dalam waktu singkat. dan tindakannya. Soerkarno mengadakan pembelaan dalam judul Indonesia Menggugat. Mereka yang pro-pembubaran. para pemimopin PNI dianggap mengganggu ketertiban umum dan menentang kekuasaan Belanda sehingga dijatuhi hukuman penjara di Penjara Sukamiskin Bandung.A. antara lain sebagai berikut. Hatta dan Sutan Syahrir. baik lewat surat kabar. 1) Putri Mardika di Batavia (1912) dengan tujuan membantu keuangan bagi wanita-wanita yang akan melanjutkan sekolahnya. Tokohnya.A. Gatot Mangunprojo dan Supriadinata.A.

van Deventer (1912) dengan membentuk sekolah-sekolah Kartinibagi kaum wanita. mengatur rumah tangga. organisasi pertama diantara bangsa Indonesia yang dibentuk secara modern. dan Madiun. Siti Walidah Ahmad Dahlan (1917). Sunting Melayu di Bukittinggi. Pengurus Budi Utomo terdiri dari para Priyayi dan dalam waktu singkat organisasi tersebut megalami kemajuan pesat. antara lain Putri Hindia di Bandung. Sejalan dengan berdirinya organisasi wanita. rencana pekerjaan dan seterusnya berdasarkan peraturanperaturan yang dimuat di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi. di Gadang Sumatra Barat oleh Rohana Kudus (1914).Ch.2) Kartinifounds. menulis. 4) Aisyiah. Surat kabar milik organisasi wanita. yakni Perikatan Perempuan Indonesia (PPI). Suara Perempuan di Padang. Wanito Utomo dan Wanito Katolik di Yogyakarta (1921). dan Wanito Taman Siswa (1922). Tujuannya meningkatkan derajat kaum wanita dengan cara memberi pelajaran membaca. merupakan organisasi wanita Muhammadiyah yang didirikan oleh Ny. Hj. Budi Wanito di Solo. Malang. misalnya Pawiyatan Wanito di Magelang (1915). muncul juga surat kabar wanita yang bertujuan untuk menyebarluaskan gagasan dan pengetahuan kewanitaan. Wanito Susilo di Pemalang (1918). Perempunan Bergolak di Medan. yaitu dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia I pada tanggal 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta. dan cara pemasarannya. Dengan bentuk modern diartikan bahwa organisasi mempunyai pengurus tetap. berhitung. Puncak gerakan wanita. Lebih lanjut tentang: Sejarah organisasi Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Gerakan Wanita Periode Kebangkitan Kesadaran Nasional (1911 – 1928) Masa kebangkitan dan kesadaran nasional ditandai dengan munculnya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta. Esteri Utomo di Semarang. Tujuannya untuk memajukan pendidikan dan keagamaan kaum wanita. Organisasi wanita juga muncul di Sulawesi Selatan dengan nama Gorontalosche Mohammadaanche Vrouwenvereeniging. Kongres menghasilkan bentuk perhimpunan wanita berskala nasional dan berwawasan kebangsaan. Putri Budi Sejati di Surabaya (1919). Wanito Sworo di Brebes. dan Putri Mardika di Batavia. Di Ambon dikenal dengan nama Ina Tani yang lebih condong ke politik. 3) Kerajinan Amal Setia. tujuan. yang didirikan oleh suami istri T. Dalam Kongres Wanita II di Batavia pada tanggal 28–31 Desember 1929 PPI diubah menjadi Perikatan Perhimpunan Isteri Indonesia (PPII). Wanito Mulyo di Yogyakarta (1920). Wanito Rukun Santoso di Malang. 5) Organisasi Kewanitaan lain yang berdiri cukup banyak. Batavia. Kongres Wanita I merupakan awal dari bangkitnya kesadaran nasional di kalangan wanita Indonesia sehingga tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai hari Ibu. seperti di Semarang. Pada akhir tahun 1909 Budi Utomo telah mempunyai 40 cabang dengan lebih . membuat kerajinan. anggauta.

Dengan begitu perlawanan kaum Nasionalis ketika itu yang dianggap radikal ditindas dengan kejam oleh pemerintah kolonial Belanda.500 orang diasingkan ke Boven Digul. beraliran nasionalisme demokratis dengan dasar agama dan beraliran marxisme. Adapun bentuk persatuan kekuatan-kekuatan nasional baru dapat diusahakan dua tahun kemudian. Yang tidak ikut melakukan perlawanan. Adalah pada tempatnya. Perlawanan PKl terjadi pada bulan-bulan terakhir tahun 1926. dua tahun sebelum para pemuda menggalang persatuan nasional dengan pernyataan sumpahnya berjuang untuk perjuangan Satu bahasa. di tengah hutan dan rawa. Pada pokoknya keinginan rakyat untuk berjuang melawan penghisapan ketika itu tersedia wadahnya melalui organisasi. sebab menurut anggapan kolonial Belanda: usaha merebut kembali hak rakyat atas tanah airnya sendiri. Dibeberapa tempat rencana itu sudah diketahui lebih dahulu oleh P. sebagian lagi juga diasingkan ke Boven Digul.000 anggauta. kalau disini kita sedikit menyinggung adanya perlawanan atau oleh pemerintah kekuasaan Kolonial “NederlandsIndië” dinamakan sebagai “pemberontakan PKl pada tahun 1926”.l. Dan meskipun untuk mendirikan suatu organisasi harus minta izin dahulu kepada pemerintah.5 Desember di karesidenan Banten. seperti ditulis oleh Sukarno di "Suluh lndonesia Muda" pada tahun 1926. merupakan kejahatan.) dan semua golongan bawahannya dilarang oleh pemerintah kolonial. sekitar 4. Pada sekitar tahun 1926 itu baru muncul fase pemikiran awal untuk menghimpun kaum nasionalis.D.kurang 10. Serikat Rakyat (S. toh organisasi-organisasi yang tumbuh semakin radikal saja. (Politiek Inlichtingen Dienst) dinas rahasia pemerintah kolonial. akan tetapi yang beraliran Indisch Nasionalisme radikal. di pinggir sungai Digul di lrian Selatan.R. Pada waktu itu perlawanan terhadap rejim Kolonialisme merupakan pemberontakan besar terakhir sebelum Nederlands lndie bertekuk lutut kepada Balatentara Jepang. 12 November . 12-18 November di daerah Kediri. Mereka dihukum penjara. Kemudian berdiri partai-partai politik yang tidak terbatas pada daerah berkebudayaan Jawa saja seperti Budi Utomo. Islamis dan marxis supaya menjadi satu kekuatan dahsyat untuk menundukkan penjajah. Diantara para interniran di Boven Digul itu terdapat 15 orang wanita. diantaranya Sukeisih. karena yang dituduhkan sebagai pemberontakan adalah melawan penjajahan kekuasaan kolonial Belanda. Karenanya hanyalah PKl yang pada tahun 1926 memulai melakukan perlawanan fisik pada 12-14 November di Jakarta. Yang ikut serta maupun yang tidak ikut serta dikalangan kaum merah semuanya di hukum penjara/ pengasingan. Kemudian organisasi-organisasi PKl. tetapi di tempat yang sangat tidak sehat. Hubungan diantara mereka dilakukan oleh propagandis-propagandis yang berjalan keliling. Pada zaman kolonial Belanda penyebutan “pemberontakan” selalu diartikan sebagai ancaman oleh pemerintah Nederlandsindië karena bertujuan untuk kemerdekaan dari kekuasaan penjajah. Jatinegara dan Tangerang. satu bangsa dan satu tanahair: lndonesia. .

Bagian Wanita tadi dalam penyebaran cita-cita tentu saja mempertinggi hal.P. Pada tahun 1912 muncul organisasi wanita yang pertama di Jakarta "Putri Mardika" atas bantuan Budi Utomo. Perkumpulan "Kartini Fonds" yang bertujuan mendirikan sekolah-sikolah Kartini berdiri diberbagai tempat di Jawa.I. kerumahtanggaan masih berlanjut.I.hal yang khusus mengenai kewanitaan. “Keutamaan Istri” didirikan dibanyak tempat di Jawa Barat. dan perhatian kaumnya pada periode kebangkitan dan kesadaran nasional ini mulai juga untuk meningkatkan perjuangan wanita. Dengan demikian jumlah wanita yang mampu beraksi juga bertambah luas dan tidak lagi terbatas kepada lapisan atas saja. Muhammadiyah dan Sarekat Ambon mempunyai bagian wanita. Sebab-sebabnya ialah sangat kurangnya sekolah-sekolah untuk wanita pribumi.K. di Jakarta tanggal 7-10 Juni 1924 menyediakan satu hari penuh untuk merundingkan masalah gerakan wanita komunis. Kesediaan wanita untuk terlibat dalam kegiatan organisasi makin meningkat dan kecakapan berorganisasipun bertambah maju. "PIKAT" (Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya) berdiri pada tahun 1917 di Manado. Aisiyah sependirian dengan . dan perbaikan kedudukan sosial dalam perkawinan dan keluarga serta meningkatkan kecakapan sebagai ibu dan pemegang rumahtangga. Dalam pada itu pengaruh warisan cita-cita Kartini untuk emansipasi wanita berkumandang menembus batas-batas kamar pingitannya.. maupun organisasi-organisasi lokal kesukuan/kedaerahan bertujuan menggalakkan pendidikan dan pengajaran bagi wanita. Gerak kemajuan pada tahun-tahun sebelum 1920 dapat dikatakan lamban. Bagian Wanita Muhammadiyah adalah Aisiyah. Kongres P.) pada bulan April 1929 di Surabaya.I.K. kemudian Sarekat Perempuan Islam Indonesia(S. pengajaran. bahkan di kota Padang Panjang.. bertentangan dengan Persatuan Puteri Indonesia mengenai poligami.I. Gerakan Wanita dan Kebangkitan Nasionalisme: Dalam masa pertama dari pergerakan Indonesia pada periode Budi Utomo.I.I. Soal-soal politik belum dalam jangkauannya.I. adalah Wanudiyo utomo.). baik organisasiorganisasi bagian Wanita dari organisasi partai umum.A. Dalam Kongres Sarekat Islam (S.I.P. Disamping itu adat dan tradisi sangat menghambat kemajuan wanita. maka sesudah tahun 1920 kita dapat melihat jumlah perkumpulan wanita bertambah banyak sekali. Hal ini disebabkan karena kesempatan belajar makin meluas lagipula berkembang ke lapisan bawah. Mengenai masalah poligami. S. gerakan wanita baru berjuang untuk kedudukan sosial saja. "Kerajinan Amai Setia" di kota Gedang. Kesemuanya. sedang P. Pada hari itu para wanita membicarakan kewajiban kaum wanita dalam perjuangan menentang penjajah dan kaum pemodal. yang juga tidak mencampuri persoalan politik seperti ibu perkumpulannya Muhammadiyah. Mengenai kemerdekaan tanah-air masih terlalu jauh dari penglihatan dan pemikirannya. Bagian Wanita S. Oleh sebab semuanya itu. S. Kesibukankesibukan pada Periode Perintis dibidang pendidikan. Sesudah tahun 1920 jumlah organisasi wanita bertambah banyak. lagi pula kadang-kadang juga tiadanya izin dari Orang tuanya (dikalangan atas) atau diperlukan tenaganya untuk membantu orang-tua (dikalangan bawah).I.

Jong Islamieten Bond Dames Afdeling (J. P. faham “Indonesia bersatu” yang dihidup-hidupkan antara lain oleh Perhimpunan Indonesia dan P.(partai Nasional Indonesia) dan PERMI (Persatuan Muslimin Indonesia). yaitu: 1.I. P. Bagian Wanta ini berhaluan politik seperti Sarekat Ambon juga.bagian Wanita S. terutama yang menjadi bagian dari S. perkumpulanperkumpulan itu mempunyai tujuan yang sama. Gerakan Wanita Indonesia fase ini sudah lebih matang untuk menyetujui anjuran dan panggilan kebangsaan. Kongres ini merupakan lembaran sejarah baru bagi gerakan wanita Indonesia. Kongres menghasilkan tiga buah mosi yang ditujukan kepada pemerintah Nederlands Indie. Jenis perhimpunan Wanita lainnya ialah organisasi-organisasi pemudi terpelajar.B.D. Jong Java Meisjeskring. Mereka juga menentang keras adat Barat (pakaian. seperti Puteri Indonesia (disamping Pemuda Indonesia) . Hampir di semua tempat yang agak penting ada pekumpulan wanita.I.A. umumnya lebih tegas.D.I.N. organisasi wanita berkembang lebih pesat.. tata rambut. ialah untuk belajar masalah kepandaian putri yang khusus.K. berani dan terbuka. puncak kegiatan yang terjadi pada periode ini. kesenangan dan sebagainya) karena dianggapnya bertentangan dengan adat Islam. Maka berlangsunglah Kongres Perempuan Indonesia yang pertama di Jogyakarta pada tanggal 22-25 Desember 1928. Organisasi Taman Siswa. Seperti pada masa sebelum 1920. terlihat juga dengan makin banyaknya perkumpulan-perkumpulan Wanita kecil-kecil yang berdiri sendiri.A. Perkembangan kearah politik makin tampak. cara hidup.P. Masalah politik nasional melawan penjajahan tidak menjadi pokok bahasan dan Kongres berpendirian berhaluan koöperasi terhadap pemerintah NederlandsIndië.I.) dan bertujuan untuk memberi penerangan dan menjadi forum komunikasi antar organisasi wanita. Kemajuan gerakan Wanita sesudah tahun 1920. Ina Tuni membantu aksi Sarekat Ambon dikalangan militer Ambon.I. Pada waktu nikah supaya pemberian keterangan mengenai taklik (janji dan syarat-syarat perceraian) . Menjelang tahun 1928.N. Wanita Perti sebagai bagian dari Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) didirikan pada tahun 1928. Menambah sekolah-sekolah untuk anak-anak perempuan 2. dimana organisasi wanita menggalang kerjasama untuk kemajuan wanita khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pokok-pokok permasalahan yang dibicarakan diantara nya ialah kedudukan wanita dalam perkawinan.I. dua bulan setelah Kongres Pemuda yang menelurkan ikrar Sumpah Pemuda.B.I.P.(Partai Komunis Indonesia).I.(SarekatIslam). Ciri utama kesatuan pergerakan wanita Indonesia pada masa ini ialah berazazkan kebangsaan dan menjadi bagian dari pergerakan kebangsaan Indonesia. Kongres menghasilkan keputusan dibentuknya badan permufakatan organisasi-organisasi wanita dengan nama Perserikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (P. poligami dan ko-edukasi. Bagian Wanita Sarekat Ambon.) disamping J. Sikap yang dinyatakan oleh organisasi-organisasi wanita pada waktu itu.

yang memang merupakan pertanda kebangkitan kaum perempuan Indonesia untuk bersatu dan memperjuangkan nasib kaum dan bangsanya.” Demikianlah pendapat Wardah Hafidz dan Tati Krisnawaty mengenai Hari Kebangkitan Perempuan tanggal 22 Desember dalàm hubungannya dengan memperingatinya sekarang ini di tanahair kita. Mengenai Hari Kebangkitan Perempuan pada 22 Desember ini. yang sifatnya politis terutama setelah peristiwa 30 September 1965 yang selain membabat pengaruh PKI (Partai Komunis Indonesia) juga Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia). bahasa Belanda. Dengan demikian nilai-nilai mengabdi dan berkorban bagi ibu akan lebih mudah di tanamkan. bahasa Sunda atau bahasa Jawa. Selain itu. putri maupun wanita yang telah bersuami. berisi masalah-masalah politik. Namun. Surat kabar yang terbit tiga kali seminggu itu merupakan pusat kegiatan pemudi. Tjokroadikusumo. Alat media massa seperti surat khabar dan majalah berfungsi untuk menyebarkan gagasan kemajuan wanita dan sebagai sarana praktis pendidikan dan pengajaran. Hingga tahun 1925 sudah di terbitkan sebelas macam media-massa (koran.A. besar kemungkinan nama hari ini dengan sengaja diganti dan dikacaukan pengertiannya menjadi hari untuk pengabdian ibu. 22 Desember 1928. 316/1959).negara Barat yang jelas berbeda dengan arti peristiwa pada tanggal tersebut. ingin saya mengutip pendapat Wardah Hafid dan Tati Krisnawaty (NGO) dalam laporan studi buku mereka mengenai "Perempuan dan Pembangunan". untuk mengakhiri uraian mengenai Periode Kebangkitan dan Kesadaran Nasional. Disini yang terjadi adalah distorsi sejarah yang kemungkinan besar mencerminkan berubahnya pandangan dan aspirasi tentang gerakan perempuan. Misalnya “Sunting Melayu” diterbitkan di Padang pada 10 Juli 1912. gerakan perempuan yang merakyat dan banyak menyuarakan serta berorientasi kepada kepentingan perempuan kelas bawah pada masa itu.3. Supaya diadakan peraturan untuk memberi sokongan kepada janda-janda dan anak-anak piatu pegawai pemerintah. Tulisan dan karangan ditulis dalam bahasa Melayu. Guru wanita ketika itu merupakan kaum elite di bidang kebudayaan. tahun 1989 halaman 54 sebagai berikut: "Tanggal pembukaan Kongres ini. anjuran kebangkitan wanita Indonesia dan cara menyatakan . tapi sangat bisa jadi juga karena dengan sengaja dilakukan untuk kepentingan-kepentingan. pada kongres ke tiga ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Perempuan dan pada tahun 1959 oleh pemerintah ditetapkan sebagai hari besar nasional (SK Presiden RI No. berkaitan dengan usaha penjinakan kaum perempuan. dalam perkembangannya tanggal ini akhirnya lebih lazim dikenal sebagai Hari Ibu yang pengertiannya cenderung diasosiasikan dengan "Mother' s Day" di negara. Sebagian besar pengarang dan yang membantu penerbitan majalah Gerakan Wanita pada periode itu adalah guru-guru wanita yang berpendidikan Barat.majalah) yang tersebar di Jawa. B. Gerakan Wanita dan Media massa: Gerakan Wanita Indonesia sejak semula menyadari pentingnya media-massa bagi perjuangannya. Majalah pertama "Putri Hindia" terbit pada tahun 1909 di Bandung. dalam dua kali sebulan oleh golongan atas seperti R. Sumatera dan Sulawesi.

Di Menado terbit majalah bulanan "Pikat”. Melayu dan Jawa. Pada tahun 1914 di Jakarta terbit “Putri Mardika” sebagai majalah bulanan.sonacore. Dan di Padang "Suara Perempuan” dengan redaksi seorang guru wanita bernama Saáda. Read more: http://www.fikiran para penulisnya dalam bentuk prosa dan puisi. Masalah permaduan. terbit pada tahun 1913 surat kabar bernama “Wanito Sworo” dipimpin oleh Siti Sundari dengan huruf dan bahasa Jawa. "Putri Mardika" berhaluan maju. Di Semarang terbit "Istri Utomo”. kelonggaran bergerak bagi kaum wanita. kota kecil di pantai Samudera Indonesia di daerah Madiun.co. Sementara itu Aisyiah mengeluarkan "Suara Aisyiah " pada tahun 1925. kesempatan pendidikan dan pengajaran dan lain-lain merupakan bahan perdebatan. “Perempuan Bergerak”diterbitkan di Medan dengan pimpinan redaksi Satiaman Parada Harahap yang pada tahun 1920 diperkuat oleh Rahana. Di Bandung "Istri Mardika"diterbitkan dalam bahasa Sunda.html#ixzz1ED5JgzJz . Demikian perintis pers wanita kita. Artikel-artikel ditulis dalam bahasa Belanda. Di pacitan. pendidikan campuran laki-laki dan wanita. tetapi kemudian sebagian berbahasa Melayu.cc/2009/11/gerakan-wanita-indonesi. Sampai tahun 1920 pemimpin redaksinya yalah Hohana Kudus. Pada tahun 1918 di Bandung diterbitkan edisi Sunda dengan nama “Penuntun Istri”.

243708$.9/.8/.3/03.3:.9.9. 804.9039:8.54.39.:3 :2.9.3!   $  :..2539:.9/.0.3-.-.9.   $08:/.3 $0-.-.3.8.9:7.808:/.9. 8.3..-0702-.2 8...2 .39.3-.33.:25024/.3. 20250793.39.-./.9.3!:9073/4308.347...9./.3 .39:47.2507.3.3.88..5:..80.3-.. ./88.9:.2033.32033./.35.70.3./..203..39.5.3/03.7 7.3/80-.39.3.02.3:8:820303.3549805079-: 507:25:.397.202-. :.3$.507:25:.2-.8:.5:.357/$:7.9 203..3.7.79. /.3  43708!   /.3/02.22.3.-.39.38. :39:202-.9./.:380-0:2 /.3$.37:2. 080/.2.9.3..9.:.3.8.-079.58.8.39.9.3-0.902.9.9!07025:.30 .3 ..9:2..$  . $ !   .39.25:-07./.70.3 .//.:2..92-43 2025:3.3.39:.3-079::.:3 9.9.3 507-.3 9:..2 $  5.79:5.82.. 2.07./.320:.2 3/4308.3.54./.5....-:/. /.25030-./..98.3.3.7503::39: 207:3/3./.. ./.39.9.  $ !   -079039.3.2-.9/.3..3 0..85:3-079..30/:/:.3/./. ......58.30:.3503.2-.7.   080-.3:2.38.47..703.7.25:750784....33.2-.. /.2507:.:.3..8 .- 80-. .3.20.9/.9:.3203039.9..:39:... 07.-079.38.3.3:.70.9.3 .22.804.38.22.57-:2 .2-..3 80-.39.30./.39.. .20303..32..39..3.08025.3503.5..3.8079.3:/4:9424 02:/.0/../.3.:39: 907-.07.8.72.9/.39..8.3.9.:3 9.80503/7../.7.:/507:.2-.39./.8.-3.-802:.907-.3 5020.42:38 !.39..3848.3503//.3-0747..:.3/.7.3 9/.3.3.-.3.5.38.805.3/..3!078...3.920.32.  :32030/.-./.30.3903. 0303.-:.   . 80/..9: 2.. 03.:./.: .-079.3203.

80-0:2 507:25:.5.3 3/4308.38.2090343/../.3:8:8   030.  438./5.8502:/90750.32030:7.9.3/.8..8907.347..3.3/83/I   43708203.2/.0./.3.8038:/.2081/03       /8.9::.3 4507.8.35072:1../...2.804.2.3 507:25:.7-..3 0-.53..!02:/.9.3 203.3203.507025:.3/4308..8. 203.32.39.:3   .3..9.:.-:.:8:83.38090.30907.39.30-.3..5493.38:3.3.2.3907.2..2.43708!02:/.3!07025:.9.5.350707.3-07/7803/7 .  !0702-.7.3  !.8..50:25:.3  .3503.-.747.253     43...843.3 507:25:.8.7.3!07:25:.3//:5 /:5.%:3202-..3.7.39.3/.-.3.8.3..9. 907:9.3.35:97 .3/4308.   02.7..9. /.39.-078.39.3-07.42:383/4308..3203.38./.39:2025:3.30.9:3.92-43:.0/:/:.9 507.8 -07.2..05.3/-039:3.39.2 3/4308.3/.2507..39.3/3.5.0-2.9  8.3./...9:.8.248./.:39:-0.7 805079!:907 3/4308.3/.0/07.703.3/03.2.3.307.3/.39./03.39.3.!079 80-.9 8.3.3.843.39.3.8%.3.9: .3.9.3/.380-.0/07. /2.-07.47.37.0-90.   07.3.8./..9:9: :2:23.3/.302-.  03850725:3.307.3/4308.79...:2:23.70.7. 437083 207:5.9:.3.3:39:20309::..7$:25.:39:02..7.39./.080873  7.79.38.38.8 47.39.3%. /8.3.92-43 3.9:   03.39:.8  .3549805079$.38.1.9 $..33.7./147:242:3..305:9:8.3-079::. ! ! !  /.808:/.39...3:7.380./544-.-07..:3 907.38..8.8./.. .30-508.2 !   !.0./.2-.5020739.3:39: 202-0750307.39.3..8.3/.-0702-.3.70.39.50393.8.8. 0802-07 5:3...257/802:..9..343708 -07503/7.253!02:/. !44 5445072.33/4308.3/83/0  .39.30-. $050795./.3..3907-:.3/4308.9:.3!# !078.32.307.9.7:-./-...2 .39.07..-.95.:.$  070.7.8 47.3 /-.3.47.:.7!078.38.5.:39:..2.55020739.20.38.33/4308. 0./:5  0803.70.92-43/.39/.:.72.3!   .$. 7 :9..2.3-.98..38./.43708!07025:./.   43708203.39.9025. .3.305..39.3:8233/4308.340!0725:3.3.38./ 4.39.39.3/.34 0/:.8$..7$  $.8.8.203.39.9:..9 5.3.-. 507:25:.203039.35079.7..3.38.9 .320303.3.9..3./.39.3/..7.07.3./. ./.3.7.25./. !#% //7.-:...38.7.:3 47./-.79.38.38.3.!07807.38.3$8.. /03. 804.3 1.2-:9 ..08.3/. !   5.8.33/4308.502-07..35.3.. .:.70..3.3 9..8 47..35.-079039.3-07.5074/03  /:.8:5..8.3/4308.3.750707.3 54.5492./.33.9.32907 2-43 ..2.340 47..3/.3/9::.39.8.

/.3!02-./.9..305.3507. $:5.35..39.3437083 0802-07 5.70-.547.   0303.3 9./.3!07025:./909.././.7-08.3/.3:39:202-078443.35.3/.380-.7/..5..:3405020739.-07:9 %.3%. $!708/03#4 ..9: 50.380-. .389:/-::2070.7 3.2.5020739.2.1//...5.39.380-..3/./909.3. !07025:. .4370809.3..843.9783.20303.5.502-:.3!07025:.. ./.0802-073 338.3.9 ..9:7.3:3.3/./..203:95503/.5.70-.3..9  /..:3.

.07..9. 3  /4308.802:... $:2.33/4308.549 .805.2:-:3..-..9.5.8.7.3-07503//.9.79.7950789.30.3..907..8.3.:39: -078.33.2/:.3$:.3 .35079..3   ./.8-.5498907:9.3 2./907-9.3-.3/.503/./30./.9.3-08./.7503.3/4308.3:39: 050393.-0747039./.80..7.5.3207:5.3207.7.: /907-9./.390..3:8.3.0802-07/.39.70-.79..39..3.:2/.:-.3.3503079.58.38.39.3/.3 .7../. $:3930.7503933.3. 2.1//..:2507025:.3. 83... .30-./.33.3/./03.3 07.9.9..8.3..-078:..203.90. 203..7-:..320303..33.7.:2 090/-/.2.3.3.0.3 !07025:.8.. 507:.390780-.3.3.93./.3503.39.920303.8.3907-99..7/./.3.. !074/00-.380-0.03/07:3/.-.0723.203.3.2.7./..    07.3/4308.3-: 03.8805079#  %474.2.857.80-.8050798:7.3 4907 8.3.3.380-..3503079.5.9/.-:.2./...3 -08.7.302.73.9 :7:. 0-..-./.0..3.7203.3.3.3.89039. 07.9: $0.-071:38:39:2030-.3.88.38079. 90780-:9 .3 %:8.3.7.33..: -..2/03.308.:.8023:9:207:5..9-8.8./:.39.3 07.35:8. 050393. 2.33.3 /.32..7../89478 80.380.33.848..3  02..88.9.3/!. .9.35.7/.9:207:5.8. :..3-.3202-.3/.3.920/.3803..907-95. :39:203.88.5074/0 9:.42:383/4308..9503.3/03.:5:3./.9783./9.3:7.5.9.3-07:-.7/.3 .50789..9.-//.2  -0782.3/9:8/.93.3. 2.8..39..98503//.-/..203:.39.2.33.220/.3/.$:3/. 30.3.7.3202-.3.3%.2.381./.39.3/03. . 47..39.3202507:. ./03.30/..39.9.39.:7: :7:.80-:..3907.57.3507025:.:.   $0-.3507025:.3/02.3. 5033./.30.3/..30-:/.7.3 050393. $05902-07 .302:33.80.3./03.7./.703....3-08./.8.3.08   8.7:7.3/.3. : $:7.3..8 2.8-.8.5079...9.33/ 9.843.39.702:33.09..5.0-.3.39.3502:/ 5:972..3-0747-.07..250702-.3..7.340 443.9:/. 3.3507025:.3202./.8090.39:50307-9.32025073.3.39/.7:! !.203.3 9.3.2.3803. -..32.88.8-07-0/..30-2:/..3/:3 /.33./.-.39: -07.7.3 .9..73/03.3/.  07.2-.:3 /.:38:/.:2507025:.:./:8:24 3.39..7.3-.7:39:503..2:3 /..20/.!:973/..

3/4308.2-.3/!.!07025:.3  503//..8..380-..7/.3././.5072.3:7:1/.:2.7.8.2./5.3..9.3 49...9.9.   #0.3.-:..3 5073985078.9.940#.3-0707.79.-073..3 :7:.9.2.2:/07.3/.3.3.3 !. 80-.3-..8$.25.3/.2.35.7/03.3/0/.907-9 !:97..7/.  909.3/03.E/.. /907-9./.9:8. 08025. 0..39..$:3/./.5.../:3 907-95.0.-./.3503.30707.3507/0-.7.4.7-073.:/.2030:.:.790/9:8 /./. ..7.394$474 /525340$9$:3/. 5.32..3 /03.35.3!.07.2../.:/:8   5.3/:3/907-9.8.:3/.8.8.  !07025:..-:..3 .-07.$.8...2.:3/ .0.3 503//.9.35:8 $..3207:5.3 790 .3./907-9.   03. !03:39:3897   $02./.7/.3907-9897&9424 ..:3 .3/.-./.2-039:5748.:3 50225370/.$.35253.17.25:7. 043.//..33.2-.3/:3897..9.39.370/.3-07-./4907-92./03./2470995.3-.3.9.: . 02.3 70/.39. !:97.3!.9.39.3.:3 8:7.7.39.502:/.9 $02039.:3 /507:.7.7.3$:.7.3.88047./:.0. .9.7./.9.3$:.:   !...3/. .83.9.7..30/8$:3/.7.503:83.

.

. 843.470 .4 .

 .

.

07..3 .39. 3/4308 92  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful