Membaca I

HAKEKAT MEMBACA
Drs.Kholid A.Harras
Pendahuluan Membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan umat manusia, terlebih pada era informasi dan komunikasi seperti sekarang ini. Membaca juaga merupakan sebuah jembatan bagi siapa saja dan di mana saja yang berkeinginan merih kemajuan dan kesuksesan, baik di lingkungan dunia persekolahan maupun di dunia pekerjaan. Oleh karena itu para pakar sepakat bahwa kemahiran membaca membaca (reading literacy) merupakan conditio sine quanon (prsayarat mutlak) bagi setiap insan yang ingin beroleh kemajuan. Meskipun demikian untuk memperoleh kemahiran membaca yang layak bukanlah perkara yang gampang. Mengapa demikian? Salah satu jawabannya karena faktor-faktor yang melingkupinya sangat kompleks. Atau dengan perkataan lain banyak hal yang mempengaruhi terwujudnya salah satu aspek keterampilan berbahasa tersebut. Apa sesungguhnya peranan membaca dalam kehidupan itu? Apa pengertian dan hakikat membaca itu? Unsur-unsur apa saja yang terlibat dalam setiap kegiatan atau proses membaca itu? Kemudian faktor-faktor apa yang mempengaruhi kemampuan membaca seseorang? Serta bagaimana supaya meningkatkan minat baca kepada para siswa kita. Lewat modul 1 ini kita akan mencoba membongkar seputar persoalan tersebut. Dengan demikian setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas seputar hal-ihwal membaca sebagaimana dikemukakan diatas. Secara lebih rinci yakni Anda diharapkan dapat: 1. menjelaskan peranan, pengertian dan proses membaca, 2. 3. menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca, menjelaskan upaya meningkatkan minat baca.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mepelajari modul ini Anda disarankan untuk memulai membaca setiap konsep, definisi, uraian dan contoh yang terdapat pada bagian awal setiap kegiatan belajar. Jika anda menemukan kata atau istilah-istilah yang sulit silahkan Anda buka bagian glosarium. Jika Anda telah memahami bagian tersebut, kerjakan bagian latihan dengan penuh kesungguhan. Usahakan anda jangan dulu melihat rambu-rambu jawaban sebelum Anda kerjakan selurun bagian latihan tersebut. Jika Anda belum berhasil menjawab dengan benar semua soal latihan perhatikan baik-baik sekali lagi petunjuk jawaban latihan. Jika Anda menganggap perlu, silahkan baca kembali konsep, uraian dan contoh sehubungan jawaban latihan ini. Akan tetapi jika Anda telah berhasil menjawab sebagian besar soal latihan tersebut silahkan Anda lanjutkan mengerjakan tes formatif.

Membaca I

Dalam mengerjakan tes formatif sebaiknya Anda jawab dahulu semua soal yang ada, baru kemudian Anda mencocokannya dengan kunci jawabannya. Sebelum Anda beralih pada kegiatan belajar selanjutnya Anda harus merasa yakin bahwa Anda telah berhasil memahami seluruh isi kegiatan belajar yang sudah Anda pelajari tersebut serta seluruh latihan-latihannya. Yang perlu Anda catat, bahwa model soalsoal tes formatif yang terdapat dalam setiap kegiatan belajar akan sama dengan model soal-soal yang terdapat pada ujian akhir semester (UAS) mata kuliah ini. Dengan demikian bila Anda sudah terbiasa mengerjakan tes formatif yang terdapat dalam setiap kegiatan belajar dengan sebaik-baiknya maka Anda akan mempunyai modal yang cukup besar saat menghadapi UAS nanti.

Membaca I

1 PERANAN, PENGERTIAN DAN PROSES MEMBACA
Peranan Membaca Bahwa membaca memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia tampaknya sudah kita pahami bersama. Meskipun demikian untuk memberikan wawasan serta perspektif yang lebih luas kepada Anda mari kita simak cerita berikut ini. Dalam sebuah kesempatan Prof. Leo fay (1980) mantan presiden IRA (International Reading Asociation) pernah meyakinkan para koleganya dengan sebuah kalimat yang berbunyi, To read is to possess a power for transcending whatever physical human can muster. Kemudian Hartoonian salah seorang politikus AS diwawancarai oleh seorang wartawan ihwal apa yang harus dilakukan bangsa Amerika untuk mempertahankan supremasinya sebagai negara adidaya yang disegani oleh bangsabangsa lain di kolong langit ini. Hartoonian menjawab, If me want to be a super power we must have individuals with much higher levels of literacy (jika kita menginginkan menjadi bangsa adidaya kita harus memiliki lebih banyak lagi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam hal litearsi (baca-tulis). Berlebihankah ucapan Leo Fay dan Hartoonian tersebut? Sebagian orang boleh jadi akan menganggapnya demikian. Mungkin mereka akan bertanya apa hubungan membaca dengan kedigjayaan suatu bangsa atau kualitas seorang manusia? Namun hika kita kaji masalah tersebut secara mendalam sesungguhnya ucapan keduanya sangatlah realistis. Mengapa? Sebab bagi masyarakat yang hidup dalam babakan pasca industri, atau yang lazim disebut era sumber daya manusia, atau erasibernatika seperti sekarang ini, kemahiran membaca dan menulis atau yang lazim disebut literacy memang telah dirasakan sebagai conditio sine quanon alias prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebagai sebuah bukti, konon para ahli ekonomi telah membuat prakiraan bahwa kehidupan perekonomian mendatang akan menemukan sumber kekuatannya pada kegiatan-kegiatan yang bertalian dengan suatu sumber daya yang hanya ada pada manusia, yakni daya nalarnya. Sebab daya nalar tersebut merupakan sumber utama yang dimiliki oleh manusia untuk berkreasi dan beradaptasi agar mereka mampu memacu kehidupan dalam jaman teknologi yang semakin canggih dan berkembang ini. Nalar manusia hanya akan berkembang secara maksimal jika ia diasah melalui pendidikan. Dan jantung dari pendidikan adalah kegiatan berliterasi atau kegiatan baca tulis. Dengan demikian dalam konteks perekonomian era pasca industri mendatang, di mana sumber daya manusia (human resources) merupakan tiang penyangga utamanya, kemahiran baca tulis yanglayak merupakan prasyarat mutlak bagi siapa saja dan bangsa mana saja yang memimpin kemajuan dan kejayaan. Tanpa adanya kemahiran tersebut, betapa kaya rayanya sumber daya alam (nature resources) yang dimiliki oleh suatu bangsa misalnya hal itu akan sulit mengangkat

sedang atau primitif kita dapat melihatnya dari aktivitas literasi (baca-tulis) yang dilakukan oleh bangsa tersebut. Oleh karena itu untu mengukur sejauh mana ketinggian peradaban suatu bangsa kita dapat kita dapat melihatnya dari sejauh mana bangsa tersebut pernah mengalami persentuhan dengan aktivitas litersi atau kegiatan baca-tulisnya. Oleh karena jika pada zaman ini orang tidak memiliki kemahiran membaca yang layak maka dirinya akan mudah terombang- . Dengan perkataan lain kedudukan kemahiran berliterasi pada abad informasi seperti sekarang ini sesungguhnya serta kesejahteraan penghidupannya. Mereka mengatakan bahwa budaya literasi merupakan sesuatu yang memegang peranan penting dalam merentas kemajuan penghidupan dan ketinggian kebudayaan umat manusia. Menurutnya hanya melalui kegiatan berlitersi yang layaklah orang akan dapat mengembangkan diri dalam bidangnya masing-masing secara maksimal serta akan selalu dapat mengikuti perkembangan baru yang terjadi. mengaitkan peranan litersi dengan pengembangan karier seseorang. Sebelum bangsa Jepang melakukan gerakan Restorasi Meiji. Contoh yang paling actual mengenai fenomena tersebut yakni bangsa Jepang. semakin rendah aktivitas literasinya maka akan semakin rendah pula tingkat peradaban mereka. salah seorang pakar pendidikan. Tetapi setelah mereka melakukan gerakan tersebut dan masyarakat telah memiliki tingkat literasi yang merata hanya dalam tempo kurang dari satu abad bangsa Jepang akhirnya muncul sebagai salah satu kekuatan baru yang sangat diperhitungkan keberadaannya sekaligus disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. Padahal waktu yang tersedia akan semakin terbatas. Hampir semua fakta sejarah membuktikan bahwasannya tidak ada bangsa manapun di dunia ini yang berhasil mencapai puncak-puncak kebudayaannya yang tidak ditopang oleh budaya literasi masyarakatnya. Atau sebagian orang menyebutnya Jepang merupakan negara Asia Timur yang menjadi catur (pembicaraan-red) dunia. menyatakan bahwasanya dengan gencarnya arus informasi seperti sekarang ini tuntutan untuk membaca akan semakin besar pula. Semakin tinggi aktivitas literasi suatu bangsa maka secara hipotesis akan semakin tinggi pula tingkat peradaban bangsa tersebut. Soedarso. Ihwal peran literasi sebagai penopang utama kemajuan umat manusia tersebut juga disitir oleh para pakar antropologi budaya. Begitu pula sebaliknya. di mana mereka melakukan terjemahan besar-besaran terhadap buku-buku ilmu pengetahuan dan teknologi dan mengupayakan budaya baca-tulis kepada masyarakatnya pada sekitar paruh abad ke-18.• Membaca I derajat bangsa tersebut ke pentas percaturan dunia serta dapat diperhitungkan oleh bagnsa-bangsa lain. Kalau kita rajin membolak-balik buku-buku sejarah mengenai pasang surut perjalanan peradaban bangsa-bangsa di dunia ini sesungguhnya penjelasan Leo Fay serta Hartoonian diatas bukan hal yang luar biasa. bangsa Jepang hampir tidak pernah memperhitungkan keberadaannya oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. Roijakers (1980). Atau tegasnya untuk melihat apakah bangsa itu telah memiliki peradaban yang tinggi. Dalam tulisannya Membaca Cepat Menjawab Tantangan Abad Informasi (1987).

Mengapa? Karena keterampilan membaca merupakan katalisator atau penghantar yang sangat ampuh untuk mendayagunakan sumberdaya manusia Indoensia yang jumlahnya demikian dahsyat. berkepribadian. maka proses bersekolah pada dasarnya boleh dianggap sebagai hal yang mubazir atau sia-sia. Ahmadsslamet Harjasujana (1988) juga menyinggung ihwal peran kemahiran membaca ini sebagai prasyarat bagi bangsa Indonesia untuk dapat mewujudkan cita-cita kemerdekaannya. yakni masyarakat yang menjadikan aktivitas baca-tulis sebagai bagian dari budaya hidupnya. ujar Moris. baldatun toyyibatun wa robbun ghafur. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohaninya”.• Membaca I ambingkan. yang akan sanggup menyerap dan menganalisis. Dengan perkataan lain. Kemudian dalam bagian lain dari pidatonya beliau juga menyatakan: . bekerja keras dan berkualitas. salah seorang sastrawan terkenal asal Perancis mengatakan bahwa pada hakekatnya salah satu tugas atau misi penting kehadiran dunia persekolahan dari mulai SD hingga PT/universitas yakni mengantarkan para peserta didiknya agar kelak mereka mampu “membuka pintu perpustakaan” sendiri alias manusia yang mencetak manusia-manusia yang berkebudayaan literasi (bacatulis). yang kini belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebab hanya masyarakat yang memiliki kebudayaan literatlah atau masyarkat yang melek wacana. Menurut William D. mandiri. Mengomentari betapa pentingnya kaitan antara literasi dengan dunia persekolahan tersebut. Secara lengkap beliau berujar. gemah ripah repah rapih. Dalam dunia pendidikan kemahiran berliterasi juga merupakan hal yang sangat fundamental. maka rakyat Nusantara dituntut untuk menjadi masyarkat yang literal. Ahmadslamet Harjasujana: “Tujuan Pendidikan Nasional yang telah ditetapkan oleh MPR dan kemudian dituangkan dalam GBHN kita itu sesungguhnya hanya akan tercapai jika masyarakat Indoensia telah berliteral. Jika kita memimpikan Nusantara ini sebagai negara kerta raharja. Ihwal peran mebaca dalam konteks dunia pendidikan ini marilah kita simak salah satu bagian lain dari pidato pengukuhan guru besar Prof. bahkan akan tergilas oleh arus informasi tersebut. Mengapa demikian? Sebab selain semua proses belajar sesungguhnya didasarkan atas kegiatan membaca dan menulis juga hanya dengan melalui kegiatan literasi membaca dan menuliskan kita dapat menjelajahi luasnya dunia ilmu yang terhampar luas dari berbagai penjuru dunia dan dari berbagai babakan jaman. Baker bahwa 85% kegiatan belajar di perguruan tinggin meliputi membaca. tangguh dan bertanggungjawab. Hanya masyarakat yang literatlah yang mampu menjadi masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. kemahiran baca-tulis merupakan batu loncatan bagi kebersilan seorang di sekolah dan dalam kehidupan selanjutnya di masyarakat. Dan jika dunia sekolah tidak mampu merealisasikan misi tersebut. kemudian membuat sintesis dan evaluasi tentang informasi yang tercetak sebelum dirinya mengambil keputusan menurut kemampuan nalar dan intuisinya. secara tamsil Andre Morois. berbudi perkerti luhur.

pengertian membaca semacam itu sudah bisa dikatakan tepat. Guru yang dapat memberikan bantuan yang tepat dan efektif kepada para siswa yang ditugasi membaca materi untuk bidang studi yang khusus ialahpara guru bidang studi itu sendiri. Bagi anak-anak SD kelas 2 keatas pengertian membaca sebagaimana disebutkan oleh Anderson di atas tentunya sudah tidak dapat dipertahankan lagi. bergantung dari sudut mana kita hendak meninjaunya. Oleh karena itu seyogyanya para guru bidang studi perlu membekali diri dengan berbagai kompetensi pengajaran membaca yang relevan jika mereka benar-benar menghendaki anak-anak didik mencapai prestasi yang diharapkan.• Membaca I “Sehubungan hal itu maka program-program pendidikan guru seyogyanya diperpanjang waktunya dan ditingkatkan kualitasnya. Seperti diakui oleh William (1984:2). Bagi Budi yang masih duduk dikelas 1 SD misalnya. Para pakar hingga saat ini umumnya masih memberikan batasan yang berbeda-beda. Tetapkah pengertian membaca seperti itu? Jawabannya bisa ya bisa juga tidak. Alasannya karena ketika dia melakukankegiatan membaca dia hanya terbtas mengemukakan atau membunyikan rangkaian lambang-lambang bahasa tulis yang dilihatnya. Anderson (1972:209) secara singkat dan sederhana mencoba mendefinisikan embaca sebagai proses kegiatan mencocokan huruf atau melafalkan lambing-lambang bahasa tulis atau reading is a recording and decoding process. Selain itu pengertian tersebut mengisyaratkan seakan-akan proses membaca merupakan proses yang pasif belaka. Sebab kegiatan membaca yang tidak disertai dengan pemahaman bukanlah kegiatan membaca. dari huruf menjadi kata. yakni bahwasannya unsur yang harus ada dalamsetiap kegiatan membaca yakni pemahaman (understanding). Meskipun demikian menurutnya ada satu yang disepakati oleh seluruh pakar ihwal membaca. . kalimat dan seterusnya. Pengertian dan Proses Membaca Apa yang dimaksud dengan membaca? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan sangat luas dan beragam. Oleh karena itu Finnochiaro dan Bonomo (1973:119) mencoba mendefinisikan membaca sebagai proses memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung dalam bahasa tulis (reading is bringing meaning to and getting meaning from printed or witten material). kemudian menjadi frasa. hingga saat ini menurutnya para pakar masih bersilang pendapat dalam memberikan definisi membaca yang benar-benar akurat. Itu berarti mata kuliah keterampilan membaca perlu diajarkan kepada seluruh mahasiswa calon guru”. Atau dengan perkataan lain saat mereka harus dapat memahami maksud atau tujuan arti lambang-lambang bunyi bahasa tulis yang dibacanya. Sebab tuntutan pada level mereka ketika mereka melakukan kegiatan proses membaca adalah pemahaman. Kegiatan membaca semacam itu tentunya merupakan level yang paling rendah. Perkara apakah dirinya mengerti atau tidak arti atau makna dari seluruh rangkaian lambang-lambang bahasa tulis tersebut tidak begitu menjadi persoalan benar.

membandingkan dan meyakini pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh si pengarang. Oleh karena yang penting bagi kita bukan menghafalkan aneka definisi-definisi tersebut. Pembuka tidak lagi menangkap makna yang lebih dalam lagi yaitu makna di balik baris-baris tersebut. pembaca hanya menangkap informasi yang tercetak secara literal (tampak jelas) dalam bacaan atau informasi yang ada dalam baris-baris bacaan (reading the lines). Selain itu dalam prosesnya kegiatan membaca ini juga tidak lagi pasif melainkan sebagai proses yang aktif. menolak. Mengapa demikian? Jawabannya karena bagi mereka ketika membaca bukan hanya dituntut untuk memahami informasi-informasi yang tersurat saja tapi juga yang tersirat. Oleh karena itu seorang pakar bahasa mengibaratkan proses membaca itu bagaikan proses menangkap bola dalam sebuah permainan bola basket. dan hasrat masing-masing. . Membaca semacam ini masih mencerminkan sebagai kegiatan yang pasif. Atas dasar pijakan tersebut Ahmadslamet Harjasujana (1987:36) mengatakan bahwa membaca dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan komunikasiu interaktif yang memberi kesempatan kepada pembaca dan penulis untuk membawa latar belakang. Kemudian membaca bukanlah merupakan proses yang pasif melainkan aktif. melainkan juga makna yang terdapat di antara baris (reading between the lines). Sekali lagi pengertian atau definisi membaca itu banyak sekali ragamnya. Dengan demikian dalam tataran yang lebih tinggi membaca bukan hanya sekedar memahami lambing-lambang bahasa tulis belaka melainkan pula berusaha memahami. dan bukannya proses menerimanya bingkisan lebaran misalnya. Yang lebih penting bagi kita ialah memahami alasan-alasan yang melatarbelakangi dari definisi-definisi mereka itu. Oleh karena itu Thorndike mengatakan bahwa proses membaca itu tak ubahnya dengan proses ketika seseorang sedang berpikir atau bernalar (reading as thinking or reading as reasoning).• Membaca I Kedua jenis kegiatan membaca tersebut oleh para pakar membaca umumnya digolongkan sebagai kegiatan membaca literal. Oleh karena itu membaca dapat kita definisikan sebagai kegiatan memetik makna atau pengertian bukan hanya dari deretan kata yang tersurat saja (reading the lines). bahkan juga makna yang terdapat dibalik deretan baris tersebut (reading beyond the lines). Dengan perkataan lain membaca merupakan proses yang menuntut pembaca melakukan pertukaran ide dengan penulis melalui teks. Atau sebagaimana dikatakan oleh Goodman (1967:127) bahwa ketika seseorang membaca bukan hanya sekedar menuntut kemampuan mengambil dan memetik makna dari materi yang tercetak melainkan juga menuntut kemampuan menyusun konteks yang tersedia guna membentuk makna. Artinya seorang pembaca harus dengan aktif berusaha menangkap isi bacaan yang dibacanya tidak boleh hanya menerimanya saja. Artinya. Pengertian membaca yang sebagaimana diaktakan oleh Finnochiaro dan Banomo di atas untuk anak-anak SLTP ke atas tampaknya sudah tidak tepat lagi. menerima. Dalam kajian membaca jenis membaca semacam ini digolongkan kedalam membaca kritis serta membaca kreatif.

Selanjutnya proses membaca juga tidak selamanya identik dengan proses mengingat. Bola akan akan tertangkap dengan baik kemudian menggiring dan memasukannya ke dalam keranjang basket. atau pandangan jauh.• Membaca I Sebagaimana kita maklumi seorang pemain basket yang baik harus berusaha memperhatikan gerakan-gerakan bola yang lemparkan. b. Akan tetapi pada usia tersebut karena anak merupakan pribadi-pribadi dengan pola kepribadian yang berbeda dalam pertumbuhan dan perkemvanannya kita harus memiliki pengetahuanpengetahuan yang layak tentang hal-hal yang pantas diperhatikan. mata. Salah satu jenis keliru sipi itu adalah hipermetropia. Membaca sebagai proses sensoris Membaca itu pada awalnya merupakan proses sensoris. persepsi yang dalam pemfokusan pengaturan dan pengubahan perasaan secara bebas. Terkadang dia harus lompat kanan lompat kiri untuk dapat menangkap. minat. latar belakang sosial ekonomi. Untuk mengetahui kelemahan tersebut sekolah harus menyediakan alat uji penglihatan. Pada tingkat awal anak-anak menunjukkan kemampuan yang secara umum sekali disebut membaca. Kelemahan penglihatan yang umum diderita anak-anak ialah kekeliruan kesipian (refrective eror). Membaca sebagai suatu proses psikologis Yang dimaksud dengan membaca sebagai proses psikologis yakni bahwasannya kesiapan dan kemampuan membaca seseorang itu dipengaruhi serta berkaitan erat dengan faktor-faktor yang bersifat psikis seperti motivasi. Kapankah anak-anak telah memiliki kesiapan penglihatan untuk memulai membaca buku? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya anak mempunyai kesiapan penglihatan untuk membaca pada usia 5-6 tahun. setelah itu memahami lebih lanjut isi yang terdapat di dalamnya. Guru yang baik tidak akan memberi tugas kepada anak-anak menderita penglihatan semacam ini untuk . yakni dimulai dari melihat (bagi mereka yang matanya normal) atau meraba (bagi mereka yang tuna netra). Begitu pula halnya dengan kegiatan membaca. a. Pada usia tersebut anak dianggap telah memiliki kompetensi koordinasi binakular. Membaca bukan harus hafal kata demi kata atau kalimat demi kalimat yang terdapat dalam bacaan. yakni kondisi mata yang tidak dapat terpusat. Hal lain untuk mengatasi hal ini ialah dengan jalan membawa para siswa secara teratur ke poliklinik terdapat untuk diperiksa kesehatan matanya. Pembaca harus berusaha menangkap pesan yang terdapat dalam bacaannya secar aktif. Stimulus masuk lewat indera penglihatan. serta oleh tingkat perkembangan dirinya. Yang lebih penting ialah menangkap pesan atau ide pokok bacaan dengan baik. baik oleh kawan maupun lawan main. Para saat permulaan itu anak mulai sadar bahwa tanda lambang-lambang tersebut itu dirangkai-rangkaikan maka akan tersusunlah suatu pembicaraan. seperti intelegensi dan usia mental (mental age). Jadi tidak begitu saja menerima seluruh pesan yang disampaikan seperti halnya saat menerima bingkisan lebaran tadi. dan kalau perlu mengomentarinya.

Penderita cacat penglihatan ini mempunyai jarak pandang yang tidak sama untuk kedua bola matanya. Boleh jadi salah satu bola matanya menderita miopi sedangkan bola mata satu laginya menderita hipermetropik. 2) kesadaran akan persamaan pokok untuk mengadakan klasifikasi umum kata-kata. dia tidak akan memenuhi kesulitan dalam penguasaan bahan bacaannya itu. yakni melihat dan mendengar. dan meraba. Anak-anak yang merupakan pembaca pemula harus mampu mendengarkan kesamaan di antara bunyi-bunyi huruf yang terdapat dalam setiap kata. Vernon (!962) memberikan penjelasan bahwa proses perseptual dalam membaca itu terdiri atas empat bagian: 1) kesadaran akan rangsangan visual. mendeteksi irama dan sejenisnya. dan bahan pengajaran yang diselaraskan. . Meskipun penyakit-penyakit tersebut tidak pernah dimasukan ke dalam faktor yang ikut serta menimbulkan ketidak mampuan membaca. hal tersebut tidak akan menjadi rintangan baginya. secara umum persepsi dimulai dari melihat. Kalaupun ada kesulitan. dan tidak mendapatkan pengajaran yang layak. Jenis sipi yang kedua ialah myopia atau pandangan dekat. Sedangkan eror refraktif ketiga ialah astigmatisme. Membaca sebagai proses perceptual Proses perceptual dalam membaca mempunyai kaitan yang erat dengan proses sensoris. c. mengecap.• Membaca I membaca benda-benda yang terlalu dekat atau menyuruhnya membaca dalam waktu yang terlalu lama secara terus-menerus. mendengar. Sebaliknya seorang anak yang mempunyai cacat pendengaran yang tidak seberapa bisa saja akan menemui kegagalan dalam penguasaan bacaannya jika dia tidak memiliki motivasi yang tinggi. keteganan dan rendahnya minat untuk melakukan kegiatan membaca. Namun demikian dalam proses membaca cukup hanya memperhatikan kedua hal yang pertama. mencium. tidak memiliki tingkat kepercayaan diri. Hal yang perlu diperhatikan oleh para guru ialah bahwa bila seorang anak kehilangan daya dengarnya namun masih mempunyai untuk belajar membaca. 3) klasifikasi lambing-lambang visual untuk kata-kata yang ada di dalam kelas yang umum. mendeteksi kata-kata yang mulai berakhir dengan bunyi yang sama. namun jelaslah peranannya sebagai faktor yang ikut serta menimbulkan gangguan dalam membaca serta ketidakbetahan. Seperti halnya dalam proses sensoris. Oleh karena itu Anda harus waspada untuk tidak mempertukarkannya. Penderita myopia tidak sebanyak hipermetropia pada permulaan pengajaran membaca dan akibat yang ditimbulkannya pun tidaklah begitu parah. kemampuan mencari kompensasi. 4) identifikasi kata-kata yang dilakukan dengan jalan menyebutkannya.

Pada umumnya orang sepakat bahwa persepsi itu mengandung stimulus asosiasi makna dan interpretasinya berdasarkan pengalaman tentang stimulus itu serta respon yang menghubungkan makna dengan stimulus atau lambing. Sebelum anak dapat merespons perbedaan antara huruf b dan d. menyintesis dan sebagainya. Bagian terpenting dari stimulus ialah kemampuannya mengisolasikan dan membedakan berbagai stimuli. Kita tidak memperoleh makna dari lambing atau bunyi itu. Sebagai contoh. Sebaliknya pengenalan terhadap b yang berbeda dengan d. Semakin luas dan bervariasi pengalaman seorang anak akan semakin luas dan semakin terbuka kesempatan baginya untuk mengembangkan konsep-konsep dan . bagi anak hanyalah merupakan masukan permulaan yang mempermudah proses pengenalan dan identifikasi. Kekeliruan semacam itu mudah dikenal dengan jalan mencamkan bahwa stimulus itu sendiri sesungguhnya tidak mempunyai makna. Pada daerah itulah sebenarnya kita harus mengasah kemampuan anak-anak agar dapat menggeneralisasikan. Jika titik hitam itu diletakkan pada sebuah peta. Persepsi seorang anak dalam membaca berpengaruh dan dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang banyak jumlahnya. Antara lain oleh kebudayaan. Dengan kata lain pada setiap anak haruslah terjadi semacam mediasi atau pengalihan pengalaman. mulai dari daerah-daerah yang kongkret sangat nyata dan khusus hingga ke daerahdaerah yang abstrak atau tidak jelas batas-batasnya. Meskipun yang demikian itu merupakan persepsi. langkah pertama ialah stimulus seringkali disalah artikan sebagai keseluruhan persepsi.• Membaca I Meskipun Vernon bermaksud memperuntukkan langkah-langkah tersebut dapat diterapkan pada persepsi auditoris. kalau kita melihat sebuah titik hitampada selembar kertas makna titik hitam tersebut sesungguhnya tidak mempunyai makna apa-apa bagi kita. maka ia harus terlebih dahulu mengetahui beda keduanya itu. kata dan kalimat dalam wacana. Akan tetapi jika titik hitam itu tampak di akhir deretan kata-kata yang membentuk kalimat maka ia baru mempunyai makna. boleh jadi kita akan menginterpretasikannya sebagai letak sebuah kota. Untuk mengembangkan kemampuan membacanya anak harus pula dapat memodifikasi dan menghubungkan pengalamannya dengan stimulus-stimulus yang ada dalam konteks dan lingkungan yang sedang dialaminya. Fungsi utama stimulus. yakni tanda berhenti. tetapi kita membawa makna kepadanya. jika dalam konteks kode morsetitik hitam itu boleh jadi akan dimaknai sebagai huruf e atau mungkin merupakan tanda lambing vokal dalam bahasa orang Yahudi. Seperti yang pernah kita singgung. pengalaman. sesuai dengan namanya ialah meminta. Jadi jika kita tidak pernah dapat mengasosiasikan sebuah titik hitam itu dengan makna apapun maka titik hitam itu tidak akan pernah bermakna. emosi. kematangan bahkan kepribadian anak yang bersakutan. menganalisis. atau bunyi /b/ yang berbeda dengan bunyi /d/ tidaklah memberikan makna apapun. Persepsi itu sesungguhnya merentang di antara batas-batas daerah yang sangat luas. Dengan demikian seyogyanyalah anak-anak sudah terlebih dahulu memiliki banyak pengalaman sebelum dirinya pertama kali mengenal huruf.

Anak yang dapat menguasai berbagai tingkatan proses membaca akan merasakan membaca sebagai sumber pertolongan terpenting dalam menghadapi segala persoalan dalam kehidupan kesehariannya. Kemajuan kemampuan membaca pada umumnya memang bergerak tarataur. Dalam upaya mencamkan membaca sebagai proses perkembangan ada dua hal yang harus mendapat perhatian guru. Meskipun membaca itu merupakan proses perkembangan gerakannya tidaklah berada dalam jarak-jarak yang beraturan dan tidak tentu waktunya. Membaca juga bukanlah merupakan proses instinktif. Misalnya melalui kegiatan karyawisata. Hal kedua yang patut diperhitungkan oleh para guru ialah keyakinan bahwa membaca bukanlah suatu objek melainkan suatu proses. permainan bersama. Kita tidak tahu kapan perkembangannya itu mulai dan kapan akan berakhir. Tidak ada seorang anak yang dapat membaca dengan jalan melihat orang lain membaca misalnya. Oleh karena itu mata pelajarannya harus menarik dan layak. Seorang anak bisa berdiri pada usia tujuh bulan. Kemampuan yang demikian teratur jaraknya itu tidak dapat kita harapkan terjadi pada setiap anak.• Membaca I memperbaiki persepsinya. namun keistimewaan-keistimewaan tertentu bisa terjadi pada setiap anak. . Demikian juga untuk perkembangan kemampuan membaca. berjalan pada usia delapan bulan dan lari pada usia sembilan bulan. Membaca Sebagai Proses Perkembangan Membaca itu pada dasarnya merupakan suatu proses perkembangan yang terjadi sepanjang hayat seseorang. melainkan sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan. Kesiapan anak didik itu harus dikembangkan pada setiap taraf perkembangan kemampuannya. Masalah yang dihadapi setiap anak ada yang bersifat problematik dan ada pula yang bersifat alami. Guru tidak boleh memiliki pandangan mata pelajaran yang dikelolanya itu sebagai sebuah tujuan akhir. Pertama. cerita. guru harus mempunyai kejelian dalam memperhatikan kemajuan setiap anak didiknya. guru harus selalu sadar bahwa membaca merupakan sesuatu yang diajarkan dan bukan sesuatu yang terjadi secara insidental. Dan setiap perkembangan baru itu sesungguhnya merupakan kelanjutan dari perkembangan sebelumnya. Dengan demikian membaca harus dipandang sebagai suatu alat dan bukan sebagai suatu tugas. Oleh karena itu untuk menjamin adanya kesiapan anak pada tingkat perkembangan yang berikutnya guru harus betul-betul menyiapkan kesiapan anak tersebut pada taraf sebelumnya. anak yang tidak dapat membaca karena belum cukup matang akan meminta kesabaran guru untuk menanti dia sampai pada tingkat kematangannya. membaca merupakan proses yang dipelajari yang pemerolehannya akan sangat bergantung dari upaya yang dilakukan dan prosedur yang dijalani. gambar dan seterusnya.

Bentuk-bentuk latihan dapat dilakukan per aspek atau per komponen keterampilan tertentu atau dapat pula secara sekaligus langsung mempraktikannya. dan seterusnya. Hal apakah yang harus ada dari definisi membaca itu seperti yang dinyatakan oleh William? . maka baginya tidak akan merupakan masalah dalam memahami kata tersebut di mana pun kata tersebut diposisikan dalam sebuah tataran kalimat. namun kaitannya tetap tampak. baik dalam konteks ilmu matematika. Jika anak telah dapat menguasai cara memahami kata secara mandiri. Sebagai suatu keterampilan sebagaimana keterampilan-keterampilan lainnya. ataupun tingkatan-tingkatan akademis. tanda titik sebelum tanda tanya. Anak akan mampu mencari materi sumber secara mandiri setelah mereka menguasai keterampilan-keterampilan prasyarat. fisika. yakni menyimak. keterampilan itu bersifat tergeneralisasikan. 2. Buktikan bahwa membaca memegang peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan umat manusia abad ini! 2. Keterampilan dasar dalam membaca dapat digeneralisasikan sehingga anak yang telah dapat menguasai keterampilan tersebut dituntut untuk dapat menerapkannya kapan saja dan di mana saja jika situasi dan kondisi menghendaki penggeneralisasian itu. 3. kimia biologi. keterampilan membaca hanya akan dapat dicapai dengan baik jika disertai dengan upaya latihan yang sungguh-sungguh. 1980). Hal tersebut dipandang objektif karena dalam perkembangannya tidak tergantung pada materi. atau membaca fakta sebelum membaca untuk mencari ide tama. Keterampilan tersebut bersifat objektif Salah satu hal yang mula-mula kita sadari meneliti proses perkembangan keterampilan membaa itu ialah bahwa perkembangan keterampilan membaca itu bersifat objektif. Latihan Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda tentang materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini kerjakan secara berpasangan latihan berikut ini! 1.• Membaca I Membaca Sebagai Proses Perkembangan Keterampilan Berbahasa Membaca merupakan salah satu dari empat komponen keterampilan berbahasa. berbicara dan menulis (Tarigan. Keterampilan itu mempunyai sifat berlanjut Meskipun keterampilan itu terikat pada tingkatan kelas anak. Keterampilan itu dapat digeneralisasikan Di samping objektif dan bertahap. Sifat proses perkembangan keterampilan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Ini tidak berarti bahwa Anda harus mengajarkan konsonan awal sebelum mengajarkan konsonan akhir. metode.

yakni daya nalar tersebut merupakan sumber utama yang dimiliki oleh manusia untuk berkreasi dan beradaptasi agar mereka mampu memacu kehidupan dalam jaman teknologi yang semakin canggih dan berkembang ini. 2. Rangkuman Bagi masyarakat yang hidup dalam babakan pasca industri. Tanpa adanya kemahiran tersebut. konon para ahli ekonomi telah membuat prakiraan bahwa kehidupan perekonomian mendatang akan menemukan sumber kekuatannya pada kegiatan-kegiatan yang bertalian dengan suatu sumber daya yang hanya ada pada manusia. atau yang lazim disebut era sumber daya manusia. kemahiran membaca dan menulis atau yang lazim disebut literacy memang telah dirasakan sebagai conditio sine quanon alias prasyarat mutlak yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Sebagai sebuah bukti. Nalar mausia hanya dan hanya akan berkembang secara maksimal jikaia diasah melalui pendidikan. yang memimpikan kemajuan dan keberjayaan.• Membaca I Petunjuk Jawaban Latihan Jika Anda telah selesai. Dengan demikian kedudukan kemahiran . yakni daya nalarnya. Dan jantung dari pendidikan adalah kegiatan berliterasi atau kegiatan bata-tulis. atau era sibermatika seperti sekerang ini. Nalar manusia hanya dan hanya akan berkembang secar maksimal jika ia diasah melalui pendidikan. betapa kaya rayanya sumber daya alam (nature resources) yang dimiliki oleh suatu bangsa misalnya hal itu akan sulit mengangkat derajat bangsa tersebut bangsa tersebut ke pentas percanturan dunia serta dapat diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain. Kegiatan membaca yang tidak disetai dengan pemahaman bukanlah kegiatan membaca. Yakni pemahaman (understanding). Dengan demikian dalam perekonomian pada era pasca industri mendatang. kemahiran baca-tulis yang layak merupakan prasyarat mutlak bagi siapa saja dan bangsa mana saja. dimana sumber daya manusia (human resource) merupakan tiang penyangga utamanya. konon para ahli ekonomi telah membuat prakiraan bahwa kehidupan perekonomian mendatang akan menemukan sumber kekuatanya pada kegiatan-kegiatan yang bertalian dengan suatu sumber daya yang ada pada manusia. periksalah latihan Anda dengan memperhatikan ramburambu berikut ini! 1. Sebagai sebuah bukti. Sebab daya nalar tersebut merupakan sumber utama yang dimiliki oleh manusia untuk berkreasi dan beradaptasi agar mereka mampu memacu kehidupan dalam jaman teknologi yang semakin canggih dan berkembang ini.

1-3 pilihlah satu jawaban yang paling tepat A. Sebab selain semua proses belajar sesungguhnya didasarkan atas kegaitan membaca dan menulis juga hanya dengan melalui kegaitan literasi membaca dan menulislah kita dapat menjelajahi luasnya dunia ilmu yang terhampar luas dari berbagai penjuru dunia dan dari berbagai babakan jaman. Hal ini karena membaca merupakan proses yang sangat kompleks.. A.• Membaca I berliterasi pada abad informasi seperti sekarang ini sesungguhnya merupakan modal utama bagi siapa saja yang berkehendak meningkatkan kemampuan serta kesejahteraan penghidupannya. D. Anderson Goodman Finnochiaro Bonnomo . B. Selain itu merupakan proses sensoris membaca juga merupakan proses psikologis. Banyak definisi yang telah dikemukakan oleh para pakar tentang membaca. Dengan demikian dunia pendidikan dan persekolahan memiliki tugas untuk mengupayakan kehadiran salah satu aspek keterampilan berbahasa ini kepada para siswanya. B. D. C. Meskipun demikian hal yang harus ada dalam kegiatan membaca yakni unsur pemahaman (understanding). atau D)! 1) Salah satu faktor yang sangat penting yang akan mengantarkan keberhasilan umat manusia dalam bidang ekonomi pada abad informasi dan teknologi canggih seperti sekarang ini ialah kepemilikan sumber daya ….. Pendapat ini dikemukakan oleh…. Dalam dunia pendidikan kemahiran berliterasi juga merupakan hal yang sangat fundamental. C. Tes Formatif Petunjuk : Untuk soal-soal no. proses keterampilan berbahasa. A. proses perkembangan. Meskipun demikian mengupayakan keterampilan membaca memang bukanlah persoalan yang sederhana. alam ekonomi manusia politik 2) Pada tataran yang lebih rendah membaca didefinisikan sebagai proses kegiatan mencocokkan lambing-lambang bunyi bahasa. Sebab kegiatan membaca yang tidak disertai dengan pemahaman bukanlah kegiatan membaca. C. B.

Sebab Keterampilan dasar dalam membaca dapat digeneralisasikan sehingga anak yang telah dapat menguasai keterampilan tersebut dituntut untuk dapat menerapkannya kapan saja dan di mana saja jika situasi dan kondisi menghendaki penggeneralisasian itu.. dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat. 5) Disamping objektif dan bertahap.. Jika (2) dan (3) benar. 4-6. B. Jika pernyataan dan alasan salah. Petunjuk: Untuk soal no. D. alasan benar. Jika (1) dan (2) benar. A. tetapi antara keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat. . 6) Pada awalnya membaca itu merupakan proses sensoris Sebab Proses sensoris ialah proses memberi makna terhadap kata-kata yang dibaca. C. kecuali…. Jika pernyataan benar. pilihlah: A. alasan salah atau jika pernyataan salah alasan benar. Jika pernyataan benar. motivasi persepsi konsisi sosial ekonomi kondisi penglihatan Petunjuk: Untuk soal no. B. D. B. D. C. 7-10 pilihlah: A. (2). C. Jika pernyataan benar.• Membaca I 3) Dibawah ini merupakan faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi kemampuan membaca. alasan benar. Jika (1) dan (3) benar. Jika (1). 4) Dalam dunia pendidikan kemahiran membaca merupakan hal yang sangat penting Sebab Semua proses belajar hampir dapat dikatakan tidak mungkin dilepaskan dari kegiatan membaca. keterampilan membaca itu bersifat tergeneralisasikan. dan (3) benar.

. Bagus! Tetapi jika tingkat penguasaan Anda kurang .79% < 70% Jumlah jawaban Anda yang benar Χ100 10 penguasaan yang Anda capai = Amat baik = baik = cukup = kurang Jika Anda telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. (1) (2) (3) kebudayaan dan pengalaman emosi dan kematangan kepribadian atau watak Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat pada bagian akhir modul ini! Hitung jumlah jawaban yang benar.. Antara lain ….• Membaca I 7) Membaca merupakan proses interaksi ….. (1) (2) (3) keterampilan membaca itu harus diajarkan kepada para siswa keterampilan membaca bukanlah bawaan alami keterampilan membaca tidak terjadi dengan sendirinya 10) Persepsi seorang anak dalam membaca berpengaruh dan dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang banyak jumlahnya. Anda dapat melanjutkan Kegiatan Belajar 2. kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari! Rumus: Tingkat penguasaan = Arti tingkat 90% .89% 70% .100% 80% . (1) (2) (3) melihat bagi yang normal mendengar bagi yang tuli meraba bagi yang buta 9) Sebagai guru kita harus yakin bahwa …. (1) (2) (3) antara penulis dan pembaca bersifat tidak langsung aktif dan rekreatif 8) Kesiapan membaca itu dimulai dari …..

. terutama bagian yang belum Anda kuasai.• Membaca I dari 80% Anda harus kembali mempelajari materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini.

Oleh karena itu mereka beranggapan bahwa proses perkembangan bahasa sangat ditentukan oleh lamanya latihan yang dilakukan oleh lingkungannya. Artinya proses penguasaan dan kemampuan berbahasa itu. Gagasan behavioristik tentang belajar bahasa terutama didasarkan pada teori belajar yang menitikberatkan peran lingkungan. Para pengusung aliran ini tidak memandang penting pengaruh dari lingkungan sekitar si pembelajar. Landasan teoritis mengenai belajar membaca sebenarnya tidak berbeda dengan landasan teoritis mengenai belajar bahasa. Oleh . baik verbal maupun non-verbal dalam pemerolehan hasil belajar.• Membaca I 2 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN MEMBACA Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan membaca seseorang? Sebelum kita membahas lebih jauh persoalan tersebut sejenak mari kita tinjau terlebih dahulu ihwal landasan teoritis mengenai belajar membaca ini. dikendalikan dari luar si pembelajar dan diperoleh sebagai akibat adanya berbagai rangsangan yang disodorkan kepada sang pembelajar dan diperoleh sebagai akibat adanya berbagai rangsangan yang disodorkan kepada sang pembelajar melalui lingkungannya. Dalam pandangan behavioristik anak dianggap sebagai penerima pasif dari lingkungannya. khususnya apa yang dikenal dengan stimulus-respons. khususnya bahasa pertama. Sebaliknya mereka beranggapan bahwa selama belajar bahasa pertama sedikit-demi sedikit seorang pembelajar akan membuka kemampuan lingualnya yang secara generic telah diprogramkan pada dirinya. Gagasan mentalistik atau nativisik menekankan pada aspek kapasitas bawaan (innate). Sebagaimana kita ketahui dalam belajar bahasa terdapat tiga acuan pendekatan yang biasa digunakan sebagai landasan-pijak bagi proses dan pendekatan prosedural.

menurut Yap jika kita berniat untuk meningkatkan kualitas kemampuan membaca seseorang maka perbanyaklah melakukan aktivitas membaca. begitu pula sebaliknya. Ibarat seorang penerbang. khususnya lewat kegiatan pembelajaran. Jadi beberapa aspek penting yang menyangkut sistem bahasa pasti sudah ada pada manusia secara ilmiah. Sedangkan pendekatan prosedural mencoba menjembatani kedua kubu ekstrim tersebut dengan memadukan interaksi antara faktor-faktor internal dengan faktor-faktor eksternal dalam belajar bahasa. Dengan demikian Yap termasuk seorang pakar membaca yang beraliran behavioristik. Dalam kaitannya dengan kegiatan belajar membaca ini. Untuk menguatkan pendapatnya itu Yap melaporkan hasil penelitiannya ihwal perbandingan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca tersebut sebagai berikut: 65% ditentukan oleh banyaknya waktu yang digunakan untuk membaca. dan 10% oleh faktor-faktor lain berupa lingkungan sosial. 25% oleh faktor IQ.• Membaca I karena itu para pengikuti aliran ini lebih condong pada anggapan bahwa bahasa merupakan pemberian secara biologis. emosional. Hasil riset yang dilakukan . Artinya proses penguasaan dan kemampuan berbahasa seseorang itu selain ditentukan oleh faktorfaktor yang bawaan juga sangat ditentukan oleh sejauh mana mereka mendapat latihan-latihan. Dengan demikian. kemampuan berbahasa seseorang itu sangat ditentukan oleh pengaruh sejauh mana (lamanya) seseorang melakukan aktivitas membaca. semakin tinggi jam terbang yang dimilikinya maka akan semakin piawai kemampuan terbangnya. Tegasnya. Yap (1978) misalnya melaporkan bahwa kemampuan membaca seseorang sangat ditentukan oleh faktor kuantitas membacanya. lingkungann fisik dan sejenisnya. yakni yang meyakini bahwa pemerolehan kemampuan membaca seseorang itu sebagian besar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal fari lingkungan. Pemerolehan bahsa menurut mereka terlalu kompleks dan mustahil dipelajari dalam waktu yang singkat melalui peniruan. Berbeda dengan Yap. Burmenister mengatakan bahwa kemampuan membaca seseorang itu ditentukan oleh faktor intelegensinya (IQ). kubu-kubu ekstrim sebagaimana disebutkan di atas nampak juga dari hasil-hasil riset para pakar membaca.

yakni unsur intelensi tersebut. Karena faktor tersebut merupakan angka rata-rata lain sangat jelas. akan tetapi kemampuannya itu tidak akan melebihi kemampuan peringkat keempat. dan (4) situasi sekolah.(3) kebudayaannya. Begitu pula Omagio (1984) berpendapat bahwa pemahaman bacaan bergantung pada gabungan pengetahuan bahasa.(2) keluarganya. gaya kognitif. kebiasaan dan lingkungan sosial ekonomi mereka. Meskipun demikian mereka tetap mengingatkan bahwa intelegensi bukanlah segalanya. Witty dan Kopel pun mempunyai pendapat serupa. Mereka mengatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara IQ yang dimiliki oleh seseorang dengan kemampuannya memahami membaca. Sedangkan Ebel (1972:35) berpendapat bahwa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan pemahaman bacaan yang dapat dicapai oleh siswa dan perkembangan minat bacaannya tergantung pada faktor-faktor berikut: (1) siswa yang bersangkutan. motivasi. Ia hanyalah merupakan salah satu dari sekian banyak faktor yang dapat mempengaruhi belajar membaca. Mereka berkesimpulan bahwa seseorang yang memiliki skor IQ di bawah 25. para pakar tersebut termasuk mereka yang beraliran mentalistik karena mereka beranggapan bahwa kemampuan membaca itu sangat dipengaruhii oleh unsur-unsur yang bersifat bawaan. Harris (1970) juga berpendapat bahwa faktor yang terpenting dalam masalah kesiapan membaca ialah kepemilikan intelegensi umum. Ahli lain seperti Alexander (1983-146) berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan pemahaman bacaan meliputi program pengajaran membaca. yang skor IQ-nya di bawah 50 akan mengalami kesulitan dalam memahami materi bacaan yang abstrak dan materi-materi lainnya yang sukar.• Membaca I oleh Anderson dan Freeboddy (1981) secara implicit dapat dikatakan menyokong pendapat Burmeister tersebut. dan pengalaman membaca. Jika ditinjau dari teori belajar di atas. kepribadian siswa. dan mereka yang skor IQ-nya merentang di antara 50 hingga 70 akhirnya akan mampu membaca juga. biasanya tidak pernah mecapai kematangan mental yang layak untuk belajar membaca. Smith dan Mc Ginnis (1982) juga mengatakan bahwa orang yang memiliki intelegensi rata-rataa atau intelegensinya yang lebih baik cenderung dapat menjadi pembaca-pembaca yang baik. .

Sosial. actual Tujuan Motivasi . serta Gough. khusus. Mereka berkesimpulan anak-anak yang berasal dari status sosial ekonomi rendah umumnya kemampuan membacanya juga rendah.• Membaca I Ihwal kaitan status sosial ekonomi dengan kemampuan serta minat membaca seorang anak ini Benson (1969) menyatakan bahwa kemampuan serta minat membaca anak-anak yang berasal dari masyarakat kelas sosial ekonomi rendah dapat mencapai 80%. Mereka mengajukan enam hal yang dipandang penting dalam mempertimbangkan reading readness ini. (b) Latar belakang pengalaman (backround experience). (c) Diskriminasi auditori dan visual (auditory & visual discrimination). (e) Sikap dan minta (attitude and interest). (f) Kematangan emosi dan sosial (emotional and sosial maturity). Wolfguy Michel dan Sterhagel (dalam Zielparache (1979) mencoba menggambarkan faktor-faktor yang turut mempengaruhi keberhasilan proses komunikasi membaca ini sebagai berikut: TEKS Konstruksi Struktur bahasa Isi teks Cirri-ciri teks Cara penyusunan Aktualitas Hubungan konteks PEMBACA Kondisi Kelompok masyarakat Kepribadian Lingkungan (umum. Burron Claybaugh (1977:25-35) mengatakan bahwa pada tahap-tahap awal tingkat pencapaian kemampuan dan minat membaca seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka namakan “kesiapan membaca” (reading readness). yakni: (a) Kepemilikan fasilitas bahasa lisan (oral language facility). Hal yang sama juga dikatakan oleh Coleman (1940). (d) Intelegensi (intelligence).

unsur-unsur yang berasal dari faktorfaktor ekstrinsik dibagi menjadi dua kategori. yakni pertama. 1981: 2-3). Selanjutnya Hafni juga mencoba merumuskan beberapa penyebab kesulitan memahami bacaan ke dalam beberapa alasan. model pengajaran dan lain-lain (Pearson. dan kedua. Dari penjelasan tersebut tampak jelas bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan serta membaca seseorang itu pada hakikatnya tidaklah tunggal. unsur-unsur yang berasal dari dalam teks bacaan. Mengapa demikian karena sebagaimana yang telah kita bahas pada kegiatan belajar 2 pada dasarnya proses membaca sendiri sesungguhnya tidaklah tunggal. 1978 dalam Hafni. Kemudian dari sekian banyak pendapat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan serta minat membaca. Sedangkan katagori kedua berkenaan dengan fasilitas.• Membaca I INTERAKSI HASIL Keduanya mengatakan bahwa hasil dari kegiatan membaca tersebut akan sangat tegantung pada sejauh mana teks dan kondisi pembaca saling mempengaruhi. . yakni pertama. agaknya pendapat Pearson-lah yang dapat dianggapsebagai cermin dari kesimpulan. unsur-unsur yang berasal dari lingkungan baca. guru. Faktor-faktor instrinsik antara lain meliputi kepemilikan faktor-faktor ekstrinsik dibagi menjadi dua katagori. Kebiasaan-kebiasaan dimaksudkan meliputi: (1) Terlalu banyak memperhatikan butir demi butir informasi sehingga gagal memberi makna pada teks. yakni faktor-faktor yang bersifat intrisik (yang berasal dari dalam pembaca) dan faktor-faktor yang bersifat ekstrinsik (berasal dari luar pembaca). Katagori pertama berkenaan dengan keterbacaan (readability) dan organisasi teks atau wacana. Menurutnya faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan serta minat membaca dapat diklasifikasikan ke dalam dua katori. saling membantu. Rumus-rumus yang digunakannya didasarkan pada pendapat Swan (1979) yang berpandangan bahwa beberapa penyebab kesukaran memahami isi bacaan berakar pada kebiasaan baca yang salah.

(4) Kalimat-kalimat yang tersaji di dalam teks mempunyai kompleksitas yang tinggi. tradisi kelisanan (orality) masih menjadi semacam penyumbat dalam kantong memori linguistik masyakat kita. Budha kemudian Islam. kata ingkar. Itu pun hanya hanya hadir pada sekelompokk kecil masyarakat elit priyayi sebagai akibat didirikannya lembaga persekolahan oleh kolonial Belanda sebagai pengejawantahan dari politic etic. sehingga meskipun maksud umum bacaan tertangkap secara utuh namun gagal dalam memahami butir-butir tertentu. terutama bila pembaca menganggap telah mengetahui topik tertentu yang dibicarakan dalam bahan bacaan atau mempunyai pendapat yang kuat tentang topik tersebut. dengan demikian unsur-unsur kecil dalam bacaan. seperti. Hampir berabad-abad lamanya perilaku komunikasi masyarakat kita lebih banyak berlangsung dalam tataran yang serba melisan (omong-dengar) ketimbang tradisi litersi (baca-tulis). (6) Gaya pengungkapan pokok pikiran penting secara tidak langsung yang mengharuskan pembaca mengambil inferensi atas informasi-informasi yang tidak tersurat dalam bacaan. keruwetan sintaksis dapat menyebabkan kesulitan pada pembacanya. Seperti kita tahu. sebagai akibat persentuhan dengan agama serta kebudayaan Hindu. dengan demikian pembaca akan menafsirkan makna teks dari sudut pengetahuan dan pengalamannya sendiri. kata modal luput dari perhatian pembaca.• Membaca I (2) Kurang memberi perhatian kepada detail. (5) Gaya penulisan yang bertipe mengulang-mengulang gagasan dengan ungkapanungkapan dan kata-kata yang khusus juga dapat menimbulkan kesulitan pada pembacanya. Tradisi literasi sendiri konon baru dikenal secara terbatas oleh bangsa kita sekitar paruh abad VIII. (3) Terlalu imajinatif. (7) Penggunaan kata yang tidak akrab dengan pembacaanya juga merupakan kendala bagi pemahaman bacaan. Selain hal-hal di atas dalam konteks Indonesia beberapa faktor lain yang juga merupakan faktor penyebab rendahnya kemampuan membaca bangsa kita antara lain. Dan . pertama. kata hubung. juga dapat menimbulkan kesulitan pada bacaannya. secara histories-kultural masyarakat kita mengantongi warisan budaya lisan atau budaya tutur yang memfosil.

Oleh karena itu secara anekdot dikatakan bahwa untuk dapat sukses belajar di sekolah seorang siswa tidak dituntut harus terampil atau banyak membaca buku. Sebagai bahan perbandingan. akibat sistem persekolahan kita yang kurang memberikan peluang yang cukup bagi hadirnya tradisi keberaksaraan (literacy) atau tradisi membaca pada para peserta didik. sebab bukanlah transer ilmu yang dilakukan oleh para guru tidak mengacu serta bersumber dari sejumlah buku melainkan dari omongan sang guru yang disampaikan secara lisan? Dengan kondisi semacam itu. Begitu pula dengan proses terbentuknya tradisi literasi pada bangsa Jepang.• Membaca I baru setelah kita merdeka dan mendirikan sekolah-sekolah kegiatan membaca dan menulis tersebut mulai menyentuh secara lebih luas kepada masyarakat umum. apalagi memilikinya. Ahmad Slamet Harjasuajana. Padahal untuk mengubah tradisi lisan menuju budaya literasi membutuhkan waktu yang cukup lama. Cukuplah menjadi pendengar yang baik-baik saja. yakni manusia-manusia yang bias membaca tetapi mereka memilih untuk tidak membaca. yakni dimulai dari zaman renesans yang kemudian dilanjutkan dengan zaman industrialisasi. Kedua. proses pembejalaran yang dibangun dalam dunia persekolahan kita pada umumnya lebih banyak berbasis dalam tataran lisan (guru terlalu banyak menjadi pembicara dan murid terlalu banyak menjadi pendengar) tinibang dalam tataran keberaksaraan (guru dan murid bersama menjadi seorang pembaca dan penulis). Sebagaimana kita tahu. Bahkan berbagai pendekatan yang dipahami serta diperlakukan dalam perspektif kelisanan. yakni dimulai dari perancangan Restorasi Meiji. . sebagaimana dikemukakakn oleh Prof. Para guru pada umumnya jarang mejadikan kegiatan membaca sebagai kerangka pijak (frame of reference) pembelajaran yang ia lakukan kepada para siswanya. masyarakat Eropa memerlukan waktu tidak kurang dua abad untuk menjadikan kegiatan literasi sebagai bagian tradisi hidup masyarakatnya. karena memang kegiatan membaca hanya sekedar kegiatan yang tidak terlalu mendapat penekanan utama dalam dunia pendidikan kita. Jadi perkenaan masyarakat kita kegiatan membaca dan menulis memang masih relatif baru. konon membutuhkan waktu satu abad lamanya. tidak heran manusia-manusia yang dihasilkan oleh persekolahan kita masih merupakan masyarakat yang aliterat.

Membaca I

Jika dihungkan dengan pembicaraan ihwal tiga aliran teori belajar bahasa sebagaimana kita bicarakan pada awal pembahasan di atas, maka dapat kita katakana bahwa pandangan-pandangan terakhir ini dapat kita masukkan sebagai para pakar yang beraliran prosedural, yakni yang beranggapan bahwa kemampuan membaca seseorang itu selain dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat intrinsic atau yang berasal dari dalam diri si pembaca juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat ekstrinsik atau luaran. Sebagai seorang guru sebaiknya kita berpihak pada pendapat yang ketiga di atas. Sebab dengan demikian kita dapat mendudukan posisi anak secara proposional. Betul bahwa anak memiliki kapasitas atau potensi bahwaan, seperti IQ, yang sangat besar pengaruhnya terhadap sukses tidaknya mereka memiliki aneka kemahiran, termasuk dalam hal ini kemahiran membaca. Namun potensi bahwaan tersebut akan sulit berkembang dengan baik jika tidak mendapatkan penempatan lewat proses pembelajaran yang baik dan maksimal. Begitu pula sebaliknya, walaupun sang anak telah mendapatkan tempaan proses pembelajaran yang baik dan maksimal akan tetapi jika modal dasarnya kurang, misalnya IQ-nya rendah sekali maka akan susah juga mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda tentang materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini kerjakan secaraperpasangan latihan berikut! 1. Jelaskan secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca seseorang! 2. Mengapa kita sebagai guru sebaiknya berpihak kepada kaum prosedural dalam melibatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang itu?

Petunjuk jawaban latihan
Jika anda telah selesai, periksalah latihan Anda dengan memperhatikan ramburambu berikut ini! 1. Yakni faktor-fakro yang bersifat intrinsic (yang berasal dari dalam pembaca) dan faktor-faktor yang bersifat ekstrinsik (berasall dari luar pembaca). Faktor-faktor

Membaca I

intrinsic antara lain meliputi kepemilikan kompetensi bahasa, motivasi, dan kemmapuan membacanya. Sedangkan faktor-faktor ekstrinsik di bagi menjadi dua katagori, yakni unsur-unsur yang berasal dari dalam teks bacaan (keterbacaan dan organisasi teks) dan kedua, unsur-unsur yang berasal dari lingkungan baca (fasilitas, guru, model pengajaran dan lain-lain). 2. Sebagai seorang guru sebaiknya berpihak pada pendapat kaum prosedural yang berpandangan bahwa kemampuan membaca seseorang itu selain dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat instrinsik juga oleh faktor-faktor yang bersifat ekstrinsik karena dengan demikian kita dapat mendudukkan posisi anak secara proporsional. Betul bahwa anak memiliki kapasitas atau potensi bawaan, seperti IQ, yang sangat besar pengaruhnya terhadap sukses tidaknya mereka memiliki aneka kemahiran, termasuk dalam hal ini kemahiran membaca. Namun potensi bawaan tersebut akan sulit berkembang dengan baik jika tidak mendapatkan penempaan lewat proses pembelajaran yang baik dan maksimal. Begitu pula sebaliknya walaupun sang anak telah mendapat tempaan proses pembelajaran yang baik dan maksimal namun jika modal dasar mereka kurang begitu memadai, misalnya IQ-nya rendah sekali, maka mereka akan sulit juga untuk ditingkatkan secara maksimal kemampuan

membacanya itu.

Rangkuman
Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan serta minat membaca seseorang. Namun secara garis besar faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yakni faktor-faktor yang bersifat intrinsic (yang berasal dalam pembaca). Faktor-faktor intrinsic antara lain meliputi kepemilikan kompentensi bahasa, minat, motivasi, dan kemampuan membacanya. Sedangkan faktor-faktor ekstrinsik dibagi menjadi dua kategori, yakni unsur-unsur yang berasal dari dalam teks bacaan (keterbacaan dan organisasi teks), dan kedua, unsur-unsur yang berasal dari lingkungan (fasilitas, guru, model pengajaran dan lain-lain). Sebagai seorang guru sebaiknya berpihak pada pendapat kaum prosedural yang berpandangan bahwa kemampuan membaca seseorang itu selain dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat instrinsik juga oleh faktor-faktor yang bersifat ekstrinsik.

Membaca I

Selanjutnya beberapa penyebab kesulitan memahami bacaan antara lain berakar pada kebiasaan baca yang salah. Kebiasan-kebiasaan dimaksud meliputi (1) terlalu banyak memperhatikan butir demi butir informasi sehingga gagal memberi makna pada teks (2) kurang memberi perhatian kepada detail, sehingga meskipun maksud umum bacaan tertangkap secara utuh namun gagal dalam memahami butir-butir tertentu, (3) terlalu imajinatif, terutama bila pembaca menganggap telah mengetahui topik tertentu yang dibicarakan dalam bahan bacaan atau mempunyai pendapat yang kuat tentang topik tersebut, (4) kalimat-kalimat yang tersaji di dalam teks mempunyai tingkat kompleksitas yang tinggi, (5) gaya penulisan yang bertipe mengulang-ulang gagasan dengan ungkapan-ungkapan dan kata-kata yang khusus (6) gaya pengungkapan pokok pikiran yang tidak langsung sehingga mengharuskan pembaca mengambil inferensi atas informasi-informasi yang tidak tersurat dalam bacaan, (7) penggunaan kosakata yang tidak akrab dengan pembaca. Beberapa faktor yang lain juga merupakan faktor penyebab rendahnya kemampuan membaca bangsa kita antara lain, pertama, tradisi kelisanan (orality) masih menjadi semacam penyumbatan dalam kantong memori linguistik masyarakat kita, kedua, akibat sistem persekolahan kita yang kurang memberikan peluang yang cukup bagi hadirnya tradisi keberaksaraan (literacy) atau tradisi membaca pada para pererta didik.

Petunjuk: Untuk soal-soal no. 1-3 pilihlah satu jawaban yang paling tepat A, B, C atau D) 1) Kaum behavioristik beranggapan bahwa kemampuan membaca seseorang itu sangat dipengaruhi oleh faktor………. A. B. C. Instrinsik Ekstrinsik Ekstrinsik dan instrinsik

pilihlah: A. C. D. Petunjuk: untuk soal no. Kondisi sosial ekonomi. Anggapan semacam itu diyakini oleh kaum……. 4-6. alasan benar. tetapi antara keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat. Kepemilikan fasilitas bahasa lisan. Jika pernyataan benar. B. alasan benar. Jika pernyataan benar. C. B. Semuanya benar 2) Faktor ekstrinsik di yakini sebagai faktor dominan dalam mempengaruhi kemampuan membaca seseorang. D. alasan salah atau jika pernyataan salah alasan benar. D. dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat B. Sikap dan mental Intelegensi. A. Jika pernyataan dan alasan salah 4) Yap mengatakan bahwa kemampuan membaca seseorang itu diibaratkan seperti kemampuan seorang penerbang: semakin banyak terbang maka akan semakin piawailah kemampuan terbangnya. Behavioral Mentalistik Prosedural Semuanya benar 3) Manakah di bawah ini yang tidak termasuk ke dalam komponen kesiapan membaca (reading readnness)? A. Sebab Berdasarkan hasil penelitian bahwa kemampuan hampir 65% kemampuan membaca seseorang ditentukan oleh kuantitas membacanya 5) Burmeinster serta beberapa pakar lainnya mengatakan bahwa kemampuan membaca seseorang itu di tentukan oleh faktor intelegensinya (IQ) Sebab . C. Jika pernyataan benar.• Membaca I D.

IQ. Jika (1) dan (2) benar. Kebiasaan-kebiasaan dimaksud meliputi: (1) Terlalu banyak memperhatikan butir demi butir informasi sehingga gagal memberi makna pada teks. Jika (1) dan (3) benar. 7) Dalam konteks masyarakat Indonesia beberapa faktor lain yang juga merupakan penyebab rendahnya kemampuan membaca bangsa kita antara lain yaitu: (1) Tradisi kelisanan (orality) masih menjadi semacam penyumbat dalam kantong memori linguistik masyakat kita. (2) Sistem persekolahan kita yang kurang memberikan peluang yang cukup bagi hadirnya tradisi keberaksaraan (lliteracy). C. Ia hanyalah merupakan salah satu dari sekian banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar membaca. (3) Guru tidak mentradisikan membaca kepada para peserta didik. guru. D. Sebab Benson (1969) menyatakan bahwa kemampuan serta minat membaca anak-anak yang berasal dari masyarakat kelas sosial ekonomi rendah dapat mencapai 80%. Petunjuk: untuku soal no. hobi Keterbacaan dan organisasi teks Fasilitas. B. 8) Beberapa faktor ekstrinsik yang mempengaruhi kemampuan membaca ialah (1) (2) (3) Motivasi.• Membaca I Menurut Harris IQ yang dimiliki seseorang memang sangat besar pengaruhnya dalam menentukan kemampuan membaca seseorang. . 6) Status sosial ekonomi seseorang ternyata berkorelasi dengan kemampuan serta minat membaca seseorang. Jika (1). Jika (2) dan (3) benar. namun IQ bukanlah segalanya.(2). 7-10 pilihlah: A. dan (3) benar. model pengajaran 9) Beberapa penyebab kesulitan memahami bacaan antara lain berakar pada kebiasaan baca yang salah.

sehingga meskipun maksud umum bacaan tertangkap secara utuh namun gagal dalam memahami butir-butir tertentu. . 10) Guru sebaiknya berpihak kepada kaum prosedural sebab dengan demikian mereka akan dapat: (1) Bersikap arif dan bijaksana dalam melihat keberbagian kemampuannya yang dimiliki oleh para siswa. terutama bila pembaca menganggap telah mengetahui topik tertentu yang dibicarakan dalam bahan bacaan atau mempunyai pendapat yang kuat tentang topik tersebut. (3) Terlalu imajinatif.• Membaca I (2) Kurang memberi perhatian kepada detai. Mendudukan posisi anak secara proporsional.89% = Baik 70% . kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari! Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar Χ100 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% . Cocokan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat pada bagian akhir modul ini! Hitung jumlah jawaban yang benar. (2) (3) Melakkukan penilaian yang objektif kepada para siswa. berarti Anda dapat melanjutkan dengan Kegiatan Belajar 3.100% = Amat baik 80% . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bagus! Tetapi jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% Anda harus kembali mempelajari materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini.79% = Cukup < 70% = Kurang Jika anda telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih.

Contoh mengenai hal ini dengan mudah dapat kita saksikan dalam kehidupan seharihari. karena ia merupakan sumber pemicu utama seseorang dalam melakukan aktivitas membaca. hal apakah yang dapat mendorong atau menggerakan hati seseorang melakukan suatu perbuatan dengan penuh senang hati seseorang melakukan suatu perbuatan dengan penuh senang hati dan sukarela?. Orang yang telah memiliki minat yang baik. Ya. Atau dengan perkataan lain peranan minat dalam membaca menduduki tempat yang sangat penting. maka dirinya umumnya akan dengan senang dan sukarela mengerjakan hal yang di minatinya tersebut. Begitu pula halnya dalam konteks membaca ini. Misalnya orang yang berminat terhadap permainan golf.karena ia merupakan salah satu fakror alasan pendorong yang sangat kuat pada diri seseorang untuk berbuat dan meningkatkan keberhasilan aktivitas membaca. orang yang di dalam dirinya telah memiliki minat yang tinggi terhadap sesuatu hal. Jadi sekali lagi peranan minat dalam membaca menduduki posisi yang sangat sentral dan penting.walaupun untuk itu dirinya harus melakukan sebuah pengorbanan. Kendati misalnya mereka harus mengeluarkan biaya yang tisak sedikit untuk mereka dapat mengikuti olahraga tersebut serta harus rela berjemur di tengah terik matahari untuk memainkannya mereka akan menghadapinya dengan segala kesungguhan dan penuh kesenangan. Salah satu jawabannya ialah karena factor minat. baik secara materi ataupun non. Oleh karena itu para guru di sekolah serta . bukan hanya dengan senang dan sukarela melakukannya tetapi juga mereka dengan penuh kerelaan melakukan pengorbanan untuk dapat melakukannya.materi.• Membaca I 3 Upaya meningkatkan Minat Baca B jika kita ditanya.

Frekuensi dan kuantitas Membaca Maksudnya bagaimana frekuensi (keseringan) dan waktu yang digunakan oleh seseorang untuk membaca.• Membaca I para orang tua di rumah seyogyanya lebih memahami benar seputar persoalan minat baca ini. 2. begitu pula sebaliknya.000 kata/minggu. khususnya terhadap aneka upaya untuk menumbuhkannya. Orang yang telah memiliki minat baca yang tinggi umumnya frekuensi membacanya pun sangat tinggi dan waktu yang di pergunakannya pun akan sangat tinggi pula. Berapa lamakah sebaiknya seseorang pembaca melakukan aktivitas membaca dalm setiap harinya? Jawabannya akan sangat bergantung pada tuntutan kebutuhan orang tersebut (profesi yang mereka sandang) serta kecepatan membaca yang dimilikinya. Sebagai gambaran kaum ibu di Amerika sana pada setiap minggunya mereka sedikitnya dituntut melahap 400.sementara KEM yang Anda miliki hanya berkisar hanya 250 kata/ 8jam/hari karena volumebacaan yang harus Anda lahap pada setiap minggunya harus mencapai 850. Dengan perkataan lain. Persoalannya sekarang indicator-indikator apakah yang dapat kita jadikan parameter untuk mengetahui apakah seseoarang telah memiliki minat baca yang tinggi atau masih rendah? Salah seorang pakar mencoba menawarkan beberapa indikatornya.Kondisi yang terjadi saat ini menurut penelitian Syahbadyni (Kompas. Bagaimana dengan kelompok mahasiswa seperti halnya Anda? Menurut penelitian kalau Anda ingin selalu luls ujian dengan hasil yang memuaskan.yang berasal dari sumber-sumber bacaan sepertisurat kabar. Kuantitas sumber bacaan . Kalau kecepatan efektif membaca mereka hanya sekitar 250 kata per menit maka setiap harinya ratarata waktu yang harus mereka luangkan untuk membaca berkisar antara2-3 jam pada setiap harinya. yaitu: α. seseorang yang mempunyai minat membaca akan banyak melakukan kegiatan membaca. majalah wanita dan berbagai novel baru. 5 April1990) umumnya waktu yang digunakan oleh sebagian besar mahasiswa kita untuk membaca rata-rata kurang dari dua jam pada setiap harinya.000 kata.

Kedua. Karena frekuensinya tidak pasti maka menurut Kimman jenis bacaan yang mereka baca pun menjadi sulit diidentisifikasi. tetapi juga akan membaca jeniss-jenis bacaan lain. serta majalah-majalah hiburan dan koran-koran kuning seperti Pos Kota misalnya. Merka bukan hanya akan membaca jenis-jenis bacaan yang memiliki hubungan langsung dengan pekerjaan atau profesi dirinya saja. Para siswa dan mahasiswa termasuk kedalam kategori ketiga ini. Jumlah dari kelompok ini juga diperkirakan meliputi sepertiga dari komunitas bangsa kita. kelompok orang yang melakukan aktivitas membaca hanya sekedar mencari hiburan atau kesenangan. Jumlah kelompok ini menurut Kimman diperkirakan 15% dari komunitas bangsa kita. Jumlah masyarakat kita yang termasuk kelompok ini diperkirakan meliputi sepertiga dari komunitas bangsa Indonesia. Ketiga. Artinya kelompok orang tersebut hanya akan melakukan aktivitas membaca kalau ada tuntutan harus membaca. kelompok orang yang hanya sekali-kali saja melakukan aktivitas membaca. Jenis bacaan kelompokini sangat variatf. Sejauh mana aktivitas membaca yang dilakukan oleh bangsa kita dan jenis bacaan apasaja yang umumnya mereka konsumsi? Menurut penelitian Edward Kimman (1984) aktivitas membaca masyarakat Indonesia beserta jenis bacaan yang mereka lahap secara garis besar dapat dipilih dalam empat kategori.jurnal berkala serta buku-buku ilmu pengetahuan (khususnya buku-buku teks atau buku pelajaran). Jenis bacaan mereka terutama surat kabar. Keempat. kelompok masyarakat yang membaca karena didorong oleh kebutuhan ingin mendapatkan informasi. majalah berita.• Membaca I Orang yang mempunyai minat baca yang baik umumnya akan berusaha melahap aneka bacaan atau bacaannya akan sama variatif. . Jenis bacaan kelompok ini antara lain komik. seperti kala menerima surat misalnya. Hanya sayangnya jumlah kelompok masyarakat kita yang termasuk kedalam kategori ini masih kurang dari 10% dari seluruh komunitas penduduk Indonesia yang jumlahnya saat ini lebih dari 200 juta orang ini. Menurut Kimman kelompok inilah yang sesungguhnya merupakan konsumen terbesar dari hasil-hasil penerbitan kita (media cetak dan buku-buku). Pertama. novel-novel pop (picisan). kelompok orang yang melakukan aktivitas karena hal itu telah menjadi bagian dari kebutuhan hidupnya.

Berdasarkan hasilpenelitian yang ia lakukan di lima belas Negara termasuk di dalamnya negara-negara berkembang. pemerintah. ditumbuhkan serta dipupuk dan dibina sejak anak-anak masih dini. perkembangan social. seperti Finlandia. Bahakn Thorndike menyatakan bahwa tidak terdapat indikasi bahwa anak-anak yang memiliki minat serta kemahiran membaca unggul sebagai akibat langsung (pengaruh) dari pengajaran membaca yang diselenggarakan di sekolah-sekolah. khususnya kepada anak-anak? Ajip Rosidi (1971:1819) menjelaskan bahwa kegemaran membaca bukanlah sesuatu yang tumbuh secara otomatis dengan sendirinya. Dengan demikian penanaman aneka kebiasaan pada periode ini akan sangat besar pengaruhnya pada masa-masa selanjutnya. Hal senada juga dinyatakan oleh Thorndike (1986). antara lain: perkembangan motorik. Menurut mereka. lingkungan masyarakat. Sebaliknya berkat pengaruh serta dukungan keluargalah minat serta keterampilan mmbaca mereka terbentuk. AS atau negara-negara Eropa (pada penelitian ini anak-anak Indonesia menduduki peringkat ke 29 dari 30 negara yang menjadi sample penelitian mereka) pada umumnya memiliki akses kemudahan dalam mendapatkan berbagai bahan bacaan yang . pemahaman terhadap konsep maupun perkembangan bahasanya. Oleh karena itu untuk mengupayakannya diperlukan bantuan serta partisipasi aktif dari komponen masyarakat dari mulai lingkungan sekolah (guru). IAEA (International Achievment Education Asociation) (1988). Khususnya pada usia persekolahan (2-6 tahun) tengah mengalami yang pesat pada beberapa aspeknya. serta yang tidak kalah pentingnya yakni dukungan dari pihak keluarga. analisis lebih jauh di negara-negara yang anak-anaknya memiliki minat serta keterampilan membaca yang unggul. Menurut mereka karakteristik anak-anak.di antara berbagai factor eksternal membaca (dia menyebutnya faktor sosiologi) dia menyebutkan konon pengaruh keluargalah yang sangat tinggi konstribusinya dalam mempengaruhi terbentuknya minat serta kemahiran membaca pada anak-anak. Pendapat senada dengan Thorndike juga direkomendasikan dalam laporan penelitian slah satu badan Unesco.Minat baca harus ditanam. emosi. Ihwal pentingnya penciptaan minat sedari kecil dan harus dimulai dari lingkungan rumah atau keluarga ini disokong oleh para pakar psikologi perkembangan.• Membaca I Upaya apa yang perlu kita lakukan untuk menumbuhkan minat baca.

Kenalkan anak-anak dengan kegiatan membaca sejak dini Anak usia prasekolah umumnya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan para anggota keluarganya. Oleh karena itu seyogyanyalah orang tua mampu memberikan dan mengarahkan rasa ingin tau mereka dengan benar untuk membina minat anak alangkah yang dapat dilakukan oleh para orang tua adalah dengan sering membacakan cerita-cerita menarik atau lucu kepada mereka sesuai dengan usia dengan perkemabangan kejiwaan mereka. Bacakan aneka cerita-cerita yang menarik kepada mereka Anak-anak prasekolah umumnya mempunyairasa ingin tau yang sangat besar. baik di perpustakaan sekolah. Sediakan bahan bacaan yang cocok untuk mereka Menurut Donna Norton (1989). Untuk itu biasanya anak akan mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya itu. b. seorang pakar membaca dari Universitas Texas mengatakan sesungguhnya mereka sebuah presepsi yang salah jika banyak orang tua . Janganlah anakanak terlalu banyak dilarang apalagi dihardik saat mereka ikut mengganggu orang tua atau anggota keluarganya tengah melakukan aktivitas membaca. serta penyediaan bahan-bahan bacaan yang sesuai dengan anakanak. Sehubungan dengan kenyataan tersebut IAEA merekomendasikan bahwa faktor dukungan keluarga merupakan salah satu kunci utama dalam pembentukan minat serta ketermpilan membaca pada anak-anak. Oleh karenanya libatkanlah mereka ketika orang tua atau anggota keluarga lainnya tengah melakukan kegiatan membaca. α. c. Sebab bila hal itu kerap dilakukan maka boleh jadi mereka akan memiliki persepsi yang salah terhadp membaca : seolah-olah membaca itu merupakan kegiatan yang serius dan penuh dengan kerut kening dan bukan kegiatan yang bukan membahagiakan. dan terutama di rumah-rumahnya. seperti dengan ayah-ibunya maupun saudara-saudara lainnya. Dengan cara semacam itu lambat laun anak-anak akan tertarik untuk memperhatikan dan mulai membuka-buka buku bacaan tersebut. ibu dan saudara-saudara).• Membaca I berkualitas. Wujud dukungan keluarga tersebut antara lain penciptaan tradisi membaca di dalam lingkungan keluarga (ayah. Upaya-upaya apa yang harus dilakukan oleh orang tua untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak tersebut? Inilah beberapa upaya yang dapat kita lakukan.

Mengupayakan agar anak-anak gemar dan mahir membaca. lingkungan masyarakat dan juga pemerintah. Dan dalam mengupayakannya sebagaimana dikemukakan oleh Ajip Rosidi diperlukan adanya sokongan dan bantuan serta kerjasama antara berbagai pihak. Oleh karena itu menurutnya untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak salah satu caranya sediakan saja bacaan yang mereka sukai. dia berkesimpulan bahwa pada dasarnya semua anak senang melakukannya. juga karena kemampuan membaca bukanlah harus kemampuan bawaan (innate) tetapi kemampuan yang kehadirannya diupayakan. Mengapa minat menduduki tempat yang sangat penting dalam kegiatan membaca? 2.seperti pihak sekolah. pasti anak-anak dengan penuh suka cita akan melakukannya. memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan murah. baik dari segi isi maupun bahasanya. Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda tentang materi yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran kegiatan ini kerjakan secara perpasangan latihan berikut ini! 1. Penyebabnya selain karena factor-faktor yang turut mempengaruhi minat serta kemahiran membaca pada diri seseorang itu tidaklah tunggal. jika tidak mau dikatakan cukup kompleks. Atau dengan perkataan lain peranan minat dalam membaca menduduki .• Membaca I yang mengatakan bahwa anak-anak itu tidak memiliki kesenangan membaca buku. periksalah latiha Anda dengan memperhatikan rambu-rambu berikut ini! 1. keluarga. Hanya saja syaratnya pihak orang tua harus mau menyediakan buku-buku bacaan yang memang cocok dengan kondisi mereka. Peranan minat dalam membaca menduduki posisi yang sangat sentral dan penting. Mengapa mengupayakan penumbuhan minat baca pada anak-anak dinilai bukan Perkara yang mudah dan murah? Petunjuk jawaban latihan Jika Anda telah selesai. karena ia merupakan salah satu faktor alasan pendorong yang sangat kuat pada dri seseorang untuk berbuat dan meningkatkan keberhasilan aktivitas membaca. Menurut hasil-hasil penelitian yang ia lakukan.

B. C. lingkungan masyarakat. Mengupayakan agar anak-anak gemar dan mahir membaca. Penyebabnya selain karena factor-faktor yang turut mempengaruhi minat serta kemahiran membaca pada diri seseorang itu tidaklah tunggal. serta bahanbahan bacaan yang cocok untuk mereka. jika tidak mau dikatakan cukup kompleks. Karena kegemaran membaca bukanlah merupakan sesuatu yang tumbuh secara otomatis dengan sendirinya. pemerintah. karena ia merupakan sumber pemicu utama seseorang dalam melakukan aktivitas membaca. dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat dari mulai lingkungan sekolah (guru).• Membaca I tempat yang sangat penting. memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan murah. Tuntutan kebutuhan yang disandang oleh seseorang Kedudukan yang disandang oleh seseorang . Dan menurut hasil penelitian Edward Kimman jika dilihat dari kedua indicator tersebut minat baca masyarakat Indonesia masih sangat memprihatinkan. Beberapa indikator yang dapat kita jadikan parameter untuk mengetahui minat baca antara lain frekuensi dan kuantitas membaca yang digunakan seseorang untuk membaca dan kuantitas sumber bacaan yang dibaca. juga karena kemampuan membaca bukanlah kemampuan bawaan (innate) tetapi kemampuan yang kehadirannya yang harus diupayakan. Petunjuk: Untuk soal-soal no. maka ia harus ditanam. B. membacakan kepada anak-anak aneka cerita-cerita yang menarik. Peranan minat membaca menduduki tempat yang sangat penting. atau D! 1) Ukuran lamanya seseorang pembaca melakukan aktivitas membaca dalam setiap harinya antara lain akan sangat bergantung pada…… A. ditumbuhkan serta dipupuk dan dibina sejak masa anak-anak.1-3 pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat A. 2. Upaya-upaya yang harus dilakukan oleh orang tua untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak antara lain mengenalkan anak-anak dengan kegiatan membaca sejak dini. serta yang tidak kalah pentingnya yakni dukungan dari pihak keluarga. Selain itu untuk mengupayakannya diperlukan bantuan. karena ia merupakan sumber pemicu utama seseorang dalam melakukan aktivitas membaca.

• Membaca I C. Jika pernyataan benar. jenis bacaan mereka antara lain…. Norton mengatakan bahwa adalah sebuah persepsi yang salh jika banyak orang tua yang menganggap seolah-olah anak-anak itu tidak memiliki kesenangan membaca buku. B. Koran-koran kuning Novel picisan Surat-surat yang mereka terima Tidak ada yang benar Petunjuk: Untuk soal no.000 kata harus mencapai 950. 5) Donna.000 kata harus mencapai 850. C. alasan salah atau jika pernyataan salah alasan diupayakan sejak kecil dan harus dimulai dari lingkungan rumah atau keluarga. B. C. B. 2) Status social yang disandang oleh seseorang Jabatan yang disandang oleh seseorang Menurut penelitian berapa banyak volume bacaan yang harus dilahap oleh seorang mahasiswa pada setiap minggunya ialah…. alasan benar. 4-6. dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat. D. 3) harus mencapai 750. A. pilihlah: A. alasan benar. C. Sebab . benar. A. Sebab Para pakar psikologi perkembangan menyatakan bahwa penanaman aneka kebiasaan pada masa anak-anak akan sangat besar pengaruhnya pada masa-masa selanjutnya. tetapi antara keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat. 4) Jika pernyataan dan alasan salah. D. Jika pernyataan benar.000 kata semuanya betul Menurut penelitian Edward Kimman kelompok orang yang hanya sekali-kali saja melakukan aktivitas membaca. D. Menurut para pakar psikologi perkembangan penciptaan minat baca harus Jika pernyataan benar. D.

C. Sebab Dongeng merupakan cerita untuk mengembangkan daya imajinasi anak-anak. Salah satu bentuk pelibatan anak-anakdengan kegiatan membaca di Mendongeng sangat baik sebagai alat untuk menumbuhkan minat baca anak- lingkungan rumah antara lain: (1) (2) menyuruh mereka membaca secara mandiri mengajak mereka saat anggota keluarga lainnya tengah melakukan kegiatan membaca (3) janganlah mereka dihardik saat mereka ikut serta membaca bersama- sama dengan anggota keluarga lainnya. 8) Bentuk-bentuk dukungan pemerintah dalam mengupayakan penumbuhan minat baca masyarakat antara lain: (1) (2) (3) 9) memberantas pembajakan buku mendirikan perpustakaan di daerah-daerah terpencil pencanangan program KMD (Koran masuk desa). Jika (2) dan (3) benar. (2). B. dan (3) benar. Jika (1).• Membaca I Membaca harus dapat menyenangkan dan menggembirakan anak-anak 6) anak.7-10 pilihlah: A. D. Mereka yang digolongkan sebagai kelompok masyarakat yang membaca karena didorong oleh kebutuhan ingin mendapatkan informasi antara lain: (1) (2) (3) 10) (1) (2) (3) guru mahasiswa pelajar SLTA Faktor-faktor yang turut mempengaruhi minat baca seseorang antara lain: kebutuhan terhadap informasi kesenangan atau hobi pengaruh budaya keluarga . Petunjuk: Untuk saol no. 7) Jika (1) dan (2) benar. Jika (1) dan (3) benar.

Kondisi penglihatan termasuk factor sensoris . C Salah satu factor yang sangat penting yang akan mengantarkan umat manusia pada abad informasi dan teknologi kepemilikan sumber daya keberhasilan canggih seperti sekarang ini ialah manusia. terutama bagian-bagian yang belum Anda ketahui. Pendapat ini dikemukakan oleh Anderson. A Pada tataran yang lebih rendah membaca diidentidifikasi sebagai proses kegiatan mencocokan lambang-lambang bunyi bahasa.79% = cukup < 70% = kurang Jika Anda telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari! Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai 90% . × 100% KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1.89% = Baik 70% . Bagus! Akan tetapi jika tingkat penguasaan kurang dari 80% Anda harus kembali mempelajari materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini. 2.100% = Amat baik 80% . persepsi.• Membaca I Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat pada bagian akhir modul ini! Hitung jumlah jawaban yang benar. Anda berhasil dapat melanjutkan dengan modul selanjutnya. D Faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi kemampuan membaca. antara lain motivasi. 3. dan kondisi social ekonomi.

sebab proses belajar hampir dapat dikatakan tidak mungkin dilepaskan dari kegiatan membaca. B Pada awalnya membaca itu merupakan proses sensoris. 7. 9. Tes Formatif 2 1. Kedua pernyataan tersebut benar akan tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. 5. . serta factor-faktor kepribadian atau watak. 3. B Kesiapan membaca itu dimulai dari. Kedua pernyataan menunjukkan hubungan sebab-akibat. Keterampilan dasar dalam membaca dapat digeneralisasikan sehingga anak yang telah dapat menguasai keterampilan tersebut dituntut untuk dapat menarapkannya kapan saja dan dimana saja jika situasi dan kondisi menghendakinya penggeneralisaian itu. melihat bagi yang normal dan meraba bagi yang buta. Pernyataan pertama benar sedangkan pernyataan kedua salah. keterampilan membaca itu bersifat tergeneralisasikan. 6. A Penjelasan sam dengan nomor D Faktor sosial ekonomi termasuk kedalam komponen kesiapan membaca (reading readness). 8. A Membaca merupakan prosese interaksi antara penulis dan pembaca dan bersifat tidak langsung. D Sebagai guru kita harus yakin bahwa keterampilan membaca itu harus diajarkan kepada para siswa dan bukanlah bawaan alami serta tidak terjadi dengan sendirinya. emosi dan kematangan. D Persepsi seorang anak dalam membaca berpengaruh dan dipengaruhi oleh kebudayaan dan pengalaman. 2.• Membaca I 4. A Dalam dunia pendidikan kemahiran membaca merupakan hal yang sangat penting. B Di samping objektif dan bertahap. B Kaum behavioristik beranggapan bahwa factor yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca seaseorang adalah factor-faktor yang bersifat ekstrinsik. Proses sensoris bukan merupakan proses memberi makna terhadap kata-kata yang dibaca akan tetapi proses melihat. 10.

terutama bila pembaca menganggap telah mengetahui topik tertentu yang dibicarakan .Ia hanyalah merupakan salah satu dari sekian banyak factor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar membaca. 6. 8. Kebiasaan-kebiasaan dimaksud meliputi (1) dari keberaksaraan (literacy) atau tradisi terlalu banyak memperhatikan butir demi butir informasi sehingga gagal memberi makna pada teks. (3) terlalu imajinatif. Harris juga mengatakan bahwa IQ yang dimiliki seseorang memang sangat besar pengaruhnya dalam menentukan kemampuan membaca seseorang.Untuk memperkuat pendapatnya itu Yap mengemukakan hasil penelitiannya bahwa hamper 65% kemampuan membaca seseorang itu ditentukan oleh kuantitas membacanya. A Beberapa faktor lain yang juga merupakan faktor penyebab kemampuan membaca bangsa kita antara lain. 9. model pengajaran dan lain-lain). kedua unsur-unsur yang berasal lingkungan baca (fasilitas. 5. (2) kurang memberi perhatian kepada detail. tradisi (orality) masih menjadi semacam penyumbat dalam kantong rendahnya kelisanan memori linguistik masyarakat kita. A Yap mengatakan bahwa kemampuan membaca seseorang itu diibaratkan seperti.• Membaca I 4. kemampuan seorang penerbang: semakin banyak terbangnya maka akan semakin piawailah kemampuan terbangnya. Kedua pernyataan tersebut benar namun tidaksaling menunjukkan hubungan sebab-akibat. kedua. pertama. namun IQ bukanlah segalanya. D Salah satu penyebab kesulitan memahami bacaan antara lain berakar pada kebiasaan baca yang salah. guru. akibat sistem persekolahan kita yang kurang memberikan peluang yang cukup bagi hadirnya tradisi membaca kepada para peserta didik. sehingga meskipun maksud umum bacaan tertangkap secara utuh namun gagal dalam memahami butir-butir tertentu. yakni unsur-unsur yang berasal dari dalam teks bacaan (keterbacaan dan organisasi teks). B Burmeinster serta beberapa pakar lainnya mengatakan bahwa kemampuan membaca seseorang itu ditentukan oleh intelegensinya (IQ). A Status sosial ekonomi seseorang berkorelasi dengan kemampuan membaca seseorang 7. C Faktor-faktor ekstrinsik yang mempengaruhi kemampuan membaca dibagi menjadi dua katagori.

(7) pembaca. A Lamanya seorang pembaca melakukan aktivitas membaca dalam setiap harinya sangat bergantung pada tuntutan kebutuhan orang tersebut (profesi yang mereka sandang) serta kecepatan membaca yang dimilikinya. D Guru sebaiknya berpihak kepada kaum prosedural sebab dengan mereka akan dapat bersikap arif dan bijaksana dalam melihat kemampuan yang dimiliki oleh para siswa serta dapat yang objektif kepada para siswa. Artinya tersebut hanya akan melakukan aktivitas membaca kala membaca. inferensi atas informasi-informasi yang tidak penggunaan kosakata yang tidak akrab dengan 10. (5) gaya penulisan yang gagasan dengan ungkapan-ungkapan dan kata.• Membaca I dalam bahan bacaan atau mempunyai pendapat yang kuat tentang topik tingkat tersebut. Jumlah masyarakat kita yang meliputi sepertiga dan komunitas ada kelompok tuntutan orang harus Karena frekuensinya tidak pasti baca pun menjadi sulit mereka termasuk kelompok ini diperkirakan bangsa Indonesia. maka menurut Kimman jenis bacaan yang diidentifikasi. demikian keberbagian penilaian melakukan perkataan lain dapat mendudukan Tes Forrnatif 3 1. 2.kata pengungkapan pokok pikiran penting yang bertipe yang mengulang-ulang fundamen (6) gaya tidak langsung sehingga mengharuskan pem baca mengambil tersurat dalam bacaan. 3. . kelompok orang yang hanya sekali-kali saja melakukan aktivitas membaca. (4) kalimat-kalimat yang tersaji di dalam teks mempunyai kompleksitas yang tinggi. seperti kala menerima surat misalnya. Dengan posisi anak secara proporsional. Pertama. D Menurut penelitian Edward Kimman (1984) aktivitas membaca masyarakat Indonesia beserta jenis bacaan yang mereka lahap secara garis besar dapat dipilah ke dalam empat katagori.000 kata. B Menurut penelitian banyaknya volume bacaan yang harus dilahap oleh seorang mahasiswa pada setiap minggunya harus mencapai 850.

B anak Mendongeng sangat baik sebagai alat untuk menumbuhkan minat baca Dongeng juga merupakan Tapi kedua cerita untuk rnengembangkan tersebut tidak daya saling saling imajinasi anak-anak. dia berkesimpulan bahwa pada dasarnya semua anak senang melakukannya. Norton mengatakan bahwa adalah sebuah persepsi yang salah jika banyak orang tua yang menganggap seolah-olah anak-anak itu tidak memiliki kesenangan membaca buku. 6. A Menurut Donna Norton (1989).• Membaca I 4. pasti anak-anak dengan penuh suka cita akan melakukannya. 5. B Menurut para pakar psikologi perkembangan penciptaan minat baca harus diupayakan sejak kecil dan harus dimulai dari lingkungan rumah atau keluarga.tidak menunjukkan sebab akibat. Kedua pernyataan tersebut benar akan tetapi keduanya. Mereka juga menyatakan bahwa penanaman aneka kebiasaan pada masa anak-anak akan sangat besar pengaruhnya pada masa-masa selanjutnya. mendirikan program perpustakaan di daerah-daerah terpencil serta pencanangan . Donna N. C Salah satu bentuk pelibatan anak-anak dengan kegiatan membaca di lingkungan rumah antara lain dengan mengajak mereka saat anggota keluarga Iainnya tengah melakukan membaca serta janganlah mereka dihardik saat mereka ikut serta membaca bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya. 8. Dengan perkataan lain membaca harus dapat menyenangkan dan rnenggembirakan anak-anak. baik dari segi isi maupun bahasanya. 7. Hanya saja syaratnya pihak orang tua harus mau menyediakan buku-buku bacaan yang memang cocok dengan kondisi mereka. seorang pakar membaca dari Universitas Texas mengatakan sesungguhnya merupakan sebuah persepsi yang salah jika banyak orang tua yang mengatakan bahwa anak-anak itu tidak memiliki kesenangan membaca buku. Oleh karena itu menurutnya untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak salah satu caranya sediakan saja bacaan yang mereka sukai. pernyataan menunjukkan hubungan sebab akibat. Menurut hasil-hasil penelitian yang ia lakukan. D Bentuk-bentuk pemberantasan kegiatan pembajakan buku.

majalah berita. D Kebutuhan terhadap informasi. kesenangan atau hobi membaca.• Membaca I KMD (koran masuk desa) merupakan bentuk-bentuk dukungan pemerintah dalam mengupayakan penumbuhan minat baca masyarakat. serta pengaruh budaya keluarga termasuk faktor-faktor yang turut mempengaruhi minat baca seseorang. Jenis bacaan mereka terutama surat kabar. . 9. 10. jurnal berkala serta buku-buku ilmu pengetahuan (khususnya buku-buku teks atau buku pelajaran). Jumlah kelompok ini menurut Kimman diperkirakan sekitar 15% dan komunitas bangsa kita. C Mahasiswa dan Pelajar SLTA oleh Edward Kimman digolongkan sebagai kelompok orang yang melakukan aktivitas membaca karena didorong oleh kebutuhan ingin mendapatkan informasi.

). Theodore (et. (1978). Harjasujana. Rinehart and Wiston. Bandung: penerbit CV. Teaching Reading in Secondary School Content Subject: Bookthinking Process. 1988. H. (1984). (dkk. Materi Pokok Membaca. London: Macmillam Publishing Ltd. A. NewYork: Holt. Harris. Bandung: Angkasa. Frank. Reading Strategies for Middler and Secondary School. Tarigan. Smith. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.al) (ed): 1983. Sinar Baru. Jakarta: Universitas Terbuka . Nurhadi. Membaca Cepat dan Efektif (Teori dan Latihan).G. Dictionary of Reading and Related Term. 1987.• Membaca I DAFTARPUSTAKA Bwialster L. California: Addison-Wesley Publishing Company.E. 1987 Understanding Reading: a Psikolinguistic Analysis of Reading and Learning to Read. Carl B. Eddie William. London: International Reading Asociation. L. Reading in the Language Classroom. (et all). London: Lawrence Erlbaum Asociates Publisher. Smith.: 1986.

Merril Publishing Company. 1989.). R. Widyamartaya A. 1993. David (et.• Membaca I Harjasujana.G. 1994. Content Area Reading. Yeti. Burnes Don and Glenda Page (ed. Ajip.XXII 1995. Foresman and Company. Mulyati.). Pemilihan dan Pengembangan Bahan Pengajaran Membaca. Hafni. Harras ed). 1987. Pembinaan Minat Baca. Apresiasi. Richard T. and Learning. Mengembangkan Bahasa Anak-anak Melalui Bacaan Sastra dalam Sastra dan Perkembangan Insani Anak-anak (H. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Olson. (Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada FPBS IKIP Bandung). Toronto: Charles E.. A. Tesis Pascasarjana IKIP Bandung. Harras K. . Model Pelatihan dalam Bimbingan Membaca Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Pemahaman Bacaan.A. dan Penelitian Sastra. Bandung: Penerbit Mimbar Pendidikan Bahasa dan Seni. Boston: Scott. Norton. Tarigan dan Kholid A. 1988. 1983. 1995. Rosidi. Jakarta: Panitia Tahun Buku Internasional. 1973. Vacca and Jo Annel Vacca.A. Colombus. London: Cambridge University. Through the Eyes of a Child: An Introduction to Children Literature. Literacy. Membaca Minat Baca Masyarakat Kita dalam jurnal Mimbar Bahasa dan Seni No. Kemampuan Membaca Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa. Harras K. 1985.al) (ed. Language. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. Seni Membaca Untuk Studi. Tampubolon D. 1992. Insight and Strategies for Teaching Reading. 1988. Nusantara yang Literat: Secercah Sumbangsaran terhadap Upaya Pengingkatan Mutu Pendidikan di Indonesia. Donna. 1981. Sydney: Harcourt Brace Jovanovich Group.P.

Ruhendi Saefullah (ed). Dengan demikian setelah mempelajari modul ini. membaca dapat kita golongkan ke dalam membaca ekstensif (extensive reading) dan membaca intensif (intensive). yakni membaca dalam hati (silent reading). kita dapat membagi membaca menjadi dua jenis. ANEKA JENIS MEMBACA Drs. H. menjelaskan pengertian membaca nyaring dan membaca dalam hati. menjelaskan pengertian membaca literal. 1989. Kholid dan A. menjelaskan pengertian dan jenis-jenis teknik membaca ekstensif dan intensif. Ditinjau dan terdengar tidaknya suara si pembaca pada waktu membaca. Membaca dalarn Kehidupan. Secara lebih rinci setelah mempelajari ini. Dasar pijakan dalam melakukan pembagian atau penggolongan jenis-jenis membaca tersebut tentunya bermacam-macam. 3. denfisi. dan contoh yang .G. Dilihat dari tingkatan kedalamannya atau levelnya. Lewat modul 2 ini. Dilihat dari sudut cakupan bahan bacaan yang dibacanya.. serta membaca nyaring atau membaca bersuara (oral reading or aloud reading). Kkolid A. membaca kritis (critical reading).• Membaca I Tarigan. Harras Pendahuluan Dalam kajian membaca dikenal banyak jenis membaca. Anda diharapkan dapat: 1. dan membaca kreatif (creati reading). Anda diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan wawasan seputar jenis-jenis teknik membaca ini. membaca dapat digolongkan ke dalam tiga jenis. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mempelajari modul ini Anda disarankan untuk memulai membaca setiap konsep. kritis dan kreatif. uraian. Bandung: Angkasa. baik menyangkut pengertian maupun aspek-aspek yang terlibat di dalamnya. 2. yakni membaca literal (literary reading). kita akan mencoba mengulas aneka jenis teknik membaca sebagaimana disebutkan di atas.

Setalah Anda memahami bagian tersebut kerjakanlah bagian latihan dengan sungguh-sungguh. Sebelum Auth beralih ada kegiatan belajar selanjutnya. jika Anda telah berhasil menjawab sebagian besar soal latihan tersebut silakan Anda lanjutkan untuk mulai mengerjakan tes formatif Dalam mengerjakan tes formatif sebaiknya Anda jawab dahulu semua soal yang ada. Jika Anda belum berhasil menjawab dengan benar semua soal latihan. perhatikan baik-baik sekali lagi petunjuk jawaban latihan. Usahakan tidak melihat rambu-rambu jawaban terlebih dahulu sebelum anda mengerjakan seluruh bagian latihan tersebut. bahwa model soal-soal tes formatif yang terdapat dalam setiap kegiatan belajar akan saina dengan model soal-soal yang terdapat pada ujian akhir semester (UAS) mata kuhah mu Dengan demikian. silakan baca kembali konsep. dan contoh sehubungan dengan jawaban latihan ini. akan mempunyai modal yang cukup besar saat menghadapi UAS nanti. baru kemudian. uraian. Anda mencocokkannya dengan kunci jawabannya. Jika Anda menganggap perlu.• Membaca I terdapat pada bagian awal setiap kegiatan belajar. Selamatbelajar’ . Akan tetapi. Yang perlu Anda catat. Anda harus ‘akiu bahwa Anda telah berhasil memahami seluruh isi kegiatan belajar yang sudah dipelajari serta seluruh latihan-latihanuya. bila Anda sudah terbiasa mengerjakan tes formatif yang terdapat dalam kegiatan belajar dengan sebaukbaaknya maka Auth. Jika Anda menemukan kesulitan berupa kata atau istilah-istilah silakan anda buka bagian glosarium.

• Membaca I GLOSARIUM oral reading silent reading ingatan visual kemudian = kegiatan membaca nyaring atau membaca bersuara = kegiatan membaca dalam hati atau membaca senyap = ingatan yang diperoleh melalui penglihatan yang diendapkan di dalam otak kita. skimming = kegiatan membaca secara cepat dan selektif serta bertujuan. Informasi ini memegang peranan yang sangat penting dalam proses membaca karena dapat memprediksi suatu bahan bacaan sehingga mendapatkan suatu pemahaman. iformasi non-visual = informasi yang telah dimiliki oleh seseorang sebelumnya. 1 .

serta membaca nyaring atau membaca bersuara (oral reading or aloud reading). yakni membaca dalan hati (silent reading).• Membaca I Membaca Nyaring dan Membaca Dalam Hati Ditinjau dari terdengar tidaknya suara si pembaca pada waktu membaca. mari ikuti penjelasan berikut. Membaca Nyaring Selama ini banyak orang memberikan pengertian ihwal membaca nyaring ini secara sederhana sekali. A. Hanya dalam tataran yang lebih tinggi. Membaca nyaring merupakan proses mengkomunikasikan isi bacaan (dengan nyaring) kepada orang lain. pengertian membaca nyaring pada dasarnya bukanlah kegiatan membaca untuk kepentingan diri sendiri. tetapi membaca untuk kepentingan orang lain (pendengar). melainkan juga dituntut harus mampu melakukan ‘proses pengolahan’ . Untuk memberikan pemahaman yang luas kepada Anda ihwal kedua jenis membaca ini. Karena tujuan utamanya pengkomunikasian isi bacaan maka si pembaca bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambang. membaca nyaring dianggap sebagai kegiatan membaca yang sangat mudah dan siapa pun seolah-olah dapat melakukannya. yakni kegiatan membaca dengan mengeluarkan suara atau kegiatan melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras. Sebagaimana dijelaskan dalam Dictionary of Reading (193:221): oral reading is the process of reading aloud to communicate to another to anaudience.lambang bunyi bahasa saja. kita dapat membagi membaca menjadi dua jenis. Akibat pengertian seperti itu. misalnya pada anak-anak sudah mulai lancar membaca. Pada tataran yang paling rendah. misalnya padá anak-anak SD kelas I yang baru belajar membaca tentu saja pengertian semacam itu tidaklah salah.

sedangkan dalam membaca nyaring selain penglihatan dan ingatan turut juga aktif ingatan pendengaran (auditory memory) dan ingatan yang bersangkutan dengan otot-otot kita (motor memory). Kesulitan proses membaca nyaring ini juga dapat dilihat dari tingkat keterlibatan organ-organ tubuh yang turut bereaktivitas. Dengan demikian. . Karena tujuan akhir yang diharapkan dari membaca nyaring adalah kefasihan (fluency): mampu mempergunakan ucapan yang tepat. koma. Gates (1974) dalam Dictionary of Reading (1983:221) dikatakan bahwasanya membaca nyaring lebih sulit dibandingkan dengan membaca dalam hati: oral reading is much more difficult procces than silent reading. misalnya tanda titik. seru. Oleh karena itu. maka hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pembaca nyaring secara umum antara lain: a) b) harus mengerti makna serta perasaan yang terkandung dalam bahan bacaan. membaca dengan jelas dan tidak terbata-bata. harus mempelajari keterampilan menafsirkan lambang-lambang tertulis. kita hanya menggunakan ingatan visual (visual memory). Dalam membaca dalam hati.. seperti alat-alat ucap kita. tanya. jelaslah bahwa proses membaca nyaring sesungguhnya bukanlah hal yang mudah Menurut A. seperti tanda pungtuasi serta tanda-tanda baca lainnya. Dalam hal ini yang aktif adalah mata (pandangan atau penglihatan dan ingatan).• Membaca I agar pesan-pesan atau muatan makna yang terkandung dalam lambang-lambang bunyi bahasa tersebut dapat tersampaikan secara jelas dan tepat oleh orang yang mendengarnya. membaca dengan tidak terus menerus melihat pada bahan bacaaan. dan sejenisnya agar dirinya dapat menyusun kata-kata dengan intonasi yang sesuai dengan maksud si penulis serta ucapan-ucapan yang disampaikannya terasa hidup. membaca dengan menggunakan intonasi dan lagu yang tepat dan jelas. untuk mendapatkan keterampilan membaca jenis ini sangat mutlak diperlukan àdanya proses latihan secara terencana dan sungguh-sungguh di bawah asuhan guru-guru yang profesional.

Tarigan juga menjelaskan bahwasannya keterampilan keterampilan membaca nyaring akan berkembang secara wajar dan alamiah dalam membaca teks drama. maka pembaca nyaring haruslah menggunakan berbagai cara. Selain keempat hal tersebut.G. Selanjutnya. dirinya akan banyak mendapatkan kesulitan. menjelaskan perubahan dari satu ide ke ide berikutnya. selain teks jenis narasi lainnya. Kalau tingkat kepercayaan dirinya rapuh maka boleh jadi saat dia melakukan kegiatan membaca nyaring. untuk mendapat kefasihan dalam membaca nyaring maka seorang pembaca dituntut untuk memiliki tingkat kepercayaan diri (self confidence) yang baik. menjaga suaranya agar senantiasa nyaring dan jelas. d) harus dapat mengelompokkan kata-kata dengan baik dan tepat agar jelas maknanya bagi para pendengar. Dengan demikian sang pembaca. seperti dilanda rasa gugup. Masalah kepercayaan diri ini merupakan hal yang penting untuk dicermati dalam membaca nyaring karena seperti yang telah dijelaskan bahwa pada hakekatnya kegiatan membaca nyaring ini diperuntukkan bagi orang lain (pendengar).• Membaca I c) harus memiliki kecepatan penglihatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh. angara lain : a) b) c) d) e) menyoroti ide-ide baru dengan menggunakan penekanan yang jelas. Oleh karena itu. karena dia harus melihat pada bacaan untuk memelihara kontak dengan para pendengar. merencanakan kesatuan ide pikiran di dalam satuan kalimat. baik langsung maupun tidak langsung saat dia melakukan kegiatan membaca harus berhadapan dengan orang lain (pendengarnya).G. Tarigan (1986:26) untuk membantu para pendengar menangkap serta memahami maksud sang pengarang. H . Dalam pengajaran bahasa asing kegiatan membaca nyaring . menjelaskan klimaks-klimaks dengan gaya dan ekspresi yang baik dan tepat. Menurut H. menurutnya dalam pengajaran membaca nyaring para guru dapat menggunakan teks-teks drama sebagai bahannya.

. seru. tanya. c. kecepatan mata dan saat membaca yakni 3 kata dalam satu detik. mempergunakan ucapan yang tepat. koma.G. Taringan (1986:24-25) menyebutkan aneka keterampilan yang dituntut dalam membaca nyaring. seperti tanda titik. membaca dengan terang dan jelas. b. Kelas IV a. memahami bahan bacaan pada tingkat dasar. H. membaca dengan penuh perasaan dan ekspresi. membaca tanpa tertegun-tegun atau terbata-bata. atau Kelas II a. memiliki sikap yang baik dalam merawat buku. membaca dengan penuh pemahaman. e. menguasai tanda-tanda baca sederhana. yaitu: Kelas I a. Dengan mengutip pendapat Barbe & Abbot (1975). b. c. b. Kelas III a. mempergunakan intonasi suara yang wajar agar makna mudah dipahami. b. membaca dengan penuh perasaan dan ekspresi.• Membaca I sangat cocok untuk melatih keterampilan ucapan (pronounciation) daripada pemahaman (comprehension). d. mempergunakan frasa yang tepat (bukan kata demi kata).

Kelas VI a. mulai dapat membaca nyaring tanpa harus terus-menerus melihat pada teks. pensil atau alat lainnya. membaca dengan penuh kepercayaan diri.• Membaca I KelasV a. Hal-hal semacam itu secara perlahan harus segera dihilangkan karena akan dapat menghambat kelancaran membaca dalam hati. dan ekspresi. atau dengan bibir bergerak-gerak. sebab hingga saat ini masih banyak anak anak saat mereka membaca dalam hati. Misalnya. b. Sedangkan yang aktif bekerja hanya mata dan otak atau kognisi kita saja. yakni kegiatan mengulang kembali bagian bacaan yang telah dilalui karena merasa diri gagal mendapatkan pemahaman. Sebagaimana disebutkan dalam Dictionary of Reading (1983:275) . Selain peristiwa di atas. mampu menggunakan. Jadi dalam membaca dalam hati atau membaca diam memang tidak ada suara yang keluar. Membaca dalam hati Dalam Dictionary of Reading (1983:296) disebut silint reading is reading without saying aloud what is read. atau membaca dengan kepala bergerak mengikuti baris bacaan. membaca nyaring dengan penuh perasaan. membaca sambil bersuara seperti berbisik. c. B. atau membaca dengan menunjuk baris bacaan (kata demi kata) dengan jari. b. membaca dengan penuh pemahaman dan perasaan. kebiasaan yang juga dapat menghambat dalam proses membaca dalam hati ialah kebiasaan melakukan regresi. tetapi pada saat yang sama alat ucap mereká turut aktif. in silent reading one reads to oneself not other. frasa dan susunan kata yang tepat. Ihwal diamnya alat ucap ini saat melakukan kegiatan membaca dalarn hati perlu dicermati oleh kita sebagai guru.

baru mengulanginya (review) dari awal lagi. Taringan (1986:37-38) menyebutkan aneka keterampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati. Menurut Frank Smith (1986:156) sedikitnya ada 6 hal yang dapat rnenyebabkan seseorang terjebak melakukan refresi sewaktu melakukan kegiatan membaca. menemui kata-kata yang sulit. specially. Dengan mengutip pendapat Barbe & Abbot (1975) H. sering tergoda melakukan koreksi terhadap kesalahan-kesalahan cetak.G.• Membaca I regression is movement backwards. Oleh karena itu. Kita harus meyakini bahwasanya sebuah bacaan pada hakekatnya memiliki suatu gagasan yang utuh. Jika setelah selesai keseluruhan bacaan tersebut kita masih juga belum memahaminya. tidak konsentrasi dalam membaca. harus terus melanjutkan membacanya hingga usai. Untuk mengatasi masalah regresi. Hanya saja dalam hal penyampaiannya gagasan-gagasan tersebut boleh jadi berceceran pada sepanjang teks dan penataan urutannya tidak sistematis. antara lain: a) b) c) d) e) f) akibat kurang memiliki kepercayaan diri. Mengapa demikian? Jawabannya karena boleh jadi bagian yang belum kita mengerti tersebut akan mendapatkan penjelasannya pada bagianbagian teks berikutnya. terlalu cepat dalam melakukan penafsiran. yakni: Kelas I . terlalu terpaku pada detil. a back word eye movement in reading continous text. saat sedang melakukan aktivitas membaca kemudian di tengah-tengah menemukan hal-hal yang tidak kita pahami benar. yang paling panting ialah dengan kepercayaan diri dan sikap yang benar saat melakukan aktivitas membaca.

tanpa berbisik membaca tanpa gerakan kepala. 2. membaca tanpa gerakan bibir. membaca tanpa gerakan bibir atau kepala atau menunjuk-nunjuk dengan Jari. b. menikmati bahan bacaan yang dibaca dalam hati itu dengan penuh senang hati. membaca dalam hati tanpa menunjuk-nunjuk dengan jari dan tanpa gerakan Kelas IV a. bibir. Kelas III a. Kelas VI 1. 3. kecepatan mata dalam membaca berkisar 3 kata perdetik. . membaca tanpa bersuara. tanpa menggerak-gerakan bibir. lebih cepat membaca dalam hati daripada membaca nyaring. mengerti serta memahamit bahan bacaan pada tingkat dasar. membaca tanpa gerakan bibir atau kepala. b. membaca dengan pemahaman yang baik.• Membaca I a. b. b. Kelas V 1. Kelas II a. membaca lebih cepat dalam hati ketimbang dengan bersuara. c mernahami bahan bacaan yang dibaca secara diam atau di dalam hati saja. tanpa komat-kamit.

Kedua. melainkan juga dituntut harus mampu melakukan ‘proses pengolahan’ agar pesan-pesan atau muatan makna yang terkandung dalam lambang-lambang bunyi bahasa tersebut dapat tersampaikan secara jelas dan tepat oleh orang yang mendengarnya. Oleh karena itu. Mengapa pada tahap yang lebih tinggi membaca nyaring dianggap sebagai kegiatan membaca yang cukup sulit dibandingkan dengan kegiatan membaca dalam hati? 2. dilihat dari tingkat keterlibatan organ-organ tubuh yang turut beraktivitas. dalam membaca dalam hati kita hanya menggunakan ingatan visual (visual memory) dan yang aktif hanya mata dan ingatan saja. dapat menyesuaikan kecepatan membaca dengan tingkat kesukaran yang terdapat bahan bacaan. sedangkan dalam membaca nyaring selain penglihatan dan ingatan turut juga aktif ingatan pendengaran (auditory memory) dan ingatan yang .• Membaca I 2. beberapa kebiasaan buruk yang dapat mengharnbat kelancaran membaca nyaring! Pelunjuk Jawaban Lalihan Jika Anda telah selesai. Pertama. tujuan utamanya pengkomunikasian isi bacaan. Latihan Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda tentang pengertian kedua jenis membaca ini jawablah pertanyaan latihan berikut ini! 1. 3. Sebutkan. periksalah latihan Anda dengan memperhatikan rambu-rambu berikut ini! 1. dapat membaca 180 kata dalam satu menit pada bacaan fiksi tingkat dasar. si pembaca bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambang-lambang bunyi bahasa saja.

B. Untuk menanarnkan kemahiran kedua jenis membaca ini diperlukan adanya proses latihan secara terencana dan sungguh-sungguh di bawah asuhan guru-guru profesional.. kita dapat membagi membaca menjadi dua jenis yakni membaca dalam hati (silent reading). Rangkuman Ditinjau dari terdengar dan tidaknya suara si pembaca pada waktu membaca. atau membaca dengan kepala bergerak mengikuti baris bacaan. C. Pada tataran yang paling rendah membaca nyaring merupakan aktivitas membaca sebatas melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras. atau membaca dengan menunjuk baris bacaan (kata demi kata) dengan jari. Yang aktif bekerja hanya mata dan otak atau kognisi saja.• Membaca I bersangkutan dengan otot-otot kita (motor memory). 2) Membaca sambil bersuara seperti berbisik. 1. serta melakukan regresi. Salah satu alasan membaca nyaring pada tingkat yang lebih tinggi dinilai lebih sulit dibandingkan membaca dalam hati ialah .. pensil atau alat lainnya. atau D). seperti alat-alat ucap kita. .. sedangkan pada tataran yang lebih tinggi membaca nyaring merupakan proses pengkomunikasian isi bacaan (dengan nyaring) kepada orang lain (pendengar). Membaca dalam hati merupakan proses membaca tanpa mengeluarkan suara. Tes Formatif 1 Petunjuk: Untuk soal-soal nomor 1-3 pilihlah satu jawaban yang paling tepat! (A. serta membaca nyaring atau membaca bersuara (oral reading or aloud reading). Ketiga tujuan akhir dari membaca nyaring adalah kefasihan (fluency). atau dengan bibir bergerak-gerak.

merencanakan kesatuan ide. mata dan memory visual D. mata dan ingatan C. dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat. maka seorang pembaca nyaring haruslah menggunakan berbagai cara. menjelaskan perubahan dari satu ide ke ide berikutnya C. sernuanya benar Petunjuk: Untuk soal nomor 4-6. Membaca nyaring lebih banyak melibatkan visual memory sedangkan membaca dalam hati tidak melibatkan visual memory B. mata dan hati 3. Membaca nyaring dituntut mampu melakukan proses pengolahan makna agar dapat ditangkap maksudnya sedangkan membaca dalam hati tidak D. D. tetapi antara keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat. Alat utama yang paling berperan dalam proses membaca dalam hati yaitu…. Jika pernyataan benar. alasan benar.• Membaca I A. A. B. Membaca nyaring merupakan kegiatan membaca untuk kepentingan orang lain sedangkan membaca dalam hati untuk kepentingan diri sendiri 2. menyoroti ide-ide baru dengan menggunakan penekanan yang jelas B. alasan benar. mata dan kognisi B. pilihlah A. pikiran di dalam satuan kalimat. A. Jika pernyataan benar. . Untuk membantu para pendengar menangkap serta memahami maksud sang membaca pengarang. antara lain…. Membaca nyaring lebih banyak mengeluarkan suara sedangkan dalam hati tidak C.

Pembaca dalarn hati yang baik saat melakukan kegiatan membaca dirinya tidak menggerak-gerakkan bibir atau menunjuk teks bacaan dengan menggunakan jari atau alat tunjuk lainnya sebab Hal itu akan dapat merusak pemahaman terhadap bacaan yang tengah dibacanya 5. Salah satu sebab terjadinya regresi atau pengulangan kembali terhadap bagian- bagian yang telah dibaca dalam membaca dalam hati yakni akibat pembaca kurang memiliki harga diri. Jika (1) dan (2) benar Jika (1) dan (3)benar Jika (2) dan (3) benar Jika (1). benar D. (2).• Membaca I C. sebab Harga diri merupakan hal yang harus dimiliki oleh seorang pembaca nyaring. C. Petunjuk: Untuk soal nomor 7-10 pilihlah: A. D. B. dan (3) benar Tuntutan kemampuan membaca dalam hati untuk anak SD Kelas V menurut Barbe dan Abbot antara lain: . 4. Salah satu tujuan membaca nyaring adalah kefasihan sebab Membaca nyaring pada hakekatnya merupakan kegiatan membaca untuk kepentingan orang lain. Jika pernyataan benar. 6. 7. alasan salah atau jika pernyataan salah alasan Jika pernyataan dan alasan salah.

• Membaca I (1) membaca tanpa gerakan-gerakan bibir atau kepala atau menunjuk- nunjuk dengan jari (2) membaca dengan pemahaman yang baik (3) dapat membaca dengan kecepatan 180 kata dalam satu menit pada bacaan fiksi tingkat dasar 8) Tuntutan kemampuan membaca nyaring untuk anak SD kelas VI menurut Barbe dan Abbot antara lain…. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pembaca nyaring secara umum antar lain…. kemudian . seperti tanda pungtuasi serta tanda-tanda baca lainnya (3) jelas harus dapat mengelompokkan kata-kata dengan baik dan tepat agar rnaknanya bagi dirinya Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir Modul ini. (1) (2) (3) 9. (1) (2) (3) membaca berita di TV membaca puisi membaca koran 10. (1) bacaan (2) harus mempelajari keterampilan-keterampilan menafsirkan atas harus mengerti makna serta perasaan yang terkandung dalam bahan lambang lambang tertulis. membaca nyaring dengan penuh perasaan dan ekspresi membaca nyaring dengan penuh kesungguhan mampu menggunakan frasa dan susunan kata yang tepat Contoh aplikasi membaca nyaring tingkat lanjut misalnya….

Rumus: Jumlah jawaban yang Anda benar Tingkat penguasaan = ---------------------------------------. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.x 100% 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% 100% = 89% 79% < = = 70% baik sekali balk cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai.• Membaca I gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80%. . bagus! Anda cukup memahami kegiatan belajar 1.

Selain itu. terutama yang berkaitan dengan buku-buku pelajaran. Lilis Siti Sulistyaningsih K egiatan berbahasa meliputi empat keterampilan yaitu menyimak berbicara membaca dan menulis. Pada saat ini. Begitu pula seorang siswa atau mahasiswa akan sering berhadapan dengan buku-buku yang harus dibacanya. Dalam modul ini akan dibahas cara atau metode yang dapat digunakan untuk memahami sebuah buku atau bacaan lainnya. Modul ini berjudul metode SQ3R.• Membaca I METODE SQ3R Dra. terutama bahan bacaan yang berkaitan dengan buku-buku untuk keperluan studi atau bukubuku ilmiah lainnya. kita harus mempunyai cara untuk mensiasati bahan bacaan agar dapat memahaminya dengan baik. Membaca sebagai salah satu keterampilan berbahasa sudah selayaknya kita memiliki dengan baik karena ia sudah merupakan kebutuhan sehari-hari. banyak orang yang mengawali kegiatan pagi hari dengan membaca. akan dibahas langkahlangkah penggunaan metode SQ3R. yang biasanya dianggap lebih sulit dipahami daripada buku cerita. dan sekaligus membahas bagaimana cara menerapkan metode ini untuk dapat meningkatkan kemampuan membaca. yang terbagi atas dua pokok bahasan. yaitu (1) hakikat metode SQ3R dengan subpokok bahasan: . seperti membaca surat kabar atau bacaan lainnya. Oleh karena itu.

akan mempermudah Anda untuk memahami buku atau bacaan lain karena modul ini berfungsi sebagai pisau yang digunakan untuk membedah sebuah buku agar buku itu dapat dipahami dengan baik. Oleh karena itu. yang meliputi pengertian metode SQ3R. Anda diharapkan memiliki wawasan yang luas tentang metode membaca untuk studi. Metode SQ3R merupakan rangkaian modul-modul sebelumnya. bagi Peningkatan Kemempuan membaca Supaya Anda berhasil memahami modul ini dan tujuan yang telah ditetapkan tercapai dengan baik.• Membaca I pengertian metode SQ3R. (2) penerapan metode SQ3R dengan subpokok bahasan: keuntungan dan manfaat metode SQ3R. menjelaskan hakikat metode SQ3R. Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. dan penerapan metode SQ3R dalam kegiatan membaca untuk studi. dan penerapan metode SQ3R bagi peningkatan kemampuan membaca. karakteristik metode SQ3R. Setelah mempelajari modul ini. . menerapkan metode SQ3R untuk meningkatkan kemampuan membaca studi. maka materi dalam modul ini akan dituangkan dalam tiga kegiatan belajar Kegiatan Belajar 1 Kegiatan Belajar 2 mambahas Hakikat Metode SQ3R. 2. dan langkah-langkah metode SQ3R. Penguasaan materi modul ini. maka Anda harus mempelajari setiap kegiatan belajar dalam modul ini dengan cermat sesuai dengan petunjuk yang diberikan. akan membantu Anda untuk meningkatkan kemampuan membaca untuk keperluan studi. yang meliputi keuntungan dan manfaat metode SQ3R. membahas Penerapan Metode SQ3R. Secara lebih rinci. Selain itu. karakteristik metode SQ3R. untuk mendapat pemahaman yang baik terhadap modul ini Anda harus memahami modul-modul sebelumnya. langkah-langkah metode SQ3R. tujuan yang ingin dicapai adalah agar Anda dapat : 1.

kita tidak sekedar membaca. lebih kental. dan lebih utuh. Mengapa demikian? Banyak orang yang membaca sebuah buku atau bacaan lain dengan cara membaca keseluruhan bacaan itu sekaligus. Kerjakan semua latihan dan tes formatif sesuai dengan petunjuk yang ada dalam modul tersebut. Tidak jarang untuk memahami sebuah bacaan.• Membaca I Diskusikan dengan teman Anda bila mengalami kesulitan dan gunakan glosarium (daftar kata-kata sulit) yang tersedia jika Anda menemukan katakata atau istilah yang belum Anda pahami maknanya. Akan tetapi. kemudian dilanjutkan dengan membaca secara intensif. Kita memerlukan strategi yang tepat agar memahami bacaan itu dengan cepat dengan hasil yang baik. Kita tidak hanya membaca buku itu secara meluas. buku itu juga harus kita pelajari secara intensif. orang tersebut beranggapan akan dapat memahami bacaan tersebut dengan baik. Membaca sebuah buku dapat kita mulai dengan membaca sekilas atau skiming. Ternyata anggapan tersebut tidak terlalu tepat untuk memahami suatu bacaan. Pengertian Metode SQ3R S ering kita mengalamai kesulitan dalam memahami sebuah buku atau bahan bacaan lainnya. lebih berbobot. kita membaca lebih dari satu kali. . Membaca secara intensif diperlukan untuk memperoleh informasi yang lebih bermutu. Membaca sekilas bertujuan untuk memperoleh kesan umum dari sebuah buku. Selamat belajar semoga berhasil! 1 Hakikat Metode SQ3R 1. Untuk membaca kegiatan seperti itu. kita dituntut untuk (relational thinking) (Widyamartaya. 1992). Dengan cara itu. tetapi juga perlu membaca secara mendalam.

tahun terbit. yaitu Prof. Kegiatan membaca dengan menggunakan metode SQ3R mencakup lima langkah. metode ini merupakan metode salah satu membaca yang makin lama makin dikenal orang dan banyak digunakan. yaitu: 1. nama penerbit. Salah satu diantaranya ialah metode SQ3R. Misalnya. 3. dan daftar pustaka. Read (= baca). nama pengarang. barulah kita membaca. Dengan bekal rumusan pertanyaan-pertanyaan tadi. apakah SQ3R itu? SQ3R merupakan suatu metode membaca yang sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional. 2. Francis P. Metode membaca studi ini diajaurkan oleh seorang guru besar pisikologi dari Ohio State Univercity. rincian yang penting dari bacaan. kata pengantar. 2. sebelum membaca kita melakukan survei untuk memperoleh gambaran umum dari suatu bacaan dengan cara melihat bagain permulaan dan akhir. 5.• Membaca I Pemahaman bacaan merupakan kemampuan untuk mengerti ide-ide pokok. Setelah mensurvei buku. Pertanyaan itu merupakan penentuan yang dapat . rangkuman. kita perlu menguasai kosa kata struktur tulisan dengan baik. kita kita merumuskan beberapa pertanyaan untuk diri sendiri tentang bacaan tersebut yang diharapkan jawabannya ada dalam buku itu. dan pengertian yang menyeluruh terhadap bacaan itu. kita mensurvei terlebih dahulu judul buku. Hal itu akan membantu dan menuntun kita memahami bacaan. Survei (= penelaahan pendahuluan). Oleh karena itu. pada saat akan membaca buku. Banyak cara atau metode yang telah dikembangkan dalam keterampilan membaca dalam kurun waktu lima puluh tahun terakhir ini. 4. Robinson tahun 1941. daftar isi. Review (= mengulang kembali). Recite (= mengutarakan kembali). Question (= bertanya). Karakteristik Metode SQ3R Dalam menggunakan metode ini.

kita lakukan kegiatan menceritakan/ mengutarakan kembali dengan kata-kata sendiri. Kita tidak perlu membaca ulang bacaan itu secara keseluruhan. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. dan review. yaitu survei. Kegiatan membaca dengan menggunakan metode SQ3R diakhiri dengan kegiatan meninjau kembali/ mengulang kembali apa yang sudah kita baca. recite.• Membaca I membantu pembaca menemukan informasi yang diinginkannya dengan cepat. apa yang pertama-tama Anda lakukan? Apakah Anda langsung membaca buku tersebut? Sebelum kita membaca. 3. untuk mengetahui penguasaan kita terhadap bacaan. juga untuk menemukan hal-hal penting yang mungkin terlewat pada saat kita membaca sebelumnya. metode SQ3R mempunyai lima langkah kegiatan. dan review. . Begitulah gambaran singkat kegiatan membaca yang menggunakan metode SQ3R. Yang dimaksud dengan anatomi tersebut meliputi (1) bagian pendahuluan. read. yaitu survei. Langkah-langkah Metode SQ3R Langkah 1: Survei Jika Anda membaca sebuah buku. read. yang dimaksud dengan SQ3R adalah suatu metode membaca untuk menemukan ide-ide pokok dan pendukungnya serta untuk membantu mengingat agar lebih tahan lama melalui lima langkah kegiatan. Kelima langkah itu akan dijelaskan dalam uraian di bawah ini. Caranya dengan membuka-buka buku secara cepat dan keseluruhan yang langsung tampak. question. biasanya orang menyediakan waktu beberapa menit untuk mengenal keseluruhan anatomi buku. tetapi kita hanya memeriksa bagain-bagain yang dianggap penting yang memberikan gambaran keseluruhan dari bacaan. question. Dengan demikian. Setelah membaca. recite. Untuk membantu daya ingat kita membuat catatancatatan kecil.

halaman ucapan terima kasih. tetapi pemahaman . Anda tidak hanya mengikuti saja apa yang dikatakan pengarang. pertanyaan-pertanyaan itu dapat menuntun kita memahami bacaan. Anda mulai melakukan kegiatan membaca. daftar isi. Apakah Anda juga melakukan hal yang sama sebelum membaca? Langkah 2 : Question Pada saat Anda menghadapi sebuah bacaan. kegiatan membaca Anda relatif lebih cepat dan efektif. Perlambat cara membaca Anda dibagian-bagian yang penting atau yang Anda anggap sulit dan percepat kembali pada bagianbagian yang tidak penting atau yang telah Anda ketahui. daftar pustaka. dalam membaca buku. dan sebagainya). kita tidak langsung masuk ke dalam batang tubuh bacaan tersebut. Anda dapat membaca dengan dituntun oleh pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan. saran atau rekomendasi. minimal untuk memberikan gambaran isi. nama pengarang. Semua unsur dilihat secara sekilas.• Membaca I yang meliputi halaman judul (judul. dan abstraksi. Jadi. yang menggambarkan urutan dan tata penyajian isi buku. dan indeks. Anda boleh mengkritik dan mempertanyakan apa yang dikatakan pengarang sambil nanti melihat buktinya. Tidak perlu semua kalimat. Langkah 3 : Read Setelah Anda menyurvei dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan. Dengan demikian. yaitu berisi kesimpulan. dan mengarahkan pikiran pada isi bacaan yang akan dimasuki sehingga Anda bersikap aktif. daftar tabel dan daftar gambar (jika ada daftar tabel. penerbit. grafik. tahun terbit. tempat penerbit. pernahkan Anda mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hal-hal yang berkaitan dengan bacaan. (3) bagian akhir buku. dan gambar). dan kemanfaatan buku yang baik (bersifat ilmiah) hendaknya mengandung bagian-bagian buku tersebut. kemenarikan. barang kali juga halaman yang berisi persetujuan yang berwenang menerbitkan buku tersebut. (2) bagian isi buku.

kita mengetahui bahwa kegiatan membaca dengan menggunakan metode SQ3R akan lebih efektif dan efisien serta memungkinkan memberikan hasil yang maksimal. Dari uraian di atas. Catatan-catatan tersebut akan membantu Anda untuk mengingat apa yang sudah dibaca agar tidak sampai terjadi begitu selesai membaca. tinjau kembali hal-hal penting yang telah Anda baca. kita juga mendapatkan isi buku secara keseluruhan. Selain itu.• Membaca I yang menyeluruh tentang bacaan atau buku tersebut telah Anda dapatkan. lakukan itu terus sampai Anda selesai membaca. terutama hal-hal yang telah diberi tanda atau digarisbawahi. Temukan bagian-bagian penting yang perlu untuk diingat kembali. Catatan itu dapat berupa kutipan. diskusikanlah dengan teman Anda. atau komentar Anda. Buatlah catatan-catatan penting tentang bagian yang dibaca itu dengan kata-kata sendiri. Langkah 5 : Review Setelah Anda selesai membaca buku secara keseluruhan. ulangi sekali lagi membaca bagian yang sulit itu. Langkah 4 : Recite Setiap Anda selesai membaca satu bagian berhentilah sejenak. Diskusikanlah dengan . Kadang-kadang kita menemukan sebuah buku yang sulit untuk dibaca/ dipahami dengan satu kali baca. Pada langkah ini konsentrasi diri sangatlah penting. kerjakanlah latihan berikut ini! Jika Anda menemukan hal-hal yang sulit. 1. simpulan. Latihan Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda terhadap uraian dalam kegiatan belajar 1. Jika Anda masih mengalami kesulitan. Pengulangan kembali ini akan membantu daya ingat Anda untuk memperjelas pemahaman terhadap bacaan. juga membantu kita menemukan hal penting yang mungkin terlewat sebelumnya. hilang pula apa yang telah Anda Baca.

Ada hal-hal yang menyebabkan sebuah buku sulit untuk dipahami. antara lain aspek kebahasaannya. Tidak semua buku mudah untuk kita pahami. yaitu survei. 2. Pada saat Anda memberikan contoh langkah 1 (survei). Kelima langkah tersebut harus ditempuh secara berurutan sesuai. recite. . periksalah hasil latihan Anda tersebut dengan memperhatikan rambu-rambu jawaban berikut ini! Petunjuk Jawaban Latihan 1. yang mencakup kosa kata. Anda harus berpedoman pada langkah-langkah SQ3R. Dapatkah kelima langkah tersebut ditukar urutannya ? Jelaskan pendapat Anda! 3.• Membaca I teman Anda. Hal-hal tersebut harus menjadi acuan untuk jawaban Anda. Metode ini dianggap sebagai metode membaca yang cukup efektif dan dapat menghasilkan pemahaman yang baik. di ……. isi buku. dengan fungsinya masing-masing. yaitu bagian prelimunaries. Metode SQ3R memiliki lima langkah kegiatan. Berikan contoh langkah ke 1 (survei) dalam kegiatan membaca sehari-hari. yakni organisasi tulisan atau cara menata buku tersebut. faktor-faktor yang menyebabkan sebuah buku sulit untuk dipahami! 2. read. dan bagian akhir buku. dan struktur kalimat. jangan lupa Anda memperhatikan bagian-bagian buku tersebut. dan review. question. Apabila Anda selesai mengerjakan latihan di atas. 3. Untuk menjawab latihan nomor 3. Rangkuman SQ3R merupakan metode membaca yang makin populer dan banyak digunakan. SQ3R ialah metode membaca untuk menemukan ide-ide pokok dan pendukung ide pokok juga membantu pembaca dapat mengingat lebih lama. Untuk mensurvei sebuah buku. Anda harus mengetahui anatomi buku yang terdiri atas tiga bagian. serta dari setruktur dasar penulisan.

. Mengutarakan kembali isi bacaan yang telah dibaca dengan katakata sendiri termasuk kegiatan dalam ……. membaca. D. question. survei…. 4. read. Keterampilan berbahasa yang bersifat menerima informasi dari bahan tertulis disebut ……. B. A. berbicara. C.. judul buku. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mensurvei sebuah buku adalah sebagai berikut. 3. review. menyimak. A. C. A. 2. . A. daftar isi. C.• Membaca I Tes Formatif 1 Petunjuk : Kerjakanlah soal berikut dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang Anda anggap tepat ! 1. B. read. menulis. Gambaran umum bacaan atau buku yang kita baca akan kita dapat melalui kegiatan …. isi bab. recite. B. B. D. ideks. kecuali …. D.

review. review. sebab Dengan metode SQ3R. read. pilihlah. 7. sebab . C. recite. D. question. recite. review. review. Langkah keempat dari metode SQ3R adalah mengutarakan kembali dengan kata-kata sendiri apa yang telah dibacanya dengan bantuan catatan-catatan kecil. A. read. Pemahaman sesorang terhadap bacaan akan dipengaruhi oleh faktor internal (dari dalam dirinya sendir) dan faktor eksternal (lingkungan). 6. dan pengertian yang meyeluruh terhadap bacaan itu. D.. Untuk nomor 6sampai dengan nomor 8.• Membaca I C. question. jika kedua pertanyaan benar. jika pernyataan pertama dan kedua salah. survei. SQ3R merupakan suatu metode membaca yang sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional. atau D. question. recite. survei. Langkah SQ3R yang paling tepat adalah …. A. read. recite. kita akan membaca secara lebih mendalam dan dapat berfikir secara saling berhubungan. B. recite. B. tetapi keduanya tidak berhubungan sebab akibat. 5. jika pernyataan pertama dan kedua benar dan keduanya menunjukan hubungan sebab akibat. C. survei. 8. rincian yang penting dari bacaan. read. question. question. Sebab Pemahaman bacaan merupakan kemampuan untuk mengerti ide-ide pokok. jika salah satu pertanyaan benar. survei.

Jika 1. Jika 2 dan 4 benar. Untuk nomor 9. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Setelah membaca sebuah buku.100% = baik sekali 80% 70% 89% = baik 79% = cukup X 100% . Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir Modul ini. B. Rumus : Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% . Jika 1 dan 3 benar. C. 10. halam daftar isi halaman abstraksi. Sebelum sampai pada kegiatan itu. Jika hanya 4 yang benar. 9.2 dan 3 benar. Anda membuat pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun kita pada waktu membaca. Hitunglah jawaban Anda yang benar. dilakukan pengecekan atas penguasaan isi bacaan. Yang termasuk bagian pendahuluan dalam anatomi buku ialah (1) (2) (3) halam judul. langkah yang ditempuh oleh pembaca adalah …… (1) (2) (3) survei question read. A. D.• Membaca I Pada langkah recite. pilihlah. dan 10.

maka pemahaman yang diharapkan pun tidak akan tercapai. Salah satu di antara metode tersebut adalah metode SQ3R. Salah satu syarat penting untuk membaca studi ialah konsentrasi atau pemusatan pikiran. melainkan kegiatan yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh karena kepentingan studi. Keterangan dari salah satu ketiganya dapat mengganggu konsentrasi pembaca.• Membaca I < 70% = kurang Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas. tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. pembaca perlu melakukan persiapan tertentu dan mengetahui metode yang efektif dan efisien. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. baik pikiran pokok maupun pikiran-pikiran penjelas sehingga pemahaman yang komprehensif (mendalam dan utuh) tentang isi buku tercapai. Membaca untuk studi ialah membaca untuk memahami isi buku secara keseluruhan. (c) keteraturan waktu. Keuntungan dan Manfaat Metode SQ3R agi seorang pelajar atau mahasiswa. (b) kesegaran dan ketenangan tempat serta. . 2 Penerapan Metode SQ3R 1. Untuk mencapai hal tersebut. Ada tiga kondisi yang harus dipersiapkan agar dapat membaca dengan penuh konsentrasi. terutama bagian yang belum Anda kuasai. yaitu (a) kesehatan. bagus! Anda cukup memahami kegiatan belajar 1. kegiatan membaca bukanlah B sekedar mengisi waktu luang atau untuk bersantai. ketenangan rohani dan jasmani. Tanpa adanya konsentrasi.

apakah pagi hari. dan lain-lain). Oleh karena itu. Setiap orang sudah tentu dapat membina suatu kebiasaan tertentu yang berbeda dengan orang lain. tentu pemilihan metode ini didasarkan pada pertimbangan bahwa metode SQ3R merupakan metode membaca yang semakin populer digunakan. situasi kerja. tidak baik hanya memakai lampu meja yang hanya meyorot buku bacaan karena dapat mengurangi daya tahan mata. Di dalam ruang belajar harus tersedia alat-alat tulis yang diperlukan termasuk meja tulis yang baik. Yang penting adalah bahwa waktu untuk belajar perlu teratur dan tetap. persiapan-persiapan yang dikemukakan di atas. Akan tetapi. maka kebiasaan membaca yang baik ini telah menjadi miliknya. Ada . Memang ada juga orang yang dapat membaca (belajar) sambil mendengarkan musik (radio. sore. Banyak faktor yang mempengaruhinya. kerapihan. dan keteraturan ruang studi menimbulkan kesegaran dan ketenangan. Selain itu. Membaca juga perlu ditentukan waktunya. tape. kita akan lebih mudah mencari referensi tentang hal itu. adalah kondisi-kondisi umum yang biasanya membuat pembaca mencapai hasil yang maksimal. Salah satu metode untuk kepentingan membaca studi ialah SQ3R. ketenangan dan kebersihan lingkungan juga perlu ada karena berpengaruh juga pada konsentrasi. Penerangan yang cukup perlu ada dalam ruangan belajar agar mata tidak menjadi sakit. Pemilihan waktu ini tentu tidak mungkin sama bagi setiap orang. Langkah selanjutnya dalam membaca untuk studi ialah menentukan metode yang efektif dan efisien. Membaca dengan SQ3R harus kita lakukan dengan mengikuti langkah-langkah yang tersurat dalam singkatan SQ3R tersebut. seperti cuaca. tidak lembap ataupun panas. Sebaiknya suara-suara yang mengganggu dihindarkan. atau malam. Kebersihan. usahakanlah ruangan belajar bersuhu segar. Jika keteraturan waktu ini telah terbina dan telah menjadi kebiasaan.• Membaca I Membaca untuk studi memerlukan ketenangan dan kesegaran tempat. Selain itu. tetapi ini pun jika diteliti ternyata akan menggangu konsentrasi pikiran.

Membaca I

beberapa

keuntungan

atau

manfaat

yang

kita

peroleh

dengan

menggunakan metode tersebut. 2) dengan menyurvei buku terlebih dahulu, kita akan mengenal organisasi tulisan dan memperoleh kesan umum dari buku. Hal ini akan mempercepat pemahamn terhadap buku tersebut. 3) Pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun tetang apa yang kita baca akan membangkitkan keingintahuan dan membantu kita

untuk membaca dengan tujuan mencari jawaban-jawaban yang penting (relevan), serta akhirnya akan meningkatkan pemahaman dan mempercepat penguasaan seluruh isi buku. 4) Dapat melakukan kegiatan membaca secara lebih cepat karena dipandu oleh langkah-langkah sebelumnya, yaitu menyurvei buku dan menyusun pertanyaan tentang bacaan. 5) Catatan-catatan tentang buku yang dibaca dapat membantu kita memahami secara cepat dan membantu ingatan kita. Mencatat fakta-fakta serta ide-ide yang penting akan menamkan kesan yang mendalam pada ingatan kita. 6) Melalui langkah terakhir, yaitu review atau mengulangi, kita akan memperoleh penguasaan bulat, menyeluruh atas bahan yang kita baca. Berdasarkan uraian di atas, diungkapkan bahwa metode SQ3R sangat efektif dalam membaca untuk studi. Usaha yang efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan: (1) mengorganisasikan bahan yang dibaca dalam kaitan yang mudah dipahami (2) mengaitkan fakta yang satu dengan yang lain, atau dengan menghubungkan pengalaman atau konteks yang Anda hadapi.

Latihan Setelah Anda selesai membaca uraian di atas, Anda kerjakanlah latihan berikut ini. Jika Anda mengalami kesulitan diskusikanlah dengan teman.

Membaca I

1.

Jelaskan, mengapa konsentrasi merupakan syarat penting dalam membaca untuk studi!

2.

Untuk dapat membaca dengan penuh konsentrasi, kondisi yang bagaimankah yang harus dipersiapkan?

3.

Mengapa untuk membentuk kebiasaan membaca yang baik , diperlukan keteraturan waktu membaca?

4.

jelaskan keuntungan mensurvei buku dalam membaca untuk studi!

Petunjuk Jawaban Latihan 1. Untuk menjawab latihan nomor 2, Anda hendaknya mengacu pada pengertian konsentrasi fungsi membaca untuk studi dan hubungan dari keduanya, maksdudnya peranan konsentrasi untuk membaca studi. 2. Jawaban Anda berkaiatan dengan berbagai persiapan untuk membaca, antaranya: a) b) c) d) keadaan ruangan/ kondisi ruangan yang baik kesiapan diri baik fisik maupun mental suasana lingkungan sarana penunjang lainnya.

3. Jawaban Anda hendaknya memperhatikan : a) b) syarat-sayarat pembentukan kebiasaan peranan disiplin menggunakan waktu

4. Jawaban Anda berkaitan dengan: a) b) c) fungsi survei dalam membaca buku tujuan survei dalam membaca buku manfaat survei dalam membaca buku

Membaca I

Rangkuman Membaca untuk studi harus dilakukan dengan sunguh-sungguh. Membaca untuk studi ialah membaca untuk memahami isi buku secara keseluruhan, baik pikiran pokok maupun pikiran-pikiran penjelas sehingga pemahaman yang komprehensif (mendalam dan utuh) tentang isi buku tercapai. Membaca studi memrlukan konsentrasi atau pemusatan pikiran. Dengan konsentrasi, pemahaman bacaan akan tercapai dengan baik. Tiga kondisi yang harus dipersiapkan untuk membaca dengan penuh konsentrasi, yaitu: 1) kesehata, kesegaran, dan ketenangan jasmani dan rohani, 2) kesegaran dan ketenangan tempat, serta 3) keteraturan waktu baca Membaca dengan menggunakan metode SQ3R memiliki menjawab berikut: 1) Dengan mensurvei buku terlebih dahulu, kita akan mengenal organisasi tulisan dengan memperoleh kesan umum dari buku. Hal ini akan mempercepat pemahaman terhadap buku tersebut. 2) Pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun tentang apa yang akan dibaca dapat membangkitkan keingintahuan pembaca untuk mencari jawaban-jawaban yang penting (relevan). Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan pemahaman dan mempercepat penguasaan seluruh isi buku. 3) Dapat melakukan kegiatan membaca secara lebih cepat karena dipandu oleh langkah-langkah sebelumnya, yaitu mensurvei buku dan menyusun pertanyaan tentang bacaan. 4) Catatan-catatan hasil membaca dapat membantu daya pemahaman dan daya ingat kita. 5) Melalui langkah terakhir, yaitu review atau mengulangi, kita akan memperoleh penguasaan utuh dan menyeluruh atas bahan yang kita baca. Usaha yang efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan: (1) mengorganisasikan bahan yang dibaca dalam kaitan yang mudah dipahami dan (2) mengkaitkan fakta yang satu dengan yang lain, atau dengan menghubungkan pengalaman atau konteks yang Anda hadapi.

badan yang sehat. A. B. bersih dan rapi. 2. Metode SQ3R lebih tepat untuk melakukan kegiatan……. adanya buku bacaan. suara nyaring. ketenangan rohani dan jasmani B. keteraturan waktu. hendaknya ruangan itu …….• Membaca I Tes Formatif 2a Kerjakanlah tes berikut dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang Anda anggap paling tepat! 1. C. membaca cerpen. membaca sekilas. banyak perabotannya. membaca dangkal. kecuali ………. C. B. Syarat yang paling penting membaca studi ialah ……….. D. D. Untuk menciptakan ruang belajar yang tenang dan segar. A. membaca untuk studi. Konsentrasi. 4. waktu yang panjang. ketenangan tempat. 3. D.. B. A. C. . Kondisi yang harus dipersiapkan agar dapat berkonsentrasi dalam membaca ialah seperti berikut. A.

Mencatat fakta-fakta dan ide-ide yang penting akan menanamkan kesan yang mendalam pada ingatan kita. sebab Membuat catatan dari buku yang dibaca hanya untuk mengisi waktu luang. B. kapan saja. 7. C.• Membaca I C. ruangannya luas. jika (1) dan (3) benar. B. Pada waktu membaca kita harus sehat jasmani dan rohani. pilihlah: A. Waktu untuk belajar termasuk membaca hendaknya……. atau D. jika salah satu pernyataan pertama dan kedua salah 6. A. sebab Membaca memerlukan konsentrasi penuh. catnya baru. sebab Pernyataan-pernyataan dapat memandu pembaca untuk mempercepat penguasaan isi buku. Untuk nomor 9 dan 10 pilihlah: A. jika pernyataan pertama dan kedua benar. 8. jika (1) dan (2) benar. teratur dan tetap. jika ada waktu senggang. Malam hari ketika orang sedang tidur. . D. Untuk nomor 6 sampai dengan nomor 8. jika pernyataan pertama dan benar. D. jika salah satu pernyataan pertama dan benar. tetapi keduanya tidak berhubungan sebab akibat C. kedua-duanya memiliki hubungan sebab akibat B. 5. Membauat pernyataan merupakan langkah metode SQ3R yang dapat membantu memahami bacaan..

kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. dan (3) benar. atau D. dapat berkonsentrasi dalam membaca. (1) (2) (3) sehat jasmani dan rohani. bila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. 9. dilakukan secara teratur. . Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 a yang terdapat dibagian akhir Modul ini. jika (1). Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. kita perlu 10. keadaan santai. terutama bagian yang belum Anda kuasai. tempat membaca segar dan tenang. Rumus Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% .(2). Untuk mempersiapkan kondisi berikut. jika (2) dan (3) benar. bagus! Anda cukup memahami kegiatan belajar 2. (1) (2) (3) konsentrasi.• Membaca I C. Hitunglah jawaban Anda yang benar. metode SQ3R.100% = baik sekali 80% 70% < 89% = baik 79% = cukup 70% = kurang X 100% Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas. Hal-hal yang penting dalam membaca untuk studi ialah. Akan tetapi.

ada yang langsung dibuang saja karena pembaca merasa tidak berkepentingan. Sebelum membaca sebuah buku dengan menggunakan metode SQ3R. dengan cara yang sistematis. mulai dari survei artikel. ada yang perlu diringkas. kita akan cepat menemukan ideide penting dan organisasi bacaan. Oleh karena itu. melihat susunan (organisasi) bahan bacaan tersebut. ada yang perlu ditimbang-timbang. Survei atau prabaca banyak macamnya. mengetahui ide-ide yang penting. memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah (Soedarso. 1988) survei buku dilakukan tidak perlu lama hanya beberapa menit saja. Hal itu akan sangat membantu mencapai tujuan membaca. mendapatkan minat perhatian yang seksama terhadap bacaan. sebelum membaca artikel itu . Penerapan Metode SQ3R Pada uraian kegiatan belajar ini. Akan tetapi. kita melakukan survei terhadap buku yang akan kita baca. Anda akan mempelajari penerapan metode SQ3R dalam kegiatan membaca. Kita mulai dengan survei artikel. ada yang perlu dikaji kembali. Hal ini dilakukan untuk mengenal organisasi dan ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud: 1) 2) 3) 4) 5) 6) mempercepat menangkap arti. mendapatkan abstrak.• Membaca I 2. bab buku atau buku itu sendiri bahkan survei kliping. Survei buku juga digunakan untuk melihat suatu artikel atau majalah dan memilih buku di perpustakaan atau di toko buku untuk mengetahui apakah tulisan atau buku itu cocok dengan kebutuhan kita. Survei atau prabaca ialah teknik untuk mengenal bacaan sebelum membacanya secara lengkap. Artikel yang dibaca oleh seseorang dapat diperlakukan terus dibaca.

tetapi juga untuk merangsang pembaca berfikir: a) apa yang Anda dapatkan dari judul tersebut? b) gagasan apa saja yang ada? c) hal apa yang telah Anda ketahui? 2. terutama buku nonfiksi. Pengantar pada tulisan akan membantu pembaca memahami isi. Selanjutnya kita akan melakukan survei terhadap buku. nada. bila dipandang perlu. Subjudul umumnya menunjukan fokus yang khusu serta aspek-aspek yang mengacu pada keseluruhan topik 3. yaitu pendahuluan. Setiap paragraf dalam artikel itu mempunyai kalimat tajuk yang memuat pokok pikiran. baca dua paragraf pertama dengan kecepatan yang tinggi. Judul tidak hanya menunjukan masalah yang dibahas dalam artikel itu. Baca semua subjudul. Jika demikian. Baca kalimat pertama subbab. dan penutup atau kesimpulan. Apabila tidak ada pengantar. adakalanya kalimat pertama ini hanya kalimat transisi atau hanya untuk menarik perhatian pembaca. dan gaya penulisannya. baca kalimat terakhir kalimat. Setelah itu. isi. Dibuang atau dimanfaatkan. jika diperlukan kita dapat membacanya secara keseluruhan. 6. skema atau peta yang memperjelas isi. Akan tetapi. suasana. Baca judul. Kegiatan surveinya dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Jika ada amati juga tabel. 5. Kalau artikel itu tidak sesuai dengan kebutuhan Anda. Subjudul dibaca dengan cepat. baca saja kalimat pertama dan kedua. Dengan cara ini kita akan mendapatkan ide.• Membaca I secara lengkap. Apabila paragraf itu terlalu panjang. Kalimat pertama sering menuturkan isi bagian tulisan itu. Hal ini akan membantu pembaca membentuk pengertian yang menyeluruh. latar. Anda dapat membacanya lebih serius. Banyak bagian komunikasi yang dapat menolong kita untuk . Kalimat ini sering mengulangi gagasan utama paragraf itu. Baca pengantar. 1. Sebaliknya. tidak perlu Anda membacanya. 4. cerita. Organisasi tulisan artikel umumnya terbagi atas beberapa bagian. hendaknya Anda menyurveinya dahulu.

bagian buku ini dapat memperjelas dan mempercepat pemahaman isi buku. glosarium. 4) Apendiks. sering juga kita dihadapkan pada pilihan lain. gambar. Daftar isi memuat kerangka dan gambaran umum buku. Mungkin kita dapat menyempitkan pilihan berdasarkan tahun penerbitannya. Bagian itu adalah daftar isi. gambar. pengantar dilewati waktu kita membaca. dan lain-lain. tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah memperhatikan judul buku dan mengajukan pertanyaan tentang topik yang terkandung di dalamnya. Sayangnya buku-buku yang terbit di Indonesia lebih banyak yang tidak dilengkapi dengan apendiks. pengantar/ pendahuluan. baca juga sampul buku bagian belakang yang memuat pesan penerbit mengenai hal penting dari buku. Dalam menyurvei buku. tabel. Biasanya memberikan tambahan infomasi yang berharga bagi pembaca. Jangan juga tambahan atau apendiks ini. adakalanya kita dihadapkan pada deretan buku yang mengupas hal yang sama. Untuk melihat aktual atau tindakannya buku tersebut lihat tahun penerbitnya. biasanya penulis membatasi permasalahan yang dibahas dalam pengantar. Karena itu. Daftar isi kita baca untuk mendapatkan keseluruhan organisasi buku/informasi. dan lain-lain. Dapatkan kat-kata kunci untuk mencocokan dengan tujuan dan kebutuhan kita. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan ialah: 1) Telusuri daftar isi. bab. 5) Telusuri indeks. indeks pun tidak dicantumkan dalam buku-buku di Indonesia. Sama halnya dengan apendiks. 2) Baca pengantar. . tentu saja kita mencari buku yang tahun terbitnya lebih baru. Akan tetapi. Jadi. indeks. Jika ada. Lalu melihat nama penulis dan atributnya yang biasanya memberikan petunjuk isi tulisan. serta berisi topik-topik utama dan subtopik lainnya yang terdapat dalam buku. grafik. 3) Lihat tabel. Jika kita pergi ke perpustakaan.• Membaca I mengetahui isinya dan membantu mencapai tujuan kita membaca buku tersebut.

Lalu. gambar. 1) Perhatikan judul. Selain itu. peta. Sebelum Anda membaca suatu bab. lakukanlah survei terhadap kliping tersebut dengan cara berikut. Kadang-kadang penulis menggunakan paragraf itu untuk menyampaikan apa yang akan dibicarakan dalam bab itu atau ringkasan dan kesimpulan bab itu. Anda mengamati subjudul-subjudul. biasanya mendahului bab itu. Penulis berusaha dengan susah payah memberikan subjudul pada setiap bab. Amati juga alat-alat bantu visual yang ada di bab itu. Sayangnya. Survei bab lebih teliti dibandingkan survai secara keseluruhan buku. banyak pembaca justru mengabaikan hal itu. Anda dapat menentukan sikap. “sejauh mana Anda akan membaca buku tersebut?”. Dengan subjudul. 3) Subjudul. Untuk mendapatkan bahan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita secara cepat. Perhatikan hal-hal berikut ini: 1) Paragraf pertama dan akhir. pembaca makin mengetahui hubungan bagian-bagian isi buku itu. Bahan bacaan yang lain yang diperlukan untuk studi adalah kliping surat bakar atau majalah. 2) Perhatikan penulisannya.• Membaca I Setelah melakukan survei terhadap buku yang akan dibaca. Anda baca dahulu ringkasan itu untuk mendapatkan gambaran umum tentang bab itu. 2) Ringkasan. seperti grafik. adakan survei terlebih dahulu. padahal subjudul itu banyak memperjelas isi bab tersebut. Anda dapat . Jika Anda mengetahui identitasnya atau telah mengenal mutu dan pembahasan sebelumnya. Umumnya judul mencerminkan topik dan fokus pembahasan. Apakah Anda perlu membacanya secara lengkap dari bab pertama atau langsung membaca bab lain? Kalau demikian. Ihtisar atau ringkasan tentang bab terkadang dituliskan oleh penulis pada bagian tersendiri. apakah akan langsung membaca bab itu? Anda juga harus melakukan survei bab itu terlebih dahulu.

Setelah Anda melewati dua langkah tersebut. Lakukanlah survei dengan segera. Cara membaca pun harus kritis karena membaca dengan metode SQ3R digunakan untuk membaca studi. membaca merupakan langkah ketiga bukan pertama dan bukan satu-satunya langkah untuk menguasai bacaan. Jadi. . di mana. Cara yang dapat kita gunakan ialah dengan mengubah judul dan subjudul atau yang lebih kecil dari subjudul menjadi suatu pertanyaan. Kita dapat menggunakan kat-kata tanya: apa. Cepatlah balik lembaran berikutnya. Anda dapat memutuskan dengan cepat apakah lemabaran atau bahan itu sesuai dengan kebutuhan Anda. mungkin pertanyaan Anda masih terlalu umum. Sejalan dengan langkah survei.• Membaca I memperkirakan isinya dan membuat keputusan untuk membacanya atau tidak. subjudul “Variasi bahasa”. 3) Selanjutnya lakukan seperti survei artikel. Satu pertanyaan dapat dijabarkan menjadi beberapa pertanyaan lain tentang isi bacaan secara lebih mendalam. siapa. Sambil membaca bagianbagian itu carilah jawaban atas pertanyaan yang Anda buat berdasarkan judul-judul bagian atau pertanyaan lain yang muncul sehubungan dengan topik bacaan itu. barulah Anda memasuki kegiatan membaca. Jangan lama-lama dengan satu artikel atau satu berita. tetapi setelah Anda menyurvei subjudul atau menyurvei bab ke bab pertanyaan-pertanyaan itu lebih spesifik lagi. 4) Dengan survei. cara membaca kita menjadi lebih aktif dan lebih mudah menangkap gagasan yang ada daripada kalau hanya asal membaca. Apa yang dimaksud dengan variasi bahasa? Mengapa terjadi variasi bahasa? Pada waktu Anda melakukan survei buku secara keseluruhan. dan mengapa. kapan. dapat diubah dengan bertanya. Bacalah tulisan itu bagian demi bagian. pembaca mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan. Misalnya. Dengan adanya berbagai pertanyaan itu.

perlambat membaca Anda dan pada bagian-bagian yang tidak penting atau yang Anda telah ketahui. untuk tujuan mampu . 2. Garais besar atau out line Garis besar memberi pandangan menyeluruh secara tepat. bentuk cacatan dengan garis besar sangat berguna untuk belajar cepat. Untuk mempelajari ulang bahan . yang mendukung ide pokok. catatan-catatan itu janganlah terlalu ringkas. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan membaca. (2) Jangan membuat tanda-tanda. Pada bagian-bagian yang penting atau yang Anda anggap sulit. 1. Jadi. seperti garis bawah pada kata maupun frase tertentu karena belum tentu yang digarisbawahi itu sudah sesuai dengan keperluan Anda. Akan tetapi. Bentuk catatan untuk membaca studi antara lain ada tiga macam. ringkasan mungkin tidak memberikan kecepatan sebesar yang diberikan oleh garis besar.• Membaca I Pada tahap ini sangat diperlukan konsentrasi terhadap penguasaan ide pokok serta rincian yang penting. Agar catatan-catatan yang kita buat dapat sungguh-sungguh berguna untuk belajar maupun untuk mengarang. Catatan-catatan ini dapat membantu kita untuk memahami bacaan. Hal ini akan memperlambat Anda dalam membaca. untuk studi konstruktif yang lebih kuat. Berbeda dengan langkah ketiga yang tidak boleh membuat catatan secara berlebihan karena akan mengganggu kegiatan membaca. maka pada langkah keempat yaitu recite atau mengutarakan kembali. Garis besar menunjukkan kombinasi dan subordinasi gagasan dengan jelas serta menunjukkan pikiran utama dan pikiran penjelas serta jenis dan pengembangan paragraf. (1) Jangan membuat catatan-catatan yang berlebihan. percepat kembali membaca Anda. Pilihlah bagian-bagian yang penting saja. Ringkasan Ringkasan mengandalkan kemampuan kita dalam menulis secara ringkas. kita dapat membuat catatan walupun seperlunya.

Membaca I

menyampaikan gagasan secara ringkas, tepat , dan jelas membuat ringkasan dapat memainkan peranan yang nyata.

3. Tanya jawab Catatan yang berupa serangkaian pertanyaan dan jawaban bernilai untuk mampu merumuskan pertanyaan dan jawaban dalam kalimat tanya dan kalimat afirmatif yang baik. Dengan catatan tanya jawab ini, membaca untuk studi lebih berhasil. Bahkan pemahaman dan penguasaan bahan pun lebih kuat. Adapun alasan membuat catatan, yaitu: 1. Informasi atau ide yang dikandung dalam bacaan itu kita perlukan; 2. Kita tidak dapat mencoret-coret buku (buku pinjaman, dan lain-lain); 3. Untuk memudahkan mencari kembali bila kita memerlukan ide yang kita perlukan itu. Catatan pada saat membaca berguna untuk : 1) membantu melihat struktur apa yang dibaca; 2) mengambil pokok yang menarik, berguna, atau sesuatu yang diperlukan; 3) mengingat-ingat materi yang penting; 4) sebagai bahan acuan bila suatu ketika diperlukan; serta 5) membantu konsentrasi dan memudahkan mengingat apa yang kita baca. Jadi, dengan membuat ringkasan mengambil intisari suatu bab, bagian, atau paragraf, kita akan menguasai ide yang dikandungnya dengan lebih baik. Catatan yang kita buat secukupnya, yang diperkirakan dapat membantu pemahaman kita. Yang dimaksud secukupnya ialah mencatat hal-hal yang meliputi: 1) bagian-bagian kunci termasuk ide sentral soal-soal besar, atau

informasi penting; 2) tujuan dan asumsi penulis tentang segi-segi tertentu;

Membaca I

3) rincian dan fakta yang kita perlukan, misalnya statistik atau hal lain yang dapat menunjang kebutuhan kita; 4) pokok-pokok pikiran yang menarik atau yang perlu diikuti, seperti gagasan baru, ide yang memancing komentar yang menantang, kata yang masih asing, penjelasan atau soal yang tidak kita mengerti, dan pendapat. Cacatan dari berbagai sumber yang telah kita buat sebaiknya dikumpulkan karena pada suatu saat kita akan membutuhkannya lagi, seperti untuk membuat makalah. Dengan mengunakan catatan dari banyak sumber, kita akan mendapatkan beberapa keuntungan. 1) Apabila catatan hanya dari satu sumber, kita akan terjebak dalam contek-mencontek, sekalipun menggunakan kata-kata sendiri, tetapi hal itu merupakan gagasan orang lain. 2) Dengan menggunakan catatan dari banyak sumber, ide akan lebih kaya. 3) Informasi penting tidak akan akurat jika hanya dari satu sumber. Lebih baik kita kumpulkan ide dari banyak sumber daripada hanya berkonsentrasi pada ide seseorang. 4) Ide kita tidak akan berkembang karena dengan hanya satu sumber, kita tidak berkesempatan membandingkan ide kita dengan orang lain dan kita tidak dapat mengambil kesimpulan yang baik. Jika kita akan membuat catatan, hendaknya memperhatikan ketepatan. Dengan kata lain, catatan itu harus tepat atau akurat. Maksudnya: 1) ringkasan harus merupakan refleksi dari teks; 2) catatlah kutipan dengan tepat, dengan memakai tanda petik; 3) tulislah sumbernya, seperti nama penulis, judul tulisan, penerbit, dan lain-lain seperti yang dilazimkan karena berguna untuk referensi. Catatan umumnya kita buat dalam lembaran kertas lepas atau buku tulis. Kelebihan catatan dalam lembar kertas adalah kita dapat melihat jelas apa yang terjilid. Akan tetapi, keduanya memiliki kekurangan yaitu: 1) sulit untuk menambahkan sesuatu jika ada yang tertinggal;

Membaca I

2) sulit diatur berdasarkan kebutuhan. Catatan yang mulai digemari dan lebih leluasa pemakaiannya adalah sistem kartu. Ada kelemahan dari sistem kartu ini ialah mudah tercecer dan tercampur, kecuali jika Anda mengikatnya. Kelebihan sistem ini ialah: 1) mudah diatur kembali menurut kebutuhan berdasarkan kelompok masalah; 2) mudah menambahkan informasi baru, gagasan baru, atau catatan lain; 3) satu kartu hanya untuk satu topik dan satu sumber.

Di atas telah disebutkan tiga bentuk catatan yang dapat kita gunakan. Berikut ini merupakan contoh dari ketiga bentuk catatan tersebut.

1) Catatan berupa garis besar Contoh: Jenis wacana, I. Jenis wacana berdasarkan bentuknya: A. Wacana prosa B. Wacana puisi II. Jenis wacana berdasarkan pemakaiannya: A. Wacana Narasi B. Wacana Deskripsi C. Wacana Eksposisi D. Wacana Argumentasi

2) Catatan berupa ringkasan Bacalah kutipan berikut ini! Masalah-masalah yang dihadapi dalam bidang pendidikan pada saat akan dimulainya pelaksanaan Repelita I sangat berat dan mendesak. Di bidang kurikulum terasa sekali kebutuhan akan pembaharuan agar sistem pendidikan dapat memenuhi tuntutan pembangunan dan kemajuan. Disamping itu, terdapat ketidakseimbangan di antara

kita tidak mungkin mencatat semua ucapan penceramah. alat-alat peraga. 2. ketidakseimbangan.• Membaca I berbagai jenis pendidikan (horizontal) maupun di antara berbagai tingkat pendidikan (vertikal). tetapi kita akan membuat ringkasan dengan cara menuliskan butir-butir penting secara penomoran: 1. ataupun laboratorium dan tempat praktik. kita juga sering membuat ringkasan dari sebuah ceramah. Sementara itu. Akhirnya. Prasarana pendidikan. dan masalah putus sekolah. Selain ringkasan dari sebuah tulisan. 3. belum ada sistem informasi pendidikan atau keperluan perencanaan yang terarah. kemudian masalah kurangnya tenaga pendidikan. jumlah anak yang berusia sekolah yang tidak tertampung di sekolah jauh lebih besar dari jumlah anak yang bersekolah. sedikit sekali sekolah yang mempunyai perpustakaan. akhirnya masalah kurangnya kerja sama dan tidak ada sistem informasi. Kecuali itu. dan kurangnya mutu keahlian dan fasilitas. penampungan murid. dst. Selanjutnya. Di samping itu. Demikian pula. seperti gedung dan luar sekolah sangat tidak mencukupi. (dari buku Komposisi ) Bacalah ringkasannya seperti disampaikan dalam buku Komposisi juga! Banyak masalah berat yang dihadapi pada awal Repelita I: masalah kurikulum. jumlah anak yang putus sekolah (drop-out) jauh lebih besar daripada mereka yang berhasil menyelesaikan satu tahap pendidikan. Buku-buku sangat sedikit jumlahnya. mutu keahlian tenaga-tenaga tersebut perlu ditingkatkan. Apa bila mendengarkan sebuah ceramah. tenaga-tenaga yang bekerja di dalam pendidikan baik teknis maupun administratif sangat kurang jumlahnya. Demikian pula. . organisasi dan pengelolaan pendidikan dan kebudayaan baik di pusat maupun di daerah belum mencerminkan kerja sama yang serasi.

Menganggap dapat hilang dengan sendirinya kalau keadaan Sekelilingnya bengangsur-angsur membaik. Perbandingannya sekitar 3 lawan 1. Perbandingannya sekitar 3 lawan 1. Benarkah lebih banyak pria yang menggagap daripada wanita? Benar. meskipun aneh. anak perempuan memang umumnya lebih tabah menghadapi stressdari pada anak laki-laki. dapat timbul efek negatif berupa penganggapan itu. Selama itu anak paling cepat belajar. anak perempuan memang umumnya lebih tabah menghadapi stressdari pada anak laki-laki. . Dalam perkembangan daya bicara seseorang ada ketidak serasian. atau kemungkinan lain: kelainan itu tetap atau malahan bertambah buruk. melainkan suatu kelainan perkembangan semata-mata. Kalau selama itu hubungan anak dan lingkunagn. Maka perpisahan atau perceraian orang tua dapat pula merupakan sebab timbulnya penggagapan si anak karena hubungan anak dengan yang mengajarnya bicara terganggu. tidak baik. Benar.• Membaca I 3) catatan berupa tanya jawab PENGGAGAPAN. Apakah menggagap itu penyakit? Bagaimana sembuhnya? Mengganggap bukan proses patologis. Mulai umur berapa mengapa dapat timbul? Menganggap dapat mulai antara umur dua dan lima tahun. meskipun aneh. terutama bapak dan ibunya. perkembangan daya bicaranya paling intensif dan paling peka.

bernafas dalam-dalam pada saat . Seorang penggagap mengalami kelainan agresif. Apakah penyaluran agresif dapat merupakan terapi? Ya. Apakah pada orang dewasa penggagapan tidak dapat hilang sama sekal? Rupanya tidak dapat. Mereka suka beristirahat. Menggagapnya dapat berkurang. Demikian juga kalau ia tidak perduli apakah ia menggap atau tidak. Lebih tua. Kalau ia membiarkan dirinya marah. Orang dewasa yang menggagap umumnya mempunyai suatu teknik untuk menekan kekurangannya.bapak. bicaranya dapat menjadi lancar. Sebab dengan demikian ia tidak berusaha menekan diri.dan dirinya sendiri-maka akibatnya ia tidak dapat bicara. ibu. misalnya setelah kawin dan merasa bahagia tetapi tidak dapat hilang sama sekali.• Membaca I Mengapa dapat disembuhkan pada umur berapa saja? Bilamana menggagap dapat timbul? Bila orang marah atau tegang tetapi menekan kemarahannya itu agar tidak meledak dan mengacau segala-galanya. lebih cepat dia marah.

apalagi membaca untuk studi. Dalam tempo dua minggu. pemahaman kita tinggal 20%”. tetapi ada pula yang hanya mampu dalam waktu sebentar. mengulang kembali . kemampuan kita dalam waktu 8 jam untuk mengingat rincian yang penting tinggal 40%. seseorang akan dapat memunculkan kembali apa yang telah dibacanya. yaitu review. Ada yang mampu mengingat banyak hal dalam waktu yang lama. Tahap/langkah ini sangat membantu daya ingat kita dan memperjelas pemahaman juga. Biasanya anak-anak akan lebih lama daya ingatnya dibandingkan denga orang dewasa. kita mengulang kembali untuk menelusuri judul-judul dan subjudul serta bagian-bagian yang penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok yang penting yang perludiingat kemabli. Dengan daya ingat. . Lebih parah lagi orang yang hanya dapat mengingat sedikit hal dalam waktu sebentar. setelah selesai membaca seluruh isi bacaan. pada waktu membaca. kita jangan melewatkan langkah terakhir dari metode SQ3R ini. Daya ingat sangat berguna dalam kegiatan membaca.• Membaca I Setiap orang memiliki daya ingat yang berbeda-beda. Oleh karena itu. yaitu “sekalipun pada waktu membaca kita menguasai isi bacaan sebanyak 85%. Ada peryataan yang mendukung keterbatasan daya ingat seseorang pada waktu membaca.

kata pengantar. Kata pengantar dari penulis atau orang lain dapat menerangkan tujuan. Kita tidak boleh harus meneliti halaman judul apabila kita akan menyiapkan daftar pustaka (bibliografi) dengan membuat kartu-kartu bibliografi terlebih dahulu atau hendak menyusun catatan-catatan dengan sistem kartu. dan tahun penerbitan buku yang bersangkutan. lampiran. daftar isi. Kita mengetahui jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api atau tabel-tabel matematika. Selain itu. bagan diagram. tabel. Bagainbagian pendukung buku meliputi: halaman judul. perlu mempunyai kesan umum mengenai isinya. penataan dan metode penyajian buku yang ditulisnya selain itu. tetapi memperhatikan juga bagain-bagain lain sebagai pendukung buku tersebut. kota penerbit. daftar pustaka. Bagian-bagian pendukung itu akan membantu kita dalam mempelajari isi buku. Semua itu adalah tabel dan tentu jasa masih banyak tabel-tabel yang lain. dan indeks. Informasi yang lebih banyak tentang data-data penerbitan diberikan pada halaman dibalik halaman judul. tidak hanya mementingkan isi buku. peta. akan diuraikan secara singkat bagian-bagian tersebut. Sebelum membaca bab-bab buku. gambar/foto. Sebuah buku yang baik. Tabel memberikan berbagai macam informasi dalam kolom-kolom yang jelas dan padat. kita akan mudah mencari dan membaca topik yang kita minati terlebih dahulu. fisika. nama penerbit. kita dapat melihat tiap pokok bahasan dan topik-topik atau subtopik-subtopik beserta halam atau tiap topik/subtopik. kita perlu memahami alat-alat bantu yang ada dalam sebuah buku. Daftar isi memberikan gambaran umum bahan yang dibicarakan.• Membaca I Untuk dapat menggunakan metode SQ3R dengan baik. ‘halaman judul memberikan informasi tentang judul buku dan subjudul (kalau ada). Selanjutnya. nama pengarang berikut jabatan dan tempat kerjanya. grafik. . Karena dalam daftar isi. pengetahuan tentang penulis buku akan memberikan motivasi yang lebih besar untuk membacanya. dan kimia. sering ada petunjuk-petunjuk dari penulis untuk pembaca. daftar istilah.

misalnya sifat-sifat suatu bangun geometris. atau proses suatu kegiatan. Bagan juga sangat berguna untuk membrikan gambaran menyeluruh secara cepat tentang kata kerja. Pada grafik lingkaran ada bagian-bagian yang menyerupai irisan-irisan bola. Daftar istilah atau glosarium memuat semua istilah yang digunakan dalam buku disertai arti tiap-tiap istilah itu. indeks ini sangat membantu. hal yang satu diukur pada sumbu tegak dan hal yang lain diukur pada sumbu mendatar. Diagram juga dapat menunjukan susunan atau kerja suatu benda atau sistem. Daftra pustaka berisi sumber-sumber informasi digunakan secara langsung maupun secara tidak langsung yang disusun secara alfabetis. Untuk mencari kembali penjelasan tentang istilah yang kurang kita pahami dan sebagainya. Misalnya peta perpindahan bangsa-bangsa.• Membaca I Tabel merupakan referensi yang cepat. . dan sebagainya. Grafik dapat mengilustrasikan hubungan atau perbandingan antara dua hal. nama tempat. kata organisasi. Peta sangat berguna untuk memberikan gambaran menyeluruh secara cepat. tetapi membacanya juga harus cermat. dilengkapi dengan nomor halaman. seperti segitiga atau trapesium atau lingkaran. Diagram akan menunjukkan. indeks mendaftar secara alfabetis semua hal penting yang ada dalam buku: istilah. misalnya pengarang yang namanya terdiri atas dua katanama terakhir ditempatkan diawal lalu pakai 3 tanda koma I. nama akhir penulis ditempatkan pertama. Lingkaran menggambarkan keseluruhan dari suatu informasi khusus. peristiwa penting. antara lain: grafik garis. atau dengan kata lain susunannya dibalik. baru nama kedua ditulis. grafik batang. nama pengarang. Hal ini tentu saja merupakan alat belajar yang sangat berguna. Irisan-irisan dalam grafik lingkaran menggambarkan ukuran sesuatu dalam keseluruhan itu. grafik lingkaran. Ada beberap jenis grafik. Dalam daftar pustaka.

Garafik. dan buku karangan ilmiah lainnya memuat banyak sekali informasi. Dalam mempelajari bahan-bahan nonverbal itu. membaca atau membaca kembali . seperti grafik. Bahan-bahan/alat-alat visual disusun untuk menarik perhatian langsung terhadap informasi yang harus dilihat. Informasi itu ditata dengan seksama. Data-data dicek secara seksama. hipotesis. dapat kita simpan dalam pikiran kita baik sebagai data verbal maupun sebagai data visual. tabel tidak membingungkan pembaca. 2) Sederhana. nama. Sering kita hanya ingin membaca kembali keterangan tentang suatu topik tertentu saja. cermat. Baik wujud visualnya maupun artinya dikemukakan secara jelas. eksperimen. Dengan sifat tersebut di atas.• Membaca I Lampiran merupakan tambahan untuk teks pokok. kita hanya ingin. gambar. tabel. janganlah bahanbahan nonverbal itu kita lihat sambil atau hanya selayang pandang. hasil. dalil. buku laporan penelitian. waktu. dan teliti. tokoh. definisi. tetapi harus dengan sungguh-sungguh. rumusan. Misalnya. Dengan demikian. Rincian-rincian yang tidak perlu disingkirkan 3) Jelas. gambar. Hanya bentuk-bentuk grafik yang akurat saja yang digunakan. 4) Tepat. menghadapi buku yang berjudul Metode Pengajaran Bahasa. dan sebagainya berisi informasi visual yang sama pentingnya dengan informasi verbal. diagram. Oleh karena itu. asumsi. Tidaklah sukar sama sekali membaca grafik dan semacamnya itu karena bahan-bahan tersebut telah disusun oleh para ahli dengan menerapkan empat sifat penting. tempat. sebagai bagian dari teks keseluruhan. dan segala macam topik yang lain. peristiwa. Hasilnya informasi itu dapat kita pahami dan kita ingat dengan jelas dalam waktu yang lama. yaitu: 1) Langsung. bahan-bahan visual. bahkan membantu pembaca mempermudah memahami bacaan. yang ditempatkan terpisah pada bagian belakang. kita perlu berpikir sunguh-sungguh. buku acuan. Buku pelajaran. Mengapa? Sebab kita perlu dan mengubah informasi visual itu menjadi informasi verbal. fakta. informasi visual itu dapat kita kuasai dengan baik.

langsung. kita cari saja istilah dan definisi itu dalam daftar istilah atau glosarium. Daftar istilah atau glosarium memuat istilah-istilah atau kata-kata teknis secara alfabetis dan mendefinisikan atau menerangkan istilah-istilah tersebut kalau mungkin dengan contoh-contoh.• Membaca I pembicaraan tentang macam-macam metode pengajaran bahasa Indonesia. 86. . Dalam keadaan seperti ini. Kita sekarang mengetahui bahwa metode Audiolingual dibicarakan pada halaman 79. sering nama-nama tokoh dibuatkan indeks tersendiri. dan nomor halaman buku tempat istilah-istilah tersebut. Sering kita ingin mempelajari kembali definisi istilah dalam bidang ilmu yang dibicarakan dalam buku acuan yang telah kita baca. gambaran-gambaran. kita akan mencari pertolongan dalam indeks. metode langsung halaman 86. dan metode Sugestopedia halam 94. Ternyata entri tersebut ada lengkap dengan rinciannya dan nomor halaman untuk tiap-tiap rincian. Indeks merupakan salah satu sarana yang penting untuk menggunakan buku sebagai sumber belajar.Sugestopedia. pendukung buku yang lain ialah daftar istilah atau glosarium. lembaga. Selain indeks. Penempatan glosarium ini ada yang didepan atau dibelakang buku. Apabila di dalam buku banyak sekali tokoh yang dibicarakan. Daripada mebalik-balik halaman-halaman untuk mencari istilah dan definisinya. 79. dan media. 94. Indeks mendaftarkan semua topik atau butir informasi yang penting-penting secara alfabetis dan rinci dengan dilengkapi nomor halaman buku yang memuat tentang pembicaraan setiap butir informasi tersebut. Tertulis dalam indeks itu: metode Audiolingual. Kita tidak tahu atau lupa pada halaman beberapa macammacam metode itu dibicarakan. Kita mencari dalam indeks itu entri “metode”. Indeks nama mungkin mencakup nama-nama yayasan. terpisah dari topik-topik yang lain maka pada akhir buku sering kita temukan dua macam indeks: indeks pokok soal (subject index) dan indeks nama (name index).

Maksudnya uraian alinea terdapat pada halaman 62 dan halamanhalaman seterusnya. . alur. catatan: Keterangan et seqq di belakang nomor halaman buku.208. 222. 69. catatan kaki. 93 alat komunikasi. Amar Pasaribu.306 adaptasi sosial. dengan f dan ff. 89ff. 73ff. Dalam bahasa Inggris. 375f Alphabet. misalnya 62 et seqq artinya dan seterusnya. sedangkan ff halaman terusannya lebih dari satu halaman. Contoh: Abbreviations. 1-5 alat peraga. 78. yang dilekatkan pada nomor halaman buku. pengertian dan seterusnya dinyatakan buku pelengkap. 114. 195f. catatan penjelas. 336-337 alinea. 168ff. 220ff. 2. 195 dst. Dalam bahasa Indonesia singkatan et seqq mungkin dapat diungkapkan dengan dst. bunyi voka. 170-173. 66. Aman Surana. 333. buku referensi. 234f. 5-6 akibat. 193 et seqq. 294. cara menganalisis. 90-91. 240ff. singkatan et seqq berasal dari bahasa Latin. contoh. 63-65 alinea penghubung. 339-341. 65 alinea penutup. Contoh indeks nama INDEKS Abdul Karim Amrullah. 278 (diambil dari indeks yang terdapat dalam buku Komposisi). f menyatakan halaman terusannya hanya satu halaman.• Membaca I Contoh indeks pokok soal Abstract. bunyi. catatan. 2.207.226 Abdul Malik Karim Amrullah. 62 et seqq alinea pembuka. Misalnya 62 dst. 294 abstract. 198. Haji.

107. Membaca grafik. Hasan. M. 6.79. bagan.144.229.160. Anda membuat catatan. Abdul Muis. Sya’ir. 1. Amir. Dengan menggunakan langkah bertanya.46. American. Pada waktu Anda melakukan langkah keempat dari metode SQ3R. 128. bagan. untuk memantapkan pemahaman Anda.76.243. 119.67. tabel tidaklah terlalu sulit karena grafik. 114-120 (Diambil dari indeks yang terdapat dalam buku Literatur oleh A. Bagan.80 Abdul Muluk.• Membaca I see Hamka Abbas. see Yogi Amsterdam.140 Angkatan 45.45-46. 79.109. 24. Dalam sebuah buku sering kita menemukan grafik. Anda membaca subjudul” Kekurangan Tenaga Ahli ilmiah dan Teknis”. Moderen Indonesian Latihan Setelah Anda selesai membaca uraian di atas. Anda harus menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan subjudul tersebut. kerjakanlah latihan berikut ini.19.200.138. Apabila Anda mengalamai kesulitan diskusikanlah dengan teman.220 Ambon (ex).1. tabel ataupun yang lainnya. Coba Anda susun pertanyaan-pertanyaan tersebut! 3. 36 Amir Hamzah. 50 Abdul Rivai.28. Manfaat yang Anda peroleh dari catatan tersebut? Jelaskan! 4. 223 Abdullah ibu Abdul Kadir Munsyi. Apakah yang harus Anda lakukan bila buku dengan menggunakan langkah survei? 2.61-63.Teew). tabel telah disusun secara cermat dengan memperhatikan sifat-sifat penting yang akan .

mengamati tabel skema. Read. 2) mendapatkan abstrak. 5) mendapatkan minat perhatian yang seksama terhadap bacaan. 3. Anda membuat catatan-catatan. perhatikan hal-hal yang kira-kira tercakup di dalam subjudul itu. membaca pengantar. Jelaskan sifat-sifat tersebut! Petunjuk Jawaban Latihan Apabila Anda telah selesai mengerjakan latihan. Pada waktu menyusun pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan subjudul tersebut. bagan. ada langkah-langkah yang dapat Anda ikuti agar kegiatan Anda lebih efektif. Recite. Langkah-langkah survei artikel adalah membaca judul dan semua sub judul. 6) membantu mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah. Yang tidak ada kaitannya jangan Anda rumuskan. table. Adapun manfaatnya ialah: 1) mempercepat menangkap arti. Untuk mensurvei sebuah buku. kalimat pertama subbab. 4. dan kliping. isi dan penutup atau kesimpulan. untuk mengutarakan kembali apa yang telah dibaca. dan mengambil keputusan untuk . 3) mengetahui ide-ide yang penting. Review Survei digunakan untuk mengenal organisasi tulisan dan ikhtisar umum suatu bacaan. periksalah hasil latihan Anda dengan memperhatikan rabu-rambu jawaban berikut ini! 1. atau pesta. Kegiatan survei bacaan dapat dipergunakan untuk mensurvei artikel bab buku atau buku itu sendiri. dan sebagainya Rangkuman SQ3R terdiri atas Survei. Question.• Membaca I mempermudah orang untuk membacanya. Jawaban Anda harus memperhatikan empat sifat penting dalam membuat grafik. Jawaban Anda berkaitan dengan manfaat membuat catatan. Untuk menjawab pertanyaan di atas perhatikan langkah-langkah survei buku. 2. Organisasi artikel terdiri atas pendahuluan. 4) melihat susunan (organisasi) bahan bacaan tersebut.

3) memperhatikan paragraf pertama dan akhir. 3) melakukan survei seperti menyurvei artikel. Catatan merupakan penunjang langkah keempat atau recite untuk membantu pemahaman kita terhadap bacaan. yaitu: 1) mengamati subjudul –subjudul dengan semua kaitannya. seperti tabel. 4) memperhatikan ringkasan bab. 4) memutuskan untuk menggunakan atau mengabaikan kliping. disusun sejumlah pertanyaan tentang pokok masalah yang ada dalam bacaan. yaitu: 1) memperhatikan judul 2) memperhatikan penulisannya. Langkah-langkah mensurvei kliping. 2) mengamati alat-alat bantu visual yang ada dalam bab itu. Pertanyaan ini mulai dari pertanyaan yang bersifat umu7m sampai yang lebih spesifik. Didalam Questions.• Membaca I Langkah-langkah mensurvei bab. grafik. Bentuk catatan terdiri atas : 1) garis besar atau outline 2) ringkasan atau summary 3) tanya jawab . 5) memperhatikan subjudul. dan sebagainya.

3) rincian dan fakta yang kita perlukan. menarik. Hal-hal yang perlu dicatat ialah 1) bagian-bagian kunci. 5) membantu konsentrasi dan pemahamanbacaan.• Membaca I 2) mendapatkan ide penting. atau yang diperlukan. Catatan harus tepat dan akurat. 3) mengingat yang perlu diingat. 4) menjadi acuan kepada kesempatan lain. Tes Formatif 2b . 4) paktor-paktor pikiran yang menarik atau yang perlu diikuti. 3) menulis sumber kutipan dengan lengkap. 2) tujuan ada asumsi penulis tentang segi-segi tertentu. artinya catatan khusus: 1) merupakan refleksi dari teks. berguna. 2) membedakan kutipan dan bukan kutipan secara jelas.

Alasan membuat catatan adalah sebagai berikut. tanya jawab C. Bentuk catatan yang menunjukan koordinasi dan subodinasi gagasan dengan jelas ialah……. menelusuri daftar isi D. menelusuri daftar indeks 3. mengenal gaya tulisan D. membaca kritis B. garis besar D. ringkasan B. membaca santai C. membaca dangkal 4. yang pertama kali harus kita lakukan adalah…. A. Survei terhadap suatu buku dimaksudkan untuk …. memperhatikan judul buku dan mengajukan pertanyaan yang berkaiatan dengan topik yang terkandung di dalamnya C. A. Kegiatan membaca yang dilakukan pada langkah ketiga metode SQ3R. sekedar membuka-buka buku B. kecuali……… A. membaca kata pengantar B. sebaiknya …… A. A. mengenal organisasi tulisan C.• Membaca I Kerjakanlah tes berikut dengan cara memilih salah satu alternatif jawaban yang dianggap paling tepat! 1. informasi atau ide yang dikandung dalam bacaan itu kita perlukan . memperoleh kesan umum bacaan 2. ikhtisar 5. membaca sekilas D. Apakah kita membaca sebuah buku.

bagian buku yang berisi istilah-istilah berikut artinya disebut ialah ….• Membaca I B. sebab Pembuatan catatan yang berlebihan akan menggangu dan meperlambat membaca kita. mengisi waktu luang dan meperbanyak tulisan C. Catatan akan membantu daya ingat kita dalam membaca untuk studi. kita tidak dapat mencoret-coret buku pelajaran D. pilihlah: A. (1) (2) (3) daftar istiah daftar pustaka glosarium . Pada waktu melakukan langkah kedua dari metode SQ3R. pilihlah: A. jika pernyataan pertama dan kedua salah 6. Untuk nomor 9 dan 10. jika pernyataan pertama dan kedua benar. Jika (1) dan (3) benar C. C. sebab Membaca kritis ialah membaca dengan melakuykan kritik terhadap bacaan. tetapi keduanya tidak berhubungan sebab akibat. Jika (1) dan (2) benar B. dan keduanya menunjukan hubungan sebab akibat. Membaca untuk studi harus dilakukan dengan cara membaca kritis. Untuk nomor 6 sampai dengan nimor 8. untuk memudahkan mencari kembali informasi yang dibutuhkan. jika pernyataan pertama dan kedua benar. B. 8. Jika (2) dan (3) benar D. (2). kita jangan membuat catatan yang berlebihan. jika salah satu pernyataan benar. atau sebaliknya D. sebab Daya ingat yang kuat sangat dibutuhkan dalam membaca untuk studi 7. Jika (1). dan (3) benar 9.

tabel. sifat-sifat yang penting dalam membuat grafik. . Bagus! tetapi jika ttingkat penguasaan Anda kurang dari 80%. berarti Anda telah berhasil dan dapat melanjutkan mempelajari materi yang ada dalam modul berikutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Hitunglah jawaban Anda yang benar. teliti jelas sederhana Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2b yang terdapat di bagian akhir Modul ini. (1) (2) (3) tepat. dan semacamnya antara lain ….100% = baik sekali 80% 70% < 89% = baik 79% = cukup 70% = kurang X 100% Jika Anda telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari! Rumus : Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% . Anda harus mempelajari materi dalam kegiatan belajar 2.• Membaca I 10. cermat.

• Membaca I KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. B Mengutarakan kemabli isi bacaan yang telah dibacanya dengan kata-kata sendiri merupakan langkah keempat atau recite. 2. C Membaca merupakan keterampilan berbahasa untuk menerima dan memahami informasi tertulis dan dilakukan oleh diri sendiri. . A Survei merupakan langkah pertama dari Metode SQ3R yang bertujuan memperoleh gambaran umum dari bacaan atau buku yang kita baca. C Isi bab merupakan tubuh dari bacaan dan akan didapatkan oleh pembaca ketika kita sudah membaca dan memahami bacaan itu 3. 4.

Tes Formatif 2a 1. abstrak dan sebagainya. dan keteraturan waktu. 9. yaitu ketenangan rohani dan jasmani. tetapi keduanya tidak ada hubungan sebab akibat 8. alasan benar dan keduanya mempunyai hubungan sebab akibat. 3. Untuk membaca buku-buku tersebut harus dilakukan dengan penuh perhatian dan sungguh-sungguh. C Untuk dapat berkonsentrasi dalam membaca kita harus memersiapkan kondisi yang dibutuhkan. kata pengantar. Salah satu di antaranya ialah bagaian pembukaan (preliminaries). D SQ3R singkatan dari survei. alasan salah Sebelum membaca buku ilmiah sebaiknya kita mengenal buku itu secara sekilas agar kita memperoleh gambaran umum tentang buku itu. alasan benar. B Pernyataan benar. A Pernyataan benar. ketenangan tenpat. A Membaca untuk studi ialah membaca yang harus dilakukan oleh pelajar dengan buku-buku ilmiahnya. daftar isi. 2. Biasanya metode ini digunakan untuk membaca buku-buku ilmiah secara intensif. 10.• Membaca I 5. 7. B Metode SQ3R ialah suatu metode membaca yang memiliki tahapan atau langkah-langkah yang harus dilalui oleh pembaca. C D Pernyataan benar. question. dan review. 6. . read. D Pada umumnya sebuah buku terbagi atas tiga bagian. Bagian ini terdiri atas halaman judul. recite. yang sekaligus merupakan langkah-langkah dari metode tersebut.

• Membaca I 4. dan dan ketenangan jasmani dan rohan. D Sebelum membaca buku sebaiknya kita melakukan survei terhadap buku yang akan dibaca dengan maksud untuk mengenal organisasi dan kesan umum bacaan tersebu. 7. 5. tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat. maka yang pertama kali yang kita lakukan terhadap buku itu ialah memperhatikan judulnya buku. D Kondisi-kondisi yang dapat membantu pembaca berkonsentrasi dalam membaca ialah (a) kesehatan. 10. alasan benar. Untuk menciptakan ruangan itu menjadi tenang dan segar harus bersih dan rapih. 2. . alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat . alasan salah Membaca untuk studi tidak dapat dilakukan hanya secara santai. A Ruang belajar hendaknya tenang dan segar. C B Pernyataan benar. 6. Dan pada waktu membaca itu kita harus aktif dan kritis mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. (b) kesegaran dan ketenangan tenpat. A Kegiatan membaca yang merupakan langkah ketiga dari metode SQ3R harus dilakukan dengan cara membaca kritis karena membaca ini telah dipandu dengan pertanyaan – pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. 8 9. tetapi harus penuh konsentrasi dan menggunakan metode membaca dengan tepat antara lain SQ3R. B Apabila kita melihat buku. 3. D Kegiatan membaca harus dilakukan secara teratur tetapsupaya kita memiliki kebiasaan membaca yang baik. A Pernyataan benar. (c) keteraturan waktu Tes Fomatif 2b 1. B Pernyataan benar. sejalan dengan itumengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan topik yang terkandung di dalamnya. kesegaran.

10. 8 9. C Salah satu bentuk catatan yang dapat kita gunakan ialah garis besar yang menunjukan koordinasi dan subordinasi gagasan dengan jelas. A Pernyataan benar. A Untuk membuat grafik. Bandung FPBS IKIP Bandung. Goris. Jhon Platt. tidak dapat mencoretcoret buku pinjaman. alasan benar. tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat. yaitu tepat. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. 6. 5. 1994. Bandung: Angkasa . Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.Komposisi. 1989. Syamsuddin A. Tarigan . Henry Guntur. 7. 1992. cermat. Jack. alasan salah Bagian buku yang berisi istilah-istilah disebut daftar istilah beserta definisinya ialah glosarium. Bagaimana Meningkatkan kemampuan Membaca? Bandung Sinar Baru Richards. Flores: Nusa Indah Nurhadi. England: Longma.• Membaca I 4. Longman Dictionary of AppliedLinguistics. tabel. teliti. Soedarso.R. C B Pernyataan benar. memudahkan mencari kembali informasi pokok bila kita memerlukannya. jelas. 1988. Bandung CV Sinar Baru ___________. dan. 1987. DAFTAR PUSTAKA Keraf. sederhana. Membaca Cepat dan efektif. Jakarta : Gramedia . B Alasan membuat catatan karena kita melakukan informasi atau ide yang terkandung dalam bacaan itu. Studi Wacana : Teori-Analisis-Pengajaran. Group UK Limited. dan Heidi Weber. 1987. 1986. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat . B Pernyataan benar. dan semacamnya harus memperhatikan sifat-sifat yang penting.

Yogyakarta Kanisius GLOSARIUM anatomi buku akurat aetail fokus yang khusus hasil yang maksimal intensif konsentrasi : kerangka buku : tepat : rinci : topik yang khusus : hasil yang tinggi : sungguh-sungguh dan mendalam : memusatkan perhatian terhadap apa yang kita hadapi kalimat transisi konteks kondisi literatur : kalimat penghubung : situasi. D.• Membaca I Tampubolon. Seni membaca untuk Studi.P. Bandung: Angkasa Widyamartaya. Kemampuan Membaca : Teknik Membaca Efektif dan Efisien. 1992. A. keadaan yang ada di sekeliling kita : keadaan : buku-buku . 1987.

antara lain program wajar (wajib belajar 9 tahun). Dewasa ini. mulai dari informasi yang sederhana sampaidengan informasi yang kompleks danh bervariasi. kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sudah semakin meningkat. Denagna memiliki keterampilan membaca yang kita dapat meyerap banyak informasi. apalagi ditunjang dengan adanya beberapa program pemerintah. . Dengan banyak memperoleh informasi kita tentunya akan dapat menempa dirinya ke arah kemajuan. rujukan : sesuai : teknik atau cara TEORI SKEMA Dra. Lilis Siti Sulistyaningsih P baik Kepemilikan keterampilan membaca pada masa sekarang ini merupakan hal yang sangat mendesak baik oleh kalangan masyarakat biasa.• Membaca I motivasi populer referensi relevan strategi : dorongan untuk melakukan sesuatu : terkenal : acuan.

Keterampilan membaca adalah modal utamanya. strategi membaca frase. Modul ini berjudul membaca dengan Skema. yang sudah dibahas sebelumnya. Artinya dapat dipelajari tanpa dikaitkan dengan teknik membaca yang lainnya. Strategi seperti ini disebut teknik membaca dengan skema. Dengan kata lain membaca dengan menggunakan latar belakang pengetahuan yang ada. (2) Penerapan Pengembangan Teknik Skemata dalam Proses Belajar Mengajar Membaca dengan tiga subpokok bahasan. bahan ajar. yaitu pengertian dan konsep teori skema. masyarakat semakin maju dean berkembang serta sumber daya manusia yang potensial semakin meningkat. Gambaran yang lebih jelas tentang modul ini sebagai berikut. dan peranan teori skema dalam membaca frase. kebiasaan. kemampuan diri. Dalam modul ini akan dibahas salah satu teknik membaca dengan cara menghubung-hubungkan bahan bacaan yang sedang dibaca dengan pengetahuan yang dimiliki pembaca sebelumnya. terbagi atas dua pokok bahasan. antara lain. niscaya kita tidak mungkin dapat belajar secara mandiri. pelatihan membaca tingkat konseptual. dan pengembangan teknik skema dalam proses belajar mengajar membaca. yaitu (1) Hakikat Teori Skema dengan tiga subpokok bahasan. minat. Pemahaman terhadap modul ini dapat dilakukan secara mandiri. Dengan demikian. motivasi diri.• Membaca I gerakan orang tua asuh (GN OTA). Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang di dalam membaca terutama membaca secara mandiri. kita perlu memiliki keterampilan membaca yang baik dan mentukan strategi yang tepat. Untuk itu. Tanpa memiliki kemampuan membaca. Penguasaan terhadap materi modul ini dengan baik dapat membantu Anda memahami bacaan dengan mudah dan cepat sehingga Anda akan memperoleh informasi melalui . Kesadaran memperoleh pengetahuan dengan cara belajar sendiri sangatlah penting dan perlu dibangkitkan. dan cara menyiasati bahan bacaan tersebut. Kita sering dihadapkan pada materi-materi bacaan yang tidak begitu akrab dengan kehidupan kita. yaitu pelatihan membaca tingkat mekanis.

setelah mempelajari modul ini. akan tetapi jangan melihat ranbu-rambu jawaban latihan. strategi membaca frase. menerapkan Pengembangan Teknik Skemata dalam Pengajaran Membaca. yang meliputi pelatihan membaca tingkat mekanis. yang meliputi pengertia dan konsep teori skema. pelatihan membaca tingkat konseptual. maka materi dalam modul ini akan dituangkan dalam dua kegiatan belajar. dan pengembangan teknik skema dalam proses belajar mengajar membaca. menjelaskan Hakikat Teori Skema. setelah memahami uraian dan contoh dalam kegiatan belajar. Selanjutnya. kerjakanlah latihan satu per satu lebih dahulu. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kegiatan Belajar 2 tentang Peranan Pengembangan Teknik Skema delam Proses Belajar Mengajar Membaca. Anda juga diharapkan memiliki pengetahuan tentang teori skema serta penggunaan teori ini untuk kegiatan membaca sehari-hari dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Anda secara lebih rinci. tujuan yang ingin dicapai adalah agar Anda dapat: 1. Agar Anda berhasil memahami modul ini serta dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan baik. baca kembali uraian dan contoh sehubungan dengan jawaban latihan. Jika perlu. Apabila Anda belum berhasil menjawab dengan benar semua soal latihan terlebih dahulu perhatikan baik-baik semua petunjuk jawaban latihan. Jika perlu. baca kembali . yaitu: Kegiatan Belajar 1 tentang Hakikat Yeori Skema. 2. Diskusikanlah dengan teman Anda bila mengalami kesulitan dan gunakan glosarium (daftar kata-kata sulit) yang tersedia apabila Anda menemukan kata-kata atau istilah yang belum Anda pahami maknanya. maka Anda haruis mempelajari setiap kegiatan belajar dalam modul ini dengan cermat dan mengikuti petunjuk yang ada. Selanjutnya.• Membaca I bacaan itu dengan hasil yang memuaskan. dan peranan teori skema dalam membaca frase. Atau dengan perkataan lain dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca Anda.

1 Hakikat Teori Skema 1) Pengertian dan Konsep Teori Skema IStilah “skema” sebenarnya bukan hal yang baru bagi kita. Dewasa ini. jika Anda berhasil menjawab sebagain besar soal latihan. Saat ini para siswa SD/SMP pun telah mengenal kata tersebut. rangkarangka. frekuensi penggunaan kata skema cukup meluas. jawablah terlebih dahulu semua soal. Cobalah amati dengan cermat dan temukan materi mana yang masih belum Anda pahami. Dalam mengerjakan tes formatif. Akan tetapi. baru setelah itu cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang tersedia. Janganlah Anda ingin segera melihat kunci jawaban tes formatif. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata ini sudah lama milik bahasa Indonesia {merupakan kata sarapan yang berasal dari bahasa Inggris schema). Pusatkan perhatian Anda secara penuh terhadap aktivitas menjawab soal. maka Anda boleh melanjutkan dengan mengerjakan tes formatif. kata “skema” merupakan padanan dari bagan. rancangan. Yang dimaksud dengan skema dalam tulisan ini bukanlah yang bermakna seperti . Gunakan kembali latihan setra penjelasan uraian dan contoh untuk membantu Anda.• Membaca I uraian dan contoh sehubungan dengan jawaban latihan tersebut.

suatu rencana ataustruktur. yang kemudian menjadi standarbagi respon-respon selanjutnya. seperti yang digunakan dalam kalimat “Skema proses membaca setiap orang boleh dikatakan tidak pernah sama.• Membaca I pernyataan di atas. Ada beberap sumber yang menjelaskan pengertian skema ini. Contoh skema tentang kebudayaan yang dimiliki oleh si A dapat menolong pemahamannya dalam bidang bahasa. tetapi tidak ditransformasikan lewat pikiran (Piaget).” 2) Skema adalah suatu sistem yang konseptual yang perlu untuk memahami sesuatu. 3) Skema sebagai suatu model. Dalam hal ini. Dari sejumlah pengertian skema di atas. kita dapat menangkap pengertian yang sederhana tentang skema itu yakin sebagai latar belakang atau asosiasi-asosiasi yang dapat bangkit dan muncul/ membayang kembali . Caplin mengemukakan empat macam keterangan tentang skema itu ialah: 1) Skema sebagai suatu peta kognitif yang terdiri atas sejumlah ide yang tersusun rapi 2) Skema sebagai kerangka referensi untuk merekam berbagai peristiwa atau data. 4) Sekam sebagai suatu kerangka referensi yang terdiri atas responrespon yang pernah diberikan. tetapi merupakan homonim kata skema tersebut. Keterangan yang cukup lengkap dikemukakan oleh Chaplin (1981) yang terdapat dalam Dictionary of Psychology. Maka kita perlu mengembangkannya untuk kepentingan pengajaran bahasa. Dalam kamus A Dictionary of reading (1981) dijelaskan tentang makna skema sebagai berikut: 1) Skema adalah suatu pemberian yang digeneralisasikan. 3) Skema adalah suatu cerita yang melahirkan kenyataan yang disimpan dalam pikiran. Karena pentingnya konsep skema ini. skema mempunyai bentuk jamak “ skemata”.

ibu. skema seseorang tidak akan sama dengan yang lainnya. guru. benci. Berdasarkan uraian di atas. pikiran kita mungkin akan mengasosiaskan atau menghubungkan konsep pantai itu dengan berbagai konsep lain yang dekat hubungannya dengan pantai. tempat (sekolah. pasar. pohon nyiur yang indah melambai-lambai. bolehlah kita mengatakan bahwa skema adalah abstraksi pengalaman yang secara tetap mengalami pemantapan sesuai dengan informasi baru yang diperoleh. pertunjukan sandiwara. Dengan demikian. Mungkin juga skema tentang pantai dapat berasosiasi dengan rencana berikutnya untuk pergi kepantai yang lebih mudah. tentang peranan (ayah. bioskop. Dengan demikian skema sangat membantu terhadap pemahaman sesuatu yang didengar atau dibaca. berbagai kegiatan (sepak bola. rumah. . tentang perasaan (kekasih. dan lain-lain). senang.• Membaca I pada saat seseorang melihat atau membaca kata. Banyak skema yang dapat kita miliki tentang objek-objek tertentu . pesta ulang tahun. berkemah di tepi pantai dan seterusnya. Waktu membaca atau mendengar kata “pantai”. Oleh karena itu. dan dikembangkan untuk mencapai kesempurnaan. Pengembangan skema dapat dilakukan dengan memberikan pengalaman sebanyak-banyaknya kepada anak-anak. skema yang telah ada perlu dipertahankan/ dipelihara. atau sinar lembayung saat matahari terbenam. kakak. atau kalimat. sayang. orang yang riang bermain-maian dengan air laut. Semakin banyak pengalaman mereka maka akan semakin bertamabah pulalah penguasaan skemanya. sehingga terjadi interaksi antara pengetahuannya dengan informasi barau tersebut. skema seseorang sangat bergantung pada pengalaman yang dimilikinya. dan lain-lain). seperti: gemuruh ombak. misalnya. diuperkaya. semakin banyak pengalaman seseorang semakin bertambah pulalah penyempurnaan skemanya. bahagia. frase. Dengan kata lain. Dengan demikian. Betapa penting skema pada seorang pembaca/pelajar dalam membantumemahami suatu bacaan. dan lian-lain). Pemahaman terhadap isi bacaan bergantung pada kemampuan pembaca menghubungkan pengetahuan yang telah ada dengan informasi yang terdapat dalam teks. dan lain-lain).

untuk dapat menerima informasi baru perluadanya skema tentang informasi lama yang berkenaan dengan informasi baru tersebut. mari kita ungkap kembali pengertian membaca untuk lebih memantapkan pemahaman kita terhadap kegiatan membaca. seseorang akan berupaya memahami teks yang dibacanya atau didengarkannya. kebun binatang. sehingga terjalin interaksi dan di situlah terjadi pemahaman. tidaklah baik membiarkan mereka asyik dalam kegiatannya masing-masing di perpustakaan. Sebelum kita membicarakan masalah skema lebih lanjut. atau tempattempat lainnya. Kegiatan membaca berfungsi sebagai keterampilan dasar dalam kehidupan masyarakat. mengunjungi musium. Dengan bantuan skema yang ada. Membaca mempunyai keddudukan penting bagi manusia. Di dalam memberikan pengalaman kepada anak-anak melalui kegiatan membaca. antara lain .• Membaca I Pengalamn tersebut dapat berupa kegiatan membaca atau kegiatan lain. Ada asumsi dengan teori skema bahwa teks yang kita baca atau kita dengar itu tidaklah dengan sendirinya menyampaikan makna kepada kita. diarahkan. Anak-anak perlu dibimbing. Teks hanya memberikan petunjuk kepada pembaca atau pendegaran untuk menyusun pengertian/ pemahaman berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. seperti: karya wisata. Sebab hal itu tidak akan dapat mengembangkan pola skemata dengan sevbai-bainya. dan diberi petunjuk . Tanpa kemampuan membaca yang baik maka harapan anak mencapai pendidikan yang lebih tinggi tidak akan mungkin menjadi kenyataan. Beberapa orang pakar membaca memberi pengertian membaca. Kekurangan skema seseorang akan menghambat keberhasilan membaca pemahaman. baik bagi keperluan perseorangan maupun bagi kepentingan masyarakat. Skema dan membaca merupakanb dua hal yang saling berkaitan erat.

Membaca I

1) Membaca adalah suatu proses yang dilakukan atau dipergunakan oelh pembaca untuk emmperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (Tarigan, 1986). 2) Membaca adalah bringing meaning, memetik serta memahami arti/ makna yang terkandung di dalam bahan tertulis (Finochiaro dan Bonomo, 1973). 3) Membaca adalah sutu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat, melihat pikiran yang terkandung di dalam kata-kata yang tertulis (Anderson, 1972). 4) Membaca adalah proces of indentifying, interpreting, and evaluating ides in termsof the mental content or total awareness of the reader (Mc Ginnis, 1982). Melihat batasan membaca di atas dapat disimpilkan bahwa pengertian membaca bergerak dari pengertian yang sederhana sampai pada pengertian yang kompleks, yang melibat berbagai aspek kegiatan. Membaca terbagi dua yakni membaca permulaan dan membaca lanjut. Membaca lanjut pada dasarnya menuju pemahaman bahan tulisan. Seperti yang diungkapkan oleh Tarigan (19987) bahwa tujuan utama membaca adalah pemahaman bukan hanya kecepatan. Namun akan lebih baik lagi apabila kita dapat membaca dengan cepat dan memahaminya dengan sebaik-baiknya. Membaca merupakan proses yang kompleks , karena mencakup berbagai hal: perkemabngan bahasa individu, latar belakang pengalaman, kemampuan kognitif, dan sikap terhadap pembaca. Kemampuan membaca dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut. Makna bacaan tidak terletak pada cetakan tertulis, tetapi berada pada pikiran pembaca. Dengan demikian, makna itu akan berubah. Seperti dikatakan oleh Anderson (1972) bahwa makna itu akan berubah, karena setiap pembaca mempunyai pengalam yang berbeda-beda yang dia pergunakan sebagai alat untuk menginterpretasi kata-kata tersebut. Pemberian makna tersebut akan terjadi dengan baik apabila pembaca mempunyai skema yang cukup baik. Atau dengan perkataan lain,

Membaca I

keberhasilan seseorang dalam membaca pemahaman akan banyak ditunjang oleh kekayaan skema yang dimilikinya. Sebaliknya kekurangan pada skema akan dapat menjadi hamabatan bagi keberhasilan membaca. Sebagaimana kita ketahui, membaca pemahamn menuntut pembaca untuk dapat mengidentifikasi, menginterpretasi, dan mengevaluasi ide-ide dengan kesadaran penuh. Selain itu menuntut pembaca untuk dapat menentukan bagian bacaan yang pentying dan mengemukakan informasi apa yang tidak tersajikan dalam teks. Untuk kebutuhan tersebut dapat dikatakan selalu didasarkan pada skamata yang ada. Dalam kegiatan membaca ada tiga macam proses pemahaman yang berbeda, ialah proses bottom up (bawah-atas), proses top-down (atasbawah), dan proses interaktif (timbal balik). Dalam proses membaca bawahatas, pemmbaca mulai dengan pengenalan huruf lalu bergerak

kepengenalan kalimat. Proses ini timbul karena adanya data masukan. Pembaca yang emmpergunakan cara ini umumnya merupakan pembaca pemula. Dengan kata lain, proses ini terjadi apabila pembaca membaca sebuah teks yang baru dikenalnya atau masih asing. Dalam proses membaca atas-bawah, pembaca mulai melakukan interpretasi terhadap teks yang dibacanya. Mereka telah memiliki later belakang/ skema tentang teks tersebut. Proses ini memberi pertolongan kepada pembaca dalam upaya mengatasi keragu-raguan atau dalam pemilihan interpretasi terhadap data yang masuk. Dalam proses timbal balik, pemabaca mengarahkan perhatiannya secara interaktif. Mereka membaca dengan mempergunakan pengetahuan yang lalu dan secara terus-menerus menyusun pengetahuannya itu agar dapat menguasai bagain-bagaian yang terinci sebagaimana mestinya. Dalam proses interaktif ini, proses bawah-atas dan proses atas-bawah harus berlangsungsecara simultan, serempak dan berkelanjutan. Dari ketiga proses tersebut, kita sebaiknya dapat melakukan membaca melalui proses interaktif (timbal balik). Apabila seorang pembaca hanya untuk menggantungkan diri pada proses bawah-atas atau proses

Membaca I

atas-bawah saja, maka pembaca tersebut tergolong sebagai pembaca yang cacat skemanya.

Latihan Setelah Anda selesai membaca “uraian Kegiatan Belajar 1” kerjakanlah latihan-latihan berikut ini agar pemahaman Anda semakin mantap. Apabila Anda mengalami kesulitan diskusikanlah dengan teman.

1. Skema adalah abstraksi pengalaman yang secara konstan mengalami pemantapan sesuai dengan informasi baru yang diperoleh. Jelaskan pertanyaan tersebut! 2. Setiap orang yang berasal dari lingkungan yang sama dan menerima rangsangan yang sama, akan menghasilkan skema yang relatif sama. Benarkah demikian? Jelaskan! 3. mengapa semakinbanyak pengalaman seseorang, semakin bertambah pulalah kesempurnaan skemanya? Jelaskan! 4. Kegiatan-kegiatan seperti karya wisata, kunjungan ke musium, menonton pementasan drama, untuk akan mendapat daya

mengembangkan

pengalaman

memperbaiki

skema pembaca. Jelaskan maksud pernyataan tersebut! 5. Untuk memupuk daya skema pembaca, sebaiknya kita sebagai guru membiarkan anak membaca secara mandiri agar konsentrasinya tidak terganggu. Benarkah demikian? Jelaskan!

Petunjuk jawaban latihan Apabila Anda telah selesai mengerjakan latihan, periksalah hasil latihan Anda dengan memperhatikan rambu-rambu jawaban berikut ini. 1. Jawaban berkaitan dengan batasan skema. 2. Jawaban hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang dapat

mempengaruhi skema seseorang.

Pengertian skema menurut istilah psikologi ialah : 1) skema sebagai suatu peta kognitif yang terdiri atas sejumlah ide yang tersusun rapi. 5. suatu rencana atau struktur. Pengertian dalam kaitannya dengan proses membaca ialah : 1) Skema merupakan suatu pengertian yang digeneralisasikan. rangka. 4) skema sebagai suatu kerangka referensi yang terdiri atas responrespon yang pernah diberikan kemudian yang menjadi standar bagi respon-renspon berikutnya.• Membaca I 3. 2) skema sebagai kerangka refernsi untuk merekam berbagai peristiwa atau data. seperti yang digunakan dalam kalimat “Skema proses membaca setiap orang dikatakan tidak pernah sama”. Secara singkat disimpulkan bahwa skema adalah abstraksi pemngalaman yang secar tetap mengalami pemantapan sesuai dengan informasi yang baru diperoleh. 3) skema sebagai suatu model. Kata skema berasal dari bahasa Latin/ Yunani schema dan mempunyai bentuk jamak skemata (schemata). Skema tentang kebudayaan yang dimiliki oleh seseorang akan membantu pemahamnnya dalam bidang bahasa. yaitu akan berkembang jika ada stimulus. Jawaban Anda berkaitan dengan maksud dan tujuan kegiatan sekolah dan pengaruhnya terhadap pengembangan skema. Jawaban Anda berkaitan dengan cara memelihara skema agar dapat berkemabang dengan baik Rangkuman Dalam bahasa Indonesia kata skema berpadanan dengan katakata bagamn. Jawaban berkaitan dengan sifat skema. tetapi tidak ditranspormasikan melalui pikiran. 3) Skema seperti yang diterangkan oleh Piaget. 4. . 2) Sekema adalah suatu sistem yang konseptual yang diperlukan untuk memahami sesuatu. adalah suatu cerita yang melahirkan kenyataan yang disimpan dalam pikiran. rancangan.

• Membaca I Pengertian membaca antara lain: 1) Membaca adalah suatu proses yang dilakukan atau dipergunakan oelh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (Tarigan. memetik serta memahami arti/ makna yang terkandung di dalam bahan tertulis (Finochiaro dan Bonomo. and evaluating ides in termsof the mental content or total awareness of the reader (Mc Ginnis. 1973). 3) Membaca adalah sutu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat. Ada tiga macam proses pemahamn dalam membaca yang berkaitan dengan skema. 4) Membaca adalah proces of indentifying. melihat pikiran yang terkandung di dalam kata-kata yang tertulis (Anderson. . 1982). 1972). 2) Membaca adalah bringing meaning. 1986). yaitu 1) proses bawah-atas. interpreting.

3) Deretan kata-kata yang dapat diklarifikasikan ke dalam satu kelompok skemata kata pengadilan antara lain sebagai berikut. skema sebagai kerangka referensi untuk merekam berbagai peristiwa yang ada D. polisi B. skema proses membaca setiap orang selalu sama. kecuali…… A.• Membaca I Tes Formatif 1 Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat dan berita tanda silang (X) 1) Makna sekama menurut A Dictionary of Reading 1 ialah…. B. C. terutama pengambilan keputusan. kecuali …… A. skema sebagai peta kognitif 2) Pernyataan-peryataan berikut ini benar. jaksa . A. pengambilan keputusan boleh dikatakan selalu didasarkan pada informasi dalam skemata. kekurangan pada skema seseorang dapat merupakan hambatan terhadap keberhasilan membaca pemahaman. semakin banyak pengalaman. D. skema adalah suatu sistem konseptual untuk memahami sesuatu C. skema sebagai suatu model B. hakim C. semakin bertambah kesempurnaan skemanya.

jika (1) dan (2) benar. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan B. jika (2) dan (3) benar. terutama dalam pengambilan keputusan 7) Anak dibiarkan belajar sendiri supaya daya skemanya berkemabang Sebab Skema dalam proses membaca setiap orang relatif tidak pernah sama Untuk nomor 8 sampai dengan nomor 10. jika pernyataan benar. jika pernyataan benar. 6) Semakin banyak pengalaman seseorang. jika (1) dan (3) benar. alasan benar tetapi keduanya tidak hubungan C. peristiwa D. pilihlah: A. objek benda B. ide abstrak C. B. dan (3) benar. atau D. C.(2). tempat Untuk nomor 5 sampai dengan nomor 7. terdakwa 4) Indonesia memroklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17-81945.• Membaca I D. jika pernyataan salah. alasan salah D. alasan benar 5) Skema dan kegiatan membaca berkaitan erat satu sama lainnya sebab Skema dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang. pilihlah A. semakin bertambah kesempurnaan skemanya Sebab Kekurangan pada skema seseorang dapat menghambat keberhasilan membaca komprehensif. jika (1). dalam memahami bacaan. jika pernyataan benar. merupakan salah satu contoh skema ……… A. .

• Membaca I 8) Pada setiap hari Minggu mereka pergi ke ……. Hitunglah jawaban Anda yang benar. kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajari 1 ! Rumus : Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% . Tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih dibawah . (1) rindu (2) sayang (3) bersiul 10) Frase yang tepat untuk melengkapi pernyataan yang tidak lengkap ini: orang yang tinggi itu mengambil tas …… (1) di warung kelontong Bi Siti (2) yang disimpan di rak paling atas (3) yang tergantung di sudut kanan atas Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir Modul ini. (1) gereja (2) mesjid (3) kelenteng 9) Contoh skema tentang perasaan. bagus! Anda cukup memahami kegiatan belajar 1. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2..100% = baik sekali 80% 70% < 89% = baik 79% = cukup 70% = kurang X 100% Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas. yaitu…….

Bahkan sebagain pakar mengatakan bahwa membaca merupakan urat nadi pendidikan. Pengalaman yang banyak bisa diperoleh dengan berbagai car. Pernyataanperyataan seperti itu memperlihatkan dengan jelas betapa pentingnya peranan membaca. Pernyataan ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh YAP (1978). Para pakar teori skema menyatakan bahwa latar belakang pengalaman yang kaya akan sangat membantukeberhasilan belajar. . Selain itu. Dia memperoleh bukti bahwa tingkat keterampilan membaca seseorang ditentukan 65% oleh banyaknya dia membaca.• Membaca I 80%. akan semakin meningkat pula kemampuan membacanya. para guru harus waspada karena hasil penelitian itu memberi isyarat kepada kita bahwa mereka harus berusaha agar murud-muridnya banyak membaca jika ia berkeinginan agar murid-muridnya itu menjadi pembaca yang mahir. penulis akan mengajak Anda untuk melihat kondisi dan berbagai aspek yang berkaitan dengan kegiatan membaca. 2) Strategi Membaca Frase Sebelum kita membicarakan peranan skema dalam membaca. Pada uraian terdahulu telah dikatakan bahwa membaca memiliki peranan yang sangat penting. “ Buku adalah gudangnya ilmu pengetahuan. sudah sepantasnya para guru berupa agar para siswa/ pelajar memiliki kemampuan membaca yang baik. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. sedangkan membaca merupakan kuncinya”. Oleh karena itu. Seperti pribahasa yang sering kita dengar. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Berdasarkan hasil penelitian Yap (1978) tersebut. di antaranya dengan jalan membaca. membaca juga merupakan kunci untuk membuka pintu ilmu pengetahuan. Kemampuan membaca yang baik akan tercapai jika para siswa memiliki minat baca yang baik pula. Seperti yang dikatakan oleh Harjasujana bahwa “minat baca mempunyai peranan penting dalam mencapai kemampuan membaca”. Semakin banyak seseorang membaca.

1988). Untuk keperluan pemahaman bacaan. Pembaca dituntut dapat menginterpretasikan gagasan-gagasan informasi lain yang dibacanya melalui membaca frase. Makna frase sebagai strategi membaca tidak sama persis dengan makna frase dalam tata bahasa. kata frase dibatasi sebagai kelompok kata yang mempunyai arti/makna.• Membaca I Supaya murid mau membaca banyak. membaca frase merupakan strategi membaca yang mengharuskan pembaca membaca kalimat-kalimat dalam bacaan itu frase demi frase bukan kata demi kata. guru harus berupaya agar muridnya mempunyai minat baca yang tinggi. Mata didorong untuk bergerak lebih cepat melihat kelompokkelompokkata yang berbentuk frase pada baris-baris kalimat dalam teks. Strategi membaca frase ini dapat dikembangkan melalui dua tahap. seperti halnya kita melihat sebuah kata. Tahap mekanis menekan pada gerakan mata. dan . Jika hal initidak terpengaruhi maka pesan yang tersurat dan yang tersirat tidak akan tertangkap atau dipahami dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik. Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu strategi membaca hanya yang dapat mengingkatkan daya baca seseorang yakni dengan menggunakan strategi membaca frase. yaitu tahap mekanis dan tahap konseptual. Strategi membaca frase tahap mekanis ini terasa lebih efisien dan sangat menunjang terhadap pemahaman makna secara lebih efektif. Kata frase sudah lama kita kenal di dalam tata bahasa. Untuk meningkatkan minat baca murid ada banyak upaya yang dapat dilakukan oleh guru (Harjasujana. Sebagai guru. Strategi ini digunakan untuk memperoleh pemahaman yang lebih tinggi. kita banyak dituntut untuk menunjukan kemampuan membaca kepada anak didik kita. Dengan demikian. Kecepatan dan pemahaman kita dalam membaca akan menggugah anak-anak untuk mengikuti upaya kita . untuk itu. Membaca frase adalah suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan satu kesatuan harus dapat dilihat dalam satu kali pandangan. kita perlu mengusahakan cara yang terbaik bagi mereka.

saat itu piula dengan segera mata melompat ke arah tulisan berikutnya dan setelah itu terjadi lagi hentia. Kalau mata kita terus bergerak. seorang pembaca frase akan berhenti lebih jarang dan selalu menghemat waktu ketimbang pembaca kata demi kata. Apabila membaca kata dalam satu detik seorang pembaca akan dapat membaca dua sampai enam kata saja. Sedangkan dengan menggunakan teknik membaca frase seseorang akan dapat membaca lebih banyak lagi karena mereka membaca hanya melalui kelompok –kelompok kata. Sedengkan dengan membaca frase seseorang akan lebih mudah menentukan kata kunci dan kata-kata yang boleh dihilangkan. Pernyataan tersebut didukung oleh Tampubolon (1987). Pada saat berhenti (ini tidak disadari karena cepatnya). mata mengadakan fiksasi (pemusatan penglihatan). yang menyatakan bahwa “ Pada waktu membaca. membaca tidak lain merupakan rentetan hentian-hentian visual. berdasarkan pernyataan tersebut maka menurut pandangan mekanis. kita hanyalah akan memperoleh bayangan kabu. begitulah seterusnya. .• Membaca I Membaca Frase Mekanis Pada waktu membaca sesungguhnya mata kita berhenti sejenak untuk dapat menafsirkan kata-kata atau menemukan sesuatu. Dengan demikian. Kecepatan pembaca yang membaca kata demi kata akan sangat terbatas kecepatan mereka membaca dalam hati sekitar 250 samapi 300 kata/ menit. Pada saat melakukan hentian. dan waktu itulah informasi bacaan diserap “ . mata bergerak mengikuti baris-baris bacaan dengan gerakan terhenti-henti. Stategi membaca frase akan lebih banyak lagi hasilnya bila dipadukan dengan strategi lainnya. Pembaca frase demi frase cenderung melakukan perhentian mata setiap membaca sebuah frase.

Di dalam membaca frase. Kelemahan lain seseorang yang membaca kata ia akan sering melakukan “reges” (lompatan ulang). tetapi sering mereka membaca dalam kata. Sering terjadi pandangan mata melomnpat pada baris yang sama telah dibacanya. Kelemahan ini dapat dihindari dengan jalan membaca frase. Denga latar belakang atau skema tentang frase yang telah dimilikinya anggapan di atas tidak akan terjadi karena mereka telah memiliki bekal latar belakang seperangkat pengetahuan . dan merasa puas bila telah dapat membaca satu atau dua buah kata setiap hentian. Dampaknya seorang pembaca frase akan dapat menikmati bacaan lebih baik daripada pembaca kata demi kata. Dan ini akan menimbulkan sikap yang positif terhadap kegiatan membaca. orang mempunyai potensi untuk melihat lima atau enam kata dalam setiap hentian. tidak banyak orang berusaha untuk mengembangkan kemampuan itu. Hal ini disebabkan usahanya untuk mencari ide-ide tidak didapatkannya dari tiap-tiap kata yang dibacanya. Banyak orang berfikir dengan ide-ide. Pembaca frase akan mudah dapat cepat menangkap ide-ide tidak didapatkannya dari tiap-tiap kata yang dibacanya. Hal ini terjadi karena mereka menganggap bahwa membaca frase lebih kompleks daripada membaca kata. yakni penalaran dan pemahamn yang terjadi selama membaca. Dengan demikan maka kemampuan mere pun akan bertambah. Mereka lebih mudah mengenali kata ketimbang frase. Pembaca frase akan mudah dan cepat menangkap ide-ide dan dapat menghindari lompatan balik. Pada umumnya. Akan tetapi. kita harus dapat menggunakan kapasitas melihat sejumlah kata untuk kepentingan pemahamn bacaan. Kelemahan ini dapat dihindari dengan jalan membaca frase. Mereka akan lebih banyak lagi membaca.• Membaca I Membaca frase menuntut kekuatan visual seorang pembaca. Membaca Frase Konseptual Membaca frase tahap ini lebih banyak memperhatikan aspek-aspek konseptual.

kita kan menyadari bahwa banyak frase-frase yang digunakan secara berulang dan telah kita kenal. antar lain: kecepatan membaca. Dengan demikian. maka kita akan dapat menerka frase berikutnya untuk melengkapi kalimat. membaca frase akan sama mudahnya seperti membaca kata. Contoh lain: Keindahan Bandung di waktu malam . Pemahaman wacana dengan cepat sangat ditunjang oleh kemampuan membaca frase dengan baik. 3) Peranan Skema dalam Membaca Frase Pemahaman terhadap wacana bergantung pada informasi grafis dan informasi yang merupakan skemata. Perlu selalu diingat ada beberapa hal yang ingin dicapai delam membaca frase ini. kecepatan menangkap makna. Kemampuan membaca frase akan ditunjang pula dengan skema tentang frase dan kalimat yang dimilikinya. tanda baca sangat membantu mempermudah proses membaca frase.• Membaca I tentang frase dan sturktur kalima. Bila sesorang telah memiliki skema tentang frase maka akan mengelompokan kalimat tersebut menjadi frase-frase sebagai berikut: Waktu Anda berlatih membaca frase/camkanlah dalam ingatan/ bahwa frase dalam unit arti yang terkecil/. Jika kita banyak melakukan latihan membaca frase. Apabali kita mau berlatih menggunakan membaca frase. Bagaimana kita dapat membaca frase apabila belum memiliki skema tentang struktur frase? Sebagai contoh: Waktu Anda berlatih membaca frase camkanlah dalam ingatan bahwa frase adalah unit arti yang terkeci. seperti kita mengenal kata. dan kelancaran ayunan pandangan mata dari frase yang satu ke frase yang lainnya. Dengan bantuan skema yang baik pemahaman wacanapun akan baik pula. Sebenarnya proses membaca frase itu sendiri bukanlah suatu hal yang menarik.

Hal ini akan lebih baik bila kita telah mengenal pola frase. dan sebagainya.jika kita tidak banyak memiliki pengetahuan tentang ini. Pengindonesiaan ungkapan asing yang tidak mengikuti pola yang berlaku terasa sanagt kacau. Sebagai contoh: Mengidonesiakan jkata dhortwave dan longwave tidak sama dengan mengidonesiakan kata microwave. tentu saja akan mengatakan kelompok kata itu sebagai frase. Di dalam membaca frase. Dan pembaca yang telah memiliki skema struktur kalimat. . Kedua kata pertama diindonesiakan menjadi gelombang pendek dan gelombang panjang sedangkan microwave menjadi mikrogelombang. Oleh karena itu. pengalaman pengalaman selama latihan yang yang disimpan di dalam ingatan kita serta latar belakang pengetahuan tentang frase dan struktur kalimat sangat diperlukan untuk membantu lancarnya proses membaca. kata pendek dan kata panjang merupakan kata yang mandiri sehingga dalam mengindonesiakan kata shortwave dan longwave menjadi gelombang pendek dan gelombang panjang. dan antar. seperti pasca. dan berbagai pengetahuan lainnya.• Membaca I Pembaca tidak akan mengetahui bahwa kelompok kata itu frase tidak mempunyai skema tentang struktur kalimat. pasca. kita perlu banyak mengisi skema kita dfengan pengetahuan tentang tatbahasa. terletak di muka kata yang diikutinya. Penempatan mikro. kesalahan mengindonesiakan ungkapan-ungkapan asing akan banyak terjadi. sedangkan pada gelombang pendek dan gelombang panjang. dengan sendirinya akan meningkatkan pemahaman terhadap bacaan. antar. Alasannya karena bentuk mikro pada kata mikrogelombang merupakan bentuk gabung yang tidak mandiri.

angka 1 samapi 60. . (c) Tarikalah garis penghubung angka-anga itu dengan pensil mengikuti uratan angak 1 samapi 60.• Membaca I 2 Penerapan Pengembangan Teknik Skema dalam Proses Belajar-Mengajar Membaca 1) Pelatihan pada Tingkat Mekanis Latihan ini dititikberatkan pada bagian mata. Tujuannya untuk menanamkan kebiasaan pada mata untuk bergerak dengan cepat dan irama yang tepat. Mata dilatih untuk dapat bergerak dengan cepat. a) Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Mata: (b) Sediakan sejumlah angka yang ditulis tidak beraturan misalnya.

kepala jangan ikut bergerak pula. Ayunkan pandangan mata secepat-cepatnya melewati setiap bagian di antara dua tanda hitam dengan irama yang tetap. c) Latihan Membaca dengan Ayunan Visual Latihan ini menerapkan latihan ayunan visual pada bacaan. (e) Lakukan latihan tersebut secara berulang. dianjurkan untuk mengadakan pemanasan. halaman 22. Gunakanlah halaman buku yang terbuka di hadapan kita sebagai tempat berlatih. Harsu diingat betul. Lihat Gambar 2. Dengan demikian. Untuk lebih jelas tentang latihan di atas lihat Gambar 1. kita dapat menarik garis penghubung itu dengan cepat. Skema tentang urutan kata yang telah kita miliki sangat membantu gerakan tangan kita pada saat menarik garis penghubung angka-angka dari 1 secara berurutan sampai 60. Sesungguhnya dalam latiahan ini skema kita ikuti berperan. selama membaca perhatian terutama harus ditujukan pada makna kelompokkata. halam 22. b) Latihan Ayunan Visual Dalam usaha untuk mengembangkan kepercayaan terhadap kemampuan untuk membuat ayunan-ayunan visual waktu membaca frase. Jangan sekali-kali berhenti di antara dua tanda hitam.• Membaca I (d) Catatlah waktu yang dipergunakan dalam menyelesaikan latihan itu. Sebelum mulai membaca. Pada saat menggerakan mata. (k) Lakukan latihan ini dua atau tiga kali untuk mengawali setiap kegiatan membaca sebagai pemanasan. Ayunkan dengan segera pandangan kita pada bagian berikutnya. Bergeraklah dengan cepat sampai bagian . Buatlah bagian awal dan bagian akhir setiap baris sebagai target. Latihan ayunan mata/ visual ini diharapkan dapat menghilangkan kebiasaan lompatan balik (regresi). ikutilah pola ini dengan tekun: (f) (g) (h) (i) (j) Mata kita hanya boleh berhenti sejenak pada setiap tanda hitam.

Kita dapat memulai latihan ini dengan bacaan-bacaan yang ringan. (b) Kelompok kata yang dibuat itu harus mempunyai makna. kita perlu memperkaya skemata dengan pengetahuan tentang struktur frase atau kalimat sebanyak-banyanya. Mustahil kita dapoat mengelompokan kata skema tentang frase atau kalimat. Ikutilah langkah-langkah berikut ini: (a) Pada bacaan kita buatlah pengelompokan kata-kata yang terdiri atas dua samapai lima kata.• Membaca I bawah halam tanpa memperhatikan makna. 2) Pelatihan pada Tingkat Konseptual a) Latihan Penandaan dengan Garis Latihan ini merupakan langkah selanjutnya dari latihan secara mekanis. (e) Bacalah pragraf yang telah ditandai itu tiga atau empat kali sampai dapat menangkap makna setiap frase itu dengan cepat. Oleh karena itu. . skema yang kita milikilebih banyak lagi berperan. (d) Mulailah membuat pengelompokan kata itu secara lamabat. Pda latihan tahap ini . Setelah kita merasakan gerakan mata yang licin tidak kaku lagi. Di dalam latihan ini bukan hanya berusaha mengelompokan katakata melainkan kelompok kata itu harus benar-benar bermakna. yang berangsur-angsur secara cepat. maka tiba saatnya kita beralih pada usaha untuk memperoleh makna bacaan. terutamadalam pengelompokan kata skema tentang struktur frase dan kalimat itumembantu sekali. (c) Cobalah cari makna kelompok-kelompok kata itu dengan tidak memperhatikan kata demi kata. Mulailah membaca dengan menggerakan semua keterampilan yang pernah dipelajar. Tujuan pemanasan ini ialah untuk memperoleh irama gerak mata yang lancar.

Pembaca yang biasa menggunakan strategi ini. Mengapa? Pada awal kegiatan membaca. Kita mencoba membuat pengelompokan kata yang mengandung makna dengan menggunakan kemampuan yang kita miliki dengan tidak menggunakan tanda-tanda apapun. membaca lambat bukan merupakan jaminan pemahaman yang baik.• Membaca I b) Latiahn Tanpa Tanda Setelah melakukan berbagai latihan. Padahal menurut penelitian. Percayalah pada diri sendiri agar merasa yakin dapat melakukan membaca frase dengan baik. yaitu proses bawah-atas. Lakukan latihan ini selam kurang lebih 30 menit. Anggapan seperti itu sering menyebabkan pembaca enggan mencoba mencapai kecepatan yang optimal yang dapat dicapainya. Memang pada mulanya kita akan merasakan bahwa pemahaman kita tidak mantap. Oleh karena itu dalam membaca capailah kecepatan yang optimal. Ada orang yang menganggap bahwa membaca dengan kecepatan tinggi akan mengganggu pemahaman. Akan tetapi. Didalam proses bawah-atas. cenderung memusatkan perhatiannya bagian-bagian yang kecil sehingga berhasil untuk memproses makna yang . sudah saatnya kita mendekati membaca frase yang sebenarnya. Lakukanlah latihan seperti itu beberapa lama. Telah dikemukakan sebelumnya bahwa didalam kegiatan membaca ada tiga macam proses yang dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pemahaman.engenalkan huruf lalu bergerak ke pengenalan kjalimat. mereka sudah melakukan proses-proses yang tidak terarah pada tujuan yang tepat. atas-bawah dan timbal balik. kita harus bertahan untuk tidak kembali pada kebiasaan lama membaca kata demi kata. 3) Pengembangan Teknik Skema dalam Proses Belajar Mengajar Membaca Sering kita menemukan pembaca yang tidak dapat mengembangkan teknik skema yang layak pada waktu dia membac. pembaca mulai membaca dengan m. Dan kita akan merasakan perubahan yang jelas pada pemahaman kita.

dan secara terusmenerus menyusun pengetahuannya itu agar dapat menguasai bagianbagian yang terinci sebagaimana mestinya. pembaca mulai membaca dengan mengikuti langkah-langkahyang aktif. Dalam proses timbal balik. mereka sering tidak menangkap bagian-bagian yang terinci dalam bacaan-bacaan yang teknis yang bersifat ilmiah atau bagian-bagian bahasa yang pelik yang diungkapkan dalam puisi. Bacalah teks tersebut di depan anak-anak yang akan diperbaiki kebiasaan membacanya. 1) Pilihlah teks yang layak yang berisi suatu topik yang akrab dengan anak-anak. Mereka membaca hanya untuk memeriksa dan memperbaiki bacaan. Dalam proses atas-bawah. dan kalimat yang memiliki makna istimewa atau khusus. pembaca dengan mengikuti langkalangkah yang aktif. Mereka membaca dengan menggunakan pengetahuan yang lalu. Dalam proses atas-bawah. Pada umumnya. Tanyakan kepada mereka apa sebab hal tersebut tidak jelas. . cobalah bagaian berikut ini untuk memperbaiki kebiasaannya tersebut. frase. Suruh mereka menghentikan Anda membaca. hal-hal yang dapat diperkaya. jika ada hal-hal yang tidak dapat mereka pahami. mereka sering tidak menangkap bagianbagian yang terinci dalam bacaan-bacaan yang teknis yang bersifat ilmiah atau bagian-bagian bahasa yang pelik yang dungkapkan dalam puisi.• Membaca I sebanyak-banyaknya. pembaca mengarahkan perhatiannya secara interaktif. dan secara terus-menerus menyusun pengetahuannya itu agar dapat diterkanya. Mereka membaca hanya untuk memeriksa dan memperbaiki bacaan. Karena itu.ssipkanlah ke dalam teks tersebut kata-kata. Karena itu. Mereka sering tidak mampu menggunakan hak-hak yang telah dimiliki sebagai alat untuk memproses dan mengevaluasi bacaan. pembaca yang cacat skema akan mempunyai kecenderungan menguntungkan diri pada proses yang pertama dan kedua di atas. Apabila Anda sebagai guru menjumpai anak yang terlalu bergantung pada proses bawah-atas.

Buatlah tiga pilihan. Buatlah teks yang sama dengan yang digunakan pada langkah pertama. Istilah ruang pertama dengan kata-kata “berbelanja”. yang pertama pilihan yang jelas salah. kata yang tepat maknanya hanya satu.(warung) 2) menyuruh anak-anak berkelompok untuk mengerjakan tugas seperti yang diberikan dalam tugas yang pertama di atas dengan menggunakan berbagai variasi dan dengan dua ruang yang dikosongkan.. “ mencuci”. dan berilah anak-anak teks yang benar. “sholat”. “ menyapu”.• Membaca I 2) Selanjutnya buatlah suasana membacadan mendengarkan.(pasar)……. . maka strategi. resep. (toko)…. 3) Menyadarkan anak-anak bahwa mereka sering menghadapi bacaan yang berisi petunjuk. Kemudian diskusikan bagian-bagian yang dirasakan sulit oleh anak-anak itu dan tanyakan kepada mereka mengapa hal itu danggap sulit..strategi berikut ini akan dapat menolong Anda: 1) Menyuruh para siswa untuk melengkapikalimat dengan kata-kata yang tersedia yang bersamaan maknanya dengan cara memilihnya. Misalnya : Setiap hari ibuku berbelanja di……. Kebiasaan dan kemampuan mempoerkirakan dan menempatkan kata-kata yang tepat dapat mempercepat membaca dan mempertinggi pemahaman mereka. “membaca” . Apabila Anda menjumpai anak-anak-anak yang mempunyai kebiasaan membaca dengan proses atas-bawah. Kesadaran akan hal tersenut akan mengubah sikapnya sebagai pembaca yang terlalu mengikuti proses atasbawah menjadi poembaca yang dimiliki kecermatan dan fleksibilitas. 4) Anak –anak diberi pertanyaan pilihan ganda untuk meyertaibahan bacaan. “menjahit”. Suruhlah anak-anak itumemberi tanda pada bagian-bagian yang tidak dipahami seraya mengikuti bacaan Anda. dan sebagainya. dan suruhlah anak-anak mengisi ruang kedua dengan kata-kata yang cocok. atau atauran untuk membuat atau melakukan sesuatu. seperti dalam contoh di bawah ini: Setiap pagi ibuku……… di……. “masak”.

kurang penting. Skema yang dimiliki seseorang akan menjadi dasar dalam menginterpretasikan dan menggali informasi tentang sesuatu yang didengar atau dibacanya. sebaiknya kita mengambil inisiatif untuk mengadakan penelitian yang lebih mendalam selain yang pernah dilakukan orang selama ini tentang makna dan manfaat skema dalam pengajaran membaca. tetapi tidak diambil dari teks. dan yang ketiga pilihan yang benar. Suruh siswa memilih kedua pilihan yang benar. dan f) membuat suatu persamaan yang bisa membuat orang mengerti tentang hal-hal (pesan) tersebut. samapi dengan yang tidak penting.. yang diambil dari teks. c) memberi perhatian yang lebih terhadap bagian-bagian yang penting dari teks. lalu menunjukan pilihan yang mana yang diambil dari teks. b) membuat penggalian yang sejalan dengan pesan yang dikandung dalam teks. d) memilih inti-intiyang terpenting. Selain itu. Penjelasan di atas merupakan gambaran bagaiman pengetahuan diolah oleh sesaeorang sehingga memberikan hasil bagi interpretasinya. Langkah seperti ini akan menumbuhkansikap positif terhadap teks sebagai sumber informasi yang penting tanpa menjadikan anak-anak itu budak teks yang dibacanya.• Membaca I yang kedua pilihan yang benar. e) membuat kesimpula. Latihan . Sebagai uraian terakhir penulis ingin menegaskan kembali hal-hal yang berkaitan deengan skema ini. Berdasarkan uraian di atas. teori skema memberi suatu dasar untuk: a) menyaring informasi dari suatu teks.

2. Skema yang dimiliki sesorang akan menjadi dasar bagi interpretasi terhadap apa yang didengar atau dilihatnya. 1. Jelaskan pernyataan tersebut! 5. Contoh yang Anda buat merupakan strategi untuk meluruskan kebiasaan model atas-bawah. Jangan lupa syarat pembuatan kalimatnya. Semakin banyak seseorang membaca. Jawaban Anda berkaitan dengan strategi yang digunakan oleh guru untuk menghadapi anak. kerjakanlah latihan berikut ini. 1.• Membaca I Setelah Anda selesai membaca uraian di atas. periksalah hasil latihan Anda dengan memperhatikan rabu-rambu jawaban berikut ini. untuk memantapkan pemahaman Anda. yang mempunyai kebiasaan membaca dengan proses bawah-atas. atau kalimat-kalimat yang bermakna istimewa sangat cocok untuk meluruskan kebiasaan membaca bawah-atas. strategi apa yang Anda gunakan untuk mengatasinya? Jelaskan! Petunjuk Jawaban Latihan Apabila Anda telah selesai mengerjakan latihan. Jawaban Anda berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kemampuan membaca. frase. Mengapa demikian? Jelaskan! 2. berikan 3 contoh kalimat yang merupakan strategi yang dapat meluruskan kebiasaan membaca model atas-bawah! 4. . 3. Apabila Anda mengalamai kesulitan diskusikanlah dengan teman. Betulkah demikia? Jelaska! 3. Aoakah Anda menjumpai anak yang mempunyai kebiasaan membaca dengan proses pemahamannya atas-bawah. Memilih teks yang layak tentang suatu topik yang akrab dengan anak menyisipkan kata. akan semakin meningkat pula kemampuan membacanya.

Ada dua tahap membaca frase. membaca frase konseptual Untuk dapat membaca frase dengan baik. Ada dua cara dalam membaca frase. Semakin baik minat baca seseorang. Jawaban berkaitan dengan pemahaman Anda terhadap makna skema. . Guru hendaknya berusaha agar para siswanya banyak membaca. 5. (3) Latihan membaca dengan ayunan visual. Salah satu strategi membaca yang dapat meningkatkan daya baca seseorang ialah strategi membaca frase. semakin sering orang itu membaca akan semakin meningkat pula kemampuan membacanya. Pencapaian kemampuan membaca sangat dipengaruhi oleh minat baca dan kekerapan membaca. (2) Latihan ayunan visual. yaitu: A. terdiri atas: (1) Latihan untuk meningkatkan keterampilan mata. yaitu: 1) Latihan pada Tingkat mekanis. 2) Latihan pada Tingkat Konseptual (1) Latihan penandaan dengan garis. Kemampuan membaca hendaknya dimiliki oleh para siswa. membaca frase mekanis B. perlu melakukan latihan.• Membaca I 4. Jawaban Anda harus memperhatikan langkah-langkah strategi penanggulangan kebiasaan membaca model atas-bawah.

• Membaca I Gambar 1: Latihan Meningkatkan Keterampilan Mata .

_________…………………________……………. ………………………______……………………………_________…………… ……………_________……………………………_________………………… ……………………………. timbal balik . gerakan mata mengikuti baris-baris bacaan 2) proses membaca yang cocok untuk mengembangkan skema anak ialah model …… A. 1) membaca aspek…… frase konseptual lebih memperhatikan aspek- A. penalaran dan pemahaman yang terjadi selam membaca C. Tes Formayif 2 Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang palimh tepat dan berilah tanda silang (x). kekuatan visual pada saat membaca B. perhentian visual pada waktu membaca D._________…………………________…………….• Membaca I Gambar 2: Latihan Ayunan Visual ………………………______……………………………_________…………… ……………_________……………………………_________………………… ……………………………. bawah-atas B. atas-bawah C.

A. B. D. Untuk soal nomor 6 sampaidengan nomor 8. memberikan perhatian yang lebih terhadap bagian-bagian penting dari teks. D. A. Mang Karim yang sudah tiga bulan menjadi penghuni di sana 5) Manakah pernyataan berikut yang menunjukan kesesuaian hubungan antara fakta dan kegiatan ……. . alasan benar tetapi keduanya tidak memiliki hubungan. D. alasan salah. B.• Membaca I D. D. Orang botak membaca koran sambil sarapan pagi. C. alasan benar. ketiga-tiganya benar 3) Teori skema memberi suatu dasar untuk…. Seorang hakim yang bijaksana dan ulet C. jika pernyataan benar. jika pernyataan benar. jika pernyataan benar. menyaring informasi dari teks B. pilihan A. Orang yang kuat itu membuat ringkasan buku sebelum tidur. C. Tunjukan skema yang dapat diklasifikasikan pada kelompok pembuatan ……. Bangunan yang terdiri dari kamar-kamar kecil yang sempit. Orang yang tinggi itu membeli petasan di pasar minggu. Menipu uang dalam jumlah ratusan juta rupiah. B. membuat panggilan pesan sejalan dengan pesan dalam teks C. ketiga-tiganya benar 4) kata “penjara” dapat menimbulkan skema yang bermacammacam. jika pernyataan salah. A. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan.. Orang yang tinggi itu membeli petasan yang berada di rak paling atas.

dan (3) benar. . Makin singgi minat bacanya makin sering seseorang untuk membaca akan semakin meningkat kemampuan membacanya. D. pilihlah A. jika (2) dan (3) benar. dan kata-kata meyebabkan terlepasnya skema anak sebab Teori skema memberi suatu dasar untuk menjaring informasi dari teks 7) Skema yang dimiliki seseorang akan menhadi dasar dalam menginterpretasikan dan menggali informasi yang didengar atau dibacanya sebab Guru harsu mampu menyadarkan kesalahan interpretasi tentang sesuatu siswanya terhadap teks yang dibacanya dan membiarkan siswa merenungi kesalahannya 8) Kemampuan membaca banyak dipengaruhi oleh minat baca dan kekerapan emmbaca seseorang sebab Minat baca merupakan dorongan bagi seseorang untuk membaca. jika (1) dan (2) benar. jika (1). jika (1) dan (3) benar. suku kata. C. B. Untuk nomor 9 dan 10.• Membaca I 6) Perhatian yang terlampau tertuju pada analisis visual tentang huruf.(2).

Tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. (1) Latihan penandaan dengan garis (2) Latihan ayunan visual (3) Latihan tanpa tanda Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir Modul ini. bagus! Anda cukup memahami kegiatan belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai. (1) resep (2) petunjuk untuk melakukan sesuatu (3) aturan pemakaian obat 10) Latihan pada Tingkat Konseptual dapat dilakukan dengan cara ….. .100% = baik sekali 80% 70% < 89% = baik 79% = cukup 70% = kurang X 100% Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas. Hitunglah jawaban Anda yang benar.• Membaca I 9) Bacaan yang dapat menyadarkan sikapnya yang terlalu mengandalkan proses membaca atas-bawah ialah…. Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari! Rumus : Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% .

Jawaban yang benar B 2) Pernyataan a. sedangkan pertanyaan c salah karena skema prosesmembaca setiap orang tidak selalu sama.dan c benar seperti itu.b. sangat bergantung pada berbagai faktor antara lain pengalam yang dimiliki orang itu. anata lainskema adalah suatu sistem yang konseptual yang perlu untuk memehami sesuatu. Contoh skema tentang kebudayaan yang dimiliki oleh si A dapat menolong pemahamannya dalam bidang bahasa.• Membaca I KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1) Berdasarkan A Dictionary of Reading ada beberapa makna skema. Jawaban yang benar C .

antara lain ke gereja dan ke kelenten. alasan salah. Karena itu. apabila kita mengdengar kata hari Minggu. seperti kamtibnas. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17-8-1945 merupakanperistiwa yang pernah terjadi. sehingga apabila orang mendengar pengadilan maka skemanya akan bekerja mencari kosa kata yang berkaitan dengan kata pengadilan tersebut. pasar). Jawaban yang benar C 5) Pernyataan benar. Jawaban yang benar B . benci dan sebagainya). kata polisi tidak diklasifikasikan ke dalam kelompok skemata kata pengadilan. alasan salah Jawaban yang benar D 8) Umat Kristen dan kong hutsyu biasa menggunakan hari minggu untuk melakukan kegiatan keagamaan di gereja atau di kelenteng. juga tentang peristiwa (Bandung lautan api). sedangkan kata polisi keterkaitannya yang tidak hanya dengan pengadilan. perasaan (kasih. jaksa dan terdakwa sangat berkaitan dengan pengadilan. Karena itu. misalnya tentang tempat (sekolah. Jawaban yang benar A 4) Banyak skema yang dapat kita miliki tentang objek-objek tertentu. sehingga hari Minggu bagi mereka merupaka hari untuk melakukan ibadat. tepai dengan hal-hal lain. tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebabakibat. maka skema kita akan mencari hal-hal yang berkaitan dengan itu. termasuk salah satu contoh skema peristiwa. Jawaban yang benar B 7) Pernyataan salah. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat Jawaban yang benar A 6) Pernyataan benar.• Membaca I 3) Kata hakim. sedih. Oleh karena itu.

sayang. Jawaban yang benar C . sedih. peristiwa.• Membaca I 9) Skema yang kita miliki sangat beragam. dan perasaan. perbuatan.akan tetapi. Jawaban yang benar A 10) Skema kita gunakan untuk menghubungkan apa yang sedang kita baca atau dengar dengan apa yang telah kita miliki sebelumnya. benci. Proses membaca seperti itu sangat cocok untuk mengembangkan skema anak karena anak akan lebih aktif dalam membaca dan memungkinkan untuk dapat memelihara skemanya. antara lain: kasih. dapat pula kita gunakan untuk melengkapi kalimat yang kita tuturkan. membaca mengarahkan perhatiannya secara interaktif. baik tentang objek benda. Jawaban yang benar C Tes formatif 2 1) Membaca frase konseptual tidak hanya sekedar membaca dengan gerakan mata yang cepat mengikuti baris-baris bacaan. tetapi lebih banyak memperhatikan aspek-0aspek penalaran dan pemahaman yang terjadi selama membaca. Mereka membaca dengan menggunakan pengetahuan yang lalu dan secar terusmenerus menyusun pengetahuannya itu agar dapat menguasaibagian-bagian yang terinci sebagiman mestinya. Jawaban yang benar B 2) Dalam proses membaca dengan model timbal balik. sehingga kalimat tersebut memiliki kesesuaian hubungan antara fakta dan kegiatannya. Untuyk contoh yang lain lihat penjelasan pada nomor 1 dan 2 sedangkan yang termasuk skema tentang perasaan. tempat.

dan membuat suatu persamaan yang bisa membuat orang mengerti tentang hal-hal (pesan) tersebut. alasan benar. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat. Jawaban yang benar D 4) Banyak skema yang kita miliki tentang berbagai objek tertentu. pernyataan A merupakan pernyataan yang dimaksud. alasan salah. membuat penggalian yang sejalan dengan pesan yang dikandung dalam teks.. Jawaban yang benar C 8) Pernyataan benar. Jawaban yang benar B 7) Pernyataan benar. tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebabakibat. kurang penting. d) memilih inti-intiyang terpenting. Jawaban yang benar A . Di antara keempat pernyataan tersebut. samapi dengan yang tidak penting. e) f) membuat kesimpula. Jawaban yang benar A 6) Pernyataan benar.• Membaca I 3) Pada dasarnya teori skema memberi suatu dasar untuk : a) b) menyaring informasi dari suatu teks. c) memberi perhatian yang lebih terhadap bagian-bagian yang penting dari teks. menyatakan perbuatan yang mengarah pada kejahatan pada akhirnya masuk penjara. Jawaban yang benar C 5) Pernyataan yang menunjukan kesesuaian hubungan fakta dan kegiatan dapat membangkitkan skema seseorang dengan baik. Apabila kita mendengar merupakan kelompok kata penjara kama skema ialah pernyataan yang yang perbuatan.

Second Edition. 1986. Mc Ginnis. Yvonne. Portsminth. Secercah Sumbang Saran terhadap Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Indonesia. Tampubolon. Teknik Membaca Efektif dan Efisien. dan Ruth Beall Heining.Jakarta: Karunika. Henry Guntur. Ahmad S. Reading Process and Practice. Jawaban yang benar D DAFTAR PUSTAKA Freenam. Nusantara yang Literat. yaitu latihan penandaan dengan garis dan latihan tanpa tanda. Latiahn yang dimaksud mengarah pada memperoleh penalaran dan pemahaman bacaan. atau aturan membuat sesuatu merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh guru untuk meluruskan kebiasaan anak yang terlalu tergantung pada proses atas-bawah. 1982. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. New York: Macmillan Publishing Company Inc. Jawaban yang benar D 10) Membaca frase konseptual sangat memperhatikan aspek-aspek penalaran dan pemahaman terhadap bacaan. Doroty J. DP 1987. dkk 1986. ________.• Membaca I 9) Bacaan yang berisi petunjuk untuk melakukan sesuatu. resep. Buku Materi Pokok Keterampilan Membaca. NH: Heinemann. 1988. David Freeman. 1994. Universitas Terbuka. Analyzing and Treating Reading Problems. Kemampuan Membaca. Tarigan. Bandung : Angkasa . Harjasujana. Untuk hal ini diperlukan latihan.Bandung: Angkasa. Bandung: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

mampu : Kegiatan yang menggunakan gerak fisik saja. teknik : berdasarkan penglihatan. .• Membaca I GLOSARIUM Ayunan visual : Pandangan mata yang bergerak dengan cepat melihat baris bacaan interpretasi kapasitas konseptual mahir mekanis : penafsiran : kemampuan : berdasarkan konsep : terampil. dan belum melibatkan pemahaman membaca frase minat baca optimal : membaca secara kelompok kata kelompok kata : dorongan dari dalam dirinya sendiri untuk membaca : pencapaian sesuatu samapai batas kemampuan yang terbaik strategi visual : cara.

• Membaca I .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful