You are on page 1of 17

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KEBAKARAN TANGKI KILANG MINYAK PERTAMINA UNIT PENGOLAHAN IV CILACAP

Disusun untuk memenuhi
TUGAS MATA KULIAH RISET PUBLIK DAN ANALISIS MEDIA

OLEH YOGI BANAVINTO 210110080117 HUMAS A

JURUSAN HUBUNGAN MASYARAKAT FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PADJADJARAN 2011

kebakaran hebat juga pernah melanda kilang minyak Cilacap. yang terdengar hingga radius beberapa kiklometer. Klimantan Tmur. Kebakaran terjadi di area kilang FOC satu. Penyebab kebakaran adalah bocornya pipa reboiler debutanizer yang berisi gas bertekanan tinggi. Pertamina tentu saja harus melakukan bentuk tanggung jawabnya terhadap masyarakat disekitar Komplek Pertamina UP IV Cilacap sebagai bentuk Tanggung . Sebelumnya Pada 9 Maret 2008. yang berfungsi untuk meningkatkan oktan pada bahan bakar.1 Latar Belakang Kebakaran yang melanda Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap melahap tiga tangki minyak dari total tujuh tangki yang ada. Balikpapan. yakni di areal unit pengolahan 4. Kebakaran lainnya terjadi di kilang Balikpapan. Kesigapan pertamina untuk mengatasi masalah masih sangat kurang. padahal seharusnya Pertamina bisa memadamkan kebakaran ini dengan cepat. Kebakaran ini sudah yang kesekian kali terjadi di Kilang UP IV Cilacap dan Pertamina masih kesulitan dalam memadamkan kebakaran yang terjadi. Tentu saja Standar Operasional Prosedur Pertamina untuk menyelesaikan sebuah kecelakaan operasional dipertanyakan. pada 17 januari 2010. Kebakaran ditandai dengan ledakan keras. untung saja kejadian ini tidak sampai memakan korban jiwa dari pekerja yang berada di kilang minyak UP IV Cilacap ini. hingga menewaskan 4 orang karyawan. tepatnya di area Refinary Unit Lima. kebakaran kembali melanda kilang minyak Cilacap.1. Kebakaran yang menghabiskan tiga tangki minyak UP IV Cilacap disebutkan oleh Chief Excecutive Officer Pertamina Karen Agustiawan tidak akan mengganggu suplai bahan bakar untuk daerah Yogyakarta dan Bandung. Tangki-tangki yang terbakar tersebut berisi high octane mogas component atau minyak ringan. tepatnya 3 Juni 2009. Setahun kemudian.

ataupun yang ditulis oleh pembaca atau masyarakat.. Keseriusan Pertamina dalam menjalankan Community Relationsnya tentu saja akan menjadi cerminan bagaimana Respon Pertamina dalam menghadapi sebuah masalah. baru dan sedang hangat dibicarakan di masyarakat. Opini penerbit disebut juga dengan desk oponion. singkat. Salah satu kolomnya adalah kolom yang berisi opini dari media atau opini penerbit. memproduksi berita dan opini yang ditampilkan dalam media mereka. Desk opinion yang ada pada surat kabar disebut dengan editorial. Surat kabar/koran sebagai salah satu bentuk media massa cetak. Terdapat pendapat penulis dalam penulisan editorial yang dilakukannya untuk itu editorial dijadikan tolak ukur pendapat atau pandangan media .Jawab Sosial nya yaitu Community Relations. ulasan atau kritik terhadap suatu persolan yang ada dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Ada beberapa kolom halaman opini dalam surat kabar. “Editorial yang ditampilkan media cetak memuat topik yang tidak lain merupakan gagasan. menarik dari segi penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang ditonjolkan. Dengan memandang community relations sebagai kebijakan maka bisa tampak seberapa besar dan seberapa jauh komitmen organisasi terhadap komunitasnya. Setiap surat kabar terdapat halaman opini yang berisi pendapat.”Apa yang dibahas merupakan sesuatu yang up to date. Publik di sekitar Pertamina UP IV Cilacap tentu saja merupakan komunitas yang harus mendapat kompensasi dari kejadian ini. merupakan pernyataan mengenai fakta dan opini secara logis. selain itu juga tersedia kolom bagi pembaca. Penulisan editorial biasanya ditulis oleh seorang dari media itu sendiri atau oleh seseorang di luar media yang mendapat kepercayaan untuk menulis editorial pada media tersebut. baik yang ditulis oleh media itu sendiri.

Angka ini ditunjukan oleh sebuah penelitian lembaga riset AC Nielsen di tahun 1999. Gramedia atau lebih dikenal dengan sebutan KKG. Perhatian ini berupa akses yang tinggi dari masyarakat terhadap media „Kompas‟. Akses yang tinggi ini membuat „Kompas‟ mempunyai pengaruh yang besar terhadap masyarakat. “Tiras yang semakin meningkat membuat koran itu semakin bergengsi dan eksklusif akibatnya ini menentukan bahwa kelas. tidak mengherankan setiap perusahaan selalu berjuang meningkatkan oplahnya. baik terhadap pembacanya secara langsung maupun terhadap masyarakat dalam artian . setelah peristiwa Mei 1998 „Kompas‟ menembus angka 600 ribu eksemplar. status sosial dan lingkunganserta penghasilan pembaca ikut menjadi faktor penting penjaga Brand Image. Pembaca Kompas menurut survey tahun 1993 menunjukan kemakmuran dari kelas menengah Indonesia. kita bisa mengetahui dengan isu apa yang dipilih/ditonjolkan dan bagaiman penilaian terhadap hal yang dimunculkan dalam pemberitaan mereka.003 eksemplar. Pemilihan media surat kabar „Kompas‟ berdasarkan pertimbangan bahwa „Kompas‟ merupakan media surat kabar harian yang memiliki oplah besar di Indonesia. Tiras dalam surat kabar menjadi indikator dalam melihat jumlah pembaca yang berminat terhadap koran tersebut. sehingga „Kompas‟ mendapat perhatian lebih dari masyarakat. dengan demikian „Kompas‟ dapat menjangkau masyarakat dengan lebih luas dibanding media surat kabar lain.800 eksemplar dan tiga bulan setelah itu oplah meningkat menjadi 8. Apabila ingin mengetahui bagaimana penonjolan yang dilakukan media serta bagaimana pandangan suatu media terhadap suatu realitas tertentu.terhadap suatu realitas tertentu (yang ditampilkan). Oplah „Kompas‟ mengalami pertumbuhan yang terus meningkat dimana pertama kali cetak oplah „Kompas‟ sekitar 4.

sejak hari pertama terjadi kebakaran kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan (UP) 4 Cilacap memberitakan kejadian ini dengan gencar. Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada tendensi yang ditimbulkan „Media Indonesia‟ dalam hal membela kepentingan pemerintah dan mengetahui bagaimana „Media indonesia‟ mengemas perjanjian tersebut. Metro TV sebagai salah satu bagian dari media group. maka penelitian menggunakan analisis Framing. suatu jaringan media yang memiliki lebih dari satu media massa. baik dalam peranannya sebagai penyampai/sumber informasi maupun kemampuannya dalam mempengaruhi. Untuk mengetahui bagaimana sikap terhadap kebakaran kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan (UP) 4 Cilacap maka akan terlihat pada pemberitaan mereka masing-masing. . Analisis ini mengungkap lebih dalam bagaimana suatu realitas diangkat oleh media dalam pemberitaannya. Disamping itu juga akan terlihat dari pemilihan berita yang dimunculkan „Media Indonesia‟ pasca kebakaran kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan (UP) 4 Cilacap. Sebagai salah satu alat untuk mengetahui bagaimana media membangun tulisan opininya. Hal inilah yang akan membawa pengaruh terhadap pemberitaan dan opini yang ditampilkannya.yang luas. yang dipimpin oleh Surya Paloh yang menjabat sebagai Anggota Dewan Partai Golkar. Pemilihan „Media Indonesia‟ didasarkan pada pertimbangan bahwa „Media Indonesia‟ merupakan salah satu bagian dari Media Group. merubah bahkan menimbulkan action bagi masyarakat.

4 . Bagaimana konstruksi berita yang dilakukan oleh Kompas terhadap kebakaran Kilang minyak Pertamina UP IV Cilacap? b. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kompas dan Media Indonesia mengemas berita kebakaran kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan (UP) Cilacap. Rumusan Masalah Bagaimana Kompas dan Media Indonesia di dalam mengkonstruksi berita kebakaran kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan (UP) 4 Cilacap ? C. Identifikasi Masalah a.B. Bagaimana Konstruksi berita yang dilakukan oleh Media Indonesia terhadap kebakaran Kilang minyak Pertamina UP IV Cilacap ? D.

Setiap orang memiliki konstruksi yang berbeda-beda terhadap realitas yang sama.Kerangka Berpikir 1. Paradigma Kontruksi dan Pertukaran Makna Paradigma konstruksionisme melihat isi media sebagai sesuatu yang dibangun. tetapi dibentuk dan dikonstruksi. Dalam pandangan produksi dan pertukaran makna ini. Berger. Pesan tidak dilihat secara paralel atau linier semata tapi pesan itu sudah dinamis. Epistimologi paradigma konstruksionisme bersifat satu kesatuan. Menurut Berger proses dialektis tersebut . dan plural secara terus-menerus. Paradigma konstruksionisme mempunyai pandangan bahwa produk teks media merupakan hasil dari konstruksi media terhadap realitas. Dalam penelitian ini penulis menggunakan paradigma konstruksi dan pertukaran makna yang disebut pendekatan konstruksionis dengan metode analisis framing sebagai pisau analisis. tetapi pesan itu sudah dipengaruhi oleh realitas yang berada di luar pesan itu. Konsep konstruksionisme diperkenalkan oleh sosiolog interpretatif. Titik fokus dari pandangan ini adalah bagaimana pesan politik dibuat/diciptakan oleh komunikator dan bagaimana pesan itu secara aktif ditafsirkan oleh individu sebagai penerima. namun secara terusmenerus mempunyai aksi kembali terhadap penghasilnya. dimana ada pengaruh lain yang membuat pemahaman tentang pesan menjadi beragam. Realitas tidak terbentuk secara alamiah. dikonstruksi sedemikian rupa agar tercapai maksud yang inginkan. dinamis. Sebaliknya manusia adalah hasil atau produk dari masyarakat.5 Berger mengatakan bahwa masyarakat tidak lain adalah produk manusia. Tesis utama Berger adalah manusia dan masyarakat merupakan produk yang dialektis. Peter L. yaitu peneliti dan subyek merupakan perpaduan interaksi antara keduanya Pandangan konstruksionis melihat bahwa komunikasi adalah proses produksi dan pertukaran makna. menurut Fiske penyampaian pesan tidak hanya dipahami sebagai sebuah pesan yang disampaikan dari A ke B saja.

Kenyataan itu bersifat plural karena adanya relativitas sosial dari apa yang disebut pengetahuan dan kenyataan. Ia adalah produk interaksi antara wartawan dengan fakta.n Wartawan bisa jadi mempunyai konsepsi dan pandangan yang berbeda ketika melihat suatu peristiwa dan itu dapat dilihat dari bagaimana mereka mengkonstruksi peristiwa atau fakta dalam arti yang riil. kenyataan bersifat plural. dan dialektif bukan merupakan realitas tunggal yang bersifat statis dan final. Bagaimana kita menerapkan gagasan Berger mengenai konstruksi realitas ini dalam konteks berita? Sebuah teks berupa berita tidak bisa kita samakan seperti sebuah kopi dari realitas. Realitas diamati oleh wartawan dan diserap dalam kesadaran wartawan. Karenanya sangat potensial terjadi peristiwa yang sama tapi dikontruksi secara berbeda. obyektivasi dan internalisasi. apa yang nyata bagi seorang biarawan Tibet mungkin tidak nyata bagi seorang pengusaha Amerika. pengetahuan seorang penjahat berbeda dengan pengetahuan tentang kejahatan dari ahli kriminologi. wartawan dilanda oleh realitas. yaitu eksternalisasi. Tetapi sebaliknya ia dibentuk dan dikonstruksi. ia haruslah dipandang sebagai konstruksi atas realitas. Hasil dari berita adalah produk dari proses . Dengan pemahaman semacam ini. realitas berwajah ganda/plural. tidak juga sesuatu yang diturunkan begitu saja oleh Tuhan. Dalam proses internalisasi. dinamis. dimana dalam perspektif konstruksi sosial yang dibangun oleh Berger. Seperti diilustrasikan oleh Berger dan Luckman. Setiap orang bisa mempunyai konstruksi yang berbeda-beda atas suatu realitas. Di sini realitas bukan dioper begitu saja sebagai berita. wartawan menceburkan dirinya untuk memaknai realitas.mempunyai tiga moment/tahapan. Konsepsi tentang fakta diekspresikan untuk melihat realitas. Dalam proses eksternalisasi. Bagi Berger realitas itu tidak dibentuk secara ilmiah.

sampai melunaknya kembali dan di tanda tanganinya perjanjian tersebut.” mandek” karena ada tokoh Singapura yang keberatan dengan rancangan isi perjanjian. tetapi hasil dari konstruksi. sebuah realitas itu tercipta lewat konstruksi dan perspektif tertentu dari wartawan. Wartawan yang datang meliput kejadian mempunyai pemahaman dan konsepsi tersendiri tentang penanganan peristiwa tersebut. ia melihat begitu banyak peristiwa. wartawan. Berbagai peristiwa tersebut diinternalisasi dengan cara dilihat dan diobservasi oleh wartawan. Ketika wartawan berada di Istana Tampaksiring (tempat perjanjian). Misalnya peristiwa kebakaran Tangki Kilang Minyak Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap. sehingga terjadi proses produksi dan pertukaran makna. Mulai dari alotnya perjanjian ekstradisi. Pendekatan konstruksionis memandang realitas itusubyektif. disinilah terjadi proses dialektika antara apa yang ada dalam pikiran wartawan dan apa yang dilihat oleh wartawan. Pendekatan konstruksionis tidak melihat media sebagai saluran atau sarana penyampaian pesan dari komunikan kepada komunikator melainkan sebagai proses yang dinamis yang menekankan pada politik pemaknaan dan proses bagaimana seseorang membuat gambaran tertentu tentang realitas. . sebagaimana diketahui bahwa pendekatan konstruksionis mempunyai dua karakteristik penting : a) Pendekatan konstruksionis menekankan pada politik pemaknaan dan proses bagaimana seseorang membuat gambaran tentang realitas. Proses selanjutnya adalah internalisasi. Pendekatan konstruksionis mempunyai penilaian tersendiri bagaimana media. Makna adalah suatu proses aktif yang ditafsirkan seseorang dalam suatu pesan. realitas bukanlah sesuatu yang natural. Dalam pendekatan konstruksionis ditentukan bagaimana peristiwa atau realitas dibentuk. dan berita itu dilihat.interaksi dan dialektika tersebut.

tetapi aktif dan berubah-ubah dalam memberikan respon. Menurut Hart Andrew ada 5 prinsip dasar tentang media: 1) Media tidak secara sederhana merefleksikan atau meniru realitas. 4) Pesan tidaklah semata-mata ditentukan oleh keputusan produser dan editor tapi juga oleh pemerintah dan pengiklan.b) Pendekatan konstruksionis memandang kegiatan komunikasi sebagai proses yang dinamis yang menampilkan fakta apa adanya. lengkap dengan pandangan. bias. Media dan Proses Produksi Berita Media bukanlah saluran yang bebas. maka perlu bagi mereka untuk mempengaruhi cara audience menginterpretasikan apa yang mereka maksud. 3) Audience tidaklah pasif dan mudah diprediksi. ia juga subjek yang mengkonstruksi realitas. 2) Seleksi. Komunikator dengan realitas yang ada akan menampilkan fakta tertentu kepada komunikan. media juga berfungsi untuk membentuk persepsi/pemikiran mereka . 5) Media memiliki keanekaragaman kondisi yang berbeda yang dibentuk oleh perbedaan teknologi. memberikan pemaknaan tersendiri terhadap suatu peristiwa dalam konteks pengalaman dan pengetahuannya sendiri. Selain menyajikan informasi kepada audiecenya. bahasa dan kapasitas. Media memilih dan memproses fakta bagi audiencenya. Di sini media dipandang sebagai agen konstruksi sosial yang mendefinisikan realitas. dan pemihakannya. Karena mereka bekerja secara sistematis. tekanan dan perluasan makna terjadi dalam tiap hal dalam proses konstruksi dan penyampaian pesan yang kompleks.

Karena itu suatu peristiwa tidak selalu dijadikan berita oleh media. Sebagian ada yang menyebut dengan Vritta. . dengan kata lain adalah peristiwa yang ditentukan sebagai berita.” „kompas‟ dan „Media Indonesia‟ merupakan dua dari sekian banyak surat kabar yang editorialnya berbeda jauh dalam memberitakan peristiwa kebakaran yang melanda Kilang Minyak Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap. Berita. Isi surat kabar pada umumnya mengarah pada pemberitaan atau informasi tentang realitas yang sedang terjadi dan berlangsung dalam lingkungan sekelilingnya. Vritta dalam bahasa indonesia kemudian menjadi Berita atau Warta. Berita berasal dari bahasa sansekerta. Hal ini disebabkan peran wartawan masing-masing surat kabar. Latar belakang wartawan menentukan bagaimana berita dikonstruksi yang pada akhirnya menjadi rubrik-rubrik opini. ada proses seleksi untuk memilih suatu peristiwa menjadi sebuah berita. bukan peristiwa itu sendiri. arti sebenarnya adalah ada atau terjadi. mana berita dan mana bukan berita. Oleh sebab itu berita yang dihasilkan oleh surat kabar bukan cerminan dari sebuah realitas. dan semuanya secara potensial dapat menjadi berita. di sini wartawan sebagai pembentuk konstruksi. artinya kejadian atau yang telah terjadi. MacDougall mengatakan : “Setiap hari ada jutaan peristiwa di dunia. Peristiwa-peristiwa itu tidak serta merta menjadi berita karena batasan yang disediakan dan dihitung.melalui berita yang dimuat dalam media tersebut. yaitu Vrit yang dalam bahasa Inggris disebut Write. Berita adalah hasil akhir dari proses kompleks dengan menyortir (memilahmilah) dan menentukan peristiwa dan tema tertentu dalam satu kategori tertentu.

merekonstruksi peristiwa dan menjadikan informasi atau berita yang dibuatnya menjadi berbeda dengan pers yang yang lain. analisis framing adalah skema interpretasi yang digunakan oleh individu untuk menempatkan.mengidentifikasi. Dari berita inilah yang akan menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat atau pembaca sebagai efek dari berita tersebut.Tahap paling awal dari produksi berita adalah bagaimana wartawan mempersepsi peristiwa/fakta yang akan diliput. Mulanya. Konsep framing sering digunakan untuk menggambarkan proses seleksi dan menonjolkan aspek tertentu dari realitas oleh media. Wartawan bertugas untuk mencari fakta. Menurut Amy Binder. Gagasan mengenai framing pertama kali dilontarkan oleh Beterson tahun 1955. dan wacana. kebijakan. tetapi media menyeleksi sebuah peristiwa sebelum . Frame mengorganisir peristiwa yang kompleks kedalam bentuk dan pola yang mudah dipahami dan membentuk individu untuk mengerti makna peristiwa. dalam memproduksi berita media tidak begitu saja menulis sebuah peristiwa menjadi berita. Analisis Framing: Bagaimana Media Mengemas dan Menyajikan Berita Pada dasarnya analisis framing digunakan untuk menganalisis teks media. Framing dapat dipandang sebagai penempatan informasi secara khusus sehingga isu tertentu mendapat alokasi lebih besar dari pada yang lain. serta yang menyediakan kategori – kategori standar untuk mengapresiasikan realitas. menafsirkan. Seperti yang sudah dipaparkan diatas. melabeli peristiwa secara langsung atau tidak langsung. frame dimaknai sebagai struktur konseptual atau perangkat kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik. Esensi dari proses penulisan berita adalah usaha menemukan makna dari sebuah peristiwa atau ide.

serta hendak dibawa kemana berita tersebut oleh penulisnya. Panjangnya proses ini berdampak pula pada panjangnya daftar individu yang terlibat di dalamnya. Framing merupakan proses produksi dan pertukaran makna dan analisa framing merupakan proses yang menggunakan pendekatan konstruktivitas.berita tersebut untuk mengkonstruksikan pemikiran khalayak untuk sesuai yang diinginkan. Isi teks media dihasilkan dari proses yang panjang dari pegambilan data. sampai akhirnya termuat dalam suatu media massa. penulisan. Framing merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bagaimana pekerja media mengkonstruksi realitas. dimana ia berkesempatan untuk menafsirkan komentar dari sumber berita. editing. maka kita akan berkaitan langsung dengan konstruksi yang dilakukan media.dijadikan berita dan mengemas berita . Framing yang dilakukan media menunjukkan cara pandang mereka terhadap realitas tertentu. Konstruksi media merupakan hal yang melekat pada proses framing yang media lakukan. dan bagian mana yang ditonjolkan dan dihilangkan. bagaimana media membangun wacana dan melakukannya dengan framing. Ketika akan melakukan analisis framing media massa. bukan positivistik atau kritik. Skema itu bukan hanya memungkinkan wartawan mengolah dan . Masing-masing individu mempunyai cara pandang yang berebeda-beda dan masih dibatasi pula oleh otoritas dan lingkup decision making untuk memperlakukan isi media dalam proses dan produksinya. Bagaimana tampilan suatu realitas dalam media massa akan tergantung pada keputusan menyangkut framing yang ingin dilakukan. Framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana prerspektif itu pada akhirnya dapat menentukan fakta apa yang diambil. Dalam proses framing media intinya wartawan ditempatkan pada posisi strategis. bagian apa. Framing merupakan operasionalisasi wacana media. sehingga framing ada dalam setiap proses wacana media massa.

Skema Berita UNIT YANG DIAMATI Head line. penutup SKRIP Cara wartawan mengisahkan fakta TEMATIK Cara wartawan menulis fakta 3. lead. idiom. tapi sebuah teks menjadi bermakna karena diberitakan oleh seseorang.hubungan antarkalimat 2. proposisi. Kelengkapan Berita 5W + 1H . grafik Paragraf. gambar/foto. kalimat. Elemen Pendekatan Framing model Pan dan Kosicki STRUKTUR PERANGKAT FRAMING SINTAKSIS Cara wartawan menyusun fakta 1. latar informasi. Kata ganti Retoris Cara wartawan menekan fakta 7. peryataan. Pada kenyataannya. Bentuk kalimat 6. kutipan sumber. Metafora Kata. kecenderungan dan sikap politik mereka.mengemas informasi dalam jumlah besar tetapi juga dalam membuat berita sesuai dengan ideologi. sebuah teks sesungguhnya tidak mempunyai makna. Leksikon 8. Grafis 9. Proses framing media ini berhubungan dengan bagaimana produksi makna dihubungkan dengan teks berita. Koherensi 5. Detail 4.

Kilang ini dirancang untuk memproses bahan baku minyak mentah dari Timur Tengah.PROFIL PERTAMINA UNIT PENGOLAHAN IV CILACAP PT Pertamina (Persero) Unit Pengolahan IV Cilacap merupakan salah satu dari 7 jajaran unit pengolahan di tanah air. Selain itu kilang ini merupan satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air. Mengolah minyak dari Timur tengah bertujuan agar dapat menghasilkan bahan dasar pelumas dan aspal. Kilang di PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pengolahan IV Cilacap terdiri atas: Kilang Minyak I Kilang Minyak I dibangun tahun 1974 dengan kapasitas semula 100. Kilang Minyak I ini beroperasi sejak diresmikan Presiden RI tanggal 24 Agustus 1976. Sejalan dengan peningkatan kebutuhan konsumen.000 barrel/hari. Kilang ini bernilai strategis karena memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. dengan maksud selain mendapatkan BBM sekaligus untuk mendapatkan produk NBM yaitu bahan dasar minyak pelumas (lube oil base) dan aspal. dan terlengkap fasilitasnya. tahun 1998/1999 ditingkatkan kapasitasnya melalui Debottlenecking project sehingga menjadi 118. .000 barrel/hari.000 barrel/hari. yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348. mengingat karakter minyak dari dalam negeri tidak cukup ekonomis untuk produksi dimaksud.

tidak saja dari dalam negeri juga di impor dari luar negeri. Kilang ini mengolah minyak "cocktail" yaitu minyak campuran. sejalan dengan proyek peningkatan kapasitas (debottlenecking) pada tahun 1998/1999. . Kilang ini menghasilkan produk NBM dan Petrokimia. 2. Kemudian mengingat laju peningkatan kebutuhan BBM ditanah air. 3. Kilang Paraxylene Kilang Paraxylene Cilacap dibangun tahun 1988 dan beropersi setelah diresmikan oleh Presiden RI tanggal 20 Desember 1990. memiliki kapasitas awal 200. kapasitasnya juga ditingkatkan menjadi 230. Pertimbangan pembangunan Kilang ini didasarkan atas pertimbangan: 1. Kilang yang mulai beroperasi 4 Agustus 1983 setelah diresmikan Presiden RI. Adanya sarana pendukung berupa dermaga tangki dan utilitas.Kilang Minyak II Sedangkan Kilang Minyak II ini dibangun tahun 1981. Disamping terbukanya peluang pasar baik didalam maupun luar negeri.000 barrel/hari. dengan pertimbangan untuk pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri yang terus meningkat. Tersedianya bahan baku Naptha yang cukup dari Kilang Minyak II Cilacap.000 barrel/hari.

Firsan. dan Politik Media. Eriyanto. Yogyakarta. Yogyakarta. 2007. Bandung. Community Relations. Idiologi. Crisis Public Relations. Idiologi. LKiS. Rekatama Media. Yosal. Analisis Framing : konstruksi. Metode Penelitian untuk Public Relation. dan Politik Media. Simbiosa Rekatama Media. Bandung Iriantara. Dasar-dasar Public Relations.DAFTAR PUSTAKA Nova. Eriyanto (2002). Bandung Simbiosa . Gramedia Widiasarana Indonesia. Kontruksi. 2009. Elvinaro. 2004. Analisis framing. Remaja Rosdakarya. Elvinaro. Jakarta Ardianto. 2010. Ardianto.

3 507.8 .3./. 80.. -07-0/./43897:8..3 2034797 202.38:3/.3 /2:..3/. .3 . 079.9 .3.3203039:.203.3.8.: 31472. .3 802:.2079.././...  /.3 70. 8.3 -. /.3 2030-:9 /03.3. 203.3. 5.-. 70.. 378 /80-:9 790  .3. 0.3 90.9. -:.380079. 502-079.9 /./.-:. ..32.3 -079.02:/.: /.3 .203. 9/. /.3 2.9 203.5  .9..9.350789.. :2:23./.703.79.3/.9: 50789.90479079039:  .3 5. /.-.: -079.3 ' ./-079..../. &39 !034.9 .9: '79 .  079. 907./. !079.9 .5 ..../.20.83 2.7.8.. .  .  079.9.79 80-03.. 203.3 $09.3/9039:..340 8:7. -079.-9:-079..  207:5.3./  '799./.3.9..8.3 0/947..9..3 50789.-079.7 . 3 /80-.8.9:9/. ..3 /.7 80-:.. 502-039: 43897:8 .3 '799...3.-079.7 5.3 /:.4:.-.7  / 83 .3-079.9:..8 9039.50789. 40 20/.9.3 50789.79..: .0723.3. 50789.380033.8.9./. .9.  .23. 549038.-.7..3/../ 80-:.8  8 8:7.7 80.8079.8 . / /:3.. :9.203./. 9: 8:.793./079. 8:7.28. 0-./-079. /.83 8:7.9./7:-7 7:-7453  080-.3 . .9: 50789.7 574808 42508 /03.73. 90780-:9  .3 80-./.5. !0789./ /.2 202-079.3/4308.3 ..73.:.7 -.8.79.: 907. .3 0/.3-.3 907.2 -.3/9:3 2.2./.3 3. .3 -07.7 -:. 80.3203039:. 5748088008:39: 202 8:.9079039:/.2 20/.703.3 80/.  /.-.-.7. 3/4308.7 /.3203.3 .380-.-079.2 -.3/80/.3 /.7 .7-0. .350789.3902. .  ./  $0-..8  /. /03.9 ..23:3.3 20..79.: /. 2./.3 .9:803/7   425. -07..

/..%.3 2025078058 50789.7 574/:8 -079....79. ..5 5. . -.3 .2.3. /.

./.3 42508 0/.3/..3  . 203.... 203.3 8:/.80.3/.9/.3 203434.3 .387 5.8:39:203.780-:.387 50789.3 ... .5.8 20.3 :39: 203.8 /.2 -039: /.: 507.5. -09:8..187.23 .7../.: 502-.3 5078 .3.3 549  0-.8.3 5748088008/.0302..7.32.3. 897:9:7 438059:.5708.3 -079. ..7.. .7 -079. !.3 80-.:/0 .38:3  7.3/. 802. 3.7 2.9.7 5.9 /5.2 202574/:8 -079.9 0507.84020/.32:/. 203:8 80-:..93.3/-:.9047 89. . .  4380517.7.0/.887.8..3 . :8.79... .3 203/0391./: :39: 203025.331472.8 80. .20 20347.  8079.7 -079.9../.3-07-.2.9..3 /5:9  8038 /.88 17.:-079./.9..9.3 40 0907843 9. 90780-:9   3.3 2032-:.3 /:3.23 5079.3.3.3203.3.7 1.9.73..8509079039:/.2/.5.3 . /03. 20/.88 17.9.3.3 .3 ..3.7.1. . 8:9079039: 203/./ -07-0/.3 :39: 203.5 20/...9.9.  7. 17.3 /..7 574808 503:8.9.. 80-0:2 .  17.8  03:7:9 2 3/07  . 20302:.3 . 50789. /5..303. 503025.3 20303.8..3  /..2.7 /.238073 /:3./5./ -079. 207043897:850789.2-.:3   :. 39075709.. 80-..8 0- -08.8  /..9..23. 203008 80-:. :8:8 803.770.3..3-079:..70.3.3 31472. /439.8/.3./::39: 203079 2.  .80-.7. 010 /.23 /:3.3 40 3/.9. /.9.23 /.3 203.-050789.3.3 20347. ./.. 50789.38:3./.9047  .7 :39: 203.3.3079.3 $05079 .. . 50789.8.20 /2.  909.88 908 20/./.8 ..3 54.9.3202-039:3/.3 .50789.3 70.: 9/.3 2030/.8.4.

 !.187.3 /..: -.3.907.3.2-./. 90780-:9 :39: 20343897:8.. 5.33. 20/.3:39: 20309../-..3 1./.8.3:3.23 .570.320.3 .:.73./. 202-.3 43897:9..3 5.3 2.9.3 .23 20/.7.3. 393./.88.38:.3 . .3 503/0.: 79  .3 33 /.7 574808 ./.25. . 2.3 .2 574808 17.79. /.5.3 4507.23.3 20...9.8  7..3 42039.9.9.79.5..  . 90758. 20/.3 .908  /2.3/.843 2.3 5027. .23 20/. 202:33.9: 20/./.:.3 203:3.3:9 17.  503:8../.  2.17.343897:8 .. 574808 17.3 5.3 .3 /.88. .3.3 /.23.3 -.7 /.3 :39: 203..5 574808 .3 3:5 /0.23 207:5.3 /9025.5.  -.8 5:.39:3 5.3..89 . .3907-.3.220/.2.90780-:940503:83. 2.23... 20/..9 5.3 5079:.5:.503/0. 40 49479. 570785091 9: 5.9//..3 2.3.3 20/.  $02. 17. /.3  0/93  8.:. .5.  43897:8 20/.3/.:.19.3 -07./.2 809../03.3. 5748083-07/..33./. .9..3 /.8 /-./:. -0/.9 /. 203:3:.3./.5.3  7.9..3 9/.2. /.83 2. 9072:.:.88 17..3 /.9.3.88.3 8 20/. 2.3 :39: 202507./.3  8079.9:70.3 -070-0/.-079...02.3 /9434.3574/:83. /..3 -..8  -:.8 9079039:  7.23 207:5.. .88.83 3/.3..9.3/33.7. 9.2-  -. 5488 897.23 207:5.3 20302./.2574808/..9.38:3 /03..33.3..3 2070. 9: -:.3 . 2.9.  8 908 20/. .25.8.23.7.3 20/.  -079.3.9 203039:..8 /.3 2034.3  7.8.9.25.3 574808 . 207:5.:.  09..7 -. 20/..8 .9.3 574808 574/:8 /.3 907.2.3 -079. .3.3 .317.2.8/..3 203. 05:9:8.73/. 03/.843.7 8:2-07 -079.3. .3.  /. /.3./.8 -079.3 .. .3 /.3 .23 .3 .3.2 8:.3 200. -0708025.:.3 /.3 /.5.9..7 50.23 803. /.3 /.3 2.3..9.. 5007. .:39:808:.3 5489../.3 20/.20343897:870./: 2025:3.73.3 7.23 207:5.

79.8 :95..3 /..9. 574/:8 2.3 2038.9.7.079..3 203:8:31. %% ..9....2324/0!.9.31.39 #09478 . /03. 808:.79. /42  .908808:3:3.2-..20302.18  09.9.3..9/.. 9. 2.. &% % 0./-079.5 :.7.  !74808 17.23 20/..  $02.3 503:9:5 $#! .  407038  039:.9  ..8 31472.2 202-:.03.3.7 31472.     0843  7.31./30 0.2.3 8:2-07  507.33.8 /.9.03/07:3./ .9 -079. 80-:.7.703. $%#&%&# !#% # $%$$ .9. /.3.3 2030.2./.79. -08.3/.3 203:81.3 /03.9.. /:-:3. .348.3 -.37..3   0203!03/0.580-:. 3 -07:-:3.3 /044  0.5 549 2070.7 909. 908203..79.3.3 908 -079.  09..7.7.3 /03.3 8.2025:3./-072.  !.9.9.147.2 :2.340808047.

5.7.39.9  003.   .9 :-:3.1 5745488  .7.1494  7.2.7.2.3 .1 !.3079.

.5 207:5...3. !078074  &39 !034.7 .. 8.89.8574/:8907-08..3 8.3:395034.7..3 ' .770.9: /..7.7  .23.3202.!# !#%&%! '! !% !079..3   -.3/9.5.

 -.:3/03.89.9 3 .897:9:7/9..33.3:3.908 .  $0.843.5. 897.3/!%!#% !#$# .9:3.7 ..7  /.3317.3 202574/:8.83./.3.3. .7 8.9.3  /!:. 202. . ..84  0-:9:.89.804:39:0-:9:.3502-.9: 8./-.3.85.3 3 207:5.3  3.  .: .3 8.5 1.8802:.3 / 9.3-. . .3 3 -073.:   0-:9:.33.770.3 9: .703.3 90703.3:39.

:3.3-074507.:89:8  $0.880.3.7  .3/03./7082..3!708/03#9.33.9.30-:9:.35033..3 438:203 9.

770./ -.5.203.89.9.83.9 803.35740.3 .20.:0-499030./93.

:8:39:203/.33 /7.7%2:7903.3.8:/80./. 23.3.7.723.8 /.32.3 574/:....::5043428:39: 574/:8/2. 2039.9.8..3'.9:-.7/./.7/./.8.5.50:2.5.8.. 034.9.230079/.3..5907/7.9..9203. /03.3/..8 .3 203/.3.380.3-..85.8 :-04-. 2033.85.9.8:/      &39!034.-079::.80 /.3/..3:39:202574808-.3-.7 .90723.750:2.:23.5.7%2:7%03..

3:39.3.89.8.350792-.770. $0/. -074507.5.3..23007..3/-.33.3.33. -.3 /.9 .30-:9:..3:39:50203:./7082.3.3907:82033.:3  /03.3!708/03#  202.8:89:88090.32:.

.:3 ..9.30-:9:.3/9.3.8 /0-499030..3/03.89.9.3 5.9.3 2033.357405033.3./.5.:5033.7 02:/.7  80.9.

89.9./93./ -.:.83.3203.770.5. .

!0792-.::5/.3:39.3 40!708/03#9.23007 :.5   /.7.33.3.8.3.253907-:.:5:3:.3 9/./7082.7.8   8../2547/.//...8.3502-.50:.3.3:99.3/..3  %0780/..33 2034...:3/.3.73007         .7/.7.9.503/::3-07:5./.3.. 0802-07 ..3574/: /.4.8.33203.9.7-.9:23..7.22.8.7 .3-.23.3!./072.3.3-07450788090.3.8.35..7.:.030 .3!..7:...3.3.73007  .59.33//.9.3...5/-.8 50792-.030.3:3.3!09742.25:7.-.

3!490/.74     094/0 !0309.   422:39#0. 4.2.394  . 7/.3/:3   .7 !:-..9438  #02.3/:3  7.8. #48/.234397:8 /44 /. 48.7 /.20/.%#!&$%  4.9.0/. #0./.3   788!:-.394 3.3 :39: !:-.9. #0.  7/.23  43897:8  /44  /.  $  4.8. .3/4308.943   $2-48. 78.88 7..79.7..2.9438 $2-48.7.#0.3/:3 7.#0.0/. .8817.3.79.9438 7.  7.8.3 !49 0/.79. . #0.394  .74     .  ..394    3..7.3.3.39..