PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (PTS

)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KELAS DI SMPN 1 SUNGAI RAYA

Oleh :

M.YUNUS,S.Pd.

NIP. 19591009 197903 1002

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TIMUR

DINAS PENDIDIKAN

2011

HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang berjudul : MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KELAS DI SMPN 1 SUNGAI RAYA Disusun oleh : M. YUNUS. 19591009 197903 1 002 . S. Pd NIP.

.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur.

AGUSSALIM. yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya. sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini. 19630821 199101 1 001 KATA PENGANTAR Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. MH Pembina Utama Muda NIP. SH. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi Tugas materi penelitian Tindakan Sekolah pada Diklat Penguatan Kemampuan Kepala .

Untuk itulah. khususnya kualitas pengelolaan kelas sangat ditentukan oleh penguasaan kompetensi secara memadai oleh guru. Yunus. Keberhasilan peningkatan mutu pendidikan. M. semoga saja laporan penelitian Tindakan Sekolah ini mendapatkan perhatian dan saran yang konstruktif dari berbagai pihak yang berkompeten. Untuk itu melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyelenggaraan kegiatan ini.Pd . maka melalui Diklat Penguatan Kemampuan kepala Sekolah. Untuk meningkatkan kompetensi guru antara lain dapat ditempuh melalui peningkatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menerapkan modelmodel pembelajaran. S. maka pada pelaksanaannya Kepala Sekolah berkolaborasi dengan guru. Penulis.Sekolah Lembaga Penjamin di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bangunan dan Listrik (P4TK BBL) Medan. bahwa dimungkinkan terdapat sejumlah kekuarangannya. Selanjutnya penulis mohon adanya perbaikan atas laporan ini. karena penulis menyadari. Untuk melaksanakan kegiatan “Penelitian Tindakan Sekolah”. setiap peserta wajib membuat karya ilmiah dan untuk kepala sekolah diwajibkan melakukan Penelitian Tindakan Sekolah pada saat On the Job Learning.

PD Nip. Pada umumnya guru jarang mengunakan model pembelajaran dalam setiap proses pembelajaran karena kurangnya pemahaman guru tentang model-model pembelajaran yang dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. YUNUS. 19591009 197903 1 002 KEPALA SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA Dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah seorang guru hendaknya pandai memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Sebenarnya ada banyak model pembelajaran yang bisa dipakai oleh setiap guru dalam proses pembelajaran yang model pembelajara ini juga mudah diterapkan yaitu disesuaikan dengan bahan ajar dan materi yang akan disampaikan oleh guru tersebut. . S.ABSTRAK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KELAS DI SMPN 1 SUNGAI RAYA OLEH M. Dengan mengunakan model-model pembelajaran yang sesuai ini siswa dapat termotivasi dalam belajar untuk meningkatkan prestasinya khususnya pada ujian blok.

Dengan penelitian ini rumusan masalahnya apakah motivasi guru untuk menerapan model-model pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan mengajar guru pada SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA. …………………………………………………………………………. i Abstrak ………………………………………………………………………………………………………………. terjadi peningkatan 22% dari siklus I. dan kunci jawabannya kurang lengkap. 78%. 1 . soal).. Ini terbukti pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun sub-sub komponennya (teknik. Jika dipersentasekan. 56%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan motivasi mengajar guru dan belajar siswa. Jika dipersentasekan. ii Daftar Isi …………………………………………. bentuk instrumen. iv BAB I PENDAHULUAN …. 1 Latar Belakang Masalah ……………………………………………………………………………………. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan 3 (kurang baik dan baik). ……………………………………………………………………………. tiga orang mendapat skor 2 (cukup baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun ada guru yang masih keliru dalam menentukan teknik dan bentuk penilaiannya.…………………………………………. …………………………………………………. DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………. pedoman penskoran. dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik).

Lokasi. 11 .. ……………………………………………… 6 BAB III METODE PENELITIAN …………………………………. …………………………………………………………………. …………………………………………. ……………………………………………………………. 7 Teknis Analisi Data ………………….…………………………………... 10 Kondisi Awal …………………………………………………………………………………………………… 10 Siklus 1 ………………………………….………….. 4 Prosedur Penelitian ………………………………………………………………………………………… 7 Teknis Pengumpulan Data ………………. ………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………… 8 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN ……………………………………………………………...Rumusan Masalah ……………………………………………………………………………………………. dan Waktu Penelitian. 4 Kajian Teori dan Hasil Penelitian Yang Relevan …………………………………………………… 4 Penyelesaian Masalah …………………………….. 4 Subyek. …………………………………………………………………. 3 Mamfaat Penelitian …………………………………………………………………………………………… 3 BAB II KAJIAN PUSTAKA ………………………………………... 2 Tujuan Penelitian ………………………………. ……………….……….

. 20 BAB I PENDAHULUAN A. keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan.……………………. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Semua fungsi sekolah tersebut tidak akan efektif apabila komponen dari sistem sekolah tidak berjalan dengan baik. Sekolah memberikan pengetahuan. Salah satu dari bagian komponen sekolah adalah guru.……………………………………….. 18 Simpulan ……………………. …………………. ………………………………………………………………………………….Siklus 2 …………………………………………………………………………………………………… 12 Pembahasan …………………………………………………………………………………………… 13 BAB V Simpulan Dan Saran …………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. . 18 Daftar Pustaka …………………………. karena kelemahan dari salah satu komponen akan berpengaruh pada komponen yang lain yang pada akhirnya akan berpengaruh juga pada jalannya sistem itu sendiri.. 19 LAMPIRAN ……………………………………………………………………………………………………….. 18 Saran ………………………….

dan lupa). dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif. Siswa kurang aktif / siswa pasif dalam proses pembelajaran. Lebih parah lagi. siswa datang tanpa bekal pengetahuan seperti membawa wadah kosong. Hasil nilai ulangan / hasil belajar siswa pada pembelajaran rendah. Pembelajaran tidak menyenangkan bagi siswa. duduk.. sementara siswa menerima bahan jadi. penulis mencoba memberi solusi kepada guru-guru untuk menerapkan model-model pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA dengan menyusun berbagai perangkat pembelajaran yang . ada hal yang menyebabkan siswa tidak menikmati (senang) untuk belajar. Namun umumnya guru masih mendominasi kelas. tidak mengetahui manfaat belajar bagi masa depannya nanti.Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum. menurut Erman Suherman. Guru kurang mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. nonton. Namun penulis ingin mengubah hambatan tersebut menjadi sebuah kekuatan dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini tentu suatu hambatan bagi guru. Siswa belum terbiasa untuk bekerja sama dengan temannya dalam belajar. menguasai materi. Sebagai pendidik. menguasai metode. terdapat beberapa kendala pada pembelajaran selama ini antara lain : Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep. siswa pasif ( datang. berlatih. Untuk menjawab hal itu. Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran. Berdasarkan pengamatan penulis di SMPN 1 SUNGAI RAYA. penulis melihat pembelajaran menjadi kurang efektif karena hanya cenderung mengedepankan aspek intelektual dan mengesampingkan aspek pembentukan karakter. Guru memberikan konsep. inovatif dan menyenangkan. yaitu kebanyakan siswa tidak siap terlebih dahulu dengan (minimal) membaca bahan yang akan dipelajari. KKM tidak tercapai. …. siswa tidak menyadari tujuan belajar yang sebenarnya.

IX ? C. maupun sekolah. a. B. alat peraga. VIII. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut “Apakah penerapan modelmodel pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA dapat meningkatkan mutu pembelajaran siswa di SMPN 1 SUNGAI RAYA. . Manfaat Penelitian Penelitian tindakan sekolah ini.dibutuhkan seperti : RPP. dilakukan dengan harapan memberikan manfaat bagi siswa. Manfaat bagi siswa : Memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik. guru. teknik pengumpulan data. Meningkatkan aktivitas siswa di dalam belajar. dan instrumen yang dibutuhkan untuk membantu guru dalam mengelola kelas dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan.” Secara operasional rumusan masalah di atas dapat dijabarkan menjadi beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut : Apakah penerapan model-model pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 2 antau Selamat dapat meningkatkan mutu pembelajaran siswa di SMPN 1 SUNGAI RAYA? Apa saja kendala-kendala yang dihadapi guru dalam penerapan model-model pembelajaran melalui kegiatan Supervisi Kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA? Bagaimana respon siswa terhadap penerapan model-model pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA pada pembelajaran di kelas VII. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas. Meningkatkan penguasaan konsep.

b. c. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Manfaat bagi sekolah : Meningkatkan prestasi sekolah dalam bidang akademis. sebagai gambaran yang tentu ada kaitannya dengan materi pembahasan. Isinya berupa teori-teori yang diambil dari berbagai sumber. . Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan Pada bagian ini. penulis bermaksud mengemukakan beberapa hal yang berhubungan dengan teori dan pengertian untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan PTS ini. Meningkatkan kinerja sekolah melalui peningkatan profesionalisme guru. Memperoleh alternatif baru yang dapat diterapkan guru untuk peningkatan mutu pembelajaran.Menumbuhkan keberanian mengemukakan pendapat dalam kelompok/ membiasakan bekerja sama dengan teman. Manfaat bagi guru: Memperoleh alternatif baru yang dapat diterapkan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

sehingga siswa lebih aktif. termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran. bermakna. lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.34). lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkreasi. Mills : “model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses actual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu” Richard I Arends : model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan. tahap-tahap kegiatan di dalam pembelajaran. Berikut ini adalah pengertian model pembelajaran menurut pendapat para tokoh pendidikan antara lain: Agus Suprijono : pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial. Dalam pengembangan model pembelajaran yang mendapat penekanan pengembangannya terutama dalam strategi dan metode pembelajaran. Untuk masa sekarang ini perlu juga dikembangkan system penilaian yang mencakup ranah kognitif. Banyak model-model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru dalam proses kegiatan belajar mengajar yang pada prinsipnya pengembangan model pembelajaran bertujuan untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang efetif dan efisien. Oleh karena itu guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar bisa saja mengembangkan model pembelajaran sendiri dengan tujuan proses pembelajaran lebih efektif dan efisien. . lebih banyak mengaktifkan siswa.Model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar ( Udin Winataputra. afektif dan psikomotorik. Kompetensi dasar Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran. 1994. menyenangkan.

diantaranya: • Tidak ada balikan dari orang yang kompeten sejauhmana praktik profesional telah memenuhi standar kompetensi dan kode etik • Ketinggalan iptek dalam proses pembelajaran • Kehilangan identitas profesi • Kejenuhan profesional (bornout) • Pelanggaran kode etik yang akut • Mengulang kekeliruan secara masif • Erosi pengetahuan yang sudah didapat dari pendidikan prajabatan (PT) • Siswa dirugikan. • Membantu guru untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang muncul dalam proses pembelajaran . tidak mendapatkan layanan sebagaimana mestinya • Rendahnya apresiasi dan kepercayaan masyarakat dan pemberi pekerjaan Secara umum tujuan Supervisi Kelas untuk : • Menciptakan kesadaran guru tentang tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan kualitas proses pembelajaran.Supervisi Kelas Supervisi Kelas adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. Beberapa alasan mengapa Supervisi Kelas diperlukan. • Membantu guru untuk senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran. pengamatan dan analisis yang intesif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Subjek. BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dimulai 30 Mei sampai dengan 1 September 2011. B. Penyelesaian Masalah Berdasarkan kajian teori di atas. B.• Membantu guru untuk dapat menemukan cara pemecahan maslah yang ditemukan dalam proses pembelajaran • Membantu guru untuk mengembangkan sikap positif dalam mengembangkan diri secara berkelanjutan. Prosedur Penelitian . dan Waktu Penelitian Penelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan di SMPN 1 SUNGAI RAYA terhadap sembilan orang guru di SMPN 1 SUNGAI RAYA. maka dengan melalui kegiatan penerapan modelmodel pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan modelmodel pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA. Lokasi.

interaksi dengan siswa dengan siswa dalam kerja sama kelompok. wawancara dan instrument analisis penilaian. dengan melibatkan sembilan orang guru SMPN 1 SUNGAI RAYA. Penelitian dilakukan tahapan secara berkelanjutan selama 3 bulan. dan aktivitas siswa dalam diskusi kelompok. c) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran d) Merencanakan penerapan pembelajaran e) Menentukan indikator yang akan dijadikan acuan f) Mempersiapkan kelompok mata pelajaran g) Mempersiapkan media pembelajaran. interaksi siswa dengan guru dalam proses belajar mengajar. pengamatan (observasi). C. Selanjutnya bekerja dalam kelompok untuk menyusun rencana pembelajaran. dengan empat langkah pokok yaitu : perencanaan tindakan.Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah. 1. Perencanaan Tindakan a) Pemilihan topik b) Melakukan review silabus untuk mendapatkan kejelasan tujuan pembelajaran untuk topik tersebut dan mencari ide-ide dari materi yang ada dalam buku pelajaran. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan modelmodel pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA. pelaksanaan tindakan. dan refleksi. h) Membuat format evaluasi i) Membuat format observasi . Aspek yang diukur dalam observasi adalah antusiasme guru SMPN 1 SUNGAI RAYA dalam menerapkan model-model pembelajaran. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi berupa hasil karya penyusunan KTSP.

Teknis Analisis Data Penelitian tindakan sekolah ini berhasil apabila : Peningkatan nilai rata-rata siswa kelas VII.5. sementara guru lain memberi masukan. Pelaksanaan Tindakan Menerapkan tindakan sesuai dengan rencana.j) Membuat angket respon guru dan siswa 2. Tingkat aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar : . guru lain melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. 3. Selain itu dilakukan pemotretan yang mengclose up kejadian-kejadian khusus selama pelaksanaan pembelajaran. VIII. dengan langkah-langkah: Setiap guru yang telah menyusun rencana pembelajaran menyajikan atau mempresentasikan rencana pembelajarannya. Pada tahap ini seorang guru melakukan implementasi rencana pembelajaran yang telah disusun. IX. Guru yang ditunjuk tersebut mempresentasikan rencana pembelajarannya di depan kelas untuk mendapatkan umpan balik. Guru yang ditunjuk menggunakan masukan-masukan tersebut untuk memperbaiki rencana pembelajaran. D. Peningkatan nilai rata-rata 6. Pengamatan (observasi) Observer melakukan pengamatan sesuai rencana dengan menggunakan lembar observasi Menilai tindakan dengan menggunakan format evaluasi. sampai akhirnya diperoleh rencana pembelajaran yang lebih baik.

. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Kondisi Awal Dari hasil wawancara terhadap sembilan orang guru. hanya seorang yang memiliki dokumen standar proses (satu buah). Selain itu. kebanyakan guru tidak tahu dan tidak paham menyusun RPP dengan penerapan model-model pembelajaran secara lengkap. umumnya guru mengadopsi dan mengadaptasi RPP yang menerapkan model-model pembelajaran didalamnya. hanya orang guru yang pernah mengikuti pelatihan pengembangan RPP dengan penerapan model-model pembelajaran. Keterlaksanaan langkah-langkah dalam proses belajar mengajar ≥ 80 %. peneliti memperoleh informasi bahwa semua guru (sembilan orang) belum tahu kerangka penyusunan RPP dengan menerapkan model-model pembelajaran. kebanyakan guru belum tahu dengan komponen-komponen RPP yang menerapkan model-model pembelajaran secara lengkap. mereka setuju bahwa guru harus menggunakan RPP dengan menerapkan model-model pembelajaran dalam melaksanakan proses pembelajaran yang dapat dijadikan acuan/pedoman dalam proses pembelajaran.Tingkat keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar dinilai berhasil apabila masing-masing aktivitas yang menunjang keberhasilan belajar persentasenya di atas 70 %.

diperoleh informasi/data bahwa masih ada guru yang tidak melengkapi RPP-nya dengan komponen dan sub-subkomponen RPP penerapan model pembelajaran tertentu. dan (4) refleksi seperti berikut ini. Dilihat dari segi kompetensi guru. (2) pelaksanaan. (3) pengamatan. terjadi peningkatan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dari siklus ke siklus . misalnya komponen indikator dan penilaian hasil belajar (pedoman penskoran dan kunci jawaban). Siklus I (Pertama) Siklus pertama terdiri dari empat tahap yakni: (1) perencanaan. inspiratif.Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap sembilan RPP yang dibuat guru (khusus pada siklus I). Hal itu dapat dilihat pada lampiran Rekapitulasi Hasil Penyusunan RPP penerapan model-model pembelajaran dari Siklus ke Siklus B. dan sistematis. Perencanaan ( Planning ) 1 Membuat lembar wawancara 2 Membuat format/instrumen penilaian RPP penerapan model-model pembelajaran 3 Membuat format rekapitulasi hasil penyusunan RPP penerapan model-model pembelajaran siklus I dan II . menantang. 1. Rumusan kegiatan siswa pada komponen langkah-langkah kegiatan pembelajaran masih kurang tajam. interaktif.

Semuanya menyusun RPP. 4) indikator pencapaian kompetensi. 2) standar kompetensi. dan kunci jawaban). tapi masih ada guru yang belum melengkapi RPP-nya baik dengan komponen maupun sub-sub komponen RPP penerapan model-model pembelajaran tertentu. 7) alokasi waktu. 10) sumber belajar. 6) materi ajar.Satu orang tidak melengkapinya dengan teknik. . Untuk komponen penilaian hasil belajar. pedoman . Satu orang tidak melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan komponen indikator pencapaian kompetensi. terhadap sembilan orang guru. dapat dikemukakan sebagai berikut.Satu orang tidak melengkapinya dengan teknik dan bentuk instrumen. Sebelas komponen RPP penerapan model-model pembelajaran yakni: 1) identitas mata pelajaran. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya komponen RPP penerapan model-model pembelajaran yang belum dibuat oleh guru. Pelaksanaan (Acting) Pada saat awal siklus pertama indikator pencapaian hasil dari setiap komponen RPP penerapan model-model pembelajaran belum sesuai/tercapai seperti rencana/keinginan peneliti. 3) kompetensi dasar. 9) langkah-langkah kegiatan pembelajaran. 3. bentuk instumen. metode pembelajaran.4 Membuat format rekapitulasi hasil penyusunan RPP penerapan model-model pembelajaran dari siklus ke siklus 2. . 30 Mei 2011. pedoman penskoran. Pengamatan Hasil pengamatan pada siklus kesatu dapat dideskripsikan berikut ini: Pengamatan dilaksanakan Senin. 11) penilaiaan hasil belajar ( soal. 5) tujuan pembelajaran. soal.

. dan kunci jawaban. . 12 Juli 2011. Siklus II (Ke) Siklus ke juga terdiri dari empat tahap yakni: (1) perencanaan. tapi masih ada guru yang keliru dalam menentukan kegiatan siswa dalam langkahlangkah kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran. . terhadap sembilan orang guru. Hasil pengamatan pada siklus ke dapat dideskripsikan berikut ini: Pengamatan dilaksanakan Selasa.Satu orang tidak melengkapinya dengan pedoman penskoran dan kunci jawaban. (2) pelaksanaan. C. dan kunci jawaban. Selanjutnya mereka dibimbing dan disarankan untuk melengkapinya. dan (4) refleksi.orang tidak melengkapinya dengan teknik. (3) pengamatan.Satu orang keliru dalam menentukan teknik dan bentuk instrumennya. .penskoran. Untuk komponen penilaian hasil belajar. dan kunci jawaban. pedoman penskoran.Satu orang tidak melengkapinya dengan soal. serta tidak memilah/ menguraikan materi pembelajaran dalam sub-sub materi. pedoman penskoran. Semuanya menyusun RPP dengan penerapan model-model pembelajaran. dapat dikemukakan sebagai berikut: .

Selanjutnya mereka dibimbing dan disarankan untuk melengkapinya. . terjadi peningkatan dari siklus ke siklus. Selanjutnya dilihat dari kompetensi guru dalam menyusun RPP dengan penerapan model-model pembelajaran.Satu orang kurang jelas dalam menentukan pedoman penskoran. dan dilaksanakan dalam siklus. D. .Satu orang keliru dalam menentukan bentuk instrumen berdasarkan teknik penilaian yang dipilih. .. terdiri atas sembilan guru. Pembahasan Penelitian Tindakan Sekolah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur yang merupakan sekolah binaan peneliti berstatus negeri. Hal ini peneliti ketahui dari hasil pengamatan pada saat melakukan wawancara dan bimbingan penyusunan RPP dengan penerapan model-model pembelajaran.Satu orang tidak menuliskan rumus perolehan nilai siswa. Kesembilan guru tersebut menunjukkan sikap yang baik dan termotivasi dalam menyusun RPP dengan penerapan model-model pembelajaran dengan lengkap.

terjadi peningkatan 13% dari siklus I.1. 84%. Jika dipersentasekan. 2. terjadi peningkatan 16% dari siklus I. Komponen Identitas Mata Pelajaran Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan identitas mata pelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan identitas mata pelajaran). Semuanya mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan. dan baik). Jika dipersentasekan. 100%. 2. dan 3 (kurang baik. 3. Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan identitas mata pelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Jika dipersentasekan. orang mendapat skor 3 (baik) dan enam orang mendapat skor 4 (sangat baik). cukup baik. Komponen Standar Kompetensi Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan standar kompetensi dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan standar kompetensi). Lima orang guru mendapat skor 3 (baik) dan tiga orang mendapat skor 4 (sangat baik). Lima orang guru mendapat skor 4 (sangat baik). dan 3 (kurang baik. Komponen Kompetensi Dasar Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan kompetensi dasar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan kompetensi dasar). 81%. 81%. 94%. Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan standar kompetensi dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. cukup baik. dan baik). Satu orang guru masing-masing mendapat skor 1. Jika dipersentasekan. 2. Masing-masing satu orang guru mendapat skor 1. .

orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan 2 (kurang baik dan cukup baik). orang mendapat skor 2 (cukup baik). 6. dan lima orang mendapat skor 3 (baik). 78%. 94%. terjadi peningkatan 13% dari siklus I. Komponen Materi Ajar Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan materi ajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan . Jika dipersentasekan. 84%. terjadi peningkatan 21% dari siklus I. Jika dipersentasekan. terjadi peningkatan 22% dari siklus I. Komponen Indikator Pencapaian Kompetensi Pada siklus pertama tujuh orang guru mencantumkan indikator pencapaian kompetensi dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan indikator pencapaian kompetensi). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan kompetensi dasar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Satu orang guru mendapat skor 1 (kurang baik). Komponen Tujuan Pembelajaran Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan tujuan pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan tujuan pembelajaran).Lima orang guru mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan. Empat orang guru mendapat skor 3 (baik). 63%. 5. Sedangkan satu orang tidak mencantumkan/melengkapinya. orang mendapat skor 3 (baik) dan enam orang mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan. 56%. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan. Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan indikator pencapaian kompetensi dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan tujuan pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Lima orang mendapat skor 3 (baik) dan tiga orang mendapat skor 4 (sangat baik). 4.

model-model pembelajarannya dengan materi ajar). Tiga orang mendapat skor 3 (baik) dan lima orang mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan. 9. Jika dipersentasekan. Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan metode pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. 91%. 7. 8. dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). orang mendapat skor 2 (cukup baik). Enam orang mendapat skor 3 (baik) dan orang mendapat skor 4 (sangat baik). 72%. Jika dipersentasekan. Jika dipersentasekan. 75%. terjadi peningkatan 3% dari siklus I. orang guru mendapat skor 2 (cukup baik). Semuanya mendapat skor 3 (baik). Komponen Alokasi Waktu Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan alokasi waktu dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajaran penerapan model-model pembelajarannya dengan alokasi waktu). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan materi ajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Satu orang mendapat skor 2 (cukup baik). 81%. Jika dipersentasekan. lima orang mendapat skor 3 (baik). Satu orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan 4 (kurang baik dan sangat baik). 66%. Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan alokasi waktu dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. terjadi peningkatan 15% dari siklus I. dan empat orang mendapat skor 3 (baik). Jika dipersentasekan. terjadi peningkatan 16% dari siklus I. 75%. enam orang mendapat skor 3 (baik). Komponen Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran . Komponen Metode Pembelajaran Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan metode pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan metode pembelajaran).

bentuk instrumen. Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan sumber belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. 10. 53%. terjadi peningkatan 3% dari siklus I. sedangkan lima orang mendapat skor 3 (baik). sedangkan satu orang mendapat skor 3 (baik). terjadi peningkatan 19% dari siklus I. 69%. terjadi peningkatan 22% dari siklus I. tiga orang mendapat skor 2 (cukup baik). Jika dipersentasekan. Jika dipersentasekan. Jika dipersentasekan. Jika dipersentasekan. orang guru masingmasing mendapat skor 1 dan 3 (kurang baik dan baik). Satu orang mendapat skor 2 (cukup baik) dan tujuh orang mendapat skor 3 (baik). 66%. Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun ada guru yang masih keliru dalam menentukan teknik dan bentuk penilaiannya. dan kunci jawabannya kurang lengkap. 56%.Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan langkahlangkah kegiatan pembelajaran). Komponen Sumber Belajar Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan sumber belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan sumber belajar). soal). Pada siklus I nilai rata-rata . 72%. orang mendapat skor 2 (cukup baik) dan enam orang mendapat skor 3 (baik). pedoman penskoran. Tujuh orang guru mendapat skor 2 (cukup baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Jika dipersentasekan. 78%. Berdasarkan pembahasan di atas terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP penerapan model-model pembelajaran. Penilaian Hasil Belajar Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun sub-sub komponennya (teknik. Tiga orang guru mendapat skor 2 (cukup baik). Jika dipersentasekan. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik).

Jadi. pada siklus II nilai ratarata komponen RPP penerapan model-model pembelajaran 83%. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari siklus ke siklus . Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakan wawancara dan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP kepada para guru. Kesimpulan Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dapat disimpulkan sebagai berikut. dapat dilihat pada lampiran Rekapitulasi Hasil Penyusunan RPP penerapan model-model pembelajaran dari Siklus ke Siklus SMP Negeri 1 Sungai Raya. terjadi peningkatan 14%. Untuk mengetahui lebih jelas peningkatan setiap komponen RPP penerapan modelmodel pembelajaran. B. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun RPP apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP dari peneliti.komponen RPP penerapan model-model pembelajaran 69%. Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP 69% dan pada siklus II 83%. Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi guru dalam menyusun RPP dengan lengkap. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Saran . terjadi peningkatan 14% dari siklus I. Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP.

Bandung : Dinas __________Pendidikan Provinsi Jawa Barat . Supervisi Kelas (Modul Manajemen Berbasis Sekolah). Oleh karena itu. (2009). peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut. Dokumen RPP penerapan model-model pembelajaran hendaknya dibuat minimal rangkap. DAFTAR PUSTAKA Erman Suherman. Motivasi yang sudah tertanam khususnya dalam penyusunan RPP penerapan model-model pembelajaran hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan/ dikembangkan .html Penelitian Tindakan Sekolah Iim Waliman.com/1207trimo1. dkk. 2001.Telah terbukti bahwa dengan bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam menyusun RPP penerapan model-model pembelajaran. satu untuk arsip sekolah dan satunya lagi untuk pegangan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Model-model Pembelajaran http ://re-searchengines. RPP penerapan model-model pembelajaran yang disusun/dibuat hendaknya mengandung komponen-komponen RPP penerapan model-model pembelajaran secara lengkap dan baik karena RPP penerapan model-model pembelajaran merupakan acuan/pedoman dalam melaksanakan pembelajaran.

_______ dan instrumen). Pendekatan Pembelajaran Udin Winataputra. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. A. Prinsip Teknik Supervisi Pendidikan. (Surabaya.( 1994. Usaha ________Nasional. Sudrajat Akhmad.S Syaodih Nana. (2006). Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan ________Dasar dan Menengah. 1981 PROGRAM SUPERVISI PADA SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012 .prinsif. Frans Mataheru. Piet. Model pembelajaran Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan ________Nasional. Sahertian. Bandung : Aditama.34). Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah(konsep.

I. PENGERTIAN

Program Supervisi tahun pelajaran 2011/ 2012 adalah merupakan suatu rencana yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2011 / 2012 yang merupakan pedoman dan arah dalam melaksanakan Supervisi di SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur.

II. D A S A R

Dasar penyusunan Program Supervisi tahun pelajaran 2011/ 2012 ini adalah : Buku Kurikulum KTSP Buku Petunjuk Administrasi Sekolah Lanjutan Tingkat Menengah Atas Kelender Pendidikan Tahun Pelajaran 2011 / 2012 Pengarahan Pengawas Kabupaten Aceh Timur Petunjuk Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.

III. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan disusun Program Supervisi ini adalah untuk memberikan arah bagi pelaksanaan seluruh kegiatan supervisi, baik supervisi kelas maupun supervisi Pustaka dan lain –lain, dalam tahun pelajaran 2011/ 2012 dengan tujuan agar dapat mengetahui, menilai sekaligus meningkatkan proses belajar mengajar sebagai usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA.

IV. RUANG LINGKUP PROGRAM

Program Supervisi tahun pelajaran 2011/ 2012 berisi kegitan yang meliputi antara lain : Pembuat Jadwal Program Pelaksanaan Supervisi Jadwal Kunjungan Kelas Penyediaan Instrumen Supervisi Catatan / Format / Penilaian Administrasi Guru Tindak Lanjut

V. RINCIAN PROGRAM SUPERVISI

Program Supervisi tahun pelajaran 2011 / 2012 sebagaimana dikemukakan pada ruang lingkup program dapat diuraiakan sebagai berikut :

Jadwal Program Pelaksanaan Supervisi Tahun Pelajaran 2011/ 2012 yang berisi sebagai berikut :

Persiapan / Pembagian bahan Administrasi Guru Pemeriksaan Program Pengajaran Guru Observasi Kelas Penilaian Data Sikap Propesional Guru Penilaian Administrasi Guru Pembinaan Perorangan Pembinaan Kelompok Evaluasi Program

jam ke berapa Guru yang bersangkutan mengajar pada saat supervisi. mata pelajaran serta kelas guru bersangkutan akan mengajar. tanggal. Instrumen Supervisi Dalam melaksanakan supervisi. JENIS DAN JADWAL KEGIATAN .Jadwal Kunjungan Kelas Jadwal Kunjungan Kelas ini berisi daftar nama – nama guru yang akan dilakukan Supervisi lengkap dengan hari. terlebih dahulu disisipkan instrument supervise yang terdiri dari : Lembaran Kegiatan Guru Aspek – aspek yang dinilai Aspek kegiatan yang dinilai VI.

Indentifikasi jenis kegiatan serta jadwal Supervisi yang berlangsung di sekolah meliputi : NO JENIS KEGIATAN JADWAL PELAKSANAAN 1 2 3 .

4 5 6 7 8 Persiapan / Pembagian bahan Administrasi Untuk Guru .

Pemeriksaan Program Mengajar Guru Observasi Kelas Penilaian Data Sikap Propesional Guru Penilaian Administrasi Guru Pembinaan Perorangan Pembinaan Kekompok .

September. Mei 2012 . dan Oktober 2011.Evaluasi Program Juli 2011 dan Januari 2012 Bulan Juli 2011 Juli. Maret dan Mei 2012 Desember 2011. Mei 2012 September dan Desember 2011. Februari.

Juni 2012 September 2011 .d. Mei 2012 Januari dan Juni 2012 Sungai Raya. Juli 2011 Kepala SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA .Juli 2011 s.

S. 19591009 197903 1 002 JADWAL PELAKSANAAN SUPERVISI SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012 .Pd NIP. YUNUS.M.

NO PROGRAM PELAKSANAAN W A K T U JULI AGUS SEPT OKT NOP DES .

JAN

FEBR

MAR APR MEI JUN KET 1 2 3 4 5 1 2 3 4

1 2 3 4

1

2 3 4

1 2 3 4

1 2 3 4

1 2 3 4

1 2 3 4

1

2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1

2

3

4 5 6 7 8 Persiapan/Pembagian Bahan Administrasi Pemeriksaan Program Pengajaran Guru Observasi Kelas .

Penilaian Data Sikap Propesional Guru Penilaian Administrasi Guru Pembinaan Perorangan Pembinaan Kelompok Evaluasi Program .

= .

= = = .

= = = .

= = .

= .

= .

= .

= = = .

= = .

= = .

= = = .

= = = .

= = .

= = .

= .

= = .

= .

= = = .

= = = = .

= = = .

= .

= = .

= = = = .

= = .

= = = .

= = = .

= = .

= = = .

=

=

=

=

=

=

=

= = = .

= = = = .

= = = .

= = = .

= .

= = .

= .

= .

= .

= .

= .

= = .

= = Sungai Raya. Juli 2011 .

YUNUS.Pd NIP.19591009 197903 1 002 JADWAL SUPERVISI GURU – GURU PADA SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012 NO NAMA GURU/NIP HARI/TGL JAM KE MATA PELAJARAN KLS KET .Kepala SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA M. S.

1 2 3 4 5 6 .

7 8 9 10 11 12 13 .

14 15 16 17 18 19 20 .

S.Sungai Raya. YUNUS.Pd NIP. 19591009 197903 1 002 DAFTAR CHEKLIS LIST PERANGKAT KBM GURU MATA PELAJARAN PADA SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012 NO NAMA GURU MENGAJAR MATA PELAJARAN KLS . Juli 2011 Kepala SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA M.

PERANGKAT KBM YANG TELAH ADA OBSERVASI KELAS NILAI PT PK OK 1 2 2 3 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 PS SLB PEBRUARI RPP KKM MARET EV AN RE SEPTEMB OKTOBER 1 2 3 4 .

.5 6 7 8 9 10 11.

17. 15. . 14. 13.12. 16.

S.18. YUNUS. 20.19591009 197903 1 002 . 19.Pd NIP. Juli 2011 Kepala SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA M. Sungai Raya.

3. . 2.Format A DAFTAR PERNYATAAN PRA OBSERVASI No Pertanyaan Catatan Wawancara 1.

.4. 5. 7. 6. 8.

9. 10. Materi apa yang akan Saudara ajarkan ? Kemampuan apa yang diharapkan dimiliki siswa ? Persiapan tertulis apa saja yang Saudara buat ? .

Dapatkah Saudara menceritakan pertahapan pengajarannya ? Menurut Saudara apakah ada materi-materi yang diperkirakan sulit dicerna oleh siswa ? Apakah menurut dugaan Saudara ada yang menjadi sumber kesulitan belajar siswa ? .

Apa saja yang Saudara siapkan? Mengapa alat-alat itu diperlukan ? Bagaimana kalau saya ikut mengamati PBM di kelas ini ? Materi : …………………………….Bagaimana perasaan Saudara mengenai kesiapan Saudara mengajar ? Metode apa yang paling utama yang akan Saudara gunakan ? Apakah Saudara akan menggunakan alat Bantu? Jika tidak. mengapa? Jika iya.. Tujuannya dihayati/tidak .

Pembagian Minggu Efektif : ada / tidak Silabus : ada / tidak Prota/prosem : ada / tidak KKM : ada / tidak RPP : ada / tidak Evaluasi : ada / tidak Petahapan sesuai / tidak dengan persiapan Materi : a. ………………………. Sulit b. ……………………….. ..

. ………………………. Ada yaitu : ………………………… ……………………………………….c. d. ………………………. ……………………………………… . ……………………………………… Siap / Kurang Siap Sumber kesulitan belajar …………… ……………………………………… Metode : …………………………...

11 Juli 2011 Guru Mapel………………… Kepala Sekolah. Ya.. ……………………………………… ……………………………………… Perlu karena : ……………………… ……………………………………… Sungai Raya. karena ………………………. .Tidak. yaitu : ………………………….

....____________________________ M. No Aspek yang dinilai . : ……………………………………………………. : ……………………………………………………..YUNUS. : ……………………………………………………. S. : …………………………………………………….Pd NIP. 19591009 197903 1 002 SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS Nama Sekolah Nama Guru Mata Pelajaran SK / KD Kelas/Semester Jam Pelajaran Ke : SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA : ……………………………………………………. NIP.

Ada Tidak Ada Nilai Analisis Pendapat / Komentar 1. PERSIAPAN Prota/Prosem RPP Perumusan Indikator Pembelajaran Rumusan Tujuan Pembelajaran Penjabaran Materi Alat / Bahan Pelajaran Langkah-langkah PBM Penilaian KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENDAHULUAN Penampilan guru Apersepsi / motivasi Penggunaan |Bahasa Indonesia PENGEMBANGAN Penguasaan Materi Penyajian sesuai dengan urutan materi .

Metode / pendekatan Penggunaan alat Bantu Partisipasi siswa Bimbingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar Tekhnis bertanya PENERAPAN DAN PENUTUP Tes proses belajar Daya serap Resume Tugas Siswa Pelaksanaan sesuai dengan alokasi waktu Mengakhiri belajar dengan baik KESIMPULAN : ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ………………………… .

FORMAT C . NIP.SARAN : ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ………………………… Guru yang bersangkutan Petugas NIP.

3. 4.DAFTAR PERTANYAAN POST OBSERVASI No PERTANYAAN JAWABAN 1. . 2. 5.

8. Bagaimanakah pendapat Saudara setelah menyajikan pelajaran ini ? Apakan KBM sudah sesuai dengan yang direncanakan ? Dapatkah Saudara mencerikatan hal-hal yang dirasakan memuaskan dan hal-hal yang belum memuaskan dalam proses pembelajaran tadi ? . 9. 7.6.

berdasarkan kegiatan yang baru saja Saudara lakukan dan pengamatan saya. Dengan demikian. apa yang akan Saudara lakukan untuk untuk pertemuan berikutnya ? .Bagaimanakah perkiraan Saudara mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran ? Apa yang menjadi kesulitan siswa ? Apa yang menjadi kesulitan Saudara ? Apakah alternative lain untuk mengatasi kesulitan itu? Marilah sama-sama kita mengidentifikasi hal-hal yang telah mantap dan hal-hal yang perlu peningkatan.

Kesan umum : ……………………………………… ……………………………………………………… ……………………………………………………… .

.

…………………………. . …………………………..Saran : …………………..

Guru Petugas NIP. NIP. A–3 . * Coret yang tidak perlu.

5. . 26 Sungai Raya 24452 Lembar Kegiatan Guru 1. 3. Langsa-Idi Km.Dinas Pendidikan Provinsi : Aceh Kab / Kodya : Aceh Timur Kecamatan : Sungai Raya Sekolah : SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA Alamat : Jln. 2. 4.

7. 9. 10.6. 8. Nama Laki-laki / Perempuan Tempat dan Tanggal Lahir Agama Kawin / Tidak Kawin / Janda / Duda Jumlah Tanggungan Masa Kerja .

..Golongan / Ruang Ijazah yang diperoleh Mengajar mata pelajaran Perminggu Tugas-tugas lain Mengajar disekolah lain Perminggu : ………………………………….

: a. Seluruhnya ……………... …………………………………. : …………………………………. 2.. disekolah ini …………… tahun. / ….. ………………………………….. …………… bulan c. …………… bulan : ………………………………….. ………………………………….Jam . : …………………………………. 3. …………………………………. : 1.. : ………………………………….: ………………………………….. tahun... Golongan………………. : a.. tahun. : ………………………………….. …………… bulan b.

…………………………………..Jam c. ………………………………….Jam : 1. 4.. 2.b.. …………………………………. …………………………………. …………………………………. …………………………………... / …. 3. / …. : ……………………. .. / …………….. Jam No Aspek-Aspek Yang Dinilai A B C D E 1.

………………………………… Kelas …………………………. 3.2. ………………………………… Kelas …………………………. ………………………………… Kelas …………………………. Sikap Profesional Prestasi Guru Rata-rata Propesi mengajar rata-rata Hubungan kerja sama . Prestasi mengajar ………………………………… Kelas ………………………….

Keterampilan Administrasi Keterampilan dan Ketelitian Percetakan : Rencana mengajar persemester Modal satuan pelajaran Pekerjaan mengoreksi hasil tes serta pencatatan / persiapan No Aspek-Aspek Yang Dinilai A B C D E .

Buku Prestasi siswa Buku catatan hasil belajar siswa ( Buku Nilai ) Buku Sumber Untuk mengajar Catatan siswa yang mempunyai kesulitan belajar Lain-lain ……………………………………………………………… Hasil Penilaian Rata-rata 1 2 3 4 .4.

………. ………. ………. Pendapat dan kesimpulan *) Saran-sara *) : ……………………………………………………………. Catatan : 1) Data untuk Prestasi mengajar diambil dari S – 1 2) Data untuk sikap Profesional diambil dari S – 3 .. : …………………………………………………………….Rata-rata Seluruhnya Katagori ………..

. * ) diisi dengan kata-kata singkat. 20….. Yang menilai ( ) NIP. Dinas Pendidikan ..…………………………. ……………………….

Langsa-Idi Km. 26 Sungai Raya 24452 Nama Guru : Ijazah : Golongan / Ruang : Data Sikap Profesional Guru No Aspek-Aspek Kegiatan Yang Dinilai A B .Provinsi : Aceh Kab / Kodya : Aceh Timur Kecamatan : Sungai Raya Sekolah : SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA Alamat : Jln.

C D E

1.

2.

3.

Presentase

Hadir kesekolah tepat pada waktunya Ikut serta dalam Upacara Sekolah Ikut serta dalam Rapat-rapat Sekolah Ikut serta dalam Kegiatan Ko kurikuler Ikut serta dalam Penataran, Lokakarya dan sebagainya Hadir dalam kelas sesuai dengan jadwal Pelajaran

Profesi Mengajar Menyiapkan jadwal alokasi waktu mengajar Menyiapkan Program model satuan pelajaran Menyiapkan pencatatan analisa hasil belajar Ikut memecahkan kesulitan yang dihadapi siswa

Hubungan kerja sama Ikut membantu Kepala Sekolah di Dalam Memecahkan masalah bersama Ikut membantu rekannya dalam memecahkan kesulitan mengajar Ikut menciptakan hubungan yang baik sebagai pegawai Tata Usaha termasuk pesuruh

Hasil analisa dan Kesimpulan : 1 Presensi Guru Rata-rata ……………………………………. %

Katagori

2

Profesi Mengajar

……………………………………. % …………………………

3

Hubungan Kerja Sama …………………………

……………………………………. %

4

Rata-rata Keseluruhan …………………………

……………………………………. %

1. Pendapat dan kesimpulan : …………………………………………………………….. X )

2. Saran-saran : …………………………………………………………….. X )

………………………….., ………………………. 20…..

S–2 Dinas Pendidikan Provinsi : Aceh Kab / Kodya : Aceh Timur . X ) diisi dengan kata-kata singkat.Yang menilai ( ) NIP.

Indonesia Pend. KeterpTIK. Agama PPKN Pend. Langsa-Idi Km. 26 Sungai Raya 24452 Pend. Jasmani Matematika B. Inggris B. Daerah IPS Rata B.Kecamatan : Sungai Raya Sekolah : SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA Alamat : Jln. Kesenian IPA Pend. Rata- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 .

1. 5. 4. 2. 6. . 3.

7. Merumuskan tujuan bidnag studi ( mata pelajaran ) secara operasional Kegiatan belajar siswa Kreativitas siswa dalam memecahkan masalah Cara mengorganisisr kegiatan belajar mengajar Penggunaan alat-alat ( media pelajaran ) .

Penggunaan Tes Tes Uraian Tes Objektif Salah/Benar Pilihan Ganda Mencocokkan Tes Perbuatan Tes Kesegaran Jasmani Tes Keterampilan Olah Raga Pelaksanaan membimbing dan menolong siswa dalam memecahkan kesulitan belajar Hasil Penilaian Rata-rata 1 2 3 4 Rata-rata Seluruhnya .

Mengetahui : Pengawas. Pendapat dan kesimpulan *) Saran-saran *) : ……………………………………………………………. : ……………………………………………………………. ……….Katagori ………. ……….. ………. ..

.. Yang menilai ( ) NIP.. …………………………. ………………………. Dinas Pendidikan .( …………………………. 20…. ) NIP. * ) diisi dengan kata-kata singkat.

Langsa-Idi Km. 26 Sungai Raya 24452 OBSERVASI KEGIATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Guru Mengajar di Kelas-Kelas Bidang studi-bidang studi Mata Pelajaran SK/ KD : …………………………………… : …………………………………… : …………………………………… : …………………………………… : …………………………………… .S1 – A Provinsi : Aceh Kab / Kodya : Aceh Timur Kecamatan : Sungai Raya Sekolah : SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA Alamat : Jln.

5. 2. 6. 4. . 3.No Aspek-Aspek Kegiatan Yang Di Observasi A B C D E 1.

7. Cara merumuskan bidang studi / Mata pelajaran secara Operasional Kegiatan Belajar Siswa Kreatifitas siswa dalam memecahkan masalah Cara mengorganisir kegiatan-kegiatan belajar mengajar .

Tes Uraian b. Tes Kesegaran Jasmani e.Penggunaan alat-alat ( Media Pelajaran ) Penggunaan Tes : a. Tes Perbuatan d. Tes Objektif Salah/Benar Pilihan Ganda Mencocokkan c. Tes Keterampilan Olah Raga Pelaksanaan bantuan terhadap siswa dalam mengatasi kesulitan belajar .

Hasil Penilaian Rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 Rata-rata Seluruhnya Kata gori .

Mengetahui : Pengawas .Pendapat dan kesimpulan *) Saran-saran *) : ……………………………………………………………. Yang Diamati ( ) NIP.. : ……………………………………………………………..

…………………………. . * ) diisi dengan kata-kata singkat.. Yang mengamati ( ) NIP..(……………………………. ……………………….….) NIP.. 20.

INSTRUMEN DAN PETUNJUK PENGISIANNYA 1. Instrumen .C.

.. Nama Guru : ………………………………………………………. Tanggal Pengamatan : ……………………………………………………….. Nama Sekolah : ……………………………………………………….. /………………. Kelas / Semester Tahun Pelajaran ………………… : ……………….CHECK LIST PENGAMATAN ( OBSERVASI ) PROSES BELAJAR MENGAJAR Hari. / .

SK / KD : ………………………………………………………. Materi : ………………………………………………………. : ……………………………………………………….. .... Waktu menit : ……………………………………… x 40 Nama Observator/Supervisor/Pengamat : ……………………………………………………….

.

.

.

. 3.DAFTAR PERTANYAAN PRA OBSERVASI NO PERTANYAAN CATATAN WAWANCARA 1. 4. 2.

6. 8. 7.5. . 9.

10. Materi apa yang akan Saudara ajarkan ? Kemampuan apa yang diharapkan dimiliki siswa ? Persiapan tertulis apa saja yang Saudara buat ? Dapatkah Saudara menceritakan pertahapan pengajarannya ? .

Menurut Saudara apakah ada materi-materi yang diperkirakan sulit dicerna oleh siswa ? Apakah menurut dugaan Saudara ada yang menjadi sumber kesulitan belajar siswa ? Bagaimana perasaan Saudara mengenai kesiapan Saudara mengajar ? Metode apa yang paling utama yang akan Saudara gunakan ? .

mengapa? Jika ya. Tujuannya dihayati/tidak Silabus : ada / tidak Prota/Prosem : ada / tidak RPP : ada / tidak . Apa saja yang Saudara siapkan? Mengapa alat-alat itu diperlukan ? Bagaimana kalau saya ikut mengamati PBM di kelas ini ? Materi : ……………………………. : ………………………..Apakah Saudara akan menggunakan alat Bantu? Jika tidak.

………………………..Petahapan sesuai / tidak dengan persiapan Materi : a. ………………………. ………………………. d. c. Ada yaitu : ………………………… ………………………………………... ……………………………………… .. ………………………. Sulit b.

. ……………………………………… ……………………………………… . karena ……………………….Siap / Kurang Siap Sumber kesulitan belajar …………… ……………………………………… Metode : …………………………. yaitu : …………………………. ……………………………………… Tidak.. Ya.

NIP.Perlu karena : ……………………… ……………………………………… Guru …………………… * Pengawas / Kepala Sekolah / NIP. .

.* Coret yang tidak perlu.

FORMAT B CHEKLIST PENGAMATAN LAMA PENGAMATAN ……………………. 2. . X 40 MENIT NO ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK NILAI KETERANGAN 1.

8. a. e. 6. 4. 7. a. d. b. 5. c.3. .

d. g.b. f. h. c. e. PENDAHULUAN Menerbitkan Suasana dalam kelas Membangkitkan motivasi belajar Mengingatkan bahan Apersepsi Memberitahukan Tujuan .

Guru memberitahukan test awal PENGEMBANGAN UNSUR MATERI Penguasaan Materi Keteraturan materi Kejelasan konsep Proses Penemuan rumus Pemberian contoh / latihan UNSUR PEMBELAJARAN Menjelaskan konsep melalui peragaan / contoh Melibatkan siswa dengan pertanyaan / penugasan Menerapkan tekhnik bertanya .

Menggunakan papan tulis / papan petak dengan baik Melakukan kerja praktik Menggunakan lembar kerja Mengembangkan diskusi Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan komunikatif 9. c. . a. b.

a.d. UNSUR PENILAIAN Mengajukan pertanyaan untuk memulai pemahaman Berkeliling dan memberi bimbingan kepada siswa Memberi kegiatan pertanyaan bagi siswa cepat Memberi test tertulis . c. 10. C 1. 2. b.

PENAMPILAN Kerapian berbusana Kejelasan Berbicara Kewibawaan PENUTUP Membuat rangkuman Memberikan tugas PR .

*Coret yang tidak perlu . NIP.Guru ……………..* Pengawas / Kepala Sekolah / NIP.

FORMAT C DAFTAR PERTANYAAN POST OBSERVASI No PERTANYAAN JAWABAN 1. 4. 3. . 2.

6.5. 7. Bagaimanakah pendapat Saudara setelah menyajikan pelajaran ini ? . 9. 8.

Apakan KBM sudah sesuai dengan yang direncanakan ? Dapatkah Saudara mencerikatan hal-hal yang dirasakan memuaskan dan hal-hal yang belum memuaskan dalam proses pembelajaran tadi ? Bagaimanakah perkiraan Saudara mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran ? Apa yang menjadi kesulitan siswa ? Apa yang menjadi kesulitan Saudara ? Apakah alternatif lain untuk mengatasi kesulitan itu? .

…………………………………………………………. berdasarkan kegiatan yang baru saja Saudara lakukan dan pengamatan saya.Marilah sama-sama kita mengidentifikasi hal-hal yang telah mantap dan hal-hal yang perlu peningkatan. .. apa yang akan Saudara lakukan untuk untuk pertemuan berikutnya ? Kesan umum : …………………………………………. …………………………………………………………. Dengan demikian.

.

………………………………. . ……………………………….Saran : ……………………….

NIP. * Coret yang tidak perlu. .Guru Guru Pembina * Pengawas / Kepala Sekolah / NIP.

INDIKATOR-INDIKATOR INSTRUMEN OBSERVASI PENAMPILAN GURU BIDANG SASARAN KATEGORI .

BAIK PERLU PERBAIKAN RENCANA PENGAJARAN 1. Tugas dan lain-lain Komponen RPP yang tersusun sistematik . Susunan Memuat semua komponen yang penting. seperti Tujuan KBM.

RPP memuat hanya beberapa komponen yang perlu saja Komponen RPP yang tidak tersusun secara sistematik 2. lengkap Karena ada relevansi 3. Penggunaan alat Bantu . Relevansi antara tujuan dengan materi penilaian Terdapat relevansi yang kuat.

Penggunaan alat Bantu yang tepat dan lengkap Penggunaan alat Bantu yang tidak tepat II. PROSES KBM Memberikan motivasi - Guru mempertahankan suasana belajar yang santai - Guru mempertahankan minat siswa - Guru memiliki rasa humor .

- Guru mempunyai antusias positif - Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya - Guru menyediakan bahan yang menarik dan menantang kepada siswa Hanya beberapa kriteria yang berkorespondensi didapati Keseimbangan aktivitas di kelas .

- Guru merangsang siswa untuk aktif dikelas - Siswa mendominasi pembicaraan dikelas Guru memberikan kesempatan sedikit siswa untuk berbicara Guru mendominasi pembicaraan dikelas BIDANG SASARAN KATEGORI BAIK PERLU PERBAIKAN Prosedur Mengajar .

- Guru mengikuti prosedur Kejelasan Instruksi - Guru memberikan instruksi yang jelas Instruksi guru sering membuat siswa bingung Tehnik Bertanya Guru memberikan pertanyaan ke semua siswa dahulu sebelum memberikan pertanyaan secara individu .

Guru memberikan pertanyaan hanya kepada individu saja Guru memberi sedikit kesempatan kepada siswa untuk bertanya Penyusunan Kerja Kelompok Guru mengelompokkan siswa sesuai dengan tugas yang diberikan Guru menggunakan variasi pengelompokan ( individu berpasangan/kelompok ) Strategi pengelompokan yang tidak tepat .

Guru tidak menggunakan strategi pengelompokan yang berbeda Pengamatan - Guru memantau siswa selama siswa bekerja - Guru memberikan bantuan yang perlu kepada siswa - Guru membantu siswa dalam mengerti Guru tidak memantau kegiatan siswa Guru memberikan bantuan yang tidak cukup kepada siswa .

Guru tidak memeriksa pengertian siswa BIDANG SASARAN KATEGORI BAIK PERLU PERBAIKAN Mengenai Kesalahan Siswa - Guru membetulkan tanpa penolakan - Guru memberikan tanggapan yang benar tanpa menyakiti siswa - Guru hanya mendiskusikan kesalahan utama melalui diskusi kelas .

Guru secara langsung menolak kesalahan siswa Guru membetulkan kesalahan siswa secara langsung Guru membetulkan semua kesalahan Penggunaan Alat Bantu Pengajaran - Guru menggunakan alat Bantu pengajaran secara efektif Guru tidak terampil dalam menggunakan alat bantu pengajaran .

Guru belum siap dalam mengantisipasi masalah Guru tidak memperlihatkan keahlian dalam menemukan alternative dalam memecahkan masalah yang dihadapi siswa dalam kaitannya dengan bahan mengajar .Penguasaan Bahan Mengajar - Guru memperlihatkan kejelasan penguasaan bahan mengajar - Guru dapat mengantisipasi masalah yang muncul selama proses pengajaran Guru dapat menyarankan cara alternative memecahkan masalah yang dihadapi siswa dalam kaitan dengan bahan mengajar Penguasaan bahan mengajar dengan keragu-raguan.

KEPRIBADIAN Percaya Diri Guru memperlihatkan rasa percaya diri yang tinggi selama pelajaran .III.

Guru kurang percaya diri Kejelasan Suara Kemampuan Menciptakan suasana belajar yang nyaman .

khususnya untuk siswa yang duduk dibelakang Guru gagal dalam mengontrol suara sehingga membuat siswa kesulitan dalam mengikuti .- Suara guru dapat didengar oleh semua murid Guru memperlihatkan penguasaan yang tinggi pada kecepatan ( suara guru sangat jelas ) - Guru memperlihatkan hubungan positif dengan siswa Guru memperlihatkan sikap positif ketika menghadapi kehidupan pribadi siswa - Guru memperlihatkan sikap positif terhadap kritik yang diberikan kepadanya - Guru memperlihatkan sikap antusias terhadap tanggapan sisiwa Suara guru tidak jelas.

disiplin Guru tidak berpakaian rapi IV. kancing baju terpasang Sikap guru disegani siswa karena menguasai materi. rapi. KESIMPULAN Pencapaian Tujuan . cocok menjadi panutan. berprilaku baik.Tidak ada bukti yang jelas dimana minat guru dalam peningkatan hubungan baik dengan siswa Penampilan - Guru berpakaian rapi : Berpakaian bersih. bersepatu/berkaos kaki.

Guru mencapai tujuan rencana secara sukses Guru gagal/kurang sukses dalam mencapai tujuan rencana pengajaran .

Yang Diamati ( ) NIP. . Mengetahui : Pengawas ( ) NIP.

…. Yang mengamati ( ) NIP.. ………………………. 20.. ..………………………….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful