PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk

Kami telah mengaudit neraca konsolidasian Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, serta laporan laba rugi konsolidasian, laporan perubahan ekuitas konsolidasian dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008. Laporan keuangan konsolidasian adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan konsolidasian berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia dan standar yang ditetapkan Public Company Accounting Oversight Board (United States). Standar-standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, serta hasil usaha dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 and 2008, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2p atas laporan keuangan konsolidasian, pada tahun 2010 Perusahaan dan anak perusahaan mengadopsi Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 (PPSAK 1) yang antara lain mencabut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 35 “Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi.” Sehubungan dengan hal ini, Perusahaan dan anak perusahaan telah mengubah metode akuntansi untuk pendapatan interkoneksi, pendapatan dari instalasi dan sambungan, dan perjanjian pola bagi hasil, dan menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasian komparatif. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia berbeda secara signifikan dalam hal-hal tertentu dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Amerika Serikat. Informasi mengenai perbedaan dan pengaruhnya disajikan dalam Catatan 54 atas laporan keuangan konsolidasian. JAKARTA, 29 Maret 2011

Chrisna A. Wardhana, CPA

Surat Ijin Praktek Akuntan Publik No. 04.1.0943

Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan
Plaza 89, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-7 No.6 Jakarta 12940 - INDONESIA, P.O. Box 2473 JKP 10001 T: +62 21 5212901, F:+ 62 21 52905555 / 52905050, www.pwc.com/id
Nomor Izin Usaha: KEP-151/KM.1/2010.

A110329002/DC2/CAW/II/2011.A

.. Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian …………………………………………………….. Laporan Laba Rugi Konsolidasian …………………………………………………………………. DAN 2008 Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Konsolidasian Neraca Konsolidasian ……………………………………………………………………………….. Laporan Arus Kas Konsolidasian.………………………………………………………………….. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian …………………………………………………………. 1-3 4 5-7 8-9 10-173 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 2009.

351 379.2n.13.40.447 2.43.832.bersih Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET * Dinyatakan kembali.570.953 81.553 75.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp83.37 1.662 61.174 juta di tahun 2009 2h.024 2f.079 juta di tahun 2009 Pensiun dibayar di muka Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp9.433 7.695 76.784.12.45 2c.18.441.043 604.2f.563.7.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp6.428.712.482 16.37 Pajak dibayar di muka 2r.2p.692 81.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp1.627 435.378 juta di tahun 2010 dan Rp72.732 125.3.37 Aset lancar lainnya 2c.916 90.027.47 253. 21.094.517 juta di tahun 2009 2c.35.186.507 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp151.758.3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.35 Uang muka dan beban dibayar di muka 2c.bersih Aset tetap .460 359.160 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.43 2c.43 Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Penyertaan jangka panjang .43 Persediaan .304 juta di tahun 2010 dan Rp9.43 2r.056 715.2j.9 2k.805. 10.8. 27.43 2c.025 515.17. 1 .43 2010 2009* 9.539 666.659 juta di tahun 2009 Rekening escrow Aset pajak tangguhan .032 juta di tahun 2010 dan Rp7.052.666 3.814.628.53 2c.820 99.2k.2q.031 133.6.184.294.4.716.2g.2g.536 3.280 44.483 juta di tahun 2009 Pihak ketiga .2i.setelah dikurangi penyisihan persediaan usang sebesar Rp83.136 97.408 988 3.698 1.2e.849 370.730.43 Tagihan restitusi pajak 2r.T.488.067 juta di tahun 2009 Piutang lain-lain .768 3.897 497 2.140 128.842 2d. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas Penyertaan sementara Piutang usaha 2c.850 151.266 juta di tahun 2010 dan Rp93. 5.419.43 2c.175 18. lihat Catatan 2p 780.114 94.078 juta di tahun 2010 dan Rp1.11.286 juta di tahun 2010 dan Rp72.244 2.496.2l.2s.180.119.525 41.

149 1.setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban sewa pembiayaan Pinjaman penerusan .874 6.43 18.43 2p.37 2p 2c.586 3.716.038.777 11.43 2c.2q.996. 2 .33.343.086.850 7.2l.953 735.472.20.T.40.249. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang lain-lain Hutang pajak Hutang dividen Beban yang masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang muka pelanggan dan pemasok Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban pajak tangguhan .690 255.681.776 808.688 108.317 2l.125 2r.990 3.22 408.153.510 393.636 20.16 2c.893.073.18.205 22.228.759.2q.43 2c.256.43 4.518 1.43 2c.15.2p.379 10.030 536.43 1.801.994 2.18.43 2c.21.220.356 43.14.335.10.18 2c.898 1.041 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.43 2r.409.094.468 8.175 4.2q.2p.029 242.213 26.2p.37 2u 2c.428 48.41.814 312.921 20.303 3.946.43 2c.831 5.050.bersih Pendapatan diterima di muka Kewajiban penghargaan masa kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Hutang jangka panjang .870.705 55.42.741.867 2.483 499.347 23 11.19.260 2.pihak yang mempunyai hubungan istimewa Obligasi dan wesel bayar Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Jumlah Kewajiban Jangka Panjang JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS * Dinyatakan kembali.303.118.664 541. lihat Catatan 2p 2010 2009* 2c.18.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.749.18.2p. 40.110 68.933.532 111.789 405.17.545 3.575 3.356.766 43.162 1.079 21.078 212.553 10.

24 2t.26 2d.814.629) 15.746 20.000 1.000 385.279 saham Seri B Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali 490.995 (439.000 1.000 385.27 2f 2f 2f 1d.073.742 99.1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.260 97.073) 478.999.999 saham Seri B Modal ditempatkan dan disetor penuh 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.378 (484.336.T.336.746 26.073) 478. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan EKUITAS Modal saham .2d (4.2s Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.25 5. 3 .264.972 38.333 5.574.040.333 2t.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.697 44.073.595 49.792.570.447 (4.264.758.500 lembar saham di tahun 2010 dan 2009 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Saldo laba Ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS * Dinyatakan kembali.595 18. lihat Catatan 2p dan 2s 2010 2009* 1c.159.444) 15.999.999.695 233.160 2p.040.nilai nominal Rp250 per saham untuk saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B Modal dasar .418.652.136 230.

352.595 3.642 18.826 (4. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.260 2.615) 22.416. dan jasa teknologi informatika Jaringan Jasa telekomunikasi lainnya Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN USAHA Penyusutan dan amortisasi Karyawan Operasi.31.542) 2c.834 20.611.157 14.333.355 2.259.929.470 16.398.530 3.534 67.34.715) (2.Bersih LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) * Dinyatakan kembali.999 (4.098 4.072) 11.2p.185 3.898 14.404.928. dan jasa telekomunikasi Umum dan administrasi Interkoneksi Pemasaran Jumlah Beban Usaha LABA USAHA (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN Pendapatan bunga Bagian (rugi) laba bersih perusahaan asosiasi Beban bunga Laba (rugi) selisih kurs .021 (6.285) (1.053.bersih Lain-lain . 4 .2p.37 (4.971 (5.332.074.43 2p.138.671.60 579.43 2f.788 2.461 22.677. pemeliharaan.823.5.701) (374.997) 20.962 (340.38 586.263.262.2l.349.461.870.133.491.212 28.615.413 2.647 26.146 3.2q.35.2p.882 22.52 23.042.376 19.313) 11.33.804 8.10.41.28 12.458 7.016 (5.525.169 (29.889.2p.076 9.960.037.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.351 2p.729 41.15.029.787.536.046.53 2c.429 2c.180.866.460 44.801.2p.729.80 540.159 1.725.bersih Beban lain-lain .422) (6.447.786 2v.T.644.974.354 (13.947 349.629.645) (5. 6.511.218 46.43 2p.641.301. lihat Catatan 2p 2010 2009* 2008* 2p.120 13.471 (1.058.2r.2p.095.533.bersih LABA SEBELUM PAJAK (BEBAN) MANFAAT PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI .53 2c.43 2o 2p 421.978) 972. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009.636 462.940.312 16.20 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.394) (876.532.735.669.742 (2.558) 150.968 671.43 2g.43 2p 14.2p.116.013 1.32 14.613.181 2k.36. internet.277 2.948 402.460 64.429 23 (4.560 2.634 12.123) 12.414 2.516.768.29.286.035) 42.43 2c.30 2c.769) 21. kecuali data per saham dan per ADS) Catatan PENDAPATAN USAHA Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi Data.436.673.587 1.708.061 22.759) 524.183 1.566 14.039) 15.622) (1.947 68.54 23.362.2p. 40.079.398.12.007 29.586 (1.546.643) 10.549.366.097 1.9 2c.475 718.42.166.086.218.643.2h.529.518 16.38 21. 11.

073.742 * Dinyatakan kembali.629) 15.237) 38.999 44.972 38.995 (439. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Uraian Saldo.378 (45.000 385.39 2u.141.570.561. 5 .023 2f - - - - - 31.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 1.237) 20.536.073) 478.746 20.418.185) (484.559 - - - - 31.333 (4.559 2f.333 (4.695 1.55 (Revisi 2006) Saldo.073.735 (91.822 (45. 1 Januari 2010 dinyatakan kembali Penyesuaian sehubungan dengan penerapan PSAK No.336.136 230. 2009.746 (91.260 2s 5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.880) (526.536.822 233.2d 2u.264.444) 15.39 5.000 385.264.157) 11. 31 Desember 2010 Catatan Modal saham Tambahan modal disetor Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi Modal saham lainnya yang diperoleh entitas kembali sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya* Ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas 5.999 26.595 18.040.697 1. 1 Januari 2010 setelah penyesuaian Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan Akuisisi 20% kepemilikan Sigma Dividen kas Dividen interim Laba bersih tahun berjalan Saldo.746 (5.995 (439.000 385.136 230.9 - - - - - - 561 - - - 561 1d.000 1. lihat Catatan 2p dan 2s Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.701.040.652.880 ) (526.185) (5.000 1.264.073) 478.073.333 (4.2b 1d.040.595 18.157 ) 11.073) 478.336.595 49.336.T.444) 15.141.792.

537.264.39 5.336.000 Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual (19.190) 11.260 * Dinyatakan kembali.39 39 2u.778.073) 360.909.444) 118.000 478.972 (579) (439.805 Ditentukan penggunaannya 10.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 1 Januari 2009 dinyatakan kembali Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan Akuisisi 49% kepemilikan Infomedia Kompensasi atas terminasi dini Hak eksklusif Dividen kas Penentuan penyisihan cadangan umum Dividen interim Laba bersih tahun berjalandinyatakan kembali Saldo.202 2f.652.761 15.898 2f - - - - - 37.444) (439. 2009.708) (4.761) (524.745) - - - (6.444) 4.2b 1d.840.595 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 238.778. lihat Catatan 2p Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.073) 118.264. 31 Desember 2009 dinyatakan kembali Catatan Modal saham 5.319 Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya* 20.333 Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi 385.995 (439.000 385.073.398.202 - - - - 37.398.746 (5.840.040.000 (5.708) (524.745) 1d. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.557.333 (4.073.2d 27 2u.826 38.000 1.000 Tambahan modal disetor 1. 6 .9 - - - - - - (6.040. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi Modal saham lainnya yang diperoleh entitas kembali sepengendali (4.985 Jumlah ekuitas 33.595 18.190) 11.066) Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan - Uraian Saldo.792.T.826 20.136 (579) 230.

264.537.214.034. 31 Desember 2008 dinyatakan kembali * Dinyatakan kembali.805 (456.909.176.000 1.595 11.489 ) 21.671.087.333 (2.462) 10.073.700.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.073.017 6.017 8.319 6.879 3.000 (8.000 385. 2009.757. 1 Januari 2008 . 2b 27 2u 5.040.333 1.000 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.000 385.yang dinyatakan sebelumnya Penyesuaian sehubungan dengan Penerapan PPSAK 1 “Pencabutan PSAK 35 (Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi)” Saldo.786 20.303) (19.066) 230.176.073.harga perolehan Laba bersih tahun berjalan dinyatakan kembali Saldo.879 22.985 (456.292.748.857.106 10.237 (30.857.898 2f 2f 1d.786 33.611) 270.034.489) 33.595 11.333 (2. 7 .487 (185) 90.000 360. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) (Rugi) laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Uraian Catatan Modal saham Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya* Ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas Saldo.700.579 2p 5.040.303) 8.557.611) (2. 1 Januari 2008 dinyatakan kembali Rugi belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan Kompensasi atas terminasi dini hak eksklusif Dividen kas Penentuan penyisihan cadangan umum Modal saham yang diperoleh kembali .106 ) 10.090 (30.237 230.515) (2.000 90.073) 270.671.T.515 ) (3.487 (185) 238.000 1. lihat Catatan 2p 2t 5.040.640 (8.087.129 33.462) (4.595 385.

519) 36. 2009.951.432) (663.943.820 (80.096 4.829.721) (9.T.826.369 20.635.850 (101.702) (600. dan rekening escrow Pembayaran atas transaksi penggabungan usaha.273 (21. lihat Catatan 2p 2009* 2008* 12.718) (9.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.154) 2.758. dan jasa teknologi informatika Jasa lainnya Jumlah penerimaan kas dari pendapatan usaha Pembayaran kas untuk beban usaha Pembayaran kas kepada karyawan Penerimaan (pengembalian) kas dari (kepada) pelanggan Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan bunga Pembayaran bunga Pembayaran pajak penghasilan Penerimaan tagihan restitusi pajak Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Hasil dari penjualan penyertaan sementara dan pencairan deposito berjangka yang jatuh tempo Pembelian penyertaan sementara dan penempatan deposito berjangka Hasil dari penjualan aset tetap Hasil dari klaim asuransi Pembelian aset tetap (Kenaikan) penurunan uang muka pembelian aset tetap Penurunan (kenaikan) uang muka. internet.159 (15.904.575 (18.291 (112.081) 12.840.528) (9.296 1.414 3.167.463) 348.021 29.208 63.828.836 419.965 (2.637 (28.799) (5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.196. aset lainnya.035.740 26.937 18.333.529 28.727) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.553.760) (21.489.335.879.503) (723.045) (5.630.520 (115.840) 224.358) (16.168) 33.518.153) (32.418.796.212. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2010 ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI Penerimaan kas dari pendapatan usaha Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi Data.576) 4.545.166) 88.863.811.127) (287.512 (25.763 13.403) (366.551.185. setelah dikurangi kas yang diperoleh Pembelian aset tidak berwujud Pembelian kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Penerimaan dividen kas Pembelian penyertaan jangka panjang Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi * Dinyatakan kembali.604 15.281 3.384.249) (16.671) 11.438 (116.760 (20.465 (20.460) 74.353 68.422) 658.607.974.935.479.887) 3.420 14.056.676 (158.520.576 (1.321 2.290 34.296) 24.304.830 66.035.563 2.880 471.304 (5.855) (1.130) (95.702 (14. 8 .552.879) 28.582) 3.304) 24.670.438) 386.522.079.925 26.450 (1.188 28.031.864) (641.598 11.248) (8.818 27.019 659.440.

089) 163.919.195) 8.805.866) (106.000 (4.420.133 (151.945 4.023) 117.364.000 9.990.669. 2009. lihat Catatan 2p 2009* (6.849 (318.798) 2.827.945 7.064) (3.927) (364.873) (9.T.234.460 327.578) 1.055 693.140.624.840.529) 70.881 (123.033.031 (2.119.401) 54.791 6.417.077) 35.558 (6.000 (4.748.819.058 (19.516) 6.673 (118.741) (206.341 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.715.805.759 291.516) (11.889. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2010 ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Pembayaran dividen kas Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham minoritas anak perusahaan Hasil dari pinjaman jangka pendek Pembayaran pinjaman jangka pendek Hasil wesel jangka menengah Pembayaran wesel jangka menengah Hasil dari pinjaman jangka panjang Pembayaran pinjaman jangka panjang Hasil dari obligasi Pembayaran untuk pembelian kembali saham yang telah diterbitkan Hasil dari wesel bayar Pembayaran wesel bayar Pembayaran hutang sewa pembiayaan Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi arus kas: Akuisisi aset tetap yang dibiayai dengan hutang usaha Akuisisi aset tetap melalui sewa pembiayaan * Dinyatakan kembali. 9 .813) (571.433.958 38.235 (582.898) (2.250) 4.522 7.292 57.087.460 9. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.889.388 9.694) 1.577.574) 2008* (8.586.865.732.952) (3.401) (5.492) 7.462) (200.334.536.974) (6.831.020 10.252 (8.511) (3.

01. dan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan. 5 tanggal 17 Januari 1992. 37 tanggal 24 Juni 2010 dan pemberitahuan atas perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Surat No. menyewakan. C2-6870. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. kecuali dinyatakan lain) 1. memasarkan atau menjual. mengembangkan.H. perubahan terakhir dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Indonesia (“BAPEPAM-LK”) No. 128 tanggal 24 September 1991. b. Merencanakan. Merencanakan. informatika.AH. mengembangkan. Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) pada mulanya merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”. mengoperasikan. 210. status Perusahaan diubah menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). membangun. 10 . Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris Imas Fatimah. ii. 1. Partomuan Pohan. IX. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.T.T. menyediakan. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas. berdasarkan akta notaris A. menyediakan. S. Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perusahaan. 2009. yang didirikan pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Pendirian dan informasi umum Perusahaan Perseroan (Persero) P.02. IX. fasilitas sistem informasi. LLM. antara lain pemanfaatan aktiva tetap dan aktiva bergerak. serta optimalisasi sumber daya Perusahaan. serta dalam rangka penambahan maksud dan tujuan Perusahaan.1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik dan Peraturan BAPEPAM-LK No. tahun 2010 tanggal 19 Juli 2010. S. dan meningkatkan layanan jasa telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku. Jawa Barat. ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. Tambahan No. Usaha utama: i. dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundangan-undangan yang berlaku. Perusahaan menjalankan kegiatan yang meliputi: a. UMUM a.01. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. memasarkan atau menjual.. No.HT. berdasarkan Peraturan Pemerintah No.01.Th. dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada tahun 1991. Usaha penunjang: i. Bandung.H. Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi dan informatika. ii. No.J. 25 tahun 1991. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah. fasilitas pendidikan dan pelatihan. AHU-35876.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.E.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 52 tanggal 3 April 1884.

Sebagai gantinya. 36 mengenai Telekomunikasi. No. Sedangkan telekomunikasi khusus dapat diselenggarakan oleh perseorangan. Undang-Undang Telekomunikasi ini melarang kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat. 52 tahun 2000 yang mengatur mengenai pembebanan biaya interkoneksi kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi asal sehubungan dengan penyelenggaraan jasa telekomunikasi melalui dua penyelenggara jaringan telekomunikasi atau lebih.T. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada tanggal 1 Agustus 2002. Instansi Pemerintah. dan Koperasi diizinkan untuk menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”). Undang-Undang ini menyatakan bahwa kegiatan telekomunikasi meliputi: (1) (2) (3) Jaringan telekomunikasi. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Pada tahun 1999. yang berlaku efektif pada bulan September 2000. 05/HMS/JP/VIII/2000 tanggal 1 Agustus 2000 dan ralat atas siaran pers tersebut. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009. Pemerintah diharuskan membayar kompensasi kepada Perusahaan (Catatan 11 dan 27). kecuali dinyatakan lain) 1. Jasa telekomunikasi. Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”) No. 1718/UM/VIII/2000 tanggal 2 Agustus 2000. masa hak eksklusif yang diberikan kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi jaringan tetap lokal dan SLJJ telah dipersingkat masing-masing dari masa berakhir periode pada Desember 2010 menjadi Agustus 2002 dan dari Desember 2005 menjadi Agustus 2003. Badan Usaha Milik Daerah. Badan Usaha Swasta. telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) menerbitkan Undang-Undang No. 11 . dan diharapkan dapat membuka jalan menuju liberalisasi pasar. Pemerintah mengakhiri hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara jaringan jasa lokal dan SLJJ. dan badan hukum selain penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. PT Indonesian Satellite Corporation Tbk (“Indosat”) diberikan lisensi untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi lokal dan SLJJ. serta Telekomunikasi khusus. Sehubungan dengan Undang-Undang ini. UMUM (lanjutan) a. Sesuai siaran pers Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia pada tanggal 31 Juli 2002. ditetapkan bahwa sejak tanggal 1 Agustus 2002.

UMUM (lanjutan) a. lalu lintas. evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi secara menyeluruh dilakukan setiap 5 (lima) tahun. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. pembayaran izin. sementara untuk Internet Teleponi untuk Keperluan Publik (“ITKP”) terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan seperti kinerja operasi.KOMINFO/ 10/2010 382/KEP/ M. jumlah pelanggan. pencapaian standar kualitas jasa.KOMINFO/ 10/2010 383/KEP/ M.KOMINFO/ 11/2010 Jenis jasa Jaringan tetap lokal dan jasa teleponi dasar Jaringan tetap sambungan langsung jarak jauh dan jasa teleponi dasar Jaringan tetap sambungan internasional dan jasa teleponi dasar Jaringan tetap tertutup 28 Oktober 2010 28 Oktober 2010 12 November 2010 ITKP 29 November 2010 12 .KOMINFO/ 11/2010 384/KEP/DJPT /M. dan pendapatan kotor. Laporan tersebut meliputi beberapa informasi seperti kemajuan pengembangan jaringan. kecuali dinyatakan lain) 1. segmen pelanggan. Untuk setiap izin.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jasa berdasarkan izin-izin tersebut diatas setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.KOMINFO/ 10/2010 398/KEP/ M. 2009.T. dan kontribusi pelayanan universal. Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut: Tanggal penetapan/ perpanjangan 28 Oktober 2010 Izin Izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal dan jasa teleponi dasar Izin penyelenggaraan jaringan tetap sambungan langsung jarak jauh dan jasa teleponi dasar Izin penyelenggaraan jaringan tetap sambungan internasional dan jasa teleponi dasar Izin penyelenggaraan jaringan tetap tertutup Izin penyelenggaraan jasa internet teleponi untuk keperluan publik No izin 381/KEP/ M. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Perusahaan menerima beberapa izin telekomunikasi dari Pemerintah Indonesia yang berlaku untuk periode yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada undang-undang dan peraturan telekomunikasi yang berlaku dan melakukan kewajiban sebagaimana tercantum dalam izin-izin tersebut.

LLM. mengangkat kembali Rinaldi Firmansyah sebagai Direktur Utama dan Arief Yahya sebagai Direktur Enterprise dan Wholesale dengan masa jabatan terhitung sejak ditutupnya RUPSLB dan berakhir pada tanggal RUPST Perusahaan 2015.A Nazief Mahmuddin Yasin Arif Arryman* Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah ** (lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam 2009 Tanri Abeng Bobby A. dan (iii) RUPSLB yang dinyatakan dalam akta notaris No. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. UMUM (lanjutan) b. Rudiantara sebagai Komisaris Independen. kecuali dinyatakan lain) 1. 2009. A. para pemegang saham Perusahaan setuju antara lain untuk: 1. 33 tanggal 17 Desember 2010 oleh notaris yang sama.. dan karyawan Perusahaan 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebagai berikut: 2010 Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direktur Utama Wakil Direktur Utama/Chief Operating Officer (“COO”) Direktur Keuangan Direktur Jaringan dan Solusi Direktur Enterprise dan Wholesale Direktur Konsumer Direktur Compliance dan Risk Management Direktur Teknologi Informasi Direktur Human Capital dan General Affairs (“HCGA”) Tanri Abeng Bobby A. Dewan Komisaris. dan Johnny Swandi Sjam sebagai Komisaris Independen dengan masa jabatan terhitung sejak 1 Januari 2011 dan berakhir pada tanggal RUPST Perusahaan 2015.A Nazief Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah ** (lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam * Meninggal dunia pada tanggal 7 September 2010. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. (ii) Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No.H. Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan keputusan-keputusan yang dibuat pada (i) Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. pada tanggal 17 Desember 2010. jabatan tidak terisi pada tanggal 31 Desember 2010 **COO dirangkap oleh Direktur Jaringan dan Solusi di tahun 2010 dan 2009 Berdasarkan RUPSLB Perusahaan. mengangkat Jusman Syafii Djamal sebagai Komisaris Utama. Partomuan Pohan. 13 . Corporate Secretary. 2. Komite Audit. S. 22 tanggal 12 Juni 2009 oleh Dr. Direksi.. 18 tanggal 11 Juni 2010 oleh notaris yang sama.

A.000 saham Seri B. Komite Audit dan Corporate Secretary Susunan Komite Audit dan Corporate Secretary Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Komite Audit. Terdapat 35. Pemerintah menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.000 saham baru Seri B dan 233. Penawaran umum efek Perusahaan Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (“Initial Public Offering” atau “IPO”) adalah 8. adalah sebagai berikut: 2010 Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Corporate Secretary 3.999. Dewan Komisaris.000.400. kecuali dinyatakan lain) 1.000. UMUM (lanjutan) b. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Pemerintah membagikan 2.000.T. c. Pada bulan Mei 1999.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.399. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 saham Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya).000 saham Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997. Nazief Petrus Sartono Sahat Pardede Jarot Kristiono Mohammad Ghazali Latief Agus Murdiyatno 14 . Petrus Sartono Salam Bobby A. Pada tanggal 14 November 1995. Pada bulan Desember 1996. Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388. Direksi. dan karyawan Perusahaan (lanjutan) 2.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah.334.A.847 orang dan 28.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Nazief Agus Yulianto Sahat Pardede Agus Murdiyatno 2009 Arif Arryman Salam Bobby A.750 orang (diaudit). Corporate Secretary. Karyawan Jumlah karyawan Perusahaan dan anak perusahaan per tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah 26. yang terdiri dari 8.670.300 saham Seri B sebagai insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun terhitung sejak tanggal IPO. Pemerintah kembali menjual 898.000. 2009.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”). dan penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas 700.000.333.

RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007.005.000 juta untuk Seri A yang berjangka waktu 5 (lima) tahun dan Rp1. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.874. Setelah pemecahan saham. Undang-Undang No. Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005. Pada bulan Desember 2001. Pada bulan Juli 2002.T. dan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008. Pemerintah menjual 1. dan III untuk pembelian kembali saham Seri B (Catatan 26). 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.999 saham Seri B.H.200. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39. Pembagian saham bonus kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. para pemegang saham Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2.999.999.999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.666. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250.000. LLM.159.. No. 26 tanggal 30 Juli 2004. dan jumlah modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 10. pada RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999.999.000 saham atau 11.266 ADS telah dicatatkan pada NYSE dan LSE (Catatan 24).000 juta untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan dicatatkan di BEI (Catatan 20a).000. seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan 59. para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor melalui pembagian saham bonus sejumlah 746. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.999. kecuali dinyatakan lain) 1.079. S. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamandemen dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. Pada tanggal 31 Desember 2010. obligasi Perusahaan yang masih terhutang yang merupakan obligasi Rupiah kedua dan diterbitkan pada tanggal 25 Juni 2010 masing-masing sebesar Rp1.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-Undang tersebut. Pemerintah kembali menjual 312. Partomuan Pohan.279 saham Seri B.999. Pemberlakuan Undang-Undang No.640 lembar saham.999. UMUM (lanjutan) c. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.9% dari jumlah saham Seri B yang beredar. Pada tanggal 31 Desember 2010. 40 tahun 2007 tidak berdampak terhadap penawaran umum efek Perusahaan. 2009. II.995.000 saham atau 3. Pada tanggal 16 Agustus 2007. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 15 . 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku efektif pada tanggal yang sama.

536.023 1. Jakarta. konsultan sipil. dan pengembang/ 25 April 2001 1982 263.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Jakarta.824 Jasa dan pembangunan telekomunikasi/ 15 Agustus 2002 1995 100 100 1. Indonesia 1995 100 100 433. Indonesia PT Infomedia Nusantara (“Infomedia”). UMUM (lanjutan) d. dan jasa call center/ 22 September 1999 Telekomunikasi/ 17 Mei 2001 1984 100 (termasuk melalui 49% kepemilikan oleh Metra) 100 (termasuk melalui 49% kepemilikan oleh Metra) 648.361 1995 100 100 1.061 Jasa data dan informasi menyediakan jasa informasi telekomunikasi dan jasa informasi lainnya dalam bentuk cetak dan media elektronik. Jakarta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Anak perusahaan Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Perusahaan mengkonsolidasi laporan keuangan anak perusahaan yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung sehubungan dengan kepemilikan mayoritas (Catatan 2b dan 2d): (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Telekomunikasi operator fasilitas telekomunikasi dan jasa telepon seluler menggunakan teknologi Global System for Mobile Communication (“GSM”)/26 Mei 1995 Jasa jaringan telekomunikasi & multimedia/ 9 Mei 2003 Telekomunikasi/ 31 Juli 2003 Tanggal operasi komersial 1995 Persentase hak kepemilikan 2010 65 2009 65 Jumlah aset sebelum eliminasi 2010 57.343. 2009.689 1. Indonesia PT Graha Sarana Duta (”GSD”).177 Anak perusahaan/ domisili PT Telekomunikasi Selular (”Telkomsel”). Jakarta. Jakarta.326 TV berlangganan dan jasa konten/ 7 Mei 1997 1997 100 (termasuk melalui 0. Indonesia PT Indonusa Telemedia (”Indonusa”).835 381.841 16 .T. Indonesia 1998 100 100 1.99 343. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Jakarta.373.199.117.695 578. Jakarta. Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia International (”TII”). Indonesia PT Multimedia Nusantara (”Metra”). kecuali dinyatakan lain) 1.591 PT Dayamitra Telekomunikasi (”Dayamitra”).227.376 2009 59.99 100 (termasuk melalui 1.757. Jakarta. Indonesia PT Pramindo Ikat Nusantara (”Pramindo”).25% kepemilikan oleh Metra) 99.80% kepemilikan oleh Metra) 99.394 1.759 Penyewaan kantor dan manajemen gedung dan jasa pemeliharaan.192 201.872.057 178.

2009.796 Percetakan/ 1 Oktober 2003 2000 86.687 8. The Netherlands 2008 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 65 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 75 (melalui 75% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh Metra) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 65 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) - 256. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.922 49. (”TFBV”). Jakarta. Indonesia PT Metra-Net (”Metra-Net”)..465 17 . kecuali dinyatakan lain) 1. wesel bayar.560 Anak perusahaan/ domisili PT Sigma Cipta Caraka (“Sigma”).V.910 Anak perusahaan/ domisili Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Tanggal operasi komersial 1999.476 2009 460. atau instrumen hutang/ 7 Februari 2005 2005 7.068 76. Indonesia PT Administrasi Medika (“Ad Medika”).910 2009 4. UMUM (lanjutan) d. Jakarta. Jakarta. meminjamkan.. berhenti beroperasi pada tanggal 13 Januari 2006 PT Napsindo Telekomunikasi Primatel menyediakan Network Internasional Access Point (NAP). DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Indonesia PT Finnet Indonesia (”Finnet”).970 - Jasa portal multimedia/ 17 April 2009 2009 100 (melalui 100% kepemilikan oleh Metra) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 42. dan mengumpulkan dana.440 Data dan komunikasi perbankan/ 31 Oktober 2005 2006 71.992 Jasa administrasi asuransi kesehatan/ 25 Februari 2010 2010 59. Singapura PT Balebat Dedikasi Prima (“Balebat”). termasuk menerbitkan obligasi. outsourcing.031 6.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.294 188. Anak perusahaan (lanjutan) (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: (lanjutan) Persentase hak kepemilikan 2010 60 2009 60 Jumlah aset sebelum eliminasi 2010 4. Bogor. Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia International Pte. Jakarta.didirikan pada tahun 2005 dengan tujuan untuk meminjam. Tangerang. Voice Over Data (VOD). dan pemeliharaan lisensi dan peranti lunak/ 1 Mei 1987 Telekomunikasi/ 6 Desember 2007 Tanggal operasi komersial 1988 Persentase hak kepemilikan 2010 100 (melalui 100% kepemilikan oleh Metra) 2009 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) Jumlah aset sebelum eliminasi 2010 503.T. Indonesia Telkomsel Finance B. Ltd. Amsterdam. (“Napsindo”). Indonesia dan jasa terkait lainnya/ 29 Desember 1998 (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Jasa teknologi informatika implementasi dan integrasi sistem.198 Keuangan .

(ii) Layanan telekomunikasi bergerak IMT-2000 dengan pita frekuensi radio di 2.1 Gigahertz (“GHz”) untuk periode 10 tahun berdasarkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Menkominfo”) No. Hongkong Aria West International Finance B.1 GHz (3G).KOMINFO/10/2006 tanggal 11 Oktober 2006. Mauritius Tanggal operasi komersial 2010 Didirikan untuk memberikan jasa di bidang perdagangan dan keuangan/ 3 Juni 1996 Keuangan didirikan untuk mengumpulkan dana untuk pengembangan bisnis Telkomsel melalui penerbitan saham debenture. 19/KEP/M. Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No.640 2009 - Anak perusahaan/ domisili PT Telekomunikasi Indonesia International Ltd. atau surat berharga lainnya/22 April 2002 1996. yang akan dievaluasi secara tahunan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.. The Netherlands Telekomunikasi Selular Finance Limited (“TSFL”). Lisensi tersebut di atas mengatur tentang hak dan kewajiban Telkomsel. Lisensi dapat diperpanjang setelah melalui proses evaluasi (Catatan 12. (“AWI BV”). Anak perusahaan (lanjutan) (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: (lanjutan) Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Telekomunikasi/ 8 Desember 2010 Persentase hak kepemilikan 2010 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 2009 Jumlah aset sebelum eliminasi 2010 2.iii dan 47c. obligasi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.T. berhenti beroperasi pada tanggal 31 Juli 2003 2002 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 311 623 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 65 24 (a) Telkomsel Pada tanggal 14 Februari 2006. Lisensi tersebut memiliki masa berlaku tidak terbatas. Penyediaan layanan 3G secara komersial telah dimulai sejak September 2006. kecuali dinyatakan lain) 1.KOMINFO/2/2006.i). 2009. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan (iii) Layanan telekomunikasi dasar. 18 . Telkomsel mendapatkan lisensi International Mobile Telecommunications-2000 (“IMT-2000”) atau 3rd Generation Technology (“3G”) pada pita frekuensi 2.V. 101/KEP/M. hipotek. UMUM (lanjutan) d. lisensi operasi Telkomsel diperbaharui dengan memberikan hak kepada Telkomsel untuk menyediakan: (i) Layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi radio di 900 Megahertz (“MHz”) dan 1800 MHz. termasuk sanksisanksi yang relevan.

DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. (b) Metra Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 23 Maret 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto. yang akan dievaluasi setiap tahun atau setiap lima tahun. 41/KEP/M. masing-masing pada tanggal 25 Januari 2010 dan 28 Januari 2010. Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No 39/KEP/M. Lisensi berlaku sampai dengan berakhirnya masa perjanjian.KOMINFO/01/2010 dan No.829 juta dan setoran tunai sebesar Rp32.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 226/DIRJEN/2009 tanggal 24 September 2009.d). pada tanggal 12 Agustus 2008 Telkomsel terdaftar sebagai penyedia jasa pengiriman uang dengan nomor registrasi 10/12/DASP/10 untuk menyediakan jasa pengiriman uang. Metra telah menandatangani Conditional Sales Purchase Agreement (“CSPA”) dengan PT Elnusa Tbk (“Elnusa”) untuk transaksi akuisisi 49% saham Infomedia dari Elnusa (Catatan 1d. Lisensi tersebut memiliki masa berlaku tidak terbatas. yang menggantikan Surat Keputusan No. Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui DJPT memberikan Telkomsel lisensi operasi untuk menyediakan jasa internet. 19 . Selain itu. Telkomsel mendapatkan lisensi operasi untuk menyediakan jasa VoIP di beberapa daerah. Berdasarkan Surat Bank Indonesia (“BI”) No. 213/DIRJEN//2010 tanggal 17 Juni 2010.1 Gigahertz (“GHz”) untuk periode 10 tahun sejak tanggal surat keputusan (Catatan 12iii dan 47c.i). melalui konversi hutang menjadi penambahan modal disetor (debt to equity swap) sebesar Rp34. S. 10/632/DASP tanggal 12 Agustus 2008.000 per saham. Pemerintah memberikan Telkomsel lisensi operasi untuk menyediakan jaringan tetap lokal dalam program Kewajiban Pelayanan Universal (“KPU”). Lisensi tersebut memiliki masa berlaku tidak terbatas.000 juta.KOMINFO/01/2010. 38/DIRJEN/2004. UMUM (lanjutan) d. 2009.. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No.KOMINFO/9/2009 tanggal 1 September 2009. dengan masa berlaku satu tahun bergantung pada uji layak operasi.Kn. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.T. para pemegang saham Metra menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp418. yang akan dievaluasi setiap tahun atau setiap lima tahun. Anak perusahaan (lanjutan) (a) Telkomsel (lanjutan) Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. 268/KEP/M. M.850 juta menjadi Rp485.679 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10. 213/DIRJEN/2008 tanggal 4 Agustus 2008. kecuali dinyatakan lain) 1. 64 tanggal 16 April 2009. Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Depkominfo”) melalui DJPT memberikan Telkomsel izin prinsip untuk menyediakan Jasa Teleponi Internet (Voice over Internet Protocol atau “VoIP”). No.H. Pada tanggal 29 Mei 2009. dapat diperpanjang tergantung hasil evaluasi (Catatan 46h). para pemegang saham Metra juga menyetujui pendirian anak perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa portal multimedia dan konten. Pemerintah memberikan Telkomsel tambahan lisensi IMT-2000 pada pita frekuensi 2.

179 juta dengan mengeluarkan tambahan 13.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10.d).000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan untuk keperluan pembentukan perusahaan patungan bersama SK Telecom (Catatan 9ii).233. Pada tanggal 1 Juli 2009.000 juta dari Elnusa. S. 5 tanggal 4 Maret 2010.000 lembar saham. berdasarkan akta notaris Sjaaf De Carya Siregar.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10. Metra melakukan pembayaran nilai transaksi untuk pembelian 49% saham Infomedia dari Elnusa sebesar Rp598.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan untuk keperluan akuisisi Ad Medika (Catatan 3). UMUM (lanjutan) d. Pada tanggal transaksi.H.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 20 tanggal 22 Juni 2010. Pada tanggal 22 Juni 2010. para pemegang saham Metra menyetujui penambahan modal ditempatkan dari Rp1.233. kecuali dinyatakan lain) 1.H.179 juta menjadi Rp1.100. S. 2009. dan (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp485. No. sehingga transaksi ini merupakan akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan.000 juta (Catatan 1d. Selanjutnya pada tanggal 25 Februari 2010. S. S. Pada tanggal 4 Maret 2010.000 juta yang terbagi atas 200. berdasarkan akta notaris Myra Yuwono.679 juta menjadi Rp1. para pemegang saham Metra menyetujui penambahan modal ditempatkan dari Rp1. Metra telah menandatangani Sales Purchase Agreement (“SPA”) Saham untuk melakukan pembelian 205. Pada tanggal 25 Januari 2010. Metra telah menandatangani CSPA dengan para pemegang saham Administrasi Medika (“Ad Medika”) untuk membeli 75% saham beredar Ad Medika (Catatan 3). berdasarkan akta notaris Myra Yuwono.000.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan untuk keperluan penambahan modal ditempatkan pada Metra-Net. No.077 juta.179 juta dengan mengeluarkan tambahan 1.H. Pada tanggal 30 Juni 2009. Selisih antara nilai pembelian dengan nilai kepemilikan minoritas sebesar Rp439. No.084.H. 8 tanggal 24 Juli 2009. 1 tanggal 2 Februari 2010. 25 tanggal 30 Juni 2009. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra (lanjutan) Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 24 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Wahyu Nurani. Metra menandatangani SPA dengan para pemegang saham Ad Medika atas transaksi pembelian saham tersebut sebesar Rp130.179 juta dengan mengeluarkan tambahan 5.179 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10.444 juta dan dicatat sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” pada akun ekuitas (Catatan 2d). 20 .179 juta menjadi Rp1. Pada tanggal 2 Februari 2010.800.101. Perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas Infomedia. No.101.284. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. para pemegang saham Metra menyetujui penambahan modal ditempatkan dari Rp1. S. No.200. berdasarkan akta notaris Myra Yuwono.000.000 juta menjadi Rp2.H.000 lembar saham Infomedia atau 49% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp598.T.000.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan.700.179 juta menjadi Rp1.084.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) d. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra (lanjutan) Pada tanggal 30 Agustus 2010, berdasarkan akta notaris Myra Yuwono, S.H. No. 59 tanggal 30 Agustus 2010, para pemegang saham Metra menyetujui penambahan modal ditempatkan dari Rp1.284.179 juta menjadi Rp1.327.179 juta dengan mengeluarkan 4.300.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan untuk keperluan penambahan modal ditempatkan pada Metra-Net. Pada tanggal 31 Agustus 2010, berdasarkan akta notaris Myra Yuwono, S.H. No. 60 tanggal 31 Agustus 2010, para pemegang saham Metra menyetujui penambahan modal ditempatkan dari Rp1.327.179 juta menjadi Rp1.422.901 juta dengan mengeluarkan 9.572.206 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan untuk keperluan melakukan eksekusi put option 20% saham Sigma yang dimiliki oleh PT Sigma Citra Harmoni (“SCH”). (c) TII Pada tanggal 1 Juni 2009, berdasarkan Amandemen Ketiga dan Pengalihan terhadap Perjanjian Pengadaan & Pemasangan Proyek Batam Singapore Cable System (“BSCS”), Perusahaan mengalihkan seluruh hak dan kewajibannya dalam Proyek BSCS kepada TII. Pada tanggal 22 Oktober 2009, berdasarkan Notice of Assignment Acceptance kepada Komite Manajemen Asia America Gateway (“AAG”) dan anggota konsorsium AAG, Perusahaan mengalihkan seluruh hak dan kewajibannya dalam konsorsium AAG kepada TII. Berdasarkan RUPS Sirkuler TII pada tanggal 22 Desember 2009, para pemegang saham TII menyetujui pengakuan hutang yang timbul dari pengalihan proyek pembangunan infrastruktur internasional (on going project) Perusahaan kepada TII yang terdiri dari proyek BSCS dan AAG sebesar Rp463.105 juta. Berdasarkan RUPS Sirkuler TII pada tanggal 22 Desember 2009, yang dinyatakan dalam akta notaris Siti Safarijah, S.H. No. 12 tanggal 21 Januari 2010, yang kemudian ditegaskan kembali melalui Perjanjian Pengakuan Hutang dan Konversi Hutang Menjadi Penyertaan Saham antara Perusahaan dan TII pada tanggal 23 Desember 2009, para pemegang saham TII menyetujui: (1) penambahan modal ditempatkan sebesar Rp593.191 juta dengan mengeluarkan 5.203.427 saham baru; (2) pengeluaran keseluruhan saham baru yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan melalui konversi hutang menjadi penambahan modal disetor (debt to equity swap) sebesar Rp463.105 juta dan setoran tunai sebesar Rp130.086 juta; dan (3) peningkatan modal dasar dari Rp308.306 juta yang terbagi atas 2.704.440 lembar saham dengan nilai nominal Rp114.000 menjadi Rp2.052.000 juta yang terbagi atas 18.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp114.000. Pada tanggal 28 Desember 2009, Perusahaan telah melakukan pembayaran untuk peningkatan modal kepada TII sebesar Rp130.086 juta. Berdasarkan RUPS Sirkuler TII pada tanggal 11 Januari 2010, para pemegang saham TII menyetujui keikutsertaan TII dalam konsorsium Kabel Laut South East Asia-Japan Cable System (SJC) dan peningkatan kapasitas ke Amerika Serikat dengan jumlah investasi sebesar US$45,2 juta. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, tidak ada pembayaran yang dilakukan TII kepada konsorsium.

21

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) d. Anak perusahaan (lanjutan) (c) TII (lanjutan) Berdasarkan RUPS Sirkuler TII pada tanggal 10 November 2010, yang dinyatakan dalam akta notaris Siti Safarijah, S.H. No. 28 tanggal 30 November 2010, para pemegang saham TII menyetujui konversi hutang sebesar Rp164.708 juta menjadi saham ditempatkan dan disetor penuh (debt to equity swap) sehingga menjadi Rp1.066.205 juta. (d) Infomedia Berdasarkan RUPS Sirkuler Infomedia pada tanggal 5 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar, S.H. No. 10 tanggal 5 Juni 2009, para pemegang saham Infomedia menyetujui: (1) kapitalisasi bagian saldo laba ditahan perseroan dalam bentuk pembagian dividen saham; (2) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp100.000 juta menjadi Rp500.000 juta yang terbagi atas 1.000.000.000 lembar saham; dan (3) peningkatan modal disetor perseroan dari Rp40.000 juta menjadi Rp210.000 juta yang terbagi atas 420.000.000 lembar saham. Berdasarkan SPA antara Elnusa dan Metra pada tanggal 30 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar, S.H. No. 25 tanggal 30 Juni 2009, para pihak menyetujui pemindahan hak atas saham milik Elnusa sejumlah 205.800.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d.b). (e) Indonusa Pada tanggal 10 Desember 2010, berdasarkan akta notaris Dr. A. Partomuan, S.H. No. 6 tanggal 6 Januari 2011, para pemegang saham Indonusa menyetujui penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh dari 481.426.353 lembar saham menjadi 753.426.353 lembar saham dengan mengeluarkan tambahan 272.000.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp500 per saham yang disetor penuh oleh Perusahaan.

e. Kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 29 Maret 2011.

22

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (“GAAP Indonesia”) dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No.VIII.G.7 tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan”, dan Surat Edaran No. SE-02/PM/2002 tentang “Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Telekomunikasi”. GAAP Indonesia berbeda dalam beberapa hal secara signifikan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Amerika Serikat (“U.S. GAAP”). Informasi terkait dengan sifat dan pengaruh perbedaan-perbedaan tersebut dijelaskan pada Catatan 54. a. Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang dicatat berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan. Angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam dan dibulatkan menjadi jutaan Rupiah (“Rp”), kecuali dinyatakan lain. b. Prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaannya dimana Perusahaan, baik secara langsung ataupun tidak langsung, memiliki kepemilikan saham dengan hak suara lebih dari 50% dan memiliki kemampuan mengendalikan entitas, atau Perusahaan memiliki kemampuan mengendalikan entitas walaupun penyertaan sahamnya lebih kecil atau sama dengan 50%. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal ketika Perusahaan memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal pelepasannya. Seluruh saldo dan transaksi antarperusahaan yang signifikan telah dieliminasi pada laporan keuangan konsolidasian. c. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Definisi pihak yang memiliki hubungan istimewa yang digunakan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 7, mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Pihak-pihak yang dianggap mempunyai hubungan istimewa adalah bila satu pihak mempunyai kemampuan untuk mengendalikan pihak lain atau mempunyai pengaruh signifikan atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional. d. Akuisisi anak perusahaan Akuisisi anak perusahaan dari pihak ketiga dicatat dengan metode pembelian. Harga perolehan akuisisi dialokasikan ke dalam aset dan kewajiban yang teridentifikasi dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal transaksi. Selisih harga perolehan dari bagian kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang teridentifikasi dicatat sebagai goodwill, dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun, periode yang lebih panjang dari lima tahun diperkenankan apabila tidak lebih dari dua puluh tahun.

23

Akuisisi anak perusahaan (lanjutan) Perusahaan secara berkesinambungan mengevaluasi apakah terdapat suatu kejadian atau telah terjadi perubahan kondisi yang mengharuskan adanya perubahan terhadap estimasi sisa masa manfaat aset tidak berwujud dan goodwill. Laba atau rugi yang telah direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian dan dihitung berdasarkan metode identifikasi khusus. diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” pada bagian ekuitas. Penyertaan pada efek Penyertaan pada efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) dan efek untuk diperdagangkan dinyatakan sebesar nilai wajarnya. f. Akuisisi dengan entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan nilai buku seperti metode penyatuan kepemilikan (carryover basis). Selisih yang timbul dari jumlah bayar dengan nilai tercatat hak minoritas yang didebitkan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Saldo “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian ketika tidak terdapat lagi hubungan sepengendali antara pihakpihak yang bertransaksi. yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan. ii. setelah memperhitungkan dampak pajak penghasilan (“PPh”) yang berlaku. Deposito berjangka Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai penyertaan sementara. atau adanya indikasi penurunan nilai (“impairment”). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual tidak diakui pada laporan laba rugi tahun berjalan.T. Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar efek untuk diperdagangkan disajikan dalam laporan laba rugi di dalam (beban) penghasilan lain-lain dalam periode timbulnya keuntungan atau kerugian tersebut. tetapi dilaporkan sebagai komponen terpisah pada bagian ekuitas hingga terealisasi. e. kecuali dinyatakan lain) 2. Penyertaan i.b). Penurunan nilai efek yang tersedia untuk dijual di bawah harga perolehannya yang bersifat non-temporer dan dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian. Jika terdapat indikasi impairment. dan semua deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 24 . nilai aset tidak berwujud dan goodwill yang dapat terpulihkan (recoverable) ditentukan berdasarkan nilai diskonto dari estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar terhadap nilai waktu dari uang (time value of money) dan risiko spesifik dari aset terkait. Selisih harga pengalihan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait. diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” (Catatan 1d.

sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs rata-rata selama tahun tersebut. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi nilai tercatat penyertaannya pada perusahaan asosiasi terhadap kemungkinan penurunan nilai. dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Perusahaan mengakui bagian atas laba atau rugi perusahaan asosiasi secara proporsional sejak tanggal pengaruh signifikan dimiliki hingga tanggal berakhirnya pengaruh signifikan tersebut. Penyertaan (lanjutan) iii. Mata uang fungsional PT Pasifik Satelit Nusantara (“PSN”) dan PT Citra Sari Makmur (“CSM”) adalah Dolar Amerika Serikat (“Dolar A. Selisih yang sebelumnya langsung dikreditkan ke ekuitas sebagai dampak transaksi ekuitas di perusahaan asosiasi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Nilai wajar ditentukan berdasarkan nilai terendah antara harga kuotasi pasar (jika ada) dan nilai diskonto arus kas.”) dan mata uang fungsional Scicom (MSC) Berhad adalah Ringgit Malaysia (“RM”). dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian saat penyertaan dijual sesuai persentase kepemilikan yang dijual.T. Perubahan nilai penyertaan yang disebabkan oleh terjadinya perubahan nilai ekuitas perusahaan asosiasi yang timbul dari transaksi ekuitas antara perusahaan asosiasi dengan pihak lain diakui sebagai bagian dari ekuitas dalam akun “Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi”. aset dan kewajiban kedua perusahaan ini pada tanggal neraca masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. atau teknik penilaian lain yang tepat.S. Penyertaan pada joint venture dicatat dengan menggunakan metode ekuitas dimana bagian partisipasi pada suatu joint venture pada awalnya dibukukan sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan terhadap perubahan dalam bagian venturer atas aset bersih dari joint venture yang terjadi setelah perolehan. Selisih kurs akibat penjabaran diakui dan dilaporkan sebagai “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” dalam bagian ekuitas. Penyertaan pada perusahaan asosiasi Penyertaan pada perusahaan-perusahaan di mana Perusahaan memiliki 20% sampai dengan 50% hak suara. dan dimana Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan tetapi bukan dalam bentuk kendali atas kebijakan keuangan dan operasi. Faktor-faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan adanya indikasi penurunan nilai selain penurunan nilai sementara adalah pencapaian tujuan dan tahapan rencana usaha termasuk proyeksi arus kas dan hasil dari aktivitas pendanaan yang direncanakan. Berdasarkan metode ini. kecuali dinyatakan lain) 2. nilai wajar penyertaan dibandingkan dengan nilai tercatat penyertaan. dan faktor-faktor relevan lainnya. lamanya nilai wajar penyertaan berada di bawah nilai tercatat penyertaan. Ketika bagian Perusahaan atas rugi melebihi nilai tercatat dari perusahaan asosiasi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kondisi keuangan dan prospek bisnis dari setiap perusahaan asosiasi. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) f. Secara berkesinambungan. Untuk tujuan pelaporan investasi tersebut dengan metode ekuitas. sekurang-kurangnya di setiap akhir tahun. 2009. Penurunan nilai yang harus diakui diukur berdasarkan selisih lebih antara nilai tercatat penyertaan dengan nilai wajarnya. nilai tercatat penyertaan diturunkan hingga nihil dan pengakuan kerugian lebih lanjut dihentikan kecuali apabila Perusahaan menjamin kewajiban perusahaan asosiasi atau mempunyai komitmen untuk menyediakan dukungan keuangan kepada perusahaan asosiasi. 25 .

Piutang dihapuskan dalam periode ketika piutang tersebut dipastikan tidak dapat ditagih. Penyisihan piutang ragu-ragu dibentuk berdasarkan evaluasi manajemen terhadap tingkat ketertagihan saldo piutang. lisensi. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kartu SIM. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Persediaan terdiri dari komponen dan modul.T. Beban dibayar di muka Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. Apabila nilai tercatat aset tidak berwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. kartu Removable User Identity Module (“RUIM”). kartu RUIM. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 14 (Revisi 2008) “Persediaan”. setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu. Aset tidak berwujud Aset tidak berwujud terdiri dari aset tidak berwujud yang berasal dari akuisisi anak perusahaan/bisnis. harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. dan peranti lunak komputer. yang kemudian dibebankan atau dialihkan ke aset tetap pada saat pemakaian. Aset tidak berwujud.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Aset tidak berwujud diakui jika Perusahaan dan anak perusahaan kemungkinan besar akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tidak berwujud tersebut dan biaya aset tersebut dapat diukur dengan andal. jika ada. Aset tidak berwujud diamortisasi berdasarkan estimasi masa manfaat. dan vaucer prabayar dan metode identifikasi khusus untuk persediaan modul. Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi. maka nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang untuk komponen. pesawat telepon. Perusahaan dan anak perusahaan harus mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tidak berwujud. Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada masa depan. 2009. kecuali dinyatakan lain) 2. i. yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009 dan diterapkan secara prospektif. Aset tidak berwujud dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai. Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tidak berwujud sebagai berikut: Tahun Lisensi 10 Aset tidak berwujud lainnya 2-10 26 . modem wireless broadband dan vaucer prabayar yang dibebankan pada saat penjualan. set top box. Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”). Persediaan Sejak 1 Januari 2009. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. j. h.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) j. Telkomsel diberikan lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (Catatan 12. Aset tetap. Manajemen melakukan evaluasi atas keberlangsungan penggunaan lisensi tersebut setiap tahun. Oleh karena itu. Berdasarkan interpretasi manajemen terhadap ketentuan lisensi tersebut dan konfirmasi tertulis dari DJPT. Setiap bagian aset tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. Telkomsel mengakui iuran tahunan BHP sebagai beban pada saat terjadinya. 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Aset tetap yang diperoleh secara langsung diakui berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. dan peralatannya 3-20 Jaringan kabel 5-25 Catu daya 3-10 Peralatan pengolahan data 3-10 Peralatan telekomunikasi lainnya 5 Peralatan kantor 2-5 Kendaraan 5-8 Peralatan lainnya 5 27 . Amortisasi dimulai pada tahun 2006.i). disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan 20-40 Prasarana bangunan 3-7 Peralatan sentral telepon 5-15 Peralatan telegraf. dan komunikasi data 5-15 Peralatan dan instalasi transmisi 5-25 Satelit. teleks. dan (c) estimasi biaya awal pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. lisensi tersebut dapat dikembalikan setiap saat tanpa adanya kewajiban finansial untuk membayar sisa iuran tahunan BHP.perolehan langsung Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan.T. sejak aset terkait dengan pengoperasian tersebut tersedia untuk digunakan. Aset tetap . Aset tidak berwujud (lanjutan) Pada tahun 2006. Uang muka (up-front fee) dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (10 tahun). DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. (b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya.iii). Nilai residu dan masa manfaat aset tetap harus direview minimum setiap akhir tahun buku. stasiun bumi. k.ii dan 47c. kecuali tanah. Telkomsel diharuskan membayar uang muka (up-front fee) dan iuran tahunan biaya hak penggunaan (“BHP”) selama sepuluh tahun (Catatan 43a. kecuali dinyatakan lain) 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.

Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) / Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO) (merupakan bagian dari peralatan dan instalasi transmisi) dari 20 tahun menjadi 25 tahun. berdasarkan review masa manfaat di industri telekomunikasi yang sejenis dengan Perusahaan dan ekspektasi penggunaan berdasarkan spesifikasi teknis. Peralatan yang untuk sementara tidak digunakan direklasifikasi sebagai peralatan yang tidak digunakan dalam operasi dan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus selama taksiran masa manfaatnya. yang termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul untuk membiayai pembangunan aset. Aset tetap . peranti lunak komputer tersebut harus dicatat sebagai bagian dari aset tidak berwujud. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. nilai aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. dimana terdapat kejadian dan kondisi yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tetap tidak dapat diperoleh kembali. Jika peranti lunak komputer berdiri sendiri dari peranti keras komputernya.perolehan langsung (lanjutan) Terkait dengan PSAK 16R. Suku cadang dan peralatan pemeliharaan dicatat sebagai persediaan dan diakui sebagai bagian dari laba atau rugi pada saat dikonsumsi. yang kemudian direklasifikasi secara spesifik menjadi aset tetap yang terkait. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan laba atau rugi yang timbul dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. sejak 1 Januari 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Aset dalam pembangunan diakui sebesar harga perolehan hingga pembangunan selesai. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual. biaya pinjaman. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) k. Perusahaan dan anak perusahaan secara periodik menelaah kemungkinan terjadinya penurunan nilai aset tetap. dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi pengeluaran selama periode tersebut. peranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari peranti keras komputer. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat instalasi bangunan dan bangunan kantor (merupakan bagian dari bangunan) dari 20 tahun menjadi 40 tahun. Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari 12 bulan dicatat sebagai bagian aset tetap. 2009. Selama masa pembangunan. yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara harga jual bersih atau nilai pakai. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai dan aset tetap siap untuk digunakan. Pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut diperhitungkan secara prospektif dan menghasilkan pengurangan dalam beban yang dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2010 (Catatan 10d. kecuali dinyatakan lain) 2. Dalam kondisi tersebut.iii). dan antena dan tower (merupakan bagian dari peralatan dan instalasi transmisi. Pemugaran dan penambahan yang signifikan dikapitalisasi.T. Peranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan peranti lunak komputer tertentu. maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian. stasiun bumi dan peralatannya) dari 15 tahun menjadi 20 tahun. 28 . dan satelit.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 2009.T. n. Berdasarkan PSAK 39. aset yang dibangun oleh mitra KSO dalam rangka KSO dicatat dalam pembukuan mitra KSO yang mengoperasikan aset tersebut dan akan dialihkan kepada Perusahaan pada akhir masa KSO atau saat penghentian perjanjian KSO. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) l. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Aset sewa pembiayaan diakui hanya jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Kerja Sama Operasi (“KSO”) Pendapatan dari KSO mencakup amortisasi pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. Sewa pembiayaan diakui sebagai aset dan kewajiban pada neraca sebesar nilai wajar aset sewa atau jika lebih rendah. “Akuntansi Kerja Sama Operasi”. diklasifikasikan sebagai sewa operasi dimana pembayarannya diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Pendapatan Minimum Telkom (“Minimum Telkom Revenue” atau “MTR”) dan bagian Perusahaan atas Pendapatan KSO yang Harus Dibagi (“Distributable KSO Revenues” atau “DKSOR”). nilai kini pembayaran sewa minimum. Perjanjian sewa yang tidak memenuhi kriteria di atas. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban.hak atas tanah Biaya yang terjadi sehubungan dengan pengurusan dan perpanjangan masa hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode hak atas tanah tersebut. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Kompensasi yang diterima dari mitra KSO dicatat sebagai pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. Sewa kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. sesuai dengan perjanjian KSO. kecuali dinyatakan lain) 2. MTR diakui setiap bulan berdasarkan perhitungan jumlah MTR yang diperjanjikan untuk tahun berjalan. m. Aset tetap sewa pembiayaan Klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi dan bukan pada bentuk kontraknya. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Biaya langsung awal yang dikeluarkan perusahaan dan anak perusahaan ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset. 29 . Bagian Perusahaan atas DKSOR diakui berdasarkan persentase bagian Perusahaan atas pendapatan KSO. Aset sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat ekonomisnya. setelah dikurangi dengan seluruh beban langsung yang berkaitan dengan perjanjian KSO dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sesuai dengan masa KSO yaitu 15 tahun sejak tanggal 1 Januari 1996. setelah dikurangi MTR dan beban operasi Unit KSO. Beban tangguhan .

dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasian. kecuali dinyatakan lain) 2. baik yang telah maupun yang belum direalisasi. p.05 2009 Jual 9.420 13. penangguhan pendapatan dari instalasi dan sambungan termasuk biaya tambahan dan diakui sebagai pendapatan sepanjang estimasi periode hubungan dengan pelanggan (Catatan 2p. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) o.015 12.68 Jual 9. Pada tanggal neraca konsolidasian.025 110. dimana aset dan kewajiban PBH disajikan pada neraca konsolidasian masing-masing sebagai “Aset tetap” dan “Kewajiban sewa pembiayaan PBH”. Dewan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (DSAK) menerbitkan Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan No. Semua pendapatan yang dihasilkan dari PBH diakui sebagai bagian pendapatan yang berasal dari operasi. 1 (“PPSAK 1”).005 12. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. efektif sejak periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010. Penerapan PPSAK 1 “Pencabutan PSAK 35 (Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi)” Pada bulan Juni 2009. Perusahaan dan anak perusahaan mengadopsi PPSAK 1 sejak 1 Januari 2010 dan menerapkan secara retrospektif.011 110.591 102. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pengakuan pendapatan dan beban i. sementara sebagian dari pendapatan yang merupakan bagian mitra usaha dicatat sebagai beban bunga dan disajikan sebagai pengurang atas kewajiban PBH.82 Beli 9. Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.iii).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi. reklasifikasi panggilan keluar (outgoing calls) kepada operator lain dari pendapatan interkoneksi ke pendapatan telepon. antara lain. dan pencatatan perjanjian Pola Bagi Hasil (“PBH”) dengan cara yang sama dengan sewa pembiayaan.ii dan 2p. mencabut PSAK 35 "Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi". 2009.20 Laba atau rugi selisih kurs yang timbul. PPSAK 1. dimana pinjaman dapat diatribusikan terhadap pembangunan aset tersebut (Catatan 2k). 30 .430 13. aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal neraca konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan dan anak perusahaan 2010 Beli Dolar Amerika Serikat (“US$”) 1 Euro1 Yen1 9. Penjabaran valuta asing Mata uang fungsional Perusahaan dan anak perusahaan adalah Rupiah dan pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah.574 102. Dampak dari penerapan tersebut termasuk: • • • • penyajian pendapatan interkoneksi dari penyajian neto menjadi bruto.T.

140 Laba Per Saham Dasar Laba bersih per saham 576.762) 97.717.309) Beban Lain-Lain (1.6 67.808 Beban Pajak (5. maka laporan keuangan konsolidasian komparatif telah dinyatakan kembali sebagai berikut: Sebelum dinyatakan kembali NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009: Aset Tidak Lancar Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang Ekuitas 81.919.388) (86.689.332.330) 86.20 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009: Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan 3.645 (3.414) (20.52 23.882) (340.373. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.677.030) 29.994.989.13 Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) 23.635 Beban Usaha (41.163 (33.628. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) i. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) p.652.T.080.461) (2.045.811.883 (2.152) (43.39 135.125) (21.664) 96.65 106.312.715.652.615.447.428) (38.893.582 (26.00 64.542) 10.487 Setelah dinyatakan kembali 81.037.604 (6.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.288 Beban Pajak (6.20 31 .098) (38.166.993.748.686 3.38 21.047) 66.853) Laba Sebelum Pajak 22.695) Laba Bersih 10.747) Dinyatakan kembali 254.784 Beban Usaha (38.349. 2009. kecuali dinyatakan lain) 2.711) (416.429 (41.596.554 (175.316 2.786 540.80 29.494) Beban Lain-Lain (253.574 (6.971 (5.076) Laba Bersih 11.335.694) LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008: Pendapatan Usaha 60. Penerapan PPSAK 1 “Pencabutan PSAK 35 (Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi)” (lanjutan) Sebagai akibat dari perubahan penyajian tersebut.20 3.030 (96.847) 52.729.896.615) 22.260) LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009: Pendapatan Usaha 64.470 Laba Per Saham Dasar Laba bersih per saham 537.826 579. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.476.73 Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) 21.639.673.619.021 (6.330) 337.997) 20.123) 11.518 (44.398.398.667) Laba Sebelum Pajak 20.382.509.347.671.404.889.733 (31.180.373.136 (26.

Penerapan Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (“PPSAK”) 1 (lanjutan) Sebelum dinyatakan kembali LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008: Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan Dinyatakan kembali Setelah dinyatakan kembali 24. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.553. • Pendapatan dalam rangka KPU diakui saat akses telekomunikasi siap dan jasa tersebut diserahkan.628) 24. kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) p. penyalur. Penjualan vaucer pulsa isi ulang (baik digabungkan dalam paket perdana ataupun dijual secara terpisah) diakui pertama kali sebagai pendapatan diterima di muka dan secara proporsional diakui sebagai pendapatan berdasarkan jangka waktu dan jumlah panggilan yang berhasil dilakukan dan pemakaian jasa nilai tambah oleh pelanggan atau pada saat sisa pulsa pada vaucer prabayar telah habis masa berlakunya. Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak Pendapatan dari instalasi sambungan telepon tidak bergerak ditangguhkan termasuk biaya tambahan dan diakui sebagai pendapatan sepanjang estimasi periode hubungan dengan pelanggan. Potongan promosi yang belum digunakan disajikan sebagai pengurang pendapatan diterima di muka. atau langsung kepada pelanggan.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.436) 237.064) ii. 2009. yang terdiri dari penjualan kartu perdana (yang berisi kartu SIM untuk telepon seluler atau kartu RUIM untuk telepon nirkabel dan vaucer perdana) dan vaucer isi ulang diakui sebagai berikut: • • Penjualan kartu SIM dan RUIM diakui sebagai pendapatan pada saat kartu perdana tersebut diserahkan kepada distributor. iii. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.628 (237. yang terdiri dari pendapatan penggunaan dan biaya abonemen bulanan diakui sebagai berikut: • Pendapatan dari jasa instalasi sambungan telepon ditangguhkan termasuk biaya tambahan dan diakui sebagai pendapatan sepanjang estimasi periode hubungan dengan pelanggan Pendapatan pulsa dan biaya pemakaian atas jasa nilai tambah diakui berdasarkan penggunaan pelanggan. 32 . bulanan diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan • • Pendapatan dari jasa prabayar.348. Biaya abonemen berlangganan.316.925 (11.586.297 (11. Pendapatan dari pemakaian telepon diakui pada saat pelanggan memakai telepon tersebut. Biaya abonemen bulanan diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) i. Pendapatan telepon seluler dan jaringan tetap nirkabel Pendapatan dari jasa pasca bayar.

dimana aset dan kewajiban PBH disajikan pada neraca konsolidasian. vi. viii. v. Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya terdiri dari pendapatan PBH dan penjualan jasa atau barang telekomunikasi lainnya. Beban Beban diakui berdasarkan metode akrual.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. instalasi dan implementasi peranti lunak dan perangkat keras komputer. Pendapatan data. PBH dicatat sama seperti sewa pembiayaan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. internet. kecuali dinyatakan lain) 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.T. 2009. sementara pendapatan yang merupakan bagian mitra usaha dicatat sebagai beban bunga dan pengurang kewajiban PBH. Pendapatan interkoneksi Pendapatan dari interkoneksi jaringan dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan internasional diakui pada saat terjadinya berdasarkan perjanjian. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) iv. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) p. jasa pemasangan jaringan data komputer. Pendapatan jasa atau barang telekomunikasi lainnya diakui pada saat jasa dan atau barang diserahkan kepada pelanggan. vii. dan jasa teknologi informatika Pendapatan dari komunikasi data dan internet diakui berdasarkan pemakaian. Pendapatan jaringan Pendapatan dari jaringan terdiri dari pendapatan dari sewa sirkit dan transponder satelit yang diakui pada periode saat jasa diberikan. dan instalasi diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan atau instalasi perangkat. 33 . Pendapatan interkoneksi terdiri dari pendapatan yang berasal dari panggilan pelanggan operator lain kepada pelanggan operator Perusahaan dan anak perusahaan (incoming) serta panggilan antar pelanggan operator lain yang melalui jaringan Perusahaan dan anak perusahaan (transit). Pendapatan dari jasa pengembangan peranti lunak komputer diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. Pendapatan dari penjualan. Semua pendapatan yang dihasilkan dari perjanjian PBH diakui sebagai bagian pendapatan yang berasal dari operasi.

Penghargaan masa kerja (“Long Service Awards” atau “LSA”) dan cuti masa kerja (“Long Service Leave” atau “LSL”) Anak perusahaan memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu. Imbalan kerja i. Kewajiban sehubungan dengan LSA dan LSL dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. tergantung persetujuan manajemen. Pensiun dini (“Pendi”) Beban Pendi diakui pada saat Perusahaan berkomitmen untuk memberi imbalan Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Perusahaan agar karyawan terdorong untuk melakukan pengunduran diri secara sukarela. Perusahaan dianggap berkomitmen untuk melakukan Pendi jika. kecuali dinyatakan lain) 2. dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian. 2009. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan biaya jasa lalu yang tidak diakui. dan hanya jika. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.T. yang melebihi nilai tertinggi antara 10% dari nilai kini dari kewajiban imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program. Pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Laba atau rugi aktuaria yang muncul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan asumsi aktuarial. Perusahaan telah memiliki rencana Pendi formal yang tidak dapat dibatalkan. ii. iii.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai. dikurangi dengan nilai wajar dari aset program pensiun setelah disesuaikan dengan laba atau rugi aktuaria yang tidak diakui. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. Biaya jasa lalu diakui jika telah menjadi hak (vested) atau diamortisasi selama periode vesting. Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya bersih berkala untuk tahun iuran tersebut terutang dan dicatat sebagai biaya karyawan. Untuk program iuran pasti. LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi dengan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo kewajiban yang bersangkutan. Laba atau rugi aktuaria yang timbul dari adanya penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan perubahan asumsi aktuaria. dibebankan atau dikreditkan terhadap laporan laba rugi konsolidasian selama sisa masa kerja rata-rata karyawan yang bersangkutan. 34 .

T. Aset dan kewajiban pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diharapkan dapat diperoleh atau dibayar dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Masa persiapan pensiun (“MPP”) Karyawan Perusahaan memperoleh manfaat selama MPP. v. bonus. Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat pasti. Pajak Penghasilan (“PPh”) Perusahaan dan anak perusahaan mengakui aset dan kewajiban pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer aset dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak pada setiap tanggal pelaporan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Manfaat yang diberikan kepada karyawan yang memasuki MPP dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Perusahaan dan anak perusahaan juga mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Imbalan pasca kerja lainnya Karyawan memperoleh tunjangan persiapan pensiun dan tunjangan fasilitas perumahan terakhir pada saat memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. karyawan masih akan menerima manfaat yang diberikan kepada karyawan aktif. atau apabila dilakukan banding. termasuk. misalnya selisih nilai transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali dan efek penyesuaian penjabaran mata uang asing untuk penyertaan tertentu di perusahaan asosiasi. fasilitas kesehatan. Imbalan kerja (lanjutan) iv. 2009. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti. Selama masa MPP. atau memberikan imbalan yang lebih rendah. dimana bagian yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan imbalan. jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar (probable). kecuali aset dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda. dan tunjangan lainnya. kecuali dinyatakan lain) 2. libur tahunan. kecuali apabila pajak tersebut berkaitan dengan pos-pos yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Aset dan kewajban pajak tangguhan disajikan saling hapus di neraca konsolidasian. Aset pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan tetap berlaku terhadap laba kena pajak untuk tahun-tahun dimana perbedaan temporer tersebut terpulihkan atau direalisasi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. tetapi tidak terbatas pada gaji rutin. PPh dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian. 35 . r. sesuai dengan penyajian aset dan kewajiban pajak kini. seperti kompensasi rugi fiskal. ketika hasil banding sudah diputuskan. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan pajak. Manfaat tersebut dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. dimana karyawan mulai tidak aktif selama 6 bulan sebelum memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. dalam hal mana PPh-nya juga dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s. Instrumen keuangan Pada tahun 2006, DSAK menerbitkan PSAK 50 (Revisi 2006) ”Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK 55 (Revisi 2006) ”Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”. Kedua pernyataan ini menggantikan PSAK 50 ”Akuntansi Investasi Efek Tertentu” dan PSAK 55 ”Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”. Kedua pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010. Penerapan standar-standar tersebut tidak mengakibatkan dampak yang material terhadap hasil usaha dari Perusahaan dan anak perusahaan. Sesuai dengan ketentuan transisi PSAK No. 55 (Revisi 2006), dampak yang berasal dari perhitungan ulang atas cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp91.237 juta telah disesuaikan ke saldo laba per 1 Januari 2010. Dalam rangka penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006), Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan kewajiban keuangan. i. Aset keuangan Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya sebagai (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo, atau (iv) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya. a. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan yang diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan dalam jangka pendek. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi terdiri dari surat berharga yang diperdagangkan yang dicatat sebagai penyertaan sementara. b. Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi, antara lain, piutang usaha, piutang lainlain, aset keuangan lancar lainnya, dan aset keuangan tidak lancar lainnya. c. Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali: a) investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan Perusahaan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; b) investasi yang ditetapkan oleh Perusahaan dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan c) investasi yang memiliki definisi pinjaman yang diberikan dan piutang. 36

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Aset keuangan (lanjutan) c. Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo (lanjutan) Pada saat pengakuan awal, aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Tidak ada aset keuangan yang diklasifikasi sebagai kelompok dimiliki hingga jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. d. Aset keuangan tersedia untuk dijual Investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditujukan untuk dimiliki sampai periode yang tidak ditentukan, yang mana dapat dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Aset keuangan tersedia untuk dijual terdiri dari surat berharga yang tersedia untuk dijual yang dicatat sebagai penyertaan sementara. Perusahaan dan anak perusahaan menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian untuk penjualan dan pembelian reguler aset keuangan. ii. Kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan kewajiban keuangannya sebagai (i) kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau (ii) kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. a. Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah kewajiban keuangan yang diperdagangkan. Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan jangka pendek. Tidak ada kewajiban keuangan yang diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diperdagangkan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. b. Kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Kewajiban keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diklasifikasikan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi antara lain hutang usaha, hutang lain-lain, biaya yang masih harus dibayar, pinjaman, obligasi, dan wesel bayar.

37

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) t. Modal saham yang diperoleh kembali Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang ekuitas pemegang saham. Harga pokok dari penjualan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode ratarata tertimbang. Selisih antara harga perolehan kembali dan harga jual kembali saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”. u. Dividen Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai kewajiban berdasarkan keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Komisaris. v. Laba per saham dan laba per ADS Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun tersebut. Laba bersih per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 40, yaitu jumlah saham per ADS. w. Informasi segmen Informasi segmen Perusahaan dan anak perusahaan disajikan menurut segmen usaha. Segmen usaha adalah unit yang dapat dibedakan (distinguishable unit) yang menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda dan dikelola secara terpisah. Informasi segmen usaha konsisten dengan informasi operasi yang secara rutin dilaporkan kepada tingkat pengambil keputusan operasional tertinggi di Perusahaan. x. Penggunaan taksiran Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. Pos-pos signifikan yang terkait dengan taksiran dan asumsi antara lain termasuk, nilai tercatat aset tetap dan aset tidak berwujud, penyisihan untuk piutang, dan kewajiban yang berhubungan dengan imbalan karyawan. Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran tersebut. Dalam menentukan beberapa taksiran, manajemen menggunakan tenaga ahli pihak ketiga sebagaimana dipersyaratkan. Dalam menggunakan tenaga ahli untuk membantu dengan model dan perhitungan, manajemen mereview asumsi dasar dan menilai perhitungan yang terkait kewajaran dalam konteks keadaan Perusahaan.

38

Akuisisi Ad Medika dicatat dengan menggunakan metode pembelian.077 juta (termasuk biaya konsultan akusisi) (Catatan 1d.919) (4. kecuali dinyatakan lain) 3. Hasil usaha konsolidasian Perusahaan meliputi hasil usaha Ad Medika terhitung sejak 1 Maret 2010. merek dagang. Selanjutnya pada tanggal 25 Februari 2010.057) (8.145) 44. Ravi Varma Kanason. Metra telah menandatangani CSPA dengan para pemegang saham Ad Medika. AKUISISI AD MEDIKA Pada tanggal 25 Januari 2010. dimana harga perolehan dialokasikan ke nilai wajar aset yang diperoleh dan kewajiban yang ditanggung.503 Metra memperoleh kendali atas Ad Medika pada tanggal 25 Februari 2010 dan penilaian dilakukan oleh penilai independen dengan menggunakan saldo neraca pada tanggal 28 Februari 2010.110 45. Ad Medika adalah perusahaan yang bergerak di bidang electronic health care network. Aset tidak berwujud yang diperoleh termasuk kontrak perjanjian dan hubungan dengan konsumen. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. untuk membeli 75% saham beredar Ad Medika.236 130.591 (22. Alokasi harga perolehan adalah sebagai berikut: Rp Aset dan kewajiban yang berasal dari akuisisi adalah sebagai berikut: Aset lancar Aset tetap Aset tidak berwujud Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Kewajiban pajak tangguhan Hak minoritas Nilai wajar aset bersih yang diakuisisi Goodwill Jumlah harga perolehan Dikurangi: Kas dan setara kas pada anak perusahaan yang diakuisisi Arus kas keluar akibat akuisisi 26.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan kontrak perjanjian untuk tidak berkompetisi (Catatan 12).841 85.143) (9. Perusahaan memulai untuk menyediakan jasa Insure Net sebagai cikal bakal program ehealth nasional. Metra menandatangani SPA dengan para pemegang saham Ad Medika atas transaksi pembelian saham tersebut dengan harga perolehan sebesar Rp130.574) 116. yang masing-masing merupakan pihak ketiga. sebagai tanggal neraca terdekat.404 17.077 (13. Arthur Tahya (PT Swadayanusa Kencana Raharja).b). Sofian Susantio. dan Shia Kok Fat. Melalui akuisisi ini. Ad Medika merupakan perusahaan pengelola administrasi layanan kesehatan terbesar di Indonesia. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 39 .T. hubungan baik dengan pelanggan. 2009.

916 81.132 57.165 276.193 873.575 15.287 27.226 40 .607 2.176 14.490 17.692 485.326 1.581 7 367.758 8.313 46. KAS DAN SETARA KAS 2010 Kas Bank Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”) PT Bank Pos Nusantara Mata uang asing Bank Mandiri BNI BRI BSM Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah ABN AMRO Bank (“AAB”) Deutsche Bank AG (“DB”) PT Bank Internasional Indonesia Tbk (“BII”) PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (”Bank Ekonomi”) PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) PT Bank CIMB Niaga Tbk (“Bank CIMB Niaga”) PT Bank Permata Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur PT Bank Bukopin Tbk (“Bank Bukopin”) PT Bank Perkreditan Rakyat Karyajatnika Sadaya PT Bank ICB Bumiputera Tbk (“Bank Bumiputera”) Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) Mata uang asing The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.A.570 321 1.096 46 5.272 201.618 696.348 198.245 15.005 891 165 227.529 1.680 6.075 200.830 560 776 2.753 2.730 439.611 146. 2009.T.942 377 242 117.513 2.882 169.789 10.372 1.213 2009 6.608 99.018 12.004 3.980 5.207 97.221 210.397 38.196 5.369 75. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.076 8. (“HSBC”) Bank Ekonomi DB Citibank.030 164.169 2.035 8.556 21.265 8.149.405 999 450 645.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.131 35. (“Citibank”) Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) Sub-jumlah Jumlah bank 4.940 8.447 19. N.369 7.858 136 29. kecuali dinyatakan lain) 4. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.874 1.

191 330.849.300 2.161 270.215 635.100 660.700 30.500 237.148.117 116.556.899 393.000 95. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2010 Deposito berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah BRI Bank Mandiri BNI BTN BSM Mata uang asing BRI BNI Bank Mandiri Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (“Bank Jabar”) PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”) Bank Bukopin Bank CIMB Niaga PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk BII PT Bank UOB Buana Tbk PT Bank Yudha Bhakti PT Bank Muamalat Indonesia PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon”) PT Bank Capital Indonesia Tbk Bank Bumiputera PT Bank Syariah Mega Indonesia (“Bank Syariah Mega”) DB BCA PT Bank OCBC NISP Tbk (“OCBC NISP”) Bank Ekonomi 2009 2.472.831 495.309 832.289 1.315. 2009.065.946 2.570.220 344.162 6.000 40.690 557.000 395.428.000 5.141 4.664 1.735 1.500 10.000 3.500 127.000 10.582 390.560 100. kecuali dinyatakan lain) 4.980 116.000 2.500 10.000 2.032.000 10.755 165.000 25.000 2.477 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.957 41 .560 176.850 173.000 6.000 9.000 500 300 1.817 24.317 1.000 2.223.000 1.377 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.623.T.000 30.400.538. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

102.T.792 5. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2010 Deposito berjangka (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Mata uang asing BCA Bank Ekonomi Bank Bukopin Sub-jumlah Jumlah deposito berjangka Jumlah 2009 64.266) 780.716 480.768 Piutang usaha dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tertentu disajikan bersih setelah memperhitungkan kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan kepada pihak yang sama berdasarkan hak untuk melakukan saling hapus yang disepakati oleh kedua belah pihak.993 6.122 2.4.805.504 7.656 57. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.75% Pihak yang mempunyai hubungan istimewa dimana Perusahaan dan anak perusahaan melakukan penempatan dananya merupakan bank milik negara.483) 604.119.450 91.460 Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut: 2010 Rupiah Mata uang asing 4.067 17.461 6.043 2009 553.251 (93.849 480.05% .00 % .189 9. Berdasarkan pelanggan (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2010 Instansi Pemerintah CSM Indosat PT Patra Telekomunikasi Indonesia (“Patrakom”) PT Graha Informatika Nusantara (“Gratika”) PSN Koperasi Pegawai Telkom (“Kopegtel”) PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”) Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 759.966.451 24.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.098 3.869 3.9. 42 .00% .05% .170 5.366 33.395.50% 0.921 14.408 901 80.812 7. kecuali dinyatakan lain) 4. dengan rincian sebagai berikut: a. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.171 698.049 1.629. PIUTANG USAHA Piutang usaha sehubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail.50% 0.673 7.985 931.230 1.797 48.716 2.784 2.00% 2009 4.309 (151. 2009.4.279 6. 5. Perusahaan dan anak perusahaan menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank-bank tersebut karena mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan secara keuangan dianggap aman karena dimiliki oleh negara.13. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

251 (93.333.078) 3.768 4. PIUTANG USAHA (lanjutan) a.053 26.916 559.898 4.983 (1.067) 3.708.857.973 1. Berdasarkan mata uang (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2010 Rupiah Dolar A.198 698. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.534 214.180.875 4. kecuali dinyatakan lain) 5.666 2009 3.563. Berdasarkan umur (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2010 Sampai dengan 6 bulan 7 sampai dengan 12 bulan Lebih dari 12 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih (ii) Pihak ketiga 2010 Sampai dengan 3 bulan Lebih dari 3 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih c.434 931.480.563.076 931.043 2009 416.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.869 376.184.483) 604.294.997.067) 3.043 2009 672.364.920 4.085 1.T.266) 780.666 2009 3.251 (93. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 902.184.916 43 .266) 780.768 3.483) 604.983 (1. 2009.630 71.S.148.552 698.063 367.031.294.309 (151. Berdasarkan pelanggan (lanjutan) (ii) Pihak ketiga 2010 Pelanggan individual dan bisnis Penyelenggara jasa telekomunikasi internasional luar negeri Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih b.180.364.771 4.069 210.699 157.857.078) 3.309 (151.744 (1.744 (1.875 28.

905 561.143.550 2008 1.737. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.408 4. 2009.184.916 Penghapusbukuan piutang tak tertagih merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak ketiga. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu 2010 Saldo awal Penyesuaian sehubungan dengan penerapan PSAK No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.273.344 2009 1.100.273.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.203.067) 3.517) 1. Euro Dolar Singapura Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih d.492 627.905 4.445. 44 . Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang.415 (428.858) 1.162 (491.237 509.983 (1. Piutang usaha tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 17 dan 21).55 (Revisi 2006) (Catatan 2s) Penambahan (Catatan 35) Penghapusbukuan piutang tak tertagih Saldo akhir 1.T.078) 3.456 387.706) 1.S.294. PIUTANG USAHA (lanjutan) c.857. kecuali dinyatakan lain) 5.203.364.487 4 4.550 91.578 712.744 (1. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.155 (283.180.563.758 1. Berdasarkan mata uang (lanjutan) (ii) Pihak ketiga 2010 Rupiah Dolar A.666 2009 3.

418 (65.924 158. 2009.286 2009 64.184 juta (Catatan 43d.849 292.174 2008 54.vii). DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.244 Komponen dan modul terdiri dari pesawat telepon.795 (647) 64. PERSEDIAAN 2010 Modul Komponen Kartu SIM. kabel. 45 .819 162.345 (4.701 10.795) (10) (72. kecuali dinyatakan lain) 6. set top box. suku cadang instalasi transmisi.822 (76. dan vaucer prabayar Jumlah Jumlah bersih Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2010 Saldo awal Penambahan (Catatan 35) Penghapusbukuan persediaan Saldo akhir 72.367 juta dan Rp89. pencurian. dan vaucer prabayar Jumlah Penyisihan persediaan usang Modul Komponen Kartu SIM.233) 83. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan tertentu yang mungkin dialami Perusahaan.849 12. Total nilai pertanggungan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp128.032 111.542 (5.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kartu RUIM.479 147. set top box.174 15.000 juta.567 507.217) 72.286) 515.174) 435.536 2009 233.419 598. dan risiko lain.264) (6.T. modul dan komponen yang dimiliki oleh Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran.937) (85) (83.406 juta dan Rp10. Pada 31 Desember 2010 dan 2009. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan cukup untuk menutup kerugian akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang. kartu RUIM. Modul dan komponen yang dimiliki oleh anak perusahaan tertentu telah diasuransikan terhadap semua risiko industri dan risiko kehilangan pada saat pengiriman dengan total nilai pertanggungan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp15. Persediaan tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 17 dan 21).369) (6. dan persediaan suku cadang lainnya.

356 3.031 2009 1. kecuali dinyatakan lain) 7. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.639 741.140 2.539 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.723. ASET LANCAR LAINNYA Aset lancar lainnya pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.305 347 144 125.513 67.127 29.712 66.868 1. 8.393.175 2009 Mata uang asal (dalam jutaan) 0. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 46 . terdiri dari deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebagai berikut: 2010 Mata uang BNI Perusahaan TII Metra Bank Mandiri Perusahaan Metra BRI Metra Bank Ekonomi Metra Jumlah Rp US$ US$ Rp Rp Rp Rp Rp Mata uang asal (dalam jutaan) Setara Rupiah 593 235 347 1.569 Setara Rupiah 102.793 12.589 338.492 3.769 45.496.482 Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka milik Perusahaan dan anak perusahaan yang dijadikan jaminan untuk garansi bank kepada beberapa bank.671 3.010 380.102 0. 2009. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.200 141.441.iii) Sewa Gaji Uang muka Biaya penerbitan buku petunjuk telepon Asuransi Lain-lain Jumlah 2.i dan 47c. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DI MUKA 2010 Izin penggunaan frekuensi (Catatan 47c.575 962 5.558 1.282 3.T.

T.360 587 199 21.360 587 199 52.360 587 199 21. Scicom Scicom bergerak dalam bidang penyediaan jasa call center di Malaysia.358 (4.622) 561 20.11 20.622) (541) 108. 2009.38 84. kecuali dinyatakan lain) 9.00 5. Sebagai akibatnya. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.850 Persentase kepemilikan Penyertaan jangka panjang pada perusahaan asosiasi: CSM Patrakom PSN Penyertaan jangka panjang lainnya: Scicom BMPL BBT Bangtelindo Saldo awal Penambahan Bagian (rugi) laba Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo akhir 25.71 51.000 115.00 40.01%.409 44.107 169.745) 151.197 32.721 36.00 22. PENYERTAAN JANGKA PANJANG 2010 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Persentase kepemilikan Penyertaan jangka panjang pada perusahaan asosiasi: Scicom (MSC) Berhad (“Scicom”) PT Melon Indonesia (“Melon”) Patrakom CSM PSN Penyertaan jangka panjang lainnya: Bridge Mobile Pte.00 40.102 32.042.253 18.400 lembar saham dengan nilai transaksi sebesar US$0.407 64.00 22.715) - 49. tingkat kepemilikan TII di Scicom meningkat menjadi 17.42 juta (setara dengan Rp3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.358 2009 (13.460 (29.146 253.745) (6.409 80.659 (12.715) (6.905 juta).38 49.686 15.745) 44.553 115.721 20.920) 124 3.760 (29.760 18.00 5.11 30.618 51. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.00 2. TII melakukan tambahan pembelian saham Scicom sejumlah 3.949 117.86 10. Ltd.124 40.068 1.146 - (33.175) 3.867 (6.485) (13.894 561 232.704 10.760 18.00 2.961 20. Pada tanggal 3 Februari 2010.358 51.360 587 199 70.146 151. (“BMPL”) PT Batam Bintan Telekomunikasi (“BBT”) PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (“Bangtelindo”) Saldo awal Penambahan Bagian (rugi) laba Saldo akhir 29.00 25.277 130.553 i.277 36. 47 .

Bangtelindo Bangtelindo terutama bergerak dalam bidang penyediaan jasa konsultasi untuk pemasangan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi. 2009. PSN PSN bergerak dalam bidang penyewaan transponder satelit dan penyelenggaraan jasa komunikasi berbasis satelit di wilayah Asia Pasifik.79 juta (setara dengan Rp53. suatu perusahaan asosiasi dari Telkomsel. kecuali dinyatakan lain) 9.360 juta) mencerminkan 10% kepemilikan.T. BBT BBT bergerak dalam bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi tidak bergerak di Kawasan Industri Batamindo di Muka Kuning.000 lembar saham dengan nilai transaksi masing-masing sebesar US$0.000 (setara dengan Rp20.000 dan 30. berdasarkan keputusan RUPS Sirkuler Scicom.85%.200. oleh karena itu nilai penyertaannya telah menjadi Rp nihil. Bagian rugi Perusahaan dari PSN telah melebihi nilai penyertaannya sejak 2001. Metra membentuk perusahaan patungan bersama SK Telecom bernama PT Melon Indonesia (“Melon”) dengan kepemilikan 51% (Catatan 1d.b).71%. dan operator telepon berbasis kabel dan seluler. kontribusi Telkomsel sebesar US$2. Pada tanggal 11 Agustus 2010. vi.000 lembar saham dengan nilai sebesar RM126. Scicom (lanjutan) Pada tanggal 6 Mei dan 16 Juni 2010. Melon Pada tanggal 16 Agustus 2010.870.556 juta).000. para pemegang saham Scicom menyetujui penambahan modal disetor sejumlah 1. vii. dan jasa konsultasi mengenai teknologi telekomunikasi dan sarana lain yang terkait. jasa aplikasi jaringan. viii.76 juta (setara dengan Rp6. 48 . iv. jasa-jasa dan sarana terkait untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perminyakan. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) i.897 juta) dan US$5. permainan dan klip video yang dapat diakses oleh konsumen. Metra tidak memiliki kemampuan mengendalikan Melon dan mencatat Melon dengan menggunakan metode ekuitas. Melon bergerak dalam bidang penyediaan jasa Digital Content Exchange Hub (“DCEH”). Patrakom Patrakom bergerak dalam bidang penyediaan jasa sistem komunikasi satelit. Sebagai akibatnya. Pulau Batam serta di Bintan Beach International Resort dan Kawasan Industri Bintan di Pulau Bintan. iii. berupa file musik. tingkat kepemilikan TII di Scicom meningkat menjadi 29. Pada 31 Desember 2010 dan 2009. toko musik online. BMPL BMPL (Singapore). CSM CSM bergerak dalam bidang penyediaan Sistem Komunikasi Stasiun Bumi Mikro (“Very Small Aperture Terminal” atau “VSAT”). ii. DCEH adalah jenis koneksi baru untuk mendistribusikan konten digital. bergerak dalam penyediaan jasa seluler regional di wilayah Asia Pasifik. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. v.260. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan TII di Scicom terdilusi menjadi 29. TII melakukan tambahan pembelian saham Scicom masingmasing sejumlah 4.000 (setara dengan Rp356 juta).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP
1 Januari 2010* Harga perolehan: Aset tetap pemilikan langsung Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset customer premise equipment (“CPE”) Aset PBH: Tanah Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Akusisi Ad Medika Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2010

781.275 2.978.417 526.770 28.948.306 20.716 67.228.748 6.795.379 23.621.586 7.368.721 7.602.865 476.705 576.098 110.216 103.310 89.926 466 48.588 358.562 2.856 52.167 16.008 288.766 260.782 247.897 61.220 21.778 1.267 92.990 43.383 406.570 3.638 149.135.976

8.104 6.307 31 1.185 1.045 438 17.110

34.642 75.255 74.277 121.488 2.120.862 41.242 1.166.157 176.926 157.904 16.988 69.578 3.223 4.000 126.440 91.421 1.035.446 5.537.094 68.559 4.492 726.252 777.145 2.542 42.977 12.003 12.486.913

(701) (29.892) (959) (812.180) (248.929) (16.041) (615.396) (8.259) (846) (220.236) (8.168) (1.961.607)

(8.104) 144.534 1.085.011 5.461.497 85.505 2.273 738.714 749.774 5.031 885 (158.078) (1.083.991) (5.606.953) (42.324) (828) (738.155) (725.036) 10.801 (6.039) (14.365) (8.976) (15.682) (9.050) (50) (133.606)

815.917 3.203.812 601.078 30.124.913 19.757 73.998.927 6.922.126 24.541.087 8.268.320 7.896.332 493.693 643.493 113.031 108.195 58.288 91.887 43 288.703 26.235 6.520 40.264 68.117 302.109 297.720 25.299 53.052 21.778 1.267 84.014 27.701 397.520 3.588 159.544.786

* Dinyatakan kembali, lihat Catatan 2p

49

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP (lanjutan)
1 Januari 2010* Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap pemilikan langsung Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset CPE Aset PBH: Tanah Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih Akuisisi Ad Medika Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2010

1.485.234 381.536 18.425.673 17.391 24.794.959 3.136.685 14.688.600 2.932.127 5.094.420 351.875 465.291 94.693 87.228 227.193 116.540 201.039 29.133 4.545 981 29.759 26.396 122.085 2.696 72.716.079 76.419.897

-

97.475 60.528 2.524.695 742 6.321.602 475.860 1.109.526 937.712 1.315.718 14.594 43.169 5.507 5.361 21.177 52.835 29.275 16.176 2.273 64 6.976 5.582 37.194 250 13.084.291

(151) (29.892) (959) (812.916) (248.928) (11.995) (615.394) (8.025) (622) (220.236) (5.268) (1.954.386)

(5.296) 565 (8.558) (114.375) 7.500 (20.022) (2.213) 23.544 (352) 8.922 37 724 2.575 1.245 (5.568) (7.061) (10.135) (5.088) (50) (133.606)

1.577.262 442.629 20.911.918 17.174 30.189.270 3.620.045 15.529.176 3.855.631 5.818.288 366.117 509.357 99.615 93.313 250.945 170.620 4.510 40.041 6.818 1.045 29.674 21.843 154.191 2.896 83.712.378 75.832.408

* Dinyatakan kembali, lihat Catatan 2p

50

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP (lanjutan)
1 Januari 2009* Harga perolehan: Aset tetap pemilikan langsung Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset customer premise equipment (“CPE”) Aset PBH*: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2009*

684.768 2.721.804 460.836 26.356.172 139.165 56.572.954 6.502.198 21.857.982 5.838.258 7.184.767 545.194 678.640 127.274 105.386 60.099 17.155 1.173.830 384 13.131 427.698 284.978 236.240 437.705 56.998 23.307 1.313 338 152.776 100.072 461.315 10.547 133.233.284

59.887 48.130 65.934 83.741 2.165.254 369.718 1.848.996 311.784 257.806 26.524 58.794 1.576 10.033 215.868 466 2.539.676 7.681.570 18.119 14.565 1.285.359 830.352 3.788 30.027 4.211 362 17.932.540

(3.810) (36.713) (10.540) (407) (4.822) (14.364) (536) (8.574) (117) (194.019) (127) (274.029)

36.620 212.293 2.508.393 (118.449) 8.527.253 (65.997) (84.985) 1.223.501 174.656 (94.477) (152.762) (18.517) (12.109) (186.041) (2.508.243) (8.496.838) (18.119) (12.093) (1.246.323) (1.242.042) (5.485) 3.987 (1.529) (46) (338) (59.786) (56.689) (54.745) (6.909) (1.755.819)

781.275 2.978.417 526.770 28.948.306 20.716 67.228.748 6.795.379 23.621.586 7.368.721 7.602.865 476.705 576.098 110.216 103.310 89.926 466 48.588 358.562 2.856 52.167 16.008 288.766 260.782 247.897 61.220 21.778 1.267 92.990 43.383 406.570 3.638 149.135.976

* Dinyatakan kembali, lihat Catatan 2p

51

959 686.594 279 12.040 71. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.685 14.244 146.282 116.680) (63) (194.167.585) (10.432 926 61 69.974) (118.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.079 76.959 3.234 381.717 11.228 227.479) (305.926.545 981 29.116 411 (172) (279) (9) (81) (51.605.847 13.560) (33.600 1.419.716.425.743) (6.094.350 474.327 19.061 57.875 465.723 11.606) 308 (105.430) (512.049 94.208 561.053 4.127 5.132 49.333.540 201.136. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset CPE Aset PBH*: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2009* 1. lihat Catatan 2p 52 .018) (48) (247.302.870 54.932.014 8.154) (35.688. ASET TETAP (lanjutan) 1 Januari 2009* Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap pemilikan langsung Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.234 9.305 62.731.314 2.877 462.732.224) (120.262 103.066.485.673 17.929 17.323 60.528.894.420 351.195) (12.133 4.283) (83.073 108.899 53.304) (19.T.929) (139.313 543 5.696 72.878) 1.220.612 2.351.391 24.538) (390) (3. kecuali dinyatakan lain) 10.536 18.202 5. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.888) (1.855) (120. teleks. stasiun bumi.318 2.640 2.162 290. 2009.085 2.418) (60.983) (14.866 207.693 87.396 122.492 19.897 * Dinyatakan kembali.759 26.893 (3.976) (8.506.674 39.600 2.810) (14.032.039 29.713 2.589 323.794.130) 2.334 135.193 116.291 94.487 1.325) (536) (5.902 4. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.588.910 15.392 64 20 11.

dan Antena dan Tower Perusahaan mengalami perubahan dan diperhitungkan secara prospektif.257) (15.588) 2008 3. terjadi gempa bumi di Nangroe Aceh Darussalam dan sekitarnya. Pada tanggal 31 Desember 2010.221) 4. c. Laba (rugi) dari pelepasan atau penjualan aset tetap 2010 Hasil penjualan aset tetap Nilai buku bersih Laba (rugi) dari pelepasan atau penjualan aset tetap b.053) (13. dan proses klaim asuransi penggantian aset tetap telah dibuat. terutama sebagai backbone hubungan transmisi untuk jaringan milik Perusahaan sendiri serta untuk penyediaan jasa up-linking dan down-linking satelit stasiun bumi untuk para pengguna domestik dan internasional.465 (26. (iii) Pada tahun 2010. 2009.025 juta yang diakui pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2010 (Catatan 2k). Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.659) . Penurunan nilai aset dan klaim terkait (i) Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. kecuali dinyatakan lain) 10. 53 11.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. d. nilai buku aset tetap ini masing-masing sebesar Rp710. terjadi gempa bumi di kepulauan Papua dan sekitarnya.138 juta. dan 2008.462 juta. Secara berangsur-angsur gedung dan perangkat-perangkat yang terkena dampak telah beroperasi kembali sejak Juni 2010. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. masa manfaat instalasi bangunan dan bangunan kantor. Secara berangsur-angsur gedung dan perangkat-perangkat yang terkena dampak telah beroperasi kembali sejak April 2010. SKKL/SKSO. 2009. Lain-lain (i) Tidak ada bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk tahun 2010. (ii) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO IV dengan PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (“MGTI”). 2009. (ii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk tahun 2010.598 (19.481 2009 12.212 juta dan Rp263. dan proses klaim asuransi penggantian aset tetap telah dibuat. Perusahaan mengoperasikan dua satelit. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO IV yang telah diakuisisi tetap berada di MGTI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010. tidak ada kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat satelit Perusahaan kemungkinan tidak dapat terpulihkan. (ii) Pada tanggal 7 April 2010. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO VII yang telah diakuisisi tetap berada di BSI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Dampak dari perubahan penyusutan tersebut adalah pengurangan jumlah beban penyusutan sebesar Rp126. ASET TETAP (lanjutan) a.T. Telkom-1 dan Telkom-2. dan 2008.702 (7. Perjanjian kepemilikan aset KSO (i) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO VII dengan PT Bukaka Singtel International (“BSI”). (iii) Pada tanggal 16 Juni 2010.484 juta dan Rp818. nilai buku bersih aset tetap ini masing-masing sebesar Rp161.

42 juta. Pos. EUR0.00 juta. 2009. kecuali dinyatakan lain) 10. gempa bumi. peralatan tertentu Telkomsel dengan harga perolehan Rp774. PT Asuransi Wahana Tata. Telkomsel memutuskan untuk mengganti peralatan tertentu (bagian dari prasarana) dengan nilai tercatat bersih sebesar Rp55. ASET TETAP (lanjutan) d.T. Di samping itu.91 juta dan US$43. Telkomsel mengubah masa manfaat peralatan tersebut.657 juta (pada 31 Desember 2009) dan merencanakan pengggunaan peranti lunak dan peralatan tersebut sampai dengan Juni 2011. (ix) Perusahaan diberikan hak untuk menggunakan beberapa bidang tanah tertentu oleh Depkominfo (dahulu Departemen Pariwisata. dan SGD9.22 juta. Dampak percepatan penyusutan tersebut adalah tambahan beban penyusutan sebesar Rp82. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak tersebut. Pada saat penghentian pengakuannya peralatan tersebut telah disusutkan sepenuhnya. PT Asuransi Sinar Mas. masa manfaat peralatan tertentu Telkomsel (bagian dari peralatan penunjang) mengalami perubahan dari 10 tahun menjadi 5 tahun agar mencerminkan masa manfaat aset saat ini. (viii)Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 15-45 tahun yang akan habis masa berlakunya antara tahun 2011 hingga 2052. US$13.48 juta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. PT Sarana Janesia Utama.163. (vi) Pada bulan Desember 2009. HSBC Insurance (Singapore) Pte. besaran jumlah pengalihan tersebut belum dapat ditentukan. PT Asuransi Astra Buana.653 juta yang dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009. Peralatan dengan harga perolehan sebesar Rp643.000 juta dengan Automatic Reinstatement of Loss Clause.408 juta termasuk pemulihan kegiatan usaha sebesar Rp324. dan basis kerugian pertama Rp6. Telkomsel mengubah masa manfaat peralatan tersebut. Ltd. dan risiko lainnya dengan nilai maksimum klaim kerugian sebesar Rp852. dan PT Asuransi Mitra Maparya terhadap risiko kebakaran. (x) Pada tanggal 31 Desember 2010. Dampak percepatan penyusutan tersebut adalah tambahan beban penyusutan sebesar Rp51. 54 .046 juta dihentikan pengakuannya. Telkom-1 dan Telkom-2 diasuransikan terpisah dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$22.827 juta yang dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2010. Dampak percepatan penyusutan tersebut adalah tambahan beban penyusutan sebesar Rp27. dan Telekomunikasi Republik Indonesia (“DPPT”)) dimana hak kepemilikan secara hukum atas beberapa bidang tanah tersebut tercatat atas nama DPPT dan Departemen Perhubungan Republik Indonesia.121. (vii) Pada tahun 2009. Telkomsel memutuskan untuk mengganti peranti lunak dan peralatan tertentu (bagian dari prasarana dan peralatan penunjang) dengan nilai tercatat bersih sebesar Rp1. pencurian.556 juta ini selanjutnya dihentikan pengakuannya pada bulan November 2010.328 juta (pada 31 Agustus 2010) dan merencanakan pengggunaan peralatan tersebut sampai dengan September 2010.355 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. (v) Pada bulan April 2010. Oleh karena itu. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.288 juta yang dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009. aset tetap milik Perusahaan dan anak perusahaan kecuali tanah. PT Asuransi Ramayana Tbk.200 juta diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (“Jasindo”). PT Asuransi Ekspor Indonesia.230. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Lain-lain (lanjutan) (iv) Pada bulan Agustus 2010. Pada saat penghentian pengakuannya peralatan tersebut telah disusutkan sepenuhnya. PT Asuransi Central Asia. Oleh karena itu. senilai Rp73. Sehubungan dengan pengalihan hak kepemilikan secara hukum atas tanah tersebut kepada Perusahaan masih dalam proses.

374 80.695 2009* 693. lihat Catatan 2p 2010 286. peralatan kantor.179 459. (xiii)Perusahaan dan anak perusahaan memiliki komitmen berkaitan dengan sewa pembiayaan untuk aset tetap PBH.488. kecuali dinyatakan lain) 10.639 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kendaraan.178 1.607 76. tingkat penyelesaian aset dalam pembangunan sekitar 63.805) 606.052.734 (202. Lain-lain (lanjutan) (xi) Pada tanggal 31 Desember 2010.867 2009* 355.078) 541.247 (301.T.929 (198.473 987.469 29.257 203.594) 780.485 37.32% dari nilai kontrak dengan perkiraan tanggal penyelesaian antara Januari 2011 dan Desember 2011. dan Aset CPE dengan hak opsi untuk membeli aset-aset pembiayaan tertentu pada akhir masa sewa pembiayaan. lihat Catatan 2p 2010 1.534 62.573 20.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.798 244. Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa depan untuk aset sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 Selanjutnya Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan Bunga Nilai kini bersih atas pembayaran minimum sewa pembiayaan Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 18a) Bagian jangka panjang (Catatan 18b) * Dinyatakan kembali.234 222. (xii)Aset tetap tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 17 dan 21).174 101.965 186.383 141. peralatan dan instalasi transmisi.207 68.873 3. ASET TETAP (lanjutan) d.141 809.842 55 .331 447.082.bersih Lain-lain Jumlah * Dinyatakan kembali. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.579 98.575 11.062) 408. 2009.334.907 89. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Uang muka dan aset tidak lancar lainnya pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 terdiri dari: Uang muka pembelian aset tetap Sewa dibayar di muka .792 128.setelah dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 7) Beban tangguhan Kas yang dibatasi penggunaannya Setoran jaminan Peralatan yang tidak digunakan dalam operasi . peralatan pengolahan data.675 24.653 (239. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.691 2.052.

T.385. Pada tanggal 31 Desember 2010.568 812.638 juta dan Rp18. 31 Desember 2009 Beban amortisasi tahun berjalan Reklasifikasi Saldo. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.591 25.286 543.544 85.429 Jumlah 9.486 6.032) 1.874.557 (21.861 5.99 tahun (163.348 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.413. 31 Desember 2009 Penambahan: Peranti lunak Perusahaan Peranti lunak anak perusahaan Lisensi anak perusahaan Akuisisi Ad Medika Reklasifikasi Saldo.877) (29.336) (86. 31 Desember 2010 Nilai Buku Bersih Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi 106.534 174.998.035 juta.147) (9. Beban penyusutan Telkomsel yang dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 adalah masing-masing sebesar Rp303 juta dan Rp37. Pada tanggal 31 Desember 2009. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. dan biaya hak atas tanah tangguhan.373) (7.236 191.226) (15. beban amortisasi untuk beban tangguhan masing-masing sebesar Rp18. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (i) Perubahan nilai tercatat goodwill dan aset tidak berwujud lainnya untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Aset tidak berwujud lainnya 9. 31 Desember 2010 Akumulasi amortisasi: Saldo.094. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. beban tangguhan Hak Penggunaan yang Tidak Dapat Dibatalkan (Indefeasible Right of Use atau “IRU”).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.862) 1.147) (8. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.584) (249. 12.784.814. kecuali dinyatakan lain) 11.059.286 543.418 juta.276 5.661 10.780 Lisensi 806.661 9. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) Beban tangguhan mencerminkan beban PBH tangguhan.250) 162.950) (1.276 45. kas yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari satu tahun yang dijaminkan untuk garansi bank yang diantaranya untuk kontrak KPU (Catatan 46h).525 56 .765) (15.38 tahun (7. 2009.939 174.827 25.085.878. peralatan yang tidak digunakan dalam operasi merupakan Base Transceiver Station (BTS) dan peralatan lainnya milik Perusahaan dan Telkomsel yang untuk sementara tidak digunakan dalam operasi tetapi direncanakan akan dipasang kembali. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.568 130.570. kas yang dibatasi penggunaannya merupakan kas yang diterima dari Pemerintah sebagai pembayaran kompensasi terminasi dini hak eksklusif untuk pendanaan pembangunan infrastruktur yang telah ditentukan (Catatan 1a dan 27) dan deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari satu tahun yang dijaminkan untuk garansi bank.530 20 tahun (7.509 9.508.920) 562.659) (1.

570.048) (4.599 281.759 50.84 tahun (105. (iii) Beban dibayar di muka yang dibayar Telkomsel di bulan Februari 2006 untuk lisensi 3G sebesar Rp436.390.082 (119.385.939 (17.458) 119.229) (163.T. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat goodwill dari 5 tahun menjadi 20 tahun (Catatan 2d).a) Peranti lunak Sigma Pengurangan Reklasifikasi Saldo.534 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.202.428.041 (7.544 106.093 25.000 50. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (lanjutan) Aset tidak berwujud lainnya 8. dan merupakan hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO. nilai yang dapat diperoleh kembali lebih tinggi daripada nilai bukunya. Aset tidak berwujud lainnya juga termasuk akuisisi Dayamitra.041 (7. Perusahaan memperhitungkan secara prospektif pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009.759 11.63 tahun (6. (vi) Estimasi beban amortisasi tahunan aset tidak berwujud lainnya sejak 1 Januari 2011 adalah kurang lebih sebesar Rp479.336) 643. (v) Sejak 1 Januari 2009.ii. (iv) Pada tahun 2009.650 juta.093 25. 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. tetapi berdasarkan evaluasi Perusahaan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 43a.3 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband).180) (1. TII.998.171 20 tahun (6. KSO IV. Perusahaan memperhitungkan secara prospektif pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009.373) 85. Pramindo. Pada tahun 2009. Telkomsel mendapatkan tambahan lisensi 3G senilai Rp320.143 281.950) 1. 31 Desember 2008 Penambahan: Peranti lunak Perusahaan Wireless broadband Perusahaan 3G Telkomsel (Catatan 1d. 31 Desember 2009 Akumulasi amortisasi: Saldo. terdapat indikasi penurunan nilai untuk aset tidak berwujud lainnya.904) 119.335) (1.861 320. (vii) Pada tanggal 31 Desember 2010.699. dan 47c.325) (21.000 806. 31 Desember 2009 Nilai Buku Bersih Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi 106. dan KSO VII.066) 9.512. dan Ad Medika tahun 2010 (Catatan 3).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.840) (57.861 Jumlah 9.324.969.a.085.107) (58.000 juta yang dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi yaitu 10 tahun (Catatan 1d. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat peranti lunak dari 510 tahun menjadi 3-5 tahun.066) 9.327. Sejak 1 Januari 2009.280 (ii) Goodwill timbul dari akuisisi Sigma tahun 2008.000 juta diakui sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi 3G. kecuali dinyatakan lain) 12.840) (57. 57 . Perusahaan mendapatkan lisensi sebagai penyelenggara jaringan lokal tetap berbasis paket switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2. Indonusa tahun 2008.861 320.544 Lisensi 436.i). Biaya izin awal dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi yaitu 10 tahun.525 9. 31 Desember 2008 Beban amortisasi tahun berjalan Pengurangan Reklasifikasi Saldo.659) 2.000 11.082 (119.584 6. 2j.

dan jasa Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Jumlah Jumlah 556. lihat Catatan 2p 2009* 5. barang. dan jasa Beban pemakaian frekuensi radio.931 48. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.989.179 7.501 940 9.377 1.T.095 243. Euro Dolar Singapura Ringgit Malaysia Lain-lain Jumlah * Dinyatakan kembali.552 110 41.668 6.667 10.209. 2009.378.759.054 Hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 2010 Rupiah Dolar A.128 1. 14.114 Rekening escrow pada Bank Mandiri dibentuk sehubungan dengan Perjanjian Konsorsium Konstruksi dan Pemeliharaan (Construction and Maintenance Agreement atau ”C&MA”) Palapa Ring sebagai setoran awal 5% dari nilai ikatan (Catatan 47c. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.795 1.798.332.253 87.274. HUTANG USAHA 2010 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pembelian peralatan.144 2.921 7.004 110 44.933 270.474 4. beban hak penyelenggaraan dan Kewajiban Pelayanan Universal Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Jumlah Pihak ketiga Pembelian peralatan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.038.433 2009* 214. kecuali dinyatakan lain) 13.510.468 7.510.356.ii).484 393.645 1. REKENING ESCROW Rekening escrow pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 terdiri dari: Bank Mandiri Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 2010 41.126.054 4.662 2009 44.051 1. 58 .153.269.S.655 8.874 6.795 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. barang.586 9.798.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.075 3.686 203.755 1.624 1.

200 22.472 4. lihat Catatan 2p 2009* 1.359 16.794 894. Akrualisasi manfaat Pendi pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp15.097 596. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.043.532 17.366 3.227 2.000 55.409.260 Beban yang masih harus dibayar untuk Pendi 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.164 2. 2009. 16. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 2010 Kartu pulsa prabayar Jasa telekomunikasi lainnya Lain-lain Jumlah 2. pemeliharaan.946.702.993 743. HUTANG BANK JANGKA PENDEK Kreditur Bank CIMB Niaga Bank Ekonomi PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) Jumlah Mata uang Rp Rp Rp 2010 35.483 2009 2.122 122.220 131. administrasi. dan yang mendaftar. kecuali dinyatakan lain) 15.994 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. SK. berdasarkan tingkat jabatan dan yang diharapkan mendaftar.028. dan jasa telekomunikasi Gaji dan tunjangan Umum.419. Berdasarkan keputusan Dewan Komisaris Infomedia No.367 226.IN/DEKOM/74000/09012 tanggal 23 Desember 2009 tentang Program Pensiun Dini. berdasarkan tingkat jabatan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.704/PS940/HRC-60/2009 dan No.650 9. timbul dari Keputusan Direktur HCGA No. dan pemasaran Bunga dan beban bank Program pensiun dini (“Pendi”) (Catatan 33) Jumlah * Dinyatakan kembali.T.183 122.000 juta dan telah dibebankan di laporan laba rugi konsolidasian (Catatan 33).000 43. Perusahaan telah mengakui kewajiban berdasarkan jumlah karyawan yang berhak.773.18/PS940/HRC-60/2010 tentang Penetapan Peserta Pensiun Dini Tahun Anggaran 2009 masing-masing pada tanggal 23 Desember 2009 dan 15 Januari 2010 dan sebagaimana dikomunikasikan kepada seluruh karyawan pada tanggal 23 Oktober 2009.850 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Infomedia telah mengakui kewajiban berdasarkan jumlah karyawan yang berhak.118.512 215. SK. Akrualisasi manfaat Pendi pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp1.519.831 2009 12.733 514.099 131.639 juta dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009 (Catatan 33). 59 .639 4. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 2010 Operasi.681.753 1.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) Total fasilitas (dalam jutaan) 12. persediaan (Catatan 6).30% 1 September 2010 Balebat Rp 15.000 30 Agustus 2011 Bulanan 14.000 13 Juni 2011 1 Juli 2011 Bulanan Bulanan 6. dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) Piutang usaha (Catatan 5) 29 April 2008a Balebat Rp 5.50% Peminjam Bank CIMB Niaga 25 April 2005a Balebat Mata uang Rp Jadwal pembayaran 29 Mei 2011 Jaminan Aset tetap (Catatan 10). persediaan (Catatan 6).55 35. piutang usaha (Catatan 5). a b Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 24 Mei 2010 Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 8 Desember 2010 c Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 1 Juli 2010 d Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 1 Juli 2010 60 . asuransi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009.000 20 Agustus 2010 Bulanan 15.50% Sigma Sigma US$ Rp 0.000 29 Mei 2011 Bulanan 11. dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10).000 Periode pembayaran bunga Bulanan Tingkat suku bunga per tahun 11. dan piutang usaha (Catatan 5) Fasilitas hutang bank yang diperoleh anak perusahaan tersebut digunakan untuk keperluan modal kerja.50% 29 April 2008a Balebat Rp 500 29 Mei 2011 Bulanan 11. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. persediaan (Catatan 6). dan letter of comfort Aset tetap (Catatan 10).00% Aset tetap (Catatan 10). dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10).25% 12. persediaan (Catatan 6).T. persediaan (Catatan 6).50% Piutang usaha (Catatan 5) Piutang usaha (Catatan 5) dan aset tetap (Catatan 10) PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) 20 Agustus 2009 Balebat Rp 15.50% 18 Oktober 2005b 14 Mei 2010 Bank Ekonomi 11 Februari 2009c 7 Agustus 2009 d GSD Infomedia Rp Rp 19.00% 10.000 28. kecuali dinyatakan lain) 17.000 18 Januari 2011 14 Mei 2011 Bulanan Bulanan 10.

4 30.078 5.46 139.2 3.3 408.363 198.719 105.136.9 19.347 423.378 1.303.287 7. 2009.0 3.8 4.1 1.655.3 3.741.247 395.741.191.1 2.995.666 (395. Pinjaman yang diperoleh hingga bulan Juli 1994 dicatat dan terhutang dalam Rupiah berdasarkan kurs pada tanggal penarikan pinjaman.363) 2.005.407.8 16.104.256.9 397.4 45.57 120.177.0 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.267.716.1 325.093 (423. 2010 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) 10.2 2.088. lihat Catatan 2p 2010 4. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.4 160.0 59.64 - Kreditur Bank luar negeri Mata uang Yen US$ Rp Setara Rupiah 1.518.221.0 2. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) Pinjaman penerusan adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994 terhutang dalam valuta asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan.478.6 112.094.983) 3.0 1.518 1.5 3.316.636 2009* 5.812. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG a. Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Catatan Hutang bank Pinjaman penerusan (two-step loans) Hutang sewa pembiayaan Obligasi dan wesel bayar Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Jumlah * Dinyatakan kembali.826.080 3.186 1.639 856.518.2 756.245 5.2 83.110 Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 18a) Bagian jangka panjang (Catatan 18b) 61 .8 327.983 239.303 Setara Rupiah 1.8 15.062 126.131. kecuali dinyatakan lain) 18.T.2 2. Bagian jangka panjang (Dalam miliaran Rupiah) Catatan Hutang bank Obligasi dan wesel bayar Pinjaman penerusan (two-step loans) Hutang sewa pembiayaan Jumlah 21 20 19 10 Jumlah 2012 2013 2014 2015 Selanjutnya 404.0 1.024.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.421.3 152.2 322.827 1.649 3.249.213 21 19 10 20 22 b.750.5 10.76 2009 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) 11.368.706.901.

Pada tanggal 31 Desember 2010. OBLIGASI DAN WESEL BAYAR 2010 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) Setara Rupiah 2009 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) Setara Rupiah Obligasi dan wesel bayar Obligasi Seri A Seri B Wesel bayar jangka menengah (Medium Term Notes atau “MTN”) Metra Sigma Finnet Promes PT.379 0. Perusahaan memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) (lanjutan) Periode pembayaran bunga Semesteran Semesteran Semesteran Kreditur Bank luar negeri Mata uang US$ Rp Yen Jadwal pembayaran Semesteran Semesteran Semesteran Tingkat suku bunga per tahun 4%-6.000 10. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 19.46 - 30.000 30. ZTE Indonesia (“ZTE”) Huawei Tech Mata uang Rp Rp - 1.000 - - Rp Rp Rp US$ US$ 7.524 3.46 47.995. 2009.777 Jumlah Yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 18a) Bagian jangka panjang (Catatan 18b) 62 .57% 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. b.249. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.376. Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: a.000 30.824 211.719) 3. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.750 63.518) 68.5:1 dan 1. 20.2:1 untuk pinjaman penerusan yang berasal dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (“ADB”).098 (126.005.08 23.000 1.10% Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang telekomunikasi. Sejak 2008.000 4. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan beban bunga) harus melebihi masing-masing 50% dan 20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman yang masing-masing berasal dari Bank Dunia dan ADB.000 23.295 74. Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.295 (5.67% 7. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi masing-masing 1.T.

Perusahaan memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. infrastruktur (backbone. regional metro junction.000 15. 2009. datakom. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini adalah PT Bahana Securities. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.005. dan system satelit). dan optimisasi legacy dan fasilitas penunjang (fixed wireline dan wireless). MTN MTN Pokok hutang Tanggal terbit Jatuh tempo Periode pembayaran bunga Metra Tahap 1 Tahap 2 Sigma Finnet Tahap 1 Tahap 2 30.000.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan KSEI bertindak sebagai Agen Pembayar dan Jasa Penitipan Kolektif (Kustodian).000 20. Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi. Pada tanggal 31 Desember 2010.T. Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah PT CIMB Niaga Tbk. Rasio debt to equity tidak lebih dari 2:1. 63 . Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 6 Juli 2010. internet protocol. Perusahaan diharuskan untuk pembatasan. Bank Mega bertindak sebagai Wali Amanat. kecuali dinyatakan lain) 20.995. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan.000 10. teknologi informasi dan lainnya).000 30.000 3. termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 1. PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Rasio EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 5:1 3. seluruhnya akan dipergunakan untuk meningkatkan belanja modal yang meliputi: wave broadband (pita lebar.60% 10. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 2. Rasio debt service coverage sebesar 125% menaati semua Pada tanggal 31 Desember 2010.000 9 Juni 2009 1 Februari 2010 16 Oktober 2009 16 Oktober 2009 18 Maret 2010 19 Juni 2012 2 Februari 2013 17 November 2014 17 November 2012 24 Maret 2013 Kuartalan Kuartalan Semesteran Bulanan Bulanan Bertindak sebagai Arranger atas MTN adalah PT Bahana Securities. Hutang obligasi Obligasi Seri A Seri B Total Pokok hutang 1. softswitching. b. OBLIGASI DAN WESEL BAYAR (lanjutan) a. peringkat obligasi yang diberikan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAAA (stable outlook).000 1. metro network.000 Penerbit Perusahaan Perusahaan Tempat pencatatan BEI BEI Tanggal terbit 25 Juni 2010 25 Juni 2010 Jatuh tempo 6 Juli 2015 6 Juli 2020 Periode pembayaran bunga Kuartalan Kuartalan Tingkat bunga per tahun 9.20% Obligasi tersebut dijamin dengan seluruh aset yang dimiliki perusahaan.

yang dihitung berdasarkan tingkat rata-rata suku bunga SBI berjangka waktu satu bulan selama 6 bulan terakhir pada saat penetapan bunga MTN. tiga setengah kali di tahun 2010 dan dua setengah kali di tahun 2011. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.05% dan 12. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Pelunasan pokok secara bertahap sebesar 10%.01% untuk tahap pertama dan tahap kedua. kedua. 2. ii. tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Sigma baik barang bergerak maupun tidak bergerak. MTN tidak dijamin dengan jaminan khusus. OBLIGASI DAN WESEL BAYAR (lanjutan) b. MTN (lanjutan) i. 2009. Bunga MTN dihitung dengan menggunakan tingkat bunga mengambang untuk tahun pertama masing-masing sebesar 15. Sigma memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang MTN pari passu tanpa preferen dengan hakhak kreditur lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bunga MTN untuk tahun pertama sebesar 14.5:1 (satu koma lima berbanding satu). 2. tingkat bunga tahap pertama dan tahap kedua adalah sebesar tingkat pengembalian rata-rata (yield) dari tiga Surat Utang Negara yang memiliki sisa jangka waktu yang sama dengan waktu MTN tahun kedua dan ketiga ditambah dengan premi sebesar 4.5.5:1 (dua koma lima berbanding satu). Debt to Equity maksimal 2. Metra memberikan jaminan dengan nilai minimal 40% dari nilai Pokok MTN yang masih terhutang. termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 1. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN. Maksimal 60% nilai pokok MTN yang masih terhutang tidak dijamin dan setiap saat diperlakukan sama (pari passu) dengan kewajiban Metra lainnya yang tidak dijamin. Pada tanggal 31 Desember 2010. Untuk tahun kedua dan ketiga. 64 .02%. dan ketiga Tanggal Penerbitan. EBITDA to Interest Ratio minimum 2. Metra memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. Debt to Equity maksimal 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. Sigma Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha. Pada tanggal 31 Desember 2010.5% dan untuk tahun kedua sampai dengan tahun kelima terhitung sejak Tanggal Penerbitan adalah rata-rata suku bunga SBI berjangka waktu satu bulan ditambah premi 800 basis poin. Metra dapat membeli kembali seluruh atau sebagian MTN pada saat kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo MTN. dan 70% pada ulang tahun pertama. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN. Metra Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha dan modal kerja. kecuali dinyatakan lain) 20. 20%. Metra diharuskan untuk menaati semua pembatasan. Sigma diharuskan untuk menaati semua pembatasan. termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 1. Hutang yang dibiayai dan EBITDA maksimal lima kali di tahun 2009.

Finnet dapat membeli kembali seluruh atau sebagian MTN pada saat kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo MTN.5:1 (dua koma lima berbanding satu)(hanya jika MTN diberikan oleh Finnet kepada pihak ketiga). sisa pokok sebesar 48% pada tanggal 17 November 2012. c.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Finnet baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak. Debt to Equity maksimal 2. Finnet diharuskan untuk menaati semua pembatasan. MTN tidak dijamin dengan jaminan khusus. 2.5. Promes Pokok pinjaman (dalam jutaan) Periode pembayaran bunga Tingkat bunga per tahun Pemasok PT ZTE Indonesia (“ZTE”) Mata uang Tanggal perjanjian Tanggal pembayaran US$ 100 20 Agustus 2009 PT Huawei Tech Investment (“Huawei Tech”) US$ 300 19 Juni 2009 Semesteran 10 Juni 201025 Mei 2013 Semesteran 19 Sept 201023 Juni 2013 Semesteran 6 bln LIBOR+2. termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 1.T. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 20.5% Berdasarkan perjanjian antara Perusahaan dengan ZTE dan Huawei Tech (Agreement of Frame Supply and Deferred Payment Arrangement). 65 . masing-masing 2% pada setiap bulan ke-13 sampai bulan ke-35. OBLIGASI DAN WESEL BAYAR (lanjutan) b. Bunga MTN sebesar 16. sisa pokok sebesar 30% pada tanggal 24 Maret 2013. Finnet memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas.25% per tahun.5% Semesteran 6 bln LIBOR+2. 2009.Finnet Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk investasi perangkat keras dan lunak. MTN (lanjutan) iii. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang MTN pari passu tanpa preferen dengan hak-hak kreditur Finnet lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pembayaran bridging loan untuk pelaksanaan proyek. Promes yang dikeluarkan Perusahaan kepada ZTE dan Huawei Tech tersebut merupakan fasilitas pembiayaan pemasok tanpa jaminan untuk pembayaran 85% dari nilai berita acara serah terima proyek-proyek dengan ZTE dan Huawei Tech. Pada tanggal 31 Desember 2010. EBITDA to Interest Ratio minimum 2. pembangunan proyek. Pelunasan pokok MTN tahap pertama masing-masing 1% pada setiap bulan ke-7 sampai ke-12. Pelunasan pokok MTN tahap kedua masing-masing 2% pada setiap bulan-bulan berikutnya sampai bulan ke-35. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

000 79.734.600 444.V.200.378 4. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.150.18 46. 2009.500.550.247) 10.907 7.000 24.000 16.000 200. kecuali dinyatakan lain) 21.755.301 857 2.062 485. Stockholm (“AAB Stockholm”) dan Standard Chartered Bank Industrial and Commercial Bank of China Limited (“ICBC”) Bank of China (“BoC”) Finnish Export Credit Ltd Japan Bank for International Cooperation (“JBIC”) BTN PT Bank Index Selindo (“Bank Index”) Jumlah Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi Hutang bank yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 18a) Bagian jangka panjang (Catatan 18b) US$ Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp US$ US$ US$ US$ US$ Rp Rp 11.452 (4.839.000 1.000 487.989 3.106 416..000 500.T.478.205 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.783 158.68 16.084 502 14.36 17.600.000 2.245) 14.913.58 53.556 1.688 177.697 (105.000. Total fasilitas (dalam jutaan) Periode pembayaran bunga Tingkat suku bunga per tahun Peminjam The Export-Import Bank of Korea (“Korea Eximbank”) 27 Agustus 2003a Perusahaan Mata uang Jadwal pembayaran Jaminan US$ 124 Semesteran Semesteran (30 Desember 200630 Juni 2011) 5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.000 74.90 - 105.913.100.256.215 822.556 2.000 1.000 25.035 16.086.035 (5.68% Tidak ada 66 .76 54.000 35 - 332.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.272 5.330.959 149. HUTANG BANK 2010 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) Setara Rupiah 2009 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) Setara Rupiah Kreditur Mata uang The Export-Import Bank of Korea (“Korea Eximbank”) Bank Mandiri BCA Citibank BNI Bank CIMB Niaga Bank Bukopin BRI Bank Ekonomi Sindikasi bank PT ANZ Panin Bank (“ANZ Panin”) BII PT Bank OCBC Indonesia (“OCBC Indonesia”) OCBC NISP ABN Amro Bank N.075.347 ) 11.605 3.826.

17% 1 bulan JIBOR +1.000 Periode pembayaran bunga Kuartalan Tingkat suku bunga per tahun 3 bulan JIBOR +1.000 2.000.000.20% 3 bulan JIBOR +1.000 16 Desember 2010 Citibank 24 Oktober 2007 b TII Rp 200.000.000 1.25% Tidak ada Kuartalan Kuartalan Tidak ada Tidak ada Kuartalan Tidak ada Telkomsel Rp 500.25% 3 bulan JIBOR +1. HUTANG BANK (lanjutan) Total Fasilitas (dalam jutaan) 700.000 Kuartalan Kuartalan Tidak ada Tidak ada BCA 14 Juli 2008 b 3 Juli 2009 b 5 Juli 2010 b Telkomsel Rp 1.T. kecuali dinyatakan lain) 21.50% 3 bulan JIBOR +1.000 23 November 2007 GSD Rp 8. dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) Aset tetap (Catatan 10) Bulanan 11% 67 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. persediaan (Catatan 6).25% 3 bulan JIBOR +1. 2009.000 13 Oktober 2010 h Perusahaan Bank CIMB Niaga 28 Desember 2004d Semesteran (30 April 200830 April 2010) Semesteran (21 Januari 200921 Januari 2011) Semesteran (3 Januari 20113 Januari 2015) Semesteran Kuartalan Kuartalan 3 bulan JIBOR +1.000 Telkomsel Telkomsel Rp Rp 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 Semesteran (21 Januari 200921 Januari 2011) Semesteran (9 Januari 20109 Januari 2014) Semesteran (7 Januari 20127 Januari 2016) Semesteran Kuartalan 1 bulan JIBOR +1.000.000 Telkomsel Rp Rp 750.50% 3 bulan JIBOR +1.000.50% 3 bulan JIBOR +3.000 1.00% 3 bulan JIBOR +1.000.17% 3 bulan JIBOR +2.50% 3 bulan JIBOR +1.25% 14% Tidak ada Tidak ada Kuartalan Kuartalan Tidak ada Tidak ada Balebat Rp 2.000 2.09% Tidak ada BNI b 24 Oktober 2007 Telkomsel 14 Juli 2008 b 3 Juli 2009 b Telkomsel Rp Rp 750.000 Semesteran (25 Desember 200825 Desember 2010) Kuartalan 3 bulan JIBOR +1.000 Kuartalan Bulanan Tidak ada Tidak ada 23 Desember 2008b Telkomsel 3 Juli 2009 b 5 Juli 2010 b Telkomsel Telkomsel Rp Rp 2.000.300.200 Bulanan (29 Desember 200428 Juni 2010) Bulanan 21 Maret 2007 GSD Rp 20.000 3. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 Kuartalan (April 2007Juli 2015) Bulanan (23 Desember 200723 November 2012) Bulanan 13% Aset tetap (Catatan 10).20% Peminjam Bank Mandiri 15 Juni 2007b&c 24 Oktober 2007b Telkomsel Mata uang Rp Jadwal pembayaran Semesteran (30 Januari 200830 Januari 2010) Semesteran (30 April 200830 April 2010) Semesteran (30 Juli 200930 Juli 2011) Semesteran (9 Januari 20109 Januari 2014) Semesteran (7 Januari 20127 Januari 2016) Jaminan Tidak ada Telkomsel Rp Rp 750.

000.50% 3 bulan JIBOR +1. persediaan (Catatan 6).50% 3 bulan JIBOR +1.000 Semesteran (4 Februari 20094 Februari 2011) 800.50% 7 Agustus 2009 f&g Sigma Rp 35.000 Semesteran (8 Maret 20108 Maret 2014) 3. persediaan (Catatan 6). DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 Bulanan (Januari 2008Desember 2012) Bulanan (April 2009Maret 2015 Bulanan beberapa cicilan (4 September 200925 Agustus 2013) Bulanan beberapa cicilan (19 November 20094 Agustus 2014) Bulanan 10.300 Bulanan ( Mei 2005Desember 2010) Bulanan 15% BRI 24 Oktober 2007b 28 Juli 2008 b Telkomsel Rp 2.000 Bulanan (12 Desember 200612 Desember 2012) Bulanan 10. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.000 Bulanan 10. kecuali dinyatakan lain) 21. dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10).50% Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) 9 Maret 2007 f Sigma Rp 13. 2009.17% 1 bulan JIBOR +1. dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) 24 Mei 2010 Balebat Rp 3.25% Tidak ada Kuartalan Kuartalan Tidak ada Tidak ada Kuartalan Tidak ada Sigma Rp 14.743 Periode pembayaran bunga Bulanan Tingkat suku bunga per tahun 11.50% 7 Agustus 2009 f Sigma Rp 20.000.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000.000 Semesteran Kuartalan 3 bulan JIBOR +1.50% 68 .50% Peminjam Bank CIMB Niaga (lanjutan) 28 Juli 2009e Balebat Mata uang Rp Jadwal pembayaran Bulanan ( Maret 2010Februari 2015) Jaminan Aset tetap (Catatan 10).000 Bulanan 10.50% 10 September 2008 f Sigma Rp 33.T.000 Bulanan (9 Juni 20108 Juni 2015) Bulanan 11.000 Bulanan 10.000 Telkomsel Rp Rp 2 September 2009b Telkomsel 13 Oktober 2010 h Perusahaan Bank Ekonomi 7 Desember 2006f Rp Semesteran (25 Desember 200825 Desember 2010) 1. HUTANG BANK (lanjutan) Total fasilitas (dalam jutaan) 2.50% Bank Bukopin 11 Mei 2005 Infomedia Rp 5.

T..82% Tidak ada Industrial and Commercial Bank of China Limited (“ICBC”) 30 Desember 2009b&j Telkomsel US$ 266 Semesteran (April 2011Oktober 2016) Semesteran 6 bulan LIBOR +1.000 Semesteran (2 November 20102 November 2014) Semesteran (2 November 20102 November 2014) Kuartalan 3 bulan JIBOR +3.V.000 Semesteran (25 Februari 201028 Juli 2013) Semesteran (25 Januari 201115 Juni 2014) Kuartalan Kuartalan 3 bulan JIBOR +1. BRI.45% Tidak ada Tidak ada PT ANZ Panin Bank (“ANZ Panin”) 4 September 2009 b Telkomsel Rp 1.06% Tidak ada PT Bank OCBC Indonesia (“OCBC Indonesia”) 2 November 2009 b Telkomsel OCBC NISP 2 November 2009 b Rp 200. dan Bank Jabar) 16 Juni 2009 h (BNI dan BRI) Mata uang Jadwal pembayaran Jaminan Perusahaan Perusahaan Rp Rp 2. Stockholm (“AAB Stockholm”) dan Standard Chartered Bank b&i 30 Desember 2009 Telkomsel US$ 318 Semesteran (April 2011Oktober 2016) Semesteran 6 bulan LIBOR +0.00% Tidak ada Telkomsel Rp 500.20% Tidak ada Bank of China (“BoC”) 30 Desember 2009 b Telkomsel US$ 100 Semesteran Semesteran 6 bulan LIBOR (30 Juni 2012+2. HUTANG BANK (lanjutan) Total fasilitas (dalam jutaan) Periode pembayaran bunga Tingkat suku bunga per tahun Peminjam Sindikasi bank 29 Juli 2008 h (BNI.000 Kuartalan 3 bulan JIBOR +3.700.55% 30 Desember 2017) Tidak ada Finnish Export Credit Ltd 2 Maret 2010 b&k Telkomsel US$ 264 Semesteran (Januari 2011Juli 2015) Semesteran CIRR+2.000 Semesteran (29 Maret 201029 Maret 2014) Kuartalan 3 bulan JIBOR +2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.75% Tidak ada BII 15 September 2009 b Telkomsel Rp 500.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.400.20% 3 bulan JIBOR +2.000 Semesteran (8 Maret 20108 Maret 2014) Kuartalan 3 bulan JIBOR +1.000. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.00% Tidak ada ABN Amro Bank N.50% Tidak ada 69 . kecuali dinyatakan lain) 21. 2009.000 2.

f Fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut memuat beberapa pembatasan tertentu yang mewajibkan Sigma untuk mendapatkan izin tertulis dari Bank Ekonomi sebelum menjadi penjamin atas hutang pihak ketiga. kecuali dinyatakan lain) 21. Persyaratan dari berbagai pinjaman antara Telkomsel dengan krediturnya dan penyedia dana.70% Tidak ada BTN 10 September 2009 Ad Medika Rp 9.500 Bulanan (10 September 200910 September 2014) Bulanan 13. menyewakan tanah ke pihak ketiga. d Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 28 Juli 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. a Fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan tersebut digunakan untuk membiayai pengadaan Code Division Multiple Access (“CDMA”) dari konsorsium Samsung. HUTANG BANK (lanjutan) Total fasilitas (dalam jutaan) Periode pembayaran bunga Tingkat suku bunga per tahun Peminjam Mata uang Jadwal pembayaran Jaminan Japan Bank for International Cooperation (“JBIC”) 26 Maret 2010 l&m Perusahaan US$ 59. g Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 17 September 2009.00% Aset tetap (Catatan 10) Tidak ada Standard Chartered Bank 6 Desember 2010 TII US$ 8 Bulanan 2. b Telkomsel tidak memberikan jaminan apa pun atas setiap pinjaman atau fasilitas kredit lainnya. membayar atau menyatakan dividen. diantaranya pembatasan atas jumlah dividen dan bentuk distribusi laba lainnya yang dapat berdampak buruk pada kemampuan Telkomsel untuk memenuhi persyaratan dari fasilitasfasilitas tersebut.50% Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) Bank Index 12 Mei 2010 Balebat Rp 590 Bulanan (September 2010Agustus 2012) Bulanan Bulanan 14. mengubah status hukum Sigma. e Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 24 Mei 2010.00% Fasilitas hutang bank yang diperoleh Perusahaan dan anak perusahaan tersebut digunakan untuk keperluan modal kerja. c Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 24 Juli 2007.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.89 Semesteran (26 Oktober 201026 April 2015) Semesteran 4. Pada tanggal 31 Desember 2010. menjaminkan tanah ke bank lain atau pihak ketiga. Pada tanggal 31 Desember 2010. mengharuskan ketaatan terhadap sejumlah jaminan dan larangan termasuk persyaratan keuangan dan lainnya.56% dan 6 bulan LIBOR +0. menarik dana fasilitas kredit melebih batas maksimum. 2009. Persyaratan dari perjanjian yang relevan juga meliputi klausul gagal bayar dan gagal bayar silang. Telkomsel memenuhi persyaratan tersebut di atas.T. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 70 . Sigma memenuhi persyaratan tersebut di atas. dan membayar piutang pemegang saham.

ii). 2009.V. j Sehubungan dengan perjanjian kemitraan dengan Huawei International Pte. 71 . HUTANG BANK (lanjutan) h Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. termasuk premi sebesar US$14 juta. PT Nokia Siemens Networks dan Nokia Siemens Networks GmbH & Co.Ltd. (“Huawei International”) dan PT Huawei Tech Investment (“Huawei Tech”) (Catatan 47a. KG (Catatan 47a. Telkomsel mengadakan perjanjian EKN-Backed Facility (“fasilitas”) dengan ABN Amro Bank N. “the arranger”. untuk pengadaan peralatan telekomunikasi dan jasa dari Konsorsium NSW-Fujitsu. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (“HSBC”) limited (sebagai “the arranger” and “the FEC counterparty”). US$106 juta. 2. Zurich (sebagai “the arrangers”). Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1. 2. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan JBIC. l Sehubungan dengan perjanjian dengan Konsorsium NSW-Fujitsu. m Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 150%. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%. Fasilitas tersebut terdiri dari fasilitas A dan B masing-masing sebesar US$36 juta dan US$24 juta. dan 3 masing-masing sebesar US$117 juta. termasuk premi sebesar US$16 juta. Telkomsel mengadakan perjanjian Sinosure-Backed Facility dengan ICBC untuk pengadaan peralatan telekomunikasi dan jasa dari Huawei. Citibank. k Sehubungan dengan perjanjian kemitraan dengan Nokia Siemens Networks Oy. sebagai berikut: 1. N. ABN Amro Bank N.V. Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1.T. cabang Jakarta dan Credit Suisse AG.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan US$95juta. “the facility agent” dan “the EKN agent”).ii). Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 31 Desember 2010. Standard Chartered Bank (sebagai “the original lender”.A... and HSBC Bank Plc (sebagai “the agent”) untuk pengadaan peralatan dan jasa Nokia Siemens Networks. Fasilitas tersebut terdiri dari fasilitas 1 dan 2 masing-masing sebesar US$166 juta dan US$100 juta. Telkomsel menandatangani perjanjian Finnvera-backed facility dengan Finnish Export Credit Ltd (“FEC”) (sebagai “the original lender”). sebagai berikut: 1. 2. i Sehubungan dengan perjanjian kemitraan dengan PT Ericsson Indonesia (“Ericsson Indonesia”) dan Ericsson AB (Catatan 47a.ii). Fasilitas tersebut terdiri dari fasilitas 1. Hong Kong (sebagai “the arranger”) untuk pengadaan peralatan telekomunikasi dan jasa dari Ericsson. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 31 Desember 2010. the international arm of Japan Finance Corporation. cabang Stockholm (sebagai “the original lender”). kecuali dinyatakan lain) 21. Fasilitas tersebut terdiri dari fasilitas 1 dan 2 masingmasing sebesar US$127 juta dan US$137 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.

552 juta) dan US$88.693 105.7 juta (setara dengan Rp3.693 43.245 (105.552 61. masing-masing sebesar Rp43. yang harus dibayar kepada BSI sejak Oktober 2006 sampai dengan Januari 2011 dengan tingkat diskonto 15%. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN Nilai perolehan yang ditangguhkan merupakan kewajiban Perusahaan kepada Pemegang Saham Penjual MGTI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO IV.230 juta). ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha. Perusahaan menyetujui untuk membayar MGTI dengan nilai total pembelian berkisar US$390. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi.T.58 juta (setara dengan Rp835. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada BSI. Perusahaan menyetujui untuk membayar BSI dengan nilai total pembelian berkisar Rp1.693 juta dan Rp568.944 1.524 juta.245) 2009 835. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada MGTI.3%. Berdasarkan perjanjian. 61. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO VII. Transaksi KSO IV Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO IV merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO IV oleh Perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Transaksi KSO VII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO VII merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO VII oleh Perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.329. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan MGTI pada tanggal 20 Januari 2004.362 juta) yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar US$517. yang harus dibayar kepada MGTI sejak Februari 2004 sampai dengan Januari 2011 dengan tingkat diskonto 8. dengan penjelasan sebagai berikut: 2010 Transaksi KSO IV MGTI Dikurangi diskonto Transaksi KSO VII BSI Dikurangi diskonto Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun setelah dikurangi diskonto (Catatan 18a) Bagian jangka panjang .298 juta).83 juta (setara dengan Rp61. masing-masing sebesar US$6. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha.287) 108.366 (1. dan ke BSI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO VII. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO IV.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.925 juta yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar Rp2.setelah dikurangi diskonto (Catatan 18b) a. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.079 72 .298 (33. b. 2009.524 (40.221.422 568.876) 801.1 juta).285. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.770. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan BSI pada tanggal 19 Oktober 2006.552 43.359. kecuali dinyatakan lain) 22. Berdasarkan perjanjian.580) 527.

644 5.347 2008 4.903 54.470.574.35 100. 2009.644.313 4.780 490.394.356 122.041 2009 2009 10.669.960.580. HAK MINORITAS 2010 Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan: Telkomsel Metra Infomedia Jumlah 2010 Hak minoritas atas laba anak perusahaan: Telkomsel Metra Infomedia Jumlah 11.605 4.270 10.280 Persentase kepemilikan 52.490 4.00 Jumlah modal disetor 2.424.000 73 .743 4 1 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.840 11.47 12.997.300 19.508 6. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.320.00 100.917.953. MODAL SAHAM 2010 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah The Bank of New York Mellon Corporation Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 26) Jumlah Jumlah saham 1 10.610 1.159.407 57.072 3.410 5.738.890 17.T.333.868. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.999.326.656 17.970.311 7.040.334 4. kecuali dinyatakan lain) 23.605.604 5.128 37.135 1.933.711 2.18 35.996.643 24.118 598.053.970.500 20.935 968 4.670 7.

424.730.333) 1. MODAL SAHAM (lanjutan) 2009 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah The Bank of New York Mellon Corporation Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 26) Jumlah Jumlah saham 1 10.47 9.666 (373.999.574. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. TAMBAHAN MODAL DISETOR 2010 Hasil penjualan 933. serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. kecuali dinyatakan lain) 24.900 19.508 7.446.711 1.00 Jumlah modal disetor 2.500 20.44 100.356 122.056 17.073.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.118 447.666 (373.050 4.446.644 5.320.00 100.159. penerbitan saham baru.890.073. Saham Seri B memberikan hak yang sama dan sederajat dalam segala hal kepada seluruh pemegang Saham Seri B.333.604 5.183 4 1 1.000 Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun.200.333 2009 1.640 saham Seri B pada tahun 1999 Jumlah 1.666.T.333) 1.788.580. 2009.09 38.040. dan mempunyai hak veto dalam RUPS Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi.780 490.470.669.560.917.333 74 .000 saham di atas nilai nominal melalui IPO pada tahun 1995 Kapitalisasi menjadi 746. 25.280 Persentase kepemilikan 52.

2 dan UU No.000 juta dan terakhir pada tanggal 25 Agustus 2009 sebesar Rp118. SELISIH TRANSAKSI SEPENGENDALI RESTRUKTURISASI DAN TRANSAKSI LAINNYA ENTITAS Saldo akun ini berjumlah Rp478. Pemerintah menyetujui untuk membayar sebesar Rp478. Perusahaan mencatat jumlah ini sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” sebagai bagian dari ekuitas.500 saham dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. Perusahaan diwajibkan oleh Pemerintah untuk menggunakan dana kompensasi ini untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi. kecuali dinyatakan lain) 26. dan III berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan (Catatan 1c). Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. sebagai berikut: (i) dijual baik di bursa efek maupun di luar bursa efek.3 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. Berdasarkan perjanjian ini. masingmasing setara dengan 2.B. Selain itu. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. 2009.B.43% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. Seperti dijelaskan pada Catatan 1a. pada tanggal 15 Desember 2005.DJPT dan amandemennya pada tanggal 18 Oktober 2006. Perusahaan merencanakan untuk mempertahankan. Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 11 Juni 2010. II. II. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. XI. Jumlah ini dicatat sebagai bagian dari ekuitas karena Pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas dan pengendali atas Perusahaan. Kep-401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008. dan III. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.264. bersih setelah pajak. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. dengan total pembelian masing-masing sebesar Rp4. dan (iv) untuk keperluan pendanaan. atau menggunakan saham yang diperoleh kembali untuk tujuan lain sesuai dengan ketentuan BAPEPAM-LK No. XI. menjual. Perusahaan telah menerima pembayaran dengan total masing-masing sejumlah Rp478. (ii) ditarik kembali dengan cara pengurangan modal.073 juta hingga 2010 dan 2009 (sudah termasuk biaya jasa perantara dan kustodian).574. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI Perusahaan telah melakukan pembelian kembali saham Seri B tahap I.304 juta dan Rp416. para pemegang saham Perusahaan menyetujui perubahan rencana Perusahaan atas penggunaan saham yang diperoleh kembali dari hasil pembelian kembali saham tahap I. 27.000 juta. akumulasi pembangunan infrastruktur yang terkait masing-masing sebesar Rp537.000 juta berasal dari terminasi dini hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara layanan sambungan tidak bergerak lokal dan jarak jauh dalam negeri. 75 . DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan pada saat kondisi pasar berpotensi krisis berdasarkan Ketentuan BAPEPAM-LK No.773 juta. (iii) pelaksanaan konversi efek bersifat ekuitas.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 juta. kepada Perusahaan secara bertahap selama lima tahun.000 juta terkait dengan kompensasi atas terminasi dini dari hak eksklusif yang dibayarkan tahunan oleh Pemerintah sejak 2005 sampai dengan 2008 masing-masing sebesar Rp90. Perusahaan telah membeli kembali masingmasing 490. Perusahaan menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Kompensasi Terminasi Dini Hak Eksklusifitas dengan Menkominfo .

337.871 14.961 1.134 284.682 29.528.804 186. dan jasa teknologi informatika VoIP e-Business Jumlah * Dinyatakan kembali.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.322. DAN JASA TEKNOLOGI INFORMATIKA 2010 Short Messaging Service (“SMS”) Internet. 08/Per/M.789.095 423.653. lihat Catatan 2p 2009* 2.376 Berdasarkan Peraturan Menkominfo No.953 1.801.530 42.752 185.511.472 19.T.537 3.532.362.288. komunikasi data.735.818.731 18.250.073.595 42.075 270. PENDAPATAN INTERKONEKSI 2010 Interkoneksi domestik dan transit Interkoneksi internasional Jumlah * Dinyatakan kembali. menetapkan bahwa implementasi tarif interkoneksi berbasis alokasi biaya mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2007 (Catatan 46).486 196.459 1.400 7. 30.773 487.506.007 28.085 722.286.449 581.988 179.587 2008* 9.927 186.742 16.742 2008* 12.024.458 37.676 240. 2009.173.647 25.866.212 27.633 8. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.605.107 4.691 39.649 4. PENDAPATAN TELEPON 2010 Tidak bergerak Pendapatan pemakaian Pendapatan abonemen bulanan Pendapatan instalasi Lain-lain Jumlah Seluler Pendapatan pemakaian Fitur Pendapatan abonemen bulanan Pendapatan jasa sambungan Jumlah Jumlah Pendapatan Telepon * Dinyatakan kembali.529.079 483.296 223.952 26.423 3.741.745 9. kecuali dinyatakan lain) 28.183 11. lihat Catatan 2p 2009* 10.845 28.462 3.335.297. INTERNET.133.642 2008* 2.186 12.621.602 29.940.506 18. PENDAPATAN DATA.786 197.402. lihat Catatan 2p 2009* 10.566 2.704 36.664.443 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.098 43. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.499.097 76 .561.503 14.681 3.896.708.768.237.573 180.511 223.286.KOMINFO/02/2006.

409 674.797 215.051 47.562 81.320 32. BEBAN USAHA .475 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.008 1. lihat Catatan 2p 2009* 721.241.608 1.262.470 2009 3.546 370.613 1.396 718. 32.494 22. insentif.468 20.876 22.453 901. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.318 788.714.710 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.323 65.218.043.159 2009 743.079.T.056 207.250 342.533.106 2.547 504.612 238.035 795.368 35.KARYAWAN 2010 Gaji dan tunjangan Cuti.437 706.254 216.516.329 1.994 445.460 851.440 2.838 7.947 33. 2009. PENDAPATAN JASA TELEKOMUNIKASI LAINNYA 2010 Customer Premise Equipment (“CPE”) dan terminal Kompensasi Pelayanan Universal (KPU) Directory assistance Lain-lain Jumlah * Dinyatakan kembali.335.013 2008 691.457 9.120 116.273 2.058.569 16.534 2008* 380.634 77 . kecuali dinyatakan lain) 31.788 340.920 19.300 83.776 331.087 153.602 4.906 8.128.921 78.157 2008 2.005 475.765 387.960.775.116.374 321. PENDAPATAN JARINGAN 2010 Sewa sirkit Sewa transponder satelit Jumlah 687.038 85. dan tunjangan lainnya PPh karyawan Beban pensiun berkala bersih (Catatan 40a) Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih (Catatan 42) Perumahan Asuransi Beban LSA (Catatan 41) Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 40c) Program Pendi (Catatan 15) Lain-lain Jumlah 2.056.970 1.426 625.205 10.028 1.956.639 18.462 333.

055 214.787 162. set top box.882 2.815 19.UMUM DAN ADMINISTRASI 2010 Penyisihan piutang ragu-ragu dan persediaan usang (Catatan 5d dan 6) Beban penagihan Sumbangan sosial dan umum Perjalanan Pelatihan.753 42.106.835.146 2009 573.ii dan 47c.980.482 3.101.239 288.826 200. pendidikan.067.844 220. gas.367 383.170 5.176.425 258.965 87.740 50.561 79.352.413 1.889 2.950 583.380 283.639 2008* 5.185 36.734 265.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.287 50.960 724. BEBAN USAHA .707 215.340 105.309 59.751 1.784.196 181.854 88.871 141. dan air Asuransi Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung Sewa sirkit dan CPE Beban pokok jasa teknologi informatika Perjalanan Lain-lain Jumlah * Dinyatakan kembali.750 204.205 1.760 401.620 64.INTERKONEKSI 2010 1.533 91. lihat Catatan 2p Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. BEBAN USAHA . 2009.510 1.301.549.290 Operasi dan pemeliharaan Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 43a.136.077 1.iii) Beban hak penyelenggaraan dan Kewajiban Pelayanan Universal (Catatan 43a.078 1.085.375 366. 35.139 18.972 12.455 2.656 2.929.463 81.055.ii dan 43a.888 8.874.150 3.069 312.366.282 2009* 7.086. PEMELIHARAAN.247 259.988.OPERASI.400. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 34.046.282 241.260 2008* 2.260 384.892.582 223.029 71.296 16. BEBAN USAHA . dan RUIM Listrik.277 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.850 238. DAN JASA TELEKOMUNIKASI 2010 8.385 184.698 214.560 Interkoneksi domestik dan transit Interkoneksi internasional Jumlah * Dinyatakan kembali.413 64.095.155 1.704 717.788 2008 397. kartu SIM.352 2.178.153 204.141.547 232.307 841.237 60. lihat Catatan 2p 1.867 40.iii) Beban pokok penjualan telepon. 78 .001 9.678 14.546 76.644 66.447.414 1.548 558.643.746 2. dan rekruitmen Keamanan dan screening Jasa profesional Rapat Alat tulis dan cetakan Sewa kendaraan Penelitian dan pengembangan Lain-lain Jumlah 524.105 2.T.263.355 2009* 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.399 474.317 266.

PPh pribadi luar negeri Pajak Pertambahan Nilai (”PPN”) 15.Penyerahan jasa Pasal 26 .723 15.081 35.T.550 133.121 51.433 8.Kurang bayar PPh badan PPN 2009 2009 449.467 47.Kurang bayar PPh badan PPN Anak perusahaan PPh Pasal 4 (2) .478 18.391 32.393.232 170.564 379.698 c.069 36.225 13.018 27.551 2.899 356.763 6. Hutang pajak 2010 Perusahaan PPh Pasal 4 (2) .473 471 124.Penyerahan jasa Pasal 25 .732 b.Pajak final Pasal 21 .763 405.Penyerahan jasa Pasal 25 .073 109.PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.PPh pribadi Pasal 22 . kecuali dinyatakan lain) 37.867 61.PPh pribadi luar negeri 666.285 2 34.Penyerahan barang dan impor Pasal 23 . Pajak dibayar di muka 6.749.348 15.690 16. Tagihan restitusi pajak 2010 Anak perusahaan PPh badan PPh Pasal 23 .Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .979 66.087 45. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.822 2 42.927 735.Angsuran PPh badan Pasal 26 .902 213 216.PPh pribadi Pasal 22 .056 2010 Perusahaan PPh badan Anak perusahaan PPh badan PPN PPh Pasal 23 .863 17. PERPAJAKAN a.698 715.642 11.066 1.349 28.208 715.023 2.434 140.067 1.Pajak final Pasal 21 .Angsuran PPh badan Pasal 26 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009.491 781.953 35.385 707 9.Penyerahan jasa Pasal 26 .236 666.377 2.PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .566 594.789 79 .260 45.696 170.089 317.168 85.351 2009 255.

Perusahaan Beban PPh .351 8.376 374.645 5.399 (632.931 61.088 2.814) 5.932.669.960.863 4. Komponen beban (manfaat) pajak adalah sebagai berikut: 2010 2009* 2008* Kini Perusahaan Anak perusahaan 558.546.171 4.667 28.061.046 140.T.417 1.694.039 6.040 6.673.720 2. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan dan beban PPh konsolidasian adalah sebagai berikut: Laba sebelum pajak konsolidasian Penambahan kembali eliminasi konsolidasian Laba konsolidasian sebelum pajak dan eliminasi Dikurangi: laba sebelum pajak anak perusahaan Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final Pajak dihitung dengan tarif yang berlaku Penghasilan tidak kena pajak Beban yang tidak dapat dikurangkan secara pajak Kewajiban (aset) pajak tangguhan yang tidak dapat digunakan . PERPAJAKAN (lanjutan) d.577 1.416 (183.542 Tangguhan Perusahaan Anak perusahaan 669.645) 459.619 (16.039 * Dinyatakan kembali.673.823.081 4.219.776 876. lihat Catatan 2p 2010 21.bersih Efek penurunan tarif di masa depan terhadap kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .447.317.910.322.111.287 1.151. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009.268 29.560 (656.765.029.662 1.542 80 .166. lihat Catatan 2p e.201 94.251 1.404.123 (413.638 (16.966 2008* 20.292 (150.387 5.204) 1.210.916.546.398.011.493 5.671 (18.750.123 1.344 (1.622.661 5.302.076.471.252.anak perusahaan Efek penurunan tarif di masa depan terhadap kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .069 (142.394 1.018.404.857 42.407) 11.416.650 30.869 206.016) 5. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.558 (200.289) 282.061.328 (1.422 6.975 2009* 22.220) 12.312 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.640.707 5.111) 12.719 (740.779) 73.021.452. kecuali dinyatakan lain) 37.313 4.472) 11.679) 12.785) 390.170.820 (1.021 8.919) 11.371.bersih Jumlah beban PPh konsolidasian * Dinyatakan kembali.626.616.351 10. PPh badan dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai entitas yang terpisah (laporan keuangan konsolidasian tidak berlaku untuk perhitungan PPh badan di Indonesia).701 234.918.901 111.575 14.228.182 4.412.971 7.bersih Beban PPh badan PPh ditanggung Pemerintah Beban PPh final Jumlah beban PPh .308) 50.801.941.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. PERPAJAKAN (lanjutan) e. (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak Perusahaan dengan estimasi laba kena pajak untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010, 2009, dan 2008 adalah sebagai berikut:
Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final Perbedaan temporer: Amortisasi aset tidak berwujud Penyusutan aset tetap Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan (Keuntungan) kerugian selisih kurs atas nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan persediaan usang Amortisasi hak atas tanah Penghapusan persediaan Laba atas penjualan aset tetap Penghapusan piutang Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Pembayaran nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan beban Pendi Pendapatan instalasi tangguhan Penyisihan lain-lain Jumlah perbedaan temporer Perbedaan tetap: Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Amortisasi diskonto wesel bayar Restitusi pajak - bersih Bagian laba bersih perusahaan asosiasi dan anak perusahaan Kompensasi terminasi dini hak eksklusifitas (Catatan 27) Lain-lain Jumlah perbedaan tetap Laba kena pajak Beban Pajak kini PPh ditanggung Pemerintah (Catatan 27) Beban Pajak final Jumlah beban pajak kini - Perusahaan Beban pajak kini - anak perusahaan Jumlah pajak kini
* Dinyatakan kembali, lihat Catatan 2p

2010 12.694.399 (632.679) 12.061.720 1.010.850 (797.667) 325.728 5.064 (28.895)

2009* 12.616.560 (656.472) 11.960.088 1.055.716 (372.240) 410.341 6.609 (33.874)

2008* 11.801.719 (740.407) 11.061.312 847.193 51.233 285.661 (241.304) (179.474)

(31.229) 15.331 (4.353) (6.785) (331.044) (337.233) (298.779) (1.204.178) (1.028.639) (87.284) (31.061) (2.830.174)

(155.860) 12.047 (4.084) (8.842) (20.658) (367.292) (344.072) (1.163.695) 240.433 (92.959) 53.635 (784.795)

252.457 10.163 (3.837) (6.824) (7.282) (323.234) (267.999) (958.050) 788.206 (64.536) (91.818) 90.555

229.174 27.645 (8.201.443) 1.198.389 (6.746.235) 2.485.311 497.062 61.251 558.313 4.111.081 4.669.394

318.439 520 (6.906) (8.441.933) 620.779 1.064.345 (6.444.756) 4.730.537 1.088.023 (142.779) 73.417 1.018.661 5.011.040 6.029.701

891.404 8.277 (3.577) (7.643.138) 701.252 (6.045.782) 5.106.085 1.276.509 94.662 1.371.171 4.452.387 5.823.558

Surat Pemberitahuan (“SPT”) Tahunan PPh Badan untuk tahun fiskal 2010 akan dilaporkan berdasarkan peraturan yang berlaku. Jumlah PPh badan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 telah sesuai dengan yang dilaporkan dalam SPT Tahunan. 81

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. PERPAJAKAN (lanjutan) f. Pemeriksaan pajak (i) Perusahaan Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) telah melakukan pemeriksaan pajak terhadap lebih bayar pajak penghasilan badan Perusahaan sebesar Rp255 miliar yang dilaporkan pada tahun fiskal 2008. Pada tanggal 16 Juni 2010, DJP menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) pajak penghasilan badan sebesar Rp228 miliar. Selisih antara SKPLB dengan tagihan restitusi pajak Perusahaan sebesar Rp27 miliar telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) PPN sebesar Rp1,69 miliar termasuk denda pajak sebesar Rp0,5 miliar yang dikompensasikan dengan SKPLB PPh badan. Dengan demikian Perusahaan menerima pengembalian dari DJP sebesar Rp226,5 miliar. Pada tanggal 9 Juli 2010, Perusahaan telah menerima pengembalian atas SKPLB pajak penghasilan badan tahun fiskal 2008. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, pemeriksaan pelaksanaan pemungutan atas PPh pihak ketiga (withholding tax) untuk tahun fiskal 2008 masih dalam proses. (ii) Telkomsel Sehubungan dengan pengajuan keberatannya pada Pengadilan Pajak pada tanggal 23 Februari 2009 untuk penolakan keberatan PPN yang meliputi tahun 2004 dan 2005 oleh Otoritas Pajak sebesar Rp215 miliar, Telkomsel mengakuinya sebagai tagihan retitusi pajak. Berdasarkan keputusan Pengadilan Pajak pada bulan Maret 2010, keberatan Telkomsel atas PPN diterima dan selanjutnya Telkomsel menerima pengembalian sebesar Rp215 miliar di bulan Juni 2010 termasuk bunga sebesar Rp103 miliar. Pada tanggal 10 Agustus 2010, Otoritas Pajak mengajukan uji materi kepada Mahkamah Agung (“MA”) atas keputusan Pengadilan Pajak. Pada tanggal 24 September 2010 Telkomsel mengajukan kontra memori kepada MA. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, pengajuan kontra memori tersebut masih dalam proses. Pada tanggal 25 Februari 2009, Otoritas Pajak mengajukan uji materi kepada MA, atas keputusan Pengadilan Pajak yang menerima keberatan Telkomsel untuk withholding tax untuk tahun fiskal 2002 sebesar Rp115 miliar. Pada tanggal 3 April 2009, Telkomsel mengajukan kontra memori kepada MA. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, uji materi tersebut masih dalam proses.

82

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. PERPAJAKAN (lanjutan) f. Pemeriksaan pajak (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 12 Februari 2009, Telkomsel menerima Surat Tagihan Pajak (“STP”) atas kurang bayar PPh pasal 25 untuk periode Desember 2008 sebesar Rp429 miliar (termasuk denda sebesar Rp8 miliar). Pada tanggal 3 Maret 2009, Telkomsel mengajukan keberatan dan memohon Otoritas Pajak untuk membatalkan STP tersebut. Pada tanggal 28 April 2009, Otoritas Pajak menolak keberatan yang diajukan. Oleh karena itu pada tanggal 28 Mei 2009, Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas penolakan Otoritas Pajak. Pada bulan Agustus 2009, Telkomsel membayar sebagian dari denda tersebut sebesar Rp4,2 miliar. Pada tanggal 21 Desember 2009, Pengadilan Pajak menyetujui permohonan banding Telkomsel dan meminta Otoritas Pajak untuk membatalkan STP. Pada tanggal 29 Desember 2009, berdasarkan hasil pemeriksaan pajak, Telkomsel menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) untuk tahun pajak 2008 sebesar Rp439 miliar. Bagian yang ditolak oleh Otoritas Pajak sebesar Rp3 miliar dibebankan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009. Pada tanggal 28 Januari dan 12 Februari 2010, Telkomsel menerima tagihan atas restitusi pajak masing-masing sebesar Rp439 miliar dan Rp4,2 miliar. Pada tanggal 21 April 2010, Telkomsel menerima pemberitahuan dari Pengadilan Pajak tentang pengajuan banding Otoritas Pajak kepada MA terkait putusan Pengadilan Pajak mengenai pembatalan STP atas kurang bayar PPh pasal 25 untuk periode Desember 2008. Pada bulan Mei 2010, Telkomsel mengajukan kontra memori kepada MA. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, kontra memori tersebut masih dalam proses. Pada tahun 2010, Telkomsel diperiksa atas kurang bayar PPh badan, withholding tax, dan PPN, untuk tahun fiskal 2006 sebesar Rp212 miliar (termasuk denda Rp69 miliar). Pada tanggal 23 Desember 2010, Telkomsel mengajukan keberatan kepada DJP atas kurang bayar potongan PPh dan PPN sebesar Rp116 miliar (termasuk denda Rp38 miliar) dan dicatat sebagai tagihan restitusi pajak. Bagian yang diterima sebesar Rp50 miliar telah diakui dan dibebankan pada laporan keuangan konsolidasian tahun 2008 sementara bagian sisanya sebesar Rp46 miliar dibebankan pada laporan keuangan konsolidasian tahun 2010. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, proses keberatan tersebut masih dalam proses. Pada bulan Oktober dan November 2010, Telkomsel menerima STP atas kurang bayar PPh pasal 25 untuk tahun fiskal 2010 sebesar Rp229 miliar (termasuk denda Rp11 miliar). STP tersebut telah dibayar pada bulan November dan Desember 2010. Pembayaran pokok sebesar Rp218 miliar diperhitungkan sebagai pembayaran di muka dalam menghitung PPh badan tahun 2010 yang pada akhirnya menghasilkan lebih bayar Rp600 miliar. Kelebihan bayar dan denda diakui sebagai pajak dibayar di muka pada 31 Desember 2010. Melalui suratnya di bulan November 2010, Telkomsel meminta Otoritas Pajak untuk membatalkan STP tersebut. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan ini, permintaan pembatalan masih dalam proses.

83

073.650.202) (1.821) (670.763) - 26.160 84.599 85.292 617.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PERPAJAKAN (lanjutan) g.814) 61.294) (18.515) (843.340.747) (2. Aset dan kewajiban pajak tangguhan Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (Dibebankan) dikreditkan ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2009* Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Beban Pendi Penyisihan beban karyawan Penyisihan persediaan usang Pendapatan sambungan tangguhan Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi dan pajak Hak atas tanah Sewa pembiayaan Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan . 2009.774 (21.bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .490) (1.510) 94.707) 252.049 (308.807) (31.286 (1.427 160.852) 18.919) (9.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .160) 1.409 268. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.557 286.958.617) (2.T.903) (1.288.781 85. lihat Catatan 2p 84 .870) (173.bersih Akuisisi Ad Medika 31 Desember 2010 335. kecuali dinyatakan lain) 37.957.763) (3.996 20.239 257.446 106.587) (271.692 * Dinyatakan kembali.893.bersih Jumlah aset pajak tangguhan .220.712 893 (669.024) (1.200) (5.385) (33.695) (30.615 5.088) (7.733.277 2.261) (9.895) (39.197) (4.549.672 128.172 (74.919) - (1.113 1.953 ( 243.458) (257.310 36. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.796) (670.224) (6.719 17.

796) (670.201 169.T.202) (1.195 275. Perusahaan dan anak perusahaan telah menghitung efek dari perubahan tarif atas perhitungan aset dan kewajiban pajak tangguhannya sesuai dengan estimasi realisasinya.747) (2.764.515 1.650. Pada tanggal 23 September 2008.877 220.471 (41.431) 4.048 259.434) (2.261) (79. dan 25% di tahun 2010.922) (51. h. Perusahaan dan anak perusahaan yakin bahwa kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba fiskal masa depan.232 (115.741 31.698 93.918) (2. lihat Catatan 2p * Termasuk penyesuaian akibat perubahan tarif pajak (Catatan 37h) 31 Desember 2009** 698.215 (234.049 (1.329) (469.135) - (362.559) (4.160 84. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.716 242.362 36.310 (1. DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak. 36 tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Pajak No.046) (235. Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008.375) 94.409 268.510) 94. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut dipertimbangkan dapat direalisasi. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut.462 (8.288.035 16. Presiden Republik Indonesia dan Menkumham telah menandatangani dan mengundangkan Undang-Undang Pajak No.314. namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari pada yang diestimasikan.025 302.953 Realisasi dari aset pajak tangguhan tersebut tergantung kepada kemampuan menghasilkan laba di masa depan.200) (5. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun fiskal 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya pajak.316) 1.807) (31.bersih Jumlah aset pajak tangguhan .612) (573.239 257. Aset dan kewajiban pajak tangguhan (lanjutan) (Dibebankan) dikreditkan ke laporan laba rugi konsolidasian* 31 Desember 2008** Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Beban Pendi Penyisihan beban karyawan Penyisihan persediaan usang Pendapatan sambungan tangguhan Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi dan pajak Hak atas tanah Sewa pembiayaan Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan . DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .639) 9. mana yang lebih awal.641) (885) 20.220.701) (2. PERPAJAKAN (lanjutan) g. Administrasi Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia.763) (3.bersih ** Dinyatakan kembali.953 335.011) (436. 2009.427 160.549.672 128.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.751.310 36.bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .719 17. Peraturan ini mengatur pengenaan tarif tunggal untuk perhitungan pajak badan sebesar 28% di tahun 2009 (dimana sebelumnya dihitung dengan tarif progresif dari 10% sampai 30%). 7 tahun 1983 tentang PPh. kecuali dinyatakan lain) 37.201.113 1.587) (271.402) (476.570. atau akhir tahun 2013. 85 . Perusahaan dan tiap anak perusahaan melaporkan pajak terutang berdasarkan perhitungan sendiri (self-assessment).958.

dan 2009 kecuali jika Perusahaan melaporkan SPT Tahunan Lebih Bayar.254 pada tahun 2010. Tidak ada pemeriksaan pajak yang dilakukan untuk tahun fiskal 2003. 2006.T. Pemeriksaan pajak telah diselesaikan untuk tahun-tahun fiskal lainnya.748. 2007. Tidak ada pemeriksaan pajak yang dilakukan untuk tahun fiskal 2003. yang tercatat dan memperdagangkan sahamnya di BEI yang memenuhi persyaratan bahwa paling sedikit 40% dari jumlah seluruh saham yang disetor dan diperdagangkan di BEI dan saham tersebut dimiliki paling sedikit oleh 300 pemegang saham yang kepemilikannya masing-masing tidak boleh melebihi dari 5%. 19. dalam Undang-Undang Pajak No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Rp579. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan 2006 masing-masing sebesar Rp1. 2007. dan 2008. Perusahaan tidak memiliki saham biasa yang berpotensi dilusi. Administrasi (lanjutan) Selain perubahan tarif. Pada tahun 2008.38 (nilai penuh) untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.52. 36 tahun 2008 juga diatur pengurangan tarif sebesar 5% dari tarif tertinggi diberikan kepada perusahaan yang memenuhi syarat.669. Laba bersih per saham dasar masing-masing sejumlah Rp586. Ketentuan tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa dalam waktu paling singkat 6 bulan dalam jangka waktu satu tahun fiskal.8 miliar.424. DJP telah mengeluarkan program sunset policy berupa pemberian kesempatan kepada wajib pajak untuk melakukan pembetulan SPT Tahunan tahun-tahun sebelumnya yang masih kurang bayar dengan imbalan dibebaskan dari sanksi administrasi dan tidak dilakukan pemeriksaan atas tahun fiskal tersebut. dan 19. dan 2009 bagi Perusahaan.574. 2005.780. kecuali jika ditemukan bukti baru yang mengharuskan DJP melakukan pemeriksaan dan penyidikan. dan Rp2.54. Rp2. dan Telkomsel untuk tahun fiskal 2003 sebesar Rp1. Perusahaan menyetor pajak kurang bayar untuk tahun fiskal 2003. Pemeriksaan pajak telah diselesaikan untuk tahun-tahun fiskal lainnya. Perusahaan dan Telkomsel telah memanfaatkan program sunset policy tersebut melalui pembetulan SPT. Perusahaan telah memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan. dan 2009 bagi Telkomsel. 38.4 miliar. 2009. 86 . dan Rp540. maka pemeriksaan akan dilakukan. maka perhitungan beban dan kewajiban pajak penghasilan Perusahaan periode 31 Desember 2010 dan 2009. 2008. 2009.669. Selain itu. kecuali dinyatakan lain) 37. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar masing-masing sejumlah 19. 2009.780.424.9 miliar. telah memperhitungkan penurunan tarif pajak sebesar 5%. dan 2008. Perusahaan mendapatkan sertifikat dari DJP berupa pembebasan pemeriksaan pajak untuk tahun fiskal 2007. PERPAJAKAN (lanjutan) h. 2005.9 miliar.

DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.06 per lembar saham (Rp524. Pada tanggal 30 Desember 2010.991 523.840. Perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen kas interim tahun buku 2010 sebesar Rp526. No.427 868.761 juta.H. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA 2010 Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Pensiun Perusahaan Telkomsel Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar Imbalan pasca kerja lainnya Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Beban manfaat pensiun dibayar di muka Beban pensiun berkala bersih Perusahaan Telkomsel Infomedia Beban pensiun berkala bersih (Catatan 33) Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 33) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 33) 2009 2008 61. 40.778. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2009 sebesar Rp5.141.612 65.019 816 706.657 92. No.618 62. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.318 87 .183 75.75 per lembar saham kepada pemegang saham Perusahaan. 17 tertanggal 11 Juni 2010.776 81. Perusahaan telah melakukan pembayaran dividen kas interim sebesar Rp276. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2008 sebesar Rp5.453 83.044 147.933 240.157 juta atau Rp26.627 87. kecuali dinyatakan lain) 39.072 juta (Catatan 51c). Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.798 97 643.889 208. 2009. LLM.708 juta atau Rp296.990 988 430.T.200 209.317 497 570. 22 tertanggal 12 Juni 2009.569 16.934 775. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.209 112.65 per lembar saham dibagikan sebagai dividen kas interim di bulan November 2009).084 210.190 juta atau Rp26.666.345 63. LLM.430 410.920 808. S.468 20.695 473 625.966 (524) 504. S. Pada tanggal 1 Desember 2010.369 536.876 22.028 1.94 per lembar saham dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp4.608 54.H.. Partomuan Pohan. Partomuan Pohan.170 74..070 juta atau Rp288.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

497.835 889.148) 434.742 1.061 juta.061 44.603.371 1. Program pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).110 1.439 2008 10.538.061 juta.030.027.181 546.398 (2.276.418 1.097.719 (1.168.299 (2. Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan masa kerja karyawan.019.399.975 12.841 juta.286. dan Rp3.713. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.061 44. kecuali dinyatakan lain) 40.654) (411.516.090 1.628 (405.078.392 930. perubahan aset program pensiun.578 2009 9.174.439 330. dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp4. 2009.300.266) 9.829 889.812 282.476 2. dan nilai bersih yang tercatat pada neraca konsolidasian Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. status pendanaan program pensiun.231) 12.375 (453. 2009.267) (446.727.233. 2009.076.236 (916. Rp889.753.593 (2.557) 1.718 485. Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan yang untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.747 (620. Program ini dikelola oleh suatu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”). dan 2008 untuk program pensiun manfaat pasti: 2010 Perubahan kewajiban manfaat pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Kontribusi peserta program pensiun Rugi (laba) aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Perubahan manfaat Kewajiban manfaat pensiun pada akhir tahun Perubahan aset program pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun Perkiraan pengembalian atas aset program pensiun Kontribusi pemberi kerja Kontribusi peserta program pensiun Laba (rugi) aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada akhir tahun Status pendanaan Beban jasa lalu yang belum diakui Laba aktuaria bersih yang belum diakui Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar 11. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.044) 8. Pensiun 1.753.199. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a. Pembayaran kontribusi Perusahaan ke dana pensiun untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.300.001 juta.418 (803.476 1.154. Rp3. Program pensiun iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli 2002.971 42.657) 88 . Perusahaan Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan program pensiun iuran pasti.174 44.734 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T.254 juta.773. dan Rp889.4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.819) (775.453) (61.034.209) 9. Program pensiun manfaat pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002.371 1.516.975 284. 2009. dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp485.349) (410.688 1.254 42.469.651) 11.207.134 1.583) 15.975 14. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban manfaat pensiun.593 (1.969 44.713.396 juta.809) 8.181 1.

89% dari keseluruhan aset program Dapen pada tahun tersebut.465 juta. Perusahaan (lanjutan) Pada tahun 2007.481) 410.700 juta yang merupakan 1. kematian. Perusahaan memberlakukan uniformulation manfaat pensiun yang sama bagi peserta sebelum 20 April 1992 dengan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung 1 Februari 2009. Hasil aktual aset program adalah Rp2.975 juta yang akan diamortisasi selama 8. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.460 (923. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.608 1.371 juta yang merupakan 2.819) juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. 2009.058. aset program pensiun termasuk penempatan pada saham Seri B dan obligasi yang diterbitkan Perusahaan masing-masing dengan nilai wajar Rp268. aset program pensiun sebagian besar terdiri dari obligasi Pemerintah dan obligasi korporasi. 89 .209 430.044 2009 775.657 Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Perusahaan menggantikan uniformulation dengan Manfaat Pensiun Sekaligus (“MPS”).484 (780. 2009.583 juta yang akan diamortisasi selama 9. dan (Rp842. kecuali dinyatakan lain) 40.425 (937.518) 775.209 2008 1.03% dari keseluruhan aset program Dapen pada tahun tersebut. 2009. Pada tanggal 31 Desember 2010. Rp3.097 643. dan 2008.618 1. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan Dibebankan kepada anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada akhir tahun 410.9 tahun hingga 2016. Perubahan manfaat ini berdampak adanya penambahan kewajiban Perusahaan sebesar Rp698.63 tahun hingga 2018. Pada tanggal 31 Desember 2009.170 1. Mutasi beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar selama tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Perubahan manfaat ini berdampak adanya penambahan kewajiban Perusahaan sebesar Rp434. Pensiun (lanjutan) 1. aset program pensiun termasuk penempatan pada saham Seri B sebesar Rp355.890. Pada tahun 2010. MPS diberikan bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun.457 juta.801 juta dan Rp155.657 570.054.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. atau cacat sejak 1 Februari 2009.T.819) 61.78% dan 1.

aktuaris independen yang berasosiasi dengan Towers Watson (“TW”) (dahulu Watson Wyatt Worldwide).199. di bawah suatu kontrak asuransi anuitas.5% 9.074 (124.134 1.484) 2009 284. Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (“Jiwasraya”).618 2. dan 2008.033 (1.654 (1.407) 431.460) 430.971 (1.170 570. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 9.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.078 (1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 90 . 2009.718) 312.286. Kontribusi Telkomsel ke Jiwasraya berjumlah Rp40. kecuali dinyatakan lain) 40.5% 8% Komponen beban pensiun berkala bersih yang diakui adalah sebagai berikut: 2010 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset atas program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Laba aktuaria yang diakui Beban pensiun berkala bersih Dibebankan kepada anak perusahaan berdasarkan perjanjian Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan (Catatan 33) 330.174 (1. 2009. dan 31 Maret 2009 oleh PT Towers Watson Purbajaga (“TWP”) (dahulu PT Watson Wyatt Purbajaga). Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2010.131 juta. Berdasarkan program ini. Telkomsel Telkomsel menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi para karyawannya.663 juta masing-masing untuk 2010.829) 221. 2009. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.75% 10. Rp34. dan 2008. pada laporan tertanggal 15 Maret 2011.067 juta. 2009. Sampai dengan tahun 2004. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.608 643.734 1. Perusahaan (lanjutan) Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) dilakukan berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2010.5% 8% 2008 12% 11. Mulai tahun 2005. para karyawan berhak atas manfaat pensiun berdasarkan gaji dasar terakhir atau gaji bersih yang diterima dan masa kerja karyawan.090 1. Pensiun (lanjutan) 1. kontribusi karyawan terhadap program ini adalah sebesar 5% dari gaji pokok bulanan dan kontribusi atas sisa jumlah yang diperlukan untuk mendanai program tersebut ditanggung oleh Telkomsel.7% 8% 2009 10. perusahaan asuransi jiwa milik negara.425) 2008 282.154.969 (930. kontribusi ditanggung sepenuhnya oleh Telkomsel. 30 Maret 2010.030.321 (56. dan Rp33.T.835) 221.321 (4.076.723) 572.511) 645.

004 54.091 (155. dan 12 Februari 2009 yang dilakukan oleh TWP.T. dengan laporan tertanggal masing-masing 23 Februari 2011.5% 8% 2008 12% 12% 9% 91 .914 (16. 2009.573 (11.019 Beban pensiun berkala bersih untuk program pensiun dihitung berdasarkan perhitungan aktuaria pada tanggal 31 Desember 2010.991) 869 61.156) 115 5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.802) 245. 8 Februari 2010.586 74. aktuaris independen yang berasosiasi dengan TW.091 (245.937 (92. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Telkomsel (lanjutan) Rekonsiliasi antara program pensiun yang tidak didanai dan jumlah kewajiban yang disajikan di neraca konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2010.309) 2008 (284.289 (147.267) 115 5. kecuali dinyatakan lain) 40. 2009.233) 639 268. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Yang tidak dilakukan pendanaan Komponen yang tidak diakui di neraca konsolidasian: Beban jasa lalu yang belum diakui Rugi aktuaria bersih yang belum diakui Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar (662.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.5% 10.456) 115 2.695 2008 37. 2009. 2009.303 62.324) 129.985 (416.427) Komponen beban pensiun berkala bersih adalah sebagai berikut: 2010 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Beban pensiun berkala bersih (Catatan 33) 43.889) 754 131.817) 2009 (399.564 (112. Asumsi dasar aktuaris independen berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2010.948 34.295 30.084 (15.507 41. dan 2008.966 2009 33. dan 2008 untuk setiap tahunnya adalah sebagai berikut: 2010 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 9% 9% 8% 2009 10.400) 154. Pensiun (lanjutan) 2.

625 41. dan 2008: 2010 Beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan pasca kerja lainnya Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Jumlah beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada akhir tahun 209. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Status pendanaan Beban manfaat pensiun dibayar di muka (8.468 yang berakhir 2008 22.T.876 92 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Mutasi imbalan pasca kerja lainnya untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.729 46. Rekonsiliasi antara status pendanaan program pensiun dengan jumlah yang diakui dalam neraca konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2010. kecuali dinyatakan lain) 40.690 35.345 Komponen beban imbalan pasca 31 Desember 2010.196 988 988 2009 (7. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.432) 240.119) 5.569 (68. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a. Imbalan pasca kerja lainnya Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja. 2009. 2009.208) 9. Rp473 juta.630) 209.468 (82.826 6.900 6. 2009.bersih (Catatan 33) 18.183 2008 195. 2009.159 6. Imbalan pasca kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (BFPT) dan Biaya Perjalanan Pensiun dan Purnabhakti (BPP). 2009.510 497 497 2008 (5.876 (34.183 65. dan 2008 (Catatan 33).285) 210.826 4. dan 2008: kerja lainnya 2010 untuk tahun-tahun 2009 21. Pensiun (lanjutan) 3.184 83. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.460 65. dan Rp816 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.061 83.826 12. Infomedia Infomedia menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawannya.345 81.934 6.754 81.627 2009 210.013) 7.569 Beban jasa Beban bunga Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Jumlah beban imbalan pasca kerja lainnya . b.216 97 97 (Pendapatan) beban pensiun berkala bersih Infomedia adalah sebesar (Rp524) juta.

518 juta masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Catatan 43). tergantung persetujuan manajemen. termasuk LSA dan LSL. 2009.300 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. kecuali dinyatakan lain) 40.920 juta. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Berdasarkan Undang-Undang No. 2009.430 juta dan Rp75. dan 2008 (Catatan 33).323 juta. jika belum dipenuhi oleh program pensiun yang diselenggarakan. 2009. dan Rp16. Rp20.757 juta.117 juta.024 juta. Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp87. Kewajiban yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.318 juta masing-masing untuk tahuntahun yang berakhir 31 Desember 2010. 41. LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja. dan 2008 (Catatan 33).149 juta dan Rp212. sebesar Rp242. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom (“Yakes”). dan Rp35. Rp22. 42. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar Rp78. dan Rp24. dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp20. Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal 1 November 1995. 2009. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai. Kontribusi pembayaran Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari 20 tahun pada saat pensiun.934 juta. dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat.T. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) c.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan.562 juta. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada saat pensiun. Ketentuan untuk masa kerja selama 20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995. Rp116. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar Rp22. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu. 93 . PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” ATAU “LSA”) Telkomsel memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu. kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.028 juta. Perusahaan dan anak perusahaan diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum.

T.995) 4.767 (410.925.007 686.100.801.018.942 (688) 2009 72.981 903.523 757. dan 2008: 2010 Perubahan kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Rugi (laba) aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada akhir tahun Perubahan aset program Nilai wajar aset program pada awal tahun Perkiraan pengembalian aset program Kontribusi pemberi kerja Laba (rugi) aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Nilai wajar aset program pada akhir tahun Status pendanaan Laba aktuaria bersih yang belum diakui Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar 2009 2008 7.224 3.167.336) 6.973) (1.057) (313.579 (523) 2008 143.018.189) (2.054 (736. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.366) 198.419 juta dan Rp85.005 (264. status pendanaan program imbalan kesehatan pasca kerja.551 (589.872) (221.498 (3.172 343.498 (343.855.974 4.263 (1.022. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.921 744.224 72. 2009.589 (287. aset program meliputi saham Seri B yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing sebesar Rp34.688 690.767 816. Komponen beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih adalah sebagai berikut: 2010 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian atas aset program (Laba) rugi aktuaria yang diakui Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Jumlah yang dibebankan ke anak perusahaan berdasarkan perjanjian Jumlah beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan (Catatan 33) 83.689) (221.895.005.720) Hasil aktual aset program adalah Rp1.551 1.693 410.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.056 901.981 903.974 83.836.693 (1.523 902.531) (734.280.530 990.027 juta.924) 8. dan (Rp236.817) 331.839 (579. 2009.022.165.343 juta.263 589.312 (264.030) 5.741.636 (839) 238.855.254 331.324) juta masingmasing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.100.924) 8. Rp1.797 Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.378) (16.007 686. kecuali dinyatakan lain) 42.776) 8.050. dan 2008. dan jumlah bersih yang diakui dalam neraca konsolidasian Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010.995) 5.336) 7.921 744. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA (lanjutan) Tabel berikut ini menyajikan mutasi kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja.497 (287. 2009.065) (1.111 6.384 juta.378 1. 94 .711) (658.366 1.143.034. perubahan aset program imbalan kesehatan pasca kerja.570.376.165.612 143.530) 238.

688) 1.5% 8. 30 Maret 2010. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan (Catatan 33) Jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada akhir tahun 1. 2009.25% 12% 8% 2011 Peningkatan 1% pada perkiraan pertumbuhan beban kesehatan akan memberikan dampak sebagai berikut: 2010 Beban jasa dan beban bunga Akumulasi kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja 1.776 901. Asumsi dasar yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2010. kecuali dinyatakan lain) 42.801. 2009.21% 8% 8% 2011 2009 10.100.212 8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.722 95 .570.776 2009 2.797 839 (1.839) 2. dan 31 Maret 2009 oleh TWP.676 2009 968. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.056 523 (1.993 6.294.021.923 238.311.523) 1.030 331. 2009. aktuaris independen yang berasosiasi dengan TW. 2009.050.721. pada laporan masing-masing tertanggal 15 Maret 2011.T.254 688 (990. dan 2008.768.720 2008 2. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan Tingkat pertumbuhan akhir beban kesehatan Tahun tercapainya tingkat pertumbuhan akhir 9.801.100.75% 9.352 10.707 2008 879. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA (lanjutan) Mutasi beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.570. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.720 Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2010.25% 10% 8% 2012 2008 12% 9.

Rp327.282 juta.2%.290 juta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan 2008 (Catatan 34). pemegang saham mayoritas Perusahaan (Catatan 19). Berikut adalah perjanjian/transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa: a. dan 2008 (Catatan 34). TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usahanya. dan 2008 (Catatan 34) yang mencerminkan 1. Telkomsel membayar up front fee untuk lisensi 3G sebesar Rp756.T.7%.892.8%. 2009.8 %. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa.522 juta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Beban KPU adalah sebesar Rp834.895 juta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Beban hak penyelenggaraan berjumlah Rp341. Kebijakan Perusahaan mengatur bahwa penetapan harga atas transaksi-transaksi tersebut sama dengan transaksi-transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga. iii. kecuali dinyatakan lain) 43. Beban pemakaian frekuensi radio berjumlah Rp2. 11. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban hak penyelenggaraan untuk jasa telekomunikasi yang diberikan dan beban pemakaian frekuensi radio kepada Depkominfo. 2009. yang mencerminkan 6.000 juta dan mencatat sebagai aset tidak berwujud (Catatan 12.784. 2009. yang mencerminkan 0.619 juta.209 juta. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 6. 96 .639 juta. dan 10. Pemerintah i.8%.555 juta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. 15/Per/M. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban KPU kepada Depkominfo sesuai dengan Peraturan Menkominfo No.944 juta. dan Rp172.132 juta . dan Rp462. 1.3%. ii. dan 2008. Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah.5% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. dan Rp632.400. Beban bunga atas pinjaman penerusan masing-masing berjumlah Rp163.7%. Mulai tahun 2005. 2009. Rp809.981 juta.5%.8% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun.5% dari jumlah beban bunga pada masing-masing tahun.iii). Rp247.529 juta. Rp2. 2009. dan Rp2. dan 1. 0. dan 1. Beban bunga atas pinjaman penerusan mencerminkan 8.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. dan 5.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

Perusahaan menyediakan jaringan lokal bagi pelanggan untuk melakukan atau menerima panggilan telepon internasional. Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan. kecuali untuk sirkit langganan dan telepon umum yang berada di sentral gerbang internasional. Indosat menyediakan jaringan internasional bagi pelanggan. kecuali pelanggan di daerah perbatasan tertentu.3% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. 2009. 0.T. yang memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan. Alternate Voice/Data Telecommunications (AVD).923 juta. dan Rp123. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) b.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan honor dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Dewan Komisaris. Remunerasi Komisaris dan Direktur i. ii. Perusahaan dan Indosat bertanggung jawab atas sarana telekomunikasi masing-masing.790 juta. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan telekomunikasi internasional kepada masyarakat. telegram.590 juta masing-masing untuk tahun 2010.311 juta.273 juta masing-masing untuk tahun 2010.4%. iii. Perusahaan menerima kompensasi untuk jasa yang disebutkan dalam butir pertama di atas berdasarkan tarif interkoneksi yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan (“Menhub”). 2009.3%. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp165. teleprinter. dan 2008. Indosat untuk menyelenggarakan jasa Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp53.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. Pembuatan kuitansi tagihan dan penagihan kepada pelanggan. serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan dengan menekan “007”. teleks. yang mencerminkan 0. Jasa telekomunikasi internasional mencakup telepon. 2009. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan gaji dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Direksi. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP). dan 0. 97 . iv. Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan kewajiban interkoneksi terkait. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Rp139. dilakukan oleh Perusahaan. dan Rp53. dan teleconferencing. yang mencerminkan 0.255 juta. sebagaimana ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia. hotline. Rp52. c. Indosat Perusahaan memperlakukan Indosat sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena Pemerintah masih memiliki pengaruh signifikan atas kebijakan keuangan dan operasi Indosat terkait dengan hak untuk menunjuk satu Direktur dan satu Komisaris. kecuali dinyatakan lain) 43. dan 2008. ii. televisi.

dan Rp1. Peralatan interkoneksi yang dipasang oleh salah satu pihak di lokasi milik pihak lain tetap merupakan milik pihak pemasang peralatan tersebut. Rp1. yang mencerminkan masing-masing 1. dapat diubah berdasarkan tinjauan tahunan dan kesepakatan bersama kedua belah pihak. Indosat (lanjutan) Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada pelanggan untuk Indosat.439. Beban yang timbul sehubungan dengan pengadaan peralatan. Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 1995. Perjanjian yang dibuat tahun 1997 dan berlaku selama sebelas tahun tersebut. Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. Pada tanggal 11 Desember 2008. dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 2009. yang mencerminkan masing-masing 2. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dan milik Indosat telah dihubungkan untuk memungkinkan komunikasi antar jaringan oleh pelanggan dari kedua belah pihak. perjanjian tersebut diperpanjang untuk 5 (lima) tahun sampai dengan 1 April 2014.556 juta.444 juta.049. dan Rp21. Pendapatan interkoneksi Perusahaan dan anak perusahaan dari Indosat untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. 2009. SLJJ. iv. Beban atas penggunaan fasilitas tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.T. kecuali dinyatakan lain) 43. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.2% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.119. 8 tahun 2006 (Catatan 46).488 juta. Beban interkoneksi Perusahaan dan anak perusahaan dari Indosat untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.3%.05% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun.0%. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dihubungkan dengan gerbang pertukaran internasional milik Indosat agar dapat melakukan atau menerima panggilan internasional. dan dapat diberlakukan sampai ada Berita Acara Kesepakatan baru. Kesepakatan ini berlaku efektif mulai bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2010. ii. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. Rp1. dan 2008 masing-masing sebesar Rp912. Indosat berhak atas sebagian pendapatan Telkomsel sebagai kompensasi atas jasa interkoneksi. 2.02%.353 juta. Atas interkoneksi ini. 98 . ditambah dengan beban pemrosesan tagihan yang ditetapkan sebesar jumlah tertentu untuk setiap data (record).446 juta. 2009.01%. dan 2008 masing-masing sebesar Rp905.5% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan SLI. instalasi dan pemeliharaan ditanggung oleh Telkomsel. Pada tanggal 28 Desember 2006. Perusahaan dan Indosat menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal. Telkomsel juga mengadakan perjanjian atas penggunaan fasilitas telekomunikasi Indosat. iii.472 juta. dan 0. 2009. Rp10.7%. dan Rp1.970 juta. Indosat secara bertahap akan mengambil alih kegiatan tersebut dan melakukan sendiri penerbitan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan secara langsung. 1. dan 2008 masing-masing sebesar Rp3. dan 2.3%. Telkomsel juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan bergerak seluler GSM.922 juta yang mencerminkan 0.424. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. Pada tahun 2009.927 juta. besaran tarif tersebut telah memperhitungkan besaran kompensasi penerbitan kuitansi tagihan dan penagihan. 0. dan 3.

T. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. Satelindo telah membayar sejumlah Rp17.3% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun.023 juta kepada Perusahaan untuk hak penggunaan tanah selama 30 tahun. Telkomsel menanggung 19. data.1 juta.2%. Telkomsel diberikan hak yang tidak dapat dibatalkan untuk menggunakan kapasitas tertentu dari jaringan tersebut mulai tanggal 21 September 2000 hingga 20 September 2015 sebagai imbalan atas pembayaran di muka sejumlah US$2. Rp1. Perusahaan dan Satelindo menyetujui alternatif penyelesaian dengan memperhitungkan pembayaran Satelindo di atas sebagai beban sewa sampai tahun 2006. Pada tahun 2000.813 juta belum dibayar karena Hak Pengelolaan Lahan (HPL) tidak dapat diperoleh sebagaimana disebutkan dalam perjanjian. Perjanjian Pembangunan dan Pemeliharaan Sistem Kabel Jakarta-Surabaya (“J-S Cable System”) Pada tanggal 10 Oktober 1996. Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan anak perusahaan. atau jasa telekomunikasi lainnya. Perusahaan mengalihkan hak penggunaan sebidang tanah di Jakarta yang dimiliki Perusahaan kepada Satelindo. Beban operasi dan pemeliharaan dibagi berdasarkan formula yang telah disetujui bersama. Indosat (lanjutan) Perjanjian lainnya antara Telkomsel dan Indosat adalah sebagai berikut: i. yang sebelumnya disewakan kepada Telekomindo. Satelindo diberi hak untuk menggunakan tanah tersebut selama 30 tahun dan dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh hak mendirikan bangunan di atasnya.325% dari jumlah biaya pembangunan. Satelindo melakukan pembayaran tambahan sejumlah Rp59.223 juta. 2009. Satelindo setuju untuk membayar sejumlah Rp43. Berdasarkan perjanjian pengalihan. Pembangunan sistem kabel selesai pada tahun 1998.7 juta (Catatan 11).210 juta pada tahun 1994 sementara sisanya sebesar Rp25. kecuali dinyatakan lain) 43. Bagian Telkomsel dalam beban operasi dan pemeliharaan dari sistem kabel adalah sebesar Rp562 juta. dan PT Sistelindo Mitralintas. faksimili. dan 2008. 0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. yaitu PT Indosat Mega Media. dan Rp171. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk tahuntahun yang berakhir 31 Desember 2010. teleks.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada tahun 1994. 99 . Sebagai tambahan pembayaran di muka. Berdasarkan perjanjian. ii. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.154 juta.2%.092 juta. telegraf.730 juta yang mencerminkan 0. 2009. Pada tahun 2001. Rp137. Berdasarkan perjanjian.860 juta sebagai beban sewa sampai tahun 2024. dan Rp467 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Lintasarta. Lintasarta. dan 2008 masing-masing sebesar Rp132. Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan tersebut untuk hubungan telepon. Perjanjian IRU (IRU Agreement) Pada tanggal 21 September 2000. Telkomsel juga dikenakan beban operasi dan pemeliharaan tahunan sebesar US$0. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Indosat mengenai penggunaan SEA-ME-WE 3 dan Tail Link di Jakarta dan Medan. PT Satelit Palapa Indonesia (“Satelindo”). Telkomsel. 2009. pembayaran di muka dari Satelindo ini disajikan di neraca konsolidasian sebagai “Uang muka pelanggan dan pemasok” . DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan 0. Hak kepemilikan atas tanah tersebut tetap berada pada Perusahaan. dan Indosat (“Pihak-pihak”) mengadakan perjanjian pembangunan dan pemeliharaan Sistem Kabel J-S dan berlaku selama 25 tahun.

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (“INTI”) dan Kopegtel. yaitu: (i) Perusahaan menyediakan jasa telekomunikasi kepada Instansi Pemerintah di Indonesia. Indosat (lanjutan) Lintasarta menggunakan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. dan 2008 masingmasing sebesar Rp123. dan Rp62.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. dan jasa telekomunikasi lainnya. 2009. yang diperlakukan sebagaimana layaknya transaksi dengan pihak ketiga.252 juta.8% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing tahun. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Instansi Pemerintah dan perusahaan asosiasi yaitu CSM. dan Rp624. 1. dan Rp33.7%.9%. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Patrakom. Rp39.692 juta yang mencerminkan 0.972 juta.T. dan 3.929 juta yang mencerminkan 0. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk tahuntahun yang berakhir 31 Desember 2010.2% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun. (iv) Perusahaan membeli aset tetap termasuk jasa pembangunan dan instalasi dari sejumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa meliputi.568 juta. Rp30. teleks. dan Rp21. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Sirkit langganan ini dapat digunakan perusahaan asosiasi tersebut untuk hubungan telepon. yaitu CSM. dan 0.9% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing tahun. dan PSN untuk penggunaan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. 2009. telegraf. kecuali dinyatakan lain) 43. (v) 100 . Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Lintasarta (berlaku sampai dengan 31 Oktober 2010) dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (“Artajasa”) (berlaku sampai dengan bulan Mei 2008) (39. Pembelian yang dilakukan dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut pada tahun 2010. INTI juga merupakan kontraktor dan pemasok utama yang menyediakan peralatan.118 juta. Rp140. Pembelian dari INTI pada tahun 2010. 2009. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.631 juta. Lain-lain Transaksi dengan seluruh BUMN diperlakukan sebagai transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. (ii) (iii) Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada perusahaan asosiasi.530 juta yang mencerminkan 0. PSN. Rp36.461 juta. Rp340. data. termasuk jasa konstruksi dan instalasi bagi Telkomsel. Rp103.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. d.107 juta. Patrakom.464 juta. dan 2008 sebesar Rp26.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun.037 juta.160 juta yang mencerminkan 0. diantaranya. Beban pemakaian untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.706 juta yang mencerminkan 0. dan 2008 masing-masing sebesar Rp37. dan Gratika.815 juta yang mencerminkan kurang dari 0. 2009. dan Rp110.9%.702 juta. 2009. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. 2009. dan 2008 masingmasing sebesar Rp141.434 juta. dan Rp124. dan 2008 masing-masing sebesar Rp43.8% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Indosat) untuk pemakaian sistem jaringan komunikasi data. 0.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun. faksimili. 2009.822 juta. dan 2008 masing-masing sebesar Rp133.5%.

dan Rp139.433 juta.338 juta.01%. Di samping itu.807 juta. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d.533 juta dan Rp5.278 juta. 0.887. dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp4. dan 2008. dan reksa dana masing-masing berjumlah Rp7. dan 46% dari jumlah pendapatan bunga pada masing-masing tahun. Rp313. yang mencerminkan 1.8% dari jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Rp478.1%. 2009.3% dari jumlah beban bunga pada masing-masing tahun. dan 0. dan Rp456. jangka waktu sewa minimum adalah 2 tahun sejak pengoperasian jaringan transmisi dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.T. (vii) Perusahaan dan anak perusahaan mengasuransikan aset tetap.350 juta yang mencerminkan 0. persediaan. Perusahaan menyewa bangunan. dan 0. dan menggunakan jasa pemeliharaan dan kebersihan dari Kopegtel dan PT Sandhy Putra Makmur (“SPM”). DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp4.01%. Rp195. 2009.627. dan menyelenggarakan jaminan sosial tenaga kerja bagi karyawannya pada Jasindo.577 juta masingmasing untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010. dan 43.8% dari jumlah beban usaha pada masingmasing tahun. Beban bunga dari pinjaman tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan Rp310.01%. Rp204. Rp5. yang mencerminkan 46. dan 2008 masing-masing sebesar Rp391.5%. Premi asuransi tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.248 juta. membeli barang dan jasa pembangunan. Perusahaan dan anak perusahaan menerima pendapatan interkoneksi bersih dari PSN.127 juta. 2009. Perjanjian ini telah diperpanjang hingga 13 Maret 2011. (viii) Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai rekening giro dan deposito berjangka pada beberapa bank milik negara.7%. Pendapatan bunga yang diakui untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. 50. dan Rp710.047. kurang dari 0.921 juta. Dan membayar beban interkoneksi dari PSN. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.3%.3% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun.561 juta yang mencerminkan 48.8%. dan Rp6.806 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010. 2009. 0. 0. Beban sewa untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.1%.600 juta pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. 2009. dan 2008.02% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. yang masing-masing mencerminkan 7.946 juta. dan 2008 masing-masing sebesar Rp202. 42.01%.896 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. Lain-lain (lanjutan) (vi) Telkomsel mengadakan perjanjian dengan PSN untuk sewa jaringan transmisi PSN. dan 0. yang mencerminkan 0. Rp5. dan 0.494 juta. dan 2008.9% dan 5. 101 (x) (xi) .478 juta. beberapa bank tersebut ditunjuk sebagai agen penagihan Perusahaan. anak perusahaan dari Yayasan Sandikara Putra Telkom .266 juta.875 juta. dan 2008 masing-masing sebesar Rp888.2%.yayasan yang dikelola oleh Dharma Wanita Telkom. Rp1. (ix) Perusahaan dan anak perusahaan melakukan pinjaman dari beberapa bank milik negara.075 juta. dan 2008 masing-masing sebesar Rp176.01% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun. 1.1%.449 juta yang mencerminkan 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PT Asuransi Tenaga Kerja. kecuali dinyatakan lain) 43. 2009. menyewa mobil. 2009.0%. Jumlah penempatan Perusahaan pada bank milik negara dalam bentuk rekening giro dan deposito berjangka. 2009.4%. Berdasarkan perjanjian yang dibuat tanggal 14 Maret 2001.067 juta. dan Jiwasraya yang merupakan perusahaan asuransi milik negara. dan Rp335.900 juta. yang mencerminkan 0. dan Rp8. dan 1. Beban yang timbul dari transaksi tersebut berjumlah Rp607.

2009.1%.868 juta.229.234 juta. 2009.02% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun.01%.4%. dan 0. dan Rp34.342 juta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan Rp40. Pada tahun 2010. dan 0.4%.992 juta. Rp56. Kisel membebankan Telkomsel masing-masing sebesar Rp634. yang mencerminkan kurang dari 0.154. dan Rp158. 1. Rp2.545 juta. dan 3.19%. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Lain-lain (lanjutan) (xii) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Kopegtel. 3.629 juta masing-masing untuk tahun 2010.938 juta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 102 .5%. bagian dari pendapatan yang harus dibagikan kepada Kopegtel adalah masing-masing sebesar Rp796 juta.3% dari beban usaha pada masing-masing tahun. 2009.842 juta. yang mencerminkan 0. dan 2008. dan 2008. 0. dan Rp542.T. Telkomsel juga mengadakan perjanjian penyaluran dengan Kisel untuk pendistribusian kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang. penagihan. Jumlah pengadaan untuk instalasi peralatan sebesar Rp28. 2009.28%. sehubungan PBH.570 juta masing-masing untuk tahun 2010. 2009. pencetakan dan distribusi tagihan pelanggan. dan 1. 2009. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.26% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing tahun.837 juta. 0. Rp51. bergerak dalam jasa penyewaan mobil. 0. dan 0.744 juta. kecuali dinyatakan lain) 43.3%. 2009.08% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. dan Rp11.651 juta. 0. yang mencerminkan 0.01%. dan jasa-jasa lainnya yang bermanfaat bagi Telkomsel. Rp586. (xv) Telkomsel mengadakan perjanjian pengadaan dengan Gratika. dan 0. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. yang mencerminkan 1.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. Jumlah pengadaan untuk pemeliharaan peralatan sebesar Rp25. dan 2008. (xiv) Koperasi Pegawai Telkomsel (“Kisel”) adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan Telkomsel. Rp3.739 juta pada tahun 2010.401 juta. Rp228. dan Rp2.3%.086.288 juta.12%.207 juta.3% dari pendapatan usaha pada masing-masing tahun. Beban sewa untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. yang merupakan anak perusahaan dari Dapen untuk instalasi dan pemeliharaan peralatan. yang mencerminkan 0. dan 2008 adalah sebesar Rp195. yang mencerminkan 3. Jumlah kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang yang dijual ke Kisel sebesar Rp2. Untuk jasa-jasa ini. dan 2008. dan 2008.921 juta. (xiii) Telkomsel mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan Patrakom dan CSM sehubungan dengan penggunaan jaringan transmisi mereka untuk jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang.06%.

107 124. Aset lancar lainnya (Catatan 8) BNI BRI Bank Mandiri Jumlah g.08 0.13 0.00 Jumlah a.01 0.09 0.977 780.065 4.00 0.552 0.04 98.00 0.00 0.401.768 9.00 0.452 300.00 0. Uang muka dan aset tidak lancar lainnya (Catatan 11) BNI Bank Mandiri Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) Jumlah i.00 0.02 1.28 0.00 0.378 813 223.277 108.077 1.020 813 100.01 0.175 988 Jumlah 4.bersih (Catatan 5) d.01 0. Uang Muka dan beban dibayar di muka (Catatan 7) f. lihat Catatan 2p 103 . Piutang usaha .00 0.688 278 3.10 0. Rekening escrow (Catatan 13) 7. Kas dan setara kas (Catatan 4) b.02 0.46 0. 2009.78 0.829 217 18. Piutang lain-lain Bank milik negara (bunga) Patrakom Instansi Pemerintah Kopegtel Lainnya Jumlah e.043 13.41 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.443.23 0.893 347 16. kecuali dinyatakan lain) 43. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Saldo akun dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 2010 % terhadap jumlah aset 7.544 5. Penyertaan sementara c.01 0.00 0.78 0.13 0.30 0.298 44.004 0.439 276. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.098 125.338 497 94.05 * Dinyatakan kembali.62 0.01 2.00 0.00 0.386 593 347 235 1.377 41.10 0.00 0.978 1.00 2009* % terhadap jumlah aset 5.958.00 0.523 604. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.00 0.733.888 784 32 305 16.11 0.987 2.T. Pensiun dibayar di muka (Catatan 40) h.

280.00 0.138 13.238 287. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.030 536.666 100.03 0.43 3.073.311 62.330.03 0.012 207.700 1.24 0.08 0.67 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.786.136.459 12.83 1. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) 2010 % terhadap jumlah kewajiban 0.13 0.28 0. Hutang bank jangka panjang (Catatan 21) BNI Bank Mandiri BRI BTN Jumlah * Dinyatakan kembali.33 2.990 3.750 3.07 0.00 0.032 132.233 38.468 894.776 808. lihat Catatan 2p 104 .02 20.32 0.24 6.42 1. 2009.874 Jumlah 1.02 0.14 0. Kewajiban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40) p.14 0.000 242.450.802 2. Pinjaman penerusan (Catatan 19) q.08 0.562 33.000 212.000 7.736 368.480.52 0.00 0.398 9.66 0.05 2.01 0.149 1.871 3. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.387 2.829 690 1 1.917 12.700.801.342 2.652 63.748.92 7.446 837 551 141.197.66 2009* % terhadap jumlah kewajiban 2.000 11.03 0.000 4.15 0.649 982.05 4.733 65.050. Hutang bank jangka pendek (Catatan 17) BSM 400.02 0.44 3.00 0.153.178. Kewajiban LSA (Catatan 41) n.317 3.00 0.15 9.093 70.68 7.71 0.518 1.759.66 Jumlah j.000 3.627 1.68 23.860 22. Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja (Catatan 42) o. kecuali dinyatakan lain) 43.92 0.56 2.026.433 140.23 8.369 60.522 22.84 m.31 0.74 1.095 8.03 0.00 0.76 0.07 0. Obligasi dan wesel bayar (Catatan 20) r.27 0. Beban yang masih harus dibayar (Catatan 15) Karyawan Instansi Pemerintah dan bank milik negara PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) Jumlah l.T.695 1.904 4.65 7.515 13.09 5.084 9.000 3.000 3.518. Hutang usaha (Catatan 14) Instansi Pemerintah BUMN Kopegtel Indosat Yakes Gratika INTI SPM Patrakom PSN CSM Lain-lain Jumlah k.24 7.

629.847) (12.758.447 (43.222.629.506) (148.183) - 99.649.424 27.313) 11. kecuali dinyatakan lain) 44.098) (23.327 Jumlah sebelum eliminasi 68. satelit.120 (1.060) (22.996) (8.210.466.450) (4.002.739. buku petunjuk telepon.555) (28.302 (46.976. serta jasa pendukungnya.061) 22.061) (8.784) (146.183 21.522.343.359 917.845 1.913) (14.760) 105 .039 3. 2010 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Keuntungan selisih kurs .996) 8.913) (14.431.630) (1.870.238) 263. teleks.T.850 (2.848 233.340) (3.298) (54.786 (1.138.813) (9.298 8.181 68.354 42.463) (4.135) (46.629.032.664) (12.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.070 Eliminasi (8.999 38. SLJJ.388.854. sambungan nirkabel tidak bergerak.678.261.867 20.458) (524. INFORMASI SEGMEN Perusahaan dan anak perusahaan memiliki tiga segmen usaha utama yang beroperasi di Indonesia.181 (46.928. 2009.515) (4.712 (24.177 (46. dan seluler.611.862.707 Lain-lain 467. Segmen usaha yang secara individu tidak melebihi 10% dari pendapatan usaha Perusahaan disajikan sebagai “Lain-lain”.913.312 (4.005) 17.333.298 59.967.651.536.586 (5.bersih Penghasilan lain-lain .198.867 45.053.976.654) (33.434.211.114 (18. Segmen sambungan kabel tidak bergerak menyediakan jasa telepon lokal. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.138.359) 22.480. yaitu sambungan kabel tidak bergerak.283.165.181 8.061) - Seluler 43.035) 421.546.690 5.138. Segmen sambungan nirkabel tidak bergerak menyediakan jasa telekomunikasi berbasis CDMA yang menawarkan pelanggannya kemampuan untuk menggunakan pesawat telepon nirkabel dengan area terbatas (dalam kode wilayah lokal).345) (89.343.618.440) (826.951.308 - 102.bersih Beban PPh Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Beban non-kas lain-lain (21.203) (8.666 1. dan internasional.185) (123.086) (30.491 5.688) (6.716) 179.486.134. dan VSAT).757 - 57. Pendapatan dan beban segmen meliputi transaksi antar segmen usaha dan dinilai sebesar nilai pasar.120 744.504.283. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. transponder.343.053) (2.780 253.343.948 402.760) 2.125.658) (336.606) (34.197.565 (2.481.231.458) (524.597 253.400) 4.714 Sambungan nirkabel tidak bergerak 2.622) 15.319.087) (348. dan pengelolaan gedung. yang terdiri dari usaha layanan informasi teknologi. Segmen seluler menyediakan jasa telekomunikasi dasar.818 Jumlah konsolidasian 68.591.039) (13.491.611. dan jasa telekomunikasi lainnya (termasuk di antaranya sirkit langganan.930.526 174.983) (730.636.283.486. khususnya jasa telekomunikasi seluler bergerak.052.850 99.996 76.

T.882) - Seluler 42.408 Lain-lain 385.350) - 97.889.759) 524. lihat Catatan 2p 2008* Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs .725.079 2.212.932.038) (3.729.989) (30.360.993) (25.694.626 (2.167.804.297.446.266) (8.742 (5.613.524.741.053.852 (19.715) 16.212) (2.090) (156.404.053) (21.898 (4. kecuali dinyatakan lain) 44.204.424) (21.794) 16.959.603 3. 2009.540) (13.517.050) (461.947 349.034.461) (41.920.909 * Dinyatakan kembali.677.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.125 (21.274 (19.856.353) (48.506.395 Jumlah sebelum eliminasi 67.612.312 728.534.700 3.554 - 59.539 Jumlah konsolidasian 67.148 25.353 6.746.804.159) 279.069) (3.430.766) (4.734.760 21.607 151.780.762) (2.684.890) 6.814.869) 22.bersih Penghasilan lain-lain .787.819.166.704) 3.169 972.860) Eliminasi (6.540) (13.311.034.002) (182.042.621) (108.360 760.739.641.612 346.858.662.408 (44.471 14.663.313) (17.469.322) (23.201.678) (2.444 70.737) (15.704) 89.962 (6.201.771 (610.534.255) (281.804) (573.295.493.865) (32.412 Jumlah sebelum eliminasi 64.643) 10.518 6.553 97.927.804.612.588 3.814) 21.461) 22.872) (744.395) (642.729.786 Seluler 38.172 Sambungan nirkabel tidak bergerak 3.826 34.228.367.285) 671.968) (4.859.636 (2.882) (6.237.519) (637.639. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2009* Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs .671.038 208.640.519.243.957 151.951 208.444) (6.461) (6.320) (2.763.429 (41.217) (1.696.565 325.704) * Dinyatakan kembali.987 6.209.123 40.709.974.877.488.202 (19.160 (48.059 Jumlah konsolidasian 64. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.695.889.890) (6.165) (3. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.203.444) 6.102) 3.123) (29. lihat Catatan 2p 106 .209.534.633.507 - 100.232.729.780.677.882) 22.978) 462.353 578.997) (12.496.780.987) (51.bersih Penghasilan lain-lain .193 5.436.429 (4.967 Lain-lain 403.704 4.987 270.128 131.201.553 (3.298 1.615.542) 20.159 731.509.166.429 64.518 67.554 (3.768 20.662.165) (28.873 (41.677.673.968 (1.067 Eliminasi (6.097 (44.214) 1.827 44.037 Sambungan nirkabel tidak bergerak 3.429 6.974.890 74.877 (711.397.833.083.072) 11.553) (17.932.398.889.095.061) (40.574 25.472) (3.129) (51.158) 18.815) 3.bersih Beban PPh Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Beban non-kas lain-lain (20.166.bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain 22.518 (44.622.644.804) (573.834 (1.696.309) (32.

046 20.334) (335. mitra usaha berhak atas aset tetap yang dibangun mitra usaha selama periode bagi hasil. data dan jaringan internet. mitra usaha akan mengalihkan kepemilikan atas sarana telekomunikasi tersebut kepada Perusahaan pada harga nominal tertentu.870) (341.240) * Dinyatakan kembali. kecuali dinyatakan lain) 44. Berdasarkan perjanjian PBH. Denpasar. Kalimantan. lihat Catatan 2p 45. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2008* Sambungan kabel tidak bergerak Sambungan nirkabel tidak bergerak Jumlah sebelum eliminasi Jumlah konsolidasian Seluler Lain-lain Eliminasi Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Beban non-kas lain-lain 33.629. Nilai buku bersih aset tetap PBH yang telah dialihkan menjadi aset tetap Perusahaan (Catatan 2p.897 15. Setelah pembangunan selesai.086.683) - 91.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.078 juta (Catatan 10).240) 7. Pada tanggal 31 Desember 2010.572) (21.708.997 169. Lokasi PBH paling banyak berada di Pekanbaru.760) (4.254.975) (4.318) (54.866) (7.i) pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar Rp11.076) (390.735. Jawa Timur. Mataram dan Kupang dengan periode penyelenggaraan antara 80 sampai dengan 148 bulan.062) (1.644) (408. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.925. Perusahaan mengelola dan mengoperasikan sarana telekomunikasi tersebut dan menanggung beban perbaikan dan pemeliharaan selama periode bagi hasil.424 juta dan Rp51. Perusahaan melakukan amandemen atas beberapa perjanjian PBH dengan memperpanjang periode PBH serta rasio PBH antara Perusahaan dengan mitra usaha.250 (23. Manado. mitra usaha menanggung biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan sarana telekomunikasi.467) - (29.684.271.364.356 - 98.T.370.952) - (55. 2009. Perusahaan memiliki 17 perjanjian PBH dengan 15 mitra usaha. dan fasilitas pendukung telekomunikasi terkait.360 760. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.027 - 56. Pada akhir setiap masa bagi hasil.505.721. Pendapatan dari pulsa telepon outgoing dan biaya bulanan pelanggan dibagi antara mitra usaha dan Perusahaan berdasarkan rasio tertentu yang telah disepakati.735.348.680 169.793) (62.469) (21. Pada tahun 2009.937.332.995 - (47. instalasi telepon umum kartu (termasuk pemeliharaannya).584.748) (12. Makassar. 107 .251 148.662. POLA BAGI HASIL (“PBH”) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan beberapa mitra usaha secara terpisah berdasarkan perjanjian PBH yang dimaksudkan untuk membangun sambungan tidak bergerak.478) (55.253 (7. Pada umumnya pendapatan yang diperoleh dari pelanggan untuk biaya instalasi sambungan telepon menjadi hak mitra usaha sepenuhnya.698. Secara hukum. Pare-pare.639) (15.256.247.893 7.370) (1.597.748) (12.253 91.071) (390.

TARIF JASA TELEKOMUNIKASI Berdasarkan UU No.8% hingga 49. • Biaya aktivitas layanan retail ditambah margin (retail services activity cost plus margin).9%. Perusahaan menyesuaikan tarif yang berlaku sejak 1 Agustus 2008 sebagai berikut: • Tarif lokal mengalami penurunan berkisar dari 2. Tarif telepon tidak bergerak Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif baru yang diatur dalam Peraturan Menkominfo No. tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SLJJ mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 36.KOMINFO/04/2008 tentang ”Tatacara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Selular” yang memberikan pedoman untuk menentukan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail. tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SMS mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 42. Menkominfo menerbitkan Peraturan Menteri No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 12/PER/M. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan tetap terdiri dari: • Biaya sambungan • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan Berdasarkan Peraturan tersebut.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.KOMINFO/02/2006.KOMINFO/04/2008 tanggal 7 April 2008 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Tarif jasa teleponi dasar • Tarif jelajah • Tarif jasa multimedia.7%. 52 tahun 2000. 09/PER/M.7%. Berdasarkan Peraturan tersebut. a.T. Berdasarkan Peraturan Menteri No. Tarif dihitung berdasarkan jenis formula yang terdiri dari : • Biaya elemen jaringan (network element cost). 09/PER/M.KOMINFO/4/2008 tanggal 30 April 2008 tentang Tata Cara Perhitungan Tarif Jasa Teleponi Dasar Yang Disalurkan Melalui Jaringan Tetap. dengan struktur sebagai berikut: • Biaya sambungan • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaan • Biaya fasilitas tambahan. Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. kecuali dinyatakan lain) 46. 2009. tarif penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi ditentukan oleh penyelenggara berdasarkan kategori tarif. 108 . b. tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan. 15/Per/M. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No.9% hingga kenaikan rata-rata 13. struktur dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi tidak bergerak yang ditentukan oleh Pemerintah. Tarif telepon seluler Pada tanggal 7 April 2008.5% hingga kenaikan 8.

Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp626/menit. SLJJ. Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp613/menit. i. Tarif layanan originasi lokal untuk panggilan jarak jauh dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp203/menit. Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan jarak jauh) sebesar Rp203/menit. g. Tarif layanan transit jarak jauh sebesar Rp295/menit. 2009. h. tentang persetujuan terhadap Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) milik penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapatan usaha (Operating Revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggaraan telekomunikasi dalam segmentasi layanannya.T. Tarif layanan transit internasional sebesar Rp316/menit. Tarif layanan terminasi domestik dari jaringan internasional sebesar Rp612/menit. Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap domestik sebesar Rp560/menit. kecuali dinyatakan lain) 46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) b. j. Perusahaan dan seluruh penyelenggara jaringan menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal. Tarif layanan transit lokal sebesar Rp69/menit. f. c. dan internasional) dan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. adalah sebagai berikut : (1) Sambungan tidak bergerak a. 205 tahun 2008 tanggal 11 April 2008. Tarif layanan originasi internasional dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jaringan tetap internasional sebesar Rp612/menit k. d. c. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan lokal) sebesar Rp73/menit. yang berlaku untuk periode satu tahun. l. Tarif telepon seluler (lanjutan) Biaya elemen jaringan dihitung dengan menggunakan Metode Long Run Incremental Cost (LRIC) Bottom Up. b. Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp204/menit. n. 08/Per/M. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.KOMINFO/02/2006. Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap lokal sebesar Rp73/menit.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. e. Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp203/menit. Penyelenggara dapat melakukan de-average biaya pengunaan jasa teleponi dasar dan menerapkan sistem pentarifan bundling. 109 . m. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. Tarif interkoneksi Pada tanggal 28 Desember 2006. tidak melebihi jumlah dari tarif pungut dihitung dengan menggunakan metode tersebut di atas.

Berdasarkan Peraturan Menkominfo No.KOMINFO/02/2009 tanggal 25 Februari 2009. PJN harus menyediakan SKTT dalam jangka waktu 6 bulan. • Mengubah Anggaran Dasarnya sesuai dengan Undang-Undang No. 14/PER/M. 110 . Tarif interkoneksi (lanjutan) (2) Seluler a. dan PSTN domestik dan efektif sejak tanggal 1 Juli 2011 untuk akses nirkabel tidak bergerak dengan mobilitas terbatas. Perjanjian tersebut berlaku selama sepuluh tahun. 31 tahun 2004 yang menentukan bahwa tarif beban interkoneksi untuk VoIP akan ditetapkan oleh Menhub.T.4 per data percakapan (call data record). kecuali dinyatakan lain) 46. Menkominfo belum menetapkan tarif beban interkoneksi VoIP yang baru. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Menhub menerbitkan Keputusan No. 2009. d. b. beban akses dan beban sewa jaringan untuk penyediaan layanan VoIP harus disepakati antara operator jaringan dan operator VoIP. • Untuk mendukung proses tersebut. d. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c. berdasarkan Keputusan Menhub No. kemampuan PJN untuk: • Menyediakan sistem dalam periode yang disebutkan di atas. Fungsi kliring ditangani secara bersama-sama oleh operator-operator dibawah pengawasan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia. c. dalam jangka waktu satu bulan. PJN ditetapkan untuk mengadakan proses kliring interkoneksi suara dengan syarat-syarat sebagai berikut: • Tarif sebesar Rp0. pengoperasian kliring interkoneksi suara oleh PJN belum diterapkan. Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp493/menit. Pada tanggal 2 Maret 2009. tergantung pada antara lain. Perusahaan masih akan tetap menerima jumlah per menit yang telah disepakati untuk panggilan yang berasal dari atau diakhiri di jaringan sambungan tidak bergerak milik Perusahaan. memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 untuk seluler. Tarif interkoneksi VoIP Sebelumnya. Pada tanggal 11 Maret 2004. Tarif layanan terminasi lokal dan originasi lokal sebesar Rp261/menit. dapat diperpanjang berdasarkan perjanjian dari kedua belah pihak atau dapat dihentikan sebelum periode tersebut. 227/BRTI/XII/2010 tanggal 31 Desember 2010. KM. Tarif layanan terminasi jarak jauh dan originasi jarak jauh sebesar Rp380/menit. satelit. dalam suratnya No. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Sampai dengan ditetapkannya tarif yang baru tersebut. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Saat ini. Tarif layanan terminasi internasional dan originasi internasional sebesar Rp498/menit. Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan satelit sebesar Rp501/menit. interkoneksi antar operator diselesaikan melalui proses kliring trafik telekomunikasi. 12 penyelenggara telekomunikasi dan PT Pratama Jaringan Nusantara (“PJN”) menandatangani perjanjian pengoperasian Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (“SKTT”). 23 tahun 2002. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. e. penyelesaian DPI baru masih dalam proses.

Perusahaan mengeluarkan tarif sewa jaringan yang mulai berlaku tanggal 21 Januari 2010. Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menkominfo tersebut. maka Pemerintah mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi melalui Kepdirjen Postel No. f.T.800.000. berupa: • Besaran biaya aktivasi sewa jaringan mulai Rp2. Perusahaan menurunkan tarif jasa internet rata-rata 22% tergantung paket berlangganan yang diikuti konsumen. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasajasa lainnya. dan pemakaian bulanan end to end jarak jauh (di atas 25 km) mulai Rp7. Kualitas Layanan Sewa Jaringan.000 hingga Rp74. KM.100. • Besaran tarif pemakaian bulanan untuk end to end lokal (di bawah 25km) bervariasi mulai Rp3.000 tergantung pada kapasitas. Tarif sewa jaringan Melalui Peraturan Menkominfo No.500.000 tergantung pada besaran kapasitas. struktur tarif.500. dan pemakaian bulanan point to point jarak jauh (di atas 25km) mulai Rp4. pemerintah mengatur bentuk. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. g.400.05/PER/M. Pemerintah hanya menetapkan formula tarif untuk layanan teleponi dasar.000 tergantung pada besaran kapasitas. Tarif jasa lainnya Tarif sewa satelit dan jasa teleponi dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. kecuali dinyatakan lain) 46.000 hingga Rp37. Tarif warung telekomunikasi (“wartel”) Menhub menerbitkan Keputusan Menteri No.200.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan formula tarif layanan untuk sewa jaringan. PM.000 hingga Rp519. Besaran Tarif sewa Jaringan.700. 111 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan. Pada tanggal 27 September 2010.000 hingga Rp482. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) e. sebagai persetujuan atas usulan Perusahaan. dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan Tahun 2008 Milik Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan. 2009. 46 tahun 2002 tanggal 7 Agustus 2002 mengenai penyelenggaraan wartel yang digantikan oleh Peraturan Menkominfo No.800. jenis.KOMINFO/1/2007 tanggal 26 Januari 2007 tentang Sewa Jaringan.400. • Besaran tarif pemakaian bulanan untuk point to point lokal (di bawah 25 km) bervariasi mulai Rp1. 03/PER/M.KOMINFO/I/2006 tanggal 30 Januari 2006 dimana Perusahaan berhak memperoleh maksimum 70% dari tarif dasar wartel atas percakapan dalam negeri dan maksimum 92% dari tarif dasar wartel atas percakapan internasional.000 tergantung pada kapasitas. 115/Dirjen/2008 tanggal 24 Maret 2008 tentang Persetujuan Terhadap Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan.

390 MHz-2.355 juta. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. besaran kontribusi diubah menjadi 1.75% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan beban interkoneksi) untuk pengembangan KPU. Sulawesi Utara. Perusahaan ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP. Kepulauan Riau. 112 . yang meliputi seluruh wilayah Indonesia kecuali Sulawesi.66 triliun. Pada bulan Januari 2010. Gorontalo. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. antara lain. untuk menyediakan pusat layanan jasa akses internet KPU kecamatan senilai Rp322.79 miliar dari keseluruhan jumlah pendapatan yang diakui pada masing-masing tahun.400 MHz.25% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban sambungan). Sulawesi Selatan. Telkomsel memperoleh lisensi operasi dari kementerian untuk menyediakan jasa jaringan tetap lokal dalam program KPU (Catatan 1d. 38/Per/M. Sulawesi Tenggara. Selanjutnya. yang antara lain mengatur bahwa. Pada tanggal 23 Desember 2010. Sulawesi Utara. 35/PER/M. Sulawesi Barat. Riau. Sulawesi Selatan.KOMINFO/9/2007 tanggal 20 September 2007. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.KOMINFO/11/2006 tanggal 30 November 2006. Gorontalo. dan Irian Jaya Barat. Sulawesi Tengah. penyelenggara ditentukan melalui serangkaian proses seleksi oleh Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (“BTIP”) yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 7 tahun 2009 tanggal 16 Januari 2009. meliputi.630 juta. Maluku. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) h. yang meliputi Jambi. perjanjian-perjanjian tersebut telah diubah dan perubahan terakhir pada tanggal 2 Juni 2010.758 triliun. Pada tahun 2010 dan 2009. dan Papua.KOMINFO/04/2007 tanggal 13 April 2007 dan Surat Keputusan Menkominfo No. yang mengatur kebijakan program KPU dan mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 0. 32/PER/M.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP. 2009. dalam menyediakan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU). 15/PER/M. 11/PER/M. Telkomsel ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah.T. dan Sulawesi Tenggara. Pada tanggal 16 Januari 2009 dan 23 Januari 2009. untuk mengubah harga menjadi Rp1. Pada tanggal 12 Maret 2010. Sulawesi Barat. Telkomsel juga akan mendapatkan lisensi jaringan tetap lokal dan hak untuk menggunakan frekuensi radio pada pita frekuensi 2. Papua.98 miliar dan Rp47. Sumatera Utara. untuk menyediakan serta mengoperasikan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU) senilai Rp1. yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam. Kewajiban Pelayanan Universal (“KPU”) Menkominfo menerbitkan Peraturan No.KOMINFO/10/2008 tanggal 10 Oktober 2008 yang menggantikan Surat Keputusan Menkominfo No. Telkomsel menerima pembayaran bertahap dari BTIP sebesar Rp260. untuk menyediakan pusat layanan jasa akses internet KPU kecamatan yang bersifat bergerak senilai Rp527.a). Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. kecuali dinyatakan lain) 46.

2009. dan Divre V Perjanjian Pengadaan Satelit Telkom-3 Perjanjian Kerjasama Posisi Orbit 142E Derajat (142E Degree Orbital Position Cooperation Agreement) Rp192.5 juta US$13.S.150. Divre II.246 juta 2 Maret 2009 US$178. terutama sehubungan dengan pengadaan dan instalasi peralatan sentral telepon.T. jumlah ikatan pembelian barang modal berdasarkan kontrak. kecuali dinyatakan lain) 47.207 15. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.347 juta Rp31.490 7.111 juta 461 1 3.712.248 juta Rp3.233 juta Rp8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan jaringan kabel. adalah sebagai berikut: Jumlah dalam mata uang asing Mata uang (dalam jutaan) Setara Rupiah Rupiah Dolar A. IKATAN a. Pembelian barang modal Pada tanggal 31 Desember 2010.5 juta 23 Maret 2009 US$18.189 juta 18 April 2008 Rp241.096 juta Perusahaan dan PT Brimbun Raya Indah 18 April 2008 Rp170.438 Perusahaan dan Konsorsium G-Pas Perusahaan dan PT Konsorsium JemboKarteksi-Tridayasa Perusahaan dan Konsorsium G-Pas 18 April 2008 Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-8 Divre VII Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-9 Netre Sumbagut Area Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-10 Netre Sumbagsel Area Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Outside Plant Fiber Optik paket-12 Netre Jakarta dan Jawa Barat Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Tera Router 2008 di Divre I. Euro Jumlah Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut: (i) Perusahaan Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian Jumlah nilai Kontrak Nilai ikatan pada tanggal 31 Desember 2010 Rp62.437 juta Rp17.226 juta 18 April 2008 Rp93. peralatan transmisi.9 juta US$116.3 juta 113 .546.834 juta Perusahaan dan PT Datacraft Indonesia Perusahaan dan ISS Reshetnev Perusahaan dan APT Satellite Company Limited 4 Desember 2008 Rp216.741 4. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

187 juta Rp14.0 juta dan Rp83.193 juta US$20.098 juta 15 Juni 2009 Perusahaan dan Konsorsium ZTE 2 Juni 2009 Perusahaan dan PT Aldomaru Perusahaan dan PT Dharma Kumala Utama 11 Juni 2009 29 Juli 2009 Perusahaan dan Konsorsium Sansaine Huawei 3 Agustus 2009 Perusahaan dan Konsorsium Sansaine Huawei Perusahaan dan Konsorsium TekkenDMT Perusahaan dan Konsorsium NEC NSN Perusahaan dan ZTE 24 November 2009 25 November 2009 16 Desember 2009 Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-1 Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-2 Perjanjian Pengadaan Roll Out Infusion PL 2009 Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi Kabel Serat Optik Akses dan RMJ Tahun 2009 Lokasi Jawa Tengah & Jawa Timur Paket-1 Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi Softswitch dan MSAN Modernisasi Divre I. Divre II.083 juta Perusahaan dan Konsorsium Sansaine Huawei 27 Mei 2009 a.399 juta Perusahaan dan ZTE 29 April 2010 Rp105.841 juta Rp48. US$15. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-3 US$12.5 juta dan Rp79.390 juta Rp905 juta 21 Desember 2009 Rp85.914 juta US$15. 2009. juta Rp28. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian Jumlah nilai kontrak Nilai ikatan pada tanggal 31 Desember 2010 US$6.2 juta dan Rp108.760 juta US$54.T.841 juta US$45.538 juta 114 .7 juta dan Rp147.3 juta dan Rp101.0 juta dan Rp204.2 juta dan Rp119. kecuali dinyatakan lain) 47. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.767.802juta Rp33.2 juta dan Rp31.5 juta dan Rp117.4 juta dan Rp62.050 juta US$5.951 juta US$33.8 juta dan Rp58. Divre III dan Divre IV Kontrak untuk Pengadaan dan Instalasi Proyek Palapa Ring Mataram-Kupang Cable System Project (MKCS) Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Kabel Serat Optik Akses Divre VI Kalimantan Perjanjian Kerjasama untuk Pengadaan dan Instalasi Perluasan Kapasitas Ring JASUKA Backbone 2009 Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi Improvement & Upgrade Jawa Backbone 2009 Perjanjian Harga Satuan Pengadaan dan Instalasi Insert Card IP-DSLAM Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Insert Card IPDSLAM b.076 juta Rp55.461 juta Rp47.937 juta Rp104. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.799 juta US$20.276 juta US$9.388 juta Perusahaan dan PT Huawei 16 April 2010 Rp70.890 juta Rp76.276 juta Rp105.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

Telkomsel. kecuali untuk beberapa PO tertentu yang dikeluarkan pada bulan Agustus 2007 yang dimulai pada tanggal 15 Agustus 2007). DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PT Nokia Networks. dengan ketentuan bahwa pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. IKATAN (lanjutan) a. pada tanggal 17 April 2008. Perjanjian ini berlaku paling lambat sampai dengan: • • tiga tahun setelah tanggal efektifnya (17 April 2008. Ericsson AB dan PT Ericsson Indonesia.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun. Perjanjian Perawatan dan Pengoperasian dengan perusahaan-perusahaan tersebut berakhir pada tanggal 30 Juni 2008. Untuk penyediaan jasa telekomunikasi berteknologi 3G. untuk pembangunan jaringan (Rollout Agreement) dan PT Nokia Networks. serta Siemens Network GmbH & Co. kecuali dinyatakan lain) 47. dan Nokia Siemens Network GmbH & Co. KG. 115 .T. perusahaan-perusahaan tersebut menyetujui untuk: • • memperpanjang masa berlakunya perjanjian pemeliharaan dan pengadaan peralatan serta jasa terkait yang diadakan pada bulan Agustus 2004 sampai dengan perjanjian yang baru antara Telkomsel dan perusahaan-perusahaan lainnya ini telah dibuat dan sebelum tanggal berlakunya perjanjian yang baru secara efektif. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Perjanjian tersebut berlaku efektif pada saat tanggal pelaksanaan oleh semua pihak terkait (tanggal efektif) sampai dengan tanggal yang paling akhir antara 31 Desember 2008 atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum 31 Desember 2008. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Nokia Corporation dan PT Nokia Networks. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel Pada bulan Agustus 2007. PT Ericsson Indonesia. berdasarkan surat dari Ericsson AB dan PT Ericsson Indonesia dan Nokia Siemens Networks (yang saat ini mewakili Nokia Corporation. Berdasarkan surat dari Telkomsel. PT Nokia Siemens Networks. Nokia Siemens Networks Oy. Selanjutnya. dan Siemens AG). KG untuk perawatan dan pengoperasian jaringan (Managed Operations Agreement and Technical Support Agreement). pada bulan September dan Oktober 2006. secara retroaktif berlaku harga berdasarkan perjanjian yang baru (penyesuaian harga retroaktif) terhadap PO untuk pengadaan peralatan dan jasa BSS yang dikeluarkan oleh Telkomsel setelah 1 Juli 2007 dengan menggunakan daftar harga sebelumnya. KG menandatangani perjanjian pembangunan jaringan kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network Rollout Agreements). 2009. PT Ericsson Indonesia dan Siemens Network GmbH & Co. Ericsson AB.

pada Tanggal Efektif. IKATAN (lanjutan) a. Perjanjian ini dimulai pada saat: • • berkaitan hanya dengan proyek bulan Agustus 2007 saja. • menyediakan Lisensi peranti lunak.4 miliar telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009. Telkomsel. dan pengawasan pelaksanaan dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network dan jasa teknik untuk penyediaan sub-sistem dan jaringan tersebut oleh peserta uji-coba. Huawei International Pte. Berdasarkan perjanjian tersebut. PT ZTE Indonesia. dan PT Nokia Siemens Networks menandatangani TSA untuk dukungan teknik untuk Jaringan Kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network). kecuali dinyatakan lain) 47. 116 . integrasi. dan berlanjut sampai dengan tanggal yang paling akhir antara: • • tiga tahun setelah tanggal efektifnya. 2009.2 juta (setara dengan Rp67. Nokia Siemens Networks Oy. Ltd. PT Huawei Tech Investment. untuk proyek-proyek yang lain. dan tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun. PT Nokia Siemens Networks.. pasokan. instalasi. PT Ericsson Indonesia. Pada 2008. dan PT ZTE Indonesia menandatangani perjanjian pembangunan jaringan 2G BSS dan 3G UTRAN Rollout (2G BSS and 3G UTRAN Rollout Agreements) sebagai provisi dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS Radio Access Network). Pada bulan Maret dan Juni 2009. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PT Ericsson Indonesia. Berdasarkan keputusan Telkomsel.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. pengiriman. peserta uji-coba harus mengalihkan kepemilikan kepada Telkomsel atas 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network tertentu. Perjanjian tersebut antara lain berisi: • • Penyediaan rancangan. Telkomsel.T. • menyediakan Pekerjaan SITAC dan CME. pemasok harus menyediakan peralatan dan jasa terkait. Sehubungan dengan berakhirnya periode uji-coba perjanjian uji-coba jaringan (Network Trial Agreements atau NTA) 2G BSS dan 3G UTRAN dengan PT Alcatel-Lucent Indonesia. termasuk antara lain: • berpartisipasi dalam proses Perencanaan Bersama (Joint Planning). Telkomsel setuju untuk memberi kompensasi kepada PT Alcatel-Lucent Indonesia sebesar US$7. dan PT Huawei Tech Investment sebagai peserta uji-coba (“Trial Participants”). Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 17 April 2008. berdasarkan Perjanjian Penyelesaian pada tanggal 5 Februari 2010.68 miliar) dan Rp18. Ericsson AB. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. pada tanggal jasa pengalihan (transition-out) telah diselesaikan sesuai dengan Perjanjian Pengoperasian Jaringan 3G (3G Managed Operations Agreement). Telkomsel mengadakan perjanjian uji-coba jaringan (Network Trial Agreements atau NTA) 2G BSS dan 3G UTRAN dengan PT Alcatel-Lucent Indonesia.

Telkomsel dapat memperpanjang perjanjian tersebut untuk periode tidak lebih dari dua tahun. Telkomsel dapat memperpanjang perjanjian untuk periode sampai dengan 12 bulan. Pada tanggal 3 Februari 2010.172 miliar). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. PT Huawei Tech Investment. 117 . disediakan pemasok sebagai penyesuaian harga yang tercantum dalam PO yang terbit sejak 1 Juli 2007. Perjanjian tersebut berlaku sejak tanggal efektif dan paling lambat sampai dengan: • Tanggal dimana tiga tahun setelah tanggal efektifnya. dan insentif komersial lainnya pada Telkomsel. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Provisi peralatan dan jasa harus selaras dengan perjanjian lain seperti perjanjian pembangunan jaringan kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G BSS and 3G CS Core Network Rollout and Technical Support Agreements) tanggal 17 April 2008. Perjanjian ini berlaku paling lambat sampai dengan: • tiga tahun setelah tanggal efektifnya. 2009. IKATAN (lanjutan) a.. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. peralatan gratis. Telkomsel menandatangani perjanjian untuk pemeliharaan dan pengadaan peralatan dan jasa terkait: • Next Generation Convergence IP RAN Rollout and Technical Support dengan PT Packet Systems Indonesia dan PT Huawei Tech Investment. dan • Tanggal dimana PO terakhir sesuai perjanjian berakhir atau kadaluarsa berkaitan dengan PO yang diterbitkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun. Selama berlakunya perjanjian tersebut. dan • tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun. kecuali dinyatakan lain) 47. Sebagian dari vaucer sebesar US$170. Ltd. dan • Next Generation Convergence Core Transport Rollout and Technical Support dengan PT Datacraft Indonesia dan PT Huawei Tech Investment. pemasok (kecuali Huawei International Pte.T. dan PT ZTE Indonesia) setuju untuk menyediakan vaucer.05 juta (setara dengan Rp1.

dan uang muka berbagai proyek Telkom.i). fasilitas standby letter of credit. Jakarta. Bank garansi tersebut berakhir pada 24 Maret 2010 dan selanjutnya telah diperpanjang sampai dengan 24 Maret 2012.224 juta dan US$0.05 juta (setara dengan Rp458 juta) untuk jaminan penawaran. 2009. Fasilitas-fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2011.905 juta dan US$0. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. sampai dengan tanggal 31 Desember 2010. Telkomsel dapat memperpanjang perjanjian tersebut untuk periode tidak lebih dari tiga tahun. dan • Tanggal dimana PO terakhir sesuai perjanjian berakhir atau kadaluarsa berkaitan dengan PO yang diterbitkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode lima tahun. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (i) Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi. Atas fasilitas-fasilitas ini. 118 . (ii) Telkomsel memiliki fasilitas jaminan dan bank garansi. sebesar Rp190. kecuali dinyatakan lain) 47. Telkomsel menandatangani Perjanjian Online Charging System and Service Control Points System Solution Development dengan Amdocs Software Solutions Limited Liability Company dan PT Application Solutions.020 juta) dan dari Bank Mandiri sebesar Rp46. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. b.000 juta dan Rp60.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan telah menggunakan fasilitas bank garansi masing-masing dari BNI sebesar Rp129. Atas fasilitas-fasilitas ini.T. Perjanjian berlaku sejak tanggal efektif dan paling lambat sampai dengan: • Tanggal dimana lima tahun setelah tanggal efektifnya.000 juta (setara dengan US$2. pelaksanaan (performance bond). Telkomsel telah menggunakan fasilitas bank garansi sebesar Rp20. setoran jaminan. IKATAN (lanjutan) a.000 juta masing-masing dari BNI dan Bank Mandiri.22 juta (setara dengan Rp2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Amandemen terakhir dibuat pada tanggal 30 September 2010. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 8 Februari 2010. dan fasilitas nilai tukar mata uang asing sebesar US$3 juta dari SCB.2 juta) untuk jaminan pelaksanaan (performance bond) 3G (Catatan 47c. perpanjangan fasilitas bank garansi dari BNI masih dalam proses. Fasilitas-fasilitas ini akan berakhir masing-masing pada tanggal 31 Maret 2010 dan 23 Desember 2011. sampai dengan tanggal 31 Desember 2010.

BHP tahun kelima untuk perolehan lisensi pertama dibayar pada bulan Februari 2010 dan tahun kedua untuk lisensi tambahan pada bulan September 2010 (Catatan 12iii). Menyediakan akses roaming untuk operator 3G lainnya. 4. Berkontribusi pada pengembangan Kewajiban Pelayanan Universal. Menerbitkan jaminan pelaksanaan (performance bond) setiap tahun dengan jumlah mana yang lebih tinggi antara Rp20.T.000 juta atau 5% dari biaya tahunan untuk dibayarkan pada tahun berikutnya. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 119 .KOMINFO/9/2009.000 juta Indeks = penyesuaian atas harga tender untuk tahun berjalan BHP terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. Lainnya (i) Lisensi 3G Mengacu pada Surat Keputusan Menkominfo No. 2009. 3. Komitmen yang timbul dari BHP pada tanggal 31 Desember 2010 dan sampai dengan berakhirnya lisensi dengan menggunakan formula yang ditetapkan dalam Surat Keputusan adalah sebagai berikut: Tarif penggunaan frekuensi radio Tahun Kurs BI (%) Indeks (pengali) Lisensi sebelumnya Lisensi tambahan 1 20% x HL 100% x HL 2 R1 I1 = (1 + R1) 40% x I1 x HL 100% x I1 x HL 3 R2 I2 = I1(1 + R2) 60% x I2 x HL 100% x I2 x HL 4 R3 I3 = I2(1 + R3) 100% x I3 x HL 100% x I3 x HL 5 R4 I4 = I3(1 + R4) 130% x I4 x HL 100% x I4 x HL 6 R5 I5 = I4(1 + R5) 130% x I5 x HL 100% x I5 x HL 7 R6 I6 = I5(1 + R6) 130% x I6 x HL 100% x I6 x HL 8 R7 I7 = I6(1 + R7) 130% x I7 x HL 100% x I7 x HL 9 R8 I8 = I7(1 + R8) 130% x I8 x HL 100% x I8 x HL 10 R9 I9 = I8(1 + R9) 130% x I9 x HL 100% x I9 x HL Catatan: Ri = tingkat bunga rata-rata BI tahun sebelumnya Harga Lelang (HL) = Rp160. 268/KEP/M.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Membayar iuran tahunan BHP yang dihitung berdasarkan formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun). kecuali dinyatakan lain) 47. (Catatan 1d. atau jika Telkomsel memutuskan untuk mengembalikan lisensi secara sukarela. Telkomsel diharuskan antara lain untuk: 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.KOMINFO/2/2006 dan No. Membangun jaringan 3G yang meliputi setidaknya sejumlah propinsi berikut: Tahun 1 2 3 4 5 6 Jumlah minimum provinsi 2 5 8 10 12 14 5.a dan 2j). Performance bond ini akan dicairkan oleh Pemerintah jika Telkomsel tidak mampu untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan tersebut di atas atau saat lisensi dibatalkan atau berakhir. IKATAN (lanjutan) c. 2. 07/PER/M.

7 tanggal 16 Januari 2009. Perusahaan masuk kedalam Konsorsium Palapa Ring dengan menandatangi C&MA dengan 5 perusahaan lainnya. (iii) Pemakaian frekuensi radio Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 456A/KEP/M. 76 tanggal 15 Desember 2010 yang menggantikan Peraturan Pemerintah No. 2009.4/KOMINFO/12/2010 pada tanggal 16 Desember 2010. pada tanggal 15 Desember 2010. 2 perusahaan mengundurkan diri. Menkominfo menentukan bahwa biaya penggunaan frekuensi radio tahunan Telkomsel tahun pertama (Y1) untuk pita frekuensi 900MHz dan 1800MHz adalah sebesar Rp716 miliar dan dibayar pada tanggal 30 Desember 2010.X Ζ = sisa biaya penggunaan frekuensi radio tahunan berdasarkan peraturan sebelumnya pada tanggal 15 Desember 2010 Sebagai penerapan atas Peraturan Pemerintah tersebut diatas.KOMINFO/12/2010. Lainnya (lanjutan) (ii) Konsorsium Palapa Ring Pada tanggal 10 November 2007. Berdasarkan surat keputusan yang sama di atas dan Surat Keputusan No. Pada tahun 2008.44 lambda (Catatan 13). IKATAN (lanjutan) c. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 900MHz.T. 5039/T/DJPT.336 juta. sehingga jumlah anggota Konsorsium Palapa Ring menjadi 4 termasuk Perusahaan. Konsorsium ini dibuat untuk membangun jaringan serat optik di 32 kota di kawasan Indonesia Timur dengan total investasi awal sekitar Rp2. Melalui konsorsium ini Perusahaan akan memperoleh bandwidth sebesar 4 lambda dari total kapasitas sebesar 8. dapat disesuaikan tergantung dari target penerimaan negara bukan pajak K = faktor penyesuaian dengan mempertimbangkan nilai ekonomi pita frekuensi l = harga dasar C = populasi penduduk (dalam ribuan) B = lebar pita Biaya selama 5 tahun ditentukan dengan menggunkan formula sebagai berikut: Tahun 1 2 3 4 5 Formula Y1 = X + {(20% x ∆) -Ζ} Y2 = X + (40% x ∆) Y3 = X + (60% x ∆) Y4 = X + (80% x ∆) Y5 = X + (100% x ∆) Catatan: Yn = biaya penggunaan frekuensi untuk tiap tahun X = biaya penggunaan frekuensi untuk periode 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2009 ∆ = (N x K x l x C x B) .7 miliar dan dibayar pada tanggal 27 Desember 2010. dalam Surat Keputusan No. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 120 . dan 1800MHz ditentukan menggunakan formula sebagai berikut: NxKxlxCxB Catatan: N = faktor normalisasi menggunakan indeks harga konsumen. biaya penggunaan frekuensi radio tahunan untuk pita frekuensi 800MHz.070.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Menkominfo menentukan bahwa biaya penggunaan frekuensi radio tahunan Perusahaan tahun pertama (Y1) untuk pita frekuensi 800MHz adalah sebesar Rp51. kecuali dinyatakan lain) 47.

Biaya pemakaian frekuensi radio tersebut terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya. 48.55 juta untuk tiap TX dan dari Rp3.4 juta hingga Rp15. operator diwajibkan untuk mendaftarkan stasiun radionya kepada DJPT untuk mendapatkan lisensi penggunaan frekuensi. dan 500. 300.887 162. Perusahaan dan anak perusahaan mencadangkan sebesar Rp63. kecuali dinyatakan lain) 47.1 GHz (Catatan 47c.T. dimana satu mantan karyawan dan empat karyawan Perusahaan di KSO VII dijadikan tersangka.9 juta untuk tiap TRX (Catatan 7).000. 121 . Perusahaan dan anak perusahaan telah menjadi tergugat dalam berbagai kasus hukum yang terkait dengan perselisihan tanah. Inc Pada tanggal 9 Januari 2009. Hasil dari pemeriksaan tersebut.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 unit.915 66. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Berdasarkan estimasi manajemen mengenai kemungkinan hasil penyelesaian dari kasus-kasus tersebut. 2010.244 Sewa operasi Sewa operasi merupakan perjanjian sewa kantor beberapa anak perusahaan yang tidak dapat dibatalkan. satu mantan karyawan dan dua karyawan Perusahaan didakwa di Pengadilan Negeri Makassar. dengan biaya berkisar dari Rp0. Telkomsel menandatangani perjanjian dengan Apple. Jumlah minimum kumulatif iPhone yang harus dibeli pada 31 Desember 2009.07 juta hingga Rp17. Biaya ditentukan berdasarkan jumlah carrier (“TX”) untuk Telkom dan transceivers (“TRX”) untuk Telkomsel yang terdaftar dari stasiun radio. b.000. KONTINJENSI a. Pada tanggal 2 Januari 2006. praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. (iv) Apple. (v) Sewa Operasi Pembayaran sewa minimum Jumlah Kurang dari 1-5 1 tahun tahun 257. serta penyediaan layanan jaringannya. dan 2011 masing-masing sebesar 125. Lainnya (lanjutan) (iii) Pemakaian frekuensi radio (lanjutan) Sebelum penerbitan Peraturan Pemerintah tersebut diatas. dan dua karyawan lainnya didakwa di Pengadilan Negeri Denpasar untuk pelanggaran korupsi yang mereka lakukan di KSO VII. Kantor Kejaksaan Agung mengadakan suatu pemeriksaan terhadap pelanggaran atas penyalahgunaan fasilitas telekomunikasi dalam hubungannya dengan penyediaan jasa VoIP. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009.795 juta pada tanggal 31 Desember 2010. kecuali stasiun radio yang menggunakan pita frekuensi 2. IKATAN (lanjutan) c. sesuai dengan perundangundangan dan peraturan telekomunikasi yang berlaku.784 Lebih dari 5 tahun 28.i). Inc untuk pembelian produk iPhone dan pemasaran kepada para pelanggan bekerjasama dengan pihak ketiga (PT Trikomsel OKE). dan praktik kartel SMS.

• Telkomsel telah melanggar pasal 17.1 Undang-Undang tersebut.000 juta dan memerintahkan Telkomsel untuk menghentikan praktik pengenaan tarif yang tinggi dan menurunkan tarif paling sedikit sebesar 15% dari tarif yang berlaku. Pada tanggal 22 Maret 2010. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Bali terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut.1. • Pengadilan Negeri tidak menyetujui keputusan KPPU mengenai perintah untuk menurunkan tarif tersebut karena KPPU tidak memiliki kewenangan untuk menentukan tarif tersebut. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings.T. Pada tanggal 5 November 2008.1 Undang-Undang tersebut. Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan masing-masing tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun enam bulan dan satu tahun serta denda masing-masing Rp50 juta. Pengadilan Tinggi Bali menyatakan bahwa para terdakwa bersalah. Perusahaan menerima keputusan MA yang menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan hukuman berupa penjara selama enam tahun. KONTINJENSI (lanjutan) b. 2009. Pada tanggal 16 Januari 2009.b Undang-Undang tersebut. kecuali dinyatakan lain) 48. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel dengan syarat-syarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 5%. Pada tanggal 4 Mei 2010. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. belum terdapat keputusan atas peninjauan kembali tersebut. (lanjutan) Pada tanggal 29 Januari 2008. MA menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. Pada tanggal 9 Mei 2008. Kantor Kejaksaan Agung sedang meninjau hasil keputusan tersebut untuk menentukan tindakan pembelaan selanjutnya termasuk opsi untuk uji materiil oleh MA. denda Rp500 juta. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Pengadilan Negeri Makassar telah menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. 07/KPPU-L/2007 tanggal 19 November 2007 berkaitan dengan transaksi kepemilikan silang oleh Temasek Holdings dan praktik monopoli oleh Telkomsel.b Undang-Undang tersebut. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel atau mengurangi kepemilikannya menjadi 50% pada masing-masing perusahaan dalam batas waktu dua belas bulan dari tanggal keputusan ini telah menjadi final dan mengikat secara hukum syaratsyarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 10%. dan uang pengganti sebesar Rp30. salah seorang terdakwa di Pengadilan Tinggi Bali mengajukan kasasi ke MA. Para terdakwa mengajukan peninjauan kembali ke MA atas keputusan tersebut. 122 . sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai pelanggaran Undang-Undang No. c. memberitahukan Telkomsel bahwa berdasarkan hasil penyelidikan kasus No. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (“KPPU”) melalui suratnya tanggal 5 Desember 2007. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp25. Pengadilan Negeri telah mengumumkan keputusannya dan menyimpulkan antara lain sebagai berikut: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp15 miliar. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings.1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. menyatakan antara lain: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pada tanggal 3 Maret 2008.115 juta secara tanggung renteng.

Sus/2009. kecuali dinyatakan lain) 48. gugatan perwakilan kelompok (class-action) diproses secara terpisah pada masing-masing pengadilan. Pada tanggal 9 September 2008. Pada tanggal 24 Mei 2010. Pelanggan tertentu Telkomsel. gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk menggugat Para Pihak oleh beberapa pelanggan tertentu. Pada tanggal 8 Juli 2008. Telkomsel tidak dapat memperkirakan hasil dari kasus tersebut. Pemerintah. 123 . Namun. 2009. Pada tanggal 5 Mei 2010. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. sehingga gugatan tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dalam keputusannya No. dan berbagai wilayah lainnya. atau memperkirakan berbagai dampak yang mungkin terhadap laporan keuangan atas status gugatan hukum yang diberikan saat ini. tetapi selanjutnya telah membayar denda atas kasus KPPU tersebut (Catatan 51b). mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke pengadilan untuk menggugat Telkomsel. dan perusahaanperusahaan afiliasinya (”Para Pihak”). oleh karena itu. KONTINJENSI (lanjutan) c. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan menolak gugatan perwakilan kelompok (class-action) oleh beberapa pelanggan tertentu di berbagai wilayah lainnya. Perusahaan. telah ditolak dan kasus tersebut telah ditutup. MA mengumumkan penolakannya atas pengajuan peninjauan kembali tersebut. Telkomsel belum menerima keputusan resmi dari MA. Indosat. Temasek Holdings. Telkomsel telah mengajukan kasasi kepada MA. MA menyetujui tuntutan para pelanggan. Pada tanggal 21 Januari 2009. Indosat. gugatan perwakilan kelompok (class-action) di Tangerang dan wilayah lainnya dikonsolidasi menjadi satu kasus. MA mencabut keputusan Pengadilan Negeri yang memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel. Pada tanggal 14 Agustus 2008. Pelanggan di berbagai wilayah lainnya keberatan atas keputusan tersebut dan mengajukan keberatan hukum ke MA. Tangerang. berdasarkan keputusan pengadilan. Pada tanggal 27 Januari 2010. Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel telah mengenakan tarif sesuai dengan peraturan.T. Pada tanggal 14 Mei 2009. d. yang diwakili oleh Penasehat Hukum. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan PT XL Axiata Tbk (dahulu PT Excelcomindo Pratama Tbk) yang berdomisili di Bekasi. (lanjutan) Pada tanggal 22 Mei 2008. telah ditolak dan kasus tersebut telah ditutup. 01K/Pdt. Para pihak digugat melakukan praktik pengenaan tarif tinggi yang berpotensi merugikan para pelanggan tersebut. Telkomsel mengajukan peninjauan kembali ke MA atas keputusan tersebut. gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke Pengadilan Negeri Bekasi untuk menggugat Telkomsel oleh beberapa pelanggan tertentu.

935 44.71 38.198 627.599 95 22 70.22 7. Pound sterling Inggris Euro Dolar Singapura Aset lancar lainnya Dolar A. 2009.06 0.54 2.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Sehubungan dengan Keputusan KPPU tanggal 17 Juni 2008.19 0.S.67 1.01 0.004 3.55 4.758 1.321 1.242. Telkomsel. Euro Dolar Singapura Dolar Hongkong Ringgit Malaysia Yen Jepang Investasi sementara Dolar A. belum terdapat keputusan atas pengajuan keberatan tersebut. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING Saldo aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: 2010 Valuta asing (dalam jutaan) Aset Kas dan setara kas Dolar A.16 79. kecuali dinyatakan lain) 48.67 2.12 0.01 0.434 712.64 0.552 2. Telkomsel. Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.03 0. Jumlah aset Setara Rupiah 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 138.487 4 5.318 23. 49.747.00 0.07 12.73 0.61 1.S. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Hasil dari pemeriksaan tersebut pada tanggal 17 Juni 2008.834 26.00 0. KPPU menyatakan bahwa Perusahaan. Euro Dolar Singapura Piutang lain-lain Dolar A.48 0. Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa hasil dari kelanjutan pemeriksaan atau keputusan pengadilan tersebut tidak akan membawa dampak material terhadap keuangan Perusahaan dan anak perusahaan. Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Dolar A.994 916 198 90 6.073.873 185.84 3. beserta tujuh operator telekomunikasi domestik lainnya sedang diperiksa oleh KPPU dengan tuduhan melakukan praktik kartel SMS.S.766 124 .S.392 150.S. Pihak ketiga Dolar A.121 19. Perusahaan dan Telkomsel telah mengajukan keberatan masing-masing ke Pengadilan Negeri Bandung dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. KONTINJENSI (lanjutan) e.39 8.27 4.52 2.24 0.000 juta. masing-masing pada tanggal 14 Juli 2008 dan 11 Juli 2008.331 121 43 24. dan beberapa operator lainnya terbukti melanggar pasal 5 Undang-Undang No. 5 tahun 1999 dan menjatuhkan denda kepada Perusahaan dan Telkomsel masing-masing sebesar Rp18.307.78 66. Dolar Hongkong Rekening escrow Dolar A.S.000 juta dan Rp25.566 28.751 518. Perusahaan.00 2.577 311 41.799 2. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.317 100 43 79. Atas kasus-kasus tersebut di atas. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada praktik kartel yang dilakukan yang mengakibatkan pelanggaran terhadap Undang-Undang yang berlaku.S.408 4.64 0.03 0.82 2.01 0.S.35 0.

11 767.85 juta.114 243. Euro Dolar Singapura Yen Jepang Uang muka pelanggan dan pemasok Dolar A.51 0.199 10. kecuali dinyatakan lain) 49.04 0. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING (lanjutan) 2010 Valuta asing (dalam jutaan) Kewajiban Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A. Yen Jepang Jumlah kewajiban Kewajiban bersih Setara Rupiah 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 5.279 7.S.81 453. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.624 613 453 81 15 17 588 357.67 juta dan JPY11.136 9.80 18.S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.S.250 8.114 6.56 0.861.55 41.872 1. 2009.319.73 0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.76 9.38 38.46 140.667 10.00 0. Hutang jangka panjang Dolar A.S.468 4.295 1.833 juta. Euro Dolar Singapura Ringgit Malaysia Pound sterling Inggris Dolar Australia Yen Jepang Franc Swiss Dolar Hongkong Hutang lain-lain Dolar A.098.645 1.71 10.074.06 0.474 85.789.698 (5.33 767. Biaya yang masih harus dibayar Dolar A.85 1.14 63.196) 125.24 0.099 275.106. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Dolar A.26 juta.S.268.73 341.559 3. 125 .128 1.393.377 1.981 4.343 10.90 30.00 0.982.657 4. Pada tanggal 31 Desember 2009 saldo kewajiban moneter bersih Perusahaan dan anak perusahaan dalam valuta asing sebesar US$467.04 1. dan tingkat bunga.326.09 1. keuntungan selisih kurs yang belum terealisasi bertambah sebesar Rp186.585 2. Aktivitas Perusahaan dan anak perusahaan membuka kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan harga pasar surat hutang dan efek.57 1.750.748 78.80 0.55 juta dan JPY10. Pihak ketiga Dolar A.707 8.67 703.181.72 0.90 0.55 0.18 0.479 4.932) Pada tanggal 31 Desember 2010 saldo kewajiban moneter bersih Perusahaan dan anak perusahaan dalam valuta asing sebesar US$500.05 10.01 0.07 39.835 78.069 (5.061 1.S. Yen Jepang Wesel bayar Dolar A.553.55 0. nilai tukar mata uang asing.168.S.T.348 2.54 240.559.05 0.501 873 52 15 515 99.S.35 0. Jika Perusahaan dan anak perusahaan melaporkan aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2010 menggunakan kurs tanggal 29 Maret 2011.90 51.

Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh unit Treasury Management di bawah kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Direksi. seperti risiko pasar (termasuk risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat suku bunga). Risiko tingkat suku bunga Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi keuangan. b. Manajemen risiko keuangan Aktivitas Perusahaan dan anak perusahaan mengandung berbagai macam risiko keuangan. risiko kredit dan risiko likuiditas.T. dan kewajiban dalam mata uang asing yang diantaranya adalah Dolar Amerika Serikat. Dolar Singapura dan Poundsterling Inggris. dan 21). Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan diharapkan dapat dikompensasi dengan deposito berjangka dan piutang dalam mata uang asing yang ditetapkan minimal 25% dari kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 (satu) tahun dengan memperhatikan kecenderungan perubahan nilai tukar di masa yang akan datang. ASET DAN KEWAJIBAN KEUANGAN 1. Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku bunga. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Perusahaan dan anak perusahaan terpapar risiko tingkat suku bunga (Catatan 17. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Unit Treasury Management mengidentifikasi. program manajemen risiko keuangan Perusahaan dan anak perusahaan bertujuan untuk meminimalkan kerugian atas nilai aset dan kewajiban yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata uang asing dan pergerakan tingkat suku bunga. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan. 2009. a. 20. Risiko nilai tukar mata uang asing Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai saldo piutang. Secara keseluruhan. Euro. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan analisa pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga. dan melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan. Yen Jepang. kecuali dinyatakan lain) 50.19. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. mengevaluasi. 126 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. hutang.

271) - 55.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Manajemen risiko keuangan (lanjutan) b.411 Lebih dari satu tahun 101.292 (11.469 182.666 3.348 105.831 856.750 305.534 101.487 (6.408 3.849 370.444 5.734. Risiko kredit dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan piutang usaha dan piutang lain-lain.297.119.038 5.347) c. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.408.996 80.376.136.649 352. dimana Perusahaan dan anak perusahaan telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.213 115.371.497 Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko kredit yang minimal.608.460 55.433 1.053 96. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. kecuali dinyatakan lain) 50.280.885.023.428.600 1.935. ASET DAN KEWAJIBAN KEUANGAN (lanjutan) 1.655.414 15.452 21. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan) Tabel di bawah ini menggambarkan detail jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan yang dipengaruhi oleh tingkat suku bunga.429.313. 2009.T.245 14.036 2. 127 .515 Jumlah 9.491.032 Lain-lain 3.175 164.507.799.636 254.805 (5. 31 Desember 2010 Satu tahun atau kurang Aset Kas dan setara kas Penyertaan sementara Aset lancar lainnya Aset tidak lancar lainnya Jumlah aset keuangan Kewajiban Hutang bank jangka pendek Pinjaman penerusan Obligasi dan wesel bayar Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Hutang bank Jumlah kewajiban keuangan Jumlah gap repricing suku bunga 9.057 16.115.789. Risiko kredit Perusahaan dan anak perusahaan terpapar risiko kredit terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain. Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit dan konsentrasi risiko yang dimiliki Perusahaan dan anak perusahaan: Konsentrasi Risiko Kredit Korporasi Piutang usaha Piutang lain-lain 2.831 3.572.017 3.076 ) 2.534 Tidak dikenakan bunga 4.833 62.245 14.465 Eksposur maksimum 5.003 9.175 9.098 105.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.098 14.085 juta (Catatan 39). kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar.423 14. Nilai wajar aset dan kewajiban keuangan Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana aset dapat ditukar. 2.734. ASET DAN KEWAJIBAN KEUANGAN (lanjutan) 1. Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dan setara kas dalam upaya pemenuhan kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.886. Pada tanggal 21 Januari 2011. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.227. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA a. Kewajiban Kontinjensi. 2009. Nilai wajar dari kewajiban keuangan jangka panjang diestimasikan pada nilai kini arus kas masa depan dari tiap kewajiban pada tingkat bunga yang saat ini ditawarkan oleh bank kepada Perusahaan dan anak perusahaan untuk hutang dengan jatuh tempo sejenis.778 3.666 3. Manajemen risiko keuangan (lanjutan) d. kecuali dinyatakan lain) 50. Pada tanggal 10 Januari 2011.136. rasio likuiditas. atau kewajiban dapat diselesaikan dengan transaksi arms-length. Manajemen Telkomsel berkeyakinan bahwa Telkomsel telah melaksanakan PKB tersebut secara memadai dan gugatan tersebut akan berhasil ditolak oleh Telkomsel. Perusahaan dan anak perusahaan secara terus menerus melakukan analisa untuk mengawasi rasio-rasio likuiditas neraca.376. sebagai dampak dari pendiskontoannya yang tidak signifikan. dan Aset Kontinjensi. Telkomsel menerima pemberitahuan dari Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bahwa serikat pekerja Telkomsel (“SEPAKAT”) telah mengajukan gugatan terhadap Telkomsel melalui Pengadilan sehubungan dengan perselisihan tertentu dengan Telkomsel terkait pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”). d.475 Perusahaan dan anak perusahaan memperhitungkan nilai wajar dari aset dan kewajiban keuangan jangka pendek mendekati nilai tercatatnya.452 Nilai Wajar 3. 128 . seperti antara lain. Telkomsel telah melunasi saldo hutang jangka menengah dari BNI dan BCA yang diperoleh pada tahun 2008 masing-masing sebesar Rp400 miliar dan Rp200 miliar (Catatan 21). untuk tidak diungkapkan karena hal ini dapat menimbulkan prasangka terlalu dini terhadap hasil dari gugatan tersebut. rasio debt equity terhadap persyaratanpersyaratan yang diharuskan perjanjian hutang. Pada tanggal 7 Januari 2011.T. Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan kewajiban keuangan yang tidak disajikan di neraca konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan pada nilai wajarnya: 31 Desember 2010 Nilai Buku Pinjaman penerusan Obligasi dan wesel bayar Hutang bank 3. 51. Pada tanggal 6 Januari 2011. b. Perusahaan melakukan pembayaran dividen kas interim sebesar Rp250. Informasi tersebut umumnya dipersyaratkan oleh PSAK 57: Kewajiban Diestimasi. c. Telkomsel membayar denda atas kasus KPPU sebesar Rp15 miliar (Catatan 48c). Risiko likuiditas Risiko likuiditas timbul apabila Perusahaan dan anak perusahaan mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban keuangan ketika kewajiban keuangan tersebut jatuh tempo.511.

i.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) e. “Penyajian Laporan Keuangan” yang menggantikan PSAK 1 (1998). STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA Standar Akuntansi Baru di Indonesia yang relevan terhadap Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (i) PSAK 1 (Revisi 2009). persyaratan minimum isi laporan keuangan dan mengharuskan Perusahaan dan anak perusahaan untuk menerbitkan laporan keuangan yang lengkap yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 18 tanggal 14 Maret 2011. “Penyajian Laporan Keuangan”. Pada tanggal 27 Januari 2011. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Telkomsel telah melunasi saldo hutang jangka menengah dari BRI yang diperoleh pada tahun 2008 sebesar Rp200 miliar (Catatan 21). Laporan Posisi Keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan. Pada tanggal 28 Januari 2011. PSAK 1 (Revisi 2009). g. Pada tanggal 23 Februari 2011. PSAK 1 (Revisi 2009) menentukan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum. Pada tanggal 24 Januari 2011 dan 25 Februari 2011. No. para pemegang saham Indonusa menyetujui konversi hutang sebesar Rp174. 83 juta (setara dengan Rp514. STO Gandaria. struktur laporan keuangan.T. Laporan Arus Kas. kecuali dinyatakan lain) 51.824 juta menjadi saham ditempatkan dan disetor penuh (debt to equity swap) sehingga menjadi Rp551. 129 . Telkomsel menerima Surat Tagihan Pajak atas keterlambatan pembayaran pajak penghasilan pasal 25 untuk tahun fiskal 2010 dengan denda sebesar Rp8 miliar. PSAK 1 (Revisi 2009) mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan.74 miliar). Laporan Laba Rugi Komprehensif. “Penyajian Laporan Keuangan” Pada bulan Desember 2009. Catatan atas Laporan Keuangan yang berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya. Laporan Perubahan Ekuitas.. f. Telkomsel menandatangani perjanjian pembangunan Soft HLR (Soft HLR Roll Out Agreement) dengan PT Nokia Siemens Networks dan Nokia Siemens Networks Oy dan perjanjian jasa teknik Soft HLR (Soft HLR Technical Support Agreement) dengan PT Nokia Siemens Networks. h.036 juta dan untuk STO Semanggi sebesar Rp44. PSAK 1 (Revisi 2009) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. Pada tanggal 4 Februari 2011. 2009. 52. S. berdasarkan RUPS Sirkuler Indonusa yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. sebesar US$56. Pada tanggal 8 Maret 2011. Partomuan Pohan.H. A. DSAK mengeluarkan PSAK 1 (Revisi 2009). atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. Perusahaan dan INTI menandatangani perjanjian surat pesanan Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Modernisasi Jaringan Kabel Tembaga Melalui Optimalisasi Aset Jaringan Kabel Tembaga dengan Pola Trade In/Trade Off masing-masing untuk STO Cengkareng. LLM. dan STO Injoko sebesar Rp96. agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. Telkomsel menarik fasilitas dari Finnish Export Credit Ltd.537 juta. j. “Penyajian Laporan Keuangan” diperkirakan akan memiliki dampak yang signifikan terhadap penyajian laporan keuangan konsolidasian dan pengungkapan yang terkait.338 juta.

“Pelaporan Segmen”. “Segmen Operasi” terhadap laporan keuangan konsolidasian. kecuali dinyatakan lain) 52. “Segmen Operasi” yang menggantikan PSAK 5 (Revisi 2000). Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 7 (Revisi 2010). 2009. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 48 (Revisi 2009). DSAK mengeluarkan PSAK 5 (Revisi 2009). ISAK 10 (Revisi 2009) mengharuskan imbalan tersebut diidentifikasi secara terpisah dan diukur dengan mengacu pada nilai wajarnya. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi” Pada Februari 2010. PSAK 7 (Revisi 2010) memberikan pedoman pengungkapan hubungan. ISAK 10 (Revisi 2009) memberikan pedoman untuk mencatat dan mengukur penghargaan kredit kepada pelanggan. PSAK 48 (Revisi 2009) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011 dan diterapkan secara prospektif. Rugi penurunan nilai harus dialokasikan untuk mengurangi jumlah tercatat atas setiap goodwill yang dialokasikan ke unit penghasil kas tersebut dan ke aset lain dari unit tersebut dibagi pro rata atas dasar jumlah tercatat setiap aset di dalam unit tersebut. ”Penurunan Nilai Aset”. (iv) ISAK 10 (Revisi 2009). ISAK 10 (Revisi 2009) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. “Program Loyalitas Pelanggan” Pada Desember 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. “Program Loyalitas Pelanggan” terhadap laporan keuangan konsolidasian. transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi. ”Penurunan Nilai Aset” yang menggantikan PSAK 48. Suatu rugi penurunan nilai harus dicatat untuk suatu unit penghasil kas ketika jumlah terpulihkan dari unit tersebut lebih kecil dari nilai tercatatnya. DSAK mengeluarkan PSAK 48 (Revisi 2009). “Penurunan Nilai Aset” terhadap laporan keuangan konsolidasian. “Program Loyalitas Pelanggan”. “Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. DSAK mengeluarkan ISAK 10 (Revisi 2009). Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan ISAK 10 (Revisi 2009). PSAK 5 (Revisi 2009) mengharuskan Perusahaan dan anak perusahaannya untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan konsolidasian untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis. PSAK 7 (Revisi 2010) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 5 (Revisi 2009). (v) PSAK 7 (Revisi 2010). “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi” terhadap laporan keuangan konsolidasian.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 130 . termasuk komitmen dalam laporan keuangan konsolidasian. DSAK mengeluarkan PSAK 7 (Revisi 2010). “Segmen Operasi” Pada bulan Desember 2009. PSAK 48 (Revisi 2009) mengharuskan perusahaan dan anak perusahaan untuk menilai pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi-indikasi yang menunjukkan bahwa suatu aset mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai yang diakui pada periode sebelumnya untuk aset lain selain goodwill sudah tidak terdapat lagi. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA (lanjutan) (ii) PSAK 5 (Revisi 2009). PSAK 5 (Revisi 2009) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. PSAK 5 (Revisi 2009) memperluas definisi segmen operasi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi dan melaporkan segmen operasi. PSAK 48 (Revisi 2009) memberikan pedoman untuk mengidentifikasikan unit penghasil kas dan mengukur penurunan nilai aset. “Penurunan Nilai Aset” Pada bulan Desember 2009. “Pengungkapan Pihakpihak Berelasi” yang menggantikan PSAK 7. (iii) PSAK 48 (Revisi 2009).

PSAK 19 (Revisi 2010) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011.928) (4. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 19 (Revisi 2009). “Aset Takberwujud” Pada Februari 2010. 53. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.069. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA (lanjutan) (vi) PSAK 19 (Revisi 2010). (viii) PSAK 23 (Revisi 2010).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 23 (Revisi 2010). “Kombinasi Bisnis” yang menggantikan PSAK 22. PSAK 23 (Revisi 2010) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. (vii) PSAK 22 (Revisi 2010). “Aset Takberwujud” yang menggantikan PSAK 19 (Revisi 2000). PSAK 19 (Revisi 2010) memberikan pedoman untuk mengakui dan mengukur jumlah tercatat aset takberwujud.643.408. PSAK 23 (Revisi 2010) mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu. “Aset Takberwujud” terhadap laporan keuangan konsolidasian. serta goodwill yang diperoleh dari kombinasi bisnis dalam laporan keuangan. DSAK mengeluarkan PSAK 19 (Revisi 2010).262.686) (1.408.575) (3. 2009.664) (1.185) . “Kombinasi Bisnis” Pada Januari 2010.804) (2.501) 1.262. PSAK 22 (Revisi 2010) memberikan pedoman untuk mengakui dan mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh.565. DSAK mengeluarkan PSAK 23 (Revisi 2010). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. “Aset Tidak Berwujud”.501 (12.628.974.876) 1.T. dengan rincian reklasifikasi akun yang signifikan adalah sebagai berikut : Sebelum reklasifikasi LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009: Beban Usaha Penyusutan dan amortisasi Umum dan administrasi LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008: Beban Usaha Penyusutan dan amortisasi Umum dan administrasi 131 Reklasifikasi Setelah reklasifikasi (12. “Akuntansi Penggabungan Usaha”. liabilitas yang diambil-alih dan kepentingan non-pengendali dari pihak yang diakuisisi.366. PSAK 22 (Revisi 2010) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011.076) (2. “Pendapatan” terhadap laporan keuangan konsolidasian. “Pendapatan”.788) (11.332. serta menentukan pengungkapan yang disyaratkan tentang aset takberwujud.052. kecuali dinyatakan lain) 52. “Pendapatan” yang menggantikan PSAK 23. REKLASIFIKASI AKUN Beberapa akun tertentu dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010. “Pendapatan” Pada Februari 2010. “Kombinasi Bisnis” terhadap laporan keuangan konsolidasian.876 (13. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 22 (Revisi 2010). DSAK mengeluarkan PSAK 22 (Revisi 2010).

Berdasarkan U. “Statement of Cash Flows” (“SFAS 95”. GAAP. imbalan pemutusan kontrak kerja secara sukarela diakui sebagai kewajiban apabila karyawan telah menerima tawaran pemutusan kontrak kerja dan jumlah imbalan dapat diestimasi dengan andal. Kapitalisasi selisih kurs ke aset dalam konstruksi Berdasarkan GAAP Indonesia. Berdasarkan U. 132 .S.S. GAAP. Berdasarkan U. GAAP. Instrumen derivatif melekat Perusahaan dan anak perusahaan melakukan perjanjian dengan pemasok yang mengharuskan pembayaran dengan menggunakan berbagai mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional dari kedua belah pihak. c. GAAP a.T. Kapitalisasi laba rugi selisih kurs dihentikan pada saat pembangunan secara substansial telah selesai dan aset yang dibangun siap digunakan. perjanjian yang mengharuskan pembayaran dalam mata uang asing yang berbeda dengan mata uang fungsional salah satu pihak atau pihak yang terkait dengan perjanjian dianggap tidak mengandung instrumen derivatif mata uang asing melekat jika mata uang tersebut lazim digunakan dalam transaksi bisnis lokal. Berdasarkan GAAP Indonesia. imbalan pemutusan kontrak kerja secara sukarela diakui sebagai kewajiban apabila Perusahaan telah menunjukkan komitmen untuk memberikan imbalan pemutusan kontrak kerja atas penawaran yang diberikan untuk mendorong minat karyawan untuk mengundurkan diri secara sukarela. yang berbeda secara signifikan dalam hal-hal tertentu dengan U.S. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. laba atau rugi selisih kurs yang timbul dari pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembangunan aset yang memenuhi syarat dikapitalisasi sebagai bagian dari harga perolehan dari suatu aset yang memenuhi syarat tersebut. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Laporan arus kas konsolidasian beserta rekonsiliasi pada Catatan 55 disusun sesuai dengan Statement of Financial Accounting Standard (“SFAS”) 95.S. Jika kriteria tersebut tidak terpenuhi. kecuali dinyatakan lain) 54. Derivatif melekat harus diakui kecuali pembayaran kontrak utama atas harga barang atau jasa secara rutin didenominasi dalam mata uang yang lazim digunakan dalam perdagangan internasional.S. disusun berdasarkan GAAP Indonesia. b. Imbalan pemutusan kontrak kerja secara sukarela Berdasarkan GAAP Indonesia.S. Uraian perbedaanperbedaan dan pengaruhnya terhadap laba bersih dan ekuitas adalah sebagai berikut: (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. tidak terdapat pengecualian yang sama dengan kondisi di atas untuk derivatif valuta asing sehubungan dengan kontrak yang didenominasi dalam mata uang yang lazim digunakan dalam transaksi bisnis lokal. GAAP Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan. 2009. laba rugi selisih kurs langsung dikreditkan dan dibebankan pada laba atau rugi konsolidasian pada saat terjadinya. GAAP. kini Accounting Standard Codification (“ASC”) 230 “Statement of Cash Flow”). maka derivatif valuta asing melekat harus diakui secara terpisah.

GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. tidak ada lagi batasan waktu 12 bulan dimana bunga dapat dikapitalisasi. Perusahaan menerapkan kriteria baru ini secara prospektif. Jumlah beban bunga yang dikapitalisasi selama suatu periode ditentukan dengan menghitung tingkat bunga dikalikan dengan rata-rata akumulasi pengeluaran untuk aset tersebut selama periode tersebut. sedangkan pendapatan tangguhan diamortisasi selama masa bagi hasil. 133 . aset tertentu yang memenuhi syarat atas kapitalisasi biaya bunga adalah aset yang membutuhkan waktu minimum 12 bulan untuk siap digunakan atau dijual. GAAP terkait dengan kapitalisasi biaya bunga ke aset dalam konstruksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 disebabkan oleh perbedaan pada tahun-tahun sebelumnya. maka jumlah biaya bunga yang dikapitalisasi adalah seluruh biaya bunga yang timbul selama periode konstruksi tersebut dikurangi dengan pendapatan yang diperoleh dari investasi sementara atas dana hasil pinjaman tersebut. berdasarkan PSAK 26 (revisi 2008). e. Beban bunga tersebut tidak harus berasal dari pinjaman yang digunakan secara khusus untuk memperoleh suatu aset tertentu.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dengan penerapan PPSAK 1 (Catatan 2p).T.S. 2009. Jumlah beban bunga yang dikapitalisasi ke aset yang memenuhi syarat adalah beban bunga selama masa konstruksi yang secara teoritis dapat dihindari apabila pengeluaran untuk aset tersebut tidak dilakukan. GAAP. Berdasarkan U. Oleh karena itu. aset tetap yang dibangun oleh mitra usaha berdasarkan perjanjian PBH diakui sebagai aset tetap PBH oleh pihak yang akan menerima pengalihan kepemilikan aset tetap tersebut pada akhir masa bagi hasil. berdasarkan GAAP Indonesia. Efektif sejak 1 Januari 2010. dengan akun tandingan pendapatan tangguhan. Perusahaan mencatat bagiannya atas pendapatan yang diperoleh setelah dikurangi bagian mitra usaha. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Penyesuaian U. PBH Sebelum tahun 2010.S.S.S.S. berdasarkan GAAP Indonesia sebelumnya. dimana aset tetap dan kewajiban PBH disajikan pada neraca konsolidasian. kecuali dinyatakan lain) 54. Kapitalisasi biaya bunga ke aset dalam konstruksi Sebelum tahun 2010. tidak ada batasan jangka waktu minimum pembangunan (misalnya minimum 12 bulan masa konstruksi) dimana biaya bunga dapat dikapitalisasi. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. sejak 1 Januari 2010 tidak terdapat perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. PBH dicatat sama dengan sewa pembiayaan. Apabila pinjaman digunakan secara khusus untuk memperoleh suatu aset tertentu. GAAP (lanjutan) d. GAAP. Aset tetap tersebut disusutkan selama masa manfaatnya. Efektif sejak 1 Januari 2010. Pendapatan bunga yang timbul dari pinjaman yang tidak digunakan diakui langsung sebagai pendapatan pada laporan laba rugi konsolidasian.

kecuali dinyatakan lain) 54. PBH (lanjutan) Berdasarkan U. tidak terdapat lagi perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. GAAP.S. Biaya jasa lalu Berdasarkan GAAP Indonesia. Berdasarkan U.S. GAAP. 2009. Perbedaan perlakuan akuntansi untuk manfaat pensiun. ii. PBH dicatat sama seperti sewa pembiayaan. Amortisasi dicatat sebagai komponen beban manfaat berkala bersih pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. biaya jasa lalu (vested and non-vested benefits) ditangguhkan dan diamortisasi secara sistematis selama estimasi sisa masa kerja karyawan aktif dan jumlah yang diakui dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian. kewajiban transisi yang timbul dari penerapan SFAS 87 ”Employers’ Accounting for Pensions” pada tanggal 1 Januari 1992 dan SFAS 106 ”Employers’ Accounting for Postretirement Benefits Other Than Pensions” pada tanggal 1 Januari 1995 (keduanya kini ASC 715 “Compensation Retirement Benefits”). GAAP adalah sebagai berikut: i. kewajiban transisi diakui pada tanggal 1 Januari 2004. Kewajiban transisi untuk manfaat pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja Berdasarkan GAAP Indonesia. ditangguhkan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Berdasarkan U. dimana aset tetap dan kewajiban PBH disajikan pada neraca konsolidasian. pada saat penerapan PSAK 24 (Revisi 2004).S. Semua pendapatan yang dihasilkan dari perjanjian PBH diakui sebagai bagian pendapatan yang berasal dari operasi.S. GAAP. Oleh karena itu. 134 . imbalan kesehatan pasca kerja dan imbalan pasca kerja lainnya antara GAAP Indonesia dan U.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.S. imbalan kesehatan pasca kerja dan imbalan pasca kerja lainnya untuk tujuan pelaporan keuangan berdasarkan GAAP Indonesia. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. GAAP (lanjutan) e. Lebih lanjut. GAAP. sementara pendapatan yang merupakan bagian mitra usaha dicatat sebagai beban bunga dan pengurang kewajiban PBH. f. perbedaan tanggal penerapan menyebabkan perbedaan yang signifikan pada akumulasi laba rugi aktuaria yang belum diakui.S. kewajiban dari penerapan SFAS 87 dan SFAS 106 kemudian diamortisasi secara sistematis masing-masing selama estimasi sisa masa kerja untuk karyawan aktif dan 20 tahun. beban jasa lalu langsung diakui apabila karyawan telah berhak (vested) atau diamortisasi dengan menggunakan garis lurus selama periode ratarata sampai dengan karyawan berhak memperoleh manfaat. Imbalan kerja Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 24 (Revisi 2004) dalam mencatat biaya manfaat pensiun.S.T.

Berdasarkan GAAP Indonesia. 88. Untuk tujuan pelaporan keuangan yang didasarkan pada U. Bagian laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi Perusahaan dan anak perusahaan mencatat bagian atas laba atau rugi perusahaan asosiasi berdasarkan laporan keuangan perusahaan asosiasi yang telah disusun berdasarkan GAAP Indonesia.S. Financial Accounting Standard Board (“FASB”) mengeluarkan SFAS 158 ”Employers’ Accounting for Defined Benefit Pension and Other Postretirement Plans .S. Hak atas tanah Di Indonesia. dan kewajiban transisi diakui pada saldo akumulasi laba komprehensif lainnya bersih setelah pajak. Hak atas tanah pada umumnya dapat diperdagangkan dengan bebas dan dapat diagunkan sebagai jaminan atas pinjaman. GAAP dan GAAP Indonesia di tingkat perusahaan asosiasi pada akun investasi dan bagian laba atau rugi dan laba atau rugi komprehensif lainnya atas perusahaan asosiasi tersebut. 5 tahun 1960. Imbalan kerja (lanjutan) Pada bulan September 2006. Penjualan kartu perdana (starter pack) diakui sebagai pendapatan pada saat pengiriman kepada distributor. Rugi aktuarial yang belum diakui.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penggunaan atas tanah dilakukan melalui hak atas tanah. SFAS 158 mensyaratkan pengakuan status pendanaan di neraca. beban jasa lalu. g.S.S. dan jaringan tetap nirkabel diakui pada saat sambungan terjadi (untuk jasa pasca bayar). hak kepemilikan atas tanah ada pada Negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Agraria No. Pengakuan pendapatan Sebelum tahun 2010. Perusahaan dan anak perusahaan mengakui pengaruh perbedaan antara U. GAAP (lanjutan) f. yaitu masa kontrak penggunaan hak atas tanah. i. Selanjutnya saldo tersebut akan diamortisasi dan dilaporkan sebagai komponen beban imbalan berkala bersih dalam laporan laba rugi konsolidasian sesuai dengan SFAS 87. kepemilikan tanah tidak disusutkan kecuali jika diperkirakan bahwa kecil kemungkinan pemegang hak dapat memperoleh perpanjangan atau pembaharuan atas hak tersebut. Pendapatan dari instalasi sambungan telepon tidak bergerak diakui pada saat instalasi. berdasarkan GAAP Indonesia. pendapatan koneksi seluler. Berdasarkan U. kecuali dinyatakan lain) 54. 87. dan SFAS 112. SFAS 106. h. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. GAAP. dimana pemegang hak menikmati penggunaan penuh atas tanah untuk masa yang telah ditentukan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. GAAP. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. atau pelanggan (untuk jasa pra bayar). 135 . dan dapat diperpanjang.an amendment of FASB Statement No. yang berkisar dari 15 sampai 45 tahun.T. 2009. 106 (kini ASC 715 “Compensation Retirement Benefits”) and 132R” (“SFAS 158”). penyalur. harga atas tanah diamortisasi selama masa manfaat.S.

dengan implementasi PPSAK 1 (Catatan 2p).S. (b) perjanjian sewa memberikan hak opsi untuk membeli. sepanjang tidak lebih dari 20 tahun. GAAP (lanjutan) i. periode amortisasi goodwill tidak lebih dari 5 tahun. Perusahaan telah menerapkan kriteria baru tersebut secara prospektif untuk sewa baru yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008. 136 . Pengakuan pendapatan (lanjutan) Sejak 1 Januari 2010.T.S. sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. (c) masa sewa mencakup 75% atau lebih dari masa manfaat ekonomis aset. Berdasarkan U. GAAP. k.S. GAAP. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U.S. dan biaya tambahan sampai dengan. kecuali dinyatakan lain) 54. Efektif sejak 1 Januari 2008. Berdasarkan U. namun periode amortisasi lebih panjang diperbolehkan. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. dan (d) nilai kini seluruh pembayaran sewa pembiayaan mencapai minimum 90% dari nilai wajar aset. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. pendapatan dari pemasangan sambungan baru dan biaya tambahan terkait. Oleh karena itu. jaringan tetap nirkabel. (b) jumlah pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa ditambah nilai sisa mencakup harga perolehan aset yang disewakan beserta bunganya. tidak terdapat lagi perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. GAAP. j. goodwill tidak diamortisasi. dan (c) masa sewa minimum 2 tahun. jika tidak. dari koneksi seluler.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Sewa pembiayaan Sebelum tahun 2008. Berdasarkan U. Amortisasi goodwill Berdasarkan GAAP Indonesia. pendapatan dari instalasi sambungan telepon tidak bergerak. aset sewa pembiayaan dikapitalisasi hanya jika semua kriteria berikut terpenuhi: (a) penyewa memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewa pada akhir masa sewa dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa. ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan sepanjang estimasi periode hubungan dengan pelanggan. 2009. sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. berdasarkan GAAP Indonesia. ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan sepanjang estimasi periode hubungan dengan pelanggan. namun tidak melebihi pendapatan sambungan baru. aset sewa pembiayaan dikapitalisasi jika salah satu kriteria berikut terpenuhi: (a) terdapat pengalihan kepemilikan secara otomatis pada akhir periode sewa. GAAP.S. melainkan diuji setiap tahun apakah telah mengalami penurunan nilai.S. berdasarkan PSAK 30R. tetapi tidak melebihi pendapatannya. apabila terdapat dasar yang tepat.

Oleh karena itu. perbedaan sebelumnya antara prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan U.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Namun.S.68% di Dayamitra sebagai kepemilikan minoritas dan mulai mengkonsolidasi 9. karena dampaknya tidak signifikan terhadap periode-periode sebelumnya. Perusahaan memperoleh 90. Pajak tangguhan Berdasarkan GAAP Indonesia. pembangunan.68% mengakibatkan adanya perbedaan pengakuan atas jumlah aset tidak berwujud dan beban amortisasi. sepanjang hal tersebut material. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U.68% dengan harga yang telah ditentukan pada tanggal yang telah disepakati. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. GAAP dieliminasi sebagaimana disajikan dalam ikhtisar penyesuaian terhadap laba bersih konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008. 137 . pada tanggal eksekusi opsi tersebut.32% kepemilikan di Dayamitra dan sekaligus memperoleh opsi beli (call option) untuk membeli sisa kepemilikan sebesar 9.S. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. berdasarkan penilaian perusahaan. GAAP khususnya dalam menentukan nilai kini kewajiban dan beban. Perusahaan mencatat sisa kepemilikan 9.T. dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan pada saat terjadinya. Perusahaan mengkonsolidasi 100% kepemilikan Dayamitra. Berdasarkan GAAP Indonesia. kewajiban yang timbul dari penghentian penggunaan aset diakui sebagai kewajiban dan jumlah yang sama dikapitalisasi ke aset terkait dan disusutkan selama masa manfaat aset tersebut. berdasarkan GAAP Indonesia. kecuali dinyatakan lain) 54. GAAP Indonesia. terdapat perlakuan klasifikasi sewa yang sama. kewajiban yang timbul sehubungan dengan penghentian suatu aset tetap yang berasal dari pengadaan. dalam hal tertentu berbeda dengan ketentuan U.S. m. Akuisisi Dayamitra Pada tanggal 17 Mei 2001. Untuk tujuan pelaporan keuangan. l. GAAP.S. Sewa pembiayaan (lanjutan) Meskipun GAAP Indonesia kurang mengatur ketentuan rinci atas kriteria sewa dibandingkan US GAAP. aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan sebagai akun-akun tidak lancar.S. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Perusahaan dan anak perusahaan tidak melakukan pengakuan pajak tangguhan atas beda temporer antara nilai tercatat dan dasar pengenaan pajak investasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas apabila perbedaan tersebut tidak akan terpulihkan pada masa depan. akumulasi efek perbedaan tersebut dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2008.68% kepemilikan yang tersisa tersebut pada tanggal 14 Desember 2004. Perbedaan waktu pengakuan kepemilikan 9. Kewajiban yang timbul dari penghentian penggunaan aset (Assets retirement obligations) Sebelum tahun 2008. Pengaruh dari penerapan PSAK 30R pada sewa pembiayaan dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun 2008 karena pengaruh pada tahun-tahun sebelumnya tidak signifikan. Berdasarkan GAAP Indonesia yang telah direvisi. konstruksi. n. GAAP (lanjutan) k. dan/atau dalam kegiatan normal aset tersebut. efektif sejak 1 Januari 2008. 2009. Berdasarkan U.

taksiran arus kas di masa depan (future cash flow) didiskontokan menjadi nilai kini dengan menggunakan tarif diskonto sebelum pajak yang mencerminkan taksiran sekarang mengenai nilai waktu uang dan risiko spesifik yang terkait dengan aset tersebut.S.S. dan (Rp15. laba (rugi) pelepasan aset tetap diklasifikasikan sebagai bagian dari beban usaha dan oleh karena itu diperhitungkan dalam menentukan laba usaha. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Aset yang mengalami penurunan nilai diturunkan nilainya menjadi nilai wajar yang didasarkan pada harga kuotasi pasar di pasar aktif atau nilai diskonto taksiran arus kas di masa depan.588) juta. p. Pajak tangguhan (lanjutan) Berdasarkan U. Perusahaan mengakui pajak tangguhan atas seluruh beda temporer antara nilai tercatat dan dasar pengenaan pajak investasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. 2009. Berdasarkan U. kecuali dinyatakan lain) 54. GAAP. seandainya pada tahun sebelumnya tidak ada pengakuan rugi penurunan nilai aset.T.S. (Rp13.S. kerugian penurunan nilai aset diakui apabila jumlah arus kas di masa depan yang diharapkan dari aset yang bersangkutan (tanpa didiskontokan dan biaya bunga) lebih kecil dari nilai tercatat aset yang bersangkutan. GAAP (lanjutan) n. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.481 juta. kerugian penurunan nilai aset diakui apabila nilai tercatat suatu aset atau unit penghasil kas dimana aset tersebut berada melebihi nilai yang dapat dipulihkan (recoverable amount). aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan sebagai akun-akun lancar dan tidak lancar berdasarkan realisasi yang diharapkan dari aset dan kewajiban yang terkait. Berdasarkan U. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.S. Pemulihan penurunan nilai aset tidak boleh dilakukan melebihi nilai tercatat yang seharusnya diakui. Penurunan nilai aset Berdasarkan GAAP Indonesia. dan pendapatan (beban) lain-lain akan menjadi lebih (tinggi) rendah sebesar jumlah yang sama terkait dengan diperhitungkannya laba (rugi) pelepasan aset tetap dalam menentukan laba usaha. laba usaha akan menjadi lebih tinggi (rendah) masing-masing sebesar Rp4.659) juta. Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan laba (rugi) pelepasan aset tetap sebagai bagian dari pendapatan (beban) lain-lain dan tidak diperhitungkan dalam menentukan laba usaha. Laba (rugi) pelepasan aset tetap Berdasarkan GAAP Indonesia. dan 2008. Pada tanggal 31 Desember 2010. o. bersih setelah dikurangi penyusutan. GAAP. Dalam menentukan nilai pakai. Pemulihan kerugian penurunan nilai aset sebelumnya tidak diperkenankan. GAAP. Kerugian penurunan nilai aset dapat dipulihkan hanya jika terjadi perubahan dalam taksiran yang digunakan dalam menentukan nilai aset yang dapat dipulihkan.S. Untuk periode-periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Untuk tujuan pelaporan keuangan. 2009. GAAP. 138 . tidak terdapat rugi penurunan nilai aset yang diakui baik berdasarkan GAAP Indonesia dan U. Nilai aset tetap yang dapat dipulihkan adalah nilai yang lebih besar antara harga jual bersih dengan nilai pakainya (value in use).

S.3 tahun. Selisih nilai pembelian atas nilai bersih yang dialokasikan atas aset yang diakuisisi dan kewajiban sebesar Rp61. kecuali dinyatakan lain) 54.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO VII merupakan hak yang diperoleh kembali dan diakui oleh Perusahaan sebagai sebuah aset tidak berwujud terpisah berdasarkan Emerging Issues Task Force (“EITF”) 04-1 “Accounting for Preexisting Relationships between the Parties to a Business Combination” (kini ASC 805 “Business Combination”). Berdasarkan GAAP Indonesia. investasi pada perusahaan asing dengan menggunakan metode ekuitas dilaporkan dengan menjabarkan aset dan kewajiban perusahaan asing tersebut dengan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal neraca. Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan konsolidasian Berdasarkan GAAP Indonesia. Berdasarkan U. efek tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya dan perubahan nilai wajar diakui sebagai “Laba (rugi) belum direalisasi atas pemilikan efek yang tersedia untuk dijual” pada ekuitas.S. nilai sisa yang didapat dialokasikan sebagai aset tidak berwujud yang merupakan hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO VII. s. GAAP (lanjutan) q. Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan nilai tukar pada tanggal transaksi atau rata-rata nilai tukar pada tahun berjalan untuk tujuan kepraktisan.T. Efek tersedia untuk dijual Berdasarkan GAAP Indonesia. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. efek tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya dan laba atau rugi yang belum direalisasikan dilaporkan sebagai komponen dalam akumulasi laba komprehensif lainnya pada bagian ekuitas. Berdasarkan U.386 juta diakui sebagai goodwill. r. Oleh karena itu. Aset tidak berwujud dinilai secara langsung untuk menentukan nilai wajarnya sesuai dengan persyaratan dalam EITF Topic No. 139 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.S. Untuk tujuan pelaporan keuangan yang didasarkan pada U. Hasil dari penjabaran tersebut dilaporkan sebagai bagian dari “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan konsolidasian” pada bagian ekuitas. 2009. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. GAAP. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. GAAP. GAAP. selisih lebih harga perolehan atas kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar aset teridentifikasi yang diperoleh dan kewajiban yang diakui dicatat sebagai goodwill. dan diamortisasi selama sisa masa perjanjian KSO VII yaitu 4. Setelah melakukan alokasi atas harga perolehan terhadap semua aset dan kewajiban yang teridentifikasi. Amandemen dan pernyataan kembali KSO VII Perusahaan telah mencatat amandemen dan pernyataan kembali atas perjanjian KSO VII sebagai sebuah penyatuan usaha dengan menggunakan metode pembelian. selisih penjabaran tersebut dilaporkan dalam akumulasi laba komprehensif lainnya pada bagian ekuitas. tidak ada pengakuan goodwill berdasarkan GAAP Indonesia.S. D-108 “Use of the Residual Method to Value Acquired Assets Other Than Goodwill”.S.

Basis pengukuran yang digunakan untuk menentukan nilai wajar harus diungkapkan.S. kepemilikan non-pengendali disajikan dalam neraca konsolidasian diantara bagian kewajiban dan ekuitas. informasi signifikan lainnya yang dapat diobservasi (Level 2) dan informasi signifikan lainnya yang tidak dapat diobservasi (Level 3). kecuali dinyatakan lain) 54. u.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Berdasarkan FAS 160. FAS 160 harus diterapkan secara prospektif.S. “Kepemilikan Non-pengendali dalam Laporan Keuangan Konsolidasi – Amandemen atas ARB No. kepemilikan non-pengendali disajikan sebagai bagian ekuitas dalam neraca konsolidasian. Arus kas untuk akuisisi kepemilikan non-pengendali di anak perusahaan dilaporkan sebagai arus kas pendanaan sesuai dengan FAS 160. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. Penyajian Kepemilikan Non-pengendali Berdasarkan GAAP Indonesia. 140 . Pengukuran nilai wajar Berdasarkan GAAP Indonesia.S.S. kepemilikan non-pengendali harus disajikan sesuai dengan FAS 160. Namun dalam hal tertentu terdapat beberapa standar akuntansi yang mensyaratkan atau mengijinkan pengukuran dengan menggunakan nilai wajar sebagai dasar pengukuran. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dengan melakukan pemisahan terhadap pengukuran nilai wajar yang menggunakan informasi harga kuotasi di pasar aktif untuk aset atau kewajiban yang identik (Level 1).51 (kini ASC 810 “Consolidation”).T. Jika tidak terdapat kontrak penjualan yang mengikat. secara terpisah dari ekuitas induk. GAAP. GAAP. tidak ada standar akuntansi yang secara khusus menentukan pengukuran nilai wajar. Bukti nilai wajar yang paling andal adalah harga yang digunakan pada suatu kontrak penjualan yang mengikat dalam suatu transaksi normal. Berdasarkan U. Berdasarkan U. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.51” (kini ASC 810 “Consolidation”) yang efektif untuk laporan keuangan yang dimulai atau setelah 15 Desember 2008. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. GAAP (lanjutan) t. 2009. informasi terkait dengan hirarki nilai wajar harus diungkapkan. nilai wajar didasarkan pada informasi yang paling andal yang merefleksikan suatu jumlah yang dapat diperoleh Perusahaan pada akhir periode pelaporan. “Kepemilikan Non-pengendali dalam Laporan Keuangan Konsolidasi – Amandemen atas ARB No.

671. dan 2008 (c) Kapitalisasi beban bunga atas aset dalam pembangunan setelah dikurangi penyusutan masing-masing sebesar Rp48.536.S. GAAP diterapkan sebagai pengganti GAAP Indonesia. dan Rp42. GAAP kenaikan (penurunan) disebabkan oleh: Imbalan atas pemutusan kontrak kerja secara sukarela (a) Pembalikan penyusutan atas kapitalisasi selisih kurs (b) Laba selisih kurs . dan Rp12.504 141 . RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. 2009. 2009.615 2.T.setelah dikurangi penyusutan masing-masing sebesar Rp74.999 11.265) juta.005. 2009.540 juta. GAAP (lanjutan) (2) a. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Berikut adalah ikhtisar penyesuaian yang signifikan terhadap laba bersih konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.690 749.940) 50.927) 44. dan 2008 (d) 2010 2009 2008 11.002 (679. Rp45.786 (69.598 335. dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian: Catatan Laba bersih menurut laporan laba rugi konsolidasian yang disusun berdasarkan GAAP Indonesia Penyesuaian ke U.S.826 10.432) (48.867 72.S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Rp(2.757 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.398.612 juta.726) 12. atas kontrakkontrak yang mengandung instrumen derivatif valuta asing melekat di tahun 2010.612) (2. 2009. kecuali dinyatakan lain) 54.661 juta.729 (627. dan 2008 yang diperlukan seandainya U.072 juta di tahun 2010.

477) (32. kecuali dinyatakan lain) 54.503) (36.S.877 18.25 22. (lanjutan) Catatan Penyesuaian ke U. GAAP (lanjutan) (2) (lanjutan) a.819) (94.S. GAAP diatribusikan kepada Perusahaan Laba bersih per saham berdasarkan U.479 202.923 (226.567 12.89 614.669 12.356) 693.222 10.145) (5. 2009.092.80 24.393 (1.661 (9.608) (24.266) 17.S.355.387 25.591.043) (327) (34.244 16.628 11.025) (52.GAAP .34 142 . GAAP Kepentingan non-pengendali Penyesuaian bersih Laba bersih berdasarkan U.237) - - 2.S.097) (20.874. GAAP .325) (286) (36.122) 11. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.768 (123.959 109.dalam Rupiah penuh (40 saham Seri B per ADS) 2010 2009 2008 (162.735 16.854) (41.dalam Rupiah penuh Laba bersih per ADS berdasarkan U. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.438 10.670) 919. 55 (Revisi 2006) Pajak tangguhan: Pajak tangguhan atas penyertaan yang dicatat dengan metode ekuitas dan selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (n) Pengaruh Pajak tangguhan terhadap penyesuaian ke U.619) 4.78 550.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.604) 92.63 23.269 32.272 (95.216) 7.S.269 77.498 16.025.877 (366.224 583.269 (91.484. GAAP kenaikan (penurunan) disebabkan oleh: (lanjutan) Pendapatan PBH (e) Pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (f) Imbalan kesehatan pasca kerja (f) Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi (g) Amortisasi hak atas tanah (h) Pengakuan pendapatan (i) Amortisasi goodwill (j) Sewa pembiayaan (k) Penyesuaian konsolidasian Dayamitra (l) Asset retirement obligations (m) Amandemen dan pernyataan kembali KSO VII (s) Penyesuaian sehubungan dengan penerapan PSAK No.325 13. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.S.T.048 11.359) (366) (31.

040 708. sebagai pengganti GAAP Indonesia.982) 2.554) (12.S.T.498) 52.147) (223.S.190.143 292.169 (552.setelah dikurangi penyusutan.187 (45.736 (133.140 32. dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian: Catatan Ekuitas menurut neraca konsolidasian yang disusun berdasarkan GAAP Indonesia Penyesuaian ke U.299 143 .068 1.874 34.861) (187. GAAP Kepentingan non-pengendali Penyesuaian bersih Ekuitas pemegang saham berdasarkan U.453 243.S. Berikut adalah ikhtisar penyesuaian yang signifikan terhadap ekuitas konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 yang diperlukan seandainya U.309.601 110. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.983) 2.kenaikan (penurunan) disebabkan oleh: Imbalan atas pemutusan kontrak kerja secara sukarela (a) Pembalikan penyusutan atas kapitalisasi selisih kurs (b) Laba selisih kurs .885) 69. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.380 (118. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.652.398 46.697) 2.132) 69.213 110. GAAP (lanjutan) (2) (lanjutan) b.312) 115.907 313.S. kecuali dinyatakan lain) 54.081) 2.040 701.066 (19.260 (143.961.927 (187. 2009.309. GAAP 2010 2009 44.418.435.134) 1. GAAP .026 658.310 (64.442.S.771.609.S.setelah dikurangi penyusutan (d) Pendapatan PBH (e) Pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (f) Imbalan kesehatan pasca kerja (f) Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi (g) Amortisasi hak atas tanah (h) Pengakuan pendapatan (i) Amortisasi goodwill (j) Sewa pembiayaan (k) Penyesuaian konsolidasian Dayamitra (l) Assets retirement obligations (m) Amandemen dan pernyataan kembali KSO VII (s) Pajak tangguhan: Pajak tangguhan atas penyertaan yang dicatat dengan metode ekuitas dan selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (n) Pengaruh Pajak tangguhan terhadap penyesuaian ke U. atas kontrakkontrak yang mengandung instrumen derivatif valuta asing melekat (c) Kapitalisasi beban bunga atas aset dalam pembangunan . GAAP Jumlah penyesuaian U. GAAP diterapkan.973 (20.039 40.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.528) 123.742 38.234 (632.

299 101.000 (443.866. 2009.294 103.401) 9.224 (8.100.T.462) 34.759.452.597 (46.067.202) (3.037) (123.727.040 49.380.S.604.874.770) (3.727. Ikhtisar neraca konsolidasian berdasarkan U.401 3.115.481.847 2008 29.067.609.077 144 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. GAAP untuk tahuntahun yang berakhir 31 Desember 2010.044 3.S.322.892. dan 2008 adalah sebagai berikut: Ekuitas pemegang saham.923 83.813 10.795) 11.299 2009 9. Perubahan ekuitas dan kepentingan non-pengendali berdasarkan U.741) 4.469 118.776 (3.140 103.515) 4.522.877 (5.759.545.849) 12. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.164 12.952) 40.S.185) 46.194 (156.462 101.732.598 24.000 (2.077 26.481.087.961. bersih setelah pajak Kompensasi terminasi dini hak eksklusifitas Modal saham yang diperoleh kembali Dampak akuisisi kepemilikan non-pengendali Ekuitas pemegang saham.907 4.489.044 2009 34.055 12.140 2010 Kepentingan non-pengendali.S.364.565 57. awal tahun Perubahan selama tahun berjalan: Laba bersih berdasarkan U.847 d.428 (18. 2009.092. akhir tahun 11.115.034.944.S. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 54.852.956.817.227 90. GAAP Dividen Akumulasi laba komprehensif lainnya.734 11.217 18.234) 4.223. GAAP adalah sebagai berikut: 2010 2009 Neraca konsolidasian Aset lancar Aset tidak lancar Jumlah aset Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Jumlah kewajiban Ekuitas Kepentingan non-pengendali Ekuitas pemegang saham Jumlah kewajiban dan ekuitas 19.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.299 11.961.609.961.287 12.484.457 45.318.930.022 46.067. akhir tahun 2010 40.287 2008 9.044 40.694 22.814) (45.233.668.604. GAAP yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-pengendali Laba komprehensif lainnya Jumlah laba komprehensif Dampak akuisisi Distribusi Kepentingan non-pengendali.353.898) 832.393 (6.217 20.870.067.022 4.035.338 (34. awal tahun Perubahan selama tahun berjalan: Laba bersih berdasarkan U. GAAP (lanjutan) (2) (lanjutan) c.615 83.

S.550 5. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.308 2009 23.S.637 76.579. 2009.776) 240.442 (112. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.S.855 248.680.S. GAAP adalah sebagai berikut: 2010 Laba sebelum pajak konsolidasian berdasarkan U.299 43. GAAP dengan penyisihan PPh aktual berdasarkan U.992) 5. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.936 (637.494 40.301 54.251 5.bersih Lainnya Jumlah Beban penyisihan PPh berdasarkan U.999 106.779.499.509.450 (167. SEC a.530 69. kecuali dinyatakan lain) 54.976) 61.742.S.917.040 5. GAAP dan U.685 6.S.150.786 (236.903 1.473 (122.758 2008 20. GAAP menurut tarif pajak yang berlaku Pengaruh beban yang tidak dapat dikurangkan (pendapatan yang bukan merupakan objek pajak) berdasarkan tarif pajak yang berlaku : Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Amortisasi diskonto wesel bayar dan biaya pinjaman lainnya Denda pajak Imbalan kerja karyawan Perbedaan tetap atas Unit KSO Pendapatan yang telah dikenakan PPh final Efek penurunan tarif di masa datang terhadap kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan . GAAP PPh berdasarkan U.738) 50.651 145 .T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.355 429.643 37.924 (9.848 363. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.603) 369.543) 139.670 1. GAAP 21.S. PPh (i) Rekonsiliasi antara perkiraan penyisihan PPh berdasarkan U.305 6.416.733 39.035 24.S.

316 362.304.891.269 25.337 26.394) (29.S.590) (292.575 3.577 146.844 114 1.409 29.106) (44.077 20.776) 146 .464 308. SEC (lanjutan) a.125 77.829 98.071. 2009.288) (5.559) (4. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.008 21.969) (4.753 21.S.661) (4.431 78.S.639 17.T. PPh (lanjutan) (ii) Pajak tangguhan 2010 Aset pajak tangguhan Lancar Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan persediaan usang Rugi fiskal yang dapat dikompensasikan Beban yang masih harus dibayar Nilai perolehan penggabungan usaha tangguhan Pendapatan sambungan telepon tangguhan Lain-lain 2009 349.285 830 545. GAAP dan U.272.119 (41.624 98. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.261 18. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.187.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 54. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.558 28.220) Jumlah kewajiban pajak tangguhan (sebelum offset) (5.061 17.598.921.382) (5.160 Tidak Lancar Penyertaan jangka panjang Nilai perolehan penggabungan usaha tangguhan Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Pendapatan sambungan telepon tangguhan Lain-lain 29.384 232.231.655 Total aset pajak tangguhan (sebelum offset) Kewajiban pajak tangguhan Lancar Beban dibayar di muka Tidak lancar Aset tetap Aset tidak berwujud 692.973 335.978 27.182 1.

biaya jasa lalu dan rugi aktuaria masing-masing sebesar Rp115.082 5.288) 53. PPh (lanjutan) (ii) Pajak tangguhan (lanjutan) 2010 Kewajiban pajak tangguhan bersih . 147 .disajikan setelah offset dalam neraca konsolidasian adalah sebagai berikut: Aset pajak tangguhan .712.tidak lancar Kewajiban pajak tangguhan .605 (10. Perusahaan dan anak perusahaan menyimpulkan bahwa tidak terdapat dampak yang material terhadap laporan keuangan konsolidasian untuk tahun-tahun fiskal yang belum diaudit. GAAP dan U.T. langsung pada akumulasi laba komprehensif lainnya.S. bahwa posisi tersebut akan dapat dipertahankan dalam audit pajak oleh DJP. Jumlah manfaat pajak yang diakui adalah jumlah terbesar dari manfaat pajak tersebut yang mempunyai kemungkinan dapat direalisasikan lebih besar daripada lima puluh persen dalam putusan final perpajakan. Perusahaan dan anak perusahaan mengadopsi SFAS 158 (kini ASC 715 “Compensation Retirement Benefits”) dan mengakui secara langsung aset pajak tangguhan yang berasal dari kewajiban masa transisi.lancar Kewajiban pajak tangguhan . serta pengakuan atas manfaat pajak yang tidak diakui tidak akan berdampak material terhadap tingkat pajak efektif untuk tahun-tahun tersebut. 2009. SEC (lanjutan) a. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa posisi saat ini untuk tidak mengakui manfaat pajak tidak akan berubah secara signifikan dalam 12 bulan ke depan.346 (4. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. kini ASC 740 “Income Taxes”) yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2007. Berdasarkan analisis atas seluruh posisi pajak Perusahaan dan anak perusahaan yang terkait PPh yang diatur oleh SFAS 109 (kini ASC 740 “Income Taxes”). (iii) Akuntansi untuk ketidakpastian PPh Perusahan dan anak perusahaan menerapkan FASB Interpretation 48 “Uncertainty in Income Tax: an Interpretation of SFAS 109” (“FIN 48”.090.lancar Aset pajak tangguhan .465 (5.204) 1. berdasarkan pertimbangan seluruh aspek teknis dari posisi pajak tersebut.346 juta.S.052.tidak lancar 2009 504. manfaat pajak dari suatu ketidakpastian posisi pajak diakui apabila besar kemungkinan terjadi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. FIN 48 mengatur penentuan apakah suatu manfaat pajak yang diklaim atau diharapkan akan diklaim dalam pelaporan pajak harus diakui dalam Laporan Keuangan.723) Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009. kecuali dinyatakan lain) 54. Aset pajak tangguhan dari nilai perolehan penggabungan usaha tangguhan berasal dari pengurangan pajak yang dapat diklaim atas pembayaran tetap bulanan kepada MGTI dan BSI untuk perhitungan PPh badan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.S.148 juta dan Rp169. Berdasarkan FIN 48.

S. kecuali dinyatakan lain) 54.S. (iv) Hutang jangka panjang Nilai wajar hutang jangka panjang diestimasi dengan mendiskontokan arus kas mendatang masing-masing instrumen menggunakan tingkat bunga terkini yang ditawarkan oleh bank-bank kreditur Perusahaan dan anak perusahaan untuk instrumen hutang serupa dengan jangka waktu yang setara. 148 . jika ada. Model ini menekankan pada penggunaan input nilai pasar yang dapat diobservasi yang meliputi harga forward dan spot mata uang. 2006. GAAP. (iii) Instrumen derivatif melekat Piutang dan hutang derivatif terdiri atas derivatif melekat yang diakui berdasarkan U. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan 2009 bagi Perusahaan. 2005. dan 2009 bagi Telkomsel. Pemeriksaan pajak telah selesai dilakukan untuk seluruh tahun fiskal lainnya. GAAP dan U. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. 2009.T. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PPh (lanjutan) (iii) Akuntansi untuk ketidakpastian PPh (lanjutan) Perusahaan dan anak perusahaan mencatat bunga dan denda untuk PPh kurang bayar. SEC (lanjutan) a.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. b.S. 2007. Tidak ada pemeriksaan pajak yang dilakukan untuk tahun fiskal 2003. masing-masing sebagai beban bunga dan beban lain-lain dalam laporan keuangan konsolidasian. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan model internal. (ii) Hutang bank jangka pendek Nilai tercatat akun ini mendekati nilai wajarnya karena jangka waktu instrumen kewajiban yang singkat. Tidak ada pemeriksaan pajak yang dilakukan untuk tahun fiskal 2003. Pemeriksaan pajak telah selesai dilakukan untuk seluruh tahun fiskal lainnya. 2007. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.S. Nilai wajar instrumen keuangan Metode dan asumsi berikut digunakan dalam menentukan taksiran nilai wajar tiap kelompok instrumen keuangan: (i) Kas dan setara kas dan penyertaan sementara Nilai tercatat akun ini mendekati nilai wajarnya karena jangka waktu instrumen yang singkat.

433 552. SEC (lanjutan) b.433 552.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.376.805. Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) (v) Estimasi nilai wajar aset dan kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: Nilai Nilai tercatat wajar 2010 Kas dan setara kas Penyertaan sementara Piutang derivatif Hutang derivatif Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang: Nilai perolehan penggabungan usaha tangguhan Pinjaman penerusan Obligasi dan wesel bayar Hutang bank 2009 Kas dan setara kas Penyertaan sementara Piutang derivatif Hutang derivatif Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang: Nilai perolehan penggabungan usaha tangguhan Pinjaman penerusan Wesel bayar Hutang bank 9.913.518.423 14. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.035 1. 2009.467 55.S.246 3.452 105.460 359.246 3.036. Nilai wajar yang disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi nilai tukar mata uang di masa depan.119.093 74. GAAP dan U.036.778 3.429.507 1.615 Metode dan asumsi yang digunakan dalam menentukan taksiran nilai wajar pada dasarnya mengandung unsur pertimbangan dan memiliki berbagai keterbatasan.323.553 2. 149 . DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.295 16.347 3.329.119. termasuk hal-hal sebagai berikut: a.098 14.475 7.123 15.227.326 873 43.S.831 105.734.460 359. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.467 55.326 873 43.511.831 9.805.T.666 3.972.849 370.850 1.849 370. Taksiran nilai wajar belum tentu mengindikasikan jumlah yang akan dicatat oleh Perusahaan dan anak perusahaan pada saat pelepasan/penghentian aset dan kewajiban keuangan.886.058 74.850 7.553 2.S. b.507 1. kecuali dinyatakan lain) 54.136.366 3.

924.324 (486.941.056 3. beban jasa lalu. GAAP dan U.777.318) 173.013 Komponen akumulasi laba komprehensif lainnya yang diatribusikan kepada pemegang saham adalah sebagai berikut: 2010 Laba (rugi) yang belum direalisasi atas pemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Penyesuaian atas adopsi SFAS 158 (kini ASC 715 “Compensation Retirement Benefits”): Kewajiban transisi Biaya jasa lalu Rugi aktuaria 49.194 12.S.679.901) 15.811 4.145.423 770. 2009.975) 150 .559 2009 12.506) (152.852.597 11.898.T.173 (1.823 (99. 2009.877 4.325) (123.013 4.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.898.201) (1.194. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.318.176) 604.862 17.063 15.587) (1. dan Rp2.104.870.448 18. kecuali dinyatakan lain) 54.607) 715. kewajiban transisi.660 6.679. bersih setelah pajak Laba komprehensif Laba komprehensif diatribusikan kepada: Kepentingan non-pengendali Perusahaan Jumlah 11.092.202 2008 10.748) (1. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.136 173. bersih setelah pajak masing-masing sebesar Rp596 juta.066) 166. GAAP Diatribusikan kepada Perusahaan Diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali Laba (rugi) yang belum direalisasi atas pemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi. dan 2008 Rugi aktuaria yang belum diakui.S.303) 1.117 18.164 (30.363. Rp(13.353.216.056 5.747) juta.393 4.610 17.956.467 (362.944.874.224 3. Laba komprehensif 2010 Laba bersih berdasarkan U.491 juta untuk tahun 2010.428 37.338 31. SEC (lanjutan) c.777.695 175.033 2009 18.787 (191.484. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.246 2008 (19.565 14.S.660 4.S.361.

378) (343.174 282.971 284.S.030.388 694.498 (1.006 262.T.969 83.076.325 24.995 (1.530) (410. Analisa terhadap beban imbalan berkala bersih adalah sebagai berikut: Pensiun 2010 Komponen beban imbalan berkala bersih Beban jasa Beban bunga Taksiran pengembalian aset program Amortisasi beban (laba) jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Amortisasi kewajiban transisi Beban imbalan berkala bersih Jumlah yang dibebankan ke anak perusahaan berdasarkan perjanjian 2009 2008 2010 Kesehatan 2009 2008 330.634 24.579 372. kecuali dinyatakan lain) 54.924 - 5. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.199.477 740.S. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.460) (688) (523) (839) Jumlah beban imbalan berkala bersih setelah dikurangi jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan 592.734 1.907 (1.052 739.S.835) (589.425) (1.286.007 686.921 744.154. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.099 996. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.564 - (99) (367) 15.551 72.721 28.978 283.134 1. GAAP dan U. Imbalan kerja (i) Perusahaan a.767 143.325 593.829) (930.090 1.366) 333.325 24.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. SEC (lanjutan) d.156 151 .243) - - - 268.981 903.267 372.484) (1.622 996.564 283.872 695.466 263.718) (1. 2009.

165.lancar Kewajiban – tidak lancar 1.688 (287.371 (620.236 (916.058.384 1.148) 434.523 (264.154.418 3.336) 7.254 42.019.174.651) 11.551 1.465 485.143. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.018.971 42.688 1.S.313 (264. GAAP pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009: Pensiun 2010 Perubahan kewajiban imbalan Kewajiban imbalan pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Kontribusi peserta program Rugi aktuaria Pembayaran imbalan Dampak perubahan imbalan Kewajiban imbalan pada akhir tahun Perubahan aset program Nilai wajar aset program pada awal tahun Pengembalian aktual aset program Kontribusi pemberi kerja Kontribusi peserta program Pembayaran imbalan Nilai wajar aset program pada akhir tahun Status pendanaan pada akhir tahun 2009 2010 Kesehatan 2009 11.097. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009.057) 4.924) 8.280.336) 6.T. dan bagian lancar dan tidak lancar dari aset dan kewajiban yang diakui dalam neraca konsolidasian Perusahaan berdasarkan U.057) 2009 1.S.207.003. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) b.734 1.439 7.713.S.890.376 (453. SEC (lanjutan) d.143.110 8. kecuali dinyatakan lain) 54.tidak lancar Kewajiban .181 2.753.583) 15.974 284.167.005.767 816.078.921 744.980) Kesehatan 2010 (736.588. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.054 (736.742 6.476 (405.884) (473.516.263 (1.711) Jumlah yang diakui dalam neraca konsolidasian: Pensiun 2010 Aset .300.100.753.589 (287. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.S.181 546.975 14. perubahan aset program.634 (37.007 686.061 44.174 44.022.038) (419.711) 152 .855.231) 12.692 1.457 889.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.371 1.924) 8.300.263 1.111 5.439 330.165.974 (36.223 72.578 9.741.974 83.022.199.034.090 1.854 ) 2009 (1. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban imbalan.476 1. GAAP dan U.027 990.974 12.

75% - e. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) c. kecuali dinyatakan lain) 54.5% Kesehatan 2009 10.75% 8% 2010 9.7% 10. 2009. GAAP dan U. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Taksiran tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan Tingkat pertumbuhan akhir beban kesehatan Tahun tercapainya tingkat pertumbuhan akhir 8% 8% 2011 2009 10% 8% 2012 2008 12% 8% 2011 153 .5% 8% 2009 10.5% Kesehatan 2009 10.S. d.25% 9. dan 2008 adalah sebagai berikut: Pensiun 2010 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program Tingkat kenaikan kompensasi 9.S.S. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009. Taksiran tingkat pertumbuhan beban kesehatan pada tanggal 31 Desember 2010.50% 11.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. SEC (lanjutan) d.75% 2008 12% 9. Asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menentukan beban imbalan berkala bersih masing-masing program untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember Desember 2010. Asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menentukan kewajiban imbalan untuk masing-masing program pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Pensiun 2010 Tingkat diskonto Tingkat kenaikan kompensasi 9.25% 8% 8% 8% - - - f. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Tanggal pengukuran yang digunakan dalam menentukan manfaat pensiun dan imbalan kesehatan adalah 31 Desember untuk setiap tahunnya. 2009. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.75% 2008 12% 2010 9.T.5% 8.5% 2009 10.21% 9.

154 . Asumsi tingkat pengembalian atas obligasi Pemerintah adalah sebesar 8% yang ditentukan berdasarkan tingkat pengembalian rata-rata saat ini atas obligasi Pemerintah yang akan jatuh tempo dalam waktu rata-rata 5 (lima) tahun. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. Alokasi target ditentukan berdasarkan strategi portofolio Dapen dan Yakes.S. dan 2008 dilakukan masing-masing pada tanggal 15 Maret 2011. SEC (lanjutan) d. Pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program ditentukan berdasarkan tingkat pengembalian rata-rata yang diharapkan dapat diperoleh melalui aset program yang mempertimbangkan portofolio aset dan tingkat pengembalian atas aset secara individual. Dalam penentuan asumsi tingkat pengembalian jangka panjang.7% dan 8.5% yang ditentukan dengan menggunakan kurva obligasi Pemerintah dengan tambahan sebesar 2% untuk mengakomodasi tingkat risiko yang lebih tinggi. dan 31 Maret 2009 oleh aktuaris independen. Dapen dan Yakes menentukan tingkat pengembalian atas saham bursa sebesar 13% dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian historis selama 10 tahun terakhir. Tingkat pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program Dapen dan Yakes masing-masing sebesar 9.25% dan 8. GAAP dan U.S.T.S. tingkat pengembalian historis atas aset program. Dapen dan Yakes mempertimbangkan komposisi aset dalam investasi program. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. informasi pasar terkini atas tingkat pengembalian jangka panjang dan alokasi aset kini dalam kategori aset. Tingkat pengembalian jangka panjang reksa dana ditentukan berdasarkan tingkat pengembalian dari aset terkait masing-masing sebesar 13. 22 Januari 2010.21%. yang mana untuk tahun 2011 mencerminkan tingkat ratarata pengembalian yang diharapkan atas dana yang telah atau akan diinvestasikan. Asumsi tingkat pertumbuhan kompensasi ditetapkan berdasarkan tingkat inflasi jangka panjang dengan kisaran antara 4% dan 6%. 2009. Tingkat pengembalian atas obligasi korporasi adalah sebesar 8. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. kecuali dinyatakan lain) 54. 2009.5% untuk Dapen dan Yakes. Penilaian aktuaria untuk program pensiun imbalan pasti dan program imbalan kesehatan pasca kerja pada tanggal 31 Desember 2010. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) g.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. untuk menghasilkan manfaat yang termasuk di dalam proyeksi kewajiban imbalan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Tingkat diskonto ditentukan berdasarkan kisaran suku bunga obligasi pemerintah.

S. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. Tidak terdapat konsentrasi risiko yang signifikan dalam hal sektor.S. Strategi investasi Dapen secara keseluruhan adalah untuk memperoleh suatu gabungan aset yang memungkinkan Dapen untuk memenuhi proyeksi pembayaran manfaat pensiun dengan mempertimbangkan risiko dan pengembalian. Strategi portofolio Dapen menekankan pada tingkat pengembalian optimum yang ditetapkan secara tahunan dengan mempertimbangkan risiko keuangan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Tabel dibawah ini menunjukkan alokasi aset yang ditetapkan oleh Dapen: Jenis Investasi Dari Kas dan setara kas Efek berpendapatan tetap Properti Saham bursa Saham non-publik 1% 50% 0% 10% 0% Proporsi Sampai 20% 80% 15% 40% 5% Target alokasi di atas akan bervariasi sepanjang waktu dan dapat berubah jika ada perubahan yang signifikan pada kondisi perekonomian. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. (lanjutan) Asumsi tingkat pertumbuhan beban kesehatan mempunyai dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan untuk program imbalan kesehatan. SEC (lanjutan) d.565 1-persen penurunan (130.170) h. 2009. GAAP dan U. Dapen menerapkan diversifikasi dan pengendalian risiko untuk meminimalkan konsentrasi risiko. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) g. 155 .268. Aset dialokasikan berdasarkan risiko jangka panjang dan taksiran pengembalian. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.530) (1. geografi.838 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.570. Perubahan sebesar satu persen pada asumsi tingkat pertumbuhan beban kesehatan pasca kerja akan memberikan dampak sebagai berikut: 1-persen kenaikan Pengaruh terhadap keseluruhan komponen beban jasa dan bunga Pengaruh terhadap kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja 160. operasional dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.S. kecuali dinyatakan lain) 54.T. atau nama-nama perusahaan. industri.

819 76.364 263.944.615 2.906 76.609 8.010.112 Input signifikan yang dapat diobservasi (level 2) Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) - Kelompok Kas dan setara kas Kategori aset Deposito rupiah Deposits on Call Sub-jumlah Jumlah 945.842.S.S. 2009. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) i.609 57.212 1.760.010.127 102.027 - 53.856 1.753 4.615 2.674.753 4.856 1.856 - Properti Saham bursa Saham non-publik Penyertaan saham RDPT berbasis saham non-publik Sub-jumlah Lainnya Sub-jumlah 102.984 65.121 - 69.097.763 - 51.857 168.060.856 76. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.212 1.851.T.044 104. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.060.841 263. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.121 - 51.775 - 69.364 15.851.856 76.803.694 52. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.685.841 350.813.680.516 Lainnya Jumlah 156 .900 114. kecuali dinyatakan lain) 54. GAAP dan U.044 8.857 168.856 3.900 114.630 4.688 5.364 8.324 3. SEC (lanjutan) d.802 4.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.674.112 Efek berpendapatan tetap Surat berharga Pemerintah Indonesia Obligasi Korporasi Reksa dana pendapatan tetap Reksa dana campuran Efek beragun aset dari KIK EBA Reksa dana penyertaan terbatas (”RDPT”) berbasis hutang Sub-jumlah Tanah dan Bangunan Sub-jumlah Saham bursa Reksa dana saham Sub-jumlah 5.694 52.S. Nilai wajar aset program Dapen pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 berdasarkan kategori aset adalah sebagai berikut: 2010 Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset yang identik (level 1) 945.984 65.045 263.685.364 263.630 5.

995 64.164.255 4.545.031 8.967 110.707 - 193. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. kecuali dinyatakan lain) 54.995 - - 64.S.467 4.245 110.108 3.300.255 188.545. (lanjutan) 2009 Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset yang identik (level 1) 479.104 - 5.625 Efek berpendapatan tetap Surat berharga Pemerintah Obligasi Korporasi Reksa dana pendapatan tetap Reksa dana campuran Efek beragun aset dari KIK EBA Sub-jumlah Tanah dan Bangunan Sub-jumlah 5.245 193.369.000 7.625 649.108 3.255 12.682 5.539. 157 . Aset tersebut dinilai dengan menggunakan nilai nominalnya yang mencerminkan nilai wajarnya.066 Lainnya Jumlah Kas dan setara kas termasuk deposito berjangka dan deposit on call dalam mata uang Rupiah.000 170.538 2.741.995 Saham bursa Saham bursa Reksa dana saham Sub-jumlah Penyertaan saham Sub-jumlah Lainnya Sub-jumlah 2.539.967 110.S.995 64.104 Properti 64.870 7.215 4.255 188.164.308 - - Saham non-publik 110.181 188.739.811 4.625 Input signifikan yang dapat diobservasi (level 2) Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) - Kelompok Kas dan setara kas Kategori aset Deposito rupiah Deposits on Call Sub-jumlah Jumlah 479.000 170.000 7.308 2. SEC (lanjutan) d.625 649.967 188. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.215 4.467 5. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. GAAP dan U.562.200 806.200 806. 2009. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) i.967 369.538 2.T.S.391. sehingga diklasifikasikan dalam level 1 pada hirarki nilai wajar. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.739.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 158 . RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. kecuali dinyatakan lain) 54. Investasi tersebut dinilai dengan menggunakan harga kuotasi pasar dan diklasifikasikan dalam level 1 pada hirarki nilai wajar. 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan properti. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) i. Investasi pada properti menunjukkan kepemilikan pada tanah dan bangunan. perbankan. Aset tersebut diklasifikasikan dalam level 1. kurangnya tingkat likuiditas. Karena investasi tersebut memiliki batasan-batasan dalam hal penjualan (seperti batasan transfer dan batasan periode awal) dan aktivitas yang bisa diobservasi untuk investasi tersebut terbatas. Karena investasi tersebut memiliki batasanbatasan dalam hal penjualan (seperti batasan transfer dan batasan periode awal) dan aktivitas yang bisa diobservasi untuk investasi tersebut terbatas. SEC (lanjutan) d. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Saham bursa adalah investasi pada saham biasa perusahaan domestik yang terdaftar di BEI dan reksa dana tertentu. maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar.S. obligasi.S. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. kurangnya tingkat likuiditas. Penilaian atas investasi ini membutuhkan pertimbangan yang signifikan dari manajemen mengingat tidak adanya harga kuotasi pasar. kurangnya tingkat likuiditas. dan reksa dana tertentu. Nilai wajar investasi ditentukan dengan menggunakan pendekatan biaya dan mempertimbangkan estimasi harga pasar dari aset sejenis. (lanjutan) Efek berpendapatan tetap termasuk surat berharga pemerintah. nilai wajar dari efek berpendapatan tetap didasari oleh harga yang bisa diobservasi untuk aset sejenis atau yang bisa diperbandingkan. Nilai wajar dari penyertaan saham langsung dinilai dengan menggunakan teknik pendekatan pendapatan dan pasar yang melibatkan beberapa pertimbangan yang signifikan dari manajemen. Jika tersedia. dan sifat jangka panjang dari aset maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. Penyertaan saham langsung dilakukan pada beberapa perusahaan domestik yang bergerak dalam industri telekomunikasi. GAAP dan U. RDPT berbasis hutang adalah reksa dana yang diinvestasikan pada surat berharga hutang yang diterbitkan oleh perusahaan infrastruktur. dan sifat jangka panjang dari aset. Saham non-publik terdiri dari penyertaan saham langsung dan RDPT berbasis saham non-publik. RDPT berbasis saham non-publik adalah reksa dana yang diinvestasikan pada penyertaan saham di perusahaan pembangunan dermaga.S. Penilaian atas investasi ini membutuhkan pertimbangan yang signifikan dari manajemen mengingat tidak adanya harga kuotasi pasar. Karena tidak adanya harga kuotasi pasar. 2009. Perusahaan melakukan perhitungan internal untuk mengukur nilai wajar obligasi tertentu yang nilai pasarnya tidak tersedia dengan menyesuaikan premi risiko kreditnya. dan sifat jangka panjang dari aset. hotel. atau 3 pada hirarki nilai wajar. maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar.T.

068 6.S.T.775 5.984 901 116.793 76. 2009. Mutasi selama periode berjalan atas nilai wajar aset program yang pengukurannya menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi dan RDPT berbasis saham non-publik yang informasi NAB per unit penyertaannya tidak tersedia untuk umum (level 3): 2010 Pengukuran nilai wajar menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Penyertaan saham Obligasi Saldo awal per 31 Desember 2009 Pengembalian aktual aset program: Aset terjual selama periode berjalan Aset masih dimiliki pada tanggal pelaporan Pembelian Transfer keluar dari level 3 Saldo akhir per 31 Desember 2010 Properti Reksa dana Jumlah 193.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.901 (91.983) 102.343) 122. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.995 110. kecuali dinyatakan lain) 54. SEC (lanjutan) d. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) i.793 (50. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.000) 350. (lanjutan) Aset lainnya terutama terdiri dari kupon atas surat berharga.066 - - - - - (89. GAAP dan U.S. j.516 159 .104 64.000) 53. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.000 116.S.967 - 369. Kupon tersebut diklasifikasikan dalam level 1 atau 2 pada hirarki nilai wajar berdasarkan klasifikasi surat berharga tersebut. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.329) (50.856 (7.

375 Properti 61. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) j. Aset dialokasikan berdasarkan risiko jangka panjang dan taksiran pengembalian. Yakes menerapkan diversifikasi dan pengendalian risiko untuk meminimalkan konsentrasi risiko.154) 110. GAAP dan U.000 193. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.967 (8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 2009.S.995 (19. Tabel dibawah ini menunjukkan alokasi aset yang ditetapkan oleh Yakes: Jenis Investasi Dari Kas dan setara kas Efek berpendapatan tetap Saham bursa Properti Saham non-publik 1% 40% 10% 0% 0% Proporsi Sampai 20% 85% 40% 15% 10% Target alokasi di atas akan bervariasi sepanjang waktu dan dapat berubah jika ada perubahan yang signifikan pada kondisi perekonomian.066 k. Tidak terdapat konsentrasi risiko yang signifikan dalam hal sektor.S. atau namanama perusahaan.940 Penyertaan saham 130.000 369.S. (lanjutan) 2009 Pengukuran nilai wajar menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Obligasi Saldo awal per 31 Desember 2008 Pengembalian aktual aset program: Aset terjual selama periode berjalan Aset masih dimiliki pada Tanggal pelaporan Pembelian Saldo akhir per 31 Desember 2009 135. kecuali dinyatakan lain) 54.436 7. geografi. SEC (lanjutan) d. operasional dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.104 3. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. 160 .370) 50. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.055 64.729 50.T. industri.121 Jumlah 327. Strategi investasi Yakes secara keseluruhan adalah untuk memperoleh suatu gabungan aset yang memungkinkan Yakes untuk memenuhi proyeksi pembayaran klaim biaya pengobatan dengan mempertimbangkan risiko dan pengembalian. Strategi portofolio Yakes menekankan pada tingkat pengembalian optimum yang ditetapkan secara tahunan dengan mempertimbangkan risiko keuangan.

830 1.561.140 23.166 54.262 15. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.401 887.158.209 1.209 3. GAAP dan U.152 15.053 15.900 1.240 439. 2009.468 45.766 1.857 72. Nilai wajar aset program Yakes pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 berdasarkan kategori aset adalah sebagai berikut: 2010 Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset yang identik (level 1) 778.752.166 1.S.733 887.752. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) l.540.730 Lainnya Jumlah 161 .166 - Saham non-publik Penyertaan saham RDPT berbasis saham non-publik Sub-jumlah Lainnya Sub-jumlah 6.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.590 217.030 6.900 1.152 15.933.607.405 65.590 217.240 439.218.332 5.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.271.S.857 72. SEC (lanjutan) d.468 - Kelompok Kas dan setara kas Kategori aset Deposito rupiah Deposits on Call Sub-jumlah Jumlah 778.010 Input signifikan yang dapat diobservasi (level 2) 3.864 3.140 23.005.218.362 157.362 157.010 Efek berpendapatan tetap Reksa dana pendapatan tetap Reksa dana terproteksi Reksa dana campuran RDPT berbasis hutang Sub-jumlah Saham bursa Reksa dana saham Reksa dana berbentuk KIK penyertaan terbatas berbasis saham Sub-jumlah Saham bursa 54.864 Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) 45.405 65.561.262 117.830 1.600 54.293 3.152 4.104.616.152 8. kecuali dinyatakan lain) 54.S.

DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.890 2.850 965.935 362.022.092 65.273 848.466 Lainnya Jumlah 162 .207 31.S.383 - 26.682 213.047 1.207 5.536.141 2.603 737.263 23.273 822.656 5.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.682 213.867 2. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.207 23. kecuali dinyatakan lain) 54.092 1.450. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) l. 2009.664.S.536.935 362.688 737.960 227.690 211. GAAP dan U.978 23.187.207 5.978 23.690 211.625 Input signifikan yang dapat diobservasi (level 2) Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) - Kelompok Kas dan setara kas Kategori aset Deposito rupiah Deposits on Call Sub-jumlah Jumlah 150. (lanjutan) 2009 Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset yang identik (level 1) 150.628.540.625 Efek berpendapatan tetap Surat berharga Pemerintah Obligasi Korporasi Reksa dana pendapatan tetap Reksa dana terproteksi Reksa dana campuran Rekasa dana berbentuk KIK penyertaan berbasis hutang Sub-jumlah Saham bursa Reksa dana saham 1.867 4.656 - 26.978 3.259 - 372.960 227.047 1.259 - Saham bursa Sub-jumlah Saham non-publik Penyertaan saham Sub-jumlah Lainnya Sub-jumlah 965.S.642 65. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.890 372. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.850 - - 5.978 6.450.T. SEC (lanjutan) d.628.

Aset lainnya terutama terdiri dari kupon atas surat berharga. SEC (lanjutan) d. Saham non-publik terdiri dari 100% penyertaan saham langsung pada perusahaan farmasi yang baru didirikan dan RDPT berbasis saham non-publik. Penilaian atas investasi ini membutuhkan pertimbangan yang signifikan dari manajemen mengingat tidak adanya harga kuotasi pasar. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Karena investasi tersebut memiliki batasan-batasan dalam hal penjualan (seperti batasan transfer dan batasan periode awal) dan aktivitas yang bisa diobservasi untuk investasi tersebut terbatas. dan sifat jangka panjang dari aset.T.S. obligasi Korporasi. Karena investasi tersebut memiliki batasan-batasan dalam hal penjualan (seperti batasan transfer dan batasan periode awal) dan aktivitas yang bisa diobservasi untuk investasi tersebut terbatas. 2009.S. Untuk itu obligasi tersebut diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. Efek berpendapatan tetap terdiri dari surat berharga Pemerintah. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) l. Nilai wajar dari investasi ini dinilai dengan menggunakan pendekatan biaya. Penilaian atas investasi ini membutuhkan pertimbangan yang signifikan dari manajemen mengingat tidak adanya harga kuotasi pasar. (lanjutan) Kas dan setara kas termasuk deposito berjangka dan deposit on call dalam mata uang Rupiah. dan sifat jangka panjang dari aset. Jika tersedia. kurangnya tingkat likuiditas. kurangnya tingkat likuiditas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Aset tersebut dinilai dengan menggunakan nilai nominalnya yang mencerminkan nilai wajarnya. maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. sehingga diklasifikasikan dalam level 1 pada hirarki nilai wajar. Aset tersebut diklasifikasikan dalam level 1 atau 2 pada hirarki nilai wajar. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.S. kecuali dinyatakan lain) 54. nilai wajar dari efek berpendapatan tetap didasari oleh harga yang bisa diobservasi untuk aset sejenis atau yang bisa diperbandingkan. GAAP dan U. RDPT berbasis saham non-publik adalah reksa dana yang diinvestasikan pada penyertaan saham di perusahaan pembangunan dermaga. Kupon tersebut diklasifikasikan dalam level 1 pada hirarki nilai wajar berdasarkan klasifikasi surat berharga tersebut. maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan reksa dana. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. Saham bursa adalah investasi pada saham biasa perusahaan domestik yang terdaftar di BEI dan reksa dana tertentu. Investasi tersebut dinilai dengan menggunakan harga kuotasi pasar dan diklasifikasikan dalam level 1 pada hirarki nilai wajar. 163 . RDPT berbasis hutang tertentu merupakan reksa dana yang diinvestasikan pada obligasi Korporasi dan Pemerintah. Perusahaan melakukan perhitungan internal untuk mengukur nilai wajar dari beberapa obligasi yang nilai pasarnya tidak tersedia dengan menyesuaikan premi risiko kredit masingmasing.

T.405 (143) 66.S.207 31. GAAP dan U.259) - 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.999 5.325 1.055 39. kecuali dinyatakan lain) 54.468 111.466 164 .000 45. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) m.730 2009 Pengukuran nilai wajar menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Penyertaan saham 2.468 117.999 31.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. SEC (lanjutan) d. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.207 Obligasi Saldo awal per 31 Desember 2008 Pengembalian aktual aset program: Aset terjual selama periode berjalan Aset masih dimiliki pada tanggal pelaporan Pembelian Saldo akhir per 31 Desember 2009 Jumlah 2. 2009.741 45.259 208 4.259 24. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.466 (26.000 26. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.259 5.198 6. Mutasi selama periode berjalan atas nilai wajar aset program yang pengukurannya menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi dan RDPT berbasis hutang dan saham non-publik yang informasi NAB per unit penyertaannya tidak tersedia untuk umum (level 3): 2010 Pengukuran nilai wajar menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Penyertaan saham Obligasi Saldo awal per 31 Desember 2009 Pengembalian aktual aset program: Aset terjual selama periode berjalan Aset masih dimiliki pada tanggal pelaporan Pembelian (penjualan) Transfer ke dalam level 3 Saldo akhir per 31 Desember 2010 Reksa dana Jumlah 26.S.S.467 28.

113) 24 5.569 (13.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 2009.T.033) 715.S.307 2009 40.958 40.843 458 84. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.314 39.568) 24 5.935 (14. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) n. perubahan aset program dan bagian jangka pendek dan jangka panjang kewajiban yang diakui pada neraca Telkomsel berdasarkan U. GAAP dan U.477 2009 330. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.285 42. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban. kecuali dinyatakan lain) 54.108) 451.209 458 63.028 (19.857 2008 43.031 (1.433) 24 2.S.480 50.067 47.480 165 .285 (18.067 47.939 b. SEC (lanjutan) d.314 39.112 34.028 180.000juta (ii) Telkomsel a.807juta dan program imbalan kesehatan pasca kerja sebesar Rp360. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.344 458 69.S. Program pensiun 2010 Beban jasa Beban bunga Taksiran tingkat pengembalian aset program Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Amortisasi kewajiban transisi Beban pensiun berkala bersih 50.S. Taksiran kontribusi yang akan dibayarkan oleh Perusahaan di tahun 2011 untuk program pensiun imbalan pasti sebesar Rp192. GAAP pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009: 2010 Perubahan kewajiban pensiun Kewajiban pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Rugi aktuaria Pembayaran pensiun Kewajiban pada akhir tahun 451.

SEC (lanjutan) d.052) Penilaian aktuaria untuk program pensiun dilakukan oleh aktuaris independen.T.328 (14. (6.378 45.193) 157.675) 2009 (6. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.611 61.112 (1.033) 278.586) 41.S.518) (430.817) (259.193 (11.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 166 .611 (265.S. kecuali dinyatakan lain) 54.284 (437.S.jangka pendek Kewajiban . 2009. Imbalan kerja (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) b. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.869) Jumlah yang diakui dalam neraca: 2010 Kewajiban . Tanggal pengukuran yang digunakan untuk menentukan manfaat pensiun untuk program pensiun adalah tanggal 31 Desember setiap tahunnya. (lanjutan) 2010 Perubahan aset program pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun Pengembalian aktual atas aset program pensiun Kontribusi pemberi kerja Pembayaran Nilai wajar aset program pensiun pada akhir tahun Status pendanaan pada akhir tahun 2009 185. GAAP dan U.jangka panjang c.108) 185. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.

725 1.683 238.5% 8% 12% 9% Program pensiun Telkomsel dikelola oleh Jiwasraya.2020 699. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 54. (iii) Perkiraan pembayaran imbalan Perkiraan pembayaran imbalan oleh Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: Pensiun Kesehatan 2011 2012 2013 2014 2015 2016 . Imbalan kerja (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) d.997 250.103 228.5% 2008 12% 9% 8% 10. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menentukan kewajiban imbalan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: 2010 Tingkat diskonto Tingkat kenaikan kompensasi 9% 8% 2009 10.112. SEC (lanjutan) d. Asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menentukan beban pensiun berkala bersih pada tanggal 31 Desember 2010. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 9% 2009 10.S.503.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.S.434.742 1. perusahaan asuransi milik negara (Catatan 40a. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.320 853.359 926. 2009.5% 8% e.T. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.961 9.2).S.044 263.334 828. 2009.475 219. GAAP dan U.062 167 .

832 1.527.069 Jumlah 124.S.231) 169.325 24.314 Bersih setelah pajak 123.655 114.580) 563.767 133.698) 723.886 8.197 Pajak tangguhan 634 405. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.733 374.301 Imbalan kesehatan pasca kerja 24.607 (715.536 1.346 Kewajiban transisi.201 1.456 1.467) 553.068 82.773) 45.325 24.137 Jumlah 24.320 365.869 (213. SEC (lanjutan) d.391 (290.994 (3. kecuali dinyatakan lain) 54.296.479 286.748 1. beban jasa masa lalu dan rugi aktuaria bersih tercakup dalam akumulasi laba komprehensif lainnya pada tanggal 31 Desember 2010 dan diperkirakan diakui pada beban periodik bersih untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: Pensiun Kewajiban transisi Beban jasa lalu Rugi (laba) aktuaria Kotor sebelum pajak Pajak tangguhan Bersih sesudah pajak 298 333. 2009.216.835 1.800 (1.234 Pajak tangguhan 708 381.619 Imbalan pasca kerja lainnya 22.567 (895. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.053 Imbalan pensiun Kewajiban transisi Beban jasa lalu Rugi (laba) aktuaria Jumlah 2.144 2009 Imbalan kesehatan pasca kerja 121.176 (604.621.T.851 Imbalan pasca kerja lainnya 29.624 (75.849 4.476 (928.712 14.324) 711.145.242 87.817 (937.678 Jumlah 99.205) 826.658) 304.325 Imbalan pasca kerja lainnya 6.881) 115.888 Imbalan pensiun Kewajiban transisi Beban jasa lalu Rugi (laba) aktuaria Jumlah 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.598.767 248.957 18. Imbalan kerja (lanjutan) (iv) Jumlah yang diakui sebagai akumulasi laba komprehensif lainnya pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 terdiri dari: 2010 Imbalan kesehatan pasca kerja 97. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.133 155.900 Bersih setelah pajak 99.892 11. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.S. GAAP dan U.763 168 .S.497.224) 331.299 268.623 340.659 84.

Rp16. Sewa operasi Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.585. SEC (lanjutan) e.587 juta.927 juta.467 169 .600 254. 2013. dan 2008.S. Rp68. Pengukuran nilai wajar Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat dari instrumen keuangan yang diukur dengan nilai wajar dan RDPT berbasis hutang yang informasi NAB per unit penyertaannya tidak tersedia untuk umum: 31 Desember 2010 Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan menggunakan Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset atau kewajiban yang identik (level 1) Input signifikan lainnya yang dapat diobservasi (level 2) Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Saldo Aset Surat berharga Diperdagangkan Surat berharga tersedia untuk dijual Piutang derivatif Jumlah 50 50 - - 370. GAAP dan U.467 2.467 2. 2012. Rp65. kendaraan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan infrastruktur telekomunikasi masing-masing sejumlah Rp1.986 57. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.553 610. dan 2015.467 - - 2.871 254. Pembayaran sewa minimum per tahun untuk lima tahun ke depan sebesar Rp66.972.600 57.821 57.803 juta.S. Beberapa anak perusahaan melakukan perjanjian sewa kantor yang tidak dapat dibatalkan. Perusahaan dan anak perusahaan mencatat beban sewa untuk tanah. 2014.T.890 juta. bangunan.271 juta. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.383 552. Rp2.317 juta.S. kecuali dinyatakan lain) 54.066.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.553 922. 2009. dan Rp12.269 juta masing-masing untuk tahun 2011.515 Kewajiban Hutang derivatif Jumlah 2.962 552. f. 2009. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.887 juta. dan Rp1. peralatan kantor.

819 57.326 1.557 887.773) 895.S.515 873 106 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. SEC (lanjutan) f.638 - 1.843 1.S.379) (483.816 104. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) 31 Desember 2009 Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan menggunakan Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset atau kewajiban yang identik (level 1) Input signifikan lainnya yang dapat diobservasi (level 2) Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Saldo Aset Surat berharga diperdagangkan Surat berharga tersedia untuk dijual Piutang derivatif Jumlah Kewajiban Hutang derivatif Jumlah 53 359.962 610.326 873 873 Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk instrumen keuangan yang diukur dengan nilai wajar menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Level 3 2010 Piutang derivatif dan reksa dana Saldo 1 Januari Bagian dari laporan laba rugi konsolidasian Laba yang direalisasi Laba (rugi) yang belum direalisasi Penambahan aset Penambahan beban operasional dan pemeliharaan Transfer ke dalam (keluar) level 3 RDPT Saldo 31 Desember Hutang derivatif Saldo 1 Januari Bagian dari laporan laba rugi konsolidasian Rugi yang direalisasi Rugi (laba) yang belum direalisasi Penambahan (pengurangan) aset Penambahan (pengurangan) beban operasional dan pemeliharaan Saldo 31 Desember 1.036. GAAP dan U. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.158 (481.869 - 254.125) 988.560 1.191) (354.036.769 (889.467 Level 3 2009 47.638 254.326 (897.036.833 873 873 53 104.S. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.454 1.326 1. kecuali dinyatakan lain) 54. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.594 (179) 73 2.T. 2009.036.127) (31) 873 170 .036.326 482.395.064 354.282 1.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.S. Piutang dan hutang derivatif terdiri atas derivatif melekat yang diakui berdasarkan U. Standar akuntansi baru di Amerika Serikat Pada bulan Oktober 2009. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.T. maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. FASB mengeluarkan ASU 2009-13 “Revenue Recognition (Topic 605)” (“ASU 2009-13”).S. dan sifat jangka panjang dari aset. Penilaian atas investasi ini membutuhkan pertimbangan yang signifikan dari manajemen mengingat tidak adanya harga kuotasi pasar. Piutang dan hutang derivatif yang termasuk dalam level 3 meliputi kontrak pengadaan yang mengandung instrumen derivatif valuta asing melekat. Penyesuaian nilai wajar untuk aset dan kewajiban non-keuangan tersebut dilakukan hanya dalam kondisi tertentu (misalnya ketika terdapat bukti penurunan nilai). ASU 2009-13 berlaku efektif untuk tahun fiskal yang dimulai pada atau setelah 15 Juni 2010 dan diterapkan secara prospektif. reksa dana serta obligasi Korporasi dan Pemerintah. Pada tanggal neraca tidak terdapat aset dan kewajiban non-keuangan yang dicatat dengan menggunakan nilai wajar. Obligasi Korporasi dan Pemerintah dicatat pada nilai wajar menggunakan basis surat berharga sejenis pada tanggal neraca. bukti dari pihak ketiga jika VSOE tidak tersedia. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. atau menggunakan estimasi harga penjualan jika VSOE maupun bukti dari pihak ketiga tidak tersedia. Karena tidak aktif diperdagangkan di pasar yang aktif. RDPT berbasis hutang adalah reksa dana yang diinvestasikan pada obligasi Korporasi dan Pemerintah. GAAP dan U. g. SEC (lanjutan) f. kurangnya tingkat likuiditas. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) Penyertaan sementara terutama terdiri dari saham. Karena investasi tersebut memiliki batasan-batasan dalam hal penjualan (seperti batasan transfer dan batasan periode awal) dan aktivitas yang bisa diobservasi untuk investasi tersebut terbatas. kecuali dinyatakan lain) 54. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan model internal. GAAP. ASU 2009-13 memberikan pedoman akuntansi bagi multiple deliverable arrangement untuk memudahkan perusahaan dalam mencatat barang atau jasa secara terpisah bukan sebagai unit gabungan.S. surat berharga ini diklasifikasikan sebagai level 2. 171 . Saham dan reksa dana yang tersedia di pasar aktif dicatat pada nilai wajar menggunakan harga kuotasi pasar dan diklasifikasikan sebagai level 1. ASU 2009-13 memberikan hirarki penentuan harga penjualan dari suatu penyerahan apakah menggunakan vendor specific objective evidence (VSOE) jika tersedia. Model ini menekankan pada penggunaan input nilai pasar yang dapat diobservasi yang meliputi harga forward dan spot mata uang.S.

S. FASB mengeluarkan ASU 2010-28. ASU 2009-14 memberikan pedoman akuntansi atas kontrak pendapatan yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. “Business Combination (Topic 805). ASU 2010-28 berlaku efektif untuk laporan keuangan yang diterbitkan pada tahun-tahun fiskal dan periode-periode interim yang dimulai setelah 15 Desember 2010. Intangibles – Goodwill and Other: Goodwill. 172 . ASU 2010-29 juga mengharuskan pengungkapan pro forma tambahan berupa deskripsi sifat dan jumlah penyesuaian pro froma yang material dan tidak berulang yang secara langsung teratribusi terhadap kombinasi bisnis yang dilaporkan dalam pendapatan dan penghasilan pro forma. entitas tersebut harus mengungkapkan pendapatan dan penghasilan dari entitas yang dikombinasikan seolah-olah penggabungan usaha yang terjadi selama tahun berjalan sudah terjadi pada awal periode laporan tahunan sebelumnya yang diperbandingkan. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan standar diatas terhadap laporan keuangan konsolidasian. Standar akuntansi baru di Amerika Serikat (lanjutan) Pada bulan Oktober 2009. kecuali dinyatakan lain) 54. ASU 2009-14 berlaku efektif untuk kontrak pendapatan yang terjadi atau diubah secara material untuk tahun fiskal yang dimulai pada atau setelah tanggal 15 Juni 2010 dan diterapkan secara prospektif. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penerapan dini ASU 2009-14 diperkenankan. Pada bulan Desember 2010. 2009. jika ada. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. “Software (Certain Revenue Arrangements That Include Software Elements)” (“ASU 2009-14”). Disclosure of Supplementary Pro Forma Information for Business Combinations (a consensus of the FASB Emerging Issues Task Force)”. Penerapan dini ASU 2010-29 diperkenankan. Penerapan dini ASU 2010-28 tidak diperkenankan untuk perusahaan publik. ASU 2010-28 memodifikasi pengujian penurunan nilai goodwill untuk unit pelaporan dengan nilai tercatat 0 (nol) atau negatif yang terdapat dalam Topic 350. ASU 2010-29 berlaku efektif secara prospektif untuk kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya pada atau sesudah permulaan periode pelaporan tahunan pertama yang dimulai pada atau setelah 15 Desember 2010.S. Jika terdapat indikasi penurunan nilai. Tahap 2 pengujian penurunan nilai goodwill sebagaimana diatur dalam ASC 350-20-35. Pada bulan Desember 2010. FASB mengeluarkan ASU 2009-14.S. When to Perform Step 2 of the Goodwill Impairment Test for Reporting Units with Zero or Negative Carrying Amounts (a consensus of the FASB Emerging Issues Task Force)”. (“ASU 2010-29”). Intangibles – Goodwill and Other. FASB mengeluarkan ASU 2010-29. “Intangibles – Goodwill and Other (Topic 350). (“ASU 2010-28”).T. ASU 2010-29 menyatakan bahwa jika suatu entitas publik menyajikan laporan keuangan komparatif. GAAP dan U. yang mengharuskan entitas untuk mempertimbangkan kemungkinan adanya indikasi penurunan nilai goodwill untuk setiap unit pelaporan dengan nilai tercatat 0 (nol) atau negatif. harus dilakukan untuk mengukur jumlah kerugian penurunan nilai goodwill. SEC (lanjutan) g.

715 13.221.638) (10.243.333.885 (768.638 524. kecuali dinyatakan lain) 55.536.778 29.035) 28.035.505) 21.404.458 (106.983) 96.826.679) 223.576 (5.201) (944.755 573.746) (1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.928 (462.142.693) 258.095.758.356 17.810 (230) (226.763 12.032 (29.285 775.829.068) 1.811.069.671.641 (62.799) 471.786 13.481) 109.546.106) (237.354) 1.021 18.944) (2.363) (293.525 (20.942) 18.386) 29.489.450 (8.575 16.345.643 (480. REKONSILIASI LABA BERSIH KE KAS BERSIH YANG DIPEROLEH DARI KEGIATAN OPERASI Tabel berikut ini menyajikan rekonsiliasi dari laba bersih ke arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi berdasarkan SFAS 95: 2010 Laba bersih berdasarkan GAAP Indonesia Penyesuaian untuk merekonsiliasi laba bersih menjadi kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi: Penyusutan aset tetap (Laba)/rugi dari penyelesaian awal atas PBH Pendapatan bunga Beban bunga Rugi (laba) selisih kurs Bagian (laba) rugi bersih perusahaan asosiasi Rugi (laba) penjualan aset tetap Hasil dari klaim asuransi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Amortisasi pendapatan tangguhan Amortisasi beban tangguhan Penyisihan piutang ragu-ragu dan persediaan usang Beban PPh Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Perubahan aset dan kewajiban: Piutang usaha Piutang lain-lain Persediaan Pajak dibayar di muka Beban dibayar di muka Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Hutang usaha Hutang lain-lain Hutang pajak Beban yang masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang muka pelanggan dan pemasok Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Beban LSA yang masih harus dibayar Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar Pembayaran bunga Penerimaan bunga Pembayaran PPh Penerimaan tagihan restitusi pajak Jumlah penyesuaian Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi 11.542 4.760 5.565.185.164 90.259) 388.508.349 (272.641.382 (18.053.852 (310.390.077) (19.882.207) (185.604 11.123 4.226 (122.965 (5.035 109.113 (6.928.751 398.203) (1.313 (95.289) (909.551. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.001) (742.987 (621.681) 35.412.296) 13.485 13.644.248) 659.978 (355. 2009.925 173 .481) 1.084.999 2009 11.422) 658.002) (448.113 (198.398.631 (751.704 6.988) (108.797 5.588 1.072 (841.629) (50.553.755) 24.826 2008 10.764 27.463) 348.673.139 24.749 85.465 (671.759 401.039 4.818 16.594 (421.045) 419.150) 64.169) 2.987) 29.768) (93.288) 448.834) 1.313 (1.T.162) (307.775) (333.159) 1.402 220. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.659 (11.471) 15.622 (4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful