Aspek Botani Tembakau Tanaman tembakau merupakan tanaman semusim, dalam dunia pertanian tergolong tanaman perkebunan tetapi

bukan merupakan kelompok tanaman pangan. Tanaman tembakau dibudidayakan dalam pertanian untuk dimanfaatkan daunnya sebagai pembuatan rokok. Menurut Padmo dan Djatmiko (1991), spesies tanaman tembakau yang pernah ada di dunia ini diperkirakan mencapai lebih dari 20 jenis, di mana persebaran geografis sangat mempengaruhi cara bercocok tanam serta spesies, varietas yang diusahakan, dan mutu yang dihasilkan. Klasifikasi tanaman tembakau dalam sistematika tumbuhan sebagai berikut: Regnum : Plantae Divisio : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Solanales Famili : Solanaceae Sub Famili : Nicotianae Genus : Nicotiana L. Spesies : N. tabaccum, N. rustica

Klasifikasi Tembakau Matnawi (1997) menyatakan, secara umum tembakau di Indonesia dapat dipisahkan menurut musim tanamnya yang terbagi menjadi dua jenis yaitu: 1. Tembakau Voor-Oogst

2. Disebut rajangan kuning. Berdasarkan tipe ukuran rajangannya. sedangkan rajangan hitam dikarenakan hasil fermentasi cenderung berwarna gelap. setelah melalui proses pengeringan. Harga tembakau krosok cenderung lebih mahal dari pada rajangan. Artinya. 2. tembakau rajangan dibagi menjadi dua.Tembakau semacam ini biasanya dinamakan tembakau musim kemarau atau onberegend. Metode pengeringan ini memerlukan bangunan khusus (curing shed). dimana sebelum dipasarkan. kemudian dipanen atau dipetik pada musim penghujan. untuk selanjutnya dilakukan proses pengeringan dengan bantuan sinar matahari (sun cured). Rajangan (slicing type) Tembakau rajangan sangat unik. rajangan kuning dan hitam. sebab hasil fermentasi nantinya cenderung berwarna kuning. Tembakau dipasarkan dalam bentuk rajangan. terbagi menjadi dua. Tembakau krosok dipasarkan dalam bentuk lembaran daun utuh. yaitu: 1. adalah proses pengeringan daun tembakau dengan menggunakan aliran udara bebas (angin). jenis tembakau yang ditanam pada waktu musim penghujan dan dipanen pada waktu musim kemarau. Pengeringan dengan meode ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar gula rendah namun tinggi nikotin. Berdasarkan metode pengeringannya. sebab melalui tahapan yang panjang sebelum siap dipasarkan. Krosok (leaf type) Krosok merupakan jenis yang paling banyak terdapat di dunia. Air cured. Berdasarkan warna hasil fermentasi. Tembakau Na-Oogst Tembakau Na-Oogst adalah jenis tembakau yang ditanam pada musim kemarau. terlebih dahulu dirajang sedemikian rupa. dimana hanya terdapat di Indonesia saja. Berdasarkan bentuk fisiknya. broad cut (meliputi rajangan kasar dan sedang) dan fine cut (rajangan halus). . tembakau dibedakan menjadi: 1. mulai pengeringan hingga sortasi. tembakau di Indonesia dipasarkan dalam dua wujud.

yang menghasilkan kadar gula dan nikotin yang rendah. Sun cured. adalah proses pengeringan daun tembakau dengan mengalirkan udara panas melalui pipa (flue). adalah proses pengeringan dengan menggunakan sinar matahari secara langsung (penjemuran). sedang krosok selama 7-10 hari. 3. Flue cured. sehingga diharapkan menghasilkan aroma yang harum dan manis. Fire cured. Proses penjemuran untuk tembakau rajangan berlangsung selama 2-3 hari. yang diikuti mengeringnya gagang. berkurangnya kelembaban secara perlahan selama 24 – 60 jam pertama (masa penguningan) diikuti hilangnya kadar air secara cepat hingga lamina mengering. Metode ini juga dipakai untuk pengeringan tembakau Oriental. Menurut Anonim (2002a). Berbeda dengan flue cured. adalah proses pengeringan daun tembakau dengan cara mengalirkan asap dan panas dari bawah susunan daun tembakau. prinsip pengeringan flue cured sangat sederhana. . Bahan baku yang umum digunakan agar menghasilkan asap yang cukup antara lain kayu akasia yang dicampur dengan ampas dan bongkol tebu. Pengeringan dengan meode ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar gula rendah namun tinggi nikotin.2. melainkan dijaga agar tetap mengeluarkan asap. Tembakau yang tergolong jenis ini adalah tembakau Virginia FC. 4. dimana bara api tidak dibiarkan membara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful