Edisi ke 2

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

Program Pelatihan Manajemen Bencana

1

Tinjauan Umum Manajemen Bencana
Edisi ke 2

Program Pelatihan Manajemen Bencana

1992

2

Tabel Daftar Isi
Prakata .................................................................................. 5 Kata pengantar ....................................................................... 7

BAGIAN SATU : BAHAYA DAN BENCANA ................ 11
Bab 1: Kata pengantar tentang bencana .............................. 11 Problem bencana ..................................................................... 12 Faktor-faktor sebab akibat dari bencana .................................... 14 Bab 2: Tahap-tahap dan terminologi bencana ..................... 19 Istilah-istilah bencana ............................................................... 19 Fase-fase dari satu bencana ..................................................... 21 Bab 3: Menghubungkan bencana dengan pembangunan ........................................................................ 25 Terganggunya pembangunan karena bencana ............................ 26 Bagaimana pembangunan bisa menyebabkan bencana ............... 28 Peluang-peluang pembangunan yang dimungkinkan oleh bencana 29 Bab 4: Bahaya alam .............................................................. 31 Karakteristik bahaya dan bencana khusus ................................. 32 Bab 5: Bencana-bencana yang kompleks dan majemuk ..... 51 Kekuataan sosio/politik ............................................................ 51 Pengungsi ............................................................................... 52 Peran PBB dalam emergensi kompleks ..................................... 53 Keamanan tim-tim bantuan di dalam daerah-daerah konflik ........ 54

BAGIAN DUA: KESIAPAN BENCANA ........................ 56
Bab 6: Tim manajemen bencana ......................................... 57 Tim manajemen bencana PBB ..................................................57 Tim manajemen bencana negara ............................................... 58 Tugas, peran, dan sumber-sumber daya dari PBB ...................... 59 Peran-peran dan sumber daya dari UNDP, UNDRO, dan agen-agen PBB yang lain ..........................................................59 Koordinasi : Resident Coordinator dan UN-DMT .......................66 Bab 7: Kesiapan bencana ..................................................... 68 Komponen-komponen kesiapan bencana ................................... 69 Kesiapan terhadap serangan bencana yang lambat dan yang mendadak ....................................................................... 72 Kesiapan di dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa ....................... 73 Checklist dari informasi dasar yang diperlukan oleh UN-DMT .... 74

Bab 8: Kerentanan dan penilaian resiko ............................ 82 Manajemen resiko .................................................................. 82 Kemungkinan resiko ............................................................... 82 3

Tingkat resiko yang bisa diterima ................................................... 83 Menilai resiko dan kerentanan ........................................................ 83 Bagaimana menentukan resiko ....................................................... 84 Evaluasi kerentanan ...................................................................... 86 Mengurangi kerentanan bagi pengungsi yang dipindahkan ................ 88

BAGIAN TIGA: TANGGAPAN TERHADAP BENCANA ... 90
Bab 9: Tanggapan terhadap bencana ......................................... Tujuan-tujuan kedaruratan dan bantuan paska bencana ........................ Bab 10: Penilaian bencana ......................................................... 90 91 95

Tujuan penilaian ............................................................................ 95 Proses penilaian ............................................................................ 97 Penilaian-penilaian untuk tipe-tipe bencana yang berbeda ................. 97 Bagaimana data penilaian digunakan .............................................. 98 Bab 11: Tanggapan PBB terhadap bencana .............................. 100 Elemen-elemen dan tindakan-tindakan utama dalam menanggapi bencana yang bersifat mendadak ................................................... Pertukaran informasi laporan situasi dengan UNDRO ..................... Pesan berjaga-jaga dan situasi lingkungan ....................................... Pentingnya koordinasi dan informasi ................................................ 100 102 103 104

Bab 12: Rehabilitasi dan rekonstruksi ....................................... 106 Peluang dan prioritas dalam rehabilitasi dan rekontruksi ................... 107 Badai Zenon: sebuah study kasus ................................................... 109

BAGIAN EMPAT: MITIGASI BENCANA ............................ 122
Bab 13: Mitigasi/Pengurangan .................................................. 122 Mentargetkan mitigasi di tempat yang paling berpengaruh ................. Tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko .................................... Daftar dari tindakan-tindakan mitigasi ............................................. Klasifikasi tindakan-tindakan mitigasi ............................................. Waktu untuk mitigasi ..................................................................... Mitigasi bencana sebagai satu thema pembangunan ......................... Mengkaji kapasitas, kebijakan, dan kebutuhan akan mitigasi bencana .................................................................... Sumber daya informasi : Kebutuhan akan ahli teknis ........................ Formulasi dan identifikasi proyek .................................................... Kajian resiko bencana dari semua proyek di daerah berbahaya ........ Daftar perencanaan pengurangan resiko bencana ........................... 124 125 125 127 128 130 131 134 134 135 136

Bab 14: Bantuan PBB terhadap mitigasi bencana .................... 130

Appendix .................................................................................... 139 Resolusi Majelis Umum 46/182, Penguatan Koordinasi Bantuan Darurat Kemanusiaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

4

Prakata untuk edisi ke dua
Nama informal untuk naskah ini adalah “ Modul Dasar “. Informasi yang tercakup dalam modul ini dianggap sebagai dasar dari banyak Program Pelatihan Manajemen Bencana UNDP/UNDRO (DMTP). Modul pelatihan ini menggambarkan komponen-komponen manajemen bencana dan hubungannya di dalam keseluruhan kerangka kerja agen-agen Perserikatan Bangsa Bangsa yang secara aktif terlibat dalam isu-isu emergensi dan bencana. Modul pelatihan ini dibuat untuk Program Pelatihan Manajemen Bencana UNDP/UNDRO oleh Pusat Manajemen Bencana Universitas Wisconsin. Partner-partner Operasional Teknis untuk DMTP telah memberikan saran yang berharga tentang format dan isi naskah ini. Sumber – sumber utama untuk isi mencakup Manual Bencana dan enam modul yang saling melengkapi yang disiapkan untuk DMTP. Intertect Training Services telah mengedit materi ini dan menyiapkan komponen – komponen pendidikan. Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan edisi pertama, Anda akan melihat banyak perubahan dalam edisi kedua ini. Edisi kedua ini secara siknifikan telah disusun kembali. Bab-bab yang memfokuskan pada PBB telah didekatkan pada bab-bab tentang topik-topik yang berhubungan – bukan hanya dikumpulkan bersama seperti pada bagian 4 yang lama. Bab tentang Bahaya Alam telah dipadatkan. Setiap tipe bahaya diterangkan dalam satu halaman ringkasan. Peliputan lebih luas sekarang tersedia pada modul pendamping, Pengenalan terhadap Bencana. Satu bab baru tentang Emergensi Kompleks dan Majemuk telah ditambahkan, yang menitik beratkan topik ini sebagai isu yang belakangan ini muncul ke dalam kesadaran bersama kita. Banyak bab lain telah dimodifikasi atau ditulis kembali dengan latihan-latihan dan tambahan ilustrasi-ilustrasi yang baru.

5

6

Kata pengantar untuk modul pelatihan ini
Maksud dan cakupan Tinjauan Manajemen Bencana dirancang untuk memperkenalkan subyek dari manajemen bencana kepada pembaca mitranya, para profesional PBB yang membentuk kelompok-kelompok manajemen bencana, dan badanbadan mitra pemerintah, LSM, dan lembaga donor. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran pembaca akan sifat dan manajemen bencana. Hal ini seharusnya bisa membawa ke pelaksanaan yang lebih baik dalam respon dan kesiapan bencana. Dengan menanyakan “hal yang tidak terelakan lagi “ dari bencana, kami berharap Anda dapat mulai melihat mitigasi bencana sebagai satu bagian dari pembangunan, dan bencana sebagai kesempatan untuk tujuan-tujuan pembangunan yang lebih jauh lagi. Dalam pelatihan ini kita mengambil pandangan yang luas mengenai bencana. Kami tidak akan berusaha untuk memisahkan masalah-masalah yang mengakar dalam degradasi lingkungan sebagai satu kumpulan tanggung jawab yang jelas. Pelatihan ini juga mencakup emergensi-emergensi yang meliputi kebutuhan peyediaan bantuan untuk penduduk yang mengungsi karena perang saudara atau emergensi-emergensi lainnya. Banyak bagian dari isi kursus ini didasarkan pada Manual Bencana UNDP/ UNDRO dan mengikuti prinsip-prinsip, prosedur, dan terminologinya. Tujuan pembelajaran secara keseluruhan Tujuan keseluruhan dari modul pelatihan ini adalah untuk : n menciptakan minat pada menejemen bencana n mendorong motivasi n menghubungkan pembelajaran dengan aktivitas kerja Anda n menghubungkan pembelajaran dengan nilai-nilai dan sikap-sikap mengenai manajemen bencana Kami berharap hal tersebut akan bisa dicapai lewat membaca naskah ini dan menyelesaikan latihan-latihan yang dianjurkan. Secara khusus, Anda harus dapat melakukan hal –hal berikut ini : n menggambarkan hubungan antara bahaya, kerentanan dan bencana n menggambarkan konsep dasar, tujuan, dan elemen-elemen bencana dan manajemen emergensi n menggambarkan jarak dari kesiapan yang tersedia/tindakan pengurangan, mempertimbangkan ketepatannya, kesempatan, batasan dan cara-cara pelaksanaan lewat kegiatan-kegiatan pembangunan n mengklarifikasikan tujuan, fungsi dan sarana tanggapan dari badanbadan PBB yang terlibat dalam skenario emergensi dan khususnya skenario dari Tim Manajemen Bencana PBB. . Sebelum meneruskan, tulislah dua atau tiga alasan penting mengapa Anda mengikuti pelatihan yang membahas tentang manajemen bencana ini. _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________

Q A

Bandingkan alasan-alasan Anda dengan alasanalasan lain yang ada pada halaman berikut.

7

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

Pentingnya pelatihan manajemen bencana
Mengapa bencana-bencana dan pelatihan manajemen bencana menjadi perhatian badan-badan pemerintahan, PBB, dan khususnya, UNDP dan UNDRO ? Bagaimana pemerintah dapat memberikan pembenaran dengan menambah manajemen bencana ke dalam daftar panjang prioritas yang saling bersaing ? Ada beberapa jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini.

n Pemerintah semakin menuntut badan-badan PBB untuk

n

n

n

n

n

mengkoordinasikan dalam negara tersebut semua bantuan paska bencana dari PBB dan kadang-kadang semua bantuan internasional. Oleh karena itu, pemerintah dan PBB memerlukan komunikasi yang lebih baik tentang kemampuan dan kebutuhan bersama mereka. Bencana adalah masalah yang berkembang. Bancana akan menjadi perhatian yang semakin meningkat terhadap pemerintah dan bagian yang meningkat dari aktivitas utama dari PBB. Di negara-negara yang cenderung terkena bencana, program-program negara UNDP sudah dapat dipastikan akan terpengaruh oleh bencana-bencana. Proyekproyek menjadi mundur atau mengalami penundaan ketika satu negara sedang memulihkan diri dari konsekuensi satu bahaya. Bencana adalah kejadian yang tidak rutin yang memerlukan tanggapan yang tidak rutin juga. Pemerintah dan badan-badan pembangunan pada umumnya tidak dapat menggantungkan pada prosedur normal untuk melaksanakan tanggapan yang memadai. Mereka perlu belajar dan mempraktekan ketrampilan dan perilaku khusus. Bencana secara erat terkait dengan paling tidak empat prioritas lain terhadap prioritas mana UNDP telah menerima, baik itu secara langsung atau lewat peran dukungan : orang-orang yang terusir, pengungsi dan mereka yang kembali, wanita dalam pembangunan, dan perlindungan lingkungan. Isu-isu dari subyek-subyek ini secara siknifikan saling melengkapi. Program pelatihan dalam satu subyek akan mendukung pengembangan profesional dari para staf UNDP dalam semua subyek. UNDRO telah menetapkan mandat internasional di bidang ini. Mandat ini adalah untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas yang mempromosikan kesiapan dan pengurangan dan juga tanggapan terhadap bencana. Minat-minat UNDRO diwakili di lapangan oleh UNDP. Hal ini wajib bagi kedua badan untuk mempromosikan peningkatan yang nyata dari kesadaran dan kompetensi dalam menangani bahaya, dan untuk melibatkan badan-badan PBB lain yang berkepentingan Dalam perannya sebagai Resident Coordinator, Resident Representatives UNDP dan staf pelaksana lapangan perlu melatih badan-badan setingkatnya tentang prosedur pelaksanaan dari satu tanggapan bencana yang tepat dan terkoordinasi.

8

n Masyarakat dunia menaruh minat yang sangat besar dalam bencana.

Pemerintah dan sistim PBB memiliki profil yang tinggi dalam kejadiankejadian ini yang diamati secara dekat oleh media. Badan-badan PBB dan pemerintah harus membuktikan kemampuan mereka agar dapat memproyeksikan citra yang positif terhadap penyediaan dukungan yang memadai.

Metode pelatihan Modul ini dimaksudkan untuk dua pembaca, sebagai modul untuk belajar sendiri dan peserta dalam satu loka karya pelatihan. Metode-metode pelatihan berikut ini dirancang untuk digunakan dalam loka karya dan disimulasikan dalam bentuk modul tertulis. Untuk yang belajar sendiri, naskah ini mendekati naskah tutorial karena dapat dicetak. Metode-metode pelatihan loka karya meliputi • diskusi kelompok • simulasi/main peran • handout tambahan • video • sesi-sesi pengulangan • latihan-latihan penilaian diri Anda diajak untuk menggunakan naskah ini sebagai buku kerja. Sebagai tambahan untuk catatan yang ada di pinggir halaman, Anda akan diberi kesempatan untuk berhenti dan mengevaluasi pelajaran Anda sepanjang naskah ini, lewat pertanyaan-pertanyaan yang termuat dalam naskah. Tulislah jawaban-jawaban Anda terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sebelum Anda meneruskanya untuk memastikan bahwa Anda sudah memahami poin-poin penting dari naskah ini. Naskah ini dibagi ke dalam empat bagian.Bagian Pertama menggambarkan tentang apakah bahaya itu, mengapa bahaya menjadi bencana, dan bagaimana bencana bisa mempengaruhi pembangunan. Bagian Kedua memberikan identifikasi cakupan dari manajemen bencana, kemungkinan peran Anda dalam manajemen bencana, dan memfokuskan pada aspek-aspek kesiapan. Bagian yang Ketiga menerima adanya fakta bahwa beberapa bencana akan terjadi dan mengevaluasi bagaimana menanggapi bahaya-bahaya tersebut. Bagian Keempat menyajikan mitigasi bencana sebagai satu kumpulan kegiatan yang mengurangi resiko dan dampak dari bencana. Modul pelatihan ini dilengkapi dengan dua video pendek, “ PBB dan tanggapan terhadap bencana “ dan “Mitigasi Bencana: bagaimana mengurangi kerusakan melalui pembangunan yang tepat “. Anda akan mendapat manfaat dengan membuat rencana untuk melihat kedua video ini dan dengan mengulang pertanyaan-pertanyaan diskusi yang menyertainya.

9

10

1 BAHAYA DAN BENCANA
n mendefinisikan istilah-istilah penting mengenai manajemen n n n n n n

BAGIAN

Setelah membaca materi ini dan menyelesaikan latihan-latihan yang ada, anda akan dapat : bencana menggambarkan penyebab-penyebab kerentanan terhadap bencana menggambarkan diagram kontinum dari manajemen bencana mengidentifikasikan bahaya-bahaya yang paling penting dan bagaimana bahaya-bahaya tersebut mempengaruhi masyarakat membedakan antara bahaya karena ulah manusia dan karena alam mengidentifikasikan paling tidak dua cara bagaimana pembangunan dapat secara langsung menyebabkan satu bencana menggambarkan paling tidak empat cara bagaimana bencana dapat merusak pembangunan

Tujuan Pembelajaran

BAB 1

Kata pengantar terhadap bencana

Q. Bagaimana Anda mendefinisikan “ bahaya “ dan “ bencana “ ?
bandingkanlah definisi-definisi Anda dengan definisi-definisi yang terdapat dalam naskah ini. ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________

A. Tulislah pendapat Anda pada ruang jawaban berikut, kemudian

11

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Sebelum melangkah lebih lanjut, kita harus menetapkan pemahaman umum dari istilah-istilah bahaya dan bencana. Definisi bahaya Bahaya adalah kejadian yang jarang atau ekstrim dari lingkungan karena ulah manusia atau karena alam yang secara merugikan mempengaruhi kehidupan manusia, properti atau aktivitas pada tingkat yang menyebabkan satu bencana. Definisi bencana Bencana adalah gangguan yang serius dari berfungsinya satu masyarakat, yang menyebabkan kerugian-kerugian yang besar terhadap lingkungan, material dan manusia, yang melebihi kemampuan dari masyarakat yang tertimpa bencana untuk menanggulangi dengan hanya menggunakan sumbersumber daya masyarakat itu sendiri. Bencana sering diklasifikasikan sesuai dengan cepatnya serangan bencana tersebut ( secara tiba-tiba atau perlahanlahan ), atau sesuai dengan penyebab bencana itu ( secara alami atau karena ulah manusia ). Definisi dari fenomena alam Bagian dari modul ini akan memfokuskan pada kedua istilah di atas akan tetapi kita perlu mengevaluasi kedua istilah itu dalam kaitannya dengan istilah lain : fenomena alam. Fenomena alam adalah proses klimatologis, hydrologis, atau ekologis yang ekstrim yang tidak menempatkan ancaman apapun terhadap orang-orang atau properti. Satu gempa bumi yang dahsyat pada satu area yang tidak berpenghuni, sebagai contoh, adalah satu fenomena alam, bukan satu bahaya. Demikian juga dengan banjir tahunan disepanjang sungai Nil, satu elemen penting bagi kesejahteraan dari orang-orang yang tinggal di dekat sungai itu. Definisi emergensi Istilah lain yang terkait erat dengan bencana dan digunakan diseluruh modul ini adalah emergensi. Satu bencana mungkin dianggap sebagai satu tipe khusus dari satu emergensi. “Bencana”, menunjuk pada satu periode waktu yang intens dan tingkat urgensi tertentu. Jika bencana terikat oleh satu periode khusus dimana kehidupan dan properti yang berharga seketika berada pada tingkat bahaya, satu emergensi dapat mencakup periode yang lebih umum dimana

n terdapat penurunan yang jelas dan nyata dari kemampuan penanganan n kemampuan-kemampuan penanganan hanya bersifat bertahan karena
satu kelompok atau satu masyarakat, atau adanya inisiatif-inisiatif kelompok atau masyarakat atau karena intervensi dari luar.

Problem bencana Bagian ini akan menerangkan fenomena tertentu yang mengakibatkan bencana dan emergensi-emergensi: tren-tren bencana, di mana bencanabencana itu terjadi dan siapa yang paling terpengaruh oleh bencana-bencana itu.

12

1

BAGIAN

Kata Pengantar terhadap Bencana

BAB 1

Dari awal akan bermanfaat untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa bencana-bencana dan emergensi terlalu sering dianggap sebagai kejadiankejadian menyimpang, yang dipisahkan dari “ kehidupan normal “. Dalam kenyataannya, bagaimanapun juga, yang sebaliknyalah yang benar. Bencana dan emergensi adalah refleksi-refleksi mendasar dari kehidupan yang normal. Bencana adalah konsekuensi-konsekuensi dari cara-cara masyarakat membangun diri mereka sendiri, secara ekonomi dan sosial; cara-cara dimana masyarakat dan negara berinteraksi; dan cara-cara dimana hubungan antara para pembuat keputusan dilakukan. Dengan demikian, satu banjir atau gempa bumi bukanlah satu bencana dalam dan dari dirinya sendiri. Bencana muncul dari fakta bahwa komunitas-komunitas atau kelompokkelompok tertentu terpaksa untuk menetap di area-area yang rentan terhadap dampak dari sungai yang mengamuk atau letusan gunung berapi. Penting untuk membuat satu perbedaan antara bahaya dan bencana, dan untuk mengenali pengaruh dari bahaya terhadap bencana adalah tolok ukur yang penting untuk mengetahui kerentanan masyarakat. Diagram berikut menggambarkan kombinasi dari kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan ini. Kerentanan dilihat sebagai gerak maju dari tiga tahapan: 1. Penyebab-penyebab yang mendasari : sekumpulan faktor-faktor yang sudah mengakar dalam masyarakat yang secara bersama membentuk dan menjaga kerentanan. 2. Tekanan-tekanan yang dinamis : satu proses perubahan yang memungkinkan penyebab negatif masuk ke dalam kondisi-kondisi yang tidak aman; proses ini disebabkan mungkin karena kurangnya pelayanan-pelayanan atau fasilitas dasar atau mungkin sebagai akibat dari serangkaian kekuatan makro. 3. Kondisi-kondisi tidak aman : konteks kerentanan dimana orangorang atau properti terbuka terhadap resiko bencana; lingkungan fisik yang mudah rusak adalah satu bagian; faktor-faktor lain mencakup ekonomi yang tidak stabil dan tingkat pendapatan yang rendah.

Gambar 1.1 Model kesulitan bencana Materi ini diambil dari bab pertama dari buku yang berjudul” Bencana dan kerentanan dan resiko”Piers Blaike,Terry Cannon,Ian Davis dan Ben Wisner(Harper Collins, London and NewYork)

RANGKAIAN KERENTANAN

Penyebab yang mendasari Kemiskinan Akses yang terbatas terhadap. - Struktur-struktur tenaga listrik - sumber daya Idiologi Sistem Ekonomi Faktor-faktor pra-kondisi umum

Tekanan dinamis Kurangnya -institusi lokal -pendidikan -pelatihan -ketrampilan yang memadai -investasi lokal -pasar lokal -kebebasan pers Kekuatan makro -ekspansi penduduk -urbanisasi -degradasi lingkungan

Kondisi tidak aman Lingkungan fisik yang rentan -lokasi yang berbahaya -infrastruktur dan bangunan yang berbahaya Ekonomi lokal yang rentan -kehidupan yang beresiko -tingkat pendapatan yang rendah Tindakan umum

BENCANA

=
KERENTANANAN

+
BAHA YA

Kejadiankejadian pemicu Gempa bumi Angin kencang Banjir Letusan gunung berapi Tanah longsor Kekeringan Perang, konflik sipil Kecelakaan tehnologi

13

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

Faktor-faktor sebab akibat dari bencana
Besarnya setiap bencana, diukur dari jumlah kematian, kerusakan, atau biayabiaya untuk satu negara yang sedang berkembang meningkat dengan meningkatnya marjinalisasi populasi. Hal ini disebabkan oleh tingkat kelahiran yang tinggi, masalah-masalah status tanah dan peluang ekonomi, dan kurangnya atau penempatan yang salah dari sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dari satu populasi yang berkembang. Pada saat populasi meningkat, tanah terbaik yang ada di daerah-daerah kota maupun desa sudah terpakai, dan mereka yang mencari tanah untuk pertanian atau perumahan dipaksa untuk menerima tanah yang tidak memadai. Hal ini memberikan produktivitas yang lebih rendah dan tindakan yang lebih kecil dari keamanan fisik atau ekonomi. Bagian berikut ini mempertimbangkan masing-masing dari isu tersebut. Kemiskinan Pengaruh tunggal yang sangat penting terhadap dampak dari satu bencana adalah kemiskinan. Semua faktor yang lain dapat dikurangi jika populasi yang terkena pengaruh tidak juga dibatasi oleh kemiskinan. Sebenarnya semua kajian mengenai bencana menunjukan bahwa populasi yang paling kaya bisa bertahan hidup terhadap bencana tanpa terkena akibatnya atau dapat pulih kembali secara cepat. Pada spektrum yang luas dari bencana, kemiskinan pada umumnya menjadikan orang rentan terhadap dampak bahaya. Kemiskinan menjelaskan mengapa orang-orang di daerah-daerah perkotaan terpaksa hidup diatas bukit-bukit yang cenderung terkena bencana tanah longsor, atau mengapa orang-orang tinggal didekat gunung berapi atau sungai-sungai yang selalu membanjiri pinggirannya. Kemiskinan menerangkan mengapa kekeringan meminta petani-petani miskin sebagai korban dan jarang sekali terhadap yang kaya, dan mengapa kelaparan lebih sering dari pada tidak, adalah akibat dari kurangnya daya beli untuk membeli makanan dibandingkan dengan tidak adanya makanan. Secara meningkat, kemiskinan juga menerangkan mengapa banyak orang dipaksa untuk pindah dari rumah mereka ke bagian-bagian lain dari negara mereka atau bahkan menyeberangi perbatasan-perbatasan untuk bisa bertahan hidup. Migrasi yang disebabkan karena krisis seperti itu menempatkan tantangan-tantangan yang besar baik yang terkait dengan bantuan yang bersifat segera sampai pada mereka yang harus dipindahkan dan pembangunan yang berjangka lebih lama. Pertumbuhan penduduk Terdapat hubungan yang jelas antara meningkatnya kerugian-kerugian dari satu bencana dan meningkatnya populasi. Jika ada lebih banyak orang atau bangunan dimana satu bencana terjadi, kemudian hal ini memberi kemungkinan akan adanya lebih banyak pengaruh. Pertumbuhan populasi sudah sebegitu spektakuler sehingga tidak bisa dihindari lagi bahwa lebih banyak orang akan terkena pengaruh dari bencana karena lebih banyak akan dipaksa untuk hidup dan bekerja di daerah-daerah yang tidak aman.

Photo credit: UNHCR/ M.Vannappelghem

14

1

BAGIAN

Kata Pengantar terhadap Bencana

BAB 1

Milyar Total dunia

Daerah-daerah yang sedang berkembang

Gambar 1.2 Pertumbuhan penduduk 1750-2100 Sumber: Thomas Merrick, et.al, “World Population in Transition,” Population Bulletin,Vol.42, No.2 (1986)

Daerah-daerah yang sudah berkembang

Bertambahnya jumlah penduduk akan menimbulkan perebutan jumlah sumber daya yang terbatas ( seperti, kesempatan kerja, dan lahan ) yang dapat menyebabkan terjadinya konflik. Konflik ini bisa menyebabkan migrasi yang disebabkan karena krisis. Pertumbuhan semacam itu muncul terutama sekali di negara-negara yang sedang berkembang, yang menyebabkan berbagai faktor pendorong terhadap bencana-bencana. Urbanisasi yang cepat Migrasi dan pertumbuhan penduduk yang cepat terkait dengan phenomena besar dari urbanisasi yang cepat. Proses ini juga dipercepat di negara-negara yang sedang berkembang. Hal ini dicirikan dengan penduduk pedesaan yang miskin atau kaum sipil di satu daerah konflik yang pindah ke daerah-daerah metropolitan untuk mencari peluang-peluang ekonomi dan keamanan. Jumlah yang banyak sekali dari penduduk kota yang miskin yang secara meningkat mendapatkan pilihan-pilihan yang lebih sedikit terhadap tersedianya tempattempat yang aman dan diminati untuk membangun rumah-rumah mereka. Lagi-lagi, terjadi kompetisi untuk sumber-sumber daya yang sudah jarang, konsekuensi yang tidak bisa dielakan lagi dari urbanisasi yang cepat, dapat membawa ke bencana-bencana ciptaan manusia.
Proyeksi penduduk untuk semua kota besar tahun 2025 Resiko iklim yang ekstrim

Populasi pada tahun 1984 Karachi Jakarta Kalkuta Kota Meksiko Dacca Shanghai Sao Paolo

Gambar 1.3 Proyeksi penduduk untuk semua kota besar yang rawan bencana

20-30 juta

Badai
Badai/gempa bumi

Badai/banjir Gempa bumi Badai/banjir Banjir Banjir

Populasi dalam juta

15

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Banyak tanah longsor atau bencana-bencana banjir terkait erat dengan urbanisasi yang cepat dan tidak terkendalikan yang memaksa keluargakeluarga berpenghasilan rendah untuk menetap pada lereng-lereng bukit yang terjal atau jurang-jurang, atau sepanjang tepian-tepian sungai yang cenderung mengalami banjir. Banyak korban gempa bumi di daerah-daerah perkotaan telah menjadi keluarga-keluarga yang miskin yang bidang tanahnya telah gagal dan bukan dengan rumah-rumah mereka, biasanya melalui tanah longsor yang menimpa diatas rumah mereka atau muncul dari bawah rumah mereka.

Gambar 1.4 Ketika penduduk terus berkembang, tempat hunian menyebar ke daerah marginal yang tidak aman.

Lereng yang tidak stabil

Sungai Sungai

Transisi-transisi di dalam praktek-praktek kultural Banyak perubahan-perubahan yang tidak terelakan yang terjadi di semua masyarakat menyebabkan peningkatan kerentanan masyarakat terhadap bencana. Secara jelas, semua masyarakat secara konstan berubah dan dalam satu keadaan transisi yang terus-menerus. Transisi-transisi ini sering kali sangat merusak dan tidak adil, yang menimbulkan gap pada mekanisme penanggulangan dan teknologi. Transisi-transisi ini mencakup populasi nomaden yang menjadikan penduduk pedesaan yang hidup menetap pindah ke daerah-daerah perkotaan, dan baik orang-orang pedesaan maupun perkotaan yang pindah dari satu tingkat ekonomi ke tingkat ekonomi yang lain. Secara lebih luas, contoh-contoh ini adalah perpindahan umum dari masyarakat non-industri ke masyarakat industri. Satu contoh dari dampak transisi-transisi ini adalah pengenalan akan materi-materi bangunan yang baru dan desain-desain bangunan dalam satu masyarakat yang sudah terbiasa dengan materi-materi dan desain tradisional. Hal ini sering menyebabkan materi baru yang digunakan secara salah. Di daerah-daerah yang rawan bencana, teknik-teknik bangunan baru yang tidak memadai bisa menjadikan rumah-rumah yang tidak dapat menahan gempa bumi atau badai angin ( lihat gambar berikut ). Berkumpulnya masalah ini adalah komunitas baru dimana mereka yang selamat dari bencana mendapatkan dirinya sendiri mungkin tidak memiliki sistim bantuan sosial atau jaringan untuk dibantu dalam pemulihan dari bencana. Mekanisme penanggulangan tradisional mungkin tidak ada dalam struktur baru dan masyarakat menjadi semakin tergantung pada campur tangan dari luar untuk membantu proses ini. Benturan dan praktek-praktek transisi kultural dapat juga mengakibatkan konflik sipil, sebagai contoh, sebagai akibat dari kekerasan umum yang dipicu oleh perbedaan-perbedaan agama.

16

1

BAGIAN

Kata Pengantar terhadap Bencana

BAB 1

Atap beton berkerangka baja yang terlalu kecil dan terlalu berat Bentuk asimetrik yang berbahaya Sambungan yang jelek dari atap ke tembok Tembok terlalu tinggi Sandaran dinding yang terlalu tinggi Jarak jendela yang terlalu dekat Kurangnya tembok yang berkerangka baja

Gambar 1.5 Rumah baru yang dibangun dengan kualitas jelek yang menggunakan material modern

Kualitas adukan semen yang jelek Pintu yang terlalu dekat dengan sudut

Tembok yang terlalu panjang Pembuka pintu yang terlalu lebar

Serambi yang berbahaya

Degradasi lingkungan Banyak bencana disebabkan atau diperburuk oleh degradasi lingkungan. Penggundulan hutan menyebabkan arus air atas yang cepat, yang ikut berperan terhadap terjadinya banjir. Rusaknya rawa-rawa bakau menurunkan kemampuan baris pantai untuk menahan angin tropis dan gelombang badai. Terciptanya kondisi-kondisi kekeringan-dan kedahsyatan yang relatif dan lamanya waktu kekeringan berlangsung- semata-mata satu phenomena alam. Kondisi-kondisi kekeringan bisa diperburuk oleh : pola-pola tanam yang jelek, terlalu banyaknya lahan penggembalaan, hilangnya lapisan tanah bagian atas, teknik-teknik konservasi yang tidak baik, penipisan dibagian permukaan dan bagian bawah persediaan air, dan, pada satu tingkat, urbanisasi yang tidak terkendali.
Gambar 1.6 Penebangan hutan untuk pembangunan

17

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Kurangnya kesadaran dan informasi Bencana-bencana dapat juga terjadi karena orang-orang yang rentan terhadap bahaya-bahaya itu memang tidak tahu bagaimana lepas dari cara yang merusak itu atau mengambil tindakan – tindakan perlindungan. Ketidak tahuan ini seharusnya tidak menjadi satu fungsi dari kemiskinan, tetapi kurangnya kesadaran atas tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan untuk mendirikan bangunan-bangunan yang aman di lokasi-lokasi yang aman juga. Barangkali sebagian orang tidak tahu tentang rute-rute evakuasi dan prosedur-prosedur yang aman. Penduduk lain mungkin tidak tahu dimana meminta bantuan pada saat mengalami tekanan yang berat. Meskipun demikian, poin ini tidak harus digunakan sebagai pembenaran untuk mengabaikan mekanisme penanggulangan dari sebagian besar orang yang tertimpa bencana tersebut. Di sebagian besar masyarakat yang rentan terhadap bencana, terdapat banyak pemahaman tentang respon dan tantangan terhadap bahaya. Pemahaman ini harus dimasukkan kedalam setiap upaya untuk memberikan bantuan dari luar. Perang dan kerusuhan sipil Di dalam naskah ini perang dan kerusuhan sipil dianggap sebagai bahaya, yaitu, kejadian-kejadian yang ekstrim yang mengakibatkan bencana. Perang dan perselisihan sipil terjadi sering kali sebagai akibat dari orang-orang yang terusir, satu sasaran populasi dari program pelatihan ini. Faktor-faktor sebab dan akibat dari perang dan perselisihan sipil mencakup kompetisi untuk memperebutkan sumber-sumber daya yang sudah langka, kurangnya toleransi terhadap agama atau etnis, dan perbedaan-perbedaan idiologis. Banyak dari hal ini merupakan produk sampingan dari enam faktor sebab-akibat bencana sebelumnya. bencana yang dibicarakan diatas, bagaimana Anda akan memberikan peringkat dari ketujuh faktor itu untuk negara Anda dimana Anda hidup ?

Q. Dari tujuh faktor-faktor sebab akibat

A.Buatlah daftar dari kontributor yang paling serius dulu.
1._____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ .. ____________________________________________________________ 2________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ . ____________________________________________________________ 3________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ . ____________________________________________________________ 4________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ . ____________________________________________________________ 5________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ . ____________________________________________________________ 6_______________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ . ____________________________________________________________ 7________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ____________________________________________________________

18

1

BAGIAN

Fase-fase dan terminologi Bencana

BAB 2

BAB 2

Fase-fase dan terminologi bencana
Istilah-istilah bencana
Beberapa terminologi manajemen bencana telah diperkenalkan di dalam modul ini. Daftar kata-kata yang ringkas juga disertakan untuk memberikan rincian terhadap beberapa difinisi yang berlaku ini. Daftar kata ini memuat istilah-istilah manajemen bencana seperti digunakan pada “ Draft Ketiga “ dari “ Satu daftar istilah-istilah yang terkait dengan Manajemen Bencana dengan difinisi-definisi mereka untuk dimasukkan kedalam satu daftar kata multibahasa yang disepakati secara internasional “ yang disiapkan oleh UNDRO, dan didalam Manual Manajemen Bencana UNDP/UNDRO. Meskipun demikian, konsensus tidak muncul diantara semua praktisi menejemen bencana atau akademisi yang menanggapi definisi-definisi ini. Daftar kata yang secara umum dan terstandarisasi yang dapat diterima jelas akan sangat diminati, akan tetapi sepertinya ini tidak akan muncul dalam kurun waktu beberapa tahun yang akan datang. Konsekuensinya, difinisi-difinisi berikut ini akan mewakili satu usaha kearah pengembangan konsensus. Para pengguna dari materi-materi pelatihan DMTP diminta untuk menggunakan definisi-definisi yang berlaku ini demi keseragaman dan untuk memberikan toleransi terhadap definisi-definisi dari kelompok-kelompok lain. . Dapatkah Anda memberikan satu contoh bagaimana menggunakan setiap istilah ini ? Tulislah contoh Anda pada ruangan dibawah setiap definisi. Manajemen Bencana adalah sekumpulan kebijakan dan keputusankeputusan administratif dan aktivitas-aktivitas operasional yang berhubungan dengan berbagai tahapan dari semua tingkatan bencana.
Manajemen bencana

Q

A_______________________________________________________________________________________________________________________________ _

____________________________________________________________ ____________________________________________________________ Bencana karena ulah manusia adalah situasi-situasi bencana atau emergensi dimana penyebab-penyebab utama langsung, adalah aksi-aksi manusia yang dapat diidentifisir, secara sengaja atau sebaliknya. Lepas dari “ bencana-bencana “ teknologi “ dan “ ekologi “, hal ini terutama sekali melibatkan situasi-situasi dimana rakyat sipil menderita sebagai korban, kerugian properti, sarana dan pelayanan dasar dari kehidupan sebagai akibat dari perang atau kerusuhan sipil, sebagai contohnya. Emergensi/bencana ciptaan manusia dapat berupa tipe-tipe serangan yang cepat atau lambat, dan dalam kasus kerusuhan internal, dapat mengakibatkan “ emergensiemegensi kompleks “ juga.
Bencana-bencana karena ulah manusia

_____________________________________________________________ ____________________________________________________________

A_________________________________________________________________________________________________________________________________________ _

19

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Satu definisi yang lebih luas dari bencana ciptaan manusia mengakui bahwa semua bencana disebabkan oleh manusia karena manusia telah memilih, apapun alasannya, untuk berada dimana phenomena alam terjadi yang menyebabkan pengaruh-pengaruh yang merugikan terhadap manusia.

A________________________________________________________________________________________________________ _____________________________________________________ _ ___________________________________________________ _
Resiko

___________________________________________________________ ____________________________________________________________ Resiko adalah kerugian-kerugian yang diharapkan ( kehilangan kehidupan, orang-orang yang terluka, kerusakan terhadap properti dan gangguan aktivitas ekonomi ) yang disebabkan oleh satu bahaya khusus. Resiko adalah hasil dari bahaya dan kerentanan.

A______________________________________________________________________________________________________________________________________________________ _
Kerentanan

___________________________________________________________ ____________________________________________________________ Kerentanan adalah tingkat kerugian ( sebagai contoh, dari 0% - 100 % ) sebagai akibat dari satu phenomena yang berpotensi merusak.

___________________________________________________________ ____________________________________________________________ Istilah-istilah berikut adalah kunci untuk memahami serangan bencanabencana yang lambat dan pengaruhnya terhadap populasi.
Perpindahan penduduk

A________________________________________________________________________________________________________________________________________ _

Perpindahan populasi biasanya dihubungkan dengan migrasi massa sebagai akibat krisis dimana sejumlah besar orang dipaksa untuk meninggalkan rumahrumah mereka guna mencari sarana-sarana untuk mempertahankan hidup yang lain. Perpindahan massa seperti itu biasanya sebagai akibat dari konflik, kekurangan pangan yang hebat atau runtuhnya sistim dukungan ekonomi.

A__________________________________________________________________________________________________________________________________________ _

____________________________________________________________ ____________________________________________________________ Emergensi-emergensi kompleks adalah satu bentuk emergensi karena ulah manusia dimana baik penyebab dari emergensi maupun bantuan terhadap mereka yang terkena penderitaan terikat oleh tingkat-tingkat yang intens dari pertimbangan-pertimbangan politik. Jenis emergensi ini biasanya dihubungkan dengan masalah-masalah pemindahan orang pada saat terjadi konflik sipil atau dengan orang-orang yang terjebak di daerah-daerah konflik

Emergensi-emergensi kompleks

A_________________________________________________________________________________________________________________________________________ _

____________________________________________________________ ____________________________________________________________

20

1

BAGIAN

Fase-fase dan terminologi Bencana

BAB 2

Fase-fase bencana
Bencana-bencana dapat dipandang sebagai serangkaian fase-fase dari kontinum waktu. Mengidentifisir dan memahami fase-fase ini membantu untuk menggambarkan kebutuhan-kebutuhan yang terkait dengan bencana dan memberi konsep tentang aktivitas-aktivitas manajemen bencana yang memadai. Serangan bencana-bencana yang cepat Definisi-definisi dibawah ini berhubungan dengan urutan waktu yang mengikuti munculnya serangan bencana yang cepat. Lihat Gambar 2.1.
Mitigasi Rehabilitasi Dampak bencana Fase pengurangan resiko pra-bencana Kesiapan

Bantuan

Rekonstruksi fase pemulihan pasca bencana

Gambar 2.1 Kontinum manajemen serangan bencana yang cepat

Fase pemulihan adalah periode yang munculnya mengikuti satu bencana yang tiba-tiba ( atau penemuan yang sudah terlambat dari situasi serangan yang lamban yang diabaikan) jika tindakan-tindakan pengecualiaan harus diambil untuk mencari dan menemukan mereka yang bertahan hidup dan juga memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar untuk tempat berteduh, air, makanan dan perawatan medis. ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ Rehabilitasi adalah tindakan-tindakan atau keputusan-keputasan yang diambil setelah terjadi satu bencana dengan maksud untuk memulihkan kondisi-kondisi kehidupan sebelumnya dari satu masyarakat yang terkena bencana, sementara mendorong dan memfasilitasi penyesuaian-penyesuaian seperlunya terhadap perubahan-perubahan yang disebabkan oleh bencana. ____________________________________________________________ ____________________________________________________________

Fase pemulihan

A___________________________________________________________________________________________________________________ _

Rehabilitasi

A___________________________________________________________________________________________________________________________________________ _

21

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Pemulihan kembali adalah tindakan yang dilakukan untuk membangun kembali satu komunitas setelah satu periode rehabilitasi akibat dari satu bencana. Tindakan-tindakan mencakup pembangunan rumah yang permanen, pemulihan semua pelayanan-pelayanan secara penuh, dan memulai kembali secara tuntas dari keadaan sebelum bencana.

Pembangunan kembali

A_______________________________________________________________________________________________________ _

____________________________________________________________ ____________________________________________________________ Mitigasi adalah istilah gabungan yang digunakan untuk mencakup semua tindakan yang dilakukan sebelum munculnya satu bencana ( tindakan-tindakan pra-bencana ) yang meliputi kesiapan dan tindakan-tindakan pengurangan resiko jangka panjang. ( Pengurangan telah digunakan oleh beberapa institusi atau para penulis dalam pengertian yang lebih sempit, dengan tidak memasukkan kesiapan ).

Mitigasi

A_________________________________________________________________________________________________________________________________________ _

____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________ Kesiapan terdiri dari aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk meminimalisir kerugian dan kerusakan kehidupan, mengorganisir pemindahan sementara orang-orang dan properti dari lokasi yang terancam, dan memfasilitasi secara tepat dan penyelamatan yang efektif, pemulihan dan rehabilitasi.

Kesiapan

A_________________________________________________________________________________________________________________________________________ _

____________________________________________________________ ____________________________________________________________

Serangan bencana yang lamban

Serangan bencana-bencana yang lambat
Peringatan dini Emergensi

Kesiapan

Bantuan

Urutan kontinum bencana untuk serangan bencana yang lambat adalah sama dalam hal kerangka kerja akan tetapi memiliki perbedaan-perbedaan yang penting. Istilah-istilah dan difinisi-difinisi berikut merefleksikan tambahantambahan dan modifikasi-modififikasi. Lihat Gambar 2.2.

Mitigasi Rehabilitasi

Gambar 2.2 Kontinum manajemen serangan bencana yang lamban

22

1

BAGIAN

Fase-fase dan terminologi Bencana

BAB 2

Peringatan dini adalah proses memonitor situasi-situasi dalam masyarakat atau area-area yang dikenal rentan terhadap bahaya-bahaya serangan yang lambat. Sebagai contoh, peringatan dini terhadap kelaparan bisa direfleksikan sedemikian rupa dengan indikator-indikator seperti kekeringan, penjualan ternak, atau perubahan-perubahan kondisi ekonomi. _____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________ Fase emergensi adalah periode pada saat mana tindakan-tindakan yang luar biasa harus diambil. Kewenangan-kewenangan dan prosedur-prosedur emergensi khusus bisa diterapkan untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan manusia, mempertahankan kehidupan, dan melindungi properti untuk menghindari serangan bencana. Fase ini dapat mencakup pra-bencana, kewaspadaan bencana, pemulihan bencana dan periode-periode penyembuhan. Satu fase emergensi bisa sangat banyak, seperti dalam serangan bencana yang lambat misalnya kelaparan. Fase ini juga bisa berjangka pendek, seperti misalnya setelah terjadinya gempa bumi. _____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________ Rehabilitasi adalah tindakan yang diambil setelah satu serangan bencana yang lambat dimana perhatian harus diberikan terhadap isu-isu penempatan kembali atau program-program orang-orang yang kembali, khususnya untuk orang-orang yang telah dipindahkan untuk alasan-alasan yang muncul dari konflik atau runtuhnya ekonomi.

Peringatan dini

A_______________________________________________________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _ _______________________________________________________________ _

Fase emergensi

A__________________________________________________________________________________________________________________________________________ _

Rehabilitasi

A_____________________________________________________________________________________________________________________________________________ _

_____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ____________________________________________________________

23

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

tanda pada setiap lingkaran dibawah dengan fase-fase dari satu serangan bencana yang lambat dan satu serangan yang cepat.

Q. Ujilah ingatanmu tentang dua diagram kontinum bencana. Berilah A.

Serangan bencana yang cepat

Serangan bencana yang lambat

24

1

BAGIAN

Hubungan Bencana dengan Pembangunan

BAB 3

BAB 3

Menghubungkan bencana dengan pembangunan

1

Pendahuluan Modul pelatihan ini memberikan konsep baru tentang hubungan antara bencana dan pembangunan. Konsep baru ini telah berkembang dalam masyarakat pembangunan dalam beberapa tahun terakhir ini dan merupakan sokoguru utama dari Program Pelatihan Manajemen Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa. Jarang sekali satu minggu berlalu tanpa berita satu bencana besar di media. Yang menyebabkan kematian dan kerusakan adalah satu bencana yang sering kali menghapus program-program pembangunan yang bertahun-tahun lamanya dan menjadikan mundurnya pembangunan di negara-negara dunia ketiga, yang hanya memboroskan sumber-sumber daya yang berharga. Untuk masa yang lama hubungan sebab dan akibat antara bencana dan pembangunan ekonomi dan sosial telah diabaikan. Para menteri Keuangan dan Perencanaan dan para perencana pembangunan sendiri tidak mempedulikan terhadap bencana-bencana. Hal paling baik, para perencana pembangunan berharap bahwa bencana tidak terjadi lagi, dan jika terjadi lagi, akan sangat efektif kalau hal itu ditangani pemulihannya oleh negaranegara donor dan organisasi-organisasi pemulihan. Program-program pembangunan tidak dinilai dalam konteks bencana, tidak dari pengaruh bencana pada program-program pembangunan atau dari titik apakah program-program pembangunan meningkatan kemungkinan terjadinya bencana atau meningkatkan pengaruh-pengaruh yang berpotensi merusak dari satu bencana. Bencana dilihat dalam konteks respon emergensi- tidak sebagai bagian dari program pembangunan jangka panjang. Ketika satu bencana benarbenar terjadi, respon ditujukan ke kebutuhan-kebutuhan emergensi dan pembersihan. Komunitas yang berada dibawah tekanan bencana dilihat tidak layak untuk melaksanakan pembangunan. Lingkungan paska bencana dipandang sebagai terlalu bergolak untuk mempromosikan perubahanperubahan institusi yang ditujukan pada peningkatan pembangunan jangka panjang. +
BIDANG PEMBANGUNAN

++
BIDANG POSITIF
Pembangunan bisa menyebabkan kerentanan Bencana dapat memundurkan pembangunan Pembangunan bisa mengurangi kerentanan Bencana dapat memberikan peluang pembangunan

-

+

-1

BIDANG BENCANA

-

+-

Sumber dari bab ini adalah Pembangunan dan Bencana, modul pelatihan UNDP/UNDRO yang disusun

oleh R.S. Stephenson dan Pengembangan dan Bencana: institusi study pembangunan yang disusun untuk UNDP oleh INTERTECT, Januari 1991.

Gambar 3.1 Gambar ini memetakan aspek-aspek pembangunan masyarakat dan kerentanan terhadap bencana. Gambar juga menunjukkan berbagai “orientasi” dengan orientasi mana anda bisa menganalisa pembangunan dan kerentanan bahaya. Bidang dibagi ke dalam aspek positif dan negatif dari bencana/ hubungan pembangunan dengan sumbu vertikal. Separuh bagian kanan menunjukkan sisi positif atau optimis tentang hubungan dan sisi kiri dari diagram berhubungan dengan aspekaspek negatif dari hubungan. Pernyataan pada setiap kuadran menyimpulkan konsep dasar yang diambil dari dua bidang yang saling melengkapi.

BIDANG NEGATIF

+-

25

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Kumpulan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang tentang hubungan antara bencana dan pembangunan memberikan indikasi empat thema dasar. Thema-thema yang disajikan pada gambar sebelumnya bisa dikembangkan sebagai berikut : 1. Bencana menunda program pembangunan dengan menghancurkan b inisiatif pembangunan bertahun-tahun - Perbaikan infrastruktur misalnya transport dan sistim-sistim sarana yang hancur karena banjir. 2. Pembangunan kembali setelah satu bencana memberikan peluangpeluang yang signifikan untuk memulai program-program pembangunan. - Program perumahan mandiri untuk membangun kembali rumah yang rusak akibat gempa bumi mengajarkan ketrampilanketrampilan baru, memperkuat kebanggaan komunitas dan kepemimpinan dan mempertahankan dana pembangunan yang jika tidak begitu akan diekspor ke perusahaan-perusahaan konstruksi yang besar. 3. Program-program pembangunan dapat meningkatkan kerentanan satu daerah terhadap bencana. - Peningkatan besar dalam bidang pembangunan peternakan menyebabkan banyaknya lahan penggembalaan yang berpengaruh terhadap desertifikasi ( berubahnya hutan menjadi padang pasir ) dan meningkatkan kerentanan terhadap kelaparan. 4. Program-program pembangunan dapat dirancang untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana dan konsekuensi-konsekuensi negatifnya. - Proyek-proyek perumahan yang dibangun dibawah undang-undang yang dirancang untuk bisa menahan angin kencang bisa menyebabkan kurangnya kerusakan selama badai tropis yang akan datang. Para pembuat keputusan yang mengabaikan hubungan antara bencana dan pembangunan melakukan perbuatan yang merugikan terhadap orangorang yang menaruh kepercayaan mereka kepada para pembuat keputusan. Secara meningkat, di seluruh dunia , Kementrian Perencanaan dan Keuangan yang berpikir maju dengan dukungan dari Perserikatan Bangsa Bangsa dan Organisasi Non Pemerintah sedang melakukan penilaian proyek-proyek pembangunan dalam konteks pengurangan bencana dan sedang merancang program-program pemulihan bencana dengan memperhatikan kebutuhankebutuhan pembangunan jangka panjang.

Terganggunya pembangunan karena bencana
Bencana secara serius dapat mengganggu inisiatif-inisiatif pembangunan dalam beberapa cara, termasuk : • Hilangnya sumber-sumber daya • Gangguan terhadap program-program • Pengaruh pada iklim investasi • Pengaruh pada sektor non-formal • Destabilisasi politik

26

1

BAGIAN

Hubungan Bencana dengan Pembangunan

BAB 3

Hilangnya sumber-sumber daya Sumber-sumber daya pembangunan hilang ketika satu bencana menghapus produk-produk investasi- hal itu juga memperpendek umur pembangunan investasi. Bencana mempengaruhi pembangunan lewat : • Pengaruh pada inventaris dan cadangan modal • Kerugian produksi dan penyediaan pelayanan yang disebabkan oleh kerusakan dan meningkatnya harga barang-barang dan jasa • Pengaruh-pengaruh sekunder dari bencana mencakup inflasi, masalah neraca pembayaran , meningkatnya pengeluaran fiskal, menurunnya cadangan uang • Kerugian-kerugian secara tidak langsung, sebagai contoh : pengaruh pada posisi hutang negara dapat terjadi ketika beban pelayanan hutang meningkat, negara memiliki sumber-sumber daya yang tersedia dalam jumlah yang lebih sedikit untuk diinvestasikan pada perusahaanperusahaan yang produktif. • Akibat kerugian-kerugian dari sumber-sumber daya ini meliputi: hilangnya pertumbuhan ekonomi, penundaan program-program pembangunan, pembatalan-pembatalan program, dan tidak adanya insentif terhadap investasi baru • Mungkin juga ada pergeseran dalam sumber-sumber daya manusia yang trampil terhadap aktivitas pemulihan yang jelas – satu pengalihan dari kebutuhan jangka panjang ke kebutuhan jangka pendek Gangguan terhadap program Bencana menganggu program-program yang sedang berlangsung dan membelokan sumber-sumber daya dari penggunaan-penggunaan yang direncanakan sebelumnya. Pengaruh pada iklim investasi Bencana, khususnya pada saat hal itu telah terjadi secara berulang-ulang dalam satu periode waktu yang pendek, memiliki pengaruh negatif pada insentif untuk investasi lebih lanjut. Para investor membutuhkan iklim yang stabil dan kepastian untuk terdorong menginvestasikan uangnya. Bencana lebih lanjut menutupi gambar investasi ketika bencana tersebut menyebabkan hilangnya pekerjaan, dan oleh karena itu memberi tekanan pada tuntutan pasar, dan mengakibatkan stagnasi yang membatasi pertumbuhan secara keseluruhan. Pengaruh pada sektor informal Bencana mempunyai pengaruh-pengaruh negatif yang khusus pada sektor non-formal dimana perkiraan biaya-biaya dari bencana sering kali dianggap rendah. Bencana menekan ekonomi non-formal lewat biaya-biaya langsung dari hilangnya peralatan dan perumahan ( yang sering juga berfungsi sebagai tempat-tempat bisnis ). Biaya-biaya tidak langsung dari bencana termasuk hilangnya pekerjaan , dan hilangnya pendapatan. Kadang-kadang pemasukan barang-barang bantuan pemulihan menciptakan disinsentif kepada produsen.

27

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Destabilisasi politik Tekanan pada satu negara yang disebabkan oleh bencana menyebabkan destabilisasi pemerintah. Hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan. Sebagai contoh, pemerintah mungkin saja telah salah mengelola dana bantuan pemulihan bencana, yang menyebabkan ketidak puasan pada anggota masyarakat yang terkena bencana. Atau mereka yang selamat mungkin tidak bisa memenuhi harapannya, dengan berbagai alasan, kemudian menterjemahkan kedalam bentuk protes. Pemerintah dapat juga menjadi kambing hitam atas masalah-masalah di luar kontrolnya, lagi-lagi membawa ke kemungkinan kehancurannya . Sebenarnya, sangat umum terjadi suatu pemerintah bisa runtuh atau ditumbangkan dalam dua atau tiga tahun setelah bencana besar.

Q. Ingatlah kembali bencana yang paling akhir menimpa di mana A.
1. Identifikasikan satu fasilitas yang kritis terhadap ekonomi setempat yang lumpuh pelayanannya. _________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________

Anda sudah terbiasa dengan bencana itu. Berdasarkan pengalaman tersebut, berilah tanggapan terhadap hal-hal berikut ini.

2. Berilah nama satu proyek pembangunan yang terganggu. ________________________________________________________________________ 3. Identifikasikan satu kasus dari satu investasi yang ditarik kembali atau dikurangi karena adanya bencana. ________________________________________________________________________ 4. Identifikasikan satu kasus dari pembangunan sektor non-formal yang dirugikan karena pemulihan bencana salah menempatkan kebutuhan untuk hal itu. ________________________________________________________________________ 5. Terangkan dan berilah contoh bagaimana pemerintah bisa dibuat tidak stabil oleh karena bencana. ________________________________________________________________________

Bagaimana pembangunan bisa menyebabkan bencana
Akibat-akibat sampingan dari upaya-upaya pembangunan yang bermaksud baik kadang-kadang mempunyai konsekuensi-konsekuensi yang hebat. Proyek-proyek pembangunan yang dilaksanakan tanpa mempertimbangkan bahaya-bahaya lingkungan yang ada bisa meningkatkan kerentanan terhadap bencana alam. Sebagai contoh, proyek-proyek yang dirancang untuk meningkatkan peluang pekerjaan, dan dengan demikian meningkatkan pendapatan, biasanya menarik tambahnya pertumbuhan penduduk. Orangorang yang berpenghasilan rendah mungkin harus mencari perumahan di daerah-daerah yang sebelunya dihindari, di lereng-lereng bukit atau di datarandataran. Biaya untuk bantuan pemulihan setelah adanya bencana tanah longsor atau banjir dapat melebihi keuntungan ekonomi yang dihasilkan karena tersedianya lebih banyak pekerjaan.Demikian juga halnya, proyek-proyek pembangunan bisa menyebabkan konsekuensi-konsekuensi politik yang negatif yang meningkatkan kerentanan terhadap konflik sipil.

28

1

BAGIAN

Hubungan Bencana dengan Pembangunan

BAB 3

Beberapa tipe proyek pembangunan mulai tanpa secara penuh menilai dampaknya terhadap lingkungan. Hal ini muncul bahkan didalam programprogram sebagai akibat dari satu bencana, seperti misalnya proyek-proyek rekonstruksi yang meningkatkan permintaan akan kayu untuk pembangunan rumah. Akibat dari penggundulan hutan kemudian dapat meningkatkan kerentanan terhadap longsornya tanah lumpur dan mungkin perubahanperubahan lingkungan untuk jangka panjang. Proyek-proyek pembangunan mungkin secara sadar memaksa mengambil satu pilihan antara mengurangi kerentanan terhadap bahaya atau kerentanan terhadap ekonomi. Rancangan satu proyek mungkin membutuhkan pertukaran antara dua pilihan dan memaksa satu keputusan antara dua pilihan tersebut.

. Dapatkah Anda menggambarkan bagaimana pembangunan dapat memberikan andil terhadap kerentanan berdasarkan pada contohcontoh konsekuensi-konsekuensi negatif berikut ?

Q

A.

Erosi dataran tinggi _______________________________________________________ _________________________________________________________ Penggundulan hutan __________________________________________________________ ________________________________________________________ Hilangnya keaneka ragaman hayati _______________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ Kurangnya menejemen tanah dan daratan _______________________________________________________ _______________________________________________________ Polusi air dan udara _______________________________________________________ _______________________________________________________ Sanitasi perkotaan dan pembuangan sampah yang tidak memadai _______________________________________________________ _______________________________________________________ Pembangunan daerah pantai dan laut _______________________________________________________ _______________________________________________________

Peluang-peluang pembangunan yang ditimbulkan oleh bencana
Meskipun tingkat kesadaran terhadap bencana semakin meningkat dalam masyarakat internasional, dan pengakuan akan pentingnya rencana-rencana pembangunan yang masuk akal untuk aktivitas-aktivitas pemulihan, hal ini sering memerlukan segera satu kejadian yang merusak dalam skala besar untuk menstimulir pemerintah agar memikirkan mengenai satu pendekatan pembangunan. Dengan demikian, satu bencana dapat berfungsi sebagai satu katalisator guna memperkenalkan aktivitas-aktivitas pengurangan. Hanya sedikit pekerja pembangunan menyadari peluang-peluang bahwa bencana dapat menyediakan lapangan pembangunan. Bencana sering kali menciptakan atmosfir politik dan ekonomi dimana perubahan-perubahan

Lihat tabel pada halaman berikut untuk contohcontoh dari jawabanjawaban terhadap pertanyaan-pertayaan ini.

29

Tinjauan Umum Manajemen Bencana besar dapat dibuat lebih cepat dibandingkan dengan pada saat berada dibawah kondisi-kondisi yang normal. Sebagai contoh, setelah terjadinya bencana, bisa saja tersedia peluang-peluang besar untuk melaksanakan program-program reformasi tanah, untuk memperbaikki cadangan perumahan secara keseluruhan, untuk menciptakan pekerjaan-pekerjaan dan ketrampilanketrampilan pekerjaan baru, dan untuk mengembangkan dan memajukan dasar ekonomi dari peluang-peluang komunitas yang pada saat tidak terjadi bencana hal ini tidak mungkin. Kemauan bersama untuk bertindak adalah merupakan satu keuntungan yang tidak seharusnya disia-siakan. Bencana juga dapat menyoroti daerah-daerah beresiko tinggi dimana tindakan harus diambil sebelum bencana yang lain menghantam. Realisasi dari kerentanan dapat memotivasi para pembuat kebijakan dan publik untuk berpartisipasi didalam aktivitas-aktivitas mitigasi. Bencana juga dapat berfungsi untuk menyoroti fakta bahwa negara secara serius masih belum berkembang. Dengan demikian, bencana dapat membawa masuk pendanaan dan perhatian dari masyarakat donor untuk menerapkan kebutuhan pembangunan jangka panjang. ( Henderson, 1990 )
Sektor
Industri

Gambar 3.1 Contoh pembangunan yang menyebabkan bencana atau meningkatkan kerentanan Dari Bencana dan Pembangunan: Study dalam Pembangunan Institusi, Intertect, Januari,1991

Aktivitas pembangunan
Bangunan pabrik kimia yang menyediakan pekerjaan

Hasil
Kematian akibat ketidak hatihatian terhadap pembuangan bahan kimia, meningkatnya, masalah kesehatan, kecelakaan karena sampah beracun atau sampah berbahaya Ekspansi yang tidak terkendali dari spesies baru ke dalam lingkungan, menyebabkan gagal panen Banjir dimana kanal berhadapan dengan arus air alam Cadangan air minum yang terkontaminasi Pemindahan, pemasaman Desertifikasi karena pengelompokan penduduk disekitar sumur Tanah longsor, penggundulan hutan Kematian/luka karena runtuhnya bangunan Kelaparan karena kurangnya organisasi pemerintah lokal Terbukanya populasi yang banyak terhadap resiko kematian luka/kerugian dari gelombang angin topan, angin kencang, tsunami, tanah longsor.

Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

Pengenalan spesies baru untuk mengontrol hama

Skema irigasi Meningkatkan penggunaan pestisida atau pupuk untuk menambah hasil tanaman Sumber daya Alam Konstruksi bendungan listrik tenaga air Penggalian sumur-sumur di daerah marginal Transportasi Komunikasi Pendidikan Pembangunan jalan di hutan tadah hujan Pembangunan sekolahan pada garis patahan gempa Isu-isu pembangunan, kebijakan dan perencanaan Sentralisasi proses perencanaan Pemusatan fasilitas turis pada garis pantai yang rentan, bukit yang labil

30

1

BAGIAN

Bahaya Alam

BAB 4

BAB 4

Bahaya alam
Pada bab-bab sebelumnya, diskusi mengenai bencana dan emergensi akibat dari bahaya ciptaan manusia dan ciptaan alam telah dikembangkan dalam istilah-istilah yang umum. Bagaimanapun juga, setiap bahaya mempunyai karakteristiknya sendiri-sendiri. Untuk memahami siknifikasi dan implikasi dari satu tipe khusus bencana, kita harus memiliki satu pemahaman dasar tentang alam, sebab dan akibatnya dari setiap tipe bahaya. Daftar dari tipe-tipe bahaya sangatlah panjang. Banyak bahaya yang jarang muncul atau mempengaruhi hanya populasi yang sangat sedikit saja. Bahaya-bahaya yang lain, seperti badai salju yang dahsyat, sering kali terjadi di daerah-daerah yang memang sudah siap untuk menghadapi bahaya-bahaya itu dan bahaya-bahaya tersebut jarang menjadi bencana.Akan tetapi, dari perspektif korban bencana, hal ini secara khusus tidaklah bermanfaat untuk membedakan antara bencana kecil dan bencana besar. Sebagian bencana sekarang ini hanya menjadi perhatian kecil saja bagi komunitas internasional. Hal ini mencakup salju longsor, kabut, cuaca dingin, hujan es, petir, badai salju, dan tornado. Perhatian internasional menjadi berkurang terhadap bahaya-bahaya ini karena dampak dari bahaya-bahaya tersebut hanya relatif mempengaruhi sedikit orang dan negara-negara di mana bahaya-bahaya tersebut biasanya muncul, mempunyai sumber-sumber daya dan sistim-sistim yang memadai untuk merespon tanpa bantuan dari luar. Ada beberapa tipe bahaya yang mendapatkan perhatian yang luas. Bahaya-bahaya tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut : Serangan bahaya yang mendadak – ( bahaya iklim dan geologis ) gempa bumi, tsunami, banjir, badai tropis, letusan gunung berapi, tanah longsor. Serangan bahaya yang perlahan-lahan – ( bahaya lingkungan ) kekeringan, kelaparan, degradasi lingkungan, desertifikasi, penggundulan hutan, serbuan hama. Teknologi/industri – kegagalan sistim/kecelakaan, tumpahan bahan kimia, letusan, kebakaran Perang dan kerusuhan sipil – agresi bersenjata, pemberontakan, terorisme, dan tindakan-tindakan lain yang mengakibatkan berpindahnya orang-orang atau mengungsi Epidemi – air dan/ makanan yang mengandung penyakit, penyakit yang menular dari satu orang ke orang lain ( lewat kontak dan pernapasan ), penyakit yang mengandung virus dan komplikasi-komplikasi dari luka Tipe-tipe bahaya ini disoroti dalam materi pelatihan ini. Komunitas internasional menaruh minat terhadap bahaya-bahaya tersebut karena hal itu sering mempengaruhi populasi yang besar dan kebutuhan akan bantuan dari luar sangatlah jelas. Banyak bencana secara sendirinya merupakan kejadian-kejadian internasional dan mempunyai dampak terhadap seluruh daerah.

31

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Diskripsi singkat dari setiap tipe bahaya tersebut tersaji di bawah ini. Akan menjadi tanggung jawab Anda untuk menentukan bahaya mana yang menjadi perhatian negara Anda dan kemudian menentukan untu membaca meteri mengenai bahaya-bahaya itu.

dampak kedahsyatannya.

Q. Bahaya mana yang menjadi perhatian negara Anda ? A. Buatlah daftar bahaya-bahaya yang paling penting sesuai dengan tingkat
1.________________________________________________________ 2.______________________________________________________ 3.______________________________________________________ 4.______________________________________________________ Sekarang pelajarilah lebih banyak tentang masing-masing bencana pada meteri berikut ini. Bahaya Geologi Gempa bumi Tsunami Letusan gunung berapi Tanah longsor Bahaya Iklim Badai tropis Banjir Kekeringan Bahaya Lingkungan Polusi lingkungan Penggundulan hutan Desertifikasi Penyerbuan hama Epidemi Kecelakaan Industri

Karakteristik bahaya dan bencana khusus1
Bagian ini memberikan satu indikasi dari karakteristik umum dari masingmasing tipe bahaya dan bermacam-macam tindakan menghadapi bencana yang mungkin diperlukan. Anda harus mencatat bahwa bencana mempunyai jaminan atau pengaruh-pengaruh tidak langsung yang bisa menahan bahkan setelah tipe bencana khusus secara langsung ditangani. Masalah pemindahan manusia setelah serangan bencana yang mendadak, seperti misalnya badai, mungkin berlanjut dengan baik setelah mendapatkan pertolongan segera, program-program pemulihan dan bahkan rehabilitasi yang sudah dilakukan. Dampak tambahan dapat merubah serangan bencana yang kelihatannya mendadak menjadi situasi emergensi yang berkesinambungan.
Materi dalam pencegahan bahaya dan populasinya dikutip dari Manual Manajemen Bencana UNDP/UNDRO.
1

32

1

BAGIAN

Bahaya Alam

BAB 4

Isu lebih lanjut yang harus diingat adalah mengenai konsekuensi dari satu serangan bencana yang mendadak ketika bantuan pertolongan terhalangi oleh karena adanya konflik sipil yang menyebabkan akses menjadi tidak mungkin. Dengan kata lain, terdapat banyak pertentangan. Meskipun demikian, karakteristik dasar dari tipe-tipe bencana khusus dan emergensi dan tindakan-tindakan respon yang memadai dapat disusun sebagai berikut:

n Phenomena sebab-akibat n Karakteristik umum n Bisa diramalkan n Faktor penyumbang kerentanan

n Pengaruh-pengaruh khusus n Tindakan pengurangan resiko n Tindakan kesiapan khusus n Kebutuhan pasca bencana
yang khusus yang mungkin

Tipe-tipe yang berbeda dari bencana mempunyai pengaruh-pengaruh karakteristik sementara mempertahankan aspek-aspek yang unik. Tindakan– tindakan kesiapan dan pengurangan resiko, dan respon pasca bencana dan emergensi semua dapat difasilitasi oleh “ aturan main “ seperti yang diterangkan secara singkat di bagian ini- akan tetapi harus juga disesuaikan dengan kekhususan dari kondisi-kondisi setempat. Ingat : (a.) dimana tipe-tipe bencana yang berbeda muncul secara gabungancontoh : banjir yang menyertai badai tropis- pengaruh gabungannya harus dipertimbangkan; dan dimana satu bencana menyebabkan bencana lain ( sebagai contoh kelaparan yang menyebabkan perselisihan sipil ) pengaruh gabungannya harus diantisipasi. (b) Kedahsyatan dari dampak aktualnya pada masyarakat tergantung pada faktor-faktor organisasi dan manusia dan juga faktor-faktor topografis dan alam. Legenda

o o o

Letusan gunung berapi

o o

Daerah daratan yang terpengaruh oleh badai tropis Desertifikasi aktif atau non aktif

Garis pantai yang terbuka terhadap gelombang tsunami Jalur seismik

Gambar 4.1 Peta dunia dari bahaya yang sudah dipilihkan

33

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

Gempa bumi
______________________________________________________________________________________ Fenomena Sebab-akibat Penurunan batu kerak bumi di sepanjang daerah patahan dan memantul kembali kedalam jajaran baru _______________________________________________________________________________________ Pengaruh dan karakteristik Bergetarnya bumi yang disebabkan oleh gelombang pada bagian umum atas dan bagian bawah permukaan bumi yang menyebabkan Keretakan permukaan Goncangan Tsunami Gempa bumi, vibrasi Pencairan Tanah longsor ________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Kemungkinan kemunculannya dapat ditentukan tetapi waktu yang tepat tidak dapat dipastikan. Peramalan didasarkan pada monitoring aktivitas seismik, pengaruh historis, dan observasi. ________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang memberi Lokasi hunian di daerah seismik. andil terhadap kerentanan Bangunan-bangunan yang tidak tahan terhadap gerakan tanah. Kumpulan bangunan yang padat dengan tingkat hunian yang tinggi. Kurangnya akses terhadap informasi tentang resiko gempa ________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh khusus Kerusakan fisik – kerusakan atau hilangnya yang merugikan bangunan atau infrastruktur. Kebakaran, jebolnya bendungan, tanah longsor kemungkinan terjadi banjir. Korban – Sering kali banyak, khususnya di dekat pusat gempa atau pada daerah-daerah yang berpenduduk tinggi atau dimana bangunanbangunan tidak tahan terhadap gempa. Kesehatan umum – Luka karena retak tulang merupakan masalah yang menyebar secara luas. Ancaman kedua karena banjir, cadangan air yang terkontaminasi, rusaknya kondisi kondisi sanitasi Cadangan air – Kemungkinan munculnya masalah serius yang disebabkan karena rusaknya sistim-sistim air, polusi dari sumber mata air yang terbuka dan perubahan skema air. ________________________________________________________________________________________ Kemungkinan tindakan Pemetaan bahaya pengurangan resiko Pelatihan dan program kesadaran umum Penilaian dan pengurangan kerentanan struktural Kontrol penggunaan lahan atau zonasi, peraturan Pembangunan dan Asuransi _______________________________________________________________________________________ Tindakan-tindakan Peringatan akan gempa dan program-program kesiapan khusus ________________________________________________________________________________________ Kebutuhan umum pasca Mencari dan menyelamatkan (SAR) bencana Bantuan medis emergensi Kebutuhan-kebutuhan kerusakan dan survey penilaian Bantuan pemulihan Reparasi dan rekonstruksi Pemulihan ekonomi

34

1

BAGIAN

Bahaya Alam

BAB 4

____________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian dampak Skala gempa ( Mercalli yang dimodifikasi, MSK), formulir kegunaan dan kerusakan.

Tsunami
_____________________________________________________________________________ Fenomena sebab akibat Gerakan patahan di dasar laut, yang disertai dengan gempa Tanah longsor yang muncul di bawah atau di atas laut, kemudian masuk kedalam air. Aktivitas volkanis baik yang berada di pantai atau di dekat pantai _____________________________________________________________________________________________ Karakteristik umum Gelombang tsunami jarang sekali kelihatan di air yang dalam dan banyak yang berukuran sampai 160 km di antara puncak gelombang Banyak gelombang tsunami terdiri dari 10 atau lebih puncak gelombang bergerak pada kecepatan 800 km per jam dalam perairan dalam dari lautan, berkurang kecepatannya ketika gelombang mendekati pantai Banyak gelombang tsunami menghantam pantai dalam bentuk gelombang yang pecah atau mungkin membanjiri daratan Pengaruh banjir tergantung pada bentuk garis pantai dan air pasang ____________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Sistim Peringatan Tsunami di Pacifik memonitor aktivitas seismik dan menyatakan peringatan dan pengawasan. Ombak yang digerakkan oleh gempa lokal bisa menghantam pantai terdekat dalam hitungan menit sehingga tidak memungkinkan untuk memberi peringatan. ____________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang memberikan Lokasi hunian pada daerah pantai yang rendah andil terhadap kerentanan Kurangnya bangunan yang tahan terhadap tsunami Kurangnya sistim peringatan yang tepat dan rencana evakuasi Ketidak sadaran umum akan kekuatan tsunami yang bisa merusak ____________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh umum Kerusakan fisik – Kekuatan air bisa yang merugikan meruntuhkan segala sesuatu yang berada pada jalurnya tetapi sebagian besar kerusakan terhadap bangunan dan infrastruktur akibat dari banjir. Berbaliknya gelombang dari pantai menghilangkan sedimen dan dapat meruntuhkan pelabuhan dan bangunan dan menyebabkan kapal saling bertabrakkan Korban dan kesehatan umum – Kematian muncul terutama karena hanyut dan luka-luka karena benturan dengan puing-puing. Cadangan air – Kontaminasi karena garam dan puing-puing atau sampah bisa membuat air bersih yang dapat diminum tidak tersedia Tanaman pangan dan cadangan pangan – Panen, cadangan pangan, alat-alat pertanian dan ternak mungkin hilang. Lahan bisa menjadi tidak subur karena masuknya air garam

35

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

___________________________________________________________________________________ Tindakan-tindakan Perlindungan bangunan sepanjang pantai, rumah-rumah yang berada pengurangan resiko dalam jangkauan. Membangun penghalang seperti bendungan pemecah gelombang ____________________________________________________________________________________ Tindakan-tindakan Pemetaan bahaya, perencanaan rute evakuasi kesiapan khusus Mendirikan sistim peringatan Pendidikan komunitas ____________________________________________________________________________________ Kebutuhan pasca Peringatan dan evakuasi; SAR; bantuan medis; bencana khusus melakukan penilaian bencana, menyediakan makanan, air dan tempat berlindung ____________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian dampak Survey udara daerah pantai, survey kerusakan, evaluasi sistim peringatan dan rencana evakuasi

____________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Magma yang didorong keluar lewat lubang volkanis oleh tekanan dan busa dari gas-gas yang larut. ____________________________________________________________________________________ Karakteristik umum Tipe gunungnya kerucut, gunung pelindung, gabungan Gunung dan kubah lava. Magma yang mengalir keluar pada permukaan adalah lava dan semua partikel yang padat yang dikeluarkan adalah tephra. Kerusakan sebagai akibat dari jenis material yang dikeluarkan seperti misalnya abu, aliran abu panas ( ledakan gas yang mengandung abu dan bagian-bagian kecil ), lumpur, puing, dan aliran lava. ____________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Studi sejarah geologis mengenai gunung berapi terutama sekali yang terletak pada jalur vulkanis yang dapat didefinisikan dengan jelas, seiring dengan aktivitas seismik dan observasi-observasi yang lain, bisa mengindikasikan satu gunung berapi yang akan muncul. Tidak ada indikator yang dapat dipertanggung jawabkan yang telah ditemukan dan tanda-tanda awal tidak selalu muncul. ________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Tempat hunian yang berada di lereng gunung memberikan kontribusi Tempat hunian pada jalur lumpur atau jalur lava terhadap kerentanan Bangunan dengan rancangan atap yang tidak tahan terhadap akumulasi abu Adanya meterial yang dapat terbakar Tidak adanya rencana evakuasi atau sistim peringatan

Gunung Berapi

36

1

BAGIAN

Bahaya Alam

BAB 4

________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh Korban dan kesehatan – Kematian yang disebabkan oleh khusus yang merugikan aliran abu panas, aliran lumpur dan kemungkinan aliran lava dan gas-gas beracun. Luka-luka yang disebabkan oleh batu-batu yang berjatuhan, terbakar; kesulitan bernafas karena gas dan abu. Hunian,infrastruktur dan pertanian-Kerusakan total atas segala sesuatu yang berada pada jalur abu panas, lumpur atau aliran lava; runtuhnya bangunan karena beban lumpur basah,banjir, tertutupnya jalan atau sistim komunikasi. Tanaman pangan dan cadangan makanan-Rusaknya tanaman pangan yang berada pada jalur aliran, abu bisa mematahkan cabangcabang pohon,ternak mungkin menghirup gas beracun atau abu; tanah penggembalaan bisa terkontaminasi. ________________________________________________________________________________________ Tindakan Perencanaan penggunaan lahan untuk tempat tinggal disepengurangan resiko kitar gunung berapi yang memungkinkan Tindakan-tindakan perlindungan struktural ________________________________________________________________________________________ Tindakan-tindakan Rencana-rencana emergensi volkanis nasional kesiapan khusus Pengawasan gunung dan sistim peringatan Pelatihan pegawai pemerintah dan partisipasi komunitas dalam SAR, pemadaman api ________________________________________________________________________________________ Kebutuhan-kebutuhan umum Peringatan dan evakuasi; bantuan medis; SAR; pemberian pasca bencana makanan, air dan tempat perlindungan; relokasi korban; menyediakan bantuan finansial ________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Survey udara dan daratan untuk menilai kerusakan; evaluasi dampak rencana evakuasi dan respon emergensi

________________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Meluncurnya tanah pada lereng dan bebatuan sebagai akibat getaran-getaran yang terjadi secara alami, perubahan-perubahan secara langsung kandungan air, hilangnya dukungan yang berdekatan, pengisian beban, pelapukan, atau manipulasi manusia terhadap jalurjalur air dan komposisi lereng. ________________________________________________________________________________________ Karakteristik umum Tanah longsor berbeda-beda dalam tipe gerakannya ( jatuh meluncur, tumbang, menyebar kesamping, mengalir ), dan mungkin pengaruhpengaruh sekundernya adalah badai yang kencang, gempa bumi, dan letusan gunung berapi. Tanah longsor lebih menyebar dibandingkan dengan kejadian geologi lain.

Tanah Longsor

37

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Frekuensi kemunculannya, tingkat dan konsekuensi dari tanah longsor bisa diperkirakan dan daerah-daerah yang berresiko tinggi ditetapkan dengan penggunaan informasi pada area geologi, geomorphologi, hydrologi & klimatologi dan vegetasi. ________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Tempat tinggal yang dibangun pada lereng yang terjal, tanah memberikan kontribusi yang lembek, puncak batu karang. terhadap kerentanan Tempat hunian yang dibangun pada dasar lereng yang terjal, pada mulut-mulut sungai dari lembah-lembah gunung Jalan-jalan, jalur-jalur komunikasi di daerah-daerah pegunungan Bangunan dengan pondasi yang lemah Jalur-jalur pipa yang ditanam, pipa-pipa yang mudah patah Kurangnya pemahaman akan bahaya tanah longsor ________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh umum Kerusakan fisik – Segala sesuatu yang berada di atas atau yang merugikan pada jalur tanah longsor akan menderita kerusakan. Puing-puing bisa menutup jalan-jalan, jalur-jalur komunikasi atau jalan-jalan air. Pengaruh-pengaruh tidak langsung bisa mencakup kerugian produktivitas pertanian atau lahan-lahan hutan, banjir, berkurangnya nilai-nilai properti. Korban – Kematian terjadi karena runtuhnya lereng. Luncuran puing-puing yang hebat atau aliran lumpur telah membunuh beriburibu orang. ________________________________________________________________________________________ Tindakan pengurangan Pemetaan bahaya resiko yang memungkinkan Legislasi dan peraturan penggunaan tanah Asuransi ________________________________________________________________________________________ Tindakan kesiapan Pendidikan komunitas khusus Monitoring, sistim peringatan dan sistim evakuasi ________________________________________________________________________________________ Kebutuhan khusus SAR ( penggunaan peralatan untuk memindahkan tanah ) pasca bencana bantuan medis; emergensi tempat berlindung bagi yang tidak memiliki tempat tinggal ________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Formulir-formulir pengkajian kerusakan dampak

________________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Campuran panas dan, kelembaban membentuk pusat tekanan yg rendah di atas lautan pada garis lintang tropis di mana temperatur air lebih dari 26 derajat selsius Arus angin berputar dan berkumpul di sekitar tekanan rendah yang dalam, melampaui akselerasi menuju pusat dan bergerak sepanjang jalur yang didorong oleh angin yang berhembus kearah khatulistiwa. Depresi menjadi badai tropis ketika angin mencapai kecepatan tinggi atau 117 km per jam.

Badai Tropis

38

1

BAGIAN

Bahaya Alam

BAB 4

________________________________________________________________________________________ Karakteristik umum Ketika siklon menghantam daratan, angin kencang, curah hujan yang berbeda dari biasanya dan gelombang badai menyebabkan kerusakan dengan banjir sekunder dan tanah longsor. ________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Siklon tropis dapat dilacak dari perkembangannya akan tetapi peramalan pendaratannya yang akurat biasanya hanya mungkin dilakukan beberapa jam sebelumnya karena perubahan-perubahan dapat muncul dalam perjalanannya yang tidak dapat ditebak.. ________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Tempat hunian yang dibangun di daerah-daerah pantai yang memberikan andil rendah ( dampak langsung ) terhadap kerentanan Tempat hunian yang berada di daerah yang berdekatan ( hujan lebat, banjir ) Komunikasi yang jelek atau sistim-sistim peringatan Bangunan-bangunan ringan, konstruksi tua, bangunan berkualitas jelek Elemen-elemen infrastruktur, kapal-kapal nelayan dan industri-industri kelautan ________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh Kerusakan fisik – Hilangnya bangunan dan dirusak oleh kekhusus yang merugikan kuatan yang cepat, banjir, gelombang badai dan tanah longsor. Korban dan kesehatan umum – Bisa disebabkan oleh puing-puing yang berterbangan, atau banjir. Kontaminasi cadangan air bisa mengakibatkan wabah virus dan malaria. Cadangan air – Air tanah terkontaminasi oleh air banjir. Tanaman pangan dan cadangan pangan – Angin kencang dan hujan dapat merusak tanaman yang belum dipanen, perkebunan dan stok pangan. Komunikasi dan logistik – Gangguan yang hebat mungkin terjadi ketika angin merusak jalur telepon, antena dan piringan satelit. Transportasi bisa terputus. ________________________________________________________________________________________ Tindakan pengurangan Penilaian resiko dan pemetaan bahaya resiko yang memungkinkan Kontrol penggunaan tanah dan manajemen dataran rendah Pengurangan kerentanan bangunan Perbaikan pada penutup vegetasi ________________________________________________________________________________________ Tindakan kesiapan Sistim peringatan publik khusus Rencana evakuasi Pelatihan dan partisipasi masyarakat ________________________________________________________________________________________ Kebutuhan umum Evakuasi dan emergensi tempat untuk berlindung; SAR; bantuan pasca bencana medis; purifikasi air; penetapan kembali logistik dan jaringan komunikasi; penilaian bencana; penyediaan bibit untuk ditanam. ________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Formulir penilaian kerusakan, survey udara dampak

39

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Banjir ________________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Banjir bandang yang terjadi secara alami, banjir sungai dan banjir pantai dari curah hujan yang tinggi atau banjir yang terkait dengan pola-pola cuaca musiman Manipulasi manusia terhadap batas air, kolam-kolam drainase dan tanah dataran ________________________________________________________________________________________ Karakteristik umum Banjir bandang – peluncuran air bagian atas yang cepat, gagalnya bendungan, pecahnya hambatan es Banjir sungai – Penguatan yang lambat, biasanya musiman dalam sistim sungai Banjir pantai – Terkait dengan siklon tropis, ombak tsunami, gelombang badai Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat bahaya : kedalaman air, durasi, velositas, tingkat pasang, frekuensi kemunculannya, keteraturannya ________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Ramalan banjir tergantung pada pola-pola musiman, kapasitas kolam drainase, pemetaan tanah dataran, survey lewat udara dan daratan. Peringatan mungkin akan baik dilakukan sebelumnya untuk banjir musiman, tetapi hanya beberapa menit sebelumnya dalam kasus gelombang badai. banjir bandang, atau tsunami __________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Lokasi tempat hunian ada pada tanah dataran (endapan) memberikan kontribusi Kurangnya kesadaran akan bahaya banjir terhadap kerentanan Pengurangan kapasitas serapan dari tanah ( erosi, beton ) Bangunan-bangunan dan pondasi yang tidak tahan terhadap banjir Elemen-elemen infrastruktur yang berresiko tinggi Stok pangan dan tanaman yang belum dipanen yang tidak terlindungi Kapal nelayan dan industri-industri kelautan ___________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh Kerusakan fisik – Bangunan yang rusak karena hanyut, khusus yang merugikan yang menjadi kebanjiran, runtuh, pengaruh dari puing yang mengapung. Tanah longsor karena tanah sudah jenuh. Kerusakan lebih banyak di bukit dari pada di daerah yang terbuka. Korban dan kesehatan umum- Kematian karena hanyut tetapi hanya sedikit yang cidera. Kemungkinan munculnya wabah malaria, diare dan infeksi karena firus. Cadangan air – Kontaminasi sumur dan mungkin air tanah. Air bersih mungkin tidak tersedia. Tanaman pangan dan cadangan makanan – Panen dan stok pangan mungkin hilang karena banjir. Binatang, alat-alat pertanian dan bibit mungkin hilang. Pemetaan tanah dataran, kontrol penggunaan tanah.

40

1

BAGIAN

Bahaya Alam

BAB 4

___________________________________________________________________________________________ Tindakan pengurangan Kontrol banjir ( kanal, tanggul,waduk, penahan banjir resiko yang memungkinkan kontrol erosi ) ___________________________________________________________________________________________ Tindakan kesiapan Deteksi banjir dan sistim peringatan khusus Partisipasi masyarakat dan pendidikan Pengembangan rencana induk untuk manajemen tanah dataran ___________________________________________________________________________________________ Kebutuhan umum SAR; bantuan medis; penilaian bencana; persediaan air dan pasca bencana makanan jangka pendek; purifikasi air; pengawasan epidemilogis; tempat berteduh sementara ___________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Formulir survey dampak, survey udara dampak

Kekeringan
___________________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Penyebab langsung – Kurangnya curah hujan Kemungkinan penyebab-penyebab yang menggaris bawahi – El-Nino ( serangan permukaan air yang hangat ke dalam perairan Pasifik Amerika Selatan yang secara normal lebih dingin ); Perubahan-perubahan yang disebabkan oleh manusia pada tanah dan permukaan tanah; temperatur permukaan laut yang semakin tinggi; meningkatnya karbon dioksida atmosforik dan gas-gas rumah kaca. ___________________________________________________________________________________________ Karakteristik umum Berkurangnya tersedianya kelembaban dan air hanyalah sementara saja dan penting dalam kaitannya dengan norma. Kekeringan meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dan kekeringan hydroorologis adalah berkurangnya sumber daya air. Kekeringan pertanian adalah dampak kekeringan pada aktivitas manusia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor : munculnya sistim irigasi, kapasitas penyimpangan kelembaban tanah, waktu curah hujan dan perilaku adaptif dari para petani. ___________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Periode-periode kekeringan yang tidak seperti biasa dalam seluruh sistim cuaca. Data curah hujan dan hydroorologis harus secara hatihati dianalisa dengan faktor-faktor yang mempengaruhi didalam meramalkan kekeringan, akan tetapi, memberi peringatan sebelumnya biasanya dimungkinkan.

41

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

___________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Lokasi di daerah kering dimana kondisi-kondisi kering mememberikan andil ningkat yang disebabkan karena kekeringan. terhadap kerentanan Pertanian pada tanah marjinal, pertanian subsisten Kurangnya cadangan bibit Daerah-daerah yang tergantung pada sistim cuaca yang lain guna mendapatkan sumber-sumber daya air Daerah-daerah penyimpangan kelembaban tanah yang rendah Kurangnya pengenalan dan alokasi dari sumber-sumber bahaya kekeringan ___________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh Berkurangnya pendapatan untuk para petani; berkurangnya khusus yang merugikan daya beli dari sektor pertanian; meningkatnya harga makanan pokok, naiknya tingkat inflasi, memburuknya status gizi, kelaparan, penyakit, kematian, berkurangnya sumber air minum, migrasi, meledaknya komunitas, hilangnya ternak. ___________________________________________________________________________________________ Tindakan pengurangan Sistim peringatan dini mengenai kekeringan dan kelaparan resiko yang memungkinkan ___________________________________________________________________________________________ Tindakan kesiapan Pembangunan rencana tanggapan antar-institusi khusus ___________________________________________________________________________________________ Kebutuhan umum Tindakan-tindakan untuk mengelola keamanan pangan : pasca bencana kestabilan harga, subsidi pangan, program-program penciptaan lapangan kerja, distribusi makanan umum, program pemberian makanan tambahan, program-program khusus untuk peternakan dan padang rumput, program kesehatan dan tambahan air; rehabilitasi _________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Survey gizi, survey sosioekonomi, pemantauan curah hujan dampak dan data hydrologi, perbandingan satelit.

Polusi Lingkungan
________________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Polusi udara – polutan seperti sulfur dioksida, nitrogen oksida, partikel-partikel, karbon monoksida, dan timah dari industri dan transportasi. Polusi laut – Sampah, sampah cair industri, kotoran laut, tumpahan minyak dan zat-zat radio aktif yang dibuang kelaut. Polusi air segar – Pembuangan kotoran manusia dan kotoran air domestik ke dalam danau dan sungai, kotoran cair industri, penggunaan irigasi dan pestisida, larian air atas yang mengandung nitrogen dari pupuk. Meningkatnya larian air atas karena penggundulan hutan yang menyebabkan sedimentasi. Kemungkinan pemanasan global – Akumulasi karbon dioksida dari bahan bakar fosil yang mudah terbakar, penggundulan hutan, dan methan dari ternak. Penipisan ozon – Kloroflorokarbon (CFCs) yang dilepas kedalam atmosfir menipiskan pelindung ozon terhadap sinar ultraviolet.

42

1

BAGIAN

Bahaya Alam

BAB 4

_________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Polusi berhubungan dengan konsumsi per kapita sehingga, ketika negara-negara semakin berkembang, polusi juga akan cenderung meningkat. Penggundulan hutan semakin meningkat di beberapa negara. _________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Tingkat industrialisasi yang tinggi dan konsumsi per kapita memberikan andil Kurangnya peraturan tentang polutan terhadap kerentanan Sumber-sumber daya yang tidak mencukupi untuk menghadapi dampak polusi _________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh Polusi udara – Rusaknya tanaman pertanian, hutan, sistim khusus yang merugikan air, material untuk bangunan dan kesehatan manusia. Polusi air – Menyebarnya patogen, luka terhadap binatang laut, menyebarnya bahan kimia ke lingkungan yang mempengaruhi kesehatan manusia, binatang dan kehidupan laut. Pemanasan global – Permukaan laut menaik, iklim berubah, temperatur meningkat Penipisan ozon – Meningkatnya penyakit kanker kulit, katarak, menurunnya fungsi-fungsi sistim kekebalan, merusak kehidupan laut. _________________________________________________________________________________________ Tindakan pengurangan Menetapkan standar kualitas udara sekelilingnya resiko yang memungkinkan Menetapkan batas emisi untuk setiap polutan Menetapkan kebijakan-kebijakan proteksi untuk cadangan air Mengurangi penggunaan pestisida dengan manajemen terpadu Mengurangi tingkat penggundulan hutan dan menaikan penanaman pohon Mempromosikan efisiensi energi Membuat peraturan penggunaan aerosol dan pembuangan unit-unit pendingin Melarang memproduksi dan menggunakan CFCs _________________________________________________________________________________________ Tindakan kesiapan Menetapkan keamanan lingkungan nasional dan rencana per khusus lindungan. Menciptakan program pendidikan untuk kesadaran lingkungan Melatih pegawai pemerintah sebagai bagian dari program pembangunan _________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Penginderaan jarak jauh, survey udara dan daratan dampak Pengetesan tanah , udara dan air Pembandingan data iklim Survey sosioekonomi

43

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

_________________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Menyebarnya pertanian dan tanah penggembalaan Pengumpulan kayu bakar Penebangan pohon _________________________________________________________________________________________ Karakteristik umum Memberi andil terhadap bahaya-bahaya yang lain dengan menghilangkan sistim akar yang menstabilkan tanah, berfungsi sebagai penyaring dan penyangga, yang melakukan penapisan air kedalam tanah dan mempertahankan kelembaban tanah. penghilangan biomas daun dan produk-produk hutan pembakaran dan pembusukan kayu yang sudah mati _________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Peningkatan fokus global tentang bahaya bisa mengembangkan data base yang menyebabkan ke satu peningkatan kesadaran terhadap masalah dan mengidentifisir dimana masalah itu muncul. Secara keseluruhan, tren global menurun ketika tindakan-tindakan konservasi diberlakukan, tetapi kerusakan hutan meningkat pada tingkat yang membahayakan di beberapa negara. _________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Belum berkembang memberikan andil Ketergantungan pada kayu untuk bahan bakar dan income terhadap kerentanan Penebangan kayu yang tidak diatur dan pembukaan lahan Pertumbuhan populasi yang cepat Perkembangan yang cepat dari daerah-daerah pemukiman dan industri _________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh Penggundulan hutan yang menyebabkan hilangnya produk khusus yang merugikan produk bebas dari hutan seperti buah-buahan dan obat-obatan, dan menurunnya kultur-kultur tradisional. Hal ini bisa memberi tekanan pada ekonomi yang mengimpor produk-produk hutan dan tergantung pada produk-produk kayu. Penggundulan hutan juga memberi andil pada bahaya lain, seperti misalnya : Banjir – Penggundulan hutan pada garis batas air dapat meningkatkan banjir yang hebat, mengurangi aliran sungai, mengeringkan sumber mata air pada musim kering dan meningkatkan sedimen yang masuk ke jalur-jalur air. Kekeringan – Hilangnya akar dan kerimbunan daun dapat merubah tingkat kelembaban yang mengeringkan tanah dan mengurangi curah hujan. Kelaparan – Mengurangi produksi pertanian karena erosi tanah atas dan runtuhnya dinding-dinding bukit yang mengakibatkan kekurangan makanan. Desertifikasi – Penggundulan hutan dan penghilangan vegetasi menyebabkan pemadatan tanah dan pengurangan produktivitas tanah. Polusi lingkungan – Meningkatkan kontaminasi tanah dan air dan mengurangi kapasitas resapan karbon dioksida. Pembakaran hutan dan pembusukan pohon melepaskan karbon dioksida ke udara, yang kemungkinan memberikan andil terhadap pemanasan global.

Penebangan Hutan

44

1

BAGIAN

Bahaya Alam

BAB 4

_________________________________________________________________________________________ Tindakan pengurangan Proteksi hutan lewat manajemen, legislasi, konservasi resiko yang mungkin Penghutanan kembali _________________________________________________________________________________________ Tindakan kesiapan Pendidikan masyarakat khusus Promosi alternatif kayu bakar Tindakan konservasi tanah _________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Pemetaan hutan dengan menggunakan penginderaan jarak dampak jauh dan udara atau survey tanah. Kontrol terhadap program-program penghutanan kembali

Desertifikasi
_______________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Kondisi-kondisi iklim kondusif dasar seperti misalnya curah hujan yang rendah atau tidak menentu dan temperatur yang lebih tinggi seperti diketemukan di daerah-daerah kering. Praktek-praktek manajemen penggunaan tanah yang jelek khususnya penanaman yang berlebihan, terlalu banyaknya lahan penggembalaan, penggundulan hutan dan praktek-praktek irigasi yang jelek.

_________________________________________________________________________________________ Karakteristik umum Degradasi tanah yang disebabkan karena erosi air, erosi angin, pemadatan tanah dan perendaman air ( salinisasi dan alkalinisasi ) Degradasi vegetasi yang pada awalnya terjadi karena pengurangan kepadatan biomas dan kemudian oleh perubahan tipe-tipe vegetasi sampai pada bentuk-bentuk produktif yang semakin kecil. _________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Pengawasan global terhadap lahan kering dapat dicapai lewat penginderaan jarak jauh dan survey udara. Ketika penggunaan tanah meningkat tanpa adanya tindakan-tindakan untuk konservasi tanah dan vegetasi, desertifikasi cenderung akan meningkat. Satu perkiraan mengklaim bahwa 202.000 km persegi berubah menjadi gurun setiap tahunnya. _________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Curah hujan yang rendah dan temperatur yang tinggi memberi andil Penggunaan tanah yang tinggi terhadap kerentanan Daerah-daerah yang menjadi gundul Menejemen irigasi yang jelek Kurangnya tindakan-tindakan konservasi Kemiskinan dan kurangnya teknologi pertanian yang memadai

45

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

_________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh Desertifikasi memberi andil pada bahaya-bahaya lain khusus yang merugikan dengan mengurangi produktivitas tanah. Hal ini mencakup kekeringan dan kelaparan. Berkurangnya produktivitas mempunyai dampak pada sosioekonomi dan bisa menurunkan standar hidup. _________________________________________________________________________________________ Tindakan pengurangan Menetapkan program masyarakat untuk memenuhi kebutuhan resiko yang mungkin dan memperbaiki praktek-praktek dan institusi. Meningkatkan monitoring desertifikasi Mengembangkan kebijakan-kebijakan untuk sistim-sistim pertanian yang berkelanjutan Membangun institusi pertanian dan melatih personil _________________________________________________________________________________________ Tindakan kesiapan Mempromosikan proyek-proyek untuk memperbaiki produksi khusus ternak dan pertanian. Mempromosikan konsevasi air dan tanah _________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Survey sosioekonomi diperlukan untuk menjamin kebutuhan dampak manusia dan untuk pembangunan pertanian. Survey penginderaan dari udara dan dari jarak jauh akan membantu menetapkan tingkat dan cakupan desertifikasi

Wabah Hama
_________________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Meningkatnya jumlah hama yang disebabkan karena satu atau kombinasi dari faktor-faktor ekologi termasuk temperatur, tanaman monokultur, perkenalan tanaman ke lokasi baru, perkenalan dari spesies hama, penanganan genetik yang tahan di tempat aslinya, penanganan pengaruh-pengaruh pestisida, pola cuaca yang kondusif, migrasi. _________________________________________________________________________________________ Karakteristik umum Tanaman bisa rusak dalam beberapa cara seperti konsumsi beberapa bagian saja, penggrogotan batang, serangan sistim akar, injeksi racun. _________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Peramalan hama menentukan apakah penerapan satu pestisida akan cost-efektif, dengan mengevaluasi tingkatan-tingkatan pengembangan tanaman dan hama dan dengan menetapkan permulaan ekonominya.

46

1

BAGIAN

Bahaya Alam

BAB 4

_________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Jumlah yang banyak dan varitas hama memberi andil Kurangnya pengawasan pada produk-produk tanaman yang terhadap kerentanan di impor. Pembatasan pada sumber-sumber daya untuk memprediksi dan menangani serbuan hama Tidak cukupnya hasil tanaman pangan pada waktu normal Daerah-daerah yang tidak mempunyai akses terhadap pengawasan hama Teknologi pertanian yang belum maju _________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh Gagalnya panen bisa menyebabkan kekurangan pangan, khusus yang merugikan bahkan kelaparan, dan memberi tekanan pada sistim ekonomi. _________________________________________________________________________________________ Tindakan pengurangan Manajemen hama terpadu yang menggunakan metode-metode resiko yang mungkin pengendalian fisik yang memadai, kontrol sosial, penanaman tanaman yang tahan hama, kontrol biologi, legislasi, kontrol kimia, dan mungkin pembasmian. _________________________________________________________________________________________ Tindakan kesiapan Menetapkan rencana nasional untuk pengendalian hama khusus Pelatihan untuk pegawai pemerintah dan pengembangannya ke para petani _________________________________________________________________________________________ Kebutuhan khusus pasca Upaya-upaya pengendalian intenasional dan nasional bencana Menyediakan cadangan pangan yang di butuhkan _________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Penilaian kejadian dan dahsyatnya ledakan hama dampak Survey dari udara dan daratan terhadap tanaman pangan yang rusak

Wabah Penyakit
________________________________________________________________________________________ Difinisi : Paparan terhadap racun yang menyebabkan peningkatan yang nyata dalam jumlah kasus-kasus parasit atau asal-usul infeksi. _________________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Kondisi-kondisi yang tidak bersih, ramai, kemiskinan Perubahan-perubahan ekologi yang nyaman untuk berkembang biaknya vektor Orang-orang yang tidak kebal yang bermigrasi ke daerah yang sedang terjangkit penyakit Menurunnya status gizi Kontaminasi air atau cadangan pangan

47

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

_________________________________________________________________________________________ Karakteristik umum Resiko pengenalan atau penyebaran penyakit Kemungkinan banyaknya jumlah kasus-kasus Penyakit yang parah yang menyebabkan ketidak mampuan atau kematian Resiko terhadap gangguan ekonomi dan sosial Kurangnya pegawai profesional yang memadai, persediaan yang dibutuhkan Bahaya penularan internasional _________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Epidemi bisa meningkat karena meningkatnya jumlah orang yang bepergian atau bermigrasi dan gejala-gejala yang tidak aktif yang sudah berlangsung secara lama dari penularan penyakit kelamin. Laporan-laporan epidemi bisa meningkat karena peliputan medis yang lebih baik. Prediksi dibantu oleh studi-studi epidemiologi tetapi mungkin terbatas di daerah hunian yang baru terbentuk atau pada kamp-kamp emergensi. _________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Kemiskinan memberikan andil Kurangnya kekebalan terhadap penyakit terhadap kerentanan Gizi yang jelek, sanitasi yang jelek, kualitas air yang jelek, keramaian Pengiriman bantuan medis yang diorganisir secara jelek Penyakit-penyakit yang tahan terhadap obat-obatan _________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh Pembangunan dan pelayanan kesehatan emergensi khusus yang merugikan Penyiapan rencana perkiraan dengan inventaris dari sumber-sumber daya yang diperlukan Menetapkan sistim peringatan dini lewat pengawasan rutin Pelatihan staf nasional pada operasi-operasi emergensi _________________________________________________________________________________________ Tindakan kesiapan Tindakan intervensi – Memeriksa dan menegaskan diagnosa khusus mengidentifisikan kasus-kasus, menemukan sumber-sumber epidemi, menangani kasus-kasus dan mengontrol penyebarannya, menulis laporan. Pendidikan kesehatan masyarakat _____________________________________________________________________________________________ Kebutuhan umum Bantuan emergensi medis; bantuan internasional, jika terpasca bencana jangkit tidak lagi bisa ditahan _____________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Survey epidmiologi; evaluasi sistim-sistim pelayanan kese dampak hatan dan emergensi

48

1

BAGIAN

Bahaya Alam

BAB 4

Kecelakaan Industri dan Kimia
_____________________________________________________________________________________________ Fenomena sebab-akibat Bencana/ ledakan dalam satu pabrik atau fasilitas tempat penyimpanan yang menangani zat-zat beracun Kecelakaan pada saat pengiriman bahan kimia Kontaminasi makanan atau lingkungan karena salah penggunaan bahan kimia Menejemen pembuangan racun kimia yang tidak memadai Gagalnya sistim teknologi Kegagalan rancangan keamanan pabrik atau komponen-komponen Bahaya alam seperti kebakaran, gempa bumi atau tanah longsor Secara sengaja atau sabotase _____________________________________________________________________________________________ Bisa diramalkan Insiden kecelakaan industri dan kimia diperkirakan meningkat ketika industrialisasi meningkat di negara-negara yang sedang berkembang _____________________________________________________________________________________________ Faktor-faktor yang Orang-orang, bangunan-bangunan, ternak-ternak, tanaman memberi andil terhadap pangan, dan lingkungan yang paling dekat dengan tempat kerentanan kejadian adalah yang paling rentan, akan tetapi, skala besar pelepasan polutan ke udara bisa menyebar sejauh ratusan kilometer. Kurangnya ciri-ciri keselamatan atau kurangnya rencana evakuasi Ketidaksadaran dari orang-orang yang rentan terhadap potensi bahaya. _____________________________________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh Kerusakan fisik – Kerusakan atau kehancuran mungkin terjadi khusus yang merugikan terhadap bangunan-bangunan dan infrastruktur. Kecelakaan transportasi merusak kendaraan dan barang-barang lain sebagai dampaknya. Kebakaran industri bisa menyebabkan temperatur tinggi dan mempengaruhi area yang luas. Korban – banyak orang terbunuh atau terluka dan memerlukan perawatan medis. Lingkungan – Kontaminasi udara, cadangan air, daratan, dan kehidupan binatang bisa muncul. Daerah-daerah bisa menjadi tidak dapat dihuni untuk manusia dan binatang. Sistim ekologi bisa terganggu bahkan pada skala besar _____________________________________________________________________________________________ Tindakan pengurangan Pengembangan satu rencana, seperti APELL (Kesadaran dan resiko yang mungkin Kesiapan untuk Emergensi pada Tingkat Lokal), untuk membantu para pembuat keputusan dan orang-orang teknis untuk memperbaiki kesadaran komunitas tentang instalasi yang berbahaya dan membantu mereka dalam menyiapkan rencana-rencana tanggapan terhadap bencana

49

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

_____________________________________________________________________________________________ Tindakan kesiapan Pemetaan bahaya khusus Identifikasi materi yang berbahaya Pemeriksaan pabrik-pabrik kimia dan fasilitas penyimpanan Memonitor prosedur pembuangan sampah racun Memperbaiki kapasitas pemadam kebakaran Monitoring tingkat polutan Menyiapkan dan mempraktekan rencana-rencana evakuasi Mengetest sirene peringatan _____________________________________________________________________________________________ Kebutuhan umum Evakuasi dari area; SAR; sumber-sumber air alternatif; pasca bencana pembersihan; monitor pengaruh-pengaruh lingkungan _____________________________________________________________________________________________ Alat-alat penilaian Formulir proses APELL untuk evaluasi rencana respon emer dampak gensi, CHEMTREC ( Pusat Emergensi Transportasi Kimia ) sistimsistim informasi

50

1

BAGIAN

Bencana-bencana yang kompleks dan majemuk

BAB 5

BAB 5

Bencana – bencana yang kompleks dan majemuk1
Kekuatan sosio/politik
Secara meningkat lewat banyak bagian-bagian dunia, satu tipe bahaya dapat memicu satu bencana yang pada gilirannya memicu bahaya yang lain dan bencana berikutnya. Sebagai contoh, satu kekeringan bisa menyebabkan satu kelaparan yang pada gilirannya menyebabkan terjadinya satu konflik sipil yang menyebabkan pindahnya orang dalam jumlah yang banyak. Satu banjir mungkin bisa memaksa orang untuk mencari tempat perlindungan yang aman menyeberangi batas internasional dimana sedang terjadi konflik antara para pengungsi dan masyarakat setempat. Bencana dan bahaya yang majemuk seperti itu tidak perlu harus terjadi secara berurutan; mereka juga bisa terjadi secara bersamaan. Dengan demikian, orang-orang yang terjebak diantara kekuatan-kekuatan yang sedang bertempur dalam perang sipil mendapatkan bahwa di tengah-tengah kekeringan yang dahsyat mereka tidak memiliki sarana baik untuk menanam tanaman pangan ataupun untuk menerima bantuan dari luar. Di negara-negara yang jumlahnya semakin bertambah, bencana-bencana yang kompleks juga menjadi semakin nyata. Secara esensial satu bencana yang kompleks adalah satu bentuk emergensi ciptaan manusia di mana penyebab dari emergensi dan juga bantuan terhadap mereka yang tertimpa bencana, terikat oleh tingkat pertimbangan pertimbangan politik yang intens. Satu dan paling umum dari kondisi politik emergensi yang kompleks adalah konflik sipil, yang menyebabkan runtuhnya otoritas politik di semua atau sebagian dari satu negara. Pada kasus-kasus seperti itu, paling tidak satu dari tiga situasi ini akan muncul : 1. Kemampuan pemerintah untuk membantu mereka yang tertimpa bencana menjadi sangat terbatas. 2. Pemerintah menjadi sangat curiga atau tidak tertarik terhadap orangorang yang tertimpa bencana yang telah melarikan diri dari daerah tidak berpemerintahan menuju ke daerah yang berpemerintahan. 3. Pemerintah atau kelompok oposisi sebenarnya menciptakan atau mengumpulkan satu bencana lewat tindakan-tindakan yang menggerakan pengungsian dan perpindahan orang dalam jumlah yang besar. Sebenarnya, banyak orang yang tertimpa bencana tersebut hidup di areaarea di luar kontrol pemerintah. Mereka sering kali adalah orang-orang yang paling dibutuhkan dan mereka sering kali juga adalah yang paling sulit untuk dijangkau oleh bantuan.
1

Bahan dari bab ini diambil dari modul topik khusus DMTP yang berjudul Orang-orang yang

Terusir dalam Konflik Sipil oleh Frederich Cuny; Resolusi Dewan Umum 46/182; Ringkasan Eksekutif dari Consolidated Appeal tahun 1992 untuk Horn, Afrika; dan tema-tema Emergensi yang dinyatakan dalam laporan situasi SHEPA pertama.

51

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Bencana menjadi “ kompleks ” karena baik kehancuran ataupun penyebaran kontrol politiknya menjadikan bantuan sangat problematis. Solusisolusinya sangat tergantung pada persetujuan-persetujuan dengan semua kelompok yang terlibat dalam konflik untuk memperoleh ijin penyediaan bantuan bagi orang-orang sipil yang tidak bertempur. Solusi-solusi ini mungkin merupakan persetujuan yang secara esensial dilihat sebagai aspek-aspek fundamental yang telah diberi label sebagai “ mekanisme baru dari bantuan kemanusiaan “ ( contoh, koridor kedamaian ) Contoh hangat dari satu situasi yang menggambarkan karakteristik dari kedua emergensi yang kompleks dan majemuk itu adalah wilayah Tanduk Afrika. Selama beberapa tahun belakangan ini situasi di Tanduk Afrika dicirikan oleh internal konflik di Ethiophia, Sudan, dan Somalia. Konflik-konflik ini telah diperburuk lagi oleh kekeringan yang terjadi secara berulang-ulang dan telah menyebabkan kelaparan pada skala yang besar dan larinya sejumlah besar manusia menyeberangi perbatasan-perbatasan nasional. Setelah bertahun-tahun mengalami kekeringan di sebagian daerah, pada tahun 1991 kekurangan makanan menjadi menyebar luas. Menjadi jelas bahwa krisis di daerah itu sedikit saja sebagai akibat dari tidak cukupnya curah hujan dibandingkan dengan akibat emergensi ciptaan manusia. Selang setengah tahun terakhir dari tahun 1991, situasi di banyak bagian Tanduk Afrika tetap sangat mudah meledak dan sangat rentan, sebagian besar diakibatkan karena konflik dan macetnya hukum dan peraturan. Hal ini menyebabkan perpindahan populasi lebih lanjut dan kesengsaraan yang dahsyat bagi berjuta-juta orang.

Orang-orang yang terusir
Salah satu konsekuensi yang paling serius dari emergensi yang kompleks dan majemuk ini adalah terciptanya populasi dari orang-orang yang terusir. Contoh dari Tanduk Afrika menunjuk ke banyak populasi yang terusir tetapi ada lebih dari berjuta-juta orang dibagian –bagian dunia yang lain. Istilah “ orang yang terusir “ berlaku dalam beberapa konteks. Hal ini mencakup orang-orang yang :

n dipaksa meninggalkan rumah mereka sebagai akibat kekeringan, n individual yang tidak bertempur dan keluarga-keluarga yang dipaksa
kelaparan, atau bencana, biasanya mencari makan meninggalkan rumah mereka karena kosekuensi-konsekuensi langsung maupun tidak langsung tetapi yang tetap berada di dalam negara mereka n mereka yang terpaksa ditempatkan oleh pemerintah mereka jika penempatan kembali di motivasi oleh unsur etnis, suku dan ras n dipaksa keluar dari negara mereka, khususnya sebagai satu etnis atau kelompok nasional, dipaksa keluar untuk alasan ekonomi atau politik Alasan-alasan kepedulian Sistim bantuan kemanusiaan internasional sekarang ini baru mulai menemui tantangan bekerja dengan orang-orang yang terusir. Ada tiga alasan mendasar untuk peduli terhadap agen-agen pertolongan. Satu adalah kenyataan bahwa orang-orang yang terusir ini sering kali tidak memenuhi syarat untuk menerima pertolongan dan bantuan yang ada untuk para pengungsi ( individual yang

52

1

BAGIAN

Bencana-bencana yang kompleks dan majemuk

BAB 5

telah menyeberang satu perbatasan internasional mencari perlindungan ) Alasan yang kedua adalah orang-orang yang terusir itu sering kali tidak aman mengandalkan pada pemerintah mereka sendiri untuk memperoleh perlindungan. Alasan yang ketiga adalah rintangan kedaulatan nasional yang membatasi agen-agen luar untuk menolong populasi ini. Konsekuensi dan pengaruh Beragamnya situasi yang menghasilkan orang-orang yang terusir ini, menyebabkan generalisasi menjadi sulit, akan tetapi yang berikut ini mungkin dialami dalam berbagai tingkatan. n hilangnya sarana hidup n komunitas menjadi terpisah dari setiap pelayanan yang sebelumnya bisa disediakan n kurangnya tempat berteduh dan keperluan rumah tangga n kurangnya bahan bakar untuk memasak n kurangnya air yang dapat diminum n penyakit-penyakit yang dapat ditularkan dan tempat yang terlalu sesak n tambahan beban khususnya untuk wanita sebagai kepala rumah tangga n kemungkinan banyaknya anak-anak yang tidak dijagai n hilangnya status tanah n kemungkinan timbulnya masalah-masalah logistik dan komunikasi n ketidak amanan karena tensi dan aktivitas militer Tidak untuk dilupakan adalah populasi yang tetap tinggal di rumah dan, meskipun mereka tidak “ terjebak dalan daerah perang “, mereka tetap saja berada di tempat tempat yang sulit untuk di jangkau karena hambatanhambatan keamanan atau/dan logistik, politik. Mereka mungkin mengalami masalah-masalah di atas dan terisolasi dari bantuan kemanusiaan internasional.

Peran PBB dalam emergensi kompleks
Mengingat isu-isu yang diciptakan oleh emergensi kompleks dan kebutuhankebutuhan khusus dari populasi yang terusir, PBB telah menetapkan untuk memperkuat dan menjadikan lebih efektif usaha-usaha bersama dari komunitas internasional, khususnya sistim PBB, dalam menyediakan bantuan kemanusiaan. Penetapan ini direfleksikan dalam implementasi dari resolusi Majelis Umum 46/182, yang dikeluarkan pada bulan Desember tahun 1991. Resolusi ini menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan harus diberikan sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, netralitas dan tidak memihak. Menurut ketentuan itu PBB mempunyai peran sentral dan unik dalam memberikan kepemimpinan dan mengkoordinasikan usaha-usaha masyarakat internasional untuk mendukung negara-negara yang terkena emergensi. Implementasi dari resolusi 46/182 mencakup penciptaan susunan perkiraan dana, yaitu, satu dana bergulir emergensi pusat sebesar $ 50 juta amerika sebagai mekanisme cash-flow untuk meyakinkan tanggapan yang terkoordinir secara cepat dari organisasi-organisasi sistim. PBB juga akan menetapkan register pusat dari personel khusus dan tim-tim ahli tehnis, persediaan dan sumber-sumber daya yang lain yang dapat diminta dalam jangka pendek oleh PBB.

53

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Kepemimpinan dari inisiatif PBB akan diberikan oleh seorang pejabat tingkat tinggi, koordinator bantuan emergensi, yang dicalonkan oleh Sekretaris Jendral, untuk bekerja dengan entitas dari sistim PBB yang berhubungan dengan bantuan kemanusiaan. Posisi ini menggabungkan fungsi-fungsi yang sebelumnya dilaksanakan dalam koordinasi dari respon PBB oleh para wakil dari Sekretaris Jendral untuk emergensi yang besar dan kompleks, dan juga oleh Koordinator Bantuan Bencana Prserikatan Bangsa Bangsa. Koordinator bantuan emergensi ini, diantara tugas-tugas yang lain, diberi tanggung jawab untuk menyediakan akses oleh organisasi-organisasi operasional ke daerah-daerah emergensi untuk memberikan penyediaan yang cepat terhadap bantuan emergensi. Dalam kasus-kasus emergensi-emergensi yang kompleks, hal ini mungkin memerlukan negosiasi dengan semua kelompok yang peduli untuk memperoleh ijin mereka dan, di mana perlu, penetapan koridor bantuan temporer, hari-hari dan zona-zona ketenangan dan bentuk-bentuk yang lain.

Keamanan tim-tim bantuan di dalam daerah-daerah konflik
Terdapat banyak pertimbangan operasional di dalam emergensi-emergensi kompleks. Salah satu yang paling krusial adalah keamanan dari tim-tim bantuan yang ada di daerah-daerah konflik. Sebagai koordinator-koordinator bantuan untuk orang-orang yang terusir, staf PBB mengemban tanggung jawab khusus untuk memastikan bahwa semua personil yang beroperasi di dekat atau di dalam daerah-daerah konflik bekerja dalam kondisi resiko yang minimum dan mendapatkan keamanan yang maksimum. Petunjuk-petunjuk dan prosedur untuk personil harus ditetapkan sesuai dengan pemerintah yang menjadi tuan rumah dan, dimana mungkin, dengan kelompok-kelompok pemberontak. PBB sering diberi tanggung jawab untuk memberi tahukan para pekerja pemberi bantuan dan organisasi-organisasi lain mengenai resiko yang mungkin mereka hadapi dari operasi operasi militer di dalam atau di dekat aktivitas-aktivitas bantuan. Dengan pertimbangan ini, PBB sering kali memperoleh keterangan untuk penerbangan-penerbangan khusus memasuki daerah-daerah yang berperang dengan pesawat terbang yang membawa tanda-tanda Perserikatan Bangsa Bangsa, untuk mengatur transportasi yang aman melewati garis depan dalam kendaraan-kendaraan yang bertanda PBB, dan untuk menetapkan koridor bantuan khusus dimana makanan dan suplaisuplai bantuan dapat dikirim di bawah bendera gencatan senjata atau lewat koridor-koridor yang sudah ditunjuk, tanpa batasan yang tidak semestinya . Penting bagi PBB untuk secara hati-hati menilai sebelum menganjurkan organisasi-organisasi bantuan untuk memberi komitmen personil dan sumber daya untuk melakukan operasi-operasi di daerah-daerah yang tidak aman. Satu jaminan dari PBB bahwa satu area atau sarana transportasi akan aman membawa beban dan tanggung jawab yang banyak. Dua dari aspek yang paling penting tentang bekerja di tempat-tempat terpencil dan tidak aman adalah komunikasi dan bantuan evakuasi yang selalu siap sedia. Pada tingkat yang paling mungkin, koordinator-koordinator PBB harus meyakinkan bahwa personil bantuan mempunyai akses yang bersifat segera dan berlaku selama 24 jam terhadap fasilitas telekomunikasi dan bahwa sarana-sarana yang cocok segera dapat tersedia untuk mengevakuasi para personil kalau mereka ada dalam bahaya. Hal ini mungkin memerlukan penugasan pesawat terbang yang ringan agar selalu siap ketika diminta dalam waktu yang singkat.

54

2

BAGIAN

2

BAGIAN

DAFTAR ISI

KESIAPAN BENCANA

Kata pengantar ................................................................... 56 Bab 6: Tim manajemen bencana ........................................ 57 Tim manajemen bencana PBB ................................................ 57 Tim manajemen bencana negara ............................................. 58 Tugas, peran, dan sumber-sumber daya dari PBB .................... 59 Peran-peran dan sumber daya dari UNDP, UNDRO, dan agen-agen PBB yang lain ....................................................... 59 Koordinasi : Resident Coordinator dan UN-DMT ..................... 66 Bab 7: Kesiapan bencana ................................................... 68 Komponen-komponen kesiapan bencana ................................. Kesiapan terhadap serangan bencana yang lambat dan yang mendadak ..................................................................... Kesiapan di dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa ..................... Checklist dari informasi dasar yang diperlukan UN-DMT ........ 69 72 73 74

Bab 8: Kerentanan dan penilaian resiko ........................... 82 Manajemen resiko ................................................................. 82 Kemungkinan resiko .............................................................. 82 Tingkat kerentanan yang bisa diterima ..................................... 83 Menilai resiko dan kerentanan ................................................ 83 Bagaimana menentukan resiko ............................................... 84 Evaluasi kerentanan ............................................................... 86 Mengurangi kerentanan bagi orang-orang yang dipindahkan ...... 88

55

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

2

BAGIAN

KESIAPAN BENCANA

Kata pengantar
Bagian pertama dari modul ini memperkenalkan latar belakang informasi mengenai bahaya-bahaya, bencana-bencana, dan kontinum bencana. Sisa dari modul ini akan membahas setiap fase dari kontinum bencana dengan fokus khusus pada kesiapan, respon dan pengurangan Kerangka kerja untuk mempelajari fase-fase bencana ini adalah menejemen bencana yang sudah didifinisikan sebagai badan pembuat kebijakan dan keputusan-keputasan administrasi dan operasional yang menyinggung beragam tahapan dari satu bencana pada semua tingkat. Cakupan dari manajemen bencana, oleh karena itu, dapat termasuk semua aktivitas yang terkait dengan bencana. Aktivitas ini menjadi begitu inklusif sehingga tidak ada satu orangpun bertanggung jawab terhadap seluruh lapangan. Sebagai gantinya tanggung jawab tersebut dibagi sesuai dengan deskripsi kerja dan dibatasi oleh fungsi-fungsi utama organisasi. Palang merah, sebagai contoh, bekerja terutama sekali dalam hal kesiapan dan fase-fase respon emergensi dan hanya kadang-kadang saja dalam bidang rekonstruksi. Beberapa LSM bekerja hanya dalam bidang rekonstruksi. Bahkan pemerintah, dengan tanggung jawabnya yang luas untuk keseluruhan aspek manajemen bencana, memecah komponen-komponen untuk dikelola oleh beberapa agen-agennya. PBB mempunyai alokasi tanggung jawab yang sama sebagai satu fungsi dari mandat-mandat agen-agennya dan para ahli sektoral. Bab-bab berikut akan mendiskusikan aktivitas-aktivitas komponen manajemen bencana. Anda akan diminta untuk mengevaluasi tanggung jawab individual dan organisasi yang berhubungan dengan setiap fase aktivitas. Setelah membaca naskah dari bagian ini dan menyelesaikan latihan, anda seharusnya mengetahui konsep dasar, tujuan dan elemen-elemen manajemen bencana. Anda akan dapat :

Tujuan Pembelajaran

n menerangkan tim-tim manajemen bencana negara dan PBB dan
peran dari masing-masing anggota n mengidentifisikan komponen perencanaan kesiapan bencana n menerangkan peran kerentanan dan penilaian resiko sebagai prasyarat terhadap pengurangan bencana

56

2

BAGIAN

Tim manajemen bencana, peran dan sumber daya

BAB 6

BAB 6

Tim Manajemen Bencana
Bagian satu hanyalah pengantar terhadap bahaya dan bencana. Akan tetapi, sebelum kita melangkah lebih lanjut mengambarkan sifat dari bencanabencana, kita akan memperkenalkan bagian dari peran Anda dalam manajemen bahaya dan bencana. Salah satu tujuan utama dari keseluruhan program pelatihan ini adalah memperkenalkan konsep mengelola bencana sebagai satu tim. Tujuan-tujuan menejemen bencana lewat kerja tim mencakup : • satu forum komunikasi, pertukaran informasi dan pengembangan konsensus • satu format koordinasi, mengeliminir duplikasi dan mengurangi jarak didalam pelayanannya • kemungkinan menjadi lebih efektif melalui pengumpulan sumber daya Tim Manajemen Bencana PBB
Gambar 6.1 Tim manajemen bencana PBB

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa percaya bahwa tujuan-tujuan manajemen tim dapat diterapkan terhadap agen-agen PBB yang diberi orientasi emergensi. Tim Manajemen Bencana PBB dibentuk disetiap negara yang rentan terhadap bencana , bersidang koordinator resident dan dipimpin oleh Resident Coordinator PBB PBB. Komposisi dari Tim Manajemen Bencana PBB ditetapkan dengan mempertimbangkan tipe-tipe bencana terhadap bencana mana negara tersebut rentan dan organisasi-organisasi berada, akan tetapi biasanya meliputi kelompok inti Fungsi yang terdiri dari perwakilan setingkat negara seperti FAO, UNDP/UNDRO, Penyebaran informasi UNICEF, WFP, WHO dan, dimana dan pengkajian mungkin, UNHCR. Hal ini bisa diperluas untuk mencakup tambahan perwakilan atau Koordinasi/ pengumpulan bantuan personel proyek dari badan-badan terkait lainnya ketika satu emergensi muncul. Tujuan yang penting dan sebenarnya dari UN-DMT adalah untuk memberikan tanggapan yang cepat, efektif dan dilakukan secara bersama oleh sistim PBB pada tingkat negara pada saat terjadi satu bencana. Tim harus juga meyakinkan koordinasi yang sama dari bantuan PBB terhadap pemerintah untuk menghargai
Bantuan Operasional Kesiapan Focal Point

57

Tinjauan Umum Manajemen Bencana rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana, dan tindakan-tindakan pengurangan bencana yang relevan lewat program-program pembangunan jangka panjang. Harus ditekankan pula bahwa untuk semua aspek manajemen bencana, UN-DMT adalah sebagai satu peran pendukung dari pemerintah. UN-DMT mengakui dan dengan cara apapun tidak bisa menggantikan mandat dan fungsi-fungsi khusus dari berbagai organisasi dalam melaksanakan mandat-mandat tersebut. UN-DMT mendukung dan membantu Kantor Resident Coordinator di dalam pelaksanaan fungsi sistim yang luas. Sejalan dengan resolusi Majelis Umum 46/182, Resident Coordinator akan melakukan kontak yang dekat dengan, dan menerima kepemimpinan dari Koordinator Bantuan Emergensi.
Gambar 6.2 Tim manajemen bencana negara

Tim Manajemen Bencana Negara

DMT-Negara

Kantor bantuan bencana

Kebanyakan negara-negara yang cenderung terkena bencana sudah mempunyai tim manajemen bencana baik yang resmi maupun yang tidak resmi. Tim ini secara khusus dipimpin oleh badan inti bencana nasional. Badan ini berfungsi menjembatani dengan Kantor Presiden atau Perdana Menteri, dengan organisasi-organisasi Pemerintah nasional pertahanan sipil, menteri-menteri pemerintah yang utama, Palang Merah dan LSM lain dan lembaga-lembaga donor yang besar. UN-DMT perlu mencocokan dengan tim ini dan, dimana praktis, menjadi anggota tim. Dimana pejabatBadan-badan pemerintah pejabat pemerintah tidak berpartisipasi dalam yang terkait dengan bencana rapat-rapat atau aktivitas UN-DMT, Resident Coordinator harus meyakinkan bahwa mereka diajak berkonsultasi dan diberi pengarahan tentang semua hal yang relevan. Dalam prakteknya hal ini penting sekali bahwa DMT- kebijakan-kebijakan dari DMT berhubungan PBB dengan kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Pemerintah bahkan di bawah tekanan satu Badan-badan LSM Donor PBB kejadian.

bisa beroperasi dalam satu bencana ? Organisasi-organisasi pemerintah dan non pemerintah lain manakah dan lembaga-lembaga donor yang harus bekerja sama pada tim manajemen bencana negara?

Q. Di negara Anda badan-badan PBB manakah yang hadir, yang A_____________________________________________________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________ _ ______________________________________________________________ _

__________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

58

2

BAGIAN

Tim manajemen bencana, peran dan sumber daya

BAB 6

Tugas, peran dan sumber-sumber daya dari PBB
Bagian dari bab ini dipadatkan dari Bab 1 Manual Manajemen Bencana UNDP/UNDRO. Bagian ini menggambarkan peran sistim PBB dan badanbadannya dalam manajemen bencana. Tugas-tugas organisasi dan peran-peran umum Tanggung jawab utama untuk semua aspek manajemen bencana terletak pada Pemerintahan dari negara yang tertimpa bencana. Hal ini termasuk: perencanaan dan pelaksanaan tindakan-tindakan kesiapan dan pengurangan resiko jangka panjang; permohonan dan pengaturan operasi-operasi rehabilitasi dan bantuan bencana, permohonan bantuan internasional jika diperlukan; dan pengkoordinasiaan semua program bantuan yang terkait dengan bncana, baik yang didanai secara nasional maupun internasional. Setiap organisasi atau badan PBB bertanggung jawab untuk memberikan nasehat dan bantuan kepada pemerintah dari negara yang terkena dampak bencana atau negara-negara yang rentan terhadap bencana, sesuai dengan mandatnya dan sumber-sumber daya yang ada untuk bencana tsb. Dalam melakukan demikian, setiap badan bertanggung jawab terhadap badan yang memerintah sendiri, tetapi badan ini juga dipersilakan untuk bertindak sebagai anggota dari kesatuan tim. Dalam kasus emergensi pengungsi, UNHCR tetap bertanggung jawab terhadap perlindungan dan koodinasi mereka dari bantuan internasional untuk para pengungsi. Terkait dengan bantuan bencana dan bantuan pasca bencana, setiap organisasi dan badan sistim PBB diminta untuk : • Memobilisir dan menyediakan bantuan teknis yang tepat waktu dan bantuan materi kepada negara-negara yang terpengaruh bencana , sesuai dengan mandatnya sendiri dan sumber-sumber daya yang ada. • Menggabungkan diri dengan Residen Coordinator PBB, UNDRO, atau mekanisme koordinasi yang ditetapkan oleh Sekretaris Jendral untuk menjamin bantuan sistim PBB yang terkoordinasi, dan memadai, dalam konteks program dan rencana bersama.
Manajemen Bencana

Pemerintah

Peran-peran dan sumber daya UNDP, UNDRO, dan badanbadan PBB yang lain
Peran UNDP UNDP memfokuskan terutama pada aspek-aspek yang terkait dengan pembangunan dari resiko-resiko dan terjadinya bencana, dan pada penyediaan bantuan teknis terhadap pembangunan institusi dalam kaitanya dengan semua aspek menejemen bencana. Oleh karena itu penekanannya pada : a. Penggabungan tindakan-tindakan kesiapan dan pengurangan resiko jangka panjang dalam program dan perencanaan pembangunan yang normal, termasuk bantuan untuk tindakan pengurangan khusus dimana diperlukan.

59

Tinjauan Umum Manajemen Bencana b. Membantu dalam perencanaan dan pelaksanaan dari rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, termasuk difinisi dari strategi pembangunan yang baru yang menggabungkan tindakan pengurangan resiko yang relevan dengan daerah yang tertimpa bencana. c. Meninjau kembali dampak dari tempat hunian pengungsi yang luas atau orang-orang yang tersingkir pada pembangunan dan mencari cara-cara untuk menggabungkan para pengungsi dan orang-orang yang tersingkir dalam strategi-strategi pembangunan. d. Menyediakan bantuan teknis kepada yang mempunyai otoritas mengelola operasi-operasi bantuan emergensi dalam skala besar dari jangka waktu yang molor ( khususnya yang terkait dengan orangorang yang terusir dan kemungkinan-kemungkinan untuk mencapai solusi yang tahan dalam kasus-kasus demikian. ). Sebagai tambahan, UNDP memberikan bantuan administrasi dan bantuan operasional terhadap residen coordinator, khususnya ada tingkat negara, dan juga pada markas besar. Pada saat terjadi satu bencana, UNDP bisa memberikan bantuan maksimum $50.000 dari SPR untuk menyediakan pertolongan yang cepat. UNDP sebaliknya tidak terlibat dalam penyediaan “bantuan” dengan menggunakan sumber-sumbernya sendiri atau dana-dana yang dikelola oleh program. Di mana emergensi besar secara substansial mempengaruhi proses pembangunan secara keseluruhan dalam satu negara, sumber-sumber daya IPF bisa digunakan untuk penyediaan bantuan teknis untuk merencanakan dan mengelola operasi, dengan persetujuan pemerintah. Bantuan materi dan teknis untuk mendukung tindakan-tindakan kesiapan dan pengurangan resiko jangka panjang disertakan dalam program negara, dan mungkin didanai dari sumber-sumber daya IPF atau dana-dana lain yang dikelola oleh UNDP. Hal yang sama dapat juga digunakan untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi. Hibah tambahan khusus ( sampai dengan 1,1 juta dolar ) bisa disediakan dari dana SPR untuk bantuan teknis terhadap upaya-upaya pemulihan pasca bencana yang terjadi setelah adanya becana alam.

60

2

BAGIAN

Tim manajemen bencana, peran dan sumber daya

BAB 6

Tanggung jawab khusus dari residen representative UNDP diringkas pada panel berikut ini: Tanggung jawab manajemen bencana dar Resident Representative UNDP Perwakilan residen bertanggung jawab untuk : a) Memastikan bahwa semua yang perduli dalam program-program perencanaan pembangunan sadar akan setiap potensi bahaya yang diketahui dan pengaruh-pengaruh yang mungkin menimpa, dan bahwa bahaya-bahaya ini secara memadai dipertimbangkan dalam program negara. b) Menetapkan “ titik inti bencana “, dan memastikan bahwa pekerja lapangan disiapkan secara cukup untuk merespon satu emergensi. c) Pada saat terjadi bencana: • Memobilisir staf UNDP dan personel bantuan teknis dan sumbersumber daya yang lain yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari situasi tersebut, khususnya kebutuhan yang diperlukan untuk penilaian awal dan respon yang bersifat segera. • Meyakinkan bahwa bantuan UNDP digunakan untuk pengaruh yang baik, dan kapasitas dari kantor diperkuat jika perlu untuk meyakinkan respon yang efektif. Di dalam semua kantor lapangan negara yang rentan terhadap bencana, oficer pejabat nasional yang ditetapkan sebagai “focal point bencana” terhadap semua hal yang terkait dengan bencana termasuk pengurangan, tanggapan dan kesiapan internasional PBB/UNDP. Bagian 3A dan apendik 3A dari Manual Bencana UNDP/UNDRO memberikan secara rinci tentang tugas-tugas dan kualifikasi-kualifikasi dari titik inti bencana. Dalam satu emergensi yang kompleks atau yang besar dari sisi waktu yang molor ( khususnya yang melibatkan pemindahan orang), UNDP dapat secara temporer menunjuk wakil tambahan dari Residen Representative. Wakil ini bisa mengelola urusan UNDP yang normal selagi Residen Representative berkonsentrasi pada fungsi-fungsi Inti bencana koordinator residen, atau mungkin mengambil tanggung jawab harian untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan emergensi yang berada dalam mandat UNDP. Di negara-negara dengan emergensi paling dahsyat dan berkepanjangan UNDP telah mendirikan Unit-unit Emergensi PBB. Unit-unit ini dapat memfokuskan secara eksklusif untuk menangani emergensi dan sering kali disediakan staf oleh orang-orang yang diperbantukan dari anak agen-agen PBB yang beroperasi dinegara itu. Pada saat terjadi masuknya pengungsi secara mendadak kedalam satu negara dimana tidak terdapat perwakilan UNHCR, Residen Representative memberi tahukan UNHCR dan mengambil inisiatif proses penilaian atas nama UNHCR ( lihat bagian 4A.5 dari manual )

61

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Peran dari UNDRO UNDRO mempunyai titik fokus terhadap manajemen bencana dalam sistim PBB ( kecuali di negara-negara di mana Unit Emergensi PBB didirikan ). Dalam bantuannya UNDRO menyediakan kerangka kerja untuk koordinasi bantuan oleh badan-badan PBB dan membantu untuk mengkoordinir bantuan semacam itu dengan bantuan dari sumber-sumber lain. Sebagai tambahan, UNDRO mempunyai peran penting dalam memobilisir bantuan eksternal dan berfungsi sebagai rumah penerangan untuk informasi yang menyangkut bencana. Di daerah mitigasi ( pengurangan ), UNDRO mempromosikan tindakan jangka panjang untuk mengurangi resiko-resiko yang terkait dengan bencana dan meningkatkan kesiapan di negara-negara yang rentan bencana. UNDRO diwakilkan pada tingkat negara secara tetap oleh koordinator/wakil residen. Koordinasi pada tingkat markas besar sering dipengaruhi oleh kontak antara Badan-badan Pusat yang perduli pada saat pemulaan satu operasi bantuan, dan lewat kontak kontak yang berlangsung secara rutin antara para inti yang terkait. Pada tingkat negara, koordinasi di jalankan oleh resident koordinator yang juga merupakan wakil UNDRO. Dimana mungkin dan diperlukan, UNDRO mendukung Resident Coordinator dengan mengirim delegasi UNDRO atau tim bantuan emergensi. UNDRO berkonsentrasi pada masalah-masalah yang terkait dengan bahaya-bahaya alam dan bencana-bencana yang bersifat mendadak, akan tetapi karena mandatnya mencakup semua jenis emergensi, UNDRO bisa juga menawarkan jasa-jasa dan nasehatnya dalam situasi-situasi termasuk kekeringan, dan kasus-kasus perang dan konflik sipil, sampai akhirnya Sekretaris Jendral membuat susunan/rencana yang lain. Menindak lanjuti satu bencana, UNDRO, bertindak atas nama Sekretaris Jendral, menawarkan jasa-jasanya kepada Pemerintah yang negaranya terkena bencana dalam menilai kebutuhan untuk bantuan pemulihan eksternal, dan mengkomunikasikan informasi tersebut kepada lembaga donor yang mempunyai prospek dan mereka-mereka yang berkeinginan membantu. (Kontak dengan Pemerintah dilaksanakan lewat Resident Coordinator/ wakil dan misi negara di Genewa atau New York.) Dimana bantuan internasional dibutuhkan atau diminta, UNDRO : • Membantu mengidentifisir prioritas kebutuhan atas dasar informasi dari Pemerintah, koordinator residen/wakil, UN-DMT, dan badanbadan lain yang kompeten. • Mengeluarkan himbauan internasional dan bertindak sebagai tempat penerangan tentang kebutuhan dan kontribusi, bantuan yang diperluas atau direncanakan oleh semua lembaga donor, dan progres dari operasi bantuan. • Mencari untuk memobilisir sumber-sumber daya dan mengkoordinasikan bantuan pemulihan oleh berbagai organisasi dan agen dari PBB, lembaga donor bilateral, dan organisasi antar dan non pemerintah dan mengelola dana yang disalurkan lewat organisasi itu.

62

2

BAGIAN

Tim manajemen bencana, peran dan sumber daya

BAB 6

Tergantung pada situasi khusus setelah konsultasi, dimana mungkin, dengan Pemerintah atau residen koordinator/wakil, UNDRO bisa : • Menunjuk satu atau dua delegasi dalam misi untuk membantu otoritas nasioanal dalam mengorganisir penilaian dan melaksanakan operasi bantuan, dan membantu resident coordinator/wakil dalam manajemen informasi, koordinasi lokal dari bantuan pemulihan internasional, dan dalam tanggung jawab pelaporannya kepada UNDRO. • Menyediakan bantuan logistik untuk menjamin datangnya suplai bantuan yang tepat waktu dan pengiriman yang segera terhadap populasi yang terpengaruh bencana. Hal ini dapat termasuk mengorganisir penerbangan-penerbangan bantuan secara bersama. Koordinator bisa menyetujui satu hibah sampai US$ 50.000 untuk setiap bencana dari dana yang tersedia kepada UNDRO, dan bisa berubah terhadap kondisi-kondisi tertentu. Dalam beberapa situasi, UNDRO dapat melepas bantuan dari persediaan emergensi yang dikelola UNDRO di Pisa, Italia.

63

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Kerjasama UNDRO/UNDP UNDP dan UNDRO saling melengkapi satu dengan yang lain. UNDP mempunyai pengalaman yang luas dalam bidang administrasi dan perencanaan pembangunan, dan mempunyai kantor-kantor lapangan yang tetap. UNDRO mempunyai pengetahuan dan pengalaman khusus dalam bidang menejemen bencana, dan menetapkan kontak-kontak dengan badan badan khusus yang relevan. Kenyataan bahwa resident representative UNDP juga mewakili UNDRO membantu untuk meyakinkan kerjasama yang baik antara organisasi-organisasi. Pada tingkat negara kantor-kantor lapangan UNDP biasanya mengelola dana dan sumber-sumber daya yang disalurkan lewat UNDRO, dengan mengikuti prosedur-prosedur antar agen yang normal. Hal ini mencakup pengadaan suplai dan pelayanan lokal, dan perekrutan serta perjanjian karyawan tidak tetap.
Peran-peran anggota inti dari UN-DMT yang terkait dengan bencana FAO Memberikan nasehat teknis di dalam mengurangi kerentanan dan Membantu rehabilitasi pertanian, ternak, dan perikanan, dengan tekanan pada produksi makan setempat. Memonitor produksi makanan, eksport dan import, dan memperkirakan setiap permintaan bantuan makanan yang lain Mempromosikan masuknya pengurangan bencana dalam perencanaan pembangunan, dan mendanai bantuan teknis untuk semua aspek manajemen bencana. Memberi bantuan administrasi kepada resident coordinator dan UN-DMT. Memobilisir dan mengkoordinir bantuan pemulihan emergensi internasional, mengeluarkan himbauan-himbauan yang dikonsolidasikan. Membantu dalam pengkajian dan manajemen pemulihan jika diperlukan. Memberikan nasehat dan petunjuk tentang penilaian penilaian resiko dan dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan pengurangan. Meyakinkan perlindungan pengungsi dan mencari solusi yang tahan lama terhadap masalah-masalah mereka. Membantu memobilisir dan meyakinkan pengiriman bantuan yang diperlukan di dalam Suaka negara jika hal ini ada dalam satu negara yang sedang berkembang. Mendatangi para wanita dan anak-anak yang sejahtera, khususnya kesehatan anak dan gizi. Aktivitas bantuan bisa mencakup : program sosial; pemberian makan kepada anak-anak ( bekerjasama Dengan WFP ); cadangan air, sanitasi dan intervensi kesehatan secara langsung ( bekerjasama dengan WHO ). Menyediakan bantuan logistik dan menejemen terkait. Menyediakan bantuan makanan yang “ditargetkan” untuk bantuan kemanusiaan, dan untuk mendukung rehabilitasi, rekonstruksi, dan program pengurangan resiko. Memobilisir dan mengkoordinir pengiriman emergensi komplementer dan “program” bantuan pangan dari sumber-sumber daya bilateral dan yang lain. Memberikan nasehat dan bantuan dalam semua aspek perawatan kesehatan yang bersifat kuratif dan preventif, termasuk kesiapan pelayanan-pelayanan kesehatan untuk respon yang cepat terhadap bencana.

UNDP

UNDRO

UNHCR

UNICEF

WFP

WHO

64

2

BAGIAN

Tim manajemen bencana, peran dan sumber daya

BAB 6

Peran dari organisasi-organisasi dan badan-badan PBB yang lain Sejumlah badan dan organisasi PBB yang lain mempunyai tanggung jawab khusus, pengaturan organisasi, dan kemampuan yang berhubungan dengan pengurangan bencana, dan/atau bantuan pemulihan atau pertolongan. UNDP,UNDRO, dan para resident coordinator harus menghormati mandatmandat dan ketrampilan-ketrampilan dari agen-agen ini, dan meyakinkan bahwa semua bekerja bersama-sama secara harmoni. Semua harus menggunakan keahlian dan sumber daya mereka untuk mempengaruhi secara baik dengan membantu orang-orang di daerah yang terkena bencana dan di daerah yang rentan terhadap bencana.
Sumber-sumber yang tersedia dari sistim PBB untuk mengawali respon-respon terhadap bencana dan kebutuhan emergensi FAO UNDP Sampai dengan $ 20.000 atas kebijaksanaan dari FAOR dalam konteks emergensi yang sedang berlangsung atau bantuan proyek jangka panjang Sampai dengan $ 50.000 untuk setiap kejadian untuk bantuan yang bersifat segera; disetujui oleh Direktor DOF yang menindak lanjuti permohonan dari perwakilan residen. Sampai dengan $ 1,1 juta untuk bantuan teknis rehabilitasi dan rekonstruksi; yang sisetujui oleh Administrator atau Konsul Pemerintah Dana-dana IPF untuk bantuan teknis terhadap manajemen emergensi adalah operasioperasi besar yang disetujui oleh pemerintah; yang mendapat persetujuan dari Direktur PCO. UNDRO Sampai dengan $ 50.000 untuk setiap bencana, berlaku untuk penyediaan sumbersumber daya; yang disetujui oleh koordinator UNDRO menindak lanjuti permohonan dari Pemerintah dan proposal dari pewakilan residen atau organisasi atau agen PBB yang lain. Alokasi dari cadangan emergensi global untuk bantuan pengungsi, disetujui oleh Komisioner Tinggi. Sampai dengan $25.000 pembelokan dari dana-dana program yang ada atau cadangan-cadangan yang ada dalam negara atas kebijaksanaan dari perwakilan negara berdasarkan persetujuan dengan Pemerintah. Jumlah yang lebih besar dari cadangan emergensi global ( $ 4 juta per tahun ) ; disetujui oleh Direktur Eksekutif menindak lanjuti proposal dari perwakilan negara. Kemungkinan penyimpangan dari dana-dana program negara yang ada kalau terjadi bencana nasional yang besar. WFP Kemungkinan meminjam komoditas bantuan pangan dari proyek-proyek pembangunan yang sedang berlangsung yang dibantu oleh WFP, stok dari pemerintah atau donor yang lain, berlaku atas persetujuan markas besar untuk menjamin penggantian. Sampai dengan $ 50.000 untuk pembelian komoditas lokal atas kebijaksanaan dari Direktur Operasional di mana tidak ada sarana lain mengatur pengiriman secara tepat waktu. Alokasi terutama dari Cadangan Emergensi Pangan Internasional (IEFR), yang dikelola oleh WFP, dan dari sumber-sumber daya umum dari WFP ( $ 45 juta per tahun ) WHO Cadangan global dari mana alokasi dapat disediakan untuk prioritas kebutuhan medis dalam mengantisipasi kontribusi lembaga donor khusus; disetujui oleh Direktur ERO.

UNHCR UNICEF

65

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

Koordinasi : Resident Coordinator Dan UN-DMT
Pemerintahan nasional bertanggung jawab secara penuh terhadap permintaan dan pengkoordinasian semua bantuan internasional. Pemerintah juga memberikan persetujuan semua program dan pekerjaan emergensi di dalam negara. Akan tetapi, Sistim PBB siap untuk membantu jika diminta. Pada level negara, resident coordinator/wakil dan Tim Manajemen bencana PBB ( UN-DMT ) merupakan institusi-institusi pengkoordinir PBB yang penting. Tanggung jawab mereka berlaku untuk semua situasi yang memerlukan intervensi yang penting lebih dari satu organisasi atau agen PBB. Pada tingkat internasional, UNDRO mempromosikan koordinasi tanggapan terhadap situasi-situasi bencana khusus, baik dalam sistim PBB dan dalam komunitas internasional yang lebih luas, secara esensial lewat pertukaran informasi. Koordinasi Koordinasi seperti yang digunakan dalam manual, mempunyai arti : • Pertukaran inteligen informasi dan kejujuran, diskusi yang konstruktif dari isu-isu dan kemungkinan alur tindakan. • Mencapai konsensus terhadap tujuan-tujuan dan strategi secara menyeluruh. • Adopsi sukarela oleh mereka yang peduli dari tanggung jawab khusus dan tugas-tugas dalam konteks strategi dan tujuan-tujuan yang sudah disetujui. Koordinasi didasarkan pada sikap saling menghormati terhadap kompetensi-kompetensi dan tanggung jawab yang disetujui dari masingmasing pihak, dan kemauan untuk mengkoordinasikan dalam menangani dan menyelesaikan masalah-masalah dalam pencarian tujuan bersama. Peran dari Coordinator Resident PBB Resident koordinator, yang juga mewakili UNDRO, merupakan pimpinan tim sistim PBB pada tingkat negara, dan juga pimpinan dari UN-DMT. Menindak lanjuti satu bencana besar, resident coordinator/wakil harus siap memberikan prioritas mutlak terhadap peran koordinasi ini, yang juga mencakup membantu meyakinkan koordinasi dari semua bantuan emergensi internasional. Resident coordinator harus memenuhi tanggung jawab umum yang ditunjukkan dalam panel pada halaman berikutnya. Pengaturan-pengaturan koordinasi untuk emergensi Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa Bangsa telah mengangkat seorang Koordinator Bantuan Emergensi pada tingkat Under Secretary General, yang telah dipercaya dengan tanggung jawab untuk koordinasi bantuan emergensi seperti digambarkan dalam Resolusi Majelis Umum 46/182 tertanggal 19 Desember 1991. Koordinator Bantuan Emergensi bertanggung jawab terhadap Putaran Dana Emergensi Pusat, yang telah didirikan sebagai mekanisme cashflow sebanyak US$ 50 juta untuk menjamin respon yang terkoordinasi dan cepat dari organisasi-organisasi sistim tsb. Ia mempunyai akses langsung terhadap Sekretaris Jendral di New York dan mengadakan kontak dengan, dan menyediakan kepemimpinan terhadap, Resident Koordinator.

66

2

BAGIAN

Tim manajemen bencana, peran dan sumber daya

BAB 6

Tanggung jawab manajemen bencana dari resident coordinator ( juga mewakili UNDRO ) Pada tingkat yang sedang berlangsung, resident coordinator harus: Meyakinkan bahwa organisasi-organisasi PBB dan badan-badan yang aktif dalam negara yang rentan bencana secara kolektif “siap” untuk menawarkan bantuan materi dan teknis yang memadai sebagai bagian dari satu tanggapan internasional yang menyeluruh pada saat terjadi bencana. Meyakinkan bahwa badan-badan yang sama memperhatikan resiko-resiko bencana dalam program-pogram pembangunan jangka panjang mereka, dan menyediakan bantuan yang dilakukan secara bersama sehubungan dengan pengurangan bencana, dalam berkonsultasi dengan setiap panitia IDNDR nasional. Menghadirkan berbagai agen-agen sistim PBB bersama sama dan meyakinkan pengadaan bantuan dan nasehat berbagai disiplin ilmu yang dilakukan bersama-sama dan, secara efektif dan segera. Menjalin kontak dengan otoritas pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasi-operasi bantuan. Meyakinkan bantuan bersama PBB terhadap pemerintah yang berwenang dalam menilai situasi dan persyaratan-persyaratan internasional untuk bantuan. Terus memberikan informasi kepada UNDRO mengenai situasi dan kebutuhan bantuan internasional. Memberikan pernyataan yang jelas mengenai prioritas kebutuhan untuk bantuan internasional secara cepat kepada UNDRO untuk pendistribusian secara internasional, dan memberi informasi yang sama kepada perwakilan setempat dari komunitas internasional. Memperbaharui informasi secara terus menerus untuk menjaga tetap berlaku. Merekomendasikan bahwa tim PBB diperkuat oleh badan-badan yang tepat pada tingkat negara jika perlu. Membantu untuk memastikan kerjasama dan koordinasi antara semua badan-badan bantuan internasional, pemerintah, dan organisasi-organisasi nasional yang lain untuk meyakinkan menejemen yang tepat dari bantuan internasional. Berkonsultasi dengan perwakilan setempat dari organisasi PBB yang berkompeten atau agen (UNHCR atau yang lain ) untuk menetapkan apa yang harus dilakukan oleh residen koordinator dan UN-DMT untuk membantu agen tersebut.

Pada saat terjadi bencana “multi-sektoral” -

-

Pada saat terjadi masuknya pengungsi dalam jumlah besar atau bencana “mono-sektor” -

dari UNDRO dan tiga peran UNDRO yang berbeda dari UNDP

Q. Sebutkan tiga peran manajemen bencana dari UNDP yang berbeda A_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ _ _ _

_____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________

67

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

BAB 7

Kesiapan Bencana
Konsep dari kesiapan bencana sangat jelas. Tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa secara tepat sistim yang memadai untuk bencana, prosedur dan sumber-sumber daya berada di tempat kejadian dan bisa membantu mereka yang tertimpa oleh bencana dan memungkinkan mereka untuk bisa menolong diri mereka sendiri.
Dampak bencana

Fase pengurangan resiko pra-bencana

Kesiapan

Tujuan-tujuan dari kesiapan bencana adalah untuk meminimalisir pengaruh-pengaruh yang merugikan dari satu bahaya lewat tindakan-tindakan berjaga-jaga yang efektif, dan untuk menjamin secara tepat, organisasi yang tepat dan efisien dan pengiriman respon emergensi yang menindak lanjuti dampak dari satu bencana. Difinisi ini menetapkan kerangka kerja yang luas terhadap kesiapan bencana, akan tetapi sangatlah bermanfaat untuk memikirkan tentang beberapa poin yang implisit dalam difinisi ini. “ untuk meminimalisir pengaruh-pengaruh yang merugikan dari satu bahaya “

Bantuan

Mitigasi

Rehabilitasi

Pengurangan resiko bencana dimaksudkan untuk meminimalisir pengaruh-pengaruh yang merugikan dari Rekonstruksi satu bahaya dengan menghilangkan kerentanan dimana kalau tidak dilakukan ini, bahaya akan terbuka dan fase pemulihan pasca bencana secara langsung mengurangi potensi dampak satu bahaya sebelum bahaya tersebut menyerang. Kesiapan bencana dalam bentuknya yang paling kejam menganggap bahwa kelompokkelompok orang tertentu akan tetap rentan, dan kesiapan harus menanggung konsekuensi-konsekuensi dari dampak satu bahaya. “lewat tindakan-tindakan berjaga-jaga yang efektif “ Penting untuk memperhatikan bahwa istilah yang digunakan “ tindakantindakan berjaga-jaga “, terlalu sering hasil akhir dari kesiapan bencana dilihat sebagai satu rencana yang statis untuk dipikirkan dan kemudian dimasukan dalan file sampai hal ini diperlukan. Kesiapan bencana , secara berlawanan, harus dilihat sebagai satu proses yang aktif dan terus menerus. Tentu saja, baik rencana-rencana maupun strategi-strategi diperlukan, akan tetapi hal tersebut harus merupakan usaha-usaha yang dinamis, yang sering ditinjau lagi, dimodifikasi, diperbaharui dan diujicobakan. “ untuk meyakinkan secara tepat, memadai, dan organisasi yang efisien dan pengiriman “ Mungkin satu dari aspek yang paling sulit dari menejemen bencana adalah masalah waktu. Masalah waktu juga mempengaruhi konsep kesiapan bencana. Kecepatan dan ketepatan waktu sering kali telah diperlakukan secara sama, yang merupakan cacat konsep yang besar. Keputusankeputusan yang terkait dengan waktu harus mempertimbangkan hubungan

antara masukan-masukan bantuan dan pengaruh-pengaruhnya. Dalam

68

2

BAGIAN

Kesiapan Bencana

BAB 7

beberapa tipe bencana, banjir, sebagai contoh, ada beberapa dasar tertentu seperti tempat berlindung dan pakaian yang mungkin dibutuhkan dengan segera. Terkait dengan mengurangi tekanan yang bersifat mendadak, kecepatan sangatlah penting. Akan tetapi, ada bentuk-bentuk lain. Demikian juga, bantuan yang memadai membutuhkan penelitian yang hati-hati. Isu-isu ini berada di luar cerita-cerita standar dari daging babi kalengan dan sepatu berhak tinggi terhadap banjir, Komunitas muslim. Isu ini berlaku untuk mereka yang berkepentingan dan hubungan alami antara kesiapan bencana, rehabilitasi dan pemulihan. Yang paling penting kita perlu menanyakan jika salah satu dari tujuan-tujuan yang penting dari kesiapan bencana – penyediaan dari bantuan yang memadai – dirancang sematamata untuk meyakinkan bertahan hidupnya komunitas yang tertimpa bahaya secara segera atau, dalam menjamin keselamatan segera, untuk secara bersamaan membuka jalan terhadap pemulihan kembali ? “organisasi yang efisien dan pengiriman” Organisasi yang efisien dan pengiriman menyarankan kriteria yang jelas untuk kesiapan bencana yang efektif. Perencanaan yang sistimatis, distribusi yang dilakukan secara baik, peran yang jelas dan tanggung jawab adalah sangat vital. Akan tetapi, terlalu sering situasi bencana menciptakan kondisikondisi kekacauan. Rencana-rencana yang digelar secara baik dapat mengurangi, akan tetapi tidak menghilangkan kekacauan itu. Sampai pada satu tingkat yang memungkinkan, rencana-rencana kesiapan harus mengantispasi sumber-sumber kekacauan dan sama pentingnya harus juga mencoba mengantisipasi apa yang harus dilakukan pada saat rencana menjadi serba salah. Akan tetapi, dimana satu kriteria efisiensi menjadi secara khusus penting adalah dalam konteks distribusi. Kunci disini untuk meyakinkan bahwa efisiensi diukur dalam istilah kemampuan untuk mengirim bantuan yang diperlukan kepada mereka yang paling rentan. Terlalu sering dalam situasi bantuan bencana, makanan dan bantuan nonmakanan tiba di tempat bencana , akan tetapi tidak ada sistim atau struktur yang sudah dibentuk untuk menjamin bahwa mereka yang paling membutuhkan adalah memang yang paling berhak. Pada akhirnya, uji coba yang paling penting dari efisiensi adalah bahwa mereka-mereka yang membutuhkan benar-benar diberikan secara memadai.

Komponen-komponen kesiapan bencana
Ada sembilan komponen utama yang tercakup dalam kesiapan bencana yang memberikan kerangka kerja di mana berdasarkan kerangka kerja tersebut strategi kesiapan bencana nasional dapat dikembangkan.
Kerangka Kerja Kesiapan Bencana
pengkajian kerentanan perencanaan penyediaan sumber daya
pelatihan dan pendidikan umum

Mengkaji kerentanan Mendasar untuk semua aspek manajemen bencana sistim adalah informasi. Hal ini merupakan satu poin yang informasi nampak jelas, akan tetapi sering kali dilupakan. Manajer bencana mungkin tahu bahwa komunitas atau daerah mekanisme geographis tertentu rentan terhadap dampak dari respon serangan bahaya yang bersifat mendadak ataupun yang lamban. Tetapi, pada realitanya, sampai satu keputusan dibuat pada cara-cara yang sistimatis untuk mengumpulkan dan menilai informasi mengenai kerentanan terhadap bencana, manajer itu sedang atau akan bekerja secara sia-sia.

kerangka kerja institusi sistim peringatan
gladi

69

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Mengembangkan dan menyusun penilaian kerentanan adalah satu cara mendekati satu sarana sistimatis untuk menetapkan alat manajemen bencana yang penting. Akan ada lebih banyak lagi mengenai hal ini pada bab berikutnya.

lereng yang tidak stabil sungai sungai

Perencanaan Melalui semua aktivitas yang dirancang untuk mempromosikan kesiapan bencana, tujuan yang paling utama adalah mempunyai rencana-rencana yang siap yang sudah disepakati, yang dapat diimplementasikan dan untuk komitmen mana dan sumber-sumber daya yang relatif terjamin. Rencana itu sendiri harus menyentuh poin-poin lain dalam kerangka kerja ini. Kerangka kerja institusi Kesiapan bencana yang terkoordinir dan sistim tanggapan adalah satu prasyarat terhadap setiap rencana kesiapan bencana. Setiap rancangan sistim akan tergantung pada tradisi-tradisi dan struktur pemerintahan dari negara di bawah peninjauan. Akan tetapi, tanpa menjamin adanya “koordinasi horizontal” pada level-level pemerintah pusat diantara para menteri dan badanbadan pemerintahan khusus dan “ koordinasi vertikal “ antara otoritas lokal dan pusat, satu rencana akan dengan cepat tercerai berai. Hal ini membutuhkan satu struktur untuk pembuatan keputusan, panitia antar menteri untuk mengkoordinir rencana, titik fokus didalam setiap kementrian, dan struktur-struktur komunitas dan regional untuk mengimplementasikan rencana pada tingkat lokal. Sistim informasi Rencana kesiapan harus mempunyai sistim informasi. Untuk serangan bencana yang lambat, hal ini harus terdiri dari proses pengumpulan data yang dibuat secara resmi, dan sistim peringatan dini ( khususnya untuk daerah yang rentan terhadap kelaparan ), dan sistim monitoring untuk memperbaharui informasi peringatan dini. Untuk serangan bencana yang mendadak sistim yang sama harus tersedia untuk memprediksi, memberi peringatan, dan komunikasi evakuasi. Basis sumber daya Persyaratan-persyaratan untuk memenuhi satu situasi emergensi akan jelas tergantung pada tipe-tipe bahaya yang diantisipasi oleh rencana tersebut. Persyaratan-persyaratan semacam itu harus dibuat secara eksplisit, dan harus mencakup semua aspek bantuan bencana dan implementasi pemulihan.

70

2

BAGIAN

Kesiapan Bencana

BAB 7

Daftar kebutuhan bantuan terlalu panjang untuk dimuat didalam modul ini, akan tetapi daftar ini mengindikasikan beberapa persyaratan utama : tempat berlindung obat-obatan makanan makanan tambahan sistim komunikasi sistim logistik pekerja-pekerja pemulihan peralatan pembersihan Sistim peringatan Untuk sebagian besar tipe serangan bencana yang cepat, sistim peringatan dapat menyelamatkan banyak kehidupan. Dengan memberi pemberitahuan yang memadai terhadap masyarakat yang rentan akan datangnya satu bencana, mereka dapat meloloskan diri dari kejadian itu atau mengambil tindakan berjaga-jaga untuk mengurangi bahaya. Akan tetapi, kamu harus mengasumsikan bahwa sistim-sistim komunikasi yang berfungsi, seperti telepon dan teleks, tidak tersedia pada saat terjadi bencana besar. Mulailah merencanakan satu sistim peringatan dengan asumsi seperti itu. Pertimbangkan jenis perlengkapan komunikasi apakah yang akan dibutuhkan dan berkelanjutan jika jalur-jalur pembangkit listrik dan stasiun-stasiun penerima rusak. Rencana kesiapan harus mencakup penyediaan akses terhadap sistim komunikasi alternatif di antara polisi, militer dan jaringan pemerintah. Peringatan juga penting untuk serangan bencana yang lambat dan pemindahan populasi. Dalam hal ini disebut peringatan dini dan berhubungan dengan informasi dan distribusinya dengan pertimbangan apakah : Pemberitahuan secara tepat waktu dari satu krisis dunia yang akan terjadi dalam hal persediaan makanan membuat persiapan atau pencegahan terhadap penduduk yang dipaksa bermigrasi Mekanisme tanggapan Tes yang paling mutlak dari satu rencana adalah keefektifan tanggapan terhadap peringatan dan dampak bencana . Pada tahapan tertentu dalam proses peringatan, berbagai tanggapan harus dimobilisir. Pentahapan tanggapan menjadi satu faktor yang penting dalam merancang rencana kesiapan. Bagian 9 menyiapkan tanggapan-tanggapan yang dikehendaki. Pelatihan dan pendidikan umum Fokus dari rencana kesiapan bencana harus mengantisipasi, pada tingkat tertentu, tipe-tipe persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan untuk tindakan dan tanggapan terhadap peringatan dan operasi pemulihan bencana. Rencana ini harus juga mengkhususkan pada cara-cara untuk menjamin bahwa persyaratan-persyaratan seperti itu dapat dipenuhi. Meskipun demikian, prosesnya hanya akan efektif jika mereka-mereka yang menjadi ahli waris utama mengetahui apa yang harus diperbuat pada saat terjadi bencana dan tahu apa yang diharapkan. Untuk alasan ini, bagian penting dari rencana kesiapan bencana adalah pendidikan untuk merek yang mungkin terancam

Fujieda, Japan Anak-anak sekolah sedang berlatih latihan keamanan gempa

71

Tinjauan Umum Manajemen Bencana oleh bencana. Pendidikan semacam itu bisa terdiri dari banyak bentuk, seperti: (1) Pendidikan umum di sekolah-sekolah untuk anak-anak dan remaja, yang menekankan tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan jika ada ancaman bencana ( sebagai contoh, gempa bumi ); (2) Kursus-kursus pelatihan khusus, yang dirancang untuk orang dewasa baik secara khusus atau sebagai dimensi tambahan dari program-program yang sedang berlangsung seperti Tindakan Kesehatan Preventif atau Program Kesehatan Ibu dan Anak; (3) Program pengembangan , dimana komunitas dan pekerja-pekerja perluasan berbasis desa diinstruksikan untuk menyediakan informasi yang relevan dan dilatih untuk tugas-tugas yang harus mereka jalani selama kejadian bencana; (4) Informasi umum, lewat media massa, televisi, radio atau cetakan, tidak pernah akan bisa menggantikan dampak dari instruksi langsung. Akan tetapi, jika dirancang dan disajikan secara sensitif, media massa bisa menyediakan tambahan yang bermanfaat terhadap proses pendidikan secara keseluruhan. Gladi Seperti halnya manuver militer tidak bisa secara penuh memotret realita dari peperangan, demikian juga dengan gladi kesiapan bencana tidak bisa memotret secara penuh dinamika – dan potensi kekacauan – dari satu operasi bantuan bencana. Meskipun demikian, fakta itu tidak harus menjadi satu alasan untuk menghindari perlunya gladi yang menekankan kembali poinpoin yang dibuat dalam program pelatihan yang terpisah, itu juga akan menguji sistim secara kesuluruhan dan, secara tetap, mengungkap lubang-lubang yang bisa saja akan terlewatkan1.
1

Bagian sebelumnya dari bab ini diambil dari modul pelatihan

UNDP/UNDRO derjudul, Kesiapan Bencana, oleh Randolph Kent.

Alam dalam keributannya Foto oleh Paul Chesley

Kesiapan terhadap serangan bencana yang lambat dan yang mendadak
Aktivitas-aktivitas kesiapan untuk serangan bencana yang lambat sering kali bervariasi dibanding serangan-serangan yang bersifat mendadak. Serangan bencana yang bersifat lambat mungkin memerlukan keterlibatan yang lebih aktif pada bagian perencana, khususnya menyangkut monitoring sistim-sistim peringatan dini, terhadap kelaparan, perang, dan perselisihan sipil. Tanggapan pengobatan terhadap masalah-masalah yang diindikasikan oleh peringatan dini ( potensi bencana ) adalah satu pengembangan dari kesiapan. Kesiapan terhadap serangan bencana yang mendadak mencakup monitoring terhadap prediksi dan peringatan akan bencana yang mungkin muncul dalam hitungan hari atau jam. Emergensi bisa berkembang dalam waktu yang sangat singkat dan tergantung pada seperangkat prosedur dan sumbersumber daya yang sangat berbeda dibandingkan dengan serangan emergensi yang lambat.

72

2

BAGIAN

Kesiapan Bencana

BAB 7

Q. Pada daftar berikut dari komponen-komponen kesiapan bencana

, identifikasikan paling tidak satu tanggung jawab yang Anda, dalam kapasitas resmi Anda, dapat atau seyogyanya memikirkan tentang komponen itu. Kalau Anda tidak memiliki satupun, buatlah daftar siapa yang paling bertanggung jawab di negara Anda terhadap komponen itu.

A.

Pengkajian kerentanan _____________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Perencanaan ____________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Pengaturan hubungan kerja antar lembaga _______________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Sistim informasi __________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Penyediaan sumber daya ___________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Sistim peringatan _________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Mekanisme tanggapan _____________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Pelatihan dan pendidikan umum ______________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Gladi __________________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________

Kesiapan di dalam Perserikatan Bangsa Bangsa2
Sistim PBB pada tingkat negara harus dapat menfasilitasi dan mengirim bantuan yang terkoordinir dan memadai dalam satu emergensi. Tim Manajemen Bencana PBB ( UN-DMT ) adalah lembaga tetap yang beranggotakan antar badan PBB untuk sistim ini. UN-DMT harus bertemu secara reguler untuk : • mereview pencegahan dan pengaturan-pengaturan kesiapan di dalam negara, termasuk kemajuan dari setiap proyek pembangunan yang sedang berlangsung yang masih relevan • mereview pengaturan-pengaturan kesiapan didalam tim badan-badan PBB ( seperti digambarkan di bawah ini ) • membahas analisa dan interpretasi data dari dalam negara dan sistim peringatan dini tentang kelaparan yang berasal dari luar • memutuskan setiap tindakan khusus yang harus diambil oleh para anggota kelompok secara individual dan secara bersama
2

Sisa bab ini berasal dari Manual Manajemen Bencana UNDP/UNDRO

73

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

dengan daftar dari contoh-contoh dari masing-masing komponen.

Q . Jodohkan daftar dari komponen-komponen kesiapan bencana A.
Komponen kesiapan bencana 1. _____Penilaian kerentanan 2. _____Perencanaan 3. _____Hubungan kerja antar lembaga 4. _____Sistim informasi 5. _____Penyediaan sumber daya 6. _____Sistim peringatan 7. _____Mekanisme tanggapan 8. _____Pelatihan dan pendidikan umum 9. _____Gladi Contoh-contoh A. Pembaharuan terhadap penilaian kerentanan B. Tim-tim penilaian dan SAR C. Peta yang menunjukkan satu populasi yang hidup di daerah banjir D. Latihan E Merancang aktivitas yang mempromosikan kesiapan bencana F. Materi yang diperlukan dan bantuan logistik untuk satu emergensi G. Pengaturan organisasi untuk memaksimalkan koordinasi H. Poster yang menerangkan apa yang harus dilakukan ketika gempa bumi menyerang I. Prosedur komunikasi sebagai bagian dari sistim

Checklist dari informasi dasar yang diperlukan oleh UNDMT
Agar bisa memfasilitasi tanggapan yang memadai dan cepat terhadap bencana, jenis-jenis informasi berikut ini harus bisa tersedia secara gampang sebelumnya terhadap semua anggota dari UN-DMT. Pemerintah harus mempunyai banyak informasi ini yang digabungkan dan dikelola secara baru dalam kerangka kerja rencana kesiapan bencana nasional. Informasi ini harus disediakan untuk Resident Coordinator, dan anggota badan-badan dari UN-DMT. Jika informasi ini tidak tersedia, atau hanya sebagian saja tersedia, UNDMT harus menyusun dan mengelolanya sebagai usaha tim, biasanya bekerja sama dengan rekan-rekan nasional. Agen-agen khusus ini masing-masing akan membahas bidang-bidang yang menjadi perhatian. Resident Coordinator harus mengetahui bahwa semua sektor tercakup. Check list yang disajikan di sini harus digunakan untuk lingkungan setempat. Perhatian khusus harus diberikan terhadap informasi yang relevan dengan wilayah dan komunitas khususnya yang rentan dan rawan tertimpa bencana.
Jawaban 1-C 2-E 3-G 4-A 5-F 6-I 7-B 8-H 9-D

74

2

BAGIAN

Kesiapan Bencana

BAB 7

Checklist ini sering menunjuk kepada agensi atau kontak-kontak organisasi. Untuk menjaga infomasi tetap baru, Anda harus memiliki semua kontak :

• • • •

nama alamat kantor dan telepon, fax, dan nomer telex alamat rumah dan nomer telepon alamat pengiriman elektronis, jika yang bersangkutan memiliki Anda harus mempunyai informasi yang sama untuk setiap pengganti atau wakil
Sejarah dari peristiwa dan besarnya tipe-tipe khusus bencana di daerahdaerah yang berbeda, dampak-dampaknya pada populasi dan ekonomi Tipe-tipe emergensi dan bantuan pasca bencana yang disediakan dari semua sumber daya dimasa lampau; keefektifan dari bantuan yang diberikan, masalah yang dihadapi – pelajaran yang bisa diambil Jenis kebutuhan yang dapat diantisipasi di daerah-daerah dan lingkungan khusus, dan jenis intervensi bantuan yang mungkin diperlukan. Kebijakan yang mempertimbangkan pengumpulan, penerimaan dan penggunaan bantuan internasional, termasuk personil dari luar. Otoritas yang didelegasikan kepada institusi lokal, dan peran-peran yang memungkinkan dari LSM nasional dan agen-agen bantuan luar. Kebijakan-kebijakan ( apa dan bagaimana ) yang menyangkut vaksinasi, distribusi obat-obatan, perhatian terhadap anak-anak yang tidak ada temannya, dan penyelamatan harta benda Kebijakan-kebijakan dan kriteria untuk setiap distribusi bantuan; apakah dalam bentuk gratis, djual, atau secara kredit; apa, jika ada, perbedaan yang harus didorong didalam dan antara sub-kelompok populasi yang berbeda. Tujuan-tujuan dan standar-standar khusus yang harus diterapkan terhadap skala-skala rasio untuk makanan dan air, dan setiap distribusi materi tempat perlindungan dan suplai rumah tangga. Kontak yang bertanggung jawab terhadap semua peramalan bahaya nasional dan sistim-sistim peringatan. Kontak pemerintah ( dan wakilnya ) yang biasanya bertanggung jawab terhadap manajemen bantuan emergensi dan operasi bantuan pasca bencana dalam satu badan koordinasi pusat, jika ada satu saja, Kontrak-kontrak dalam kementrian individual. Alamat dan nomer telepon/fax/teleks dari setiap pusat koordinasi bencana nasional, dan apakah dan bagaimana ofisial donor asing akan bisa mendapatkan akses ke pusat selama waktu emergensi. Prosedur yang ditetapkan ( pada tingkat nasional dan lokal ) terhadap penilaian kerusakan, kebutuhan dan sumber daya yang terjadi sebagai dampak dari satu bencana.

Profil bencana negara
o o

PROFIL BENCANA

o

Kebijakan nasional, tujuan dan standar
o o o

Kebijakan nasional

o

o

Struktur Pemerintahan untuk peringatan dan tanggapan emergensi
o o

DMT DAFTAR DMT CHECKLIST

o

o

75

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

o Kontak dalam badan manajemen bencana nasional atau sektor kementrian
yang bertanggung jawab untuk mengatur dan memastikan:

• Koordinasi dan penghubung dengan komunitas internasional (Sistim • • • • • • • • • • •
PBB, kedutaan, LSM ) Operasi SAR Survey pasca bencana dan pengkajian Bantuan cadangan pangan, di mana diperlukan Perawatan medis dan pencegahan kesehatan Cadangan air Sanitasi lingkungan Tempat perlindungan emergensi dan suplai bantuan lain Komunikasi Pelayanan logistik( transport, penyimpanan dan distribusi) Manajemen informasi ( termasuk catatan dan laporan ) Keamanan

o Peran dari angkatan bersenjata nasional dan hubungan antara sipil dan
otoritas militer dalam mengarahkan operasi.

Organisasi –organisasi bantuan nasional dan eksternal yang lain

o Kontak-kontak pada badan-badan donor dan kedutaan-kedutaan utama,

kontribusi-kontribusi yang potensial dari pemerintah dan organisasi mereka terhadap operasi bantuan pasca bencana, dan sumber daya yang mereka punyai kalau diminta secara mendadak pada tingkat lokal. dan LSM-LSM utama, kontribusi-kontribusi yang potensial dari mereka terhadap emergensi dan operasi bantuan pasca bencana, dan sumber daya (manusia, materi, dan keuangan ) yang mereka punyai apabila diminta secara mendadak pada tingkat lokal.

o Kontak-kontak pada Palang Merah nasional dan Masyarakat Palang merah

Data dasar pada masing-masing daerah yang rentan terhadap bencana

o Detail mengenai demografi; lokasi, ukuran dan karakteristik sosio-ekonomi
komunitas, termasuk ukuran rata-rata keluarga, sumber dan tingkat pendapatan, dan setiap pola-pola tradisional dari migrasi musiman.

o Struktur kepemimpinan formal dan informal; setiap pertimbangan agama atau
sosial yang khusus, proses bantuan komunitas tradisional pada saat terjadi bencana, dan semua hal-hal yang tabu. yang berbeda dalam satu tahun.

o Kondisi iklim secara umum, termasuk temperatur siang dan malam pada waktu o Kebiasaan makanan setempat, termasuk praktek-praktek penghentian, dari
berbagai kelompok sosio-ekonomi.

o Status gizi normal dari anak-anak, termasuk variasi musiman yang normal. o Wabah penyakit di daerah itu, termasuk pola-pola umum dari kematian dan
morbiditas.

o Sumber daya air yang normal: sumber daya dan metode-metode ekstrasi;
pengolahan dan distribusi.

o Sistim cadangan pangan dan produksi lokal: jenis-jenisnya, siklus produksi

musiman dan panen yang normal dari tanaman pangan utama dan kebunkebun kecil, dan rata-rata tingkat penyimpangan cadangan pertanian.

76

2

BAGIAN

Kesiapan Bencana

BAB 7

o Pelayanan-pelayanan yang beroperasi ( secara resmi dan tidak resmi):
kesehatan, pendidikan, pembangunan pedesaan, pekerjaan umum, dan kesejahteraan sosial. Hal ini harus mencakup lokasi dan sifat khusus dari pelayanan yang diberikan dan personil yang dipekerjakan. telekomunikasi, dan cadangan listrik.

o Cakupan dan kondisi umum dari infrastruktur, termasuk jalan-jalan,
Sumber daya : materi dan manusia
“Sumber daya” termasuk persediaan dan pelayanan yang dapat dimobilisir dalam negara terhadap emergensi dan operasi-operasi bantuan pasca bencana. Sumber daya potensial mencakup badan-badan pemerintah, perusahaan-perusahaan komersial ( lokal atau dalam negara yang berdekatan), LSM-LSM dan organisasiorganisasi bantuan yang lain dan proyek-proyek pembangunan yang beroperasi di dalam atau di dekat daerah-daerah yang beresiko.

Penanganan medis/perawatan kesehatan4
o Rumah sakit, klinik dan fasilitas kesehatan yang lain: jumlah tempat tidur, ambulance, tersedianya peralatan khusus, jumlah dokter yang terlatih, perawat dan bantuan-bantuan perawat, kontak denga semua fasilitas. Persediaan dan sumber daya suplai medis: nama, alamat, dan nomer telepon/ faks/teleks dari semua penyimpanan suplai medis; pabrik obat-obatan dan suplainya; dan laboratorium yang memproduksi vaksin dan serum.

o

Cadangan pangan

o Lokasi, kapasitas, dan tingkat persediaan normal dari penyimpanan makanan,

nomer telepon/faks/teleks dari badan-badan pemasaran pemerintah, departemen cadangan pangan, para pengimport komersial, para grosir makanan, dan donor bantuan makan. (termasuk kegiatan padat karya pangan ), pengaturan organisasinya, prosedur, dan kapisitas untuk memenuhi kebutuhan emergensi.

o Detail dari jatah makanan yang ada dan program-program distribusinya
Gizi dan epidemologi5

o Alam, lokasi, dan kapasitas dari aktivitas rehabilitasi gizi ( pemberian makanan
therapis ), pengaturan organisasi, prosedur dan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan emergensi.

o Tingkat dan validitas dari survey status gizi atau program-program

pengawasan, sumber daya dari ahli gizi dalam negara ( dengan pengalaman lapangan yang relevan ). Lokasi dan kapasitas dari pengawasan epidemiologi dan ahli survey yang terkait dengan program pengendalian penyakit menular.

4 Informasi harus dipastikan oleh staf WHO dalam konteks profil kesiapan yang dikeluarkan oleh markas besar WHO. 5 Aspek gizi tidak perlu menjadi prioritas perhatian segera setelah terjadi bencana alam yang tiba-tiba, akan tetapi aspek tersebut sangat penting dalam semua situasi-situasi emergensi yang berkepanjangan, terutama kekeringan, kelaparan dan dalam semua kasus yang melibatkan perpindahan penduduk.

77

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Cadangan air, kesehatan dan sanitasi lingkungan

o Nama, alamat, nomer telepon/faks/teleks dari para produsen, grosir besar,
dan outlet eceran untuk tipe-tipe persediaan sebagai berikut, termasuk lokasi dan tingkat cadangan normal pada inventaris :

o o o

• • • • • •

Pompa air, tanki, pipa dan perabot Tanker-tanker jalan baik yang disewa maupun yang dibeli Kapur atau bahan kimia lain untuk pembasmian kuman air Sabun batangan yang keras, detergen, dan disinfektan Materi untuk menetapkan pembasmi kuman temporer Cadangan dan perlengkapan untuk operasi pengendalian kuman. Jumlah dari cadangan-cadangan ini yang biasanya tersedia pada stok pemerintah pada lokasi khusus. Tersedianya unit-unit sanitari air yang mobil dan generator-generator yang tersedia lewat militer atau kontraktor-kontraktor besar. Sumber daya dari personil yang terlatih dan alat-alat untuk melakukan perbaikan yang cepat atau untuk membangun instalasi baru atau temporer.

Tempat perlindungan emergensi dan bantuan material

o Nama, alamat, nomer telepon/faks/teleks dari para produsen, grosir besar,

o

dan outlet eceran untuk jenis-jenis suplai sebagai berikut, termasuk lokasi dan jumlah cadangan normal pada inventaris : • Tenda-tenda berat, kain terpal, lembaran polythene tebal • Lembaran-lembaran atap seng gelombang, kayu, dan semen • Selimut • Periuk-periuk untuk memasak dan perkakas ( ukuran rumah tangga, dan ukuran untuk dapur umum ) Jumlah dari cadangan ini biasanya tersedia dalam cadangan pemerintah di lokasi khusus.

Perlengkapan konstruksi

o Nama, alamat, nomer telepon/faks/teleks dari kontraktor bangunan dan jalan,

termasuk perkiraan cadangan buldoser mereka, penarik, kerekan, krane, dongkrak hydrolis, generator yang bisa dipindah-pindahkan, dan pompa. sama, sebagai contoh, di dalam kementrian Pertahanan dan Pekerjaan Umum.

o Focal point dari sumber daya pemerintah untuk jenis perlengkapan yang
Komunikasi

o Kontak dengan otoritas yang bertanggung jawab untuk pembangunan o Kebijakan-kebijakan yang menyangkut penggunaan peralatan komunikasi
oleh tim-tim dan organisasi bantuan internasional.

pelayanan telekomunikasi, termasuk reparasi dari sistim yang normal dan instalasi jaringan radio temporer, di mana diperlukan.

78

2

BAGIAN

Kesiapan Bencana

BAB 7

Sistim logistik dan fasilitas
Pertimbangan logistik mencakup detail dari rute transportasi normal dan kapasitaskapasitas ke dan di dalam daerah-daerah yang rentan bencana, dan pengetahuan dari masalah-masalah logistik khusus yang mungkin dihadapi pada saat mengirim suplai setelah terjadi satu bencana :

o Jalan-jalan • Memiliki copy dari peta-peta yang paling baik yang ada • Mengidentifisir jalan-jalan penghubung yang penting dan rute-rute
alternatif yang paling baik

• Memberi tanda batas-batas potensial pada lalu lintas truck ( seperti

kapasitas muatan jembatan dan kapasitas pergerakan kapal ferry), dan setiap poin yang rentan terhadap satu kejadian seperti banjir atau tanah longsor.

o Kapasitas truk • Armada pemerintah : jumlah dan kondisi truk tipe khusus dan kapasitasnya

di bagian-bagian dan lokasi-lokasi yang berbeda yang mungkin tersedia untuk mengangkut suplai bantuan di dalam daerah yang tertimpa bencana, termasuk detail dari armada mereka, lokasi dari kantor-kantor mereka dan fasilitas pengelolaan, dan harga normal mereka.

• Kapasitas komersial : kontraktor transport swasta yang dapat beroperasi

o Jalur kereta api • Ukuran rel, kapasitas gerbong, dan batasan muatan pada jalur-jalur yang
bervariasi.

• Kapasitas lalu lintas harian pada jalur-jalur berbeda, dan jumlah lokomotif
dan gerbong yang tersedia untuk setiap musimnya

• Keandalannya dan batasan-batasan operasional, termasuk tindakantindakan yang memungkinkan untuk memperbaiki performanya

o Pelabuhan sungai dan laut • Kedalaman pelabuhan, panjang dermaga, perlengkapan penanganan cargo • Kapasitas pengiriman harian, dan pola-pola musiman dari ekspor dan
impor

• Ukuran dari area penyimpanan yang terbuka dan yang tertutup, dan
jumlah yang ada secara normal pada musim yang berbeda

• Kapasitas pemberangkatan normal : jalan dan rel o Kapal sungai dan pantai • Kapal pemerintah : jumlah dan kondisi kapal, kapal tongkang (kapasitas
dan jenis khusus ) di lokasi yang berbeda yang tersedia untuk operasi penyelamatan atau pengiriman suplai bantuan

• Kapasitas komersial : kontak dengan kontraktor pelayaran swasta yang

dapat beroperasi di daerah-daerah yang tertimpa bencana, termasuk detail dari armadanya dan harga normalnya

79

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

o Lapangan udara dan jalur udara • Lokasi persis dan panjangnya, lebar, permukaan dan klasifikasi muatan
dari landasan terbang di daerah-daerah yang tertimpa bencana

• Tipe terbesar kapal udara yang dapat beroperasi • Cadangan bahan bakar (avgas dan bahan bakar untuk jet ) • Navigasi dan bantuan pendaratan, dan jumlah jam yang terbuka untuk
penerbangan

o Kapal udara dan transportasi udara • Pemerintah : jumlah dan jenis kapal udara dan halikopter yang mungkin

• Peralatan pengelolaan kargo dan kapasitas penyimpanan

tersedia untuk mengankut personil dan cadangan bantuan; perkiraan biaya operasional militer dan halikopter dan kapal udara pemerintah lain kapal udara dan halikopter yang munglin tersedia untuk mengangkut personil dan cadangan bantuan; perkiraan biaya carteran

• Perusahaan penerbangan nasional dan perusahaan lain: jumlah dan tipe
o Penyimpanan dan penanganan

• Gudang pemerintah : lokasi, ukuran, dan jenis penyimpanan didaerahdaerah yang berbeda yang mungkin tersedia untuk cadangan bantuan; kondisi umum dari tempat penyimpanan itu , tingkat keamanan , akses terhadap jalan dan transportasi kereta api, tersedianya palet, truk tangan, forklift, dan staf yang mencukupi dan sistim pencatatan Gudang swasta : seperti diatas yang mungkin sangat diperlukan atau disewa.

•
o

Persediaan bahan bakar ( solar dan bensin )

• Lokasi, kapasitas, dan tingkat stok normal milik pemerintah dan depot-

depot penyimpanan bahan bakar komersial; pengaturan-pengaturan di mana bahan bakar dapat diambil atau dikirimkan dari depot-depot tersebut.

80

2

BAGIAN

Kesiapan Bencana

BAB 7

dari berbagai sumber. Dimana Anda akan bisa memperoleh informasi yang diperlukan di bawah tiap-tiap judul utama ini ?

Q. Informasi yang dijadikan referensi terhadap checklist harus disusun A.
Profil bencana negara______________________________________ Kebijakan nasional, tujuan dan standar__________________________ Susunan pemerintah untuk peringatan/respon pasca bencana _________ Organisasi bantuan nasional dan eksternal _______________________ Data dasar pada setiap daerah yang rentan bencana________________ Sumber daya manusia dan materi : Medis/perawatan kesehatan ______________________________ Persediaan air, kesehatan dan sanitasi lingkungan _______________ Tempat perlindungan emergensi dan materi bantuan______________ Persediaan makanan____________________________________ Gizi dan epidemiologi____________________________________ Perlengkapan konstruksi__________________________________ Komunikasi___________________________________________ Sistim logistik dan fasilitas : Jalan________________________________________________ Kapasitas truk________________________________________ Jalur kereta api________________________________________ Pelabuhan sungai dan laut________________________________ Kapal sungai dan kapal pantai_____________________________ Lapangan udara dan jalur udara____________________________ Kapal udara dan transportasi udara__________________________ Penyimpanan dan penanganan_____________________________ Persediaan bahan bakar__________________________________

Q . Menurut pendapat Anda instansi manakah yang bertanggung
jawab terhadap pengumpulan, pembaharuan dan penyebaran informasi ini.

_____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _______________________________________________________ ______________________________________________________

A_____________________________________________________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________ _ ______________________________________________________________ _

81

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

BAB 8

Kerentanan dan pengkajian resiko1
Bab ini menyuguhkan pertimbangan sifat dari resiko; mendiskusikan teknikteknik lewat teknik-teknik tersebut bahaya alam dan resiko yang menyertainya terhadap kerugian-kerugian di masa mendatang dapat diestimasikan; dan bab ini juga mendiskusikan cara-cara dimana estimasi resiko yang akan datang dapat digunakan untuk membantu pilihan terhadap strategi pengurangan bencana yang optimal. Pertama, marilah kita meninjau kembali difinisi dari istilah-istilah kunci. Resiko adalah hilangnya kehidupan yang sudah diharapkan, orang-orang terluka, properti yang rusak, dan aktivitas ekonomi yang terganggu yang disebabkan oleh karena satu bahaya yang khusus. Resiko adalah kemungkinan dari satu bencana yang muncul dan menyebabkan tingkat kerugian yang khusus. Pengkajian resiko menetapkan besarnya kerugian yang sudah diestimasikan yang dapat diantisipasi di daerah-daerah khusus selama periode waktu yang khusus. Manajemen resiko Salah satu dari prinsip-prinsip yang menggaris bawahi modul pelatihan ini adalah bahwa sebagian besar orang yang bekerja dalam bidang pembangunan pada satu waktu terlibat dalam manajemen bencana. Bahkan jika Anda, sebagai orang awam atau seorang ahli sektoral, Anda sungguh-sungguh memainkan peran yang penting ketika masuk kedalam manajemen resiko. Rancangan proyek-proyek pembangunan harus mencakup satu latihan dalam bidang manajemen resiko. Tugas keseluruhan dari manajemen resiko harus mencakup baik estimasi dari besarnya resiko khusus dan juga evaluasi terhadap betapa pentingnya terhadap kita resiko itu. Oleh karena itu, proses dari manajemen resiko mempunyai dua bagian : penilaian resiko dan evaluasi resiko. Penilaian resiko memerlukan penghitungan resiko dari data dan pemahaman proses-proses yang terlibat. Evaluasi resiko adalah penilaian bahwa satu masyarakat menempatkan resiko-resiko yang menghadang mereka dalam menentukan apa yang harus dilakukan terhadap resiko-resiko itu. Kemungkinan resiko Resiko sering kali diukur dalam cara-cara yang umum. Sebagai contoh, ada kemungkinan dari satu individu meninggal dalam waktu satu tahun dari : 1diantara 200 orang jika orang itu merokok sebanyak 10 batang per hari; 1diantara 23.000 dalam satu bencana gempa bumi di Iran; dan 1 diantara 10.000.000 yang tersambar petir di Amerika Serikat. Estimasi resiko yang kasar seperti itu dapat bermanfaat untuk tujuan-tujuan pembanding, tetapi biasanya menyembunyikan variasi-variasi yang besar dalam resiko terhadap individu atau daerah-daerah yang berbeda. Dalam kasus Iran, orang yang tinggal didekat patahan gempa berada pada resiko yang lebih besar dibanding dengan mereka yang tinggal jauh dari gempa tersebut. Demikian pula halnya, orang yang tinggal dalam rumah-rumah bangunan batu yang dibangun secara tidak baik dekat patahan gempa lebih beresiko dibanding dengan mereka yang mungkin tinggal didekat bangunan-bangunan kayu yang dibangun dengan baik.
1 Bab ini diambil dari modul pelatihan UNDP/UNDRO berjudul Penilaian Resiko dan Kerentanan yang ditulis oleh A.W. Cobum, R.J.S. Spence and A. Pomonis

82

2

BAGIAN

Kerentanan dan penilaian resiko

BAB 8

Oleh karena itu, tahapan pertama dalam manajemen resiko adalah, menghitung probabilitas resiko. Tahapan kedua adalah mengevaluasi resiko, yaitu, melemparkan pengkajian tentang seberapa serius resiko itu. Pentingnya satu komunitas menempatkan resiko dari satu bencana cenderung dipengaruhi oleh jenis dan tingkat resiko-resiko harian lain yang dihadapi komunitas itu. Bahkan jika resiko dari satu bahaya alam itu sangat siknifikan, hal ini tidaklah seperti membandingkan, sebagai contoh, dengan resiko kematian anak dalam satu masyarakat tingkat perawatan kesehatan primer yang sangat minim. Desa-desa yang berada pada lembah-lembah gunung yang berbahaya dari Pakistan Utara secara reguler tertimpa bencana banjir, gempa bumi , dan tanah longsor, jangan merasa bahwa pengurangan bencana harus menjadi salah satu prioritas mereka. Prioritas mereka adalah perlindungan terhadap resiko yang lebih besar terhadap penyakit dan kegagalan irigasi. Ketika masyarakat berkembang secara ekonomi, pengurangan resiko cenderung dianggap mempunyai kepentingan yang lebih besar bagi mereka. Pembangunan itu sendiri dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya bencana, akan tetapi ketika masyarakat menjadi lebih kaya, lebih banyak sumber daya yang bisa disediakan untuk diinvestasikan pada tingkatan tertentu terhadap perlindungan. Perlindungan dari proses pembangunan yang tidak berkesinambungan sendiri menjadi isu pengurangan bencana. Tingkat resiko yang bisa diterima Banyak resiko dikaitkan dengan keuntungan. Tinggal berdekatan dengan gunung berapi mungkin membawa keuntungan dari tanah yang subur untuk pertanian. Secara umum,meskipun demikian, eksposur terhadap bahayabahaya lingkungan dan alam tidak memiliki keuntungan khusus yang terkait dengan resiko – eksposur adalah semata-mata satu konsekuensi dari tinggal atau bekerja dalam lokasi khusus. Hal ini dapat mempunyai pengaruh yang menyebabkan resiko-resiko seperti itu kurang bisa diterima dibanding dengan resiko-resiko dari mana keuntungan dapat diperoleh. Pada umumnya tingkat resiko yang dapat diterima cenderung meningkat sesuai dengan keuntungan yang bisa diambil dari eksposur terhadap bahaya. Akan tetapi, tingkat resiko yang dapat diterima cenderung menurun seiring berlalunya waktu ketika semakin banyak orang terekspos terhadap satu resiko khusus. Menilai resiko dan kerentanan Estimasi kemungkinan adanya kerugian-kerugian di masa mendatang adalah masalah meningkatkan minat terhadap mereka yang peduli dengan perencanaan pembangunan di daerah-daerah yang rentan bahaya. Sangat mendasar terhadap kesiapan bencana dan perencanaan pengurangan bencana adalah satu pemahaman tentang apa yang harus diharapkan. Kebutuhan ini harus diukur, jika hanya dalam cara yang kasar dan yang kira-kira mendekati, menyangkut tingkat resiko yang dihadapi, ukuran kejadian yang mungkin terjadi, dan konsekuensi-konsekuensi dari satu kejadian jika hal itu muncul. Kalkulasi resiko pada umumnya perlu mempertimbangkan beberapa tipe kerugian. Parameter kerugian yang paling umum, dan satu-satunya yang paling gampang dikaitkan, adalah biaya ekonomi. Biaya secara luas digunakan karena banyak tipe kerugian dapat dirubah menjadi biaya ekonomi. Pengaruh-

83

Tinjauan Umum Manajemen Bencana pengaruh yang dipertimbangkan sehubungan dengan biaya ekonomi dikenal sebagai kerugian-kerugian nyata. Akan tetapi ada lingkup dari pengaruhpengaruh lain sebagai akibat dari bencana-bencana yang penting tetapi tidak dapat dirubah setara uang, dan hal ini dianggap sebagai kerugian-kerugian tidak nyata. Satu pertimbangan penuh terhadap resiko akan mencakup lingkup yang penuh terhadap pengaruh-pengaruh, baik yang nyata maupun tidak nyata, dan dari beberapa tipe yang berbeda secara kualitatif. Lingkup dari konsekuensi-konsekuensi yang tidak dikehendaki dari bahaya alam apa yang kita anggap sebagai kerugian parameter termuat pada Tabel 1.
Tabel 1 Parameter kerugian untuk analisa resiko
Konsekuensi kematian luka Tindakan jumlah penduduk
jumlah yang luka dan kedahsyatannya

Nyata

Kehilangan Tidak nyata
pengaruh psikologis dan sosial terhadap sisa masyarakat

kerugian individu yang aktif secara ekonomi

kebutuhan perawatan pemulihan dan rasa medis,kerugian sementara sakit fisik dan sosial dari aktfitas ekonomi dari individu yang produktif

kerusakan fisik operasi emergensi gangguan ekonomi gangguan sosial dampak lingkungan

Inventarisasi elemen-elemen biaya penggantian yang rusak dengan dan perbaikan menggunakan angka dan tingkat kerusakan Volume tenaga kerja, orang- biaya mobilisasi, orang yang dipekerjakan investasi dalam harian, peralatan dan sumber kapabilitas kesiapan daya jumlah hari kerja, volume kerugian produksi jumlah orang yang terusir, tidak mempunyai rumah nilai kerugian produksi perumahan sementara, bantuan, produksi ekonomi

kerugian-kerugian budaya

tekanan dan terlalu banyaknya kerja terhadap peserta bantuan reputasi, daya saing, peluang moral masyarakat, kohesi, kontak sosial dan psikologis
konsekuensi dari lingkungan yang jelek, resiko kesehatan, resiko bencana masa yang akan datang

skala dan kedahsyatannya

biaya pembersihan, biaya perbaikan

Bagaimana menentukan resiko Ada tiga komponen penting dalam menentukan resiko, masing-masing harus diukur secara terpisah : a) probabilitas munculnya bahaya : kecenderungan terjadinya bahaya teknologi atau bahaya alam pada satu lokasi atau daerah b) elemen-elemen yang beresiko : mengidentifisir dan membuat menginventarisir orang-orang atau bangunan atau elemen-elemen lain yang akan terpengaruh oleh bahaya jika hal itu terjadi, dan dimana diperlukan, mengestimasikan nilai ekonominya c) kerentanan elemen-elemen yang berbahaya : seberapa jauh bangunan akan mengalami kerusakan atau orang akan terluka jika mereka mengalami beberapa tingkatan bahaya. Ada bermacam metode penyajian informasi di atas untuk memberikan ilustrasi data yang menggambarkan resiko. Metode-metode ini sering kali dapat disajikan pada sebuah peta. Hal ini merupakan alat yang penting dalam mengevaluasi proyek-proyek pembangunan karena Anda dapat melihat jika satu lokasi proyek terletak di dalam area yang beresiko tinggi.

84

2

BAGIAN

Kerentanan dan penilaian resiko

BAB 8

Satu contoh pemetaan adalah studi potensi kerugian. Contoh ini terdiri dari pemetaan pengaruh kemungkinan munculnya bahaya yang menimpa satu daerah atau negara. Contoh ini memperlihatkan lokasi dari komunitas yang cenderung mengalami kerugian-kerugian besar. Pengaruh bahaya dari setiap daerah dikalkulasikan untuk setiap komunitas yang berada didalam daerah-daerah untuk mengidentifikasikan “ Komunitas-komunitas Yang Paling Berresiko “. Hal ini menunjukan , sebagai contoh, kota-kota mana atau desadesa mana yang cenderung mengalami kerugian yang paling besar, yang harus menjadi prioritas untuk program-program pengurangan kerugian, dan yang cenderung memerlukan bantuan paling banyak atau bantuan penyelamatan pada saat terjadi bencana besar. Berikut ini adalah satu contoh pemetaan potensi kerugian. Contoh ini menyajikan resiko sebagai tingkatan dari kerugian yang akan muncul jika satu tingkat bahaya tertentu harus terjadi pada semua lokasi secara bersamaan. Dalam hal ini tipe kerugian yang ditentukan lokasinya ( Peta 4) adalah para korban gempa bumi di daerah kota di Turki. Para korban didefinisikan sebagai mereka yang rumahnya mudah dihancurkan secara total oleh satu gempa bumi yang paling besar yang sudah diperkirakan – satu tindakan digunakan karena telah didapatkan di Turki untuk mengkaitkan secara dekat dengan jumlah yang terbunuh atau terluka. Potensi kerugian yang ditentukan pada setiap lokasi diambil dari tiga tipe lain dari data yang berbeda secara geographis, yang ditunjukkan pada Peta 1,2 dan 3. ( Lihat gambar 8.1 ) Peta 1. menunjukkan bahaya bencana sehubungan dengan intensitas maksimum dari gempa bumi yang mungkin terjadi disana. Peta 2. menunjukkan elemen-elemen yang beresiko – dalam hal ini ukuran total dari populasi perkotaan. Kota-kota kecil dan besar ditentukan secara individual, dan diidentifisir oleh lingkaran-lingkaran yang daerahnya mewakili populasi. Populasi di kota-kota yang lebih kecil yang berjumlah 2.000 sampai dengan 25.000 ditunjukan dalam bentuk satu kepadatan populasi. Elemen lain yang beresiko dapat dipetakan dengan cara yang sama. Peta 3 memperlihatkan satu aspek dari kerentanan elemen-elemen yang berbahaya itu. Para koban diakibatkan oleh runtuhnya bangunan-bangunan. Kerentanan dari satu bangunan tergantung terutama sekali pada tipe bangunan. Perkiraan klasifikasi tipe-tipe bangunan di Turki membagi menjadi hanya tiga tipe : tembok dari batako dan puing-puing, tembok dari batu bata dan kayu, dan kerangka beton yang diperkuat. Satu estimasi dibuat untuk proporsi bangunan yang diperkirakan akan runtuh. Peta 4. menunjukkan analisa dari ketiga peta sebelumnya untuk setiap lokasi. Hal ini ditarik dengan mengestimasikan jumlah orang yang hidup pada masing-masing tipe bangunan, ( dari Peta 2 dan 3 ) dan kemudian mengestimasi proporsi potensial dari bangunan yang runtuh dari setiap tipe jika gempa bumi paling dahsyat harus terjadi disana. Jumlah keseluruhan potensi korban diperoleh dengan menambah korban dari tiga tipe bangunan secara keseluruhan.

BAHAYA

1

RESIKO ELEMEN-ELEMEN

2

3
KERENTANAN

RESIKO

4

85

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Evaluasi kerentanan Kerentanan adalah kecenderungan dari hal-hal yang rusak karena satu bahaya. Kehidupan manusia dan kesehatan berresiko secara langsung terhadap pengaruh-pengaruh yang merusak dari satu bahaya. Mata pencaharian dan kehidupan mereka terancam karena rusaknya bangunan, tanaman pangan, ternak atau peralatan di mana manusia bergantung pada hal ini. Setiap bahaya mempunyai rangkaian elemen resiko yang sedikit berbeda. Sebagian besar kerja mitigasi bahaya difokuskan pada mitigasi kerentanan, dan agar bisa bertindak untuk mengurangi kerentanan, para perencana pembangunan perlu satu pemahaman akan elemen-elemen mana yang paling beresiko mengalami bahaya-bahaya utama yang telah diidentifikasi. Pengkajian kerentanan adalah proses estimasi kerentanan terhadap potensi bahaya bencana.Untuk tujuan-tujuan sosio-ekonomi pengkajian ini melibatkan pertimbangan dari semua elemen-elemen penting dalam masyarakat, termasuk pertimbangan fisik , ekonomi dan sosial, dan sampai pada tingkat mana pelayanan-pelayanan yang penting dapat terus berfungsi. Seperti sudah kita catat pada bab 1 akar penyebab kerentanan terhadap bencana di negara-negara berkembang adalah kemiskinan dan pembangunan yang tidak adil. Pertumbuhan penduduk yang cepat, migrasi masa atau ke daerah perkotaan, pola-pola yang tidak adil dari kepemilikan tanah, kurangnya pendidikan, dan pertanian subsisten pada lahan-lahan marginal menyebabkan kondisi yang rentan seperti penempatan bangunan dan tempat hunian pada tempat yang tidak aman, rumah-rumah yang tidak aman, penggundulan hutan, kekurangan gizi, pengangguran, kekurangan pekerjaan, dan buta huruf.

Gambar 8.1 Study potensi kerugian

1-Bahaya

2-Elemen-elemen yang beresiko ( populasi )

86

2

BAGIAN

Kerentanan dan penilaian resiko

BAB 8

3-Kerentanan

4-resiko korban (potensi kematian)

Inilah hubungan antara kondisi-kondisi yang rentan dan bahaya-bahaya alam seperti gempa bumi, badai tropis, kekeringan, dan hujan lebat, yang menyebabkan satu bencana atau keadaan emergensi. Kerentanan yang berasal dari kemiskinan dapat ditangani secara baik dengan proyek-proyek pembangunan jangka panjang yang ditujukan pada alasan-alasan mendasar bahwa kelompok populasi yang besar tetap saja miskin, sedangkan pada saat yang bersamaan mengurangi pengaruhpengaruh bencana. Kerentanan juga bisa sebagai akibat dari faktor-faktor yang lebih mudah diselesaikan oleh tindakan-tindakan pengurangan resiko yang khusus. Faktorfaktor ini mencakup etika mendirikan bangunan dan materi yang tidak memadai, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Akan tetapi, banyak dari tindakan-tindakan ini tergantung pada tingkat pembangunan masyarakat. Sebagai contoh, tidaklah realistis untuk mengharapkan etika mendirikan bangunan dipaksakan sedangkan pemerintah tidak mempunyai staf dan sumber daya untuk melaksanakan pengawasan. Demikian juga, kesadaran masyarakat tergantung, pada tingkat tertentu, pada tingkat pendidikan masyarakat dan tersedianya fasilitas komunikasi, yang sering kali kurang di negara-negara yang sedang berkembang Kerentanan dan penilaian resiko adalah hubungan antara implementasi proyek pembangunan dan pengurangan bencana. Di UNDP, sebagai contoh, satu usulan proyek harus dievaluasi terhadap kerentanan dan resiko dari lokasi proyek. Jika lokasi atau sifat dari rancangan proyek sudah secara sendirinya bersifat rentan terhadap bencana, kemudian lokasi itu harus dipertimbangkan lagi atau harus dilakukan tindakan-tindakan pengurangan terhadap rsiko/ pengurangan bencana. ( Lihat bab 13 untuk diskusi tambahan tentang bagaimana hal ini bisa dicapai )

87

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Mengurangi kerentanan bagi orang-orang yang mengungsi Sebagian besar dari diskusi sebelumnya tentang kerentanan dan resiko lebih terkait dengan serangan bencana yang bersifat mendadak dibandingkan dengan serangan bencana yang bersifat lambat dan pemindahan orang. Walaupun demikian, banyak dari proses pengkajian dan teknologi berlaku terhadap situasi-situasi ini. Sebagai contoh, pemetaan bahaya juga menjadi perhatian utama untuk mengenali daerah-daerah yang rentan terhadap kekeringan, atau bahkan konflik sipil. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dari migrasi populasi atau kelompok yang belakangan tiba di satu lokasi baru akan terbantu dengan pemetaan rute-rute terbaik dan sumber-sumber pertahanan hidup di sepanjang jalan mitigasi atau pengungsian. Strategistrategi untuk pengurangan kerentanan di zona-zona konflik bisa mencakup masukan-masukan pembangunan yang dapat mengurangi konflik, seperti misalnya pembangunan titik-titik air bagi para nomaden di daerah-daerah dimana air adalah sumber yang langka yang cenderung menimbulkan kompetisi. Topik-topik ini didiskusikan lebih detail dalam modul-modul bertopik khusus “ Pengurangan Bencana” dan “ Kerentanan dan Penilaian Resiko”. Secara ringkas, karena bahaya-bahaya cenderung tidak bisa dikontrol, kebanyakan tindakan pengurangan dipusatkan pada pengurangan kerentanan. Kondisi ekonomi yang membaik mengurangi banyak aspek kerentanan dan ekonomi yang baik dalam banyak kasus merupakan pertahanan yang paling baik terhadap bencana-bencana dan emergensi.

Bayangkan Anda sedang bekerja untuk satu badan yang bertanggung jawab terhadap pembangunan ekonomi dari satu komunitas di satu daerah dimana terjadi badai tropis. Anda ingin melakukan analisa tipe-tipe proyek yang paling cocok untuk pembangunan ekonomi. Sebagai bagian dari analisa Anda bagaimana Anda akan melakukan pengkajian kerentanan dan resiko

Q.

Jawaban Tahap satu: meninjau sejarah badai tropis untuk menentukan kemungkinan badai tersebut muncul selama masa proyek Anda. Tahap dua: inventarisasi elemen yang beresiko. Tahap tiga: menentukan kerentanan elemen yang beresiko dengan mengestimasi a) seberapa parah bangunan-bangunan itu rusak. b) jumlah penduduk yang mungkin menminggal atau terluka c) tingkat gangguan pekerjaan atau basis ekonomi dati proyek Anda

A_____________________________________________________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________ _ ______________________________________________________________ _

_____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________

88

3

BAGIAN

TANGGAPAN TERHADAP BENCANA

3

BAGIAN

DAFTAR ISI

Bab 9: Tanggapan terhadap bencana .................................. 90 Tujuan-tujuan emergensi dan bantuan pasca bencana ................ 90 Peringatan ......................................................................... 91 Evakuasi/migrasi ................................................................ 91 SAR .................................................................................. 92 Penilaian pasca bencana ..................................................... 92 Bantuan emergensi ............................................................. 92 Logistik dan persediaan ...................................................... 93 Komunikasi dan manajemen informasi ................................. 93 Keamanan ......................................................................... 93 Manajemen operasi emergensi ............................................ 93 Rehabilitasi dan rekonstruksi ............................................... 93 Bab 10: Pengkajian bencana ................................................ 95 Tujuan pengkajian .................................................................... 95 Proses pengkajian .................................................................... 97 Pengkajian untuk tipe-tipe bencana yang berbeda ...................... 97 Bagaimana data pengkajian digunakan ...................................... 98 Bab 11:Tanggapan PBB terhadap bencana .......................... 100 Elemen-elemen dan tindakan-tindakan utama dalam menanggapi bencana yang bersifat mendadak .............................................. 100 Pertukaran informasi laporan situasi dengan UNDRO ............... 102 Pesan berjaga-jaga dan situasi lingkungan ................................. 103 Pentingnya koordinasi dan informasi ......................................... 104 Bab 12: Rehabilitasi dan rekontruksi ................................. 106 Peluang dan prioritas dalam rehabilitasi dan rekontruksi ............. 107 Badai Zenon : sebuah studi kasus ............................................. 109

89

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

3

TANGGAPAN TERHADAP BENCANA

BAGIAN

Setelah membaca materi ini dan menyelesaikan latihan-latihan pada bagian 3 Anda seharusnya bisa :

n mengidentifikasikan kategori-kategori utama dari aktivitas dan

Tujuan Pembelajaran

n mengidentifikasikan tujuan-tujuan dari pengkajian bencana dan n menggambarkan peran dari organisasi PBB tempat Anda bekerja n mengidentifikasikan poin-poin penting untuk mengambil tindakan n menggambarkan peluang-peluang pembangunan di dalam fase
rekonstruksi bencana dalam hal koordinasi dan menejemen informasi dalam berbagai aktivitas tanggapan bencana bagaimana data pengkajian digunakan

tanggung jawab dari tanggapan bencana

BAB 9

Tanggapan terhadap bencana
Dampak bencana Fase pengurangan resiko pra-bencana

Kesiapan Kesiapan

Bantuan

Mitigasi Rehabilitasi

Tanggapan terhadap bencana adalah jumlah total tindakan yang dilakukan oleh orang-orang atau institusi-institusi dalam menghadapi bencana. Tindakan-tindakan ini mulai dengan peringatan akan datangnya satu kejadian yang mengancam atau dengan kejadian itu sendiri jika kejadian itu muncul tanpa memberi peringatan. Tanggapan terhadap bencana mencakup implementasi dari rencana-rencana kesiapan bencana dan prosedur-prosedurnya, dengan demikian ada persamaannya dengan kesiapan bencana. Akhir dari tanggapan terhadap bencana muncul dengan penyelesaian program-program rehabilitasi bencana.

Rekonstruksi Fase respon

Bab ini mengidentifikasikan aktivitas-aktivitas utama dari tanggapan terhadap bencana. Setiap aktivitas, secara formal atau tidak formal, digerakan oleh satu rangkaian kebijakan dan prosedur, dan setiap aktivitas secara khusus berada di bawah dukungan dari satu badan tertentu. Pada pasca bencana akhirnya, aktivitas-aktivitas terhadap tanggapan bencana diimplementasikan oleh banyak sekali organisasi pemerintah, entitas lokal dan individual, masing-masing dengan peran dan tanggung jawab mereka sendiri. Diskusi penuh tentang tanggapan bencana, untuk setiap aktivitas, akan mengidentifikasikan : n Siapa yang bertanggung jawab terhadap implementasinya, siapa yang mendukungnya n Sarana apa saja yang dibutuhkan untuk implementasinya n Kapan aktivitas-aktivitasnya diimplementasikan n Apa saja cakupannya n Kenapa perlu dilakukan

90

3

BAGIAN

Tanggapan bahaya

BAB 9

Tujuan-tujuan emergensi dan bantuan pasca-bencana

Tujuan-tujuan menyeluruh dari emergensi dan bantuan pasca-bencana adalah: • Menjamin jumlah korban yang mungkin bisa diselamatkan secara maksimal, menjaga kesehatan mereka dalam segala kondisi dengan kemungkinan yang paling baik. • Menetapkan kembali kemandirian dan pelayanan-pelayanan yang penting secepat mungkin untuk semua kelompok populasi, dengan perhatian khusus terhadap mereka yang kebutuhannya paling banyak: yang paling rentan dan kurang mampu. • Memperbaiki kembali atau mengganti infrastruktur yang rusak dan menggerakan kembali aktivitas-aktivitas ekonomi yang aktif. Melakukan ini dengan sikap yang bisa menunjang terhadap tujuantujuan pembangunan jangka panjang dan mengurangi kerentanan terhadap munculnya kembali bahaya-bahaya yang berpotensi merusak. Dalam situasi-situasi konflik sipil atau konflik internasional, tujuannya adalah untuk melindungi dan membantu masyarakat sipil, bekerja sama secara erat dengan Komite Palang Merah Internasional ( ICRC ) dan dalam rangka memenuhi konvensi-konvensi internasional. Dalam kasus-kasus yang melibatkan pemindahan populasi ( disebabkan karena tipe bencana apapun ), tujuannya adalah mencari solusi yang tahan lama secepat mungkin, sementara menjamin perlindungan dan bantuan seperlunya untuk sementara waktu. Berikut ini adalah aktivitas-aktivitas khusus terhadap tanggapan emergensi. Meskipun demikian, terdapat perbedaan penting, antara serangan bencana yang lambat dan yang cepat. Perbedaan juga muncul ketika membandingkan situasi geografi khusus dan konteks bencana sosial /politik. Peringatan SERANGAN MENDADAK Peringatan menunjuk pada pengaturanpengaturan untuk secara cepat menyebarkan informasi yang menyangkut ancaman-ancaman bencana yang segera akan terjadi kepada pegawaipegawai pemerintah, institusi dan masyarakat banyak pada area-area yang akan segera beresiko. Peringatan-peringatan ini biasanya terkait dengan banjir dan badai tropis. SERANGAN YANG LAMBAT Peringatan dini adalah istilah yang digunakan menyangkut serangan bencana yang lambat, terutama kelaparan. Aktivitas-aktivitas peringatan dini mencakup proses monitoring situasi dalam masyarakat atau area-area yang diketahui sangat rentan terhadap pengaruhpengaruh kekeringan, gagalnya tanaman pangan dan/atau perubahanperubahan dalam kondisi-kondisi ekonomi. Peringatan yang memadai akan memungkinkan untuk melakukan tindakan-tindakan perbaikan yang harus dimulai sebelum penderitaan menjadi akut. Peringatan dini adalah aktivitas respon bencana jika respon itu gagal untuk mendeteksi sinyal-sinyal peringatan atau dimana sinyal-sinyal seperti itu telah diabaikan. Evakuasi/migrasi SERANGAN MENDADAK Evakuasi termasuk relokasi populasi dari zona-zona beresiko terhadap satu bencana yang segera akan terjadi ke lokasi yang lebih aman. Evakuasi sangat umum dikaitkan dengan badai tropis akan tetapi sering kali juga merupakan persyaratan terhadap kecelakaankecelakaan industri dan teknologi. Agar evakuasi bisa jalan, harus ada sistim peringatan yang akurat dan tepat, identifikasi yang jelas dari rute-rute

91

Tinjauan Umum Manajemen Bencana pengungsian, penetapan kebijakan yang mewajibkan setiap orang untuk meninggalkan tempat ketika satu perintah diberikan, dan program pendidikan umum untuk membuat masyarakat sadar akan rencana itu. SERANGAN YANG LAMBAT Pergerakan masyarakat dari zona dimana mereka beresiko ke satu lokasi yang lebih aman, sebenarnya bukanlah evakuasi, akan tetapi sebagai migrasi untuk mengurangi krisis. Pergerakan ini biasanya tidak terorganisir dan terkoordinir oleh pihak yang berwenang akan tetapi merupakan satu tanggapan spontan terhadap persepsi oleh mereka yang bermigrasi bahwa makanan dan keamanan bisa didapatkan dimana saja. SAR SERANGAN MENDADAK. Mencari dan menyelamatkan, sering dikenal dengan singkatan SAR, adalah proses pengidentifikasian lokasi korban bencana yang mungkin terjebak atau terisolasi dan membawa mereka ke tempat aman dan memberikan perawatan medis. Setelah kejadian banjir dan badai tropis, SAR biasanya termasuk melokalisir korban-korban banjir yang terdampar, yang mungkin terancam oleh air pasang, dan menyelamatkan mereka atau menyediakan makanan bagi mereka dan bantuan pertama sampai mereka bisa dievakuasi atau dikembalikan ke rumah mereka. Setelah kejadian gempa bumi, SAR biasanya memfokuskan diri pada pencarian orang-orang yang terjebak dan terluka dari bangunan yang runtuh. Pengkajian pasca bencana SERANGAN YANG MENDADAK DAN YANG LAMBAT Tujuan yang utama dari pengkajian adalah untuk memberikan gambaran yang singkat dan jelas dari situasi pasca bencana, untuk mengidentifikasikan keperluankeperluan bantuan dan untuk mengembangkan strategi-strategi pemulihan. Pengkajian menentukan pilihan-pilihan bantuan kemanusiaan , bagaimana secara baik menggunakan sumber daya yang ada, atau untuk menyusun permohonan-permohonan bantuan lebih lanjut. Pengkajian pasca bencana harus membedakan antara kondisi-kondisi kronis sebelum bencana, kebutuhan-kebutuhan dari mereka yang selamat dari bencana dan sumber daya mereka. Aktivitas ini begitu penting sehingga kita akan mencurahkan perhatian khusus pada bab berikut untuk kajian bencana. Bantuan emergensi SERANGAN MENDADAK Bantuan emergensi adalah penyediaan bantuan materi dan bantuan medis emergensi berdasarkan peri kemanusiaan yang diperlukan untuk menyelamatkan dan mengamankan kehidupan manusia. Bantuan ini juga memungkinkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka untuk obat-obatan dan perawatan kesehatan, tempat berlindung, pakaian, air, dan makanan ( termasuk sarana untuk menyiapkan makanan ). Suplai bantuan dan pelayanan umumnya disediakan, secara gratis, pada hari-hari dan minggu-minggu segera setelah terjadi satu bencana. SERANGAN YANG LAMBAT Bantuan emergensi mungkin perlu diberikan untuk periode waktu yang diperpanjang dalam kasus situasi-situasi serangan emergensi yang lambat yang sudah menurun atau dilupakan dan pemindahan populasi ( pengungsi, yang secara internal dan ekternal terusir). Pengaruh dari bencana bisa dikurangi terhadap para korban ini lewat bantuan tambahan kepada komunitas setempat juga.

92

3

BAGIAN

Tanggapan bencana

BAB 10

Logistik dan persediaan SERANGAN YANG MENDADAK DAN YANG LAMBAT Pengiriman bantuan emergensi akan memerlukan kapasitas dan fasilitas logistik. Pelayanan suplai yang terorganisir dengan baik penting untuk menangani pembelian atau penerimaan, penyimpanan, dan pengiriman suplai bantuan untuk didistribusikan kepada korban bencana. Sistim logistik mungkin lebih penting dan merupakan prioritas yang lebih tinggi untuk serangan emergensi yang lambat. Komunikasi dan manajemen informasi SERANGAN YANG MENDADAK DAN YANG LAMBAT Semua aktivitas di atas tergantung pada komunikasi. Ada dua aspek komunikasi dalam bencana. Yang pertama adalah perlengkapan yang penting untuk arus informasi, seperti radio, telepon dan sistim pendukung , satelit, dan jalur-jalur transmisi. Yang satunya lagi adalah manajemen informasi : protokol untuk mengenali siapa yang berkomunikasi, infomasi apa dan untuk siapa, prioritas apa yang harus diberikan untuk informasi itu, dan bagaimana informasi itu disebarkan dan ditafsirkan. Respon terhadap yang selamat dan penanganannya SERANGAN YANG MENDADAK DAN YANG LAMBAT Dalam ketergesaannya untuk merencanakan dan melaksanakan satu operasi bantuan, mudah untuk mengabaikan kebutuhan dan sumber daya yang sebenarnya dari mereka-mereka yang selamat. Pengkajiannya harus memperhatikan mekanisme penanganan sosial yang ada yang meniadakan perlunya bantuan dari luar. Sebaliknya, yang selamat dari bencana mungkin mempunyai kebutuhan baru dan khusus akan pelayanan-pelayanan sosial untuk membantu menyesuaikan diri dengan trauma dan gangguan yang disebabkan oleh bencana. Partisipasi dalam proses tanggapan bencana oleh individual lewat organisasiorganisasi kemasyarakatan adalah kunci terhadap pemulihan kesehatan. Lewat masyarakatlah mekanisme penanggulangan yang memadai akan paling berhasil digunakan. Keamanan SERANGAN YANG MENDADAK Keamanan tidak selalu menjadi isu prioritas setelah serangan mendadak dari bencana alam. Hal ini lazimnya ditanggani oleh pertahanan sipil atau kepolisian. SERANGAN YANG LAMBAT Perlindungan hak asasi manusia dan keamanan dari masyarakat yang dipindahkan dan para pengungsi dapat menjadi kepentingan yang paling utama yang memerlukan pengawasan internasional. Manajemen operasi-operasi emergensi SERANGAN YANG MENDADAK DAN YANG LAMBAT Tidak ada satupun dari aktivitas di atas dapat dilakukan tanpa adanya manajemen operasi emergensi. Kebijakan dan prosedur untuk persyaratan manajemen perlu ditetapkan dengan baik sebelum adanya bencana. Perhatian yang lebih banyak diberikan terhadap masalah ini pada bab berikut yang berjudul Menanggapi bencana yang mendadak. Rehabilitasi dan rekonstruksi Rehabilitasi dan rekonstruksi mengakhiri aktivitas-aktivitas tanggapan terhadap bencana. Karena banyak dari aktivitas ini berada dalam cakupan perhatian UNDP, bab 12 dikhususkan untuk hal itu.

93

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

Q. Dalam matriks berikut disebutkan para instansi dan aktivitas respon bencana. Pilihlah satu
Focal point bencana pemerintah nasional

bencana dan isilah dalam matriks dengan instansi yang mempunyai tanggung jawab utama terhadap aktivitas itu. Tunjukkan pula instansi-instansi dengan tanggung jawab sekunder untuk bencana seperti itu.
kementrian perencanaan dan keuangan

kementrian pemerintah yang lain

palang merah/bulan sabit merah

kementrian perumahan

kementrian kesehatan

bank pembangunan

pemerintah lokal

pertahanan sipil

yang selamat

Peringatan evakuasi SAR penilaian bantuan emergensi medis kesehatan umum pangan tempat perlindungan air sanitasi pakaian logistik transportasi penyimpanan penanganan bahan bakar keamanan komunikasi menejemen informasi koordinasi menejemen pelayanan sosial konstruksi perumahan fasilitas penting sekolah listrik jalan rel kereta api
pelabuhan sungai dan laut

lapangan terbang pemulihan ekonomi pertanian irigasi perikanan industri perdagangan

94

polisi

kementrian PU

sukarelawan lain

3

BAGIAN

Penilaian bencana

BAB 10

BAB 10

PENILAIAN BENCANA1
Pengkajian bencana adalah proses penentuan dampak dari suatu bencana pada suatu masyarakat. Prioritas pertama adalah menetapkan kebutuhan untuk tindakan-tindakan emergensi yang bersifat segera guna menyelamatkan dan melanjutkan kehidupan dari mereka yang selamat. Prioritas kedua adalah untuk mengidentifikasikan kemungkinan-kemungkinan pemberian fasilitas dan mempercepat pemulihan dan pembangunan. Pengkajian adalah satu proses dari berbagai disiplin ilmu yang dilakukan secara bertahap dan melibatkan survey dan pembandingan di tempat kejadian dengan teliti, evaluasi dan interpretasi informasi dari berbagai sumber. Survey ini dilakukan baik terhadap kerugian secara langsung dan kerugian secara tidak langsung maupun pengaruh-pengaruh jangka pendek dan jangka panjangnya. Pengkajian tidak hanya terhadap apa yang telah terjadi dan bantuan apa yang mungkin diperlukan, tetapi juga mendefinisikan tujuantujuan dan bagaimana bantuan yang relevan dapat disediakan bagi para korban. Beberapa pengkajian secara khusus dilakukan seperti pengkajian kerusakan. Pengkajian-pengkajian ini mencakup persiapan khusus, estimasi yang dapat diukur dari kerusakan fisik sebagai akibat dari bencana. Penigkajian kerusakan mungkin juga mencakup rekomendasi yang menyangkut perbaikan, rekonstruksi atau pemindahan dari bangunan, dan perlengkapan, maupun pemulihan kembali aktivitas-aktivitas ekonomi.

Tujuan penilaian
Tujuan utama dari penilaian pasca bencana adalah untuk menentukan kapan suatu emergensi muncul. Kemudian, mendifinisikan tindakan-tindakan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengurangi ancaman yang mendesak terhadap kesehatan dan keamanan dan untuk menangani lebih dulu masalahmasalah serius yang akan datang. Masalah yang sering muncul dari pengkajian adalah mengasumsikan bahwa semua kerugian harta benda atau kebutuhan-kebutuhan bagi mereka yang selamat harus diganti atau dipenuhi dari sumber-sumber luar saja. Sebaliknya pengkajian harus juga mengidentifikasikan kapasitas tanggapan setempat, termasuk sumber daya logistik, medis, dan organisasi. Penilaian harus bisa membantu memutuskan cara terbaik untuk menggunakan sumber daya yang ada sebagai bantuan. Pengkajian harus juga mengidentifikasikan prioritas-prioritas bagi orang-orang yang terkena dampak bencana. Masalah lain adalah bahwa orang-orang yang membuat pengkajian yang bukan berasal dari daerah bencana mungkin mengalami kesulitan untuk membedakan antara kebutuhan kronis dan masalah yang muncul karena bencana. Pengetahuan akan data pokok adalah penting dalam mengidentifikasikan “titik permulaan” untuk kebutuhan-kebutuhan pasca bencana. Informasi ini ditempatkan pada checklist kesiapan pada bab 7. Jika hasil-hasil pengkajian harus didistribusikan untuk perumusan program tanggapan bencana, kemudian instansi/badan yang memberi bantuan harus juga mengetahui kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai bantuan emergensi. Kebijakan-kebijakan ini akan mempengaruhi estimasi bantuan tambahan yang diperlukan dari sumber-sumber bantuan nasional dan internasional.
Bab ini diambil dari Modul Pelatihan UNDP/UNDRO yang berjudul Penilaian Bencana oleh Rob Stephensondari Institut Pembangunan dan Bantuan.
1

95

Tinjauan Umum Manajemen Bencana PENYUSUSUNAN TUJUAN-TUJUAN PENILAIAN
Gambar 10.1 Perputaran tujuan-tujuan penilaian

Fase peringatan n Tentukan tingkatannya sampai di mana populasi yang bersangkutan mengambil tindakan-tindakan untuk melindungi kehidupan dan fasilitas dari dampak bahaya yang diharapkan n Aktifkan penyusunan-penyusunan rencana kesiapan yang menyangkut pelaksanaan pengkajian

n n n n n n

Fase emergensi Konfirmasikan emergensi yang dilaporkan dan estimasikan besarnya kerusakan secara keseluruhan Identifikasikan, gambarkan dan ukurlah “ populasi yang beresiko” dalam bahaya Bantulah mendifinisikan dan memprioritaskan tindakan-tindakan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengurangi resiko-resiko yang mendesak Identifikasikan kapasitas tanggapan lokal, termasuk sumber daya logistik dan medis, organisasi Bantulah mengantisipasi masalah-masalah serius yang akan datang Bantulah mengelola dan mengontrol tanggapan yang mendesak

n n n n

Fase rehabilitasi Identifikasikan prioritas dari orang-orang yang terkena dampak bencana Identifikasikan kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai bantuan pasca bencana Estimasikan dukungan tambahan yang diperlukan dari sumber daya nasional dan internasional untuk bantuan dan pemulihan Amatilah hasil dan keefektifan dari tindakan-tindakan rehabilitasi dan bantuan yang berlanjut

Fase pemulihan n Tetapkan kerusakan terhadap sumber-sumber penting secara ekonomi dan implikasinya untuk kebijakan pembangunan n Kajilah dampak dari bencana itu terhadap program-program pembangunan yang sekarang n Identifikasikan peluang-peluang pembangunan yang baru yang muncul karena bencana

96

3

BAGIAN

Tanggapan bencana

BAB 9

Proses pengkajian
Pengkajian harus direncanakan dan dilaksanakan secara hati-hati.Pengkajian merupakan satu rangkaian aktivitas dan masing-masing harus direncanakan secara detail. Aktivitas-aktivitas berikut ini secara khusus membentuk proses pengkajian :

n Identifikasikan kebutuhan informasi dan sumber daya data yang dapat n Mengumpulkan data n Menganalisa dan mengentepretasikan data n Melaporkan kesimpulan-kesimpulan, perkiraan-perkiraan dan
alternatif-alternatif yang layak kepada perencana dan para pembuat keputusan Ketika tindakan-tindakan tanggapan mulai mempengaruhi perkembangan, kajian-kajian menjadi bagian dari kontrol dan pengawasan, yang memungkinkan mereka yang terlibat untuk mengawasi dan berusaha untuk mengoreksi tanggapan. Tanggapan menjadi bagian dari satu proses pengkajian, peninjauan kembali, dan koreksi yang terus menerus melalui tindakan tanggapan itu mereka yang melaksanakan operasi mulai memperbaiki kerangka kerja untuk pemulihan dan keselamatan. PROSES PENGKAJIAN
bencana

dipertanggung jawabkan

Gambar 10.2 Gambar ini menerangkan bagaimana tujuan tujuan penilaian mengalir ketika proses pemulihan terus berlanjut

identifikasi informasi,kebutuhan dan sumber daya

rancangan/modifikasi respon bencana

pengumpulan data

kesimpulan laporan

analisa dan interpretasi

Pengkajian-pengkajian untuk tipe-tipe bencana yang berbeda Rancangan dan pelaksanaan pengkajian sangat berbeda untuk serangan bencana yang mendadak dibanding serangan yang bersifat lambat. Untuk serangan yang mendadak, terdapat banyak kebutuhan-kebutuhan khusus yang berbeda di banyak lokasi yang melibatkan manajemen korban, bantuan untuk upaya-upaya penyelamatan lokal dan pemulihan pelayanan-pelayanan utama selama dua hari pertama dari suatu keadaan emergensi. Pada awalnya kebutuhan berubah dari jam ke jam yang sering menyebabkan kebingungan. Sebenarnya, beberapa aktivitas perlu dilakukan sebegitu cepat sehingga tindakan tidak perlu menunggu pengkajian yang detail, dengan menggunakan strategi-strategi yang ditentukan selama perencanaan kesiapan atas dasar emergensi-emergensi sebelumnya.

97

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Bagi orang-orang yang mengungsi dan emergensi kelaparan waktu utamanya kadang kala lama dan lembaga donor mungkin tidak mau memberikan komitmen jumlah bantuan yang banyak untuk menanggapi informasi yang tidak jelas. Prioritas kebutuhan utama haruslah pengawasan gizi, logistik makanan yang terbesar, dan sistim registrasi. Penilaian geografis awal dari jumlah populasi yang beresiko adalah sangat penting. Emergensi yang berkepanjangan ini mungkin berlangsung berbulan-bulan lamanya, dan sering kali bertahun-tahun. Hal ini bisa memberikan kesempatan untuk melakukan analisa detail dari performa sistim pengkajian dan kesempatan untuk menggunakan analisa itu sebagai perubahan kebutuhan.

Bagaimana data pengkajian digunakan
Pengkajian memberikan dukungan terhadap para pembuat keputusan. Pengkajian dilakukan untuk seorang pengguna khusus atau kelompok pengguna yang sedang membuat keputusan tentang alokasi sumber daya emergensi dan strategi tanggapan dalam apa yang mungkin disebut sebagai perubahan lingkungan yang cepat. Ada tiga aspek yang terlibat dalam proses pengkajian: gambaran bangunan, pengkajian situasi, dan perencanaan tanggapan. Mulailah dengan membangun gambaran tentang di mana orang-orang itu berada, dalam kondisi seperti apa mereka itu, pelayanan apa saja yang masih tersedia, dan sumber daya apakah yang masih bisa diselamatkan. Penilaian situasi mencakup identifikasi dari prioritas-prioritas operasional. Situasi itu sendiri biasanya kacau dan berubah sangat cepat, hal ini menyebabkan perlunya kemampuan memperkirakan bagaimana situasi itu cenderung akan berkembang. Data pengkajian perlu disusun untuk membantu hal –hal berikut ini : • • • • • • pengenalan dan pengkajian situasi yang memerlukan keputusan formulasi strategi-strategi operasional tujuan – tujuan dan kebutuhan-kebutuhan potensi-potensi alternatif yang digerakan analisa alternatif : mengevaluasi dampaknya interpretasi dan seleksi : alternatif-alternatif yang dibandingkan dengan mengevaluasi dampak-dampaknya

Proses yang terakhir dari pembuatan keputusan adalah perencanaan tanggapan. Hal ini mencakup penugasan yang detail dan penjadwalan sumber daya ( orang, peralatan, dan suplai ) untuk memenuhi tujuan-tujuan bantuan khusus. Subjek mengenai pengkajian akan didiskusikan juga yang terkait dengan Tim Manajemen Bencana PBB dan tanggapan PBB terhadap bencana. Lihat juga modul pelatihan khusus, Pengkajian Bencana, untuk diskusi yang lebih luas dari topik-topik ini dan Manual Manajemen Bencana UNDP/ UNDRO

Q.

Sebutkan satu tujuan pengkajian untuk masing-masing fase bencana di bawah ini

Jawaban Ulangi gambar 10.1 untuk jawaban-jawaban contoh

_________________________________________________________ emergensi: _______________________________________________________ _______________________________________________________ rehabilitasi: _______________________________________________________ _______________________________________________________ pemulihan: ________________________________________________________ _______________________________________________________

peringatan: A.__________________________________________________________________________

98

3

BAGIAN

Penilaian bencana

BAB 10

FORMULIR 2 : CONTOH PERTANYAAN UNTUK SURVEY KEBUTUHAN KELUARGA
Pertanyaan-pertanyaan dalam appendiks ini bisa digunakan sebagai petunjuk untuk menyiapkan survey kebutuhan keluarga setelah satu bencana besar. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu mengidentifikasikan kebutuhankebutuhan yang paling penting. Jawaban-jawaban terhadap beberapa pertanyaan harus disampaikan kepada otoritas kesehatan umum atau dengan departemen pekerjaan umum (instansi yang memadai). DATA SURVEY Nama Surveyor ____________________ Tanggal __________________________ DATA IDENTAS KELUARGA Nama kepala keluarga________________ Alamat sebelum bencana_______________ Alamat setelah bencana________________ Nomor identitas_____________________

Sampel format penilaian Oleh Intertect untuk Kantor Bantuan Bencana Asing AS

DATA DEMOGRAFI 1.Komposisi keluarga a.Kepala keluarga b.Istri/suami c.Jumlah anak remaja(umur 13-18) yang tinggal di rumah __ d.Jumlah anak (umur 1-12) yang tinggal di rumah __ e.Orang lain yang tinggal pada alamat sebelum bencana __ f.Jumlah orang yang tinggal pada alamat sebelum bencana __ 2.Korban (tulis dalam jumlah yang sesuai) a.Jumlah yang cedera ringan (bantuan pertama yang diperlukan) b.Jumlah patah tulang atau yang di periksa dokter (tidak dirawat) c.Jumlah yang dirawat d.jumlah meninggal 3.Apakah semua yang selamat sudah diberi tempat?Ya__Tidak__ 4.Jika tidak berapa banyak yang hilang?____ AIR 5.Sebelum terjadi bencana, dari mana rumah tangga tersebut mendapat air minum? a.Pipa air yang menuju rumah b.sumur c.kran air umum d.sumur umum e.sungai f.danau/air cadangan g.lain-lain 6.Dimana Anda mendapatkan air sekarang ini? a.Tempat yang sama yang disebut di atas___ b.Truk tangki yang disediakan ole ___ c.Tangki air sementara yang disediakan oleh ___ d.Yang lain ___ 7.Apakah air ini tidak bersih?ya__tidak__ 8.Apakah suplai air berfungsi sekarang ini? a.Ya, secara penuh b.Kadang-kadang c.Tidak sama sekali 9.Jika harus membayar untuk air emergensi, berapa yang akan Anda bayar dan kepada siapa? a.Jumlah___ per___(liter/galon) b.Dibayarkan kepada________________ 10.Sejak terjadi bencana, apakah ada anggota keluarga yang mengalami/menderita a.diare yang akut b.muntah-muntah PANGAN 11.Apakah keluarga rumah?Ya__Tidak__ dapat memenuhi pangan dari L __ __ Jumlah

13.Apakah Anda mampu mmbeli pangan dari pasar-pasar lokal?Ya__Tidak__ P __ __ __ __ __ __ 14.Jika tidak, seberapa banyak yang Anda perkirakan akan diperlukan? a.Selama 1 minggu b.Selama 2 minggu c.Lebih dari 2 minggu 15.Apakah ada anggota keluarga yang menerima pangan dari beberapa nama di bawah inisebelum terjadi bencana? a.Pemerintah b.Agen PBB c.Gereja atau agen gereja d.sekolah e.Organisasi amal f.Lain-lain BARANG-BARANG KELUARGA __ __ __ __ 16.Mengingat banyaknya orang yang memerlukan bantuan, apakah keluarga memerlukan hal-hal berikut ini? Jenis barang Jumlah a.Selimut ______ b.Tempat tidur ______ c.Tas plastik ______ d.Lampu senter/suluh ______ e.kotak-kotak penyimpan ______ f.Pakaian untuk laki-laki dewasa ______ g.Pakaian untuk wanita dewasa ______ h.Pakaian untuk remaja ______ i.Pakaian untuk anak-anak ______ BAHAN BAKAR 17.Jenis bahan bakar untuk masak dan rumah seperti apakah yang Anda gunakan sebelum bencana? a.Gas yang dialirkan lewat pipa gas b.Gas dalam tabung c.Minyak tanah d.Kayu bakar e.Yang lain 18.Jika (a) atau (b), apakah ada kebocoran gas sekarang ini?Ya___Tidak___ 19.Jika (a) apakah jasa pelayanan gas sudah memperbaiki pipa gas Anda?Ya___Tidak___ SANITASI 20.Jenis fasilitas sanitasi apakah yang Anda punyai sebelum terjadi gempa? a.Toilet siram di rumah b.WC umum dalam satu bangunan c.Akses ke toilet umum d.Kakus ember e.Kakus berlubang f.Lain-lain_____________ g.Tidak ada sama sekali 21.Jika (a) atau (b) apakah toiletnya berfungsi sekarang ini? Ya___Tidak___ KEBUTUHAN TEMPAT PERLINDUNGAN 22.Apakah keluarga memerlukan bantuan untuk hal-hal berikut ini? a.Tempat perlindungan sementara b.Materi/kebutuhan bangunan untuk tempat perlindungan c.Materi/kebutuhan untuk perbaikan rumah

12.Jika ya, berapa lama akan berlangsung? a.1-2 hari b.3-7 hari c.lebih dari satu minggu

99

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

BAB 11

Tanggapan PBB terhadap bencana
Elemen-elemen dan tindakan-tindakan utama dalam menanggapi bencana yang bersifat mendadak
Mayoritas terbesar dari emergensi internasional dan bantuan paska bencana didanai oleh sumbangan-sumbangan khusus kepada badan-badan PBB, atau dikirim secara bilateral atau lewat LSM-LSM. Tindakan oleh UNDRO, representative/resident coordinator dan UN-DMT sangatlah penting : pertukaran dan menejemen informasi, koordinasi, persiapan himbauan, dan mobilisasi sumber daya.Tingkat keterlibatan representative/resident coordinator dan UN-DMT dalam aktivitas-aktivitas ini, dan dalam penyediaan bantuan operasional secara langsung kepada pemerintah, akan tergantung pada pihak yang berwenang dari negara yang bersangkutan, dan pada sumber daya yang dapat dimobilisir. Hal yang disebut di atas berlaku dalam situasi emergensi yang memerlukan tindakan oleh sejumlah badan/organisasi PBB ( kemungkinan termasuk UNDP ) dan, karena itu, membutuhkan koordinasi oleh Resident Coordinator dan UNDRO. Dalam situasi-situasi yang masuk secara menyeluruh kedalam mandat dari satu bagian khusus sistim PBB ( misalnya, epidemia atau serangan hama tanaman pangan ), tanggung jawab utama terletak pada badan yang tepat (misalnya WHO, FAO ) meskipun Tim Manajemen Bencana PBB setingkat negara bisa, jika diperlukan, memainkan peran dalam mendukung badan itu. (Pelayanan penyebaran informasi dari UNDRO bisa juga disediakan untuk kantor badan PBB di negara yang bersangkutan.) Berikut adalah daftar tindakan-tindakan utama yang harus dilakukan oleh representative/resident coordinator dan UN-DMT segera, sebelum, dan selama terjadinya satu bencana. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan pada saat menerima peringatan akan adanya bencana Saat menerima peringatan dari satu ancaman bahaya yang akan segera terjadi: √ Menghubungi dan bertukar informasi dengan UNDRO : perlu meriview tindakan-tindakan pencegahan. √ Menghubungi otoritas pemerintah yang terkait; meyakinkan kesiapan UNDRO dan UN-DMT untuk membantu, jika diperlukan. √ Mengadakan rapat dengan UN-DMT, mereview pangaturanpengaturan persiapan Tindakan-tindakan yang harus dilakukan setelah terjadinya satu bencana Tindakan yang bersifat segera dalam semua kasus :

√ Menjamin keamanan dari semua personil PBB : menjalankan rencana
keamanan, jika perlu.
1

Bab ini diringkas dari UNDP/UNDRO yang berjudul Manual Manajemen Bencana, Bab 4

100

3

BAGIAN

Tanggapan PBB terhadap bencana

BAB 11

√ Menjamin telekomunikasi yang dapat diandalkan antara √

√ √

kantor di lapangan dan Genewa, New York dan daerahdaerah yang terkena bencana. Menghubungi dan bertukar informasi dengan UNDRO : mengirim pesan untuk waspada dan kemudian kunjungan lapangan secara rutin, dan selalu menjaga hubungan telpon, jika mungkin. Menghubungi otoritas manajemen emergensi pemerintah: mencari informasi, menawarkan bantuan PBB dan mempertegas kembali kemampuan dari berbagai badan; memastikan pengaturan hubungan dan kerjasama yang sedang berlangsung. Menetapkan apakah Pemerintah memerlukan bantuan internasional dan mendorong UNDRO untuk mengirim himbauan internasional. Pertimbangkan keperluan-keperluan untuk : • SAR, bantuan ahli yang lain • Bantuan pemulihan Mengadakan rapat dengan UN-DMT : mereview informasi apapun yang tersedia; menegaskan/membatasi tanggung jawab di dalam tim; mengatur rapat penindak lanjutan dan tukar-menukar informasi Mengumpulkan dan menyatukan informasi; berpartisipasi didalam kunjungan-kunjungan peninjauan awal ke daerah-daerah yang terkena bencana. Memobilisir dan menyediakan bantuan teknis terhadap proses penilaian.

Jika bantuan emergensi internasional diperlukan : 1. Tindakan dan kebutuhan segera

• Tentukan, untuk keperluan sementara, fungsi-fungsi khusus yang harus • • • •

• •

dilakukan oleh PBB pada tingkat negara dari sisi kapasitas dan situasi khusus pemerintah. Definisikan setiap kebutuhan tim SAR atau bantuan ahli lain; informasikan dan konsultasikan dengan UNDRO segera. Konsultasikan dengan UNDRO menyangkut kemungkinan penugasan satu atau lebih delegasi-delegasi UNDRO. Pastikan satu rapat awal, pertemuan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengkoordinir tanggapan-tanggapan yang segera dan pengaturan-pengaturan pengkajian. Lakukanlah sistim dan pengaturan organisasi seperlunya di kantor lapangan; sebarkan kembali staf, batasilah prioritas kerjanya, dan pastikan tersedianya peralatan kantor dan dukungan administrasi dan tukang tulis untuk para staf yang terlibat dalam aktivitas-aktivitas emergensi. Masukkan sistim informasi ke dalam operasi untuk mencatat dan melacak kebutuhan dan sumbangan dari bantuan internasional. Pertimbangkan dan, dimana memadai, buatlah rekomendasi untuk penyediaan bantuan-bantuan emergensi oleh UNDRO dan UNDP, dan/atau pengiriman cadangan UNDRO dari Pisa.

2. Tindakan lebih lanjut selama hari-hari permulaan operasi-operasi bantuan emergensi :

• Menjaga hubungan dekat dan tukar-menukar informasi dengan

Pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan ( donor, LSM-LSM); berpartisipasi dan mendukung mekanisme koordinasi dalam negara.

101

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

• Mengadakan dialog dan pertukaran informasi berkala dengan •

• •

• • •

UNDRO ( lewat perwakilan lapangan dan melalui telpon ). Bantulah mendefinisikan kebutuhan untuk bantuan internasional: - Berpartisipasi dalam seluruh penilaian - Membuat penilaian yang bebas tentang prioritas kebutuhan untuk bantuan emergensi internasional - Membantu dalam formulasi dan penyaringan permohonan bantuan Kembangkan program bantuan yang disetujui bersama dan Permintaan Bantuan Bersama PBB ( UN Consolidated Appeals ) termasuk proposal dan permohonan dari semua badan PBB. Sebarkan informasi tentang kebutuhan untuk bantuan internasional kepada perwakilan-perwakilan donor dan LSM setempat, dan bantulah memobilisir sumber daya untuk menutup kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi. Bantulah memonitor operasi bantuan, dan sediakan bantuan operasional, di mana diperlukan. Mengatur relasi dengan media berita, dan penerimaan dan pelayanan bagi tim yang melakukan kunjungan. Melakukan review ( pemeriksaan yang seksama ) dari bantuan PBB bagi operasi emergensi ketika hal itu sudah akan berakhir.

Jika ada komplikasi politik atau kebutuhan kemanusiaan yang tidak bisa dipenuhi, berilah saran kepada Sekretaris Jendral lewat kantor Koordinator Bantuan Emergensi ( lihat apendik 1 ) Fungsi-fungsi bantuan tambahan ( secara rutin ) tergantung pada kebutuhan dan kapasitas pemerintah : • Mengadakan rapat dan menyediakan pelayanan kesekretariatan terhadap rapat-rapat koordinasi berbasis luas. • Menyediakan dukungan operasional terhadap sistim menejemen informasi, logistik, atau komunikasi. Bantuan terhadap rehabilitasi dan rekonstruksi : • Membantu merencanakan dan mengenalkan bantuan terhadap rehabilitasi dan rekonstruksi dalam fase-fase dari saat yang paling awal. Bantuan terhadap populasi didaerah-daerah konflik : Saat ini PBB mempunyai peran yang kecil untuk penanganan daerahdaerah konflik yang bergolak untuk orang-orang yang memerlukan yang terjebak dalam konflik. Peran ini terutama sekali berada pada ICRC dan LSM-LSM tertentu. (lihat juga apendik 1).

Pertukaran informasi sitrep dengan UNDRO
Bagian ini menggambarkan tanggung jawab dari residen koordinator/ perwakilan sesuai dengan laporan kepada UNDRO, dan memberikan petunjuk-petunjuk untuk persiapan dari laporan situasi lapangan yang diperlukan. Bagian ini juga menggambarkan sistim laporan UNDRO (penyebaran informasi ) dalam konteks aliran informasi internasional.

102

3

BAGIAN

Tanggapan PBB terhadap bencana

BAB 11

Menghubungi UNDRO, Genewa UNDRO melakukan sistim kerja 24 jam, 365 hari setahun. Untuk menghubungi: Telepon (4122)-7332010) (Sambungan langsung digunakan pada saat emergensi: di luar jam kantor telepon diterima oleh jasa mesin jawab yang meneruskan pesan ke petugas UNDRO yang kemudian menelpon kembali) (Panel Kantor PBB Genewa: mintalah petugas UNDRO)

atau Telex Fax E-mail

(4122)-7346011) 414242 DRO CH (4122)7335623 UNX008

Gunakan E-mail UNDP. (Pesan akan dikirim ke UNDRO lewat UNIENET)

Pesan berjaga-jaga dan sitrep lapangan
Guna memastikan tanggapan internasional yang terkoodinir, memadai, dan tepat waktu, penting bahwa resident coordinator melaporkan secara cepat kepada UNDRO setiap kejadian bencana, dengan satu penilaian awal dari kerusakan dan kebutuhan, meskipun masih bersifat sementara. Hal ini kemudian harus ditindak lanjuti dengan pelaporan yang sistimatis dan reguler dari rincian yang semakin meningkat. Kirimkan pesan berjaga-jaga kepada UNDRO segera setelah informasi kejadian satu bencana diterima, atau satu kejadian di daerah terpencil dikonfirmasikan. Hal ini berfungsi untuk memberi tahu UNDRO bahwa sesuatu telah terjadi dan bahwa kantor lapangan sedang menindak lanjuti. Jangan menunda selagi menunggu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Kirimlah laporan situasi lapangan yang pertama secepat mungkin, dan dalam setiap kasus tidak lebih dai 24 jam setelah terjadinya bencana. Kirimkan informasi apa saja yang ada yang relevan : jangan menunda hanya kerena informasi tertentu tidak ada. Kirimkan informasi ketika informasi itu sudah tersedia, dengan mengindikasikan informasi tambahan apa yang diantisipasi dan susunan-susunan apa yang harus dibuat untuk mendapatkan lebih banyak informasi. Kirimlah laporan situasi lapangan secara berkala, paling tidak setiap hari selama periode emergensi awal ( lazimnya 10-20 hari ) dan sampai frekuensi yang berkurang disetujui dengan UNDRO.Selalu ikuti format dasar tetapi, jika perlu, gunakan sub-judul dari bagian-bagian individual tergantung kebutuhan dari situasi khusus. Kirimkan laporan situasi lewat fax ( atau Email )jika mungkin. Hal ini bisa memberikan maanfaat penuh dari fasilitas “word processing” dalam menyiapkan dan meng-update laporan-laporan. Libatkan UN-DMT dalam persiapan laporan situasi untuk membantu memastikan pelaporan yang komprehensif dan sistim presentasi PBB yang disatukan dengan Pemerintah dan komunitas internasional. Focal Point untuk masalah bencana UNDP harus bertanggung jawab terhadap pengumpulan informasi dari berbagai agen dan menyiapkan draft pertama. Menyusun salinan dari sitrep lapangan untuk dikirim dengan segera kepada markas besar badan-badan PBB yang paling berkepentingan secara langsung.

103

Tinjauan Umum Manajemen Bencana ( biasanya anggota inti dari UN-DMT adalah ). Judul utama untuk laporan situasi lapangan 1. Situasi umum 2. Tanggapan nasional 3. Tanggapan internasional tingkat negara 4. Persyaratan untuk bantuan internasional 5. Saluran penggiriman bantuan internasional 6. Jaminan dan sumbangan internasional 7. Informasi lain

Untuk petunjuk rinci bagi format laporan situasi lapangan lihat manual Manajemen Bencana UNDP/ UNDRO bab 4, appendix 4a. Gambar 11.1 Laporan situasi dan arus informasi internasional

TINGKAT INTERNASIONAL
Misi pemerintah di New York dan Jenewa

Pemerintah donor

UNDRO Jenewa

Agen markas besar PBB

Markas besar LSM

Media berita internasional

TINGKAT NASIONAL
Pemerintah Nasional kedutaan donor

Koodinator Residen DMT-PBB

Kantor Negara LSM

wartawan dalam negara

Agen pemerintah

agen PBB

perwakilan lapangan LSM

laporan situasi UNDRO laporan situasi lapangan

LEGENDA

jalur informasi formal dan informal

Pentingnya koordinasi dan informasi
Koordinasi bahkan lebih penting di dalam operasi-operasi bantuan emergensi dibanding dengan pekerjaan pembangunan : kehidupan mungkin berada dalam keadaan kritis, logistik dan sumber daya nampaknya terbatas, dan keputusankeputusan harus dibuat secara cepat.Ada banyak kemungkinan bagi terjadinya penduplikasian usaha-usaha, pemborosan sumber daya, dan kesenjangan-kesenjangan dalam pemberian bantuan sektoral maupun geografis. Tepat, informasi yang dapat diandalkan adalah penting bagi perencanaan dan pelaksanaan emergensi dan operasi-operasi bantuan paska bencana, dan bagi mobilisasi sumber daya nasional dan internasional. Penyebaran informasi yang relevan secara reguler adalah satu prasyarat untuk koordinasi dan kerjasama yang efektif – pada tingkat lokal dan nasional- antara sektorsektor dan antara pemerintah, badan-badan operasional, dan para donor.

104

3

BAGIAN

Tanggapan PBB terhadap bencana

CHAPTER 11

Poin-poin tindakan yang penting dalam koordinasi dan manajemen informasi

o Jagalah hubungan langsung dengan focal point pemerintah, departemen-departemen operasional, o

o o o o o o o

donor, dan LSM-LSM. Mereview dalam UN-DMT dan mendiskusikan dengan titik fokus pemerintah apakah bantuan dari resident coordinator atau UN-DMT diperlukan dalam : • Penyusunan dan analisa informasi dan penyiapan laporan-laporan tentang kebutuhan untuk penggunaan bantuan internasional • Penetapan dan pengoperasian sistim-sistim manajemen informasi yang lebih komprehensif dalam mendukung instansi-instansi pemerintah yang bertanggung jawab • Mengumpulkan informasi dan mengadakan rapat-rapat koordinasi yang melibatkan badan-badan pemerintah, donor, LSM-LSM, dan instansi-instansi serta lembaga-lembaga pemerintah. Memastikan pengadaan rapat-rapat koordinasi dengan berbagai pihak secara reguler ( mungkin mingguan); mendorong diskusi yang konstruktif; mengusahakan konsensus mengenai tindakantindakan oleh semua pihak yang perduli; menyediakan pelayanan kesekretariatan, jika diperlukan. Mengkhususkan fungsi-fungsi manajemen informasi agar bisa dipenuhi oleh resident coordinator dan UN-DMT, dan sumber daya yang diperlukan ( staf, perlengkapan, ruangan kantor, budget ). Mengawali sistim-sistim informasi yang diperlukan dan pelayanan-pelayanan dengan menggunakan fasilitas-fasilitas staf yang ada; memberitahukan UNDRO, biro regional, dan perwakilan donor setempat akan keperluan-keperluan untuk dikembangkan dan dilanjutkan. Mendirikan unit bantuan koordinasi dan informasi emergensi, di mana diperlukan, sebagai usaha bersama UN-DMT; mendorong semua anggota UN-DMT sampai pada staf pembantu, bekerja sama dalam memobilisasi sumber daya lain yang diperlukan, dan penggunaan fasilitas. Menyebarkan informasi secara tetap kepada semua departemen pemerintah yang peduli, donor dan LSM; kirim lewat faks kepada UNDRO. Mendorong semua pihak untuk konsisten dalam menggunakan kriteria, ukuran, dan terminologi yang telah disepakati, dan untuk mengharmoniskan periode-periode pelaporan pada tingkat yang sesuai. Membantu mengarahkan perhatian LSM ke daerah-dearah dan aktivitas-aktivitas di mana mereka paling dapat menderita bencana ( tidak perlu harus daerah-daerah yang paling parah terpengaruh).

Q. A.

Dalam posisi Anda bekerja pada satu badan PBB, apa yang akan anda lakukan pada saat kemungkinan bahaya yang paling dahsyat menyerang negara anda terkait dengan yang berikut ini :

Mengetahui satu peringatan akan bahaya yang akan segera terjadi ? _______________________________________________________ __________________________________________________________ Apakah anda akan berada di UN-DMT? _________________________________________________________ ________________________________________________________ Apakah Anda mengetahui rencana keamanan personil PBB ? Apa yang ________________________________________________________ akan Anda lakukan? ________________________________________________________ _________________________________________________________ Sumbangan apakah yang anda berikan dari sitreps lapangan ke UNDRO ? _______________________________________________________ ________________________________________________________ Apa peran Anda dalam satu penilaian ? Menyangkut sektor yang mana ? _________________________________________________________ ________________________________________________________

105

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

BAB 12

Rehabilitasi dan rekonstruksi
Fase pengurangan resiko pra-bencana

Dampak bencana

Kesiapan Kesiapan

Bantuan

Mitigasi

Rekonstruksi

Rehabilitasi dan rekonstruksi terdiri sebagian besar dari fase pemulihan bencana. Periode yang mengikuti fase emergensi ini memfokuskan pada aktivitas-aktivitas yang memungkinkan para korban untuk bisa memulai lagi kehidupan yang dapat berjalan secara normal dan saranasarana kehidupan. Hal ini juga mencakup pembangunan kembali infrastruktur, pelayanan-pelayanan dan ekonomi dalam cara yang cocok dengan kebutuhan jangka panjang dan tujuan-tujuan pembangunan yang terbatas. Kalau tidak, setelah terjadi beberapa bencana, mungkin akan ada kebutuhan untuk melanjutkan bantuan kemanusiaan untuk kelompok-kelompok yang rentan yang sudah diseleksi. Bab ini memberikan petunjuk singkat menyangkut bantuan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi setelah terjadi bencana. Meskipun disajikan disini sebagai bab yang terpisah, rehabilitasi dan rekonstruksi harus, sebenarnya, direncanakan apakah untuk waktu yang sama sebagai bantuan, atau bertahap selama operasi-operasi bantuan.

Rehabilitasi Fase pemulihan pasca bencana

Rehabilitasi Penting bagi beberapa instansi untuk membedakan antara rehabilitasi dan rekonstruksi. Secara spesifik, rehabilitasi adalah tindakan-tindakan yang dilakukan setelah terjadi satu bencana untuk memungkinkan pelayananpelayanan dasar guna memungsikan kembali, membantu para korban dengan usaha mandiri mereka untuk memperbaiki tempat tinggal dan fasilitas-fasilitas komunitas, dan memberikan fasilitas terhadap bangkitnya kembali aktivitasaktivitas ekonomi ( termasuk pertanian ). Rehabilitasi memfokuskan pada memungkinkan kembali populasi yang terkena dampak bencana ( keluarga dan komunitas lokal ) untuk kembali memulai kembali pola-pola hidup ( pra-bencana ) yang kurang-lebih normal. Hal ini mungkin dianggap sebagai fase transisi antara ( I) bantuan segera dan ( II ) bantuan lebih besar, rekonstruksi jangka panjang dan upaya akan pembangunan yang berkelanjutan. Rekonstruksi Rekonstruksi adalah konstruksi permanen atau penggantian bangunanbangunan fisik yang rusak parah, pembangunan kembali secara total dari semua pelayanan-pelayanan dan infrastruktur lokal, dan penguatan ekonomi. ( termasuk pertanian ). Rekonstruksi harus secara penuh dipadukan kedalam rencana pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan, dengan memperhatikan resiko-resiko bencana di masa mendatang. Rekonstruksi harus juga mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan untuk mengurangi resiko-resiko tersebut lewat penggabungan tindakan-tindakan mitigasi yang memadai. Bangunan yang rusak dan pelayanan-pelayanan tidak harus dibangun kembali seperti bentuk sebelumnya atau di lokasi sebelumnya. Rekonstruksi bisa termasuk penggantian pengaturan-pengaturan sementara yang dibuat sebagai bagian dari tanggapan darurat atau rehabilitasi.

106

3

BAGIAN

Rehabilitasi dan rekonstruksi

BAB 12

Namun dalam kondisi konflik, rehabilitasi dan rekonstruksi bisa saja tidak mungkin dilaksanakan. Untuk alasan keamanan dan keselamatan, aktivitasaktivitas dalam rehabilitasi dan rekonstruksi mungkin bisa menunggu sampai perdamaian memungkinkan itu semua.

Peluang dan prioritas dalam rehabilitasi dan rekonstruksi1
Bencana terjadi karena masyarakat rentan terhadap dampak dari bahaya . Oleh karena itu, rekonstruksi dan rehabilitasi tidak harus dilihat sebagai satu proses dari semata-mata membangun kembali apa yang pernah ada sebelumnya. Kebutuhan itu agak cenderung untuk membangun strategistrategi dan cara-cara untuk menyusun kembali pelayanan dan merenovasi atau mengganti bangunan-bangunan penting sehingga kerentanan bisa dikurangi. Strategi – strategi ini harus mencakup kebijakan-kebijakan pembangunan jangka panjang dan rencana-rencana yang mempertimbangkan situasi sekarang termasuk setiap perubahan dasar sebagai akibat dari bencana. Sebenarnya bencana bisa menciptakan peluang-peluang baru bagi pembangunan dengan mengubah lingkungan dan titik awal, baik yang menyangkut bangunan-bangunan fisik dan/atau perilaku-perilaku dan polapola sosial. Hal ini tentu saja akan bisa meningkatkan kesadaran akan resikoresiko bencana, karena pada saat itu baik populasi lokal dan otoritas nasional khususnya cenderung mau menerima terhadap usulan-usulan untuk pengurangan resiko dan tindakan kesiapan. Peluang-peluang seperti itu harus dihargai dan dimasukkan dalam perencanaan program-program rehabilitasi dan rekonstruksi, dan juga dalam perumusan program-program pembangunan jangka panjang yang baru. Bantuan terhadap rehabilitasi dan rekonstruksi oleh karena itu harus direncanakan atas dasar penilaian secara menyeluruh dan penghargaan terhadap isu-isu sosial dan teknologi yang terkait. Sementara perencanaan bantuan seperti itu tidak dapat terlalu diburu-buru, perencanaan harus dituntaskan secepat mungkin. Ada dua alasan untuk ini : • Tindakan-tindakan rekonstruksi dan rehabilitasi tertentu, jika diorganisir secara cukup cepat, dapat mempersingkat waktu terhadap bantuan pemulihan emergensi mana yang diperlukan dan mengeliminir kebutuhan untuk berinvestasi sumber daya dalam tindakan-tindakan yang bersifat sementara. • “Jendela peluang” mungkin tidak mencukupi untuk penggabungan tindakan –tindakan pengurangan resiko dalam rekonstruksi ( rumah, sebagai contoh ) atau untuk inisiatif-inisiatif pembangunan baru. (khususnya aspek-aspek sosial ) Faktor-faktor musiman harus dipertimbangkan dan bisa menentukan jadwal rekonstruksi yang dibutuhkan, sebagai contoh, penggantian tempat berlindung atau rehabilitasi dari sistim irigasi pada waktu panen yang akan datang.
Sisa dari bab ini diambil dari Manual Manajemen Bencana UNDP/UNDRO Frederick C. Cunry disarikan oleh Ian Davis dalam “Bencana dan tempat hunian kecil, kemajuan dalam dekade lalu dan isu-isu penting untukIDNDR,”position paper online, September 1990.
1 2

107

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Tujuan Rekonstruksi dan Rehabilitasi adalah untuk mendorong dan membantu pemulihan bantuan selama fase paska bencana. Tujuan itu harus direncanakan dan dilaksanakan dengan pemahaman seperti itu dalam pikiran. Pelayanan dan bangunan vital yang rusak harus diperbaiki atau diganti, sebagaimana hal ini bisa melindungi dari resiko-resiko di masa mendatang. Pada waktu yang sama, dan tidak kalah pentingnya, harus ditemukan caracara untuk membantu orang-orang pulih kembali, khususnya mereka yang mempunyai sumber daya paling sedikit. Seperti telah dicatat sebelumnya, mayoritas orang yang tertimpa bencana adalah mereka yang miskin. Bagi kaum miskin, bencana merepresentasikan hilangnya harta benda, pekerjaan, dan peluang ekonomi. Dalam istilah yang nyata hal itu merepresentasikan kemunduran ekonomi yang luar biasa. Oleh karena itu, bantuan rekonstruksi seharusnya dirancang untuk : • menghilangkan batasan-batasan ekonomi dan mengurangi biaya rekonstruksi • suntikan modal ke dalam komunitas • menciptakan peluang kerja • mendukung dan menguatkan usaha-usaha ekonomi yang ada2 Perencanaan yang imaginatif dan tepat waktu oleh karena itu diperlukan untuk menyambung rehabilitasi dan rekonstruksi dengan tindakan-tindakan “pemulihan” jangka pendek, dan untuk membuat penggunaan yang paling efektif dari sumber daya finansial, materi, dan bantuan teknis dari luar untuk mencapai hasil-hasil pembangunan sekaligus memuaskan kebutuhan kemanusiaan.
Bahaya perencanaan dan pelaksanaan rekonstruksi yang terburu-buru “Program-program pasca bencana, bahkan program-program rekonstruksi, sering kali direncanakan dan dilaksanakan secara terburu-buru. Ketergesaan itu terjadi karena para perencana rekonstruksi mempunyai persepsi akan perlunya mengembalikan masyarakat itu ke dalam keadaan “normal” secepat mungkin atau karena batasan-batasan waktu terhadap pendanaan lembaga donor. Dengan demikian perencanaan yang hati-hati dan perlunya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan sering kali diabaikan. Tanpa perencanaan seperti itu, program-program ini bisa melanggar upaya-upaya pembangunan jangka panjang atau menunda pelaksanaannya. Program-program rekonstruksi yang direncanakan secara tidak tepat dan semata-mata hanya untuk mengembalikan masyarakat kepada status quo bisa memberikan masyarakat itu kerentanan yang sama terhadap bencana yang akan datang, sekalipun menciptakan perasaan puas dengan diri sendiri karena kelihatannya sesuatu telah dikerjakan.
Dari “ Pembangunan dan Bencana-kajian dalam pembangunan institusi “ yang disiapkan oleh INTERTECT untuk UNDP, April 1990.

108

3

BAGIAN

Rehabilitasi dan rekonstruksi

BAB 12

Samudera Pasifik

Badai Zenon : Sebuah study kasus3
Berikut ini adalah studi kasus fiktif. Meskipun demikian, hal ini disusun dari kejadian-kejadian sebagaimana hal itu sering terjadi dan diperlihatkan disini bagaimana setiap bagian dari sistim bencana bekerja atau tidak berfungsi. Semua kejadian dan tindakan dari badan-badan didasarkan pada kejadiankejadian aktual. Bencana badai telah dipilih untuk latihan ini karena badai memungkinkan kita untuk melihat tidak hanya pada tindakan-tindakan pasca bencana, tetapi juga pada aktivitas-aktivitas yang terjadi sebelum satu bencana ketika ada satu masa peringatan. Walaupun setiap bencana bersifat unik, skenario berikut adalah berkenaan dengan semua bencana alam yang bersifat mendadak yang umum. Meskipun didasarkan pada kejadian-kejadian yang nyata, contohcontoh disini dimaksudkan untuk tujuan-tujuan pendidikan saja dan tidak merefleksikan pada kemampuan atau kapasitas dari badan ataupun individual manapun. Tugas Anda adalah membaca laporan berikut dan menganalisa setiap tindakan manajemen yang menyangkut kelayakannya. Yaitu, apakah tindakan manajemen itu satu contoh penilaian yang baik atau buruk, apakah itu keputusan yang benar atau salah, satu perencanaan yang baik atau buruk, apakah tindakan yang layak dilakukan terhadap informasi yang ada atau adakah kesalahan yang ceroboh ? Anda dianjurkan untuk mencatat pada kolom dipinggir mengenai analisa Anda terhadap tindakan-tindakan manajemen ini. Mungkin Anda bisa melingkari kalimat dalam bacaan ini dari mana analisa Anda berasal.
Study kasus ini diambil dari Pembangunan dan Bencana oleh C. Cuny, Oxford Universitas Press, New York, 1983
3

109

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Profil Republik Zenon adalah satu negara kecil, berpenduduk padat yang terletak di pantai dari satu daratan yang luas di daerah Tropis. Daratan itu menjorok keluar kedalam teluk yang dangkal, dan garis pantai yang membentuk 60 % dari garis batasnya. Desa-desa nelayan yang terisolasi menandai pantai, akan tetapi sebagian besar dataran pantainya dihuni oleh para petani kecil yang menggarap sawah padi subsisten. Sisa dari daerah pedesaan itu adalah daerah bergunung, dan di daerah ini petani dalam jumlah kecil mencari nafkah dari lereng-lereng bukit yang sudah terkikis digunduli selama bertahun-tahun oleh tindakan penggundulan hutan. Kemiskinan dari daerah gunung itu telah mendorong beribu-ribu keluarga menuju ke kota, yang terletak di sebelah selatan pantai dari negara itu. Banyak keluarga hidup di gubuk-gubuk kota yang jorok yang tersebar diseluruh kota, dan banyak yang baru saja dipindahkan ke Port Sound, kota baru yang kotroversial yang dibangun di atas daerah rawa-rawa beberapa kilometer dari ibu kota. Port Sound, yang digembar-gemborkan oleh Pemerintah sebagai model komunitas dan yang dikritik oleh kaum oposisi sebagai daerah kumuh yang instant, adalah kurang dari satu meter di atas tingkat air pasang. Kronologi kejadian badai Republik Zenon Agustus 27 Kapal-kapal yang melewati pusat daerah tropis melaporkan penurunan yang cepat pada tekanan barometrik terhadap stasiun cuaca terdekat. Stasiun-stasiun cuaca meneruskan informasi ini ke Jaringan Pelacakan Badai Internasional ( IHTN ), yang segera mengecek informasi ini dari tekanan tropis dan memberitahukan ke negara-negara sekitarnya. Agustus 28 Pengawasan satelit dan monitoring pesawat udara mengindikasikan bahwa tekanan itu telah berubah menjadi badai. Di Zenon, pimpinan pelayanan peramal cuaca mengikuti prosedur dan memberi tahukan direktur dari Panitia Kesiapan Emergensi (PKE ). Peramal juga meriview perbedaan antara pengawasan badai (peringatan tingkat pertama diberikan 48 jam sebelum badai diduga menyerang ) dan peringatan akan adanya badai ( diumumkan ketika badai hanya 24 jam lagi akan menyerang ). Direktur PKE memberi tahukan beberapa pejabat pemerintah dan menganjurkan supaya dilakukan tindakan-tindakan awal kalau saja badai terus berkembang. Satu jam kemudian, sinopsis dari badai itu disiarkan keseluruh sistim jaringan radio nasional. Kalayak umum hanya sedikit menghiraukan pemberitahuan akan adanya badai ini, yang pada waktu itu badai masih berada pada jarak lebih dari 1200 km jauhnya. Agustus 29 Photo-photo satelit dan penerbangan pengintaian melewati badai menunjukan bahwa sekarang ini merupakan badai dengan kekuatan penuh. JPBI memberi tanda kepada pemerintah-pemerintah dari negara-negara di daerah tersebut dan berbagai organisasi internasional.

110

3

BAGIAN

Rehabilitasi dan rekonstruksi

BAB 12

Pada jam 2.00 dini hari , direktur PKE mengadakan rapat pada jam 7.00 pagi untuk memberi tahukan informasi terbaru mengenai badai itu dan arah badai itu. Kemudian rapat tersebut hanya dihadiri oleh tujuh anggota dari dua belas anggota. Peramal cuaca mengulang pemberitahuan singkatnya. Panitia menanyakan peramal untuk memprediksi jalur badai, akan tetapi permintaan itu ditolak. Salah satu dari anggota panitia memasuki ruangan lain dan menelpon Jaringan Pelacakan Badai Internasional. Ia diberi pemberi- tahuan yang lebih terinci dan satu deskripsi dari jalur badai yang dituju. Orang yang memberi briefing pada JPBI menambahkah bahwa menurut estimasi dia sendiri badai itu tidak akan menyerang Zenon karena badai itu sekarang bergerak pada satu arah menuju ke utara dari negara itu. Anggota panitia itu kembali dan mengatakan kepada panitia apa yang sudah ia ketahui. Panitia memutuskan untuk tidak mengeluarkan satu pernyataan karena hal ini akan membahayakan khalayak umum. Ditempat lain, rapat bulanan dari Asosiasi Agen-Agen Kemanusiaan di Zenon ( AAKZ ) sedang dilangsungkan. Pada akhir rapat, salah satu anggota bertanya rencana apa yang akan dilakukan untuk menghadapi bencana itu. Pimpinan menjawab, “Zenon tidak mempunyai badai” Agustus 30 Badai menguat dan mulai bergerak ke arah barat. Radio memberi laporan setiap jamnya mengenai posisi badai dan mencatat bahwa badai telah berubah arah dan sekarang sedang bergerak kearah utara pantai timur Zenon. Pada pukul 11.00 siang, diadakan rapat PKE yang lain. Pelayanan cuaca telah mengindikasikan bahwa ia akan mengeluarkan satu pantauan badai siang itu jika badai tidak berubah arah. Panitia mulai membuat rencanarencana operasi. Hal pertama adalah menemukan bangunan yang kuat dengan komunikasi yang bagus untuk digunakan sebagai pusat operasi emergensi. Selama siang hari itu, rapat-rapat diadakan di berbagai tingkat kementrian pemerintahan untuk menghadapi badai itu. Perlindungan terhadap peralatan yang penting untuk operasi dari masing-masing kementrian diberi prioritas tinggi. Materi-materi bangunan dan karung-karung pasir diminta untuk disediakan dari departemen pekerjaan umum untuk melindungi instalasiinstalasi di daerah yang rendah dan daerah-daerah yang terbuka, akan tetapi persediaan yang ada segera saja habis. Tindakan-tindakan pencegahan disepanjang pantai benar-benar agak banyak; hanya perhatian kecil saja yang diberikan pada daerah-daerah yang lebih kedalam. Palang Merah Zenon mereview rencananya untuk menangani bencana itu. Rencana itu memiliki serangkaian petunjuk yang dikeluarkan oleh Liga Palang Merah/ Masyarakat Palang Merah untuk bertindak sebagai contoh untuk aktivitas-aktivitasnya sendiri. Ketika staf meriview petunjuk-petunjuk itu, menjadi jelas bahwa sebagian besar dari tindakan-tindakan itu seharusnya sudah dilakukan jauh sebelumnya, dan hanya ada sedikit saja yang masih bisa dilakukan sebelum badai itu menyerang. Meskipun demikian, pada akhir rapatnya, direktur itu memberitahukan pemerintah bahwa “ Palang Merah sudah siap “.

111

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Agustus 31 Pada pukul 11.00 siang, badai menguat lagi. Pada pukul 1:15 siang, badan ramalan cuaca mengeluarkan satu peringatan badai. Perdana Menteri mengadakan rapat PKE untuk mengecek aktivitasaktivitasnya. Direktur meyakinkan perdana mentri bahwa segala sesuatu yang memungkinkan sedang dilakukan. Pada saat yang sama, PKE sedang berusaha mengembangkan satu rencana evakuasi dan mendapatkan daftar bangunan yang ditunjukkan sebagai tempat perlindungan terhadap badai yang disediakan untuk media massa. Pada waktu fajar, warga Zenon terbangun mendengar radio yang mengumumkan tentang peringatan badai. Surat kabar mempublikasikan daftar bangunan yang yang ditetapkan sebagai perlindungan terhadap badai, dan sebagian dari bangunan-bangunan itu sudah tidak ada lagi. PKE kemudian meneruskan mengumumkan lewat radio satu “daftar baru” dari tempat perlindungan dan mendesak orang-orang di daerah yang rendah sepanjang pantai untuk meninggalkan daerah itu. Menjelang siang satu-satunya tanda yang menunjukan mendekatnya badai adalah gelombang-gelombang pasang sepanjang bagian-bagian atas pantai timur. Angin sekarang bertiup kencang, dan terjadi hujan lebat berkala. Anggota PKE kehilangan waktu. Beratus-ratus keterangan yang rinci masih tetap ada, dan setiap menit orang berpikir tentang tindakan pencegahan yang harus dilakukan. Pada pukul 4:30 sore, tim-tim berita asing tiba dan memulai laporan-laporan TV langsung mereka. Cerita pertama menggambarkan mereka yang mengambil untung banyak dalam penjualan persediaan emergensi dan menunjukan gambar-gambar dari beberapa pemilik toko yang bersenjata yang sedang mempertahankan harta benda mereka terhadap para penjarah. Pada pukul 5:00, badan ramalan cuaca mengumumkan bahwa arah badai sekarang telah berubah, mengarah pada jalurnya menuju bagian tengah dan bagian selatan dari negara itu. Dampaknya sudah diperkirakan pada jamjam pagi hari dari hari berikutnya. Angin sekarang menjadi kencang dengan kecepatan sampai 60 km per jam. PKE menerima berita dengan perasaan sangat khawatir. Sebagian dari aktivitas kesiapan telah difokuskan di daerah utara, bukan selatan. Peringatan segera dikeluarkan untuk mengosongkan Port Sound. Dua puluh menit kemudian, perdana menteri lewat radio dan televisi nasional mengeluarkan himbauan kepada semua orang di daerah yang rendah untuk mengevakuasi diri secepat mungkin.Ia menganjurkan bahwa mereka yang tidak dapat melarikan diri harus mencari perlindungan di gereja-gereja dan sekolah-sekolah. 22.00 Di Port Sound, permukaan laut satu meter di atas normal. Air mengalir menyeberangi jalan yang memisahkan komunitas dari lautan, dan pemecahpemecah ombak yang besar segera saja mengkikis pondasi jalan. Kendaraan yang berusaha mengevakuasi telah terhambat. warga dari Port Sound mulai menjauh dari laut menuju ke jalan lain satu-

16.30

17.00

17.20

112

3

BAGIAN

Rehabilitasi dan rekonstruksi

BAB 12

satunya yang menghubungkan daerah itu dengan daratan yang lebih tinggi, akan tetapi jalan ini juga rendah dan menyeberangi dua sungai yang sekarang sedang banjir. Pada pukul 10:00 malam – satu jembatan runtuh dan orangorang mulai terdampar. Berita gawat dari Port Sound dipancarkan kepada PKE. PKE memerintahkan angkatan bersenjata untuk menggerakan satu batalion untuk mencoba mengevakuasi orang-orang itu. Angkatan bersenjata mengirim satu truck berisikan perahu-perahu kecil ke jembatan yang runtuh itu, akan tetapi, pada saat kapal itu tiba, permukaan air terlalu deras dan rencana itu akhirnya ditinggalkan. Dua ribu lima ratus keluarga mulai merangkak menuju atas atap rumah mereka. Dua ribu orang tidak akan bisa selamat. September 1 Komunikasi dari ibu kota ke daerah yang rendah hilang. Pada pukul 2:00 dini hari, perjalanan mata badai terekam di Port Williams, 45 km sebelah utara ibu kota. Angin di ibu kota itu mencapai puncaknya pada kecepatan 200 km per jam. Setelah kejadian Pada waktu fajar tanggal 1 September, kecepatan angin mulai berkurang menjadi 100 km per jam, dan sedikit orang mulai berusaha keluar untuk melihat kerusakan. P:ada pukul 10:00 pagi, angin masih saja bertiup kencang, tetapi hal ini memungkinkan untuk meninggalkan tempat perlindungan dan bangunan-bangunan lain tanpa banyak bahaya. Di ibu kota, kerusakan akibat angin sangatlah dahsyat. Hampir setiap rumah telah rusak. Daerah-daerah kumuh sangat menderita, dengan total kerusakan bangunan sebesar 85 % di beberapa daerah. Korban melebihi kapasitas rumah sakit sampai 200 %. Satu bencana besar dilaporkan di Port Sound, akan tetapi belum juga dibuktikan kebenarannya. Pada siang hari, perdana mentri memerintahkan satu helikopter untuk membawa dia, direktur PKE, ketua Palang Merah, dan beberapa mentri kabinet melintasi daerah yang terkena bencana. Dalam penerbangan mereka di atas ibu kota, perdana mentri terkejut melihat tingkat kerusakan. Ketika helikopter bergerak ke atas Port Sound, tingkat kehancuran dan kematian sangatlah mengejutkan. Sedikit saja yang selamat dan mereka bertengger di atas atap-atap dari sedikit bangunan yang masih bisa bertahan dari serangan badai. Ketika helikopter dari rombongan perdana mentri itu menukik ke bawah, semua yang berada di helikopter melihat isyarat-isyarat yang menggelisahkan memohon pertolongan. Di Pusat Operasi Emergensi, laporan-laporan menjadi cerai berai dan kacau. Jumlah kematian dan kerusakan dilaporkan tinggi di semua bagian dari daerah yang terkena bencana. Sulit untuk melihat dengan jelas satu pola, karena laporan-laporan itu tidak diserahkan dalam bentuk standar atau diklasifikasikan sesuai dengan prioritas. Panitia Kesiapan Emergensi diserang bertubi-tubi oleh para reporter yang berteriak/ribut untuk mendapatkan informasi. Para anggota PKE memutuskan bahwa tindakan pertama mereka haruslah menyelenggarakan survey yang ekstensif mengenai kerusakan. Tindakan kedua mereka adalah mengangkat Palang Merah sebagai koordinator untuk semua bantuan emergensi. 10.00

12.00

113

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Pada waktu senja, lebih banyak utusan dari pers asing datang. Pada hari berikutnya, laporan-laporan mereka akan menjadikan Zenon berita nomor satu di dunia. Pada pukul 8:00 malam, PKE mengadakan rapat dengan perwakilanperwakilan dari badan-badan relawan dan kedutaan-kedutaan asing. Direktur PKE melaporkan tentang korban dan kerusakan dan daftar janji-janji bantuan yang telah diterima dari pemerintah lain. Para instansi meminta instruksi, tetapi segera menjadi jelas bahwa tidak ada rencana rekonstruksi atau aktivitas-aktivitas yang telah disiapkan. Ketidak tegasan yang nyata dari PKE dan kurangnya kepemimpinan dilaporkan kepada perdana mentri. Sepanjang malam itu, korban terus berdatangan di rumah sakit dan stasiunstasiun bantuan di zona-zona yang tertimpa bencana. September 2 Pada pukul 7 :00 pagi, perdana mentri mengumumkan bahwa ia telah mengambil komando secara pribadi dari operasi-operasi emergensi dan rekonstruksi dan telah mengangkat Panitia Bantuan Bencana yang baru untuk mengambil alih dari PKE. Di kementrian luar negeri, tawaran-tawaran bantuan terus mengalir. Di bandara, penerbangan-penerbangan pertama bantuan mulai berdatangan. Bantuan-bantuan itu terdiri dari tenda, obat-obatan, selimut, dan bungkusanbungkusan ransum. Pada pukul 10:00 pagi, seorang dokter lokal melaporkan kemungkinan munculnya kasus kholera. Perdana mentri memerintahkan penyuntikan masa untuk semua orang didaerah bencana. Gereja-gereja melaporkan bahwa donasi spontan berupa pakaian sangatlah berat dan meminta Palang Merah untuk mengatur pengadaan helikopter guna mengangkut donasi-donasi itu ke gunung. Palang Merah menyetujui dan mengalihkan beberapa helikopter dari operasi SAR. Direktur Palang Merah kelak akan kehilangan pekerjaan karena keputusan ini. Di markas besar Palang Merah, laporan-laporan korban yang akurat pertama dari luar ibu kota mulai tiba. Kerugian-kerugian besar dilaporkan terjadi di delta. Jumlah korban terbesar muncul ketika gereja-gereja dan sekolah-sekolah yang digunakan sebagai tempat perlindungan runtuh atau terkena banjir. Dalam satu gereja saja, 400 orang dilaporkan meninggal. Palang Merah, yang sangat terbatas dengan sumber daya dan dengan tidak adanya organisasi infrastruktur yang riil di luar ibu kota, meminta rapat dengan pemerintah untuk mengklarifikasikan tanggung jawabnya. Dalam rapat ini, diputuskan bahwa Palang Merah akan terus bertanggung jawab terhadap koordinasi bantuan di ibu kota dan bahwa pemerintah akan mengambil alih kembali tanggung jawab untuk semua daerah lainnya. Di negara-negara industri, laporan-laporan yang ditayangkan lewat televisi mengenai kerusakan telah mulai tiba. Pelaporan yang paling jelas adalah tentang tragedi Port Sound. Cerita itu melukiskan kejanggalan dari pemerintah dan berakhir dengan satu pernyataan bahwa, jika tidak ada bantuan internasional dalam jumlah besar yang bisa diterima, mereka yang selamat akan kelaparan dan akhirnya mati. Tiba-tiba saja, badan pemberi bantuan melaporkan donasi berjumlah setengah juta dolar.

ZENON HANCUR

20.00

10.00

114

3

BAGIAN

Rehabilitation and recrontuction

CHAPTER 12

Beberapa badan memutuskan untuk mengirim petugas-petugas bencana mereka atau personil senior ke daerah itu untuk mengadakan penilaian akan kebutuhan dan untuk mengkoordinir aktivitas-aktivitas emergensi. September 3 Pengangkutan bantuan lewat udara terus berlanjut. Mayoritas bantuan diberikan oleh pemerintah asing, sebagian besar mereka mempunyai banyak cadangan barang-barang bantuan. Pengiriman dari badan-badan nonpemerintah juga mulai berdatangan. Sebagian dari materi ini, khususnya bantuan dari pemerintah, berasal dari cadangan dalam jumlah besar, dan barang-barang ini dipilih, dibungkus, dan ditandai dengan baik. Barang-barang lain hanya dibungkus sesuai dengan ukurannya, dengan tiap bungkusan berisikan berbagai barang-barang yang berbeda, yang harus dipilih setelah sampai di Zenon. Mendekati siang hari, kelompok-kelompok orang desa dari tempat yang terpencil mulai masuk ke stasiun-stasiun bantuan untuk melaporkan kerusakan yang hebat dan hilangnya banyak jiwa karena adanya tanah longsor dan banjir di daerah gunung yang sudah gundul. Di luar negeri, semakin banyak berita yang datang setiap harinya dengan pemandangan kematian dan kerusakan di Zenon. September 4 Sekarang setelah jalan-jalan tertentu dibuka kembali, pemerintah mulai mendistribusikan barang-barang bantuan di luar daerah ibu kota. Persediaan telah dibatasi terhadap pengiriman-pengiriman makanan dan obat-obatan oleh helikopter, tetapi sekarang konvoi truck dapat membawa jumlah yang lebih banyak dan jenis bantuan yang lebih luas ke daerah-daerah pedesaan. Di bandara, seruan dikumandangkan untuk para sukarelawan agar membantu menyortir barang-barang bantuan. Volume barang yang sedikit dan kebingungan yang disebabkan oleh cara membungkus yang kurang baik memerlukan beberapa ribu orang yang bekerja di bandara dan pusat-pusat penyortiran yang lain. Diseluruh daerah yang tertimpa bencana, usaha penyelamatan yang luar biasa sedang berlangsung. Orang-orang sibuk berusaha untuk mengumpulkan bahan-bahan bangunan sebanyak mungkin, khususnya atap-atap seng yang ditemukan membalut pohon-pohon, tergulung di tanah, atau tergeletak utuh. Beribu-ribu pengganti tempat perlindungan telah dibangun di atas reruntuhan. Beberapa koresponden media asing diberi tugas untuk membuat cerita tentang kebutuhan akan tenda, meminta sekelompok korban yang sedang bekerja untuk berhenti memukul palu sehingga teknisi ahli mereka dapat merekam satu wawancara dengan petugas bantuan yang datang dengan membawa kiriman tenda. September 5 Helikopter-helikopter datang dari pangkalan militer luar negri dari satu negara sahabat. Aktivitas pertama adalah untuk mengangkut lewat udara satu rumah sakit lapangan yang komplit ke daerah delta.

12.00

115

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Di ibu kota, Panitia Bantuan Bencana (DRC) mengadakan rapat mengenai badan bantuan. Untuk mengurangi usaha-usaha duplikasi, pemerintah meminta setiap badan bantuan untuk mengambil tanggung jawab terhadap bantuan dan rekonstruksi dalam satu sektor khusus. Satu daftar komunitas ditempatkan di papan dan setiap badan memilih satu untuk dibantu. Beberapa badan relawan yang sudah bekerja di negara itu selama bertahun-tahun tidak datang pada rapat itu ( kemudian dikenal sebagai “lotere” ), dan daerahdaerah dimana mereka telah mempunyai pengalaman yang banyak di tugaskan ke badan-badan lain. Tidak ada usaha yang dilakukan untuk memverifikasi kualifikasi atau kapabilitas dari setiap badan-badan baru yang datang dalam rapat tersebut. September 6 Laporan-laporan tentang korupsi dan favoritisme dalam distribusi persediaan bantuan dilaporkan di pers. Perdana mentri meminta gereja-gereja untuk membentuk panitia-panitia untuk meninjau distribusi bantuan barang di setiap komunitas. Sepanjang siang hari, tiga badan relawan yang berbeda mengadakan rapat koordinasi di lokasi yang terpisah. September 7 Pada pukul 10:00 pagi, Panitia bantuan bencana mengadakan rapat koordinasi antara pemerintah dan badan-badan relawan untuk membicarakan rekonstruksi rumah. September 8-14 ( Minggu ke dua ) Selama minggu itu, berbagai rapat koordinasi diadakan – sebagian dibawah sponsor pemerintah, dan yang lain atas dorongan dari satu atau lebih badanbadan relawan. Pada awal minggu itu, badan-badan bantuan di Zenon ditawari donasi yang besar dari yayasan-yayasan, organisasi-organisasi antar pemerintah, dan pemerintah mereka sendiri. Kebanyakan dari para donor bersemangat sekali bahwa uang itu bisa memberi manfaat kepada para korban secepat mungkin; oleh karena itu mereka melampirkan satu persyaratan bahwa uang itu harus dibelanjakan dalam waktu 30 sampai 90 hari. Setiap hari, badan-badan bantuan baru ( beberapa”badan instant”, seperti misalnya Sahabat-Sahabat Zenon ) berdatangan. Mereka ditugasi daerahdaerah tanggung jawab oleh Panitia Bantuan Bencana ( PBB ). Suka relawan ekspatriat juga mulai berdatangan. Di antara kelompok ini adalah beberapa dokter yang mengganggu petugas medis lokal menjadi petugas dan peterjemah mereka. Juga berdatangan sejumlah perwakilan manufaktur dari perusahaanperusahaan yang menproduksi bangunan-bangunan yang sudah dipersiapakan sebelumnya yang berukuran kecil. Beberapa rumah dibangun secara temporer dan yang lain dibangun secara permanen. Panitia Bantuan Bencana, karena tidak dapat memilih di antara mereka, memutuskan untuk mengadakan pameran rumah dimana para manufaktur dapat menyusun unit-unit rumah mereka dan menunjukan rumah-rumah itu kepada umum. Pilihan orangorang itu akan ditetapkan dan sistim rumah akan diseleksi.

116

3

BAGIAN

Rehabilitasi dan rekonstruksi

BAB 12

Pada rapat Panitia Bantuan Bencana, banyak panitia bantuan desa melaporkan antrian panjang pada pusat-pusat distribusi makanan. Hari yang sama, pemerintah ditawari paket bantuan makanan yang besar dari kelebihan komoditas. Ada satu larangan : makanan itu harus diberikan secara cumacuma. Meskipun ada perlawanan dari para petani, pemerintah yang kooperatif itu menanda tangani perjanjian bantuan makanan. Pada rapat Panitia Bantuan Bencana, beberapa badan menunjukan bahwa distribusi dari bantuan cuma-cuma kepada para korban dapat menjadi tindakan yang tidak produktif. Pimpinan dari Panitia Bantuan Bencana bereaksi dengan tegas, dengan mengatakan bahwa untuk meminta para korban membayar makanan itu atau bantuan lain akan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dari bantuan bencana, dan ia memerintahkan bahwa semua bantuan diberikan secara gratis kepada para korban. Beberapa kelompok pembangunan lokal berdebat bahwa hal ini akan menciptakan ketergantungan, tetapi pemerintah tetap bersikukuh. Di sektor swasta, para arsitek dan insinyur menawarkan jasa-jasa mereka kepada agen-agen relawan sebagai penasehat. Pada mulanya para agen ini antusias sekali karena berpikir akan memperoleh bantuan teknis, tetapi mereka segera mengetahui bahwa hanya sedikit dari para profesional ini yang terbiasa dengan rumah tradisional yang dibangun oleh mayoritas orang di negara itu dan bahwa ide mereka mengenai perumahan untuk yang berpenghasilan rendah jauh lebih mahal bagi sebagian besar badan bantuan, apalagi untuk mereka yang selamat dari bencana. September 15-21 ( Minggu ketiga ) Selama minggu ketiga, penekanan mulai bergeser dari aktivitas-aktivitas bantuan emergensi ke memperhatikan pemulihan sementara dan kebutuhan rekonstruksi jangka panjang. Perdana Menteri, memahami perubahan ini, menunjuk Panitia Rekonstruksi Nasional untuk mengkoordinasikan pemulihan jangka panjang, tetapi mengumumkan bahwa Panitia Bantuan Bencana akan tetap aktif sampai semua kebutuhan bantuan telah dipenuhi. Pada akhir minggu, kelompok-kelompok ofisial perbankan internasional datang untuk mengadakan pembicaraan tentang bantuan rekonstruksi kepada pemerintah. Perdana Menteri memerintah Mentri Keuangan untuk memberikan prioritas yang tinggi untuk membiayai kembali hutang nasional. Ada laporan-laporan bahwa ekonomi yang booming sedang berkembang dan harga-harga membumbung sampai tingkat yang mengejutkan, khususnya untuk barang-barang dan alat-alat yang akan digunakan dalam konstruksi. Pemerintah, takut akan menciptakan pasar gelap, ragu-ragu untuk menetapkan kontrol harga. Para petani setempat memprotes distribusi makanan gratis, dan organisasiorganisasi petani melaporkan bahwa, jika donasi makanan berlanjut, para petani yang sudah dapat menyelamatkan sebagian dari tanaman mereka tidak akan mempunyai pasar lagi untuk hasil tanaman mereka.

HARGA

117

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Rekonstruksi perumahan dan pemulihan pertanian terbukti sulit untuk sebagian badan-badan relawan. Mereka menghubungi kantor pusat mereka untuk mendapatka ijin guna mempekerjakan beberapa spesialis ternama yang direkomendasikan oleh universitas setempat. Takut kalau-kalau mempekerjakan para konsultan akan menambah biaya overhead yang akan dikritik oleh lembaga donor, kantor pusat memutuskan untuk tidak mempekerjakan spesialis. September 22-28 ( minggu keempat ) Pemerintah mengumumkan satu perubahan dalam kebijakan dibidang distribusi barang bantuan dan setuju untuk mengijinkan penjualan barangbarang tertentu. Hal ini juga mendorong penjualan bahan-bahan bangunan yang disubsidi. Hal ini diserahkan kepada para agen untuk menetapkan persyaratan yang baik. Di daerah pedesaan, program-program yang berbeda dan tingkat-tingkat bantuan yang bermacam-macam yang disediakan oleh masing-masing agen mengakibatkan mereka yang selamat dari bencana mengeluh. Panitia Rekonstruksi Nasional mempertimbangkan untuk menetapkan kebijakan-kebijakan rekonstruksi yang seragam. Setelah melewati banyak diskusi, panitia itu memutuskan untuk tidak menetapkan kebijakan-kebijakan, takut kalau para badan relawan dan donor-donor yang lain akan membenci gerakan semacam itu. Media massa di Zenon melaporkan bahwa program-program rekonstruksi secara ceroboh membantu hanya pemilik lahan dan pemilik rumah, karena penyewa tidak akan membangun kembali rumah-rumah karena takut bahwa para pemilik akan memaksa mereka keluar. Isu mengenai pola status tanah dan kebutuhan akan reformasi tanah tidak disebutkan. Oktober- Maret Bantuan terus berdatangan. Panitia bantuan lokal telah dibentuk kembali sebagai panitia rekonstruksi. Bantuan makanan sekarang datang dalam jumlah yang semakin meningkat. Meskipun demikian, terdapat pertentangan yang terus menerus terhadap program pangan, khususnya dari Kementrian Pertanian. Ketakutan bahwa para petani tidak akan menanam kembali menjadi satu kebenaran. Kementrian kemudian mengusulkan satu sistim dukungan harga, tetapi hanya satu pertanian yang memenuhi syarat yaitu pertanian yang lebih besar di sepanjang pantai. Ketika rekonstruksi bertambah maju, pemerintah menyadari bahwa kebijakan tentang perumahan permanen adalah tidak realistik dan setuju untuk memberi ijin program rekonstruksi untuk membangun kembali perumahan tradisional selama konstruksi yang dihasilkan adalah “aman”. Namun Bank Perumahan, menolak untuk memberi pinjaman kepada orang-orang yang bekerja dengan bahan-bahan tradisional. Dalam satu rapat dari Panitia Rekonstruksi Nasional., sekretaris melaporkan tentang satu survey program-program rekonstruksi perumahan. Sebanyak 45 organisasi non-pemerintah terlibat dalam rekonstruksi perumahan. 29 terletak di ibu kota atau di daerah sekitarnya, 10 terletak di sepanjang jalan bebas hambatan yang menghubungkan ibu kota dan delta, dan 6 yang lain terletak di daerah pegunungan. Laporan itu juga menunjukkan bahwa 35 % dari seluruh area yang terkena pengaruh badai menerima bantuan rekonstruksi. Oleh karena itu pemerintah harus menetapkan program perumahan untuk mengisi perbedaan itu.

118

3

BAGIAN

Rehabilitasi dan rekonstruksi

BAB 12

Pertengahan tahun Enam bulan setelah bencana, kecuali sedikit saja dari badan-badan asing yang telah pergi, mengklaim telah menyelesaikan rekonstruksi dari daerahdaerah yang ditugaskan pada mereka. Survey Panitia Rekonstruksi Nasional menunjukan bahwa kerjaan itu belum selesai. 6 % dari penduduk perkotaan dan 85 % dari orang-orang di pedesaan masih belum mendapat penggantian rumah. Pertengahan tahun menandai berakhirnya panen pasca bencana yang pertama. Para pengamat mencatat adanya kebangkitan kembali permintaan akan perumahan, karena orang-orang sekarang mempunyai waktu dan modal untuk membangun kembali. Akan tetapi, hanya sedikit badan yang masih tetap menyediakan bantuan teknis dan bantuan finansial. Bahkan di antara para badan yang masih ingin tinggal, dana untuk melanjutkan operasi sudah tidak lagi tersedia. Untuk membantu memenuhi tuntutan baru itu, pemerintah mencari pinjaman dari Bank Internasional untuk mendanai aktivitas-aktivitas rekonstruksi yang lain. Setelah dua bulan, pinjaman itu disetujui, akan tetapi dana yang diinginkan tidak dapat dicairkan sampai dengan tahun fiskal mendatang, hal ini tentu saja hanya menunda lebih jauh program rekonstruksi. Di sektor pertanian, survey mengindikasikan bahwa menurunnya produksi pertanian mengharuskan berlanjutnya bantuan pangan untuk satu tahun lagi. Satu laporan dari Kementerian Pertanian mengatakan bahwa jumlah petani kecil telah menurun menjadi tujuh sampai sepuluh persen, dan bagian tanah yang signifikan yang dulunya hanya diperuntukan bagi penanaman padi didaerah delta sekarang digunakan untuk memproduksi kapas dan tanaman pangan yang bisa segera menghasilkan uang, dan hal ini luput dari perhatian.

119

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

Q. Identifikasikan tiga isu penting yang telah menghalangi proses
rekonstruksi dan mencegah proses tersebut menjadi peluang pembangunan yang baik.

_____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________

A_____________________________________________________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________ _ ______________________________________________________________ _

120

4

BAGIAN

MITIGASI BENCANA

4

BAGIAN

DAFTAR ISI

Bab 13: Mitigasi/pengurangan ............................................ 122 Mentargetkan mitigasi di tempat yang paling berpengaruh .......... 124 Tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko .............................. 125 Menu dari tindakan-tindakan mitigasi ........................................ 125 Klasifikasi tindakan-tindakan mitigasi ........................................ 127 Waktu untuk mitigasi ............................................................... 128 Bab 14: Bantuan PBB terhadap mitigasi bencana .............. 130 Mitigasi bencana sebagai satu thema pembangunan ................... 130 Memberi apresiasi terhadap kapasitas, kebijakan, dan kebutuhan akan mitigasi bencana ............................................................. 131 Sumber daya informasi : Kebutuhan akan ahli teknis ................. 134 Formulasi dan identifikasi proyek ............................................. 134 Kajian resiko bencana dari semua proyek di daerah berbahaya .............................................................................. 135 Daftar perencanaan pengurangan resiko bencana ..................... 136 Formulir pengulangan proyek pembangunan dan bencana .......... 138 Appendix .............................................................................. 139 Resolusi Majelis Umum 46/182, Penguatan Koordinasi Bantuan Emergensi Kemanusiaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

121

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

4

BAGIAN

MITIGASI BENCANA

Setelah membaca Bagian Empat dan menyelesaikan latihan-latihan yang ada, Anda seharusnya mengetahui konsep-konsep dasar, tujuan-tujuan dan bagian-bagian dari pengurangan bencana. Anda akan bisa mendiskripsikan:

n tujuan-tujuan utama dari pengurangan bencana n beberapa teknik pengurangan yang ada n bagaimana memertimbangkan pengurangan bencana sebagai n bagaimana melakukan kajian terhadap kapasitas satu negara n bagaimana mempertimbangkan bahaya-bahaya ke dalam
formulasi dan identifikasi proyek untuk melaksanakan proyek-proyek pengurangan bencana satu tema pembangunan

BAB 13

Mitigasi/Pengurangan1
Fase pengurangan resiko pra-bencana

Dampak bencana

Kesiapan Kesiapan

Mitigasi adalah salah satu hubungan positif antara bencana-bencana dan pembangunan. Badan-badan, komunitas, dan individual dapat menggunakan sumber daya pembangunannya untuk mengurangi resiko bahaya lewat proyek-proyek mitigasi. Mereka juga boleh yakin bahwa kegiatan-kegiatan pembangunan mereka yang lain mengandung komponen-komponen yang bisa mengurangi bencana di masa mendatang. Dalam penggunaannya yang paling luas, mitigasi telah menjadi satu istilah kolektif yang digunakan untuk mencakup semua tindakan yang dilakukan sebelum terjadinya satu bencana ( tindakan pra-bencana ). Hal ini mencakup tindakan-tindakan kesiapan dan pengurangan resiko jangka panjang.

Bantuan

Mitigasi Rehabilitasi Mitigasi Rekontruksi

Banyak institusi dan individual, meskipun demikian, menerapkan definisi yang sempit tentang mitigasi. Mereka menggunakan mitigasi yang mempunyai arti sebagai Fase pemulihan pasca bencana tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengurangi baik penderitaan manusia dan kerugian properti sebagai akibat dari phenomena alam yang ekstrim. Konsep mitigasi bisa menerima fakta bahwa beberapa bahaya bisa terjadi akan tetapi berusaha untuk mengurangi dampak dengan memperbaiki kemampuan masyarakat untuk menyerap dampak tersebut dengan kerusakan minimum atau pengaruh yang mengganggu. Lebih sederhana bisa dikatakan, untuk kelompok ini, mitigasi adalah pengurangan resiko. Mitigasi berlaku untuk aktivitas-aktivitas yang luas dan tindakan-tindakan perlindungan yang mungkin didorong : dari segi fisik, seperti membangun bangunan-bangunan yang lebih kuat atau diversifikasi pertanian, sampai pada prosedur, seperti teknik-teknik yang baku untuk menggabungkan penilaian bahaya kedalam perencanaan penggunaan lahan.
1

Diambil dari modul pelatihan UNDP/UNDRO, Pengurangan Bencana oleh A.W. Coburn, R.J.S.

Spence, dan A. Pomonis, Cambridge, Juni 1991.

122

4

BAGIAN

Pengurangan bencana

BAB 13

Pada tahun sembilan puluhan, usaha besar dilakukan untuk mendorong pelaksanakan teknik-teknik mitigasi bencana dalam proyek-proyek pembangunan di seluruh dunia. Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa telah mengadopsi dekade sembilan puluhan sebagai Dekade Internasional untuk Pengurangan Bencana Alam.Tujuannya adalah untuk membuat pengurangan yang siknifikan dalam kerugian-kerugian hidup dan kerusakan materi yang disebabkan oleh bencana pada akhir dekade itu Sampai belakangan ini, bencana masih saja dilihat dengan cara yang sama sebagaimana dengan penyakit pada awal abad 19 : tidak dapat ditebak, tidak beruntung dan merupakan bagian dari resiko hidup sehari-hari. Konsentrasi orang dan meningkatnya tingkat populasi di seluruh dunia meningkatkan juga resiko terhadap bancana dan menggandakan konsekuensi-konsekuensi bahaya alam jika bencana tersebut terjadi. Akan tetapi, “epidemiologi” bencana – ilmu pengetahuan yang sistimatis dari apa yang terjadi dalam satu bencana – menunjukkan bahwa bencana-bencana tersebut bisa dicegah. Ada banyak cara untuk mengurangi dampak dari satu bencana dan mengurangi pengaruh-pengaruh dari satu kemungkinan bahaya, kecelakaan, atupun konflik. Tak ubahnya seperti berperang melawan penyakit, peperangan melawan bencana harus diperjuangkan oleh setiap orang secara bersama-sama. Perjuangan itu harus melibatkan investasi sektor swasta dan umum, perubahan-perubahan tingkah laku masyarakat dan perbaikan-perbaikan dalam praktek-praktek individual. Pemerintah dapat menggunakan investasi umum untuk memperbaiki infrastruktur negaranya dan mempromosikan lingkungan fisik di mana satu bencana cenderung untuk tidak terjadi. Individual harus juga belajar bagaimana bertindak untuk melindungi diri mereka sendiri. Seperti halnya dengan kesehatan umum yang tergantung dengan kesehatan individu, demikian juga dengan perlindungan yang tergantung juga pada keamanan individual. Mempertimbangkan tipe kompor pemasak yang digunakan oleh warga, dan kesadaran mereka bahwa gempa bumi yang terjadi secara tiba-tiba dapat menghabiskan segala-galanya adalah lebih penting dalam mengurangi resiko dari satu kebakaran besar dibandingkan dengan perlunya satu komunitas untuk mempunyai armada pemadam kebakaran yang besar. Tipe rumah yang dibangun oleh setiap orang dan di mana mereka harus mempertimbangkan tempat yang tepat untuk hidup mempengaruhi potensi bencana dalam satu komunitas secara lebih banyak dibandingkan dengan proyek-proyek yang direkayasa secara besar untuk mengurangi resiko banjir, atau usaha-usaha stabilisasi tanah longsor atau sistim peringatan angin topan yang canggih. Menyelamatkan hidup dan mengurangi gangguan ekonomi Pengaruh-pengaruh paling buruk dari setiap bencana adalah kematian dan korban luka yang dimunculkan kepada populasi. Skala bencana dan jumlah orang yang mampu dibunuh oleh bencana tersebut menjadi pembenaran utama terhadap tindakan mitigasi. Memahami cara bahwa orang-orang bisa terbunuh dan terluka dalam bencana adalah satu prasyarat mengurangi korban.

123

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

mitigasi.

Q . Ringkaslah pendapat Anda mengenai prinsip-prinsip tujuan A____________________________________________________________________________________________________________________________________________ _

__________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________

Mentargetkan mitigasi di tempat yang paling berpengaruh
Memahami bagaimana terjadinya satu bahaya alam atau satu kejadian berubah menjadi satu bencana memungkinkan kita untuk memperkirakan kemungkinan situasinya dimana satu bencana mungkin saja terjadi. Sebagai contoh, beberapa bangunan ( elemen ) lebih rentan terhadap gempa bumi ( bahaya) dibanding dengan yang lain. Mengetahui elemen-elemen yang paling beresiko ini, dapat mengindikasikan prioritas-prioritas untuk mitigasi. Mengidentifikasikan lokasi-lokasi dan situasi-situasi dimana faktor-faktor resiko gabungan saling bertemu bisa membantu mengindikasikan elemenelemen yang paling beresiko. Elemen-elemen yang paling beresiko adalah elemen-elemen ( bangunan, jaringan, kelompok sosial ) yang paling mungkin menderita kerugian terbesar yang ditimbulkan oleh satu bencana masa mendatang atau yang paling mungkin menderita dari pengaruh-pengaruh bahaya. Elemen-elemen ini mungkin yang paling sedikit dapat pulih kembali setelah kejadian. Di dalam kota, sebagai contoh, bagian-bagian rumah yang paling mungkin bisa rusak dapat diidentifikasikan. Tindakan-tindakan mitigasi yang diterapkan terhadap sektor itu lagi-lagi akan mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap tindakan pengurangan resiko.

bisa terjadi dalam komunitas Anda atau negara anda. Dalam diskusi mengenai kerentanan pada bab 8, Anda telah mengidentifikasikan satu komunitas dalam bahaya. Didalam komunitas itu, elemen-elemen apa sajakah yang beresiko ? _____________________________________________________________ _____________________________________________________________ _____________________________________________________________ _____________________________________________________________ _____________________________________________________________ _____________________________________________________________ _____________________________________________________________ _____________________________________________________________

Q. Pada bab 4, Anda mengidentifikasikan bahaya yang paling mungkin

A_____________________________________________________________

Jawaban (Hal 115) Tujuan-tujuan prinsip mitigasi mencakup: penyelamatan hidup; pengurangan gangguan ekonomi; pengurangan kerentanan; peningkatan kapabilitas untuk menahan bencana; mengurangi kemungkinan konflik sipil

124

4

BAGIAN

Pengurangan bencana

BAB 13

Tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko
√ Mengurangi bahaya atau mengurangi kerentanan Perlindungan terhadap ancaman-ancaman bencana dapat dicapai dengan merubah atau memindahkan penyebab-penyebab ancaman, ( mengurangi bahaya ) atau dengan mengurangi pengaruh-pengaruh dari ancaman jika hal itu terjadi ( mengurangi kerentanan dari elemen-elemen yang dipengaruhi ). Untuk sebagian besar bencana alam, penting untuk mencegah kejadian yang sebenarnya dari kemunculannya. Fokus dari kebijakan-kebijakan mitigasi terhadap bahaya-bahaya ini terutama sekali pada pengurangan kerentanan elemen-elemen yang mungkin terpengaruh. Jelas, beberapa bahaya alam dapat dikurangi. Konstruksi bendungan sepanjang tepi sungai adalah satu contoh pengurangan resiko.

Ö Alat-alat, kekuatan dan budget
Jelas sudah bahwa pengurangan resiko adalah tidak sederhana dan perlu dibangun lewat satu rangkaian aktivitas yang terjadi secara bersamasama. Pemerintah, sebagai contoh, dapat secara luas menggunakan alatalat dan menggunakan kekuatan-kekuatan mereka dalam banyak cara untuk keamanan masyarakat.Kekuatan legislatif, fungsi-fungsi administrasi, pembelanjaan dan inisiasi proyek adalah semua bagian dari sarana yang dapat mereka gunakan untuk menghasilkan perubahan. Kekuatan persuasi kadang kala diklasifikasikan kedalam dua tipe : pasif dan aktif. Kedua hal ini diringkas pada bagian akhir dari bab ini. Kekuatan lain dari persuasi adalah diplomasi, mungkin saja ini merupakan alat yang paling bermanfaat terhadap tindakan mitigasi melawan peperangan atau konflik sipil.

Menu dari tindakan-tindakan mitigasi
Cakupan teknik-teknik yang dapat dipertimbangkan oleh satu instansi agar bisa menyatukan satu paket yang pas terhadap mitigasi bencana dapat diklasifikasikan kedalam : • • • • • • rekayasa perencanaan ruang ekonomi institusionalisasi dan manajemen kemasyarakatan pengurangan konflik

Rekayasa Tindakan-tindakan rekayasa adalah tindakan-tindakan yang menyebabkan struktur-struktur individual yang lebih kuat yang lebih tahan terhadap bahayabahaya. Hal ini kadang-kadang disebut sebagai fasilitas-fasilitas “pengerasan” terhadap kekuatan kekuatan bahaya. Etika pembangunan merupakan tindakan defensif yang kritis untuk mencapai bangunan yang direkayasa lebih kuat. Teknik-teknik pelatihan untuk mengajar para pembangun tentang kepraktisan dari bangunan yang tahan bencana sekarang sudah dipahami dengan baik dan merupakan bagian dari menu tindakantindakan mitigasi untuk para perencana bencana.

125

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Perencanaan ruang Kebanyakan bahaya dilokalisir dengan kecenderungan pengaruhpengaruhnya yang dibatasi pada daerah-daerah yang diketahui secara khusus. Sebagai contoh, Banjir mempengaruhi dataran-dataran banjir, dan tanah longsor mempengaruhi lereng-lereng lembek yang curam. Pengaruhpengaruh itu dapat banyak dikurangi jika hal ini memungkinkan untuk menghindari daerah-daerah yang berbahaya digunakan untuk pemukiman atau sebagai lahan-lahan untuk bangunan-bangunan yang penting. Perencanaan perkotaan perlu mengintegrasikan kesadaran akan mitigasi resiko bencana alam kedalam prosedur-prosedur normal dari perencanaan suatu kota. Untuk pemindahan populasi yang disebabkan karena bahaya atau konflik, peluang-peluang untuk mengurangi resiko mereka termasuk identifikasi zonazona aman untuk tempat hunian di daerah-daerah dengan keamanan yang memadai dan sumber daya untuk membantu orang-orang yang dipindah. Ekonomi Pembangunan ekonomi penting untuk mitigasi bencana. Satu ekonomi yang kuat adalah perlindungan paling baik terhadap bencana yang akan datang. Satu ekonomi yang kuat berarti lebih banyak uang untuk dibelanjakan bangunan-bangunan yang lebih kuat, lokasi-lokasi yang lebih aman, dan cadangan finansial yang lebih banyak untuk mengatasi kerugian-kerugian di masa mendatang. Tindakan-tindakan mitigasi dapat menolong membantu suatu komunitas mengurangi kerugian-kerugian ekonomi di masa mendatang. Tindakantindakan mitigasi juga menolong warga menanggulangi kerugian-kerugian dan memperbaiki kemampuan pulihnya mereka dari kerugian kehilangan dan tindakan-tindakan yang memungkinkan komunitas untuk mampu meningkatkan keamanan merupakan elemen-elemen penting dari keseluruhan program mitigasi. Aktivitas-aktivitas ekonomi yang membantu komunitas yang menjadi tuan rumah bagi orang-orang yang mengungsi untuk menyerap populasi ini dapat mengurangi berkembangnya masalah-masalah politik dan sosial yang serius. Beberapa aspek dari perencanaan ekonomi secara langsung relevan untuk mengurangi resiko bencana. Diversifikasi aktivitas ekonomi merupakan satu prinsip ekonomi yang penting. Satu industri ekonomi tunggal selalu lebih rentan dibandingkan dengan satu ekonomi yang terdiri dari banyak aktivitas yang berbeda. Hubungan antara sektor-sektor yang berbeda dari satu ekonomitransportasi barang, aliran informasi, dan pasar tenaga kerja mungkin lebih rentan terhadap gangguan dari satu bencana dibandingkan dengan infrastruktur fisik yang merupakan sarana produksi. Manajemen dan institusionalisasi mitigasi bencana Mitigasi bencana juga memerlukan tindakan-tindakan prosedural dan organisasi. Waktu yang dibutuhkan agar pengurangan yang signifikan terhadap dampak bencana dapat dicapai adalah jangka menengah dan jangka panjang. Perubahan-perubahan dalam perencanaan lokasi, perbaikan bangunan dan perubahan-perubahan dalam karakteristik stok bangunan adalah proses yang memakan waktu puluhan tahun. Tujuan-tujuan dan kebijakan-kebijakan yang mengarahkan proses-proses mitigasi harus

126

4

BAGIAN

Pengurangan bencana

BAB 13

dipertahankan selama bertahun-tahun. Tujuan dan kebijakan tersebut harus bisa bertahan terhadap perubahan-perubahan administrasi politik yang layaknya terjadi selama kurun waktu itu, perubahan-perubahan dalam kebijakan-kebijakan dan prioritas prioritas budget untuk masalah-masalah lain. Institusionalisasi mitigasi bencana berarti penerimaan terhadap satu konsensus mengenai pendapat bahwa usaha-usaha mengurangi resiko bencana adalah satu kepentingan yang berkesinambungan. Pendidikan, pelatihan dan pengembangan keahlian profesional merupakan komponen-komponen yang perlu dari pelembagaan mitigasi bencana. Kemasyarakatan Mitigasi bencana hanya akan terjadi ketika terdapat satu konsensus bahwa hal itu memang dikehendaki. Di banyak tempat, bahaya individual yang mengancam tidak menyebabkan bencana, tahap-tahap yang dapat dilakukan untuk melindungi diri mereka sendiri tidaklah diketahui dan mandat dari komunitas untuk mendapat perlindungan terhadap diri mereka sendiri tidak juga kunjung datang. Perencanaan mitigasi harus ditujukan untuk membangun “budaya keselamatan” bencana, satu kultur di mana khalayak umum benarbenar sadar akan potensi bahaya, memilih untuk melindungi diri mereka sepenuh mungkin dan dapat secara cepat mendukung usaha-usaha perlindungan yang dibuat demi komunitas itu sendiri. Pengurangan konflik Di dalam bencana dan emergensi yang tercipta karena konflik, mitigasi harus mencakup pengurangan konflik. Tindakan-tindakan terhadap pengurangan konflik harus mulai dengan pengidentifikasian dan pembahasan terhadap akar penyebab dari konflik. Meskipun negosiasi sering kali menjadi alat utama dari pengurangan konflik, isu-isu yang mungkin muncul atas penyebabpenyebab seperti misalnya status tanah, pekerjaan, akses terhadap sumber daya, tidak adanya toleransi perbedaan etnis ataupun agama. Isu-isu ini perlu diantisipasi lewat satu bentuk peringatan dini dan diredam sebelum konflik tersebut akhirnya meletus.

Klasifikasi tindakan-tindakan mitigasi
Mengembangkan satu strategi mitigasi harus mencakup satu struktur untuk memfasilitasi pembuatan keputusan. Serangkaian pertanyaan-pertanyaan berikut menganjurkan satu struktur semacam itu. Resiko apa yang sedang dikurangi? Sampai tingkat mana resiko itu dikurangi? Kriteria apa saja yang digunakan untuk mengurangi resiko ? Siapa yang menentukan kriteria apa yang digunakan ? Bagaimana proses politiknya untuk melaksanakan tindakan itu ? Tindakan-tindakan mitigasi bisa diklasifikasikan dalam beberapa cara. Daftar berikut dari klasifikasi semacam itu mencakup banyak kategori yang saling tumpang tindih dalam pelaksanaannya.

127

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Aktif dan pasif : Untuk tindakan-tindakan aktif, pejabat berwenang perlu mendorong tindakan-tindakan yang dikehendaki dengan menawarkan insentif. Untuk tindakan-tindakan pasif, pejabat berwenang mencegah tindakan-tindakan yang tidak dikehendaki dengan menggunakan kontrol dan hukuman. Struktural dan non-struktural : Mitigasi struktural meliputi tindakantindakan fisik yang dilakukan untuk mengurangi resiko dengan mendirikan bangunan-bangunan ( seperti bendungan ). Tindakan-tindakan non-struktural adalah kebijakan-kebijakan dan praktek-praktek pembangunan yang pelaksanaanya mengurangi resiko-resiko pembangunan. Jangka pendek dan jangka panjang : Tindakan-tindakan jangka pendek adalan tindakan-tindakan yang dilakukan secara cepat dan yang mempunyai umur pendek atau manfaat seperti karung pasir penguat parit. Tindakantindakan jangka panjang bisa meliputi satu proses yang dalam tindakannya sendiri lama dalam implementasinya, pertimbangkan jangka waktu yang diperpanjang, dan perubahan perilaku umum lewat pendidikan. Restriktif dan insentif : Tindakan-tindakan restriktif mendorong praktekpraktek yang mempromosikan keselamatan dengan membuat beberapa tindakan atau pembangunan yang tidak melanggar hukum atau tidak sangat mahal. Tindakan-tindakan insentif memberikan keuntungan finansial, hukum dan yang lainnya untuk mendorong aktivitas-aktivitas yang juga menguntungkan bagi mitigasi. Aktivitas-aktivitas berbasis sektoral : Aktivitas-aktivitas berbasis sektoral mulai dari posisi yang menguntungkan dari satu sektor, seperti pertanian, dan tanyakan : “di dalam sektor ini, apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko ?”. Satu jawaban mungkin adalah untuk memperkenalkan tanaman pangan yang tahan hama, atau mendiversikan pola-pola tanam.

Waktu untuk mitigasi
Tindakan-tindakan pengurangan resiko dari mitigasi sering ditempatkan dalam kerangka waktu pra – bencana. Sebenarnya, waktu yang paling menguntungkan untuk melaksanakan mitigasi adalah pada saat setelah bencana. Kesadaran umum akan masalah-masalah yang disebabkan karena bahaya masih tinggi dan kemauan politik untuk bertindak juga sedang berada di puncak. Periode ini mungkin tidak akan berlangsung lebih dari dua atau tiga tahun sebelum prioritas-prioritas pembangunan yang lain menuntut didahulukan.

128

4

BAGIAN

Pengurangan bencana

BAB 13

dan terapkanlah hal itu ke elemen yang paling beresiko yang telah Anda identifikasikan pada pertanyaan sebelumnya. Gambarkan satu contoh aktivitas mitigasi yang akan mengurangi kerentanan terhadap satu elemen yang beresiko.

Q. Pilihlah satu dari aktivitas-aktivitas mitigasi dari diskusi sebelumnya

____________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________

A____________________________________________________________________________________________________ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __________________________________________________

129

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

BAB 14

Bantuan PBB terhadap mitigasi bencana
Termasuk pengurangan resiko dan kesiapan di dalam kantor UNDP1 di negara yang bersangkutan Bab ini memfokuskan terutama pada promosi mitigasi bencana dalam konteks program-program dan perencanaan pembangunan jangka panjang, khususnya lewat program UNDP dan proyek-proyek lain yang di danai lewat UNDRO. Tindakan-tindakan mitigasi harus juga secara aktif dipromosikan dalam konteks rekonstruksi dan rehabilitasi paska bencana.

Mitigasi bencana sebagai satu thema pembangunan
Bahaya adalah satu bagian dari lingkungan ciptaan manusia dan alam. Membiarkan diri terhadap bahaya dan resiko dari kensekuensi-konsekuensi yang ditimbulkan oleh bencana harus dipertimbangkan dalam semua perencanaan pembangunan. Itu semua harus dijadikan pertimbangan oleh UNDP pada tahap awal program dan rancangan dan formulasi proyek. Kesadaran akan hubungan antara bencana dan pembangunan harus tetap dijaga di dalam program negara UNDP dan siklus proyek. Kebutuhan dan pilihan-pilihan terhadap mitigasi harus secara spesifik dibahas dalam : • Dialog terus-menerus antara UNDP, badan-badan PBB yang lain, Pemerintah, dan para donor bantuan. • Siklus program negara: dalam persiapan Advisory Note dan Administrator’s Note UNDP, dan dalam dokumen Country Programme, review dan proses evaluasi. • Siklus proyek: dalam identifikasi proyek, rancangan dan formulasi, persetujuan ( PAC/A.C ), implementasi ( PPER, TPR ), dan evaluasi. Penting dipahami oleh badan-badan pemerintah yang bertanggung jawab terhadap prioritas pembangunan dan perencanaan akan dampak dari bahaya karena ulah manusia dan karena alam terhadap ekonomi dan masyarakat. Hal ini sendiri mungkin memerlukan pendekatan pembangunan kelembagaan tertentu selama persiapan dan implementasi dari Country Programme. UN-DMT harus mereview prioritas dan kemungkinan-kemungkinan terhadap bantuan internasional, khususnya dalam kasus-kasus dimana bantuan teknis diantisipasi dalam sektor-sektor yang berbeda dan badan-badan dan organisasi PBB yang berbeda dan diharapkan untuk terlibat atau memberikan bantuan keuangan. Konteks terhadap usaha-usaha mitigasi bencana terletak dalam kebijakan UNDP dan UNDRO seperti dinyatakan dalam panel berikut ini.
1Bab ini diambil dari Bab 2 Manual Manajemen Bencana UNDP/UNDRO

130

4

BAGIAN

Bantuan PBB terhadap mitigasi bencana

BAB 14

Panel 2A/1 Tujuan-tujuan kebijakan yang terkait dengan bencana dari UNDP dan UNDRO Dengan tujuan untuk memastikan negara-negara berkembang menyadari akan resiko bencana dan memanfaatkan teknik-teknik yang paling efektif untuk mitigasi bencana, UNDP dan UNDRO berusaha untuk :

• Menguatkan kemampuan masyarakat untuk menghindari, atau melindungi

diri mereka sendiri, properti dan sarana kehidupan, terhadap resiko-resiko yang berhubungan dengan bahaya ciptaan manusia dan ciptaan alam. bencana dalam proses perencanaan dan budget yang terkait dengan pembangunan di semua sektor. bencana dan mekanisme penanganan.

• Mendorong integrasi tindakan-tindakan kesiapan dan pengurangan resiko

• Membangun pemahaman lokal dan pengalaman akan ancaman-ancaman • Memfasilitasi pertukaran antara negara-negara yang rentan terhadap bahaya
tentang pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan-ketrampilan yang terkait dengan menejemen bencana.

• Menjamin bahwa program-program dan proyek-proyek yang didanai oleh

UNDP memberikan andil terhadap pengurangan resiko, tidak secara sendirinya bergantung pada resiko-resiko besar dan tidak memperburuk potensi dari pengaruh-pengaruh bahaya yang merugikan.

Panel 2A/1 Tujuan-tujuan kebijakan yang terkait dengan bencana dariUNDP dan UNDRO. Dari Manual Manajemen Bencana UNDP/UNDRO

siklus proyek seorang program officer dapat membicarakan peluangpeluang mitigasi. ? ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

Q. Pada titik mana dalam pembuatan Country Programme UNDP dan A______________________________________________________________

Memberi apresiasi terhadap kapasitas, kebijakan, dan kebutuhan akan mitigasi bencana
Hampir semua negara telah menetapkan pengaturan hubungan kerja antar institusi terhadap berbagai aspek manajemen bencana. Banyak yang telah melaksanakan tindakan-tindakan pengurangan bencana dan/atau kesiapan bencana. Beberapa negara sudah maju sekali, sedang yang lain tidaklah demikian. Kapasitas nasional terhadap penilaian resiko, perencanaan mitigasi, dan implementasi perlu ditetapkan, berdasarkan apresiasi dari kebijakan mitigasi Pemerintah, strategi, dan tindakan.

131

Tinjauan Umum Manajemen Bencana Penilaian diperlukan dan harus memungkinkan wakil negara untuk menetapkan, bersama Pemerintah : • Apakah bantuan teknis diperlukan untuk penilaian resiko dan bahaya. • Prioritas yang ditugaskan terhadap pengurangan resiko dan kesiapan dalam program negara. • Tingkatan terhadap tindakan pengurangan resiko dapat digabungkan ke dalam proyek-proyek yang sedang direncanakan atau dijalankan di berbagai sektor. • Kebutuhan akan pengurangan resiko dan/atau proyek-proyek kesiapan yang “berdiri bebas”. Pengkajian yang baik harus dilakukan terhadap kemungkinan pengaruhpengaruh bahaya, kecukupan dan keefektifan biaya dari tindakan-tindakan kesiapan dan pengurangan resiko yang ada, dan pada kapasitas dari semua yang perduli untuk berbuat terhadap tindakan-tindakan ini. Apendik 2B dari manual ini mendaftar apa yang harus dipertimbangkan dalam penilaian ini. Penilaian akan menjadi dasar untuk memasukkan pertimbangan-pertimbangan yang terkait dengan bencana dalam Administrator’s Note dan Advisory Note UNDP, yang membahas isu-isu yang terdaftar dalam panel 2B/1 dari manual ini. Isu-isu itu juga merujuk pada kebijakan UNDP untuk mencapai tujuantujuan Dekade Internasional untuk Pengurangan Bencana.
Panel 2B/1 Elemen-elemen yang harus dipertimbangkan selama tahap-tahap awal Country Programme. • Pengalaman terhadap bencana-bencana yang baru saja terjadi • Tingkat hubungan antara bahaya dan tujuan-tujuan sosio-ekonomi yang secara eksplisit dibahas dalam rencana pembangunan nasional, kajiankajian sektoral dan multi sektoral. • Pengaruh-pengaruh bencana alam terhadap aktivitas-aktivitas pembangunan di masa lalu, termasuk aktivitas-aktivitas yang didanai oleh UNDP lewat Country Programme. • Diskusi-diskusi dalam rapat-rapat Kelompok Konsultasi Bank Dunia, dan UNDP-assisted Round Tables, yang menekankan hubungan antara bencana dan pembangunan. • Opsi-opsi yang ada untuk mengurangi kerugian dan kemunduran sosioekonomi secara keseluruhan terhadap pembangunan dengan mengintegrasikan pengurangan resiko dan tindakan-tindakan kesiapan ke dalam aktivitas-aktivitas pembangunan. • Kemungkinan-kemungkinan khusus untuk mengurangi resiko dan memperkuat kesiapan tingkat lokal dan nasional lewat bantuan teknis dengan program-program sektoral. • Tersedianya sumber daya nasional dan internasional untuk mitigasi. • Kemungkinan manfaat bantuan teknis untuk mengkaji kebutuhan di dalam mitigasi bencana. • Susunan institusi untuk koordinasi antar-sektor dari aktivitas-aktivitas mitigasi bencana.

Panel 2B/1 Elemen-elemen yang secara explisit harus dipertimbangkan selama tahap-tahap awal program pembangunan negara. Manual Manajemen Bencana UNDP/UNDRO

132

4

BAGIAN

Bantuan PBB terhadap mitigasi bencana

BAB 14

Q. Pilihlah satu sektor yang Anda tahu, seperti perumahan, kesehatan, A.

pertanian, dan lain sebagainya. Kemudian, dengan sektor ini dalam pemikiran Anda, analisalah pengalaman-pengalaman dan tanggung jawab Anda sendiri dengan elemen-elemen pada Panel 2B/1.

Identifikasikan bencana yang baru saja terjadi di negara Anda_________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Apakah tingkat hubungan antara bahaya dan tujuan-tujuan sosio-ekonomi secara eksplisit dibcarakan dalam rencana pembangunan nasional, sektoral atau kajian-kajian multi-sektoral?________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Pengaruh-pengaruh apa saja dari bancana alam yang terjadi terhadap aktivitas pembangunan masa lalu?_____________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Apakah ada diskusi-diskusi pada rapat-rapat Kelompok Konsultasi Bank Dunia dan UNDP-assisted Round Tables yang menekankan hubungan antara bancana dan Pembangunan?___________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Pilihan apa saja yang ada untuk mengurangi kemunduran dan kerugian sosio-ekonomi secara keseluruhan terhadap pembangunan dengan mengintegrasikan tindakan-tindakan kesiapan dan pengurangan resiko ke dalam aktivitas-aktivitas pembangunan?_________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Identifikasikan satu kemungkinan khusus untuk mengurangi resiko dan memperkuat tingkat kesiapan lokal dan nasional lewat bantuan teknis dengan program-program sektoral_____________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Sumber daya internasional dan nasional apa saja yang tersedia untuk mitigasi?____________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Manfaat apa saja yang bisa diperoleh dari bantuan teknis untuk menilai kebutuhan dalam mitigasi bencana?____________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ Susunan institusi apa saja yang ada dalam koordinasi antar sektor dari aktivitas-aktivitas mitigasi bencana?____________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________

133

Tinjauan Umum Manajemen Bencana

Sumber daya informasi : kebutuhan akan ahli teknis
Integrasi dari semua elemen yang terkait dalam penilaian resiko adalah sesuatu yang kompleks, tugas-tugas dari berbagai disiplin ilmu. Resident Representative, bekerja sama dengan anggota lain dari UN-DMT, harus : a) Menetapkan apakah kementrian pemerintah yang bersangkutan atau organisasi-organisasi lain telah menyusun data pengkajian resiko yang relevan, atau apakah mereka mampu melakukan itu. b) Mereview informasi yang ada, dan mengidentifikasikan setiap perbedaan atau kekurangan informasi yang tersedia. Di mana pengumpulan data yang lebih banyak dan analisa diperlukan, Resident Representative dan UN-DMT harus : a) Mengidentifikasikan institusi regional dan negara yang dapat didekati untuk mengumpulkan dan mengkonsolidasikan data yang diperlukan. b) Mendorong Pemerintah untuk memulai kajian yang diperlukan c) Mendefinisikan persyaratan-persyaratan bantuan teknis yang diperlukan dalam pengumpulan data dan analisa, dimana hal itu diperlukan. Bantuan teknis dari UNDRO seharusnya diminta seperlunya saja. Analisa harus dilakukan sebelum Nota Nasehat disiapkan, di mana mungkin. Dengan persetujuan Kantor Pusat UNDP dan Pemerintah, dana bisa disediakan untuk maksud-maksud ini jika dikehendaki. Analisa dan sebagai akibatnya diskusi-diskusi dengan pemerintah dan agenagen lain yang perduli harus membawa ke satu strategi yang membahas isuisu yang terkait dengan bencana dalam country programme.

Formulasi dan identifikasi proyek
Seleksi dan identifikasi proyek harus mempertimbangkan resiko-resiko yang terkait dengan bahaya, strategi-strategi dan kebijakan mitigasi nasional. Ada dua konteks yang harus dipertimbangkan: a) Interaksi yang mungkin antara proyek-proyek yang diusulkan dalam semua sektor, dan bahaya yang diketahui di daerah-daerah proyek. Tujuan utama dari proyek-proyek semacam itu adalah perbaikan dalam sektor yang terlibat. Akan tetapi karena satu proyek berada pada satu area yang sudah diketahui bahayanya, proyek itu harus : • Dilindungi dari bahaya • Tidak meningkatkan kerentanan warga masyarakat terhadap bahaya • Tidak memperburuk bahaya yang ada atau menciptakan bahaya baru b) Kebutuhan yang mungkin terhadap proyek-proyek mitigasi bencana yang “bebas” untuk mengurangi resiko bencana atau memperkuat kesiapan nasional. Tujuan utama dari proyek semacam itu adalah untuk memperbaiki beberapa aspek dari menejemen bencana, sebagai contoh untuk menyiapkan rencana-rencana kesiapan tingkat lokal dan nasional, atau untuk melengkapi dan melatih ofisial dan pemimpinpemimpin masyarakat terhadap tanggapan bencana yang efektif.

134

4

BAGIAN

Bantuan PBB terhadap mitigasi bencana

BAB 14

Proyek-proyek mitigasi bencana yang dirancang khusus bertujuan mengurangi resiko bencana dengan mengurangi atau menghilangkan bahaya atau kerentanan masyarakat terhadap bahaya, atau dengan meningkatkan kapasitas organisasi, pejabat, dan komunita untuk kesiapan dan tanggapan terhadap bahaya. Proyek-proyek semacam itu dapat ditempatkan didalam satu sektor organisasi, sebagai contoh, Kementerian Kesehatan dan Interior. Akan tetapi, dampak bencana yang “multi-sektoral” itu menjadikannya lebih layak untuk menempatkan proyek itu di lebih dari satu sektor, atau di bawah kekuasaan entitas utama yang bertanggung jawab terhadap pengkoordinasian sektor yang banyak. Proyek-proyek yang dirancang khusus dari mitigasi bencana yang lazim adalah: a) Proyek-proyek pembangunan institusi yang menguatkan kapasitas institusi pemerintah untuk menggabungkan pertimbanganpertimbangan manajemen dalam proses perencanaan, atau melakukan penilaian resiko. b) Proyek-proyek untuk menyiapkan rencana-rencana kesiapan bencana nasional dan sub-nasional, membangun mekanisme respon dan peringatan, dan meyakinkan perlunya pelatihan. c) Proyek-proyek untuk membangun atau memperkuat tindakan-tindakan perlindungan khusus, seperti pengendalian banjir atau membangun konstruksi yang tahan terhadap gempa atau badai. d) Proyek-proyek untuk memperkuat sistim peringatan dini terhadap kelaparan, dan hubungan-hubungan antara sistim-sistim ini dan badanbadan manajemen bencana, di negara-negara yang rentan terhadap kekeringan, gagal panen, dan ketidak pastian cadangan pangan. Proyek-proyek yang memiliki satu atau lebih aspek-aspek mitigasi bencana sebagai tujuan pertama proyek lazimnya harus dirancang oleh – atau paling tidak dikembangkan berkonsultasi dengan UNDRO.

Apresiasi resiko bencana dari semua proyek di daerah berbahaya
Proyek-proyek yang aktivitasnya terletak di daerah-daerah berbahaya yang sudah diketahui harus dikaji dari perspektif resiko bencana, tanpa mengabaikan sektor proyek tersebut ataupun kerangka waktunya. Ini adalah pendekatan yang sama yang dugunakan untuk mereview proyek-proyek dari perspektif lingkungan, atau dari perspektif gender. Hal ini berlaku terhadap review yang diselenggarakan pada tingkat markas besar dan tingkat lapangan. Sementara hal ini mungkin kelihatan mudah untuk melihat perlunya menggabungkan pengurangan resiko dalam satu proyek yang melibatkan konstruksi infrastruktur, hal ini juga berlaku terhadap proyek-proyek pembangunan institusi. Sebagai contoh, kesehatan personil harus dilatih dalam hal bagaimana menghadapi akibat bencana, dan guru-guru sekolah harus dilibatkan dalam pengorganisasian respon masyarakat terhadap peringatan. Kajian harus mempertimbangkan apakah proyek dan hasilnya mungkin secara saling merugikan terpengaruh oleh bencana itu, dan oleh karena itu perlu dilindungi terhadap, bahaya; apakah akan meningkatkan kerentanan populasi di daerah itu, atau memperburuk bahaya yang ada atau menciptakan bahaya baru.

135

Tinjauan Umum Manajemen Bencana “Pembangunan dan Bencana” (PDB) Formulir Review Proyek ( Apendik 2B dari manual ini ) harus diisi dan dilampirkan ke dalam Dokumen Proyek untuk digunakan dalam evaluasi dan review proyek. Hasil-hasil dari apresiasi harus direfleksikan di bagian-bagian D dan J dari PFF, dan B6 (f) dan F dari Dokumen Proyek. Jika satu proyek dapat memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pengurangan resiko ( secara langsung atau tidak langsung ), hal ini harus dicatat di bagian-bagian PFF dan Dokumen Proyek sebagai satu “masalah yang harus dibahas”. Hal ini juga harus dicatat sebagai tujuan proyek, dan hasil-hasil yang saling berhubungan, aktivitas-aktivitas dan masukan-masukan juga harus spesifik. UNDRO harus diundang untuk mereview dan mengomentari, dari perspektif resiko, mengenai proyek-proyek yang aktivitas-aktivitasnya akan ditempatkan di daerah-daerah yang rentan terhadap bencana-bancana yang terjadi secara tiba-tiba ( alam atau teknologi ).

Daftar perencanaan pengurangan resiko bencana
Untuk mengkaji kebutuhan mitigasi bencana, kebijakan, dan kapasitas, kajian perlu dilakukan menyangkut kemungkinan adanya bahaya dan pengaruhnya, kecukupan dan keefektifan biaya dari tindakan-tindakan kesiapan dan pengurangan resiko yang ada, dan kemampuan dari berbagai pihak untuk berbuat sesuatu terhadap tindakan-tindakan ini. Daftar ini menunjukan apa yang harus dipertimbangkan dalam pengkajian ini. Kebijakan nasional terhadap perencanaan pembangunan dan resiko bencana

Daftar perencanaan pengurangan resiko bencana untuk tujuantujuan Country Programme UNDP Dari Appendix 2A, UNDP/ UNDRO Manual Manajemen Bencana

o Apakah resiko yang terkait dengan bahaya dipertimbangkan di dalam

perencanaan pembangunan ? Apakah ada kebijakan terhadap pengurangan resiko : Pada tingkat nasional ? Untuk daerah-daerah khusus yang rentan terhadap bencana ? pertimbangan-pertimbangan resiko ke dalam perencanaan pembangunan dan menjamin koordinasi antar-sektor?

o Apakah ada mekanisme institusi untuk mengintegrasikan o Jika/ketika tempat hunian baru manusia direncanakan, apakah bahaya
alam dan resiko bencana dipertimbangkan, dan tindakan-tindakan yang memadai dimasukkan ke dalam perencanaan?

Kesadaran dan analisa resiko dan opsi-opsinya

o Bagaimana tingkat kesadaran dari resiko yang terkait dengan bahaya
di antara para pejabat badan perencanaan pusat dan sektoral?

o Pengaruh apa saja yang dimunculkan dari bencana ( dan semua bentuk

dampak bahaya ) terhadap usaha-usaha pembangunan dan terhadap situasi dari kelompok-kelompok yang paling rentan dalam masyarakat? manusia ) dianalisa? Apakah peta-peta bahaya sudah disiapkan? Apakah data dan peta-peta tersebut diperbaharui karena kondisi bahaya juga berubah, atau ketika populasi baru atau aktivitas-aktivitas ekonomi bergerak menuju daerah berbahaya itu ?

o Apakah data tentang bahaya yang sudah diketahui ( alam dan ulah

136

4

BAGIAN

Bantuan PBB terhadap mitigasi bencana

BAB 14

o Apakah populasi, infrastruktur, pertanian dan aset-aset ekonomi
industri, pelayanan-pelayanan penting, dan program-program pembangunan dan investasi yang berresiko sudah secara penuh di identifikasikan? o Apakah estimasi khusus sudah dibuat terhadap kemungkinan pengaruh-pengaruh ekonomi dan sosial dari dampak-dampak bahaya yang khusus terhadap berbagai elemen yang berresiko dan terhadap masyarakat secara keseluruhan? o Tindakan-tindakan apa yang sudah dilakukan, atau direncanakan, untuk mengurangi resiko? Seberapa efektifkah tindakan-tindakan itu?Apakah tindakan-tindakan tambahan khusus sudah diidentifikasikan sebagai pilihan-pilihan yang dapat diterima? o Mengapa hal itu belum diadopsi atau dilaksanakan?

Pengaturan hubungan dan pembagian kerja antar institusi untuk manajemen bencana

o Pengaturan-pengaturan apa saja yang ada pada tingkat nasional?

Apakah ada satu entitas di pemerintahan nasional dengan tanggung jawab khusus untuk semua fase manajemen bencana? Apakah stafnya mencukupi, terlatih, dan didanai? Apakah secara tepat ditempatkan di dalam struktur pemerintah? dan tingkat masyarakat secara khusus bertanggung jawab terhadap manajemen bencana? Apakah mereka mempunyai staf yang cukup, terlatih, dan didanai?

o Apakah ada entitas-entitas khusus pada tingkat regional,subregional,

Peringatan dan tindakan-tindakan kesiapan lain

o Apakah mekanisme sudah berada pada tempatnya sehingga dapat
mengeluarkan peringatan akan adanya ancaman bencana kepada populasi yang berresiko? Apakah peringatan diberikan dengan waktu yang mencukupi? Apakah mereka bisa membedakan dengan jelas resiko-resiko yang terkait dengan tindakan yang harus dilakukan?

o Apakah ada penetapan pengaturan pada tingkat lokal dan nasional?

Apakah berbagai pihak sadar akan tanggung jawab mereka, prosedur yang harus diikuti, dan pengaturan-pengaturan koordinasi? Apakah rencana-rencana ini dipahami secara luas dan secara rutin diuji coba? dukungan, untuk digunakan dalam respon bencana?

o Apakah ada sistim komunikasi yang memadai termasuk sistim
Sumber daya manusia untuk manajemen bencana

o Apakah ada program pelatihan untuk para manajer bencana? o Apakah ada informasi umum dan program pendidikan?

137

Formulir Review Proyek Pembangunan dan Bencana (DRAFT SEBAGAI EXPERIMEN) *Formulir yang sudah diisi digunakan sebagai lampiran: Prodoc/ Review tahunan/ Evaluasi / Yang lain____________________ ________________________________________________________________________ Judul dan nomor proyek ________________________________________________________________________ Budget yang diusulkan kepada UNDP Lamanya proyek ________________________________________________________________________ Lokasi geografis Sejarah bencana ( ringkasan ) dari lokasi/area : ( Jenis, frekuensi ( setiap bulan/tahun atau tidak bisa ditentukan); pengaruh-pengaruh; terakhir terjadi:

Penyebab-penyebab langsung dan mendasar dari kerentanan masyarakat terhadap bahaya yang sudah diketahui:

Pengaruh yang ditimbulkan oleh bahaya terhadap aktivitas-aktivitas dan struktur proyek : bagaimana pengaruh-pengaruh ini dipertimbangkan didalam rancangan proyek. ( Elemen mana yang rentan dan apa yang akan dilakukan untuk mengurangi kerentanan ) :

Pengaruh yang akan dialami terhadap kerentanan dan resiko yang ada sekarang :

Aktivitas tambahan yang dapat dipromosikan / dilakukan dalam, atau sejajar dengan, proyek yang akan memberikan andil terhadap pengurangan kerentanan dan resiko: Formulir pengulangan proyek pembangunan dan bencana.
Dari Appendix 2B UNDP/UNDRO Manual Manajemen Bencana . DRAFTuntuk tujuan percobaan.

________________________________________________________________________ Tanda tangan Tanggal
*Gunakan formulir ini selama formulasi proyek, pada saat disetujui, dan untuk review tahunan dan evaluasi untuk proyek yang tujuannya, hasilnya dan aktivitas-aktivitasnya ditetapkan untuk daerah-daerah yang rentan terhadap bencana. Lampirkan formulir ini pada dokumentasi yang saling berhubungan.

138

PERSERIKATAN BANGSA BANGSA Apendik A ________________________________________________________________________________________ Majelis Umum Bencana TERBATAS A/46/L. 55 17 Desember 1991 NASKAH ASLI : INGGRIS ________________________________________________________________TERJEMAHAN INFORMAL_______________________ Sesi ke enam puluh enam Item agenda 143 PENGUATAN KOORDINASI BANTUAN EMERGENSI KEMANUSIAAN DARI PERSERIKATAN BANGSA BANGSA Swedia : draft resolusi Majelis Umum, Mengingat kembali resolusinya No.2816 (XXVI) tertanggal 14 Desember 1971, dan resolusi-resolusi berikutnya dan keputusan-keputusan tentang bantuan kemanusiaan, termasuk resolusinya No.45/100 tertanggal 14 Desember 1990, Mengingat kembali juga resolusinya No.44/236 tertanggal 22 Desember 1989, tambahan yang berisikan Kerangka Kerja Internasional terhadap Tindakan-Tindakan untuk Dekade Internasional terhadap Pengurangan Bencana Alam, Memperhatikan secara sungguh-sungguh penderitaan para korban bencana dan situasi emergensi, hilangnya kehidupan manusia, arus para pengungsi, pemindahan massa dan kerusakan harta benda, Secara hati-hati memandang perlunya penguatan lebih jauh dan membuat lebih efektif usaha-usaha bersama dari masyarakat internasional, khususnya sistim Perserikatan Bangsa Bangsa, dalam memberikan bantuan kemanusiaan, Mencatat laporan Sekretaris Jendral mengenai review terhadap kapasitas, pengalaman dan susunan koordinasi dalam Sistim Perserikatan Bangsa Bangsa untuk bantuan kemanusiaan, 1/ ______________________ 1/A/46/568 91-49579 A/46/L.55 Inggris 4069Z (E)

139

A/46/l.55 Bahasa Inggris Halaman 2 1. Menggunakan naskah yang berisikan resolusi tambahan terhadap resolusi yang sekarang untuk penguatan koordinasi emergensi bantuan kemanusiaan dari Sistim Perserikatan Bangsa Bangsa; 2. Permohonan Sekretaris Jendral untuk melapor kepada Majelis Umum pada sesi ke empat puluh tujuhnya tentang implementasi dari resolusi yang sekarang.

140

A/46/L.55 Bahasa Inggris Halaman 3 ANEKS 1. PRINSIP-PRINSIP PENGARAHAN 1. Bantuan kemanusiaan merupakan kepentingan utama terhadap korban bencana alam dan emergensi lainnya. 2. Bantuan kemanusiaan harus diberikan sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, netralitas dan ketidak berpihakan. 3. Kedaulatan, integritas teritorial dan kesatuan nasional dari Negara-Negara harus dihormati secara penuh sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa. Dalam konteks ini, bantuan kemanusiaan harus diberikan dengan persetujuan dari negara yang terkena bencana dan secara prinsip berdasarkan satu permohonan dari negara yang tertimpa bencana. 4. Setiap negara mempunyai tanggung jawab pertama dan paling utama untuk merawat para korban dari bencana alam dan emergensi-emergensi lain yang terjadi di teritorinya. Dengan demikian, Negara yang tertimpa mempunyai peran utama dalam inisiasi, organisasi, koordinasi, dan implementasi akan bantuan kemanusiaan di dalam teritorinya. 5. Besar dan lamanya berbagai emergensi bisa di luar kapasitas respon dari banyak negara yang tertimpa. Kerja sama internasional untuk membahas situasi-situasi emergensi dan untuk memperkuat kapasitas respon dari negara-negara yang tertimpa bencana dengan demikian sangatlah penting. Kerja sama seperti itu harus diberikan sesuai dengan hukum internasional dan hukum-hukum nasional. Organisasiorganisasi antar pemerintah dan non-pemerintah yang bekerja secara tidak memihak dan dengan motifmotif kemanusiaan yang ketat harus terus memberikan andil yang signifikan dalam mendukung usahausaha nasional. 6. Negara-negara yang populasinya membutuhkan bantuan kemanusiaan diminta untuk memfasilitasi kerja dari organisasi-organisasi ini dalam melaksanakan bantuan kemanusiaan, khususnya persediaan makanan, obat-obatan, tempat berlindung dan perawatan kesehatan, terhadap akses-akses tersebut para korban sangat membutuhkan 7. Negara-negara yang berdekatan dengan daerah emergensi didorong untuk berpartisipasi secara dekat dengan negera-negara yang tertimpa bencana dalam usaha-usaha internasional, dengan satu pendapat untuk memfasilitasi pada tingkat yang memungkinkan, pemberhentian sementara dari bantuan-bantuan kemanusiaan. 8. Perhatian khusus terhadap pencegahan bencana dan kesiapan harus diberikan oleh pemerintah yang bersangkutan, juga oleh masyarakat internasional. 9. Ada hubungan yang jelas antara emergensi, rehabilitasi dan pembangunan. Untuk menjamin transisi yang mulus/lancar dari bantuan ke rehabilitasi dan pembangunan, bantuan emergensi harus diberikan dalam cara-cara yang bersifat mendukung terhadap pemulihan dan pembangunan jangka panjang. Dengan demikian, tindakan-tindakan emergensi harus dilihat sebagai satu langkah terhadap pembangunan jangka panjang. 10. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan penting untuk pencegahan dan kesiapan terhadap bencana alam dan emergensi-emergensi lainnya. Banyak emergensi merefleksikan krisis yang mendasar dalam pembangunan yang menghadang negara-negara yang sedang berkembang. Bantuan kemanusiaan, oleh karena itu, harus disertai dengan komitmen yang terus diperbaharui terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan dari negara-negara yang sedang berkembang. Dalam konteks ini, sumber daya yang memadai harus disediakan untuk membahas masalah-masalah pembangunan mereka.

141

A/46/L.55 Bahasa Inggris Halaman 4 11. Kontribusi untuk bantuan kemanusiaan harus diberikan dengan cara yang tidak merusak sumber daya yang tersedia bagi kerjasama internasional untuk pembangunan. 12. Perserikatan Bangsa Bangsa mempunyai peran sentral dan unik dalam memberikan kepemimpinan dan pengkoordinasian usaha-usaha masyarakat internasional untuk mendukung negara-negara yang tertimpa. Perserikatan Bangsa Bangsa harus menjamin pengiriman yang segera dan lancar dari bantuan pemulihan dengan menghormati secara penuh prinsip-prinsip yang disebutkan diatas, dengan mengingat juga resolusi Majelis Umum yang relevan, termasuk resolusi 2816 (XXVI) dan 45/100. Sistim Perserikatan Bangsa Bangsa perlu diadaptasikan dan diperkuat untuk memenuhi tantangan-tantangan masa sekarang dan masa mendatang dalam cara yang efektif dan masuk akal. Sistim itu harus diberikan dengan sumber daya yang sepadan dengan persyaratan di masa mendatang. Ketidak cukupan akan sumber daya semacam itu telah menjadi salah satu kendala keterbatasan yang paling besar dalam respon yang efektif dari Perserikatan Bangsa Bangsa terhadap emergensi. II. PENCEGAHAN 13. Komunitas internasional harus membantu secara memadai negara-negara yang sedang berkembang untuk memperkuat kapasitas mereka dalam pencegahan dan mitigasi bencana, baik dalam tingkat nasional maupun regional, sebagai contoh, dalam menetapkan dan menguatkan pengintegrasian program-program semacam ini. 14. Untuk mengurangi dampak bencana harus ada kesadaran yang meningkat akan perlunya penetapan strategi-strategi mitigasi bencana, khususnya di negara-negara yang rentan terhadap bencana. Harus ada pertukaran dan penyebaran informasi teknis baru yang lebih luas yang terkait dengan pengkajian, prediksi dan mitigasi bencana. Seperti diminta di dalam Dekade Internasional untuk Pengurangan Bencana Alam, harus diperkuat usaha-usaha untuk mengembangkan tindakan-tindakan pencegahan dan mitigasi bencana alam dan emergensi-emergensi yang sama lewat program-program bantuan teknis dan cara-cara untuk akses yang diminati terhadap, dan transfer dari, teknologi yang relevan. 15. Program pelatihan manajemen bencana yang baru saja dimulai oleh kantor UNDP Bantuan Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa Bangsa harus diperkuat dan diperluas. 16. Organisasi-organisasi dari sistim Perserikatan Bangsa Bangsa yang terlibat dalam pendanaan dan penyediaan bantuan yang relevan terhadap pencegahan emergensi-emergensi harus disediakan dengan cukup dan sumber daya yang tersedia dengan mudah. 17. Komunitas internasional didorong untuk memberikan dukungan yang memadai dan sumber daya terhadap program-program dan aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk meningkatkan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran dari Dekade Internasional untuk Pengurangan Bencana Alam. III. KESIAPAN 18. Bantuan pemulihan internasional harus bisa mendukung usaha-usaha nasional untuk memperbaiki kapasitas-kapasitas dari negara-negara yang sedang berkembang untuk mengurangi pengaruh-pengaruh bencana alam dengan cepat dan efektif dan untuk secara efisien menangani semua emergensi. Perserikatan Bangsa Bangsa harus memperkuat usaha-usahanya untuk membantu negara-negara yang sedang berkembang untuk memperkuat kapasitas mereka guna menanggapi bencana, pada tingkat nasional dan regional, secara memadai.

142

Peringatan dini

A/46/L.55 Bahasa Inggris Halaman 5

19. Atas dasar mandat yang ada dan mengambil aturan-aturan monitoring yang ada didalam sistim, Perserikatan Bangsa Bangsa harus meningkatkan usaha-usaha, membangun atas dasar kapasitas-kapasitas yang ada dari organisasi-organisasi yang relevan dan entitas-entitas dari Perserikatan Bangsa Bangsa, untuk pengumpulan secara sistimatis, analisa dan penyebaran informasi peringatan dini tentang bencanabencana alam dan emergensi-emergensi lain. Dalam konteks ini, Perserikatan Bangsa Bangsa harus mempertimbangkan untuk memanfaatkan secara memadai kapasitas-kapasitas peringatan dini Pemerintah dan organisasi-organisasi antar pemerintah dan non-pemerintah. 20. Informasi peringatan dini harus disediakan secara yang tidak terbatas dan tepat waktu bagi semua Pemerintahan yang tertarik dan otoritas-otoritas yang perduli, khususnya dari negara-negara yang tertimpa bencana atau yang rentan terhadap bencana. Kapasitas dari negara-negara yang rentan terhadap bencana untuk menerima, menggunakan dan menyebarkan informasi harus diperkuat. Dalam hubungan ini, komunitas internasional didorong untuk membantu negara-negara ini terhadap permintaan penetapan dan penguatan sistim-sistim peringatan dini nasional. IV. KAPASITAS KESIAPSIAGAAN (a) Penyusunan perkiraan pendanaan

21. Organisasi-organisasi dan entitas sistim Perserikatan Bangsa Bangsa harus terus merespon terhadap permintaan-permintaan bantuan emergensi di dalam mandat mereka yang saling berhubungan. Cadangan dan penyusunan perkiraan pendanaan dari organisasi-organisasi dan entitas ini harus dievaluasi oleh badanbadan yang memerintah masing-masing untuk memperkuat lebih lanjut kapasitas-kapasitas operasional mereka terhadap tanggapan yang terkoordinasi dan cepat terhadap emergensi-emergensi. 22. Selain itu, ada kebutuhan terhadap mekanisme pendanaan pusat yang saling melengkapi untuk menjamin penyediaan sumber daya yang mencukupi untuk digunakan pada fase awal emergensi yang memerlukan satu sistim tanggapan yang luas. 23. Untuk tujuan itu, Sekretaris Jendral harus menetapkan di bawah otoritasnya emergensi pusat yang mengelola dana sebagai mekanisme cash-flow untuk menjamin tanggapan yang terkoordinasi dan cepat dari sistim organisasi-organisasi itu. 24. Dana ini harus dijalankan dengan jumlah 50 juta dolar Amerika Serikat. Dana tersebut harus diperoleh dari sumbangan-sumbangan sukarela. Konsultasi-konsultasi di antara lembaga donor yang potensial harus diadakan untuk tujuan ini. Untuk mencapai sasaran ini, Sekretaris Jendral harus meluncurkan himbauan kepada lembaga donor yang potensial dan mengadakan satu rapat dari para donor pada kwartal pertama tahun 1992 untuk mengamankan sumbangan-sumbangan dana secara pasti, luas dan bisa bertambah. 25. Sumber daya harus bisa digunakan lebih dahulu oleh organisasi-organisasi operasional dari sistim PBB dengan pemahaman bahwa mereka akan mengganti kembali dana-dana itu pada kesempatan pertama setelah sumbangan para relawan diterima sebagai respon himbauan-himbauan itu. 26. Operasi dari dana itu harus direview setelah dua tahun.

143

A/46/L.55 Bahasa Inggris Halaman 6 (b) Tindakan-tindakan tambahan untuk respon yang cepat 27. Perserikatan Bangsa Bangsa harus,berdasar kapasitas yang ada dari organisasi-organisasi yang relevan, menetapkan satu pusat pendaftaran dari semua personil khusus dan tim-tim ahli teknik, dan juga cadangan bantuan, perlengkapan dan pelayanan yang ada dengan sistim Perserikatan Bangsa Bangsa dan dari Pemerintah-Pemerintah dan organisasi-organisasi antar-pemerintah dan non-pemerintah, yang dapat diminta secara cepat oleh Perserikatan Bangsa Bangsa. 28. Perserikatan Bangsa Bangsa harus terus membuat pengaturan yang memadai dengan PemerintahPemerintah organisasi-organisasi antar-pemerintah dan non-pemerintah yang tertarik untuk memungkinkan PBB mempunyai akses yang lebih cepat dan efisien, jika perlu, terhadap kapasitas-kapasitas bantuan emergensi, termasuk cadangan pangan, personil dan persediaan emergensi, juga bantuan logistik. Dalam konteks laporan tahunan kepada Majelis Umum yang disebutkan pada paragraf 35 (i) di bawah, Sekretaris Jendral diminta untuk melaporkan kemajuan dalam hal ini. 29. Prosedur-prosedur dan peraturan-peraturan khusus harus dikembangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa untuk memungkinkan semua organisasi dapat mengeluarkan dana emergensi secara cepat, dan untuk memperoleh perlengkapan dan persediaan emergensi, juga untuk merekrut staf emergensi. 30. Negara-negara yang rentan harus membangun prosedur emergensi khusus untuk melaksanakan pengadaan yang cepat dan pembagian bantuan dan cadangan-cadangan bantuan. V. KONSOLIDASI HIMBAUAN 31. Untuk emergensi-emergensi yang memerlukan satu koordinasi tanggapan, Sekretaris Jendral harus menjamin bahwa satu Consolidated Appeals awal yang melibatkan semua organisasi yang bersangkutan dalam sistim PBB, siap berkonsultasi dengan Negara yang tertimpa bencana, dikeluarkan dalam waktu sesingkat mungkin dan dalam setiap kejadian tidak lebih dari satu minggu. Dalam kasus emergensi yang berkepanjangan, Consolidated Appeals awal ini harus diperbaharui dan dikembangkan dalam waktu empat minggu, ketika lebih banyak informasi menjadi tersedia. 32. Lembaga donor yang potensial harus mengadopsi tindakan-tindakan yang perlu untuk meningkatkan dan melaksanakan kontribusi mereka, termasuk menyisihkan, untuk keperluan kesiapsiagaan, sumber finansial dan sumber daya yang lain yang dapat dikeluarkan dengan cepat kepada Sistim Perserikatan Bangsa Bangsa guna menanggapi Consolidated Appeals dari Sekretaris Jendral. VI. KOORDINASI, KERJASAMA DAN KEPEMIMPINAN (a) Kepemimpinan Sekretaris Jendral 33. Peran kepemimpinan dari Sekretaris Jendral adalah penting dan harus diperkuat untuk menjamin persiapan yang lebih baik untuk, juga cepat dan tanggapan yang masuk akal terhadap, bencana-bencana alam dan emergensi-emergensi lain. Hal ini harus dicapai lewat dukungan yang terkoordinir untuk tindakantindakan kesiapan dan pencegahan dan pemanfaatan optimal dari, panitia tetap antar badan-badan, Consolidated Appeals, pusat emergensi yang menggulirkan dana dan satu daftar kesiapsiagaan.

144

A/46/L.55 Bahasa Inggris Halaman 7 34. Untuk tujuan ini, dan berdasarkan pemahaman bahwa kebutuhan sumber daya yang dipertimbangkan pada paragraf 24 di atas akan disediakan, pejabat tingkat tinggi, koordinator bantuan emergensi, akan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral untuk bekerja secara dekat dan dengan akses langsung kepadanya, bekerja sama dengan entitas-entitas dan organisasi-organisasi yang relevan dari sistim PBB yang berhubungan dengan bantuan kemanusiaan dan menghormati secara penuh mandat mereka, tanpa prasangka terhadap setiap keputusan yang harus diambil oleh Majelis Umum pada seluruh penyusunan kembali dari Sekretariat Perserikatan Bangsa Bangsa. Pejabat tingkat tinggi ini harus menggabungkan fungsi-fungsi yang sekarang dijalankan dengan koordinasi respon Perserikatan Bangsa Bangsa oleh para wakil Sekretaris Jendral terhadap emergensi-emergensi kompleks dan besar, juga oleh Koordinator Bantuan Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa. 35. Di bawah sponsor Majelis Umum dan bekerja di bawah arahan dari Sekretaris Jendral, pejabat tingkat tinggi akan mempunyai tanggung jawab sebagai berikut : (a) Memproses permohonan-permohonan dari Negara-Negara Anggota yang tertimpa bencana untuk mendapatkan bantuan emergensi yang memerlukan tanggapan yang terkoordinasi; (b) Mengelola satu peninjauan dari semua emergensi lewat, pengumpulan sistimatis dan analisa informasi peringatan dini seperti dipertimbangkan pada paragraf 19 diatas, dengan satu pendapat untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan dari sistim Perserikatan Bangsa Bangsa terhadap emergensi-emergensi yang memerlukan tanggapan yang terkoordinasi; ( c ) Mengorganisir, berkonsultasi dengan Pemerintah dari negara yang tertimpa bencana, satu gabungan misi penilaian kebutuhan antar badan dan menyiapkan satu Consolidated Appeals untuk dikeluarkan oleh Sekretaris Jendral, untuk ditindak lanjuti dengan laporan situasi berkala yang mencakup informasi tentang semua sumber daya dari bantuan luar; (d ) Secara aktif memfasilitasi, termasuk lewat negosiasi jika diperlukan, akses bagi organisasiorganisasi yang beroperasi di daerah-daerah emergensi ke penyediaan bantuan emergensi yang cepat dengan memperoleh persetujuan dari semua pihak, lewat cara-cara seperti misalnya penetapan koridorkoridor bantuan temporer di mana diperlukan, hari-hari dan zona-zona kemudahan dan bentuk-bentuk lain; (e) Melakukan, lewat konsultasi dengan organisasi-organisasi operasional yang bersangkutan, pengelolaan pusat emergensi yang menggulirkan dana dan membantu mobilisasi sumber daya; (f) Berfungsi sebagai focal point dengan Pemerintah dan organisasi-organisasi non-pemerintah dan antar pemerintah menyangkut operasi bantuan emergensi Perserikatan Bangsa Bangsa dan, jika memadai dan perlu, memobilisir kapasitas bantuan emergensi mereka, termasuk lewat konsultasi dalam kapasitasnnya sebagai Pimpinan Panitia Tetap Antar- Badan; (g) Menyediakan informasi gabungan, termasuk peringatan dini tentang emergensi, kepada semua pemerintah yang tertarik dan otoritas yang bersangkutan, terutama sekali negara-negara yang tertima bencana dan rentan terhadap bencana, menarik kapasitas dari organisasi-organisasi dari sistim dan sumber daya yang tersedia;

145

A/46/L.55 Bahasa Inggris Halaman 8

(h) Secara aktif mendorong, bekerja sama secara dekat dengan organisasi-organisasi terkait, terjadinya transisi yang lancar dari bantuan ke dalam rehabilitasi dan rekonstruksi sewaktu operasi bantuan yang ada dibawah sponsornya dihentikan; (i) Menyiapkan satu laporan tahunan untuk Sekretaris Jendral tentang koordinasi bantuan emergensi kemanusiaan, termasuk informasi tentang pusat emergensi yang menggulirkan dana, untuk diserahkan kepada Majelis Umum lewat Dewan Sosial dan Ekonomi. 36. Pejabat tingkat tinggi harus didukung oleh satu kesekretariatan yang diperkuat dari kantor Koordinator Bantuan Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa dan konsolidasi dari kantor-kantor yang ada yang menangani emergensi kompleks. Kesekretariatan ini dapat ditambah dengan staf yang diperbantukan dari organisasi-organisasi terkait dari sistim PBB itu. Pejabat tingkat tinggi harus bekerja secara erat dengan entitas-entitas dan organisasi-organisasi sistim Perserikatan Bangsa Bangsa, juga dengan Palang Merah Internasional, Liga Palang Merah dan Masyarakat Palang Merah, Organisasi Internasional untuk Migrasi dan organisasi-organisasi non-pemerintah yang relevan. Pada tingkat negara, ofisial tingkat tinggi akan menjaga hubungan dekat dan memberikan arahan bagi Resident Coordinator tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan bantuan kemanusiaan. 37. Sekretaris Jendral harus memastikan bahwa susunan antara pejabat tingkat tinggi dan semua organisasi terkait yang ditetapkan bisa dibentuk dan menetapkan tanggung jawab untuk tindakan terkoordinasi dan cepat pada saat emergensi. (b) Panitia Tetap Antar-Badan 38. Panitia Tetap Antar Badan dilayani oleh satu Kantor yang diperkuat dari Koordinator Bantuan Bencana Perserikatan Bangsa Bangsa harus ditetapkan di bawah kepemimpinan pejabat tingkat tinggi dengan partisipasi dari semua organisasi operasional dan dengan peserta undangan tetap dari Panitia Palang Merah Internasional, Liga Masyarakat Palang Merah, dan Organisasi Internasional untuk Migrasi. Organisasi non-pemrintah yang relevan dapat diundang untuk berpartisipasi pada kesmpatan khusus. Panitia harus bertemu segera mungkin untuk menanggapi emergansi. ( c ) Koordinasi tingkat negara 39. Dalam kerangka kerja keseluruhan yang diterangkan diatas dan mendukung usaha-usaha dari negara-negara yang tertimpa, resident coordinator biasanya harus mengkoordinir bantuan kemanusiaan dari Sistim Perserikatan Bangsa Bangsa pada tingkat negara. Ia harus memfasilitasi kesiapan dari sistim Perserikatan Bangsa Bangsa dan membantu satu transisi yang cepat dari bantuan ke pembangunan. Ia harus mempromosikan penggunaan semua kapasitas bantuan yang tersedia secara regional maupun lokal. Resident Coordinator harus memimpin kelompok operasi-operasi emergensi dari perwakilan lapangan dan para ahli dari sistim itu.

146

A/46/L.55 Bahasa Inggris Halaman 9

VII. KONTINUM DARI BANTUAN KE REHABILITASI DAN PEMBANGUNAN 40. Bantuan emergensi harus disediakan dalam cara-cara yang bersifat mendukung pemulihan dan pembangunan jangka panjang. Organisasi-organisasi bantuan pembangunan dari sistim Perserikatan Bangsa Bangsa harus dilibatkan pada tahap awal dan harus bekerja sama secara erat dengan mereka-mereka yang bertanggung jawab terhadap bantuan emergensi dan pemulihan, sesuai mandat yang ada pada mereka masing-masing. 41. Kerja sama internasional dan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi harus berlanjut dengan intensitas yang berkesinambungan setelah tahap bantuan awal. Fase rehabilitasi harus digunakan sebagai satu kesempatan untuk menyusun kembali dan memperbaiki fasilitas dan pelayanan-pelayanan yang rusak oleh karena emergensi untuk memungkinkan mereka menahan dampak terhadap emergensi yang akan datang. 42. Kerja sama internasional untuk pembangunan harus dipercepat dari negara-negara yang sedang berkembang, dengan demikian menyumbang pengurangan munculnya bencana dan dampak emergensinya di masa mendatang.

147

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful