REVISI

HASIL INTERVIEW PERKEMBANGAN KEHIDUPAN KELUARGA “CHILDBEARING FAMILY”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perkembangan Kehidupan Keluarga

Disusun oleh: KELOMPOK 2
Siti Endang Adyningsih Glory Yosephina Anggi Quartri S. Isthiana Nurhadiati Shafia Islaha A. Septina Mustikaningrum Ratu Annissa Apsyari Destri Diana Stella Priscilia Utami Eka Nur Syabanawati Farisa Ulfa Ashri Aliefah Muthmainnah Farida Susanty Muhammad Rizki 190110070045 190110070064 190110070069 190110070075 190110070087 190110070088 190110080016 190110080017 190110080047 190110080064 190110080082 190110080093 190110080115 190110080113

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN 2011

BAB I KAJIAN TEORI
CHILDBEARING FAMILIES Kelahiran Anak Pertama Jutaan anak lahir setiap tahun, dan untuk kebanyakan keluarga, kelahiran anak merupakan pengalaman yang normal. Seorang bayi bisa lahir dari orangtua kandung, bisa pula dari hasil adopsi. Tapi, bagi orangtua pengadopsi sendiri, proses membesarkanlah yang membuat anak itu menjadi anaknya, bukan kelahiran itu sendiri. Anak-anak ini kemudian memasuki tahap pengurusan anak pada tahap perkembangan keluarga, dengan orangtua baru mereka. Menetap dengan Sebuah Keluarga Fase pertama dari keluarga dengan anak adalah penyambutan. Ayah telah melewati krisis kelahiran dari anak pertamanya dengan rasa lega dan puas. Ibu berubah dari kelelahan karena melahirkan dengan perasaan bangga dengan pencapaiannya, sensasi menjadi bagian dari proses kreasi manusia. Mereka sekarang mendapat ucapan selamat dari banyak orang, hadiah-hadiah untuk si bayi. Pada hari ketiga, ibu dan bayi membuat usaha pertama untuk hidup bersama. Ibu mulai mengurus aktif si bayi. Penyesuaian bayi sendiri bisa baik bisa tidak baik. Ayah juga akan terus mengawasi bagaimana suster memperlakukan si bayi, dan membandingkan dengan bayi lain. Tapi ketika ibu dan bayi pulang dari rumahsakitlah tanggung jawab sebagai orangtua mulai terasa. Sekarang, pengurusan bayi yang baru lahir ini bukan tanggungjawab perawat lagi, tapi menjadi tugas sehari penuh keluarga muda itu. Jadwal pemberian makanan pada bayi harus bisa diatur agar memuaskan bayi, usaha untuk memandikan si bayi pertamakali juga mungkin berat untuk ibu yang belum berpengalaman. Menjaga si bayi untuk tetap bersih dan kering juga menjadi tantangan. Kekecewaan seringkali dialami di sini, yang sering disebut sebagai postpartum blues. Ibu berusaha menyesuaikan diri untuk bangun malam mengurus bayi, yang mungkin sulit, dan meningkatkan rasa tidak percaya diri bagi orangtua dalam kompetensi mengurus bayi. Kelahiran anak pertama adalah krisis dan dibutuhkan reorganisasi dalam keluarga. Peran harus diatur ulang, kebutuhan baru harus dipenuhi, nilai keluarga harus diorientasi ulang. Kepuasan berumahtangga terbukti turun dengan tajam pada kedatangan bayi pertama (LeMasters 1957; Dyer 1963; Feldman dan Rogoff 1968; Feldman 1969). Satu interpretasi adalah karena bayi pertama mendorong orangtua untuk mengambil langkah besar menuju dunia kedewasaan dengan tanggungawab ini. 2

Bisa ada perawat untuk yang dapat membayarnya, atau nenek/saudara yang datang untuk membantu pekerjaan rumah tangga dan kebutuhan bayi sementara ibu memulihkan energi dan membuat kemajuan dalam membesarkan bayi. Tanpa bantuan, ayah bisa harus pulang cepat dan membantu ibu membesarkana bayi dan tugas ganda ini bisa menjadi melelahkan dan menjadi karakteristik dari periode ini pada banyak keluarga muda. Setelah beberapa lama, bayi menjadi stabil, dengan jadwal yang dapat diprediksi dan tidur sepanjang malam. Kondisi ibu membaik dan menjadi lebih terlatih dalam mengurus bayi sebagai pekerjaan hariannya. Kegiatan mandi, jalan-jalan, juga menyenangkan. Orang luar yang membantu juga mulai pergi. Perkembangan bayi Bayi biasa tumbuh dengan cepat pada bulan-bulan pertama hidup mereka, lebih cepat dari fase perkembangan berikutnya. Perkembangan ketika bayi menyediakan dasar untuk perkembangan di masa depan. Ini adalah periode paling penting dalam semua fase perkembangan, secara fisik, intelektual, emosional, dan sosial. Perkembangan tubuh terlihat paling cepat ketika sebelum lahir dan ketika bayi. Bayi yang baru lahir memiliki kepala besar, tapi abdomen dan lengan yang kecil. Seminggu setelah lahir, seorang bayi bisa melihat, mendengar, merasa, menyentuh, dan merespon stimulus. Kemampuan sensoris ini menjadi cara untuk perkembangan intelektualnya. Perkembangan intelektualnya terjadi secara progresif sementara bayi itu belajar. Pada bulan pertama, bayi menggerakkan lengan tangan dan kaki, menangis, menyedot, cegukan, dan terbatuk. Lebih banyak dia melakukannya, lebih baik dia melakukannya. Antara 1-5 bulan pertama, bayi itu mengombinasikan keahliannya dengan melihat sementara dia melihat sesuatu atau menggenggam sementara dia menyedot, menyedot apapun yang bisa dia raih, membalikkan kepala untuk melihat objek yang bergerak, dan butuh stimulasi aktif. Antara 69 bulan pertama, bayi belajar untuk memulai perilaku, untuk mencari objek yang hilang, dan mengantisipasi perhatiannya saat orang yang familiar muncul. Di akhir tahun pertama, bayi biasanya berusaha keras untuk mendapat apa yang dia inginkan; dia mengimitasi orang lain, bermain permainan, dan menikmati sosialisasi; dia mungkin telah menguasai kemampuan untuk mengangkat tubuhnya, atau bisa juga telah mampu berjalan. Setengah dari tahun keduanya, dia tertarik pada segalanya, mengeksplorasi dunia. Lebih banyak stimulasi yang diberikan, dia akan semakin senang. Lebih dekat ke umur 2 tahun, dia akan lebih baik dalam memecahkan permasalahan, bicara, mengingat dimana bendabenda, dan menemukan benda-benda tersebut. Dia beroperasi dengan

3

Berkomunikasi dengan bayi—kontak yang taktil dan merangsang pembicaraan penting 5. bergerak mandiri. Menyediakan nutrisi yang cukup—protein. rekaman. ke pemadam kebakaran. berhubungan secara suportif dengan anak lain dan dengan orangtua 6. gambar. dan mengombinasikan berbagai hal. Setiap pencapaian ini merepresentasikan jam-jam latihan dan usaha keras 4 . saudara. memberi makan. block. gangguan perilaku. ayah. 1. mengambil makanan padat. diare. Memberikan kesempatan untuk melatih fungsi sensorimotor yang sedang berkembang—rasa. dan relatif/teman lain (Lois Barclay Murphy. Tutoring bisa dilakukan dengan pergi ke toko. untuk menghadapi masalah. dan menguasai langkah-langkah pertama dari sistem kompleks komunikasi. Meneruskan relasi hangat—ibu. kebun binatang. dan kapasitas untuk menikmati. dan kesulitan dalam menghadapi masalah dapat menyebabkan kekurangan dan frustrasi. memukulkan. dan kognitif memiliki 7 elemen dasar. sentuhan. juga mengajak bicara bayi. sosial. dan untuk menyenangkan.” Children 16. Menghadapi bayi yang dalam tekanan—colic. Tugas Perkembangan Bayi dan Anak Awal Bayi mulai dari seseorang yang belum bisa apa-apa tapi berpotensi. 4. dan nutrisi penting lain.. melempar. no 2 (Maret-April 1969): 48-49). Stimulasi membantu meningkatkan perkembangan intelektual anak. dan materi ukiran. Riset dan bukti klinis menunjukkan bahwa pengurusan anak awal yang baik dalam bidang fisik.simbol lebih banyak ketika dia beralih dari bayi menuju masa anak awal (Piaget 1966. Pada akhir tahap ini. Mendorong usaha bayi untuk mengembangkan keahlian baru. mental. “Children under Three. menjadi seseorang yang bahkan bisa mandiri dari orang lain. Cara orangtua berhubungan dengan bayi juga secara signifikan mempengaruhi perkembangan anaknya. level toleransi. mineral. Bayi yang ditinggalkan menangis dalam ketidaknyamanan dan tekanannyaakan menyebabkan bayi belajar bahwa tidak ada yang datang untuk menjawab tangisannya. 3. perpustakaan. puzzle. vitamin. Sebagai akibatnya. Menstimulasi sesuai kebutuhan bayi. infeksi. emosi. 2. dan sebagainya. Bisa digunakan pula buku cerita. anak bahkan bisa mengukur otonominya. Gangguan belajar. menenangkan. dia bisa menarik diri dari orang lain atau marah pada orangtuanya. McCandless 1967: 48-54). Finding Ways to Stimulate Development. dan pengasuhan bagi bayi 7.

rasa . Belajar untuk mengambil makanan dengan puas .Ingin beradaptasi dengan ekspektasi fungsinya.Mengembangkan koordinasi (mata-tangan.Berpartisipasi secara kooperatif dan efektif dalam latihan 4. sendok. dan peralatan makan dengan cara yang sesuai umurnya 3. mengikuti. dan menyesuaikan diri dengan puting secara nyaman .Berespon penuh kasih sayang pada oranglain dengan pelukan. mencintai .Memuaskan kebutuhan emosi dengan memperluas kontak .Belajar untuk tidur pada waktu yang tepat . Belajar untuk mencintai dan dicintai .Belajar untuk makan makanan padat. berjalan. dan berlari .Mengembangkan keahlian untuk menyedot.Mendapatkan keahlian dalam pergerakan dengan menendang. dan verbal 5 .Mendapatkan kepastian dan kompetensi untuk mengurus dirinya pada berbagai situasi 5. dengan tekanan dari orangtua .anak untuk mencapai tugas perkembangan yang dibutuhkan.Pola belajar dari pengenalan dan respon . mengunyah.Mengelola keseimbangan yang sehat antara istirahat dan aktivitas 2. mengambil. Belajar untuk menyesuaikan diri dengan orang lain . tangan-mulut.Mulai memberi dirinya sendiri secara spontan dan tulus pada oranglain 7. simpanambil) . menggunakan gelas. Mengembangkan sistem komunikasi . dari waktu dan tempat dan kesediaan perkembangan.Belajar untuk mengenali apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan . Tugastugasnya antara lain: 1. Belajar untuk tahu bagaimana dan kapan-dimana pengeliminasian . tersenyum.Bereaksi secara positif pada orang yang familiar dan tidak familiar di sekitarnya 6. meraih. Mencapai keseimbangan fisiologis . memegang. memanipulasi. temperatur baru.Mengembangkan sistem komunikasi nonverbal.Mengenali otoritas dan kontrol orang tua . menikmati tekstur.Puas dengan proses eliminasi awal . preverbal.Berespon secara berbeda pada ekspektasi orang lain . Belajar untuk mengurus tubuhnya secara efektif .

kegiatan menyenangkan bersama keluarga.Mengekplorasi hak sebagai manusia . dan sebagai dirinya.Menguasai fundamental bahasa dasar dalam interaksi dengan orang lain 8. untuk memiliki kepercayaan diri sebagai istri. Untuk mencapai sikap dan nilai ini. Belajar bagaimana cara merawat bayinya dengan terampil dan yakin. ibu mengalami tugas perkembangan yang overlapping. atas. ibu.Melihat dirinya sebagai entitas yang berbeda . memperhatikan nutrisi makanan.Mendapatkan konsep dasar (ya. yaitu: 1.Mengelola sikap yang dibutuhkan darinya seiring waktu 9. dan istirahat yang cukup 5. yaitu belajar untuk tahu dan menyayangi bayinya. dan marah secara efektif. Belajar untuk mengekspresikan dan mengontrol perasaannya . yaitu menjadi istri dan ibu. dan menikmati proses merawat bayi 4. datang.Mengatasi perasaan frustrasi. mencocokkan aktivitas ketika semangat menurunpada saat situasi rumit dan masa menyusui. menyeimbangkan konsep dari peran-peran tersebut dari orang sekitarnya. Membuat fondasi untuk kesadaran diri . menambah keahlian dalam merawat bayi. dsb) .Mengembangkan rasa percaya pada dunianya . tidak. Menyediakan penuh peluang perkembangan bayi. Menerima dan menyesuaikan diri terhadap ketegangan dan tekanan sebagai ibu muda. mengantisipasi dan mengenali apa yang bayi butuhkan. Ia pun mendapat keahlian yang baru selama masa bayi dari kelahiran anak pertamanya. sesuai perkembangannya .Mengelola perasaan takut dan cemas dengan cara yang sehat . Menyeimbangkan peran sebagai istri-ibu-diri sendiri Memperjelas perannya sebagai istri-ibu-diri sendiri. kekecewaan. ibu harus meraih tugas-tugas pada perkembangan ini. bekerjasama dalam proses meningkatkan kefektifitasan pemberian makan bagi bayi 3. Membangun dan memelihara kegiatan rutin menyehatkan keluarga. 2.Menemukan kesenangan berasama dan tanpa orang lain Tugas Perkembangan Seorang Ibu Pada child bearing families. dan membuat dirinya nyaman terhadap peran suaminya sebagai ayah. pergi. membuat harapan terhadap bayinya. - 6 . bawah.

melanjutkan pbeberapa aspek pengembangan diri yang berarti dan sesuai dengan kondisi keluarga 10. memutuskan dan mengevaluasi proses pengasuhan 7. 7 . Membuat jalan untuk tekanan baru membuatnya sebagai seorang ayah muda Menerima tanggung jawab untuk merawat anak. meningkatnya kebutuhan emosional dan fisik terhadap kehadiran anak. ikut serta dalam hal finansial keluarga dan merencanakan rumah bagi keluarga 9. mendengarkan keluhan istri. Menjaga hubungan yang memuaskan dengan suami. Ayah disini adalah pencari nafkah dan menciptakan pola kehidupan keluarga. tetapi juga pada anaknya. seperti pergi memancing atau berkeliling di sekitar lingkungan rumah. mendekatkan keluarga dengan keluarga besar Tugas Perkembangan Seorang Ayah Ayah mulai berperan aktif terhadap anaknya ketika anak tersebut sudah dapat untuk pergi atau sudah bisa berjalan bersama. 3. menjaga kesenangan sebagai istri dalam hal sexual. Menjaga kekuasaan pribadi tetap hidup melalui masa ibu muda. kecerdasan dan aspek spiritual dari kehidupan keluarga 8. Membuat penyesuaian kehidupan praktis yang memuaskan. memahami jika hubungan ayah-anak itu penting dan mengikutsertakan ayah dalam merencanakan. Tugas perkembangan seorang suami serta ayah untuk mencapai tahap anak dilahirkan dari siklus kehidupan keluarga: 1. rekreasi. membangun kembali hubungan sebagai pasangan. Konsepsi merekonsiliasi konflik peran Menerima peran-peran baru dengan kehadiran anak. seperti menyadari bahwa tanggung jawab istri tidak lagi hanya kepada suami.dan belajar. 2.Mengeksplorasi dan mengembangkan rasa puas sebagai keluarga. sepenuh hati untuk menggugah perkembangan dan kemajuan dari bayi 6. memanipulasi. Seorang suami dan ayah ini saling bekerja sama dalam menentukan cara hidup mereka dengan kehadiran anak.membuat situasi fisik menjadi kondusif. Membagi tugas pengasuhan dengan suami. emosional. menginisiasi rekreasi keluarga. menyediakan pengalaman dalam mengeksplorasi. Belajar esensi bayi dan perawatan anak Pengetahuan dini mengenai anak. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang cukup tentang perawatan anaklebih dini yang akan bermanfaat pada kehidupan bayi kelak.

Tugas Perkembangan Childbearing family Fokus dari tahapan ini adalah membangun keluarga muda menjadi sebuah unit yang stabil. pola tidur. Mempertahankan rasa memuaskan diri sebagai manusia. Adapting housing. dan saling mendukung kebutuhan perkembangan ibu. sekarang dilihat dalam peran baru mereka sebagai bibi. 6. Keluarga diharapkan 8 . Membantu perkembangan anak Bersama istri membuat perencanaan dalam memfasilitasi perkembangan anak untuk masa selanjutnya. 9.Menjadi seorang pria di keluarga dalam arti sepenuhnya. Menemukan kepuasan dalam kegiatan keluarga. dan kakek-nenek dari bayi baru. dll. Menikmati dimensi baru asosiasi dengan kerabat lainnya. ayah dan bayi dalam menguatkan satu sama lain sebagai satu kesatuan. 8. sepupu. Mengejar kepentingan pribadi dan kegiatan konsisten dengan keterbatasan dan tanggung jawab terhadap childbearing. menyelesaikan konflik tugas-tugas perkembangan dari anggota-anggota keluarga.Mempraktikan bagaimana merawat bayi dan anak. arrangement to the little child Tidak ada ketentuan khusus yang perlu dipersiapakan untuk bayi dan anak kecil. 10. Dengan mendapat pengetahuan lebih dini. Bayi tidur dengan orang tuanya hingga ia cukup besar untuk menjaga dirinya sendiri. yaitu dengan mencari tambahan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan yang relative tinggi. akan membuat interaksi pribadi yang intim dengan bayi. seperti pola makan. Memulai pengalaman bagi seluruh keluarga yang akan memperluas cakrawala dan memperkaya kehidupan mereka bersama-sama sebagai sebuah unit keluarga. 1. 7. dan sebagainya. baik dilakukan sendiri maupun bersama istri dan memahami perkembangan anak. dlam masa persalinan. Bertanggung jawab untuk mendapatkan pendapatan keluarga Melakukan perencanaan keuangan dalam pengeluaran dengan adanya penambahan kebutuhan. Mewakili keluarga dalam komunitas yang lebih luas. 5. Mempertahankan hubungan yang saling memuaskan dengan istri Memberikan dukungan kepada pasangan. 4. Sebagai kepala keluarga yang mewakili keluarganya dalam berhubungan dengan suatu komunitas. Merancang pengaturan baru untuk menjadi hidup sehat bagi keluarga muda Beradaptasi terhadap kebiasaan-kebiasaan baru. paman. misalnya ketika istri sedang hamil.

Facilitating members’ role –learning Karena tanggung jawab orang tua terhadap kesejahteraan keluarga meningkat. dan barang mahal lainnya masih harus dikeluarkan. makanan khusus dan obat. Ayah mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan. Sehingga nantinya anak dapat membedakan tingkah laku mana yang baik dan buruk sesuai dengan keluarga. 4. Kadang ibu mencari pendapatan tambahan sambil membesarkan anak. Tanggung jawab tersebut dapat dilakukan bersama. baby-sitter dan setidaknya beberapa pakaian baru ibu setelah sembilan bulan mengandung. Meeting present and future costs of childbearing Ketika bayi baru lahir. perlengkapan bayi. Anak baru lahir biasanya suka memasukkan sesuatu ke mulutnya.memberikan tempat khusus untuk bayi dan menyesuaikan rumah untuk memberikan rasa nyaman dan menyenangkan. Biaya yang perlu dikeluarkan untuk anak baru lahir antara lain biaya dokter dan rumah sakit. rumah. Biaya membesarkan anak bervariasi tergantung jenis komunitas dan daerah. Di saat bersamaan. memandikan. ia telah belajar pola respon dasar untuk dunia kecilnya. mencuci pakaian bayi. kapan. Jauh sebelum anak berumur 2 tahun. menenangkan. Anak diajarkan tentang tingkah laku apa yang diharapkan muncul. dan bagaimana. umur anak. Ayah memiliki peran mencari nafkah dan bayi merawat bayi. Saat bayi lahir. mengetahui tanda-tanda ketika anaknya merasa sedih. Assuming mutual responsibility Tanggung jawab baru sebagai orang tua muncul ketika anak baru lahir antara lain memberi makan. Diskusi mengenai hal-hal yang umum menjadi bagian dari proses pembagian tanggung jawab. mobil. dan pendapatan keluarga. 2. pengeluaran meningkat ketika pendapatan keluarga menurun karena ibu tidak lagi bekerja. peralatan. orang tua bertanggung jawab terhadap tingkah lakunya. peran tertentu diambil oleh ayah dan peran lainnya diambil oleh ibu sebagai dasar kekuatan. Communicating with one another in the family 9 . pakaian. dan membuat susu. orang tua juga masih memiliki tanggung jawab sebelumnya dalam mengurus rumah. anak menggunakan semakin banyak konsep secara akurat dan dengan cepat menjadi anggota keluarga yang berkomunikasi secara penuh. dan orientasi perkembangan. Ketika keluarga meninggalkan tahap childbearing family ini. Orang tua menyusun peralatan rumah untuk meminimalisasi pengekangan pada anaknya. budaya. biaya untuk furnitur. 5. 3. Sejalan dengan tumbuh kembang bayi.

Relating to relatives and others Dengan kelahiran anak pertama. Intensitas komunikasi pasangan yang memiliki bayi menurun dibandingkan sebelum bayi lahir terutama mengenai hal-hal pribadi. Ada sebuah kebutuhan untuk saling mengenali berbagai peran pria dan wanita sebagai pasangan.Ketika bayi dapat menyampaikan keinginan dan perasaannya melalui tanda-tanda atau panggilan yang sulit dimengerti dan orang tuanya mampu memahaminya dan memberikan respon yang sesuai. saran. Suami dan istri harus membangun kembali komunikasi efektif ketika mereka menjadi orang tua. suami dan istri mengalami berbagai tekanan dan konflik yang mungkin sampai membuat mereka menangis. Anggota keluarga lainnya juga turut melihat bayi dan memberikan hadiah. Pasangan berbagi tentang bayi dengan melibatkan pembentukan sistem komunikasi yang sensitif dan responsif. Hadirnya anak juga menyebabkan pasangan menjadi jarang bersama-sama dan berkembang masing-masing. dan sebagai individu. orang tua. 8. maka baik bayi maupun orang tua mendapatkan perasaan puas dalam hubungan mereka. Pasangan biasanya mengurangi kegiatan di luar rumah dibandingkan sebelum bayi lahir. terjadi hambatan dalam hubungan seks karena istri lebih fokus pada bayi dan suami merasa kurang puas. Ketika anaknya lahir. mereka diharapakan tetap dapat memberikan yang terbaik untuk anaknya. beberapa wanita biasanya lebih fokus pada masa menyusui dan merawat bayi pertama. Di samping konflik10 . Planning for future children Untuk menunda kelahiran anak kedua. nenek biasanya mengambil banyak peran penting dalam masa awal kelahiran bayi. Maintaining motivation and morale Seiringnya dengan waktu dalam mengurus anak dan keluarga. Membangun hubungan seks pasangan bukan hanya sebuah masalah fisiologis biasa tetapi melibatkan aspek-aspek psikologis yang kompleks. Akan tetapi sebagai orang tua. peran nenek menjadi berkurang. dan ada juga yang menolak melakukan hubungan seksual dengan suaminya. Pertanyaan mengenai kehadiran anak berikutnya biasanya datang ketika terjadi sesuatu pada kelahiran anak pertama. Ketika ibu sudah mampu mengambil semua tanggung jawab untuk rumah tangganya dengan bantuan ayah. 7. Bayi belajar memberikan respon pada orang-orang yang mencintainya yaitu ketika ayah dan ibu menimangnya dan mengekspresikan cinta mereka melalui kontak langsung. 6. dan larangan.

11 .konflik yang terjadi. maka dibuatlah agenda keluarga dan jadwal rutinitas. Family rituals and routines Supaya tugas-tugas tidak memberatkan pada satu pihak. mereka menemukan makna spiritual dari kehidupan keluarga mereka. 9. Hal ini dilakukan agar tugas-tugas lebih jelas dan terarah.

Definisi Operasional VARIABEL Tugas perkembangan childbearing family SUB DIMENSI INDIKATOR Adopting housing arrangements .Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk perawatan atau anggaran bagi sang sang anak saat ini dan masa depannya anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. dan perkembangan sang anak. to the little child. menyelesaikan konflik tugas-tugas perkembangan dari anggota-anggota keluarga. fokus dari tahapan ini adalah membangun keluarga muda menjadi sebuah unit yang stabil. ayah dan bayi dalam menguatkan satu sama lain sebagai satu kesatuan. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama 12 .Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. Orangtua melakukan penataan barang-barang di : Menyesuaikan penataan rumah rumah sesuai dengan kebutuhan bayi tangga dengan anak.Orangtua membagi perawatan anak tanggungjawab dalam . dan saling mendukung kebutuhan perkembangan ibu. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk Meeting Present and Future sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. Costs of Childbearing: pertumbuhan. : Pasangan dapat mengetahui biaya .BAB II PANDUAN INTERVIEW Definisi Konseptual Pada perkembangan childbearing family.

Saling menjaga perasaan pasangan . sedangkan ayah mencari uang dan terkadang membantu istri merawat anak) .Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive .Masing-masing orangtua melakukan tugasnya sesuai peran (misalnya Ibu memberi makan.Adanya cinta diantara hubungan tersebut . . memandikan.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan . membentuk interaksi yang sensitif 13 .menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada anak Communicating with one another in the family Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. adanya cinta diantara hubungan itu. masak.Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan . membersihkan rumah.adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing . belanja. Facilitating members’rolelearning : Adanya pembagian tanggung jawab antara suami dan istri yang diharapkan dapat memunculkan perilaku yang diharapkan pada anak yang pada akhirnya anak dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk sesuai dengan lingkungannya. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka.

karena keluarganya jauh). misalnya tetangga. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak.memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi : bagaimana rencana orang tua .pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan.Adanya bantuan dari keluarga dalam bentuk Relating to relatives and others materi atau non-materi : memperoleh bantuan material dan . . Family rituals and routines Keluarga mempunyai agenda dan Morning awakening jadwal rutinitas mereka supaya tugas-tugas yang ada tidak Breakfast memberatkan salah satu pihak Naptime Daily Outings Father's homecoming 14 .dan responsive. mendapatkan penghargaan.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . saling menjaga perasaan pasangan mereka Planning for Future Children .Biasanya ketika orang tua si bayi tidak immaterial dari keluarga besar atau mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya yang lainnya.tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi setelah memiliki anak pertama . biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat.saling menghargai antar pasangan .pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan.

Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays 15 .

1 0 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 Coding 1 = orang tua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman & nyaman Coding 2 = orang tua tidak mengetahui bagaimana menata rumah agar aman & nyaman 16 . aman dan nyaman bagi anak. Adopting 1 .BAB III HASIL INTERVIEW Responden No Sub dimensi Indikator SSE RENDAH ( ≤ 2 juta rupiah) SSE SEDANG (2 juta <x≤ 5 juta) SSE TINGGI ( > 5 juta rupiah) Kriteria 1 4 1 1 2 1 3 2 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 1 1.Orangtua housing mengetahui arrangem bagaimana ents to menata the little rumah agar child.

Meeting Present and Future Costs of Childbeari ng: .Orangtua 1 melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi 2. 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 Coding 1 = melakukan Coding 2 = tidak melakukan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = memiliki anggaran sendiri Coding 2 tidak memiliki anggaran sendiri 17 .Orang 1 tua memiliki anggaran tersendiri untuk kebutuhan dan perlengkap an sang anak.

Belanja .Members ihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . Assuming Mutual Responsib ility ..Orang 1 tua mempersiap kan anggaran untuk masa depan sang anak 3.Memberi makan .Masak .Mencuci baju 2 2 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = mempersiapkan Coding 2 = tidak mempersiapkan 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 3 3 2 Coding 1 = ayah Coding 2 = ibu Coding 3 = pengasuh/keluarga Coding 4 = ayah dan ibu 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 2 4 4 2 1 4 3 3 2 3 3 18 .Memandi kan .

adanya pembelajara n mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan 1 1 1 1 4 4 4 3 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = adanya diskusi atau sharing Coding 2 = tidak ada diskusi atau sharing 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1: ada Coding 2: tidak 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = memiliki kepuasan Coding 2 = tidak memiliki kepuasan 19 . Communic ating with one another in the family . Facilitatin g members’ rolelearning 5.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masingmasing .4.

Membent 2 uk interaksi yang sensitif dan responsive 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = adanya cinta Coding 2 = rasa cinta berkurang Coding 1 = punya waktu khusus untuk bertukar pikiran Coding 2 = tidak punya waktu khusus untuk bertukar pikiran Coding 1 = ingin memiliki anak segera Coding 2 = ingin menunda memiliki anak Coding 1 = memiliki persiapan Coding 2 =tidak memiliki persiapan 1 2 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 6. Planning Jika : 2 for the future a.Adanya 1 cinta diantara hubungan tersebut . Memiliki children keingina n untuk memiliki anak lagi 1 b. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = ada Coding 2 = tidak 20 . Memiliki persiapa n untuk memiliki anak lagi relating to .adanya 1 bantuan dari 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 2 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2 7.

relatives and others 8.saling menghargai antar pasangan pasanga n dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Family Morning ada 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = saling mendukung Coding 2 = tidak saling mendukung 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = memiliki kepuasan Coding 2 = tidak memiliki kepuasam 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = saling menghargai Coding 2 = tidak saling menghargai Coding 1 = dapat mengatasi Coding 2 = tidak dapat mengatasi 2 1 2 1 1 2 21 2 2 1 1 1 2 1 1 Coding 1 : ada .memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . 9.pasanga ng n saling Motivatio mendukung n and dalam Morale kegiatan pengasuhan . keluarga dalam bentuk materi atau non-materi Maintaini .

rituals and routines awakening Breakfast Naptime Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays Coding 2 : tidak 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 .

misalnya ketika anak pernah terjatuh dari tempat tidur. Perubahan yang dilakukan oleh orang tua terhadap kondisi isi rumahnya tidak direncanakan. Responden ini mengakui bahwa baginya. 21% responden lain yang belum memenuhi tugas perkembangan pada tahap ini dikarenakan anak dari pasangan mereka masih usia bayi dan merasa belum perlu melakukan perubahan dalam penataan rumah. menggunakan tempat tidur tanpa ranjang agar jika anak terjatuh tidak telalu berbahaya dan memindahkan barang pecah belah ke tempat yang lebih tinggi. perubahan yang dilakukan hanya menjauhkan steker listrik. 23 . 100% 80% 60% 40% 20% 0% a pting hous . a ng ent to da . ing rra em the little child 21% belumm enuhi em tug s a perk ba a em ng n 79% m enuhi tug s em a perk ba a em ng n Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. responden-responden dari SSE rendah melakukan perubahan secara terbatas. Sehingga keluarga ini memiliki anak tanpa persiapan dan pengetahuan sebelumnya tentang anak dan cara menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. arrangement to the little child Secara umum. kemudian orang tua melapisi lantai dekat tempat tidurnya dengan menggunakan karpet. Mereka biasanya melakukannya ketika telah terjadi suatu kejadian yang dialami oleh anak. 79% dari keseluruhan responden yang kami wawancara sudah memenuhi tugas perkembangan ini meskipun.BAB IV PEMBAHASAN 1. Seluruh responden yang mengetahui pentingnya perubahan itu melakukannya. 20% dari responden (hanya 1 keluarga) tidak mengetahui pentingnya perubahan atau penataan barangbarang di rumah. Karena alasan finansial. memiliki anak masih seperti mimpi. SSE RENDAH 80% responden mengetahui bahwa perlu adanya perubahaan atau penataan barang-barang di dalam rumah agar membuat anak merasa nyaman dan aman dari bahaya. Adapting housing.

Hal ini dilakukan agar anak tidak terbentur lantai ketika bermain di atas tempat tidur. Ibu menggunakan kamar yang dimilikinya sebelum menikah untuk menjadi kamar keluarga. Mereka juga ada yang masih tinggal bersama orang tua dari ayah atau ibu. Akan tetapi. Ibu mengakui bahwa ini berbahaya. dimana responden 24 . sedangkan 14%-nya belum memenuhi. Misalnya. c. Meeting present and future costs of childbearing Secara umum 86% dari keseluruhan responden yang diwawancara sudah memenuhi tugas perkembangan ini. Perubahan yang dilakukan salah satu responden adalah membuat tempat tidur dengan pembatas dan lantai kamar yang diberikan kasur tipis yang empuk. SSE SEDANG 100% responden mengetahui bahwa perlu adanya perubahaan atau penataan barang-barang di dalam rumah agar membuat anak merasa nyaman dan aman dari bahaya. tapi ukuran kamar menurutnya menjadi kendala. sehingga tidak ada perubahan mengenai ukuran kamar. pada salah satu respoden. Sisanya 29% responden tidak melakukan karena mereka menganggap anak mereka masih bayi yang selalu di gendong dan tidur bersama dengan orang tua dalam satu kasur sehingga mereka merasa tidak perlu untuk melakukan perubahan terhadap barang-barang yang ada di rumah. SSE TINGGI 100% responden mengetahui bahwa perlu adanya perubahaan atau penataan barang-barang di dalam rumah agar membuat anak merasa nyaman dan aman dari bahaya. Peralatan berat seperti buku-buku perkuliahan masih ditempatkan di atas lemari. 2. Perubahan dilakukan dengan menata barangbarang dan menambah barang-barang bayi. hanya 71% yang melakukan penataan atau perubahaan barang-barang di dalam rumah. Seluruh responden yang mengetahui pentingnya perubahan itu melakukannya.b. Kedua keluarga yang termasuk dalam sosial ekonomi menengah ini masih tinggal bersama orang tua. Yang belum memenuhi tugas perkembangan ini dikarenakan mereka masih belum hidup mandiri secara finansial.

100% responden memiliki anggaran tersendiri untuk memenuhi kebutuhan si anak. biaya yang diperlukan meliputi biaya pendidikan dan kesehatan. Pasangan sudah memiliki pekerjaan yang tetap. pakaian. 100% 80% 60% 40% 20% 0% MeetingP ent a F res nd uture Cos ofchieldbea ts ring 14% 86% s hm enuhi uda em tug s a perk ba a em ng n belumm enuhi em tug s a perk ba a em ng n Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. Pada responden yang memenuhi tahap ini berarti mereka telah hidup mandiri secara finansial. 20% responden tidak mempersiapkan anggaran untuk masa depan anak karena pasangan ini masih berkonsentrasi pada kebutuhan saat ini. SSE Rendah Menurut teori tugas perkembangan childbearing family. Mereka juga sudah membuat perencanaan untuk anak di masa depan. Oleh karena itu. misalnya seperti membuat tabungan yang dikhususkan untuk anak. baik hanya sang suami ataupun keduanya yang bekerja. perlengkapan bayi.tersebut masih menjalani pendidikan (masih berkuliah). Kebutuhan anak seperti susu. mereka masih dibantu oleh kedua orang tua masing-masing pasangan. Persiapan anggaran ini berupa tabungan umum yang sewaktu-waktu jika ada hal yang mendesak. tabungan ini dapat dipergunakan. yaitu tidak ada bantuan finansial dari orang tua ayah dan ibu. dan shampo. b. baik biaya pendidikannya dan mereka pun masih diberi uang saku. bedak. SSE SEDANG 25 . babysitter dan setidaknya beberapa pakaian baru ibu setelah sembilan bulan mengandung. biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua ketika anak lahir antara lain biaya dokter dan rumah sakit. makanan khusus obat. 80% lainnya telah mempersiapkan anggaran untuk masa depan anak. pampers. Untuk masa depan anak. Penghasilan ayah yang terbatas serta ibu yang tidak bekerja membuat pasangan ini belum memikirkan pada anggaran masa depan anak.

memandikan anak. sanak saudara.100% responden memiliki anggaran tersendiri untuk memenuhi kebutuhan si anak. maupun oleh pengasuh atau pembantu rumah tangga. Memenuhi kebutuhan anak ini seperti memberi makan. bedak. dan lain-sebagainya. Kebutuhan anak seperti bedak. mengajak bermain. makanan dan susu formula serta imunisasi. Kebutuhan anak seperti susu. kesehatan untuk anaknya Satu responden lagi anggaran yang disediakan masih umum. dan shampo. 14% dari responden tidak mempersiapkan anggaran untuk masa depan anak karena pasangan ini masih sama-sama kuliah dan biaya kehidupan sehariharinya masih di tanggung oleh orang tuanya. pampers. Assuming mutual responsibility Pada tugas perkembangan ini sebanyak 36% partisipan sudah memenuhinya. pampers. Mereka melakukan pembagian tugas dengan pasangan masing-masing. tetapi satu dari responden sudah menyiapkan anggaran yang sudah terfokus untuk pendidikan. melainkan ke kebutuhan yang lebih urgent. untuk mengurus rumah dan mengurus anak bisanya dilakukan oleh sang istri.Dari seluruh responden kelompok ini menyiapkan anggaran untuk masa depan anak. SSE TINGGI 100% responden memiliki anggaran tersendiri untuk memenuhi kebutuhan si anak. 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 64% S h uda m enuhi tug s em a perk ba a em ng n belum m enuhi tug s em a perk ba a em ng n As um m s ing utua l res pons ibility 36% 26 . Tak jarang suami juga turut membantu ketika istri membutuhkan bantuan. c. karena suami dan istri ini dalam memenuhi kebutuhan anak masih dibantu oleh mertua. 86% telah mempersiapkan anggaran bagi pendidikan anak melalui asuransi pendidikan ataupun tabungan khusus bagi si anak. shampo. Sebanyak 64% partisipan belum memenuhi tugas perkembangan ini. 3. tidak terfokus pada pendidikan atau kesehatan.

Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. SSE RENDAH o Memberi makan : 100% dari responden mneyatakan bahwa aktivitas ini dilakukan oleh ibu o Memandikan : 80% dari responden anaknya dimandikan oleh ibu dan 20% oleh orang lain dalam keluarga (misalnya mertua) o Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi :60% dari responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ibu, 40% dilakukan orang lain dalam keluarga (misalnya pengasuh atau mertua) o Belanja : 60% dari responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ibu, 40% oleh orang lain dalam keluarga o Masak: 60% dari responden mengatakan bahwa kegiatan memasak dilakukan oleh ibu dan 40% oleh orang lain dalam keluarga o Mencuci baju : 60% dari responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ibu dan 40% dilakukan orang lain dalam keluarga (misalnya pengasuh atau mertua) o Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak: 80% dari responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ayah, sedangkan 20% mengatakan kegiatan ini dilakukan bersama (ibu dan ayah). b. SSE SEDANG o Memberi makan : 100% ibu o Memandikan : 50% ibu, 50% ayah o Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi :100% ayah o Belanja : 50% keluarga,50% ayah dan ibu o Masak: 50% ibu, dan 50% keluarga o Mencuci baju : 50% ayah 50% ayah dan ibu. o Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak: 100% ibu dan ayah c. SSE TINGGI o Memberi makan : 86% dari responden menyatakan bahwa akivitas ini dilakukan oleh ibu dan 14% oleh pengasuh/keluarga o Memandikan : 86% dari responden anaknya dimandikan oleh ibu dan 14% oleh pengasuh/keluarga o Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi :57% dari responden mengatakan
27

kegiatan ini dilakukan oleh ibu, 29% oleh pengasuh/keluarga dan 14% oleh ayah o Belanja : 29% dari responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ibu, 29% oleh pengasuh/keluarga, 29% dilakukan bersama (ayah dan ibu), dan 14 % dilakukan oleh ayah o Masak: 71% menyatakan bahwa kegiatan memasak dilakukan oleh pengasuh atau orang lain dalam keluarga besar (misalnya mertua) dan 29% dilakukan oleh ibu o Mencuci baju : 71% responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh pengasuh/ atau orang lain dalam keluarga besar (misalnya mertua), 14% dilakukan bersama (ayah dan ibu), 14% dilakukan oleh ayah o Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak: 71% mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ayah, 14% oleh ibu dan 14% anggota keluarga yang lain misalnya mertua. 4. Facilitating members role-learning Terdapat 93% dari keseluruhan responden sudah memenuhi tugas perkembangan keempat ini, sedangkan 7% partisipan lainnya belum memenuhi. Yang belum memenuhi ini dikarenakan adanya faktor belum siapnya istri menjadi ibu. Misalnya pada salah satu partisipan, dimana seorang istri ini masih belum menyangka kalau sudah mempunyai anak serta kurangnya diskusi yang dilakukan oleh pasangan tersebut.
100% 80% 60% 40% 20% 0% fa cilita tingm bers em role-lea rning 7% 93% s h uda m enuhi em tug s a perk ba a em ng n belum m enuhi em tug s a pek ba a em ng n

Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. SSE RENDAH 80% dari responden melakukan diskusi antar pasangan mengenai perkembangan anak dan hal-hal yang
28

terjadi setiap hari. Selain itu mereka juga mendiskusikan tentang bagaimana cara mendidik anak, mengajarkan mana yang boleh dan tidak boleh pada anak. Sedangkan 20 % esponden mengatakan bahwa tidak melakukan diskusi antar pasangan mengenai perkembangan dan cara mendidik anak. b. SSE SEDANG 100% responden melakukan diskusi untuk pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga dengan pasangannya. 100% responden melakukan pembelajaran mengenai peran anak. Kedua pasangan tersebut bekerja sehingga mereka tidak saling menggantungkan tanggung jawab rumah tangga mereka. Pada keluarga pertama, ayah bekerja pada malam hari dan ibu bekerja pada siang hari, sehingga pembagian tugas dilakukan sesuai dengan pembagian jam kerja mereka. Pada keluarga kedua, ayah bekerja pada siang hari, jadi anak dititipkan pada mertuanya. c. SSE TINGGI 100% responden melakukan diskusi antar pasangan dan pembelajaran peran terhadap anak. Diskusi yang dilakukan biasanya seputar perkembangan anak dan masalah pekerjaan. Istri menceritakan mengenai sesuatu hal yang menarik yang ia lalui bersama dengan anak serta perkembangan anak kepada suami. Suami pun menceritakan mengenai hal yang menarik ketika berada di kantor. Biasanya mereka melakukan hal ini sebelum tidur. Pasangan pun mengajarkan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh kepada anak melalui teguran, larangan dan bermain.

5. Communicating with one another in the family Pada tugas perkembangan kelima ini terdapat 71% dari keseluruhan partisipan sudah memenuhinya. Hal tersebut dlihat dari intensifnya komunikasi yang terjalin antara suami dan istri serta juga anak mereka. Dengan begitu, mereka menyatakan puas dengan hubungan yang dijalin oleh mereka. Sedangkan 29% sisanya belum memenuhi tugas perkembangan ini. Hal ini dikarenakan kurangnya waktu menjalin komunikasi antara suami dan istri. Dan juga
29

40% responden memiliki waktu khusus yakni malam hari sebelum tidur atau di akhir pekan untuk bertukar pikiran sehingga terjalin interaksi yang responsif dan sensitif diantara pasangan. konflik atau masalah yang dialami dalam keluarga. Sebagai contoh yaitu pada isteri dari salah satu responden. Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. Kepuasan dalam keluarga ini kebanyakan dari responden 30 . 100% memiliki waktu khusus untuk bertukar pikiran sehingga terjalin interaksi yang responsif dan sensitif diantara pasangan. SSE SEDANG 100% responden menyatakan puas hubungan yang terjalin dengan pasangan masing-masing. Walaupun waktu untuk berdua sebentar. Sedangkan 60% lainnya tidak memiliki waktu khusus untuk berdiskusi. c. SSE RENDAH 80% responden menyatakan puas atas hubungan yang terjalin dengan pasangan masing-masing. menjadi wanita sempurna ialah ketika menikah dan memiliki anak. Indikator kepuasan dari dimensi ini bersifat subjektif. SSE TINGGI 100% responden menyatakan puas hubungan yang terjalin dengan pasangan masing-masing. memandikan anak.kesibukkan antara pasangan suami dan istri. dan tetap bekerja pada malam harinya. Ia menyebutkan bahwa ia memiliki perasaan bahagia karena telah menjadi wanita sempurna sekarang. 100% responden pun menyatakan bahwa merasa ada cinta dan sayang di dalam keluarga kecil mereka. b. Ia mengatakan bahwa ia merasa beruntung memiliki suami yang mau mengurus anak. dan lain sebagainya. ia merasa mencintai suaminya karena mereka berdua mampu memanfaatkan waktu yang sebentar. Menurutnya. seperti pada salah satu partisipan (istri) yang mengaku bahwa ia jarang berkomunikasi dan kalau ada pun jika ada hal yang sangat penting untuk dibicarakan. Hal yang mereka diskusikan biasanya mengenai hubungan diantara mereka berdua. 100% responden pun menyatakan merasa bahwa ada cinta dan sayang di dalam keluarga kecil mereka. Sang suami pun pulang kerjanya sudah cukup larut malam.

Ada 29% responden menunda memiliki anak kedua. Mereka pun mengakui belum memiliki persiapan apa pun untuk memiliki anak kedua. SSE RENDAH 80% dari responden ingin menunda memiliki anak kedua. Dan 14% lainnya ingin segera memiliki tapi tidak memiliki persiapan. terdapat 86% responden telah memiliki perencanaan dalam memiliki anak kedua. 43% responden ingin menunda memiliki anak dan tidak memiliki persiapan. Persiapan yang dimaksudkan yaitu finansial untuk kelahiran anak kedua nanti. Karena pada teori menyatakan bahwa kebanyakan wanita yang baru menjadi ibu lebih memilih untuk menunda memiliki anak kedua karena tidak ingin melewatkan masa perkembangan anak pertamanya.menyatakan puas akan komunikasi yang terjalin diantara mereka sebagai suami istri dan sebagai orangtua yang baru. 100% 80% 60% 40% 20% 0% Pla nningfor the future children 14% 86% s hberenca uda na m punya a k em i na k edua berenca na m enundaa k na hing a4-5 ta g hun Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. Apabila dikaitkan dengan teori. Planning for future children Terdapat 14% dari keseluruhan responden ingin segera memiliki anak yang kedua dan sudah memiliki persiapan. 6. 86% memiliki waktu khusus untuk bertukar pikiran sehingga terjalin interaksi yang responsif dan sensitif diantara pasangandan 14% lainnya tidak memiliki waktu khusus. hal ini sesuai. tetapi sudah mulai mempersiapkannya. Sedangkan yang menunda untuk memiliki anak kedua ini dikarenakan mereka masih ingin fokus dalam mengasuh dan membesarkan anak pertamanya. Dengan demikian. 100% responden pun menyatakan bahwa merasa ada cinta dan sayang di dalam keluarga kecil mereka. Sehingga mereka berencana untuk menundanya hingga 4-5 tahun. karena mereka ingin 31 .

14% ingin menunda memiliki anak kedua tetapi telah memiliki persiapan tabungan untuk kelahiran anak kedua nantinya. karena mereka ingin fokus dalam mengasuh anak pertama. Relating to relatives and others 100% dari keseluruhan responden telah memenuhi tugas perkembangan ketujuh ini. dan pendidikan anak. Dimana keluarga besar biasanya akan membantu pasangan suami dan istri muda ini dalam membesarkan anak pertamanya. Selain itu. karena mereka ingin fokus dalam mengasuh anak pertama hingga usia sekitar 4-5 tahun. Seperti ketika anak sedang sakit. Dalam bentuk non materi. baru setelah itu mereka baru memiliki anak kedua 29% ingin segera memiliki anak kedua karena selagi usianya masih muda dan mampu untuk membesarkan anak. Alasan tidak ingin memiliki anak lagi disebabkan oleh sudah tuanya umur istri. kesehatan. istri atau suami terkadang suka bertanya kepada orang tuanya. kesehatan. 14% ingin segera memiliki anak kedua dan telah memiliki persiapan untuk kelahiran anak keduanya nanti. Mereka pun mengakui belum memiliki persiapan apa pun untuk memiliki anak kedua. SSE SEDANG 50% ingin menunda memiliki anak kedua. Alasan tidak ingin memiliki anak lagi disebabkan oleh usia isteri yang sudah tua serta memikirkan masalah biaya hidup. 7. SES TINGGI 43% ingin menunda memiliki anak kedua. 32 . memikirkan masalah biaya hidup. dan pendidikan anak. seorang ibu yang baru melahirkan banyak yang memilih untuk menunda keinginan untuk memiliki anak kedua karena ingin lebih fokus merawat anak pertama mereka supaya dapat memperhatikan perkembangan sang anak.50% tidak mau memiliki anak kedua. tetapi belum memiliki persiapan untuk memiliki anak kedua. misalnya nasehat maupun larangan-larangan yang baik dalam mengasuh anak. 20% responden mengatakan tidak ingin memiliki anak kedua. Bantuan yang biasa yang diberikan dalam bentuk materi maupun non materi.fokus dalam mengasuh anak pertama. Mereka pun mengakui belum memiliki persiapan apa pun untuk memiliki anak kedua. Bila dilihat dari teori tugas perkembangan ibu pada childbearing family. b. c.

membantu dalam biaya persalinannya dan membantu keuangan bila anak sedang sakit.Sedangkan dalam bentuk materi misalnya ketika istri melahirkan. c. nasehat-nasehat serta laranganlarangan dalam mengasuh anak. Maintaining motivation and morale Dalam tugas perkembangan ini. Misalnya. b. a. Selain itu. Dalam bentuk materi misalnya keluarga memberikan bantuan uang ketika melahirkan ataupun anak sakit. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya pengertian dan menghargai satu sama lain ketika mengasuh anak mereka. terdapat 79% dari seluruh responden telah memenuhinya. 8. SSE RENDAH 100% responden mendapatkan bantuan dari keluarga besar khususnya orangtua responden. bentuk bantuan yang paling menonjol adalah bantuan dalam hal keuangan. Misalnya. Bantuan non materi yang diberikan biasanya seperti masukan. Adapula responden yang diberikan bantuan materi dalam bentuk rumah tinggal oeh keluarga besarnya. SSE TINGGI 100% menyatakan ada bantuan dari keluarga besar seperti kakek dan nenek dalam kegiatan mengasuh dan merawat si anak. Bentuk bantuan yang diberikan oleh keluarga besar yakni berupa nasehat dan saran ketika pasangan mengalami masalah tentang anak. Uang yang diberikan oleh keluarga besar dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan anak dan perawatan anak seperti membantu membiayai kelahiran anak dan perawatan ke dokter. suami yang menjaga ataupun mengurus anak. 33 . Dimana mereka saling membantu dan menghargai satu sama lain dalam menjalankan peran mereka masing-masing maupun dalam mengasuh anak mereka. ketika anak sakit biasanya harus diapakan. nasehat-nasehat serta larangan-larangan dalam mengasuh anak. SSE SEDANG 100% menyatakan ada bantuan dari keluarga besar seperti kakek dan nenek dalam mengasuh dan merawat si anak. Sedangkan 21% partisipan belum memenuhi tugas perkembangan ini. ketika istri sedang sibuk mengurus rumah. Bantuan non materi biasanya seperti masukan.

100% 80% 60% 40% 20% 0%

79%

s hm enuhi uda em tug s a perk ba a em ng n 21% belumm enuhi em tug s a perk ba a em ng n

m inta a iningm a otiv tiona nd m le ora

Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. SSE RENDAH 60% responden belum terpenuhi tugas perkembangan ini. Mereka tidak saling mendukung dan tidak terjalin interaksi yang responsif dan sensitif. Salah satu pasangan menyatakan mereka jarang sekali menanyakan bagaimana perasaan pasangannya. Suami jarang sekali menanyakan apakah isterinya lelah dalam mengurus bayi seharian dan sebagainya. Isteri pun demikian, ia jarang sekali melayani kebutuhan suaminya, bahkan ketika suaminya berangkat kerja, ia justru lebih memilih untuk tidur daripada melayani kebutuhan suaminya sebelum berangkat kerja. Selain itu, adapula seluruh pengasuhan anak dilakukan oleh istri sedangkan suami tidak membantu sama sekali. 40% responden sudah terpenuhi tugas perkembangan ini. Pasangan ini saling membantu ketika mengasuh anak mereka. Mereka saling melengkapi dalam mengasuh anak. Contohnya meskipun ibu lebih fokus merawat anak, Ayah juga sering membantu Ibu dalam merawat anaknya. Ibu juga membantu Ayah di usahanya yakni fotokopian ketika sedang ramai. Istri sedang merasa kesal atau lelah dengan tingkah laku anak, istri terkadang membentak anaknya, namun suami tidak setuju dengan perlakuan istrinya. Tapi hal ini tidak dibiarkan menjadi masalah yang besar dan biasanya langsung dibicarakan bersama. b. SSE SEDANG Dari 100% responden menyatakan bahwa mereka saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan. Selain itu mereka juga memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai
orang tua, saling menghargai antar pasangan, dan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan.

Untuk indikator merasakan adanya cinta dalam hubungan mereka, 100% responden merasakannya. 100% dari responden membentuk interaksi sensitif dan responsive c. SSE TINGGI
34

100% responden menyatakan bahwa mereka saling mendukung, menghargai, memiliki kepuasan serta mampu mengatasi konflik yang muncul dalam mengasuh anak. Suami membantu mempersiapkan peralatan mandi anak, memakaikan pakaian anak, menjaga anak ketika istri sedang sibuk mengurus rumah. Istri pun menghargai suami yang lelah bekerja dengan tidak mengeluh ataupun marah-marah kepada suami. Ketika memiliki masalah dalam mengasuh anak seperti anak sakit, maka suami dan istri akan berdiskusi dalam memecahkan masalah. 9. Family rituals and routines Pada aktivitas Morning awakening, terdapat 57% partisipan melakukan aktivitas ini. Dimana aktivitas ini menjadi rutinitas istri, suami, serta anak mereka. Aktivitas sarapan bersama telah dilakukan 57% partisipan dari keseluruhan. Kegiatan naptime dilakukan oleh 71% partisipan. Aktivitas daily outings dilakukan oleh 57% partisipan. Aktivitas father’s homecoming biasa dilakukan oleh 57% partisipan. Kegiatan baby’s bathtime dilakukan oleh 86% partisipan. Sebanyak 79% partisipan anak tidur bersama orang tuanya. Dan terdapat 86% partisipan melakukan aktivitas special holidays bersama anak. Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. SSE RENDAH Morning awakening : 60% dari responden menyatakan ada rutinitas bangun pagi tertentu, 40% responden menyatakan tidak ada. Breakfast : 60% dari responden menyatakan ada kebiasaan sarapan bersama, 40% tidak ada Naptime: : 100% dari responden menyatakan bahwa ibu memiliki waktu tidur siang bersama anaknya Daily Outings : 80% dari responden menyatakan ada rutinitas bepergian setiap harinya, 20% tidak ada Father's homecoming: : 60% dari responden menyatakan ada kebiasaaan menyambut ayah sepulang dari bekerja, 40% tidak ada kebiasaan seperti itu. Baby's bathtime: 80% dari responden menyatakan ada jadwal khusus untuk memandikan bayi dan 20% responden menyatakan tidak ada jadwal khusus. Bedtime for children: 80 % dari responden menyatakan ada jadwal khusus bayi untuk tidur, 20% menyatakan tidak ada
35

Special holidays: 80% dari responden menyatakan ada kegiatan berlibur atau menghabiskan akhir minggu yang dilakukan secara rutin sedangkan 20% tidak b. SSE SEDANG Morning awakening : 100% dari responden menyatakan ada rutinitas bangun pagi tertentu. Breakfast : 50 % dari responden menyatakan ada kebiasaan sarapan bersama, 50% tidak ada Naptime: : 100% tidak ada Daily Outings :50% dari responden menyatakan ada rutinitas bepergian setiap harinya, 50% tidak ada Father's homecoming: : 50 % dari responden menyatakan ada kebiasaaan menyambut ayah sepulang dari bekerja, 50% tidak ada Baby's bathtime: 100% dari responden menyatakan ada jadwal khusus untuk memandikan bayi Bedtime for children: 100 % dari responden menyatakan ada jadwal khusus bayi untuk tidur Special holidays: 100% dari responden menyatakan ada kegiatan berlibur atau menghabiskan akhir minggu yang dilakukan secara rutin. c. SSE TINGGI Morning awakening : 71% dari responden menyatakan ada rutinitas bangun pagi tertentu, 29% responden menyatakan tidak ada. Breakfast : 57 % dari responden menyatakan ada kebiasaan sarapan bersama, 43% tidak ada Naptime: : 71 % dari responden menyatakan ada rutinitas tidur siang, 29% tidak ada Daily Outings : 43% dari responden menyatakan ada rutinitas bepergian seiap harinya, 57% tidak ada Father's homecoming: : 57 % dari responden menyatakan ada kebiasaaan menyambut ayah sepulang dari bekerja, 43% tidak ada kebiasaan seperti itu. Baby's bathtime: 86% dari responden menyatakan ada jadwal khusus untuk memandikan bayi dan 14% responden menyatakan tidak ada jadwal khusus. Bedtime for children: 71 % dari responden menyatakan ada jadwal khusus bayi untuk tidur, 29% menyatakan tidak ada Special holidays: 86% dari responden menyatakan ada kegiatan berlibur atau menghabiskan akhir minggu yang dilakukan secara rutin sedangkan 14% responden menyatakan tidak ada waktu berlibur yang khusus.
36

37 .

Meskipun dalam pemenuhan tugasnya setiap responden berbeda-beda. dan usia. dimana pada partisipan SSE Sedang hampir sepenuhnya dilakukan oleh suami ataupun istri. pengetahuan mengenai anak. hal tersebut dikarenakan faktor finansial. sedangkan pada SSE Tinggi. dapat dilihat bahwa secara umum dari semua responden yang telah diwawancarai sudah memenuhi tugas perkembangan childbearing family. Pada partisipan SSE Rendah. mereka dapat membantu dalam hal tersebut. budaya atau kebiasaan yang melekat pada keluarga. karena ibunya bekerja maka pengasuhan dilakukan oleh seorang pengasuh atau keluarga. salah satunya dapat dilihat dari status sosial ekonominya. peran ibu mengasuh anak tidak dilakukan sepenuhnya. Perbedaannya adalah dalam hal pengasuhan anak.BAB V KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan. Dan setiap keluarga mempunyai cara mereka sendiri dalam mencapai setiap tahap perkembangan childbearing family ini. pengetahuan mengenai anak. Pada SSE Sedang dan SSE Tinggi memiliki kesamaan dalam pemenuhan kebutuhan perkembangan si anak. seperti status sosial ekonomi. mereka dalam membantu perkembangan anak dilakukan sekedarnya saja dan pengasuhan anak hampir sepenuhnya dilakukan oleh ibu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa walaupun masih ada kekurangan dalam pemenuhan tugas perkembangan childbearing family ini. banyak faktor yang mempengaruhinya. Hal tersebut dikarenakan faktor finansial. 38 . kesiapan menjadi ibu atau orang tua. cara berpikir serta perkembangan diri dan kesiapan dari suami atau isteri itu sendiri. karena terbatasnya financial yang dimiliki. dan usia. kesiapan menjadi ibu atau orang tua. Hal itu yang menciptakan corak yang unik dari setiap keluarga dalam menjalani perkembangan kehidupannya.

39 .

Dengan spesifikasi sebagai berikut: 1) Suami 1: Seorang karyawan perusahaan yang selalu pulang malam dan sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak punya waktu untuk anak dan istrinya. menghadapi permasalahan yang sama yaitu kurangnya waktu dan perhatian suami terhadap anaknya karena sibuk dengan pekerjaannya. 2) Suami 2: Seorang fotografer yang asyik dengan hasil gambarnya. Landasan Teori 40 . Setelah istirahat sebentar sepulang dari kantor. Fenomena ini akan digambarkan dalam sebuah video yang mengisahkan dua orang istri yang menceritakan suaminya masing-masing dengan latar belakang yang berbeda. memandikan. kelompok kami memilih fenomena (kasus) ini untuk dibahas dari sudut pandang teori Tugas perkembangan Childbearing family. dan sebagainya. ia langsung melanjutkan pekerjaannya. membantu perkembangan anak. merancang pengaturan baru untuk menjadi hidup sehat bagi keluarga muda. jelas bahwa ayah tidak hanya bertanggung jawab untuk mencari nafkah tetapi juga ikut serta dalam merawat dan tumbuh kembang anak. B. Padahal dalam teori dijelaskan bahwa ayah juga memiliki tugas perkembangan antara lain belajar esensi dan perawatan anak. membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi lebih banyak dilakukan oleh ibu. Hasil pembahasan data responden baik status sosial tinggi maupun status sosial rendah mayoritas menunjukkan bahwa Ibu lebih berperan dalam mengurus anak sedangkan ayah mencari nafkah. Dalam hal mengurus anak seperti memberi makan. Oleh karena itu. Latar Belakang Berdasarkan pembahasan yang sudah dijelaskan bahwa kesibukan ayah yang bekerja membuat kurangnya komunikasi dengan anaknya maka kelompok kami memberikan penyuluhan dengan tema “Anak juga butuh ayah: Bagaimana mengefektifkan kualitas interaksi anak dan ayah yang bekerja”. Tema ini sesuai dengan data responden yang diperoleh. Namun. Oleh karena itu.BAB VI PENYULUHAN A.

Belajar untuk mengekspresikan dan mengontrol perasaannya Mengelola perasaan takut dan cemas dengan cara yang sehat Mengembangkan rasa percaya pada dunianya Mengatasi perasaan frustrasi. Mengembangkan sistem komunikasi Pola belajar dari pengenalan dan respon Mengembangkan sistem komunikasi nonverbal. pergi. bahwa topik yang di angkat dalam penyuluhan sesuai dengan teori tugas perkembangan Childbearing family. dan marah secara efektif. padahal ayah juga memegang peranan penting dalam berinteraksi dengan anaknya agar tugas perkembangan anak diatas dapat terpenuhi dengan 41 . atas. dan saling mendukung kebutuhan perkembangan ibu. namun faktanya 90 % interaksi antara anak dan orang tuanya lebih banyak dilakukan bersama ibu. preverbal. datang. kekecewaan. tersenyum. mencintai Memuaskan kebutuhan emosi dengan memperluas kontak Mulai memberi dirinya sendiri secara spontan dan tulus pada oranglain 2. tidak. dan verbal Mendapatkan konsep dasar (ya. ayah dan bayi dalam menguatkan satu sama lain sebagai satu kesatuan.Alasan mengangkat tema “Anak juga butuh ayah: bagaimana mengefektifkan kualitas interaksi anak dan ayah yang bekerja” telah dijelaskan dalam latar belakang. Dalam tugas perkembangan Childbearing family dijelaskan mengenai tugas perkembangan bayi antara lain: 1. bawah. Sebagaimana yang dijelaskan. menyelesaikan konflik tugas-tugas perkembangan dari anggota-anggota keluarga. sesuai perkembangannya Mengelola sikap yang dibutuhkan darinya seiring waktu Harusnya ketiga tugas diatas dipelajari dari hasil interaksi dengan ayah dan ibunya. Belajar untuk mencintai dan dicintai Berespon penuh kasih sayang pada oranglain dengan pelukan. Dimana fokus dari tahapan ini adalah membangun keluarga muda menjadi sebuah unit yang stabil. dsb) Menguasai fundamental bahasa dasar dalam interaksi dengan orang lain 3.

Jenis Penyuluhan Penyuluhan dengan tema “Anak juga butuh ayah: bagaimana mengefektifkan kualitas interaksi anak dan ayah yang bekerja” akan diberikan dalam bentuk acara TV yang dipandu oleh pembawa acara dan menghadirkan seorang narasumber. Alur 42 . Selama beberapa menit. D. 3. meningkatnya kebutuhan emosional dan fisik terhadap kehadiran anak. baik dilakukan sendiri maupun bersama istri dan memahami perkembangan anak. pembawa acara bersama narasumber akan membahas fenomena (kasus) yang terjadi. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang cukup tentang perawatan anaklebih dini yang akan bermanfaat pada kehidupan bayi kelak. akan membuat interaksi pribadi yang intim dengan bayi. mendengarkan keluhan istri. 2. Antara lain: 1. Pembawa acara akan menanyakan beberapa hal dan meminta pendapat dari narasumber. Membantu perkembangan anak dalam masa Bersama istri membuat perencanaan memfasilitasi perkembangan anak untuk selanjutnya. Narasumber adalah seorang Psikolog yang memiliki kompetensi dalam memberikan informasi dan pengetahun seputar Childbearing family. Mempraktikan bagaimana merawat bayi dan anak. Belajar esensi bayi dan perawatan anak Pengetahuan dini mengenai anak.baik. narasumber juga diminta memberikan beberapa tips untuk mengefektifkan kualitan interaksi antara ayah yang bekerja dengan anaknya. Membuat jalan untuk tekanan baru membuatnya sebagai seorang ayah muda Menerima tanggung jawab untuk merawat anak. Dengan mendapat pengetahuan lebih dini. Di akhir. Karena ayah juga memiliki tugas perkembangan. C.

E. Yang penting. maka narasumber memberikan beberapa tips yaitu: • Luangkan Waktu. Waktu adalah tonggak penyangga pengasuhan yang baik. Karenanya. jika ingin memiliki 43 . Tidak perlu berjam-jam. jauhkan gangguan dan konsentrasikan perhatian kita kepada mereka. Hubungan orang tua-anak yang baik memerlukan waktu yang memungkinkan mereka berkumpul secara fisik. mereka akan lebih bersemangat untuk berbagi perasaan dan pikiran. Sebaliknya. kalau orang tua merendahkan gagasan anaknya atau mengkritik kata-katanya.• • • • • • • • • • Pembawa acara membuka acara dengan memberikan prolog mengenai fenomena (kasus) yang akan dibahas Pemutaran video yang menunjukkan fenomena tersebut Pembawa acara mengajak pemirsa melihat video selanjutnya Pemutaran video yang menunjukkan bagaimana pendapat masyarakat mengenai “apakah setuju dengan pendapat bahwa tugas ayah hanya mencari nafkah? Sedangkan ibu mengurus anak?” Pembawa acara mempersilakan narasumber duduk Pembawa acara memberikan prolog sebelum masuk segmen diskusi Narasumber memberikan beberapa komentar mengenai fenomena yang ditayangkan sebelumnya Diskusi bersama narasumber mengenai topik “efektifkan kualitas interaksi ayah yang bekerja dengan anak” Di akhir. Tips Untuk menangani fenomena yang dibahas sebelumnya yaitu “bagaimana mengefektifkan kualitas interaksi antara ayah yang bekerja dengan anak”. Ketika bersama mereka. orang tua secara konsisten meluangkan sedikit waktu bersama anak-anak hampir setiap hari. • Jadilah pendengar yang baik. Bila anak-anak mengetahui bahwa kita benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan. anak itu akan menarik diri dan memilih lebih dekat pada teman. narasumber memberikan tips Pembawa acara memberikan kesimpulan singkat dan selanjutnya menutup acara.

• Jangan menggantikan kasih sayang atau waktu dengan uang. Memang penting untuk mengajarkan anak-anak bagaimana mengelola uang. dan sedang apa. Kalau anak merasa diabaikan. mari menjadi pendengar yang baik. Memperhatikan mereka sewaktu mereka baik.staff.pengaruh dalam kehidupan anak.B. DAFTAR PUSTAKA • • • Duvall.php? option=com_content&view=article&id=32:10-langkah-bagiayah-ibu-bekerja&catid=3:keluarga&Itemid=6 44 . 1957. Ini bagian paling berat sebagai orang tua.ac.ugm.Lippicott Company. Philadelphia: J. • http://khabib. Kita cenderung lebih memperhatikan anak-anak ketika mereka menjengkelkan. Berikan perhatian. Namun. sedang bersama siapa. Evelyn Millis. jauh lebih sulit untuk memperhatikan perilaku baik mereka. Sesuatu yang diperoleh melalui bekerja. jika ingin anak berperilaku baik. Kita dapat membentengi mereka dari pengaruh buruk dengan membuat mereka untuk selalu berusaha bila ingin memperoleh sesuatu. secara bawah sadar ia akan berperilaku salah untuk menarik perhatian kita. Pesan materialistis di televisi mudah sekali merasuki anak dan membangkitkan keinginan mereka untuk membeli ini dan itu. tetapi jangan gunakan uang sebagai pengganti waktu atau kasih sayang kita. berilah perhatian pada hal-hal yang kita sukai dari mereka. akan lebih terasa nilainya. Mereka akan menerima kita bila kita membantu mereka memecahkan masalah. Pengawasan. memang memerlukan usaha.id/index. Marriage and Family Development 5th Edition. Sebaliknya. Sangatlah penting bagi orang tua untuk mengetahui di mana anaknya.

SUB DIMENSI Adopting housing arrangements to the little child. persiapan seperti apa yang anda lakukan? Misalnya persiapan menjadi orangtua.Bagaimana perasaannya ketika anak pertama lahir dan mulai hidup bersama di rumah? . lemari.Bagaimana aktivitas anak di dalam rumah? 45 . : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang INDIKATOR .Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak.Sebelum anak lahir.Apakah saya boleh tahu. dan lain-lain) . Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi ITEM PERTANYAAN .(jika ada perubahan) Apa yang menjadi pertimbangan dalam merubah tata letak barangbarang di rumah? . 1. pentanaan ventilasi. menyiapkan kebutuhan bayi dan penataan rumah? . anak anda tidur dengan siapa? (bila dengan orangtua) Apakah ada rencana untuk menyiapkan ruangan khusus untuk anak? (bila sudah tidur sendiri) Bagaimana prosesnya ketika dahulu menyiapkan ruangan khusus untuk anak? .LAMPIRAN KISI-KISI PERTANYAAN (GUIDELINE) No .Bagaimana tata letak barang-barang dirumah sebelum dan setelah kelahiran anak? Apakah ada perbedaan yang signifikan antara dua kondisi itu? (misal tata letak meja.

dan sekolah anak kelak? .Bagaimana bapak dan ibu mensiasati atau mempersiapkan anggaran untuk kelahiran sang anak? Seperti biaya rumah sakit.Menurut anda. . kerjaan jadi terganggu dll lalu bagaimana solusinya? .Apakah bapak dan ibu memiliki atau mencari usaha tambahan untuk kelangsungan kehidupan anak? Apa alasannya bapak-ibu mencari usaha tambahan? . Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. apakah tata letak barang-barang rumah tangga yang sekarang sudah cukup kondusif untuk tumbuh-kembang anak anda? .Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan.Apakah ada penyesuaian penataan rumah dengan aktivitas anak? .Apakah bapak-ibu pernah mengalami keluhan dalam memenuhi anggaran bagi sang anak? misalnya: karena sibuk mengurus anak.2.Bagaimana tanggapan keluarga besar dengan kehidupan anggaran keluarga?apakah ada bantuan dari keluarga besar? .Bagaimana cara anda melindungi anak dari barang-barang yang sekiranya berbahaya bagi anak? . pertumbuhan. .Orangtua membagi tanggungjawab dalam perawatan anak .Masing-masing orangtua melakukan Biasanya ia bermain dibagian rumah yang mana? .bagaimana cara anda berdua membagi tugas dalam merawat dan memenuhi kebutuhan anak anda? probing: 46 . dokter anak.Apakah terdapat perubahan tanggung jawab dari sebelum dan setelah anda memiliki anak? .Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya 3. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang . dan perkembangan sang anak.

bagaimana bapak dan ibu menyelesaikan masalah yang biasanya muncul dalam mengurus rumah dan anak? .apa yang biasanya ibu dan bapak ceritakan di waktu senggang pada malam hari? (apakah ibu berbagi cerita dalam mengurus rumah dan perkembangan anak kepada bapak?) (apakah bapak berbagi cerita dalam pekerjaannya kepada ibu?) . memandikan. biasanya dalam hal apa?) .kapan saja bapak/ ibu bermain bersama sang anak? hubungan . Communicating with one another in the family • Interaksi atau Memiliki perasaan bagaimana cara bapak/ ibu bermain bersama anak? puas dalam menjalin . masak.Bagaimana cara bapak/ ibu menjaga kedekatan 47 . sedangkan ayah mencari uang dan terkadang membantu istri merawat anak) . belanja. Facilitating members’rolelearning : .harus dilakukan oleh orang tuanya.bagaimana cara ibu/bapak mengajarkan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak dalam keluarga? 5.apakah ada tolong-menolong antara ibu dan bapak dalam mengurus rumah setelah ada anak dalam keluarga? (jika ada.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan .adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada anak .adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing . membersihkan rumah. tugasnya sesuai peran (misalnya Ibu memberi makan.siapa yang memberi makan?memandikan? membersihkan kamar? Belanja?masak?mencuci baju? Mencari nafkah? 4. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka.

saling menjaga perasaan pasangan mereka Adanya diantara tersebut cinta hubungan Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive dengan sang anak? .Apakah ada bantuan dari pihak lain. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive.Biasanya ketika keluarga (misalnya keluarga besar)? lainnya orang tua si bayi tidak . Saling menjaga perasaan pasangan Planning for Future Jika: Children a) memiliki keinginan : bagaimana rencana orang untuk memiliki anak lagi tua setelah memeliki anak pertama -mengapa Saudara tidak ingin punya anak lagi? b) tidak memiliki keinginan -Jika iya. 7.Adanya bantuan . apa yang akan bapak/ ibu lakukan agar perasaan kesalnya tidak bertahan lama? seberapa besar keinginan untuk memiliki anak kedua? -Bagaimana persiapan untuk mendapatkan anak lagi? -Apa yang diinginkan dari anak kedua dan seterusnya? 48 .Apakah ada masukan / saran / wejangan material dan immaterial.? Biasanya bantuan apa yang hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka.Apakah ada tradisi khusus untuk penyambutan mendapatkan bantuan anggota keluarga? dari keluarga (biasanya .Bagaimana respon anak ketika bapak/ ibu mengajarkan hal-hal baru kepada sang anak? Bagaimana cara bapak/ ibu memanggil pasangan atau anggota keluarga lainnya? Bagaimana cara bapak/ ibu mempertahankan cinta bapak/ ibu? Apa yang bapak/ ibu lakukan saat melihat pasangan sedang mengalami kesulitan? Jika salah satu pasangan sedang merasa kesal kepada bapak/ ibu. selain karena keluarganya keluarga. adanya cinta diantara hubungan itu.Bagaimana harapan keluarga besar terhadap others dari keluarga dalam kelahiran bayi pertama? : memperoleh bantuan bentuk materi atau . Apa usaha untuk menghambatnya? untuk memiliki anak lagi Relating to relatives and . dari non-materi tentang mengurus anak dari salah satu anggota keluarga besar atau yang .6.

misalnya tetangga. .saling menghargai antar pasangan . 8.Apa yang biasanya dilakukan sebelum dan sesudah sarapan? 49 .memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua .pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak.Apakah keluarga memiliki kebiasaan sarapan bersama? . biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan.Apa yang biasanya dilakukan orangtua ketika bangun tidur? anak dan/atau Breakfast . Family rituals and routines . mendapatkan penghargaan.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening diberikan? .Bagaimana caranya pasangan mendukung satu sama lain dalam melaksanakan perannya sebagai orangtua? .jauh).adakah permasalahan yang dihadapi dalam pengasuhan? Bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut? 9.

Apa yang biasanya dilakukan anak dan ibu ketika ayah pulang kerja? .Apakah orangtua sering memandikan anak bersama sambil bermain dengan anak? .Apakah keluarga memiliki kegiatan khusus bersama? Jika ada.Apa yang biasanya dilakukan keluarga saat hari libur? . tolong jelaskan? Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays 50 .Dengan siapa anak tidur? .Apakah anak dan ibu memiliki waktu tidur siang bersama? .Siapa yang biasanya memandikan anak? .Apa yang biasanya ibu dan/atau anak lakukan ketika menjelang waktu tidur? .Bagaimana jika ayah pulang? anak sambil Daily Outings Father's homecoming .Naptime .Apa yang biasanya dilakukan menunggu ayah pulang kerja? .

HASIL INTERVIEW Responden dengan SE Rendah : 1 – 5 RESPONDEN 1 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Eka Nur Syabanawati NPM :190110080064 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial :P Usia : 25 tahun Pendidikan terakhir:SMA Pekerjaan : Pedagang keliling Alamat : Jatinangor Istri Inisial :S Usia : 23 tahun Pendidikan terakhir: SMA Pekerjaan : Ibu rumah tangga Alamat : Jatinangor Anak Inisial Usia Usia pernikahan :N : 1 tahun 11 bulan : 3 tahun 51 .

namun karena anak masih kecil.Mencari uang untuk DESKRIPSI Orang tua sebenarnya mengetahui bagaimana kondisi rumah yang aman dan nyaman bagi anak.Memandikan . untuk membersihkan rumah dan memasak juga dipegang oleh istri. Suami bekerja setiap hari. suami ikut membantu istri.Mencuci baju . Orang tua berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari.NO 1. Salah satu yang dapat dilakukan orang tua adalah memasang kelambu pada kasur mereka.Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. karena anak mereka sampai sekarang masih tidur bersama orang tua. 2. INDIKATOR . karena mereka yang mereka tempati sangat kecil dan hanya memiliki satu kamar. . istri menunda dulu sampai anak sudah lebih besar lagi.Orang tua mempersiapkan anggaran untuk masa depan sang anak . juga menabung untuk masa depan anak. Assuming Mutual Responsibility Merawat anak dipegang oleh istri. Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi .Belanja . Meeting Present and Future Costs of Childbearing: 3. Saat ini yang bekerja hanya suami saja. SUB DIMENSI Adopting housing arrangements to the little child.Masak . Namun. sehingga tidak bisa ikut merawat anak aehari-harinya.Memberi makan . Namun jika ada kesempatan. namun sebenarnya istri juga memiliki rencana untuk membantu suami mencari uang.Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . orang tua tidak banyak merubah kondisi rumah. Selain itu.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk kebutuhan dan perlengkapan sang anak. 52 .

adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive Orangtua membiasakan anak untuk bisa melakukan hal baik. 5. mereka akan cepat luluh dan segera berbaikan. Apabila salah satu pasangan sedang kesal terhadap pasangannya. Communicating with one another in the family Orang tua mempunyai waktu khusus untuk bertukar pikiran dsb. biasanya tidak pernah lama. pasangan lain ikut membantu mencari jalan keluarnya. Ketika pasangan sedang mengalami kesulitan. Hal yang menjadi alasan mereka tidak lama kesal adalah anak mereka.memenuhi kebutuhan anak 4. Misalnya ketika akan tidur. Facilitating members’rolelearning adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing . misalnya melihat kelucuan tingkah laku anak. Setiap melihat anak. 53 . Orangtua juga mengajarkan anak untuk tidak melakukan hal yang tidak baik.

adanya bantuan dari keluarga dalam bentuk materi atau non-materi Orang tua belum memiliki rencana untuk mempunyai anak lagi. namun tetap dalam pengawasan.6. mendapatkan penghargaan. biasanya orang tua membiarkan dahulu anaknya bermain. karena masih fokus dalam hal materi untuk memenuhi kehidupan sehari dan menabung untuk anak pertama mereka. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. Permasalahan yang paling sering muncul adalah anak yang sangat aktif sehingga harus selalu dijaga. . Bantuan berupa non-materi misalnya wejangan cara mengurus anak. istri juga dibantu oleh ibunya dalam mengurus anaknya. orang tua juga dapat mengatasinya.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . Keluarga mendapatkan bantuan baik berupa materi maupun non-materi ketika melahirkan anak. relating to and others Jika : a. Planning for the future children 7.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . Orang tua mampu memahami dan menghargai masing-masing.saling menghargai antar pasangan 54 . Ketika ada permasalahan dalam pengasuhan. 8. atau bagaimana merawat badan setelah melahirkan. Memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi b. Memiliki persiapan untuk memiliki anak lagi relatives . Ketika baru melahirkan. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan.

Family rituals and routines . belum ada karena ayah bekerja setiap hari. Anak juga mempunyai kebiasaan menunggu ayahnya pulang kerja sambil bermain. 55 . jadi belum pernah ada waktu libur kecuali libur hari raya Keluarga tidak memiliki waktu khusus untuk berlibur. tidur siang bersama. misalnya. Namun ada beberaoa kebiasaan yang sering dilakukan anak dan ibu.9.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening Breakfast Naptime Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays 2 2 1 1 1 1 2. karena ayah bekerja setiap hari sehingga tidak mempunyai waktu untuk berlibur.

SUB DIMENSI INDIKATOR Adopting housing .Orangtua mengetahui DESKRIPSI JAWABAN Persiapan menjadi orang tua dilakukan dengan bertanya kepada 56 .000.000. NPM : 190110070069 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Nama Inisial :H Usia : 36 tahun Pendidikan terakhir: STM Pekerjaan : Wirausahawan fotokopi Alamat : Jatinangor Istri Nama Inisial : Usia : Pendidikan terakhir: Pekerjaan : Alamat Anak Nama Inisial Usia anak K 28 tahun SMEA Ibu Rumah Tangga : Jatinangor :F : ± 3 tahun Usia pernikahan : 4 tahun Penghasilan Total : ± Rp. 2.-/bulan NO 1.RESPONDEN 2 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Anggi Quartri S.

Tidak terlalu terjadi perubahan bentuk rumah dan penataan di rumah sejak anak lahir karena memang ukuran rumah yang dapat dikatakan relatif kecil dan hanya memiliki 1 kamar. namun sejak istrinya hamil. Tidak ada usaha tambahan tapi berusaha meningkatkan penghasilan dari 57 . penataan rumah . mereka pindah ke rumah di Jatinangor untuk persiapan tempat tinggal saat anaknya lahir. Tempat tidur tetap memakai ranjang namun anak selalu di tengah agar anak tidak jatuh. barang-barang berbahaya seperti benda tajam diletakkan di tempat yang tinggi dan sulit dijangkau anak. . Dan sekarang ketika anak sudah mulai tidur di kasur sendiri. dan lain-lain.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk kebutuhan dan perlengkapan sang anak.arrangements to the bagaimana menata little child rumah agar aman dan Menyesuaikan nyaman bagi anak. Namun memang ada barang tambahan misalnya lemari khusus anak. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk . Menurut ibu ini dia merasa tata letak barang di rumahnya sudah cukup aman tapi memang kurang mengembangkan kreativitas anaknya. anak lebih memiliki banyak teman seumur dan ruang geraknya lebih luas. Demi keselamatan dan keamanan si anak. Awalnya pasangan ini tinggal di kosan di Bandung. kasur itu tidak diberi ranjang. Namuan sang istri berhenti bekerja setelah anak berumur 2 tahun karena ingin fokus membesarkan anak sehingga yang bertugas mencari uang hanyalah suami sehingga sang istri harus pintar membagi penghasilan dari usaha fotokopinya. Ketika anaknya lahir berusaha ikut asuransi pendidikan meskipun bukan asuransi yang mahal.Orangtua melakukan tangga dengan anak. Karena ketika 2 tahun pertama tinggal di rumah neneknya dan hanya bertemu sekali seminggu dengan ibunya. Mempersiapkan sebelumnya dengan menabung karena istri dan suami sama-sama bekerja. penataan barangMenjaga meubel dan barang di rumah sesuai peralatan rumah dengan kebutuhan bayi tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang 2.Orang tua mempersiapkan anggaran untuk masa keluarga dekat bagaimana mengurus anak misalnya susu apa yang diberikan terus bagaimana memilih pengasuh karena ibunya bekerja.

Ketika ada masalah biasanya menyelesaikan ketika suasana sudah mulai baik baru didiskusikan. Assuming Mutual Responsibility Kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. Ketika suami pulang kerja. 6 bulan pertama menggunakan pengasuh yaitu tetangga. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. Setelah 2 tahun. Cara mengajarkan mana yang boleh dan tidak boleh pada anak dilakukan dengan mengajari dengan pelan-pelan namun jika anaknya tidak mau maka akan diberi contoh efek negatif dari perbuatannya. Semua pembiayaan ditanggung sendiri termasuk ketika anak dititipkan pada orang tua. suami menceritakan pekerjaannya pada istrinya.Memiliki perasaan puas Setelah berhenti bekerja ketika anaknya berusia 2 tahun. Memberi makan Ada. depan sang anak 3. Dan terkadang tanpa ditanya. Lalu mulai dari 6 Memandikan Membersihkan kamar/ bulan-2 tahun anak diurus oleh neneknya. istri rumah untuk menjamin berhenti bekerja dan fokus merawat serta mengurus anak. Facilitating members’role. Pasangan ini sering melakukan sharing tentang perkembangan anaknya.masa depan sang anak. biasanya dia langsung menanyakan kegiatan anaknya atau kadang si anak sendiri yang suka menceritakan pada ayahnya.adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing . Jadi anak dititipkan selagi ayah dan ibu bekerja.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi 58 . Belanja Masak Mencuci baju Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak 5. Communicating with . Mencari uang menjadi tugas utama suami yaitu dengan kesehatan bayi menjalankan usaha fotokopi. pasangan ini memberikan biaya bulanan untuk perawatan anak.learning - - usahanya sekarang. Misalnya jika main pisau nantinya bisa berdarah. Ibu one another in the dalam menjalin selalu menemani anaknya bermain Namun 2 tahun pertama anak . 4.

lagi relatives adanya bantuan dari Ibu menerima banyak masukan dari keluarga besar dan keluarga dalam bentuk lingkungannya misalnya bagaiman menjaga kualitas susu anak materi atau non-materi ketika ditinggal pergi ibunya bekerja. Dan ketika ada masalah akan didiskusikan bersama ketika suasana hati kedua pasangan sudah lebih baik. Ada tradisi khusus yaitu aqiqah yaitu tradisi pemotongan rambut bayi. Relating to and others Rencana memiliki anak kedua sudah ada semenjak anak pertama berumur 2 tahun karena merasa rentan jika melahirkan anak di atas usia 30 tahun. family : Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. Biasanya anak akan bermain petak umpet. Untuk menjaga kedekatan dengan anak. Ayah memang adalah orang yang sangat perhatian terhadap anak dan suka mengajak ngobrol anak dan istri. kuda-kudaan bersama ibu dan bermain sepak bola bersama ayah. Anak selalu dikenalkan dengan panggilan-panggilan pada orang yang baru dikenalnya. Namun karena pertimbangan ekonomi yang belum terlalu memadai jika memiliki anak kedua.Adanya cinta diantara hubungan tersebut . adanya cinta diantara hubungan itu. saling menjaga perasaan pasangan mereka Planning for Future Children : Bagaimana rencana orang tua setelah memeliki anak pertama hubungan . lalu memilih pengasuh yang baik dan bersih.Membentuk interaksi yang sensitif dan responsif lebih sering bermain bersama nenek kakeknya dan pengasuh. ketika masih bekerja ibu selalu berusaha menghabiskan waktu bersama anak ketika dia libur. 7. Jika: a) memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi 59 . Ibu juga sempat dibantu merawat anak ketika usia 6 bulan hingga 2 tahun karena Ibu bekerja. Persiapan untuk memiliki anak kedua sudah dimulai dengan berusaha menabung b) Memiliki persiapan sedikit demi sedikit dan pasangan ini ingin memiliki anak kedua untuk memiliki anak berjenis kelamin perempuan. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive.6.

saling menghargai mendapatkan antar pasangan penghargaan. pengasuhan Family rituals and Morning awakening Anak biasanya bangun ketika ayahnya bangun routines Breakfast Keluarga ini memiliki kebiasaan sarapan bersama Naptime Biasanya istri akan menidurkan anak. Si ibu yang lebih fokus merawat anak. memandikan. Keluarga ini sering mengajak anaknya bermain sebelum Harapan keluarga besar terhadap anak adalah menjadi pembawa manfaat dan pemaaf sesuai dengan namanya dan mempererat silahturahmi di keluarga mereka. setelah itu istri akan mengerjakan pekerjaan dalam dalam membereskan rumah. Baby's bathtime Yang biasanya memandikan anak adalah ibu. menidurkan dan bermain bersama. Father's homecoming Anak dan Ibu tidak akan tidur sebelum ayahnya pulang. dan . Bahkan mereka sering menyusul ayah ke tempat usahanya. Tapi hal ini tidak dibiarkan menjadi masalah yang besar dan biasanya langsung dibicarakan bersama. Ada pembagian.pasangan saling and Morale mendukung dalam : Pasangan dapat saling kegiatan pengasuhan mendukung dan .pasangan dapat dapat mengatasi mengatasi konflik yang konflik dalam terjadi dalam pengasuhan. Namun jika anak ingin dimandikan oleh ayah. Daily Outings Ibu merawat anak seperti memberi makan. .8. 9. 60 . Namun Ayah juga sering membantu Ibu dalam merawat anaknya. maka ayah akan mengerjakannya.memiliki kepuasan mendapat kepuasan dalam pengasuhan dalam kegiatan sebagai orang tua pengasuhan. Maintaining Motivation . namun suami tidak setuju dengan perlakuan istrinya. Dan Ibu juga membantu Ayah di usaha fotokopinya ketika sedang ramai. istri terkadang membentak anaknya. Ada permasalah yang terjadi ketika merawat anak misalnya cara mendidik anak. Namun terkadang anak suka pindah lagi ke kasur orang tuanya. Kalau istri sedang merasa kesal atau lelah dengan tingkah laku anak. Bedtime for children Anak tidur sekamar dengan orang tua tapi telah memiliki kasur sendiri.

Terkadang keluarga akan mengikuti piknik bersama keluarga besar. Keluarga ini juga melakukan kunjungan ke tempat nenek dan kakek sebulan satu kali. 61 . pasangan ini akan pergi ke pusat perbelanjaan dan hari minggu ke pasar. Biasanya di hari Sabtu.Special holidays tidur.

000. Septina Mustikaningrum NPM :190110070088 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami: Inisial : DM Usia : 25 tahun Pendidikan terakhir: SMP Pekerjaan : Office Boy Alamat : Jatinangor Istri inisial : NK Usia : 23 tahun Usia perkawinan : 2 tahun 5 bulan Pendidikan terakhir: SMA Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Jatinangor Anak Inisial Usia : FS : 5 bulan Usia Pernikahan : 2 tahun 5 bulan Penghasilan Total : ± Rp. 850./bulan 62 ..RESPONDEN 3 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : A.

1 kamar mandi. 1. rumah agar aman dan bagaimana penataan rumah yang baik bagi anak. mengatakan bahwa mereka tidak melakukan rumah tangga dengan . oleh karena itu ia menyiapkan kasur tersebut agar ia dapat menyusui anaknya sambil berbaring dan menonton tv. Menjaga meubel menambahkan tempat tidur ayun bagi bayi dan kasur lipat penataan barangdan peralatan rumah diruang keluarga. yaitu DM dan NK. ada ruang tamu dan ruang keluarga yang menyatu. Ketika interviewee bertanya bila anak mereka sudah besar. dan 1 dapur. Adopting housing . Karena anak mereka masih bayi. responden menjawab “tidak”.Orangtua mengetahui Dari interview dan hasil observasi yang dilakukan mengenai arrangements to the bagaimana menata bagaimana kondisi rumah setelah keadaan anak dan little child. maka mereka mengatakan bahwa bayi tersebut lebih baik tidur bersama mereka agar lebih mudah bila anaknya ingin menyusu pada ibunya. Ibunya beralasan bahwa menyusui anak sambil duduk atau menggendongnya akan membuatnya pegal. ia menjelaskan bahwa tempat tidur ayun itu hanya digunakan bila ia merasa pegal ketika ingin membuat anaknya tidur (anaknya tidak mau tidur jika tidak sambil digendong). masih tinggal dirumah mertua dari pihak isteri. dengan kebutuhan bayi anak yang sedang Ketika ditanya apakah tempat tidur ayun itu digunakan setiap tumbuh dan berkembang hari. Rumah mereka terdiri dari 3 kamar. Rumah yang mereka tinggali merupakan rumah pemilik kost interviewer. apa yang akan mereka lakukan untuk menghindarkan anak 63 . namun selain itu tidak ada barang-barang barang di rumah sesuai tangga agar aman bagi yang digeser atau dipindahkan.Catatan : Pasangan ini semenjak menikah hingga sekarang mempunyai anak.Orangtua melakukan pengubahan tata letak barang dirumah. pasangan ini : Menyesuaikan penataan nyaman bagi anak. Kasur lipat yang ada diruang keluarga pun berfungsi bila ibunya akan menyusui anaknya. NO SUB DIMENSI INDIKATOR DESKRIPSI . Mereka hanya anak.

mencuci piring. 3.Memandikan . mereka berkata bahwa mereka akan mengawasi anaknya bermain saja dan bukan melakukan penataan ulang atau mengubah perabotan rumah tangga tersebut agar aman bagi anak bermain di dalam rumah. belanja.Mencuci baju .Memberi makan . Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya.Belanja . Mereka belum terpikirkan untuk membuat tabungan bagi masa depan anak mereka.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak mereka dari perabotan rumah tangga yang berbahaya. dan jarang sekali mencuci baju kecuali baju bayinya. Bahkan setiap pagi ketika anaknya menangis.Masak . ia baru bisa mengelap saja. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk .Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . . dan perkembangan sang anak. Ia berkata bahwa ia masih belum berani memandikan bayinya sehingga ibunya lah yang memandikan. mertua lah yang sering berusaha 64 . Selain itu. Sehingga itu berdampak pada tugastugas seorang ibu atau isteri yang masih belum bisa ia lakukan.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. pertumbuhan. Untuk biaya masa depan anak.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya . baju bayi dan terkadang biaya ke dokter bila anaknya sakit. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak.2. NK mengaku belum bisa memandikan bayinya. NK juga tidak pernah memasak. alasannya karena takut dan malas. Kedua responden mengatakan bahwa biaya bagi anaknya saat ini masih bias mereka penuhi karena anak mereka masih kecil dan belum membutuhkan biaya yang besar bagi perawatannya. Mereka juga mendapat bantuan dari mertua seperti popok. mereka mengatakan bahwa mereka belum menyiapkan apa-apa dengan alasan anak mereka masih sangat kecil. Isteri (NK) mengatakan bahwa mempunyai anak sekarang ini bagaikan mimpi baginya dan masih tidak percaya bahwa ia telah memiliki anak. Semua kegiatan itu dilakukan oleh ibunya.

biasanya yang dilakukan memang saling diam.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan .00. ia bekerja dari pukul 05. mereka justru malah saling diam dan menuggu pasangan mereka untuk bicara duluan. Namun. Ketika salah satu pasangan sedang kesal terhadap pasangannya. Dalam menghadapi konflik. Namun. Ketika ditanya apakah ia mengetahui kewajiban sebagai orangtua. dan lain-lain. ia menjawab iya.30 pagi dan pulang kerumah pukul 19. Pasangan ini mengaku jarang mengobrol. Oleh karena itu mereka akan membiarkan pasangannya yang sedang kesal 65 . mengasuh. Suami (DM) berperan dalam mencari nafkah. Mereka hanya mengobrol jika ada hal-hal penting yang urgent untuk dibicarakan. Facilitating members’rolelearning : . Communicating with one another in the family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. seperti merawat anak. memberi makan. DM dapat melakukan tugas-tugas yang biasa dilakukan isteri yaitu mem-bedong bayi. adanya cinta Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut Membentuk interaksi yang sensitif dan menenangkan bayinya dan menggendong bayi itu untuk dibawa berjalan-jalan atau sekedar berjemur. karena hampir keseluruhan tugas merawat anak dilimpahkan kepada isteri.alasan mereka adalah. 4. anaknya sudah tidur. ketika ditanya apakah mereka merasa puas dalam menjalin hubungan. Suami hanya berkonsentrasi dalam mencari nafkah dan hanya bermain dengan anak pada akhir minggu atau hari libur saja. Suami (DM) lebih berkonsentrasi untuk mencari nafkah saja. justru akan semakin membuat kesal. mengganti popok. Pembagian tugas yang spesifik dalam mengurus anak tidak ada. bila orang yang sedang kesal ditanggapi. Ia jarang berinteraksi dengan bayinya karena ketika ia pulang bekerja.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi 5. mereka mengatakan “Iya syukur Alhamdulillah segini juga”. mengganti baju bayi.anak mereka.

membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. Banyak harapan dan bantuan Peran keluarga besar sangat berpengaruh dalam keluarga NK dan DM. Planning for Future Children : bagaimana rencana orang tua setelah memeliki anak pertama Relating to and others responsive hingga kesalnya hilang kemudian baru menyapanya kembali. Saling menjaga perasaan pasangan Jika: a) memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi Mereka mengatakan bahwa mereka memang ingin mempunyai anak lagi tetapi hanya jika anak pertama mereka ini sudah berumur 6 atau 7 tahun. mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat. Tempat tinggal pasangan ini berdekatan dengan rumah saudara-saudara dari pihak NK. Banyak yang memberikan wejangan kepadanya seperti bagaimana mengurus bayi dan lain-lain. saling menjaga perasaan pasangan mereka 6. Dengan cara itu lah mereka saling menjaga perasaan satu sala lain.Keluarga besar memberikan bantuan. terutama dari orangtua NK karena mereka tinggal dirumah orangtuanya. b) tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi relatives .diantara hubungan itu. Selain itu orangtua NK juga banyak membantu dalam hal biaya perawatan anak seperti membantu membiayai kelahiran anak dan perawatan ke dokter bila anak NK dan DM sakit. NK sering membawa anaknya mengunjungi rumah saudara-saudaranya. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. 66 . Ibu dari NK sering membantu NK dalam merawat bayinya karena Nk sendiri belum terlalu terampil dalam mengurus anak. suamiistri. 7. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama).

khususnya kakek-nenek si bayi. contohnya sumai jarang sekali menanyakan apakah isterinya lelah dalam mengurus bayi seharian. rencanarencana yang berhubungan dengan financial. . rutinitas dalam berumah tangga.Biasanya ketika orang tua si bayi tidak mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya karena keluarganya jauh). dll. misalnya tetangga. .pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . bahkan ketika suaminya berangkat 67 . biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat. maka mereka jarang sekali menanyakan bagaimana perasaan pasangannya. seperti persoalan rumah tangga. ia jarang sekali melayani kebutuhan suaminya. dan sebagainya.8.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua Karena komunikasi diantara pasangan ini tidak terlalu baik. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak. Isteri pun demikian. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan yang akan muncul dari keluarga besar.

Family rituals and routines .pengasuhan. ia jsutru lebih memilih untuk tidur daripada melayani kebutuhan suaminya sebelum berangkat kerja. DM langsung mandi.saling menghargai antar pasangan . mendapatkan penghargaan. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan.30 pagi sedangkan isterinya (NK) dan bayinya masih tidur. 9. Jadi tidak ada rutinitas pagi yang dilakukan bersama Tidak ada aktivitas spesifik yang dilakukan bersama Anak memang memiliki waktu tidur siang tetapi NK jarang melakukan tidur siang. Biasanya sepulang kerja. Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays Biasanya suami (DM) pergi bekerja pada pukul 05. ia lebih sering menonton tv Biasanya NK atau ibu mertua membawa bayinya ke rumah saudara yang rumahnya dekat dari rumah mereka Tidak ada hal khusus yang dilakukan ketika ayahnya pulang bekerja.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening Breakfast Naptime Daily Outings kerja. keluarga ini mengunjungi rumah saudara merea bersama-sama 68 . bermain sebentar dengan anaknya bila masih terbangun kemudian tidur Yang memandikan bayi mereka adalah ibu mertua mereka Biasanya ibunya hanya menyusui anaknya atau mengayunnya dikasur ayun untuk membuat bayinya tidur Ketika akhir minggu saja. makan dan menonton tv.

00/Bulan INDIKATOR DESKRIPSI SUB DIMENSI 69 .000.RESPONDEN 4 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Ratu Annissa Apsyari Npm : 190110080016 IDENTITAS INTERVIEWEE Ayah Inisial : AF Usia : 28 Tahun Pendidikan terakhir: S1 Pekerjaan : Swasta/Fotografer (sampingan) Alamat : Bandung (tinggal bersama orang tua istri) Ibu Inisial : DB Usia : 27 Tahun Pendidikan terakhir: D3 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Bandung (tinggal bersama orang tua istri) Anak inisial Usia Usia pernikahan Penghasilan NO : TZ : 3 Tahun : 4 Tahun : ± Rp. 2.000.

perlengkapan bayi seperti bajunya. Dulu. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang . tetapi sekarang ia berpkir bahwa ia tidak bisa menggunakan uang sebebas dulu. sebelum dan sesudah kelahiran. misalnya beli susu. Menurut Ayah ada proses adaptasi. DB. Kondisi fisik rumah pun. yaitu colokan listrik yang diplester karena dirasa terlalu bawah dan takut dipakai main. dipikir kepakai dan murah” baru dibeli. Adopting housing arrangements to the little child. Ada persiapan yang dilakukan sebelum kelahiran tetapi hanya sebatas bersih-bersih. tidak banyak yang berubah karena dirasa ventilasi udara dan cahaya sudah cukup. sekarang ada kebutuhan lain. . misalnya dulu hura-hura. Pertimbangan yang diambil untuk perubahan fisik di dalam rumah menurut pasangan itu dikarenakan kehati-hatian. : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. 1. “makan ya makan aja” sesuka hati.Orangtua melakukan penataan barangbarang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi Perasaan Ibu dan Ayah ketika anak mereka lahir. seperti colokan listrik tadi. bersyukur. anak tidur bersama orang tuanya. mereka berpikir “kalau bagus. Tetapi persiapan untuk perlengkapan bayi biasanya lebih ke orang tua Ibu. anak tidur sendiri di dalam kamarnya yang pada awalnya ruangan tersebut merupakan ruang bermainnya. Paling hanya beberapa perubahan posisi dalam kamar karena ada box bayi.Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. Ada beberapa penyesuaian yang mencolok ketika anak sudah mulai besar. Tetapi lama-lama anak senang dan suka tidur-tiduran di karpet ruangan tersebut. setelah umur anak 2. kalau dari pasangan lebih simple.5 tahun ke atas. yang ‘heboh’nya. Anak mereka mempunyai keinginan sendiri untuk memiliki kamar 70 . tetapi sekarang. beli baju untuk anak. campur aduk antara senang dan khawatir.. merapihkan kamar. mereka merasa senang. beli box bayi.

. Mereka berpikir jika kurang. warung-warungan. tata letak barang rumah tangga yang sekarang belum cukup kondusif untuk tumbuh-kembang anak karena anak belum mempunyai ruang belajar. Penataan ruangan yang disesuaikan dengan anak tidak ada karena dirasa usia anak baru 3 tahun.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. Aktivitas sehari-hari yang anak lakukan di rumah biasanya bermain bersama sepupunya karena rumah mereka yang saling berdekatan. .Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya sendiri. Menurut Ayah. mereka mencari dokter yang cocok. ya berharap/berdoa. pertumbuhan. usaha. Menurut orangtua dari TZ (anak).orang tua mulai menabung untuk persiapan pendidikan selanjutnya. mereka baru terpikir sampai Paud. pasangan tersebut melakukan survey tempat lahir/rumah sakit mana yang murah dan cocok/bagus. bermain bersama kelinci. Biasanya mereka bermain di lantai 2. dan perkembangan sang anak. sedangkan untuk masalah pendidikan seperti sekolah anak akan dimana. Selain itu. belum sampai jauh kedepan. Penataan/penyimpanan mainan anak berada di box dalam kamarnya. mewarnai. paling hanya colokan listrik tadi. corat-coret. Intinya mereka menyesuaikan dengan keadaan. Biasanya mereka bermain masak-masakan. ada beberapa cara menyiasati masalah keuangan dalam keluarga ini. dan menyesuaikan (jadi tergantung uang yang ada). diantaranya mencari pekerjaan. tetapi sebelum tidur ia meminta tidur di ruangannya sendiri tetapi masih ‘dikelonin’ oleh Ibunya. Untuk keluhan tentang financial mereka pikir cenderung tidak ada karena senang dan sedih dirasa berimbang. ruang keluarga.2. Mereka berpikir bahwa masalah kerjaan mereka masing-masing 71 . Tetapi untuk dokter untuk anak. Mulai dari anak umur 2 tahun. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak.

3. Tanggapan keluarga tentang keungan keluarga AF ini tebilang cukup. berjualan strap kamera. dan belanja adalah pekerjaan Ibu. cara membagi tugas dalam perawatan dan memenuhi kebutuhan dalam keluarga ini sesadarnya. Menurut mereka. intinya selama halal dan ada peluang. Selain jadi pegawai swasta. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. juga mempunyai bisnis kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. kadang ada bantuan dari orang tua mereka masing-masing. seperti part-time menjadi fotografer.Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . ayah –AF.mempunyai kerja sampingan lain.Masak . membersihkan kamar/rumah untuk kesehatan bayi. Memasak dan mencuci baju dikerjakan oleh yang membantu. Menurut mereka. Ada tolong-menolong dan kerjasama antar suami-istri seperti 72 . sesadarnya bekerjasama dan saling membantu. sedangkan untuk memenuhi kebutuhan anak lebih dominan pada peran ayah. lebih besar dari pada gaji pekerjaan rutin tiap bulan. . ada perbedaan tanggung jawab dari sebelum dan sesudah menikah.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak 4.adanya pembagian jarang terganggu oleh kesibukan mengurus keluarga. Selain menjadi Ibu Rumah Tangga.Mencuci baju .Memandikan . Facilitating members’role- . Cara membagi tugas pada keluarga ini sesadarnya. Selain itu ada pembagian tugas seperti antara Ayah dan Ibu.Belanja . diantaranya ketika ayah pulang kerja. Yang biasa memberi makan anak. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. sekarang meluangkan waktu bermain bersama anak maupun istrinya. DB. kenapa tidak. kadang jika sedang ada kerjaan motret. Alasan mencari uang tambahan itu untuk menambah uang penghasilan. memandikan anak.Memberi makan . uang yang didapat jika diakumulasi sebulan. Mereka membagi tugas dan jika ada yang kesulitan.

ayah dan anak jalan keliling komplek dan nonton. Ketika sarapan pagi kadang-kadang mereka melakukannya bersamasama karena kadang anak bangun lebih dulu dari ayah. Ibu dan Ayah suka bercerita. Pasangan tersebut mengajarkan antara apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan pada anaknya dengan 73 . Ayah sudah pergi bekerja. bahkan kadang Ayah terlalu pagi bangun dan ketika anak bangun. seperti pembantu (nyetrika. Ketika ada masalah antara Ibu dan Ayah. si kelinci sekarang bagaimana. Ketika liburan mereka suka menyempatkan kumpul bersama. Ketika hari kerja. ayah mengeluarkan kelinci karena Ibu geli. Seringnya ketika libur mereka nonton TV bersama. biasanya mereka menyelesaikannya dengan cara komunikasi. mereka ngobrol. setidaknya bermain. Biasanya ayah komunikasi dengan anak dengan cara bertanya langsung main apa aja hari ini. Ibu dari DB (masak). Aktivitas anak sehari-hari biasanya: bermain bersama kelinci dan saudaranya.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi misalnya ketika Ibu sedang dandan. Ibu bermain bersama anak di rumah dan ketika ayah pulang. Sesame Street.learning : tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan . bersih-bersih rumah). makan apa hari ini. baik tentang pekerjaan ayah ketika hari itu maupun perkembangan/aktivitas anak seperti apa yang anak lakukan ketika ayah bekerja. Ketika ada waktu senggang. ayah mengasuh anak. Waktu yang sering untuk kumpul bersama adalah ketika makan malam. Ada beberapa orang yang membantu dalam rumah. renang atau jalan-jalan. Barney. nonton tontonan edukasi seperti baby Einstein.

naik perosotan. Ketika anak diberitahu dan diberi contoh apa yang harus dilakukan. intinya jika ada masalah. Ayah dan Ibu suka membawa anaknya berkunjung ke rumah nenek. Kegiatan tersebut mereka lakukan untuk mempertahankan cinta mereka. Communicating with one another in the family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka.5. Bahkan jika ada yang kesal dengan pasangannya. Ketika pasangannya sedang kesulitan. mereka saling tolong menolong. Jika dengan Ibu anak lebih senang nonton. Cara menjaga kedekatan dengan keluarga. adanya cinta diantara hubungan itu. mengajak ke acara-acara keluarga untuk mengenalkan anggota lain pada anaknya. Selain itu mereka sering bercanda. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. saling menjaga perasaan pasangan mereka Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive Saling menjaga perasaan pasangan cara memberi tahu pada anak dan mencontohkan apa yang benar sampai anak mencontohnya. ayah tidak 74 . Biasanya anak bermain kapal-kapalan dan lego bersama Ayah. anak mencontohnya karena kadang-kadang cara membujuknya itu dengan bercerita supaya membuat anak menjadi ‘interest’. cerita-cerita tentang pekerjaan apa yang mereka kerjakan masing-masing. Ibu dengan kata ‘ambu’. mereka memecahkannya dengan berkomunikasi. salah satu dari mereka suka bertanya kenapa kesal. Mereka meluangkan waktu untuk bermain setiap hari. mereka biasanya mengajak anak bermain. ngobrol. dan anak dipanggil ‘detdut’ atau ‘mungil’. bercerita. Cara menjaga kedekatan keluarga mereka. Ayah suka bertanya pada Ibu “mau titip apa?”. jalan-jalan. Jadi anak senang. Ketika Ayah pulang kerja lebih awal. bercanda. Dalam keluarga ini ada panggilan-panggilan ‘khusus’ seperti memanggil ayah dengan kata ‘abah’. Menurut mereka dengan komunikasi mereka memahami peranananya masing-masing. Tetapi jika Ibu yang sedang kesal.

75 . Tentang perencanaan mempunyai anak lagi. dll. Ayah beralasan karena belum ada uang dan psikologis si Ibu juga belum cukup siap karena ketika anak pertama lahir. Dari keluarga besar ada ‘wejangan’ untuk keluarga kecil tersebut. Planning for the future children . Selain dari orang tua mereka. seperti “jangan main tangan karena anak mereka perempuan. Ibu pernah mengalami baby-blues syndrome.Memiliki persiapan untuk memiliki anak lagi .Keluarga besar memberikan bantuan. pakai perkataan verbal yang halus jika ingin marah”. Selain itu ada bantuan keuangan yang diberikan kedua orang tua mereka masing-masing. Selain itu. Ibu beranggapan bahwa anaknya masih kecil. orang tua mereka menyarankan untuk mencari pekerjaan lain supaya lebih sejahtera dan mereka men-support untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. relating to and others relatives terlalu banyak bertanya. suami-istri. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari 7. harapan keluarga besar lebih kepada do’a seperti “menjadi anak yang baik”. Ketika bayi pertama mereka lahir. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. pasangan ini menunda dulu perencanaan tersebut. “menjadi anak yang solehah”. Persiapan yang masih dipikirkan adalah persiapan dan perencanaan dalam pendidikan dan kesehatan anak. kadang menunggu situasi ‘cooling down’.Memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi . saudara-saudara mereka juga membantu seperti berbagi cara mengasuh anak. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat.6. kadang suka memberi uang untuk anaknya.

rencana-rencana yang berhubungan dengan financial. Ayah yang mengeluarkan kelinci dari kegiatan kandangnya. khususnya kakeknenek si bayi. Ibu menyuapi mendukung dalam anaknya ketika makan. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan keluarga besar. dll. Ada pembagian tugas dalam keluarga ini seperti jika Anak .pasangan saling renang. seperti persoalan rumah tangga.Biasanya ketika orang tua si bayi tidak mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya karena keluarganya jauh). misalnya tetangga. . rutinitas dalam berumah tangga. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak. maka Ayah yang menemaninya. Ayah mengajak anak pengasuhan 76 . Ketika Ayah pulang kerja. biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat.8.

mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan, mendapatkan penghargaan, dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan.

- memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua - saling menghargai antar pasangan - pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening

jalan sore keliling-keliling komplek. Biasanya masalah yang muncul dari anak ini adalah masalah adaptasi dengan orang baru. Biasanya tergantung orang yang mendekati anak itu. Si anak harus dibujuk oleh orang baru itu, selain itu orangtuanya mengenalkan orang baru tersebut kepada anak. Selain itu anak lebih nempel ke Ibunya, misalnya ketika sedang bermain dengan Ayah, lalu si Anak merasa ‘keberadaan’ Ibunya tidak jelas, maka anak akan rewel, lalu Ayah akan membujuknya membawa keluar.

9.

Family rituals and routines

Breakfast

Naptime Daily Outings

Father's homecoming

Baby's bathtime

Yang biasa dilakukan orangtua dengan anak ketika bangun tidur adalah mengajak anak ngobrol pelan-pelan, kalau bangun tidur rewel, biasanya orang tua membujuk untuk melihat kelincinya sedang apa. Mereka jarang sarapan bersama karena kadang-kadang Ayah pergi duluan,kadang-kadang anak bangun lebih awal. Setelah mereka sarapan, mereka mandi karena ketika bangun, mereka biasanya makan pagi terlebih dahulu. Ibu dan anak suka menyempatkan waktu tidur siang walaupun terbilang jarang. Selama menunggu Ayah pulang, biasanya bermain, balajar angka/huruf, bernyanyi. Setelah Ayah tiba di rumah, Anak menyambutnya, biasanya menarik perhatian, lalu Ayah bertanya dan menggendongnya. Sedangkan ketika Ayah pulang, Ibu salam dan bertanya apakah sudah makan atau belum, lalu ngobrol, nonton TV, dan bermain bersama anak. Yang biasanya memandikan anak adalah Ibunya. Ketika

77

Bedtime for children

Special holidays

mandi, anak suka bermain bola atau ketika mandi membawa gelas plastik. Tetapi main ketika mandi ini jarang dilakukan karena takut masuk angin. Mandi sambil bermain ini biasanya dilakukan ketika sedang keramas. Anak tidur sendiri di kamarnya, tetapi suka dikelonin oleh orangtuanya, yang lebih sering adalah Ibunya. Ketika menjelang tidur, biasanya anak dipijit, digaruk-garuk, atau membersihkan kuping. Ketika liburan, mereka jalan-jalan ke Mall, ke tempat bermain, makan di luar, atau ke rumah nenek. Pada keluarga ini tidak ada kegiatan khusus pada saat liburan karena mereka beralasan bahwa ketika kegiatan itu direncanakan, maka kegiatan itu biasanya batal. Jadi mereka lebih memilih untuk ‘mengalir’ begitu saja, gimana nanti saja.

78

RESPONDEN 5 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Ashri Aliefah Muthmainnah NPM : 190110080093 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : AA Pendidikan terakhir: S1 Tehnik Pekerjaan : PNS Alamat : Tasikmalaya Istri Inisial : KS Pendidikan terakhir: S1 Ekonomi Pekerjaan : Ibu rumah Tangga Alamat : Tasikmalaya Anak Inisial Usia

: MNS : 6 bulan

Usia Pernikahan : 3 tahun Penghasilan Total : Rp. 1.700.000,./bulan NO. 1. SUB DIMENSI Adopting housing arrangements to the little child. INDIKATOR DESKRIPSI - Orangtua mengetahui Pada pasangan ini, orang tua sudah cukup memahami kebutuhan bagaimana menata bayi, orang tua menyesuaikan penataan rumah tangga sesuai rumah agar aman dan dengan kebutuhan anaknya, seperti tidur tanpa dipan karena

79

Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. Pasangan ini memiliki tabungan yang khusus disediakan untuk anaknya seperti untuk pendidikan. colokan listrik yang ditempatkan agak atas. pertumbuhan. Pasangan ini merasa memiliki perubahan tanggung jawab yang berbeda dari sebelum dan setelah memiliki anak. hal tersebut dilakukan karena memikirkan untuk ke depannya. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang nyaman bagi anak. Kemudian karena rumah yang dimiliki pasangan ini bertingkat. dan keluarga besar juga ikut membantu. terutama halhal yang berkaitan dengan mengurus bayi. hal tersebut dipilih karena alasan biaya yang tidak cukup besar dan aman bagi anaknya. dan perkembangan sang anak. .: Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. tidak ada pembagian tugas dalam hal mengurus anak. karena anaknya sudah mulai suka memasukkan mainan ke dalam mulutnya. Pasangan ini selalu mengutamakan kebutuhan anaknya dibandingkan kebutuhan mereka. tidak dibawah sehingga tidak mudah dijangkau oleh anak-anak. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama . Untuk memenuhi kebutuhan anak selain dari gaji ayah. Pada pasangan ini. di lantai 2 terdapat pager yang sengaja dibuat supaya anak tidak dapat turun sendiri. dll. pasangan ini juga memiliki usaha yang sengaja dilakukan untuk menambah-nambah uang untuk biaya anak. Dalam hal memilih mainan. misalnya lebih mendahulukan untuk membelikan susu dibandingkan yang lainnya. pasangan ini memilih mainan yang terbuat dari bahan plastik. kesehatan. 3.Membersihkan kamar/ rumah untuk anaknya masih bayi (6 bulan). dimana ibu 80 .Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya .Memberi makan . Pasangan ini juga sudah menyiapkan kamar untuk anaknya. Pasangan ini merasa rumah yang dimilikinya saat ini sudah cukup kondusif dengan tumbuh kembang anak. Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi 2.Memandikan .

Karena anak masih bayi. Pada pasangan ini.4. maka pasangan ini akan saling membagi cerita.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan . Facilitating members’rolelearning : menjamin kesehatan bayi . ibu dibantu oleh pembantu rumah tangga.Masak . mengepel.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak yang mengurus semua kebutuhan anak (mulai dari memberi makan. Namun dalam mengurus rumah. Dan ketika ada masalah yang berhubungan dengan anak kedua pasangan ini akan menyelesaikannya dengan membicarakan secara baik-baik. menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. misalnya ketika anak berusia 1 – 3 tahun tidak akan memberikan coklat pada anak. sedangkan yang lainnya ibu yang melakukan. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi 5. maka orang tua belum melakukan aktivitas khusus yang dilakukan bersama. namun ibu memiliki rencana sendiri untuk anaknya ketika anaknya beranjak besar.Belanja . dan ayah juga akan bercerita kepada ibu tentang pekerjaannya. kecuali pada saat tertentu ayah akan menolong. ibu selalu bermain dengan anak setiap harinya.Mencuci baju . dimana ibu akan bercerita tentang anaknya kepada ayah. sedangkan tugas ayah adalah mencari nafkah . membereskan rumah. ibu merasa ayah kurang mau membantu dalam hal mengurus bayi. dimana asisten rumah tangga membantu dalam hal seperti mencuci. 81 . dsb). . Ketika memiliki waktu senggang. memandikan. misalnya ketika ibu mandi dan makan. Communicating - Memiliki perasaan Pada keluarga ini.

Untuk menjaga hubungannya. hal tersebut sudah menjadi konsekuensi yang harus diterima ketika mereka menikah. walaupun termasuk orang yang santai dalam menghadapi masalah. dua hal yang dipegang oleh pasangan ini . membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. ibu akan langsung merespon dengan memberinya semangat. membantu memikirkan solusinya. Karena ibu dan ayah ingin fokus pada anaknya yang pertama dan ingin anaknya berkembang dengan maksimal.with one another in the family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatka n adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. dsb. hal ini terlihat bahwa ibu dan ayah memikirkan untuk tidak mempunyai anak lagi sampai 4-7 tahun yang akan datang. Karena ayah merasa. Memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi Pasangan ini memiliki rencana jangka panjang untuk anaknya. Planning for the future children puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive sedangkan ayah akan menemani anaknya bermain apabila ketika pulang kantor tidak merasa kecapaian. Dalam hal gizi. adanya cinta diantara hubungan itu. namun ayah akan mencoba merespon dengan simpati dan empati. Dan ketika pasangan mengalami masalah. saling menjaga perasaan pasangan mereka 6. Saling menjaga perasaan pasangan Jika : a. ibu dan 82 . Sedangkan ayah. yaitu saling percaya dan komunikasi.

Tidak memiliki keinginann untuk memiliki anak lagi . . seperti persoalan rumah tangga. keluarga besar akan membantunya dengan memberikan saran dan nasehat yang diterima oleh keluarga ini.Keluarga besar memberikan bantuan.7. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat. hal tersebut terlihat karena ketika pasangan ini mengalami masalah tentang anaknya. dll. khususnya kakek-nenek si bayi. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari keluarga besar. Tidak terdapat kecemburuan antara keluarga. dan keluarga besar juga membantu memenuhi kebutuhan lainnya misalnya rumah yang didiaminya saat ini merupakan hasil pemberian dari orang tuanya. rencanarencana yang berhubungan dengan financial. relating to relatives and others b. keluarga saling mendukung. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. suami-istri. Hubungan keluarga ini dengan keluarga besarnya cukup baik. 83 .Biasanya ketika orang tua si bayi tidak ayah memberikan yang terbaik sedangkan untuk urusan pendidikan ayah akan melihat pekembangan anak dan disesuaikan dengan keadaan keuangan. rutinitas dalam berumah tangga.

Ayah kurang memberikan penghargaan pada istri secara langsung karena menganggap istrinya tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya ( ketika masih tingga di rumah ibu mertuanya). dimana pada awalnya sejak pasangan ini memiliki anak.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Pasangan ini baru saja pindah ke rumah baru. . 9. namun ketika pasangan ini sudah tinggal di rumahnya sendiri. Family rituals and routines mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya karena keluarganya jauh). setiap paginya orang tua akan memeriksa anaknya dan memenuhi kebutuhan anaknya. seperti memberi makan. pasangan ini selalu dibantu oleh keluarga istrinya. biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat. ketika mereka sudah tinggal di rumah sendiri. dsb. Berhubung Morning awakening Breakfast Naptime 84 . Pada pasangan ini.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . suami mulai menghargai apa yang dilakukan isrinya.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . Ibu dari pasangan ini juga setiap hari selalu tidur siang bersama anaknya. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak. tugas mengasuh dan mengurus anak dilakukan oleh istrinya. sedangkan ayah jarang membantu. namun sekarang. Kemudian kedua pasangan ini akan sarapan bersama. sehingga sejak awal memiliki anak.8. misalnya tetangga. membersihkan popoknya yang kotor.saling menghargai antar pasangan . pasangan ini tinggal di rumah keluarga istrinya. mendapatkan penghargaan. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan.

sehingga ketika ayah pulang kerja. Setiap harinya yang memandikan bayi adalah ibu.Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays anak masih bayi.dan ibu sangat menikmati acara memandikan bayinya. namun tidak ada kegiatan khusus yang harus dilakukan setiap minggunya. Pada hari libur biasanya keluarga akan pergi jalan-jalan bersama. anak biasanya sudah tidur. sedangkan ibu akan menunggu ayah pulang. 85 .

3..000.Responden dengan SE Sedang : 6 dan 7 RESPONDEN 6 Nama : Muhammad Rizki NPM : 190110080113 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : DKI Usia :26 tahun Pendidikan terakhir: Pekerjaan : Pegawai ITB Alamat : Bandung Istri Inisial : AN Usia : 27 tahun Pendidikan terakhir: Pekerjaan : PNS Alamat : Bandung Anak Inisial Usia Usia Pernikahan Penghasilan total N : KMI :5 bulan : 14 bulan : ± Rp.000./bulan INDIKATOR DESKRIPSI JAWABAN SUB DIMENSI 86 .

menjaga kondisi kesehatan. tempat adik bayi. fisik sih pasti. Pasangan ini memang memepertimbangkanmasa depan sang anak. orang tua menginginkan masa depan yang baik untuk anak. Setelah anak lahir. temapt peralatan bayi.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. Perlengakapan adik bayinya juga. Kemudian ruangan dicat. Persiapan yang dilakukan persiapan biaya. Letak perabotan jadi berbeda. lebih besar ukuran perabotannya. tata letak perabotan berbeda namun usah untuk membatasi anak juga belum dipertimbangakan sehubungan dengan gerak anak pun yang masih terbatas di area tempat tidur atau matras. tabungannya untuk masa depan. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran . pertumbuhan.o. dsb. mental. 1. bersih-bersih dan sebagainya. Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi 2. dan perkembangan sang anak. mereka mempersiapkan berbagai keperluan sang anak dan juga menata kamar mereka. anggaran kesehatan anak setiap bulan. Pasangan ini memang melakukan berbagai persiapan dari sejak kehamilan anak yang tentu juga menadi anak pertama. kaya bajunya. Lebih banyak perabotan. Sebagai orang tua. Anak tidur dengan orang tua dengan alasan agar mudah diawasi di saat malam hari. Dengan mempersiapkan tabungan pendidikan. Kedua orang tua 87 . : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang . asuransi. dsb. yah. jadi buat lemari.Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. dibersihkan. Adopting housing arrangements to the little child.

karena tinggal bersama orang tua dan sang anak pun diasuh oleh orang tua. . dengan keduanya pun bekerja dan sesekali mengerjakan proyek kecil untuk menambah-nambah anggaran setiap bulannya dan juga untuk terus menabung demi keberjalanan keluarganya. dalam pekerjaan rumah tangga. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. mungkin sehari-hari tidak dilakukan oleh kedua pasangan ini secara penuh kecuali di pagi dan malam hari.Masak . tidak spesifik pada perkerjaan tertentu 4.bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. . Perubahan tanggung jawab memang dirasakan. Pasangan ini juga mendapat dukungan moral dan material dari orang tua. seperti dalam dimensi sebelumnya. Pekerjaan rumah pun banyak 88 .adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga Pembagian tugas tidak secara rinci disebutkan. Facilitating members’role.Memandikan .Mencuci baju . Meski begitu. karena tidak bekerja di luar rumah. umumnya pekerjaan pengasuhan sehari-hari dan pekerjaan rumah tangga dilakukan oleh orang tua dari salah satu pasangan.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya 3. Pembagian tugas dilakukan secara uum saja. sehingga untuk kebutuhan seharihari memang sudah dipenuhi.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan materi ini. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka.Memberi makan .Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi .Belanja . terutama dalam fungsi pengasuhan bagi sang ibu dan mencari nafkah bagi sang ayah.learning : . Karena pasangan ini berkerja.

Dalam berinteraksi.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi 5. termasuk bermain di siang hari. Pasangan secara rutin setiap hari menanyakan informasi di kala malam dan sesekali menanyakan aktivitas anak di siang hari pada orang tua yang berada di rumah dengan menelepon Aktivitas anak sehari-hari yaitu diasuh oleh orang tua.antara pasangan . Di waktu senggang. atau sekedar berekreasi ke temapt-tempat umum. Communicating with one another in the family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut dibantu orang tua. Aktivitas anak belum terlalu leluasa. Di waktu senggang. pasangan ini dapat dikatakan hangat. mereka juga menanyakan kegiatan yang anak lakukan sepanjang hari apabila di hari kerja karena sang anak diasuh oleh orang tua. terkadang berbelanja. pasangan menaganggap bahwa komunikasi adalah jalan yang harus dilakukan dalam menyelesaikan masaliah yang dihadapi. biasanaya pasangan salain menceritakan kegiatan masing-masing walaupun sang ayah yang lebih sering bercerita pada yang lain. walaupun masih banyak sekali dibantu oleh 89 . Hal ini digambarkan dengan keinginan mereka untuk saling mengisi dan melengkapi satu sama lain dalam setiap pekerjaan yang peru mereka lakukan. Di samping itu. memang keluarga kecil ini melaukan aktivitas bersama seperti berkunjung ke rumah saudara. Apabila terdapat konflik. karena anak pun masih kecil.

Ayah masih berpikir mungkin dua anak. mungkin menurut mereka. adanya cinta diantara hubungan itu. Anak yang diharapkan lahir selanjutnya adalah anak 90 . termasuk orang tua. selain saling berkomunikasi. Pasangan ingin memiliki tiga anak. sedangkan ibu empat anak. Anak pun diperkenalkan pada sanak saudara yang lain. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. 6. anak sering diperlihatkan gambar saudara dan sering dibawa dalam kegiatan keluarga besar. Dalam mengatsai konflik. Planning for Future Children : bagaimana rencana orang tua setelah memeliki anak pertama Jika: a) memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi b) tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi Pasangan ini ingin memiliki anak apabila anak sudah agak besar. karena masih kecil. kadang-kadang juga diajak ngobrol. saat malam hari anak suka diceritakan kisah. main boneka. dan sebagainya. karena mereka baru akan memiirkan anak keduanya saat anak pertama sudah besar. Pasangan ini belum memperkirakan atau memepersiapkan segaa sesuatu untuk anak kedua mereka. sekitar empat atau lima tahun. walaupun belum paham. dan rekan kerja. saling menjaga perasaan pasangan mereka Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive Saling menjaga perasaan pasangan banyak orang.keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. saudara. Pasangan senang melihat anak berkembang dan berekasi terhadap benda baru. sehingga mungkin nantinya akan menjadi tiga anak saja. Di hari keraj. mereka menjaga satu sama lain karena merasa khawatir dengan kondisi anak yang masih kecil pula.

. rutinitas dalam berumah tangga.Keluarga besar memberikan bantuan. bageur. Bantuan dari besar yang lain. khususnya kakek-nenek si bayi. atau memberi pengetahuan tentang kondisi anak sesaui dengan pengalaman orang tua. karena anak pertama adalah anak laki-laki. rencana-rencana yang berhubungan dengan financial.perempuan. misalnya menggendong anak. 7. dll. mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat. walaupun kadang kerepotan sendiri karena banyak pula kegiatan rumah tangga yang perlu dikerjakan padahal usia telah melebihi lima puluh tahun. solah. cukup rajin juga mengunjungi orang tua yang satu lagi. jadi orang yang bener. Sehat. Orang tua pasangan yang mengasuh pun sudah memahami resiko mengasuh cucu yang masih bayi apabila kedua orang tua bekerja. Bantuan yang diberikan macam- 91 . Relating to and others relatives . jadi pengusaha juga. biasanya mendapatkan bantuan dari Banyak harapan yang diinginkan oleh orang tua dan keluarga besar pada sang anak. karena selain satu rumah dengan salah satu orang tua. Pokoknya berhasil. seperti persoalan rumah tangga. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari keluarga besar. Keluarga besar juga memberikan masukkan tentang pengasuhan saja. suami-istri. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. namun hal itu bukan masalah besar. Misalnya. normal. panjang umur dan banyak rezeki. pertolongan pertama kalau anak sakit. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). pinter.Biasanya ketika orang tua si bayi tidak mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya karena keluarganya jauh). Memang ada sedikit permasalahan dalam pengasuhan sehari-hari dan pekerjaan rumah tangga. bener.

ya main saat kedua orang tua pulang . mendapatkan penghargaan.8.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . Kadang disusui.pasangan sama-sama beerja keras demi kebutuhan anak dan menabung untuk rumah mereka di masa depan. Breakfast Naptime Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime . anak tidur siang di rumah . 9. Kalau orang tua yang biasanya bersiap-siap untuk kerja . Juga ada bantuan dari rekan-rekan sejawat.Ya kalau sarapan bersama . . Setelahnya bersiap untuk ke kantor.Anak biasanya kalau tidak tidur.Anak biasanya masih tidur ketika orang tua sudah bersiap-siap kerja. pasangan memang saling membantu dalam peran yang didapatkan dan saling medukung dalam kegiatan yang menunjang perkembangan anak.Ibu tidak tidur siang karena bekerja.sda . .Biasanya sebelum sarapan ya bersih-bersih kamar.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan .Orang tua memandikan anak ketika hari 92 .Neneknya lebih sering . misalnya tetangga. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening mcam ada yang berupa moral atau material juga pengetahuan. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan.saling menghargai antar pasangan . Family rituals and routines orang terdekat.

belanja keperluan. ya bermain saja. 93 .Istirahat.Ke lapangan olahraga setiap minggu saja. . berkunjung ke rumah saudara.Anak tidur dengan orang tua. dan rekreasi .Bedtime for children Special holidays libur. ya anak dibacakan cerita atau diajak ngobrol kemudian digendong agar tidur .

Tempat tidur yang berupa ranjang 94 .Perubahan yang terjadi setelah anak lahir tidak terlalu signifikan. EA 37 tahun Pegawai Swasta S1 : AYA : 1tahun 9 bulan : 3 tahun : 5 juta/bulan SUB DIMENSI Adopting housing arrangements to the little child. Perubahan yang terjadi hanya tempat tidur.Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan Deskripsi .RESPONDEN 7 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Farisa Ulfa NPM : 190110080082 IDENTITAS INTERVIEWEE: Suami Inisial : JL Usia : 33 tahun Pekerjaan : Pegawai swasta Pendidikan terakhir: SMA Istri Inisial : Usia : Pekerjaan : Pendidikan terakhir: Anak Inisial Usia Usia Perkawinan Penghasilan total No . INDIKATOR . 1.

Barang-barang berat seperti buku jaman perkuliahan dan rice cooker yang tidak dipakai diletakkan di atas lemari. Kursi terbuat dari bahan yang ada kayunya. Tabungan ini dibuat untuk kebutuhan yang mendesak.Orang tua tahu bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak seperti meletakkan sambungan colokan listrik agak ke atas jauh dari jangkauan anak. kesehatan.Orang tua dapat ketika baru menikah. Kepala anak beberapa kali pernah terbentur tangan kursi. dan perkembangan sang anak. atau yang lainnya. jadi jika pada waktunya anak sekolah. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang nyaman bagi anak. tetapi ia mengakui bahwa sudah tidak ada tempat lagi untuk menyimpan barang-barang tersebut .Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. Untuk saat ini tabungan tersebut dikonsentrasikan untuk membeli rumah 95 . pertumbuhan. . . tabungan tersebut tidak dikhususkan untuk pendidikan.: Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. Tetapi.Orang tua memiliki tabungan dan keduanya melakukan pekerjaan sambilan untuk menambah pendapatan.Orangtua melakukan penataan barangbarang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi 2. Semua barangbarang berat seperti kursi dan lemari dirasa belum sesuai. Orang tua pun sadar ini bahaya. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang . Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bayi jatuh dari atas tempat tidur . .Orang tua hanya dapat melakukan penataan barang di rumah dengan terbatas. tabungan itu dipakai untuk biaya sekolah. dirubah menjadi kasur tanpa ranjang. merapikan semua kabel-kabel komputer agar tidak ada kemungkinan anak terkena listrik.

Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak .Untuk kebutuhan saat ini. maka yang melakukan pekerjaan siang seperti memandikan anak. waktu belanja bisa dijadikan saat yang menyenangkan untu menghabiskan waktu berdua .adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan 3.Secara garis besar. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. Hal ini dikarenakan ibu dan ayah giat mencari pekerjaan tambahan diluar pekerjaan tetapnya .Belanja .Anak diajarkan untuk memposisikan diri sebagai anak yang menuruti orang tua dan menghormati keluarga besar 5. Sedangkan pekerjaan yang dapat dilakukan malam dan dini hari seperti masak. membersihkan kamar atau rumah. .anak.adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing . menjadi wanita sempurna ialah ketika menikah dan 96 . Menurutnya. mencuci baju.Masak . memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini . Facilitating members’rolelearning : .Memberi makan .Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . Communicating with one another in the family .Memandikan . Bahkan. orang tua mampu memenuhi anggaran untuk susu. 4. mengurus anak adalah pekerjaan ayah. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya.Mencuci baju .Ibu memiliki perasaan bahagia karena ia telah menjadi wanita sempurna sekarang. mereka melakukan diskusi untuk membagi tanggung jawab yang dapat dilakukan masing-masing orang. popok.Karena suami pergi bekerja pukul 7 serta istri pulang bekerja pukul 5. karena pekerjaan ayah adalah satpam yang bekerja malam hari dan ibu adalah guru dan asisten notaris. menyuapi anak dilakukan oleh ibu . dan mainan.Untuk belanja kebutuhan bayi dan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak dilakukan oleh keduanya.

Pada hari senin-jumat waktu bersama hanya 5 jam. dan tetap bekerja pada melam harinya. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. saling menjaga perasaan pasangan mereka Adanya cinta diantara hubungan tersebut memiliki anak. Yaitu antara pukul 5 sore sampai 7 malam ketika ibu baru pulang sampai ayah pergi kerja. adanya cinta diantara hubungan itu. Walaupun waktu untuk berdua sebentar. mereka menjadikan waktu yang sebentar itu menjadi waktu yang berkualitas untuk berbicara tentang anak mereka dan rencana masa depan.• Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. memandikan anak. Jadi mereka pun sangat memanfaatkan waktu libur untuk rekreasi . ia telah menjalankan hakikatnya sebagai seorang wanita. ia merasa mencintai suaminya karena mereka berdua mampu memanfaatkan waktu yang sebentar. Artinya.Ia mengatakan bahwa ia merasa beruntung memiliki suami yang mau mengurus anak. lalu pukul 4 dini hari sampai pukul 7 pagi ketika ayah baru pulang kerja dan sebelum ibu pergi bekerja. Karena mereka sadar waktu yang dapat dihabiskan bersama hanya sebentar. Dari hasil observasi pun ia berkali-kali mengucapkan Alhamdulillah dapat menikah dan memiliki anak seperti sekarang. Suami pun sangat mendukung pekerjaannya dengan membantu menggantikan mengurus bayi pada siang hari . Sebelum suami atau istri pergi bekerja. Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive Saling menjaga perasaan pasangan 97 .

dan mengerjakan pekerjaan lainnya tidak membuat suami mengeluh. istri tidak manja kepada suami. memandikan anak. ibu khawatir tidak mendapatkan pendidikan yang berkualitas karena keterbatasan biaya . Suami justru sangat mengerti kesibukan istri dan menjaga perasaan istri jika istri merasa cemburu karena suami lebih memiliki waktu banyak dengan anak daripada waktu yang dihabiskan ibu dengan anak. bayi 98 . Begitu pun dengan suami yang mengerjakan kewajiban istri seperti menggantikan popok anak. Alasan lain ibu tidak menginginkan anak lagi ialah. Ibu pun merasa jika anak pertama belum terpenuhi kasih sayangnya.6. Sehingga dapat membahayakan kondisi anak jika hamil lagi. tapi harus memiliki adik. mengurusi dua bayi tidaklah mudah. Ia ingin menjaga perasaan suaminya. karena istri lebih tua dari suami. Bagi ayah. Namun.Ibu dan ayah sama-sama tidak ingin menambah bayi karena anak kedua mereka bisa disebut dengan istilah ’kesalahan KB’. . istri tidak pernah meminta atau menuntut apapun. usia ibu telah mendekati 40 tahun. Istri sadar jika penghasilannya lebih besar daripada suami. Relating to relatives and others . Seringnya. Sehingga kasih sayang dari kedua orang tuanya terbagi.Keluarga besar memberikan bantuan. sehingga dengan memiliki lebih banyak anak. mulai banyak yang Menurut responden. Planning for Future Children : bagaimana rencana orang tua setelah memeliki anak pertama Jika: a) memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi b) tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi 7.Keluarga besar selalu memberikan bantuan dalam hal mengurusi bayinya. jika ayah capai. Ibu pun merasa jika biaya pendidikan di masa depan akan semakin mahal.

Pada saat operasi cesar. Seperti ketika kelahiran bayi pertama dan kedua yang harus melalui operasi cesar. mereka membagi tugas sesuai dengan jam kerja . suami-istri. menyediakan semua kebutuhan seperti makanan dan baju yang dibawa . dll.8. seperti persoalan rumah tangga.Secara materi. . rencanarencana yang berhubungan dengan financial. . khususnya kakeknenek si bayi. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat.suami dan istri karena keduanya sama-sama bekerja.memiliki kepuasan dalam pengasuhan pertama diasuh oleh bibi yang memiliki anak setara usianya. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari keluarga besar.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . keluarga besar selalu menyediakan bantuan berupa uang untuk kebutuhan bayi. seluruh keluarga besar bergantian untuk menemani istri saat masa penyembuhan setelah operasi. rutinitas dalam berumah tangga.dua-duanya merasakan kepuasan karena samasama berinteraksi dan berperan dalam pengasuhan 99 . apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. .

mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan.konflik biasanya terjadi jika naka sakit.Bayi biasa tidur pukul 8 sambil dininabobokan oleh ibu . anak terbiasa menyambut ayah datang walaupun ayah biasa datang pukul 4 pagi karena bekerja sebagai satpam . ibu selalu menyempatkan diri untuk menyuapi anaknya . Pada hari libur dan awal bulan. mendapatkan penghargaan.tidak ada waktu siang khusus bagi anak dan ibu karena ibu bekerja. Family rituals and routines sebagai orang tua . dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. Ayah tidak tega memberikan obat sesuai jadwal karena tahu rasa tidak enak. mereka biasa pergi ke kebun binatang Special holidays 100 . Supermarket pun dapat menjadi tempat untuk bermain keluarga.sebelum ibu pergi.keduanya saling menghormati karena memiliki nkesibukan dan tuntutan masing-masing pekerjaan . Anak pun tidak memiliki waktu tidur siang karena suka bermain .Bayi memiliki waktu mandi setiap pukul 3 sore .9. Anak sangat suka mainan koin.Setiap ayah datang.Setiap hari sabtu dan minggu mereka menyempatkan untuk berlibur.Anak bermain dengan ayah ketika siang dan bermain dengan ibu ketika sore hari sampai waktunya tidur . Tetapi ibunya selalu mengingatkan dan meyakinkan melalui telepon .saling menghargai antar pasangan .pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening Breakfast Naptime Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children anak .anak tidak bangun pada jam yang tetratur .

101 .

000.14 RESPONDEN 8 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Glory Yosephina NPM : 190110070064 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Nama Inisial : MS Usia : 22 tahun Pendidikan : Mahasiswa Semester 8 Pekerjaan : Mahasiswa Alamat : Jakarta (bersama orang tua) Istri Nama Inisial Usia Pendidikan Pekerjaan Alamat Anak Nama Inisial Usia anak Usia pernikahan Penghasilan : : : : IA 20 tahun Mahasiswi Semester 8 Mahasiswi : Jakarta (bersama orang tua) : MA : ± 3 bulan : 1 tahun 5 bulan : ± Rp.000.-/bulan 102 .Responden dengan SE Tinggi : 8 . 6.

internet seperti informasi tentang proses melahirkan. tumbuh dan Adanya penambahan peralatan di dalam kamar istri di jakarta kebutuhan bayi berkembang setelah kelahiran bayi.Orangtua melakukan memang lebih sering di jakarta dan istri yang sering pulang pergi peralatan rumah penataan barang. maka ia sering pulang pergi jakarta sehingga bayi dapat tidur dengan ayah dan ibunya. 103 . hal ini dikarenakan istri masih harus mengurus kuliah dan mencari kontrakan di luar kota. Ada rencana bahwa jika nanti usia tangga agar aman bagi barang di rumah bayi sudah sekitar 4 bulan. Persiapan yang dilakukan istri sebelum kelahiran bayi adalah mempersiapkan keperluan bayi. Istri juga membeli dvd yoga untuk ibu hamil supaya dapat rileks mjelang melahirkan dan ketika melahirkan. Untuk sekarang.No 1.Orangtua Suami dan istri masih tinggal di rumah orang tua istri di jakarta. karena terkadang ia membawa bayinya. Namun dikarenakan istri masih penataan rumah dan nyaman bagi kuliah di luar kota. bayi lebih sering tidur sama kakek dan neneknya. suami dan istri masih kuliah. karena memang berada di laci dan jika dilihat dari usia bayi memang belum bisa meraihnya. Pada saat bulan pertama. keluarga. Namun karena istri sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir dan kuliah hanya hari selasa kamis. Di kamar istri sekarang sudah terdapat tempat tidur bayi. arrangements to the mengetahui Belum ada rencana pisah rumah dengan orang tua istri karena little child bagaimana menata orang tua tidak setuju.antara jakarta ke luar kota. Sub Dimensi Indikator Deskripsi jawaban Adopting housing . Untuk benda-benda tajam yang berbahaya tidak ada perubahan posisi. bayi Menjaga meubel dan . istri akan membawanya ke luar kota anak yang sedang sesuai dengan tersebut untuk lebih sering menetap disana sampai lulus kuliah. mencari informasi-informasi dari orang tua. majalah. anak. dan perlengkapan bayi. ia mengontrak rumah sebagai tempat tinggal tangga dengan anak. dan memang Menyesuaikan rumah agar aman belum memiliki rumah sendiri. lemari khusus untuk baju bayi.

Meeting Present and Future Costs of Childbearing: Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak.Belanja . Dari uang yang didapatkan tiap bulannya tersebut. suami dan istri memang masih ditanggung oleh kedua orang tuanya masing-masing tiap bulannya sampai mereka bisa secara mandiri mendapatkan uang. dibantu oleh orangtuanya Tidak ada usaha tambahan untuk mencari uang. ia bermain dengan bayi. karena selama ini keperluan yang dibutuhkan masih dapat terpenuhi. Sampai saat ini.Mencuci baju . Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk . . Kemudian istri terlihat sangat lelah dan stress hingga akhirnya suami merasa bahwa ada yang terjadi pada istrinya.2. seperti imunisasi dan popok.Memandikan .Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . Setelah itu.Memberi makan . Pada awalnya suami sempat bekerja. Sekitar dua minggu pertama kelahiran bayi. seperti membeli bak mandi bayi.Orang tua mempersiapkan anggaran untuk masa depan sang anak Persiapan anggaran kelahiran adalah dengan menabung dari hasil kerja suami dan dari uang bulanan yang masih diberikan oleh kedua orang tua masing-masing. tetapi jika ada keperluan mendadak yang besar seperti biaya KB. suami meminta istri untuk membangunkan suami jam 2 malam untuk bergantian dengan istri dalam menjaga dan memberikan susu pada bayi. mereka mengaturnya untuk keperluan kuliah dan membeli keperluan rutin anak.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk kebutuhan dan perlengkapan sang anak. Namun sekarang bayi sudah tidak terlalu sering bangun tengah malam lagi. untuk keperluan lain. tidak ada pembagian tugas antara suami dan istri dalam mengurus bayi. Assuming Mutual Responsibility Kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak 104 . Setelah suami pulang kuliah. mereka menggunakan uang tabungan dari hasil kerja suami sebelumnya. Namun. Istri yang biasanya memandikan dan 3. Suami menanyakan penyebabnya dan istri pun menceritakan keluhannya.Masak . Semua tugas dalam mengurus bayi dikerjakan oleh istri padahal istri juga memiliki tugas kuliah yang cukup banyak pada saat itu. namun ia berhenti karena ingin fokus menyelesaikan kuliahnya. . Tidak ada keluhan dalam anggaran.

telepon. membantu membereskan kamar. Facilitating members’role. mereka sering menanyakan dan membicarakan tentang kuliah masing-masing. Setelah itu mereka akan bertukar pikiran dan memikirkan 105 .learning 5. dan mengurus bayi. Istri juga sudah mengerti sinyal kapan ia harusnya bangun untuk memberikan susu sehingga anak tetap tidur dengan nyenyak.adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing .Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan . Cara yang biasanya dilakukan agar bayi dapat mengenal keluarganya adalah dengan menggendong dan sambil memberitahu siapakah yang sedang menggendongnya.anak mereka. Setelah pulang kuliah biasanya suami menyempatkan diri untuk menggendong. pasangan yang lainnya berusaha untuk menanyakan apa yang menyebabkan pasangannya seperti itu. . suami dan istri sering mendiskusikan atau membicarakan tentang apa yang terjadi pada anaknya. seperti mencuci pakaian. 4. apa yang sedang dilakukan anaknya. dan mengajak ngobrol bayi. bermain. adanya cinta diantara hubungan itu. maupun bbm). sebisa mungkin istri berusaha untuk turun tangan langsung dalam mengurus bayi.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi . Selain itu. memberikan susu bayi. Ketika salah satu pasangan memiliki kesulitan ataupun merasa kesal.Adanya cinta diantara hubungan tersebut . Mereka juga sebenarnya memiliki pembantu khusus untuk mengurus keperluan istri dan anaknya. Communicating with one another in the family : Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. seperti “ini papa”. atau tentang berita di televisi yang menyangkut tentang bayi.Membentuk interaksi yang sensitif dan responsif Walaupun memiliki pembantu khusus. Namun ketika istri sedang mengerjakan tugas atau mandi atau memompa asi. suami langsung mengambil alih dalam mengurus bayi. Orang tua dari istri juga terkadang ikut mengurus ketika istri dan suami sedang sibuk. Ketika waktu senggang (baik melalui tatap muka langsung.

Tradisi khusus keluarga yang dilakukan untuk menyambut kelahiran bayi seperti aqiqah. pintar. suami 8. minum obat. Ada keinginan untuk memiliki anak kedua untuk 5 tahun lagi. sukses.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . jika suami sudah pulang kuliah dan istri merasa lelah. yang mengurus anak adalah istri. ataupun minum vitamin. Jika suami sedang kuliah. 7. memiliki penghasilan sendiri. Bantuan dalam hal financial juga masih rutin diberikan oleh orang tua dari suami dan istri karena mereka masih belum memiliki penghasilan sendiri. Harapan keluarga besar terhadap bayi adalah bisa jadi anak yang sehat. dan hal lainnya yang positif. dan anak pertama sudah memiliki usia yang cocok karena untuk 2 tahun ke depan anak pertama masih membutuhkan perhatian sehingga orang tua harus mengajarkan hal ini dan itu. Planning for Future Jika: Children c) memiliki keinginan : Bagaimana rencana untuk memiliki anak orang tua setelah lagi memeliki anak pertama d) Memiliki persiapan untuk memiliki anak lagi Relating to relatives adanya bantuan dari and others keluarga dalam bentuk materi atau non-materi solusinya. suami yang menggantikan istri untuk mengurus bayi.membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. menjadi ladang pahala untuk orangtuanya. potong kambing lalu dimasak dan dibagiin ke anak yatim. seperti sebelum tidur sebaiknya bayi di lap memakai air hangat supaya segar dan tidurnya nyenyak. Pertimbangan 5 tahun lagi adalah karena mungkin mereka sudah bisa secara mandiri. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan . sholeh. saling menjaga perasaan pasangan mereka 6.memiliki kepuasan 106 . Ada masukan dan saran dari keluarga tentang mengurus bayi. Jika istri belum minum susu. Sebaliknya.

diajak ngobrol. ibu mengistirahatkan tubuh sambil melihat ayah dan anak bermain. bermain. Yang dilakukan istri untuk suami adalah membuat teh dan memberikan roti untuk mengganjal perut. Jadi tidak ada waktu untuk sarapan bersama. Bedtime for children Anak tidur sekamar dengan orang tua. digendong. Istri routines biasanya memberikan susu. mengganti pakaian tidur. dalam kegiatan sebagai orang tua pengasuhan. 107 . Baby's bathtime Yang biasanya memandikan anak adalah ibu.pasangan dapat dapat mengatasi mengatasi konflik konflik dalam yang terjadi dalam pengasuhan. Naptime Biasanya istri akan menidurkan anak. dan mengajak ngobrol anaknya. Ketika ayah mengambil alih menemani anak. dan lain sebagainya. Suami biasanya sarapan di kampus. Father's homecoming Setelah ayah pulang kerja biasanya ia menggendong. mengganti popok. mendapat kepuasan dalam pengasuhan berinisiatif untuk menyiapkannya. setelah itu istri akan membereskan kamar. Breakfast Biasanya pagi-pagi sekali suami harus berangkat kuliah. memakaikan minyak khusus untuk bayi. Yang dilakukan sebelum anak tidur adalah menyiapkan tempat untuk tidur seperti bantal. dan mengajak ngobrol anak. dan lain sebagainya. dan . Daily Outings Anak biasanya diberikan susu. dimandikan. mengganti popok. selimut.saling menghargai mendapatkan antar pasangan penghargaan. pengasuhan Family rituals and Morning awakening Anak biasanya bangun ketika lapar dan popok sudah penuh. . kemudian membersihkan badan anak dengan mengelap pakai air hangat.9.

Firmenich Indonesia Alamat : Bogor 108 . Saat hari libur biasanya ayah ibu dan anak pergi jalan-jalan seperti ke rumah orang tua suami atau pergi ke mall. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menghabiskan waktu libur di rumah dengan bersantai-santai. mengobrol.Special holidays dan memberikan asi. dan menonton dvd. RESPONDEN 9 INDENTITAS INTERVIEWER Nama: Isthiana Nurhadiati NPM: 190110070075 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : BTP Usia : 33 Tahun Pendidikan Terakhir : S-2 Manajemen UI Pekerjaan : Manager PT.

dan sepulang bekerja ibunya akan menjemputnya. Sang suami mengikuti program di suatu Bank dimana ia membuka rekening untuk kebutuhan anaknya kelak. Karena kedua pasangan ini sama-sama bekerja. maka sang anak dititipkan di rumah mertua. Pasangan ini tidak menyiapkan ruangan khusus untuk menyiapkan suatu ruangan lain untuk bermain. walaupun sebenarnya kamar pribadi telah disiapkan untuk anaknya nanti. mereka menyimpan semua alat permainan bayi di kamar tidur mereka. arrangement to the little child Pasangan ini menyambut kelahiran bayi pertama dengan perasaan senang dan bahagia. Pasangan ini merasa mampu membiayai seluruh kebutuhan- 109 . pendidikan. perkembangan. Ruang keluarga di rumah mertua dijadikan sebagai tempat bermain karena luas dan tidak terdapat benda yang membahayakan. mereka juga telah mempersiapkan kebutuhan dan peralatan bayi. Adapting housing. dan lain-lain. Meeting present and future costs of childbearing Pasangan ini telah mempersiapkan mengenai anggaran untuk anak-anaknya nanti baik proses kelahiran.Istri Inisial Usia Pendidikan Terakhir Pekerjaan Alamat Anak Inisial Usia Usia Pernikahan Penghasilan : MR : 33 Tahun : S-1 Psikologi UI : Staff Konseling di Yayasan Madaniyah : Bogor : GAP : 5 bulan 14 hari : 6 tahun : + 17 juta / bulan GAMBARAN DESKRIPTIF 1. Tetapi mereka lebih memilih agar sang bayi tidur bersamasama di kamar dengan Ayah dan Ibunya dengan alasan agar lebih terkontrol dan mudah diawasi. 2.

Tidak ada pembagian khusus untuk merawat anak. 5. Di waktu senggang. 6. Mereka mengatakan bahwa jujur dan terbuka adalah hal penting dalam sebuah keluarga. Dalam waktu senggang. Facilitating members role-learning Tidak ada pembagian tugas dalam mengurus rumah tangga sesudah mempunyai anak. Karena suami bekerja hingga larut malam. kebutuhan anaknya. Pasangan ini memiliki panggilan khusus yaitu “hun”. Communicating with one another in the family Sang ibu sering mengajak ngobrol anaknya. suami lebih siaga dan mengurusnya. mereka mengajarkan anaknya untuk memanggil Ayah dan Bunda. 7. 4. Sang istri member makan dan memandikan anak. seperti istri yang menceritakan tingkah laku anak begitu juga dengan suami yang menceritakan pekerjaannya. missal jadi ingin cepat-cepat pulang ke rumah dan sadar akan kebutuhan keluarga. Untuk tugas memasak dan membersihkan rumah telah dikerjakan oleh pembantu. dengan alasan memperhitungkan biaya pendidikan yang semakin tinggi. hanya saja ketika anak menangis tengah malam. Planning for future children Pasangan ini mengaku ingin segera memiliki anak lagi. maka akhir pecan adalah hal yang sangat penting bagi keluarga ini untuk menghabiskan waktu bersama dengan berkunjung ke rumah mertua. Relating to relatives and others 110 . pasangan ini juga sering berdiskusi (sharing) mengenai hal-hal yang telah terjadi seperti kebiasaan sang anak yang suka tidur tengkurap. Assuming mutual responsibility Pasangan ini mengungkapkan bahwa memang terdapat perubahan tanggung jawab sebelum dan setelah memiliki anak. namun menunggu hingga anak pertama sudah berumur 4-5 tahun. Pasangan ini yakin dengan seringnya mengajak ngobrol dan menghabiskan waktu bersama maka akan terjalin kedekatan emosional dengan sang anak. pasangan ini sering berdiskusi (sharing) mengenai hal-hal yang telah terjadi. Ini dilakukan rutin setiap minggu. dan bayi menanggapinya dengan senyuman atau tertawa kecil.3. Mereka juga berpikiran untuk membuka suatu usaha yang nantinya juga akan dipakai untuk kebutuhan anak-anak mereka. Mereka merawat anak bersama-sama. meskipun peran istri lebih dominan. Untuk tugas memasak dan membersihkan rumah telah dikerjakan oleh pembantu. hal ini juga di bantu oleh sang suami.

Pasangan ini mengatakan bahwa komunikasi. Biasanya kedua suami istri ini bersamasama memandikan bayi sebelum berangkat ke kantor.Meskipun kelahiran anak ini bukan merupakan cucu pertama dalam keluarga. keluarga ini biasanya menghabiskan waktu bersama dengan mengunjungi rumah mertua dan tempat untuk bayi. 8. Family rituals and routines Pasangan ini memulai kegiatan di pagi hari dengan diawali tangisan dari anak sehingga istri dan suami terbangun. Maintaining motivation and morale Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Keluarga mengharapkan agar sang anak kelak menjadi anak yang shaleh dan pemberani seperti nama yang diberikan oleh kedua ibu bapaknya. biasanya anak telah tertidur karena ayah pulang larut malam. Ketika ayah pulang kerja. Tidak ada kebiasaan makan bersama di ruang makan. Suami dan istri melakukannya secara bersama meskipun istri lebih dominan. tidak ada pembagian tugas dalam hal pengasuhan anak. seperti “baby spa”. Saat hari libur. Apabila sang istri pulang cepat. saling mendukung dan menghargai peran masing-masing adalah kunci dalam pengasuhan anak. RESPONDEN 10 IDENTITITAS INTERVIEWER Nama: Shafia Islaha Npm: 190110070087 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : RP Usia : 28 Tahun 111 . 9. lalu membawa anak mereka untuk dititpka dirumah mertua. Pasangan ini mengungkapkan bahwa apa yang telah mereka jalani sejauh ini memberikan kepuasan tersendiri terutama dalam mengurus anak. ia segera menjemput anaknya dan meluangkan waktu untuk tidur siang bersama. keluarga besar sangat berbahagia dengan kelahiran anak pertama dari pasangan ini.

dan interior kamar baru disiapkan ketika istri mengandung anak pertama. hingga kamar khusus yang di desain sendiri oleh mereka.Pendidikan Terakhir : S-1 Ilmu Komputer UNISBA Pekerjaan : Owner Wedding Organizer Alamat : Bandung Istri Inisial : IR Usia : 25 Tahun Pendidikan Terakhir : SMA Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Bandung Anak Inisial Usia Usia pernikahan Penghasilan total : MFR : 1 tahun 9 bulan : 3 tahun : + 50 juta / bulan GAMBARAN DESKRIPTIF 1. Perabotan yang terbuat dari bahan mudah pecah pun dijauhkan dari jangkauan anak. Dari awal menikah pun. Pasangan ini juga menyiapkan suatu ruangan lain yang di dalamnya berisi alat-alat permainan seperti set gambar edukatif yang nantinya dapat digunakan saat anak bermain. Oleh karena itu. 112 . peralatan seperti tempat tidur. pasangan ini sepakat tidak membeli perabotan rumah tangga yang berlebihan. Adapting housing. pasangan ini sudah menyiapkan ruangan kamar untuk anak-anaknya nanti. Hanya saja furniture. arrangement to the little child Sebelum kelahiran bayi pertama. peralatan. pasangan ini memang telah mempersiapkan kebutuhan bayi. Pasangan ini juga sadar betul bahwa anak-anak membutuhkan ruang yang luas untuk bergerak.

pasangan ini juga sering berdiskusi (sharing) mengenai hal-hal yang telah terjadi. Salah satu contohnya menyiapkan tabungan. Untuk tugas memasak dan membersihkan rumah telah dikerjakan oleh pembantu. perkembangan. pendidikan.Ketika ditanyakan perihal perasaan pasangan ini ketika anak pertama yang berjenis kelamin laki-laki lahir. obat-obatan. Misalnya. pasangan ini mengatakan bahwa berbicara mengenai tumbuh kembangnya anak merupakan topik yang menarik dibandingkan yang lainnya. Dalam waktu senggang. Namun. suami tampak lebih antusias. 2. dan lain-lain. pakaian. Terlihat bahwa sang suami lebih dominan dalam mengatur biaya dan keuangan rumah tangga. Yang jelas dalam hal merawat anak. Dengan pendapatan yang diperoleh dari usahanya. pasangan ini telah memikirkan anggaran rutin tiap bulan yang harus dikeluarkan untuk membeli kebutuhan bayi. suami hanya fokus bekerja untuk mencari nafkah dan istri mengurus rumah tanga. Selain itu. Namun. perawatan anak jauh sebelum kelahiran bayi. Meeting present and future costs of childbearing Pasangan ini telah memikirkan jauh hari mengenai anggaran untuk anak-anaknya nanti baik proses kelahiran. pasangan ini merasa mampu membiayai seluruh kebutuhan-kebutuhan anaknya. tapi pasangan ini telah memikirkan masa depan anak-anaknya. memandikan. suami juga turut mendampingi istri jika istri berbelanja kebutuhan rumah khususnya kebutuhan anak seperti susu. sang suami bersedia untuk mengerjakan hal-hal yang sebelumnya belum pernah ia kerjakan seperti mengganti popok. seperti istri yang menceritakan tingkah laku anak begitu juga dengan suami yang menceritakan pekerjaannya. setelah anak pertama lahir pasangan ini harus mencurahkan perhatian dan waktunya untuk merawat anak. Tidak ada pembagian tugas yang spesifik hanya saja dalam merawat bayi mereka lakukan bersama. 3. memberi makan. Untuk tugas memasak dan membersihkan rumah telah dikerjakan oleh pembantu. Facilitating members role-learning Tidak ada pembagian tugas yang secara tertulis dibuat oleh pasangan ini. Sebelum memiliki anak. investasi. mereka melakukannya bersama meskipun peran istri lebih dominan. gaji baby sitter. Tidak hanya untuk saat ini. dan usaha yang cukup berkembang. dan bermain. Di awal kelahiran bayi. 4. 113 . Assuming mutual responsibility Pasangan ini menyebutkan bahwa memang terdapat sedikit perubahan tanggung jawab sebelum dan setelah memiliki anak.

Menurut pengalamannya. mereka mendapat banyak nasehat dan saran dalam mengurus bayi seperti 114 . Suami mengatakan bahwa hal yang paling ia nantikan dari cerita istrinya adalah perkembangan yang ditunjukkan oleh sang anak. pasangan ini merasa khawatir tidak mampu mengurusnya. Pasangan ini ingin lebih fokus merawat anak pertama mereka supaya dapat memperhatikan setiap tumbuh kembang sang anak. dengan mencurahkan perhatian dan memberikan waktu pada anak maka akan terjalin kedekatan emosional dengan sang anak. Inilah yang membuat pasangan ini betah bermain dengan anak seperti menonton film kartun dan sebagainya. Karena pasangan ini baru memiliki anak. Relating to relatives and others Meskipun kelahiran anak ini bukan merupakan cucu pertama dalam keluarga.Pasangan ini telah sepakat di awal pernikahan untuk saling berdiskusi mengenai segala hal terutama urusan rumah tangga. keluarga besar sangat berbahagia dengan kelahiran anak pertama dari pasangan ini. Planning for future children Mengenai rencana untuk memiliki anak lagi. Dalam waktu senggang. huruf. maka waktu senggang benar-benar dimanfaatkan oleh suami untuk bermain bersama anak. Istri yang menghabiskan waktu lebih banyak bersama anaknya mempunyai cara-cara tersendiri dalam mengajarkan hal-hal baru pada anaknya yaitu dengan menggunakan kartu bergambar dan warna menarik Seperti ketika mengajarkan anak dengan jenis-jenis binatang. Anak akan merasa bahwa orang tuanya sangat menyanyanginya. Karena suami juga mempunyai pekerjaan yang mengharuskannya terkadang keluar kota. pasangan ini menunda dulu sampai anak pertama sudah berusia 3-4 tahun. Pasangan ini juga mengatakan bahwa apa yang telah mereka jalani sejauh ini memberikan kepuasan tersendiri terutama dalam mengurus anak dan tambah memperkuat ikatan cinta di antara mereka. 6. 5. seperti istri yang menceritakan tingkah laku anak begitu juga dengan suami yang menceritakan pekerjaannya. pasangan ini sering berdiskusi (sharing) mengenai hal-hal yang telah terjadi. Communicating with one another in the family Menurut pasangan ini. anak jauh lebih tertarik dengan adanya alat peraga yang menarik sehingga komunikasi dengan anak lebih efektif. Karena jika jarak kelahiran terlalu dekat. 7. angka. Bahkan kakek dan nenek dari pihak suami yang tinggal di Padang sering berkunjung ke Bandung hanya untuk melihat keadaan cucunya.

hingga pakaian yang nyaman buat bayi. keluarga ini biasanya makan pagi bersama sebelum ayah berangkat kerja. anak dan Ibu sering tidur siang bersama. dan obatobat yang aman jika bayi sakit. dan sebagainya. Mereka memberikan tips-tips seperti desain kamar. Ibu selalu memberikan susu dan vitamin agar anak memperoleh nutrisi yang seimbang. Family rituals and routines Tidak ada jadwal rutin yang dibuat jelas oleh pasangan ini seperti makan pukul 08. Setelah itu. kebiasaan yang dilakukan oleh anak dan istri adalah menyambut kedatangan ayah dengan membuka pintu depan dan 115 . masalah ataupun kesulitan yang terjadi dalam mengurus bayi adalah hal yang lumrah pada pasangan muda yang baru memiliki anak seperti kesulitan menenangkan bayi yang menangis. Suami dan istri melakukannya secara bersama meskipun istri lebih dominan karena memiliki banyak waktu bersama dengan anak. Selain itu. Saat makan pagi. obat-obatan. pendidikan dini anak. Setelah ayah pergi. Maintaining motivation and morale Seperti yang dijelaskan sebelumnya. tetapi juga dari teman-teman yang lebih dahulu memiliki anak. Hanya saja ada ritual yang biasa dilakukan.cara memandikan bayi. Namun. perawatan bayi. alat permainan yang aman. Menurut pasangan ini. dan lain-lain. pasangan ini menganggap bahwa saling mendukung dan menghargai peran masing-masing adalah kunci dalam pengasuhan anak. Ketika ayah pulang kerja. makanan yang bergizi. 9. namun istri tetap mengawasi dan mengarahkan hidangan yang akan disajikan terutama makanan untuk anaknya. pasangan ini lebih banyak berdiskusi dengan saudara mereka yang lebih dulu berkeluarga dan orang tua. mengurus bayi yang sedang sakit. Orang tua juga memberikan saran agar pasangan ini dapat saling mendukung dalam mengurus anak dan apabila terdapat masalah lebih baik diselesaikan dengan berdiskusi. Ibu dan anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain bersama sembari menunggu sang ayah pulang kerja. Meskipun makanan dimasak oleh pembantu. Pasangan ini mengatakan bahwa apa yang telah mereka jalani sejauh ini memberikan kepuasan tersendiri terutama dalam mengurus anak. 8. Tidak hanya dari keluarga. tidak ada pembagian tugas tertulis yang dibuat dalam hal pengasuhan anak.00 WIB. Begitu juga dengan istri yang setiap pagi memandikan anak. Seperti yang biasa dilakukan oleh suami yaitu mengajak anak berkeliling rumah sambil melihat tanaman di sekitar rumah dan sesekali bermain dengan kucing peliharaan. Di siang hari. Karena orang tua dari pihak wanita telah meninggal maka istri lebih banyak berdiskusi dengan kakak perempuan mengenai makanan yang sehat untuk bayi.

Ini dilakukan agar anak dapat mengenal lingkungan sekitar sambil bermain. Ibu mempunyai ritual yang setiap hari ia lakukan saat menidurkan sang anak yaitu membacakan doa sebelum tidur dan menyanyikan lagu-lagu. mainan kesayangan anaknya. Begitu juga dengan sang ayah.menciumnya. dan sebagainya. makanan. Istri juga kerap menanyakan perkembangan usaha yang dirintis suaminya. Akan tetapi. Setelah seharian bekerja. Saat hari libur. kebun binatang. 116 . Selain hal di atas. Pasangan ini saling berbagi baik dalam mengurus anak maupun dalam mengembangkan usaha Wedding Organizer yang mereka rintis sejak sebelum menikah. istri biasanya sibuk melakukan persiapan seperti pakaian yang nyaman dipakai. Ancol. pasangan suami istri ini bercerita mengenai hal-hal yang dilakukan sang anak seharian. ia akan langsung menggendong anaknya dan bercengkrama beberapa saat sebelum mengganti pakaiannya. obat-obatan. jika tidak mempunyai banyak waktu mereka lebih sering mengunjungi keluarga dari pihak istri yang juga berdomisili di kota Bandung. Sebelum bepergian. Sebelum tidur. keluarga ini biasanya menghabiskan waktu bersama dengan mengunjungi tempat-tempat rekreasi seperti Dufan.

/bulan GAMBARAN DESKRIPSI 1..500.RESPONDEN 11 IDENTITAS INTERVIEWER Nama: Stella Priscilia Utami NPM : 190110080047 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial :HP Pendidikan terakhir: SMP Pekerjaan : wiraswasta Alamat : Bandung Istri Inisial :M Pendidikan terakhir: D3. Adopting housing arrangements to the little child 117 . 5.ekonomi Pekerjaan : ibu rumah tangga Alamat : Bandung Anak inisial usia Usia Pernikahan Penghasilan total :HPP : 2 tahun 6 bulan : 8 tahun : ± Rp.000.

Pada sub dimensi ini yang merupakan tahap perkembangannya adalah menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak serta menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang. orangtua menyiapkan kasur busa di bawah tempat tidur. Mainan itu diletakkan di bawah lemari TV. menyatakan bahwa perubahan yang ia lakukan pada rumahnya tidak terlalu signifikan. Selain itu juga. Pada awal anak bisa bermain dengan menggunakan mainan. Hal ini dilakukan agar saat anak mulai sudah bisa melakukan gerakan-gerakan saat tidur. Tetapi saat anak sudah bisa mengambil mainnanya sendiri. Perubahan yang ia lakukan mulai dari saat si anak lahir hingga sekarang adalah tempat tidur yang berada di kamar utama keluarga tersebut. Hal ini juga terjadi pada responden saya.5 tahun. Tempat tidur yang awalnya diletakkan di tengah kamar. Awalnya penataan rumah dilakukan untuk mempercantik rumah. orangtua meletakkan atau menyusun mainnanya di tempat yang mudah dijangkau oleh anaknya. mereka baru mulai memikirkan anggaran dana untuk anaknya kelak. orangtua mempunyai tempat khusus untuk menyimpan mainan anak-anaknya. Ini dilakukan agar orangtua bisa terus memperhatikan anaknya bermain. Meja makan yang awalnya terletak di tengah ruangan. kursi untuk makan diletakkan merapat dengan tangga sehingga anak tidak akan menaikki lantai 2 tanpa sepengetahuan orangtuanya. penataan rumah dilakukan lagi agar keamanan dan kenyamanan yang tercipta sewaktu anak bermain di rumah. 2. orangtua tidak perlu merasa takut bahwa anaknya akan terjatuh dari tempat tidur. perubahan penataan rumah juga dilakukan pada tangga yang menuju lantai 2. Meeting present and future costs of childbearing Tahap perkembangan pada subdimensi adalah dimana pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. mereka belum menyiapkan anggaran dana untuk anak. juga menyatakan hal yang serupa dengan teori ini. responden juga mengakui bahwa tidak menyiapkan ruangan khusus untuk bermain. Selain itu juga. maka anak akan jatuh di kasur busa tersebut bukan di lantai. Pada responden yang saya wawancara pada saat memiliki anak pertama dan sekarang berusia 2. setelah anak lahir mulai dirapatkan ke dinding. Pada masa awal pernikahan mereka sampai sebelum hamil. 118 . Tetapi sejak memiliki anak. Selain itu juga. sekarang dirapatkan ke dinding dekat tangga agar anak bisa leluasa bermain di ruangan tersebut. Barulah pada saat sang istri hamil. Hal ini juga dilakukan agar apabila anak terjatuh. Responden yang saya wawancarai. Awalnya tangga itu tidak dihalangi oleh apapun.

Semua usaha yang mereka rencanakan dan usahakan ini. mereka berdua dibantu oleh keponakan dari sang suami. sang suami lah yang bertanggung jawab.Anggran dana sudah mereka persiapkan pada masa awal kehamilan sang istri. Selain itu juga. mulai dari mengepel. Mereka juga sudah mulai mencari informasi tentang biaya untuk masuk sekolah yang mereka inginkan. Terutama sang istri yang diwawancarai merasa bahwa tugasnya sebagai istri semakin bertambah sejak kelahiran sang anak. Mereka tidak pernah 119 . mencuci dsb. Hal ini juga sesuai dengan yang responden saya rasakan. 4. untuk urusan rumah dan anak sang suami mempercayakannya kepada istri sedangkan untuk mencari nafkah. Kelahiran sang anak membuat ia merasa bertanggung jawab terhadap pengasuhan dan mendidik anaknya. Pada responden yang saya wawancarai menyatakan bahwa untuk urusan rumah tangga mereka saling bekerja sama. Namun tidak menutup kemungkinan peran itu sewaktu-waktu akan bertukar jika salah satu dari mereka sakit. Assuming mutual responsibility Pada sub dimensi ini tahap perkembangannya adalah kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orangtua dan orangtau harus membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. Walaupun diakui usaha ini sebenarnya hanya iseng untuk keperluan mereka sendiri tapi akhirnya peminatnya lumayan juga. Anggaran dana itu mereka dapatkan dengan cara menabung kelebihan uang yang mereka miliki. Jadi jika sang istri sedang menjaga sang anak. Pembagian tugas dilakukan dengan cara. Facilitating members’ role. 3. Keponakan itu membantu mereka dalam hal membersihkan rumah. Tugas itu mereka kerjakan bersama-sama. Anggaran dana yang dipersiapkan itu dimulai dari anggaran untuk kelahiran sang anak hingga pada saat anak masuk sekolah nantinya. walaupun mereka berdua membagi tugas tersebut secara bersama-sama. Mereka merasa sekarang memiliki tanggung jawab yang lebih dalam berkeluarga. Pada awal mereka mempunyai anak hingga anak berusia 6 bulan. didukung sepenuhnya oleh keluarga dari kedua belah pihak. Mereka juga sedang memiliki rencana untuk membuka usaha lainnya dengan membuka usaha fotocopy. maka sang suami akan bertugas untuk membereskan rumah. menyapu. Mereka melakukan usaha jual pulsa elektrik. mereka juga melakukan usaha tambahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.learning Tahap perkembangannya adalah pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan dan adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi.

Hal yang membuat mereka tidak menggunakan jasa pembantu rumah tangga karena sang istri yang hanya ibu rumah tangga. Untuk peraturan di rumah mereka membuatnya secara bersama-sama dan melakukan setiap peraturan yang dibuat sehingga sang anak pun mengerti akan adanya peraturan di rumah. mereka akan berusaha untuk menyelesaikkannya dengan baik dan segera mungkin. Apabila terdapat perbedaan pendapat diantara mereka. Selain berbagi tugas rumah tangga mereka juga sering berbagi cerita mengenai hal-hal apa saja yang mereka lakukan selama pasangan tidak ada di samping mereka. Mereka juga saling memahami satu sama lain. Mereka malah menantikan agar bisa dapat momongan lagi dengan alasan agar mereka sekali repot untuk mengurus anak-anaknya. 120 . membentuk interaksi yang sensitive dan responsive. Hubungan yang mereka miliki cukup baik. usia perkawinan mereka sudah menginjak usia 6 tahun dan dengan alasan umur suaminya yang sudah mulai tua. semua tahap perkembangan pada sub dimensi ini terlihat nyata. Saat anak pertama mereka lahir. dengan artian bahwa jika pasangan sakit maka mereka tidak akan sungkan-sungkan untuk menggantikan peranan pasangan mereka. serta kemampuan untuk saling menjaga perasaan pasangan. Pasangan ini juga terlihat kompak saat mereka menerapkan peraturan di rumah. 5. adanya interaksi yang baik diantara hubungan tersebut. Jika ada konflik. Mereka tidak pernah menunda mempunyai momongan begitu pula saat anak pertama mereka lahir. mulai dari perkembangan sang anak hingga pekerjaan yang mereka lakukan. Hubungan dengan angota keluarga lain pun berjalan dengan baik dan sang anakpun diajarkan untuk mengenal anggota kelurga lainnya melalui telepon dan foto-foto yang disimpan. Mereka juga tidak pernah mempersoalkan jenis kelamin anak ke dua mereka nantinya. 6. Planning for future children Pada pasang yang saya wawancari ini. Communicating with one another in the family Tahap perkembangannya adalah memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan. membuat mereka ingin memiliki beberapa orang anak lagi. mereka tidak pernah menunda untuk kelahiran anak berikutnya. Hal-hal yang mereka ceritakan beraneka ragam. peraturan yang mereka buat bersama juga sama-sama mereka patuhi. Bila pasangan sakit mereka juga akan saling menjaga dan merawat pasangan. mereka sesegera mungkin akan menyelesaikkannya. hal ini terlihat saat mereka bermain bersama sang anak dan juga kedekatan anak dengan kedua orangtuanya. Pada responden yang diwawancari.menggunakan jasa pembantu untuk mengurusa rumah dan mengurus anak mereka.

mendapatkan penghargaan. tahap perkembangan yang akan ditanyakan adalah tentang apakah pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. Pasangan yang saya wawancarai ini memiliki pembagian tugas dalam mengurus rumah dan mengurus anaknya. Pada sorenya anak akan kembali bermain bersama teman-teman yang ada di sekitar komplek rumahnya. Relating to relatives and others Pada tahap ini. Semua keluarga berkumpul dan memberikan bantuan baik yang berupa materi maupun bukan materi. Bentuk dukungan dari keluarga adalah saat mereka mengadakan aqiqah untuk anak mereka. responden mendapatkan dukungan keluarga sepenuhnya. Namun. Family rituals and routines Pada tahapan ini. Pada siang hari anak akan tidur siang. Hal ini dilakukan agar anak tidak rewel saat disapih. 8. Semua yang ditanyakan pada sub dimensi ini telah banyak terjawab pada sub dimensi lainnya.7. Ini dilakukan pada saat sang anak disapih. Setelah sarapan biasanya anak akan dimandikan dan kemudian anak akan bermain bersama ayah dan ibunya. Kedua pasangan juga saling mendukung apa yang dilakukan pasangan lainnya. Ada hal yang menarik di sini tentang kebiasaan anaknya pada saat akan tidur malam. 121 . Maintaining motivation and morale Pada sub dimensi ini. Konflik yang ada pun mereka tuntaskan secara cepat dengan diobrolkan secara baik. untuk mengurus bayi (yang juga merupakan tahap perkembangan dari sub dimensi ini) tidak pernah karena jarak tempat tinggal mereka yang berbeda. keluarga yang saya wawancarai pun memiliki rutinitas atau kegiatan-kegiatan keluarga lainnya. apalagi saat kelahiran anak pertama mereka. Sarapan biasanya dibuat oleh sang ibu yang memang selalu bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan bagi keluarganya. Biasanya anak akan tidur siang dengan ditemani sang ibu. Mereka juga tidak menemukan masalah dalam hal pengasuhan anak. 9. bahkan terkadang mereka sedikit merayu agar pasangannya tidak terlalu lama marah. Rutinitas ini lebih sering dilakukan oleh sang anak bersama sang ibu karena ayah kondisi ayah yang bekerja. Anak memiliki kebiasaan untuk makan kue bolu dan kemudian memengan handphone. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. Ternyata hal ini menjadi kebiasaan sang anak hingga sekarang. Rutinitas yang mereka lakukan dimulai dari pagi hari dimana biasanya anak bangun dan langsung buang air kecil dan kemudian anak akan langsung diberikan sarapan sebelum anak dimandikan.

122 .

Orangtua mengetahui Pada keluarga yang diwawancarai. Satu-satunya 123 . SUB DIMENSI INDIKATOR DESKRIPSI Adopting housing . belum banyak arrangements to the bagaimana menata perubahan pada tata rumah yang dilakukan.RESPONDEN 12 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Farida Susanty NPM : 190110080115 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : YF Usia : 41 tahun Pekerjaan : Dokter Spesialis Anak Pendidikan terakhir: Pendidikan Spesialis (setara S2) Istri Inisial : Usia : Pekerjaan : Pendidikan terakhir: Anak Inisial Usia Usia Pernikahan Penghasilan total VH 30 tahun Bidan S1 : VHP : 7 bulan : 2 tahun : 15 juta/bulan NO. 1.

Anak keluarga yang diwawancarai masih berusia 7 bulan dan belum bisa berjalan. little child. memandikan. Orangtua telah menyiapkan asuransi pendidikan dan kesehatan sebulan setelah anak lahir untuk mempersiapkan masa depannya. mencari uang. Mereka juga menabung untuk anaknya. belum diatur. pertumbuhan.Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . Mainan juga masih sering berantakan.Memandikan . Tidak ada usaha tambahan. ibu memegang peranan lebih besar dalam mengurus anak. keluarga yang diwawancarai melakukan usaha pengencangan ikat pinggang dalam pengeluaran keluarga untuk memenuhi anggaran pemenuhan kebutuhan anak. misalnya dalam memberi makan. Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi 3.Belanja . masak. mengajak bermain. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. Pada keluarga yang diwawancarai. rumah agar aman dan nyaman bagi anak.Masak yang berubah adalah tambahan lemari dan boks bayi.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. Tapi mereka berniat untuk membuat kamar sendiri untuk anak kelak ketika anak sudah 1 tahun. tapi memang ayah mencoba mencari lebih banyak uang di pekerjaannya. . membuatkan anak susu ketika ibu tidak bisa.Memberi makan . dan perkembangan sang anak. Menurut pengakuan ibunya 124 .2. Ada bantuan dari pembantu tapi ibu tetap sangat terlibat dalam pengasuhan anak. : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. mencari uang untuk kebutuhan anak. jadi belum ada persiapan untuk menata rumah sedemikian rupa. Orang tua . Ayah hanya membantu sesekali. belanja. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. Untuk memenuhi anggaran. Mereka jadi mendahulukan kebutuhan anak dan lebih sedikit membeli barang untuk diri mereka sendiri untuk berhemat. mengamankan benda pecah belah serta yang ada listriknya. baru bisa duduk dan tengkurap.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya .

Ayah dan ibu pada keluarga ini juga secara aktif setiap hari memiliki waktu untuk berbagi tentang perkembangan anak. ayahnya yang tidur bersama si bayi dan membuatkan susu. “Papa”-“Mama” atau “Aa”-“Neng” dulu. pada dua bulan pertama kelahiran. Ibu 5. ayah yang belum pergi bekerja mengurus anak mereka. anak .adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan . Mereka juga sama-sama terlibat dalam mengajari anak hal-hal seperti melambaikan tangan sebelum pergi. orangtua saling memanggil dengan nama menjalin sayang. Ketika ibu akan bekerja.Mencari uang untuk mengganti pampers anaknya yang harus diganti tiap 3-4 memenuhi kebutuhan jam sekali. salam. perasaan Satu sama lain. Terdapat pula saling membantu dan menggantikan ketika salah satunya tidak bisa. dan masing-masing tahu kebiasaan anak mereka. dan bermain bersama si bayi.4. Papanya juga bisa bergabung ketika makan bersama setelah pulang kerja. tepuk tangan. dan melihat perkembangan masalahnya untuk memutuskan memakai opsi yang mana untuk memecahkan. Ibu tidur. entah itu siang atau malam. menimbang antar satu opsi dengan opsi lain. Ibu memiliki lebih banyak peran dalam mengurus anak. mereka akan mendiskusikannya. ayahnya mau . tapi sekarang tidak lagi. harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. Ketika ibu sakit. Ketika ada masalah dalam pengasuhan ini. Facilitating members’rolelearning : . tapi ayah juga tetap mengambil peran.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi Dikatakan bahwa ada pembagian tugas pada ibu dan ayah dalam mengurus rumah tangga. tentang anaknya sudah bisa bicara kata-kata atau apa yang dilakukan seharian itu. makan. Communicating with one another in the Memiliki puas dalam 125 .Mencuci baju juga. bahkan adzan.

family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. Itu juga keyakinan yang dipegang dalam merencanakan keuangan untuk anak 126 . saling menjaga perasaan pasangan mereka 6. Ketika orangtua mengajari anak. Ayahnya dulu bahkan sempat punya kegiatan reguler bersama anak untuk main setiap pagi dan sore ketika ibunya bekerja. anak juga menurut dan mengikuti petunjuk orangtua. Ibu bahkan mengaku didengarkan oleh suaminya saja sudah terasa membantu. Saling menjaga perasaan pasangan Planning for Future Jika: Orangtua dari keluarga yang diwawancarai mengaku Children a) memiliki keinginan untuk berencana untuk memiliki anak kedua. walau mereka orang tua setelah percaya bahwa setiap anak akan membawa rejekinya memeliki anak pertama sendiri. orangtua berusaha untuk melewatkan banyak waktu dengannya. dia merasa puas dengan komunikasinya. Jika ada masalah. sedangkan kegiatan itu sekarang dilakukan dengan ibunya atau asisten rumah tangganya. hubungan Adanya diantara tersebut cinta hubungan Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive mengakui cara untuk mempertahankan cinta mereka adalah dengan menahan ego dan saling memahami diri masing-masing. Persiapan yang : bagaimana rencana memiliki anak lagi dilakukan adalah dengan menabung. mereka bisa tiba-tiba mendapat sumber untuk memiliki anak lagi uang yang bisa menutupi. Ketika kesulitan dana saat awal-awal punya anak b) tidak memiliki keinginan pertama pun. mereka akan menenangkan diri dulu lalu baru menceritakan apa yang membuat mereka kesal. walau kadang lupa di harihari berikutnya. Jika ada kesulitan. mereka saling bercerita dan membantu. Dengan anak. adanya cinta diantara hubungan itu.

keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). suamiistri. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari keluarga besar.Biasanya ketika orang tua si bayi tidak kedua. Relating to relatives and others . mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat.7. dll. dan sebagainya. . khususnya kakek-nenek si bayi. sedangkan nonmateri berisi saransaran yang menurut sang istri berupa mitos-mitos atau saran seperti membacakan Al-Quran sebelum bayi tidur. Terdapat kunjungan pada keluarga besar di kota lain (Bandung) setiap liburan. Yang materi. seperti persoalan rumah tangga. rencanarencana yang berhubungan dengan financial. Keluarga juga membantu secara materi dan nonmateri. rutinitas dalam berumah tangga. misalnya boks bayi atau peralatan bayi. 127 .Keluarga besar memberikan bantuan. Keluarga juga mengadakan akikah dalam merayakan kedatangan bayi.

yang lain menggantikan. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . . Jadi ibu yang memasak air untuk mandi. Ayah-ibu jarang sarapan. 3-4 jam. biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. Family rituals and routines Morning awakening Breakfast Naptime mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya karena keluarganya jauh). 128 . mendapatkan penghargaan. Tidak bisa berkumpul semua dalam waktu lama.saling menghargai antar pasangan . Ayah biasanya masih tidur ketika anak sudah bangun. misalnya tetangga. dan makanan. sedangkan ayah maunya simpel saja. Mereka merasa senang dalam mengasuh bayinya.8. ibu lebih rumit dalam memikirkan apa yang diberikan. Di situ saling berdebat tapi akhirnya ayah mengalah.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . 9. membuat susu. Anak dan ibu tidur bersama tiap siang. Ada saja konflik dalam pengasuhannya seperti misalnya dalam memberi makan anak.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Sebenarnya orangtua pada keluarga yang diwawancarai saling mendukung satu sama lain dalam arti jika satu sedang tidak bisa mengasuh. Paling menyuapi anaknya.

RESPONDEN 13 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Siti Endang Adyningsih NPM : 190110070045 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : AH Usia : 29 tahun Pendidikan terakhir: S1 Pekerjaan : pegawai swasta pertambangan 129 . Setiap pulang. nangis-nangis ingin keluar. sambil diajak bernyanyi dan bercanda.Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays Pagi dan sore anak diajak main oleh ibu atau asisten keluarga. Ibulah yang memandikan anak secara reguler. anak juga diajak main. ayah menggendong anaknya. Ketika ayah pulang. Tidur bersama ibu. Keluarga punya ritual pergi ketika liburan ke mall (dalam keluarga ini mall Kelapa Gading) atau ke rumah nenekkakeknya di Bandung. Biasanya main dulu sebelum tidur. atau nonton.

Alamat : Jakarta Istri Inisial : AP Usia : 25 tahun Pendidikan terakhir: SMA Pekerjaan : ibu rumah tangga Alamat : Jakarta Anak Inisial Usia Tinggal Lama pernikahan Penghasilan total : HA : 2 ½ bulan : Rumah orang tua : 1 Tahun 4 Bulan : >5 juta/bulan 130 .

Akan tetapi. Setelah menikah. ia dan suami merencanakan untuk tidur bersama anak hingga anak tidak diberikan ASI lagi oleh responden. ia dan suami menempati kamar miliknya sejak ia masih gadis. tetapi belum digunakan karena alasan tersebut. suami dan anaknya tinggal dirumah orang tua responden. Perubahan yang terjadi hanyalah cat dinding dan penambahan list wallpaper serta stiker bunga dan kupu-kupu yang membuat kamar menjadi tampak lebih manis karena kehadiran anak perempuan. Responden telah menyiapkan box bayi sejak anak baru lahir. kira-kira ketika anak berusia 5 tahun. 131 . Akan tetapi. Orangtua melakukan penataan barangbarang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi Gambaran Deskriptif Responden. anak sudah mampu mengambil botol sendiri dan usia sekolah jadi bisa lebih mandiri. responden dan suami tinggal di Surabaya karena suami kerja disana. : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang Indikator Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. Hal ini pun dikarenakan usia 5 tahun.Sub dimensi Adopting housing arrangements to the little child. Jika anak tidak ASI lagi. tetapi ketika ia sudah mampu untuk merangkak ataupun berjalan. mereka menempati kamar tersebut bertiga. Setelah dinyatakan hamil. Responden pun menyatakan bahwa tidak ada perubahan besar yang terjadi di dalam kamar tersebut sebelum dan sesudah memiliki anak. Responden menyatakan bahwa sejak hamil. Tidak adanya perubahan karena kamarnya kecil sedangkan perabotannya besar-besar sehingga sulit untuk diubah. setiap akhir pekan mereka menginap dirumah mertua responden. responden dan suami pun kembali ke Jakarta dan tinggal bersama orang tua responden. Responden menyatakan takut kepala anak akan terbentur ke lantai jika anak dibiarkan bermain sendiri di atas lantai. responden menyatakan jika sudah memiliki rumah sendiri pun anak akan ditempatkan pada kamar sendiri. Saat ini anak masih berusia 2 bulan sehingga selalu di bawah pengawasan responden. Responden menyatakan sebelum memiliki anak. Kini pun ketika sudah memiliki anak. anak akan ditempatkan di dalam box bayi jika ingin bermain dengan mainannya. maka anak akan ditidurkan ke dalam box bayi.

Responden masih memberikan ASI eksklusif sehingga tidak ada makanan dan susu formula dulu sampai anak berusia 6 bulan.Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. tisu. Responden yang memandikan. Responden menyatakan bahwa suami hanya mencari nafkah yakni bekerja. Uang asuransi tersebut akan keluar ketika anak sudah mulai masuk sekolah. dan lain-lainnya setiap harinya. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. ketika akhir pekan biasanya suami akan membantu menyiapkan peralatan mandi anak. Sedangkan untuk kebutuhan serta biaya kesehatan untuk anak. shampo. responden dan suami telah menyiapkan uang 1 juta setiap bulannya. ia dan suami selalu pergi bersama setiap akhir pekan ke supermarket. Apa saja yang responden dan anak lakukan serta perkembangan apa saja yang telah dimiliki oleh anak mereka 132 . pampers serta imunisasi bagi anak. Facilitating members’rolelearning Pasangan saling Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk kebutuhan dan perlengkapan sang anak. Responden menyatakan bahwa hampir setiap hari berbagi cerita mengenai pengalaman responden seharian bersama anak kepada suami di malam hari sebelum tidur. Akan tetapi. Uang 1 juta tersebut diperuntukan untuk perlengkapan anak seperti bedak. Responden pun menyatakan bahwa ia dibantu oleh saudara yang tinggal bersama di rumah yang membantu ia dalam mencuci dan menyetrika. Uang 1 juta tersebut diluar dari uang asuransi pendidikan si anak. Responden pun menyatakan bahwa dalam berbelanja kebutuhan anak. Orang tua mempersiapkan anggaran untuk masa depan sang anak Memberi makan Memandikan Membersihka n kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi Belanja Masak Mencuci baju Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak . sedangkan responden lah yang mengurus rumah tangga serta merawat anak. memakaikan pakaian. sabun.adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing Responden menyatakan bahwa ia dan suami berencana akan menyiapkan anggaran pendidikan tuk anak dengan cara ikut serta dalam asuransi pendidikan.

Responden pun mengaku bahwa sejauh ini merasa senang menjalani hubungannya dengan suami. Responden pun menyatakan bahwa ia sangat mencintai suaminya. responden dan suami selalu berdiskusi untuk memecahkan masalahnya. Setiap ada masalah di dalam rumah tangganya. meskipun anak akan menangis.berbagi mengenai peran masing-masing serta mengajarkan kepada anak mengenai perannya sebagai anak adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi karena suami selalu meng”update” kemajuan si anak kepada responden. suami tidak ingin membantu. responden akan merasa kesal dan marah. Responden dan suami selalu mengajak berbicara anak ketika melakukan kegiatan bersama. Jika responden mengomel. Suami pun selalu menceritakan mengenai kegiatan-kegiatan serta masalah yang ditemui oleh suami dikantor kepada responden. ketika responden membutuhkan bantuan saat mengurus rumah tangga dan anak. Biasanya responden akan menarik jempol dan mengatakan tidak boleh kepada anak. Responden dan suami pun biasanya akan mengatakan salah kepada anak ketika anak melakukan sesuatu hal yang salah seperti menghisap jempol setelah disusui oleh responden. anak pun ikut mengoceh. Biasanya responden akan tidur lebih cepat agar suami dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman. Akan tetapi. responden mengaku bahwa ia dan suami berusaha untuk saling pengertian untuk memahami peran masing-masing. Responden menyatakan bahwa hanya bisa memberikan dukungan kepada suami jika suami memiliki masalah di kantor seperti di kejar deadline. Communicating with one another in the family Interaksi antara pasangan memberikan perasaan puas. Responden menyatakan bahwa ini salah satu cara mengajarkan anak untuk tidak memiliki kebiasaan yang buruk. Akan tetapi. sedangkan ia masih bisa beristrahat di rumah jika lelah mengurus rumah dan anak. Begitupun suami akan membantu ketika ia mempunyai waktu luang untuk membantu mengurus rumah. Responden menyatakan bahwa suaminya pasti lelah juga seharian bekerja. suami baru membantu. cinta serta sensitif dan responsif dalam menjalin hubungan Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive 133 .

tetapi setiap akhir pekan responden berserta anak dan suami menginap dari hari jumat malam hingga minggu siang. Responden beralasan jika anak pertamanya masuk ke TK. pendapatan dari sang suami lah yang digunakan. mendapatkan penghargaan. Sejauh ini responden mengakui merasa senang memiliki anak dan mengasuh anak mereka. anggota keluarga banyak yang memberikan perlengkapan untuk anaknya. Responden mengakui bahwa keluarga dari pihak ia maupun suami sering memberikan masukan dan nasehat dalam mengasuh anak.Planning for future children the- relating to relatives and others Memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi . Responden menikmati perannya kini sebagai seorang ibu yang memilki anak perempuan yang lucu dan menggemaskan. pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua saling menghargai antar pasangan pasangan Responden sekarang tinggal dirumah orang tuanya. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. Suami pun sangat terlihat lelah setiap pulang kantor sehingga responden mengakui ia tidak berani untuk memarahi atau mengeluh dalam mengurus anak. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. Jika anak sakit 134 . responden menyatakan bahwa untuk kebutuhan serta imunisasi anaknya. Sang suami pun akan membantu setiap akhir pekan dalam menyiapkan persiapan mandi anak dan berbelanja kebutuhan anak. memakaikan pakaian dan menidurkan sejauh ini ia mampu melakukan sendiri tanpa bantuan pengasuh. Akan tetapi. anak kedua bisa berusia 1 tahun jadi anak pertama sudah punya adik. Suami responden sibuk bekerja setiap harinya dari jam setengah 7 pagi hingga jam setengah 7 malam baru sampai di rumah. Responden menyatakan bahwa jika hanya mengurus anak seperti memandikan. menggendong anak jika responden sedang mandi atau beraktivitas yang lain.Memiliki persiapan untuk memiliki anak lagi adanya bantuan dari keluarga dalam bentuk materi atau non-materi Responden menyatakan bahwa ia dan suami berencana memiliki anak kedua ketika anak pertamanya ini berusia 4 tahun. Ketika anaknya pun lahir. Keluarga besar hanya sebatas memberikan nasehat dan masukan serta hadiah berupa pakaian dan mainan untuk anaknya. Selain itu.

Respondenlah yang memandikan anaknya. Responden mengaku biasanya ia menggendong anaknya ketika membukakan pintu gerbang untuk suami yang akan pergi ke kantor. biasnaya ia akan melakukan aktivitas lain yakni jualan online barang-barang cewek seperti dompet. pakaian. suami akan sholat isya lalu tidur. Biasanya anak akan senang ketika direndam di dalam air. Suami biasanya setelah pulang kerja akan langsung mandi lalu sholat berjama’ah dengan responden lalu makan. Biasanya sebelum tidur. tas. biasanya anak akan di-massage oleh responden. anak pun biasanya mengoceh. Ketika melakukan hal ini. Biasanya anak bangun pagi dan suami mengajak bicara anak sambil bersiap-siap ke kantor. Sebelum dimandikan. Responden mengakui bahwa ia tidak biasa makan pagi sehingga tidak ada aktivitas sarapan bersama suami. anak pun akan di masukan ke dalam sebuah bak kecil sambil ditopang oleh responden. responden dan suami langsung membawanya ke rumah sakit. suami responden bermain bersama anaknya (mengajak ngobrol). sepatu. biasanya responden sambil mengajak bicara anak. responden dan suami biasanya akan merasa sedikit pusing dalam mengatasinya. Responden mengakui bahwa kebiasaan yang dilakukan oleh ia dan suaminya ketika menidurkan anak di malam hari ataupun siang hari 135 . Tidak lama. Responden mengakui bahwa hal ini akan membuat pertumbuhan badan dan otot-otot sang bayi baik. Setelah itu. Seperti waktu anak mereka sakit flu ketika baru berusia beberapa minggu. suami pun biasanya berangkat jam setengah 7 pagi. Responden mengaku tidak memiliki kegiatan berjalan disekitar rumah seperti jalan pagi bersama anak. Responden mengakui ketika anaknya tidur siang.dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Family rituals routines and Morning awakening Breakfast Naptime Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children atau menjadi rewel.

setiap akhir pekan mereka habiskan di rumah mertua responden. 136 . Akan tetapi kini setelah memiliki anak. respoden berserta anak dan anggota keluarga yang lain mengajak jalan-jalan ke pusat perbelanjaan ataupun suatu tempat wisata.Special holidays adalah memperdengarkan musik klasik di dalam kamar kepada anak mereka. Mertua responden pun sering mengajak suami. Sebelum memiliki anak. responden dan suami sering bepergian berdua ke mall dia khir pekannya.

000.. 5.000.RESPONDEN 14 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Destri Diana NPM : 190110080017 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami : Inisial : SP Usia : 31 tahun Pendidikan terakhir: S1 Teknik Sipil Pekerjaan : Pegawai swasta Alamat : Tangerang Istri : Inisial : YA Usia : 29 tahun Pendidikan terakhir: S1 Ekonomi Pekerjaan : Pegawai swasta Alamat : Tangerang Anak : Inisial Usia Usia pernikahan Penghasilan total : NAY : 3 tahun : 4 tahun : > Rp./bulan 137 .

yaitu ketika anak usia 5 tahun. seperti baju. seperti meja dengan yang terbuat dari kayu. bendabenda yang tajam disimpan ditempat yang tidak terjangkau oleh anak. Aktivitas anak sehari-hari di dalam rumah adalah bermain. Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi DESKRIPSI HASIL INTERVIEW Keluarga ini sudah tinggal dengan rumah sendiri sejak dari awal pernikahan. dan perlengkapan bayi lainnya. Persiapan ibu sebelum kelahiran bayinya. Pada usia kehamilan 7 bulan. misalnya permainan edukatif (seperti puzzle. misalnya dari hasil yang telah dibacanya. tempat tidur. Dalam penataan rumah dari sebelum dan sesudah memiliki anak tidak ada perubahan dan sudah cukup kondusif untuk tumbuh-kembang anak. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang INDIKATOR . 1. lemari yang terbuat dari kayu dan plastik. penataan ventilasi. : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. Dalam mempersiapkan peralatan bayinya yang akan lahir. suami-istri sudah mulai mempersiapkan kebutuhan bayi yang akan lahir. ia suka membaca buku mengenai kehamilan dan anak. SUB DIMENSI Adopting housing arrangements to the little child. Sang anak sejak lahir hingga sekarang masih tidur bersama kedua orang tuanya. Karena dari sejak awal memiliki rumah sudah direncanakan mengenai barang-barang yang safety bagi anak untuk digunakan. mencari mana 138 . Pada saat beberapa awal bulan kehamilan sudah mulai mempersiapkan biaya kelahiran sang bayi yang akan lahir dengan menabung dan juga memperisapkan namanya.Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. ibu pun terinspirasi dari buku tersebut mengenai pada saat dalam kandungan diberi music klasik. yang menurut buku tersebut dapat mengembangkan kognisi anak kelak. dan lain-lain. kontak listrik dihalangi oleh meja. Dan rencana untuk menyiapkan ruangan khusus bagi anak. sang ibu ditemani suami dan orang tua dari ibu.NO .

Karena keduanya bekerja maka pengahasilan dari keduanya disisihkan untuk masa depan anak. mencari pekerjaan sampingan sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Oleh karena itu tidak ada tanggapan dari keluarga besar terhadap anggaran pada keluarga ini. Suami-istri ini tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi anggaran untuk anak.). Suamiistri ini juga berusaha untuk tidak menerima bantuan dari keluarga besar dan bahkan mereka tidak ingin merepotkan kedua keluarga besar dalam bantuan materi. Hal tersebut terjadi saat sang ibu sedang tidak bekerja. dan menonton TV. . Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. Dalam mempersiapkan anggaran pendidikan anak suatu saat nanti.Memandikan . Selama ini pekerjaan di kantor dari keduanya berjalan dengan lancar dan tidak ada gangguan yang dikarenakan kesibukan dalam mengurus anak.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya 3. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung . sang ayah mencari tambahan untuk kelangsungan hidup keluarga. mobil-mobilan). Penataan mainan anak pun disesuaikan dengan jenis permainannya dan mainan anak di simpan dalam box yang khusus sebagai tempat mainan anak. dan perkembangan sang anak. dsb. Tambahan pemenuhan anggaran keluarga. Pembagian tanggung jawab terhadap tugas rumah tangga atau dalam mengurus rumah dari sebelum dan sesudah memiliki anak tidak ada perubahan. karena antara suami-istri saling bekerja sama dalam mengerjakannya.Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi gambar yang sama. pertumbuhan. . kedua pasangan suami-istri ini sudah membuat buku tabungan yang diatasnamakan anak mereka. Terlebih lagi kalau sang ayah sedang libur.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan.Memberi makan .2. dan permainan lainnya (seperti robotrobotan. yaitu selama satu tahun usia anak. perbaiki. Pada saat ibu sedang 139 . Anak sering bermain di ruang keluarga. ataupun membangun rumah. tembak-tembakan. yaitu mendesain.

jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. . Mereka tidak segan untuk saling menceritakan permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaannya atau dengan rekan kerjanya. mereka bersama-sama menenangkan anak mereka.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi mencuci. perubahannya hanyalah adanya tanggung jawab baru dalam keluarga tersebut. masak.Mencuci baju .). 140 . Setelah sang ibu mulai bekerja. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. Pada saat ibu sedang repot dengan pekerjaan rumah tangga. Pada waktu senggang pasangan suami-istri ini diisi dengan menceritakan pengalaman dan kegiatan yang dilakukan selama dipekerjaannya.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak 4. Pasangan suami-istri ini dalam mengerjakan tugasnya sehari-hari dilakukan bersama-sama. membersihkan kamar. Setelah menikah sampai dengan anak berusia satu tahun. Pekerjaan yang sering ayah lakukan dirumah adalah mengurus merapikan taman dan membetulkan peralatan rumah tangga yang kiranya rusak. ibu yang mengatur pekerjaan rumah tangga dan juga merawat dan mengurus anak (memandikan. Sebelum ibu bekerja. memasak maka ayah yang menjaga anak dan belanja kebutuhan rumah tangga dilakukan bersama. mengasuh dan mendidik anak.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan . dll. dan mengurus anak (memberi makan. memandikan. sang ibu adalah ibu rumah tangga. segala pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak dikerjakan oleh pembantu rumah tangga. Pada saat anak mereka ‘rewel’. menidurkan anak tidur siang.Belanja .Masak . Jadi. yaitu merawat. sang ayah turun tangan untuk menjaga anak. Facilitating members’rolelearning : . memberikan makan anak. Baik itu mencuci. Meskipun yang lebih dominan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak adalah ibu. dan lain-lain) ketika sang ibu sedang bekerja. dan membantu pekerjaan istri yang bisa dilakukan. menemani bermain.

mereka memberikan arahan kepada anak bahwa perilaku itu tidak baik dan memberi tahu bagaimana yang baiknya. Pada saat hari kerja. seperti memunculkan suatu perilaku yang tidak biasanya. atau yang lainnya. huruf. dan biasanya anak meminta ke suatu arena permainan yang ada di Mall tersebut. Karena adanya saling keterbukaan diantara keduanya. dan sebagainya. Begitu pula. sang ibu menjaga dan mengasuh anak sepenuhnya. biasa dilakukan bersama adalah menonton TV. Hari libur atau akhir pekan adalah hari yang panjang antara ibu dan anak pada keluarga ini. bermain (baik di dalam 141 . mereka mencari solusinya bersama-sama. dan bermain. cara ibu dan ayah dalam mengajarkan anak. maka dijelaskan demikian. seperti mengenalkan angka. ibu mengabadikannya dalam bentuk video ataupun foto. sang ayah seringkali lembur. ataupun kalau ada bahan pokok yang mulai naik. maka untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam rumah tangga. bermain. ketika ada sesuatu yang terjadi pada anak. Yang kemudian ibu menceritakan kejadian tersebut kepada sang ayah. Di akhir pekan. ibu lebih menceritakan tentang sesuatu yang akan dibutuhkan. Terkadang anak suka meminta orang tuanya untuk mengajaknya pergi.Sebelum ibu bekerja. atau ada yang rusak. Kebiasaan anak adalah menonton TV. ibu mengajarkan anak dalam belajar. Kalau dalam hal mengurus rumah atau rumah tangga. Misalnya seperti masalah dalam perilaku anak yang tidak baik. dimana pengasuhan anak seluruhnya dilakukannya. Apabila sesuatu hal bisa dijelaskan dengan suatu peragaan. Di saat libur itu. Biasanya mereka berpergian ke suatu Mall.

misalnya yang dibeli anak ketika ke pasar bersama pengasuh. Dan biasanya anak suka menceritakan kepada orang tuanya apa yang dilakukannya. pada saat bermain ia terjatuh dan luka (anak menunjukkan lukanya pada orang tuanya). power rangers) dan permainan yang disukai anak adalah bongkar pasang puzzle. Cara orang tua dalam mendidik anak adalah penuh kasih sayang diajarkan untuk bertanggung jawab. Dengan adanya kepuasan tersebut dikarenakan saling mencintai satu sama lain. mengajari tentqng agama sesuai dengan usianya. saling menjaga perasaan pasangan mereka Memiliki puas dalam hubungan Adanya diantara tersebut perasaan menjalin cinta hubungan Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive Saling menjaga perasaan pasangan rumah maupun di luar rumah). Biasanya bermain bersama itu di saat anak ingin bermain. meminta anak menceritakan kegiatan yang dilakukan. semua kegiatan yang dilakukan anak ditemani oleh ibu. Biasa yang dilakukan adalah menonton TV atau apa yang ingin dilakukan anak. 142 . Pada hari libur. “tidak ada kata tidak puas. orang tua biasa bermain bersama anak pada malam hari. Communicating with one another in the family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. yang penting menjalin hubungan saling percaya. disiplin. Pengungkapan cinta mereka. adanya cinta diantara hubungan itu.5. kadang-kadang anak mau mengikuti dan kadang-kadang tidak. Pada hari kerja. Keluarga ini memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan di antara mereka. menonton bersama (dimana orang tuanya menjelaskan cerita dari film yang ditonton). seperti perhatian yang penuh dengan kasih sayang dan mengetahui keadaan pasangan maupun anak. Anak lebih menyukai menonton film robot ksatria (misalnya. Ketika ayah dan ibu mengajarkan anak sesuatu yang baru. jujur. Cara orang tua menjaga kedekatan dengan anak adalah dengan mengajak anak bermain bersama (apa ingin anak mainkan). Menurut mereka.

b) tidak memiliki keinginan Karena sampai saat ini belum diberikan anak. Planning for Future Children : bagaimana rencana orang tua setelah memeliki anak pertama dan orang tua pun tidak memaksakannya.mereka selalu melakukan sharing satu sama lain. Jika: Kedua pasangan ini sangat ini memiliki anak lagi. tergantung dari mood anak. Keinginan dari anak dan melihat memiliki anak lagi anak yang sudah dapat membagi kasih sayang itulah yang membuat suami-istri berencana untuk mendapatkan anak lagi. mereka juga sering saling sms dan menelepon. ayah memanggil ibu dengan sebutan “Bunda”. pasangan 143 . “ini tante Tia”). Pada saat keduanya sedang bekerja. Cara orang tua memperkenalkan anggota keluarga lainnya.6. Dan mereka pun bercerita. Yaitu dengan menjalin komunikasi yang baik. Cara pasangan suami-istri ini dalam memahami peranan pasangannya. Begitu juga terhadap anak. Begitu juga ketika suami/istri sedang kesal pada suami/istri. Dan kadang terlihat dari rawut wajah suami/istri yang tidak seperti biasanya. biasanya mereka cerita dan meminta maaf. Itulah cara mereka dalam mempertahankan cintanya kepada suami/istri. Ibu memanggil ayah dengan sebutan “Papah”. baik suami/istri memberikan pendapatnya atau mencoba membantu mengatasinya. memahami satu sama lain. Pada saat itulah ibu sudah mulai melepas KB nya. Ketika mengalami kesulitan dalam pekerjaan di kantor maupun dalam rumah tangga. Begitu juga dalam memperkenalkan anggota keluarga lainnya. saling mendukung. Baik suami/istri menanyakan ada permasalahan apa. terlebih lagi a) memiliki keinginan untuk anaknya sudah meminta adik. dan sebagainya. mereka saling menceritakan masalahnya. yaitu anak menyalami anggota keluarga tersebut dan orang tua memperkenalkannya (misalnya. yaitu karena sudah tahu tanggung jawabnya dan tugasnya masing-masing.

Relating to relatives and others . dll. rencanarencana yang berhubungan dengan financial. Misalnya. seperti persoalan rumah tangga. Dengan kelahiran anak pertama. keluarga besar mengadakan acara syukuran dan memotong kambing. Keluarga ini mengadakan syukuran dengan menyantuni anak yatim di suatu pati asuhan. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). rutinitas dalam berumah tangga. suami ataupun istri mencari pekerjaan sampingan untuk menambah pemasukan/penghasilan.Biasanya ketika orang tua si bayi tidak mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya suami-istri sudah mulai mempersiapkan finansial untuk kehadiran anak kedua. Harapan keluarga besar terhadap kelahiran anak pertama dalam keluarga ini yaitu bahwa lahir dengan selamat dan sehat. Dalam hal financial. dan lain-lain. 144 . memposisikan tidur bayi agar tidak terlalu terkena kipas angin. memasak. keluarga ini tidak mendapat bantuan dari keluarga besar. Pengasuh ini tidak hanya mengasuh anak saja. . maka ibu dibantu oleh seorang pengasuh. Pada saat usia bayi 40 hari. seperti mencuci. dan cara mengatasi kulit bayi yang sensitive. Karena mereka berusaha untuk memenuhi kehidupan dengan semampunya. khususnya kakek-nenek si bayi. suami-istri. tetapi juga mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari keluarga besar.untuk memiliki anak lagi 7. Kalau dikira kurang. Karena ibu juga bekerja. dalam hal makanan yang baik untuk bayi. keluarga mendapatkan masukan atau saran dari keluarga besar ataupun kerabat mengenai mengurus anak.Keluarga besar memberikan bantuan. mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat.

dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. anak susah sekali untuk makan. kemudian orang tuanya ‘mempipiskan’ anak. atau biasanya anak mau disuapin oleh ayah atau ibunya. mereka bersama-sama menenangkannya.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . Kedua orang tua ini membuat berbagai cara agar anak mau makan. karena mimpi ataupun sedang sakit.saling menghargai antar pasangan . Pada saat anak sakit. biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat. . kedua orang tua bersama-sama untuk menangani atau menjaganya. misalnya tetangga. Family rituals routines and Morning awakening Breakfast 145 . Kebiasaan yang sering dilakukan anak bersama orang tuanya ketika bangun tidur adalah anak bangun sendiri yang kemudian langsung mencari orang tuanya. Kebiasaan sarapan bersama antara anak dan orang tua selalu 9. Apalagi kalau sedang sakit. Setelah itu.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Dalam pengasuhan anak pasangan suami-istri ini saling bekerja sama. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. 8. Misalnya.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . menanyakan apa yang diinginkan oleh anak. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak. mendapatkan penghargaan. Pasangan suami-istri ini tidak merasa tidak ada permasalahan dalam mengasuh anak selama ini. anak tidak hanya ibu saja yang selalu menidurkan anak. tetapi ayah yang menidurkannya.karena keluarganya jauh). misalnya saja pada malam hari. mereka menonton TV bersama. Yang lebih sering membuatkan susu di malam hari adalah ibu. Saat anak sedang rewel. sedangkan ayah “mempipiskan” anak di malam hari.

yang kemudian anak pun jadi tertidur. Ruang makan dan ruang keluarga itu menyatu. Special holidays Saat di hari libur. terutama ibu. ia menonton TV atau bermain bersama pengasunya. Hal biasa dilakukan antara ibu dengan anak menjelang tidur adalah ibu Bedtime for children memberikan susu kepada anaknya sambil tiduran dan ibu mengeluskan punggung anak. segala pengasuhan dilakukan orang tua. bermain. Sedangkan saat hari kerja. sarapan cukup jarang dilakukan bersama. Baik itu memandikan anak. 146 . Yang penting ayah dan ibu menemani anak kalau sedang bermain. Anak selalu tidur bersama kedua orang tuanya. Kegiatan sebelum dan sesudah makan yang kerap dilakukan adalah menonton TV. Anak tidur siang bersama dengan ibu sering terjadi ketika ibu Naptime sedang libur bekerja. menonton. makan. Sedangkan untuk hari kerja. Biasanya anak mandi sambil bermain. Pada saat hari kerja. sarapan bersama jarang terjadi. kadang-kadang anak dan orang tuanya berkunjung ke salah satu rumah kakek dan neneknya. dan Baby's bathtime tidur siang. anak tidur siang bersama pengasuh. Tidak kegiatan khusus yang menjadi rutinitas ketika hari libur. sering terjadi bersama ayahnya. Pada hari libur. Menjelang Maghrib anak pulang ke rumah dan anak sambil menunggu kedua orang tuanya. dimana di ruang tersebut ada televisinya.terjadi ketika orang tua sedang libur bekerja. Hal yang biasa dilakukan anak menjelang kedua orang tuanya pulang bekerja (kedua orang tuanya berangkat dan pulang kerja Daily Outings dan Father’s bersama) adalah bermain bersama teman seusianya di luar homecoming rumah dengan pengawasan pengasuh. mengajarkan anak belajar.

biasanya ke sebuah arena permainan.Kadang-kadang anak suka meminta pergi ke Mall. 147 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful