SISTEM INFORMASI KESEHATAN

tidak akurat. 3. b. mantap dan akhirnya mati atau berubah menjadi sistem yang baru. Adanya duplikasi data (data redundancy). Oleh karena itu perlu disadari bahwa pengembangan sistem informasi tidak pernah berhenti. Terlalu banyak informasi. tidak tepat waktu. Adanya data yang cara pemanfaatannya tidak fleksibel. berkembang. Sistem informasi sebagai suatu sistem harus mengikuti siklus hidup sistem Seperti lahir. perusahaan pengembang perangkat keras maupun perangkat lunak tersebut. Meskipun pada umumnya. Versi terbaru itu umumnya mempunyai feature yang lebih banyak. d. f. karena teknologinya ketinggalan jaman (outdated) sehingga layanan pemeliharaan perangkat keras tidak dapat lagi dilakukan oleh perusahaan pemasok perangkat keras. sudah mengeluarkan versi terbaru. Pengambilan keputusan yang tidak dilandasi dengan informasi. maka kebutuhan informasi juga akan berkembang sedemikian rupa sehingga sistem informasi yang sekarang digunakan sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan organisasi tersebut. b. 2. Dinamika sistem informasi dalam suatu organisasi sangat ditentukan oleh dinamika perkembangan organisasi tersebut. Oleh karena itu. h. sistem informasi memiliki umur layak guna. Informasi yang ada. Informasi yang tersedia. Panjang pendeknya umur layak guna sistem informasi tersebut ditentukan diantaranya oleh: a.adalah sistem informasi yang berbasis komputer. Perkembangan organisasi tersebut Makin cepat organisasi tersebut berkembang. Isu penting yang mendorong pemanfaatan teknologi komputer atau teknologi informasi dalam sistem informasi suatu organisasi adalah : a. Hal ini disebabkan: 1) Perangkat keras yang digunakan sudah tidak di produksi lagi. c. melakukan optimasi proses dari versi sebelumnya dan memanfaatkan feature baru dari perangkat keras yang juga telah berkembang. Informasi yang tersedia. g. Informasi yang ada. Sistem informasi organisasi adalah suatu sistem yang dinamis. tidak relevan. e. 2) Perusahaan pembuat perangkat lunak yang sedang digunakan. tidak dimanfaatkan oleh manajemen. mecoba menjaga . Perkembangan teknologi informasi Perkembangan teknologi informasi yang cepat menyebabkan perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung beroperasinya sistem informasi tidak bisa berfungsi secara efisien dan efektif.

harus tepat. 3) Harus siap untuk melakukan migrasi ke sistem yang baru. Hal ini disebabkan karena feature-feature yang baru tidak termanfaatkan dengan baik. .kompatibilitas dengan versi terdahulu. Konsekuensi dari pemanfaatan teknologi informasi tersebut adalah: 1) Dalam melakukan antisipasi perkembangan teknologi. apabila diperlukan. maka para pengguna harus sigap dalam memanfaatkan dan menggunakan teknologi tersebut. Mengingat perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat. namun kalau dilihat dari sisi efektivitasnya. maka pemanfaatan infrastruktur tersebut tidak efektif. 2) Harus selalu siap untuk melakukan pembaharuan perangkat keras maupun perangkat lunak pendukungnya.

.

akan dikembangkan berdasarkan tingkat kemampuan dari para pemakai. 2) Kemampuan belajar dari para pemakai. dan 3) Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sistem. satu diletakkan pada komputer induk yang berfungsi sebagai pelayan (server) dan yang satu lagi diletakkan di komputer pengguna (client). maka EUC akan menyebabkan masalah yang serius dalam . Perangkat lunak backend adalah perangkat lunak pengelola sistem basis data (database management system/DBMS). Pada pola terdistrubusi. Pada server diletakkan perangkat lunak back-end dan pada client diletakkan perangkat lunak front-end. c) Penurunan harga. juga mengikuti perkembangan desain sistem perangkat keras tersebut diatas. dikenal istilah end-usercomputing (EUC). kemampuan pengolahan data (computing power) di pecah menjadi dua. Mengingat bervariasinya kemampuan EUC dan sulitnya melakukan pemantauan serta pengendalian terhadap EUC. d) Turn over alat yang semakin cepat. Perkembangan perangkat komunikasi menyebabkan perubahan desain sistem perangkat keras yang digunakan. Kecenderungan perkembangan perangkat keras: a) Peningkatan kecepatan. Dari sisi pemakai. dari sistem dengan pola tersentralisasi menjadi sistem dengan pola terdistribusi. baik dari sisi : 1) Tingkat pemahaman mengenai teknologi informasi.Arah perkembangan teknologi informasi dalam kurun waktu 3-5 tahun mendatang adalah sebagai berikut: 1) Perkembangan perangkat keras dan komunikasi. 2) Kecenderungan perkembangan perangkat lunak. c. EUC adalah pemakai yang melakukan pengembangan sistem untuk keperluan dirinya sendiri. sedangkan perangkat lunak front-end adalah perangkat lunak yang dikembangkan dengan pemrograman visual berdasarkan 4GL dari DBMS tersebut atau dengan perangkat lunak antarmuka (interface) untuk berbagai DBMS seperti ODBC (open database connectivity). b) Peningkatan kemampuan. Sistem informasi yang baik. desain ini disebut sebagai clientserver achitecture. Perkembangan tingkat kemampuan pengguna (user) sistem informasi. terutama perangkat lunak basis data (database).

pada dasarnya terdiri dari minimal 2 aspek yang harus berjalan secara selaras. Daya guna sistem informasi sangat ditentukan oleh tingkat integritas sistem informasi itu sendiri. merupakan prasyarat yang mutlak untuk dapat mendapatkan sistem informasi yang terpadu.pengembangan maupun dalam pemeliharaan sistem informasi. Sistem informasi yang terpadu (integrated) mempunyai daya guna yang tinggi. jika dibandingkan dengan sistem informasi yang terfragmentasi. yaitu aspek manual dan aspek yang . 4. Sinkronisasi antar sistem yang ada dalam sistem informasi itu. Usaha untuk melakukan integrasi sistem yang ada didalam suatu organisasi menjadi satu sistem yang utuh merupakan usaha yang berat dengan biaya yang cukup besar dan harus dilakukan secara berkesinambungan. Sistem informasi. Ancaman yang paling serius adalah adanya disintegrasi sistem menjadi sistem yang terfragmentasi.

.

Implementasi dan Operasionalisasi. Strategi yang dipilih untuk melakukan pengembangan sistem sangat bergantung kepada besar kecilnya cakupan dan tingkat kompleksitas dari sistem informasi tersebut. Pembuatan Rancangan Rinci. karena struktur organisasi sering kali kurang mencerminkan semua fungsi yang ada didalam organisasi. 6. Untuk sistem informasi yang cakupannya luas dan tingkat kompleksitas yang tinggi diperlukan tahapan pengembangan seperti: Penyusunan Rencana Induk Pengembangan. Pemetaan fungsi-fungsi dan sistem ke dalam unit-unit struktural yang ada di dalam organisasi tersebut adalah wewenang dan tanggungjawab dari pimpinan organisasi tersebut. Pengembangan sistem yang dilakukan . 5. Pembuatan Rancangan Global. Sering kali pengembang sistem informasi hanya memfokuskan diri pada pengembangan aspek komputernya saja. merupakan salah satu penyebab kegagalam implementasi dan operasionalisasi sistem informasi. Hal ini di akibatkan adanya asumsi bahwa aspek manual lebih mudah diatasi dari pada aspek komputernya. Sebagai pengembang sistem informasi hanya bertanggung jawab dalam mengintegrasikan fungsi-fungsi dan sistem yang ada didalam organisasi tersebut menjadi satu sistem informasi yang terpadu. tanpa memperhatikan aspek manualnya. pengembangan sistem informasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan struktur organisasi dan pada umumnya mereka mengalami kegagalan. termasuk antisipasi perkembangan organisasi dan perkembangan teknologi.terotomatisasi (aspek komputer). Penyusunan rancang bangun/desain sistem informasi seharusnya dilakukan secara menyeluruh sedangkan dalam pembuatan aplikasi bisa dilakukan secara sektoral atau segmental menurut prioritas dan ketersediaan dana. Pengembangan Sistem Informasi organisasi harus menggunakan pendekatan fungsi dan dilakukan secara menyeluruh (holistik). Padahal salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan sistem informasi adalah dukungan perilaku dari para pengguna sistem informasi tersebut. Keberhasilan pengembangan sistem informasi sangat bergantung pada strategi yang dipilih untuk pengembangan sistem tersebut. dimana para pengguna sangat terkait dengan sistem dan prosedur dari sistem informasi pada aspek manualnya. Pada banyak kasus. keadaan pada waktu sistem informasi siap dioperasionalkan dan keadaan dimasa mendatang. Pengembangan sistem informasi yang berhasil apabila dilakukan dengan mengembangkan kedua aspek tersebut. Dalam pemilihan strategi harus dipertimbangkan berbagai faktor seperti : keadaan yang sekarang dihadapi. Ketidaktepatan dalam melakukan prediksi keadaan dimasa mendatang.

Menentukan kelancaran dan kualitas proses kerja. Dalam konsep manajemen modern. sarana dan prasarana. informasi telah menjadi salah satu aset dari suatu organisasi. Menjadi ukuran kinerja organisasi/perusahaan. SDM. selain uang. 7. . karena keberadaan informasi tersebut: a. Penguasaan informasi internal dan eksternal organisasi merupakan salah satu keunggulan kompetitif (competitive advantage).segmental atau sektoral tanpa adanya desain sistem informasi yang menyeluruh akan menyebabkan kesulitan dalam melakukan intergrasi sistem. Informasi telah menjadi aset organisasi. b.

.

Sehingga bila diperlukan informasi yang menyeluruh diperlukan waktu yang cukup lama. 5. Sistem informasi yang ada saat ini dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Masih belum membudayanya pengambilan keputusan berdasarkan data/informasi. sehingga setiap kegiatan dan program kesehatan yang dilaksanakan dan dirasakan oleh masyarakat dapat diketahui difahami. Dengan demikian sangat dibutuhkan sekali dibangunnya sistem informas kesehatan yang terintegrasi baik di dalam sektor kesehatan (antar program da antar jenjang). yaitu dengan sistem jaringa informasi pemerintah daerah dan jaringan informasi di pusat. 3. Masing-masing program memiliki sistem informasi sendiri yang belum terintegrasi. SIKNAS belum berjalan sebagaimana mestinya. sehingga seringkali timbul keengganan bagi petugas untuk memasuki atau dipromosikan menjadi pengelola sistem informasi. Departeme Kesehatan telah membangun sistem informasi kesehatan yang disebu SIKNAS yang melingkupi sistem jaringan informasi kesehatan mulai dar kabupaten sampai ke pusat. . dan di luar sektor kesehatan. propinsi. dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermut yang disediakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat sendiri. sert ditandainya adanya peran serta masyarakat dan berbagai sektor pemerinta dalam upaya upaya kesehatan. kabupaten da seterusnya sampai ke pelosok. Setiap unit infrastruktur pelayanan kesehata tersebut menjalankan program dan pelayanan kesehatan menuju pencapaia visi dan misi Depkes tersebut. Dalam upaya mencapai visi dan misi yang tela ditetapkan tersebut. Jaringan sistem pelayanan kesehatn tersebut memerlukan sistem informas yang saling mendukung dan terkait. 2. Belum adanya sistem pengembangan karir bagi pengelola sistem informasi. padahal kapabilitas untuk itu dirasa memadai. Setiap jenjang tersebut memiliki sistem kesehatan yang yang saling terkait mulai dari pelayanan kesehatan dasar d desa dan kecamatan sampai ke tingkat nasional.kemajuan komputer. Departemen Kesehatan telah menetapkan visi Indonesia Sehat 2010 yan ditandai dengan penduduknya yang hidup sehat dalam lingkungan yang sehat berperilaku sehat. diantisipasi dan di kelola dengan sebaik-baiknya. Terbatasnya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) di berbagai jenjang. Terbatasnya kemampuan dan kemauan sumber daya manusia untuk mengelola dan mengembangkan sistem informasi 4. baik piranti lunak maupun perangkat kerasnya dalam upanya membantu penanganan manajemen yang sebelumnya dilakukan secara manual. Namun demikian dengan keterbatasa sumberdaya yang dimiliki. infrastruktur pelayanan kesehatan telah dibangu sedemikian rupa mulai dari tingkat nasional.

Sistem informasi tidak identik dengan sistem komputerisasi Pada dasarnya sistem informasi tidak bergantung kepada penggunaan teknologi komputer. Konsep-konsep tersebut antara lain: 1.Konsep-konsep Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Sistem informasi kesehatan harus dibangun untuk mengatasi kekurangan maupun ketidakkompakan antar badan kesehatan. ada beberapa konsep dasar yang harus dipahami oleh para pengembang atau pembuat rancang bangun sistem informasi (designer). yang dimaksudkan dengan sistem informasi . Dalam melakukan pengembangan sistem informasi secara umum. Pada pembahasan selanjutnya. Sistem informasi yang memanfaatkan teknologi komputer dalam implementasinya disebut sebagai Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer Based Information System).

.

Informasi yang tersedia. melakukan optimasi proses dari versi sebelumnya dan memanfaatkan feature baru dari perangkat keras yang juga telah berkembang. Sistem informasi sebagai suatu sistem harus mengikuti siklus hidup sistem Seperti lahir. Panjang pendeknya umur layak guna sistem informasi tersebut ditentukan diantaranya oleh: a. b. sistem informasi memiliki umur layak guna. 3. Terlalu banyak informasi. sudah mengeluarkan versi terbaru. f. d. c. Meskipun pada umumnya. Informasi yang ada. tidak relevan. berkembang. 2) Perusahaan pembuat perangkat lunak yang sedang digunakan. e. Oleh karena itu. tidak akurat. Oleh karena itu perlu disadari bahwa pengembangan sistem informasi tidak pernah berhenti. Perkembangan organisasi tersebut Makin cepat organisasi tersebut berkembang. Pengambilan keputusan yang tidak dilandasi dengan informasi. g. Sistem informasi organisasi adalah suatu sistem yang dinamis. mantap dan akhirnya mati atau berubah menjadi sistem yang baru. perusahaan pengembang perangkat keras maupun perangkat lunak tersebut. karena teknologinya ketinggalan jaman (outdated) sehingga layanan pemeliharaan perangkat keras tidak dapat lagi dilakukan oleh perusahaan pemasok perangkat keras. Adanya duplikasi data (data redundancy). Perkembangan teknologi informasi Perkembangan teknologi informasi yang cepat menyebabkan perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung beroperasinya sistem informasi tidak bisa berfungsi secara efisien dan efektif. Hal ini disebabkan: 1) Perangkat keras yang digunakan sudah tidak di produksi lagi. Informasi yang ada. Adanya data yang cara pemanfaatannya tidak fleksibel.adalah sistem informasi yang berbasis komputer. h. b. tidak tepat waktu. mecoba menjaga . maka kebutuhan informasi juga akan berkembang sedemikian rupa sehingga sistem informasi yang sekarang digunakan sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan organisasi tersebut. Versi terbaru itu umumnya mempunyai feature yang lebih banyak. Isu penting yang mendorong pemanfaatan teknologi komputer atau teknologi informasi dalam sistem informasi suatu organisasi adalah : a. tidak dimanfaatkan oleh manajemen. Informasi yang tersedia. 2. Dinamika sistem informasi dalam suatu organisasi sangat ditentukan oleh dinamika perkembangan organisasi tersebut.

maka para pengguna harus sigap dalam memanfaatkan dan menggunakan teknologi tersebut. 3) Harus siap untuk melakukan migrasi ke sistem yang baru. Hal ini disebabkan karena feature-feature yang baru tidak termanfaatkan dengan baik. Konsekuensi dari pemanfaatan teknologi informasi tersebut adalah: 1) Dalam melakukan antisipasi perkembangan teknologi. maka pemanfaatan infrastruktur tersebut tidak efektif. apabila diperlukan. namun kalau dilihat dari sisi efektivitasnya. harus tepat. . 2) Harus selalu siap untuk melakukan pembaharuan perangkat keras maupun perangkat lunak pendukungnya.kompatibilitas dengan versi terdahulu. Mengingat perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat.

.

maka EUC akan menyebabkan masalah yang serius dalam . dikenal istilah end-usercomputing (EUC).Arah perkembangan teknologi informasi dalam kurun waktu 3-5 tahun mendatang adalah sebagai berikut: 1) Perkembangan perangkat keras dan komunikasi. 2) Kemampuan belajar dari para pemakai. sedangkan perangkat lunak front-end adalah perangkat lunak yang dikembangkan dengan pemrograman visual berdasarkan 4GL dari DBMS tersebut atau dengan perangkat lunak antarmuka (interface) untuk berbagai DBMS seperti ODBC (open database connectivity). dan 3) Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sistem. satu diletakkan pada komputer induk yang berfungsi sebagai pelayan (server) dan yang satu lagi diletakkan di komputer pengguna (client). Mengingat bervariasinya kemampuan EUC dan sulitnya melakukan pemantauan serta pengendalian terhadap EUC. d) Turn over alat yang semakin cepat. kemampuan pengolahan data (computing power) di pecah menjadi dua. desain ini disebut sebagai clientserver achitecture. akan dikembangkan berdasarkan tingkat kemampuan dari para pemakai. c) Penurunan harga. Sistem informasi yang baik. Kecenderungan perkembangan perangkat keras: a) Peningkatan kecepatan. Perkembangan perangkat komunikasi menyebabkan perubahan desain sistem perangkat keras yang digunakan. b) Peningkatan kemampuan. baik dari sisi : 1) Tingkat pemahaman mengenai teknologi informasi. terutama perangkat lunak basis data (database). 2) Kecenderungan perkembangan perangkat lunak. EUC adalah pemakai yang melakukan pengembangan sistem untuk keperluan dirinya sendiri. c. dari sistem dengan pola tersentralisasi menjadi sistem dengan pola terdistribusi. Dari sisi pemakai. juga mengikuti perkembangan desain sistem perangkat keras tersebut diatas. Pada pola terdistrubusi. Perkembangan tingkat kemampuan pengguna (user) sistem informasi. Pada server diletakkan perangkat lunak back-end dan pada client diletakkan perangkat lunak front-end. Perangkat lunak backend adalah perangkat lunak pengelola sistem basis data (database management system/DBMS).

jika dibandingkan dengan sistem informasi yang terfragmentasi. Sistem informasi yang terpadu (integrated) mempunyai daya guna yang tinggi. yaitu aspek manual dan aspek yang . merupakan prasyarat yang mutlak untuk dapat mendapatkan sistem informasi yang terpadu. Sinkronisasi antar sistem yang ada dalam sistem informasi itu. Ancaman yang paling serius adalah adanya disintegrasi sistem menjadi sistem yang terfragmentasi. Sistem informasi. pada dasarnya terdiri dari minimal 2 aspek yang harus berjalan secara selaras. Usaha untuk melakukan integrasi sistem yang ada didalam suatu organisasi menjadi satu sistem yang utuh merupakan usaha yang berat dengan biaya yang cukup besar dan harus dilakukan secara berkesinambungan.pengembangan maupun dalam pemeliharaan sistem informasi. Daya guna sistem informasi sangat ditentukan oleh tingkat integritas sistem informasi itu sendiri. 4.

.

Implementasi dan Operasionalisasi. Pengembangan Sistem Informasi organisasi harus menggunakan pendekatan fungsi dan dilakukan secara menyeluruh (holistik). Dalam pemilihan strategi harus dipertimbangkan berbagai faktor seperti : keadaan yang sekarang dihadapi. Hal ini di akibatkan adanya asumsi bahwa aspek manual lebih mudah diatasi dari pada aspek komputernya. merupakan salah satu penyebab kegagalam implementasi dan operasionalisasi sistem informasi. 6. Untuk sistem informasi yang cakupannya luas dan tingkat kompleksitas yang tinggi diperlukan tahapan pengembangan seperti: Penyusunan Rencana Induk Pengembangan. Sebagai pengembang sistem informasi hanya bertanggung jawab dalam mengintegrasikan fungsi-fungsi dan sistem yang ada didalam organisasi tersebut menjadi satu sistem informasi yang terpadu. Pemetaan fungsi-fungsi dan sistem ke dalam unit-unit struktural yang ada di dalam organisasi tersebut adalah wewenang dan tanggungjawab dari pimpinan organisasi tersebut.terotomatisasi (aspek komputer). pengembangan sistem informasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan struktur organisasi dan pada umumnya mereka mengalami kegagalan. Sering kali pengembang sistem informasi hanya memfokuskan diri pada pengembangan aspek komputernya saja. 5. Pengembangan sistem yang dilakukan . karena struktur organisasi sering kali kurang mencerminkan semua fungsi yang ada didalam organisasi. Pada banyak kasus. Pembuatan Rancangan Global. tanpa memperhatikan aspek manualnya. Strategi yang dipilih untuk melakukan pengembangan sistem sangat bergantung kepada besar kecilnya cakupan dan tingkat kompleksitas dari sistem informasi tersebut. Pengembangan sistem informasi yang berhasil apabila dilakukan dengan mengembangkan kedua aspek tersebut. keadaan pada waktu sistem informasi siap dioperasionalkan dan keadaan dimasa mendatang. Pembuatan Rancangan Rinci. Keberhasilan pengembangan sistem informasi sangat bergantung pada strategi yang dipilih untuk pengembangan sistem tersebut. Penyusunan rancang bangun/desain sistem informasi seharusnya dilakukan secara menyeluruh sedangkan dalam pembuatan aplikasi bisa dilakukan secara sektoral atau segmental menurut prioritas dan ketersediaan dana. termasuk antisipasi perkembangan organisasi dan perkembangan teknologi. dimana para pengguna sangat terkait dengan sistem dan prosedur dari sistem informasi pada aspek manualnya. Ketidaktepatan dalam melakukan prediksi keadaan dimasa mendatang. Padahal salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan sistem informasi adalah dukungan perilaku dari para pengguna sistem informasi tersebut.

informasi telah menjadi salah satu aset dari suatu organisasi. karena keberadaan informasi tersebut: a. Penguasaan informasi internal dan eksternal organisasi merupakan salah satu keunggulan kompetitif (competitive advantage). sarana dan prasarana. . Menjadi ukuran kinerja organisasi/perusahaan. Informasi telah menjadi aset organisasi. b. selain uang. Menentukan kelancaran dan kualitas proses kerja. 7. Dalam konsep manajemen modern. SDM.segmental atau sektoral tanpa adanya desain sistem informasi yang menyeluruh akan menyebabkan kesulitan dalam melakukan intergrasi sistem.

8.c. Menjadi acuan yang pada akhirnya menentukan kedudukan/peringkat organisasi tersebut dalam persaingan lokal maupun global. Hal ini akan menimbulkan kesulitan dalam melakukan penjabaran sistem informasi yang cukup luas . Dalam semua kepustakaan yang membahasa konsep sistem. Penjabaran sistem sampai ke aplikasi menggunakan struktur hirarkis yang mudah dipahami. hanya dikenal istilah sistem dan subsistem.

masingmasing modul dapat terdiri dari beberapa submodul dan masingmasing submodul dapat terdiri dari beberapa aplikasi sesuai dengan kebutuhan. perlu kita mengetahui sedikit tentang sistem informasi rumah sakit . Struktur hirarki seperti ini sangat memudahkan dari segi pemahaman maupun penamaan. Modul d. Oleh karena itu. misalnya sebuah modul tidak perlu lagi dijabarkan dalam sub-sub modul. Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan pada Sistem Informasi Rumah Sakit Sistem informasi rumah sakit tidak dapat lepas kaitannya dengan sistem informasi kesehatan karena sistem ini merupakan aplikasi dari sistem informasi kesehatan itu sendiri.cakupannya. C. dalam penjabaran sering digunakan istilah sebagai berikut: a. Subsistem c. Submodul e. Sistem b. Aplikasi Masing-masing subsistem dapat terdiri atas beberapa modul. Pada beberapa kondisi tidak perlukan penjabaran sampai 5 tingkat. karena jabaran berikutnya sudah sampai tingkatan aplikasi. Untuk itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful