KANKER SERVIK/LEHER RAHIM.... Category: Other Kanker Leher Rahim Myspace Comments @ MyNiceSpace.com Dr.

Yohanes Riono Dept of Surgery Holywood Hospital.

Mar 8, '08 1:03 PM for everyone

Tentu anda sudah tak asing lagi dengan istilah kanker servik (Cervical Cancer), atau kanker pada leher rahim. Benar, sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun. Memang istilah "kanker" sendiri sudah pasti memberi kesan menakutkan dan menyeramkan. Laksana seorang terpidana menerima hukuman mati. Bagaimana pula dengan kanker leher rahim? Apakah juga sama menakutkannya dengan beberapa kanker lainnya? Menurut para ahli kanker, kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker. Tetapi, biarpun demikian, di wilayah Australia barat saja, tercatat sebanyak 85 orang wanita didiagnosa positif terhadap kanker leher rahim setiap tahun. Dan pada tahun 1993 saja, 40 wanita telah tewas menjadi korban keganasan kanker ini. Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi? Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut "Pap smear test", sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim. Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.

sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Pengobatan Seperti pada kejadian penyakit yang lain. sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass. jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin. hasilnya tidak selalu positip kanker. Dalam keadaan berbaring terlentang. Biarpun begitu. sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Pap smear test selalu diperlukan biarpun anda tidak lagi melakukan aktifitas seksual. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang umum diberikan adalah dengan: 1. Adanya perubahan ataupun keluarnya cairan (discharge) ini bukanlah suatu hal yang normal. Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker. tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan. anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. diathermy atau dengan sinar laser. Hal yang harus selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear test. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. pada umumnya. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. maka untuk penyembuhan. suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim.Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Jika anda sudah mati haid. 2. termasuk sel yang mengalami perubahan. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula. Pemanasan. dan lebih baik dilakukan secara teratur. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: . Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim). tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti. Bagaimanakah Tanda-tanda Kanker Serviks? Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. dan pemeriksaan yang teliti harus segera dilakukan walaupun anda baru saja melakukan Pap smear test. setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti. tetapi pada umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test. Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini. dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi. Cone biopsi. Jika anda mendapatkan tanda-tanda tersebut. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat menyebabkan perdarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi. Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim.

yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker. Dijumpainya Human Papilloma Virus (HPV) sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim. Dapatkah anda membayangkan. manakala anda mendapati bahwa hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda abnormal. . Semoga. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. biasanya uterus beserta leher rahimnya. Memang 'Pap Smear' dapat mendeteksi kelainan-kelainan perubahan sel-sel leher rahim secara dini. Resiko untuk terserang kanker: Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim. Sel-sel leher rahim mungkin mengalami perubahan sehingga sangat diperlukan melakukan Pap smear test secara teratur (baik yang telah ataupun yang belum pernah mendapatkan Pap smear test). Hal yang ke tiga adalah tidak merokok. Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan 'Pap Smear' yang abnormal adalah: 1. berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims anda dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter anda. Jika kasus ini menimpa anda sebaiknya anda datang lagi untuk pemeriksaan 'Pap Smear' pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter anda. Memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti atau memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda juga memperbesar resiko kemungkinan mendapat kanker leher rahim. Jika ada infeksi atau inflamasi Kadang-kadang pada pemeriksaan 'Pap Smear' memberikan penampakan terjadinya inflamasi. mudah-mudahan kita dijauhkan dari kejadian kanker leher rahim ini. Dengan melakukan beberapa tindakan yang dapat memperkecil resiko tersebut. jika anda pernah melakukan hubungan seksual anda harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai anda berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan Pap smear test lebih sering. Unsatisfactory 'Pap Smear' Pada kasus ini. Hal yang ke dua adalah melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan. Operasi. Apa yang harus anda lakukan untuk menghindari kanker leher rahim ? Yang pertama. Apakah artinya jika 'Pap Smear' anda abnormal.1. Tetapi janganlah terlalu cemas dahulu. 2. 2. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan 'Pap Smear'. terutama setelah coitus (senggama). karena tidak semua penampakan sel-sel yang abnormal tersebut berarti kanker. maka akan semakin mudah pula diatasi masalahnya. Paradigma yang harus diingat adalah semakin awal ditemukannya kelainan-kelainan pada pemeriksaan 'Pap Smear'. Demikian juga bagi anda yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan kanker leher rahim sangat besar. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok. Hasil 'Pap Smear' dikatakan abnormal jika sel-sel yang berasal dari leher rahim anda ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. bagaimanakah perasaan anda jika mengetahui hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda memberikan hasil abnormal? Tentulah anda akan merasa kuatir dan cemas.

adalah sangat penting bagi anda untuk melakukan 'Pap Smear' lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi. dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat. Apakah kolposkopi itu? Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahims oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. 3. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri. Bagaimanakah dengan aktifitas seksual anda? Pada tahap ini. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai masalah ini beserta pengobatannya jika diperlukan. Biarpun metode pengobatan yang anda dapatkan sangat efektif. biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. atau karena jamur'. Dengan memeriksa permukaan leher rahims. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini. karena keadaan kanker atau pre-kanker yang anda derita tidak mungkin ditularkan kepada suami anda. sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. biasanya hasilnya dilaporkan sebagai 'atypia'. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahims melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. bahkan dapat berkembang dengan derajat keparahan yang lebih tinggi.. Tetapi jika sedang dalam pengobatan penyembuhan. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran yang tinggi. Sebabnya bermacam-macam. dokter anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam vagina dan memberi warna saluran leher rahims dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahims yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai. Perlukah dilakukan pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya pengobatan? Pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya masa pengobatan adalah mutlak diperlukan untuk mendapatkan kepastian bahwa area yang telah diobati telah sembuh sama sekali. sel-sel yang abnormal kadang-kadang dapat kambuh lagi. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka anda mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi. Jadi. dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher rahims seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan 'Pap Smear'. Jadi deteksi . Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan 'Pap Smear'. Pada umumnya. Pada kasus ini. Anda tidak perlu absen melakukan aktifitas seksual hanya karena pemeriksaan 'Pap Smear' anda positip. tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan kolposkopi anda. anda tidak perlu kuatir dengan aktifitas seksual anda. Atypia atau Minor Atypia Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan 'Pap Smear' terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahims. sebaiknya tanyakanlah kepada dokter anda kapan anda dapat melakukan hubungan sanggama lagi dan seberapa seringnya hubungan tersebut.Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Tanyakan kapan anda harus menjalani 'Pap Smear' lagi.

Ini adalah suatu tes yang relatif ampuh untuk mendeteksi awal kanker serviks. Dan bila ini ditemui bisa segera dilakukan tindakan selanjutnya. Salah satu upaya meredam kasus kanker serviks adalah deteksi awal adanya kelainan di masyarakat yang selama ini telah dikenal secara luas dengan pemeriksaan Tes Paps. Namun. SpOG KONTRAS Kanker serviks adalah urutan kedua dari jenis kanker yang paling banyak diderita oleh kaum wanita di seluruh dunia serta menjadi penyebab kematian akibat kanker pada kaum wanita di negara berkembang. 10:21 Klinik Manfaat Asam cuka dalam Diagnosa Kanker Serviks Oleh M.dini adalah hal yang sangat esensial sekali. melalui kerja sama Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) dan lembaga donor asing.multiply. Di negara maju dengan perawatan yang sesuai. relatif mudah. di negara-negara berkembang penyakit ini masih menjadi momok yang menakutkan. dan murah. dr. Dalam hal ini terjadi perbedaan antara wanita yang kaya dengan yang miskin. cepat. Jika setelah tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasil 'Pap Smear' anda normal.com/reviews/item/5 http://pangandaraninfo. Alasan penggunaan tes asam cuka adalah selain berbiaya murah juga lebih simpel untuk dimengerti oleh tenaga kesehatan. wanita yang berasal dari golongan menengah ke atas akan lebih baik keadaannya dibandingkan dengan wanita dari golongan ekonomi menengah ke bawah. ini berarti anda telah dapat dinyatakan sembuh. dan anda dapat melakukan pemeriksaan 'Pap Smear' tersebut setiap tahun sekali secara kontinyu. Andalas. Sedangkan dengan tes asam cuka yang dikenal dengan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). berupa konfirmasi diagnosis lanjutan atau untuk tindakan. praktis. Aug 19th 2009. Selama dua tahun pertama masa pengobatan anda. Meskipun insiden dan angka kematian telah menurun.com/2010/04/11/kanker-leher-rahim-penyebab-pencegahan-pengobatangejala-kanker-serviks/ Wed. Tes ini mulai dilirik untuk ditingkatkan penggunaan di perifer melalui pelatihan standar teknik dalam mengusap mulut rahim dan penilaian ada atau tidak lesi bagi tenaga kesehatan. Insiden dan angka kematian kanker serviks di negara-negara maju telah menurun dengan drastis dalam 40 tahun terakhir. Hampir setengah juta . namun tidak semua wanita penderita kanker serviks di negara maju mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan 'Pap Smear' setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. 21 Desember 1999 Yohanes Riono http://sawungteteh77. tetapi tes ini sering terkendala dengan pemeriksaan patologi dan biayanya relatif mahal. Australia.

yaitu dengan mencegah infeksi atau mendeteksi prekusor kanker serviks dan menyediakan pengobatan. Bila dibandingkan dengan pap smear dan tes DNA HPV. Kemudian serviks diobservasi dengan mata telanjang selama satu menit. Saat ini diperkirakan ada 630 juta orang di seluruh dunia terinfeksi oleh HPV dan wanita lebih banyak terinfeksi dibandingkan pria. Lesi prekanker dan kanker biasanya berkembang pada zona transformasi atau transformation zone di serviks. dimana sel-sel tua akan terus bermultiplikasi. Pada awalnya akan terbentuk sel-sel yang abnormal (prekanker) dan kemudian akan menginvasi lapisan/jaringan yang ada di bawahnya (kanker invasif). Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) VIA yang juga dikenal dengan cervicoscopy. Insiden angka kematian yang paling tinggi dijumpai di daerah Gurun Sahara. dimana pada lesi-lesi seperti ini tidak sesuai untuk dilakukan cryoterapi. Amerika Latin. Hasil diperoleh dengan cepat. dimana daerah ini akan melebar pada saat pubertas dan kehamilan. Infeksi HPV yang persisten akan mengganggu proses ini. Hasil positif tampak sebagai daerah putih di sekitar zona transformasi yang menunjukkan adanya perubahan lesi prekanker atau proses awal suatu kanker invasif. bersamaan dengan itu sel-sel baru akan terbentuk. Bentuk pencegahan primer dapat dicapai dengan menghindari keterpaparan terhadap virus dengan mengontrol kehidupan seksual. Insiden tertinggi ditemukan pada wanita muda usia 25 tahun dan berkaitan erat dengan aktivitas seksual yang sangat aktif. Karena proses perkembangan dari infeksi HPV menuju kanker invasif sangat lambat. maka umumnya kanker akan muncul pada usia 40-an dan 50-an. Afrika. sekitar 80-85% dari angka kematian secara global terjadi di negara berkembang. terutama dalam menentukan apakah . Di seluruh dunia setiap tahunnya lebih dari seperempat juta wanita meninggal dunia akibat penyakit ini. Pencegahan kanker seviks dapat dilakukan dengan dua cara. Pada kondisi normal. Secara keseluruhan angka kematian di negara berkembang mencapai empat kali lipat dari negara maju. Pada metode VIA digunakan asam asetat 3-5% (cuka) yang dapat disemprotkan atau swab dengan kapas pada serviks. kebiasaan monogami. VIA memiliki kelebihan yaitu mampu mengidentifikasi lesi positif yang sangat minimal. Dengan demikian metode ini dapat menjadi acuan pemilihan bentuk pengobatan di daerah-daerah dengan sumber daya terbatas. Kontak pertama biasanya terjadi pada usia remaja dan awal usia tiga puluh. serta memastikan pasangan seksual setia/tidak berganti pasangan dan tidak terinfeksi. yang merupakan suatu alternatif untuk uji sitologi yang dapat digunakan bersamaan dengan skrining pap smear. sehingga memungkinkan dilakukan pengobatan pada satu kali kunjungan sehingga menurunkan jumlah pasien yang lolos dari pengawasan. VIA tidak membutuhkan laboratorium atau pelatihan staf secara intensif. lapisan atas dari epitel serviks akan mati dan terkelupas. dan Asia Selatan. Di Amerika Serikat sekitar 40% wanita muda terinfeksi HPV dalam waktu tiga tahun sejak mereka aktif secara seksual.kasus kanker serviks terdiagnosa setiap tahun dan setengah dari jumlah penderita adalah para wanita yang belum pernah menjalani skrining.

000 wanita) ditemukan di Amerika Selatan. .000 wanita) di Eropa dan Amerika Utara sedangkan angka yang paling rendah ditemukan di Finlandia dan Israel. Kanker leher rahim pada stadium awal bisa sembuh bila mendapat terapi. waktu. by Once Upon A Time » Mon Jan 03. Screen-and-treat programs Di negara berkembang kini telah dikembangkan screen-and-treat programs. Afrika dan beberapa negara Asia. karena kanker lehe rahim membutuhkan waktu lama untuk berkembang sehingga dengan diketahui dini akan mendapat pengobatan yang tepat dan cepat. akan menjalani uji diagnostik.com/news/view/11957/manfaat-asam-cuka-dalam-diagnosa-kankerserviks Deteksi dini Kanker Serviks. Di negara maju. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa VIA dan cryoterapy yang dilakukan pada satu atau dua kali kunjungan tanpa diselingi dengan colposcopy adalah salah satu alternatif yang sangat efektif dalam segi pembiayaan dibandingkan dengan metode konvensional lainnya. Sensitivitas VIA lebih baik daripada papsmear. Usia rata-rata 52 tahun. Sudah saatnya para wanita aktif melakukan pemeriksaan skrining pada petugas kesehatan reproduksi terutama dalam hal kanker leher rahim. Keuntungannya adalah jumlah wanita yang lepas dari pengawasan sebelum diobati akan menurun. Screen-and-treat programs telah dilaksanakan di Thailand. namun inspeksi secara visual bersifat subjektif dan supervisi diperlukan untuk kendali mutu.seseorang akan diterapi dengan cryoterapi atau tidak. wanita dengan hasil skrining positif baik dengan pap smear atau DNA HPV. dan Ghana dan evaluasi menunjukkan hasil yang memuaskan. khususnya terhadap kelompok dengan risiko tinggi.serambinews. Afrika Selatan. misalnya seperti colposcopy. namun segera mendapatkan terapi. VIA tidak dapat bekerja dengan baik pada wanita postmenopouse karena pada saat menopouse zona transformasi akan mengalami regresi ke dalam kanalis servikalis. http://www.Angka tertinggi (40/100. angka yang paling rendah (15/100. yaitu dimana para wanita dengan hasil skrining positif tidak lagi menjalani uji diagnostik lebih lanjut. 2005 9:40 am PENDAHULUAN Kanker serviks merupakan kanker kedua yang terbanyak pada wanita setelah kanker payudara. Colposcopy adalah prosedur pemeriksaan vagina dan serviks dengan menggunakan alat magnet dengan sumber cahaya untuk mengidentifikasi daerah abnormal pada serviks dan juga digunakan untuk memandu pengambilan sampel biopsi.. dan akses lainnya akan mempersulit dilakukannya kunjungan follow up. Pendekatan screen-and-treat ini terutama dilakukan di daerah dengan sumber daya terbatas dimana transportasi.

Kapan Pap Smear dilakukan? Jawabannya sedini mungkin atau segera setelah kontak senggama pertama kali. sedangkan dari displasia berat menjadi kanker invasif 10 tahun. sedang dan berat. Skrining sitologi dilakukan dengan cara apusan mulut serviks dan hasil apusan tersebut di sebarkan pada gelas obyek untuk selanjutnya diberi pewarnaan khusus dan diperiksa dibawah mikroskop. Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala setiap tahun dan bila ditemukan hal yang mencurigakan maka pemeriksaan menjadi lebih sering seperti diulang 3 bulan atau setelah pengobatan. KOLPOSKOPI Kolposkopi adalah pemeriksaan permukaan epitel serviks dan vagina dengan menggunakan alat mikroskop berkekuatan lemah dan cahaya yang sangat terang. maka perubahan metaplasia ini menjadi displasia dimana sel-sel tersebut berubah bentuk tidak teratur. Pada praktek ginekologi modern. Idealnya penyakit tersebut di diagnosis pada tingkat prainvasif dimana sel-sel tumor ditemukan intraepithelial dalam arti belum menembus kapsul atau pembatas epitelnya. Bila pada proses metaplasia ini terdapat suatu mutagen seperti infeksi HPV. riwayat berganti ganti pasangan. Cara tersebut di kenal dengan Pap test atau Pap Smear. alat tersebut dinamakan kolposkop. banyak pembelahan sel(mitosis) yang tidak beraturan dan sebagainya. infeksi virus Herpes Simpleks tipe 2. yaitu daerah peralihan epitel ektoserviks dan endoserviks yang berbeda bentuknya. infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dan sebagainya.Beberapa faktor resiko seperti menikah pada usia muda (<17 thn). Bila ditemukan displasia maka pemeriksaan berlanjut dengan kolposkopi dan bila perlu biopsy terarah. Terjadinya kanker serviks tidak terjadi tidak sekonyong-konyong tetapi melalui tahapan perubahan epitel serviks yang disebut displasia. pemakaian obat-obat imunosupresan atau menderita penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh seperti AIDS. merokok. SKRINING SITOLOGI Kanker serviks invasif merupakan penyakit yang dapat dicegah karena sebelum mencapai tingkat invasif melalui suatu proses invasif atau displasia seperti yang telah diterangkan di atas. Displasia sendiri dibagi lagi menjadi displasia ringan. kolposkopi merupakan bagian integral dari . Proses displasia terjadi pada daerah sambungan skuamo kolumner. yaitu perubahan epitel endoserviks yang berbentuk torak menjadi ektoserviks yang berbentuk gepeng. Dalam keadaan normal daerah itu terjadi proses metaplasia skuamosa. Beberapa kepustakaan menyebutkan untuk menjadi displasia berat dari displasia ringan memakan waktu 7 tahun.

kanker invasif dan kanker insitu ternyata beberapa subtype seperti HPV 6.net/viewtopic. Gambaran yang ditemukan pada pemeriksaan kolposkopi: PERANAN HPV DALAM KANKER SERVIKS Saat ini telah diketahui beberapa subtype HPV(Human Papilloma Virus) memegang peranan penting dalam terjadinya kanker serviks. Untuk memastikan temuan tersebut dilakukan biopsy terarah pada daerah yang kelihatannya mencurigakan. morfologi dan juga menggambarkan keadaan pembuluh darah pada jaringan yang diperiksa. Pada potongan jaringan HPV menyebabkan lesi kondilomatosa dan sering ditemukan pada lesi displasia dan kanker invasif. HPV dapat menyebabkan lesi pada penis dan dapat merupakan karsinogenik bagi pasangannya. kiri.5-3 cm dan mengarah ke belakang dan bawah. Saat ini telah ditemukan vaksinasi terhadap HPV 16 yang dapat mencegah infeksi HPV sebanyak 95% dan menurunkan hasil Pap Smear abnormal sebanyak 40-70%.18. Dengan menggunakan tehnik DNA hibridisasi pada lesi displasia. Pada penelitian di Finlandia ditemukan infeksi HPV merupakan penyakit menular seksual.31. Di bagian tengah leher rahim terdapat satu lubang yang disebut mulut leher rahim luar yang . Biasanya kolposkopi dikerjakan bersamaan dengan pengambilan sampel sitologi.11.php?f=28&t=7440 A. Bagian atas vagina berakhir di dan mengelilingi leher rahim sehingga leher rahim tersebut terbagi menjadi bagian atas atau bagian supravaginal dan bagian bawah atau bagian vaginal yang biasa disebut porsio. dan belakang ditutupi oleh epitel skwamosa yang terlihat mengkilat dan berwarna merah muda. Setiap gambaran yang divisualisasikan melalui kolposkop merupakan gambaran jaringan yang spesifik. dibawah tuntunan kolposkop.16. Jika ditemukan daerah yang mencurigakan menjorok jauh ke dalam saluran serviks(kanalis servikalis) maka dilakukan tindakan kuretase endoserviks di bawah tuntunan kolposkop. Pengertian Servik merupakan bagian terendah dari rahim / uterus yang menonjol ke vagina bagian atas.indocina. Waktu yang dibutuhkan dari displasia menjadi kanker invasif dipersingkat dengan adanya infeksi HPV. http://www. Gambaran kolposkop merupakan cerminan daripada keadaan epitel baik jumlah sel. Leher rahim merupakan bagian yang terpisah dari rahim dan biasanya berbentuk silinder dan panjangnya 2. dimana beberapa factor yang ikut meningkatkan kejadian kanker serviks diantaranya adalah aktifitas seksual pada usia muda dan pada wanita pekerja seks komersial dengan atau tanpa displasia. Bagian luar dari vagina yang juga disebut ektoserviks dibatasi oleh forniks kanan. depan. organisasi epitel.pemeriksaan ginekologi secara keseluruhan. Tujuan pemeriksaan kolposkop adalah menentukan daerah yang kemungkinan abnormal paling besar.33 dapat terdeteksi.

Namun. tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun. kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus. Dan pada tahun 1993 saja. Apa yang menyebabkan sel skuamos atau sel glandular menjadi abnormal dan berkembang menjadi kanker belum begitu jelas. Sesuai dengan namanya. Menurut para ahli kanker. . Kadang-kadang kedua tipe sel ditemukan pada kanker serviks. Sel sehat tumbuh dan berkembang dengan kecepatan yang teratur. Tetapi. Prevalensi tertinggi (sekitar 20%) ditemukan pada wanita usia kurang dari 25 tahun. Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus. Ini berarti faktor resiko lainnya. Namun. Infeksi HPV dapat terjadi saat hubungan seksual pertama. di wilayah Australia barat saja. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur. Adanya akumulasi sel abnormal akan membentuk suatu massa (tumor). biasanya pada masa awal remaja dan dewasa. lingkungan. Karsinoma sel squamosa merupakan 80% dari kasus kanker serviks. kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker. Bukti bahwa HPV ditemukan pada hampir semua kanker serviks. Kanker serviks dapat juga terjadi pada sel kelenjar yang membentuk bagian atas dari serviks. Dapat disebut dengan adenocarcinoma. 40 wanita telah tewas menjadi korban keganasan kanker ini. Sel kanker tumbuh dan bertambah banyak tanpa kontrol dan mereka tidak mati. juga menentukan apakah seseorang akan terkena kanker serviks. tipis yang membentuk dasar selviks (sel skuamosa). Terdapat kanker lain pada sel lain di serviks namun persentasenya sangat kecil. kanker bermula pada saat sel sehat mengalami mutasi genetik yang mengubahnya dari sel normal menjadi sel abnormal. tercatat sebanyak 85 orang wanita didiagnosa positif terhadap kanker leher rahim setiap tahun. biarpun demikian. dan gaya hidup. mulut leher rahim luar dihubungkan oleh kanalis servikalis yang ditutupi epitel endoservik. telah jelas bahwa Human papiloma virus (HPV) pada infeksi menular seksual berperan. Kanker serviks paling sering bermula dengan sel datar. prevalensi kanker ini yaitu 15% dari kanker serviks. seperti faktor genetik. B. Sel kanker menginvasi jaringan sekitar dan dapat berkembang dan tersebar di tempat lain di dalam tubuh (metastasis). suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). di mana suatu daerah pada organ reproduksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim dengan liang senggama. Etiologi Pada umumnya.seolah-olah membagi leher rahim menjadi bibir depan dan bibir belakang dengan mulut leher rahim dalam. HPV merupakan virus yang sangat umum dan kebanyakan wanita dengan HPV tidak pernah mengidap kanker serviks.

Tipe 16 biasa ditemukan di wilayah seperti Eropa. Penggunaan kondom yang benar sangat efektif melawan penyakit menular seksual (PMS). maka kecenderungan untuk berkembangnya kanker serviks semakin besar. seperti vulva. 3. syphilis atau HIV/AIDS — pasien akan memiliki kemungkinan yang besar terkena HPV. Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker. jika seseorang terkena infeksi HPV dan sistem imunnya menurun akibat keadaan medis lainnya.Pada wanita usia 25-55 tahun dan masih aktif berhubungan seksual berisiko terkena kanker servik sekitar 5-10%. spermisida gagal membunuh HPV. Sel imatur cenderung lebih rentan untuk mendapatkan perubahan pre-kanker yang disebabkan oleh HPV. Kondom memiliki keterbatasan melindungi area yang bisa menularkan HPV. Merokok Mekanisme pasti yang menghubungkan antara rokok dengan kanker serviks juga belum diketahui dengan jelas. Faktor Resiko Faktor-faktor dibawah ini dapat meningkatkan resiko terkena kanker serviks: 1. hanya 30 di antaranya yang berisiko kanker servik. namun merokok meningkatkan perubahan pre-kanker dan terjadi pada servik. Merokok dan infeksi HPV dapat membuat kemungkinan kanker serviks semakin meningkat tinggi. Aktivitas Seks Dini Melakukan hubungan seks sebelum umur 18 tahun meningkatkan resiko untuk terkena HPV. Pathogenesa . Banyak partner seks Semakin banyak jumlah partner seks (dan semakin banyak jumlah partner sex dari partner sex pasien). Kekebalan tubuh sistem menurun Kebanyakan wanita yang terinfeksi HPV tidak terkena kanker serviks. Amerika Serikat. 18. C. pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. 5. Tipe yang paling berisiko adalah HPV 16. berbeda dengan PMS yang menyebar melalui kontak antarkulit kelamin seperti herpes dan HPV. Studi lab memperlihatkan. gonorrhea. dasar penis. Kanker servik dapat dicegah dengan menghindari penyebab utamanya. dan skrotum. Infeksi Menular Seksual Lainnya (IMS) Jika pasien memiliki IMS lainnya. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Layaknya semua kanker. 31. perineal. semakin besar kemungkinan untuk terkena HPV. Dari 100 tipe HPV. seperti gonorrhea dan HIV yang menyebar melalui cairan tubuh. Selama jeda tersebut. kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). dan 45. terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Penggunaan spermisida juga tidak dapat mencegah penyebaran HIV. seperti chlamydia. D. yaitu infeksi HPV. anus. dan tipe 18 lebih banyak di Asia. Namun. 4. 2.

Pada punch out biopsy. Caranya dengan mengoleskan secara langsung asam asetat atau cuka dapur encer (konsentrasi tiga sampai lima persen) pada leher rahim. 2. Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi. Nyeri pinggang atau nyeri pada saat hubungan seks. Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahim oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan memeriksa permukaan leher rahim. dokter menggunakan pisau sirkuler khusus untuk mengambil sebagian kecil dari serviks. Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut : dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam vagina dan memberi warna saluran leher rahims dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahim yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai. Diagnosa Seseorang bisa dinyatakan menderita kanker servik dapat melalui beberapa pemeriksaan yaitu sebagai berikut: 1. atau setelah menopause. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. . Biopsi jenis lainnya dapat digunakan tergantung dari lokasi dan ukuran dari area yang abnormal. dokter mengambil sample dari sel abnormal dari serviks dengan menggunakan alat khusus. dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher rahim seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan 'Pap Smear'. Selama prosedur biopsi. Gejala tersebut dapat berupa :    Perdarahan vagina setelah berhubungan seks. E. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahim melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. IVA merupakan inspeksi visual dengan asam asetat. semakin terlihatlah tanda dan gejala dari kanker serviks. Sekresi encer. disertai darah dapat berat dan memiliki bau yang busuk. Pasien mungkin saja tidak mengalami gejala kanker serviks apapun – Kanker serviks dini biasanya tidak memberikan gejala dan tanda. Semakin kanker berkembang. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran tinggi. atau diantara dua periode menstruasi. Mengambil sample sel serviks.Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Setelah itu ditunggu kurang lebih satu menit lalu akan terlihat bercak putih bila terdapat perubahan pada sel. 3. Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter melalui metode ini. dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat.

Prosedur operasi ini yaitu hanya dengan memindahkan serviks dan jaringan limfatik (radikal trachelectomy) dapat mempertahankan uterus. Kanker pada stadium ini termasuk serviks dan uterus. Dokter dapat menggunakan alat khusus untuk melihat kandung kemih secara langsung (cystoscopy) dan rektum (proctoskopi). Pemeriksaan seperti X-Ray.4.dan mengirim sample tersebut ke lab. Stadium IV. Stadium dari kanker serviks dibawah ini termasuk antara lain:      Stadium 0. Kemungkinan Komplikasi Penanganan untuk kanker serviks invasive biasanya membuat seseorang tidak bisa hamil. Selama Pap test. operasi aman-dari fertilitas merupakan pilihan yang tepat. Pap test. Untuk beberapa kelompok wanita dengan kanker serviks dini. Pemeriksaan visual pada kandung kemih atau rektal. Stadium III. seperti paru-paru. Sel ini kemudian diperiksa ada tidaknya abnormalitas. Stadium I. computerized tomography (CT) Scan atau MRI dapat membantu untuk menentukan apakah kanker telah menyebar di sekitar serviks. hati. maka pasien akan manjalani pemeriksaan lebih jauh lagi untuk menentukan apakah kanker telah menyebar dan sampai dimana penyebarannya – suatu proses yang disebut stadium kanker. kanker dini ini kecil dan hanya terbatas pada permukaan serviks. Pemeriksaan untuk menentukan stadium dapat berupa :   Gambaran Radiologi. Juga dikatakan carcinoma in situ atau kanker non invasive. Stadium kanker merupakan faktor kunci yang menentukan pengobatan. atau telah menyebar ke daerah lain didalam tubuh. Pada stadium ini kanker telah menyebar ke organ terdekat. Pada beberapa wanita – terutama wanita yang lebih muda dan yang belum memulai keluargainfertilitas merupakan efek samping yang paling tidak disukai dari penatalaksanaan. Jika pasien mengkhawatirkan tentang kemampuannya untuk dapat hamil. Kanker pada stadium ini telah menyebar dari serviks dan uterus ke dinding pelvis atau bagian bawah vagina. dokter mengambil sel dari serviks – leher sempit dari uterus. Kanker hanya terbatas pada serviks. atau tulang. Stadium II. Penelitian mengenai . maka dokter perlu memberikan penjelasan tentang untung rugi dari penatalaksanaan tersebut dengan jelas. Stadium Jika kanker serviks telah ditentukan. F. namun belum menyebar ke dinding pelvis atau bagian bawah vagina. seperti kandung kemih atau rectum.

Penatalakasanaan terdiri dari: 1. dan uterus. G. serviks. permasalahan medis lain yang mungkin dimiliki. Hysterectomy biasanya dilakukan pada kasus yang dipilih dari kasus kanker servikal non invasif. . Selama operasi ini. Hysterectomy. walaupun tidak semua wanita cocok dan beberapa resiko tambahan pada operasi ini. dokter menggunakan scalpel untuk mengambil selembar jaringan serviks berbentuk cone dimana abnormalitas ditemukan. Pada kebanyakan wanita pada situasi ini. Teknik ini menggunakan lintasan kabel untuk memberikan arus listrik. Operasi ini menggunakan gelombang sempit pada cahaya laser untuk membunuh sel kanker dan sel pre-kanker. Loop electrosurgical excision procedure (LEEP). Operasi Laser. Hysterectomy sederhana yaitu dengan membuang jaringan kanker. bagian vagina. Operasi Operasi untuk mengambil uterus biasanya dilakukan untuk mengatasi stadium dini dari kanker serviks. termasuk stadium kanker. Kehamilan mungkin dapat terjadi namun terjadi peningkatan resiko yang bermakna terhadap insiden kelahiran premature dan keguguran. Pengobatan dan Penatalaksanaan Penatalaksanaan kanker serviks yang terbatas hanya pada lapisan luar dari serviks memerlukan penanganan untuk membuang area abnormal. Prosedur untuk membuang kanker non invasif termasuk :      Biopsi Cone. Penanganan untuk kanker serviks bergantung pada beberapa faktor. dan uterus. tidak diperlukan penanganan tambahan. yang memotong seperti pisau bedah. Hysterectoy dapat mengobati kanker serviks stadium dini dan mencegah kanker kembali lagi. Cryosurgery. dan nodus limfe pada area tersebut – merupakan operasi standar dimana terdapat invasi lebih besar dari 3 mm kedalam serviks dan tidak ada bukti adanya tumor pada dinding pelvis. dan mengambil sel dari mulut serviks. dan pilihan pasien sendiri. Hysterectomy radikal – Membuang serviks. Operasi besar ini termasuk membuang jaringan dari area kanker dan prekanker. Hysterectomy biasanya pilihan hanya jika kanker dalam stadium yang dini – Invasi kurang dari 3 milimeter (mm) ke dalam serviks. Teknik yaitu dengan membekukan dan membunuh sel kanker dan prekanker.radical trachlectomy mengatakan bahwa kanker serviks dapat ditangani dengan teknik ini. serviks. Kanker servikal yang menginvasi lebih dalam dari lapisan luar sel pada serviks disebut sebagai kanker invasive dan membutuhkan lebih banyak penanganan. Kanker invasive. uterus.

Agen lainnya yang memberikan paling tidak aktivitas parsial terjadap kanker serviks termasuk carboplatin. Kemoterapi Kemoterapi dengan agen tunggal digunakan untuk menangani pasien dengan metastasis extrapelvis sebagaimana juga digunakan pada tumor rekurren yang sebelum telah ditangani dengan operasi atau radiasi dan bukan merupakan calon exenterasi. lelah. radiasi merupakan penatalaksanaan terbaik. nausea. diare. dimana akan menyebabkan hubungan seks lebih sulit dilakukan. 4. mual. Kombinasi antara . dan rambut rontok. Efek samping dari radiasi terhadap area pelcis termasuk nyeri lambung. vinblastine sulfate. namun.namun membuang uterus membuat pasien tidak mungkin hamil lagi. 5-fluorouracil. methotrexate sodium. efektivitas belum dapat dikonfirmasi oleh semua peneliti. 2. cyclophosphamide. Efek samping sementara dari hysterectomy termasuk nyeri pelvis. Cisplatin telah menjadi agen yang paling banyak diteliti dan telah memperlihatkan respon klinis yang paling konsisten. agen alkylating yang mirip dengan cyclophosphamide. Wanita premenopausal dapat berhenti menstruasi sebagai akibat dari terapi radiasi. Kemoradiasi Pemakaian kemoradiasi telah diketahui secara luas memberikan harapan hidup lebih tinggi dibandingkan pemberian radiasi saja pada penanganan kanker serviks. vincristine sulfate. Kedua metode terapi radiasi ini dapat dikombinasi. dan hexamethyl melamine. sebelum operasi untuk mengecilkan tumor atau setelah operasi untuk membunuh sel kanker lainnya yang masih hidup. methotrexate. Walaupun ada beberapa penilitan yang bervariasi. mitomycin C. terapi cisplatin agen tunggal memberikan hasil dengan respon sempurna pada 24% kasus. dan urinasi. dengan kemoterapi. Agen tersebut paling sering digunakan bersama bleomycin. Ifosfamide. Efek samping kemoterapi tergantung dari obat yang diberikan namun secara umum dapat menyebabkan diare. doxorubicin hydrochloride. dan kesulitan dalam pencernaan. dengan tambahan 16% dari terapi ini memperlihatkan respon parsial. dan doxorubicin. Penelitian National Cancer Institute Gynecologic Oncology Group sedang dikerjakan untuk membandingkan kemampuan dari berbagai kombinasi kemoterapi. Terapi radiasi sama efektifnya dengan operasi pada kanker serviks stadium dini. iritasi kandung kemih. 5-fluorouracil. Radiasi Terapi radiasi menggunakan energi tinggi untuk membentuk sel kanker. Terapi radiasi dapat digunakan sendiri. Beberapa obat kemoterapi dapat mengakibatkan infertilitas dan menopause dini pada wanita premenopause. 3. Bagi wanita dengan kanker serviks yang lebih berat. Terapi radiasi dapat diberikan secara eksternal atau internally (brachytherapy) dengan menempatkan alat diisi dengan material radioaktif yang akan ditempatkan di serviks. telah memberikan respon total hingga 29% pada pasien kanker serviks. Kombinasi paling aktif yang digunakan untuk mengatasi kanker serviks semuanya mengandung cisplatin. dan penyempitan vagina.

18. efek yang sering ditemukan adalah nyeri pada sisi injeksi. 11. Vaksinasi Pengembangan vaksin profilaksis HPV menawarkan harapan baru untuk pencegahan primer dari kanker servik. 6 atau 11). Pemberian vaksin pada gadis usia muda dikarenakan pada usia ini mereka belum aktif secara seksual. atau sekitar 30% kanker serviks tidak akan dicegah oleh pemberian vaksin. Pemberian vaksin pada usia dewasa masih tetap bermanfaat meski keuntungannya tidak sebesar jika vaksin diberikan pada usia dini. . belum semua tipe HPV berhasil dihalangi. cisplatin sepertinya bekerja sebagai radiosensitizer. Jadi masih dianjurkan agar seorang wanita terus melakukan skrining terhadap kanker serviks (regular pap test) dan sekitar 10% dari genital wart pada kelamin tidak dapat dicegah dengan pemberian vaksin ini. H. bukan berarti program skrining sama sekali dihentikan. dapat menurunkan kemungkinan dari rekurensi lokal dan lebih mengurangi jumlah kejadian metastasis jauh. 18) tipe yang menyebabkan 70% kanker servik dan 90% genital wart. Studi terhadap 11. penggunaan mingguan cisplatin mengurangi resiko progresi selama 2 tahun sebesar 43% (harapan hidup 2 tahun = 70%) untuk stadium II B sampai stadium IV A. Petunjuk Pemberian Vaksin HPV:   Vaksin HPV diberikan secara berkala melalui 3 kali suntikan dalam 6 bulan periode. Upaya Pencegahan Kanker servik dapat dicegah dengan berbagai cara : 1. Bila dikombinasikan dengan radiasi. Pasalnya. Sebelum pemberian vaksin. efektif melawan 4 tipe HPV (6. tidak ada pengaruh kesehatan terhadap kehamilan dan infant. bukan berarti pada wanita yang sudah aktif secara seksual pemberian vaksin HPV ini tidak bermanfaat. Meskipun demikian. Pada wanita hamil. Namun masih perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam.kemoterapi dan terapi radiasi berdasarkan teori dari pembunuhan sel sinergis – efek terapeutik dari dua modalitas terapi digunakan bersamaan lebih besar dibandingkan jika 2 modalitas tersebut digunakan tidak bersamaan. Saat ini sudah ada beberapa penelitian tentang pengaruh vaksin terhadap keselamatan wanita hamil dan bayi yang belum lahir. 16. Pada keadaan ini. Vaksin yang dibuat dari non-infectious particles (VLP) ini direkomendasikan untuk wanita usia 11-12 tahun dan usia 13-26 tahun yang belum menerima vaksin seri penuh. suntikan kedua dan ketiga diberikan 2 dan 6 bulan setelah suntikan pertama. Vaksin ini dikenal dengan sebutan quadrivalent vaccine. pemberian vaksin ini tidak direkomendasikan. Di sini.000 perempuan (usia 9-26 tahun) di banyak negara menyimpulkan. vaksin akan bekerja paling efektif. hanya pada 4 tipe (16. tidak perlu dilakukan pemeriksaan skrining seperti HPV Test atau Pap Test karena hal itu tidak dapat mengatakan secara spesifik tipe HPV yang ada. Kendati vaksin ini cukup menjanjikan.

Vaksin bisa diberikan pada mereka dengan penyakit akut minor (misalnya diare atau gangguan saluran napas atas ringan. dan hepatitis B.com/kesehatan/699-mengenal-kanker-serviks . Tes ini lebih baik dibandingkan yang lainnya pada wanita usia 30 tahun ke atas. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker. Td. atau genital wart. positif Hybrid Capture II@ high risk test. Selain itu juga ada tes yang lebih objektif. menawarkan skrining yang menjanjikan. Vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk wanita hamil karena tidak adanya data yang ada. Vaksin bisa diberikan bersamaan dengan vaksinasi lain. Wanita menyusui boleh menerima vaksin HPV. Vaksin HPV juga bisa diberikan untuk wanita yang memiliki equivocal atau abnormal Pap Test. maka kanker akan dapat diatasi secara tuntas. petugas kesehatan harus tetap menyarankan agar dilakukan upaya proteksi dalam berhubungan seksual. http://www. Misalnya dengan membatasi jumlah pasangan dan menggunakan kondom.smallcrab. Pemberian vaksin harus ditunda pada mereka dengan penyakit akut sedang atau parah hingga sembuh. Selain mudah dilakukan. hasilnya juga cepat dan efektif untuk mengidentifikasi perubahan prakanker servik.       Vaksin HPV merupakan kontraindikasi bagi individu dengan riwayat hipersensitif/alergi dengan jamur atau komponen vaksin lainnya. Meski telah divaksinasi. 2. Dengan cara skrining Kanker servik yang merupakan kanker yang dapat dikendalikan jika diketahui sejak dini. yakni HPV DNA. Inspeksi visual dengan asam asetat (VIA) atau Lugol’s iodine (VILI). dengan atau tanpa demam). yaitu dengan cara:   Pap smear adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. misalnya T dap. MCV4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful