Kasus Skandal Enron Inc.

10 Feb Enron Corporation adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston, Texas, Amerika Serikat dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas alam, bubur kertas dan kertas, dan komunikasi. Bayangkan, sebuah perusahaan beromzet US$ 100 miliar sekonyong-konyong kolaps dan harus menanggung rugi tak kurang dari $ 50 miliar. Dibandingkan dengan harga pada Agustus 2000, harga sahamnya terjungkal hingga tinggal seperduaratusnya. Simpanan dana pensiun $ 1 miliar milik 7.500 karyawan amblas karena manajemen Enron menanamkan dana tabungan karyawan itu untuk membeli sahamnya sendiri. Pelaku pasar modal kehilangan $ 32 miliar. Inilah sebuah rekor kebangkrutan bisnis terburuk di Amerika sepanjang sejarah. Ironisnya, tragedi ini justru terjadi di negeri yang otoritas pasar modalnya sangat ketat menerapkan standar transparansi dan pembeberan (disclosure) bagi perusahaan publik. Kontroversi demi kontroversi segera saja mengiringi proses penyelidikan sebab-sebab kebangkrutan itu. Pertama-tama, diketahui bahwa manajemen Enron telah melakukan window dressing, memanipulasi angka-angka laporan keuangan agar kinerjanya tampak kinclong. Tak kepalang tanggung, pendapatan di-mark-up dengan $ 600 juta, dan utangnya senilai $ 1,2 miliar disembunyikan dengan teknik off-balance sheet. Auditor Enron, Arthur Andersen kantor Huston, dipersalahkan karena ikut membantu proses rekayasa keuangan tingkat tinggi itu. Manipulasi ini telah berlangsung bertahun-tahun, sampai Sherron Watskin, salah satu eksekutif Enron yang tak tahan lagi terlibat dalam manipulasi itu, mulai “berteriak” melaporkan praktek tidak terpuji itu. Keberanian Watskin yang juga pernah bekerja di Andersen inilah yang membuat semuanya menjadi terbuka. Kontroversi lainnya adalah mundurnya beberapa eksekutif terkemuka Enron dan “dipecatnya” sejumlah partner Andersen. Terbongkar juga kisah pemusnahan ribuan surat elektronik dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan audit Enron oleh petinggi di firma audit Arthur Andersen. Kini, Arthur Andersen sedang berjuang keras menghadapi serangan bertubi-tubi, bahkan berbagai tuntutan di pengadilan. Diperkirakan tak kurang dari $ 32 miliar (!) harus disediakan Arthur Andersen untuk dibayarkan kepada para pemegang saham Enron yang merasa dirugikan karena auditnya yang tidak becus. Ratusan mantan karyawan yang marah juga sudah melayangkan gugatan kepada Andersen, yang tentu akan menambah beban Andersen. Di luar itu, otoritas pasar modal dan hukum Amerika Serikat pasti akan memberi sanksi berat jika tuduhan malapraktek itu terbukti. Majalah Business Week mensinyalir kecilnya peluang Arthur Andersen untuk bertahan karena beratnya risiko yang harus dihadapi akibat malapraktek itu. Cerita tak berhenti sampai di sini. Belakangan, salah satu mantan petinggi Enron tewas bunuh diri karena tak tahan menghadapi tekanan bertubitubi. Ibarat telah menabur angin, berbagai pihak yang dahulu asyik memetik keuntungan haram kini sibuk menuai badai. Menghadapi fakta-fakta dramatis di atas, para akuntan publik pasti bertanya: apakah fair menuduh profesi akuntan publik sebagai pihak yang paling bertanggung jawab? Sejumlah pertanyaan susulan juga dikemukakan: bukankah manajemen perusahaan yang mengambil keputusan? Bukankah ada penasihat keuangan yang turut merancang skenario rekayasa? Di mana peran penasihat hukum yang ikut “mengamankan” aspek legalnya? Bagaimana dengan akuntan internal yang mengerjakan langkah demi langkah rekayasa culas itu? Menjawab

Kasus ini saya kutip dari sebuah blog yang Diposkan oleh Dr. auditor paling dipersalahkan karena telah gagal melindungi kepentingan publik–sang pemberi otoritas. . Membenarkan.. dalam menjalankan audit. niscaya manipulasi yang dilakukan manajemen dapat dibongkar sejak dulu dan kerugian yang lebih besar dapat dicegah lebih dini. Berbeda dengan profesi lainnya. kata “wajar tanpa pengecualian”. penasihat keuangan. mengandung makna bahwa informasi keuangan yang telah diauditnya layak dipercaya. Dedi Kusmayadi. M. Eropa. SE. Sebaliknya. sampai ke Asia. A. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. Sementara manajemen. kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. akuntan wajib mendeteksi kemungkinan kecurangan dan kekeliruan yang material.pertanyaan itu.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia.Si. Karena itu. antara lain meliputi future transaction. pengacara. dan analis keuangan-yang telah mengkhianati tugas mulianya sebagai penjaga kepentingan publik yang tak berdosa. Mereka terdiri dari para profesionalCEO. sangat wajar jika. dalam kasus Enron (kita di Indonesia punya sejumlah besar kasus sejenis ini). Segelintir penguasa informasi telah menipu banyak pihak yang sangat awam tentang seluk-beluk transaksi keuangan perusahaan. dalam kedudukannya sebagai auditor. Diversifikasi usaha tersebut. perilaku manajemen yang manipulatif jelas-jelas merupakan pengkhianatan terhadap tugas “suci” profesi akuntan publik. merupakan kejahatan ekonomi multidisiplin. Karena itu. Buktinya. auditor independen bertanggung jawab memberikan assurance services. Sementara itu. si pemberani Watskin dengan mudah dapat menemukan manipulasi itu. bahkan menutupi. tanggung jawab Arthur Andersen dalam kasus Enron sangatlah besar. hilangnya obyektivitas dan independensi dapat membuat penglihatan auditor menjadi kabur. auditor. dibantu oleh para pengacara. akuntan publik bertugas menilai apakah informasi keuangan itu dapat dipercaya atau tidak. Enron.2 milyar. Skandal Enron. Kegagalan untuk bersikap obyektif dan independen sama artinya dengan hilangnya eksistensi profesi. akuntan. mulai dari Amerika. yang menjadi pendapat akuntan publik. tak bisa dimungkiri. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi. Kata “publik” yang menyertai akuntan menunjukkan bahwa otoritasnya diberikan oleh publik dan karena itu tanggung jawabnya pun kepada publik (guarding public interest). trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan. dan konsultan. Laku-tidaknya informasi tentang kinerja suatu perusahaan sangat bergantung pada hasil penilaian akuntan publik itu. Kalau saja auditor Enron bekerja dengan penuh kehati-hatian (due professional care). Penyimpangan (irregularities) dan kecurangan (fraud) akan dianggap sebagai kelaziman. tentu tidak adil menuduh auditor independen sebagai satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab. Meskipun bangkrutnya sebuah usaha menjadi tanggung jawab banyak pihak. menyajikan informasi keuangan.. tidak mengandung keragu-raguan. bankir. Ak di 04:47 Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985.

dan ternyata berasal dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh CFO Enron. 6 Pada tanggal 2 Desember 2001 Enron mendaftarkan kebangkrutan perusahaan ke pengadilan dan memecat 5000 pegawai. menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. 7 Enron dan KAP Andersen dituduh telah melakukan kriminal dalam bentuk penghancuran dokumen yang berkaitan dengan investigasi atas kebangkrutan Enron (penghambatan terhadap proses peradilan 8 Dana pensiun Enron sebagian besar diinvestasikan dalam bentuk saham Enron. termasuk wakil presiden Amerika Serikat. Dengan pengungkapan ini nilai investasi dan laba yang di tahan (retained earning) berkurang dalam jumlah yang sama. dapat penulis kemukakan sebagai berikut: 1. Mantan Chief Audit Executif Enron (Kepala internal audit) semula adalah partner KAP Andersen yang di tunjuk sebagai akuntan publik perusahaan. Direktur keuangan Enron berasal dari KAP Andersen. Sebagian besar Staf akunting Enron berasal dari KAP Andersen. 4 Salah seorang eksekutif Enron di laporkan telah mempertanyakan praktek akunting perusahaan yang dinilai tidak sehat dan mengungkapkan kekhawatiran berkaitan dengan hal tersebut kepada CEO dan partner KAP Andersen pada pertengahan 2001. Enron menerbitkan laporan keuangan triwulan ketiga. a. Enron merupakan salah satu perusahaan besar pertama yang melakukan out sourcing secara total atas fungsi internal audit perusahaan. direktur eksekutif dan direktur non eksekutif) membiarkan kegitan-kegitan bisnis tertentu mengandung unsur konflik kepentingan dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan informasi yang hanya bisa di akses oleh Pihak dalam perusahaan (insider trading). CEO Enron. Ia juga tidak menjelaskan secara rinci tentang pembebanan biaya akuntansi khusus (special accounting charge/expense) sebesar $1 miliar yang sesungguhnya menyebabkan hasil aktual pada periode tersebut menjadi rugi $644 juta. Pada saat itu terungkap bahwa terdapat hutang perusahaan yang tidak di laporkan senilai lebih dari satu milyar dolar. Para analis dan reporter kemudian mencari tahu lebih jauh mengenai beban $1 miliar tersebut. fakta. termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak sehat sebelum hal tersebut terungkap kepada publik. 3 Pada awal tahun 2001 patner KAP Andersen melakukan evaluasi terhadap kemungkinan mempertahankan atau melepaskan Enron sebagai klien perusahaan. Sementara . Dalam laporan itu disebutkan bahwa laba bersih Enron telah meningkat menjadi $393 juta. c. 5 Pada tanggal 16 Oktober 2001.Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. naik $100 juta dibandingkan periode sebelumnya. Hasil investigasi oleh penasehat hukum tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan. Board of Director (dewan direktur. Kronologis. b. Dari hasil evaluasi di putuskan untuk tetap mempertahankan Enron sebagai klien KAP Andersen. Kenneth Lay. data dan informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan hancurnya Enron (debacle). 2. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih. CEO Enron menugaskan penasehat hukum perusahaan untuk melakukan investigasi atas kekhawatiran tersebut tetapi tidak memperkenankan penasehat hukum untuk mempertanyakan pertimbangan yang melatarbelakangi akuntansi yang dipersoalkan. mengingat resiko yang sangat tinggi berkaitan dengan praktek akuntansi dan bisnis enron. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor.

yang bertindak sebagai penanggungjawab audit Enron mengaku bersalah atas tuduhan melakukan hambatan proses peradilan dan setuju untuk menjadi saksi kunci dipengadilan bagi kasus KAP Andersen dan Enron . Praktik bisnis Enron yang menjadikannya bangkrut dan hancur serta berimplikasi negatif bagi banyak pihak. Andersen sebagai KAP telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder atau principal untuk memberikan suatu . dan rationalization. 9 KAP Andersen diberhentikan sebagai auditor enron pada pertengahan juni 2002. B. perilaku. Pada tanggal 4 Pebruari Mr. dan lain sebagainya. Jika dilihat dari Agency Theory. Identifikasi Masalah Identifikasi dari masalah ini adalah Bagaimana Kasus Enron dilihat dari Perspektif Etika Bisnis dan Profesional Akuntan beserta implikasinya. Paul Volkcer. ketiga hal tersebut akan dapat kita hindari melalui meningkatkan moral. 16 tanggal 26 Maret 2002 CEO Andersen Joseph Berandino mengundurkan diri dari jabatannya. 14 KAP Andersen terus menerima konsekwensi negatif dari kasus Enron berupa kehilangan klien. pressure. Milyaran dolar kekayaan investor terhapus seketika dengan meluncurnya harga saham berbagai perusahaaan di bursa efek. 13 tanggal 14 Maret 2002 departemen kehakiman Amerika memvonis KAP Andersen bersalah atas tuduhan melakukan penghambatan dalam proses peradilan karena telah menghancurkan dokumen-dokumen yang sedang di selidiki. korupsi dan sebangsanya (prilaku tidak etis). Pembahasan Masalah Menurut teori fraud ada 3 komponen utama yang menyebabkan orang melakukan kecurangan. karena kita meyakini bahwa tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik (public trust). pembelotan afiliasi yang bergabung dengan KAP yang lain dan pengungkapan yang meningkat mengenai keterlibatan pegawai KAP Andersen dalam kasus Enron. 10 CEO Enron. yang direkrut untuk melakukan revisi terhadap praktek audit dan meningkatkan kembali citra KAP Andersen mengusulkan agar manajeman KAP Andersen yang ada diberhentikan dan membentuk suatu komite yang diketuai oleh Paul sendiri untuk menyusun manajemen baru. etika. Lay mengundurkan diri dari dewan direktur perusahaan. sementara KAP Andersen menyatakan bahwa penugasan Audit oleh Enron telah berakhir pada saat Enron mengajukan proses kebangkrutan pada 2 Desember 2001. 18 tanggal 9 April 2002 Jeffrey McMahon mengumumkan pengunduran diri sebagai presiden dan Chief Opereting Officer Enron yang berlaku efektif 1 Juni 2002. tetapi terutama karyawan Enron yang menginvestasikan dana pensiunnya dalam saham perusahaan serta investor di pasar modal pada umumnya (social impact). 19 Tanggal 15 Juni 2002 juri federal di Houston menyatakan KAP Andersen bersalah telah melakukan hambatan terhadap proses peradilan. Kenneth Lay mengundurkan diri pada tanggal 2 Januari 2002 akan tetapi masih dipertahankan posisinya di dewan direktur perusahaan. David Duncan. 15 tanggal 22 Maret 2002 mantan ketua Federal Reserve. yaitu opportunity. akhlak. 11 Tanggal 28 Pebruari 2002 KAP Andersen menawarkan ganti rugi 750 Juta US dollar untuk menyelesaikan berbagai gugatan hukum yang diajukan kepada KAP Andersen. menipulasi. 17 Tanggal 8 April 2002 seorang partner KAP Andersen. C.Pihak yang dirugikan dari kasus ini tidak hanya investor Enron saja. 12 Pemerintahan Amerika (The US General Services Administration) melarang Enron dan KAP Andersen untuk melakukan kontrak pekerjaan dengan lembaga pemerintahan di Amerika.itu harga saham Enron terus menurun sampai hampir tidak ada nilainya.

peraturan pasar modal yang berkaitan dengan audit perusahaan publik. Lalu apa yang dituai oleh Enron dan KAP Andersen dari sebuah ketidak jujuran. Pemerintah AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik.Si. Dedi Kusmayadi. 2. pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. dealer. Pihak agent dalam hal ini manajemen Enron telah bertindak secara rasional untuk kepentingan dirinya (self interest oriented) dengan melupakan norma dan etika bisnis yang sehat. 3. kasus ini mempunyai implikasi terhadap pembaharuan tatanan kondisi maupun regulasi praktik bisnis di Amerika Serikat antara lain : 1. Setiap perusahaan memiliki audit committee ini karena definisinya diperluas. pengendalian mutu.fairrness information mengenai pertanggungjawaban dari pihak agent dalam mengemban amanah dari principal. 2. CFO. melakukan disciplinary hearings. dibentuk pula PCAOB (Public Company Accounting Oversight Board) yang bertugas: • Mendaftar KAP yang mengaudit perusahaan publik • Menetapkan atau mengadopsi standar audit. kini CEO dan CFO . maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee. Berikut ini adalah sejumlah jasa non audit yang dilarang : 1.. Seperti yang saya kutip dari sumber yang sama (blog yang Diposkan oleh Dr. standar professional. SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. Desain dan implementasi sistem informasi keuangan. Broker. Dampak Akibat Kasus Enron dan KAP Andersen Kasus ini memberikan dampak di Amerika bahkan di Indonesia. independensi dan standar lain yang berkaitan dengan audit perusahaan publik • Menyelidiki KAP dan karyawannya. Opini fairness 5. Jasa appraisal dan valuation 4. Fungsi-fungsi berkaitan dengan jasa manajemen 6. M. kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis? adalah hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum. • KAP harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan. etika. dan mengenakan sanksi jika perlu • Melaksanakan kewajiban lain yang diperlukan untuk meningkatkan standar professional di KAP • Meningkatkan ketaatan terhadap SOX.. Selain itu. dan penasihat investasi • Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. SE. Pembukuan dan jasa lain yang berkaitan. Ak di 04:47). peraturan-peraturan PCAOB. controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya. Selain itu. A. • Melarang KAP memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut. Perubahan-perubahan yang ditentukan dalam Sarbanes-Oxley Act • Untuk menjamin independensi auditor. alternatif perlakuanperlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan. maka KAP dilarang memberikan jasa non audit kepada perusahaan yang diaudit. 3. yaitu jika tidak ada. chief accounting officer. D. • KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO.

belum mendapat pengaruh bangkrutnya Enron.harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material. 05 April 2002 | 10:27 WIB TEMPO Interaktif. dan setiap perusahaan diwajibkan untuk memiliki fungsi audit intern (James : 2003). juga mengatakan akan mengikuti kantor pusat berkaitan dengan soal merger. Akibat kasus-kasus tersebut kini kredibilitas akuntan publik menjadi jatuh terutama disebabkan oleh keterlibatan Arthur Andersen salah satu KAP terbesar di dunia di dalam skandal tersebut. AICPA dan The Big Five KAP di Amerika mendukung inisiatif Reform yang melarang KAP untuk menawarkan jasa internal audit dan jasa konsultasi lainnya kepada perusahaan yang menjadi klien audit KAP yang bersangkutan. Sebagai tambahan. pada akhir tahun 2001 merevisi kode etik bagi para akuntan yang bekerja agar menjadi whitstleblower sebagai berikut “ para profesional dituntut bukan hanya bersikap profesional dalam kaidah-kaidah aturan profesi saja tetapi profesional juga dalam menyatakan kebenaran pada saat masyarakat akan dirugikan atau ada tindakan-tindakan perusahaan yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku”. C. Adapun dampak lain dari kasus ini yang saya kutip dari sebuah artikel yang berjudul “Audit Eksternal dan Hubungannya dengan Komite Audit” (Oleh IKAI ) . Jakarta dengan judul “Arthur Andersen Indonesia Belum Terpengaruh Enron”. Dalam artikel tersebut dijelaskan menurut Agus Kretarto-Anggota Komite Audit PT Bank BII. Jumat (5/4). ketua bersama Blue Ribbon Committe SEC. Soemarso Slamet Rahardjo. 5. Jakarta:Prasetio. pelajaran dari AS tersebut harus menjadi acuan agar tidak sampai terulang di Indonesia. Securities Exchange Commission (SEC) dan New York Stock Exchange (NYSE). “Kami tetap bekerja . B. dan mengembangkan operasi bisnis. 7. Akuntan Publik tidak lagi dipandang sebagai profesi yang unik melainkan sebagai industri yang tidak lepas dari kepentingan bisnis yang sempit. member akuntan publik Arthur Andersen di Indonesia. 6. Utomo & Co. menyerukan bahwa auditor internal harus lebih mempertajam peran dalam pemeriksaan ketaatan. Indonesia sendiri tidak terlepas dari pengaruh skandal tersebut sehingga berbagai pihak seperti IAI dan BAPEPAM kini tengah membahas pengawasan kompetensi dari Akuntan publik terutama yang terlibat di pasar modal Indonesia. Jhon Whitehead dan Ira Millstein. International Federation Accountants (IFAC). Berikut adalah kutipan dari artikel tersebut : TEMPO Interaktif. Country Managing Partner Arthur Andersen Indonesia. Kasus ini juga berdampak di Indonesia.mengeluarkan rekomendasi tentang perlunya kongres menyusun Undang-Undang yang mengharuskan perusahaan Go Public melaksanakan dan melaporkan ketaatanyan terhadap pedoman corporate governance. 4. Untuk itu di dalam menunjuk auditor eksternalnya perusahaan harus memiliki kriteria yang mampu meminimalkan resiko manipulasi audit. menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. Fenomena ini telah mendorong berbagai upaya untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan publik. Contoh yang paling nyata adalah inisiatif Sarbanes-Oxley yang merekomendasikan pembentukan badan pengawas akuntan publik di pasar modal. mengelola resiko. seperti yang saya kutip dari Jum’at. Tbk dalam pembahasannya tentang “Kriteria Pemilihan Auditor Eksternal” menjelaskan bahwa profesi akuntan publik saat ini sedang mendapatkan sorotan tajam bahkan sinis dari masyarakat umum akibat terjadinya skandal-skandal besar di negara maju seperti AS yaitu kasus Enron dan WorldCom. di kantornya. Bagi perusahaan di Indonesia sendiri.

Simpulan Dari kasus tersebut bisa saya simpulkan bahwa Enron dan KAP Arthur Andersen sudah melanggar kode etik yang seharusnya menjadi pedoman dalam melaksanakan tugasnya dan bukan untuk dilanggar. katanya. KAP yang seharusnya bisa bersikap independen tidak dilakukan oleh KAP Arthur Andersen. nilainya akan dipandang kecil. SGV Group bergabung menjadi mitra Arthur Andersen & Co. firm ini bekerja sama dengan SGV Group (Sycip. akan mengikuti kebijakan pusat. “Mau tidak mau kita juga nantinya terpaksa harus merger. jika merger sendiri. Alasannya. Australia dan Selandia Baru dengan Ernst & Young. yang diikuti pula oleh Prasetio Utomo. Pada tahun 1985. sejumlah kliennya tidak lagi menggunakan Andersen sebagai konsultannya akibat kasus Enron. “Belum ada klien yang drop gara-gara kasus Enron. Akibatnya. SGV Group merupakan KAP independen yang memiliki jaringan terbesar di Asia Timur. Tapi. Mungkin saja pelanggaran tersebut awalnya mendatangkan keuntungan bagi Enron. Member Arthur Andersen di beberapa negara seperti. Pada saat itu. Pada waktunya nanti. Arthur Andersen LLP – member di Amerika Serikat – dianggap ikut bersalah dalam kebangkrutan Enron. Dan yang berpindah ke auditor-auditor kecil lainnya atau mengaku belum tahu berpindah kemana sebanyak 40 persen. Soemarso mengatakan di Amerika Serikat. “Sampai saat ini kami masih bekerjasama dengan Andersen. Karena perbuatan . lanjut dia.” Tapi jika Andersen di Amerika Serikat kondisinya tidak membaik. Pada awal pendiriannya. Velayo) yang berbasis di Manila. Akibatnya. Jepang dan Thailand. Prasetio. yang memiliki lebih dari 1000 eksekutif. dan Spanyol dengan Deloitte Touche Tohmatsu.” Ia mengatakan perkembangan terakhir yang terjadi pada Andersen LLP dapat mempengaruhi hubungan kerjasama perusahaan yang berdiri sejak 1968 itu dengan Andersen. KPMG (11 persen). meskipun berhak.” katanya. Tidak ada itu. dengan dukungan infrastruktur dan administratif penuh dari jaringan global maupun regional Andersen Worldwide. telah membuat kesepakatan merger dengan KPMG. “(Seandainya merger)Tidak ada pemutusan hubungan kerja. Gorres. dan Ernst & Young (28 persen).” Ia mengatakan Arthur Andersen Indonesia.. PriceWaterhouseCooper (20 persen). katanya. seperti saya katakan.seperti biasa tanpa gangguan. aktivitas seluruh member Andersen dibekukan pemerintah. Filipina. “Dengan siapa [kita merger]. Dalam kasus ini.” tegasnya. Di Amerika sendiri. Societe Cooperative. tetapi akhirnya dapat menjatuhkan kredibilitas bahkan menghancurkan Enron dan KAP Arthur Andersen. (Ucok Ritonga-Tempo News Room) E. menurut Asian Wall Street Journal edisi Jumat (5/4). Ia juga mengatakan dirinya dan sekitar 40 partner Prasetio Utomo akan terus mengkaji dengan hati-hati beberapa opsi sambil mencermati perkembangan di AS. Prasetio Utomo akan membuat keputusan yang sebaik-baiknya untuk melindungi kepentingan karyawan. secara bisnis masih bisa dipertahankan.” katanya.” katanya. “Kalau Indonesia. klien-klien Andersen LLP beralih ke berbagai auditor. Antara lain Delotte and Touche (10 persen). kita ikutin. Utomo&Co didirikan tahun 1968.

mereka inilah. discrimination of information. . • KAP Andersen sebagai pihak yang seharusnya menjungjung tinggi independensi. Ak di 04:47 yang berisi sebagai berikut : • Pihak manajemen Enron telah melakukan berbagaimacam pelanggaran praktik bisnis yang sehat melakukan (Deception. juga berdampak pada karyawan yang bekerja di KAP Arthur Andersen dimana mereka menjadi sulit untuk mendapatkan pekerjaan akibat kasus ini. coercion. bribery) dan keluar dari prinsif good corporate governance. M. Kesimpulan yang bisa diambil dar ketiga sumber yang saya kutip kurang lebih sama seperti yang saya simpulkan. bribery.Si. dan profesionalisme telah melakukan pelanggaran kode etik profesi dan ingkar dari tanggungjawab terhadap profesi maupun masyarakat diantaranya melalui Deception.. coercion.. kedua-duanya menuai kehancuran dimana Enron bangkrut dengan meninggalkan hutang milyaran dolar sedangakn KAP Arthur Andersen sendiri kehilangan keindependensiannya dan kepercayaan dari masyarakat terhadap KAP tersebut. Dedi Kusmayadi. discrimination of information.Akhirnya Enron harus menuai suatu kehancuran yang tragis dengan meninggalkan hutang milyaran dolar. SE. Akhirnya KAP Andersen di tutup disamping harus mempertanggungjawabkan tindakannya secara hukum. Salah satunya adalah kesimpulan yang saya kutip dari blog yang Diposkan oleh Dr.

/5079..033.072.:39: 203/:3050393.3907:8203./.3.2.9 .380-.3.8-007.:9/.8.3. .3/ 90.3 203:90-.  79:73/07803! 202-07/207./. .35:8.3 07.3/.7..502:9:8.8:83743  .3:9/.  0:2.30.83.2 0-.307.3/07803!/.:.  .8...784203.9/.9.320707/03.805079-..3809. .950702-. -.9.3.38.20707 %/. /03.3.9 80:2.-8382.7./.9.805079  05.3 $0..3  $0..34/03.  .2.3-07/780.93.304990%4:.8.3.8.9./..5.  203:7:98..393.3..0/8:2.7:/03.203:3.35.:.3.93.7 5.3/0780347//0 .3.3/73.30.3/5.8094&9424...  207.8.:93 .7:820707  .9...2.  $..8..3:-:3.22.897:9:7/.:5:37043.3 /03..3.3/745.7 080:91 .5.3$5..$07.37:9.7 .943/83.203.3/.20707803/7 2085:3-07.7.2.9.905:9:8.203.37389 4:3 /. .379:73/078033/4308. !7. 8050798.3.9.9./.-..3.507:8...5../03.03.3/207.3:.. 02-0779:73/07803/-0-07.803/7 .  .$07.3/07803/207.98:  $402.9075.3317.350702-.34-.3 .9:/03...$970094:73.. 3.3.438:9.9202503.9 .3202-:. 3. -..3 3/0780380-.3./23897.3.202-.8-8.91503:/./..93..7: :-:3.3%.3.33. .0%42.39 .880:7:202-073/07803/-0:..33./5.9./.32020-/.3! :897.3907..8094&9424.5 .20707( 9.9:3. %/..33743 -.$07.9.9-0-07.79307!7.:3/4308.2-203..73.33/07803 %.9  03.202-:.3/.5.33/07803  %.4588.3/::3.9 /.9.90805.3  80.203./.3907.7.5:9-078.3/.9.3/$ !..7.7.5.25.3.8:83743  ..9/.: 9.9.35020739.9.9.9: 90.3.3.9.

.370/-9.2..220.3.0 -07-.340!79:73/07803 .3.:3 !.79:73/07803 4 $4.39.3907-08.. 03 033/07803!-07./.7:83.7:83. %025408#442   $25:.33.3/:95:..3.73.3-./50/42.3/%4:.:203.83.50..8094 &9424 4//7.9.88/.3.3:39:/.380.3.73. /03.7/8.8.703. -8.3..0.090 44507.4#943.02..33743/.7.:.. !.3 .9.3 -:.0 .33.-:3203.8.40!7.-078.:3 $'74:5-07..0  507803 ! 507803  !7.3!79:73/07803 ../.2.3..:/947 39..8.3202..503/7.0 .:/9470.4 .8:83 !.3!79:73/078038:/.3743 909.8094&9424  &.7.5 47708 '0.9./.9.9:..9074:8044507  507803 /.3 203.3..3$'74:5 $.203.390780-:9. 20.8-. 53.:-0753/.507-:.3-0753/.203/..7.3 0:39:3.3-07-.8:890780-:9-8.:-0:29.74/009.80-. 1723-007.9203.3!3/0503/03.7 :338.3.3.8.39:..99:  $'74:5207:5.825:./.5./297.%2:7  !.  507803  !7.3.37389 4:3 507803 .:/947 ./.3 .53/0503/039/.5.3743/.9.380.3-.304990.:7.3/./.

3.82090..7.:.253 .72.3 03/0503/038.920.723.3:3.20.7:82025079.350.9/..!3/07803/9:9:5/8.3.7:8203:.39.3 2033.3407 0/ :82../.0203374390.3/. 8:2-07.0. /:.7.407...9:3.-.:7.2.943 .:0.943 .3-07880-.3././!79:73/07803/2..3 0.5.3.3..7.:5:32.393/.203.3!79:73/07803803/70.20.7./.3:9.47547.3  $..3 80.:95/..7/.3..0825:.3.34/009574108/.250.2.5!90780-:9 :. -07/.75738144/.7.30507..9907.2.3.3 97.3/2.3:3...3..0 73..3:9.:..3-07-.-07:9 W!.38.20.7../.9...05943 /8.3.-.825:./..3.3.9434131472.8.80.9-838.9.723.3/4.2-/.7 /.:../ 8:9:39:203/.:95:7.33.3-8.7.5.8.2070.203:.::2   .3743-.203:3:3933/0503/038 /.43 -7-07 73.805079.3-007.7 9.-907.780/.33.3.32.:7.3548.3.9:0..7:83.3 57410843..30-8.8.25.5.904.357.32033.05943  /8./.3.43 -7-07 /.9434131472.8:83 0825:.30:.3/4.3./ $  $ / .3743.709.407.073.7  W!3/0780380-.33.38..8:.2070.7-4.37:9/03..8/03.3...35007.7.380.3.55741082.7.32. 0/:.38.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful