Senin, 18 Oktober 2010 Index Pembusaan Daun Ki Sabuun

Disusun Oleh :

Agung Dwi Hardiansyah Astrid Amilia Viesty Muhammad Faisal Rizal Nyak Annesia Riani Sinta Swasanni LABORATORIUM FARMAKOLOGI PROGRAM STUDI FARMASI UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2010

TUJUAN PERCOBAAN · · Dapat memahami cara penetapan indeks pembusaan simplisia Dapat mengetahui manfaat dari penetapan indeks pembusaan

TEORI DASAR 2.1 Saponin

Saponin adalah sejenis glikosid yang mempunyai ciri-ciri kebolehan berbuih apabila larutan akuos digoncang. Saponin mempengaruhi hemolitik yang kuat ke atas sel darah merah. Terdapat dua jenis saponin yaitu steroidal (ditemui dalam banyak tumbuhan monokotilidon) dan triterpenoid (dalam tumbuhan dikotilidon). Dikenal dua jenis saponin ; glikosida triterpenoid alkohol dan glikosida struktur steroid tertentu yang mempunyai rantai samping spiroketal. Kedua jenis saponin ini larut dalam air dan etanol tetapi tidak larut dalam eter. Aglikonnya, disebut sapogenin, diperoleh dengan hidrolisis dalam suasana asam atau hidrolisis memakai enzim, tanpa bagian gula ciri kelarutannya sama dengan ciri sterol lainnya. Berdasarkan sifat-sifat tersebut, senyawa saponin mempunyai kegunaan yang sangat luas, antara lain: 1. Pembasmi hama udang.

Saponin triterpenoid tersusun atas inti triterpenoid dengan molekul karbohidrat. Sebagai detergen pada industri tekstil. 3. Saponin memiliki rasa pahit menusuk dan menyebabkan bersin serta iritasi pada selaput lendir. Pembentuk busa pada alat pemadam kebakaran. Saponin merupakan racun yang dapat menghancurkan butir darah atau hemolisis pada darah. Bacoside (Bacopa monneira). Tipe saponin ini adalah turunan β-amyirine. Cyclamin (Cyclamen persicum). Contoh senyawa triterpen steroid adalah : Asiaticoside (Centella asiatica). Cyclamin (Cyclamen persicum). Dihidrolisis menghasilkan suatu aglikon yang disebut sapogenin. Saponin steroid diekskresikan setelah konjugasi dengan asam glukoronida dan digunakan sebagai bahan baku pada proses biosintesis dari obat kortikosteroid. 5. Saponin memiliki karakteristik berupa buih.2. Ini merupakan suatu senyawa yang mudah dikristalkan lewat asetilasi sehingga dapat dimurnikan. Avenocosides (Avena sativa). Dalam industri farmasi. Contoh senyawa saponin steroid diantaranya adalah : Asparagosides (Asparagus officinalis). Contoh senyawa triterpen steroid adalah : Asiaticoside (Centella asiatica). Disogenin (Dioscorea floribunda dan Trigonella foenum graceum). Sumber utama saponin adalah biji-bijian khususnya kedele. Tipe saponin ini memiliki efek anti jamur. Saponin adalah jenis glikosida yang banyak ditemukan dalam tumbuhan. Saponin mudah larut dalam air dan tidak larut dalam eter. 6. Pembentuk busa pada sampo. Saponin memberikan rasa pahit pada bahan pangan nabati. Pada binatang menunjukkan penghambatan aktifitas otot polos. Saponin steroid tersusun atas inti steroid (C 27) dengan molekul karbohidrat. Saponin diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : saponin steroid dan saponin triterpenoid. Contoh senyawa saponin steroid diantaranya adalah : Asparagosides (Asparagus officinalis). Saponin dapat menghambat pertumbuhan kanker kolon dan membantu kadar . Sehingga ketika direaksikan dengan air dan dikocok maka akan terbentuk buih yang dapat bertahan lama. Steroid saponin dihidrolisis menghasilkan suatu aglikon yang dikenal sebagai saraponin. Disogenin (Dioscorea floribunda dan Trigonella foenum graceum). Saponin bersifat racun bagi hewan berdarah dingin dan banyak diantaranya digunakan sebagai racun ikan. 4. Avenocosides (Avena sativa). Saponin yang bersifat keras atau racun biasa disebut sebagai Sapotoksin. Dalam fotografi. Bacoside (Bacopa monneira).

Ekstrak dari tanaman ini biasanya digunakan sebagai agen untuk minuman berbusa seperti root beer. 2. dan lemak jenuh . Dalam diet. foxglove. kosmetik. tetapi mereka yang paling banyak di gurun tanaman Yucca dan Quillaja.mungkin karena konsumsi herbal yang kaya saponin. Biokimia ini juga memiliki aplikasi komersial seperti pemisahan bijih dalam operasi industri dan pertambangan. Saponin bertindak dengan mengikat dengan asam empedu dan kolesterol. dan berguna dalam produk seperti emulsi fotografi.kolesterol menjadi normal. dan menghambat pertumbuhan sel kanker. seharinya dapat mengkonsumsi saponin sebesar 10-200 mg.yang mengkonsumsi makanan yang sangat tinggi dalam produk hewani. Digitalis memperkuat kontraksi dari otot jantung dan membuatnya bekerja lebih efisien pada orang dengan penyakit jantung. yang membuktikan kelayakan mereka sebagai fitokimia. sehingga berpikir bahwa bahan-bahan kimia "bersih" atau pembersihan senyawa lemak dari tubuh. Saponin adalah surfaktan alami. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tingkat rendah kolesterol serum suku Masai di Afrika Timur . Digitalis-jenis saponin dapat menjadi racun dalam dosis tinggi dan telah digunakan sebagai racun panah dan tombak oleh penduduk asli Afrika dan Amerika Selatan. kolesterol.2 Ki Sabun Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae Ordo: Sapindales . menurunkan kolesterol darah. menurunkan kadar kolesterol darah. Digitalis adalah salah satu saponin tersebut dan berasal dari tanaman kebun umum. Tergantung pada jenis bahan makanan yang dikonsumsi. juga mengandung jumlah kecil saponin. Beberapa saponin mempengaruhi jantung dan telah digunakan selama lebih dari 100 tahun untuk merawat kondisi jantung. ditemukan dalam banyak tanaman. Kacang. atau deterjen. dan shampoo. saponin fitokimia memiliki spektrum yang luas dari aktivitas sebagai agen antijamur dan antibakteri. kacang polong tersebut dan kedelai.

bahkan memandikan dan membersihkan binatan peliharaan[3]. saponin inilah yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci. bahkan membuat pakaian lebih awet karena tidak mengandung bahan-bahan deterjen. lantai. Kandungan racun biji lerak juga berpotensi sebagai insektisida.Famili: Sapindaceae Genus: Filicium Spesies: Filicium decipiens Filicium (Filicium decipiens. Batik biasanya dianjurkan untuk dicuci dengan lerak karena dianggap sebagai bahan pencuci paling sesuai untuk menjaga kualitasnya (warna batik). fern tree. dan bunga/buah Tumbuhan lerak berbentuk pohon dan rata-rata memiliki tinggi 10m walaupun bisa mencapai 42 meter dengan diameter 1m. Pohon peneduh ini termasuk salah satu jenis pohon yang dapat mengurangi polusi udara sampai 67%. dapat pula S. mukorossi) atau dikenal juga sebagai rerek atau lamuran adalah tumbuhan yang dikenal karena kegunaan bijinya yang dipakai sebagai deterjen tradisional. daun. . Ciri-ciri batang.pohon kere/kiara/kerai payung. Bahan insektisida yang dikandung buah lerak adalah saponin. dan dapat pula dimanfaatkan sebagai pembersih berbagai peralatan dapur. bertangkai pendek dan berwarna hijau. Buah lerak relatif mudah didapatkan biasanya dijual di pasar-pasar tradisional. permukaan buah licin dan mengkilat. Masukkan 3-5 buah lerak ke dalam empat gelas air panas. Lerak juga bisa digunakan untuk mencuci pakaian biasa. karenanya pohon lerak besar dengan kualitas kayu yangsetara kayu jati banyak ditebang karena memiliki nilai ekonomis. Kulit buah lerak dapat digunakan sebagai wajah untuk mengurangi jerawat dan kudis. 2. lalu diremas-remas sampai muncul saponin atau buih-buih alami.3 Lerak Buah lerak (Sapindus rarak) banyak terdapat di Pulau Jawa dan lazim dipakai oleh masyarakat sebagai bahan pencuci kain batik dan perhiasan emas. kalau sudah masak warnanya coklat kehitaman. Bentuk daunnya bulat-telur berujung runcing. bertepi rata. Manfaat Biji lerak mengandung saponin. Ki Sabun): pohon yang termasuk familia Sapindaceae. Lerak (terutama Sapindus rarak De Candole. suatu alkaloid beracun. disebut Ki Sabun karena seluruh bagian tubuhnya mengandung saponin atau zat kimia yang menjadi salah satu bahan dasar sabun. Biji terbungkus kulit cukup keras bulat seperti kelereng.

Lerak juga bisa digunakan dalam mesin cuci.1 · · · · · · · · · · Alat Timbangan analitis Beker glass 500ml Pemanas Labu takar 100ml Pipet ukur 10ml Stopwatch Corong Penggaris Tabung reaksi bertutup Kertas saring 3. Saponin ini bekerja sebagai surfaktan. Caranya. Akibatnya. saponin mudah masuk ke dalam seratserat kain yang dicuci.Campurkan cairan saponin itu ke tempat cucian yang sudah diisi air.2 · · Bahan Simplisia Aquadest PROSEDUR Bahan tumbuhan Simplisia yang digunakan dihaluskan menjadi serbuk kasar lalu ditimbang dengan tepat sebanyak 2g. yang membuat air cucian ’’lebih basah’’. Lalu dibuat satu seri pengenceran dalam tabung reaksi bertutup sebagai berikut: No. Simplisia dimasukan ke dalam beker glass 500ml yang berisi 100ml aquadest yang mendidih selama 30 menit. ALAT DAN BAHAN 3. lalu dimasukkan ke dalam mesin cuci. kemudian larutan didinginkan dan disaring ke dalam labu takar 100ml lalu ditambahkan aquadest melalui kertas saring untuk menggenapkan volume. maupun pelembut (softener). Hindari penggunaan deterjen.tabung 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 . mengikat kotoran yang melekat. masukkan 3-5 buah lerak ke kantong kain yang tersedia. bahan pengharum (fragrance). dan melepas kotoran tadi dari kain cucian.

tabung 10 Tinggi busa (cm) 0.1 0.5 2. c) d) Jika tinggi busa lebih dari 1 cm maka indeks busanya lebih dari 1000. Tabung reaksi dibiarkan selama 15 menit dan di ukur tinggi busanya.2 1.7 1. akan tetapi jika tabung ini merupakan tabung pertama atau tabung kedua dari suatu seri.2 1.9 2 2 2. Tabung 10 Tinggi busa (cm) 1.8 1 1. Hasil dinilai sebagai berikut: a) b) Jika tinggi busa pada setiap tabung kurang dari 1 cm maka indeks busanya kurang dari 100 Jika tinggi busa 1cm terdapat pada suatu tabung. DATA PENGAMATAN Nama simplisia : Daun Ki sabun Nama latin simplisia : Filicii folium Nama latin tumbuhan : Filicium decipiens Pengamatan pembusaan : Pengamatan 1No.4 2.5 0.2 2 2.7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1.2 2.4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pengamatan 2No.Rebusan simplisia (ml) 1 Aquadest (ml ) 9 8 2 7 3 6 4 5 5 4 6 3 7 2 8 1 9 - 10 Lalu tabung reaksi ditutp dan dikocok ke arah memanjang selama 15 detik dengan frekuensi 2 kocokan perdetik.3 1.6 0. maka harus dilakukan pengenceran yang lebih rinci untuk mendapatkan hasil yang akurat. Dalam hal ini ulangi pengujian dengan menggunakan rangkaian seri baru dari dekokta untuk mendapatkan hasil. maka volume dekokta (rebusan) bahan tumbuhan dalam tabung tersebut digunakan untuk menentukan indeks (sebagai a).2 .

8 5 2.4 10 5.Perbandingan LerakNo.3 9 5.2 7 3.8 6 3.5 8 4.5 3 2. tabung 0.67 PEMBAHASAN .7 4 2.3 1 2 2 2. tabung Tinggi busa (cm) No.5 Tinggi busa (cm) 1 PERHITUNGAN Indeks busa = = = = 6666.

pada praktikum ini. Selain itu. Semakin baik proses ekstraksi. DAFTAR PUSTAKA . melainkan 2 gram. Daun ki sabun yang sudah kering harus dihaluskan terlebih dahulu dengan penggerusan sebelum dilakukan penimbangan. penimbangan dengan jumlah yang lebih banyak ini (2 gram) juga dimaksudkan untuk penyediaan larutan stok. KESIMPULAN Index busa tanaman Filicium decipiens pada bagian daun ini ditemukan lebih dari 1000 unit. Hal ini kemungkinan terjadi karena kecepatan dan kekuatan pengocokan yang tidak sama rata pada tiap tabung-tabung yang berisi bahan uji coba. Hal ini perlu dilakukan supaya busa yang terbentuk valid secara kuantitatif berdasarkan kekuatan dan kecepatan pengocokan yang sama rata. Daun ki sabun kering pada praktikum ini tidak ditimbang sebanyak 1 gram. Setelah proses ekstraksi dengan air mendidih selama 30 menit. simplisia (ki sabun) yang telah dihaluskan kemudian direbus agar kandungan yang terdapat pada ki sabun dapat semuanya keluar terutama saponin.Pada sawal percobaan. sehingga akan menyebabkan terbentuknya buih pada permukaan air setelah dikocok. Hal ini dilakukan untuk memperluar permukaan bubuk daun tadi sehingga memperbanyak kontak dengan air mendidih yang sudah disiapkan. Pada praktikum ini. busa yang dihasilkan setelah pengocokan tidak rata dimana tidak terbentuknya kurva linear (tinggi pembentukan busa naik turun pada tiap variasi pengenceran). proses filtrasi atau penyaringan dilakukan dengan menggunakan kapas. Oleh karena itu. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipatif seandainya larutan hasil ekstraksi terlampau encer jika hanya 1 gram sehingga index pembusaan tidak nampak dan tidak terukur dengan baik. salah satu sifat dari saponin adalah dapat menangkap udara dalam air sehingga busa yang terlihat dapat tahan lama (tidak mudah hilang). Saponin dapat menurunkan tegangan permukaan air. Proses pengocokan larutan dengan berbagai variasi pengenceran harus dilakukan oleh satu orang dengan tangan yang sama. Namun fasa cair hasil ekstraksi tersebut tidak dapat menembus kertas saring. Setelah itu dilakukan pengenceran pada setiap tabungnya dan dilakukan pengocokan agar timbul busa. Semakin luas permukaan daun yang kontak dengan air mendidih menyebabkan proses ekstraksi daun tadi semakin baik. Kemungkinan hal itu terjadi karena pori-pori kertas saring terlalu kecil sehingga tidak mampu ditembus oleh partikel larutan (fasa cair hasil ekstraksi) yang memiliki ukuran lebih besar. Oleh karena itu dilakukan pengocokan sekali lagi sebagai uji konfirmasi pembanding terhadap kesalahan tadi dan didapat tinggi busa yang terbentuk lebih dari 1 cm semuanya. bahan kemudian disaring dengan kertas saring. maka saponin yang terlarut dalam air akan semakin banyak/sempurna.

cgi?artikel&1100397943&2 http://www.go.lipi.fsu.http://farmasi.shtml .id/utama.kimianet.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.shtml http://translate.edu/phytochemicals/pages/saponin.aboutgardenplants.html http://translate.dikti.com/Fi licium.google.co.google.net/saponin/ http://www.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.com/phytochemicals/saponin.htm http://microscopy.co.tjclarkminerals.com/Fi licium.aboutgardenplants.

° ¾ °ff ¾f½°° ¾   f°ff°f f ff  ¾½ff–¾ ¾ %¾½ff–¾ €€n°f¾%   °n¾ ¾% °f¾ff% ¾– °°%¾n f€ ° f f°@–° f€ °¯–fn ¯%  f½°°  ½ °   ¾¾° ff¾ °  ½ °  °–f° ¯  f  f   ¾¾ ¯ °–f¾f° ¾f f–° f°– ¾  ¾f½– °°  ° ¯ ½ff° ¾f ¾ °ff f°– ¯ f ¾ff°  f f¾ f¾ ¾ °––f f½f ¯°f°  @½  ¾f½°° ° f ff °f° f¯°  .

°¾ °ff ½ °¾  f ff ¾fn¾ %.

° ff¾fnf%  fn¾ % fn½f¯°° f%  .

nf¯°%.

nf¯ °½ ¾n¯%  f½°° ¯ ¯ f° f¾f ½f ½f f ff° ½f°–f° °f f  ¯  f¯f ¾f½°° f ff © ©f° ¾¾°f    f½°° f½f ¯ °–f¯ f ½ ¯ f° f°  ° f° ¯ ¯ f° f f .

f¾f  €f @¯  f°– ¯ °–°¾¯¾ ¯ff°f° f°– ¾f°–f °–– ff¯ ½   f°   ¾   f°  ¯f © °  ¯°–° f °f °¾¯¾   f f°– ff ¾f½°°  f½°° ° f °–f° ¯ °–f °–f° f¾f¯ ¯½  f°  ¾   ¾ °––f ½ ff ff° ff° ¯f ¾ ff½ ¯ ¾f°¾ °ff ¯f f  ¯ °°f°f f ¾  ff  f½f ¾f½°° ¯ ¯½ °–f ©f°°– f°  f –°ff° ¾ f¯f   f  f° ° ¯ ff° ¾©f°°– –f¾f ff¾ff¾f¾f½°° ¾  f° f¾f ff°f¯f° ° ¯¯  €–  –f¾ ¯ ¯½ f °f¾ f  ©f°°– f° ¯ ¯ f°f  ©f   €¾ ° ½f f f°– °–f° ½ °f ©f°°–  –f¾ © °¾ ¾f½°° f½f ¯ °©f  fn° ff¯ ¾¾ °–– f°  f –°ff° ¾ f–f fn° ½f°f f° ¯ f   ½ °   f¾ €f f° ¯ f  ff°      f ° °– ¯ 9f°f %@¯ f°%  °– ¯ @fn  °f%@¯ f° ½ ¯ % ½ ¾ ½ ¯f½f%.f–°½¾ f%  ½°– f$ %   f¾ ¾ f    f½° f ¾ . °–f¾f° © ¾ .f–°½f%@¯ f°  °–f%  f¾ .f©f ¾f ff°f¯f°° f¾f°f –°ff°¾ f–f f– °°¯°¯f°  ¾f¾ ½    ¯f ° ©–f ¯ ¯ f½f¾ ¯ ¾f ¾ ½  ½ ¯¾ff° © ff¯ ½ f¾ ° ¾ f° ½ f¯ f°–f°  f° –°f ff¯½ ¾ ½  ¯¾€–f€ ¾¯   f°¾f¯½  fnf°– fnf°–½°– ¾  f° f ©–f¯ °–f° °–©¯f n¾f½°° f°–¯ ¯ f°  fff° ¯  f ¾ f–f €¯f  ff¯    ¾f½°° €¯f ¯ ¯ ¾½ ¯ f°– f¾ f ff¾ ¾ f–f f– ° f°©f¯ f° f° f   ¯ °°f°  ¾  ff  f° ¯ °–f¯ f ½ ¯ f°¾ f°  9 ° f°  f¯ °°©f° ff°–f ° f ¾ ¾ ¯¾ . ¾  ¯ °©f  °¯f  @ –f°°– ½f f © °¾ ff° ¯ff°f° f°– °¾¯¾  ¾ f°f f½f ¯ °–°¾¯¾¾f½°°¾ ¾f ¯–  f½°°f ff¾€ff°ff¯ ff  © °   ¯f° ff¯ f°ff°f¯f°  f½¯  ff°– ½f°– f°f –°f°f¯f°nnf f°.

f¯ f½° fn f   °¾ n¯ ½ ¾ ¾ n¯ n½ °¾ n¯%n¯ n½ °¾ € ° ½°  $ff$ f½f°– f °% ½°f°–  ¯f¾€f¯ff½° fn f  ¾ f °f °f¾  f–f° °f¯ °–f° °– ¾f½°°fff¯ff°–¯ °©f ¾ff¾f ff° f¾f¾f ° 9°½ ° ° ¯f¾ ¾ff¾f© °¾½°f°– f½f¯ °–f°–½¾ ff¾f¯½f     f f  f %f½° ¾ ff% f°f   f½f  9f ff f° f¯ ½ff  ¯f¾fff ¾ f–f ff° ½ °nn f° f f° ½ f¾f° ¯f¾  ff° °¾ ¾ f f°– f° °– f  f f ff ¾f½°°   f % f¯f f½° ¾ ff   .

f°   f½f ½f   ¯¾¾% ff  °f ©–f ¾ f–f    ff f¯f° f ff ¯ f° f°–  °f f °f  –°ff° ©°f f°– ½ff ¾ f–f  © ° f ¾°f  f f¾f°f f°©f°° nn °–f° ff °f f°––f½¾ f–f ff°½ °nn ½f°–¾ ¾f°¯ °©f–fff¾°f%f°f f%  .

f°€ff ©  f ¯ °–f° °– ¾f½°°  ¾f ff  fn°  ¾f½°° °f f°– ¯ °–f¾f° ¾f f° €°–¾ ¾ f–f ff° ½ °nn  f° f½f ½f ¯f°€fff° ¾ f–f ½ ¯ ¾  f–f ½ fff° f½ f°f  ff°¯ ¯f° f° f°¯ ¯ ¾f° °ff°½ fff°  f° °–f°fn° © f ©–f ½ °¾¾ f–f°¾ ¾ f  f f f½f –°ff°¾ f–ff©f°¯ °–f°– © ff f° ¾  f f f€¯ f  f½ff° f¾f°f ©f ½f¾f ½f¾ff ¾°f   f ©–f ¾f –°ff° ° ¯ °nn ½fff° f¾f  ff° ¯ ¯ f ½fff°   f  f °f  f¯ °–f° °– ff° ff°  © ° . n ff°–  f°  f° °–f$ f @¯ f° f  °½° f°ff ff¯ ¯°––¯ff½° ¾f¯ °nf½f¯   °–f° f¯   ¯  f °f°f ½°  f ¾f °–f° ff¾ f f°–¾ ff f ©f f°f  f°– f °f ¯ ¯ °f °¯¾  ° f°°f f   ©°– °n°–   ½ ff  f°–f ½ °  f° f°f ©f  ©   °–¾  n½  f¾ f ¾ ½     °–  ff ¾ f¯f¾ff°f°fnf f¯f° ½ ¯ff° fn° f°¯ °–f  .f¾f°  f f  ff¯ ¯½f– f¾f½f°f¾ f  ¯f¾  ¯f¾¾f¯½f¯°n¾f½°°ff  ff¯  .

.

f¯½f° nff° ¾f½°°     ¯½f nnf° f°– ¾ f ¾ f  f½°° °  ©f ¾ f–f ¾€ff°  f°– ¯ ¯ f f nnf° ##  f¾f##   f°f  ¾f½°° ¯ f ¯f¾   ff¯ ¾ f ¾ ff°f°– nn ¯ °–ff°f°–¯  f  f°¯  ½f¾f°f  ff°nnf°   f ©–f ¾f –°ff° ff¯ ¯ ¾° nn  .

ff°f  ¯f¾f°   f  f   f°°– f° f°–  ¾ f  f ¯f¾f°   ff¯ ¯ ¾° nn  ° f ½ °––°ff°  © °  ff° ½ °–f¯ %€f–f°n % ¯f½°½  ¯ %¾€ ° %   @- -   f %@¯ f°–f°f°f¾ %  –f¾¾¯ %9 ¯f°f¾ %f ff¯ %9½ ¯ %½fn %.

°– %9 °––f¾ %@f °– f¾ ½ % f¾¾f°–    ff° %¯½¾f %f ¾  9D ff° ¯ f° ¯½¾f f°– –°ff° f¾f° ¯ °©f  ¾   f¾f f ¯ f°– °–f°  ½f ¾ f°f –  ¯½¾f ¯f¾f°   ff¯   –f¾¾ ¯ f°– ¾ ¯ ff ¾ f°– ¯ °  ¾ f¯f¯ °  ¯ f°ff°  °–°f° f° ¾f°–  ff¯f ff¯f f¯ ff°ff ¾¯ f f¾¾f°–°¯ °–– °f½f°¯  f  f¾f¾ ½ °– °n f° ff¯f °– f¾ ½¾ f–f  - f °–            .

@- -f¯f¾¯½¾f f°¾f ° -f¯ff°¾¯½¾f n€¯ -f¯ff°¯ f° n¯ n½ °¾ 9 °–f¯ff°½ ¯ ¾ff°  9 °–f¯ff°- f °–                               @°–– ¾f%n¯%   9 °–f¯ff°- @f °–              @°–– ¾f%n¯%                    . ¾f°¾¯½¾f%¯%  f ¾%¯%                      f f °–  f¾ ½ f° n   ff ¯ ¯f°©f°– ¾ f¯f   °–f° €  °¾  nf°½   @f °– f¾  ff°¾ f¯f¯ ° f° °–– ¾f°f  f¾ °f¾ f–f   f%f°–– ¾f½f f¾ f½f °–f°– fn¯¯ff° ¾ ¾f°ff°– f %f°–– ¾fn¯  f½f½f f¾ff °– ¯ff¯  f% ¾f°% ff° ¯ f° ff¯ f °–  ¾  –°ff° ° ¯ ° °f° ° ¾ %¾ f–f f%  ff°  f½ ©f f °– ° ¯ ½ff° f °– ½ f¯f ff f °–  f f ¾f ¾   ¯ff f¾ ff° ½ °– °n f°f°– °n°¯ ° f½ff°f¾f°–ff  n%f°–– ¾f  fn¯¯ff° ¾ ¾f°f  f  %ff¯f°f°–½ °–©f° °–f°¯ °––°ff°f°–ff°¾  f f f° ¯ ° f½ff°f¾  @9-.

-                                                   .9  f° °–f°  f- f °– @°–– ¾f%n¯% - f °–          @°–– ¾f%n¯%              9@D--  ° ¾ ¾f       9.

9D- °  ¾ff°f¯f°n¯ n½ °¾½f f f–f° f°°  ¯f°  f°  @9D@ .9f f ¾ff ½ n ff°  ¾¯½¾f % ¾f °% f°–  f f¾f°  ¯ f°  ¾ f–f f° °–f° f°–   f½f ½f f  ¾f ° f½f ¾ ¯f°f  f  f¯f ¾f½°°    f  ff° ½ °– °n f° ½f f ¾ f½ f °–°f f° ff° ½ °–nf° f–f ¯  ¾f  ¾ff ¾f ¾€f f ¾f½°°f ff f½f¯ °f°–f½ ff ff¯f¾ °––f ¾ff°– f f½fff°f¯f% f ¯ f f°–%  f½°° f½f ¯ °°f°  –f°–f° ½ ¯ff° f  ¾ °––f ff° ¯ ° f f°   °°f ½f f½ ¯ff°f¾  f n  f°  ¾f ° f°– ¾ f  °– f¾ f¾f°    f °–f° ½ °–– ¾f° ¾ ¯ ff° ½ °¯ f°–f°  f ° ff° ° ¯ ¯½ f ½ ¯ff°   f° f  ¾ °––f ¯ ¯½  f°f°f °–f°f¯ °  f°–¾ f ¾f½f°  ¯f°f¾½ ¯ff° f°f°– °f °–f°f¯ °  ¯ ° f f°½¾ ¾ ¾f¾ f°f ¾ ¯f° f  ¯f° f½¾ ¾ ¾f¾ ¯ff¾f½°°f°– f ff¯fff°¾ ¯f° f°f$¾ ¯½°f  f°  ¾f °  °– ½f f ½f¯ °  f ¯ f°– ¾ f°f  –f¯  ¯ f°f°  –f¯  f ° ff° ¾ f–f f°–f f°¾½f€ ¾ f° f°f ff° f¾ ¾f¾  f¯½f °n  ©f f°f  –f¯¾ °––f° ½ ¯ ¾ff° f°f¯½f f° f  °–f° f  f° ½ °¯ f°–f° °–f°©¯ff°–  f°f°%–f¯%©–f ¯f¾ f°°½ ° ff°ff°¾    f½¾ ¾ ¾f¾ °–f°f¯ °  ¾ f¯f¯ °  ff° ¯ f° ¾f°– °–f° f¾ ¾f°– -f¯°€f¾fnff¾ ¾f¾ ¾  f f½f¯ ° ¯ ¾ f¾¾f°–  ¯°–°f°f   ©f  f °f ½ ½  f¾ ¾f°–  f  n ¾ °––f  f ¯f¯½  ¯ ¾   ½f  ff°%€f¾fnff¾ ¾f¾%f°–¯ ¯f°  ¾f  f °f ½f f½f¯°  ½¾ ¾€f¾ff½ °f°–f° ff° °–f°¯ °––°ff°f½f¾  9¾ ¾ ½ °–nf° ff° °–f°  f–f ff¾ ½ °– °n f° f¾ ff°   ¾f f°– °–f° f°–f° f°– ¾f¯f  f° ½  ff° ¾½ff ¾f f°–   °f  ¾ nff f°f€  f¾ff° ff° f° n ½ff°½ °–nf°f°–¾f¯fff  9f f ½f¯ °  ¾f f°– f¾f° ¾  f ½ °–nf°  f ff ¯f°f  f   °°f f° f%°––½ ¯ °f° ¾f°f°½f ff½ff¾½ °– °n f°% f° ¯°–°f°  ©f f °f n ½ff° f° ff°½ °–nf°f°– f¾f¯fff½f ff½f °– f °–f°– ¾ ff° © n f    f °f  ff° ½ °–nf° ¾ f f– ¾ f–f © °€¯f¾ ½ ¯ f° °– f f½ ¾fff°f  f°  f½f°–– ¾ff°–  °  fn¯¾ ¯f°f   .

½ $$€f¯f¾  ° $¾f½°°$ ½ $$ ¯f°  ½ –  $f¯f n–"f    ½ $$ ©nf¯° f¾ n¯$½n ¯nf¾$¾f½°° ¯ ½ $$¯n¾n½ €¾ $½n ¯nf¾$½f– ¾$¾f½°° ¯ ½ $$f°¾f –– n  $f°¾f "  f°–½f °$  ½ $$ f –f °½f°¾ n¯$ n¯ ¾¯ ½ $$f°¾f –– n  $f°¾f "  f°–½f °$  ½ $$ f –f °½f°¾ n¯$ n¯ ¾¯ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful