PENDAHULUAN Sejarah ilmu tanah di indonesia Klasifikasi tanah di indonesia yang paling kerap digunakan adalah sistem Dudal

-Soepraptohardjo (1957-1961): Dudal, R., and M. Soepraptohardjo. 1957. Soil Classification in Indonesia. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor. Namun belakangan ini diganti dengan sistem USDA Soil Taxonomy. Dalam penggunaannya, sistem USDA ini memberikan penjelasan yang jauh lebih mudah dibandingkan sistem klasifikasi lain, sehingga sistem USDA ini biasa disertakan dalam pengklasifikasian tanah selain sistem FAO dan PPT (Pusat Penelitian Tanah). Nama jenis tanah pada klasifikasi ini adalah : 1.Entisol 2.Inceptisol 3.Alfisol 4.Ultisol 5.Oxisol 6.Vertisol 7.Mollisol 8.Spodosol 9.Histosol 10.Andosol 11.Aridisol 12. Gleisol Ilmu tanah di Indonesia Pertama diajarkan di Fakultas pertanian Universitas Indonesia (merupakan kelanjutan dari Lanbouw Hogeschool yang didirikan 1940) oleh staf pengajar dari Belanda Prof. Dr. Ir. F.A. van Baren (pakar agrogeologi dan mineralogi) dan Prof. Dr. H.J. Hardon (pakar ilmu tanah dan kesuburan tanah). Kemudian digantikan oleh Drs. F.F.F.E. van Rummelen dan Dr. J. van Schuylenborgh. Akibat nasionalisasi, sejak tahun 1957 digantikan oleh Drs. Manus dan Dr. Ir. Tan Kim Hong. Penelitian tanah di Indonesia mulai saat Indonesia masih dalam kekuasaan kolonial Belanda oleh Dr. E.C.Jul. Mohr (1873–1970). Dr. Mohr yang bertugas

di Indonesia sebagai kepala Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek di Bogor telah menjalankan survai di Indonesia sejak tahun 1920. Beliau menerbitkan bukunya tahun 1933: Mohr, E.C.J., 1933. De Bodem der Tropen in het Algemeen, en die van Nederlandsch-Indie in het Bijzonder. (Tanah-tanah di Daerah Tropis, dengan rujukan khusus di Hindia Belanda). Buku tersebut memaparkan iklim dan komposisi tanah di berbagai tempat di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Timor, Papua, Maluku, Halmahera, Kalimantan dan Sulawesi, disempurnakan dan diedarkan kembali: Mohr, E.J.C., van Baren, F.A. and van Schuylenborgh, J., 1972. Tropical soils: a comprehensive study of their genesis. 3rd edition. Mouton – Ichtiar baru – van Hoeve, The Hague. Buku ini masih menjadi rujukan bagi pakar tanah di daerah tropis sampai sekarang. 1. Pedologi Pedologi adalah cabang ilmu tanah yang mempelajari sifat dan ciri tanah serta proses pembentukan tanah. Pedologi berasal dari bahasa Rusia pedologiya, yang dalam bahasa Yunani pedon = tanah. Dalam pedologi dipelajari genesa tanah, morfologi tanah, dan klasifikasi tanah. 2. Fisika tanah Fisika tanah adalah cabang dari ilmu tanah yang membahas sifat-sifat fisik tanah, pengukuran dan prediksi serta kontrol (pengaturan) proses fisika yang terjadi dalam tanah. Karena pengertian fisika meliputi materi dan energi, maka fisika tanah membahas pula status dan pergerakan material serta aliran dan transformasi energi dalam tanah. Tujuan Fisika tanah dapat dilihat dari 2 sisi: 1) Dalam satu sisi, tujuan kajian fisika tanah adalah untuk memberikan pemahaman dasar tentang mekanisme pengaturan perilaku (fisika dan kimiawi) tanah, serta perannya dalam

yaitu: pasir. (6) kandungan kation basa . drainasi. pengolahan tanah dan konstruksi.biosfer. Oleh karena itu fisika tanah dapat dipandang sebagai ilmu dasar sekaligus terapan dengan melibatkan berbagai cabang ilmu yang lain termasuk ilmu tanah. ekologi. partikel liat adalah komponen tanah yang paling aktif terhadap reaksi kimia. hidrologi. termasuk kegiatan irigasi. terdiri dari: P-tersedia dan P-total tanah. meliputi: (1) pH tanah. pemahaman fisika tanah dapat digunakan sebagai asas untuk manajemen sumberdaya tanah dan air. Partikel liat persatuan bobot memiliki luas permukaan yang lebih luas dibandingkan dengan kedua partikel penyusun tekstur tanah lain (seperti: debu dan pasir). botani dan agronomi. Kimia Tanah 1) Komponen Aktif Tanah Tekstur tanah tersusun dari tiga komponen. termasuk proses saling hubungan dalam pertukaran energi di dalam tanah. 2) Pada sisi lainnya. serta siklus air dan material yang dapat diangkutnya. geologi. 2) Beberapa Sifat Kimia Tanah Beberapa sifat kimia tanah yang penting untuk diketahui dan dipahami. debu dan liat. Partikel debu berukuran antara 2 mikrometer sampai dengan kurang dari 200 mikrometer. sehingga sangat menentukan sifat kimia tanah dan mempengaruhi kesuburan tanah. sedimentologi. Partikel pasir berukuran antara 200 mikrometer sampai dengan 2000 mikrometer. (5) kandungan fosfor tanah. Reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada permukaan patikel liat lebih banyak daripada yang terjadi pada permukaan partikel debu dan pasir persatuan bobot yang sama. (3) kandungan nitrogen. Ketiga komponen tersebut dibedakan berdasarkan ukurannya yang berbeda. Makin halus ukuran partikel penyusun tanah tersebut akan memiliki luas permukaan partikel per satuan bobot makin luas. klimatolologi. (4) rasio karbon dan nitrogen (C/N). Partikel liat berukuran kurang dari 2 mikrometer. konservasi tanah dan air. Dengan demikian. Partikel tanah yang memiliki permukaan yang lebih luas memberi kesempatan yang lebih banyak terhadap terjadinya reaksi kimia. 3. (2) kandungan karbon organik.

Konservasi Tanah adalah penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukkannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Mekanika tanah . dan (9) kapasitas tukar kation (KTK). fosfor dan unsur lain. mencakup: KTK liat. 6. perkembangan studi biologi tanah. gas global. transformasi nitrogen. KTK tanah. (8) kejenuhan basa (KB). mikoriza. interaksi organisme tanah. tanah sebagai habitat organisme tanah. intensifikasi pertanian dan organisme tanah. pengomposan. Sedangkan konservasi Air menurut Deptan (2006) adalah upaya penyimpanan air secara maksimal pada musim penghujan dan pemanfaatannya secara efisien pada musim kemarau. KTK muatan permanen dan KTK muatan tergantung pH tanah. fiksasi nitrogen. transformasi sulfur. metode vegetatif dengan memanfaatkan vegetasi dan tanaman untuk mengurangi erosi dan penyediaan air serta metode kimia yaitu memanfaatkan bahan2 kimia untuk mengaawetkan tanah. akar tanaman dan rhizosfer. kualitas tanah. (7) kandungan kation asam. sumber energi dan nutrisi organisme tanah. 5. mikroflora dan fauna tanah. Biologi Tanah Definisi dan lingkup kajian Biologi Tanah. menyediakan air dan meningkatkan kandungan hara dalam tanah serta menjadikan lahan tidak kritis lagi. transformasi karbon.dapat dipertukarkan. bioremediasi. serta (10) kejenuhan aluminium. Konservasi Tanah Konservasi tanah dan air merupakan cara konvensional yang cukup mampu menanggulangi masalah diatas. 4. bioindikator. hubungan sifat tanah dengan organisme tanah. KTK efektif. ada 3 metode dalam dalam melakukan konservasi tanah dan air yaitu metode fisik dengan pegolahan tanahnya. Dengan menerapkan sisitem konservasi tanah dan air diharapkan bisa menanggulangi erosi. Menurut Sitanala Arsyad (1989). Konservasi tanah dan konservasi air selalu berjalan beriringan dimana saat melakukan tindakan konservasi tanah juga di lakukan tindakan konservasi air.

Dengan kata lain PTD adalah proses kartografi tanah secara digital.Mekanika tanah adalah bagian dari geoteknik yang merupakan salah satu cabang dari ilmu teknik sipil. Pemetaan Tanah Digital Pemetaan Tanah Digital (disingkat PTD) atau Digital soil mapping adalah cabang baru yang merupakan Ilmu tanah terapan. Namun dalam PTD teknik-teknik automatis dalam Sistem Informasi Geografis digunakan untuk menproses informasi-informasi tanah dengan lingkungannya. dalam bahasa Inggris mekanika tanah berarti soil mechanics atau soil engineering dan Bodenmechanik dalam bahasa Jerman. Istilah mekanika tanah diberikan oleh Karl von Terzaghi pada tahun 1925 melalui bukunya “Erdbaumechanik auf bodenphysikalicher Grundlage” (Mekanika Tanah berdasar pada SifatSifat Dasar Fisik Tanah). Tujuan PTD adalah menggunakan variabel-variable pembentuk tanah untuk menprediksi sifat dan ciri tanah keseluruhan area survai dalam Sistem Informasi Geografis. dan menjadi dasar studi-studi lanjutan ilmu ini. PTD dapat didefenisikan sebagai penciptaan dan pengisian sistem informasi tanah dengan menggunakan metode-metode observasi lapangan dan laboratorium yang digabungkan dengan pengolahan data secara spatial ataupun non-spatial. 7. seperti citra (image) remote sensing dan digital elevation model. . peta-peta tanah) untuk mengoptimasi survai tanah di lapangan. Proses PTD menggunakan informasi-informasi dari survai tanah lapangan digabungkan dengan informasi tanah secara digital. sehingga Terzaghi disebut sebagai “Bapak Mekanika Tanah”. Namun PTD bukan berarti mentransformasikan peta-peta tanah konvensionil menjadi digital. Dinandingkan dengan peta tanah konmvensional. yang membahas prinsip-prinsip dasar dari ilmu mekanika tanah modern. Metode PTD menggunakan variabel-variable pembentuk tanah yang dapat diperoleh secara digital (misalnya remote sensing. digital elevation model. dimana batas-batas tanah digambar secara manual berdasarkan pengalaman surveyor yang subyektif.

dan proses tanah. fraktal. kata Pedometri diberikan oleh Prof. Dari defenisi ini kita melihat bahwa topik pedometri dapat membahas masalah klasifikasi tanah dengan mengunakan sistem komputer atau klasifikasi numerik. fisik udara. Pedometrika berasal dari kata Yunani pedon (tanah) dan metron (pengukuran) dan digunakan sebagai analogi dengan ilmu-ilmu biometri. ciri. . geostatistika. McBratney dari University of Sydney sebagai cabang baru dalam Ilmu tanah. namun model simulasi proses pembentukan tanah dapat dianggap sebagai disiplin pedometri. Pedometri juga sebagai jawaban dari penemuan teknologi baru dan komputer seperti GPS. wavelet. Pedometri membahas masalah-masalah dalam ilmu tanah di mana terdapat ketidakpastian akibat kurangnya pengetahuan mengenai sifat. Salah satu cabang baru yang muncul dari pedometri adalah Digital Soil Mapping. Pedometrika Pedometrika atau Pedometri adalah aplikasi metode matematika dan statistika dalam mempelajari genesa dan distribusi tanah. Teori chaos. Tetapi model simulasi sendiri tidak bisa dikatakan sebagai pedometri. Alex. Pedometri dapat juga dijelaskan sebagai ilmu tanah dalam ketidak-pastian. Jadi Pedometri menggabungkan dua cabang ilmu pedologi dan matematika-statistika. tanah panas) di di lapangan dalam tanah *Manajemen air untuk irigasi 8. atau Pemetaan Tanah Digital. dinamika tanah dan teknik sipil. ekonometri dan ilmu yang paling awal geometri.Fisika tanah juga erat kaitannya dengan mekanika tanah. Pedometri dapat dilihat sebagai refleksi dari aplikasi ilmu-ilmu baru seperti Sistem Informasi Geografis. pengindraan jarak-jauh (remote sensing) dan pengindraan jarak-dekat (proximal sensing). Logika Fuzzy dan data mining dalam studi model proses tanah. sensor tanah. Area penelitian fisika tanah dapat mencakup: *Pengukuran *Transportasi dan materi kuantifikasi dan energi sifat (berupa air.

1986). tetapi dapat diganti oleh kation lain yang terdapat di dalam larutan tanah (Foth. dkk. Horison-horison dengan liat maksimum umumnya mengandung total P yang minimal yang menunjukkan bahwa liat tidak efektif dalam mengikat P (Lopulisa. Al3+ dan sebagainya. Tanah-tanah yang berkembang dari batuan kapur tidak memperlihatkan bercak-bercak besi dan mangan. K dan Ca umumnya rendah dan reaksi tanahnya (pH) sangat tinggi (Sarief. Translokasi fosfor dalam Albaqualfs dan menemukan adanya penimbunan P dari tanah-tanah sekitarnya yang tergolong Aquoll. tetapi batas antara horizon tidak begitu jelas. 2004). Bentuk dan sifat pergerakan serta redistribusi fosfor telah menjadi bahan pada banyak penelitian dalam Alfisol dan tanah-tanah lainnya. Banyaknya kation (dalam miliekuivalen) yang dapat diserap oleh tanah persatuan berat tanah (biasanya per 100 gram) dinamakan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Kation-kation yang telah dijerap oleh koloid-koloid tersebut sukar tercuci oleh air gravitasi. Mg+. Biasanya pada tanah Alfisol terdapat konkresi di bawah pada bajak dan mempunyai liat pada pod surfaces (Hakim. Di dalam tanah kation-kation tersebut terlarut dalam air tanah atau dijerap oleh koloid-koloid tanah. 1991). . Hal ini utamanya diakibatkan oleh peranan fosfor dalam hara tanaman. P. tekstur dengan bercak-bercak gloy. Kandungan unsure hara tanaman seperti N. H+. Tekstur agak bervariasi dari lempung sampai liat.TANAH ALFISOL (2) Pada tanah Alfisol memilki kandungan P dan K sangat tergantung denagn umur dan macam tuff. Baha organik tanah Kation adalah ion bermuatan positif seperti Ca++. 1985). dengan struktur gumpal bersusut. pH dan kejenuhan basa yang tingi serta kandungan P dan K yang rendah. Warna tanah adalah coklat sampai merah. K+. Jenis tanah Alfisol memiliki lapisan solum tanah yang cukup tebal yaitu antara 90-200 cm. Kapasitas Tukar Kation tanah adalah jumlah muatan negatif tanah baik yang bersumber dari permukaan koloid anorganik (liat) muatan koloid organik (humus) yang merupakan situs pertukaran kation-kation. Na+. Dengan meningkatnya perkembangan profil kalsium-P berkurang dalam profil yang terlapuk sementara Fe-P meningkat.

Kapasitas tukar kation penting untuk kesuburan tanah maupun untuk genesis tanah. tetapi dapat pula ditemukan di daerah tropika dan subtropika terutama di tempat-tempa dengan tingkat pelapukan sedang (Hardjowigeno. hidroksida. Beberapa pengukuran KTK tanah telah dilaksanakan dengan hasil yang berbeda-beda. rumput ternak. 1985). 2. Di daerah dingin hampir semuanya berasal dari bahan induk berkapur yang masih muda. Oleh karena itu dalam menentukan KTK di laboratorium harus dijelaskan pada pH berapa KTK tersebut ditentukan. 1993). Hal ini disebabkan karena perbedaan daya reaksi kation-kation dengan koloid tanah yang ada apakah kolid-koloid tersebut berupa mineral liat kristalin. banyak digunakan untuk pertanian. misalnya pada pH 8. Proses pembentukan Alfisol di Iowa memerlukan waktu 5000 tahun karena lambatnya proses akumulasi liat untuk membentuk horison argilik. 1993). Di daerah basah bahan induk biasanya lebih tua daripada di daerah dingin (Munir. 1993). Alfisol merupakan tanah yang subur. KTK bervariasi sesuai dengan pH. Hal ini disebabkan karena 1. . senyawa amorf atau bahan organic. Tanah Alfisol Menyangkut Kesuburan Tanah Tanah-tanah yang mempunyai kandungan liat tinggi di horison B (Horison argilik) dibedakan menjadi Afisol (pelapukan belum lanjut) dan Ultisol (pelapukan lanjut). Alfisol terbentuk dari bahan induk yang mengandung karbonat dan tidak lebih tua dari pleistosin. Alfisol kebanyakan ditemukan di daerah beriklim sedang. 1984). atau hutan. Tanah ini mempunyai kejenuhan basa tinggi.Kapasitas tukar kation menunjukkan kemampuan tanah untuk menahan kation-kation dan mempertukarkan kation-kation tersebut. cadangan unsur hara tinggi (Hardjowigeno. Alfisol ditemukan di daerah-daerah datar sampai berbukit. Alfisol terbentuk di bawah tegakan hutan berdaun lebar (Hardjowigeno.2. kapasitas tukar kation tinggi. Penentuan KTK pada pH 7 banyak dilakukan. Beberapa tanah menunjukkan KTK rendah pada pH lapang (pH rendah) tetapi tinggi pada pH tinggi. Hasil analisis KTK dapat berbeda karena kation yang dipergunakan untuk mengganti kationkation dalam koloid tanah (bahan pengekstrak) berbeda (Hardjowigeno.

hal ini dapat menyebabkan reaksi tanah dipermukaan menjadi hamper netral (pH 6. sehingga terbentuk lapisan mull (horizon A1). Bahan organik yang terdapat pada permukaan tanah Alfisol dicampur dengan bahan mineral oleh cacing atau hewan-hewan lain.0). tidak mempunyai epipedomn mollik atau horizon spodik atau oksik. Tanah Alfisol adalah tanah yang berkembang di daerah hutan humid. 2004).5-8.0 atau lebih tinggi. Akumulasi liat dalam horizon organic b (Bt) dapat menyebabkan kapasitas tukar kation horizon B maksimum pada sejumlah tanah. Tanah Alfisol memiliki pH yang berubah dengan meningkatnya kedalaman den cenderung lebih tinggi pada bagian bawah profil dan pada sejumlah bahan-bahan glacial sampai ke suatu zona karbonat bebas dengan pH 8. Dicirikan oleh tanah yang dulunya dinmakan podsolik kelabu coklat menurut klasifikasi lama. Reaksi tanah bervariasi antara masam hingga netral (Foth. dan tanahnya cukup mengalami pencucian dalam pelapukan. 2004). pada kedalaman 2-10 cm. Kehadiran karbonat utamanya kalsium dan magnesium. sedangkan reaksi tanah di subsoil menjadi lebih masam (Munir. Pada tanah Alfisol.0 yang mana berada di atas kelarutan sebagian besar mineral-mineral primer (Lopulisa. kadar . Koloid ini akan bergerak lambat pada pH yang lebih tinggi dibanding di bagian atas horizon B yang secara umum mempunyai pH sangat rendah (Lopulisa. Tanah alfisol merupakan tanah yang lembab. pH tanah rendah yaitu < 5. di mana perpindahan lempung menghasilkan horizon Bt. 1996). Proses bioscling unsur hara dan basa-basa dari subsoil ke horizon O dan A1 merupakan proses yang penting untuk tanah Udalf.5-7. yang mengandung 20% atau lebih daripada horizon A. Alfisol mempunyai horizon permukaan berwarna kelabu hingga coklat.LITERATUR TANAH ALFISOL Alfisol dicirikan oleh horizon elluviasi dan illuviasi yang jelas. kehadiran karbonat bebas ini akan mempertahankan pH dalam kisaran 7. 1998). Hal ini menyebabkan berubahnya mobilitas elektroporetik koloid-koloid hasil pelapukan.0 dimana pengaruh kemasaman lebih dominant.

Alfisol kelihatanya mengalami kehancuran yang lebih kuat dari pada inceptisol tetapi kurang dari spodosol. 4. Alfisol yang memiliki kondisi akuatik (berbeda dengan kondisi antarkuik ) selama sebagian waktu dalam satu tahun. Pada satu horizon atau lebih di diantara kedalaman 50cm dan permukaan tanah mineral serta mempunyai satu kedalaman sifat berikut : 1. Tanah ini pada umumnya. Tanah-tanah Alfisol banyak . Sebesar 50% atau lebih deplesi redoks berkoma dua atau kurang pada permukaan ped atau terdapat konsentrasi redoks di dalam ped. atau 3. G. 2. Horizon ini dinamakan argilik bila hanya dijumpai liat silikat dan natrik bila disanping liat. Pada horizon-horizon yang mempunyai kondisi akuik. 1999). Konsentrasi redoks dan 50% atau lebih deplesi redoks berkoma dua atau kurang di dalam matrik. alfisol merupakan tanah yang cukup produktif.5cm bagian atas horizon argilik. natrik glosik atau kandik dan memiliki salasatu sifat berikut : 1. 1983).basa medium sampai tinggi dan horizon iluvial dimana terjadi penimbunan liat silikat. mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha-alpha dypindil ketika tanah tidak sedang diirigasi (Tim ahli bahasa kunci taksonomi. 1983). tahun normal (atau telah di drainase). G. Alfisol merupakan tanah-tanah yang mengandung liat yang tinggi di Horisaon B (argilik) dibedakan menjadi alfisol (pelapukan belum lanjut) dan Ultisol. dijenuhi dari 15% Na dan bertekstur prismatic kolumnar (Soepardi. Status basa dan letaknya (tercuci untuk beberap xeralf) di daerah basah dan hamper basa menunjang hasil tanaman yang baik (Soepardi. mana saja yang lebih dalam dan kedalaman 40cm. atau. Horison liat umunnya mempunyai kejenuhan basa lebih dari 30%. Sabesar 50% atau lebih deplesi redoks berkoma satu atau kurang pada permukaan ped atau didalam matrik. dan pada 12. Gejala redisimorfik pada semua lapisan diantara batas bawah lapisan horizon Ap atau kedalaman 25cm di bawah permukaan tanah mineral. atau keduanya.

Solum tebal 1.dkk. kandungan liat pada seluruh bagian sangat seragam sehingga tidak terdapat horizon B yang jelas. Jumlah bahan organik dalam tanah mineral ini kurang tinggi namun cukup berperan dalam memberikan warna untuk menghasilkan horizon dan juga kesuburannya yang sangat rendah (Pairunan. berwarna merah himgga kuning. Liat terdiri dariseskuieksida dengan kandungan liat tipe 1:1 seperti kaolinit.ditemukan didaerah beriklim sedang. Didaerah basah biasanya bahan induk lebih tua dibandingkan didaerah dingin (Munir. pH bervariasi sekitar 6. mempunyai bercak-bercak dari besi dan mangan yang biasanya terdapat konkresi dibawah pada bajak dan mempunyai selaput liat pad ped surface. gumpal membulat. Tanah-tanah ini berkembang pada hutan hujan tropic baik dari bahan-bahan angkutan maupun dari bahan induk residu dimana pelapukan telah berlangsung lama dan intensif. KTK 25-35 me/100 g tanah. 2003). dkk. tipe liat ini menyebabkan kapasitas tukar kation rendah. Tanah Alfisol merupakan tempat penimbunan liat horizon bawah dan memiliki kejenuhan basa berdasarkan jumlah kation yang b erlebih dari 35 % pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah. Alfisol terbentuk dari . Jenis-jenis mineral liat juga menentukan besarnya KTK tanah. Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik atau dengan kadar liat tinggi mempunyai KTK lebih tinggi dari pada tanah-tanah dengan kandungan bahan organic rendah atau tanah-tanah berpasir. Pada tanah Alfisol berasosiasi dengan tanah latosol coklat kemerahan ke grumosol. dan agak masam hingga netral pH 6.5-7.510 meter. kandungan basa-basa total yang dapat ditukarkan dan unsure-unsur dalam larutan tanah rendah. 1984). tetapi terdapat pula didaerah tropika dan subtropika terutama yang memiliki tingkat pelapukan sedang (Hardjowigeno. Kejenuhan basa rendah hingga sedang 20-65 %.1997). teguh (kering) atau agak gembur (lembab).0-7.0.1986).5. kejenuhan basa lebih dari 50 persen (Hakim. 2003). Alfisol terbentuk dari bahan induk yang mengandung karbonat dan tidak lebih dari pleistosin. Didaerah dingin hamper semuanya berasal dari bahan induk berkapur yang sangat muda. Bentuk dari tanah ini tuff vulkan biasanya mempunyai tekstur yang ringan. struktur tanah cenderung menjadi mantap. Liat yang tertimbun dihorison diatasnya dan tercuci kebawah bersama dengan gerakan air (Hardjowigeno..

1984). Di daerah dingin hamper semuanya berasal dari bahan induk berkapur yang sangat muda. Di daerah basah biasanya bahan induk lebih tua dibandingkan di daerah dingin (Munir.bahan induk yang mengandung karbonat dan tidak lebih dari pleistosin. .

diperlukan tindakan pengapuran dan pemupukan. Problem tanah ini adalah reaksi masam. penanaman tanah adaptif. 1996).5 sesuai dengan sifat kimia. terasering. 1986). Tanah ini umumnya berkembang dari bahan induk tua.5 (Munir.dkk. dapat dilakukan melalui pemberian kapur.5 (netral). unsure hara rendah. komponen kimia tanah yang berperan terbesar dalam menentukan sifat dan ciri tanah umumnya pada kesuburan tanah. Pengapuran pada Ultisol di daerah beriklim humid basah seperti di Indonesia tidak perlu mencapai pH tanah 6. karena perkembangan muatan positif. drainase dan pengolahan tanah yang seminim mungkin. asalkan dilakukan pengelolaan yang memperhatikan kendala (constrain) yang ada pada Ultisol ternyata dapat merupakan lahan potensial apabila iklimnya mendukung. Untuk meningkatkan produktivitas Ultisol. penambahan bahan organik. Tanah Ultisol memiliki tingkat kemasaman sekitar 5. Tanah ini merupakan bagian terluas dari lahan kering di Indonesia yang belum dipergunakan untuk pertanian. Tanah-tanah ini kurang lapuk atau pada daerahdaerah yang kaya akan basa-basa dari air tanah pH meningkat pada dan di bagian lebih bawah solum (Hakim. sifat kimia dan kegiatan jasad renik tanah.TANAH ULTISOL Tanah Ultisol memiliki kemasaman kurang dari 5. tetapi sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian potensial. tetapi sampai pada pH 5.5 sudah dianggap baik sebab yang terpenting adalah bagaimana meniadakan pengaruh meracun dari aluminium dan penyediaan hara kalsium bagi pertumbuhan tanaman (Hakim. . penerapan tekhnik budidaya tanaman lorong (atau tumpang sari). 1986). Nilai pH yang mendekati minimun dapat ditemui sampai pada kedalaman beberapa cm dari dari batuan yang utuh (belum melapuk). Di Indonesia banyak ditemukan di daerah dengan bahan induk batuan liat.dkk. kadar Al tinggi sehingga menjadi racun tanaman dan menyebabkan fiksasi P. (Hardjowigeno. Pengapuran yang dimaksudkan untuk mempengaruhi sifat fisik tanah. pemupukan. Tanah Ultisol sering diidentikkan dengan tanah yang tidak subur. keadaan tanah yang sangat masam sangat menyebabkan tanah kehilangan kapasitas tukar kation dan kemampuan menyimpan hara kation dalam bentuk dapat tukar.1993).

daerah-daerah yang beriklim humid dengan suhu tinggi dan curah hujan tinggi menyebabkan Ultisol mempunyai kejenuhan basa-basa rendah. kandungan fosfat dan kalium tanah rendah serta sangat peka terhadap erosi(Soepraptoharjo. kandungan nitrogen rendah. Ultisol yang berkembang pada bahan induk dengan kandungan fosfor yang lebih tinggi. Ditandai oleh kejenuhan basa rendah (kurang dari 35% pada kedalaman 1. Kapasitas Tukat Kation kurang dari 24 me per 100 gram liat. kejenuhan Aldd tinggi.5 tahun kemudian akan mengalami penurunan. Cara konvensional dengan system tebang bebas dan bakar ternyata menyebabkan pH tanah basabasa dapat tukar dan fosfor tersedia dalam tanah akan meningkat pada awalnya. walupun tidak terdapat beberapa pengecualian. Sumber-sumber lain adalah kation-kation ampoter dapat tukar atau senyawa-senyawa hidroksinya. 1996). 1979). Selain bahan organic melalui proses dekomposisi dapat menyediakan nutrisi tanaman. Dekomposisi bahan organic oleh berbagai mikroorganisme tanah berlangsung lamban akan tetapi terus berlangsung secara beransur-ansur. Tingkat pelapukan dan pembentukan Ultisol berjalan lebih cepat. Translokasi/pengangkutan liat yang ekstensif berlangsung meninggalkan residu yang cukup untuk membentuk horizon-horison permukaan bertekstur kasar atau sedang (Lopulisa. 2004). Selain itu Ultisol juga mempunyai kemasaman tanah. 1996). bahan organic rendah sampai sedang. keadaan demikian menyebabkan terbebasnya fosfor dan elemen-elemen lainnya yang esensial bagi pertumbuhan tanaman (Munir. sehingga ditanami dua atau tida tahun produktivitasnya akan menurun secara tajam (Soepardi. Sifat-sifat penting pada tanah Ultisol berkaitan dengan jumlah fosfor dan mineral-mineral resisten dalam bahan induk. . nutrisi rendah dan pH rendah (kurang dari 5. bahan organik dan hidrogen dapat tukar (Lopulisa.2004). Kapasitas Tukar Kation rendah (kurang dari 24 me per 100 gram tanah). 1979).5) (Munir. tetapi setelah 1.8 m). komponen-komponen ini umumya terdapat dalam jumlah yang tidak seimbang. Ultisol merupakan tanah yang telah mengalami proses pelapukan lanjut melalui proses Luxiviasi dan Podsolisasi.Senyawa-senyawa Al monomerik dan Al –hidroksi merupakan sumber utama kemasaman dapat tukar dan kemasaman tertitrasi pada Ultisol.

1975). spruce. loblolly dan slash pine dan oak-hickory forest. 1996). Sumber utama KTK bergantung pH dan kemasaman mencakup hidrolisis senyawasenyawa Al hidroksi antar lapisan (Soepardi. incensen cedar.2 sedang pada pH 7. dekat pantai barat amerika serikat tanah ini mendukung douglasfir. dan sugar pine. ponderosa. karena telah diketahui bahwa Ultisol miskin akan basa-basa (yang ditandai dengan kejenuhan basa kurang dari 35%) dan KTK rendah (kurang dari 24 me per 100 gram liat) (Munir. yellow. sebagian dari savana ini dianggap sebagai anthropik dimana pembakaran tang terlalu sering telah merupakan faktor utama yang mempengaruhi perkembangan dan pelestariannya (talbot dan Kesel. RELIEF . tidak diketahui dengan pasti apakah ultisol tersebut berkembang di bawah vegetasi seperti yang terdapat sekarang atau di bawah vegetasi hutan yang secara bertahap telah digantikan oleh savana. manzanita. misalnya nilai terbesar dari KTK dan kemasaman umumnya diperoleh bila penetapan dilakukan pH 8. 1979).0 dan terendah bila ditetapkan pada pH tanah. di bagian tenggara amerika serikat ultisol mendukung tanaman-tanaman berdaun panjang. KTK dan jumlah kemasaman terukur pada Ultisol sanagt tergantung pada pH larutan yang digunakan dalam penetapan. tidak terdapat alasan yang mendasar bahwa ultisol tidak dapat terbentuk di bawah vegetasi savana atau bahkan pada prairi sepanjang faktor-faktor pembentuk tanah lainnya memungkinkan. TANAH ULTISOL PART 2 VEGETASI Ultisol dijumpai di bawah pengaruh berbagai vegetasi alami namun hutan merupakan ciri penggunaan lahan dari kebanyakan bentang lahan ultisol. ultisol terbentuk di bawah vegetasi savana di beberapa daerah tropika di afrika dan amerika serikat.Pengaruh pemupukan lebih lanjut pada tanah Podsolik merah kuning untuk menambah jumlah dan tingkat ketersediaan unsure hara makro. ultisol di hawaii sebagian besar terbentuk di bawah vegetasi hutan tropis yang meliputi pakis-pakisan. dan oak biru dan hitam.

.al.0 sampai 5. Mempunyai epipedon ochrik. nampak terjadi sedikit penurunan pada seluruh solum. Tanah-tanah yang kurang melapuk atau pada daerah-daerah yang kaya dengan basa-basa dari air tanah pH meningkat pada dan di bagian lebih bawah solum.8 pH umumnya menurun dengan meningkatnya kedalaman dan mencapai nilai minimum 4. ultisol dapat menempati lereng bukit. umumnya menempati posisi yang lebih stabil dari bentang lahan dengan usia yang sama atau permukaan bentang lahan yang tua. . Horizon permukaan jarang mempunyai nilai pH krang dari 5.Agihan geomorfik Ultisol mempunyai beberapa batasan.5 pada bagian atas atau tengah horizon argilik. tetapi pada ultisol yang sangat terlapuk dan tercuci. Padanan dengan klasifikasi lama adalah termasuk Desert Soil. 1975).0 atau lebih besar dari 5. posisi yang di tempatinya akan ditentukan oleh hubungan geomorfologi dan faktor-faktor pembentuk tanah lainnya dan tingkat kenampakan proses-proses pedogenesis yang dihasilkan (daniels et. sementara ultisol yang berasosiasi dengan alfisol. Nilai pH yang mendekati minimum dapat dapat ditemui sampai pada kedalaman beberapa cm dari batuan yang utuh (belum melapuk). pH TANAH Reakasi Tanah umumnya masam dan agak seragam di seluruh bagian solum. kadang-kadang dengan horison penciri lain. teras sungai atau marin atau daerah-daerah datar di pegunungan. pola umum diperlihatkan oleh posisi ultisol di wilayah sedimen di mana suksesi pedogenesis Alfisol – Ultisol – Oxisol dominan. Aridisol: Tanah yang termasuk ordo Aridisol merupakan tanah-tanah yang mempunyai kelembapan tanah arid (sangat kering). secara khas menempati posisi bentang lahan yang diduduki oleh oxisol. Ultisol yang berasosiasi dengan oxisol.

Kata Ent berarti recent atau baru. Tidak ada horison penciri lain kecuali epipedon ochrik. Entisol terjadi di daerah dengan bahan induk dari pengendapan material baru atau di daerahdaerah tempat laju erosi atau pengendapan lebih cepat dibandingkan dengan laju pembentukan tanah. daerah dengan kemiringan lahan yang curam. Pertanian yang dikembangkan di tanah ini umumnya adalah padi sawah secara monokultur atau digilir dengan sayuran/palawija. dan daerah dataran banjir. seperti daerah bukit pasir.Entisol: Tanah yang termasuk ordo Entisol merupakan tanah-tanah yang masih sangat muda yaitu baru tingkat permulaan dalam perkembangan. di luar daratan es. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial atau Regosol. . albik atau histik. Entisol diperkirakan terdapat sekitar 16% dari permukaan daratan bumi.

Histosol: Tanah yang termasuk ordo Histosol merupakan tanah-tanah dengan kandungan bahan organik lebih dari 20% (untuk tanah bertekstur pasir) atau lebih dari 30% (untuk tanah bertekstur liat). Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Organik atau Organosol. sampah hutan. terutama untuk tanaman sayur-sayuran seperti buncis. Kata Histos berarti jaringan tanaman. kacang panjang. Terbentuk dari sisasisa tumbuhan. Penggunaan Histosol paling ekstensif adalah sebagai lahan pertanian. atau lumut yang cepat membusuk yang terdekomposisi dan terendapkan dalam air. atau telah didrainase oleh manusia. dan lain-lain. Histosol biasa disebut sebagai gambut.Histosol (gambut) merupakan tanah yang mengandung bahan organik tinggi dan tidak mengalami permafrost. . bayam. Histosol menyusun sekitar 1% dari daratan dunia. Lapisan yang mengandung bahan organik tinggi tersebut tebalnya lebih dari 40 cm. Kebanyakan selalu dalam keadaan tergenang sepanjang tahun. .

Inceptisol: Tanah yang termasuk ordo Inceptisol merupakan tanah muda.Regosol. tekstur lebih halus dari pasir geluhan dengan beberapa mineral lapuk dan kemampuan manahan kation fraksi lempung ke dalam tanah tidak dapat di ukur. Tanah ini belum berkembang lanjut.Gleihumus. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial. Umumnya mempunyai horison kambik. sehingga kebanyakan dari tanah ini cukup subur. Kisaran kadar C organik dan Kpk dalam tanah inceptisol sangat lebar dan demikian juga kejenuhan basa.1993) Inceptisol mempunyai karakteristik dari kombinasi sifat – sifat tersedianya air untuk tanaman lebih dari setengah tahun atau lebih dari 3 bulan berturut – turut dalam musim – musim kemarau. . Inceptisol adalah tanah yang belum matang (immature) yang perkembangan profil yang lebih lemah dibanding dengan tanah matang dan masih banyak menyerupai sifat bahan induknya (Hardjowigeno. Andosol.dll. Kata Inceptisol berasal dari kata Inceptum yang berarti permulaan. satu atau lebih horison pedogenik dengan sedikit akumulasi bahan selain karbonat atau silikat amorf. tetapi lebih berkembang daripada Entisol. Inceptisol adalah tanah – tanah yang dapat memiliki epipedon okhrik dan horison albik seperti yang dimiliki tanah entisol juga yang menpunyai beberapa sifat penciri lain ( misalnya horison kambik) tetapi belum memenuhi syarat bagi ordo tanah yang lain. Inceptisol dapat terbentuk hampir di semua tempat kecuali daerah kering mulai dari kutup sampai tropika.

kandungan bahan organik lebih dari 1%. Mollisol secara karakter terbentuk di bawah rumput dalam iklim yang sedang. kejenuhan basa lebih dari 50%. . Asia. Kata Mollisol berasal dari kata Mollis yang berarti lunak. dan Amerika Selatan. Tanah ini tersebar luas di daerahdaerah stepa di Eropa.Mollisol: Tanah yang termasuk ordo Mollisol merupakan tanah dengan tebal epipedon lebih dari 18 cm yang berwarna hitam (gelap).dll. Amerika Utara. Rendzina. Mollisol diperkirakan meliputi luasan sekitar 7% dari tanah dunia. oleh karena itu tanah ini juga tergolong sangat subur. Agregasi tanah baik.Walaupun dikatakan subur (dengan kondisi yang dijelaskan di atas). sehingga tanah tidak keras bila kering. namun intensitas pengelolaan dan pemanfaatannya relatif masih rendah. Padanan dengan sistem kalsifikasi lama adalah termasuk tanah Chernozem.adalah tanah yang mempunyai horison (lapisan) permukaan berwarna gelap yang mengandung bahan organik yang tinggi. Brunize4m. Tanah ini kaya akan kation-kation basa.

Berdasarkan pengamatan di lapang. kaolin. Kandungan liat tinggi tetapi tidak aktif sehingga kapasitas tukar kation (KTK) rendah. seperti kwarsa. Kandungan tanah ini didominasi oleh mineral-mineral dengan aktivitas rendah. tanah ini menunjukkan batas-batas horison yang tidak jelas. Oxisol adalah tanah yang telah mengalami pelapukan tingkat lanjut di daerah-daerah subtropis dan tropis. sehingga diperlukan pengapuran dan pemupukan serta pengelolaan yang baik agar tanah dapat menjadi produktif dan tidak rusak. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Latosol (Latosol Merah & Latosol Merah Kuning). dan besi oksida. . unsur hara rendah. atau Podzolik Merah Kuning. Adapun di Indonesia. dan Papua.Oxisol: Tanah yang termasuk ordo Oxisol merupakan tanah tua sehingga mineral mudah lapuk tinggal sedikit. Oxisol meliputi sekitar 8% dari daratan dunia. kandungan Al yang tinggi. yaitu kurang dari 16 me/100 g liat. Kalimantan. Tanah ini memiliki kesuburan alami yang rendah. banyak dijumpai di Sumatra. Banyak mengandung oksida-oksida besi atau oksida Al. Reaksi jenis tanah ini adalah masam. Lateritik. Sulawesi.

. Sebaiknya tanah Spodosol tidak dijadikan lahan pertanian.Spodosol: Tanah yang termasuk ordo Spodosol merupakan tanah dengan horison bawah terjadi penimbunan Fe dan Al-oksida dan humus (horison spodik) sedang. tanah ini juga peka terhadap erosi karena teksturnya berpasir sehingga cenderung gembur (remah). dilapisan atas terdapat horison eluviasi (pencucian) yang berwarna pucat (albic). Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzol. Selain kesuburannya rendah. Spodosol menyusun sekitar 4% lahan-lahan di dunia. tetapi tetap dibiarkan sebagai hutan. Spodosol merupakan tanah yang terbentuk dari proses-proses pelapukan yang di dalamnya terdapat lapisan iluviasi (penumpukan) bahan organik berkombinasi dengan aluminium (dengan atau tanpa besi). Tanah ini cenderung tidak subur (kurus unsur hara) dengn pH masam.

Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzolik Merah Kuning.Ultisol: Tanah yang termasuk ordo Ultisol merupakan tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat di horison bawah. kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%. . Latosol. dan Hidromorf Kelabu. bersifat masam.

1996).1997). 2004).0) terjadi pada Vertisol dengan ESP yang tinggi (Munir.dkk. Perbedaan tersebut akan mempunyai implikasi dalam penggunaan tanah ini untuk pertumbuhan tanaman. Vertisol menggambarkan penyebaran tanah-tanah dengan tekstur liat dan mempunyai warna gelap. Dalam perkembangan klasifikasi ordo Vertisol.TANAH VERTISOL Tanah Vertisol memiliki kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa yang tinggi. Batas-batas antara antara kelompok masam dan tidak masam berkisar pada pH 4. .dkk. Reaksi tanah bervariasi dari asam lemah hingga alkaline lemah. 1993). Jenis-jenis mineral liat juga menentuka besarnya KTK tanah (Hakim. 1996). KTK merupakn jumlah muatan negatif persatuan berat koloid yang dinetralisasi oleh kation yang muda diganti(Pairunan. pH tinggi (8.5 dan sekitar 5 dalam air (Lopulisa. Dalam menilai potensi Vertisol untuk pertanian hendaknya diketahui bahwa hubungan pH dengan Al terakstraksi berbeda disbanding dengan ordo lainnya. Vertisol tersebar luas pada daratan dengan iklim tropis dan subtropis (Munir. pada daerah-daerah tropis dan subtropis umumnya dijumpai Vertisol dengan pH yang rendah. pH tanah dan pengaruhnya tidak cukup mendapat perhatian.0. Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik atau dengan kadar liat tinggi mempunyai KTK lebih tinggi dari pada tanah-tanah dengan kandungan bahan organik rendah atau tanah-tanah berpasir. Walaupun hampir semua tanah dalam ordo ini mempunyai pH yang tinggi. nilai pH antara 6. Koloid tanah yang memiliki muatan negetif besar akan dapat menjerap sejumlah besar kation. Jumlah kation yang dapat dijerap koloid dalam bentuk dapat tukar pH tertentu disebut kapasitas tukar kation.09. pH dapat tukar nampaknya lebih tepat digunakan dalam menentukan nilai pH Vertisol masam dibanding dengan kelompok masam dari ordo-ordo lainnya. Proses pembentukan tanah ini telah menghasilkan suatu bentuk mikrotopografi yang khusus yang terdiri dari cekungan dan gundukan kecil yang biasa disebut topografi gilgai. pH yang relatif tinggi serta kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa yang juga relatif tinggi.0 sampai 8. Kadangkadang disebut juga topografi polygonal (Hardjowigeno.1986).

pH tinggi (8. dkk. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan liat yang terbungkus mineral Montmorillonit dengan muatan tetap yang tinggi. Permasalahan fosfor ini meliputi beberapa hal yaitu peredaran fosfor di dalam tanah.0) terjadi pada Vertisol dengan ESP yang tinggi dan Vertisol masam (pH 5. KTK tanah-tanah Vertisol umumnya sangat tinggi disbanding dengan tanah-tanah mineral lainnya. P menjadi nyata jika tanaman yang tumbuh pada kondisi irigasi yang baik. nilai pH antara 6. 1985). Ini berpengaruh pada pemupukan P yang cukup kecil jika produksi tanaman pada musim berikutnya rendah. unsure P merupakan pembatas hara terbesar pada Vertisol. kandungan P total tersedia adalah rendah (Soepardi. jika produksinya tinggi maka dianjurkan untuk mencoba menambah pemakaian pupuk N (Munir. Setelah N. 1996). Kadar fosfor Vertisol ditentukn oleh banyak atau sedikitnya cadangan mineral yang megandung fosfor dan tingkat pelapukannya. Vertisol adalah tanah yang memiliki KTK dan kejenuhan hara yang tinggi. .2) (Munir. tekstur yang relative halus.0 – 6. Kejenuhan basa ynag tinggi. Katio-kation dapat tukar yang dominant adalah Ca dan Mg sdan pengaruhnya satu sama lain sangat berkaitan dengan asal tanah (Lopulisa. 2004). 1996).0 sampai 8. Kekurangan unsure P jika kandungan P kurang dari 5 ppm. permeabilitas yang rendah dan pH yang relative tinggi dan status hara yang tidak seimbang merupaka karakteristik Vertisol (Hardjowigeno. 1979).0 – 9. Rekasi tanah bervariasi dengan asam lemah hingga alkaline lemah. Pada segi lain vertisol yang berkembang dari bahan induk marl atau napal. bentuk-bentuk fosfor tanah.Pada umumnya Vertisol juga defisiensi P. dan ketersediaan fosfor (Pairunan. Kandungan bahan organik sungguhpun tidak selalu harus tinggi mempunyai KTK yang sangat tinggi. KTK yang tinggi. 1997). Pada tanah Vertisol P tersedia adalah sangat tinggi pada Vertisol yang berkembang dari batuan basik tetapi rendah pada tanah yang berkembang dari bahan vulkanis.0.

Kalau kering tanah mengkerut sehingga tanah pecah-pecah dan keras. Kalau basah mengembang dan lengket. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Grumusol atau Margalit . mempunyai sifat mengembang dan mengkerut.Vertisol: Tanah yang termasuk ordo Vertisol merupakan tanah dengan kandungan liat tinggi (lebih dari 30%) di seluruh horison.

Gelisol adalah tanah yang terbentuk dalam lingkungan permafrost (lingkungan yang sangat dingin). diperkirakan tidak ada Gelisol yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanaman. . dan sehubungan dengan kondisinya yang berada pada iklim yang ekstrim. Diperkirakan penyebarannya meliputi sekitar 9% daratan permukaan bumi. Belum banyak penelitian yang dilakukan terhadap jenis tanah ini. Dinamakan Gelisol. karena terbentuknya dari material Gelic (campuran bahan mineral dan organik tanah yang tersegregasi es pada lapisan yang aktif).

.3.!4/407.3/7424710..5. :33 ./ 5032-:3. .&984 %.388902.8.3/03.2.-:   ./. ./.9 / 47843 -..8. :7.9484 /.3 -.2 003:.3 .3 907. 9.2.39.8.8:9.3.75072:.../.3.9 2.3.3 .3.3.0/.3 9072.8: 47/4 &984 207:5.3/.  -0781.3 9.2/..7 !.81.9072.

9.3/03.3.33.9.3 .7:3.85.943.8.3 30.203039:.5...3  907./.393  5./.5.943 /.3 :8:8 .2 203.9: -039: 27494547.7:3.8.39/.33.3 8:-97458 :2:23.943  :2.2/-.759079039:/80-:9.  !07-0/.7 45:8.3 -.3.3 907/7 /. 0.943 /.  5 /.5.8 47/4 '07984  5 9.5.73.3 /. .. 9.9 93 2025:3.  .3.5 /.7 .8.3 .544//. '07984 /03.9 20307. 2:.3 ../. :-:3..9. . 97458 /.5'079842.39.3 9089:7 ..  .5.39. .3/3/03.7.7. 9/.2-078.3/80-:9:.7 .5.247/432025:3.    !74808 502-039:. /03. 9.: -. .0:3.3 5 /03.07.3 -.3.3 90780-:9 .3 2025:3.3/.5. 3 90.3 202 2:.3 503.99:.3 . /.3 ./.3 47.9:.7 .: /03.393 :37   '07984 203.3....3 8:. /03.202.9/:3./.3.3.3/:3.8.943  % 207:5. 25.257802:.3 2025:3.3 /3097. 203.3./.94547.8 9:..3.7 5.3.15443.8..7 .2.7/..32:/.89.3.3 003:.3./.3 :2.39 !.39.3 :3/:.1 .8 40.3 .3.9507. .7 47/4 47/4 .25. /80-:9 94547. /.8 9:. /03. ../. 593   907.. % 0- 93 /./..7.39..8.7.3 5030-.91 93 '0798490780-.9.: 9.3.7 .3/:3.2 50702-.3 .2 503:3. .3.3/.3 93  #0.3 703/.%9.:5:3.2 /   .'07984/03.3 5 .39.8.87 038 0382307.5.7.3 -07.7.7/4034   44/ 9.3 70./5.3.8. 3:39:5079:2-:.3 9.9 /. 549038 '07984 :39: 5079.7 3.3.304254 2. /8-.5..8 /..8 9.3.5  5 .9 44/ .04254 2. -08.897.2..5 80:2.3 -.8.3 30091 -08.3 003:.3 703/.%'#%$  %.91 93 8079. 9.7 . 9.1 .91 5078.07.2 /.7 .9.3 47/4 .3297458/. . .3 -.5.3$!. -075. -07.-08.3. 70.::5 203/.89.3 .3 03/.3002.2.9/07.8 9:..81./. '07984 202 .73.25.3 :.8 -07-0/.2-./.3.8 -. 0-905.38:-97458 :37   .943.89..2 /.3.7.2203039:.2-039:/.9.9.3.8.8.3809. .75.8/.3 -. /:25.7. 9.3 /.3 47..9 9:.9:.9.33. /09. /.3/3 /03.3 0.3 9. 8.9.3 /   %.3.7:.

3 '07984 2.3.35.25.9.3.3.3 ! :7.31481473205:9-0-07.3:7.3 909.. 439247439 /03.3 3/: 2.'07984!90780/. 93  % .3090780/. . . !072.943/../ 5./.3.3.9..8.3/:3..9. 8..9.  ..99:. -039: -039:1481479./. 9.3 .3/:3 148147/.:8  50720.3 5:5:  :37    ..9.9 93 /8-.7:3.39 .-.3.2..3. 93 2.8 .:.9.3/.3 /.7.33.950.3 -.3 9:2-: 5.8 9.9 .3/3 /03.9:.8.3/:3.3 93  #0.3 8.3 /.9: 8. 80. 80 .33./ 3./..3.3.:.3 . 703/.: 3.07984 ../. 43/8 7. . 3 /80-.7  552  3 -07503..9. 8. 593      907.. ..8.. '07984 /03. .  .3/:3. -07.8.3 /./.993 .3 003:.3 .3.8 .3 -0702-..2:82-07:93.7-.    003:.38  !.9.3 70./.3.3.3 $! .7 -.3 -.'07984. .3..3.3 :38:70 ! .3  8/.3 47.2-.389. 703/.5:.3.3002.38.5.574/:89.2..502:5:. 45:8.7.7.   :38:70 ! 207:5. 9.4-.. 5.8/03.2 5       :37   % 9.::50.802-. 9.3. '07984 :2:23.370. 203..7.3.39.3!. /.3/423.3/:3.3.093/.3 -0702-.3148147 !.32307.7.3..5.3 93  9089:7 .3 -.7.39/. '07984  0:7.3 202 % /.9:5070/.7/   '07984 .320.3-0702-.7:5.7../.9.94 .393.202. 90780/.  ./.7 -.5.8 909.. 9. 907-08./.3 148147//./. 8.0 .7:3.8. .35. /.7:8932025:3. /018038 !  $090..3 -.3 503. 502.3 .7 5. .3 /   !.9 -07. 9.3.%.3 2:.3 ./.5.29..3. 3. '07984 :.3.3 93 /./. 2307.5 703/. .7.7148147'07984/9039:340-.  ! 203.!.5 ..3 40 933. :2:23.3.:80/93./.3 703/.90789 '07984 . 9. /.3 93  .3 8:3:5:3 9/.././.3 9..3207:5.9935.8 ./. . 3.9:8.3 907-:3:8 2307..3 502-. $405.3 ! 949.7 . 574/:83.3 ..-9./.3 /03.7/4034   .2.3 :39: 203.8.

.9 93 0- /.3 .3 9072.388902.81..3/:3..3 07./.3 .3 0309  !.8.8: 47/4 '07984 207:5. 50.3 /.: 073 9..9.7    / 80:7: 47843  2025:3.8:9. 50. 20302-. /.3.3. .3/03.3 9.3 20307:9  .3.3.9072.3.7.9   . 81.: -. /03.:.8..3 /. 9./.8  .7:2:84. 20307:9 803..9 20302-.2.3.'07984 %..

.3 907-039: /.5.3 ./...33. 9./.50309./.347.3.2.3.58..3 5079.3. /./..39078070.3 /2.3 084  ./.31.3-:2  . 0. 2 .:.343/83.2 3:3. 907-039:3.703.3... /..3..3 9/. .3 08972  /5077. .3 -.3 2307.7 2..25:7.3 80-. .3 80:-:3.. ..3  5077./.205:9809.9.7.3. 3 /.35072:.907.3 5072.35030-..5 0389.39.084 . .3. 084 .3 -07.3/03.9.3907.91 0:2-.3 /.2.3.17489 3:3.3 8.8085.7/.9 /33  3.7.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful