You are on page 1of 3

BAUT DAN MUR Bentuk dapat terjadi bila sebuah lembaran berbentuk segi tiga digulung pada sebuah

silinder seperti gambar dibawah

a. ulir luar (baut) Keterangan : 1. Sudut ulir 2. Puncak ulir 3. Jarak bagi 4. Diameter inti dari ulir luar 5. Diameter luar dari ulir luar 6. Diameter dalam dari ulir luar 7. Diameter luar dari ulir dalam

b. ulir dalam (mur)

Dalam pemakaian, ulir selalu bekerja dalam pasangan antara ulir luar dan ulir dalam yang disebut baut dan mur seperti gambar diatas. Baut dan mur digolongkan dalam beberapa jenis yaitu : 1. Menurut bentuk ulir dalam hal ini profil penampangnya :  Bentuk ulir persegi, trapesium, dan gergaji yang digunakan untuk penggerak atau penerus gaya

Baut tanam merupakan baut tanpa kepala dan diberi ulir pada kedua ujungnya dan salah satu ujungnya ditanam pada lubang yang berulir . Seri ulir lembut UNF v. Bahan ulir dimana didasarkan pada kekuatannya yang distandarkan dalam JIS 4. Seri ulir kasar metris ii. Kelas ulir dimana didasarkan pada tingkat ketelitian :  Kelas teliti atau kelas 1 dalam JIS untuk ulir teliti  Kelas sedang atau kelas 2 untuk pemakaian umum  Kelas kasar atau kelas 3 untuk ulir yang sukar dikerjakan 3. Menurut bentuk bagian dan fungsinya :  Baut penjepit terdiri atas : i. Baut Tap untuk menjepit dua bagian dimana jepitan diketatkan dengan ulir yang ditapkan pada salah satu bagian iii. Bentuk ulir bulat. Seri luir kasar UNG iii. Seri ulir lembut lebih UNEF 2. Seri ulir lembut metris iv. Baut tembus untuk menjepit dua bagian melalui lubang tembus dimana jepitan diketatkan dengan sebuah bor ii. untuk menghindari kemacetan karena kotoran  Bentuk luir segitiga merupakan bentuk ulir yang umum digunakan dan diklasifikasikan lagi menurut jarak baginya dalam ukuran metris dan menurut ulir kasar dan halus : i.

iv. v. cincin bergigi luar. Baut dan mur dapat menjadi kendor atau lepas karena getaran maka untuk mengatasinya dipakai penjamin seperti :  Cincin penjamin yang dapat berbentuk cincin pegas. untuk menahan dua bagian dalam jarak yang tetap iii. Baut untuk pemakaian khusus : i. cincin cekam dan cincin berlidah  Mur penjamin dimana menggunakan dua buah mur  Pena penjamin  Dan berbagai penjamin yang lain . Baut pondasi untuk memasang masin atau bangunan pada pondasinya ii. Baut penahan .  Baut mata atau kait untuk alat pengangkat Baut T untuk mengikat benda kerja yang beralur T Baut kereta digunakan pada badan kendaraan Skrup mesin mempunyai diameter sampai 8 mm dan digunakan dimana tidak ada beban besar  Skrup penetap untuk pemakaian atau menetapkan naf pada poros atau dipakai sebagai pengganti pasak  Skrup pengetap untuk mengetapkan lubang plat tipis atau bahan lunak pada waktu diputar masuk.