Medan (ANTARA News) - Direktur Teknis Ikatan Akuntan Indonesia Ersa Tri Wahyuni menilai, penerapan standar laporan

akuntansi internasional atau IFRS ke dalam pernyataan standar akutansi keuangan bermanfaat menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan. "Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari konvergensi IFRS (International Financial Reporting Standard) ke dalam PSAK (Pernyataan Standar Akutansi Keuangan), di antaranya menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan," katanya di Medan, Rabu. Ersa menyatakan hal itu dalam seminar nasional bertajuk Perkembangan Standar Akuntansi Indonesia dan Dampaknya terhadap Bisnis yang digelar seusai pelantikan pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Sumatera Utara periode 2011-2015 yang diketuai Gus Irawan. Manfaat lain dari konvergensi IFRS ke dalam PSAK, yakni memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan standar akutansi keuangan yang dikenal secara internasional. Selain itu, lanjut dia, penerapan IFRS ke dalam PSAK juga efektif menurunkan biaya modal dengan membuka "fund raising" melalui pasar modal secara global. Bila Indonesia kelak sudah secara penuh mengadopsi IFRS, dia memperkirakan kualitas informasi laporan keuangan di negara ini akan meningkat, termasuk kualitas laporan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Disebutkannya, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah memulai proses konvergensi itu sejak 2009 dan diharapkan selesai sebelum awal tahun 2012. Sasaran konvergensi IFRS tahun 2012 adalah merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif 1 Januari 2012. "IFRS bukan hanya merubah cara perusahaan membuat laporan keuangan, tetapi juga merubah bagaimana perusahaan menjalankan bisnisnya," paparnya. Untuk menyahuti tuntutan konvergensi IFRS ke dalam PSAK tersebut mutlak dibutuhkan kesiapan dari para praktisi, antara lain akuntan manajemen, akuntan publik, akuntan akademisi dan kesiapan para regulator maupun profesi pendukung lain, seperti penilai dan aktuaris. Menurut dia, penerapan PSAK berbasis IFRS akan berdampak besar bagi dunia usaha, terutama pada sisi pengambilan kebijakan perusahaan yang didasarkan kepada data-data akuntansi. Selain berdampak pada sisi akuntansi dan pelaporan keuangan perusahaan, katanya, konvegensi IFRS juga berdampak pada sistem informasi teknologi perusahaan, sumber daya manusia yang terlibat di perusahaan dan berdampak pada sistem organisasi perusahaan. Untuk memperlancar proses adopsi PSAK, lanjut Ersa, keberhasilan masa transisi adalah kunci utamanya. Terkait dengan perubahan standar akuntansi keuangan itu, katanya, langkah efektif yang perlu dilakukan perusahaan selama masa transisi adalah membentuk tim adhoc konvergensi IFRS yang bertanggung jawab untuk melakukan persiapan awal dan mengorganisasikan sumber daya. "Suksesnya penerapan standar akuntansi internasional dalam suatu negara, tidak lepas dari peran pasar modal, otoritas perpajakan dan regulator lainnya," ujar Ersa. ikatakan, IFRS kini sudah banyak diadopsi PSAK sejumlah negara guna menjawab permintaan investor institusional dan pengguna laporan keuangan lainnya.

Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB). dapat dipahami dan dapat diperbandingkan. (ANT197/M034/K004) Editor: B Kunto Wibisono Pengertian IFRS IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB).Ikatan Akuntan Indonesia pada 23 Desember 2008 telah mendeklarasikan rencana Indonesia untuk melakukan konvergensi IFRS ke dalam PSAK. Komisi Masyarakat Eropa (EC). merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC). Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC). Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC). . Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi.

Pengertian IFRS IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan . dan diterima secara internasional. maka perbedaan akan semakin terbatas”tandasnya. pencatatan keuangan Indonesia gunakan IFRS Pada tahun 2012.Acc. Di lain sisi.2012. M. namun akan diterapkan penuh tahun 2012 mendatang. Akt selaku dosen program studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam sebuah diskusi terbatas terkait dengan rencana penerapan IFRS di Indonesia bertempat di kampus terpadu UMY. serta up date perubahan PSAK dari waktu ke waktu.”ungkap Rudi. IFRS merupakan standar pencatatan dan pelaporan akuntansi yang berlaku secara internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Boards (IASB). “Berdasarkan manfaat-manfaat tersebut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Rudi melihat banyak hal yang harus dipersiapkan. ”Sebenarnya penerapan IFRS di Indonesia telah dimulai secara bertahap sejak tahun 2007. sebuah lembaga internasional yang bertujuan untuk mengembangkan suatu standar akuntansi yang tinggi. Salah satunya adalah perubahan mata kuliah. China dan Jepang secara substansi akan menyesuaiakan dengan IFRS dan perusahaan go public di Amerika Serikat akan mempunyai pilihan apakan menggunakan IFRS atau US GAAP. Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dan pihak-pihak lain yang terkait sepakat untuk melakukan adopsi IFRS kedalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuanngan (PSAK)” ungkapnya. SE. Selain itu. Sedangkan untuk standar pencatatan keuangan yang tidak ada di atur dalam IFRS seperti akuntansi syariah. IFRS juga bertujuan untuk meningkatkan arus investasi global melalui transparansi serta menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan. Selain itu. diterapkan. Rudi melihat penerapan IFRS tahun 2012 mendatang ini juga akan berdampak pada pembelajaran pada program studi Akuntansi di Indonesia. Saat ini IFRS telah digunakan lebih dari 100 negara. Karena saat ini banyak buku pencatatan keuangan yang belum sesuai dengan IFRS. Demikian disampaikan oleh Rudy Suryanto. Materi mata kuliah akuntansi internasional yang biasanya membandingkan praktek akuntansi di berbagai negara harus di ubah menjadi membahas mengenai IFRS. Kamis (22/4). Salah satunya adalah mempersiapkan buku teks yang mendukung. berlaku untuk semua negara di Uni Eropa pada tahun 2005. Pada tahun 2011 diperkirakan semua negara besar sudah mengadopsi IFRS dengan berbagai variasinya. Brasil. “Karena dengan semakin banyak negara yg mengadopsi IFRS. Kanada dan India telah mengumumkan kewajiban untuk menggunakan IFRS bagi perusahaan-perusahaan yang berlokasi di negara tersebut. penerapan IFRS ini juga berdampak pada perubahan materi kuliah di prodi akuntansi. dapat dimengerti. akuntansi untuk UKM dan akuntansi untuk organisasi nirlaba akan dikembangkan sendiri oleh IAI. pencatatan keuangan di Indonesia akan berdasarkan pada International Finance Reporting Standard (IFRS). Menurut Rudy tujuan dari diterapkannya IFRS dalam pencatatan keuangan di Indonesia adalah untuk memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunanaan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikenal secara internasional.

merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Komisi Masyarakat Eropa (EC). menyatakan bahwa Sebagian besar standar yang menjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standards (IAS).ac. Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB). Pada bulan April 2001.. IASB mengadospsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar yang dilakukan. puslit2. IAS diterbitkan antara tahun 1973 sampai dengan 2001 oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC). dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC). Struktur IFRS International Financial Reporting Standards mencakup: • . Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC).petra. 1999 dalam Intan Immanuela.oleh International Accounting Standard Board (IASB).id Natawidnyana (2008). Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi. dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi et al.

Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva.wikipedia.International Financial Reporting Standards (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah tahun 2001 • International Accounting Standards (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001 • Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001 • Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) – sebelum tahun 2001 (www.Yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. hutang.org) Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi. .

Yang kedua adalah pengukuran dan penilaian. Suatu informasi dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan.modal. yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. Laporan Laba/Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan (Chariri. 2009). Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Konverjensi ke IFRS di Indonesia Indonesia saat ini belum mewajibkan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia . pendapatan dan biaya.

Sehingga.menggunakan IFRS melainkan masih mengacu kepada standar akuntansi keuangan lokal. dalam perkembangan penyusunan standar akuntansi di Indonesia oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) tidak dapat terlepas dari perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting . Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan Dewan SAK merencanakan tahun 2012 akan menerapkan standar akuntansi yang mendekati konvergensi penuh kepada IFRS. Dari data-data di atas kebutuhan Indonesia untuk turut serta melakukan program konverjensi tampaknya sudah menjadi keharusan jika kita tidak ingin tertinggal.

.

Tabel 1: IFRS/IAS yang Telah Diadopsi ke dalam PSAK hingga 31 Desember 2008 1.daftar berikut ini. Standar akuntansi keuangan nasional saat ini sedang dalam proses secara bertahap menuju konverjensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards yang dikeluarkan oleh IASB. IAS 2 Inventories 2. IAS 32 Financial inst .Standards Board (IASB). IAS 11 Construction contracts 4. IAS 10 Events after balance sheet date 3. IAS 23 Borrowing costs 9. Adapun posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini dan akan diadopsi pada tahun 2009 dan 2010 adalah seperti yang tercantum dalam daftar. plant and equipment 5. IAS 18 Revenues 7. IAS 17 Leases 6. IAS 19 Employee benefits 8. IAS 16 Property.

.

IAS 26 Accounting and reporting by retirement benefit plans 15. IAS 1 Presentation of financial statements 7. IAS 28 Investments in associates 9. IFRS 2 Share-based payment 2. IAS 40 Investment propert Tabel 2: IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2009 1. IAS 37 Provisions. IAS 27 Consolidated and separate financial statements 8. IAS 20 Accounting for government grants and disclosure of government assistance 3. IAS 39 Financial instruments: recognition and measurement 11. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations 4. IFRS 8 Segment reporting 11. IAS 24 Related party disclosures . IAS 12 Income taxes 13. contingent liabilities and contingent assets 18. IAS 38 Intangible assets Tabel 3: IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2010 1. IAS 21 The effects of chan foreign exchange rates 14. IAS 36 Impairment of assets 17.10. IAS 7 Cash flow statements 2. IFRS 4 Insurance contracts 3. IAS 8 Accounting policies. changes in accounting estimates and errors 12. IFRS 7 Financial instruments: disclosures 6. IFRS 6 Exploration for and evaluation of mineral resources 5. IAS 31 Interests in joint ventures 16. IFRS 3 Business combination 10.

Hal ini diperlukan karena transaksi syariah mempunyai karakteristik yang berbeda dengan transaksi usaha umumnya sehingga ada beberapa prinsip akuntansi umum yang tidak dapat diterapkan dan diperlukan suatu penambahan prinsip akuntansi yang dapat dijadikan landasan konseptual. IAS 33 Earning per share 6. (SY) Indonesia harus mengadopsi standar akuntansi internasional(International Accounting Standard/IAS) untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. dengan semakin berkembangnya usaha berbasis syariah di tanah air. untuk mengadopsi standar internasional itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal.4. Membahas tentang IAS saat ini lembagalembaga yang aktif dalam usaha harmonisasi standar akuntansi ini antara lain adalah IASC (International Accounting Standard Committee). DSAK akan terus mengembangkan standar akuntansi keuangan untuk memenuhi kebutuhan nyata di Indonesia. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan OECD (Organization for Economic . IAS 34 Interim financial reporting 7. IAS 29 Financial reporting in hyperinflationary economies 5. IAS 41 Agriculture Dan untuk hal-hal yang tidak diatur standar akuntansi internasional. Namun demikian. Landasan konseptual untuk akuntansi transaksi syariah telah disusun oleh DSAK dalam bentuk Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan untuk transaksi syariah akan dimulai dari nomor 101 sampai dengan 200. terutama standar akuntansi keuangan untuk transaksi syariah.

dalam perdagangan multinasional.Cooperation and Development). IASC didirikan pada tahun 1973 dan beranggotakan anggota organisasi profesi akuntan dari sepuluh negara. organisasi perdagangan. lembaga-lembaga pembuat standar. dan pengamat dari organisasi antar-pemerintah. Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara. Suatu perusahaan mulai terlibat dengan akuntansi internasional adalah pada saat mendapatkan kesempatan melakukan transaksi ekspor atau impor. kantor akuntan internasional. serta IOSCO (International Organization of Securities Commissions) Iqbal. prinsip dan hal-hal yang berkaitan .Beberapa pihak yang diuntungkan dengan adanya harmonisasi ini adalah perusahaanperusahaan multinasional. Tujuan IASC adalah (1) merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di seluruh dunia. serta (2) bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan. IASC memiliki kelompok konsultatif yang disebut IASC Consultative Group yang terdiri dari pihak-pihak yang mewakili para pengguna laporan keuangan. pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Standard akuntansi internasional (IAS) adalah standard yang dapat digunakan perusahaan multinasional yang dapat menjembatani perbedaan-perbedaan antar Negara. Kelompok ini bertemu secara teratur untuk membicarakan kebijakan. termasuk Indonesia. keanggotaan IASC terdiri dari 134 organisasi profesi akuntan dari 104 negara. Di tahun 1999. pembuat laporan keuangan.

dengan peranan IASC. mengandung informasi berkualitas tinggi yang : 1. menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS 3. transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang peiode yang disajikan 2. dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna Manfaat dari adanya suatu standard global: 1. investor dapat membuat keputusan yang lebih baik 3. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi lokal 2. terlihat bahwa sejumlah besar perusahaan secara sukarela mengadopsi standard pelaporan keuangan Internasional (IFRS). gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi. perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi 4. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Hal ini dilakukan untuk menjawab permintaan investor institusional dan pengguna laporan . IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. Banyak Negara yang telah mengadopsi IFRS secara keseluruhan dan menggunakan IFRS sebagai dasar standard nasional. Hamonisasi telah berjalan cepat dan efektif. Tujuan IFRS adalah :memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan.

>> Dengan pengadopsian IFRS memang diperuntukkan sebagai contoh bahwa dalam hidup kita memang mengalami perubahan. Bila hal ini terjadi. SEC telah menyatakan dukungan atas tujuan IASB untuk mengembangkan standard akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan yang digunakan dalam penawaran lintas batas. SEC tidak menerima IFRS sebagai dasar pelaporan keuangan yang diserahkan perusahaanperusahaan yang mencatatkan saham pada bursa efek AS. Mengapa tidak.keuangan lainnya. yang menjadi masalah. apabila standard internasional berbeda dengan standard nasional. Usaha-usaha standard internasional ini dilakukan secara sukarela. Contoh : komisi pasar modal AS. dan menekan Negara-negara yang kontra. namun seiring waktu. maka tidak akan ada masalah. IFRS ini dalam penjelasannya masih menggunakan bahasa Inggris yang berarti . Namun dalam mengadopsi IFRS . contoh alasannya adalah pemahaman yang mungkin masih dirasa kurang. Standard internasional telah bergerak maju. maka yang didahulukan adalah standard nasional (rujukan pertama). sayangnya masih terdapat pihak-pihak yang mungkin menentangnya. dan perubahan ini terjadi akibat adanya perkembangan dari segala aspek. Banyak pro dan kontra dalam penerapan standard internasional. saat standard internasional tidak berbeda dengan standard nasional. namun SEC berada dalam tekanan yang makin meningkat untuk membuat pasar modal AS lebih dapat diakses oleh para pembuat laporan non-AS.

pasar modal tidak akan pernah berjalan dengan baik pula karena laporan keuangan merupakan produk utama dalam mekanisme pasar modal. Tanpa standar akuntansi yang baik. bagaimana kebutuhan ini dapat terpenuhi jika perusahaan-perusahaan masih menggunakan bentuk dan prinsip pelaporan keuangan yang berbeda-beda? International Accounting Standards. institusi penyedia kredit. yang lebih dikenal sebagai International Financial Reporting Standards (IFRS). suppliers. melainkan dari banyak perusahaan (jika bisa. Serta anggapan bahwa dengan pengubahan ini menimbulkan biaya yang lumayan besar. merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi berkualitas tinggi dan kerangka akuntasi berbasiskan prinsip yang meliputi penilaian profesional yang kuat dengandisclosures yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi. Dengan ini. bahkan pemerintah). Parastakeholder ini bukan sekadar ingin mengetahui informasi keuangan dari satu perusahaan saja. Efektivitas dan ketepatan waktu dari informasi keuangan yang transparan yang dapat dibandingkan dan relevan dibutuhkan oleh semua stakeholder(pekerja. penjelasan hingga mencapai . permasalahannya adalah kita memerlukan banya waktu untuk menerjemahkan. Karena inilah pengadopsian IFRS di Indonesia belum berjalan. mungkin dari semua perusahaan) dari seluruh belahan dunia untuk diperbandingkan satu dengan lainnya. Akuntansi merupakan satu-satunya bahasa bisnis utama di pasar modal. customers.kita harus menerjemahkannya kedalam bahasa yang sesuai dengan Negara yang akan menganutnya. Pertanyaannya.

perusahaan Indonesia akan siap dan . dan akuntansi terkait transaksi tersebut. Afrika. akuntan manajemen. Walaupun IFRS masih belum diterapkan secara penuh saat ini. Perubahan tata cara pelaporan keuangan dari Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). Di kawasan Asia. Dengan demikian. penilai (appraiser). Sejak 2008. Asia. Dengan kesiapan adopsi IFRS sebagai standar akuntansi global yang tunggal. regulator dan akuntan pendidik. Dalam konteks Indonesia. Konvergensi IFRS diharapkan akan tercapai pada 2012. Suatu perusahaan akan memiliki daya saing yang lebih besar ketika mengadopsi IFRS dalam laporan keuangannya. pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas antarnegara di berbagai belahan dunia. konvergensi IFRS dengan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin daya saing nasional. Mampukah para pekerja accounting menghadapi perubahan yang secara terusmenerus akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar global terhadap informasi keuangan? Bagaimanakah persiapan Indonesia untuk IFRS ini? Sejak 2004.kesimpulan tertentu. termasuk negara-negara Uni Eropa. Hong Kong. persiapan dan kesiapan untuk menyambutnya akan memberikan daya saing tersendiri untuk entitas bisnis di Indonesia. IFRS akan menjadi “kompetensi wajib-baru†bagi  akuntan publik. IFRS telah diadopsi oleh banyak negara. diperkirakan sekitar 80 negara mengharuskan perusahaan yang telah terdaftar dalam bursa efek global menerapkan IFRS dalam mempersiapkan dan mempresentasikan laporan keuangannya. banyak perusahaan yang telah mengadopsi IFRS mengalami kemajuan yang signifikan saat memasuki pasar modal global. mengadopsi IFRS berarti mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global yang akan membuat suatu perusahaan dapat dimengerti oleh pasar global. Filipina dan Singapura pun telah mengadopsinya. profesi akuntan di Indonesia telah melakukan harmonisasi antara PSAK/Indonesian GAAP dan IFRS. Implikasinya. Di dunia internasional. atau lainnya ke IFRS berdampak sangat luas. Amerika Latin dan Australia. Tidak mengherankan. PSAK.

. misalnya akuisisi Philip Morris terhadap Sampoerna (Mei 2005).mampu untuk bertransaksi. adopsi IFRS membutuhkan biaya. Inilah keuntungan dari mengadopsi IFRS. termasuk merger dan akuisisi (M&A). Sebagaimana yang dikatakan Thomas Friedman. pertanyaan dan tantangan tradisionalnya: apakah implementasi IFRS membutuhkan biaya yang besar? Belum apa-apa. aktivitas M&A lintasnegara bukanlah hal yang tidak lazim. beberapa pihak sudah mengeluhkan besarnya investasi di bidang sistem informasi dan teknologi informasi yang harus dipikul perusahaan untuk mengikuti persyaratan yang diharuskan. energi dan waktu yang tidak ringan. lintasnegara. Karena IFRS dimaksudkan sebagai standar akuntansi tunggal global. Jawaban untuk pertanyaan ini adalah jelas. tetapi biaya untuk tidak mengadopsinya akan jauh lebih signifikan. Tercatat sejumlah akuisisi lintasnegara telah terjadi di Indonesia. ataupun UOB terhadap Buana (Juli 2005). kesiapan industri akuntansi Indonesia untuk mengadopsi IFRS akan menjadi daya saing di tingkat global. “The World is Flat”. Bagi pelaku bisnis pada umumnya. akuisisi Khazanah Bank terhadap Bank Lippo dan Bank Niaga (Agustus 2005). Komitmen manajemen perusahaan Indonesia untuk mengadopsi IFRS merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia di masa depan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful