Sabtu, 07 Mei 2011

Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Tindakan Sekolah

ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN TINDAKAN ( ACTION RESEARCH ) PENINGKATAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN KTSP MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KLINIS DENGAN PENDEKATAN KOLABORATIF DI GUGUS MAWAR UPT PENDIDIKAN KEDUNGUWNI

Oleh : Totok Joko Purwanto, S.Pd. e-mail : totokjokopurwanto@yahoo.co.id telp : 0285 385205 / 085740131357

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN DINAS PENDIDIKAN

UPT PENDIDIKAN KEDUNGWUNI
2010

LEMBAR PENGESAHAN

1 .

Judul Artikel Ilmiah Hasil Penelitian

2 Identitas Peneliti . a. Nama Lengkap b. Pangkat,gol.ruang

PENINGKATAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN KTSP MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KLINIS DENGAN PENDEKATAN KOLABORATIF DI GUGUS MAWAR UPT PENDIDIKAN KEDUNGUWUNI Totok Joko Purwanto, S.Pd. NIP 19620221 198201 1 001 Pembina, IVA

b. Pengawas Satuan Pendidikan c. Propinsi d. Kabupaten e. Alamat Kantor f. Telepon . .

TK/ SD Jawa Tengah Pekalongan Jl. Sidodadi Kedungwuni Kab. Pekalongan (0285) 785410

Kedungwuni,
Mengetahui Kepala UPT Kedungwuni SOEBARDI R, S.Pd,M.Pd NIP.195605251977011002 Peneliti,

April 2010

Totok Joko Purwanto, S.Pd. NIP 19620221 198201 1 001

PERNYATAAN
Dengan ini saya :

Nama NIP Pangkat,gol.ruang Jabatan Pengawas/TMT Jenis Pengawas Masa Kepengawasan Semester,Tahun Pelajaran Dabin/Gugus Unit Kerja

: Totok Joko Purwanto,S.Pd. : 196202211982011001 : Pembina, IVA : Pengawas Madya/ 21-02-2008 : Pengawas TK,SD : 7 ( Tujuh ) Semester : Smt.2(2007/2008) s.d Smt.2(2010/2011) : IV ( Empat ) / Mawar : UPT Kedungwuni Kab.Pekalongan

April 2010 Mengetahui Peneliti/Penulis SOEBARDI R.57% atau mengalami peningkatan sebesar 40. Sebagai subyek penelitian ini adalah lima orang kepala sekolah pada sekolah dasar negeri di gugus mawar UPT Kedungwuni. Kata Kunci : KTSP. .kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam Daftar Pustaka. NIP. Kedungwuni.S.195605251977011002 Totok Joko Purwanto.Pd. supervisi klinis. observasi dan refleksi. Penelitian ini berupa penelitian tindakan sekolah yang terdiri dari perencanaan. Selanjutnya pada siklus 2 diperoleh hasil 91. Hal ini terjadi karena kebiasaan “ mengcopy paste “ dalam menyusun KTSP.Pd.39 % kemampuan kepala sekolah dalam menguasai menyusun KTSP. Hasil penelitian diperoleh peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam menguasai menyusun KTSP. pendekatan kolaboratif. NIP. masing-masing sebesar 68.06% pada siklus 1 terdapat kenaikan 16. tidak terdapat atau karya atau hasil penelitian yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Sehingga dapat dijadikan alasan dengan melalui kegiatan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun KTSP.S.M.Pd. pelaksanaan. Sehingga hasil yang diharapkan berupa kurikulum tingkat satuan pendidikan belum sesuai dengan pedoman standar nasional pendidikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun KTSP sesuai dengan pedoman standar nasional pendidikan.18%.Menyatakan bahwa dalam Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Tindakan Sekolah ini dengan judul “Peningkatan Kemampuan Kepala Sekolah Dalam Menyusun KTSP Melalui Kegiatan Supervisi Klinis Dengan Pendekatan Kolaboratif Di Gugus Mawar UPT Pendidikan Kedungwuni” merupakan karya sendiri .67%.196202211982011001 PENINGKATAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN KTSP MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KLINIS DENGAN PENDEKATAN KOLABORATIF DI GUGUS MAWAR UPT KEDUNGWUNI Oleh Totok Joko Purwanto ABSTRAK Penelitian ini berawal dari permasalahan rendahnya hasil penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ) di daerah binaan gugus mawar pada Sekolah Dasar negeri UPT Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. yang hanya sebesar 51.

dan PerMendiknas Nomor 22. Dalam pengembangannya dan keberagaman di masing-masing satuan pendidikan disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan yang ada. . Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005.Pekalongan Alamat : Kantor UPT Pendidikan Kec. Pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang beragam namun tetap mengacu dan mengikuti alur satu dalam kebijakan yaitu Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Sehingga sudah bisa ditebak penyusunan KTSP di suatu sekolah hampir sama atau mirip bahkan cenderung persis. Disamping itu. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan prinsip otonomi daerah khususnya bidang pendidikan dan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah ( MBS ). keadaan sekolah dan kondisi daerah. Kelemahan kepala sekolah selama ini dalam menyusun KTSP adalah kebiasaan yang cenderung hanya meng-copy paste hasil penyusunan KTSP pada sekolah tertentu.39 %. kelemahan dalam menyusun KTSP terlihat dari hasil kuisioner kepala sekolah pada sebelum tindakan ( pra siklus ) yang hanya berkisar 51.Hal ini dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa . Dengan merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan . maka sekolah diberi keleluasaan dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang dikembangkan dalam bentuk sebuah kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ).23 dan 24 tahun 2006.Kedungwuni PENDAHULUAN A. Kenyataan masih terdapat kekurangan. Dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ) di sekolah dasar negeri pada gugus mawar UPT Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan pada tahun pelajaran 2009/2010 pada kenyataan hasilnya belum sesuai dengan pedoman pada standar nasional pendidikan. kelemahan juga sebagai akibat kinerja tidak tersistematis.Totok Joko Purwanto.SD Kedungwuni Kab.S.Pd Pengawas TK.

guru dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di sekolah dalam mengembangkan program-program yang akan dilaksanakan di sekolah tersebut. cara mengajar dan menilai keberhasilan belajar mengajar. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Apakah dengan melalui kegiatan supervise klinis dengan pendekatan kolaboratif oleh pengawas sekolah terhadap kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan dalam menyusun KTSP ? C.bidang Kurikulum Dikdas adalah merupakan sebuah masukkan berharga untuk lebih kredibel dalam pola pembinaan kedinasan. dapat dijadikan sebagai salah satu masukkan sehingga dapat meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Berdasarkan gejala-gejala problematik tersebut maka dilakukan penelitian tentang upaya meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun KTSP melalui kegiatan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif di gugus mawar UPT Kedungwuni. Tujuan Penelitian Dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun KTSP sesuai dengan pedoman dan panduan dari standar nasional pendidikan. Bagi Pengawas Sekolah. KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. penelitian ini sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dalam menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan. D. B. Masalah yang mendasar pada penelitian ini adalah lemahnya kemampuan kepala sekolah dalam menyusun KTSP. Sedangkan bagi Dinas Pendidikan dalam hal ini Kasi. Pada hal sesungguhnya maksud disusunnya suatu kurikulum tingakt satuan pendidikan adalah bertujuan untuk memberikan acuan kepada kepala sekolah. Dalam hal ini masalah yang diduga penyebab lemahnya kepala sekolah adalah kebiasaan meng-copy paste hasil penyusunan KTSP dan kinerja yang kurang sistematis serta belum menerima sosialisasi penyusunan KTSP. Dengan maksud agar meningkat penguasaan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun KTSP di masing-masing satuan pendidikan . Perumusan Masalah Berdasar atas latar belakang masalah tersebut di atas. Manfaat Penelitian Manfaat bagi Kepala Sekolah. Kajian Pustaka Peran Pengawas dalam kegiatan Supervisi Klinis Salah satu kedudukan penting kegiatan kinerja pengawas sekolah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam peranannya adalah sebagai supervisor .pengelolaan pengalaman belajar mengajar.

Soewandji Lazaruth ( 1983:34 ) mengungkapkan bahwa kegiatan supervisi pada prinsipnya adalah kegiatan atau membantu sehingga keberhasilan usaha ini lebih ditentukan oleh orang yang ditolong yaitu guru itu sendiri.Dauglass dan Rudyad K. Oleh karena itu pelaksanaannya diwujudkan dalam bentuk atau model supervisi klinis.Baordman. Observasi mengajar mencakup . yaitu (1 ) tahap pertemuan. menyatakan bahwa supervisi merupakan kegiatan atau usaha untuk merangsang.Bent dalam bukunya Democratic Supervision Secondary School. kepala sekolah merupakan sebuah mitra kerja serta sebagai teman sejawat. Pertemuan awal ini dilakukan sebelum melaksanakan observasi kelas. dan bekerja sama ( sharing ).. hubungan kemanusiaan dan komunikasi yang baik antara supervisor dan guru. Langkah-langkah atau tahapan itu. Pertemuan ini sebaiknya dilakukan di ruangan yang netral.( penyelia ). dan ( 3 ) tahap pertemuan balikan. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa supervisi merupakan rangsangan. jangan di ruang pimpinan. Dalam hal ini peranan supervisi ialah mendorong ( suprotting ). sebagaimana dijelaskan oleh Ibrahim Bafadal ( 2003 : 70 ) : Langkah-langkah proses supervisi klinis ada tiga tahap esensial yang berbentuk siklus. kecuali apabila guru menghadapi suatu permasalahan khusus yang membutuhkan diskusi panjang. Sedangkan ditinjau dari arti dan pentingnya supervisi menurut Charles W. Tujuan utama pertemuan awal ini tercipta kerja sama. Horl R. mengkoordinasikan dan membimbing pertumbuhan guru-guru sehingga lebih dapat memahami dan lebih efektif penampilannya dalam proses belajar mengajar dan dengan demikian mereka akan mampu membimbing dan merangsang pertumbuhan murid-muridnya untuk dapat berpartisipasi secara “intelligent” dalam masyarakat modern sekarang. peran dan fungsi pengawas sekolah dengan guru. bimbingan atau bantuan yang diberikan kepada guru-guru agar kemampuan profesional mereka makin berkembang sehingga situasi belajar mengajar semakin efektif dan efisien. Adapun pelaksanaan dalam setiap siklusnya sebagaimana disebutkan tahap pertama dalam proses supervisi klinis adalah tahap pertemuan awal. Tahap ke dua dalam proses supervisi klinis adalah tahap observasi pengajaran secara sistematis dan obyektif. Perhatian ini difokuskan pada guru dalam bertindak dan kegiatan-kegiatan kelas sebagai hasil tindakan guru. membantu ( assisting ). Sedangkan dalam pelaksananaannya melalui beberapa tahapan atau langkah-langkah. Waktu pelaksanaannya tergantung kesepakatan antara supervisor dan guru. Pertemuan pendahuluan ini tidak membutuhkan waktu lama. ( 2 ) tahap observasi mengajar. misalnya di kantin atau ruang kelas. Langkah-langkah Dalam Pelaksanaan Supervisi Klinis Dalam rangka pembinaan profesional ( supervisi ) terhadap guru dan kepala sekolah.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan . Selanjutnya supervisor membuat keputusan terhadap hasil pengamatan atau temuan pada saat pelaksanaan observasi. Tujuan utama diadakan pertemuan balikan adalah menindak lanjuti hasil pengamatan dari supervisor. Landasan diberlakukannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 mengamantkan bahwa kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. kalender pendidikan. Pada pendekatan ini baik supervisor maupun guru bersama-sama bersepakat untuk menetapkan struktur. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Selanjutnya dalam prinsip pengembangan KTSP harus sesuai dengan relevansinya di bawah koordinasi Dinas Pendidikan atau Kantor Departemen Agama kabupaten atau kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. dan silabus. Dengan demikian pendekatan dalam supervisi berhubungan pada dua arah. proses dan kreiteria dalam melaksanakan proses percakapan terhadap masalah yang dihadapi guru. Pendekatan Kolaboratif Suhartian ( 2000 ) menjelaskan pendekatan kolaboratif adalah cara pendekatan yang memadukan cara pendekatan direktif dan non direktif menjadi cara pendekatan yang baru. Perilaku supervisi sebagai berikut: ( 1) Menyajikan (2) Menjelaskan ( 3 ) Mendengarkan (4) Pemecahan masalah (5) Negosiasi. Pertemuan balikan ini dilakukan segera setelah melakukan observasi pengajaran. Sedangkan acuan operasional penyusunan KTSP memperhatikan hal-hal . Namun demikian hasil yang diperoleh supervisor dalam observasinya bukan merupakan sebuah tindakan yang mencari kesalahan terhadap perilaku atau kinerja guru. dengan terlebih dulu hasil obesrvasi dilakukan analisis data. Oleh karena itu menuntut supervisor untuk menggunakan bermacam-macam keterampilan.banyak hal secara komplek sesuai dengan alat penilaian kegiatan guru. Dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Pembicaraan dalam pertemuan ini ditekankan pada identifikasi dan analisis persamaan dan perbedaan antara perilaku guru dan siswa yang direncanakan dengan perilaku guru dan siswa secara actual atau kenyataan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu alat atau instrument penilaian yang biasa digunakan dalam kegiatan observasi adalah dengan menggunakan chek list. Selanjutnya pada tahap akhir pada proses supervisi klinis adalah tahap pertemuan balikan.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi berupa hasil karya penyusunan KTSP. B. B. yang berisi tentang : ( 1 ) Mata Pelajaran ( 2 ) Muatan Lokal (3) Kegiatan Pengembangan Diri (4 ) Pengaturan Beban Belajar (5 ) Ketuntasan Belajar ( 6 ) Kenaikan Kelas dan Kelulusan ( 7 ) Penjurusan ( 8 ) Pendidikan Kecakapan Hidup ( 9 ) Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global dan memuat Kalender Pendidikan.wawancara dan instrument analisis penilaian. Hipotesis Tindakan “ Terdapat peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun KTSP melalui kegiatan supervise klinis dengan pendekatan kolaboratif pada kepala sekolah di gugus mawar UPT Kedungwuni tahun pelajaran 2009/2010 “. teknologi dan seni ( 7 ) Agama ( 8 ) Dinamika perkembangan global ( 9 ) Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan ( 10 ) Kondisi social budaya ( 11 ) Kesataraan jender dan ( 12 ) Karakteristik satuan pendidikan. Validasi Data Tringulasi data dilakukan dengan pengumpulan data melalui instrument yang digunakan dalam bentuk analisis penilaian hasil penyusunan KTSP dan hasil wawancara. C. C. Setting dan Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Sekolah dilakukan di lima sekolah dasar negeri terhadap lima orang kepala sekolah di daerah binaan gugus mawar UPT Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif yang diperoleh dari dan menggunakan instrument analisis penilaian KTSP yang terdiri dari 19 aspek terjabar . Waktu pelaksanaan mulai 1 Desember 2009 sampai dengan 31 Maret 2010. METODE PENELITIAN A. Dalam penyusunan KTSP harus memuat struktur dan muatan kurikulum. Kerangka Berpikir Berdasar kajian teori di atas..sebagai berikut: ( 1 ) Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia (2 ) Peningkatan potensi kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemapuan peserta didik ( 3 ) Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan ( 4 ) Tuntutan pengembangan daerah dan nasional (5 ) Tuntutan dunia kerja ( 6 ) Perkembangan ilmu pengetahuan. maka dengan melalui kegiatan supervise klinis dengan pendekatan kolaboratif yang dilakukan pengawas sekolah dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan di sekolah masing-masing.

dengan langkah sebagai berikut: (1) Baca criteria analisis dokumen pada instrument penilaian KTSP (2) Kajilah dokumen I KTSP dengan mencocokannya sesuai dengan kriteria (3) Berilah skor berupa angka pada kolom skor sesuai dengan petunjuk instrument (4) Cara menilai ( penskoran) dengan ketentuan sebagai berikut: a) Setiap munculnya descriptor secara sempurna mendapat skor 2(dua) b) Deskriptor yang muncul namun kurang sempurna mendapat skor 1 ( satu ) c) Tidak munculnya descriptor mendapat skor 0 ( nol ) d) Skor maksimal :43X2=86. Indikator Kinerja 1. menurut Koyan ( 2003:56 ) disebutkan sebagai berikut: (a) Skor 90-100 predikat A (Amat baik ) (b) Skor 80-89 predikat B ( Baik ) (c) Skor 65-75 predikat C ( Cukup ) (d) Skor 55-64 predikat D ( Kurang ) (e) Skor 0-54 predikat E ( Sangat kurang ). 2003 : 56 ). Sekurang-kurangnya KTSP yang dinilai sudah pernah mendapatkan tindakan berupa supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif dari pengawas . Diposkan oleh totokjp di 08:03 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Label: UPT Dik Kedungwuni Minggu. jika minimal nilai 65 ( Koyan. Cara menentukan nilai adalah dengan menjumlahkan semua skor perolehan lalu dibagi skor maksimal dengan Rumus:Nilai = Skor Perolehan : Skor Maksimal. 20 Maret 2011 INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI GURU PROFESIONAL INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI PEMBELAJARAN GURU PROFESIONAL Aspek yang diamati : apakah Guru Bukti Fisik . Dinyatakan layak. D. Sekurang-kurangnya perolehan skor pada instrument analisis KTSP adalah 75% kemampuan kepala sekolah dalam menyusun KTSP. Sedangkan cara menilai instrumen kriteria analisis penilaian KTSP yaitu sesuai dengan pedoman dari pusat kurikulum.dalam deskripsi. Dalam menentukan predikat hasil penilaian. 2.

Melakukan pembelajaran sesuai jadwal 8.20/2007 tentang SI.rubrik dan kriteria penilaian UTS UTS 11. Menyusun dan melaksanakan program pengayaan Pengayaan 19. Membuat program tahunan dalam tahun terakhir Tahunan 4.Pen.Sekolah tahun pelajaran terakhir. Memiliki buku-buku panduan pembelajaran berkait pembelajaran (Psikologi. 21.KS Jadwal Mapel Program Program Silabus RPP terbaru RH/Jurnal Buku sumber/ referensi Bank soal Bank soal Bank soal sesuai 9.kunci.Metode. Memiliki SK. Memiliki dan menggunakan buku teks pembelajaran dan buku referensi SK. Menyusun dan melaksanakan program remedial Remidial 18. Memiliki instrument. Memiliki dan mengisi nilai pada buku daftar nilai dan berisi Nilai UH.kunci.UAS. Buku jaan Siswa Daftar Buku Buku Buku SK KS RH/Jurnal Referensi Referensi dg .rubrik dan kriteria penilaian UH UH 10. Memiliki silabus yang dibuat sendiri 6.22. Mendapat tugas tambahan dan memiliki data administrasinya tugas tamb 20. Memiliki buku Permendiknas no.SKL.N Tugas.Remidi Nilai 16. Memiliki jadwal pelajaran minimal 24 jam per minggu 3. Memiliki buku agenda mengajar Pemblj.rubrik dan kriteria penilaian UAS UAS 12.23 dan no. Memiliki RPP yang disusun sendiri 7.1. Memiliki instrument.Std. Membuat program dan instrument penugasan terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Program PR Buku Penugasan: dan tugas mandiri 14. Mengoreksi hasil ulangan SK KS 13. Mendokumentasikan hasil-hasil penugasan butir 13 Soal/peker15. Membuat program semester untuk 2 semester terakhir Semester 5.Pembagian Tugas Mengajar dari Kep. Melakukan analisis hasil evaluasi UH Analisis 17.UTS.kunci. 2. 22. Memiliki instrument.

B. standar sarana dan prasarana. Memiliki hasil PTK/PTS PTK/PTS Makalah dsj.Tentang Jabatan fungsional guru dan angka . Membuat sendiri Membuat Tinjauan Ilmiah ) Membuat raga hasil Diposkan oleh totokjp di 07:02 1 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Label: KKPS Rabu.dan pelatihan professional guru dan tugas pengawasan. Salah satu standar yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan pendidikan adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan.Majalah/Jurnal 23. Undang-undang nomor : 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen . Melakukan pengembangan bahan ajar alat pekarya 24. Standar-standar tersebut di atas merupakan acuan dan sebagai kriteria dalam menetapkan keberhasilan pendidikan. 4. 7. 16 Maret 2011 PROGRAM KERJA PENGAWAS SEKOLAH 2011/2012 KAB. 3. Latar Belakang Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ditetapkan delapan standar pendidikan yaitu standar isi. Undang-undang nomor : 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pengawas sekolah merupakan salah satu tenaga kependidkan yang memegang peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor : 16 tahun 2009. 25. Peraturan Pemerintah nomor : 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. 2. Peraturan pemerintah nomor : 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 5. standar pembiyaan dan standar penilaian pendidikan. Peraturan Pemerintah nomor : 74 tahun 2008 tentang Guru. Peraturan Pemerintah no 74 tahun 2008 tentang guru dalam pasal 15 ayat 4 dinyatakan pengawas adalah guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan. dengan tugas pembimbingan. standar proses. 6. standar pengelolaan. Memiliki karya ilmiah popular KTI: Ilmiah.PEKALONGAN BAB I PENDAHULUAN A.Agar pengawas sekolah dapat melaksanakan tugas dan peran dengan baik maka sebelum melaksanakan tugas harus menyusun program kerja pengawas sekolah tahunan dan semesteran. Landasan 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 39 tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Sekolah.

Permendiknas No.standar proses. Adapun ruang lingkup Kepengawasan Akademik meliputi : 1. Penilaian kinerja guru pemula dalam program induksi guru pemula 6. Tujuan dan Sasaran Pengawasan Program Kerja Pengawasan Sekolah bertujuan : 1. 16. Visi. Meningkatkan kualitas pembinaan terhadap tenaga pendidik dan kependidikan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan sekolah yang lebih optimal d. Meiningkatkan keprofesionalisme pengawasan e.kreditnya. Penilaian kinerja guru 4. 16 tahun 2007 tentang Standar Kualitas Akademik & Kompetensi Guru. Permendiknas No. Permendiknas No. Memberikan arahan satuan pendidikan agar dapat melaksanakan Standar Nasional Pendidikan. 11. 8. 20 tahun 2007 tentang Penilaian Pendidikan. 17. Memberikan pedoman dan kejelasan bagi pengawas sekolah dalam menyusun program tahunan dan semester pengawas sekolah. Pembinaan guru 2. Meningkatkan kegiatan kepengawasan secara efektif dan efisien untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan berprestasi. Permendiknas RI Nomor. 53 tahun 2006 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi TK/RA 12. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. b. dan . standar penilaian pendidikan. 14. 3. 4. Misi a. 2. 12 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah. Permendiknas No. Visi Dengan kegiatan pengawasan yang efektif dan efisien dapat terwujud sekolah sebagai wawasan wiyata mandala yang mandiri dan berprestasi. Meningkatkan kualifikasi pendidikan melalui penilaian dan pembianaan terhadap teknis dan administrasi pendidikan di sekolah. Permendiknas No. 18. Pembimbingan dan pelatihan guru profesional 5. 9. Permendiknas No. Pengawasan pelaksanaan program Induksi Guru Pemula. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas segenap sumber daya pendidikan dan lingkungan pendidikan dalam rangka menunjang peningkatan kualitas pendidikan. 2. Misi 1. Permendiknas No. Meningkatkan koordinasi antar lembaga kepegawaian yang ada. Sasaran dan Target Pengawasan Sasaran adalah Sekolah yang menjadi binaan Pengawas Sekolah didalamnya termasuk pendidik dan tenaga kependidikan F. 19 tahun 2008 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan C. E. Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. 24 tahun 2007 tentang Standar Sarpras Pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan . 41 tahun 2007 tentang Standar Porses. 13. 10. Permendiknas No. Pemantauan pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah yang terdiri atas standar isi. standar kompetensi lulusan. D. 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah 15. 11 tahun 2007 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SD/MI. Memberikan motifasi warga sekolah agar dapat mewujudkan sekolah yang mandiri dan berprestasi c. Ruang Lingkup Pengawasan Sesuai dengan PP 74 tahun 2008 tentang tugas pokok pengawas sekolah meliputi kepengawasan akademik dan kepengawasan majerial. 19. 3. Permendiknas No.

Semoga predikat yg telah disandang sesuai dg angkatannya dan telah menikmati hasilnya. bilamana suatu ketika penyandang predikat itu tidak sesuai/telah dinyatakan tidak layak lagi dlm menyandangnya. Oleh sebab itu guru dalam .pkl para profesional di lingkungan upt dik kdw dari angkatan 2006-2009 telah dilaksanakan persiapan n kesiapan dlm menyambut pelaksanaan waskat yg merupakan was internal yg akan dilaksanakan oleh lembaga inspektorat kab. tentu sah2 saja lembaga yg berkompten berhak mencabutnya/menghentikan dg segala fasilitas yg diterima. namun tidak lebih dari sebagai reward saja bagi pelaku2 yg terpilih(disebut:profesional bila kinerjanya mempunyai keahlian sesuai dg tuntutan kompetensinya sesuai tupoksi yg diembannya). Pkl) Peningkatan mutu pendidikan khususnya pada jenjang sekolah dasar telah menjadi komitmen pemerintah yang harus diwujudkan secara nyata. Penilaian kinerja Kepala Sekolah Diposkan oleh totokjp di 06:17 1 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Label: UPT Dik Kedungwuni Sabtu. Pemantauan pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah yang terdiri atas standar pendidik dan tenaga kependidikan. dan standar pembiayaan 3. 12 Maret 2011 pemeriksaan dari inspektorat Hari Jum'at ini tgl 11 maret 2011 bertempat di kpri mandiri kdw kab. Pembinaan Kepala Sekolah 2. Semoga Allah SWT meridhoi kita dan berharap rezeki yg kita terima n telah dinikmati ini menjadi rezeki yg halalan toyibban. Teman2 sejawat yg berpredikat profesional ini kelak merupakan pioner dalam membuktikan kinerjanya yang mampu menguasai kompetensi dalam menjalankan tupoksinya.Kepengawasan Manajerial meliputi : 1. PEKALONGAN Oleh : Totok JP (Pengawas TK/SD. standar pengelolaan pendidikan. standar pengelolaan. Amiiinn.. maka berharap pula pada hasil akhir yg diperoleh( out came/out put ) berupa prestasi peserta didiknya dapat terwujud. standar sarana dan prasarana. tetapi malah ironisnya lagi disebut sebagai " orang yang sensitif " karena berkaitan dg hak2nya ). Diposkan oleh totokjp di 19:17 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Label: UPT Dik Kedungwuni Minggu. Pada hal perlu diingat2 bahwa keprofesionalan dg segala hak2nya yg melekat bukanlah sebuah Hak paten.. Salah satu cara yang ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia yaitu guru. Hal ini disebabkan karena guru/pendidik merupakan faktor yang sangat penting dalam pengelolaan pembelajaran.Oleh karena itu mari kita sama2 berbuat/melaksanakan tupoksi ini dengan benar2 profesional yg pada gilirannya predikat"penghargaan ini" tetap disandang selama dan sampai purna tugas. DCT Kab. Tentunya predikat tsb terus dan terus serta masih tetap melekat di pundak para pejuang pencerdas bangsa ini ( walau sebutan sekarang sudah bukan lagi "Oemar Bakri". 24 Oktober 2010 Menakar PELAKSANAAN KEGIATAN KKG program BERMUTU di 3 GUGUS UPT KEDUNGWUNI KAB.

Profesional. maka diperlukan adanya revitalisasi atau pemberian dana pendampingan berupa dana block grand pemberdayaan dana KKG. Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang tersebut yang telah dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Demikian halnya belum semua sekolah dapat mengakses jaringan internet. 4. Kemampuan pengembangan profesional melalui Karya Tulis Ilmiah/PTK masih rendah. Manajemen KKG yang kurang optimal. Demikian pula dengan adanya perubahan paradigma pendidikan di era globalisasi ini mengharuskan adanya perubahan pola pikir (mindset) dan pola tindak (actionset) bagi guru terutama dalam mengimplimentasikan dan mengembangkan kurikulum (KTSP) yang berlaku sekarang. . 5. Disamping itu harus memiliki empat kompetensi yaitu Pedagogik. namun pada keadaan di wilayah pinggiran ( perkotaan dan sekitarnya ) juga mengalami hal serupa. misalnya : komputer/laptop. tahun 2008 /2009 tingkat gugus dan kecamatan masih rendah . Maka dengan adanya wadah kegiatan bagi guru berupa Kelompok Kerja Guru (KKG) diharapkan guru dapat meningkatkan kompetensinya serta adanya peningkatan CPD (Continous Professional) atau PPKHB (Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar) bagi guru-guru yang belum berijazah Srata 1 (S1) Keberadaan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang sudah berjalan hampir tujuh belas tahun. Kemampuan pengetahuan dan ketrampilan tentang ICT masih kurang. Hasil UASBN. 7. Permasalahan yang timbul tidak hanya ada pada daerah di atas (wilayah pegunungan). Maka mau tidak mau tuntutan sebagai seorang profesional harus dipenuhi. guru harus memiliki pendidikan serendah-rendahnya Strata 1 atau Diploma IV. Kepribadian dan Sosial. Dalam hal ini juga dialami di wilayah kecamatan Kedungwuni kabupaten Pekalongan yaitu di ke tiga gugus daerah binaan UPT Pendidikan Kedungwuni baik pada KKG reguler maupun pada KKG program BERMUTU. dirasakan banyak mengalami pasang surut dalam pelaksanaan kegiatannya. Perubahan pola pikir dan pola tindak bagi guru dalam mengelola kelas dan melaksanakan pembelajaran. Pada daerah/wilayah pegunungan masih ada sekolah-sekolah yang belum tersentuh jaringan listrik. khususnya pada saat pelaksanaan kegiatan KKG program BERMUTU pada tahun pelajaran 2008/2009. sound system. 2. Upaya pemberdayaan KKG dilaksanakan karena intensitas dan kebermaknaan kegiatan tersebut dimaksud kurang optimal dan banyak masalah yang harus dihadapi. LCD. Hal ini sesuai dengan Propenas jangka panjang antara lain standar kualifikasi guru serendah-rendahnya Strata 1 atau Diploma IV harus sudah tuntas di tahun 2015. Permasalahan selama ini yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan KKG pada kenyataannya di daerah-daerah masih banyak kelemahan dan kurang sinerginya antara pelaksana dengan pengambil kebijakan. Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru perlu adanya wadah yang mampu menampung berbagai masalah pembelajaran yang dialami guru serta cara-cara pemecahannya. Demikian halnya permasalahan juga dialami dalam pelaksanaan kegiatan KKG di wilayah kabupaten Pekalongan provinsi Jawa Tengah. 3. 8. Minimnya sarana prasarana yang dimiliki untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dalam pembelajaran. Permasalahan-permasalahan itu antara lain : 1.melaksanakan tugasnya dituntut secara profesional.Dengan kondisi alam yang berbeda antara daerah atas dengan daerah bawah. Program-program KKG kurang menyentuh dan kurang signifikan dengan kebututuhan guru ( materi KKG reguler ) 6. Oleh karena itu untuk menjaga keberadaanya tetap sinergi.Hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor. Berdasarkan Undang-Undang Guru dan Dosen. Hal ini menuntut keberadaan guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan khususnya layanan proses pembelajaran sesuai dengan standar proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007).

Satu dabin yang belum mendapatkan DBL yang terdiri dari lima sekolah dasar negeri ikut digabungkan pada ketiga dabin yang mendapat DBL dan delapan sekolah dasar swasta tetap menyelenggarakan KKG reguler yang didanai sendiri. antara lain berupa : 1. Guru Agama dengan ijazah PGA = 1. (Laporan bulan Kantor UPT Kedungwuni Juli 2010). Jaringan listrik 6.Disamping permasalahan tersebut diatas. 2. pada tahun anggaran 2009/2010 dari empat dabin. 5. 7. Dan tergabung dalam empat daerah binaan (gugus) SD Inti. Rumah dinas Kepala SD : 1. D2 = 36. 4. 2. Rumah dinas penjaga SD :1. Gugus Dahlia Karakteristik Pelaksanaan kegiatan KKG pada gugus dahlia bertempat di SD Inti SDN 01 Kedungwuni. Hal ini ditunjang dengan dimiliki fasilitas sarana dan prasarana yang cukup memadai. S1 = 1. tiga diantaranya mendapatkan kuota dana bantuan langsung (DBL) program BERMUTU.yaitu dengan adanya program BERMUTU. Keempat daerah binaan tersebut. D3 = 1. Sedangkan tenaga mengajar (guru) menurut ijazah yamg dimiliki terdiri dari : 1. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk merevitalisi kelompok kerja yang ada dan dukungan dana berupa bantuan langsung. Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan Topografi wilayah kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan propinsi Jawa Tengah. Gedung lokal/kelas ada 6. wilayah Kedungwuni yang terdiri dari 19 desa/kelurahan memiliki 29 SD Negeri dan 8 SD Swasta. D2 = 27. 3. SDN 01 Kedungwuni sebagai SD Inti sangat straategis karena mudah dijangkau oleh guru-guru peserta KKG dari SD Imbasnya. D2 = 11. Pemberian dana bantuan langsung kepada KKG berupa pemberian block grant . dan guru wiyata bakti ada 15. Kepala SD dengan ijazah SPG = 2. SPG = 22. sekolah menengah dan sekolah tinggi yang sederajat. keadaan baik 4. 5. terdiri dari sekolah dasar. S1 = 18. Jaringan air (PAM) . Terletak dalam satu komplek kantor Unit Pelakasana Teknis Pendidikan Kecamatan Kedungwuni. serta guru kontrak sejumlah 149 orang. Guru Penjas dengan ijazah SGO = 3. Dengan jumlah guru terdiri dari guru PNS sejumlah 241. S1 = 3. Sistem dan jenjang pendidikan yang berkembang di Kedungwuni terdiri dari jenjang pendidikan dasar menengah. S1 = 5. keadaan baik. Kondisi keadaan SDN 01 Kedungwuni sebagai SD Inti telah memenuhi persyaratan sebagai tempat pusat kegiatan KKG. S1 = 23. D2 = 116. Kecamatan Kedungwuni merupakan satu diantara sembilan belas kecamatan yang mendapatkan dana bantuan langsung mitra bersama program BERMUTU di kabupaten Pekalongan. PGA = 1. Berdasarkan data pendidikan di Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Kedungwuni. Guru Kontrak dengan ijazah SMA = 45. keadaan baik. D2 = 10. Menurut banyaknya jumlah murid keseluruhan adalah 7160 peserta didik. keadaan baik semua. 3. Letak kecamatan ini merupakan daerah penghubung antara kabupaten dan kota Pekalongan dan sebagai sentralnya pendidikan di kota Santri ini. S1 = 57. terletak di daerah dataran rendah. Guru Kelas dengan ijazah SMA = 1. Guru Wiyata Bakti dengan ijazah D2 = 7. D3 = 4. dilihat dari sumber dana dalam melaksanakan KKG masih dirasakan kurang memadai. Mushola : 1. TK 19. SPG = 7. Guru Bahasa Inggris dengan ijazah S1 = 2 6.

Adapun SD Imbas di gugus dahlia antara lain SDN02 Kedungwuni dengan jumlah murid 177 dan guru kelas ada 6.terdiri dari 48 guru negeri dan 13 guru tenaga kontrak/wiyata bakti. terdiri dari laki-laki 29. dengan rincian : 1 kepala SD. Sedangkan jumlah murid sebanyak 1737 siswa.mempunyai SD Imbas sebanyak 9 SD negeri merupakan sekolah-sekolah yang sudah layak dan mapan. perempuan 27. SDN 02 Pakisputih jumlah guru kelas ada 6 dan jumlah murid 234. Sedangkan SDN 02 Langkap jumlah murid ada 172 dan guru kelas ada 6. jumlah 53 4. Ruang UKS Keadaan murid SDN 01 Kedungwuni. Menurut klasifikasi atau jenjang pendidikan guru-guru di SDN 01 Kedungwuni berpendidikan S1 hanya 1 orang guru. jumlah 52 5. perempuan 23. jumlah 37 6. masingmasing terdiri dari : 1. Kamar mandi 9. perempuan 25. dan 2 orang guru berpendidikan SLTA sederajat serta sebanyak 9 orang berpendidikan D2.kejuaraan LCC maju ke tingkat propinsi dan masuk 27 besar. Selanjutnya SDN Karangdowo dengan jumlah muird 116. Kelas III. Sebagai SD Inti. dan 64% berpendidikan D2. Adapun jarak tempuh para guru ke sekolah masing-masing kurang dari satu jam. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan masing-masing sekolah telah memiliki gedung lokal yang telah mendapatkan dana alokasi khusus dengan sarana parasana yang memadai. Dan SDN 04 Kedungwuni dengan jumlah murid sebanyak 252 dan guru kelas ada 6. UPT Kedungwuni) Sedangkan potensi sumber daya manusia terdiri dari para pendidik/guru sejumlah 12. SDN 01 Langkap guru kelas ada 6 dan jumlah murid sebanyak 224. jumlah 29 2. Tenaga kependidikan terdiri dari : 1 tenaga perpustakaan dan 1 penjaga sekolah. Berikutnya SDN Bugangan dengan guru kelas ada 6. terdiri dari laki-laki 22.7. Pada bidang aksdemik antara lain pernah menjuarai lomba OSN/Olympiade MIPA tingkat kabupaten. Kelas II. Jumlah guru yang betugas di wilayah gugus dahlia ada 61 orang. terdiri dari laki-laki 14. Kelas VI. 8 guru kelas.lomba sekolah sehat. terdiri dari laki-laki 12. perempuan 20. SDN Rowocacing jumlah guru kelas ada 6 dan jumlah murid 232. Sedangkan menurut tingkat pendidikan guru yang bertugas di wilayah gugus dahlia terdiri dari 18% berpendidikan S1. Hal ini memungkinkan tingkat keberhasilan dalam pembelajaran dapat berlangsung secara efektif sehingga tingkat kelulusan hampir 99% dan mampu melanjutkan ke jenjang sekolah menengah. terdiri dari laki-laki 26. 3 guru mapel.guru kelas ada 6. Kamar kecil 10. Sumur 8.sehingga rasio guru dan siswa menjadi 1:29. SDN 06 Kedungwuni juga sebagai SDSN. Banyak prestasi yang telah dicapai baik dibidang akademik maupun bidang ekstra kurikuler.serta 18% masih berijazah SPG atau yang sederajat. perempuan 39. Gugus dahlia dengan SDInti adalah SDN01Kedungwuni.lomba Siswa berprestasi mewakili kabupaten maju ke tingkat propinsi.jumlah murid 130 siswa. KelasIV. Disamping itu dalam bidang ekstra kurikuler antara lain pernah menjuarai lomba LCC dokter kecil. jumlah 52 (Laporan bulan Januari 2010. 2 unit komputer dan LCD 11.Lomba kreativitas siswa. Kelas V. terdiri dari laki-laki 13. Kelas I.yang diberi kepercayaan dari dinas pendidikan kabupaten Pekalongan sejak tahun pelajaran 2008/2009. memiliki murid sejumlah 265 anak. SDN 01 Pakisputih jumlah murid 187. jumlah 42 3. perempuan 15. Gugus Matahari Karakteristik Pelaksanaan kegiatan KKG di gugus matahari dipusatkan di SDInti yaitu SDN 01 Kedungwuni .guru kelas ada 6. lomba .

Sedangkan menurut jenjang kependidikan guru-guru di SDN 06 Kedungwuni. Laki-laki : 17 Perempuan 20 Jumlah : 37 3. Hal ini dapat dilihat dari keberadaannya masing-masing sekolah telah mendapat dana alokasi khusus baik gedung maupun sarana prasarananya.Kelas 3 .Rumah Dinas Penjaga sekolah 4. terdiri dari 54 guru negeri dan 6 guru kontrak. Kondisi dan keadaan SDN06 Kedungwuni sebagai SD Inti cukup representativ karena sarana dan prasarananya cukup memadai.guru . dan 44 berijazah D2.Jaringa listrik 11.adalah 1 : 23.Kelas 5 . kegiatan-kegiatan tersebut ada yang maju ke tingkat kabupaten maupun tingkat karesidenan dan propinsi.Lomba Tingkat Penggalang dan Pesta Siaga.Jaringan air/PAM.Ruang UKS 6. 6 guru kelas dan 3 guru mapel . Laki-laki : 30 Perempuan : 19 Jumlah :39 4. Menurut jenjang pendidikan guru yang bertugas di gugus matahari.Ruang Guru 5.Gedung/lokal (semua dalam keadaan sangat baik) karena telah mendapat DAK.sekolah menengah kejuruan. laki-laki : 25 Perempuan : 22Jumlah : 47 6.dengan jumlah murid 140 dan guru kelas ada 6.UPT Kedungwuni). Tenaga kependidikan ada 3.Kelas 2 . Laki-laki : 21 Perempuan : 29 Jumlah : 50 5.Jambore.Sumur 8.PPA.Kelas 6. Karena berdekatan dengan sekolah menengah pertama.Komplek Islamic Center. Dengan demikian memungkinkan tingkat keberhasilan dalam pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Laki-laki : 30 Perempuan : 20 Jumlah : 50 2. serta 5 guru masih berijazah SPG atau yang sederajat.Kamar mandi 9.Kelas 1 .Kelas 4 . dengan rincian sebagai berikut: 5 berpendidikan S1 dan 5 berpendidikan D2. Keadaan murid SDN 06 Kedungwuni berjumlah 272 siswa dengan rincian : 1. Gugus matahari dengan SD Inti SDN06 Kedungwuni mempunyai 9 SD Imbas SD negeri merupakan sekolah-sekolah yang sudah mapan dan layak. Sedangkan SD Imbas dari gugus matahari terdiri dari : SDN 05 Kedungwuni. SDN 01 Podo jumlah murid ada 253. Potensi sumber daya manusia terdiri dari tenaga pendidik/guru dan tenaga kependidikan sebanyak 10 orang.KUA.2 unit komputer dan LCD 7. MA. karena terletak dalam satu komplek dengan SDN05 Kedungwuni dan berdekatan dengan lembaga pendidikan serta lembaga pemerintahan. Sehingga rasio guru dan murid. Sehingga tingkat kelulusannya mampu untuk melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama. Sebagai pusat kegiatan KKG fasilitas yang dimiliki cukup memadai. 2. Jumlah guru yang bertugas di wilayah gugus matahari ada 60 orang.Gedung Perpustakaan 3.festival anak sholeh. Sedangkan jumlah murid ada 1385 siswa. Laki-laki : 22 Perempuan : 17 Jumlah : 39.Kamar kecil 10.antara lain : 1. (Laporan bulan Januari 2010. dengan rincian : 1 kepala SD. terdiri dari 11 orang berpendidikan S1.dan PUSKESMAS. SDN06 Kedungwuni sangat strategis.MTs.MI.POPDASENI. yaitu 1 penjaga sekolah dan 1 tata usaha dan 1 tenaga perpustakaan. Adapun jarak tempuh para guru ke sekolah masing-masing kurang dari satu jam.

Potensi sumber daya manusia yang dimiliki SDN 08 Kedungwuni terdiri dari tenaga pendidik/guru dan tenaga kependidikan sebanyak 13 orang terdiri dari : 1 kepala sekolah. Kelas 6 . L . Walaupun baru dua pupuh empat tahun berdirinya. SDN Salakbrojo jumlah murid 181. guru kelas ada 6. Kantor sekolah 4. Jaringan telepon .UPT Kedungwuni ).kantor kelurahan dan kantor kecamatan. ( Laporan bulan Januari 2010.guru kelas:6. 3. Kelas 2 . SDN Kwayangan jumlah murid 102.SDN Tosaran jumlah murid 167. Rumah dinas kepala sekolah 5.Berikutnya SDN Pajomblangan dengan guru kelasnya ada 6. Kamar kecil 9.guru kelas sebanyak 6. berijazah D2 :3 dan 1 orang berpendidikan . Dengan SD Imbasnya sejumlah 8 SDNegeri. L : 22 P : 13 5.lembaga pemerintahan dan sarana rekreasi. Kelas 5 .kantor telkom. Kamar mandi 8. Keadaan murid SDN 08 Kedungwuni jumlah seluruhnya ada 200 siswa.SDN 07 Kedungwuni dengan jumlah murid 127. tenaga perpustakaan dan tata usaha masingmasing 1 orang dan penjaga sekolah 1 orang.kelasnya ada 6. Profil SDN 08 Kedungwuni yang didirikan tahun 1986. Jaringan listrik 11. 34 6. 2 unit komputer dan LCD 7. Sumur 10. Jaringan air/PAM 12. Gugus Mawar Karakteristik Pusat pelaksanaan kegiatan Kelompok Kerja Guru program BERMUTU di gugus mawar bertempat di SD Inti SDN 08 Kedungwuni. L : 15 P . Menurut jenjang pendidikan guru-guru di SDN 08 Kedungwuni. SDN Proto jumlah murid 112 .gendung NU kabupaten. L :17 P : 37 3.LT Penggalang Ramu. L : 16 P : 22 4.jumlah murid 139. terdiri dari PNS :9 dan 3 orang tenaga kontrak. Status kepegawaian. Kelas 3 .guru kelas ada 6. guru mapel. SDN 08 Kedungwuni mempunyai cukup sarana prasarana yang memadai antara lain : 1.berpendidikan S1: 6 orang. Prestasi yang pernah dicapai oleh SDN 08 Kedungwuni. merupakan sebuah sekolah dasar negeri yang paling muda usianya bila dibanding dengan sekolah dasar negeri lainnya. Terletak diantara sekolah menengah pertam. masjid besar serta stadion olehraga serta lapangan rekreasi hiburan. L :15 P : 31. Rumah dinas penjaga sekolah 6. bahkan pernah maju ke tingkat regional dan nasional. Kelas 1 . 2 unit gedung ( gedung/lokal bertingkat ) 2. 9 P : 25 2. 1 unit gedung pertemuan 3.guru kelas:6.guru kelas ada 6.terdiri dari : 1. SDN Tangkiltengah jumlah murid sebanyak164. namun sudah banyak prestasi yang dicapainya khususnya dibidang olahraga. Sebagai pusat kegiatan pelaksanaan KKG.Jambore.antara lain menjuarai beberapa kali kejuaraan lomba atletik/kids atletik baik tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi Jawa Tengah. Dalam lomba POPDASENI.Pesta Siaga juga pernah menjuarainya baik di tingkat kabupaten maupun tingkat karesidenan.guru kelas ada 6. SDN 08 Kedungwuni sebagai SD Inti letaknya sangat strategis karena dikelilingi oleh lembaga pendidikan. Kelas 4 .

Ketepatan dan keakuratan data dalam penyusunan pelaporan pelaksanaan kegiatan.guru kelas ada 6. 4.Prosentase kehadiran peserta ( Guru. Serta SDN 03 Kedungwuni dengan jumlah murid sebanyak 253 dan guru kelasnya ada 6 orang.mengawasi dan mengevaluasi seluruh rangkaian ke giatan.guru kelas : 6. Indikator Kegiatan . Gugus mawar dengan SDInti SDN 08 Kedungwuni mempunyai SDImbas sebanyak 8 SDNegeri merupakan sekolah-sekolah yang telah mapan dan layak baik sarana maupun prasarananya. Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan KKG ( materi pembelajaran ) adalah sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan seperti terlihat dalam tabel di bawah ini . SDN 03 Podo guru kelas ada 6. 3.Peran serta Kepala Sekolah dalam mendukung dan memberi sportivitas dalam pelak sanaan kegiatan ini. Hal ini bisa dilihat dari kondisi dan keadaan masing-masing sekolah sudah mendapatkan dana alokasi khusus pendidikan. 7. SDN Rengas dengan jumlah murid 335 siswa. 6. Tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator pelaksanaannya.Guru ) yang selalu tinggi. SDN Tangkilkulon dengan jumlah murid sebanyak 459.Pembelajaran dalam kegiatan KKG yang difasilitasi Guru Pemandu dalam memberi kan materi sesuai dengan alur pedoman dalam BBM. terdiri dari 46 guru PNS dan 6 tenaga kontrak.Peserta/Guru-Guru . Dalam hal ini sekolah tetap masih memberi dana pendampingan dari dana BOS.Guru Pemandu. SDN Pekajangan jumlah murid 183 dan guru kelas : 6. 2.Peserta ( Guru-Guru ) sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran. Keberhasilan Keberhasilan pelaksanaan kegiatan KKG program BERMUTU di daerah binaan ke tiga gugus UPT Kedungwuni adalah berkat sinerginya antara para pelaksana ( pengurus KKG ).Selanjutnya SDN Kedungpatangewu jumlamurid 213.Peran serta aktif para Pengawas Sekolah selaku tenaga teknis pendidikan dan sebagai supervisor dalam memantau. Tabel 1 Indikator tingkat keberhasilan pelaksanaan KKG BERMUTU di 3 Gugus UPT Kedungwuni Kab. Dengan demikian rasio guru dan siswa adalah : 1 : 39 . dan 32 guru masih berijazah D2. Pekalongan tahun pelajaran 2008/2009.terdiri dari : SDN 02 Podo dengan jumlah murid ada 207. Sebagai tolok ukur indikator tersebut antara lain : 1. guru kelas ada 9 orang. SDImbas dari SD Inti SDN 08 Kedungwuni. 5. Jumlah guru kelas yang bertugas di wilayah gugus mawar sebanyak 52 orang.dengan pelaksana teknik edukatif( Pengawas Sekolah ) dan penanggung jawab pendidikan ( Kepala UPT ).Kontribusi dan keberadaan Kepala UPT selaku penanggung jawab pendidikan selalu memonitor seluruh rangkaian kegiatan.jumlah murid : 234. Menurut jenjang pendidikannya guru-guru di gugus mawar terdiri dari berpendidikan S1 ada 15 orang.Sedangkan jumlah muird seluruhnya ada 2032 siswa. sehingga pelaksanaannya benar-benar terakomodir dan akuntabel. guru kelas :6. 8.SMA.dan guru kelas ada 10 guru.Terlihat dari prosentasi kehadiran dan ketepatan waktu selama mengikuti pembelajaran. NO. Berikutnya SDN ambokembang jumlah murid:148. Materi yang diberikan kepada peserta dalam KKG program BERMUTU difokuskan pada wawasan dan kompetensi untuk mampu melaksanakan perannya sebagai guru.

PCT 2.untuk lap. -Membuat hasil Kajian kritis -Tugas Mandi ri (membaca) -Tugas Struktur/Individu Peserta membuat Hasil Kajian Kri Tis ( Merangkum tentang KTSP ) 4.Peserta Bentuk Tagihan Keterangan 1. Tersusunnya hasil peng.Peserta lain mengobservasi. Terlaksananya Pembelajaran inovatif berbasis PTK pada mapel yang teridentifikasi ada masalah -Open class -Observasi pem belajaran di sekolah model -Tugas Kelom pok -Tugas Mandi ri (observer) Ada peserta sebagai Guru Model. Meningkatnya wawasan keilmu an dalam rangka penerapan KTSP di Sekolah Dasar -Membaca kritis ( Kajian Kri tis). Terlaksananya kegiatan PTK -Membuat proposal PTK -Membuat laporan PTK Tugas terstruk tur/tagihan ( Individual ) Sampai tulisan ini dibuat.sesuai dg Std.Isi -Menyusun RPP Sesuai dengan Pedoman Standar Isi Tugas terstruk tur/tagihan ( Individual ) Semua peserta telah membuat RPP yang sesuai Dengan pedoman Standar Isi.kuriku Lum&perencanaan pemblj. 3. . PTK sudah terseleksi dan terkirim ke DCT.

Casse Std) lewat VCD/LCD. Berlatih meman faatkan teknolo gi Komputer dan mengakses internet -Tugas mandi ri ( berlatih) Peserta berlatih mengetik data dengan MSWord. 5. Dalam penggunaan dana bantuan langsung pada pedoman/petunjuk tidak diperbolehkan untuk biaya konsumsi peserta dalam pertemuan/kegiatan rutin. tentu mengalami dan memunculkan beberapa permasalahan dan kendala atau hambatan dalam pelaksanaannya.Peserta melihat tayangan pembela jaran inovatif (Lesson Study. Hampir sebagian besar peserta KKG ( guru-guru non S1 ) pada saat pelaksanaan ke giatan KKG kadang-kadang waktunya bersamaan dengan masuk perkuliahan baik yang perkuliahan S1 transfer maupun keikutsertaannya dalam PPKHB. Demikian pula dalam pendanaan pendampingan hendaknya pemerintah kabupaten/kota dapat menaikkan alokasi anggaran/dana secara khusus pada bidang pendidikan dan pelatihan bagi tenaga pendidik/guru dan tenaga kependidikan. Dalam hal ini keberadaan peran dan fungsi Guru Pemandu sangat berperan dalam pembelajaran. 5. Kendala atau hambatan yang timbul dalam rangka pelaksanaan kegiatan KKG program BERMUTU di wilayah kabupaten Pekalongan antara lain : 1. Pada umumnya hampir seluruh daerah yang mendapatkan atau kerjasama dalam program BERMUTU mengalami kendala dalam pelaksanaan kegiatan KKG . Harapan Pelaksanaan kegiatan KKG program BERMUTU pada kenyataan yang wajib diikuti oleh semua guru kelas di sekolah dasar hendaknya jangan sampai menjadikan suatu beban. sehingga kesiapan sebagai Guru Pemandu belum optimal dalam penguasaan materi BBM.PA KEM. Terlaksananya kegitan dan pemanfaatan sumber belajar berbasis TIK. Keberadaan kegiatan peningkatan profesional dalam wadah kelompok . Pada umumnya peserta KKG masih belum banyak yang menguasai ketrampilan IT. Pada umumnya peserta merasa terbebani dengan tugas-tugas baik berupa tugas mandiri maupun tugas terstruktur. 6. Pada saat pembelajaran BBM di KKG pada sesion/tahapan refleksi biasanya diakhi ri dengan tugas-tugas yang merupakan buku kerja guru dan sebagai tagihan dalam melaksanakan kegiatan KKG. Dan belajar mengakses internt Kendala Pelaksanaan kegiatan kelompok kerja guru yang didanai langsung dari dana bantuan langsung program BERMUTU sudah berjalan hampir satu tahun. 3. 4. Kontribusi pemerintah kabupaten dalam penyediaan dana pendampingan belum sesuai dengan harapan yang diterimakan di tiap kelompok/gugus. 2. 7. Dalam penugasan sebagai Guru Pemandu pada saat pertama program ini dicanangkan terkesan mendadak. Belum mengoptimalkan sepenuhnya keberadaan DCT sebagai fasilitator/narasumber.

medio Oktober 2010.air.Jasa Kantor ( listrik.Remidi.terdiri dari : 1. Tunjangan lain ( apabila ada ) b. Kota SANTRI. Tunjangan yang melekat dalam gaji 3.terdiri dari : a.Kegiatan Belajar Mengajar (Ujian.Beasiswa .Belanja bahan dan alat praktikum*) 5.Biaya penyelenggaraan perpustakaan*) 6. Honorarium dan Insentif 1. Dalam menyusun/menetapkan mata anggaran pada RAPBS harus mengacu pada ketentuan-ketentuan yang telah dibakukan baik oleh pedoman dari Kemendiknas maupun oleh peraturan pemerintah daerah setempat ( pemkab ). Biaya pengembangan SDM Tenaga Pendidik dan Kependidikan *) 2.Biaya kegiatan social dan keagamaan 10.KKKS. Honorarium lainnya ( apabila ada ) c.telepon.dll) 4. terdiri dari : 1.Belanja bahan pakai habis kantor ( ATK. 21 Oktober 2010 Mata Anggaran Belanja Setiap kali dalam menyusun RAPBS harus mengacu pada pedoman yang telah ditentukan. Tambahan kesejahteraan pegawai d.internet. maka dalam penyusunannya maupun nanti dalam mengimplementasikan/realisasi penggunaan anggaran ( APBS ) harus berpedoman pada juklak ataupun juknis yang telah ditetapkan ( diberlakukan ).kerja .Biaya kegiatan lainnya ( apabila ada ) 11. 1. Gaji dan tunjangan .dll ) 3.surat menyurat.Biaya kegiatan Kesiswaan/OSIS ( ekstra kurikuler. Hal ini sangat penting karena dengan telah diterbitkannya suatu pedoman atau petunjuk baik berupa petunjuk pelaksanaan ( juklak ) maupun petunjuk khusus atau petunjuk teknis ( juknis ).penerimaan tamu) 7.dll ) 2.Berikut ini secara ringkas mata anggaran belanja dalam RAPBS seperti pada petunjuk teknis penyusunan RAPBS SD Negeri yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kab.pembinaan kesiswaan)*) 8. Gaji PNS 2.Belanja Pegawai (Biaya Operasi Personalia) antara lain : a. Selanjutnya ke depan dengan harapan semoga program BERMUTU terus dapat digulirkan secara merata di seluruh pelosok tanah air tercinta.Belanja Barang/Jasa ( Belanja Operasi Non Personalia ) .Pekalongan tahun 2010/2011. musyawarah kerja dan forum kelompok kerja ( KKG.fotocopy.MGMP.Biaya makanan dan minuman kantor ( rapat. Honorarium GTT dan PTT 2.KKPS. ( Pada akhirnya tulisan ini dimaksudkan sebagai hasil refleksi pelaksanaan program BERMUTU ). Untuk itu kerjasama dalam meningkatkan pemberdayaan wadah profesional seperti tersebut di atas.MKKS. Diposkan oleh totokjp di 07:46 2 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Label: UPT Dik Kedungwuni Kamis.FKKKS ) pada dasarnya sangat berperan sekali dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.Ulangan.Biaya penerimaan peserta didik baru 9. hendaknya dapat dilaksanakan pula pada sekolah-sekolah swasta .

Pemeliharaan gedung bangunan sekolah 2.Dll.Pemeliharaan taman dan halaman 3.Perjalanan dinas dalam daerah 2.Pemeliharaan alat pendidikan.dll ) 5.musik-live.Perjalanan dinas luar daerah c.12..computer.Belanja pemeliharaan ( belanja non personalia ) 1.sesuai kebutuhan. Diposkan oleh totokjp di 20:31 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Label: UPT Dik Kedungwuni Posting Lama Beranda Langgan: Entri (Atom) music Waka Waka (this Time For Africa) (the Official 2010 Fifa ..Pemeliharaan alat kantor ( mesin tik. b..Pemeliharaan pagar keliling 4.mp3 get more free mp3 & video codes at www.. ..Belanja Perjalanan Dinas ( belanja non personalia ) 1.net calendar Free Blog Content LOKAL • • • ICT SMK GONDANG (1) KKPS (3) UPT Dik Kedungwuni (7) Pengikut Arsip Blog • ▼ 2011 (4) o ▼ Mei (1)  Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Tindakan Sekolah o ► Maret (3)  INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI GURU PROFESIONAL.

.  • PROGRAM KERJA PENGAWAS SEKOLAH 2011/2012 KAB....PEKAL.  Mata Anggaran Belanja Setiap kali dalam ... Didukung oleh Blogger. pemeriksaan dari inspektorat ► 2010 (10) o ► Oktober (3)  Menakar PELAKSANAAN KEGIATAN KKG program BERMUTU d.  K3S Kedungwuni  ICT KPPS KI HADJAR DEWANTARA o ► Agustus (3)  UNDANGAN KKPS KI HADJAR DEWANTARA  RENUNGAN KALBU DIHARI NAN MERDEKA DIRGAHAYU BANGSA.  artikel lanjutan RAPBS o ► September (4)  Petunjuk Teknis Penyusunan RAPBS  <!--[if gte mso 9]> Normal 0 f.. ..  Wara-wara buat warga kkg lama Mengenai Saya totokjp Lihat profil lengkapku Template Picture Window...