ANALISIS PENGARUH TINGKAT KESUKSESAN PRODUK BARU DALAM MENINGKATKAN KINERJA OUTLET PADA PT.

TELKOMSEL WILAYAH KOTA SEMARANG

TESIS
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pascasarjana pada program Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Diponegoro

Oleh : I PUTU GDE SOSIANTARA NIM. C4A004158

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2007

PENGESAHAN TESIS

Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa tesis berjudul :

ANALISIS PENGARUH TINGKAT KESUKSESAN PRODUK BARU DALAM MENINGKATKAN KINERJA OUTLET PADA PT. TELKOMSEL WILAYAH KOTA SEMARANG

Yang disusun oleh I Putu Gde Sosiantara , NIM. C4A004158 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 15 Desember 2007 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima

Pembimbing Utama

Pembimbing Anggota

Drs J. Sugiarto PH, SU

Dr. Dwisetia Poerwono, MSc

Semarang, 18 Desember 2007 Universitas Diponogoro Program Studi Magister Managemen Ketua Program

Prof. Dr. Suyudi Mangunwihardjo

Tesis ini di persembahkan buat anak saya yang tersayang, isteri saya yang tercinta dan ibu dan bapak saya yang paling saya hormati , terimakasih

15 Desember 2007 ( Ir. Karya ini adalah milik saya. I Putu Gde Sosiantara. I Putu Gde Sosiantara ) . menyatakan bahwa tesis yang saya ajukan ini adalah hasil karya saya sendiri yang belum pernah disampaikan untuk mendapatkan gelar pada program magister manajemen ini ataupun pada program lainnya. Semarang.Sertifikasi Saya yang bertanda tangan di bawah ini nama . karena itu pertanggungjawabannya sepenuhnya berada dipundak saya.

It means that the new product important to managed for the business strategy with object research for telecommunication cellular outlet. Telkomsel is the one of GSM Cellular operator service Indonesia since the commercial launch of its services on May 26th 1995. outlet performance. Although at central Java area and DIY market leadership hold by Telkomsel. one of the way is concern on innovation despite follow the market trend.Various ways will be taken Telkomsel for the market leader. new product. Furthermore will be answered problem analysis for this research. Based on this fact research will be taken to analyzed successfully level effect of new product to increased outlet performance Telkomsel Semarang area. By the end of 2006. correctly new product event. End of July 2007 Telkomsel had 42. Marketing synergy. successfully level effect of new product have significance correlation to influenced outlet performance. technology leadership. caused each operator have prepared suitable strategy for the leading operator of cellular telecommunications market share. by pay attention from several factors. 2006). strategy of market competitiveness. merk. Telkomsel had 35.Abstract Straightly competitive of Cellular Telecommunication Business in Indonesia. market share decrease until 4 %. brand reputation and Consumer quality performance. Market leadership predicate had been hold until now. Telecommunication Cellular outlet. Technology synergy. but mapping of market share Cellular Telecommunication Business had decreasing trend from 2004 until 2007. coverage leadership and feature leadership unfortunately some operator offer price leadership with cheapest pricing. Keyword: characteristics product. . innovation and price of new product. promotion. Overall strategy will be prepare consist of several ways: services leadership. strategy of market competency.597 million customers and which based on data industry statistical review Telkomsel had 56% of customers Market share Cellular (Telkomsel Directors Reporting to Commissioner.79 million customers in Indonesia ( 54 % market share). merk. In this research. merk and successfully effect will be verified had positive correlation level of significance with outlet performance object research. With Market share until 56 % it mean that Telkomsel is the leading of operator cellular telecommunications services in Indonesia.

Berbagai cara dilakukan Telkomsel untuk dapat tetap leading menguasai pangsa pasar. Jumlah pelanggan PT Telkomsel sampai dengan akhir 2006 mencapai 35. menyebabkan masing-masing operator harus menyiapkan berbagai strategi untuk dapat tetap leading memimpin pangsa pasar. (laporan direksi ke komisaris PT. merek. merek. produk baru. Pada akhir bulan Juli 2007 Telkomsel berhasil mendapatkan pelanggan sebanyak 42. dilakukanlah penelitian tentang analisa pengaruh tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet pada Telkomsel kota Semarang. Dengan penguasaan pangsa pasar mencapai lebih dari 56 % artinya Telkomsel sampai saat ini adalah pemimpin pasar Telekomunikasi selular di Indonesia. dan berdasarkan data statistik menguasai sekitar 56 % pasar selular di Indonesia. Dengan demikian rumusan masalah dalam penelitian ini telah terjawab. mutu yang dirasakan oleh konsumen. dan kesuksesan produk baru secara positip berpengaruh signifikan terhadap kinerja outlet dengan obyek penelitian pada outlet telekomunikasi selular. leading di fitur bahkan sampai menawarkan harga paling murah. Ini berarti bahwa produk baru menjadi sangat penting untuk dikelola dalam strategi bisnis dengan obyek penelitian pada outlet industri telekomunikasi selular. bahwa tingkat kesuksesan produk baru akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan pada kinerja outlet. 2006).597 juta. Walaupun di regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta predikat pemimpin pasar masih dapat dipertahankan oleh Telkomsel.dan kinerja outlet. leading di Teknologi. diantaranya melakukan inovasi secara terus menerus. strategi kompetensi pasar. leading di service.ABSTRAKSI Ketatnya persaingan bisnis dunia telekomunikasi selular di Indonesia. Dengan dasar terjadinya penurunan share market Telkomsel pada regional Jateng dan DIY. Dalam penelitian ini membuktikan bahwa strategi kompetensi pasar. Predikat sebagai pemimpin pasar itu mampu dipertahankannya hingga saat ini. PT Telkomsel adalah salah satu perusahaan telekomunikasi selular GSM di Indonesia yang telah beroperasi sejak 26 Mei 1995. sinergi pemasaran. tapi peta market share bisnis telekomunikasi selular di regional Jawa tengah dan DIY ini terus mengalami penurunan dari tahun 2004 sampai tahun 2007 sebanyak 4 %. Berbagai strategi yang disiapkan diantaranya. disamping tetap terus mengikuti trend pasar saat ini . merek. sinergi teknologi. Telkomsel. leading di caverage. promosi. Kata Kunci : karakteristik produk. dengan memperhatikan faktor-faktor.79 juta di seluruh Indonesia (54 % pangsa pasar). dan harga produk baru. tepat waktu dalam mengeluarkan produk baru. inovasi. reputasi merek. .

Prof. Judul yang saya pilih adalah ANALISA PENGARUH TINGKAT KESUKSESAN PRODUK BARU DALAM MENINGKATKAN KINERJA OUTLET PADA WILAYAH KOTA SEMARANG. bantuan dan doa dari berbagai pihak. untuk itu dalam kesempatan ini saya ingin sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. saya harapkan dapat memberikan sumbangan ilmu manajemen. Drs J. SU. Tesis yang saya selesaikan ini mengambil topik mengenai analisa pengaruh tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet perusahaan telekomunikasi selular. dengan mengambil obyek penelitian pada PT.KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. selaku dosen pembimbing utama yang telah memberikan bimbingannya secara jelas dan terarah sehingga sangat membantu mempercepat penyelesaian tesis ini. Suyudi Mangunwihardjo. Dengan selesainya penyusunan tesis ini. Penelitian yang saya ajukan ini merupaka salah satu syarat guna mencapai gelar sarjana strata 2 (S-2) dalam Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponogoro Semarang. Telkomsel area kota Semarang. 2. karena atas limpahan ridho dan kasihnya maka saya dapat menyelesaikan tesis ini dengan baik. khususnya bagi manajemen pemasaran. Dr. . Saya menyadari bahwa selesainya tesis ini juga atas bimbingan. selaku Direktur Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponogoro Semarang. Sugiarto PH.

5. keuletan. Ibu saya dan almarhum bapak saya yang sangat saya hormati. Ni Putu Aniek Mahayani yang telah rela waktunya saya pakai untuk kuliah S2. yang telah memberikan masukan dan arahan dalam pembuatan dan penyelesaian tesis ini. untuk itu saya mengharapkan adanya saran yang membangun demi pengembangan dan pengetahuan. MSc. kesopanan dan segala hal yang saya butuhkan untuk dapat bertahan hidup di dunia ini. Anak saya yang tersayang Ni Putu Ratih Cahaya Dewi. Rekan-rekan para responden dan pemilik outlet yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu per-satu. cintai dan kagumi yang selalu mengajarkan kepada saya kedisiplinan. I Putu Gde Sosiantara) . selaku dosen pembimbing kedua yang telah memberikan bimbingan dan arahan serta berkenan membagikan ilmunya dalam mempercepat penyelesaiannya tesis ini. 4. 8. 7. Dr. Dwisetia Poerwono. (Ir. 6. 15 Desember 2007 Penulis.3. Semarang. dan isteri saya yang tercinta dr. Saya menyadari bahwa tesis ini masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan. Para dosen Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponogoro Semarang. Manager Graphari Telkomsel Semarang dan staff yang telah memberikan waktu luangnya untuk membantu memberikan rekomendasi outlet yang akan di survey.

.....Gambaran Umum Perkembangan Produk Baru Telkomsel ......................1.............................10 1...................... Pembatasan Penelitian .........................................3................3................................................................................................................................. Tujuan Penelitian ....................................................ii Halaman Persembahan ..........1............... Ruang Lingkup Penelitian ...................................................................................................2 1................................3................. i Halaman Pengesahan .v Abstaksi ................................................xiii Daftar Gambar .................................................1........................................................................iv Abstract ..........5...................................................................................... 10 1.............................DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul ...........................................................................vii Daftar Tabel ........ 10 1.......................4...................2.............................iii Surat Pernyataan Keaslian Tesis ........................................................................................................................................... 2 1..... Perumusan Masalah ......1.............................................7 1................... Sistimatika Bab I ……………………………………………………………1 1.................................................... Kegunaan Penelitian ....vi Kata Pengantar .........................................................11 1................ Tujuan dan Kegunaan Penelitian ............................................Gambaran Umum Telkomsel Regional Semarang ..1................................................................................................. Latar Belakang ...........2..........2.. 8 1..............xiv BAB I PENDAHULUAN 1.......................................11 ...................................................

.................12 2........................ Gambaran Umum Obyek Penelitian ………………………………………62 4........................... Karakteristik Produk.................38 2.................. 43 3...............................BAB II TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN MODEL 2....16 2........3................3..... ..........1...7.................................. K inerja Outlet .................... Penelitian Terdahulu ………………………………………………....................28 2................................................4................…………..............................13 2........…........ Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesuksesan Produk Baru....6.............1...................................... 44 3.............................5.......................2.............31 2............. Jenis Penelitian .............. Strategi Kompetitif Pasar...1......................... Teknik Analisis Data ...........62 ...........1. Populasi dan Sampel . Pengembangan Model Kerangka Pemikiran Penelitian .............................................4........... Profil Telkomsel grhaPARI Semarang ……………………………….................…….............. Kepercayaan Pada Merek ..........2..40 BAB III METODE PENELITIAN 3.................... Merek ...........4.................1...........................5........................ Sistimatika Bab II............. 45 3..................…………………................................................... Metode Pengumpulan Data ........................28 2.1.. 47 BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4....................................……….......................... Jenis dan Sumber Data ...22 2............ 43 3.

....69 4.............69 4... Proses Analisa Data dan Pengujian Model Penelitian ……………………...........................................87 4.1.....2............................................... Pengujian Hipotesis 2 ......................89 4.........................................1.......1............................92 BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKSANAAN 5..........2..102 DAFTAR PUSTAKA ................ Implikasi ...................................................... Analisa Faktor Konfirmatori .......... Pengujian Hipotesis 4 ...............93 5....................... Pengujian Hipotesis 1 .... Kesimpulan atas Masalah Penelitian .................................................2......................................3...................3..................101 5................2.........2....................................2..........1...................108 ...................3................................90 4................4............. Pengujian Hipotesis 3 .. Implikasi Teoritis ...................................................4.64 4............................1............................2..................79 4........................3...2........................................3. Keterbatasan Penelitian ............. Profil Obyek Penelitian ………………………………………………...............................................4....90 4............................98 5................................................3............103 Surat Permohonan Pengisian Kuisioner Penelitian Tesis ........................ Agenda Penelitian Mendatang ..94 5..91 4.............................................. Analisa Asumsi SEM .....2....2.......................................... Implikasi Manajerial ......................3.94 5.. Uji Reliabilitas dan Variance Extracted ...2.......................3............... Pengujian Hipotesis .............

...............................................160 .................Daftar Pertanyaan Penelitian .............................................................................................................................................................................................115 Daftar Riwayat Hidup ......................109 LAMPIRAN ....

..2......DAFTAR TABEL Tabel 1................ Tingkat Pengembalian Pengisian Kuisioner …………………….......5...2.............2......67 Tabel 4...... Goodness of Index …………………………………………………..66 Tabel 4.........1.1......…57 Tabel 4............................... Standarisasi Regression Weights Confirmatory Factor Analysis Konstruk Eksogen ………………………………………………….4.8........ Jenis Kelamin Responden ……………………………………………....……..11...3.. Customer Base Nasional dan Regional Jateng & DIY.10........................1........9....................................…63 Tabel 4.....6.38 Tabel 2...51 Tabel 3.........3.. Penyebaran Wilayah Bagian Responden Penelitian …………………..........67 Tabel 4......68 Tabel 4...........6 Tabel 2.69 Tabel 4..........22 Tabel 3. Tabel Variabel dan Indikator Obyek Penelitian .... Tingkat Pendidikan Responden Penelitian …………………………...... Presentase Sample Penyebaran Outlet di Wilayah Kota Semarang Yang Menjadi Obyek Penelitian ……………………………………..................7......... Model Persamaan Struktural ................. Ringkasan Penelitian Terdahulu .......65 Tabel 4...72 Tabel 4.... Distribusi Waktu / Lama Responden Menjadi Distributor Produk Telkomsel ........66 Tabel 4.............Hasil Pengujian Kelayakan Model Confirmatori Factor Analysis-2 .... Wilayah Kerja GraPHARI Telkomsel …………………………….......................74 .....…...71 Tabel 4.. Model Pengukuran ..1...50 Tabel 3......... Hasil Pengujian kelayakan Model Confirmatory Factor Analysis-1 ….... Distribusi Usia Responden ………………………………………..................

..... Uji Hipotesis ………………………………………………………..Tabel 4.....19.....Standarisasi Regression Weights Confirmatory Factor Analysis Konstruk Endogen …………………………………………………..75 Tabel 4. Hasil Pengujian Kelayakan Model Confirmatory Factor Analysis …77 Tabel 4...16........ Standardized Residual Covarian ……………………………………86 Tabel 4...........95 .18...........80 Tabel 4.81 Tabel 4.17.89 Tabel 5.............1......Uji Normalisasi Data ……………………………………………….13...15..12..14. Implikasi Teoritis …………………………………………………...Uji Univariate Outliers . 88 Tabel 4. Observations Farthest from the centroid (Mahalanobis distance) ….....82 Tabel 4....20. Variance Extracted dan Construct Reliability …………………… ..Standarisasi Regression Weights ……………………………………78 Tabel 4.

....................................7..... Sistimatika Bab IV ............................49 Gambar 4.......................................I .......73 Gambar 4.42 Gambar 3..............................76 Gambar 5.. Sistimatika Bab V ......................................35 Gambar 2.............. Pengembangan Model Kerangka Pemikiran Penelitian .......................... Analisis Faktor Konfirmatori Konstruk Eksogen ....... Sistimatikan Bab.40 Gambar 3... Indikator dari Dimensi Variabel Kinerja Outlet ............... Diagram Alur Penelitian ......................................2..................1.........II ............2...1 Gambar 2...........26 Gambar 2.70 Gambar 4.....61 Gambar 4.................. Indikator dari Dimensi Variabel Brand Merek ....................1............1.13 Gambar 2............... Sistimatika Bab......DAFTAR GAMBAR Gambar 1.......1................1.......1.......................3...................1.............12 Gambar 2........................................................ Indikator dari Dimensi Variabel Strategi Kompetensi Pasar .... Hasil Analisis Structural Equation Model (SEM) .5........................... Indikator dari Dimensi Variabel Karakteristik Produk ..............93 .... Analisa Faktor Konfirmatori Konstruk Endogen ........4. Sistimatika Bab III..................28 Gambar 2.... Indikator dari Dimensi Variabel Tingkat Kesuksesan Produk Baru....3....22 Gambar 2........................6...............

Semarang Perumusan Masalah Masalah Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Ruang Lingkup Penelitian Pembatasan Penelitian Pertanyaan Penelitian . masalah penelitian. Sistimatika Bab I Latar Belakang (Gambaran Umum Telkomsel) Perkembangan Produk Baru Telkomsel Telkomsel Reg. perumusan masalah. gambaran umum Telkomsel regional jateng dan DIY.BAB I PENDAHULUAN Secara rinci dalam bab I ini akan dijelaskan mengenai. pertanyaan penelitian.1. Sistimatika dari bab I dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. tujuan penelitian. manfaat penelitian. gambaran umum Telkomsel. ruang lingkup penelitian dan pembatasan penelitian. perkembangan produk baru Telkomsel.

Pangsa pasar Telkomsel di regional Jawa Tengah dan DIY mengalami penurunan dari 52% pada akhir tahun 2004 menjadi 49% di akhir tahun 2006 (laporan direksi ke komisaris 2006). Gambaran Umum Perkembangan Produk Baru Telkomsel Persaingan bisnis dunia telekomunikasi selular semakin ramai di Indonesia. Dengan begitu besarnya jumlah pelanggan Telkomsel yang tersebar merata di seluruh pelosok Indonesia maka perlu kiranya perusahaan selalu memperhatikan inovasi produknya sehingga keunggulan bersaing perusahaan dapat terjaga. M8. Indosat dengan StarOne. maka Telkomsel harus selalu berupaya . Dalam menghadapi kondisi persaingan tersebut agar posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar tidak tergantikan. Latar Belakang 1. Banyaknya operator baru telekomunikasi selular yang bermunculan akhir-akhir ini mengakibatnya semakin ketatnya persaingan didalam merebut pangsa pasar. munculnya operator selular lain yang berbasis teknologi CDMA. mengakibatkan semakin ketatnya persaingan antar operator selular GSM maupun CDMA pada akhir tahun 2007. (laporan direksi ke komisaris PT. operator selular Satelindo melakukan merger dengan operator selular IM3 dengan bendera PT.1. Persaingan antar operator selular semakin ketat.597 juta. Jumlah pelanggan PT Telkomsel sampai dengan akhir 2006 mencapai 35. PT Telkomsel adalah salah satu perusahaan telekomunikasi selular GSM di Indonesia yang telah beroperasi sejak 26 Mei 1995.1.1. Selain itu. dan berdasarkan data statistik menguasai sekitar 56 % pasar selular di Indonesia. 2006). seperti Telkom Flexi. Telkomsel.1. Indosat. terlebih lagi sejak akhir tahun 2004.

untuk pertama kali Telkomsel menjadi pelopor dalam memperkenalkan produk kartu prabayar isi ulang. apalagi pada tahun 1997 krisis ekonomi melanda Indonesia dan berdampak bagi masyarakat tak terkecuali pengguna layanan telekomunikasi selular. Telkomsel dari sejak awal berdiri hingga sekarang selalu menunjukkan diri sebagai pelopor dalam segala hal. Pada 1997. tidak lagi hanya berkaitan dengan adu kecanggihan teknologi dan keunggulan produk yang mereka miliki tetapi sudah mengarah ''perang harga''. hal. Salah satunya yang perlu mendapatkan perhatian adalah efektifitas dan efisiensi produk baru. dengan peluncuran produk Simpati. seperti menciptakan pasar baru dan inovasi produk dan teknologi. PT. apalagi dalam kondisi persaingan pasar yang semakin ketat (Suara Merdeka. Dengan produk Simpati ini Telkomsel menawarkan produk yang dapat melakukan kontrol biaya. 1) Persaingan yang terjadi antar operator. tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia.meningkatkan keunggulan bersaing dibandingkan dengan kompetitor. kemampuan PT Telkomsel dalam mempertahankan pasarnya sangat baik. Sebagai pemimpin pasar. Untuk mengansisipasi persaingan pasar tersebut disamping mengandalkan kecanggihan teknologi yang dimilikinya. . Telkomsel terus mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam memberikan layanan dan fasilitas (content) yang ditawarkan dari setiap produk yang dijualnya sehingga tetap bisa memimpin pasar selular. 14 juni 2004.

yaitu di kota-kota provinsi dan kabupaten. ia telah mampu menjaring 26. Telkomsel sudah melakukan terobosan dengan menggunakan strategi ''obat nyamuk'' untuk menggebrak pasar seluler di Indonesia yang oleh kompetitornya lebih banyak mengincar pasar di kota-kota besar. jauh melebihi para pesaingnya. kemudian dapat digunakan di seluruh wilayah Indonesia. khususnya ibu kota Jakarta. Strategi yang diterapkan Telkomsel itu terbukti dapat menjaring pelanggan dengan cepat. Telkomsel memposisikan kembali produk kartu prabayarnya dengan nama Simpati Nusantara seiring dengan perkembangan fasilitas pelayanannya dari semula hanya bisa digunakan di area registrasinya (satu zona area).000 dengan pangsa pasar 46%. Kemudian pada .000 pelanggan (pangsa pasar 37%).000 pelanggan dengan pangsa pasar 12%. Tidak cukup puas dengan jumlah pelanggan yang diraihnya. Inovasi yang dilakukan itu ternyata membuat Telkomsel makin berkembang. Pada waktu yang bersamaan.Pada tahun 1995 awal kelahirannya. dan tidak mengherankan apabila pada 1998 secara nasional pelanggan Telkomsel naik hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Telkomsel lebih banyak bergerilya di daerah pinggiran. Tahun kedua (1996) meningkat menjadi 189. Hanya dalam setahun. Dengan strategi ”obat nyamuk tersebut”. yaitu 491.000 (pangsa pasar 32%). dan tahun ketiga (1997) melonjak hingga 393. pada 1999 perusahaan tersebut kembali membuat terobosan dengan mengimplementasikan teknologi billing and customer care (bianca) untuk menggantikan teknologi billing yang lama. Setelah mencanangkan diri sebagai operator kelas dunia. Telkomsel pada 1998 mencanangkan diri sebagai world class operator (operator kelas dunia) sebagai tolok ukur standar pelayanan.

Pangsa pasarnya itu mampu dipertahankannya hingga tahun 2000.2000.79 juta di seluruh Indonesia (54 % pangsa pasar). Pada akhir .252 juta pelanggan). Pada akhir bulan Juli 2007 Telkomsel berhasil mendapatkan pelanggan sebanyak 42.5 G dengan meluncurkan layanan berbasis GPRS. Memasuki 2001. Telkomsel mempelopori layanan mobile banking di Indonesia yang memungkinkan pelanggannya bertransaksi perbankan melalui handphone. Gebrakan terakhir saat memasuki 2004 adalah memelopori pelayanan generasi ketiga (3G) dengan mengimplementasikan teknologi enhanced data rate GSM evolution (EDGE). yang berarti menjadikan perusahaan tersebut sebagai pemimpin pasar di bisnis seluler nasional. kecepatan pengiriman data yang ditawarkan Telkomsel meningkat hingga 150 kilo bite per second (KBPS) dan maksimum 478. Walaupun di regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta predikat pemimpin pasar masih dapat dipertahankan oleh Telkomsel. Satu tahun kemudian Telkomsel menyatakan diri sebagai operator pertama yang memberikan layanan dualband. Dengan teknologi 3G tersebut.5 atau dikenal dengan 2.800 sekaligus. Predikat sebagai pemimpin pasar itu mampu dipertahankannya hingga saat ini. tapi peta market share bisnis telekomunikasi selular di regional Jawa tengah dan DIY ini terus mengalami penurunan dari tahun 2004 sampai tahun 2007.3 KBPS. pada 2002 Telkomsel mengimplementasikan teknologi generasi 2. Tak ketinggalan dengan pesaingnya. Telkomsel mendongkrak pangsa pasarnya hingga 50% (3. yaitu pelayanan GSM 900 dan 1.

000 24.291.597. Telkomsel. Simpati Hoki. Telkomsel. Tabel 1. seperti Halo Bebas.538.606. Customer Base Nasional dan Regional Jateng & DIY Customer Base Nasional No 1 2 3 4 5 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Subscriber 9.161 pelanggan (dengan market share 52%).589. pada akhir tahun 2005 jumlah pelanggan Telkomsel 2.579.000 16.000 35.784 3. 2006 Dari sisi produk dan penjualan.161 2. dan terakhir Kartu As. Halo Bebas merupakan terobosan produk kartu Halo yang memberikan . Secara tabel dapat kita lihat sbb.000 1.360. 640 pelanggan (dengan market share 49 %). pada akhir tahun 2006 jumlah pelanggan Telkomsel 3.606.792.579.538.349 Market Share 51% 54% 52% 56% 54% Customer Base Regional Jateng & DIY No 1 2 3 4 5 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Subscriber 958.tahun 2004 jumlah pelanggan Telkomsel di regional Jateng dan DIY adalah sebanyak 1.784 pelanggan (dengan market share 50%).625 Market Share 51% 52% 50% 49% 48% Sumber : Kiskenda. Telkomsel telah membuat berbagai terobosan baru dengan meluncurkan produk-produk baru. dan pada akhir bulan Juli 2007 jumlah pelanggan 4.000 42.269.625 pelanggan (dengan market share 48%). Direktur Utama PT.1.640 4.360. Laporan Direksi ke Komisaris Perusahaan PT.

Telkomsel telah meluncurkan Simpati Hoki dan Kartu As.711. dan Halo Bebas Abonemen. Adapun Kartu As. Solo.000. Ada tiga pilihan yang ditawarkan. Yogyakarta dan Purwokerto.360. distributor ataupun outlet yang tersebar merata sampai ke pinggiran kota. yaitu Rp 25. yaitu Halo Bebas Roaming. perdana Simpati yang memberikan nomor dan kartu secara cuma-cuma karena harga paket perdana dengan isi pulsanya sama. Selain itu Telkomsel juga bekerja sama dengan dealer.24 % atau 1.peluang bagi pelanggannya untuk memilih layanan yang paling pas bagi dirinya. Halo Bebas 140 SMS.625 pelanggan.Dengan berbagai produk barunya itu. juga memberikan bonus pulsa Rp 10.1.109 pelanggan merupakan pelanggan yang harus dilayani oleh graPARI Semarang meliputi wilayah kerja Semarang kota. Berdasarkan data yang diperoleh dari manager graPARI Telkomsel Area Semarang. yakni mendirikan geraiHALO sebagai representasi penjualan dan pelayanan Telkomsel pada tingkat Kota atau Kabupaten. Simpati Hoki selain memberikan program berhadiah jalan-jalan ke luar negeri. tidak berlebihan jika Telkomsel sampai saat ini masih tetap dapat memimpin pasar selular Indonesia. Kemudian untuk pelanggan Simpati. Sedangkan untuk pelaksanaan program layanan pada pelanggan dilakukan melalui graPARI di Semarang. 1.2. . Sebanyak 39.000. jumlah pelanggan di Jateng dan DIY sampai dengan bulan Juli 2007 mencapai 4. Gambaran Umum Telkomsel Regional Semarang Saluran distribusi Telkomsel Regional Jateng dan DIY untuk penjualan dilakukan melalui dealer.

Dari penomena bisnis telekomunikasi selular di atas dapat kita lihat adanya pengaruh yang cukup besar terhadap penguasaan pangsa pasar apabila inovasi dan fiturfitur dari produk telekomunikasi selular selalu dapat diperbaharui sesuai dengan trend masyarakat saat itu. Blora.59 % atau 1.Kabupaten Semarang. seharusnya semua sumber daya pembentuk keunggulan bersaing perusahaan sudah teridentifikasi untuk kemudian dimaksimalkan memenangkan persaingan. ungaran. Tetapi yang terjadi adalah pangsa pasar Telkomsel Regional Jateng & DIY turun 4% dari 52 % pada akhir tahun 2004 menjadi 48% pada Juli tahun 2007. Salatiga.618. Dengan kinerja inovasi produk-produk baru yang lebih inovatif sesuai dengan harapan pelanggan.213. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlangsung lebih lama sehingga diperlukan identifikasi ulang segenap sumber . Melihat volume pelanggan pra-bayar yang sangat dominan.2.635 pelanggan). Kendal.903 pelanggan dan Kartu As sebanyak 404. pihak Telkomsel selain terus meningkatkan pelanggan pasca-bayar juga harus memperhatikan inovasi produk-produk baru yang lebih inovatif pada kartu pra bayar dan pasca bayar. Jepara.Perumusan Masalah Sebagai salah satu perusahaan operator selular yang telah beroperasi 12 tahun di Indonesia. 1. dan Rembang. Kudus. diharapkan pelanggan Telkomsel dapat lebih loyal sehingga akan terjadi peningkatan penjualan produk Telkomsel. Pati. sehingga sesuai dengan harapan pelanggan.538 pelanggan yang ada di Wilayah graPARI Semarang merupakan pelanggan produk pra-bayar (kartu Simpati sebanyak 1. Demak. Sebanyak 94.

bukan outlet. karakteristik strategi perusahaan. Oleh karena itu perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh hubungan kinerja karakteristik produk. Penelitian yang dilakukan oleh David H. Untuk tujuan penelitian ini karakteristik pengembangan produk diganti dengan Brand Name dari produk. dan brand name dengan tingkat kesuksesan produk baru dan bagaimana pengaruh hubungan tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet. Szymanski. karena disesuaikan dengan tujuan dari penelitian. mengenai produk baru dengan Why Some New Products are more successful Than Others (Journal of Marketing Research. memperkuat hubungan kausal secara berurutan antara kesuksesan produk baru dengan karakteristik produk. .Juga dalam penelitian ini karakteristik pengembangan produk tidak disebutkan dalam penelitian karena yang melakukan pengembangan produk adalah Telkomsel.daya yang dapat membentuk keunggulan bersaing. terutama berkaitan dengan inovasi produk baru. Hal ini penting untuk melihat perilaku konsumen membeli barang dan jasa. strategi kompetensi pasar. Agustus 2001). karena nama besar perusahaan atau manfaat atau fungsi dari produk tersebut. Henard dan David M. dan karakteristik pengembangan produk. Dalam penelitian ini karakteristik strategi tidak disebutkan dan diganti dengan strategi kompetensi perusahaan.

3.Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1.3. .2. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet dan kinerja bersaing yang berkelanjutan dengan tujuan sebagai berikut: • Menganalisis pengaruh karakteristik produk terhadap tingkat kesuksesan produk baru • Menganalisis pengaruh strategi kompetensi pasar terhadap tingkat kesuksesan produk baru • Menganalisis pengaruh merek terhadap tingkat kesuksesan produk baru • Menganalisis pengaruh karakteristik strategi perusahaan terhadap tingkat kesuksesan produk baru • Menganalisis pengaruh tingkat kesuksesan produk baru terhadap kinerja outlet 1. 2. inovatif dan sesuai harapan pelanggan.1.1.3. Mendapatkan masukan secara langsung dari para outlet sebagai responden mengenai harapan dalam mengeluarkan produk-produk layanan baru kebutuhan outlet sehingga menjadi lebih efektif. Memberikan implikasi manajerial bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja inovasi produk baru sebagai upaya untuk menciptakan keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Kegunaan Penelitian Manfaat atau kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1.

3. Sebagai tambahan referensi untuk mengembangkan pengetahuan mengenai besarnya pengaruh tingkat kesuksesan produk baru pada kinerja outlet dalam

mempertahankan keunggulan bersaing dalam pasar global.

1.4. Ruang Lingkup Penelitian

Karena dalam penelitian ini yang dipelajari adalah analisa pengaruh tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet khususnya di perusahaan PT. Telkomsel, maka ruang lingkup dalam penelitian ini adalah pemaparan dengan hasil penelitian seberapa jauh dampak produk-produk baru Telkomsel terhadap peningkatan kinerja outlet.

1.5. Pembatasan Penelitian

Dalam penelitian ini pembahasan akan dibatasi pada sejauh mana dampak pengaruh produk-produk baru di dunia telekomunikasi selular (khususnya Telkomsel wilayah kota Semarang), dalam meningkatkan kinerja outlet.

BAB II TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN MODEL
Secara rinci dalam bab II ini akan dijelaskan telaah pustaka mengenai kinerja outlet, tingkat kesuksesan produk baru, karakteristik produk, strategi kompetitif pasar, dan merek. Sistimatika dari bab II dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2.1 Sistimatika Bab. II Kinerja Outlet
1. Efektifitas Pemasaran 2. Pertumbuhan Laba 3. Pertumbuhan Aset

Tingkat Kesuksesan Produk Baru
1. Promosi 2. Inovasi 3. Harga Produk Baru

Karakteristik Produk

Strategi Kompetitif Pasar
1. Fokus Pelanggan 2. Fokus Pesaing 3. Koordinasi Pemasaran

Merek

1. Keunggulan Produk 2. Produk Sesuai dengan Kebutuhan Pembeli 3. Produk mengikuti perkembangan teknologi

1. Reputasi Merek 2. Mutu Yang Dirasakan 3. Pengenalan Merek

2.1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan Produk Baru Inovasi produk semakin bertambah dihargai sebagai komponen kunci sukses berkelanjutan dalam operasi bisnis. David H. Henard and David M. Szymanski (Agustus 2001), dalam penelitiannya mengatakan; keunggulan produk, potensial pasar, pemenuhan kebutuhan pelanggan, prapengembangan kecakapan tugas, dan pemakaian sumber daya, pada umumnya merupakan sebagian besar yang memberikan dampak signifikan pada performa produk baru. Dimensi kinerja ’’Tingkat Kesuksesan Produk Baru’’ diukur dari 3 indikator yaitu; promosi, inovasi, dan harga produk baru. Hubungan dimensi dan indikatornya dapat digambarkan dalam gambar dibawah ini :

Gambar 2.1 Indikator dari Dimensi Variabel Tingkat Kesuksesan Produk Baru

X10 Tingkat Kesuksesan Produk Baru

X11 X12
X10: Promosi (2001), X11 : Inovasi

X12 : Harga produk baru

Sumber : Kopalle dan Lehmann ( 1995, p.238), Sethi, (2001;p.75), Henard dan Szymmanski,

Menurut Sridar Samu (1999;p.60) ciri atau karakteristik tentang produk baru yang dijual di pasar akan menentukan tingkat kesuksesan produk tersebut. Keputusan konsumen untuk membeli kembali produk tersebut merupakan bentuk kesuksesan produk

ciri dan karakteristik produk tersebut merupakan suatu hal yang penting yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kinerja pemasaran. p. oleh karena itu dimensi minat pembelian adalah besarnya minat atau seberapa besar kemungkinan terjadinya pembelian (Mittal. Dengan demikian menurut Pelham (1997. Sukses tidaknya suatu produk dengan salah satu indikasinya yaitu minat beli konsumen (seberapa besar minat seseorang untuk membeli suatu produk).58) diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemasaran seperti : a. p. Bila manfaat yang dirasakan lebih besar dari pada pengorbanan untuk mendapatkannya maka dorongan konsumen untuk membeli produk tersebut akan semakin tinggi dan berpengaruh pula untuk kembali membeli produk tersebut di waktu lain (Sridar Samu. Kemampulabaan / pertumbuhan laba (Profitability) . Nilai merupakan perbandingan antara kualitas dan keunggulan produk terhadap pengorbanan dalam memperoleh suatu produk atau layanan.baru.p. Komponen. 1999. Menurut Dodds (1991. Pertumbuhan aset/porsi (Growth/Share) c. Dapat dikatakan minat ini akan melahirkan frekuensi pembelian atau pembelian ulang.50). Efektivitas perusahaan (firm Effectiveness) b.60). 1999.p. Dengan menekankan pada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesuksesan produk baru maka peluang pasar yang ada seharusnya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebaik mungkin sehingga dapat meningkatkan kinerja pemasaran .11) minat membeli dipengaruhi oleh nilai dari produk yang dievaluasi.

maka diharapkan produk tersebut sukses sehingga dapat meningkatkan kinerja pemasaran. Hal ini bila dibandingkan dengan produk lainnya menjadi salah satu faktor yang menentukan sukses tidaknya produk tersebut. Keinginan pelanggan tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan dari konsumen pada produk yang ditawarkan (Ferrel. p. dan penuh daya tarik.244). Selain itu diperlukan pengelolaan pengetahuan konsumen guna menangkap keinginan . . p. kematangan atau penurunan. p.238). 1997.Perusahaan juga harus selalu memperhatikan dan mempertimbangkan program promosi agar produk baru yang dikeluarkan dapat diterima oleh pasar. 1995. 1996. 95-100).90). Dilain pihak perusahaan juga harus mampu mengantisipasi siklus hidup produk (product life cycle). Dengan demikian perusahan dapat mempertahankan keunggulan produk atau standar yang lebih baik dengan fitur yang unik (Bergreen. Konsep ini merupakan suatu pemahaman tentang tahapan –tahapan yang berbeda dari setiap produk dan dengan mengetahui tahap dimana suatu produk berada. Li dan Calantone (1998. Hamel & Prahalad. p. p. 2001. Perusahaan dalam memasarkan produknya juga tergantung pada keinginan pelanggan (Sashittal. p. 1994. dan megintegrasikan pengetahuan konsumen (Sinkula. pertumbuhan. 82).p. 2000. guna mempertahankan keunggulan produknya dalam dinamika bersaing suatu produk (Cravens. dengan promosi yang intensif.13) mengatakan bahwa kesuksesan produk baru antara lain terkait dengan keunikan dan kekinian produk merupakan suatu keunggulan dari produk-produk lain. Selain itu dapat pula dikatakan bahwa pengelolaan pengetahuan konsumen dapat dijadikan salah satu faktor yang menentukan perusahaan guna meningkatkan kesuksesan produk baru.35). jangkauan yang luas. apakah produk sedang berada dalam posisi pengenalan. Menurut Kopalle dan Lehmann (Kopalle. menginterprestasikan.

p. 47 – 54) yang menelaah tentang keunggulan produk baru yang kompetitif menyatakan tentang perlunya penelitian lebih lanjut tentang strategi produk yang meningkatkan kinerja pemasaran. Promosi yang dilakukan perusahaan akan menciptakan suatu penilaian tersendiri dalam pikiran konsumen. 1996. Kemudian dalam penelitian yang dilakukan Delene (1997.p. 64-76) bahwa untuk mengetahui kesuksesan produk baru dapat dilihat dari kinerja pemasaran. Daya tarik yang cukup efektif misalnya dengan pemberian hadiah langsung seperti bonus dan discount (potongan harga) (Cavusgil. Promosi adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diukur untuk merangsang pembelian produk dengan daya tarik. p. p.(Cooper. Sementara itu dalam penelitian yang dilakukan Song dan Parry (1997. jangkauan serta frekuensi promosi (Sethi. 18-29). 2001. p. 1993. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Cooper dab Kleinschmidt (1996. . Hal ini juga berkaitan dengan daya tarik program promosi yang digunakan untuk mempengaruhi konsumen dalam pembelian. p.75). 19) dalam jurnalnya berjudul: Winning Bussiness and Product Development : The Critical Success Factor pada bagian akhir jurnal penelitiannya menyatakan beberapa hal mengenai agenda penelitian yang penting untuk dilakukan . p. Dimana penelitian yang perlu dilakukan adalah untuk meneliti tentang kinerja pemasaran produk dan faktorfaktor yang mempengaruhinya (Cooper. sehingga penilaian konsumen terhadap promosi produk secara langsung maupun tidak langsung akan menciptakan image terhadap suatu produk. Program promosi seperti promosi yang mendukung pemasaran produk menghasilkan tanggapan yang lebih cepat dari pada iklan. 479-502).3). 1996.

produk superior 2. Cooper mengidentifikasi enam faktor sukses untuk menciptakan produk leadership: 1. Selain itu Kopalle dan Lehman (1995. Aksi teknologi yang berjalan baik 6. dan finansial 4. Tim cross-functional yang benar . teknikal. lalu ia melaksanakan penelitian terhadap faktor-faktor yang membedakan pemenang dari pecundang. Jangkauan promosi 3. Aksi pemasaran yang berjalan baik 5. Daya tarik konsumen 2. Memiliki respon yang kuat terhadap persaingan.Dalam penelitian Kapalle dan Lehman (1995. pasar. yang kelihatannya menjadi gagasan-gagasan yang sangat bagus. Cooper (1993) heran mengapa hal itu terjadi. serta menumbuhkan prioritas membeli konsumen dan pembelian ulang dari konsumen. dinyatakan bahwa pengaruh promosi dapat menarik minat beli konsumen. Jelas dan tajam untuk sebuah definisi produk awal 3. Differensiasi. ternyata gagal menghasilkan profit di dalam pasar. Frekuensi promosi Banyak produk baru. 283) tentang pengaruh promosi terhadap kesuksesan produk baru. p. Dalam studinya hampir 2000 produk baru dalam ratusan perusahaan di seluruh dunia dan di dalam banyak industri.283) menyimpulkan pula bahwa promosi dapat diukur melalui : 1. p.

Henard dan Szymanski (2001) dalam penelitiannya menguraikan apa yang disebut sebagai produk leadership. Dan keempat.Inovasi produk merupakan cara meningkatkan nilai sebagai sebuah komponen kunci kesuksesan sebuah operasi bisnis yang dapat membawa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dan menjadi pemimpin pasar (Henard dan Szymmanski. Dan untuk memiliki keunggulan kompetitif maka diperlukan produk-produk yang unggul pula. Pada saat awal merk memang membutuhkan konsep yang unik untuk bertahan. keunikan dan keradikalan produk. Sedangkan keinovatifan produk meliputi kebaharuan produk. keaslian. dan keinovatifan produk itu sendiri. 2001). perusahaan yang meluncurkan produk harus memperhitungkan resiko tidak diterima pasar. perusahaan harus memahami kebutuhan dan mampu mengedukasi pasar. Kedua. Kesempurnaan teknologi produk dapat ditinjau dari apakah produk memakai high-tech atau low tech. Produk juga meluas dimana produk dirasakan dapat memuaskan kebutuhan pelanggan. Ia harus menjadi yang pertama dalam katagori produknya dan memiliki nama yang . Produk leadership bertumpu pada prinsip-prinsip: pertama. Ketiga. perusahaan harus mengerahkan sumber daya manusianya untuk menggali kreasi-kreasi baru. Product leadership memiliki karakteristik : produk unggul. produk dengan teknologi yang sempurna. produk yang dapat mempertemukan kebutuhan konsumen. harga produk yang tepat. inovasi produk yang akhirnya dapat mengendalikan pasar (market driving). Produk leadership adalah satu dari trilogi konsep disciplines of market leader yang dipopulerkan Treacy dan Wiersema (1995). Harga produk juga dirasakan pelanggan sesuai dengan value yang dimiliki produk. Produk unggul merupakan produk yang superior dan memiliki differensiasi di atas produk yang ditawarkan kompetitor.

mengirimkan. Tetapi dalam jangka panjang konsep unik akan dilupakan pelanggan. dan mengembangkan material. Hampir semua mesin fotocopy memiliki kualitas yang sebanding dalam hal hasil fotocopy-an. bagian atau komponen yang dibutuhkan dalam produk-produk barunya dan kemampuan proses baru apapun yang dibutuhkan untuk menghasilkan. Studi yang dilakukan oleh Gardner dkk (Brucks. dan harga produk. apalagi jika ada dua atau tiga merk dalam katagori yang sama. maka yang tinggal hanyalah perbedaan nama merk suatu perusahaan dengan pesaingnya. Dimensi kinerja karakteristik produk diukur dari 3 indikator yaitu. dan mendukung produk-produk barunya. 2000) menemukan bahwa konsumen ingin mengetahui nama merk lebih sering daripada informasi lain dari suatu produk ketika menilai mutu suatu produk. produk sesuai dengan kebutuhan pembeli. Contohnya adalah mesin fotocopy.2000) menunjukkan bahwa nama merek dapat menjadi petunjuk yang kuat dari pada harga untuk menilai kualitas keseluruhan suatu produk.2. 2. Satu-satunya yang membedakan adalah nama merk mesinnya. Mazursky dan Jacoby (Brucks.menancap di benak konsumen. Karakteristik Produk Penciptaan produk termasuk semua aktivitas yang melaluinya dalam sebuah organisasi menentukan penawaran produk baru yang akan di bawa ke pasar. Hubungan dimensi dan indikatornya dapat digambarkan dalam gambar dibawah ini : . merancang produk dan proses-proses. keunggulan produk.

2 Indikator dari Dimensi Variabel Karakteristik Produk X1 Karakteristik Produk X2 X3 X1: Keunggulan produk X2 : Produk sesuai dengan kebutuhan pembeli X3 : Produk mengikuti perkembangan teknologi Sumber : David H. dan perubahan yang dihasilkan dalam produk mungkin cukup menyeluruh. yang mana karakteristik produk dipengaruhi oleh 3 indikator yaitu. produk mengikuti perkembangan teknologi. Henard. David M Szymanski. perusahaan menghasilkan pengetahuan pasar tentang pelanggan atau pesaing. Di pasar dengan teknologi dan referensi pelanggan yang lebih stabil. 2001. untuk meningkatkan keunggulan produk barunya.364) Pada semua kasus. Munculnya .p. Dalam menciptakan suatu produk baru.p.Gambar 2. proses kreasi produk sebuah organisasi mungkin berkala. David M Szymanski.364 Di pasar produk yang dinamik. Henard. (David H. dimana pelanggan menyukai perubahan dan teknologi untuk melayani kebutuhan pelanggan berubah dengan cepat. keunggulan produk. 2001. Apapun tingkat perubahan dalam teknologi dan referensi pasar. permasalahan utama bagi para manager strategi adalah bahwa laju penciptaan produk dalam organisasi mereka harus selalu paling tidak sejalan dengan tingkat perubahan dalam selera dan teknologi yang diinginkan oleh pasar. produk sesuai dengan kebutuhan pembeli.

teori Neoklasik menjadi kurang dapat dipertahankan dan digantikan oleh teori bebasis sumber daya dari perusahaan (Berney 1991. Hamel dan Prahalad (1994) dan Sinkula (1994) mengharapkan kompetensi pengetahuan pasar sebagai inti kompetensi organisasi. Day (1994). Conner 1991. tetapi terjadi bersamaan dengan gelombang arus yang tumbuh dalam marketing yang berpusat pada topik kompetensi pengetahuan pasar. kultur organisasional. ketika digunakan mungkin menghasilkan keunggulan kompetitif. Namun seiring informasi dan pengetahuan menggantikan barang dan energi sebagai sumber daya utama produksi (Bell 1973). Walaupun pandangan sumber daya kompetensi pengetahuan pasar menunjukkan peningkatan pengembangan teori. Pengungkapan kompetensi pengetahuan sebagai sumber daya “tingkat lebih tinggi “ dan .8). tanah dan modal. Cooper (1992). Razhi (1991) mempertimbangkan kompetensi pengetahuan pasar sebagai aset strategis dari sebuah organisasi. Hunt dan Morgan 1995). p. dan ketrampilan management. Dalam penelitiannya mengenai pengetahuan pasar dan implikasi strategisnya. yang mengembangkan jenis-jenis sumber daya (dari pekerja. sumber daya yang paling penting bagi produksi adalah tenaga kerja. dan Hauser (1992) menggunakan kompetensi pengetahuan pasar untuk meningkatkan keunggulan produk baru. Dalam teori Neoklasik. dan mobil) untuk memasukkan hal yang tidak tampak (intangible) sebagai kompetensi pengetahuan pasar. Glazer. Griffin.trend dalam pengembangan produk baru ini tidak tiba-tiba ada. (Hunt dan Morgan 1995. tanah. Day 1994. definisi operasi dari konsep ini penting bagi pengujian empiris sebab istilah “sumber daya” sendiri merupakan payung yang melingkupi aset tampak dan .

fokus pesaing dan koordinasi pemasaran. sebagian penyelidikan mengenai hal-hal kunci dalam inovasi produk. fokus pelanggan.tidak tampak dan dimaksudkan untuk menyampaikan properti kompetensi pengetahuan pasar sendiri. Harga produk itupun diharapkan dapat terjangkau oleh pelanggan dan inovasi dari produk tersebut mengikuti perkembangan teknologi saat itu dan akan datang.3. Strategi Kompetitif Pasar Dimensi strategi kompetitif pasar diukur dari 3 indikator yaitu. 2. Drucker (1985) mencatat kompetitive perusahaan dalam mengembangkan produk baru pada prosesnya memakai pengetahuan mengenai pelanggan dan pesaing dan mengintegrasikan pelanggan itu dengan teknologi. Hubungan dimensi dan indikatornya dapat digambarkan dalam gambar dibawah ini : . Produk baru yang diluncurkan ke pelanggan diharapkan mempunyai keunikan dan keunggulan produk yang juga sesuai dengan keinginan pembeli. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: H1: Tingkat kesuksesan karakteristik produk mempunyai pengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru. Lebih lanjut.

21): Kholi dan Juworski (1993. Jadi sebenarnya kompetitif pasar telah mengambil peran sentral dalam diskusi masalah strategi dan managemen pemasaran (Slater dan Narver.1990. 1994). pada umumnya filosofi yang terkandung didalamnya adalah mengenai pengembangan pasar.3 Indikator dari Dimensi Variabel Strategi Kompetitif Pasar X4 Strategi Kompetitif Pasar X5 X6 X4 : Fokus Pelanggan Cantone (1998. dkk. penyebaran informasi. Dikembangkan teori yang konprehensif mengenai strategi kompetitif pasar dan konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari strategi kompetitif pasar (Kholi dan Joworski. Slater dan Nerver. Narver dan Slater. 1993).p. Strategi kompetitif pasar merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan sejalan dengan meningkatnya persaingan global dan perubahan dalam pertumbuhan pelanggan . Joworski dan Kohli.Gambar 2.p. 2000). Ruekert.. Li dan Sejak tahun 1990 ada sejumlah penelitian yang cukup signifikan mengenai kompetitif pasar. p. 1993. 1990.14) X5 : Fokus Pesaing X6 : Koordinasi Pemasaran Sumber : Nerver dan Slater (1990. 1992.468). dan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi di pasar (Jaworski. Nerver dan Slater. dkk. Meskipun terdapat perbedaan mengenai definisi yang tepat dari kompetensi pasar. 1990) serta disamping itu juga telah dikembangkan riset yang menggambarkan hubungan antara strategi kompetitif pasar dengan kinerja (Deshpande. 1994).

Perusahaan harus beradaptasi serta berinovasi secara terus menerus. berarti hasil dari proses sistimatik (lawan dari pengambilan secara random). Mempertimbangkan pentingnya kompetensi pengetahuan pasar merupakan fenomena pengembangan teori saat ini. (1998) mendefinisikan kompetensi pengetahuan . oleh karena itu harus diikuti dan ditanggapi dengan menghasilkan produk dan pelayanan berkualitas tinggi secara terus menerus untuk mengubah kebutuhan pasar menjadi strategi kompetitif pasar. dan terstruktur. 1995). Li dan Calantone.dimana perusahaan menyadari bahwa mereka harus selalu dekat dengan pasarnya. Li dan Cantone. definisi operasi dari konsep ini penting bagi pengujian empiris. sebab istilah ”sumber daya” sendiri merupakan payung yang melingkupi aset tampak dan tidak tampak dan dimaksudkan untuk menyampaikan properti kompetensi pengetahuan pasar sendiri (Li dan Calantone.(1998) mendefinisikan pengetahuan pasar sebagai informasi yang terorganisir. Walaupun pandangan sumber daya kompetensi pengetahuan pasar menunjukkan peningkatan pengembangan teori. Karena kebutuhan dan harapan pelanggan berkembang terus sepanjang waktu. namun terpisah. menunjukkan bahwa hal itu mempunyai makna yang berguna. 1998) Pengetahuan pasar dan kompetensi pengetahuan pasar adalah dua konsep yang berkaitan. Nerver dan Slater (1990) mendefinisikan strategi kompetitif pasar sebagai budaya organisasi yang paling efektif dalam menciptakan prilaku penting untuk menciptakan nilai unggul bagi pembeli serta kinerja dalam bisnis. Pengungkapan kompetensi pengetahuan pasar sebagai sumber daya ”tingkat lebih tinggi” dan ketika digunakan mungkin menghasilkan keunggulan kompetitif (Hunt dan Morgan.

Li dan Calantone (1998). 1994. 1990. karena tidak seperti mesin yang nilainya terdepresiasi oleh waktu. Li dan Calantone. Sebagai rangkaian proses. kompetensi pengetahuan pasar menunjukkan beberapa karakteristik diantaranya: (1).ketidakbisaan uintuk ditiru. (Day. 1994) mendefinisikan kompetensi pasar sebagai sekumpulan ketrampilan dan pembelajaran bersama yang komplek yang dipraktekkan melalui proses organisasional. kegunaan . Prahalad dan Hamel (1990).pasar sebagai proses yang menggerakkan dan mengintegrasikan pengetahuan pasar. sebab proses menjalankan pengetahuan pasar tertanam dalam aktivitas pemikiran organisasional dan tidak bisa langsung dilihat dari luar (Day. mengidentifikasikan proses perusahaan dalam mengembangkan produk baru pada prosesnya memakai pengetahuan mengenai pelanggan dan pesaing dan mengintegrasikan pengetahuan itu dengan teknologi. Li dan Calantone (1998). Dalam penelitian mereka mengenai kompetensi-kompetensi inti dari perusahaan. (3) tidak dapat dihilangkan. termasuk (1) ketidakbiasaan untuk ditiru. (2) Inmobolitas. mencatat bahwa kompetensi perusahaan dalam pengembangan produk baru pada prosesnya memakai pengetahuan pelanggan dan pesaing dan mengintergrasikan pengetahuan itu dengan teknologi. dan Li dan Calantone (1998)). Dalam penelitiannya mengenai organisasi yang dikendalikan pasar. sebab proses menjalankan pengetahuan pasar tertanam dalam aktivitas pemikiran organisasional dan tidak bisa langsung dilihat dari luar (Day. Sebagai serangkaian proses. karena proses ini diciptakan dalam perusahaan dan tidak dapat dibeli di pasar (Day (1994). Disini proses menunjukkan hal itu merupakan serangkaian aktivitas (pesaing). Prahalad dan Hamel. 1998). kompetensi pengetahuan pasar menunjukkan beberapa karakteristik. 1994: Prahaladdan dan Hammel 1990.

dari proses ini tidak hilang bersama penggunaannya (Prahaladdan Hamel 1990: Li dan Calantone. customer focus. Proses pengetahuan pelanggan mengacu pada set aktivitas perilaku yang menggerakkan pengetahuan pelanggan menanggung kebutuhan saat ini dan kebutuhan potensial produk baru. (3) interface marketing riset dan pengembangan. Dengan demikian orientasi pelanggan dan orientasi pesaing termasuk semua aktivitasnya dilibatkan dalam memperoleh informasi tentang pembeli dan pesaing pada pasar yang sedang dituju dan menyebarkan melalui bisnis. Sedangkan koordinasi interfungsional didasarkan pada informasi pelanggan serta pesaing dan terdiri dari usaha bisnis yang terkoordinasi. Secara tegas Kholi dan Jaworski (1993) mendefinisikan strategi kompetitif pasar ke dalam tiga jenis yaitu. Berdasarkan pernyataan Nerver dan Slater (1990) strategi kompetensi pasar sebagai setrategi kompetitif terdiri dari tiga komponen perilaku yaitu. 1998). dan koordinasi interfungsional. (2) proses pengetahuan kompetitor. coordinate marketing. orientasi pesaing. Dalam penelitian Li dan Calantone (1998). orientasi pelanggan. dan profitability. Interface marketing riset dan pengembangan mengacu pada proses dimana fungsi marketing riset dan pengembangan berkomunikasi dan bekerjasama satu dengan yang lainnya. Proses pengetahuan kompetensi melibatkan set aktivitas perilaku yang menggerakkan pengetahuan mengenai produk dan strategi pesaing. karena 3 hal tersebut sangat terkait dengan proses pengambilan keputusan organisasi berdasarkan informasi yang diperoleh dan telah mengalami proses penyatuan akan nilai- . menyarankan kompetisi pengetahuan pasar dari pengembangan produk baru terdiri dari 3 proses yaitu: (1) proses pengetahuan pelanggan. .

Day (1994). Jaworski dan Kohli (1993) menyatakan bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan berkembang terus sepanjang waktu. Kohli dan Jaworski (1990) membantu dalam pengembangan pemahaman akan konsep strategi kompetensi pasar dan perilaku-perilaku yang menerapkan konsep pemasaran. Gatignon dan Xuereb (1997) menyatakan yang termasuk dalam strategi kompetitif pasar tidak hanya konsep orientasi pelanggan tetapi juga konsep orientasi persaingan. Jaworski dan Kohli (1993) juga mendokumentasikan keterkaitan antara strategi kompetitif pasar dengan kinerja pemasaran secara keseluruhan dari perusahaan – . Sedangkan koordinasi interfungsional didasarkan pada informasi pelanggan serta pesaing yang terdiri dari usaha bisnis yang terkoordinasi. orientasi pesaing. Sementara itu Nerver dan Slater (1990) memberikan bukti empirik yang pertama mengenai keterkaitan antara strategi kompetitif pasar dengan keuntungan dalam unit bisnis strategi dari perusahaan besar.nilai prilaku yang dianut (budaya) yang dimiliki perusahaan. strategi kompetitif pasar ini seharusnya membawa pada kinerja perusahaan yang lebih tinggi. Mereka memberikan sebuah pondasi teoritis harapan bahwa. dan koordinasi interfungsional. oleh karena itu harus diikuti dan ditanggapi dengan menghasilkan produk dan pelayanan berkualitas tinggi secara terus menerus untuk mengubah kebutuhan pasar menjadi strategi kompetitif pasar. Berdasarkan pernyataan Nerver dan Slater (1990) strategi kompetitif pasar terdiri dari 3 komponen perilaku yaitu. orientasi pelanggan. Orientasi pelanggan dan orientasi pesaing termasuk semua aktivitasnya dilibatkan dalam memperoleh informasi tentang pembeli dan pesaing pada pasar yang dituju dan menyebarkannya melalui bisnis.

perusahaan besar. Nilai tambah yang brand merek beri pada produk lain secara umum ditujukan pada “brand image” (Aaker 1991). proses pengetahuan pesaing memainkan peranan signifikan dalam benchmarking diagnostik. fokus pesaing dan koordinasi pemasaran.4. Li dan Cantone (1998). 2. . Nerver dan Slater (1994) bahwa mereka menegaskan strategi kompetitif pasar merupakan bagian dari market intelegent. dimana didalamnya mengandung pemahaman akan kebutuhan dan harapan konsumen pada saat ini atau dimasa datang. Perusahaan dengan informasi yang lebih kompetitif dapat menggunakan pengetahuannya dalam beberapa cara. adalah fokus pelanggan. Merek Mengapa bisnis dan juga konsumen mau membayar sebegitu besar demi nama merek? Secara umum nama merek memberikan penambahan nilai. menginternalisasi kekuatan pesaing dengan meniru atau meniadakan kekuatan pesaing dengan keunggulan produk. Oleh karena itu hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Hipotesa 2: Strategi kompetitif pasar berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru. Indikator yang diangkat untuk mengukur konstruk inovasi produk bersumber dari penelitian Kholi Jaworsi (1993). termasuk menunjukkan kekuatan dan kelemahan pesaing. Menurut literatur informasi kompetitif (Li dan Cantone (1998)). Narver dan Slater (1994). Menurut Kholi dan Jaworski (1990).

Bloemer dan Kosper.4 Indikator dari Dimensi Variabel Merek X7 Merek X8 X9 X1 : Reputasi Merek X : Mutu Yang Dirasakan X3 : Pengenalan Merek Sumber : Creed dan Miles (1996). dan riteler hanya jika ada nilai bagi konsumen (Farguher1989. mutu yang dirasakan. . atau konsumen. Dengan kata lain. Hubungan dimensi dan indikatornya dapat digambarkan dalam gambar dibawah ini : Gambar 2. Jelasnya brand merek menambah nilai untuk masing-masing kelompok ini. Crimmins 1992). manufakturer. Dari perspektif perdagangan.Dimensi merek diukur dari 3 indikator yaitu. manufakturer. dan menurunkan resiko dalam mengalokasikan ruang. Ini membangun lalu lintas toko. dan pengenalan merek. memastikan volume konsisten. reputasi merek. Investor mempunyai motivasi finansial untuk mengekstrakkan nilai brand merek dari nilai aset lain perusahaan. Tak berarti apa-apa. adalah penting untuk memahami bagaimana nilai brand diciptakan dalam pikiran konsumen dan bagaimana itu memperkenalkan kedalam perilaku pilihan. 1995 Brand image bisa didiskusikan dari persfektif investor. riteler. ada nilai bagi investor. jika brand itu tidak bermakna bagi konsumen. Dengan demikian. brand image berkontribusi pada keseluruhan citra outlet ritel.

Sebagaimana observasi Crimmins (1992). Ukuran finansial lain (bisa diterapkan hanya saat peluncuran produk baru) didasarkan pada penggantian brand. kemauan untuk membayar harga tinggi. 1991). Simmon and Sullivan (1993) menggunakan pergerakkan harga saham untuk mencakupkan ciri dinamis brand image. . dengan teori bahwa pasar saham merefleksikan prospek masa depan brand dengan menetapkan harga perusahaan. misalnya: awareness. Teknik-teknik itu cenderung finansial. Mahajan. brand association. dan yang melibatkan perilaku konsumen misalnya: loyalitas brand. Pendekatan lain. kualitas persepsi. Dalam literatur marketing. beserta propabilitas keberhasilan ( Simon and Sullivan 1993). Rao and Srivastava (1991) menggunakan nilai potensial brand pada perusahaan pencapai sebagai indikator brand image. operasionalisasi brand image biasanya jatuh dalam dua kelompok: yaitu yang melibatkan persepsi konsumen. satu teknik menggunakan rating preferensi konsumen untuk produk merek versus produk ekuivalen yang tidak di-brand-kan (Aaker. memperlakukan brand image sebagai kepentingan brand merek. Di antara ukuran-ukuran perseptual. Sejumlah metode alternatif telah dipaparkan untuk mengukur brand image. digunakan oleh beberapa penulis. Adalah sulit untuk mengatur “nilai tambah” tanpa mengetahui nilai nyata yang brand merek imbuhkan pada suatu produk.Banyak tulisan mengenai brand image berkutat pada persoalan definisional. pengukuran akurat brand image harus mendahului manajemen ekuitas yang efektif. atau keperluan dana untuk menetapkan brand baru. karena nama suatu brand kerap merupakan indikator pokoknya (Louviere and Johnson 1988).

kekuatan. Kepercayaan pada merek Merek adalah sebuah nama. istilah.“ Pengetahuan brand didekomposisikan menjadi brand awareness (ingat dan kenal) dan brand image (gabungan kesukaan. Dia memaparkan dengan menggunakan multiplier perolehan brand yang didasarkan pada rata-rata weighted brand pada lima komponen kunci brand image (awareness. dan untuk membedakan merek dari pesaing. Ukuran ketiganya-nilai intangible-dioperasionalisasikan sebagai utilitas yang dirasa (perceived) untuk brand minus ukuran utilitas objektif. nilai yang dipercaya bukan manusianya.2). RC 7-RC8) mengamati. dan kekhasan brand association). Biel (1992. “Perilaku konsumen pada dasarnya dikendalikan oleh persepsi brand. association. simbol atau desain bermaksud untuk mendefinisikan barang atau jasa yang dijual. Ukuran keduanya-rasio dominan brand-memberikan nilai objektif kemampuan brand untuk bersaing harga. 2. loyalitas dan aset propieter seperti paten dan merek dagang). tanda. Kepercayaan pada merek. Di antara metode-metode yang lebih bersandar pada perilaku konsumen. Dari .4. Kamakura and Russel (1993) menggunakan data scanner untuk membersamakan tiga ukuran brand image. Aaker (1991) merupakan seorang dari sedikit penulis yang memadukan dimensi sikap dan perilaku dalam definisinya. menawarkan definisi perseptual berikut: “efek diferensial pengetahuan brand pada respons konsumen terhadap pemasaran brand itu.Keller (1993.1. perceived quality. Ukuran pertamanya-perceived value-ditentukan sebagai nilai brand yang tidak bisa dijelaskan dengan harga dan promosi. pp. tetapi simbol. P.

Tiga set faktor yang mempengaruhi kepercayaan pada merk sesuai dengan tiga nilai yang terdapat dalam hubungan merek konsumen. Kepercayaan pada merek akan membawa pada loyalitas merek. dan konsumen yang tertarik dengan merek. Seperti seseorang yang menentukan lebih dulu sebelum memutuskan siapa yang akan menjadi temannya. konsumen itu akan merasa cukup percaya untuk membeli merek itu. Reputasi merek mengacu pada pendapat orang-orang lain bahwa merek itu bagus dan dapat diandalkan. Merek itu sendiri. Reputasi merek dapat dibangun melalui iklan dan public relation. Setelah penggunaan. Creed dan Miles (1996) menemukan bahwa reputasi suatu pihak dapat membawa harapan positif yang berakibat pada terbangunnya saling pengertian diantara pihak-pihak yang ada. Jika konsumen menerima pendapat dari orang lain bahwa suatu merek itu bagus. maka reputasi bagus itu menguatkan kepercayaan konsumen yaitu. kesediaanya memilih . maka merek itu mempunyai reputasi bagus. jika merek itu memenuhi harapan konsumen. Sebagai akibat kepedulian yang tinggi mereka mungkin lebih sensitif . namun hal itu juga dipengaruhi oleh kualitas produk dan kinerja. konsumen akan lebih curiga.pembahasan mengenai kepercayaan pada awal tulisan ini didefinisikan kepercayan pada merek sebagai kemauan konsumen untuk mendasarkan dirinya pada merek dengan harapan bahwa merek itu akan mendatangkan hasil yang positif. perusahaan dibelakang merek. konsumen juga menetukan merek sebelum memutuskan apakah ada hubungan dengan barang atau jasa itu. Sebaliknya jika suatu merek tidak punya reputasi yang cukup bagus. Karakteristik memainkan peranan vital dalam menentukan apakah konsumen memutuskan untuk mempercayainya.

Konsumen mungkin menemukan kompetensi merek melalui penggunaan langsung atau komunikasi lisan saat meyakinkan bahwa merek dapat memecahkan problemnya. konsumen mungkin mau memilih merek itu.pada cacat yang dipunyai barang. situasi ini serupa dengan pemenuhan janji. Ketika konsumen puas dengan suatu merek setelah menggunakannya. Hal ini membuat merek tersebut lebih sulit untuk dipercayai. Kemampuan mengacu pada ketrampilan-ketrampilan dan karakteristik yang memungkinkan bagian baru punya pengaruh dalam sebuah domain (Sitkin dan Roth. Merek yang kompeten merupakan merek yang punya kemampuan untuk meyelesaikan problem konsumen dan memenuhi kebutuhannya. Karena merek itu memenuhi janjinya. 1995). Dalam pemasaran industrial. maka kepuasaan dengan suatu merek berhubungan positif terhadap kepercayaan konsumen pada merek itu . semua kemampuan yang dipertimbangkan sebagai elemen penting yang mempengaruhi kepercayaan. Butler (1991) juga mengidentifikasikan pemenuhan janji sebagai anteseden kepercayaan dalam hubungan pemasaran industrial. . Kompetensi Merek. Swan dkk (1985) menemukan bahwa tenaga penjualan industrial yang disenangi konsumen sebagai merek yang kompeten atau lebih dipercayai.1993 ). Kepuasaan Merek Kepuasan merek dapat didefinisikan sebagai hasil evaluasi subyektif bahwa alternatif merek yang dipilih memenuhi harapan (Bloemer dan Kosper. maka konsumen lebih percaya padanya.

yang tentunya akan berpengaruh positip pada kesuksesan penjualan akan produk tersebut. 2. Hubungan dimensi dan indikatornya dapat digambarkan dalam gambar dibawah ini : . maka produk lain akan menjadi alternatif. mempunyai pengaruh positip pada konsumen didalam menentukan pilihannya. Kinerja Outlet Kinerja outlet merupakan ukuran prestasi yang diperoleh dari proses aktivitas outlet secara menyeluruh dari sebuah organisasi. sehingga kepuasaan konsumen berhubungan positip dengan kepercayaan pada suatu merek. Begitu juga dengan kepuasan yang dirasakan konsumen pada suatu produk setelah menggunakannya akan menimbulkan kepercayaan.5. Berdasarkan pernyataan di atas. Dimensi kinerja outlet diukur dari 3 indikator yaitu.Brand awareness produk hanya dapat tercipta jika produk selalu tersedia dan mudah didapatkan. sementara kebutuhan makin mendesak. efektifitas pemasaran. Sebaliknya meskipun konsumen memiliki brand loyalitas namun jika produk sulit diperoleh. pertumbuhan laba. Kepercayaan konsumen pada merek akan membawa pada loyalitas merek. dengan demikian dapat dimunculkan hipotesa sebagai berikut: H3: Merek mempunyai pengaruh yang positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru. dan pertumbuhan aset. Telah dijelaskan bahwa persepsi brand dan reputasi merek.

pertumbuhan/porsi (growth share). perusahaan harus memperhatikan bagaimana memilih strategi yang tepat digunakan guna mencapai tujuan tersebut. kesuksesan dari produk baru (new product success). p. (1997. Namun untuk dapat meningkatkan kinerja pemasaran sesuai dengan yang diharapkan.Gambar 2. kualitas dari suatu produk (relative product quality). .5 Indikator dari Dimensi Variabel Kinerja Outlet X13 Kinerja Outlet X14 X15 X13: Efektifitas Pemasaran X14 : Pertumbuhan Laba X15 : Pertumbuhan Aset Sumber : Pelhan Alfred M (1997. Dengan menekankan pada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesuksesan produk baru maka peluang pasar yang ada seharusnya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebaik mungkin sehingga dapat meningkatkan kinerja pemasaran oleh outlet. p. Pelhan Alfred M. selalu mempertahankan pelanggan (customer retention). Sementara itu efektifitas outlet tersebut meliputi tiga hal yaitu.58) mengemukakan kinerja pemasaran dipengaruhi oleh tiga hal yaitu firm effectiveness. dan kemampulabaan (profitability). Dengan demikian setiap perusahaan harus mengembangkan kegiatan pemasarannya agar tujuan dan sasaran yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.58) Meningkatnya persaingan pemasaran jasa telekomunikasi selular menjadikan setiap perusahaan berusaha untuk mengembangkan dan mempertahankan posisi perusahaan dan peluang pasar agar lebih baik.

sedangkan pertumbuhan penjualan menunjukkan berapa besar kenaikan penjualan produk yang sama dibandingkan satuan waktu tertentu. tingkat pengembalian dalam investasi (return on invesment). Dan kinerja perusahaan terakhir adalah kemampulabaan yang meliputi tiga hal yaitu. Meningkatkan kemampulabaan perusahaan karena sumber daya yang ada mampu mengkoreksi kesalahan yang ada. kemampuan menangani return. hasil pengembalian atas equitas (return on equity). kenaikan penjualan (sales level) . mengolah lagi produk yang rusak. Kinerja outlet yang baik menunjukkan tingkat penjualan yang tinggi. meningkatnya jumlah penjualan yang baik dari unit produk maupun dalam satuan . Pertumbuhan pelanggan menunjukkan seberapa besar kontibusi produk yang ditangani menguasai pelanggan pada produk sejenis dibandingkan para kompetitor. -Penjualan -Pertumbuhan penjualan -Pertumbuhan pelanggan Ketiga besaran nilai di atas bermuara pada keuntungan perusahaan. target porsi pasar (market share target). Nilai penjualan menunjukkan berapa rupiah atau berapa unit produk yang terjual. pada akhirnya dapat meningkatkan reputasi perusahaan.Sedangkan pertumbuhan/porsi juga terdiri dari tiga hal meliputi. kemampuan menangani dan manajemen komplain. rata-rata pertumbuhan (growth rate). keuntungan kotor (gross margin). yaitu. Ferdinand Agusty (2000) menyatakan bahwa kinerja pemasaran yang baik dinyatakan dalam tiga besaran nilai.

moneter. Membaiknya kinerja outlet ditandai pula dengan pertumbuhan penjualan yang baik dari tahun ke tahun dan pertumbuhan yang lebih tinggi dari pesaing sejenis serta memiliki pelanggan yang luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari keterangan di atas, ada 3 faktor yang sangat mempengaruhi kinerja outlet yaitu; kualitas dari produk yang ditawarkan (dijual), kesuksesan dari produk baru, selalu mempertahankan pelanggan (customer retention) yang tentunya dilakukan melalui pelayanan terhadap pelanggan. Berdasarkan pernyataan di atas dapat dimunculkan hipotesa sebagai berikut:

H4

: Semakin tinggi

tingkat

kesuksesan produk baru, maka kinerja Outlet

semakin meningkat, jadi tingkat kesuksesan produk baru mempunyai pengaruh yang positip terhadap kinerja outlet.

2.6. Penelitian Terdahulu Berikut disampaikan ringkasan penelitian terdahulu;

Tabel 2.1. Ringkasan Penelitian Terdahulu

No 1

Judul-jurnal, pengarang & Tahun Why Some New Products Are More Soccessful Than Others David H. Henards (2001)

Studi Menguji keunggulan produk, potensial pasar, pemenuhan kebutuhan pelanggan, pra-pengembangan kecakapan tugas, dan pemakaian Sumber daya, pada umumnya merupakan sebagian yang memberikan dampak signifikan pada performa produk baru Menguji indikatorindikator dari brand produk seperti reputasi merek, berpengaruh signifikan positip terhadap kesuksesan produk baru di pasar dan juga berpengaruh positip terhadap kinerja outlet

Alat analisis Regresi

Hasil penelitian Pencocokan produk, strategi, dan proses pada konteks lingkungan menjadi penting untuk menambah performa produk baru, dalam menjual barang dan jasa dalam pasar teknologi tinggi.

2

Brand Equity, Brand Preference, and Purchase Intent, Cathy J, Cobb Wallgreen, Cynthia A. dan Neveen Donthu, 1995

SEM

Brand dengan equitas yang lebih tinggi dalam tiap katagori menghasilkan preferensi dan intensi pembelian yang jauh lebih besar, disampaikan pula pada hasil penelitiannya indikator pelayanan dan resiko dari penggunaan merek yang sudah punya nama (sudah dikenal di masyarakat juga sangat menentukan tingkat kesuksesan produk tersebut di pasar. Kepercayaan dalam

3

Consumers Trust a Brand and

menguji factor-faktor

Regresi

the Link to Brand Loyality, Geok Theng Lau, Sook Han Lee, oktober 1999

yang dihipotesiskan pengaruhi kepercayaan pada merek meliputi jumlah karakteristik merek, karakteristik perusahaan dan karakteristik merek konsumen

merek berhubungan positip pada loyalitas merek , sehingga ara pemasar harus mempertimbangkan dengan cermat factor-faktor merek dalam membangun kepercayaan pada merek SEM Tingkat perubahan teknologi akan mempengaruhi intensitas proses pengetahuan pelanggan dalam pengembangan produk baru, sehingga semakin sering dilakukan promosi, maka tingkat pengetahuan akan semakin baik mengenal produk tersebut dan akan berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru Semakin besar keunggulan produk baru, maka semakin baik kinerja pasar produk

4

The Impact Of Market Knowlegde Competence on New Product Advantage; Conceptualization and Empirical Examination, Tiger Li & Roger J. Calantone, Oktober 1998

Menguji indikatorindikator seperti promosi, inovasi, dan harga produk baru berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru

5

The Impact of market Knowlegde Competence of on New Product Advantages, Tiger Li & Roger J. Calantone

Menguji hubungan antara keunggulan produk baru dan kinerja pasar produk, menguji hubungan antara kompetensi pengetahuan pasar dengan unggulan produk baru.

SEM

2. .7 Pengembangan Model Kerangka Pemikiran Penelitian Karakteristik Produk H1 H2 Strategi Kompetitif Pasar H4 Tingkat kesuksesan produk baru H4 Kinerja Outlet H3 Merek Sumber: Pengembangan dari penelitian David H. Henard dan David M. Szymanski. Szymanski (Agustus 2001). yang mana pada penelitian tersebut terdapat 3 variabel yang mempengaruhi tingkat kesuksesan pemasaran produk baru yaitu. karena disesuaikan dengan obyek lokasi dari penelitian.Pengembangan Model Kerangka Pemikiran Penelitian KPP ini dikembangkan dari penelitian David H. Henard and David M. karena nama besar perusahaan atau manfaat atau fungsi dari produk tersebut.7. Gambar 2. karakteristik strategi. Sedangkan dalam penelitian ini karakteristik pengembangan produk tidak disebutkan dalam penelitian (karena yang melakukan Telkomsel dan bukan outlet) dan sebagai gantinya memasukkan “Merek” Hal ini penting untuk melihat perilaku konsumen membeli barang atau jasa. (Agustus 2001). Sedangkan karakteristik strategi perusahaan diganti dengan strategi kompetitif pasar. karakteristik pengembangan. karakteristik produk.

3. Kinerja Outlet 1.2. Reputasi merek 2. Promosi X10 X9 X4 X5 X6 X7 X8 X3 Nomor Pertanyaan X1 X2 . Inovasi 3. Pertumbuhan aset X11 X12 X13 X14 X15 1. Strategi Kompetitif Pasar 1. Mutu yang dirasakan (perceived quality) 3. Pertumbuhan laba 3. Merek 1. Produk sesuai dengan kebutuhan pembeli. Harga produk baru 5.Tabel 2. Fokus Pelanggan 2. Efektivitas pemasaran 2. Pengenalan merek (brand awareness) 4 Tingkat kesuksesan produk baru 2. Produk sesuai dengan perkembangan teknologi 2. Variabel Karakteristik produk Indikator 1. Keunggulan produk 2. Fokus Pesaing 3. Tabel Variabel dan Indikator Obyek Penelitian No 1. Koordinasi Pemasaran 3.

dan teknik analisa data Sistimatika dari bab III dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 3. jenis dan sumber data. Kuisoner 1. III Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis dan Sumber Data 1. Analisis Data Kualitatif 2. Wawancara 2. Data Primer 2. metode pengumpulan data. populasi dan sampel. Analisis Data Kuantitatif .BAB III METODE PENELITIAN Secara rinci dalam bab III ini akan dijelasan mengenai jenis penelitian. Data Sekunder Populasi dan Sampel Metode Pengumpulan Data Teknik Analisa Data 1.1 Sistimatika Bab.

3. Data sekunder dalam penelitian ini antara lain .Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melakukan studi empirik pada outlet PT Telkomsel di Regional Jawa Tengah dan DIY terutama di wilayah kota Semarang. Dalam proses pengambilan data dibedakan juga berdasarkan lokasi outlet dan waktu atau lama menjadi distributor Telkomsel serta diutamakan outlet yang minimal 60% dibranding oleh identitas Telkomsel. jurnal penelitian terdahulu dan majalah-majalah yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti. b. yaitu : a. Jenis dan Sumber Data Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi dalam dua bagian. Data Primer Data primer yaitu data yang berasal langsung dari sumber data yang dikumpulkan secara khusus dan berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper. literatur. 1998).1. studi kepustakaan. Sedangkan responden yang menjawab kuisioner tersebut adalah para distributor atau outlet produk Telkomsel. Donald R.2.3. Data sekunder Data sekunder merupakan data yang tidak didapatkan secara langsung oleh peneliti tetapi diperoleh dari data yang dimiliki oleh perusahaan. William Emory. C. Data primer yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data yang didapat dari jawaban para responden terhadap rangkaian pertanyaan yang diajukan oleh peneliti.

3. William Emory. Data yang diperoleh dari sales supervisor Telkomsel grhaPARI Semarang meninjukkan bahwa 150 outlet tersebut merupakan bagian dari 1600 outlet yang berada di wilayah kerja grhaPARI Semarang yaitu Salatiga. Kendal. Berdasarkan kualitas dan ciri-ciri tersebut. Pati. Grobogan dan Blora. Kota Semarang. Jepara. C. Kudus. Selain itu dibedakan pula tempat usaha dan outlet yang telah dibranding oleh identitas Telkomsel. Sampel adalah sebagian populasi yang memiliki karakteristik relatif sama dan dianggap bisa mewakili populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian distributor atau outlet Telkomsel di wilayah kota yang berjumlah 150 outlet. Donald R. yaitu mereka yang telah menjadi distributor Telkomsel lebih dari 1 tahun dan produk Telkomsel sebagai produk utama penjualan dibanding produk lain yang sejenis. Demak. Sesuai dengan alat analisis yang akan digunakan yaitu Structural Equation Modelling (SEM) maka penentuan jumlah sampel yang representatif menurut Hair (1995) . Rembang. Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling.informasi mengenai daftar outlet-outlet Telkomsel di Wilayah kota Semarang. Semarang. quota pembelian produk Telkomsel tiap outlet serta informasi tentang segala jenis dan keunggulan produk yang ditawarkan oleh Telkomsel. 1998). Kab. Populasi dan Sampel Populasi adalah kumpulan individu atau objek penelitian yang memiliki kualitaskualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. 3. populasi dapat dipahami sebagai sekelompok individu atau objek pengamatan yang minimal memiliki satu persamaan karakteristik (Cooper.

Dengan demikian jumlah sampel minimal untuk penelitian ini adalah: Sampel minimal = Jumlah indikator x 5…………………. yaitu metode pengumpulan yang langsung diperoleh dari jawaban responden dengan cara melakukan tanya jawab.. Wawancara Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan wawancara. Anggapan yang dipegang peneliti dalam menggunakan metode wawancara ini bahwa subjek penelitian merupakan orang yang paling tahu tentang dirinya dan proses usaha outlet tersebut. .… (1) = 15 x 5 = 75 responden Sedangkan Jumlah Kuisoner yang disebar adalah sebanyak 150 kuisoner. yang diterima kembali sebanyak 150 dan yang diisi lengkap dan bisa diolah adalah sebanyak 104 kuisoner 2.adalah tergantung pada jumlah indikator dikalikan lima. sehingga pernyataan subjek yang diberikan ke peneliti adalah benar dan dapat dipercaya. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan penyebaran kuisioner secara random dalam wilayah kota Semarang. i.

Untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju. Pengumpulan data dengan menggunakan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup. 1 2 3 4 5 Sangat tidak setuju Sangat setuju . Data dalam penelitian ini didapatkan langsung dari pengisian kuesioner (angket) oleh supervisor-supervisor yang menjadi sampel. peneliti dapat berhubungan langsung dengan responden dan dapat memberikan penjelasan seperlunya. Kuesioner Pengumpulan data akan dilakukan melalui kuesioner yang diserahkan kepada masing-masing responden terpilih. Sedangkan kelemahan dari metode pengumpulan data ini adalah dibutuhkannya biaya yang relatif besar dan waktu yang relatif lama. Pertanyaan-pertanyaan pada angket tertutup dibuat dengan skala 1-5 untuk memperoleh data yang bersifat numerical dan diberi skor atau nilai. khususnya bilamana letak geografisnya terpencar.ii. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang tidak menggiring ke jawaban yang telah ditentukan dan tinggal dipilih dari alternatif yang ditawarkan. yang diberikan kepada responden secara langsung sehingga ke objektifan terjaga serta cepat. Sedangkan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang sudah menggiring ke jawaban yang alternatifnya sudah ditemukan. Dengan kuisioner secara personal.

Model persamaan struktural (SEM) adalah sekumpulan teknik-teknik statistical yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan relatif “rumit” secara simultan (Ferdinand.Angka 1 (satu) menunjukan bahwa responden memberikan tanggapan yang sangat tidak setuju terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. 2000). 2000) . sedangkan angka 5 (lima) menunjukan sangat setuju.Analisis Data Kuantitatif Adalah suatu pengukuran yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat diuntungkan dengan jumlah satuan tertentu atau dinyatakan dengan angka-angka. pengorganisasian data dan penemuan hasil.Analisis kualitatif Merupakan analisis data berbentuk penjabaran non statistik dengan menggunakan penalaran berdasarkan teori-teori yang ada yang berhubungan dengan masalah yang dianalisis. 3. 2. Menganalisis model penelitian dengan SEM dapat mengidentifikasi dimensi-dimensi sebuah konstruk dan pada saat yang sama mengukur pengaruh atau derajat hubungan antar faktor yang telah diidentifikasikan dimensi-dimensinya itu (Ferdinand.4.Teknik Analisa Data Berdasarkan hipotesis dalam penelitian ini maka teknik analisis data yang digunakan adalah : 1. Analisis ini meliputi pengolahan data. Sesuai dengan model multidimensi dan berjenjang yang sedang dikembangkan dalam penelitian ini maka alat analisis data yang dipakai adalah Structural Equation Model (SEM) dari paket statistik AMOS.

Seorang peneliti harus melakukan serangkaian telaah pustaka yang intens guna mendapatkan justifikasi atas model teoritis yang dikembangkan. 2002 dan Hair. yaitu konstruk eksogen dan konstruk endogen. Konstruk-konstruk yang dibangun dalam diagram alur dapat dibagi menjadi dua kelompok. Konstruk endogen adalah faktor-faktor yang diprediksi oleh satu atau beberapa konstruk endogen lainnya. 2. Peneliti biasanya bekerja dengan construct atau factor. terdapat beberapa langkah-langkah yang harus diikuti sebagai berikut (Ferdinand. Pengembangan model berbasis teori Langkah pertama dalam pengembangan model SEM adalah pencarian atau pengembangan model yang mempunyai justifikasi teoritis yang kuat.Keunggulan aplikasi SEM dalam penelitian manajemen adalah karena kemampuannya untuk mengkonfirmasi dimensi-dimensi dari sebuah konsep atau faktor yang sangat lazim digunakan dalam manajemen serta kemampuannya untuk mengukur hubungan-hubungan yang secara teoritis (Ferdinand. Pengembangan diagram alur (path diagram) untuk menunjukan hubungan kausalitas. Path diagram akan mempermudah peneliti melihat hubungan-hubungan kausalitas yang ingin diuji. dkk. 1995). yaitu konsep-konsep yang memiliki pijakan teoritis yang cukup untuk menjelaskan berbagai bentuk hubungan. tetapi konstruk eksogen hanya dapat berhubungan kausal . Dalam membuat pemodelan yang lengkap. yaitu : 1. 2000). Konstruk eksogen dikenal sebagai source variabel atau independent variabel yang tidak diprediksi oleh variabel lain dalam model.

August 2001 Dikembangkan untuk penelitian ini. Persamaan model pengukuran Pada langkah ketiga ini pengukuran yang spesifik siap untuk dibuat yaitu dengan mengubah diagram alur ke model pengukuran. disajikan diagram alur dari penelitian ini dan tabel 3.dengan konstruk endogen. Henard . Gambar 3. Szymanski. 2007 3.1 Diagram Alur Penelitian Sumber : David H. ada dua persamaan yang akan dibentuk yaitu : 1.1. Persamaan yang dibuat dari diagram alur yang dikonversi terdiri dari : a. Pada gambar 3.1 disajikan variabel dan indikatornya . Persamaan struktural 2. Konversi diagram alur ke dalam serangkaian persamaan struktural dan spesifikasi model pengukuran Menurut Ferdinand (2000). David M. Persamaan-persamaan struktural (strucural equation) .

Persamaan-persamaan struktural yang dibangun atas pedoman sebagai berikut: Variabel endogen = variabel eksogen + variabel endogen + error …(2) . Persamaan struktural dibangun dengan pedoman sebagai berikut : V endogen = V eksogen + V endogen + Error . David M.1. August 2001.Persamaan ini dirumuskan untuk menyatakan hubungan kausalitas antar berbagai konstruk. Szymanski.(1) Tabel 3. Model Persamaan Struktural Tingkat kesuksesan produk baru = β1 Karakteristik produk + β2 Strategi Kompetitif Pasar + β3 Merek + δ Kinerja Outlet = χ1 Tingkat kesuksesan produk baru + δ Sumber : David H. 2000). Persamaan spesifikasi model pengukuran (measurement model) Pada spesifikasi ini peneliti menemukan variabel mana mengukur konstruk mana... Henard . dikembangkan untuk penelitian ini. 2007 b.…………………. serta menentukan serangkaian matriks yang menunjukan korelasi yang dihipotesiskan antar konstruk atau variabel (Ferdinand.

sebab lebih memenuhi asumsi dan metodologi.Persamaan spesifikasi model pengukuran yaitu menentukan variabel mana. mengukur konstruk mana. dimana standard error yang dilaporkan akan menunjukan angka yang lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan matriks korelasi (Ferdinand. Szymanski.2. August 2001 Dikembangkan untuk penelitian ini. 2007 Konsep endogen X110= λ10 Tingkat kesuksesan produk baru+ e10 X11 = λ11 Tingkat kesuksesan produk baru+ e11 X12 = λ12 Tingkat kesuksesan produk baru+ e12 X13 = λ13 Kinerja pemasaran (outlet) + e13 X14 = λ14 Kinerja pemasaran (outlet) + e14 X15 = λ15 Kinerja pemasaran (outlet) + e15 4. Sedangkan ukuran sampel yang sesuai untuk SEM adalah 100-200 responden. Tabel 3. serta menentukan serangkaian matriks yang menunjukan korelasi yang dihipotesakan antar konstruk atau variabel. David M. Model pengukuran Konsep eksogen X1 = λ1 karakteristik produk + e1 X2 = λ2 Karakteristik produk + e2 X3 = λ3 Karakteristik produk + e3 X4 = λ4 Strategi kompetitif pasar + e4 X5 = λ5 Strategi kompetitif pasar + e5 X6 = λ6 Strategi kompetitif pasar + e6 X7 = λ7 Merek + e7 X8 = λ6 Merek + e8 X9 = λ9 Merek + e9 Sumber : David H. 2002). matriks inputnya adalah matriks kovarians atau varians. Pemilihan matriks input dan teknik estimasi atas model yang dibangun Pada penelitian ini dalam pengujian teori. Henard . Program komputer yang digunakan sebagai alat estimasi dalam pengukuran ini .

maka model dapat diuji melalui berbagai cara uji yang akan diuraikan pada bagian ini. 2. Evaluasi kriteria goodness of fit (uji kesesuaian) Pada langkah ini kesesuaian model dievaluasi.adalah program AMOS. 4. Pertama-tama akan diuraikan disini mengenai evaluasi atas asumsi-asumsi SEM yang harus dipenuhi. Untuk itu tindakan pertama yang dilakukan adalah mengevaluasi apakah data yang digunakan dapat memenuhi asumsi-asumsi SEM. 3. melalui telaah terhadap berbagai kriteria goodness-of-fit. Masalah dalam indikasi pada prinsipnya adalah pada problem ketidakmampuan dari model yang dikembangkan tersebut untuk menghasilkan estimasi yang unik. 6. Program AMOS dipandang sebagai program yang tercanggih dan mudah untuk digunakan. Program tidak mampu menghasilkan matriks informasi yang seharusnya disajikan. Munculnya angka-angka yang aneh seperti adanya variance error yang negatif. Standard error untuk satu atau beberapa koefisien yang sangat besar. Munculnya korelasi yang sangat tinggi antar koefisien estimasi yang didapat. seperti : 1. Bila asumsi ini sudah dipenuhi. . ada beberapa penyebab masalah identifikasi yang perlu diantisipasi dalam penggunaan AMOS. 5. Antisipasi munculnya masalah identifikasi Menurut Ferdinand (2000).

51). 3. 2.6. uji normalitas ini perlu dilakukan baik untuk normalitas terhadap data tunggal maupun normalitas multivariat dimana beberapa variabel digunakan sekaligus dalam analisa akhir. Karena itu bila kita mengembangkan model dengan 15 parameter. Ukuran Sampel Ukuran sampel yang harus dipenuhi dalam pemodelan ini adalah minimum berjumlah 75 dan selanjutnya menggunakan perbandingan 5 observasi untuk setiap estimated parameter (Augusty Ferdinand. Asumsi-Asumsi SEM Asumsi-asumsi yang harus dipenuhi dalam prosudur pengumpulan dan pengolahan data yang dianalisis dengan pemodelan SEM adalah sebagai berikut: 1. Normalitas dapat diuji dengan melihat gambar histogram data atau dapat diuji dengan metode-metode statistik. maka minimum sampel yang harus digunakan adalah sebanyak 75 sampel. Outliers Outliers adalah observasi yang muncul dengan nilai-nilai ekstrim baik secara univariat maupun multivariat yaitu yang muncul karena kombinasi . Uji linearitas dapat dilakukan dengan mengamati scatterplot dari data yaitu dengan memilih pasangan data dan dilihat pola penyebarannya untuk menduga ada tidaknya linearitas.1. Normalitas dan Linearitas Sebaran data harus dianalisa untuk melihat apakah asumsi normalitas dipenuhi sehingga data dapat diolah lebih lanjut untuk pemodelan SEM ini.

● Pertama. kombinasinya menjadi tidak lazim. Misalnya nilai 5 diketik 50 sehingga jauh berbeda dengan nilai-nilai lainnya dala sebuah rentang jawaban responden antarab 1 – 5. Outlier empat katagori. Multicollinearity dan singularity Multikolinearitas dapat dideteksi dari determinan matriks kovarians. tetapi bila dikombinasi dengan variabel lainnya. Nilai determinan matriks kovarians yang sangat kecil (extremely small) memberi . tetapi peneliti mempunyai penjelasan mengenai apa penyebab munculnya nilai ekstrim itu. ● Kedua outlier dapat saja muncul karena keadaan yang benar-benar khusus yang memungkinkan profil datanya lain dari pada yang lain. ● Keempat. Outlier dapat muncul dalam range nilai yang ada. outlier dapat muncul karena adanya sesuatu alasan tetapi peneliti tidak dapat mengetahui apa penyebabnya atau tidak ada penjelasan mengenai sebabsebab munculnya nilai ekstrim itu. Bila hal semacam ini lolos dapat supervisi pengetikan data untuk pengolahan melalui komputer. Dapat diadakan treatment khusus pada outliers ini asal diketahui bagaimana munculnya outliers itu. pada dasarnya dapat muncul dalam 4. seperti kesalahan dalam memasukkan data atau kesalahan dalam mengkoding data. atau sangat ekstrim. maka angka 50 dapat menjadi sebuah nilai ekstrim. outlier muncul karena kesalahan prosudur. ● Ketiga.karakteristik unik yang dimilikinya dan terlihat sangat jauh berbeda dari observasiobservasi lainnya. Inilah yang disebut dengan multivariate outliers.

Pengukuran yang paling mendasar adalah likelihood ratio chi-square statistic (χ2 ) . Bila muncul pesan itu data data yang digunakan harus diteliti lagi untuk mengetahui apakah terdapat kombinasi linear dari variabel yang dianalisis.50 (Hulland. Pada umumnya program-program komputer SEM telah menyediakan fasilitas ”warning”. salah satu treatment yang dapat diambil adalah dengan menciptakan ”composite variables”.05 atau p>0. dkk.indikasi adanya problem multikolinearitas. Nilai RMSEA yang lebih kecil atau sama dengan 0. setiap kali terdapat indikasi multikoloniaritas atau singularitas. 1995).08 merupakan indeks untuk . Uji Kesesuaian dan Uji Statistik Pada langkah ini dilakukan evaluasi terhadap kesesuaian model melalui telaah terhadap berbagai kriteria goodness of fit. 6. lalu gunakan composite variables itu dalam analisa selanjutnya. Nilai χ2 yang semakin rendah menandakan bahwa model yang digunakan dalam penelitian tersebut semakin baik dan dapat diterima berdasarkan probabilitas dengan cut of value sebesar p > 0.2. dkk. Adapun beberapa pengukuran yang penting dalam mengevaluasi kriteria goodness of fit tersebut adalah : Chi Square Statistic (χ2 ). RMSEA (The Root Mean Square Error of Appoximation) yang menunjukan goodness of fit yang didapat diharapkan bila model diestimasi dalam populasi (Hair. Tindakan yang dapat diambil adalah mengeluarkan variabel yang menyebabkan singularitas tu. 2002). Bila singularitas dan Multikolinearitas ditemukan dalam data yang dikeluarkan itu. 1996 dalam Ferdinand.

dkk. dkk. Nilai yang tinggi dalam indeks ini menunjukkan sebuah better fit.0 (perfect fit).90 (Hair.0 atau 3. adalah the minimum sample discrepancy function yang dibagi dengan degree of freedom. mengindikasi tingkat fit yang paling tinggi (Arbuckle.0 adalah indikasi dari acceptable fit antara model dan data (Arbuckle. . 1995) dan nilai yang mendekati 1 menunjukan a very good fit (Arbuckle. χ2 dibagi Df nya disebut χ2 relatif. dimana bila mendekati 1. CMIN/DF tidak lain adalah statistik chi-square.95. Nilai significant probability yang dapat diterima adalah p ≥ 0. dimana tingkat penerimaan yang direkomendasikan adalah bila AGFI mempunyai nilai sama dengan atau lebih besar dari 0. 1997 dalam Ferdinand. 2000). CFI (Competitive Fit Index). 2000). dimana nilai yang direkomendasikan sebagai acuan untuk diterimanya sebuah model adalah ≥ 0. 1995 dan Hulland. 1997 dalam Ferdinand.dapat diterimanya model yang menunjukan sebuah close fit dari model itu berdasarkan degrees of freedom (Browne dan Cudeck.95 (Hair. adalah ukuran non statistical yang mempunyai rentang nilai antara 0 (poor fit) sampai dengan 1. merupakan incremental index yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah base line model. TLI (Truck Lewis Index). 2000). CMIN/DF. 2000). 1997 dalam Ferdinand. 1996 dalam Ferdinand.05 AGFI (Adjust Goodness of Fit Indeks). GFI (Goodness of Index). Bila χ2 relatif kurang dari 2. Nilai yang direkomendasikan adalah CFI ≥ 0. 1993 dalam Ferdinand. 2000).

Uji Reliabilitas Setelah kesesuaian model diuji (model fit).Secara ringkas indeks-indeks yang dapat digunakan untuk menguji kelayakan sebuah model disajikan dalam Tabel 3.95 ≥ 0.3: Tabel 3.05 ≤ 0.95 7. 2000 Cut of Value Diharapkan lebih kecil ≥ 0. sebelum menilai reliabilitasnya. Undimensionalitas adalah sebuah asumsi yang digunakan dalam menghitung reliabilitas dari model yang menunjukkan bahwa dalam sebuah model satu dimensi. tidak mengukur unidimensionalitas.90 ≤ 2.0 ≥ 0. Goodness Of Index Goodness of fit index χ2 – Chi square Significance probability RMSEA GFI AGFI CMIN/DF TLI CFI Sumber : Ferdinand. indikator-indikator yang digunakan memiliki derajad kesesuaian yang baik.3. melainkan mengansumsikan bahwa unidimensionalitas itu sudah ada pada waktu α – Cronbach dihitung.90 ≥ 0. . Penggunaan ukuran –ukuran reliabilitas seperti α – Cronbach. evaluasi lain yang harus dilakukan adalah penilaian unidimensionalitas dan reliabilitas.08 ≥ 0. Karena itu peneliti melakukan uji undimensionalitas terhadap semua konstruk konstruk multi indikator.

Pendekatan yang dianjurkan dalam menilai sebuah model pengukuran adalah menilai besaran composite reliability serta variance extracted dari masing-masing konstruk. walaupun angka itu bukanlah sebuah ukuran yang “mati”. maka nilai di . ● Tingkat reliabilitas yang dapat diterima adalah ≥ 0. ● ∑∈ j adalah measurement error dari tiap indikator. ● Measurement error didapat dari 1 – reliabilitas dari indikator. Nilai batas yang digunakan untukm menilai sebuah tingkat reliabilitas yang dapat diterima adalah 0. Artinya bila penelitian yang dilakukan bersifat eksploratori.70. Reliabilitas adalah ukuran mengenai konsistensi internal dari indikator dari indikator-indikator sebuah konstruk yang menunukkan derajad sampai dimana masingmasing indikator itu mengindikasikan sebuah konstruk / faktor laten yang umum.7. Dengan kata lain bagaimana hal-hal yang spesifik salaing membantu dalam menjelaskan fenomena yang umum. Pada dasarnya uji reliabilitas menunjukan sejauh mana suatu alat ukur dapat memberikan hasil yang relatif sama bila dilakukan pengukuran kembali pada subyek yang sama. Uji reliabilitas dalam SEM diperoleh melalui rumus Hair. dkk (1995) Construct-reliability = ______(∑standard loading)²______ (∑standard loading)² + ∑∈ j Keterangan : Standard loading diperoleh dari standardize loading untuk tiap-tiap indikator yang didapat dari hasil perhitungan komputer.

2001 dalam Akbar. Nilai variance extracted ini direkomendasikan pada tingkat paling sedikit 0. 8. yang menunjukkan jumlah variancs yang dari indikator-indikator yang diekstraksi oleh konstruk laten yang dikembangkan. AMOS misalnya) ■ ∑∈ j adalah measurement error dari tiap indikator. variabel terikat dan variabel bebas keduanya memiliki distribusi normal atau tidak.70 pun masih dapat diterima sepanjang disertai dengan alasan-alasan empirik yang terlihat dalam proses eksplorasi. Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. Ukuran reliabilitas yang kedua adalah variance extracted. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal (Ghozali.bawah 0. 2003).50 (Agusty Ferdinand :63). . Nilai variance extracted yang tinggi menunjukan bahwa indikatorindikator itu telah mewakili secra baik kontrak laten yang dikembangkan. Variance extracted dapat diperoleh melalui rumus berikut ini: Variance Extracted = ______(∑standard loading)²______ (∑standard loading)² + ∑∈ j dimana: ■ Standard loading diperoleh langsung dari standariszed loading untuk tiaptiap indikator (diambil dari perhitungan komputer .

Untuk menguji normalitas distribusi data dapat digunakan uji-uji statistik. sehingga dapat disimpulkan bahwa ada data yang menyimpang.58 pada tingkat signifikansi 0.01 (1%).Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan kriteria critical ratio sebesar ± 2. . Uji yang paling mudah adalah dengan skewness value dari data yang digunakan.

Analisa factor konfirmatori konstruk Eksogen b.1 Sistimatika Bab. profil obyek penelitian. Profil Obyek Penelitian Profil Analisa Data dan Pengujian Model Penelitian: 1. dan Pengujian hipotesis Sistimatika dari bab IV dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 4. Analisa faktor konfirmatori konstruk Endogen 2. Analisa Asumsi SEM 3. Analisa Faktor Konfirmatori a. Uji Reliabilitas dan Variance Extracted Pengujian Hipotesis . Profil Telkomsel Graphari Semarang 2. IV Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. proses analisa data dan pengujian model penelitian. profil Telkomsel Graphari Semarang.BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Secara rinci dalam bab IV ini akan dijelasan mengenai gambaran umum obyek penelitian.

Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.792 juta atau menguasai market share sebesar 54%. Jasa layanan telekomunikasi selular produk telkomsel selain dapat dioperasikan di Indonesia juga dapat dioperasikan di 200 negara lain dengan status international roaming.1. Untuk memperlancar operasional perusahaan di Regional Jateng & DIY baik dari divisi Network Operation maupun Sales & Customer Service membagi wilayah kerjanya menjadi 4 Wilayah grhaPARI yaitu : . 4. Telkomsel menjadi operator telekomunikasi pertama di Asia yang mengembangkan layanan telekomunikasi selular GSM pra-bayar Telkomsel merupakan pemimpin pasar operator selular di Indonesia dengan jumlah pelanggan sampai bulan Maret 1997 mencapai 42. data penelitian dan proses menganalisis data-data tersebut untuk menjawab pertanyaan penelitian dan hipotesis yang telah diajukan pada BAB II dan BAB III. Produk telkomsel yang dipasarkan sampai saat ini terdiri dari produk pasca bayar “kartu HALO” dan dua jenis produk pra bayar yaitu kartu simPATI dan kartu As. Selanjutnya pada bulan Agustus 1997. Profil PT Telkomsel grhaPARI Semarang Telkomsel merupakan operator telekomunikasi selular berbasis pada teknologi jaringan GSM dual band 900/1800 MHz yang telah beroperasi di Indonesia sejak tanggal 26 Mei 1995.Dalam BAB ini akan disajikan profil dari responden.1. Pada awal operasinya.1. Telkomsel mengoperasikan layanan telekomunikasi pasca bayar.

Brebes. Untuk mempercepat dan menjamin penyebaran produk telkomsel kepada pelanggan maka Telkomsel grhaPARI Semarang bekerja sama dengan outlet-outlet yang tersebar merata ke seluruh wilayah kerjanya. Magelang. Banjarnegara Sumber : Data primer yang diolah. Purworejo GrhaPARI Purwokerto Banyumas. Jepara. Klaten. Kudus. Wonogiri. . Kebumen.1. Cilacap. Pemalang.Tabel 4. Demak. Selain itu manajemen grhaPARI Semarang juga harus melakukan pengawasan terhadap kelancaran penjualan dan saluran distribusi produk telkomsel sehingga pelanggan sebagai end user tidak pernah mengalami kesulitan mendapatkan produk – produk Telkomsel. Kab. Purbalingga. Semarang. Pekalongan. GrhaPARI Yogyakarta Seluruh Wilayah D I Yogyakarta.1. Temanggung. Sragen.Batang GrhaPARI Solo Kota Surakarta. Tegal. 2007 GrhaPARI Semarang sebagai pusat layanan kepada pelanggan telkomsel untuk daerah kabupaten seperti yang disebutkan dalam tabel 4. Blora. Rembang. Grobogan. Wilayah kerja grhaPARI Telkomsel GrhaPARI GrhaPARI Semarang Wilayah Kabupaten Kota Semarang. Tanggung jawab utama grhaPARI Semarang adalah untuk memberikan dan menjamin kualitas layanan terbaik kepada pelanggan telkomsel. . Salatiga. Pati. Boyolali. memiliki kantor operasional di Jl Pandanaran No 56 Semarang. Slawi. Bumiayu. Wonosobo. Kartasura.

2 dibawah ini. Data deskriptif penelitian hendaknya juga disajikan.2.1. et. . Pada bagian ini akan dijelaskan profil atau gambaran obyek penelitian secara deskriptif serta data kualitatif.4. Selanjutnya akan diuraikan data deskriptif responden penelitian pada penulisan tesis ini. Data deskriptif yang menggambarkan keadaan atau kondisi responden perlu diperhatikan sebagai informasi tambahan untuk memahami hasil-hasil penelitian. 1995). Untuk distribusi sampel dibagi menjadi 5 wilayah bagian seperti ditunjukan oleh tabel 4. Profil Obyek Penelitian Populasi yang dipakai dalam penelitian ini sebanyak 150 outlet yang tersebar di seluruh wilayah kota semarang. agar dapat dilihat profil dari data dan hubungan yang ada antar variabel yang digunakan dalam penelitian tersebut (Hair. al.

Kec. Gayamsari.3. 2007 Pada masing-masing bagian wilayah tersebut memiliki komposisi responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini yang dapat dilihat pada Tabel 4. Responden dalam penelitian ini adalah mereka yang menjadi perwakilan dalam pengisian data kuisioner dari outlet yaitu para pemilik. Kec. Semarang Selatan 2 Semarang bagian Selatan Kec. Semarang Timur 5 Semarang bagian Utara Kec. Kecamatan Tembalang 3 4 Semarang bagian Barat Semarang bagian Timur Kec. pengelola ataupun staff administrasi dari outlet yang menjadi distributor produk telkomsel .Kecamatan Candi Sari.Tabel 4. Semarang tengah . Semarang utara Sumber : Data primer yang diolah. Penyebaran Wilayah Bagian Responden Penelitian N o 1 Bagian Wilayah Komposisi kecamatan Semarang bagian Tengah Kec. Semarang Barat Kec. Gajah Mungkur.2.

dapat dilihat pada tabel 4.12% 20 24 24 19.4.3. Prosentase sampel Penyebaran Outlet di Wilayah Kota Semarang yang menjadi obyek penelitian Area Semarang bagian Tengah Semarang bagian Selatan Semarang bagian Barat Semarang bagian Timur Semarang bagian Utara Jumlah Sumber : Data primer yang diolah.42%). 2007 Frekuensi 89 15 104 Prosentase (%) 85. Jenis Kelamin Responden Jenis kelamin Pria Perempuan Total Sumber : Data primer yang diolah.07% 13 12. Tabel 4.Tabel 4.50% 104 100% Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa komposisi responden Pria lebih besar (85. berikut ini.58%) dari pada wanita (14.07% 23.4.42% 100% .23% 23. 2007 Jumlah sampel 23 Prosentase (%) 22.58% 14.

Selanjutnya data deskriptif distribusi tingkat pendidikan responden seperti pada Tabel 4.50%).69% 104 100% .5.16% 19. berikut ini: Tabel 4.6.00% 62. ditunjukan oleh tabel 4.96 %. 2007 Jumlah responden 0 65 39 0 Prosentase (%) 0. 2007 Jumlah responden 53 23 20 8 Prosentase (%) 50.6. distribusi usia yang menjadi responden dan melakukan pengisian secara lengkap didapakan usia 18 sampai 25 tahun memiliki prosentase paling besar sebanyak 50. Pada data tersebut menunjukan sebagian besar responden penelitian berpendidikan Strata 1 dan Diploma (62.00 104 100% Dari data penelitian yang dapat diolah.50% 37.5. Distribusi usia responden Usia (tahun) 18 – 25 26 – 30 31 – 35 35 – keatas Total Sumber : Data primer yang diolah. Tabel 4. Tingkat pendidikan responden penelitian Tingkat pendidikan S2 S1/D3 SMA SMP Jumlah Sumber : Data primer yang diolah.23% 7.50% 0.96% 22.

.33% 6. yang dikembalikan adalah 150. Tingkat pengembalian pengisian kuisioner Status pengisian Diisi lengkap dan dapat diolah Diisi tidak lengkap tetapi data dapat diolah Diisi kurang lengkap/Tidak diisi dan tidak bisa diolah Jumlah kuisioner yang disebar Sumber : Data primer yang telah diolah (2007) Ju mlah 95 9 46 Prosentase (%) 63.8 berikut ini.00% 30.67% 150 100% Berdasarkan data yang diolah. outlet-outlet tersebut telah menjadi distributor produk telkomsel lebih dari 1 tahun. tetapi yang diisi lengkap dan dapat diolah hanya sebanyak 104 responden. Sedangkan 46 responden tidak diisi lengkap sehingga tidak bisa diolah.Jumlah kuisioner yang kita sebarkan kepada responden adalah sebanyak 150. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.7. Tabel 4.

Hasil pengolahan data untuk masing-masing tahap analisis faktor konfirmatori adalah sebagaimana disajikan pada gambar-gambar berikut : . Tujuan dari analisis faktor konfirmatori adalah untuk menguji validitas dari dimensi-dimensi pembentuk masing-masing variabel laten.33% 34.00% 24.2. Tahap pertama (confirmatory factor analysis-1) mengukur dimensi- dimensi yang membentuk 3 konstruk eksogen dengan 9 observed variable.2. Distribusi waktu/lama responden menjadi distributor produk telkomsel Lama menjadi distributor (tahun) 1≤ X <2 2≤ X <3 X≥3 Jumlah Sumber : Data primer yang telah diolah (2007) Jumlah 62 51 37 150 Prosentase 41. Analisis Faktor Konfirmatori (Confirmatory Factor Analysis) Analisis faktor konfirmatori ini merupakan tahap pengukuran terhadap dimensidimensi yang membentuk variabel laten/konstruk dalam model penelitian. Analisis faktor konfirmatori ini dilakukan dalam 3 tahap.8.Tabel 4.1. Proses Analisis Data dan Pengujian Model Penelitian 4. Tahap kedua (confirmatory factor analysis-2) mengukur 2 konstruk endogen dengan 6 observed variable.67% 100% 4. Tahap selanjutnya adalah analisis Structural Equation Modeling (SEM) model keseluruhan.

51 Chi Square=22.55 .71 e4 e5 e6 x4 x5 x6 .60 .71 . Gambar 4.549 CFI=1.75 .73 .1 berikut.953 AGFI=.1.77 SKP KP = Karakteristik Produk SKP = Strategi Kompetitif Pasar M = Merek .008 RMSEA=. Hasil pengolahan data untuk analisis faktor konfirmatori konstruk eksogen ini terlihat pada Gambar 4. Analisis Faktor Konfirmatori konstruk Eksogen Hasil analisis faktor konfirmatori ini adalah pengukuran terhadap dimensidimensi yang membentuk variabel laten dalam model penelitian.74 M Sumber : data primer yang telah diolah.938 Probabilitas=.912 TLI=1.82 KP .9.000 Keterangan .53 e3 x3 .507 df=24 CMIN/df=.49 . yang terdiri dari 3 konstruk eksogen dengan 9 observed variable.54 .24 e1 e2 x1 x2 .69 e7 e8 e9 x7 x8 x9 .36 .67 .56 . 2007 Ringkasan uji kelayakan model confirmatory factor analysis konstruk eksogen tersebut terlihat pada Tabel 4.83 .1 Analisis Faktor Konfirmatori Konstruk Eksogen . .74 .000 GFI=.32 .

95 ≤ 2.912) memberikan konfirmasi yang cukup untuk dapat diterimanya hipotesis unidimensionalitas bahwa ketiga variabel diatas dapat mencerminkan variabel laten yang dianalisis. . Nilai probability pada analisis ini menunjukkan nilai diatas batas signifikansi yaitu sebesar 0. 2007 Hasil analisis pengolahan data terlihat bahwa semua konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian.9 Hasil pengujian kelayakan Model Confirmatory Factor Analysis – 1 Goodness of Fit Indeks Chi-square Probability RMSEA GFI AGFI TLI CFI CMIN/DF < 36. CFI (1. AGFI (0. TLI (1.08 ≥ 0.24) ≥ 0. nilai ini menunjukkan bahwa hipotesa nol yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara matriks kovarians sample dan matriks kovarians populasi yang diestimasi tidak dapat ditolak.000 0.953 0.00 0.95 ≥ 0.008). Indeks-indeks kesesuaian model lainnya seperti GFI (0. pada proses analisis faktor konfirmatori telah memenuhi kriteria goodness of fit yang telah ditetapkan. Hal ini berarti.549 0.000 0.507 Baik Cut-off value Hasil Analisis Evaluasi Model Sumber : data primer yang telah diolah.000).549. RMSEA (0.90 ≥ 0.953).938 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 22. atau diatas 0.000).Tabel 4.008 1.05.90 ≥ 0. tidak terdapat perbedaan antara matriks kovarian sampel dengan matriks kovarian populasi yang diestimasi dan karena itu model ini dapat diterima.05 ≤ 0.912 1.415 (5%.

000 x5 <--.204 5.972 .R. C.KP 1.087 *** x4 <--. maka model penelitian ini dapat digunakan untuk analisis selanjutnya tanpa modifikasi atau penyesuaian-penyesuaian. 2007 Dari pengolahan data diatas dapat juga terlihat.335 *** Label par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 Sumber : data primer yang telah diolah.629 *** x1 <--. Dengan hasil ini.000 x2 <--. bahwa setiap indikator atau dimensi pembentuk masing-masing variabel laten menunjukkan hasil yang baik.171 *** x6 <--.96 untuk seluruh indikator.M .683 *** x7 <--.150 .SKP .SKP .633 . P x3 <--.989 .000 x8 <--. maka dapat dikatakan bahwa indikator-indikator pembentuk variabel laten konstruk telah menunjukkan sebagai indikator yang kuat dalam pengukuran varibel laten.155 .145 6.169 5.KP 1. .KP .M 1.157 7.10 Standarisasi Regression Weights Confirmatory Factor Analysis Konstruk Eksogen Regression Weights: (Group number 1 .152 4.SKP 1.Default model) Estimate S.974 .05.850 *** x9 <--. Selanjutnya berdasarkan analisis faktor konformatori ini. yaitu nilai CR diatas 1.Hasil pengujian terhadap nilai-nilai muatan faktor (loading factor) untuk masingmasing indikator diperoleh sebagai berikut : Tabel 4.E.M 1.160 6. Semua nilai probabilitas untuk masingmasing indikator lebih kecil dari 0.

006 RMSEA=.70 x12 TKPB .41 e11 .94.77 . 2007 Ringkasan uji kelayakan model confirmatory factor analysis konstruk endogen tersebut terlihat pada Tabel 4.2.74 KPO .000 Keterangan TKPB = Tingkat Kesuksesan Produk Baru KO = Kinerja Outlet e10 . Analisis Faktor Konfirmatori konstruk Endogen Tahap analisis fakor konfirmatori konstruk endogen ini sama dengan tahap analisis faktor konfirmatori konstruk eksogen.64 x11 . .65 .170 df=8 CMIN/df=.59 . Variabel laten/konstruk endogen yang digunakan terdiri dari 2 konstruk endogen dengan 6 observed variable.18.2 berikut.83 .518 CFI=1. Hasil pengolahan data untuk analisis faktor konfirmatori konstruk eksogen ini terlihat pada Gambar 4.977 AGFI=. Gambar 4.49 x10 .939 TLI=1.896 Probabilitas=.2 Analisis Faktor Konfirmatori Konstruk Endogen Chi Square=7.000 GFI=.88 e12 .42 x13 e13 x14 e14 x15 e15 Sumber : data primer yang telah diolah.69 .

000).95 ≤ 2.00 0.896 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 7.11 Hasil pengujian kelayakan Model Confirmatory Factor Analysis – 2 Goodness of Fit Indeks Chi-square Probability RMSEA GFI AGFI TLI CFI CMIN/DF < 15. Hal ini berarti. tidak terdapat perbedaan antara matriks kovarian sampel dengan matriks kovarian populasi yang diestimasi dan karena itu model ini dapat diterima.Tabel 4. atau diatas 0.90 ≥ 0.518 0.507 (5%. nilai ini menunjukkan bahwa hipotesa nol yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara matriks kovarians sample dan matriks kovarians populasi yang diestimasi tidak dapat ditolak. CFI (1.000 0. RMSEA (0.05 ≤ 0. Nilai probability pada analisis ini menunjukkan nilai diatas batas signifikansi yaitu sebesar 0.710.170 Baik Cut-off value Hasil Analisis Evaluasi Model Sumber : data primer yang telah diolah.006). pada proses analisis faktor konfirmatori telah memenuhi kriteria goodness of fit yang telah ditetapkan.939 1.939) memberikan konfirmasi yang cukup . Indeks-indeks kesesuaian model lainnya seperti GFI (0. 2007 Hasil analisis pengolahan data terlihat bahwa semua konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian.8) ≥ 0.006 1.000). AGFI (0.05.08 ≥ 0. TLI (1.90 ≥ 0.000 0.977 0.95 ≥ 0.977).

. Semua nilai probabilitas untuk masing-masing indikator lebih kecil dari 0.Default model) Estimate S.163 6. yaitu nilai CR diatas 1.KO 1.KO 1.E.96. Selanjutnya berdasarkan analisis faktor konformatori ini.TKPB 1.269 .417 .KO 1. P x10 <--.231 6. 2007 Label par_1 par_2 par_3 par_4 Dari pengolahan data diatas dapat juga terlihat.05. bahwa setiap indikator atau dimensi pembentuk masing-masing variabel laten menunjukkan hasil yang baik.333 *** Sumber : data primer yang telah diolah.000 x14 <--.TKPB 1. maka model penelitian ini dapat digunakan untuk analisis selanjutnya tanpa modifikasi atau penyesuaian-penyesuaian.000 x11 <--.R.996 .328 *** x13 <--.201 6.untuk dapat diterimanya hipotesis unidimensionalitas bahwa kedua variabel diatas dapat mencerminkan variabel laten yang dianalisis. Dengan hasil ini.095 *** x15 <--.TKPB . maka dapat dikatakan bahwa indikator-indikator pembentuk variabel laten konstruk telah menunjukkan sebagai indikator yang kuat dalam pengukuran varibel laten.12 Standarisasi Regression Weights Confirmatory Factor Analysis Konstruk Endogen Regression Weights: (Group number 1 .435 *** x12 <--. C. Hasil pengujian terhadap nilai-nilai muatan faktor (loading faktor) untuk masingmasing indikator diperoleh sebagai berikut : Tabel 4.220 6.460 .

3.87 .69 x11 .840 TLI=.44 .66 . Hasil pengujian model melalui SEM adalah seperti yang ditampilkan dalam Gambar 4.889 AGFI=.042 .122 CFI=.69 .969 RMSEA=.85 KP .159 df=83 CMIN/df=1.77 .81 z2 .35 .85 .72 .3.72 . Structural Equation Model (SEM) Uji kelayakan model keseluruhan dilakukan dengan menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM).52 .69 .72 .46 e11 .3 Hasil Analisis Structural Equation Model (SEM) Chi Square=98.63 .57 x12 .975 GFI=.71 .23 e1 e2 x1 x2 .51 . 2007 .49 e3 x3 .31 .183 Probabilitas=.83 .59 .76 e12 .70 .65 e4 e5 e6 x4 x5 x6 .73 .74 M Keterangan: KP = Karakteristik Produk SKP= Strategi Kompetitif Pasar M = Merek TKPB=Tingkat Kesuksesan Produk Baru KO=Kinerja Outlet Sumber : data primer yang telah diolah.68 .79 SKP TKPB KO .48 . Gambar 4.42 x13 z1 e13 x14 e14 x15 e15 e7 e8 e9 x7 x8 x9 .31 .22 e10 . yang sekaligus digunakan untuk menganalisis hipotesis yang diajukan.48 x10 .53 .54 .

Ringkasan uji kelayakan model confirmatory factor analysis tersebut adalah sebagai berikut : Tabel 4.90 ≥ 0.95 ≤ 2.042 0.95 ≥ 0.05 ≤ 0.90 ≥ 0.159 BAIK Cut-off value Hasil Analisis Evaluasi Model Sumber : data primer yang diolah. pada proses analisis full model SEM memenuhi kriteria goodness of fit yang telah ditetapkan. nilai ini . 2007 Hasil analisis pengolahan data terlihat bahwa hamper semua konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian.889 0.122 0.05.267 (5%.840 0. Ukuran goodness of fit yang menunjukkan kondisi yang fit hal ini disebabkan oleh angka Chi-square sebesar 98.08 ≥ 0.13 Hasil pengujian kelayakan Model Confirmatory Factor Analysis Goodness of Fit Indeks Chi-Square < 105.183 BAIK BAIK MARGINAL MARGINAL BAIK BAIK BAIK 98.159 yang lebih kecil dari cut-off value yang ditetapkan (105.267) dengan nilai probability 0.975 1.122 atau diatas 0. 83) Probability RMSEA GFI AGFI TLI CFI CMIN/DF ≥ 0.00 0.969 0.

836 *** x9 <--.500 *** x10 <--.792 .TKPB .TKPB . Sedangkan nilai AGFI (0.097 *** x6 <--.000 x5 <--.SKP .042).940 .162 TKPB <--. RMSEA (0.KP .000 x14 <--.000 x2 <--.969).KP .M .165 5.928 .194 6.E.150 6.155 1.SKP .975).M 1.menunjukkan tidak adanya perbedaan antara matriks kovarian sample dengan matriks kovarian populasi yang diestimasi.14 Standarisasi Regression Weights Regression Weights: (Group number 1 .889) memenuhi kriteria goodness of fit.438 .197 *** x15 <--.KO 1.171 7.158 7.695 *** x7 <--.SKP 1.TKPB 1. 2007 Label par_11 par_12 par_14 par_13 par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_10 .399 .233 . C.156 *** x4 <--.KP 1.394 .524 *** x1 <--.223 5. CFI (0.234 .183).155 4.185 .638 .246 .124 5.M .151 6.927 .KO 1.840) masih berada dalam batas toleransi sehingga dapat diterima Hasil pengujian terhadap nilai-nilai muatan fakor (loading factor) untuk masing-masing indicator diperoleh sebagai berikut : Tabel 4.SKP .217 . GFI (0.TKPB 1.148 2.KO 1.417 *** x13 <--.279 . CMIN/DF (1. P TKPB <--.659 .140 6.142 *** x3 <--.221 6.KP 1.506 *** Sumber : data primer yang telah diolah.008 KO <--.Default model) Estimate S.000 x11 <--. Ukuran goodness of fit lain juga menunjukkan pada kondisi yang baik yaitu TLI (0.965 .005 TKPB <--.235 *** x12 <--.000 x8 <--.637 .R.M 1.100 2.

Dengan hasil ini.Dari pengolahan data diatas dapat juga terlihat. Semua nilai loading factor (std. Evaluasi Normalitas Data Asumsi normalitas data diuji dengan melihat nilai skewness dan kurtosis dari data yang digunakan. Uji statistik hasil pengolahan dengan SEM dilakukan melalui nilai probability (P) dan Critical Ratio (CR) masing-masing hubungan antar variabel.2. . Analisis Asumsi SEM 1. yaitu nilai CR diatas 1.58. maka data masih dapat dinyatakan berdistribusi normal pada tingkat signifikansi 0.2. bahwa setiap indikator atau dimensi pembentuk masing-masing variabel laten menunjukkan hasil yang baik.96. Probabilitas masing-masing indikator juga dibawah 0. Apabila nilai CR pada skewness maupun kurtosis data berada pada rentang antara + 2.05. Namun demikian untuk mendapatkan model yang baik. Selanjutnya berdasarkan analisis faktor konformatori ini. estimate) untuk masing-masing indikator lebih besar dari 0.05.01 (Ferdinand. terlebih dahulu akan diuji masalah penyimpangan terhadap asumsi SEM. 2006).15. 4. maka model penelitian ini dapat digunakan untuk analisis selanjutnya tanpa modifikasi atau penyesuaianpenyesuaian. maka dapat dikatakan bahwa indikator-indikator pembentuk variabel laten konstruk telah menunjukkan sebagai indikator yang kuat dalam pengukuran varibel laten. Selanjutnya perlu dilakukan uji statistik terhadap hubungan antar variabel yang nantinya digunakan sebagai dasar untuk menjawab hipotesis penelitian yang telah diajukan. Hasil pengujian normalitas data ditampilkan pada Tabel 4.

714 Sumber : data primer yang telah diolah. Evaluasi atas Outlier Evaluasi atas outlier univariat dan outlier multivariat disajikan pada bagian berikut ini : .000 1.588 .909 -1.556 .134 .000 max 5.000 skew .150 -2.r. -2.148 .467 1.269 1.164 c.000 1.000 5.032 -.445 .855 1.296 -1.121 1.000 5. 2.198 -1.112 .493 -2.000 1.r.790 .478 -2.305 .080 .082 -.157 -.253 -1.000 1.000 1.798 -1.000 5.581 kurtosis -1.716 .172 . .134 -.129 -.864 -1.198 -1.190 .269 .033 -1.000 5.618 2.Tabel 4.000 5.053 -.000 5.895 -.000 1.000 1.893 -2.000 1.15 Uji Normalitas Data Variable x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 Multivariate min 1.58.389 .000 1.000 1.449 .000 5.896 -.989 -1.372 -2.058 -2.15 terlihat bahwa tidak terdapat nilai CR untuk skewness dan kurtosis untuk univariate maupun multivariate yang berada diluar rentang + 2.000 5.409 -2.000 1.000 5.148 3.000 5.000 5.000 5.207 -1.190 -1.000 5.000 5. 2007 Dari hasil pengolahan data yang ditampilkan pada Tabel 4.215 -.540 -2.000 1.000 1.139 c.139 -1.220 -1.000 1.253 -.019 .660 -2.512 -2.535 -.103 -.493 -2.

00000000 1.0000000 .65017 1.50495 1.0000000 . Hal ini ditunjukkan dengan nilai Zscore dari data penelitian yang nilainya berada pada rentang < 3.0000000 . .00000000 1.33323 -1.0000000 .0000000 .16.54327 1.87977 -2.00000000 1.45183 -1.0000000 .07784 -1.33566 -1.24605 -1.13570 Maximum 2.00000000 1.00000000 1.a.00000000 1.75890 1. Apabila terdapat nilai Zscore yang berada diluar rentang < 3.00000000 1. Deviation 1.64862 1.35230 -1.47461 1.72455 1.02346 -1.0000000 .0000000 .00000000 1.00000000 1.00. Tabel 4.50608 1.16 Uji Univariate Outliers Descriptive Statistics N Zscore(X1) Zscore(X2) Zscore(X3) Zscore(X4) Zscore(X5) Zscore(X6) Zscore(X7) Zscore(X8) Zscore(X9) Zscore(X10) Zscore(X11) Zscore(X12) Zscore(X13) Zscore(X14) Zscore(X15) Valid N (listwise) 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 Minimum -1.46325 -1.55131 -1. Hasil pengolahan data untuk pengujian ada tidaknya outlier ada pada Tabel 4.52365 -1.0000000 . Univariate Outliers Pengujian ada tidaknya outlier univariate dilakukan dengan menganalisis nilai Zscore dari data penelitian yang digunakan.0000000 Std.10712 1. maka akan dikategorikan sebagai outlier.0000000 .0000000 .41079 1.0000000 .00000000 1.49277 1.00000000 1.55588 1.0000000 .00000000 1.36498 1. 2007 Sebaran data untuk setiap observed variable menunjukkan tidak adanya indikasi outlier.55295 1.00000000 Sumber : data primer yang telah diolah.43429 -1.00000000 1.00 seperti tampak pada Tabel 4.0000000 .22209 -1.00000000 1.16 diatas.35473 -1.34842 Mean .

321 .205 .641 .104 .058 .015 .091 .240 51 27.481 24 29.789 17 19.039 .131 54 21.622 33 20.513 .471 .407 39 23.631 . Tabel 4.180 .141 46 21.610 . Multivariate Outliers Evaluasi terhadap multivariate outliers perlu dilakukan karena walaupun data yang dianalisis menunjukkan tidak ada outliers pada tingkat univariate.138 .926 89 25. Jarak Mahalanobis (Mahalanobis Distance) untuk tiap-tiap observasi dapat dihitung dan akan menunjukkan jarak sebuah observasi dari rata-rata semua variabel dalam sebuah ruang multidimensional (Hair.132 .057 22 22.149 .013 .161 .509 .010 .407 .17.045 .695 52 22.074 .123 .024 . 2006).135 . Adapun hasil uji Mahalanobis distance dari tiap observed variable dapat dilihat pada Tabel 4.230 .070 93 20.443 99 21.378 .543 .190 p2 .498 .614 62 29.409 53 24.659 .305 48 19.557 p1 .958 47 20.529 .474 . et al 1995 dalam Ferdinand.407 .17 Observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) Observation number Mahalanobis d-squared 65 30.485 77 23.b.491 .614 .083 .701 32 25. tetapi observasiobservasi itu dapat menjadi outliers bila sudah dikombinasikan.

779 .470 .279 .608 .536 .314 98 17.382 .516 .696 .986 95 13.975 83 13.479 .541 .869 97 13.527 .690 38 17.680 81 16.496 .308 .317 .682 82 16.512 .529 .210 .674 44 16.727 .542 27 16.389 .263 11 14.286 .542 p2 .088 68 18.611 .452 .799 92 18.759 .480 .891 64 15.544 100 15.391 .627 .675 .478 .684 60 18.838 16 14.955 49 13.228 .648 .535 .533 .551 .672 .223 .285 12 19.229 .379 .300 .463 .201 .515 .392 .313 .414 .190 23 17.137 19 14.515 .338 .522 .687 .540 .584 .572 .366 34 17.338 .622 37 14.769 .527 .297 .419 86 17.615 .520 .492 .339 .262 71 17.605 .373 .294 .666 .498 .605 42 14.347 .180 30 14.042 26 15.429 .994 76 14.699 .616 .783 p1 .449 .563 9 17.675 50 18.102 4 17.244 .747 .363 31 17.Observation number Mahalanobis d-squared 55 19.134 91 16.136 67 13.869 41 15.768 101 14.433 .803 90 13.303 .468 .413 .659 .034 45 16.641 .

278 .379 .654 .242 56 9.358 .910 28 11.520 8 8.230 63 13.291 .785 .579 .435 .369 .659 .691 .804 .699 .761 .786 .880 13 10.851 .405 .539 85 10.874 .381 18 10.665 .123 20 12.863 94 11.252 .621 .483 21 10.539 6 10.639 .906 p2 .801 3 11.061 15 10.588 7 13.605 .797 .557 .890 .518 .795 .102 96 9.408 .780 .748 .549 74 8.828 .371 .872 .944 43 12.878 .427 .521 80 10.391 .663 .694 .538 .229 .355 5 10.652 .585 .399 .901 .270 .532 .786 .382 .744 .611 .601 57 10.413 p1 .737 .038 36 11.724 .762 88 12.676 .513 14 10.689 .440 .347 .574 .483 .116 79 11.399 25 11.171 .788 .475 103 9.210 35 12.710 78 13.847 61 11.Observation number Mahalanobis d-squared 87 13.536 .478 .441 .567 .607 .745 73 8.072 40 8.698 .996 72 8.404 .190 .728 1 11.900 .297 58 13.297 102 13.686 .184 70 12.215 84 11.588 .785 .579 .548 .593 .609 .874 2 9.

yang berarti nilainya lebih dari nol.793 . dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas atau singularitas.133 29 8.Observation number Mahalanobis d-squared p1 p2 59 8. yang berarti bahwa tampilan data yang dianalisis ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat outlier multivariate.17 diatas.910 . Determinan yang benar-benar kecil mengindikasikan adanya multikolinearitas atau singularitas (Tabachnick & Fidell. determinan dari matriks kovarians sampel adalah sebesar 4. 2006) sehingga data tidak dapat digunakan untuk analisis yang sedang dilakukan. Interpretasi dan Modifikasi Model Interpretasi dan modifikasi dimaksudkan untuk melihat apakah model yang dikembangkan dalam penelitian ini.155 Sumber : data primer yang telah diolah.001).326 . Berdasarkan dari output SEM yang dianalisis dengan menggunakan AMOS 6.0. 4. karenanya data ini layak untuk digunakan.413 . 2007 Berdasarkan hasil uji Mahalanobis Distance pada Tabel 4.0. Oleh karena itu.906 .085 69 7.682. 3. 1998 dalam Ferdinand. peneliti perlu mengamati determinan matriks kovarians. perlu dimodifikasi atau dirubah sehingga . Evaluasi Multicollinearity dan Singularity Untuk melihat apakah terdapat multicollinearity atau singularity dalam sebuah kombinasi variable. terlihat bahwa nilai Mahalanobis Distance observed variable adalah lebih kecil dari χ2(15.932 .

310 -.58.720 .466 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .260 -.837 .804 . Tabel 4.729 1.102 .689 -.924 .286 .705 .076 -.447 .010 -.411 .075 -.893 .270 .232 .000 -1. Hasil Standardized Residual Covarian model penelitian ini ditampilkan pada tabel 4.773 -.356 .243 .545 -.445 .072 .051 .mendapatkan model yang lebih baik lagi.136 . Nilai standardized residual covariance terbesar adalah 1.558 -.225 .780 -.713 .013 .817 .060 .273 -.502 -.420 1.661 .069 -.459 .373 .798 .281 .069 .492 -.525 -.980 1.265 -.376 .786 .404 .871 .066 -.551 .842 .494 -1.403 -1.484 -. 2007 Hasil analisis pada penelitian ini tidak menunjukkan adanya nilai standardized residual covariance yang melebihi ± 2.463 -.193 .000 -.467 .220 -.448 .000 -.467 -.148 -1.687 .288 -.061 .848 .705 .934 .242 -.000 Sumber : data primer yang telah diolah.000 .18 di bawah ini.551 .58.535 .038 .821 .164 -.000 -.050 .000 .182 . Sebuah model penelitian dikatakan baik jika memiliki nilai Standardized Residual Covarian yang diluar standar yang ditetapkan (≤ ± 2.083 -.000 -1.000 .155 1.000 -.300 .007 .142 -.592 -.128 -.000 -.145 .719 -. .729 (pada kolom X15 dan baris X2) yang lebih kecil dari 2.221 .000 -.000 .455 -1. Dengan melihat pada hasil tersebut maka tidak perlu dilakukan modifikasi model penelitian ini.000 .014 -.555 -.032 .092 1.436 .153 .405 .155 1.281 .58).18 Standardized Residual Covarian x13 .295 x14 .141 -.294 1.494 .000 -1.508 .

Variance Extracted Pengukuran variance extracted menunjukkan jumlah varians dari indikator yang diekstraksi oleh konstruk/variabel laten yang dikembangkan. Nilai reliabilitas minimum dari dimensi pembentuk variabel laten yang dapat diterima adalah sebesar 0.4. Uji Reliabilitas dan Variance Extracted 1.3. Persamaan untuk mendapatkan nilai variance extracted adalah : ∫ VarianceExtracted = ∑ S tan dardLoading + ∑ εj 2 ∑ S tan dardLoading 2 Hasil pengolahan data dari rumus persamaan construct reliability dan variance extracted untuk penelitian ini dapat dilihat pada .2.70. Uji Reliability Uji reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur yang dapat memberikan hasil yang relative sama apabila dilakukan pengukuran kembali pada obyek yang sama. Nilai variance extracted yang dapat diterima adalah minimum 0.50. Untuk mendapatkan nilai tingkat reliabilitas dimensi pembentuk variabel laten digunakan rumus : ∫ Construct Re liability = (∑ S tan dardLoading ) 2 + ∑ εj (∑ S tan dardLoading ) 2 2.

Variance Extracted dan Construct Reliability STD.240 0.695 2.217 CONSTRUCT RELIABILITY 0.772 0.788 0.19.568 VARIANCE EXTRACTED 0.726 0.736 2.766 0.458 1.484 0.660 0.796 0.506 1.798 VARIANCE EXTRACTED 0.230 STD.296 CONSTRUCT RELIABILITY 0.413 0.814 0.373 1. LOADING 0. LOADING 0.477 0.539 0.718 0.829 0.872 0. LOADING 0. LOADING CONSTRUCT RELIABILITY 0.850 0.306 STD.030 STD.726 0.570 VARIANCE EXTRACTED 0.274 0.712 0.852 0.493 0.339 CONSTRUCT RELIABILITY 0.313 0.792 2.481 VARIABEL KP x1 x2 x3 ERROR VARIABEL SKP x4 x5 x6 ERROR VARIABEL M x7 x8 x9 ERROR VARIABEL TKPB x10 x11 x12 ERROR 0.679 0.556 CONSTRUCT RELIABILITY 0.278 0.517 1.594 VARIANCE EXTRACTED 0.246 STD.564 2. 2007 VARIABEL KO x13 x14 x15 ERROR .Tabel 4.703 2.255 1.290 Sumber : data primer yang telah diolah. LOADING 0.473 0.554 VARIANCE EXTRACTED 0.

Demikian juga untuk nilai variance extracted. GFI = 0. TLI = 0.005 0.279 TKPB <--M 0. .3.142 P 0. CFI = 0.01 menunjukkan bahwa analisis konfirmatori dan Structural Equation Modeling dalam penelitian ini dapat diterima sesuai model fit dengan nilai Chi-square = 98. Hal ini berarti bahwa pengukuran model SEM ini sudah memenuhi syarat ekstraksi faktor yang baik.124 C.969.20.840. 4. dan RMSEA = 0.399 2.E.008 *** Hasil perhitungan terhadap kriteria goodness of fit dalam program AMOS 4.5.Hasil pengujian di atas menunjukkan semua nilai reliability berada di atas 0.217 TKPB <--SKP 0. AGFI = 0.148 0.042 sesuai tabel 4.638 Sumber : data primer yang telah diolah.889.20 Uji Hipotesis Estimate TKPB <--KP 0.122. 0.1 0.159 Probabilitas = 0.R.162 0. semua berada di atas 0.155 0.975. 1.792 2.7. Ini berarti bahwa pengukuran model SEM ini sudah memenuhi syarat reliabilitas pengukur.659 5.394 KO <--TPKB 0. Pengujian Hipotesis Hasil analisis SEM sebagai langkah pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : Tabel 4. Berdasarkan model fit ini dapat dilakukan pengujian terhadap 4 hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. 2007 S.

4. Dengan demikian H1 dalam penelitian ini ditolak.399 yang memenuhi syarat >2. sehingga tidak sesuai dengan harapan konsumen yang selalu menginginkan produk dengan keunggulan teknologi. .162 yang memenuhi syarat probabilitas pengujian berada dibawah 0. akan berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru tersebut di pasar.3.792 yang memenuhi syarat >2. 4. Pengujian menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai CR = 2.279.3.005 yang memenuhi syarat probabilitas pengujian berada dibawah 0. fitur lengkap dan harga murah. akan semakin berpengaruh positif terhadap tingkat kesuksesan produk baru.2 Pengujian Hipotesis 2 H2: Semakin tepat strategi kompetitif pasar yang diterapkan oleh perusahaan. Parameter estimasi hubungan kedua variabel tersebut diperoleh sebesar 0.00 dengan probabilitas = 0. Dari analisa data didapat bahwa.00 dengan probabilitas = 0.1 Pengujian Hipotesis 1 H1: Semakin tepat didalam pemilihan karakteristik produk baru yang akan diproduksi oleh perusahaan.05. jawaban yang di dapat dari responden terhadap harga produk ternyata tidak sesuai dengan harapan pada hipotesa 1.05. Pengujian menunjukkan nilai CR = 1. yang mana pada saat dilakukan kuisoner responden masih merasakan harga produk Telkomsel masih sangat mahal dan teknologi yang diaplikasikan relatif sama dengan operator selualar lainnya. Dengan demikian H2 dalam penelitian ini dapat diterima.

3 Pengujian Hipotesis 3 H3: Semakin popular merek. Henard dan David M. fokus pesaing. Pengujian menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai CR = 2.008 yang memenuhi syarat probabilitas pengujian berada dibawah 0. proses kompetitif pengetahuan pasar menghasilkan pengaruh positip pada keunggulan produk baru. dan juga hasil penelitian David H. mutu yang dirasakan konsumen dan pengenalan terhadap merek sangat dibutuhkan dalam mencapai kesuksesan dalam memasarkan produk baru.05.00 dengan probabilitas = 0. Szymanski (agustus. mutu yang dirasakan konsumen.3. yang menyatakan bahwa. Dengan demikian H3 dalam penelitian ini dapat diterima. Hasil penelitian ini . akan semakin berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru Parameter estimasi hubungan kedua variabel tersebut diperoleh sebesar 0.Hal ini menunjukkan bahwa. oktober 1998. indikator-indikator dari kompetitif pasar seperti fokus pada pelanggan.659 yang memenuhi syarat >2. 2001). indikator-indikator dari strategi kompetitif pasar seperti fokus pelanggan. dan inovasi produk berpengaruh signifikan positip terhadap tingkat kesuksesan pemasaran produk baru.394. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Tiger Li & Roger J. Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator dari merek seperti reputasi merek. 4. yang menyatakan bahwa. fokus pada pesaing dan koordinasi pemasaran. sangat dibutuhkan dalam memasarkan produk baru sehingga harapan produk baru dapat sukses dipasar dapat diperoleh dan kinerja outlet dapat ditingkatkan.

Dengan demikian hasil penelitian ini menguatkan hasil penelitian dari David H. 4. oktober 17 1999.juga memperkuat hasil penelitian Geok Theng Lau. Szymanski (agustus. Henard dan David M. maka kinerja outlet semakin meningkat.638 Pengujian menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai CR = 5.4 Pengujian Hipotesis 4 H4: Semakin tinggi tingkat kesuksesan produk baru. . indikator-indikator dari strategi kompetensi pasar seperti fokus pelanggan. yang menyatakan bahwa. indikator-indikator dari tingkat kesuksesan produk baru seperti. sehingga para pemasar harus mempertimbangkan dengan cermat faktor-faktor merek dalam membangun kepercayaan pada merek.142 yang memenuhi syarat >2.00 dengan probabilitas signifikan. jadi tingkat kesuksesan produk baru mempunyai pengaruh yang positip terhadap kinerja outlet. Dengan demikian H4 dalam penelitian ini dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa.3. mutu yang dirasakan konsumen. inovasi dan harga produk baru sangat berpengaruh positip dan berperan penting dalam mencapai tingkat kesuksesan terhadap produk baru tersebut. 2001). promosi. fokus pesaing. dan Sook Han Lee. Parameter estimasi hubungan kedua variabel tersebut diperoleh sebesar 0. yang menyatakan bahwa kepercayaan pada merek berhubungan positip pada loyalitas merek. dan inovasi produk berpengaruh signifikan positip terhadap tingkat kesuksesan pemasaran produk baru.

.

dan agenda penelitian mendatang. dan kesuksesan produk baru secara positip berpengaruh signifikan terhadap kinerja outlet dengan obyek penelitian pada outlet telekomunikasi selular.1. merek.1 Sistimatika Bab.BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN Secara rinci dalam bab V ini akan dijelasan mengenai kesimpulan dari masalah penelitian. Implikasi teoritis. Implikasi Teoritis 2. Sistimatika dari bab V dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 5. Kesimpulan masalah penelitian Penelitian ini membuktikan bahwa strategi kompetitif. Implikasi manajerial. . keterbatasan penelitian. V Kesimpulan atas Masalah Penelitian IMPLIKASI 1. Implikasi Manajerial Keterbatasan Penelitian Agenda Penelitian Mendatang 5.

dalam menjual barang dan jasa dalam pasar teknologi tinggi.1 Implikasi Teoritis Implikasi teoritis merupakan sebuah cerminan bagi setiap peneilitian. promosi.2. tepat waktu dalam mengeluarkan produk baru. Telkomsel sebagai representasi subyek penelitian. bahwa tingkat kesuksesan produk baru akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan pada kinerja outlet. Implikasi 5. baik itu rujukan permasalahan. . dimana implikasi teoritis memberikan gambaran mengenai rujukan-rujukan yang dipergunakan dalam penelitian ini.2. David M Szymanski (agustus 2001) yang mengatakan pencocokan produk. reputasi merek. dan harga produk baru. sinergi teknologi. Dari hasil analisis full SEM didapatkan implikasi teoritis bahwa pada saat perusahaan ingin meningkatkan kinerja outlet perlu mempertimbangkan inovasi produk-produk baru yang akan diluncurkan ke pasar sebagai faktor utama. bagaimana strategi pemasaran produkproduk baru dapat disusun dan diaplikasikan secara lebih efektif dengan basis data output dari penelitian ini. Untuk selanjutnya penelitian ini memberikan implikasi manajerial kepada PT. permodelan. Henard. dengan memperhatikan faktor-faktor. Ini berarti bahwa produk baru menjadi sangat penting untuk dikelola dalam strategi bisnis dengan obyek penelitian pada outlet industri telekomunikasi selular. strategi dan proses pada konteks lingkungan menjadi penting untuk menambah performa produk baru. inovasi.Hal tersebut menjawab hasil penelitiaan yang telah dilakukan oleh David H. mutu yang dirasakan oleh konsumen. pengenalan merek. hasil-hasil dan agenda penelitian terdahulu. Dengan demikian rumusan masalah dalam penelitian ini telah terjawab. sinergi pemasaran. 5.

Cynthia A. dalam menjual barang dan jasa dalam pasar teknologi tinggi. Indikator-indikator mutu yang dari kebutuhan teknologi. dan Szymanski Inovasi produk (Agustus. penelitian dirasakan .1 Tabel 5. terhadap produk baru adalah. strategi dan proses pada konteks lingkungan menjadi penting untuk menambah performa produk baru. fokus pesaing. mutu David H. Cobboleh Wallgreen. prapengembangan kecakapan tugas. dan Naveen produk seperti . Henard dan David M. 2001). dan ketepatam waktu peluncuran produk konsumen. potensial pasar. ketepatan baru. Henard. David M Szymanski (Agustus. kecanggihan teknologi produk. 2. sepuluh indikator signifikan positip terhadap tingkat yang menjadi penggerak kesuksesan kesuksesan pemasaran produk baru. Konfirmasi dan dukungan atas hasil-hasil penelitian terdahulu kami tampilkan dalam tabel 5. marketing. petugas memenuhi keunggulan produk. penggunaan sumber riset dan pengembangan. kebutuhan kecakapan produk cutomer . brand Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil dari Cathy J. reputasi merek. sumber daya manusia yang digunakan. yang dirasakan konsumen.Dengan demikian penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh David H. 2001) yang berpengaruh menyatakan bahwa. yang mengatakan pencocokan produk.1 Implikasi Teoritis No Temuan Indikator-indikator dari Implikasi Teoritis strategi Hasil penelitian ini diperkuat dengan 1 kompetensi pasar seperti fokus hasil penelitian yang dilakukan oleh pelanggan.

1999 dalam penelitiannya berjudul Consumers Trust in a Brand and the Link to Brand Loyality. koordinasi pemasaran pada strategi Calantone. kepercayaan dalam merek berhubungan positip pada loyalitas merek.konsumen dan pengenalan merek Donthu. Purchase Brand Intent. 1995. yang dalam kompetisi pasar mempunyai penelitiannya berjudul: The Impact of pengaruh yang positip pada tingkat Market Knowledge Competence on . terhadap kesuksesan produk baru di Preference. fokus pada pesaing dan penelitian Tiger Li & Roger J. menyatakan bahwa. oktober 1998. dalam penelitiannya berpengaruh signifikan positip berjudul Brand and Equity. Diperkuat juga oleh hasil penelitian Geok Theng Lau. fokus pada Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil pelanggan. brand dengan equitas yang lebih tinggi dalam tiap katagori menghasilkan preferensi dan intensi pembelian yang jauh lebih besar. disampaikan pula pada hasil penelitiannya indikator pelayanan dan resiko dari penggunaan merek yang sudah punya nama (sudah di kenal di masyarakat) dengan yang belum dikenal di masyarakat juga sangat menentukan tingkat kesuksesan produk tersebut di pasar. October 17. Indikator-indikator . Sook Han Lee. terhadap kinerja outlet pasar dan juga berpengaruh positip menyatakan bahwa. sehingga para pemasar harus cermat 3 mempertimbangkan faktor-faktor merek dengan dalam membangun kepercayaan pada merek.

akan proses dalam tingkat kesuksesan produk baru Conceptualization Examination. oktober 1998. 4 menyatakan competitor. sehingga semakin sering dilakukan promosi. Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil inovasi dan harga produk baru penelitian Tiger Li & Roger J. proses menghasilkan pengaruh positip pada keunggulan Indikator-indikator seperti promosi. maka tingkat pengetahuan pelanggan akan semakin baik mengenal produk tersebut dan akan berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru. tingkat mempengaruhi pengetahuan perubahan menyatakan teknologi intensitas pelanggan pengembangan produk baru. dan Conceptualization Examination. oktober 1998. berpengaruh posiitip terhadap Calantone. yang dalam penelitiannya berjudul: The Impact of Market Knowledge Competence on New Product and Advantage: Empirical bahwa. yang dalam penelitiannya berjudul: The Impact of Market Knowledge Competence on . positip pada keunggulan produk Calantone. proses pengetahuan pelanggan.kesuksesan produk baru New Product and Advantage: Empirical bahwa. pengetahuan marketing-R&D produk baru. 6 Proses pasar baru kompetensi menghasilkan pengetahuan Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil pengaruh penelitian Tiger Li & Roger J.

New

Product and

Advantage: Empirical bahwa,

Conceptualization Examination,

menyatakan

semakin besar keunggulan produk baru, maka semakin baik kinerja pasar produk

5.4.2 Implikasi Manajerial

Dari hasil penelitian dan implikasi teoritis dapat dikembangkan menjadi sebuah strategi yang dapat meningkatkan kinerja outlet PT. Telkomsel di pasar industri telekomunikasi selular Indonesia. Pihak manajemen hendaknya memperhatikan faktor – faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet, seperti karakteristik produk, strategi kompetitif pasar, dan merek. Implikasi manajerial yang didapat adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil penelitian, variabel strategi kompetensi pasar berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru dengan nilai 0.31. Tingkat kesuksesan produk baru dapat ditingkatkan melalui strategi kompetitif pasar dengan indikator-indikator yaitu; fokus pada pelanggan, fokus pada pesaing dan koordinasi pemasaran. Dari ketiga indikator tersebut koordinasi pemasaran yang paling berpengaruh dengan nilai 0,79. Tingkat kesuksesan strategi kompetensi pasar dapat ditingkatkan dengan lebih intensif melakukan koordinasi pemasaran dengan outlet. Hal ini disebabkan karena pelanggan sudah merasakan keyamanan didalam mempergunakan semua fitur yang ada didalam produk-produk Telkomsel, karena selalu mendapatkan pelayanan dan penjelasan dari

outlet secara detail. Telkomsel selalu mengupdate pengetahuan outlet baik pada saat peluncuran produk baru maupun pada saat outlet mengalami kesusahan menjelaskan tentang fitur produk ke pelanggan, sehingga pelanggan tidak mengalami kesulitan di dalam menikmati aplikasi –aplikasi yang ada dalam produk yang dibeli. Dalam hal ini disarankan pada manajemen Telkomsel untuk lebih meningkatkan koordinasi pemasaran yang sudah ada saat ini dan bila memungkinkan lebih ditingkatkan frekuensi dalam mengupdate pengetahuan penjaga outlet tentang produk-produk dan fitur-fitur baru Telkomsel.

2. Variabel merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesuksesan produk baru dengan nilai paling tinggi yaitu 0,42. Tingkat kesuksesan produk dapat ditingkatkan melalui mempertahankan brand produk dengan indikator-indikator yaitu reputasi merek, mutu yang dirasakan pelanggan, dan pengenalan merek. Dari ketiga indikator tersebut reputasi merek yang paling berpengaruh dengan nilai 0,85. Dengan demikian brand produk dapat ditingkatkan melaui peningkatan terhadap reputasi merek dengan promosi yang lebih intesif pada saat mengeluarkan produk-produk baru dan fitur-fitur baru dalam produknya. Hal disebabkan karena konsumen sudah merasakan kenyamanan didalam memakai produk dan fitur-fitur Telkomsel. Telkomsel dapat dipercaya. Dalam hal ini disarankan manajemen Telkomsel selalu melakukan promosi yang lebih baik untuk produk-produk, maupun fitur-fitur baru Telkomsel sehingga brand produk Telkomsel selalu melekat di ingatan konsumen.

3. Variabel tingkat kesuksesan produk baru berpengaruh positip terhadap kinerja outlet dengan nilai 0,81. Tingkat kesuksesan kinerja outlet dapat ditingkatkan dengan mempertahankan tingkat kesuksesan produk baru dengan indikator-indikator yaitu; promosi, inovasi dan harga produk baru. Dari ketiga indikator tersebut inovasi yang paling berpengaruh dengan nilai 0.87. Dengan demikian tingkat kesuksesan produk baru dapat ditingkatkan dengan; Telkomsel selalu muncul sebagai pioner didalam melakukan inovasi-inovasi di dalam produk barunya. Hal ini disebabkan karena konsumen merasakan manfaat yang positip dari inovasi-inovasi produk yang dikeluarkan oleh Telkomsel. Dalam hal ini di sarankan kepada manajemen Telkomsel untuk tetap selalu sebagai pioner dalam mengeluarkan inovasi-inovasi dan fitur-fitur baru dalam setiap produk barunya, yang tentunya mudah dipahami konsumen dalam penggunaannya. Juga disarankan pada manajemen Telkomsel untuk selalu melakukan survey kebutuhan konsumen akan teknologi atau fitur-fitur yang diharapkan oleh konsumen pada produk-produk baru yang akan dikeluarkan.

4. Variabel karakteristik produk berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru dengan nilai paling kecil 0,22. Dari ketiga Indikator yang ada pada karakteristik produk nilai yang paling kecil adalah keunggulan produk, kemudian diikuti dengan harga produk. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa hipotesa ini ditolak. Dilihat dari tiga indikator yang mempengaruhi variabel karakteristik produk ternyata indikator keunggulan produk mempunyai nilai yang paling kecil kemudian diikuti oleh indikator harga produk. Dalam hal dari hasil responden konsumen tidak setuju dengan pernyataan bahwa Telkomsel mempunyai teknologi yang lebih unggul dari operator

pada variabel karakteristik produk. Disamping itu juga disarankan kepada manajemen Telkomsel untuk melakukan evaluasi ulang terhadap harga produk-produk dan fitur-fitur yang ada saat ini yang tentunya masih dirasakan mahal oleh pelanggan. Keterbatasan Penelitian Dari hasil pembahasan tesis ini maka dapat disampaikan beberapa keterbatasan penelitian sebagai berikut : 1. minimum 300 sampel (sesuai pendapat Tabacknik. Dalam hal ini disarankan pada manajemen Telkomsel untuk lebih cepat didalam mengeluarkan produk-produk baru dan mempunyai teknologi yang lebih canggih dan lebih maju dari operator lain.lainya. pelanggan masih merasakan harga produk Telkomsel masih lebih mahal dari harga produk yang sama dari operator lainnya. sedangkan dari sisi harga produk Telkomsel. Indikator pada X1 mempunyai loading faktor faktor yang rendah.5. . 1996). 5. kemungkinan disebabkan karena pemilihan indikator yang tidak tepat. Jumlah sampel perlu diperbanyak. 2. minimal 300. Diharapkan dalam penelitian selanjutnya menggunakan jumlah sample yang lebih banyak . sehingga perlu adanya penyempurnaan indikator dalam penelitian ini khususnya pada indikator (X1).

5.indikator yang ada dalam variabel karakteristik produk seperti keunggulan produk dan harga produk. untuk kasus yang sama lebih baik indikator keunggulan produk bisa diganti dengan indikator lainnya karena teknologi yang diaplikasikan pada operator selular saat ini sebagai obyek yang diteliti hampir sama.6. Agenda Penelitian Mendatang Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melihat keterbatasan-keterbatasan pada penelitian ini yaitu perlunya mengganti indikator. 1996) . karena banyak sekali produk-produk dan fitur-fitur baru yang dikeluarkan oleh perusahaan rokok saat ini untuk meningkatkan kinerja outletnya. Peneliti selanjutnya juga dapat meneliti kembali kasus yang sama dengan obyek yang berbeda misalnya dengan mengambil obyek perusahaan rokok. . juga pada keunggulan produk. Yang mana dalam kondisi saat ini harga produk dari obyek yang diteliti paling mahal diantara operator lain yang mempunyai bisnis yang sama. juga yang perlu mendapat perhatian adalah jumlah sample minimal 300 (sesuai pendapat Tabacknik.

1.. Cooper. Bloemer. (1991). Deborah Dougherty. Daniel (1973). ”Strategic Marketing Texas Christian University. No. Journal of Advertising. “ Powering Product Innovation” . February 1997. Cobb-Walgren.1997. S Tamer. p. Butler. Volume XXIV. Cynthia Hardy. Brand Preference. Free Press. Managing Brand Equity. and Kasper. Number 3 Fall 1995. Journal of Management.” The Complex RelationshipBetween Consumer Satisfaction and Brand Loyalty. Cooper (1992). 17. 17 (1). pp. Biel. 1995. Vol. Cathy J.K. Jay (1991).” Journal of International Marketing .M.M. “ Product and Promotion Adaptation In Export Ventures : An Empirical Investigation. 99-120 Berggren. Donald R. . Vol.” Journal of Economic Psychology.”Firm Resources and Sustained Competitive Advantage. Erlangga. 113-27. David W. 1998.DAFTAR REFERENSI Aeker.92-101. pp. (1991). P.” Journal of Management. European Management Journal. Alexander L. Donald R. Craven. February 6.311-329. Cynthia A. 1998.1996. Vol.” Academy of Manahement Executive. Coping with Recession: Why Budget-cutting May Not Be the Answer. “ Brand Equity. and Purchase Intent. 16. J. 479-502.D. Bell.” Toward Understanding and Measuring Conditions of Trust: Evolution of a Condition of Trust Inventory. The Coming of Post-Industrial Society. Metode Penelitian Bisnis. J.”The New Product System: The Industri Experience.(1991). 15. dan C William Emory. David A.P (1995). 15 No. 2001. New York. USA. Vol. Cooper. 1993. H.” Introduction New Product can be Hazard ous to Your Company: Use the Right New-Solution Delivery tool. dan C William Emory.”Journal of Product Innovation Management. 9 (2). Ruble and Naveen Donthu. Barney.643663. Jakarta. Erlangga. Cavusgil.” keynot address to the Third Advertising Research Foundation Advertising and promotion workshop . Eric dan Thomas Nacher. Jakarta. New York: Basic Book.3. Metode Penelitian Bisnis.

17 (March). 2000. Day. Vol XXXVIII (August 2001). Number 1. Seri Penelitian Manajemen. (1962).(1996). Drucker...”The Capabilities of Market – Driven Organization . Volume 10.p. Agusty T. Frank . 2002. Dodds.” Journal of Marketing. James C. Lukas. Deshpande. 121-54. 58 (October).”Irish Marketing Review. Sage Publications.” Research Paper Series.The Journal of Service Marketing. Hal. 37-52.2930.”Brand choice as Probability Process..R. Badan Penerbit Universitas Diponogoro. 1991. Vol.” Better Measurement and management of Brand Value. (1992).32 (July/August). Vol (January 1993). Journal of Marketing Research. Crimmins. Peter F. Kramer and T.”Jurnal of Adverting research. Creed W.D. 2000. Delene. Kathleen (1991). 239-247.”Journal of Marketing.” Vol.E. Ferrel . Managerial Philosophics. Innovation and Entrepreneurship: Practice and Principles. (1995).Conner. Ferdinand.”Corporate Culture. Szymznski (2001). No. January. Aplikasi Model-model Rumit Dalam Penelitian Untuk Tesis Magister dan Disertasi Doktor.35. Farley and Fredrick E.43-56. ‘’In Search of value : How Price and Store Name Information Influence Buyer’s Product Perceptions “. Rohit.p.M. Trust in organizations: Frontiers of Theory and Research. Ferdinand. “The Effect of Market Orientationon Product Innovation .”Trush in Organizations: A Conceptual Frame Work Linking Organization Forms. Inc. Linda M. Meloche dan John S. Webster Jr (1993). 2002. David H.” In R.” A Historical Comparison of Resource Base Theory and Five Schools of Thought Within Industrial Organization Economic: Do We Have a New Theory the Firm?” Journal of Management. R. “ Manajemen Pemasaran : Sebuah Pendekatan Stratejik. Martin S. Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen. George S (1994). . Agusty T. Tyler (eds). 1997. William B..” Journal of Bisniss .E. and the Oppourtunity cost of controls.E.2. 01/Mark/01/2000. pp. 11-19.’’ Why Some New Product are more successfull Than Others’’. ” International Product Strategy : Building Standardisation-Modification Decision . 28.” Journal of Academy Marketing Science. Hodkins. New York : Harper & Row. and Miles. OC dan Bryan A. No. Customer Orientation and Innovativeness in Japanese Firm : A Quadrad Analysis. John U.. Henard dan David D. R.

(July). KK. Keller. p.” Marketing Research . “The Effect of Advertised and Observed Quality on Expectation About New Product Quality”. William C. Ajay K Kohli and Arvind Sahay. Vol.” International Journal of Researchin Marketing .” Journal of Marketing. P. Competing for the Future.” Measuring Brand Value With Scanner Data .” The Comparative Advantage Theory of Competition.” Journal of Marketing . Vol. and Managerial Implications.” Strategy Orientation of The Firm and New Product Performance. (1989).”Market Orientation: Antecedents and Consequences. 1-22. Hunt.” Journal of Marketing Research.280-290. XXXIV.1-18. Jaworski. Joseph.77-90. XXXII.1-19. Gary and C. Jaworski. Hair.4. Measuring. Hamel. Peter H. 1-15.” working paper. and Managing Customer – Base Brand Equity. Prentice Hall. and Ajay K Kohli (1993). Prahalad (1994). p. 1995.2000: Market Driven Versus Driven Markets. Journal of the Academy of Marketing Sciences. Vol. Sook Han Lee. 59 (April).” Managing Brand Equity. Hauser (1992).”Journal of Marketing. (February). Abbie and John R.” Marketing in an Information _Intensive Environment: Strategic Inplication of knowledge in a asset. Griffin. Fourth Edition. . “The Marketing and R&D Interface.”Customers’ Trush in a Brand and The Link to Brand Loyalty. 10 (March). Vol. Bernard J.23. 55 (october). Praven dan Lahman Donald. Bernard. Jaworski. Kavin Lane (1993).” Journal of Marketing. Journal of Market Focused Management.K. Wagner and Garry Russel (1993).”Conceptualizing. 1999.” Market Orientation : The Construct. Glazer. 9-22. Boston: Harvard Business School Press. Rashi (1991). Geok Theng Lau. and Jean-Marc Xuereb (1997).p.341-370 (1999) Gatignon. University of Chicago. and Ajay K Kohli (1990). Shelby D.54 (April). Vol. Journal of Marketing Research. Black (1995). 57.Farquhar. Kamakura.53-70. Bernard J. Koppale. Morgan (1995).” Journal of Marketing 57 (January). Rolpe Anderson. and Robert M. Hubert. 24-33. (September). Research Proporsitions. Multivariate data Analysis With Readings.

John C. Naver. Ruekert. dan Patrick M. and Stanley F. MA: Marketing Science Institute. 13-29. Hal.” International Journal of Research in Marketing . 1997. . Report No.55-76. Vijay.” in Managing Brand Equity : Aconference summary . ‘’Mediating Influences on the Relationship Between Market Orientation and Profitability in small Industrial Firms. ed. 88 – 104. Telkomsel. .” Measuring Brand Image with Conjoint Analysis and Choice Models. Measuring and Managing Brand Equity: A Conference Summary.45-55. Direktur Utama PT. Vol. C. Li . . 1998. report No.” The Core Competence of the Corporation.” Journal of Marketing. Journal of Marketing. Calantone. Pelharm. Mittal.”The Effect of a Market Orientation on Business Profitability. Eliot Maltz .” Journal of Marketing. ed.Kiskenda. 20-22. Suara Merdeka Ekonomi. Summer.” Developing a Market Orientation : An Organizational Strategy Perspective. Prahalad. MA : Marketing Science Institute.K. M. Cambridge .58 (January). Baldasare. and Gary Hamel (1990). 14-15.” Harvard Business Review. Louviere. 2006. 91-110. Tiger dan Roger J.9 (August). Jordan and Richard Johnson (1988). and Stanley F. Vithala Rao. Vikas. 79-91.”Development. p.p.. “Does Copetitive Environment Moderate The Market Orientation-Performance Relationship?. lance Leutheasser. (1990).”Journal of Marketing. Telkomsel. Slater. 62. Mahajan. (October 1990). Slater.’’ Journal of Marketing Theory and Practice. John C. and Rajendra Srivastava (1990). Testing. Robert W. 68 (May/June). Norman Wijaya. (1994). Ross Jr.” in Defining.225-245.p. (1992). “ The Impact of Market Knowledge Competence on New Product advantage : Conceptualization and Empirical Examination . Vol.p. Laporan Direksi ke Komisaris Perusahaan PT.”The Assymetric Impact of Level Performance on Overall Satisfaction and Repurchase Intention’’. Alfred M. Cambridge. 1998. Naver. ”Telkomsel pelopor solusi Telekomunikasi Nirkabel”. 14 Juni 2004. William T. Vol. and Validation of Brand Equity Under Conditions of Acquisition and Divestment.20-35.

Journal of Market Focused Management. Vol.. February. N.. Sinkula. Simon. Carol J. The Meaurement and Determinants of Brand Equity: A Finanancial approach. “ The Determinants of Japanesse New Product Success. P. and Silva . 1999 Sinkula.35-45.1997. XXXVIII hal. Interactions Between Product Complementary and Promotional Strategies”.” Journal of Marketing 58. 1999. Vol.B. Journal of Marketing. Krisnan H.” Market Information Processing and organization Learning. and Roth. Sook Han Lee.4. 73 – 95. (1993). D.64-76.” Organizational Science . (1985). p:57-74.. . 1999.77-92. Rober. “ for trush / distrust.” How Industrial Sales People Gain Customer Trush.14.” Marketing Science. 12 (Winter). 1994.E. Sethi. “ Consumers’ Trust in a Brand and The Link to Brand Loyalty.” Explanning the effectiveness of legalistic . I. “The Strategic Market Planning Implementation Interface In Small Midsized Industrial Firm : An Exploration Study. PP. Cross Functional Product Teams. Trawick. Deniel C. 58 January. S. 1997.W. Whan Park.3. 28-52. Sitkin. Fokused issue : The Legalistic Organisation . Hal: 35-45.”Journal of Marketing. and Marry W.F. January. Hemant dan Clint Tankersly. Creativity. Rajesh. and the Innovativenness of New Consumer Products. Using Advertising Alliances for New Product Introduction . 2001. Swan. 2003.3678-392.” Journal of Marketing Research . C. .”Industrial Marketing Management. J.pp.. XXXIV .pp.” Journal of Marketing Research. Sashittal.L.” Remedies. Geok Theng Lau. Song. Vol 4. Smith E.” Journal Of Marketing Theory and Practice.Sullivan (1993). P.341-370. James M (1994). NO. X dan Michael Perry. Smith dan C. Vol.” Market Information Processing and Organizational Learning.Sridar Samu. Sanker.p.

15 Juni 2007 Kepada Yth. I Putu Gde Sosiantara NIM. Pemilik / Pengelola / Administrasi outlet yang menjual produk Telkomsel Di tempat Perihal : Permohonan Pengisian Kuisioner Penelitian Tesis Dengan hormat.p. Telkomsel Wilayah Kota Semarang”. Demikian permohonan dari kami. Hormat kami. Responden penelitian Tesis U. Sehubungan dengan akan disusunnya penulisan tesis di Magister Manajemen UNDIP dengan judul “Analisis Pengaruh Tingkat Kesuksesan Produk Baru Dalam Meningkatka Kinerja Outlet Pada PT. maka kami bermaksud melakukan survey melalui kuisioner kepada outlet yang memasarkan produk Telkomsel baik dalam bentuk kartu perdana Simpati.Semarang. Kartu As maupun kartu Halo. atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih. Untuk keakuratan dan validitas data kami mohon para responden untuk mengisi sesuai dengan realitas yang terjadi dilapangan karena hasil penelitian ini akan ‘dikirim’ kepada manajemen Telkomsel supaya dijadikan sebagai salah satu dasar penentuan kebijakan peningkatan efektifitas dan efisiensi dalam hal pengelolaan outlet (saluran distribusi) produk Telkomsel ke depan. C4A004158 .

.....................................Jumlah Nilai 9.................. Nama responden .................... : ………….. ................... Alamat outlet : ... Rata-rata quota dan penjualan : Rp.................... Umur : …………………………................................................- ............................................................................. 5............................................./HP................................................................................. .................................. : 2......................... Lama jadi disributor ................................. Pendidikan terakhir : SD / SLTP / SLTA / Akedemi / S1 / S2 / S3 Telp............. Jabatan 3.................................. Nilai aset perusahaan / outlet saat sekarang ini Nilai Toko beserta perlengkapan Rp....................Tahun Mulai kerja : ……………… Jenis kelamin : L / P )* 4............................................Nilai Kartu yang dijual di Outlet Rp................... 6................. Nama outlet : ...... 8..................................................... 7..... Tlp....... ...DAFTAR PERTANYAAN PENELITIAN KESUKSESAN PRODUK BARU DALAM MENINGKATKAN KINERJA OUTLET PADA TELKOMSEL REGIONAL JATENG & DIY IDENTITAS RESPONDEN 1...........

VARIABEL KARAKTERISTIK PRODUK 1. sedangkan angka 5 (lima) menunjukan sangat setuju terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. 1 Sangat tidak setuju 2 3 yang dijual Telkomsel mempunyai keunggulan teknologi dibandingkan dengan produk yang dikeluarkan oleh operator 4 5 sangat setuju .PRODUK Perdana Simpati As Simpati Jitu HaloBebas HALOhybrid HaloN@vigat or64 Citibank Telkomsel Card PENJUALA N KEMARIN Jawaban kuisioner berdasarkan skala 1 – 5 dengan angka 1 (satu) menunjukan bahwa responden memberikan tanggapan yang sangat tidak setuju terhadap pertanyaanpertanyaan yang diajukan. kartu AS. PERTANYAAN – PERTANYAAN VARIABLE PENELITIAN I. Kartu Halo. dan kartu Simpati GSM yang lain.

pada saat produk baru diluncurkan 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju . Telkomsel selalu mengupdate pengetahuan outlet. Kartu Halo. Produk dari Telkomsel sudah memenuhi harapan dan keinginan dari pelanggan 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju 5. dan kartu Simpati yang dijual Telkomsel lebih mudah dimengerti dan dipahami petunjuk-petunjuknya didalam mencoba menggunakannya. kartu AS. inovasi produk seperti apa yang sekarang paling diharapkan outlet dan pelanggan pada manajemen Telkomsel? . …………………………………………………………………………………… II. Telkomsel di dalam meluncurkan suatu produknya selalu lebih awal dari kompetitornya 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju 6. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju 3. VARIABEL STRATEGI KOMPETITIF PASAR 4. Produk mengiuti perkembangan teknologi 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju Menurut anda.2.

........................... ............... (pada saat pertama kali membeli kartu)..... .. Rata-rata produk Telkomsel (katu Halo...................................III...... dan kartu AS 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju IV......... VARIABEL MEREK 7..................... kartu Halo.. saya mau beli Simpati-nya Satelindo atau saya mau beli karu Halo-nya Satelindo...... Simpati Jitu dan Kartu As) yang paling diminati oleh pelanggan pada saat pertama kalinya menggunakan layanan selular............. .... Saat pelanggan membutuhkan kartu selular............... kartu Simpati. Misalnya............ yang paling banyak dicari adalah kartu Simpati............. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju 8.. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju 9........... Pelanggan seringkali ketika mau membeli produk selular yang bukan produk Telkomsel dengan menyebut nama salah satu produk Telkomsel dulu kemudian diikuti dengan nama produk yang dimaksud..................... Produk baru (kartu) yang di keluarkan oleh Telkomsel sangat ditunggu kehadirannya oleh masyarakat 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju Produk baru apa yang paling diminati oleh konsumen? ................. TINGKAT KESUKSESAN PRODUK BARU 10............

.......... kartu Simpati........11......... ....................... Produk baru Telkomsel (future) yang diluncurkan oleh Telkomsel sangat sesuai dengan kebutuhan pelanggan...... Penjualan outlet kami meningkat lebih baik dibandingkan dengan pesaing kami....... karena produk yang kami jual produk Telkomsel..... Produk Baru yang dikeluarkan Telkomsel ( kartu Halo............ KINERJA OUTLET 13........ masih terjangkau harganya oleh pelanggan 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju Produk baru mana yang dianggap paling murah oleh konsumen? a... Berapa prosen peningkatan penjualannya ? ………………………………………………………………………… ............... ... V......................................................... 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju a..... Simpat jitu dan kartu AS)................. fitur layanan teknologi mana yang paling disukai konsumen? …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …… 12...... ...................................... 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju Menurut anda...............

...................... Berapa prosen kenaikan keuntungannya ? ………………………………………………………………........ Keuntungan Outlet kami meningkat lebih baik dibandingkan dengan pesaing kami. karena produk yang kami jual produk Telkomsel... Berapa prosen peningkatan asetnya ? ....... 15............ 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju a... TERIMAKASIH ATAS PARTISIPASINYA DALAM KUISIONER INI .....14................. 1 2 3 4 5 Sangat tidak setuju sangat setuju a.................................. Aset outlet kami meningkat lebih baik dibandingkan dengan pesaing kami karena produk yang kami jual adalah produk Telkomsel....

LAMPIRAN .

840 TLI=.69 x11 .73 .79 SKP TKPB KO .77 .66 .52 .48 .23 e1 e2 x1 x2 .042 e10 .69 .49 e3 x3 .59 .183 Probabilitas=.72 .53 .54 .70 .69 .44 .83 .85 KP .48 x10 .72 .85 ..975 GFI=.72 .42 x13 z1 e13 x14 e14 x15 e15 e7 e8 e9 x7 x8 x9 .31 .65 e4 e5 e6 x4 x5 x6 .31 .159 df=83 CMIN/df=1.57 x12 .81 z2 .35 .63 .68 .122 CFI=.71 .46 e11 .22 Chi Square=98.51 .889 AGFI=.87 .74 M Keterangan: KP = Karakteristik Produk SKP= Strategi Kompetitif Pasar M = Merek TKPB=Tingkat Kesuksesan Produk Baru KO=Kinerja Outlet .76 e12 .969 RMSEA=.

058 .138 .148 .864 -1.013 .535 -.512 -2.449 .000 1.627 .269 .389 .407 .474 .131 21.000 1.471 .000 5.000 5.000 5.148 3.039 .141 21.958 20.485 23.481 29.614 29.000 1.082 -.321 .610 .019 .010 .467 1.588 .000 5.989 -1.909 -1.215 -.000 1.070 20.000 5.000 5.129 -.493 -2.701 25.305 .000 1.581 kurtosis -1.926 25.000 skew . -2.478 -2.091 .058 -2.557 19.157 -.641 .150 -2.000 1.407 .895 -.614 .498 .443 21.000 1.000 5.139 -1.134 .045 .896 -.015 .220 -1.409 -2.083 .134 -.132 .000 1.121 1.139 c.000 1.230 .491 .253 -1.r.269 1.285 p1 .074 .509 .180 .135 . .513 .000 1.855 1.057 22.000 1.716 .123 .032 -.540 -2.104 .695 22.445 .659 .240 27.024 .000 1.190 .789 19.407 23.190 .378 .000 5.296 -1.253 -.790 .149 .000 5.190 -1.000 max 5.409 24.000 1.000 5.161 .000 5.000 5.000 5.112 .305 19.103 -.000 1.201 p2 .205 .Assessment of normality (Group number 1) Variable x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 Multivariate min 1.198 -1.r.631 .893 -2.493 -2.080 .556 .660 -2.622 20.198 -1.207 -1.529 .033 -1.543 .798 -1.372 -2.000 5.714 bservations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) (Group number 1) Observation number 65 24 62 51 32 89 53 39 77 22 52 54 99 46 93 47 33 48 17 55 Mahalanobis d-squared 30.053 -.172 .164 c.618 2.

449 .891 15.572 .379 .413 .366 17.180 14.622 14.478 .680 16.588 13.347 .579 .286 .498 .363 17.463 .308 .339 .542 16.659 .803 13.137 14.520 .527 .541 .230 13.533 .869 13.515 .515 .279 .297 .391 .710 13.563 17.675 .682 16.593 .479 .544 15.838 14.389 .641 .088 18.12 68 92 60 50 31 38 9 86 34 98 71 23 4 45 82 81 44 27 91 26 64 41 100 11 76 16 101 37 42 30 19 67 95 83 49 97 90 87 78 7 58 102 63 20 19.492 .542 .358 .535 .314 17.429 .608 .799 18.303 .123 12.317 .684 18.696 .672 .579 .229 .300 .585 .584 .391 .779 .452 .294 .727 .419 17.611 .616 .190 17.516 .297 13.975 13.379 .338 .615 .540 .944 .210 .527 .994 14.674 16.468 .536 .666 .297 13.769 .955 13.605 14.496 .480 .433 .648 .512 .747 .228 .262 17.607 .483 .605 .687 .338 .522 .404 .783 13.986 13.134 16.557 .768 14.369 .548 .699 .382 .102 17.529 .042 15.470 .382 .551 .223 .136 13.373 .313 .759 .034 16.869 15.690 17.244 .263 14.392 .675 18.414 .

699 .133 .996 8.43 88 35 70 36 28 94 61 3 1 25 84 79 15 13 57 6 85 80 14 21 18 5 56 2 103 96 40 72 73 74 8 59 29 69 12.371 .665 .785 .795 .102 9.785 .574 .210 12.689 .621 .475 9.326 7.901 .748 .728 11.567 .605 .797 .413 8.155 .890 .270 .652 .694 .538 .278 .229 .520 8.355 10.521 10.786 .190 .536 .171 .698 .801 11.611 .116 11.762 12.863 11.793 .061 10.539 10.745 8.744 .038 11.215 11.663 .676 .435 .441 .874 .539 10.408 .184 12.639 .483 10.906 .085 .724 .804 .851 .780 .686 .549 8.788 .932 .242 9.252 .601 10.847 11.737 .532 .906 .900 .880 10.691 .427 .910 11.659 .828 .291 .478 .347 .518 .872 .405 .381 10.910 .654 .761 .609 .072 8.588 .513 10.878 .413 8.874 9.786 .399 .399 11.440 .

285 .797 x6 .017 1.305 .361 .018 x5 .699 .227 .505 x15 .871 .343 .000 .415 .000 .741 .391 .423 .305 x12 .194 .316 .387 .615 .265 .207 .265 1.575 1.454 .000 .321 .539 .842 .362 .441 .683 .276 .588 1.439 .311 .401 .182 .451 .283 .439 1.415 .397 .098 .966 1.786 .615 .309 .274 .614 .000 .000 Condition number = 28.000 x10 .536 .367 .127 .000 x14 .104 .449 .811 .248 .280 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.635 x11 1.586 .529 .683 Eigenvalues 5.000 .178 .425 .978 .176 .444 .547 .331 1.142 .552 3.298 .315 .508 .338 x9 .415 .027 1.249 .000 .367 2.245 .782 x9 .676 .817 1.415 .186 .220 .459 .517 1.743 .510 .432 1.921 x4 .794 1.983 x7 .581 .244 .203 .540 .516 .229 .524 .291 .352 .437 .544 .436 .592 1.912 x3 .834 x10 .280 1.840 Condition number = 28.100 .322 x1 .235 .201 .768 .269 .514 .326 .561 .Sample Covariances (Group number 1) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 1.179 .709 .578 .626 .910 1.647 1.710 x14 1.322 x5 .600 .331 .640 .370 .655 .304 x6 .233 .121 1.443 1.751 1.436 .323 1.197 1.515 .506 .431 .701 .528 .536 1.634 1.737 .000 .000 .332 x4 .401 .416 .795 .816 .219 .845 .380 .617 x2 .682 Sample Correlations (Group number 1) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 1.309 .014 1.382 .439 .942 .301 .861 .729 Eigenvalues 10.181 1.166 1.079 x2 .180 .198 1.790 .595 .558 .705 1.636 1.352 .660 .574 .422 .568 .266 .159 .088 .417 x8 .432 1.078 1.309 .014 .218 .755 x1 .522 .061 .112 .222 .700 .169 .644 .737 .659 1.347 .361 .206 .723 .099 .000 x12 .615 .623 .586 .835 2.416 .193 1.376 .000 x11 .367 Determinant of sample covariance matrix = 4.459 .923 1.472 .340 .269 .331 .000 x7 .676 1.129 .259 .358 .619 .804 .403 x3 .353 .042 1.781 .193 .018 x8 .389 .781 .184 1.406 .452 1.159 .382 .723 .680 .388 .141 1.600 .485 .654 .399 .502 .327 .384 .387 1.536 .853 .953 .317 .000 x15 .124 .237 .464 .190 2.

TKPB .000 x14 <--.695 x7 <--.279 .KO 1.TKPB x12 <--.KP x6 <--.155 1.TKPB x3 <--.Regression Weights: (Group number 1 .156 x4 <--.KO 1.SKP .792 TKPB <--.659 KO <--.Default model) TKPB <--.151 6.KP TKPB <--.M .SKP x4 <--.KP .097 x6 <--.850 .194 6.SKP .R.477 .M x7 <--.TKPB 1.420 .233 .246 .124 5.142 x3 <--.223 5.524 x1 <--.M 1.TKPB 1.KP .679 .234 .100 2.221 6.Default model) Estimate S.965 .718 .150 6.155 4.M KO <--.399 TKPB <--.836 x9 <--.SKP .638 .185 .851 .306 .928 .148 2.KP 1.506 P .M x10 <--.TKPB x11 <--.703 .162 .792 .940 .SKP x5 <--.394 .SKP TKPB <--.438 . TKPB <--.SKP 1.171 7.872 .165 5.726 .M .M 1.SKP x9 <--.KP x1 <--.TKPB .695 .158 7.197 x15 <--.217 .000 x8 <--.005 .KO 1.008 *** Label par_11 par_12 par_14 par_13 *** par_1 *** par_2 *** par_3 *** par_4 *** par_5 *** par_6 *** par_7 *** par_8 *** par_9 *** par_10 Standardized Regression Weights: (Group number 1 .712 .217 .TKPB Estimate .000 x11 <--.KP x2 <--.140 6.000 x5 <--.KP 1.M x8 <--.500 x10 <--.000 x2 <--.637 . C.927 .E.417 x13 <--.736 .235 x12 <--.809 .

010 KP <--> M .622 .690 Variances: (Group number 1 . C.KO <--.148 3.171 6.068 .580 *** par_29 e8 .KO <--.719 *** Label par_15 par_16 par_17 Correlations: (Group number 1 .041 .557 *** par_33 e12 .556 .124 3.759 *** par_31 e10 1.007 par_22 e3 .262 3.120 5.100 .655 .793 *** par_30 e7 .701 .390 .737 .149 5.307 SKP <--> M .171 3.232 *** par_32 e11 .671 .E.994 .208 2.864 *** par_23 e2 .R.R.Default model) Estimate S.187 6.851 .038 *** par_20 z1 .660 .679 *** par_25 e6 .167 .035 *** par_28 e9 .908 . C.880 .269 4.558 .307 .766 .863 .KO Estimate .139 6.249 .932 . P KP <--> SKP .142 2.829 Covariances: (Group number 1 .465 *** par_18 SKP 1.830 *** par_26 e5 .103 *** par_34 e15 .026 *** par_27 e4 .169 5.011 par_24 e1 1.192 4.120 6. P Label KP .180 3.196 .441 .201 *** par_36 .354 KP <--> M .119 *** par_35 e14 .148 2.158 5.Default model) Estimate KP <--> SKP .E.846 .203 .001 par_21 z2 .122 3.073 2.531 .090 *** par_19 M 1.Default model) Estimate S.030 SKP <--> M .197 5.379 .x15 x14 x13 <--.560 .258 4.

722 x3 .627 x1 .508 x5 .587 x15 . e13 .482 x11 .E.436 x12 .655 x13 .228 x2 .516 x9 . C.760 x10 .494 .Estimate S.127 4.534 .Default model) Estimate TKPB .542 x4 .724 x8 .461 x7 .688 x14 .198 P Label *** par_37 Squared Multiple Correlations: (Group number 1 .R.574 KO .527 x6 .

523 .915 KO .041 .396 .494 .584 .020 .508 .661 .849 .322 .631 .349 .356 .430 .840 .71 x13 .569 .978 .898 .676 1.504 .506 1.645 .222 .385 .839 x7 1.839 .523 .784 .307 .502 .614 .379 1.018 .365 1.048 1.607 x4 .195 .980 .617 .422 .623 .435 .50 5 .675 .433 .607 .401 1.485 .Implied (for all variables) Covariances (Group number 1 .985 1.619 0 x3 .320 1.129 .485 .833 .849 .349 .181 .323 1.908 TKPB .485 .523 .062 .502 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.709 9 x15 .818 0 1.365 .401 .622 .500 .727 .584 .422 .100 .343 .233 .430 1.978 .675 .834 .504 .351 .709 1.816 .915 .349 .333 .356 .445 x6 .415 .479 .627 .365 .621 .415 .713 1.727 .Default model) M SKP KP TKPB KO x13 M 1.041 SKP .01 x14 .542 1.967 .348 2.233 .222 .921 .547 .827 .427 2.195 1.427 .661 .584 .631 .578 1.720 6 x10 .277 .435 .671 .349 .671 .719 x8 .671 .285 .908 .333 .912 .816 .018 1.569 1.330 .782 .416 .779 1.430 .422 .547 .526 .129 .159 1.523 .645 .547 .468 .635 .396 .598 .676 .767 .307 .379 1.296 .755 .450 .578 .797 1.12 x2 .305 .307 .795 .309 .784 .309 .322 .727 .584 .463 x5 .675 .547 .795 .570 x9 1.614 .621 .379 .307 .818 x12 .422 .449 .379 .479 x1 .542 .577 .189 .379 .100 KP .526 .777 .333 .020 1.500 .720 1.508 .827 .351 .062 1.661 .661 .03 x11 .536 .333 .449 .485 .379 .120 1.348 .983 .351 1.285 .671 .296 .

219 .417 .635 1.000 .199 .236 .338 .147 .283 .202 .357 .445 .705 .219 .456 .424 .354 .331 .254 .408 .678 KO .232 .258 .257 x6 .487 .207 .192 .548 x13 .225 .485 SKP 1.432 .465 .000 .430 .690 TKPB .499 .249 .000 .321 .605 1.230 .243 .323 .392 1.394 .341 .510 .256 .286 .000 .726 .Default model) M M 1.189 .309 .421 .412 .280 .620 .261 .404 .420 x15 .523 .184 .262 .611 1.562 .000 .403 .316 .000 .104 .335 .154 .368 .587 x3 .486 .792 .679 .359 .387 .521 .000 .422 .260 .472 .736 x4 .339 .335 .600 1.850 .186 .201 .178 .506 1.766 .466 .301 .703 .280 .508 .220 .342 .829 1.363 .272 .216 KP TKPB KO x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.547 .000 .354 KP .000 .718 x9 .413 .000 .575 1.238 .000 .300 .413 .252 x5 .529 1.286 .000 .171 .000 .349 .550 .671 .116 1.467 .378 .215 .181 .809 1.327 .660 .186 1.477 .000 .597 1.591 x10 .585 .334 .277 .348 .354 .372 .329 .534 .195 .499 .592 1.308 .306 .435 .851 x8 .257 .278 .496 .712 .242 .261 .577 .000 .000 .421 .346 .329 x2 .587 .695 .626 .421 .307 .455 x14 .357 .198 .000 .454 .460 x7 .323 .540 .223 .157 .153 .280 x1 .000 .206 .234 .517 1.000 SKP .401 .362 x12 .405 1.287 .261 .189 .250 .347 .106 .Implied (for all variables) Correlations (Group number 1 .252 .503 .254 .000 .302 .872 .471 x11 .371 .564 .371 1.293 .362 .266 .

379 .985 1.018 .485 .617 .818 .296 1.727 .285 1.159 1.536 .840 .485 .627 .422 .676 1.767 .834 1.727 .018 1.675 .463 .233 .645 .967 .614 .365 .795 1.479 .379 .449 .356 .782 .450 .396 .912 .277 .468 .598 .622 .401 .504 .445 .578 1.435 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.720 .719 .547 2.343 .816 .671 2.322 .827 .430 .542 .062 .307 .849 .777 .494 .526 .323 .577 .309 .385 .797 1.365 .048 .584 .898 .523 .710 1.570 .978 .305 .839 .502 x14 1.779 1.619 .222 .631 1.Implied Covariances (Group number 1 .921 .333 .433 .784 .506 .349 1.401 .983 .320 .351 .189 .351 .980 .661 .508 1.330 .607 .430 .621 .348 .427 .623 .416 .019 .500 .709 .755 .036 .129 .181 .675 .833 .635 1.505 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 1.020 .415 .120 1.195 1.713 1.

000 .198 .331 .155 -.435 .000 .252 .093 .095 .529 .322 .456 .000 .413 1.371 .010 .000 .234 .354 .011 -.338 .302 .013 -.015 -.152 .000 .339 .387 .159 -.000 .189 .238 .000 .212 .087 -.136 .106 .044 -.088 -.000 .276 -.Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 1.424 .085 -.000 .506 .261 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.106 .280 .335 .309 .256 .086 .014 -.014 .000 -.171 .025 -.054 -.070 -.186 .048 .357 1.028 .000 .130 .401 .605 .261 -.190 .014 -.000 .302 .249 .254 .000 .118 .121 -.131 -.071 .327 .028 -.077 -.342 .112 -.000 .000 .277 .000 .206 .014 .028 .225 1.045 -.466 .057 -.144 .357 .012 .430 .061 -.081 .000 .079 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .224 .472 .230 .585 .184 .115 .042 -.153 .154 1.140 .000 .088 -.392 .000 .101 .421 .206 .262 .547 .000 -.287 1.323 .195 .116 1.140 .258 .000 -.028 .152 .026 -.278 -.012 .052 .540 .316 .000 .611 .178 .111 -.626 .202 .273 .028 .000 .238 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 .000 .465 .042 .027 -.368 1.053 -.054 .043 .280 .000 -.008 .184 .022 -.000 .144 .517 .335 .104 .125 .283 x14 1.000 -.096 -.564 .058 .207 .308 .016 .503 .163 .279 .575 .000 Residual Covariances (Group number 1 .003 -.215 .181 .219 .051 .053 -.260 .592 .186 .189 .363 .236 .329 .192 .140 .158 .028 .000 .082 .090 -.006 .002 .Implied Correlations (Group number 1 .499 .405 1.086 -.001 -.421 .179 .286 .039 -.257 .085 .027 .201 .165 .293 1.016 .597 1.199 .000 .090 .235 x14 x15 x12 x11 x10 .242 .272 .635 .250 .266 .346 .359 .045 -.097 .348 1.347 .174 .445 .073 .220 .157 1.068 .432 .

069 .837 .319 .000 -.000 -.466 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .092 1.394 x7 1.246 .288 -.029 .848 .265 -.281 .039 .780 -.313 x15 .000 .492 -.009 TKPB .445 .017 .021 .006 .164 -.000 .705 .171 x15 .148 -1.003 .170 .208 .508 .010 x8 .871 .000 .502 -.036 .230 x14 .251 x12 .003 .003 Total Effects (Group number 1 .014 .083 -.116 x12 .003 .062 .221 .310 -.010 -.804 .256 .243 .000 .448 .061 .405 .051 .029 .123 .039 .128 -.000 .404 .139 .171 .268 1.000 -.242 -.Default model) M TKPB .786 .773 -.145 .004 .893 .000 KP TKPB KO .545 -.017 .139 .525 -.027 x7 .366 x11 .000 -1.000 .917 1.081 .001 .934 .638 .007 .592 -.361 x14 .051 .459 .555 -.057 .467 .300 .436 .000 -.163 .222 .136 .000 .638 1.000 .178 .142 -.394 KO .798 .060 .016 .279 .327 .014 .185 SKP .281 .069 -.494 .558 -.719 -.031 x11 .251 x13 .376 .076 -.Default model) x13 M .924 .225 .286 .153 .032 .007 x1 .373 .661 .050 .438 .980 1.705 .000 .000 .273 -.000 -1.000 -.005 x9 .105 .066 -.729 1.486 x10 .821 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 .029 .447 .687 .006 .007 x3 .012 KP .000 .002 .014 -.294 1.295 x14 .009 .000 Factor Score Weights (Group number 1 .003 .467 -.217 1.006 .000 .006 .019 .279 .013 .535 .141 -.494 -1.077 KO .420 1.002 .003 .155 1.000 -1.356 .012 SKP .020 .403 -1.928 .817 .102 .000 -.182 .270 .411 .000 .234 .463 -.260 -.006 .038 .004 x5 .455 -1.000 .344 .002 .217 .720 .026 .080 x10 .259 .842 .220 -.057 .020 .178 .155 1.551 .000 .000 .315 .689 -.019 .713 .200 .005 .048 .234 .009 .232 .173 .075 -.012 .005 x6 .002 x2 .001 .193 .795 1.030 .202 .Standardized Residual Covariances (Group number 1 .014 .484 -.551 .370 .072 .005 x4 .

163 .000 .000 .000 .000 KP TKPB KO .175 .000 .000 .712 .000 1.000 .000 1.703 .000 Standardized Total Effects (Group number 1 .000 .217 .000 .205 .000 .000 .000 .766 .000 x3 .000 x13 .000 .000 .000 .000 .679 .000 x11 .736 x4 .000 .000 .000 .233 .000 x15 .000 .292 x11 .x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .637 .000 .000 .000 .660 .000 .000 1.394 KO .000 .224 x12 .829 .000 .000 1.116 .000 .671 .000 .000 x6 .208 .000 .285 x7 .000 SKP .000 .000 .234 .246 .247 .638 .000 .000 .000 .189 .000 .000 .000 x2 .000 SKP .134 .000 x1 .000 .217 .000 .000 SKP .000 .000 .000 .000 .965 .000 .000 .000 .000 .438 .000 .000 .306 .477 .260 x15 .279 .000 .189 .266 .000 KP TKPB KO .000 .000 KP TKPB KO .927 1.282 x14 .000 .620 .000 .000 x12 .000 .150 .000 .928 .000 .000 .147 .000 .000 1.000 .000 .000 .940 1.000 .872 .000 .212 .000 .000 .000 .000 1.000 .420 KO .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 x14 .000 .850 .000 x5 .000 .809 .Default model) M TKPB .718 x9 .726 .000 Direct Effects (Group number 1 .145 .000 .340 x13 .000 .534 .000 .000 .000 .366 x10 .000 .851 x8 .Default model) M TKPB .000 .792 .695 .

000 .809 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 1.000 .000 .000 .940 1.000 .217 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 1.000 .851 .000 .712 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .792 .000 .637 .000 .850 .000 .000 .000 SKP .000 .000 .000 .679 .000 .000 .000 .766 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .718 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .872 .965 .000 .Default model) TKPB KO x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 .695 .x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .736 .000 .420 .000 KP TKPB KO .000 .000 .000 .000 .000 1.000 SKP .000 .726 .000 .000 .000 .000 KP TKPB KO .000 .000 .000 .000 .233 .703 .306 .000 .927 1.000 .185 .000 .000 .829 .000 .000 .000 .000 .000 .000 1.660 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .477 .000 .000 .000 .000 Standardized Direct Effects (Group number 1 .000 .000 .000 .000 .000 .

000 .292 x11 .000 .000 .247 .000 .000 .000 .000 .Indirect Effects (Group number 1 .000 .000 .139 .000 .208 .260 x15 .163 .000 .000 x9 .000 .202 .000 .361 x14 .000 x1 .000 .000 .000 .671 .000 SKP .000 .000 .000 .000 .000 .256 .000 .000 .000 .Default model) M TKPB .638 .000 .000 x8 .000 .000 x5 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 KP TKPB KO .268 .000 .000 .000 .000 .000 .251 x12 .000 .000 .000 .000 .000 x2 .795 .116 .000 .000 .000 .313 x15 .000 .000 .000 .000 .000 x9 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 KP TKPB KO .000 .189 .000 .366 x10 .534 .150 .486 x10 .224 x12 .000 .000 .212 .620 .000 .200 .217 .000 .000 .173 .000 x6 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 x3 .Default model) M TKPB .000 .205 .000 .139 .000 .000 .000 .344 .366 x11 .340 x13 .000 .000 .285 x7 .000 x6 .000 .178 .134 .147 .175 .000 x8 .000 x2 .266 .917 .000 .000 .222 .000 KO .000 .189 .000 .000 x1 .000 .000 .000 .000 .000 KO .000 .000 .000 x4 .145 .000 .000 .000 SKP .000 .000 .000 .000 .000 x3 .000 x4 .000 .251 x13 .259 .000 .178 .279 .000 .000 x5 .000 .394 x7 .000 .000 .282 x14 .000 .000 Standardized Indirect Effects (Group number 1 .000 .

.51 Chi Square=22.32 .53 e3 x3 .67 .24 e1 e2 x1 x2 .74 M .74 .49 .75 .54 .60 .69 e7 e8 e9 x7 x8 x9 .008 RMSEA=.71 .73 .912 TLI=1.507 df=24 CMIN/df=.83 .938 Probabilitas=.36 .549 CFI=1.000 Keterangan .71 e4 e5 e6 x4 x5 x6 .82 KP .56 .77 SKP KP = Karakteristik Produk SKP = Strategi Kompetitif Pasar M = Merek .55 .000 GFI=.953 AGFI=.

512 -2.409 -2.053 -.148 3.795 .058 -2.022 .798 31 11.204 .206 .296 -1.097 .318 65 25.216 .093 .580 22 19.380 .002 .819 .225 .000 5.581 kurtosis -1.393 53 18.406 48 12.080 .231 .139 c.809 .421 .509 .140 17 11.618 2.198 -1.660 -2.r.540 -2.441 .000 5.074 .309 .000 5.288 54 16.106 . 1.487 p1 .000 5.855 1.510 .001 .103 -.316 .493 -2.253 -.079 .385 12 15.000 1.000 1.445 .132 .129 -.022 89 17.000 1.000 5.588 .Assessment of normality (Group number 1) Variable x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 Multivariate min 1.911 62 19.502 82 13.145 .305 .989 -1.853 .744 95 13.000 skew .689 99 11.669 50 15.875 52 11.883 .449 .244 p2 .085 93 14.956 46 11.157 -.000 1.172 c.921 .552 .149 Observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) (Group number 1) Observation number Mahalanobis d-squared 24 28.172 98 12.000 1.000 5.198 .442 .302 .000 1.269 .084 .455 77 15.000 5.207 -1.000 5.000 1.798 -1.044 .018 .220 -1.190 -1.019 .121 1.910 9 14.r.535 -.000 1.302 .026 .389 1.478 -2.298 .782 39 14.269 1. -2.089 .884 .148 .220 .059 .000 max 5.035 .

356 .529 .572 .341 .877 .890 .841 .425 .112 19 10.575 36 8.926 37 7.351 91 8.131 27 9.570 .123 47 8.137 21 8.578 .262 .817 97 7.872 .344 .470 .173 60 10.499 .888 .434 .063 11 9.661 100 10.553 .413 .542 .030 23 10.766 28 8.784 .671 70 7.887 .896 .796 .891 .896 .630 25 7.799 .482 .926 58 7.542 .483 p1 .492 102 9.862 .587 p2 .039 14 8.808 .632 76 7.199 71 11.967 7 7.345 .546 .530 42 8.572 .829 43 8.568 .500 92 10.903 .525 34 9.871 .914 .516 .477 .390 .707 .520 .807 .579 .652 .863 .522 .077 45 10.936 101 9.361 55 11.563 86 7.Observation number Mahalanobis d-squared 32 11.566 .556 .650 78 8.362 .338 44 9.312 .801 .864 .459 .264 81 9.393 .252 .850 .759 .775 .181 20 8.537 .829 .407 .665 41 10.821 .048 30 7.651 49 7.453 .864 .857 51 9.861 .300 .856 .818 .299 .684 18 7.274 .337 .894 .866 .905 .920 .

620 56 6.689 .715 .519 .019 88 5.435 .177 96 5.390 .191 8 5.675 .500 4 6.115 .634 .819 .929 80 5.656 .635 .574 .946 64 4.254 15 7.540 .837 .856 .025 .044 63 7.967 2 4.275 .238 75 6.030 40 7.502 .659 .746 .354 .677 .895 p2 .427 72 5.335 .638 57 6.819 .025 68 6.732 .943 67 5.069 .035 .845 83 4.866 .633 .837 .747 .Observation number Mahalanobis d-squared 33 7.577 .640 90 5.616 87 4.618 .839 .828 .377 .165 103 7.070 61 4.836 .819 .970 26 4.286 .533 .738 .681 .677 .742 29 4.192 .370 3 4.075 35 6.042 .657 .169 69 5.701 .986 73 4.173 74 5.848 .796 .171 .620 .569 13 6.070 66 5.177 59 5.370 .428 .695 .029 .333 .689 .500 1 6.704 .385 79 6.716 .267 .682 .639 .828 .399 .016 .658 .012 .775 .446 94 6.881 .240 p1 .430 84 4.885 .029 .314 .817 .473 .544 .980 16 6.819 .620 6 6.357 38 6.611 .

112 .755 x1 .244 .000 x2 <--.305 .000 x9 .856 .617 x2 .Sample Covariances (Group number 1) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 2.448 .416 .000 x8 .811 .235 .797 x6 .907 Sample Correlations (Group number 1) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 1.485 .966 1.754 3.000 x2 .018 x8 1.573 Determinant of sample covariance matrix = 9.832 .218 .439 .432 .974 .439 .842 .129 .592 1.291 .227 .372 .912 x3 .SKP 1.027 1.219 .000 x4 .361 .921 x4 .840 Condition number = 11.197 .432 1.087 *** Label par_1 par_2 par_3 .343 .536 .547 1.152 4.327 .160 6.578 1.193 1.522 1.629 *** x1 <--.382 .180 .000 Condition number = 12.619 .194 .953 .691 1.E.510 .168 1.415 .633 .443 .KP .575 1.358 .237 .681 .399 . P x3 <--.021 Eigenvalues 3.000 x6 .207 .124 .150 .042 1.794 1.014 1.000 x1 .018 x5 .853 .R.623 1.795 .367 2.791 Eigenvalues 6.104 .382 .768 .902 1.078 1.159 .Default model) Estimate S.321 .KP 1.612 1.000 x3 .475 .198 .782 x9 1.422 .000 x5 .598 .094 .436 .280 1.283 .KP 1.539 .201 .178 .166 1.452 1.204 5.000 x5 <--.515 .SKP .082 .181 1.171 *** x6 <--.229 .285 .186 1.127 . C.801 .220 .301 Regression Weights: (Group number 1 .

736 . P KP .SKP x4 <--.968 .052 .062 *** Label par_10 par_11 par_12 par_13 par_14 par_15 par_16 .Default model) x3 <--.M 1.266 3. C.850 *** x9 <--.002 e1 1.KP x1 <--.155 .Estimate S.683 *** x7 <--.E.Default model) Estimate S.818 .R.M .872 .260 4.011 KP <--> M .709 .122 .SKP x9 <--.745 .268 3.335 *** Label par_4 par_5 par_6 Standardized Regression Weights: (Group number 1 .725 .Default model) Estimate S.619 *** e2 .901 *** Label par_7 par_8 par_9 Correlations: (Group number 1 . C.000 x8 <--.173 4.143 2.707 Variances: (Group number 1 .Default model) Estimate KP <--> SKP .322 .189 4.006 *** e3 .203 3.169 5.157 7.229 .M 1.582 *** e6 . P x4 <--.632 . C.714 .146 2.960 *** M 1.M Estimate .145 6.024 SKP <--> M .182 3.E.356 KP <--> M .743 .552 .774 . P KP <--> SKP .R.E.319 SKP <--> M .040 .SKP x5 <--.611 *** SKP 1.KP x6 <--.829 Covariances: (Group number 1 .372 .490 .M x8 <--.252 .187 6.972 .703 .KP x2 <--.SKP .M x7 <--.R.989 .

016 P *** *** *** *** *** Label par_17 par_18 par_19 par_20 par_21 Squared Multiple Correlations: (Group number 1 .449 .968 .542 x4 .709 .799 .052 .371 .368 x5 .690 .018 1.519 .322 KP x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .172 4.040 SKP .419 .240 x2 .362 .799 .430 .Default model) M M 1.880 .Default model) Estimate x7 .815 x3 .014 1.599 x1 .202 .011 x9 1.168 1.552 x9 .374 .613 1.149 5.709 SKP 1.113 .319 .372 KP .197 5.704 1.371 .372 .362 .912 .314 .688 x8 .031 .449 x2 .011 .709 x7 1.041 1.352 .968 2.989 .630 .018 1.372 1.362 .322 .425 .368 .467 . C.314 1.797 1.793 .025 1.E.942 .555 x6 .755 .510 x5 .372 x1 .617 .202 x8 1.025 .204 1.361 .815 .322 .709 2.613 1.e5 e4 e9 e8 e7 Estimate S. .430 .204 .362 x6 .690 1.199 .358 .157 4.R.319 1.921 .669 x3 .654 .840 .819 1.367 .526 Implied (for all variables) Covariances (Group number 1 .040 x4 .052 .436 .819 .322 .202 .161 5.041 .782 1.113 1.

179 .121 1.725 1.025 .257 .401 1.014 1.011 .202 .220 .220 .553 .355 .189 .255 .346 x2 .736 x4 .197 .264 .577 .112 .319 .368 .254 x5 .362 .238 .912 .000 .480 .577 .553 .000 .261 .195 .202 .000 .372 .203 .000 .202 .593 1.367 .204 .829 x8 .921 .197 .000 .578 x3 .156 .793 .187 .Implied (for all variables) Correlations (Group number 1 .358 .425 1.377 1.322 .228 .228 .287 .355 .000 .295 .743 x9 .000 .000 .121 1.199 .401 1.Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 1.000 .247 .429 .000 .179 .000 .593 1.255 .426 .714 .112 .381 1.000 .361 .419 .187 .782 1.000 SKP .232 KP x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.000 .000 .000 .617 .513 SKP 1.616 .709 2.187 .532 .000 .018 1.519 .319 1.Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 2.202 .195 .287 .610 .745 .942 .195 .173 1.113 1.173 1.314 1.815 .819 x8 1.547 .525 .204 .755 .211 .436 .265 x6 .520 .840 Implied Correlations (Group number 1 .000 Implied Covariances (Group number 1 .000 .449 .425 .480 .352 .371 .707 x7 .547 .000 .189 .117 .377 1.000 .426 .257 .616 .041 .381 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.613 1.228 .275 x1 .610 .490 .187 .532 .117 .797 1.362 .262 .Default model) M M 1.165 1.586 .204 1.203 .429 .425 x8 1.704 1.195 .818 .356 KP .168 1.774 .211 .018 1.165 1.430 .690 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.

000 .001 -.860 -.340 x3 .515 .016 .155 .Residual Covariances (Group number 1 .106 -.906 .214 -.102 .057 .116 -.000 .060 -.035 .000 .000 .039 -.016 -.300 .154 .483 .000 .304 .947 .076 .059 .000 .000 -.044 .000 .011 .553 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .022 -.104 -.127 .723 .182 .000 .044 .261 .000 .127 1.076 .004 .000 .000 -.000 .000 -.014 .132 -.021 .046 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 M 1.214 .187 .127 .028 -.302 .153 -.000 .009 x5 .000 .000 -.161 .131 -.309 .011 .169 .096 x2 .013 .011 x6 .129 -.290 .073 .566 .049 x9 .049 .007 -.000 .758 -.220 .000 .106 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 .Default model) M SKP KP x7 .974 1.002 .021 .457 .000 .000 .467 .000 .330 .633 .560 -1.012 x1 .324 -.Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 .033 x8 .000 .026 .013 .162 x8 .011 .025 .021 -.015 .972 1.000 -.512 -.074 x8 .200 .064 .072 -.016 .090 .000 .989 .000 Standardized Residual Covariances (Group number 1 .027 .050 .000 Factor Score Weights (Group number 1 .084 .825 .238 .214 Total Effects (Group number 1 .242 .000 .010 .000 KP .000 -.276 .014 .000 .046 .046 x4 .000 .000 SKP .000 .

000 .x2 x3 .000 .745 .000 KP .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .633 1.000 .745 .736 .725 .000 .490 .000 .000 SKP .818 .000 .000 .774 .000 .000 .000 .000 .000 Standardized Direct Effects (Group number 1 .000 .000 .000 .150 1.000 .736 .000 .714 .714 .000 .000 .974 1.000 .000 KP .829 .490 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .743 .972 1.000 .000 .774 .000 .818 .000 SKP .000 .000 .000 .000 SKP .000 .000 .000 Standardized Total Effects (Group number 1 .000 .000 .725 Direct Effects (Group number 1 .000 .000 .000 KP .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M 1.000 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 .743 .150 1.000 .989 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .155 .000 .000 .000 1.000 .829 .

000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 SKP .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 SKP .000 Standardized Indirect Effects (Group number 1 .000 .000 KP .000 .000 .000 .000 .000 .000 KP .000 .000 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 .Indirect Effects (Group number 1 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .

000 GFI=.59 .Keterangan TKPB = Tingkat Kesuksesan Produk Baru KO = Kinerja Outlet Chi Square=7.170 df=8 CMIN/df=.896 Probabilitas=.518 CFI=1.000 e10 .49 x10 .69 .88 e12 .94.006 RMSEA=.74 KPO .41 e11 .83 .42 x13 e13 x14 e14 x15 e15 .939 TLI=1.64 x11 .977 AGFI=.77 .65 .70 x12 TKPB .

474 7.033 -1.893 -2.r.537 10.138 .871 13.216 .172 .309 8.725 7.041 .556 .955 .768 8.779 .000 5.833 .000 5.247 .279 .173 .563 c.032 -.300 11.r.175 .493 -1.825 .017 8.808 11.190 .000 5.869 .209 .883 .253 -1.805 .909 -1.134 -.899 .895 -.857 .883 .092 7.004 .829 .334 Observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) (Group number 1) Observation number 51 32 99 47 26 64 92 39 62 60 4 93 55 77 90 3 34 52 17 33 83 30 68 85 65 46 63 Mahalanobis d-squared 19.213 .281 p2 .780 .195 .467 kurtosis -1.112 c.000 max 5.897 .890 .000 5.215 -.Assessment of normality (Group number 1) Variable x13 x14 x15 x12 x11 x10 Multivariate min 1.082 -.139 -1.000 1.002 9.000 5.126 12.891 .160 .934 9.420 8.880 7.932 .020 14.198 -2.125 .300 10.716 .652 .720 .359 8. -2.000 skew .410 9.921 .000 1. .127 .113 .642 8.612 7.828 .152 .134 .056 .252 9.000 1.927 .662 7.956 .790 .372 -2.021 .453 p1 .505 7.264 .268 .000 1.187 .073 .066 .926 .836 .000 1.277 .702 9.973 8.864 -1.231 .150 -2.259 .896 -.920 .350 .865 .

43 54 49 91 16 5 89 45 86 98 94 23 71 44 37 61 2 38 31 67 53 81 87 76 41 20 101 19 18 36 100 28 35 48 12 84 88 72 11 27 70 22 8 59

7.373 7.332 7.267 7.235 7.128 6.773 6.704 6.697 6.605 6.592 6.573 6.573 6.553 6.463 6.345 6.271 6.225 6.208 5.984 5.933 5.867 5.729 5.720 5.630 5.486 5.412 5.361 5.361 5.332 5.332 5.154 4.869 4.745 4.745 4.720 4.709 4.670 4.646 4.581 4.496 4.490 4.474 4.462 4.462

.288 .291 .297 .300 .309 .342 .349 .350 .359 .360 .362 .362 .364 .373 .386 .394 .398 .400 .425 .431 .438 .454 .455 .466 .483 .492 .498 .498 .502 .502 .524 .561 .577 .577 .580 .582 .587 .590 .599 .610 .611 .613 .614 .614

.696 .646 .611 .551 .550 .737 .716 .647 .642 .574 .510 .429 .367 .365 .387 .374 .338 .282 .396 .367 .351 .401 .335 .343 .403 .398 .372 .301 .259 .200 .280 .487 .542 .463 .411 .347 .313 .266 .260 .270 .212 .169 .129 .091

50 80 9 56 66 75 102 97 21 78 73 1 7 58 42 79 29 15 25 74 69 24 82 14 10 13 96 57 6
Sample Covariances (Group number 1)

4.459 4.406 4.296 4.232 4.068 4.068 4.003 3.988 3.985 3.979 3.979 3.979 3.963 3.963 3.879 3.875 3.860 3.819 3.815 3.532 3.280 2.932 2.886 2.855 2.571 2.370 2.167 1.894 1.894

.615 .622 .637 .645 .668 .668 .676 .678 .679 .680 .680 .680 .682 .682 .693 .694 .696 .701 .702 .740 .773 .817 .823 .827 .860 .883 .904 .929 .929

.062 .055 .067 .063 .101 .068 .064 .045 .028 .017 .010 .005 .003 .001 .001 .001 .000 .000 .000 .001 .003 .023 .016 .009 .037 .069 .117 .246 .133

x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 1.710 x14 1.017 1.505 x15 .790 .751 1.305 x12 .654 .544 .387 1.635 x11 1.088 .871 .676 1.141 1.834 x10 .676 .701 .568 .910 1.121 1.983 Condition number = 12.563 Eigenvalues 5.728 1.547 .984 .667 .591 .456 Determinant of sample covariance matrix = 1.566

Sample Correlations (Group number 1)

x13 x14 x15 x13 1.000 x14 .634 1.000 x15 .529 .536 1.000 x12 .391 .347 .265 x11 .615 .524 .437 x10 .367 .406 .353 Condition number = 13.252 Eigenvalues 3.405 .955 .554 .461 .367 .257

x12

x11

x10

1.000 .659 .506

1.000 .588

1.000

Regression Weights: (Group number 1 - Default model)

Estimate S.E. C.R. P x10 <--- TKPB 1.000 x11 <--- TKPB 1.417 .220 6.435 *** x12 <--- TKPB .996 .163 6.095 *** x15 <--- KPO 1.000 x14 <--- KPO 1.269 .201 6.328 *** x13 <--- KPO 1.460 .231 6.333 ***

Label par_1 par_2 par_3 par_4

Standardized Regression Weights: (Group number 1 - Default model)

x10 x11 x12 x15 x14 x13

<--<--<--<--<--<---

TKPB TKPB TKPB KPO KPO KPO

Estimate .638 .940 .700 .652 .770 .831

Covariances: (Group number 1 - Default model)

Estimate S.E. C.R. P Label TKPB <--> KPO .497 .128 3.884 *** par_5

143 1.807 .703 .704 .497 1.497 .834 .E.554 .983 .952 PLabel ***par_6 ***par_7 ***par_8 .631 1.505 .804 1.188 .143 .726 x14 x15 x12 x11 x10 1.241 .162 .726 .809 .495 .723 1.123 .R.834 1.Default model) Estimate TKPB <--> KPO .522 6.497 TKPB .703 .554 1.027 .629 . .497 .807 .134 C.809 .Default model) TKPB KPO e10 e11 e12 e15 e14 e13 Estimate .490 .804 1.495 .631 .139 .214 .704 .691 . 3.635 1.710 1.176 .246 1.612 .894 .347 3.029 .743 Variances: (Group number 1 .407 Implied (for all variables) Covariances (Group number 1 .975 3.123 .593 .128par_9 ***par_10 ***par_11 ***par_12 ***par_13 Squared Multiple Correlations: (Group number 1 .554 .807 x13 1.305 .528 S.Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 Estimate .119 4.421 6.097 6.425 .883 .141 .Default model) KPO TKPB x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO .751 .Correlations: (Group number 1 .137 .

940 .000 .629 .599 1.339 .699 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 1.474 TKPB 1.000 -.000 .070 x15 .638 x13 1.495 .027 .723 1.000 .365 x15 1.834 1.983 Implied Correlations (Group number 1 .726 x14 1.538 .484 .502 .000 .000 .143 1.000 .770 .505 .019 -.446 1.Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 .710 1.455 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 1.139 .831 .000 .000 .000 .Default model) KPO TKPB x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO 1.618 .023 .804 1.029 .894 .060 -.394 x14 x15 x12 x11 x10 1.640 .394 x14 1.401 .635 1.069 .109 -.640 .000 .000 -.542 .703 .085 -.599 1.Implied (for all variables) Correlations (Group number 1 .652 .047 -.455 .433 .339 .022 .309 1.658 .002 .700 .433 .071 x12 x11 x10 .401 .631 x15 1.365 1.309 x12 x11 x10 1.000 .581 .029 .502 .520 .704 .581 .000 .809 .000 -.000 .572 .106 .658 .743 .497 x12 x11 x10 1.000 .000 Implied Covariances (Group number 1 .011 -.000 .542 .538 .049 x14 .305 .446 1.000 Residual Covariances (Group number 1 .

460 1.000 .000 .013 TKPB .000 .114 -.000 .000 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO .000 .000 .700 .011 .417 1.000 .000 Factor Score Weights (Group number 1 .000 .385 .000 .254 x14 .031 .018 .770 .Standardized Residual Covariances (Group number 1 .000 .269 TKPB .715 -.385 x15 .508 -.652 .000 -.269 1.179 .296 -.000 -.000 Standardized Total Effects (Group number 1 .020 .102 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO 1.000 .087 .056 -.238 .062 Total Effects (Group number 1 .100 .427 x12 x11 x10 .548 .172 .996 1.042 .831 .484 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 .115 .000 .638 Direct Effects (Group number 1 .000 TKPB .000 .000 .Default model) x13 x14 KPO 1.123 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO TKPB .940 .460 1.000 -.000 .307 -.

005 -.000 .010 .001 .011 .x15 x12 x11 x10 1.001 .028 .026 .000 .001 -.000 .005 .004 -.012 -.015 -.000 .004 -.001 .000 .018 .000 .000 .002 -.000 -.001 .000 .002 -.000 .007 .023 .000 .000 .000 .001 -.Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO TKPB .001 .000 .015 .026 .002 .009 .000 -.013 -.001 -.024 .001 .019 -.023 .002 .058 .000 .001 .996 1.006 .000 .000 .000 .000 .003 -.000 .001 .001 .001 .001 .000 -.001 .004 -.Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO TKPB .417 1.000 .009 -.000 .027 .005 .002 -.002 .002 -.000 -.000 .000 Standardized Indirect Effects (Group number 1 .000 .001 .015 -.035 -.003 .020 -.040 .000 .000 -.008 -.030 -.003 .000 Variance-covariance Matrix of Estimates (Default model) par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_10 par_11 par_12 par_13 par_1 .002 .001 -.000 .014 -.000 .001 .004 -.002 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_10 par_11 par_12 par_13 .000 .001 -.000 .053 -.003 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 Indirect Effects (Group number 1 .000 .009 .000 .000 .007 .044 -.016 .001 .000 .017 .048 .

830 -.646 -.000 .535 .935 1.039 -.639 -.014 .712 -1.779 -3.485 -.651 1.348 -2.014 -.746 -1.605 -3.042 -.508 .190 .026 -.006 .149 -.017 .907 2.006 .030 .136 -.078 -.700 -.513 -1.000 .816 .282 -.989 -2.000 .008 -.458 .409 .354 1.756 .709 .477 -1.916 -2.732 .278 -.024 1.356 .103 -.111 -3.396 -.929 .000 Critical Ratios for Differences between Parameters (Default model) par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_1 0 par_1 1 par_1 2 par_1 3 .044 1.Correlations of Estimates (Default model) par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_10 par_11 par_12 par_13 par_1 1.384 -.295 1.282 -2.004 .054 .056 1.134 -.198 -3.000 -2.023 .022 .000 -2.313 -1.783 -3.012 -.003 -.178 -1.031 -.078 .534 .729 par_1 par_1 par_1 par_1 0 1 2 3 .054 -1.568 -1.000 -.041 1.439 -1.000 .012 -.093 1.204 -2.262 -1.000 -.106 -.832 -.000 -.061 .248 -.359 -.031 .498 -4.885 -1.000 -.025 -.018 .061 .394 -3.011 -.019 1.207 -.105 -.000 -.000 -3.196 .033 .071 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_10 par_11 par_12 par_13 1.808 .000 -1.361 1.496 1.337 -.137 -2.658 -.006 .576 2.887 -2.115 1.113 1.803 1.245 .000 -3.000 .033 -.204 -3.011 1.789 -2.000 .112 -.132 -2.049 .654 -.044 -2.034 .737 1.575 -3.668 -1.221 -.552 2.033 .487 .000 .139 1.196 .143 .000 -2.076 -.051 -.000 .970 2.451 .530 -.443 -.114 .172 -.731 .134 .340 1.494 -1.043 1.693 -.000 .040 -.330 -4.397 .110 2.148 -.761 -.000 -.000 -.000 -.000 -2.715 -2.445 -3.000 .131 -1.012 .979 .007 .000 .479 -.

949 .896 17. GFI NPAR 13 21 6 CMIN DF 7.000 Independence model 247.000 .006 .324 Model Default model Saturated model Independence model Parsimony-Adjusted Measures NFI Delta1 .482 Model Default model Saturated model Independence model Baseline Comparisons RMR .385 303.000 .170 8 .000 2.000 .000 0 262.000 .223 198.003 1.000 .973 1.000 CMIN/DF .533 .000 .051 .000 .000 IFI Delta2 1.000 .000 PNFI .000 Model Default model Saturated model Independence model NCP PRATIO .000 .000 Model NCP LO 90 HI 90 Default model .000 RFI rho1 .223 15 P .093 .000 1.000 CFI 1.400 LO 90 .534 Saturated model .518 .000 .000 1.372 .546 F0 .498 FMIN Model Default model Saturated model Independence model FMIN .926 HI 90 .977 .070 .000 .235 PGFI .000 2.947 .000 TLI rho2 1.939 1.000 1.000 2.000 PCFI .000 9.519 .695 GFI AGFI .CMIN Model Default model Saturated model Independence model RMR.533 .454 .000 .

05 .400 .423 .188 HI 90 MECVI .547 97.063 275.066 45.000 .532 296.330 .01 Default model 223 289 Independence model 10 13 Model .000 274.089 Model Default model Saturated model Independence model HOELTER ECVI .098 BIC 67.223 BCC 35.408 2.443 .340 .408 .RMSEA Model RMSEA LO 90 HI 90 PCLOSE Default model .662 LO 90 .170 42.671 HOELTER HOELTER .408 2.358 .532 290.089 CAIC 80.000 AIC Model Default model Saturated model Independence model ECVI AIC 33.000 .209 2.322 .547 118.687 Independence model .438 3.108 .

Sebagai assisten praktikum Gelombang Elektro Magnetik II di ITS Surabaya. sebagai Manager Network Operation PT. Denpasar sebagai Direktur Utama PT. 1988 – 1993 1987 – 1988 1984 – 1987 1981 – 1984 1975 . Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali SMAN 1 Denpasar SMPN 1 Mengwi. ITS Surabaya. I PUTU GDE SOSIANTARA : Laki-laki : Denpasar / 12 April 1968 : Hindu : Akhir 2004 – sekarang.1981 S-1. Telkomsel.1996. S-2 Magister Manajemen Universitas Diponogoro. Regional Jawa Tengah & DIY Januari 1995 . Denpasar SDN 9 Mengwi. Tahun 1993-1994. SCTV sebagai engineer di Nasional Panasonic Gobel. Cahaya Putrasakti Mandiri Januari 1997–sekarang. Tahun 1994 – 1995. sebagai Supervisor di PT. .DAFTAR RIWAYAT HIDUP NAMA JENIS KELAMIN TEMPAT / TANGGAL LAHIR AGAMA PENDIDIKAN FORMAL : Ir. Fakultas Teknik Elektro. PENGALAMAN KERJA : 2005 – sekarang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful