17/05/2011

SMAN 7 BANJARMASIN

LAPORAN PRAKTIKUM PENGGOLONGAN DARAH

XI IPA AKSELERASI | DHEA ANINDYA PUTRI

komentar. 13 Mei 2011 Dhea Anindya Putri 1 . Banjarmasin.KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Penggolongan Darah”. dan koreksi dari pihak manapun akan saya terima dengan senang hati. Saya menyadari laporan ini masih banyak kekurangan dalam penyusunannya. Shalawat serta salam senantiasa dilimpah curahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW. saran. Laporan ini disusun sebagai hasil dari praktek bedah katak yang telah dilakukan pada tanggal 13 Mei 2011. oleh karena itu segala usul.

.............................3 B............................. Alat dan bahan............5 B.........................................................................................7 BAB................................................................................... Rumusan masalah..... III Pembahasan A......................................................................... Analisis & Pembahasan hasil pengamatan.........................DAFTAR ISI Kata pengantar...10 B.............................1 Daftar isi.......................................... Tujuan Penelitian.........................5 BAB........ I Pendahuluan A......................................................................... Jenis penelitian........................... Langkah kerja.............................10 2 .......................... Hasil pengamatan (tabel)................ IV Penutup A...................6 C..... II Metode penelitian A.............................................................................................2 BAB.................................. Kesimpulan........................................................................................... Latar belakang.................8 BAB..........................8 B... Saran...................................................................................5 C.......................................

Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif  Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. I PENDAHULUAN A. orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh. Sehingga. hanya saja lebih jarang dijumpai. 2010) 3 . dan kematian. tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Namun. sebagai berikut:  Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis. orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif. orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Sehingga. orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya. orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif. (Anonim. syok.  Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen. Sehingga.  Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. gagal ginjal. LATAR BELAKANG Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah.BAB. Namun.

Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Penyebaran golongan darah A. dikenal dengan golongan darah O). Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B. dan AB. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh (D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan. Pada golongan darah AB. Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. 2009) Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda. (Anonim. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B. B. atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O. 4 .Karl Landsteiner. (Anonim. kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi. Kemudian Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli yang masih kolega dari Landsteiner menemukan golongan darah AB pada tahun 1901. Penetapan penggolongan darah didasarkan pada ada tidaknya antigen sel darah merah A dan B. A. meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan. B. yaitu. 2010) Golongan darah dikelompokkan menjadi 4. seorang ilmuwan asal Austria yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam sistem ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. O. O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. dikenal dengan golongan darah A dan B) dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen.

2008) B.Menentukan jenis golongan darah yang jika ditetesi serum anti A & anti B darah tidak menggumpal C.Menentukan jenis golongan darah yang jika ditetesi serum anti A menggumpal. individu dengan golongan darah B mempunyai antigen B. RUMUSAN MASALAH . JENIS PENELITIAN Metode penelitian dilakukan dengan cara eksperimen 5 . (Mayhoneys.Menentukan jenis golongan darah yang jika ditetesi serum anti B menggumpal. dan ditetesi serum anti A darah tidak menggumpal . Berikut adalah tabel hubungan golongan darah dan antigennya. dan ditetesi serum anti B darah tidak menggumpal .Individu-individu dengan golongan darah A mempunyai antigen A yang terdapat pada sel darah merah. II METODE PENELITIAN A.Menentukan jenis golongan darah yang jika ditetesi serum anti A & anti B darah menggumpal . TUJUAN Untuk mengetahui golongan darah siswa dalam kelompok BAB. dan individu dengan golongan darah O tidak mempunyai kedua antigen tersebut.

ALAT DAN BAHAN Alat: .Darah - Alkohol 95% 6 .B.Object glass - Lancing device & jarum khusus yang masih steril - Kapas Bahan: .

7 . Catat hasil pengamatan.- Serum anti A - Serum anti B C. LANGKAH KERJA Siapkan semua peralatan dan bahan Bersihkan object glass Bersihkan ujung jari probandus dengan alcohol 95 % Tusukkan jarum francke ke ujung jari yang telah dibersihkan. - Teteskan darah di dua sisi (A dan B) pada object glass Teteskan serum anti A pada sisi A dan anti B pada sisi B Amati hasil reaksi antara darah dan serum.

menggumpal tidak menggumpal tidak menggumpal menggumpal A B 4. Dhea Anindya Putri Ika Nurjannah Johan Robbi Mahfuz Zhafiri Laila Rismawati Putri Fierda Andini Wahid Rahman menggumpal 2. 5. tidak menggumpal menggumpal menggumpal menggumpal B AB 6. HASIL PENGAMATAN No Nama Keadaan setelah diberi serum anti A Keadaan setelah diberi serum anti B tidak menggumpal Golongan Darah A 1.BAB. ANALISIS & PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN Setelah darah ditetesi serum maka akan terjadi beberapa kemungkinan yang akan menunjukkan golongan darah tersebut. Beberapa kemungkinan tersebut yaitu: 8 . 3. tidak menggumpal menggumpal B B. III PEMBAHASAN A.

Jika kedua serum anti-A dan anti-B tidak mengakibatkan aglutinasi. individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B (golongan darah B) c. 2009) 9 . (Wijaya. Jika serum anti-B menyebabkan aglutinasi.maka individu tersebut memiliki aglutinogen tipe A (golongan darah A) b.a. Jika serum anti-A menyebabkan aglutinasi pada tetes darah. Jika kedua serum anti-A dan anti-B menyebabkan aglutinasi induvidu tersebut memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B (golongan darah AB) d.maka individu tersebut tidak memiliki aglutinogen (golongan darah O).

SARAN Sebaiknya eksperimen seperti ini lebih sering lagi dilakukan.maka individu tersebut tidak memiliki aglutinogen (golongan darah O). KESIMPULAN Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah.maka individu tersebut memiliki aglutinogen tipe A ( golongan darah A ).BAB. IV PENUTUP A. B. Golongan darah berdasarkan sistem ABO dapat di deteksi menggunakan serum anti A dan anti B. Jika serum anti-B menyebabkan aglutinasi. Jika kedua serum anti-A dan anti-B menyebabkan aglutinasi induvidu tersebut memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B ( golongan darah AB ). Jika serum anti-A menyebabkan aglutinasi pada tetes darah. individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B ( golongan darah B ). Jika kedua serum anti-A dan anti-B tidak mengakibatkan aglutinasi. agar siswa semakin tertarik dengan dunia biologi 10 .

Jika kedua serum anti-A dan anti-B menyebabkan aglutinasi induvidu tersebut memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B (golongan darah AB) d. Jika serum anti-B menyebabkan aglutinasi.Setelah darah ditetesi serum maka akan terjadi beberapa kemungkinan yang akan menunjukkan golongan darah tersebut. individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B (golongan darah B) c. Jika serum anti-A menyebabkan aglutinasi pada tetes darah. Beberapa kemungkinan tersebut yaitu: a.maka individu tersebut memiliki aglutinogen tipe A (golongan darah A) b. (Wijaya.maka individu tersebut tidak memiliki aglutinogen (golongan darah O). 2009) . Jika kedua serum anti-A dan anti-B tidak mengakibatkan aglutinasi.

– Jika kedua serum anti-A dan anti-B tidak mengakibatkan aglutinasi.maka individu tersebut tidak memiliki aglutinogen (golongan darah O).maka memiliki aglutinogen ( golongan darah A ).BAB. A. agar siswa semakin tertarik dengan dunia biologi . SARAN Sebaiknya eksperimen seperti ini lebih sering lagi dilakukan. – – Golongan darah berdasarkan sistem ABO dapat di deteksi menggunakan serum anti A dan anti B. KESIMPULAN – Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B ( golongan darah B ). IV PENUTUP A. Jika serum anti-A individu menyebabkan tersebut aglutinasi pada tetes tipe A darah. – – Jika serum anti-B menyebabkan aglutinasi. Jika kedua serum anti-A dan anti-B menyebabkan aglutinasi induvidu tersebut memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B ( golongan darah AB ).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful