Tugas Teknologi Sediaan ½ Padat dan Cair

“LARUTAN DAPAR”

Oleh :
Kelompok 2
JULIA ANGGRAINI DENNY AKMAL ERWIN PRAWIRODIHARDJO YUSNA FADLIYYAH A RADEN ATRAS SJAHBANA M. MIRZA HARDIANSYAH 1110102000019 1110102000021 1110102000037 1110102000067 1110102000073 1110102000081

Farmasi III A T. A. 2011/2012

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

pH larutan akan berubah. kita butuh pemanis dan aroma.Kombinasi asam lemah dengan basa konjugasinya bertindak sebagai dapar. kita butuh pewarna.Dalam bahasan kali ini. contoh : kalium metafosfat.Jika bahan aktifnya mudah teroksidasi (seperti para vitamin yang sedang kita bicarakan). kita perlu pelarut campuran. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PH LARUTAN DAPAR 1.LARUTAN DAPAR PENDAHULUAN Banyak bahan-bahan farmasetik dapat digunakan dalam membuat bentuk sediaan yang dikehendaki dari suatu zat obat. Pengenceran Penambahan air dalam jumlah cukup. kelompok kami bertugas menjelaskan lebih terperinci mengenai larutan dapar. jika tidak mengubah pH dapat mengakibatkan penyimpangan positif dan negatif sekalipun kecil sekali. Jika kelarutannya perlu dinaikkan. Penambahan garam-garam netral Perubahan pH disebabkan berubahnya kekuatan ion. tetapi menginginkan dispersi partikelnya lebih homogen. baunya. karena air sekalian dapat mengubah nilai koefisien keaktifan ia juga bertindak sebagai asam lemah atau basa lemah.Jika pH-nya membuat bahan aktif mudah terurai.Zat pendapar digunakan untuk menahan perubahan pH pada pengenceran dan penambahan asam atau alkali. natrium asetat.Jika pembawanya mudah ditumbuhi mikroba. Sistem semacam ini dikatakan tidak beraksi dapar.Jika kita tidak berurusan dengan kelarutan. kita butuh pengawet. kita butuh dapar. kalium dihidrogen fosfat. dan rasanya. 2. Jika rasanya pahit(seperti para vitamin di atas). kita butuh antioksidan.Beberapa dari zat-zat ini dapat digunakan untuk mencapai karakteristik fisika dan kimia dari produk atau untuk menambah penampilannya. Jika warna dan rasanya tidak cocok. Zat-zat lain dapat digunakan untuk menambah kestabilan zat obat sesuai yang dibutuhkan oleh larutan. Bila ke dalam air atau larutan klorida ditambahkan sedikit asam atau basa kuat. kita perlu suspending agent. DEFINISI Dapar adalah senyawa-senyawa atau campuran senyawa yang dapat meniadakan perubahan pH terhadap penambahan sedikit asam atau basa. Bates .Peniadaan perubahan pH tersebut dikenal sebagai aksi dapar.

dan nilai dapar. 3. Obat-obat dapat bertindak sebagai dapar. Larutan obat yang merupakan larutan elektrolit lemah juga dapat memperlihatkan kerja seperti dapar.4.Van Slykememperkenalkan konsep kapasitas dapar dan mendefinisikannya sebagai perbandingan basa kuat (atau asam) dengan sedikit perubahan pH yang terjadi karena penambahan basa itu. yaitu perubahan pH yang terjadi akibat pengenceran dapar sehingga menjadi ½ kali kekuatan mula-mula. Meskipun koefisien temperatur dapar asam relatif kecil.pH dapar asetat dijumpai meningkat dengan naknya temperatu sedang pH dapar asam borat-natrium borat turun. indeks dapar. Darah selalu berada dalam pH 7. namun pH sebagian besar dapar basa ternyata berubah lebih menyolok. Nilai pengenceran psoitif menunjukkan bahwa harga pH akan naik akibat pengenceran sedang nilai pengenceran negatif menunjukkan bahwa nilai pH turun dengan adanya pengenceran dapar. Hal ini disebabkan karena adanya dapar primer dalam plasma dan dapar sekunder dalam eritrosit. Rumusnya :β = B pH Keterangan: β = Kapasitas dapar B = Sedikit penambahan basa kuat kedalam larutan dapar (gr/liter) pH = Perubahan pH BERBAGAI DAPAR DALAM SISTEM FARMASI DAN BIOLOGI Sistem dapar biologis in vivo.menyatakan hal ini secara kuantitatif dengan istilah nilai pengenceran. Temperatur Kolthoff dan Tekelnburg menyatakan istilah koefisien temperatur pH yaitu perubahan pH akibat pengaruh temperau. KAPASITAS DAPAR Besarnya penahanan perubahan pH oleh dapar disebut kapasitas dapar atau efesiensi dapar.Bates menunjukkan beberapa dapar basa yang menunjukkan perubahan pH yang sangat kecil akibat perubahan temperatur dan dapat digunakan dalam trayek pH 7 sampai 9. Obat-obat dalam bentuk larutan dapat bertindak sebagai dapar untuk obat itu sendiri dalam jarak pH yang tertentu.Plasma terdiri atas asam karbonat/bikarbonat dan garam natrium asam/basa dari asam fosfat yang berlku sebagai dapar. hal ini disebabkan adanya nilai Kw dalam persamaan dapar basa yang dapat berubah mengikuti perubahan temperatur.Protein plasma yang berlaku sebagai asam dalam darah dapat bergabung dengan basa .

Dia menambahkan natrium klorida ke tiap-tiap campuran di atas dengan tujuan agar didapat larutan yang isotonis dengan cairan tubuh. dua sistem dapar tersebut mengandung hemoglobin/oksihemoglobin dan garam kalium asam/basa dari asam fosfat. hitung perbandingan garam dan asam lemah yang diperlukan agar dicapai pH yang diinginkan. . a) Pilihlah salah satu asam lemah yang memiliki pKa. kestabilan obat dan dapar untuk waktu yang cukup lama.01-0. Dalam eritrosit. pertama larutan yang mengandung asam borat dan yang kedua larutan yang mengandung monohidrasi natrium karbonat. Cairan murni conjunctive biasanya lebih asam dari cairan air mata yang biasa digunakan dalam pengukuran pH. Dapar dapat juga dipakai dalam penetapan pH dengan cara kolorimetri dan untuk studi penelitian yang memrlukan pH konstan.pH airmata kira-kira sebesar 7. yang hampirr sama dengan pH dapar yang akan dibuat. khususnyadalam pembuatan larutan obat mata (ophtalmic solution).5 M dan kapsitas dapar 0. yaitu suatu formula yang tidak terdapat dalam literatur.dan bertindaksebagai dapar. karena sifatnya yang toksis tidak dapat digunakan dalam menstabilakn larutan yang dipakai secara oral ataupun parenteral.8. Tujuannya agar didapat kapasitas dapar yang maksimum b) Degan persamaan.4 dengan trayek pH 7-8 atau sedikit lebih tinggi.1 umumnya sesuai d) Faktor-faktor lain yang penting dalam pembuatan dapar farmasi meliputi: bahan-bahan kimia yang tersedia. PENYEDIAAN LARUTAN DAPAR FARMASI Seorang ahli farmasi dapat setiap waktu membuat sistem dapar. sterilitas larutan akhir. Persamaan dapar memberi hasil yang memuaskan untuk perkiraan perhitungan yang berada di trayek pH 4-10 c) Perkiraan konsentrasi garam dan asam yang diperlukan agar diperoleh kapasitas dapar yang sesuai. pH darah pada penderita diabetes koma turun menjadi 6. Besarnya konsentrasi cukup berkisar antara 0.Dan masih banyak teori lainnya mengenai larutan dapar.Bila kedua larutan itu dicampurkan dalam berbagai perbandingan dapat menghasilkan larutan dapar dengan pH kirakira 5 sampai 9.Langkah-langkah berikut ini sangat berguna dalam menyiapkan sebuah dapar.05-0.0 atau di atas 7. Sorensen membuat campuran garam-garam natrium fosfat sebagai larutan dapar dengan pH 68. DAPAR DI BIDANG FARMASI Larutan dapar seringkali dipakai di bidang farmasi.8 berarti keadaan sangat gawat. Glifford menyarankan dua macam larutan. Biasanya jika pH darah berada di bawah 7. Caairan lacrimal atau air mata mempunyai kapasitas dapar yang cukup tinggi dan dapat diencerkan dengan air destilasi sampai perbandingan 1:25 sebelum terjadi perubahan pH.

Hal tersebut dapat mengganggu kelarutand a n s t a b i l i t a s o b a t . Pembawa digunakan secara efektif sebagai pelarut obat mata yang telah berada dalam larutan isotonik. Air mata normalmemiliki pH 7. sedang beratnya sebagai anhidrida.00 gr mononatrium difosfat (NaH2PO4) per liter dan lainnya mengandng 9.8.0. Untuk menjamin kestabilan obat. Dibuat dengan menggunakan dua larutan persediaan. piperokain.  Pembawa Fosfat Isotonik. satu mengandung 8.4secara ideal obat tetes matamemiliki p H seperti pada air mata. tetapi karena beberapa bahanobat tidak stabil (tidak larut/ rusak/ mengendap)pada pH tersebut maka sebaiknya obat tetes mata di dapar pada pH sedekat mungkindengan pH air mata supaya tidak terlalu merangsang mata Pada larutan yangdigunakan pada mataterlebih pada mata yang luka sterilitas adalah yang paling penting. untuk mencegah terjadinyainfeksi lebih lanjut Dapar mungkin digunakan dalam suatu larutan untuk mata karena salah satu atau semua alasan berikut ini : 1. Pembawa ini disesuaikan dengan tonisitas dan memberikan suatu pH pilihan berkisar antara 5.9 gram asam borat ke dalam air yang cukup untuk mendapat 100 ml larutan. Untuk mengawasi aktivitas terapeutik bahan obat USP menyediakan formula-formula untuk pembuatan larutan dapar yang sesuai untuk dipakai oleh obat-obat tertentu. Pembawa ini cocok untuk garam yang larut dalam air dari zat obat berikut: benoksinat. fenilefrin. Selain itu penambahan dapar juga dimaksudkanuntuk menjaga stabilitas obat tertentu misalnya: garam-garamalkaloid. tetrakain dan seng.47 gr dinatrium monofosfat (Na2HPO4) perliter. PENDAPARAN Salah satu maksud pendaparan larutan obat mata adalah untukmencegah kenaikan pH yangdisebabkan oleh pelepasan lambat ion hidroksil oleh wadah kaca.0. pilokarpin. pH pembawa ini sedikit di bawah 5. dan 3.e) Tentukan besarnya pH dan kapasitas dapar dari larutan. dibukain. kokain. Untuk mengurangi ketidaknyamanan si pasien 2. termasuk larutan dapar tertentu:  Pembawa Asam Borat.9 . dibuat dengan cara melarutkan 1. .

Asam sitrat banyak digunakan dalam formulasi obat dan produk makan. diethylolamine. Kegunaan : Acidifying agent. 2. 1.6-hexanedioic acid. Asam Borat (H3BO3/HBO2) adalah pendapar yang baik dan digunakan sebagai pengontrol pH. chelating agent. acifloctin. DEA. trihydroxyborene. antioxidant. sebagai penyesuai pH larutan. Asam borat bersifat higroskopis sehingga tidak boleh digunakan untuk obat dalam.3tricarboxylic acid monohydrate. buffering agent. asapic. Inipol DS. .20-iminodiethanol. Kegunaan : Alkalizing agent. Asam Adipat    Sinonim : Acidum adipicum. boron trihydroxide. biasanya digunakan untuk sediaan obat tetes mata. E355. intravena. emulsifying agent. buffering agent. 1. 3. Diethanolamine (Dietanolamina)   Sinonim : Bis(hydroxyethyl)amine. buffering agent. orthoboric acid. boraic acid. Borofax. Asam Adipat (C6H10O4) digunakan sebagai acidifying (pengasam) dan buffering agent dalam formulasi untuk intramuskular. flavor enhancer.Berikut adalah senyawa-senyawa yang dapat digunakan sebagai Buffering Agent dalam sediaan farmasi : 1. Digunakan juga sebagai pengontrol pH dalam produk makanan. dan vaginal. buffering agent. flavoring agent. preservative. Asam Borat    Sinonim : Acidum boricum.4butanedicarboxylic acid. boracic acid. E284. Asam Sitrat (Monohidrat)    Sinonim : Acidum citricum monohydricum. 4. 2.20dihydroxydiethylamine. 2-hydroxypropane-1. acinetten. adilactetten. Kegunaan : Acidifying agent. Kegunaan : Antimicrobial preservative.2. Dugunakan juga sebagai pengatur pH formulasi untuk tablet spesifik yang melewati kolon. 2. diolamine. E330.

citric acid potassium salt. Potassium Citrate digunakan sebagai buffering agent dan alkalizing agent dalam sediaan oral dan produk makanan atau minuman. 5. Kegunaan utama Dietanolamina (C4H11NO2) dalam formulasi farmasi adalah sebagai buffering agent. 6.  Kegunaan : Buffering agent. Glycine (Glisin)  Sinonim : Aminoacetic acid. Kegunaan : Antimicrobial preservative. Digunakan pula sebagai pengontrol pH dalam kosmetik. glycocoll. padil. seperti dalam sediaan emulsi yang mengandung asam lemak.2-dicarboxylic acid. cis-2-butenedioic acid. buffering agent. 7. glycoll.   Kegunaan : Acidulant. 8. cis-maleic acid. glycoamin. glycolixir. sodium salt. dietary supplement. karena kemampuannya sebagai zat pembasah alami. Potassium Citrate    Sinonim : Citrate of potash. glycinum. glycinium. Sodium Acetate   Sinonim : Acetic acid. Maleic Acid (Asam Maleat)  Sinonim : Acidum maleicum.  Glisin (C2H5NO2) digunakan sebagai buffering agent dan conditioner dalam kosmetik. natrii acetas trihydricus. buffering agent. Kegunaan : Alkalizing agent. kalii citras. buffering agent. E640. maleinic acid. di samping pembuatan produk makan. . Hampshire glycine. Asam Maleat (C4H4O4) digunakan dala industri farmasi sebagai buffering agent dan pengubah pH dalam formulasi untuk oral. cis-1. karena dianggap tidak beracun dan tidak menyebabkan iritasi pada oral. bulking agent. G. dan parenteral. Gly. flavoring agent. sodium ethanoate. sequestering agent. sucre de ge´latine. cis-ethene-1. E332. topikal.2ethylenedicarboxylic acid. wetting agent. E262. tripotassium citrate. 2-aminoacetic acid. tablet disintegrant. stabilizing agent. toxilic acid. (Z)2-butenedioic acid. cis-butenedioic acid. freeze-drying agent.

otik. oral. nasal. . dan subkutan. Sodium Asetat dapat digunakan sebagai beffering agent ketika dicampurkan dengan asam asetat pada formulasi untuk sediaan intramuskular. opthalmic. intravena.

DAFTAR PUSTAKA C. Howard. dkk. Alfred. dkk. Jakarta: UI Press Rowe. 2005. Farmasi Fisik 1 Edisi Ketiga. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. London: The Pharmaceutical Press . Ansel. Raymond C. 2009. 2009. Jakarta: UI Press Martin. Handbook of Pharmaceutical Exipients Sixth Edition.

% –°ff°¾ f–ffn €°–%½ °–f¾f¯% f° €€ °–f– ° ff¯€¯f¾°°f¯¾f °f °f  f°f–°f  –°ff°©–f¾ f–f½ °–°½ ff¯½ ¯ff°f°    ¾f¯ f O °°¯ n ¯ n¯  fnnfn  fnfn  €f  °     nfn    °  O  –°ff° °¯n f½ ¾ f  €€ °–f– °  O ¾f¯ f% $ %f ff½ ° f½ff°– f f° –°ff° ¾ f–f½ °–°½  f¾f°f –°ff°°¾ ff° f  ¾¯ff  ¾f¯ f ¾€f–¾½¾¾ °––f f   –°ff°° f ff¯    ¾f¯f%.° f% O °°¯ n ¯nn¯¯° n¯    ½½f°    nf nfn ¯° f  O  –°ff° n €°–f– ° f° f°  €€ °–f– ° n f°–f– °  €f °f°n  ½ ¾ f  O ¾f¯¾f f°f –°ff° ff¯€¯f¾ f f°½ ¯ff°  ¾ f–f½ ° ¾f½ff° –°ff°©–f¾ f–f½ °–f½ €¯f¾°f  ¾½ ¾€f°–¯  f°     f°f¯° % f°f¯°f% O °°¯  ¾%  %f¯°    f¯°      f¯°  f¯°   ¯°  f°  O  –°ff° f°–f– °  ¯¾€°–f– °  €€ °–f– °  .

O  –°ff°f¯f f°f¯°f%.

-% ff¯€¯f¾€f¯f¾f ff ¾ f–f €€ °–f– ° ¾ ½  ff¯¾ ff° ¯¾f°–¯ °–f° °– f¾f¯ ¯f –°ff°½f¾ f–f½ °–°½ ff¯¾¯     n° %¾°% O °°¯ ¯°fn nfn  f¯°fn nfn    –n°¯  –nf¯° –nn –n –n –n°¯ f¯½¾ –n° ½f   ¾n  – f°  O  –°ff°  €€ °–f– °  °–f– °   f¾½½ ¯ ° €  °– f– ° f   ¾° –f°  °–f– °  O ¾°%.

f f%.f f% O °°¯ n ¯¯f n¯ n¾  ° nfn n¾   ° nfn %%   ° nfn n¾  °   nf nfn n¾    ° nf nfn n¾ ¯f nfn ¯f °nfn nfn  O  –°ff° n f°  €€ °–f– °  O ¾f¯.-% –°ff°¾ f–f €€ °–f– ° f°n° °  ff¯ ¾¯  f °f ¯f¯½f°°f¾ f–ff½ ¯ f¾fff¯    .f nn %¾f¯.

% –°ff° ff° ¾€f¯f¾¾ f–f €€ °– f– ° f°½ °– f½ ff¯€¯f¾°f ½f  f°½f ° f  ¾f¯½°–½ ¯ ff°½ ¯ff°    9f¾¾¯.

f  O °°¯ .

f €½f¾ nnfn ½f¾¾¯¾f  fnf¾  ½f¾¾¯nf  O  –°ff° f°–f– °  €€ °–f– ° ¾  ¾ °–f– °  O 9f¾¾¯.

f  –°ff°¾ f–f €€ °–f– ° f°ff°–f– ° ff¯¾ ff°f f°½ ¯ff°f°ff¯°¯f° f °f f°––f½  f fn° f° f¯ ° f f°f¾½f ff     ¯n f  O °°¯ n nfn ¾ ¯¾f  °ffn f¾ n¾ ¾ ¯ f°f  O  –°ff° °¯n f½ ¾ f  €€ °–f– ° €f°–f– °  ¾f °–f– °  .

O  ¯¾ f f½f –°ff°¾ f–f €€ °–f– ° f nf¯½f° °–f°f¾f¯f¾ f½f f€¯f¾°¾ ff°°f¯¾f °f °f  ½f¯n °f¾f f   f°¾ f°                      .

@9D@ .

f° €    f¯f¾¾ ¾ –f fff D9 ¾¾  f¯° . °¾  f  9 °–f°f ° ff°f¯f¾ fff D9 ¾¾ .

   f° €9f¯fn nf½ °¾ ° ° °  @ 9f¯fn nf9 ¾¾  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful