PENDAHULUAN

Saat ini tanaman kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang penting setelah beras disamping sebagai bahan pakan dan industri olahan. Karena hampir 90% digunakan sebagai bahan pangan maka ketersediaan kedelai menjadi faktor yang cukup penting. Selain itu, kedelai juga merupakan tanaman palawija yang kaya akan protein yang memiliki arti penting sebagai sumber protein nabati untuk peningkatan gizi. Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan perkapita. Oleh karena itu, diperlukan suplai kedelai tambahan yang harus diimpor karena produksi dalam negeri belum dapat mencukupi kebutuhan tersebut. Lahan budidaya kedelai pun diperluas dan produktivitasnya ditingkatkan. Untuk pencapaian usaha tersebut, diperlukan pengenalan mengenai tanaman kedelai yang lebih mendalam. Perkembangan manfaat kedelai di samping sebagai sumber protein, makanan berbahan kedelai dapat dipakai juga sebagai penurun kolesterol darah yang dapat mencegah penyakit jantung. Selain itu, kedelai dapat berfungsi sebagai antioksidan dan dapat mencegah penyakit kanker. Oleh karena itu, ke depan proyeksi kebutuhan kedelai akan meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat tentang makanan sehat.

tahu. susu kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa). Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih. dan tempe. pelarut. kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. resin. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Olahan biji dapat dibuat menjadi : tahu. misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin. sementara G. G. berbiji hitam). plastik. meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhan kedelai. tempe . soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara. Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. tinta. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain. minyak (dari sini dapat dibuat sabun. dan biodiesel). krayon. yang bijinya bisa berwarna kuning.Kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap. Di Indonesia. agak putih. . kecap. tepung kedelai. kosmetik. kedelai merupakan tanaman dengan kadar protein tinggi sehingga tanamannya digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak. atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam.

Warna kulit biji kuning. kedelai dikenal dengan beberapa nama botani.) Merill. dan bulat telur. sebagian besar biji berbentuk . hijau. Namun pada tahun 1948 telah disepakati bahwa nama botani yang dapat diterima dalam istilah ilmiah.) Merill Morfologi Tanaman Kedelai 1. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak pipih. hitam. Klasifikasi tanaman kedelai sebagai berikut : Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Spermatophyta : Dicotyledoneae : Rosales : Papilionaceae : Glycine :Glycine max (L. agak gepeng. Bentuk biji bervariasi. terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endosperma.Taksonomi Tanaman kedelai Pada awalnya. dan besar (>13 g/100 biji). biji kedelai mempunyai ukuran bervariasi. yaitu Glycine soja dan Soja max. sedang (10-13g/100 biji). Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. tergantung pada varietas tanaman. mulai dari kecil (sekitar 79 g/100 biji). Biji Biji kedelai berkeping dua. yaitu Glycine max (L. Embrio terletak diantara keping biji. yaitu bulat. Namun demikian. coklat.

biji tersebut harus mempunyai kadar air berkisar 12-13%. 3. Warna hipokotil. sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran. Kecambah Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. yaitu bagian batang kecambah dibawah keping. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu. akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar. yaitu keping biji muncul diatas tanah. Biji kedelai tidak mengalami masa dormansi sehingga setelah proses pembijian selesai. dengan kedalaman hingga 120 cm.bulat telur. Akar Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm. biji kedelai dapat langsung ditanam. Namun demikian. bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari . Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Kecambah kedelai tergolong epigeal. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara. Jika kelembapan tanah turun. ungu atau hijau yang berhubungan dengan warna bunga. 2.

jenis tanah. umumnya akar tunggang hanya tumbuh pada kedalaman lapisan tanah olahan yang tidak terlalu dalam. sedangkan kotiledon yang terdiri dari dua keping akan terangkat ke permukaan tanah akibat pertumbuhan yang cepat dari hipokotil. kecukupan unsur hara. serta ketersediaan air di dalam tanah. misalnya kadar air tanah yang terlalu tinggi. Akar kedelai mulai muncul dari belahan kulit biji yang muncul di sekitar misofil. Perkembangan akar kedelai sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kimia tanah. namun demikian. cara pengolahan lahan. Selain itu kedelai juga seringkali membentuk akar adventif yang tumbuh dari bagian bawah hipokotil.setelah tanam. sekitar 30-50 cm. Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2 yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3). . akar adventif terjadi karena cekaman tertentu. Pada umumnya. Sementara akar serabut dapat tumbuh pada kedalaman tanah sekitar 20-30 cm. yaitu akar tunggang dan akar sekunder (serabut) yang tumbuh dari akar tunggang. Pertumbuhan akar tunggang dapat mencapai panjang sekitar 2 m atau lebih pada kondisi yang optimal. Calon akar tersebut kemudian tumbuh dengan cepat ke dalam tanah. sekitar 3-4 hari setelah berkecambah dan akan semakin bertambah banyak dengan pembentukan akar-akar muda yang lain. Akar serabut ini mula-mula tumbuh di dekat ujung akar tunggang. Sistem perakaran kedelai terdiri dari dua macam.

atau tidak bercabang sama sekali. Hopikotil dan dua keeping kotiledon yang masih melekat pada hipokotil akan menerobos ke permukaan tanah. Pertumbuhan batang tipe determinate ditunjukkan dengan batang yang tidak tumbuh lagi pada saat tanaman mulai berbunga. Sementara pertumbuhan batang tipe indeterminate dicirikan bila pucuk batang tanaman masih bisa tumbuh daun. mulai dari pangkal akar sampai kotiledon. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas (determinate). tidak terbatas (indeterminate). walaupun tanaman sudah mulai berbunga. dan setengah terbatas (semi-indeterminate).4. Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh. tetapi bila jarak antar tanaman rapat. Bagian batang kecambah yang berada diatas kotiledon tersebut dinamakan epikotil. cabang menjadi berkurang. Batang dapat membentuk 3 sampai 6 cabang. Tanaman berpostur sedang sampai tinggi. Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Kedelai berbatang dengan tinggi 30–100 cm. Batang dan Cabang Hipokotil pada proses perkecambahan merupakan bagian batang. daun teratas sama besar dengan daun batang tengah. Perbedaan sistem pertumbuhan batang ini didasarkan atas keberadaan bunga pada pucuk batang. ujung batang lebih kecil dari bagian . ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah. Tanaman pendek sampai sedang.

Disamping itu. Pembentukan bunga juga dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Bunga Sebagian besar kedelai mulai berbunga pada umur antara 5-7 minggu. Jumlah buku batang indeterminate umumnya lebih banyak dibandingkan batang determinate. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil. jumlah buku berkisar 15-30 buah. tetapi ada juga varietas kedelai yang tidak bercabang. Bunga terletak pada ruas-ruas batang. 5. Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. berwarna ungu atau putih.000 tanaman/hektar. Jumlah cabang tergantung dari varietas dan kondisi tanah. Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong. Jumlah batang tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan jumlah biji yang diproduksi. Jumlah buku pada batang tanaman dipengaruhi oleh tipe tumbuh batang dan periode panjang penyinaran pada siang hari. ada varietas hasil persilangan yang mempunyai tipe batang mirip keduanya sehingga dikategorikan sebagai semideterminate atau semi-indeterminate.000 tanaman/hektar menjadi 500. Pada suhu tinggi dan kelembaban rendah. jumlah sinar . Pada kondisi normal.tengah. Cabang akan muncul di batang tanaman. Artinya. Jumlah batang bisa menjadi sedikit bila penanaman dirapatkan dari 250. walaupun jumlah cabang banyak. belum tentu produksi kedelai juga banyak.

keenam. Tangkai bunga umumnya tumbuh dari ketiak tangkai daun yang diberi nama rasim. Jumlah bunga pada setiap ketiak tangkai daun sangat beragam. Hal ini akan merangsang pembentukan bunga. antara 2-25 bunga. sebagian besar mulai berbunga pada umur antara 5-7 minggu. Tanaman kedelai di Indonesia yang mempunyai panjang hari rata-rata sekitar 12 jam dan suhu udara yang tinggi (>30° C). termasuk tanaman kedelai. sedangkan stadia reproduktif mulai dari pembentukan bunga sampai pemasakan biji.matahari yang jatuh pada ketiak tangkai daun lebih banyak. tergantung kondisi lingkungan tumbuh dan varietas kedelai. khususnya saat pembentukan bunga. Stadia vegetatif mulai dari tanaman berkecambah sampai saat berbunga. Jumlah bunga pada setiap ketiak tangkai daun sangat beragam. Tanaman kedelai termasuk peka terhadap perbedaan panjang hari. jumlah sinar matahari yang jatuh pada ketiak tangkai . Pada suhu tinggi dan kelembaban rendah. atau pada buku yang lebih tinggi. tergantung kondisi lingkungan tumbuh dan varietas kedelai. Tanaman kacang-kacangan. seperti di Indonesia. Tangkai bunga umumnya tumbuh dari ketiak tangkai daun yang diberi nama rasim. Bunga pertama yang terbentuk umumnya pada buku kelima. Bunga kedelai menyerupai kupukupu. yaitu stadia vegetatif dan stadia reproduktif. Periode berbunga pada tanaman kedelai cukup lama yaitu 3-5 minggu untuk daerah subtropik dan 2-3 minggu di daerah tropik. antara 2-25 bunga. mempunyai dua stadia tumbuh. Pembentukan bunga juga dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban.

Warna bunga yang umum pada berbagai varietas kedelai hanya dua. Masing-masing daun berbentuk oval. Setelah tua. dan berwarna hijau. tipis.daun lebih banyak. Jumlah bunga yang rontok tidak dapat membentuk polong yang cukup besar. Tunas atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk. Daun Tanaman kedelai mempunyai dua bentuk daun yang dominan. 6. seperti di Indonesia. . yaitu putih dan ungu. Periode berbunga pada tanaman kedelai cukup lama yaitu 3-5 minggu untuk daerah subtropik dan 2-3 minggu di daerah tropik. hanya berkisar 20-80%. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua sisi. pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai. yaitu stadia kotiledon pada buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal. Selanjutnya. Jumlah bunga pada tipe batang determinate umumnya lebih sedikit dibandingkan pada batang tipe indeterminate. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Setiap ketiak tangkai daun yang mempunyai kuncup bunga dan dapat berkembang menjadi polong disebut sebagai buku subur. Rontoknya bunga ini dapat terjadi pada setiap posisi buku pada 110 hari setelah mulai terbentuk bunga. Tidak setiap kuncup bunga dapat tumbuh menjadi polong. daun menguning dan gugur. Hal ini akan merangsang pembentukan bunga. mulai dari daun yang menempel di bagian bawah batang.

Contoh varietas yang berbulu lebat yaitu IAC 100. Umumnya. Lebat-tipisnya bulu pada daun kedelai berkait dengan tingkat toleransi varietas kedelai terhadap serangan jenis hama tertentu. dan Mahameru.tetapi biasanya antara 320 buah/mm2. Kepadatan bulu bervariasi. daerah yang mempunyai tingkat kesuburan tanah tinggi sangat cocok untuk varietas kedelai yang mempunyai bentuk daun lebar.0025 mm.4 kali lipat dari varietas yang berbulu normal. Dieng. Hama penggerek polong ternyata sangat jarang menyerang varietas kedelai yang berbulu lebat. tergantung varietas. Panjang bulu bisa mencapai 1 mm dan lebar 0. Bentuk daun diperkirakan mempunyai korelasi yang sangat erat dengan potensi produksi biji. Anjasmoro. sedangkan varietas yang berbulu jarang yaitu Wilis. Jumlah bulu pada varietas berbulu lebat. yaitu stadia kotiledon yang tumbuh saat tanaman masih berbentuk kecambah dengan dua helai daun tunggal dan daun bertangkai tiga (trifoliate leaves) yang tumbuh selepas masa pertumbuhan. berjumlah antara 190-320 buah/m2. Umumnya. . Daun mempunyai stomata. bentuk daun kedelai ada dua. dapat mencapai 3. yaitu bulat (oval) dan lancip (lanceolate). Umumnya. daun mempunyai bulu dengan warna cerah dan jumlahnya bervariasi.Tanaman kedelai mempunyai dua bentuk daun yang dominan. Kedua bentuk daun tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik.

Biji kedelai tidak . coklat. mulai dari kecil (sekitar 7-9 g/100 biji). Bentuk biji bervariasi. Buah atau Polong Polong kedelai pertama kali terbentuk sekitar 7-10 hari setelah munculnya bunga pertama. hitam. mulai dari kuning. Ukuran dan bentuk polong menjadi maksimal pada saat awal periode pemasakan biji. hijau. hitam. berupa lubang kecil yang terbentuk pada saat proses pembentukan biji. agak gepeng. Kecepatan pembentukan polong dan pembesaran biji akan semakin cepat setelah proses pembentukan bunga berhenti. antara 1-10 buah dalam setiap kelompok.7. dan bulat telur. Di dalam polong terdapat biji yang berjumlah 2-3 biji. Pada kulit biji terdapat bagian yang disebut pusar (hilum) yang berwarna coklat. tergantung pada varietas tanaman. jumlah polong dapat mencapai lebih dari 50. atau kombinasi campuran dari warna-warna tersebut. Hal ini kemudian diikuti oleh perubahan warna polong. bahkan ratusan. atau putih. yaitu bulat. Setiap biji kedelai mempunyai ukuran bervariasi. Panjang polong muda sekitar 1 cm. dan besar (>13 g/100 biji). Pada setiap tanaman. dari hijau menjadi kuning kecoklatan pada saat masak. Namun demikian. yaitu kulit biji dan janin(embrio). sedang (10-13 g/100 biji). Jumlah polong yang terbentuk pada setiap ketiak tangkai daun sangat beragam. Biji kedelai terbagi menjadi dua bagian utama. Pada ujung hilum terdapat mikrofil. Warna kulit biji bervariasi. sebagian besar biji berbentuk bulat telur.

Oleh karena itu. proses pembentukan bintil akar sebenarnya sudah terjadi mulai umur 4 – 5 hst. Keberadaan Rhizobium japonicum di dalam tanah memang sudah ada karena tanah tersebut ditanami kedelai atau memang sengaja ditambahkan ke dalam tanah. semakin banyak volume akar yang terbentuk. Kelembaban tanah yang cukup dan suhu tanah sekitar 25°C sangat mendukung pertumbuhan bintil akar tersebut. Namun demikian. Namun demikian. 8. Pada saat itu. Bintil akar dan Fiksasi Nitrogen Tanaman kedelai dapat mengikat nitrogen (N2) di atmosfer melalui aktivitas bekteri pengikat nitrogen. biji kedelai dapat langsung ditanam. semakin besar pula kemungkinan jumlah bintil akar atau nodul yang terjadi. Bakteri ini terbentuk di dalam akar tanaman yang diberi nama nodul atau bintil akar. biji tersebut harus mempunyai kadar air berkisar 12-13%. tetapi maksimal hanya sampai . yaitu sejak terbentuknya akar tanaman. terjadi infeksi pada akar rambut yang merupakan titik awal dari proses pembentukan bintil akar. Kemampuan memfikasi N2 ini akan bertambah seiring dengan bertambahnya umur tanaman.mengalami masa dormansi sehingga setelah proses pembijian selesai. tergantung kondisi lingkungan tanah dan suhu. yaitu Rhizobium japonicum. Perbedaan warna hijau daun pada awal pertumbuhan (10 – 15 hst) merupakan indikasi efektivitas Rhizobium japonicum. Nodul atau bintil akar tanaman kedelai umumnya dapat mengikat nitrogen dari udara pada umur 10 – 12 hari setelah tanam.

Sementara penggunaan herbisida tidak banyak pengaruhnya terhadap jumlah dan aktivitas bakteri ini. Ada beberapa metode aplikasi bakteri. tidak diberikan bersamaan dengan fungisida karena fungisida banyak mengandung logam berat yang dapat mematikan bakteri. Oleh karena inokulan berisi organisme hidup maka harus terlindung dari pengaruh sinar matahari langsung. yaitu dengan takaran 5 – 8 g/kg benih kedelai. dan metode inokulasi tanah. Inokulan yang baik akan berisi sebanyak 105 – 107 sel/gr bahan pembawa. Mula-mula biji kedelai dibasahi dengan air secukupnya. juga diduga karena kompetisi fotosintesis antara proses pembentukan biji dengan aktivitas bintil akar. Di samping itu. inokulan dapat disimpan dalam lemari es pada suhu 4°C sebelum digunakan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas inokulasi. kemampuan bintil akar memfikasi N2 akan menurun bersamaan dengan semakin banyaknya bintil akar yang tua dan luruh. Inokulasi biji dengan bakteri Rhizobium japonicum umumnya paling sering dilakukan di Indonesia. Bila perlu. Setelah masa pembentukan biji. metode sprinkle. suhu tinggi.akhir masa berbunga atau mulai pembentukan biji. yaitu pelapisan biji (slurrymethod). metode tepung (powder method). Pada waktu aplikasi bakteri Rhizobium japonicum ini. dan kondisi kering karena dapat menurunkan populasi bakteri dalam media inokulan sebelum diaplikasikan. Bakteri tersebut . kemudian diberi bubukan bakteri Rhizobium japonicum sehingga bakteri tersebut dapat menempel di biji.

Bahan pembawa bakteri pada inokulasi biji ini umumnya berupa humus (peat). Dilaporkan bahwa untuk memperoleh hasil biji 2. akan semakin banyak pula kebutuhan nitrogen sebagai bahan utama protein. Namun demikian. . akan menekan jumlah dan ukuran bintil akar sehingga akan mengurangi efektivitas pengikatan N2 dari atmosfer. Semakin besar kadar protein dalam biji. diperlukan nitrogen sekitar 200 kg/ha.kemudian dapat melakukan infeksi pada akar sehingga terbentuk nodul atau bintil akar.50 ton/ha. Dari jumlah tersebut. Pada keadaan tersebut. akar tanaman belum berfungsi sehingga tambahan nitrogen diharapkan dapat merangsang pembentukan akar. sekitar 120 – 130 kg nitrogen dipenuhi dari kegiatan fiksasi nitrogen. Selain itu. Pemupukan nitrogen sebagai starter pada awal pertumbuhan kedelai perlu dilakukan untuk pertumbuhan dalam 1 minggu pertama. Tanaman kedelai dikenal sebagai sumber protein nabati yang murah karena kadar protein dalam biji kedelai lebih dari 40%. bila penggunaan pupuk nitrogen terlalu banyak. system perkecambahan kedelai berupa epigeal sehingga persediaan makanan di dalam kotiledon lebih banyak digunakan untuk pertumbuhan awal vegetatif dan seringkali nitrogen yang dibutuhkan tidak tercukupi. Hal ini akan membuka kesempatan pembetukan bintil akar.

http://id. Diakses pada tanggal 24 September.DAFTAR PUSTAKA Anonim. http://fauzii17. Budidaya Tanaman Kedelai.com/.wikipedia. Makassar. http://kamaruzpenyuluhanpertanian.blogspot. Makassar.blogspot. Kedelai. Fauzii. Tanaman Kedelai. 2011. Makassar. Kamaruz. 2011. Diakses pada tanggal 24 September. Diakses pada tanggal 24 September.com/. 2011. 2011. 2011. 2011. .org/wiki/Kedelai.

8  !.3 :2.709.3 0-..07.7. -07.9.7  22  05.39.  /.39:3 .3.5 -.. .:3 2025:3.8..8  907.2  &2:23..7. 203..3 -:: -07./.    -:. .5. /.  22 /.7.3 .3.3.73.8 909. -:: /03.3 -:: -8.

  4394 .9: 80/./.3.3.9..7.8 ..9 .9 /.9 /.709.7 .9 /03.:3 0/0.3.8.5.2.3 038 .3-07-::0-.709.8 0/0.9. . 8.2..5..9 9583.709.3 .3.709.80/0.3..9 203. 5. 9079039:  ..709. 907.    .9    . -:: 5.5 807..22  :2. -:: 5.8 ..9: 8  03  3.3.3 -07-:: 3472..3 93.320307.3-07-::. -07./.9 9407.8 -07-:: 0-.38 .7.709./.207:  0-.3 -07-::0-. /. 503070 5443 9073.82474  /.

2.2.5443 /.:!443  !443 0/0. 8.8.-07039 &:7.8../:330.3 502-039:.05.3 -07:2.5 - 0/0. 907-039: 809.3 502-08..7.2 809.2.4./ 2.7.3  0.2 5443 907/. -:3.3- .3-039:5443 203. .39. 574808502-039:.9. 809. 5079.5 04254  !.7..3. /..    -:. 9.9 203..9:8. 5443 .9 - .05.9 8090.35.2  .2  :2. 2025:3.5.3  :2..7   -. 5443 /. 5079.5 9. /. 809..7.3-:3. ::7.5 09.9. 2:3.9 -07.73.3 - .3/.5.3 802.8  2:.:3 8.3 907-039: 5.7  ..92.3.9.  !. 0- /.:203./.302:/.    /..82. :..5. 809.8. 809.5074/0502. /.7    ..3.   -  $09.:3.7 0./.3 5443 /..7 8090.5.3 -07././.3 .7   .3 5443 2:/.9.3 7.3.3/:9 40507:-.3..

3   .  -  80/.

3 -08.  -  /.7  .

7 .  -  039: - -07.3 907-039: 5. ..25:7.9  ././ /:. /.9.7.3 -:. ::3 :2 907/..3 -07.2. 907-.7 - -07-039: -:.9.3..709.5. 90780-:9   0/0..  .3 /.3 /80-:9 5:8.73.7 :33  . 203.9: -:.9 90:7   0/0. 0503  /.73..33 02-74  !./. .2  .. .:  ./.8 . -.7 :2  . :9 - -07.39:3 5. .8  2:.7..: 42-3.. :9 - 907/.73.3 .2  .3 0.3-   . 9/.8  907.9 574808 502-039:.3 -08.3 .3   80-.73. .2:3 /02.5.3  .8 9.3 :9.9 2741  -07:5.4.9  9.9 90:7  .2.9  9. 8.9 -.: 5:9  !.9: :9 - /. :-.4../.

: .7 9..25.7..: /./.3.7:8 2025:3.7 :/.2-.3.9 397403  .39:3 43/8 3:3...8:/.3.30/0.38008.3 9..9 .3 803./2:../.4:20 .2.2  907. 8.3 9.8 0109./.22./.: 202. -39 .907 3 907-039://.9...3.543..:2  . 809.. .:-39.5.34/:. .3.:3 5.3907.7  0 .9 9:  907.3 -39 .5.2. /.3. 90780-:9 /9.3././ 3108 5.3 :2.7/.3 8:: 9. 9:  802.. 907-039:3.9397403  /.3..543.3.9248107 20.3 -08.2 0/0.73.2-.9. /.   4/: .2..3-079..7 5:.3 -079. 9.25:.3../. /9. :2:7 9.2 9.2  ..3 8:/.:2 / /. 8. 02:33.3  !.2:3 /02..9: #4-:2 . .29.8.2.3.9.8090./472.2. :2:7    89  .7-078.2:3 /02.9.3 #4-:2 ..::5 /.3./ 02. /. .5.543.8 3.9 203.3.3  - 90780-:9 .2-.3-39.3     89  207:5.3.5 2.73.3. .3 -.2-:9 ./. 5079:2-:..3 -39 .703. :2:23. .3/-073./. 202.9.3907-039:  802.7.82.38:3 /9.7 . ..: 34/:. 8073 /03.3 . 9.9: 80.3.907.7  0-07.3 207:5..3 8::  002-.3 574808502-039:. 5.7 S 8.7 ..3 2021.2.9 397403 /.9 203/::3 5079:2-:. ..79.8 #4-:2 .:2  .2.38803.: -39 .3 99 .3 3/.3 0/0.7 9.7 574808 502-039:.897403  %.. .3.8 -0907 503.574808502-. :2:7     .-.9.30/.3 . - 0/0. /.38. ..3  909.7 8090.3.780-03.7 90780-:9  !07-0/.7 7. .3.703.9 203.9.203..7     39.

9.7. 425098 1494839088 . .38:3  8:: 93  /.3.7: 0109.3 /.3 /.3  . 8:: S 80-0:2 /:3.3 203:7:3 -078.7:8 9073/:3 /./.3/03. 502-039:.8..3.1.9./.-0-07.703.3 -  02.7 2.5. //:.9.3 80-0:2 /. 34:.3  34:.3 43/8 073 .703..9 /825.7 .3 -. .3820 /:5 2.7 2021.253 9:  :.3 .3-.8.9 203:7:3.3 -  $090.7: 83...703.39:.: 2:.3 -078 47. 2.8 -..3802.39.5.8  0 .3 -39 .      80.8-39.8 34:. 502-039:. /.7 08 5.7 2.7.. 34:. .3:7:    8. .9. -07-:3..3 -078 80-.3.3. 507:  34:..907 /.25:.8  .947 .2 20/.3 545:.9. 574808502-039:..7 /.5.2.2 02..3 202503.8..3-/03.-39.7 503.5..

9 202.3 . 907.3  .907  $02039.7:3.703. 1:38/. . 203.:..3 -078.9.2.907#4-:2.8 -.5. /-07.9.2094/0.8-/03...3 1:38/. 503. -.5.907 .9: .3502-. . 9/.5.58.   !.3/:3 4.:2 3  9/.907 #4-:2 . 503:3.. .7 -.543.3 /.38073/.-0-07.3/3/4308.5.9:50.3-.9.9 .3 /03.3 - 8:772094/ 2094/085730 2094/0905:3 54/072094/ /.9073 /.89.7./.3 2094/034:.7.543. 34:.5.. -.3.3 07-8/. /.39.3 -./.:2 :2:23.8-.8-.3.5 :2.9:/03.2 -07.3.

5.8.  02:/.::53.907 90780-:9 /. 2:.907 #4-:2 .:2 803.907 90780-:9 .9 2030250 / -  . /03.  :. /-.7 80. - 0/0. -03 0/0.3 /-07 -:-:.3 .543.3 -. -.

9 20. 34:. .3 :9. -...2 -  .547.3 502-..02:/.32:7.907 5.3 /..2-0/0. 5:. /03.7574903/.703. 907-039: 34/: .2../. 0-:9:...0-/./. :39: 20250740 .7   $02.8 -    943...3 3108 5.3 397403 80-. 574903  .2.5.7 574903 /.9./. -07:5.3 -.7  .7 803.3 -.-./. 80-.:.9  %.. :2:8 50..8 - 3 :2:23.3 0/0. -.3 -08.3.7 . 8:2-07 574903 3.3..9.3 802..: -39 .

7   .3 397403 809..  /507:.

.3 -39 .2.:-.3 203:7.3397403/.32.30/0. 397403 .3-39.08025.9248107    .2 490/43 0- -.3.38./. ..9.::5  ..009. /:3. 907.7 :2.050../.3 18..3 :2. 5079:2-:.3 0109.7.50780/...803.2-.91/.7 $0.7 0.39: 88902 5070.2-.3 397403 80-.3502-09:.3 -.  .5.9207.3 9/..223: 5079. /. 89...3202-:. 9.3/ /.30/0.3.503:3.3 ::7..7.79075.8 397403  !02:5:.2:3 /02.3...-07:5..:..3/.35:5:397403907.9.7 .8 503.3 /-:9:. .3/..5.3 2030. .3-0:2-071:38803..3.3.7 803.3 ..3502-039:. 90780-:9  809.9. 3.9. !.3/.507:/.3:39:5079:2-:../.79.390780-:9 .0.2. ...3 :39: 5079:2-:.7       397403 /503: /.3 8073.

%#!&$% 3432     0/0.  995.

.

47./ 50/.

.

  .2.808 5.  995.3 0/0. 9.3.$05902-07   ./.88.7   ..0/0.:     %.3.

.

42.: -48549 .1.

/.2.3..808 5.3.3 0/0. %.  995.  .2.7:     ://.$05902-07   .9.88..7   .

.

2.35079.3 -48549 .42..7: 503::.3.

 9./..  $05902-07   .3.808 5.88.  .7     .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful