Daftar Objek dan Tarif Pajak Penghasilan

Page 1 of 9

DAFTAR OBJEK DAN TARIF PAJAK PENGHASILAN

No. I

Obyek PPh Pasal 4 ayat (2) 1. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI Dasar Hukum : PP No. 131 Tahun 2000 Pengecualian: a. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI sepanjang jumlah deposito dan tabungan serta SBI tersebut tidak melebihi Rp 7.500.000,00 dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah. b. Bunga dan diskonto yang diterima atau diperoleh bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia. c. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun yang telah disahkan Menteri Keuangan, sepanjang dananya diperoleh dari sumber pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun. d. Bunga tabungan pada bank yang ditunjuk Pemerintah dalam rangka pemilikan rumah sederhana dan sangat sederhada, kapling siap bangun untuk rumah sederhana dan sangat sederhana, atau rumah susun sederhana sepanjang untuk dihuni sendiri. 2. Transaksi Saham Di Bursa Efek Dasar Hukum : PP No. 41 Tahun 1994 jo. PP No. 14 Tahun 1997 a. Bukan Saham Pendiri b. Saham Pendiri

Tarif

Dasar Perhitungan

Sifat

20% (untuk WPDN & BUT) 20% atau Tarif P3B (untuk WPLN)

Jumlah Bruto Bunga

Final

0,1% X Nilai Transaksi (0,1% X Nilai Transaksi) + (0,5% X nilai saham pasar saat Penawaran Umum Perdana (IPO))

Final

3.

Bunga atau Diskonto Obligasi yang Diperdagangkan di Bursa Efek Dasar Hukum : PP No. 16 TAHUN 2009 a. Bunga Obligasi dengan kupon (interest bearing bond) 1. WP DN & BUT 2. WP LN selain BUT

15 % 20 % atau Tarif berdasarkan P3B

Jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi

b. Diskonto Obligasi dengan kupon 1. WP DN & BUT 15 % 2. WP LN selain BUT 20 % atau Tarif berdasarkan P3B

Selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan

Final

c. Diskonto Obligasi tanpa bunga (zero coupon bond) 1. WP DN & BUT 2. WP LN selain BUT

20 % 20 % atau Tarif berdasarkan P3B

Selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi

01/05/2011

Jasa Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha c. Jasa Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang memiliki kualifikasi usaha kecil b. Wajib Pajak yang melakukan transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan b. PP No. Wajib Pajak bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia 4. Wajib Pajak Orang Pribadi yang mengalihkan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan yang jumlah bruto nilai pengalihannya kurang dari Rp. untuk tahun 2014 dan seterusnya 15 % Jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi / Selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi Pengecualian : a. pengalihan hak atas Rumah Sederhana dan Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan 7. PP No. 10% Jumlah Bruto Final 6. Hadiah Undian Dasar Hukum : PP No. 5 Tahun 2002 Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan Dasar Hukum : PP No. untuk tahun 2009 sampai dengan tahun 2010 0% 2./2001 Persewaan Tanah dan/atau Bangunan Dasar Hukum : PP No. 79 Tahun 1999 jo. 60 jt namun penghasilan lainnya dalam 1 tahun melebihi PTKP. c. untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 5% 3. bunga dan/atau diskonto dari Obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak reksadana yang terdaftar pada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan 1. PP No. PP No. 71 Tahun 2008 a. 29 Tahun 1996 jo. 27 Tahun 1996 jo. 51 Tahun 2008 jo. 40 Tahun 2009 a. 5% 5% Final 1% 2% 4% Final 3% 4% 01/05/2011 . Wajib Pajak dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan b. Usaha Jasa Konstruksi Dasar Hukum : PP No.Daftar Objek dan Tarif Pajak Penghasilan Page 2 of 9 d. Jasa Perencanaan Konstruksi atau Pengawasan Penghasilan bruto Penghasilan bruto Penghasilan bruto Penghasilan Jumlah Bruto Nilai Pengalihan Jumlah Bruto Nilai Pengalihan Jumlah Bruto Nilai Pengalihan Jumlah Bruto Hadiah Undian 25% Final 5. 48 Tahun 1994 jo. Jasa Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa selain Penyedia Jasa sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b d. 132 Tahun 2000 KEP-395/PJ. PP No.

dibayarkan secara bulanan b.000.2% 1. atau yang melakukan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.8% 2. 4 Tahun 1995 Syarat : a.000 sehari sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp 1. upah satuan. 2. Pasal 17 UU PPh 3. berupa upah harian. penghasilan yang diterima atau diperoleh Pegawai tetap penghasilan yang diterima atau diperoleh Penerima pensiun secara teratur (Penerima pensiun berkala) berupa uang pensiun atau penghasilan sejenisnya penghasilan pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas kecuali tenaga ahli. Per-57/PJ/2009 1. upah borongan atau upah yang a. II PPh Pasal 15 Dasar Hukum : 248/KMK.Daftar Objek dan Tarif Pajak Penghasilan Page 3 of 9 Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang memiliki kualifikasi usaha e. Jasa Perencanaan Konstruksi atau Pengawasan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha 8.320.00 tetapi tidak melebihi Rp 6. Pelayaran Dalam Negeri Penerbangan Dalam Negeri Pelayaran dan atau Penerbangan Luar Negeri WP LN yang mempunyai Kantor Perwakilan Dagang di Indonesia Pihak-pihak yang melakukan kerjasama dalam bentuk Perjanjian Bangunan Guna Serah (Built Operate and Transfer) bruto 6% Penghasilan bruto 0.04/1996 KEP-667/PJ. 5. Pasal 17 UU PPh PKP = PB PTKP jumlah penghasilan yang melebihi Rp 150. upah mingguan.PTKP Pasal 17 UU PPh 2.03/2008 Per-31/PJ/2009 jo. 4.000. sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. Penghasilan perusahaan modal ventura dari transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangan usahanya Dasar Hukum : PP No. menengah.44% 5% Peredaran Bruto Peredaran Bruto Peredaran Bruto Nilai Ekspor Bruto Jumlah Bruto dari Nilai Tertinggi antara Nilai Pasar dengan NJOP Bagian Bangunan yang Diserahkan Final Final Final Final bagi WPOP III PPh Pasal 21 Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008 252/PMK.00 PKP = PB (BJ + IP) – PTKP PKP = (PB – BP) . tidak dibayar secara bulanan .000 01/05/2011 ./2001 1.64% 0.000.320.000.04/1996 475/KMK.04/1995 416/KMK.04/1996 417/KMK. dan b. merupakan perusahaan kecil. 3.00 (seratus lima puluh ribu) sehari PKP = (PB – IP) – PTKP untuk jumlah hari kerja 5% - Apabila telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) bulan kalender melebihi Rp 1.Apabila penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari telah melebihi Rp 150.1 % Jumlah Bruto Nilai Transaksi Penjualan/ Pengalihan Penyertaan Modal Final 1.

PNS. 50 juta s. honorarium. > Rp. > Rp. dari dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Honorarium yang dananya dari keuangan negara/ daerah yang diterima oleh Pejabat Negara. Rp. Pasal 17 UU PPh 50% dari jumlah penghasilan bruto 6. 13. uang rapat. hadiah atau penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun. jasa. Rp. 9. 25 juta a. imbalan yang tidak bersifat berkesinambungan - Pasal 17 UU PPh Pasal 17 UU PPh b.Memenuhi Ketentuan Tidak Memenuhi Ketentuan Pasal 17 UU PPh Ketentuan PER . 25 juta s. imbalan kepada peserta kegiatan.000 imbalan kepada bukan pegawai. 11.d. 8. II/d kebawah atau Anggota POLRI dengan Pangkat Pembantu Letnan Satu atau Ajun Inspektur Tingkat Satu ke bawah Uang Tebusan Pensiun. jasa. 50 juta b. 200 juta d. dan imbalan sejenisnya dengan nama dan dalam bentuk apapun sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan. 200 juta Penghasilan dari pekerjaan. Rp. > Rp. Anggota TNI/ POLRI kecuali PNS Gol. 12. fee. gratifikasi. kecuali tidak lebih dari Rp. 10.Daftar Objek dan Tarif Pajak Penghasilan Page 4 of 9 5% yang sebenarnya (PTKP sehari ditetapkan sebesar PTKP setahun sesuai dengan statusnya dibagi dengan 360)) PKP = (PB – IP) – PTKP 4. tantiem. 7. komisi.d. dan kegiatan yang diterima oleh Tenaga Asing (Expatriate) yang telah berstatus sebagai WPDN Penghasilan dari pekerjaan yang diterima oleh Tenaga Asing (Expatriate) yang bekerja pada Pasal 17 UU PPh PB Kumulatif Pasal 17 UU PPh PB Kumulatif Pasal 17 UU PPh PB Kumulatif Pasal 17 UU PPh PB Kumulatif 15% PB Final 5% 10% 15% 25% Pasal 17 UU PPh PB PB PB PB PKP= (PB (BJ + BP) PTKP Final Final Final Final 01/05/2011 .000. 100 juta s. Apabila telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) bulan kalender melebihi Rp 6. imbalan yang bersifat berkesinambungan .d. dan imbalan sejenis dengan nama apapun honorarium atau imbalan yang bersifat tidak teratur yang diterima atau diperoleh anggota dewan komisaris atau dewan pengawas yang tidak merangkap sebagai pegawai tetap pada perusahaan yang sama jasa produksi . uang representasi. bonus atau imbalan lain yang bersifat tidak teratur yang diterima atau diperoleh mantan pegawai penarikan dana pensiun oleh peserta program pensiun yang masih berstatus sebagai pegawai. Rp. dan kegiatan yang dilakukan a. Uang Pesangon yang diterima Pegawai atau Mantan Pegawai. antara lain berupa honorarium. Uang THT atau JHT.31/PJ/2009 Pasal 13 ayat (1): yang bersangkutan telah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak dan hanya memperoleh penghasilan dari hubungan kerja dengan Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 serta tidak memperoleh penghasilan lainnya tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas dan bertindak untuk dan atas namanya sendiri 50% dari jumlah penghasilan bruto PKP = (50% x PB) – PTKP 50% dari jumlah penghasilan bruto Kumulatif Pasal 17 UU PPh Kumulatif Kumulatif 5. 100 juta c. antara lain berupa uang saku.

Pertamina = Tidak Final 9. Crew Lainnya Pasal 17 UU PPh Pasal 17 UU PPh Pasal 17 UU PPh Pasal 17 UU PPh Pasal 17 UU PPh US$ 11. Assisten Supervisor/ Tool Pusher e. 3.03/2008 Jo 210/PMK. 0. Gas/LPG f. dikenakan pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif lebih tinggi 20% (dua puluh persen) daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak Ket : PKP PB BJ IP BP IV : : : : : Penghasilan Kena Pajak Penghasilan Bruto Biaya Jabatan Iuran Pensiun Biaya Pensiun PPh Pasal 22 Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008 254/KMK.03/2001 Jo 392/KMK.275 per bulan US$ 9.03/2001 Jo 236/KMK.3% 0. Dividen Bunga Royalti hadiah. 9.45% SPBU SwastanisasiPertamina 0. Yang tidak Dikuasai impor kedelai. gandum. 8.3% 0. Premium b. Importir mempunyai API b.03/2008 1. perkebunan.5% 7. 4.03/2008) Industri Kertas Industri Baja Industri Otomotif Bahan Bakar Minyak dan Gas a. 2.3% 0.3% 0. 7. Minyak Tanah e.510 per bulan US$ 3.25% 0. Pelumas Pembelian bahan-bahan berupa hasil perhutanan. bonus. Manager c. Solar c. Penjualan Penjualan Penjualan Penjualan Penjualan Penjualan Harga Pembelian (tidak termasuk PPN) Swastanisasi= Final .5% 0.5% 2. pertanian.25% Pasal 17 UU PPh 0.03/2003 Jo 154/PMK. 5. Pembelian Barang oleh Bendaharawan dan BUMN/BUMD Impor Barang : a.7/PJ.25% 0. 6.3% Harga Pembelian Nilai Impor Nilai Impor Harga Jual Lelang Nilai Impor DPP PPN Harga Bandrol DPP PPN DPP PPN DPP PPN 3. Premix/Super TT d. Importir tidak mempunyai API c.3% 0.Daftar Objek dan Tarif Pajak Penghasilan Page 5 of 9 Perusahaan Pengeboran Migas : a. dan perikanan untuk keperluan industri dan ekspor dari pedagang pengumpul 1.5% V PPh Pasal 23 Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008 244/PMK.245 per bulan Catatan : Bagi Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 21 yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. General Manager b.3% 0.5% 7.5% 0. Supervisor/ Tool Pusher d.830 per bulan US$ 4.03/2008 1.03/2007 Jo 08/PMK. 4. dan sejenisnya selain 15% 15% 15% Jumlah Bruto Jumlah Bruto Jumlah Bruto 01/05/2011 . 2. penghargaan.350 per bulan US$ 5. dan tepung terigu oleh importir yang menggunakan API Industri Semen Industri Rokok (SE .1% 0.25% 0.

Jasa aktuaris c. kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai PPh Final pasal 4 (2) Imbalan sehubungan dengan jasa teknik. yaitu memasukkan lumpur ke dalam sumur 12) jasa mud engineering 15% 2% 2% Jumlah Bruto Jumlah Bruto tidak termasuk PPN Jumlah Bruto tidak termasuk PPN 01/05/2011 . 3) jasa pengontrolan pasir (sand control).Daftar Objek dan Tarif Pajak Penghasilan Page 6 of 9 5. Jasa penunjang di bidang penambangan migas. pembukuan. Jasa pengeboran (drilling) di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas). 6. jasa manajemen. d) penutupan sumur. yang terdiri dari : a. yaitu pekerjaan yang dilakukan dalam hal cara pengasaman tidak cocok. yang telah dipotong PPh Pasal 21 Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. b) penyumbatan kembali zona yang berproduksi air. Jasa akuntansi. Jasa perancang (design) e. Jasa penilai (appraisal) b. jasa konstruksi. yaitu pekerjaan untuk memperbesar daya tembus formasi yang menaikan produktivitas dengan jalan menghilangkan material penyumbat yang tidak diinginkan 5) jasa peretakan hidrolika (hydraulic). kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap f. yaitu penempatan bubur semen untuk maksud-maksud : a) penyumbatan kembali formasi yang sudah kosong. dan atestasi laporan keuangan d. yaitu jasa yang dikerjakan untuk menghilangkan cairan buatan yang berada dalam sumur baru yang telah selesai. penyelesaian sementara suatu sumur baru agar dapat mengevaluasi kemampuan berproduksi 8) jasa reparasi pompa reda (reda repair) 9) jasa pemasangan instalasi dan perawatan 10) jasa penggantian peralatan/material 11) jasa mud logging. c) perbaikan dari penyemenan dasar yang gagal. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21 Jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21. berupa : 1) jasa penyemenan dasar (primary cementing) yaitu penempatan bubur semen secara tepat diantara pipa selubung dan lubung sumur 2) jasa penyemenan perbaikan (remedial cementing). sehingga aliran yang terjadi sesuai dengan tekanan asli formasi dan kemudian menjadi besar sebagai akibat dari gas nitrogen yang telah dipompakan ke dalam cairan buatan dalam sumur 7) jasa uji kandung lapisan (drill stem testing). misalnya perawatan pada formasi yang mempunyai daya tembus sangat kecil 6) jasa nitrogen dan gulungan pipa (nitrogen dan coil tubing). jasa konsultan. yaitu jasa yang menjamin bahwa bagian-bagian formasi yang tidak terkonsolidasi tidak akan ikut terproduksi ke dalam rangkaian pipa produksi dan menghilangkan kemungkinan tersumbatnya pipa 4) jasa pengasaman (matrix acidizing). 7.

penyimpanan pesawat udara dan jasa lain sehubungan dengan pendaratan pesawat udara b) jasa penggunaan jembatan pintu (avio bridge) c) jasa pelayanan penerbangan d) jasa ground handling. listrik. telepon. dan/atau TV kabel. penempatan. peralatan. Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga. telepon. perawatan. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara: 1) bidang aeronautika. elektrikal. Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara p. termasuk perawatan. Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas : 1) jasa pengeboran 2) jasa penebasan 3) jasa pengupasan dan pengeboran 4) jasa penambangan 5) jasa pengangkutan/ sistem transportasi. kecuali yang dilakukan oleh Bursa Efek. udara baik yang berangkat maupun yang datang. Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin. Jasa custodian/penyimpanan/penitipan. gas. Jasa pengolahan limbah k. Jasa mixing film q. AC. selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi s. termasuk : a) jasa pendaratan. 13) 14) 15) 16) 2% Jumlah Bruto tidak termasuk PPN 01/05/2011 . pemeliharaan dan perbaikan r. Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services) l. b) jasa penunjang lain di bidang nonaeronautika i. air. air. Jasa sehubungan dengan software komputer. kecuali yang dilakukan oleh KSEI o. termasuk : a) jasa catering di pesawat dan jasa pembersihan pantry pesawat. listrik. KSEI dan KPEI n.Daftar Objek dan Tarif Pajak Penghasilan Page 7 of 9 jasa well logging & perforating jasa stimulasi dan secondary decovery jasa well testing & wire line service jasa alat kontrol navigasi lepas pantai yang berkaitan dengan drilling 17) jasa pemeliharaan untuk pekerjaan drilling 18) jasa mobilisasi dan demobilisasi anjungan drilling 19) jasa lainnya yang sejenisnya di bidang pengeboran migas g. kecuali jasa angkutan umum 6) jasa pengolahan bahan galian 7) jasa reklamasi tambang 8) jasa pelaksanaan mekanikal. Jasa perantara dan/atau keagenan m. yang diangkut dengan pesawat. fabrikasi dan penggalian/pemindahan tanah 9) jasa lainnya yang sejenis di bidang pertambangan umum h. manufaktur. Jasa instalasi/pemasangan mesin. gas. yaitu pengurusan seluruh atau sebagian dari proses pelayanan penumpang dan bagasinya serta kargo. selama pesawat udara di darat e) jasa penunjang lain di bidang aeronautika 2) bidang non-aeronatika. Jasa penebangan hutan j.

media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi y. seminar. Royalti. 2. Penghasilan dari penjualan atau pengalihan harta di Indonesia. Dividen Bunga termasuk premium. termasuk Premi Reasuransi a. bahan baku dan atau barang setengah jadi dan atau bahan penolong/pembantu yang akan diproses sebagian atau seluruhnya disediakan oleh pengguna jasa. dan kegiatan lain yang memanfaatkan jasa penyelenggara kegiatan w. premi swap dan transaksi lindung nilai lainnya 8. Jasa penyelidikan dan keamanan v. konvensi. dan kepemilikan atas barang jadi berada pada pengguna jasa u. diskonto. Dibayarkan Perusahaan Asuransi di Indonesia kepada Perusahaan Asuransi di LN. baik secara langsung maupun melalui pialang 11. yaitu jasa pemberian jasa dalam rangka proses penyelesaian suatu barang tertentu yang proses pengerjaannya dilakukan oleh pihak pemberi jasa (disubkontrakkan). baik secara langsung maupun melalui pialang b. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer. Jasa catering atau tata boga Catatan : Dalam hal penerima imbalan sehubungan dengan jasa sebagaimana dimaksud di atas tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. pesta. kecuali yang diatur dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh yang diterima WP LN selain BUT di Indonesia 10. baik secara langsung maupun melalui pialang c. dan kegiatan 5. Premi asuransi. keuntungan karena pembebasan utang 9.25/PJ.Daftar Objek dan Tarif Pajak Penghasilan Page 8 of 9 AC. pagelaran musik. pekerjaan. dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang 3. kecuali ditanamkan kembali di Indonesia 20% atau Tarif P3B 20% atau Tarif P3B 20% atau Tarif P3B 20% atau Tarif P3B 20% 20% 20% 20% atau atau atau atau Tarif Tarif Tarif Tarif P3B P3B P3B P3B Jumlah Bruto Jumlah Bruto Jumlah Bruto Jumlah Bruto Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Bruto Bruto Bruto Bruto Final Final Final Final Final Final Final Final Final 20% x Perkiraan Phs Neto atau Tarif P3B Harga Jual 20% x 50% atau 10% atau Tarif P3B 20% x 10% atau 2% atau Tarif P3B 20% x 5% atau 1% atau Tarif P3B 20% x Perkiraan Phs Neto atau Tarif P3B 20% atau Tarif P3B Premi yang Dibayar Premi yang Dibayar Premi yang Dibayar Harga Jual Final Final Final Final Penghasilan Kena Pajak – PPh BUT Final 01/05/2011 . yaitu kegiatan usaha yang dilakukan oleh pengusaha jasa penyelenggara kegiatan meliputi antara lain penyelenggaraan pameran. Dibayarkan tertanggung kepada Perusahaan Asuransi di LN. Penghasilan dari penjualan atau pengalihan saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3c) UU PPh 12. Sewa. Jasa penyediaan tempat dan / atau waktu dalam media masa. Hadiah dan Penghargaan 6. konferensi pers. Penghasilan BUT. Jasa pembasmian hama z. TV Kable. alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi t.04/1994 SE . dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta 4. Jasa kebersihan atau cleaning service aa. Dibayarkan Perusahaan Reasuransi di Indonesia kepada Perusahaan Asuransi di LN. Jasa pengepakan x.4/1995 1. yang spesifikasi. Imbalan sehubungan dengan jasa. Jasa maklon. peluncuran produk. besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% (seratus persen) daripada tarif sebagaimana dimaksud di atas VI PPh Pasal 26 Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008 624/KMK. Pensiunan dan Pembayaran berkala lainnya 7.

Daftar Objek dan Tarif Pajak Penghasilan Page 9 of 9 di Indonesia 01/05/2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times