AURORA Aurora atau cahaya kutub, adalah fenomena bercahaya dari atmosfer atas terjadi di garis lintang tinggi

di kedua belahan bumi. Aurora di belahan bumi utara disebut aurora borealis dan aurora di belahan bumi selatan disebut aurora australis. Aurora (Latin untuk fajar) adalah cahaya indah dan menakjubkan yang terlihat di langit gelap di kutub. Hal ini dapat muncul sebagai berbagai bentuk, tetapi biasanya itu adalah cahaya bergetar kehijauan di dekat cakrawala.

Pada tahun 1621 istilah aurora ini diciptakan oleh astronom Perancis. Semakin banyak pengamatan dilakukan dan penjelasan yang konkret segera dikumpulkan setelah itu. Selama seratus lima puluh tahun terakhir banyak teori yang dikembangkan dari fenomena ini, antara lain bahwa aurora terjadi karena pemantulan sinar matahari oleh partikel-partikel es, pemantulan sinar matahari oleh awan, uap air yang mengandung sulfur, pembakaran udara yang mudah terbakar, pancaran partikel magnetik, debu meteor yang terbakar akibat gesekan dengan atmosfer maupun listrik yang timbul antara dua kutub magnet bumi. beberapa mengatakan bahwa aurora adalah pantulan sinar matahari cahaya artic dan beberapa orang percaya itu adalah cahaya api di ujung dunia, Namun hipotesis-hipotesis tersebut ditolak karena ditemukan bahwa aurora ditemukan 100-4400 km di atas permukaan bumi tepatnya diluar atmosfer. Sekitar abad ke-17 telah ditemukan bahwa hal itu disebabkan oleh interaksi antara partikel plasma berenergi dari atmosfer luar dengan atom atmosfer yang lebih tinggi. Sekitar tahun 1800-an karakteristik aurora mulai diketahui. Seorang ilmuwan Inggris bernama Cavendish Elias Loomis berhasil menghitung ketinggian aurora yaitu antara 52 s.d 71 mil (83
1

Tahun 1860. Sampai saat ini. kepadatannya adalah 1 triliun per 2 .  Bumi dan angkasa luar Hal umum yang diyakini bahwa bumi terletak pada ruang kosong di alam semesta yang vakum. tapi sebenarnya terdapat partikel yang selalu berada dalam ruang antar bintang. Setelah itu. Pada tingkat laut kepadatan molekul udara adalah 1 triliun per km dimana kira-kira aurora terjadi. dan sunspot dimana frekuensi dan amplitudo ketiganya berfluktuasi dengan periode yang hampir sama yaitu 11 tahunan. Dari temuannya itu diketahui bahwa ternyata aurora berhubungan dengan medan magnet bumi.d 113. seorang ilmuwan Swedia. ada banyak mekanisme lagi yang terjadi pada saat yang bersamaan sehingga menimbulkan fenomena yang menakjubkan ini. tapi dengan berkembangnya teknologi astronautic memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai fenomena yang membingungkan ini. kita perlu mengetahui beberapa hal penting yang berkaitan dengan proses terbentuknya aurora. Untuk lebih memahami proses terbentuknya aurora. bahkan tidak ada udara. Sebagian dari partikel-partikel ini ditangkap oleh medan magnet bumi.J. Hal ini tidak mutlak benar karena vakum berarti ruangan yang tidak berisi apa-apa. aurora. dan terbawa ke daerah lintang tinggi dan terjadilah aurora.km s. tidak semua pertanyaan tentang aurora telah dijawab.6 km). pada tahun 1867 berhasil melakukan pengukuran spektrum-spektrum dari aurora. Namun hal ini hanya prinsip dasar pembentukan aurora. berhasil membuat diagram yang menunjukkan daerah dengan kejadian aurora paling banyak. Thomson berhasil menemukan elektron. Angstrom. fisikawan Swedia Kristian Birkeland menyatakan bahwa aurora disebabkan oleh sinar dari elektron yang diemisikan matahari. Pancarann dari angin matahari dengan partikel atmosfer di kutub akan menghasilkan keluaran energi berupa cahaya. pada 100 di ruang antar . Ketika elektron-elektron itu sampai ke bumi akan dipengaruhi oleh medan magnet bumi. Penelitian tentang aurora semakin menemukan titik terang ketika seorang fisikawan Inggris J. Proses Terbentuknya Aurora Setiap saat matahari mengeluakan partikel bermuatan yang terkandung dalam angin matahari. Tahun 1852 diketahui bahwa ada hubungan antara aktivitas geomagnet.

arus listrik. Garis gaya magnet keluar dari kutub selatan dan masukkan kembali di kutub utara. Pada suhu ini molekul hidrogen yang ada pada permukaan matahari akan membentuk partikel plasma. Hasil dari partikel plasma dipengaruhi oleh pancaran massa korona. Ini merupakan faktor-faktor yang tak terlihat. membentuk pola simetris seperti sebuah magnet batang. gaya gravitasi. tersusun dari elektron berenergi tinggi dan proton. utara dan selatan. Dengan temperatur yang seperti ini partikel dapat terpisah dari atom pembentuknya selanjutnya atom dapat terurai menjadi proton dan neutron. terdapat juga medan magnet. Akibatnya. Partikel-partikel bermuatan yang dipancarkan terus menerus dari matahari ke segala arah berupa partikel yang sangat panas sehingga gravitasi matahari tidak bisa lagi menahannya ke bawah hal inilah yang menyebabkan terbentuknya angin matahari. biasanya pada saat terjadi aktivitas matahari pancaran plasma bertambah. adalah suatu aliran partikel bermuatan (yakni plasma). Semakin banyak jumlah garis-garis 3 . Angin matahari yang mengandung medan magnet lemah ini berjalanan dengan kecepatan 400 km/s sehingga mereka dapat sampai ke bumi hanya dalam beberapa hari. sebagian besar dari luar angkasa dipenuhi dengan plasma elektrik konduktif. Pada umumnya gas tidak bermuatan. bintik matahari dan nyala api matahari sehingga intensitasnya bervariasi dari waktu ke waktu. Ketika angin matahari meninggalkan matahari. Selain partikel. Angin Matahari. Plasma adalah partikel sejenis gas yang telah terionisasi.  Medan magnet bumi Bumi memiliki medan magnet bipolar yang berarti memiliki dua kutub. yang mampu melepaskan diri dari gravitasi sebuah bintang. yang menyebar ke segala arah dari atmosfer terluar matahari (korona). tetapi karena suhu yang sangat panas di matahari menyebabkan partikel gar terionisasi maka terbentuklah plasma. karena energi panasnya yang sangat tinggi.  Matahari dan angin matahari Matahari seperti tungku pembakaran dengan temperatur sebesar satu juta derajat. Energi cahaya dan panas yang berasal dari reaksi fusi. namun memberikan pengaruh yang penting terhadap interaksi antara matahari dan bumi. angin matahari tersebut mengambil medan magnet lokal yang memberikan kontribusi terhadap terbentuknya bintik matahari dan kutub magnet matahari yang membentuk medan magnet antarplanet yang tegak lurus terhadap arah angin matahari.bintang kerapatan hanya 1 per . gaya elektromagnetik.

hal ini membentangkan garis-garis medan yang di sisi malam dan mengubahnya menjadi sebuah silinder panjang yang disebut magnetosfer tersebut. 4 . Namun faktanya medan magnet ini telah melindungi atmosfer bumi dengan menghentikan angin matahari dalam gelombang kejut megnetic. Ketika angin surya mendekati bumi. Bumi seperti terlindung oleh ladang gelembung-medan magnetik di sisi siang hari.tidak memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan kita karena sebagian besar bahan yang kita milikis dalam kehidupan sehari-hari bersifat netral. loop tertutup dan terbuka. magnetotail memanjang menjauhi matahari di luar angkasa dan telah diamati perpanjangannya itu setidaknya 20 kali jari-jari bumi. ia akan mencoba untuk menyeret medan magnet bumi hanya seperti halnya matahari. Meskipun keberadaan medan magnet. Tanpa medan magnet ini. Daerah medan magnet ini disebut magnetosfer. semakin kuat gaya magnet. katup merupakan bagian dari magnetosfer yang secara langsung dibuka untuk angin matahari. Pertemuan antara angin matahari dengan magnetosfer akan menciptakan gelombang kejut.medan. Ketika angin matahari mendekati medan magnet bumi. Bentuk magnetosfer dipengaruhi oleh interaksi antara medan magnet antarplanet (IMF) dengan medan magnet bumi. atmosfir bumi akan terkena angin berenergi tinggi dari matahari dan partikel-partikel matahari akan menghabiskan udara yang ada dibumi. Bagaimanapun juga medan magnet bumi lebih kuat dari pada bumi sehingga angin matahari hanya dapat berubah menjadi bagian yang padat pada sisi siang dan meregang pada sisi malam dan membentuk ekor. Medan magnet dibagi menjadi dua bagian. hal itu akan memampatkan garis-garis medan magnet menghadap di sisi siang hari dan menahan garis itu di dalam loop. Di daerah di mana dua daerah bergabung adalah katup diatas kutub utara dan selatan.

Fenomena ini disebut rekoneksi magnetik. siang dan sisi malam. rekoneksi partikel magnetik akan jauh lebih lemah sedikit partikel yang akan memasuki magnetosfer. Ruang antara gelombang haluan dan batas magnetosfer dikenal sebagai magnetosheath tersebut. Karena setelah mengalami goncangan. Itu sebabnya aurorra biasanya terjadi ketika IMF mengarah ke selatan. 5 . Hal ini terjadi karena ketika sebuah partikel bermuatan bergerak melintasi medan magnet sebuah gaya dihasilkan dan akan membelokkan partikel mengelilingi bumi. Disini tekanan bidang geomagnetic seimbang dengan angin matahari. magnetopause ini didorong lebih jauh ke bumi dan ini akan membuat partikel dari angin bergegas menuju sisi malam bumi dalam sebuah serangan balasan. maka medan magnet antarplanet akan menghubungkan medan magnet bumi itu tegak lurus. tapi aurora biasanya diamati pada sisi malam sehingga rekoneksi sisi malam megnetic akan lebih berguna untuk penelitian aurora.Plasma partikel dari matahari akan dibelokkan oleh magnetopause dan mengalir sekitar magnetosfer berbentuk komet. bagian selatan dari bidang geometris akan menyambung kembali ke IMF yang mengarah ke selatan. IMFyang mengarah ke selatan akan untuk itu akan tersaambung kembali dengan bagian utara medan geomagnetik. setelah melewati sepanjang magnetopause bumi. Sebagian besar partikel surya ditolak dan hanya sekitar kurang dari 1% dari partikel-partikel akan memasuki magnetosfer Daerah antara angin matahari dan magnetosfer adalah magnetopause. Magnet bumi dan bidangnya ini terletak dalam kokon magnetik yang melindungi kita dari dari angin surya. partikel-partikel plasma magnetosheath biasanya lebih lambat dan lebih panas karena energi kinetik partikel diubah menjadi energi termal. Namun ketika IMF arah utara. Magnetic koneksi ulang terjadi di kedua sisi bumi. Selama badai magnetik. Peningkatan arus masuk partikel ke magnetosfer akan meningkatkan aktivitas aurora. Ini memiliki dampak penting pada pembentukan aurora karena hal ini memungkinkan partikel matahari dibelokkan untuk diarahkan kembali ke magnetosfer dan mengarah pada pembentukan aurora. Angin matahari terus berrjalanan. Garis medan magnet bumi pergi dari kutub selatan ke kutub utara dan menunjuk ke utara.

He2 + dan elektron dalam keadaan plasma. kita harus memahami bagaimana gerak partikel bermuatan yang dipengaruhi oleh medan magnet dan listrik. Untuk v paralel. jari pointer mewakili kecepatan dan ibu jari mewakili gaya magnet. namun hal ini masih tidak bisa menjelaskan mengapa partikel matahari dapat berakhir di kutub di mana mereka berinteraksi dengan atmosfer bumi untuk membentuk aurora. Pertama-tama kita menyelesaikan kecepatan ke dalam komponen sejajar dan tegak lurus terhadap medan magnet. Namun arah gaya yang disebabkan oleh medan magnetik sangat rumit karena baik v dan B keduanya merupakan besaran vektor sehingga gaya akan menghasilkan cross-product. jari tengah merupakan medan magnet. Sangat mudah untuk memprediksi interaksi antara partikel bermuatan dan medan listrik karena baik ditolak dalam arah yang berlawanan atau tertarik ke arah medan. Bahkan partikel mataharidipandu oleh beberapa bidang ke kutub dan untuk memahami lebih lanjut mengenai aurora. Partikel matahari terutama H +. kecepatan sejajar dengan medan magnet sehingga 6 . tergantung pada muatan partikel. jari telunjuk mewakili kecepatan dan ibu jari mewakili medan magnet. Dengan aturan tangan kanan kita bisa mewakili masing-masing 3 vektor. Katakanlah ada elektron yang berjalan dengan sudut tertentu di dalam medan manetic dengan kecepatan tertentu seperti yang ditunjukkan: Untuk mempermudah. Mari kita mempertimbangkan setiap komponen dan persamaan Lorentz secara terpisah. Dengan memegang tangan kanan dalam bentuk pistol. Gerak partikel bermuatan dalam medan magnet dan listrik Sekarang kita mengerti bagaimana partikel plasma berjalanan dari matahari ke megnetosphere bumi. Cross-product dari dua vektor (v & B) menghasilkan vektor ketiga (gaya Magnetic) yang tegak lurus terhadap kedua vektor awal. kami akan mempertimbangkan medan magnet hanya dalam kasus ini. Mereka menghantarkan listrik siap dan bertindak seperti sebuah konduktor dalam ruang.

Dalam medan magnet seragam. Semakin besar kecepatan. namun dalam situasi kehidupan nyata itu lebih memungkinkan partikel mendekati medan dengan sudut bukan 90 derajat. Ketika partikel bermuatan mendekati medan magnet secara tegak lurus. Gaya konstan yang tegak lurus terhadap kecepatan akan menciptakan gaya sentrifugal dan menjaga partikel tetap berputar dalam lingkaran yang tegak lurus terhadap medan magnet.sudut antara kedua vektor adalah nol. Sekarang mari kita perhatikan komponen tegak lurus. Hal ini karena nilai terbesar fungsi sin adalah 1 yang sama yaitu sin (90). Oleh karena itu partikel bermuatan positif dengan + q akan berputar dalam arah berlawanan dengan partikel bermuatan negatif (-q). F akan menyebabkan perubahan arah v. lintasan partikel bermuatan akan berbentuk spiral di sekitar medan magnet dan seperti berputar. itu adalah perjalanan sepanjang garis medan magnet. semakin besar resultan gaya yang akan dihasilkan. Namun ketika v berubah. 7 . Hal ini terjadi karena arah perubahan gaya magnet terhadap kecepatan bervariasi. gerak partikel akan terus tegak lurus terhadap medan magnet. sehingga menghasilkan gaya magnet terbesar. Sudut antara medan magnet dan kecepatan adalah 90 derajat. searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam. sehingga perjalanan partikel akan berbentuk spiral sepanjang medan magnet. Selain itu besar medan magnet dan muatan partikel juga mempengaruhi resultan gaya. Dari persamaan tersebut kita dapat melihat bahwa gaya magnet tergantung pada komponen kecepatan yang tegak lurus terhadap medan magnet. Namun ada dua cara berputar. Hal ini membuat gaya magnet pada partikel yang disebabkan oleh komponen kecepatan nol. partikel akan terus berputar pada bidang yang sama di sekitar medan. Arah spin ditentukan oleh faktor muatan (q).

Namun sebagai pancaran sinar UV terjadi secara terus menerus dan menumbuk partikel ionosfer pada siang hari. Ada kemungkinan bahwa ion oksigen dan nitrogen akan bergabung kembali dengan elektron untuk kembali menjadi molekul netral.  Partikel matahari dan daerah antar planet Bumi dikelilingi oleh atom netral seperti nitrogen. Dengan aturan tangan kanan.Arah berputar tergantung baik pada arah medan magnet dan muatan partikel. Tidak beberapa lama setelah eksitasi. Sumber lain dari partikel bermuatan di ionosfer adalah partikel matahari yang masuk kedalam Magnetosfer Kurang dari 1 persen dari partikel matahari yang memasuki magnetosfer dimana mereka terjebak di sana oleh medan magnet atau botol magnet. gaya dan medan magnet. Kemudian Anda memutar tangan Anda ke arah gaya. tetapi dipandu oleh medan magnet. menjaga arah medan magnet yang sama. Oleh karena itu partikel bermuatan tidak berakhir di ia kutub oleh gerakan acak. Perpindahan elektron dari kulit terluar ke kulit terdalam tersebut akan memancarkan energi berupa cahaya. kita bisa mengetahui arah perputaran partikel. Tidak ada batas yang ditetapkan mengenai daerah ionosfer ini ke arah luar ruang angkasa. pertama jari Anda membentuk silang-produk dengan kecepatan. Dalam ionosfer terdapat energi yang cukup dari sinar UV matahari untuk mengionisasi partikel netral di atmosfer yang membentuk partikel bermuatan positif seperti . . Namun kira-kira >90km diatas atmosfer yaitu ionosphere tersusun oleh partikel bermuatan. Ini bukan semata-mata bagaimana masuknya konstan dan outflux dari partikel bermuatan diciptakan. karena ada juga beberapa proses lain terjadi pada waktu yang sama. 8 . sehingga akan menjaga temperatur tinggi yang cukup untuk keberadaan plasma. Pada waktu malam beberapa ion akan kembali kepada molekul netral. elektron terluar dari atom netral dibumi tadi akan memperoleh tambahan energi untuk melintas ke orbit yang lebih tinggi atau disebut juga eksitasi. partikel akan berputar searah dengan tangan anda. Ion-ion dengan electron membentuk plasma di ionosfer. Spektrum warna Aurora Ketika pertikel bermuatan dari angin matahari yang terkurung dalam botol magnetik menumbuk atom-atom netral di bumi. oksigen dan hidrogen. elektron yang lain akan segera mengisi kekosongan tersebut.

Dari nilai ∆E bisa didapat kan besar frekuensi cahaya melalui persamaan. 9 . Dimana frekuensi cahaya dapat dihitung dengan persamaan E = h × f. adalah energi yang diserap.  E1 adalah energi pada keadaan awal dan E2 setelah terjadinya eksitasi.  h adalah konstanta Planck dan f adalah frekuensi cahaya. Setelah terjadi eksitasi elektron akan kembali lagi kekeadaan awal dan memancarkan energi berupa cahaya. Panjang gelombang cahaya dapat ditemukan dengan persamaan  V adalah kecepatan cahaya.

tapi kadang-kadang bisa menjadi merah atau bahkan campuran warna.Aurora biasanya lampu hijau keputihan. Sebuah fitur aurora dapat datang dalam ukuran dan bentuk yang berbeda tergantung pada aktivitas matahari. 10 . warna cahaya yang berbeda ditemukan di ketinggian yang berbeda karena komposisi atmosfer pada ketinggian berbeda memiliki variasi yang berbeda pula. Aurora selalu hadir di kutub berbentuk oval . sehingga cahaya yang dipancarkan akan berbeda. Hal ini karena ada campuran gas di atmosfer yang didominasi oleh oksigen dan nitrogen. Nitrogen menyebabkan lampu biru dan merah. Ini menghasilkan sebuah cincin di kutub bumi karena medan magnet garis berkumpul dalam sebuah lingkaran di kutub sehingga partikel plasma berinteraksi bersama cincin ini. Atom oksigen bertanggung jawab atas emisi hijau dan merah.

 . 203.3//423. .  $0-:.9.33        .7.: -. 907.3 2.3.3 -8.82.8 .8028./.8.3  9.3/:9:--:2.9 /. 093. .3 / :9:- 803. 3.7.3...25:7.-.3..:747.  803..9.9.3 ./.7  :747.703.9248107.703. ./.309 .39:3 5.. /.:747.3. /902:.3 -07-0/.3.790 5.3207.: 05:9.73.7./ 207.3 . 425488 .2.3 /5. .  .3 -07-0/. 5..8 2..78 -07:25: /./7/:9:--07-039:4.3..3..3.3 /. 80.3 -07-0/. 3203. .3 ..5 .8/.703. 19:7 . .8.9..2 80-:..3397403 9424803-079.:. 97403 2030-. 202 .25: -7: /..:/.73. 5:.2 ::7.3 / 093.9..25: .380-:.3 -07-0/.. ./.5.3 -07-0/. -..840 4803/. . -073907. 20/.3 .-.9.3:3..9248107 5...3 /./..8-078..25:7.3 207.3 -039: .3 -07-0/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful