Pagar Sepiring Nasi

Oleh Bahtiar HS Kuliah Ahad Shubuh, di masjid kampung saya, topiknya berat: Pola Konsumsi Muslim, menukil pendapat Dr. Yusuf Qaradhawi. Tetapi, yang ingin saya sampaikan kali ini bukan materi berat itu, melainkan sebuah humor, yang jadi selingan ustadz pengisi siraman rohani pagi itu. Bukan karena lucu, melainkan justru karena sangat bermakna. Dialog ini diambilnya dari lawakan Srimulat, entah kapan. Saya sendiri rasanya belum pernah mendengarnya. Ustadz itu kemudian bercerita -- dengan tokoh yang saya reka sendiri: Asmuni bertanya pada teman-temannya, “Ada yang tahu nggak, apa yang paling aman bisa menjaga rumah kita dari gangguan orang?” Sejenak kemudian, Tarsan yang tinggi besar menjawab, dengan gaya sangat meyakinkan, “Yang paling aman adalah buat pagar yang sangat tinggi, biar orang lain tidak bisa memasuki atau melompat ke dalam halaman rumah kita.” Asmuni tertawa. “Ha ha ha! Syalahh!!” Timbul menimpali jawab. “Pelihara aja anjing herder yang paling gedhe dan galak! Ya, kan Asminu? Eh, Asmuni?” Asmuni tertawa lagi. “Ha ha ha! Sudah ngawur, salah pula!!” Bisa ditebak, akhirnya tidak ada yang bisa memberi jawaban yang menurut Asmuni benar. Semua menyerah. “Apa dong jawabnya?” tanya mereka. “Ha ha! Nyerah?” tanya Asmuni meledek sambil mesam-mesem. “Jawabnya gampang! Yang paling aman menjaga rumah kita adalah … sepiring nasi!” “Sepiring nasi?” ulang Timbul linglung. “Ah, ojo guyon?” “Ini betul, Pak Timbul!” “Gimana mungkin sepiring nasi bisa menjadi penjaga paling aman rumah kita?” “Lho, coba saja. Berilah tetangga kita sepiring nasi, merata, dan yang sering-sering aja,“ kata Asmuni serius. “Bahkan rumah kita tak dikasih pagar sekalipun tidak akan ada yang nyolong. Ya, nggak?” Semua melongo, kemudian mengangguk-angguk. Yang kemudian akan saya ceritakan ini bukan lawakan, melainkan kenyataan yang saya alami dan lihat dengan mata kepala sendiri. Sebuah pengalaman nyata. Pertengahan Januari 2005 yang lalu, selepas tsunami melanda Aceh dan sekitarnya, saya berkesempatan mengunjungi Tuan Haji Ismail bin Haji Ahmad, pemilik perusahaan HPA Sdn. Bhn. di Negara Bagian Perlis, Malaysia. Kebetulan istri saya sedang belajar ilmu pengobatan herba di Kolej Perubatan Jawi (KPJ) di bawah pembinaan beliau selama satu setengah bulan. Ada dua hal yang sangat berkesan di hati saya ketika itu. Pertama, ketika pertama kali datang di areal KPJ, saya disambut Tuan Haji Ismail dan dipeluknya bagai saudara dekat yang datang dari perjalanan jauh -dan memang sangat jauh mengingat Perlis terletak di perbatasan Malaysia dengan Thailand Selatan. Dan yang kedua, dipersilakannya saya bersama istri dan anak saya yang masih menyusu untuk menginap di rumah beliau, di bilangan Jejawi, sekitar 10 km dari Kangar, ibukota Perlis. “Anggap rumah sendiri, Pak Bahtiar,” kata tuan rumah yang ramah ini. Rumah itu berbentuk sebagaimana rumah di Jawa. Terbuat dari pasangan batu bata dan semen, dengan atap dari seng atau genteng. Langit-langitnya ditutup asbes dan lantainya dipasangi keramik apa adanya. Di sebelahnya ada rumah panggung dari kayu, bentuk khas rumah penduduk di sana yang kiranya tetap dipertahankan. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu (Jawa: gedheg) yang berlubang-lubang sehingga ketika tidur bisa mengintip bintang di langit. Di sebelahnya lagi sebuah surau sederhana, tempat keluarga Tuan Haji dan masyarakat sekitarnya salat berjamaah.

1

Meskipun ada pagar berbatasan dengan jalan, tetapi jalan masuk ke lingkungan rumah ini tidak berpintu. Juga antara rumah satu dengan tetangga lainnya yang berdekatan tidak ada pagar pembatas. Kami ditempatkan beliau di rumah batu-bata; di sebuah kamar, yang biasa dipakai putra-putri beliau jika sedang di rumah -pada saat itu, semua anaknya (kecuali yang baru lahir) sedang berada di pondok pesantren Tahfidhul qur’an. Di lingkungan ini berkumpul satu komunitas masyarakat -semacam dusun di Indonesia - yang terdiri atas beberapa puluh rumah. Dusun ini dikelilingi oleh hamparan sawah yang luas dan terbuka dengan latar belakang bukit yang menjulang di kejauhan. Sungguh pemandangan pedesaan yang modern tetapi asri. Mengapa saya bilang modern, karena fasilitas jalan yang tersedia sangat lebar, mulus, tertib, lengkap dengan rambu-rambu yang bagus dan terawat. Juga terdapat banyak pabrik beraneka rupa yang memproduksi berbagai jenis barang komoditi. Singkat kata, Jejawi bukan serupa pedesaan di Jawa, melainkan sungguh-sungguh sebuah kota yang ramai. Ada satu hal yang paling berkesan tinggal di rumah Tuan Haji Ismail ini. Rumah beliau yang kami tempati tersebut tidak pernah dikunci! Ya, tidak pernah dikunci! Di malam hari sekalipun. Bahkan mobil beliau -dua atau tiga, saya tak tahu pasti jumlahnya- hanya diparkir di samping rumah, tanpa pagar, dengan kunci yang hanya diletakkan di teras. Setiap orang dengan sangat mudah menemukannya jika mau. Jika kami masuk rumah, tinggal mencopot sepatu di luar pintu, membuka pintu sebagaimana adanya dan menutupnya sedemikian rupa. Itu saja. Di dalam rumah pun demikian juga. Kami dengan mudahnya bisa masuk ke ruang tamu beliau, perpustakaan, ruang makan, dapur. Selama lima hari tinggal di rumah itu – kebetulan beliau juga sedang ke Aceh, membantu korban tsunami – tak ada pertanyaan yang menarik untuk dicari jawabnya kecuali mengapa rumah ini tidak pernah dikunci. Apakah pemilik rumah ini tak takut kehilangan benda berharga di dalamnya ? Apakah Tuan Haji tidak pernah kemalingan ? Jawabnya ternyata tidak jauh dari lawakan di atas. Ya, sepiring nasi. Maksud saya, Tuan Haji terkenal sebagai orang yang dermawan, suka memberi pada tetangganya, pada orang lain yang membutuhkan. Ia sangat memperhatikan zakat dan infaqnya. Ia pun sangat sederhana. Bahwa baju yang dimilikinya hanya cukup dipakai bergantian selama seminggu alias tujuh hari barangkali sudah cukup menggambarkan betapa ia hidup bersahaja dan tidak bermewahan. Padahal beliau adalah pemilik perusahaan HPA yang produknya sudah merambah tidak hanya Malaysia, tetapi juga seluruh pelosok Indonesia, Thailand, bahkan Timur Tengah. Ia seorang muslim yang konglomerat kalau boleh saya bilang. Bagaimana jika harta di rumah Tuan Haji dibawa maling? Seseorang pernah bertanya demikian. “Itu saya anggap Allah sedang membersihkan harta saya yang mungkin kotor,” jawab herbalis itu. Namun, apakah Tuan Haji pernah kemalingan? “Pernah juga,“ jawabnya kalem. “Tetapi sekalinya pencuri itu mengambil barang-barang di rumah saya, tak berapa lama kemudian ianya kembali ke rumah dan mengembalikan barang-barang yang diambilnya semula.” Yah, kalau begitu sih, tak usah dikunci juga tak apa-apa. Pencuri saja akan mengembalikan hasil curiannya dari rumah Tuan Haji. Jadi, apatah gunanya dikunci-kunci pula? Sudah lima hari saya di Malaysia dan menginap di rumah itu. Saya sudah waktunya pulang ke Indonesia. Istri dan beberapa teman peserta KPJ serta karyawan Tuan Haji Ismail mengajak saya berkeliling Perlis. Ke Gua Kelam, Wang Kelian di perbatasan Malaysia dengan Thailand, Masjid Kangar, dan sebagainya. Karena saya akan pergi seharian dan kebetulan saya membawa tas berisi laptop milik perusahaan tempat saya bekerja, maka secara refleks saya memasang kunci kamar dari dalam. Toh tinggal pencet. Dalam batin saya, takutnya kalau laptop mahal itu hilang dicuri orang. Ketika pintu saya tutup dari luar dan kemudian … klik! … terkunci, barulah saya menyadari bahwa saya betul-betul tidak tahu di mana anak kuncinya berada. Akhirnya saya lalui kunjungan ke beberapa tempat tersebut dengan hati yang tak jenak. Gara-gara suudzon pada rumah Tuan Haji yang tak berkunci, justru saya terlibat kesulitan karena telah mengunci kamar tanpa tahu di mana anak kuncinya berada. Mana tuan rumah juga 2

sedang tidak di tempat. Maka setelah kunjungan selesai, kami berkeliling mencari tukang kunci di Kangar. Untung masih ada satu toko yang buka -itupun setelah orangnya ditelpon ke rumah. Jadilah kami membongkar kunci kamar Tuan Haji hanya karena kelalaian kecil; hingga karenanya saya harus membayar RM 70 pada tukang kunci necis itu –bawaannya mobil keren. Uang itu setara dengan Rp 175.000,- hanya untuk kerjaan ketrampilan tangan Mac Giver mengkutak-katik lubang kunci dengan sejengkal kawat. Mungkin untuk bisa seperti Tuan Haji Ismail yang tanpa beban membiarkan pintu rumahnya tak berkunci, saya harus membuang jauh-jauh prasangka jelek (su'udzon) pada orang lain, di samping tentu berbagi “sepiring nasi”. Wallahu a’lam.

Sandal Pak Ustadz
Ketika masih di bangku kelas 6 sekolah dasar, saya dan beberapa teman belajar mengaji di rumah seorang ustadz di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Seperti kebanyakan pengajian anak-anak di kampung pada saat itu, seorang ustadz sudah dianggap sebagai Ayah sendiri, isterinya pun sudah seperti ibu bagi anak-anak yang belajar, bahkan rumah ustadz yang dipakai untuk tempat belajar mengaji dianggap rumah sendiri sehingga sudah lazim setiap sebelum mulai pengajian ada anak-anak yang bergantian tugas membersihkan rumah. Pernah suatu hari, saya tak mengerjakan kewajiban saya membersihkan lantai dan lebih memilih bermain di halaman depan seraya membiarkan anak lain yang membersihkan. Saat pengajian dimulai, pak Ustadz memanggil saya. Sebagai hukumannya, saya diminta berdiri di sudut ruangan. Saya kesal, marah, dan merasa harus berbuat sesuatu untuk membalasnya. Akhirnya, sepulang mengaji, saya sengaja menyembunyikan sandal jepit pak Ustadz. Saya tahu, sandal itu yang selalu dipakainya saat mengantarkan anak-anak pulang sampai ke pintu gerbang. Sandal itu juga yang sering dipakainya pagi hari untuk jalan-jalan sekitar kampung. Hingga kini saya tak pernah lagi tahu apakah pak Ustadz merasa kelimpungan malam itu, atau paginya, mencari-cari sandal jepitnya. Karena ketika keesokan sorenya saya kembali untuk mengaji, sepasang sandal jepit baru milik ustadz di samping pintu rumah. Hingga hari ini, saya tak pernah bisa menghilangkan ingatan saya akan peristiwa hampir 20 tahun silam. Seperti halnya saya tak pernah bisa lupa akan wajah teduh dan sabar pak Ustadz mendidik puluhan anak yang sebagian besar justeru bertipikal seperti saya, susah diatur dan nakal. Namun yang terus menerus membuat saya lelah adalah betapa saya senantiasa dihantui rasa bersalah karena menyembunyikan sandal jepit pak Ustadz. Sungguh, sampai hari ini saya masih mampu dengan jelas mengingat warna dan bentuk sandal jepitnya dan dimana saya menyembunyikannya. Itu cuma soal sandal jepit. Bagaimana dengan dosa dan kesalahan saya yang lain? Lelah, sungguh saya teramat lelah karena mata ini bagaikan sebuah rekaman yang terus menerus diputar ulang untuk mengingat-ingat semua kesalahan yang pernah saya lakukan. Kalau lah soal sandal jepit pak Ustadz saja sudah sedemikian membuat saya lelah karena terus menerus merasa dihantui perasaan bersalah dan juga ketakutan seandainya pak Ustadz tidak pernah ridha terhadap anak yang menyembunyikannya, bagaimana dengan ratusan, bahkan ribuan orang lain yang juga pernah bersinggungan dengan saya, pernah merasa sakit hati oleh lidah saya, pernah terhina oleh tatapan saya, pernah terpukul oleh sikap saya ? Tuhan, bantu hamba-Mu agar senantiasa kuat dan menjadikan semua rekaman peristiwa masa lalu itu sebagai pelajaran berharga. Agar diri yang lemah ini tak terus menerus berbuat salah, padahal mengingat yang sudah berlalu pun sungguh teramat melelahkan. Semoga saja pak Ustadz ridha dan memaafkan saya, meski mungkin ia tak pernah tahu persis anak yang menyembunyikan sandal jepitnya.

Wanita di mata Lelaki
Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata 3

saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. mempersona dan tentunya sejuk di hati dan menyejukkan mata. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. kafe.. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki ? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan ! Mau tidak mau. tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya? tapi saya sungguh takut dengan Dzat yang memberi mata ini. Saya yakin. dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya lelaki bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang.. Bukan paras yang membikin mata panas. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang." (QS. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Bukan pada hari ini saja. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona. membuat iman lepas ditarik oleh pikiran "forno" dan hatipun menjadi keras. saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. An-Nuur : 30-31 ). mendongak ke atas langit atau menunduk ke bawah tanah. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu. Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya". 4 . tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki. rata-rata setiap harinya. Apalagi barang bagus itu gratis. janganlah berbangga hati dulu. Astaghfirullohal 'Adhim. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang. daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya. orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. berjilbablah . Berharap anda melakukan lebih seksi. pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas "Tank Top". Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda. Allah Taala telah berfirman: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman. Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi. ow jelas sekali saya suka. karena itu sungguh nyaman. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang. balik ke belakang dihadang oleh "Dada menantang!" Astaghfirullahal 'Adhim... kalau dipandang bikin sejuk di mata. wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda. Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan ? So. duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor. Simpel saja. Mungkin ada yang menikmati. sengaja ataupun tidak.. Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini. Saya ingin protes. noleh ke kiri pemandangan "Pinggul terbuka". Jadi tak salah juga bukan ? kalau saya paling malas diajak ke mall. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? Sungguh saya miris dengan iman saya. anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada lelaki. menghindar kekanan ada sajian "Celana ketat plus You Can See".. ke mana lagi mata ini harus memandang …? Kalau saya berbicara nafsu. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalaik ramai. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Kalau boleh saya ibaratkan. kemana …. Kecuali bagi mereka yang memang berniat untuk menarik lelaki agar memakai aset berharga yang mereka punya. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya. tentram. cantik. Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. lebih. anggun. dan lebih lagi. baik dengan kata-kata yang nyeleneh.saya terbelalak.

termasuk diriku. Namun dalam benak. 5 . Adalah kebetulan aku sedikit mengenal keluarganya. pasti akan ada sesuatu yang mereka terima. Dan karenanya aku tahu bagaimana rumahnya menjadi tempat berlabuh bagi banyak orang. Lembaran rupiah pun dengan ringan melayang. aku sempat terpana: rumah itu terlalu sederhana untuk seorang ia. sedang banyak orang lainnya masih tetap sama seperti sebelumnya. Berbincang dari hati ke hati dengannya bukan sekali dua kali saja kulakukan. termasuk dengan staf-staf lain tentunya. Tak ada istilah ruangannya adalah tempat istimewa yang tak boleh dijamah siapa pun. Tak pernah mereka pergi dengan tangan kosong. Laki-laki itu. Seorang gadis kecil berjilbab. meski aku bukan lagi anak buahnya. Dalam 6 tahun itu. telepon. Tak ada kesan kebirokratisan sehingga anak buah dan rekan kerja menjadi sungkan.tanpa harus kehilangan wibawa. Dan dari lisannya kemudian mengalir nasehat-nasehat panjang tentang pernak-pernik pernikahan yang kudengar baik-baik meski sekali-kali kami timpali dengan canda. terlintas tanya: Masihkah nanti ia akan melambaikan tangan menyuruhku masuk ke ruangannya dan berbincang panjang lebar tentang pekerjaan hingga permasalahan pribadi? Masihkah ia akan dengan santai makan kue bersama kami? Masihkah ia bercanda ceplas-ceplos bersama para anak buahnya? Dan tulisan ini menjadi perantara pesan itu: tetaplah Engkau seperti yang dulu. ia terus berkembang. Aku masih ingin engkau memanggilku dan bertanya: “Piye kabarmu. Bahkan pernah ada saat-saat ia membuatku menangis dengan menanyakan hal-hal yang terkait dengan kehidupan pribadi. ringan hati dan dermawan terhadap sesama. Sebagaimana tak masalah pula ketika para staf meminta dibelikan rujak atau makanan. Aku masih ingin makan rujak bersamamu dari bungkus yang sama. Maka dirinya menjadi dekat dengan siapa saja -dari pejabat hingga office boy.”Ada yang bawa kue/oleh-oleh. Laki-laki itu. jabatan hanyalah sarana untuk mencapai tujuan lembaga. bahwa ia adalah seorang yang ringan tangan. Sejak pertama kali aku mengenalnya sekitar 6 tahun yang lalu. Dan karenanya aku tahu. ia melambaikan tangan memanggilku ketika aku lewat. Postur tubuhnya ideal. Dan sejak itu. Tak pernah menjadi masalah baginya bertanya. Bahkan saling ledek dengan staf pun sesuatu yang biasa. Namun toh. Laki-laki itu. Karena semua adalah tim kerja. Berbincang dan bercanda adalah salah satu kebiasaannya. Ruang kerjanya terbuka untuk siapa saja. Laki-laki itu. Gerak geriknya gesit. Laki-laki itu. atau sekedar istirahat. bahkan bangku tamu pun dapat dijadikan tempat rapat. Karena jika mereka menghampirinya. saat ia menjadi pejabat level paling bawah di kantorku. karirnya terus menanjak. Baginya tak ada bos dan bawahan. ia sudah menjadi seseorang yang cukup dekat denganku. Itulah saat terakhir aku berbincang cukup banyak dengannya. “Nduk! Piye kabarmu sak wise kawin?” Laki-laki itu dengan to the point menyampaikan pertanyaan itu begitu aku duduk di depan mejanya. ya?“ dan kemudian mencomotnya. Laki-laki itu. Kedekatan dan keakraban itu bahkan hingga taraf konsultasi kehidupan pribadi. aku becerita tentang kondisi terakhirku setelah sebulan menikah. Adalah biasa baginya makan rujak dari bungkus yang sama dengan anak buahnya. Usianya belum lagi 40 tahun meski rambutnya nyaris telah memutih semua. Pertama kali aku mengunjungi tempat tinggalnya. Pak! Aku masih ingin melihatmu menerima gadis kecil itu. Syukur dan selamat tak lupa terlantun dari bibir ini. Panjang lebar. ia dilantik menjadi kepala di biro tempatku bekerja. kulihat sering berkunjung dan keluar dari ruangannya menggenggam amplop. internet. Beberapa saat sebelumnya. Kemarin. rumah itu telah pernah menjadi tempat singgah begitu banyak jiwa. Dalam enam tahun itu. (mungkin) karena banyak berpikir keras. Hingga semua fasilitas di sana dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh anak buah: komputer.Tetaplah Engkau Seperti Yang Dulu. Pak ! Oleh Azimah Rahayu Laki-laki itu. dipercaya oleh banyak pihak dan kemudian menjadi seseorang yang terpercaya. hanya setingkat lebih rendah dari orang nomor satu di instansi kami. ia terus menjadi salah satu bagian hidupku di dunia kantor. Tak satu pun pedagang dan peminta sumbangan yang melewatkan mejanya.

dan itupun untuk ongkos pulang. yang artinya hanya 10 menit lagi kereta akan segera pergi. Lalu Ust. Zufar tidak memberi tahu panitia kalau keadaannya seperti ini. nanti aku ganti uangnya di kelas ya.' telepon di rumah Pak Umar berdering. Zufar pun menjelaskan penyebab anaknya pulang terlambat. ia pun pulang meskipun tidak seperti hari-hari sebelumnya. Umar Ali Yahya]. Memberi tanpa mengharapkan kata terima kasih dan tidak mengharap balasan. maka dari itu jika salah satu tidak ada maka yang lainnya pun sirna.00. aku tak peduli.' Hamad menatap Ubay sejenak dan kemudian mengangguk dengan senyum khasnya.Engkau seperti yang dulu! Kami membutuhkan pemimpinmu. Hamad aku lupa. Dalam keadaan tidak ada uang sepersen pun. Ketika sampai di kelas ternyata Ubay tidak membayar hutangnya karena ternyata uangnya sudah terpakai untuk yang lain. Zufar merupakan ayah dari Hamad. nama lengkapnya ialah Ust. berjalan kaki dari sekolahnya di Bangka-JakSel sampai rumahnya di Jatibening-Bekasi. Zufar yang kemudian memberitahukan kepada Pak Umar selaku kepala sekolah madrasah.. Tingkat ukhuwah terendah ialah bersih hati dan berbaik sangka pada saudaranya sedangkan tingkat ukhuwah tertinggi ialah mendahulukan saudaranya daripada dirinya [Drs..' pinta Ust. Zufar sedang berdiri menunggu angkutan umum yang saya yakin beliau tidak hafal rutenya. walaupun harus dengan berlari setelah sebelumnya masih sempat menyalamiku sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih padaku. atau memang panitianya yang tidak memperhatikan. 'Pake uangku saja dulu Ubay. Lebih parah lagi waktu telah menunjukan pukul 12. Saat itu. dosen LIPIA dan juga pengurus sebuah Partai Islam di Indonesia. saat itu fikiranku hanya mengantar Ust..' seru Hamad pada Ubay yang terlihat sangat ingin sekali membeli rujak.50.*** 'Hamad kok belum pulang ya Bu? Aku mulai khawatir. Bel sekolah telah berbunyi. besok saja ya. Kali ini dia terlihat berjalan kaki. ya. Begitulah. Saat itu Hamad pun sebetulnya ingin membeli rujak juga. Hamad meminjamkan uangnya yang hanya tinggal seribu itu pada Ubay untuk membeli rujak dengan harapan nanti akan dibayar di kelas. rupanya siang itu anak-anak sedang membeli rujak. Saya segera mengambil motor untuk mengantarnya menuju stasiun. bahwa anaknya saat itu pulang malam sekali. menandakan waktunya untuk pulang. berkumpul sekelompok anak-anak sekolah yang sedang istirahat mengerumuni abang penjual rujak. Lc.Ust. beliau kami sediakan tiket pulang dengan Kereta Api untuk jadwal kepergian jam 13.. pak. Zufar bisa mendapatkan keretanya. uangnya tadi sudah dipakai. Dan memang akhirnya Ust. untuk menuju stasiun. coba telepon teman-temannya barangkali memang sedang ada acara di sekolahnya. Diantara sekumpulan anak-anak tersebut terdapatlah seorang anak bernama Ubaidurrahman (Ubay) yang saat itu ingin sekali membeli rujak namun uangnya ketinggalan di kelas. Tidak terkecuali dengan Hamad. yang biasa memerlukan waktu 1 jam jika ditempuh dengan kendaraan. Keinginan Ubay itu ditangkap oleh temannya Hamad tanpa terlewat sedikitpun. artinya mengharap balasan hanya dari Allah SWT. 'Masya Allah. Aku masih ingin. Zufar agar tidak ketinggalan kereta menuju Jakarta. disebuah Madrasah Tsanawiyah di daerah Bangka Jakarta Selatan.. bahkan untuk ongkos pulang sekalipun. pikirku. Umar Ali Yahya dan Syarifuddin.Nduk?” Aku masih ingin mendengar cerita tentang jagoan kecilmu yang makin pintar. bahkan sempat melanggar beberapa rambu lalu lintas. Sebuah parade ukhuwwah Sebuah kisah nyata seperti yang di utarakan oleh Drs. Beliau ialah sosok yang ramah. Hamad masih tersenyum dan menjalani sisa harinya dengan kegembiraan. Itulah kenangan terakhir dan satu-satunya pertemuanku dengan Ust. Betapa kagetnya saya ketika teman saya memberitahukan bahwa Ust. 6 .. Ukhuwah dan keimanan seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Alkisah.. Zufar Bawazier. 'Terima kasih. Zufar pada istrinya. Aku susuri jalanan kota Bandung dengan kecepatan tinggi. namun uangnya tinggal seribu rupiah saja. Telepon itu ternyata dari Ust. Ukhuwah intinya 'MEMBERI'.' jawab Ubay riang. Saya sempat mengenalnya ketika beliau mengisi sebuah seminar di Bandung dimana saya terlibat sebagai panitia. saya tidak habis fikir mengapa Ust.. Zufar. 'Kriiing.

Kepala sekolah sudah mengancam tak mengizinkan Kiki mengikuti ujian jika Kiki tetap bersandal ke dalam kelas. hanya seorang pembuat miniatur menara dari bambu.-. Setiap hari sepulang sekolah.' Pak Umar terkenal akan kebijaksanaannya.. Januar Rizky. Setiap hari. Tak heran. Menjelang maghrib. Bersama belasan anak sebayanya yang lain. Kiki sadar. boleh jadi itu adalah hasil petikan tangan Kiki. Sisanya saya simpan buat bayar sekolah dan uang jajan Rini.” ujar Kiki yang teramat sayang terhadap Rini. Pernah satu hari Kiki harus mendobeli celana seragamnya dengan celana mainnya. Selama ini. Pasalnya. teguran dari gurunya ia simpan dalam hati. baju seragam Kiki pun bukan hasil beli di toko. butuh biaya besar untuk mengobati penyakitnya. Kiki berpacu dengan waktu memetik pucuk daun singkong yang oleh bosnya nanti dijual ke pasar. sepatu temanmu rusak karena kamu menyia-nyiakan kebaikannya. Namun waktu yang singkat itu telah cukup baginya untuk meniup kuncup dalam diri ini sehingga mekar menjadi bunga. Pesanan pun baru bisa dipenuhi sang Ayah jika ada modal untuk membeli bahan baku. “Insya Allah”. Kiki dijemput bosnya dengan sepeda motor dan diajak ke ladang singkong.” ujarnya malu-malu. Sepatu tua Hamad terlihat rusak. Sudah satu pekan ini Kiki tak mau bersekolah. Lucu ? Tentu tidak. tak kenal lelah mengumpulkan ikat demi ikat daun singkong yang berhasil dikumpulkannya setiap pulang sekolah. Kiki pun mengeluhkan hal ini kepada Ayahnya. Tak ingin ia mengadukan perihal tersebut kepada Ayahnya. orangtuanya bukan orang yang mampu. melainkan pemberian dari teman-temannya atau kakak kelasnya yang sudah lulus. Kiki pun tersenyum puas menghitung uang hasil jerih payahnya. 'Maafkan aku ya Hamad. Lalu Pak Umar berkata pada Ubay. karena celana mainnya yang lebih panjang itu menyembul dari celana hijau seragamnya. Alhasil. orangtuanya tak perlu repot mengeluarkan uang bayaran sekolah karena Kiki sudah bisa membayar sendiri uang sekolahnya. Namun. semua dilakukannya demi satu cita-cita. buat masak. suatu pancaran ketenangan jiwa dari seorang anak yang masih bersih hatinya. adiknya yang baru kelas 3 SD. sejak siang hingga senja tak kurang 150 ikat berhasil dikumpulkannya. parade ukhuwah mereka begitu mempesona setiap orang yang melihatnya. Kiki tak mau meminta. Waktu yang cukup singkat untuk sebuah pembinaan yang bertajuk Ta'lim Rutin Kader Activis. Namun apa daya. Kiki pun tahu diri untuk menuntut dibelikan sepatu. sehingga ia tak mau merepotkan. Kulit hitam dan merah di rambutnya adalah bukti kerasnya hidup yang dijalani bocah dari keluarga tak mampu ini. Rini sang adik pun sekolah tanpa sepatu. Kiki mendapat upah Rp 20.. Kiki hanya bersandal jepit ke sekolahnya.' Begitulah kisah mereka berdua. Ubay menangkap semua itu tanpa terlewat sedikitpun. Jika Anda biasa makan lalap daun singkong di rumah makan Padang.500 buat ibu. karena celana seragam pemberian dari temannya lebih besar dari ukuran tubuhnya. hanya seorang ibu rumah tangga yang menderita stroke. Namun dasar Kiki adalah pekerja keras yang tak kenal lelah. ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sehingga biaya sekolah lebih murah. Bahkan untuk membeli buku pelajaran pun. ia malu setiap hari harus ditegur guru dan kepala sekolahnya lantaran ia tak bersepatu. Ayah Kiki. setiap bulannya. duduk di bangku kelas 6 Madrasah Ibtida’iyah –setingkat SD-. Kiki semakin resah. 'Lihatlah. tergantung pesanan. ini menyedihkan buat Kiki. Penghasilannya tak tentu. beliau digelari 'Pembina Sejati' oleh teman saya di Bandung yang pernah merasakan sentuhannya pula. Menjelang ujian bulan April 2006 nanti. “1.Esok harinya. Pak Umar memanggil Hamad dan Ubay ke Kantor. yang memang sebelumnya sudah lusuh. “Saya ingin membahagiakan ibu. jumlah yang teramat kecil untuk simbah-peluhnya. 7 . maklum bukan barang baru. ini pakai saja sepatuku. Untuk satu ikat kecil daun singkong yang dipetiknya. atau biasa dipanggil Kiki. Bukan cuma soal sepatu. namun posturnya yang tinggi membuat orang mengira ia siswa kelas 3 SMP. Saya beruntung pernah menjadi binaanya selama setahun. Sepatu Baru untuk si Pemetik Daun Singkong Usianya baru 12 tahun. Usahanya untuk tetap berseragam malah mendapat teguran dari seorang guru. Wajarlah bila seragam Kiki terlihat lebih jelek dari siswa lainnya. Untungnya. sang Ayah pun hanya bisa pasrah dan mengucap janji. Tak hanya Kiki. Tidak ditemukan wajah kesal atau kecut dari Hamad. Sementara ibunya. ia segera pulang. aku punya dua sepatu kok di rumah.

Oleh Azimah Rahayu Hujan di bulan Januari benar-benar telah menjadi hujan sehari-hari. Maka kini tiba saatnya mereka menuju tempat berikutnya. sebuah siang dengan mendung gelap. Hingga tak jarang. Kiki dan seorang temannya lah yang diandalkan sebagai pemanjat. Istrinya. Beberapa saat merintik. Kini. sebuah ahad dengan langit yang pekat. cengkerama itu diselingi diskusi seru tentang pekerjaan dan kondisi Indonesia kontemporer. Kiki pun beralih profesi sebagai pemanjat pohon pepaya. Ini adalah perjalanan ke tujuan selanjutnya. Bukan hanya warna kulitnya yang makin legam tersengat matahari. Mendung menggantung di setiap ujung langit. Sepasang anak kembar berceloteh riang menyambut mereka. baik memetik pucuk daun singkong maupun pepaya. Rupanya. Angin basah berkesiur.. tetapi juga menjual pepaya di pasar. Namun laki-laki itu tetap tak jeri. Kadang-kadang. tak sampai tiga puluh menit mereka telah sampai di tujuan. Kiki harus pulang selepas Isya. Beberapa pekan sebelumnya mereka pernah mengunjungi seorang kerabat di Pasar Rebo yang jauhnya lebih dari dua puluh kilo meter dari rumah mereka. tetapi hasil memetik buah pepaya ini lebih besar. paling sebentar lagi pulang!” demikian simpul si laki-laki. bukan karena ia berhasil mengumpulkan seribu ikat daun singkong perhari.. Sejak matahari belum lagi sepenggalah. Kali ini. mereka kembali memacu kendaraan ke tujuan ketiga.000. mereka telah meninggalkan rumah. Ladang yang biasa menjadi tempatnya mencucurkan peluh itu. mungkin dua atau tiga tahun lalu. Selesai shalat ‘asar. Seluruh keluarga berkumpul di ruang tamu. Seperti siang itu. Kiki harus membayar mahal untuk kegiatannya sehari-hari itu. Perempuan di boncengan motor itu termenung. Melainkan senyum atas prestasi tertinggi yang diraihnya di sekolah. Namun laki-laki itu tak merasa perlu untuk membatalkan perjalanan selanjutnya. rintik hujan kembali menghalangi pandangan mata. Tenang dan mantap dia mengendarai motornya. bercengkerama dan bercanda gembira. “Kalau begitu. tapi prestasi di sekolahnya pun menurun. ia masih mampu bersaing dengan teman-temannya dan meraih peringkat dua atau tiga di kelas. bisnis si bos bukan hanya menjual daun singkong. Bukan.. Lagi-lagi. Meski jarang. Ini bukan yang pertama kali. bahkan kemudian menantang sang suami bermain catur. Sang istri tak terkejut. menghias segala lintas cakrawala. Esok. 8 . Di rumah keluarga pertama. kemudian menderas dan kadang mengguyur. yakni Rp 5. Di masa lajangnya. Sayang. menebarkan hawa dingin menggigilkan. bahkan untuk dirinya sendiri. peringkatnya jauh menurun. “Kapan terakhir kali kau berkunjung ke rumah bude-mu (sepupu ibunya) di Tebet?” pernah suaminya bertanya. Genangan air meriak di sepanjang jalan. Anak sekecil itu terlalu lelah membanting tulang untuk tiga ribu rupiah perhari. Bila tak ada lagi ladang singkong yang harus dipetik pucuknya. Ini adalah perjalanan berikutnya. “Kita tunggu saja.5 jam lamanya. dengan kecepatan rata-rata. Suasana yang membuat nyaris semua orang enggan meninggalkan rumah. ia amat jarang bertandang ke kaum kerabatnya. Seperti hari itu. Sepanjang waktu ia menumpahkan bebannya. setelah sebelumnya mereka menyusuri jalanan Jakarta nyaris 1. “Hmm. Betapa adil Allah yang mempertemukan dirinya dengan laki-laki ini. Dulu sebelum ia menjalani semua ini. bukan karena ia tak punya kerabat di Jakarta.. Hujan di bulan Januari sungguh memang berarti hujan sehari-hari. Sesosok perempuan yang menggelendot di punggungnya tak sekalipun membuatnya mengeluh pegal dan sejenisnya. oke?” saran sang suami. namun aktifitasnya yang sangat padat telah membuatnya nyaris tak punya waktu untuk bersilaturahmi. setelah sebelumnya bercengkerama selama hampir dua jam bersama sebuah keluarga salah satu kerabatnya. Senyum ceria si pemetik pucuk daun itulah yang dinanti di hari depan. sang tuan rumah sedang jalan-jalan ke mall. 45 menit lamanya naik motor dengan kecepatan rata-rata. Air kembali tumpah saat mereka tiba di sebuah komplek perumahan yang cukup elit.Pucuk daun singkong yang setiap hari dipetiknya semakin lama semakin habis.” jawab perempuan itu ragu.*** Silaturahmi itu. mereka telah sekalian beristirahat sejenak sambil mengeringkan badan serta shalat dzuhur dan makan siang. semoga Kiki mau bersekolah lagi. Kiki dan teman-temannya pun diboyong pindah ke ladang lainnya yang lebih jauh. meski sesekali digebernya juga. bude-mu mendapat jatah giliran silaturahmi pertama. hanya menyisakan batang-batang singkong tak berdaun. Ada sedikit rezeki untuk membeli sepatu baru buat Kiki.perhari.

langsung saja ditarik dan dibawa lari. Bapak kedua anak itu memanggil dan menenangkannya. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Sesosok balita laki-laki menghambur ke pelukan istri pria itu dan berceloteh riang. ya. kadang merebut pena ataupun buku penumpang yang lain. Punggungku pegal sekali dan pantatku panas.”Suamimu itu dari dulu terkenal kenceng silaturahminya. Apabila sekali diusilin masih diam saja. koran itu mulai dirobek-robek dan diinjak-injak. Bahkan ada yang korannya sedang dibaca. insya' Allah. Dia bertanya-tanya jika ia yang hanya membonceng di belakang saja secapek itu. sang istri langsung merebahkan diri di pembaringan. Masih dengan kostum lengkap. seperti apa lelah suaminya yang menyetir di depan dengan beban dirinya di punggung. Ini adalah pelajaran untuk sebuah ketulusan.” jawabnya pendek. Suasana kembali hening. “Aku meluruskan badan sebentar. plus terpaan angin dan hujan dari depan? Tapi laki-laki itu hanya tersenyum. perempuan itu mengangguk mantap. mengusap keningnya dan berkata. “Kita mampir sebentar ke kost-an temenku. Dek?” Dalam deraan penat dan dengan mata tertutup. “Kita sudah seminggu lebih nggak main ke rumah Mbak Nik. Pulang. kedua anak itu makin berani. ‘Kemarin kan kita belum ketemu mereka?” demikian alasannya. Di telinganya terngiang kembali komentar beberapa kerabat lain. dan kedua anak itu duduk diam. Mereka kembali pulang dalam gerimis. ”Tante. menempuh jarak nyaris 40 km. Beberapa penumpang mulai menegur sang ayah lagi dengan nada mulai kesal. "Pak. rumah yang mereka kunjungi tak berpenghuni.Sayang sekali.” Dia membuka mata saat sang suami menyentuh lengannya. demikian batinnya. setelah menitip pesan ke tetangga. Di benaknya terbayang sambutan hangat kaum kerabat dan sahabat-sahabat suaminya saat ia dan suaminya mengunjungi mereka. silaturahmi itu memanjangkan umur dan melapangkan rizki. Bila si-empunya koran tidak bereaksi. Belajar empati… Sore itu disebuah subway di kota New York. keduanya mulai bertingkah seperti semula. Meski merasa aneh. suasana cukup sepi. Padatnya pekerjaan telah melewatkan jadwal mingguan mereka berkunjung ke salah satu kerabat yang rumahnya hanya terpisah jarak dua gang dari rumah mereka itu. dan beberapa orang mulai menegur bapak dari kedua anak tersebut. Namun belum jauh mereka meninggalkan rumah yang dikunjungi. Si kakak sengaja berlari dan menabrak kaki beberapa penumpang yang berdiri menggantung karena penuhnya gerbong itu. bahkan semakin nakal. Malam telah cukup jauh beranjak saat mereka tiba kembali di istana mungil mereka. mereka kembali menyusuri jalanan.” seringainya lucu. Beberapa penumpang mulai memarahi sang ayah dan membentak. 9 . Tiba-tiba. Sudah lama dia tak berkabar dan belum juga memenuhi janjinya berkunjung ke rumah kita. Perempuan itu kembali mengatupkan kelopak matanya. Mereka berdua mulai mengganggu penumpang lain. Air bagai dicurahkan dari langit ketika keluarga yang dikunjungi tiba di rumah. mereka masih sangat lelah. Sang ayah memanggil kembali kedua anaknya. Si anak mulai membuat ulah yang semakin membuat para penumpang di gerbong bawah tanah itu mulai marah. tolong dong anaknya dijaga!" pinta salah seorang penumpang. Pekan depannya. ya Dek?” tanya suaminya retoris. Yang kecil mulai menarik-narik koran yang sedang dibaca oleh seorang penumpang. laki-laki itu kembali mengajak sang istri untuk mengunjungi keluarga itu. Di benaknya kini terlintas kata bijak para ulama. Mereka benar-benar merasa terganggu. dia menjelaskan kepada istrinya. dan keduanya mulai diam lagi. Tak lama kemudian. sang istri hanya mengangguk saja. Beberapa penumpang mulai terganggu oleh ulah kedua bocah nakal itu.”Pekan depan kita ke rumah Bulik Nur di Tambun. tadi aku ke Ramayana!” Hingga setelah shalat magrib dan hujan tak lagi mengguyur.” tanpa ditanya. yuk. suara hening terganggu oleh ulah dua orang bocah kecil berumur sekitar 3 dan 5 tahun yang berlarian kesana kemari. makanya dia disayang oleh saudara-saudaranya.Kereta api bawah tanah itu cukup padat oleh orang-orang yang baru pulang kerja. laki-laki itu membelokkan motornya ke jalan yang berlawanan arah dengan jalan menuju rumah. apalagi suasana pulang kerja. Di benaknya kini terlintas sabda rasul agar setiap anak menjaga silaturahmi dengan kerabat dan sahabat orang tuanya. “Besok malam.

Seringkali kita salah paham dengan teman/sahabat kita. Hanya karena kerinduannya untuk menemukan sang ayah.karena kita tidak mengetahui INFORMASI YANG SEBENARNYA!! That's is the POINT !!! Surat untuk ayah Oleh : Anisa Kuffa Pedih.. Ari mau jalan-jalan dengan ayah ke mall dan makan di restoran kentucky. Sebuah foto yang tidak tergantikan kedudukannya sejak Oktober 2003 yang lalu. melainkan berulang kali.. Aku merasakannya ketika untuk kedua kalinya aku membaca tulisan salah seorang teman. Semuanya bertema sama. menorehkan luka yang teramat dalam sehingga menimbulkan genangan kecil air yang kemudian mengalir perlahan di kedua pipiku." Duhai. betapa pedihnya untaian kalimat yang dituliskan oleh Ari yang merupakan cerminan kerinduannya pada kehadiran sang ayah. Ari ingin minta mainan mobil-mobilan dan bisa sekolah seperti teman-teman. Refleks aku mengambil foto di dompetku.. "Bapak-bapak dan ibu-ibu semua. Bapak itu diam sejenak. "Mungkin karena kejadian yang menimpa ibu mereka berdua itu begitu mendadak. Tadi pagi."Pak. berjalan sendirian di jalan. Ada yang memberinya coklat. karena kita tidak mengetahui sebuah INFORMASI KECIL tsb. Ari kangen.. tentang kerinduannya pada seorang sosok bernama ayah. Seluruh orang didalam gerbong kereta api bawah tanah itu seketika terdiam. di manakah kau berada saat ini. Dalam tulisan tersebut. Sekali lagi saya mohon maaf". Sang ayah bangkit dari duduknya. menenangkannya. ibu dan bapak. tidakkah ayah merindukan ari. Sampai dia melukiskan dalam bentuk surat yang ditulis tidak hanya sekali. aku. Kubayangkan Ari. mohon maaf atas kelakuan kedua anak saya ini. Kedua anak itu masih tetap nakal. Begitu pentingnya sebuah INFORMASI. menghampiri kedua anaknya yang masih mungil. Tidak biasanya mereka berdua bertingkah nakal seperti saat ini. Suasana didalam subway itu berubah 180 derajat. bahkan ada yang menemaninya bermain. "Dari tadi anaknya mengganggu semua orang disini.. ingin bertemu ayah. tanpa teman. membuat kedua anak saya ini belum bisa menerima kenyataan dan agak sedikit shock karenanya. Ari meninggalkan ibunya seorang diri dan pergi untuk mencari ayahnya. orang yang diganggu malah kelihatan tambah menampakkan kasih sayangnya. Mereka dengan tiba-tiba berubah total. Kali ini tulisan bercerita tentang kisah nyata seorang anak jalanan yang sering mengamen di lampu merah kawasan Pasar Minggu. KECIL. Sambil 10 . dan hal tersebut akan membuat 'ATMOSPHERE' yang buruk dengan teman kita. pada seorang lelaki yang telah menitipkan benih kepada ibunya sehingga menyebabkan dia ada. bisa merubah semua 'ATMOSPHERE' lingkungan kita. Sebuah foto bertiga. seolah ada pisau yang menyayat di hati. Perhatikan kondisi subway itu !!! Penumpangnya masih sama !!! Kedua anak itu masih nakal-nakal !!! tetapi terjadi perubahan yang sangat mencolok.merindukan kehadiran ayahnya yang belum pernah dijumpai sejak dia lahir sampai berumur 6 tahun. Ibu kedua anak saya ini meninggal karena penyakit LEUKEMIA yang dideritanya". Sedemikian banyak sehingga sulit diungkap satu demi satu. seorang anak berumur 6 tahun. Saking besar keinginannya untuk menemukan ayah tersebut. bisa mendidik anak tidak sich!" kata seorang penumpang dengan geram. tapi bapak koq diam saja". Kenyataan ini semakin membuat hatiku pedih. mungkin kita pernah berprasangka buruk pada teman kita.. dari memandang dengan perasaan kesal karena kenakalannya. Sampai suatu ketika Ari menuliskan surat kepada ayahnya. Kenapa? Karena sebuah informasi. dan sambil mengelus kepala kedua anaknya meneruskan ceritanya. tanpa orang tua. "…Ayah. Tetapi. Ayah. Ya. Bukan hanya pelajaran tentang kehidupan anak jalanan di Jakarta. Banyak hal yang kudapat dari tulisan ini.. mengganggu seluruh penumpang yang ditemuinya. si anak jalanan -sebut saja namanya Ari. ketika temanku memberi pelatihan menulis kepada anak-anak jalanan tersebut. berubah menjadi perasaan iba dan sayang.dan dengan sangat sopan berdiri dan berkata kepada para penumpang yang ada di gerbong itu. Melainkan lebih pada kerinduannya pada sang ayah. kedua anak saya ini baru saja di tinggal oleh ibu mereka yang sangat mereka cintai.

Said adalah satu dari sekian banyak orang yang ikut berjihad ke negeri Rum—pada tahun 88 H. Jika saja Jakarta-Kudus merupakan jarak yang bisa ditempuh dalam hitungan menit. namun mereka masih selalu dan selalu bisa nyambung ketika berbincang denganku. “Aku tidak suka kembali. tidak ada alamat. tapi aku mempunyai orangtua dan keluarga yang selalu mendukungku. Walaupun rambut putih sudah mulai menemani rambut hitam yang mereka punya.” Ia mengulurkan tangan kanannya. Ibuku akan menemani aku di kamar sampai aku tertidur.” Maka Said pun masuk dan tidur. Rasa syukur mengaliri rongga dada manakala aku selesai membaca tulisan tersebut. Aku mengobati kerinduanku dengan dua hal. gambaran wajahnya saja dia tidak punya.” Mendengar kata-kata itu. Sedang Hisyam duduk di luar kemah. aku berdoa kepada Allah supaya mengampuni dan menyayangi mereka serta membuat mereka berbahagia dunia akhirat. Said berkata. lalu bagaimana Ari bisa menemukan ayahnya dan mengobati kerinduannya? Wajar saja jika kemudian seorang teman saya tersebut berempati dengan penderitaan Ari. ia membaca Alquran. Pertama. Masuklah engkau ke dalam kemah untuk istirahat. Pemuda itu kuat beribadah: puasa tiap hari. Setelah melakukan dua hal tersebut. ada kelegaan yang hadir walau tidak sepenuhnya karena aku tidak bisa melihat mereka secara langsung dan memeluk mereka. Ketika Hisyam melihat ke dalam kemah. Malam itu memang giliran mereka.” Sungguh. Sebuah kegiatan yang setiap hari kulakukan. Kedua. Dan kerinduanku pada kedua orang tuaku menyeruak hadir tanpa kusadari ketika aku membaca kisah perjalanan seorang Ari. benteng musuh telah terkurung. ia berkata lagi. Jika sedang berjalan-jalan. Tepat tengah malam. Hisyam dan Said sama-sama berjaga. Namun apa yang bisa kita lakukan untuk membantu Ari-ari yang ada di jalanan? Untuk meringankan kerinduannya pada sang ayah? Sa'id bin Haris tak ingin kembali Belum pernah Hisyam bin Yahya menemukan seseorang seperti Said bin Harits. dan bila sedang berdiam diri di kemah. Tidak ada nama. Aku kemudian berpikir. Ia segera mendekap pemuda itu sambil mendekapnya. Dan ia melompat bangun dari tidurnya. Ia tahu benar pemuda di hadapannya ini tak pernah berhenti melakukan hal-hal kebaikan. Hisyam bin Yahya merasa sangat pilu. maka Hisyam pun menasihatinya. ketika rombongan itu sangat khawatir dari serangan musuh. “Ada apakah? Kenapa kau berkata begitu?” tanya Hisyam. Ketika semalaman dilihatnya Said bin Harits beribadah. Ia menjawab. dan barulah beliau akan beranjak keluar dari kamarku setelah terlebih dahulu membenarkan letak selimutku dan mematikan lampu kamarku. Padahal selain Said. dan malamnya bangun salat malam. tiada orang lagi. Sedang aku hanya menantikan maut dan berlomba menghadapi keluarnya ruh. Walaupun terpisah oleh jarak. aku meraih Hp di meja belajarku dan mulai mengirimkan sms ke bapakku. tentu aku sudah bergegas untuk pulang untuk menemui mereka. Maka dengan hati yang pilu. Tiba-tiba Hisyam mendengar suara dalam kemah. aku memang setiap hari sms ke orang tuaku. “Ini hanya beberapa nafas yang dapat dihitung dan umur yang akan habis serta hari akan segera berlalu. Hisyam tidak bisa menyembunyikan keheranannya. tidak ada foto.memandangi foto tersebut aku merasakan betapa beruntungnya aku dibanding dengan Ari. ketika aku pulang ke rumah. Bagi diri dan umatnya. Sebab itu hak badanmu. ia membaca dzikir. 11 . namun mereka masih selalu mengkhawatirkan aku seperti halnya ketika aku kecil. untuk menanyakan kabar mereka dan menceritakan kabarku disini. Karena pada hakekatnya semua manusia mempunya hati. Walaupun sudah 28 tahun umurku. Bahkan seringkali. “Aku bersumpah dengan nama Allah. Said malah menangis. bagaimana halnya dengan seorang Ari? Adakah menulis surat yang ditujukan kepada orang yang (seolah-olah) dianggapnya ayah tersebut sudah cukup melegakannya? Tak dapat kubayangkan kepedihan yang melanda hati Ari. Jangankan bertemu dengan ayahnya. Pada waktu itu. “Engkau harus mengistirahatkan badanmu. Aku memiliki seorang ayah dan ibu yang selalu ada untukku.

Hisyam mendengarkan dengan saksama. Said pun melanjutkan.” Lalu. ‘Itu keluargamu dan ini tempatmu. Pada hari kedua. Lalu aku bertanya "siapa dia?" Ternyata ia adalah istriku yang kekal. Allah menerima amal baik dan doamu. tibalah sebuah panah mengenai lehernya.” Sampai di situ.” Said mengakhiri ceritanya. Orang-orang banyak menceritakan kehebatan perjuangannya. sebab larinya bagaikan kilat atau angin yang kencang. Lalu gadis-gadis itu datang kepadaku memberi sambutan dan mereka mendudukkan aku di tengah. Semua orang telah keluar menunggu panggilan Allah. Dan bidadari-bidadari serta pelayan-pelayan sebanyak bintang di langit. Tiap-tiap kursi ada gadis yang tidak dapat disifatkan oleh manusia kecantikannya. Lalu aku ulurkan tanganku kepadanya. Dan ketika mereka melihat aku. Allah telah memperlihatkan pahala amal baikmu. lalu aku masuk dan melihat segala sesuatu yang tidak dapat disifatkan dan terdetik dalam hati. Mendengar cerita itu. "Engkau di Jannatul Ma’wa". ia bertempur lebih hebat. "Dimanakah aku ketika itu?" Dan ia menjawab. “Aku bermimpi. “Alhamdulillaahilladzi sadaqana wa’dahu. Hisyam tidak dapat menahan air mata. Hingga tepat matahari terbenam. Hingga aku berkata. “Apakah engkau berjanji tidak akan membuka rahasia itu selama hidupku?” “Baiklah.” Lalu ia berkata. “Hai sekalian orang. “Lalu aku berjalan hingga sampailah di ruangan tidur terbuat dari emas bertaburan permata. meningkatkan kemampuan dan kekuatan dirinya. “Bahagialah engkau. ia khusyuk bermunajat kepada Allah terus mendekatkan diri.’ Kemudian mereka meninggalkannku. Siang.” Said malah bertanya. Hisyam berkata kepada orang-orang. mereka bernyanyi-nyanyi dengan berbagai nyanyian. Gedung itu tidak dapat dijangkau oleh penglihatan mata. Setiap malam. dan mengatasinya. diliputi dengan kursi emas. “Beruntung kau Said. ‘Itu istrimu. Walaupun harus berdarah-darah. Dalam keadaan itu tiba-tiba ada dua orang menghampiriku. seolah telah tiba hari kiamat. ia bertempur menghadapi musuh. Untuk sebuah perjuangan. Nah.’ Aku bertanya kepadanya. Dan akupun mengendarainya.” jawab Said. berbuka malam ini. Saat itu. “Itu kekasih Allah telah tiba. Hisyam tetap memperhatikannya. aku tidak suka itu. Hisyam bersumpah dengan nama Allah supaya Said memberitahukan hal itu padaanya.“Aku tidak akan memberitahukannya padamu.” kemudian dia mengingal dunia. “Apakah ada orang lain yang melihat kejadian ini?” “Tidak. tiba-tiba pintu terbuka sebelum diketuk. ‘Aku tidak suka kembali. seperti inilah kita harus berlomba-lomba. Seorang dari mereka berkata. Sekiranya aku bersamamu. keduanya membawaku keluar dari tempat itu. Sepanjang hari itu ia bertempur terus-menerus.” Said menarik nafas. Said tetap melaksanakan salat dan bangun pagi untuk kembali maju ke medan perang. Tiada orang yang sebagus kedua orang itu. Hisyam tak hentinya mengagumi pemuda itu. 12 . seakan-akan terbuat dari perak yang berkilatan. di samping gadis yang cantik sambil berkata. ‘Kini kamu harus kembali ke dunia dan tinggal tiga hari’. sehingga sampai di gedung yang tinggi dan besar. Ia meletakkan dirinya dalam serangan musuh.” ujar Hisyam. Karena itu. Kedua orang yang membawaku berkata. Said malah balik bertanya. Said mengginggit bibirnya sambil tersenyum.” Said berwudhu dan berminyak harum. sedang orang-orang mengangkatnya. marilah pergi untuk kami perlihatkan kepadamu nikmat yang tersedia untukmu. Allah telah mengampuni dosamu dan memuji usahamu. ucapkanlah selamat datang kepadanya. Sejurus kemudian. Ia berjuang untuk Allah. ia berkata. Ia lalu mengambil senjatanya dan menuju ke medan perang sambil berpuasa. Tidak ada istilah rugi untuknya. Mereka menyalamiku dan mereka berkata kepadaku: “Terimalah kabar baik. “Tutuplah hal ini selama hidupku. Said menghentikan ceritanya sejenak. Pada waktu malam. Jatuhlah ia sebagai syahid. belum pernah mereka melihat perjuangan sedemikian. tetapi ditolak dengan halus sambil berkata. Pemuda itu tak hentinya menerapkan apa yang ia kerjakan malam dan siang hari. Mereka menyediakan kuda yang tidak serupa dengan kuda-kuda yang ada di dunia. dan di tengah-tengah mereka ada yang tinggi dan tercantik.” Orang-orang pun semakin tahu bahwa Said telah mengorbankan waktu dan hidupnya untuk dakwah. Ketika aku sampai di muka pintu.

bukannya tidak mungkin seseorang bisa masuk surga tanpa dihisab bila pembelaan Rasulullah saw diterima oleh sang Khalik. Bilal tidak mau lagi menyampaikan azan. yaitu: akan ada pembenaran atas apa yang diajarkan oleh yang kita cintai. Bukankah semestinya kita menempatkannya di urutan pertama di hati kita? 13 ." (Q. ia mencintai orang semata-mata karena Allah. menyayangi. amin). putri Nabi saw. ummatiii?" "Umatku. yaitu: Nabi-nabi. Kelezatan iman Lezatnya iman mungkin bisa digambarkan dari kisah sebagai berikut. lalu kalimah syahadat yang pertama. Balasan cinta Rasulullah saw Tidak ada pencinta Nabi saw yang bertepuk sebelah tangan. ia benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya seperti ia benci untuk dilemparkan kedalam api neraka. kedua.S: An-Nisa 69) 2. Akankah kita membalas cintanya dengan menyebut nama beliau disisi Allah Ta’ala menjelang ajal kita ? 5. Rasulullah  bersabda: “Ada 3 hal yang bila semuanya ada pada diri seseorang. umatku?" Betapa cintanya beliau pada umatnya. pikiran. dan ketiga. Sebagian sari dari buku itu cukup membuat hati saya terenyuh. Bilal mulai dengan Allahu Akbar. Allah akan menganugerahkan: 1." (Shahih al-Bukhari) Adapun bagi para pencinta Rasulullah saw. "Ummatii. umatku. Mendapatkan syafaat (pembelaan)-nya yang agung. Beberapa hari angkasa Madinah tidak mendengar suara Bilal. Begitu ia ingin menyebutkan kalimat syahadat kedua. para shiddiqin. ummatii. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah. diikuti oleh tangisan Fatimah dan seluruh penduduk Madinah al-Munawarrah. Seluruh Madinah terguncang. 3. Bilal mengumandangkan azan Subuh. Ia berhenti pada "Muhammad" dan setelah itu tangisannya meledak. Al-Anbiya: 107) Tulisan di bawah ini hanyalah sebuah petikan kecil dari buku berjudul “Rindu Rasul" yang ditulis oleh bpk Jalaludin Rahmat (semoga beliau mendapat berkah atas tulisannya. Kecintaan Allah swt Karena Nabi  adalah mahluk yang paling dicintai Allah Ta’ala. merindui kekasih Allah.S. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya"(Q. Yaitu bantuan Nabi  dengan izin Allah untuk meringankan dan bahkan menghapuskan hukuman bagi para pendosa. Terkisah pula pada detik-detik Nabi menjelang wafat. 4. Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari apapun selain keduanya. Dalam riwayat yang telah diceritakan sebelumnya. sahabat Ali  mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. Terkisah segera setelah Rasulullah  wafat.Rindu Rosul Dan tidaklah kami mengutus engkau Muhammad. perilaku. Prinsipnya sama seperti bila kita mencintai sesuatu. kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam. "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. perasaan dan tindakan juga sangat dipengaruhi oleh siapa yang kita cintai. betapa Rasulullah  merindukan pertemuan dengan umat yang mencintainya. Siapapun yang mencintai Nabi. Mungkin kita masih ingat akan kejadian-kejadian masa lalu ketika tabloid Monitor menulis tentang orang di dunia yang paling dikagumi sementara Nabi Muhammad saw ditulis di urutan ke-sebelas. suaranya tersekat dalam tenggorokan. tentu akan mendapat pula kecintaan dari Allah swt. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. ia akan merasakan manisnya iman: pertama. Atas desakan Fatimah. Ikrar iman dalam ucapan syahadat membuat rasa rindu semakin terasa lezat. Digabungkan bersamanya Secara ruhaniyah di dunia dan secara hakiki di akhirat.

Apa yang bisa kita petik dari kejadian ini? Masuk golongan mana kita? golongan yang menyalahkan media tersebut? atau golongan yang justru menyalahkan diri sendiri telah melupakan Nabi saw selama ini? Atau ketika Salman Rushdie mencemooh Nabi saw sebagai sumber permainan dengan berlindung atas nama dunia seni kesastraan. brengsek!" gumamku tiba-tiba." gerutuku kesal. Segera kutepis sesuatu yang menggigit lenganku hingga tampak titik hitam terjatuh ke lantai. kekasih Allah Ta'ala. Apa hati kita terusik? apa kita merasa kalau Salman Rushdie sudah meludah aqidah kita? Atau kita merasa bahwa hal itu biasa saja? Atau mungkin kita merasa biar saja karena kita jauh dari tempat kejadian dan saat ini Nabi pun sudah tidak ada? Astaghfirullahal 'Adhim. lebih dari apapun di alam semesta ini. mungkin kita sering mengucapkan dan mendengar arti shalawat yang diperuntukkan bagi baginda Nabi saw dan keluarganya. kuurungkan niatku untuk menghajarnya karena kulihat mulutnya yang komat-kamit seolah mengatakan sesuatu kepadaku. Awalnya aku tidak mengerti apa yang diucapkannya. lelahnya.30 WIB. Ingin rasanya kulayangkan tapak tangan ini untuk membuatnya mati tak berkutik 'mejret' di lantai.. Bila kita kaji lagi apa yang bisa kita peroleh jika kita menempatkan Nabi saw pada urutan pertama di hati.. insya Allah kita termasuk insan yang dinanti dan dijemput sendiri oleh baginda Nabi saw kelak di akhirat. berani sekali makhluk kecil ini. bukankah kita telah menjadi saudara Nabiyallah  ?? Keluarga Rasulullah  juga ?? Saya pribadi berfikir bukannya tak mungkin kalau ucapan shalawat itu juga mengandung makna ucapan shalawat bagi kita-kita yang beriman padanya. Kurebahkan tubuh di lantai depan televisi. Nah! kalau kita termasuk orang yang beriman pada Rasulullah saw padahal kita sendiri tidak pernah berjumpa beliau. belum sampai seluruh tubuh ini jatuh menempel lantai. "Addduuhhh!" Lagi-lagi semut kecil itu menggigitku.. amin. amin ya rabbal ‘alamiin. mungkin justru karena itulah kita perlu bersyukur akan keberadaan kita sekarang dengan beriman kepadanya dan menjalankan sunnah-sunnah yang telah beliau contohkan. ia justru sudah mengacung-acungkan kepalan tangannya seperti menantangku bertinju. Semoga petikan ayat Al-Qur’an surat Al-Anbiya 107 di awal tulisan ini bisa membuka hati kita semua. Sebuah berita gembira bila kita akhirnya bisa juga bersanding dengan nama Muhammad . anda menghalangi jalan saya! Apa anda tidak lihat saya sedang membawa makanan ini untuk keluarga saya di rumah . Kali ini punggungku yang digigitnya dan gigitannyapun lebih sakit. Ternyata seekor semut hitam. Sebagai sebuah renungan. huh . "Hey makhluk besar.. insya Allah keluarga kita akan dimohonkan syafaat oleh baginda Nabi saw. insya Allah kita mendapat tempat spesial di mata Allah swt. tapi lama kelamaan aku seperti memahami apa yang diucapkannya. Belajar dari kegigihan semut Oleh Taufik Pukul 22. teramat berat. Tapi. "Aaauww . Seharian menyelesaikan pekerjaan kantor yang tak habis-habisnya. tanamkan aqidah iman sedalam-dalamnya pada diriku untuk senantiasa mencintai-Mu dan Nabi Muhammad saw. maka kita akan mendapatkan "iman yang begitu indah mempesona". perjuangan berat. Allahumma sholli wa baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali wa shohbihi wasallam. Namun sebelum tanganku melayang. Sebuah tantangan.. betapa pentingnya kita mencintai dan bersuka cita atas Nabi saw. Kuturunkan kembali tanganku yang sudah berancang-ancang dengan jurus 'tepokan maut'. "Kurang ajar! Apa ia tidak mengerti kepalaku begitu penat dan tubuhku ini seperti mau hancur? Apa dia juga tidak tahu kalau aku sedang beristirahat?" pikirku seraya kembali merebahkan tubuhku. Walaupun Nabi saw sudah tiada.. Kubiarkan TV menyala untuk tetap menjaga agar aku tidak terlelap.”Heeeh. (Ucapkanlah sesering mungkin bila kita mendengar nama beliau disebut) Ya Allah yang Maha Besar. tempat yang indah tanpa dihisab. Suhu yang sedikit panas memaksaku membuka kemeja dan membiarkan kulitku bersentuhan dengan sejuknya lantai." Rupanya ia begitu marah karena aku 14 .

Susah payah ia membawa sisa-sisa roti bekas sarapanku pagi tadi yang belum sempat kubersihkan dari meja makan. Di depan sebuah lubang kecil yang menganga.. ketika hendak merebahkan tubuh di lantai di bagian manapun rumahku aku selalu memperhatikan apakah aku menghambat dan menghalangi langkah atau jalan makhluk lainnya untuk mendapatkan rizki.. gigih mencari nafkah dan penuh kasih sayang. sesekali ia berhenti meletakkan barang bawaannya sekedar mengumpulkan tenaganya sembari membasuh peluhnya yang mulai membasahi tubuh hitamnya.. Mereka ajari aku caranya mensyukuri nikmat Tuhan. Dan. Hmmm ... yaitu orang tua yang begitu mengekang kebebasan anak. Teringat semua di mataku ribuan wajah semut-semut yang pernah aku hajar 'mejret' hingga mati berkalang lantai ketika mereka mencuri makananku. Padahal. adalah baik maksudnya. Ingin kutawarkan bantuan untuk membantunya membawakan makanan itu ke rumahnya. ia letakkan bawaannya itu dan kulihat seolah ia sedang memanggil–manggil semut-semut di dalam lubang itu. Menumbuhkan empati anak Oleh Kurnia Wahyudi Ada sebuah fenomena yang sering terjadi. Semut suami yang sabar.menghambat perjalanannya. aku tersungkur. Dengan senyumnya yang manis ia mendekati si pembawa roti. menciumnya. dua. Satu.. Sungguh suami yang dibanggakan. tentang bagaimana mencintai keluarga dan dicintai mereka. tentang harga diri yang harus dipertahankan ketika terusik. tawadhu' dan qonaah dalam hidup. tentang kesabaran. mereka begitu pandai berterima kasih dan menghargai pemberian ayah mereka meski sedikit. lebih-lebih sewaktu punggungku menindihnya sehingga ia harus terpaksa menggigitku.. Akhirnya kupersilahkan ia melanjutkan perjalanannya setelah sebelumnya aku meminta maaf kepadanya. Ya. eh . itu terlihat dari perutnya yang agak buncit. Kuikuti terus kemana ia pergi.. sungguh istri yang membanggakan dan sungguh anak-anak yang membuat ayah ibunya bangga. mereka hanya mengambil sisa-sisa makanan. Allah . Kadang oleng ke kanan kadang ke kiri. lemas seperti tiada daya dan brukkk .. "Mungkin ia sedang mengandung anak ke enamnya" pikirku. tiba-tiba tubuhku menggigil. Berhentilah ia di sebuah sudut di samping lemari es sebelah dapur. lebih baik aku memberinya jalan atau bahkan mempermudahnya agar ia dapat memperoleh dengan keringatnya sendiri rizki tersebut. keluarga semut itu telah mengajarkan kepadaku tentang perjuangan hidup. Tapi 15 . Tapi kupikir. anak-anak semut itu. Astaghfirullah .. Kelima semut-semut yang lebih kecil adalah anak anaknya sementara satu semut lagi adalah istri si pembawa roti.. walaupun memang di mata kita.. lima semut-semut yang tubuhnya lebih kecil dari semut yang membawa makanan itu berlarian keluar rumah menyambut dengan sukaria makanan yang dibawa semut pertama itu. Air mataku makin deras mengalir membasahi pipi. juga ibu yang selalu memberikan pengertian dan mengajarkan anak-anak mereka dalam mensyukuri nikmat Tuhannya. memeluknya dan membasuh keringat yang sudah membasahi seluruh tubuh semut pembawa makanan itu. para orang tua.. menurutku. Ingin rasanya aku hantarkan sepotong makanan setiap tiga kali sehari ke lubang-lubang tempat tinggal semut-semut itu... Hari-hari selanjutnya.. empat dan . satu lagi semut yang besarnya sama dengan pembawa roti keluar dari lubang.. semakin terbayang tangisantangisan anak–anak dan istri semut-semut itu yang tengah menanti ayah dan suami mereka.. karena itu jauh lebih baik bagi mereka. si pembawa roti itu adalah kepala keluarga dari semut-semut yang berada di dalam lubang tersebut. subhanallah . tentang bagaimana perlunya ikhlas.. tiga . Ingin tahu aku di pojok mana ia tinggal dari bagian rumahku ini. namun yang mereka dapatkan bukan makanan melainkan justru seonggok jenazah. Kuciumi jalan-jalan yang pernah dilalui semut-semut itu hingga menetes beberapa titik air mataku. Semut istri tawadhu' dan qonaah menerima apa adanya dengan penuh senyum setiap rizki yang dibawa oleh sang suami. ikhlas berjuang. sabar. tapi aku yakin ia pasti menolaknya. padahal yang mereka ambil juga merupakan hak mereka atas rizki yang aku terima. Dan..

Maksudnya adalah anak kemungkinan besar akan melakukan perlakuan yang sama yang dilakukan oleh orang tua kepada dirinya. Adik mau janji?" 16 . Bila kita mengharapkan seorang anak yang memiliki sifat dan sikap empati yang tinggi.apakah anak-anak dapat menangkap pesan atau maksud baik tersebut? Bisa jadi mereka masih teramat kecil untuk dapat mengerti.. bahkan memarahinya. Contoh sederhana. Mungkin kira-kira begini. Pertama. mereka melakukannya dengan cara lain yakni mengingatkannya dengan nada tinggi... Sekarang coba Anda bayangkan (dari hasil perlakuan kondisi pertama dan kedua di atas) bila sang anak memiliki seorang adik. seperti jatuh. lain kali lebih hati-hati ya! Tolong dengarkan apa kata ayah/ibu . Jadi. perlakuan apa yang akan dilakukan sang kakak terhadap adiknya? Seorang anak adalah perekam yang sangat kuat. Melihat kondisi anak seperti itu (suka berlari-lari). jikalau perlu mengobatinya. dan ternyata adiknya melakukan tindakan yang persis dilakukannya. Kisah di atas akan lain ceritanya bila sang ayah atau ibu bersikap empati terlebih dahulu ketika mendapati anaknya terjatuh. atau melarangnya.. Baru kemudian setelah selesai mengobati kita dapat menasehatinya. Jadi begini akibatnya! Makanya lain kali dengar kata-kata Mama. bila kita berharap sang anak bersikap empati apabila melihat adiknya terjatuh. menabrak benda keras. "Aduh . Nggak mau dengar sih perkataan Mama/Papa. Kedua. Kondisi ini agak lebih baik. Kita sebagai orang tua akan merasa "ngeri" kalaukalau terjadi hal yang tidak diinginkan. adik jatuh ya! Sakit? Mana yang sakit? Sini ayah/ibu obati. yakni berlari-larian. tapi tetap dapat meninggalkan kesan kejadian berulang pada anak. dengan cara persis seperti yang dilakukan orang tua terhadap dirinya. Artinya. yang dapat membahayakan keselamatan sang anak. Sedangkan. melainkan karena bentakan atau pukulan orang tua. apa yang akan Anda lakukan? Menurut pengalaman saya pribadi ada dua perlakuan yang umum dilakukan oleh para orang tua. kita sering mendapati anak berlari ke sana ke mari hingga kurang memerdulikan keselamatan mereka sendiri. anak langsung diberi hukuman akan tindakan pelanggaran yang dilakukannya (karena tidak mendengar perkataan orang tuanya). padahal sebelumnya sudah berbusa mulut Anda menasehatinya agar jangan berlari-larian. biasanya kita sebagai orang tua akan langsung menasehatinya. Ungkapan kondisi pertama adalah bentuk contoh "judgement" (penghukuman). Kalau pun tidak memarahinya. dan lain sebagainya. ya! Sakit? Makanya apa Mama/Papa bilang. bukan langsung melakukan "judgement" terhadap dirinya.. Sang anak akan mengingatkan si adik untuk jangan berlari-larian. Misalnya dengan perkataan sebagai berikut. Andaikan akhirnya anak Anda yang sedang berlari-lari tersebut jatuh. respon refleks umumnya orang tua adalah langsung memarahi anak akibat tidak mau mendengar perkataan mereka. Anak memiliki kemampuan photo-memory yang sangat tinggi. maka seyogyanya dilatih sejak dini. berusaha untuk tampil empati tapi tetap memarahi atau membentaknya. maka kita diharapkan untuk bertindak serupa terhadap dirinya. Contohnya adalah dengan mengatakan. kan! Anak bandel. terhadap situasi serupa yang dihadapinya dengan orang lain. tidak mau mendengar kata-kata orang tua! Huh!" Kondisi yang lebih ekstrem yang lain adalah berkata atau membentak dan terkadang dibarengi dengan kekerasan tangan (memukulnya). Kemungkinan besar sang anak menangis bukan akibat dari jatuhnya. "Tuh kan apa Ibu/Ayah bilang! Jangan lari-lari. ungkapan kondisi kedua adalah bentuk contoh "semi judgement dan empati". hingga anak pun menangis karenanya.jadi jatuh." sambil memberikan perhatian terhadap lukanya. ya!" dengan suara yang cenderung datar tanpa intonasi tinggi. Kira-kira berdasarkan pengalaman sebelumnya.. "Aduh adik jatuh. "Makanya.

Ya. Dari sejarah. dan lain sebagainya.” Di antara karya-karyanya. Saya semakin menyadari akan satu hal. Beliau pernah berkata. “Dari tanganku lahir dua ribu jilid buku dan di tanganku juga telah bertaubat seratus ribu orang. “Apakah yang akan diperbuat musuhmusuh terhadapku? Jika aku dipenjara. perbuatan dan apa yang harus ditinggalkan. Bagaimana mereka menguasai banyak ilmu pengetahuan dalam usia mereka yang tergolong pendek? Inilah pertanyaan yang mesti di jawab di sini. dia tetap saja menulis walaupun dengan arang. Siang dan malam beliau tidak henti-hentinya berpikir. “Mencari ilmu itu wajib atas setiap orang muslim. dan pikiran mereka. Imam Ibnu Taimiyah adalah seorang ulama yang waktunya tidak pernah luput dari berbuat kebaikan. Imam Ibnu Qudamah dalam bukunya berjudul Mukhtashar Minhajul Qashidin mengomentari hadits yang berbunyi. Ada kalanya berlubang.” dengan mengatakan bahwa yang dimaksud ilmu wajib di sini adalah ilmu muamalah hamba terhadap Tuhannya. Dia meladeni mereka sembari menyerut pensil untuk menulis buku. al-Mukhtar min al-Asy’ar 10 jilid. Tak heran jika seorang Roger Garaudy sangat mengagumi ilmu yang dimiliki para ulama Islam. Siapapun orangnya. mereka akan menyesal dan berusaha dikemudian hari hal itu tidak terulang lagi. lantas kemudian ia isi waktu luang itu dengan shalat sunah. dan mengapa yang lain tidak. Bahkan mereka ahli pada semua bidang itu. menulis. keluhuran akhlak mereka dan penghargaan mereka terhadap waktu. Jika aku diasingkan. kewajiban yang ada lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Saya berpikir. para ulama akhirnya membuat pengurutan ilmu-ilmu apa saja yang “wajib” dikuasai oleh kaum muslimin. ketekunan mereka dalam beribadah. Dari sanalah saya mengetahui mengapa seseorang dapat sukses. Ru’us al-Qawariir 2 jilid. Shaidul Khathir. saya memperoleh banyak pelajaran.” Sekalipun pena-penanya disingkirkan oleh pemerintah tirani. pasti akan menyadari hal ini. tasawuf. bahwa jalan di dunia ini tidak selamanya mulus dan indah. Muamalah yang dibebankan di sini meliputi tiga macam: Keyakinan. bergelombang. Karena ilmu di dunia ini sangatlah banyak dan tak mungkin umur manusia yang pendek. 17 . penjaraku adalah khalwah. Jika diberi umur yang panjang. raga. kematianku adalah syahadah. mereka kuasai dengan baik.Manusia yang Tidak Pernah Mati Oleh Chandra Kurniawan Salah satu kesenangan saya adalah membaca buku-buku sejarah. al-Manfaat fi Madzahib al-Arba’ah 2 jilid. tafsir. dan sebagainya. ushul fikih. ini sungguh luar biasa. filsafat. niscaya mereka akan terus menuntut ilmu sebanyakbanyaknya. Hingga dipenjara sekalipun. penuh onak dan duri. tarikh. pengasinganku adalah tamasya. Sedetik pun waktu tidak pernah mereka sia-siakan. semua itu terjadi karena mereka sangat menghargai waktu. Durratul Ikliil 4 jilid. Setiap hari. berceramah kepada para napi. hingga ilmu kedokteran. Ada seorang ulama yang menunggu kedatangan gurunya dalam sebuah majelis. Imam Ibnu al-Jauzy pernah berkata. Namun kenyataan tidaklah terjadi demikian. at-Tabshirah 3 jilid. dua puluh ribu orang di antaranya masuk Islam. dapat menguasai semuanya. yang dengannya membuat saya berhati-hati dalam melangkah. Pernyataan ini bukan pernyataan yang main-main. Imam Hasan al-Banna pernah mengatakan. Kitab al-Luqat (ilmu kedokteran) 2 jilid. Kekagumannya itu membuatnya masuk Islam. Imam Ibnu al-Jauzy. sastra Arab. yang tidak dimiliki ilmuwanilmuwan Barat. yang tentu saja masih berakal sehat. Fadhail al-Arab. mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk jiwa. melainkan sebuah pernyataan yang keluar dari mulut seorang insan yang “bergelut” dengan waktunya dan sadar akan pentingnya waktu. Imam Ibnu al-Jauzy pernah kedatangan tamu yang membicarakan hal-hal yang tak berguna. yang sangat banyak itu. Saya mengagumi ulama-ulama besar seperti Imam al-Ghazali. Imam Ibnu Taimiyah dan Imam Hasan al-Banna karena ilmu yang mereka miliki. hadits. mengajar dan membaca. Cabang-cabang ilmu pengetahuan mulai dari fikih. Kalaupun ada waktu yang terbuang percuma. ia tetap berusaha menulis. al-Amstaal. Dan jika aku dibunuh.

yaitu sebanyak sebelas ribu hari lebih lima ratus hari. dikemudian hari. penuh dengan kesombongan 18 . Dia menghitung-hitung hari-hari yang pernah dilewatinya. Sedangkan bagi seorang penulis. kedurhakaan dan hal-hal haram yang dilakukan orang yang buruk dan intens dalam melakukan dosa-dosa besar. Seorang budak yang melarikan diri dan tidak lagi taat kepada tuannya." Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Orang yang buruk tentu merasa tidak respek. akan sangat terasa. hendaklah menjadi cambuk. Suatu hari dia menghitung-hitung. Imam Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya. Itulah manusia yang tidak pernah mati. Namun tidak dapat diragukan bahwa baik sangka hanya terjadi jika ada kebaikan. memang Allah akan melaksanakan sangkaan hambanya. maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!. Adapun kezhaliman. menghalanginya untuk berbaik sangka terhadap Allah. berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya. tentu tidak berbaik sangka kepadanya. Pada akhirnya semua itu membuahkan penyesalan yang berkepanjangan. Kita bertekad kuat untuk mengisi hari-hari dengan amal yang berkualitas guna memperoleh pahala dan ganjaran yang abadi. “Aduhai celaka aku! Apakah aku harus bertemu Allah dengan membawa sebelas ribu limaratus dosa?” Setelah itu dia langsung pingsan dan seketika itu pula dia meninggal dunia. Namun jika dikumpulkan dalam setahun atau bahkan dalam seumur hidup. Sebuah kisah yang amat masyhur dan dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.Saya kemudian merenung tentang diri saya sendiri dan kebanyakan orang pada umumnya. Bagi seorang yang kaya harta. Waktu kita yang berlalu dengan sia-sia. ad-Daa’ wadDawaa. selagi sudah berumur enam puluh tahun.” (Lihat Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin) Sebagian orang terlalu banyak berharap dengan amal yang sedikit. "Jika memang Allah ada. di sebuah halaman salah satu fakultas di negara Arab (Mesir-red. mudah-mudahan dapat masuk surga. Yang demikian dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. sang mahasiswa ini berkacak pinggang. Tiba-tiba saja dia tersentak dan berkata. Menit demi menitpun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Pada tahun 50-an masehi. “Dia sedang meniti ke surga Firdaus. Maka orang yang paling berbaik sangka terhadap Allah ialah yang paling taat. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya.” Mengomentari hadits ini. Seorang ulama shalih bernama Taubah bin ash-Shimmah biasa mengintrospeksi dirinya sendiri. Orang yang berbuat kebaikan adalah orang yang berbaik sangka kepada Allah. mengemukakan. maka ia akan berusaha untuk mewakafkan kekayaannya dan mendarmabaktikan dirinya untuk dakwah dan jihad fi sabilillah. ia akan menulis buku yang bisa dibaca oleh setiap orang setelahnya dan senantiasa beramal dengan pelbagai kebaikan.. tidak melakukan hal yang serupa. namun pada hakikatnya mereka selalu hidup. agar kelak. ia mati seperti keledai Kisah ini terjadi di Universitas 'Ain Syams. Waktu-waktu itu begitu cepat berlalu dan tak dapat kembali lagi. niscaya akan sangat menghargai waktu. “Sesungguhnya orang mukmin adalah orang yang berbaik sangka terhadap Tuhannya dan yang baik amalnya. betapa kita telah melalui banyak momen dengan hal yang tidak berguna. Mereka mengacu pada hadits qudsi yang berbunyi. Pada saat itu orang-orang mendengar suara. Dari karya-karyanya. Sedangkan orang keji ialah yang berburuk sangka terhadap Tuhannya dan buruk pula amalnya. Kita hanya membawa amal yang sedikit kehadapan-Nya.” Bagi mereka yang menyadari sangat dekatnya kematian. Dia tidak bisa memadukan tindakan yang tidak baik dengan baik sangka. Mungkin satu atau dua jam waktu luang yang terbuang dalam sehari tidak akan kita rasakan dampak negatifnya. tergantung dari keburukannya. Karena itu hendaklah dia menyangka terhadap-Ku menurut kehendaknya. betapa banyak waktu yang telah kita buang percuma. Imam Hasan al-Bashri pernah berkata. Akhirnya.). “Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Betapa banyaknya manusia yang mati. banyak orang yang dapat mengikuti jejak amalnya. lalu berteriak lantang. fakultas pertanian di Mesir. Sedetikpun ia tak mau. bahwa Dia akan membalas kebaikannya dan tidak akan mengingkari janji-Nya serta akan menerima taubatnya.

Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya. "Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!. Syukur-syukur kalau ada receh. "Bagaimana pendapat kalian. Seri ke-9." Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. volume bulan Shafar 1423 H.berkata. Baca Qur'an sesempatnya. begitu juga infak.'Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah. Mengenai hal ini. tidak mengenal Rabb. padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. maka seketika ia akan mati ?!!!. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang. terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Dengan sholat model begini. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari. "Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu.dan tantangan sembari berkata kepada rekan-rekannya. apa pantas mengaku ahli ibadah ? Padahal Rasulullah  dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Ketika adzan berkumandang. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar. segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan. semua di atas itu belum termasuk catatan: "Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan". Tanpa doa. itu pun tidak rutin. Dia masuk rumah dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. tibatiba dia terjatuh dan tersungkur di situ. Ternyata. dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!. Sudah 19 . itu pun tanpa memahami arti dan maknanya. tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. kadang malas. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid. Kadang lupa. lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya." Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya. Kalau pun ada. Sementara si mahasiswa yang lancang tadi. milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat. Sesekali mereka terhenti. kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata. Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Tatkala sedang dalam kondisi demikian. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan. pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan. Dr. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi." Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda. dan segala macam puji untuk Allah. kadang sibuk. yah hitung-hitung ikut meramaikan. itu pun sambil terkantuk-kantuk. Di nukil oleh Ibrahim bin 'Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya "Nihâyah azh-Zhâlimîn". paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial. kemudian mengelapnya dengan tissue. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi. tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab. bukankah jika memang Allah ada. Karenanya. berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil 'aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan. Satu lagi. Sumber: Majalah "al-Majallah".73-74) Pantaskah berharap Jannah Sholat dhuha cuma dua rakaat. sang anak ini bergegas sebentar ke 'Wastapel' di dapur. Bersedekah jarang. sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?. h. Yang begini ngaku beriman ? Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah.

kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. "Nak. sering membuat kesal hati mereka. ibu itu pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata walaupun es teh itu hanya bersisa sangat sedikit. Teringat akan percakapanku dengan Shafiya di depot soto itu. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh. ya tetangga sebelah kiri. senyum.. Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan. mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah.. Aisyah. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya. mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya. Astaghfirullaah .begitu banyak yang telah terlewatkan tanpa mensyukurinya Oleh Bunda Shafiya Saat itu kami.lah jarang beramal.. Cinta yang berhias peluh. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk Soto Lamongan Cak Har *slruup* yang terkenal itu.. amal yang paling mudah pun masih pelit. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari. sering membantah. Subhanallah! Betapa orang seperti mereka sangat menghargai dan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya dengan sangat hati-hati. belai kasih dan perhatiannya. air mata. mungkin tidak pernah. aku. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. kaki mulia tempat bersimpuh. ridha Allah diraih. cepetan. Tepat di traffic light menuju ke arah Margorejo. Si anak rupanya haus dan alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki untuk membelikan sekantung plastik es teh bagi si anak. apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah ? Rasulullah  adalah manusia yang paling dirindui. Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. kehausan barangkali. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri. dan istri-istri beliau yang lain. bersamaan dengan itu air mata mulai menetes.. sang ibu itu tetap menyimpan sisa itu dengan hati-hati dengan mengikat kembali kantung plastik es teh itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu ? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri ? Dengan adik tidak akur. dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan? Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ayo. ice tea-nya nggak usah dihabiskan.. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu. Terhadap orang tua kurang ajar.Allohummaghfir Nikmat. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini. Setelah si anak puas. Dadaku terasa sesak. juga darah. kepada kakak tidak hormat. senyum indahnya. Kalau bukan sebelah kanan. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Setiap hari ribut dengan tetangga.. Aku melayangkan pandangan ke seberang jalan. Orang-orang seperti kita ini. Nampak olehku sosok ibu pengemis dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. bapak dan Shafiya sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah. bahkan kepada musuhnya sekali pun." Betapa bodohnya aku yang malah 20 .. apalah lagi mendoakan mereka.. Bapak sudah menunggu di mobil. berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya. apa pantas berharap surga Allah ? Dari ridha orang tua lah. udah deh. Astaghfirullaah . Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh. Tampak si anak sangat menikmatinya. tutur lembutnya. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak ? Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah? Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup.

begitu banyak yang saya lewatkan tanpa mensyukurinya.. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Namun. Namun teramat banyak saya harus belajar tentang arti kesabaran dan cinta kepada Allah dari sahabat yang satu ini. Allah dengan berbaik hati mengabulkan permohonan saya itu. "Saya ingin terlihat tetap bersyukur. Allah dan para malaikat pun kan tersenyum oleh kesabaran lelaki mengagumkan itu. semakin cinta Ayub kepada Allah. janganlah golongkan saya menjadi orang-orang yang merugi karena kufur terhadap nikmatMu. Mereka tak tahan berdekatan lantaran aroma tak sedap dan takut tertular. Ibu pengemis itu telah mengajarkan kepada saya cara untuk menghargai nikmatNya." ujar gadis itu. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Maha suci Allah yang telah menciptakan manusia semulia Ayub. Astagfirullah. Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya. Dalam studi dan karir insya Allah saya selalu lancar. Ketika saya berdoa agar mendapat pendamping hidup yang sholeh. peristiwa ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk diceritakan.Allah memberi saya petunjuk untuk selalu mensyukuri nikmatNya dalam ketaatan kepadaNya.dari banyak nikmat yang ada. Dan mulianya Ayub.. Bagi orang lain. Semakin tinggi ketakwaan seorang hamba. Dan Allah meninggikan langit dan Dia melektakkan neraca keadilan. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan ? (Surat Ar Rahman: 1-13) Nabi Ayub pun Tersenyum Oleh Bayu Gawtama Allah mencintai hamba-hamba-Nya dengan cara yang unik dan berbeda-beda. Syukur Alhamdulillah. Allah dengan cepat mengabulkan permintaan saya. saya bertanya satu hal yang paling tidak ingin saya tanyakan kepadanya karena khawatir menyinggung perasaannya. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. tak inginkah mbak Titi sembuh?" 21 . (Tuhan) yang Maha Pemurah. karena penyakitnya itu. Tapi saya memaknainya lain. mengajarnya pandai berbicara. Alhamdulillah. sedikit sekali saya mampu menyentuhkan dahi bersujud pada Allah untuk menyampaikan rasa terima kasih saya. Hesti. alias Titi yang lima belas tahun menderita radang sendi sehingga ia kini hanya bisa tergolek tak berdaya di kamar tidurnya. yang telah mengajarkan Al-Quran. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan kamu mengurangi neraca itu. Ketika saya berdoa agar dikarunai anak yang menyejukkan pandangan orang tuanya. di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Padahal Allah selalu baik kepada saya. Nikmat. Kemarin saat bertelepon dengannya. dan saya ingin tersenyum saat harus menghadap-Nya. semakin unik cara Dia mencintainya. Ya Allah. tak pula ia merasa bahwa Tuhan yang dicintainya itu tak adil terhadapnya... "Mbak. Salah satunya adalah Nabi Ayub.. Namun ia tetap terlihat ceria dan bersemangat menjalani hidupnya. Dan tumbuhtumbuhan dan pohon-pohonan keduanya tunduk kepadaNya.mengajarkan anakku untuk berbuat suatu hal yang mubazir yang mencerminkan rasa tidak bersyukur padaNya. Lelaki yang diamanahkan Allah untuk mengemban misi ketuhanannya itu dicintai Allah dengan penyakit yang sangat parah. semakin parah penyakitnya semakin ia tersenyum. Naudzubillah min Dzalik. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain. Memang takkan sebanding jika sekarang saya mengajukan sebuah nama untuk menyandingkannya dengan Nabi Allah itu. Ia tak pernah membenci Allah dengan takdirnya. Tak tanggung-tanggung.. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluknya. Semakin berat sakit yang dirasa. Dia menciptakan manusia.Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bungaan yang harum baunya. Ayub alaihi salam dijauhi sahabat dan kerabatnya.

Namun tak sepeser pun uang yang ia dan anggota keluarga lainnya miliki saat itu." Menurutnya. "Biarlah saya tetap seperti ini. Hidup dengan bantuan orang lain. pertama." tuturnya. "Kalau saya sembuh. bahkan untuk ke kamar kecil sekali pun. "Anda sebelumnya tidak mengenal saya. saya tidak yakin akan tetap sedekat ini dengan Allah. mbak tidak ingin sembuh?" tambah saya yang semakin termangu oleh kata-kata ajaibnya. "kenapa. Karena kami biasa berterus terang tentang segala hal. sahabat tersebut kemudian menawarkan bantuan sejumlah uang untuk membayar uang kuliah saya yang tertunggak. Baiklah. Saya yakin Allah sedang mencintai saya dengan takdirnya. Beberapa tahun lalu saya pernah berada dalam kesulitan keuangan. Ia pernah mendapati ibunya yang sakit keras dan harus segera dibawa ke rumah sakit. sahabat lamanya itu pernah pula mendapati kesulitan dalam hidupnya. kenapa Anda mau membantu saya?" 22 . ia nekat menghubungi satu persatu orang yang dikenalnya yang mungkin bisa membantu biaya pengobatan. Kedua. pikir saya.. Ia membutuhkan bantuan orang lain untuk seluruh aktivitasnya. ada seorang sahabat yang datang menanyakan kabar saya dan juga studi saya. saya langsung menerima tawaran tersebut tanpa berpikir terlebih dulu bagaimana nanti menggantinya. "Kenapa kamu mau membantu saya?" Jawabnya. orang tak dikenal itu pun memberikan apa yang dibutuhkan sahabat lama itu. Tapi kuliah saya yang terancam gagal. Disaat kebingungan dan putus asa melanda itulah. Multilevel Kebaikan Oleh : Bayu Gautama Ada teman yang pernah bertanya." Titi pun menjawab penasaran saya yang seolah bertanya. Mendengar pengakuan saya. kepada orang itu ia bertanya. hidup dalam kesenangan yang membuat saya lupa akan kematian.?" teman saya makin bingung. Biarlah tinggal mimpi. Hingga akhirnya. sebaiknya saya tetap seperti ini sambil Allah memberikan kehendaknya. karena saya yakin Nabi Ayub akan pun tersenyum melihat Titi. Kuliah saya terancam berantakan karena saya tak mampu mengumpulkan uang kuliah dari sisa-sisa gaji saya yang memang kecil. "Seseorang .Saya tak pernah menyangka jawabannya. Di akhir semester empat. Sungguh saya iri kepada Titi. Saya tak pernah yakin akan tetap khusuk beribadah.. Titi rasanya tak ada alasan Allah tak mencintaimu. "Jadi. saya katakan kondisi saya baik-baik saja. Boleh jadi saya akan menjauh dari-Nya. Allah akan memberikan kemudahan bagi orang yang memudahkan orang lain. akan menangis di setiap sujud panjang saya jika saya bisa berdiri dan sehat. karena Allah senang dengan orang-orang yang suka membantu saudaranya. Terheran sahabat itu bertanya. saya tak ingin sembuh karena saya takut Allah tak lagi mencintai saya. saya akan perjelas. ia amat bersyukur Allah menimpakan penyakit ini kepadanya. Tapi Titi tetap tersenyum. demi kesembuhan ibunya. Subhanalloh. "Tidak. "Saya hanya berjanji kepada seseorang untuk senantiasa berbuat baik membantu orang lain" Kemudian ia memperjelas. Setelah berterus terang." Duh. Tanpa basa-basi. meski sudah sangat lama ia menjalani hari-harinya di kamar tidur. "Karena saya telah berjanji kepada seseorang untuk senantiasa berbuat baik membantu orang lain" Menurut cerita sahabat saya. ada seorang sahabat lamanya yang dengan cuma-cuma membiayai seluruh biaya yang dibutuhkan untuk kesembuhan sang ibu. Radang sendi yang dideritanya membuat seluruh persendiannya sakit tak berdaya. saya berjanji kepada seseorang untuk terus berbuat baik membantu orang lain. Jujur. Ia hampir tak tahu kemana lagi meminta bantuan hingga ia bertemu dengan seseorang yang tak dikenal sebelumnya. "apa sih yang membuat kamu senang membantu orang lain?" Saya berikan dia dua jawaban. Ada yang membuat saya heran dengan jawabannya. saya sempat bertanya kepadanya perihal bantuan yang diberikan kepada saya. Saya nyaris putus asa dan berpikir akan mengakhiri kuliah saya dan berhenti di tingkat dua saja.

saya mendapati bahwa belajar agama Islam itu mengasyikkan karena meliputi semua aspek kehidupan. saya sudah kagum dengan semangatnya belajar membaca Al-Quran dan menggali ilmu agama Islam dengan banyak bertanya dan membaca buku. Saya lebih getol mengejar belajar ilmu umum yang saya minati. Sungguh. situasinya pun jadi berbalik. Di pintu lemari pakaiannya. saya berkesempatan berkunjung ke tempat kos Lia." katanya sambil tersenyum. belajar ilmu agama. Ternyata. Dari hasil perenungan itu. sebut saja namanya Lia. Seorang mualaf. saya tak pernah tahu. saya lebih tertarik membaca novel atau buku lainnya yang tidak bernafaskan agama. yang sejak lahir saya anut hingga saat ini ketika usia saya sudah melewati kepala tiga."Duh betapa meruginya saya. kerap menjadi alasan saya. saya berfikir menjalankan ibadah yang wajib saja sudah cukup dan belajar agama. Ketika mengenalnya. Sementara saya. "Yang penting kenal huruf dan bisa baca sedikit-sedikit. Dan sekarang. Salah satunya. "Bagaimana saya mengganti kebaikan Anda ini?" Orang tak dikenal itu menjawab. Hanya saja yang pasti akan saya lakukan setiap kali memberikan bantuan kepada orang lain. belum lagi mengkaji kandungan-kandungannya. Itu lebih baik nilainya daripada mengganti apa yang telah saya berikan" Begitulah seterusnya hingga saya tak pernah tahu siapa yang pertama kali menyulam jaringan amal kebaikan ini. selama itu pula saya tidak pernah merasa tergerak untuk memperdalam ilmu agama. meski selama ini saya selalu melaksanakan kewajiban sholat lima waktu dan ibadah wajib lainnya. belajar membaca Al-Quran dengan benar itu sangat menyenangkan. Ternyata. "Berjanjilah untuk melakukan kebaikan yang sama terhadap orang lain yang membutuhkan". koq dikasih tanda?" "Oh. 23 . itu daftar surat yang sudah aku hapal. Aku bertanya. Perubahan itu tidak datang begitu saja. Tapi entah kenapa. mulai betah mendengarkan ceramah agama di televisi atau radio." kataku waktu itu. Untuk mengaji pun malas sekali. yang sekarang menjadi sahabat karib saya. saya melihat secara kerta yang ditempel berisi daftar surat-surat dalam Juz Amma. saya tersadar betapa minimnya pengetahuan agama saya. bahkan isi Al-Quran. bagaimana berwudhu yang benar. Mereka yang Telah Memberi Inspirasi Oleh Rubina Qurratu'ain Zalfa' Belakangan ini. yang Muslim sejak kecil. sampai saat itu malah belum paham benar apa sebenarnya rukun Islam dan rukun iman-meski saya hapal urutannya-apa keutamaan sholat tahajud. saya akan berkata. terlihat ditandai dengan contrengan kecil. dan rasa keingintahuan saya tentang Islam seolah tak pernah habis. Tidak ada waktu dan lelah bekerja sepanjang hari. Beberapa surat mulai dari Al-Fatihah. dan sesekali beramal dengan sedikit harta yang saya punya. Tetapi pemikiran saya itu berubah total setelah hampir dua tahun ini saya mulai mengikuti pengajian-pengajian." Suatu saat. adalah satu inspirasi besar bagi perubahan itu.Anda sudah bisa menduga jawabnya bukan? Tapi ada pertanyaan kedua dari sahabat lama sahabat saya itu. Saya mulai banyak membeli buku-buku keagamaan. tidak terlalu penting. sudah banyak memahami tentang Islam. ketika tahu bahwa Lia yang baru dua tahun menjadi mualaf. bisa menjadi tambahan amaliyah saya di dunia. saya banyak merenungkan seberapa banyak waktu yang telah saya siasiakan hanya untuk melakukan aktivitas yang sifatnya duniawi dan mengesampingkan aktivitas yang bisa menjadi bekal saya di akherat nanti. "Ini apa Li. Perubahan itu terjadi karena saya menjumpai beberapa orang yang telah memberi inspirasi dan motivasi bagi saya untuk belajar dan menggali pengetahuan lebih banyak tentang agama saya. Meski Muslim sejak lahir. Ketika itu saya hanya membatin. Saya sempat malu hati. dari ceramahceramah para ustadz dan ustadzah di pengajian yang saya ikuti. sampai hal-hal kecil yang jika saya tahu ilmunya. "Berjanjilah untuk melakukan banyak hal untuk membantu kesulitan orang lain. termasuk didalamnya belajar atau membaca Al-Quran.

. Sampai aku tahu bahwa ia selalu menyempatkan diri membaca Al-Quran setiap hari meski cuma beberapa menit saja. Dari gerak-geriknya aku tahu ia sedang berusaha menghapal salah satu suratnya." gumamku dalam hati. Ah. Mendengar lagu itu. "Saya belum terlambat untuk mulai belajar.. jumlahnya 18 surat. Selanjutnya.." kataku dalam hati. "Kreatif juga orang yang mengubah syair lagu itu. sayang Rasulullah Tiga... Umat Islam seolah dibangunkan dari tidurnya. Sejak itu. 24 . Maksudnya mungkin untuk menanamkan rasa cinta pada Alloh dan Rasulullah sejak dini. Sementara saya. Sayapun tersentuh melihat si Bapak tua tadi. Semoga Allah swt selalu memberikan keteguhan iman dan kekuatan bagi kita untuk tetap istiqomah di jalanNya. Sejak itu. selama puluhan menjadi Muslim cuma hapal kurang dari lima surat dan tidak pernah punya keinginan untuk berusaha menghapal surat-surat Al-Quran yang lain. Lia. tidak kenal maka tidak sayang. akibat pembuatan dan publikasi kartun Nabi Muhammad Saw. Aku melihat bapak tua yang sedang membaca Juz Amma. dua. Dua anak bersama ibunya itu duduk persis di bangku sebelahku. Ah. Aku tersenyum mendengar syair lagu yang diganti dengan kata aku sayang Alloh dan sayang Rasulullah. Dia juga mualaf. Semangat belajarku terpompa kembali. Mencintai Rasulullah Oleh Rubina Qurratu'ain Satu. Aku hitung surat-surat yang sudah ditandai.. di bis yang aku tumpangi.. saya merasa seperti seorang mualaf. Abi Satu dua tiga sayang semuanya. mulai belajar menjalankan ibadah sholat dan puasa sunnah. bahkan sampai menelan korban jiwa.. termasuk menjalankan sholat dan puasa sunnah. Lagi-lagi aku malu hati. Benarlah apa kata pepatah. ketika hendak menikah beberapa puluh tahu silam.. Malu rasanya. Berat memang. Belakangan. Meski patut disayangkan.. Lia yang baru mengenal Islam.. mulai membaca Al-Quran dengan rutin. aku sayang Alloh Dua. saya benar-benar merasakan kebahagiaan karena terlahir sebagai Muslim. Salah satunya adalah tetanggaku sendiri.. makin bertambah cinta saya pada Islam. Saya tidak ada apa-apanya dibanding Kak Lili. aku banyak sekali bertemu dengan orang-orang yang memacu semangatku untuk mendalami Islam. Namun saya bersyukur. sempat membuatku terperangah. karena banyak sekali hal yang belum saya ketahui dan harus saya pelajari.. Lagi-lagi saya malu hati. satu-satu aku sayang ibu. sudah hapal 18 surat.. Setelah Lia. di bis Patas AC yang aku tumpangi.. aku juga ingin mengajarkan lagu ini nanti pada ponakan-ponakanku di rumah. satu. Mencatat apa yang ia dapat di pengajian dalam buku khusus. suatu kali dalam perjalanan menuju kantor.. supaya tertanama rasa sayang dan cinta pada Alloh Swt dan Rasulullah sejak mereka kecil. Pengetahuannya tentang Islam dan sejarah Islam... Makin banyak saya mengenal Islam.. sejumlah aksi unjuk rasa berakhir anarkis. Kadang. Pelan-pelan aku mulai menambah hapalan surat-surat Al-Quran. diam-diam aku memperhatikan aktivitas Lia sehari-hari. bahkan melakukan boikot atas kartun-kartun yang menghinakan Nabi Muhammad Saw. selama ini ternyata aku sudah jauh tertinggal. Lagu itu dinyanyikan dengan riang oleh dua anak. karena Allah swt memberikan lingkungan dan teman-teman yang senantiasa menjadi penyemangat saya dalam belajar. dua-dua aku sayang ayah. Keduanya nampak menikmati perjalanan sambil terus mengulang-ulang lagu yang dulu biasa saya nyanyikan dengan syair.. kadang rasa malas amat menggoda. ia selalu bersemangat mengikuti pengajian di mana-mana. Mereka berunjuk rasa. sayang Umi. saya mulai mencontoh kebiasaan Lia. Meski ketiga anakanaknya sudah besar-besar dan usianya tidak lagi muda.. aku biasa memanggilnya Kak Lili.Hapal ? tanyaku dalam hati. yang aku pikir masih usia TK. tiga. tiba-tiba saja aku jadi teringat peristiwa yang belakangan membuat heboh seluruh dunia. memprotes.

aku jadi malu sendiri.. kadang aku malas banyak membaca AlQuran dan sholat malam seperti yang dianjurkannya. ayah. bagi orangorang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan hari akhirnya. Bis patas AC yang aku tumpangi terus melaju di jalan tol yang licin. Namun hatiku bersenandung kecil. aksi-aksi protes itu memang sudah mereda. sebagai sosok manusia istimewa. bahkan pengusaha yang sungguh berakhlak mulia. pantaskah aku mengatakan mencintai Rasulullah kalau dalam keseharianku.. Aku kembali teringat sebuah buku yang pernah aku baca tentang keagungan Rasulullah. Bahkan hatiku terasa teriris dan meneteskan air mata. amanah. maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. Salam dan sholawat selalu aku panjatkan untuknya.. Selama ini aku merasa sudah sangat mencintai Rasulullah. Nabi Muhammad Saw yang dikenal sebagai sosok yang penuh kasih sayang dan lembut hati. Dan Alloh memperkuatnya dalam firman-firmannya. mereka yang membenci Islam. Gerimis kecil membasahi kaca jendela dan aku merasakan udara semakin dingin. bahwa kecintaanku padanya selama ini belum banyak yang aku wujudkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari... maka tinggalkanlah. sederhana. Tapi. ketika aku melihat gambar-gambar kartun itu. Kemarahan mereka memang bisa dipahami. karena gambar-gambar kartun itu sungguh melukai hati umat Islam.. kakek. aku sengaja mengulur-ulur waktu sholat. Beri hamba hidayah dan kemudahan untuk menjadi umatmu yang berakhlak mulia. semakin memojokkan Islam dan umat Islam sebagai umat yang menyenangi kekerasan." (al-Ahzab: 21) Ah. tapi aku masih belum mampu memahami makna cinta itu..Ujung-ujungnya. serta mengingat Allah sebanyak-banyaknya. Tetapi. Alloh. pemaaf. 25 . malas berpuasa sunnah seperti yang diamalkannya.." (an-Nisaa: 80) "Sesungguhnya pada Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagimu. untuk lebih mencintai Rasulullah dan menghayati ajaranajarannya? Selama ini. Sungguh sebuah penghinaan yang menyakitkan.. "Apa yang diberikan Rasul kepadamu. sudahkah kita berusaha mengamalkan dan mencontoh sikap-sikapnya yang sangat terpuji. Dan barang siapa yang berpaling dari ketaatan itu. ungkapan cinta penyair Taufik Ismail terhadap Rasulullah Muhammad Saw. Namun semuanya itu. Ya. sesungguhnya ia telah menaati Allah. malas diajak bersilatuhrahmi. jujur. digambarkan seperti seorang teroris yang kejam dengan lilitan bom yang siap meledak di kepalanya. tibatiba menyentak kesadaranku. maka terimalah dia. kita mengenal sosok Rasulullah dari kisah-kisah seputar dirinya. aku sering melanggar nasehat-nasehatnya ? Kadang karena pekerjaan yang menumpuk. Aku belum bisa mengamalkan dan mencontoh perilakunya yang sangat mulia dalam kehidupan keseharianku. sehingga cinta kita pada Rasulullah bukan sekedar cinta buta. Rindu kami padamu ya Rasul Rindu tiada terperi. belum lagi sifatnya yang welas asih bahkan terhadap musuhnya. ampunilah hambamu yang lemah dan hina ini. tapi cinta yang melahirkan ketaatan pada Allah Swt dan sikap mulia dalam kehidupan kita sehari-hari? Mengingat ini. Dalam buku itu disebutkan bahwa kecintaan pada Rasulullah adalah cerminan kecintaan pada Alloh. ternyata kecintaanku pada Rasulullah selama ini cuma di permukaannya saja. Aku merenung. apakah peristiwa ini meninggalkan bekas di hati kita. adil dan gemar bersedekah meski dalam keadaan sulit sekalipun dan masih banyak hal-hal yang kelihatannya sepele tapi sebenarnya merefleksikan sejauh mana aku mengenal dan mencintai Rasulullah.. pemimpin umat. Betapa tidak. suami. Dan apa yang dilarangnya bagimu. semulia manusia pilihamu Muhammad Saw.. "(al-Hasyr: 7) "Barang siapa yang menaati Rasul itu. Berabad jarak darimu ya Rasul Serasa engkau di sini Cinta ikhlasmu pada manusia Bagai cahaya suarga Dapatkah hamba membalas cintamu Secara bersahaja... sabar.. Sekarang.

pada-Mu Supaya aku dapat slalu Mensyukuri nikmat-Mu Sayup-sayup kudengar alunan sebuah lagu. Sesungguhnya manusia itu. Sungguh. Astaghfirullahal 'adziim. Namun mengapakah aku tak pandai bersyukur? Padahal Allah SWT berjanji : ". seperti biasa aku mengawali kegiatan dengan bebenah rumah. aku ya Allah Berterima kasih. Padahal. wala in kafartum inna 'adzaabi lasyadiid (Sesungguhnya jika kamu bersyukur. kusadari Ajarilah. lidahkupun menjadi kelu. inipun merupakan nikmat yang begitu besar. kulit yang mampu merasakan sentuhan angin yang lembut. oksigen yang melimpah ruah dan bebas kita hirup adalah nikmat. tangan yang mampu memegang dan mengerjakan berbagai aktivitas. tak secuilpun Allah mengharap imbalannya. kesehatan kita adalah nikmat. ketika sinar mentari menghangati tubuh. semakin banyak nikmat yang kurasa. maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih)". Ibrahim:31)". Seringkali pula kita tidak menyadari bahwa.la in syakartum la aziidannakum. dan teramat banyak hingga aku tak mampu menghitung satu persatu. air mata menetes membasahi pipi. aku ya Allah Mengenali.. kenikmatan yang Allah karuniakan kepada kita tak terhingga banyaknya.Mengapa Kita Tak Pandai Bersyukur? Pagi hari. kuambil sekeping kaset nasyid anak-anak. Sejurus kemudian hati ini berbicara. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah. kaki yang bisa melangkah. tak pernah salah dan tak pernah lupa. teman yang selalu setuju dan menyokong pendapat kita. karunia-Mu Begitu banyak yang. Masya Allah. Lalu. Persis seperti yang Allah kabarkan dalam firman-Nya: "Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya..*** Akupun mencoba merenung. bibir ini berucap. sehingga kita dapat memenuhi segala keinginan yang ada dengan segala fasilitas yang mudah didapat tanpa harus bersusah payah bekerja. dan. astaghfirullahal 'adziim. karena memang tak terhingga jumlahnya. Serta-merta. Demikian banyak. Harta yang banyak. cuci pakaian dan setumpuk pekerjaan rutin lainnya. mata yang mampu melihat secara sempurna ini adalah nikmat. pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. apakah gerangan yang membuat diri ini tak pandai bersyukur? Dalam pandangan masyarakat umum yang kufahami selama ini. klik: Ajarilah. Segalanya Allah anugerahkan kepada diri ini dengan cuma-cuma.. kaki yang mampu melangkah adalah nikmat. segala sesuatu dianggap sebuah nikmat adalah ketika kita memperoleh sesuatu yang menyenangkan. Di pagi yang cerah. ketika kupandangi tubuh ini satu demi satu masih tetap utuh seperti sedia kala. Kau beri Begitu sedikit yang. "astaghfirullahal 'adziim" seraya menghapus air mata. Tak serupiahpun Allah menetapkan tarifnya. tidaklah dapat kamu menghinggakannya. rumah yang indah. Dan janji Allah selalu benar adanya. Semakin lama kucoba mengurainya. Hatikupun bergetar. menyapu lantai. dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku). kumasukkan ke dalam tape recorder yang sudah butut. Cuci piring. sungguh ada sebuah nikmat yang begitu indah terasa. hidayah Islam yang mengalir dalam diri kita ini adalah nikmat yang teramat mahal harganya. mengalun merdu dari bibir-bibir mungil anak-anak yang kira-kira masih berusia balita. menyadari betapa pelitnya diri ini mengucap syukur atas segala karunia yang telah dilimpahkan oleh-Nya. kasih sayang orang tua yang mampu mengalahkan segalanya demi membimbing dan membesarkan kita adalah nikmat. Untuk menemaniku bekerja. mencoba mengurai satu-persatu nikmat yang telah terkecap.. 26 . tak sanggup lebih banyak berucap. tangan yang mampu memegang dan melakukan segala aktivitas adalah nikmat. dan hidung yang mampu menghirup udara segar. sangat lalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (QS. mata yang mampu melihat dengan sempurna. dan entah berapa banyak kenikmatan yang lain yang tidak kita sadari.

dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi. Agar kita senantiasa terbimbing. Disisi lain. Serta merta seorang pria dewasa berbadan kekar yang tak jauh dari dua mahasiswi itu melayangkan punggung tangannya tepat di bagian belakang kepala anak itu. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah.. Apapun yang Allah berikan kepada kita. Menjauhkan diri kita dari rasa syukur kepada Allah. Berikutnya.Seorang anak penyapu gerbong berusia tak lebih dari sembilan tahun sempat membuat dua mahasiswi berteriak hingga mengalihkan perhatian hampir seluruh penumpang di gerbong tersebut. dan takut mati)". "Dan apa tindakan bapak itu sebanding dengan kesalahannya? Tak perlu berlebihan seperti itu lah. Merasa diri menjadi orang yang paling sengsara di dunia. Ketika empati mati eramuslim . tapi beberapa kali. Tak jarang pula. Ya Robb kami. An Naml : 19). Mahasiswi itu merasa kaget karena anak itu manarik-narik bagian bawah celana jeans-nya untuk meminta uang. amat baiklah sekiranya kita mampu melatih diri. berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. maka tidak menutup kemungkinan bila pada akhirnya diri ini tumbuh menjadi makhluk yang tak pernah mampu bersyukur. Tak perlu iri dan dengki terhadap nikmat orang lain. memperoleh ilham dari Allah SWT. Tidak hanya sekali. darimanakah gerangan mereka memperoleh kesenangan. dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh. hingga kita mampu menjadi seorang mu'min seperti yang digambarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW: "Amat mengherankan terhadap urusan mu'min. Terakhir. bukannya kita ikut bersyukur atas kebahagiaannya. Membuat berbagai analisa. dari gerbong sebelah sudah kurang ajar. Berprasangka buruk dan menyebarkan bermacam berita. kita justru mencibirkan bibir dan menuduh yang tidak-tidak. astaghfirullahal'adziim. dan kepada dua orang ibu bapakku. Astaghfirullah wa na'udzubillahi min dzaalik. hanya kesenangan dan kesenangan yang ingin kita raih.semoga Allah berkenan mengampuni kita dan membimbing kita menjadi hamba-hamba yang pandai bersyukur." Episode berakhir dengan turunnya anak tersebut di stasiun selanjutnya.*** Karenanya. "Robbi awzi'nii an asykuroo ni'matakallatii an'amta 'alayya wa'alaa waalidayya wa an a'mala shoolihan tardhoohu wa ad khilnaa birohmatika fii 'ibaadikashshoolihiin". marilah senantiasa mengamalkan do'a Nabi Sulaiman as. "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.. dalam kehidupan kita. Tidak cukup di situ. "Dia ini kurang ajar pak. Saya yang melihat kejadian itu langsung berteriak dan meminta pria itu menghentikan aksi kekerasannya. Sementara pria berbadan 27 . Sehingga ketika Allah berkenan memberikan sebuah cobaan. seringkali kita merasa iri dengan kesenangan/kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain. seandainya baik hal itu tidak terdapat kecuali pada orang mu'min. dan bila diberi nikmat ia bersyukur" (HR. diri kita tak sanggup menanggung. haruslah kita yakini bahwa itulah pilihan terbaik yang Allah kehendaki. Al Maariij: 19-21). Allah jua yang berkenan menciptakan kita sebagai makhluk yang senang berkeluh kesah. Aamiin. "Tapi dia juga kan manusia. apa pantas diperlakukan seperti itu?" tanya saya. Bila ditimpa musibah ia bersabar. kurang ajar!" tangannya terus melayang hinggap di kepala anak tersebut. Na'udzubillaahi min dzaalik. ditambah tendangan keras ke bagian tubuh anak yang tubuhnya hanya sebesar paha si penendang. Bila sifat ini tidak kita kelola dengan baik. mensyukuri apa saja yang ada pada diri kita." Ia membenarkan aksinya. dalam diri kita terjangkit penyakit "wahn (terlalu cinta dunia. Sebaliknya. tak sedikitpun ingin merasakan sebuah penderitaan. "Keluar kamu. dan bahkan ada yang sampai berani menghujat dan menghakimi Allah sebagai penguasa yang tidak adil. sehingga perilaku tersebut. sehingga kita menjadi makhluk yang pandai bersyukur pada-Nya. (QS. Ketika kita melihat orang lain bahagia. (QS. Muslim).

mahasiswa. Menawarkan pilihan yang dilematis. saya menangkap rintihannya. jelas saya tidak setuju. dibarengi emosi yang tinggi puluhan pria langsung menggerebek dan mendaratkan kepalan tangan. Tiga tahun lalu di Stasiun Kalibata. karena ternyata. Aceh Besar. genggamannya pada 28 . Kondisinya mengenaskan. Dilema inilah yang dialami Abdullah." Pria tersebut dijadikan tersangka pencopetan ketika seorang mahasiswi secara refleks berteriak "copet" saat tasnya tersenggol pria yang sudah nyaris mati tersebut. Kiki meronta menahan sakit di antara pintu mobil dan kayu. wiraswasta dan kontraktor yang tinggal di Perumahan Ajun. lagi-lagi mencoba membenarkan tindakannya. sebatang kayu yang hanyut terbawa arus menghempas dan menjepitnya. Kasus copet-copet yang dibakar misalnya. wajahnya hancur.tegap itu berdiri dekat pintu gerbong sambil berbincang dengan beberapa penumpang lainnya. tapi mengapa mereka hanya menutup mata? Bahkan seorang bapak di samping saya sempat berkata. atau lempar dari kereta yang melaju cepat. Kepada mereka yang terdiam dan tak berusaha melarang pria tegap itu melakukan aksi kekerasan. tapi memberikan hukuman lebih dari tingkat kesalahannya. Melihat kedaan anaknya. nuraninya sebagai seorang ayah tersentak di tengah kepanikan dan derasnya gelombang yang mengamuk. kemudian berpura-pura tidur. Bagaimana jika Anda yang berada pada posisi si bersalah? Relakah jika orang lain memperlakukan Anda secara tidak adil? Ya. Namun apa daya. "Saya bukan copet. Secara serempak. bagaimana jika copet itu adik. kakak atau saudara Anda? Kalimat itu juga kah yang akan keluar dari mulut Anda? Atau bahkan bila copet itu Anda sendiri? Anda pasti meminta orang-orang menghukum Anda sewajarnya bukan? Anda bisa begitu mudah bertindak berlebihan menghukum atau memberikan balasan atas kesalahan orang lain. Tapi itu hanya tindakan kecil yang tak pantas dibalas dengan tempelengan dan tendangan keras berkali-kali ke tubuhnya. Seperti kejadian di kereta itu. biar jadi pelajaran bagi copet yang lain. menyusul yang lainnya. saya harus berdebat dengan pria berbadan tegap itu dengan mengatakan bahwa tindakan kasarnya -menempeleng dan menendang." Satu pertanyaan saja. Bagaimana dengan mereka yang telah terlanjur memukul ? Orang bersalah memang harus dihukum. mahasiswi yang tadi refleks berteriak itu meminta orang-orang yang sudah terlanjur beringas itu menghentikan aksinya. cara anak itu meminta uang kepada penumpang (mungkin) memang salah. Tapi nyaris setiap hari kita tak pernah tergerak untuk berdiri dan merelakan tempat duduk kita untuk mereka yang lebih berhak. Ketika gelombang Tsunami menghantam.. Di sisa-sisa nafasnya yang tersengal satu persatu. orang-orang berpendidikan.. Jakarta. satu tangannya patah. ia tak kehilangan satu apa pun dari dalam tasnya.. Adilkah ? Mungkin empati sudah mati. kita sering berharap orang lain memberikan tempat duduknya untuk isteri kita yang tengah mengandung atau menggendong si kecil. seorang pria setengah baya babak belur dihajar massa hingga koma. keponakan.*** Kekerdilan yang bermakna Ketakutan memberi arti lain pada suasana jiwa. ia tengah bersama orang-orang yang dicintainya.. Memilih dalam cengkraman rasa seperti ini bukanlah sesuatu yang mudah." Saya katakan.sangat tidak sebanding dengan kesalahan yang dilakukan anak itu. sebagian orang mudah saja berkata "Bakar saja. istri dan lima anaknya. Namun malang bagi Kiki. ketika sang ayah berusaha menariknya ke atas mobil. akankah Anda diam jika anak itu adalah anak.. Tak satu kata pun bisa keluar dari mulut saya menyaksikan peristiwa itu. Padahal di belakang kerumunan tersebut. tapi terlalu sering seseorang mendapatkan hukuman yang tak setimpal. juga ayunan kakinya berpuluh-puluh kali kepada pria tersebut. begitu pula dengan orang-orang itu. Saya juga tak mengerti kenapa nyaris semua orang di gerbong itu terdiam menyaksikan ketidakadilan berlaku di depan mata mereka? Sebagian besar orang yang ada di depan gerbong itu para karyawan.. "Anak itu juga seharusnya jangan kurang ajar. Saya setuju mereka diberi hukuman atas kesalahannya. atau bahkan diri Anda sendiri ? Contoh sederhana. adik. Anaknya yang masih kecil berusaha dinaikkan ke atas kap mobil.

ia bergerak berusaha mencari mobil. siapa lagi yang akan mendo'akan mereka. Hingga setelah beberapa jauh. Kayu yang menahan tubuh Abdullah ikut roboh dan terhempas bersamaan dengan tubuhnya. kami akan tenggelam. tapi tak bisa menyelamatkan keluarga. Sesampai di mesjid. Jenazah-jenazah ini dibawanya ke mesjid. Melihat mayat yang kebanyakan anak-anak. ia ingin menyatukannya dengan jasad istrinya. "Mengapa saya bisa menyelamatkan orang lain. memaksanya bercerai-berai dengan semua anaknya. Wajah kecil anaknya yang menangis minta jangan dilepas. Mobil sedan yang ditumpangi keluarga dan tetangganya ternyata sudah tidak ada. "Saya marah pada diri saya. dikumpulkannya kayu kecil yang berserakan di kiri-kanannya. "Saya mencoba melongokkan kepala. dijadikan pelampung. pikirannya kembali menerawang. untuk apa lagi ia hidup. Ya Allah. anak dan tetangganya. Sementara kakaknya masih terpegang oleh Abdullah. Pusaran air menyeret. air matanya tek henti jatuh. "Kalau saya bunuh diri siapa yang akan mendo'akan mereka. "Ayah." Perasaan ingin mati pun menyeruak kembali. Berpegangan di kayu. Karena tidak tega. dengan harapan bisa mencari istri. Ia berupaya keras menarik Kiki. Namun setelah dilihat dari atas ternyata yang memegangnya tadi bukan hanya dua orang. Sejurus kemudian. Ia terus mencari. keluarga saya lima orang meninggal di dalam mobil. Dengan tenaga yang ada Abdullah berusaha menepi dan meraih tembok. Abdullah menarik dan meletakkan orang-orang yang dicintainya ini di atas rakit seadanya. Jika anak dan istrinya sudah tewas. istri dan anaknya berpelukan. karena tidak ada harapan. "Saya serasa mau bunuh diri. Begitu tersadar. Tidak lama di pagar. bahkan mayat istri dan anaknya yang ia 29 . Sambil berjalan. sama Tuhan." ujar Abdullah terbata-bata. Badannya terseret hingga ke pagar mesjid. Ia kembali ke jalan-jalan. perasaan Abdullah terus berkecamuk. Abdullah turun dari tembok. ia berharap bisa menemukan jasad mereka. pagar ini pun jebol. bagi kayunya satu. Ketika itu. Dengan sisa tenaga yang ada. agar amal mereka diterima dan dosadosanya terampuni. Meski air masih sebatas badan. Hingga akhirnya ia berhasil meraih sepotong kayu sepanjang empat meter. menenggelamkan mereka satu-per satu. mayat-mayat makin banyak menumpuk. Semuanya hilang bersama derasnya air bercampur lumpur. ia terhantam air yang tiba-tiba menderas lagi. Di benak Abdullah hanya terlintas kecemasan. seletih hatinya yang menangis tanpa suara. lagi-lagi terpikir. Ia hanya bisa pasrah. Di luar dugaannya. ia bisa memanjat tembok itu. Ketika ia membuka pintunya. ia terus mencari dua anaknya yang hilang. "Nak." sambil berenang ibu ini berusaha menangkap kaki Abdullah. Kakinya letih. "Saya habis Pak. sekali lagi Allah memperlihatkan kuasa-Nya. ia pindah ke sebuah kusen besar dan kuat yang terombang-ambing. matanya mesti menyaksikan pemandangan memilukan. Di kanan kiri sudah tidak ada lagi kayu." pikiran ini mengganggunya. tolong Nak. pikirannya menerawang kembali pada wajah polos anaknya. Barang kali orang lain sudah menemukan anaknya. Paling tidak kalau pun mereka semuanya sudah meninggal. tiba-tiba seorang ibu menjerit di dekatnya. maafkan saya. mencari di antara tumpukan jasad. Terbayang wajah istrinya yang begitu panik ketakutan. Perempuan yang lain juga meraih kakinya. Setelah air berangsur surut.Kiki tiba-tiba terlepas. Sedih dan marah menjadi satu." kesadaran ini menguatkan Abdullah. Mereka berlima. Setelah berputar-putar selama satu jam. "Tapi. Secara tidak sengaja selang air lima meter terjulur mengambang dari sebuah rumah. semua sudut jalan dan gang tidak terlewatkan." katanya menangis pada Abdullah. yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumahnya. kenapa saya dilepas?" Perihnya terasa dalam di lubuk hati sang ayah. Sambil ikut mengevakuasi mayat-mayat ke mesjid. namun tiba-tiba air bah yang lebih kuat menghantamnya. Jika pun anaknya sudah tewas. Dengan selang air ini Abdullah menolong ketiga orang itu. Ia sedikit merasa lega. apakah istri dan semua anaknya tidak mampu bertahan. Dengan itu semangat hidup saya kembali lagi. semuanya hilang. yang dibuatnya dari drum. Kiki yang terjepit meronta untuk diselamatkan. Kiki terdengar menjerit. yang teringat hanya istri dan anak saya. Abdullah menemukan mobilnya yang terlempar sampai beranda mesjid." Namun begitulah Allah yang punya sifat Rahman atas hamba-Nya. Di tengah kegalauan. Mendengar ini. seorang bapak bersama tiga anak gadisnya. Yang ditemuinya justru seseorang yang juga sedang mencari keluarganya. kaku tanpa nyawa. kayu yang sebenarnya menjadi harapannya ia berikan pada mereka." Abdullah terus berjalan. karena beban yang menekan terlalu banyak. wajah istri dan anaknya yang sudah kaku memaksanya kembali ke mesjid.

anak-anaknya seolah-olah berhamburan. "Saya hanya bisa menangis menelan ludah membasahi kerongkongan. Karena kampung saya jauh dari kota." ujarnya. Sebab di akhir pekan itu saya pulang kampung. Hingga akhirnya ia ingat. "Akhir bulan ini kamu pulang ke Indonesia. lantai atas rumahnya tidak terkena banjir. keluarga yang lain. Waktu di mana saya harus meninggalkan kampung halaman yang amat sangat saya cintai. tentang masa lalu. Di dalam rumah tak urung hatinya meratap. hanya itu bisa dilakukan sebagai penawar hati. Segala kesuksesan sebagai pengusaha ternyata menjadi tidak bernilai apa-apa." Saya terdiam. kepada-Nyalah kita kembali)" (QS. Ketakutan yang menderanya saat dihempas gelombang. berharap anaknya bisa ditemukan esok atau lusa. teman dan siapa saja orang-orang yang dekat dengan saya sebelum berangkat merantau ke negeri seberang. mata saya tak bisa dipejamkan." kenangnya. "Saya tak tahan. keluar masuk kamar sambil berpura-pura cerita kepada istri saya. Abdullah bersama penduduk tidur di mesjid. istri dan anaknya beserta mayatmayat yang lain sudah di bawa ke Lambaro.tinggalkan tidak ia temukan. Al Baqarah : 156). yaitu saat datang hari Sabtu. Namun begitu dicari dan ditanyakan. maka saya harus kost. ditemani mayatmayat yang terus bertambah hingga beberapa hari. saya seperti orang gila. saat yang paling menyenangkan. orang tua saya mengirim saya untuk meneruskan pendidikan di kota. Itu saya jalani dari SMP sampai tamat SMA. Gagang pintu serasa ringan dan kosong saat dibuka. Berharap mukjizat. apalagi gempa datang terus. 30 . Selepas tamat sekolah dasar. membuka hati Abdullah tentang kekerdilan seorang manusia. Kesadaran amat tinggi berdiam hatinya. di mana saja. tak perlu ada yang disombongkan. Dan saya selalu teringat saat yang paling indah. Setelah sekian waktu jadwal kepulangan saya ke tanah air belum bisa dipastikan. Terlintas dalam pikiran saya. Majalah Tarbawi. hanya tampak baju anak-anaknya yang masih tergantung rapi di sisi pintu. Kita tak ada artinya sama sekali. Semuanya akan dikuburkan di kuburan massal. mereka mengucapkan Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun (sesungguhnya dari Allah kita datang. lari minta digendong. anak. Penawar bagi kegalauan jiwa yang kehilangan belahannya. Sia-sialah manusia jika bersombong diri. Kapan saja. Dilihatnya halaman yang berubah menjadi bubur lumpur bercampur onggokan sampah. Hari itu juga ia putuskan untuk kembali ke rumah. Malam pertama di rumah bisunya diisi dengan sholat tahajud dan dzikir. Dan biasanya ibu saya sudah menyediakan makanan-makanan kesukaan saya. Kalimat itu adalah. Yang ada hanya kabar terakhir. Saat pertemuan itu ada kalimat terindah yang pernah saya dengar dari mulutnya. "Tidak ada. Begitu juga saat melongok lewat jendela. Tapi saya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang bergejolak di dada ini. Di halaman itulah terlukis beribu kisah tentang anak dan istri tercintanya. maka suatu malam saya dipanggil sang majikan untuk berbicara empat mata. Edisi 100 Th. jangan sampai lagi kita bersombong diri. kakinya tertahan. semuanya menjawab. Ketika naik. saya sering menyebutnya "Pulang ke pinggir sorga. Ia naik ke atas." lirih Abdullah. kembalikanlah semuanya kepada Yang Memilikinya. "Wajah mereka terbayang terus. mengakui kekerdilan di hadapan Allah yang maha Segalanya. "(yaitu) orangorang yang apabila ditimpa musibah. Setelah dua tahun lebih saya meninggalkan orang-orang yang saya cintai: isteri. Mengembalikan semuanya kepada Allah. Pulang! Sebuah kata yang sangat indah di telinga saya." Manusia hanya mampu mengulang perkataan saat musibah menimpa. Kata-kata itu sesungguhnya adalah obat. Semuanya sepi. 6/Dzulhijjah 1425 H/ 20 Januari 2005 M Kalimat Romantis Oleh Sus Woyo Setelah berbulan-bulan tak ada kabar yang jelas." Sebab akan bertemu dengan orang tua." Sambil terus berharap. Maka. Tentang sepenggal dari episode kehidupan saya pada masa duduk di sekolah menengah. Yang tentunya sangat jarang saya temui di rumah kost. "Saya betul-betul sadar sekarang. Saking gembiranya kalau datang hari Sabtu. Ketika segalanya telah ditakdirkan maka tak ada yang bisa mengelak.

di siang bolong yang terik mataharinya mencapai titik kulminasi. yaitu pulang ke pangkuanNya. saya bergumam sendiri. Awalnya saya menganggap dia tak percaya dan curiga saya tak memberitahu penghasilan saya yang lain. hati saya sama persis seperti ketika mau pulang kampung di masa-masa menempuh pendidikan di kota saya. Sejak itu. Beruntunglah saya karena ada yang rajin mengingatkan. Sama juga setelah saya diberi kesempatan hidup di dunia. padahal penghasilan saya memang cuma segitu-gitunya. hati dan pikiran saya seolah sudah di kampung sendiri. Bahkan tiba-tiba pikiran saya melayang terlalu jauh ke depan. Pasti belum dikeluarkan sama Abang kan?” Sebuah pesan pendek masuk ke telepon selular saya pagi ini. yang dibawa malaikat penyabut nyawa. beberapa tahun yang lalu.. barulah diri ini tersenyum sekaligus malu. saat saya merebahkan badan untuk melepas lelah. Walaupun pekerjan yang saya tangani sebenarnya sangat banyak. Lama sekali. pasti saya akan pulang. Komitmen saya terhadap aturanNya belum bisa saya jadikan barometer untuk menjadikan saya tersenyum di hadapanNya. padahal jasad saya masih bermandi keringat di negeri orang. tentang apa yang telah saya perbuat di "rantau" ini.Nah. Ia teramat perhatian untuk mengeluarkan zakat yang duasetengah persen dari setiap penghasilan yang kami terima. Sehingga ketika kalimat terindah dari Allah. bang. Biasa. kampung akhirat. Bahkan tak terasa air mata ini memberontak ingin keluar. gembiranya mau pulang kampung.. "Apakah kegembiraan ini bisa bertahan lama. walaupun demikian. Sejak menikah. Ocehan-ocehan dari majikan yang bersifat memarahipun tak begitu saya pedulikan. Suatu hari seorang teman menangkap perangai saya. saya yang tak pernah menutup-nutupi jumlah penghasilan sempat dibuat jengkel gara-gara isteri kerap menanyakan adakah penghasilan lain selain yang didapat setiap akhir bulan. Cepat atau lambat. "Duh. walau dengan nuansa yang berbeda. Setelah ia jelaskan maksudnya. ya. isteri yang senantiasa mengingatkan urusan zakat penghasilan. Sambil melihat langitlangit kamar. Seolah memerintahkan saya untuk cepat-cepat berintrospeksi diri. Seperti senyumnya para kekasih Allah ketika dipanggil pulang menuju kampung abadi. setelah merantau. Namun. Apalagi merasa gembira. Dan kepulangan yang terahir ini jelas tidak mungkin bisa ditawar-tawar lagi. atau setidaknya sampai ke Indonesia nanti?' Saya tak bisa menjawab pertanyaan saya sendiri itu. Dan teman saya itu berkomentar. Namun. Bahkan terkadang. 31 . Memang itulah adanya. hari-hari saya diliputi kegembiraan. Kalau pertemuan saya dengan semua keluarga nanti di tanah air mampu memberikan kegembiraan yang luar biasa pada saya. Entah dalam tingkatan yang mana derajat keimanan saya.. mudah-mudahan saya bisa menyambutnya dengan senyum kegembiraan. Aku bangga kepadamu… “Zakat penghasilan bulan ini sudah dikeluarkan. Artinya. tentunya. baik itu penghasilan bulanan maupun penghasilan dari hasil lainnya. Bekal saya belum seberapa." Saya senyum-senyum saja mendengar itu.datang menyapa saya. mudah-mudahan kepulangan saya ke tanah air tercinta akan menjadi pelajaran besar untuk menyongsong kepulangan saya yang sebenarnya. Allah akan menyapa juga dengan kalimat yang tak beda jauh dengan kalimat majikan saya. saat mendengar kalimat dari majikan saya itu. tiba-tiba saya berpikir keras. Duhai Istriku. "Mampukah saya segembira ini jika nanti Allah juga memberikan kalimat itu kepada saya?" Ya. apa yang ia omongkan hanya saya masukan telinga kanan dan saya keluarkan lewat telinga kiri. mampukah saya juga berperasaan yang sama tatkala saya nanti akan berjumpa dengan Sang Pencipta? Saya tertunduk lama. pasti juga akan dipanggil pulang.

” Kita tahu bahwa beliau dilukai kepalanya. Belum beranjak tukang sampah itu dari rumah. tak ada yang didapatkannya kecuali hinaan dan pengusiran yang keji. Menurut sebuah riwayat. untuk bersikap baik hati kepada mereka.” timbang isteri saya. tapi juga bagi kami. Rupanya Jum’at hari ini tidak hanya berkah bagi bapak tukang sampah itu. Haru dan nyaris tak sanggup membendung bulir air yang siap tumpah dari pelupuk mata ketika isteri saya mendengar ungkapannya saat menerima uang buat sebagian orang itu tak seberapa nilainya. separuhnya lagi terserah Abang besok deh mau diberikan kemana. lututnya berdarah karena lemparan batu. tukang sampah langganan yang setiap 2 x sepekan mengangkut sampah di lingkungan tempat kami tinggal usai mengangkut sampah dari depan rumah. Tetapi penduduk Thaif tidak membiarkan beliau keluar dengan aman. “Baru separuhnya ke tukang sampah langganan. Maha Suci Allah. Lemparan batu yang mengenai Nabi demikian hebat. beliau bersabda. seperti pohon pinus dan pohon cemara. Rasulullah adalah orang yang paling rendah hati. isteri saya pun teringat bahwa kami belum mengeluarkan zakat penghasilan bulan ini. “Mungkinkah Allah menjawab doa tukang sampah itu untuk kami? Hanya Allah yang tahu”. Sedangkan semua pohonnya yang berbuah menundukkan kepala mereka. Saat beliau berdakwah di Thaif. Cerita pun mengalir. tapi saya sudah bisa menebak apa yang ada di kepalanya. Diam-diam isteri saya mengamini doa bapak tukang sampah. tak cukup kalimat syukur yang keluar dari mulutnya. semoga hari ini keberkahan juga tercurahkan atas ibu sekeluarga. Semoga lebih ada nilainya. ditanggalkan giginya. lebih baik diberikan kepada yang membutuhkan. tubuhnya dilumuri kotoran.” tak lupa ia meninggalkan doa untuk keluarga kami. Saya yakin ia tengah menghitung lagi dua setengah persen yang harus dikeluarkan. Isteri saya pun memanggilnya dan menawarkan dua buah sepeda bekas anak-anak saya yang mereka sudah enggan memakainya karena sudah ada yang baru. Aih… CINTA NABI Setiap pohon yang tidak berbuah. 32 . “Aku diperintahkan untuk menunjukkan perhatian kepada semua manusia. makan anak dan isteri dua jumat ke depan terjamin nih bu. Lega lah sudah. terima kasih. mengangkat kepalanya ke atas. dan cabang-cabang mereka mengembang ke samping. saya yang tak mendengar langsung dari mulutnya pun merasakan getaran yang mengharukan. mereka terus mengganggunya dengan melempari batu dan kata-kata penuh ejekan.“Diberikan ke siapa zakat kita dik. Tentu saja ia tak menampik tawaran isteri saya dan diangkutlah dua sepeda kecil itu. Maka ia pun memberikan sebagian dari yang seharusnya kami keluarkan kepada tukang sampah itu. sehingga tubuh beliau berlumuran darah. ketika melihat saldo tabungan saya bertambah hampir enam kali dari yang pagi tadi dikeluarkan isteri saya. agar Sang Pemberi rezeki pun memberkahi setiap pemasukan dan pengeluaran kami. meskipun dia memiliki segala kebajikan dan keutamaan orang-orang dahulu kala dan orang-orang sekarang.” Tak hanya isteri. dia seperti sebuah pohon yang berbuah. Ketika saya menceritakan perihal ini kepada isteri. beliau memutuskan untuk meninggalkan Thaif. rumahnya dilempari kotoran ternak. puji syukur saya yang tiada bandingannya. dan semua cabangnya mengarah ke atas. sebagian rezeki yang Allah titipkan sudah diberikan kepada yang berhak. ** Sore harinya saya pergi ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mengambil sedikit dari tabungan kami guna keperluan belanja.” tanya saya sekembalinya dari mengantar anak saya ke sekolah.” jelasnya. lalu bagaimana dengan hari-hari sebelumnya ? Dan bagaimana dengan pekan-pekan yang akan dating ? “Jum’at yang berkah buat saya. “Alhamdulillah. dan di siksa dengan keji. Betapa kecilnya uang yang kami berikan bisa membuat ia merasa ada jaminan makan selama dua jumat ke depan. tumbuh tinggi dan lurus. “Dijual harganya nggak seberapa. Beliau di hina. Ketika Rasulullah menyadari usaha dakwahnya itu tidak berhasil. Tidak ada Nabi yang sedemikian diperlakukan dengan sewenang-wenang oleh manusia selain aku.

(QS. bertanya kepadanya. Kata malaikat itu. sambil menangis dengan membaca satu ayat yang diulang-ulangi. Demikian sedihnya doa yang dipanjatkan Nabi. kami sanggup menjadikan gunung di sekitar kota itu berbenturan. “Hai Abu Sufyan. Hingga ketika menyadari hal itu. Rasulullah Saw. haus. keturunan mereka pada suatu saat nanti akan menyembah Allah dan beribadah kepadaNya. Rasulullah Saw. Di sana beliau berdoa begitu mengharukan dan menyayat hati. Rasulullah sendiri pernah melihat neraka. Rasulullah Saw.” (HR. Yusuf [12]: 91). bersabda.” Ali berkata. kami siap untuk menjalankan perintah tuan. maka Ali bin Abi Thalib Ra. …. sehingga Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemuinya. “Kembalilah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya dengan mengakui kenabiannya dan katakanlah kepadanya sebagaimana yang pernah dikatakan oleh saudara-saudara Yusuf kepada Yusuf. …Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu. Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah Saw.. “Jika Muhammad menangkapku.” Nabi Saw. Thabari. saya berharap dengan kehendak Allah. sementara al-Quran itu sendiri diturunkan kepada Engkau?” “Aku ingin mendengarnya dari orang lain. Abu Sufyan bin Harits. Jika tuan mau. dan terlihatlah olehnya bahwa beliau sedang menangis. bahwa Rasulullah Saw. sedang air matanya membasahi pipinya yang indah hingga membasahi jenggotnya. pun menengadahkan pandangannya. “Engkau adalah saudara yang mulia. “Bagaimana aku membacakannya kepada Engkau. beliau berkata kepada orang-orang yang pernah menyiksanya. Jika Engkau menyiksa 33 . sehingga penduduk yang ada di kedua belah gunung ini akan mati tertindih. “Cukup. Wahai Rasulullah. meriwayatkan dari Nabi Saw. dan Syafi’i). Jibril memperlihatkan para malaikat itu kepada Rasulullah Saw. Beliau sangat mengharapkan agar orang-orang kafir itu beriman. beliau bersabda. bersabda kepadanya. Lalu Ibnu Mas’ud membaca surat an-Nisa hingga firman-Nya.” Sambil berkata demikian. anNisâ [4]: 41).” Ibnu Mas’ud melihat ke arah beliau. Setibanya di hadapan Nabi. Dengan penuh kasih sayang berkata.” jawab beliau. Karena balasan kekafiran adalah neraka yang menyala-nyala. dan berdiri di dekat kepalanya. “Aku akan keluar ke padang sahara.Demi Allah.” Mendengar tawaran malaikat. yaitu. “Mengapa kamu lakukan itu?” Ia menjawab.Dalam perjalanan pulang. (QS. kami siap melaksanakannya. “Pergilah kalian! Kalian adalah orang-orang yang dibebaskan. Yusuf [12]: 92). sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa). Atau apa saja hukuman yang engkau inginkan. Abu Dzar Ra.” Ketika Makkah berhasil ditaklukkan. sepupu beliau. (QS.” Ali bertanya. niscaya dia akan mencincangku dengan pedang menjadi potongan-potongan kecil. Abu Sufyan pun kembali kepada Nabi Saw. mengalirlah airmatanya dengan deras. Jibril memberi salam seraya berkata. Begitu bacaan tiba pada ayat ini. Allah telah memerintahkan malaikat di gunung-gunung untuk menaati perintahmu. Dalam kisah ini kita memperoleh pelajaran berharga. bahwa beliau mendirikan shalat malam. “Wahai Rasulullah. sesungguhnya Allah telah melebihkan engkau atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa). hendak pergi kemanakah kamu?” Ia menjawab. “Allah mengetahui apa yang telah terjadi padamu dan orang-orang ini. Baihaqi. Semoga Allah mengampuni kalian. (QS. “Bacakan al-Quran kepadaku. putra saudara yang mulia. sangat mencintai umat manusia. dan tidak berpakaian. Mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu) dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. Yusuf [12]: 91).” Ibnu Mas’ud berkata.. Rasulullah menjawab dengan menyitir firman-Nya. Ibnu Hibban. Biarlah aku dan anak-anakku mati karena lapar. lalu mengucapkan salam kepada beliau seraya berkata. “Bagaimanakah menurut kalian. Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). lari dengan membawa semua anak-anaknya karena pernah menyakiti Rasul Saw. “Walaupun mereka menolak ajaran Islam. apakah yang akan kulakukan terhadapmu?” Mereka menangis dan berkata. menjumpai suatu tempat yang dirasa aman dari gangguan orang-orang jahat tersebut. Dia melihat sungguh mengerikan neraka itu. demi Allah.

Saya selalu menduduki ranking atas. beliau berpesan. doa. membelanya. banyak nasehat. Yang diucapkannya pertama kali adalah. seolah kita bukan lagi umatnya. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri. dan meneteskan airmatanya untuk kita. saudaramu atau siapa saja. (QS. Sebab dengan 'curhat'. walaupun majikan saya sendiri tidak beragama." Pesan guru ngaji saya itu sering saya praktekan. Bisa baca buku. sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. guru-guru saya memuji bahwa saya adalah anak pandai di sekolah. maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau juga. Ada juga yang mendoakan. apakah kita hanya berdiam diri saat Nabi dihina. Jawa Timur itu menulis: Saya memang sangat menikmati pekerjaan di Hongkong ini. Dan ada seorang yang sedang punya nasib sama dengan saya. beliaulah orang yang pertama kali dibangkitkan. sebagai manusia biasa. Dan pesan beliau adalah. agar saya pulang saja ke Indonesia. Allahumma salimna ummati. (QS. "Jika kamu sedang punya masalah. walau bagaimanapun Indoneia masih menjajikan untuk para pencari rezeki. berkorban untuk kita. Mas. dan saya kirimkan ke sebuah redaksi situs Islam. Dan apa yang sedang menimpa saya menjadi jalan untuk mengugurkan dosa-dosa saya. yang tidak punya perahu sendiri. Dan beberapa hari kemudian redaksi situs tersebut memuatnya. saran. sementara umatnya yang begitu banyak hanya bisa berdiam diri? Tangisan sang Nabi hendaknya menjadi pengingat kita. kawanmu. sebagaimana ia telah berkorban nyawa untuk kita agar kita selamat dari siksa neraka. Dan diriwayatkan saat hari kiamat tiba. berdatangan di mailbox saya. Keadaan diri Nabi Muhammad Saw. digambarkan Allah Swt. Mungkin orang tuamu. nun jauh di kampung. al-Maidah [5]: 118). Apakah kita rela Nabi berdakwah seorang diri dan kemudian dilempari batu hingga berdarah-darah. Ya Allah selamatkan umatku. Beliau juga sering berdoa. petuah. Beliau kucurkan syafaat kepada umatnya sebagai tanda kecintaan beliau terhadap mereka. Tapi. saya ini sering sekali mengalami kesukaran-kesukaran dalam menghadapi sesuatu hal atau masalah. Ketika SD. ketika himpitan masalah bertubi-tubi datang kepada saya. walaupun banyak masalah tapi istiqamah-lah dalam menjalankan syariat-Nya. saya pun tak ragu-ragu untuk mencurahkan perasaan saya kepada sahabat-sahabat saya. Maka beberapa waktu lalu. sebagaimana Nabi mencintai kita. pada saat saya sedang merenda hari-hari di negeri orang. Sejak itu. Jika semua itu meragukanmu atau kau kurang berani mengatakan sejujurnya. Ada juga yang memberi saran. Jawa Timur. janganlah kau diamkan sendiri. Saya asal Blitar. Curhat Suatu saat. at-Taubah [9]: 129). amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Perempuan muda asal Blitar. memberi nasehat panjang lebar kepada saya dengan cara menuliskan perjalanan hidupnya. untuk lebih mencintainya. Sehingga saya punya obsesi untuk melanjutkan sekolah setelah 34 . Ada juga yang mengingatkan agar saya banyak-banyak mengingat Allah. saya bisa melakanakan kegiatan apa saja. browsing internet di rumah dan juga diberi keleluasaan beribadah. Ada yang mendoakan semoga saya tabah. tahukah kamu dengan perjalanan hidup saya? Saya akan mencoba menceritakan padamu. berat terasa olehnya penderitaanmu. Dan tentu saja itu akan melegakan kamu. Karena terus terang saja. bahkan berkorban nyawa untuknya. Curahkanlah perasaan hatimu dengan orang yang paling dekat denganmu. dalam firman-Nya. tidak jarang akan menemukan jalan keluar. yaitu seorang pekerja di Hongkong. Di sini. dengan guru ngajimu pun tidak apa-apa. Majikan saya sangat baik. Bapak saya seorang buruh nelayan. Kalau pekerjaan saya sudah selesai. Alangkah buruknya akhlak kita bila tak mencintai Nabi.mereka. ketika saya bersilaturahmi dengan guru ngaji saya. “Mana umatku? Mana umatku? Mana umatku?” Beliau ingin masuk surga bersama-sama umatnya. Saya mencoba menuliskan permasalahan saya.

seandainya saya tidak mencurahkan isi hati saya kepada orang lain. DAHSYATNYA energi IBADAH oleh Sus Woyo "Om min dotter skulle ha dott. Memasuki kelas dua. jika anak saya harus meninggal. Ternyata pada saat kami mengalami masalah berat. skulle jag nog inte be som han gjorde. ahirnya saya relakan dokumen paspor saya untuk meminjam uang di bank. karena kekurangan biaya. ada kawan atau sahabat kita yang sedang mengalami yang lebih berat dari kami. Walaupun begitu. Dan benarlah kata guru ngaji saya. masyarakat Swedia dikejutkan dengan berita kematian atlit kebanggaan mereka. Namun saya akan meneruskan bekerja di Hongkong. Alhamdulillah agak ada sedikit peningkatan dalam kehidupan keluarga saya. dia dipulangkan dari Hongkong. Akhirnya usaha tersebut menjadi kocar-kacir. peraih mendali emas di Olimpiade dunia di Sydney tahun 2000 yang lalu telah 35 . Terpaksa sayalah yang harus mengangsur utang kawan saya tersebut. Dan saya menemui majikan yang lain dengan yang di Singapura. Mungkin saya akan selalu dalam kedaan beku pikiran dan larut dalam gelombang kesedihan. saya kuatkan sampai habis kontrak. Tahun pertama saya bisa membantu menyekolahkan adik saya sambil mondok di Jember. Saya baru merasa bahwa sekolah butuh biaya banyak. Padahal waktu itu saya sedang membantu orang tua saya dalam usaha pertanian. Tiba-tiba sebuah kejadian menimpa saya lagi. saya mencoba merantau ke Singapura. Sebab nikmat Allah tidak harus seonggok rupiah.Rabu malam tanggal 18 Nopember lalu. Ahirnya saya memutuskan untuk merantau lagi. Namun hanya bertahan setahun. Saya diam sejenak membaca kisah sahabat saya ini. Umur saya waktu itu empat belas tahun. Bagaimanapun juga saya harus melanjutkan usaha ini. Kesedihan saya terus bertambah. Sayang. Sekarang hanya tinggal rumah kosong dan seonggok sampah yang dibawa banjir. Mikael Ljungberg. Menunduk dalam arti banyak-banyak memandang ke bawah. Kisah sahabat saya mengajari agar saya lebih banyak untuk menunduk. Dia butuh uang banyak. Tapi rupanya obsesi saya tidak seimbang dengan kemampuan orang tua saya. Keluar dari sekolah. Akhirnya tak terasa terlontar rintihan dari dalam diri saya. Mikael Ljungberg. Namun kesenangan saya tidak berumur lama. masih diberi kesempatan untuk hidup pun adalah nikmat terbesar yang Dia berikan pada kami. bahwa 'curhat' bisa menjembatani kami untuk mendobrak berbagai macam permasalahan. Kapok rasanya kerja di luar negeri. Saya mencoba mengulas perjalanan hidup saya sendiri. orang tua saya mengabarkan bahwa. Dan saya juga bisa membelikan perahu sendiri untuk ayah. Alhamdulillah proses ke sana agak mudah. Awalnya saya menolong seorang teman yang sama-sama kerja di Hongkong. Karena saya tidak mempunyai uang sebanyak yang ia minta. sekarang saya sudah memasuki kontrak yang ke empat. Blitar dilanda banjir besar. saya keluar. Namun baru dua kali angsuran. sebenarnya saya tidak ingin merantau ke luar negeri lagi. Jangankan berhubungan dengan kawan. Tiba-tiba di saat kekalutan belum pulih. di sana saya menemui majikan yang sangat tidak baik. memang tidak ada alasan apapun bagi kita untuk tidak bersyukur padaNya. Mungkin saya tidak akan menemui 'mutiara kehidupan' ini. Ternyata saya tidak sendiri dalam menghadapi kesulitan hidup ini. yaitu selama dua tahun.tamat SD. Dan mencoba membandingkannya dengan dia. mungkin saya tidak akan beribadah sebagaimana ibadah yang dia lakukan) eramuslim . tankte jag" (Saya fikir. pegulat berusia 34 tahun. Tapi apa hendak dikata. menerima surat dari Indonesia pun saya tidak boleh. Jadi. Kal ini saya mencoba merantau ke Hongkong. Cobaan dari Allah tidak hanya sampai di situ. Sambil bekerja di sebuah peternakan saya masuk SMP. Setelah merantau ke Singapura. saya tidak tahan melihat keadaan orang tua. Mas. Rumah orang tua saya ikut terkena musibah itu. sebagai hamba Allah.

pujian dan sanjungan. pemuda asli Swedia kelahiran tahun 1974. Suatu ketika mereka tidak menemukan hotel untuk bermalam hingga akhirnya datang seorang Yaman menawari mereka bermalam di tempat tinggalnya. Bahkan bunuh diri adalah penyebab kematian terbesar bagi golongan usia 15-44 tahun. setiap enam jam ada satu orang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Lelaki Yaman tadi begitu ramah dan positif. Bahwa onak dan duri kerap ditemukan dalam jalan kehidupan yang panjang ini. Motivasi hidup seorang manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. tidak tampak raut kesedihan sama sekali. yang kemudian menjadi muslim di tahun 1996. Energi yang paling hakiki bagi seorang manusia adalah motivasi hidupnya. manurut harian pagi terkemuka Goteborgs Posten. Namun lelaki Yaman ini tetap memuliakan para tamunya (termasuk Fredrik dan istrinya) sebagaimana yang diperintahkan dalam Islam. mampu membentuk pribadi-pribadi tangguh. Saya jadi teringat kisah Fredrik Dahlberg. Setelah semuanya selesai. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. bisa saja gelombang tadi menyeret dan menenggelamkan kita ke dasar lautan. sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat. lenyaplah energi dan berhentilah kehidupan itu sendiri. Jadi jangan heran. Selain Fredrik dan istrinya. maka hilanglah pegangan hidup. mereka pernah berkunjung ke Yaman. Di sinilah sholat. benda yang tadinya bergerak. memerlukan energi. surah AlMa'aarij:19-23). padahal anak gadis tercintanya yang berumur 1 tahun baru saja meninggal dunia sebulan yang lalu. "Sesunggunya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. hanya melahirkan sosok-sosok yang rentan dan labil. gadis asal Perancis. Sungguh disayangkan. Ibadah kepada Allah. pria yang pernah menaklukkan seluruh pegulat-pegulat terbaik di dunia. Sebagaimana yang ditulis Anawati beberapa waktu yang lalu di eramuslim tentang Energi Ambang. Bila motivasi hilang. yang selalu mempunyai energi kehidupan sehingga tidak berkeluh kesah apalagi menyerah terhadap berbagai kesusahan dan kesedihan. Misalnya di Swedia. Bahwa kehidupan di dunia tidaklah selalu diwarnai dengan bunga. segala sesuatu yang bergerak. malam itu laki-laki Yaman tadi bersama tiga orang Yaman lainya menunaikan sholat berjamaah. Tidak begitu jelas hal apa yang mendorongnya melakukan bunuh diri. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Energi sangat diperlukan. orang-orang barat yang tubuhnya segar bugar. yang tidak mampu menahan badai kehidupan. Bila energi terus menipis dan kemudian habis. ke lembah neraka jahanam karena kita mengakhiri hidup dengan bunuh diri.mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri di rumah sakit Molndal (di luar kota Gothenburg) tempat dia menjalani terapi depresi. ombak dan gelombang bisa saja datang secara tiba-tiba. yang bila kita tidak mempunyai persediaan energi yang prima untuk berenang ke tepian. seperti laiknya masyarakat barat. Allahu Akbar. juga menjadi muslim pada tahun yang sama. Mikael Ljungberg. Menyaksikan laki36 . Sebelum mereka menjadi muslim. ternyata kebanyakan mereka tidak ubahnya sosok-sosok lemah tanpa daya yang begitu mudah mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. demikian hal yang pernah diungkap di salah satu edisi Majalah Tarbawi. Bahwa badai. prianya tampan-tampan dan wanitanya cantik-cantik. pria yang pernah dijuluki manusia terkuat di dunia (karena telah berkali-kali meraih berbagai mendali pada olah raga gulat pada berbagai kejuaraan tingkat dunia). adalah sumber energi kehidupan yang utama dan pertama. Istrinya. semua yang hidup. Ibadah inilah yang menjadi sumber energi bagi kehidupan. ada juga tiga orang Yaman lainnya. yang ketika itu tidak mempunyai tempat bermalam. Begitulah episode akhir dari jagon olimpiade yang telah kehilangan energi kehidupan. yang mereka itu tetap mengerjakan sholatnya" (Qur'an. diantara jumlah penduduk Swedia yang hanya 9 juta orang itu. terlebih-lebih pada saat-saat krisis. Berbagai peristiwa sedih memang mendera sang jagoan olimpiade ini termasuk kematian ibunya dan perceraian dengan istrinya. Karena itulah kehidupan yang ditopang semata-mata oleh teori humanisme belaka. usia muda dimana seseorang seharusnya mempunyai energi yang prima untuk berkarya. Apalagi Allah telah menjanjikan bahwa sholat yang benar akan mampu mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkan termasuk bunuh diri. perlahan berhenti hingga akhirnya stop sama sekali. ternyata tidak mampu menaklukkan dirinya sendiri. juga ditawari bermalam di tempat tinggal orang tadi.

Menjadi pengusaha yang kaya menjadi impian banyak orang. skulle jag nog inte be som han gjorde. selalu berhubungan. sekali lagi.laki Yaman tadi begitu khusyuk dalam sholatnya (padahal anaknya baru saja meninggal dunia). Lebih lanjut Fredrik menulis mengomentari pria Yaman tadi "Att vara positif. ribuan kehati-hatian untuk mempertahankannya. dan sering pula kutunjukan pada kedua orang tuaku. memberikan kesan yang begitu kuat dan mendalam bagi Fredrik dan istrinya. pengusaha. Mungkin inilah rahasia mengapa ibadah kepada Allah harus terus dilakukan dimana dan kapan saja serta dalam keadaan bagaimana pun juga.. Atau kadangkala aku buat sendiri sebuah kartu nama dari guntingan kertas karton yang kuberi logo dan warna sesuka hatiku. atau siapa pun yang ingin aku pamerkan. Fredrik menulis dalam buku memoarnya. Itu masa kecilku . Mimpiku. Sering kubawa kartu nama itu. Ehm . "Mmm . senang hatiku melihatnya. Bila ibadah terhenti.. aku begitu bangga dengan kartu nama tersebut. Dia mengatakan bahwa alasan kenapa banyak orang tidak bisa kaya adalah karena mereka tidak cukup atau kurang memberi kepada sesamanya. sesekali kupamerkan kepada rekan-rekanku di sekolah.. Mudah untuk meraup uang. Pada saat kutanya bagaimana caranya membangun bisnisnya. menjadi pengusaha tentulah selalu dikelilingi oleh berbagai kekayaan dan kesenangan. Namun Pria Yaman ini memiliki energi kehidupan yang tidak pernah habis. Yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Kekayaan selalu menjadi tujuan utamanya.Thomas Draxe Sebuah sub judul pada halaman awal sebuah buku pegangan bagi calon pengusaha sukses di tanganku.. Sejak kecil impian untuk menjadi seorang pengusaha selalu terngiang. sungguh sekali-kali tidak! Yang kuingin adalah aku punya sekumpulan pegawai laiknya kumpulan umat di bawah wilayah perusahaanku. Entrepeneur Langit Apakah Anda Sungguh Ingin Menjadi Pengusaha dan Kaya Raya? Ada jerih payah untuk mendapatkan kekayaan. karena melalui ibadahlah kita mendapatkan energi kehidupan. Aku pikir itu adalah prinsip yang sungguh Islami. Aku berharap dengan di bawah kepemimpinanku. tubuh menjadi kaku maka di sinilah terminal kehidupan dunia kita berakhir ( menuju kehidupan akhirat yang kekal abadi ). Pria Yaman ini juga bukanlah orang seperkasa Mikael Ljungberg yang mampu mengalahkan pegulat-pegulat kelas dunia." "Selalu bersikap positif dan beribadah pada Allah. dikelilingi kemewahan dan kenyamanan. Peristiwa ini adalah satu dari beberapa peristiwa lainnya. "Om min dotter skulle ha dott. "Yang terpenting dalam targetku adalah aku berbuat bisnis seperti ini bukan karena ingin memupuk kekayaan.. dan ribuan kesedihan jika kehilangan . sebuah dua sisi mata uang. yang membuat Fredrik dan istrinya sangat kagum terhadap muslim hingga akhirnya mereka tertarik mempelajari Islam dan kemudian menjadi muslim. Atau dengan kalimat yang lebih sederhana adalah seseorang yang mempunyai manfaat atau nilai tambah bagi orang banyak. Kartu itu kerap menghiasi dompet mungilku..." Sikap pria tadi yang begitu tegar dalam menghadapi musibah dan senantiasa berprasangka positif kepada Allah. tidak ada teriakan kata lapar lagi dari para pegawai maupun anak-anak mereka. Ya. Kiyosaki dalam menanggapi definisi "bagaimana mencapai level kaya". beliau mengatakan.. Sungguh mengagetkan pendapat Robert T. mungkin saya tidak akan beribadah sebagaimana ibadah yang dia (laki-laki Yaman itu) lakukan". jika anak saya harus meninggal. Dulu. Ya. Aku ingin menjadikan kantorku sebagai tempat perlindungan 37 ." pikirku. tankte jag" artinya "Saya fikir. sebuah energi yang tidak dimiliki oleh Mikael Ljungberg. bukan orang ternama seperti Mikael Ljungberg. pengusaha dan kaya raya.. maka orang tersebut akan menjadi kaya raya. Aku teringat sebuah dialog dengan rekan seorang pengusaha yang sungguh menarik sekaligus memperkuat penjelasan di atas. energi menjadi lenyap. kaya telah menjadi sesembahan baru di zaman ini. Aku masih teringat sewaktu di sekolah dasar di era 80-an.. och be till Gud. dan tak lupa menuliskan jabatan president director di bawah namaku dengan spidolku. seringkali aku membawa sebuah kartu nama ayahku yang tertulis sebagai President Director di salah satu perusahaan. kepuasan materil tercukupi. Pria Yaman tadi adalah orang yang sangat sederhana. dan aku berharap mudah-mudahan dewasa kelak bisa menjadi pengusaha sungguhan.

Aku bina perusahaan tersebut dengan landasan cinta dan kasih sayang laiknya seorang ayah. mereka semua akan tersenyum lebar dan berharap hal itu menjadi kenyataan setelah membaca ini. Kuingin suasana perjuangan selalu hadir. Bahkan salah satu sosok kaum beriman. kemewahan dan kemegahan. Lain lagi Bob Galvin. dan setelah itu kembali menanggung 1.000 dinar. mengomentari ayat tersebut dan berkata." gumamku.. "Allahu akbar." Hal itulah. Aku berusaha keras sekuat tenagaku untuk menahkodai kapal bisnis ini untuk sampai di pantai kebahagiaan kelak secara bersama-sama. Dan selalu kulibatkan kehadiran Allah dalam setiap langkah kami. rumah yang harus dirawat. bercerita tentang ayahnya. dan demikian itulah kemenangan yang agung." Akhirnya.000 dinar." Tak terasa mataku berkaca kaca dan keharuanku mengalir bersama dengan uraiannya. kemudian dia mensedekahkan lagi hartanya sebanyak 40. pendiri Motorola. "Begitulah bisnis kami semuanya dimulai dengan rasa hormat yang mendalam. tidak lain karena mereka tidak menjadikan kekayaan sebagai hasil akhir yang ingin dicapai. kereta yang akan membawa saya ke akhirat. Semuanya itu berlangsung dalam jangka waktu yang berdekatan. Maka anda akan tahu bagaimana ketidaksabaran saya untuk mencapai hari akhir itu. Dia mencontohkan dalam kisahnya yang telah mensedekahkan separuh harta miliknya sebanyak 40.sekumpulan umat kecilku itu.! Kami yakin pasti Allah akan selalu menolong kami. Sesungguhnya Allah membeli dari orang orang mukmin. maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. dan kembali bersedekah sebanyak 40. sudah siapkah kita menjadi enterpreuner langit seperti itu ? Berawal Dari Mimpi Kenyataan hari ini adalah impian hari kemarin (Imam Asy Syahid Hasan Al Banna) 38 . Umar bin Abdul Azis." katanya. Saya ingin sekali dan sudah tidak sabar untuk melihat akhirat. baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. dia selalu memberikan upah kepada pegawainya lebih besar dari apa yang ia terima. dan semakin sayang kepada mereka. salah seorang sahabat nabi juga telah mempraktekkan tentang bagaimana menggunakan kekayaanya. Sebagian besar harta milik Abdurrahman tersebut adalah yang dia peroleh murni dari hasil berbisnis. yang membuat ayahnya selalu termotivasi untuk bekerja lebih keras lagi agar tercipta kehidupan yang lebih baik bagi mereka karena ayahnya melihat sosok ibunya dalam diri semua pekerja itu. "Seandainya saya memiliki seribu nyawa. ujar Galvin.500 unta untuk kepentingan fi sabilillah. Tidak pernah terpikir olehku berapa besar biaya yang akan dikeluarkan untuk merealisasikan hal ini. dan aku yakin bila hal ini kusampaikan kepada para pegawaiku. dan aku berkeyakinan hal itu akan menjadi persembahan kami dalam meraih keberkahan dan akan menjadi bekal di akhirat kelak .000 dinar pada Rasulullah saw. Mereka melakukan semua itu. dan orang-orang yang masih memerlukan mereka yang berada dibawah tanggungan mereka. "Mereka semua mirip dengan ibuku. mereka semua punya anak yang harus dicukupkan. Tetapi dia memandang kekayaannya hanyalah sebagai fasilitas untuk beramal saleh. Cobalah Anda bayangkan keadaan pikiran seorang anak kampung dari sebuah dusun yang seumur hidupnya belum pernah melihat sebuah kota besar dengan berbagai kesenangan. Lalu dia menanggung 500 kuda untuk kepentingan fi sabillillah. Sewaktu dia mengamati deretan pekerja wanita dan dia termenung. Dia seorang pengusaha yang sukses. agar hati kami selalu hidup dan umatku merasa bahagia. melainkan mereka menggunakan kekayaan yang dimilikinya untuk meraih janji Tuhannya dengan mendapatkan ganjaran yang luar biasa yaitu surga-Nya. dengan senang hati saya akan mengorbankan semuanya demi kejayaan Islam." (At Taubah:111) Said Nursi. Saya sudah ikhlas dan siap melakukan perjalanan ke dunia lain untuk bergabung bersama di tiang gantungan. aku sayang mereka. Abdurrahman bin Auf. Bagaimana tidak? Karena sesungguhnya saya kini sedang menunggu di alam Barzakh (alam antara kematian dan kebangkitan). dan juga kepada anak-anak mereka. karena rasa belas kasih dan rasa cintanya.. ulama dari Turki.

Bahkan tugas-tugas yang tidak menyenangkan menambah nilai saat kita mengetahui hal itu memberi kontribusi pada pemenuhan impian. menjadi bagian kekuatan kita untuk tumbuh ke arah impian itu. Ia bisa berperan sebagai kompas. kita bukan hanya penonton yang duduk di belakang dan mengharapkan segala sesuatu berubah membaik. ketika dilanjutkan.meskipun dia dilahirkan di keluarga miskin. Seseorang yang memiliki impian mengetahui apa yang akan atau harus dikorbankannya agar bisa maju. impian menempatkan segala yang kita lakukan ke dalam perspektif. Bukti bahwa impiannya tidak sia-sia bisa ditemukan pada setiap pesawat radio dan televisi di seluruh dunia. dan kemudian melakukannya.” Orang-orang lainnya berani bermimpi dan mereka sukses. kita mulai memandang diri kita dalam cahaya baru. dan ia juga memberi kita kekuasaan di saat ini. Tanpa impian. Langkah kita mungkin membawa kita ke belakang dan bukan ke depan. dan ini terjadi setelah dia kehilangan pendengarannya. Semakin besar impian. Ketika aku mencari nama orang yang bisa mengenali dan menghidupkan impiannya. Charles Dickens dulunya bermimpi untuk menjadi seorang penulis dan akhirnya dia menjadi novelis yang bukunya paling banyak dibaca orang di Inggris pada zaman Victoria . Impian kita. impian menambah nilai pada pekerjaan kita. Dia menyatakan. Setiap kesempatan yang kita temui. Mungkin Anda tertarik untuk mengetahui bahwa “teman-teman” Marconi menyuruh agar dia di kurung dan di periksa di sebuah rumah sakit jiwa ketika ia mengumumkan bahwa dia telah menemukan prinsip yang bisa digunakan untuk mengirim berita melalui udara tanpa bantuan kabel atau sarana fisik komunikasi langsung lainnya. impian membantu kita menentukan prioritas. memulai dari tempat ia berdiri untuk mengubah impiannya menjadi tindakan. kita tidak akan pernah mengetahui apakah langkah kita benar-benar merupakan kemajuan. karena mempunyai kekuatan yang lebih besar dan mampu merentangkan dan berkembang untuk mencapainya. Angin perubahan tidak begitu saja meniup ke sini dan ke sana. Ketiga. mungkin sekali merupakan peramal masa depan kita. setiap sumber yang kita dapatkan. ketika kita mempunyai impian. Maxwell sebuah impian bisa melakukan banyak hal kepada kita: Pertama. Kelima. Akan tetapi dengan impian.Sahabatku… Jika engkau mau membaca sejarah biografi tokoh-tokoh ternama. Hingga kita mengenali arah yang benar itu. Thomas Edison melamunkan sebuah lampu yang bisa dihidupkan dengan listrik. dia tetap memegang teguh impiannya sampai dia menjadikannya sebuah kenyataan fisik. “Semua rahasia hidup yang berhasil adalah menemukan apa yang ditentukan nasib pada kita. Dia mampu mengukur segala sesuatu yang dikerjakannya apakah membantu atau menghambat impian itu. impian meningkatkan kekuatan kita. Dan walaupun dia menemui lebih dari sepuluh ribu kegagalan. Kita harus aktif ikut serta dalam membentuk tujuan dan arti hidup kita. Marconi memimpikan satu sistem untuk mengendalikan kekuatan ether yang tidak kelihatan. Impian membuat kita memprioritaskan segala sesuatu yang kita lakukan. Menurut Jhon C. impian menunjukkan arah kepada kita. Pemimpi praktis pantang menyerah! Wright bersaudara memimpikan sebuah mesin yang bisa terbang di udara. Maka engkau akan temukan bahwa apa yang telah mereka ciptakan berawal dari mimpi. memberitahu kita arah mana yang harus ditempuh. Keempat. Sekarang setiap orang bisa melihat bukti di seluruh dunia bahwa impian mereka menjadi kenyataan. memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang membawanya lebih dekat pada impian itu dan memberi sedikit perhatian pada halhal sebaliknya. setiap talenta yang kita kembangkan. 39 . Jika engkau bergerak ke sembarang arah selain menuju impianmu. kita mungkin harus berjuang keras untuk melihat kekuatan yang ada dalam diri kita karena kita tidak bisa melihat situasi di luar keadaan kita saat ini. engkau akan kehilangan kesempatan-kesempatan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan. Impian memberi kita harapan untuk masa depan. Beethoven menyadarkan dunia akan kemampuan hebatnya dalam musik ketika dia membuat sejumlah simfoni. saya berpikir tentang visioner dan pioner mobil Henry Ford. semakin besar pula kekuatannya. impian meramal masa depan kita. Kedua. Setiap aktivitas menjadi bagian penting di dalam gambar yang lebih besar itu.

satu porsi pun terpesan. Berbagai bencana yang terjadi di negeri ini. juga gejolak yang tengah bergemuruh di Palestina meski disikapi secara cepat. Sebuah 40 . Cuma empat ribu memang. pak?” Terlintas tangisan si anak yang mendapati bapaknya tak membawa serta mobil mainan plastik yang dipesannya. Makanan ringan itulah yang menjadi pilihan. Mungkin ia pulang. Pikiran yang tertutup tidak mengilhamkan keyakinan keberanian. dan terus berlangsung. Dan saya percaya belum tentu menarik bagi orang lain. Belajar Menjadi "Bapak" Oleh Sus Woyo Saya sedang mengalami 'episode' kehidupan yang cukup menarik. Tak menunggu rapat selesai. berdosa lah hamba… Tak lebih dari setengah jam. perut ini terasa berdendang minta diisi. Bagaimana jika besok ia tak bisa berdagang karena uang setorannya kurang malam itu? Tuhan. Keadaan pikiran yang terbuka sangat penting untuk keyakinan. “Maafkan saya mas. Berpikir ia tentang uang belanja yang dinanti sang isteri.. ketika pimpinan kantor meminta seluruh tim rapat mendadak. Paling tidak menarik bagi diri saya sendiri. Setiap lima menit kembali balik ke dalam kantor berharap orang yang tadi memesan siomaynya sudah ada di tempat. Terbayang saya betapa berat langkah si tukang siomay mendorong gerobaknya. Adalah sepuluh menit menjelang rapat dimulai. Ianya hanya menemukan piring kosong di bawah meja saya. rapat dimulai. tapi saya tak bisa berkata apa-apa sambil terus menggenggam empat lembar ribuan di tangan. Saya tahu yang dinantinya. Namun bukan pentingnya rapat ini yang ingin saya ceritakan. resah hatinya tak membawa mainan yang dipesan anak tercintanya. sambil terus menggenggam empat lembar ribuan dan sesekali melirik ke bawah meja tempat piring bekas makan. Berat Langkah Si Tukang Siomay Oleh Bayu Gawtama Kepulangan ke rumah harus tertunda. Terbayang sedihnya sang isteri lantaran suaminya tak membawa uang belanja untuk esok. ada yang bolak-balik masuk ruang kantor. Sebagai sebuah lembaga kemanusiaan yang memseriusi programnya dalam penanganan bencana. Dan boleh jadi. Panggilan pun datang. “Mau makan apa besok. si tukang siomay. hingga seorang teman yang baru saja dari lantai dasar berbisik. Sesaat menjelang rapat. atau kepercayaan. "Sudah bayar siomay belum?" astaghfirullah. terlupa oleh riuh rendah suasana rapat yang bersemangat. Senyumnya yang khas menyapa lembut. empat ribu itulah keuntungan hasil jualannya setelah disisihkan untuk setoran. seseorang masuk ke dalam kantor. Itu terus tergambar dalam benak saya. Ternyata yang ditunggu masih di atas. Mungkin semua karena empat ribu yang belum saya bayarkan. Tapi ia sebegitu pentingnya untuk bolak-balik ke dalam kantor berharap saya akan membayarnya. Ada yang resah di bawah. bukan pula isi dan serunya rapat yang memakan waktu cukup lama hingga larut. Terhenti nafas ini tak mendapatkan orang yang dicari. Sudah semalam ini. acung tangan langsung bergegas ke bawah.. Tidak ada seorang pun siap untuk sesuatu sampai dia yakin akan memperolehnya. Keadaan pikiran harus penuh keyakinan bukan hanya berharap atau mengangankan. Rapat dilanjutkan usai sholat Maghrib. saat saya memesan sepiring siomay kepada tukang siomay langganan di depan kantor. piring kosongnya sudah tak ada. Berat langkah si tukang siomay. duh… ternyata betapa pentingnya empat lembar ribuan itu baginya.Sahabatku… Ada perbedaan antara mengangankan suatu benda dan siap menerimanya. Melirik sedikit ke bawah meja. menjadi keharusan tersendiri untuk merespon secara cepat setiap bencana yang terjadi.” nyaris bibir ini tak mampu berucap apa pun. Waktu terus bertambah.

Dan alhamdulillah diahiri juga dengan 'ending' yang tak kalah menariknya. mengirim artikel pendek kepada saya. Yang tak pernah mau disebut guru. cerita sinetron itu diambil dari novel 'PadaMu Aku Bersimpuh' karya Gola Gong. beberapa hari menjelang lebaran 1426 H. bapaknya anak yatim. sorang penulis yang tulisannya sering saya baca di sebuah situs Islam. tapi dalam nuansa yang berbeda." katanya. tiba-tiba seorang kawan memanggilmanggil saya. Tak ada maksud apapun. "Ini adalah anugrah yang di kirim Allah kepada saya. sahabat. Ali menjadi pamanmu serta Hasan dan Husain menjadi saudaramu?" Ujar Rasulullah .kisah yang runtut. Awalnya. biasanya menyempatkan diri untuk datang dalam acara tersebut. anakku?" Tanya Nabi. Saya bergegas untuk ikut menontonnya. Bapak Abil Abbas. atau bahkan Romo Kyai. tokoh dalam cerita itu. sebuah sebutan yang sudah tidak asing lagi dalam komunitas Islam tradisional di pulau Jawa. Biasanya kami berkumpul bersama. Tak lebih dari itu. Mendidik. ustaz sekaligus kyai saya. Budiman. Seandainya yang menemukan anak gadis itu adalah saya. Rasulullah mendekap anak gadis itu. Beberapa hari setelah lebaran. Walaupun hikmah itu hanya sebesar biji sawi. tak pernah satu kalipun memanggil beliau dengan sebutan Kyai. ada juga sesuatu yang membuat saya sempat tidak bisa melupakannya. mengarahkan dan juga memberi fasilitas ke jalan lurus berdasarkan syariat-Nya. handai taulan. Baik yang masih menempuh pelajaran di pesanten itu. Dalam artikel itu ada dialog yang sangat menyentuh antara seorang anak gadis dengan Rasulullah  . Yaitu tentang komentar H . Sebuah acara syukuran atas berhasilnya para santri menempuh pelajaran dalam waktu satu tahun. seorang sahabat di Jakarta. ada sinetron bagus produksi Indonesia yang ditayangkan TV Brunei. Penulis yang pernah melahirkan novel berseri 'Ballada Si Roy' yang populer di tahun 90-an. sanggupkah saya dengan serta-merta dan spontanitas bertindak seperti Rasulullah ? Yang menawarkan diri untuk menjadi bapaknya? Berhari-hari saya berpikir tentang itu semua. Dalam tayangan sinetron yang diproduksi tahun 2001 itu. tetangga dan lain sebagainya." Saya terus mengikuti sinetron yang ditayangkan setiap malam Jum'at itu. Sebab di pesantren-pesantren tradisional lainnya. Ia telah bertanggung jawab betul-betul kepada anak pungutnya itu. Beliau hanya mau disebut Bapak. Dan saya menangkap dengan gamblang. Kata H. Saya harus menjalankan amanah ini baikbaik. Masih dalam bulan Syawal. Artikel itu mengisahkan tentang salah satu cara Rasulullah berlebaran. ketika saya mau berangkat tidur. saya selalu ingat acara rutin tahunan yang selalu diselenggarakan oleh pesantren tempat dulu saya 'numpang tidur' beberapa lama. tepatnya pada tanggal 17. Katanya. guru mereka pasti di panggil Kyai. "Ayahku mati syahid dalam peperangan bersama Rasulullah. Setelah membaca dialog itu saya jadi berpikir. Anak gadis itu mendongak. Budiman telah membuktikan kata-katanya. juga masih berkisah tentang seorang bapak. kecuali saat ini. Saya. Dan ia tak pernah membedakan antara anak pungut dengan anak yang dilahirkannya sendiri. Fatimah sebagai bibimu. "Maukah kamu jika Rasulullah menjadi bapakmu. Sosok agamawan yang maih muda. "Apakah gerangan yang membuatmu menangis. sebab saya sedang merantau di luar negri. Ternyata ia menangis karena tidak ada yang membelikan baju baru untuk berlebaran. Dan ia baru tahu bahwa yang mendekapnya ternyata adalah Rasulullah  . manis atau getir. dengan alur cerita yang tidak meloncaat-loncat. Ditulis oleh Bayu Gawtama. Ternyata. Bertemu kembali dengan guru. 41 . terhadap anak pungutnya yang bernama Ana. Sehingga kami para santri. bahwa setiap jejak langkah manusia. selalu menyimpan hikmah. Budiman. Aisyah menjadi ibumu. Ini memang tak lazim. Saya ingin sekali menceritakannya kepada orang lain. baik yang mengandung tangis atau tawa. Masih ada kemiripan dengan cerita tadi. kecuali berangkat dari sebuah keyakinan. bahwa H. maupun yang sudah jadi alumni. ustadz maupun kyai. Atau lebih tepatnya ingin berbagi cerita dengan siapa saja seperti saudara-saudara saya. Acara tahunan itu berlabel 'tasyakur lil ikhtitam'.

di pesantren Al-Hikmah. Rupanya Ibu tak berani masuk rumah karena khawatir akan terjadi gempa susulan. program KB yang ia ikuti tidak berhasil. setelah menyaksikan tayangan "Pada-Mu Aku Bersimpuh" di TV Brunei itu. dengan mantap saya menyetujui usul istri saya. sehingga terjadi hamil lagi. Apalagi jika kita mau meluangkan waktu untuk berlama-lama di stasiun. terminal atau tempattempat kumuh di kota kita masing-masing. Yang tidak hanya memberi pendidikan. Dan lahirlah bayi itu. serta pengalaman hidup dengan 'bapak' saya di pesantren Al-Hikmah. Belakangan saya mengetahui bahwa di seluruh kecamatan tempat Ibu tinggal -yang letaknya di wilayah utara 42 . Akhirnya selepas Ashar. Kata ibu si bayi. Tapi berkali-kali saya telepon. Beliau menganggap kami sebagai anak. namun Allah bertindak lain. Mas Gola Gong dan Sang 'Bapak' di pesantren Al-Hikmah.**** # Terima kasih kepada Mbak Azimah Rahayu. Baturraden. Ahirnya suatu hari istri saya memberi tawaran. Saya sempat mengkhawatirkan keselamatan Ibu yang tinggal sebatang kara di rumah itu. Sebuah kenangan yang telah menjadi 'prasasti' di kalbu saya. Sedang hubungan antara guru dan murid atau santri. tapi bagi anak siapa saja yang karena sesuatu hal tidak bisa dipelihara langsung oleh kedua orang tuanya. Baturraden. Tapi berbekal referensi dari Rasulullah yang diceritakan dalam tulisan Bayu Gawtama. Bahwa.*** * * * *** Di ahir bulan Syawal. arahan dan fasilitas bagi anak yang lahir secara 'genetical' dari rahim istri saya saja. Cuma genting-genting rumah kita saja ada beberapa yang berjatuhan”. dan keseriusan Haji Budiman. Yang amat sangat membutuhkan uluran tangan serius dari sosok seorang 'bapak'. karena kakak bayi itu belum genap satu tahun dan suaminya bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta. Bahwa ia baru saja menyaksikan seorang bayi laki-laki yang baru lahir dari sepasang keluarga muda. Ibu tidak apa-apa. Hubungan itupun ahirnya sangat mesra dan erat. Lagi pula bayi itu memang tidak dikehendaki lahir oleh orang tuanya. Maka kita akan banyak bertemu dengan anak-anak yang bernasib kurang beruntung. sepanjang masa. katanya. begitu jawab Ibu ketika saya menanyakan kabar beliau. Purwokerto.# Belajar dari Jogja Oleh Ummu Nabilah “Alhamdulillah Nduk. saya menjadi ingat Sang Bapak.9 skala Richter baru saja terjadi di Yogyakarta dan wilayah sekitarnya di Jawa Tengah. istri saya di kampung memberi kabar kepada saya. pada suatu saat bisa saja terputus ketika kita sudah tidak belajar lagi di tempat yang bersangkutan. atau malah memang tidak dikehendaki lahir oleh ibu bapaknya. Maka mulai hari itu. Dan suatu malam. Yang tentunya menunggu sentuhan mesra seorang 'bapak'. alhamdulillah saya bisa mendapatkan kabar dari tetangga bahwa warga kampung itu semua selamat. "Bagaimana jika anak itu kita ambil dan kita jadikan anak kami untuk menemani Damar?" Katanya kepada saya lewat SMS-nya. setelah menunggu kira-kira 9 jam. Di antara perasaan cemas. tak juga ada yang mengangkat. Bapak dalam arti sangat luas. Purwokerto. saya bertekad untuk belajar menjadi seorang 'bapak'. Mas Bayu Gawtama. hubungan antara bapak dan anak itu. Istri saya sangat iba karena si ibu bayi itu nampak sangat kerepotan dalam mengurusnya. Dan ini tercermin pada sikap pak Abil Abbas kepada kami para santrinya. Pagi itu saya langsung menelepon ke kampung halaman ketika dikagetkan dengan kabar bahwa gempa dengan kekuatan 5.saya bisa menghubungi Ibu. bahkan sampai akhirat. yang dikisahkan dalam novel Gola Gong. Apalagi tayangan di televisi memberitakan bahwa Kabupaten Klaten adalah salah satu daerah yang mengalami kerusakan parah dan banyak korban jiwa berjatuhan. Saya tertegun sejenak membaca pesan singkat istri saya itu. Namun pada masa berikutnya saya menemukan jawaban. kepada guru kami itu.Pada awalnya saya juga heran. Maka kamipun menganggap beliau sebagai bapak kami. Dan ternyata sekarang ini tidak sedikit anak-anak yang bernasib seperti itu di sekeliling kita.

Wallaahu 'a'lam bishshowaab. menelusup ke dalam sanubari. kita tak akan kuasa menandingiNya. tiba-tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Dengan semua itu akan memberikan energi positif bagi kondisi fisik dan psikologis. Sekaya apapun. Saat kesedihan menyelimuti dan rasa bersalah menyesaki. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. para guru. Dengannya. kita harus bersikap positip terhadap segala kejadian itu. ku coba jalankan titahNya. Allah mengingatkan manusia agar tak bersikap ujub dan takabur. Kehendak-Nya bisa membuat manusia tertawa riang atau menangis pilu. seolah-olah saya kembali diingatkan oleh Sang Maha Kuasa akan ketidakberdayaan kita di hadapan-Nya. Sungguh. ia memuji Allah dan bersabar…” (HR Imam Ahmad). bahwa jalan satu-satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketakwaan. Membersihkan noda-noda dalam dada. Ketika kabut kesedihan meruyak. Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan? Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan? Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan. kucoba lebihkan amal-amal dari yang biasa. dan sekuat apapun. ketika Allah menghendaki segala sesuatu tinggal berkata. Melihat berbagai peristiwa di muka bumi yang menyayat-nyayat hati. Bila memperoleh kebaikan ia memuji Allah dan bersyukur. hingga tak terlihat jalan keluarnya. silaturahmi lah yang saya lakukan. Sebuah tindakan paling realistis yang saya temukan saat itu. Saat diri berhadapan dengan permasalahan yang memepatkan rasa. Kehendak-Nya tak bisa ditunda. Ketika semua pintu solusi terlihat buntu. hingga kutemukan ayat itu.** Dengan keyakinan. Meredakan gelisah jiwa. saudara-saudara. sesehat apapun. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika gelisah jiwa menghempas-hempas. Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini? Allah berfirman. Berinfaq lebih banyak. tetangga sekitar dan lain-lain yang selama ini saya terlupakan oleh kesibukan. Dan ketenangan pun sedikit demi sedikit tercipta. hingga ketenangan pun tercipta dan pikiran jernih pun terasa. Allah mengingatkan manusia untuk senantiasa bersiapsiap menanti ajalnya. sepintar apapun. Dan Allah menurunkan kemantapan hati dalam memilih langkah penyelesaian." Seperti Ibnul Jauzi bilang. 43 . Silaturahmi. Menambah ibadah harian lebih banyak. Dengannya pula. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha.Kabupaten Klaten dan berbatasan dengan Kabupaten Boyolali. Namun yang pasti. Tersenyum lebih banyak. Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya. “kun fayakuun” maka terjadilah apa yang dikehendaki Sang Pemilik Jagad Raya. Maka kusadari. Maha suci Allah"." Rasulullah bersabda. bila ditimba musibah. kucoba ikuti sunnah nabi dengan disertai doa: Semoga Allah mengampunkan segala dosa. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam airmata kesedihan. Allah mengingatkan manusia untuk senantiasa menyiapkan bekal yang harus dibawa menghadap-Nya. kucoba mengikuti sunnah Sang Nabi.relatif tidak terjadi kerusakan parah dan tidak terdapat korban jiwa. orang-orang saleh. "Ikutilah kesalahan dengan amal baik. Dan kepala serasa hendak meledak: tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan.” Aku mengagumi seorang mukmin. Dan ketika jalan ketakwaan itu kutempuh. Semua peristiwa ada hikmahnya. "Barangsiapa bertakwa kepada-Nya. Ketika kepedihan merujit-rujit hati. Atas musibah-musibah yang beruntun mendera diri. Ya. Memaafkan lebih banyak. Pada gilirannya. Menolong orang lebih banyak. jalan keluar mulai tampak ujungnya. Dengannya. Tertatih. Sesudahnya. Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan. Amal Pembayar Ketika permasalahan hidup membelit dan kebingungan serta kegalauan mendera rasa hati. kawan dan handai taulan. Rasulullah SAW bersabda. niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Saya mengunjungi semua kerabat. Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh. kutemukan jalan menuju taubat dan kutemukan kafarat pembayar dosa dan duka. "aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut-larut. niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu.

Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya.. Lengkap sudah. orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh kearah saya. Dan saya juga berpendapat. Namun. Dia menyilahkan saya duduk. Dia tampak sibuk. Telah lewat pukul 11 malam. Namun saya keliru.. badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan. jadi sepi nih dagangan saya. rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka. pikir saya. menjumpai bapak penjual yang sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala. Hmm..... namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung. Benar saja. memang bisa menjadi bencana. hati saya tergetar. maka itu artinya saya cuma harus bersabar.. di makan disini saja. jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya. "tolong bikin mie goreng pak. hujan mulai deras. dan mulai menyiapkan tungku apinya. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya.. Pertanyaan yang bodoh. "Kalau hujan begini. Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. setelah beberapa saat berjalan. "Ya Allah. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu.." begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh. "Gusti Allah. Makna nya terlampau dalam. Sang Bapak tersenyum. agaknya saya keliru. "Iya dik. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah.. namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani.ALLAH TIDAK TIDUR Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Gusti Allah Ora Sare. "Rezeki saya ada dimana-mana. Saya selalu berpikiran. Saya malah senang kalau hujan begini. Filsafat hidup yang saya punya. "Disini saja dik. "Wah hujannya tambah deras nih. Pekerjaan yang menumpuk. Degh.. Gusti Allah Ora Sare. Tentu. Saya selalu berpendapat.. Rintik hujan mulai turun. Begitulah. Allah Memang Maha Kuasa. adalah petaka bagi banyak hal. membuat saya harus pulang selarut ini. penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan. begitu katanya. dan berkata. Tentu saja tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Segera saja. Allah memang selalu punya banyak rahasia. (Allah itu tidak pernah istirahat). Lumayan. saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya.. ora sare dik.". Selalu saja. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. hanya kata itu yang teringat.. mempunyai tenda sederhana. warna langit tampak memerah. Untunglah. Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat" Untunglah. Basa-basi saya bertanya. dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. walaupun nggak lebar." Bapak itu melanjutkan. membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan. "Gusti Allah ora sare". bahwa hujan adalah bencana. pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Segera saya berteduh. Dalam perjalanan pulang.. mie goreng yang mengepul telah terhidang. dan sayapun telah selesai makan. hari yang menjemukan saat itu. Dduh. Hujan. bahwa saat ada ujian yang menimpa. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. saya berkata. Bapak itu benar. "Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan. bahwa rezeki itu selalu berupa materi. 44 .saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. atau mendorong mobil yang mogok. Yah. "Wah. dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. daripada kehujanan... Terlebih. hujan telah reda." katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya. dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Ah. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi.. tapi lumayan lah tanahnya.

sahabat saling berpelukan. sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. "Siapakah yang sanggup. dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Malaikat maut datang menghampiri. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega. bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar. melihat kekasih Allah direnggut ajal. "Badan Rasulullah mulai dingin. Dialah malaikatul maut. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. dan terus belajar. kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. "Jijikkah kau melihatku. "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku. jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah." tutur Fatimah lembut. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. "Ummatii. orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya. lalu. para malaikat telah menanti ruhmu. Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh. Detik-detik semakin dekat. saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan. Dalam setiap doa saya. seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka." kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. "Ya Allah." Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan. Air Mata Rasulullah  Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir. "Ketahuilah. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. dengan sesuatu yang istimewa. mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik alaaa wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. saat saya bertambah usia. ummatiii?"-"Umatku. "Pintu-pintu langit telah terbuka. umatku" Dan. Fatimah terpejam." kata Jibril. dahsyat nian maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Seolaholah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. ummatii. berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. matanya masih penuh kecemasan. saya berharap. walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik." kata Jibril. Seperti tahun sebelumnya. "Jibril. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. karena sakit yang tidak tertahankan lagi. Dulu. "Maafkanlah. aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja. Saya sering berharap." kata Jibril. harus ada hal besar yang saya lampaui. kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar. Kini. "Jibril. umatku. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Uushiikum bis shalati. NB: Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya. Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. wa maa malakat aimanukum -peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. saatnya Izrail melakukan tugas. betapa sakit sakaratul maut ini. wahai Rasul Allah. rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Namun." kata Rasulullah. timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya. Dan hal-hal itu. dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh. tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. 45 . urat-urat lehernya menegang. Ali segera mendekatkan telinganya. jangan pada umatku. Saya tetap belajar. hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. ayahku sedang demam.

Rahmad dulu sering tidur di kostku. tapi kini semenjak aku pindah dan mengontrak rumah sederhana bersama istriku Rahmad tidak pernah lagi menginap. hehehe ia tertawa untuk menghilangkan kesedihannya. mengapa susah sekali mencari pekerjaan. tapi Rahmad masih saja aktif dalam kegiatan Rohis kampusnya. Sore hari ia berada di Masjid untuk mengajar ngaji. ia mendapat beasiswa dari walikota sebagai mahasiswa berprestasi bukan beasiswa mahasiswa tak mampu. Saya sedih melihat Rahmad karena susah sekali mendapatkan pekerjaan. Saya memang iri dengan rahmad karena ia sejak pertama kuliah tidak pernah meminta uang untuk membiayai kuliahnya bahkan untuk uang belanjapun ia tidak meminta ke ortunya. setelah menjalani tes dan interview ia menunggu jawaban. sedangkan untuk belanja sehariharinya ia dapatkan dari bekerja membayarkan rekening listrik dan air warga di kampung ini. siapa yang mengajar anak-anak ngaji. kamu sabar aja mungkin Allah belum memberi pekerjaan baru karena belum ada yang mampu menggantikan tugasmu di kampung ini. ada sekitar 50 rumah yang mendaftar ke Rahmad untuk di bayarkan rekening listrik dan airnya. ia malu. ia termasuk kategori orang yang tak bisa diam. aku turut tertawa mendengat leluconnya. yang ada orang gantung diri di pohon duren atau kelapa. Rahmad dipercaya menjadi Kepala Sekolah anak TPA Al-Quran di kampung kami. Subhanallah sungguh terpuji Sifatmu teman. aku ingin gantung diri saja. ia juga yang mengurus Masjid di kampung ini. Ia menghela nafas panjang “Aku stressss….. semenjak ia lulus ia sudah banyak melamar di kantor dan perusahaan tapi belum ada yang menerimanya. bahkan sering saya melihat setiap ia mendapat uang hasil membayarkan rekening listrik dan air warga ia infaqkan ke Masjid setengahnya.. Minggu lalu ia memasukkan lamaran di sebuah Perusahaan asing sebut saja namanya Total Bangun Persada.Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Aktifitas cowok berusia 24 tahun ini banyak sekali. meskipun ia telah menyelesaikan kuliahnya 2 bulan yang lalu. Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat. Bontang merupakan kota industri minyak bumu dan Pupuk sedangkan ia lulusan Sarjana Perikanan. jadi warga dikampung ini tidak perlu lagi antri membayar rekening listrik dan air karena sudah ada Rahmad yang membayarkannya. nggak kaya kamu enak bisa kerja di kantoran” ucapnya padaku. AKU INGIN SEPERTIMU SOBAT Di tempat ku tinggal aku mempunyai sahabat yang bernama Rahmad. ia sangat supel dan rahun dalam membantu tetangga di kampung kami. Amin. mana ada orang gantung diri di pohon cabe yang lemah. selalu bekerja dan beraktifitas. siang hari ia berkumpul di organisasi rohis kampusnya dulu.. seminggu kemudian ada surat tiba. Setiap pagi ia membantu orang tuanya ke pasar untuk berbelanja kebutuhan sehariharinya dan kebutuhan warung milik ibunya yang terletak di depan rumahnya. dengan hati-hati Rahmad membuka surat itu dan membaca isinya yang kurang lebih isinya “Maaf untuk sementara anda belum dapat kami terima untuk menduduki pekerjaan yang kami butuhkan” tampak rasa kecewa di wajahnya. dari setiap rumah Rahmad mendapat imbalan 2000 rupiah. hampir setiap malam ia tidur di kostku karena letaknya tidak jauh dari rumahnya hanya berjarak 50 M dari rumahnya. Dimana ya pohon cabe yang tinggi. Dengan uang itulah ia membayar uang kuliahnya. 46 . katanya entar mengganggu pengantin baru saja. saya mencoba membantu mencarikan pekerjaan di Bontang lewat Ayah saya tapi di daerah Bontang lapangan pekerjaan untuknya tidak ada. Mad. Dengan uang 100 Ribu dan ditambah gaji mengajar ngaji anak-anak dikampung ini sebesar 25 Ribu perbulannya ia mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Tentu saja. kata-kata itu terus terngiang-ngiang dalam pikiran.. Hanya menerawang di langit-langit kamar. Dan.waktumu akan tersita banyak. Dan. Aku hanya bisa berdoa semoga ia diberikan pekerjaan yang terbaik oleh ALLAH. Rahmad tersenyum kecil.. tapi maknanya begitu dalam bagi saya. Sobat. Saya tarik nafas panjang-panjang.. benar juga. perjuangan itu dimulai. Ilmu Komunikasi. semua ini adalah RahasiaNya. setelah itu aku tetap bisa mengajar ngaji anak-anak. kamu adalah salah satunya Dari kata-kata itu. begitu mulia dan kerasnya pendirian sobatku ini. saya memang tidak terlalu pintar dalam pelajaran kimia. Tapi ketika bisa merenungi dan mengubahnya menjadi energi positif.. Dia bisa melemahkan dan juga bisa menguatkan. Andai saja saya mensikapi kata-kata guru kimia saya itu dengan negatif. Ingin istirahat tapi mata tak mau terpejam. Hanya ada dua pilihan. bisa menyenangkan dan menyakitkan. Aku tak menyahut. penggugah dan penyemangat belajar sehingga pada akhirnya bisa menikmati kuliah di kampus negeri. berawal dari kata-kata.. Bahkan sampai bertahun-tahun lamanya kata-kata itu tidak bisa lepas dari ingatan. Kalau dihadapkan pada pilihan sadar. saya merasa dilecehkan. baik secara lisan maupun tulisan. kendala-kendala itu harus bisa teratasi. melirik kunci jawaban menjadi alternatif terakhir. tetap saja membuat sakit hati. tapi ketika mendengar guru berkata begitu. Bisa menjadi penyemangat untuk berkarya dan berkarya lagi. Saya sendiri pernah mendapat kata-kata yang cukup bagus dari seorang teman kuliah. Berawal dari kata-kata yang menyakitkan itu. pasti ada hikma dibalik semua ini. kemudian dalam hati saya bertekad “Saya harus bisa buktikan nanti lulus UMPTN dan masuk perguruan tinggi negeri”. berhati-hati dengan kata-kata itu perlu karena dia begitu ajaib. Kata-kata. Ajaibnya Kata-Kata Oleh Yon's Revolta Saat saya masih duduk di bangku SMU. Saya percaya bahwa ketika berbuat maksimal. Saya menyadari. bagaimanapun juga. ternyata bisa menjadi spirit. dia pernah menulis di buku harian saya. Untuk itulah. Setiap hari berkutat dengan soal-soal UMPTN yang rumit itu. alhamdulillah. bunyinya begini. bisa masuk perguruan tinggi negeri dengan mengambil jurusan yang lumayan favorit.. Tapi. Setelah pulang sekolah.. hasil yang akan diperolah pasti akan sebanding dengan usaha tadi.ya. kita harus mesti berhati-hati dengan kata-kata yang kita keluarkan. Untuk itulah. Kata-kata itu memang singkat dan sederhana.. Kadang kita kerap masih ingat dengan kata-kata teman atau siapapun yang begitu menyakitkan kita. saya malu pada teman-teman waktu itu. saya bangkit dan berjuang. Kata-kata memang ajaib. kemudian bisa menginspirasi saya terjun serius ke dunia kepenulisan dan perbukuan. biasanya saya berlatih dengan bahan soal tahun-tahun sebelumnya. Kata-kata itu diucapkannya setelah saya gagal mengerjakan soal kimia di depan kelas. Saya lempar tas ransel dan langsung merebahkan tubuh ke tempat tidur.. guru kimia saya pernah berkata “Kamu nggak bakalan keterima UMPTN”.. pada akhirnya saya bisa mewujudkan salah satu impian saya.. tentu saja hanya menyakitkan dan membuat kesal. berjuang terus untuk bisa menjawab soal. Dunia ini hanya digerakkan oleh gagasan beberapa orang saja dan aku berharap. Kadang sering putus asa juga ketika tidak bisa menyelesaikan soal-soal di hadapan saya. Aku masih terdiam dan berfikir “Banyaknya tabungan yang kupunya tidak sebanding dengan tabungan akhirat yang kau miliki” aku ingin seperti mu teman…. bekerja kan hanya sampai jam 4 atau setengah lima. Kalau memang sudah mentok. tergantung dari cara kita mensikapinya. Kata-kata guru saya seolah menjadi cambuk penyemangat dalam belajar. tentu kita akan 47 . kata-kata yang baik atau yang buruk. Begitulah saya melewati hari-hari melelahkan itu.

48 . Jadilah Rani sang pembersih mushola. memberikan pencerahan bahkan bisa menjadikannya semakin dekat dengan Tuhan. satu fakultas. Tak pernah ada orang sukses tanpa mengarungi derasnya ombak kehidupan. apalagi menyesali nasibnya. mendapatkan pahala.menggunakan kata-kata itu untuk memberikan semangat orang. Rani sadar betul. Rani memang tak pernah malu untuk mengerjakan hal itu.. Insya Allah. Dengan pekerjaan itulah Rani mendapatkan imbalan yang membuatnya sering bersyukur. kalau suatu hari Anda melihat seorang gadis belia tengah membersihkan mushola di kawasan Depok. Di hari yang sama ketika saya mendengar berita seorang adik angkatan meninggal dunia. Rani juga mendapatkan apa yang selama ini menjadi rintangan terbesar dirinya untuk mengenyam pendidikan. Tidak banyak aktivitas bersama yang pernah kami kerjakan. ia harus melakukan sesuatu. Awalnya Rani tak tahu. jika Rani menuai kesuksesannya. Pulang ke rumah pun demikian. Baginya. Karena mushola tersebut adalah mushola milik sekolah tempat ia belajar. tidak sebelum dia benarbenar menginspirasi saya. Sekedar bahwa kami sama-sama kuliah di satu universitas. dan tak satupun orang meraih sukses tanpa peluh. sampai akhirnya pihak sekolah menawarkan satu pekerjaan dengan imbalan gratis biaya sekolah. namun juga di bidang yang berbeda. Berbeda dengan temantemannya yang masih mendapat sokongan dari orangtuanya baik uang sekolah maupun uang saku untuk jajan. Ya Allah.. Setelah membersihkan mushola. sudahkah kita melakukannya. bahwa jalan yang tengah ditempuhnya kini adalah jalan yang pernah dilalui orang-orang sukses terdahulu. Sampai suatu hari saya dikejutkan dengan berita bahwa beliau mengalami sakit yang berefek terhadap penglihatannya. juga teman seangkatan saya yang mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah tulang kaki dan tangannya. orangtuanya tergolong tak mampu. Pastilah sulit baginya melupakan terminalterminal perjalanan hidupnya.*** Belajar dari Mujahidah Senja Oleh Miftahul Jannah Jika gelap datang tiba-tiba Ketika kita telah begitu terbiasa dengan cahaya terangbenderang Sebijak apakah kita menyikapinya? Saya sebenarnya tidak terlalu mengenalnya dengan baik. Dia adalah kakak angkatan saya. Kelak. gadis kecil yang mampu menyingkirkan rasa malunya dari temanteman sekolahnya lantaran menjadi pembersih mushola sekolah. Karena untuk ongkos pulang pergi ke sekolah yang berjarak 5 km dari rumahnya pun Rani tak punya. juga baju seragam yang sering bersimbah peluh itu.. tidak jarang pakaian seragamnya basah oleh peluh setibanya di sekolah." ujar Rani tanpa malu-malu. ia dibebaskan dari kewajiban membayar uang sekolah. Alhasil.? Bersihkan Mushola Berhadiah Gratis Sekolah Jangan kaget atau heran. ya. Rani tak pernah bersedih. Jawa Barat. Ya. Ia merasa harus tetap berjuang. Semoga saja begitu. Dan ia senang melakukannya. satu jurusan. akan senantiasa menjadi kenangan terindah yang tak mungkin terhapus. maka untuk tetap bersekolah. dan melibatkan diri di sebuah komunitas muslim fakultas. Jangan pernah tanya berapa uang saku Rani untuk jajan di sekolah. Mushola dan sepanjang jalan menuju sekolahnya. Selain. membersihkan mushola adalah pekerjaan mulia.. Ia harus berangkat lebih awal agar tak terlambat berjalan kaki ke sekolahnya. Mungkin Rani tak pernah tahu. Rani. pertanyaannya sekarang. "Saya membersihkan mushola agar bisa gratis sekolah. saya patut bersyukur dengan kecelakaan kecil yang saya alami sore harinya karena emosi saya benar-benar teraduk-aduk dengan berita-berita duka yang saya dengar sepanjang pagi hingga siang hari itu. Rani tak pernah mencicipinya. ia kembali ke rumah tetap dengan berjalan kaki. 16 tahun. Anda hanya perlu mendekat dan tanyakan kepadanya perihal yang dikerjakannya.

maka ALLAH memilihnya. Yah. ternyata beliau. “Saya tak pernah melewatkan Embun”. Saya mendekat. Tapi kini karena mata saya benar-benar tidak bisa melihat lagi. mengambil wudhu. sejak pagi sampai siang saya menangis. Selepas Ashar saya tak kuasa menepis keinginan untuk bertanya padanya. Beberapa waktu sebelumnya pernah terjadi hal yang sama. Jawaban itu adalah kunci utama bagi reaksi-reaksinya yang menyusul kemudian atas apa yang ia alami. bahkan tersandung sapu berkalikali. hati saya jadi lebih peka. itulah dia. dan jika ia rela. maka ALLAH mengutamakannya di sisi-Nya. memakai peralatan shalat. Memori saya jadi lebih kuat. “Di rumah kalau pakai jilbab dipakaikan siapa. Siapakah yang siap mengalami kebutaan setelah hidup lebih dari dua puluh tahun dengan penglihatan normal? “Saya juga manusia. bukan apanya dari ujian yang dialaminya yang menjadi pemikiran tapi bagaimana ia menyikapi ujian itu yang memesona saya. Kepada seorang rekan beliau minta dibacakan edisi terbaru buletin mingguan SKI kami yang terbit hari itu.” (Al-Hadits) 49 . “Pakai sendiri dong” jawabnya tetap dengan senyum. Namun betapa stabilnya keadaannya dalam pandangan saya. Namun lagi-lagi saya belum bisa menepati janji. awalnya ia menolak. karena dibacakan sesuatu (buku. majalah. memakai sendal. bahkan beberapa kali beliau menolak untuk saya tuntun. Tulisan yang saya baca bukan hanya sekedar didengar. Mbak?” tanya saya. Subhanallah. “Saya memang kehilangan satu.” “Tapi kemudian saya saya sadar. “Optimis”. ada seseorang yang sedang dikelilingi di sana. Ketika itu saya berjanji untuk membacakannya sesuatu. tidak ada yang sia-sia dari semua ini. pasti sudah banyak yang menanyakan. membuat saya benar-benar ingin mengambil hikmah darinya. beliau senantiasa melontarkan sekedar komentar bahkan menganalisis jika pernyataan tulisan yang saya bacakan menarik begi beliau untuk dianalisis. ia menolak. duduk di sudut sekretariat. Wajar kan?” Itulah jawabannya ketika saya tanya reaksi pertamanya begitu mengetahui bahwa ia telah benarbenar tidak bisa melihat.Sayangnya. Saya mengajaknya berangkat shalat. “Nggak usah dipegangin. sungguh menjadi pelajaran tersendiri bagi saya. Posisi yang aman baginya. kata itulah yang saat ini ia patrikan dalam dirinya. meski harus menyeret tapak kakinya untuk meraba undakan. meski kemudian ia izinkan saya membantunya karena baginya jilbabnya terasa tetap belum rapi. itupun tidak membuat saya menyegerakan diri silaturrahim ke kediamannya untuk menjenguk atau sekedar menghiburnya. keinginan yang sejak lama saya urungkan karena khawatir pertanyaan saya akan menyakiti hatinya. memosisikan diri untuk shalat. Ketika saya masuk ke sekretariat ternyata ada beliau di sana. Perjuangan beliau berjalan dari posisi duduknya menuju musholla. Allah ambil penglihatan saya karena Allah ingin menutup satu pintu zina untuk saya. Tak ada keluhan. memperbaiki jilbabnya. “Jika ALLAH mencintai seorang hamba. saya minta izin membacakan dua buah tulisan untuknya. Setelah rekan saya selesai membacakan Embun. ingin tahu siapa orang yang dikelilingi. atau buletin) telah menjadi aktivitas barunya pasca tidak lagi bisa melihat. Canda-canda ringan tak lepas dari bibir beliau. Jika ia bersabar. Tepat ketika saya selesai membacakan tulisan kedua. Saya bersyukur sore itu mengurungkan niat untuk kembali ke kos dan memilih mendekam sementara di sekretariat SKI. teringat janji yang belum saya tepati. sebisa mungkin beliau usahakan untuk mengerjakannya sendiri.” Sungguh benar. hingga dua hari lalu saya berkesempatan melewati sore yang berbalur hujan dengannya. Saya tanya ibu kenapa gelap semua. Dia mengujinya. terlalu banyak alasan-alasan tak bermutu untuk diungkapkan jika ditanya mengapa. katanya pada saya. ternyata lampu kamar memang dimatikan. berjalan kembali ke sekretarian SKI. azan Ashar berkumandang. melipat kembali alat shalatnya setelah selesai shalat. Misalnya ketika saya hendak membantunya memperbaiki jilbab sehabis wudhu. Begitupun ketika saya berusaha menuntunnya berjalan. “Waktu itu saya baru bangun. sendiri bisa kok” Ia lepaskan tangannya dari tangan saya dan berjalan sendirian. kakak angkatan saya itu. Pertanyaan klise. pendengaran saya jadi lebih tajam. Hingga suatu hari saya melihat keramaian di taman fakultas. tapi saya dapat lebih banyak. dan saya tak berani memastikan ia mau bercerita.” Subhanallah. Bisa jadi ia sudah bosan dengan pertanyaan itu-itu saja. ia tandai saya dengan suara tawa saya.

Sementara itu. Saat melahirkan sang bayi. dan segenap nasihatnya selalu mampu menjadi penentu setiap keputusan saya. Apa yang saat dewasa kita anggap benar. Sulit makan di awal-awal kehamilan. apakah kemudian anak-anak juga tidak menyadari peranan ibu tersebut ? Setelah dewasa anak-anak mulai sibuk dengan dirinya sendiri. semuanya harus dipelajari. dan suplemen tubuh lainnya dengan ibu. maka saya akan berkata “Ini saya persembahkan untuk ibu”. cairan. Apakah yang akan saya lakukan disukai ibu atau apakah ini akan membuat ibu senang selalu menjadi pertimbangan bagi saya. “Ibumu. Ingat akan wajah lembutnya. Di lain kesempatan. Saya meyakini perasaan ini tidak hanya saya yang merasakannya. “Kemudian ayahmu. diriwayatkan seorang laki-laki datang kepada Nabi saw seraya bertanya tentang orang yang paling laik ditemani. Berjuang sekuat tenaga untuk mengembangkan karir dan mengukir kesuksesan. laik dan sesuai norma. ibu bahkan harus mempertaruhkan nyawanya. ada ibu yang beranjak tua dan mulai lemah. Makan melalui mulut. Yakinilah itu ! Saat kita beranjak remaja. dan memanjat bersama kita. ibu adalah orang yang paling panik.Ketabahan seorang Ibu Oleh Miftahul Jannah Satu hal yang paling bisa membuat saya menangis hari ini –masa di mana saya sudah beranjak dewasa dan harus berpisah dengan keluarga– adalah saat saya teringat ibu. Hanya saja. Ibu tanamkan aqidah dan akhlaq.” jawab Nabi. anak-anaknya. berjalan. membenci sesuatu yang paling disukai saat tidak hamil. Begitu lambatnya pertumbuhan kita namun begitu sabarnya ibu mengurus kita. Kemudian dimulailah masa-masa radikal dalam kehidupan anak. Sehingga setiap saya ingin berbuat sesuatu. Ibu dengan sabarnya menemani kita kendati harus letih mengejar kita. Saat anak hanya mampu berkomunikasi dengan tangisan. menyaksikan dan membersamainya. Aktif dan selalu ingin bermain. senyum manisnya. kelembutan tuturnya.” jawab Nabi. semoga senantiasa dalam perlindungan ALLAH.” Sungguh. Ibu mampu menjadi teman cerita yang begitu setia. bukankan kebanyakan merupakan apa yang ibu tanamkan ketika kecil? Ketika kita sakit. Untuk para nenek di panti Wreda Pakem. Wallahua’lam. selalu ibu yang terbayang lebih dahulu. Seolah ada reminder ajaib dari ibu. Setelah begitu panjang dan beratnya perjuangan ibu mengurus kita saat kecil dulu ? Padahal. Rasulullah menjawab. masa yang penuh dengan kelabilan dan gejolak itu menjadi aman dengan ibu di sisi kita.” Laki-laki itu bertanya lagi. berbicara. Bukankah ibu yang mempunyai peran terbesar dalam tahapan itu? Kita tumbuh menjadi anak-anak yang lincah dan cenderung nakal. Bahkan setiap apa yang dikonsumsi ibu saat hamil bisa dipastikan adalah untuk janin di rahimnya. Ibu pun butuh cinta dari kita. gerakan tangan. Laikkah jika kemudian ibu kita tempatkan di panti wreda ? Menghabiskan sisa-sisa kehidupannya dan menanti mautnya dalam kesendirian ? Membiarkan mimpi-mimpi untuk melihat anaknya berhasil. “Kemudian siapa lagi?” Rasul menjawab. Seorang ibu tidak akan pernah menuntut balas semua pemberiannya kepada anakanaknya. Ketika kita nakal. Pada masa itu banyak penderitaan yang dialami ibu. Ibu bisa menjadi solusi dari persolan rumit akibat keegoan dunia remaja kita. ibu adalah orang yang paling bahagia.. melompat. para anak.. 50 . Ia dampingi tahapan-tahapan penting dalam pertumbuhan kita dengan senyum dan harapan indah akan masa depan cerah kita. pupus dan harus terkikis habis di panti jompo lantaran anak-anak sibuk dan tidak sempat mengurusnya. tendangan kaki. Ketika kita berhasil. Tidak sedikit ibu yang meninggal saat melahirkan. Wahai kita. Setiap anak tentu tidak akan memungkiri betapa peran ibu mempunyai porsi terbesar dalam pertumbuhan dan perkembangannya. “Ibumu. belum lagi maturational crisis (krisis pada masa hamil ) yang harus dialami. “Kemudian siapa lagi?” tanya lelaki itu. Bagaimana tidak? Ruh seorang anak dititipkan Allah melalui rahim ibu. “Lalu siapa lagi?” “Ibumu. dan genggaman jari. sulit bergerak. Sembilan bulan sepuluh hari ia berbagi makanan. ibu adalah orang yang paling sedih. jika saya memperoleh sesuatu yang menyenangkan. ocehan-ocehan yang mungkin hanya ibu yang memahaminya.

Seperti saat kita sakit misalnya. berkurangkah kasih sayang mereka? Tidak sama sekali. saat Ibu atau Bapak membutuhkan istirahat. takut tidak lulus-lah. sesekali ia mengajak sang anak bergurau dan bercanda. dibawa. Meski aku berdiri dekat ventilasi udara. misalnya. tidur telentang saja dirasakan ibu begitu berat. Waktu istirahat Ibupun sering kita "rampas. dihadapkan pada dua pilihan antara hidup atau mati. namun malam hari. Sambil menyusui anaknya lewat botol susu. Sembilan bulan kita berada dalam rahim ibu. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. begitu dahsyatnya kasih sayang orang tua kepada anaknya. dirawatnya janin kita yang tak berdaya itu dimanapun ia berada. Walaupun secara kasat tampaknya lebih banyak dicurahkan kepada sang cucu. Lalu apakah kesusahan yang kita timpakan kepada ibu selesai sampai di situ? Tentu tidak. Justru semakin bertambah usia kita semakin bertambah pula kesulitan yang ditanggungkan Ibu. tetap saja itu termasuk salah satu wujud kasih sayangnya kepada kita. Setelah kita bekerja atau berkeluarga. tetap saja Ibu mengkhawatirkan keadaan kita. Jangankan tengkurap. jika keduanya masih ada. doakanlah mereka." Siang hari kita enak tidur. kesusahan yang kita timpakan kepada duanya semakin bertambah pula. namun justru ibu kita yang lebih banyak berdoa dan lebih khawatir.Aamiin. Dengan tenang digendongnya sang anak yang masih balita. bercampur cuaca panas dan kepulan asap rokok disana-sini. di atas kap mesin bis yang kutumpangi. Setelah kita lahir. bersikap santunlah kepada ibu dan bapak. Sepertinya ia tidak memedulikan panas ruangan di sekitarnya. Maafkan ibu. Biarpun diri kita telah dianggap mandiri. dan kecemasan lain." Andaikan orang tua kita telah dipanggil Allah SWT. Maka. Karena beliau begitu merindukan doa-doa kita. Takut tidak bisa-lah. Namun di ujung sana. Setelah kita berkeluarga. Simak Firman Allah SWT dalam Al Qur'an surat Al 'Isra. ayat 23 : "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. kasih sayang Ibu tetap tak berujung.Kasih sayang Ibu Oleh Miftahul Khair Siang itu. Saat tidurnyapun kita ini masih begitu menyusahkan. sejenak pikiran ini menerawang jauh. Semoga saja kita tergolong sebagi anak-anak yang shaleh.Ketika detik-detik kelahiran kian dekat. berapa banyak kesusahan yang telah kita timpakan kepada orang tua dari mulai kita berada dalam kandungan sampai saat ini. Bersimbah peluh. perjuangan Ibupun semakin berat. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Melihat pemandangan itu. Panas sekali. Kita minum air susunya kapanpun kita mau. Tak ada kata istirahat buat Ibu. *** Setiap kita tak akan bisa menghitung. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. Berbuatlah yang terbaik bagi mereka. Subhanallah. Walaupun mungkin anak seusianya belum mampu merespon senda-gurau itu. Saat sekolah. segala macam kebutuhan dan keinginan kita dengan sabar dilayaninya. seorang ibu menarik perhatianku. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan "ah". tak jarang kita yang menjalani ujian. Terutama kasih sayang seorang ibu. Toh. yang kita sendiri kurang peduli. Ditengah kerewelan kita. tangisan kita malah santer membuat mereka terjaga dan sulit terlelap kembali. berlumur darah untuk melahirkan anak kesayangan yang telah lama dinanti-nantikan. dan janganlah kamu membentak mereka. aku berada dalam bis ekonomi jurusan Bekasi-Bogor yang sesak oleh penumpang. Bau keringat menusuk hidung. bidadari kecilku 51 . tetap saja tak bisa mengurangi rasa gerah.

Tak lama. kuseret tangannya sekuat tenaga. wah. Dila. Setibanya dikamar mandi Dila kuguyur berulang-ulang. aku berjanji untuk tidak melakukan hal itu kembali. aku keluar rumah lagi. "Sudah. Setengah duabelas lewat lima ketika terdengar dua ketukan di pintu." hiburnya kemudian." bisikku dalam hati. Dila memang telah trampil membantuku mengurus adiknya. Pagi ini udara begitu cerah." jawabku singkat. Tapi aku bahagia sekali. "Aku memang capek. Tapi tak lama berselang "Kak Dila. lalu kedua tangannya yang lembut membelai pipiku. Kakiku digigitnya. pakaiannya basah kena ompol. "Waktumu sudah habis. bisikku pelan ditelinganya. Ditatapnya dalam wajahku. Wajar saja kalau akhirnya Dila meniru perbuatanku itu. Saking tak tertahannya kesalku. oh Subhanallah. Tak sanggup aku menahan gejolak perasaan dalam dada yang sepertinya hendak meledak. karena keikhlasanmu mengurus anak-anak dan suami tentunya. kalau ia sedang benar-benar ingin melakukannya. Kakak mau lihat Nisa dulu. sulungku yang semalam tidur paling akhir menjadi anak yang lebih dulu bangun pagi. kakak segera mandi ya karena baju kakak basah kena ompol" Dila menyetujui perjanjian itu. Dibantunya sang adik. Laiknya sebuah pertarungan besar kami saling memukul dan meninggikan suara. "Sebentar lagi Bu. Tapi belum lagi lima menit setelah habis susu segelas. Tapi Dila menolak. Inilah yang ingin aku ceritakan. Kuberikan penjelasan pada Dila bahwa aku salah dan hal itu tak boleh ia lakukan. wah. Dan. "Maafkan aku mas. sebelumnya diucapkannya salam dan maafnya untukku. Selang beberapa 52 . tapi ia tak mau memaksaku untuk bercerita. mandi dulu. Aku benar-benar kalap. Kebiasaan itulah yang berlaku dikeluarga kami sebelum tidur. Aku tahu betapa ia penasaran ingin tahu apa yang hendak aku katakan. Beberapa buku telah habis kubacakan hingga aku merasa semakin lelah. wah. "Kamu capek sekali kelihatannya. kugosok badanya dengan keras. aku membanting pintu dan itu dilihatnya. Segera saja kusuruhnya mandi. mendadak emosiku membludak. Tak hanya itu. Dila kerap marah berlebihan tanpa sebab yang jelas." begitu jawabnya.Malam belum seberapa tua. Kutinggal ia sebentar karena Helmi merengek minta susu. Seperti katanya barusan ditelepon. sampai membanting benda-benda didekatnya. Penuh rasa sesal saat itu. sekarang kamu mandi". Itu ciri khas suamiku." aku setengah berteriak memanggilnya karena ia sudah berada diantara kerumunan anak yang sedang main lompat tali. "Anak-anak sudah tidur?" Pertanyaan itu yang terlontar setelah ia bersihbersih dan menghirup air hangat yang aku suguhkan." pintaku. ia berhambur keluar karena didengarnya teman-temannya sedang main." Lelaki berusia tiga puluh lima tahun itu menatapku dengan sedikit bingung. Kalau "angot" nya datang. Tanpa berkata-kata lagi. Bahkan ia membangunkan kami untuk sholat subuh bersama. kamunya nggak tidur-tidur. Selamat tidur. ia minta diantarkan pipis dan gosok gigi. menggulingkan badan dilantai dan memaki dengan kata-kata kotor. "Kamu tidur donk Dila. Cepat kubukakan pintu setelah sebelumnya menjawab salam. Dila baik-baik saja?" Aku menggangguk. mata anak sulungku belum juga bisa dipejamkan. "Akan selalu ada do'a untukmu. tapi setelah minum susu. Itu artinya telah sepuluh tahun usia pernikahan kami. Suamiku terkasih sudah dimuka pintu. Dila terus meronta. Ia tertidur kemudian. Padahal ia tak biasanya begitu. dengan alasan mau minum susu. Aku balas menampar Dila hingga meninggalkan bekas merah di pipi kanannya. Dan aku akan minta pada Allah untuk memberimu pahala yang banyak. Tapi itu dengan catatan. bahwa ia pulang terlambat karena ada urusan penting yang tak bisa ditunda besok. kehangatan terasa merasuki tubuhku ketika tanpa berkata-kata diciumnya kedua pipiku. Kurangkul erat tubuhnya. Aku masih belum bereaksi." ujarnya lembut. Dentang waktu didinding telah beranjak menuju tengah malam. Dila bereaksi menamparku keras. "Boleh. Aku masih mentolelir. Entah ia mengerti atau tidak. menyapu halamanpun ia lakukan. Memang aku pernah melakukan suatu kesalahan saat aku kesal menghadapi ulahnya. kuberi sabun dan kuguyur lagi hingga ia tampak gelagapan. Mandipun urung dikerjakan. Setelah membuatkan susu untuknya. Aku menghela nafas panjang sambil kuperhatikan si sulung yang kini telah beranjak sembilan tahun. Helmi. bahkan aku pingin seperti ini seterusnya. "Maafin kakak ya Bu. memakai celana. Hari itu Dila bangun agak siang karena kebetulan hari Minggu. Kali ini menghampiri Dila. Aku dengan balas mencubit. Mandi pagipun tanpa dikomandoi lagi. "Nanti dulu!" aku tersentak. Ibu capek nih baca buku terus.

maafkan Ibu nak. Bukhari dan Tirmizi) Penjaja Kuepun Berumroh.menit kemudian. Menyusuri lorong-lorong perkampungan kecil. Dua hari selama tamu saya ada di rumah. menjadi favorit kami. khawatir kalau ia marah. Barangkali memang dasarnya aku yang tidak sabar menghadapi anak rewel. Tapi. kamu banyak memberi pelajaran buat Ibu. pada Dila. "Makanya. agar tidak jatuh. Aku kadang membencinya. ketika berkunjung ke tempat saya beberapa tahun lalu. Awas ya kalau seperti ini lagi. Hujan pun bukan penghalang baginya. Khas sekali suaranya. Satu keranjang kecil. Sesekali. Dila tak pernah menceritakan perlakuanku terhadapnya kepada siapapun. Pisang goreng misalnya. cara suamiku memperlakukan Dila sangat berbeda. tiada sore terlewatkan tanpa kehadiran suara pedagang ini. Beri hamba kesempatan memperbaiki kesalahan dan ingatkan hamba untuk tidak mengulanginya lagi. Aku membukakan pintu dengan mengomel. Siswi kelas tiga SD itu begitu baik hati. secara bergantian tangan kanan dan kirinya menahan keranjangnya. Peristiwa itu tidak hanya satu dua kali terjadi. menghampiri rumah demi rumah 53 .. Dila. Tak sadar air mata menyelinap keluar membasahi pipi." ajaknya lembut. Aku bermohon ampunan kepada-Mu atas apa yang telah kulakukan pada keluargaku. Semoga kita semakin menyayangi anak-anak dan memperlakukan mereka dengan baik. ditaruh di atas kepalanya. cara itulah yang aku lakukan untuk mengatasinya. Paham!". Iapun asyik kembali main dengan teman-temannya. Tidak hanya pada saya ibunya tapi juga pada ayahnya. Subhanalloh… Satu kenangan spesial yang tidak pernah dilupakan oleh salah seorang rekan saya asal Trenggalek. berkeliling setiap hari di perkampungan kami. Ibu sampe capek. Kulepas pelukanku perlahan. Ia menggedor-gedor pintu minta dibukakan. entah ia mengerti atau tidak.oh Dila maafkan Ibu. Tak berapa lama kemudian suara Dila melemah. "Ya Allah. gemar menghibur teman-temannya dengan membacakan mereka buku yang tersedia dirumah. "Aku mau tidur dekat Dila ya?" pintaku. Ibu akan kunci kamu lebih lama lagi. Dila seolah melupakan kejadian itu. aku beristighfar berulang kali. Tiap kali itu terjadi. salah satu jajanan yang ditawarkan. Akupun tak pernah menceritakan kepada suami. Ketika Aqra' bin Habis At Tamimi mengatakan bahwa ia memiliki sepuluh anak tapi tak pernah mencium salah seorang diantara mereka. aku bersujud di tengah malam. dari tadi kamu menolak mandi terus. Selalu ceria. Aku malu menjadi ibunya yang kerap memukul." Sebuah renungan untuk para ibu (termasuk saya didalamnya). Dila hanya menangis meski tidak lagi meraung. Tapi apa yang dilakukan Dila pada saya. adalah suara seorang penjaja kue. malam semakin larut. Disisi Dila bidadari kecilku.. hanya terdengar isak tangisnya. Aku berusaha menenangkan gemuruh dibatinku. Bahkan teman-temannya merasa kehilangan ketika Dila menginap di rumah neneknya diluar kota. tidak memperlakukan dia laiknya aku memperlakukan Helmi adiknya. yang cuma dua malam. piawai sekali. Rasululloh SAW bersabda "barangsiapa yang tidak menyayangi maka dia tidak disayangi" (HR. Belaian lembut tangan suamiku menyadarkan aku. Lagi-lagi kearifan suamiku membuatku semakin merasa bersalah. Astaghfirullah. menyisir rambut dan makan. berkata-kata dengan suara keras dan. Ayo kita tidur. melalui Dila. kukurung Dila dikamar mandi dalam keadaan masih tidak berpakaian. dua kali itu pula dia mendengarnya: "Jajaaannnn…… Jajaaaannnnnn……" Entah berapa tahun sudah suara pedagang ini 'berkumandang'. Mengenakan pakaian khas Jawa sederhana dengan kepala dililit kerudung. Kuhampiri Dila yang tampak pulas memeluk guling kesayangannya. anak yang keluar dari rahimku sendiri. Seolah ia pendam sendiri dan tak ingin diketahui orang lain. Subhanalloh. Dila anak yang cerdas. Perempuan itu dikenal masyarakat sebagai penjual jajan keliling. Sebagaimana diingatkan dalam sebuah hadits Nabi SAW agar manusia menyayangi anak-anaknya. Padahal Dila itu anak kandungku. Engkau didik hambamu ini untuk menjadi ibu yang baik. Bahkan mungkin ada yang lebih keras lagi dari itu. Berulang kali ia memaki dan mengatakan akan mengadukan kepada ayah. "Sudahlah. Setelah rapih berpakaian. kalau disuruh mandi jangan menolak.

Adalah di luar pengetahuan saya tentang kapan dia ditinggal pergi oleh sang suami. Alhamdulillah dagangannya selalu laris. pangsit mie. membuat orang tidak pernah melewatkan. Sadar bahwa selama ini beliau merasa kurang perhatian terhadap kebutuhan Guru Mengaji ini. mencari tahu dari mana arah suara tadi. Mbak Tin tinggal di gubug reyot di pojokan kampung kami. Mbak Tin telah memanfaatkan 'madarasah' ala kadarnya guna melestarikan 'Kalam Ilahi' dalam benak calon-calon generasi mendatang. tanpa diundang. dan pedagang lain yang menarik gerobak. bukan karena keramahan dan kesupelannya saja yang mendorong orangorang di kampung kami untuk membeli dagangannya. bersaing dengan pedagang-pedagang keliling lainnya. Buahnya. Mbak Tin terkenal ramah. Bahwa bukankah ucapan salam dan senyuman juga ibadah yang membawa berkah? Itulah rumus yang diaplikasikan oleh Mak Tin. Dia telusuri hari-harinya. "Masih ada pisang gorengnya.pelanggan yang biasa membutuhkan snack sore. sekalipun kini ada yang duduk di IAIN. Berbeda dengan Mbak Tin. ia sudah kembali ke rumahnya. Mbak?" tanyaku.. mendengarkan: Alif. kalaupun pemerintah kota mengetahuinya di pinggir jalan. begitu kami memanggilnya. Singkong gorengnya masih!" tawarnya. kita tidak pernah menyangka. Anak-anak kampung yang kini sudah besar dan 'bertebaran' di bumi Allah. Lepas sholat ashar. orang-orang kebanyakan. Setiap sore. saya minta bantuan Bapak untuk menggunakan uang ini buat memperbaiki rumah saya yang sudah reyot!" Mendengar permohonannya. guru 'madarasah' kecil ini tetap istiqomah di gubug yang sudah hampir ambruk. ba. Orang-orang senang sekali kepadanya. bakpao. sudah habis. Mbak Tin beruntung dalam masalah ini. Selama bertahun-tahun. gubug ini jadi salah satu prioritas penggusuran karena 'mengganggu' pemandangan. Dengan fasilitas bentangan tikar yang sudah kusam. bahwa perubahan moral kerohanian yang dihasilkan dari sumbangsih perempuan penjual jajan ini bisa saja lebih besar ketimbang itu semua. "Mbak Tin penjual kue". kepada orang yang usia sebenarnya tidak terpaut jauh dengan Ibuku. ta. Makanya orang-orang di kampung mempercayakan anak-anak mereka untuk diajar membaca Al-Qur'an oleh Mbak Tin. secara tidak langsung telah menikmati dan mengamalkan sebagian 'ajarannya'. kue-kue hangat ini ibarat free delivery. "Pak Haji!" katanya. anak-anak duduk di lantai. Mbak Tin mengajari anak-anak membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. "Mbak Tin.!" teriakku sore itu sekitar jam empat tiga puluh. pelayanan yang baik dan ramah menduduki posisi satu tingkat di atasnya. Sejak tinggal di gubug tersebut. orang-orang di perkampungan kami tidak ada yang tergerak untuk memberikan uluran tangannya guna memperbaiki 'madarasah' nya. Terkadang kualitas sebuah produk menjadi prioritas kedua seorang customer. "Iya deh!" jawabku. Kadang di surau. seorang ibu sederhana penjual jajan yang tidak pernah melupakan salam dan hamdalah dalam keseharian bisnis kecilnya. rujak. sayangnya. nasi goreng. Proses belajar mengajar di 'forum' yang jauh dari sentuhan konsep para ahli pendidikan maupun sarana teknologi canggih ini berlangsung terus-menerus. Aroma aneka jajanan yang ditawarkan. Mbak Tin tinggal bersama seorang anak laki-lakinya. hanya mereka berdua yang kelihatan. Karena jasa Mbak Tin mereka pandai membaca Al-Qur'an. Saya yakin. Sementara banyak anak didiknya yang tinggal di rumah-rumah yang laik. 54 . lepas maghrib. pedagang-pedagang keliling ini rata-rata berasal dari luar perkampungan kami. Pak Haji Ahmad baru tersentuh. Hingga suatu hari. Itu semua diajarkan dalam Islam. Sang pedagang sepertinya sudah memiliki jadwal paten siapa gilirannya dan jam berapa mendapatkannya. atas inisiatifnya sendiri.. sepuluh juta rupiah. Sebaliknya. anak-anak TK saja memanggilnya dengan sebutan 'Mbak'. Dia pun menoleh. menemani minuman teh mereka. "Ini saya serahkan uang tabungan saya bertahun-tahun. Sebenarnya. Sebelum adzan maghrib tiba. Tapi karena orang-orang semua memanggilnya Mbak Tin. Selama itu pula. Kelebihan lain yang dimiliki ibu satu anak ini adalah keterampilan mengajari Al-Qur'an. Mbak Tin berkunjung ke rumah Pak Ahmad. Ada yang menjajakan bakso. "Maaf Mas. Dibandingkan dengan kami. jangankan saya. soto ayam. seorang pedagang barang-barang bangunan di sudut jalan yang dikenal sebagai satu-satunya orang pemelihara masjid di lingkungan kami. tidak jarang di rumahnya sendiri. tsa… begitulah seterusnya.

Pak Ahmad memulai kalkulasi bahanbahan bangunan yang dibutuhkan. di jaman sekarang ini. telah melebihkan mereka dengan momentum waktu yang membuat jiwa mereka teguh. para istri dan para ibu itu siap untuk menerima kepergian orang yang dicintainya untuk selamanya. Tidak ada orang yang akan pernah menyangka bahwa Mbak Tin bakal berkunjung ke Mekah. rupanya Allah SWT memberikan kemudahan. bahwa uang yang diserahkan Pak Ahmad. Tempat ibadah yang didambakan semua umat Islam. Mereka telah membingkai cintanya dalam fikrah yang tinggi. Allah swt. Bertahun-tahun sudah dia baktikan hidupnya untuk sebuah kepentingan yang jarang dilirik orang sebagai suatu prestasi. Artinya setiap tahun rata-rata terjadi delapan kali peperangan atau ekspedisi atau setiap satu setengah bulan sekali. Seorang dermawan yag ingin agar ustadzah ini berkesempatan melihat Baitullah dari dekat. Cinta mereka kepada suami dan anak-anak tidaklah dibatasi pada sentuhan fisik semata. Kemudian dibangunnya rumah baru. Kelebihan dana yang dikeluarkan untuk mendirikan bangunan baru tersebut seluruhnya dipikul oleh Pak Haji. Tidak haya sampai di situ kebahagiaan yang dialami Mbak Tin. Subhanallah. Setidaknya begitulah kesiapan yang mereka miliki dalam dimensi kehidupan dunia. Apalagi kebutuhan terhadap kondisi rumahnya juga membutuhkan penanganan segera. Selamat menempuh perjalanan ke Baitullah Mbak Tin ! Perempuan-perempuan Teguh Oleh Adi Junjunan Mustafa Kebanyakan kita tidak hidup di suasana perang. Seumur hidup pun kalau dia mau menabung. Sebagian besar mereka meneteskan air mata. Permintaan Mbak Tin yang semula hanya memperbaiki bagian rumah yang rusak. Mbak Tin. Begitu jiwa-jiwa para perempuan Palestina begitu teguh melepaskan suami dan anak-anak mereka berjuang merebut kemerdekaan negerinya. Namun di tengah segala kesulitan yang dialaminya. Hari itu juga. Apalagi sebuah karir ! Hari ini. Guru Mengaji di kampung kami. seperti pada generasi kakek-nenek kita yang melalui masa-masa perang kemerdekaan. "Mbak Tin tidak usah memikirkan berapa sisa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bangunan ini. termasuk bekas anak-anak didiknya. Dalam satu buku sirah yang memenangkan satu lomba penulisan Sirah Nabi Muhammad saw yang diadakan Rabithah 'Alam Islamiy. berkemas-kemas menuju bandara. Melaksanakan ibadah umroh. ideologi yang menghantarkannya pada puncak kemanusiaan. seperti masa-masa perjuangan di Afghanistan. Setiap kali melepaskan suami atau anak laki-laki mereka. seperti suasana di Palestina hingga saat ini. tanggal dua puluh enam April. Rumah Mbak Tin yang semula terjelek di perkampungan itu. mana mungkin seorang penjual jajan pasar mampu membiayai perjalanan ke Masjidil Haram. tidak bakal tertutupi biayanya. Cita-cita mendapatkan suami atau anak-anak yang pejuang dan menjadi syuhada. tahun dua ribu lima. yang kekal abadi. Mbak Tin sadar. jauh dari cukup untuk merampungkannya. kini nampak cantik sekali. Betapa bersyukurnya Mbak Tin mendengar berita ini. Saya ikhlas!" Kata Pak Ahmad suatu hari ketika Mbak Tin menanyakan jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperbaiki rumahnya. memberangkatkan kaum papa seperti dia. tidak kurang terjadi 83 kali peperangan dan ekspedisi pasukan. pahlawan yang gugur di jalan Allah adalah cita-cita yang nyata bagi mereka. Rumah Allah. memadati rumahnya. Puluhan orang. terharu mengingat besarnya jasa perempuan penjaja pisang goreng itu selama ini. Mengingat betapa Allah Mahabijaksana. dan seperti suasana di masa Rasulullah saw dan para sahabatnya hidup. Mungkin ia berpikir. Bahkan paling baik kondisinya dibandingkan rumah-rumah di sebelahnya. dipaparkan bahwa dalam kurang lebih 10 tahun masa kehidupan Nabi di Madinah. Hari ini. oleh Pak Haji bangunan dirobohkan secara keseluruhan."Baiklah!" jawab Pak Ahmad. Mereka telah melambungkan cintanya ke kehidupan yang lain. 55 . Bayangkan bagaimana kekuatan jiwa para shahabiyyah dalam menghadapi suasana seperti itu. Allah SWT telah melengkapi kebahagianya. Selama bertahun-tahun mengajar anak-anak mengaji. ternyata ada pula seseorang yang memperhatikan dari 'jauh'.

si Ujang yang dipanggil Enin. Tantangan yang dihadapi saat ini. Ujang. Seorang tentara Belanda menghardiknya dan menanyakan apakah di rumah ada orang laki-laki. Mereka akan besarkan anak-anaknya untuk menghadapi tantangan zaman. Tapi kekuatan pasukan pejuang tak mampu menahan serbuan. seorang istri pejuang pernah ditanya wartawan. Di mana Engki.. termasuk Bapak saya. mengambil si Otong. sebab para lelaki adalah mereka yang berjuang di hutan-hutan. Enin berjalan dan berlari meninggalkan desa. Bukan pengecut yang bersembunyi di rumah!" Bapak saya bercerita. karena wafat saat Bapak masih remaja] begitu tenang dan teguh mengurus anak-anaknya yang masih kecil-kecil untuk pergi mengungsi. alhamdulilLah. Serempak bersama anak-anaknya. Medan perjuangan saat ini ada di dunia birokrasi. Bapak saya adalah anak terbesar. sekaligus sabar dan memiliki jiwa kasih sayang yang besar. bisa temukan dan diselamatkan." Saya membayangkan. "Engki itu tak pernah makan ikan.. Buya Hamka pernah berkisah. pengajaran dan pengarahan dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Bijaksana Pada medan perjuangan bangsa Afghan saat mengusir agresor Rusia. Melawan segala nafsu jahat yang setiap saat terus dihasut syaitan. Dia malah menjawab lantang. maka mereka akan menjadi penyejuk dan penyemangat para suami yang tengah berjuang. Mereka akan dukung perjuangan suaminya.. kecuali duri-durinya sudah Enin pisahkan. Meskipun Bapak menceritakan dengan sedih. Medan perjuangan saat ini memang bukan di tengah desingan peluru.. bahwa seorang bapak di kampung yang menemaninya saat hendak keluar desa lagi. Pada medan juang yang berbeda ini tetap dibutuhkan perempuan-perempuan teguh. Usianya baru sekitar 13-14 tahunan. sehingga jiwanya disiapkan untuk berjuang. seperti generasi Enin hadir di masa ini. Tak ada waktu santai. "Yang kalian temukan itu bukan lelaki. Peluru dusta dan peluru penghianatan kepada kebenaran dan kepada orang banyak. Mereka tak akan rela suaminya hanya menjadi pecundang peradaban materialisme. jika suami Ibu meninggal. Ketika telah beberapa kilometer meninggalkan desa. Mereka pandai memaknai medan juang kontemporer. Enin telah berusaha mempersiapkan segalanya. Suara letusan dan desing peluru mulai terdengar. Peluru yang membuat orang rakus dan lupa kepada mereka yang papa. *** 56 . karena tengah bergerilya di hutan-hutan. yaitu desingan peluru yang meluluhlantahkan moralitas. Ia menjawab. jika perempuan-perempuan teguh seperti para shahabiyyah. hingga beberapa utusan pejuang datang ke desa dan memerintahkan para perempuan dan anak-anak untuk meninggalkan desa. Bagaimana Ibu akan hidup dan menghidupi anak-anak kelak?" Si Ibu hanya tersenyum. pertanda tengah terjadi pertarungan seru antara para pejuang melawan penjajah Belanda tidak jauh dari desa. seperti perempuan penumbuk padi di Tanah Minang. "Apakah Ibu tidak takut. "Kamu sudah berdusta ya. Saya tidak bisa membayangkan betapa teguhnya perempuan-perempuan segenerasi Enin. Atau bahkan medan perjuangan itu ada dalam diri sendiri. Paman saya Harits alias si Otong. segera diperintahkan Enin untuk kembali ke desa. ada di dunia bisnis dan ada di tengah-tengah masyarakat. Ada desingandesingan lain yang tak kalah dashyatnya.. Dalam kondisi berat ditinggal suaminya yang lebih banyak bergerilya. bagaimana kondisi desanya di Kuningan sana saat dikabari akan ada serangan dari Belanda [entah berapa kali Bapak menceritakan kisah ini]. ia tak pernah terlihat mengeluh kepada Engki. Gambaran khidmat-nya pada suami digambarkan Bapak saya dalam kalimat. meskipun kehidupan yang dihadapi menjadi berat..Fikrah yang diserap dari taujih Rabbani."Tidak ada!" Toh pasukan memeriksa rumah itu dan ternyata didapati ada seorang lelaki bersembunyi di dalam rumah. Ia mesti membantu Enin dengan sekuat tenaga. Salah satu perkampungan di Tanah Minang diserbu Belanda. di tengah jalan tertembak peluru Belanda yang meninggal. Bapak melihat langsung kejadian ini. Dengan tegas si perempuan menjawab. "AstagfirulLaah. Semua persiapan mesti dilakukan serba cepat. si Otong tertinggal!" Bapak saya. Tadi kamu bilang tidak ada orang laki-laki. "Suami saya hanyalah seorang pemakan rizki dan bukan Pemberi Rizki!" Dalam buku "Ghirah". Tapi dari sorot matanya terpancar keyakinan yang dalam. Mereka harus cerdas. Perempuan itu pun dihardik lagi oleh tentara Belanda. Enin tiba-tiba berteriak. kakek saya? Saat itu ia tak ada di tengah keluarga. ternyata ada!" Perempuan itu tidak menunjukkan wajah gentar sedikitpun. yang tak lain adik bungsunya. bukanlah medan perang gerilya di hutan-hutan. Pasukan mendapatkan seorang perempuan sedang menumbuk padi di depan sebuah rumah gadang. seperti isteri para pejuang di Palestina atau Afghanistan. Saat itu terlihat bagaimana Enin [panggilan saya untuk nenek yang tak pernah saya jumpai.

saya nggak punya apa-apa lagi.. Cerita bu Tuminem ibarat sinetron bagi saya. tangannya patah. seorang anak tetaplah seorang anak. Saya nggak tahan.” kalimatnya terputus dan ia mulai menangis lagi. kehilangan suami dan terpisah dari darah daging sendiri. Sisanya habis untuk ongkos nyari-nyari anak saya.Dipersembahkan secara khusus untuk para istri yang mesti terpisah jauh dari suami mereka yang tengah merantau untuk satu misi mulia. namun ada pula kekaguman yang tersibak.“Putera yang ulang tahun namanya siapa. Ibu bertubuh kecil itu datang ke posko Masjid Mardliyyah -tempat saya berkativitas sebagai relawan. menangis sambil tak putus mengucap istighfar. Bu. sambil nyari anak sulung saya ke Sarjito. “Bagaimana. Sedang ibu tetaplah ibu. Semoga Allah mencatat kondisi ini sebagai kondisi perjuangan. ayahnya telah tiada. Waktu kejadian bagaimana. Anak saya yang pertama udah main ke luar. “Saya harus ketemu anak saya. kenapa Mbak?” bu Tuminem bertanya balik. suami dan anak saya yang kedua masih tidur. Ia mulai menangis lagi. Sudah enam hari saya tidak bertemu dengan anak saya. Mbak. Ibu?” tanya saya lagi. Masya Allah. “Saya mencari anak saya.. Dia lagi ulang tahun. “Putera yang kedua bagaimana. Ibu mertua saya cuci piring. Kasihan dia. belanja ke warung. Kekaguman yang semakin menguatkan keyakinan pada diri saya. Tapi anak saya yang pertama nggak tahu entah kemana” ujarnya tetap berurai air mata. Saya tidak tahu harus mencari kemana lagi. merengek-rengek terus minta dibelikan kue ulang tahun. lalu kembali menghapus air matanya dan melafalkan istighfar. kalau ibu nggak makan 57 . “Saya ngurusin jenazah suami saya sampai dimakamkan dulu baru mencari anak saya” tambahnya. walau tak tahu dengan apa dia mendapatkan kue ulang tahun itu. ada banyak duka yang terkuak. dan ibunya telah menjadi papa. Suami dan anak saya yang kedua ketimpa reruntuhan. Saya cuma berharap dia diantar ke Magelang” tambahnya. Saya menjanjikan kue ulang tahun pada anak saya. tak kan kuasa seorang ibu memupus harapan anaknya. Bu?” tanya saya “Sena.” bu Tuminem mulai menangis lagi. Dirawat di Panti Rapih. Bu?” “Ada. sudah enam hari tidak bertemu ibunya. ada banyak keperihan yang tersingkap. ia ingin hari ulang tahunnya lebih berarti dengan kue ulang tahun. Namanya ibu Tuminem.. Saya menyusul mendekati dan menghibur bayinya yang juga mulai menangis. “Suami saya meninggal. Ia terduduk di tangga masjid. Tak peduli kakaknya entah di mana. Ibunda Perkasa dari Tanah Duka Oleh Miftahul Jannah Di antara puing-puing luka dan penderitaan para korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. tapi nggak ketemu-ketemu” ujarnya tersendat-sendat karena dibarengi tangisan. mengusap punggungnya dan membiarkan hingga tangisnya reda. Ibu?” “Waktu gempa saya udah keluar rumah. Makanya saya kesini. sungguh Allah berkuasa atas segala sesuatu.” “Di sana ada yang jagain?” “Ada budenya. bersabarlah. “Nggak apa-apa.. Waktu gempa itu saya cuma ngantongin uang dua puluh lima ribu. itupun udah terlanjur saya belanjakan sayur. Sekarang ibu makan dulu saja. bahwa seorang ibu memanglah sosok yang amat mulia. Wajahnya sendu dan tampak amat letih. Innalillaahi. Rekan saya sesama relawan mendekati beliau. Mbak” “Ini ulang tahun yang ke berapa ?” “Tujuh tahun. Ibu Tuminem menghapus air matanya dan sekali lagi melafalkan istighfar. Bu?” Pertanyaan itu seolah telah terekam dan selalu menjadi pertanyaan pertama bagi kami tim psikologis untuk bisa mendapatkan aliran cerita dari para korban demi mereka bisa mengungkapkan apapun yang mereka rasakan. Saya sudah tiga hari mencarinya ke semua rumah sakit.dengan menggendong bayinya. “Keluarga yang lain bagaimana. Saya bertemu dengannya dihari ke-enam gempa yang menimpa Yogya dan Jawa Tengah.. tetap saja ia janjikan pada anaknya.. Mbak. Mbak.

kasihan anak-anak. Apalagi yang bungsu masih menyusu. Kalau ibu sakit kan lebih repot” dengan sedikit memaksa kami meminta bu Tuminem untuk makan, sudah sehari lebih beliau tak makan. Sedang bungsunya kami berikan susu, karena sudah berhari-hari pula dotnya hanya berisi air teh dingin. Saya dan dua rekan relawan memutuskan untuk mewarnai ulang tahun Sena dengan sebuah kue ulang tahun. Selepas membeli kue ulang tahun kami mengantar bu Tuminem ke Panti Rapih dengan motor. Subhanallah, sesampainya di rumah sakit kami tak bisa menemukan Sena, karena lokasi tempat ia dirawat pagi harinya telah bersih dari korban gempa yang dirawat. Bu Tuminem mulai panik lagi. “Kok nggak ada ya, Mbak? Tadi pagi masih di sana pakai tenda” tunjuknya pada taman di barat rumah sakit. “Mungkin udah dipindah, Bu. Kita tanya saja” saya mencoba menenangkannya. Pasien-pasien di RS Sarjito tempat saya beraktivitas sudah sejak dua hari yang lalu dipindah ke areal parkir rumah sakit, pasti di rumah sakit ini demikian juga, batin saya. Lantas kami menemui petugas keamanan. Oleh beliau kami ditunjukkan beberapa tempat yang mungkin menjadi lokasi baru perawatan putera bu Tuminem. Ternyata di tempattempat itu tidak ada pasien dengan nama Sena Ramadhani, nama putera bu Tuminem. Entah bagaimana kemudian terbersit pikiran bahwa putera bu Tuminem telah dibawa pulang keluarga ke Magelang. Selepas dhuhur bu Tuminem memang berencana melanjutkan pencarian putera sulungnya ke Magelang, ke tempat orang tuanya. Pikiran itu diperkuat dengan pernyataan tetangga bu Tuminem yang kebetulan berpapasan di rumah sakit dan baru datang dari Magelang. Bahkan kata beliau putera sulungnya juga ada di sana. Bu Tuminem langsung berhamdalah, bahkan hampir menyungkurkan dirinya ke lantai untuk bersujud. Namun saya dan rekan-rekan merasa tetap memerlukan data bahwa putera kedua beliau memang telah dibawa pulang. Ternyata benar, di data pasien pulang ada nama yang dikenali bu Tuminem, yaitu ibu Dariyem. Pantas saja kami tidak menemukan nama Sena, karena nama yang dicantumkan di data adalah nama budenya. “Rasanya ibu seperti disiram air dingin, Nak” kata bu Tuminem pada puteri bungsu di gendongannya. “Alhamdulillah, ya Bu” kami turut berbahagia dengan kebahagiaannya. Kami hanya bisa mengantarnya hingga ke terminal menuju Magelang seraya berharap ia bisa berkumpul lagi dengan anak-anaknya di sana. Subhanallah, pasti ada banyak bu Tuminem lain selepas gempa tektonik lalu. Saya berdo’a semoga beliau mampu menjalani hidupnya ke depan dengan teguh sebagaimana keteguhannya mencari putera sulungnya, dan semoga Allah senantiasa melimpahkan kasih sayang padanya sebagaimana kasih sayang-Nya mengumpulkan kembali si ibu dengan anakanaknya.

Mandikan aku, mom…
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika. Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir. Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggaltinggal?'' Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!'' 58

Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti. Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibubapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak. ''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya. Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini. Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut. Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku !'' kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga. Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ''Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.'' Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah swt sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya. Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri. Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah; tubuh si kecil terbaring kaku. ''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis. Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?'' Saya diam saja. Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ''Ini konsekuensi sebuah pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja. Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua. Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong. Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat. Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang2 di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja dulu. Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.

59

Janda Tua di Gubuk Tak Berjendela
Jika di antara Anda ada yang sulit menangis, tak bisa menitikkan air mata, dan sudah terlalu lama kelopak mata Anda kering tak terbasahi air mata sendiri, datanglah ke Kampung Pugur, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Carilah rumah Ibu Laeni, janda berusia 64 tahun yang tinggal di sebuah gubuk berdinding bilik seluas 5x7 meter. Bangunan beralas tanah tak berpenerangan itu memiliki jendela, namun tak ada penutup jendela sehingga angin maupun cipratan air hujan leluasa masuk ke dalamnya. Di dalam gubuk tersebut, tinggallah Ibu Laeni, seorang janda tua yang ditemani dua anak gadisnya, Neneng dan Jumriah. Neneng, sang kakak berusia 26 tahun, belum menikah dan tak bekerja. Neneng menderita gizi buruk sejak kecil, sedangkan Jumriah sang adik menjanda justru setelah memiliki 2 (dua) putra. Jadi, terdapat 2 janda dan seorang pesakitan di rumah tersebut, ditambah 2 anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Sehari-hari, Ibu Laeni, Neneng, dan Jumriah beserta 2 anaknya hanya berharap belas kasihan para tetangganya untuk bisa mendapatkan makan. Bila malam tiba, kadang mereka harus menjalani sepanjang malam tak berpenerangan, beruntung bila ada tetangga yang datang membawa setitik lilin yang hanya mampu bertahan tak lebih dari satu jam. Selebihnya, seisi gubuk pun kembali gulita. Neneng yang menderita gizi buruk sering sakit-sakitan. Untuk wanita seusianya, seharusnya berperawakan besar dan tinggi, namun ia lebih mirip remaja baru tumbuh yang terhambat pertumbuhannya. Kemiskinan yang dialami keluarganya, membuat Neneng semakin menderita. Ternyata, tak hanya balita yang menderita gizi buruk, bahkan wanita dewasa seperti Neneng pun mengalaminya. Sang adik, Jumriah tak kalah menderita. Entah apa kesalahan yang dibuatnya sehingga sang suami tega meninggalkan ia bersama dua buah hatinya. Padahal, dua anak hasil pernikahannya itu sangat membutuhkan kasih sayang, perhatian dan perlindungan seorang Ayah. Sang suami yang diharapkan menjadi tulang punggung menghilang tanpa jejak. Jumriah pun tak pernah sanggup menjawab pertanyaan dua anaknya, "Mana bapak, bu...?" Laeni tak pernah berharap hidup semenderita saat ini, ia pun tak pernah meminta diberikan umur panjang jika harus terus menjadi beban orang lain. Tapi ia masih punya iman untuk tak mengakhiri hidupnya dengan jalannya sendiri, selain itu wanita tua itu tak pernah tega meninggalkan dua anak dan dua cucunya yang tak kalah menderitanya. Baginya, anak-anak dan cucunya adalah harta berharga yang masih dimilikinya. Gubuk berdinding yang sebagian atapnya rusak itu, di musim hujan air leluasa masuk, disaat terik matahari bebas menerobos. Tak ada barang berharga di dalamnya, hanya kompor dekil yang sering tak terpakai lantaran tak ada bahan makanan yang dimasak. Mereka menyebutnya rumah, tapi siapapun yang pernah melihatnya, menyebut gubuk pun masih jauh dari pantas. Tetapi di dalamnya, ada dua janda, satu pesakitan, dan dua anak kecil yang terus menerus menunggu belas kasihan.

Gratis Banget…
Pada suatu sore, seorang anak menghampiri Ibunya di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya. Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya dan inilah tulisan si anak: - Untuk memotong rumput minggu ini - Untuk membersihkan kamar minggu ini - Untuk pergi ke toko menggantikan mama - Untuk menjaga adik waktu mama belanja - Untuk membuang sampah setiap hari 60 Rp. 7.500,00 Rp. 5.000,00 Rp. 10.000,00 Rp. 15.000,00 Rp. 5.000,00

12. membalikkan kertasnya. Meski sempat mengecap bangku SMA. dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. mengobati kamu. aku sayang sekali pada Mama'. tapi perempuan ini bisa menjalankan perannya dengan sempurna. ia menatap wajah ibunya dan berkata: 'Ma. Jika di awal-awal pernikahan ia sering menangis karena jauh dari keluarganya. tapi ia tidak sampai menamatkannya. GRATIS.. 61 . Anakku. karena dialah yang selalu menggunting rambut suaminya. Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya. Untuk semua malam ketika mama menemani kamu.00 Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap. Dan kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar-besar: "LUNAS". Pendidikannya pun tidak terlalu tinggi. seringkali ia harus bekerja keras dan terkadang mendapat perlakuan tidak enak dari saudara-saudaranya. GRATIS. Untuk mainan. Sejak kecil. berbelanja ke pasar. Semua anakanaknya pun pernah merasakan pakaian yang dijahit oleh tangannya. Buah hati yang selalu membuatnya bersemangat melakukan semua kegiatan rumah tangga dengan penuh rasa cinta. GRATIS. dan menulis: Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama. --oo0oo-Apakah menurutmu ini cerita yang indah ? jika ya biarkan semua orang membaca juga cerita ini dan mereka dapat lebih menghargai orang-orang yang telah berjasa pada mereka. Suaminya tak pernah pergi ke tukang cukur.000. dan juga menyeka hidungmu. Ia pandai mengirit uang belanja dan seringkali ia menggunakan keterampilannya menjahit untuk membuat gorden. dan mendoakan kamu. Perjalanan waktu mengajarkannya untuk bisa menjalankan peran sosial dengan sangat baik.500. harga cinta sejati mama adalah GRATIS. GRATIS.. Ia seorang istri yang serba bisa.000. Kemudian ia mengambil bolpen. Selalu ada makanan cemilan di rumah. Untuk semua saat susah. karena ia pintar membuat kue. Perempuan itu melahirkan lima orang anak dari rahimnya. baju. dan lain sebagainya.00 Rp. makanan. pada tahun-tahun berikutnya ia sudah terampil merawat rumah.. dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini. Seorang laki-laki baik melamarnya ketika usianya 22 tahun. Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya. Ia pun setuju ketika harus pindah dan meninggalkan kota kelahirannya mengikuti suami yang bekerja di kota lain.Untuk membersihkan dan menyapu halaman Jumlah utang Rp.Untuk rapor yang bagus . 80. Meski ia cuma seorang istri dan ibu rumah tangga.00 Rp. mengasuh anak. Perempuan Dengan Hati Seluas Samudera Oleh Hayati Rahmah Perempuan itu sama sekali tidak berbeda dari perempuan lain. seprei dari hasil jahitannya. sarung bantal. GRATIS. Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang. 25. Ia hanya seorang anak bungsu dari keluarga yang sederhana. Semua kebutuhan suami selalu ia penuhi.

dan saudara untuk membagikan mukena hasil jahitannya. Semakin tahun. baik terhadap keluarga. Ia selalu salat berjamaah bersama suaminya. Bahkan tak jarang beberapa lembar uang ia selipkan untuk kerabatnya. Setiap kali ia membuat kue atau memasak sesuatu. pisang. ia bisa begitu lama duduk di atas sajadahnya sambil menangis. ia akan bergegas mengunjunginya. Menjelang bulan Ramadhan. saya begitu mencintainya. Semuanya ia bagikan kepada keluarga di kampung. Setelah semua selesai. ia akan menyuruh anaknya untuk mengantar semangkuk makanan ke rumah tetangganya. Tangannya tak pernah kosong dan selalu memberi. Tapi barang-barang itu tidak pernah bertahan lama di rumah. ia akan mendatangi rumah kerabat. sahabat bersilaturahmi. Selesai salat berjamaah. “Biarlah mereka memakai mukena buatanku. Kerupuk. ia bergegas menyiapkan makanan untuk suaminya. Ia begitu rajin bersilaturahim. Ada-ada saja yang ia beri. mempersiapkan sarapan. Perempuan itu semakin matang menapaki kehidupan. Ia mulai menjahit kain itu menjadi mukena. Perempuan itu selalu membuat saya menangis bila mengingat kebaikannya. Sungguh. Satu yang khas dari dirinya. Semuanya ia jahit dengan tangan dibantu mesin jahit tuanya. tetangga. kelapa. Ia akan berbelanja segala macam sayuran seperti buncis. Ia hampir tak pernah meninggalkan shalat dhuha dan tahajud setiap harinya. Perempuan ini juga begitu rajin mengunjungi orang sakit. Jika ada kesempatan. Semua ia kumpulkan dengan baik. Semua dikerjakan sendiri karena kondisi hidup yang pas-pasan. Entah itu gulai ikan. Sepulang dari haji. bahkan mengunjungi orang yang sama berkali-kali. Selalu saja ada yang disedekahkan perempuan itu. Ia rajin sekali bersedekah. ia selalu mempertahankan ibadahnya. Dalam tasnya selalu ada tasbih. mudah-mudahan menjadi pahala…” Uang belanja yang berlebih selalu ia simpan rapi. Percayalah. ia menjadi perempuan yang paling sibuk. setiap kali berkunjung. *** Mereka yang Telah Memberi Inspirasi 62 . Mulai dari sarung. baskom. baik keluarganya maupun keluarga suaminya. Kadang ia mengaji di samping orang yang sakit dan menangis. seprei. tetangga datang. yang selalu ia pegang ketika berdzikir dalam perjalanan. jeruk nipis. mangkok. membeli bahan kain berpuluh-puluh meter. ubi. cabe. perempuan itu jarang sekali membeli baju baru. atau sahabatnya. saat ketiga anak laki-lakinya masih kecil. ia akan menguras dapurnya. Terkadang jika hatinya sedang tidak enak. kelapa atau apa saja yang saat itu ada di rumah. kue. Perempuan itu adalah ibu saya. Di sisi lain. Perempuan itu punya kebiasaan baru. Bahkan jika ada orang yang memberinya sesuatu. atau wortel. Ketika usianya 30 tahun. pisang. Ia begitu sederhana dan apa adanya. Semua uangnya disisihkan untuk bersedekah atau menambah uang jajan bagi anaknya.Mulai dari bangun pagi. dan membereskan rumah. dan salak. menyeterika. gelas. seseorang dengan hati seluas samudera. atau cuma sebungkus kerupuk. pakaian muslimah membalut tubuhnya. jeruk. Tak lupa juga ia sempatkan membuat rendang (ia paling jago membuat makanan yang satu ini). Sudah beberapa tahun ini. suaminya mengajaknya untuk bertemu lebih dekat dengan sang Khaliq. sapu. Bahkan jika tidak ada sesuatu yang bisa diberi. selalu saja ada yang dibawanya. Jika tiba saat pulang kampung. tetangga. Setiap kali ada saudara berkunjung. Setiap kali mendengar ada orang yang sakit. menuju Baitullah Makkah. atau perhiasan baru. ia seringkali memberikannya untuk orang lain tanpa sempat ia sisakan untuk keluarganya. Seringkali ia rela menunggu suaminya pulang kantor karena hanya ingin mendapat pahala berjamaah. mereka tak pernah pulang dengan tangan kosong. ia akan membeli barang-barang dalam jumlah banyak. selalu saja ada yang dibawanya ketika mengunjungi orang lain. bahan baju. kondisi ekonomi keluarganya semakin membaik. mencuci. Mulutnya pun tak pernah berhenti berdzikir. ia akan memborong sarung. dan lain-lain. buah-buahan seperti apel.

Dari hasil perenungan itu. Malu rasanya. Saya sempat malu hati. ketika tahu bahwa Lia yang baru dua tahun menjadi mualaf. situasinya pun jadi berbalik. saya banyak merenungkan seberapa banyak waktu yang telah saya sia-siakan hanya untuk melakukan aktivitas yang sifatnya duniawi dan mengesampingkan aktivitas yang bisa menjadi bekal saya di akherat nanti. dari ceramahceramah para ustadz dan ustadzah di pengajian yang saya ikuti. belajar ilmu agama." katanya sambil tersenyum. Sementara saya. Perubahan itu tidak datang begitu saja. 63 . Sementara saya. meski selama ini saya selalu melaksanakan kewajiban sholat lima waktu dan ibadah wajib lainnya. Aku hitung surat-surat yang sudah ditandai. Dan sekarang. Ketika mengenalnya.. termasuk didalamnya belajar atau membaca Al-Quran.. belum lagi mengkaji kandungan-kandungannya. bahkan isi Al-Quran." kataku waktu itu. "Ini apa Li. Lagi-lagi aku malu hati. dan rasa keingintahuan saya tentang Islam seolah tak pernah habis.. "Yang penting kenal huruf dan bisa baca sedikit-sedikit. saya mendapati bahwa belajar agama Islam itu mengasyikkan karena meliputi semua aspek kehidupan. sebut saja namanya Lia. Hapal? tanyaku dalam hati. tidak terlalu penting. dan sesekali beramal dengan sedikit harta yang saya punya. bisa menjadi tambahan amaliyah saya di dunia. sudah hapal 18 surat. Salah satunya. Ketika itu saya hanya membatin.." Suatu saat. selama itu pula saya tidak pernah merasa tergerak untuk memperdalam ilmu agama. saya berfikir menjalankan ibadah yang wajib saja sudah cukup dan belajar agama.Oleh Rubina Qurratu'ain Zalfa' Belakangan ini.. saya sudah kagum dengan semangatnya belajar membaca Al-Quran dan menggali ilmu agama Islam dengan banyak bertanya dan membaca buku. belajar membaca Al-Quran dengan benar itu sangat menyenangkan. Saya mulai banyak membeli buku-buku keagamaan. sampai saat itu malah belum paham benar apa sebenarnya rukun Islam dan rukun iman-meski saya hapal urutannya-apa keutamaan sholat tahajud. Aku bertanya. terlihat ditandai dengan contrengan kecil. Di pintu lemari pakaiannya.. Perubahan itu terjadi karena saya menjumpai beberapa orang yang telah memberi inspirasi dan motivasi bagi saya untuk belajar dan menggali pengetahuan lebih banyak tentang agama saya. Tapi entah kenapa. adalah satu inspirasi besar bagi perubahan itu. yang Muslim sejak kecil. bagaimana berwudhu yang benar. Tidak ada waktu dan lelah bekerja sepanjang hari. Lia yang baru mengenal Islam. itu daftar surat yang sudah aku hapal. saya tersadar betapa minimnya pengetahuan agama saya."Duh betapa meruginya saya. sudah banyak memahami tentang Islam. koq dikasih tanda?" "Oh.. sampai hal-hal kecil yang jika saya tahu ilmunya.. jumlahnya 18 surat. Seorang mualaf. diam-diam aku memperhatikan aktivitas Lia sehari-hari. Beberapa surat mulai dari Al-Fatihah. Tetapi pemikiran saya itu berubah total setelah hampir dua tahun ini saya mulai mengikuti pengajian-pengajian. yang sekarang menjadi sahabat karib saya. saya lebih tertarik membaca novel atau buku lainnya yang tidak bernafaskan agama. Untuk mengaji pun malas sekali. saya berkesempatan berkunjung ke tempat kos Lia. selama puluhan menjadi Muslim cuma hapal kurang dari lima surat dan tidak pernah punya keinginan untuk berusaha menghapal surat-surat Al-Quran yang lain. kerap menjadi alasan saya. Saya lebih getol mengejar belajar ilmu umum yang saya minati. yang sejak lahir saya anut hingga saat ini ketika usia saya sudah melewati kepala tiga. mulai betah mendengarkan ceramah agama di televisi atau radio. saya melihat secara kerta yang ditempel berisi daftar surat-surat dalam Juz Amma. Meski Muslim sejak lahir. Sejak itu. Sampai aku tahu bahwa ia selalu menyempatkan diri membaca Al-Quran setiap hari meski cuma beberapa menit saja. Ternyata. Ternyata.

Saya tidak ada apa-apanya dibanding Kak Lili. "Saya belum terlambat untuk mulai belajar. suatu kali dalam perjalanan menuju kantor.. mereka tidak kehilangan semangat untuk memberikan sedikit harta yang mereka punya. Sungguh. saat ini. Berat memang. Bukankah Islam mengajarkan kita untuk tetap bersedekah di waktu lapang maupun di 64 . karena Allah swt memberikan lingkungan dan teman-teman yang senantiasa menjadi penyemangat saya dalam belajar. Makin banyak saya mengenal Islam. melihat aksi damai kemarin hati saya tergugah bahwa dalam kondisi yang sulit seperti sekarang ini.. mulai belajar menjalankan ibadah sholat dan puasa sunnah. saya benar-benar merasakan kebahagiaan karena terlahir sebagai Muslim. saya mulai mencontoh kebiasaan Lia. Apa yang membuat hati saya tersentuh adalah. Mereka menganggap aksi sosial ini tidak realistis. Selanjutnya.termasuk menjalankan sholat dan puasa sunnah.. Lia. Salah satunya adalah tetanggaku sendiri. Benarlah apa kata pepatah. tidak kenal maka tidak sayang. Mencatat apa yang ia dapat di pengajian dalam buku khusus.. diisolasi dan dihentikannya bantuan internasional oleh Eropa dan AS. (Sebuah catatan kecil untuk orang-orang yang telah memberi inspirasi) Bersedekah di Kala Lapang dan Sempit Oleh Rubina Qurratu 'ain Zalfa Hati saya bergetar melihat ribuan manusia memenuhi jalan utama di ibukota. buat apa membantu orang yang sedang kesusahan di negeri yang beribu-ribu mil jauhnya dari Indonesia. Meski ketiga anakanaknya sudah besar-besar dan usianya tidak lagi muda. aku banyak sekali bertemu dengan orang-orang yang memacu semangatku untuk mendalami Islam. Dari gerak-geriknya aku tahu ia sedang berusaha menghapal salah satu suratnya. Alasan seperti ini memang tidak salah. tapi tidak sepenuhnya benar. Krisis ekonomi masih melilit kehidupan sebagian rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim. aku biasa memanggilnya Kak Lili." gumamku dalam hati.. Muslim Indonesia tidak melupakan saudara-saudara mereka yang menderita di negeri lain. saya merasa seperti seorang mualaf. Setelah Lia.. Apalagi saudara-saudara Muslim kita di Palestina menderita karena perlakuan tidak adil negara-negara kuat. ia selalu bersemangat mengikuti pengajian di mana-mana. Namun saya bersyukur. Pelan-pelan aku mulai menambah hapalan surat-surat Al-Quran. Subhanallah. mulai membaca Al-Quran dengan rutin. sempat membuatku terperangah. Sayapun tersentuh melihat si Bapak tua tadi. karena banyak sekali hal yang belum saya ketahui dan harus saya pelajari. Pengetahuannya tentang Islam dan sejarah Islam. ketika hendak menikah beberapa puluh tahu silam. Puluhan ribu umat Islam di Jakarta dan sekitarnya melakukan aksi damai dan penggalangan dana untuk warga Palestina yang terancam kelaparan. makin bertambah cinta saya pada Islam. Belakangan. kadang rasa malas amat menggoda. Kadang. Dia juga mualaf. Sejak itu. cuma kata-kata itu yang terucap dalam hati saya melihat perhatian yang besar Muslim di Indonesia terhadap penderitaan saudara-saudara mereka yang didzolimi di Palestina. negara-negara yang selama ini mengaku menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia. kondisi rakyat Indonesia sebenarnya juga dalam keadaan yang sangat sulit. Ah. di bis yang aku tumpangi. Semoga Allah swt selalu memberikan keteguhan iman dan kekuatan bagi kita untuk tetap istiqomah di jalanNya. sementara di negeri sendiri banyak orang yang kelaparan. selama ini ternyata aku sudah jauh tertinggal. Lagi-lagi saya malu hati. Semangat belajarku terpompa kembali. sehingga masih banyak di antara mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tak heran kalau banyak juga orang yang mencibir aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina itu. Aku melihat bapak tua yang sedang membaca Juz Amma.

beli sepatu bermerk dari luar negeri." (HR Muttafaq alaih). Sesungguhnya Allah swt senantiasa memberi kemudahan bagi kita untuk beramal shalih dengan keikhalasan dan hanya berharap ridho darinya. Ia tertidur kemudian. Semoga kita menjadi umat yang senantiasa selalu ingat bersedekah baik dalam kondisi lapang maupun sulit." ujarnya lembut. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi. ia minta diantarkan pipis dan gosok gigi.. Dan.com Maafkan Ibu. Ditatapnya dalam wajahku. Selamat tidur. dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal . bahwa dalam kondisi sesulit apapun. Sedangkan bersedekah di waktu sulit dianjurkan agar sifat manusia yang lebih suka diberi dari pada memberi bisa berubah menjadi suka memberi daripada diberi. "Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma. sebelumnya diucapkannya salam dan maafnya untukku. Rasulullah saw pun mengingatkan kita untuk jangan segan bersedekah. yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Bidadari Kecilku Gesang Utari Malam belum seberapa tua. "Kamu tidur donk Dila. serakah dan cinta yang berlebihan terhadap harta. apalagi dalam kondisi sempit dengan berbagai pertimbangan. Namun terkadang. dalam Surat Ali-Imran: 133-136.. beli baju mewah di mall ekslusif. Aku menghela nafas panjang sambil kuperhatikan si sulung yang kini telah beranjak sembilan tahun. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. kehangatan terasa merasuki tubuhku ketika tanpa berkata-kata diciumnya kedua pipiku. dan pada saat itu kita hanya memberikan uang ala kadarnya. Itu artinya telah sepuluh tahun usia pernikahan kami. kamunya nggak tidur-tidur. oh Subhanallah. Tak lama. Pernahkah kita mengalami pada suatu saat dimintai sumbangan untuk keperluan umat. Padahal uang yang dikeluarkan untuk sedekah itu tidak seberapa jumlahnya dibandingkan uang yang kita keluarkan untuk hura-hura. Padahal anjuran dan perintah Allah swt berinfaq pada waktu lapang tujuannya untuk menghilangkan perasaan sombong. Ibu capek nih baca buku terus. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. manusia masih bisa memberikan sesuatu di jalan Allah. "Maafin kakak ya Bu. Meski cuma sedikit. lalu kedua tangannya yang lembut membelai pipiku." Anjuran mulai dari Allah swt ini bermakna. mata anak sulungku belum juga bisa dipejamkan. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. baik di waktu lapang maupun di waktu sempit." pintaku. Rubina Qurratu 'ain Zalfa' rubina_zalfa@yahoo. yang penting sudah nyumbang.waktu sempit? Seperti firman Allah swt. Beberapa buku telah habis kubacakan hingga aku merasa semakin lelah. Pernahkan kita merenungkan hal ini? Betapa beratnya kita mengeluarkan uang banyak untuk bersedekah dan betapa ringannya kita menghambur-hamburkan uang hanya untuk hal-hal yang sifatnya komsumtif dan duniawi. yang terpenting adalah pemberian itu diberikan dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridho ilahi. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya). sedang mereka kekal di dalamnya. meski hanya dengan sebutir kurma. bersedekahlah dengan doa. Kebiasaan itulah yang berlaku dikeluarga kami sebelum tidur. kumpul dengan teman makan di restoran. 65 . Jikapun kita sudah tidak memiliki apapun untuk diberikan. kita sangat sulit memberikan sedikit apa yang kita punya dalam kondisi lapang. beli parfum dengan harga ratusan ribu rupiah.

tapi setelah minum susu. Pagi ini udara begitu cerah. Aku masih belum bereaksi. Setelah membuatkan susu untuknya. kakak segera mandi ya karena baju kakak basah kena ompol" Dila menyetujui perjanjian itu. Aku tahu betapa ia penasaran ingin tahu apa yang hendak aku katakan. Aku membukakan pintu dengan mengomel. Tak sanggup aku menahan gejolak perasaan dalam dada yang sepertinya hendak meledak. aku membanting pintu dan itu dilihatnya. sulungku yang semalam tidur paling akhir menjadi anak yang lebih dulu bangun pagi. ia berhambur keluar karena didengarnya teman-temannya sedang main. karena keikhlasanmu mengurus anak-anak dan suami tentunya. Dila baik-baik saja?" Aku menggangguk." hiburnya kemudian. Dan aku akan minta pada Allah untuk memberimu pahala yang banyak. Kali ini menghampiri Dila. pakaiannya basah kena ompol. "Akan selalu ada do'a untukmu. Aku benar-benar kalap. Setibanya dikamar mandi Dila kuguyur berulang-ulang. dari tadi kamu menolak mandi terus. Entah ia mengerti atau tidak. memakai celana. "Makanya. Bahkan ia membangunkan kami untuk sholat subuh bersama." begitu jawabnya. Awas ya kalau seperti ini lagi. Wajar saja kalau akhirnya Dila meniru perbuatanku itu. menggulingkan badan dilantai dan memaki dengan katakata kotor. Kuberikan penjelasan pada Dila bahwa aku salah dan hal itu tak boleh ia lakukan. Hari itu Dila bangun agak siang karena kebetulan hari Minggu. Tapi itu dengan catatan. Kakiku digigitnya. "Maafkan aku mas. mandi dulu. Seperti katanya barusan ditelepon. Dila bereaksi menamparku keras. Mandipun urung dikerjakan. Padahal ia tak biasanya begitu." Lelaki berusia tiga puluh lima tahun itu menatapku dengan sedikit bingung. Saking tak tertahannya kesalku. Aku balas menampar Dila hingga meninggalkan bekas merah di pipi kanannya. menyapu halamanpun ia lakukan. Kalau "angot" nya datang. Berulang kali ia memaki dan mengatakan akan mengadukan kepada ayah." bisikku dalam hati. "Sudah. Aku dengan balas mencubit. tapi ia tak mau memaksaku untuk bercerita. Penuh rasa sesal saat itu. "Kamu capek sekali kelihatannya. Kakak mau lihat Nisa dulu. Mandi pagipun tanpa dikomandoi lagi. Dila kerap marah berlebihan tanpa sebab yang jelas.Dentang waktu didinding telah beranjak menuju tengah malam. sampai membanting benda-benda didekatnya. wah. Dila memang telah trampil membantuku mengurus adiknya. Ibu akan 66 . mendadak emosiku membludak. Aku masih mentolelir. Ibu sampe capek. Segera saja kusuruhnya mandi. Dibantunya sang adik. wah. kuseret tangannya sekuat tenaga. Layaknya sebuah pertarungan besar kami saling memukul dan meninggikan suara. Tak berapa lama kemudian suara Dila melemah. aku berjanji untuk tidak melakukan hal itu kembali. Kurangkul erat tubuhnya. Itu ciri khas suamiku. kalau ia sedang benar-benar ingin melakukannya." jawabku singkat. "Aku memang capek. Inilah yang ingin aku ceritakan. bahkan aku pingin seperti ini seterusnya. "Nanti dulu!" aku tersentak. Kutinggal ia sebentar karena Helmi merengek minta susu. bisikku pelan ditelinganya. Helmi. Memang aku pernah melakukan suatu kesalahan saat aku kesal menghadapi ulahnya. dengan alasan mau minum susu. "Anak-anak sudah tidur?" Pertanyaan itu yang terlontar setelah ia bersih-bersih dan menghirup air hangat yang aku suguhkan. kukurung Dila dikamar mandi dalam keadaan masih tidak berpakaian. Ia menggedor-gedor pintu minta dibukakan. sekarang kamu mandi". "Waktumu sudah habis. "Boleh. Selang beberapa menit kemudian. Dila. Dila terus meronta. Cepat kubukakan pintu setelah sebelumnya menjawab salam. Tapi aku bahagia sekali. Tapi Dila menolak. kuberi sabun dan kuguyur lagi hingga ia tampak gelagapan. bahwa ia pulang terlambat karena ada urusan penting yang tak bisa ditunda besok." aku setengah berteriak memanggilnya karena ia sudah berada diantara kerumunan anak yang sedang main lompat tali. "Sebentar lagi Bu. kugosok badanya dengan keras. Suamiku terkasih sudah dimuka pintu. Tapi belum lagi lima menit setelah habis susu segelas. wah. Tapi tak lama berselang "Kak Dila. kalau disuruh mandi jangan menolak. Tak hanya itu. hanya terdengar isak tangisnya. Tanpa berkata-kata lagi. aku keluar rumah lagi. Setengah duabelas lewat lima ketika terdengar dua ketukan di pintu.

Seolah ia pendam sendiri dan tak ingin diketahui orang lain. Ujang sayang Ibu Kafemuslimah. bahasanya halus. aku sering menangis karena jarang jauh dari orang tua. Tak sadar air mata menyelinap keluar membasahi pipi. malam semakin larut. liburan yang ke dua kali aku mulai kerasan di sana. Bahkan teman-temannya merasa kehilangan ketika Dila menginap di rumah neneknya diluar kota.. entah ia mengerti atau tidak. Setelah rapih berpakaian. jawa barat. Barangkali memang dasarnya aku yang tidak sabar menghadapi anak rewel. Soalnya asyik banget kalau ke desa itu. Disisi Dila bidadari kecilku. "Ya Allah. Bahkan mungkin ada yang lebih keras lagi dari itu. Iapun asyik kembali main dengan teman-temannya. "Sudahlah. Tapi. Aku berusaha menenangkan gemuruh dibatinku. pada Dila. Namun." ajaknya lembut.kunci kamu lebih lama lagi. Tiap kali itu terjadi. Bukhari dan Tirmizi). khawatir kalau ia marah. Padahal Dila itu anak kandungku. Tak apa. Siswi kelas tiga SD itu begitu baik hati. Setiap ke sana aku selalu memandangi lambang divisi siliwangi. Kuhampiri Dila yang tampak pulas memeluk guling kesayangannya. seakan ada getaran semangat mengalir di dadaku. Ibu…. Paham!". Penduduknya ramah. cara suamiku memperlakukan Dila sangat berbeda. Akupun tak pernah menceritakan kepada suami. Mungkin ada rencana Allah yang lain untukku. Tidak hanya pada saya ibunya tapi juga pada ayahnya. maafkan Ibu nak. anak yang keluar dari rahimku sendiri. Kalau rambutku sudah panjang. Tapi sayang ku tak berhasil mencapai citacita itu. Rasululloh SAW bersabda "barangsiapa yang tidak menyayangi maka dia tidak disayangi" (HR. Kulepas pelukanku perlahan. aku beristighfar berulang kali.oh Dila maafkan Ibu. Dila anak yang cerdas. Beri hamba kesempatan memperbaiki kesalahan dan ingatkan hamba untuk tidak mengulanginya lagi. kamu banyak memberi pelajaran buat Ibu. tidak memperlakukan dia layaknya aku memperlakukan Helmi adiknya. berkata-kata dengan suara keras dan. Nggak kayak di jakarta yang loe loe gue gue. Engkau didik hambamu ini untuk menjadi ibu yang baik. cara itulah yang aku lakukan untuk mengatasinya. Di sana aku berkenalan dengan sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan lima anak. Aku kadang membencinya. Dila hanya menangis meski tidak lagi meraung. Aku malu menjadi ibunya yang kerap memukul. Liburan pertama kali di sana.com . Selalu ceria. Dila seolah melupakan kejadian itu. Ayo kita tidur. "Aku mau tidur dekat Dila ya?" pintaku. Tapi apa yang dilakukan Dila pada saya. aku bersujud di tengah malam. Ke lima anaknya laki-laki semua dan ke lima-limanya menjadi tentara. gemar menghibur teman-temannya dengan membacakan mereka buku yang tersedia dirumah.Setiap liburan SD aku sering menghabiskannya di kampung kalijati. Dila tak pernah menceritakan perlakuanku terhadapnya kepada siapapun. Aku bermohon ampunan kepada-Mu atas apa yang telah kulakukan pada keluargaku. Aku sering main ke sana karena dulu ku punya cita-cita jadi tentara. yang cuma dua malam. Subhanallah. Astaghfirullah. Dila. Sering ku elus-elus lambang itu. Kalijati itu sebuah desa yang dekat dengan subang. menyisir rambut dan makan. Belaian lembut tangan suamiku menyadarkan aku. Sebagaimana diingatkan dalam sebuah hadits Nabi SAW agar manusia menyayangi anak-anaknya. Aku kalau liburan menginap di rumah bibiku. Semoga kita semakin menyayangi anak-anak dan memperlakukan mereka dengan baik. dan masih kelihatan gotong royongnya. 67 . sering anak sulung ibu itu tanpa segan mencukur rambutku." Sebuah renungan untuk para ibu (termasuk saya didalamnya). melalui Dila. Peristiwa itu tidak hanya satu dua kali terjadi. Ketika Aqra' bin Habis At Tamimi mengatakan bahwa ia memiliki sepuluh anak tapi tak pernah mencium salah seorang diantara mereka. Lagi-lagi kearifan suamiku membuatku semakin merasa bersalah..

" Singkat cerita. Dari menjual kebun itu. tiba-tiba di matanya ia seperti melihat ibunya sedang memasak di dapur yang atapnya masih rusak dan sering bocor kala hujan. Kami sering mendengar ia sering berteriak dapur ibuku…dapur ibuku…" cerita salah seorang teman ujang pada ibu ujang. Ibu sudah senang kalau melihat kamu sudah bisa mandiri…". satu persatu peserta melakukan terjun payung.Besok bisa terlambat sekolah kalau tak tidur sekarang. ibu akan bekerja jang. Begini ceritanya … Saat ke lima anak itu masih kecil."bagja ujang dunia akhirat…semoga ujang jadi anak sholeh…" Ujang akhirnya lulus sekolah tentara dan menjalankan dinasnya di divisi Siliwangi bandung. Sambil membelai rambut anaknya dengan sayang. "Tapi ujang akan bantu ibu kalau sudah bekerja !" "Iya jang…iya !" jawab ibunya sambil tersenyum. aku sering bertanya mengenai perihal tetangga itu. Baru tinggal beberapa meter dari tanah. ujang hanya cedera ringan saja dan hanya di rawat beberapa hari saja di sana.. Dari hasil usahanya berjualan ia pergunakan untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Gimana sih kok kulihat ke lima anaknya rukun sekali dan sayang pada ibunya itu. Si ibu itu akhirnya menjadi janda dalam usia muda.. ia bisa melaksanakan cita. Alhamdulillah berkat lindungan Allah dan doa ibu. Seperti halnya janda muda lainnya. Dari gajinya. Loncat… Ketika sedang melayang di udara. ibu itu menjual kebun yang ia punya kepada bibiku. Si ujang mendengarkan perkataan ibunya sambil menangis terisak-isak. Si anak sulung sering berkata pada ibunya kala beristirahat di malam hari. ibu itu berkata. ibu hanya berharap kamu bisa membantu adik-adikmu. Dari pesawat yang terbang tinggi. Ada pula yang meneror ibu itu tiap malam dengan mengetuk pintu. Teman-temannya saat menemani ujang menjenguk ibunya menceritakan pada hal itu padanya. " Aih…aih ujang…ujang. Mereka selalu membantu ibunya membuat makanan kecil dan jika pulang sekolah mereka ikut menemani ibunya berjualan. Untuk biaya hidup keluarganya. Jangan pikirkan ibu. Ku naon mikirkeun kitu. "Selama ibu masih kuat. Kalau kamu sudah besar dan menjadi orang. Ke empat adiknya pun mengikuti jejak kakaknya menjadi tentara. Ibu di rumah saja yah… biar ujang yang urus ibu dan adik-adik. Air mata menetes tanpa sadar dan ujang terlupa untuk menarik tali pembuka parasut. Ke lima anaknya pun sangat sayang pada ibunya. 68 . ia gunakan sebagai modal berdagang makanan kecil. Ibu itu meminta bantuan bibiku dan pamanku untuk melindunginya dari teror lelaki hidung belang. Sebagai peserta didik di sekolah itu. banyak lelaki iseng yang mengajukan lamaran padanya.". ibu ujang berkata sambil linangan air matanya membasahi pipinya. "Sudah sana tidur. ujang menarik tali itu. ayah mereka telah di panggil Allah SWT. ujang pun mengikuti latihan itu. ujang akan bekerja. Lalu ia mengikuti ujian masuk sekolah tentara. Tiba giliran si ujang.Dari berkenalan dengan tetangga bibiku. Segera teman-temannya membawa ujang ke rumah sakit militer. SMU Taruna. Ujang terjatuh ke tanah. Lalu bibiku menceritakan perihal tetangganya. buat biayai sekolah kalian. ujang lulus sma. Alhamdulillah ia lulus dan mengikuti pendidikan di sekolah itu. "Aduh ibu…ujang tiap malam selalu mengigau. Ujang juga akan jaga ibu dari lelaki hidung belang" Ibu itu tersenyum mendengar perkataan anaknya. Ibu nggak perlu jualan lagi. Suatu ketika ada latihan terjun payung.citanya membantu ibunya menyekolahkan adik-adiknya dan memperbaiki dapur ibunya. "Ibu…ibuku sayang…kalau ujang nanti sudah besar. Ibu itu selalu menampik semua lamaran karena takut lelaki itu hanya cinta pada dirinya bukan pada anaknya.

Para tetangga hanya bisa melihat sambil berlinang air mata. yang selalu sayang pada ibunya. Mungkin di hati mereka juga berharap. "Ujang sayang ibu…ujang sayang ibu…ujang sayang ibu…Janganlah ibu menangis. Nürnberg.Setiap lebaran. ujang ingin selalu melihat ibu tersenyum". Selalu rukun sebagai saudara… Ujang selalu sayang ibu.2004 Rinduku pada ibu dan adikku di sana… Kunaon mikirkeun kitu : kenapa memikirkan hal itu Bagja ujang dunia akhirat : sejahtera ujang dunia akhirat 69 . ke lima anaknya selalu menjenguk ibunya. ia peluk ibunya erat-erat. anakku suatu ketika bisa seperti mereka. ia ciumi. 23. Ke empat adiknya pun lalu larut dalam suasana itu. Ketika datang. Berisak-isaklah ibu bersama lima anaknya. Ujang sering membuat malu ibunya di depan tetangga yang berkunjung. Saling mengerubungi ibunya yang sudah mulai tua.12. sambil terus berkata di telinga ibunya. Pelukannya tak ia lepas-lepas sampai si ujang merasa puas menyampaikan rasa sayang dan rindunya pada sang ibu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful