MAKALAH PENGENDALIAN POLUSI

FENOMENA HUJAN ASAM

Disusun oleh :

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 / 2011

Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. Hujan secara alami bersifat asam karena Karbon Dioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. 2001). yaitu deposisi kering dan deposisi basah. Deposisi basah ialah turunnya asam dalam bentuk hujan. Deposisi asam dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke dalam air hujan dan turun ke bumi. Ini merupakan masalah umum yang secara berangsur-angsur mempengaruhi kehidupan manusia. Asam itu tercuci atau wash out. Deposisi kering ialah peristiwa kerkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. Jika turun hujan dari awan tadi. Deposisi asam ada dua jenis. Biasanya deposisi jenis ini terjadi dekat dari sumber pencemaran. Hujan pada dasarnya memiliki tingkat keasaman berkisar pH 5. Istilah Hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris (Anonim. yang benar adalah deposisi asam.FENOMENA HUJAN ASAM Hujan asam adalah suatu masalah lingkungan yang serius yang benar-benar difikirkan oleh manusia. Tetapi istilah hujan asam tidaklah tepat. Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik. maka air hujan yang turun bersifat asam. apabila hujan terkontaminasi . Deposisi jenis ini dapat terjadi sangat jauh dari sumber pencemaran. Selain itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam.

Menurut Soemarwoto O (1992). 90% SO2 adalah antrofogenik. kabut yang membawa partikel ini terjadilah hujam asam. Kadar SO2 tertinggi terdapat pada pusat industri di Eropa. 1992). 2. Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Pada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara. Amerika Utara dan Asia Timur. misalnya akibat pembakaran BBF. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami. Makin tinggi suhu pembakaran. 50% nitrogen oxides terdapat di atmosfer secara alami. 2005). Selain itu NOx juga berasal dari aktifitas jasad renik yang menggunakan senyawa organik yang mengandung N. Di dalam tanah pupuk N yang tidak terserap tumbuhan juga mengalami kimi-fisik dan biologik sehingga menghasilkan N. di Jerman 50% dan di Kanada 63% (Anonim. makin banyak Nox yang terbentuk. terutama akibat pembakaran BBF. Karena itu semakin banyak menggunakan pupuk N. Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia. Minyak bumi mengadung belerang antara 0. makin tinggi pula produksi oksida tersebut. Di Eropa Barat. Waktu BBF di bakar. peleburan logam dan pembangkit listrik. misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami. Disaat terjadinya curah hujan. Oksida N merupakan hasil samping aktifitas jasad renik itu.4% sampai 5%. Pembakaran BBF mengoksidasi 5-50% nitrogen dalam batubara . belerang tersebut beroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. 2/3 SO2 berasal dari pembangkit listrik batu bara. Senyawa SO2 dan NOx ini akan terkumpul di udara dan akan melakukan perjalanan ribuan kilometer di atsmosfer. Di Inggris. Hujan asam juga dapat terbentuk melalui proses kimia dimana gas sulphur dioxide atau sulphur dan nitrogen mengendap pada logam serta mongering bersama debu atau partikel lainnya (Anonim. 2005).1% sampai 3% dan batubara 0. Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam sulfat (Soemarwoto O.2 Dampak Hujan Asam .dengan karbon dioksida dan gas klorine yang bereaksi serta bercampur di atmosphere sehingga tingkat keasaman lebih rendah dari pH 5. disebut dengan hujan asam. dan 50% lagi juga terbentuk akibat kegiatan manusia. 40-50% nitrogen dalam minyak berat dan 100% nitrogen dalam mkinyak ringan dan gas. disaat mereka bercampur dengan uap air akan membentuk zat asam sulphuric dan nitric.

Sebagai akibatnya akar kekurangan energi. Kadar SO2 yang tinggi di hutan menyebabkan noda putih atau coklat pada permukaan daun. Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun. Pohon menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan hama. Penurunan pH tanah akibat deposisi asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. namun juga pada lingkungan abiotik. Serta akan melepaskan zat kimia beracun seperti aluminium. yang secara signifikan berdampak pada keberlangsungan suatu ekosistem. Seperti halnya danau. lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang (Anonim. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. 2002).Terjadinya hujan asam harus diwaspadai karena dampak yang ditimbulkan bersifat global dan dapat menggangu keseimbangan ekosistem. Ini disebabkan oleh pengaruh rantai makanan. Hujan asam memiliki dampak tidak hanya pada lingkungan biotik. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut. Tidak semua danau yang terkena hujan asam akan menjadi pengasaman. Apa yang terjadi jika didanau memiliki pH dibawah 5. dari analisis daun yang terkena deposisi asam menunjukkan kadar magnesium yang rendah. Tumbuhan dan Hewan Hujan asam yang larut bersama nutrisi didalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh. dimana telah ditemukan jenis batuan dan tanah yang dapat membantu menetralkan keasaman. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati. hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. karena hasil fotosintesis tertahan di tajuk. Sedangkan magnesium merupakan salah satu . Menurut Soemarmoto (1992). Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan iar terhambat. yang akan bercampur didalam nutrisi. Hutan juga mempunyai kemampuan untuk menetralisir hujan asam dengan jenis batuan dan tanah yang dapat mengurangi tingkat keasaman. antara lain : Danau Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Sebaliknya tahuk mengakumulasikan zat yang potensial beracun tersebut. kekeringan dan mati. selebihnya pohon-pohon akan terserang penyakit. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun. Sehingga apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran. Dengan demikian pertumbuhan akar dan mikoriza terhambat sedangkan daunpun menjadi rontok. jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kematian tumbuhan tersebut.

meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan. Spesies hewan yang lain juga akan terancam karena jumlah produsen (tumbuhan) semakin sedikit. orang dengan status gizi buruk relatif lebih rentan terhadap pencemaran udara dibandingkan dengan orang yang sehat.3 Upaya Pengendalian Deposisi Asam Usaha untuk mengendalikan deposisi asam ialah menggunakan bahan bakar yang mengandung sedikit zat pencemae. sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat bereaksi secara kimia didalam udara. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat. pasirbesi. Kesulitan yang dihadapi dkarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Berdasarkan hasil penelitian. Misalnya balita. Korosi Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur. hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. Kekurangan magnesium disebabkan oleh pencucian magnesium dari tanah karena pH yang rendah dan kerusakan daun meyebabkan pencucian magnesium di daun. menghindari terbentuknya zat pencemar saar terjadinya pembakaran. Selain itu juga dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit karena senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit.nutrisi assensial bagi tanaman. yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paru-paru yang akan menyebabkan penyakit pernapasan. Hal ini jelas akan menyebabkan kepunahan spesies. . dengan terbentuknya partikel halus suphate. marmer. namun belum ada yang nyata berhubungan langsung dengan pencemaran udara khususnya oleh senyawa Nox dan SO2. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bagunan tua serta monument termasuk candi dan patung. Sebagaimana tumbuhan. 2. orang berusia lanjut. Berbagai penyakit juga akan terjadi pada hewan karena kulitnya terkena air dengan keasaman tinggi. termasuk faktor kepekaan seseorang terhadap pencemaran yang terjadi. menangkap zat pencemar dari gas buangan dan penghematan energi. batu pada diding beton serta logam. Kesehatan Manusia Dampak deposisi asam terhadap kesehatan telah banyak diteliti. Spesies hewan tanah yang mikroskopis akan langsung mati saat pH tanah meningkat karena sifat hewan mikroskopis adalah sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim.

Dengan teknologi ini. d. sehingga SO3 bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam sulfat (H2SO4). Usaha lain yaitu dengan menggunakan bahan bakar non-belerang misalnya metanol. jika tidak akan menimbulkan masalah yang lain. Pemisahan polutan dapat dilakukan menggunakan penyerap batu kapur atau Ca(OH)2. Penuruna suhu mengakibatkan penurunan pembentukan Nox baik dari nitrogen yang ada dalam bahan bakar maupun dari nitrogen udara. Hasil samping proses FGD disebut gipsum sintetis karena memiliki senyawa kimia yang sama dengan gipsum alam.a. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran Beberapa teknologi untuk mengurangi emisi SO2 dan Nox pada waktu pembakaran telah dikembangkan. sedangkan minyak bumi merupakan sumber bahan bakar dengan kandungan belerang yang tinggi. Slah satu teknologi ialah lime injection in multiple burners (LIMB). misalnya batubara. tanah dan kotoran lain. serta mengurangi kadar belerang yang berupa pirit (belerang dalam bentuk besi sulfida( sampai 50-90% (Soemarwoto. Pengendalian Setelah Pembakaran . Akan tetapi penggantian jenis bahan bakar ini haruslah dilakukan dengan hati-hati. Misalnya pembakaran metanol menghasilkan dua sampai lima kali formaldehide daripada pembakaran bensin. etanol dan hidrogen. Asam sulfat selanjutnya direaksikan dengan Ca(OH)2 sehingga diperoleh hasil pemisahan berupa gipsum (gypsum). batubara diasanya dicuci untukk membersihkan batubara dari pasir. Dalam proses produksi. akan tetapi kebocoran gas ini dapat menambah emisi metan. Gas buang selanjutnya "didinginkan" dengan air. Masalahnya ialah sampai saat ini Indonesia sangat tergantung dengan minyak bumi dan batubara. Zat ini mempunyai sifat karsinogenik (pemicu kanker). Kapur akan bereaksi dengan belerang dan membentuk gipsum (kalsium sulfat dihidrat). Ke dalam alat ini kemudian disemprotkan udara sehingga SO2 dalam gas buang teroksidasi oleh oksigen menjadi SO3. Penggunaan gas asalm akan mengurangi emisi zat pembentuk asam. Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah Kandungan belerang dalam bahan bakar bervariasi. Caranya dengan menginjeksikan kapur dalam dapur pembakaran dan suhu pembakaran diturunkan dengan alat pembakar khusus. 1992). Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran Kadar belarang dalam bahan bakar dapat dikurangi dengan menggunakan teknologi tertentu. c. Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam fasilitas FGD. b. emisi SO2 dapat dikurangi sampai 80% dan NOx 50%. Gas buang yang keluar dari sistem FGD sudah terbebas dari oksida sulfur.

2006). Hal ini juga berkaitan dengan perubahan gaya hidup. padahal transportasilah yang merupakan penyebab tertinggi pencemaran udara. Mengingat dampak positifnya cukup besar. teknologi yang berpotensi mengeluarkan emisi hendaknya diganti dengan teknologi yang lebih baik dan bersifat ramah lingkungan. gipsum tampil dalam bentuk papan gipsum (gypsum boards) yang umumnya dipakai sebagai plafon atau langit-langit rumah (ceiling boards).Zat pencemar juga dapat dikurangi dengan gas ilmiah hasil pembakaran. yang disebut scubbing (Sudrajad. Prinsip teknologi ini ialah untuk mengikat SO2 di dalam gas limbah di cerobong asap dengan absorben. tidak mustahil suatu saat nanti. Akan tetapi limbah itu dapat pula diubah menjadi gipsum yang dapat digunakan dalam berbagai industri. Dengan cara ini 70-95% SO2 yang terbentuk dapat diikat. Amerika Serikat merupakan negara perintis dalam memproduksi gipsum sintetis ini. gipsum yang dihasilkan melalui proses FGD ternyata juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Recycle. Cara lain ialah dengan menggunakan amonia sebagai zat pengikatnya sehingga limbah yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagi pupuk. dinding penyekat atau pemisah ruangan (partition boards) dan pelapis dinding (wall boards). Teknologi yang sudah banyak dipakai ialah fle gas desulfurization (FGD) (Akhadi. Lokasi pabriknya berdekatan dengan stasiun pembangkit listrik Tennessee Valley Authority (TVA) di Cumberland yang berkapasitas 2600 megawatt. Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse. Reduce) Hendaknya prinsip ini dijadikan landasan saat memproduksi suatu barang. Produksi gipsum sintetis merupakan suatu terobosan yang mampu mengubah bahan buangan yang mencemari lingkungan menjadi suatu produk baru yang bernilai ekonomi. gipsum sintetis yang diproduksi secara benar ternyata memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan gipsum yang diperoleh dari penambangan. Sebagai bahan bangunan. kita sering kali berlomba membeli kendaraan pribadi. dimana produk itu harus dapat digunakan kembali atau dapat didaur ulang sehingga jumlah sampah atau limbah yang dihasilkan dapat dikurangi. baik di industri maupun transportasi. Sebagai bahan wallboard. Teknologi yang digunakan juga harus diperhatikan. 2000. . setiap PLTU batu bara akan dilengkapi dengan pabrik gipsum sintetis. Kerugian dari cara ini ialah terbentuknya limbah. d. Pabrik wallboard dari gipsum sintetis yang pertama di AS didirikan oleh Standard Gypsum LLC mulai November tahun 1997 lalu. Oleh karena itu kita harus memenuhi kadar baku mutu emisi. Gipsum hasil proses FGD ini memiliki ukuran butiran yang seragam. misal untuk bahan bangunan. Selain dapat mengurangi sumber polutan penyebab hujan asam.

Sampah yang tidak dapat dibakar dapat digiling/dipotong-potong menjadi partikel-partikel kecil. baru kita lakukan tindakan penanggulangan. 3) Pengolahan terhadap limbah industri yang mengandung logam berat yang akan mencemari tanah. apabila pencemaran sudah terjadi baik secara alami maupun akibat aktivisas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. pestisida tidak digunakan secara sembarangan namun sesuai dengan aturan dan tidak sampai berlebihan. baru dibuang ke tempat yang jauh dari pemukiman. 2) Sampah senyawa organik atau senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara membakar sampah-sampah yang dapat terbakar seperti plastik dan serat baik secara individual maupun dikumpulkan pada suatu tempat yang jauh dari pemukiman. misalnya mencegah/mengurangi terjadinya bahan pencemar. Namun demikian pada dasarnya kita semua sependapat bahwa tindakan pencegahan lebih baik dan lebih diutamakan dilakukan sebelum pencemaran terjadi. apabila tindakan pencegahan sudah tidak dapat dilakukan. kemudian dikubur.Pencegahan dan penanggulangan merupakan dua tindakan yang tidak dapat dipisah-pisahkan dalam arti biasanya kedua tindakan ini dilakukan untuk saling menunjang. 5) Penggunaan pupuk. Untuk mengurangi terciumnya bau busuk dari gas-gas yang timbul pada proses pembusukan. misal pulau karang. antara lain: 1) Sampah organik yang dapat membusuk/diuraikan oleh mikroorganisme antara lain dapat dilakukan dengan mengukur sampah-sampah dalam tanah secara tertutup dan terbuka. maka penguburan sampah dilakukan secara berlapis-lapis dengan tanah. kemudian dapat diolah sebagai kompos/pupuk. maka dilakukan langkah tindakan. sehingga tidak mencemari udara daerah pemukiman. disimpan dahulu pada sumursumur atau tangki dalam jangka waktu yang cukup lama sampai tidak berbahaya. Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran antara lain dapat dilakukan sebagai berikut: Langkah pencegahan Pada umumnya pencegahan ini pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran. 4) Sampah zat radioaktif sebelum dibuang. Tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan macam bahan pencemar yang perlu ditanggulangi. sebelum dibuang ke sungai atau ke tempat pembuangan agar dilakukan proses pemurnian. yang tidak berpenghuni atau ke dasar lautan yang sangat dalam. .

maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap pencemara tersebut. Tindakan penanggulangan pada prinsipnya mengurangi bahan pencemar tanah atau mengolah bahan pencemar atau mendaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat. 3) Hujan asam yang menyebabkan pH tanah menjadi tidak sesuai lagi untuk tanaman. . plastik dan serat dijadikan kesed atau kertas karton didaur ulang menjadi tissu. batu bata. air dan tanah) yang telah disediakan dan diatur oleh Allah sang pencipta. pencemaran air dan pencemaran tanah) berarti kita melakukan pengawasan.6) Usahakan membuang dan memakai detergen berupa senyawa organik yang dapat dimusnahkan/diuraikan oleh mikroorganisme. maka tanah perlu ditambah dengan kapur agar pH asam berkurang. pengendalian. pemulihan. dijadikan bahan bangunan. Dengan melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran lingkungan hidup (pencemaran udara. plastik di daur ulang menjadi ember dan masih banyak lagi cara-cara pendaur ulang sampah. agar diolah atau dilakukan daur ulang menjadi barangbarang lain yang bermanfaat. pasir. 2) Bekas bahan bangunan (seperti keramik. Resapan air tersebut bahkan bisa masuk ke dalam sumur dan dapat digunakan kembali sebagai air bersih. dikubur dalam sumur secara berlapis-lapis yang dapat berfungsi sebagai resapan dan penyaringan air. misal dijadikan mainan anak-anak. tanah subur adalah tanah yang dapat ditanami dan terdapat mikroorganisme yang bermanfaat serta tidak punahnya hewan tanah. melainkan tetap berada di tempat sekitar rumah dan tersaring. dengan demikian berarti kita mensyukuri anugerah-Nya. berangkal) yang dapat menyebabkan tanah menjadi tidak/kurang subur. Tanah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. sehingga tidak menyebabkan banjir. kerikil. pelestarian dan pengembangan terhadap pemanfaatan lingkungan) udara. Langkah penanggulangan Apabila pencemaran telah terjadi. Langkah tindakan penanggulangan yang dapat dilakukan antara lain dengan cara: 1) Sampah-sampah organik yang tidak dapat dimusnahkan (berada dalam jumlah cukup banyak) dan mengganggu kesejahteraan hidup serta mencemari tanah. batu-batu. kaca-kaca di daur ulang menjadi vas kembang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful