PERENCANAAN PELABUHAN I

Ir. H.R. SOENARNO. AS

JURUSAN TEKNIK SIPIL
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2004

KATA PENGANTAR
Seperti kita ketahui sampai saat ini masih terasa kurangnya buku-buku berbahasa
Indonesia yang membahas tentang Ilmu Pelabuhan, baik yang mengenai Teknik Pantai dan
Teknik Pelabuhan ( Tidal and Coastal Engineering ) maupun operasi dan Manajemen Pelabuhan;
serta hal-hal yang menyangkut Transportasi laut dalam rangka kegiatan Perhubungan Laut ,
walaupun sudah banyak buku-buku tentang pelabuhan yang ditulis dalam bahasa asing.
Oleh karena itu untuk kepentingan para mahasiswa dan generasi muda kita, maka kami
berusaha menyusun buku Perencanaan Pelabuhan ini.
Menurut pengalaman kami lebih dari seperempat abad memberi kuliah, khususnya dalam
bidang pelabuhan, terasa kurang berhasilnya dalam menempuh studinya, antara lain disebabkan
karena kurangnya minat baca bagi para mahasiswa; dan hal ini dapat dimengerti karena indikasi
kurangnya minat baca tersebut disebabkan kurangnya mereka menguasai bahasa asing.
Mengingat tenaga mereka apalagi sebagai sarjana sangat diperlukan negara dan
masyarakat kita dewasa ini , maka merupakan kewajiban kita semua untuk menarik minat baca
mereka dengan memberikan kemudahan-kemudahan berupa tulisan-tulisan ilmiah dalam bahasa
Indonesia.
Atas dasar kepentingan dan maksud tersebut diatas, mendorong kami untuk menyusun
buku ini dengan segala kekurangan-kekurangan yang ada, kami berusaha menyajikan hal-hal
yang secara langsung nantinya akan mereka gunakan dalam praktek.
Walaupun buku ini belum selengkap yang diharapkan, namun buku ini sudah memuat
dasar-dasar dan pokok pengetahuan sebagai bekal untuk nantinya mampu melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan pembangunan khususnya dibidang perhubungan laut dengan sebaik-baiknya.
Tentu saja kami tidak hanya berhenti disini, melainkan dengan segala kekurangan yang
ada , secara bertahap akan kami sempurnakan dan kami lengkapi sesuai dengan kemajuan
teknologi yang mempengaruhi perubahan pada cara-cara kerja dan peralatan yang dimaksud.
Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat ALLAH SWT , karena dengan rahmat dan
Anugrah –NYA kami dapat menyusun dan menyelesaikan buku Perencanaan Pelabuhan I.
Kami mengucapkan terima kasih kepada teman dosen di ISTN yang telah membantu
menyelesaikan pembuatan buku Pelabuhan I ini sdr Ir. Marsiano MSc , Ir. Rahardjo MT, Ir. Atjep
i

Sudaryanto MT dan teman-teman dosen lain yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. Dan
juga kepada semua pihak yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat berarti dalam
menyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari ,bahwa buku yang kami susun ini masih memiliki banyak kekurangan
dan kelemahan. Oleh karena itu, kami menerima segala kritik dan saran yang bersifat positif
untuk kami.
Semoga Diktat ini memberikan banyak manfaat bagi kami pada khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.

Jakarta, 18 Januari 2005.

Penulis.

ii

2. PASANG SURUT AIR LAUT.. .……………………… 6 BAB. …. ………………………………………………… 30 iii ..2.………………………………………………………………… 6 II... ARUS AIR LAUT.. GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES )..1.2. ………………………………………………………………… 19 IV. Berdasarkan Jenis Pungutan Jasa.. ………………………………………… 21 IV. Difraksi.1. ………………………………… 4 ………………………………………… 4 BAB... Panjang dan kecepatan Gelombang.1..……………………… 14 III.. Cara Pengukuran Kecepatan dan Arah Arus.. Pemandangan Umum Tentang Pelabuhan.. Berdasarkan Teori Seimbang dari NEWTON. 1 I.2. II. Pendahuluan .4....1. Gelombang.. Pendahuluan.. PENDAHULUAN. Berdasarkan Jenis Perdagangan. Pengukuran Kedalaman (ukuran kedalaman ) air laut .. ………………………………………… 4 I. ………………………………………………………………… 18 IV.. II..1.. Wave Refraction dan Wave Diffraction. ………………………………… 28 ………………………………………………………………… 30 IV.2. IV.... Equivalent Deepwater wave. III. Berdasarkan Konstruksi Teknis.2.………………………. Pendahuluan.. I.2.3. 17 BAB.DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………………………………… i Daftar Isi ………………………………………………………………………… iii BAB I.4.………………………………. Penyelidikan gelombang.3.5. I.2. 4 I..6. IV.6. ... ………………………………………………………………… 12 III.. ………………………………………………… 27 IV... III. Macam-macam Pelabuhan Berdasarkan Kriteria. . IV. ………………………………………… 4 I.2.. Berdasarkan Kegiatannya.3.

.…. 101 BAB. ………………………………………………………………………… 31 IV. VI. ………………………………………… 40 BAB.……………………. 51 Contoh soal Breakwater type Rublemound. Jarak labuih kapal. VI. Refleksi Gelombang. FENDER. Pendahuluan.3. ………………………………… 36 IV. VI. Ukuran-ukuran kapal.2.2. ………………………………………………………… 35 IV. Contoh soal rencana penggunaan Fender. 105 VII. 106 iv . Pendahuluan.6.……………. ……… ……………………. Merencanakan Panjang Dermaga.4. 91 VI. ……………. ………………………………………………………………. ………………………………………………………… 35 IV.……………………….IV. 101 VI. Jarak perletakan masing-masing fender. 48 V.1. …………………………………. PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG. VII..1 Pendahuluan …………………………………………………………………. 94 VI. ………….12.5.3 Pemilihan Type ……………………………………………………………… 49 V.7... 97 …………………………………………….7. Pengaruh gelombang didalam Pelabuhan..... Merencanakan luas tempat penumpukan yang diperlukan. ………………………………………………………………. Breakwater type Rublemound. 92 VI.. 48 V.11.3.4. Macam-macam Breakwater. …….1. V. 95 VI. ………………………………………………… 37 IV. 49 …………………. ………………… 80 BAB.…………. ………………………………………………. Merencanakan banyaknya kapal Tunda. V. Keuntungan dan kerugian masing-masing type. Fetch.10.. Wave Runup dan Over topping..5.…………………. VI.……………………. ………………………………… 70 Contoh soal Design konstruksi Breakwater type Caisson.5..……………. 96 ………………. Penggunaan Peralatan Pelabuhan.9. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN.. Menentukan jumlah peralatan pelabuhan yang diperlukan. V. 103 VII.………….. Wave shoaling.8..2. …………………... VII... ……. …………………….…………………. Wave Breaking.

………………………………………………. LAMP. Pekerjaan Reklamasi.4. Lamp.3. Lamp.………………………. ……………….………………. B.. E. Tentang …………………………………………………………………… v . D. Capital Dredging dan Maintenance Dredging. ………………………………………………………………… 113 PENGALAMAN PENULIS ………………………………………………………………….. 109 VIII. Tentang …………………………………………………………………….. 109 VIII. Tentang ……………………………………………………………………. C.1. 114 LAMPIRAN-LAMPIRAN..BAB. VIII.2. Tentang ……………………………………………………………………. PENGERUKAN ( DREDGING ). ………………………………………………………………. Lamp. A. ………………………. Tentang …………………………………………………………………… Lamp. Pendahuluan. VIII... 110 DAFTAR PUSTAKA.. Contoh soal.. 109 VIII.

Banyak Istilah-istilah kepelabuhanan yang belum ada terjemahannya dengan tepat. angkutan laut dan angkutan laut. Pelabuhan Laut merupakan terminal point antara angkutan darat dan angkutan laut. Harbour : adalah tempat perairan yang cukup dalam untuk tempat kapal-kapal berada. serta angkutan laut dengan angkutan darat. AS BAB I PEMANDANGAN UMUM PELABUHAN I. Selanjutnya pelabuhan dilengkapi dengan fasilitasfasilitas tambat dan pergudangan serta pier atau penahan gelombang. Jadi ringkasnya “ Port “ adalah Harbour yang telah dimanage (dilola). sehingga hanya kapal-kapal kecil melewati sungai-sungai dan kapal-kapal besar berlabuh dipelabuhan sebagai terminalnya. itu adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal laut. Pelabuhan.H. sehingga dalam hal-hal seperti itu terpaksa masih digunakan istilah asing. Soenarno. sehingga kapal-kapal dapat berlabuh disitu dengan aman. Port : Harbour yang secara tetap digunakan oleh masyarakat yang sibuk berdagang dan bongkar muat angkutan laut.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Dahulu kala sungai-sungai merupakan alur pelayaran bagi perahu-perahu dan kapal-kapal. bebas dari rintangan untuk navigasi dan terlindung dari taufan. terjemahannya keduanya adalah Pelabuhan sedangkan keduanya memang berbeda. maka makin lama kapal-kapal makin besar. 1 . antara lain . kata aslinya adalah labuh yang berarti Pelabuhan laut. dimana kapalkapal berlabuh (membuang jangkar/sauh). Kita kenal istilah Harbour dan Port dalam bahasa Inggris. Karenanya muara-muara sungai dahulu merupakan pelabuhan. Sehubungan dengan perkembangan perekonomian. Perhubungan laut termasuk pelabuhannya merupakan prasarana (infrastructure) dari perekonomian.R. kapal-kapal tersebut biasanya sampai dimuara sungai berhenti berlabuh sambil menunggu cuaca baik agar dapat melanjutkan perlayarannya menuju antar pulau dan melaut kenegara lain. 1 PENDAHULUAN.

Pacitan dan lain-lain. MACAM – MACAM PELABUHAN : Dibawah ini disajikan suatu diagram tentang macam-macam pelabuhan.R. yang kita bahas selanjutnya adalah Pelabuhan Niaga khususnya Pelabuhan Umum. I. Soenarno. AS Harbour dipimpin oleh Harbour master (Syahbandar). Tanjung Perak. Pelindo I berpusat di Belawan (Medan) PT. yaitu : PT. 2.M. Pelabuhan Umum di Indonesia dikendalikan oleh Negara jadi termasuk B. Pengandaran. Makassar dan lain-lain. DLL Pelabuhan Militer (Pangkalan Angkutan Laut) tidak akan kita bahas.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Belawan. PELABUHAN PELABUHAN MILITER PELABUHAN NIAGA PELABUHAN UMUM PELABUHAN KHUSUS PEL MINYAK PEL PERIKANAN PEL BATU BARA PEL KAYU PEL PEMDA . contoh harbour di Indonesia adalah pelabuhan-pelabuhan Eretan. Pelabuhan Tanjung Priok. Pelindo II berpusat di Tanjung Priok (Jakarta) 2 .N (Badan Usaha Milik Negara)/ Harbour State Own Enterprises . Port dipimpin oleh Port Administrator (Administrator Pelabuhan / Adpel) contoh Port di Indonesia adalah.H. sekarang di Indoensia BUMN yang dimaksud bernama Pelindo (Pelabuhan Indonesia) berbentuk PT (Persero) dan terdapat 4 Persero.U.

Kantor Karantina Depkes. Pada saat pelabuhan ditetapkan sebagai Perum maka pengerukan juga ditetapkan sebagai Perum dan terpisah dari Perum pelabuhan. Pelindo Persero wajib menyediakan fasilitas pelabuhan antara lain : dermaga dengan kelengkapan fender dan bolder. Jaringan listrik juga disupply dari perusahaan Listrik Negara. Pelabuhan dalam hal ini PT. kolam tempat berputar kapal (turning basin). forklift. Perbankan. Kantor Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). Sebelum pelabuhan menjadi (berstatus) Perum (Perusahan Umum Negara) status pengerukan merupakan Divisi dari instansi pelabuhan . arus laut. Pelabuhan menyediakan tempat/lahan untuk Kantor.q Direktorat Jendral Perhubungan Laut.R. begitu pula pembangunan penahan gelombang (breakwater). truck dan alat-alat bongkar muat lainnya. Pelindo IV berpusat di Makassar (Ujung Pandang) Dibina oleh Depertemen Perhubungan c. Untuk membangun kolam pelabuhan dan alur pelayarannya diperlukan “Capital Dredging” (pengerukan awal) dan untuk memelihara kedalamnya diperlukan “Maintanance Dredging” (pengerukan perawatan). swasta dapat membangun dengan izin pelabuhan sedangkan untuk air minum/air kapal bila mungkin pelabuhan menyediakan fasilitasnya. Untuk keperluan tersebut perlu dipahami “Tidal and Coastal Engineering” yang mempelajari antara lain pasang surut. air kapal diambil dari perusahaan air minum walaupun dengan harga yang sangat tinggi dibanding dengan harga umum. sedangkan gudang penyimpanan (lini III atau warehouse). pergudangan dan open storage (tempat penumpukan) peralatan pelabuhan (port equipment) baik peralatan darat maupun peralatan dilaut seperti Crane. AS PT. kolam pelabuhan. Kantor Keamanan (KP3) (Kepolisian di pelabuhan).Perencanaan Pelabuhan I Ir. gelombang dan teknik pantai. Kantor Perdagangan dan Perindustrian. Kantor Bea dan Cukai. Pelindo III berpusat di Tanjung Perak (Surabaya) PT. alur pelayaran masuk. tetapi bila tidak. Soenarno.H. juga bila mungkin menyediakan lahan untuk galangan kapal. Kantor Pelayaran. Pembangunan fasilitas-fasilaitas tersebut diatas. Pada tahun 1991 3 . khususnya bangunan air tidak mudah pelaksanaannya. Dalam hal pergudangan pelabuhan wajib menyedikan Transit Shed (gudang lini I dan lini II).

AS seperti halnya pelabuhan pengerukan juga ditetapkan sebagai Persero dan disebut PT. PELINDO (Persero). yakni terbesar ketiga di Asia setelah armada keruk dari Jepang dan Korea. MACAM-MACAM PELABUHAN BERDASARKAN KRITERIA Adapun macam-macam pelabuhan berdasarkan kriteria . I. Berada diteluk atau muara sungai yang cukup dalam. di Indonesia PT. BERDASAR JENIS PUNGUTAN JASA : 1) Pelabuhan yang diusahakan : Pelabuhan yang dikelola oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara). tetapi langsung dikendalikan dibawah pemerintah cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. maka dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok sebagai berikut : a. Rukindo Persero. Soenarno.3. 3) Pelabuhan otorita : di Indonesia contohnya Pelabuhan di Batam 4) Pelabuhan Bebas : di Indonesia contohnya Pelabuhan Sabang.Perencanaan Pelabuhan I Ir. 2) Pelabuhan yang tidak diusahakan : Pelabuhan di Indonesia yang tidak dikelola BUMN. PT. 3) Artificially excavated port : Pelabuhan yang dibangun dengan mengeruk daratan/ pantai untuk dijadikan kolam pelabuhan.H. Rukindo Persero merupakan perusahaan pengerukan yang memiliki armada keruk yang cukup besar. 4 . BERDASAR KONSTRUKSI / TEKNIS 1) Pelabuhan alam : Pelabuhan secara alamiah sudah memenuhi kriteria. BERDASAR JENIS PERDAGANGAN 1) Pelabuhan sungai : Untuk perdagangan local 2) Pelabuhan pantai : Untuk perdagangan interinsuler 3) Pelabuhan samudra : Untuk perdagangan internasional c. 2) Pelabuhan buatan : Pelabuhan yang dibuat dengan mengurug perairan untuk dijadikan pelabuhan dan jika diperlukan diberi pemecah atau penahan gelombang atau pier (tanggul) dan lain-lain.R. b.

5 . plb. Batubara di Tarahan Lampung. 5) Pelabuhan Marina untuk Yacht.R. Pupuk di PUSRI Pelembang.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Miyak di Balikpapan. Perikanan di Muara Karang. plb. BERDASAR KEGIATANNYA ( UMUM / KHUSUS ) 1) Pelabuhan umum (Niaga/Commersial) 2) Pelabuhan Industri : Plb. Pangkalan Angkatan Laut di Surabaya dan lain-lain 4) Pelabuhan Kayu (Logpond) : Kolam pelabuhan penyimpan kayu-kayu. 3) Pelabuhan Militer (pangkalan) : Pangkalan di Teluk Semangka Lampung. motor boat dan lain-lain 6) Pelabuhan turis : untuk kapal-kapal pariwisata 7) Pelabuhan untuk tempat berlindung (refuge) dan lain-lain. plb petrokimia di Gresik dan lain-lainnya. Soenarno.H. AS d. plb.

Perencanaan Pelabuhan I Ir. Kondisi Pasang Surut Air Laut.2.28 detik D B E F a A 0 90 180 270 12 jam .50 menit . Teori setimbang dari Newton (1687) 2. Teori dinamis dari Laplace (1749 . BERDASARKAN TEORI NEWTON.1. pada tiap saat akan terjadi/terdapat situasi statis yang setimbang (momentaneous static stability). 6 .H. Soenarno. Ordinat : menyatakan tinggi permukaan air. Pasang berarti muka air laut lebih tinggi dari keadaan normal. Absis : menyatakan waktu dalam satuan jam atau derajat. Bumi merupakan bola padat yang dilapisi dengan air secara merata.R. PENDAHULUAN Pasang dan surut pada air laut terjadi akibat adanya gaja tarik Bulan dan/atau Matahari terhadap Bumi.14 detik a 360 1/2 90 180 270 360 EF = 2 a fase untuk tinggi h Gambar II.1827) II. sedang surut berarti lebih rendah dari keadaan normal. 24 jam . AS BAB II PASANG SURUT AIR LAUT II.25 menit .1. Terhadap gerakan/pasang surut ini ada 2 (dua) buah teori : 1.

1 2 α = ∠FOB ρ = OF a = OA = OB δ = amplitudo P E b = OP = OQ b F R y A a ρ α B O x i m Bu Ellips Lingkaran Q Lapisan air ( hydrosfeer ) Gambar II.R.H. Soenarno. Matahari mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam sedangkan Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 24 jam 50 menit 28 detik. Banyaknya air yang melapisi Bumi (Hydrosteer) tidak berubah. maka lingkaran dengan Radius R berubah menjadi ellips yang luasnya sama. digambarkan seakan-akan. seperti yang tertera dalam buku pasang surut. AS __ __ __ __ AB = CD AB dan CD disebut Amplitudo Dalam Sinusoida tersebut diatas. kita gambarkan proyeksi Bumi padat saat terjadinya pasang surut seperti tersebut diatas. Karena itu akibat gaya tarik Bulan / Matahari.2.b …………………………. Untuk mengetahui tinggi muka air laut setiap saat di setiap tempat.Perencanaan Pelabuhan I Ir. ( 1 ) 7 . Persamaan = πR2 = πab R = a. Proyeksi Bumi padat saat terjadi pasang surut.

(c) dan (d) kedalam persamaan Ellips.Y) α ……………… ( c ) sin α ……………… ( d ) X = ρ cos Maka Y=ρ Persamaan Ellips : X2 Y2 + =1 a2 b2 Substitusi (a). AS Misalkan a – b = δ → a = b + δ ………………… (2 ) (2) substitusi ke (1) menghasilkan : R= b(b + δ ) = b 2 + bδ = b 2 + bδ + (1 / 2δ ) 2 = (b + 1 / 2δ ) 2 = b + ½δ Karena δ sangat kecil terhadap b (δ <<<< b) Maka pada nilai tersebut diatas dapat ditambah (½δ)² Jadi R = b + ½ δ → b = R .½δ cos 2 α = ρ .2α + R 2 − Rδ .½δ cos 2 α = ρ-R 8 2 . maka koordinat titik F (X.H. cos 2 α 1   R + δ  2   2 + ρ 2 . sin 2 α 1   R − δ  2   2 =1  1  cos 2α + 1   2 1 2  1 − cos 2α   1   1  ρ  R 2 − Rδ + δ 2   =  R + δ   R − δ   +  R + Rδ − δ  4  2 4  2 2   2       2 2 2 [( )] ) ( 1 2 2 1   ρ R cos .½ δ ……………… ( a ) a = R + ½ δ ……………… ( b ) Bila OF = ρ.R.½δ cos 2 α ) = ρ² R . cos 2α − Rδ + R 2 − R 2 cos 2α + Rδ − Rδ cos 2α =  R 2 − δ  2 4   ρ 2 (R 2 − Rδ cos 2α ) = R 4 ρ² (R² .½δ cos 2 α )² = ρ4 ρ (R . ρ 2 . (b).Rδ cos 2 α + ¼δ² cos² 2 α) = R4 ≈ ρ4 ρ² (R .Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno.

500 x massa Bumi Massa Bulan = 0.tarik . Massa Matahari = 319. Soenarno.m2   K = R 2 C    C = konstanta.m2   K = R 3 C    Rumus ini kita pergunakan untuk membandingkan gaya tarik Bulan terhadap Bumi dan gaya tarik Matahari terhadap Bumi.bulan 0. seperti diketahui bahwa.600 x Diameter Bumi Jarak Bulan = 30 x Diameter Bumi. Jadi Tinggi muka air laut = Amplitudo x cos phase. Bila m 2 bergerak mengelilingi m 1 seperti halnya bulan mengelilingi bumi.Matahari 30 3 11.3.R.0125 x massa Bumi Jarak Matahari = 11. Jadi : Gaya. ρ – R = Tinggi m.a laut. cos 2 α = cosinus phasenya .0125 319500 = : Gaya. m1 m2 M R Gambar II. Seperti telah diketahui gaya tarik antara 2 (dua) benda angkasa masing-masing dengan massa m 1 dan m 2 dengan jarak antara R sedang kedua benda tersebut tidak bergerak.600 3 9 . AS 1 δCOS 2α = ρ − R 2 ½δ = Amplitudo . maka dengan adanya gaya-gaya centrifugal gaya tarik menjadi : m1 .tarik . Gaya Tarik benda angkasa dengan massa berbeda Maka besarnya gaya tarik : m1 . Sekarang perlu diketahui besarnya gaya tarik benda-benda angkasa.H.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Gambar II. Pasang surut terbesar terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari berada pada satu garis lurus.Perencanaan Pelabuhan I Ir. tetapi bulan dan mataharilah penyebab utama terjadinya pasang surut yang diakibatkan oleh bulan lebih besar dari pada yang disebabkan oleh matahari (akibat matahari ± 44% dari akibat bulan) (1 / 2.26 : 1 Maka Amplitudo akibat gaya tarik Bulan = 2. Meskipun benda-benda angkasa lainya menimbulkan gaya tarik pada bumi. Soenarno. Kondisi meteorologipun seperti perubahan tekanan barometrik dan perubahan musim dapat juga menyebabkan pasang surut. yang disebut “Spring tides” sedangkan Pasang surut terkecil terjadi ketika kedudukan bumi – bulan – matahari membentuk garis tegak lurus yang disebut “neap tides”.4.H.26 kali. tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar.R. Perbedaan sinusoida pasang surut Matahari dengan pasang surut Bulan Pasang surut diartikan dengan naik turunnya permukaan air secara periodic akibat gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. 10 . Amplitudo akibat gaya Tarik Matahari. serta terjadinya pergerakan dalam system kedudukan bumi – bulan – matahari.26 = 44 %). AS = 2.

Soenarno.R. AS Berdasarkan pengalaman banyak diketahui mengenai terjadinya pasang surut dipantai-pantai.H. 11 . tetapi sedikit sekali pengetahuan mengenai terjadinya perubahan muka air dilautan.Perencanaan Pelabuhan I Ir. gerakan pasang surut diikuti oleh gerakan mendatar yang disebut “Arus pasang surut” (tidal current).

H. PENDAHULUAN. Arus surut adalah arus kearah laut. arus surut dan arus sekunder.1. sedangkan dilautan akan berputar kembali arah dan kecepatan dari jam ke jam. Soenarno AS BAB III ARUS AIR LAUT III. Arus pasang surut merupakan arus periodik yang bervariasi menurut tempatnya dan tergantung dari : - Sifat pasang surut - Kedalaman air laut - Keadaan topografi Dipantai-pantai arus pasang surut akan berulang secara teratur (periodik). Arus pasang adalah arus kearah darat.R.1. Arus akibat angin ini hanya dipermukaan saja.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Arus laut akibat pasang surut terjadi dari permukaan air laut sampai dasar perairan. 12 . Arus pasang surut menimbulkan “ arus secundair “ Gambar III. Arah arus pasang. karena arus akibat pasang surut jauh lebih penting bagi teknisi sipil dibanding arus laut yang diakibatkan oleh angin.

CARA PENGUKURAN KECEPATAN DAN ARAH ARUS. terjadi pada sebagian besar daerah pedalaman. seperti pada sungai-sungai. akan menimbulkan arus yang cukup besar. maka arus disebut Inertia Current dan gelombangnya disebut Swell. karena sebetulnya semua arus itu terjadinya serentak. Selain arus pasang surut. dan sesudah angin bertiup lagi atau arus dan gelombang bebas dari angin. maka akan timbullah gesekan (shear stress) pada permukaan air tersebut. arus pasang surut dapat dibagi menjadi : a) Rotary Type. diantaranya adalah menggunakan cara sebagai berikut : a) CARA SEDERHANA 13 . dan menyebabkan air terseret oleh gerakan angin. b) WARE INDUCED CURRENT. dan sebagian lagi untuk membentuk gelombang permukaan. III. Angin yang bertiup dipermukaan air akan memberikan energi pada air.H. Dalam hal ini terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Tentu saja angin yang bertiup dengan waktu lama (hari) pada daerah yang luas (mil persegi). pembagian energi ini sampai sekarang belum bisa diketahui. Soenarno AS Berdasarkan KEADAAN TOPOGRAFI.2. Dalam daerah dimana arus dan gelombang (wind waves) timbul pergerakan partikel air adalah variable. Arus ini biasanya lemah dan tidak merupakan faktor penting dalam sediment transport.R. dilautan terdapat pula arus-arus lain yang sangat sulit untuk dipelajari. ialah : a) WIND DRIFT CURRENTS Bila angin bertiup diatas permukaan air. sukar untuk dipisah-pisahkan. dimana sebagian energi dipakai untuk membentuk arus permukaan. seperti diselat-selat yang menghubungkan dua lautan. seperti arus dilautan dan disepanjang pantai b) Rectilinier atau Reversing Type. c) Hydraulic Type.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Diantara arus-arus selain arus pasang surut.

kecepatannya adalah 14km = 2km / jam 7 jam b) DENGAN PERALATAN ( CURRENT METER) Kecepatan dan arah arus dapat diukur dengan dua cara : 1) Eulerian Method : dengan menggunakan Current Meter 2) Lagrangian method : dengan menggunakan Tracing Floats Arus dilaut adalah super posisi dari perioda tidal current dengan arus yang hampir terjadi setiap waktu.2. Soenarno AS Dengan menggunakan pelampung Gambar III. untuk selama ± 25 jam dengan current meter.R. Arah perubahan tempat pelampung merupakan arah arus .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Cara sederhana pengukuran Arah dan Kecepatan Arus. Ada beberapa jenis current meter antara lain : 14 .H. karena itulah kecepatan arus perlu diukur pada lapisanlapisan yang berbeda setiap 30 menit sampai 1 jam.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

-

Ekman – Merz Current meter

-

G.E.K (Geomagretic Current meter)

-

T - S. Self Recording Current meter

-

Omo Type self recording Current meter

-

Direct reading current meter

III.3. FENOMENA ARUS TERHADAP BANGUNAN AIR

Gambar III. 3. Perubahan contour dan terjadinya silting dan
scouring sebagai akibat bangunan air yang masif.

Apabila pada suatu teluk dengan arah arus tergambar, dibangun bangunan
konstruksi dermaga beton misalnya berupa konstruksi masif dimana arus air tidak
dapat lewat, maka akan terjadi pembelokan contour seperti terlihat dalam gambar
garis-garis putus (----) dengan akibat yang fatal yakni :
Disebelah kiri bangunan terjadi silting atau pendangkalan serta disebelah
kanan bangunan terjadi scouring atau penggerusan dimana kedua hal ini merupakan
kerugian, cela atau hal yang negatif, masih ditambah lagi kedalaman muka dermaga
yang sesuai rencana adalah 10 meter dibawah LWS bisa berubah menjadi kurang
dari 5 meter dibawah LWS misalnya, untuk mengatasi kejadian tersebut diatas, maka
apabila pada suatu daerah perairan seperti diatas akan dibangun bangunan air,

15

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

dermaga kapal misalnya, maka konstruksi dermaga tersebut tidak boleh berupa
konstruksi masif, tetapi harus direncanakan dengan konstruksi tiang pancang
sehingga air diberi jalan untuk tidak terhambat dan fenomena tersebut tidak terjadi,
walaupun biaya yang diperlukan lebih mahal dari pada konstruksi masif, perlu
diketahui bahwa biaya perbaikan apabila terjadi fenomena tersebut akan jauh lebih
mahal dari pada perbedaan biaya sebelumnya.

HHW = Highest highwater (duduk air
tertinggi)
HWS = High Water Springtide (duduk
air tinggi rata-rata)

MSL

= Mean Sealevel (permukaan
rata-rata air)

LWS = Low Water Springtide (duduk
air rendah rata-rata)

LLW =Lowest Low Water (duduk air
terendah)

Gambar III.4 Istilah permukaan air laut

III.4. PENGUKURAN KEDALAMAN (UKURAN KEDALAMAN) AIR LAUT :
Permukaan air laut itu tidak tetap, seperti tergambar diatas, maka terdapat istilah
sebagai berikut, Karena istilah baku bahasa Indonesia belum ada, maka kita sebut
istilah asingnya, sehingga bila mempelajari buku asing dapat mengetahuinya seperti
:H.H.W : Highest High Water yang artinya duduk air tertinggi
H.W.L : High Water Springtide atau duduk air tinggi rata-rata
M.W.S : Mean Sea Level atau permukaan Air rata-rata
L.W.S : Low Water Springtide atau duduk air rendah rata-rata
L.L.W : Lowest Low Water atau duduk air terendah

16

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

Ukuran LWS merupakan ukuran Peil duga dilaut untuk menentukan ukuran
kedalaman air (waterdepth) atau titik/garis 0 dilaut.

17

Kejelasan mengenai Panjang. PENDAHULUAN. Tinggi dan Periode Gelombang serta Puncak dan Lembah Gelombang L = Panjang gelombang (Wave length) H = Tinggi gelombang (Wave height) T = Periode gelombang (Wave period) Crest = Puncak gelombang Through = Lembah gelombang BENTUK GELOMBANG dipengaruhi oleh : 1) Kecepatan angin meniup (wind velocity) 2) Lamanya angin meniup (duration) 3) Kedalaman air (waterdepth) 4) Keadaan dasar laut (shape of the bottom) 18 .R.1.1. Soenarno AS BAB IV GELOMBANG ( WAVE PROPERTIES ). IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Gambar IV.H.

07 detik.H. nilai L/H antara 17 s/d 33 Gelombang tidak mendapat geseran. gelombang dapat dibagi sebagai berikut : a) CAPILLARY WAVES Yaitu gelombang dengan periode (T)≤ 0. Capillary waves disebut juga ripples b) Wind Waves Yaitu gelombang yang ditimbulkan oleh angin. akibat adanya gelombang. sehingga kapal dapat bertambat dengan aman dan pekerjaan bongkar/muat dapat berjalan dengan lancar. karenanya jauh sekali. Soenarno AS Bentuk tersebut dinyatakan dengan nilai perbandingan L/H. IV. Bila gelombang dapat dimengerti dan dapat dianggap sebagai gerakan vertical dari permukaan laut. Bila periodenya ≤ 0. untuk dilautan (samudra luas). bahkan tidak jarang timbul gelombang besar beserta typhoon yang merusak.2. panjang gelom bang (L) ≤ 1. Swell biasanya mempunyai periode yang lama (± 20 detik) dan 19 . kita harus membangun breakwater (penahan gelombang / pemecah gelombang) untuk mendapatkan kolam pelabuhan yang tenang.3 detik. Gelombang adalah juga penyebab utama terjadinya littoral drift. dimana kita belum mampu meramalkan kapan terjadinya gelombang tersebut. Contoh : Di danau dengan perairan yang dangkal L/H bernilai antara 9 s/d 15. tinggi gelombang tidak jarang > 10 m (di Northen Pacific tinggi gelombang yang pernah dicatat mencapai 34 m) c) Swell Yaitu gelombang lanjutan dari wind waves yang telah bebas dari daerah tempat bertiupnya angin.R.7 cm. bahkan disamudra luas terdapat gelombang tanpa ada angin. GELOMBANG (WAVE) Persoalan gelombang air laut (sea waves) merupakan masalah yang dapat dijumpai disetiap pelabuhan. dan tinggi gelombang (H) 2 ā 3 cm.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. maka berdasarkan periode gerakannya. dengan periode 10 ā 15 detik.

gelombang dapat pula dibedakan berdasarkan kedalaman air. seperti gempa bumi tectonic dan atau vulcanic eruptions. Selain klasifikasi diatas. Ada pula sejenis tsunamis yang disebabkan oleh Cyclone atau Typhoon. yaitu : Deep water waves : ½ ≤ h/L < ∞ Intermediate depth : 1/20 < h/L < ½ Shallow water waves : 0 < h/L ≤ 1/20 dimana h = kedalaman air (water depth) dan = panjang gelombang (wavelength) L Semua gelombang yang ada dilautan adalah irregular waves atau random waves. e) Tsunamis Yaitu gelombang yang timbul karena adanya gerakan tiba-tiba dari dasar laut.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Gabungan antara wind waves dengan swell. d) Long Period Waves Yaitu gelombang yang mempunyai periode 20 a 30 detik. yaitu badai yang dapat berlangsung sampai beberapa jam dan dapat menimbulkan gelombang yang tinggi. disebut Ocean waves atau sea waves. dengan tinggi gelombang tetap dan periode gelombang yang berlangsung tak terbatas. long period waves sangat sulit diselidiki dan dimengerti. Berdasarkan anggapan ini kita bisa menyatakan besarnya suatu gelombang yakni dengan : Tinggi gelombang (H) 20 . Untuk menganalisa dan membuat rumusrumus kita harus menganggap regular waves.H. Soenarno AS tinggi gelombangnya makin lama makin berkurang sebanding dengan jarak yang ditempuh. dan sangat sulit untuk dipelajari dan dianalisa. Periodenya dapat berlangsung dari beberapa menit sampai ± 1 jam. dengan tinggi gelombang yang tidak begitu besar.R.

3.H. walaupun sobekan kertas tersebut tidak dapat bergerak sendiri seperti mobil misalnya dan airnya tidak bergerak. g . Hubungan antara L. T. Soenarno AS Periode gelombang (T) Panjang gelombang (L) dan Kedalaman Air (h) IV. maka beberapa waktu kemudian sobekan kertas tersebut berpindah tempatnya.R. Bila kita melemparkan sobekan kertas kepermukaan air yang bergelombang. PANJANG DAN KECEPATAN GELOMBANG Kita mengenal kecepatan sebagai ukuran (speed) juga kecepatan bergerak (velocity) dan disini kita mengenal kecepatan yang disebut : Celerity.L tanh L 2π dengan : g = percepatan gravitasi.L tanh L 2π 21 .T 2 2πh L= tanh 2π L C= L = T 2πh g . dan C dinyatakan sebagai berikut : L= Jadi g . Kecepatan bergerak sobekan kertas tersebut akibat energi gelombang yang disebut : Kecepatan merambat gelombang atau celerity energy propagatian dengan symbol (C). h.T 2 2πh 2πh g L2 = tanh tanh 2 2π L L 2π C C2 = C= 2πh g .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. tidak ada arus melainkan gelombang yang dasarnya pergerakan vertical.L tanh L 2π 2πh g . C = celerity of propagation.

Soenarno AS Untuk deepwater waves dan long waves ( shallow water waves) persamaan diatas dapat disederhanakan sebagai berikut: Deep water waves : Lo = g 2 g T dan Co = T 2π 2π Long waves (Shallow water waves) : L = T gh dan C = gh a) Profil pada Gelombang (surface Profile) (m) Elivasi muka air diatas mean water level (MWL) dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : η ( x. dolphin dan lain-lain.Sin x− t 2 T   L H 2π Sin ( x − Ct ) 2 L Untuk menentukan clearance dari lantai konstruksi pelabuhan seperti dermaga.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.H. maka dianjurkan untuk mengambil crest height sebesar 65% a 75% dari tinggi gelombang terbesar dimana : η = Surface profile (m) H = tinggi gelombang (m) L = panjang gelombang (m) T = periode gelombang (detik) b) Gerakan partikel air pada gelombang (Velocity of water particle) .(m/det) Kecepatan gerak partikel air akibat gelombang dapat dinyatakan dengan : Kecepatan arah horizontal = (m/det) 22 . t ) = = 2π  H  2π .R.

2π   2π H ∂ω  L  . c) Percepatan gerakan partikel air pada gelombang (Acceleration of water particle) (m/det2)  z +h Cosh. L  t  −ω0 z  Dimana ω o = berat volume air (tf/m3) (unit weight of water) e) Energy gelombang (Average energy of waves per unit area of water surface) (tf.m/m2) 23 . =−  2πh ∂t T T2  L Sinh. L Dimana z = elevasi partikel diukur dari MWL (Persamaan ini berlaku baik bila H relatif kecil). Soenarno AS  x+h Cosh.2π   πH 2π  L   2π  µ= Sin x− t 2 π h T T   L Sinh L Kecepatan arah vertical : (m/det)  z +h Sinh.Cos =− x− t 2 ∂t L T  T  2πh   Sinh   L  2  z +h Sinh.Cos X− t 2πh T T   L Sinh.H.2π   2π 1 L   2π  P = ωo H.(tf/m2) h+z cosh . .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. L 2  t  d) Tekanan air pada gelombang (Pressure in the water action of waves) .2π   πH 2π  L   2π  ω=− . Sin x− 2πh T 2  L Cosh.2π   2π H 2π  ∂µ L   2π  .Sin 2π x − 2π .

81 T (km/h) 24 .56T ( ) 2 x3. Bila gelombang mulai bergerak kedaerah perairan tenang.C = Group velocity (m/det) dari gelombang 4πh    1 L n = 1 +  2  Sinh.CE dimana W = energy rata-rata gelombang persatuan lebar Cg = n.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.14 det 2π L o = C o T = 1. maka ia akan memberikan enersi sebesar : W = Cg.R.E = n. Soenarno AS Tiap partikel air yang bergerak dalam gelombang mempunyai energi potensial (Ep) dan energi kinetik (Ek) yang sama besarnya yaitu: Ep = Ek = 1/16 ω o H2 E = Ep+Ek = 1/8 ω o H2 (energi total) f) Average energy transported in the progressive direction of waves across unit width in unit time (tf.m/m) / detik.78 T (m/det) = 2.80 m T= T = 1.56 T2 (m) Cg (group velocity) = ½ C o = 0. 4πh  L   Untuk deep water h/L → ∞ sehingga n = ½ dan Cg = nC = ½ C Co = g 9.

H. Soenarno AS Gambar IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Grafik International Course In Hydraulic Engineering. 25 .2.R.

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

TABEL FITURE 2-6

26

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

IV.4. PENYELIDIKAN GELOMBANG
Untuk mengetahui keadaan gelombang yang sebenarnya, maka perlu diadakan
penyelidikan gelombang dilapangan. Data-data hasil penyelidikan ini kemudian
dianalisa untuk perhitungan dan model test, guna mendapatkan kolam pelabuhan
yang tenang.
Penyelidikan harus dilakukan selama mungkin, tetapi bila tidak ada data sama sekali
dan data-data sangat diperlukan misalnya untuk model test, maka penyelidikan dapat
dilaksanakan minimum 3 – 4 bulan, dengan memilih musim dimana diperkirakan
gelombang terbesar akan terjadi. Dalam penyelidikan lapangan ini selain periode dan
tinggi gelombang, harus pula arah gelombang selalu dicatat. Disamping itu harus
dilakukan penyelidikan angin pada waktu yang bersamaan dengan penyelidikan
gelombang.
Profil gelombang yang ada dilaut sangatlah tidak teratur, berbeda dengan profil
gelombang yang didapat dari percobaan di laboratorium, dimana profil gelombang
dilaboratorium seolah-olah berbentuk sinusoida. Karena itulah, definisi mengenai
periode dan tinggi gelombang , hanya dibuat sebagai dasar untuk menganalisa datadata. Misalnya : untuk mendapatkan data tinggi gelombang, kita harus mempunyai
minimal 100 data tinggi gelombang secara tidak terputus (Continues Record).
Rata-rata dari seluruh data tinggi gelombang tersebut merupakan Tinggi gelombang
rata-rata (H). Dari data tersebut dapat dibuat persamaan [ H sign = H ⅓ ≈ 1,6 H]
dimana H ⅓ = H significant
Tentu saja dari 100 data itu akan ada tinggi gelombang yang lebih besar dari H ⅓ (±
13% dari seluruh data)
Dalam hal ini kita bisa mengambil tinggi gelombang maximum (H max ) sebagai
berikut :
[ H max ≈ (1,6 s/d 2,0) H ⅓ ]
Begitu pula, periode gelombang pun merupakan bilangan variable seperti halnya
tinggi gelombang.
Untuk periode ini telah dibuat persamaan pendekatan
[ T max ≈ T ⅓ ≈ 1,1 T]
dimana T max = periode dari gelombang terbesar
T⅓

= Significant wave periode ( periode dari gelombang significant ).

27

Perencanaan Pelabuhan 1
Ir.H.R. Soenarno AS

T

= Periode rata-rata

Pemilihan antara H max , H ⅓ atau H waktu mendesign, tergantung dari type
konstruksinya, untuk steel piling dan vertical wall (caisson) breakwater, pada
umumnya didesign terhadap H max , sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang
besar, kemungkinan konstruksi akan ambruk, sedangkan untuk rubblemound
breakwater, umumnya didesign dengan H ⅓ atau H significant , sebab kemungkinan
runtuhnya konstruksi hanya disebabkan oleh jumlah (banyaknya) hantaman
gelombang.
Telah diketahui bahwa gelombang dilaut, variable dalam tinggi, periode dan arah,
dapat kita anggap bahwa gelombang tersusun dari banyak sekali gelombang
sinusoidal yang berbeda tinggi, periode maupun arahnya. Karena itu sangat sulit
menentukan bagaimana energi nya didistribusikan, terutama dalam hal frekuensi dan
arah. Fungsi yang menggambarkan distribusi dari energi gelombang disebut wave
spectrum, dan parameter yang menunjukan derajat wave energy concentration
terhadap arahnya dinyatakan dengan S max .
Untuk swell S max = 75, dimana energi tersebar ± 30o dari arah gelombang, sedangkan
untuk wind waves S max = 10, dengan sudut penyebaran energi ± 60o dari arah
gelombang (S max = spectrum maximum).

IV.5. WAVE REFRACTION (REFRAKSI) DAN WAVE DIFFRACTION (DIFRAKSI)
Didalam pergerakannya menuju pantai, gelombang selalu berusaha untuk mengubah
bentuk dan arahnya. Bila gelombang masuk kedaerah perairan yang relatif
dangkal (h ≤ ½L), maka gelombang tadi mulai mencapai dasar perairan, dan secara
perlahan-lahan merubah arah geraknya terhadap garis tegak lurus pada contour
kedalaman perubahan gerak akan terlihat jelas setelah mencapai pantai, dimana
puncak gelombang sejajar dengan garis pantai.
Kejadian diatas disebut wave refraction, yang terjadi akibat perbedaan
kecepatan gerakan gelombang dalam penyebarannya disebabkan perbedaan
kedalaman. Wave refraction bukan saja menyebabkan perubahan arah geraknya,
tetapi juga berubah dalam tingginya, perubahan tinggi gelombang akibat refraction,

28

72 H dalam keadaan tidak ada angin. yang hubungannya [ H = K r H o ). (α p ) o makin besar dan S max makin besar. (α p ) o = incident angle to the deepwater contour). makin lama crest menjadi makin tajam dan akhirnya pecah. maka timbul yang disebut surf. disebut surfzone. Soenarno AS biasanya dinyatakan dengan Koefisien refraksi (K r ).R. daerah dimana gelombang pecah. Surfzone. (L o = deepwater wave length. bila : h/L o makin kecil.3. Bila kedalaman air berkurang dari laut menuju pantai maka puncak-puncak gelombang (crest) menjadi lebih tinggi dan panjang gelombang (L). Dimana : H p = H pada waktu gelombang pecah h p = h pada waktu gelombang pecah Daerah dimana gelombang pecah. Gambar IV. Pecahnya gelombang pada saat ini crest (puncak gelombang) sejajar pantai dan peristiwa ini disebut refraksi (wave Refraction).Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Bila kedalaman air h = 1. dimana H = tinggi gelombang sesudah refraksi Ho = tinggi gelombang diperairan dalam (deepwater) K r makin kecil.H. menjadi berkurang sehingga nilai L/H menjadi kecil. Akibat timbulnya surf ini timbul Arus lawan atau Contra 29 .

Diffracted wave heights ini sangat dipengaruhi oleh arah gelombang yang datang pada rintangan. sedangkan untuk periodenya dapat diambil sama seperti periode dari deepwater waves : [ T ⅓ = (T ⅓ ) o ] Konsep tentang equivalent deepwater waves ini hanyalah anggapan (buatan). FETCH Timbulnya apa yang dinamakan fetch adalah sebagai berikut. sebaiknya dihitung pula Equivalent deepwater wave heights (H o 1) [H o 1 = K d . dan terjadi pada banyak parubahan pada periodenya disebabkan keadaan dasar laut yang sembarang. EQUIVALENT DEEPWATER WAVE Setelah tinggi gelombang akibat refraksi dan difraksi didapat. IV. runup dan data-data lain bagi prototype problems dalam tiga dimensi. Pada perairan yang dangkal dan rata harus diperhitungkan pengurangan akibat friction dasar perairan pada H o 1. Gelombang bila dalam pergerakannya dirintangi. Angin meniup dalam air. Energi tersebut bergerak dengan kecepatan C gr (celerity of energy propagations) dan timbullah gelombang yang tumbuh (increasing wave).H. Soenarno AS IV. maka timbul energi.6. untuk memungkinkan penggunaan data-data laboratorium dua dimensi dari wave breaking.6. Kejadiaan ini disebut wave diffraction (difraksi) Variasi diffracted wave heights dapat dihitung secara teoritis dan secara experiment dengan hydraulic models.R. misalnya oleh pulau atau breakwater. Berdasarkan hasil perhitungan dan experiment dengan hydraulic models. DIFRAKSI (WAVE DIFFRACTION). 30 . IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. maka telah dibuat diagramdiagram tentang variasi dari diffracted wave heights.7.maka gelombang tersebut akan berusaha untuk mendorong dan menembus rintangan tersebut.K r (H ⅓ ) o ] Dimana : K d = Koefisien difraksi Kr = Koefisien refraksi (H ⅓ ) o = Tinggi gelombang significant diperairan dalam (significant wave height in the deepwater). yang sangat berguna untuk menaksir distribusi tinggi gelombang didalam kolam pelabuhan.

Gambar IV.  2π L  31 .R.81 m/det2 Gambar 4. Soenarno AS Pertumbuhan gelombang ini disebut fetch dan jarak pertumbuhan gelombang itu disebut fetch limitation.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.t ] C gr = Celerity of energy propagation t = waktu dalam detik d = kedalaman (water depth) g = gravitasi = 9.5.4.H. Celerity of Wave Propagation  C =  2πd  gL tanh . maka [ Fetch limittion = C gr . Terjadinya apa yang disebut FETCH Untuk unlimited duration.

R.Point of breakwater - ada energi transport - sepanjang wave crest.H. 2π L C = gd Catatan : shallow water Refraksi : .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. tanh 2π L C= tanh 2πd = 0. 4πd  1  L  = 1+ 4 π d 2  sinh .99 L tanh 2πd 2πd ≈ L L gL 2πd .Tidak ada energi transport - sejajar dengan wave crest Difraksi : .3 d (depth) 1 L 2.   L  4πd L =2 Untuk Shallowwater = 1 + Sinh C gr = ½ C. Soenarno AS Dimana : C = Celerity of wave propagation L = Panjang gelombang 2πd Untuk very deepwater 2πd sangat besar. C  L  C gr Untuk deepwater 4πd L = 1+ =1  4πd  Sin. sehingga tanh → ≈1 L L C= gL 2π Apalagi apabila L < 2. C gr = 1 C 2 32 .3 d> Untuk shallow water 2πd gL = .

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. dimana F > 30 nautical miles sebagai berikut : [ H = 1.8 g = = 1. No: 4 Untuk C = 22 knot → Periode T n = 6. H = dalam feeth F = dalam nautical mile ( statute mile ).5 F + 2.56 → C = T = 1.000 detik (misalnya) F limitation = 50km Pergerakan Fetch akan berhenti. maka Fetch limitation = C gr .H. Untuk t = 10. untuk long fetch. Thomas Stevenson (1864) Menyusun rumus Fetch sebagai berikut.3 det C = 22 knot = 10 m/det Untuk deepwater C gr = ½ C .R. dimana F < 30 nautical miles. sbb : [H = 1.56T 2π 2 x3.14 2π (C = dalam m/det) Menurut tabel D7 CERC TR. bila duration = t.t = ½ 10 t = 5 t m.5 − 4 F ] dimana. Soenarno AS Secara analitis : C= gL 2π C 2 = g. CT g →C = T 2π 2π g 9.5 F ] untuk short fetch. 33 . apabila menabrak atau terhalang sebuah pulau atau bangunan seperti dermaga atau breakwater.t = ½ C.

5 − 4 F ] dimana H = tinggi gelombang dalam feeth F = Fetch limitation dalam statute mile U = Kecepatan angin (wind Velocity) .R. Penyelesaian soal : Untuk short fetch (F<20 miles) 4 H = 0.17 22 X2 + 2. dimana angin bertiup dengan kecepatan 22 knot dan tinggi gelombang setempat 1. 2 = 1 + 5. CONTOH SOAL MENGENAI FETCH Hitunglah panjang Fetch limitation yang terjadi didaerah perairan bebas.6093 km.89 = 0.89 = 0.089 X 2 = . Soenarno AS Pada tahun 1934 D. Molitor bersama Stevenson.H.185 meter.5 - F Tinggi gelombang H = 1.5 – X 0.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.39 = 0 X 1.8347 34 .miles/hour).A.17 UF ] Dan untuk short fetch (dimana F < 20 miles) [H = 0.797 X2 – X – 1. yang terjadi disini adalah short fetch.0.17 4 U = 22 knot 22 F + 2.5 - 4 F F = x → F = x2 3.89 ft Kecepatan angin 3.594 X 1 = 2.dalam knots (st.185 m = 3. Menyempurnakan rumus Fetch limitation tersebut untuk long fetch (dimana F > 20 miles) [H = 0.17 UF + 2. Catatan : 1 statute mile = 5280 feeth = 1.17 UF + 2.43132 1.

485 miles < 20 miles Baik F 1 maupun F 2 < 20 miles. jadi keduanya memenuhi syarat.17 L o untuk deepwater waves H b ≈ 0. serta telah diestimate dengan berbagai macam teori untuk menghitung harganya.H o ’ ] Dimana K s = shoaling cocfficient. Kejadian ini disebabkan adanya perubahan kecepatan dari wave energy transport atau perubahan dari group velocity C gr . mungkin harus direncanakan breakwater untuk menahan gelombang yang tingginya lebih dari 100 mater. secara teoritis didapat hubungan sebagai berikut: H b ≈ 0. Pertama-tama tingginya sedikit berkurang kemudian bertambah lagi dengan perlahan-lahan. WAVE BREAKING Untunglah gelombang yang ada dilaut tidak bisa mencapai tinggi yang besar diluar batas tertentu.089)4 = 19 miles < 20 miles F 2 = (.0. IV.8. akibat penyebarannya kearah pantai. Batas tinggi dari wave breaking tergantung dari panjang gelombang. WAVE SHOALING Gelombang yang memasuki perairan dangkal dari perairan dalam akan mengalami perubahan apa yang disebut wave shoaling. Bila tidak.R. gelombang beserta ketinggian nya adalah goyah dan akan pecah dengan sendirinya.8347)4 = 0. kedalaman air dan kemiringan dasar perairan.83 h untuk very shallow water waves 35 . IV.9.H. sebab menurut hukum hydrodinamic. yang merupakan fungsi dari relative waterdepth (h/L o ) dan wave steepness (H o ’/L o ).Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Untuk perairan dengan kedalaman yang tetap. Soenarno AS F 1 = (2. Variasi tinggi gelombang akibat waves shoaling dapat dinyatakan dengan persamaan : [ H = K s .

sebab ada waves tersusun dari berbagai tinggi yang silih berganti. Apabila gelombang mendekati pantai.H. bahkan sampai keperairan yang sangat dekat dengan pantai.10. sebab gelombang pecah tidak terjadi pada satu titik.Lo 1 − exp − 1. IV. sebab gangguan gelombang dapat timbul karena: - Gelombang menembus / merembes melalui batu-batu rubble mound breakwater dan atau gelombang yang dihasilkan oleh massa air yang jatuh melalui puncak breakwater (Overtopping) dan menjadi sumber kedua bagi gangguan pada pelabuhan. 36 . Dapat dikatakan bahwa gangguan ini akibat adanya diffracted waves (difraksi dari gelombang) dari pintu masuk kolam (mulut breakwater) pelabuhan.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. melainkan bisa terjadi dimana-mana. sementara gelombang kecil tidak pecah. datang dari hydraulic model test. bila akan menganalisa gaya-gaya gelombang yang berkerja pada konstruksi atau pantai. sekecil mungkin adanya gelombang.17. akibatnya dibutuhkan sejumlah data dari breaker height dan breaker depth. Soenarno AS Sedangkan untuk intermediate depth waves dan very shallow water waves pada perairan dengan dasar yang miring. merupakan definisi yang tidak jelas. Daerah dimana gelombang pecah sendiri disebut “ Surfzone” Definisi mengenai breaker height dan break depth dari proses random wave breaking.R. PENGARUH GELOMBANG DIDALAM PELABUHAN Pelabuhan harus direncanakan dengan keadaan kolam yang tenang. θ   Lo  3     Sebenarnya wave breaking yang ada dilaut lebih kompleks dari pada yang dinyatakan dengan rumus diatas. Untuk keperluan ini telah dibuat rumus empiris sebagai berikut :   πh  4   H b = 0. maka pertama-tama gelombang besar pecah diperairan yang lebih dalam. sumber informasi untuk menghitung breaker height.5 1 + tan . hal ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. gelombang pun dapat dipantulkan oleh rintangan.menggunakan wave diffraction diagrams .H.hydraulic model investigation Numerical analysis merupakan cara yang baru berkembang dengan menggunakan digital computer dan hasilnya cukup memuaskan. dimana tinggi gelombang sebelum dipantulkan akan sama dengan tinggi gelombang-gelombang hasil pantulan. Soenarno AS - Refleksi/pantulan dari gelombang (reflection of waves ) oleh konstruksi yang mempunyai dinding vertical didalam pelabuhan. sebab gerakan horizontal partikel air dan kapal. Tetapi bila rintangannya tidak tegak. meskipun amplitudo dari incident long period waves mungkin lebih kecil dari 10 cm.R. sebanding dengan periode getaran. karena sejumlah energi dipakai untuk breaking dan terbulensi. REFLEKSI DARI GELOMBANG (WAVE REFLACTION) Seperti halnya sinar dan suara. dapat mempersulit bongkar muat dan manambat kapal. Bahkan dibeberapa pelabuhan getaran amplitudo rendah dengan periode beberapa menit. sering menimbulkan getaran dengan periode sampai beberapa menit. IV. Pengaruh gelombang ini akibat difraksi (wave diffraction) dan refraksi (refraction) dapat diperkirakan dengan cara: . sehingga banyak pelabuhan yang terhindar dari gangguan yang ditimbulkannya. tetapi amplitudonya ditambah beberapa kali didalam pelabuhan oleh sifat perluasan gema. Untunglah getaran gelombang dengan periode lama ini hanya timbul setempat. 37 . Hal ini disebabkan adanya semacam gema getaran didalam kolam pelabuhan yang semi enclosed. Numerical analysis dan hydraulic model investigation sebaiknya dikerjakan bersama-sama.numerical analysis . bila periode gema getaran hampir sama dengan incident period. misalnya rubble atau block mound breakwater. Bila rintangan berupa dinding tegak dengan permukaan yang rata. Bahkan akibat system manambat kapal pun. maka gelombang akan dipantulkan sembarang (tidak sempurna). Getaran dengan periode lama merupakan resiko lainnya.11. maka gelombang akan dipantulkan sempurna. sehingga tinggi gelombang tinggal 30 ả 50 % dari tinggi gelombang asal.

Secara empiris diketahui bahwa kapal yang bertambat akan dapat mengerjakan bongkar muat dengan lancar dan aman. Walaupun tinggi gelombang yang memasuki outher harbour makin berkurang . Untuk dinding vertikal. amplitudo ini tidak menjadi nol. Mengenai pengaruh gelombang didalam kolam pelabuhan sangat penting artinya bagi keamanan dan kelancaran bongkar muat bagi kapal yang berlabuh di outher harbour maupun ditambatan (didermaga). ekor dari regular wave memperlihatkan amplitudo sama dengan nol. dimana arah gelombangnya dianggap seperti pantulan cahaya pada kaca. 38 . apabila tinggi gelombang disitu (didalam) antara 20 cm ả 30 cm. Pada jarak kirakira sejauh panjang gelombang (L) dari dinding. dimana nilainya tergantung dari jenis konstruksi dan wave steepness. R = reflected waves. tinggi gelombang menjadi dua kali tinggi gelombang asal. Semakin jauh dari dinding. I = incident. Didalam praktek. disebabkan sifatnya yang random. dan pada jarak ¼ L dari dinding.H. tinggi gelombang semakin berkurang. Didekat rintangan tinggi gelombang menjadi lebih tinggi. tinggi gelombang dapat diperkirakan sebagai berikut: 2 2  H  =  H  +  H   13  I  13  R  13  s dimana : index S = superposed.R.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. tetapi tetap ada (lebih kecil daripada tinggi gelombang asal). dispersion of reflected waves boleh diperkirakan dengan menggunakan diffraction diagrams. Soenarno AS Perbandingan antara tinggi gelombang pantulan dengan tinggi gelombang asal disebut reflection coefficient. Dalam kenyataan di laut . adanya rembesan air lewat batu-batu rubble mound dan juga akibat gerakan kapal akan menimbulkan gelombang. sebagai akibat adanya superposisi antara gelombang yang datang dengan yang dipantulkan.telah diketahui juga gangguan-gangguan lain. seperti adanya overtopping.

panjang tambatan (B) dan jarak per pendiculair antara mulut breakwater dengan tambatan (Y). maka berapa panjang breakwater tersebut menjorok kelaut (Y) harus menghasilkan H dlm ≈ 0. lebar mulut breakwater (b) . Soenarno AS Gambar IV. 39 .H.0269 B    B    Didalam praktek. maka dalam membangun breakwater.6. Breakwater Thomas Stevenson : telah menyusun hubungan antara tinggi gelombang dimulut breakwater (H luar = H l ).30 m Lingkaran dengan pusat tengah-tengah mulut breakwater dengan radius Y merupakan crest gelombang yang sama tingginya.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R.20 ả 0. makin tinggi. makin dekat pusat. tinggi gelombang dimuka tambatan (H dalam = H dl ). dan makin jauh dari pusat makin rendah.  b  b 4   Y H dlm = H l  − 0.

Wave runup berguna dalam menentukan tinggi (puncak) dari rubble mound breakwaters dan sea walls. Runup height yang dibicarakan diatas tadi hanya berlaku untuk reguler waves saja. sedangkan untuk irregular waves sampai saat ini belum ada design kriterianya. Salah satu rumus emperis untuk menentukan runup height pada bidang miring yang rata (smooth) ialah: Ru = ξ H untuk : 0. WAVE RUNUP DAN OVERTOPPING Bila gelombang melanggar konstruksi yang mempunyai bidang miring. Soenarno AS IV. Sebab bila puncak konstruksi lebih rendah dari runup height.3 ξ= tan . termasuk bentuk dan jenis material dari konstruksi sendiri. Gelombang akan naik sampai mencapai suatu ketinggian diatas MWL (mean water level). 40 .12.0 H dalam segala hal. Bila tidak diinginkan terjadi overtopping pada konstruksi. hal ini yang disebut “wave runup”. seperti bidang depan dari rubblemound breakwater.H. wave runup height tidak akan melebihi 1. maka dianjurkan untuk mengambil runup height sama dengan tinggi gelombang terbesar dari data-data regular waves. maka akan timbul persoalan overtopping yang lebih sulit dari pada persoalan runup height.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.R. dimana nilai overtopping sangat dipengaruhi oleh banyaknya faktor. maka gelombang akan naik melalui bidang miring tersebut.1 < ξ < 2.α H Lo Dimana : Ru = runup height α = susdut miring bidang ξ = surf similarity parameter Untuk bidang yang kasar dan permeable. Untuk menentukan “wave runup height” telah dilakukan percobaan-percobaan dengan berbagai structures.

H.R. Soenarno AS 41 .Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Figure 3-11. 42 . Wave Runup Corrections For Model Scale Effect.R.H.

Soenarno AS 43 .R.H.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir.

Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. Soenarno AS Figure 1-7.H. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed 44 .R. Deep Water Wave Forcasting Curves As A Function of Wind Speed Olah gerak kapal dan lay out breakwater Figure 1-7.

7. Soenarno AS OLAH GERAK KAPAL DAN LAY OUT BREAKWATER Gambar IV. karena itu gerak resultante dari kapal yang bergerak maju adalah : maju arah kiri.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. 45 . Olah Gerak Kapal Saat Memasuki Breakwater.R.H. Geraknya kapal ditentukan oleh gerak putaran propeller.

Jika ditunda (dengan kapal tunda) maka kecepatan kapal tersebut dapat dikurangi menjadi 3 s/d 4 knot.2 H = 0. Karena kapal tidak mempunyai rem jadi sukar untuk belak-belok. Soenarno AS Berdasarkan experiment : lintasan kapal tersebut membentuk sebuah lengkung yang amplitudonya untuk kapal dengan kecepatan 6 s/d 8 knots → 300m.H.6 H 46 .2 H ½ x 1. IV.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. 8.R. maka lebar efektif dari mulut breakwater adalah 300 m. Penentuan water depth Gambar. yang berarti lebar efektif mulut breakwater (entranches) tersebut cukup 150 – 200 meter. untuk itu sebaiknya alur pelayaran masuk (navigation channel) tagak lurus garis pantai. Penentuan Waterdepth [ depth = draft + keel clearens] Keel clearens ditetapkan berdasarkan akibat-akibat: 1) pitching & rolling (cushion effect) 2) squat (akibat heaving) 3) beda pasang surut Pitching : H1 = 1.

R. Layout Breakwater Fungsi dari breakwater dimaksudkan untuk : 1) Perlindungan terhadap gelombang 2) Perlindungan terhadap pengendapan Lumpur (silting) 3) Jaminan keselamatan pelayaran 4) Mengarahkan arus (guidance of currents) Dalam perkembangan teknologi fungsi kedua (silting) sudah tidak begitu penting.00 m .50 – 1.50 = 1.6 H + 0.000 DWT → d = 1.Perencanaan Pelabuhan 1 Ir. draft = 8. 47 . 9.000 DWT draft = 8.0 meter Untuk kapal-kapal ≥ 10.untuk kapal 10.squat : 0.50 – 9. Soenarno AS Gambar IV.60 m Squat : 0.2 x draft.50 – 9.60 m .H. Jadi bila dijumlah .20 m = 0.50 m (akibat kapal yang berjalan terdapat gerak naik turun yang disebut leaving) putar/goyang 30 = 1/20 rad.20 m → ½ x 1. rolling Untuk with 20 m 10 x 1/20 = 0.misalnya beda pasang surut: 1. Sedang terpenting adalah fungsi ke-1 dan ke-3. Gerak Naik Turun Kapal (Leaving) .00 m Akibat cushion effect 0.50 m Depth : 12.5 m.90 m Beda pasang surut : 0.

Pada umumnya dasar perairan dapat dibagi 3 golongan : a) Lumpur dengan tegangan max 0 – 2 kg/cm2 b) Pasir dengan tegangan max 1-5 kg/cm2 c) Batu/karang dengan tegangan max 5 – 40 kg/cm2 Bila kondisi tanah dasar tidak baik.Perencanaan Pelabuhan I Bab V PENAHAN / PEMECAH GELOMBANG ( BREAKWATER ) V. 1) Membuat konstruksi yang ringan 2) Memperlebar dasar konstruksi. maka harus diusahakan memperkecil σ sejauh mungkin. lagi pula harus diadakan pengukuran kekuatan tanah dasar (soil investigation) yang berupa “booring dan sondering”. sehingga terjadi bentuk trapesium 3) Disamping hal-hal tersebut masih diadakan perbaikan tanah dasar (soil improvement) V. Membangun breakwater tidak mudah. MACAM-MACAM BREAKWATER: 1) Type Rubblemount 2) Type Caisson 3) Type Sheetpilling 4) Pneumatic Breakwater 48 .2. PENDAHULUAN. karena harus dibangun dari bawah air.1. sedang cuaca tidak sepanjang tahun merupakan cuaca yang baik. Hal tersebut menyebabkan perlunya breakwater sebagai penahan dan pemecah gelombang serta kolam yang tidak mudah terjadi pendangkalan (silting). jelas membutuhkan kolam pelabuhan guna berlabuh dan bertambatnya kapal dalam perairan yang tenang. Makin berkembangnya teknologi angkutan laut.

sesuai rencana dan tersedianya ditempat sesuai rencana waktu) c) Keadaan permukaan perairan ( ada atau tidaknya gelombang ditempat rencana pembangunan) d) Beda pasang surut (untuk menentukan duration selama pekerjaan dibawah air / waktu surut) e) Keadaan air (waterdepth) (makin dalam makin menguntungkan type caisson) f) Tersedianya lahan untuk pekerjaan (worksite) (caisson membutuhkan worksite.4. V. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MASING-MASING TYPE. 49 . (caisson memerlukan peralatan besar dan banyak tenaga ahli.3 PEMILIHAN TYPE untuk menentukan type trapesium atau type persegi panjang dalam rencana design breakwater pada suatu daerah tertentu ditentukan oleh beberapa faktor: a) Keadaan dasar perairan (lembek atau kuat. seperti halnya juga sheetpilling type. Lumpur. tenaga kerja dan cuaca.Perencanaan Pelabuhan I Berdasar bentuknya kita bedakan dua type 1) Bentuk Trapesium (Rubblemound type) 2) Bentuk persegi panjang (Caisson type) bentuk ini merupakan bentuk tembok tegak atau vertical wall. sedang rubblemound sebaliknya. sedang rubblemound tidak memerlukan) g) Peralatan. V. Keuntungan type trapesium : 1) Mudah dalam pelaksanaan (tidak perlu alat-alat besar dan worksite yang luas) 2) Karena dasar bangunan luas. tekanan diatas tanah dasar kecil 3) Energi gelombang dipadamkan secara beraturan 4) Tak ada pengikisan (scouring) didasar bangunan. tenaga ahli. pasir atau karang) b) Persediaan batu (apakah sumber batu jauh/dekat dari proyek cukup banyak atau tidak. tapi perlu banyak tenaga kerja).

Perencanaan Pelabuhan I Kerugian type trapesium: 1) Diperlukan banyak material 2) Diperlukan perawatan (maintenance) secara intensip 3) Gerakan gelombang merembes antar sela-sela batu. 50 . menyebabkan kolam pelabuhan tidak tenang. 4) Dapat terjadi overtopping 5) Tidak dapat dipakai sebagai tambatan kapal. Kerugian type persegi panjang : 1) Pelaksanaan harus teliti dan memerlukan banyak tenaga ahli 2) Tekanan diatas tanah dasar cukup tinggi 3) Energi gelombang dipadamkan secara medadak 4) Dasar bangunan dapat dikikis oleh gerakan air Dalam praktek pemilihan type breakwater ini tidak mudah. banyaknya batu yang dapat disediakan dalam waktu 2 tahun tidak mencukupi karena kendala transportasi. Keuntungan type persegi panjang : Keuntungan disini merupakan kebalikan dari kerugian pada Trapesium antara lain : 1) Tidak memerlukan banyak material 2) Tidak memerlukan perawatan intensip 3) Gerakan gelombang tidak merembes kekolam 4) Tidak terjadi overtopping 5) Dapat dipakai sebagai tambatan kapal. maka di design kombinasi caisson-rubblemound diatas tiang pancang dan dibawah dinding turap baja (steel sheetpile). contohnya: Pembangunan breakwater dipelabuhan Semarang terpilih rubblemound tetapi terdapat kendala.

5. Bila batu-batu dengan ukuran besar tidak didapat. untuk menentukan besarnya W digunakan rumus Hudson.1. maka dapat diganti dengan blok-blok beton besar untuk menutup lapisannya. lapisan I yang disebut primairy coverlayer yang dibagian depan diperkuat dengan tetrapode. sehingga mampu menahan gaya-gaya gelombang. BREAKWATER TYPE RUBBLEMOUND Rubblemound breakwater biasanya dibangun dari batu-batu yang besar (quarry stones) pada permukaannya. Breakwater rubblemound tersebut terdiri dari crestblok. Batu dan blok beton ini disebut armour unit. dan untuk secondairy coverlayer W/15 – W/10 dan untuk badan brekwater W/6000 – W/200. kemudian lapisan II yang disebut secondairy coverlayer. sedang diwilayah timur dipilih type caisson. atau dollos. V. Yang menjadi persoalan ialah berat minimum dari armour unit tersebut. Breakwater Type Rubblemound. sedangkan batu-batuan pada lapisan primairy coverlayer W/2 – W. Berat crestblok dinyatakan W libes. 51 . ditengah-tengah badan dibawah kaki (toe) dan selengkapnya tergambar dibawah ini. akmond. Gambar V.Perencanaan Pelabuhan I Bila hanya dilihat dari dasar perairan dan besarnya gelombang. pada umumnya di Indonesia bagian barat dipilih type rubblemound.

5 8.2 KD VALUES FOR USE IN DETERMINING ARMOR UNIT WEICHT No-Damage Criteria Structure Trunk Armor units Smooth rounded Quarrystone Smooth rounded Quarrystone u (a) Placement Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) Structure Head Breaking Nonbreaking Wave (b) Wave (c) 2 Random 2.5 2.6 2.4 >3 Random 3.5 Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Rough angular Quarrystone Graded angular Quarrystone Random K RR 1.0 4.5 Tribar 1 Uniform 12.3 - 3.0 5.0 5.0 15.0 2.5 8. the stone should be carefully placed.9 >3 Random (d) 4. (b) Minor-overtopping criteria.0 7.3 2.5 9.5 6.9 2. (c) No-overtopping criteria (d) The use of single layer of quarrystone is not recommended except under special conditions and when it is used.9 1 Random (d) 2.3 2 Random (d) 3.0 3.5 8.5 7.0 3.5 7.0 10.0 5.0 2.2 - 2.5 8.5 9.3 for depth > 20 feet (a) n is the number of units comprising the thicknees of the armor layer.7 for depth > 20 feet and 1.5 2.5 3.8 2 Special (e) 5.0 7. 52 .0 5.0 6.7 2.5 4.0 5.0 7.5 Modifled Cube Tetrapod Quadripod Hexapod Tribar 2 2 2 2 2 Random Random Random Random Random 7. (e) Refers to special placement with long axis of stone placed normal to structure face.Perencanaan Pelabuhan I TABLE 4 .5 7.0 5.

Perencanaan Pelabuhan I 53 .

6 1.4– 7.0 3.7 0.4 16.47 10 Whole Gale 48 .8 8.3 6.2-20.2 10 12 14 15 17 20 23 24 27 30 34 37 38 42 47 52 57 63 69 73 75 81 88 101 10 – 35 ( 26 ) ( 18 ) Significant Range of Period (seconds) Range ( Knots) Beanfort ( Windforce ) Wave Height ( Feet ) 〈1.6 6.6 0.8 7.7 50 58 64 73 81 90 99 106 110 121 130 148 12 Hurricane 64 .8 3.4 3.2 8 – 28.5 5.5 7.0 7.5 4.6 11 14 14 16 19 21 23 25 28 31 36 40 44 49 52 54 59 64 73 0.5 26 28 30 30.55 11 Storm 56 .7 10 13 16 17 20 23 28 29 33 38 44 46.4 4 4.0 .3 4.4 5.6 19.4 20.9 15.7 9.23 7.7 7.7 20 27 40 52 59 71 90 99 111 134 160 164 188 212 250 258 285 322 363 376 392 444 492 534 590 650 700 736 750 810 910 985 8 9.5 3.5 8.0 .0-14.5 8 – 29.8-19.6 6.2 9.1 6.1 9.1 13.5–10. Max 0 1 Average Wafe Length (Feet) Significant 0 Calm T average period Average 0 U Period of Max Energy of Spectrum (T max) Wind Velocity ( Knots ) 〈 Description 0.9 8.4 5.4 12 12.8 21 21.7-16.7 2.4 7.4 2.3 14. 1/10 H.9 3.9 8.4 1.0 6.8 5.5 32 34 36 37 38 40 42 44 46 48 50 51.8 4.8 22.5-7.5 4.6 24 1.5 5.3 9.9 10.2 5.8 7.9 9.0-17.7 1.5 – 27 8 – 28.8 4.8 2.7 14.8 2.2 7.0 2.6 8.2 54 .1 3.2 3.7 18.5 6.7 8.27 7 Moderate Gale 28 .9 3.0-24.5 – 26 7.5-21.8 14.5 0.7 10.7 6.9 13.2 20.0 1.3 12.1 8.33 8 Fresh Gale 34 .0 – 25 7.1 12.5 10.2 7.4 2.5 14.40 9 Strong Gale 41 .7 11.0-11.05 0.2 1.1 5.3 10.8 5.8 0.4 3.3 17 6.9 4.5-18.0-8.8 – 5 1.7 9.5 14 16 18 19 20 22 24 24.6 8.7 4.21 6 Strong Breeze 22 .8 6.1 17 17.37 1.4 7.7 6.0 10 12 13 15 18 22 23 26 30 35 37 40 45 50 58 64 71 78 83 87 95 103 116 0.5-10 2.10 2 Light Breeze 4-6 3 Gentle Breeze 7 .Perencanaan Pelabuhan I TABEL D – 7 WIND AND SEA SCALE FOR FULLY ARISEN SEA WIND SEA 1 Light Airs 1–3 2 0.5 52 54 56 59.6 4.4 2.5 10 12 13.9 8.0 4.5 10in 5 18min 0.9 3.4 16.5-15.6 3.8 15.63 5 8.4-12.2 6.16 5 Fresh Breeze 17 .6 14.08 0.8 2.4 12.7-13.8-13.5 13.8 10 18 24 28 40 55 65 75 100 130 140 180 230 280 290 340 420 500 530 600 710 830 960 1110 1250 1420 1560 1610 1800 2100 2500 39min 1.88 1.8 2.18 0.5 – 31 10 – 32 2.6 5.4 -2.10 4 Moderate Breeze 11 .3 5.5 11.8-17 5.7 4.6 1.2 2.0-20.29 1.71 〉 64 〉 80 〉 128 〉 164 Minimum Duration (Hours) 0 Minimum Fetch (Nautical Miles) Av.0 .

2930 .9878 .9971 .0066 1.9937 .1897 .9912 .9879 .075 1.989 2.275 2.2884 .3263 .1068 .003990 .174 2.1592 .2379 .004000 .045 1.1358 .1323 .1091 .737 1.1676 .9984 .1832 .1205 .02369 .856 2.001000 .1173 .1621 .004300 .003800 .071 1.1275 .1229 .005400 .1537 .9909 .1234 1.1125 .9923 .3635 .0 715.068 1.029 1.008 1.02506 .1736 .1058 .3774 .Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L o From 0.1639 .09063 .9853 .02040 .9856 .008925 .2977 .0001 to 1.062 1.0076 .1672 .037 .9972 .1456 .1820 .1527 .1114 .1511 1.06148 .1425 .9908 .9935 .3109 .9990 .01696 .0108 1.1232 .3483 .676 1.09739 .001300 .9912 .0089 1.1354 .1845 .967 1.1292 .0057 1.0019 1.757 3.032 1.3808 .1546 226 220 214 208 203 .9834 .1419 .9921 .01918 .07097 .2086 .1764 .9884 .3380 .659 2.064 1.042 1.01384 .1800 .1330 .06637 .1835 .2755 .1879 .3362 .02000 .041 1.9846 .1811 159 156 153 150 147 .01325 .2190 .1243 .640 1.05596 .1119 .2147 .2009 .0188 1.9898 .669 1.0038 1.3103 .07943 .9927 .07527 .3280 .003300 .1124 .0032 1.08304 .1587 .2613 .9973 .1507 .003 1.1391 .0182 1.0009000 K 4πd/L 4.0007000 .06642 .0153 1.1338 316 304 292 282 272 .9859 .003400 .9865 .1257 .3238 .0013 .022 1.09393 .1087 525 493 463 438 415 2.1037 .9956 .09338 787.701 .9994 .023 1.749 2.004600 .02749 .0178 1.047 2.9906 .3417 .9840 .02502 .009 1.03546 .0082 1.1594 .08333 .0005000 .2592 .404 2.9988 .3565 .9896 .02659 .788 1.902 1.1671 .9992 0 .0166 1.2976 1.1005 .003600 .1636 .0028 2.9815 .02436 .08672 .2612 .06627 .692 1.456 2.01263 .02560 . C / C o .2071 .03003 .047 1.1423 .0060 2.718 1.1904 .1219 394 376 359 343 329 1.9916 .2642 .0143 1.002100 .9915 .2323 .004500 .0124 1.08686 .1843 .1028 .01440 .09663 .3841 .145 .002900 H / H O' SINH COSH 4πd/L 4πd/L 0 .1932 .950 1.1598 .9887 .038 1.0044 .9983 .02507 .002600 .020 1.986 1.2800 .01056 .06144 .072 1.004900 n CG / CO 1 1.1404 .0079 1.1369 .1859 .1693 .1852 .515 2.0047 1.054 1.9979 .0111 1.07102 .010 1.04336 .9906 .1001 .3937 .1655 .9975 .1602 .9818 .0101 1.02836 .2540 .059 1.1003 0 . .1692 .006912 .056 .2357 .1674 .3753 .2790 .033 1.314 .1315 .01598 .02228 .9869 .9969 .1745 .005100 .08285 .09050 .239 2.02264 .1519 .005800 .1494 .9952 .07918 .9934 .1754 .3640 .01548 .873 1.160 1 .004200 .9877 .1515 .015 1.02507 .3562 .08697 .0001000 .746 .1123 .2131 .0003000 .009778 .9950 .03543 .02192 .02597 .005900 .05016 .9977 .3020 .0146 1.0127 1.025 .3678 .124 983.9875 .0137 1.040 1.620 1.003900 ∞ M ∞ Also : b s / a s .1 605.0051 1.1762 .9887 .3454 .1539 .1178 .9881 .1880 .662 .005700 .1299 .0054 1.1640 198 193 189 184 180 .08694 .005500 .031 .9944 .9960 .01648 .1181 .005643 .9919 .0169 1.034 1.09723 .1413 .1881 .0022 1.018 .965 .1487 .02719 .0149 1.004800 .9975 .1193 .094 2.02335 .1382 .1890 1.0085 1.2934 .1331 .756 1.684 1.0069 1.014 1.8 562.002700 .1599 .9929 .007982 .3972 1.02117 .1306 .02300 .9843 .1748 .9931 .1310 .1584 .0121 1.05602 .1746 .05011 0 .0092 2.005200 .1510 .9910 .058 1.9825 .3144 .02079 .3715 .1739 .02628 .9933 .572 1.9894 .3 .1921 .3153 .03083 .07096 .06128 .1334 .3403 .1791 .9958 .0175 1.2741 1.119 2.9849 .9942 .9931 .3224 .1937 .2147 .1579 .051 1.004700 .07091 .0172 1.395 3.1863 1.9954 .07534 .07084 .9959 .001700 .1678 1.1795 .2303 .810 1.01959 .2661 .2890 .3790 1.1006 .2692 .9922 .2266 .0016 1.1728 .02921 .1285 .9925 .1032 .005 0 .1551 .1890 145 142 140 137 135 d/L o d/L 2πd/L 0 .311 1.9837 .005300 .1146 .1447 .9946 .9862 .2433 .9962 .005600 .005000 .002800 .1572 .1949 1.011 .07935 .07499 1.019 1.9872 .928 2.9928 .01743 .1062 .9881 .05015 0 .06617 .767 1.9940 .9904 .860 .1870 .9831 .3670 .9939 .001100 .07902 .1472 1.1818 .0159 1.9900 .01876 .1250 .1874 .02778 .9937 .0063 1.002200 .09407 1.9946 .9883 .626 .1898 .09001 .1619 .357 2.0130 1.9889 .9903 .1798 .02155 .799 .5 874.2022 .3900 .001900 .9943 .01129 .0140 1.1779 .3021 .1746 . L / L o D-3 TABLE D-1 Continued 55 .09026 .9978 .003000 .9994 .003700 .003200 .1727 .1565 .09693 .002000 .04343 .024 .3302 .9991 .1558 .9949 .1815 .002300 .028 1.2708 .1467 .1779 1.9890 .1161 .1346 .9981 .3599 .1559 .03547 .03030 .2487 1.070 2.9892 .2563 .02976 .1400 .1424 .9925 .9997 .3196 1.07513 .9969 .04340 .0004000 0 .001200 .1865 .1446 263 255 247 240 233 .0114 1.933 .1632 .3601 1.9967 .003500 .0098 1.9981 .0035 1.049 1.0003 1.654 1.05014 .834 1.0076 1.847 1.6 656.1698 .02864 .02807 .709 1.1208 .027 1.3184 .1913 .0117 1.006 1.1728 176 172 169 165 162 .1360 .2837 .004400 .043 .0156 1.076 .0008000 .9900 .1665 .1445 .1377 .1505 2.3444 .063 .1405 .002500 .9985 .1659 .647 1.09977 .9893 .9885 .9987 1.0041 1.1282 .01832 .6 .1427 .1466 .001800 .1651 .1498 .3864 .3527 .633 1.9998 .1531 .9897 .9948 .1945 .467 3.002400 .03544 .025 1.1781 .02893 .1154 .3491 .001400 .1848 .055 1.08651 .066 1.067 1.1957 .582 .1141 .1004 .02534 .1809 .3341 1.005 1.016 1.2845 .3739 .050 .1268 .1199 .001 1.02566 .9919 .1782 .2410 .1810 .1711 .000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 .1382 .9965 .004100 .069 .02403 .1690 .3061 .05608 .1658 .9822 .3705 .0133 1.01198 .01788 .9828 .3322 .9966 .1435 .9917 .0162 1.2462 .1488 .777 1.1764 .1260 .1617 .004 1.9902 .822 1.3827 .1612 .0006000 .036 1.04344 .08705 .917 1.1097 .0006 1. .9962 .0095 1.1915 .02689 .01495 .02948 .855 3.1327 .03057 .1579 1.06136 .052 1.07072 .1066 .1151 .205 2.05007 7.001600 .0009 1.1717 .0002000 .1827 .727 1.3065 .1095 .060 1.9996 .013 1.003100 .05018 1 1.1122 .08323 .073 1.3523 .02469 .3875 .2207 1.1708 .0025 1.1887 .0185 1.9956 1.001500 .046 1.1710 .887 1.0104 1.05611 .1231 .1035 .1449 .1225 .9953 .09365 .1827 .

0266 1.0309 1.2838 80.01700 .9734 .3838 .495 .3600 41.04612 .9710 .006000 .2225 .3984 .3119 .05611 .4 .526 1.2218 .274 1.03506 .508 1.556 1.006700 .2 .289 1.9568 .9287 .9690 .0322 1.9408 .0698 1.7650 1.9103 .7967 .116 .9867 .088 1.9629 .4582 .8140 .131 1.008600 .38 60 .5319 .3995 .07007 .03864 .6238 .0389 1.06613 .0211 1.9709 .435 1.007700 .6125 .3525 .04426 .2317 .2182 .03529 .5562 .0234 1.3209 .3495 .03387 .9799 .4285 .099 1.4962 .008900 .2287 .2113 1.173 1.2598 .1992 .9844 .9784 .8131 .3 83.9848 .2428 .03755 .7891 .4071 .9548 .8805 .5795 .2348 .03990 .008200 .9806 .2381 .9873 .9694 .2419 .3386 .4546 1.01600 .2160 .03238 .9809 .5018 .3973 .9649 .9731 .03188 .2022 .2367 .009800 .3298 .03289 .2019 .2196 .05763 .9856 .9988 1.187 .366 1.2203 .0306 1.9488 .2037 .9793 .9807 .007300 .3253 54.3010 .0985 1.213 1.03906 .2190 1.307 1.9863 .536 1.304 1.4256 .2441 .05132 .2275 .133 .9508 .077 1.2147 .9588 .9731 .0240 1.2277 .0293 1.2275 .0227 1.8310 .2312 .02400 .4865 .1920 .9440 .335 .0192 1.007500 .4741 .03777 .01400 .6655 .1929 .448 1.3468 .4251 .499 1.06878 .009900 .3 95.5040 .2520 .9 .145 1.9 89.9725 .2212 .3941 .2455 .2128 .7612 .9 34.2410 1.9860 .03338 .0 91.006300 .4747 .4517 .2396 .0559 1.551 1.4435 .0423 1.124 1.01000 .159 1.4376 .9809 .0250 1.4772 .8 28.601 1.4002 .531 1.4070 .6651 .4184 .2318 .2456 .4936 .4101 .103 .02300 .4614 .2547 1.9781 .3632 .008000 .4195 .008100 .3806 .9688 .03552 .007600 .521 1.9528 .159 1.240 .02900 .5109 1.4646 1.2520 .0263 1.007200 .2743 .5079 .111 1.2480 .01300 .9348 .0276 1.2417 84.2097 .112 1.2199 .2173 106 105 104 102 101 .009300 .9805 .2304 .2711 .2373 .0205 1.9797 .4286 .3800 .9502 .1950 .009500 .0273 1.2261 .5138 .0217 1.2394 .0456 1.201 1.0524 1.2295 .008300 .0490 1.8 .3781 .02500 .5 96.0876 1.2539 .4801 .546 1.7791 .3714 .2144 .2406 .1945 .9195 .2353 .3399 .9756 .9774 .2139 .079 1.2643 .491 1.9836 .3893 33.2188 .4038 .4493 .2066 .9799 .2003 .107 1.2324 .6391 1.9830 .2033 1.03162 .1954 .620 1.9 90.3896 .007800 .9750 .9760 .2173 .3599 1.9703 .9858 .9741 .3428 .350 1.4008 .3908 .5168 .03598 .2023 .9722 .2082 .9813 .3786 .02000 .2324 .0356 1.092 1.572 1.4406 .2052 .0299 1.0231 1.0303 1.2265 1.03576 .2113 .4579 .2371 .1987 .0253 1.9812 .4006 .9378 .2928 .9865 .01200 .9 45.2209 .2898 .9827 .2175 .03435 .3389 .4803 1.4828 .7405 .459 1.4834 .3022 .8 81.06747 .4276 .2924 .482 1.03970 .9765 .3225 .02800 .1967 .0663 1.1 31.0201 1.122 1.589 1.0257 1.2438 .0198 1.128 1.3014 .4909 .1970 .097 1.108 1.9 .9471 .0270 1.9772 .9842 .189 1.8478 .007100 .03136 .03689 .009100 .2817 .4316 .2158 .244 1.456 .0260 1.2081 .008400 .126 1.230 1.009600 .2407 .006400 .0214 1.04964 .503 1.271 1.2468 .006200 .4346 .4452 .9801 .9819 .3932 .2168 .2507 .397 1.375 1.2037 123 121 119 117 116 .2186 .2443 .6 97.168 1.008800 .0 39.2221 .2 73.4225 .05912 .3176 .1 37.109 .319 1.4957 1.008500 .2007 .7242 .614 1.1961 .2429 .9625 .0912 1.0296 1.1 62.4386 .9533 .0221 1.1905 .2938 .3281 .6856 .02100 .6450 .467 1.0 50.5574 .4355 .8603 .4164 .9751 .9164 .009000 .113 1.8837 1.9762 .215 1.9747 .4636 .2093 .0949 1.3170 .9838 .06057 .4114 .4709 .9869 .595 .096 .403 1.4217 .2049 .5257 1.9787 .2338 1.127 1.9834 .438 .03733 .2096 .9225 .9718 .3328 .9817 .03928 .9656 .093 1.2452 .9771 .9133 .091 1.4927 .03842 .007000 .01900 .104 1.9840 .607 1.9448 .1980 .7429 .0768 1.2237 .04791 .2079 .2310 .119 1.4155 .2067 .7 81.03644 .4678 .2125 .9256 .4896 .03621 .2414 .4484 1.4239 .2154 .4457 .9778 .085 1.5227 .01500 .2336 .0319 1.2106 114 112 111 109 108 .2134 .5066 .007900 .9069 .120 1.2383 .2387 .4090 1.583 1.1 57.009400 .2360 88.089 .2356 .9794 .06200 .5853 .8 47.442 1.02700 .03313 .150 1.0247 1.9815 .0733 1.4322 .115 1.03821 .03885 .2481 .9737 .2303 .9 88.474 .9823 .4464 .03110 .9706 .5014 .006600 .01100 .2250 .0286 1.03411 .04011 .009200 .6020 .4549 .4183 .9796 .035 .3621 .9715 .1 67.2346 .03459 .2251 .9768 .4044 .2016 .2330 .463 1.9468 .008700 .381 1.259 .9700 .0804 1.087 1.9691 .4319 1.2232 .4419 .03482 .2065 .201 1.2247 .9594 .3722 .2237 100 98.0316 1.8 D-4 TABLE D-1 Continued 56 .0224 1.080 1.9564 .1 85.2660 .081 1.4607 .2262 .04032 .9811 .2111 .03213 .4148 1.03949 .03799 .0 .9852 .2264 .487 1.327 .0208 1.3898 .2051 .3056 1.9530 .350 1.2691 .4138 .2160 .2097 .0237 1.9803 .288 1.130 .2290 .4403 .9803 .1994 .2082 .9317 .2280 .05296 .9609 .02200 .02600 .100 1.226 1.3710 .1976 .3535 .9846 .3117 .118 1.445 1.9790 .9821 .4551 .1965 133 130 128 126 124 .03711 .9697 .4882 .095 1.083 .06478 .141 1.9759 .2381 .9728 .471 1.4664 .3096 .0283 1.2009 .2820 .4719 .2065 .0593 1.2120 .2494 .4988 .0 87.6906 .2223 .2560 .0840 1.4774 .5 61 1.4367 .9875 .9792 .7051 .4691 .9850 .01800 .5 82.413 .2424 .2465 .0313 1.4 35.1 86.0195 1.9854 .006500 .7158 .0 .2431 .2468 .2479 1.2360 .1 93.03666 .8643 .478 1.04233 .1935 .3327 .4070 .3552 .2507 .2.2205 .2368 .541 .2493 .05455 .8368 .0280 1.0290 1.9670 .517 .03264 .2533 .3701 .006100 .3470 .2394 .9409 .2401 .5049 .255 1.06340 .0628 1.8 29.1983 .567 .006800 .5198 .051 .9712 .006900 .9832 .512 1.4079 .178 .3662 .4522 .0244 1.2128 .9 30.2781 .084 1.123 .9428 .9871 .3 43.9825 .2534 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .105 1.452 1.4988 .009700 .2250 .2 .2290 .578 1.007400 .9744 .5286 .2343 .4352 .101 1.9310 .4133 .2236 .2300 94.2000 .2332 .03362 .2143 .2.

5357 .08 11.8652 1.5312 .8413 .4607 .8326 .8267 .1013 .5538 .8005 .4414 .209 1.13 .5403 .7256 .8290 .57 13.8980 .2672 1.4721 .06700 .870 1.033 2.4747 .1063 .9192 .4868 .97 22.30 14.08 12.1362 1.1802 1.1479 1.5094 .5517 .7219 .94 10.6616 .9985 .9607 .7662 .9153 .4330 .7683 .3231 1.6189 1.6324 .7453 .9133 .82 .6526 .8537 .5374 .4873 .9737 .4679 .62 16.3295 1.5116 .1059 1.007 1.6033 .7833 .709 1.04300 .5214 .9713 .5876 .2956 1.1053 .8080 .130 1.40 13.7711 1.245 2.011 2.2138 1.261 1.5649 .9624 .9 27.9694 .9018 .968 .348 1.1277 .8627 .8773 .1168 .1149 .7634 1.4455 .8831 .77 12.6739 .9676 .1286 .1171 1.4457 .04700 .95 11.8063 1.170 1.23 18.08883 .189 2.926 1.948 2.9329 .5485 .8682 .598 1.189 .90 16.03900 .5064 .530 1.622 1.4577 .8989 .5321 .9230 .06200 .8342 .4746 19.6289 .5162 .8849 .4149 27.04 10.582 .8982 .446 1.1223 .5494 .7099 .8385 .1599 1.5147 .311 1.14 11.6069 .7747 .08100 .5119 .490 1.6685 .331 2.8088 1.8711 .07800 .8891 .317 1.6144 .07748 .84 10.1295 .298 1.8614 .004 1.6427 .09930 .8462 1.5469 12.08400 .1177 .513 1.9114 .1313 .069 .455 1.5263 .4287 .2053 1.8360 .6981 .50 17.08991 .4779 .08500 .6344 .7804 .8308 .5794 .514 1.05200 .21 12.7569 .47 11.7863 .646 1.03800 .6111 .590 2.408 1.2721 1.5637 .8 .574 1.8592 .080 2.386 1.6421 .42 21.25 .8193 .4000 .7110 .07100 .644 2.6747 .6799 .9434 .1679 1.5417 .07200 .158 1.8719 .09311 .4517 .3100 .05700 .06900 .4635 .2767 1.6303 .5501 .07000 .053 2.8921 .034 1.7937 .8150 .6176 .04400 .6267 .92 20.5191 .5711 .4640 .1926 1.6880 .786 1.1 26.363 1.56 22.04500 .3548 1.6652 .4960 .639 1.9250 .111 1.5563 .4051 .5215 .458 2.384 1.9445 .396 1.9280 .9042 .07500 .08700 .2628 .3446 1.9815 .340 1.05500 .098 .1186 .36 15.7187 .8943 .5717 .845 1.9349 .8378 .8430 .7549 .4802 .9958 .076 .1033 .5166 .40 20.7783 .8664 .805 1.35 .8356 1.4794 .617 2.3947 .9095 .2813 1.7409 .4562 .1101 .7919 1.107 2.5310 .6716 .203 1.5916 .5954 .5452 .8035 .7775 1.08329 .357 2.3345 .7854 .06300 .382 2.1021 1.5233 .444 1.273 1.1111 .08100 .05400 .6553 .62 .825 1.9057 .6031 .03 19.5394 1.525 1.09098 .8591 .484 2.064 1.08442 .60 15.5548 11.2355 1.5954 .067 1.5066 .8886 .8465 .650 2.4808 .6460 .5341 .121 2.4395 .7522 .07630 .7577 .571 1.5577 .08774 .5556 .670 1.4634 .7511 .1130 .217 2.5605 .503 1.74 D-5 TABLE D-1 Continued 57 .9548 .5090 .9064 .3397 1.617 1.1251 .550 1.6252 .6428 .5796 1.4571 21.4894 .8741 .5258 .3497 1.04100 .5717 .6590 .1139 .8737 .2447 1.6622 .103 1.9481 .8867 .9534 .70 14.4980 1.1304 .5399 .016 1.4842 .5380 13.08000 .389 2.9289 .050 1.92 13.4691 .075 1.116 1.5619 11.6956 1.2402 .496 .747 1.09416 .04000 .1205 .8621 .2580 1.5435 .564 1.8180 .50 14.5167 14.2011 1.061 1.15 17.248 1.09829 .1259 .6860 .896 1.8473 .467 1.2861 .7353 1.456 1.865 .9562 .03400 .7395 .8905 .7486 .019 1.418 2.023 1.34 12.6493 .03300 .07600 .479 1.143 1.9369 .8538 .9588 1.372 1.08664 .1023 .2537 1.6575 1.1558 1.7336 .9124 .5475 .8532 .2908 1.537 2.135 1.8297 .845 1.5444 .8237 .8755 .4333 .1268 .07385 .9576 .6558 .4964 .8861 .3149 1.5360 .1843 1.5981 .07507 .8837 1.563 .7381 .274 2.1720 1.628 1.1968 1.4372 24.19 16.420 1.5753 .8762 .672 .7464 .8687 .430 1.4911 .9641 .125 1.08900 .885 1.07260 .8162 .5449 .226 1.5279 13.8386 .9837 .248 1.271 1.044 1.8792 .5993 .1518 1.03600 .7037 .8503 1.042 1.7890 .4811 .5626 .4242 .526 1.5236 .6920 .1209 1.3198 1.4717 .4534 .09 15.08800 .5874 .5834 .05300 .9388 .092 1.502 1.055 2.7690 .8395 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .672 2.8325 .594 2.8093 .8026 .360 1.8811 .09623 .700 .407 2.9433 .921 1.600 1.1760 1.013 1.6655 .9932 .4857 .9172 .5668 .7494 1.059 1.332 2.478 2.1232 .196 1.85 18.1073 .1003 .7861 .83 .7625 .2492 1.583 1.8646 .05000 .6805 .91 14.728 1.222 1.8448 .90 .49 18.6392 .03000 .089 1.5914 .9883 .4943 .8239 .5017 .8121 .2096 1.24 .09726 .4495 .03200 .7411 .2270 1.018 1.1120 .03100 .462 1.36 11.5591 .0033 1.038 1.06800 .8444 .8961 .3051 1.113 1.9520 .479 1.144 2.5582 .166 2.032 1.6491 .6729 .2225 1.616 1.080 1.6106 .6366 .6239 .05900 .48 .06600 .047 1.7741 .448 2.8830 .1241 .8011 .548 1.030 1.7799 .1133 1.9309 .8501 .010 .7335 1.07300 .8562 .236 2.9012 .9469 .9270 .06500 .08300 .560 1.9732 .1096 1.098 2.1158 .1884 1.04900 .6046 .8966 .6217 .03700 .5015 .6111 .360 2.6359 .9506 .654 1.5230 .8915 .9658 .695 1.7633 .795 1.1043 .08215 .4100 .9211 .235 1.06400 .308 .104 1.9141 .7157 .8771 .3600 .336 1.06100 .7719 .1247 1.906 1.9457 .5850 .4469 .433 1.9076 .71 11.026 2.1324 1.05600 .409 1.9218 1.8609 .9037 .001 .1639 1.8688 .1082 .5300 .08553 .11 .1214 .5533 .9591 .6499 .974 2.9907 .8519 .7277 .1401 1.183 1.08200 .07867 .6678 .1440 1.4903 17.9860 .636 1.8209 1.5513 .05800 .9493 .605 1.075 1.09520 .118 1.07400 .8483 .06000 .286 1.9752 .6778 .1195 .719 1.046 .213 2.05100 .000 2.1285 1.5784 .5304 .9793 .04600 .3 25.6181 .04200 .92 12.07984 .989 2.7948 .5068 .5015 .6 24.294 1.2181 1.8137 .9886 1.84 15.7605 .8700 .8999 .8312 .8924 .46 20.08600 .4713 .4196 .7561 .819 1.086 1.4483 .2315 1.5143 .303 2.09205 .07900 .4205 .7977 .547 1.03500 .260 2.055 1.19 23.8801 .8250 .8554 .07700 .7033 .432 1.511 2.9073 .7911 .947 1.508 2.026 .62 12.537 2.5581 .766 .3004 1.4643 .4988 .4932 .135 2.04800 .8415 .5042 16.479 1.022 1.284 2.162 2.07135 .8572 .7967 .744 1.59 11.7437 .691 1.1092 .770 1.74 13.9772 .090 1.180 1.8952 .3246 1.432 .157 1.

824 3.1340 .5670 .7742 .5798 .3970 1.7983 1.707 7.1350 .5923 .7022 .9141 .5293 .765 .052 1.1505 .8112 .9353 .7612 .1674 .3653 1.6982 .020 7.29 .766 .5734 1.312 3.5884 .540 3.533 7.762 .121 3.5632 .7268 .9144 .5051 1.061 2.1320 .977 3.9239 .8474 .125 4.6967 .12 10.873 2.755 3.812 .369 1.1632 .318 9.6539 1.1774 .55 10.085 1.781 7.006 1.671 7.5992 .5931 .188 4.5947 .5704 .21 10.6176 .1564 .858 1.385 3.777 .667 1.850 4.6859 .4410 .5873 .1160 .1825 1.6124 1.1240 .093 1.9146 .706 2.061 8.136 1.1758 .5546 1.7147 .4131 .1020 .257 1.230 2.1220 .518 8.6994 .7076 1.284 3.272 2.164 3.805 .133 1.5993 7.566 3.742 .7804 .1170 .352 1.7303 .1260 .699 3.033 4.273 1.952 4.990 3.1640 .6202 .6460 .9295 .6645 .5951 .5822 .082 3.855 2.5843 .579 3.5794 .810 .785 .741 .5913 .944 1.326 1.1410 .1699 1.7327 1.5896 8.673 8.688 1.030 3.059 3.9327 .459 3.6381 .5907 .5682 10.5479 1.5230 1.4077 1.835 8.695 4.317 1.7905 .5847 .088 3.65 10.3917 1.806 .951 5.9164 .801 .753 .057 1.6073 .9184 .1581 .5998 .7925 .950 3.7324 .678 .793 1.640 1.1488 .1419 .5948 .1340 .078 1.907 3.814 2.251 3.1749 .514 .1322 .1360 .010 1.748 .9172 .1430 .663 4.9563 .5986 7.1280 .745 .120 .9381 .1366 .5785 9.5990 1.5658 .3706 1.1290 .8967 .6486 .1040 .740 3.1030 .09500 .217 4.7277 .423 3.5936 .215 1.818 .735 .5820 .6752 .1490 .6279 2.8306 .8803 .754 .9720 .9525 .8094 .291 1.5356 1.343 1.5989 .1450 .871 .9130 .1100 .5940 .9076 .051 2.7589 .009 8.675 1.468 8.5944 8.8420 .800 4.099 1.1010 .498 4.105 1.5757 .037 1.6433 .9908 .8131 .1370 .1665 .7241 .053 1.5890 .546 4.7945 .1384 .739 .156 2.309 4.494 .7200 1.7520 .1060 .9371 .9209 .089 1.468 4.6566 .5171 1.654 1.1462 .902 1.5862 1.9142 .129 9.884 .682 1.792 .1598 .772 1.405 1.5990 .9391 .069 1.750 1.9755 .146 .7844 .7783 1.7214 1.9156 .6808 .8021 .7634 .8913 .1357 .784 .9600 1.218 3.201 3.8639 .817 .769 .5766 .125 1.274 3.9169 .1090 .7700 .5674 1.1070 .128 3.757 .1180 .9189 .041 .185 3.1453 .636 7.5716 .057 3.074 .293 4.019 2.5975 7.9311 .696 .5871 .603 3.5645 .780 8.756 .9178 .1460 .402 4.6925 .1615 .3759 1.4187 1.710 1.1791 .934 1.693 2.261 2.6047 .282 1.8528 .5693 .922 2.6940 1.7039 .9154 .182 1.9140 .798 4.167 2.093 2.9135 .933 2.8002 .9251 .9670 .776 .9166 .499 7.7377 .732 .5108 1.4871 1.913 1.901 4.847 4.8694 .568 2.014 1.760 .9775 .072 2.5972 .388 3.9508 .7226 .5961 8.9276 .6305 .189 8.371 .857 7.1310 .5978 .4932 1.1120 .378 1.190 1.5958 .1270 .659 3.8749 .8363 .599 2.1210 .1496 .759 .9186 .9401 .805 1.1657 1.5967 .9192 .6779 .084 1.9269 .662 2.036 4.4297 1.1230 .9882 .9263 .716 3.094 .7252 .5927 .9422 .1522 .734 9.6868 .7066 .9343 .207 1.9234 .7885 1.647 1.4990 .825 .080 4.595 4.6671 1.633 1.9297 .823 .030 1.157 1.001 .7296 .962 9.7173 .672 1.7474 .998 2.115 1.5727 .9936 .9223 .9023 .6619 .7964 .6060 1.9200 .231 1.1649 .9148 .1200 .7721 .837 1.923 3.1716 .7011 .1440 .717 1.465 7.733 .992 4.4638 1.621 .782 3.5773 2.1445 .5964 .1708 .046 1.1130 .888 2.901 4.9245 .114 2.6098 .779 .843 .036 1.254 9.7450 1.756 2.158 4.750 .1330 .797 .201 4.661 9.5747 .7131 .1375 .9362 .9677 .324 8.4752 1.1816 .1783 1.388 1.141 1.09300 .780 .815 2.419 8.9450 .7497 .757 2.7104 .728 1.7186 .7763 .09000 .251 2.6228 .7049 .6806 1.6592 .9257 .334 1.141 1.104 2.994 .1150 .1250 .641 3.5980 .149 1.1607 .788 .6838 .09800 .094 3.963 2.1050 .068 .198 2.384 9.987 1.8057 .3862 .9290 .703 1.793 .681 1.869 3.519 .992 4.501 3.9134 .782 .09900 .813 .8858 .09200 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .956 2.632 7.785 2.6022 2.282 2.1380 .903 2.030 1.808 9.5605 .4692 .09400 .348 3.1410 .827 .9335 .9204 .153 .37 10.774 .1766 .848 1.025 3.146 .9152 .237 3.5864 9.1392 .937 .4242 1.1300 .4354 1.1401 .451 9.771 .146 2.400 D-6 TABLE D-1 Continued 58 .177 2.068 9.7656 .530 3.5902 .5969 .880 1.1691 .9616 .865 3.1556 .6191 1.334 4.9989 1.1080 .9827 .076 1.826 1.5737 10.9372 .660 .1539 .661 1.6886 .9137 .5898 2.912 3.5812 .041 2.5836 .008 2.7158 .117 1.820 .9139 .278 8.1513 .9304 .8583 .4023 1.6697 .1624 .131 1.966 1.9161 .787 .9175 .726 2.5878 .6897 .746 4.790 .1420 .7352 .020 1.5926 .9158 .191 .772 .169 4.1190 .1808 .718 1.1110 .5972 .744 .4814 1.4580 1.950 8.1590 .5776 .5982 .174 1.6725 . 4.8039 .832 3.1741 1.062 1.7120 .1573 .9239 .9411 .1427 .768 .355 4.561 4.045 1.5418 1.1800 .09600 .1000 .6913 .219 2.7824 .795 .5918 .233 8.5987 .022 1.739 1.6331 .6512 .7402 .4465 1.630 2.6123 .288 .9400 .5984 .5803 .9228 .9282 .1547 .015 .897 7.209 2.240 1.1436 .240 4450.5922 8.415 1.09700 .793 3.5857 .815 .726 8.9218 .654 4.751 .9293 .125 2.7678 1.6260 .728 2.198 1.808 .09100 .763 .736 .7865 .1470 .5795 1.783 1.1470 .353 3.798 .101 1.8166 1.9136 .04 9.9985 1.103 8.109 1.822 2.300 1.620 3.9182 .9196 .125 1.6254 .073 1.8076 1.423 4.1390 .004 1.1331 .9319 .803 .590 9.9150 .265 1.1479 .115 4.397 1.248 1.4523 1.751 .644 4.308 1.695 1.800 .46 10.360 1.744 .1724 .761 2.024 3.7543 .1530 .9344 .569 8.747 .061 1.891 1.891 .5850 .7093 .8149 .602 7.978 7.1349 .5954 .165 1.955 1.223 1.725 1.423 3.9456 .462 3.738 .135 3.378 4.319 .567 .1733 .819 7.025 1.6356 .3810 1.9832 .6833 .7426 .6953 .822 .6407 1.1682 .538 2.5828 9.1140 .790 2.262 4.1400 .245 4.1480 .9214 .7566 1.110 1.607 4.6150 2.

924 2.8803 .4441 .8815 1.176 6.113 6.456 6.9144 .436 8.500 7.1800 .2192 .324 2.342 6.457 1.2083 .841 1.5993 .356 .507 1.1930 .4832 2.9150 .414 1.6997 .376 5.342 .933 .4899 .803 8.334 6.1900 .7063 .119 D–7 TABLE D-1 Continued 59 .4569 .639 2.8529 .4787 .9139 .412 7.1680 .827 7.4526 .810 7.8767 .438 .050 9.5291 2.212 6.994 9.591 6.398 5.406 .5723 .5980 6.144 9.748 1.1520 .346 1.109 7.421 7.5552 .7157 .860 .4876 .924 1.963 7.694 6.5984 .158 2.9159 .263 2.1690 .189 2.9197 .253 6.8183 .399 1.474 6.9181 .2159 1.8234 .8381 .5988 6.1840 .225 .1992 1.536 1.246 1.8906 .5987 .9133 .368 6.488 1.947 1.6712 .6608 .006 2.9195 .8971 .9132 .471 2.2025 .9138 .240 1.2218 .840 2.970 1.8200 .5385 .320 1.404 1.9183 .723 2.5651 2.316 8.787 2.2108 .817 1.183 1.2260 .959 6.5929 .8640 .853 .5058 2.051 2.5998 .708 8.167 1.8895 .2090 .5994 6.1580 .534 6.9135 .178 2.7010 .450 5.059 8.1640 .5627 .8301 .4721 2.9130 .268 .630 5.130 6.272 1.2328 1.265 .191 7.7036 .5985 .6895 .7090 .252 2.1958 .2277 .765 7.1730 .1500 .5220 .9141 .108 2.654 1.513 5.5974 .734 2.2050 .482 2.6748 .523 2.465 6.4590 .845 1.5975 .647 7.546 1.407 6.026 7.2066 .517 1.275 6.5504 .8586 .436 .581 7.2040 .054 5.8653 .1830 .8981 1.433 1.4809 .2293 .5972 6.7268 .187 8.9136 .369 7.9163 .300 6.377 1.954 5.681 2.5920 6.242 2.9132 .5941 .882 1.8827 .199 .5999 .527 1.8411 1.9130 .488 7.1900 .2030 .377 2.571 5.5908 .755 1.5994 .134 7.1710 .544 2.565 1.2008 .8693 1.873 1.8666 .339 5.8284 .675 1.5991 .4922 .440 2.385 6.7198 .8472 .530 .6958 .6689 .1630 .651 6.2268 .079 7.784 6.1770 .432 5.594 1.262 6.672 6.8850 .469 1.1880 .5995 .251 .366 2.6971 .584 1.5998 7.1700 .231 2.935 1.524 8.5997 .157 1.8396 .007 5.429 2.9132 .1810 .346 8.212 5.679 6.304 .9193 .345 4.2209 .052 7.2020 .2010 .746 7.644 1.2184 .430 1.624 1.5911 .938 6.4419 .035 7.2226 .4945 2.5174 2.4677 .5998 .751 5.003 6.8960 .9200 .7144 .237 6.5998 .5969 .1833 .5127 .986 1.614 1.230 1.1940 .893 2.907 1.1980 .603 5.702 2.1883 .388 1.309 7.6677 .566 .6933 .148 2.808 2.367 1.148 .823 1.7130 .5998 7.267 1.5456 .225 5.1875 .727 1.395 6.1850 .335 1.9179 .924 6.1740 .6907 .128 2.066 5.1866 1.1560 .5432 .2142 .6586 .420 1.2080 .147 6.284 6.660 6.314 2.6882 .6620 .897 8.070 .6597 .9131 .797 2.7184 .191 7.8743 .1990 .6808 .6832 .1650 .8627 1.8486 1.925 8.9157 .6772 .915 1.1550 .747 6.8572 .000 6.5950 .974 .5243 .2302 .383 .1925 .597 2.5948 6.9155 .982 2.425 1.611 6.2017 .7023 .874 5.4483 .210 2.9167 .309 1.5197 .618 2.5994 .173 .461 2.1975 .994 2.8873 1.5602 .1860 .6920 .5480 .856 1.534 2.8791 .2070 .959 1.777 1.818 6.209 1.9133 .8349 .8755 1.492 2.221 7.451 1.565 2.5946 .1933 .5409 2.1920 .555 6.1510 .995 2.492 6.867 2.8267 .8442 .5998 .7311 .8600 .9131 .2310 .8614 .9130 .325 1.228 8.1720 .183 .329 6.408 2.2000 .2000 .5577 .2167 .2075 1.013 2.914 2.9134 .891 6.550 6.5914 .1610 .351 1.9132 .283 5.2234 .1891 .274 .161 6.1908 1.7240 .9130 .718 5.042 2.890 1.8250 1.115 5.851 1.222 6.419 2.876 6.345 7.293 1.5996 .9142 .882 2.6654 .583 8.7254 .288 1.138 2.692 2.188 1.4854 .9148 .744 6.5339 .022 .460 1.314 1.5952 .5995 .9174 .004 2.898 5.9133 .421 6.250 .4967 .257 1.5998 .761 6.167 8.1850 .695 1.288 8.5151 .2251 .911 7.9130 .277 .197 6.758 1.503 5.215 1.8779 .8501 .6784 .041 2.5996 .4633 .479 1.9152 .1890 .032 2.6736 .279 7.303 2.2050 .818 .755 2.8928 1.442 1.5982 .159 5.607 6.5935 6.769 1.424 1.118 .544 .9132 .1960 .2285 1.716 6.2150 .017 2.282 1.672 6.941 1.079 2.766 8.335 2.2092 .9130 .7103 .829 2.660 5.812 2.178 1.9130 .825 1.5315 .8731 .5938 .9176 .865 1.372 1.5699 .5748 .809 .6870 .833 1.393 1.9186 .5977 .2100 .262 1.1750 .5267 .260 7.879 1.834 1.8917 .441 1.6845 .462 .776 2.571 6.574 1.9190 .2042 .1590 .9170 .7325 .409 .330 .737 1.7212 .267 7.8365 .791 1.162 7.5923 .4743 .2117 1.819 7.5979 .9165 .9129 .511 6.8706 .4611 2.690 5.106 5.963 7.5989 .5013 .953 9.362 1.9130 .747 1.4547 .8680 .5362 .341 1.5917 .604 1.5992 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .5905 6.1870 .030 2.2201 1.240 9.1670 .5996 .152 1.5528 2.6760 .8884 .8217 .7171 .861 2.728 7.191 .256 8.8718 .2125 .793 1.2058 .2060 .9154 .6574 .977 .5996 7.9149 .830 6.5036 .8333 1.6642 .671 2.1820 .850 2.5958 .8427 .1950 .7076 .8544 .664 1.8451 .1570 .7050 .1530 .4462 .1941 .2319 .900 6.4765 .6666 .712 7.9161 .235 1.9140 .8862 .4398 2.6700 .2134 .5955 .576 2.631 .5965 .9188 .663 7.1970 .5961 6.7226 .1540 .107 .204 1.1600 .6796 .2176 .220 .336 7.6631 .901 1.206 6.320 5.6857 .7117 .586 2.1660 .495 8.762 1.099 2.890 6.8839 .959 1.7296 .968 1.899 1.089 2.145 8.339 7.133 6.298 1.169 .060 2.650 2.9145 .403 6.8515 .9146 .398 5.6984 .387 2.777 5.8950 .5967 .555 1.454 5.9133 .744 2.610 6.038 7.738 .5944 .169 5.4655 .872 8.5675 .356 2.813 5.194 1.1841 .6724 .220 1.616 8.674 8.5997 .4990 .446 1.1983 .807 6.9202 .1910 .083 8.780 1.603 6.490 5.021 6.085 6.1790 .9172 .8317 .5963 .1780 .9137 .837 .5104 .740 1.498 1.891 7.949 6.996 8.1760 .5932 .913 1.849 .4504 2.706 1.890 .5926 .801 1.317 6.634 1.785 1.8939 .1620 .1858 .6820 .541 6.1917 .8558 1.7282 .351 .5081 .4699 .2243 1.061 5.801 1.951 1.1966 .685 1.6946 .903 2.162 1.451 1.2033 1.629 2.975 .090 8.716 1.5998 .473 .9169 .770 .1950 1.513 2.199 2.

79 14.2230 .9360 .532 1.6404 .9051 .9270 .634 .9386 .5736 5.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H /H ' O K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .771 1..385 .9194 .880 5.967 2.5764 .285 2.4274 .138 11.869 .008 3.901 2.9107 .4031 .355 .9356 .476 3.650 ..711 1.784 2.2160 .2610 .50 10.9261 .6343 .81 11.432 3.279 3.870 2.443 3.9377 .575 1.5732 .383 .230 2..02 11.450 2.2420 .325 2.039 3.9011 .556 2.667 1.9325 2..6563 .506 .2455 1.563 5.493 2.357 .5823 .18 16.464 2.796 5.6477 .2344 .6304 .9258 .564 1.9388 .06 10.2845 1.318 2.473 1.999 5.5857 .9228 .6446 .45 10.442 9.6102 .2120 .9282 .6060 .2590 .2378 .10 17.853 2.32 15.071 ..886 2.377 3.54 16.93 12..684 5.421 2.375 2.2670 .2687 .011 5.095 3.9310 .2440 .07 12.500 1.521 1.700 1.2644 .9381 .9097 .171 3.257 2.479 1.69 16.9079 2.341 .5760 .366 2.28 10.359 .816 .716 1.9245 .9304 .35 .6520 .47 12.330 .45 15.9285 .2515 .364 2.744 1.2618 .9412 .2390 .11 13.2801 1.2530 .344 .5807 .6085 .393 .6093 .56 .6333 .284 2.4232 .43 12.2130 .149 3.9360 2.055 3.9275 .858 5.9259 .683 1.6018 .6137 .166 2.6052 .707 2.6155 .9215 .738 1.9298 ..770 .2827 .804 2.372 .91 10.5756 5.5780 .548 5.718 .329 .370 3.999 3.2722 .710 5.575 17.2740 .9304 .660 2.465 15.9134 .395 .117 3..2819 .2400 .542 3.04 14.916 .520 D-8 60 .9317 .766 1.553 3.4253 .26 13.335 .2438 .5830 .511 1.5878 .12 14.9227 .9243 .037 6.989 2.2446 .64 11.548 1.569 .2340 .2784 .5784 .727 5.523 2.366 .19 14.28 17.97 15.40 13.9340 .742 2.091 6.31 11.9314 .2490 .607 1.9110 .633 .9161 .2395 .658 5.074 3.2714 1.2690 .024 6.6173 .6353 .15 13.618 1.641 5..596 .487 3.2200 .5695 5.49 15.368 .6002 .531 3..9353 .9061 .2360 .9213 .527 5.569 .5691 .2558 .9449 .07 17.6076 .29 12.542 9.214 3.5834 5.672 1.776 1.6373 .838 5.4336 .553 2.614 2.2387 .45 17.15 11.6425 .9267 .624 5.739 2.5901 .9088 .19 .9363 .042 3.90 12.5752 .408 2.323 3.5703 .268 3.6043 .62 14.19 11.154 2.99 15.5699 .2523 ..142 2.481 2.5871 6.6552 .583 2.9288 .2592 .580 1.5861 .389 3.2380 .160 3.9367 .367 3.091 2.6228 .2540 1.9254 .2792 .6120 .490 9.343 3.67 17.2361 .9031 2.977 2.355 13..904 3.064 6.6394 .2240 .021 3.746 5.83 16.88 16.6488 .9001 .2320 .705 .182 3.723 2.4315 .2489 .5712 .9311 .6164 .5864 .332 .077 6.494 1.399 3.23 10.987 .2510 .5842 .2560 .581 2.2170 .9455 2.9231 .2635 .5748 .506 1.312 3.520 16.9107 .73 12.541 5.51 11.9276 .351 2.45 17.820 2.2140 .2705 ..732 .2370 1.2580 .4091 3.9264 ..2180 .346 .489 .2460 .39 11.56 10.693 9.380 2.2100 .5888 6..9374 .701 5.204 2.15 14.9170 2.79 10.2421 .2260 .585 1.796 9.5740 .607 2.2731 .325 3.9394 2.334 3.5811 .5891 .728 2..951 5.9373 .9218 .421 3.85 14.5720 .15 16..9301 .9205 .5850 .364 .5772 .9330 ..6294 .9353 .645 2.55 12.9143 .2498 1.9339 .063 3.902 10.361 3.660 2.749 1.6027 .6237 .376 .351 3.2680 ..5788 .2463 .9294 .6323 .756 5.12 10.776 5.203 3.2653 .534 5.6191 .47 14.433 2.9367 .290 3.5744 .2110 .2550 .2584 1.5716 5.9273 .806 5.629 1.2310 .6467 .26 17.553 1.2410 .9021 .559 1.590 9..103 2.571 5.44 11.5838 .055 2.6128 .257 3.480 2.813 2.84 10.498 3.537 1.33 12.992 .61 10.6010 .6182 .95 15.38 .640 1.393 2.2330 .6200 .9211 2.9380 .339 .594 2.397 .66 14.871 2.87 .9070 .837 2.2679 ..105 6.612 1.915 5.946 2.4191 2.9307 .33 16.010 3.31 13.827 5.744 9.5868 .2601 .2640 .9320 ..236 3.422 2.2450 .5894 .192 11.88 14.00 .963 5.327 .9279 .353 .936 2.271 2.052 3.886 2.5707 .128 3..6284 .77 11.931 2.4051 .2480 .6498 .15 11.2630 .689 1.83 12.9236 .301 12.755 2.8991 .9125 2.6035 .9400 .6541 .9219 .9323 .5768 .247 12.9318 .225 3.2660 .59 12..436 2.69 12.760 .847 .00 14.178 2.9291 .80 15.066 2.661 1.4131 .27 11.362 .381 .2566 .2280 .68 11.397 2.766 .106 3.6256 .9349 .468 1.9223 .962 2.2220 .9346 .675 .15 .714 2.338 2.946 2.856 2.87 .772 2.03 12.5724 .9418 .978 9.409 2.329 .578 5.5796 5.9239 .4171 .44 13.691 2.494 2.687 2.9116 .2620 .4357 ..4071 .2481 .115 2.2370 .2749 .9289 2.788 .516 .307 2..2270 .6246 .5800 .674 2.509 3.4211 .2429 .2190 .340 2.591 1.07 11.9406 .95 .634 1.616 5.722 1.9226 .337 .2540 .602 1.36 16.727 1.692 5.91 .531 2.389 9.031 9.9333 .387 .84 17...6146 .469 2.386 .5884 .2549 .63 15.5728 .2300 .620 2.2520 .538 2.344 3..4377 .2336 .2404 .297 2.2532 .051 .5874 .755 1.600 5.9267 ..51 16.9235 .6275 .975 5.9221 .73 16.6436 .6363 .388 3.2470 .68 10.2250 .592 .5854 5.374 .2575 .9296 .5675 5.629 2.6313 .828 2.9443 .4011 ..694 1.647 2.01 13.2650 .9041 .6414 .5683 .848 5.543 2.542 ..9186 .9282 .334 3.642 9.891 5.927 .023 3.4294 2.348 .30 13.2350 .34 9.399 3.9343 ..59 .700 .9178 .5815 5.9152 .645 1.9327 ..526 1..454 3.676 2.184 1.6068 .6509 .508 2.9234 .2210 .82 14.2766 .842 ..9203 .6383 .70 13.4151 .085 10.2810 .6111 .952 10.786 5..788 2.2506 .2696 .5679 .2353 .9251 2..556 .379 3.903 5.9242 .5819 .457 2.608 5.9437 .599 2.9370 .17 10.9248 .5804 .9251 .568 2.782 1.2775 .5792 .9431 .939 5.667 5..798 2.73 13.350 .2472 .01 10.6531 .5898 .755 2.623 .2150 .4111 .9425 2.5687 .6265 .585 5.6218 .678 .9336 .97 13..29 15.244 2.377 .5776 5.518 2.410 14.2610 .5846 .51 14.2600 .391 .55 13.2757 1.295 2.650 5.9383 ..5881 .5826 .564 3.9346 .444 .079 2.6456 .2500 .9332 .656 1.128 2.2627 1.311 2.957 2.736 5.2412 1.352 2.2290 .2430 .64 17.2836 .6209 .66 15.192 2.218 2.2570 .2670 1.2661 .72 10.

9449 .2969 .2700 3.2870 .007 2.035 2.9505 .609 3.Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .305 5.42 25.256 5.5458 .5448 5.83 23.5940 .22 .5955 .2472 .57 22.2960 .3000 .2889 1.361 5.9645 .3220 .190 3.5994 .2570 .96 23.62 20.052 2.683 3.442 3.5511 .314 5.402 3.2790 .5538 5.2584 .9637 .5671 .643 3.023 2.5603 .9461 .5971 .598 3.07 18.2980 .223 D-9 61 .382 3.045 4.854 1.5490 .000 4.610 3.3376 .98 .782 3.587 3.3321 .5745 .16 20.152 3.9585 3.3073 .5556 5.9410 .3014 .230 4.029 2.546 3.85 21.2750 .5714 .2850 .3290 .922 3.967 1.2790 .5584 .9393 .53 25.3311 .318 5.5932 .208 4.456 .9696 .9656 .2907 .5580 .900 3.043 3.798 21.40 24.2720 .806 .9473 .5647 .300 .2775 3.3155 .2459 .86 18.620 3.694 3.3150 .081 28.284 3.499 5.5639 .203 3.5925 .5588 .3020 .347 .2613 .893 1.2960 .3202 1.08 32.9403 .9629 3.3089 3.513 5.3339 2.821 3.252 5.2710 .860 1.237 5.9572 .013 4.61 33.2641 .2942 .35 27.3349 .18 20.2486 4.246 3.9516 .160 4.328 5.231 4.5616 .9528 .956 3.9720 4.5672 .9511 3.18 33.9567 .9653 .20 31.9649 3.2866 .14 26.090 4.29 30.3070 .5845 .392 5.716 3.9467 .5637 .9664 .135 4.2898 .922 1.104 2.3008 3.5831 .3040 .60 33.503 3.254 3.828 3.153 .018 2.2656 .81 23.9557 .2830 .32 .9624 .9668 3.061 4.2780 .161 4.2900 .585 3.462 3.5947 .30 21.9406 .873 3.014 4.237 .185 4.5824 .3031 .5635 5.2913 .451 3.3239 .3189 .5751 .121 2.33 27.3220 .9594 .54 22.04 27.9469 .9459 .2996 .268 5.524 3.115 3.508 .127 4.133 3.04 18.72 27.810 1.5649 .71 32.631 18.49 18.343 3.2890 .5683 .3040 .2404 .896 3.422 3.5523 .186 3.9452 .397 .955 .663 3.28 19.93 29.480 5.9521 .837 1.036 4.882 1.120 3.88 24.5666 .5859 .46 18.27 18.720 3.068 4.288 5.061 3.5455 .276 5.9686 3.5468 .99 34.3193 .058 4.9556 .877 3.228 3.3010 .2685 .2898 .9676 .9707 .42 24.097 3.110 2.309 5.905 1.5519 5.3100 .093 4.234 5.9565 .9396 .9603 .3357 .742 20.765 3.5462 .098 .356 5.978 1.9541 .420 5.65 18.3284 .5627 .2978 1.5568 .44 .527 3.9500 .280 .342 5.9515 .912 .9420 .12 24.220 3.64 20.2820 .51 19.9522 .366 5.001 2.2800 .738 3.60 28.5552 .934 3.35 23.2840 .96 .038 4.84 33.866 1.9553 .3110 .9390 .379 3.37 .77 35.206 4.3049 .3175 .3094 .67 18.9512 .3090 .386 5.5632 .3106 .938 1.99 31.68 24.2951 .9496 .2820 .3205 .3180 .664 3.242 4.5486 .2882 .673 3.2976 .5784 .5507 .94 30.5500 5.2730 .231 5.910 1.3184 .046 2.5726 .474 5.183 4.5887 .088 3.3210 .9581 .60 28.012 .787 3.325 .2930 .5804 .2970 .2990 .3060 .450 5.2835 .081 2.5732 .05 22.127 .724 3.3122 .9436 .5541 .5610 .9433 .5651 .83 33.444 5.843 .5476 .990 4.3240 .2556 4.5777 .3330 .5497 .5530 .2933 1.2599 .950 1.2950 .2378 .96 30.979 3.944 1.972 1.57 21.3302 .87 21.978 4.5720 .731 3.2987 .37 34.426 .65 30.5643 .2627 3.86 24.2916 .9531 .414 .9672 .653 3.9577 .968 25.5810 .3120 .35 21.069 .09 23.07 19.9552 .380 5.30 19.5545 .3148 .3250 .990 4.5902 .5880 .9532 .566 3.2700 .41 20.296 5.438 5.2364 .2944 .2431 .9526 .888 1.675 3.5761 .5817 .9430 .07 22.433 3.5560 .849 1.3076 .84 22.396 3.28 29.98 .2351 4.943 3.848 3.303 3.3067 1.5917 .025 3.5619 .079 3.870 3.39 20.5986 .3275 .047 4.776 3.642 3.114 4.9499 .3024 .9446 .9535 .888 3.33 23.630 3.3130 .9483 .9502 .3112 1.9580 .9679 .5465 5.9509 .9400 .3139 .9490 .9682 .5659 .9717 .74 19.71 19.3230 .26 25.07 32.5451 .83 26.468 5.245 5.877 1.2880 .33 21.227 5.5623 .9690 .10 19.3005 .3385 2.5527 .2854 .3121 .5708 .793 1.403 5.66 27.938 2.3294 2.5596 5.5479 .5838 .5643 .832 1.5771 .59 21.15 24.9544 .821 1.5549 .264 3.008 3.9562 .966 3.9710 .5483 5.3230 .866 3.022 .97 34.82 22.486 .3080 .323 .9616 .989 1.9571 .30 28.5895 .2760 .9416 .136 .241 .2730 .292 5.3367 .5852 .9413 .2760 .961 1.2924 .871 .2670 .9693 .805 3.93 19.911 23.995 2.12 26.703 .409 5.351 5.2863 .899 .27 29.9633 .260 .5739 .79 35.62 .60 22.075 2.104 3.5627 .5678 .70 24.3266 .5866 .5978 .49 19.46 32.3166 .9562 3.826 1.337 5.5611 .754 3.5689 .2959 .362 3.5472 .44 32.9703 3.62 28.96 26.28 28.3248 2.9456 .9518 .490 3.09 20.9547 .74 27.5758 .2910 .9463 .3140 .9480 .3270 .209 3.02 27.3239 .9611 .115 2.5910 .3130 .272 3.832 3.9599 .916 1.5790 .170 3.3280 .804 1.651 3.786 3.3222 .3211 .2715 .956 3.3260 .9478 .2514 .9607 3.2810 .2500 .9537 3.9426 .041 .809 3.2770 .9547 .843 3.9550 .990 3.9568 .2872 .11 .150 4.9476 .070 4.9490 .2418 4.375 5.9525 .815 .173 4.5663 .64 30.3257 .432 5.171 3.5564 .3170 .3139 .5615 5.2860 .38 34.35 29.371 .5655 5.95 29.3190 .092 2.2880 .9542 .65 27.9505 .9660 .956 2.5607 .5655 .2851 3.3172 3.62 .5873 .5576 5.085 4.624 3.5701 .765 3.063 2.9486 .3030 .799 1.2940 .2929 3.219 4.104 4.272 5.565 3.3085 .3022 1.587 3.2745 .24 25.2542 .89 .5667 .00 31.3057 .933 1.745 3.343 3.284 5.82 26.9700 .9423 .945 3.2445 .058 2.9493 .2992 .086 2.9443 .3200 .3050 .5963 .24 18.3103 .254 .5592 .332 5.493 5.139 29.5631 .5660 .2740 .5494 .5504 .5572 .3040 .686 19.5534 .9641 .604 .110 4.919 3.19 .3157 1.851 3.891 3.323 3.506 5.116 4.3058 .483 3.462 5.5600 .827 3.933 3.5621 .002 4.289 3.07 23.709 3.973 2.545 3.361 3.760 3.024 26.2805 .31 30.264 5.55 25.9590 .9495 .9440 .2528 .5797 .5515 .984 .9559 .5695 .855 22.249 5.9577 .136 3.72 32.9574 .196 31.9620 .9466 .9713 .697 3.254 33.414 5.2920 .921 2.9538 .471 3.5605 .9484 2.2391 .927 .307 3.3160 .9473 .

077 5.3350 .3580 .9827 .406 5.9806 .9635 .360 .184 4.3495 .9680 .1776 .5589 .5421 .3360 .337 2.107 5.14 38.3625 .9767 .3460 .5314 .5368 5.190 2.198 5.159 5.9662 .731 5.265 4.84 43.9852 5.5417 .661 .803 4.475 5.661 50.89 50.486 42.1850 .59 39.220 2.59 48.5441 .79 55.3775 .2273 .9632 .2064 .2266 4.833 .144 2.9832 .237 2.130 5.2198 .27 .5365 .1894 .5276 .399 4.732 4.408 2.156 .5359 .9839 .873 4.179 5.319 2.67 65.439 4.5461 .86 44.9753 .9621 .575 4.741 4.5409 .5544 .3794 .413 2.150 2.768 4.5353 5.46 70.5524 .3413 .9808 .3440 .191 .9782 .9683 .9785 .5347 .42 36.3832 .91 64.088 5.9721 .44 58.9598 .746 5.9610 .474 4.346 4.313 2.28 71.46 66.987 4.1938 .2005 .5380 .182 5.221 5.5398 .381 4.845 4.9618 .544 44.43 58.45 66.3760 .13 60.5408 .3430 .168 5.2325 .9823 5.196 2.3700 .5301 .449 .3728 .3480 .392 4.30 49.568 4.970 6.076 D-10 TABLE D-1 Continued 62 .124 5.082 5.95 46.9724 .16 54.112 5.5584 .5479 .3663 2.467 2.427 39.345 5.37 42.67 65.5501 .3420 .5322 .9797 .5594 .9728 .10 .1839 .73 49.5344 .41 63.03 .284 2.52 54.5431 5220 5.502 .5374 .643 5.603 47.9813 4.5496 .372 2.099 5.5325 5.5470 .207 .9646 .81 68.827 4.248 5.9604 .9750 4.525 4.5449 .770 4.3504 .431 2.5510 .3690 .3700 .9726 .780 56.3850 .866 5.27 52.280 5.60 48.5529 .3879 .243 .5548 .5421 .9626 .419 .3551 .67 52.5427 .3390 .185 5.9735 4.3459 .5342 .5453 .2148 .413 4.80 45.2299 .921 5.3560 .5362 .3800 .798 4.005 .3682 .03 44.384 2.5568 .9688 .9772 .90 .95 61.139 5.83 59.5394 .5399 5.3822 .9667 .2160 4.25 60.5279 .312 5.2235 .161 5.167 2.3766 .466 4.479 .443 2.3490 .3560 .3523 2.342 2.3598 .474 4.9737 .461 2.3650 .677 5.9815 .9801 4.1915 .45 70.473 2.3890 .374 5.390 .48 37.9819 .492 4.1786 .3907 .5350 .2111 .5372 .3520 .2136 .133 2.631 5.310 4.1675 .3870 .682 4.375 .147 5.354 2.3422 .3841 .3780 .3616 2.5371 .763 .5309 .044 .369 37.5356 .85 44.5411 .3500 .1766 4.095 5.541 5.290 2.656 4.685 4.9817 .9675 .3450 .9640 .96 40.78 55.331 .091 5.034 5.5352 .3770 .2087 .214 .958 67.5284 .015 4.217 5.323 4.9693 .34 42.209 4.5437 .3747 .5317 .547 4.9761 .277 4.149 .3403 .615 4.5474 .9719 .350 4.063 5.744 4.249 2.225 2.792 4.9848 .343 .9792 .88 47.5534 .47 51.508 5.1972 .1883 .80 68.3340 .638 4.266 2.5362 .780 5.157 5.9837 .886 5.765 5.101 5.5519 .1904 .82 59.377 5.04 39.5386 .5333 .3300 .52 56.Perencanaan Pelabuhan I TABLE D-1 Continued d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n CG/ CO M .388 4.9583 .9841 .2338 .13 58.396 2.5441 .5365 .301 .1715 4.3888 .815 4.35 43.756 4.910 4.3880 .378 2.3440 .3660 .713 4.251 5.838 60.5396 .3550 .591 4.3320 .89 .1756 .5414 5.3532 .2260 .173 2.3653 .901 .885 4.500 .77 57.629 4.898 63.3468 .900 5.3719 .9859 .2099 4.3860 .3431 2.9702 .598 5.5312 5.42 56.630 .161 2.3804 2.28 52.9623 .094 5.49 .416 4.5294 .090 5.934 4.9589 .498 4.3610 .2210 .173 5.3644 .36 41.14 .509 4.155 5.5434 .13 .627 4.43 45.186 5.3945 2.121 5.9690 .9775 .946 4.718 4.9780 .76 57.462 4.5563 .9732 .9613 .9825 .296 2.312 5.850 5.3672 .09 53.9845 .935 5.438 5.9700 .5336 .300 4.40 .9657 .137 .3730 .114 .9787 .5558 .1872 4.311 35.326 4.5383 .9651 .9717 .929 4.5433 .650 4.15 54.02 39.272 .572 5.9769 .566 5.5330 .118 5.5445 .358 4.259 4.5457 .5402 .5424 .9654 .15 38.9777 4.9648 .9673 .17 67.3470 .60 39.09 51.5286 5.5573 .9843 5.144 5.5444 .856 4.5505 .234 4.24 60.25 35.097 5.1665 4.12 67.3740 .336 4.410 5.455 2.3588 .9615 .1926 4.974 5.3670 .1797 . 325 2.5349 .67 52.450 4.103 5.3720 .9709 .1807 .3579 .9705 .072 5.5515 .3691 .04 .16 48.1745 .3380 .5429 .5281 .116 5.862 4.9712 .202 2.231 2.5483 .5359 .68 62.3620 .50 47.521 4.348 2.576 4.191 .43 56.301 4.3750 .3810 .3926 .5425 .59 36.5296 .439 4.204 5.9607 .162 .3869 .51 47.185 .132 5.3635 .68 62.3830 .2040 4.9592 .9735 .9677 .609 5.5487 .3510 .5380 .9764 4.34 43.171 5.176 .217 5.201 5.9834 5.5306 .89 45.1828 .5339 5.9586 .9804 .798 5.1818 4.5319 .914 4.5369 .944 4.697 5.1695 .533 4.288 4.3330 .154 5.5288 .9638 .5466 .105 5.712 5.437 2.08 51.9811 .29 71.16 67.3756 2.9795 .3530 .9670 .3514 .9756 .5304 .103 .9659 .5389 .851 4.194 5.123 5.214 5.5392 .3785 .366 2.210 5.9665 .307 2.5377 .9847 .791 4.5417 .141 5.602 4.521 4.42 45.9738 .9714 .1949 .2222 4.3813 .443 5.3394 .9726 .9860 5.43 36.5383 5.3630 .3542 .885 4.9744 .2185 .58 35.1960 .1983 4.9758 .3310 .72 38.9729 .9629 .5578 .9643 .1725 .9595 .2247 .875 4.3468 .5291 .02 63.61 69.3607 .91 64.451 4.110 5.9835 .3840 .673 4.70 38.9855 .5274 5.5405 .00 36.179 2.1735 .5405 .2029 .3600 .2052 .134 5.84 37.281 5.284 4.3640 .3820 .709 4.84 .9857 .85 39.165 5.9686 .9707 .5376 .9730 .9698 .2017 .127 5.89 41.9747 .72 49.3590 .2076 .3917 .402 2.3737 .602 4.424 4.9741 .125 .469 5.335 4.2173 .95 61.922 4.685 4.3540 .1861 .9696 .708 4.1685 .29 49.277 4.85 37.9821 .5327 .814 5.550 4.208 2.188 5.3898 2.3449 .534 5.3680 .99 36.1705 .9601 .3860 .95 40.086 5.159 4.5438 .5553 .084 .5299 5.3850 2.697 4.40 40.3370 .004 5.14 58.5387 .53 54.3709 2.41 40.5599 .3410 .579 4.138 2.425 2.83 43.827 4.2124 .5492 .132 5.62 69.3400 .42 63.3790 .556 4.2312 .9850 .87 41.96 46.3570 .5539 .736 4.3570 2.361 4.3477 2.9854 .33 42.3936 .5390 .404 4.37 41.9732 .093 .9723 .957 4.1994 .081 5.5355 .48 51.9790 4.9830 .15 48.720 53.079 5.657 4.3710 .5402 .152 5.278 2.5413 .9799 .255 2.260 2.53 .

5172 .9898 .5311 .221 5.5255 .3980 .1533 .665 2.4000 .499 116.005 5.9756 .4 117.4350 .245 5.9922 .9745 .088 .9913 7.29 99.5215 .5251 5.9910 .9889 .9828 .444 6.810 .4453 .641 2.4164 .1636 .9886 .9890 6.023 5.9821 .062 5.713 2.4190 .5239 .124 8.5345 .5204 .4230 .4330 .497 2.38 86.749 .052 .9906 .828 2.028 5.9932 8.049 5.113 5.474 5.146 7.681 139.5169 .653 2.003 D-11 TABLE D-1 Continued 63 .5229 5.1305 .067 .5187 .5271 .4126 .4160 .4059 .4136 2.294 5.604 2.197 86.486 5.1222 .1214 .1552 .4380 .83 95.215 7.041 5.3 129.4400 .4231 2.5323 .9826 .034 5.5225 .457 7.5260 .4240 .9816 .564 6.3920 .1321 .67 94.9788 .9812 .5253 .671 2.137 81.11 81.603 6.414 5.058 5.378 103.069 5.831 7.5191 5.601 6.3900 .8 119.6 141.353 5.581 2.3990 .076 6.1454 .075 8.560 123.4251 .14 87.5336 .982 4.707 2.3 103.9800 .5258 .019 5.5274 .9883 6.1171 .9907 .5242 .17 88.140 6.9808 .44 92.13 .9915 .9911 .9802 .005 5.043 5.9841 .9931 .035 5.136 8.1515 .595 7.053 5.895 7.4020 .52 100.4 105.024 5.9901 .9882 .39 .9928 8.4260 .4470 .9900 .5277 .269 5.4130 .4040 2.9925 .9794 .1488 .4443 .6 115.274 8.9752 .056 5.5232 .527 2.053 5.481 8.485 2.661 7.31 78.4212 .9790 .4241 .9768 .9892 .5246 .5227 .610 2.644 5.5241 .525 6.5202 .806 6.9 .387 8.642 7.021 5.575 2.4420 .52 100.5168 .9843 .4220 .640 6.9914 .792 2.1589 .031 5.1313 5.5263 .9806 .623 2.438 7.9810 .185 5.018 7.532 8.4318 .98 72.0 108.407 6.49 .4 143.9880 .5204 .029 5.4222 .5194 .572 5.19 80.4069 .561 .4460 .4 117.48 71.5206 .9741 .5158 5.1445 .055 5.4492 .774 2.7 107.4 105.9832 .5244 .503 7.4501 .1646 .9923 7.017 .013 5.0 134.40 77.758 .9 123.731 2.5296 .027 .5216 .12 82.44 92.3 129.974 7.4170 .13 98.9754 .1353 5.9874 .1267 .1282 .1244 .236 8.07 85.5214 .369 .3955 .5326 .32 78.392 .783 7.9782 .5208 .5256 .5266 .9750 .9894 .9927 .798 2.4088 2.2 113.017 71.7 128.7 136.4155 .4120 .521 6.1524 5.1480 5.5186 .1259 .9772 .768 2.130 7.5221 .799 6.5237 .5290 .005 5.026 5.5198 .9879 .86 73.037 5.544 2.071 5.55 93.1403 .5196 .048 5.215 6.1419 .12 82.85 73.5198 .5209 5.644 6.5195 .4070 .4366 .5211 .1 144.173 .879 6.4030 .7 125.67 94.5160 .9 112.28 90.19 80.1506 .020 5.957 5.688 7.9844 .532 2.5248 .943 7.4290 .9904 .1290 .9865 .427 8.9902 6.5212 .5262 5.5236 .484 6.040 5.7 110.4 133.8 146.9917 .112 6.647 2.077 76.20 89.063 5.2 .707 7.535 5.5213 .006 5.9862 .689 .1192 .5234 .586 2.2 126.259 7.97 72.3 137.7 141.970 4.5267 .046 7.17 88.963 .9792 .8 146.4021 .1656 .9846 .066 5.584 5.462 5.5308 .4490 .4080 .9929 .922 7.9795 .590 .258 6.570 7.029 6.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C O M .657 5.1369 .5227 .9876 6.4012 .479 7.030 5.07 83.5223 .9908 7.5269 .524 7.24 79.022 .5221 .046 5.9 .4308 .5161 .5329 .004 5.5182 5.9916 .9823 .3 120.4040 .9784 .025 5.035 8.4376 2.175 8.1471 .1617 4.4002 .9743 .173 5.4289 .102 7.012 .011 5.0 109.9839 .24 79.4110 .074 5.257 91.9758 .5251 .5234 .5165 .402 5.9891 .1229 .816 2.5208 .725 6.632 5.4010 .737 2.5179 .1579 .9872 .8 119.669 5.804 2.1462 .450 5.3 .58 75.834 2.5202 .13 76.5230 .008 5.045 .9833 .295 6.5176 .683 2.9909 .59 75.4107 .9899 .341 5.5206 .9761 .5248 .6 115.28 90.7 136.2 126.991 8.1378 .5261 .3 137.701 2.4385 .550 2.9867 .538 .5232 .5320 .371 7.9814 .0 108.5193 .3940 .9739 .060 7.9804 .4031 .4300 .149 5.177 6.9926 .9770 .3970 .1542 .4250 .1329 .4270 .592 2.596 5.406 6.305 5.9885 .209 5.5225 .329 6.7 101.089 5.07 83.018 5.5174 5.050 5.041 5.9763 .521 2.9786 .562 2.9870 .3974 .5166 5.4430 .303 7.9818 .4320 .2 120.9895 .5342 .762 2.088 7.412 7.3983 .445 6.509 .72 74.4360 .07 85.753 7.3993 2.9887 .3964 .4 133.5265 .0 134.719 .5171 .72 74.4270 .4090 .547 5.103 6.185 .1428 .629 .839 6.550 7.608 5.5200 5.7 122.503 2.2 113.1361 .1436 5.975 8.044 5.1570 5.040 6.5184 .5163 .725 2.438 8.4337 .9877 .1561 .060 .4482 .4260 .4347 .5210 .5332 .029 5.1298 .4050 .9930 .1 104.5271 .4150 .7 128.252 6.9924 .30 99.515 2.96 .5339 .4356 .598 .9819 .325 7.4140 .06 84.5244 .5293 .9748 .822 2.4280 .9798 .366 5.847 .13 98.4410 .993 5.9921 .148 6.1394 5.317 97.5223 .9 112.1251 .3950 .004 7.1164 5.9864 .014 5.036 5.5218 .4450 .540 8.5305 .4340 .1345 .5200 .438 109.5282 .367 6.5314 .4521 2.06 84.4414 .1608 .9 97.616 .921 6.1 144.9766 .486 8.4280 2.9776 .491 2.9930 .9 131.54 93.743 2.9836 .233 5.5253 .064 5.9774 .4183 2.290 6.755 2.1337 .677 2.5240 5.7 125.4310 .332 6.3960 .9873 .9918 7.4434 .659 .1 104.9824 .890 6.1200 5.5269 .5279 .1386 .326 8.4078 .4060 .14 87.1274 5.228 8.932 6.1236 5.221 6.800 7.1178 .4098 .556 2.4200 .4463 .4210 .1627 .9838 .4100 .9835 .5219 5.5285 .9797 .9919 .4 143.9830 .766 6.5287 .1207 .390 5.5238 .4298 .2 116.329 5.5246 .718 6.072 5.7 101.9869 5.161 5.4328 2.9920 .679 6.9778 .620 131.334 .009 5.033 .635 2.780 .4193 .4180 .4390 .12 .993 6.4174 .95 91.0 .065 5.125 5.3910 .40 77.9 .4145 .9780 .039 .349 7.4050 .185 8.190 7.9896 6.281 5.7 110.511 5.026 7.9765 .523 5.5317 .1411 .7 122.9905 .483 6.9829 .5217 .016 5.5177 .4424 2.4370 .19 89.234 7.279 7.849 6.066 6.6 .1598 .840 .379 8.1185 .285 8.101 5.83 95.4405 .5258 .7 107.1497 .3930 .5189 .4440 .616 2.5302 .5299 .010 5.4203 .880 7.568 .4511 .4116 .9811 .5196 .007 .786 2.4395 .9912 .4472 2.4480 .5181 .684 6.735 7.015 5.426 5.695 2.6 139.

9874 .9899 .4710 .393 6.5155 .638 8.9 .09010 .7 171.997 4.998 4.4540 .146 6.3 287.4570 .1157 .5091 .5148 .9883 .05 11.294 257.699 .9959 .9961 .08320 6.196 3.9943 .840 5.998 4.957 2.072 6.9937 .2 225.085 6.5 191.997 4.159 3.9855 .996 4.5107 3.65 .6 .4705 .9954 .3 254.999 4.997 .999 4.073 3.178 .987 2.9860 .09759 .4783 .998 4.997 .998 .9857 .638 9.5113 .4650 .647 9.5182 .5154 .41 11.5093 .4500 .9869 .135 3.5188 .999 .4764 2.1150 .5048 .5168 .5119 4.5092 .4676 .9858 .242 9.5144 4.08901 .5020 .5018 .1037 .965 9.997 4.5130 .5090 .5128 .6 165.4803 .098 3.5124 .7 159.5173 .998 4.986 189.95 12.9905 .900 5.08793 .0 298.5143 .8 284.963 .9 176.09583 .9934 .5 280.09 11.07 10.65 10.4770 .969 2.938 2.997 4.766 5.997 4.203 3.5121 .4890 .319 6.5157 .09121 6.4608 .1025 .54 11.998 .08584 6.9 .32 12.9911 .08068 6.4813 2.4940 .902 .5106 .4911 3.815 5.9881 .9913 .770 9.209 .4569 2.9880 .9891 .4999 .9952 .5070 .37 10.4 239.9955 .0 .4842 .4666 2.9906 .5150 .7 169.8 173.83 11.5107 4.5132 .5116 .4531 .998 4.998 4.6 260.925 178.4725 .9903 .975 2.067 3.9890 .951 2.3 251.920 2.999 4.07 10.9951 .4730 .9938 .08371 .5010 .5137 .1129 5.5149 .5112 .98 11.4850 .036 6.9956 10.19 11.9886 .01 10.5150 .20 12.4520 .7 .5110 .4880 .4760 .47 11.4950 .96 .5125 .997 4.406 .5104 .61 11.5080 .999 4.7 159.914 2.012 3.036 3.190 3.08169 .8 187.7 302.5115 .2 248.25 10.03 11.999 6.9957 .5109 .59 11.1018 .4599 .4910 .1109 .693 8.5 .5038 .853 8.09352 .754 5.4800 .129 .5158 .9967 .996 4.4871 .4600 .4530 .08530 .5131 4.5102 4.9901 .9900 .888 5.9950 9.9897 .5162 .3 245.5111 .962 5.09236 .5101 .6 184.9895 .5060 .643 8.5122 .109 214.2 182.5088 4.24 11.999 4.4735 .186 9.5 222.9942 .26 10.4670 .5 209.049 3.5143 .5 242.864 167.183 9.932 .4589 .016 9.4862 3.747 8.4860 .0 .997 .5170 .791 5.996 4.011 6.39 10.074 8.9899 .9964 .5110 .9944 9.5163 .5139 .166 3.9853 .5135 .4647 .0 .1043 .75 11.859 2.5098 .128 3.9 148.380 6.9892 .28 12.3 270.4810 .023 6.876 5.0 267.5 209.4979 .5097 .9938 .2 .466 9.0 211.9871 .0 155.999 .4970 .803 157.9888 .5000 .354 9.52 10.4790 .9948 .709 9.890 2.02 .585 9.9935 .4 295.9887 .877 9.8 264.997 4.9848 .4628 .5127 .717 5.09698 5.877 2.238 9.4989 .804 8.871 .184 3.926 2.5146 .9947 .048 201.1050 .9898 .5144 .005 3.827 5.9867 .4793 .9862 .5106 .760 9.5 222.2 178.121 6.750 8.3 230.8 284.9946 .9902 .092 3.997 4.9889 .730 5.6 184.8 173.368 6.4740 .4579 .91 11.16 12.2 180.9959 .585 8.5050 .09820 .993 .9967 .1012 .5119 .2 152.5105 .4940 .9868 .4900 .7 169.997 4.4852 .9936 8.5028 .5156 .4832 .4 306.9949 .5145 .9933 .9852 .08691 .5094 .4580 .9945 .9962 .944 2.6 233.78 10.000 4.4715 2.9953 10.9956 .99 40 8.159 6.5134 .999 4.153 3.9875 .5152 .821 9.18 10.018 3.195 6.705 5.9965 11.5087 .9961 10.269 6.5116 .301 9.695 8.4930 .05 12.4690 .5129 .998 4.5184 .9947 9.5140 .4660 .9878 .997 4.306 6.4950 .71 10.8 264.5157 .4700 .4618 2.0 211.4720 .5151 5.257 6.134 6.998 4.51 11.949 5.3 245.5 236.26 11.5113 4.5095 .5122 .331 6.9910 .9966 .9873 .9907 .4990 .888 9.9941 .6 260.4 150.08119 .9968 12.117 .999 4.1006 .2 291.6 233.2 152.030 3.910 8.1115 .4620 .63 .8 219.4840 .40 11.09942 .5120 .9957 .912 5.9952 .9963 .37 11.024 .6 257.8 187.2 .996 4.5009 3.31 .4754 .5179 .32 10.43 10.9847 .09405 6.90 10.4774 .9851 .09 12.7 171.8 194.5154 .69 10.4637 .7 163.09882 .9 206.951 9.16 11.865 2.586 9.4 203.7 163.08220 .086 .072 9.5097 4.85 10.5139 .5103 .08956 .9 176.9955 .132 9.232 242.998 4.693 5.473 9.7 302.6 228.4870 .9960 .08270 .9949 .1031 5.50 10.055 .122 3.0 298.08845 6.4920 .39 .9859 .9964 .5186 .999 .5140 .4750 .9872 .9946 .6 .9958 10.2 180.2 248.12 12.910 8.998 4.974 5.998 4.80 11.5 191.5172 .997 4.220 6.981 2.4550 .4744 .4550 .4881 .5 280.5077 .59 10.5133 .1056 .852 5.908 2.9962 .999 4.9896 .5058 3.9912 .4822 .0 277.3 230.5120 .997 4.5147 .525 9.4 150.938 10.4820 .997 4.5 199.5089 .9935 .9951 .0 189.4 295.997 .282 6.9944 .2 216.4930 .09641 .4 306.9865 .405 6.356 274.353 9.08424 .87 11.9958 .296 9.1 154.5126 .5040 .9 274.1122 .042 3.4901 .9963 11.8 219.4920 .1102 .998 4.061 3.172 3.5114 .5181 .999 4.343 6.12 11.413 9.5107 .9960 .5118 .5128 .853 2.09064 .826 9.9 206.110 3.13 10.8 194.141 3.0 267.4540 .997 4.998 4.4610 .104 3.09464 .4 203.5167 .1069 .5112 .1136 .2 196.1076 .4830 .997 4.20 10.5138 4.2 225.5136 .99 11.002 5.021 9.4891 .5092 4.12 10.92 10.3 287.68 11.0 277.1063 5.5030 .5192 .5117 .9885 .7 161.000 5.1089 .24 12.5096 .937 5.5067 .1143 .4960 .5165 .4560 .35 12.079 3.72 11.08477 .08741 .09523 .4 182.5114 .997 .83 10.7 161.6 165.4657 .5099 .742 148.5142 .45 10.08637 .5 199.147 .5175 .4780 .1 154.001 5.4 239.5 236.09178 .5121 .5146 .9909 .9965 .5124 .5090 .5160 .997 4.76 10.4640 .9904 .4590 .060 6.5100 .4969 .9941 .3 254.4680 .9893 .847 2.9909 .097 6.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .999 3.797 8.5152 .5177 .0 214.1083 .00 .208 6.57 10.5105 .9876 .3 270.32 11.5190 .533 9.9877 .9908 .9864 .4960 3.5125 4.1000 5.245 6.4686 .999 4.1095 5.9939 .4510 .6 .417 291.883 2.9882 .996 D-12 TABLE D-1 Continued 64 .2 196.998 4.6 157.9849 .3 251.5115 .9953 .4630 .2 216.854 .9966 .5134 .4980 .4695 .7 201.9863 .0 167.183 6.09294 .5109 .5136 .171 228.896 2.5132 .779 5.998 .965 9.31 .5129 .5126 .5141 .4560 .9964 .5108 .0 155.

967 4.05707 .71 17.31 17.9978 .956 4.5185 .4 502.5092 .963 4.9978 .851 449.5077 .06420 .1 554.9981 15.9970 .5056 .4 .9941 .956 4.512 3.9982 16.9969 .64 15.07358 6.82 17.07587 6.9936 .9974 .43 13.5070 .850 6.9976 .5072 4.9916 .9979 .413 3.0 417.5082 .1 359.9968 .9931 .64 13.9 412.9980 .0 .07091 .488 .264 3.3 392.0 605.407 3.8 628.5074 .270 .88 .690 6.07972 .06501 6.959 .5610 .9942 .14 12.0 576.2 346.525 3.4 329.444 3.5076 4.06 17.960 4.556 3.70 12.5054 .9970 12.314 3.05823 6.964 4.7 433.541 329.9970 .5070 .9981 .34 15.5057 .58 12.965 .2 .57 16.5076 .9933 .27 16.06746 .652 6.5078 .5056 .41 .5400 .5091 .112 7.5126 .5067 .9926 .5087 .5630 .5048 .5073 .9944 .3 490.9931 .5065 .958 4.5650 .252 3.07449 .9952 .05997 .98 13.957 4.6 528.339 3.0 368.9915 .394 .5061 .0 417.0 521.5066 .5600 .9927 .5176 .7 355.07003 .363 .19 14.3 590.0 521.9983 .5080 .46 .952 4.543 3.5660 .06915 6.37 14.333 .838 6.84 15.5069 .5074 .5051 .91 .5068 .9946 .82 14.9985 17.5170 .9945 .5086 .345 3.050 7.5440 .5075 .5580 .5250 .9973 .5254 3.677 6.7 433.05743 7.64 14.5422 .67 15.5490 .5136 .4 427.0 313.74 17.5690 .0 569.07 15.82 12.5048 4.1 460.74 15.5370 .43 14.97 .1 534.370 3.2 373.87 .99 17.5 350.9939 .5077 .8 317.51 13.3 613.9983 .5068 4.5103 .5 444.81 13.10 15.5064 .5095 .628 6.7 333.5620 .5501 3.5393 .308 3.9942 .463 3.65 16.5670 .952 4.951 4.77 15.5082 .953 4.5078 .5092 .9982 .426 .479 310.05778 .52 14.9943 .9974 .5156 3.9949 .550 .9969 .54 15.5274 .801 6.5090 .7 321.1 438.5093 .01 15.962 4.5060 .640 6.581 .5491 .2 346.5560 .9950 .5098 .9942 .951 4.35 15.85 17.9975 .258 3.9971 .5086 .5085 .959 4.7 333.240 .2 .60 17.5086 .06959 .956 4.5343 .9984 16.3 490.07776 .5590 .863 6.94 16.66 12.5220 .5680 .07404 .9977 .5049 .06263 .5084 .43 12.07221 .1 359.9972 .25 14.1 460.5570 .9977 .07177 .5284 .9945 .54 16.1 534.5051 .9915 .9951 .5580 .955 4.9983 .7 .07634 .9935 .0 422.28 17.215 3.06224 .9938 .5110 .9942 .7 515.0 605.04 16.9980 .5 .5640 .5225 .5270 .960 4.9944 .5540 .79 14.06664 .9972 .5402 3.3 590.136 7.5600 3.4 644.000 7.5062 .9932 .9922 .06542 .7 325.06341 .161 613.9976 14.31 13.5460 .5620 .5480 .3 496.9973 13.504 6.5 387.29 15.0 368.5420 .07729 .531 3.16 14.5077 .07494 .9914 .5066 .06380 .68 13.9949 .5510 3.10 13.469 3.967 4.5541 .9937 .5057 .5166 .5630 .962 6.5649 3.5061 .17 16.289 3.9978 .07047 .5210 .5190 .615 6.5056 .5049 .8 382.5363 .05637 .5530 .9976 .16 15.5240 .5063 .5097 .0 313.9977 14.221 3.9981 .70 14.06461 .06302 6.5073 .96 17.826 6.19 15.9968 .9981 .5085 .519 .954 .5360 .9918 .5230 .963 4.73 14.2 620.1 484.5 455.96 13.47 12.962 .326 3.06073 .5244 .5590 .4 502.5531 .5560 .61 14.5160 .959 4.02 .965 4.012 7.665 373.952 4.295 3.5053 .5089 .603 350.951 4.5083 .4 427.7 598.06582 .58 15.5550 .99 13.9921 .5061 .9 562.9979 14.02 13.5442 .9971 .06 13.0 402.08022 .88 14.75 16.5 478.24 16.5235 .5 387.727 397.1 583.5056 .3 .3 496.2 620.500 3.5373 .5068 .34 14.05672 .7 310.9952 .5101 .1 438.7 466.958 4.954 4.8 337.025 7.9947 .5050 .925 6.432 3.5410 .950 D-13 TABLE D-1 Continued 65 .149 7.07922 .9933 .901 6.05814 .9973 .955 4.9982 .953 4.401 3.5264 .5461 .14 16.7 325.06787 .124 7.5100 .9936 .5069 .7 466.5 636.376 3.5290 .442 6.05960 .07134 6.94 14.9984 .5058 .5100 .5058 .5610 .5064 .5412 .5120 .5432 .9 562.516 6.18 .776 6.4 548.47 16.2 449.1 .952 4.8 382.5081 .86 12.17 17.5699 3.7 598.5053 4.5520 .764 6.1 554.50 12.4 548.5333 .7 515.9950 .951 .54 12.553 6.49 17.953 4.5146 .876 6.9934 .5500 .10 14.957 4.9919 .5053 .966 4.9935 .430 6.438 3.1 377.566 6.5353 3.789 422.814 6.5063 .9917 .5323 .456 .5087 .9919 .5215 .5679 .568 3.957 4.301 .5481 .958 4.351 3.1 583.5058 .5430 .0 402.5390 .9929 .074 7.06186 .578 6.90 12.5065 4.5080 4.9982 .62 12.9972 .9927 .78 16.0 .5082 .5195 .5280 .7 321.888 6.37 .959 4.5050 4.954 4.38 16.960 .9948 .5130 .06872 .5067 .05887 .6 528.450 3.357 3.9979 .2 .9976 .714 6.5052 .07824 6.5072 .5102 .961 4.05850 .73 13.966 4.702 6.5096 .955 .5084 4.8 317.283 3.9977 .9941 .491 6.5075 .454 6.913 478.739 6.5065 .5070 .9924 .5521 .5104 .467 6.9928 .5079 .5200 .5082 .5511 .76 13.475 3.246 3.28 14.961 4.5150 .481 3.5304 3.951 4.39 13.9 342.07540 .07 14.099 576.382 3.6 364.937 6.5063 .752 6.956 .953 4.5059 .9930 .9924 .5055 .320 3.961 4.955 4.63 17.9925 .5073 .5470 .506 3.07873 .0 406.5 455.5180 .07312 .4 472.8 628.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .5059 .494 3.44 16.38 .5071 .975 508.5330 .48 15.4 472.5320 .954 4.9980 15.6 364.1 484.9979 .06705 6.47 13.78 .07682 .5450 .037 541.5071 .9975 13.07266 .9947 .07 16.9984 .9982 .09 17.964 .5314 .06623 .5 636.85 13.9947 .5510 .5205 3.277 3.68 16.987 7.4 644.20 17.233 3.90 13.05567 7.5074 .59 .9 412.25 15.06110 6.5452 3.965 4.5117 .1 377.5060 .5340 .062 7.0 406.0 569.5070 .35 13.5059 .5067 .06829 .537 3.97 16.2 397.5659 .958 .9983 .9951 .953 .5300 .5083 .5094 .52 17.5079 .26 13.5077 .45 15.5669 .9938 .388 3.5570 .087 7.5056 4.22 13.9923 .5380 .5383 .9984 .5057 .5 .964 4.9920 .9940 .5065 .5059 4.06035 .5689 .5310 .1 541.5350 .5063 .963 4.9974 .97 15.9980 .419 3.9984 .590 6.8 508.227 3.9971 12.962 4.3 392.55 14.05602 .85 16.5081 .06148 .94 17.5066 .5294 .562 3.5062 4.9975 .529 6.5260 .575 3.5640 .8 337.74 12.5140 .9 342.7 355.5 444.5471 .5060 .8 .5088 .55 13.

19 20.9982 .5 826.5042 .9991 .01312 .05363 .215 5.9954 .7 786.936 4.5003 .950 .5957 .6902 4.05463 .923 .000 31.04 98.935 D-14 TABLE D-1 Continued 66 .5017 .5002 .05040 .5047 .6500 .5040 .97 19.9962 .757 4.05430 .5720 .7100 .1 757.5960 .5004 4.8600 .5700 .6 858.70 59.5013 .9987 .210 11.5051 .217 1.943 4.5041 4.9994 .08 18.9986 .668 3.60 20.426 9.14 49.86 20.21 20.5044 .527 .31 63.9998 .31 18.940 17.05497 .9986 18.947 4.9989 .5048 .5043 .000 104.5004 .5042 .180 14.510 7.949 .936 4.5950 .94 20.9992 .9998 .5040 .749 3.5007 .947 4.473 837.16 18.17 24.5003 4.034 7.8 677.2 711.76 23.9 913.25 21.4 660.9 720.6504 .9998 .9955 .5010 .45 19.9 .548 7.5004 .05 10.462 4.05102 .5840 .9986 .2 104.6300 .5002 .95 21.386 7.8 729.05231 7.940 4.9963 .9998 40.04855 .24 81.5980 .4 660.7701 .5040 .923 8.9993 .436 7.674 1.8301 .529 5.06 11.5002 .274 4.5036 .5044 .5005 .5036 .28 18.0 936.5730 .7000 .939 4.3 703.3 126.947 4.18 10.9964 .8600 .5927 .828 5.05532 .042 10.361 7.5828 .718 3.939 4.649 3.9987 .9985 18.68 10.902 4.588 4.49 21.9999 55.5002 .5009 .73 .05 18.8200 .724 3.411 786.32 19.09 18.99 .947 4.0 776.8000 .5768 .9975 .5015 .5 796.5013 4.68 26.9987 .5042 .5738 .000 1.5041 .5770 .9954 .212 4.24 .5920 .66 26.948 .9999 .5870 .5037 4.39 18.5003 .9961 .9960 .761 3.00845 .950 4.6305 .5006 .9985 .976 9.4 111.473 .5018 .620 13.5012 .32 .03576 7.60 .5977 .6404 3.9989 .68 33.000 1.23 29.618 3.948 4.6100 .000 .6800 .12 21.937 4.15 49.04794 .19 86.73 35.949 4.643 .7 .96 20.47 20.81 10.630 3.6703 .946 4.9989 .5937 .839 4.923 1.936 4.027 5.5015 .44 92.9996 .5009 .71 59.9989 .000 1.09 20.18 86.258 4.8001 .423 8.5047 .5800 .5046 .938 .5808 .086 4.8400 5.937 .946 4.261 7.9956 .936 .7102 .73 20.24 71.60 55.5046 .000 31.5900 .5880 .936 4.498 7.5045 4.5810 .9 913.5748 3.9988 .9999 1.5023 .04648 .9998 .637 3.9995 .5047 .8700 .1 1.7900 .04677 .5887 .6700 .0 748.5002 .771 2.947 .680 3.5045 .250 .379 1.5710 .02307 .258 4.01157 .5038 .5053 .71 43.7401 4.5054 .5002 .5041 .948 4.275 2.6205 .9996 .9 694.7901 4.5029 .5035 .5788 .8 837.5010 .9969 .210 .9994 21.024 .5719 .341 5.02615 8.5043 .13 52.69 33.9998 .9999 .5052 .04313 .149 4.7801 .6200 .211 7.5046 .6 652.31 10.373 7.612 .9953 .5 .5036 .5970 .5036 .9997 .9958 .8500 .5003 .5005 .4 925.5003 .31 63.175 9.5040 .314 3.00900 .404 5.00958 .9999 .01086 .5044 .656 3.9997 .9956 .01795 .5940 .9998 .946 .771 2.5026 .460 7.5729 .01232 .9996 .5011 .9999 .9997 .05330 .03155 .6900 .274 7.5038 .04916 7.5006 .36 19.5818 .8 901.5947 3.5907 .5044 .00 19.0 936.6106 .1 1.592 1.950 4.02964 .5037 .5041 .5 796.949 4.27 27.9987 .774 3.01911 8.0 134.8 901.02456 .75 31.9959 .8100 .186 7.5042 .298 7.5037 .77 31.5790 .5002 .936 4.2 685.9983 .9988 .9965 .04947 .5996 3.2 868.473 3.944 4.180 14.9962 .9 879.750 36.400 4.579 2.7 .935 .9960 .05 98.2 711.674 .000 1.5039 4.936 4.81 19.6 .35 46.301 3.31 40.43 10.9990 .5005 .712 3.01397 9.9959 .946 4.9960 .25 71.01020 10.780 24.935 4.0 748.949 4.Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .5002 .5740 .04591 .8300 .5004 .9964 .9992 .04978 .705 .5778 .24 81.5047 .485 7.008 2.5053 .9997 .9 879.9985 .70 20.937 4.000 21.9988 .803 9.938 4.940 4.5760 .940 17.799 8.204 7.348 739.249 7.9953 .04052 .03806 .690 28.1 757.5011 .6400 .693 3.3 703.44 92.947 4.58 19.5008 .78 23.8500 .05070 7.5860 .5049 .535 890.1 847.034 7.9997 29.8201 .946 .15 67.5043 .336 7.02167 .5798 3.337 .8 677.964 .5990 .9965 .16 67.173 8.01583 .600 3.00 76.5008 4.5 767.01487 .5930 .8101 .217 1.73 18.286 694.673 7.5046 .9988 .88 19.935 4.340 19.9993 .737 .4 806.730 3.7501 .00745 10.467 5.699 3.9977 .83 20.9989 21.34 46.5054 .174 7.8400 .7302 .9985 .42 18.9965 .042 10.398 7.03359 .5012 .92 38.5830 .314 3.527 948.23 19.950 4.750 36.74 35.579 2.950 4.9958 .5 668.828 5.18 21.9987 19.4 111.5820 .650 .5002 4.000 76.23 21.5045 .19 18.7200 .9955 .5 816.7800 .976 9.12 .7 739.050 9.34 .10 21.7600 .6803 .606 3.5003 .5021 .5039 .62 18.02035 .008 2.01 .9989 .7002 .04735 .686 3.935 4.899 3.0 776.5020 .04619 7.948 4.5987 .14 52.961 4.5051 .04824 .9989 .05396 7.5750 .948 4.9957 .8900 5.21 19.04885 .8800 .587 3.90 38.51 21.04706 .074 1.946 4.5043 .1 847.7601 .5055 .5850 .9997 .05198 .5025 .1 118.948 4.7500 .72 43.9991 .9996 .9987 .9995 .153 5.5 816.8 729.6603 .5019 .236 7.250 6.5967 .9964 .9994 .9999 .04764 7.755 3.2 .3 126.5002 .5780 .9980 .5048 .2 868.93 11.9988 .5897 3.5050 .9990 .935 4.1 118.9963 .948 4.048 948.767 .8900 .624 3.9961 .35 21.836 3.00793 .5023 4.6 858.64 .204 7.53 .25 27.5890 .942 4.05297 .423 7.448 7.5758 .340 19.9957 .9988 .5031 .5052 .9985 .379 1.9986 .9963 .199 7.946 4.949 4.690 28.935 4.5035 .05264 .5 668.8800 .5 767.074 1.6600 .5004 .935 4.9988 19.56 11.945 4.5049 .76 18.9987 .5004 .620 13.6000 .50 18.06 20.523 7.0 134.5040 .662 3.5917 .548 8.84 19.757 4.19 24.278 .05134 .7700 .5848 3.8700 .5838 .4 925.776 4.5043 .9987 .5867 .9989 20.9999 .9996 .929 6.5 890.97 .85 18.090 5.05009 .97 20.275 2.593 3.7400 .2 685.5910 .45 20.8 .9998 .9998 .311 7.48 19.5017 .5007 .713 4.9986 .7300 .798 7.224 652.9985 .24 19.57 20.37 21.7202 .937 4.925 9.298 8.01686 .5709 .5028 .6006 .64 18.05166 .5045 .9957 .5043 4.525 4.677 9.5877 .62 21.5858 .70 19.02784 .4 806.780 24.9 720.9996 .5 826.9972 .5032 .552 9.60 19.743 3.5035 4.941 .323 7.

9900 5.008796 .01194 .50 126.9200 .5001 .56 11.6 208.01005 .824 7.935 4.0001 7.000 1.006283 1.57 143.10 .005655 154.000 6.0000 1.000 1.00000 1571 .000 .000 195.000 1.5 183.008797 1.0000 9.1 251.283 1.9999 .81 40.0000 8.001200 .001885 1.000 .000 1.649 6.095 6.01508 .01194 55.009425 .01068 .0001000 .02136 .0000 SINH COSH 4πd/L 0 0 1.001800 .0000 11.006911 .005797 .0003000 .470 59.9600 .002513 1.000 .9999 .009425 .158 6.01382 1.500 67.00000 4022 .0000 .000 .539 1.5001 .000 1.006283 .400 .008797 1.0000 1.00000 5090 .000 .810 73.000 1.0000 .01382 .0005000 .300 .9800 .300 12.0 172.006283 .935 4.4 195.9999 .003735 12.000010 .005027 1.300 .01005 .1 162.2 221.781 5.000 1.001257 .01005 .0 172.000 .009425 .000 1.5001 .001700 .000 1.472 1.9999 .9700 .935 .01257 .9500 .9999 .000 .01005 .403 1.000 .01885 .5001 .9900 .5001 .003772 .630 K 4πd/L ∞ 1.00000 6283 .9999 .000022 .000 1.000 .740 98.000 .810 46.002513 .9000 .9999 .000 .1 162.000 1.006283 .5001 .0002000 .02011 .001257 3.4 .000 1.44 76.560 48.5000 .000 .01194 1.5001 .01131 1.007540 1.02388 1.31 11.935 4.000 1.000 1.01508 .95 1.0006283 12.008796 .000 .5001 .008796 86.5001 .01005 1.0000 28.01131 .004398 1.40 143.007540 .470 59.007540 .470 40.001600 .006912 .005655 .006574 .01068 .007000 .000 1.000 1.00000 9048 .003142 500.470 .005027 .389.19 12.7 236.0006283 .9999 .5001 4.000 1.5001 .06 12.000 1.32 12.000 .007540 .000 .000 .000 1.001400 .02388 .01131 .032 6.906 1.001257 .004235 .001300 .004398 .000 .9100 .935 4.500.00000 6283 .00000 2262 .004802 .005445 11.44 11.002513 1.935 4.003772 .50 76.100 .9400 .844 5.1 251.000 .0006283 1.000 .000 .842 6.0001 1.000 .7 142.000018 .9999 1.29 1.002513 781.5000 .003977 11.003772 347.001257 .500 .004398 .01194 .830 43.001885 1.0006000 .580 34.000012 .260 38.935 4.9600 .000 1.935 4.5001 .21 .001885 .0007000 .00000 7603 .0000 1.005027 1.300 .0001 1.01634 .000 1.655 5.01131 .0006283 .7 236.9400 5.6 208.006173 .0001 1.9999 .01759 1.000 .008796 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' 4πd/L K SINH COSH 4πd/L 4πd/L C G /C n M O .0009000 .007540 .000 .780 .0000 14.009425 .000 .01068 .9200 .0000 16.718 5.740 98.935 TABLE D .001885 .000 1.0001 to 1.007540 .005027 d/Lo 2πd/L 0 0 .9700 .935 1.000 1.000 0 ∞ 1.00000 1005 .935 4.000 1.005027 195.000 1.9999 .7 267.01257 1.5001 .000 .052 6.490 86.002513 .9 152.9999 .000 .006283 125.000 1.810 46.005114 .003142 D-15 TABLE D-2 Continued 67 .340 111.125.000 1.006283 1.000 1.001257 1.2 221.000 1.01131 .00000 3079 .00000 2514 .000014 .01885 .9100 .0004000 .921 1.9300 .280 52.01005 .000016 .000020 .9800 .01131 .000 1.9500 .006912 1.9000 .5001 4.001000 .01634 .001257 19.0008000 .02262 .5 183.000 1.000 TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L 0 0 0 1.0000 10.9 152.144 7.506 1.5001 .008168 .001100 H / H O' 4πd/L d/L N C G /C O M 1.0000 8.000 142.008168 .02262 .000 .200 .003770 1.01068 .000 1.340 111.5001 .000 1.66 1.5001 .0000 9.9300 .284 7.969 6.94 12.005027 .008168 .000 1.000 .974 1.000 1.970 63.500 67.280 52.02011 .003142 .000 .0000 8.003772 .001900 .004398 255.7 .000 .000 267.52 1.220 1.003770 .9999 .5001 .00000 5655 .2 FUNCTIONS OF d/L FOR EVEN INCREMENTS OF d/L from 0.006911 103.000 1.000 1.008168 .002513 .005655 1.02136 .7 1.5000 4.62 1.490 86.003142 1.01759 .000 1.000 .5001 .500 126.000 .001500 .005655 .004510 .000 1.69 11.

03954 .0001508 .004500 .02576 .03771 .9992 .006000 .01696 .9998 .03267 .9999 .03519 .01382 .9997 .006700 .08303 .04270 .002400 .006100 .501 3.04144 .06287 .05909 .06283 .03016 .462 4.005300 .0004 1.05655 .554 2.0012 1.9991 .03833 .03016 .217 3.04336 1.0001108 .01634 .001 1.9998 .03267 .06158 .03393 .04330 2.003400 .06911 .9994 .03331 .003 1.719 3.9990 .00005284 .03707 .08050 1.226 2.002 1.004 1.9995 .0001 1.04085 .003 1.9991 .0006 1.006900 .07925 .707 2.04333 .00004248 .0003532 .9999 .9997 .001 1.02639 .02136 13.004 1.210 11.001 1.0001698 .03959 .9998 .759 .002800 .0003346 .000 1.00003619 .01257 .176 5.05027 .250 28.0001056 .02073 .005 1.0001272 .02199 .04775 .9988 .04210 .815 7.577 4.820 .0003 1.9988 .0002337 .350 25.830 23.010 12.04525 .07672 .002 1.005200 .9999 .03519 .0002653 .460 .015 5.483 2.00009551 .001 1.05406 .02827 .9994 .09681 .02702 .0007 1.03834 .004900 .04273 .03076 6.286 .9998 .03642 .01885 .002200 .03014 .0001161 .02890 .07798 .002 1.638 4.000 .153 3.9994 .04840 .03394 1.08671 .006800 .01445 .03831 .0001 1.001 .04966 1.9996 .04964 .02953 .0007 3.876 3.00005652 .000 1.02010 .01382 .700 .805 3.00008599 .423 3.04274 .9989 .004400 .207 4.0008 3.03708 1.006200 .0002186 .07037 .04399 .0003 1.02890 .0002 1.08042 .0003077 .414 2.04392 .556 3.09550 .151 5.238 3.9999 .308 6.007800 .9993 .002 1.9995 .0011 1.09676 .453 4.006600 .02952 .05280 .9998 .363 3.005100 .01885 .0001900 .9994 .06539 .0012 1.04155 .991 3.01257 .003 .03330 .04524 .629 .02513 .03829 .007200 .255 3.07169 .01634 .02324 .9996 .840 .003 1.00006841 .0002414 .03768 .005600 .03268 .0010 1.05529 .03703 4.0007 1.449 3.000 1.9997 .9991 .08796 .0001387 .00007262 .9997 .03202 .9989 .00002772 .09817 .04021 .02136 .150 15.00009071 .03897 .0001970 .642 5.04646 .9999 .0001329 .004 .04714 .005900 .05531 1.9995 .03329 .03204 .005 .873 2.02387 .05781 .210 9.9997 .04652 1.02953 .02765 .303 4.0001832 .112 2.003000 .809 4.0002 1.01508 1.02450 .962 2.0002 1.005700 .02702 .0001447 .04897 .02513 .01571 .9998 .02765 1.350 3.03142 .07163 .02637 .03897 .02513 .005 1.001 1.04084 .0002735 .00006435 .03016 .0001634 .02514 .04901 .01445 .626 4.03766 .9992 .006 D-16 68 .02325 .0003722 .007300 .9997 .9996 .03079 1.02199 .9992 .001 1.9993 .04207 .04834 .03520 .02828 .594 .002100 .001 1.9992 .04830 .004 1.0005 1.01885 .02891 .9998 .0001764 .003 1.03517 .9995 .03896 .03392 .05784 .04584 .03268 .630 21.0003 4.911 5.01445 .9998 .161 4.9996 .003 4.04838 .09299 .001 1.00007697 .01759 .09425 .001 .0002570 .03770 .03457 .01697 .327 3.04022 .04525 .0008 1.04142 .0012 3.03517 .614 3.03892 .9998 .00004579 .0011 3.9992 .0010 1.9999 .0003627 .02261 .003900 .03265 .9992 .04893 .09060 .9999 .06535 .07288 .304 3.002700 .738 3.02262 .0011 1.134 8.02073 .0009 1.9993 .02763 7.004 .01947 .002900 .03456 .002 1.02073 .007000 .02700 .9996 .03203 .03266 .002000 .003 1.9998 .07294 .04148 .001 1.09173 .007700 .03896 .02262 .03016 1.0001 1.002500 .05029 .02639 .890 13.058 2.9997 .9998 .002300 .04581 .221 .03644 .04398 .04768 .05404 .9999 .06032 .0009 3.0004 4.04335 .08168 .05906 .002 1.003 .003300 .9997 .0008 1.01320 .003200 .116 4.764 6.02011 .02136 .167 2.04147 .06660 .9990 .9999 .004 1.09943 1.04903 1.04267 .04162 .9997 .004300 .9994 .002 .04960 .06916 .02010 .02387 .02574 .0002261 .00002514 .644 3.03519 .9993 .003100 .475 3.950 14.01319 .0004 1.01382 .02638 .851 3.04148 .03454 .04019 .332 5.02890 .08555 .260 3.04712 .0006 1.007600 .01571 .9989 .03455 .01257 .04022 1.254 .02825 .07042 .354 4.9993 .480 10.9991 .0001 6.003 1.03391 5.02511 .0003 1.00008140 .02199 .0001216 .9995 .08177 .002600 .429 5.9992 .03393 .06409 .702 4.01571 .882 5.08681 1.00006039 .003700 .03078 .05278 .01759 .04652 .0002990 .03328 .9989 .03771 .9999 .04021 .9999 .9998 .07917 .04395 .9999 .02450 .9999 .01508 31.04650 .001 .662 5.09048 .0003165 .03958 .073 4.04211 .02449 10.055 .09927 .02576 .0006 3.02765 .02388 .04161 .03141 .02324 .0003 1.04518 .9994 .9996 .0001005 .004800 .518 .290 .0003918 .04956 2.02639 .9995 .01696 .528 .007900 .870 .9995 .03079 .02764 .004100 .209 .911 4.838 .02888 .007100 .01319 .08419 .04709 .002 .002 1.197 3.951 3.135 3.09185 .9996 .9999 .9999 .007500 .04147 .9998 .9995 .032 .0002112 .9994 .01759 .0003820 .0005 4.0005 1.001 1.0003 1.0006 1.769 4.9994 .07791 .03142 .0003 1.9997 .04644 2.9998 .000 18.9992 .0004 1.0002 1.0002 1.01822 1.02325 .004 1.02262 .02951 .987 4.06791 1.0002041 .03205 .913 3.01948 .475 3.05658 .002 1.9995 .00003928 .002 .9997 .02576 .03139 .04903 .04273 .01948 .584 3.0001 1.02388 .04777 .09312 1.03580 .03579 .003 1.00003040 .281 .0002 5.07420 1.0004 1.04772 .9993 .006300 .01571 .04589 .08807 .06035 .407 4.001 1.09802 .08428 .0001570 .04274 1.006500 .01885 .03645 .9996 .0010 1.04017 3.01508 .061 4.9999 .9996 .374 3.0008 1.9998 .004 1.02073 .06413 .9996 .0003254 .07414 .9999 .04650 .9996 .002 1.05154 .9993 .648 9.533 5.439 7.9997 .0001 1.002 1.02639 .04398 .02701 .9997 .004700 .02765 .04777 .9995 .01759 .00004925 .771 3.9997 .0001 1.004000 .9989 .9994 .9998 .01382 .04775 .007400 .03641 .239 .03143 .9998 .04082 .Perencanaan Pelabuhan I d/L o d/L 2πd/L TANH SINH COSH 2πd/L 2πd/L 2πd/L H / H O' K 4πd/L SINH COSH 4πd/L 4πd/L n C G /C M O .9995 .03394 .01822 .003 1.01445 .675 .9993 .06161 1.9997 .9988 .01822 20.02513 .004600 .0009 1.01696 .429 5.9999 .07540 .000 1.003600 .989 3.006400 .001 1.03770 .04399 .0005 1.003800 .0002492 .9996 .03956 .01319 .05152 .004200 .9999 .0002 5.0007 1.02889 .07547 .03894 .01633 .08933 .0001 1.000 1.00003324 .660 8.005400 .9993 .02451 1.156 6.005500 .176 .490 17.349 2.03582 .788 2.9998 .04587 .001 1.004 1.08545 .04084 .001 1.01508 .0002819 .0005 1.03581 .9999 .02827 .0002904 .08922 .0005 1.0011 1.01948 .06665 .005 1.003500 .04706 .04158 .001 1.06786 .03015 .398 .03706 .02011 .03644 .09438 .04901 .01633 .01257 .9994 .090 6.9999 .09565 .03142 .08294 .005800 .03645 1.02136 1.0009 1.04521 .04524 .0003439 .07665 .0002 1.005000 .04204 .9999 .706 3.01822 .9995 .02199 .

Cotg . H 3 W =  . Dibawah konstruksi ditebar mattras.Perencanaan Pelabuhan I Ir.0 tergantung dari kondisi gelombang dan posisi konstuksinya.H. sedang untuk menghitungkan stabilitas konstruksi. pounds 3 K D ( S R − 1) . arah gelombang dan lainnya yang ternyata untuk kondisi-kondisi tertentu sangat mempengaruhi berat minimum dari armour unit.α   Dimana : W = Berat crestblok (dalam pounds atau libes) Wr = Berat jenis batu (spesific weight of amour units. dalam lb/cf) H = Design waves height ditempat konstruksi (dalam feeth) KD = Damage coefficient (empirical coefficient). sebaiknya dilakukan dengan hydraulic test model. => untuk block beton dengan bentuk yang tak teratur K D = 5 – 20. => untuk anguler quarry stone yang kasar K D = 2. terutama tergantung dari bentuk armour units SR = Specific gravity (ratio of specific weight dari armour unit didalam air laut) α = Sud ut kemiringan breakwater diukur dari bidang horizontal (slope dari breakwater) Nilai K D diperoleh dari hasil hydraulic model experiment untuk berjenis-jenis armour unit. Tetapi didalam rumus ini tidak diperhitungkan akibat periode.7 – 4. terutama tergantung dari cara menempatkannya.R. Sekarang sudah digunakan 69 . Catatan : Formula Hudson sangat menolong untuk mendesign breakwater. Karena itu dianjurkan untuk menggunakan rumus ini hanya untuk preliminary design. Soenarno AS Rumus Hudson   Wr . Dahulu mattras dibuat dari anyaman bambu (getekan) dilapis serabut dan diatasnya diberi batu-batuan.

kubus. Untuk menghindarkan kanker. Kecuali itu dari hasil soil Investigation nya diketahui mempunyai kekuatan tanah dasar perairan datanya sebagai berikut : σ = 0. Karena sukar mendapatkan bambu atau kayu sebanyak yang diperlukan. selama 3 bulan kemungkinan terjadi overtopping untuk itu diperlukan pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan kontruksi. maka dilengkapi dengan pemecah gelombang. sebesar US $ 0. Contoh penyelesaian soal breakwater Rubblemound Gambarkanlah design kontruksi rencana pemecah gelombang (breakwater) yang mempunyai type rubblemound dengan slope 1 : 2.87 dan koefisien damage (K D ) sebesar 3.Perencanaan Pelabuhan I Ir. hexapode. dalam hal ini bisanya digunakan asphalt. banyak macamnya tergantung pada kepentingannya. akmond.25. Dalam menggunakan tetrapode maka harus membayar royalti ke Perancis.2 kg/cm2.R. Dalam satu tahunnya. untuk menghindarkan kerusakan akibat terjadinya overtopping. kubus. kecepatan angin meniup rata-rata sebesar 24. dibadan breakwater dibangun filter yang keluar dibawah LWS. di Cirebon poly felt sedang dipelabuhan Bengkulu dipakai robusta. Untuk mempertahankan susunan batu-batu pada bagian laut yang terhantam gelombang.H. sedang hasil dari model test dilaboratorium didapat besarnya koefisien refraksi (K R ) sebesar 0. Pemecah gelombang tersebut untuk melindungi kolam pelabuhan.5 knots. hexapode. tidak perlu membayar royalti. cara ini disebut soil improvement. sedang untuk dollos. pada 70 . maka sebagai gantinya dilaksanakan perbaikan tanah dasar dengan cara dikeruk dan diganti pasir. Pada proyek Tanjung Priok digunakan bambu mattras dan pancangan bambu.50 setiap m3 (meter cubik) tetrapode yang digunakan. sedang yang sekarang digunakan terra firma. atau dollos. lapisan atas bagian kolam pelabuhan dilapisi dengan lapisan impermeable. Pada daerah perairan tersebut. Soenarno AS geotextile. samudra yang memeliki kedalaman 39 feet dengan beda pasang surut sebesar 6 feet. seperti tetrapode. maka dipuncak breakwater dibangun crestblok. dimana bahan materialnya terdiri dari Quarry Stone Amour Units. Untuk mempertahankan keutuhan puncak breakwater.

9144 Lo H o' H structure . σ tanah dasar = 0.12 T2 = 5.2 kg/cm2. jadi d = ( 39 + 6 )ft = 45ft Wind velocity = 24. Specific gravity : S R = Wr 165 = = 2.H. Penyelesaian Soal : Dari rencana design breakwater type rubblemound diketahui slope (kemiringan) 1:2 . Tentukan pula berat crestblok nya. berarti tanah lembek. Untuk wind velocity : U = 24. Ho = Hs . berarti Cotg α = 2 Waterdepth 39 ft dibawah LWS.179 didapat = 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir.. maka dasar kontruksi digunakan dengan pelaksanaan soil improvement. serta elevasi puncaknya (crest elevation). beda pasang surut 6 ft.64 t/m3 = 165 lb/cf Berat jenis Batu Dari tabel D-7 CERC.58 64 Ww Deepwater wave length: Lo = 5. lengkap dengan seluruh komponen-komponen (bagian-bagian) nya dengan skala 1 : 200. Gambarkan design kontruksi (gambar bestek) dari breakwater tersebut diatas.0 detik.25 . Berhubung terdapat kesulitan adanya bambu dan kayu yang cukup banyak. juga elevasi batas lapisan penutup (bottom elevation) baik dibagian laut maupun dibagian kolam pelabuhan. K R = 0. berat batuan lapisan penutup (primairy coverlayer). Periode rata-rata T av = 7. Berat jenis air laut : Ww = 1. Soenarno AS puncak kontruksi ditutup blok beton dari beton bertulang. Untuk itu digunakan perbaikan tanah (soil improvement).5 knots didapat H s = 13 ft.87 . berat batuan lapis kedua (secondairy coverlayer). K D = 3.5 knots . Jadi : 45 d = = 0.12 x 49 = 251 ft d = 45 ft.R.179 Lo 251 Dari tabel D-1 CERC Untuk H d = 0. 71 .03 t/m3 = 64 lb/cf : Wr = 2.

80 H o' Jadi R = 0.342) 3 = = 7118. H o' = H H   '  H o  = 10.23 49 T2 Dari diagram fiqure 3-12 CERC Untuk H o' = 0.52 = 10.K A   Wr    1 3  7200  = 3.5.R.x.23 .31.lbs K D ( S R − 1) 3 .α 3.2 2) Crest Elevation ( Elevasi puncak) H = 0.(0.87) = 11.342.H. Soenarno AS  .3. T av = 7 detik H o' H = 10342 ft .342 (0.9144). ft 0. 1    165  n = 3 1 3 KA =1 = 3.80 x 11.048 ft 1) Width of Crest (lebar puncak breakwater = lebar minimum) W B = n.25(2.K A Wr n=2 KA = 1 72 .31 ft Controle : H o' 11.Perencanaan Pelabuhan I Ir. K R = 10.0.9144 .58 − 1) 3 . dan dengan Rubblemound slope 1 : 2 . ft   H H = H o  '  Ho 1) Berat Crestblok W = Wr ( H ) 3 165(10. T2 didapat R = 0.9006.87 = 10.9144 H o' = H o .80 x H o' = 0. cot g .31 = = 0. ft 2) Thickness of coverloyer (tabel lapisan penutup) 1 (W ) 3 r = n.31 ft = 9.K R = 13.lbs ≈ 7200.342 = 11.

342 ft = 15.513 ft Sedang elevasi dasar bagian kolam pelabuhan adalah sedalam H = 10. polyfelts. atau robusta seperti diketahui dipelabuhan Cirebon digunakan polyfelts. 73 .04 ft Tebal lapisan II (secundairy Coverlayer) < r dan max = r.26 kg ≈ 3270 kg Jadi campuran dari 3270 kg sampai 1635 kg. terra firma. sedangkan dipelabuhan Bengkulu (pulau Baai) digunakan robusta dan untuk mengeruk terusan Jawa dipelabuhan Tanjung Priok digunakan terra firma. Juga dari dalam badan breakwater dibangun filter untuk mengeluarkan air dari dalam kesisi laut berujung diatas LWS (sedikit diatas LWS).1. 4) Pelaksanaan Soil Improvement Tanah dasar perairan dibawah bangunan kontruksi digali sampai ± 1 meter dan tanah galian tersebut diganti dengan pasir. Untuk secondary coverlayer = W/10 –→ W/5.R.H. Soenarno AS = 2.5 H = 1. Dipuncak breakwater sisi kolam dilapis lapisan impermeable (rapat air). Primair bagian laut) r1 = 1. 5) Kelengkapan komponen breakwater Dibagian sisi laut dipasang tetrapode untuk pemecah gelombang diletakkan diatas LWS sampai dipuncak breakwater. agar bila terjadi overtopping. (dulu bambu matras sekarang digunakan geotextile).52 = 7.3. 3) Botton Elevation of primairy Coverlayer for seasite (Elevasi dasar lap. Diatas pasir tersebut digelar matras.Perencanaan Pelabuhan I Ir. hate.5 x 10.342 ft. bagian atas breakwater tersebut tidak rusak 6) Demensi (ukuran-ukuran) batu yang dipakai Untuk primary coverlayer : W – W/2 (campuran W/2 –→ W) W = 7200 lbs = 3265. biasanya digunakan lapisan asphalt. Geotextile tersebut dapat berupa .

karena berkaitan kemampuan persediaan air masing-masing pelabuhan yang bersangkutan.35 e = 50 meter q = 280 Ton/jam E = 10 x 330 jam = 3300 jam kerja/th 74 .H. Maka dalam hal tersebut diambil batu-batu dari pulau Karimun (Sumut) dalam hal tidak didapat maka dapat diganti dengan kubus beton. Contoh perhitungannya. Merencanakan kebutuhan air dipelabuhan Untuk supply kapal dan kegiatan dipelabuhan. Soenarno AS Jadi campuran dari 327 kg sampai 654 kg Untuk badan breakwater = W/6000 –→ W/200 Jadi campuran dari 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R. Walaupun dengan cara meledakan batu-batu dibukit Kandis dan Sunur ternyata hanya didapat sedikit. L = Panjang tambatan optimal dengan penggunaan yang efisien e = Jarak antar hydrant q = Kapasitas hydrant dalam ton/jam E = Jumlah jam kerja setahun (jumlah jam kerja sehari 10 jam x 330 = 3300) Misalnya data-data yang diketahui sebagai berikut : C = 0.35 kg Catatan : Pembangunan breakwater dipelabuhan Bengkulu waktu itu memerlukan batu-batu untuk primairy coverlayer antara 7 s/d 10 Ton. Kebutuhan air setahun : [ Q = Cx L xqxE ] e (ton / th) Dimana : C = Koefisien pengisian (nilai koefisien bagi supply air untuk masingmasing pelabuhan yang tidak sama.545 kg sampai 16.

D. penggunaanya harus dihemat.x.4 = .R.x3300 = 822.x. perlu ditambah ± 25 %. Soenarno AS Ocean going vessels yang berkunjung : 812 bh/th Domestic vessels (antar pulau) sebanyak : 1357 bh/th Rata-rata lamanya tambat kapal : 4 jam Berth Occupancy : 0. = 0.lamanya.127.011.089.120 Meter L= L= (∑ panjang.78 (78%) Jadi jumlah panjang kapal : ∑ panjang kapal ocean going .24 Jadi kebutuhan air setahun adalah : Q.120.ton / th 50 Kebutuhan air dipelabuhan sehari adalah 822. 812 x 130 M = 105.M (Perusahan Daerah Air Minum) dengan harga yang mahal (± hampir 100 x tarip air untuk penduduk). Catatan : Perlu diketahui bahwa air untuk kapal pada umumnya dibeli pelabuhan dari P.560 M ∑ panjang kapal domestic : 1357 x 80 M = 108. 75 .bertambat berth.x.x. karena pelabuhan tergolong kegiatan industri.78.kapal ).x. karena harganya sama dengan air untuk kapal. serta kepentingan pemadam kebakaran.654.35.x.ton / hari 365 Untuk keperluan kantor-kantor dipelabuhan.Perencanaan Pelabuhan I Ir. sehingga keseluruhnya menjadi 3200 ton/hari. Kecuali beberapa pelabuhan di Indonesia yang mempunyai sumber air minum sendiri dan mempunyai menara air untuk menyimpan persediaan. seperti pelabuhan Panjang Bandar Lampung.360.560 M Jumlah 214.252.087 ≈ 2500.24 214. Dengan demikian air untuk kantor-kantor didalam daerah pelabuhan.A. 127.120 M ∑ panjang kapal seleruhnya = 214.089 x.x.meter 0.H.011.280.360.652 = 2.occupancy. serta pelabuhan Kendari (Sulawesi Tenggara).

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-1. CLAPOTIS ON VERTICAL WALL

76

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-2 DETERMINATION OF VALUE OF h o IN
SAINFLOW’S FORMULA.

77

Perencanaan Pelabuhan I
Ir.H.R. Soenarno AS

FIGURE 4-3 DETERMINATION OF VALUE OF P 1
IN SAINFLOU’S FORMULA

78

R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS 79 .H.

Tegangan dasar tanah perairan σ = 0.6 x 6.H. tinggi gelombang rata-rata sebesar 6. Gambar bestek dengan daar skala 1 : 150 seperti tertera diatas. - Agar biaya investasi tersebut effisien untuk tinggi gelombang maksimum. batu-batuan (quarry stone) lapisan dan badan rubblemound disertai kelengkapan dan demensi lain-lainnya. Soenarno AS Contoh soal Design kontruksi Breakwater Caisson. cukup diambil H max yang minimum. Data-data lain yang diberikan untuk rencana design tersebut : - elevasi puncak rip-rap : 30 ft dibawah SWL - elevasi dasar bangunan caisson : 35 ft dibawah SWL - Berat jenis beton diudara : 150 lb/cf - Slope dari rubble foundation adalah 1 : 2 - Armour units sebagai pembungkus fondasi dipilih tetrapode - Tidak boleh terjadi overtopping karena bila diperlukan dapat dipakai bertambat kapal. Dari survey Bathy metric khususnya mengenai tinggi gelombang pada perairan dimana akan dibangun breakwater dengan automatic wave recorder dihasilkan dari lebih 300 data (continues record data) data primer diperoleh data sekunder. kemungkinan konstruksi akan runtuh. berat Armour units yang direncanakan.5 kg/cm2.25 ft Jadi H 1/3 = H significant = 1.Perencanaan Pelabuhan I Ir.R.25 ft = 10 ft 80 . Hitunglah seluruh demensi konstruksi breakwater dimaksud.25 feet. Gambarlah design konstruksi Breakwater type Caisson dari beton bertulang (reinforeed concrete) dengan rubble foundation dengan skala 1 : 150. Dari data pengamatan diketahui H av = H= 6. sebab dengan sekali hantaman oleh gelombang besar. antara lain : Ukuran besar dan berat caisson. maka untuk mendesign dipilih H max . Harap pula dikaji stabilitas bangunan caisson tersebut terhadap kemungkinan penggelinciran (sliding). Penyelesaian Soal design breakwater caisson Bangunan caisson merupakan vertical wall breakwater (dinding tegak). Kedalaman air disitu adalah 45 feet dibawah SWL (still water level).

12 (6. Lo = q q 2π = 5.2434 0.12 T2 = 5. maka sebagai toeprotection harus digunakan konstruksi rubblemound sebagai fondasinya.6 – 2. Karenanya dapat kita ketahui bahwa : Waterdepth (d) = 45 ft > 2 x H (tinggi gelombang) 45 ft > 32 ft Maka perhitungannya didasarkan methode saint flou untuk tekanan gelombang pada non breaking waves clapotis yang terbentuk pada dasar dari dinding caisson 81 . jadi rubble fondation.88 ft ≈ 185 ft Jadi L pada Structure = 0.3 detik Waterdepth sampai puncak rip-rap : d 1 = 30 ft Waterdepth (bottom elevation) : d = 45 ft Unit weigth/density of fresh water (ω) : ω = 62.6 x 10 ft = 16 ft σ tanah dasar = 0.R.3 detik Jadi L o = 5.4 lb/cf Keenam hal tersebut diatas harus diketahui atau didapat lebih dahulu agar dapat menyelesaikan perhitungan design lebih lanjut. Soenarno AS H max = (1.H.21 = 0.12T 2 T 2 Dari tabel CERC D-7 untuk Hs = 10 ft → T av = 6. berarti tanah lembek.2214 Dari Tabel CERC D-1 untuk d/L o = 0.5 kg/cm2.21 ft d/L o = 45/203.3)2 = 203. Dicari wave length (L) pada structure. Waterdepth (kedalaman sampai tanah dasar) d = 45 ft.0) H 1/3 Diambil H max yang minimum → H max = 1.Perencanaan Pelabuhan I Ir.2214 → d/L = 0.2434 (hasil interpolasi) d 45 = = 184.2434 Jadi Design wave height (tinggi gelombang) pada structure : H = 16 ft Wave length (panjang gelombang) pada structure : L = 185 ft Wave period (perioda gelombang) : T = 6.

H. (orbit center) diatas SWL (still waterlevel) dapat dihitung dengan Diagram Figure 4 – 2 CERC dengan menggunakan nilai : d/L = 30/185 = 0. Tinggi h o pada mean level dan clapotis.162 dan didapat P 1 = 690 pound (nilai berdasar air laut) H = 16ft Karena Diagram Figure 4-3 berdasar air laut.35ft dibawah SWL. 185 Dari Diagram Figure 4-3 untuk d/L = 0. sehingga besaran h o dan P 1 (tekanan clapotis) diperhitungkan atas dasar kedalaman d 1 = 30 ft. maka nilai P 1 ini harus dikoreksi kearah nilai berdasar air tawar (fresh water).4 = = 0.water 64 Jadi P 1 = 0. Tekanan ini harus diperhitungkan pada penggunaan tekanan P 1 .2 ft. dihitung pada puncak rip-rap dan dasar dari dinding caisson (-35ft dibawah SWL) pada formula R c dan M c .162 Dan didapat Lh o = 1150 H = 16ft → ho = 1150 = 6.975 w.sea.water 62. fresh. Soenarno AS dipengaruhi oleh kedalaman d 1 = 30 ft. Faktor koreksinya adalah w. Dimana formulasinya : h0 = πH 2 Cotgh L 2πd L dan ωH P1 = cosh 2πd L Antara puncak rip-rap pada elevasi – 30ft dibawah SWL dan dasar dinding caisson pada elevasi . Upper dan Lower limits yang dicapai clapotis adalah : 82 .R.162 Begitu pula P 1 dapat dihitung dengan Diagram Figure 4-3 CERC seperti cara tersebut diatas dengan nilai : d/L = 30/185 = 0. Dari Diagram Figure 4 – 2 Untuk d/L = 0. rip-rap tidak dapat mengeliminir effect dari tekanan pada dinding caisson.75 pounds (P 1 adalah tekanan clapotis diatas dan dibawah SWL pada kedalaman 30 feet).975 x 690 = 672.Perencanaan Pelabuhan I Ir. (h o = jarak orbit centre dari clapotis/mean level terhadap SWL).162.

2 – 16 = 9.6 ) = 6516 x Persyaratan stabilitas mutu bangunan dituntut.4(35) Mc = − 6 6 Mc = − M c = 1.111.2 ft diatas SWL. Soenarno AS h o + H = 6. bahwa Resultante gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut harus berada dalam inti ( kern ).2 )(62.8 ft dibawah SWL Atas dasar perhitungan tersebut tinggi puncak breakwater caisson tidak boleh kurang dari 22. maka gaya keatas berada dalam triangular distribution. Jadi diambil puncak caisson dengan + 23ft diatas SWL.2 ft diatas SWL h o – H = 6.6 lb/cf Persamaan berat caisson (W t ) 23 x ( 150 ) + 35 x ( 87.2 ) (62. dengan Waterdepth : d = 35 feet. Rc = Rc (d + h 0 + H )(wd + P1 ) 2 − wd 2 2 2 ( 35 + 22.4) = 87.905 feet. Perhitungan lebar caisson.4 x35 + 672.4(35) = − 2 2 Rc = 43483.8 ≈ 1. 6  W t = berat kontruksi = 6516 χ 83 .904.x.Perencanaan Pelabuhan I Ir.4 x35 + 672. pounds.H. Dimisalkan lebar caisson = x feet Berat jenis beton (concrete) diudara = 150 lb/cf (diketahui) Jadi berat jenis beton dalam air (150 – 62. Jadi terdapat persamaan : 1   x  Wt = Mc + 3  1   x  P 1 .05 ≈ 43483 pounds (d + h0 + H )2 (wd + P1 ) wd 3 6 6 2 3 ( 35 + 22. Jadi resultante dari tekanan gelombang (gaya gelombang) dan berat kontruksi harus berada ditengahtengah sepertiga dari dasar (dalam kern).111.2 + 16 = 22.R.75) 62.75) 62.

H.8 pounds Sekarang diteliti faktor keamanan terhadap penggelinciran (sliding). W = Berat rata-rata dari tiap-tiap amor units (dalam satuan libes atau pounds) H = Design wave height (incident wave height yang menyebabkan structure tidak rusak (no damage to the structural) Wr = Unit Weight dari batu (saturated surface dry) satuannya lbs/cf. maka f = 0.8.111.53 > 2 → jadi aman Perhitungan demensi batu rubblemound sebagai pondasi kaki (Toc foundation) dari breakwater caisson sebagai berikut: Digunakan formula :  W . lihat diagram figure 4-12.75 x 2 = 1. d = waterdepth pada elevasi dasar (bottom) d 1 = waterdepth pada elevasi puncak rip-rap.x 2 672.789 ≈ 33.53 Rc 43483 n = 2.905 + 6 6 x = 33.5 atau 0.5 = = 2. jadi tidak licin.240.R.x.H 3 W = 3 r 3 N s (S R − 1)     SR = Wr Ww __ 3 Dimana : N s = Design stability Number. untuk Rubble foundation dan Toe protection. koefisien gesernya (friction coefficient) secara umum dapat diterapkan = 0. Persyaratan stabilitas dituntut angka keamanan (safety factor) sama atau lebih besar dari pada 2 (n ≥ 2) rubble foundation disini dibungkus amor units. Dari Diagram Figure 4 – 12 CERC : 84 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.6. berat caisson = 6516 x = 220.80 feet.0. Soenarno AS 6516.240.80 feet Jadi lebar caisson = 33. f 220.5 n= Wt . Apabila pondasi tidak terbungkus licin (dressed smooth).

Perencanaan Pelabuhan I Ir. 85 .67 Didapat nilai __ N S 3 = 23 (rubble sebagai pondasi) 165(16) 3 510.R.4 x 45 ft = 18 ft Selanjutnya lapisan luar dari rubble foundation adalah W/10 – W/5 (500 pounds sampai 1000 pounds) sadang batuan inti (didalam) adalah W/6000 – W/200 (0. Soenarno AS Untuk depth ratio d 1 /d = 30/45 = 0.840 Jadi W = = = 4944.4 d → β = 0.H.834 pounds sampai 25 pounds).4 Rata-rata berat tiap tetrapode sebagai amour unit adalah W = 4945 ~ 5000 pounds Lebar sayap pondasi rubble : β = 0.25 pounds 165 103.32 23( − 1) 3 62.

H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno AS gG Gambar V. Design Konstruksi Breakwater Caisson dengan Rubble foundation.2.R. Skala 1 : 150 86 .

Dengan memasukan udara kedalam pipa yang dapat menghasilkan aliran air yang berputar.kC = k = g .H.k 87 .V ) 2 = g .k T T 2π Dengan kecepatan V terhadap wave propragation (ω + k .Perencanaan Pelabuhan I Ir.3. disamping itu dapat merubah “bedload” menjadi “washload” yang terbawa arus sehingga menghindarkan pengendapan (silting).C k= 2π L L = C. dapat berakibat pecahnya gelombang. Soenarno AS PNEUMATIC BREAKWATER Gambar V. Pada gelombang normal (biasa) dapat kita tuliskan persamaan: Deepwater wave ω= 2π T ω = k. Buble Gun Braser dan Laury menghasilkan “buble gun” sebagai dasar berfungsinya pneumatic breakwater.R.T C= ω2 = L = T gT 2 2π = gT = g T 2π ω 2π 2π gT .

2π.V + .V + k12 .V − g =o L L L2 ω2L2 + 2ω.R.56T 2 2π L C o = o = 1.k1 .Lv + 4 π2v2 – 2π Lg = 0 x L2 Persamaan kuadrat dalam L ω2L2 + 2π (2ωv – g)L + 4 π2v2 = 0 L = 2π (-2ωv + g) ± √ (2ωv – g)24π2 – 4ω24π2v2 2 ω2 = 2π (-2ωv + g) ± √ 4π2 {(2ωv – g)2 – 4ω2v2 2 ω2 = 2π -2ωv + g ± √ (2ωv – g 2 – 4ω2v2 2 ω2 L = mempunyai nilai riel hanya untuk (2ωv – g)2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ω2v2 – 4ωvg + g2 – 4ω2v2 ≥ 0 4ωvg ≤ g2 V≤ g g 1  = Co  → C o =  4ω 4 ω  88 .g = 0 ω 2 + 2ω 2π (2π ) 2 2 2π .56T T g Co =  → Lo = f (ω .g ω 2 + 2ω . Soenarno AS 2πV 2 2π (ω + ) =g L L gT 2 Lo =  → Lo = 1.Perencanaan Pelabuhan I Ir.g (ω + k1V ) 2 = k1 . V ) ω ω 2 = k o .H.V 2 − k1 .

R.6    Udara yang dimasukan adalah pada tekanan atmosfeer (air quantity at atmosferive Untuk single buble gun : 3  V   qair =     3.2    Untuk kedua formula (rumus) tersebut hanya berlaku bagi kedalaman (depth) > 2m 89 .H. Soenarno AS Co V (C–V) Co = C2 C −V C o ( C – V ) = C2 C2 – C o C + C o V = 0 C = Co ( ½ + V= 1 V − 4 Co Co 4 L = (C – V) T Lo = T = L Co C–v 2π C o 2 /C o = 2π C2 /C o g g v = f (debit udara yang dimasukan dan kedalaman air) = f (q air and depth) Untuk double buble gun : 3  V   qair =     2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

2 )3 = 1.8 m/det ω 2π 2 x3.6  = 180 m3/det per 100 m1 panjang (untuk double buble gun) Untuk deepwater → V ≤ ¼ C o Untuk shallow water ( ω + 2πV )2 = 2πg tanh 2πd L L L V≤ d 2πd g tanh 4ω L d = kedalaman air Gambar V.14 V = ¼ Co V > 3.H. T = 8 detik gT 10.2  Debit udara minimum (q air min) =   ( 3. Soenarno AS Contoh soal : Diketahui waterdepth 3 M LWS. Kecepatan Air Dalam Breakwater Syarat bagi breakwater yang aktif adalah V≥ 2πd g V ≥ tanh 4ω L g tanh 2πd 90 .Perencanaan Pelabuhan I Ir.R.8 m3/det per m1  2.2 m/det Co = g = 3  3.8 = = 12.4.

PENDAHULUAN.Dermaga Jadi performance suatu pelabuhan tergantung pada besarnya nilai Tb.. Berth thronghput untuk masing-masing pelabuhan tidak sama. yang aktif adalah antara 4 dan 5 . AS BAB 6.. maka gang yang bekerja berdasar hatch (palka). Catatan : 1 gang = 15 orang pekerja - Rata-rata panjang kapal / berth (m) dan berth thronghput (Tb) Tb = BerthThroughput = C arg o. per gang hour - Hari kerja pertahun yang diperhitungkan (± 300 hari) - Rata-rata jumlah hatch yang aktif.. RAMALAN KEBUTUHAN FASILITAS PELABUHAN (FORECASTING FOR PORT FACILITIES) VI . yang .ton / M ' / tahun Panjang .ton / m' / tahun  Tb = B  91 .R. Soenarno.. lewat.. - Berapa jam kerja efectif sehari - Berth oceupancy factor (berth oceupancy ratio) - Rata-rata kapasitas bongkar muat. Untuk pelabuhan besar dimana yang berkunjung kapal-kapal besar..I .Perencanaan Pelabuhan I Ir.. Untuk dapat forecast fasilitas pelabuhan untuk tahun-tahun mendatang ... H. sedang pelabuhan kecil dengan kapal-kapal < 5000 DWT antara 2 dan 3 gang.. diperlukan data-data kinerja pelabuhan yang bersangkutan antara lain. Berth Thronghput : DxOxHxGxC   ..dermaga = ... tergantung kinerja faktorfaktor masing-masing pelabuhan tersebut..

Perencanaan Pelabuhan I Ir.78 x 20 x3 x15 = 1782. C = 10 ton/gang/hour dan B = 90 m. H. 92 . MERENCANAKAN PANJANG DERMAGA YANG DIPERLUKAN Misalnya kita ambil salah satu pelabuhan dengan data-data sebagai berikut : D= 330 hari O = BOR = 78% H= 20 jam G= 3 (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal : > 5000 DWT) C= 15 ton/gang/hour (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal >5000 DWT) B= 130 m (untuk pelabuhan dengan kapal-kapal > 5000 DWT) Tb = 330 x0. Soenarno.ton / M ' / tahun 130 Apabila kita perhitungkan terhadap pelabuhan dengan kapal-kapal < 5000 DWT dimana G = 2 hatch .R.2.60 x 12 x 2 x 10 = 528 ≈ 530 ton/m1/tahun 90 Maka untuk mengetahui (forecasting) berapa panjang (meter) demaga yang diperlukan untuk 5 tahun yang akan datang. AS dimana : D : jumlah hari kerja setahun O : berth aacupancy factor = 330 hari = 60% . Untuk Kpl > 5000 DWT < 5000 DWT G : jumlah gang 3a4 C : kapasitas kecepatan bongkar muat 15 – 20 B : panjang satu berth (tambatan) 130 m 2a3 10 – 15 90 m VI. sedang BOR = 60% dan H = 12 jam/hari. Diperlukan mengetahui jumlah cargo flow satu tahun untuk tahun yang direncanakan. maka : Tb = 330 x 0.78% H : jumlah jam kerja efektif 2 hari = 12 – 20 jam/hari.

Grouth Rate Formule   Pn − 1 r = n Po   dimana : r = rate of growth Pn = contoh setelah n tahun Po = contoh tahun dasar n = jumlah tahun contoh jadi apabila dengan Growth Rate Formule setelah didapat cargo flow 5 tahun mendatang ( = Cf 5 ).M ' Tb Catatan : Occupancy factor = Berth Occupancy Ratio (BOR) BOR = Penggunaan.. dan paling sedikit dapat diketahui 5 tahun terakhir. H. sedang Growth Rates Formule dipakai sebagai dasar menghitung pertambahan penduduk. maka panjang dermaga yang diperlukan 5 tahun mendatang adalah Cf 5 ....% Kapasitas.Tamba tan Pengguanaan dan kapasitas tambatan diperhitungkan dalam jam/meter : 93 .. Untuk menghitung trend nya serta cargo flow 5 tahun yang akan datang digunakan “Growth Rates Formule” dari Anto Dayan.Tambahan x100% = . karena perkembangan cargo flow disuatu tempat terkait dan sejalan dengan perkembangan penduduk setempat.... AS Disini kita butuhkan daftar statistik cargo flow pelabuhan tersebut tiap tahunnya... Dipakai Growth Rayes Formule..Perencanaan Pelabuhan I Ir.R.... Catatan : Secara ekstrim apabila penduduk setempat pindah secara besar-besaran (exodus) maka cargo flow akan berkurang karena kapal yang berkunjung kesitu berkurang.... Soenarno.

diangkut langsung keluar pelabuhan. Adapun rumus perhitungan ditetapkan sebagai berikut : Cargo lewat gudang Shed Throughput = ………. AS Kapasitas tambatan = Panjang tambatan x 24 x 365 jam/meter/tahun Penggunaan tambatan = Panjang tambatan x jam pengunaan sebenarnya VI . tidak lewat gudang. Ton/hari Penggunaan sebenarnya = Penjumlahan ton dari party x jumlah hari lamanya barang digudang = ……. maupun untuk pelayaran Nusantara secara bersama-sama. Khusus untuk tempat penumpukan ini untuk pelabuhan besar terdapat ratio : Gudang : Open storage = 40% : 60% Kecuali itu barang-barang berbahaya dan bahan-bahan pokok kebutuhan hidup sehari-hari. maka perhitungannya disatukan juga. Dengan 94 .3.R.. Soenarno. % Kapasitas penumpukan Kapasitas Penumpukan = Luas lantai x daya pikul lantai/m2 x jumlah hari/tahun = ………. MERENCANAKAN LUAS TEMPAT PENUMPUKAN YANG DIPERLUKAN Apabila gudang diperlukan baik untuk angkutan pelayaran samudra. H. Ton/hari. Dari perhitungan Shed Troughput dan occupancy factor perlu dianalisa sebagai berikut : O x P x 365 Ts = ──────── ton/m2/tahun D Ts = Shed Throughput O = Occupancy factor (prosentase pemakaian) P = Kemampuan daya dukung lantai dalam ton/m2 D = Rata-rata lamanya barang digudang (dipelabuhan-pelabuhan besar diartikan lamanya barang-barang yang diizinkan ditimbun di gudang).Perencanaan Pelabuhan I Ir. Ton/M2/tahun = Luas Gudang Penggunaan sebenarnya Occupancy factor = (prosentase pemakaian) x 100 % = …….

5 ton/m2 .Cf M 2 Ts dimana: 40% nya gudang dan 60% nya openstorage VI . Soenarno.60 x 52 minggu = 20 t/m2/tahun 4 Jadi Luas tempat penumpukan yang direncanakan = 0. dalam perhitungan Shed Throughput tersebut dihitung ± 70%.60 x10 x 20 Untuk offloading delivery dan stacking 100 % = 63.000 ton setahun Rata-rata jam kerja sehari H : 10 jam/hari Rata-rata kapasitas bongkar muat (cargo handling) C : 20 ton/gang hour Occupancy factor O : 60 % Handling ratio H r . Sebagai Contoh misalnya sebagai berikut : Telah diketahui cargo flow untuk tahun yang direncanakan C f : 7.Perencanaan Pelabuhan I Ir. MENENTUKAN JUMLAH PERALATAN PELABUHAN DIPERLUKAN ( forecasting for port equipment).000.Forklift = 7. Ts = 2.50 x 0. D = 4 minggu.R. Maka.9 buah /127.000 x0.m : 60 % manual (manusia) Jumlah forklift yang diperlukan untuk tahun yang bersangkutan : Jumlah.000.8 buah Untuk peakday work dan maintenance 10 % = 12.7.9. karena pada umumnya muatan langsung itu ± 30%. AS demikian bila C f = Cargoflow tahun yang diperhitungkan. H.58 buah ≈ 141 buah Cf x H r f Jumlah forklift = buah 365 x O x H x C 95 .buah 365 x0. Bila O = 60% dan P = 2.78 buah / 140.f : 40% mechanical (forklift) H r .40 = 63. 4.

Sebagai data perhitungannya ditetapkan sebagai berikut : Jam.sebenarnya x100% = . penggunaan.. merenggang. MENENTUKAN / MERENCANAKAN BANYAKNYA KAPAL TUNDA (TUGBOAT) YANG DIPERLUKAN BAGI SUATU PELABUHAN. adapun penilaian tinggi rendahnya daya dan hasil guna peralatan pelabuhan (bongkar/muat) ini dinyatakan dalam tinggi rendahnya persentase pemakaiannya. AS VI . H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno.R.. ker ja.% jam. Untuk Major Port Jumlah Forklift yang diperlukan =(0. 6. Pada umumnya pelabuhan-pelabuhan besar dinyatakan sebagai pelabuhan wajib tunda.. 5..t 1 + S h . Kapasitasnya diperhitungkan secara terpisah. Untuk memperlancar lalu lintas kapal-kapal serta demi keamanan/keselamatan serta kelangsungan hidup bagi peralatan-peralatan pelabuhan maka diperlukan kapal tunda (tugboat) sebagai alat bantu utama guna merapat.. PENGGUNAAN PERALATAN PELABUHAN (UTILIZATION OF PORT EQUIPMENT) Data indikator ini diperoleh dari data statistik pelabuhan menurut jenis masingmasing peralatan..14) bh tiap M 1 dermaga Jumlah crane yang diperlukan (mobile Crane) = 0.tersedia Jam kerja yang tersedia dalam satu bulan ditetapkan 200 jam untuk tiap alat bongkar/muat (untuk semua jenis)..Sc.005 bh tiap M 1 dermaga Luas Transit Shed = 45 M2 tiap M1 dermaga VI . yang...t 2 ) E Dimana : Tg = jumlah kapal tunda yang diperlukan 96 . Guna menentukan kebutuhan tugboat pada tiap-tiap pelabuhan wajib tunda dipakai rumus emperis sebagai berikut : N Tg = (2. pindah tempat dan seterusnya.04 – 0.

Contoh Soal : Merencanakan Kapal Tunda (Tugboat).85.150 M N0.minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 151 s/d 100 M . H. AS Sc = Jumlah pergerakan kapal setiap hari (Rapat – Lepas) S h = Jumlah kapal yang dimutasikan / digeser (shifting) setiap hari t 1 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk sekali menunda(dihitung mulai berangkat dari pangkalan sampai kembali) t 2 = Waktu rata-rata yang diperlukan untuk mutasi / penggeseran (shifting) E = Jumlah jam kerja efektif dimasing-masing pelabuhan N = Jumlah kapal tunda untuk menunda sebuah kapal Untuk nilai N tersebut didasarkan surat keputusan Mentri Perhubungan Republik Indonesia No.minimal 2 kapal (N = 2) Panjang 201 s/d 100 M . KM.R.minimal 1 kapal (N = 1) Panjang 101 s/d 100 M .minimal 3 kapal (N = 3) Untuk memperhitungkan hal ini diperlukan data-data statistik kedatangan kapal di masing-masing pelabuhan setiap pelabuhan terdapat data statistik kedatangan kapal setiap bulannya dan terperinci jumlah masing-masing menurut ukurannya. Soenarno. 3 151 M . tanggal 11 April 1985 sebagai berikut : Panjang 71 s/d 100 M . 92/PR.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Unit Tugboat PANJANG KAPAL VOLUME 1 60 M .keatas Satuan PK per Unit 2376 M3 – 7355 M3 1 buah 800 1 buah 7356 M3 – 26151 M3 1 buah 1 buah 800 2000 2 buah 26151 M3 – keatas 1 buah 1 buah 1 buah 800 2000 3000 3 buah Bagaimana memperhitungkan volume atau displacement ( ∆ ) 97 .100 M 2 101 M .302/Phb.

92 x 13 x 4 x 1.83 = = 7356 m3.92 x 10 x 2. Untuk panjang kapal 151 meter (LOA).53 x 2. Untuk panjang kapal 60 meter (LOA). Displacement ( ∆ ) = 101 x 0.2 x 1.025 g/cm3. Soenarno.83 = = 7355 m3.025 x 0.025 x 0. Untuk panjang kapal 101 meter (LOA). H.92 x 18 x 7 x 1. Displacement ( ∆ ) = 100 x 0.53 γw = Berat jenis air laut = 1.53 x 2. AS Displacement ( ∆ ) = LWL x B x d x 1.83 = = 26151 m3. LOA = Length Overall (panjang keseluruhan kapal). Untuk panjang kapal 100 meter (LOA). Contoh penyelesaian soal tentang jumlah kapal tunda yang diperlukan.025 x 0. Displacement ( ∆ ) = 151 x 0. d = Fulloaded draft (tinggi garis sarat air). Cb = Block coeffisient = 0.92 x 13 x 4 x 1.025 x 0.83 = = 26152 m3. Untuk panjang kapal 150 meter (LOA).8 x 1.92 x 18 x 7. 98 . Displacement ( ∆ ) = 150 x 0.025 x 0.R.53 x 2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.53 x 2.83 = = 2376 m3. Displacement ( ∆ ) = 60 x 0.025 x Cb Dimana : LWL = Length of waterlength (panjang batas garis air) B = Lebar Midshipsection/luar. terdiri dari : Panjang kapal 60 – 100 m sebanyak = 38 buah kapal Panjang kapal 101-150 m sebanyak = 41 buah kapal Panjang kapal 151 – keatas sebanyak = 8 buah kapal. Untuk mengetahui berapa banyak kapal tunda yang diperlukan bagi suatu pelabuhan perlu dicari data-data sebagai berikut : Kunjungan kapal rata-rata per-bulan = 321 buah kapal.53 x 2.

3466unit 24 b) Untuk unit kapal dengan panjang 101 – 150 m. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 101-150 m sebanyak 1 kapal.58 buah. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam.Sc. Tg = N (1. Soenarno. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 2 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah.t 2). Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 41/24 = 1.t1 + Sh.733unit 24 c) Untuk unit kapal dengan panjang 151 m keatas. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 1 buah.t1 + Sh. Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 38/24 = 1. AS Waktu untuk menunda kapal-kapal tersebut diatas dihitung sejak berangkat dari pangkalan sampai kembali ke pangkalan rata-rata 2 jam setiap kapal.70 x 2 + 1x 2) = 0. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam. E Tg = 2 (2 x1.Perencanaan Pelabuhan I Ir.Sc.t 2). Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. Sedang yang dimutasikan setiap harinya untuk kapal-kapal berukuran : 60 – 100 m sebanyak 1 kapal.70 buah. diperlukan waktu 2 jam/setiap kapal 151 – keatas sebanyak 1 kapal. diperlukan waktu 1 jam/setiap kapal. Tg = N (1. H. E Tg = 1 ( 2 x1. 99 .R.58 x 2 + 1x 2) = 0. Penyelesaiannya : a) Untuk unit kapal dengan panjang 60 – 100 m. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 2 buah.

1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 1200 PK dan 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 800 PK.R.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Keperluan Tugboat untuk menunda = N = 3 buah. Tg = N (1.733 x 800 PK = 586 PK 0.Sc. Jumlah kapal yang dimutasikan = Sh = 1 buah. 100 .t1 + Sh. Soenarno. Maka kapal tunda (Togboat) yang diperlukan untuk keperluan operasi pelabuhan dimaksud adalah : 1 (satu) buah kapal tunda (Tugboat) berdaya 2000 PK.t 2). Waktu yang diperlukan untuk menunda = t1 = 2 jam.33 buah.290 x 3000 PK = 870 PK Jumlah = 4011 PK.290 x 800 PK = 1466 PK = 232 PK 0.733 x 2000 PK Untuk unit c) : 0.290 x 2000 PK = 580 PK 0. H.3466 x 800 PK = 277 PK Untuk unit b) : 0. AS Kunjungan kapal setiap hari = Sc = 8/24 = 0. Waktu yang diperlukan untuk mutasi = t2 = 1 jam Jumlah jam kerja efektif = E = 24 jam. E Tg = 3 (2 x 0.33 x 2 + 1x1) = 0.29unit 24 Rekapitulasi : Untuk unit a) : 0.

karena jangkar dapat berpindahpindah tempat. Jadi tanah dasar harus pasir padat. Soenarno. AS VI . VI . 1. Kita ambil sebagai dasar ialah isi kapal sebagaimana tertulis dalam surat ukurannya. (1 Register Ton = 100 C. Gambar VI. 8. Juga tidak boleh Lumpur lembek. UKURAN-UKURAN KAPAL Ukuran-ukuran kapal ini sangat penting bagi teknisi pelabuhan karena dalam menghitung uang pelabuhan dan uang terusan (Haven en kanaalgelden dalam bahasa Belanda atau juga disebut : harbour dues dalam bahasa Inggris).f = 2. karena jangkar sulit ditarik. Jarak Labuh Kapal.R.836 M3) 101 . H. JARAK LABUH KAPAL Pada umumnya kapal membawa /memiliki jangkar sepanjang ± 225 meter. yang dinyatakan dengan meter kubik (M3) atau “ register ton “ . Persyaratan untuk Lego Jangkar (Labuh kapal) 1) Kedalaman (waterdepth) maximum 70 meter LWS 2) Perairan tenang (tidak ada gelombang) 3) Dasar perairannya tidak boleh karang atau tanah liat. 7. Maka jarak labuh kapal adalah (3d + L) yang berarti d = ± 71 m.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

juga disebut Isi Bruto Ukuran ini meliputi seluruh ruangan tiada terkecualinya yang berada dibawah palka (dek) juga diatas ditambah dengan semua ruangan tertutup dan beratap diatas palka tersebut. Ukuran Dead Weight Ton ini penting bagi daya muat sesuatu dok terapung (floating dock).R. jadi dapat dikatakan deplacement kali berat jenis air laut yang dinyatakan dengan Ton (Inggris) dari 1016 kg atau Ton (metrik) dari 1000 kg.R. 2) N. Daya muat 102 . Jadi Pada umumnya NRT = 65% BRT. (Netto Register Ton atau Netto Tonage).T dengan ruangan-ruangan tertentu misalnya tempat berdiam. 4) D. kamar mesin ruangan batubara (ruangan bahan bakar).T.R. 3) Deplacement adalah isi ruangan didalam air yang diduduki oleh kapal atau isi air laut yang yang dipindahkan oleh kapal. Akan tetapi dapat berbeda sekali bagi kapal kerja. 5) Daya muat adalah maksimum dead weight ini menyatakan beratnya barang yang harus dimasukan kedalam kapal ini tenggelam sampai garis muatan. Jika tidak ada atau tanpa keterangan lain. Ukuran-ukuran tersebut meliputi : 1) B.T. AS Isi kapal ditetapkan oleh pengukur kapal yang disumpah waktu hampir atau selasai dibangun. Ukuran ini terdapat dengan mengurangi ukuran B.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno. Juga disebut isi Netto. misalnya kapal tunda (tugbout) yang sama sekali tidak punya N. tanki air dan lain sebagainya.T Dead weight Ton (bukan isi melainkan bobot dan juga disebut bobot mati) Ukuran berat ini adalah beratnya air laut yang dipindahkan oleh kapal.T.W. H.R. maka dengan perpindahan air (atau air laut) kita maksudkan perpindahan air sampai garis muat (geladen lastlyn). (Bruto Register Ton atau Gross Tonage).T atau G.R.R. Pengurangan ini kira-kira sebesar 35%.

Fender berfungsi sebagai bumper saat kapal menambat di dermaga. tembaga. Soenarno.W. AS (draagvermogen) meliputi berat bersama dari pada muatan penumpang. Very Large Crude Carriers : BRT DWT ≈2 BRT For all ships : Total Displacement ≈ 1.W.4 Ratio BRT berkisar untuk Freighters = 1. bekal. bahan bakar. 7) L. kemungkinan terjadi tumburan kapal dengan dermaga. L.C.1. allumunium dll) jadi bagian yang dari kayu juga palstik tidak termasuk disini.3 NRT BAB 7 FENDER VII. Byker general ratio untuk kapal : DWT Normal Ships : ≈ 1.L. PENDAHULUAN.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Ir. H.3 to 1. baja. Dalam tumburan tersebut kemungkinan kapalnya yang 103 . karena kapal tidak memiliki rem seperti halnya mobil.T (Light Weight Ton) Berat semua bagian kapal yang terdiri dari logam (besi.C = 1.R. Menurut Prof. Dr.7 dan V.5. air dan inventaris lepas. Kuningan. 6) Kapal kosong ialah kapal dengan inventaris tetap dan ketel terisi sampai “Op peil”.T ini diperlukan pada saat kapal dinyatakan sebagai besi tua dan dijual.

1. H. Jadi apabila terjadi tumburan keras. Disamping itu ada fender yang dibuat dari ban-ban bekas yang diisi dengan rotan. Rotan yang dibungkus deretan ban bekas banyak terlihat dipelabuhan Khao Shung (Taiwan Selatan) dulu di Indonesia juga banyak digunakan itu. Rubber fender banyak macam typenya. Cell type. Shibata dan lain-lain. dan lain-lain. Cilinder type. antara lain : V type. Untuk melindungi kemungkinan rusaknya dermaga atau kapal. Supe Mtype. 104 .R. maka dipasanglah fender. g 1 + l  t 2 ℓ = Jarak pusat berat (Centre gravity = CG) ketitik tambat (berthing point) sejajar dermaga. Pada umumnya dermaga dari beton. Gambar 7. Fender ( )  ( )  2  l 2 WV r E = x  2. Bridgestone. AS rusak atau dermaganya yang rusak. karenanya fender yang dipakai adalah rubber fender.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno. Bahkan ITB Bandung pun pernah memproduksi Rubber fender dimaksud. paling-paling yang rusak fender nya. Untuk dermaga kayu dibangun fender dari kayu yang dipasang didepan dermaga. r = Radius putar (turning radius) dari kapal dari ceatre gravity. Rubber fender banyak dibuat oleh pabrik-pabrik Seibu.

Earthing point of ship W1 (=M1) 11 = Displancement Tonnage = 130 % dari DWT (ton) 11 W (=M ) = Additional Weight = π 4 .L. AS Mv 2 Wv 2 atau .ton − m 2g 2g W = Weight (berat) M = Massa Kinetic Energy (E) = Effective Berthing Energy (E1) = Mv2 x k Ton –m Untuk quarter point approach : k = ½ Gambar 7.( D 2 ). Soenarno. H.R.1.m) ρ w = berat volume air laut (specific weight of seawater) W = W1 + W11 atau M = M1 + M11 (ton) W (=M) = Virtual Weight adalah berat yang dipakai dasar memperhitungkan demensi fender. Simbol pernyataan demensi fender adalah sebagai berikut.(ton) L = Panjang kapal (m) D = full loaded draft (.ρ w .Perencanaan Pelabuhan I Ir. untuk ukuran : 105 .

R dan L. Soenarno.00 m Disebut 500 H x 3. 0.50 M).R. CONTOH SOAL RENCANA PENGGUNAAN FENDER Direncanakan memasang Rubber fender Super M Type pada dermaga sepanjang 1000 M pada salah satu pelabuhan. AS Tinggi fender = 0. JARAK PERLETAKAN MASING-MASING FENDER. maka sebaiknya dipasang vertikal (apabila panjang fender 3 – 4. VII.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0. Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut. E.Perencanaan Pelabuhan I Ir.08 x panjang kapal terbesar. Apabila perlu dapat juga dipakai miring (antara horisontal dan vertikal). hasil ukuran yang terkecil ………… dst. Jarak Perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : Jarak perletakan masing-masing fender ditentukan sebagai berikut : 0. sedang jaraknya tetap as ke as.50 m dan panjang fender = 3. V. Bila beda pasang surut 3 à 4.000 L E1 Panjang fender (L) = (meter) 2 25 H Reactive force (R) = 75 HL (ton) Hasil-hasil perhitungan tersebut diatas dapat dicocokkan dengan Nomogram H/M.2.50 m) maka dipasang mendatar (horizontal).3. Letak fendernya bergantung besarnya beda pasang surut.1 x panjang kapal terkecil dibanding 0. H. hasil ukuran yang terkecil yang dipakai sebagai jarak masing-masing fender (jarak as ke as fender). Bila beda pasang surut kecil (misalnya < 2.00 M seperti di Dumai (Riau) maka fender bisa dipasang horizontal tetapi sebanyak 2 baris .08 x panjang kapal terbesar. Dari data-data pelabuhan dimaksud dapat 106 . hal ini mungkin menjadikan biaya mahal. VII.

15 M/detik. H.000 DWT Kapal-kapal tangki (Tankers) 5. untuk Normal ship DWT ≈ 1.50 M Berthing approach Berthing Velocity Additional Weight = 165 M = Quarter Point Approach V = 0. beda pasang surut disitu = 2.000 DWT Sesuai general ratio.000 GRT Kapal-kapal barang (Freighters) 7. Soenarno.000 DWT s/d 10.500 DWT 9.000 GRT.5 GRT Jadi 3. bahwa kapal-kapal yang berkunjung sepanjang tahun adalah sebagai berikut: Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) = 3000 GRT s/d 9000 GRT Kapal-kapal barang (Freighter) = 7000 DWT s/d 15000 DWT Kapal-kapal tangki (Tanker) = 5000 DWT s/d 10000 DWT Ketentuan-ketentuan lain yang dapat kita ketahui antara lain cara menambat kapal (berthing approach) ditentukan “Quarter point approach” sedang kecepatan menambat ditentukan sebesar 0.000 Ton Panjang kapal L Full loaded draft D = 9.15 M/detik M11 = π D2 Lρw = 4 107 .000 DWT s/d 15.000 GRT ≈ 4. Juga dipilih ukuran Rubber fender Super Mtype 500H. Perhitungan demensi fender Ukuran kapal = 15. AS diketahui.000 Ton Displancement Tonnage M1 = 20.R. dan kapal besar : 15.500 DWT Dengan demikian berarti kapal kecil : 3.000 DWT = 15. Tentukanlah : a) Panjang dari demensi fender dimaksud b) Reactive force dan jumlah fender yang diperlukan c) Jarak fender dan gambar perletakannya.000 GRT ≈ 13.000 GRT s/d 9.10 M.Perencanaan Pelabuhan I Ir.000 DWT. Penyelesaian soal : Kapal-kapal yang berkunjung dipelabuhan tersebut : Kapal-kapal penumpang (Pessengers ship) 3.

R.00 Ton = 112.000 L Besarnya Reactive force : Reactive force (R) = 75 HL = 75 x 0.50 x 3. H.Perencanaan Pelabuhan I Ir.37 T/m Dipakai Rubber fender Super M type 500 H E11 Jadi panjang fender L= 18.73 T/m Effective Berthing Energy E1 = ½ E = 18.80 = 36.1 x 95 m = 9.50 m Dengan demikian jumlah fender 1000 = 105 buah 9.000 Ton Virtual Weight = M1 + M11 M = 20.00 M Jadi demensi fender 500 H x 3.5)2 165 x 1.5)2 = 2. AS = 3.15) 2 E= = 2g = 2 x 9.37 = 25 H2 25(0.03 = 4 = 12.9392 ≈ 3.50 108 . Soenarno.000 + 12.50 Ton Jarak dan jumlah fender yang diperlukan : Panjang dermaga : 1.000 Ton Mv2 Kinetic Energy kapal : 32.08 x 165 m = 13.000 Ton = 32.000 DWT) = 165 m 0.20 m Jadi jarak fender (jarak as ke as fender) = 9.50 m 0.14 (9.000 Meter Panjang kapal terkecil (3000 GRT) = 95 m Panjang kapal terbesar (15.000 (0.

Gambar Perletakan Fender. karena draft kapal terkecil 5. H.R. 109 .10 m maka perletakannya cukup satu lapis horisontal.70 m. Soenarno. sehingga dalam keadaan pasang atau surut tidak terpengaruh dan tetap dapat bersandar pada fender.Perencanaan Pelabuhan I Ir. AS Beda pasang surut 2.

CAPITAL DREDGING DAN MAINTENANCE DREDGING Untuk pelaksanaan ini cara tendernya dapat dilaksanakan dengan beberapa cara. Dengan cara ini bouwheer (pemberi order) tidak dipusingkan oleh besarnya produksi keruk. maintenance dredging (pengerukan perawatan) dan Reclamation (Reklamasi atau Pengurugan). PENDAHULUAN. yang penting kedalaman yang dituntut terpenuhi. Untuk maksud tersebut harus diketahui density tanah keruk dan juga berat 110 . Untuk dipakai sebagai tanah urug nilai φ nya (lereng alam) minimum 25o. AS BAB. VIII. 1. Pekerjaan pengerukan meliputi pekerjaan-pekerjaan Capital dredging (pengerukan awal).1. Soenarno. VIII. supaya tidak rugi. PENGERUKAN (DREDGING) VIII. H. Pada umumnya dilaksanakan dengan cara kedua (berdasar kedalaman air yang dituntut).Perencanaan Pelabuhan I Ir.2.R. a) Tender pekerjaan keruk dengan dasar produksi keruk b) Tender pekerjaan keruk dengan dasar hasil kedalaman yang dituntut (berarti cara lumpsum). Sebaliknya kontraktor keruk harus memperhitungkan benar-benar produksi keruk yang harus dikerjakan untuk mencapai kedalaman yang ditentukan.1. kurang dari 25o tidak memenuhi syarat untuk Reklamasi. walaupun lebih besar dari yang diperkirakan.1. PEKERJAAN REKLAMASI (RECLAMATION) Untuk melaksanakan pekerjaan ini tanah yang akan dipakai mengurug labih dulu harus diteliti nilai φ nya dilaboratorium. VIII.

M 3 600 Jadi untuk mengeruk 1. H.000 kg dry silt = 1. apabila jumlah volume in situ soil diketahui.400 kg = α kg air (water) + β kg tanah (silt) 1 M3 = α + β 1.600 = 2.200 = 750 1.54 M3 dredge material. sedangkan berat volumenya = 2.600 kg/m3.6 α + β 1. tetapi bila meliputi pengerukan alur yang berada diperairan laut maka γ w = 1.000 x 2.000 kg/m3. Cara memperhitungkannya adalah sebagai berikut : Contoh bagaimana memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk. sehingga dapat diketahui jumlah dredge material yang harus dikeruk. Catatan : Dalam hal pengerukan tresebut apabila meliputi perairan sungai misalnya.750 M3 air.000 1. maka γ w = 1. berarti airnya tawar. maka γsilt = 2.6 α → α = 1.2.Perencanaan Pelabuhan I Ir.400 kg/m3 .000 3 M = 1. Bila tidak ditentukan lain. Soenarno.400 – 750 = 650 kg tanah (dry silt) 1. VIII. α = 750 kg air β = 1.600 kg/m3.6 Jadi 1 M3 tanah keruk (dredge material) mengandung 750 kg air atau 0. CONTOH SOAL 111 .600 2.R.400 = α + β 1.200 = 1. Misalnya density tanah keruk tersebut = 1.030 kg/m3. AS volume dry silt. 1 M3 = 1.000 kg dry silt (in situ soil) harus dikeruk 1. Disamping itu perlu diketahui density tanah dasar yang akan dikeruk dan berat volumenya tanah tersebut.54.

Berapa meter kubik dredge material sepanjang 12 mil yang harus dikeruk sesuai rencana tersebut diatas.R. Dari suatu alur pelayaran keluar dari pelabuhan sungai menuju kelaut sepanjang 12 mil.00 meter dibawah LWS akan ditingkatkan fungsinya untuk dapat dilayari kapal-kapal yang lebih besar.6 x 150 M3 = 2. Hitunglah jumlah dredge material (tanah keruk). Gambar penampang pengerukan Luas penampang yang harus dikeruk adalah gambar trapesium yang diarsir. AS Contoh cara memperhitungkan jumlah tanah keruk (dredge material) yang harus dikeruk sesuai dengan yang direncanakan. Untuk maksud tersebut direncanakan memperdalam alur sepanjang 12 mil tersebut dari 300 m dibawah LWS menjadi 5. PEYELESAIAN SOAL DIATAS.6093 km = 12 x 1609. Gambar V.Perencanaan Pelabuhan I Ir. yang memiliki kedalaman alur 3.6 m Jadi Volume tanah ”in situ soil” = 19311.896. Soenarno. sedang lebar alur sebelah bawah adalah 40 meter.50 m dibawah LWS.50 m = 150 m2 2 Panjang alur 12 mil = 12 x 1.740 M3 Density Lumpur 1480 berarti 1480 kg/m3 112 . H. Dari hasil penelitian diketahui density lumpur disitu adalah 1480 sedang γ drysilt = 2600 kg/m2. Luas penampang tersebut 80 + 40 x 2. Juga ditentukan bahwa lebar alur sebelah atas adalah 80 meter.3 m = 19311.

Sesuai gambar design.749.R. volume tanah “in situ soil” = 2.282 M3 dredge material. Soenarno.000 x 1.768 M3 113 . AS 1 M3 = 1480 kg = α kg air + β kg tanah (silt) α 1 M3 = M3 air + 1000 β M3 tanah (silt) 2600 x 2600 2600 = 2.6 α + β 1480 = α + β 1120 = 1.876.47952.70 M3 air juga mengandung 780 M3 silt 2600 Maka 1000 kg dry silt (tanah kering) = 1000 M3 780 = 1.000 kg.588.524.876.740 M3 dan beratnya sama dengan = 2.479. H.740 x 2600 kg = 7.282 M3 dredge material Jadi untuk mengeruk : 1000 tanah “in situ soil” harus dikeruk 1.6 β = 1480 – 700 = 780 kg tanah (silt) 1 M3 dredge material mengandung 0.Perencanaan Pelabuhan I Ir.62 Jadi α = 1120 = 700 kg air 1. Jadi dredge material sepanjang alur yang harus dikeruk 7.282 M3 = 1000 = 9.

R. Published by Edward Arnold. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. 1976. Bray R. Delft Technological University The Netherlands. Pengantar Methode Statistik Jilid I Cetakan 11. Delft Technological University The Netherlands. 9. Port Planning and Port administration.E. Soenarno. 1979.N.P. Mac Graw Hill. Hubert R. Breakwater Design (volume III). Published by The International Course in Hydraulic Engineering. 2. H. 4. Practical Dredging and Allied Subjects. Port Engineering Handbook. 1978.P. 1986.E. II. Massey W.W. Tidal and Coastal Engineering (volume I). Dredging. Dock & Harbour Engeneering vol. 10. 8.1968. Delft Technological University The Netherlands. AS DAFTAR PUSTAKA 1. A handbook for Engineers. H. Gulf Publishing Company.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Published by The International Course in Hydraulic Engineering.1978.W. Published by Brown Son & Ferguson LTD Nautical Pablisher. Quinn. VI. 114 .1968. 1972. Published by Charles Griffing & Company Limited London. Massey W. Cooper. Published by The International Course in Hydraulic Engineering. Beaundelair J.1860 7. Design and Construction of Port and Marine Structures.Per Bruun. 1978. III. 6. Alfonzo de F. Delft Technological University The Netherlands.P.E. Massey W.W. Cornick. 5. J. Anto Dayan.F. LP3ES. 3. I. Harbour and Beach Problem (volume II).

------------. 1977. III. Port Development. 1957. Volume I. 115 . May 1988. 12.Coastal Engineering Research Centre (CERC). 1954. Published by U. Published by JOHN WILEY AND SONS 13. 1966. Technical Report (TR) No. 1961.Thomas Telford London. A. United Nation New York 1978. The Overseas Coastal Arae Development Institute (OCDI) of Japan.Torben Ernst Cs. 15.Handbook for Planners in developing Countries.R. Prepared by the Secretariat of UNCTAD. Technical Standards for Port and Harbour Facilities in Japan 1980. 1975. Shore Protectoin Planning and Design. 14. II.S. Desigh of Breakwater. H.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno. 4. AS 11. Navy. Planning and Desigh of Port and Marine Terminals.(Conference Eastbourne England). British Library Cataloguing in Publication Data Breakwaters ‘88’.

01-10-1968 s/d Akhir 1969 Pegawai Tugas belajar Utama pada Internatioanl Course In Hydraulic Engineering Delf Techno logical University The Netherland ( Belanda ) 1970 s/d 1976 Kepala Seksi Survey dan Perencanaan Pelabu han Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 1972 s/d 1974 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Bengkulu 1974 s/d 1976 Pemimpin Proyek Pembangunan pelabuhan Panjang di Bandar Lampung 1976 s/d 1977 Kepala Bidang pelabuhan dan Pengerukan Pada Kantor Wilayah Perhubungan Laut III di Tanjung Priok Jakarta s/d 01-01-1978 Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta s/d 01-09-1985 Direktorat/Kepala Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut 116 . Pelabuhan Daerah VII Maluku di Ambon. H. 80 ( USAID ) Pembangunan Pelabuhan Ambon.Perencanaan Pelabuhan I Ir.N.R. Soenarno. Ternate dan Tenau ( Kupang ) 01-10-1965 s/d 01-10-1968 Direktur P. 01-01-1964 s/d 01-06-1966 Project Manager Three Ports Project DLF No. AS PENGALAMAN PENULIS.

N. 02 Januari 2002. Dok dan Galangan Kapal KODJA ( BUMN Departemen Perindustrian ) Persero di Jakarta 1987 s/d 1991 Ketua Dewan pengawas PERUM PENGERUKAN Indonesia ( BUMN Departemen Perhubungan ) di Jakarta 1985 s/d 1987 Dosen/Penceramah Pada Kursus Perencanaan dan Management Departemen Perhubungan. Jakarta. tentang Sub Sektor Perhubungan Laut.Perencanaan Pelabuhan I Ir. Soenarno. Widya Pertiwi Eng pada Proyek Pembangunan pelabuhan Samudra Peti Kemas di Makassar. H. AS 1981 s/d 1992 Komisaris Utama P. 1977 s/d 1988 Dosen Mata Kuliah pelabuhan pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Jakarta 1975 s/d Sekarang Dosen Mata Kuliah Perencanaan Pelabuhan pada Institut Sains Dan Teknologi Nasional di Jakarta 1976 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ( Departemen perhubungan ) 1979 s/d Sekarang Anggota Steering Commite ( Team Pengarah ) Pembangunan Pelabuhan Samudra Nelayan ( Jakarta Fishing Port/market Development Project ) di Muara Karang Jakarta ( Departemen Pertanian ) 1995 s/d 1996 Port Planner pada Eng Consultant NIPPON KOEI Co. LTD/PT. 117 .R.

R. Soenarno. AS 118 . H.Perencanaan Pelabuhan I Ir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful