Cri - Ciri Arsitektur Byzantium Konstruksi Bangunan Denah: * segi empat polygonal, yang ditutup dengan atap kubah

dan kubah kecil mengelilingi kubah utama, sehingga bentuknya memusat serta simetris. * sayap pendek yang sama pasa setiap sisinya, mengambi bentuk cross.

Dinding: * Memakai bahan bata, dan dibagian dalam (interiornya) dilapisi dengan mosaic yang terbuat dari pualam warna-warni yang menggambarkan ajarannya.

Bukaan Pintu dan Jendela: * Busur ½ lingkaran dipakai untuk menunjang galery dan bukaan pada pintu dan jendela * Jendela-jendela kecil ½ lingkaran mengelilingi dasar kubah (pendetive) Atap: * metode pembuatan atap dari bahan batu ataupun beton * Kubah dibentuk dengan type .simple (biasa ½ lingkaran) * melon shaped (kubah belewah) * compound (majemuk) .

gereja izantium merupakan kelompok banyak kubah yang mengelilingi kubah utama secara simetris. hal ini muali dikembangkan pada abad 5. maka pengaruhnya banyak yang masuk antara lain. Sky Line: * Secara keseluruhan pandang. Karena daerah ini berhadapan langsung dengan daerah Asia Kecil. Karakter Arsitektur * Gereja Bizantium merupakan bentuk Basilika pada mulanya setelah berkembang membentuk polanya sendiri yaitu pola gereja Byzantium yaitu Kubah Majemuk. kubah Bola serta Denah terpusat. kubah-kubah untuk menutup denah segi-4 maupun polygonal dari gereja. sehingga berkesan vertikal. . makam maupun baptistery.Kolom: * kolom-kolomnya konstruktif. dengan kepala tiang (capital) bergaya Korintia dan Komposit.

yaitu suatu jalan yangs selalu dipakai untuk upacara kenegaraan dan keagamaan (jalan protocol menuju ke bangunan penting. menjadi model atap Byzantium yang merupakan penggabungan dari Konstruksi kubah dan sudut model Yunani dan Romawi. dilembah Rumania digurun Suria Bizantium yang mengembangkan hirarki bentuk semacam itu. sedangkan kubah-kubah sudut atau disebut Squinch untuk menggambarkan ajarannya dalam bentuk mosaic antara Bema atau bilik suci dengan Naos atau ruang induk atau nave.000 orang penduduk. Bizantium adalah pewaris langsung kekaisaran terakhir Romawi dan merupakan bangsa Kristen yang pertama. dimana ke 3 bangunan ini mewakili 3 unsur dunia Bizantium yaitu rakyat. Sedangkan Arsitektur bangunan bersegi banyak dengan atap kubah bermunculan dimanapun. 14 istana dan 4388 rumah tinggal yang cukup besar. dibukit Yugoslavia. 14 gereja. kadang tidak berhubungan/ tidak ada kesatuan dengan bentuk interiornya. yakni periode awal. maupun atap lengkung aliran Romawi dari batu. pertengahan dan akhir. meliputi banyak bangunan antara lain 2 gedung teatre. dipisahkan oleh Iconostatis atau penyekat. namun masih didukung oleh kaum Biara dan mencari nasehat dibidang politik pada kaum Mistikus. Ketiga gedung ini terletak serasi berdekatan serta dihubungkan oleh Mese atau jalan tengah. Tiga aspek kehidupan orang Bizantium yang menonjol adalah keagamaan. Kubah bola utama tersebut melambangkan Surga menurut ajarannya. dan masih banyak lagi fasilitas umum. intrik kerajaan dan sirkussirkus popular yang spektakuler (sulap). 8 akuaduk. Kehidupan kota dipusatkan disekeliling 3 bangunan penting yaitu kelompok gedung Hypodrom. memakai konstruksi atap yang sangat sederhana dengan atap kayu aliran Kristen Lama. disebut Pendetive. Hasil pembangunan kota Konstantinopel. Menara Adopsi Byzantium Sebuah masjid sepertinya hambar jika tanpa menara. pasar serta perumahan penduduk yang tidak tercatat kota menampung sekitar 600. * Arsitektur Bizantium dibagi dalam 3 periode. misalnya rumah sakit. Orang Bizantium mensistemasikan hukum Romawi dan senatnya juga mencontoh pola senat Romawi. dimana pada masa Romawi kubahnya hanya menutup bentuk denah melingkar atau polygonal. * Type-type kubah yang diletakkan diatas denah segi-4 dilengkapi dengan jendela kecil-kecil diatas. 8 pemandian umum. 5 lumbung. Masjid-masjid jami’ di Indonesia hampir selalu . Kubah yang merupakan ciri dari daerah timur. * Sistem konstruksi beton dari Romawi dikembangkan dengan pesat.* Praktek penggunaan kubah. 153 pemandian prbadi. kekuasaan kaisar dan agama. Seni dan Arsitektur Salah satu segi terpenting bagi kota baru Konstantinopel adalah kota tersebut bukan merupakan duplikat dari kota Roma yaitu dengan dibangun gereja Kristen pertama Hagia Sophia serta menyelesaikan banyak gereja lainnya. Seni dekorasi motif Mosaic yang cemerlang dan gemerlapan berkembang pesat. Kubah dibuat tanpa menggunakan penunjang sementara (bekisting). Sedangkan bahan pendetive tersebut dipakai bahan bata atau batu apung yang disebut Purnise. Istana suci kekaisaran dan Gereja Hagia Sophia. * Bentuk Eksterior. sebagi screen of picture “tirai”.

Bentuk menara seperti menara Masjid Agung Damaskus cukup populer. kemudian ia membangun sebuah menara lagi di sisi utara pelataran masjid (tepat di atas Gerbang al-Firdaus). Bahkan. Masjid Quba sebagai masjid pertama yang dibangun Nabi pun pada awalnya tak mempunyai menara. Menara ini disebut Menara Utara Masjid Damaskus. asal tahu saja. bentuk menara Masjid Nabawi dan Masjid Agung Damaskus ini juga menjadi model tipikal menara Masjid Al-Azhar yang dibangun oleh Dinasti Fatimiyah di Kairo. Menara itu sendiri merupakan salah satu ciri khas bangunan Byzantium.Bentuk Menara Menara Masjid Quba . hingga 250 tahun kemudian. Khalifah Al-Walid memugar Masjid Nabawi di Madinah. Khalifah Al-Walid tertarik untuk mempertahankan kedua menara tersebut.mempunyai menara. Masjid ini tadinya tak mempunyai satu pun menara. Dalam sejarah arsitektur masjid-masjid pertama. Hanya saja ada semacam ruang kecil di puncak teras masjid sebagai tempat muazzin mengumandangkan adzan. Rupanya. Satu tahun kemudian (706 M). Padahal. Pada bekas basilika tersebut tadinya terdapat dua buah menara yang berfungsi sebagai penunjuk waktu: lonceng pada siang hari dan kerlipan lampu pada malam hari. Begitu pula ketika masa Islam dipimpin oleh empat serangkai khalifah al-rasyidin. yang kemudian menjadi Masjid Agung Damaskus. terutama pada ornamen kubah puncak menara yang ramping. menara bukan unsur arsitektur asli bangunan masjid. Khalifah yang punya selera dan kepedulian tinggi dalam rancang bangun arsitektur inilah yang memulakan tradisi menara sebagai salah satu unsur khas pada masjid. Al-Walid lalu memerintahkan para arsiteknya untuk membangunkan menara masjid sebagai tempat muadzin untuk mengumandangkan azan. bisa dikatakan Khalifah Al-Walid (705-715) dari Bani Umayyah merupakan khalifah yang pertama kali memasukkan unsur menara dalam arsitektur masjid. Bahkan. pada saat itu kehadiran menara masjid masih merupakan sesuatu yang baru. Tradisi membangun menara diawali oleh Khalifah Al-Walid ketika memugar bekas basilika Santo John (Yahya) menjadi sebuah masjid besar. Yang jelas. Bentuk menara pada Masjid Nabawi dan menara utara Masjid Damaskus sangat mirip. mulai Abu Bakar hingga Ali bin Abu Thalib: masjid-masjid yang dibangun tak bermenara. Bentuk .

Mesir. Menara Masjid Ibnu Tulun di Fustat.Menara Masjid Natanz di Iran. .

Ribbat Shushah.Fungsi Menara Menara masjid selain berfungsi sebagai tempat bagi muadzin mengumandangkan adzan juga bisa berfungsi ganda seperti halnya mercusuar atau menara pengintai. Corak menara Masjid Ribbat Shushah di Tunisia. . sebagai kota pelabuhan. terdapat pada bangunan corak masjid yang sangat mirip sebuah markas militer. Menara berbentuk silinder ini dibuat dengan gaya yang teramat kokoh untuk sebuah menara yang biasanya berbentuk ramping. misalnya. memanfaatkan menara masjid sebagai sarana untuk melakukan pengamatan lepas pantai dari balkon menara. Hal ini terutama terdapat pada menara-menara masjid yang berada di kota pelabuhan atau tepi sungai.

f¾©  °@° ¾f .  . °ff. °ff.f¾© -ff° f°     . ¾  .

°ff  .  °–¾. °ff¯f¾© ¾ f° €°–¾¾ f–f ¯½f f–¯f °¯ °–¯f° f°–f°f f°©–f ¾f €°–¾–f° f¾ ½ f°f¯ n¾fff¯ °ff½ °–°f f° f¯f  f½f½f f ¯ °ff ¯ °ff¯f¾© f°– f f f½ f f°ff ½¾°–f .

f¯ °ff. °ff  °¾° °  f °–f°–fff°– f¯f°¾ f¯ °fff°– f¾f°f  °f¯½°–  f¾f ¾ f–ff½ f f° ¯ ¯f°€fff°¯ °ff ¯f¾© ¾ f–f¾ff°f°¯ ff°½ °–f¯ff° ½f¾½f°f f f°¯ °ff   .f¾©  f ¾f @°¾f ¯¾f°f   f½f½f f f°–°f°nf¯f¾© f°–¾f°–f¯½¾ f ¯ff¾¯    .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful