TANTANGAN KEPERAWATAN INDONESIA DALAM PROSES PROFESIONALISME Date: Thursday, 27 July 2006 (14:44:01) WIT Topic: Artikel PEMBANGUNAN BERWAWASAN

KESEHATAN Profesionalisme keperawatan merupakan proses dinamis dimana profesi keperawatan yang telah terbentuk (1984) mengalami perubahan dan perkembangan karakteristik sesuai dengan tuntutan profesi dan kebutuhan masyarakat. Proses profesionalisasi merupakan proses pengakuan terhadap sesuatu yang dirasakan, dinilai dan diterima secara spontan oleh masyarakat. Profesi Keperawatan, profesi yang sudah mendapatkan pengakuan dari profesi lain, dituntut untuk mengembangkan dirinya untuk berpartisipasi aktif dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia agar keberadaannya mendapat pengakuan dari masyarakat. Untuk mewujudkan pengakuan tersebut, maka perawat masih harus memperjuangkan langkah-langkah profesionalisme sesuai dengan keadaan dan lingkungan sosial di Indonesia. Proses ini merupakan tantangan bagi perawat Indonesia dan perlu dipersiapkan dengan baik, berencana, berkelanjutan dan tentunya memerlukan waktu yang lama. Indonesia telah memasuki era baru, yaitu era reformasi yang ditandai dengan perubahan-perubahan yang cepat disegala bidang, menuju kepada keadaan yang lebih baik. Di bidang kesehatan tuntutan reformasi total muncul karena masih adanya ketimpangan hasil pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan, kurangnya kemandirian dalam pembangunan bangsa dan derajat kesehatan masyarakat yang masih tertinggal di bandingkan dengan negara tetangga. Reformasi bidang kesehatan juga diperlukan karena adanya lima fenomena utama yang mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan yaitu perubahan pada dinamika kependudukan, temuan substansial IPTEK kesehatan/kedokteran, tantangan global, perubahan lingkungan dan demokrasi disegala bidang. Berdasarkan pemahaman terhadap situasi dan adanya perubahan pemahaman terhadap konsep sehat sakit, serta makin kayanya khasanah ilmu pengetahuan dan informasi tentang determinan kesehatan bersifat multifaktoral, telah mendorong pembangunan kesehatan nasional kearah paradigma baru, yaitu paradigma sehat. Paradigma sehat yang diartikan disini adalah pemikiran dasar sehat, berorientasi pada peningkatan dan perlindungan penduduk sehat dan bukan hanya penyembuhan pada orang sakit, sehingga kebijakan akan lebih ditekankan pada upaya promotif dan preventif dengan maksud melindungi dan meningkatkan orang sehat menjadi lebih sehat dan roduktif serta tidak jatuh sakit. Disisi lain, dipandang dari segi ekonomi, melakukan investasi dan intervensi pada orang sehat atau pada orang yang tidak sakit akan lebih cost effective dari pada intervensi terhadap orang sakit. Pada masa mendatang, perlu diupayakan agar semua policy pemerintah selalu berwawasan kesehatan, motto-nya akan menjadi "Pembangunan Berwawasan Kesehatan".

. misi Depkes adalah : 1. Profesionalisme 3. interpersonal kemampuan teknis dan moral. peningkatan derajad kesehatan masyarakat akan lebih cepat tercapai dengan biaya yang lebih efisien. melalui "Pengembangan Sistem Pendidikan Tinggi Keperawatan" dalam upaya mewujudkan keperawatan sebagai profesi di Indonesia. Sehingga viei Departemen Kesehatan Indonesia Sehat 2010 dapat tercapai. dan (4) Tuntutan tekanan profesi keperawatan. yaitu (1) terjadinya pergeseran pola masyarakat Indonesia. ada empat tantangan utama yang sangat menentukan terjadinya perubahan dan perkembangan keperawatan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan terjadi perubahan besar yang mendasar dalam upaya berpartisipasi aktif mensukseskan program pemerintah dan berwawasan yang luas tentang profesi keperawatan. Apa tantangannya ? Jika dianalisa lebih mendalam. telah dikembangkan pilar strategi pembangunan kesehatan yang meliputi : 1. Mendorong kemandirian masyarakat untuk sehat. Jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat 4. Dalam rangka mencapai Indonesia Sehat 2010. (2) Perkembangan IPTEk. Perubahan tersebut bisa dicapai apabila pendidikan tinggi keperawatan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan perkembangan pelayanan dan program pembangunan kesehatan seiring dengan perkembangan IPTEK bidang kesehatan/keperawatan serta diperlukan proses pembelajaran baik institusi pendidikan maupun pengalaman belajar klinik di rumah sakit dan komunitas. Hal ini bertujuan memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu merata dan terjangkau. yang secara nyata dapat dirasakan khususnya dalam sistem pendidikan keperawatan. merata dan terjangkau. keperawatan dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual. 3. Paradigma sehat/pembangunan berawawasan kesehatan 2. dan perlu didukung oleh sumber daya pelaksana kesehatan termasuk didalamnya tenaga keperawatan yang cukup baik dalam jumlah maupun kualitas melalui Pendidikan Tinggi Keperawatan. Memelihara dan meningkatkan pelayanan ksehatan yang bermutu. Penggerak pembangunan nasional berwawasan kesehatan 2. Desentralisasi Apabila dikaitkan antara visi dan misi Depkes tersebut. maka dapat ditarik hubungan antara misi ketiga (profesionalisme) yaitu.Bila secara konsekwen paradigma sehat telah kita gunakan. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. Sebagai profesi. Untuk mencapai misi dan misi tersebut. (3) Globalisasi dalam pelayanan kesehatan. 4.

Penurunan jumlah hari rawat mempengaruhi kebutuhan pelayanan keeshatan yang belih berfokus kepada kualitas bukan hanya kuantitas. Keadaan ini akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan kelompok lanjut usia yang cenderung meningkat jumlahnya dan sangat memerlukan dukungan keluarga. disamping tentunya untuk mengembangkan IPTEK baru lainnya. Kendatipun masih ada masyarakat yang menderita penyakit terkait dengan kemiskinan seperti infeksi. tetapi penyakit atau kelainan kesehatan akibat pola hidup modern juga sudah makin meningkat. pergeseran nilai-nilai keluarga pun turut terpengaruh di mana berkembang kecenderungan keluarga terhadap anggotanya menjadi berkurang. pencemaran kesehatan lingkungan dan kecelakaan kerja cenderung meningkat sejalan dengan pembangunan industri. selain tentunya menurunkan jumlah hari rawat (Hamid. (3) Globalisasi dalam Pelayanan Kesehatan Pada dasarnya dua hal utama dari globalisasi yang akan berpengaruh terhadap perkembangan pelayanan keseahtan termasuk pelayanan keperawatan adalah : 1) tersedianya alternatif pelayanan. Angka kematian bayi dan angka kematian ibu sebagai indikator derajad kesehatan. Perkembangan IPTEk harus diikuti dengan upaya perlindungan terhadap hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman. 1997. Selain masalah kesehatan yang makin kompleks. kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dan penghasilan yang lebih besar membuat masyarakat Indonesia lebih kritis dan mampu membayar pelayanan kesehatan yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan. penyakit yang disebabkan oleh kurang gizi dan pemukiman tidak sehat. Peningkatan umur harapan hidup juga mengakibatkan masalah kesehatan yang terkait dengan masyarakat lanjut usia seperti penyakit generatif. (2) Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perkembangan IPTEk menuntut kemampuan spesifikasi dan penelitian bukan saja agar dapat memanfaatkan IPTEK. dan 2) persaingan penyelenggaraan . masih tinggi. hak untuk memilih tindakan yang akan dilakukan dan hak untuk didengarkan pendapatnya. menimbulkan dampak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. serta meningkatkan kebutuhan untuk pelayanan / asuhan keperawatan di rumah dengan mengikutsertakan klien dan keluarganya. 1988). pengguna jasa pelayanan kesehatan perlu memberikan persetujuan secara tertulis sebelum dilakukan tindakan (informed cinsent). Selain daripada itu. IPTEK juga berdampak pada biaya kesehatan yang makin tinggi dan pilihan tindakan penanggulangan maslah kesehatan yang makin banyyak dan kompleks.(1) Transisi Pola Masyarakat Indonesia Pergeseran pola masyarakat agrikultur ke masyarakat industri dan dari masyarakat tradisional berkembang menjadi masyarakat maju. tetapi juga untuk menapis dan memastikan hanya IPTEK sesuai dengan kebutuhan dan sosial budaya masyarakat Indonesia yang akan diadopsi. Oleh karena itu. Begitu pula masalah kesehatan yang berhubungan dengan urbanisasi. hak untuk diberitahu. termasuk aspek kesehatan. Jerningan.

3. Mempunyai fungsi mandiri dan kolaborasi. Upaya yang paling strategik untuk dapat menghasilkan perawat profesional melalui pendidikan keperawatan profesional dan beberapa langkah yang telah disebutkan diatas. khususnya tenaga keperawatan diharapkan untuk dapat memenuhi standar global dalam memberikan pelayanan / asuhan keperawatan. Praktek keperawatan sebagai tindakan keperawatan profesional masyarakat penggunaan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar serta ilmu keperawatan sebagai landasan untuk melakukan pengkajian. Bertanggung jawab & bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukan 6. interpersonal dan teknikal. diperlukan perawat dengan sikap yang selalu dilandasi oleh kaidah etik profesi. Untuk hal ini berarti tenaga kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa menghadapi tantangan yang sangat berat tersebut. bahkan peka terhadap perbedaan sosial bidaya dan mempunyai pengetahuan transtruktural yang luas serta mampu memanfaatkan alih IPTEK. Memiliki dan memperkaya tubuh pengetahuan melalui penelitian 2. perawat juga harus mempunyai otonomi yang berarti mandiri dan bersedia menanggung resiko. Selain memiliki kemampuan intelektual. (4) Tuntutan Profesi Keperawatan Keyakinan bahwa keperawatan merupakan profesi harus disertai dengan realisasi pemenuhan karakteristik keperawatan sebagai profesi yang disebut dengan profesional (Kelly & Joel. bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukannya. Karakteristik profesi yaitu : 1. Memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang unik kepada orang lain. Dengan demikian diperlukan perawat yang mempunyai kemampuan profesional dengan standar internasional dalam aspek intelektual. menegakkan diagnostik. Merupakan karir seumur hidup 7. melaksanakan asuhan keperawatan dan mengevaluasi hasil tindakan keperawatan serta mengadakan penyesuaian rencana keperawatan untuk menentukan tindakan selanjutnya. Pendidikan yang memenuhi standar 4. 1995). termasuk dalam melakukan dan mengatur dirinya sendiri. Oleh : Nursalam. interpersonal dan teknikal. MN . menyusun perencanaan.pelayanan untuk menarik minat pemakai jasa pelayanan kualitas untuk memberikan jasa pelayanan keseahtanyang terbaik. Terdapat pengendalian terhadap praktek 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful