Sejarah Perkembangan Beton Prategang

Beton adalah suatu bahan yang mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap tekan, tetapi sebaliknya mempunyai kekuatan relative sangat rendah terhadap tarik.Beton tidak selamanya bekerja secara efektif didalam penampang-penampang struktur beton bertulang, hanya bagian tertekan saja yang efektif bekerja, sedangkan bagian beton yang retak dibagian yang tertarik tidak bekerja efektif dan hanya merupakan beban mati yang tidak bermanfaat. Hal inilah yang menyebabkan tidak dapatnya diciptakan struktur-struktur beton bertulang dengan bentang yang panjang secara ekonomis, karena terlalu banyak beban mati yang tidak efektif. Disampimg itu, retak-retak disekitar baja tulangan bisa berbahaya bagi struktur karena merupakan tempat meresapnya air dan udara luar kedalam baja tulangan sehingga terjadi karatan. Putusnya baja tulangan akibat karatan fatal akibatnya bagi

Dengan kekurangan-kekurangan yang dirasakan pada struktur beton bertulang seperti diuraikan diatas. Berdasarkan pengalamannya membangun jembatan pelengkung pada tahun 1907 dan 1927. C. Sedangkan J. maka disarankan untuk memakai baja dengan kekuataan yang sangat tinggi dan perpanjangan yang besar. Untuk mengatasi hal tersebut oleh G. Mandl dan M. Tetapi gaya prategang yang diterapkan dalam waktu yang singkat menjadi hilang karena rendahnya mutu dan kekuatan baja. Steiner dari Amerika Serikat pada tahun 1908 mengusulkan dilakukannya penegangan kembali.R. Kemudian pada tahun 1940 diperkenalkan sistem prategang yang pertama dengan bentang 47 meter di Philadelphia (Walnut Lane Bridge) seperti gambar dibawah ini : . Koenen dari Jerman menyelidiki identitas dan besar kehilangan gaya prategang. Pada waktu yang hampir bersamaan yaitu pada tahun 1888. yaitu dengan memberikan pratekanan pada beton melalui kabel baja (tendon) yang ditarik atau biasa disebut beton pratekan. Jackson dari California. Amerika Serikat. Doehting dari Jerman memperoleh hak paten untuk memprategang pelat beton dari kawat baja.W.H. timbullah gagasan untuk menggunakan kombinasi-kombinasi bahan beton secara lain. Penerapan pertama dari beton prategang dimulai oleh P. Pada tahun 1886 telah dibuat hak paten dari kontruksi beton prategang yang dipakai untuk pelat dan atap. Eugen Freyssonet dari Perancis yang pertama-tama menemukan pentingnya kehilangan gaya prategang dan usaha untuk mengatasinya.E.struktur.

yang hingga kini masih dipakai dan terkenal dengan system FREYSSINET. Ia mengemukakan bahwa untuk mengatasi rangkak. Para ahli yang mengikuti jejak EUGENE FREYSSINET •Yves Gunyon •Yves Gunyon adalah seorang insinyur Perancis dan telah menerbitkan buku Masterpiecenya “Beton precontraint” (2 jilid) pada tahun 1951. maka seluruh beban dapat dimanfaatkan seluruhnya dan dengan system ini dimungkinkanlah penciptaan struktur-struktur yang langsing dan bentangbentang yang panjang. . Karena penampang beton tidak pernah tertarik. Freyssenet sebagai bapak beton pratekan segera diikuti jejaknya oleh para ahli lain dalam mengembangkan lebih lanjut jenis struktur ini. Dengan demikian. Beton pratekan untuk pertama kalinya dilaksanakan besar-besaran dengan sukses oleh Freyssinet pada tahun 1933 di Gare Maritime pelabuhan LeHavre (Perancis). Freyssinet telah berhasil menciptakan suatu jenis struktur baru sebagai tandingan dari strktur beton bertulang.Beton pratekan pertama kali ditemukan oleh EUGENE FREYSSINET seorang insinyur Perancis. Beliau memecahkan kesulitan dalam segi perhitungan struktur dari beton pratekan yang diakibatkan oleh gaya-gaya tambahan disebabkan oleh pembesian pratekan pada struktur yang mana dijuluki sebagai “Gaya Parasit” maka Guyon dianggap sebagai yang memberikan dasar dan latar belakang ilmiah dari beton pratekan.relaksasi dan slip pada jangkar kawat atau pada kabel maka digunakan beton dan baja yang bermutu tinggi. Disamping itu ia juga telah menciptakan suatu system panjang kawat dan system penarikan yang baik.

pipa dan tiang panjang. Keberhasilan beliau yaitu mampu memperhitungkan gaya-gaya parasit yang tejadi pada struktur.W. Dengan beton prategang dapat dibuat betang yang besar tetapi langsing.W. setelah melalui banyak penyempurnaan hampir pada setiap elemen beton prategang. Abeles untuk mengkombinasikan prinsip pratekan dengan prinsip penulangan penampang atau dikenal dengan nama “Partial Prestressing”. komponen bangunan seperti balok. Didalam struktur tidak terjadi lendutan dan karenanya tidak bekerja momen lentur apapun. Penggunaan Full Prestessing ini tidak ekonomis. •P.Y. lebar retak dapat dikombinasikan dengan baik. Yang mana didalam penampang diijinkan diadakannya bagi tulangan. terowongan dan lain sebagainya. pelat dan kolom. karena penggunaanya tidak kompetitif terhadap penggunaan beton bertulang biasa dengan menggunakan baja tulangan mutu tinggi. yang akibatnya pada struktur dapat dihitung dengan mudah dengan menggunakan teori struktur biasa.Y.•T. Dan beton prategangan sekarang telah diterima dan banyak dipakai. yang sangat gigih mendongkrak aliran” Full Prestressing”. Lin adalah seorang insinyur kelahiran Taiwan yang merupakan guru besar di California University. menurut berbagai penelitian biaya struktur dengan beton pratekan dan Full Prestressing dapat sampai 3. Lin •T.W. Dengan demikian timbullah gagasan baru yang dikemukakan oleh P. Abeles adalah seorang insinyur Inggris. Ia mengemukakan teorinya pada tahun 1963 tentang “ Load Balancing”. misalnya pada jembatan.5 atau 4 kali lebih mahal dari pada struktur yang sama tetapi dari beton bertulang biasa dengan menggunakan tulangan baja mutu tinggi. Abeles •P. antara lain : . Struktur beton prategang mempunyai beberapa keuntungan. sedangkan tegangan beton pada penampang struktur bekerja merata. Beban-beban lain diluar beban seimbang(beban vertikal dan horizontal) merupakan “inbalanced load”.Merkovoy. Sekarang telah dikembangkan banyak sistim dan teknik prategang.

2. Penampang struktur lebih kecil/langsing. kecuali bila struktur itu memiliki redaman yang cukup atau kekakuannya ditambah. 5. Hal inilah yang menyebabkan tidak dapatnya diciptakan srtukturstruktur beton bertulang dengan bentang yang panjang secara ekonomis. Putusnya baja tulangan akibat karatan fatal akibatnya bagi struktur. jadi lebih tahan terhadap keadaan korosif. Jumlah berat baja prategang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah berat besi beton biasa. sedangkan bagian beton yang retak dibagian yang tertarik tidak bekerja efektif dan hanya merupakan beban mati yang tidak bermanfaat. Disampimg itu. hanya bagian tertekan saja yang efektif bekerja. Maka struktur dengan bentang besar dapat langsing. maka lendutan akhirnya akan lebih kecil dibandingkan pada beton bertulang. Dengan kekurangan-kekurangan yang dirasakan pada struktur beton bertulang seperti . Beton adalah suatu bahan yang mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap tekan. retak-retak disekitar baja tulangan bisa berbahaya bagi struktur karena merupakan tempat meresapnya air dan udara luar kedalam baja tulangan sehingga terjadi karatan. karena terlalu banyak beban mati yang tidak efektif. Terhindarnya retak terbuka di daerah tarik.1. tetapi sebaliknya mempunyai kekuatan relative sangat rendah terhadap tarik. 6. 3. cocok untuk pipa dan tangki. sebab seluruh luas penampang dipakai secara efektif. Tetapi ini menyebabkan Natural Frequency dari struktur berkurang. Karena terbentuknya lawan lendut sebelum beban rencana bekerja. Kedap air. sehingga menjadi dinamis instabil akibat getaran gempa/angin. Beton tidak selamanya bekerja secara efektif didalam penampang-penampang struktur beton bertulang. Perkembangan Beton Pratekan Dalam konstruksi. Ketahanan gesek balok dan ketahanan puntirnya bertambah. 4. beton merupakan sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen.

berat sendiri lebih kecil. Freyssenet sebagai bapak beton pratekan segera diikuti jejaknya oleh para ahli lain dalam mengembangkan lebih lanjut jenis struktur ini Tujuan Tujuan pemberian gaya pratekan adalah timbul tegangan-tegangan awal yang berlawanan dengan tegangan. Beton mutu tinggi.relaksasi dan slip pada jangkar kawat atau pada kabel maka digunakan beton dan baja yang bermutu tinggi. Beton pratekan pertama kali ditemukan oleh EUGENE FREYSSINET seorang insinyur Perancis. 3. Untung/ rugi dibandingkan beton bertulang 1. Disamping itu ia juga telah menciptakan suatu system panjang kawat dan system penarikan yang baik. yaitu dengan memberikan pratekanan pada beton melalui kabel baja (tendon) yang ditarik atau biasa disebut beton pratekan. Hanya dapat memikul beban dalam satu arah.diuraikan diatas. Freyssinet telah berhasil menciptakan suatu jenis struktur baru sebagai tandingan dari struktur beton bertulang. 2. . lendutan lebih kecil. maka seluruh beban dapat dimanfaatkan seluruhnya dan dengan system ini dimungkinkanlah penciptaan struktur-struktur yang langsing dan bentang-bentang yang panjang. Dapat dipakai pada bentang-bentang yang besar. Karena penampang beton tidak pernah tertarik. tidak mudah retak. yang hingga kini masih dipakai dan terkenal dengan system FREYSSINET. timbullah gagasan untuk menggunakan kombinasi-kombinasi bahan beton secara lain. 4.tegangan oleh beban-beban kerja. Bentuknya langsing. Beton pratekan untuk pertama kalinya dilaksanakan besar-besaran dengan sukses oleh Freyssinet pada tahun 1933 di Gare Maritime pelabuhan LeHavre (Perancis). Dengan demikian konstruksi dapat memikul beban yang lebih besar tanpa merubah mutu betonnya.kurang cocok untuk pembebanan bolak balik. lebih aman/ tahan terhadap pengaruh cuaca sehingga bahaya karatan dari baja oleh merembesnya air atau uap-uap korosif dapat dibatasi. Ia mengemukakan bahwa untuk mengatasi rangkak. Dengan demikian.

Lebih ekonomis apabila dipakai pada bentang-bentang yang besar. alat untuk memompa martel. California Rio-Niteroi Bridge Rio de Janeiro and Niterói. Diperhitungkan alat-alat pelengkap (dongkrak. dan lain-lain) dan juga diperlukan pengawasan pelaksanaan yang ketat. pipa pembungkus. Australia Yanjinhe beam Bridge China .5. New South Wales. California and Marin County. 6. jangkar. Brazil ANZAC Bridge Sydney. Beberapa Gambar Jembatan yang Menggunakan Konsep Prestress The Golden Gate Bridge San Francisco.

ff¾ °–f° °f°– ¾f f½f f°–¾°–  @ f½ ° ¯ ° f f° -ff   °n f ¾ f°–  ¾ °––f ¯ °©f  °f¯¾ °¾f  f f – ff° – ¯½f$f°–°   nf f¾¯ ¯ f¯f°f°–n½ff ff°°f f¯ f   9  ¯ f°–f° °9f f° ff¯°¾¾  °¯ ½ff°¾ f ff° f°–°f°¯½¾f°–  f f¯ °f¾f–– –f f°½ °–f¾ ¯ °  °f ff¾f ff°f°–¯ ¯½°f ff°f°–°–– f f½ f°  f½ ¾ f°f¯ ¯½°f ff° f ¾f°–f ° f f f½f   °  f ¾ f¯f°f  ©f ¾ nff € €  ff¯ ½ °f¯½f°– ½ °f¯½f°– ¾ ° f°– f°f f–f°  f°¾f©f f°– € €  ©f ¾ f°–f° f–f° ° f°–  f  f–f° f°–  f  f  ©f € € f° f°f ¯ ½ff° f° ¯f f°–  f ¯f°€ff  f °f f°– ¯ ° f f°  f f½f°f n½ff° ¾ ¾ ° f°– °–f° °f°– f°– ½f°©f°– ¾ nff °¯¾  f °f  f f°f f°¯ff°– f € €  ¾f¯½¯–    f  f ¾ f f©f f°–f° ¾f  fff f– ¾ f °f ¯ ½ff° ¯½f ¯  ¾f½°ff f° fff  ff¯ f©f f°–f°¾ °––f  ©f  fff°  9¾°f f©f f°–f° f f fff° €ff f f°f f– ¾   °–f°  f°–f°  f°–f° f°– f¾ff° ½f f ¾ ° f°– ¾ ½  ff° ff¾ ¯ f–f–f¾f°°¯ °––°ff°¯ °f¾ ¯ °f¾ ff° ° ¾ nfff°  f °–f° ¯ ¯ f°½f f°f°½f f ° ¯ ff  f©f % ° °% f°– fff f¾f ¾  °½f f°  ° ½f f° ½ f¯f f  ¯f°   D- -@ ¾ f°– °¾° 9 f°n¾ f¯ °– ¯ff° ff°¯ °–ff¾f°–f  f¾f¾ f°¾½½f f©f°–f ffff½f ff ¯ff –°ff° ° f° f©ff°– ¯°–– ¾f¯½°– f ©–f  f ¯ °n½ff° ¾f ¾¾ ¯ ½f°©f°– ff f° ¾¾ ¯ ½ °ff° f°– f  .  ¯f f f©f½f –f°–©f  n  f° °–f°©¯f f ¾ ° f¾f     ff°f°– ¾  f f° ff°f°½°°f f¯ f .

f°– °––f ° ¯f¾ ½ff f°   °f °–f° ¾¾ ¯ -@   °–f° ¯f°   ¾¾°   f f¾ ¯ °n½ff° ¾f © °¾ ¾ f ¾ f–f f° °–f° f ¾ ° f°–  f °f ½ °f¯½f°– °  f ½ °f  f  ¯ff ¾  f° f½f ¯f°€fff° ¾ °f f° °–f° ¾¾ ¯ ° ¯°–°f°f ½ °n½ff° ¾ ¾ f°– f°–¾°– f° °f°– °f°– f°– ½f°©f°–   ° ½f f° ° ½ f¯f f°f f¾f°ff° ¾f ¾ff° °–f° ¾¾ ¾    ¾¾°  ½f f f°   f  .f¯  ½ f f°  f  %9 f°n¾%   ¾¾ °  ¾ f–f f½f ° ½f f° ¾ – f  © ©f°f   ½ff f f° ff¯ ¯ °– ¯ f°–f° f°©© °¾¾° @©f° @©f° ½ ¯ f° –ff ½f f° f ff ¯   –f°–f°  –f°–f° ff f°– ff°f° °–f°  –f°–f°   –f°–f°   f° f°  ©f   °–f° ¯f° °¾¾ f½f ¯ ¯ f°f°–  ¾ff°½f¯  f¯ °°f   D°°–$–  f° °–f° ° f°–   f½f ½ff½f f °f°– °f°–f°– ¾f    °°ff°–¾°–  f¾ °   n  ° f°  n    f°f f½f ¯ ¯ f° ff¯ ¾f ff f°– nn ° ½ ¯ f°f° f f    °¯°––  f¯ f f  f¯f°$ff° f f½½ °–fnfnf ¾ °––f ffffff° f f©f ¯  ¯ ¾°fffff½ f½¾€ f½f  ff¾      °¯¾f½f f ½ff½f f °f°– °f°–f°– ¾f    ½ °–f°ff ff½  °–f½% °–f ©f°–f ½½f½ ¯ °–¾ ff° ¯ ¯¯½f¯f   f°f° f°% f°©–f ½ f°½ °–ff¾f°½ f¾f°ff°f°–  f    .

°––°ff°°¾ ½9 ¾ ¾¾       @  °f   –         -   –   f° f° -   f f°f°n¾n . f½ff¯ f ¯ ff°f°–.

f°.f€°ff° .

° .

f€°f   -.

  –        f°©°  f¯  –  .

°f  °  - Jf ¾ ¾ff        .

                       .

                       .

       .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful