1.

Mekanisme Siklus Jantung

Anatomi Jantung Jantung adalah organ berotot yang berongga dan berbentuk kerucut. Jantumg terletak di rongga toraks (dada) sekitar garis tengah antara sternum (tulang dada) disebelah anterior dan vertebra (tulang punggung) di sebelah posterior. Jantung memiliki pangkal yang lebar di sebelah atas dan meruncing membentuk ujung yang disebut apeks di dasar.

Proses Mekanisme siklus jantung Siklus jantung terdiri dari periode sistol (kontraksi dan pengosongan isi) dan diastole (relaksasi dan pengisian jantung). Atrium dan ventrikel mengalami siklus sistol dan diastole yang terpisah. Kontraksi terjadi akibat penyebaran eksitasi ke seluruh jantung, sedangkan relaksasi timbul satelah repolarisasi otot jantung. Selama diastole ventrikel dini, atrium juga masih berada dalam keadaan distol. Karena aliran darah masuk secara kontinu dari system vena ke dalam atrium, tekanan atrium sedikit melebihi tekanan ventrikel walaupun kedua bilik tersebut melemas. Karena perbedaan tekanan ini, katup AV terbuka, dan darah mengalir mengalir langsung dari atrium ke dalam ventrikel selama diastole ventrikel. Akibatnya, volume ventrikel perlaha-lahan meningkat bahkan sebelum atrium berkontraksi. Pada akhir diastol ventrikel, nodus SA mencapai ambang dan membentuk potensial aksi. Impuls menyebar keseluruh atrium. Depolarisasi atrium menimbulkan kontraksi atrium, yang memeras lebih banyak darah ke dalam ventrikel, sehingga terjadi peningkatan kurva tekanan atrium. Peningkatan tekanna ventrikel yang menyertai berlangsung bersamaan dengan peningkatan tekanan atrium disebabkan oleh penambahan volume darah ke ventrikel oleh kontraksi atrium. Selam kontraksi atrium, tekanan atrium tetap sedikit lebih tinggi daripada tekanan ventrikel, sehingga katup AV tetap terbuka. Diastol ventrikel berakhir pada awal kontraksi ventrikel. Pada saat ini, kontraksi atrium dan pengisian ventrikel telah selesai. Volume darah di ventrikel pada akhir diastol dikenal sebagai volume diastolik akhir(end diastilic volume,EDV), yang besarnya sekitar 135 ml. Selama sikluus ini tidak ada lagi darah yang ditambahkan ke ventrikel. Dengan demikian, volume diastolik akhir adalah jumlah darah maksimum yang akan dikandung ventrikel selama siklus ini. Setelah eksitasi atrium, impuls berjalan melalui nodus AV dan sistem penghantar khusus untuk merangsang ventrikel. Secara simultan, terjadi kontraksi atrium. Pada saat pengaktifan ventrikel terjadi, kontraksi atrium telah selesai. Ketika kontraksi ventrikel dimulai, tekanan ventrikel segera melebihi tekanan atrium. Perbedaan yang terbalik ini mendorong katup AV ini menutup.

terdapat periode waktu singkat antara penutupan katup AV dan pembukakan katup aorta pada saat ventrikel menjadi bilik tetutup. tidak ada darah yang masuk atau keluar ventrikel selama waktu ini. Ventrikel tidak mengosongkan diri secara sempurna selam penyemprotan. Dengan demikian.SV). Dengan demikian semua katup sekali lagi tertutup dalam waktu singkat yang disebut relaksasi ventrikel isovolumetrik. Jumlah darah yang tersisa di ventrikel pada akhir sistol ketika fase ejeksi usai disebut volume sistolik akhir (end sistolik volume. Diastol ventrikel mencakup periode ralaksasi isovolumetrik dan fase pengisian ventrikel. Tidak ada darah yang masuk atau keluar seiring dengan relaksasi ventrikel dan tekanan terus turun. Karena semua katup tertutup.tekanan ventrikel harus terus meningkat sebelum tekanan tersebut dapat melebihi tekanan aorta. kautp aorta dipaksa membuka dan darah mulai menyemprot. Dallam keadaan normal hanya sekitar separuh dari jumlah darah yang terkandung di dalam ventrikell pada akhir diastol dipompa keluar selama sistol. katup AV membuka dan pengisian ventrikel terjadi kembali. Penutupan katup aorta menimbulkan gangguan atau takik pada kurva tekanan aorta yang dikenal sebagai takik dikrotik (dikrotik notch). Selama periode kontraksi ventrikel isovolumetrik.Setelah tekanan ventrikel melebihi tekanan atrium dan katup AV telah tertutup. tekanan ventrikel turun dibawah tekanan aorta dan katup aorta menutup. Interval waktu ini disebut sebagai kontraksi ventrikel isovolumetrik (isovolumetric berarti volume dan panjang konstan). Volume ventrikel berkurangs secara drastis sewaktu darah dengan cepat dipompa keluar. Ketika ventrikel mulai berelaksasi karena repolarisasi. . Tidak ada lagi darah yang keluar dari ventrikel selama siklus ini karena katup aorta telah tertutup. tekanan ventrikel terus meningkat karena volume tetap. Kurva tekanan aorta meningkat ketiak darah dipaksa berpindah dari ventrikel ke dalam aorta lebih cepat daripada darah mengalir pembuluh-pembuluh yang lebih kecil. Namun katup AV belum terbuka karena tekanan ventrikel masih lebih tinggi dari daripada tekanan atrium. Sistol ventrikel mencakup periode kontraksi isovolumetrik dan fase ejeksi (penyemprotan) ventrikel. Karena tidak ada darah yang masuk atau keluar ventrikel. Pada saat tekanan ventrikel melebihi tekanan aorta.ESV). Ketika tekanan ventrikel turun dibawah tekanan atrium. SV setara dengan vvolume diastolik akhir dikurangi volume sistolik akhir. Jumlah darah yang dipompa keluar dari setiap ventrikel pada setiap kontraksi dikenal sebagai volume /isi sekuncup (stroke volume. Ini adalah jumlah darah paling sedikit yang terdapat di dalam ventrikel selama siklus ini. volume bilik ventrikel tetap dan panjang serat-serat otot juga tetap. yang jumlah besarnya sekitar 65 ml. Panjang serat otot dan volume bilik tidak berubah. dengan kata lain perbedaan antara volume darah di ventrikel sebelum kontraksi dan setelah kontraksi adalah jumlah darah yang disemprotkan selama kontraksi.

Selama periode penurunan pengisian ini. Kemudian pengisian ventrikel melambat karena darah yang tertimbun tersebut telah disalurkan ke ventrikel. sehingga atrium berada dalam diastol sepanjang sistol ventrikel. tekanan atrium terus meningkat. E Pasanisi. sewaktu pengisian ventrikel berlangsung lambat.wordpress. E Picano. Selama diastol ventrikel tahap akhir. nodus SA kembali mengeluarkan potensial aksi dan siklus jantung dimulai kembali. E Bianchini. Pisa. Karena darah yeng masuk ini terkumpul dalam atrium. Dengn demikian. Darah terus mengalir dari vena pulmonalis ke dalam atrium kiri.Repolarisasi atrium dan depolarisasi ventrikel terjadi secara bersamaan. darah yang terkumpul di atrium selama sistol ventrikel dengan cepat mengalir ke ventrikel. Ketika katup AV terbuka pada akhir sisitl ventrikel. darah terus mengalir dari vena-vena pulmonalis ke dalam atrium kiri dan melalui katup AV yang terbuka ke dalam ventrikel kiri. F Faita. 2010 Filed under: Kuliyatut Thib — oktavie @ 5:38 pm Keterangan gambar: diunduh dari: Assessment of Cardiologic Systole and Diastole Duration in Exercise Stress Tests with a Transcutaneous Accelerometer Sensor (PDF) V Gemignani. dan tekanan atrium mulai turun. Italy . M Giannoni. http://oktavie.com/2010/05/16/mekanisme-siklus-jantung/ May 16. mula-mula pengisian ventrikel berlangsung cepat karena peningkatan tekanan atrium akibat penimbunan darah di atrium. T Bombardini CNR Institute of Clinical Physiology.

serotonin). Konsep dasar aliran darah mengikuti hukum fisika. Lapisan endotel walaupun hanya satu lapis saja pada bagian dalam dari pembuluh darah namun merupakan organ sangat penting. sayangnya respons dan mekanisme ini ada batasnya sehingga tidak selamanya berhasil. . sebagai membran semipermeabel dan menghasilkan bahasn vasodilator selain menghasilkan bahan yang mengendalikan tonus dan pertumbuhan vaskuler sebagai respon terhadap gangguan mekanis (tekanan darah dan shear stress) maupun humoral yang timbul pada anak dengan penyakit kritis. Endotel berinteraksi dengan mediator seluler maupun hormonal. Pembuluh darah mengalirkan darah yang dipompa jantung ke seluruh jaringan tubuh. bersifat elastis. mengalirkan darah dari ventrikel kiri melalui percabangan arteri yang terkecil yaitu kapiler sehingga terjadi pertukaran O2 dengan CO2 di seluruh jaringan tubuh. Darah merupakan media transpor O2. Arteri. Kontraksi pembuluh darah diatur oleh hormon (epineprin) dan sistem syaraf simpatis. proses koagulasi (trombin) dan bahan agonis yang bekerja melalui reseptor (asetilkolin. Aliran darah juga dipengaruhhi oleh diameter pembuluh darah dan viskositas darah. pengontrol suhu. yag keduanya mengakibatkan vasodilatasi. terdiri dari 2 macam yaitu: 1. kurang elastis. 2. Vena. mengalirkan darah dari seluruh tubuh yang mengangkut CO2 untuk kembali ke ventrikel kanan untuk dioksidasi di paru. Pada penyakit kritis keseimbangan tersebut terganggu. mempunyai katup untuk mencegah aliran darah kembali. CO2 dan bahan metabolisme sel. Pada keadaan normal terjadi keseimbangan antara vasodilator yang dihasilkan endotel dengan vasokonstriktor sebagai respon terhadap rangsangan mekanis lokal (tekanan. darah akan mengalir dari tekanan tinggi (jantung) ke tekanan rendah (kapiler). sedangkan pengaktifan reseptor beta atau parasimpatis. sel-sel imunologi serta trombosit.2. yang keduanya mengakibatkan vakonstriksi. dan pengatur hormon serta sel imunitas. kondisi metabolik dan produk dari trombosit. 55 persen dari darah adalah plasma. mengatur keseimbangan asam basa. Darah berisi komponen eritrosit yang mengandung hemoglobin berperan dalam membawa oksigen selain itu juga leukosit. saling memperberat dan menimbulkan berbagai respons atau berbagai mekanisme untuk mengembalikan keseimbangan tersebut. regangan). bradikin. mengakibatkan reaksi berantai. Gangguan Keseimbangan Fisiologi Sistim Kardiovaskuler Pada Penyakit Kritis Fungsi jantung sebagai pompa tidak semata untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh jaringan tubuh.

MEKANISME JANTUNG DAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER Disusun untuk memenuhi tugas Anatomi Fisiologi Oleh: Shara Nurrahmi 100154400254 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN/ PRODI PENDIDIKAN LUAR BIASA UNIVERSITAS NEGERI MALANG .

2010 TEORI PEMBELAJARAN KONTRUKSIVISTIK Disusun untuk memenuhi tugas Belajar Pembelajaran Oleh: Shara Nurrahmi Miftahul Jannah Yohanes Noven Bakti Aji Hengky Triwijaya Ruth Rosalia Nababan Agnes Dianita Oktaviani Savitri Febrina Listiningrum Rifqi Shahrul Azizah 100154400254 100154400256 100154400257 100154400260 100154400262 100154404164 100154404165 10015440 100154404829 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN / PRODI PENDIDIKAN LUAR BIASA UNIVERSITAS NEGERI MALANG .

2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful