APLIKASI VALUE ENGINEERING TERHADAP ELEMEN PLAT dan FONDASI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

SEMARANG

SKRIPSI Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1 Untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik

Oleh Dwi Ari Ustoyo NIM 5150402019

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi dengan judul ”APLIKASI VALUE ENGINEERING TERHADAP ELEMEN PLAT dan FONDASI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG” telah disetujui oleh dosen pembimbing Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang.

Hari Tanggal

: Jumat : 4 Mei 2007

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Toriq Arif G., ST. MSCE. NIP.132 134 676

Drs.Tugino, MT NIP.131 763 887

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul ”APLIKASI VALUE ENGINEERING TERHADAP ELEMEN PLAT dan STRUKTUR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG”. Oleh : Nama NIM : Dwi Ari Ustoyo : 5150402019

Telah dipertahankan dihadapan sidang panitia ujian Skripsi Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : : Susunan Dewan Penguji, Penguji I Penguji II

Toriq Arif G., ST. MSCE. NIP.132 134 676 Mengetahui, Dekan Fakultas Teknik

Drs.Tugino, MT. NIP. 131 763 887

Ketua Jurusan Teknik Sipil

Prof. Dr. Soesanto, M.Pd NIP.130 875 753

Drs. Lashari, MT NIP. 131 741 402

iii

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi ini benar-benar karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain, baik sebagian maupun seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang,

2007

Dwi Ari Ustoyo NIM.5150402019

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto: 1. Dalam menentukan pilihan ikutilah kata hatimu, dalam menggapai cita-cita kobarkanlah semangat pantang menyerah dan jangan bergantung pada keadaan sebelum kita berusaha terlebih dahulu. 2. Belajarlah karena manusia tidak dilahirkan pandai, dan orang berilmu tidaklah sama dengan orang bodoh (Imam Safii). 3. Alangkah indahnya dianugerahi mencintai&dicintai oleh orang lain walaupun semuanya itu, mungkin hanyalah sebuah buku yang tertata rapi dalam ruang kalbu dan tumpukkan angan tanpa pernah jadi kenyataan. Rahasia hati akan slalu tertanam dalam dasar jiwa karena lebih bijak berkorban demi kebahagiaan Sang Dewi, walau hati slalu tertunduk ragu menahan rindu..........

Persembahan: Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. Bapak dan ibu yang saya hormati dan kakak serta adikku yang saya cintai. 2. Spesial untuk (Radhik, Zaeni, Rinouw) yang selalu bersama-sama berjuang demi terselesainya skripsi ini. 3. Orang yang selalu menjadi cahaya dan mengisi dasar jiwaku dengan doa, harapan serta selalu menjadi inspirasi dalam kehidupanku (semoga akhirnya ku menemukanmu). 4. Rekan-rekan seperjuangan Teknik Sipil angkatan ’02. 5. Semua orang yang telah mengkritik, mendidik dan membantu dalam kehidupanku.

v

SARI
Ustoyo Dwi Ari. 2007. Aplikasi Value Engineering Pada Elemen Struktur Pada Proyek Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Pembimbing II Drs. Tugino, MT. Kata kunci : Value Engineering, Saving Cost, Existing, Struktur Value Engineering adalah suatu cara pendekatan yang kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengefisienkan biaya-biaya yang tidak perlu. Value engineering digunakan untuk mencari suatu alternatifalternatif atau ide-ide yang bertujuan untuk menghasilkan biaya yang lebih baik/ lebih rendah dari harga yang telah direncanakan sebelumnya dengan batasan fungsional dan mutu pekerjaan. Penerapan value engineering dilakukan pada pekerjaan plat dan fondasi. Analisis value engineering dilakukan pada proyek pembangunan gedung rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana memunculkan alternatif-alternatif sebagai pengganti pekerjaan existing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya cost saving yang terjadi setelah dilakukan penerapan value engineering. Penelitian dimulai dengan melakukan survey mencari data untuk kemudian dianalisis value engineering. Data-data primer didapat dengan melakukan survey mencari data-data proyek. Data-data sekunder didapat dengan melakukan survey mencari buku-buku literature, referensi yang berkaitan dengan value engineering dan brosur daftar harga bahan yang diperlukan. Dalam melakukan proses value engineering dibagi menjadi 5 tahap, yaitu tahap informasi, kreatif, analisis, pengembangan dan rekomendasi. Untuk memilih pekerjaan alternatif terbaik, sebelumnya harus dilakukan perhitungan dari segi desain struktur dan rencana anggaran biaya, baru dilakukan perhitungan value engineeringnya. Hasil penelitian didapat bahwa penerapan value engineering pada pekerjaan pekerjaan plat dengan menaikkan mutu beton keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah dimensi plat menjadi lebih kecil dan terdapat cost saving sebesar Rp 17.454.680, sedangkan dengan menggunakan plat precast keuntungan yang didapat antara lain, waktu pelaksanaan menjadi cepat, mutu terjamin, terdapat pengurangan tenaga kerja dan menghasilkan cost saving sebesar Rp 13.199.407. Pada pekerjaan fondasi dengan menggunakan tiang pancang diameter 35 cm keuntungan yang didapat antara lain, pengurangan jumlah fondasi, waktu pelaksanaan menjadi cepat dan menghasilkan cost saving sebesar Rp 11.907.650, sedangkan dengan menggunakan fondasi sumuran keuntungan yang didapat adalah pengurangan jumlah fondasi, tetapi tidak terdapat cost saving, karena biaya rencana lebih besar dari existing.

vi

2. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada : 1. M. Dalam penyusunan skripsi ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan. sebagai salah satu syarat yang wajib ditempuh mahasiswa dalam memperoleh gelar Sarjana Teknik pada program studi Teknik Sipil di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan.. 3.KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah. arahan dan evaluasi dalam penyusunan skripsi. vii . bantuan dan dukungan moriil maupun materiil sehingga dapat memudahkan dalam penyelesaiannya. MT. 4.. Drs. hidayah dan inayah-Nya. ST. Ketua Prodi Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. MSCE. Lashari. Drs.. MT. Dr. Thoriq Arif G.Pd. Prof. Henry Apriyatno. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. taufiq. Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Soesanto. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Bapak dan ibu selaku orang tua yang selama ini telah memberikan dorongan baik moriil maupun materiil. Semarang. Tugino. Mei 2007 Penulis viii . Drs. Akhirnya penulis berharap semoga dengan adanya skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua. Semoga Allah SWT berkenan memberikan balasan kepada mereka semua sesuai amalnya. Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan. MT. Semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya skripsi ini. 6. 7.5. arahan dan evaluasi dalam penyusunan skripsi.

................................................................................................................... C................................ B.......................... Value Engineering......................................... Tujuan Penelitian .................................................................. 1 4 5 5 6 6 xix xx BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.................................. Kata Pengantar .............................................................................. xvii Daftar Gambar............. Daftar Lampiran .......................................................................................................................................................... Latar Belakang ................................... i ii iii v vi vii ix Daftar Notasi ................................................ Sistematika Penelitian .................................................................................................................................................................. Daftar Isi .................................................................................... Sari .................................................. xiii Daftar Tabel ................ Persetujuan Pembimbing...................................................... Batasan Masalah ........................ Pengesahan Kelulusan................................................ D..................................................................................................................................................................DAFTAR ISI Halaman Judul................................................................................................. F.................................................................... 8 ix ................... Manfaat Penelitian .............. Motto dan Persembahan...... BAB I PENDAHULUAN A............................................................................................................................................................................................ Rumusan Masalah .............. E...............

.................................... 3....... Pengertian Value Engineering................................................ Hasil Analisis ........................... C................................... 3.................. Jenis Penelitian.................. B............. Plat Dua Arah......... D..... Tahapan-tahapan Dalam Value Engineering ..................... C. Data Penelitian ............................................................................................................................................................ Tempat Penelitian .................................................................................... Flow Chart Penelitian ........ E.......................................1..................................... Metode Pengumpulan Data ...................................... Pekerjaan Srtuktur Bangunan ....................................................................................... 3.......... D...................................... 1........... 63 64 64 64 65 65 66 71 71 x ................................................................. 2.............................................. 5......................... Fondasi .......................................................... 2.......................................................... Karakteristik Value Engineering......................... 4................................... Analisis Data ... 8 11 12 29 30 31 32 35 35 45 51 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A......................................................................... Beton Precast / Pracetak .................. F....... B.......... Proses Penelitian ............... Tahap Persiapan ................................................................................................................ SAP 2000................................. Plat Precast ............................................................................ Rencana Anggaran Biaya .................. Beton ... 2......................................... 1........

................ Tahap Pengembangan .... G..................................... B.......................... 114 5........................ Tahap Pengembangan ..................................... 1......... Tahap Analisis........................................................................................................................BAB IV ANALISIS VALUE ENGINEERING PROYEK GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG A........ 120 3.......... Teknik Mengidentifikasi Pekerjaan yang Akan di VE ..................................................... 2..................................................................... Tahap Analisis................................ Studi Value Engineering............................................................................. E......................... D.............................................................................................. 118 2............. Analisis Value Engineering pada Item Pekerjaan Plat..... 2.................. Tahap Kreatif .................. Tahapan Dalam Analisis VE pada Pekerjaan Struktur Atas .......................... 75 76 77 78 78 78 82 83 84 86 87 88 90 94 4........................... Data Proyek................. 124 4..... C..................................... Rencana Anggaran Biaya Proyek..... 114 H........................................ Tahapan Dalam Analisis VE pada Pekerjaan Bawah... 158 xi .............. F...................... Analisis Value Engineering pada Item Pekerjaan Fondasi ................................................................................. 3............ 117 1............ Struktur Organisasi Proyek ................... 2................................... 1................ Tahap Informasi ...................................................... Tahap Informasi ... Breakdown ............ Cost Model ....................... Tahap Kreatif ................................ Tahap Rekomendasi ................................................... Latar Belakang Proyek........................... 1......................................

...................... Tahap Rekomendasi ............ 158 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A............................................................................... Saran ........................ Kesimpulan ....................5.............................................................. 161 B............................. 162 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN xii ...............

PERHITUNGAN PLAT DUA ARAH Aslx Asly Astx Asty Atul b dx dy Dx Dy f’c fy h hmin k Ib1 ln = luas tulangan lapangan per meter lebar arah-x = luas tulangan lapangan per meter lebar arah-y = luas tulangan tumpuan per meter lebar arah-x = luas tulangan tumpuan per meter lebar arah-y = luas tulangan per diameter = lebar plat per 1m = tinggi efektif d dalam arah-x = tinggi efektif d dalam arah y = diameter tulangan arah-x = diameter tulangan arah-y = kuat tekan beton yang ditentukan. = besarnya suku bunga tahunan ( % ) = jumlah tahun = sejumlah uang pada saat ini.DAFTAR NOTASI EKONOMI TEKNIK A F i n P = sejumlah uang yang dibayar seiap tahun = sejumlah uang pada saat yang akan datang. MPa = tegangan leleh yang diisyaratkan dari tulangan baja = tebal plat = tinggi minimum plat = koefisien tahanan = momen inersia balok tepi -1 = bentang bersih plat yang menentukan (sisi panjang) xiii .

8 aksial tekan.Is1 Mlx Mly Mtx Mty n p s α1 = momen inersia pelat tepi-1 = momen lapangan maksimum per meter lebar di arah-x = momen lapangan maksimum per meter lebar di arah-y = momen tumpuan maksimum per meter lebar di arah-x = momen tumpuan maksimum per meter lebar di arah-y = jumlah tulangan = selimut beton = jarak spasi antar tulangan = kekakuan balok tepi dan plat pada arah sisi pendek (tepi-1) = nilai rerata kekakuan balok tepi dan plat = nilai banding sisi panjang dan sisi pendek = ly / lx . ly > lx αm β β1 = faktor reduksi kuat tekan beton 0.008(f’c – 30) untuk f’c = 30 – 55 MPa 0. dan aksial tekan dengan lentur . dan aksial tarik dengan lentur= 0.65 ρ ρ min ρ maks = rasio penulangan plat = rasio tulangan minimum ρ aktual = rasio tulangan yang diperlukan = rasio tulangan maksimum xiv .70 .85 – 0.komponen struktur dengan tulangan spiral maupun sengkat ikat = 0.85 untuk f’c ≤ 30 MPa 0.komponen struktur dengan tulangan sengkang biasa = 0.65 untuk f’c ≥ 55 MPa Ф = faktor reduksi kekuatan aksial tarik.

diasumsikan 1.0 = rasio penulangan yang diperlukan = rasio penulangan maksimum = momen yang terjadi terhadap titik o searah sumbu x = momen yang terjadi terhadap titik o searah sumbu y = jumlah fondasi = keliling tiang (cm) = beban aksial bangunan = perlawanan ujung sondir (kg/cm2) = beban yang didukung oleh tiang = kapasitas ijin pondasi = tebal pile cap xv .PERHITUNGAN PLAT PRECAST a As Atul d D L Mn Mr Mu = tinggi distribusi tegangan persegi dari muka balok tekan = luas tulangan lapangan per meter lebar = luas tulangan per diameter = tinggi efektif = diameter tulangan = panjang precast = momen nominal penampang = momen rencana = momen perlu ultimate PERHITUNGAN FONDASI TIANG PANCANG A bo b1 B d Eg F Fmax My Mx n1 O P qc Q Qijin th = luas dasar tiang pancang (cm2) = keliling daerah kritis = lebar kolom = lebar pile cap = tinggi efektif pile cap = end bearing piles.

N γ = faktor daya dukung Terzaghi Qu R SF = daya dukung ultimate = jari-jari sumuran = faktor keamanan = 2-3 = angka faktor gaya gesek = berat jenis tanah (tabel 2. Nq.8) = sudut gesek internal β2 γ ϕ xvi .Tf Vu xi yi Σ(x2) Σ(y2) ФVc = total friksi sondir (kg/cm2) = kuat geser terfaktor pada penampang = jarak tiang ke-i terhadap titik o searah sumbu x = jarak tiang ke-i terhadap titik o searah sumbu y = jumlah kuadrat jarak x terhadap titik o = jumlah kuadrat jarak y terhadap titik o = tegangan geser yang diijinkan PERHITUNGAN FONDASI SUMURAN c Df D1 D2 f = kohesi tanah = kedalaman fondasi = diameter sumuran luar = diameter sumuran dalam = gaya perlawanan akibat lekatan per satuan luas Nc.

................................................................................................. 83 Tabel 4......1 Breakdown ............... 41 Tabel 2.................................... 46 Tabel 2......3 Metode Zero-One.......DAFTAR TABEL Tabel 2....................................6 Matrik Evaluasi...2 Analisis Fungsi................................. 47 Tabel 2.. 59 Tabel 2......................1 Rencana Anggaran Biaya Secara Global .............................. 19 Tabel 2................12 Jarak Fondasi Tiang Minimum ................. 15 Tabel 2........ 23 Tabel 2......14 Hubungan β 2 dan ϕ (Sudut Gesek Dalam Tanah)............................................ 59 Tabel 2..........................15 Rasio Penulangan f’c = 25 Mpa................................. 52 Tabel 2................... fy = 240 MPa.................................8 Beban Hidup Pada Lantai Gedung..........11 Luas...................... 88 xvii .....................................10 Rasio Penulangan f’c = 30 Mpa..13 Nilai-Nilai Faktor Daya Dukung Terzaghi .................. 40 Tabel 2..... 22 Tabel 2. fy = 240 Mpa................. 62 Tabel 4.............7 Beban Mati Bahan Bangunan dan Komponen Bangunan.................................................................... 25 Tabel 2...............9 Momen Yang Menentukan per Meter Lebar Dalam Jalur Tengah Pada Plat Dua Arah Akibat Beban Terbagi Rata ........3 Informasi Umum dan Kriteria Desain Pekerjaan Plat............................ 39 Tabel 2........2 Breakdown Pekerjaan Struktur.............. Berat Tulangan perDiameter .......5 Metode Zero-One Mencari Indeks ............... 26 Tabel 2...................................4 Metode Zero-One untuk Mencari Bobot........ 79 Tabel 4.......................

..... 157 xviii .........15 Kriteria Desain Alternatif Pekerjaan Fondasi ..... 93 Tabel 4............................. 122 Tabel 4................................................................ 107 Tabel 4.................8 Analisis Fungsi Pekerjaan Plat....16 Perbandingan Harga Existing dan Alternatif Struktur Bawah ...... 152 Tabel 4...........9 Metode Zero-One Mencari Bobot Pekerjaan Plat....7 Perbandingan Harga Existing dan Alternatif Pekerjaan Plat......................... 151 Tabel 4.........................14 Keuntungan dan Kerugian Alternatif Pekerjaan fondasi ..................19 Metode Zero-One Mencari Indeks ..........5 Keuntungan dan Kerugian Alternatif PekerjaanPlat ....................13 Analisis Fungsi Pekerjaan Fondasi .............17 Analisis Fungsi Pekerjaan Fondasi ..................................... 108 Tabel 4................... 118 Tabel 4...........................12 Informasi Umum dan Kriteria Desain Struktur Bawah .........11 Matrik Evaluasi Pekerjaan Plat..Tabel 4................... 109 Tabel 4.................. 150 Tabel 4...............................18 Metode Zero-One Mencari Bobot Pekerjaan Fondasi ...............................................20 Matrik Evaluasi Pekerjaan Fondasi ........ 123 Tabel 4.... 89 Tabel 4................... 119 Tabel 4............10 Metode Zero-One Mencari Indeks ...4 Analisis Fungsi Pekerjaan Plat..................6 Kriteria Desain Alternatif Pekerjaan Plat................ 113 Tabel 4.................................. 110 Tabel 4... 92 Tabel 4... 154 Tabel 4................

..........................................3 Distribusi Biaya Total ...... 45 Gambar 2...................... 64 Gambar 3...............5 Plat Precast ...... 57 Gambar 2.....................................6 Plat Dua Arah ........... 58 Gambar 2.....................................12 Penampang Fondasi Sumuran ................................................................................................2 Cost Model Proyek Gedung Rektorat Unimus....................................4 Penulisan Diagram Soal ..3 Grafik Hubungan Antara Pekerjaan Plat Dengan Biaya Perencanaannya..................................... 8 Gambar 2................1 Flow Chart Penelitian........................................................................ 159 xix ................................................... 30 Gambar 2................... 39 Gambar 2..........................................7 Diagram Momen Rancang ................................. 37 Gambar 2......................1 Struktur Organisasi Proyek ................................10 Kelompok Fondasi Tiang ................ 51 Gambar 2....................... 41 Gambar 2.......1 Berbagai Elemen Yang Mempengaruhi Perencanaan Biaya Suatu Bangunan Gedung.............................2 Cost Model Untuk Gedung Standar ... 27 Gambar 2.................................... 116 Gambar 4......... 80 Gambar 4......4 Grafik Hubungan Pekerjaan Fondasi Dengan Biaya Rencana...........................................8 Penulangan Plat ............................................... 19 Gambar 2.................11 Penampang Pile Cap..................................................... 84 Gambar 4................................DAFTAR GAMBAR Gambar 2.......... 75 Gambar 4.............9 Penulangan Topping ...........................

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Output Perhitungan SAP 2000 Lampiran 2 Perhitungan Pekerjaan Plat Lampiran 3 Perhitungan Pekerjaan Fondasi Lampiran 4 Data Spesifikasi Survey Bahan Lampiran 5 Data Penyelidikan Tanah Proyek Gedung Rektorat Unimus Rencana Lampiran 6 Kerja Syarat (RKS) Proyek Gedung Rektorat Unimus Lampiran 7 Rencana Anggaran Biaya Proyek Gedung Rektorat Unimus xx .

VE digunakan untuk mencari suatu alternatifalternatif atau ide-ide yang bertujuan untuk menghasilkan biaya yang lebih 1 . Dalam Manajemen Konstruksi (MK) terdapat suatu disiplin ilmu teknik sipil yang dapat digunakan untuk mengefesienkan dan mengefektifkan biaya.1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rencana Anggaran Biaya (RAB) suatu proyek bangunan harus direncanakan dengan efisien dan optimal. Ilmu tersebut dikenal dengan nama Value Engineering/ Rekayasa Nilai. Value Engineering merupakan suatu ilmu baru dalam dunia MK. Setelah RAB selesai. Pemerintah baru menggunakannya pada tahun 1990-an dan keberadaan Value Engineering itu sendiri masih sebagai badan konsultan serta hanya dibutuhkan oleh proyek-proyek tertentu saja yang membutuhkan jasa konsultan Value Engineering. Value Engineering (VE) adalah suatu cara pendekatan yang kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengefisienkan biaya-biaya yang tidak perlu. terkadang masih ada beberapa item pekerjaan yang memiliki anggaran biaya yang besar. Banyak hal yang dapat dilakukan sebelum membuat RAB. karena akan menunjukkan mutu dan kualitas daripada bangunan tersebut. karena masuk ke Indonesia mulai tahun 1980-an. diantaranya pemilihan desain dan bahan yang akan dipakai. Pemilihan desain dan bahan sangat penting dilakukan.

Bangunan ini terdiri dari 4 lantai dengan luas perlantai 558 m2.2 baik/ lebih rendah dari harga yang telah direncanakan sebelumnya dengan batasan fungsional dan mutu pekerjaan. Dalam memunculkan alternatif-alternatif pengganti pemilihan desain dan bahannya harus tepat. Pada pembahasan Value Engineering disini dilakukan pada proyek pembangunan gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang. Analisis VE dalam penelitian ini dilakukan pada pekerjaan struktur atas khususnya pekerjaan plat dan pada pekerjaan struktur bawah khususnya pekerjaan fondasi. Selain itu. Perencanaan awal struktur atas khususnya balok. Setelah dilakukan analisis VE diharapkan nanti terdapat cost saving/ penghematan biaya dari biaya pekerjaan struktur secara keseluruhan. Biaya yang besar tersebut dipengaruhi dari segi pemilihan desain dan bahan yang digunakan. Dalam perencanaan VE biasanya melibatkan pemilik proyek. perencanaan VE dilakukan pada tahap setelah perencanaan proyek. perencana. Pekerjaan . Analisis VE dilakukan pada pekerjaan struktur. Pekerjaan ini memiliki biaya dan bobot yang lebih besar. para ahli yang berpengalaman dibidangnya masing-masing dan konsultan VE. Analisis VE dilakukan dengan memunculkan ide-ide yang kreatif untuk mengganti perencanaan existing pekerjaan struktur. Pada penelitian ini. murah. pemilihan desain dan bahan alternatif pengganti pekerjaan struktur nantinya juga akan berpengaruh pada pembiayaan dari segi waktu dan metode pelaksanaan. kolom dan plat menggunakan beton bertulang. kuat dan ekonomis. Dalam RAB biasanya pekerjaan struktur memiliki biaya dan bobot pekerjaan yang besar.

seperti tidak diperlukannya pekerjaan perancah saat pengecoran plat topping. Dengan adanya plat precast bisa mengurangi volume pekerjaan plat. nantinya akan diusulkan plat precast/ pracetak. Analisis VE dilakukan pada struktur bawah khususnya pekerjaan fondasi karena adanya perubahan beban bangunan yang ditumpu oleh fondasi.3 struktur plat dipilih karena memiliki biaya yang lebih besar dibanding pekerjaan struktur atas beton bertulang lainnya. Perubahan beban bangunan ini disebabkan karena adanya perubahan desain dan bahan struktur atas saat dilakukan analisis VE. Perencanaan awal fondasi menggunakan mini pile segitiga 37x37x37cm. Sebagai alternatif pengganti nantinya akan diusulkan fondasi tiang pancang silinder diameter 35cm dan fondasi sumuran. Pertimbangan dipilihnya alternatif pengganti karena adanya pengurangan jumlah pondasi yang nantinya dapat mengurangi anggaran biaya struktur bawah. Disamping itu nanti juga dimunculkan alternatif dengan menaikkan mutu beton pada pekerjaan plat. Plat topping adalah plat yang dicor diatas plat precast agar plat precast menjadi satu kesatuan dengan struktur balok. Dengan adanya pengurangan volume pekerjaan otomatis biaya pekerjaan akan menjadi berkurang. Sebagai alternatif pengganti. Dengan adanya perbandingan-perbandingan desain dan bahan lain dalam perencanaan VE pada pekerjaan plat dan fondasi diharapkan akan menghasilkan anggaran biaya total proyek yang efisien dan optimal .

6. Perhitungan beton bertulang menggunakan pedoman SKSNI – 1991 4.4 B. Perhitungan harga satuan untuk menghitung anggaran biaya pekerjaan alternatif diambil dari daftar harga satuan pekerjaan dari Balai Pengujian dan Informasi Konstruksi (BPIK) kota Semarang bulan NovemberDesember 2005. maka asumsi-asumsi yang dipakai dalam analisis VE adalah asumsi-asumsi pada saat perencanaan. . 5. 2. Data-data untuk merencanakan desain struktur ulang pekerjaan alternatif didapat dari RKS. Perhitungan desain struktur dibantu dengan program komputer SAP 2000 versi 7. Analisis VE dilakukan pada struktur atas khususnya pada pekerjaan plat dan pada struktur bawah khususnya pekerjaan fondasi. Batasan masalah yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. . Harga-harga bahan untuk pekerjaan alternatif didapat dari brosur harga bahan dengan melakukan survey terhadap perusahaan yang berkepentingan. 3. data penyelidikan tanah dan data-data lainnya dari proyek tersebut. Batasan Masalah Karena penelitian VE dilakukan setelah tahap perencanaan.42.

Mengetahui alternatif penggunaan bahan dan desain struktur apa yang digunakan dalam menganalisis atau merekayasa nilai (value engineering) terhadap struktur plat dan fondasi. Bagaimana memunculkan atau mencari alternaif-alternatif desain dan bahan dalam aplikasi Value Engineering yang dapat membuat perencanaan anggaran biaya struktur bawah khususnya pekerjaan fondasi menjadi efisien dan optimal dengan fungsi dan mutu pekerjaan tetap sesuai dengan rencana awal? D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang yang dikemukakan diatas diambil permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana memunculkan atau mencari alternatif-alternatif desain dan bahan dalam aplikasi Value Engineering yang dapat membuat perencanaan anggaran biaya struktur atas khususnya pekerjaan plat menjadi efisien dan optimal dengan fungsi dan mutu pekerjaan tetap sesuai dengan rencana awal? 2. . Mengetahui berapa besarnya nilai cost saving yang terjadi dalam perencanaan biaya total proyek setelah dilakukan analisis Value Engineering. 2.5 C.

F. manfaat penelitian. 2.6 3. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan memberikan banyak manfaat. perencana maupun pelaksana mengenai alternatif-alternatif apa saja yang dapat mengefisienkan biaya untuk pekerjaan plat dan fondasi dari suatu proyek. Memberikan informasi atau rekomendasi baik kepada owner. Mengetahui nilai suatu proyek sampai tahap pengembangan proyek tersebut dalam sistem periode “Cost of Life Cycle” dengan umur proyek dan bunga bank yang direncanakan. E. . batasan penelitian. Sistematika Penelitian Penelitian ini disusun dalam lima bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut : Bab I Pendahuluan Pendahuluan memuat tentang latar belakang permasalahan. Mengetahui perbedaan biaya total proyek yang telah direncanakan sebelumnya dengan biaya total proyek yang sudah dilakukan analisis Value Engineering. tujuan penelitian. rumusan masalah. diantaranya : 1. dan sistematika penelitian.

. dan proses penelitian meliputi. beton. langkah penelitian. kemudian baru diaplikasi value engineering. pekerjaan struktur bangunan. fondasi. metode pengumpulan data. Analisis dilakukan dengan menghitung ulang desain dan rencana anggaran biaya alternatif desain struktur. beton precast/ pracetak. ekonomi teknik. SAP2000. Pembahasan dilakukan pada tahap rekomendasi yang merupakan fase terakhir dalam tahapan aplikasi value engineering. . tempat penelitian. Bab IV Analisis Penelitian dan Pembahasan Bab ini menguraikan data-data untuk dilakukan analisis dan pembahasan.7 Bab II Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori Bab ini menjelaskan pokok-pokok kajian tentang definisi value engineering. Bab III Metodologi Penelitian Bab ini membahas tentang jenis penelitian. Bab V Penutup Pada bab penutup berisi tentang kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan penelitian tentang aplikasi value engineering terhadap elemen struktur bangunan. Rencana Anggaran Biaya (RAB).

1. 8 . Untuk mengetahui dan memperjelas penggunaan value engineering dalam hubungannya dengan elemen pekerjaan tersebut dapat kita lihat pada gambar 2.8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 1974 ).1 Berbagai Elemen Yang Mempengaruhi Perencanaan Biaya Suatu Bangunan Gedung ( Dell’Isola. mekanikal. Sipil dan Struktur Arsitektur Elektrikal Mekanikal Gambar 2. elektrikal. Pengertian Value Engineering Dalam perencanaan anggaran biaya suatu proyek bangunan dipengaruhi oleh beberapa elemen pekerjaan dalam ilmu keteknik sipilan. struktur. diantaranya arsitektur. Value Engineering (VE) 1.

sesuatu yang menghidupkan penampilan yang baik ataupun sifat yang diinginkan oleh konsumen. Dell’Isola (1974) mendefinisikan value engineering adalah suatu pendekatan sistematis untuk memperoleh hasil yang maksimal dari setiap biaya yang dikeluarkan.9 Gambar 2. sipil. mekanikal. elektrikal dan lain-lain. maka akan mempengaruhi biaya total keseluruhan. kadang-kadang dapat membuat anggaran biayanya menjadi besar dan mempengaruhi biaya total proyek. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha pendekatan VE untuk merencanakan penghematan biaya yang masih berpedoman pada desain utama. Dimana diperlukan suatu usaha kreatif untuk .1 menjelaskan bahwa biaya total bangunan dipengaruhi oleh berbagai elemen pekerjaan. misalnya apabila terjadi pembengkakan biaya pada salah satu elemen. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu metode yang dapat membuat biaya elemen tersebut menjadi optimal. Sebagai contoh. dalam elemen arsitek perencanaan desain dan bahan yang dipakai untuk membuat suatu bangunan tampak indah dan menarik. Biaya yang tidak perlu ini adalah biaya yang tidak memberikan kualitas. Keputusan yang diambil dalam masing-masing elemen pekerjaan tersebut akan mempengaruhi biaya baik didalam elemen tersebut maupun secara keseluruhan. Miles (1971) dalam Barrie dan Poulson (1984) mengatakan Rekayasa Nilai/ Value Engineering adalah suatu pendekatan yang terorganisasi dan kreatif yang bertujuan untuk mengadakan pengidentifikasian biaya yang tidak perlu. kegunaan. seperti arsitektur. Metode tersebut dalam manajemen konstruksi disebut Value Engineering.

Menurut Donomartono (1999) Value Engineering adalah suatu metode evaluasi yang menganalisa teknik dan nilai dari suatu proyek atau produk yang melibatkan pemilik. perencana dan para ahli yang berpengalaman dibidangnya masing-masing dengan pendekatan sistematis dan kreatif yang bertujuan untuk menghasilkan mutu dan biaya serendah-rendahnya. operasi atau pelaksanaan.10 menganalisa fungsi dengan menghapus atau memodifikasi penambahan harga yang tidak perlu dalam proses pembiayaan konstruksi. yaitu dengan batasan fungsional dan tahapan rencana tugas yang dapat mengidentifikasi dan menghilangkan biaya-biaya dan usaha-usaha yang tidak diperlukan atau tidak mendukung. Menurut Heller (1971) dalam Hutabarat (1995) Rekayasa Nilai merupakan penerapan sistematis dari sejumlah teknik untuk mengidentifikasikan fungsi-fungsi suatu benda dan jasa dengan memberi nilai terhadap masing-masing fungsi yang ada serta mengembangkan sejumlah alternatif yang memungkinkan tercapainya fungsi tersebut dengan biaya total minim. pergantian alat dan lain-lain. pemeliharaan. .

seperti . Untuk itu diperlukan berbagai ilmu dalam bidang keteknik sipilan. Berorientasi pada sistem Perancangan harus dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh dimensi permasalahan. Suatu pekerjaan sebelum dilakukan perhitungan analisis VEnya. Karakteristik Value Engineering Menurut Hutabarat (1995) karakteristik Value Engineering diantaranya adalah : a. melihat keterkaitan antara komponen- komponennya dalam mengidentifikasikan dan menghilangkan biayabiaya yang tak diperlukan.11 2. Dalam penerapan VE harus jeli mencari elemen pekerjaanpekerjaan yang memiliki potensial untuk dilakukan analisis VE. b. c. Dalam melakukan analisis VE pada suatu item pekerjaan harus memperhatikan perencanaan anggaran biayanya. harus diperhitungkan dulu dari segi perencanaan desain struktur dan anggaran biayanya. sehingga dapat menghasilkan penghematan biaya total proyek. Berorientasi pada fungsi Perancangan dimulai dengan mengidentifikasi fungsi-fungsi yang dibutuhkan. agar nantinya dapat dilakukan pengidentifikasian dan penghilangan biaya-biaya yang tidak diperlukan. Multi disiplin Perancangan melibatkan berbagai disiplin keahlian. Bagaimana proses perencanaan biaya dari komponen-komponen item pekerjaan tersebut.

Tahap rekomendasi . Misalnya. Tahap analisis d. Tahap pengembangan e. Tahap kreatif c. teknik fondasi dan lain-lain. Dalam mencari alternatif pengganti dapat diusulkan sebanyak-banyaknya secara kreatif. Banyaknya alternatif yang diusulkan akan membuat banyaknya pilihan untuk dijadikan alternatif pengganti dengan membandigkan alternatif-alternatif tersebut dan memilih salah satu alternatif yang terbaik. e. maka harus diperhitungkan apakah investasi modal yang ditanamkan dalam produk tersebut bisa kembali dalam jangka waktu yang pendek. Berorientasi pada siklus hidup produk Melakukan analisis terhadap biaya total untuk memiliki dan mengoperasikan fasilitas selama siklus hidupnya. siklus hidup produk tersebut direncanakan dalam jangka waktu pendek. bahan.12 struktur beton. Tahap informasi b. Tahapan-tahapan Dalam Value Engineering Menurut Hutabarat (1995) tahapan-tahapan dalam aplikasi VE dibagi menjadi 5 yaitu : a. d. Pola pikir kreatif Proses perancangan harus dapat mengidentifikasikan alternatif-alternatif pemecahan masalah secara kreatif. 3. Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Sistem alternatif material atau metode apa yang digunakan dalam konsep aslinya. Seberapa sering penggunaan desain ini setiap tahunnya. . Tahap Informasi Dalam Hutabarat (1995) menyebutkan tahap informasi adalah mengumpulkan sebanyak mungkin data mengenai proyek. Masalah khusus apa yang ada pada sistem atau proyek. tahap-tahap tersebut akan diuraikan sebagai berikut : a. Menurut Dell’Isola (1974) dalam Barrie dan Poulson (1984) informasi suatu item pekerjaan dapat berupa jawaban dari pertanyaanpertanyaan sebagai berikut : Itemnya apa ? Apa fungsinya ? Berapa nilai fungsi tersebut ? Berapa total biayanya ? Area mana yang mempunyai indikasi biaya tinggi atau nilai yang rendah ? Selain itu informasi penting lainnya dapat berupa : Sudah berapa lama desain itu dibuat atau digunakan.13 Untuk lebih jelasnya.

daerah sekitar. Teknik-teknik tersebut akan dijelaskan sebagai berikut : 1) Breakdown Menurut Dell’Isola (1974) breakdown adalah suatu analisis untuk menggambarkan distribusi pemakaian biaya dari item-item pekerjaan suatu elemen bangunan. Batasan yang dipakai untuk proyek. Bila memiliki bobot pekerjaan . Perhitungan desain. Kebutuhan-kebutuhan regular. dan analisis fungsi. Utility yang tersedia. Partisipasi publik. Unsur-unsur desain (komponen konstruksi dan bagian-bagian dari proses). Jumlah biaya item pekerjaan tersebut kemudian diperbandingkan dengan total biaya proyek untuk mendapatkan prosentase bobot pekerjaan. cost model. kondisi tanah. Riwayat proyek.14 Informasi umum suatu proyek menurut Donomartono (1999) dapat berupa : Kriteria desain teknis. gambar sekitar). Kondisi lapangan (topografi. Teknik-teknik yang dapat dipergunakan pada tahap informasi yaitu. breakdown.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. Bila memiliki prosentase besar. Pekerjaan C 4. nantinya dipilih salah satu item pekerjaan A-F yang memiliki potensial untuk dilakukan analisis VE. Biaya Rp …………………………… Rp…………………………… Rp…………………………… Rp…………………………… Rp…………………………… Rp…………………………… Rp M Rp N = Rp M / Rp N = …% .1 dapat dijelaskan sebagai berikut : Pekerjaan A-F merupakan item-item pekerjaan dari suatu elemen bangunan yang memiliki potensial untuk dilakukan VE. maka potensial dilakukan VE. Pekerjaan E 6. Pekerjaan B 3. 2. Item pekerjaan tersebut dipilih karena memiliki biaya yang besar dari elemen pekerjaan yang lainnya. dalam memilih item pekerjaan dapat ditinjau dari segi bahan dan desain yang nantinya dapat memunculkan berbagai macam alternatif pengganti. Selain memiliki biaya yang besar. maka item pekerjaan tersebut potensial untuk dianalisis VE.15 besar. Pekerjaan D 5.1. Pekerjaan A 2. Untuk mengetahui item pekerjaan tersebut potensial untuk dilakukan VE adalah dengan memperbandingkan jumlah item pekerjaan tersebut dengan biaya total proyek. Tabel. Pekerjaan F Total Biaya total proyek keseluruhan Persentase Sumber : Dell’Isola (1974) Tabel 2. Setelah diidentifikasi.1 Breakdown Item Pekerjaan 1.

Untuk lebih jelasnya cost model dapat dilihat pada gambar 2.2. Perbedaan biaya tiap elemen bangunan tersebut dapat dijadikan pedoman dalam menentukan item pekerjaan mana yang akan dianalisis VE. Bagian atas adalah jumlah biaya elemen bangunan dan dibawahnya merupakan susunan biaya item pekerjaan dari elemen bangunan tersebut.16 2). Dengan cost model dapat diketahui biaya total proyek secara keseluruhan dan dapat dilihat perbedaan biaya tiap elemen bangunan. Penggambarannya dapat berupa suatu bagan yang disusun dari atas ke bawah. Cost Model Dell’Isola (1974) mengatakan cost model adalah suatu model yang digunakan untuk mengambarkan distribusi biaya total suatu proyek. .

umum Sistem Dasar Arsitek Mekanikal Elektrical Pondasi Alat Kondisi umum Normal Konstruksi Internal Dinding luar & Atap Pemipaan Umum Abnormal HC Sistem special Struktur Keterangan : Kond. Spec termasuk kontijensi Finishing Dalam Pemadam Kebakaran Sistem lain = Ideal Cost Vertikal Trans. Vertikal 17 = Aktual Worth Horizontal Gambar 2.2 Cost Model Untuk Gedung Standar (Dell’Isola 1974) .17 Gedung Standar Kondisi Lapangan Persyaratan & Spec.

18 Gambar 2. tujuan atau prosedur yang . 3). sedangkan pada bagan dengan garis putus-putus/ aktual worth merupakan rencana anggaran biaya setelah dilakukan analisis VE. Biaya total proyek diperoleh dari penjumlahan elemen bangunan. Analisis fungsi merupakan suatu pendekatan untuk mendapatkan suatu nilai tertentu. dalam hal ini fungsi merupakan karakterisitk produk atau proyek yang membuat produk atau proyek dapat bekerja atau dijual. Biaya elemen bangunan merupakan penjumlahan dari item-item pekerjaan yang terdapat dalam elemen tersebut. pemadam kebakaran. seperti arsitek. Secara umum fungsi dibedakan menjadi fungsi primer dan fungsi sekunder. mekanikal. Fungsi primer adalah fungsi. Analisis Fungsi Menurut Hutabarat (1995) fungsi adalah kegunaan atau manfaat yang diberikan produk kepada pemakai untuk memenuhi suatu atau sekumpulan kebutuhan tertentu. Untuk bagan dengan garis utuh/ ideal cost adalah biaya perencanaan awal dan merupakan rencana anggaran biaya proyek. Nantinya dapat dilihat perbedaan antara biaya perencanaan awal proyek dengan biaya proyek yang sudah dilakukan analisis VE. elektrikal dan lain-lain seperti pada gambar. HC.2 menjelaskan suatu bagan cost model yang menggambarkan distribusi perencanaan biaya suatu proyek gedung standar. seperti pada elemen mekanikal terdapat item pekerjaan pemipaan.

2... Agar perancang dapat mengidentifikasikan komponen-komponen dan menghasilkan komponen-komponen yang diperlukan.. ΣRp C Jumlah Sumber : Donomartono (1999) Nilai cost / worth = ΣRp C / ΣRp W Dari tabel 2. .. Fungsi sekunder adalah fungsi pendukung yang mungkin dibutuhkan untuk melengkapi fungsi dasar agar mempunyai nilai yang baik... Analisis fungsi dapat dilihat pada tabel 2. Tabel....2....2 dapat dijelaskan sebagai berikut : - Analisis fungsi hanya menerangkan item pekerjaan yang akan dianalisis VE dan definisi fungsi dari kata kerja dan kata benda..2 Tabel Analisis Fungsi NO KOMPONEN FUNGSI VERB NOUN KIND WORTH ( Rp ) COST ( Rp ) 1 2 A B menahan meneruskan beban beban P S Rp. Analisis fungsi bertujuan untuk : Mengidentifikasikan fungsi-fungsi utama ( sesuai dengan kebutuhan ) dan menghilangkan fungsi-fungsi yang tidak diperlukan. Rp. Analisis fungsi selain digunakan pada tahap informasi nantinya juga dimunculkan pada tahap analisis.... B merupakan komponen-komponen dari item pekerjaan yang akan dianalisis fungsinya.... - A....19 merupakan tujuan utama dan harus dipenuhi serta suatu identitas dari suatu produk tersebut dan tanpa fungsi tersebut produk tidak mempunyai kegunaan sama sekali. ΣRp W Rp. Rp...

sedangkan lebih dari 1 terjadi penghematan. Apabila semakin besar nilainya lebih dari 1. Tahap Kreatif Menurut Hutabarat (1995) Tahap kreatif adalah mengembangkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa memenuhi fungsi primer atau pokoknya. Untuk verb merupakan identifikasi fungsi kata kerja pada komponen. Alternatif tersebut dapat dikaji dari segi desain. Untuk kind merupakan identifikasi fungsi jenis daripada komponen. - Pada kolom cost diisi biaya dari komponen pekerjaan existing. Untuk noun merupakan identifikasi fungsi kata benda daripada komponen. waktu pelaksanaan. P merupakan fungsi primer/ pokok.20 - Pada kolom fungsi yang terdapat kolom verb. - Nilai cost/worth hanya menunjukkan besarnya efesiensi penghematan item pekerjaan tersebut. metode pelaksanaan dan lain-lain. Sebagai bahan . Pada worth diisi biaya untuk komponen pekerjaan alternatif setelah dilakukan perhitungan anggaran biayanya. noun dan kind merupakan identifikasi fungsi daripada komponen. b. maka semakin besar pula penghematan yang terjadi. Bila nilai cost/worth kurang dari 1. bahan. sedangkan S merupakan fungsi sekunder. maka tidak ada penghematan. Untuk itu diperlukan adanya pemunculan ide-ide guna memperbanyak alternatif-alternatif yang akan dipilih.

Untuk lebih jelasnya teknik-teknik tersebut akan diuraikan sebagai berikut : 1). Kriteriakriteria tersebut nantinya sebagai bahan evaluasi untuk memilih alternatif yang dipilih. Keuntungan metode ini adalah mudah dimengerti dan pelaksanaannya cepat dan mudah. kemudian dibuatkan suatu ranking hasil penilaian. Metode zero-one dapat dilihat pada tabel 2. c. Metode Zero-One Menurut Hutabrat (1995) metode zero-one adalah salah satu cara pengambilan keputusan yang bertujuan untuk menentukan urutan prioritas fungsi-fungsi. Ide yang kurang baik dihilangkan. Sebagai dasar penilaian/ pertimbangan untuk dilakukan analisis VE dapat dipilih kriteria-kriteria dari item pekerjaan. Prinsip metode ini adalah menentukan relativitas suatu fungsi “lebih penting” atau “kurang penting” terhadap fungsi lainnya. . Alternatif atau ide yang timbul diformulasikan dan dipertimbangkan keuntungan dan kerugiannya yang dipandang dari berbagai sudut. Fungsi yang “lebih penting” diberi nilai satu (one).3. sedangkan nilai yang “kurang penting” diberi nilai nol (zero). metode zero-one dan matrik evaluasi.21 pertimbangan dalam mengusulkan alternatif dapat disebutkan keuntungan dan kerugiannya. Dalam mengevaluasi dapat menggunakan teknik diantaranya. Tahap Analisis Dalam tahap ini diadakan analisa terhadap masukan-masukan ide atau alternatif.

D (berdasarkan jumlah nilai). Nilai-nilai pada matriks ini kemudian dijumlah menurut baris dan dikumpulkan pada kolom jumlah.3 Metode Zero-One Fungsi A B C D E Jumlah 4 1 1 1 1 X A 2 1 1 0 X 0 B 3 1 1 X 1 0 C 0 0 X 0 0 0 D 1 X 1 0 0 0 E Sumber : Hutabarat (1995) dengan : 1 = Lebih penting 0 = Kurang penting X = Fungsi yang sama Cara pelaksanaan metode zero-one ini adalah dengan mengumpulkan fungsi-fungsi yang tingkatannya sama. kemudian disusun dalam suatu matriks zero-one yang berbentuk bujursangkar. Pada tahap analisis menggunakan dua bentuk tabel metode zero-one yang berbeda. C. Sebaiknya baris 2 kolom 1 bernilai 0. E. . sehingga ada matriks akan terisi X.4) dan metode zero-one untuk mencari indeks (tabel 2.3 diatas pada baris 1 kolom 2 bernilai 1. B.5). Dari matriks diatas diperoleh urutan prioritas adalah A. artinya fungsi A lebih penting dari fungsi B.6).22 Tabel 2. Bobot dan indeks tersebut nantinya digunakan dalam menghitung matrik evaluasi (tabel 2. yaitu metode zero-one mencari bobot untuk kriteria yang diusulkan (tabel 2. Setelah itu dilakukan penilaian fungsi-fungsi secara berpasangan. Sebagai contoh pada tabel 2.

tenaga kerja dan sebagainya. Dalam menentukan kriteria harus berhubungan dengan pekerjaan tersebut. waktu.4 Metode Zero-One untuk Mencari Bobot Kriteria A B C D E Nomor Kriteria 1 2 3 4 5 Nomor Kriteria 1 X 1 0 0 0 2 0 X 0 0 0 3 1 1 X 0 0 4 1 1 1 X 0 5 1 1 1 1 X Total 3 4 2 1 0 Ranking 2 1 3 4 5 Bobot Sumber : Isworo. Suryanto (1999) Tabel 2. Kolom total merupakan penjumlahan pada baris penilaian . Kriteria-kriteria yang dipakai harus sama dengan kriteria yang dimunculkan pada tahap kreatif. Sutikno.23 Tabel 2. Pemberian nilai X adalah fungsi A-E pada kolom dan baris mempunyai fungsi sama penting. asal masih berhubungan dengan pekerjaan tersebut. Nomor kriteria baik kolom maupun baris merupakan pemberian angka sesuai urutan kriteria. Tugino. Pemberian nilai 1 adalah fungsi A-E pada kolom lebih penting dari baris A-E. Pemberian nilai 0 adalah fungsi A-E pada kolom kurang penting dari baris A-E.4 dapat dijelaskan sebagai berikut : Pada kolom fungsi A-E merupakan kriteria komponen dari item pekerjaan yang di VE. misalnya dalam melaksanakan suatu pekerjaan harus direncanakan dari segi biaya.

- Menurut Hutabarat (1995) menentukan bobot dengan mengambil skala bobot total 100 dan bobot dihitung dengan rumus : = {angka ranking yang dimiliki / jumlah angka ranking}x 100. Matrik Evaluasi Menurut Hutabarat (1995) matrik evaluasi adalah salah satu alat pengambilan keputusan yang dapat menggabungkan kriteria kualitatif (tak dapat diukur) dan kriteria kuantitatif (dapat diukur). maka terdapat ranking 1-5. Cara . kondisi lapangan. Kriteria-kriteria pada metode ini dapat ditinjau dari aspek item pekerjaan yang dipilih.24 - Pemberian angka pada ranking sesuai jumlah kriteria yang ada. - Pemberian ranking dilakukan secara terbalik. jumlah tenaga. 2). waktu pelaksanaan. selanjutnya terus turun sampai yang total terendah mendapat angka ranking 1. yaitu yang mendapat total tertinggi angka ranking 5. misalnya pembiayaan. berat struktur pelaksanaan metode ini adalah : Menetapkan alternatif-alternatif solusi yang mungkin Menetapkan kriteria-kriteria yang berpengaruh Memberikan penilaian untuk setiap alternatif terhadap masing-masing kriteria Menghitung nilai total untuk masing-masing alternatif Memilih alternatif dengan nilai total terbesar dan sebagainya. misal pada tabel terdapat 5 kriteria (A-E).

B.5 Metode Zero-One Mencari Indeks Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 0 C 0 1 X Jumlah 0 2 1 Indeks 0 2/3 1/3 Sumber : Hutabarat (1995) Tabel 2.5 dan tabel 2.C pada kolom dan baris mempunyai fungsi sama penting.B.C pada kolom kurang penting dari baris A.B. Pemberian nilai X adalah fungsi A.5 dijelaskan sebagai berikut : A. yaitu metode zero-one untuk mencari indeks dan matrik evaluasi. Indeks merupakan perbandingan jumlah dengan total jumlah pada fungsi.B. Pemberian nilai 0 adalah fungsi A.C adalah item pekerjaan yang dianalisis VE Pemberian nilai 1 adalah fungsi A. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. .6.B.B.25 Dalam menghitung matrik evaluasi menggunakan dua tabel. Tabel 2.C pada kolom lebih penting dari baris A. Kolom jumlah merupakan penjumlahan pada baris.C.C.

6 Matrik Evaluasi No Fungsi Bobot 1 2 3 A B C Kriteria 1 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 2 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 3 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 4 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 5 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 6 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 7 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 8 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y 9 Bobot Indeks Y Indeks Y Indeks Y ΣY ΣY ΣY Total Sumber : Hutabarat (1995) dengan : Y = Bobot x Indeks ΣY = jumlah total pada baris Y 26 .26 Tabel 2.

Untuk baris bobot diambil dari metode zero-one tabel 2. Nilai indeks diambil dari metode zero-one tabel 2. Life Cycle Cost Menurut Donomartono (1999) dalam perencanaan biaya total suatu proyek harus memperhatikan sistem yang disebut life cycle cost atau cost of life cycle agar total biaya ultimate dari pekerjaan konstruksi. Tahap Pengembangan Menurut Donomartono (1999) pada tahapan pengembangan ini menyiapkan semua ide atau pendapat secara keseluruhan untuk diteliti ke dalam desain preliminari. Untuk mencapai total biaya yang optimal diperlukan studi . Untuk lebih jelasnya life cycle cost diuraikan sebagai berikut : 1).5. d.6 dijelaskan sebagai berikut : A.C adalah item pekerjaan yang dianalisis VE Untuk baris kriteria 1 sampai dengan 9 merupakan asumsi kriteria dari item pekerjaan yang dianalisis VE. pemeliharaan dan pergantian alat dapat diperhitungkan dengan baik. kemudian dipresent value (PV). dibuatkan gambaran solusi.B.27 Tabel 2. diestimasikan dalam life cycle cost dari desain asal dan dengan desain yang baru diusulkan. operasional. Untuk pekerjaan alternatif yang dipilih dilihat dari yang memiliki total indeks dikali bobot (ΣY) terbesar.4.

3 Distribusi Biaya Total (Dell’Isola. biaya supplier (material). . Untuk biaya inisial adalah pembiayaan untuk pembangunan proyek tersebut. Life Cycle Cost Inisial Operasi Pemeliharaan Pergantian Gambar 2. Perencanaan pembiayaannya berdasarkan umur rencana proyek yang ditentukan.3 menjelaskan total biaya keseluruhan yang dikeluarkan untuk sebuah proyek. pemeliharaan dan pergantian merupakan pembiayaan yang dikeluarkan setelah proyek tersebut selesai dan bangunannya sudah digunakan/ dipakai. seperti biaya perencanaan.28 VE dan untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai biaya yang dikeluarkan oleh proyek dapat dilihat pada gambar 2.3. Life cycle cost biasa dipakai sebagai alat bantu dalam analisa ekonomi untuk mencari alternatif-alternatif berbagai kemungkinan dalam pengambilan keputusan dan menggambarkan nilai sekarang dan nilai akan datang dari suatu proyek selama umur manfaat proyek itu sendiri dengan memperhatikan faktor ekonomi dan moneter yang saling dependen satu sama lainnya. Untuk biaya operasi. biaya konstruksi/ pelaksanaan. 1974) Gambar 2.

Rencana Anggaran Biaya (RAB) Menurut Ibrahim (1994) Rencana Anggaran Biaya suatu bangunan atau proyek adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah tenaga kerja serta biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut. Anggaran Biaya Teliti Anggaran biaya teliti adalah anggaran biaya bangunan atau proyek yang dihitung dengan teliti dan cermat sesuai dengan ketentuan dan syarat- . namun harga satuan tiap m2 luas lantai tidak terlalu jauh berbeda dengan harga yang dihitung secara teliti. Rekomendasi ini nantinya digunakan untuk menyakinkan owner atau pengambil keputusan. yaitu : 1. Walaupun namanya anggaran biaya kasar. B. jelas. cepat dan tanpa memojokkan salah satu pihak. Anggaran Biaya Kasar ( Taksiran ) Dalam menyusun anggaran biaya kasar sebagai pedoman digunakan harga satuan tiap meter persegi (m2) luas lantai.29 e. 2. Dalam menyusun anggaran biaya dapat dilakukan dengan dua cara. Tahap Rekomendasi Tahapan ini bisa berupa suatu presentasi secara tertulis atau lisan yang ditujukan kepada semua pihak yang terlibat dalam memahami alternatif-alternatif yang akan dipilih dalam usulan tim VE yang dapat disampaikan secara singkat.

.. c.. Inc) untuk analisis dan desain struktur yang berorientasi obyek.3) C. SAP2000 Menurut Wigroho (2001) SAP2000 adalah perangkat lunak yang dikeluarkan oleh CSi (Computer and Struktur... Gunanya untuk menentukan/ menghitung besarnya masing-masing volume pekerjaan..(pers. Penyusunan anggaran biaya yang dihitung dengan teliti didasarkan atau didukung oleh : a.30 syarat penyusunan anggaran biaya....(pers....... SNI atau harga satuan dari BPIK..2) Persentase bobot pekerjaan adalah besarnya persen pekerjaan siap dibanding dengan pekerjaan siap seluruhnya. Secara umum rumus menghitung RAB dapat disimpulkan sebagai berikut : RAB pekerjaan = Σ (volume x harga satuan pekerjaan). Harga Satuan Pekerjaan Didapat dari harga satuan bahan dan harga satuan upah berdasarkan perhitungan analisa BOW.. SAP2000 merupakan program versi terakhir yang paling lengkap dari seri-seri program analisis struktur SAP.. b..2. B e s t e k Gunanya untuk menentukan spesifikasi bahan dan syarat-syarat teknis.....2. baik SAP80 maupun SAP90..... Gambar Bestek...... Keunggulan program SAP2000 antara lain ditunjukkan . Rumusnya sebagai berikut : Bobot = {(volume x harga satuan) / harga bangunan }x 100%..

2. fasilitas sehingga desain pengguna baja tidak dengan perlu mengoptimalkan penampang menentukan profil untuk masing-masing elemen. Kuat tarik leleh fy adalah kuat tarik leleh minimum yang diisyaratkan atau titik leleh dari tulangan dalam mega pascal (MPa). 3. dinyatakan dalam mega pascal (MPa). Disamping itu juga adanya profil. baik untuk material baja maupun beton.31 dengan adanya fasilitas untuk desain elemen. . Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain. 4. dipakai dalam perencanaan struktur beton. agregat kasar dan air dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk masa padat. agregat halus.sama dalam menahan gaya yang bekerja. Beton Istilah-istilah beton menurut SK SNI T-15-1991-03 diantaranya : 1. Kuat tekan yang diisyaratkan f’c adalah kuat tekan beton yang ditetapkan oleh perencanaan struktur (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm). D. yang diisyaratkan dengan atau tanpa prategang dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama . tetapi cukup memberikan data profil secukupnya dan program akan memilih sendiri profil yang paling optimal atau ekonomis. Beton bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum.

Double-tee floor slab .Planks floors . Beton Precast/ Pracetak Beton pracetak menurut SK SNI T-15-1991-03 adalah elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan.Bubble floors . plat dan pondasi. yaitu : . Menurut Triwiyono (2005) beton pracetak biasanya tersusun dari komponen-komponen yang dibuat atau dicetak tidak pada posisi akhir. diangkut dan dipasang pada posisi akhir untuk disatukan dengan komponen lain membentuk suatu bangunan utuh.32 5. E. Komponen-komponen ini dipersiapkan di tempat lain untuk kemudian diangkat.Hollow core floor units . kolom. Beton normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2200-2500kg/m3 menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak menggunakan bahan tambahan. Terdapat 4 jenis plat pracetak yang ada dipasaran. Jenis beton pracetak diantaranya balok.

.0013 Gambar plat precast dapat dilihat pada gambar 2.4.5 MPa atau lebih Rasio tulangan minimal ρ = 0. biasanya diatasnya dicor beton bertulang yang disebut dengan topping. termal Membuat lantai berperilaku sebagai diafragma Membuat finishing lantai lebih baik dan menerus Menaikkan stabilitas horizontal Persyaratan topping antara lain : Tebal minimum 40 mm Kuat tekan beton fc = 22.33 Agar plat pracetak menjadi satu kesatuan. akustik. Alasan pemakaian topping antara lain : Kekakuan lentur lebih besar Meningkatkan ketahanan terhadap getaran.

4 Plat Precast/ Pracetak (Triwiyono.34 Gambar 2. 2005) 34 .

rangka atap dan banyak lagi. plat. dan kayu. . Dimana kedua bagian bangunan itu mempunyai hubungan saling keterkaitan satu sama yang lain. Plat dapat ditumpu oleh balok. suatu balok mencakup bagian dari plat pada tiap sisi balok sebesar proyeksi balok yang berada di atas atau di bawah plat. Untuk beton sendiri ada yang menggunakan beton konvensional maupun beton precast/ pracetak. sehingga tidak bisa dipisahkan dalam perhitungan perencanaannya Desain struktur atas khususnya plat biasanya terbuat dari bahan beton. Pekerjaan plat dan fondasi akan diuraikan sebagai berikut : 1.35 F. Plat Dua Arah Menurut Vis dan Kusuma (1993) plat dua arah adalah struktur statis tak tentu yang keempat tepinya ditumpu. Pekerjaan Struktur Bangunan Menurut RKS (Rencana Kerja dan Syarat) proyek pembangunan Gedung Rektorat Unimus (2005) sebuah bangunan bertingkat dibagi dalam dua bagian struktur bangunan yaitu bangunan struktur atas dan bangunan struktur bawah. Pada konstruksi monolit atau komposit penuh. Bangunan struktur atas terdiri dari kontruksi balok. kalau bangunan struktur bawah terdiri dari sloof sampai ke bagian fondasi. kolom. tetapi tidak boleh lebih besar dari empat kali tebal plat (SK SNI T – 15 – 1991 – 03). baja. Struktur bawah khususnya fondasi direncanakan sesuai dengan kondisi tanah tempat proyek itu berada. diambil yang terbesar. kolom.

4. 2.………………………………(pers. b1 ..5 Plat Dua Arah b hs hb α3 lx ln.36 a. lnx . Perhitungan Pekerjaan Plat Dua Arah Menurut Apriyatno (2004) α4 α1 α2 ly hb ln.b) .y Gambar 2..2.a) Is1 = momen inersia pelat tepi-1 = 1/12 .2..4) dengan : α1 = kekakuan balok tepi dan plat pada arah sisi pendek (tepi-1) α1 = kekakuan balok tepi dan plat pada arah sisi panjang (tepi-2) Ib1 = momen inersia balok tepi -1 = 1/12 .(pers.………………………………(pers.x 1). hb13……………. hs3…………………………………………….4. Menghitung Tebal Plat α1 = Ib1 / Is1 α1 = Ib2 / Is2 α3 = Ib3 / Is3 α4 = Ib4 / Is3…………………………….

2...a) αm = nilai rerata kekakuan balok tepi dan plat hmin = tinggi minimum plat 2).….0 → hmin = 90 mm hmin = {(0.2. hs3 αm = (α1 + α2 + α3 + α4) / 4………………..8) dengan : ln = bentang bersih plat yang menentukan (sisi panjang) β = nilai banding sisi panjang dan sisi pendek = ly / lx .……......2.37 Ib2 = 1/12 .0 → hmin = 120 mm αm ≥ 2..8 + fy/1500)ln}/ 36 + 9β………………………..5) dengan : α m = nilai rerata kekakuan balok tepi dan plat Dalam segala hal untuk : αm < 2.…….(pers..(pers.7) hmaks = {(0.………………….……..2.(pers..2.……………………………(pers.8 + fy/1500)ln}/ 36 + 5β { αm – 0...6) hmin = {(0. hb23 Is2 = 1/12 .…. ly > lx…………………………………………. lny .2 DL + 1.12 (1 + 1/β)}…... Menghitung Beban Kerja Beban hidup (LL) KN/m2 (tergantung fungsi) Beban mati (DL) KN/m2 (beban luar + berat sendiri plat) Beban berfaktor = Wu = 1.(pers.8 + fy/1500)ln}/ 36…………. b2 .6.6 LL ...

001 . lx2 Mty = Cty . Wu .2.6 Diagram Momen Rancang Mtx = Ctx . lx2 Mlx = Clx .. .9. untuk beban hidup dapat dilihat pada tabel 2.. lx2 Mly = Cty . 0. 0.001 . 0. Wu . lx2…………………………….001 .(pers. untuk beban mati dapat dilihat pada tabel 2. Wu .001 .7 LL = beban hidup. Momen Rancang Gambar 2. 0.38 dengan : Wu = beban berfaktor per satuan luas DL = beban mati.……………….8 3). Wu .9) Untuk nilai C dapat dicari pada tabel 2.

dengan tebal 11 maksimum 4mm 10 . semen merah atau tras Dinding pasangan bata merah 450 .dari semen 17 .terdiri dari : .dari kapur.setengah batu Langit-langit dan dinding (termasuk rusuk-rusuknya. tanpa adukan . per cm tebal : 21 . tanpa penggantung langit-langit atau pengaku).7 Beban Mati/ Sendiri Bahan Bangunan dan Komponen Gedung Bahan Bangunan dan Komponen Bangunan Nilai Beban (kg/m2) 2400 Beton bertulang 2000 Tanah.2.s minimum 0.semen asbes (eternit dan bahan lain sejenis). per cm tebal Sumber : Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 (Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. dengan bentang 7 maksimum 5 m dan jarak s.80 m 24 Penutup lantai dari ubin semen portland.lempung dan lanau 1000 Air Adukan. teraso. dan beton. Bandung) . dengan tebal 1 – 4mm Penggantung langit-langit (dari kayu).k.39 Tabel.satu batu 250 .kaca.

dengan minimum Nilai Beban (kg/m2) 200 125 250 400 500 600 500 300 500 250 g.d.8 Beban Hidup pada Lantai Gedung No Uraian a. j. bordes tangga. asrama. seperti masjid. toko besi. bengkel Lantai sekolah. 2. toko buku. h. toko. m. Bandung) . dan gang dari yang disebut dalam d. kantor. bordes tangga. 400 800 300 l. dan panggung penonton dengan tempat duduk tetap Panggung penonton dengan tempat duduk tidak tetap atau untuk penonton berdiri Tangga. b. bioskop.f dan g Lantai untuk: pabrik.untuk lantai bawah . kecuali yang disebut dalam b Lantai dan tangga rumah tinggal sederhana dan gudang tidak penting yang bukan untuk toko.untuk lantai tingkat lainnya Balkon-balkon yang menjorok bebas keluar harus direncanakan terhadap beban hidup dari lantai ruang yang berbatasan. i. Lantai dan tangga rumah tinggal. gereja. dan rumah sakit Lantai ruang olah raga Lantai ruang dansa Lantai dan balkon dalam dari ruang-ruang untuk pertemuan yang lain dari pada yang disebut dalam a s/d e. pabrik. ruang arsip.f dan g Lantai ruang pelengkap dari yang disebut dalam c. dan ruang mesin harus direncanakan terhadap beban hidup yang ditentukan tersendiri. Sumber : Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 (Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. toserba. ruang rapat. c. perpustakaan. dan gang dari yang disebut dalam c Tangga. restoran. dengan minimum Lantai gedung parker bertingkat : . hotel. f. ruang kuliah. gudang.e.40 Tabel. ruang pergelaran. bengkel. ruang alat-alat. d. k. e.e.

001.0 1.0 1 2 3 4 Mlx= 0.Wu.41 Tabel 2.5 3.Wu.ln .001.Wu.ln .Wu.0 2.X Mly= 0.4 1.X Mtx= -0.001.6 1.ln .001.X Mty= -0.ln2.2 1.9 Momen Yang Menentukan per Meter Lebar Dalam Jalur Tengah Pada Plat Dua Arah Akibat Beban Terbagi Rata No Momen per meter lebar ly/lx =1.X 2 2 2 25 25 51 51 34 22 63 54 42 18 72 55 49 15 78 54 53 15 81 54 58 15 82 53 62 14 83 51 65 14 83 49 Sumber : Vis dan Kusuma (1993) 41 .8 2.

11) dengan : dx = tinggi efektif d dalam arah-x dy = tinggi efektif d dalam arah y h = tebal plat p = selimut beton Dx = diameter tulangan arah-x Dy = diameter tulangan arah-y . Menghitung Tinggi Efektif Plat Dy Dx dx dy h p b = 1000 mm Gambar 2.(pers..42 4).2.………………….7 Penulangan Plat Tinggi efektif : Arah x → dx = h-p-Dx / 2………….……………………………….10) Arah y → dy = h-p-Dx.dy/2…………………….2.(pers.

d ρ aktual = Astx / b ..12) ρ min = → tabel 2.. d ………………………………………….b.. f’c .(pers..b.2.2.2..2.19) ρ min < ρ aktual < ρ maks → ok . b.…. dx Asty = ρ .17) ρ aktual = Aslx / b .75 {(0..dy2 k = Mtx / Ф..15) s = 1000 / n…………………………………………….13) Aslx = ρ .dx2 k = Mty / Ф..…………………………………………. β 1 / fy) x (600 / 600 + fy)}.2.(pers..10 Tabel Rasio Penulangan (kmin)……….(pers.dx2 k = Mly / Ф.85 . b. d ρ aktual = Asly / b ..2....14) n = Aslx / Atul n = Asly / Atul n = Astx / Atul n = Asty / Atul………………………………………………………(pers.. b..b.. dy Astx = ρ . Menghitung Jumlah Tulangan k = Mlx / Ф.43 5)..dy2 ……….. dy……………………………………………………. dx Asly = ρ .2..……………...b. b..2.....(pers.(pers.(pers...18) ρ maks = 0.(pers.4 / fy……………………………………………………. d ρ aktual = Asty / b .16) ρ min = 1.

44 dengan: Mlx = momen lapangan maksimum per meter lebar di arah-x Mly = momen lapangan maksimum per meter lebar di arah-y Mtx = momen tumpuan maksimum per meter lebar di arah-x Mty = momen tumpuan maksimum per meter lebar di arah-y Ф = faktor reduksi kekuatan = 0.11) n = jumlah tulangan s = jarak spasi antar tulangan ρ = rasio penulangan plat ρ min = rasio tulangan minimum ρ aktual = rasio tulangan yang diperlukan ρ maks = rasio tulangan maksimum .8 b = lebar plat per 1m dx = tinggi efektif dalam arah-x dy = tinggi efektif dalam arah-y k = koefisien tahanan Aslx = luas tulangan lapangan per meter lebar arah-x Asly = luas tulangan lapangan per meter lebar arah-y Astx = luas tulangan tumpuan per meter lebar arah-x Asty = luas tulangan tumpuan per meter lebar arah-y Atul = luas tulangan per diameter (lihat tabel 2.

2 WD + 1. MPa fy = tegangan leleh yang diisyaratkan dari tulangan baja 2.65 untuk f’c ≥ 55 MPa f’c = kuat tekan beton yang ditentukan. Plat Precast Perhitungan Plat Satu Arah Beton Precast Menurut PT JHS.008(f’c – 30) untuk f’c = 30 – 55 MPa 0. Beban berfaktor Beban hidup (LL) KN/m2 (tergantung fungsi) Beban mati (DL) KN/m2 (beban luar + berat sendiri plat) Beban berfaktor = Wu = 1.45 β 1 = 0.8 . untuk beban mati dapat dilihat pada tabel 2. untuk beban hidup dapat dilihat pada tabel 2. System Pada Proyek Pembangunan Apartemen Perwira Tinggi PTIK Kebayoran Jakarta Selatan (September 2006) a.85 untuk f’c ≤ 30 MPa 0.6 WL dengan : Wu = beban berfaktor per satuan luas DL = beban mati.85 – 0.7 LL = beban hidup.

7381 2.7929 3. fy = 240 MPa ρ 0.0097 0.0091 0.0088 0.0120 0.0068 0.8330 3.3766 1.2214 2.2832 3.0141 0.7806 2.6316 2.0136 0.6102 2.0089 0.8731 Sumber: Apendiks (Dipohusodo.0110 0.1559 2.6693 ρ 0.0063 0.1380 3.0146 0.2004 3.0147 0.6021 1.0065 0.0111 0.0175 0.0168 0.1996 2. fc = 30 MPa.0070 0.1796 3.9582 1.5796 1.4670 1.6110 3.1171 3.0166 0.0069 0.0114 0.0176 k 3.5907 3.0090 0.6469 1.0124 k 2.7123 3.0174 0.0117 0.0144 0.1778 2.7728 3.5347 1.5888 2.0137 0.1121 2.0170 0.2432 ρ 0.6718 3.0067 0.0112 0.3245 3.0167 0.0162 0.6245 1.0064 0.0121 0.46 Tabel 2.0148 0.7526 3.6516 3.0115 0.7169 2.0023 2.6743 2.0098 k 1.5121 1.5459 2.0072 k 1.0149 0.4218 1.0113 0.0243 2.0150 K 3.7325 3.0118 0.8130 3.0062 0.4445 1.0754 3.0084 0.9902 2.0163 0.0682 2.0059 0.0143 0.0116 0.0142 0.0096 0.0094 0.0122 0.0058 0.0085 0.0172 0.0963 3.0092 0.6529 2.3539 1.1340 2.0086 0.0173 0.6313 3.0093 0.0139 0.6921 3.0138 0.4896 1.5674 2.0119 0.7594 2.0071 0.0061 0.5571 1.0145 0.0463 2.0066 0.2625 3.2211 3.6956 2.2418 3.0095 0.0123 0.5029 2.1999) 46 .0902 2.9361 1.1588 3.0140 0.3992 1.0165 0.0164 0.0171 0.8631 3.8018 ρ 0.0060 0.0087 0.0169 0.0545 3.3039 3.10 Tabel Rasio Penulangan ( ρ ) vs Koefisien Tahanan ( k).3451 ρ 0.5244 2.

91 5.99 Sumber : Ibrahim (1994) 47 .61 7.18 5.64 0.55 3.55 8.04 1.55 9.15 0.78 2.22 0.08 9.93 6.46 3.33 1.54 1.62 10.31 6.39 1.95 1.30 0.18 Berat Tulangan (kg/m) 2.13 7.28 0.47 Tabel 2.38 0.26 3.23 2.52 4.55 7.00 2.62 0.46 Diameter Tulangan d (mm) 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Luas Tulangan A (cm2) 3.27 2.20 0.79 0.16 6.83 5.50 0.50 0.54 2.48 4.98 3.04 8. Berat Tulangan per Diameter Diameter Tulangan d (mm) 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Luas Tulangan A (cm2) 0.75 0.13 1.71 7.80 4.17 4.72 2.15 4.77 2.11 Luas.85 4.89 1.55 5.14 Berat Tulangan (kg/m) 0.21 1.31 5.39 0.58 1.07 7.83 3.01 2.73 6.

Penulangan arah memanjang (tulangan utama) Mu = 1/8. Kapasitas Momen/m’ d = h – d – 1/2D ρ = 1. b.48 b.20) dengan : Mu = momen perlu ultimate Wu = beban berfaktor per satuan luas L = panjang precast Tul.4 / fy . Wu. Perhitungan Penulangan Plat Topping 1).……………………. d n = As / Atul s = 1000 / n ρ min = 1.. L2………………………….8 Penulangan Topping a).(pers. 2. precast Plat Precast b Gambar 2. memanjang Tul. melitang Topping p d h Tul.4/ fy As = ρ.

49

ρ aktual = As / b . d ρ maks = 0,75 {(0,85 . f’c . β 1 / fy) x (600 / 600 + fy)}
ρ min < ρ aktual < ρ maks
a = (As. fy) / (0,85. f’c. b)…………………………….……………..(pers.2.21) Mn = As. fy (d – a/2)………………………………………………..(pers.2.22) Mr = Ф Mn > Mu …………………………………………………..(pers.2.23) dengan : h = tebal plat D = diameter tulangan p = selimut beton d = tinggi efektif b = lebar plat per 1m As = luas tulangan lapangan per meter lebar Atul = luas tulangan per diameter n = jumlah tulangan s = jarak spasi antar tulangan

ρ = rasio penulangan
ρ min = rasio tulangan minimum

ρ actual = rasio tulangan yang diperlukan ρ maks = rasio tulangan maksimum
β 1 = 0,85 untuk f’c ≤ 30 MPa
0,85 – 0,008(f’c – 30) untuk f’c = 30 – 55 MPa 0,65 untuk f’c ≥ 55 MPa

50

f’c = kuat tekan beton yang ditentukan, MPa fy = tegangan leleh yang diisyaratkan dari tulangan baja a = tinggi distribusi tegangan persegi dari muka balok tekan Ф = faktor reduksi kekuatan = 0,8 Mn = momen nominal penampang Mr = momen rencana

2). Penulangan arah melintang (tulangan bagi) As = 0,002 . b . h…………………………………………………….(pers.2.24) n = As / Atul s = 1000 / n

3). Cek Stage Erection (saat konstruksi) a). Perhitungan Momen/m’ Mu = 1/8. Wu. L2 = Mu < Mr half slab

51

3. Fondasi Menurut Hardiyatmo (1996) fondasi adalah bagian terendah bangunan yang meneruskan beban bangunan ke tanah atau batuan yang berada di bawahnya. Terdapat dua klasifikasi fondasi, yaitu fondasi dangkal dan fondasi dalam. Fondasi dangkal didefinisikan sebagai fondasi yang mendukung beban secara langsung, seperti : fondasi telapak, fondasi memanjang dan fondasi rakit. Fondasi dalam didefinisikan sebagai fondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau batu yang terletak relatif jauh dari permukaan, contohnya fondasi sumuran dan fondasi tiang.

a. Fondasi Tiang Pancang Menurut Hardiyatmo (2001) fondasi tiang digunakan untuk mendukung bangunan bila lapisan tanah kuat terletak sangat dalam. Fondasi tiang digunakan untuk beberapa maksud, antara lain: - Untuk meneruskan beban bangunan yang terletak di atas air atau tanah lunak, ke tanah pendukung yang kuat. - Untuk meneruskan beban ke tanah yang relatif lunak sampai kedalaman tertentu, sehingga pondasi bangunan mampu memberikan dukungan yang cukup untuk mendukung beban tersebut oleh gesekan dinding tiang dengan tanah di sekitarnya. - Untuk mengangker bangunan yang dipengaruhi oleh gaya angkat ke atas akibat tekanan hidrostatis atau momen penggulingan.

5d atau 75 cm 2d atau 60 cm 3 – 5d atau 75 cm .Untuk menahan gaya-gaya hotisontal dan gaya yang arahnya miring. .12 Jarak Fondasi Tiang Minimum Fungsi tiang Tiang dukung ujung dalam tanah keras Tiang dukung ujung pada batuan keras Tiang gesek Sumber : Hardiyatmo (2001) Jarak as-as tiang minimum 2 – 2. Dalam masalah kelompok tiang yang terpenting adalah jarak tiang.Untuk mendukung fondasi bangunan yang permukaan tanahnya mudah tergerus air. Jadi kelompok tiang merupakan kumpulan dari beberapa tiang yang bekerja sebagai satu kesatuan.12 Tabel 2. sehingga kapasitas dukung tanah tersebut bertambah. . Kelompok tiang umumnya digunakan bila beban yang diterima oleh fondasi tiang terlalu besar. sehingga tidak mampu bila digunakan satu tiang. Penyatuan kelompok tiang dengan pelat beton atau yang biasa dikenal dengan pile cap (poer). Jarak minimum tiang dapat dilihat pada tabel 2. sehingga pusat berat kelompok tiang dan pusat berat poer terletak pada satu garis vertikal.52 . Pada umumnya susunan tiang dibuat simetris (jarak tiang sama).Untuk memadatkan tanah pasir.

.......... A/ 3) + (Tf .(pers.……(pers..14 ..... D …………………………………………... 3.2...(pers... Jumlah tiang pancang n1 = Pu/ (Qijin ...……(pers.. Tf a)..………. 2006) Dari perhitungan SAP didapat : Pu...53 1). My Dari data sondir diperolah : qc.0 ..………………….2... Mx. D2……………………………….. Perhitungan Fondasi Tiang Pancang Menurut Muyasaroh dan Joko (Tugas Kuliah Rekayasa Fondasi II.14 ..(pers... diasumsikan 1...2.. Menghitung Kapasitas Ijin Pondasi A = 1/4 .27) dengan : A = luas dasar tiang pancang (cm2) qc = perlawanan ujung sondir (kg/cm2) O = keliling tiang (cm) Tf = total friksi sondir (kg/cm2) Qijin = kapasitas ijin pondasi b)..25) O = 3.a) Eg = end bearing piles.…. O) / 10………………….......2..2. Eg)……………………....28....……….26) Qijin = (qc ....….28) dengan : n1 = jumlah tiang dalam satu pile cap Pu = beban aksial bangunan = P kolom + berat pile cap..

(pers.2.…….. yi) / Σ(y2) ………….29) dengan : Q = beban yang didukung oleh tiang My = momen yang terjadi terhadap titik o searah sumbu x Mx = momen yang terjadi terhadap titik o searah sumbu y xi = jarak tiang ke-i terhadap titik o searah sumbu x yi = jarak tiang ke-i terhadap titik o searah sumbu y Σ(x2) = jumlah kuadrat jarak x terhadap titik o Σ(y2) = jumlah kuadrat jarak y terhadap titik o . xi) / Σ(x2) + (Mx .54 1 o 3 y x 4 2 yi L yi xi B xi Gambar 2. Daya dukung per tiang Q = Pu/n1 + (My ...9 Kelompok Fondasi Tiang c).

………. 1/3 . bawah xi xi th d p Tiang pancang Gambar 2. bo . dengan : bo = keliling daerah kritis b1 = lebar kolom d = tinggi efektif pile cap ФVc = tegangan geser pons yang diijinkan Vu = kuat geser terfaktor pada penampang Ф = factor reduksi kekuatan = 0.2.55 d)...(pers.30) ФVc = Ф .10 Penampang Pile Cap Vu pons = Pu bo = 2 ( b1+ d) + 2 (b1 + d)………………………. MPa fc .2..31) . atas Sudut 45° o Tul.………………(pers.. Cek Terhadap Geser Pons kolom b1 x b1 Tul.6 fc = kuat tekan beton. d > Vu pons……………….

34) Mn = Mu / 0.(pers.………………………(pers..2. Perhitungan Tulangan Pile cap : Mu = Q .36) F = 1 .85.………………….…(pers.xi + Q . d2)………………….2.1 .……………………….(pers.2.8 …………………………. B ... d .2. fc / fy………………. b ..2. B .………………………(pers.2..…………………………….(pers. Cek Terhadap Geser Lentur Vu geser lentur = total Q tiang ФVc geser lentur = Ф . 0..40) n = As tul atas / A tul dengan : Mu = momen perlu ultimate .2. 450 / 600+ fy………………….2.85 .2.... B.(pers...(pers...2k……………………….35) k = Mn / (0. d >Vu geser lentur………. fc . 1/6 .………. d n = As / A tul Tulangan atas = 0.39) ρmin = 1.4 / fy Asmin= ρmin .…………………………. d………......…………………….Dengan rumus th = d + p + 1/2 D.37) Fmax = β1 .th diambil dengan syarat fondasi masih didalam bidang geser/ didalam garis sudut 45° fc . xi …………………………….32) f)... Menghitung tebal pile cap (th) .(pers.33) .56 e). B ..15% .38) F < Fmax → tulangan tunggal As = F .…………………………….

Fondasi kaison merupakan jenis peralihan antara fondasi dangkal dan dalam. Fondasi kaison bor dibuat dengan cara mengebor lebih dulu untuk membuat lubang di dalam tanah. Di Indonesia fondasi kaison sering dibuat berbentuk silinder.57 Mn = momen nominal penampang k = koefisien tahanan F = rasio penulangan yang diperlukan Fmax = rasio penulangan maksimum B = lebar pile cap Asmin = luas tulangan minimum lapangan per meter lebar ρ min = rasio tulangan minimum b. Kaison bor dibedakan menurut materialnya. Fondasi Sumuran atau Kaison Menurut Hardiyatmo (2001) fondasi kaison terdiri dari dua tipe. Fondasi kaison yang berbentuk silinder atau kotak beton dibuat dengan membenamkan silinder beton ditempatnya. kaison beton terselubung pipa baja atau pipa beton. kaison beton dilengkapi dengan inti baja dalam pipa baja. Fondasi ini dimaksudkan untuk mengirimkan beban besar . kemudian lubang diisi beton. Bagian tubuh kaison dapat dilindungi pipa yang merupakan bagian dari fondasi atau pipa pelindung ditarik setelah pengecoran. yaitu kaison bor dan kaison. yaitu kaison bor beton. bersamaan dengan penggalian tanah. sehingga umumnya disebut fondasi sumuran karena bentuknya mirip sumur.

2..41) Qijin = Qu / SF…………………………………………. γ . Perhitungan Fondasi Sumuran Dari perhitungan SAP didapat : Pu Dari data boring diperoleh : c = 0. 1). N γ = faktor daya dukung Terzaghi (tabel 2.42) dengan : Qu = daya dukung ultimate R = jari-jari sumuran c = kohesi tanah Nc.2. Df. f.Nq + 0.3 cNc + γ . Menghitung Kapasitas Ijin Fondasi Menurut Suryolelono (1994) Qu = π . Nq.R2(1.R.6. c………………………………………………(pers.. Pemakaian fondasi sumuran digunakan karena fondasi tiang pancang tidak diperbolehkan berhubung getaran akibat proses pemancangan tiang mengganggu stabilitas bangunan di sekitarnya.10 kg/cm2 = 10 KN/m2 ϕ = 20 ° a).13) γ = berat jenis tanah (tabel 2.58 yang harus melalui air atau material jelek sebelum mencapai tanah pendukung yang kuat.7) Df = kedalaman fondasi f = gaya perlawanan akibat lekatan per satuan luas = β 2 .………(pers.. 2.R.41a) .Df.(pers.N γ ) + 2 π .

8 95.4 12.36 17.7 4.14 SF = faktor keamanan = 2-3 Tabel 2.5 5.5 41.4 297.0 9.14 Hubungan β 2 dan ϕ (Sudut Gesek Dalam Tanah) Sudut gesek dalam tanah ( ϕ ) β2 10 15 20 25 30 35 40 45 Sumber : Suryolelono (1994) 1.1 1.6 Nq 1.3 173.2 52.3 287.7 7.153.1 N 0.59 β 2 = angka dari tabel 2.0 1.7 35.2 Sumber : Hardiyatmo (1996) Tabel 2.3 347.1 37.5 1.7 22.4 81.5 36.01 7.6 2.9 415.13 Nilai-nilai Faktor Daya DukungTerzaghi ϕ 0 5 10 15 20 25 30 34 35 40 45 48 50 Keruntuhan Geser Umum Nc 5.06 2.7 25.62 5.97 .8 258.4 7.9 17.70 3.60 2.4 100.27 10.5 780.2 2.6 57.7 172.3 9.7 19.0 42.6 12.

Cek Terhadap Geser Pons Menurut Muyasaroh dan Joko (2006) Kolom = b x b Vu pons = P bo = 2 .6 . fc . b . d > Vu pons d). (b + d) + 2 (b + d) ФVc = 0. Perhitungan Tulangan Pile cap : ρ min = kmin → tabel 2. d > Vu e).60 b). 1/6 . fc .15 Asmin = ρmin . b. 1/3 . bo .6 . Cek Terhadap Geser Lentur Tebal pile cap (th) = d + p + 1/2 D Tebal pile cap (th) = diambil dengan syarat fondasi masih didalam bidang geser/ didalam sudut 45° Vu geser lentur = Total Q tiang ФVc geser lentur = 0. Jumlah Fondasi Sumuran n1 = Pu/ (Qijin.d n = As / A tul . Eg) c).

D12 – 1/4 . π .. π .…….61 f).……….(pers. (1/4 .14 D1 = diameter sumuran luar D2 = diameter sumuran dalam n = As / A tul Tulangan tegak Beton Siklop Tulangan melingkar D1 D2 Gambar 2.43) dengan : π = 3.15 As = ρ min. D22)…………..11 Penampang Fondasi Sumuran . Perhitungan tulangan sumuran : Tulangan tegak : ρ min = kmin → tabel 2.2.

0069 0.0059 0.6011 2.3463 1.9418 1.0117 0.0162 0.4580 1.0140 0.7463 2.1787 2.8029 Sumber : Apendiks (Dipohusodo.0166 0.0067 0.9635 1.0111 0.1942 3.0175 0.0149 0.0165 0.5248 1.6843 2.6094 3.0072 k 1.0121 0.0091 0.1999) 62 .0097 0.0098 k 1.7258 3.0094 0.2941 ρ 0.0172 0.0115 0.0114 0.7452 3. Rasio Penulangan ( ρ ) vs Koefisien Tahanan ( k).0143 0.3687 1.6575 ρ 0.0499 2.0084 0.0065 0.15 Tabel.5704 3.0113 0.5508 3.6871 3.0137 0.0110 0.1137 3.6355 1.0087 0.0145 0.5691 1.0061 0.0062 0.0095 0.7050 2.6635 2.0144 0.5913 1.5026 1.6219 2.0122 0.2142 3.6578 3.0088 0.0090 0.0173 0.0058 0.2742 3.0138 0. fc = 25 MPa.0119 0.1144 2.5802 2.5899 3.4965 2.0174 0.0089 0.5175 2.0148 0.2542 3.0169 0.0060 0.0167 0.9851 2.2001 2.7065 3.0085 0.0139 0.4755 2.5384 2.0064 0.0163 0.0329 3.0531 3.7257 2.0112 0.6134 1.0126 3.1359 2.0150 k 3.6483 3.0116 0.0171 0.0141 0.1573 2. fy = 240 MPa ρ 0.7837 3.0147 0.0066 0.7670 ρ 0.0168 0.0092 0.0096 0.0124 k 2.1741 3.62 Tabel 2.5312 3.0136 0.0146 0.6427 2.7644 3.1339 3.2343 3.0176 k 3.1540 3.0070 0.0929 2.0063 0.0170 0.3911 1.0164 0.0068 0.0093 0.0734 3.0714 2.9201 1.5470 1.4803 1.2214 Ρ 0.0067 2.4134 1.4357 1.0071 0.0142 0.0118 0.0283 2.0086 0.6289 3.5593 2.0936 3.0120 0.0123 0.

63 .

maupun masyarakat. kelompok. ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. lembaga. Subjek penelitian dapat saja individu. faktual dan akurat mengenai fakta -fakta. ataupun status dari individu. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang. Studi kasus atau penelitian studi kasus adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. 63 . gambaran atau lukisan secara sistematis. Menurut Nazir (2003) metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia.63 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. sifat-sifat serta karakterkarakter yang khas dari kasus. kelompok. Hasil dari penelitian kasus merupakan suatu generalisasi dari pola-pola kasus yang tipikal dari individu. suatu objek. sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi. lembaga dan sebagainya. Jenis Penelitian Untuk memecahkan dan membahas permasalahan yang terjadi peneliti menggunakan penelitian deskriptif atau survey dengan metode penelitian studi kasus. suatu set kondisi. suatu sistem pemikiran. yang kemudian dari sifat-sifat di atas akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum.

kontraktor maupun pada Dinas Pekerjaan Umum yang menangani proyek-proyek besar. peraturan-peraturan Departemen Pekerjaan Umum dan peraturan-peraturan lainnya yang dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan tambahan pengetahuan. C. Proses Penelitian Langkah-langkah dan hal-hal perlu dilakukan dalam proses penelitian.64 B. Tempat Penelitian Penelitian kali ini dilakukan pada pembangunan gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang yang bertempat di jalan Kedung Mundu Semarang. . Pencarian data dapat dilakukan baik pada konsultan. internet. diantaranya : 1. Selain itu peneliti juga melakukan studi pustaka baik melalui buku-buku pustaka. Setelah mendapatkan data proyek kemudian peneliti melakukan survey ke lokasi proyek untuk mendapatkan gambaran umum kondisi lapangan. Tahap persiapan Sebelum melakukan proses penelitian peneliti harus melakukan tahap persiapan. diantaranya mengumpulkan atau mencari data-data proyek yang memiliki nilai biaya diatas 1 (satu) milyard.

Metode Pengambilan Data Primer Yaitu metode dengan cara melakukan survey langsung pada konsultan maupun pelaksana yang menangani proyek tersebut. Data Primer Data primer adalah data pokok yang digunakan dalam melakukan analisis value engineering. Rencana Kerja dan Syarat (RKS). data bahan atau material bangunan yang digunakan.65 2. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara : a. yaitu : a. Data Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian dikelompokkan menjadi 2. peraturan-peraturan bangunan gedung dari Departemen Pekerjaan Umum dan data-data lainnya yang dapat dijadikan referensi dalam menganalisis VE. b. diantaranya data mengenai daftar harga satuan dan analisa pekerja. seperti gambar bestek. Data sekunder. . 3. data tenaga kerja. data alat-alat berat. Selain itu peneliti juga melakukan observasi langsung ke lokasi proyek tersebut. Data primer dapat berupa data-data teknis dari proyek. Rencana Anggaran Biaya (RAB). Data Sekunder Data sekunder adalah data-data pendukung yang dapat dijadikan input dan referensi dalam melakukan analisis VE.

Luas bangunan . 4. dimana data dan informasi tersebut diolah menurut kebutuhan pada tahap selanjutnya.Nilai proyek . instansi yang menangani masalah jasa dan konstruksi bangunan. Perusahaan itu dapat meliputi perusahaan bahan/ material bangunan. (seperti BPIK. Metode Pengambilan Data Sekunder Yaitu metode dengan cara melakukan survey langsung pada instansiinstansi atau perusahaan-perusahaan yang diangap berkepentingan. Informasi umum yang diperlukan antara lain adalah : . Dinas KIMTARU dan lain-lain ) dan perusahaan- perusahaan lainnya yang bisa dijadikan bahan referensi. pemborong tenaga kerja.66 b. Analisis Data Dari data-data yang telah dikumpulkan dilakukan analisis VE untuk menghasilkan adanya suatu penghematan biaya atau saving cost. Analisis VE dilakukan tiga tahap. kontraktor. Tahap Informasi Pada tahap awal ini dilakukan upaya-upaya untuk mendapatkan informasi sebanyak-sebanyaknya yang relevan dengan obyek studi yang akan dievaluasi.Lokasi proyek .Nama proyek . yaitu : a.Pemilik proyek . konsultan. persewaan alat-alat berat.

yaitu : Gambar-gambar perencanaan Spesifikasi biaya Perkiraan biaya Pendekatan desain Perhitungan desain/ konstruksi Data-data kondisi setempat Jadwal kegiatan. Pengulangan desain informasi Adalah pelaksanaan mengumpulkan semua informasi yang menyangkut segala aspek kepentingan obyek studi. dan lain-lain. data informasi tersebut dapat dijadikan kumpulan data yang dibutuhkan dan disusun dalam suatu deskripsi permasalahan dan tujuan penghematannya. Adapun yang termasuk didalam obyek studi. . Penentuan sasaran studi Untuk mengetahui sasaran studi dan berapa besar perkiraan target penghematan biaya didapat dengan membuat struktur biaya dari keseluruhan elemen obyek studi yang memperlihatkan dengan jelas bagian dan elemen yang ada sebagai sasaran studi tersebut.Spesifikasi proyek Langkah-langkah penunjang yang biasa diterapkan dalam tahap informasi adalah sebagai berikut : 1). Dalam proses evaluasi selanjutnya. 2).67 .

dan perhatian diutamakan kepada rasio yang menyolok. Alternatif-alternatif tersebut dapat ditinjau dari berbagai aspek. maka dapat dipilih elemen-elemen obyek studi yang mempunyai potensi penghematan optimum dengan metode perbandingan (rasio) antara biaya asal dan target biaya. Hanya karena memiliki merk atau . diantaranya : 1). Bahan atau material Pemunculan penggunaan alternatif bahan dikarenakan semakin banyaknya jenis bahan bangunan yang diproduksi dengan kriteria mempunyai fungsi yang sama. berfikir kreatif adalah hal sangat penting dalam mengembangkan ide-ide untuk memunculkan alternatif- alternatif dari elemen yang masih memenuhi fungsi tersebut. Seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi jenis bahan yang mempunyai fungsi yang sama dapat dibuat atau dicetak dengan mutu dan kualitas yang hampir sama juga. kemudian disusun secara sistematis. Tahap Kreatif Didalam value engineering. Pemilihan elemen dengan potensi penghematan optimum Dari struktur dan perkiraan target penghematan biaya tersebut. presentasi pembagian pekerjaan (bobot). b.68 3). Cara ini dikenal dengan analisis fungsi yang menguraikan rasio cost dengan worth.

sehingga waktu penyelesaian pekerjaan dapat membutuhkan waktu yang cukup lama. maka pemilihan alternatif bahan dapat dilakukan dalam analisis VE. excavator. maka harga bahan tersebut menjadi berbeda. kualitas dan fungsi yang sama dengan rencana awal tapi dengan harga lebih rendah dapat dilakukan 2). semakin kecil pula biaya yang dikeluarkan.69 lisensi yang berbeda. Maka dalam analisis VE dapat berpedoman pada metode pelaksanaan. Dengan demikian. Sebagai contoh. bahwa suatu pekerjaan konsrtuksi bangunan yang dikerjakan dengan tenaga manusia dan alat-alat sederhana akan membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan dikerjakan menggunakan alat-alat yang lebih modern. Dengan demikian dapat dilihat. Pencarian bahan dengan mutu. Pada zaman dulu cara menyelesaikan suatu pekerjaan hanya mengandalkan tenaga manusia dengan alat-alat sederhana. crane dan lain-lain yang dapat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan konstruksi bangunan. Seiring dengan kemajuan teknologi. . Cara atau metode pelaksanaan pekerjaan Dalam melaksanakan suatu pekerjaan pastinya mempunyai cara atau metode sendiri-sendiri. kini muncul alat-alat bantu yang lebih canggih dalam menyelesaikan pekerjaan. adanya alat-alat berat seperti dozer. karena semakin pendek waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan. sehingga pekerjaan dapat cepat selesai.

Terkadang dengan bobot pekerjaan yang tetap.Banyak cara yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. . Waktu pelaksanaan pekerjaan Setiap pekerjaan dalam suatu proyek pastinya sudah mempunyai jadwal pelaksanaan dalam perencanaan time schedule. Dengan demikian. matrik evaluasi dan lain-lain. alternatif pengurangan waktu pelaksanaan dapat dijadikan pedoman karena akan berpengaruh pada perhitungan anggaran biaya. diantaranya dengan mengganti metode pelaksanaan. menambah jumlah tenaga kerja dan lain-lain. asalkan pekerjaan tersebut tidak terdapat dalam jalur kritis. waktu pelaksanaan pekerjaan dapat dikurangi. Pemilihan dapat dilakukan dengan metode zero-one.70 3). Tahap Analisis Alternatif yang timbul diformulasikan. kemudian melakukan eliminasi ide-ide yang kurang praktis dan menilai ide kreatifitas tersebut dari segi keuntungan dan kelemahannya dengan mencari potensi penghematan biaya untuk setiap ide yang dievaluasi. Kemudian dibuatkan suatu ranking hasil penilaiannya. c.

perencana maupun pelaksana. Dalam tahap rekomendasi dapat juga berisi usulan alternatif yang direkomendasikan beserta dasar pertimbangan. b. D.71 5. Hasil Analisis Hasil analisa ini dibagi 2 (dua) tahap. . Tahap Pengembangan Mempersiapkan rekomendasi yang telah dilengkapi informasi dan perhitungannya secara tertulis dari alternatif yang dipilih dengan mempertimbangkan pelaksanaan secara teknis dan ekonomis.Membandingkan konsep semula dengan desain usulan/ alternatif. biaya annual dan operasi.Membandingkan analisa life cycle cost dari biaya investasi/ awal. Langkah-langkah tahapan pengembangan adalah sebagai berikut : . yaitu : a. biaya operasi dan pemeliharaan.Membuat konsep/ desain untuk dibandingkan satu sama lain. Tahap Rekomendasi Memberikan rekomendasi yang dapat berupa presentasi secara tertulis atau lisan dari alternatif yang sudah dipilih dalam usulan tim VE untuk ditujukan kepada semua pihak.1. Flow Chart Penelitian Untuk memudahkan pengertian dan tahapan-tahapan proses dalam penelitian dapat dibuat sebuah flow chart penelitian seperti pada gambar 3. baik pemilik. . .

1 Flow Chart Penelitian .72 Start Konsep Reduksi Biaya Cost Model Analisis Fungsi Breakdown Struktur Atas Struktur Bawah Alternatif Struktur Atas Alternatif Struktur Bawah Present Value Optimasi terbaik Rekomendasi Terbaik Stop Gambar 3.

Jadi penelitian dimulai dengan mencari data-data baik primer maupun sekunder untuk digunakan dalam proses tahapan VE selanjutnya. Pada bagian “konsep biaya reduksi” menganalisis data primer yang sudah diperoleh yaitu data rencana anggaran biaya proyek. Semua alternatif yang diusulkan dianalisis untuk nantinya dipilih satu alternatif terbaik untuk mengganti existing.1 menggambarkan urutan-urutan dalam tahapan proses penelitian aplikasi Value Engineering (VE) dan dijelaskan sebagai berikut : . Dalam pengidentifikasian supaya lebih mudah harus berpedoman pada cost model yang sudah dibuat.Bagian start sampai analisis fungsi dan breakdown Dalam tahapan VE bagian ini termasuk tahap informasi. yaitu sebuah bagan yang menggambarkan distribusi rencana biaya proyek secara keseluruhan.73 Gambar 3. bahan dan biaya.Bagian alternatif struktur atas dan bawah Bagian ini termasuk dalam tahap analisis pada tahapan VE. alternatif juga diperhitungkan dari segi desain. Analisis fungsi dan breakdown adalah teknik yang dipakai dalam mengidentifikasi elemen bangunan yang akan di VE. . . Jadi disini mencari sebanyak mungkin alternatif-alteratif pekerjaan struktur yang nantinya untuk dianalisis VE. . Untuk memudahkan dalam mencari dibuatlah cost model. Sebelum dilakukan perhitungan VE.Bagian struktur atas dan bawah Bagian ini termasuk dalam tahap kreatif. Analisis dilakukan sasaran mengidentifikasi bagian elemen bangunan mana yang mempunyai potensi untuk dianalisis VE.

Disini nantinya dilakukan perhitungan perbandingan struktur lama dengan struktur alternatif dalam siklus hidup life cycle cost. .Bagian present value Pada tahapan VE bagian ini termasuk dalam tahap pengembangan.74 . . Dalam perhitungan biayanya kedua pekerjaan tersebut dipresent value-kan / perhitungan biayanya dibuat menjadi harga sekarang (PV). Disini nantinya dibuat rekomendasi berupa presentasi baik secara tertulis maupun lisan mengenai alternatif terbaik yang diusulkan.Bagian rekomendasi terbaik Bagian ini termasuk dalam tahap rekomendasi atau tahapan terakhir dari VE.

Selain itu juga digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa UNIMUS. Gedung ini nantinya digunakan sebagai sarana untuk mengurusi segala hal yang berhubungan dengan kegiatan administrasi Universitas. Untuk mewujudkan hal tersebut UNIMUS membangun sebuah gedung Rektorat yang terletak di Jalan Kedung Mundu Raya Semarang. Sebelumnya. Tak lain halnya dengan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) yang menginginkan tambahan sarana gedung guna memperlancar proses pendidikan. hal ini untuk menunjang dalam proses belajar mengajar. Latar Belakang Proyek Sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan sangatlah penting. gedung Rektorat UNIMUS itu sendiri menjadi satu gedung dengan Yayasan Muhammadiyah yang terletak di Jalan Singosari no. UNIMUS ingin menciptakan suatu area pendidikan yang menampilkan/ menonjolkan kehandalannya sendiri untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Gedung ini merupakan salah satu dari sekian gedung yang direncanakan akan dibangun oleh UNIMUS. 33 Semarang. 75 .75 BAB IV ANALISIS VALUE ENGINEERING PROYEK GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG A.

Adapun data proyek yang didapat untuk diolah adalah sebagai berikut: Nama gedung Pemilik Lokasi gedung Fungsi gedung : Rektorat Universitas Muhammadiyah : Universitas Muhammadiyah Semarang : Jalan Kedung Mundu Raya Semarang : Untuk urusan administrasi Universitas dan sarana proses belajar mengajar (terdapat fasilitas ruang kelas) Luas lantai : 2. Data Proyek Dalam melakukan studi Value Engineering (VE) data perencanaan asli mengenai pembangunan gedung Rektorat UNIMUS sangat diperlukan.232 m2 (terdiri dari 4 lantai) Luas lantai1 = 558 m2 Luas lantai 2 = 558 m2 Luas lantai 3 = 558 m2 Luas lantai 4 = 558 m2 Pondasi Struktur Atap Biaya Pelaksanaan Pemeliharaan : Mini pile ex. PT.202.76 B. Data ini dijadikan sebagai acuan agar fungsi dan kegunaan gedung nantinya tidak berubah dari rencana awal.250. WIKA : Beton bertulang : Kap baja profil siku : Rp 5.000 : 180 hari : 90 hari .

77

C. Struktur Organisasi Proyek Dalam pelaksanaan pembangunan proyek gedung Rektorat UNIMUS diperlukan suatu manajemen dan sistem organisasi yang terarah dan teratur. Apabila dua hal tersebut dapat terealisasi dengan baik, maka akan mempermudah pengaturan kerja , sehingga pekerjaan berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami keterlambatan serta adanya pembengkakan dana anggaran. Dalam mendapatkan hasil pekerjaan yang optimal diperlukan juga adanya pengawasan dan pengendalian yang baik, maka dalam hal ini dibentuk struktur organisasi proyek, diantaranya Perencana proyek termasuk tim VE, Pelaksana proyek, Pengawas proyek. Semua kegiatan dalam struktur organisasi masih dalam pengawasan dan pengendalian pemilik proyek. Adapun tugas dan kewajiban serta tanggungjawabnya dapat dilihat pada gambar 4.1. Pemilik UNIMUS

Perencana PT. Pola Dwipa

Manajemen Konstruksi

Peneliti VE

Kontraktor/ Pelaksana PT. Sarana Dwipa Garis komando Garis koordinasi Gambar 4.1 Struktur Organisasi Proyek

78

D. Rencana Anggaran Biaya Proyek Rencana anggaran biaya direncanakan berdasarkan volume pekerjaan yang akan dikerjakan. Daftar analisa harga dan bahan pekerjaan disesuaikan dengan kondisi dan standar harga di daerah Semarang. Tiap pekerjaan dibagi menjadi beberapa pos-pos pekerjaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa biaya per pos pekerjaan dan untuk memudahkan pembagian biaya dalam hal pelaksanaan pekerjaannya nanti. Pos-pos pekerjaan beserta rencana pembiayaan secara global dapat dilihat pada tabel 4.1. RAB ini akan dijadikan acuan untuk memonitor besarnya saving cost yang terjadi setelah dilakukan VE dan untuk lebih lebih jelasnya rencana anggaran biaya secara keseluruhan dapat dilihat pada lampiran 7. E. Teknik Mengidentifikasi Pekerjaan yang Akan di Value Engineering 1. Cost Model Cost model dilakukan dengan membuat suatu bagan pekerjaan yang dikelompokkan menurut elemen pekerjaannya masing-masing. Pada bagan tersebut juga dicantumkan rencana anggaran biaya tiap item pekerjaan. Cost model ini dibuat untuk memilih pekerjaan mana yang akan di VE dengan melihat alur bagan pekerjaan. Dapat kita lihat perbedaan biaya tiap elemen pekerjaan yang kita jadikan untuk pedoman dalam analisis VE. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.2.

79

Tabel 4.1 Rencana Anggaran Biaya Secara Global
N o A B I II Sub No Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur dan Atap Pekerjaan Tanah Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 a. Pekerjaan Struktur Lantai 1 b. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 c. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 d. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 Jumlah Pekerjaan Rangka Atap dan Atap Pekerjaan Finishing Arsitektur Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a. Pekerjaan Pondasi Batu Belah b. Pekerjaan Pas. Batu Bata/Plesteran c. Pekerjaan Kosen Lantai 1 d. Pekerjaan Plafond e. Pekerjaan Pasang Lantai dan Dinding f. Pekerjaan Sanitair g. Pekerjaan Cat-catan Jumlah Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a. Pekerjaan Pas. Bt Bata/Plesteran, Beton Praktis b. Pekerjaan Kosen Lantai 2 c. Pekerjaan Plafond d. Pekerjaan Pasang Lantai dan Dinding e. Pekerjaan Sanitair f. Pekerjaan Cat-catan Jumlah Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a. Pekerjaan Pas. Bt Bata/Plesteran, Beton Praktis b. Pekerjaan Kosen Lantai 3 c. Pekerjaan Plafond d. Pekerjaan Pasang Lantai dan Dinding e. Pekerjaan Sanitair f. Pekerjaan Cat-catan Jumlah Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 a. Pekerjaan Pas. Bt Bata/Plesteran, Beton Praktis Harga Pekerjaan 7,050,000.00 2,312,675.00 699,254,070.50 424,306,723.50 404,906,710.50 745,378,727.00 2,273,846,231.50 221,928,799.00 Bobot Pekerjaan (%) 0.136 0.044 13.441 8.156 7.783 14.328 43.708 4.266

III C I

60,154,138.00 59,715,146.16 109,676,625.00 38,481,400.00 167,553,984.50 14,115,000.00 29,234,280.00 478,930,573.66

1.156 1.148 2.108 0.74 3.221 0.271 0.562 9.206

II

36,445,925.93 322,940,375.00 40,828,900.00 89,580,365.88 14,115,000.00 25,232,010.00 529,142,576.81

0.701 6.208 0.785 1.722 0.271 0.485 10.172

III

36,130,820.94 75,876,500.00 39,710,150.00 99,480,639.63 14,115,000.00 25,463,010.00 290,776,120.57

0.695 1.459 0.763 1.912 0.271 0.489 5.589

IV

51,588,400.74

0.992

115.489 1.20 1. .750.230.841 7.753.00 43.000.37 136.271 0.888 0.026 8.000.220.00 131.000.382.870.250.753.385.514. 4 + Dak) c. Pekerjaan Kosen :(Lt.46 100 Sumber : Rencana Anggaran Biaya Proyek Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang.800.00 98.653.00 5.800.682.900.257 2.691 1.80 b.00 53.202.677 14.196. Pekerjaan Pasang Lantai dan Dinding e.533 2.070.00 35. Pekerjaan Sanitair f. Pekerjaan Cat-catan D E F I II III IV V VI Jumlah Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan Halaman Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal Pekerjaan AC Pekerjaan Instalasi Plumbing Pekerjaan Sound System (Tata Suara) Pekerjaan Telepon Pekerjaan Instalasi Listrik Pekerjaan Instalasi Penangkal Petir Jumlah Total 92.350.639.00 752.776 1.00 77.00 84.394 0.410.054 1.29 106.618 0.00 377.971.151.443.100.350.200.00 35. Pekerjaan Plafond d.00 436.000.000.63 2.63 14.

202.710 Gambar 4.971. Petir 35.531 Mekanikal 191.385 Struktur atas 1.021. Lainnya 136.087.876.411 Kusen 600.034.385 Fondasi 383.928.676.471 Dinding 244.250 Plafond 196.200.175.2 Cost Model Proyek Gedung Rektorat UNIMUS 81 .498.845.000 Struktur 2.800 Pek.653.870. Persiapan 7.142.000 Struktur atap 221.705 Arsitek 1. Listrik 436.000 Penang.070 Sound 35.050.070 Elektrikal 561.151.464.553.495 AC 106.150 Pek.983.682.753.350 Halaman 131.19 Pek.81 Rektorat UNIMUS 5.892. Lain 268.363.350 Plumbing 84.250.800.000 Inst.175.799 Keramik 454.629 Finishing dalam 180.

Dari RAB dapat dilihat bahwa pekerjaan struktur memiliki rencana biaya yang besar dibanding pekerjaan lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Dari cost model dapat diketahui perbedaan biaya tiap elemen bangunan tersebut yang nantinya dijadikan pedoman dalam menentukan item pekerjaan mana yang akan dianalisis VE.2 menjelaskan cost model dari rencana anggaran biaya proyek gedung Rektorat Unimus.82 Gambar 4. Breakdown Analisa Breakdown dilakukan dengan mengidentifikasi pekerjaan yang akan di VE pada proyek pembangunan gedung Rektorat UNIMUS. Tiap elemen bangunan mempunyai rencana anggaran biaya yang berbeda-beda. biaya dari item pekerjaan tersebut dibandingkan dengan biaya total keseluruhan proyek. sedangkan pada bagan dengan garis putus-putus/ aktual worth merupakan rencana anggaran biaya setelah dilakukan analisis VE. 2. Untuk bagan dengan garis utuh/ ideal cost adalah rencana biaya pada saat perencanaan.2 . maka breakdown akan dilakukan pada pekerjaan tersebut. Untuk melihat potensi item pekerjaan yang akan di VE.

705. .2 Breakdown Pekerjaan Struktur Item Pekerjaan 1.75 Rp 435.087. Pekerjaan urugan pasir 3. Pekerjaan beton lainnya 10. - Nantinya dipilih pekerjaan plat dan fondasi untuk dianalisis VE.426.50 Rp 365.50 Rp 5.148 Rp 593.498. Pekerjaan lantai kerja 1:2:3 4. F. Pekerjaan plat 9.018 % Distribusi biaya pada tabel merupakan harga pekerjaan pada elemen struktur.928.799 Rp 2.833. Studi Value Engineering ( VE ) Dari teknik breakdown dan cost model dapat diketahui bahwa studi VE nantinya dapat dilakukan pada pekerjaan yang memiliki biaya yang besar atau yang memiliki bobot pekerjaan yang besar.202.186.202. Pekerjaan kolom 7.312. Pekerjaan fondasi tiang pancang 5.107.75 Rp 69.154.19 / Rp 2.250.604. Hal tersebut dapat dilihat pada besarnya prosentase bila dibandingkan dengan biaya total proyek.675 Rp 6.705.25 Rp 221.560. Pekerjaan struktur atap Total Biaya total proyek keseluruhan Persentase - Biaya Rp 2.257.250.19 = Rp 5.903.418.682.75 Rp 194. Pekerjaan balok 8. karena mempunyai potensial untuk terjadi penghematan biaya.343. Pekerjaan tersebut dipilih karena mempunyai biaya yang besar dari biaya elemen bangunan lainnya.50 Rp 600. Pekerjaan sloof 6.932.839.50 = 48.682.83 Tabel 4.800 Rp 8. Studi VE juga dapat dilakukan pada item pekerjaan yang memiliki potensi untuk dilakukan penghematan biaya.087. Pekerjaan galian tanah 2.498.560.

. karena adanya pengurangan jumlah fondasi. karena adanya perubahan beban yang ditahan fondasi.84 Studi VE atas proyek pembangunan gedung Rektorat UNIMUS dilakukan pendekatan dan pembatasan terhadap pekerjaan struktur . Jadi bisa terjadi penghematan biaya. Analisis dilakukan pada pekerjaan struktur bawah. 1. plat. Pada proyek ini pekerjaan struktur atas semuanya menggunakan beton bertulang konvensional. kolok. Value Engineering pada item pekerjaan struktur atas khususnya plat 2. Pekerjaan tersebut diantaranya adalah pekerjaan balok. Asumsi analisis dengan meninjau dari segi material/ bahan yang nantinya dapat menghasilkan penghematan dari segi biaya maupun waktu dari item pekerjaan tersebut. Analisis VE Pada Item Pekerjaan Struktur Atas Khususnya Plat Struktur atas adalah semua pekerjaan struktur di atas pekerjaan sloof dan di bawah pekerjaan atap. yaitu: 1. jadi potensial untuk dilakukan analisis VE. Value Engineering pada item pekerjaan struktur bawah khususnya fondasi Adapun alasan dilakukannya analisis VE pada item tersebut adalah : Item pekerjaan struktur atas memiliki bobot pekerjaan yang besar. dan tangga. Analisis dilakukan dengan memunculkan alternatf desain struktur sebagai pembanding. sehingga nantinya dapat dipilih satu pilihan terbaik sesuai dengan kriteria yang dikehendaki.

serta waktu pelaksanaan.85 Adapun batasan masalah yang digunakan dalam melakukan analisis VE adalah sebagai berikut : Analisis VE hanya dilakukan pada pekerjaan plat dengan memunculkan alternatif desain sebagai pembanding. Penggunaan alternatif tetap beton bertulang dengan perubahan mutu dan dimensi plat atas dasar pertimbangan penghematan biaya. Dalam penggunaan alternatif nantinya juga harus diperhitungkan dari segi struktur agar mutu dan kualitas desain alternatif tetap terjaga. Dengan adanya perubahan desain plat. Penggunaan alternatif beton pracetak untuk struktur plat dengan petimbangan efisiensi dan efektivitas bahan. baik dari segi volume maupun dari segi anggaran biaya. perlu dilakukan perhitungan ulang pada perubahan yang terjadi pada struktur tersebut. Refensi untuk menghitung desain struktur dan anggaran biaya dibantu dengan buku-buku literature dan brosur dari survey ke instansi pemerintah maupun perusahaan yang berkepentingan. .

waktu kerja dan metode pelaksanaan. maka asumsi dalam perhitungan biayanya hanya berpedoman pada segi bahan. Adapun batasan masalah untuk analisis VE adalah sebagai berikut : Analisis VE dilakukan dengan memunculkan alternatif pembanding untuk pekerjaan fondasi. Alternatif mengganti jenis fondasi adalah dengan mengganti fondasi sumuran Perhitungan beban bangunan yang ditahan fondasi dengan bantuan program computer SAP2000 versi 7.86 2.42. salah satunya adalah pekerjaan fondasi. Karena perubahan desain struktur fondasi tidak mempengaruhi perubahan bentuk dari segi arsitekturnya. Penggunaan alternatif fondasi dengan merubah bentuk dimensi fondasi tiang dan merubah jenis fondasi. .. Alternatif perubahan dimensi adalah dengan mengganti minipile segitiga menjadi tiang silinder. Analisis VE Pada Item Pekerjaan Struktur Bawah Khususnya Fondasi Pekerjaan struktur bawah cukup potensial untuk dilakukan analisis VE.

Tahapan Dalam Analisis VE Pada Item Pekerjaan Plat Pekerjaan struktur atas khususnya plat pada sebagian besar proyek biasanya memiliki alokasi biaya yang besar. Dalam penerapan VE pada struktur plat akan dicoba alternatif dengan mengganti bahan. Adanya berbagai alternatif yang dipilih untuk membuat perencanaan struktur menjadi efektif dan efisien perlu dilakukan dalam melakukan analisis VE. Alasan pemilihan alternatif adalah adanya penghematan dari segi biaya maupun waktu dengan adanya perubahan volume pekerjaan. Pada proyek pembangunan gedung Rektorat UNIMUS struktur platnya menggunakan struktur beton bertulang. yaitu dengan mengganti mutu bahan dan menggunakan beton pracetak. Selain itu kurangnya perencanaan desain struktur yang optimal dengan perhitungan yang berlebihan atau pemilihan bahan yang kurang tepat bisa menyebabkan pembengkakan biaya pelaksanaan. Hal ini menjadi alasan mengapa perlu dilakukan analisis VE pada item pekerjaan tersebut. .87 G.

Lantai 2 = 61.12 m3 .Mutu beton K225 .Diameter tulangan 8 mm Beban hidup 250 kg/m2 Perhitungan beton menurut SKSNI 1991 Unsur Desain Ketinggian plat : .Plat atap atas + 20.154.Mutu Baja fy 240 Mpa .98 m3 Rp 600.Tebal plat 10 cm .80 Perkiraan Biaya .Lantai 4 = 63.Plat atap bawah = 33. Tahap Informasi a.3 Informasi Umum dan Kriteria Desain Pekerjaan Plat Uraian Data Teknis Proyek Plat Lantai : Kriteria Desain .90 m3 . 4.Lantai 2 + 4.35 Volume plat : .90 m3 .Lantai 3 = 63.67 m3 .45 .Diameter tulangan 10 mm Plat Atap : .Lantai 4 + 12.Plat atap bawah +16.Plat atap atas = 18.Tebal plat 12 cm . Informasi Umum dan Kriteria Desain Proyek Item : Pembangunan Gedung Rektorat UNIMUS : Pekerjaan Struktur Atas Tabel.343.35 .Plat atap canopy = 4.Lantai 3 + 8.45 .88 1.45 .68 m3 .

611.872.406.763.00 600.89 b. . 89 .154. Analisis Fungsi Pekerjaan Struktur Tabel.25 133.00 130.Analisis fungsi secara lengkap akan ditampilkan pada tahap analisis.Nilai cost didapat dari rencana biaya existing. . 4.50 219.Nilai worth yang belum bisa ditampilkan akan diisi setelah dilakukan perhitungan biaya pekerjaan alternatif pada tahap analisis.Analisis fungsi pada tahap ini hanya menerangkan item pekerjaan yang akan dianalisis dan definisi fungsi dari kata kerja dan kata benda terukur.4 Tabel Analisis Fungsi Pekerjaan Plat No 1 2 3 4 Uraian Beton Besi tulangan Begesting Perancah Jenis Kata Kerja Menyalurkan Menyalurkan Mencetak Menahan P = primer S = sekunder Fungsi Kt.907. .000. Benda Beban Beban Plat Beban Jenis P P P P Cost 115.937.75 Worth Belum dihitung Belum dihitung Belum dihitung Belum dihitung Belum dihitung .000.343.

90 2.Spesifikasi plat precast didapat dari Adhimix Precast (lampiran 4) .Mutu baja plat topping fy = 240 MPa . Tahap Kreatif Pada tahap ini akan dimunculkan dua alternatif sebagai pembanding perencanaan awal yang sudah ada .Pembebanan direncanakan menurut PBI untuk gedung tahun 1983 .Mutu beton K350.Pembebanan direncanakan menurut PBI untuk gedung tahun 1983 . Alternatif 2 : Penggunaan beton precast untuk struktur plat Data-data : .Mutu beton plat topping K275.Diameter tulangan 8 mm untuk plat atap .Diameter tulangan 10 mm untuk plat lantai .5 MPa . Kedua alternatif tersebut adalah : a. Alternatif 1 : Penggunaan beton bertulang dengan perubahan mutu beton untuk struktur plat Data-data : .Perhitungan beton berpedoman pada SKSNI 1991 b. fc = 22.Perhitungan beton berpedoman pada SKSNI 1991 . untuk harga didapat dari Jati Kencana Beton (lampiran 4) .Perhitungan struktur plat berdasarkan referensi dari PT JHS untuk proyek pembangunan Apartemen Perwira Tinggi PTIK Kebayoran Jakarta Selatan .

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. . seperti terdapat pada tabel 4. Untuk memudahkan perhitungan VE dalam memilih alternatif terbaik dapat dimunculkan kriteria-kriteria dari item pekerjaan plat. Dalam tabel juga dijelaskan perbandingan keuntungan dari kriteria yang diusulkan. Kriteria tersebut merupakan komponen-komponen/ aspek-aspek dalam pelaksanaan pekerjaan plat.6.91 .5.Diameter tulangan untuk topping plat atap toping 6 mm Sebagai bahan pertimbangan untuk memilih alternatif dapat digambarkan keuntungan dan kelemahan setiap alternatif.Diameter tulangan untuk topping plat lantai 8 mm .Tebal plat lantai precast 6 cm dan topping 6 cm .Tebal plat atap precast 6 cm dan topping 4 cm .

Perlu diperhatikan dalam perencanaan mekanikal elektrikal adanya begesting .Keuntungan dan kelemahan dari alternatif yang diusulkan nantinya bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam perhitungan VE untuk 2. 92 .Biaya pelaksanaan menjadi oleh orang yang ahli sehingga tidak begitu ekonomis dengan adanya efesiensi mudah diperoleh di lapangan dan efektifitas bahan .Pelaksanaannya membutuhkan peralatan berat/ .92 Tabel. 4.Pelaksanaan pekerjaan hanya bisa dikerjakan .Dapat menghemat biaya dengan adanya pengurangan volume beton .Mutu terjamin karena dikerjakan modern dan teknologi tinggi oleh orang yang ahli dibidangnya .Dimensi plat lebih kecil Beton bertulang dengan 1.Pelaksanaannya tidak memerlukan . kurang terjamin .Sarana yang digunakan untuk menjadi K350 banyaknya tenaga kerja pelaksanaan pekerjaan lebih sederhana .5 Keuntungan dan Kerugian Alternatif Pekerjaan Plat No Usulan/ Alternatif Keuntungan Kelemahan .Perencanaannya mudah perubahan mutu K225 .Mutu beton tergantung banyak faktor sehingga .Memerlukan kerjasama yang baik karena . Beton pracetak untuk struktur plat menentukan alternatif yang dipilih.

Kriteria-kriteria pada tabel nantinya digunakan untuk perhitungan analisis VE dalam metode zero-one dan matrik evaluasi pada tahap analisis. Pengawasan dan pengendalian Kondisi lapangan Kondisi cuaca Pekerjaan finishing Berat struktur Kontrol yang cukup ketat.93 Tabel 4. 5. . 6. Membutuhkan ruang kerja yang luas. 3. tower crane. Tidak terlalu ketat karena menggunakan beton ready mix. Pek. perlu diperhatikan pada pekerjaan cold joint. Membutuhkan ruang kerja yang luas. 7. Tidak terlalu sulit. ready mix. Cepat. Plat Alternatif 1 dengan Mengganti Mutu Beton Waktu Pelaksanaan Lama karena pembuatan 1. Tidak berpengaruh. 8. semakin tinggi mutu semakin mahal. . concrete pump. bekisting. Plat Alternatif 2 dengan Plat Precast Cukup cepat karena menggunakan peralatan modern dan bahan yang sudah dicetak terlebih dahulu Biaya bahan mahal Biaya pelaksanaan tidak terlalu mahal karena adanya percepatan waktu pelaksanaan 2. Cukup sulit karena tenaga yang banyak. Berat. Biaya pelaksanaan mahal karena terkait dengan tenaga kerja. 9. Berat. Jumlah tenaga kerja lapangan Koordinasi pelaksanaan Tidak banyak. Cukup lama.6 Kriteria Desain Alternatif Pekerjaan Plat No Kriteria Pek. Harus diperhatikan. 4. Pembiayaan Biaya bahan cukup murah karena mudah didapat. Banyak.

343 .615 66.025 Rp 530.Plat atap atas = 4.670 m3 Total = 246.Plat lantai 2 .300 Rp 470. Pekerjaan Existing Perhitungan existing pekerjaan plat diambil dari Rencana Anggaran Biaya Proyek Pembagunan Gedung Rektorat UNIMUS.175 b). Tahap Analisis a. a).Plat lantai 3 .900 m3 = 63.980 m3 @ Rp 67.437.900 m3 = 33.Plat atap bawah .000 m3 Beton K225 135.25 m3 x Rp 2.400 Rp 543.000 kg Pembesian 8.250 m3 c).Plat canopy .000 m2 Perancah 8. Volume plat : .900 = 61.437. Harga total untuk pekerjaan plat = 246.Plat lantai 4 .200 Rp 2. Perhitungan Estimasi Biaya Pekerjaan Plat 1).154.550 @ Rp @ Rp 6.175 = Rp 600.680 m3 = 18.94 3. Perhitungan harga satuan Harga satuan 1m3 pekerjaan plat menurut rencana anggaran biaya : 1.550 Rp 893.120 m3 = 63.000 m2 Begesting @ Rp 470.

Volume plat lantai 2 = (61.09 = 4.900 / 0.312 m3 Volume plat atap atas = (18.000 Rp 590. Pekerjaan Plat Alternatif 1. lampiran 4) : 1.10) x 0. batu pekerja @ Rp 410.000 6. Jati Kencana Beton pada bulan November 2005.100 1.000 mandor kep.600 m3 b).09 = 16. batu tk.430 m3 Volume plat atap bawah = (33.803 m3 Volume plat atap canopy = ( 4.10) x 0. Perhitungan harga satuan : Harga satuan pekerjaan beton 1m3 menurut BOW BPIK (K350 ex.000 Rp Rp Rp 9.933 m3 Volume plat lantai 3 = (63.300 0.10 = 53.95 2).670 / 0.10 = 50.980 / 0.500 Rp 410.750 .482 m3 Total = 51.680 / 0.10 = 53.09 = 30. yaitu Mengganti Mutu Beton K225 menjadi K350 a).000 @ Rp 32.500 Rp 135.500 @ Rp 22.250 m3 Volume plat lantai 4 = (63.12) x 0. Perhitungan volume : Tebal plat lantai 10 cm dan plat atap 8 cm didapat dari perhitungan struktur plat (lampiran 2).000 @ Rp 32.12) x 0.12) x 0.900 / 0.500 @ Rp 35.10) x 0.250 m3 Total = 157.000 m3 Beton K350 0.750 3.120 / 0.500 32. tk.

tk. kayu tk.350 lbr plywood tebal 9mm 6.750 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 21.000 Rp 30.0070 0.725 6.000 @ Rp 32. besi pekerja @ Rp @ Rp 6.50 Rp 6861.000 @ Rp 60.000 @ Rp 32.0150 kg kawat besi 0.50 Rp Rp 9.750 Rp 157.500 @ Rp 22.75 1m2 Pasang bekesting untuk lantai SNI-03-3435-2002 (BPIK) : 0.033 0.50 @ Rp 32.500 Rp 6.015 m3 balok kayu 0.500 Rp 12.200 @ Rp 850.50 Rp 157.000 @ Rp 12.400 kg paku 0.300 mandor kep.75 24.500 @ Rp 22.0400 m3 kayu cetakan 0.000 Rp 3.500 @ Rp 35.500 @ Rp 35.000 @ Rp 8.330 0.96 Pembesian per kg SNI-03-2495-1991/SK SNI S-05-1990-F (BPIK) : 1.000 72.006 0.0003 0. kayu pekerja @ Rp 750.0500 kg besi 0.300 Rp 142.000 btg dolken diameter 8-10cm/4m 0.0007 0. tk. besi tk.000 @ Rp 32.500 Rp 227.000 9.0070 mandor kep.000 195 1155 10.775 .

775 = Rp 1.5 cm .09 m3 Bekesting = 1 x 1 = 1 m2 Per 1m3 = 1 / 0.11 m2 D8-12.39 = 77.6 x Rp 6861.1 =10 Vbekesting = 1 x 10 = 10 m2 Harga besi = 80.75 = Rp 553.6 kg Vbeton = 1 x 1 x 0.577.1 m3 Bekesting = 1 x 1 = 1 m2 Per 1m3 = 1 / 0.97 c).1 = 0.750 D10-15 cm - Plat atap D8-12.09 = 11.11 = 11.5 cm 100 100 Besi = 9 + 9 x 100/9 x 0.057 Harga bekesting = 10 x Rp 157.99 kg Vbeton = 1 x 1 x 0. Perhitungan harga pekerjaan plat Desain tulangan diperoleh dari perhitungan struktur plat (lampiran 2) Plat lantai D10-20 cm 100 100 Besi = 7 + 6 x 100/10 x 0.62 = 80.11 Vbekesting = 1 x 11.09 = 0.

148 Harga bekesting = 11.557 Harga satuan beton bertulang 1 m3 untuk plat atap : Beton = Rp 590.430 m3 x Rp 2.778) = Rp 576.999.878.557) + (51.750 Tulangan = Rp 535.75 = Rp 535.721.057 Bekesting = Rp 1.752.750 Total = Rp 2.878.880 Total = Rp 2.752.880 - Harga satuan beton bertulang 1 m3 untuk plat lantai : Beton = Rp 590.775 = Rp 1.721.750 Tulangan = Rp 553.98 Harga besi = 77.600 m3 x Rp 2.663 .778 - Perhitungan harga pekerjaan plat : Harga beton plat = (157.148 Bekesting = Rp 1.11 x Rp 157.577.99 x Rp 6861.

800.000 = Rp 1.312 + 16.000 = Rp 5.400.000 Pengecoran plat atap : Volume = 30.000.412 Biaya sewa pompa = Rp 1.500.25m3 Biaya sewa pompa = Rp 1.000/m3.99 d).000 Total biaya sewa pompa = Rp 1.400.000 Pengecoran lantai 4 : Volume plat lantai 4 = 53. Jumlah pipa 10 batang @ 3m kelebihannya Rp 25.400.400.115m3 Karena kondisi lapangan membutuhkan tambahan pipa.93 = 55.400. maksimal volume 60m3 kelebihannya Rp 25.000 + Rp 2.500.25m3 Biaya sewa pompa = Rp 1.482 + 50.000 Pengecoran lantai 3 : Volume plat lantai 3 = 53.400.000 + Rp 1. maka : Biaya sewa pompa = Rp 1. Persewaan pompa Harga pemakaian pompa hanya untuk satu lokasi sekali pakai Rp 1.803 = 47.000/batang (lampiran 4) Pengecoran dilakukan tiap lantai : Pengecoran lantai 2 : Volume = canopy + plat lantai 2 = 4.000 .000 + 4 x Rp 25.700.

663 2).100 e).000 = Rp 582.700.12 m3 = 63. Biaya total untuk alternatif 1 pekerjaan plat : = Rp 576.999.663 + Rp 5.98 m3 .Volume plat lantai precast : Lantai 2 Lantai 3 Lantai 4 = 61.12 = 532.12 = 532.68 m3 = 18.12 = 509.90 / 0.Volume plat atap existing (tebal plat = 10 cm) : Plat atap bawah Plat atap atas Plat atap canopy = 33.Volume plat lantai existing (tebal plat = 12 cm) : Lantai 2 Lantai 3 Lantai 4 = 61.699. yaitu dengan Menggunakan Plat Precast a).12 / 0.90 m3 = 63. Pekerjaan Plat Alternatif 2.33 m2 . .50 m2 = 63. Perhitungan volume : Tebal plat precast dan topping untuk plat lantai dan plat atap didapat dari perhitungan struktur plat (lampiran 2).33 m2 = 63.90 m3 .90 / 0.50 m2 = 1574.67 m3 = 4.

10) x 0.900 / 0.12) x 0.67 / 0.670 / 0.101 .06 = 30.10 = 49.680 / 0.80 m2 Total volume plat precast = 1574.06 = 31.06 = 31.04 = 13.80 m2 = 18.56 m3 lantai 3 = (63.63 m2 .980 / 0.98 / 0.932 m3 .95 m3 Total = 94.10 = 186.70 m2 = 4.80 m2 = 573.Volume plat topping lantai (tebal plat = 6 cm) : lantai 2 = (61.33 + 573.30 = 2147.04 = 7.120 / 0.04 = 1.992 m3 Total = 22.95 m3 lantai 4 = (63.10) x 0.Volume plat atap precast : Plat atap bawah Plat atap atas Plat atap canopy = 33.46 m3 .10) x 0.10 = 336.468 m3 Volume plat atap canopy = ( 4.12) x 0.900 / 0.472 m3 Volume plat atap atas = (18.12) x 0.Volume plat topping atap (tebal plat = 4 cm) : Volume plat atap bawah = (33.68 / 0.

75 24.750 Pembesian per kg SNI-03-2495-1991/SK SNI S-05-1990-F (BPIK) : 1.000 9.50 @ Rp 32.500 Rp 135. lampiran 4) : 1.000 Rp 565.500 Rp 385.0500 kg besi 0.000 @ Rp 32.000 @ Rp 32.0150 kg kawat besi 0.300 0.000 6.000 @ Rp 32.50 Rp 157.50 Rp Rp 9.500 @ Rp 35. tk.0003 0.0070 0.000 Rp Rp Rp 9. Jati Kencana Beton bulan November 2005.500 @ Rp 22.000 m3 Beton K275 0.500 @ Rp 22. batu tk.500 Rp 6.750 3.100 1. besi pekerja @ Rp @ Rp 6.500 Rp 227.102 b). batu pekerja @ Rp 385. besi tk. tk. Perhitungan harga satuan : Harga satuan pekerjaan beton 1m3 menurut BOW BPIK (K275 ex.0070 mandor kep.300 Rp 142.000 mandor kep.500 @ Rp 35.0007 0.75 .500 32.50 Rp 6861.

500 Rp 10.330 0.39 = 97. tk.750 Rp 52. Perhitungan harga pekerjaan plat Desain tulangan diperoleh dari perhitungan struktur plat (lampiran 4).300 mandor kep.5 kg x Rp 6861.033 0.025 = Rp 208.200 195 1155 @ Rp 32. - Topping plat lantai D8-12.000 Rp 30.025 c).021 Harga bekesting = 4 x Rp 52.500 @ Rp 35.000 @ Rp 32.06 m3 Bekesting = 4 x 0.06 = 16.000 Rp Rp Rp 3.100 .06 = 0.06 = 0.500 @ Rp 22.75 = Rp 669.0400 m3 kayu cetakan 0.725 Rp 6.006 0.67 Vbekesting = 0.400 kg paku 0.24 x 16. kayu tk.000 @ Rp 8.5 cm D8-20 cm 100 100 Besi = 9 + 6 x 100/6 x 0. kayu pekerja @ Rp 750.67 = 4 m2 Harga besi = 97.103 1m2 Pasang bekesting untuk lantai SNI-03-3435-2002 (BPIK) : 0.5 kg Vbeton = 1 x 1 x 0.24 m2 Per 1m3 = 1 / 0.

104

-

Topping plat lantai D6-10 cm D6-12,5 cm 100 Besi = 9 + 11 x 100/4 x 0,22 = 110 kg Vbeton = 1 x 1 x 0,04 = 0,04 m3 Bekesting = 4 x 0,04 = 0,16 m2 Per 1m3 = 1 / 0,04 =25 Vbekesting = 0,16 x 25 = 4 m2 Harga besi = 110 kg x Rp 6861,75 = Rp 754.793 Harga bekesting = 4 x Rp 52.025 = Rp 208.100 100

-

Harga satuan topping plat lantai 1 m3 : Beton (K275) Tulangan Bekesting = Rp 565.750 = Rp 669.021 = Rp 208.100 Total = Rp 1.442.71

-

Harga satuan topping plat atap 1 m3 : Beton (K275) Tulangan Bekesting = Rp 565.750 = Rp 754.793 = Rp 208.100 Total = Rp 1.528.643

105

-

Perhitungan harga pekerjaan plat :

Volume precast = 2147,63 m2 Harga precast = Rp 150.000/m2 (harga precast ex. Adhimix Precast pada bulan November 2005, lampiran 4). Harga plat precast = 2147,63 x Rp 150.000 = Rp 322.145.000 Harga plat topping = (94,46 m3 x Rp 1.442.871) + (22,932 m3 x Rp 1.528.643) = Rp 171.348.436

d). Persewaan pompa untuk mengecor topping : Harga pemakaian pompa hanya untuk satu lokasi sekali pakai Rp 1.400.000, maksimal volume 60m3 kelebihannya Rp 25.000/m3. Jumlah pipa 10 batang @ 3 m kelebihannya Rp 25.000/batang (lampiran 4). Pengecoran topping plat lantai Volume topping = 94,46 m3 Biaya sewa pompa = Rp 1.400.000 + 34,46 x Rp 25.000 = Rp 2.261.500 Pengecoran topping plat atap Tambahan 4 batang pompa, karena panjangnya daerah yang akan dicor. Biaya sewa pompa = Rp 1.400.000 + 4 x Rp 25.000 = Rp 1.500.000 Total biaya sewa pompa = Rp 2.261.500 + Rp 1.500.000 = Rp 3.761.500

106

e). Perkiraan sewa alat berat untuk memasang plat precast Perkiraan 1 hari memasang 8 m3 plat precast Pekerjaan selesai = 128,858 m3 / 8 m3 = 16,2 → 17 hari Biaya sewa alat crane Mobilisasi = Rp 25.000.000/bulan = Rp 45.000.000

Biaya erection dan dismantle = Rp 18.000.000 Biaya operator = Rp 50.000/hari, 2 orang = Rp 100.000 Biaya operator pemasangan = 17 hari x Rp 100.000 = Rp 1.700.000 Total = Rp 25.000.000 + Rp 45.000.000 + Rp 18.000.000 + Rp 1.700.000 = Rp 89.700.000 f). Biaya total alternatif 2 pekerjaan plat = Rp 322.145.000 + Rp 171.348.436 + Rp 3.761.500+ Rp 89.700.000 = Rp 586.954.936

11) 107 . tetapi nantinya juga dilihat dari analisis VE pada kriteria-kriteria dari pekerjaan plat yang diusulkan pada tahap kreatif.936 Penghematan Rp 13.680 Alternatif 2 Rp 586. yaitu dengan menggunakan mutu beton K350 bila dibandingkan dengan pekerjaan existing memiliki penghematan biaya sebesar Rp 17.954.199. Harga untuk pekerjaan alternatif 2.680.454.699.107 Tabel 4.343 Rp 582.199.7 Perbandingan Harga Existing dan Alternatif Pekerjaan Plat No Item Existing Alternatif 1 Penghematan 1 Harga Rp 600. Dalam perhitungan analisis VE menggunakan metode. Untuk memilih alternatif terbaik tidak hanya dilihat dari segi penghematan biaya saja.10) Matrik evaluasi (tabel 4. yaitu dengan menggunakan plat precast bila dibandingkan dengan pekerjaan existing memiliki penghematan biaya sebesar Rp 13.154.454.8) Metode zero-one mencari bobot (tabel 4.407. diantaranya sebagai berikut : • • • • Analisis fungsi (tabel 4.663 Rp 17.9) Metode zero-one mencari indeks (tabel 4.407 Dari tabel didapat : Harga untuk pekerjaan alternatif 1.

000.472.611.000.50 219.30 338.00 89.937.50 5.000.154. Untuk kolom worth 2 nilainya didapat dari pekerjaan alternatif 2 atau dengan menggunakan plat precast.681.907. - Nilai cost/worth1 = 600.343.00 582. Untuk kolom worth 1 nilainya didapat dari biaya pekerjaan alternatif 1 atau dengan merubah mutu beton.75 Worth 1 123.936 = 1.833.790.8 Analisis Fungsi Pekerjaan Plat No 1 2 3 4 5 6 7 8 Uraian Beton Besi tulangan Begesting Perancah Plat precast Plat topping Pompa beton Alat crane Jenis Kata Kerja Menyalurkan Menyalurkan Mencetak Menahan Menerima Menerima Membantu Membantu P = primer S = sekunder Fungsi Kt.400.30 Cost/Worth = 1.436.00 586.761.50 114.699. Analisis Fungsi Pekerjaan Plat Tabel 4.699.000.154.03 Worth 2 322.936.00 171.75 / 582.108 b.75 / 586.954. baik pada pekerjaan alternatif 1 maupun alternatif 2 karena nilainya lebih dari 1.348.00 Cost/Worth = 1.663.154.000.343.02.954.30 = 1. Nilai cost/worth diatas berarti menunjukkan adanya penghematan.872.343.700. Benda Beban Beban Plat Beban Beban Beban Pekerjaan Pekerjaan Jenis P P P P P P P P Cost 115.500.02 - Untuk kolom cost nilainya didapat dari biaya pekerjaan existing. walaupun penghematan yang terjadi tidak begitu besar.663.484.00 600.03 dan cost/worth2 = 600.25 133.700.406.145. 108 .00 130. Perhitungan Value Engineering Pekerjaan Plat 1).763.00 3.

yaitu rangking 1-9.22 6. Metode Zero-One Mencari Bobot Tabel 4.Untuk bobot dihitung dengan rumus = {angka ranking yang dimiliki / jumlah angka ranking}x 100.Metode zero-one pada tabel digunakan untuk mencari bobot yang nantinya digunakan dalam menghitung matrik evaluasi. . Pemberian nilai 0 adalah nomor kriteria pada kolom kurang penting dari nomor kriteria pada baris.Pemberian nilai 1 adalah nomor kriteria pada kolom lebih penting dari nomor kriteria pada baris. bobot = {8 / 45}x 100 = 17. . Pemberian nilai X adalah nomor kriteria pada kolom dan baris mempunyai fungsi sama penting. sebagai contoh diambil kriteria waktu pelaksanaan.78 109 .9 Metode Zero-One Mencari Bobot Pekerjaan Plat Kriteria Waktu Pelaksanaan Pembiayaan Jumlah Tenaga Koordinasi Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Kondisi Lapangan Kondisi Cuaca Pekerjaan Finishing Berat Struktur Nomor Kriteria 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 X 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 X 0 0 0 0 0 0 0 3 1 1 X 0 0 0 0 0 0 Nomor Kriteria 4 1 1 1 X 0 0 0 0 0 5 1 1 1 1 X 0 0 0 0 6 1 1 1 1 1 X 0 0 0 7 1 1 1 1 1 1 X 0 0 8 1 1 1 1 1 1 1 X 1 7 8 6 4 5 3 1 0 2 Jumlah 8 9 7 5 6 4 2 1 3 45 17.33 8.Pemberian angka pada ranking sesuai dengan jumlah kriteria.67 100.89 4.11 13.00 Total Ranking Bobot . Pemberian ranking dilakukan secara terbalik. selanjutnya terus turun sampai yang total terendah mendapat angka ranking 1.109 2). yaitu yang mendapat total tertinggi angka ranking 9. .56 11.78 20.00 15.44 2.

11. Kriteria Waktu Pelaksanaan Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 1 2 Indeks 0 1/3 2/3 2.10 Metode Zero-One Mencari Indeks 1. Untuk metode zero-one dapat dilihat pada tabel 4. Metode Zero-One Mencari Indeks Sebelum menggunakan matrik evaluasi. Tabel 4.110 3).10 dan matrik evaluasi pada tabel 4. Dalam menganalisis VE kriteria-kriteria komponen plat yang digunakan seperti yang diusulkan pada tahap kreatif. Penjelasan : Fungsi A = Pekerjaan Existing Fungsi B = Alternatif 1 = meningkatkan mutu beton menjadi K350 Fungsi C = Alternatif 2 = dengan menggunakan plat precast/ pracetak. Kriteria Pembiayaan Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 0 C 0 1 X Jumlah 0 2 1 Indeks 0 2/3 1/3 3. pekerjaan existing dan pekerjaan alternatif juga harus dianalisis VE dengan metode zero-one untuk mendapatkan indeks yang akan digunakan dalam tabel matrik evaluasi. Kriteria Jumlah Tenaga Kerja Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 1 2 Indeks 0 1/3 2/3 .

Kriteria Pengawasan dan Pengendalian Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 1 2 Indeks 0 1/3 2/3 6. Kondisi Cuaca Fungsi A B C A X 0 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 0 2 Indeks 0 0 1 8. Kriteria Koordinasi di Lapangan Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 1 2 Indeks 0 1/3 2/3 5. Pekerjaan Finishing Fungsi A B C A X 0 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 0 2 Indeks 0 0 1 9. Berat Struktur Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 0 C 0 1 X Jumlah 0 2 1 Indeks 0 2/3 1/3 . Kriteria Kondisi Lapangan Fungsi A B C A X 0 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 1 0 Indeks ½ ½ 0 7.111 4.

pada baris C mempunyai jumlah 2. . Mempunyai kebalikan dengan baris kedua. Mempunyai kebalikan dengan baris ketiga.Untuk metode zero-one kriteria-kriteria yang lain penilaianya menggunakan cara yang sama.Indeks ini nantinya digunakan pada tabel matrik evaluasi. sebagai contoh diambil tabel kriteria nomor satu. C = 2/3. sedang untuk indeks A = 0/3.A pada kolom mempunyai fungsi kurang penting dari B pada baris. . .112 Penjelasan tabel 4.A pada kolom mempunyai fungsi kurang penting dari C pada baris.Untuk indeks adalah perbandingan antara jumlah dengan total jumlah. yaitu waktu pelaksanaan. maka diberi tanda 0. Misal. pada baris B mempunyai jumlah 1. dimana C pada kolom mempunyai fungsi lebih penting dari A pada baris dan diberi tanda 1. .10.B.A pada kolom mempunyai fungsi sama dengan A pada baris maka diberi tanda X . dimana B pada kolom mempunyai fungsi lebih penting dari A pada baris dan diberi tanda 1.C = 0+1+2 = 3. . .Untuk jumlah merupakan hasil penjumlahan pada baris. Misal total jumlah A. pada baris A mempunyai jumlah 0. maka diberi tanda 0. B = 1/3. Pada baris pertama : .

yaitu bagian atas diisi indeks dan bagian bawah diisi nilai bobot dikalikan indeks. Untuk memilih pekerjaan alternatif dilihat dari yang memiliki total nilai terbesar dan dari tabel diatas diketahui bahwa pekerjaan alternatif 2 atau menggunakan plat precast dapat dipilih karena memiliki total nilai terbesar 113 .41 0 1/3 4.67 0 1/3 5.37 0 1/3 3.67 Indeks = 0 4. B adalah pekerjaan alternatif 1 dan C adalah pekerjaan alternatif 2.45 1/3 2.44 0 2/3 13.44 2/3 8. sedangkan indeks didapat dari tabel 4.56 Indeks =0 4 11.11 Indeks = 0 Kriteria 5 13.9.48 54.44 1/2 4.89 4.70 2/3 7.11 Matrik Evaluasi Pekerjaan Plat No Fungsi 1 Bobot 17. Total hasil adalah jumlah dari bobot dikali nilai.B. - Pada baris A.89 Indeks = 1/2 7 4.10.85 2 20.78 x 0 = 0 1/3 5.78 Indeks = 0 Bobot x indeks = 17.93 2/3 11.07 - A adalah pekerjaan existing.22 0 2/3 4.44 0 0 0 0 0 1 4.22 Total 1 A 2 3 B C 41.22 Indeks = 0 9 6.44 Indeks = 0 8 2.00 Indeks =0 3 15.33 1/3 6.44 0 0 0 1 2.33 Indeks = 0 6 8.C dibagi menjadi dua bagian. Matrik Evaluasi Tabel 4. Pemberian nilai pada bobot berdasarkan kepentingan kriteria pada item pekerjaan plat atau didapat dari tabel 4.113 4).19 2/3 10.

sehingga membutuhkan koordinasi yang ekstra ketat. Untuk itu. sehingga waktu pelaksanaannya lama. maka tidak memerlukan biaya operasional dan pemeliharaan. 3). Selain itu tenaga kerja di lapangan juga banyak. Pelaksanaan konstruksi dengan metode konvensional (cast in situ). Tahap Pengembangan Proyek : Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang Item : Pekerjaan Struktur Atas Pekerjaan plat karena terletak dibawah ubin/tegel dan tertutup oleh plafond serta dalam perencanaannya sudah direncanakan kuat menahan beban. 2).114 4. . Struktur plat menggunakan beton bertulang dengan mutu beton K225 dan mutu baja fy = 240 MPa. Desain Awal : 1). Biaya perencanaan sebesar Rp 600.154. pada tahap pengembangan ini tidak dilakukan perhitungan pekerjaan plat dalam siklus life cycle cost. Tahap Rekomendasi a. 4). 5.343. Tebal plat 12 cm dengan pembesian diameter 10mm untuk plat lantai dan diameter 8mm untuk plat atap.

115 b.3.680 2). sehingga terjadi penghematan biaya sebesar Rp 13. Keuntungan yang didapat sebagai berikut : Dimensi plat menjadi kecil Perencanaan dan pelaksanaannya mudah dikerjakan Biaya perencanaannya sebesar Rp 582. a). sehingga terjadi penghematan biaya sebesar Rp 17. . Penggunaan plat dengan sistem plat pracetak/precast. a).454.954. Keuntungan yang didapat sebagai berikut : Menghemat waktu pelaksanaan Mutu pekerjaan terjamin karena adanya pengawasan yang ketat Jumlah tenaga kerja dapat direduksi/ dikurangi Lingkungan kerja yang relatif bersih karena penggunaan bekesting dapat dikurangi Pengerjaannya tidak bergantung cuaca Biaya perencanaannya sebesar Rp 586. Usulan : 1).699.407 Dari dua alternatif yang diusulkan dapat dibuat grafik untuk menggambarkan besarnya biaya perencanaan yang terjadi.663. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.936.199. Penggunaan beton bertulang dengan merubah mutu beton menjadi K350 dan mutu baja tetap fy 240 MPa.

000.116 605.00 585.936.3 Grafik Hubungan Antara Pekerjaan Plat Dengan Biaya Perencanaannya Gambar 4.000.000.00 Existing Alternarif 1 Item pekerjaan plat Alternatif 2 Gambar 4. walaupun nilainya tidak terlalu besar. maka dipilih pekerjaan alternatif 2 sebagai alternatif terbaik dengan dasar pertimbangan sebagai berikut : Penghematan biaya Penghematan waktu Tidak mengurangi estetika dan fungsi dasar struktur Pengurangan jumlah tenaga kerja .3 menjelaskan hubungan antara biaya dengan pekerjaan plat.00 570.000.000.000.000.00 Rencana anggaran biaya 595.000.000.00 590. Setelah dilakukan analisis VE ternyata terdapat penghematan biaya.000.00 580.00 575.154.000.000.663.00 582.00 600.000.000.00 600.000.000.343. baik existing maupun pekerjaan alternatif yang diusulkan.00 586. Pemilihan Pekerjaan Alternatif yang Dipakai Dari analisis yang dilakukan.699. c.954.

Pada proyek pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang struktur bawah menggunakan fondasi pancang minipile segitiga 37x37x37. Tahapan dalam Analisis VE pada Item Pekerjaan Struktur Bawah Pekerjaan struktur bawah yang memiliki potensial untuk dilakukan analisis VE adalah pekerjaan fondasi.117 H. Alasan pemilihan alternatif tersebut adalah adanya penghematan dari segi biaya maupun waktu dengan adanya perubahan bahan/ material dan pengurangan jumlah fondasi. Hal menjadi alasan mengapa perlu dilakukan analisis VE pada item pekerjaan tersebut adalah karena adanya perubahan berat bangunan yang ditahan oleh fondasi akibat perubahan yang dilakukan pada struktur atas saat dilakukan analisis VE. yaitu dengan fondasi pancang bulat diameter 35 mm dan fondasi sumuran. . Dalam penerapan VE nantinya akan dicoba alternatif dengan mengganti bahan fondasi.

Mutu beton K225 .Beban bangunan dihitung dengan menggunakan SAP2000 versi 7.75 Perkiraan Biaya . Informasi Umum dan Kriteria Desain Proyek Item : Pembangunan Gedung Rektorat Unimus : Pekerjaan Struktur Bawah Tabel.Dimensi pile cap : P2 = 50 cm P3 = 60 cm P4 = 70 cm P5 = 70 cm Rp 363.186.Tahap Informasi a.Dimensi tergantung dari jumlah fondasi Perhitungan beton menurut SKSNI 1991 Unsur Desain .Kedalaman pondasi sampai tanah keras 12 m .42 Pile cap : .Mutu baja fy 320 MPa .Menggunakan minipile segitiga 37x37x37 .118 1. 4.14 Informasi Umum dan Kriteria Desain Struktur Bawah Uraian Data Teknis Proyek Fondasi : Kriteria Desain .339.Terdapat 180 titik pancang .

15 Analisis Fungsi Pekerjaan Fondasi No 1 2 3 4 5 6 7 Uraian Tiang pancang Pile cap Galian tanah Urugan kembali Lantai kerja Mobilisasi Kupas tiang pancang Kata Kerja Mendukung Meneruskan Menyesuaikan Menutup Meneruskan Memindahkan Memotong Fungsi Kt.604.119 Tabel 4.75 1.50 2.500. . Benda Beban Beban Elevasi Lubang Kegiatan Alat Tiang pancang Jenis P P S S S S S Cost 222.885.50 Belum dihitung Belum dihitung Belum dihitung Jenis P = primer S = sekunder .604.00 376.Nilai cost didapat dari rencana biaya existing.050.833.800. .050.625.00 8.480. .00 139.00 427.000.885.000.059.00 427.25 Worth Belum dihitung Belum dihitung 1.Analisis fungsi secara lengkap akan ditampilkan pada tahap analisis.Analisis fungsi pada tahap ini hanya menerangkan item pekerjaan yang akan dianalisis dan definisi fungsi dari kata kerja dan kata benda terukur.695.Nilai worth yang belum bisa ditampilkan akan diisi setelah dilakukan perhitungan biaya pekerjaan alternatif pada tahap analisis.625.756.000.833. 119 .00 1.00 8.186.

Data-data : Diameter tulangan 35 cm Daya dukung tiang 93. Kedua alternatif tersebut adalah : a.42 Data tanah berdasarkan penyelidikan sondir b. harga beton didapat dari Jati Kencana Beton (lampiran 4) Mutu baja pile cap fy = 320 MPa Pembebanan direncanakan berdasarkan SAP2000 versi 7. WIKA beton (lampiran 4) Mutu beton pile cap K225. Alternatif 2 : Penggunaan fondasi sumuran Data-data : Diameter sumuran direncanakan sesuai pembebanan yang terjadi Mutu beton pile cap K300 Mutu baja fy = 240 MPa Mutu beton sumuran K250 Mutu baja fy = 240 MPa Mutu beton siklop K225 Harga beton didapat dari Jati Kencana Beton (lampiran 4) .1 ton ez. Alternatif 1 : Penggunaan tiang pancang silinder diameter 35 cm. Tahap Kreatif Pada tahap ini akan dimunculkan dua alternatif sebagai pembanding perencanaan awal yang sudah ada.120 2.

17.16. Dalam tabel juga dijelaskan perbandingan keuntungan dari kriteria yang diusulkan.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Untuk memudahkan perhitungan VE dalam memilih alternatif terbaik dapat dimunculkan kriteria-kriteria dari item pekerjaan fondasi.121 Sebagai bahan pertimbangan untuk memilih alternatif pekerjaan fondasi dapat digambarkan keuntungan dan kelemahan setiap alternatif. Kriteria tersebut merupakan komponen-komponen/ aspek-aspek dalam pelaksanaan pekerjaan fondasi. . seperti terdapat pada tabel 4.

Tenaga kerja banyak mudah didapat . 122 . karena Tiang pancang beton 1.Kualitas terjamin.Panjangnya tertentu sehingga kemungkinan adanya kekurangan dan kelebihan bahan . Penggunaan pondasi sumuran .Tenaga kerja yang cukup berpengalaman dan mudah didapat . sehingga alat.Sarana yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan lebih sederhana dan mudah didapat Kelemahan . 4.Keuntungan dan kelemahan dari alternatif yang diusulkan nantinya bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam perhitungan VE untuk menentukan alternatif yang dipilih.Perencanaannya mudah karena sudah umum banyak digunakan .Suara bising yang ditimbulkan saat pelaksanaan pemancangan . silinder diameter 35 cm bahan dan pengawasan baik dan terkontrol . pembuatannya di pabrik.Pelaksanaannya cepat karena adanya penggunaan alat berat 2.122 Tabel.Kemungkinan adanya tiang patah akibat penyambungan yang kurang sempurna - Kontrol kualitas kurang terjamin karena langsung cetak ditempat (cast in situ) Waktu pelaksanaan lama karena adanya pelaksanaan begesting dan penulangan beton Pelaksanaannya tergantung faktor cuaca .16 Keuntungan dan Kerugian Alternatif Pekerjaan Fondasi No Usulan/ Alternatif Keuntungan .

Pembiayaan Biaya bahan murah karena mudah didapat. 6. Berat. karena tenaga kerja sedikit Kontrol yang cukup ketat . alat berat 2. ready mix. Biaya pelaksanaan mahal karena terkait dengan alat berat .123 Tabel 4. 5. Harus diperhatikan. Tidak berpengaruh Berat. Jumlah tenaga kerja lapangan Koordinasi pelaksanaan Pengawasan dan pengendalian Kondisi lapangan Kondisi cuaca Berat struktur Sedikit Tidak sulit. semakin tinggi mutu semakin mahal Biaya pelaksanaan mahal karena terkait dengan alat berat. Membutuhkan ruang kerja yang luas. 8.17 Kriteria Desain Alternatif Struktur Bawah No Kriteria Pek.Kriteria-kriteria pada tabel nantinya digunakan untuk perhitungan analisis VE dalam metode zero-one dan matrik evaluasi pada tahap analisis. . Fondasi Alternatif 1 dengan Tiang Pancang Diameter 35 cm Waktu Pelaksanaan Cepat karena dibantu 1. 3. Fondasi Alternatif 2 dengan Fondasi Sumuran Lama karena pembuatan begesting dan penulangan Biaya bahan mahal. Pek. . 4. 7. ready mix Banyak Cukup sulit karena tenaga yang banyak Tidak terlalu ketat karena menggunakan beton ready mix Membutuhkan ruang kerja yang luas. concrete pump.

Tahap Analisis a.059.059. Volume pile cap = 66.330 = Rp 139. Harga existing = Rp 222.000 b).75 + Rp 2.096.839.186 .500. Perhitungan Estimasi Biaya Pekerjaan Fondasi 1). Mobilisasi = Rp 2.500. a).330 m3 Harga pile cap = Rp 2.480.800. Kupas tiang pancang Rp 10.124 3.186.475 x 66.000 d).000 = Rp 365.186.000 = Rp 222.000 + Rp 1.000 = Rp 1.800. Volume minipile = 2160 m’ Harga satuan minipile = Rp 103.000/titik Volume = 180 titik Harga = 180 x Rp 10.000 Harga minipile = 2160 x Rp 103.75 c).480. Pekerjaan Existing Fondasi Perhitungan existing pekerjaan fondasi diambil dari Rencana Anggaran Biaya Proyek Pembagunan Gedung Rektorat UNIMUS.000 + Rp 139.000 e).

500 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 365.000 @ Rp 32.0003 0.100 1.061.000 9.0070 0.000 @ Rp 32.750 3.75 . tk. besi tk.000 545. tk.50 @ Rp 32.0150 kg kawat besi 0.500 Rp Rp Rp Rp Rp 142.50 227.0500 kg besi 0. batu pekerja @ Rp 365. besi pekerja @ Rp 10.500 32.300 0.0070 mandor kep.125 2).500 @ Rp 22.000 mandor kep.750 Pembesian dengan besi polos atau ulir per kg SNI-03-2495-1991/SK SNI S-05-1990-F (BPIK) : 1.500 @ Rp 35. Perhitungan harga satuan Harga satuan pekerjaan beton 1m3 menurut BOW BPIK (K225 ex.500 Rp 10.500 @ Rp 22.000 @ Rp 9.500 @ Rp 35.75 24.000 m3 Beton K225 0.000 @ Rp 32.000 6.50 9.50 157. yaitu dengan Menggunakan Fondasi Tiang Pancang Diameter 35 cm a). batu tk. lampiran 4) : 1.0007 0. Pekerjaan Fondasi Alternatif 1. Jati Kencana Beton bulan November 2005.500 135.500 Rp 11.

000 @ Rp 8.500 @ Rp 22.000 @ Rp 32.5 = 0.672.50 910 8.300 kg paku 0.735 m3 x 8 = 5.00 35 70 35 Jumlah tiang = 8x2 = 16 buah Volume pile cap = 1.36 .500 @ Rp 35. (1).000 2. kayu tk.450 6.126 1m2 Pasang bekesting untuk lantai SNI-03-3435-2002 (BPIK) : 0.750 48. Type P2 ( 8 buah ) Kolom 50x50 cm 7D12 9D12 30.88 m3 Per 1m3 = 1 / 0.40 x 1. tk.026 0.0400 m3 kayu cetakan 0.500 50 8D20 10D20 Tiang pancang D 35 cm Kedalaman -12.260 0.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp b). Perhitungan harga pekerjaan pile cap Untuk desain pile cap tiap fondasi didapat dari perhitungan struktur fondasi tiang pancang (lampiran 3).400 162.735 = 1.300 mandor kep.50 @ Rp 32. kayu pekerja @ Rp 750.05 x 0.005 0.

100 = Rp 9.88 x Rp 1.46 = 53. Type P2 Canopy ( 2 buah ) Kolom Ø 30 cm 5D12 40 6D20 Tiang pancang D 35 cm Kedalaman -12.618.50 = 2.061.33 x Rp 48.271 Harga begesting = 3.45 m2 Besi = 1.00 35 35 35 .127 Vbesi = (10 x 1.079 Rp 1.40) x 2.05 + 8 x 1.38 (9 x 1.618.100 Harga = 5.13 + = 60.51 kg = 82.36 x 2.51 kg Vbegesting = (2x1.89 = 17.514.75 = Rp 910.428 (2).750 = Rp 901.5 = Rp 162.40) x 0.45 m2 = 3.079 Harga beton pile cap : Beton K225 Besi Begesting = Rp 545.271 = Rp 162.29 kg Begesting = 1.672.40 + 2x1.05 + 7 x 1.29 kg x Rp 11.36 x 60.05) x 0.33 m2 Harga besi = 82.

34 kg Besi = 2.744.88 m3 Per 1m3 = 1 / 0.4 = 0.68 m2 Begesting = 2.57 kg Vbegesting = (4 x 1.05 x 2.116 = Rp 1.822 .27 x 1.442 Harga beton pile cap : Beton K225 Besi Begesting = Rp 545.27 x 40.81 x Rp 48.27 Vbesi = (12 x 1.44 m3 x 2 = 0.44 = 2.672.68 m2 = 3.116 Harga = 0.012.75 = Rp 1.46) + (10 x 1.34 kg = 91.05 x 0.5 = Rp 185.744.57 kg x Rp 11.061.40) = 1.05 x 0.05 x 2.88 x Rp 1.924 = Rp 185.46) = 40.534.924 Harga begesting = 3.05 x 1.81 m2 Harga besi = 91.128 Jumlah tiang = 2x1 = 2 buah Volume pile cap = 1.750 = Rp 1.442 Rp 1.012.

36 x 107.061.45m2 = 3.51 kg Vbegesting = (2x1. Type P3 ( 24 buah ) Kolom 50x50 cm 9D16 11D16 50 8D25 10D25 Tiang pancang D 35 cm Kedalaman -12.620.05 + 9 x 1.657 Harga begesting = 3.33 m2 Harga besi = 146.45 m2 Begesting = 1.4 + 2x1.85 = 86.735 = 1.24 (11 x 1.735 m3 x 24 = 17.672.079 .05) x 0.4) x 3.73 kg Besi = 1.05 + 10 x 1.4) x 1.51 kg x Rp 11.36 x 2.00 35 Jumlah tiang = 24x2 = 48 buah 70 35 Volume pile cap = 1.129 (3).73 kg = 146.33 x Rp 48.58 = 21.36 Vbesi = (8 x 1.05 x 0.49 + = 107.64 m3 Per 1m3 = 1 / 0.5 = 0.4 x 1.50 = 2.75 = Rp 1.5 = Rp 162.

357 Vbesi = (28 x 2 x 3.486 = Rp 41.074.7) = 5. Type P4 ( 4 buah ) Kolom Ø 70 cm 11D16 11D16 70 14D25 14D25 Tiang pancang D 35 cm Kedalaman -12.29 kg Vbegesting = (4 x 2 x 0.328.357 x 5.493 (4).8 = 0.357 x 269.130 Harga beton pile cap : Beton K225 Besi Begesting = Rp 545.6 m2 = 2 m2 .750 = Rp 1.6 m2 Begesting = 0.85) + (22 x 2 x 1.2 m3 Per 1m3 = 1 / 2.72 kg = 96.328.486 Harga = 17.58) = 269.079 = Rp 162.079 Rp 2.8 m3 x 4 = 11.620.64 x Rp 2.00 30 70 70 30 Jumlah tiang = 4x5 = 20 buah Volume pile cap = 2 x 2 x 0.70 = 2.72 kg Besi = 0.

4 x 3.708.345 Rp 1.131 Harga besi = 96.29 kg x Rp 11.750 = Rp 1.176 m3 x 16 = 18.816 m3 Per 1m3 = 1 / 1.62 kg = 125.48 kg .4 x 1.4 x 0.176 = 0.85 Vbesi = (20 x 1.2 x Rp 1.231 = Rp 19.62 kg Besi = 0.5 = Rp 97.065.60 = 1.187 (5).85 x 147.85) + (18 x 1.4 x 1.708.231 Harga = 11.136 Harga begesting = 2 x Rp 48.132.00 Jumlah tiang = 16x4 = 64 buah Volume pile cap = 1.345 Harga beton pile cap : Beton K225 Besi Begesting = Rp 545. Type P5 ( 16 buah ) Kolom 50x50 cm 9D16 9D16 60 10D25 10D25 35 70 35 Tiang pancang D 35 cm Kedalaman -12.135 = Rp 97.75 = Rp 1.58) = 147.065.672.061.

981 Harga = 18.061.132.75 = Rp 1. Persewaan pompa untuk mengecor pile cap : Harga pemakaian pompa hanya untuk satu lokasi sekali pakai Rp 1.000 = Rp 1.85 x 3. Jumlah pipa 10 batang @ 3 m kelebihannya Rp 25.028 Harga begesting = 2.60) = 3.000 + 5 x Rp 25.428 + Rp 1.074. Volume pile cap = 5.203 Rp 2.210 = Rp 110.534.822 + Rp 41.210 Total harga pile cap = Rp 9.36 m2 Begesting = 0.416 m3 Karena kondisi lapangan.493 + Rp 19.88 + 0.000/batang (lampiran 4).000 .388.514.306.388.816 = 54.36 m2 = 2.005.86 m2 Harga besi = 125.4 x 0.005. maka memerlukan tambahan 5 batang pompa Biaya sewa pompa = Rp 1.672.5 = Rp 139.000/m3.816 x Rp 2.000.2 + 18.400.072.981 = Rp 39.64 + 11. maksimal volume 60m3 kelebihannya Rp 25.132 Vbegesting = (4 x 1.203 Harga beton pile cap : Beton K225 Besi Begesting = Rp 545.88 + 17.750 = Rp 1.536 c).48 kg x Rp 11.525.400.86 x Rp 48.072.028 = Rp 139.187 + Rp 39.

600.000 + Rp 3. WIKA bulan November 2005.000/m’ ( bulan November 2005.000 + Rp 21.000/m’(ex. Mobilisasi = Rp 1.000 = Rp 353.931.000. Kupas tiang pancang diperkirakan Rp 10.500.000 = Rp 21.500. maka = 2 x Rp 1. Pemancangan tiang Pemancangan dilakukan oleh PT.000 g).536 .000.000 Harga total alternatif 1 pekerjaan fondasi tiang pancang diameter 35 cm : = Rp110.500. Paton Buana Biaya = Rp 12. Harga tiang pancang = 1800 x Rp 120.536 + Rp 1.525.000 (lampiran 4) Biaya dilakukan 2 kali.000 = Rp 3.600. lampiran 4).000.000 + Rp 216.306.000 + Rp 1.000.000/titik Biaya = 150 titik x Rp 10.133 d).000 = Rp 1.000 f).000 = Rp 216.000 e). Harga tiang pancang Volume tiang pancang = P2 = 16 titik x 12 m’ = 192 m’ = 24 m’ = 576 m’ = 240 m’ = 768 m’ P2 canopy = 2 titik x 12 m’ P3 = P4 = P5 = 48 titik x 12 m’ 20 titik x 12 m’ 64 titik x 12 m’ Total volume tiang pancang = 150 titik = 1800 m’ Harga tiang pancang = Rp 120. lampiran 4) Biaya pemancangan = 1800 x Rp 12.500.

Perhitungan Harga Satuan Harga satuan pekerjaan beton 1m3 menurut BOW BPIK (K250 ex.750 3. Jati Kencana Beton bulan November 2005.500 @ Rp 35. Jati Kencana Beton bulan November 2005.000 @ Rp 32.000 555.500 32.000 @ Rp 32.000 mandor kep.500 @ Rp 22.000 mandor kep. lampiran 4) : 1.500 135.000 @ Rp 32.100 1.500 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 365.000 6. tk.000 @ Rp 32.500 @ Rp 22. lampiran 4) : 1.000 m3 Beton K300 0.000 9.500 32.000 6.500 135.500 @ Rp 35. batu pekerja @ Rp 375.300 0.000 575.750 . batu pekerja @ Rp 395.000 m3 Beton K250 0. Pekerjaan Fondasi Alternatif 2. batu tk.000 9.500 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 395.750 3.300 0.134 3).100 1. tk. yaitu dengan Menggunakan Fondasi Sumuran a). batu tk.750 Harga satuan pekerjaan beton 1m3 menurut BOW BPIK (K300 ex.

600 4.0400 m3 kayu cetakan 0.50 910 8.500 @ Rp 22.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 30.150 0.800 kg kawat beton 0.750 48. kayu tk.000 @ Rp 32.000 49.300 kg paku 0.085 0. batu tk.300 mandor kep. kayu pekerja @ Rp 750.500 @ Rp 35.026 0.450 6.975 27.625 67.260 0. batu pekerja @ Rp 31.490 m3 Koral beton 0.000 @ Rp 8.000 2.500 Pekerjaan fondasi siklop 40% batu kali per m3 SNI-03-2836-2002 (BPIK) : 75 kg Besi beton @ Rp 6. tk.000 @ Rp 100.000 @ Rp 125.500 806.000 Rp 450.500 @ Rp 35.125 5.500 .672.135 1m2 Pasang bekesting untuk lantai SNI-03-3435-2002 (BPIK) : 0.850 3.400 162.000 mandor kep.000 @ Rp 9.000 @ Rp 32. tk.000 7.000 Rp 156.050 zak Portland Semen 0.50 @ Rp 32.320 m3 Pasir beton 0.500 @ Rp 22.005 0.500 @ Rp 32.550 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 40.875 2.

karena untuk menahan gaya geser pons yang terjadi pada fondasi.0500 kg besi 0. .500 @ Rp 22.000 @ Rp 32. Pondasi Type P5 (16 buah) Kolom 50x50 cm 50 15D25 15D25 30 Panjang 5m 150 Pondasi sumuran D150 cm 30 Dalam fondasi sumuran digunakan pile cap. besi pekerja @ Rp @ Rp 6. Perhitungan harga pekerjaan fondasi Untuk desain fondasi sumuran didapat dari perhitungan struktur fondasi sumuran (lampiran 3).0007 0. (1).000 9.75 b).0003 0.50 227.50 @ Rp 32.75 24.0150 kg kawat besi 0.300 Rp Rp Rp Rp Rp 142.0070 mandor kep.136 Pembesian dengan besi polos atau ulir per kg SNI-03-2495-1991/SK SNI S05-1990-F (BPIK) : 1.0070 0. besi tk.50 9.50 157.500 Rp 6861.500 @ Rp 35.500 Rp 6. tk.

5 = 3.23 m2 Harga besi = 128.92 x Rp 1.π .573.407 Harga beton pile cap : Beton K300 Besi Begesting = Rp = Rp = Rp 575.52.88 m3 D10-25 20D12 15 120 15 .23 x Rp 48.645 Pondasi Sumuran : V = (1/4 .85 = 207.5 = Rp 113.62 x 207.22.92 m3 Per 1m3 = 1 / 1. 1. 5) – (1/4 .π .573. 5) = 3.636 Harga = 25.62 = 0.636 = Rp 40.9 kg Besi = 0.8 x 0.62 Vbesi = 30 x 1.8 x 1.479 113.8 x 0.750 884. 1.137 Jumlah tiang = 16 buah Volume pile cap = 1.441 x 5.9 kg = 128.9 kg Vbegesting = 4 x 1.8 x 3.18 m3 Beton Siklop Vtotal = 3.50 = 1.6 m2 Begesting = 0.62 m3 x 16 = 25.788.9 kg x Rp 6861.672.407 Rp 1.18 x 16 = 50.04 m2 = 2.479 Harga begesting = 2.75 = Rp 884.

190 Harga begesting = 5.138 Per 1m3 = 1 / 3.152.84 m2 Begesting = 0.06 kg Vbegesting = 3.346.89 20 x 3.14 x 1.884 Harga fondasi P5 = Rp 40. 1.4x 0.43 m3 Harga = 90.43 x Rp 806.75 = Rp 309.84 m2 = 5.884 = Rp 172.2 x 5 = 18.658.18 = 0.280 Beton siklop 40% batu belah : V = 1/4 . 5 .51 + = 143.672.915 x Rp 48.190 = Rp 287.06 kg x Rp 6861.899. π .22.935 Rp 1.5 = Rp 287.314 Vbesi = 20 x 5 x 0.788.935 Harga beton pile cap : Beton K250 Besi Begesting = Rp 555.62 = 89 = 54.897.658.875 Harga = 50.915 m2 Harga besi = 45.314 x 143.645 + Rp 58.750 = Rp 309.125 = Rp 72.51 kg Besi = 0.51 kg = 45.875 = Rp 58.280 + Rp 72.88 x Rp 1.809 .14 x 1.314 x 18.152. 16 = 90.

34 x Rp 48.072 .34 m2 Harga besi = 141.85 = 338.659.75 = Rp 969. Pondasi Type P4 (4 buah) Kolom Ø 70 cm 60 22D25 22D25 10 Jumlah tiang = 4 buah Volume pile cap = 2 x 2 x 0.139 (2).6 = 5.8 kg Besi = 0.4 = 0.672.417 Vbesi = 44 x 2 x 3.4 m3 x 4 = 9.6 m3 Per 1m3 = 1 / 2.894 Harga beton pile cap : Beton K300 Besi Begesting = Rp = Rp = Rp 575.417 x 5.6 m2 = 2.8 kg = 141.750 969.894 Panjang 5m 180 Pondasi sumuran D180 cm 10 Rp 1.417 x 338.28 kg x Rp 6861.6 m2 Begesting = 0.428 Harga begesting = 2.28 kg Vbegesting = 4 x 2 x 0.428 113.5 = Rp 113.60 = 2.

89 20 x 3.5 = Rp 286.072 = Rp 15.52.786 = Rp 286.55 m2 = 5.89 kg = 46. 5) = 3.257 x 23.730 .659.194 Harga beton pile cap : Beton K250 Besi Begesting = Rp 555.7 x 0.88 x 4 = 15. 5) – (1/4 .52 m3 D10-25 26D12 15 150 15 Per 1m3 = 1 / 3. 1.672.140 Harga = 9.927.88 m3 Beton Siklop Vtotal = 3.35 kg Vbegesting = 3.750 = Rp 320.88 = 0.62 = 115.257 Vbesi = 26 x 5 x 0.35 kg x Rp 6861.14 x 1. 1.5 x 5 = 23.19 + = 181.194 Rp 1.75 = Rp 320.7 = 66.257 x 181.π .89 kg Besi = 0.88 m2 Harga besi = 46.82.091 Pondasi Sumuran : V = (1/4 .162.55 m2 Begesting = 0.π .6 x Rp 1.786 Harga begesting = 5.88 x Rp 48.14 x 1.

30 = 0.730 = Rp 18.4 = 2.570 + Rp 28.07 kg Besi = 1.08 m2 = 3.52.3 x 1.52 x Rp 1.091 + Rp 18.676 = 1.07 kg = 103.816 m3 Per 1m3 = 1 / 0.375.3 x 3.63 kg Vbegesting = 4 x 1. 5 .348.2 x Rp 806.3 x 0. Pondasi Type P3 (16 buah) Kolom 50x50 cm 40 7D25 7D25 15 Jumlah tiang = 16 buah Volume pile cap = 1.162. 4 = 35.570 Beton siklop 40% batu belah : V = 1/4 .3 x 0.125 = Rp 28.261 (3).479 Vbesi = 14 x 1.045.676 m3 x 16 = 10.045. 1.85 = 70.375.2 m3 Harga = 35.141 Harga = 15.08 m2 Begesting = 1.600 = Rp 62.600 Harga fondasi P4 = Rp 15.479 x 2. π .927.479 x 70.08 m2 Panjang 5m 100 Pondasi sumuran D100 cm 15 .

5) – (1/4 .5 Vbesi = 13 x 5 x 0.823 Pondasi Sumuran : V = (1/4 .π .083 149.89 20 x 3.436.02.75 = Rp 711.85 = 35.47 kg Vbegesting = 3.916 x Rp 1.5 x 10.94 kg = 46.14 x 0.94 kg .9 x 0. 1.14 x 0.142 Harga besi = 103.99 m2 Begesting = 0.539.63 kg x Rp 6861.436.09 + = 92.083 Harga begesting = 3. 5) = 2 m3 Beton Siklop Vtotal = 2 x 16 = 32 m3 D10-25 13D12 15 70 15 Per 1m3 = 1 / 2 = 0. 0.911 Harga beton pile cap : Beton K300 Besi Begesting = Rp = Rp = Rp 575.72.5 = Rp 149.08 x Rp 48.744 = Rp 15.495 m2 = 57.744 Harga = 10.7 x 5 = 10.911 Rp 1.99 m2 = 5.π .672.62 Besi = 0.750 711.5 x 92.

539.672. 0.764.865 = Rp 267.47 kg x Rp 6861.223 (4).72.850.240 + Rp 24.125 = Rp 24.142.546.72 m3 Harga = 30.865 Harga begesting = 5. π .823 + Rp 36.5 = Rp 267.455 Harga beton pile cap : Beton K250 Besi Begesting = Rp 555.75 = Rp 318. Pondasi Type P2 dan P3 sudut (16 buah) Kolom 50x50 cm 30 10D20 10D20 15 Panjang 5m 100 Pondasi sumuran D100 cm 15 . 5 .455 Rp 1.750 = Rp 318. 16 = 30.070 = Rp 36.240 Beton siklop 40% batu belah : V = 1/4 .495 x Rp 48.070 Harga = 32 x Rp 1.143 Harga besi = 46.72 x Rp 806.764.142.160 Harga fondasi P3 = Rp 15.160 = Rp 76.546.

69 kg = 126.646 = Rp 12.144 Jumlah tiang = 16 buah Volume pile cap = 1.34 m2 = 3.507 = 1.646 Harga = 8.96 kg Besi = 1.903.672.424 Harga beton pile cap : Beton K300 Besi Begesting = Rp = Rp = Rp 575.112 x Rp 1.972 Vbesi = 20 x 1.75 = Rp 865.07 m2 Harga besi = 126.30 = 1.590.750 865.56 m2 Begesting = 1.3 x 0.320 Pondasi Sumuran : V = (1/4 .30 = 0.π .13 kg Vbegesting = 4 x 1.112 m3 Per 1m3 = 1 / 0.3 x 1. 1. 0.507 m3 x 16 = 8.472 149.590.3 x 0.3 x 2. 5) – (1/4 .5 = Rp 149.72.46 = 63. 5) = 2 m3 Beton Siklop Vtotal = 2 x 16 = 32 m3 D10-25 13D12 15 70 15 .315 x 2.13 kg x Rp 6861.π .07 x Rp 48.02.472 Harga begesting = 3.424 Rp 1.972 x 63.

94 kg .865 Harga begesting = 5.240 Beton siklop 40% batu belah : V = 1/4 .160 = Rp 74. π .455 Harga beton pile cap : Beton K250 Besi Begesting = Rp 555.85 = 35.5 x 10.903.145 Per 1m3 = 1 / 2 = 0.09 + = 92.672.495 m2 Harga besi = 46.455 Rp 1.14 x 0.94 kg = 46.764.240 + Rp 24.070 Harga = 32 x Rp 1.47 kg x Rp 6861.99 m2 = 5.495 x Rp 48.99 m2 Begesting = 0.89 20 x 3.72.9 x 0.865 = Rp 267.5 Vbesi = 13 x 5 x 0. 0.14 x 0.72 x Rp 806.142.764.72 m3 Harga = 30. 5 .75 = Rp 318.7 x 5 = 10.5 = Rp 267.320 + Rp 36.160 Harga fondasi P2 dan P3 sudut = Rp 12.720 = 57.546.070 = Rp 36.47 kg Vbegesting = 3. 16 = 30.213.750 = Rp 318.5 x 92.62 Besi = 0.142.546.125 = Rp 24.

325 194.4 kg x Rp 6861.637.146 (5).750 867.25 = 1 m2 Begesting = 4 x 1 m2 = 4 m2 Harga besi = 126.25 = 0. Pondasi Type P2 Canopy (2 buah) 25 10D16 10D16 10 Jumlah tiang = 2 buah Volume pile cap = 1 x 1 x 0.75 = Rp 867.50 m3 Per 1m3 = 1 / 0.0 x 0.690 Harga beton pile cap : Beton K300 Besi Begesting = Rp = Rp = Rp 575.25 = 4 Vbesi = 20 x 1.0 x 1.6 kg = 126.690 Panjang 5m 80 Pondasi sumuran D100 cm 10 Rp 1.325 Harga begesting = 4 x Rp 48.25 m3 x 2 = 0.6 kg Besi = 4 x 31.672.5 = Rp 194.4 kg Vbegesting = 4 x 1.58 = 31.765 .

53 = 0.5 x 5 = 7. 0.653 Vbesi = 10 x 5 x 0.14 x 0.147 Harga = 0.653 x 7.53 x 2 = 3.13 m2 Harga besi = 49.883 Pondasi Sumuran : V = (1/4 .970 Harga begesting = 5.75 = Rp 338.π .65 kg Besi = 0.5 x Rp 1.970 = Rp 249.53 m3 Beton Siklop Vtotal = 1.85 m2 Begesting = 0.89 20 x 3.690 Harga beton pile cap : Beton K250 Besi Begesting = Rp 555.15 + = 75.06 m3 D10-25 10D12 15 50 15 Per 1m3 = 1 / 1.85 m2 = 5.8 x 0.410 .62 = 44.13 x Rp 48.65 kg = 49.82.690 Rp 1.π . 5) – (1/4 . 0.144. 5) = 1.750 = Rp 338.653 x 75.40 kg Vbegesting = 3.5 = Rp 249.52.672.5 = 31.14 x 0.637.40 kg x Rp 6861.765 = Rp 818.

500 .131.310.903.88 + 15.96 m3 Harga = 1.500 = Rp 4.005 Harga fondasi P2 canopy = Rp 818.034 c).000/batang (lampiran 4).556.46 x Rp 25.400. Persewaan pompa untuk mengecor fondasi : Harga pemakaian pompa hanya untuk satu lokasi sekali pakai Rp 1.125 = Rp 1.6 + 10.900 = Rp 305.786.883 + Rp 3.421.091 + Rp 15.788.816 + 8.50 = 54. 5 .112 + 0.000 = Rp 1.148 Harga = 3.000 + Rp 3.400.883 = Rp 85.06 = 133.501.410 = Rp 3.000 + 13.261.400 + Rp 5.92 + 9.081.164 + Rp 46.000 Biaya sewa sumuran = 2 x Rp 1.06 x Rp 1.000 + 5 x Rp 25. Jumlah pipa 10 batang @ 3 m kelebihannya Rp 25.400.000/m3.000.525. maksimal volume 60m3 kelebihannya Rp 25.539.96 x Rp 806.927.501. 0.000 + 5 x Rp 25.310.680.948 m3 Volume sumuran = 50.580.500 Total = Rp 1. Volume pile cap = 25.400 + Rp 61. 2 = 1.000 = Rp 3.170 + Rp 61.895 + Rp 1.580.46 m3 Biaya sewa pile cap = Rp 1.977.320 + Rp 818.914 Harga total pile cap = Rp 40.823 + Rp 12.261.895 Beton siklop 40% batu belah : V = 1/4 .144.525.005 = Rp 6.762 Harga total fondasi = Rp 131.52.645 + Rp 15. π .52 + 32 + 32 + 3.

240.000 Mobilisasi = Rp 1.000 = Rp 401.000 Harga total alternatif 2 pekerjaan fondasi sumuran : = Rp 85. lampiran 4) Volume = P5 = 16 x 5m’ P4 = 4 x 5 m’ P3 = 16 x 5 m’ P2 dan P3 sudut = 16 x 5 m’ P2 canopy = 2 x 5 m’ total = 80 m’ = 20 m’ = 80 m’ = 80 m’ = 10 m’ + = 270 m’ Harga sewa = 270 x Rp 12.680.000 = Rp 3.500. Paton Buana. PT.427 .000/m’ (ex.034 + Rp 4.977.500 + Rp 3.762+ Rp 305.149 4) Sewa alat bor Harga sewa alat Rp 12.786.500.417.000 + Rp 1.240.

Harga untuk pekerjaan alternatif 2.22) 150 . Dalam perhitungan analisis VE menggunakan metode.907. bila dibandingkan dengan pekerjaan existing tidak memiliki penghematan biaya.931.536 Rp 11.241 Dari tabel didapat : Harga untuk pekerjaan alternatif 1. yaitu dengan menggunakan fondasi sumuran.150 Tabel 4. dibandingkan dengan pekerjaan existing memiliki penghematan biaya sebesar Rp 11. tetapi nantinya juga dilihat dari analisis VE pada kriteria-kriteria dari pekerjaan fondasi yang diusulkan pada tahap kreatif. sehingga penghematannya Rp -35.241.186 Rp 353.907. Harga Rp 365. diantaranya sebagai berikut : • • • • Analisis fungsi (tabel 4.18 Perbandingan Harga Existing dan Alternatif Pekerjaan Fondasi No Item Existing Alternatif 1 Penghematan 1. yaitu dengan menggunakan fondasi tiang pancang diameter 35 cm bila. karena rencana biayanya lebih dari existing.578. Untuk memilih alternatif terbaik tidak hanya dilihat dari segi penghematan biaya saja.20) Metode zero-one mencari indeks (tabel 4.650 Alternatif 2 Rp 401.417.839.578.427 Penghematan Rp -35.21) Matrik evaluasi (tabel 4.19) Metode zero-one mencari bobot (tabel 4.650.

000.151 a.19 Analisis Fungsi Pekerjaan Fondasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Uraian Tiang pancang Pile cap Galian tanah Urugan kembali Lantai kerja Mobilisasi Kupas tiang pancang Sumuran Pompa beton Alat pemancangan Alat bor Kata Kerja Mendukung Meneruskan Menyesuaikan Menutup Meneruskan Memindahkan Memotong Mendukung Membantu Membantu Membantu Fungsi Kt.480.604.50 Jenis P = primer S= sekunder Cost/Worth =1.833. 151 .786. Benda Beban Beban Elevasi Lubang Kegiatan Alat Tiang pancang Beban Pekerjaan Pekerjaan Pekerjaan Jenis P P S S S S S P P P P Cost 222.500.756. Perhitungan Value Engineering Pekerjaan Plat 1).50 = 1.804.000.695.625.75 1.833.034.500.044.000.00 21.50 = 0.000.91 - Untuk kolom cost nilainya didapat dari biaya pekerjaan existing.800.00 1.695.00 1.885.604.756. - Nilai cost/worth1 = 376.680.050.600.000.762.000.00 4.525.00 412.536.000.240.000.25 / 412.00 1.625.050.186.101.25 / 364.000.000.500.00 8. Untuk kolom worth 2 nilainya didapat dari pekerjaan alternatif 2 atau dengan menggunakan fondasi sumuran.03 dan cost/worth2 = 376.00 3.00 110.50 1.756.25 Worth 1 216.50 2.059. Analisis Fungsi Pekerjaan Fondasi Tabel 4.833.625.00 139.00 427.00 364.306.885.03 Cost/Worth =0.00 427.00 8.101.500.804.695.885.91.00 8.849.000.000.50 Worth 2 85.00 305.849.00 427.00 1.977.044.00 376. Untuk kolom worth 1 nilainya didapat dari biaya pekerjaan alternatif 1 atau dengan menggunakan tiang pancang diameter 35 cm.050.00 1.50 3.604.

karena nilainya lebih dari 1. Metode zero-one mencari bobot Tabel 4.44 22.78 5.152 - Nilai cost/worth berarti menunjukkan adanya penghematan atau tidak.11 8.67 13.20 Metode Zero-One Mencari Bobot Pekerjaan Fondasi Kriteria Waktu Pelaksanaan Pembiayaan Jumlah Tenaga Koordinasi Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Kondisi Lapangan Kondisi Cuaca Berat Struktur Nomor Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 8 Nomor Kriteria 1 X 1 0 0 0 0 0 0 2 0 X 0 0 0 0 0 0 3 1 1 X 0 0 0 0 0 4 1 1 1 X 0 0 0 0 5 1 1 1 1 X 0 0 0 6 1 1 1 1 1 X 0 0 7 1 1 1 1 1 1 X 1 8 1 1 1 1 1 1 0 X 6 7 5 4 3 2 0 1 Jumlah Total Ran king 7 8 6 5 4 3 1 2 36 Bobot 19.56 100.33 2. 2).22 16. Untuk cost/worth1 berarti menunjukkan pekerjaan alternatif 1 terdapat penghematan.00 152 .89 11. Untuk cost/worth2 berarti menunjukkan pekerjaan alternatif 2 tidak terdapat penghematan karena nilainya dibawah 1.

44..Untuk bobot dihitung dengan rumus = {angka ranking yang dimiliki / jumlah angka ranking}x 100. . Pemberian ranking dilakukan secara terbalik. Pemberian nilai X adalah nomor kriteria pada kolom dan baris mempunyai fungsi sama penting. yaitu yang mendapat total tertinggi angka ranking 8. selanjutnya terus turun sampai yang total terendah mendapat angka ranking 1. . 153 .20 adalah sebagai berikut : .153 Penjelasan tabel 4. yaitu rangking 1-8. Pemberian nilai 0 adalah nomor kriteria pada kolom kurang penting dari nomor kriteria pada baris.Pemberian nilai 1 adalah nomor kriteria pada kolom lebih penting dari nomor kriteria pada baris.Metode zero-one pada tabel digunakan untuk mencari bobot yang nantinya digunakan dalam menghitung matrik evaluasi.Pemberian angka pada ranking sesuai dengan jumlah kriteria. sebagai contoh diambil kriteria waktu pelaksanaan. bobot = {7 / 36}x 100 = 19. .

154 3). Kriteria Waktu Pelaksanaan Fungsi A B C A X 1 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 2 0 Indeks 1/3 2/3 0 2.21 dan matrik evaluasi pada tabel 4.22. Untuk metode zero-one dapat dilihat pada tabel 4. Dalam menganalisis VE kriteria-kriteria komponen pekerjaan fondasi yang digunakan seperti yang diusulkan pada tahap kreatif. Metode zero-one mencari indeks Sebelum menggunakan matrik evaluasi. Kriteria Pembiayaan Fungsi A B C A X 1 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 2 0 Indeks 1/3 2/3 0 3. Kriteria Jumlah Tenaga Kerja Fungsi A B C A X 1 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 2 0 Indeks 1/3 2/3 0 . Penjelasan : Fungsi A = Pekerjaan Existing Fungsi B = Alternatif 1 = menggunakan fondasi tiang pancang diameter 35 cm Fungsi C = Alternatif 2 = menggunakan fondasi sumuran Tabel 4.21 Metode Zero-One Mencari Indeks 1. pekerjaan existing dan pekerjaan alternatif juga harus dianalisis VE dengan metode zero-one untuk mendapatkan indeks yang akan digunakan dalam tabel matrik evaluasi.

Kondisi Cuaca Fungsi A B C A X 1 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 2 0 Indeks 1/3 2/3 0 8.155 4. Kriteria Pengawasan dan Pengendalian Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 1 C 0 0 X Jumlah 0 1 2 Indeks 0 1/3 2/3 6. Berat Struktur Fungsi A B C A X 0 1 B 1 X 1 C 0 0 X Jumlah 1 0 2 Indeks 1/3 0 2/3 . Kriteria Koordinasi di Lapangan Fungsi A B C A X 1 0 B 0 X 0 C 1 1 X Jumlah 1 2 0 Indeks 1/3 2/3 0 5. Kriteria Kondisi Lapangan Fungsi A B C A X 1 1 B 0 X 0 C 0 1 X Jumlah 0 2 1 Indeks 0 2/3 1/3 7.

maka diberi tanda 0. . . . pada baris C mempunyai jumlah 0.Indeks ini nantinya digunakan pada tabel matrik evaluasi. Pada baris pertama : . . pada baris A mempunyai jumlah 1.A pada kolom mempunyai fungsi kurang penting dari C pada baris. B = 2/3. Misal.A pada kolom mempunyai fungsi kurang penting dari B pada baris. .C = 1+2+0 = 3. maka diberi tanda 0.Untuk metode zero-one kriteria-kriteria yang lain penilaianya menggunakan cara yang sama. dimana C pada kolom mempunyai fungsi lebih penting dari A pada baris dan diberi tanda 1. Mempunyai kebalikan dengan baris kedua. Misal total jumlah A. dimana B pada kolom mempunyai fungsi lebih penting dari A pada baris dan diberi tanda 1. pada baris B mempunyai jumlah 2. Mempunyai kebalikan dengan baris ketiga. C = 0.B. sedang untuk indeks A = 1/3. sebagai contoh diambil tabel kriteria nomor satu.21. .156 Penjelasan tabel 4. yaitu waktu pelaksanaan.Untuk indeks adalah perbandingan antara jumlah dengan total jumlah.Untuk jumlah merupakan hasil penjumlahan pada baris.A pada kolom mempunyai fungsi sama dengan A pada baris maka diberi tanda X .

78 7 2.81 0 0 3 16.70 2/3 7.21.20.63 2/3 9.C dibagi menjadi dua bagian. Pemberian nilai pada bobot berdasarkan kepentingan kriteria pada item pekerjaan fondasi atau didapat dari tabel 4.22 Indeks = 1/3 7. yaitu bagian atas diisi indeks dan bagian bawah diisi nilai bobot dikalikan indeks.44 = 6. 157 .67 Indeks = 1/3 5.23 Matrik Evaluasi Struktur Bawah No Fungsi 1 Bobot 1 A 19.11 Indeks =0 0 1/3 3.41 2/3 14.86 2 3 B C 59. B adalah pekerjaan alternatif 1 dan C adalah pekerjaan alternatif 2. Untuk memilih pekerjaan alternatif dilihat dari yang memiliki total nilai terbesar dan dari tabel diatas diketahui bahwa pekerjaan alternatif 1 atau menggunakan tiang pancang diameter 35 cm dapat dipilih karena memiliki total nilai terbesar.33 Indeks =0 0 2/3 5.71 Total 26.85 0 0 8 5.B.44 Indeks = 1/3 Indeks x bobot = 1/3 x 19.48 2/3 12.56 2/3 11.89 Indeks = 1/3 4.11 0 0 Kriteria 4 13. sedangkan indeks didapat dari tabel 4.96 0 0 2 22.93 2/3 1.24 13. - Pada baris A.85 0 0 2/3 3.41 6 8.56 Indeks = 1/3 1.90 - A adalah pekerjaan existing.55 1/3 2.157 Tabel 4.26 0 0 5 11. Total hasil adalah jumlah dari bobot dikali nilai.78 Indeks = 1/3 0.

Pile cap dengan mutu beton K225 dan mutu baja fy = 320 MPa 4).Biaya perencanaannya sebesar Rp 353. . Usulan : 1). Tahap Rekomendasi a. Keuntungan yang didapat sebagai berikut : . Biaya perencanaan sebesar Rp 365. Mini pile segitiga 37 x 37 x 37 cm 2). Desain Awal : 1).Mudah dikerjakan . maka tidak memerlukan biaya operasional dan pemeliharaan.907. b. sehingga terjadi penghematan biaya sebesar Rp 11. Menggunakan fondasi tiang pancang diameter 35 cm a). 5.Jumlah fondasi berkurang . Untuk itu.931.536.Waktu pengerjaan menjadi cepat . Jumlah tiang 180 buah 3).186.650. Tahap Pengembangan Proyek : Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang Item : Pekerjaan Fondasi Pekerjaan fondasi karena terletak didalam tanah.158 4. pada tahap pengembangan ini tidak dilakukan perhitungan pekerjaan dalam siklus life cycle cost.839.

410.000.00 340.000.00 Rencana anggaran biaya 390.000.000.578.839. Menggunakan fondasi sumuran a).000.931.427.159 2).241.00 350.00 330.000.000. Biaya perencanaan melebihi biaya existing sebesar Rp 35.417. Dari dua alternatif yang diusulkan dapat dibuat grafik untuk menggambarkan besarnya biaya perencanaan yang terjadi.000.4 Grafik Hubungan Antara Pekerjaan Fondasi Dengan Biaya Perencanaannya .186.000.417.00 E xisting Alternatif 1 Item pekerjaan fondasi Alternatif 2 365.000.000.000. sehingga tidak terjadi penghematan biaya.Perencanaan dan pelaksanaannya .000.00 360.00 380.Jumlah fondasi berkurang .427.000.00 370. Keuntungan yang didapat sebagai berikut : .000.00 400.000.000.00 353.536.00 Gambar 4. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.00 401.Biaya perencanaannya sebesar Rp 401.000.4.

Penghematan biaya . Pemilihan Pekerjaan Alternatif yang Dipakai Dari analisis yang dilakukan. baik existing maupun pekerjaan alternatif yang diusulkan. Setelah dilakukan analisis VE ternyata untuk pekerjaan alternatif 1 atau dengan tiang pancang diameter 35 cm terdapat penghematan biaya.Pengurangan jumlah pondasi .4 menjelaskan hubungan antara biaya dengan pekerjaan fondasi. c.Penghematan waktu .160 Gambar 4. maka dipilih pekerjaan alternatif 1 sebagai alternatif terbaik dengan dasar pertimbangan sebagai berikut : . sedangkan untuk alternatif 2 atau dengan fondasi sumuran tidak terdapat penghematan biaya.

Pekerjaan struktur bangunan gedung memiliki potensi untuk dilakukan penerapan VE karena memiliki prosentase biaya yang besar.650. 2. 3.199. akibat adanya perubahan desain dan bahan yang digunakan sebagai alternatif pengganti. Kesimpulan Dari analisis Value Engineering (VE) yang dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Aplikasi VE pada pekerjaan struktur bawah khusunya fondasi dengan memunculkan alternatif pengganti tiang pancang silinder diameter 35 cm dan terdapat penghematan biaya sebesar Rp 11. Aplikasi VE pada pekerjaan struktur atas khususnya plat dengan memunculkan alternatif pengganti beton precast terdapat penghematan biaya sebesar Rp 13. 161 .407. 4.907. Penerapan VE pada pekerjaan struktur selain terdapat penghematan biaya juga terdapat pengurangan volume pekerjaan.161 BAB V PENUTUP A.

Saran 1. Agar mendapatkan penghematan yang optimal. 3. tetapi dapat juga dilakukan pada pekerjaan yang memilki potensi untuk dilakukan VE. Value Engineering dapat dilibatkan pada setiap tahap proyek. yaitu mulai tahap konsep. sebaiknya pada dokumen pelelangan disebutkan secara jelas mengenai permasalahan tersebut. . perencana maupun pelaksana agar tercipta kesamaan persepsi mengenai keberadaan VE dalam proyek yang bersangkutan. seperti pada pekerjaan arsitektur dan mekanikal elektrikal. konsultan VE harus berkoordinasi dengan pemilik. 2. Dalam melakukan penerapan VE. Agar tidak terjadi perbedaan pendapat mengenai penerapan VE pada suatu proyek.162 B. Hal ini terutama dapat dilaksanakan pada proyek yang besar dengan jumlah item pekerjaan yang banyak. Penerapan VE tidak hanya dapat dilakukan pada pekerjaan struktur (yang memiliki prosentase biaya yang besar). Untuk proyek yang sedang dan kecil penerapan VE sudah cukup efektif dilakukan pada tahap perencanaan. perencanaan dan pelaksanaan. 4.

1999. Malang : Institut Teknologi Nasional. Diktat Perkuliahan Struktur Beton II. Teknik Fondasi I. Surabaya : Fakultas Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 1974. Harga Satuan Pekerjaan Bahan dan Upah Pekerjaan Konstruksi. Dell’Isola.. Value Engineering in the Construction Industry. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung “SK SNI T-15-1991-03”. Dinas Permukiman dan Tata Ruang Propinsi Jawa Tengah. Bandung : Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. 1995. Daftar Harga Satuan Bangunan Gedung Negara Bahan Bangunan/ Upah dan Analisa Pekerjaan. Inc. _____________. Jakarta : Erlangga. Edisi Kedua. 1996. .DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. _______________. 2004. Semarang : Balai Pengujian dan Informasi Konstruksi (BPIK).. Donomartono. D. Jakarta : Gramedia. Departemen Pekerjaan Umum. Alih Bahasa Sudinarto. Februari 2007. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983. Hutabarat. A. Teknik Fondasi II. Semarang : Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Jakarta : Gramedia. 1983. 1991. Dipohusodo.C. Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. Hardiyatmo.H. Manajemen Konstruksi Profesional. 2001. dan Poulson. Diktat Rekayasa Nilai ( Value Engineering ). 1984. Struktur Beton Betulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03 Departemen Pekerjaan Umum. J. Barrie. Jakarta : Gramedia. 1990. Tugas Akhir JTS. I. Bandung : Yayasan LPMB. New York: Construction Publishing Corp. November 2005. Apilkasi Value Engineering Guna Mengoptimalkan Biaya pada Tahap Perencanaan Kontruksi Gedung dengan Struktur Balok Beton Pratekan. B. 1999. Semarang : Balai Pengujian dan Informasi Konstruksi (BPIK).H.

Jakarta : Ghalia Indonesia.Teknik Fondasi Bagian II. Metode Penelitian. P. B. Surabaya : Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Tugas Akhir. Muyasaroh. 1994. Yogyakarta : ANDI. M. Tugas Besar Kuliah. W. 2006 Rekayasa Fondasi II. Bahan Ajar Struktur Beton Pracetak. Sutikno. 2005.42. K. dan Kusuma. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang. Jakarta : Bumi Aksara. 1994. 2003. Suryanto. Suryolelono. dan Joko. Tugino. Value Engineering Changes Proposal Pembangunan Gedung Laboratorium FP MIPA IKIP Surabaya.B. Rencana dan Estimate Real of Cost. Vis. Isworo. Yogyakarta : NAFIRI. S. Gideon. Wigroho. C. A. Semarang : Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Triwiyono. 1999. . 2001. B. Y. Yogyakarta : Jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada.Ibrahim. 1993. S. Nazir. Jakarta : Erlangga. Analisis dan Perancangan Struktur Frame Menggunakan SAP 2000 versi 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful