Sejarah Jember

Mengenal Sejarah Kabupaten Jember

KABUPATEN Jember yang terletak 250 km dari ibu kota propinsi Jawa Timur, Surabaya, merupakan kabupaten yang mengandalkan pendapatannya dari sektor pertanian. Wilayah kabupaten Jember merupakan pedesaan.

Berdasarkan Staatsbland Nomor: 322 tanggal 9 Agustus 1928 yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 1929 sebagai dasar hukum, maka pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan ketentuan tentang penataan kembali pemerintah desentralisasi di wilayah Propinsi Jawa Timur. Antara lain dengan menunjuk REGENSCHAP DJEMBER sebagai masyarakat kesatuan hukum yang berdiri sendiri. Secara resmi ketentuan tersebut diterbitkan oleh Sekretaris Umum Pemerintah Hindia Belanda (De Aglemeene Secretaris) G.R. Erdbrink, 21 Agustus 1928.

Mempelajari konsideran Staatsbland No. 322 tersebut, diperoleh data yang menunjukkan bahwa Kabupaten Jember menjadi kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri dilandasi dua macam pertimbangan yaitu:

Pertama, Pertimbangan Yuridis Konstitusional, yaitu dengan menunjuk pada Indiche Staatsegeling (IS), suatu Undang Undang Pokok yang berlaku bagi negara jajahan Wilayah Hindia Belanda khususnya pasal 112 ayat pertama.

Kedua, Pertimbangan Politis Sosiologi, yaitu dengan mendengarkan persidangan antara Pemerintah Hindia Belanda dalam menentukan kebijaksanaannya, memanfaatkan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Hal ini bisa dibuktikan bahwa dari 33 anggota persidangan yang diketuai oleh Bupati pada waktu itu (Noto Hadinegoro), sejumlah 24 di antara mereka adalah orang-orang pribumi. Yang unik dan menarik lagi adalah, Pemerintah Regenschap Jember diberi beban pelunasan hutang-hutang berikut bunganya sepanjang menyangkut tanggungan Regenschap Jember.

Dari artikel ini dapat dipahami bahwa dalam pengertian masyarakat hukum yang berdiri sendiri, tersirat adanya hak untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Sebutan regenschap atau kabupaten sebagai wilayah administratif serta sebutan regent atau Bupati sebagai Kepala Wilayah Kabupaten, diatur dalam artikel 7. Demikian juga pemisahan secara tegas antara Jember dan Bondowoso sebagai bagian dari wilayah yang lebih besar, yaitu Besuki dijelaskan pada artikel 7 ini.

Pada ayat 2 dan 4 artikel 7 ini disebutkan bahwa ayat 2 artikel 121 Ordonasi Propinsi Jawa Timur adalah landasan kekuatan bagi pembuatan Staatsbland tentang pembentukan Kabupaten-kabupaten di Jawa Timur. Semua ketentuan yang dijabarkan dalam staatsbland ini dinyatakan berlaku mulai tanggal 1 Januari 1929. Ini disebutkan pada artikel terakhir dari staatsbland ini. Hal inilah yang memberikan keyakinan kuat kepada kita bahwa secara hukum Kabupaten Jember dilahirkan 1 Januari 1929 dengan sebutan "REGENSCHAP DJEMBER".

Sebagaimana lazimnya sebuah peraturan perundang-undangan, supaya semua orang mengetahui maka ketentuan penataan kembali pemerintah desentralisasi Wilayah Kabupaten Jember yang pada waktu itu disebut regenschap, dimuat juga dalam Lembaran Negara Pemerintah Hindia Belanda. Selanjutnya perlu diketahui

pula bahwa, Staatsbland No. 322/1928 di atas ditetapkan di Cipanas, Jawa Barat oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda dengan suatu Surat Keputusan No. IX, 9 Agustus 1928.

Pada perkembangannya dijumpai perubahan-perubahan sebagai berikut.

Pemerintah Regenschap Jember yang semula terbagi menjadi tujuh Wilayah Distrik pada tanggal 1 Januari 1929 sejak berlakunya Staatsbland No. 46/1941 tanggal 1 Maret 1941 maka Wilayah Distrik dipecah-pecah menjadi 25 Onderdistrik, yaitu:

* Distrik Jember, meliputi onderdistrik Jember, Wirolegi dan Arjasa * Distrik Kalisat, meliputi onderdistrik Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe dan Sukowono o Distrik Rambipuji, meliputi onderdistrik Rambipuji, Panti, Mangli dan Jenggawah * Distrik Mayang, meliputi onderdistrik Mayang, Silo, Mumbulsari dan Tempurejo * Distrik Tanggul meliputi onderdistrik Tanggul, Sumberbaru dan Bangsalsari * Distrik Puger, meliputi onderdistrik Puger, Kencong Gumukmas dan Umbulsari * Distrik Wuluhan, meliputi onderdistrik Wuluhan, Ambulu dan Balung.

Perkembangan perekonomian begitu pesat, mengakibatkan timbulnya pusatpusat perdagangan baru terutama perdagangan hasil-hasil pertanian, seperti padi, palawija dan lain-lain, sehingga bergeser pulalah pusat-pusat pemerintah ditingkat distrik, seperti distrik Wuluhan Balung, sedangkan distrik Puger bergeser ke Kencong.

Berdasarkan Undang Undang No.12/1950 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten di Jawa Timur, menetapkan pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur (dengan Perda) antara lain Daerah Kabupaten Jember ditetapkan menjadi Kabupaten Jember.

Dengan dasar Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1976 tanggal 19 April 1976, maka dibentuklah Wilayah Kota Jember dengan penataan wilayah-wilayah baru sebagai berikut:

* Kacamatan Jember dihapus, * Dibentuk tiga kecamatan baru, masing-masing Sumbersari, Patrang dan Kaliwates, sedang Kecamatan Wirolegi menjadi Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Mangli menjadi Kecamatan Sukorambi.

Bersamaan dengan pembentukan Kota Administratif Jember, Wilayah Kewedanan Jember bergeser pula dari Jember ke Arjasa yang wilayah kerjanya meliputi Arjasa, Pakusari dan Sukowono yang sebelumnya masuk Distrik Kalisat. Dengan adanya perubahan-perubahan tersebut, pada perkembangan berikutnya maka secara administratif, Kabupaten Jember saat ini terbagi menjadi tujuh Wilayah Pembantu Bupati, satu Wilayah Kota Adminis-tratif dan 31 Kecamatan, yaitu:

* Kota Administratif Jember, meliputi Kec. Kaliwates, Patrang dan Sumbersar * Pembantu Bupati di Arjasa, meliputi Kec. Arjasa, Jelbuk, Pakusari dan Sukowono

* Pembantu Bupati di Kalisat, meliputi Kec. Ledokombo, Sumberjambe dan Kalisat; Pembantu Bupati di Mayang, meliputi Kec. Silo, Mumbulsari dan Tempurejo * Pembantu Bupati di Rambipuji, meliputi Kec. Rambipuji, Panti, Sukorambi, Ajung dan Jenggawah * Pembantu Bupati di Balung meliputi Kec. Ambulu, Wuluhan dan Balung * Pembantu Bupati di Kencong, meliputi Kec. Kencong, Jombang, Umbulsari, Gumukmas, dan Puger * Pembantu Bupati di Tanggul, meliputi Kec. Sembaro, Tanggul, Bangsalsari dan Sumberbaru.

Namun dengan diberlakukannya Otonomi Daerah sejak 1 Januari 2001 sebagai tuntutan No 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka Pemerintah Kabupaten Jember juga telah melakukan penataan kelembagaan dan struktur organisasi, termasuk dihapusnya lembaga Pembantu Bupati yang kini menjadi Kantor Koordinasi Camat.

Kemudian dalam menjalankan roda pemerintah di era Otonomi Daerah ini Pemerintah Kabupaten Jember dibantu empat Kantor Koordinasi Camat, masingmasing:

* Kantor Koordinasi Camat Jember Barat di Tanggul * Kantor Koordinasi Camat Jember Selatan di Balung * Kantor Koordinasi Camat Jember Tengan di Rambipuji * Kantor Koordinasi Camat Jember Timur di Kalisat

Lokasinya dekat dengan studio photo angkasa (sekarang). Disaat Jember masih menggunakan ejaan lama. jadilah orang orang melabelinya dengan nama radio sukses. Akan tetapi karena setiap hari tertentu toko tersebut terbiasa memutar lagu lagu yang lagi digandrungi (di jaman itu). Dengan mengacu pada kajian tersebut di atas. Menurut bapak sebenarnya radio sukses bukanlah benar benar sebuah stasiun radio.com) Stasiun Radio Jember Tempo Dulu Wednesday. 2010 11:43 PM Suatu hari penulis terlibat obrolan ringan dengan Bapak penulis sendiri. Masih menurut Bapak. .blogspot.* J-Spot ucapkan terimakasih buat penulis. Kabupaten ini memiliki kewenangan penuh untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai keinginan dan aspirasi rakyatnya sesuai per-aturan perundangan yang berlaku. August 25.. 21 Dinas dan sembilan kantor. stasiun radio tersebut eksis sekitar akhir tahun enam puluhan. Dulu namanya toko Young Ming. meliputi enam badan. sedang Sekretariat Daerah membawahi 10 bagian. maka tepat pada hari jadi ke-72 Kabupaten Jember memasuki babak baru dalam sistem desentralisasi atau Otonomi. karena Bapak bercerita tentang Jember tempo dulu. “Di Jember dulu ada radio yang namanya radio sukses”.Sementara lembaga yang baru dibentuk berkaitan dengan Otonomi Daerah. CU Rajeh (cujember. Obrolan yang lumayan seru. Djember. sebuah awalan cerita yang terlontar dari Bapak. melainkan hanya sebuah toko yang menjual piringan hitam.

Lebih populer dengan nama Radio RAM. 1. 2. Soebandi (sekarang berganti nama menjadi jalan Nusa Indah). dan kini berganti lagi menjadi Bank mandiri? 4. Radio Semeru 5. 5 Sekarang jadi jalan Wijaya Kusuma. Sudirman. masih di jalan Sultan Agung. Tepatnya di depan kanan SMPN 10 Jember. Sekarang nama lokasi nya menjadi jalan PB. Gezina X 17 Jalan Ciliwung (sekarang). 5. Radio Hasanudin Bertempat di rumah Jenderal Syafiudin. Soebandi (Nusa Indah). Di Rumah Dokter Gigi Vander Heide. rumah Dr. Mayor pada saat itu. Radio Angkatan Muda. Ada di samping SMPN 2 Jember. masih ada lagi radio radio yang beroperasi kala itu. 3. namanya Polce (Masih menurut Bapak). Juga berlokasi di jalan Dr. Gedung Radio Semeru lima pernah dijadikan gedung Bank Bumi Daya (BBD). Selain Radio Sukses. Berlokasi di Jalan Dr.Sekarang radio sukses tersebut telah berganti nama dan fungsi menjadi toko jamu. Radio Kannasta. Yang terkenal anaknya. . Ada di Jalan Semeru No. Arman.

ada aturan baru mengenai radio. Kedua stasiun radio ini akhirnya mengubah jenis gelombangnya menjadi Frekuensi Modulation. Penulis hanya mencoba menggali Jember dari sisi sejarah lisan. Hanya beberapa yang eksis. Ada di jalan SAA No 7. 11. Ahmad Dahlan. Bertempat di kantor Pemerintah Daerah. 8. pojok depan. Para netter. RKPD Radionya Pemerintah Daerah. Kalau misalnya ada yang berinisiatif untuk menambah dan menyempurnakan info.6. Sekarang menjadi Jalan KH. Diantaranya Akbar AM dan Kartika AM. mohon maaf bila data ini terlihat sangat subyektif. Ijin membuka usaha radio dimahalkan. Radio SAA 7. rumah dari Mayor Kirman. 1. Radio Akbar AM.. Jalan Sudarman No. Wassalam. Lain lain adalah Radio Amatir. 7. penulis sangat berterimakasih sekali. Radio Kartika AM 10. Artikel perkenalan JEMBERPOS . Disebelah kiri gedung. Radio Faperta Radionya Fakultas Pertanian Universitas Jember. 9. Seiring berjalannya waktu. jadi tidak semua stasiun radio bisa membayarnya.

SADENG adalah satu satunya kerajaan kecil di Jember yang tercatat oleh sejarah. Dan salam kenal buat para blogger dimanapun berada. Nuwon sewu saya ucapkan pada blogger Jember khususnya. Saya baru bangun tidur soalnya. Berlokasi di pesisir pantai puger. Meskipun gratisan (hehe. Kembali ke JEMBERPOS. 1 Januari 2009.. Sama sekali tidak ada maksud menyaingi blog blog yang sudah ada. Ohya sukses selalu buat komunitas suwar suwir. asal usul. Amin. Insya Allah ini akan saya bahas di kesempatan yang lain. hehe. 2010 12:12 AM Blog ini sengaja saya buat untuk menceritakan tentang Jember. Semoga bisa lebih mewarnai dunia blogger di Jember. terlalu serius ya tulisan saya? Maaf maaf. Mulai dari letak geografis. sejarah sampai pada kisah . Doakan ya para netter. August 23.Monday.). Alhamdulillah akhirnya saya 'sreg' dengan nama ini. Saya ingin menuliskan secara secara runtun. Jadi masih loading. Hanya ingin berbagi. Siapa tahu kedepan saya bisa memindahkan ini ke domain berbayar. Itu saja. JEMBERPOS. Butuh sembilan malam untuk mikir. Terima kasih.. SEKILAS TENTANG JEMBERPOS (nantinya berubah menjadi Jemberspot) Sulit sekali ternyata untuk menetapkan nama blog ini. Ini dikarenakan Jember tumbuh dan berkembang bukan dari reruntuhan kerajaan. Wah. Sebuah percampuran kebudayaan. Sekalian untuk memperingati hari jadi kota Jember. Saya bahkan minta sambung doanya. Tujuh hari lagi. Berbicara tentang Jember berarti berbicara tentang Akulturasi. Saya berharap ini akan bermanfaat.

Tanggal 9 Agustus 1928. Tapi setidaknya saya ingin mencoba. Untuk terus tumbuh dan berkarya. Putra daerah yang mengharumkan nama Jember. Juga ada keinginan untuk memuat profil. Siapa tahu suatu saat ingin tamasya ke Jember. Akan saya tampilkan secara periodik kata kata apa saja yang "khas" Jember. Bagaimana tumbuh dan berkembangnya. Juga ingin saya tuliskan tentang kesenian. Jember ditetapkan sebagai Regentschap Djember. semoga JEMBERPOS bisa memberi inspirasi.kisah Jember hari ini. Lalu ada ketentuan no 322. Tidak lupa saya akan membidik tempat2 rekreasi di Jember. Amin. Terimakasih. Semacam kamus bahasa Jember. Itu saja tulisan awal saya untuk JEMBERPOS . Ini untuk anda yang sama sekali buta tentang kota Jember. Letak geografis kota Jember Monday. Salam kenal. Memberi gambaran singkat seperti apa dan bagaimana mereka. August 23. Semoga bisa diterima. JEMBERPOS juga saya persiapkan untuk mensuport band2 indie Jember. Mulai tanggal 1 Januari 1928. Yang menjadi tampak istimewa dari JEMBERPOS yaitu artikel tentang glosarium. Hanya sekedar ingin melakukan sesuatu untuk kota kecil saya. Saya hanya rakyat biasa. 2010 12:09 AM Dulunya Jember adalah salah satu wilayah Distrik dari Afdeling Bondowoso. Mungkin sama sekali tidak berarti. Atau siapa saja "wong" Jember yang punya sisi menarik untuk diceritakan. Dan semoga dari media yang sederhana ini bisa bermanfaat. Harapan saya. Sejak .. Berdasarkan staatblad. Minimal untuk diri saya sendiri.

Sebelah timur berbatasan dengan Banyuwangi. Itulah kenapa Dirgahayu Kota Jember diperingati setiap tanggal 1 Januari. Ketinggian 0 sampai 3.Kalau dulu musim hujan di Jember mudah ditebak. Dan 7 derajat 59' 6" sampai dengan 8 derajat 33" 56" lintang selatan.saat itu Jember menjadi ibukota kabupaten. Dulu musim hujan berlangsung antara 8 . sori. Barangkali anda juga butuh tahu tentang garis meridien.293. Tidak seperti sekarang. Luas wilayahnya 3. Berjarak 198 km dari Surabaya.3oo meter di atas permukaan laut.34 km persegi. Luas kota 95. 2010 12:07 AM . Kalau musim hujan berkisar 15 derajat celsius. August 23. Temperatur udara di Jember 30 derajat celsius. Itu bisa kita lihat di stasiun kota Jember. Oke deh. Nggak salah kalau dulu Jember dikenal dengan usaha perkebunan tembakaunya.. Posisi kabupaten Jember ada pada garis meridien 6 derajat 27' 9" sampai dengan 7 derajat 14' 33" bujur timur. capek ya bacanya? Kayak semacam thesis gitu ya? Hehe. untuk masalah letak geografis saya cukupkan sampai disini dulu.4 bulan..10 bulan. Sedangkan musim kemarau 2 . Ketinggian daerah kota kurang lebih 87 meter diatas permukaan laut. Sebelah utara berbatasan dengan Bondowoso dan Probolinggo. Merdeka. Dan sebelah selatan berbatasan dengan samudra Indonesia. Sebelah barat berbatasan dengan Lumajang. Jember terletak di bagian timur propinsi jawa timur. Kalau dilihat dari peta akan terlihat seperti ini. Asal Usul kota Jember Monday.91 km persegi. Para netter..!! Lho kok jadi mirip salamnya si Unyil ya?? hehe. Sampai jumpa para netter.

Seperti Kediri. Kelompok kedua dari suku Madura juga berujar. Kedua kelompok tersebut bermigrasi. . Artinya. Blitar. Eh salah ding. Percampuran kebudayaan. Kelompok pertama berasal dari suku Jawa. disini saja tanahnya masih luas. Nah ini kayaknya lebih keren. Semoga bermanfaat. Saya akan mengambil satu versi yang lain untuk anda.Diantaranya ada versi yang mengatakan bahwa Jember dulunya adalah daerah yang berawa rawa. Pada jaman dulu. Hehe.. Hiduplah seorang putri yang sangat seksi. Seiring dengan berjalannya waktu. neng dinnak beih. intermezzo. Trenggalek. Jawa timur pedalaman. Sori para netter. Mengikuti lidah dan kebiasaan masyarakat lokal Jember.”Nang kene ae. Iya disini saja. Seiring berlalunya waktu. “Iyeh. Ini bercerita tentang dua kelompok migrasi. Tulungagung. Kelompok migrasi kedua adalah Dari suku Madura. Manusia seringkali melakukan perpindahan untuk mencari tempat yang lebih baik. Bojonegoro Ponorogo dan sekitarnya. Dibahasakan dengan kata "JEMBREK". tananah gik jembher”. Keduanya bertemu pada satu titik. kata2 jembar dan jembher berevolusi menjadi seperti yang kita tahu sekarang. Mencari tempat yang lebih baik dari sebelumnya. Saat pulau Jawa masih lebih banyak hutan belantara dibanding populasi yang ada.Ada beberapa versi kisah tentang asal usul kota Jember. Alkisah pada suatu hari. JEMBER. lemahe sik jembar”. kata jembrek berubah menjadi Jember. Kotor dan becek. tanahnya masih luas. Kelompok pertama dari suku Jawa berkata. Begitulah awal terjadinya akulturasi. Artinya. Alkisah pada suatu masa.

Atau lebih lengkapnya. Berdiri di Jember tahun 1859. . Jember masih didominasi oleh dua suku besar tersebut. Karena ada perkebunan di Jember. Sekarang mari kita berbicara tentang Sejarah awal peradaban di Jember. ada dua alasan. Sampai hari ini. Adanya LMOD ini melahirkan beberapa hal. adalah tentang peradaban di Jember yang terlacak oleh sejarah. Ada 3 leader.Itulah para netter. Saya akan menceritakan untuk anda . Ini adalah argumen pertama. Bila nanti saya menemukan data baru yang komprehensif. Landbauw Maatshcappij Oud Djember. Dimulai dari ketertarikan suku Jawa (diluar Jember) dan Madura untuk migrasi ke Jember. Namanya LMOD. Pertengahan abad 19 Masehi. akan saya tuliskan kembali untuk anda. Semoga bermanfaat. mengundang perusahaan swasta lain untuk menanamkan modalnya ke daerah Jember. 2010 12:03 AM Mengenai judul di atas. Kenapa suku Jawa dan Madura tertarik untuk menetap di Jember? Jika dilihat dari sudut pandang sejarah. legenda singkat tentang asal usul kota Jember. Berikutnya. Pertama. N. Jawa dan Madura Terimakasih Sejarah Awal Peradaban di Jember Monday. August 23. Matthiasen dan Van Gennep.V. Siapa pendirinya? Pendirinya adalah pengusaha asal Belanda. George Birnie. kebutuhan akan tenaga kerja.

Mempunyai kecenderungan watak penurut. Maka dari itu lahir kebijakan berikutnya. Perpindahan itu menggunakan berbagai macam cara. Bondowoso sendiri termasuk wilayah dari karesidenan Besuki. Alasannya karena Jember termasuk wilayah Afdeling Bondowoso. Soalnya sampai saat ini saya masih belum menemukan data tentang itu. Terutama dari daerah daerah di bagian barat. Mereka ingin memperoleh penghasilan yang lebih baik. Dibukanya jalur kereta api tahun 1912 dari Surabaya-Probolinggo-Jember. Seperti perdagangan. Jawa serta suku suku lain ke Jember juga terjadi di wilayah karesidenan Besuki. masyarakat Jawa tidak banyak melahirkan pertentangan. pihak colonial kesulitan untuk masalah pengaturan. Alasan kedua kenapa suku Jawa dan Madura tertarik ke Jember. Ini untuk memudahkan control dan pengaturan. Dengan alasan mempunyai karakter pekerja keras dan ulet. Menurut pihak koloni. Perpindahan penduduk Madura. Dihadirkanlah tenaga kerja dari Madura. Itu membuat terjadinya gelombang migrasi yang besar. Mendatangkan tenaga kerja dari wilayah pedalaman Jawa timur. Dan jalan darat yang menghubungkan daerah terpencil menuju Jember.Berhubung pribumi Jember sedikit. Tentang masalah pribumi Jemberyang sedikit. sebagai tenaga kerja buruh dan ekspedisi Militer. Namun demikian. Ditempat yang baru dibuka ini mereka menaruh harapan untuk diri dan keluarganya. Jember dianggap memiliki prospek yang lebih baik. maka dihadirkan tenaga kerja dari luar wilayah. itu hanya asumsi dari saya saja. . Karena lancarnya Jalur transportasi.

Birnie melakukan usaha percobaan penanaman tembakau di daerah Jember. maaf kalau artikel ini terlalu panjang. Kedepannya juga masih agak panjang. Terima kasih. Masih tetap sama seperti artikel sebelumnya tapi lebih mengerucut. Usaha ini terlaksana tahun 1859. tidak banyak penjelasan.. August 23. Siapakah George Birnie? Dari data yang ada di tangan saya sekarang. Jika ada yang salah dari artikel ini. Nama perusahaan itu adalah N. George Birnie adalah pegawai pemerintah Belanda dan berwarga Negara Belanda. Kedua pengusaha itu adalah Mr. Sebagai awalan. Selanjutnya atas dasar kesepakatan ketiga pengusaha tersebut. Pendirian LMOD ini menarik pengusaha swasta lainnya untuk menanamkan modalnya ke daerah Jember. hehe. Standenberg Matthiasen dan A. Jember dan daya tariknya bagi pengusaha swasta Belanda Monday. Disini akan saya kembangkan lagi. Dimulai dari dibangunnya perusahaan perkebunan di Jember oleh George Birnie dan dua rekannya. ada baiknya saya pertanyakan kembali tentang ini.. Landbauw Maatshcappij Oud Djember (LMOD). 2010 12:02 AM Di Artikel sebelumnya (Sejarah awal kehidupan di Jember).V. Jadi harap maklum.D Van Gennep. Disaat ada dua pengusaha swasta Belanda yang mau bekerja sama dan bersedia memberikan modal. Maklum gini ini memang kalau membahas sejarah.Tapi saya sudah berusaha untuk tidak menguraikan lebih panjang kok. Masih dengan tema yang sama. Semoga bermanfaat. saya tuliskan tentang pertumbuhan kota Jember. mohon ingatkan saya. C. . LMOD kemudian menjadi perintis masuknya kapitalisme Belanda ke Jember dan daerah pedalaman Jawatimur lainnya. maka tanggal 21 Oktober 1859 mendirikan sebuah perusahaan tembakau di Jember.Para netter.

Kenapa ya pihak Belanda tertarik dengan Jember? Menyangkut sebelumnya Jember adalah wilayah yang terisolasi. Masalah infrastruktur transportasi dan komunikasi Infrastruktur transportasi dan komunikasi di Jember relative berkembang dibanding dengan wilayah yang lain. Dari artikel ini saya jadi tertarik untuk membuat karya tulis tentang kehidupan rakyat local jember sebelum ada LMOD (sebelum tahun 1850-an). Masyarakat local Jember ini sudah bisa menanam tembakau Meskipun dengan jumlah yang sedikit dan untuk keperluan local saja. dari sini saya punya pertanyaan menarik. yatu : 1. Sudah ada masyarakat local di Jember (sebelum 1859). 4. Jember mendapat perhatian dari pengusaha swasta Belanda karena beberapa hal. Juga dalam bentuk artikel.Para netter. Ini sudah menjadi gambaran dan pertimbangan pihak colonial. itulah daya tarik daerah Jember yang membuat pihak pengusaha swasta Belanda “jatuh cinta” dengan Jember. Masalah pengairan Tersedianya air yang sangat cukup 2. bisa Para netter. Di data ini disebutkan bahwa. Soalnya jika dalam . Tanahnya Subur Kesuburan tanah ini cocok untuk perkebunan 3.

Madura. jembatan2 dan sarana transportasi.. atas Skripsinya dengan judul : Kota Jember .1992. Ini mendorong meningkatnya arus migrasi. Itung2 juga sebagai kado buat Jember. Itu saja para netter. Hari ini sengaja saya memasukkan banyak artikel di JEMBERPOS. Amin. Sedangkan orang Eropa khususnya Belanda mendominasi pegawai perusahaan perkebunan di Jember. saya masih kesulitan masalah sumber datanya. Pengaruh daerah perkebunan terhadap Jember Monday. Semoga mas Trijono selalu ada dalam lindungan Tuhan. Dari Kota Kolonial Hingga Kota Republik 1929 . .. Masuknya perkebunan di wilayah Jember menimbulkan perubahan bentuk fisik. August 23. Cooley). Semoga dari yang sederhana ini bisa bermanfaat. Sampai jumpa lagi di artikel JEMBERPOS berikutnya. 2010 12:01 AM Jumpa lagi para netter. Orang Cina dan Arab berkembang seiring dengan perkembangan ekonomi di Jember. NB : Ucapan terima kasih yang setinggi tingginya buat mas Trijono. Memang salah satu syarat pertumbuhan kota adalah harus ada jaringan transportasi (Charles H. kali ini kita akan membahas tentang pertumbuhan daerah perkebunan di Jember dan pengaruhnya.. Terimakasih. Oke para netter. Karena selain blog ini masih baru. Para pendatang itu berasal dari Jawa pedalaman. Di hari jadinya yang ke 80 (1 januari depan). Lulusan sastra sejarah Universitas Udayana. Amin. juga karena memang masih banyak yang ingin saya tuliskan tentang Jember.bentuk yang lebih ilmiah. Contohnya pembangunan jaringa irigasi. Perubahan ini terjadi karena dibangunnya Infrastruktur yang mendukung kelancaran produksi perkebunan. Cina dan Arab.

Migran Madura banyak bermukim di wilayah Jember utara. Tetapi berdasarkan pada asal daerahnya (Orang Kediri membentuk kampong kediri. Terpisah antara satu dengan lainnya. Di pusat keramaian dan tempat tempat yang strategis untuk berdagang. Pola pemukiman orang2 Cina dan Arab selalu mendekati pusat Distrik Jember. Hampir sama dengan kampong Arab. . Orang Ponorogo membentuk kampong Ponorogo. Perbedaan Pemukiman tersebut menunjukkan adanya perbedaan status penguasa colonial dan orang2 timur asing sebagai kelompok elit. Selain itu juga terdapat komplek perkantoran milik Belanda. Karena rata2 mereka adalah pedagang.dll). Dan bagian barat tempat untuk membangun masjid kota. Perkembangan tata ruang kota Jember menciptakan suasana colonial dengan pusat pemerintahan berada di selatan menghadap alun alun. Di tempat ini terdapat komplek perumahan orang Belanda yang bekerja di perkebunan dan yang bekerja di berbagai instansi pemerintahan. Pola pemukimannya tidak didasarkan unsure genealogis seperti orang Madura. Orang2 Cina mendirikan kampong Pecinan. Pemukiman orang Eropa (khususnya Belanda) terpisah dengan migrant.Pada bagian timur atau utara terdapat bangunan tangsi militer / polisi yang dilengkapi dengan bangunan penjara. Tapi biasanya orang2 Arab bermukim di sekitar masjid namun tetap strategis untuk berjualan. Maka dengan sendirinya Jember berwajah colonial.Gelombang migrasi yang semakin besar mendorong mereka berusaha membentuk pemukiman sendiri. Lebih banyak berkelompok secara etnis. Terletak di pusat Distrik Jember. Sedangkan penduduk pribumi termasuk non elit. Migran Jawa banyak bermukim di daerah Jember selatan.

August 22. Masih merujuk pada skripsi nya mas Trijono. Tapi kalau anda dari luar kota. Kalau anda orang Jember sih nggak ada masalah. Jembatan kota Jember berikutnya. jembatan yang menghubungkan kota Jember dengan Arjasa. baik jalan maupun jembatan mempermudah akses orang2 dari tempat terpencil di Jember. yang membuka akses dengan daerah Wirolegi maupun Mayang. skripsi saya sendiri dan sumber2 lokal lainnya. itulah pengaruh dari berdirinya perusahaan perkebunan di Jember. Terimakasih. apakah anda sudah tahu tentang sungai bedadung? Atau jangan2 anda sudah pernah mandi disana. Sungai Sungai di Jember Sunday. Semakin mudah untuk memasarkan produksi hasil perkebunan.Sementara bangunan pasar yang menjadi pusat interaksi social ekonomi. Perkembangan sarana fisik kota. 2010 11:59 PM Para netter. tergeser ke sebelah barat. menuju ke pusat kota. . Para netter. Jangankan mandi. Dibangunnya jalur kereta api ini memudahkan hubungan daerah2 di bagian barat dengan Jember. Baik untuk kebutuhan ekspor maupun memenuhi kebutuhan local. Misalnya.. berhati hatilah. Dibukanya jalur kereta dari Surabaya-Probolinggo-Jember pada tahun 1912 membuat perkembangan fisik kota Jember semakin pesat. Juga memperbesar pergesekan social ekonomi di Jember.

Berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi. maka dia akan beristrikan orang Jember. Kenapa? Ada satu mitos tentang sungai bedadung. Haha. Hanya 200 ribu. Lalu kenapa sungai bedadung menjadi yang paling beken? Ini tidak lain karena sungai bedadung mengalir dan membelah ditengah tengah kota Jember. Kalau anda ingin tahu rahasianya bergabunglah dengan saya. . Bagi siapa saja pendatang yang mandi di sungai bedadung. Kalau pendatang itu laki2. Anda tidak percaya? Ini sudah terbukti pada Almarhumah ibu saya sendiri lho. Terlepas dari mitos itu. Adapun sungai sungai lainnya yang menyejukkan wilayah Jember adalah : SUNGAI MAJANG Merupakan sungai yang bermata air dan berhulu dari Pegunungan Raung. Sungai sanen ini bertemu dengan sungai majang di desa Sumberrejo Kecamatan Ambulu dan bermuara di Samudra Indonesia. Beredar dari mulut kemulut.. Begitu juga sebaliknya.menyentuh airnya saja sudah beresiko anda akan sulit melupakan Jember. Pada kesempatan lain Insya Allah akan saya kupas kembali cerita rakyat tentang sungai bedadung. Kayak Reseller saja. masih banyak sungai2 lain yang mengaliri wilayah Jember. SUNGAI SANEN Bermata air dan berhulu sungai dari Pegunungan Raung juga.

). Ingatkan saya jika ada kesalahan. Bermata air dan berhulu sungai dari pegunungan Hyang. Yang pertama adalah Controleur beserta wedana dan asisten . muncul tiga tingkatan social. Tentang struktur pemerintahan di Jember di akhir abad 19 Sunday. Sungai sungai tersebut bermanfaat bagi irigasi dan perusahaan2 perkebunan di Jember. Melihat kondisi masyarakat Jember dengan mata pencahariannya. bondoyudo.SUNGAI JATIROTO Merupakan sungai yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang. struktur ini memang tidak tertulis di skripsi saya dulu. Lumayan banyak juga ya. Semoga kedepan JEMBERPOS bisa mengalir lebih santai dan indah. dan sungai besini. Maaf kalau penyampaian saya terlalu kaku. Bermuara di Samudra Indonesia. Terima kasih para netter. itulah sungai sungai yang ada di Jember. Semoga bisa memperluas cakrawala kita tentang struktur pemerintahan tempoe doeloe di Jember. Saya mengundang masukan dari siapa saja. Diantaranya kalikotok. August 22.. renes. Tapi saya kutip dari skripsinya mas Trijono (sekali lagi terimakasih mas. Para netter. Seperti gemericik air di sungai bedadung. 2010 11:55 PM Para netter. SUNGAI SUNGAI KECIL..

Pola pemukiman orang Madura biasanya didasarkan unsur genealogis dengan membawa dan mengembangkan seni2 tradisional dari daerah asalnya. seperti itulah struktur pemerintahan di Jember akhir abad 19. Kecamatan Arjasa.. Dengan perangkatnya seperti carik. Berikutnya. Migran Madura terutama di pedesaan mempunyai beberapa . Asisten residen dan bupati. Terakhir adalah rakyat biasa. 2010 11:54 PM Hai para netter. Hubungan antara rakyat biasa dengan controleur disini dapat dikatakan baik. sebagai penguasa tertinggi di Afdeling Djember. Semoga bermanfaat. Sukowono. Terimakasih.wedana. Controleur berkedudukan sesuai dengan struktur pemerintahan colonial yang menguasai distrik. lurah beserta aparatnya. Sejak tahun 1883 sudah berubah. Perangkat desa yang bersifat tradisional ini. kebayan. Para netter. Kalisat dan Mayang. masih sebagai perantara antara penguasa colonial dan rakyat biasa. Controleur beserta wedono dan asisten (sekarang camat). modin. Kedua adalah lurah atau petinggi. Ketiga adalah rakyat biasa atau umum. Lebih Mengenal Pola Pemukiman Orang Orang Madura dan Jawa di Jember Sunday. August 22... Sedikit menyegarkan ingatan kita tentang pola pemukiman di Jember tempo dulu. Ini bisa anda lihat di beberapa daerah di Jember. otomatis ada di bawah struktur penguasa tertinggi.

Contoh. Di pedalaman Jember bagian utara. Jenis pemukiman ketiga adalah Pamengkang. menantu yang belum berpenghasilan sendiri berkumpul dengan mertua. Yaitu kesatuan tempat tinggal yang terdiri dari beberapa rumah tangga inti dalam satu pekarangan. Yang pertama adalah pola pemukiman yang disebut dengan KOREN. Itulah mengapa pola pemukiman orang Madura di Jember dikenal dengan nama . Jenis pemukiman berikutnya adalah Kompong Meiji. Koren terdiri dari deretan rumah (beberapa rumah).kesatuan tempat tinggal. Itu adalah langgar (musholla) tempat mereka beribadah sholat. Kampong Meiji adalah kampong terpencil yang ditempati sekitar 5 generasi. Yaitu kesatuan tempat tinggal yang didiami oleh tiga generasi dengan jumlah rumah paling banyak lima buah. Kampong Meiji ini letaknya terpencil. Sedangkan langgarnya (Musholla) terletak di bagian tengah. Di bagian barat deretan rumah tersebut membujur barat – timur. Berderet dan membentuk suatu halaman memanjang. Ketiga pola pemukiman orang Madura di Jember tersebut membentuk pola pemukiman berkelompok. Masing2 terdiri oleh satu atau lebih keluarga inti. Berikut akan saya jelaskan untuk anda. Semoga bermanfaat. ada di bagian utara. Arah rumah membujur kea rah utara – selatan. Biasanya dipagari dengan pagar alam sebagai pemisah dengan koren yang lain. Atau kalau tidak. Dengan himpunan lebih dari 20 rumah tempat tinggal. Berhadapan dengan beberapa gubug yang merupakan dapur dan kandang ternak.

Itu saja para netter. Maka dari itu di Jember terdapat pemukiman kampong orang Ponorogo. Paling2 dijawab.. Pola seperti itu banyak dijumpai di desa Balung. Apakah musik patrol itu identitas Jember? Saya yakin anda akan heran. Tapi kalau sudah menyangkut masalah tradisi. Tidak mendasarkan pada unsure genealogis seperti pola pemukiman orang Madura. Coba saja anda tanya ke masyarakat asli Jember. pola pemukiman orang Madura dan Jawa di Jember. Wah berat ini. Untuk pola pemukiman orang Jawa di Jember tidak sama dengan pola pemukiman orang Madura. benarkah musiknya orang Jember? Sunday. Bahkan masyarakat Jember sendiri tidak percaya diri. Pagar didepan rumahnya dibuat sebagai kandang sapi. August 22.” . Rumah tersebut memakai pintu gerbang (regal). Dalam bahasa Indonesia artinya halaman panjang. kampong Bojonegoro. Tetapi kita masih bias menelusuri sejarahnya. Sekian dulu. “Nggak tau ya. Musik Patrol. 2010 11:52 PM Berbicara tentang Jember memang menarik. Terimakasih. Lebih pada asal daerahnya. kampong Madiun dll. keadaannya menjadi lain. Terbentuknya ini kira kira tahun 1860. Ada banyak hal yang bisa kita ceritakan. Meskipun sekarang sudah agak kabur antara kampung satu dengan kampong lainnya.TANEAN LANJENG. Pola pemukiman yang dikembangkan oleh orang jawa di Jember adalah rumah joglo.

haha. apakah anda tertarik ingin menyaksikan musik patrol jember? Saran saya. “Bukan. Musik patrol adalah musiknya orang Jember. Dikesempatan yang lain akan saya tulis artikel tentang sejarah musik patrol. Tongtong mengusung lagu lagu Madura. Memang mirip antara keduanya. Karena dulu skripsi saya juga tentang ini. UKM Kesenian Pusat Universitas Jember. Musik patrol adalah “khas” Jember. selamat menikmati musik patrol. Beda yang paling mendasar adalah dilihat dari alat tiupnya. Tapi ada bedanya. musiknya wong Jember. Tongtong menggunakan alat tiup saronen. Meskipun juga ada lagu2 Madura dan lainnya. beberapa tahun terakhir ini ada carnaval musik patrol. Sedang musik patrol memakai seruling. Musik patrol dimanfaatkan oleh masyarakat Jember untuk membangunkan warga muslim. Para netter. Mereka akan berkeliling pada waktu2 sahur sebelum Imsyak dengan mendendangkan lagu2 merdu. Kehidupan Musik Patrol Di Jember Tahun 1987 – 1997..Atau. . Trus yang benar apa dong? Nggak tau ya. Atau kalau anda juga tidak percaya diri. saya akan tuliskan seperti ini. Belum lagi bila dilihat dari performa dan sejarah kemunculannya. Nah para netter. jawabannya itu pasti. Dirintis dan dikoordinir oleh kawan2 aktivis seni. Berita baiknya. Kalau yang dimaksud adalah musik Tongtong. Musik identitas Madura. berkunjunglah ke Jember pada waktu bulan puasa. Dulu namanya Festival Musik Patrol. itu musiknya orang Madura. Perbedaannya juga bisa kita lihat dari lagu yang dibawakan. Musik patrol lebih ke lagu2 Banyuwangi-an.

sekalian promosi. Seperti yang dap[at dilihat saat ini. Selalu ada doa untuk kebaikan anda. Semoga bermanfaat. Lalu menghasilkan bentukan topografi gumuk. ciri khas milik Jember Sunday. Formasi gumuk2 di Jember dianggap sebagai bekas aliran lava dan lahar dari kawah gunung Raung.Gumuk. Saya akan paparkan tentang apa dan bagaimana GUMUK. Salah satu khas daerah Jember. Kemudian terjadi erosi pada bagian2 yang lunak. (Verbeek dan Vennema. memberikan pola bentang alam yang khas.. Namun ada bantahan dari Ir. Sutrisno M. 1936). Sampai ketebalan puluhan meter yang berasal dari gunung Raung sekarang. 1939). Wilayah lain yang mempunyai bentang alam gumuk adalah Tasikmalaya. jumlah gumuk mencapai lebih dari seribu buah. Menurut penelitian Lembaga Penelitian Universitas Jember pada tujuh kecamatan. Gumuk merupakan istilah khusus yang diberikan pada suatu bukit. Ada yang menarik dikota Jember selain TAMASYA BAND. Dengan ketinggian berkisar antara 1 meter sampai dengan 57. Aliran ini lalu tertutup oleh bahan vuklanik yang lebih muda.S. Jember dengan gumuknya. Sesuai dengan janji saya sebelumnya. Belum lagi jumlah gumuk di kecamatan kecamatan lainnya. Dosen jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember. Bagaimana kabar anda saat ini.. Hehe.5 meter. . dari saya. Yang tidak dijumpai di daerah2 lain di Indonesia (padang. Gumuk namanya. August 22. Yang terdiri atas sediment vulkanik lepas2 selama kurang lebih 2000 tahun. 2010 11:51 PM Halo para netter.

SumberJambe. Secara ekonomi jelas bermanfaat. Sementara di Kecamatan Wuluhan. batu piring. Unsur utama Gumuk adalah batuan. Manfaat Gumuk bagi wong Jember Sunday. 2010 11:49 PM Jumpa lagi para netter. August 22. Masih berbincang tentang Gumuk. dan batu pedang. Gumuk2 besar dengan ketinggian lebih dari 50 meter dapat dijumpai di Kecamatan Sukowono. Terjadi proses pelapukan. Ini karena ribuan tahun formasi gumuk berubah. Warga Jember pasti tahu kalau ditanya tentang manfaat Gumuk. batu koral. Akan saya bahas di artikel berikutnya tentang manfaat Gumuk dari beberapa sisi. Apalagi kalau bukan digali dan dijual batunya. Karena gumuk berasal dari lontaran gunung berapi. Apa lagi? Sebagai . Macam2 batuan di dalam gumuk. Apa manfaat lainnya? Sebagai penyimpan cadangan air buat warga Jember. ketinggian gumuk hanya sekitar 1 – 2 meter saja. Balung dan Kencong. dan Mayang. Batu padas. Itu yang mengundang adanya eksploitasi Gumuk untuk ekonomi.Sebaran dan bentuk gumuk terlihat mengecil ketika jaraknya semakin jauh dari gunung Raung. Kali ini akan saya coba kupas dari sisi manfaatnya. Bagian atas gumuk menjadi tanah yang subur. batu pondasi.. Terima kasih. Itu dulu dari saya para netter.

Ditakdirkan tumbuh di kaki gunung Raung.tempat wisata. Kalau kita adalah kaki dari gunung Raung itu sendiri. Berbanggalah kita rakyat Jember. Tangan tangan . Dari gumuk bisa ditelusuri dinamika alam masa lalu. Saat ini saya hanya ingin menekankan. Kaki Gunung Raung (Jember) dan kaki gunung Galunggung (Tasikmalaya). Contohnya pemandian Oleng si butong dan taman rekreasi bukit bedadung. Merupakan sebuah kebanggaan bagi kita selaku orang Jember. Mungkin kedepan saya akan menguraikan itu. Dan juga punya makna filosofis yang tidak “enteng”. Mengingat di Indonesia perbukitan dikaki gunung hanya ada di dua lokasi. Tapi kitalah kaki gunung Raung itu. Tidak mengangkat tema tentang perbandingan manfaat. Bahwa GUMUK ADALAH KHAS MILIK JEMBER. Sebagai referensi. Bisa jadi kembali terjadi di masa yang akan datang. Letusannya yang melahirkan Gumuk dan aliran sungai bedadung. Tangan tangan yang kreatif. Sengaja saya membatasi tulisan. itu mempengaruhi karakter kita. bagaimana dengan tangan kita?. Terus apalagi ya? Dari sisi ilmu pengetahuan jelas bermanfaat. Kita bukan hanya tumbuh dan berkembang di kaki gunung Raung. Tergantung kita. Tangan tangan kita adalah tangan tangan yang nantinya diharapkan bisa membelai lingkungan disekitar kita. Memelihara atau menghancurkan. Akan kita arahkan kemana langkah kaki kita. Dari sisi ekonomi dan ekologi. Dititipi Gumuk oleh Tuhan. Tinggal bagaimana kita bersikap.

Juga membawa dan mengembangkan budaya asalnya. Orang Madura banyak tinggal di Jember bagian utara. Migran Jawa dan migran Madura. Itulah kita. dari sisi material maupun immaterial. Para netter.!!! Bahasa Khas Orang Jember Sunday. August 22. Karena itu adalah identitas daerah. Tangan tangan yang menuliskan indahnya daerah sekitar kita. Karena bahasa adalah sarana komunikasi dalam pergaulan. Terima kasih.. Mereka membawa unsur bahasa ke tempat yang baru. Begitu juga dengan para netter. Mari kita tuangkan dengan pena keindahan sekitar kita. terlepas dari segala kekurangan kita. Salam Lestari. Bagi orang Jember. Termasuk bahasa. . tulislah indahnya Jember. sekian dulu artikel tentang manfaat gumuk. Karena memang tidak ada alasan untuk malu. 2010 11:48 PM Perkembangan budaya dan bahasa di Jember berasal dari dua migran. Migran Jawa banyak bermukim di Jember bagian selatan.. Berbahagialah anda menjadi warga Jember.yang melahirkan karya.

Bahwa masyarakat Jember sendiri sulit untuk menentukan dan merunut budaya aslinya. Siapa tahu nanti bisa diterbitkan dalam bentuk kamus. Saya berkeinginan untuk mengumpulkan kata kata khas Jember. Terima kasih. Kenapa tidak kita tuliskan saja? Segala hal tentang Jember dan dari sudut pandang tertentu. Pada akhirnya melahirkan masyarakat ber-dwi bahasa. saya tidak mau hanya terjebak saja. Sementara masih diblog gratis ini.. Hal yang saya uraikan diatas sedikitnya menjawab tentang kesulitan masyarakat Jember. Bagaimana para netter. Pemakai bahasa Madura dapat berbahasa Jawa. tidak tertarikkah anda untuk singgah ke Jember? Hehe. promosi nih. Dan ini digunakan dalam keseharian. Sayang sekarang sudah pasif.. Lahirnya bahasa khas dialek Jember . Buletinnya orang2 kreatif. Memikirkan tentang budaya asli tapi tidak melakukan apa apa. Akan saya terbitkan secara berkala. Kalau dari saya sendiri.Artikel saya ini tidak hendak membedakan. hehe. Mana yang Jember utara mana yang selatan. Komposisi antara migrant Jawa dan Madura jumlahnya seimbang.. Terinspirasi oleh bulletin pothot. Doakan ya para netter. Saya punya ajakan nih para netter. Dan disebarkan secara indie. Tapi lebih pada percampuran kebudayaan tersebut. Begitu pula sebaliknya. Inilah yang menimbulkan adanya budaya campuran.

Dengan demikian penduduk setempat (local Jember) bercampur baur dan membentuk masyarakat Jember sampai saat ini. Dari sini muncul gelombang pendatang baik dari Jawa diluar Jember maupun Madura. Kenapa bisa berbeda? Ada tiga hal yang menyebabkan perbedaan tersebut. Disini akan saya gambarkan satu persatu.Sunday. Tapi mengapa bahasa Jawa yang ada di Jember jauh berbeda dengan Yogyakarta? Jawaban sederhana adalah karena masalah jarak Jember Yogyakarta yang jauh. . Suku Madura juga menggunakan bahasa Madura kasar (unda usuk tingkat rendah). Sejarah Jember dimulai dari adanya perkebunan abad 19. Perpaduan dua suku dari golongan kelas bawah ini membentuk golongan kelas yang sama. artikel ini melengkapi artikel sebelumnya tentang bahasa khas orang Jember. Yang pertama adalah tentang Hambatan Sosial Berdasarkan artikel sebelumnya yang sudah saya tuliskan. Tetapi bila kita perhatikan. Terimakasih dan semoga bermanfaat. Berikutnya adalah mengenai hambatan Geografis Berbicara tentang bahasa Jawa otomatis pikiran kita terarah pada Yogyakarta. Tulisan dari Henriono Nugroho dengan judul Latar Belakang Sosio – Kultural Bahasa Jawa Daerah Jember. Karena merasa dari golongan yang sama. August 22. Mengacu pada sumber dari Jurnal Ilmu2 Humaniora Volume 1. Secara umum masyarakat Jember menggunakan bahasa Jawa. dan hambatan linguistic. Sebagai buruh perkebunan. rata2 para pendatang ini adalah dari golongan rakyat kelas bawah. 2010 11:46 PM Halo para netter. hambatan geografis. bahasa Jawa khas Jember berbeda dengan bahasa Jawa baku. Yaitu hambatan social. Mari kita diskusikan bareng2. suku Jawa cenderung menggunakan bahasa Jawa Ngoko.

Padahal dalam bahasa Madura sendiri.Sebenarnya. dan daerah tandus. karang terjal. Baru kemudian kea rah tenggara melalui Pasuruan. sungai. dan Surabaya. Ini melahirkan banyak sekali perbendaharaan kata baru yang hanya ada di kota Jember. dan barulah sampai di Jember. Bahwa dialek Jember lebih miskin perbendaharaan kata (bahasa Jawa) daripada bahasa Jawa baku yang berkembang di Yogyakarta. Bila dari arah Yogya. Dalam bahasa Jawa baku istilah untuk cangkul adalah pacul. Mojokerto. Itulah par netter. Yakni melalui Solo. Nganjuk. Faktor lain penyebab timbulnya perbedaan dialek Jember dengan bahasa Jawa baku adalah perbedaan budaya antara Jember dan Yogyakarta. Yogyakarta dan Jember terletak di dekat pantai selatan. Khususnya bahasa Jawa dialek arek (dialek Madiun dan Surabaya). Misal kata2 cangkul. tapi landuk. Di Jember berubah menjadi pacol untuk meMadurakannya. Madiun. istilah untuk cangkul sama sekali bukan pacol. Mau tidak mau mengalami proses asimilasi dengan bahasa Jawa dialek lainnya. bahasa Jawa baku dari Yogya telah melalui beberapa daerah. Misalnya untuk nama anak hewan. Ngawi. Akan saya persingkat untuk anda. Lumajang. Tapi kedua daerah ini terpisah oleh gunung. Kertosono. untuk menuju ke Jember kita harus menuju kea rah timur laut dulu. Jombang. Pengaruh bahasa Madura pada bahasa Jawa khas Jember juga sangat kuat sekali. Masyarakat Yogya . Probolinggo. Penyebab perbedaan yang terakhir adalah Hambatan Linguistik Di materi Jurnal yang ditulis oleh Henriono Nugroho ini menguraikan banyak istilah2 kebahasaan beserta contoh. Jadi tidak ada jalan lurus horizontal yang menghubungkan Jember Yogyakarta. Contoh : anak gajah dalam bahasa Jawa baku dinamakan bledug. Dibahasa Jawa baku lengkap sedang di dialek Jember tidak ada. Tapi dalam bahasa Jawa dialek Jember cukup dinyatakan dengan anak’e gajah.

. Membuka mata dunia tentang kota kecil Jember. Acaca sendiri saya ambil dari bahasa Jember adopsi dari bahasa Madura. Dengan sendirinya ada perbedaan kosakata pada kedua dialek tersebut. Ohya. tentang keinginan saya membuat glosarium bahasa khas Jember. Tidak saya beri nama Glosarium. Tapi Jember Acaca. Di Madura sendiri yang ngetren adalah abenta. Sedangkan masyarakat Jember mayoritas golongan santri. Itulah para netter. mohon doa restunya ya. Ngoko menjadi symbol keakraban antar sesame rakyat Jember bila digunakan dengan timbale balik. berbicara. Terima kasih. Dan Jember lebih banyak dipengaruhi oleh bahasa Arab / ajaran agama Islam. Biar lebih local. Bahwa Jawa baku (Yogyakarta) lebih terpengaruh oleh hindu dan budaya aristokrasi keraton. gambaran sederhana tentang lahirnya bahasa khas dialek Jember. Kromo inggil bahasa Jawa dialek Jember hanya berdasarkan factor rasa hormat dan kebersamaan. Kromo inggil pada dialek Jember tidak banyak dipengaruhi status social sehingga masyarakat Jember terlihat lebih akrab dengan bahasa Jawa Ngoko.. Jember acaca edisi pertama untuk anda. . August 22. 2010 11:45 PM Para netter. Jember Acaca Volume 1 Sunday.pada umumnya golongan abangan dan priyayi dan sebagian santri. Inilah para netter. Saya ingin Jember berbicara. ini kamus online yang saya janjikan. Artinya sama.

tidak menghargai orang2 disekitarnya. Sama seperti kata “Jancok” atau kata “Nggateli”. 2. Bahasa Madura yang artinya sok tua. 4. Taq mesetaq Artinya : Bertingkah laku buruk. Kardi Artinya : Seenaknya sendiri. Ini adalah kata umpatan khas Jember. Untuk kata2 umpatan yang lain seringkali orang Jember mengumpat dengan menyebut nama Hewan. Metao Artinya : Sok tahu. Gak onok .1. Tanpa perhitungan. Melakukan sesuatu dengan spontan tanpa perhitungan. Masih satu sifat dengan nomor dua. Terinspirasi dari bahasa Jawa. grusa grusu. Dilabelkan pada orang orang yang tidak punya sopan santun. Pemadatan kata dari karepe dhewe (Jawa) atau karepa dibik (Madura). Dag Gradag Artinya : Tergesa gesa. Slenge’an dari kata2 “metoah”. 3. 5.

Mau kemana? Gak onok / gak ada. Tidak konsisten. Pet Crepet Artinya : Berserakan kemana mana. Unik. Dari mana? Gak onok / gak ada. Contoh : Awakmu mak pet crepet. tidak mungkin. Tapi memang seperti itulah bahasa khas Jember. Ini seringkali membingungkan masyarakat pendatang. Asli bahasa Jawa. Huh Kah Artinya : Hanya sebuah desahan (bukan kata). Tidak ada. 7. jare kate nang omahku. katanya mau kerumahku.. Kata2 khas Jember dan sering diucapkan. Seringkali digunakan untuk orang yang tidak tepat janji.Artinya : Tidak ada. Biasanya untuk memberi penilaian pada hal hal yang tidak masuk akal. Mak Taker Artinya mana mungkin. 6. Misalnya : Bapakmu kemana? Bisa dipastikan jawabannya adalah GAK ONOK. 8. Kamu kok “pet crepet”.” . Sama seperti keluhan “huh. Tapi ini seperti kata2 wajib dari wong Jember untuk menjawab pertanyaan dari orang lain.

Tat Letat Artinya : Becek. Mungkin tidak saya seragamkan 10 kata. 10. sok jagoan. Biasanya dibaca meninggi dan memanjang. Saya sangat mengharap sumbangsih kata kata khas Jember. Dilabelkan pada orang yang reseh atau sering cari gara gara. Dengan tanda seru. 2010 11:44 PM . menyebabkan kotor yang mencolok. Kata kata ini popular di Jember perbatasan Bondowoso. Terutama dari para blogger Jember (keluarga suwarsuwir). tapi tetap akan saya usahakan.Digunakan saat tidak enak hati atau lagi gemes. 9. Terima kasih sebelumnya. Ini untuk menghindari biar saya tidak terpenjara target. Ini dulu Jember Acaca dari saya para netter. Thank’s para netter. Dem MeKodem Artinya sok aparat (padahal bukan). Lumpur di alas kaki yang menempel di lantai. Hebat mana orang Jember dengan orang luar negeri? Sunday. Jumpa lagi di Jember Acaca Volume 2.. Tanah lembek yang terinjak injak. Serapan dari kata KODIM. August 22.

Apalagi luar negerinya adalah orang2 benua Eropa. Bahasa Indonesia. hehe. jelas aja anda memilih lebih hebat orang luar negeri. Tetap tiga dan alamiah.. Anda bereaksi kan? Saya sudah prediksikan itu. Berbanding lurus dengan kekuatan otak. Nggak usah jauh jauh ke bahasa inggris. dan bahasa madura halus (enggih-enten). Menurut anda hebat mana. hehe. Atau Indonesia.. Atau orang Amerika Serikat (bukan benuanya lho).. Dengar saja acara radio swasta di Jember. Saya dan orang2 disekitar saya menguasai lima bahasa tanpa kursus. Itupun saya yakin salah satunya dari kursus atau dari sekolah. Bahasa using misalnya. bahasa madura kasar (iyehenjek). Mber meJember atau apalah namanya. Atau kalau anda kurang sepakat bisa diringkas lagi. Masalah bahasa adalah masalah memori. Belum lagi kalau ketambahan bahasa yang lain. Begini argumennya. Bahasa Indonesia.. bahasa jawa ngoko. Dua lainnya adalah bahasa ibu dan bahasa nasional. saya akan menjawab satu kata saja.Para netter. Tapi setelah itu pahami argumen sederhana saya. Terbukti banyak juga masyarakat Jember yang bisa bahasa using. Akan saya terima. Acara berbahasa using. jawa halus (tapi jawa halus khas Jember lho. Paling paling anda menyangka saya sukuisme. Nah kan. Dari sektor gizi aja orang Jember nggak ada apa apanya. Silahkan mencibir. orang Jember dengan orang luar negeri? Ya. bahasa jawa kromo. Berapa sih bahasa yang dikuasai oleh orang2 luar negeri? Paling2 tiga. Kalau saya yang diberi pertanyaan. jawa dan madura. Tiga bahasa. . Jember.) dan kasar.

Berkarya atau tidak. Ingat. Jangan malu menjadi orang Jember. Para netter. Dan ini meninggalkan satu pertanyaan untuk warga Jember semua. Itu berarti banyak orang2 hebat di Nusantara ini.. Dengan segala kesederhanaan saya himbaukan ini. Terima kasih. kita bangsa yang plural. Kita sudah menyia nyiakan anugerah yang Tuhan berikan. profil tentang diri saya Sunday.!! Sayang bila kita tidak berkarya. Dimanapun anda sekarang berada.. Hanya butuh sedikit sentuhan saja. August 22. Ternyata otak kita canggih. maka saya yakin akan ada begitu banyak karya yang lahir dari tangan tangan kita. KEKUATAN PIKIRAN. bila kebetulan anda juga orang Jember. pulang2 sudah cas cis cus bahasa Balinya. Hanya mengandalkan kekuatan otak dan kelenturan adaptasi..Dan itu lebih dari satu acara. TANPA KURSUS. Ada banyak bahasa disini. Ada juga yang setelah merantau ke Bali (atau manapun). MARI KITA BERKARYA. .. Saya bukan Hittler. 2010 11:42 PM Jumpa lagi para netter. Nah. Saya tidak mengajak anda untuk memandang rendah daerah lain. Bahkan saya ingin daerah lain juga menyadari potensinya. Mengenai kelenturan adaptasi ini adalah efek dari Akulturasi budaya. berbahagialah.. Kembali kepada Jember. kan.

Masih ada 16 artikel..Sudah enam belas artikel saya tulis. Diluar itu. Doakan saja kedepan saya ada rejeki.terbuai. Sejak sembilan tahun yang lalu. Saat kata2 “Bro” masih sama sekali belum popular di dunia entertaint. Amin. Tempatnya tukang ojek berkumpul. anda bisa melihatnya di www. satpam dan piket poskamling berjaga. Tempatnya anak muda nongkrong dan ngobrol. di kesempatan yang lain saya juga tertarik untuk meng-artikelkan kantorpos (postkantoor)Jember tempoe doeloe. Tempat para hansip. Juga masih baru. Ada beberapa alasan kenapa saya . Di artikel yang ketujuh belas ini saya akan mengutarakan beberapa hal tentang diri saya dan JEMBERPOS. Tapi saya biasa dipanggil Bro oleh orang2 disekitar saya. Kenapa blog ini saya namakan JemberPos? Jawabannya juga sederhana. perkenalkan nama lengkap saya Rohim Zabriansyah Hakim.blogspot. Karena saya “sreg”. Cerita tentang Jember. Untuk blog tentang diri. Hakim atau Bro. Pas dengan nama ini. Tapi saya belum mengenalkan diri lewat artikel. Insya Allah. Para netter. Ohya. Saya ingin JemberPos kedepan bisa menjadi semacam Bank Data. Karena saya belum cukup finansial untuk membeli domain berbayar. Kenapa saya menaruh dua blog ini di blogspot? Jawabannya sederhana. Saat saya kecil dulu.com. Saling bercerita dan bertukar pikiran. yang saya tahu tentang POS adalah semacam gardu. pola pikir dan gaya hidup saya pribadi. Nama kecil saya Aim. Tempat yang istimewa untuk ukuran anak kecil di generasi saya. saat saya kecil dulu. Nama panggilan saya Hakim. Tentunya semampu yang saya bisa. yang saya tahu tentang POS ya KANTORPOS. Nah anda bisa memanggil saya Aim. Terserah anda. Saya buat sekitar tiga minggu yang lalu.

Itu juga berlaku untuk Jember. Posting ini saya beri Judul Ai eLof Jember. Alasan pertama karena saya orang Jember. Salam kenal buat anda. sepertinya artikel ini sudah panjang. Tentang Jember. Lahir dan besar di Jember. gambaran tentang saya. TAMASYA BAND. . Saya bangga menjadi orang Jember. Sekian dulu perkenalan dari saya. dan Jember. Hasil dari proses ledakan gunung. Di Artikel sebelumnya saya membahas tentang Gumuk. Memang penulisan judul lagunya seperti itu. Bagaimana dengan anda? Apa yang hebat dari daerah anda? Mari kita bersama sama menuliskannya. Saat Jember tumbuh dan berkembang (terhitung sejak masa kecil saya). Ini mengharuskan saya bersinggungan dengan banyak sumber. Tasik Malaya. Ai eLof bukan I Love. Jepang. Ini untuk menyesuaikan dengan lidah orang2 Jember.. Dari logat dan pengucapannya. Kedua karena skripsi saya dulu berlatar belakang kota Jember. Gimana ya. sejarah dan perkembangannya.. Ya sama saja dengan bahasa inggrisnya orang Inggris dan Amerika serikat itu beda. Setidaknya ada satu karya yang tertinggal saat kita mati nanti. Kenapa? Karena gumuk hanya ada di tiga tempat di seluruh dunia. Para netter. siapa tahu bermanfaat untuk anak cucu kita nanti. Wow.terpanggil untuk membuat JemberPos. Itu saja dulu para netter. saya ada bersama proses itu. Juga salam hangat buat orang orang di sekitar anda. Itu adalah judul lagu ciptaan saya sendiri. Semacam bukit (gundukan). Lagu tersebut berkumandang bersama tumbuh dan berkembangnya band kesayangan saya. Sulit untuk menjelaskannya..

Khusus untuk satu nama ini orang Jember punya istilah sendiri. Oke kembali lagi. Atau kalau lagi apes malah yang terdengar Cuma kata kata Pol saja. . hamper lupa. bercanda. masih belum sekolah. Tidak ada yang namanya Syaiful di Jember Sunday.) maka secara otomatis dia akan dipanggil Sepol atau Saipul atau Saipol. Dikota kecil saya banyak sekali yang bernama Syaiful. Enggak2 para netter. Bukan bermaksud mengejek atau melecehkan. Belum lagi Syaiful2 yang lain yang tidak saya kenal. Belum ketambahan dengan nama bapaknya teman saya. Orang yang bernama Syaiful terus dipanggil Pak Syaiful ya bisa saja.. Makanya dipanggil dengan ejaan yang benar..Terima kasih. Ini hanya masalah kebiasaan saja. Makanya apa apa diganti P. Tentang guyonan orang orang Jember yang sering saya dengar. Keponakan saya sendiri bernama Syaiful.. punya status social yang terhormat. Kenapa? Jawabannya adalah karena plat nomor kendaraannya orang Jember adalah P. Lho kok jadi cerita keponakan saya ya. Barangsiapa yang namanya Syaiful (hehe. Ohya satu lagi. Sekali lagi maap. orang Jember yang bernama Syaiful apa juga otomatis dipanggil Syaiful? Jawabannya adalah tidak.. Nama2 Syaiful tadi. hehe. Gampang. Biasanya Pak Syaiful yang ini nih. 2010 11:40 PM Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar besarnya buat anda yang bernama Syaiful. Sama sekali bukan untuk menyudutkan siapapun.. Kalaupun diucapkan dengan benar bisa kok.. Masih kecil. Atau lantaran yang memanggil baru kenal. Teman saya sendiri saja ada yang bernama Syaiful. Begini para netter. apa benar2 Syaiful ya namanya? Maksud saya. Artikel ini hanya bermaksud mendokumentasikan saja. Oke saya lanjutkan kembali tulisan ini. August 22.

Contoh saja kata2 wajan berganti bejen. Bondowoso berganti Bendebesah. bukan Lev. Sebentar2. Ingat. Wah kalau itu beda kasus para netter. Anda pasti mau Tanya lagi nih sebelum artikel ini saya sudahi. Dan masih banyak lagi. Coba anda perhatikan orang Madura saat bicara. Pasti kalau ketemu yang namanya hurf W. Kalau Madura tidak punya huruf W.. Orang Jember kakalu disuruh baca LOVE memang eLof. Punya keunikan disana sini. Terima kasih atas pengertiannya. yaitu P.Jadi sungkan mau manggil pak Sepol. Walang berganti beleng. Jember juga tidak punya satu huruf... seringkali mereka ubah dengan B. Mungkin inilah kelebihan orang Madura. Nggak tahu kenapa. Tapi tetaqp saja ejaan dengan huruf P lebih mantab dilidah dan akrab dihati.. . Unik. Hehe. Kita berplat P tapi jarang menggunakan huruf P.benar lagi kan saya. Trus kok bisa2nya saya kasih judul Ai eLof Jember?Harusnya kan Ai eLop Jember. Pasti dia bilang Ai eLof yu bukannya Ai Lev yu. Datangnya artikel ini bukan untuk melakukan pembunuhan karakter. ke pak Sepol lho ya. Salam plat P. coba sampean tanyakan ke pemuda Jember yang habis nembak ceweknya pakai bahasa inggris. hehe. haha. Kalau nggak percaya.tidak percaya? Kalau memang nggak percaya tanyakan saja ke pak Sepol. Apa maksudnya orang Madura tidak punya huruf W? Nantang carok tah? Wah sabar bos sabar. Anda ernama Syaiful. Jember juga seperti itu.. Sama sekali saya tidak ada maksud tidak terpuji.

August 22. Saya baru tahu kalau sudah ada jemberpos.. Hanya media informasi saja. banyak rejeki. Bukan apa apa. Terima kasih atas pengertiannya.Itu saja dari saya para netter. Nggak enak aja. Ini bukan artikel dengan pemikiran tertentu. Nah mumpung masih baru jadi cepet cepet saya ganti.. hehe. Semoga dari yang kecil ini bisa memberi arti buat kota kelahiran saya. Bedanya yang ini ada embel embel blogspotnya. Sudah itu saja. Sama sekali tidak ada maksud tidak terpuji. Salam Plat P. Berkarya dengan yang saya bisa untuk kota Jember tersayang. 2010 11:39 PM Para netter.. Semoga ditahun ini para netter tambah sukses. Jemberpos Ganti Nama Sunday. Datangnya artikel ini sama sekali bukan untuk melakukan pembunuhan karakter. sudah pakai blog gratis eh namaya sama lagi.com. hehe. Hanya ingin menjadi sebuah noda kecil saja. . Tidak ada yang istimewa dari nama JEMBERSPOT. Selamat hari kamis 1 Januari 2009.. Semoga tulisan ini bisa membuat kita semua lebih bergairah untuk mencatat hal2 menarik di sekitar kita. Hepi Nyuw Yer.. Sekalian nama baru ini saya jadikan kado buat hari jadi kota Jember yang ke 80.. Dari yang tadinya JEMBERPOS menjadi JEMBERSPOT. Bahwa blog ini berganti nama. dan selalu berdansa dengan alam raya. Sekali lagi mohon maap buat anda2 yang bernama Syaiful.

Mata saya tertarik pada sebuah buku tebal bercover biru muda. Di artikel saya sebelumnya yang berjudul Jember dan daya tariknya bagi pengusaha swasta Belanda misalnya. Proses migrant orang2 Madura ke daerah karesidenan Besuki sudah sering terjadi sejak jaman dulu. Akan saya tuliskan kembali untuk anda. Bahasan beliau berjudul Migrasi Orang Madura Dan Jawa ke Jember. Sub temanya adalah Dinamika Sosial Ekonomi III. Dosen saya dulu. Salah satu daya tariknya tertulis seperti ini.. Edy Burhan Arifin. Nah.000 . Ternyata kumpulan materi dalam Kongres Nasional Sejarah 1996. Iseng saya lihat deretan buku yang tertata rapi. Wow. ada gambaran samar samar tentang adanya peradaban di Jember sebelum berdirinya perusahaan perkebunan. Yang membuat saya tambah tertarik adalah. Namun pada tahun 1920 membengkak menjadi 40. Bahwa masyarakat local telah menanam tembakau untuk keperluan local. August 22. 2010 11:36 PM Kemarin saya mampir ke perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Jember. saya tertarik dengan keberadaan masyarakat local Jember sebelum ada perkebunan. disana ada tulisannya Drs. Ini jelas2 menyatakan bahwa sebelum abad 19 desenia ke enam sudah ada peradaban di Jember. Hal ini terlihat pada tahun 1798 penduduk Afdeling Bondowoso baru berjumlah 8000 jiwa. Bila menelaah kembali tulisan2 tentang Jember. Sekali lagi Hepi Nyuw Yeeeerrr. pas banget. di tulisannya pak Edy yang baru saya baca kemarin. Anda tahu bukan.. ada data baru yang menyegarkan saya. Artinya sebelum tahun 1859.Tet tet teeetttt… Pribumi Jember pra perkebunan Sunday.Gitu aja ya para netter.

orang2 Madura tidak tertarik migrasi ke Jember. Sejak desenia 6 abad 19 ada kenaikan jumlah sangat cepat. Baru awal abad 19 (1800-an) ada migrant Madura dari arah tersebut. Para netter. tahun 1845 jumlah penduduk Jember 9. Itupun masih coba coba. Dari sini saja saya bisa membuat gambaran sederhana. Dan sarana transportasinya sangat sulit. Catatan konkritnya seperti ini.680 jiwa. 1867 membengkak menjadi 75. Karena Jember termasuk daerah pedalaman dan terisolasi.234 kilometer persegi. Menurut Bleeker. Juga tanahnya yang moeras (berawa). Itu berarti jumlah penduduk Jember abad 18 sampai dengan awal abad 19 jauh dibawah 21. Di Afdeling Besuki dan Panarukan juga mengalami gejala yang sama.jiwa. Besuki dan Bondowoso. Beberapa tahun kemudian. Selain itu hutannya juga sangat lebat. Jelbuk sampai Arjasa. Bahwa Jember abad 18 masih belum ada pendatang (orang2 Madura) dari arah Afdeling Panarukan (pelabuhan Panarukan yang berdekatan dengan Sumenep).215 jiwa.215 jiwa. Masuk dari arah Maesan. Pada desenia awal ke empat abad 19 jumlah penduduk Jember hanya berkisar 1800 – 15000 jiwa. Berdasarkan keterangan Residen Besuki pada sekitar 1800-an. Dengan luas wilayah Jember diperkirakan 3. Untuk tahun 1858 saja penduduk wilayah Jember hanya 21. Secara garis besar masa itu Jember masih merupakan daerah unpopulated. Memang sudah ada populasi (pribumi Jember) tetapi masih sangat sedikit Jumlahnya. kita sudah mempunyai gambaran tentang Jember pra perkebunan.237 jiwa. Hal ini dikarenakan banyaknya orang Madura yang migrasi. Salah satu factor penyebabnya adalah terjadinya gelombang migrasi besar2an orang Madura ke Jember. Paling sedikit jika disbanding dengan Afdeling lain. Bahwa Jember termasuk daerah pedalaman dan terisolasi oleh hutan yang sangat .

Tapi itu pemikiran saat saya masih di bangku SMA. Begitupun oleh colonial Belanda. Kedepan saya akan mencari sumber2 lain untuk memperkaya data dan sudut pandang.lebat dan rawa rawa. August 22. 2010 2:41 AM Dulu saya sempat berpikir kalau Jember adalah bekas reruntuhan kerajaan. lalu kenapa ada benda2 peninggalan sejarah yang berceceran disini? Jawabannya singkatnya adalah karena Jember diapit oleh beberapa kerajaan besar. Mohon sambung doanya. Untuk kepulauan Jawa. Di Ambulu telah ditemukan batu bata merah ukuran besar.. Kenapa saya berpikir seperti itu? Karena yang saya tahu Jember punya peninggalan sejarah berupa kuburan batu. Di dusun Gondosari desa Tamansari kecamatan Wuluhan tepatnya. Dari pra colonial . Kenapa Di Jember berceceran benda2 jaman kerajaan? Sunday. Besuki dan Panarukan saja. Juga perbandingannya hanya dengan Afdeling Bondowoso. Edy Burhan Arifin atas kepeduliannya terhadap Sejarah kota Jember. Tidak adil rasanya memberi gambaran tentang Jember hanya dari sisi perkebunan. batu kenong dan menhirnya. Itu menjadikan Jember sebagai wilayah yang tak terjamah. Disinyalir batu bata merah tersebut adalah peninggalan Majapahit (Budiono : Dosen Sastra UJ). Terimakasih NB : Terimakasih buat Bapak Drs. Kalau memang Jember adalah bukan bekas reruntuhan kerajaan. Tapi para netter. Belum lagi transportasi yang sulit. bisa dikatakan sangat terlambat sekali Belanda menjamah Jember.Apalagi beberapa waktu kemarin ketambahan penemuan baru.

Kalau darat ya mau nggak mau menembus hutan belukar Jember. Perang paling dahsyat daripada perang sebelumnya. Kemudian terjadi perang yang dikenal dengan nama Perang Paregreg. Jember tepat ada di tengah medan perang. Masih antara Blambangan dan Majapahit. Dari sini saya ajak anda untuk berpikir bahwa Jember adalah daerah transit kerajaan2 tersebut. Setelah itu ada perang Sadeng tahun 1331. kuburan batu dan menhir. Padahal perangnya bukan hanya itu. Terlepas dari cerita tersebut. Perang ini juga melahirkan cerita sejarah tentang pertempuran antara DamarWulan (utusan Majapahit) dan MinakJinggo pemimpin Blambangan.sampai jaman penjajahan. Misalnya Majapahit (Mojokerto dan sekitarnya) akan menggempur kerajaan Blambangan (Banyuwangi). anda mungkin sudah bisa menggambarkan posisi Jember dalam perang paregreg tersebut. Sebelum paregreg ada perang Nambi.15 Jember masih unpopulated dan terisolasi oleh hutan yang lebat. . Contoh pada jaman kerajaan Blambangan berselisih paham dengan Majapahit. Selain juga pernah ditemukan alat2 perang didaerah Biting arjasa berbahan perak perunggu tembaga dan manik2 emas (sumber : Bapak Rohim). Bermula dari hubungan diplomatik yang tidak harmonis antara Blambangan dengan Majapahit mengobarkan perang Nambi pada tahun 1316. tapi Jember adalah satu2nya wilayah yang harus dilewati. maka pilihannya ada dua. Nah para netter. Lewat laut apa melalui rute darat. Meskipun abad 14 . Pemicunya adalah karena perebutan kekuasaan. dari contoh kasus diatas saja kita bisa menyimpulkan kenapa di Jember ada tercecer peninggalan seperti batu kenong. Baru tujuh puluh tahun berikutnya muncul perang paregreg. Perang ini terjadi tahun 1401 M sampai 1406 M.

kalau lewat darat berarti melewati Jember dong? Lewat patrang terus ke Arjasa. Terima kasih. Wah. 2010 2:39 AM Para netter. Masih tentang Jember. sebelah Timur berbatasan dengan Selat Bali. Pada masa Kerajaan Majapahit Panarukan sangat terkenal sebagai kota pelabuhan di ujung timur Pulau Jawa. Ada apa dengan Panarukan tempo dulu sampai2 Hayam Wuruk “len jelenan” kesana? Saya dapatkan data tentang Panarukan ini dari tulisan ilmiahnya Mbak / Ibu Cholifa Jurusan Arkeologi Universitas Udayana.. serta . Ini mungkin menjadi alasan mengapa raja dan petinggi-petinggi Kerajaan Majapahit sering singgah di Panarukan. Panarukan tempo dulu adalah salah satu pelabuhan internasional yang strategis. Terletak di sebelah Pantai Utara Jawa Timur. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. jumpa lagi di artikel depan.. Oke saya tulisan kembali untuk anda dengan sedikit edit.Itu dulu para netter. August 22. di sebelah Utara berbatasan dengan Selat Madura. Letak Kabupaten Situbondo. Sebagai salah satu bandar kuno telah mempermainkan peranannya sejak berabad-abad yang lampau.. Panarukan tempoe doeloe Sunday. Jelbuk dan seterusnya. Panarukan saat ini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Situbondo Propinsi Jawa Timur. tahukah anda bahwa Raja Hayam Wuruk pernah ke Panarukan? Pada tahun 1359 tepatnya. Panarukan mempunyai kedudukan lebih penting karena terletak pada tepi jalan perdagangan yang lebih ramai. Lewat depan rumah enggak ya? Hehe. Kota penuh inspirasi.

50 Km². bentuknya memanjang kurang lebih 140 km. Pada masa pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels (± tahun 1808-1811 M) membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan “ Jalan Anyer – Panarukan “. Jarak dari pusat kota Situbondo ke lokasi pelabuhan Panarukan kurang lebih 8 km ke arah barat. Sejak abad XVI Panarukan sudah berfungsi sebagai salah satu kota pelabuhan terkemuka di Jawa Timur. menyimpan. Panarukan dahulu merupakan bagian dari Keresidenan Besuki. Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah “Kabupaten Panarukan” dengan ibukota Situbondo. Di pelabuhan Panarukan inilah tempat untuk menimbun. Pada masa pemerintahan Bupati Achmad Tahir (± tahun 1972 M) Kabupaten Panarukan kemudian berganti nama menjadi Kabupaten Situbondo. dan mengangkut hasil perkebunan ke luar negeri. khususnya tanaman tembakau. Fungsi pelabuhan Panarukan semakin tampak yakni pada sekitar abad XIX tatkala daerah Jember dan Bondowoso dijadikan sebagai sentra area penanaman cash crop production. tebu dan produk-produk perkebunan yang lain. kopi. .sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo. Luas wilayah Kabupaten Situbondo adalah 1. Hampir keseluruhan terletak di pesisir pantai dari Barat ke Timur. Lokasi pelabuhan terletak di pinggir laut dan dekat dengan jalan raya sehinggga dapat dijangkau dengan mudah. dengan ibukota tetap di Situbondo Kawasan pelabuhan Panarukan berada di Pedukuhan Pesisir Kilensari Kecamatan Panarukan.638.

pemilik NV LMOD (landbouw Matscapay Out Djember) yakni salah seorang penguasa perkebunan terbesar di daerah ini berinisiatif untuk membangun pelabuhan di Panarukan dan jalur kereta api Jember-Bondowoso-Panarukan. Djakarta Lloyd sub. Maka sejak tahun pendirian tersebut pelabuhan Panarukan sudah dikenal pasaran dunia atau Eropa melalui ekspor komoditi gula. kopi. Kedua daerah ini terletak di bagian pedalaman yang cocok untuk penanaman komoditi ekspor. Gagasan untuk membangun pelabuhan Panarukan terealisasi pada tahun 1897 dan jalur kereta api JemberBondowoso-Panarukan yang berjarak 98 km dibuka pada tanggal 1 Oktober 1897. Dampak kebijakan politik ekonomi itu menyebabkan banyak berdirinya perusahaan perkebunan. karet. tembakau. Untuk mengatasi masalah tersebut George Bernie. Jember. Pelabuhan Panarukan erat hubungannya dengan aktivitas serta perkembangan PT. dan jagung. Sejak berdirinya perusahaan pelabuhan ini semua hasil perkebunan yang berasal dari Bondowoso. Cab Panarukan dahulu Panaroekan Maatscappij yang didirikan pada tahun 1886. Untuk angkutan tembakau dan kopi dari Jember dan Bondowoso lebih murah dan cepat dengan jasa kereta api sampai Panarukan.Pelabuhan Panarukan didirikan oleh salah seorang Ondemer terkemuka di kawasan Besuki yakni George Birnie pada tahun 1890-an dengan nama Maactschappij Panaroekan. Untuk itu Bernie bekerjasama dengan Stoomvaart Matscapien Nederlandsch dengan mendirikan Matscapay panaroekan. karena kedua derah tersebut jauh dari pelabuhan. . Kira-kira sepanjang ± 1 Km. Di pelabuhan Panarukan juga terdapat lori yang menghubungkan stasiun kereta api sampai dermaga. Salah satu daerah yang berkembang sebagai akibat kebijakan itu ialah daerah Bondowoso dan Jember. Sejak awal abad XIX pihak pemerintah kolonial menerapkan kebijakan ekonomi the system of onterprice (sistem pembangunan perusahaan atau Industri) sebagai pengganti the cultivation system (sistem pengolahan bahan). Namun pada waktu itu permasalahan utama yang dihadapi oleh perusahaan perkebunan ialah sulitnya mengangkut hasil perkebunan ke luar negeri.

Banyuwangi. Gitu aja ya para netter. Judulnya Panduan kegiatan peringatan Hari Jadi Tuban ke 708 (1293 – 2001). Saya dapatnya sumber ini dari sana soalnya. dan Panarukan sendiri ditimbun di gudang-gudang di sekitar pelabuhan kemudian diangkut dari pelabuhan Panarukan ke luar negeri terutama ke Bremen (Jerman) dan Rooterdam (Belanda). 2010 2:38 AM Artikel yang hendak saya beberkan ini terinspirasi oleh semacam buku panduan.matabumi. Semoga kita istimewanya rakyat Jember bisa belajar dari ini. kalau ingin tulisan yang lebih lengkap. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan. Hal ini terbukti dengan pengangkutan hasil2 perkebunan lewat Panarukan. Dari Panitia Hari Jadi Tuban. ada benang merah yang dapat diambil oleh warga jember menyangkut tulisan diatas. Bahwa sudah sejak awal pertumbuhannya (Abad XIX Masehi). Panitia Hari Jadi Tuban terbentuk berdasarkan SK Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tuban Nomor 90 tahun 1986. Belajar dari Tuban.com.. Para netter. silahkan kunjungi www. atas tulisannya yang berjudul Sekelumit Sejarah Pelabuhan Internasional Panarukan Jawa Timur. Tim penggali Hari Jadi Tuban ini bekerja sama .. Sunday. Amin. Terima kasih NB : Terima kasih yang sebesar besarnya buat Mbak / Ibu Cholifa. August 22. Jember sudah memiliki kedekatan dengan Panarukan.

Berdasarkan Legenda ada tiga istilah sebagai berikut . Ada beberapa dasar sebagai alternative yang cukup jelas yaitu : A. 2. Tim melaksanakan tugas dengan tolak ukur (criteria) sebagai berikut : a. Pengertian “Tuban” diharapkan sudah setingkat dengan Kabupaten sekarang c. Hari Jadi harus dapat merupakan pelestarian budaya daerah yang mengandung unsure semangat membangun bagi masyarakat Tuban 3. Membentuk tim penggali Hari Jadi Kabupaten Tuban dengan SK Bupati. Hari Jadi harus mampu memberikan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Tuban d. Menelusuri asal usul nama Tuban sebagai letak Kota Tuban. Penetapan hari jadi tidak semata mata untuk menggali nilai sejarah dan pelestarian budaya daerah saja. Dengan tujuan untuk membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Tuban. Penentuan Hari Jadi merupakan “KEPUTUSAN POLITIK” dari Bupati Kepala Daerah. e. Lebih dari itu untuk upaya membangkitkan sisi kepahlawanan Ronggolawe.dengan beberapa pakar sejarah dari perguruan tinggi untuk penelitian dan pengumpulan data2. Mencari sumber tertulis yang setua mungkin b. Upaya penelusuran ini melalui beberapa tahap (kriteria) yaitu : 1.

Salah satu wilayah di Kabupaten Tuba nada yang bernama Jenu. Soekarto Kartoatmojo berpendapat bahwa Tuban berasal dari Tubo. Pada awal 1293 Tuban kembali menjadi percaturan sejarah karena peranannya. Peninggalan sejarah Archa Nandhim dan Arca Mahatula di Kecamatan Rengel. Data Geografis. batu bata dan prasasti Malengga dan Banjaran yang berangka tahun 1052 M 2. dari istilah Jawa Nges (Tu)’ake Kuwaji (Ban). Menunjukkan jaman Singosari. Berdasarkan etimologi ada tiga macam : 1. Menelusuri Hari Jadi Tuban dari sudut lintasan sejarah a. Tuban. Kerajaan Kediri dibagi menjadi 2 bagian yaitu Panjalu dan jenggala. Tuban berasal dari istilah Wa(Tu) Ti(Ban) yaitu pusaka kerajaan Majapahit berbentuk batu. Rengel terletak di tepi Bengawan Solo yang sangat strategis. Tubo adalah tanaman yang dapat diramu untuk membuat racun. Pangeran Purbaya dan peperangan antara Ronggolawe dengan Kebo Anabrang di Beron C. 4. Pada masa Raden Wijaya membuka tanah di hutan tarik yang akhirnya menjadi . Ditinjau dari segi ekonomi dan militer sangat mendukung pengembangan pusat pemerintahan 3. Juga diketemukan pecahan keramik. B. Data Arkeologi. Tuban. 2. Artinya sama dengan Tubo. Pembagian Negara Kediri ini bertautan dengan Tuban. Jaman Pemerintahan Airlangga sampai Kediri pada tahun 1042. M. Cerita rakyat.1. 3. Berdasarkan pendapat para ahli Drs. Antara lain Lanjar Maibit dari kecamatan Rengel. baik letak maupun hubungannya. yang berasal dari istilah Metu Banyune.

Piagam Kudadu yang berangka tahun1294 iv. Penelusuran melalui sumber2 tertulis yang berkaitan dengan Tuban yaitu berupa prasasti (Prasasti kembang putih. Piagam penenggungan Tahun 1296 Masehi Jaman Singosari sampai berdirinya Majapahit tahun 1059 Kerajaan Jenggala mengalami masa surut tapi nama Tuban belum muncul dalam arena sejarah. Berdasarkan beberapa penelusuran tersebut. Juga sumber2 tertulis yang berupa naskah kuno. Atau tanggal 12 Nopember 1293 Masehi. Malengga. ii. Dengan demikian dapat disimpulkan sewaktu jaman Raja Kertanegara Tuban sudah menjadi kota yang besar. 5. ada beberapa alternative Hari Jadi Tuban. Kidung Harsa Wijaya . yaitu : a. Dari sinilah peranan Ronggolawe sangat besar sehingga diangkat sebagai Adipati Mancanegara di Tuban.besar yaitu Majapahit. yang menyebut bahwa penobatan Raden Wijaya adalah pada “Purnen Kartika Masa Pancasidi Sukleng Catur5” yaitu tanggal 15 bulan Kartika. Tanggal 21 Agustus 1052 berdasarkan Prasasti Malengga . 6. Hal ini terbukti (menurut Tim Penggali Hari Jadi Tuban) adanya tentara tar tar Dari Tiongkok yang menuju ke Singosari berlabuh di pelabuhan Tuban. Banjaran dan Prasasti Tuban I & II. Diantaranya : i. Juga sebuah Bandar pelabuhan. Pada tahun1275 dalam surat Paraton disebut : “Sirna Panji Aragini Angeteraken Wangsul Ing TUBAN Teka Ring Tumepel Sang Panji Aragini Angeteraken sodohapati Dina Akhlasukan Sira Aji Kertanegara”. Kidung Ronggolawe Pupuh XXV / 22 dan Pupuh XXV / 23 iii.

Secara tidak langsung itu menunjukkan rasa kepemilikan yang tinggi warga Jember terhadap daerahnya. Ujung2nya saling menyalahkan. Bertepatan dengan diangkatnya Ronggolawe sebagai Adipati Mancanegara di Tuban. Sampai saat ini masih ada beberapa pihak yang ingin meninjau kembali Hari Jadi kota Jember. Atas dasar beberapa sumber data tersebut dan dengan memperhatikan kriteria poin 2. Belajar dari Tuban. Sayang seribu saying. Dan pintu menuju kesana terbuka lebar. Para netter. Pihak Pemerintah Daerah mempersilahkan bagi siapa saja yang kompeten di bidangnya untuk mengadakan penelitian tentang ini. Tahun 1355 berdasarkan Prasasti Tuban I dan II yang ditemukan di Desa Bandungrejo Kecamatan Plumpang menyebutkan tentang pemberontakan di tepi sungai yang dapat dipadamkan oleh Ra Khuti Tuban 6.b. capek ya bacanya? Panjang beneran kan? hehe. . Salah satu Punggawa Kerajaan tersebut adalah Ronggolawe yang diangkat sebagai Adipati Mancanegara di Tuban d. Tanggal 12 Nopember 1293 yaitu tanggal penobatan Raden Wijaya sebagai Raja Majapahit yang diikuti pengangkatan para punggawa kerajaan.. saya ingin mengajak warga Jember untuk rame2 berpikir kembali tentang Hari Jadi. Tim Penggali menyimpulkan Hari Jadi Tuban jatuh pada tanggal 12 Nopember 1293. pasti alasannya adalah dana. Kalaupun ada ujung2nya lagi. Sesuai dengan judul artikel ini. Sebenarnya adalah berita yang menyenangkan manakala banyak pihak yang menyoroti hal ini. Tanggal 31 Agustus 1052 berdasarkan Prasasti Banjaran diketemukan di Plumpang c. Sori. yang sering saya dengar hanyalah perbedaan pandangan saja.

Apa dan Bagaimana pola pikir dan gaya hidupnya. Itu yang harus menjadi pertimbangan manakala ada yang ingin merekonstruksi Hari Jadi Kota Jember. Tetapi Tuban memilih 1293 sebagai Tahun Hari Jadinya. Selain juga eksistensi nama. Setidaknya itu bisa dijadikan parameter pada saat kita (warga jember) ingin bergaya ala Jember. Semuanya pada akhirnya kembali pada Keputusan Politik. Tahun 1293 yang paling dekat dengan surat Paraton. Alasan terakhir adalah memahat kepahlawanan (dianggap pahlawan) Ronggolawe demi melahirkan rasa kebanggaan bagi masyarakat Tuban. Lebih tua hampir dua setengah abad. Bagaimana dengan Jember? Jember tidak punya sumber tertulis semacam prasasti. 1275. Di tahun tersebut nama Tuban telah eksis di Panggung sejarah. pemikiran kaum menengah dan kaum elit seringkali berbeda dengan rakyat sebagai arus bawah. Saya rasa itu lebih menyenangkan.Tuban mengajarkan bahwa usia tua bukan menjadi satu2nya yang dikejar. Pandangan se-ideal apapun seringkali kandas hanya karena tidak ada komunikasi dengan “rakyat jelata”. Mari kita meneliti dan mencari data bareng2 tentang kehidupan di Jember tempoe doeloe. Sejarah membuktikan. Kenapa? Mengejar momentum itu jawabannya. Di abad 13 Jember juga tidak memiliki tokoh semacam Ronggolawe. Sebenarnya Tuban bisa menjadi lebih tua dari usianya yang sekarang. Alangkah lebih bijaksananya bila kita menggali lebih dalam (saja) tentang apa2 yang bisa membanggakan warga Jember menyangkut ke-Jember-an nya. . Tapi bukan berarti kita bisa memvonis rakyat Jember tidak bangga dengan Hari Jadinya.

tidak seperti sekarang. . bagaimana dengan anda? Ingin bergaya cara Jember? Oke saya kasih bocorannya (kedepan InsyaAllah akan saya artikelkan). Selain juga Jember tempo dulu teramat sangat berdebu. Lilitkan serbet / bandana di leher anda.Para netter. Karena itu yang dilakukan oleh kaum buruh perkebunan Jember tempo dulu untuk mengantisipasi polusi aroma.

f f¯f¯ °–ff¯ ½¾ ¾f¾¯f¾ °–f° ff¾fff f f°°f ¾¾°f ff¾fff f f % f .©   ¯ f°–  f°f ff  f ¯ f° ff °––ff¯ f9f¾f°  9 °–– ¯f©f°–  f° ff¾f¯½f  ¯  f½f°    ff¾f ff f f–f f¯ f f½f f f .f ° -–f°©  ¾° . °f°f –fff f° ¯   f  f½f°f¾ ff° @f½ f f f° ½¾f –°°– ¾°–f ff°– ©f  f° f ff° ¾ f   ff f©ff°¾°ff°–¯ °– °–f° ¯ –fff  f fff–f °¯ °©  ¯ ff¾¯ °© ff¯f  f°¯ f -–f .¾f°f°°f¯ff°f f°   ff¾fff f °–f½¾ f°–  f  ¯  ff f .f ° f°f ff%   9 ° f ½  ff°f°– ff fff¯ ff°°–¾ ¯f °ff°– ¾  °°-–°¯ °–ff° f°f ¾f ff¾ff° ¾ fn° f°¾ff½ ¾°–f°f° f  ff f  ¯  ¯¾°½  ° ffff°ff% ff¾fff% f½f f ff¾f ff ff°–  ¯ f°– –fff .

f f¾ °  ¾f°nf°–¾f¯f¾ f f°½fn f½ f°    ff°½ ° f ¯ °f½  ff° f  ¯  °–f° ff¾fff ff ff½  ff°  fff°ff ¯  f°–fff .f f½f f ff¾ffff¾ ¯ ©–f¾f°–ff¾ f  °¯ ff° f°f¾ f½  ° ffff°ff ff°–f°ff f f  ¯  .° f°f –f©f ff¯ ff¾fff f °f¯ff°  – @f½ ff¯ ff¾fff f   ¯ n½ °fff° °–f°f°f# –f©f   9 °–f ff¾f.¾fffnf°– ff¯ ff¾fff f¾f°nf°– f ff½fn  ¯   f¯ °©f ½fn°¯ .f ff°°f 9f ff ff¯ ff¾f.f¾fff–f .

¯ f¯ff °f  °f°–f n ¯    °f½ff°    ¯ fnfnf ¾½ f¯f°f° f  .f f .f f¾ ° f°–°–  °f fff °f  °f¾f¯f   nff ff°–° ¯   nff .½f f¯¯°f–°–f°f f°–f° f°½f f°¾ f–f°¾f°  f°–f° ¯f¾fff ¯ ¯ff¾–°–f°¾f°  °–f°¾ ° °ff f½  ff° ¾fff½f f f f  ¾   ffff f%–fff%   ½ °–f °  f°  fff¾f¾ f° f° ¯   f°f ½ °–f  ff¾ff $f©ff°f–f¯f¾f¯   ¯°–– ff¾fff f  ¯ f°f  f¾ff°€fnf¾f¯f f° ¾f¯ff° ¯°––½f f f  ¯  f f°f ½ °–f ¾f¾¾nf¾ °––f¯f¾fff ¯  f ff  °–f° ff¾f ff-– -–¯ °©f ¾¯  ff f°f°f¾ ¾f¯ ff ¯  f –°ff° °–f°¯ f  f   f½ff°   –f¯ ff°¾ f°f °f°–f°f ff¾ff¾ f   ¯  f  °f°– °–°f°¾ff¯ ¯ f–¾f¯ ff¾ff¾ ¯   ¯° f ¾°ff   @ ¯ff¾   ¯ nfnfI¯  ° f –¾  9. 9ff°   °f¯¾°° f°–¾ff©f°©f° @ f¾ff °f¯f¾f¯  @f½ ¯ nfnf  f nf nfnf¾ ° ¾fff¯  f ff¾f ¯  f ½¾ f ff¾f.

f¾¾f¾€f °–f°°¯ f    f–f f– °f @ – ¾f– ¾f @f°½f½ °–f° @ °¾½f¾ f ff¾fff –¾f –¾ . f °f f   °– #f° fff#¯ f#  ff¾f.f f%  f f°½f ff°–f°–f°– f½°f¾½f°¾f°°    @f¯ ¾ f °f  °–ff   f¯ °–f–ff°– ¾ f°f  . ff°¾ ¾f °–f°¾½°f°f°½f½ °–f°    f° .f ff°–f°f¾f  °f ffff¯½ff°f¾ ¯  f¯f¾ ½ ff#f°n#ffff #-––f #  D°ff¯½ff°f°–f°¾ °–ff°– ¯ ¯ °–¯½f °–f° ¯ ° °f¯f f°    f  °f  °f°f¾ °   9 ¯f ff°ff ff ½    %ff%fff ½f  %.  .

°f @ ff f  ¾ ff¾fff @f½°¾ ½ fff©  f°– ¯ °¯ °©ff  ½ f°ff° ff°–f°  .f ¯f°f"f°$–ff f  °¾ °–f¯ ¯ °–°–f°¯f¾fff½ ° ff°– @f½¯ ¯f°–¾ ½ f ff¾ff¾ ¯  D°    .f@f  °f¯f°f¯°–°  f¯°–°  fff¾ ¯  f°¾ °– nf½f°  f¾f°f°¯ ¯ ½ °ff°½f f fff°– f¯f¾ff    9 .¾f°f  f½f¯ ¯f°f" ¾f ½f¾f°©ff f°°ff ff-  @ ff f  f¯f°f"f°$–ff f  .

 ½  °f  ¾ ff° ¯f°f¯f°f @ f°¾¾ °   °–f –°ff°°f°–f°– f ½f©f°©  .

° f¯¯f½ n ½  ©f f °f°–¯f  f¯#½ n ½ # ff°f¯f ¯f    f °f f°f¾ f ¾ff°% f°ff% f¯f¾ ½  f°# # .

°–° f¾ff¾ f–f¯f°ff f½ f½ff°¾ff¾fff° ° °¯ °–° f f¾ff f ½ °©fff–  ff¾f°–f¯ °–ff½ ¾¯ f°–¾fffff¾ ¯  @ f¯f f½ff ––  ¯ % f–f ¾f¾% @ ¯ff¾¾ ¯°f   @f°#¾½ff°     f¯f°ff°– ¯  °–f°f°–f° – " ° f –¾  9. .    °  ¯ nfnf f¾ff½ff°   ¯½ff–  ¯ nfnfI¯   .–°ff°¾ff f °fffff–– ¯ ¾  f¾f°f  fnf¯ °°–– f°¯ ¯f°©f°–  °–f°f° f¾     @f f °f  n  @f°f ¯ f°– °©f°©f ¯½ ff¾ff°– ¯ ° ¯½  f°f ¯ ° f f°f°–¯ °n  ffff°½½f  ¯ ½  ff¾f° ° ¾     ¯.  ¯ °f¾f½ff%½f ff f°% ¾©f–f°  f f°½f ff°–f°– ¾ ff¾ °–nf–ff–ff   f½f° fff.

f¾ff ff¾ff ff¯f¾ff¯ ¯   f° °–¾ °–f° ff°f  ¯f–ff f¯ ff° ff¾ff°–f° -––f¾f©f©f  ff¾f °––¾  ff¾f¾°–¯¾f°f @   f°f©–f¯f¾fff ¯ f°– ¾f ff¾f¾°–  °–f¾f©ffnfff ¾f¾f  ¯  nff  ff¾f¾°–  . ¯  ¯ fff½ff°f¯f°f ff° ¯ °n  f°¾ff ¯f @f½¾  f½ff¯f–¯ °¾ f°f¾ff  –°f–¯ °°f   f½f¾ ff¾ff°– f¾f f°–f° – "9f°––f ½°¾ff f°¾ff¾f°f f¾¾ff f¾ f ff°°ff ff ff¾f  f° ff¾f°f¾°f   ff f°f°– ¾ f¾ff¯ °–f¾f¯f ff¾ff°½f¾¾  ff¾f ° ° ¾f  ff¾f©ff°–  ff¾f©ff¯  ff¾f¯f ff¾f%  °© %  f° ff¾f¯f ff¾% °–– ° °% ffff° ff°–¾ ½ff ¾f °–f¾f– @–f ff¾f  ff¾f° ° ¾f ©ff f°¯f f f ° ° ¾f ©fff¾%f½©fff¾f¾ ¯    % f°f¾f @ f½ –f f°ff¯f     . °f° f f¯f°f f°– ¯  °–f°f°–f° – "f © f¾f©f f° f¯ ¯  ff°–f° –  ½ff–f° – °ff fff°– °f½f ff°–¯ f f% f° °f°f% f¾ – f©ff°– ¯ °––ff ff½ff½f°f   ff¾fff°–  ½ f°ff° ¾ffff°¯ °©ff ¾fff¾f©f  ¯   -ff° ° f  f¾f°"ff¾ f½ ¾f° 9f°–½f°–f° f ¯ °f°–f¾ff¾¾¯ .9ff°     .

°– °f  °f° f f½f¾°f ff €  ff¾  ff   -f f°   9ff°    f f°f° f©–ff°– ¯    ff–ff @ °fff fnf°–– f°°¯ °°––ff°¾f½ f°ff°°f–f ¯ ¾ ¯f  ¯f°f½°f° f¾ ff°– f f  ffff f ""ff°– ff f ff f¾ f¯ °f°ff°f°– ff°–@f° f° D@- 9. ¯½ff–½ff°    .@    @ ¯ff¾  ½€ °f°– ¾ff ° f –¾  9.f°  f¾ffnff  f©–ff°–¾  f¯ f°f  f%ff ¯f°f½°% ½f°–¾ fnf¾n¾n¾ ff¾f f°f @-9DD f°f ¯ °–f° ff° ff°f f°  °f°f f½f¾ .  ff f°  ff f¯ °–f©ff° f°¯ ¯f° f°– ° f f f f°  ff°¾ff°–° f ff°©–f¯ °f f½ °¾°f °–f f f°–¾f f°–½f  f f°f ff¾f ¾°  f f°ff°– f  -¾f°ff° f°f ¾ ¾ °f°¾f©f ¯ff¾fff°ff°f f – f°ffff°–f ff°–f°f°–f°f    ¯ f ½f f ¯   °–f°¾ –ff ¾ f°ff°¾ff¯ ff°°  f°–f°¯f¯ °©f f°– ¯  .

  f °f¯ f¾f ¾ff¾ @f½¾ff ¯¯ °– °ff°  f f  f f°– © f¾°¾ffff°¯ °–fff° f½ff  °f°– ¾ff f°. 9   9ff°   ½  °ff°°f¯f °–f½¾ff¯f f°¾ff¯ -f¯f  n¾ff¯ -f¯f½f°––f°¾fff¯ @f½¾ff f¾f ½f°––   f°– ¾ f¾ff  ©f¾ ¯ f°f°f°–f ffff# #¯f¾ ¾f¯f¾ f ¯½½f  °f ° f° -ff° f ¾f¯ ¯f°––¾ff ¯ f¯ff  @ ¾ ff° f   D° – °f°–  ½f½ f°–ff ½¾ff½ f  f° f ¾f ¯ f°f    f –¾½ n¯ –f¯f¾ f ff f¾ f–f ¯°––f°–f .f¾f ff   °f½f¾ff¯ °f f –°  –¾½"ff f°°f¾ f°f f °f¾ff ¯n½€°f°¾f° ¯ ¯  ¯f°  ff ff°¾f©f ½f°¾fff f ©  ¯°    °f½f –°¾ff°f¯ff° ¯ 9¾"ff f°°f©–f¾ f°f f °f ¾ff#¾ –# 9f¾ °–f°°f¯f° ff¾ff n  f°–¾fff °f°– 9f ff¾ ¯fnf¯–f  @ ¯½f½fff°¾½ ¾f½f¯ f°½ ½¾f¯°– ©f–f @ ¯½f°ff°–©  ¯½ @ ¯½f°ff°f¯ f°°–°– f°°–  f°– n f f° f½f° f ¾ff¾ff n   f°–¾fff °f°–9f-@9 @ ¯½ff°–¾¯ f°f° f°f n – ° f¾¾ff f   ¾ ¯½ff°f°–f°¾ff©–f f° ¯ °– f f°f°½¾%½¾f°% ¯  ¯½    °¾ff   ff°–° ¯ 9¾ ½f° ¾f¯ °©f ¾ ¯fnf¯ f°ff .

f °f°–  ¯  @ °°f¾ ¯f¯½f°–¾ff ¾f  f f½fff¾f° °f½f¾ff .

¯f°–½ °¾f°© f–°f¾ ½    € f° °°¯ ° ¾ff° °–f° ff°– ¯   ¯f°ff °¯ °© f¾f°°f f¾f¯f¾f©f °–f° ff¾f°––¾°f f°–°––¾ f°¯ f¾ f f f–f f°½ °–nf½f°°f  ©–f f° ¯    9ff°   ¾ ½ °ff °¾ f½f°©f°–  f° ½  °ff° f ¾ff  ¾ ¯°f¾ff¯ ¯ ff¾ °f°–¯  ¯fnf¯  %–° f°% f¾ f½¾ ¾ ff°–°°–  °f½f"f °f–¯f°ff f –f ¯½f ¾  °f  ½f°– @f¾. - .ff ¾f¯f¾f¯f¯ °¾f°°f ¾f½ff ¯f°€ff °f°fnnf°f°     f°ff f¾ffff°– °––f¾fff¯f°f°   ¾f©f ½ff°   –f¯ ff° °f°–¾ff ff¯ °f ff° f –f ¾ff¯f°–f ff°–f°– ¾ ff° f   .fff  f° ¯  J ff f°––f¯ °©f f°– ¯   f–f¯f°f °–f°f° f"½ff°– f f f ff° f". ½f°––°¯ ¯ f ¯ 9¾ f¾f°½ f¯ff °f¾fff°–  ¯  f f° ¾f  ¯  ff ¯ ¯  f°  ¯ f°– % °–¾ ©f¯f¾f n¾ff% ¾fff f ¾f¯f½¾ ¾  ff °f ¾½¾¾ff  ff ff°–f ¯  °¯ °–f¾f°¾ff ¾°––°–f° °–f° f°f¾¯  @ °f°– ¯  ¾ ©ff f° ½  ¯ f°–f°°f   9¾°–°¾ff   € ¯  f ff© f–n½ff°¾ff ¾ °  f– ¾  ¯f° f°– ¾f¯f¯  f°  ¯ f°–°f f°   ¾ff°–f°¾ff @.

f¾ n ¯f¾ ¯¾ f ©f n f ½°ff° ¾fff   ¯ ff– -f¯ff€f  f½f °ff€f°f¯f°f" .@ ¯ff¾  @ ff ff°–°f¯f°ff€  ¯  ° f –¾  9.f¾ ¾ff f°– ¯ f°– °f¯ff€f½f©–f¯f¾ ½f°–– f€"ff f°°ff ff f   ¾¾°¾f°f¯f°f°– ¯ ½°f¾f¾ °   ff°–¾f½ff°– °f¯f°ff€%  %¯ff¾ nff¯f¾ fff° ½f°–– ½ff f½fff½ ffff–f½ ¾¯fff°–  °–f.  ¯°f¾ff¯°f¯ff€f°–¾ ¾f ¾f°f ff° ff°– °f¯f f€  f° ¯f¾ ¯ °– © ff¯  n f°  °f°f ¯f¾ ¯ ° ¯ °f¾f°¾f©f @ °f°––°f°f°–f°– ¯ f°– ¾ °–¾ff °–f f¯f¾ f f°°¯ ° f°¾f½f½°  ff– ¯ff½    ¾fff°©f° ¯ f¾f°°  –°½ff°   f n¾ff f°f ¾ ff°– °f¯ff€ @ ¯f°¾ff¾ ° ¾f©ff ff°– °f¯ff€  ¯ f¯ ff° °–f°°f¯f f½f°f ¯f°¾ff  ¯f–f€f°– f°f°– f¾ff °f f¾ff– f¯½ ½f  ½°ff°¾ff¾ °  °f¯ff€ .

ff°ff½ff½f –f°9   °––f½ff°    nf° f   °f°f¯f¾ff f¾ff°¾f©f ff½° nf½f° °–f° °f ¾f  f°–f°– °f¯ff€ ¾ ½f°––9ff€f ¾f¾f©f f¯½f°–  f¾f°f9ff€f°–°° ½°f¾f¾¾nff°– ¯f .ff°f ½f°–– °–f° ©ff°f°– °f ff°ff°f°–¯ ¯f°–– f °f  .¯fffff9 ¾f©f  °f½f"ff f°°ff fff °f½f°¯ ° fff°°ff°– ¯  f ff9 .

f f f½°f€J"-f°f°–nff"Jf¾f f ¾¾f f     .f ¾°–f°¯f¯f°––½f ½ ff @f½ f½¾f©f ©ff° °–f°€9  ¯f°f   f f°ff  f   @¾ ¾f°f¾fff¾©  € ¯ "f¾°ff° ½ ¯   Jfff ff¾¾½ff°   f°– ¯ ff ¾ fnfI ¯ ¯f°– €  f°  ff°––f½ nff n f¾f¯½ f°f°ff°  ½ ¯ f ¯ f°–f ¾° ¯ fn  °f½ff ff¾f°––¾ 9f¾ f f°– € f°°f    °ff–f°¾ff   ff.f f f½°f€J  ¯ ©–f f½°f¾f€ f9   °f ° f½f¾¯f@f°ff–°¾ ¯f °¾ff¾ f ½f ¯f¾ °ff°–.

f f¾ff nff 9f¾ff  ¯f°– °f¯f°f€J ¾ °–f¯  f f °–f° -––ff °f½f .°–° °f  f°f°–.f f 9°f °f° ¾f°f¾° . ff° f½ ff°f°–.

°¾f©fff f©f° –f° © ° Jff°– –f°  °–  ° ¾ –f° ° ¾f  f°¯f¾ f°ff–    ¯ ©–f¾ ½  D° f ½f9f½©ff°–¯ °––°ff°€9  ° f °f¯ff€ ff°–°ff ° f°°¯ ff°½ ¯ °f° ff  f¯f¾ f¾ff ff f¯f¾  f ½© @ ¯ff¾ff¾ ½ °– f°°f   ff¯½f9  f½ nff"ff¯ ¯f°–°––f½ nfff°ff°¾f©f ½f  ½ °–f  ½f ½f  .

 ¾f©f f¾ff½ff°    ¯–f¾f°° ¾f¯ ¯ ff¾ ¯f  –ff°¯ °nfff¯ °f ¾ ff  ff–¯°¯ff½ ff° ff°– °f¯ff€ ff°–°ff °¾f¯f¾ f f°° ¯ ff°½ ¯ °f°ff  f¯f¾ f ff f¯f¾  f ½©  @ ¯ff¾ff¾½ °– f°°f   ff¯9f9   ¯ ½¾f°-f¯f ° f –¾  9. 9@  f°f½ff½f ff ffff¾ ff f© ¯ ½¾ n¯ -––f °ff©f  ¾ f½ff ––f¾ °f¯ff¾f¯ff–    f°ff°–°f f ¯  ¯  –¾½°f -f¯¯½°–¯f¾ f©f n ½ n ½ ¾ff–f°   ff°°f¯f f°¾ff©f f°f  ff©f f ¯ f°–    @ ff ff°–¾¯ f f°f¯f. 9¯ °©f . 9ff°    ½-     f¯fff¯¾f°f    ¯–f f°°½ff°  f¯ f ¾¾ ¾  f°f ©   f°¾ f  f°¾f °–f°ff¯ff   ° f°f  °–f°½ ¯f°  ° f°f¯ f°€¯f¾¾f©f  ff –° –f°°f¯f ff°–f °f. 9@ f°f°–°¯ °©f ¾ f ° f n¾f©f  ff °–f°f°–¾ff ¾f°f ¯  ¾ff°–   f¾f©f  ¯–f ff°– n° ¾f¯ ¯ f ff ff° ¾ff  .

  ¯f°¾ff¯f¯½ ½ ½¾fff°ff¾f¾fD° ¾f¾ ¯  ¾ °– ¾fff  f° f°– fff½ .ff¾ff f½f f¾ f   f n  ¯ f @ °ff¯½f°¯f  ff¯°– ¾-f¾°f  ©ff   ¯f°ff ff°f¯f¾f°¯ f°–¯ ¯ f ¾fff¯ f ff ff  ¾f°ff f¾f°°f¾   f°€° ¾ ° ¾ff   ff¾f° f © .–f¾f°–.f ff°ff  ¯   J ½f¾ f°–    ° ff f° ¾ff f °–f° f ff°¯f¾fffnf ¯  ¾ ¯f f½  °f° °f¾ ¯f°  f¯ ° ff ¯ f ¾f° °f°– ¯  f f–f¯ ff°¾f¯f¾f¯f °f°–f f°f½ f f f°  ¯ ¾ ¯  °f½ ¾fff°½  °f° f ¾ff ¾ ¯°ff°– ©  ¯  f° fff°f f–½ °–¾ff¾f¾f f° f¯¾f°f ff¾f fff°f ¾¾ ½ °  ff¯f¾fff nf f¯ °f°f¯ ¯ ff° ½ f°nf °© f¾¯ °fff° ff¾ ¯f f  ¾ °f  °f¯¾ ff f½ f f f°  ¯    -f  ¾f°°f½f f°– f¾ff fnf ¯f° f f ff ff°– ¯ ° –ff°¾ff f°¾ff¾f° ¯ f°f° f   9¾ ¾¯–f°f°–. f©ff½ff°    ff– ½-  @     9 ¯ ¯ ½f½  °f° ° f –¾  9.f f  f ff ¾ °f° ¾¾ f¾ °– ©f  ¾ ©f©f¯f°  f° f½f ff°½ °  € °– ° ¾ f ©¯f©f -f¯°½f ff°¯ ¯ °–f¯ °©f   .

f ¾f°   ¾f¯½f©f¾f    nff–f¾ ¾f¯f¾f ¯ ¯f¾¯ ½ff° f f°½½f  .f f% fff€ °–9f°ff° %½ f f°9f°ff°f°–  ff° °–f°¯ ° ½%  ¾ f° ° ¾  ffff f % f°%f f¯–f°.f¾ fff.f f fff ¾   ½°¯f¾n fn f .f f  f f¯–f¾  ¯  f °f ¯  ¯f¾ f f½ ff¯f° f°  ¾f¾ f°¾ff°ff°¾½f¾°f¾f°–f¾  f°f°°f©–f¾f°–f  f –ff°f°ff°–¯ f¾% ff%   f¾°¾f©f¾ff ¾f¯ ¯ f–f¯ ff°¾ f°f  ff ¯ f f  ¯f¾ ¯f f½ ° ff°–%f°–.f ff°–¯–f¾ € °– ¾ f°9f°ff°©–f¯ °–ff¯– ©fff°–¾f¯f    f¾ff°  f°–f° ¾ ° ¾½f f¾ f f° f°–.©f f° f °ff° f°f°ff°–. ¯f°–¾ ff f½½f¾%½ ¯ ¯ % f½¯f¾¾f°–f¾  ¯f°f D°f°¾f©f½ °  ff ¯ f°f ©f   °–f°f¾ff ¯  ½ ff° ¯  ½ ¾ –  f ©¯f½ °   ¯ f f ¾f¯½f °–f°fff f ©f  ff  ©f .

f f   ¯    9ff°   f¾ f¯ ¯½°f–f¯ ff° °f°– ¯ ½f½  °f°  ff ¯  ¯f¾ f f½ ff¯f° f° ¾f¾ f°f°–¾f°–f .fff°°°f¾ ½ ° 9f f ¾ °fff  ¯½ff f  ©¯f½ °   ¯ f°f ¾f ©f 9f°–¾ ©f ¾ f° °– °–f°€ °–f°  ©f ¾ °ff f f f °ff°©¯f ¾f°–fn ½f . °    f°©¯f½ °   ¯  ©f  f½ff° ¯ f° ¯ ¯ °–f¯ °©f  ©f ff¾f €fn½ ° f °ff ff ©f °f– ¯ f°–¯–f¾ ¾ff°f°–.

°¾f¯ °– f°f   @ ¯ff¾  -  @ ¯ff¾ f f½f¾   f°€°ff¾ ½ f°°f  f f½ ©fff ¯    °f½f ¯  n n f° ° f©f¯f° f©ff°" ° f –¾  .  °f½f¾ff ½¾ ½ " f °ff°–¾fff ¯ ½°f½ °°––ff°¾ ©ff ½f f° f  f °°– f°¯ °°f ½ff– f½ff ¯f° f¯ ff° ½ ° ¯f° f ¯  f  ¯f° f ff¯ ff° ¾f  ¾°° ¾f ¾f@f¯f°¾f nf¯ff°Jf° ½f°f ¾°f f ff¯ f ¾ f ff½ °°––ff°.f©f½f%  ° ¾ °f¾fD%   ff¯ ¯f°– ¯ f ff f° f¾ °f° f©ff° f °f½ff f ° f½ °°––ff°¾ ©fff°– n n f° ¾°"ff f°°f¾°–f°f f fff °f ¯  f½  f½f f©ff° ¾f f½fn°f . ¾ff¾ ¯½f ½ff ¯ f ff f¾ °f° f©ff° @f½ ½ ¯f°¾ff¾ff¯f¾  f°–. f f°ffff  ¯f–f°¾½f¾f°–¾ ¯ °©f f° ¯  ¾ f–ffff°–f ©f¯f  –½° n°f f° f D°  ½ff°ff  ¾f fff°¾f°–f f¯ f¾ f f° f¯ °©f¯f  ¯    @f½½ff°   @ ff f¾f°f¯ ¯ –f¯ ff° °f°– ¯ f°f f¾¾½  °f° –f½  f° °–f°°ff°f °–f°€ °– ° ¾  ¾ f°9f°ff°¾f©f  ½f°¾ffff°¯ °nf¾¯ f°° ¯ ¯½ ff ff f°¾ ½f° f°– .

¾f¯½f©f¯f°½ °©f©ff° f¾°¾fff©ff° f° ½ ff ¯  f ff f ff°¾ f©ff° ¾  .

°½f f©f¯f° f©ff° f¯ f°–f° ¾ ¾½ff¯ °–f°.f©f½f¯ °– ff°½ f°–-f¯ ½f ff°   ff f ½ f°–f °–f° . 9 ¯n°ff fff °f½  f° f¾ff° 9 f°–°©–f ¯ ff°n f¾ ©ff °f°–½  ¯½f°f°fff¯fJf°%¾f° .f©f½f  f© ½f° °f¯°n½ f°–½f – – 9 f°–½f°– f¾f f½f f ½ f°–¾ ¯°f   -f½ff°    fn°f¾¾ ff¾¾f©ff ¾f¯ °¯½f° °f½f   ¯ f f n n ½ °°––ff°¾ ½  f °°–  f° f f°¯ °   f°©–f½ °f  ¯f°ff½ f°–  f f °–f©f¾f  ff°½ f ½ °–– ¯ f–f f°¯f° ¯f¾%¾¯   f½f¯%   . ¾½°f f   ¯ ¯f¾°½½f  f° ¾f¾  f°f°– f f½ ¯ f ff¾f°ffff°–f¾  f  .¾f°f.¾f¯½f .f©f½f% f°.f¾f°ff f¯ f°–f° f°.f©f½f  ¯ f° ©f ½ f°–f°–  °f °–f°°f¯f9 f°–9f – – 9 f°–° ©f f°.©  f°¾ f°f%ff°¯ °–– ¯½ f©ff° f¯ f°–f°% f°f°–% ¯ff½f°°ff f f  fff½f¯ f  ff ff fff¯f°––f¯f¯ ° ¯ ¾f° f ¯    9f ff½ f°–°f f°f°f  ¯½f – –f f½ f°–-f¯   ¯f f °–f° ½¯ff°– ff¯°¾f°ff f¯ f°–f° °–f°.f©f½f%.°f°––½ ¯¯½° f¯ f°–f°   @  ½f¾ fn f ¾  f° f¯°–°¾ f ¾f¯ °––f¯ ff°½¾¾  ¯  ff¯½ f°–½f – – ¾   ¯  ½ff f  °–f¯ f° ½ f°– .

f$ . ½ff°   ©¯½ff– f  ½f° .f¾ °f°– ¯  f ½ °°¾½f¾   @ ¯ff¾  9f°ff° ¯½     ° f –¾  . 9ff°   fff° f fff©fff¯J½ °f 9f°ff°"9f f f° ½f°f Jf ff f ff f¯  f ¯  °–"  f½ff°– ¾ ©f¾f    f°¾  ¾°f  f ½f°¯f °––f f"   ff½f °–f°9f°ff° ¯½ ¾f¯½fff¯J# ° ©  °f°# ¾f°f"ff f½ff° ff °f°–9f°ff°° f¾f°¯f°f .

f f ¾ f@¯  ff¾f° °–f° f f ¾ f  ff°  ff¾f° °–f°f ½f ° ° ¾ f° f°f°– ¾ f .f©f½f¾ °–¾°––f  9f°ff°   9f°ff°¾ff°¯ ½ff°¾ff¾f nf¯ff° f ½f ° °  9½°¾ff@¯  ff ½f ° °   ¾ fDff  ff¾f° °–f° f.€f ¾f° –D° ¾f¾D ff°f  ¾ff¾f° ¯ f°f° f °–f°¾     9f°ff° ¯½ f ff¾ff¾f½ f f°° °f¾°ff°–¾f –¾  @  f ¾ f9f°fDffff@¯  f–f¾ff¾f f° f° f ¯ ¯½ ¯f°f°½ f°f°°f¾ ©f f f f f f°–f¯½f 9f f¯f¾f  f©ff°.f©f½f9f°ff°¾f°–f  °f¾ f–ff½ f f° ©°– ¯9fff 9f°ff°¯ ¯½°f  f° ½ °°–f °f   f½f f ½©ff°½  f–f°–f°f°– f¯f °¯°–°¯ °©f  ff¾f°¯ °–f½ff©f f°½ °–– ½ °–– f©ff°.

%¯ ¯ f°–°©ff° °–f° ©f½f¾f¾ ½f°©f°–½f°f ff9ffff°–  °f °–f°¾ f°#ff°°  9f°ff°#   9f f¯f¾f½ ¯ °ff° ½fn¯f @f% f°.¾ f ff  ff¾f° °–f°f ½f °9 °–– f¾ff f ½f ° ° f ff  ¯ f¯½ ¾ f°  f ½ ¾¾ ½f°f f ff @¯  °°f¯ ¯f°©f°–f°– ¯    9f°ff° f¯ ½ff° f–f° f  ¾ °f° ¾ 9f f¯f°f °f¯ff ½f ° ° f ff#f ½f °9f°ff°# °–f° f  °  9f f¯f¾f½ ¯ °ff° f° f  ° ° ff ° ¾%  f° .%f ½f ° 9f°ff° ¯ f° –f°°f¯f¯ °©f f ½f ° °   °–f°  f f½  °   ff¾f°½ f f°9f°ff° f f 9 f°9 ¾¾ °¾f nf¯ff° 9f°ff° ff f½¾ff °  f¾½ f f°9f°ff° f°– ¯ ff ff f¾½ f f°  f ½°––f f° f °–f°©ff°ff¾ °–––f f½f ©f°–f °–f°¯ f    ©ff f OI9f°ff°¾ f €°–¾¾ f–f¾ff¾ff½ f f°   ¯f ff@¯ °–¾½ f f°9f°ff°¾ ¯f°f¯½ff° ½f f¾ ff f OOfff f f ¯  f° ° ¾ ©f f°¾ f–f ¾ °ff f½ °f°f¯f°nf¾n½½ n° ¾¾°ff°f¯f° ¯ ff  ½   f°½  ½ ½  °f°f°–f° ½ f f°9f°ff° °f ¯½f°¯ °¯ ° ¯ °¯½f°  f°¯ °–f°–f¾½  °f°  f° –    .

9 f f°9f°ff°  f° ¾ff¾ f°–° ¯   ¯f  ff¾f° ¾f° –  ° ½f ff° f° °–f°°f¯f .ffn¾nf½½©9f°f f°   9 f f°9f°ff° f °–f°°f °–f°ff¾¾ f½  ¯ f°–f° 9@ ©fff ¾ .

ff¾ ©ff°½ ° f° ¾ ½ f f° 9f°ff°¾ f  °f½f¾ff° °fff½f¯ f ¾½¯ –f  ½  ¯ ff f   f°©f–°– ½ f f°9f°ff°©–f  f½f f°–¯ °– °–f°¾f¾°  ff½¾f¯½f ¯f–f f f¾ ½f°©f°–  ¯ D°f°–f° ¯ ff f°½ f ¯  f° ° ¾ ¯f f°n ½f °–f°©f¾f  ff½¾f¯½f9f°ff°    ©ffff f OO½f½ ¯ °f°f¯ ° f½f° ©ff° °¯  ¾¾ ¯€° ½n %¾¾ ¯½ ¯ f°–°f°½ ¾fff°ff° ¾%¾ f–f ½ °––f° nf°¾¾ ¯%¾¾ ¯½ °–ff° ff°% f¯½f ©ff° ½ °¯¯ ° f f° f°f  °f½ ¾fff°½  °f°  ff¾f f ff°–  ¯ f°–¾ f–ff f ©ff°ff f f ° ¾ f° ¯   f f f°  f  f–f°½ ff¯f°f°– nn°½ °f°f¯f°¯  ¾½ -f¯°½f ff½ ¯f¾fff° f¯ff°– f f½ ½ ¾fff°½  °f°ff¾°f¯ °–f°– f¾½  °f° f° –  f °f f f ¾ ©f f ½ f f° D°¯ °–ff¾¯f¾ff ¾  –  ° ½ ¯-I. %f° .f¾nf½ °- f° ¾n °–f°¯ ° f°.f¾nf½f© ¯ %f°¾ff¾ f°–½ °–f¾f½  °f°   ¾f  f f° °¾f€°¯ ¯ f°–°½ f f° 9f°ff° f° ©f  ff½ ¯  ° ¾ 9f°ff° f–f¾f°°¯ ¯ f°–° ½ f f°9f°ff°  f¾f¾½f ff° f°©f  ff½ ¯  ° ¾ 9f°ff°f°– ©ff¯  f½f ff°––f   D° °   ©f¾f¯f °–f°¯ff.ff¾nf½½©f°–  f°½f ff° .f 9f°ff° f9f°f f°.f¾nf½f½f°f f°  ©f  °f½ ¾fff° ½ f f°°¾ ¯ff¾½  °f°f°– f¾f f ° ¾  ¯   .

f$ .f¾ %  ¯ ¾ f¯ ¯ ff° °–f°9f°ff° f°   °–f°½ °–f°–f°f¾½  °f° f9f°ff°   f©ff½ff°   ff°–°¾f°f°–  °–f½ ¾ff°°©°–  ¯ff ¯ n¯ ff f½f°f¾¯ ° f¾f°f¾f°f   @ ¯ff¾  -  @ ¯ff¾f°–¾ ¾f ¾f°f f. f°f°–  f°9f°ff°¾ °  ¯ ° – f°– – f°– ¾ f ½ f f° ¯ f° f°– f½ f f°9f°ff° f° –  f¯f    ¯ °% ¯f°% f°  f¯% f° f%   9ff°   f f °f°–¯ ff°– f½f f¯  f–f© ¯  ¯ °f°–¾f° ff¾  ff¾ f¾ ©fff½ ¯ f°°f% f OO .

€f ff¾ ¾f°°ff°– ©   ¯ ©ff9 f f°° °f¾°f9f°ff° ff@¯  ¯–f¾ f ff¯° °–f°@f° ¯°  f©f f@ f°  ° f –¾  .  f°– ° f¾ff f°° °¾½f¾ ¾ ¯fnf¯ ½f° f°  f9f°fff @ f°  °f9f° f° –ff°½ °–ff°ff  @ f° % %  ¯–ff¾¯ f°fff ¯  ¾f f©f f°   9f°fff @ f°  °  f¾ff° ½f ½fff f@°–f @ f°-¯f° @¯½ °––fff @ f°°  ©f¾f¯f .

°nf¾¯  ¾f°–¾ f¯°–° 9 °– f°#@ f°# ff½f°¾ f¾ °–f °–f°f ½f °¾ ff°– n ff f¾¯f¯½¯ ¯ f° f°––ff° f–¯f¾ffff ½f ° @ f° 9 ° °f°ff ¯ ½ff°#9D@D-9@# f ½f ½ff f f  ff f¾ f½f¯ ½ff°½  ¾ff°  ff f ff°–¯ °–f° °– °¾ ¾ ¯f°–f¯ ¯ f°–° f–¯f¾fff@ f°  . ° ¾f¾f¾°f¯f@ f°¾ f–f ff@ f°   f f½f f¾f¾ f–ff °f f°–n½© f¾f     f¾ff° – ° ff f–f¾f¾ f–f  . °–f° f½f½ff¾ ©ff f½ –f°°––°½ ° f° f° ½ °–¯½f° ff   9 ° f½f°f©f  f¾ ¯ff¯ff°¯ °––f°f¾ ©ff f° ½  ¾ff°  ff f f¾f©f   f°½ff¯ ¯ f°–f°¾¾  ½fff°f°°––f  °–f°©f°°¯ ¯ f°–f° f°––ff° f–¯f¾ffff ½f °@ f°   D½ff½ ° ¾f°°¯ f f½fff½% f%f    . ¯ °¯½ °––fff f ½f °@ f° °–f° ½f   @¯¯ f¾f°ff°–f¾ °–f°f%n f%¾ f–f   f .

 @ f° f¾f f¾fJf%@%@% f°%f½¾ff f©ff°.f °––f f° f°©ff°f°– f°–ff° . °°©f°©f¯f°°–¾f –f   ¯f°½ nff°  f¯  f ff f°½f¾f¾.  f°°   @ f°  f¾fff-– ¾%@%#f f©% f°%    f¾ff° ¯–f f–f¯fnf¯   ff – 9 °°––ff°¾ ©ffnf-f° ¯ f°nf.  ff –f€¾  °–   f  ½ °–ff°f°–¾f°–f¾f –¾  °©f f¾ – °¯ f°¯ ¾f°–f¯ ° °–½ °– ¯ f°–f°½¾f ½ ¯ °ff°  .fff   nf¯ff° °–  .f©f½f  ° f   @ f° f°– f¾f f¾f.

fff °fff°f°©f.f  f nf¯ff° °–  9f°– f° 9 ff f°½ ½ f°–f°f°ff°––f  °–f° °f f°–  ° .

 fff¯© ½ ° f½f ff@ f° f¾f f@  @  f fff°f¯f°f°– f½f f¯°¯ ¯ ffn° ff¾fff  f ½f °@ f°f ff°– °f¯f ° °f¾f¯f °–f°@     . ° ¾ff @ f° f¾ °f¾f°¾ ©ff f f¯f°9 ¯ °ff°f°––f¾f¯½f ½f ff°  f©ff°    f–¯ °©f  f–f°f9f°©f f°© °––ff 9 ¯ f–f°- –ff  ° ff° °–f°@ f°  f f¯f½° °–f°°f  9f fff@ f° ¯ f¯ °©f ½ nff°¾ ©fff °f½ f°f°°f  9f f¯f¾ff °J©ff¯ ¯ ff°f f°ff°–f°f¯ °©f  .   f¾ff°½ ° f½f½fff ¾ .

¾ff.f°nf° –ff @ f°    9 ° ¾f°¯ f¾¯  ¾f°– ff° °–f°@ f°f ½f½f¾f¾%9f¾f¾ ¯ f°–½ .f©f½f f¾°f½ f°f°°––f ¾f°–f ¾f¾ °––f f°–f¾ f–f ½f.f °––f  f°©ff° f°9f¾f¾@ f°  –f¾¯  ¾f°– ½f°f¾f° f°ff°f    °–f¾fJ©ff f°–¯ °  ff½ ° ff°f °J©fff ff ½f f#9° °ff.f¾f9f°nf¾  °–.

f °––f .f¾     °–°––f 9½OOI$ f°9½OOI$  9f–f¯ f f°– f°–ff°  9f–f¯½ ° °––°–f°@f°.f¾   f¯f°°–¾f¾f¯½f  °f.f©f½ff° f©ff° °––ff ¯ °–ff¯¯f¾f¾f½°f¯f@ f° ¯¯°n ff¯f °f¾ ©ff 9f f f° ff¯¾f9ff° ¾  #°f9f°©f–°°–  f ° Jf°–¾°–@D -@ f°–@¯ ½ f°–9f°©f–°°–  f ° ¾ f½f°ff¾f°f© f° –ff#   °–f° ¯f° f½f ¾¯½f°¾ f©f¯f°f©f f° –ff@ f° ¾ f¯ °©f ff°– ¾f –f¾ f f° f½ f f° f°   %¯ °@¯9 °––fff @ f°%f f°f °fffff@°–f°– ¯ °© °–¾f f  ½ f f°@ f°      f¾ff° f½f½ ° ¾f° ¾  f f f½ff °f f f @ f° f  f @f°––f–¾¾  f¾ff°9f¾f¾.f#ff°––f f° ff ff°––f-½ ¯ .

f°nf° –ff @ f°   9ff°   nf½ f fnf°f"9f°©f°– ° f°f°"      ¾f °–f°© f °  f©f f@ f° ¾ff°–°¯ °–f©ff–f  ¯ °f¯  ½ ¯ f °f°–ff  f¯½f¾ff°¯f¾f f f½f½ff°–°–°¯ °°©f ¯ fff f ¯  f°½° ¯ °© ¾f°f  f f 9f9 ¯ °ff f¯ ¯½ ¾ff° f– ¾f½f¾f©ff°–¯½  °   f°–°f°¯ °–f ff°½ ° f° °f°–°  ff°–¾  ¾f°– f°–¾ °–¾ff °–ff°ff½  ff°½f° f°–f° ¾f©f D©°–°f¾f°–¯ °fff° ff½°f f©°–°ff– ½f¾ ff¾f°°ff ff f°f    °f°ff ff ff°–¯ ° °f°–f°¯f°fff f°f½ff°– ¯ °f°  nff ff°–¾°–¯ °°©f°f¾f ½ ¯f°f°– °––f–f ¯  f f½ f f°f  . @f°––f–¾¾  f¾ff°9f¾f¾ f°©ff°   ¯f°  9¯½f°– n @f°––f-½ ¯ ff°––f½ ° ff°f °J©ff¾ f–ff©f .f©f½ff°– ½ °–f°–ff°½ff½°––ff f©ff° ff¾f 9°––ff f©ff° ¾ f ff°––f f°– f°–f¾ f–f ½f .f°nf° –ff @ f° @f°  f¾ff°9f¾f¾@ f° f°f°–  ¯f°  ¾f f° °– © nf¯ff°9¯½f°–¯ ° f° °f°–½ ¯ °ff°  ½ ¾°–ff°– f½f ½f f¯f° f@ f°  f¾ f¾f f½f¾¯  ff ¾  f° °–f°¯ ¯½ ff° f ½° @¯9 °––f¯ °¯½f°ff @ f°©f½f ff°––f -½ ¯    ½ff° °–f° f°–f°f°––f ¾ f–f ½f .

ff¯ °  f°¯ °nf ff f °–  °f°–  ½f°  ¯  ¯½    ½f f° f–f¯f°f½f½ f° –ff ½°f   f°f ¾f ©f f°½ff¯  ½f f¾fff%f–f © ¯ %°–° –ffff ¯    . @ f°¯ °–f©ff° ff¾ff f°¯ °©f ¾f°ff°–  ©f   °f°f@ f° ¾f¯ °©f  f f¾f°ff°–¾ ff°–  f f¯½ f¾  °–ff f @ f½@ f°¯ ¯¾ f–f@f°f f °f  °f½f". °– ©f¯¯ °¯©ff f°°f  f°©–f ¾¾ °¾ °f¯f @f°f°–½f°– f °–f°¾f9ff°  f°  ¾ °f¯f@ f° f ¾¾ 9f°––°–¾ ©ff f¾f° ff ff ¯ ¯ff ½fff°f°% f°––f½½fff°%°––f  ¯¯ ff°f¾f  f°––ff° f–¯f¾fff@ f°  ¯f°f½f ff°f ¯ f½f f  ½¾f°9  f–f¯f°f °–f° ¯ "   ¯  f½°f¾¯  ¾¾ ¯fnf¯½f¾f¾ f f  ¯ ©–f  f¯ ¯¾ ¯fnf¯°––f @f½ f° ff ¾f ¯ ¯°¾ff ¯  f f°––f °–f°ff °f f°–f¾ ¯ °©f ½ ¯ f°–f°¯f°ffff ff°–°–°¯  °¾¾ff f  ¯     ©ff¯ ¯ f° ½ ¯f°f¯¯ ° °–f f°f¯ ¾ °–f  f °–f°ff¾ f–ff¾ ff 9f° f°–f°¾  ff½f½°¾ °–f f° f¾f°ff °f ff f¯°f¾ °–f°#ff© ff#   f°–f  ©f¾f°f°f ff¯ °––f  ff¯%¾f©f% °f°–f½f f°– ¾f¯ ¯ f°––ff°f–f ¯ ¯ °f°–  ¯  f°°f ff f¾f ¯ ° °f°–f° .

9ff°    f–f¯f°f °–f°f° f"°–° –ffnff ¯ " ¾fff¾ nf°°f% ½f°°¾ffff°¾fff f°% f°¾  $ f° f°f   f° f f °ff°– ff° f¯ ½  °f° ¯   ¯½ °¯ °–f°¾½f¾½¾f¯f  f°©–f ¯  ¯½   f¯f¾f°–f    f¾ ½ ¾ ff°–  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful