Pemanfaatan Limbah

Elektroplating PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH ELEKTROPLATING APAKAH LIMBAH INDUSTRI LAPIS LISTRIK (ELEKTROPLATING) Limbah industri elektroplating berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dan hasil dari proses pelapisan. Bahan-bahan kimia yang digunakan adalah bahan beracun sehingga limbah yang dihasilkan berbahaya bagi kesehatan manusia baik yang terlibat langsung dengan kegiatan industri maupun yang di sekitar perusahaan. PROSES PELAPISAN LISTRIK (Elektroplating) Pelapisan logam merupakan pengendapan satu lapisan logam tipis pada suatu permukaan logam atau plastik yang dilakukan dengan tenaga listrik, tetapi bias juga bisa dilakukan dengan menggunakan reaksi kimia.

JENIS LIMBAH DAN BAHAYANYA 1. Limbah Asam Asam dapat menyebabkan luka pada kulit, selaput lendir, selaput mata dan saluran pernapasan.
2. Limbah Basa Bahan-bahan basa seperti ammonium hidroksida, potassium hidroksida, sodium hidroksida, sodium sianida, sodium karbonat, sodium pryophospat, sodium silikat dan trisodium phispat tidak begitu bahaya bagi sistem saluran pernafasan, tetapi dapat mengiritasi kulit. 3. Limbah Garam dan Senyawa Lainnya Sianida sangat beracun, dan dapat mematikan bila tertelan. Menyebabkan iritasi kerongkongan, pusing-pusing, mabuk, mual, lemah dan sakit kepala dan bahkan berhenti bernafas. SUMBER LIMBAH CAIR Limbah cair industri pelapisan bermacam-macam, bersifat asam atau basa yang mengandung sianida beracun dan logam. Sumber limbah berupa larutan di dalam bejana itu sendiri atau air bilasan. Sumber utama air limbah adalah larutan pembilas yang agak encer, dan sering mengandung 5 mg/l - 50 mg/l ion logam beracun. Larutan dalam bejana yang berkonsentrasi tinggi jarang dibuang, akan tetapi jika dibuang, dampak racunnya terhadap air penampung limbah mungkin besar. Pembuangan lemak dengan pelarut membuat pelarut itu sendiri menjadi limbah dan limbah di air bilasan. Kebanyakan pelarut itu berbahaya terhadap lingkungan karena mengandung: silene, tetrakloro-etilena, metilen klorida, aseton, keton, dan lain-lain. Larutan alkali pembersih mengandung padatan tersuspensi, lemak, sabun, dan tingkat pH-nya tinggi. Pengasaman menghasilkan pembuangan larutan asam secara berkala, dan air bilasan dengan pH rendah. Pelapisan, perendaman, dan pencelupan dalam sianida menghasilkan larutan yang mengandung sianida dan logam yang dilapisi. Air cucian lantai sering tercemar oleh percikan, tetesan dan tumpahan

alkali. Klorinasi basa dengan menggunakan kostik dan kemudian klor (gas atau hipoklorit) adalah cara efektif. Krom dapat diendapkan sesudah direduksi menjadi bentuk bermartabat tiga. Penjernihan perlu dirancang dengan benar agar lumpur hidroksida logam dapat dipisahkan dengan tuntas. larutan pengupas. Pada ph rendah belerang dioksida. masing-masing logam dalam satu tahap. PENGOLAHAN LIMBAH A. yang kurang beracun. Logam diendapkan pada pH tinggi dengan penambahan kapur dan/atau kostik. perlu dilakukan dalam beberapa tahap. Untuk mengurangi volume Lumpur digunakan operasi pengurangan air (meningkatkan kadar padatan dari 2% menjadi 50%). Logam yang berbeda mengendap pada tingkat pH yang berbeda antara 8 sampai 11. Sianida dihancurkan dengan oksidasi. Larutan krom tereduksi yang dihasilkan biasanya dicampur dengan larutan sianida yang telah diolah dan limbah pelapisan lainnya untuk diolah lebih lanjut. dan limbahlimbah lainnya (logam. ferosulfat atau metabisulfit dapat digunakan untuk mereduksi krom bermartabat enam. pengolahan secara batch sering berhasil baik. baik sebelum dan sesudah pengolahan. hydrogen peroksida dan oksidasi secara elektrolisis juga dipakai secara terbatas. Pengendapan sianida dengan ferisulfat tidak boleh digunakan . penguapan atau penukaran ion.larutan pembersih. Pengolahan secara batch memerlukan daya tampung untuk penyamaaan dan penetralan. dan larutan pelapis. Karenanya diperlukan langkan terpisah untuk menghilangkan masing-masing komponen. natrium bisulfit. asam dan alkali). Ozonisasi. Cara lain pengolahan krom adalah oksidasi langsung dan pengendapan dengan natrium hidrosulfat atau hidrazin. sianida dan kadang-kadang pelarut yang membahayakan lingkungan. Pengolahan Limbah Cair Pengolahan limbah dalam industri pelapisan diutamakan pada penghilangan logam. reduksi elektrokimia. Sistem pengolahan lain yang telah diterapkan pada industri elektroplating . Untuk operasi kecil. Zat Bantu penggumpal seperti feriklorida. maka aliran limbah harus dipisahkan sebelum diolah. tetapi harus diikuti penambahan tiosulfat untuk menghilangkan klor. asam. sehingga agar pengolahan berlangsung efektif. Penghancuran "alami" dengan menggunakan oksidasi dari udara di dalam kolam-kolam besar dapat digunakan jika tempat tersedia. Biasanya pabrik pelapisan memisahkan aliran limbahnya menjadi limbah yang mengandung sianida. limbah yang mengandung krom. tawas dan polielektrolit sering digunakan untuk membantu pemisahan zat padat-cair. karena efektivitasnya rendah dan menghasilkan gas sianida dan sianida bebas setelah mengalami pemecahan rumit selama beberapa waktu.

dan alat pengocok untuk memperbaiki penirisan 5.adalah 1. karena itu dapat mengurangi biaya untuk pengolahan dan biaya bahan kimia yang mahal. Penggunaan tangki peniris dan atau tangki penarik. Penggunaan dinding penahan percikan. Pembilasan dengan aliran berlawanan atau penyemprotan 2.5 sampai 6. operator-operator industri pelapisan logam memperoleh kembali logam-logam dari Lumpur dengan teknologi ekstraksi asam. B. tetapi telah dipakai di beberapa tempat untuk menghemat biaya logam dan biaya bahan kimia 5. MINIMISASI LIMBAH A. dan . Penguapan memerlukan modal dan biaya energi yang tinggi. Penundaan operasi di atas penangas atau tangki pembilas supaya penirisan tuntas 4.5. Osmosis balik digunakan untuk memperoleh kembali garam pelapisan dan larutan 3. Saat ini di Eropa. saringan sabuk atau unggun pasir pengering. Lumpur harus dihilangkan airnya dengan menggunakan saringan bertekanan. Sumber-sumber lain adalah dari sistem perolehan kembali larutan. Endapan hidroksida logam dapat larut kembali bila kena hujan pada pH 5. sistem perolehan kembali logam dan endapan saringan. Saringan pasir bekerja baik pada tahap penghalusan akhir sesudah pengendapan. Elektrodialisis untuk memperoleh kembali ion logam dalam larutan pelapisan 2. MENGURANGI LIMBAH Pengurangan/pencegahan limbah pada pelapisan dapat mengurangi banyak volume dan kadar limbah. Penukaran ion adalah proses lain untuk memperoleh kembali logam yang digunakan di banyak pabrik pelapisan 4. bibir penahan. Penanganan Limbah Padat Lumpur yang dihasilkan oleh pengolahan air buangan merupakan sumber utama limbah padat dalam pabrik pelapisan. Penggunaan katup kendali aliran pada saluran penyediaan air 3. Langkah-langkah berikut dapat digunakan untuk mengurangi limbah: 1. Lumpur yang telah dihilangkan airnya harus disimpan pada tempat tertutup sampai dapat ditemukan tempat penimbunan tanah yang aman dan dapat mencegah penyebaran logam karena kebocoran. Limbah padat mengandung semua logam berat beracun yang berasal dari operasi pelapisan dan harus ditangani secara hati-hati.

1996. Pengambilan Bahan Yang Berguna Pengambilan bahan yang berguna dapat dilakukan jika secara ekonomis dianggap layak. Penyunting SN Kartikasari. PEMANFAATAN LIMBAH 1. Soeparwadi. Project of the Ministry of State for the Environment. elektrodialisa Sumber: Limbah Cair Berbagai Industri di Indonesia. penguapan b. Clifton Potter. B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelayakan ekonomi adalah volume limbah yang mengandung logam-logam.tangki penampung untuk menampung percikan. Sebagai contoh air keluaran dari tangki pembilas dari proses pembersihan asam dapat dipergunakan sebagai air masukan untuk tangki pembilas proses pembersihan lemak. 2. konsentrasi logam di dalam limbah. jika mungkin dan 11. Penggunaan penangas pelapis seng. dengan kemungkinan penurunan mutu hasil 10. atau penggunaan alkali menggantikan pelarut untuk pembersihan 9. 1994. elektrolitik recovery e. Republic of Indonesia and Dalhousie University. tumpahan dan bocoran 6. Aulia Gani. Daur ulang larutan penangas yang masih pekat 7. yang bersifat asam dan alkali untuk menggantikan seng sianida yang lebih membahayakan lingkungan. Pemanfaatan/Penggunaan Kembali Air pembilas dan larutan elektrolit dapat dimanfaatkan kembali. . Pemisahan limbah yang mengandung asam. Canada. Buku Panduan: Teknologi Pengendalian Dampak Lingkungan Industri Lapis Listrik. Penggunaan tembaga sulfat atau tembaga pirofosfat untuk menggantikan tembaga sianida. M. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Larutan bekas pembersihan asam dapat dipakai untuk pengaturan pH dalam proses pengolahan reduksi krom. Beberapa teknologi yang digunakan untuk mengambilkembali logam dan garam logam meliputi: a. sianida dan krom 8. Pengendalian dan Baku Mutu. alkali. Pemisahan pelarut dan minyak untuk digunakan lagi (distilasi atau penggunaan di luar pabrik). penukar ion d. dan kemampuan disirkulasi beberapa logam. osmose balik c. Agus Widyantoro. Sumber. Penggunaankrom bermartabat tiga menggantikan yang bermartabat enam.

Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Ikan Apakah Limbah Ikan itu ? Dalam kegiatan industri pengalengan ikan selalu menghasilkan limbah ikan yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkanuntuk membuat tepung ikan. Usaha ini diharapkan dapat menjadi produk andalan industri kecil. Nilai Gizi Kandungan gizi tepung ikan tergantung dari jenis ikan yang digunakan sebagai bahan bakunya. Tepung ikan dapat dimanfaatkan untuk campuran makanan ternak seperti unggas. babi dan makanan ikan. Kandungan gizi yang tinggi pada tepung ikan dapat meningkatkan produksi dan nilai gizi telur. daging ternak dan ikan. Usaha pembuatan tepung ikan dapat menggunakan limbah ikan karena relatif murah dan mudah didapat. Tepung ikan yang berkualitas tinggi mengandung komponen-komponen sbb : • • • • Air 6-100 % Lemak 5-12 % Protein 60-75 % Abu 10-20 % Selain itu karena dibuat dari kepala dan duri ikan maka tepung ikan juga mengandung : • • • • • • • • Ca fosfat Seng Yodium Besi Timah Mangan Kobalt Vitamin B 2 dan B 3 . Protein ikan terdiri dari asam amino yang tidak terdapat pada tumbuhan. mineral dan vitamin B. Tepung ikan mengandung protein. juga menggunakan peralatan sederhana.

industri farmasi. 7. 2. PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH TAPIOKA APA TAPIOKA ITU ? Tapioka adalah tepung dengan bahan baku ketela pohon dan merupakan salah satu bahan untuk keperluan industri makanan. dll. karena proses pembusukan protein ikan. dan ikan kering dikeringkan dengan sinar matahari.65 derajat Celcius selama 6 jam di dalam alat pengering untuk ikan basah. Tepung ikan siap dipasarkan. industri perekat. 6. 3.Bahan Baku Tepung Ikan • • • Limbah ikan dari industri pengalengan ikan Ikan kurus: ikan-ikan kecil misalnya teri ( Solepherus sp ) Ikan gemuk: ikan petek ( Leioguanathus sp ) Cara Pembuatan Tepung Ikan 1. Selain itu bias menjadi sumber penyakit menular terhadap manusia yang ditularkan lewat lalat (misalnya muntaber). Ikan yang telah dipres dikeringkan pada suhu 60 . TEKNOLOGI PEMBUATAN TAPIOKA . industri tekstil. Bahan limbah dipotong kecil-kecil dalam bak pencucian dengan air yang mengalir. kemudian ikan yang sudah matang dimasukkan ke dalam alat pengepres. 4. Khusus untuk ikan gemuk tambahkan air hingga terendam dan dimasak selama 1 jam. Untuk ikan kurus dimasak dalam dandang selama 30 menit. Bahaya Limbah Limbah ikan jika tidak dikelola ( dimanfaatkan lebih lanjut ) akan menimbulkan pencemaran bau yang menyengat. Ikan yang telah dipres dan kering digiling sampai lembut. 5. Ikan yang telah di pres digiling. Dilakukan penggaraman selama 30 menit.

Pencucian dilakukan dengan cara menyemprotkan air bersih 3. Pengupasan kulit dilakukan dengan tenaga manusia dengan menggunakan pisau 2. karena setelah lima jam sudah mulai terjadi pembusukan.25%. Bak pengendapan biasanya terbuat dari kayu. 6. Beberapa pengrajin menambah bak pengendap lagi untuk mengendapkan limbah cair sebelum dibuang. Pati hasil pengeringan masih kasar. kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Hasil endapannya dinamakan lindur atau elot yaitu pati yang kualitasnya jelek. Rendemen pati biasanya berkisar antara 19% . Setelah pengendapan dianggap cukup. Setelah pati diambil. o 5. diletakkan pada tampi-tampi bambu. pasangan batu bata yang dilapisi porselin. dapat dilakukan dengan cara : o Pengekstrakan pati dilakukan dengan tangan manusia. diatas kain kasa. Untuk memberikan tekanan yang tinggi digunakan pompa yang digerakkan dengan mesin diesel. Lama pengendapan yang baik adalah empat jam dan pembuangan air tidak boleh lebih dari satu jam. bahkan ada bak pengendap yang dasarnya diberi alas kaca atau kayu.Teknologi pembuatan tapioka pada industri kecil adalah sebagai berikut : 1. Pemarutan dilakukan secara mekanis yang digerakkan dengan mesin diesel. Saringannya berupa kasa halus. Pemerasan dan penyaringan (pengekstrakan). 4. Pada tahap ini air ditambahkan agar pemarutan lebih lancar. Cara ini dapat menekan beban pencemaran. Pengekstrakan dilakukan secara mekanis. Diatas saringan bergetar tersebut air disemprotkan melalui pipa-pipa. Dari atas dialirkan air sedikit demi sedikit menggunakan gayung yang dikerjakan dengan tenaga manusia. air yang diatas dibuang sebagai limbah cair dan tepung tapioka basah diambil. . sehingga perlu digiling dan dilakukan penyaringan untuk menghasilkan tapioka halus. 7. pasangan batu bata biasa atau beton. Hasil parutan adalah bubur ketela. yaitu menggunakan saringan bergetar. Pengendapan pati dilakukan di dalam bak-bak pengendapan. 8.

• PENANGANAN LIMBAH TAPIOKA Didalam kegiatan pengendalian pencemaran limbah. Limbah padat: • • Makanan ternak Pupuk . PEMANFAATAN LIMBAH TAPIOKA Limbah padat dan cair dari tapioka dapat dimanfaatkan sebagai: 1. serta didukung teknologi daur ulang bahan buangan dan penanganan limbah yang sangat diperlukan. PADAT DAN GAS INDUSTRI TAPIOKA Limbah cair industri tapioka dihasilkan dari proses pembuatan. tidak hanya dilakukan pengolahan limbah saja. namun kegiatan untuk mengurangi jumlah limbah yang keluar dari industri juga merupakan suatu langkah yang akan membantu menurunkan beban pencemaran. Sehubungan dengan itu maka dibutuhkan informasi pemilihan bahan baku yang bersih dari bahan pencemar. baik dari pencucian bahan baku sampai pada proses pemisahan pati dari airnya atau proses pengendapan. misalnya: gatal-gatal Timbul bau yang tidak sedap Air limbah bila masuk kedalam tambak akan merusak tambak sehingga ikan mati Estetika sungai berubah. Penanganan yang kurang tepat terhadap hasil buangan padat dan cair akan menghasilkan gas yang dapat mencemari udara. disamping itu juga pengendalian dampak setelah proses produksi. Penanganan limbah tersebut sudah harus dimulai dari tahap pemilihan bahan baku hingga akhir proses produksi.SUMBER LIMBAH CAIR. BAHAYA LIMBAH TAPIOKA Limbah industri tapioka apabila tidak diolah dengan baik dan benar dapat menimbulkan berbagai masalah yaitu : • • • Penyakit. efisiensi energi proses yang tinggi. Limbah padat berasal dari proses pengupasan ketela pohon dari kulitnya yaitu berupa kotoran dan kulit dan pada waktu pemrosesan yang berupa ampas yang sebagian besar berupa serat dan pati. teknologi proses yang bersih yang mampu menghasilkan limbah yang sedikit.

sirup glukosa Obat nyamuk bakar 2.2 m3 air limbah. Apabila air limbah ini merembes ke dalam tanah yang dekat dengan sumur maka air sumur itu tidak dapat dimanfaatkan lagi. Limbah padat belum dirasakan dampaknya terhadap lingkungan karena dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Bila dibiarkan dalam air limbah akan berubah warnanya menjadi coklat kehitaman dan berbau busuk.5 . dan hayati yang akan menghasilkan zat beracun atau menciptakan media untuk tumbuhnya kuman dimana kuman ini dapat berupa kuman penyakit atau kuman lainnya yang merugikan baik pada tahu sendiri ataupun tubuh manusia. Limbah cair: Minuman nata de cassava Sumber : 1.• • Bahan campuran saus. Bau busuk ini akan mengakibatkan sakit pernapasan. Pramudyanto Buku panduan Teknologi Pengendalian Dampak Lingkungan Industri Tapioka di Indonesia oleh : Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. 2. Apabila limbah ini dialirkan ke sungai maka akan mencemari sungai dan bila . Buku panduan Penanganan Limbah Cair Industri kecil Tapioka oleh : Nurhasan dan Bb. 1996 INFORMASI PRAKTIS PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH TAHU TEMPE Apakah limbah tahu tempe itu ? Limbah tahu tempe adalah limbah yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu tempe maupun pada saat pencucian kedele. Setiap kuintal kedele akan menghasilkan limbah 1. tetapi limbah cair akan mengakibatkan bau busuk dan bila dibuang langsung ke sungai akan menyebabkan tercemarnya sungai tersebut. akan mengalami perubahan fisika. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan cair. kimia. Proses pembuatan tahu tempe Jenis limbah tahu tempe Limbah cair : • • sisa air tahu yang tidak menggumpal Potongan tahu yang hancur pada saat proses karena kurang sempurnanya proses penggumpalan Limbah tahu tempe keruh dan berwarna kuning muda keabu-abuan dan bila dibiarkan akan berwarna hitam dan berbau busuk • Bahaya limbah Tahu-Tempe Limbah cair yang dihasilkan mengandung padatan tersuspensi maupun terlarut.

proses penghilangan kanji. • Pemanfaatan Limbah Tahu Tempe • • • Makanan ternak Dibuat makanan nata de soya Dibuat makanan kecil contohnya castangell. Proses penyempurnaan kapas menghasil kan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses penyempurnaan bahan sistesis. Beban tiap ton produk lebih besar untuk operasi kecil dibandingkan dengan operasi modern yang besar. Dengan penerapan Produksi Bersih (Cleaner Production). penggelantangan. Yayasan Bina Karya Lestari (Bintari). berkisar dari 25 kg BOD/ton produk sampai 100 kg BOD/ton. PROSES PEMBUATAN TEKSTIL Serat buatan dan serat alam (kapas) diubah menjadi barang jadi tekstil dengan menggunakan serangkaian proses. pemasakan. Gabungan air limbah pabrik tekstil di Indonesia rata-rata mengandung 750 mg/l padatan tersuspensi dan 500 mg/l BOD. Pabrik serat alam menghasilkan beban yang lebih besar. stick tahu Sumber: Penanganan air Limbah Pabrik Tahu oleh Nurhasan & Bb. penempatan peralatan yang tepat. diare. Informasi tentang banyaknya limbah produksi kecil batik tradisional belum ditemukan. Penanganan Limbah Tahu-Tempe • Menggunakan alat yang dapat menghasilkan tahu yang lebih baik dan sedikit menghasilkan limbah. merserisasi. pencetakan dan proses penyempurnaan. Serat kapas dibersihkan sebelum disatukan menjadi benang. penggunaan air yang bersih sehingga limbah padat maupun limbah cair berkurang. 1991 PENGOLAHAN & PEMANFAATAN LIMBAH TEKSTIL APAKAH LIMBAH TEKSTIL ITU ? Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian. Penataan proses produksi yang baik dari mulai tempat proses pencucian. Pemintalan mengubah serat menjadi benang.5 : 1 sampai 3 : 1. Zat kanji yang . Pramudyanto.masih digunakan maka akan menimbulkan penyakit gatal. pewarnaan. Sebelum proses penenunan atau perajutan. Perbandingan COD : BOD adalah dalam kisaran 1. benang buatan maupun kapas dikanji agar serat menjadi kuat dan kaku. dan penyakit lainnya.

Pemasakan dan merserisasi kapas serta pemucatan semua kain adalah sumber limbah cair yang penting. Cr. pengikatan dan laminasi merupakan proses kering. seperti fenol dan logam. PVA. Kapas juga dapat dimerserisasi dengan perendaman dalam natrium hidroksida. 2. pH yang sangat bervariasi dan beban pencemaran yang tergantung pada proses dan zat kimia yang digunakan. BOD. Kain dibilas diantara kegiatan pemberian warna. Pewarnaan dan pembilasan menghasilkan air limbah yang berwarna dengan COD tinggi dan bahanbahan lain dari zat warna yang dipakai. Pb. CMC.lazim digunakan adalah pati. Pencetakan memberikan warna dengan pola tertentu pada kain diatas rol atau kasa. enzim. padatan tersuspensi dan zat-zat kimia. SUMBER LIMBAH Larutan penghilang kanji biasanya langsung dibuang dan ini mengandung zat kimia pengkanji dan penghilang kanji pati. Sesudah penenunan serat dihilangkan kanjinya dengan asam (untuk pati) atau hanya air (untuk PVA atau CMC). Logam berat terutama As. Penghilangan kanji biasanya memberi kan BOD paling banyak dibanding dengan proses-proses lain. asam. Di Indonesia zat warna berdasar logam (krom) tidak banyak dipakai. polivinil alkohol (PVA) dan karboksimetil selulosa (CMC). zat warna dan pelarut organic Tensioactive (surfactant) PENANGANAN LIMBAH 1. perekat gelatin. digunakan pengikisan (pemasakan) dengan larutan alkali panas untuk menghilangkan kotoran dari kain kapas. yang menghasilkan asam. Pewarnaan serat. basa. peroksida atau asam perasetat dan asam borat akan memutihkan kain yang dipersiapkan untuk pewarnaan. Cd. COD. benang dan kain dapat dilakukan dalam tong atau dengan memakai proses kontinyu. Hidrokarbon terhalogenasi (dari proses dressing dan finishing) Pigmen. perajutan. Zn. menggunakan : . Langkah pertama untuk memperkecil beban pencemaran dari operasi tekstil adalah program pengelolaan air yang efektif dalam pabrik. Proses pencetakan menghasilkan limbah yang lebih sedikit daripada pewarnaan. 3. Di Indonesia denim biru (kapas) dicat dengan zat warna. Penghilangan kanji pada kapas dapat memakai enzim. tetapi kebanyakan pewarnaan tekstil sesudah ditenun. JENIS LIMBAH 1. Cu. Proses-proses ini menghasilkan limbah cair dengan volume besar. 4. dilanjutkan pembilasan dengan air atau asam untuk meningkatkan kekuatannya. Kapas memerlukan pengelantangan yang lebih ekstensif daripada kain buatan (seperti pendidihan dengan soda abu dan peroksida). Penggelantangan dengan natrium hipoklorit. Penenunan. getah. Sering pada waktu yang sama dengan pengkanjian.

Bila digunakan pewarna yang mengandung logam seperti krom. Proses penghilangan logam menghasilkan lumpur yang sukar diolah dan sukar dibuang. mungkin diperlukan reduksi kimia dan pengendapan dalam pengolahan limbahnya. Zat pewarna yang sedang dipakai akan menentukan sifat dan kadar limbah proses pewarnaan. Pewarna dengan dasar pelarut harus diganti pewarna dengan dasar air untuk mengurangi banyaknya fenol dalam limbah. o o 3.o o Pengukur dan pengatur laju alir Pengendalian permukaan cairan untuk mengurangi tumpahan Pemeliharaan alat dan pengendalian kebocoran Pengurangan pemakaian air masing-masing proses Otomatisasi proses atau pengendalian proses operasi secara cermat Penggunaan kembali alir limbah proses yang satu untuk penambahan (make-up) dalam proses lain (misalnya limbah merserisasi untuk membuat penangas pemasakan atau penggelantangan) Proses kontinyu lebih baik dari pada proses batch (tidak kontinyu) Pembilasan dengan aliran berlawanan o o o o o o 2. maka aliran limbah dari proses pencelupan harus dipisahkan dan diolah tersendiri. Pewarnaan dengan permukaan kain yang terbuka dapat mengurangi jumlah kehilangan pewarna yang tidak berarti. pengemulsi dan perata yang menghasilkan BOD tinggi dengan yang BOD-nya lebih rendah. Limbah operasi pencelupan dapat diolah dengan efektif untuk menghilangkan logam dan warna. Pengolahan limbah cair dilakukan apabila limbah pabrik mengandung zat warna. jika menggunakan . Penggantian dan pengurangan pemakaian zat kimia dalam proses harus diperiksa pula : o Penggantian kanji dengan kanji buatan untuk mengurangi BOD Penggelantangan dengan peroksi da menghasilkan limbah yang kadarnya kurang kuat daripada penggelantangan pemasakan hipoklorit Penggantian zat-zat pendispersi. 4.

padatan tersuspensi. maka ia harus disimpan ditempat yang aman. Perbedaannya. warna dan parameter lain dengan kadar yang sangat rendah. Hasil . lumpur dapat ditebarkan diatas tanah. batang (untuk berbagai macam peralatan dan bangunan). Kolom percik adalah cara yang murah akan tetapi efisiensi untuk menghilangkan BOD dan COD sangat rendah. sesudah penetralan dan ekualisasi. Jika pabrik menggunakan pewarnaan secara terbatas dan menggunakan pewarna tanpa krom atau logam lain. dapat juga digunakan sebagai isi bantal dan boneka sebagai pengganti dakron. Kabupaten Bogor. mulai dari akar (untuk obat tradisional). maka gabungan limbah sering diolah dengan pengolahan biologi saja. Sistem dengan laju alir rendah dan penggunaan energi yang rendah lebih disukai karena biaya operasi dan pemeliharaan lebih rendah. sisa minyak dan lateks. daun muda/janur untuk pembungkus kertas rokok. Jika pewarna yang dipakai tidak mengandung krom atau logam lain. Limbah lain yang mungkin perlu ditangani adalah sisa kain. koagulasi dan penjernihan (dengan tawas. Tanaman ini hampir mirip dengan pohon kelapa. telah digunakan pengolahan yang lebih unggul yaitu dengan menggunakan karbon aktif. dan yang ada pada saat ini adalah Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3) di Cilengsi. Limbah dari pengolahan kimia dapat dicampur dengan semua aliran limbah yang lain untuk dilanjutkan ke pengolahan biologi. garam feri atau poli-elektrolit). Untuk memperoleh BOD. Lumpur yang dihasilkan pengolahan limbah secara kimia adalah sumber utama limbah pada pabrik tekstil. sampai ada suatu tempat pengolahan limbah berbahaya yang dikembangkan di Indonesia. Lumpur dari pengolahan fisik atau kimia harus dihilangkan airnya dengan saringan plat atau saringan sabuk (belt filter). maka batang pohon aren sangat kotor karena batangnya terbalut ijuk yang warnanya hitam dan sangat kuat sehingga pelepah daun yang sudah tuapun sulit diambil dari batangnya. jika pohon kelapa batang pohonnya bersih. diperlukan lagi pengolahan kimia atau pengolahan fisik untuk memperbaiki daya kerjanya. PEMANFAATAN LIMBAH Industri tekstil tidak banyak menghasilkan banyak limbah padat. Cara-cara biologi yang telah terbukti efektif ialah laguna aerob.flokulasi kimia. parit oksidasi dan lumpur aktif. PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH TEPUNG AREN Aren Aren merupakan tumbuhan berbiji tertutup dimana biji buahnya terbungkus daging buah. Semua bagian pohon aren dapat diambil manfaatnya. Pohon aren banyak terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Jawa Barat. saringan pasir. COD. Jika lumpur mengandung logam. penukar ion dan penjernihan kimia. Alternatif pemanfaatan sisa kain adalah dapat digunakan sebagai bahan tas kain yang terdiri dari potongan kain-kain yang tidak terpakai.

Hasil parutan berupa serbuk yang keluar dari mesin dikumpulkan kemudian diayak untuk memisahkan serbuk-serbuk dari serat-seratnya yang kasar. misalnya buah aren muda untuk pembuatan kolang-kaling. pohon aren harus sudah berumur sekitar 20 tahun. dimana limbah yang dihasilkan diproses terlebih dahulu pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sederhana dan tidak . Potongan batang aren kemudian dipecah membujur menjadi empat bagian yang sama besarnya sehingga nampak bagian dalamnya dimana terdapat empelur yang mengandung sel-sel parenchym penyimpan tepung. dan hun kwe. yaitu soun. Proses selanjutnya adalah mengambil tepung dari serbuk-serbuk halus.produksinya juga dapat dimanfaatkan. Untuk dapat diambil patinya (tepungnya). kemudian dipotong-potong menjadi 6-8 bagian. Penanganan Limbah Penanganan limbah cair dapat dilakukan mulai dari proses pemarutan hingga perendaman. sebab tepung aren memiliki keunggulan yang khas. Kemudian empelur dipisahkan dari kulit dalamnya. cendol. Limbah padat yang berupa ampas serbuk dan kulit batang aren yang telah diambil kulit empelurnya. Oleh karena itu sudah seharusnya dipikirkan dan diambil kebijaksanaan berupa langkah nyata pengembangan pohon aren. bakmi. lalu digiling dengan menggunakan mesin parut. Sampai saat inipun ternyata tepung dari batang pohon aren belum ada penggantinya (tepung substitusinya). Sumber Limbah 1. terutama produk yang sudah dikenal masyarakat luas. Produk Dari Tepung Aren Tepung aren dapat digunakan untuk pembuatan bermacam-macam produk makanan. air nira untuk bahan pembuatan gula merah/cuka dan pati/tepung dalam batang untuk bahan pembuatan berbagai macam makanan.2 meter. Limbah cair hasil dari proses pemarutan dan pengendapan tepung aren 2. Dampak limbah terhadap lingkungan Limbah cair yang dihasilkan jika tidak diproses terlebih dahulu maka akan menyebabkan timbulnya bau disekitar lingkungan dan air sungai menjadi keruh kecoklatan yang disebabkan oleh proses pemarutan dan pengendapan.25 . Cara Membuat Tepung Aren Pembuatan tepung aren dilakukan melalui terlebih dahulu menebang batang pohon aren kemudian dipotong-potong sepanjang 1.

Ampas serbuk Limbah serbuk yang diperoleh dari serbuk yang sudah diambil tepungnya dapat dipisahkan menjadi 3 macam. Limbah cair maupun lumpurnya yang mengandung Krom Trivalen ini dapat membahayakan lingkungan karena Krom Trivalen dapat berubah menjadi Krom Heksavalen pada kondisi basa yang merupakan jenis limbah B3 yang dapat membahayakan bagi kesehatan. Proses dalam industri penyamakan kulit dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu : beamhouse process. BSc. kerajinan. Khusus serat-serat panjang dapat digunakan untuk kasur tempat duduk (kursi atau jok mobil) dan makanan ternak (sapi. Limbah Cair 2. Budidaya dan Multigunanya Oleh: Ir. Kulit batang ini dapat digunakan sebagai bahan bakar sehingga mempunyai nilai ekonomi jika dijual. dll. tas. MS PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT Industri Penyamakan Kulit yang menggunakan proses Chrome Tanning menghasilkan limbah cair yang mengandung Krom. tanhouse. Secara sederhana keseluruhan serbuk dapat digunakan untuk bahan bakar. Limbah Padat 3. Sumber: Aren. Proses Produksi Proses dalam industri penyamakan kulit bertujuan untuk merubah kulit hewan menjadi lembaran-lembaran kulit jadi yang siap untuk dipergunakan menjadi bahan baku produk kulit seperti : sepatu. Jenis Limbah Dari proses penyamakan kulit secara garis besar limbah industri penyamakan kulit dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu: 1. kuda) setelah diproses permentasi atau cukup dicampur dengan dedak limbah penggilingan gabah. Pemanfatan limbah 1. Hatta Sunanto. Limbah Gas . yaitu serbuk-serbuk kecil. tangkai cangkul dan lainnya. serbukserbuk besar. dan serat-serat panjang. dan finishing process. Krom yang dihasilkan adalah krom bervalensi 3+ (trivalen) yang diperoleh dari proses penyamakan Krom (chrome tanning). pupuk organik pada tanaman. Kulit batang Pohon aren yang sudah diambil kulit empelurnya maka tinggal kulit dalam dan kulit luar batangnya. 2.langsung dibuang ke sungai. Sedangkan kulit batang pada pangkal batang pohon dapat digunakan untuk membuat tangkai kampak. dan dapat memperbaiki struktur tanah.

2. 10. 5. limbah Hidrogen Sulfida Bersifat basa. dan diendapkan kira-kira 10 jam. 11. mengandung Krom Mengandung minyak Mengandung zat pemucat Penanganan Limbah 1. 8. misalkan penyamakan menggunakan garam krom dengan kadar larutan cukup dengan 8% tidak perlu dipakai 12% • Modifikasi proses. 2. limbah gas amonia Bersifat basa Bersifat asam Bersifat asam Trivalen Bersifat asam mengandung Krom Bersifat asam. dan penghilangan limbah atau bahan pencemaran pada sumbernya merupakan elemen utama dari produksi bersih. • Pemakaian teknologi dan peralatan yang tepat. energi. 7. Sodium Sulfida Enzim. Natrium Karbonat. serta mengganti atau mengurangi jumlah dan toksisitas seluruh emisi dan limbah sebelum keluar dari proses.Karakteristik limbah pada tiap proses seperti tertera di bawah ini: No. Pemisahan Krom Krom dapat dipisahkan dari cairan buangan dengan jalan mengendapkan kembali sebagai Krom Hidroksida dengan jalan penyaringan yang kemudian di daur ulang dengan cara sbb: Air buangan dari penyamakan kromdan air pencucian (sebanyak 2 x 100% air) yang sudah bebas dari padatan diberi larutan magnesium hidroksida. Penerapan Cleaner Production Produksi bersih adalah strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif dan terpadu yang perlu dilaksanakan secara terus menerus pada proses produksi sehingga mengurangi resiko negative terhadap manusia dan lingkungan Produksi bersih pada proses produksi berarti meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan bahan baku. Sodium Bikarbonat Air. Proses Perendaman Pengapuran Pembuangan bulu dan bekas daging Penghilangan kapur Pencucian Pengasaman Proses Krom Pemutihan Pencucian Fat Liquoring Pemucatan Bahan Air. Garam Amonium Air Air. Sodium Klorida Krom dioksida. 4. Cairan tersebut bila benar-benar bebas dari endapan akan mengandung Krom kurang dari 2 ppm sehingga bias langsung dibuang atau dipakai untuk daur ulang. Asam Sulfat Air Minyak Bahan pemucat Karakteristik Limbah Cair Mengandung Sodium Hipoklorida Bersifat basa Bersifat alkalin. Kegiatan yang merupakan penerapan produksi bersih adalah: • Penghematan pemakaian air pencucian/pembilasan • Penghematan pemakaian zat kimia. pengurangan. endapan tersebut akan larut dalam waktu sekitar 15 menit dan akan memberikan suatu larutan Krom sebesar 50 gram . Sodium Klorida. yang kemudian cairan dipindahkan ke bak lain (dengan pipa penyedot. Pencegahan. tetapi jangan sampai endapannya ikut tesedot). kapur. Air Kapur (Kalsium Hidroksida) Air. Endapan yang terjadi kemudian ditambah asam sulphat yang sesuai. 3. 1. Sodium Hipoklorida Air. sulfida) atau dengan pemisahan cairan pada proses buang bulu dan pengapuran. seperti pada proses pengapuran menggunakan drum dengan jumlah bahan-bahan yang dipakai dapat dikurangi (air. Asam Sulfur. 9. 6. dan sumber daya lainnya.

Ir. Pada daur ulang proses selanjutnya masih membutuhkan penambahan Krom kira-kira sejumlah 30%. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Buku Panduan. 1996. Pemanfaatan Limbah Cair dan Padat dari Penyamakan Kulit.. hardboard bahan pembuat karpet Sumber: Teknologi Pengendalian Dampak Lingkungan Industri Penyamakan Kulit. Disampaikan pada Raker Pengendalian Pencemaran Air Akibat Limbah Usaha Kecil oleh Dr. DEA . Johny Wahyuadi S. Pemanfaatan Limbah Limbah padat dapat digunakan untuk : • • • • • pakan ternak pupuk lem kayu asbes.krom oksida/liter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful