BAB I PENDAHULUAN 1.

1 LATAR BELAKANG

Batuan tersebut terbentuk secara proses fisika, kimia, dan biologi yang terendapkan secara alamiah di berbagai lingkungan pengendapan dan terus berjalan hingga saat ini. Pembelajaran tentang batuan sedimen sangat besar kontribusinya terhadap penentuan dan pembelajaran batuan batuan sedimen purba atau yang berumur tua dalam skala waktu geologi. Banyak batuan sedimen purba yang diperkirakan sistem dan lingkungan pengendapannya dianalogikan dengan proses proses sedimentasi yang terjadi pada saat ini. Proses proses sedimentasi (fisika, kimia, biologi) sangat berhubungan erat dengan kompaksi, sementasi, rekristalisasi. Endapan sedimen (sedimentary deposit) adalah tubuh material padat yang terakumulasi di permukaan bumi atau di dekat permukaan bumi, pada kondisi tekanan dan temperatur yang rendah. Sedimen umumnya (namun tidak selalu) diendapkan dari fluida dimana material penyusun sedimen itu sebelumnya berada, baik sebagai larutan maupun sebagai suspensi. Definisi ini sebenarnya tidak dapat diterapkan untuk semua jenis batuan sedimen karena ada beberapa jenis endapan yang telah disepakati oleh para ahli sebagai endapan sedimen: (1) diendapkan dari udara sebagai benda padat di bawah temperatur yang relatif tinggi, misalnya material fragmental yang dilepaskan dari gunungapi; (2) diendapkan di bawah tekanan yang relatif tinggi, misalnya endapan lantai laut-dalam.
1.2 TUJUAN Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk mengetahui dan memahami alat-alat / instrument yang digunakan dalam suatu pengambilan sampel serta beberapa cara dalam analisis besar butir sedimen dan sebagai bahan referensi / informasi tentang study ilmu sedimentology. 1.3 MANFAAT Manfaat dari analisa butir sampel ini adalah 1.4 WAKTU DAN TEMPAT waktu : Hari Senin, tanggal 19 juni 2011 Jam 9.00 WIB s/d 11.00 WIB(Pengambilan sampel menggunankan

Cirebon. dan batu kerikil. kerikil. ‘Continental Slope’ adalah daerah yang mempunyai lereng lebih terjal dari continental shelf. Distribusi Sedimen Laut : Sedimen yang masuk ke dalam laut dapat terdistribusi pada : 1. Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan. kedalaman maksimum dari lautan yang ada di atasnya di antara 100 – 200 meter.4% dan berbatasan langsung dengan daerah daratan. kemiringannya anatara 3 – 6 %. seperti endapan yang terjadi pada laut dalam. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Laut (P3GL) Jl. tanggal 19 juni 2011 Jam 14. Dijelaskan oleh Hutabarat (1985) dan Bhatt (1978) bahwa ‘Continental Shelf’ adalah suatu daerah yang mempunyai lereng landai kurang lebih 0. lebar dari pantai 50 – 70 km. sehingga material batuan kasar dan kerikil biasanya akan diendapkan. Daerah perairan dangkal. Sedangkan ‘Non Glacial Continental Shelf’’ endapannya biasanya mengandung lumpur yang berasal dari sungai. Endapan Sedimen pada Perairan Dangkal : Pada umumnya ‘Glacial Continental Shelf’ dicirikan dengan susunan utamanya campuran antara pasir. Sampel-sampel yang dikumpulkan oleh Murray merupakan penyelidikan awal tentang sedimen laut dalam. Di tempat lain (continental shelf) dimana pada dasar laut gelombang dan arus cukup kuat.00 WIB s/d 15. 1. Daerah perairan dalam. 2. Jawa Barat.metode grab sample) Hari Senin. 5 TINJAUAN PUSTAKA (secukupnya sesuai materi yang dipraktikkan) Era oseanografi secara sistematis telah dimulai ketika HMS Challenger kembali ke Inggris pada tanggal 24 Mei 1876 membawa sampel.30 WIB (Pengolahan hasil sampel dan pengenalan alat alat P3GL) Tempat : 1. Sebagai tempat awal pengambilan sampel 2. dan hasil pengukuran selama ekspedisi laut yang memakan waktu tiga tahun sembilan bulan. laporan. . Kalijaga 101 Cirebon. seperti endapan yang terjadi pada paparan benua (Continental Shelf) dan lereng benua (Continental Slope). warga Kanada kelahiran Skotlandia. Anggota ilmuan yang selalu menyakinkan dunia tentang kemajuan ilmiah Challenger adalah John Murray.

1. dan partikel terkecil berukuran 1-<1µm> Selain pengertian sedimen di atas ada pengertian lain tentang sedimen yaitu batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk oleh proses sedimentasi. Pertama dengan bantuan arus turbiditas dan aliran grafitasi. Letusan besar dapat mengeluarkan abu dan debu dalam jumlah yang banyak dengan ketinggian 15-50 km. Lempung pelagis yang ada di laut dibawa terutama oleh tiupan angin (aeolian). Bongkahan es besar yang mengapung. Jadi. Pembentukan sedimen ini tergantung pada beberapa faktor lokal seperti kimia air dan kedalaman serta jumlah produksi primer di permukaan air laut. Sedimen Biogenik Pelagis Dengan menggunakan mikroskop terlihat bahwa sedimen biogenik terdiri atas berbagai struktur halus dan kompleks. 2. Ada dua cara materi tersebut sampai ke lingkungan pelagis. Endapan Sedimen pada Perairan Laut Dalam Sedimen laut dalam dapat dibagi menjadi 2 yaitu Sedimen Terigen Pelagis dan Sedimen Biogenik Pelagis. Kebanyakan sedimen itu berupa sisa-sisa fitoplankton dan zooplankton laut. keberadan mikrofil dalam sedimen laut dapat digunakan untuk menentukan kedalaman air dan produktifitas permukaan laut pada zaman dulu. Daerah yang miring pada permukaannya dicirikan berupa batuan dasar (bedrock) dan dilapisi dengan lapisan lanau halus dan lumpur. Sedangkan sedimentasi adalah proses pengendapan . jumlah masuknya materi Vulkanologi ke sedimen laut dalam adalah kecil. Sedimen Terigen Pelagis Hampir semua sedimen Terigen di lingkungan pelagis terdiri atas materi-materi yang berukuran sangat kecil.Sebagian besar pada ‘Continental slope’ kemiringannya lebih terjal sehingga sedimen tidak akan terendapkan dengan ketebalan yang cukup tebal. Kadang permukaan batuan dasarnya tertutupi juga oleh kerikil dan pasir. terjadi suatu bentuk ‘hujan’ sisasisa organisme plankton yang perlahan. Kedua melalui gerakan es yaitu materi glasial yang dibawa oleh bongkahan es ke laut lepas dan mencair. Ukuran lempung ini Komponen utama debu yang terbawa angin adalah kuarsa dan mineral lempung. tetapi kontinue di dalam kolam air untuk membentuk lapisan sedimen. Angin merupakan alat transportasi penting untuk memindahkan materi langsung ke laut. Pada skala global. bongkahan es kecil dan pasir dapat ditemukan pada sedimen pelagis yang berjarak beberapa ratus kilometer dari daerah gletser atau tempat asalnya. Karena umur organisme plankton hannya satu atau dua minggu.

Batasanbatasan tersebut biasa disebut dengan verbal limit. Masing-masing pengukuran tersebut mempunyai rumus-rumus yang berbeda dan mempunyai batasan-batasan untuk menggambarkan keadaan dari butiran yang diamati atau dianalisa.dkk dalam Kusumadinata. kepencengan dan kemancungan kurva. Struktur merupakan suatu kenampakan yang diakibatkan oleh proses pengendapan dan keadaan energi pembentuknya. 1968). (Sugeng Widada : 2002). sedangkan metode statistik menghasilkan nilai rata-rata. Menurut Friedman dan Sanders (1978). Ada hubungan antara ukuran butir dan sortasi dalam batuan sedimen. Sortasi dikatakan baik jika batuan sedimen mempunyai penyebaran ukuran butir terhadap ukuran butir rata-rata pendek. Struktur berhubungan dengan kenampakan batuan yang lebih besar. atau es pada suatu cekungan pengendapan pada kondisi P dan T tertentu. Sebaliknya apabila sedimen mempunyai penyebaran ukuran butir terhadap rata-rata ukuran butir panjang disebut sortasi jelek. pengukuran skewness dan kurtosis.sediemen oleh media air. Dalam analisa ini tercakup beberapa hal yang biasa dilakukan seperti pengukuran rata-rata. Analisa Besar Butir Analisa granulometri merupakan suatu metoda analisa yang menggunakan ukuran butir sebagai materi analisa. Pasir dari berbagai macam lingkungan air menunjuk bahwa pasir halus mempunyai sortasi yang lebih baik daripada pasir sangat halus. bentuk butir. paling bagus diamati di lapangan misal pada perlapisan batuan. sortasi atau pemilahan adalah penyebaran ukuran butir terhadap ukuran butir rata-rata. Hubungan ini terutama terjadi pada batuan sedimen berupa pasir kasar sampai pasir sangat halus. dan susunan kompone mineral-mineral penyusunnya. Analisa ini umum digunakan dalam bidang keilmuan yang berhubungan dengan tanah atau sedimen. dimana metode grafis memuat berbagai macam grafik yang mencerminkan penyebaran besar butir. tipe dan karakteristik serta lamanya waktu sedimentasi dari suatu populasi sedimen (Folk. Studi tekstur paling bagus dilakukan pada contoh batuan yang kecil atau asahan tipis. deviasi standar. yaitu dengan metode grafis dan metode statistik. Tekstur adalah suatu kenampakn yang berhubungan erat dengan ukuran. hubungan dinamika aliran dan cara transportasi sedimen klastik. Dalam batuan sedimen dikenal dengan istillah tekstur dan struktur. Pilihan atau Sortasi dapat menunjukkan batas ukuran butir atau keanekaragaman ukuran butir. Pembentukannya dapat pada waktu atau sesaat setelah pengendapan. angin. 1980). . Analisa granulometri dapat dilakukan melalui dua cara. Sedangkan pasir yang diendapkan oleh angin sortasi terbaik terjadi pada ukuran pasir sangat halus ( Blatt. pengukuran sorting atau standar deviasi.

erosi dan abrasi. dibawah kondisi normal.Gelombang Hasil sedimentasi yang telah berlangsung lama akan mengalami konsolidasi atau lithifikasi (pembatuan). Hasil rombakan atau hancuran padat dari endapan tua. Krumbreindan Sloss (1963) menyatakan bahwa pada butiran sedimen . Besar butir rata-rata merupakan fungsi ukuran butir dari suatu populasi sedimen (missal pasir kasar. dan pasir halus). Faktor yang mempengaruhi terhadap proses lithifikasi antara lain proses fisika. Sedimen yang terlithifikasi disebut batuan sedimen. ukuran sedimen berhubungan dengan dinamika transportasi dan deposisi.Kepencengan (SKEWNESS) adalah penyimpangan distribusi ukuran butir terhadap distribusi normal.Kecepatan pengendapan b. maka kepencengannya bernilai negatif (Folk.Arus aliran fluida c. proses kimiawi dan proses biologi. Ukuran butiran akan mencerminkan resistensi butiran terhadap proses pelapukan. Adapun partikel-partikel sedimen oleh Friedman dan Sanders (1978) dapat dibedakan menjadi 2 kelompok : 1. ukuran butir. Ukuran butiran berpengaruh terhadap sifat-sifat dari butiran tersebut. 2. material yang bukan merupakan hasil rombakan atau hancuran padat yang terdiri dari material yang dikeluarkan lewat semburan gunung berapi dan material terlarut di air yang ditransportasikan dan diendapkan pada tempat akumulasi pengendapan oleh sekresi biologis atau proses pengendapan secara kimia. . Sumber sedimen dapat berasal dari berbagai tempat. Butiran yang lebih kasar serta lebih halus tersebar disisi kanan dan kiri dalam jumlah yang sama. Drake (1978) pada proses transportasi. Besar butir rata-rata dapat juga menunjukkan kecepatan turbulen/ sedimentasi dari suatu populasi sedimen. Distribusi normal adalah suatudistribusi ukuran butir dimana pada bagian tengah dari sampel mempunyai jumlah butiran paling banyak. Faktor yang mempengaruhinya adalah: a. Apabila dalam suatu distribusi ukuran butior berlebihan partikel kasar. 1974). erosi menghasilkan nilai (rate) yang sama dengan pelapukan batuan. Pada proses transportasi berpengaruh terhadap bentuk. Setelah proses pelapukan terjadi selanjutnya sedimen asal mengalami proses transportasi dan lithifikasi. Drake (1978) menerangkan bahwa terdapat 3 sumber dari material sedimen yang ditemukan pada permukaan dasar laut yaitu sumber dari daratan yang menyuplai material hancuran dan material terlarut sumber asli dari laut dan material angkasa luar. pasir sedang.

kebolaan maupun sifat-sifat dari kumpulan butiran seperti sortasi. terbagi atas 2 : Silt/Lanau (1/256-1/6mm) dan Clay/Lempung (<1/256mm) Mineral Penyusun Batuan Sedimen Komponen penyusun batuan sedimen dapat berupa mineral. pasir sangat kasar 1 mm – 2 mm. ukuran butir yang semakin menurun. Pebble/Kerakal (4-64mm). dan seterusnya. Besar kecilnya partikel penyusun tanah tersebut akan menentukan kemampuan dalam hal menahan air. dan seterusnya. Huruf Yunani ‘Ф’ (phi) sering digunakan sebagai satuan skala ini.Empat pembagian dasar yang dikenalkan : 1. Skala ini dipilih karena pembagian menampilkan pencerminan distribusi alami partikel sedimen. Pasir Sedang (1/4-1/2mm). fragmen tumbuhan atau fragmen batuan lain.5 mm adalah +1Ф. Tanda negatif digunakan karena biasa digunakan untuk mewakili ukuran butir pada grafik. Semua komponen berupa fragmen tersebut bila ada akan dapat kita kenal dengan mudah. Untuk komponen berupa mineral.1987). sederhananya. Dengan menggunakan logaritma 2 ukuran butir dapat ditunjukkan pada skala phi sebagai berikut : Ф = – log 2 (diameter butir dalam mm). Dengan menggunakan rumus ini. Pembagian skala dibuat berdasarkan faktor 2 . dan seterusnya. dan Pasir Sangat Halus(1/16-1/8mm) Mud.25 mm – 0. 4 mm adalah -2Ф. bahwa ukuran butir semakin menurun dari kanan ke kiri. Skala phi adalah angka perwakilan pada skala Wentworth. mungkin sulit mengenal jenis mineralnya. tetapi kita dapat kita kenal dari sifat fisiknya seperti mineral lempung yang lunak. terbagi atas 4 bagian yakni : Bolders/Bongkah (>256mm). dan seterusnya.5 mm. butir yang berdiameter 1 mm adalah 0Ф.1980). 0. . Pasir Kasar (1/2-1mm). Dalam klasifikasi sedimen berdasarkan ukuran dapat menggunakan skala wentworth (Kusumadinata.25 mm adalah 2Ф. Wentworth 1922). Pasir Sangat Kasar (1-2mm). Cobble/Berangkal (64-256mm). 2mm adalah -1Ф. Dikenal umum dengan nama Skala Wentworth. blok besar hancur menjadi dua bagian. kepencengan dan kepuncakan akibat dari gesekan antara butiran dengan butiran maupun dengan batuan dasar. dan produksi bahan organic (Dwijoseputro. Mineral-mineral kristalin umunya terasa seperti butiran pasir. skema ini digunakan untuk klasifikasi materi partikel aggregate ( Udden 1914. Pasir Halus (1/8-1/4mm). contoh butiran pasir sedang berdiameter 0. lempung (<> 2 mm). dan dapat pula fragmen cangkang. Berikut adalah ukuran yang terdapat dalam skala Wenworth : Gravel. 0. Sand. mengurung tanah. dan Grit/Granule/Butiran (2-4mm).

sehingga jarang kita jumpai. Batuan karbonat ini harus tersusun oleh >50% carbonate minerals. 3. plagioclase. Dari sini Boggs (1987) mengklasifikasi jika calcite nya >90% maka disebut Limestone. garnet. dan yang terakhir olivine. bukan sudut antar-muka partikel) banyak dan tajam. Butiran yang dari rock fragment bisa berasal dari volcanic maupun metasedimentary lithic fragment. lebar. dst. dan mineral dolomite (Ca-Mg (CO3)2). banyak terdapat sudut sekunder (10-20). Sandstone/Batupasir. Butiran yang lain bisa berupa heavy minerals (mineral berat) umumnya kandungannya kecil (sekitar1%) misal: apatite.125mm-1mm (skala wentworth). sudut sekunder (tonjolan minor dari profil partikel. Aragonite termasuk unstable minerals at surface temperature and pressure. 2. dan zircon. Angular (menyudut) (0-0. hornblende (dan biotite). dan c berturut-turut panjang.15): sangat sedikit atau tidak ada jejak penghancuran. Merupakan batuan sedimen (sedimentary rock) yang mempunyai ukuran butir clay/ lempung/sangat halus. Klasifikasi Zigg Zingg (1935) menggunakan nisbah b/a dan c/b (dimana a. rutile. dan equi-axial. Kategori-kategori itu—oblate. Batuan sedimen yang mempunyai ukuran butir pasir/sand dengan range 0. sudut dan tepi partikel hingga tingkat tertentu membundar. Butiran mineral (urut dari yang paling stabil-baik secara mechanical maupun chemical stability) yaitu: quartz (dan zircon. Dimana klsafikasi ini membagi batuan sedimen berdasarkan bentuk kebundarannya yaitu sebagai berikut : 1.1. chert. meskipun tidak .15-0.25): sedikit jejak penghancuran. orthoclase. epidote. 2. Subangular (menyudut tanggung) (0. triaxial. microcline. Limestone/Batugamping. dan tebal partikel) untuk mendefinisikan empat kategori bentuk. staurolite. sudut dan sisi partikel tajam. b. tourmaline. Merupakan batuan karbonat (carbonate rock) yang terbentuk secara biological and biochemical processes. yaitu: calcite (CaCO3 – rhombohedral). Tersusun atas butiran (ini bisa berupa mineral maupun rock fragment). prolate. pyroxene. tourmaline). Clay Stone/Batulempung. muscovite. aragonite (CaCO3 – orthorhombic). Dari hal tersebut munculah 2 komponen penyusun yang penting yaitu calcite dan dolomite. dan jika dolomite nya yang >90% disebut Dolostone. jika kurang dari itu hanya mensifati saja misal namanya menjadi Dolomitic limestone.

60): Bidang-bidang asli hampir terhancurkan seluruhnya. ada dua jenis grab sampler yaitu grab sampler berukuran kecil dan besar.2. jumlah sudut sekunder relatif sedikit (5-10) dan umumnya membundar.00): tidak ada permukaan. Bentuk asli masih terlihat. 5. sudut. tidak ada bagian yang datar.60. Bentuk asli tidak terlihat lagi. Pada saat penurunan alat. 4. Grab sampler yang berukuran kecil dapat digunakan dan dioperasionalkan dengan mudah. 3.40-0. semuanya membentuk lengkungan-lekungan besar. Rounded (membundar) (0. atau sisi asli. semua sudut sekunder hilang.40): jejak penghancuran cukup banyak.60-1.1 Metode Grab Sample Grab sampler berfungsi untuk mengambil sedimen permukaan yang ketebalannya tergantung dari tinggi dan dalamnya grab masuk kedalam lapisan sedimen. Grab Sampler yang berukuran besar memerlukan peralatan tambahan lainnya seperti winch . Luas permukaan partikel berkurang. hanya sedikit ditemukan sudut sekunder (0-5). Well rounded (sangat bundar) (0.sebanyak seperti pada partikel menyudut. tidak ada sudut sekunder. amun dapat diperkirakan dari bentuknya yang sekarang. Pengambilan sampel sedimen dengan alat ini dapat dilakukan oleh satu orang dengan cara menrunkannya secara perlahan dari atas boat agar supaya posisi grab tetap berdiri sewaktu sampai pada permukaan dasar perairan. masih terlihat jelas. hanya dengan menggunakan boat kecil alat ini dapat diturunkan dan dinaikkan dengan tangan.2 METODE PENGAMBILAN SAMPLE 3. bidang yang relatif datar masih dapat ditemukan. Pada kebundaran 0. meskipun membundar. Alat ini biasa digunakan untuk mengambil sampel sedimen pada perairan dangkal. Berdasarkan ukuran dan cara operasional.25-0. BAB II METODE PENELITIAN 3. Subrounded (membulat tanggung) (0. sudut-dalam asli. sudut dan sisi partikel membundar.1 METODE PENENTUAN TITIK LOKASI PENGAMBILAN SAMPLE Dalam pengambilan sampel sedimen dalam praktikum ini kita berlayar menuju laut sekitar kurang lebih 1 km dari pantai dengan penentuan 3 titik sampel yang lacak menggunakan alat GPS 3. arah dan kecepatan arus harus diperhitungkan supaya alat tetap konstant pada posisi titik sampling. Sisi dan sudut asli menjadi melengkung dan membentuk kurva yang relatif besar.

41 1. Teori kecepatan perngendapan partikellebih cocok digunakan pada butir – butir batuan yang lebih halus.2 Metode Ayakan Analisa besar butir ini pada umumnya berdasarkan kepada teori – teori kecepatan endapan partikel (settling velocity of particle).84 . sedangkan butir – butir batuan yang lebih kasar lebih cocok digunakan dengan teori ayakan.36 2. Dan penguraian batuan sedimen dapat diuraikan secara fisik dan kimiawi. dan beberapa fraksi sedimen yang halus mungkin hilang.00 1. Berikut merupakan table ASTM sieve series. IMM sieve series : ASTM sieve series Mesh 5 6 7 8 10 12 14 16 18 20 Tyler sieve series IMM sieve series Opening 4.00 0.(kerekan) yang sudah terpasang pada boat/kapal survey berukuran besar. Dalam analisa ayakan diperlukan butiran – butiran batuan sedimen yang benar – benar lepas. sampel teraduk. sehingga batuan sedimen klastik yang telah mengalami kompaksi perlu diuraikan menjadio butiran – butiran lepas .00 3. Tyler sieve series dan IMM sieve series dan masing – masing mempunyai lubang bukaan yang berbeda.2. sedangkan butir – butir batuan yang relative lebih halus.83 2. Beberapa seri ayakan yang dapat digunakan dalam analisa besar butir diantaranya adalah ASTM sieve series. Tyler sieve series. Keuntungan pemakaian grab sampler adalah lokasi sampel dapat ditentukan dengan pasti. analisa ayakan dan beberapa teori lainnya. prakiraan kedalam perairan dapat diketahui. Alat ini menggunakan satu atau dua rahang/jepitan untuk menyekop sedimen. sedangkan kerugiannya adalah kapal harus berhenti sewaktu alat dioperasikan.38 2. 3.19 1. 1932). Teori ayakan ini mulai dipergunakan pada tahun 1704 (Krumbein. Grab diturunkan dengan posisi rahang/jepitan terbuka sampai mencapai dasar perairan dan sewaktu diangkat keatas rahang ini tertutup dan sample sedimen akan terambil. Dalam melakukan analisa besar butir khususnya analisa ayakan sebenarnya tidak sederhana seperti dalam prakteknya.68 1.

062 0.35 0.137 0.21 0.211 0.084 0.053 0.416 0.083 0.416 0.574 1.149 0.25 30 35 40 45 50 60 70 80 100 120 140 170 200 230 270 325 Mesh 5 8 10 16 20 25 30 35 40 45 50 60 70 80 90 100 120 150 200 Mesh 5 8 10 16 20 25 30 35 40 45 50 0.508 0.180 0.421 0.317 0.635 0.125 0.42 0.317 0.105 0.211 .635 0.125 0.044 Opening 2.074 0.105 0.25 0.270 0.270 0.50 0.254 0.59 0.297 0.71 0.792 0.540 1.157 0.508 0.254 0.061 Opening 2.574 1.426 0.782 0.540 1.177 0.

084 Dasar dari metode ayakan adalah bahwa butiran dibagi atas selang-selang kelas yang dibatasi oleh besarnya lubang ayakan.180 0.3 METODE ANALISIS SAMPLE . juga disajikan skala besar butir LBPN-LIPI. Skala besar butir yang sering digunakan adalah skala besar butir berbentuk logaritma yang merupakan deretan angka-angka hasil minus logaritma dan disebut dengan skala ‘phi’.139 0. anata lain: Skala besar butir “Udden dan Wentworth” Skala besar butir “Attenberg” Skala besar butir “Enginering” Dalam analisa besar ukuran butir. Penyebaran kumulatif dari besar butir dalam hal ini adalah yang lebih kasar yang tersangkut. macam sklala besar butir yanga akan dipergunakan dapat dipilih salah satunya dari skala besar butir yang tersebut di atas. 3.60 70 80 90 100 120 0. Hal ini disebabkan karena lebih mudah dalam perhitungan dan data yang diperoleh dapat di plot ke dalam kertas semi log atau kertas probabilitas atau kertas lainnya. Set dari ayakan ini banyak yang dipergukan dalam teknik dan ada beberapa macam skala besar butir yangsering dipergunakan dalam analisa ukuran besar butir.127 0. σ (phi) = -2 log d : dimana d adalah diameter menurut skala Wentworth (Krumbein. 1934).2.157 0.107 0. Selain skala-skala tersebut di atas.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 ALAT-ALAT YANG TERDAPAT PADA P3GL (disertai foto dan penjelasan) 3.3 PEMBAHASAN BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA .2 HASIL PRAKTIKUM 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful