Nama : Laila saumi rahma KeLas : 4Eb08 Dosen : REnny nur’ainy

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

1. KONSEP ETIKA
Ilmu Pengetahuan terus berkembang seiring dengan terus berkembangnya teknologi. Kecerdasan spesies manusia terus menerus mengalami perkembangan dengan menghasilkan artefak-artefak masa modern dalam bentuk pemikiran, teori, sistem operasi, hingga benda-benda sebagai pesawat pembantu kerja.Disisi lain, banyak kekhawatiran akan perkembangan Ilmu dan teknologi ini. Kekhawatiran itu beragam mulai dari adanya kerusakan fisik bumi, biologis (fisik manusia), kerusakan budaya, kerusakan sistem sosial dan kerusakan mental manusia. Kekhawatiran ini sebenarnya sudah berkembang semenjak awal abad modern, dimana terjadi permasalahan dengan ditemukannya teori-teori yang meruntuhkan ‘keyakinan’ saintis sebelumnya. Walaupun kemudian dikisahkan selanjutnya sebagai bentuk pertentangan yang bermotif teologis, namun sebenarnya semua itu hanyalah pertentangan antara kenmapanan lama dan ‘usaha’ untuk memperjuangkan kemapanan yang baru. Benar, Ilmu Pengetahuan dan teknologi adalah identik dengan sesuatu yang baru, sekaligus lama. Sebagai sesuatu yang baru karena dari hari ke hari selalu saja dihasilkan berbagai ‘produk kebudayaan’ hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Sedangkan disebut lama karena ilmu pengetahuan dan teknologi selalu saja berpijak dari bentuk ilmu pengetahuan yang lama. Hadirnya ‘sesuatu’ yang baru dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi bukan merupakan sesuatu yang benar-benar baru, namun merupakan sesuatu yang merupakan hasil revisi dari konsep-konsep lama, atau merupakan bentuk gabungan beberapa konsep. Terminologi etika berasal dari bahasa Yunani “ethos”. Artinya: “custom” atau kebiasaan yang berkaitan dengan tindakan atau tingkah laku manusia. Etika
1

tetapi memaksimalkan derajat masyarakat secara keseluruhan. demikian juga keuntungannya. Yohanes Agus Setyono CM) Kata etiket berasal dari kata Perancis etiquette yang diturunkan dari kata Perancis estiquette (= label tiket . Etiket antara lain menyangkut cara berbicara. bertamu. berpakaian. Etiket yang menyangkut tata cara kenegaraan disebut protokol (protocol [ Prancis ] . sebaliknya belajar etika berarti belajar bagaimana bertindak baik. Seringkali. Teori-teori etika: 1. Utilitarianisme Utilitarianisme menyatakan bahwa suatu tindakan diangap baik bila tindakan ini meningkatkan derajat manusia. kita tidak mungkin benar-benar mengetahui konsekuensi tindakan kita sehingga ada resiko bahwa perkiraan terbaik bisa saja salah. Analisis Biaya-Keuntungan (Cost-Benefit Analysis) Pada dasarnya. tipe analisis ini hanyalah satu penerapan utilitarianisme. etiket hanya bersentuhan dengan urusan sopan santun. menelpon dan menerima telepon.( Fr. protocollum [Latin ]). namun dalam penerapannya bukan hanya hal-hal yang bersifat materi saja yang perlu 2 . melayat. Etiket didefinisikan sebagai cara-cara yang diterima dalam suatu masyarakat atau kebiasaan sopan-santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia.berbeda dengan etiket. Dalam analisis biaya-keuntungan. Bila dilihat dari teorinya. sangatlah mudah untuk menghitung biaya dan keuntungan. ( Mintarsih Adimihardja) Konsep-konsep dasar etika antara lain adalah (Bertens. makan. Jika etika berkaitan dengan moral. berjalan. biaya suatu proyek dinilai. menonton. Penekanan dalam utilitarianisme bukan pada memaksimalkan derajat pribadi. 2. Dalam implementasinya sangat tergantung pada pengetahuan kita akan hal mana yang dapat memberikan kebaikan terbesar. 2002): (i) ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia serta azas-azas akhlak (moral) serta kesusilaan hati seseorang untuk berbuat baik dan juga untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah Laku seseorang terhadap orang lain. Belajar etiket berarti belajar bagaimana bertindak dalam cara-cara yang sopan. Hanya proyek-proyek yang perbandingan keuntungan terhadap biayanya paling tinggi saja yang akan diwujudkan. dan berkenalan. estiqu [ I ] er = melekat).

Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang kongkret. Etika moral lebih bersifat pribadi. Etika Moralitas Pada dasarnya. 3. maka perilakunya dalam kehidupan bisnis juga akan bermoral. Jika perilaku seseorang dalam kehidupan pribadinya bermoral. dan tindakan dianggap etis bila tindakan itu mempertahankan rasa hormat kita kepada orang lain. namum moral pribadi akan berkaitan erat dengan moral bisnis. individu harus dihormati. Etika kewajiban dan etika hak sebenarnya hanyalah dua sisi yang berbeda dari satu mata uang yang sama. Dalam etika moralitas. Etika termasuk dalam filsafat. Jenis Etika 1. karena itu berbicara etika tidak dapat dilepaskan dari filsafat.Karena itu. Namun filsafat 3 . yang dilakukan oleh manusia. dan semua tindakan yang melanggar hak ini tidak dapat diterima secara etika. Karena itu. Etika Kewajiban dan Etika Hak Etika kewajiban (duty ethics) menyatakan bahwa ada tugas-tugas yang harus dilakukan tanpa mempedulikan apakah tindakan ini adalah tindakan terbaik. etika moralitas berwacana untuk menentukan kita sebaiknya menjadi orang seperti apa. 4. Dalam penerapannya sering terjadi bentrok antara hak seseorang dengan orang lain. Kedua teori ini mencapai akhir yang sama. etika lahir dari filsafat. Sedangkan.diperhitungkan melainkan hal-hal lahir juga perlu diperhatikan dalam mengambil keputusan. suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral). Etika Filosofis Etika filosofis secara harfiah dapat dikatakan sebagai etika yang berasal dari kegiatan berfilsafat atau berpikir. Berikut akan dijelaskan dua sifat etika: 1. bila ingin mengetahui unsur-unsur etika maka kita harus bertanya juga mengenai unsur-unsur filsafat. etika hak (right-ethics) menekankan bahwa kita semua mempunyai hak moral. hak dan kewajiban bersifat individu. Kelemahan dari teori ini adalah terlalu bersifat individu. Non-empiris Filsafat digolongkan sebagai ilmu non-empiris. etika sebenarnya adalah bagian dari filsafat.

filsafat berusaha melampaui yang kongkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala kongkret. yaitu mencari apa yang seharusnya dilakukan manusia. 2. Secara umum.Definisi tersebut menjadi kriteria pembeda antara etika filosofis dan etika teologis. tujuan yang hendak dicapainya sedikit berbeda.Di dalam etika Kristen. serta memandang kesusilaan bersumber dari dalam kepercayaan terhadap Allah atau Yang Ilahi. yaitu tingkah laku manusia.tidaklah demikian. misalnya.Karena itu. Pertama.Akan tetapi. dsb. etika teologis disebut juga oleh Jongeneel sebagai etika transenden dan etika teosentris. Praktis Cabang-cabang filsafat berbicara mengenai sesuatu “yang ada”. dalam hal baik atau buruk. Tetapi ingat bahwa etika bukan praktis dalam arti menyajikan resep-resep siap pakai. karena itu banyak unsur-unsur di dalamnya yang terdapat dalam etika secara umum. melainkan setiap agama dapat memiliki etika teologisnya masing-masing. 4 . dan dapat dimengerti setelah memahami etika secara umum. Etika Teologis Ada dua hal yang perlu diingat berkaitan dengan etika teologis. hak dan kewajiban.Etika teologis Kristen memiliki objek yang sama dengan etika secara umum. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani. Akan tetapi etika tidak terbatas pada itu.Kedua. etika teologis bukan hanya milik agama tertentu. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi yang tahan uji. Demikian pula dengan etika. etika teologis merupakan bagian dari etika secara umum. sambil melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya. tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan. melainkan bertanya tentang “apa yang harus dilakukan”. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang kongkret yang secara faktual dilakukan. Etika tidak bersifat teknis melainkan reflektif. Dengan demikian etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. etika teologis dapat didefinisikan sebagai etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi teologis. Misalnya filsafat hukun mempelajari apa itu hukum. kebebasan. etika teologis adalah etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi tentang Allah atau Yang Ilahi. sesuai dengan kehendak Allah. 2.

Relasi Etika Filosofis dan Etika Teologis Terdapat perdebatan mengenai posisi etika filosofis dan etika teologis di dalam ranah etika. diberikan kritik bahwa meskipun keduanya telah dianggap setingkat namun belum ada pertemuan di antara mereka.D. dapat dilihat dengan jelas bahwa etika filosofis tidak dihormati setingkat dengan etika teologis. hingga kedua jenis etika ini.Setiap agama dapat memiliki etika teologisnya yang unik berdasarkan apa yang diyakini dan menjadi sistem nilai-nilai yang dianutnya.Terakhir. Hal tersebut dapat diumpamakan seperti sepasang rel kereta api yang sejajar. kritik yang dilancarkan juga sama yaitu belum dihormatinya etika filosofis yang setara dengan etika teologis. yaitu mengoreksi dan memperbaiki etika filosofis.Terhadap pandangan Thomas Aquino. 5 .  Sintesis Jawaban ini dikemukakan oleh Thomas Aquinas (1225-1274) yang menyintesiskan etika filosofis dan etika teologis sedemikian rupa.Sepanjang sejarah pertemuan antara kedua etika ini. sedangkan etika teologis menjadi lapisan atas yang bersifat khusus.  Diaparalelisme Jawaban ini diberikan oleh F. ada tiga jawaban menonjol yang dikemukakan mengenai pertanyaan di atas. Dalam hal ini. Mengenai pandangan Augustinus. terhadap pandangan Schleiermacher. Mengenai pandangan-pandangan di atas. walaupun kedudukan etika filosofis telah diperkuat. Schleiermacher (1768-1834) yang menganggap etika teologis dan etika filosofis sebagai gejala-gejala yang sejajar. antara agama yang satu dengan yang lain dapat memiliki perbedaan di dalam merumuskan etika teologisnya.E. dengan mempertahankan identitas masing-masing. menjadi suatu entitas baru. Hasilnya adalah etika filosofis menjadi lapisan bawah yang bersifat umum. ada beberapa keberatan. yaitu:  Revisionisme Tanggapan ini berasal dari Augustinus (354-430) yang menyatakan bahwa etika teologis bertugas untuk merevisi.

wikipedia. REFERENSI :   http://adityaanggar. Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota. • Profesionalisme. • Kualitas Jasa. bekerja di lingkungan dunia usaha.Dengan hubungan dialogis ini maka relasi keduanya dapat terjalin dan bukan hanya saling menatap dari dua horizon yang paralel saja. Untuk mencapai tujuan terse but terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi: Kredibilitas. yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. dan (3) Interpretasi Aturan Etika. (2) Aturan Etika. Selanjutnya diharapkan dari hubungan yang dialogis ini dapat dicapai suatu tujuan bersama yang mulia. dengan orientasi kepada kepentingan publik.wordpress. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.wordpress.com/2008/10/26/konsep-etika/ http://youda. pada instansi pemerintah. mencapai tingkat kinerja tertinggi. maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.org/wiki/Etika 2. yaitu membantu manusia dalam bagaimana ia seharusnya hidup. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan. .Ada pendapat lain yang menyatakan perlunya suatu hubungan yang dialogis antara keduanya. baik yang berpraktik sebagai akuntan publik. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika. 6 . • Kepercayaan.com/2008/11/03/konsep-etika/  http://id. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian: (1) Prinsip Etika.

sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. 7 . Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya. Di samping itu. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. dan rekan. Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawabnya kepada publik. Keanggotaan dalam Ikatan Akuntan Indonesia bersifat sukarela. anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi. Dengan menjadi anggota. tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Kepatuhan Kepatuhan terhadap Kode Etik. pemakai jasa akuntan. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat. tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota.Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota. seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka. terhadap anggota yang tidak menaatinya. seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang disyaratkan oleh hukum clan peraturan. kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik. PRINSIP ETlKA PROFESI IKATAN AKUNTAN INDONESIA Mukadimah 01. 02. dan pihak-pihak berkepentingan lainnya. sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika. dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota. apabila diperlukan. Jika perlu.

investor. pemerintah. pegawai. 01.Tanggung Jawab Prolesi Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung-jawab akuntan terhadap kepentingan publik. anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. 03. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung-jawab kepada publik. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. memelihara kepercayaan masyarakat. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Sejalan dengan peranan tersebut. dan menjalankan tanggung-jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi. 01. anggota mungkin menghadapi tekanan yang saling berbenturan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam mengatasi benturan ini.Prinsip Pertama . dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. dunia bisnis dan keuangan. dengan 8 . dan pihak lainnya bergantung kepacla obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Prinsip Kedua . Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi dan sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. anggota harus bertindak dengan penuh integritar. menghormati kepercayaan publik. Anggota juga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sarna dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi. pemberi kredit. Dalam mememuhi tanggung-jawab profesionalnya. Sebagai profesional. pemberi kerja. di mana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. Profesi akuntan memegang peranan yang penting di masyarakat.Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. Profesi akuntan dapat tetap berada pada posisi yang penting ini hanya dengan terus menerus memberikan jasa yang unik ini pada tingkat yang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat dipegang teguh. 02.

Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. mengenakan imbalan jasa yang pantas. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya. maka kepentingan penerima jasa terlayani dengan sebaik-baiknya. Anggota diharapkan untuk memberikan jasa berkualitas. bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. 2 • auditor intern memberikan keyakinan tentang sistem pengendalian internal yang baik untuk meningkatkan keandalan informasi keuangan dari pemberi kerja kepada pihak luar. Prinsip Ketiga – Integritas Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. 02. serta menawarkan berbagai jasa. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan 9 2 . 1 • eksekutif keuangan bekerja di berbagai bidang akuntansi manajemen dalam organisasi dan memberikan kontribusi terhadap efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya organisasi. 1 06. 05. 04. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Dalam melaksanakan tugasnya seorang akuntan harus mengikuti standar profesi yang dititik-beratkan pada kepentingan publik. dan kepentingan untuk melayani publik. semuanya dilakukan dengan tingkat profesionalisme yang konsisten dengan Prinsip Etika Profesi ini. obyektivitas. keseksamaan profesional.suatu keyakinan bahwa apabila anggota memenuhi kewajibannya kepada publik. Mereka yang memperoleh pelayanan dari anggota mengharapkan anggota untuk memenuhi tanggungjawabnya dengan integritas. 3 • ahli pajak membantu membangun kepercayaan dan efisiensi serta penerapan yang adil dari sistem pajak. Tanggung-jawab seorang akuntan tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan klien individual atau pemberi kerja. 1 01. antara lain. dan 1 • konsultan manajemen mempunyai tanggung-jawab terhadap kepentingan umum dalam membantu pembuatan keputusan manajemen yang baik. misalnya: 0 • auditor independen membantu memelihara integritas dan efisiensi dari laporan keuangan yang disajikan kepada lembaga keuangan untuk mendukung pemberian pinjaman dan kepada pemegang saham untuk memperoleh modal. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk. Semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. anggota harus secara terus-menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.

Dalam hal tidak terdapat aturan. tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip. 03. panduan khusus atau dalam menghadapi pendapat yang bertentangan.3 pendapat yang jujur. standar. anggota harus menguji keputusan atau perbuatannya dengan bertanya apakah anggota telah melakukan apa yang seorang berintegritas akan lakukan dan apakah anggota telah menjaga 10 . Integritas diukur dalam bentuk apa yang benar dan adil.

Mereka juga mendidik dan melatih orang-orang yang ingin masuk ke dalam profesi. Prinsip Keempat – Obyektivitas Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. pendidikan dan pemerintahan. Anggota tidak boleh menerima atau menawarkan hadiah atau entertainment yang dipercaya dapat menimbulkan pengaruh yang tidak pantas terhadap pertimbangan profesional mereka atau terhadap orang-orang yang berhubungan dengan mereka. 1 01. e. melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri. anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.1 2 integritas dirinya. 03. Integritas juga mengharuskan anggota untuk mengikuti prinsip obyektivitas dan kehati-hatian profesional. tidak memihak. Ukuran kewajaran (reasonableness) harus digunakan dalam menentukan standar untuk mengindentifikasi hubungan yang mungkin atau kelihatan dapat merusak obyektivitas anggota. Adakalanya anggota dihadapkan kepada situasi yang memungkinkan mereka menerima tekanan-tekanan yang diberikan kepadanya. Anggota memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa orang-orang yang terilbat dalam pemberian jasa profesional mematuhi prinsip obyektivitas. bias atau pengaruh lainnya untuk melanggar obyektivitas harus dihindari. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Adalah tidak praktis untuk menyatakan dan menggambarkan semua situasi di mana tekanan-tekanan ini mungkin terjadi. c. Integritas mengharuskan anggota untuk menaati baik bentuk maupun jiwa standar teknis dan etika. b. pertimbangan yang cukup harus diberikan terhadap faktor-faktor berikut: a. serta konsultasi manajemen. perpajakan. d. serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain. 2 3 . Apapun jasa atau kapasitasnya. Anggota harus menghindari situasi-situasi yang dapat membuat posisi profesional mereka ternoda. jujur secara intelektual. 04. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil. Tekanan ini dapat mengganggu obyektivitasnya. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan. Dalam menghadapi situasi dan praktik yang secara spesifik berhubungan dengan aturan etika sehubungan dengan obyektivitas. tidak berprasangka atau bias. Anggota dalam praktik publik memberikan jasa atestasi. Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Hubungan-hubungan yang memungkinkan prasangka. 02.

• Anggota harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten dengan standar nasional dan internasional. Anggota seyogyanya tidak menggambarkan dirinya mernilki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka punyai. b. dan pengalaman kerja. setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang diberikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti disyaratkan oleh Prinsip Etika. 2 02. anggota . kompetensi dan ketekunan. Pencapaian kompetensi profesional pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi. • Pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntansi. Pemeliharaan Kompetensi Profesional. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkatan pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi 2 (dua) fase yang terpisah: a. Pencapaian Kompetensi Profesional. Hal ini harus menjadi pola pengembangan yang normal untuk anggota.Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian.Prinsip Kelima . Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya. termasuk di antaranya pernyataan-pernyataan akuntansi. legislasi dan teknik yang paling mutakhir. derni kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung-jawab profesi kepada publik. diikuti oleh pendidikan khusus. Dalam semua penugasan dan dalam semua tanggung-jawabnya. serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan. auditing dan peraturan lainnya. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. 3 1 03. Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan. 1 01. 1 2 • Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui kornitmen untuk belajar dan melakukan peningkatan profesional secara berkesinambungan selama kehidupan profesional anggota. baik nasional maupun internasional yang relevan. pelatihan dan ujian profesional dalam subyeksubyek yang relevan.

Kerahasiaan tidaklah semata-mata masalah pengungkapan informasi. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan dan bahwa terdapat panduan mengenai sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan. pengalaman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk tanggung-jawab yang harus dipenuhinya. Karena itu. 05. menghormati leerahasiaan informas iyang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan. 04. 02. 1 2 3 4 5 6 . kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya 1 01. Kerahasiaan harus dijaga oleh anggota kecuali jika persetujuan khusus telah diberikan atau terdapat kewajiban legal atau profesional untuk mengungkapkan informasi. Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. 03. 2 3 04. 06. Ketekunan mengandung arti pemenuhan tanggungjawab untuk memberikan jasa dengan segera dan berhati-hati. Hal ini tidak berlaku untuk pengungkapan informasi dengan tujuan memenuhi tanggung-jawab anggota berdasarkan standar profesional. Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk merencanakan dan mengawasi secara seksama setiap kegiatan profesional yang menjadi tanggung-jawabnya. Anggota yang mempunyai akses terhadap informasi rahasia ten tang penerima jasa tidak boleh mengungkapkannya ke publik. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antara anggota dan klien atau pemberi kerja berakhir. sempurna dan mematuhi standar teknis dan etika yang berlaku.Kerahasiaan Setiap anggota harus.wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Anggota mempunyai kewajiban untuk memastikan bahwa staf di bawah pengawasannya dan orang-orang yang diminta nasihat dan bantuannya menghormati prinsip kerahasiaan. Kerahasiaan juga mengharuskan anggota yang memperoleh informasi selama melakukan jasa profesional tidak menggunakan atau terlihat menggunakan informasi terse but untuk keuntungan pribadi atau keuntungan pihak ketiga. Anggota harus tekun dalam memenuhi tanggung-jawabnya kepada penerima jasa dan publik. 05. anggota tidak boleh membuat pengungkapan yang tidak disetujui (unauthorized disclosure) kepada orang lain. Setiap anggota bertanggung-jawab untuk menentukan kompetensi masing-masing atau menilai apakah pendidikan. Prinsip Keenam .

anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. untuk menanggapi permintaan atau investigasi oleh IAI atau badan pengatur. Standar teknis dan standar profesional yang hams ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh lkatan Akuntan Indonesia. pengungkapan seperti itu tidak bertentangan dengan prinsip etika ini. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhatihati. b. Ketika ada kewajiban atau hak profesional untuk mengungkapkan: 1 2 3 • untuk mematuhi standar teknis dan aturan etika. pemberi kerja dan masyarakat umum. pihak ketiga.Standar Teknis Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. a. staf. Pengungkapan diharuskan oleh hukum. anggota yang lain. Berikut ini adalah contoh hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan sejauh mana informasi rahasia dapat diungkapkan.7 07. dan • untuk mengungkapkan adanya pelanggaran hukum kepada publik. Jika persetujuan untuk mengungkapkan diberikan oleh penerima jasa. dan peraturan perundang-undangan yang relevan. . 1.dan . Beberapa contoh di mana anggota diharuskan oleh hukum untuk mengungkapkan informasi rahasia adalah: 1 2 • untuk menghasilkan dokumen atau memberikan bukti dalam proses hukum. Apabila pengungkapan diizinkan. International Federation of Accountants. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi hams dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung-jawabnya kepada penerima jasa.. Prinsip Kedelapan . • untuk menaati peneleahan mutu (atau penelaahan sejawat) IAI atau badan profesionallainnya. kepentingan semua pihak termasuk pihak ketiga yang kepentingannya dapat terpengaruh harus dipertimbangkan. • untuk melindungi kepentingan profesional anggota dalam sidang pengadilan. Prinsip Ketujuh . badan pengatur.Perilaku Profesional Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi: 01. c.

Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing. Pernyataan Standar Auditing (PSA) PSA merupakan penjabaran lebih lanjut dari masing-masing standar yang tercantum didalam standar auditing. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Standar umum : 1. Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) Standar Auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh IAPI terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh IAPI dalam PSA. Termasuk didalam PSA adalah Interpretasi Pernyataan Standar Auditng (IPSA). dan standar pelaporan beserta interpretasinya. IPSA memberikan jawaban atas pernyataan atau keraguan dalam penafsiran ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam PSA sehingga merupakan perlausan lebih lanjut berbagai ketentuan dalam PSA. . Standar auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis. standar pekerjaan lapangan. Kepatuhan terhadap PSA yang diterbitkan oleh IAPI ini bersifat wajib bagi seluruh anggota IAPI.com/doc/16294168/KODE-ETIK-AKUNTANINDONESIA 3. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi seluruh anggota IAPI. sehingga pelaksanaannya bersifat wajib.scribd. Dengan demikian. yang terdiri dari standar umum. PSA berisi ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh Akuntan Publik dalam melaksanakan penugasan audit. standar auditing semacam ini disebut Generally Accepted Auditing Standards (GAAS) yang dikeluarkan oleh the American Institute of Certified Public Accountants (AICPA). Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. Di Amerika Serikat.REFERENSI :  http://www.

Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh unutk merencanakan audit dan menentukan sifat. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan. 2. 3.2. kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. 4. pengamatan. maka alasannya harus dinyatakan. 3. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan. jika ada. saat. dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keungan yang diaudit. Standar pelaporan 1. jika ada. permintaan keterangan. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan. 3. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. 2. ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. Standar pekerjaan lapangan 1. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. REFERENSI : .

 http://id.org/wiki/Standar_Auditing .wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful