Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

:

Kewirausahaan (AKKC 574)

Dosen Pengasuh : Dra. Hj. St. H. Nurdiniah, M. Pd.

Oleh : Kelompok 5 Mohd. Norsalim Muhammad Yuhdhi Aditya Rahmat M. Ali Permadi M. Fitriyadi (A1C309007) No. Absen 32 (A1C309013) No. Absen 11 (A1C309032) No. Absen 10 (A1C309030) No. Absen 33 (A1C309034) No. Absen 22

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2011

1

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Wirausaha adalah seorang yang mengorganisir, mengelola dan memiliki keberanian menghadapi resiko. Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil (small business operator) ia harus memiliki kecakapan untuk bekerja, kemampuan mengorganisir, kreatif dan lebih menyukai tantangan. Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Peggy Lambing (2000:90), sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja dibeberapa perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya. Mereka mengetahui cara-cara mengoperasikan

perusahaan dari pengalaman tersebut. Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. Sebanyak 1 dari 10 responden (11%) dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar, sedangkan sebanyak 46% lagi karena hobi. Memulai sebuah usaha, entah itu besar atau kecil memang gampanggampang susah. Apalagi bagi kita yang belum pernah atau belum berpengalaman dalam bisnis. Sehingga tidak jarang ada yang tidak jadi memulai usaha gara-gara terlalu banyak berpikir ini itu. Cara mudah mulai usaha. a. Hobi, adalah cara paling mudah, enjoy dan anda lebih paham dengan bidang yang ditekuni. Contoh: bisnis bunga, bengkel, dan catering. b. Terdesak kebutuhan, seperti PHK, menganggur, bisnis lesu atau orang tua meninggal, sehingga terpaksa jualan pakaian, kue, koran, dll. Ini adalah cara yang sulit, tetapi dengan kerja keras, sukses adalah mungkin. c. Diajak teman, keluarga atau kolega untuk ikut MLM. Dengan modal relatif kecil dan sistem network yang baik, anda berpeluang untuk sukses.

2

d. Inspirasi dari koran, TV, internet, obrolan teman kantor, rumpi-rumpi tetangga atau lagi jalan-jalan sore. Begitu anda melihat “WOW”, langsung anda sulit tidur untuk segera mewujudkan mimpi bisnis anda. e. Melanjutkan usaha keluarga, sehingga pada akhirnya dengan “tangan dingin” anda bisnis jadi lebih berkembang. f. Mengisi waktu luang, seperti pensiunan, penulis, dll, lalu membuka toko kelontong, counter voucher HP, refil aqua, dan usaha konsultan. g. Lihat peluang di tempat kerja, usaha teman, masalah yang berbau bisnis di sekitar rumah anda, seperti usaha laundry, rental PS, cleaning service, dll. h. Memanfaatkan ilmu dan skill anda, seperti usaha penerjemahan, konsultan properti,toko/service komputer dan bimbingan belajar. i. Ikut coaching, diklat, training, dan lokakarya, seperti sablon, elektronika dan salon. j. Tiru bisnis di tempat kerja, lalu buka usaha serupa.

1.2 RUMUSAN MASALAH a. Bagaimana merintis usaha baru b. Apa saja model yang diterapkan dalam merintis usaha baru

1.3 MANFAAT Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari hasil makalah ini antara lain: a. Sebagai bahan informai untuk merintis usaha baru dengan berbagai model pengembangannya b. Sebagai acuan dan pedoman untuk merintis usaha baru

3

pemilihan karyawan. yaitu: 1. promosi. Merintis usaha baru (starting). yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan dan dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. pola arus kerja. 2. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. ide. riset. pembukuan. (b) persekutuan yaitu kerja sama (asosiasi) antara dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama dan (c) perusahaan berbadan hukum (corporation) yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar hukum dengan modal-modal saham-saham. rencana bangunan. dan manajemen yang dirancang sendiri. nasihat hukum dan sumber-sumber permodalan.BAB II ISI MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA a. Kerja sama manajemen (franchising). yaitu kerja sama antara entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar (franchisor/parent company) dalam mengadakan persetujuan jual-beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). Membeli perusahaan orang lain (buying). konsultasi. penetapan standar. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis : (a) perusahaan milik sendiri (sole propietorship) yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. pengendalian kualitas. organisasi. 4 . 3. Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. Cara-Cara Memasuki Dunia Usaha Dan Model Pengembangannya Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha. pembalian peralatan. pencatatan dan akuntansi.

Surat kabar 2. kompetensi usaha yang diperlukan meliputi : 1. kemampuan. Publikasi pemerintah 5. kemampuan teknik. 5 .A. Mereka melihat keterampilan sendiri. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing (2000:92) bersumber dari : 1. seorang calon wirausaha harus memiliki kompetensi usaha. Laporan perodik tentang perubahan ekonomi 3. keunggulan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentifikasi “kebutuhan pelanggan” dan “kemampuan pesaing”. bahwa untuk memulai usaha. Menurut Lambing ada 2 pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru : Pertama. Berdasarkan pendekatan “in-side out” di atas. Jurnal perdagangan dan pameran dagang 4. universitas dan perusahaan lainnya Menurut Lambing. latar belakang dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. Kedua. yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa suatu perusahaan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan suatu kebutuhan pasar. Menurut Norman scarborough. Informasi lisensi produk yang disediakan oleh broker. pendekatan “the out-side in” yang juga disebut “opportunity recognition”. MERINTIS USAHA BARU Untuk memasuki dunia usaha (business) seseorang harus berjiwa wirausaha. Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan (environment scanning) yaitu alat untuk pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluang-peluang ekonomi. pendekatan “inside-out” atau disebut dengan “idea generation”.

maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. Dalam merintis usaha baru. bahwa untuk memulai usaha harus diawali dengan ide. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang dipilih Tempat usaha yang akan dipilih 6 . yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya. barang dan jasa yang akan dijadikan objek bisnis tersebut harus memiliki pasar. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. Kemampuan hubungan. seorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan.1 merupakan bagan proses bisnis yang diawali dengan kepribadian dan ide. Oleh karena itu. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. serta kemampuan komunikasi dan negosiasi. Gambar 6. 3. Kemampuan finansial. memelihara. 3. Kemampuan pemasaran. 4. Seperti telah disinggung bahwa ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa yang laku dipasar. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. Sumber dana tersebut adalah berasal dari badanbadan keuangan seperti bank dalam bentuk kredit atau orang yang bersedia menjadi penyandang dana. 2. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. Tentu saja. dan mengembangkan relasi.2. ada beberapa hal yang harus diperhatikan: 1. Gambar 1 Bagan Proses Bisnis Anda + Ide+ + Uang + Fasilitas Kredit Orang + Barang dan Jasa + Pasar + Uang Profit Pada gambar 1 diatas. Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru. langkah berikutnya adalah mencari sumber dana dan fasilitas baik barang uang maupun orang.

asuransi dan koperasi. Bidang Usaha Pabrikasi (Manufacturing). 7. Bidang Usaha Pertanian (Agriculture). pergudangan. kehutanan. Berdasrkan UU No. Bidang Jasa Wisata (Tourism). meliputi:  Jasa biro perjalanan wisata  Jasa agen perjalanan wisata  Jasa pramuwisata  Jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran  Jasa impresariat 7 . perikanan dan perkebunan. meliputi usaha konstruksi bangunan. Organisasi usaha yang akan digunakan Jaminan usaha yang mungkin diperoleh Lingkungan usaha yang akan berpengaruh a. meliputi usaha perdagangan kecil (retailer). meliputi usaha galian pasir. Grosir. meliputi usaha pengangkutan. Bidang Usaha Perdagangan (Trade). meliputi usaha perbankkan. wartel dan distribusi. perakitan dan sintesis. Bidang Jasa-jasa Umum (Public Service).9/1990 tentang Kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata yang bisa dirintis yang terbagi ke dalam tiga kelompok usaha wisata. Bidang Usaha Jasa Keuangan (Financial Service). meliputi usaha industri. 9. Bidang usaha Jasa Perorangan (Personal Service). 2. pengairan dan jalan raya. 5. galian tanah. 4. meliputi berbagai kelompok. agen dan ekspor-impor.4. meliputi usah potong rambut. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki. 6. salon loundry dan catering. diantaranya: 1. batu dan bata. 8. 3. Bidang Usaha Pertambangan (Mining). 5. 6. Bidang Usaha Konstruksi (Construction). jembatan. meliputi usaha pertanian. Kelompok usaha jasa pariwisata. yaitu : a.

yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. 8 . 3. yaitu suatu perusahaan yang anggotanya terdiri atas pemegang saham (pesero/stockholder). Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. Jasa konsultan pariwisata  Jasa informasi pariwisata b. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. yang bisa dipilih. meliputi:  Pengusahaan objek dan daya tarik wisata alam  Pengusahaan objek dan daya tarik wisata budaya  Pengusahaan objek dan daya tarik wisata minat khusus c. yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal disetor. yaitu anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yang disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. yaitu suatu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. 2. yaitu:(a) Sekutu Umum (general partner). (b) Sekutu terbatas (limited partner). bebas dalam pengelolaan dan memiliki daya rangsang yang lebih tinggi. biaya operasi rendah. diantaranya: 1. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata. Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. Persekutuan (partnership). Perseroan (corporation). meliputi:  Penyediaan akomodasi  Penyediaan makanan dan minuman  Penyediaan angkutan wisata  Penyediaan sarana wisata dan sebagainya b. Perusahaan perorangan (soleproprietorship). Usaha sarana wisata.

maka semakin sederhana organisasinya. Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan small busines owner manager jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antar anggota. Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small busines owner manager atau small business operator. maka pengelolanya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain. perlu dipertimbangkan aspek efisiensi dan efektifitasnya. 3. Sebaliknya semakin kecil lingkup usaha. Untuk menentukan lokasi atau tempat usaha ada beberapa alternatif yang kita bisa pilih yaitu : 1. bila mungkin. Organisasi usaha yang akan digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. 2. 3. yaitu suatu persekutuan yang menjalankan perusahaan dibawah nama bersama.4. Kerja sama bagi hasil. organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. Bagian-bagian kegiatan bisnis tertentu seperti 9 . Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan atau pasar ? Bagaimana akses pasarnya ? 2. Firma. Tempat usaha yang akan dipilih Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal dibawah ini: 1. Membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. Semakin besar lingkup usaha. Pada lingkup atau skala usaha kecil. semakin kompleks organisasinya. c. Apakah tempat usahadekat ke sumber tenaga kerja ? Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya ? Dalam menentukan tempat usaha. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efisien baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen. Bila untung. d. Membangun bila ada tempat yang strategis. maka keuntungan dibagi bersama.

bagian pembelian. bagian administrasi dan bagian keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan perlu bantuan orang lain. Gambar 2 (a). (c) merupakan struktur organisasi intern sesuai dengan perkembangan perusahaan. (b).bagian penjualan. Gambar 2 Bagan Struktur Organisasi Perkembangan Usaha A Struktur Organisasi Usaha Sederhana Wirausaha Karyawan B Struktur Organisasi Pertumbuhan Usaha Terbatas Wirausaha Manajer Karyawan Manajer C Struktur Organisasi Usaha Sistem Departemen Wirausaha Karyawan Pemasaran Keuangan Personalia Produksi 10 .

Untuk menjamin kelancaran perusahaan dalam melaksanakan tugasnya direksi mengangkat beberapa orang manajer. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. Secara hierarkis. semakin besar perusahaan. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. Gambar 4 garis diagonal menggambarkan kecenderungan semakin besar atau semakin kecilnya fungsi manajemen dan fungsi kewirausahaan dalam perusahaan kecil dan perusahaan besar. organisasi perusahaan terdiri dari beberapa tingkatan. Oleh sebab itu. Gambar 3 menggambarkan struktur organisasi perusahaan besar dalam bentuk organisasi garis/lini.Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroan Terbatas (PT) dan (CV). dewan komisaris. maka semakin besar fungsi kewirausahaan karena yang mendasarinya adalah motivasi dan kemauan. dalam perusahaan kecil fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi tindak-tanduk direksi dalam menjalankan perusahaannya. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan fungsi manajemen. sedangkan fungsi kewirausahaan sangat besar peranannya karena dasarnya adalah kreatifitas dan inovasi. dewan direktur dan tim manajer. yaitu rapat umum pemegang saham. Gambar 3 Struktur Organisasi Garis pada Perusahaan Besar Dewan Komisaris Direksi Manajer Produksi Manajer keuangan Manajer personalia Manajer pemasaran Divisi Bagian Bagian Cabang 11 . Sebaliknya dalam perusahaan besar fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar.

5 merupakan lingkungan mikro dan makro yang sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan. majikan. di antaranya : 1. maka lingkungan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. Gambar 6. Lingkungan usaha Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. karyawan. Pemasok (supplier). pelanggan/konsumen. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan lingkungan makro. maka perusahaan tersebut harus memproduk barang dan 12 . Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. Sejalan dengan pergeseran strategi pemasaran yaitu dari laba perusahaan (shareholder) ke manfaat bagi stakeholder. pemegang saham. seperti pemasok.Karyawan Gambar 4 Fungsi Manajerial dan Kewirausahaan dalam Perusahaan Kecil dan Besar Perusahaan Besar MANAJERIAL KEWIRAUSAHAAN Perusahaan Kecil e. distributor . Yang termasuk perorangan dan kelompok yang berkepentingan terhadap perusahaan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan (stakeholder satisfaction). Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku kepada perusahaan. A. dan lainnya. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/pelanggan. direksi. manajer. Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan.

masa depan yang terjamin. Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan. Distributor. misalnya akibat mutu. 4. Semangat kerja yang tinggi. Gambar : 5 Lingkungan Usaha Inflasi Karyawan Teknologi Pemasok BISNIS Penyalur Pelanggan Demografi & Gaya Hidup B. harga dan waktu yang tidak memadai. kurang kreatif. Karyawan. dan akan merugikan perusahaan. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman barang. pelayanan yang baik. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. Konsumen yang kecewa karena tidak memperoleh manfaat dari perusahaan. Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. Pembeli atau Pelanggan. Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. Hal ini bisa dicapai apabila banhan baku dari pemasok berkualitas dan tepat waktu dan cukup jumlahnya. karena dapat memperlancar penjualan. 3.jasa yang bermutu tinggi. Jika tidak. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. 2. kurang produktif. Lingkungan Makro Sosiopolitik 13 . Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan. dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. maka karyawan akan bekerja kurang termotivasi. sehingga barang akan terlambat datang ke konsumen atau pasar.

Demikian juga kenaikan suku bunga dan fluktuasi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasi keuangannya. lingkungan ini akan 14 . Inflasi atau kenaikan harga-harga akan mempersulit para pengusaha dalam memproyeksikan usahanya.Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan. nasional dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. tingkat bunga dan fluktuasi mata uang asing baik langsung maupun tidak akan berpengaruh pada perusahaan. kecenderungan dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh pada tingkah laku masyarakat. Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara tepat. Dalam beberapa hal. regional. Variabel-variabel ekonomi seperti tingkat inflasi. kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan tersebut. dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. Oleh karena itu. bidang usaha jasa telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Teknologi baru telah menciptakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi. (2) Lingkungan Teknologi (Technological Environment) Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahannya sangat berpengaruh pada perusahaan. Perubahan teknologi yang secara drastis dalam abad terakhir ini telah memperluas skala industri secara keseluruhan. (3) Lingkungan Sosiopolitik (Socio Environment) Kekuatan sosial dan politik. Misalnya dengan adanya kekacauan politik dan kerusuhan yang terjadi selalu membawa sentimen pasar. Namun demikian. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi lingkungan ekonomi. Demikian juga. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan. yang meliputi : (1) Lingkungan Ekonomi (Economic Environment) Kekuatan ekonomi lokal.

yaitu suatu proses di mana semua sektor kritis lingkungan yang mempengaruhi perusahaan baru diamati. semua lingkungan di atas bisa menciptakan peluang bagi wirausaha. gaya hidup. dievaluasi. (4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup (Demography and Life Style Environment) Produk barang dan jasa yang dihasilkan sering kali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup. Zimmerer (1996: 98) menganalisis peluang baru dari lingkungan tersebut dengan menyebutnya pengamatan lingkungan (environment scanning).sangat bermanfaat apabila wirausaha panai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut. Kelompok-kelompok masyarakat. Dari berbagai lingkungan seperti di ataslah peluang baru dalam bisnis diperoleh.6 di bawah ini : 15 . dan diuji untuk menentukan pengaruh perubahan yang terjadi dalam lingkungan tersebut terhadap potensi perusahaan. Zimmerer menganalisis peluang baru tersebut dalam bentuk analisis dampak silang (Cross-Impact Analysis) seperti tampak pada Gambar 6. Pada prinsipnya. pendapatan. dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang. Maksud dari proses pengamatan ini adalah untuk mengidentifikasi peluangpeluang baru atau tantangan baru yang tercipta akibat perubahan lingkungan. kebiasaan.

dan penggantian alat serta sistem yang lama. (2) Biaya perubahan (switching cost). (3) Respons dari pesaing yang ada yang secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada.Gambar 6 Analisis Dampak Silang Kecenderungan Ekonomi Faktor Demografi dan Gaya Hidup Pelua ng Kemajuan Teknologi Lingkungan Sosial Politik f. Merek Dagang. dan Hak Cipta Paten. identitas dan nama perusahaan. Sebaliknya perusahaan yang sudah ada justru lebih bertahan karena telah lama mengetahui sikap dan kebiasaan pelanggannya. Loyalitas pelanggan kepada perusahaan baru masih kurang. Paten. g. Hambatan-hambatan dalam Memasuki Industri Menurut Peggy Lambing (2000: 95) ada beberapa hambatan untuk memasuki industri baru. merek dagang. yaitu biaya-biaya yang diperlukan untuk pelatihan kembali para karyawan. dan hak cipta sangat penting bagi perusahaan terutama untuk melindungi penemuan-penemuan. serta 16 . yaitu : (1) Sikap dan kebiasaan pelanggan.

bukan pada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. Hak paten hanya diberikan kepada penemu yang sebenarnya. Pemberian hak monopoli atas produk tersebut dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemu. Beberapa hak perlindungan perusahaan yang bisa diperoleh adalah hak paten. alat yang diciptakan harus betul-betul baru (bukan lebih baik). Banyak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. Penemuan yang telah diberikan hak paten. merek dagang. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak paten. sebelum penemuan ini diajukan untuk mendapat hak paten ? (b) Apakah telah diberikan paten sebelum temuannya diajukan ? (c) Apakah telah digunakan. Untuk mendapatkan hak paten. hak cipta. penemu harus menganalisis dan menguji alat baru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut : (a) Apakah alat ini telah digunakan oleh orang lain. dan identitas perusahaan lainnya.keorisinilan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan. yaitu : Langkah 1 : Tetapkan Bahwa yang Ditemukan Betul-betul Baru Untuk menetapkan bahwa sesuatu yang ditemukan betul-betul baru. menggunakan dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapa pun tanpa izin (lisensi) dari penemunya. Ada beberapa langkah untuk mendapatkan hak paten. Temuan yang tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi bahkan menjadi produk pesaing dan mematikan perusahaan penemu. Perlindungan produk-produk perusahaan sangat penting untuk menghindari usaha-usaha meniru dan menduplikasi yang dilakukan oleh pihak lain. dipublikasikan dan dijual sebelum diberikan tanggal hak paten ? 17 . (1) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga yang berwewenang atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat.

Jika paten yang telah ada betulbetul seperti paten yang akan diusulkan. dan gambarnya. misalnya tanggal ide itu tersirat. meskipun alat yang kita temukan itu memiliki fungsi yang sama dengan alat yang ada. Akan tetapi. Perlu diperiksa apakah alat yang ditemukan itu memiliki kesamaan dan telah memiliki hak paten. namun memiliki perbedaan dalam cara-cara dan macam-macamnya. penjelasan alat yang digunakan. (b) Deskripsi penemuan yang disebut spesifikasi dan batas penemuan yang disebut klaim. (2) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdagangan atau perusahaan. Langkah 4 : Pelajari Hasil Telusuran Penemu harus mempelajari hasil telusuran terlebih dahulu sebelum memutuskan mengajukan lamaran hak paten. Langkah 2 : Dokumentasikan Alat yang Ditemukan Tersebut Untuk melindungi hak paten dari klaim seseorang. maka penemuan harus memverifikasi ide-ide penemuan sebelum alat tersebut ditemukan. Langkah 3 : Telusuri Paten-paten yang Telah Ada Hal ini dilakukan untuk memverifikasi apakah sesuatu yang baru kita temukan itu telah ada atau memiliki kesamaan. Langkah 5 : Mengajukan Lamaran Paten yang berisi : (a) Pernyataan yang memuat penemuan itu betul-betul asli. (c) Gambar penemuan. maka paten dapat dijamin. Merek dagang pada umumnya berbentuk 18 . maka pihak yang berwewenang tidak akan menjamin hak paten bagi penemuan baru. maka penemuan itu akan kehilangan hak untuk memperoleh paten. yang mengidentifikasi sifat-sifat penemuan baru.Bila ketiga kriteria tersebut telah dilakukan sebelum diberikan hak paten.

slogan. karangan. harus dipilih kata yang khas. mudah dikenal. memperbaiki. hak untuk memproduksi. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinilan produk atau untuk membedakannya dengan produk lain di pasar. karena kemungkinan gagal lebih kecil. Di samping itu. (3) Hak Cipta Hak cipta (copyright) adalah suatu hak istimewa guna melindungi pencipta dari keorisinilan ciptaannya. misalnya : apakah perusahaan yang dibeli memiliki daya saing harga di pasar. lebih mudah. Merek dagang (trade mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahan di pasar. yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar. Untuk menetapkan merek. lagu. dan tenaga yang diperlukan. logo. khususnya dalam harga dan kualitasnya ? Bagaimana segmen pasarnya ? Sejauh mana agresivitas pesaingnya ? Apakah ada industri yang dominan ? Bagaimana ukuran dan pertumbuhan pasarnya ? Apakah ada perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi perusahaan yang dibeli ? 19 . mendistribusikan atau menjual. sedikit waktu. Membeli perusahaan baru sedikit risikonya. Misalnya. Namun demikian bahwa membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan baik eksternal dan internal : (1) Masalah eksternal. sehingga menjadi merek terkenal. Membeli Perusahaan yang Sudah Didirikan Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru. diingat dan unik bagi pelanggan. membeli perusahaan yang sudah adapun memiliki peluang harga yang relatif lebih rendah dibanding dengan merintis usaha baru. antara lain risiko lebih rendah. nama.simbol. Beberapa pertanyaan mendasar dalam menghadapi lingkungan eksternal ini. musik. dan memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar.

Berapa harga yang rasional untuk membeli perusahaan itu ? e. masalah konflik antara manajemen dan karyawan yang sukar diselesaikan oleh pemilik yang baru. b. kemampuan. Misalnya masalah karyawan.Setiap pembelian perusahaan harus memperhatikan lingkungan yang mempengaruhinya. Mengapa perusahaan tersebut berhasil tetapi kritis ? c. di antaranya : a. e. 20 . Sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan yang aan dibeli. Menurut Zimerer (1996) aspek-aspek itu meliputi : a. c. pembeli juga harus memperhatikan sumbersumber potensial perusahaan yang akan dibeli. Apakah membeli perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan daripada merintis sendiri usaha baru ? Tidaklah mudah untuk membeli perusahaan-perusahaan yang sudah ada. yaitu : masalah-masalah yang ada dalam perusahaan. masalah lokasi. distributor. Daftar majalah dan jurnal perdagangan yang digunakan oleh perusahaan yang akan dibeli. dan masalah masa depan perusahaan lainnya. Jaringan kerja sama bisnis dan sosial perusahaan yang akan dibeli. dan kepentingan pembelian perusahaan tersebut. Bank investor yang melayani perusahaan. Kontrak-kontrak perusahaan seperti pemasok. Seorang wirausaha yang akan membeli perusahaan selain harus mempertimbangkan berbagai keterampilan. pelanggan. Pedagang perantara penjual perusahaan yang akan dibeli. dan yang lainnya yang erat kaitannya dengan kepentingan perusahaan yang akan dibeli. Pengalaman apa yang dimiliki untuk mengoperasikan perusahaan tersebut? b. misalnya masalah image atau reputasi perusahaan. ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan dan dianalisis oleh pembeli. d. (2) Masalah-masalah internal. Di mana lokasi perusahaan tersebut ? d.

d. Aspek legal yang dimiliki perusahaan. yaitu menyangkut prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke pembeli. Bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual tersebut apakah sehat atau tidak ? Misalnya. Tentukan jenis perusahaan yang diinginkan dan apakah Anda mampu mengelolanya ? Teguhkan kekuatan. dan intangible asset (merek dagang. Setelah itu. dan kepribadian Anda. lokasi. (2) Komposisi dan karakteristik pesaing yang ada. Alasan pemilik menjual perusahaan. paten. susunan leasing. yaitu : a. Menurutnya. tujuan. Potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan ? Ada dua aspek yang harus dianalisis. Apakah kekayaanya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangible) ? Apakah masih prospektif dan layak guna (up-to-date) serta efisien ? Ada beberapa jenis kekayaan yang harus diperhatikan. misalnya tangible asset (peralatan daftar piutang. langkah-langkah yang harus diambil dalam pembeli dalam pembelian suatu perusahaan. 21 . b. kelemahan. Potensi produk dan jasa yang dihasilkan. Pertimbangkan alasan membeli perusahaan daripada merintis usaha-usaha baru atau franchising. dan penampilan. good will).Zimmerer tampak lebih eksplisit daripada Lambing tentang alasan mengapa seseorang membeli perusahaan. Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual. 2. Aspek legal yang harus dipertimbangkan. adalah : 1. hak cipta. bagaimana potensi keuntungan yang akan diperoleh ? Bagaimana laporan rugi labanya selama lima tahun terakhir ini ? Bagaimana pajak pendapatannya ? Bagaimana kompensasi laba bagi pemilik. yaitu : (1) Komposisi dan karakteristik pelanggan. c. Yakinkan bahwa Anda tidak akan merintis usaha baru. ada lima hal kritis untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli. business record).

3. 12. periklanan. h. Adakan penelitian sebelum Anda menyetujuinya. 11. Franchising merupakan kerja sama manajemen yang biasanya berkembang dalam perusahaan eceran. Tempat yang bagaimana yang Anda inginkan ? 5. Franchising (Kerja Sama Manajemen / Waralaba) Franchising merupakan cara memasuki dunia usaha yang sangat populer di seluruh dunia. Seperti telah dikemukakan bahwa franchise adalah suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan (pabrik) penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha. atau fleksibilitas ? 4. Pertimbangkan gaya hidup yang Anda inginkan. Surabaya. Buatlah surat perjanjian dalam bentuk yang spesifik. Perusahaan yang memberi lisensi disebut franchisor dan penyalur disebut 22 . Bandung. dan alat rumah tangga lainnya berkembang di seluruh dunia. Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan itu mencerminkan nilai perusahaan. misalnya jangka waktu pembayaran berakhir. Produk-produk franchising telah menjadi produk global. Persiapkan bahwa Anda akan menjadi pedagang. Jangan lupa untuk menilai karyawan. 8. pelatihan. Apa alasan menjual perusahaan tersebut ? 10. bahan bakar. Dealerdealer mobil. Format bisnis franchising telah memberikan fasilitas jasa yang luas bagi para dealer (franchisee) seperti pemasaran. 13. bahkan sampai kota-kota kecil lainnya. standar produksi. Logologo dari usaha franchising terlihat di pusat-pusat perdagangan seperti di Jakarta. Apa yang diharapkan dari perusahaan tersebut ? Uang. Apakah Anda ingin memiliki perusahaan ini selama-lamanya atau hanya untuk kesenangan ? 6. 9. 7. serta bimbingan pengawasan kualitas. Pilihlah penjual terbaik. Pertimbangkan kembali gaya hidup. Jajaki penyandang dana sebelumnya. dan pengerjaan manual. motor. Pertimbangkan lokasi yang diinginkan. Tetapkan perusahaan yang ingin dibeli. kebebasan.

Riset. 7.franchisee. Periklanan. periklanan. Grafik. bantuan lain yang berlanjut dapat pula meliputi faktorfaktor sebagai berikut : 1. 3. 8. Pembelian peralatan. 6. bimbingan. 6. merek dagang dan prosedur penyelenggaranya secara standar. Pemeriksaan dan standar. 2. Pencatatan dan akuntansi. dan perbekalan material yang berlanjut. 4. Pemilihan karyawan. Nasihat hukum. Pengendalian kualitas. 3. Promosi. Material lainnya. Dalam franchising. 5. perusahaan yang diberi hak monopoli menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk. Rencana bangunan. Bantuan pada acara pembukaan. 23 . Dukungan awal meliputi salah satu atau keseluruhan dari aspek-aspek berikut ini : 1. 5. Selain dukungan awal. 8. latihan karyawan. 4. tempat/daerah. Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan franchisee untuk menggunakan nama. 2. Konsultasi. Pemilihan tempat. Pola arus kerja. 7.

misalnya McDonald’s. Pepsi Cola. hiburan. Coca Cola. perjalanan. bentuk kerja sama ini adalah di bidang elektronik. Kentucky Fried Chicken. Keseluruhan citra (goodwill). Bidang otomotif. dan lain sebagainya. akuntansi. dan pompa bensin. Di Indonesia. rental mobil. dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchisee. Hoka-hoka Bento. dan jasa perusahaan umum 21. jasa-jasa perusahaan 30.19 %. obat-obatan dan hotel. pembuatan.7 %. kredit.8 %. misalnya dealer mobil dan motor. percetakan dan foto kopi 20. franchising tumbuh cepat dan semakin meluas. Di negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. dan wisata dengan kenaikan 34. suku cadang. Bidang-Bidang yang perkembangannya cukup menonjol seperti rekreasi.1 %. dan jasa-jasa lainnya. Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar-negara. Di bidang lain.Gambar 7 Kerja Sama antara Franchisor dengan Franchisee KERJA SAMA FRANCHISOR Manajemen Pelatihan Nama Perusahaan + Teknik + Ide + Pengalaman + Logo FRANCHISEE Energi Ide Lokasi + + + Uang Pengalaman Kemauan Know-how FRANCHISING Dalam kerja sama franchising. Dalam kerja sama sistem bapak angkat 24 . perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan. agen pengumpul. bentuk kerja sama yang mirip dengan franchising namun berbeda adalah “bapak angkat” atau “kemitraan”. Pizza Hut.

Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah kontrak antara perusahaan franchisor dengan franchisee. TABEL Persetujuan Antara Franchisor dan Franchisee Franchisor setuju untuk :  Memberikan penjualan yang suatu berdiri wilayah sendiri Franchisee setuju untuk :  Menyelenggarakan perusahaan sesuai dengan persyaratan yang diajukan franchisor.  Membangun.  Memberikan nasihat kepada atau bila tidak fasilitas telah franchisee tentang lokasi perusahaan dan desain bangunan.  Memberikan menyediakan seperti yang disetujui oleh franchisor.  Menginvestasikan secara minimum jumlah tertentu pada perusahaan. franchisee perusahaan kepada franchisee.  Membayar kepada franchisor suatu jumlah tertentu (sebagai honorarium yang tetap).  Memberikan barang-barang dagangan kepada franchisee secara bersaing. tertentu atau nasihat finansial kepada franchisee. bantuan finansial  Membeli persediaan dan material standar lainnya dari franchisor atau dari pemasok yang telah disetujui.  Menyediakan sejumlah latihan dan bantuan manajemen. Menurut Zimmerer (1996) keuntungan dari kerja sama franchising adalah : 25 . Secara umum persyaratan-persyaratan yang dikemukakan dalam kontrakkontrak franchise meliputi ketentuan-ketentuan seperti pada Tabel 6. pemasaran.atau kemitraan kebanyakan hanya diberikan bantuan permodalan. Perusahaan induk dapat saja membatalkan perjanjian tersebut apabila perusahaan yang diajak kerja sama tersebut melanggar persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan dalam persetujuan.1. dan bimbinga usaha.

6. karena sangat tergantung pada jenis usaha dan kecakapan para wirausaha. peralatan. Diberikannya bantuan finansial. yaitu berupa jasa nasihat pemilihan lokasi. 4. 5. merek. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000: 116-117). Keuntungan dari penggunaan nama. Cakupan periklanan dan pengalaman. 26 . Daya beli. yaitu cepat dikenal karena sudah memiliki reputasi dan berpengalaman. kerja sama franchising tidak selalu menjamin keberhasilan. bahkan beberapa hari saja sudah dikenal. Karena merupakan bagian dari organisasi yang besar. Pembatasan kreativitas penyelenggaraan usaha franchisee. Basis untuk mempertimbangkan prospek keberhasilan. bantuan keuangan. Perbaikan operasional. seminggu. 2. pelatihan manajemen. Kerugian yang mungkin terjadi menurut Zimmerer adalah : 1. pengarahan. dan bantuan pelatihan. seleksi karyawan. usaha franchising memiliki metode yang lebih efisien dalam perbaikan proses produksi. dan pengawasan yang berlanjut dari franchisor. Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. sedangkan sumber modal dari perusahaan franchisee sangat terbatas. 3. jasa asuransi akan relatif murah. yaitu menyajikan prediksi dan pengujian tentang kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan. analisis fasilitas layout. Bantuan awal yang memberi kemudahan. produk yang telah dikenal. 3. Biasanya biaya awal pembukaan sangat tinggi. sebulan. Sebagian dari organisasi yang besar. 2. Pelatihan. misalnya. Mendapat pengakuan yang segera. Periklanan secara nasional dengan pengalaman yang jauh lebih baik sehingga biaya periklanan menjadi sangat murah. Program latihan tidak sesuai dengan yang diinginkan.1. keuntungan franchising meliputi : 1. maka pembayaran untuk pembelian bahan baku. 2.

Karyawan dan  pemasok biasanya sudah mantap   Sudah siap operasi. PROFIL USAHA KECIL DAN MODAL PENGEMBANGANNYA Sampai saat ini batasan usaha kecil masih.  Lokasi sudah cocok. pelatihan. Kreativitas tidak berkembang. berbeda-beda tergantung pada fokus permasalahannya masing-masing. Perusahaan yang dijual biasanya lemah. rentan terhadap perubahan franchisor. Baik merintis usaha baru. Introduction to Modern Business. bantuan modal. Ninth Edia. Burgess (1993: 14) bahwa "Small business has been defined in different 27 . terdominasi. Mahal.  teknik. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan seperti tampak pada Tabel 6. membeli maupun franchising. metode teknik produksi. 1984. Table 2: Kelebihan dan Kelemahan Merintis dan Kerja Sama Manajemen (Franchising) BENTUK Merintis Usaha (Starting)    KELEBIHAN Gagasan murni Bebas peroperasi Fleksibel dan mudah pengaturan. Seperti dikemukakan oleh Dan Steinhoff dan John F.     KELEMAHAN Pangakuan nama kurang. Franchisee jarang memiliki hak untuk menjual perusahaannya kepada pihak lain tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada pihak franchisor dengan harga yang sama. Penuh ketidakpastian.3.2.  Penggunaan nama dan merek yang sudah terkenal sumber: Vernon A. Sulit inovasi.  Kerja sama manajemen  Mendapat  (Franchising) pengalaman dan logo. Musselman-John H. Fasilitas inefisien. Persaingan kurang diketahui.  nama. Peralatan tak efisien. Kemungkinan sukses. Membeli (buying)    B. Jackson. Tidak mandiri. Menjadi interdependen.

and less able to survive major mistakes". Banyak wirausaha yang cenderung untuk menggunakan manajemen mikro (micromanage) dalam usahanya. less formal work. one or few managers. Menurut "Small Business Development Centre" University of WinconsinMadison. Lambing (2000: 43) mengemukakan bahwa kontrol atau pengawasan pada usaha kecil biasanya informal. more operational. and operating orientation". much operating. Challenging. less conservative financing method. misalnya dikemukakan "A small business is one which independently owned and operated and is not dominant In it’s field". M. maka deskripsi pekerjaan dan segala aturan secara tidak tertulis sebab wirausaha mudah menguasai segala aspek usahanya. and much more telephone. Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kriteria yang baku mengenai usaha kecil: Berbagai instansi menggunakan batasan dan kriteria menurut fokus 28 . and market position is weak. Mintzberg (1973). short term thinking. limited access to capital. lees diversified production. perusahaan kecil memiliki ciri-ciri sebagai berikut: "Greater potential. direct cotact. mengemukakan beberapa ciri pekerjaan manajerial dari usaha kecil dan rnenengah yang dikutip dari beberapa hasil studi yang dilakukan Porter (1963). authoritarian. routine work. earning/share is low. sales less than $200 m. satisfying. mixed works. Kusman Sulaeman (1988-1989: 43). Burgess (1993: 14). Apabila hanya ada beberapa karyawan. Dilihat dari perangkat manajemennya. job is directly important.ways by different organization and agencies". Dalam "Small Business Act" (1934) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. Ciri-ciri tersebut ialah: "No training. Clifford (1976) dan Scott (1973). greater risk. informal communication.

pada umumnya perusah kecil memiliki ciri-ciri khusus. yaitu 5 sarnpai dengan 19 orang yang terdiri (terrnasuk) pekerja kasar yang dibayar. Berdasarkan terminologi di atas banyak kriteria yang digunakan. industri sedang menyerap 5099 orang. Jurnlah modal yang diperlukan juga biasanya relatif kecil dan hanya dari beberapa sumber saja. Karena permodalan relatif kecil dan dikelola secara mandiri. bahwa industri yang menyerap tenaga kerja 1-9 orang termasuk industri kerajinan rumah tangga. Dalam Undang-undang No. modal terbatas dan volume 29 . Usaha kecil pada umumnya memiliki jumlah karyawan yang sedikit. Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) (1988) mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja. Beberapa usaha kecil menghasilkan produk untuk keperluan ekspor dengan skala yang relatif kecil. oleh Stanley dan Morse. dan investor yang mengambil berbagai keputusannya secara mandiri. majikan dan karyawan tinggal dalam suatu daerah yang sama. hiasan dan mainan anak-anak. Perusahaan industri yang memiliki tenaga kerja kurang dari 5 orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga (home industry). yailu rnanajemen. misalnya barang-barang untuk keperluan rumah tangga dan cinderamata scperti mebel. dan pekerja keluarga. Berbeda dengan klasifikasi yang dikemukakan. pekerja pemilik. 9/1995 Pasal 5 tentang usaha kecil disebutkan beberapa kriteria usaha kecil sebagai berikut: (1) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200. Terlepas dari ukuran secara kuantitatif. bahan baku lokal dan pemasarannya pun hanya pada lokasi/daerah tertentu. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. maka daerah operasinya juga adalah lokal.000. majikan. manajer yang mengoperasika perusahaan adalah pemilik.000 (dua ratus juta rupiah). persyaratan modal dan pengoprasian yang bersifat lokal. lndustri kecil menyerap 10-49 orang.000 (satu miliar rupiah). atau (2) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp l. dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih.permasalahan yang dituju.000. relatif spesifik atau kurang diversifikasi. Pada usaha kecil.000.

Bcberapa perusahaan kecil di antaranya mengunakan bahan baku dan tenaga kerja bukan lokal yaitu mendatangkan dari daerah lain atau Impor. Sedangkan. teknologi baru. tindakan cepat tersebut sulit dilakukan. (3) Tiaak mudah goncang. Di samping ciri-ciri di atas. Bahan baku. ia dapat menyesuaikan dengan kebutuhan setempat. dan perubahan mesin baru. (2) Modal disediakan oleh pernilik atau sekelompok kecil. kayu. tenaga kerja dan pemasara produk usaha pada umumnya menggunakau sumber-sumber setempat yang bersifat lokal. Bahkan bila bahan baku impor sangat mahal sebagai akibat tingginya nilai mata uang asing. (2) Fleksibel. usaha kecil memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. usaha kecil bias bertindak dengan cepat untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah tersebut. mengemukakan kriteria usaha kecil sebagai berikut: (1) Manajemen berdiri sendiri. Karena bahan baku dan sumber daya lainnya kebanyakan lokal. Perusahaan kecil sangat luwes. Beberapa kekuatan usaha kecil antara lain: (1) Memiliki kebebasan untuk bertindak. Akan tetapi. manajer adalah pemilik. maka perusahaan kecil tidak rentang terhadap fluktuasi bahan baku impor. Bila ada perubahan misalnya perubahan produk baru. maka kenaikan mata uang asing tersebut dapat dijadikan peluang oleh perusahaan kecil yang menggunakan bahan baku lokal dengan memproduksi barang-barang untuk keperluan ekspor. Sebagai contoh perusahaan cenderamata dan mebel yang sudah diekspor dan menggunakan bahan baku rotan. secara keseluruhan merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang cukup besar dan tersebar. pada perusahaan besar. dan kulit dapat rneraih keuntungan akibat kenaikan nilai mata uang asing. (4) Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil. Komisi untuk Perkembangan Ekonomi (Commity for Econommi DevelopmentCED). Perusahaan kecil bisa rnenggunakan 30 . (3) Daerah operasi bersifat lokal.penjualan yang rendah.

kesulitan mencari permodalan. Akibat dari ketergantungan tersebut. Sedangkan kelemahan perusahaan kecil dapat dikategorikan ke dalam dua aspek: (I) Aspek kelemahan struktural. desain produk. Akibatnya terjadi ketergantungan pada kekuatan pemilik modal. salah satu kelemahan usaha kecil yang paling menonjol adalah kurangnya permodalan. teknik produk. Selain menguasai sumber-sumber bahan baku. tenaga kerja masih lokal. maka terjadilah pasar monopsoni. pemilik modal juga menguasai akses dan informasi pasar. harga Jual bahan baku dan bunga modal yang ditanggung oleh usaha kecil ditentukan oleh penguasa pasar dan modal. kelemahan da lam pengendalian mutu. otomatis harga jual produk yang dihasilkan usaha kecil secara tidak langsung ditentukan oleh penguasa pasar dan pernilik modal. motif maupun jumlahnya.produk barang dan jasa yang dihasilkannya untuk bersaing karena bahan baku dan sumber lokal harganya relatif lebih rendah daripada bahan baku irnpor. Kelemahan faktor struktural yang satu saling berkait dengan faktor yang lain kemudian rnernbentuk lingkaran ketergantungan yang tidak berujung pangkalnya dan membuat usaha kecil terdominasi dan rentan. dan jumlah produk ditentukan oleh pcmilik informasi pasar yang sekaligus penyandang dana. Oleh karena yang menguasai pasar banyak mengetahui dan langsung mengenal pasar baik standar kualitas. Demikian juga. yaitu kelemahan dalam struktur perusahaan misalnya kelemahan dalam hidang manajemen dan organisasi. maka pengusaha kecil memiliki ketergantungan pada pemilik modal yang sekaligus penguasa bahan baku. maka standar produk. Secara struktural. dan dengan demikian ketergantungan usaha kecil terhadap bahan baku menjadi ketergantungan terhadap pasar. maka ia akan menentukan harga 31 . Karena harga jual barang-barang yang dihasilkan usaha kecil ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang juga sebagai pemilik informasi bahan baku. Karena pemilik modal juga lebih menguasai sumber-sumber bahan baku dan dapat mengusa hakan-bahan baku. kelemahan dalam mengadopsi dan penguasaan teknologi. dan terbatasnya akses pasar.

(c) Informasi untuk memperoleh fasilitas dan bantuan pengusaha besar dalam menjalin hubungan kemitraan untuk memperoleh bantuan permodalan dan pemasaran. dan bahan baku. (d) Informasi tentang tata cara pengembangan produk. (b) Informasi untuk mendapatkan bahan baku yang baik. baik desain. dan mudah didapat. maupun kemasannya. 32 . pemasaran. Kelemahan kultural mengakibatkan kurangnya akses informasi dan lemahnya berbagai persyaratan lain guna memperoleh akses permodalan. Desain dan Standar (2) Kelemahan Kultural. Terjadilah usaha kecil repatriasi jumlahnya keuntungan tetap yang mengakibatkan tersebut permodalan kecil.jual bahan baku (monopoli). rnurah. kualitas. Kelernahan kultural mengakibatkan kelemahan struktural. Kondisi mengakibatkan ketergantungan pengusaha kecil yang menjadi buruh pada perusahaan sendiri dengan upah yang ditentukan olen batas keuntungan dari pemilik modal sekaligus penguasa pasar dan penguasa sumber-sumber bahan baku. Gambar Lingkaran Ketergantungan Usaha Kecil Ketergantungan Pemodal Ketergantungan Pemasaran Ketergantungan Bahan Baku Ketergantungan Teknik. maka batas keuntungan pengusaha kecil ditentukan oleh batas harga jual produk dan batas harga beli bahan baku. seperti: (a) Informasi peluang dan cara memasarkan produk. Dengan kondisi ini.

lisasi.1994: 129). Menurut Lambing (2000: 43) ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan dalam rangka pengembangan perusahaan. yaitu manajemen personal dan rnanajemen keuangan. Dalarn teori persaingan Porter dikemukakan bahwa untuk menciptakan daya saing khusus. 1999) tentang teori competitivc strategy sampai saat ini tampak masih relevan. Teori Porter dirancang untuk menghadapi tantangan eksternal khususnya persaingan. walaupun dalam perkembangannya tidak sedikit yang mengkritik. KERANGKA HIPOTETIS PENGEMBANGAN USAHA KECIL Hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap konsepsi (conception). yaitu 33 . C. Pandangan Michael P. Porter (1980. 1992). orientasi pertumbuhan. survival. Pada setiap tahap tersebut gaya kepemimpinan wirausaha dan keterarnpilan yang diperlukan cenderung berubah.I996). Banyak konsep yang dikemukakan oleh para ahli ekonorni dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinarnis. atau dari core competency (D' Aveni. 1990) atau dari kernampuan internal (resource-based theory) (Pandian.(e) Informasi untuk menambah sumber permodalan dengan persyaratan yang terjangkau. pertumbuhan yang cepat. stab. Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bahwa keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan internal. Atau yang lebih populer dari tantangan eksternal dynamic theory (Porter. 1994). 1980) yung dibahas lebih lanjut pada Bab7. atau dari entrepreneur secret yaitu kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) (Zimmerer. Secara internal. dan kematangan. perusahaan perlu memiliki kompetensi khusus (distinctive competency) yang dicari dan integrasi fungsional (design school) (Mintzberg. atau dari strategic intent (Gary Hamel. perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik (generic strategic).

dan fokus (focus). Menurut Mahoney & Pandian (1992) dan D' Aveni (1994). strategi Porter ini terus dikritik. perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yang berbasis pada pengembangan sumber daya internal seeara superior (internal resource-based strategy) untuk menciptakan kornpetensi inti (core competency) seperti yang disarankan oleh Mintzberg. baik teori dynamic strategy maupun teori resource-based strategy sangat relevan bila khusus diterapkan dalam pemberdayaan usaha kecil nasioanal dewasa ini. pengetahuan dan keunikan intangible asset untuk menciptakan keunggulan. diferensiasi (differentiation). agar perusahaan. Menurut teori resources-based strategy ini. rnaka yang diperlukan adalah strategi jangka panjang (long-life) dan dinamis. sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar (market power) melalui monopoli dan fasilitas pemerintah. Dalamstrategi ini. perusahaan kecil harus mengarah pada keterampilan khusus secara internal yang bisa menciptakan core product yang unggul unluk memperbesar manufacturing share (muncul pada berbagai produk yang memiliki komponen penting yang sama). Meskipun masih relevan. strategi Porter tersebut adalah berjangka pendek (short-life) dan statis. Menurutnya. 1993). sekarang ini keadaannya sudah sangat cepat berubah.strategi yang menekankan pada keunggulan biaya rendah (low cost). (1990). karena perusahaan kecil biasa memanfaatkan sumber daya lokalnya (V. meraih keuntungan secara terus- 34 . Albert Wijya. dan hanya wirausahalah yang mampu mencari peluang secara kreatif dalam menciptakan keunggulan. perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti (builtding core competency). Menurut Richard D'Aveni (1994: 253) dan Gary Hamel (1994: 232). Dalarn menghadapi krisis ekonomi nasiona1 seperti sekarang ini. Dengar strategi ini perusahaan akan memiliki daya tahan (sustainability) hidup secara berkesinambungan. Strategi tersebut lebih murah dan ampuh dalam memberdayakan usaha kecil. Perhatian utama harus ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (cnmpetitivc advarttagcs) melalui pengembangan kapabilitas khusus (kewirausahaan). Untuk menghadapi kondisi jangka panjang dan dinarnis.

sukar ditiru atau dialihkan oleh pesaing dan memberi daya saing jangka panjang (futuristik) yang kuat dan melebihi tuntutan rnasa kini di pasar dan dalarn situasi eksternal yang bergejolak. maka perusahaan harus mengutamakan kapabilitas internal yang superior. Sumber daya perusahaan yang bisa dikembangkan secara khusus menurut Pandian (1992) adalah tanah. dalam tahap take-off. Teori-teori generik tersebut dibahas secara khusus dalam Bab 7.menerus. bahwa agar perusahaan kecil berhasil take-off. perusahaan harus mendesain strategi perusahaan yang "fit" antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai yang didukung dengan rnenumbuhkan kapabilitas inti (core competency) yang merupakan kompetensi khusus (distinctive competency) dari pengelolaan sumber daya perusahaan. Secara spesifik. maka harus ada usaha-usaha khusus yang diarahkan untuk survival. Dalam tahapan ini diperlukan penguasaan manajemen. tenaga kerja (kapabilitas dan pengetahuannya) modal dan kebiasaan rutin. yaitu meraih semua pesaing di industri yang bersangkutan. improve margin. Kompetensi ini diciptakan melalui generic strategy-nya Porter (1980). yaitu dengan mengubah pemilik sebagai pengusaha (owners as businessman) yang merekrut tenaga yang diberi wewenang secara jelas. dan expectation. yaitu pengetahuan 35 . Menurut teori the design school. dan didukung dengan nilai dan budaya perusahaan yang relevan. Dalam konteks persaingan bebas yang semakin dinamis seperti sekarang ini. usaha kecil harus sudah ventura capital (Yuyun Wirasasmita. consolidation. harus mengubah dari getting customer menjadi improve competitive situation. menurut D’Aveni (1987). planning. control. teknologi. Di bidang pendanaan. dari tahap cash flow berubah menjadi tahap tighten financial control. Di bidang keuangan. 1992). and cotrol cost.1993: 2). perusahaah harus menekankan pada strategi pengembangan kompetensi inti (building core competency). Di bidang pemasaran. ahli lain Bums (1990) menyarankan. yang tidak transparan. serta recession proof (Mahoney & Pandian.

jelaslah bahwa kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umurnnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memberdayakan surnber daya internalnya. yaitu mengindikasikan tujuan dari strategi. (4) Position for surprise. yaitu merancang strategi yang membuat kejutan atau yang mencengangkan. yaitu (1) Superior stakeholder satisfaction. (3) Position for speed. yaitu posisi untuk mengutamakan kecepatan. Keunggulan tersebut menurutnya diciptakan melalui "The New 7-S’ Strategy (The New 7-S’s)”. yaitu membuat rangkaan penggerak/ pendorong strategi secara simultan dan berurutan. Berdasarkan pandangan para ahli di atas. Sedangkan inti Slrategic intent menurut Gary Hamel (1994). yaitu strategi untuk mengadakan perubahan/pergeseran peran yang dimainkan. product/market tactics to deliver the disruption" untuk merebut persaingan. (6) Signaling strategic intent. ialah lebih menekankan pada "sense of direction.dan keunikan untuk mcnciptakan keunggulan seperti yang telah dikemukakan. (5) shifting the role of the game. yaitu mengutamakan kepuasan st akehoder. yaitu posisi untuk membuat kejutan. 36 . sense of discovery and sense of destiny " untuk meraih persaingan melalui kapabilitas sumber daya yang ada. Menurut D' Aveni. (7) Simultanous and sequential strategic thrusts. general capabilities for executing disruption. inti dari strategi New 7-3's adalah "vision for disruption. (2) Strategic sooth saying.

2 SARAN Setelah membaca makalah yang kami buat diharapkan para pembaca lebih mengetahui dan memahami mengenai merintis usaha baru dan model pengembangannya 37 . jaminan usaha yang mungkin diperoleh. Kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memberdayakan sumber daya internalnya 3.BAB III PENUTUP 3. Dalam memasuki area bisnis atau memulai usaha baru. c. lingkungan usaha yang berpengaruh. Dalam merintis usaha baru. tempat usaha yang dipilih. ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu bidang dan jenis usaha yang dimasuki.1 KESIMPULAN a. seorang dituntut idak hanya memiliki kemampuan . tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan b. organisasi usaha yang digunakan . bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang dipilih.

http://bi.konblog. 2010. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa 38 . 2010.html. 2007. 2007. Kewirausahaan.html. (Diakses tanggal 8 Juli 2011) Anonim. Kiat-Kiat Membuka usaha (Online). Tips Memulai Usaha (Online). Buchari.com/2010/02/tips-buka-usaha-cara-buka-usahamodal.DAFTAR PUSTAKA Alma. Kewirausahaan Edisi Revisi.com/tipsmemulai-usaha. Bandung: Alfabeta Anonim.blogspot. http://besteasyseo. (Diakses tanggal 8 Juli 2011 Kasmir.

c. ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu bidang dan jenis usaha yang dimasuki. Dalam merintis usaha baru. Kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memberdayakan sumber daya internalnya 1. Dalam memasuki area bisnis atau memulai usaha baru.BAB III PENUTUP 1.1 SARAN Setelah membaca makalah yang kami buat diharapkan para pembaca lebih mengetahui dan memahami mengenai merintis usaha baru dan model pengembangannya 39 . bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang dipilih. organisasi usaha yang digunakan . jaminan usaha yang mungkin diperoleh. seorang dituntut idak hanya memiliki kemampuan . tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan b. tempat usaha yang dipilih.1 KESIMPULAN a. lingkungan usaha yang berpengaruh.

html. http://besteasyseo. Tips Memulai Usaha (Online). Buchari. Kewirausahaan.html. Bandung: Alfabeta Anonim.DAFTAR PUSTAKA Alma. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa 40 .com/2010/02/tips-buka-usaha-cara-buka-usahamodal. 2007. (Diakses tanggal 8 Juli 2011 Kasmir. http://bi.konblog.blogspot. 2007. 2010. 2010.com/tipsmemulai-usaha. (Diakses tanggal 8 Juli 2011) Anonim. Kiat-Kiat Membuka usaha (Online). Kewirausahaan Edisi Revisi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful