A. PENGANTAR Teori pembangunan ekonomi tercipta melalui proses dialektika.

Teori ini dicipta dengan tujuan untuk menjelaskan berbagai fenomena dan perilaku ekonomi yang telah dan sedang terjadi, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Dalam proses dialektika itu diintegrasikan secara padu dan sistematis berbagai hasil kontemplasi, petualangan dan pergulatan akademik serta berbagai dimensi, seperti logika, sistem, dan sejarah1 perkembangan kemajuan ekonomi ataupun keterbelakangan ekonomi suatu masyarakat. Selain melalui proses dialektika, teori pembangunan ekonomi juga tercipta dari adanya revolusi dalam ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge) sebagai akibat dari pergeseran paradigma pembangunan ekonomi yang berlangsung secara tidak beraturan. Dalam hal ini, revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi inti dari proses perubahan teori pembangunan ekonomi. Ini berarti, perkembangan dan perubahan teori pembangunan ekonomi tidak berlangsung secara evolusioner dan tidak pula melalui sejumlah proses penilaian yang rasional. Dari literatur ilmu ekonomi dijumpai begitu banyak teori pembangunan ekonomi. Sebagai karya akademik, teori-teori pembangunan ekonomi itu memiliki pencirinya sendiri-sendiri, baik yang menyangkut konten dan konteksnya, maupun yang menyangkut kekuatan dan kelemahannya. Kehandalan dari masing-masing teori itu sangat ditentukan oleh keakuratan data yang dipergunakan sebagai basis, serta argumentasi dan postulat yang diajukan sebagai fondasi dari bangunan teori itu. Keberlakuan teori pembangunan ekonomi dapat dipertahankan manakala teori itu masih mampu menjelaskan berbagai dinamika dan perkembangan pembangunan ekonomi serta perubahan perilaku ekonominya. Teori pembangunan ekonomi tidak secara otomatis berlaku pada semua zaman. Misalnya, teori pembangunan ekonomi klasik ternyata gagal dalam mengatasi depresi besar tahun 1930-an karena ketidakmampuan pasar dalam merespons gejolak di pasar saham. Akibat dari gejolak itu, maka muncullah teori pembangunan ekonomi Keynes yang menekankan pentingnya

Sejarah yang dimaksudkan disini adalah sebuah rekam jejak tentang peristiwa pemikiran, peristiwa masalah, dan upaya-upaya pemecahan masalah dalam konteks dan kurun waktu tertentu seperti tidak adanya penghargaan terhadap subyek ekonomi, ketidakadilan, kemiskinan dan lain sebagainya.

1

intervensi pemerintah dalam perekonomian agar alokasi dan distribusi sumberdaya mencapai sasarannya secara optimal serta pasar selalu mampu menciptakan momentum keseimbangannya. Dalam mengkaji perkembangan dan perubahan mendasar teori pembangunan ekonomi yang melatari tingkat kemajuan pembangunan ekonomi di banyak negara ataupun sebaliknya secara lebih mendalam maka sangat diperlukan upaya penelusuran terhadap berbagai peristiwa masalah ekonomi, peristiwa pemikiran ekonomi, dinamika dan perkembangan peradaban umat manusia serta geliat pembangunan ekonomi yang terjadi pada zamannya, mulai dari teori pembangunan ekonomi klasik hingga ke teori pembangunan ekonomi kontemporer dengan segala variannya. Dalam kaitan ini, ada beberapa landasan teoritis yang dinilai cukup ampuh dan dapat dipergunakan, diantaranya: Pertama, landasan teori fungsionalis atau normatif yang diprakarsai oleh Hegel, seorang filosof dan sejarahwan Jerman terkemuka pada abad ke-19, tentang proses dialektika yang menjadi penggerak dari perubahan-perubahan pemikiran di berbagai bidang kehidupan dalam masyarakat. Dalam hal ini, Hegel memulainya dengan metode analisis these-antithese-senthese untuk memahami mengapa sebuah gagasan (these) yang mendominasi pada suatu periode waktu tertentu mendapat tantangan (antithese), dan kemudian menciptakan sebuah gagasan baru (sinthese) yang selanjutnya menjelma menjadi sebuah these baru yang mendominasi pada periode waktu berikutnya2. Kedua, landasan teoritis yang dibangun Thomas Kuhn pada tahun 1960-an mengenai paradigma dari himpunan segala hal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada periode waktu tertentu, turut menentukan wujud ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge) yang ada pada periode itu. Kuhn menjelaskan bahwa revolusi ilmu pengetahuan dan pengetahuan sebenarnya terjadi sebagai akibat dari pergeseran paradigma yang berlangsung secara mendadak. Sebagaimana halnya dilakukan Hegel, tampaknya Khun juga memanfaatkan pengetahuannya yang luas sebagai sejarahwan dan filosof untuk sampai kepada analisisnya tentang proses perubahan konsepsi yang terjadi dari masa ke masa. Namun berbeda dengan Hegel, analisis Khun menggunakan revolusi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai inti dari proses perubahan yang terjadi dalam masyarakat pada periode waktu tertentu.
Pandangan Hegelian tersebut menurut kelompok pakar yang sealiran faham dengan Karl Marx-Engels (kelompok Marxian, Pasca Marxian atau Neo-Marxian) dianggap merupakan kekeliruan yang fatal. Karena, peristiwa yang terjadi dalam masyarakat merupakan perubahan-perubahan pada kehidupan materialisme yang menyangkut hubungan diantara faktor-faktor produksi, yang menimbulkan perubahan cara berpikir dan bukan sebaliknya. Dan adalah keliru jika dikatakan perubahan cara pikir itu terjadi karena pergelutan these-antithese-sinthese pada tataran ide yang murni. Tampaknya, faham dialektika materialisme dari Karl Marx ini juga digunakan oleh Khun, namun hanya sejauh kenyataan kehidupan meterialisme pada tataran IPTEK saja, tidak pada keseluruhan struktur kehidupan masyarakat, seperti yang dijumpai pada analisis Karl Marx.
2

179

Pemanfaatan kedua landasan teoritis tersebut sebagai alat analisis untuk memahami berbagai dinamika pemikiran ekonomi, konsepsi pembangunan ekonomi, dan berbagai pergulatan akademik di seputar teori pembangunan ekonomi akan sangat membantu dalam memecahkan masalah-masalah nyata pembangunan ekonomi jangka panjang, dan akan diperoleh hasil analisis yang lebih tajam dan mendalam manakala ada upaya untuk selalu mengikuti perdebatan yang terus berlangsung hingga kini mengenai berbagai permasalahan mendasar, apakah konsepsi yang menggerakkan proses perubahan nyata di masyarakat ataupun sebaliknya, yaitu perubahan-perubahan nyata yang mendesak dibangunnya konsepsi baru. Paling tidak, pemanfaatan kedua landasan teoritis tersebut akan memudahkan dalam memilah-milah di antara konsep yang valid dan relevan dengan keadaan nyata yang dihadapi, dengan yang tidak. Selain kedua landasan teoritis tersebut di atas terdapat landasan teoritis lain yang dapat dipergunakan, terutama untuk mengkaji masalah-masalah fundamental ekonomi yang bersentuhan dengan masalah kesejahteraan dan kebaikan bersama serta keadilan. Landasan teoritis itu dikenal dengan ekonomi moralitas. Dalam perspektif ini, ekonomi moralitas menawarkan pemecahan masalah keadilan ekonomi dalam berbagai macam relasi antara manusia dengan alam, masyarakat, dan diri sendiri. Ini berarti ekonomi moralitas selalu berusaha memberi pertimbangan kongkrit bagaimana menciptakan ekonomi yang adil sesuai dengan kondisi yang dihadapi dalam masyarakat. Dalam pembahasan selanjutnya, penggunaan istilah teori ekonomi diidentikkan atau dipersamakan dengan istilah teori pembangunan eknomi. Hal ini perlu dikemukakan di sini agar dapat dibangun sebuah persepsi yang sama terhadap pengertian dari kedua istilah tersebut. Karena pada dasarnya, teori ekonomi itu dibangun berdasarkan praktik-praktik pembangunan ekonomi ataupun fakta-fakta di lapangan mengenai perilaku ekonomi yang ada dan hidup di masyarakat. B. RUANG LINGKUP DAN TUJUAN INSTRUKSIONAL Secara garis besar, materi yang disajikan pada bagian ini mencakup hasil penelusuran terhadap perkembangan teori pembangunan ekonomi yang dikonstruksi berdasarkan hasil kerja keras membongkar kliping, mengakses berbagai literatur, menyusun kembali mozaik-mozaik yang berserakan, dan dokumentasi dari berbagai sumber resmi tentang pembangunan ekonomi. Di awal bagian ini, disajikan hasil penelusuran terhadap perkembangan teori pembangunan ekonomi, mulai dari teori pembangunan ekonomi klasik hingga munculnya berbagai teori pembangunan ekonomi kontemporer. Pada bagian ini juga dibahas mengenai kegagalan teori

179

4) perkembangan teori pembangunan ekonomi mazhab historismus atau aliran etis.pembangunan ekonomi klasik yang diindikasikan oleh ketidakmampuan pasar merespons gejolak di pasar saham. perkembangan teori pembangunan ekonomi diawali dengan apa yang disebut sebagai teori pembangunan ekonomi klasik yang dimotori oleh Adam Smith. 11) perdebatan dan perbandingan di seputar teori modernisasi dan teori dependensi. melalui kemampuan memahami. 179 . North serta berbagai pandangan dari teori pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. 3) perkembangan teori pembangunan ekonomi neo-klasik. kehadiran dan peran dari para tokoh pemikir ekonomi dalam serangkaian proses perbandingan dan perdebatan beberapa teori pembangunan ekonomi juga turut disajikan disini. munculnya teori pembangunan eknomi Keynes dan teori pembangunan ekonomi historimus. 7) teori pembangunan ekonomi Post Keynesian. menjelaskan dan menganalisis: 1) perkembangan teori pembangunan ekonomi mazhab klasik kapitalisme. di akhir bagian ini akan ditutup dengan rangkuman atau ikhtisar dari keseluruhan materi yang telah dibahas dan beberapa latihan mandiri sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut. Konsep invisble hand kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya. 5) teori pembangunan ekonomi Joseph Schumpeter. Selanjutnya. 2) perkembangan teori pembangunan ekonomi mazhab klasik sosialisme. khususnya para mahasiswa. 6) teori pembangunan ekonomi John Maynard Keynes. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI: mazhab klasik kapitalisme Secara garis besar. Setelah membaca dan mencermati seluruh materi yang disajikan pada bagian ini. 8) teori pembangunan ekonomi Rostow. diharapkan mampu memahami alur perkembangan teori pembangunan ekonomi secara lebih sistematis dan komprehensif. 9) teori pembangunan ekonomi Max Weber. C. dan 13) teori pembangunan ekonomi pengetahuan dan perkembangannya. 10) teori pembangunan ekonomi dari perspektif modernisasi dan dependensi. seperti teori pertentangan kelas dari Karl Heindrich Marx dan Friedrich Engels. para pembaca. 12) teori pembangunan ekonomi kelembagaan baru. Bahkan. teori pembangunan ekonomi kelembagaan yang dikembangkan oleh Thorstein Veblen dan Douglass C. serta berbagai varian yang muncul akibat dari pertentangan kedua teori tersebut. Teori pembangunan ekonomi klasik mempercayakan sepenuhnya kepada kekuatan invisible hand dalam mengatur alokasi dan distribusi sumberdaya sehingga peran pemerintah menjadi sangat terbatasi.

Kondisi ini kemudian berbalik arah. Teori Pembangunan Ekonomi Adam Smith 179 . Pada awalnya. Hal ini ditunjukkan oleh ketidakmampuan pasar dalam merespons gejolak di pasar saham. dimana kemajuan teknologi tidak mampu lagi mengimbangi percepatan pertambahan jumlah penduduk. yaitu di masa revolusi industri sedang berlangsung dan memperlihatkan kemajuannya. Berikut ini dijelaskan beberapa teori pembangunan ekonomi dari para ekonom klasik beraliran kapitalisme sebagai dasar untuk melihat perkembangan teori-teori pembangunan ekonomi. 1. Pertentangan kedua teori ini kemudian justeru memunculkan banyak variannya. teori pembangunan ekonomi kelembagaan yang dikembangkan oleh Thorstein Veblen dan oleh peraih Hadiah Nobel Douglass C. sehingga menyebabkan perekonomian mengalami kemacetan. Kemajuan teknologi tersebut pada mulanya disebabkan oleh akumulasi modal (fisik). teori ini berkembang ke arah yang lain seperti teori pertentangan kelas dari Karl Heindrich Marx dan Friedrich Engels. kemajuan teknologi bergerak lebih cepat dari gerakan pertambahan jumlah penduduk. Kecepatan pertumbuhan modal tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan. dimana sistem ekonomi liberal di saat itu sedang berkembang pesat. muncullah teori pembangunan eknomi Keynes. Akibat dari gejolak itu. Pembahasan mengenai teori pembangunan ekonomi Keynes ini akan disajikan tersendiri pada uraian selanjutnya. sedangkan tingkat keuntungan ini akan menurun setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (the law of diminishing returns) karena keterbatasan sumberdaya alam. serta teori pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan(knowledge based economy) yang dikembangkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). bahkan dalam perkembangan selanjutnya. Teori ini menyatakan pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan. Teori pembangunan ekonomi klasik beraliran kapitalisme muncul pada akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke-19. Suasana di waktu itu sering disebut-sebut sebagai awal dari adanya perkembangan ekonomi. North. Perkembangan ini menurut aliran teori pembangunan ekonomi klasik disebabkan oleh berpacunya kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. dan oleh karena itu intervensi pemerintah perlu dilakukan agar alokasi dan distribusi sumberdaya mencapai sasarannya. atau dengan kata lain kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan modal.Kehandalan teori pembangunan ekonomi klasik ternyata gagal dalam mengatasi depresi besar tahun 1930-an.

subyek ilmu ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. bisnis. Disebut aliran klasik karena konsepsi pemikiran yang ia tulis sebetulnya sudah banyak dibahas dan dibicarakan oleh pakar-pakar ekonomi jauh sebelumnya. mainstream vs heterodox. penelitian ilmiah. sosok yang selalu kontra dengan pemikiran Smith. subyek ilmu ekonomi dibagi dalam beberapa cara. teori lingkaran ekonomi. politik. Menurut Adam Smith. maka oleh Karl Marx. mengembangkan pemikirannya dan mengabdikan diri untuk kemajuan ilmu ekonomi. Selain itu. ditetapkanlah kebijakan proteksionisme (berupa penetapan tarif tinggi untuk barang impor) yang menyebabkan kompetisi menjadi sangat terbatas. 4 Pembagian kerja ini merupakan pemikiran awal dari teori pertumbuhan ekonomi Adam Smith. Karena kegigihannya. Akibat dari begitu besarnya peran perdagangan dalam perekomian. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter. Hal ini membuat harga barang produksi dalam negeri lebih murah. informatic economy. menjadikan kekuasaan terkonsentrasi pada sekelompok perusahaan dagang raksasa tertentu (misalnya The East India Company). Selama hidupnya (1729-1790). Secara umum. dan lainnya. merkantilisme. Logikanya sederhana bahwa setiap terjadi peningkatan produksi maka akan disertai dengan pembagian kerja (division of labor)4 dan munculnya spesialisasi yang selanjutnya terjadi Sebagai satu bidang ilmu pengetahuan. Beberapa pandangan Adam Smith hingga kini masih tetap mendapat perhatian dalam pemikiran ahli-ahli ekonomi. Begitu juga pendapatnya agar pemerintah melakukan campur tangan seminimal mungkin dalam perekonomian (laissez faire laissez passer). setelah Adam Smith menerbitkan buku yang berjudul: An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Smith selalu berusaha mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. ilmu ekonomi mulai berkembang sejak Tahun 1776. briton woods. tidak banyak berbeda dengan faham hedonisme yang dikembangkan oleh Epicurus pada masa Yunani Kuno. Oleh karena gagasan-gagasan Smith banyak yang sudah klasik. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas. Ia berpandangan bahwa dengan pembagian kerja yang lebih spesifik akan dapat meningkatkan ketrampilan pekerja dan penghematan waktu 3 179 . kesehatan. Sebagai seorang ekonom. sehingga oleh kalangan masyarakat ekonomi Adam Smith dinobatkan sebagai bapak ilmu ekonomi. kematian. Adam Smith tidak disangsikan lagi sebagai tokoh utama dari aliran ilmu ekonomi 3 yang kemudian dikenal sebagai aliran klasik. daya tahan ekonomi. aliran yang dikembangkan oleh Smith ini disebut sebagai Mazhab Klasik.Adam Smith adalah seorang pemikir dan ahli ekonomi berkebangsaan Inggris. pendidikan. Ilmu ekonomi juga dapat difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga. invisble hand. yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. dan sebagainya. Ia merespons kebijakan perdagangan di Eropa Barat yang saat itu peran sektor perdagangan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. dan pemerintah. keluarga dan lainnya. sudah dibicarakan oleh Francis Quesnay sebelumnya. Agar kepentingan mereka terjaga. mestinya perhatian ditujukan pada produksi. seperti misalnya penelitian perilaku kriminal. Faham individualisme misalnya.

dan mereka itulah yang selanjutnya disebut para pengusaha dan tuan tanah. 179 . karena melalui perdagangan internasional itulah akan terbuka lebar jejaring bisnis yang akan menambah luasnya pasar. dimulai dari: 1) tahap perburuan. maka pelaku ekonomi dapat menginvestasikannya ke sektorsektor produktif untuk meningkatkan penerimaannya. Smith percaya individu bertindak mengikuti kepentingan pribadi. bagi warga masyarakat yang mampu menabung pada dasarnya adalah kelompok masyarakat yang menguasai dan mengusahakan sumber-sumber ekonomi. tahapan perkembangan ekonomi dibagi menjadi lima tahap secara berurutan. sehingga produktivitas tenaga kerja dapat meningkat secara signifikan. menurut Adam Smith dapat terjadi karena adanya spesialisasi atau pembagian kerja secara lebih spesifik. Sistem ekonomi akan diatur oleh the invisible hand of market. Adanya akumulasi modal yang dihasilkan dari tabungan. Dalam pembangunan ekonomi. apabila suatu produk terlalu mahal harganya maka tidak ada yang membelinya dan penjual akan mengurangi harga atau menjual sesuatu yang lain. manakala gaji terlalu rendah. dan setiap ada perbaikan produktivitas maka ada perbaikan pertumbuhan ekonomi. menuntut masyarakat untuk melakukan semua aktivitas ekonominya secara kolektif dengan pembagian kerja sesuai spesialisasinya. Perlu dicatat bahwa akumulasi modal dan investasi di satu sisi sangat bergantung pada perilaku menabung masyarakat. modal memegang peranan penting. Modal tersebut diperoleh dari tabungan yang dilakukan masyarakat. Artinya. Dalam teori pembangunan ekonomi Adam Smith.perbaikan/peningkatan produktivitas. Untuk memperluas pasar. Aktivitas ekonomi yang terus meningkat seiring dengan kebutuhan hidup masyarakat yang makin beragam. Dengan demikian. Akumulasi modal akan menentukan cepat atau lambatnya pertumbuhan ekonomi suatu negara. sedangkan di sisi lain kemampuan menabung masyarakat ditentukan oleh kemampuan menguasai dan mengeksploitasi sumberdaya yang ada. pendekatan seperti ini disebut sebagai pendekatan pasar atau yang sering diistilahkan dengan laissez-faire economics. perdagangan internasional merupakan salah satu cara yang efektif. Pembagian kerja ini dimulai dari adanya akumulasi modal yang fokus untuk memperluas pasar sebagai penampung hasil produksi. Sedangkan kelompok masyarakat yang lainnya tergolong sebagai pekerja. pegawai akan mencari pekerjaan yang lain. Dengan ditemukan dan digunakannya mesin-mesin dalam proses produksi barang tersebut akan sangat menghemat tenaga dan pada gilirannya akan dapat meningkatkan daya produktivitas tenaga kerja. Dalam pembangunan ekonomi. 2) berternak. Demikian halnya pada gaji atau upah. perdagangan dapat mencakup pasar dalam negeri (pasar domestik) dan pasar luar negeri (pasar ekspor). 3) bercocok dalam memproduksi barang. Perkembangan ekonomi.

Menurut Adam Smith. masyarakat akan bergerak dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kapitalis. akumulasi modal. Sedangkan masyarakat pasar atau modern yaitu masyarakat yang lebih rasional ketimbang masyarakat bersahabat. yaitu masyarakat bersahabat dan masyarakat pasar (modern). Dalam konteks ini. Proses pertumbuhan ekonomi sebagai suatu fungsi tujuan pada akhirnya harus tunduk kepada (subject to) fungsi kendala yaitu keterbatasan sumberdaya ekonomi. Penurunan pertumbuhan ekonomi akan terus berlangsung manakala matarantai tabungan. Keterbatasan sumberdaya merupakan faktor penghambat pertumbuhan ekonomi. meningkatkan spesialisasi. Proses ini secara berantai akan mendorong pertumbuhan ekonomi semakin pesat. Dalam literatur ekonomi diketahui bahwa pasar dinyatakan dalam kondisi persaingan sempurna jika memenuhi beberapa asumsi:1) jumlah penjual dan pembeli di pasar sangat banyak. tetapi perasaan yang dimiliki oleh setiap individu untuk membagi perasaannya kepada orang lain. Masyarakat bersahabat terbentuk atas dasar simpati dimana setiap anggota masyarakat dapat saling berbagi perasaan (fellow sharing) satu sama lain. Dan akhirnya. dan 5) baik pembeli maupun penjual memiliki informasi sempurna mengenai kondisi pasar. pertumbuhan ekonomi sebagai sebuah proses akan terjadi secara simultan dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi yang lain. yaitu bahwa pasar yang dihadapi adalah pasar persaingan sempurna. Semua tahap pembangunan di atas tidak lepas dari kondisi pasar. mendorong kemajuan teknologi. bahkan dalam perkembangannya dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi akan mulai mengalami perlambatan jika daya dukung alam tidak mampu lagi mengimbangi aktivitas ekonomi . 2) produk yang diperjualbelikan bersifat homogen. Jika hal itu terjadi berarti laju investasi juga akan rendah dan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. dan memperluas pasar. 4) perdagangan. Fellow sharing ini bukan perasaan kolektif. maka kemampuan menabung akan turun. dan 5) tahap perindustrian. Meningkatnya kinerja pada suatu sektor ekonomi misalnya. 3) tidak ada kolusi antara penjual maupun pembeli. pertumbuhan ekonomi akan berada pada kondisi stasioner. Smith menggagas pentingnya masyarakat yang ideal. dan investasi tetap terjalin dan berkaitan erat satu sama lain. Jika investasi rendah. 4) semua sumberdaya memiliki mobilitas sempurna. 179 . sehingga akumulasi modal akan mengalami penurunan pula.tanam. masyarakat ini terbentuk karena kondisi pasar dan pembagian kerja yang mendasarkan pada spesialisasi atas dasar pengetahuan teknis dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam bekerja. Menurut teori ini. akan meningkatkan daya tarik bagi pemupukan modal.

Artinya. Adalah sangat tidak realistis jika para pekerja diasumsikan tidak memiliki kemampuan menabung. Berdasarkan fakta di lapangan dan kecenderungan umum yang terjadi. Letak ketidakadilan sistem tersebut adalah pada diskriminasi kesempatan untuk menabung. Adam Smith secara implisit menyatakan bahwa gaji pekerja demikian kecilnya. Adam Smith mengasumsikan hanya para tuan tanah dan para pengusaha yang mampu menabung. pasar persaingan sempurna itu tidak akan pernah ada di dunia ini. laju pertumbuhan akan terjadi sampai titik optimal tertentu dan akan menurun hingga mencapai titik nol. Asumsi ini menunjukkan kekejaman teori Adam Smith dengan sistem ekonomi kapitalisnya. untuk kemudian modal tersebut diinvestasikan ke sektor riil. Demikian halnya dengan tingkat pertumbuhan. Jika hal ini terjadi maka konsekuensinya adalah terjadi ekploitasi terhadap para pekerja oleh para pengusaha. maka selanjutnya pembagian kerja akan terjadi dan akan menaikkan tingkat produktivitas tenaga kerja. Kelemahan lain dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith adalah pembagian kelompok masyarakat yang secara eksplisit dapat menabung dan tidak dapat menabung hanya didasarkan pada jenis usaha yang digelutinya. Pada titik inilah selanjutnya dinyatakan sebagai batas akhir dari kapitalisme. artinya bila ada pasar dan ada akumulasi modal. dan juga mengabaikan adanya kecenderungan orang untuk menabung meski pendapatannya relatif sedikit. sekali pertumbuhan itu dapat dimulai maka ia akan bersifat kumulatif. dan suatu hal yang mustahil bagi perekonomian untuk berada pada kondisi di mana semua asumsi pasar persaingan sempurna berlaku. dimulai dari suatu titik tertentu hingga secara perlahan mulai meningkat. yang berkaitan erat dengan diskriminasi kemampuan penguasaan faktor produksi dan konsumsi sumberdaya. Karena dalam kenyataannya. dan kemungkinan terjadinya gelombang konjungtur dalam perekonomian sangat kecil.Penetapan asumsi-asumsi tersebut sangat tidak realistis. sementara di sisi lain laba pengusaha demikian besarnya sehingga mereka mampu mengakumulasikan modalnya. Teori pembangunan ekonomi Adam Smith tidak dapat dilepaskan dari evolusi pentahapan proses pembangunan yang terjadi secara berjenjang. Suatu hal yang menyakitkan bahwa dalam suatu sistem yang diciptakan manusia terjadi eksploitasi manusia atas manusia yang lain. Dalam hal ini. dan hal ini merupakan salah satu kelemahan dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith. 179 . Adam Smith sama sekali mengabaikan peran perbankan sebagai badan penghimpun dan penyalur dana masyarakat. Celakanya. dalam sistem ekonomi kapitalis posisi tawar pekerja terhadap pengusaha relatif kecil.

512. 5. Bagi Malthus. Menurut Malthus. dan paradigma baru pembangunan ekonomi harus dapat dirumuskan dan diimplementasikan.024. pendapatan per orang akan jatuh di bawah tingkat subsisten. ia berproses dalam poros kemajuan yang disangga kuat oleh kepemilikan pengetahuan dan etos kerja yang tinggi. 256. 8. 5 179 . 7. Dalam hal ini Malthus mempercayai bahwa output pertanian hanya dapat meningkat dalam arithmetic progression. 32. 64. sehingga pertumbuhan output total akan lambat. antara lain : Essay on The Principle of Population As It Affects The Future Improvement of Society (1818). 9. 4. Dalam formula Malthus. Bukan hanya tidak meningkat. Cepat atau lambat. ketika upah meningkat di atas tingkat subsisten merupakan faktor utama untuk memahami mengapa kelas yang lebih miskin tetap miskin. 128. 1. 4. pertumbuhan penduduk terjadi manakala pendapatan melebihi tingkat subsisten. Jika pendapatan dan pasokan pangan melebihi apa yang disyaratkan untuk kegiatan subsisten maka tambahan anak akan tetap ada. 3. Titik keseimbangan (equilibrium) akan Thomas Robert Malthus selama hidupnya (1766-1834) banyak menghabiskan waktu untuk mengembangkan pemikiran-pemikirannya mengenai ekonomi. buku-buku lain yang ditulis Malthus cukup banyak. Selain itu. bahkan lebih dari itu. dan An Inquiry Into The Nature and Progress of Rent (1815). populasi yang kian meningkat akan diperhadapkan dengan lebih lambatnya pertumbuhan produksi pangan. 16. Teori Pembangunan Ekonomi Thomas Robert Malthus Thomas Robert Malthus5 adalah salah seorang pengikut utama mazhab pembangunan ekonomi klasik. Keterkaitan antara pendapatan dan pertumbuhan penduduk dijelaskan dengan logika: jika rata-rata pendapatan per orang naik maka kebutuhan akan pangan dan kebutuhan lainnya harus tersedia dalam jumlah yang lebih banyak. agaknya buku Principles of Population yang dikenal paling luas. Keterkaitan antara pertumbuhan penduduk dengan kemiskinan dijelaskan dengan logika: batas tertinggi ekspansi penduduk adalah ketika lahan sudah tidak mampu lagi untuk menghasilkan pangan dalam jumlah yang cukup. Manakala hal ini terjadi maka akan menyebabkan kelaparan. bahkan penurunan populasi. dan tentunya produksi pangan tidak dapat dijaga sesuai dengan ledakan penduduk. 8.Namun perlu dipahami bahwa kecenderungan perkembangan ekonomi itu tidak bersifat otomatis. 6. dan seterusnya. pertambahan penduduk mengikuti geometric progression. yakni jumlah penduduk tumbuh menurut angka 2. Pemikiran-pemikirannya tentang ekonomi politik dapat diikuti dari buku: Principles of Political Economy (1820) dan Definitions of Political Economy (1827). Diantara buku-buku yang disebutkan di atas. yakni menurut angka 1. 2. 2. 10 dan seterusnya. Pada poros kemajuan itulah kehadiran dan peran modal nir fisik akan sangat dibutuhkan. Ketika lahan semakin sering ditanam maka produktivitas lahan akan menurun. prinsip ini terjadi pada setiap generasi.

terjaga manakala pertumbuhan populasi berjalan konsisten dengan peningkatan produksi pangan. Perkembangan ekonomi itu akan sangat ditentukan oleh adanya kenaikan jumlah modal untuk investasi secara terus menerus. Karena. mengembangkan kreativitas dan mendorong inovasi) menjadi sangat diperlukan. Teori Pembangunan Ekonomi David Ricardo 179 . 3. kenaikan jumlah penduduk yang terus menerus merupakan unsur penting yang diperlukan untuk meningkatkan tambahan permintaan. akan tetapi kenaikan jumlah penduduk saja tanpa dibarengi dengan peningkatan mutunya dan kemajuan faktor-faktor atau unsur-unsur perkembangan yang lain sudah barang tentu tidak akan menaikan pendapatan dan tidak akan menaikkan permintaan. manakala jumlah penduduk bertambah tanpa kendali maka akan menciptakan bencana kelaparan dan kematian. Penanganan masalah rendahnya mutu modal manusia dalam konteks upaya mempertahankan dan meningkatkan kinerja pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Menurut Malthus. Selain pengendalian jumlah penduduk yang semakin mendesak untuk diprioritaskan. maka upaya memperkuat kepemilikan modal nir-fisik (seperti menguasai pengetahuan. kepemilikan modal nir-fisik itu akan mampu mensubtitusi modal fisik yang makin terbatas adanya. Setiap faktor yang mengurangi angka kelahiran dan/atau meningkatkan angka kematian akan cenderung memperlambat angka pertumbuhan penduduk. maka persoalan rendahnya mutu modal manusia juga harus disegerakan upaya penangannya. Malthus tidak menyadari kalau angka pertumbuhan populasi tergantung pada perbedaan antara angka kelahiran dan kematian. Kondisi dan perkembangan demografi yang terus meningkat secara kuantitatif itulah yang dikhawatirkan oleh para pemikir ekonomi akan menjadi kendala utama dalam menciptakan dan mempertahankan keberlanjutan pembangunan ekonomi. Sebaliknya.

Aktivitas ini pada Dalam riwayat hidupnya (1772-1823). setelah pensiun kemudian ia memulai karirnya sebagai ekonom. Menurut teori ini. tidak heran jika buku-bukunya banyak membahas tentang keuangan dan perbankan. terdiri dari mereka yang memimpin produksi dan memegang peranan penting dalam perekonomian. teori upah alami. Mereka yang percaya bahwa perdagangan itu harus dibebaskan tanpa campur tangan dari pihak manapun. kemampuan memproduksi meningkat dan alokasi summberdaya dapat dilakukan secara lebih efektif. Ia sepaham dengan pandangan Smith bahwa tenaga kerja memegang peranan penting dalam perekonomian. Smith lebih menekankan masalah kemakmuran bangsa dan pertumbuhan. Dalam masyarakat ekonomi terdapat tiga golongan masyarakat. Tahun 1815. Buku ini pada Tahun 1817 diubah judulnya menjadi The Principles of Political Economy and Taxation. sedangkan Ricardo lebih memperhatikan masalah pemerataan pendapatan di antara berbagai golongan dalam masyarakat. namun pertumbuhan ekonomi tetap terbatasi oleh kelangkaan lahan. David Ricardo tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang memadai. modal mendapat perhatian yang cukup besar sebab modal tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja. ayah dari John Stuat Mill. Ricardo menerbitkan Essay On the Influence of The Low Price of Corn on The Profit of Stock. Dalam buku The Principles of Political Economy and Taxation (1817) Ricardo mengemukakan beberapa teori. membuatnya paham tentang dunia ekonomi. Pengaruh ajaran Ricardo sampai ke Jerman. Dorongan Mill tersebut diwujudkan Ricardo setelah ia memutuskan pensiun dini dari bisnis di pasar modal. 2) masyarakat tuan tanah. yaitu 1) masyarakat pemilik modal. Melalui Principles of Political Economy and Taxation (1817) keraguan terhadap kemungkinan terjaganya pertumbuhan ekonomi dapat direduksi. Pada golongan masyarakat pemilik modal. teori nilai kerja. antara lain teori sewa tanah. James Mill. setiap negara fokus pada persoalan produksi sehingga spesialisasi sangat diperlukan agar produksi menjadi lebih efisien. Kalaupun ada perbedaan antara Smith dan Ricardo. Ketika itu Ricardo baru berusia 42 tahun. Pandangan dari Smith ini kemudian oleh Ricardo dikembangkan menjadi teori harga-harga relatif berdasarkan biaya produksi. Namun. adalah sosok yang paling berjasa mendorong Ricardo untuk menulis tentang masalah-masalah ekonomi. baik dari pemerintah maupun swasta. 6 179 . disamping biaya modal. dan 3) masyarakat buruh. teori uang dan satu lagi yang paling terkenal adalah teori keuntungan komparatif dari perdagangan internasionalBuku ini ternyata hampir setengah abad lamanya mendominasi teori-teori ekonomi klasik. Dengan bermodalkan pengalaman bekerja di pasar modal. David Ricardo juga termasuk pendukung perdagangan bebas dan pengembang teori keunggulan komparatif . Dalam analisis Ricardo. karena pada golongan masyarakat inilah yang selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi modal. karena pengalaman menekuni profesi di pasar modal yang digelutinya sejak berusia 14 tahun.David Ricardo6 adalah salah seorang pendukung utama mazhab ekonomi klasik. hanya dalam hal fokus dan penekanan. akan tetapi juga berperan penting dalam mempercepat proses produksi sehingga hasil produksi dapat dengan cepat dinikmati atau dikonsumsi. Selanjutnya. seperti The High Price of Billion (1810) dan A Proof of the Deppreciation of the Bank Notes (1811). dimana biaya tenaga kerja menjadi unsur utama.

Dan disanalah seninya mengelola keterbatasan itu dan disana pulalah peran modal nir fisik menjadi sangat penting dan dibutuhkan kehadirannya. Peningkatan Jean Baptiste Say adalah sosok pemikir ekonomi yang termasuk dalam aliran klasik. yang selanjutnya disebut sebagai Hukum Say (Say’s Law). sebagai pendukung yang loyal Jean Baptiste Say sangat berjasa dalam menyusun dan melakukan kodifikasi terhadap pemikiran-pemikiran Smith secara sistematis. mengembangkan kreativitas dan mendorong inovasi agar masalah keterbatasan tadi dapat dikelola dengan baik. Kontribusi pemikiran ekonomi yang paling besar diberikan oleh Say dalam perkembangan teori pembangunan ekonomi klasik adalah pandangannya bahwa setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri (Supply Creates Its Own Demand). 4. Pandangan-pandangan yang dikemukakan oleh Say sangat membantu dalam memahami pemikiran-pemikiran Smith sebagaimana tertuang dalam buku The Wealth Of Nations. Selain itu. Teori Pembangunan Ekonomi Jean Baptiste Say Jean Baptiste Say7 adalah seorang tokoh pemikir ekonomi aliran klasik yang pertama kali berbicara tentang pentingnya entrepreneur dalam sebuah perekonomian. yang besarnya persis sama dengan nilai produksi tadi. Tiap produksi akan menciptakan pendapatan. bukan dari kalangan akademis. Sedangkan pada golongan masyarakat buruh. Beragam karya-karyanya terangkum secara runut dalam bukunya yang berjudul Trade D’economie Politique (terbit 1903). yaitu tanah. Kondisi inilah yang sedang terjadi di Indonesia. yang bahasanya relatif sulit dicerna oleh orang kebanyakan. Dalam kondisi keseimbangan produksi cenderung menciptakan permintaannya sendiri. Sementara. maka untuk menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi perlu memperkuat kepemilikan pengetahuan. Hukum ini mengasumsikan bahwa nilai produksi selalu sama dengan pendapatan. Sosok yang satu ini berkebangsaan Perancis dan berasal dari kalangan pengusaha. kapasitas memproduksi hasil-hasil pertanian sebagai pendukung utama kegiatan produksi manufaktur merosot tajam. dan keberlanjutan industri manufaktur yang berbasis hasil-hasil pertanian menjadi semakin rentan. Ia juga orang pertama yang berjasa mengklasifikasikan faktor-faktor produksi menjadi tiga bagian. Selama hidupnya (1767-1832). Manakala kondisi tersebut berlangsung dalam kurun waktu yang lama pada perekonomian maka kinerja dan keberlanjutan pembangunan ekonomi menjadi sangat rentan. pada golongan masyarakat tuan tanah adalah mereka yang hanya memikirkan sewa atas areal tanahnya yang disewakan kepada kelompok pemilik modal. Dalam situasi demikian. maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin terbatas. Kelompok masyarakat ini merupakan yang terbesar dalam struktur masyarakat. Ia sangat mengagumi pemikiran-pemikiran Smith. 7 179 . dimana keterbatasan faktor produksi tanah semakin tak terhindarkan. terdiri dari mereka yang hidupnya selalu bergantung pada golongan masyarakat pemilik modal. tenaga kerja.gilirannya akan dapat mendorong naiknya kapasitas produksi dan pendapatan nasional. dan modal. Selanjutnya. manakala jumlah penduduk terus bertambah dan akumulasi modal terus menerus terjadi.

pandangan J. bahkan diharuskan. Hal ini cukup beralasan karena faktor permintaan dan variasinya seperti meningkatnya interaksi. Dalam kondisi yang demikian itu. 5. dan meningkatnya kesadaran masyarakat (internasional) terhadap masalah-masalah di luar aspek perdagangan yang dikaitkan dengan perdagangan internsional suatu negara seperti HAM. Begitulah bekerjanya Hukum Say dalam perekonomian. Keberlakuan hukum ini kemudian dikritik habis-habisan oleh kelompok penentangnya yang dianggap sebagai biang keladi terjadinya depresi besar pada tahun 1930-an. telah menjadikan tantangan dan hambatan yang dihadapi dunia ekonomi semakin berat dan kompleks. dan kelestarian lingkungan (sanitary dan phytosanitary). karena pada hakekatnya kebutuhan manusia tidak terbatas. Dalam pasar persaingan sempurna.produksi akan selalu diiringi oleh peningkatan pendapatan. yang berarti setiap terjadi kenaikan jumlah produksi maka secara otomatis akan diikuti oleh kenaikan permintaannya. sebuah perekonomian tidak akan pernah terjadi kelebihan penawaran. Disanalah peran modal nir fisik menjadi sangat penting dan menentukan serta dibutuhkan kehadirannya untuk merangsang munculnya ide-ide cerdas yang inovatif. kalaupun terjadi sifatnya hanya sementara. ketika penawaran terlalu besar dibanding permintaan. maka stock barang akan naik. perkembangan ekonomi itu akan terjadi sesuai dengan keberlakuan hukum pasar. kinerja pembangunan ekonomi dan keberlanjutannya menjadi sangat rentan. meningkatnya aspirasi dan meluasnya pilihan-pilihan akan produk barang dan jasa yang makin beragam dan kompleks di sisi yang lain. Supply Creates Its Own Demand. dan regionalisasi ekonomi di satu sisi. dan pada gilirannya akan disertai oleh peningkatan permintaan. Turunnya harga ini mendorong produsen untuk mengurangi produksi. integrasi. Say. Kolaborasi antar pelaku ekonomi untuk memperkuat kepemilikan pengetahuan dalam rangka mendorong proses inovasi sangat dianjurkan. Dalam dunia ekonomi yang makin maju dan modern. kesehatan. B. Menurut J. Say tersebut semakin diragukan. dan harga-harga di pasar pun akan turun. termasuk keamanan. tuntutan akan mutu barang dan jasa berstandar internasional. B. Misalnya. Teori Pembangunan Ekonomi John Stuart Mill 179 . Melalui mekanisme pasar yang dikendalikan oleh tangan-tangan tak kentara (invisible hand) akan mengatur dirinya kembali pada keseimbangan. sehingga pada gilirannya jumlah barang yang ditawarkan kembali sama dengan jumlah barang yang diminta. Implementasi dari Hukum Say sebagai pedoman dasar dalam kebijakan-kebijakan ekonomi berlangsung hampir seratus tahun lamanya.

pajak. Pada usia 12 tahun ia sudah mahir menulis tentang sejarah. terbit Tahun 1859. Mill Jr. meski di akhir hayatnya Mill Jr menyebut dirinya sebagai sosialis. pendekatan ekonomi politik ini semakin jarang dipergunakan dan digantikan dengan pendekatan ilmu ekonomi murni sebagai alat analisis untuk mengenali gejala dan persoalan-persoalan kemasyarakatan. karena dalam pendekatan ini berusaha mengintegrasikan seluruh penyelenggaraan politik. sebab buku Mill inilah yang kemudian menjadi pegangan utama mahasiswa yang ingin belajar ilmu ekonomi hingga abad ke–19. ajaran klasik mencapai puncak ketenarannya. Ia mulai belajar bahasa latin pada saat berusia tiga tahun. Pada usia 13 tahun ia sudah bisa mengoreksi buku Elements of Political Economy yang ditulis oleh ayahnya sendiri. Bukunya yang terakhir berjudul Principles of Political Economy. Pada usia 16 tahun ia telah mengorganisir sebuah perkumpulan yang disebut Utilitarian Society. Ia tak pernah berhenti berkarya. Mill Jr mengangkat berbagai isu yang menjadi pijakan penting bagi perkembangan teori pembangunan ekonomi. instrumen-instrumen ekonomi seperti mekanisme pasar. Dua bukunya yang lain. Tidak berlebihan jika di tangan Mill Jr. Dalam bukunya yang berjudul Principles of Political Economy. Sebelum ilmu ekonomi berkembang seperti saat ini. ia dididik dengan disiplin tinggi. Ia memiliki talenta menulis yang sangat luar biasa. Mill Jr. utang negara. buku itu populer sebagai versi modern dari The Wealth of Nations dari Adam Smith. dan sosialisme. yang dikenal lebih luas adalah: 1) Essay on Some Unsettled Questions of Political Economy. sewaktu ia berusia 23 tahun. Thomas Robert Malthus. Padahal. baik yang menyangkut aspek dan proses maupun kelembagaan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat atau yang diintroduksi oleh pemerintah. Buku keduanya berjudul On the Liberty. Dalam berbagai pernyataannya. Pada pendekatan ilmu ekonomi politik meyakini bahwa struktur kekuasaan akan mempengaruhi pencapaian ekonomi. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati. David Ricardo dan Jean Baptiste Say. Buku ini dianggap sebagai apogee dari mazhab klasik. harga. Reputasinya diakui ketika ia menerbitkan buku pertamanya: A System of Logic Tahun 1843. sebuah pengakuan tulus dari hati nurani tetapi berbeda dengan pengakuan banyak orang yang mengaguminya. sementara ilmu ekonomi politik itu sendiri merupakan bagian dari ilmu filsafat. seperti teori nilai dan distribusi. Buku ini terbit pada Tahun 1844. Tokoh yang satu ini sering disebut sebagai pengembang ilmu ekonomi politik. bahwa Mill Jr. Namun sayangnya. belajar ilmu ekonomi dari ayahnya sendiri. pertukaran. produksi. selalu dikelompokkan ke dalam aliran klasik. Karya-karya orisinilnya dinyatakan bukan dari pemikirannya sendiri. peran negara. sesungguhnya ilmu ekonomi berinduk pada ilmu ekonomi politik (political economy). mengkonstruksikan berbagai ide dan hasil petualangan intelektualnya ke dalam banyak buku.Pendukung ajaran klasik lainnya adalah John Stuart Mill (atau Mill Junior/Jr) 8. Oleh ayahnya. Dengan demikian. Jadi. James MilL. meski sebetulnya sudah siap terbit pada Tahun 1829. juga yang pertama kali mengemukakan ide tentang konsep elastisitas permintaan yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Marshall. 8 179 . Pembeda dari kedua pendekatan tersebut terletak pada perspektifnya terhadap struktur kekuasaan yang ada dalam masyarakat. pendekatan ini melihat ekonomi sebagai cara untuk Selama hidupnya (1806-1873). Kehadiran buku ini dimaksudkan untuk menyarikan teori-teori ekonomi pada masanya. dan 2) Principles of Political Economy With Some of Their Applications to Social Philosophy (1848). konsep return to scale adalah orisinil dari pemikirannya. John Stuart Mill (atau Mill Junior/Jr) menghabiskan waktunya melakukan petualangan intelektual. dan investasi dianalisis dengan mempergunakan setting sistem politik ketika kebijakan atau peristiwa ekonomi itu terjadi. mulai dari pandangan Adam Smith. Namun dalam kenyataannya. Terakhir. Perlu juga dipahami bahwa pendekatan ini menempatkan bidang politik sebagai subordinat terhadap bidang ekonomi. laizzes faire. tenaga kerja.

kekuatan produksi material pabrik dan perlengkapannya (modal). Pemahaman seperti ini penting untuk mengakhiri kesalahan dalam menafsir makna pendekatan tersebut bahwa pendekatan ekonomi politik berupaya mencampur aduk analisis ekonomi dan politik untuk mengkaji suatu persoalan.melakukan tindakan. dan pemenuhan kebutuhan manusia (Clark. Pendekatan ini berasumsi bahwa pemerintah/negara bersifat otonom dan eksogen terhadap sistem ekonomi sehingga setiap kebijakan yang diciptakan selalu berorientasi kepada kepentingan publik. antara ekonomi dan politik dapat disandingkan dengan pertimbangan keduanya memiliki proses yang sama. pendekatan yang berbasis pada maksimalisasi kesejahteraan konvensional. kedua. 1998). 179 . dan teknologi. sedangkan politik menyediakan ruang bagi tindakan tersebut. setidaknya dikenal dua perspektif yang digunakan untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan: pertama. setiap implementasi kebijakan ekonomi politik selalu mempertimbangkan struktur kekuasaan dan sosial yang hidup dalam masyarakat. Pendekatan ini menolak ide pendekatan pertama yang menempatkan pemerintah/negara sebagai aktor yang paling tahu sehingga dapat mengatasi kegagalan pasar. Kedua pendekatan ini memiliki perhatian yang sama terhadap isu-isu seperti alokasi sumberdaya. sesungguhnya pendekatan ekonomi politik semakin relevan untuk dipakai karena struktur ekonomi tidak semata-mata ditentukan secara teknis. seperti hubungan antara para pekerja dan pemilik modal atau antara para pekerja dan manajer. Sungguhpun demikian. relasi produksi –manusia. Teknologi menentukan hubungan produksi yang sifatnya teknis sehingga pemaanfaatan bahan mentah. Sebaliknya. Sedangkan pada pendekatan ekonomi murni menganggap struktur kekuasaan itu dalam masyarakat bersifat given. pendekatan ekonomi politik mempertemukan bidang ekonomi dan bidang politik dalam hal alokasi sumberdaya ekonomi dan politik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. pendekatan ini justeru berargumentasi bahwa negara sendiri sangat berpotensi untuk mengalami kegagalan. sumberdaya alam. Pendeknya. organisasi dan koordinasi kegiatan manusia. pengelolaan konflik. khususnya terhadap masyarakat yang menjadi sasaran kebijakan. sumberdaya manusia. Dalam model kebijakan ekonomi. mesin. Padahal. Begitulah struktur ekonomi tersusun dari elemen material-teknis dan hubungan manusia. pendekatan yang didasarkan pada asumsi ekonomi politik atau yang sering disebut dengan ekonomi politik baru. Berdasarkan pemahaman ini. Struktur ekonomi terdiri atas dua bagian yang saling terkait: pertama. dan tenaga kerja dapat dialokasikan secara proporsional dengan biaya yang minimum. pendekatan ini menganggap pemerintah/negara sebagai aktor yang memiliki nilai-nilai kebijakan untuk memakmurkan masyarakat. Dari uraian di atas. Maka dari itu. antara analisis ekonomi dan politik tidak dapat dicampur karena keduanya memiliki landasan dan logika yang berbeda. kedua.

ketiga. Dalam pendekatan ekonomi politik. peningkatan efisiensi dan penciptaan iklim yang lebih baik sehingga setiap aktivitas ekonomi menjadi lebih produktif dan bernilai tambah lebih besar. dan birokrat. Perilaku dari agen-agen tersebut diasumsikan rasional dan berusaha untuk memaksimalkan keuntungan pribadi melalui lobi. kedua. pemilih. sementara kelompok masyarakat yang lain justeru mendukungnya. pendekatan ekonomi politik dipandang lebih mampu menangkap kondisi riil yang hidup di masyarakat. kesejahteraan pemilih. dan kelima. Jika pakar-pakar sebelumnya menganggap tabu campur tangan pemerintah. analisis kebijakan yang berfokus ke negara-negara berkembang tidak dapat mengadopsi secara penuh orientasi teoritis statis. penggunaan kerangka kerja ekonomi politik berupaya untuk menerima eksistensi dan validitas dari perbedaan budaya politik. Khususnya di Eropa. dan dukungan politik. analisis kebijakan akan memperkuat efektivitas sebuah rekomendasi karena mencegah pemikiran yang deterministik. memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi dan sosial 179 . Dalam posisi itu. khususnya dinamika sosial politik antarkelompok masyarakat. sedikit diperlonggar. kemunculan kelompok masyarakat baru dan kaum borjuis dengan semangat kapitalismenya. analisis kebijakan mencegah pengambilan kesimpulan terhadap beberapa alternatif tidakan berdasarkan kepada perspektif waktu yang sempit. oleh Mill Jr. keempat. kelompok penekan. Mill Jr memberikan fokus pada kekayaan (wealth) yang didefinisikan sebagai nilai tukar obyek atau yang sekarang disebut dengan harga. Bahkan dengan pendekatan ini pula dapat dimengerti mengapa satu kelompok masyarakat menolak suatu kebijakan. Selanjutnya. Ringkasnya. Bahkan ia memperbolehkan campur tangan pemerintah berupa regulasi yang mampu mendorong produktivitas. setidaknya terdapat lima hal yang memperkuat dalam aplikasinya: pertama. Reaksi itu tidak hanya dalam bentuk perdebatan akademik. analisis kebijakan lebih mampu menjelaskan interakasi manusia. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI: mazhab klasik sosialisme Sejak awal kemunculannya. melainkan juga dalam bentuk gerakan politik yang mengarah ke tindakan anarkis. Ia pun tidak terlalu kaku mengenai intervensi pemerintah. tidak dibenarkan membiarkan pemerintah/negara menguasai seluruh perangkat kebijakan karena hal itu berpotensi menimbulkan misalokasi sumberdaya ekonomi dan politik.Pendekatan ekonomi politik baru memfokuskan kepada alokasi sumberdaya publik dalam pasar politik dan menekankan kepada perilaku mementingkan diri sendiri dari politisi. baik formal maupun informal. D. mazhab klasik kapitalisme telah mengundang berbagai reaksi.

Mengapa dia menyebut dirinya sebagai sosialis? Ternyata yang dimaksudkan sebagai sosialisme oleh Mill Jr. William Blake memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat setelah diimplementasikannya ajaran klasik kapitalisme dalam perekonomian di Inggris. Dalam bukunya yang berjudul England Green and Pleasant Land. kemudian melakukan aksi balas dendam dengan tindakan anarkis. Mereka yang menolak tindakan kaum borjuis. dirasakan dan diharapkan oleh masyarakat kebanyakan dalam bukunya yang berjudul England Green and Pleasant Land . dan menghilangkan milik swasta (Brinton. Mereka melampiaskan amarahnya karena ditindas kaum borjuis yang hanya mementingkan diri mereka. Kaum borjuis ini kemudian mulai menguasai dan menjadikan negara sebagai kekuatan dan alat pemaksa untuk mengatur organisasi ekonomi-politik dan kemasyarakatan guna memenuhi berbagai kepentingan mereka. memuat kecaman yang sangat pedas tentang akibat-akibat yang ditimbulkan oleh penerapan ajaran klasik kapitalisme bagi masyarakat Inggris. serta cabang-cabang produksi lain yang menyangkut hajad hidup orang banyak.masyarakat. Di banyak pabrik para pekerja mengamuk dan melakukan pengrusakan terhadap pabrik dan kelengkapannya. Dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme melibatkan pemilikan semua alat-alat produksi. bahkan saling mematikan. 9 179 . 1981). dimana setiap warga negara bisa hidup harmonis di daerah-daerah pertanian yang hijau dan subur. Teori Pembangunan Ekonomi Karl Heindrich Marx Pada uraian sebelumnya telah disinggung bahwa Mill Jr. jalan-jalan dan jembatan. kereta api. Semasa hidupnya (1775-1827). dimana ajaran kapitalisme itu telah membawa masyarakat pada kondisi kehidupan yang sarat dengan persaingan tidak sehat. sungguhpun dalam berbagai bukunya mengenai perkembangan pemikiran ekonomi selalu dimasukkan ke dalam mazhab klasik kapitalisme. tetapi pada akhir hayatnya ia menyebut dirinya sendiri sebagai seorang sosialis. ialah kegiatan menolong orang-orang yang tak beruntung dan tertindas. Sosialisme merupakan bentuk perekonomian dimana pemerintah sebagai pihak yang dipercayai oleh seluruh warga masyarakat dalam menguasai (menasionalisasi) industri-industri besar seperti pertambangan. termasuk didalamnya tanah-tanah pertanian oleh negara. Ia mengkonstruksikan apa yang dilihat. Blake juga mengisahkan kondisi masa lalu Inggris yang indah dan damai. Tindakan yang dilakukan oleh kaum borjuis itu tentu tidak semua orang bisa menerimanya. William Blake9 adalah salah seorang pendukung mazhab klasik sosialisme. dengan sesedikit mungkin bergantung dari bantuan pemerintah. Kemudian kondisi berubah seratus delapan puluh derajad setelah diterapkannya ajaran kapitalisme oleh pemikir-pemikir klasik. dan tidak peduli dengan nasib kaum proletar. 1.

Ajaran Karl Marx yang penuh dengan konflik ini boleh jadi sangat dipengaruhi oleh kehidupan pribadinya yang penuh dengan pertentangan. Karl Marx menganjurkan kepada kaum komunis untuk mendukung setiap gerakan melawan tatanan sosial politik sistem kapitalis. Marx bergaul dan bersahabat dengan banyak kalangan. Salah seorang diantaranya adalah Joseph Proudhon (1808-1865). yang kemudian ternyata banyak mempengaruhi pikiran-pikiran Marx. kekayaan yang dimiliki kaum kapitalis pada hakekatnya merupakan hasil rampokan dari kaum buruh. yaitu dengan menggaji mereka dengan tingkat upah yang sangat rendah. 10 179 . Proudhon sangat membenci kaum kapitalis. ia mengalihkan studinya ke bidang filsafat. 1960). Karl Marx di usia mudanya sangat tertarik untuk mempelajari bidang hukum karena ingin meniti karir di pemerintahan.Dari uraian di atas. Dengan definisi ini. Eksploitasi terhadap buruh tersebut telah memungkinkan terjadinya akumulasi kapital di pihak pemilik modal. Agar revolusi berjalan sukses. falsafah dan sebagainya. Argumentasi teoritis yang dikemukakan Karl Marx dalam berbagai tulisannya memang sangat dalam dan luas. Dengan definisi ini maka sosialisme bisa mencakup asosiasi-asosiasi kooperatif maupun pemilikan dan pengoperasian oleh pemerintah. Teori-teorinya tidak hanya didasarkan atas pandangan ekonomi semata. negara-negara seperti Uni Soviet (sekarang sudah menjadi kenangan sejarah) dan juga Inggris yang dikuasai oleh partai buruh dapat dimasukkan ke dalam sistem sosialis. jelas bahwa pada awalnya sosialisme dimaksudkan untuk menunjukkan sistem-sistem pemilikan dan pemanfaatan faktor-faktor produksi (selain tenaga kerja) secara kolektif (Whittaker. pangkal dari smua perubahan adalah karena eksploitasi dari para kapitalis terhadap kaum buruh. Maksudnya. manakala kaum proletar sudah tidak tahan lagi. Menurutnya. dengan harapan memperoleh karir di dunia kampus. membuatnya mustahil untuk memperoleh kedudukan di pemerintahan. Ia mempertanyakan: apakah yang dimaksud dengan kekayaan? Pertanyaan itu dijawabnya sendiri bahwa kekayaan itu adalah hasil curian. Hal ini dapat dilihat dari tulisan-tulisannya. Karl Heindrich Marx atau yang populer dengan panggilan Karl Marx10. Yang jelas. sejarah. Akan tetapi sikap oposisinya terhadap pemerintah Jerman. dialektika sejarah merupakan keniscayaan. melainkan juga melibatkan moral. Pandangan Proudhon inilah yang sesungguhnya merupakan dasar pemikiran Marx tentang kapitalis. Bagi Karl Marx. akan tetapi menyebabkan pemiskinan di kalangan buruh. Karena alasan itu. terutama para penganut sosialis. Yang menonjol dari teori Karl Marx adalah hampir seluruh pandangannya dikemas dalam nuansa konflik. sosial. Karl Heindrich Marx mengawini anak seorang baron (gelar kaum bangsawan Jerman) yang memungkinkan ia bisa bergaul dengan banyak kalangan. Dalam riwayat hidupnya (1818-1883). adalah salah seorang pakar sosialis yang dianggap paling berpengaruh. Proses ini berbasis pada pengelompokan masyarakat atas kaum pekerja dan kapitalis. proses pembangunan ekonomi melalui konflik merupakan proses dialektika. mereka akan melancarkan revolusi. Bagi Karl Marx. politik. etika. sesuatu yang pasti akan terjadi.

pembangunan sebaiknya didekati dengan pendekatan dialektikal. Dalam bukunya Das Kapital. ia memutuskan menekuni profesi wartawan. sedangkan volume kedua tidak berhasil diselesaikan oleh Marx karena ia meninggal dunia Tahun 1883. dan gagasan-gagasan. Pertemuannya dengan Engels menjadikan mereka sangat akrab. budaya. Konflik antara kekuatan produksi dan relasi produksi yang ada memberikan pergerakan yang dinamis dalam interpretasi materialis. menyebabkan ia tersingkir dari dunia kampus. Menurut Karl Marx. Marx mengkritik pendekatan pembangunan yang bersifat ahistoris. Dua diantara buku yang ditulis oleh Marx dan Engels yang sangat berpengaruh adalah Manifesto Komunis (The Communist Manifesto) yang terbit pada Tahun 1848. Interaksi antara kekuatan dan relasi produksi membentuk politik. Volume pertama dari Das Kapital terbit Tahun 1867. Sebab topik yang sama sering muncul dalam tulisan-tulisan mereka. Karena itu. politik maupun ekonomi. karena ternyata mereka sehaluan dalam berbagai pandangan. Hampir sebagian besar karya-karya Karl Marx merupakan hasil kerja sama dengan Engels. sejarah. 179 . moralitas. Sahabat karib yang sangat dekat dengan Karl Marx adalah Friedrich Engels. Demikian akrabnya persahabatan mereka sehingga sulit untuk menelusuri mana yang merupakan karya Marx yang asli dan mana yang sebenarnya ditulis atau diedit oleh Engels. agama. di saat Karl Marx dalam pembuangan karena banyak mengkritik pemerintahan Jerman. Pendekatan ini memandang proses pembangunan sebagai suatu gambar bergerak: mengamati fenomena sosial dengan cara mengkaji tempat dan proses perubahannya. dua tahun setelah kematian Marx. oleh Engels naskah tulisan-tulisan Marx yang berserakan diedit kembali sehingga akhirnya volume kedua dari Das Kapital bisa diterbitkan Tahun 1885. baik dalam bidang filsafat. Namun. Karl Marx menulis disertasi doktoralnya tentang akar doktrin Stoic dan Epicurus sehingga membentuknya pada paham atheis. yang tulisan-tulisannya lebih banyak mengkritik pemerintah ketimbang memberikan saran-saran perbaikan. Sebagaimana diketahui. Mereka bertemu untuk pertama kalinya pada Tahun 1840 di Paris. kapitalisme tidak selamanya ada dalam sebuah masyarakat. hukum. sejarah bergerak dari satu tahap ke tahap yang lain berdasarkan perubahan cara mengatur kelas-kelas sosial dan relasi antar kelas tersebut. Kapitalisme hanya merupakan satu tahap perkembangan historis masyarakat. Sebagai pelarian.Dalam perjalanan studinya. Para analis ekonomi klasik memandang proses pembangunan diibaratkan sebagai fotografi: hanya menggambar realitas pada waktu tertentu. dan Das Kapital.

meskipun hal ini tidak dialami oleh semua negara pada saat yang sama. Marx percaya kapitalisme pada akhirnya akan menciptakan suatu sistem ekonomi sosialis, atau identik dengan komunis. Karl Marx mengagumi kekuatan kapitalisme sebagai suatu sistem yang telah berhasil menciptakan kesejahteraan dalam ratusan tahun. Namun yang mengganjal pemikiran Marx adalah faktor human cost dalam menghasilkan kesejahteraan dan distribusi. Marx percaya bahwa sebenarnya hanya kelas pekerja – proletariat – yang menghasilkan kesejahteraan melalui kekuatan buruhnya. Sedangkan kaum kapitalis memberikan kontribusinya semata-mata dari posisi sebagai pemilik sarana produksi. Atas pemikiran itu, Marx berkesimpulan bahwa ketidakmerataan distribusi kepemilikan faktor produksi adalah hasil dari suatu proses historis dimana petani kehilangan akses lahan dan dipaksa untuk masuk ke kota dan menjadi pekerja. Karenanya ia berkesimpulan bahwa distribusi pendapatan dalam masyarakat kapitalis tidak adil. Menurut Karl Marx, transisi menuju sosialisme dapat dicapai bila kapitalisme telah mencapai tahap perkembangan yang cukup tinggi. Tingkat pendapatan per kapita yang tinggi dalam ekonomi kapitalis merupakan prakondisi bagi masa depan ekonomi sosialis, dan sistem ekonomi komunis akan mengikutinya.
1) Sejarah Perkembangan Masyarakat

Perkembangan teori Karl Marx dapat dilihat dari pentingnya perubahan teknologi dan hubungan produksi dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat, bukan kesadaran manusia yang menentukan keadaan tetapi sebaliknya justru keadaanlah yang menentukan kesadaran manusia. Untuk memahami dan mendalami teori Karl marx lebih lanjut, perlu terlebih dahulu mempelajari sejarah peradaban masyarakat, baik dari aspek perkembangan dan kemajuannya maupun dari aspek kemunduran dan kehancurannya. Dalam bukunya berjudul Das Kapital, Karl Marx menyatakan bahwa berdasarkan sejarah perkembangan suatu masyarakat, dikenal adanya kelompok-kelompok dalam masyarakat, yang sekaligus mencirikan tingkat peradabannya, yaitu 1) masyarakat primitif; 2) masyarakat perbudakan; 3) masyarakat feodal; 4) masyarakat kapitalis; dan 5) masyarakat sosial. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat tentang bagaimana proses perkembangan itu terjadi:
(1)

Pada masyarakat primitif, kehidupan masyarakat di era itu menggunakan alat-alat untuk bekerja yang masih sangat sederhana. Alat-alat ini bukan milik perseorangan tetapi milik komunal. Dalam masyarakat ini tidak ada surplus produksi, karena orang melakukan aktivitas

179

produktifnya hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, akan tetapi secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama, masyarakat semakin mengetahui alat-alat produksi yang lebih baik. Perbaikan dalam alat-alat produksi menyebabkan adanya perubahan-perubahan sosial dan kemudian terjadi pembagian kerja dalam produksi; (2) Pada masyarakat perbudakan, hubungan produksi antara orang-orang yang memiliki alat-alat produksi dengan orang-orang yang hanya bekerja untuk mereka merupakan dasar terbentuknya masyarakat perbudakan. Bentuk hubungan kerja seperti ini cenderung eksploitatif dan menyebabkan keuntungan para pemilik alat produksi semakin besar karena budak-budak hanya diberi nafkah sekedar cukup untuk dapat bekerja;
(3)

Pada masyarakat feodal, kepemilikan alat-alat produksi yang paling utama adalah tanah, dan pada umumnya tanah-tanah itu dikuasai oleh para kaum bangsawan, sedangkan para petani pada umumnya terdiri dari bekas budak yang dibebaskan. Para petani mengerjakan tanah itu untuk kaum feodal dan setelah itu baru tanah miliknya sendiri dapat dikerjakan. Perbaikan-perbaikan alat dan cara produksi banyak terjadi dalam sistem ini, dengan demikian ada dua golongan kelas: pertama, kelas feodal yang terdiri dari tuan-tuan tanah yang lebih berkuasa dalam hubungan sosial; dan kedua, kelas buruh yang bertugas melayani mereka. Kepentingan kedua kelas ini berbeda-beda. Kelas feodal lebih memikirkan keuntungan untuk mendirikan pabrik-pabrik, sedangkan kelas buruh yang memiliki alat-alat produksi menghendaki pasar yang lebih bebas serta hapusnya tarif dan rintangan lainnya dalam perdagangan yang diciptakan kaum feodal;

(4) Pada masyarakat kapitalis, kelompok masyarakat ini mempekerjakan kelas buruh yang tidak

memiliki alat produksi. Dalam proses ini, seringkali terjadi pertentangan karena perbedaan kepentingan antara kelompok masyarakat kapitalis dengan kepentingan kelompok masyarakat buruh, sehingga menyebabkan inferioritas di pihak buruh;
(5) Pada masyarakat sosial, pemilikan alat-alat produksi didasarkan atas hak milik sosial (social

ownership). Hubungan produksi merupakan hubungan kerjasama dan saling membantu di antara buruh yang bebas dari unsur eksploitasi. Sistem ini memberi kesempatan kepada manusia untuk maju, baik di lapangan produksi maupun di dalam kehidupan masyrakat. Evolusi perkembangan kehidupan masyarakat tersebut sejalan dengan proses pembangunan yang sedang berlangsung. Pada kehidupan masyarakat feodalisme, mencerminkan kondisi perekonomian yang ada masih bersifat tradisional. Para tuan tanah dan pemilik modal merupakan

179

kelompok pelaku ekonomi yang memiliki posisi tawar relatif tinggi terhadap pelaku ekonomi lain. Perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya pergeseran di sektor ekonomi, masyarakat yang semula agraris-feodal kemudian mulai beralih menjadi masyarakat industri yang kapitalis. Seperti halnya dalam kehidupan masyarakat feodalisme, pada masyarakat kapitalisme para pengusaha merupakan pihak yang memiliki tingkat posisi tawar menawar yang relatif tinggi terhadap pihak lain khususnya kaum buruh. Marx menyesuaikan asumsinya terhadap cara pandang ekonomi klasik bahwa buruh merupakan salah satu input dalam proses produksi. Artinya buruh tidak memiliki posisi tawar menawar sama sekali terhadap para majikannya yang merupakan kaum kapitalis itu. Konsekuensi logis dari penggunaan asumsi tersebut adalah kemungkinan terjadinya eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh para pengusaha terhadap buruh. Bersamaan dengan itu, pemupukan modal oleh para pemilik modal berlangsung secara cepat karena diyakini akumulasi modal menjadi kata kunci bagi upaya peningkatan pendapatan (nilai tambah) yang lebih besar di masa mendatang. Sejalan dengan perkembangan teknologi, para pengusaha yang menguasai faktor produksi berusaha memaksimalkan keuntungannya dengan menginvestasikan akumulasi modal yang diperolehnya pada input produksi yang bersifat padat modal. Secara sederhana dapat dipahami bahwa faktor kunci yang memegang peranan penting dalam mendorong perkembangan ekonomi ialah adanya nilai lebih (surplus value). Atau dengan kata lain, perkembangan ekonomi dapat terjadi manakala ada aktivitas ekonomi produktif yang memberikan nilai lebih. Dalam hal ini, nilai lebih selain merupakan ekspektasi juga sekaligus merupakan insentif bagi semua pelaku ekonomi yang mendorong mereka mau melakukan aktivitas ekonomi produktif atau melakukan aktivitas penanaman modal. Dan insentif inilah yang pada gilirannya akan mendorong mereka untuk secara optimal memanfaatkan potensi dan kapasitas yang mereka miliki, termasuk tenaga kerja yang sudah mampu bekerja tetapi belum memdapatkan pekerjaan. 2) Runtuhnya Sistem Kapitalis Sepanjang teori pembangunan yang dikemukakannya, Marx selalu mendasarkan argumennya pada asumsi bahwa masyarakat pada dasarnya terbagi menjadi dua golongan, yaitu masyarakat pemilik tanah dan masyarakat bukan pemilik tanah, masyarakat pemilik modal dan masyarakat bukan pemilik modal. Asumsi lain yang mendukung adalah bahwa diantara kedua kelompok masyarakat tersebut sebenarnya menghadapi atau terjadi konflik kepentingan. Oleh karena itu, Karl Marx selalu mendasarkan teorinya pada kondisi pertentangan antar kelas dalam masyarakat. Menurut Karl Marx,

179

179 . Artinya upah akan sama dengan nilai sarana kehidupan yang diperlukan seorang buruh untuk mempertahankan kehidupannya. semakin sengitnya persaingan antar para pemilik modal akan menjurus pada upaya merebut pangsa pasar sebesar-besarnya. Jika diasumsikan bahwa kualitas barang yang diperdagangkan adalah homogen. Pada kenyataannya nilai upah yang diberikan jauh lebih kecil dibandingkan dengan produktivitas buruh tersebut dalam suatu proses produksi. Karena tingkat keuntungan yang diperoleh para pengusaha adalah fungsi dari nilai lebih. Hal ini dapat diwujudkan melalui investasi pada peralatan-peralatan yang padat teknologi untuk meningkatkan produktivitas kerja. Untuk itu. Nilai buruh yang dinyatakan dalam bentuk upah merupakan jumlah tenaga yang diperlukan untuk menghasilkan tenaga buruh tersebut. pengusaha akan menurunkan penggunaan tenaga buruh dan diganti dengan penggunaan mesin-mesin yang lebih produktif dan efisien. Akibat dari penggunaan mesin-mesin tersebut tingkat pengangguran akan semakin meningkat. Dengan kata lain. Upaya untuk memaksimalkan keuntungan yang nantinya akan diakumulasikan dalam bentuk modal melalui aktivitas investasi. peningkatan produktivitas kerja dan efisiensi produksi menjadi keharusan. Selisih antara nilai produktivitas buruh dan nilai tenaga buruh yang dinyatakan dalam bentuk upah inilah yang kemudian disebut dengan nilai lebih. maka untuk memaksimalkannya para pengusaha tidak akan segan-segan mengeksploitasi pekerja. Nilai lebih akan meningkat jika upah diturunkan atau produktivitas dinaikkan dengan asumsi semua faktor lain tidak berubah. Nilai lebih merupakan keuntungan yang diperoleh para pengusaha. hanya dapat dilakukan dengan cara meningkatkan produktivitas kerja. dan daya beli masyarakat akan semakin menurun akibat semakin banyaknya tingkat pengangguran yang terjadi. Artinya penetapan upah tidak lebih besar dari pada kebutuhan hidup pada tingkat subsisten. Upaya ini tidak terlepas dari kondisi pasar yang kian kompetitif.kemampuan para pengusaha untuk melakukan akumulasi modal terletak pada kemampuan mereka dalam memanfaatkan nilai lebih dari produktivitas buruh yang dipekerjakan. Penurunan upah buruh nampaknya sulit untuk dilakukan mengingat tingkat upah yang terjadi pada masa kapitalisme semata-mata diberikan agar buruh tetap hidup dan dapat bekerja. menuntut sistem produksi yang efisien dan produktif. Konsekuensinya. Hal ini merupakan dampak dari asumsi bahwa buruh dipandang seperti input yang lain. maka produsen hanya dapat melaksanakan strategi penurunan harga output sebagai upaya menguasai pasar.

Itulah sebabnya mengapa Karl Marx mendeskripsikan kehancuran kapitalis yang akan digantikan oleh sosialis harus melalui suatu revolusi. Karl Marx menawarkan suatu sistem baru yaitu sistem perekonomian sosialis. maka Karl Marx kemudian menyimpulkan bahwa kapitalisme akan berakhir dengan timbulnya revolusi sosial yang dilakukan oleh kaum buruh. yaitu tata masyarakat sosialis. Akumulasi ketertindasan kaum buruh dalam perekonomian kapitalis yang terus dieksploitasi. meningkatnya pengangguran. Haruskah suatu upaya untuk menuju kepada suatu kondisi yang dianggap baik harus dilakukan dengan revolusi yang tentunya akan membawa korban yang besar? Apakah sudah tidak ada lagi kejernihan berpikir dari kedua belah pihak untuk berdialog satu dengan yang lain? Kekakuan Karl Marx dalam mendeskripsikan proses perubahan dari masyarakat agraris-feodal menuju masyarakat kapitalis dan terakhir adalah masyarakat sosialis. Jadi Karl Marx dalam hal ini telah menciptakan dunia nilai yang abstrak yang membuat teorinya agak sukar dan kaku untuk memahami bekerjanya kapitalisme (Jhingan. Dalam dunia nyata tidak dikenal adanya istilah nilai lebih ini.Menurut Karl Marx . pada akhirnya akan menyebabkan revolusi sosial yang dilakukan oleh kaum buruh. karena memang di dunia nyata kita berkutat dengan harga yang terwujud dan nyata. individualis dalam masyarakat kapitalis akan berubah menjadi sistem kemasyarakatan yang sosialis. Artinya Karl Marx tidak menginginkan 179 . Kritik terhadap teori Karl Marx terutama tertuju pada asumsi adanya nilai lebih dalam suatu perekonomian. Fase ini merupakan tonggak baru bagi munculnya suatu tatanan sosial alternatif di samping tata masyarakat kapitalis. terutama pada sistem produksi dan pemilikan sumberdaya. 1988). Kritik lain adalah adanya keharusan perubahan dari masyarakat kapitalis menuju sosialis hanya dapat dilakukan dengan jalan revolusi. eksploitasi terhadap kaum buruh dan peningkatan pengangguran yang terjadi akibat subtitusi tenaga manusia dengan input modal yang padat modal. sebagai alternatif dari sistem kapitalis yang saat itu merupakan satu-satunya sistem perekonomian yang dikenal. dan ditambah konflik antar kelas masyarakat yang terus terjadi. nampaknya sangat diwarnai subyektivitas dan kebencian Karl Marx terhadap sistem kapitalis. Pada tahap ini. Revolusi ini akan membawa perubahan mendasar pada segala bidang. Akumulasi modal dalam sistem kapitalis akan diganti dengan pemerataan kesempatan pemilikan sumberdaya.

begitu juga dengan ramalannya tentang negara sosialis pertama akan muncul di negara kapitalis paling maju. Ini berarti menuntut perlunya revisi substansial terhadap teori-teori Karl Marx. Akhirnya. Ramalannya tentang tidak terelakkannya kejatuhan kapitalisme tidak pernah jadi kenyataan. E. Dari berbagai aliran soialisme. Teori Karl Marx tentang depresi ekonomi inilah yang pada akhirnya justru memperkuat argumentasi Keynes yang merekomendasikan peningkatan peran pemerintah bagi upaya mengatasi depresi ekonomi yang ada. Amerika dan Jerman tidak terbukti. Termasuk juga teori perjuangan kelas Karl Marx. maka hal tersebut justru menjadi masukan bagi ekonom kapitalis untuk menyempurnakan sistem yang ada hingga dampak negatif yang digambarkan Karl Marx dapat dihindari. Kualitas kehidupan kaum buruh di negara kapitalis jauh lebih baik ketimbang pendapatan rata-rata masyarakat manapun. Dengan adanya kritik dan sinyalemen terhadap perkiraan dampak negatif sistem kapitalis. ternyata Karl Marx justru banyak menyumbang terhadap kelanggengan kehidupan ekonomi kapitalis. Ramalan dan pemikiran-pemikiran dari aliran-aliran lain banyak yang tidak terbukti dalam kenyataan. Di negara-negara kapitalis. Karl Marx merupakan orang pertama yang memberikan gambaran sisi negatif dari sistem kapitalisme jika sistem tersebut diterapkan berdasarkan perhitungan ekonomi semata tanpa mempertimbangkan unsur kemanusiaan dan nilai sosial kemasyarakatan. seperti di Inggris. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI NEO-KLASIK 179 . terutama terhadap buruh. Untuk mencapai perekonomian sosialis. hanya pemikiran-pemikiran kaum reformis yang mendekati kenyataan. akan tetapi dalam aplikasinya banyak mengalami perubahan dan modifikasi. Kendati demikian. tidak ada perlakuan pengusaha yang berlebihan mengeksploitir kaum buruh sebagaimana dikhawatirkan Karl Marx.keberadaan para pengusaha yang berjaya di masa kapitalis untuk menghirup udara sosialisme. dinilai kurang solid. mengingat revolusi kaum buruh jelas-jelas melawan kaum pengusaha tersebut. Karl Marx menunjukkan kepada dunia bahwa tahap pembangunan ekonomi tidaklah semulus yang diperkirakan sebelumnya. dapat diringkaskan bahwa secara teoritis pemikiran-pemikiran Karl Marx memang sangat menarik. terlebih dahulu harus melewati tahap depresi ekonomi akibat kapitalisme yang merajalela tanpa kendali.

teori-teori yang dikembangkan oleh kelompok ini analisisnya lebih komprehensif. Dengan pencirinya itu. serta kemampuannya dalam mengembangkan lebih lanjut sumber-sumber produksi baru itu. Pertama. mereka yang tergabung dalam mazhab ini adalah tokoh-tokoh pemikir ekonomi handal seperti Carl Menger (1840-1921). Bersama dengan Jevon dan Menger. Tokoh pemikir ekonomi yang dianggap menonjol dan sekaligus sebagai pendiri dari mazhab ini adalah Leon Walras11. Kelompok penerus dari mazhab ini adalah Knut Wicksell (1851-1926). Mazhab Austria. Leon Walras yang lahir pada Tahun 1834 di Eveux. selalu berusaha memberikan sumbangan penting bagi perkembangan ilmu ekonomi. Teori-teori yang dikembangkan oleh ketiga tokoh utama mazhab ini memiliki pencirinya sendiri dengan menerapkan kalkulus sebagai peralatan utamanya. Akan tetapi Warlas lebih terkenal karena membangun sebuah model keseimbangan ekonomi yang memandang sistem ekonomi sebagai rangkaian persamaan matematika yang saling berhubungan. Dari sekian banyak pakar ekonomi Neo-Klasik. Pergeseran ini disebabkan oleh kemajuan teknologi yang peranannya begitu dominan dalam pencarian dan penemuan sumber-sumber produksi baru. utamanya tentang teori keseimbangan umum yang dijelaskan dengan pendekatan matematis. kemudian oleh banyak kalangan dikelompokkan kedalam beberapa aliran atau mazhab.Pada tahun 1870-an telah terjadi pengeseran dalam teori pembangunan ekonomi. Karya monumentalnya berjudul Elements of Pure Economics yang Dalam riwayat hidupnya (1834-1910). Warlas kemudian menjelaskan bagaimana memecahkan rangkaian persamaan ini untuk semua harga dan kuantitas. Ludwig Edler von Mises (1881-1973). masing-masing memiliki pencirinya sendirisendiri. Friedrich von Weiser (1851-1920). maka oleh para pakar ekonomi Neo-Klasik teori-teori tersebut dipelajari kembali secara mendalam. Perancis. khususnya dalam hal cara pandang. dan Friedrich August von Hayek (1899-1978). baik dari kaum sosialis sendiri maupun dari pendukung mazhab kapitalisme. Kedua. Ia adalah salah seorang yang pertama dan terkuat dalam mendukung individualisme metodologis. Aliran teori pembangunan ekonomi baru ini kemudian dikenal sebagai mazhab teori pembangunan ekonomi Neo-Klasik. Ia juga yang selalu mendorong para ahli ekonomi untuk memfokuskan diri pada 11 179 . dan Eugen von Bohm Bawerk (1851-1914). Kemunculan mazhab teori pembangunan ekonomi Neo-Klasik tidak terlepas dari banyaknya kritik dari para pakar ekonomi terhadap teori-teori yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Engels. Mazhab Lausanne. Hal ini terjadi karena analisis yang dipergunakan oleh Karl Marx untuk meramal kejatuhan sistem kapitalis bertitik tolak dari teori nilai kerja dan tingkat upah. Ia adalah salah seorang dari beberapa penemu independen mengenai gagasan kepuasan marjinal. yakni keyakinan bahwa semua penjelasan fenomena ekonomi seharusnya berdasarkan tindakan individu dalam memilih. dan kerangka analisisnya. Semua itu terlihat jelas dan tertuang dalam karya-karyanya. fokus kajian.

kemudian memformalkan gagasan keseimbangan umum dan menunjukkan kepada para ahli ekonomi bahwa adalah mungkin untuk mempelajari ekonomi yang saling berhubungan sebagai suatu rangkaian persamaan matematika. Ia mengangkat isu-isu tentang konvergensi penting ke arah keseimbangan dan stabilitas keseimbangan ekonomi. 12 Semasa hidupnya (1842-1924). Sebaliknya intan yang kurang berfaedah bagi manusia nilainya sangat tinggi karena untuk memperolehnya dibutuhkan biaya yang besar. harga barang menurut kaum klasik ditentukan oleh besarnya pengorbanan untuk menghasilkan barang tersebut. dan Walras. Karena itu orang mau menghargai intan lebih tinggi daripada air. Menurut kaum neo-klasik. Sebagaimana diuraikan oleh Marshall dalam bukunya.terbit pada Tahun 1878. terutama dalam menjelaskan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi agar sumberdaya-sumberdaya dapat dialokasikan dan memberikan hasil yang optimum dalam suatu model keseimbangan umum. melainkan karena utilitas marjinal yang besar. 179 . sehingga buku tersebut baru diterbitkan dua puluh tahun kemudian. dan utilitas rata-rata. tokoh pemikir ekonomi yang menonjol karya-karyanya dalam kelompok mazhab ini adalah Alfred Marshall12. Buku ini sebetulnya sudah ditulis pada awal tahun 1870-an. tingginya harga intan ketimbang harga air bukan karena biaya untuk mendapatkan intan lebih besar dibanding biaya untuk mendapatkan air. Pendapat ini dengan tegas ditentang oleh kelompok neo-klasik lain seperti Jevons. Smith menjelaskan bahwa air sangat berfaedah tetapi mempunyai harga yang murah karena biaya yang diperlukan untuk memperoleh air kecil atau rendah sekali. hubungan timbal balik antara pasar-pasar yang berbeda. Misalnya. dan oleh Wassily Leontief kemudian dikembangkan konsep analisis input-output atas dasar matematika yang dikembangkan Walras. Mereka juga mengkritik para pakar ekonomi klasik yang gagal membedakan antara utilitas total. Pemikiran-pemikiran Walras ini kemudian diteruskan dan dikembangkan oleh Vilfredo Pareto. yaitu pada Tahun 1891. Mereka sepakat bahwa yang menentukan harga adalah kondisi permintaan. Ia dianggap sangat berjasa dalam memperbaharui azas dan postulat pandangan-pandangan ekonomi yang dikemukakan pakar klasik dan pakar neoklasik sebelumnya. utilitas marjinal. Ketiga. Ia dianggap sebagai pendiri dan pengembang ilmu ekonomi matematika. Alfred Marshall adalah sosok ilmuwan dari Cambridge University yang sangat menghargai model matematika yang menjadikan pemikiran-pemikiran Walras kemudian dihargai. termasuk bukunya yang berjudul Principles of Economics. Alfred Marshall aktif menulis. Dengan demikian. tetapi ia termasuk orang yang sangat hat-hati dalam memberikan pendapat barunya. Menger. Model keseimbangan umum Walras ini ternyata tidak dikembangkan oleh para pakar ekonomi pada zamannya. Mazhab Cambridge. dan berusaha menjelaskan bagaimana ekonomi dapat mencapai keseimbangan umum. dan kira-kira 60 tahun kemudian dikembangkan oleh Frisch dan Tinbergen menjadi ilmu ekonometrika. yang menentukan harga adalah sisi penawaran. dalam menjelaskan paradoks antara intan dan air.

karena telah ditemukan suatau analisis baru yaitu pendekatan marjinal. yaitu kepuasan marjinal dari mengkonsumsi satu unit barang terakhir. yaitu oleh Heindrich Gossen (1810-1858). Ini berarti. dengan syarat semua sumberdaya dan sumber dana terpakai habis seluruhnya. teori tentang harga yang dikembangkan oleh kaum marjinalis sangat berbeda dengan teori yang dikembangkan oleh kaum klasik. Yang paling menentukan harga. Tetapi jika ditelusuri ke belakang ternyata teori ini telah cukup lama dikembangkan oleh penulis terdahulu. oleh Jevons Stanley Jevons dari University of Manchester (Inggris) menulis Theory of Political Economy Tahun 1871. Pernyataannya ini kemudian dijadikan semacam dalil yang lebih dikenal sebagai Hukum Gossen I.Bagi Jevons. dalam Hukum Gossen II Ia menjelaskan bahwa sumberdaya dan dana yang tersedia selalu terbatas secara relatif untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang relatif tak terbatas. Dengan keterbatasan ini maka kepuasan maksimum yang bisa diperoleh terjadi pada saat faedah marjinal sama untuk setiap barang yang dikonsumsi. Karl Menger dari Austria menulis Principles of Economics in Germany pada Tahun yang sama. Analisis dengan konsep ini memiliki makna khusus bagi pengembangan ilmu ekonomi. Leon Walras dari sekolah Lausanne (Swiss) menulis Elements of Pure Economics pada Tahun 1874. Ia telah lama menggunakan konsep marjinal dalam menjelaskan kepuasan atau faedah (utility) dari mengkonsumsi suatu barang. sebab hasil penelitian mereka telah menciptakan aura baru bagi pengembangan teori ekonomi modern. Menger dan Walras13. Konsep marjinal ini diakui sebagai kontribusi utama dari mazhab Austria. Kaum klasik melihat harga hanya dari sisi produsen (jumlah pengorbanan yang dikeluarkan). Para pakar ekonomi neo-klasik sebagaimana disebutkan di atas dalam menganalisis ramalan Karl Marx mempergunakan konsep analisis marjinal. 13 179 . sesuai dengan teori utilitas marjinal adalah utilitas yang diterima dari mengkonsumsi satu unit terakhir dari barang tersebut. Baru sekitar empat puluh tahun kemudian. Sejak terjadinya marjinal revolution analisis ekonomi makin bersifat makro. Sayang pada masanya teori Gossen di atas tidak mendapat perhatian dari pakar ekonomi. Menurut Gossen. Beberapa penulis ekonomi menyebut apa yang sudah dilakukan oleh para pakar ekonomi neoklasik tersebut sebagai marginal revolution. sedangkan kaum marjinalis melihatnya dari sisi konsumen. faedah tambahan (marginal utility) dari mengkonsumsi suatu macam barang akan semakin berkurang jika barang yang sama dikonsumsi semakin banyak. Analisis ini pada intinya merupakan aplikasi dari kalkulus differensial terhadap tingkah laku konsumen dan produsen serta penentuan harga-harga di pasar. Selanjutnya. biaya bukan satu-satunya faktor yang menentukan harga.

dalam teori ekonomi Neo-Klasik dipelajari tingkat bunga. Bahkan perkembangan itu sering disebut sebagai proses yang harmonis dan kumulatif. sekaligus menyelamatkan sistem kapitalis dari kemungkinan tekanan depresi berat sebagaimana diramalkan Karl Marx. Dengan demikian. kesimpulan ini telah meruntuhkan seluruh bangunan teori sosialis yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Engels. Marshall menggambarkan bahwa harmonisnya perkembangan itu karena adanya internal economies dan external economies. perkembangan itu berproses meliputi berbagai faktor yang tumbuh secara bersama-sama. Dengan tingkat bunga yang rendah. dan begitu juga sebaliknya. yaitu harga modal yang menghubungkan nilai pada saat ini dan saat yang akan datang. Bohm Bawerk dan Von Weiser memberi pengakuan dan penghargaan atas karya Gossen tersebut. Teori ekonomi Neo-Klasik mengenai perkembangan ekonomi menganggap: 1) akumulasi modal merupakan faktor penting dalam perkembangan ekonomi. 2) perkembangan itu merupakan proses yang gradual. 3) perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif. yang pada gilitannya akan mampu meningkatkan pendapatan. dan oleh karena itu dapat diabaikan. akumulasi modal berkaitan dengan tingkat bunga dan tingkat pendapatan. internal economies timbul karena adanya kenaikan skala produksi yang tergantung pada sumber-sumber dan efisiensi dari para pelaku ekonomi itu sendiri. maka akan menentukan tingginya tingkat investasi dan mendorong aktivitas ekonomi produktif meningkat. 4) aliran teori ekonomi Neo-Klasik optimis terhadap perkembangan.bwesama dengan Menger. Sementara 179 . Dalam perspektif teori ekonomi Neo-Klasik. dan 5) adanya aspek internasional dalam perkembangan tersebut. Dengan sendirinya. Hal ini sejalan dengan pandangan Alfred Marshall. Dalam hal ini. Sedangkan external economies timbul karena kenaikan produksi pada umumnya dan kenaikan ini berhubungan dengan tingkat perkembangan pengetahuan dan kebudayaan. Kemudian. bahwa perekonomian itu merupakan sebuah kehidupan organik yang tumbuh dan berkembang perlahan-lahan sebagai proses yang gradual. jika tingkat bunga rendah maka investasi akan tinggi dan pendapatan meningkat. Mengapa? Karena. Perkembangan ekonomi yang demikian itu berproses secara gradual dan berkelanjutan. Hasil penelitian dan pemikiran-pemikiran mereka menyimpulkan bahwa teori nilai lebih (surplus value) dari Karl Marx tidak mampu menjelaskan secara tepat tentang nilai komoditas sehingga teori tersebut dianggap tidak berkontribusi apa-apa dalam perkembangan teori ekonomi.

menjadikan sistem kapitalis kembali berkibar. 179 . dan Werner Sombart. Karl Bucher. teori ekonomi Neo-Klasik optimis bahwa pertumbuhan ekonomi tidak akan berhenti karena terbatasnya sumberdaya alam. Wilhelm Roscher. Sedangkan tokoh pemikir ekonomi aliran ini yang berasal dari Inggris adalah William Cunningham dan J. dan Daniel Reymond. yang selanjutnya disebut sebagai debitur belum mapan. Namun keberhasilan ini tidak secara otomatis menjadikan sistem kapitalis dianut oleh semua negara di Eropa. dan 5) akhirnya negara itu menjadi kreditur mapan karena telah menerima dividend dan bunga dari negara lain.itu. sebuah penamaan yang mengindikasikan ketidaksenangan kelompok pendukung mazhab ini terhadap hedonisme klasik. Teori ini meyakini ada kemampuan manusia untuk mengatasi terbatasnya pertumbuhan itu. Simon Nelson Patten. Negara ini berada dalam tingkat debitur yang sudah mapan. Dari Amerika serikat pendukung aliran ini juga ada.W. F. diantaranya: Friedrich List. negara itu dapat meningkatkan pendapatan nasionalnya dan dapat membayar dividend dan bunga atas pinjaman tersebut. mereka berasal dari beragam latar belakang disiplin. sebagaimana dinyatakan oleh Allen Young bahwa perkembangan industri itu tergantung pada baiknya pembagian kerja di antara para buruh. 2) kemudian. Dari perspektif yang lain. Kelompok pendukung mazhab historismus ini cukup banyak. 4) kemudian negara itu mengalami surplus karena telah dapat menerima dividend dan bunga yang lebih besar dari pada beban bunga yang harus ditanggung atau dibayarkan. sehingga berbeda dengan pandangan teori ekonomi klasik bahwa pertumbuhan ekonomi akan terhenti karena terbatasnya sumber daya alam. Bruno Hildebrand. Sebagian besar dari mereka berasal dari Jerman. negara dan bangsa. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI MAZHAB HISTORISMUS Keberhasilan pemikir-pemikir ekonomi neo-klasik dalam memberikan argumentasi terhadap kritik pedas dari para pemikir sosialis/marxis. Hal ini dapat dijelaskan melalui lima aspek yang mempengaruhi tingkat perkembangan ekonomi suatu negara: 1) mula-mula negara itu meminjam modal. karena bersamaan dengan itu berkembang suatu aliran ilmu ekonomi yang disebut mazhab historismus atau sering juga disebut sebagai aliran etis. 3) setelah pendapatan nasional negara itu meningkat maka sebagian dari pendapatannya digunakan untuk melunasi utang dan sebagian lagi dipinjamkan ke negara lain yang membutuhkan. perkembangan ekonomi suatu negara tidak terlepas dari pengaruh dunia internasional. diantaranya Henry Carey. Max Weber. Ashley. Bagaimanapun. pada proses kumulatif.

2) perekonomian kota ditandai oleh tingkat pertukaran yang sudah meluas. List (1840) menyatakan bahwa tahap perkembangan ekonomi dapat dilihat dari tingkat perkembangan dan kemajuan dalam cara berproduksi. Friedrich List (1840) adalah salah seorang pelopor Historismus.Dalam sejarah perkembangan pembangunan ekonomi diketahui bahwa mazhab historismus ini dimulai di Jerman pada abad ke-19 hingga abad ke-20. dan 5) penggabungan dari tahap pertanian. 2) perekonomian uang. yaitu hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. akan tetapi merupakan cara mendistribusikan. ia adalah salah satu dari sekian banyak eksponen nasionalisme ekonomi. bahwa sejarah perkembangan pembangunan ekonomi telah terjadi evolusi dalam masyarakat. dan tidak memberi sumbangan yang berarti terhadap peralatan analitis di bidang ilmu ekonomi. 4) tahap industri pengolahan (manufacturing). dan 3) perekonomian nasional. yaitu 1) perekonomian barter. Karl Bucher (1952) mencoba mensintesakan pendapat List dan Bruno ke dalam pentahapan perkembangan ekonomi sebagai berikut: 1) produksi bersifat subsistence. 2) tahap beternak. dan 3) perekonomian kredit. dan pola pendekatan pembangunan ekonomi yang dipergunakan dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi berpangkal pada perspektif historis-induktif empirisdengan mendasarkan pada fenomena ekonomi menyeluruh dan tahapan perkembangannya. Berdasarkan kelemahan-kelemahan dari teori Bruno tersebut. ia mempelajari dokumen-dokumen negara untuk mendemontrasikan kemurahan hati birokrasi yang mampu membimbing dan menyatukan kekuatan-kekuatan masyarakat dan menjamin diberlakukannya keadilan yang diyakininya tidak akan pernah terwujud dalam sistem perekonomian yang mengandalkan mekanisme pasar. Ia menjadi terkenal karena keterlibatannya dalam perdebatan sengit dengan para pakar klasik tentang metodologi dalam pengembangan ilmu ekonomi. Schmoler juga menekankan perlunya fleksibilitas dalam perekonomian dan memberi ruang yang lebih leluasa kepada pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi. Sama halnya dengan tokoh mazhab historimus lainnya. Dalam hal ini. 179 . Ia dianggap sebagai pendukung mazhab historimus yang paling gigih menyarankan agar metode deduktif klasik digantikan dengan metode induktif empirik. meliputi: 1) tahap primitif. Mazhab ini kerangka teoritisnya dibangun berdasarkan pada perspektif historis. Pandangan List tersebut kemudian dikritisi oleh Bruno Hildebrand (1848). dimana peran pedagang menjadi semakin penting. Kelemahan yang menonjol dari pandangan Bruno adalah tidak jelas bagaimana proses perkembangan dari tahap tertentu ke tahap berikutnya. industri pengolahan dan perdagangan. 3) tahap pertanian. Tokoh pemikir lain yang mendukung mazhab historismus adalah Gustav Von Schmoler. Bruno (1848) mengkritik pandangan List (1840) bahwa pembangunan ekonomi bukanlah cara berproduksi atau cara mengkonsumsi.

Jika tokoh-tokoh dari mazhab historimus menghendaki berbagai kebijaksanaan di bidang ekonomi. Schmoler beserta rekan-rekannya mendirikan sebuah forum menghimpun pemikiran-pemikiran untuk menghadapi berbagai masalah ekonomi dan sosial. Weber bertolak dari asumsi dasar bahwa rasionalitas adalah unsur pokok peradaban Barat yang mempunyai nilai dan pengaruh universal. yang mewujudkan diri dalam perilaku ekonomi tertentu. Tetapi hanya di barat lah aktivitas mencari laba tersebut diselenggarakan secara lebih terorganisir secara rasional. yaitu Protestan. Ia banyak membahas aspek sosiologi ekonomi dan sejarah pemikiran ekonomi. Dalam riwayat hidupnya (18641920) Ia dikenal sebagai ahli sosiologi. Jaminan sosial yang diberikan kepada kaum buruh sesuai undang-undang tersebut dianggap sangat maju untuk zamannya. Untuk mencapai tujuannya. Schmoler menghendaki agar kebijaksanaan juga menyangkut sosial dan politik. Lebih jauh dari itu. Pelopor mazhab Historismus yang lain adalah Max Weber. Namun dalam berbagai tulisannya. dan inilah akar utama sistem perekonomian kapitalisme. terhadap kemajuan ekonomi.Pandangan Schmoler di atas agak berbeda dengan pandangan para tokoh dari mazhab historimus lainnya. Salah satu keberhasilan dari pertemuan-pertemuan untuk menghimpun masukan bagi pemerintah ini adalah diberlakukannya undang-undang perlindungan kaum buruh dari penindasan kaum pengusaha. bisa dilihat bahwa banyak peradaban dalam sejarah mengenal apa artinya mencari laba. Misalnya untuk meningkatkan posisi tawar-menawar kaum buruh. Ia juga cukup intens dalam melihat pengaruh ajaran-ajaran agama tertentu. juga kebijaksaan untuk meningkatkan kesejahteraan kaum buruh. 179 . Schmoler menganjurkan perlunya didirikan dan dibinanya organisasi-organisasi serikat pekerja. sebab di negara-negara Eropa pada umumnya belum ada undang-undang perlindungan kaum buruh seperti yang dibuat di Jerman. dan hasil kesimpulan dari pertemuan dalam forum disampaikan pada pemerintah sebagai bahan masukan. Untuk hal ini. Dalam kegiatan ekonomi. Dalam bukunya yang sangat terkenal The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958) ia menjelaskan pengaruh nyata dari ajaran agama Protestan terhadap perilaku dan kemajuan ekonomi.

akan menemukan pasangannya. Kurt Samuelson. Bellah. McClelland menyatakan bahwa selain nilai-nilai agama dan budaya. menduduki tempat teratas. Dalam lingkup masyarakat yang lebih luas. Robert N. kegagalan adalah sebuah aib besar. Sebagian besar dari pemimpin-pemimpin perusahaan. Dalam kerangka pemikiran teologis seperti itu semangat kapitalisme yang bersandar pada cinta ketekunan. Tawney. misalnya Bryan S. Keberlakuan dari teori ini banyak penulis yang mencontohkan pada kehidupan masyarakat dan bangsa Jepang. pimpinan teknis dan komersial yang diamatinya di Jerman adalah orang-orang protestan. Inilah yang mendorong mereka bekerja keras agar menjadi golongan orang-orang yang terpilih. Ajaran Calvin tentang takdir dan nasib manusia. ternyata dorongan berprestasi yang tinggi merupakan kunci sukses bagi Bangsa Jepang untuk mampu membangun negaranya menjadi negara maju dengan akselerasi yang lebih tinggi. Para pemikir dari mazhab historimus lebih banyak hanya mengkritik metode deduksi klasik. pemilik modal. R. dan oleh karena itu upaya pengembangan anak dan kreativitasnya harus diarahkan pada nilai-nilai yang melekat pada dorongan berprestasi yang tinggi. Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi.H. melainkan merupakan nilai-nilai keutamaan yang bisa ditularkan dan ditumbuhkembangkan. Dari uraian ini. yaitu dorongan berprestasi (Need Achievement). Menurut ajaran Calvin keselamatan hanya diberikan kepada orang-orang terpilih. Dorongan berprestasi ini bukanlah sesuatu yang lekat sejak seseorang dilahirkan. serta kondisi lingkungan sekitar yang oleh Max Weber dianggap sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku seseorang. Mereka tidak mengembangkan sebuah sistem melainkan lebih merupakan reaksi terhadap konsepsi klasik dan neo-klasik yang menghendaki tidak adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Tempat yang paling baik untuk memupuk dorongan berprestasi adalah dalam keluarga melalui peran para orang tua. dapat disimpulkan bahwa doktrin mazhab historimus kurang jelas. misalnya penelitian tentang masyarakat Islam dan penganut-penganut agama Tokugawa di Jepang. bukan orang katolik. manakala dalam sebuah masyarakat terdapat begitu banyak warga yang memiliki dorongan berprestasi tinggi. 14 179 . keberhasilan adalah sebuah kehormatan diri ataupun kebanggaan bangsa (pride) yang sangat di hargai dan dijunjung tinggi oleh warga masyarakat. Hasil pengamatan Weber menunjukkan bahwa golongan penganut agama protestan. menurut Weber adalah kunci utama dalam menentukan sikap hidup seseoran. Menurut McClelland. Andrew Greely. Turner. terutama kaum Calvinis. Pendidikan anak.Menurut Weber14. dengan demikian menjadi sangat penting. maka diharapkan masyarakat tersebut akan dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sebaliknya. dan sanggup menahan diri. Bagi penganut Calvinis kerja adalah panggilan atau tugas suci. tetapi tidak Memperkuat pandangan Max weber. perilaku ekonomi kapitalis berharap akan memperoleh keuntungan dengan melakukan aktivitas tukar menukar yang didasarkan pada kesempatan mendapatkan untung secara damai. dan tentu saja dari pakar-pakar lain yang pernah meneliti dampak ajaran agama lain terhadap kehidupan ekonomi. Beberapa pakar mempertanyakan atau bahkan menentangnya. Kritikan-kritikan tersebut antara lain dapat dibaca dalam buku yang diedit oleh Taufik Abdulah (1979): Agama. rasional. Tidak semua orang dapat menerima tesis Weber yang diuraikan di atas. Bagi masyarakat Jepang. hemat. Luar biasa. adanya motif berprestasi yang tinggi akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. masih terdapat nilai-nilai lain yang cukup efektif mengantar sukses seseorang.

rinci dan terarah. Setelah mencermati secara lebih seksama terhadap pemikiran-pemikiran para tokoh aliran sejarah. Sungguhpun karya-karya dari para pemikir aliran sejarah masih memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Terhadap penilaian Sshumpeter ini tentu tidak semua orang sependapat karena sebagaimana yang terbukti dari perdebatan ini lahir suatu kesadaran bagi para pemikir-pemikir ekonomi di kemudian hari. maka negara mereka akan kalah dalam bersaing dan perekonomian Jerman bisa hancur. termasuk Indonesia? Perekonomian kebanyakan negara berkembang didominasi oleh sektor pertanian. yang umumnya sulit untuk maju. jika ingin maju maka langkah awal yang perlu dilakukan ialah memacu industrialisasi. tetapi dari berbagai pengamatan dan penelitian deskriptif yang dilakukan secara terpencar-pencar ke segala arah tersebut sulit diramu dan dirangkum menjadi suatu perpaduan kerangka susunan atau struktur pemikiran ekonomi yang kokoh. Dengan metode induksi empiris kita hanya bisa menggambarkan berbagai persoalan ekonomi secara deskriptif. 179 . maka yang menonjol dari pemikiran-pemikiran mereka adalah semangat nasionalismenya. Hal ini terlihat jelas dalam pemikiran-pemmikiran List dan Schmoler. bahwa dalam melakukan penelitian ekonomi sebaiknya dilakukan metode deduksi (reasoning from the general to the particular) dan induksi (reasoning from the particular to the general) secara timbal balik. namun tidak boleh dipungkiri bahwa jasa dan sumbangan mereka dalam melakukan berbagai penelitian empiris tentaang masalah ekonomi cukup bermanfaat dan bermakna. yang kemudian dikenal sebagai metode reflektive thinking. Namun perdebatan tentang metode induksi dan deduksi itu oleh Schumpeter dinilainya sia-sia belaka.melihat kelemahan dari metode induksi-empiris mereka sendiri. Olehnya itu. Salah satu manfaat yang bisa dipetik dari kritik para pemikir aliran sejarah terhadap kaum klasik ialah dalam pengembangan metode penelitian ekonomi. Kondisi negara mereka pada waktu itu masih tertinggal dibelakang Inggris yang sudah lebih maju industrialisasinya. Adapun kelemahan utama metode induksi-empiris itu ialah sulitnya mencapai suatu kesimpulan yang padu tentang ekonomi masyarakat. mereka mendesak agar pemerintah melakukan intervensi dalam perekonomian. Mereka berpandangan bahwa manakala perekonomian diserahkan pada mekanisme pasar bebas sebagaimana digagas oleh kaum klasik. Dengan demikian aliran pemikiran ssejarah tidak mampu membangun suatu sistem ekonomi tersendiri sebagaimana yang dilakukan oleh para pemikir klasik atau sosialis. bagaimanakah implikasi dari ajaran para pemikir sejarah bagi negara-negara berkembang. Oleh karena itu. misalnya melindungi industri dalam negeri dari serbuan produk-produk luar negeri. Kemudian.

List juga menganjurkan agar proteksi hanya diberikan pada tahap-tahap awal pembangunan ekonomi suatu negara. Hasil produksi mereka tidak bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri. Dengan demikian untuk memajukan industri dalam negeri tidak bisa lagi dilakukan dengan menggunakan kebijakan proteksi. melainkan harus mengarah pada usaha-usaha yang dapat meningkatkan efisiensi produksi. Sebagai catatan akhir. Pengembangan industri ini lebih lanjut diharapkan untuk mampu mengangkat perekonomian masyarakat lebih luas ke berbagai bidang. sedangkan industrinya sendiri keropos dan tidak efisien. Beban import dan tarif secara berangsur-angsur harus dikurangi. proteksi tersebut diberikan secara terus menerus.Sebagaimana dianjurkan oleh List. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebagaimana diuraikan diatas. Jauh dari yang diharapkan. dimaksudkan agar industri dalam negeri menjadi lebih mapan sehingga lebih kompetitif dalam bersaing. di beberapa negara berkembang kebijakan proteksi hanya dinikmati oleh segelintir pengusaha yang berkolaborasi dengan penguasa. mengingat telah ditandanganinya perjanjian GATT akhir Tahun 1993. Tindakan proteksi ini setelah melalui beberapa tahapan waktu tertentu. perlu ditambahkan bahwa pada masa-masa yang lalu kebijakan proteksi bisa dilakukan untuk melindungi industri dalam negeri. yang terjadi adalah meluasnya distorsi dan perekonomian beroperasi dengan biaya tinggi (hight cost economy). pada tahap awal negara-negara itu boleh melakukan kebijakan proteksi untuk melindungi industri dalam negerinya. bagi negaranegara berkembang yang ingin memberikan proteksi harus diiringi dengan suatu mekanisme yang mampu mengatur agar proteksi secara bertahap dapat dikurangi. Akan tetapi dalam praktiknya terdapat beberapa negara berkembang. proteksi tersebut harus dihentikan. Perjanjian GATT mmenghendaki perdagangan global yang lebih bebas tanpa mendapat halangan dan rintangan dari semua negara anggota. dan sesudah sekian lamanya waktu yang diberikan. maka industri yang diberikan proteksi tersebut cenderung tidak efisien. Akan tetapi di masa-masa mendatang hal ini akan sulit dilaksanakan. 179 . Yang lebih parah lagi. dalam upaya meningkatkan pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang. Padahal List telah mengingatkan bahwa proteksi yang tidak bijaksana seperti ini hanya akan menjadi sumber pemborosan keuangan negara. Kondisi ini pada akhirnya hanya akan menjadi pemicu kecemburuan sosial. Jika tidak ditempuh mekanisme seperti itu. khususnya di negara-negara yang tingkat konspirasi antara pengusaha dengan penguasanya cukup tinggi.

Implikasi kebijakan yang menarik untuk disimak dari pemikiran mazhab hirtorimus ini, terutama dari pemikiraan Schmoler, ialah perlunya negara memberikan perlindungan bagi kaum buruh. Banyak negara sedang berkembang mengabaikan hal ini, padahal masalah perlindungan kaum buruh perlu diperhatikan karena posisi tawar mereka sangat rendah dihadapan kaum pengusaha. Kalaupun ada organisasi serikat pekerja, kaum buruh belum mendapat perlindungan yang sewajarnya. H.TEORI PEMBANGUNAN KEYNES John Maynard Keynes15 adalah salah satu tokoh pemikir ekonomi dunia yang sangat tersohor. Karya-karya cerdas Keynes mengenai ekonomi dan keuangan begitu banyak. Diantara hasil karyanya: Indian Currency and Finance (1913); The Economic Consequences of the Peace (1919); A Treatise on Probability (1921), A Revision of Treaty (1922), A Tract on Monetaty Reform (1923); American ed., Monetary Reform (1924); A Short View of Russia (1925); The Economic Consequences of Mr Churchill (1925); The End of Laissez Fair (1926); dan Essays in Biography (1933).
15

Nama John Maynard Keynes adalah sebuah nama Inggris kuno. Dari hasil penelusuran mengenai asal usul tokoh pemikir ekonomi ini, sampai pada nama William de Cahagnes yang hidup pada Tahun 1066, ternyata Keynes ialah seorang tradisionalis. Kecakapan serta sifat-sifat baiknya diperoleh secara turun temurun. John Maynard Keynes yang lahir di Cambridge Inggris pada tanggal 5 Juni 1883, adalah salah satu tokoh pemikir ekonomi dunia yang sangat tersohor. Secara kebetulan tahun kelahiran Keynes bertepatan dengan tahun wafatnya Karl Marx yang juga sangat terkenal. Sungguhpun kedua tokoh pemikir ekonomi yang waktunya bersinggungan ini sangat berbeda pemikirannya, namun keduanya banyak mempengaruhi filsafat sistem kapitalis. Dilihat dari sifat hidupnya, Karl Marx adalah seorang pendendam, banyak mengalami kesulitan dalam hidupnya, pemurung dan kecewa. Ia adalah perencana hancurnya Kapitalisme. Sebaliknya Keynes, Ia sangat mencintai kehidupan, cara hidupnya selalu mewah, dan sering berbuat seenaknya. Ia benar-benar tokoh pemikir ekonomi yang kaya dengan pengalaman hidup, cerdas dalam berkarya, dan berhasil menjadi arsitek kapitalisme yang tahan hidup. Dalam perjalanan kariernya, Keynes tercatat sebagai dosen dalam mata kuliah ilmu ekonomi dan keuangan di Cambridge University, dan menjadi bendaharawan King’s College sejak Tahun 1908. Di samping itu Keynes juga menjadi anggota Royal Cominision, sebagai Treasury (1915-1919) dan pada bulan Januari 1919 Ia menjadi utusan utama Inggris ke Konferensi Perdamaian Paris. Sebagai utusan konferensi itu, Ia mengundurkan diri pada bulan Juni 1919. Kemudian Ia menjabat sebagai presiden komisaris dan National Mutual Life Assurance Society dan memimpin suatu perusahaan investasi dari Tahun 1921 sampai Tahun 1938. Pengunduran Keynes itu sebagai tindakan protesnya terhadap pasal perampasan dalam Perjanjian Versailles. Karena, menurut Keynes bahwa dalam Perjanjian Versailles itu terdapat rangsangan yang tidak disadari untuk kebangkitan yang lebih hebat lagi dari militerisme dan autarki Jerman. Ternyata apa yang diutarakan Keynes menjadi kenyataan, karena dalam kurun waktu 20 tahun ramalan Keynes itu benar-benar menjadi kenyataan. Munculnya Gerakan Nazi Fasis di bawah Hitler menjadi dominan di Jerman sejak tahun 1933, dan pada akhir tahun 1939 meletuslah Perang Dunia II yang jauh lebih dahsyat dari peperangan-peperangan sebelumnya. Keynes waktu itu berpendapat bahwa Konferensi Versailles itu sebagai suatu penyelesaian dendam politik tanpa perhitungan yang tidak mempedulikan masalah yang mendesak pada waktu itu, dan hanya akan menghidupkan kembali Eropa menjadi sebuah kesatuan yang lengkap serta berfungsi. Pada Tahun 1941 Keynes diangkat menjadi direktur Bank of England (Bank Sentral Inggris) dan pada Tahun 1942 Ia menjadi The First Baron Keynes of Tilton, yakni suatu gelar kerajaan yang sangat terhormat berkat sumbangan pikirannya yang sangat besar itu. Kemudian pada bulan Juli 1944, Keynes dipercayakan memimpin delegasi Inggris ke Konferensi Moneter dan Keuangan PBB di Bretton Woods, Amerika. Dari konferensi itu lahirlah apa yang dikenal dengan Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia (ZBRD yakni International Bank for Reconstruction and Development). Keynes juga pernah menjadi perunding utama dari Anglo-American Loan pada Tahun 1945.

179

Pada Tahun 1936, Keynes menerbitkan lagi buku hasil pemikirannya yang terpenting dan terkenal hingga sekarang, yakni The General Theory of Employment, Interest, and Money. Dalam buku itu diungkapkan bahwa pendapatan dan kesempatan kerja ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta dan negara. Pendapat ini dinilai para ahli ekonomi dunia sebagai sebuah penyimpangan dari tradisi Neo-Klasik dan akhirnya menciptakan mazhab baru, mazhab ekonomi modern yang biasa dikenal dengan sebutan mazbab Keynesian. Selain buku-buku tersebut, Keynes juga menerbitkan buku hasil pemikirannya tentang cara untuk menghindari terjadinya inflasi. Buku itu berjudul How to Pay for the War. Ia menawarkan suatu cara untuk menghindari terjadinya inflasi pada zaman perang yakni dengan jalan tabungan paksa atau tabungan penangguhan. Pengaruh dari segala pemikiran Keynes sangat terasa di dalam pembuatan anggaran pada zaman perang Inggris. Dalam tradisi klasik ataupun neo-klasik, analisis-analisis ekonomi lebih banyak bersifat mikro. Namun ketika John Maynard Keynes pada tahun 1920-an, mulai memisahkan ilmu ekonomi makro (macroeconomics) dari ilmu ekonomi mikro (microeconomics). Sejak saat itu tradisi klasik ataupun neo-klasik mulai ditinggalkan dalam berbagai analisis ekonomi. Kemudian pada tahun 1930an, pemisahan itu menjadi semakin jelas ketika muncul kesepakatan bersama antara Keynes dan para ekonom lain, terutama John Hicks. Dalam hal ini, analisis ekonomi makro dilakukan dengan melihat hubungan di antara variabel-variabel ekonomi secara agregat. Mereka menjadi begitu terkenal karena gagasan-gagasannya mengatasi great depression, dan Keynes adalah tokoh kunci yang mengusung gagasan mengenai pentingnya keberadaaan dan peran Bank Sentral serta campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Ketika itu Keynes mengkritik ekonomi klasik dan mengusulkan sebuah metode untuk management of aggregate demand. Pada tahun 1930-an, sesudah great depression, negara semakin memainkan peranan pentingnya pada sistem kapitalism di sebagian besar kawasan dunia. Sistem ekonomi ini sering disebut dengan mixed economies. Sebagai contoh, pada Tahun 1929 total pengeluaran pemerintah Amerika Serikat kurang dari 10% terhadap GNP; pada tahun 1970-an jumlah itu telah mencapai lebih dari 30%. Peningkatan yang sama juga terjadi pada industrialized capitalist economies. Perancis misalnya, telah mencapai ratios of government expenditures dari GNP yang lebih tinggi ketimbang Amerika Serikat. Pandangan Keynes sering dianggap sebagai awal dari pemikiran ekonomi modern. Keynes banyak melakukan pembaharuan dan perumusan ulang doktrin-doktrin klasik dan neo-klasik. Karena Keynes menganggap pentingnya peran pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, sehingga

179

Keynes sering disebut sebagai Bapak Ekonomi Pembangunan, dan sering juga disebut sebagai Bapak Ekonomi Makro. Untuk memperkuat pemikiran ekonominya, Keynes berpendapat bahwa pengeluaran masyarakat untuk konsumsi dipengaruhi oleh pendapatannya. Semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat mengakibatkan semakin tinggi pula tingkat konsumsinya. Selain itu, pendapatan masyarakat juga berpengaruh terhadap tabungan. Semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian pendapatan yang tidak dikonsumsi. Walaupun pendapatan penting peranannya dalam menentukan konsumsi, peranan faktor-faktor lain tidak boleh diabaikan. Di bawah ini dijelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi dan tabungan: Pertama, kekayaan yang terkumpul: Seseorang yang memperoleh harta warisan/tabungan yang banyak dari usaha di masa lalu, menjadikan seseorang itu memiliki kekayaan yang mencukupi. Dalam keadaan seperti itu, ia sudah tidak terdorong lagi untuk menabung lebih banyak, sebagian besar dari pendapatannya digunakan untuk konsumsi di masa sekarang. Sebaliknya, bagi kebanyakan orang yang tidak memperoleh warisan mereka memiliki hasrat menabung yang lebih besar dan lebih banyak di masa mendatang; Kedua,Tingkat bunga: tingkat bunga dapat dipandang sebagai pendapatan yang diperoleh dari menabung. Rumahtangga dan masyarakat pada umumnya akan menabung dalam jumlah yang lebih banyak apabila tingkat bunga tinggi, karena lebih banyak bunga yang akan diperoleh; Ketiga, Sikap berhemat: pada umumnya, masyarakat mempunyai sikap dan perilaku yang berbeda dalam menabung dan berbelanja. Ada masyarakat yang tidak suka berbelanja berlebih-lebihan dan lebih mementingkan tabungan. Dalam masyarakat seperti itu Average Propensity to Consume (APC) dan Marginal Propensity to Consume (MPC)-nya lebih rendah, namun ada pula masyarakat yang mempunyai kecenderungan mengkonsumsi yang tinggi, ini berarti APC dan MPC-nya adalah tinggi; Keempat, Keadaan Perekonomian: dalam perekonomian yang tumbuh dengan stabil dan tidak banyak pengangguran, pada umumnya masyarakat cenderung melakukan perbelanjaan lebih aktif. Mereka mempunyai kecenderungan berbelanja lebih tinggi pada masa kini dan kurang menabung. Sedangkan dalam keadaan perekonomian yang lambat perkembangannya, maka tingkat pengangguran menunjukkan tendensi meningkat, dan sikap masyarakat dalam menggunakan uang dan pendapatannnya makin berhati-hati; dan Kelima, Distribusi Pendapatan: dalam perekonomian yang distribusi pendapatan masyarakatnya tidak merata, maka akan lebih banyak tabungan yang dapat diperoleh. Dalam kondisi yang demikian, sebagian besar pendapatan nasional dinikmati oleh sekelompok kecil penduduk yang sangat kaya,

179

TEORI PEMBANGUNAN JOSEPH SCHUMPETER Joseph Schumpeter 16 adalah tokoh pembaharu dan pemikir ekonomi yang pertama memberi perhatian serius dalam mengembangkan teori pertumbuhan ekonomi. sedangkan Schumpeter memiliki pandangan yang lain bahwa perkembangan ekonomi itu bukan merupakan proses yang harmonis ataupun gradual. Ia termasuk pionir dan pemikir pembangunan ekonomi yang pertama meletakkan dasar pengembangan teori pertumbuhan ekonomi. ia menjabat pada posisi penting di Universitas Bonn. Schumpeter menginspirasi beberapa ekonom matematika pada masanya dan bahkan menjadi presiden Econometric Society (1940-1941). begitu pula di Universitas Graz pada Tahun 1911. kurang dari 30 tahun. ia telah berhasil menunjukkan karya monumentalnya dengan judul The Theory of Economic Development. G. Hal ini disebabkan karena pemikirannya kurang sesuai dengan pemikiran Keynes yang sedang naik daun pada masa itu. ia berusia 67 tahun. Pada Tahun 1919 hingga Tahun 1920. Berdasarkan pemikiran ekonomi dan berbagai pendapat yang melatarinya. David Richardo dan gurunya sendiri Alfred Marshall. Tidak beberapa lama kemudian. 16 179 . Sebaliknya. melainkan seorang ekonom yang mencoba mengintegrasikan pengertian sosiologi pada teori ekonominya. Dalam konteks kekinian. Ia dilahirkan di Triesch. namun dia memiliki pengikut yang setia terhadap pemikirannya. Ia kemudian menjadi presiden bank swasta Biederman pada periode 1920-1924. Ia merupakan murid yang luar biasa pintar dan sering dipuji oleh para gurunya. Padahal. dalam masyarakat yang distribusi pendapatannya lebih seimbang. melainkan merupakan Tokoh ini nama lengkapnya Joseph Alois Schumpeter. ia menjadi professor ilmu ekonomi dan pemerintahan di Universitas Czernowitz pada Tahun 1909. dia menjadi Menteri Keuangan Austria yang sukses. Keynes berhasil melakukan escape dari masa lalu. yaitu dari tradisi laissez faire yang dianut para pakar ekonomi masa silam seperti Adam Smith. Di saat meninggal dunia. setelah menjalani profesinya. Sayangnya bank itu bangkrut pada Tahun 1924. menjadikannya sebagai salah satu ekonom paling berpengaruh di abad ke-20. sekarang Trest di Republik Ceko). Keynes kemudian berhasil membentuk suatu bangunan rumah utuh dalam struktur teori-teori ekonomi baru. dia memutuskan untuk berangkat ke Harvard (dimana ia telah mengajar pada Tahun 1927-1928 dan 1930). Karena harus meninggalkan Eropa Tengah akibat kemunculan kaum Nazi. sehingga terjadi revolusi baik dalam teori bahkan kebijakan ekonomi. Selama bertahun-tahun di Harvard. Setidaknya diperlukan sistem dinamik yang non-linear yang telah dibakukan untuk menangkapnya. Ia memulai karirnya dengan mempelajari ilmu hukum di Universitas Vienna di bawah asuhan Eugen Von BohmBawerk di mana ia memperoleh gelar doctoral pada Tahun 1906. ia tidak dianggap sebagai guru yang sangat baik. Jerman. maka tingkat tabungannya relatif sedikit karena mereka mempunyai kecondongan mengkonsumsi yang tinggi. Menurut catatan. Schumpeter tidak begitu diakui di kalangan teman sejawatnya. Pada kelompok masyarakat ini tabungannya kecil. Dari Tahun 1925 hingga 1932. ide Schumpeter mengenai siklus bisnis dan perkembangan ekonomi memang tidak ditangkap oleh ilmu matematika pada masa itu. Sedangkan sebagian besar penduduk lainnya mempunyai pendapatan yang hanya cukup untuk membiayai konsumsi. Schumpeter bukan seorang ahli matematika.dan golongan masyarakat ini mempunyai kecenderungan menabung yang tinggi. dan kembali mengajar dari Tahun 1932 hingga Tahun 1950. Moravia (bagian dari AustriaHungaria. Pandangan tokoh yang satu ini memang berbeda dengan pemikiran Keynes ataupun Alfred Marshall bahwa perekonomian itu merupakan sebuah kehidupan organik yang tumbuh dan berkembang secara perlahan-lahan sebagai proses yang gradual. Dalam usianya yang relatif muda. di mana ia menetap hingga Perang Dunia I. Karena jasa-jasanya yang besar terhadap pemikiran ekonomi.

2) adanya lingkungan sosial. Inovasi akan mengerem siklus melingkar dari ekonomi stationer dan menghasilkan perkembangan ekonomi dengan posisi ekuilibrium baru pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi. dan segalanya menuntut do it better. kemudian berlanjut menjadi inovasi dalam output (barang dan jasa yang diproduksi) dan inovasi pada sumberdaya yang dimiliki. jika tidak mampu memenuhi tuntutan inovasi. dan iv) proses peniruan (imitasi) teknologi. inovasi bukan sekedar jargon.perubahan yang spontan dan terputus-putus dengan munculnya ide-ide baru yang kreatif dan inovatif. Dalam perekonomian yang dinamis. Ini sesuai dengan ragam dan sifat pekerjaan yang terus berubah. maka ekonomi tersebut akan jatuh dan hancur ( for an established company which in an age demanding innovation is not capable of innovation is doomed to decline and extinction). inovasi berpengaruh terhadap: i) temuan teknologi. Menurut Schumpeter. Faktor utama penyebab perkembangan ekonomi adalah kualitas dari proses inovasi yang dilakukan oleh para entrepreuner. jenis inovasi itu akan muncul bunga. inovasi dapat berbentuk: 1) memperkenalkan barang-barang baru atau barang-barang berkualitas baru yang belum dikenal konsumen. 3) tersedianya cadangan ide-ide baru secara 179 . Itulah sebabnya mengapa inovasi ini membutuhkan proses yang lama dan berkelanjutan dalam pendayagunaan kreativitas individu dan transformasi proses kreativitas individu ke dalam kreativitas bersama. kreasi dan inovasi ini lahir dari proses yang panjang. Kesemuanya itu dapat diwujudkan manakala dipenuhinya syarat-syarat seperti: 1) adanya calon pelaku inovasi dalam masyarakat. tapi telah menjadi keharusan. 2) memperkenalkan metode produksi baru. Peter Drucker pernah mengingatkan. bahwa dalam ekonomi yang telah maju sekalipun. 4) penemuan sumber-sumber ekonomi baru. iii) akumulasi modal. dan 5) menjalankan organisasi baru dalam industri yang mampu menciptakan efisiensi. sehingga seolah-olah menjelma menjadi faktor pengganggu terhadap keseimbangan yang telah ada. yaitu aplikasi dari ide-ide baru dalam tehnik dan organisasi yang akan membawa perubahan-perubahan dalam fungsi produksi. Unsur strategis dalam aktivitas entrepreneur adalah inovasi. Dalam kehidupan ekonomi yang makin modern. ii) keuntungan lebih. 3) pembukaan pasar baru bagi perusahaan. Berbagai inovasi yang diprakarsai oleh imitator dan speculator akan membuat gerakan siklus. Dalam hal ini. politik dan teknologi untuk merangsang semangat inovasi dan pelaksanaan ide-ide untuk berinovasi. mulai dari tranformasi pengetahuan ke dalam invensi. Tentunya. Bahkan. yang diintrepretasikan Schumpeter sebagai bagian dari pajak yang dibebankan pada entrepreneur oleh bankir sebagai gantinya inflasi. faster and cheaper.

Ia mendasarkan pendapatnya itu kepada tiga hal: 1) bahwa usaha itu adalah fungsi wiraswasta. melainkan lebih terbuka pada pengaruh-pengaruh di luar Austria. Ketika berumur dua puluhan. dia melepaskan pengaruh gurunya dengan mengembangkan teori bunga yang berbeda dengan Bohm-Bawerk. Jika ekonom Austrian School seperti Hayek dan Mises merubah warisan dari guru mereka dengan cara mereka sendiri. dan 4) adanya sistem perkreditan yang menyediakan dana entrepreneur untuk merealisir ide tersebut menjadi kenyataan. maka Schumpeter mencoba lebih jauh dengan melepaskan diri dari batasan-batasan yang dibuat dalam hasil karya pendahulunya. bahwa pada mulanya raja-raja feodal membantu tumbuhnya industri dan perdagangan secara politis melalui aturan-aturan yang menguntungkan mereka. dan besarnya perusahaan itu akan melemahkan kepemilikan swasta. atau dengan kata lain fungsi wiraswasta sudah usang. dimana ia memiliki kontak pribadi secara langsung. Lebih jauh lagi. dan 3) runtuhnya golongan-golongan politikus. industri dan perdagangan ini secara ekonomis membantu rajaraja tadi. Demikian halnya dengan runtuhnya rangka kehidupan masyarakat kapitalis. Tidak sekadar mengembangkan dan memperkuat beberapa kecenderungan dalam tulisan pendahulunya. Kemudian. Ia juga menyukai beberapa pengikut tradisi Anglo-Amerika. Bahkan. Sementara runtuhnya golongan politikus dapat ditelusuri melalui sejarah perkembangannya.memadai. Schumpeter juga melepaskan 179 . 2) runtuhnya rangka kehidupan masyarakat kapitalis. Memang. namun dalam jangka panjang sistem kapitalisme itu akan mengalami stagnasi. dalam ekonomi liberal sistem kapitalisme merupakan sistem yang paling baik dalam menciptakan pembangunan ekonomi. tetapi dalam kapitalisme yang sudah maju kaum industrialis dan pedagang meruntuhkan kekuatan feodal karena mereka tidak mampu untuk mengatur atau memerintah karena memang mereka itu bukan ahli di bidang pemerintahan. Wiraswasta dalam arti pemimpin individual tak lagi berhak menaikan peranannya dalam perekonomian. menurut Schumpeter perusahan besar inilah yang akan mendorong perkembangan ekonomi yang lebih cepat. Joseph Schumpeter pernah berpendapat bahwa dasar-dasar ekonomi dan sosial sistem kapitalisme itu akan runtuh. inovasi tidak lagi dilakukan oleh orang per orang tertentu ataupun merupakan pekerjaan rutin yang dipimpin oleh manejer yang ahli dalam perusahaan besar. Schumpeter menyatakan bahwa kemajuan teknologi itu dilakukan oleh para ahli dalam industri yang besar. Dalam konteks dimana usaha sebagai fungsi wiraswasta. Dalam hal ini. Schumpeter sangat terbuka pada pemikiran Walras yang dia kagumi sebagai seorang ekonom teoritis terbaik.

tetapi lebih luas dan merefleksikan harapan yang tinggi yang diletakannya pada ilmu ekonomi matematika dan studi empiris berorientasi kuantitatif17. Dalam perkembangannya. kondisi ekonomi di beberapa negara mitra dan nilai tukar berikut pergerakannya secara tidak langsung dapat berpengaruh pada penerimaan perusahaan. permintaan asing terhadap produk perusahaan. Perubahan lingkungan bisnis tersebut meliputi: perubahan faktor lingkungan ekonomi. dan untuk keberlangsungan kapitalisme. sedangkan faktor permintaan asing terhadap produk perusahaan dan biaya penggunaan sumberdaya Pandangan Schumpeter mengenai pengaruh entrepreneur dalam perekonomian dapat ditelusuri melalui ideide cerdasnya yang dituangkan dalam berbagai buku yang pernah ditulis. Sedangkan perubahan lingkungan global meliputi: kondisi ekonomi di beberapa negara mitra. dan biaya penggunaan pemasok atau sumberdaya asing. Socialism and Democracy (1942) yang menggambarkan tentang pentingnya elite entrepreneur untuk perubahan dan pertumbuhan. perubahan lingkungan bisnis tampaknya menjadi faktor dominan yang menentukan perubahan struktur eknomi. Dalam hubungan ini. permintaan industri dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. keunggulan bersaing. dan karakteristik persaingan. dan perubahan faktor lingkungan global. mulai dari The Theory of Economic Development (1912) hingga Business Cycles (1939) dan Capitalism.tradisi Austria dengan membentuk pendekatannya sendiri. ada beberapa komponen kritis yang perlu diantisipasi. dan tingkat bunga. Sedangkan pada tingkat persaingan industri dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi industri. hal-hal yang perlu dicermati adalah: upah pekerja. siklus bisnis. Pekerjaanya tidak hanya menyangkut pada jenis teori murni yang dibentuk oleh orang Austria sebelumnya. Dalam hal perubahan faktor lingkungan ekonomi. yaitu pertumbuhan ekonomi. penguasaan pangsa pasar. komponen penting yang perlu diantisipasi adalah tingkat permintaan dan persaingan industri. Pada lingkungan pekerja. Dalam hal ini. sedangkan faktor inflasi dan tingkat bunga dapat menentukan besaran biaya operasional dan biaya bunga. dan serikat kerja. Pada perubahan lingkungan industri. 17 179 . para ekonom mulai mempercayai berulangnya krisis-krisis tersebut. Teori siklus bisnis memiliki peranan penting karena banyak orang yang mempercayai keberadaanya. siklus bisnis dikonsepsikan sebagai krisis-krisis yang menganggu perkembangan ekonomi. dan selera pelanggan. yang disebut sebagai salah satu toleransi metodologi. inflasi. lingkungan pekerja. nilai tukar dan pergerakannya. pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung mempengaruhi tingkat revenue perusahaan. Dalam konteks ini. kebutuhan akan ketrampilan. dan lingkungan regulator. kemudian menganalisis bagaimana kejadian dari krisis-krisis itu dapat dipisahkan dan dihubungkan dengan struktur ekonomi yang berubah. kependudukan. Pada abad ke-19. Dalam hal ini. lingkungan industri.

harga-harga yang stabil bahkan menurun. Dalam periode kontraksi atau resesi. Sejak itu periode depresi segera berakhir dan kondisi Secara alami. akumulasi nilai dari transaksi bisnis tersebut dalam jangka panjang akan membentuk sebuah tren bisnis yang terpola secara fluktuatif seiring dengan perubahan faktor-faktor lingkungan bisnis. maka kemudian periode puncak berubah menjadi periode kontraksi. Semakin intensif gelombang pasang surut perubahan lingkungan bisnis itu berlangsung. 18 179 . produksi dan kesempatan kerja juga berkurang.asing. dan kepercayaan bisnis merosot tajam. 2) fase kontraksi. masing-masing siklus bisnis tersebut bertalian dengan suatu periode puncak yang menunjukkan permintaan konsumen meningkat dengan cepat serta investasi dan laba bisnis adalah tinggi. Semangat itulah yang kemudian mendorong upaya pemulihan ekonomi seiring dengan tumbuhnya investasi dan kesempatan kerja. praktik-praktik bisnis itu tidak akan berlangsung stabil dalam jangka panjang melainkan akan mengalami pasang surut karena berkaitan dengan dan ditentukan oleh perubahan faktor lingkungan bisnisnya. Ketika permintaan konsumen dan profitabilitas mengalami pertumbuhan yang menurun. Kondisi ini merupakan kondisi terburuk dalam suatu perekonomian atau yang kemudian disebut sebagai periode trough atau depresi. Siklus bisnis18 tersebut berproses melalui empat fase. yang pada awalnya diciptakan Schumpeter (1939). Klasifikasi berikut. 2) Siklus Kitchin – tiga tahunan. kapasitas industri terpasang tidak dapat digunakan. Pola dari tren bisnis tersebut kemudian populer disebut sebagai siklus bisnis. perubahan lingkungan bisnis memiliki implikasi praktis terhadap penyelenggaraan praktik-praktik bisnis. siklus bisnis merupakan fluktuasi tingkat aktivitas bisnis dalam perekonomian yang disebabkan oleh adanya perubahan pada kondisi permintaan. akan semakin berfluktuasi besaran transaksi bisnis yang dihasilkan. serta investasi. Secara agregat. periode depresi tidak akan dapat bertahan lama. Sampai kapan periode depresi ini akan bertahan? Dalam kenyataannya. jika tidak dapat dilakukan perbaikan ekonomi. Dalam hal ini. Dengan demikian. 3) Siklus Juglar – 9-10 tahunan. tidak semua siklus ekonomi beroperasi dalam ukuran yang sama (the same yardstick). serta kembalinya kepercayaan dunia bisnis. Gelombang pasang surut perubahan lingkungan bisnis ini pada gilirannya akan menentukan besaran transaksi bisnis yang dihasilkan. yaitu 1) fase puncak. 4) Siklus Kuznets – 15-20 tahunan. maka aktivitas bisnis akan terus merosot dan berimbas pada meluasnya pengangguran yang semakin berat. karena semua pelaku bisnis ingin secepatnya bangkit dari keterpurukan. dan 5) Siklus Kondratiev – 48-60 tahunan. Menurut Nellis dan Parker (2000). 3) fase depresi. dapat dibedakan berdasarkan durasi waktu kejadiannya: 1) Siklus musiman – satu tahunan. secara tidak langsung dapat mempengaruhi biaya-biaya perusahaan. Semisal. dan 4) fase ekspansi. khususnya naik turunnya investasi.

Socialism and Democracy tidak sama dengan skema Karl Marx. yaitu suatu dunia kehidupan yang penuh dengan dinamika dan ketidakpastian. dan (3) pemahaman pemerintah yang semakin baik terhadap kondisi perekonomian dapat mencegah perekonomian menuju resesi. Mengenai monopoli. maka bisnis pun secara organisasional dan operasional telah berubah serta semakin menunjukkan identitas dan karakter sistemnya. namun ia juga 179 . seperti yang dinyatakan oleh Schumpeter dalam bukunya Capitalism. inovasi seakan merupakan hak dari pemimpin-pemimpin industri. kemudian muncul pertanyaan. Faktor-faktor penentu stabilitas seperti: (1) semakin sempurnanya aliran modal. Hingga pada dekade 1990. apakah siklus bisnis dapat dihindari? Seiring dengan berjalannya waktu. dan dengan skala yang besar itu. dengan memahami secara komprehensif tentang siklus bisnis dengan segala implikasinya. Di saat itulah berlangsung proses depersonalized.perekonomian kembali mengalami pertumbuhan atau yang disebut sebagai periode ekspansi. hingga pada gilirannya kondisi itu akan kembali menuntun pada suatu periode puncak yang baru dengan siklusnya yang akan berulang kembali. (2) kebijakan pemerintah semakin terbuka dan dapat diprediksi. ketika bisnis telah memasuki dunianya yang berbeda dengan sebelumnya. namun tidak akan ada kekuatan yang mampu menghadang terjadinya resesi itu. Sungguhpun penyebab resesi sudah dikenali. Dalam hal ini. creative destruction dan evolusi ekonomi juga menjadi perhatian Schumpeter. Seperti yang dikatakan dalam analisis Karl Max. sehingga resesi dapat ditekan terjadinya. Kejatuhan kapitalisme. Ringkasnya. Di Amerika Serikat siklus bisnis sudah tidak terjadi. dimana aktivitas inovasi ditransformasi menjadi kegiatan administrasi rutin yang dilakukan oleh orang-orang bergaji dan para pemegang saham. banyak dari kalangan ekonom menilai bahwa siklus bisnis telah mati. Kecenderungan umum yang terjadi menunjukkan bahwa ketika perusahaan berkembang semakin besar maka perasaan kemanusiaan semakin tak dimiliki. siklus bisnis tampaknya semakin berkurang kualitasnya. faktor yang menentukan di sini adalah kebangkitan rasionalisme. menurut Schumpeter akan muncul sebagai hasil (bukan dari kegagalan) dari kesuksesan kapitalisme yang dikaitkan dengan takdir dari elite entrepreneur. Tentang kejatuhan kapitalisme. Namun dalam perkembangan selanjutnya. yang membuat kapitalisme berkembang tetapi dihancurkan oleh sekat-sekat sosial yang terbentuk di dalamnya. akan dapat mengantarkan para pelaku bisnis mengetahui tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana bertindak. tetapi di negara lain siklus bisnis masih muncul. Hal ini ditunjukkan oleh pujian Schumpeter terhadap entrepreneur.

evolusi ekonomi ditandai oleh kreasi baru dan penghancuran terhadap produk dan proses lama. Bahkan. Kekuatan dari analisis yang dilakukan Schumpeter sesungguhnya bisa diperoleh dengan mengkombinasikan ranah studi secara lebih sistematis. Namun dalam perkembangannya. Pertama. Hal itu terkandung dalam kapitalisme dan harus dihadapi kapitalis yang ingin berlanjut (Schumpeter 1942: 82-83). dalam analisis kuantitatif mengenai evolusi gelombang ekonomi. Schumpeter mengilustrasikan proses ekonomi yang tertuang dalam konsep creative destruction atau penghancuran kreatif. cenderung terspesialisasi dalam rutinitas ekonomi dan transformasi inovatif. Socialism.meminta kepada ekonomika Keynesian untuk memakluminya bahwa ia sangat menentangnya. dan Capitalism. oleh perusahaan-perusahaan lain tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan bahkan 179 . Proses penghancuran kreatif merupakan fakta penting mengenai kapitalisme. Sebaliknya. Schumpeter berusaha menjelaskan mengenai perubahan ekonomi dengan cara-cara di luar pola yang umum. Ia tetap menentang implikasi kebijakan dari ide-ide Keynes yang dianggapnya sebagai ancaman bagi tumbuhnya inovasi yang merupakan faktor pendorong dalam ekonomi. dan untuk pertama kalinya dia menunjukkan konsep ini secara eksplisit dalam bukunya Capitalism: Butir penting untuk dimengerti ketika menghadapi kapitalisme yaitu kita berhadapan dengan proses evolusioner…(hal itu merupakan proses) yang terus menerus merevolusi struktur ekonomi dari dalam (from within) yang senantiasa menghancurkan bagian lama dan senantiasa menghasilkan bagian baru. Upaya Schumpeter membahas evolusi sosial dan ekonomi. atau dalam koevolusi antara kehidupan ekonomi dan sosio-politis (capitalism). telah dituangkan dalam bukunya yang berjudul Evolutionary Trilogy: The Theory of Economic Development. Dalam ilustrasi ini. kemunculan perusahaan-perusahaan baru yang jumlahnya cukup banyak. Untuk alasan-alasan penolakannya terhadap follow the crowd. yaitu inisiatif swasta daripada kebijakan publik. evolusi ekonomi itu bukan merupakan proses pertumbuhan sederhana dimana seluruh sektor dalam kehidupan ekonomi berekspansi secara seimbang. Dalam hal ini. Ia melihat kekuatan monopoli sebagai insentif yang pas dan reward yang tepat bagi entrepreneur yang berinovasi. yang akan menikmati kekuatan tersebut hanya pada jangka waktu yang terbatas. Schumpeter dengan mudah menunjukkan bahwa konsep tersebut menyebar pada seluruh trilogi evolusi. Dalam konsep creative destruction. analisis-analisis yang ditemukan dalam buku-buku tersebut belum diintegrasikan dengan berbagai penelitian terkini. Selanjutnya. dan Democracy. Business Cycles. hingga kemudian dipatahkan dan digantikan dalam rantai creative destruction oleh monopoli dari inovator yang menyusul berikutnya.

Helmstadter dan Perlman (1996:1) menyatakan bahwa konsep creative destruction merupakan suatu slogan yang asal-asalan (careless) yang tidak perlu diperhitungkan. Dalam pandangan Schumpeter. Karena paling sedikit ada tiga konsep creative destruction yang dapat saling menghubungkan konsep-konsep ini atas penemuan Sombart. Hal ini mengindahkan fakta bahwa Schumpeter tidak pernah membuang visinya mengenai destruksi kreatif. dan para pekerja yang kehilangan pekerjaannya menghadapi tekanan yang berat karena kehilangan kesejahteraan (welfare loss). ada sedikit keraguan bahwa ia akan terus berfokus pada “proses destruksi kreatif” yang kita lihat sebagai inti dari kapitalisme (Schumpeter 1942:104). namun pada Tahun 1947 dia memikirkan kembali konsep tersebut dan menggantinya dengan response kreatif. dan saat itu ia harus kembali pada keseluruhan proses yang menghasilkan evolusi berbentuk gelombang. memaksa penemuan substitusi dari kayu. Oleh sebab itu. memaksa penggunaan batu bara untuk memanaskan. Oleh sebab itu. kurangnya kayu dan keperluan hidup sehari-hari… mendorong penemuan substitutis terhadap kayu. Oleh sebab itu. kreasi merupakan kejadian yang relatif independen dan bukan merupakan respons adaptif terhadap kekurangan atau tekanan lainnya. yang selanjutnya menjadi tantangan permanen bagi lembaga kapitalisme. 19 179 . bahwa: Dari penghancuran. anggota terkemuka dari German Historical School. dan Schumpeter. karena masih merupakan pertanyaan terbuka apakah hal itu merupakan konsep yang operasional. Simon. Dalam tulisan pada Tahun 1947. proses industri sebenarnya yang menghasilkannya dan dalam melakukannya merevolusi struktur ekonomi yang ada”. sehingga masalah destruction menjadi jelas. memaksa penemuan koka untuk Schumpeter pada Tahun 1942 menulis konsep creative destruction sebagai bagian utama dari kemajuan. proses creative destruction merupakan konsep yang merefleksikan perjuangan kompetitif dan fokus terhadap reaksi-reaksi atas hilangnya kesejahteraan sementara pada tingkat mikro dan makro. Schumpeter menekankan respons kreatif karena dia terlibat dalam pendirian Harvard Research Center dalam Sejarah Entrepreneur. perusahaan-perusahaan itu tereliminasi dan lenyap dalam proses evolusioner. Dalam hubungan tersebut. Istilah creative destruction 19 menjadi ambigu jika dipertimbangkan dalam konteks dimana Schumpeter menggambarkannya secara terpisah-pisah. Kurang dari dua bulan sebelum ia meninggal. Dia mengilustrasikan mengenai ini dengan mengambil contoh tentang destruction masal dari hutan Eropa. namun masih terlalu umum untuk berbicara mengenai creative destruction dalam literatur strategi bisnis dan perubahan struktural. Pemaknaan ini muncul dari Werner Sombar. Hal ini terlihat jelas pada keuntungan jangka panjang para kapitalis dari evolusi tersebut. Secara harafiah konsep creative destruction dalam beberapa aspek memiliki sifat creative. inovasi enterepreneur muncul pertama kali melalui bekerjanya sistem ekonomi yang menyebabkan destruksi terhadap cara-cara lama. Sekalipun konsep creative destruction dari Schumpeter telah menggambarkan secara efektif mengenai evoulusi capitalis.mengganti bidang spesialisasinya. Akibatnya. tetapi ia masih mempertimbangkannya sebagai suatu akspek terbatas dari keseluruhan proses destruksi kreatif. Dia memakai konsep itu pada buku War and Capitalism. jiwa kreasi muncul. Oleh sebab itu. Schumpeter (1949: 326) menyatakan: “kita harus meneliti berdasarkan sejarah. di menjawab isu makroskopik mengenai siklus bisnis.

Pada akhirnya. inovasi enterepreneur muncul pertama kali melalui bekerjanya sistem ekonomi yang menyebabkan destruksi terhadap cara-cara lama. Pandangan ini sesuai dengan transformasi mengenai cara bercocok tanam di masyarakat Belanda pada abad ke -19. misalkan karena tekanan kompetitif. Sistem ini diasumsikan memiliki equilibrium yang membiarkan beroperasinya agen-agen ekonomi dalam cara-cara kerja yang biasa dilakukan. Mengenai konsep creative destruction ini oleh Schumpeter diformulasikan dengan skema analitis evolusi dalam pembangunan dan siklus ekonomi. perusahaan-perusahaan tua dipilih dan yang lain bertahan dari cara-cara lama yang merusak. maka perusahaan-perusahaan itu akan membuang cara-cara kerja yang lama dan menghindari destruksi organisasi. Herbert Simon (1982) berpendapat bahwa destruction itu bukan destruksi sumberdaya yang sesungguhnya. perusahaan-perusahaan akan tetap mengikuti cara-cara kerja yang rutin manakala masih mampu mempertahankan kinerja yang memuaskan. ketika hal tersebut tidak lagi terjadi. dan tidaklah diragukan lagi oleh orang-orang yang berpengalaman (Sombart. 1913: 207). Hal ini akan meningkatkan perekonomian. Menurut model Simon. Menurut skema ini. tampaknya tidak cukup hanya dengan berinovasi. Bahwa peristiwa-peristiwa ini memungkinkan perkembangan yang luar biasa dari kapitalisme pada abad 19. Dari kejadian ini. Namun. maka perusahaan-perusahaan itu mulai mencari inovasi atau imitasi cara-cara yang lebih baik. Jika berhasil. akan tetapi ancaman potensial bagi keberlangsungan perusahaan hingga menyebabkan munculnya perubahan dalam cara-cara kerja yang rutin. Terkait dengan creative destruction ini. namun secara perlahan arus inovasi menghilang karena terbatasnya kemampuan berinovasi dalam kondisi di luar equilibrium awal. (2) Inovation: kondisi equilibrium awal akan hancur ketika inovator-inovator memulai usahanya. karena proses kompetitif dalam creative destruction ini mengalami penurunan yang cukup tajam. evolusi dari cara-cara kerja dalam perekonomian akan terjadi melalui rangkaian kejadian-kejadian berikut: (1) Initial equilibrium: bahwa titik equilibrium awal dari suatu sistem ekonomi didasarkan pada cara-cara kerja yang solid.menghasilkan besi. (3) Ekuilibrium yang diperbarui melalui creative destruction: untuk dapat mempertahankan suatu perekonomian yang terus meningkat. creative merupakan kejadian yang relatif independen dan bukan merupakan respons adaptif terhadap kekurangan atau tekanan lainnya. Oleh sebab itu. Dalam pandangan Schumpeter. 179 . hanya cara-cara lama yang dibaharui yang dapat bertahan dan eksis dalam perekonomian.

Menghadapi dua persoalan tersebut. Proses ini menciptakan reaksi sosio-politis yang dapat mengubah fungsi masa depan secara radikal. Kedua model analisis ini akan dijelaskan secara komprehensif sebagai berikut: 179 . Mereka yang tergabung dalam kelompok ini diantaranya: Alvin Hrvey Hansen (1887-1975). berbagai teori yang mereka kembangkan disebut dengan Teori Post Keynesian. W. dan selera dalam perspektif jangka pendek. Menurut Schumpeter.B. Ringkasnya. namun reaksi sosiopolitis tetap ada. konsep destruksi kreatif dapat dipandang sebagai alat utama untuk menghubungkan ilmu ekonomi dan sosiologi dalam masyarakat kapitalis. persoalan penting yang dihadapi adalah: 1) Syarat-syarat apakah yang diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan yang mantap pada tingkat kesempatan kerja penuh tanpa mengalami deflasi ataupun inflasi. Teori Post Keynesian mendasarkan teorinya pada keadaan waktu sekarang seperti tingkat bunga. Reaksi-reaksi ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa kapitalisme masih mengandung instabilitas dari creative destruction. Arthur Lewis.(4) Evolusi ekonomi sebagai proses creative destruction: evolusi ekonomi dan cara-cara lama dalam sistem perekonomian pada kondisi equilibrium dapat merusak daya inovatif. Hicks (1904-1984).E. dan masih banyak lagi tokoh pemikir lainnya. bahwa sungguhpun konsekuensi dari evolusioner adalah kenaikan dalam standar umum kehidupan. Reaksi sejenis itu mendorong tindak kekerasan yang terus meningkat terhadap setiap pencapaian dari evolusi kapitalis dari para pekerja yang didukung oleh kaum intelektual. I. teknologi. tenaga kerja. dalam aliran Post Keynesian dikenal beberapa teknik/ model analisis yang relevan untuk digunakan. dari skema Schumpeter mengenai evolusi ekonomi hanya terdapat dua konsep yang saling berhubungan. Zchenery dan Moises Syrquin. yaitu koevolusi perekonomian dan sistem sosio-politik. Wassily Leontief (1906-1981). TEORI POST-KEYNESIAN Sebutan Neo-Keynesian atau Post Keynesian sebenarnya dialamatkan kepada para pemikir ekonomi yang tergabung dalam kelompok penerus ajaran Keynes. dan 2) analisis mengenai perubahan struktural. R. Argumentasinya jelas. Harrod dan Evsey Domar. H. diantaranya adalah 1) analisis mengenai pertumbuhan yang mantap. John R. Orang-orang yang merasa kehilangan akan cenderung bereaksi dengan kebencian dan melupakan isu penerimaan kaum kapitalis jangka panjang. Simon Kuznets (1901-1985). Dalam teori ini. dan 2) Apakah pendapatan itu benar-benar bertambah pada tingkat sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya inflasi secara terus menerus. Oleh karena itu.

Sebenarnya teori tersebut dikembangkan oleh kedua ahli ekonomi itu secara terpisah. Dalam analisisnya.E. Harrod mengemukakan teori tersebut pada Tahun 1939 dalam Economic . yaitu akan mempertinggi tingkat pengeluaran masyarakat. Dalam hal ini. Pandangan inilah yang membedakan pandangan kaum Klasik dan Keynes yang memberikan perhatian hanya pada satu aspek saja dari pembentukan modal. Dengan anggapan ini. kegiatan tersebut terutama dipandang sebagai tindakan untuk memperbesar pengeluaran masyarakat.1) Analisis Pertumbuhan yang Mantap (Steady Growth) Dalam pandangan kaum klasik. Teori Harrod-Domar untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh dua orang ahli ekonomi sesudah Keynes. Keadaan ini bisa terjadi karena berlakunya hukum supply creates its own demand. ataupun sebagai pengeluaran yang akan menambah permintaan efektif masyarakat. pembentukan modal dipandang sebagai pengeluaran yang akan menambah kesanggupan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang. yaitu mengabaikan sama sekali peranan pembentukan modal sebagai pengeluaran yang akan mempertinggi kesanggupan sektor perusahaan untuk menghasilkan barang-barang yang diperlukan masyarakat. kemudian menyusul Domar pada Tahun 1947 dengan mengemukakan teorinya dalam American Economic Review. Harrod dan Evsey Domar. maka dengan sendirinya produksi dan pendapatan nasional akan meningkat dan pembangunan ekonomi akan tercipta. Oleh karena itu dalam menganalisis penanaman modal.Journal. Tujuan dari analisis Harrod-Domar adalah untuk menutup kelemahan tersebut. Model analisis Harrod-Domar20 merupakan perluasan dari model analisis Keynes mengenai kegiatan ekonomi secara nasional. pembentukan modal merupakan pengeluaran yang akan meningkatkan jumlah barang-barang modal dalam masyarakat. karena tidak mengatasi masalah-masalah ekonomi dalam jangka panjang. analisis Keynes dianggap kurang lengkap. yaitu R. karena ia menganggap tingkat kegiatan ekonomi ditentukan oleh tingkat pengeluaran seluruh masyarakat dan bukan pada kesanggupan barang-barang modal dalam memproduksikan barang-barang dan jasa. Manakala barang-barang modal tersebut bertambah. 20 179 . bahwa bertambahnya barang-barang modal yang terdapat dalam masyarakat akan dengan sendirinya menciptakan pertambahan produksi nasional dan pembangunan ekonomi. Menurut mereka. Dalam analisis Keynes perhatian lebih ditekankan pada masalah kekurangan pengeluaran masyarakat. maka kaum klasik tidak memberikan perhatian kepada fungsi kedua dari pembentukan modal dalam perekonomian. Harrod-Domar memberikan perhatian yang serius terhadap pembentukan modal dalam kegiatan ekonomi. Kondisi yang sebaliknya terdapat dalam analisis Keynes. maka selanjutnya dikenal sebagai teori Harrod-Domar. Akan tetapi karena inti dari teori tersebut sama.

Bagian proporsional yang dimaksud dapat dinyatakan sebagai nisbah tabungan terhadap pendapatan nasional (ratio of saving to national income. baik tabungan ex-ante maupun ex-post akan sama dengan investasi ex-post ( atau Sa=Sp=Ip). dibandingkan dengan investasi ex-post (Ip) yang terlaksana selama periode t itu juga? (3) Dalam model Harrod. jumlah C dan L yang diperlukan untuk menghasilkan tingkat produksi tertentu (O=Y) dianggap telah berada dalam kondisi keseimbangan yang ajeg. cadangan modal atau faktor C dianggap tidak mengalami depresiasi. Hal ini berarti bahwa hasrat menabung itu berlangsung dengan laju yang konstan. tidak megalami perubahan. diantara adalah: (1) Tabungan (S) sebagai fungsi dan bagian proporsional yang konstan dari pendapatan nasional (Y). sehingga (Sa = Sp).Analisis ini mampu menunjukkan suatu kenyataan yang diabaikan dalam analisis Klasik ataupun dalam analisis Keynes. Permasalahan yang muncul kemudian adalah bagaimana investasi ex-ante (Ia) yang semula direncanakan pada awal periode t. sehingga n = ΔL/L. Postulat ini digunakan oleh Harrod untuk menyederhanakan kerangka pemikiran selanjutnya. begitupun dengan teknologi. tabungan yang direncanakan (tabungan ex-ante) seluruhnya dapat terealisasi. tabungan ex-post selalu sama dengan investasi ex-post. tabungan ex-ante (Sa) seluruhnya dapat dicapai dan kemudian menjadi tabungan ex-post (Sp) pada akhir periode t. sepadan dengan laju pertumbuhan pendapatan. pertumbuhan tenaga kerja dengan laju yang konstan itu dinyatakan dengan huruf n. Dengan kata lain. (5) Dalam Model Harrod. maka pada masa berikutnya perekonomian tersebut mempunyai kesanggupan yang lebih besar untuk menghasilkan barang dan jasa. bahwa apabila pada suatu waktu tertentu dilakukan sejumlah pembentukan modal. keduanya terwujud dalam periode t itu. Dengan kata lain. (2) Selama periode tertentu t. s mencerminkan hasrat menabung (propensity to save) baik dalam arti rata-rata maupun dalam arti tambahan (incremental or marginal propensity to save). S=∫(Y) dan S = sY. savings-ratio) yang bersifat konstan: s = S/Y. hal-hal yang diketahui sekarang sebagai pangkal tolak dalam kerangka pemikiran Harrod adalah bahwa selama periode t. Dalam konteks ini. Dalam hal ini. 179 . Sifat eksogen mengandung arti bahwa pertumbuhan tenaga kerja tidak dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lainnya dalam suatu perekonomian. (4) Tenaga kerja atau faktor L dianggap sebagai faktor eksogen. Selanjutnya. Model analisis Harrod-Domar dibangun berdasarkan beberapa postulat. Dengan demikian.

Dengan kata lain ΔCt = Ipt dibagi ΔYt atau Ipt/ΔYt. Hal itu telepas sama sekali dari besar kecilnya stock modal. Namun.fungsi produksi dalam Model Harrod mengacu kepada pola produksi dengan koefisien tetap (fixed coefficients). maka setiap tingkat produksi senantiasa digunakan tenaga kerja dengan jumlah L/u. ICOR ditafsirkan dalam dua pengertian: (i) sebagai nisbah tambahan modal (ΔCt) yang terlaksana dalam periode t ( Ipt=investasi ex-post) terhadap tambahan pendapatan yang diperoleh dalam periode t itu juga (ΔYt). Oleh karena nisbah tersebut sifatnya konstan. akan tetapi hanya untuk sementara waktu dan tidak secara permanen. Dalam hal ini. jika semua tenaga kerja digunakan secara penuh. Sebab. ICOR. Dengan memperhatikan serangkaian postulat dalam model Harrod. ΔCat = Iat dan ICOR adalah ΔCat/ΔYat atau Iat/ΔYat. Pada akhir periode t. 179 . dengan mengacu dalil LOR yang konstan. maka kini dapat disimak kesimpulan-kesimpulan pokok yang menonjol dari gagasan teoritisnya. yaitu ΔC/ΔL. maka tingkat produksi maksimal masih bisa meningkat. maka laju pertumbuhan produksi dan pendapatan Y/Y tidak mungkin melebihi laju pertambahan tenaga kerja n yang sifatnya konstan. maka laju maksimal dari pertumbuhan produksi dan pendapatan ditentukan oleh laju pertambahan tenaga kerja (yang bersifat eksogen). Artinya ΔC = Iat dan ICOR adalah Iat/Yat. gagasan Harrod didasarkan atas capital-output ratio (C/Y) dan labour-output ratio (L/Y) yang konstan. Perbedaan antara dua pengertian mengenai ICOR tersebut penting untuk diperhatikan karena menjadi pertimbangan dalam menentukan tingkat investasi (ex-ante). dan (ii) tambahan cadangan modal (ΔC) atau investasi neto dalam arti ex-ante (Ia) dikaitkan dengan tambahan pendapatan yang diharapkan dan dianggap memadai oleh para usahawan/calon investor. hal yang penting bagi para investor adalah agar mereka puas dan dapat mempertanggungjawabkan tambahan investasi yang dilakukannya selama periode t. Jika pada awal suatu periode semua tenaga kerja digunakan secara penuh. Pada saat jumlah tenaga kerja bertambah dengan laju n. maka hasil produksi maksimal adalah L/u. walaupun hal itu tidak dinyatakan secara eksplisit. karena hal itu telah membawa tambahan pendapatan pada tingkat yang memang diperkirakan semula. average capital-output ratio dianggap sama dengan incremental capital-output ratio. (7) Labour-output ratio (LOR) yang bersifat konstan dinyatakan dengan huruf u dan mencerminkan nisbah penggunaan jumlah tenaga kerja terhadap hasil produksi total. Artinya. dalam pemikiran Harrod ternyata lebih mengutamakan peranan ICOR (ΔC/ΔL). Maka dari itu. Dalam hal ini. (6) Dalam model analisis Harrod.

khususnya berkenaan dengan ekonomi pembangunan dan kebijaksanaan pembangunan negara-negara berkembang. disimbolkan dengan huruf s dan s = S/Y. 179 . Penjelasan mengenai hubungan antara laju pertumbuhan.2) Laju Pertumbuhan. laju pertumbuhan disimbolkan dengan huruf g dan g = ΔY/Y. maka laju pertumbuhan produksi dan pendapatan juga konstan. bahwa g = s/k. dan COR seperti diuraikan di atas merupakan penafsiran pokok yang paling sederhana dalam kesimpulan teori Harrod. Dalam model Harrod. Tabungan tergantung dari pendapatan dan bagaimana mengenai investasi? Investasi dilakukan oleh pihak golongan yang lain berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sendiri. sehingga laju pertumbuhan g = s/k. dan seluruh tabungan yang ada tersalur sebagai investasi neto. sehingga s = S/Y = I/Y. k = C/Y ataupun k = I/ΔY (karena C = I). Perlu diingat disini bahwa perhatian Harrod berkisar pada pertumbuhan produksi dan pendapatan yang berproses dalam perkembangan dan perubahan keadaan equilibrium. hasrat menabung sebagai bagian proporsional dari pendapatan nasional. capital coefficient atau Incremental Capital-Output Ratio (ICOR) disimbolkan dengan k (Istilah capital coefficient atau Incremental Capital-Output Ratio menunjuk pada hubungan antara penggunaan modal dan tambahan pendapatan yang diperoleh dari penggunaan modal itu). Sebab. Satu sama lain memiliki arti bahwa laju pertumbuhan adalah sama dengan hasrat menabung dibagi COR. Cara-cara semacam ini mengandung ramifikasi penting. investasi yang terlaksana dalam suatu periode tertentu (investasi ex-post) dianggap sama dengan tabungan ex-ante maupun tabungan ex-post dalam periode yang bersangkutan sehingga Sa = Sp = Ip. ΔY/Y = I/Y: I ΔY. hal itu satu sama lain memiliki arti peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumberdaya dan dana secara efektif dalam produksi nasional. Karena s dan k dianggap konstan. pertumbuhan dapat ditingkatkan dengan menambah tabungan sebagai bagian dari pendapatan nasional (meningkatkan savings ratio) atau dengan menurunkan COR ataupun dengan kedua-keduanya. Persamaan dasar ini menunjukkan suatu perimbangan yang diperlukan untuk mempertahankan equilibrium antara tabungan dan investasi dalam perkembangan waktu. Seperti diketahui. tabungan-investasi. dan selanjutnya rumus g = s/k ini menjadi persamaan dasar dalam model analisis Harrod. S = ΔC = I. savings ratio. Dalam suatu perekonomian. Tabungan dan Capital-Output Ratio Dalam pembahasan ini. yaitu meningkatkan savings ratio disertai dengan penurunan COR. Dalam pembahasan selanjutnya. atau secara kuantitatif dinyatakan bahwa laju pertumbuhan adalah sama dengan savings ratio dibagi COR. Dalam hal ini.

Azas ini menunjuk pada hubungan (relation) antara kenaikan pendapatan dan kenaikan investasi: jumlah investasi yang dikehendaki atau dianggap perlu dalam suatu periode tertentu tergantung dari tingkat kenaikan produksi (atau laju pertumbuhan pendapatan). Pengertian ini merupakan kebalikan dari COR. dan 2) investasi menambah persediaan stock modal sehingga akumulasi modal yang bersangkutan meningkatkan potensial kemampuan berproduksi di masa datang untuk mencapai tingkat pendapatan secara maksimal. Arus investasi produktivitas investasi potensial. dan q = 1/kr dianggap sebagai besaran konstan. q = 1/kr. sebagai berikut: Y= Y= s= I= Q= tingkat produksi dan pendapatan aktual (yang secara nyata ada). Selanjutnya. dalam model analisis Domar dibentuk susunan formal dengan mempergunakan formula yang penggunaannya mirip dengan model Harrod. Pengertian ini analog dengan natural rate of growth versi Harrod. Dalam hubungan inilah muncul arti dan relevansi konsepsi Harrod mengenai warranted rate of growth dan natural rate of growth maupun mengenai azas acceleration. Dalam konteks model analisis Domar hal itu ditafsirkan sebagai produktivitas potensial (dan maksimal). Sebab. Sedangkan pada model analisis Domar berkisar pada peran ganda dari investasi dalam proses ekonomi. pengertian ini mencerminkan produktivitas modal Y/C. perihal peranan investasi. yaitu 1) investasi menentukan tingkat pendapatan secara aktual melalui proses multiplier. Dalam kondisi ini. k. dimana kr mencerminkan COR yang dianggap perlu (required COR). laju pertumbuhan pendapatan di masa datang mengandung berbagai kemungkinan untuk tambahan balas jasa yang memadai atas tambahan investasi yang hendak direalisasikan. para investor dapat mempertanggungjawabkan pelaksanaan dari tambahan investasi itu. Dengan begitu. Dalam pandangan para investor. yaitu produksi atau pendapatan dibagi jumlah modal yang terkait dengan hasil produksi per unit modal. sehingga Y/C = 1/k. Keduanya dianggap sebagai besaran yang konstan. besar kecilnya tambahan investasi sangat terkait dengan peningkatan pendapatan nasional yang dianggap memadai. baik dalam arti rata-rata (average propensity to save) maupun dalam arti tambahan (marginal propensity to save). Memadai disini dimaknai bahwa laju pertumbuhan di masa datang harus memberi imbalan jasa yang memuaskan bagi tambahan investasi. Laju pertumbuhan itu menambah investasi melalui azas akselerasi. Laju pertumbuhanh pendapatan yang memadai sebagaimana dimaksud oleh Harrod disebut sebagai warranted of growth. produksi dan pendapatan potensial yang dapat dicapai secara maksimal (maximum potensial level of national income). 179 . hasrat menabung.Bagaimana dengan investasi ex-post yang sudah terlaksana dibandingkan dengan investasi ex-ante pada awal periode? Investasi ex-ante mencerminkan pertimbangan dan harapan para investor mengenai laju pertumbuhan pendapatan yang dianggap memadai dari sudut investasi yang hendak dilaksanakan.

laju pertumbuhan investasi sangat diperlukan agar tingkat pendapatan aktual tetap sama dengan tingkat pendapatan potensial dan maksimal. dan 2) COR adalah besaran yang konstan.Tingkat perubahan pada kapasitas produksi yang potensial bersangkut paut dengan tingkat investasi tertentu.... ataupun dengan Dalam analisisnya. maka Ϋ = qL adanya perubahan pendapatan dalam perkembangan waktu: Ϋ = I/s*I . kini tampak adanya identifikasi formal antara dua persamaan dasar yang dimaksud di atas. equilibrium memerlukan laju pertumbuhan investasi Ϊ/I harus sama denga q/s. Domar mendasarkan pada kondisi ekonomi yang equilibrium dengan kesempatan kerja penuh. atau Ϊ/I = sq . yang lebih penting adalah bagaimana agar ΔI/I=sr/kr. (3). (Domar) (Harrod) 179 . 3) Persamaan dan Perbedaan dari Model Harrod dan Model Domar Analogi hasil pemikiran Harrod dan hasil pemikiran Domar menyebabkan kepustakaan internasional mengenal pertumbuhan mengacu kepada model Harrod-Domar. Dalam hal ini. Nilai q merupakan produktivitas investasi atau nilai kebalikan dari capital output ratio (k).. bagi Harrod memerlukan persyaratan agar ΔY/Y = gr = sr/kr (required growth = required saving ratio dibagi required capital output ratio). (1) . (2) Tingkat pendapatan aktual ditentukan melalui proses multiplier adalah Y = I/s * I.... Oleh karena q adalah besaran konstan. maka implikasinya ialah bawa Ϋ = Ϋ. Dari ulasan ini juga nampak analogi persamaan (3): Ϊ/I = sq dengan persamaan dasar dalam model Harrod: g =s/k ataupun dengan memandang pada perubahan dalam perkembangan waktu g = Y/Y = s/k. yaitu q = Ϋ/L. Laju pertumbuhan investasi yang dimaksud terletak pada tingkat sq yang proporsional dan konstan.. Maksud utama kajian Domar adalah untuk menentukan laju pertumbuhan investasi yang diperlukan agar dapat dipertahankan kondisi Y = Ϋ itu. Dengan memperhatikan persamaan (1) dan (2) diperoleh qΪ = 1/s*I. Dalam model Domar.. Dari persamaan (3). sehingga q = 1/k. yaitu : g = ΔY/Y = s/k Dalam hal ini: ΔI/I = s/k ΔI/I = s*q Dalam hal ini q = 1/k Postulat yang mendasari model Harrod dan model Domar adalah: 1) kondisi equilibrium ditandai oleh laju pertumbuhan yang proporsional dan konstan dalam perkembangan ekonomi.. sehingga Y = Ϋ. Jika Y = Y hendak dipertahankan. Dengan cara mensubtitusi satu identitas dengan identitas yang lain. Equilibrium dalam pertumbuhan...

sehingga tingkat kenaikan investasi harus dipertahankan agar supaya kenaikan pendapatan sama dengan kenaikan kapasitas produksi.Dalam model Harrod hal itu dikaitkan dengan tingkat bunga yang bersifat kaku dalam jangka pendek. 5) hasrat menabung marjinal (marginal propensity to save) dan capital coefficient (rasio antara capital dan output) adalah tetap. 179 . 4) hasrat menabung marjinal (marginal propensity to save) sama nilainya dengan hasrat menabung rata-rata (average propensity to save). Tidak ada dasar yang kuat untuk menganggap investasi yang dilakukan secara nyata akan selalu sama jumlahnya dengan investasi yang dianggap memadai. melainkan oleh kenaikan pengeluaran masyarakat. Pertumbuhan yang dianggap memadai secara inheren mengandung faktor ketidakstabilan yang berkaitan dengan fungsi investasi. 2) tidak ada pemerintah dan perdagangan luar negeri. teori Harrod-Domar juga menganggap bahwa pertambahan roduksi ini tidak secara otomatis menciptakan pertambahan produksi dan kenaikan pendapatan nasional. Dalam model Harrod. 3) tidak ada keterlambatan penyesuaian (lag of adjustment) atau ada penyesuaian yang cepat. walaupun kapasitas produksi bertambah. Dengan demikian. Asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisisnya adalah 1) perekonomian sudah berada dalam kondisi tingkat kesempatan kerja penuh (full employment income). Dalam analisisnya. Sesuai dengan pendapat Keynes. Harrod-Domar menyatakan bahwa investasi dapat menaikan kapasitas produksi dan pendapatan. Harrod-Domar sependapat dengan Keynes bahwa pertambahan produksi dan pendapatan nasional bukan ditentukan oleh pertambahan kapasitas produksi. akan tetapi sering juga meleset. hal itu terkait dengan kesulitan mencapai persamaan antara laju pertumbuhan yang memadai (warranted rate of growth) dengan laju pertumbuhan yang ditentukan oleh keadaan obyektif-struktural (natural rate of growth). sedangkan dalam model Domar menganggap teknologi tetap konstan dalam jangka waktu tertentu (jangka pendek). Dalam model Domar diulas masalah yang serupa. Perkiraan itu bisa tepat. Hal terakhir ini tergantung dari perkiraan dan ekspektasi para investor mengenai laju pertumbuhan pendapatan di masa datang. ia berpendapat bahwa investasi yang dilakukan cenderung berada di bawah tingkat yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan pendapatan yang potensial dan maksimal. Kedua model ini mengungkapkan kesulitan dan kendala terhadap berlangsungnya pertumbuhan dalam keadaan equilibrium yang ditandai oleh kestabilan pendapatan dan kesempatan kerja penuh. dan kesempatan kerja penuh dapat dipertahankan. pendapatan nasional baru akan bertambah —dan pertumbuhan ekonomi tercipta— jika pengeluaran masyarakat mengalami kenaikan dibandingkan dengan masa sebelumnya.

sedangkan di pihak lain Harrod di dalam kerangka analisisnya memasukkan secara spesifik peranan fungsi investasi yang dikaitkannya dengan azas akselerasi. Dalam kerangka analisis Domar tidak tercakup peranan fungsi investasi. yaitu untuk mengganti barang-barang modal yang tidak dapat dipergunakan lagi dan untuk memperbesar jumlah barang-barang modal yang tersedia dalam masyarakat. dan 2) nilai perbandingan antara jumlah pertambahan produksi dengan penanaman modal yang dilakukan atau yang merupakan kebalikan dari rasio modal produksi (capital output ratio). Dalam hubungan ini. Kesimpulan pokok dari analisis dalam kedua model tersebut berkaitan dengan unsur ketidakstabilan yang secara inheren melekat pada proses pertumbuhan. yaitu 1) nilai perbandingan antara seluruh tambahan produksi yang diciptakan oleh sejumlah penanaman modal dalam satu periode waktu tertentu dengan jumlah modal yang ditanamkan tersebut. Nilai inilah yang menunjukkan pertambahan efektif kapasitas memproduksi suatu negara dalam satu tahun tertentu. Dalam pemikirannya equilibrium pertumbuhan ada berkaitan dengan laju pertumbuhan investasi yang dapat membawa pendapatan aktual pada tingkat yang sama dengan pendapatan potensial. Walaupun Domar mengandalkan berlakunya azas multiplier. hendak dilaksanakan. Faktor ketidakstabilan itu menyebabkan terjadinya penyimpangan dari jalur equilibrium. Berbagai penyimpangan cenderung berlangsung secara kumulatif ke arah yang sama. Perbedaan diantara kedua model tersebut terletak pada postulat dalam pendekatan masingmasing pemikir. dapat dikatakan bahwa pendekatan Domar menekankan pada konsistensi internal mengenai peranan dinamika dan dampaknya terhadap interaksi diantara variabel-variabel yang terkandung di dalam modelnya. tidak diungkapkan tentang faktor-faktor determinan yang mempengaruhi tingkat investasi. Tingkat investasi yang diperlukan tergantung dari perkiraan/ekspektasi para investor tentang laju pertumbuhan pendapatan di masa datang. Sedangkan Domar memandang laju pertumbuhan investasi — melalui azas multiplier 179 . Oleh sebab itu. dalam memperbandingkan jumlah pertambahan produksi dengan penanaman modal yang dilakukan. yaitu sejauh mana laju pertumbuhan itu dianggap memadai investasi yang — dapat meningkatkan pendapatan guna mencapai keadaan equilibrium (Y = Ϋ).Inti dari analisis Harrod-Domar adalah bahwa penanaman modal yang dilakukan masyarakat dalam satu periode waktu tertentu digunakan untuk dua tujuan. Kecenderungan itu menjadi pertimbangan dasar bagi Harrod dan Domar agar dilakukan intervensi kebijaksanaan dalam proses ekonomi masyarakat. akan diperoleh dua nilai penting. Harrod mengarahkan perhatiannya kepada pertumbuhan produksi dan pendapatan yang lajunya dapat mendorong —melalui azas akselerasi— para investor untuk melaksanakan investasi yang diperlukan guna memelihara equilibeium.

yaitu 1) perencanaan pembangunan ekonomi untuk faktor geografis. perencanaan pembangunan mencakup perencanaan kota dan negara (Town & Country Planning). Kondisi ini menunjukkan bahwa setiap penambahan tenaga kerja justru akan mengurangi Dalam bukunya yang berjudul Development Planning. perekonomian tradisional: dalam perekonomian ini Lewis mengasumsikan di daerah perdesaan dengan ekonomi tradisionalnya mengalami surplus tenaga kerja. dan perencanaan kota & daerah (Urban & Regional Planning). Arthur Lewis atau yang akrab dipanggil Lewis dalam mengawali teorinya menegaskan bahwa teori klasik mengenai penawaran tenaga kerja yang elastis dengan upah subsisten benar-benar terjadi di sejumlah negara terbelakang. diikuti proses urbanisasi antara kedua daerah tersebut. 2) perencanaan pembangunan ekonomi untuk penggunaan dana pemerintah di masa datang. dan Hollis-Chenery dengan teori transformasi struktural. 21 179 . teori ini juga mengulas model investasi dan sistem penetapan upah pada sistem modern yang juga berpengaruh pada arus urbanisasi yang ada. bioskop. perencanaan tata guna tanah (Land-use Planning). perencanaan fisik (Physical Planning). Hal ini ditandai oleh nilai produk marginal tenaga kerja yang bernilai nol. Surplus ini erat kaitannya dengan basis utama ekonomi tradisional. Ekonomi seperti itu terjadi pada negara yang berpenduduk padat dibandingkan dengan ketersediaan sumberdaya alam dan sumber daya modalnya sehingga produktivitas marginal tenaga kerjanya tidak berarti. teori ini lebih memfokuskan pada proses pembangunan antara daerah kota dan desa. 1991: 68). Kondisi kehidupan masyarakat pada umumnya masih berada pada taraf kesejahteraan yang rendah sebagai akibat dari perekonomian yang masih bersifat subsisten. dan 6) perencanaan pembangunan ekonomi untuk menggambarkan sarana pemerintah. dan sangat didominasi oleh sektor industri dan jasa (Todaro. yang semula lebih bersifat subsisten dan fokus pada sektor pertanian menuju ke struktur ekonomi yang lebih modern. tempat tinggal. 3) perencanaan pembangunan ekonomi untuk ekonomi berencana. Arthur Lewis (1966) membagi perencanaan pembangunan ekonomi ke dalam 6 (enam) kategori peruntukan. 5) perencanaan pembangunan ekonomi untuk penetapan sasaran perekonomian secara keseluruhan. bahkan negatif. dan sebagainya. (1) Teori Arthur Lewis Profesor W. Teori utama yang memakai pendekatan perubahan struktural yang akan dibahas disini adalah teori pembangunan ekonomi yang dikemukakan oleh Arthur Lewis dengan teori migrasi. bangunan.4) Analisis Perubahan Struktural Analisis mengenai perubahan struktural menitikberatkan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh negara sedang berkembang. fungsi produksi pada sektor pertanian telah sampai pada tingkat berlakunya hukum the law of diminishing return . Lewis21 mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi: Pertama. 4) perencanaan pembangunan ekonomi untuk penentuan sasaran produksi pemerintah. Dalam pembahasan selanjutnya. Selain dari pada itu. Di NSB. Artinya.

Dalam proses itu terjadi difusi modal. Dalam kondisi perekonomian seperti itu. Dengan demikian. suku. Nilai marginal tenaga kerja bernilai positif. perpindahan ini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor pendorong (push factor) dari daerah asal dan faktor penarik (pull factor) dari daerah tujuan. sektor industri di perkotaan masih menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduk desa. Untuk kepentingan makro. (1995) mencoba menjelaskan pandangan Arthur Lewis dan Myrdal tentang dampak yang bertolak belakang tersebut. sehingga daerah perkotaan dimana sebagian besar sektor ini beroperasi. Selain menyediakan lapangan kerja dalam jumlah yang cukup besar juga memberi upah yang lebih tinggi (mencapai 30%) dibandingkan dengan tingkat upah di perdesaan. Lewis menyarankan agar tenaga kerja 179 . bahkan kecenderungan migrasi ke perkotaan terus meningkat. Produktivitas sektor ini sangat tinggi termasuk input dan tenaga kerja yang digunakan. Dengan demikian. Dalam teori migrasi klasik. sebaliknya dengan mengurangi tenaga kerja justru tidak mengurangi total produksi (hal ini terjadi sebagai akibat dari proporsi input variabel tenaga kerja yang terlalu besar). Sungguhpun ubanisasi itu merupakan dampak ikutan dari proses pembangunan ekonomi. nilai upah riil ditentukan oleh nilai rata-rata produk marginal. teknologi. Selain itu. kecenderungan urbanisasi itu sulit dihindari. pangsa semua pekerja terhadap output yang dihasilkan adalah sama. namun urbanisasi itu sendiri pada gilirannya akan menimbulkan dampak (baik dampak negatif maupun dampak positif) secara berantai terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. juga terjadi proses intensifikasi pada beragam etnis. dan bukan oleh produk marginal dari tenaga kerja itu sendiri. nilai-nilai. agama dan mata pencaharian. Karena alasan itu maka kemudian kota menjadi daya tarik bagi penduduk desa dalam melakukan urbanisasi. urbanisasi dipandang sebagai perubahan dari orientasi tradisional ke orientasi modern. pengelolaan kelembagaan dan orientasi politik dari dunia modern ke masyarakat yang lebih tradisional. merupakan daerah tujuan bagi para pencari kerja dari daerah perdesaan. dan Kedua. perekonomian industri: sektor industri dalam sebuah perekonomian memegang peranan penting.total produksi. khususnya bagi perekonomian Indonesia yang saat ini sedang bergerak dari perekonomian tradisonal menuju ke perekonomian industri. Berdasarkan uraian di atas. dalam rangka meningkatkan pendapatan nasional. Menurut Lewis. sektor modern yang terdapat di daerah perkotaan jauh lebih produktif dari pada sektor tradisional yang biasanya terdapat di perdesaan. Hampir sebagian besar dari kegiatan di sektor ini beroperasi di daerah perkotaan. Keban. Setiap penambahan tenaga kerja pada sektor industri akan diikuti oleh peningkatan output yang diproduksi. Dalam proses modernisasi.

yaitu dengan melakukan beberapa terobosan yang bersifat non-ekonomi. juga akan mempengaruhi industri yang berkembang di kota yang membutuhkan produk pertanian perdesaan. Penduduk desa tersebut dapat dikategorikan sebagai orang kota walaupun sebenarnya mereka masih tinggal di suatu daerah yang berciri perdesaan. Pendekatan kedua berupaya mengembangkan kota-kota kecil dan sedang yang selama ini telah ada untuk mengimbangi pertumbuhan kota-kota besar dan metropolitan.yang kurang atau tidak produktif di perdesaan harus pindah ke kota dan bekerja pada sektor modern. Sejalan dengan makin berkembangnya proses pengkotaan daerah sekitar kota. Kondisi ini akan mempengaruhi produktivitas pertanian yang semakin menurun. Akan tetapi sektor formal dan informal menunjukkan angka yang tidak mencolok. Konsekuensinya adalah tenaga kerja pertanian akan beralih ke sektor industri dan sektor jasa. Kedua pendapat ini penting sehingga urbanisasi harus dikendalikan. Jika tidak. 179 . maka pertumbuhan GNP akan menurun. desa wisata agribisnis. Pada kenyataannya sektor jasa menjadi sektor yang cukup diminati dibandingkan dengan sektor industri. Dampak yang lebih luas. industri dan rekreasi. dan 2) mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dikenal dengan daerah penyangga pusat pertumbuhan. Myrdal memberikan pemahaman tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh urbanisasi bahwa daerah perdesaan (daerah belakang) akan kehilangan tenaga kerja. Sebaliknya. dan lain-lain. karena kesulitan mencari tenaga kerja di perdesaan. Faktor yang paling besar kontribusinya dalam hal ini adalah konversi lahan pertanian produktif menjadi lahan pemukiman. menerapkan kebijaksanaan urbanisasi melalui dua pendekatan: 1) mengembangkan daerah-daerah perdesaan agar lebih maju dengan memiliki ciri-ciri sebagai daerah perkotaan yang dikenal dengan urbanisasi perdesaan. Jika pengaruhnya besar bagi industri. Pendekatan pertama berupaya untuk mempercepat tingkat urbanisasi tanpa menunggu pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian daerah-daerah perdesaan didorong pertumbuhannya agar memiliki ciri-ciri kekotaan. urbanisasi akan mendatangkan masalah besar yang menghambat jalannya proses pembangunan. Perubahan tingkat urbanisasi tersebut diharapkan akan memacu tingkat pertumbuhan ekonomi. Indonesia dalam menghadapi masalah urbanisasi sebagaimana diuraikan di atas. dengan demikian sektor pertanian akan terhambat. Hal ini sejalan dengan istilah wisata pantai atau kota pantai. Secara agregat. maka penyerapan angkatan kerja di sektor pertanian pun mengalami penurunan. semua tenaga kerja ini akan mampu menyumbang terhadap total pendapatan nasional.

berjangka panjang. (2) Analisis Chenery dan Syrquin Mengenai Transformasi Struktur Ekonomi Chenery dan Syrquin (1975) mendefinisikan pembangunan sebagai proses pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan variasi perubahan dalam struktur sosial dan ekonomi. termasuk Indonesia. tetapi apa yang diharapkan mereka ternyata tidak terwujud. berada dalam suatu keteraturan yang membentuk pola yang normal dan bersifat umum. Permasalahan teknis yang timbul pada tahap selanjutnya akan mengikuti gerak perubahan ini. hanya beberapa perubahan yang bersifat struktural dalam kerangka makro dan sifatnya mendasar. Ini terjadi sebagai akibat dari praktik pembangunan ekonomi yang terlalu mementingkan modernisasi industri di kota dan telalu mengutamakan sektor modern di kota. akan tetapi dari sekian banyak perubahan itu.Masalah klasik yang dihadapi dalam pembangunan ekonomi selalu pada urbanisasi tidak terkendali. Proses pertumbuhan ekonomi tersebut pada tahap selanjutnya akan mempengaruhi aspek-aspek yang secara langsung berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Di sisi lain. Bagi banyak negara berkembang. yang pada tahap selanjutnya hal ini akan mendorong terjadinya proses urbanisasi. Industrialisasi akan membawa akibat pada perbedaan dalam tingkat pendapatan masyarakat yang bertempattinggal di kota dan di desa. Misalnya. Arus urbanisasi yang pesat juga merupakan kelemahan masyarakat yang tidak mampu menciptakan prasarana dalam negeri yang memadai untuk mendorong produksi (baik pertanian maupun industri). salah satu transformasi yang terjadi pada saat pertumbuhan ekonomi adalah meningkatnya pangsa sektor industri pengolahan dalam perekonomian. Ribuan petani di perdesaan kehilangan tanah karena mekanisasi pertanian yang belum waktunya. kebijakan pembangunan yang mengabaikan sektor pertanian telah menimbulkan tidak memadainya pertumbuhan pendapatan di daerah perdesaan. Kepadatan penduduk di daerah perkotaan yang semakin 179 . alih fungsi lahan yang terus meningkat menimbulkan gejala baru yang menyebabkan petani harus berpindah ke kota-kota yang tumbuh dengan pesat. Dapat dijelaskan lebih lanjut bahwa pola pembangunan yang terjadi pada saat pertumbuhan ekonomi akan memiliki dua ciri khas sebagai berikut: 1) transformasi struktur sosial ekonomi yang terjadi meliputi banyak hal. Akibatnya tidak mampu menyediakan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penduduk kota maupun penduduk desa. kebijakan mengimpor teknologi padat modal secara besar-besaran untuk mencapai industrialisasi dengan segera telah menyebabkan pertumbuhan kesempatan kerja di kota tidak sesuai dengan jumlah orang yang mencari pekerjaan. Variasi perubahan ini dapat diamati sebagai suatu transformasi yang sistematis.

Penyesuaian-penyesuaian semacam itu sebenarnya bukan merupakan hal yang harus dipersoalkan. kesehatan. secara tegas menyatakan kritiknya terhadap teori-teori yang berasal dari negara-negara Barat. kebersihan dan tata-tertib kota. Masalah-masalah yang berkaitan dengan masalah kependudukan. Generalisasi suatu variasi akan sangat membantu dalam analisis berbagai permasalahan yang terjadi. transportasi perkotaan. pada kenyataannya pola pembangunan yang terjadi di negera-negara sedang berkembang secara umum memiliki kesamaan-kesamaan dengan pengalaman negara-negara maju. namun dalam suatu kerangka makro. baik dilihat dari suatu rentang waktu tertentu atau dilihat dari perbandingan antarnegara dalam suatu perjalanan waktu tertentu. Pendapat yang sama sebenarnya juga telah banyak dilontarkan oleh para ahli ekonomi pembangunan lainnya. bantuan peralatan yang berciri seperti di atas sangat diperlukan. 179 . Todaro (1989) dalam bukunya berjudul Economic Development in the Third World. kriminalitas dan lain-lain. Perubahan-perubahan tersebut memang bervariasi antara satu negara dengan negara lain. distribusi pendapatan. sehubungan dengan penjelasan dari permasalahan pembangunan yang terjadi di negara-negara sedang berkembang. tampaknya ada benang emas yang menghubungkan keduanya bahwa pada prinsipnya perubahan struktural yang terjadi pada masa pembangunan bisa digeneralisasi untuk semua negara. Kritik ini tampaknya lebih ditujukan pada asumsi-asumsi yang melandasi teori-teori barat tersebut. Justeru hal ini perlu mendapat perhatian. seperti pengadaan perumahan. karena ada pendapat yang menyangsikan relevansi penggunaan model-model makro yang dibuat oleh ahli-ahli dari barat. terutama pada saat mereka mulai tumbuh. Bertolak dari dua pernyataan di atas. akan tetapi bila dihubungkkan dengan kondisi kemakmuran masing-masing negara. Sungguhpun dalam mengatasi masalah yang ada menjadi suatu hal yang spesifik untuk masing-masing negara. dan 2) variasi perubahan yang terjadi merupakan gejala yang sistematis. pengangguran. Akan tetapi. yang oleh Todaro dianggap terlampau menekankan pada proses pemupukan modal dan tidak memperhatikan aspek kultur yang membedakan masyarakat barat dan timur. Walaupun demikian.meningkat pada gilirannya akan menimbulkan masalah-masalah yang langsung berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. maka akan tampak pola yang teratur dan sistematis. urbanisasi dan lain-lain juga pernah dihadapi oleh negara maju. pembangunan pertanian. penanggulangan masalah teknis sebagai akibat perubahan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi objektif pada masing-masing negara. Ini berarti perubahan yang terjadi dapat digeneralisasikan sebagai suatu gejala dan kecenderungan umum dengan pola yang normal.

. oleh Harrod-Growth diformulasikan sebagai berikut: s g = c dalam hal ini: g = laju pertumbuhan pendapatan s = Average Propensity to Save (APS) c = Incremental Capital Output Ratio (ICOR) . sedangkan pertumbuhan ekonomi belum tentu diikuti oleh kenaikan pendapatan per kapita (Sukirno. PDB atau PDRB terbagi menjadi dua ukuran yaitu PDB atau PDRB atas dasar harga berlaku dan PDB atau PDRB atas dasar harga konstan (harga tahun dasar). sementara untuk level daerah provinsi dan atau kabupaten/kota digunakan ukuran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Konsep pertumbuhan ekonomi sebagaimana dimaksudkan di atas. peningkatan nilai dari input menjadi output disebut sebagai nilai tambah (value added). (04) 179 . Dalam kegiatan perekonomian yang sebenarnya pertumbuham ekonomi berarti perkembangan fisikal produk barang dan jasa yang berlaku di suatu negara. suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan jika jumlah produksi barang dan jasa-jasa mengalami peningkatan. 2000: 422-423). dapat dihitung dengan menggunakan ukuran Produk Domestik Bruto (PDB) untuk level nasional. Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu negara atau daerah. Kedua konsep ini mempunyai pengertian yang sedikit berbeda.Dalam hal pertumbuhan ekonomi... Sebagian ahli ekonomi mengartikan pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi. Perbedaan penting lainnya adalah dalam pembangunan ekonomi tingkat pendapatan per kapita terus-menerus meningkat. Dalam analisis ekonomi perlu dibedakan arti pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Istilah pembangunan ekonomi biasanya dikaitkan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang. atau dengan kata lain peningkatan nilai tambah dari suatu bahan baku menjadi produk atau dari input menjadi output menunjukkan adanya perkembangan perekonomian suatu wilayah. Istilah pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi perkembangan perekonomian.. Dalam terminologi ekonomi.. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDB atau PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha (sektor-sektor ekonomi) dalam suatu negara atau daerah tertentu.

Untuk menghitung ICOR pada tenggang waktu tertentu.1 Cara di atas sangat sensitif dalam menghitung ICOR Nasional. (08) .. oleh karena tidak semua investasi memiliki grace period satu tahun.1 ICORt = PDB t – PDB t.. (05) Untuk lebih operasionalnya... (07) . Dari formula di atas dapat digambarkan bahwa dengan investasi —baik oleh pihak swasta maupun pihak pemerintah— pendapatan nasional dapat ditingkatkan...PDB 2004 Formula yang direkomendasikan untuk menghitung ICOR multi year dengan grace period 1 tahun adalah dengan persamaan regresi sebagai berikut : Yt = a + b I t-1 Dalam hal ini: Y = Pendapatn Nasional I t-1 = Investasi tahun t-1 b = 1/ICOR Perlu diingat dalam menghitung ICOR. namun dengan suatu jangka waktu tertentu. formula di atas dapat dirumuskan sebagai berikut: PMTDBt.. semua data harus menggunakan harga konstan pada tahun tertentu. Berapa besar peningkatan pendapatan nasional itu akan sangat tergantung kepada: 1) besarnya investasi. besarnya Investasi yang dibutuhkan oleh sesuatu negara pada suatu tahun tertentu tertentu tergantung kepada: 1) berapa besar laju pertumbuhan pendapatan nasional yang diinginkan secara rasional.. ICOR yang tinggi bisa disebabkan oleh: 1) .. 3) alokasi investasi kepada setiap sektor..Sedangkan ICOR dapat dihitung dengan formula : ∂K ICOR = ∂Y I = ∂Y .... Sementara itu. 2) besarnya ICOR per sektor... maka dapat digunakan formula berikut (contoh untuk menghitung ICOR selama RPJMN 2004-2009): PMTDB 2004 + PMTDB 2005+ .+ PMTDB 2009 ICOR 2004-2009 = PDB 2009 ...... dan 4) NTB setiap sektor. 2) berapa besar laju pertumbuhan sektoral yang diinginkan sehubungan dengan butir 1) di atas..... (06) 179 . dan 3) besarnya ICOR per sektor.

ICOR tinggi karena belum menghasilkan nilai tambah (karenanya. ada yang tinggi dan ada yang rendah). bila K naik karena adanya I. tabungan (s) adalah fungsi dari pendapatan (Y) atau s = f (Y). Dengan demikian. sementara investasi adalah fungsi dari pendapatan atau I = f (Y). dan 4) pemanfaatan kapasitas produksi yang ada. untuk mencukupi kebutuhan bagi pembiayaan laju pertumbuhan pendapatan nasional tertentu maka bukan saja digunakan potensi yang ada di dalam negeri. karena 179 . 3) melakukan investasi dengan perkiraan permintaan akan meningkat. pendapatan nasional dapat dilihat dari dua sisi: Pertama. Dalam hal ini tidak hanya tergantung pada investasinya. dari sisi demand dimana Y = C + I. antara Investasi dan pendapatan nasional. Hal ini harus dilakukan. Oleh karena itu. akan tetapi apakah investasi tersebut digunakan atau tidak untuk meningkatkan kapasitas produksi. terdapat hubungan sebab akibat dan hubungan tersebut bersifat positif. ada beberapa faktor yang menyebabkannya. tabungan yang tersedia tidak cukup. Dalam hal terjadinya unfull utilized investment. dan 4) arah investasi yang banyak ke sektor-sektor yang memang ICOR normalnya sudah tinggi. 4) pertumbuhan ekonomi. 2) investasi masa lalu yang tidak memiliki daya saing. Devisa dibutuhkan untuk mengimpor barang modal dan bahan pembantu dalam rangka peningkatan pendapatan nasional. Menurut Keynes. Dalam model makro ekonomi dua sektor. yang berarti terdapat resources gap. pada saat pertumbuhan ekonomi lambat. prioritas harus pada investasi yang telah ada). ICOR menurun. dan Kedua. Jadi salah satu fungsi bantuan luar negeri dan PMA tersebut adalah untuk menutupi resources gap. sebaliknya pada saat pertumbuhan ekonomi cepat. diantaranya: 1) investasi belum tuntas. 2) komposisi investasi dalam berbagai kegiatan (karena ICOR pada berbagai kegiatan berbeda-beda. ICOR meningkat. Masalahnya adalah. 3) time lag (tenggang waktu) yang terlalu lama. dari sisi supply. Perkiraan ICOR di masa depan sangat dipengaruhi oleh: 1) komposisi sektoral GDP yang direncanakan. 2) penggunaan teknologi yang capital intensive. namun hal itu tidak terwujud. untuk membiayai suatu laju pertumbuhan pendapatan tertentu. akan tetapi juga diupayakan penggunaan potensi yang ada di luar negeri baik dalam bentuk bantuan luar negeri maupun penanaman modal asing (PMA). Dimensi kedua dari investasi adalah bahwa investasi dapat dilihat dalam bentuk mata uang dalam negeri (Rp) dan dalam bentuk devisa. maka pendapatan nasional naik dan atau bila pendapatan nasional naik maka tabungan akan naik.penggunaan kapasitas produksi yang terlalu rendah. 3) jenis teknologi yang akan dipakai. dimana Y = C + S. demikian halnya dengan investasi juga akan naik. Artinya.

22 179 . Seiring dengan terjadinya pertumbuhan PDB atau PNB per kapita dalam jangka panjang. maka berarti kenaikan pendapatan nasional memperbesar kebutuhan akan devisa dan hal ini terutama ditutupi oleh ekspor. (London. Didalam buku tersebut proses ketiga dan keempat disatukan.seperti diketahui masih sangat banyak ragam dan jenis barang modal dan bahan pembantu yang belum dapat dihasilkan di dalam negeri sedangkan keberadaan barang dan bahan tersebut sangat dibutuhkan. paling sedikit ada tiga model yang lazim dipergunakan dalam membahas model pertumbuhan ekonomi menurut sektor produksi. wages. jalan. H. Oxford University Press. dan 4) proses distribusi. jembatan dan lain-lain. Dalam peningkatan tersebut. 2) pola perubahan struktur produksi menurut Chenery dan Taylor. 2) proses alokasi. repayments dan lain-lain. namun untuk lebih mempertajam analisis. Adapun proses22 perubahan struktural tersebut adalah 1) proses akumulasi. Patterns of Development 1950-1970. terdapat kebocoran karena sebagian dibiayai oleh bantuan luar negeri dan PMA. kenaikan dalam pendapatan akan mengakibatkan kenaikan konsumsi dalam jumlah yang lebih kecil daripada kenaikan pendapatan tersebut. Chenery dan Moises Syrquin. dan 3) pola perubahan struktur produksi menurut Chenery dan Syrquin. Kebocoran tersebut dalam bentuk interest. Untuk itu. Pengertian disertai disini dimaksudkan bukan karena sebab akibat atau timbulnya proses perubahan tersebut bukan karena kenaikan pendapatan per kapita. Keempat proses tersebut akan dibahas setelah pembahasan mengenai model-model pertumbuhan ekonomi menurut sektor produksi yang mendasari pembentukan model untuk menganalisis keempat proses tersebut. lebih baik keduanya dipisahkan. yaitu 1) model elastisitas pertumbuhan. Dengan adanya kenaikan konsumsi swasta dan konsumsi pemerintah terhadap barang luar negeri. Oleh karena investasi itu sebagian besar berwujud fisik seperti gedung. baik terhadap konsumsi barang dan jasa dalam negeri maupun konsumsi barang dan jasa produksi luar negeri. maka pendapatan nasional meningkat. 3) proses demografi. profit.B. 1975). Setelah investasi berproduksi. sehingga investasi juga mempengaruhi secara langsung lapangan usaha bangunan (konstruksi) dalam pendapatan nasional. Kenaikan pendapatan nasional selanjutnya mengakibatkan kenaikan konsumsi swasta (Ks) dan konsumsi pemerintah (Kp). Berdasarkan hipotesis Keynes. akan disertai berbagai proses perubahan struktural dalam perekonomian.

tingkat pendapatan per kapita tidak saja mewakili variabel tingkat permintaan dan variabel komposisi permintaan. Y ßi. Model ini kemudian oleh ECAFE digunakan sebagai model untuk melakukan proyeksi pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan ke jangka panjang berdasarkan sektor produksi.. Itulah sebabnya.. khususnya bagi negara-negara yang data statistik pendapatan nasionalnya dianggap masih sederhana. pertambangan. Model elastisitas pertumbuhan ini adalah: Vi = α i. serta pertumbuhan jumlah penduduk selama berlangsungnya pertumbuhan ekonomi. 179 .. koefisien dalam model ini disebut sebagai koefisien elastisitas pertumbuhan dan bukan sebagai elastisitas pendapatan. industri pengolahan bangunan. PNB per kapita Elastisitas besarnya pasar (size elasticity) diwakili oleh jumlah penduduk untuk sektor i.. Pop atau Ln Vi = Ln α i + ßi Ln Y + γ Dalam hal ini: Vi : i i α i . Di dalam model tersebut. akan tetapi juga mewakili variabel keadaan penawaran faktor produksi dan tingginya tingkat teknologi yang ada di suatu negara. yang menunjukkan berapa persen NTB sektor i akan meningkat kalau PNB per kapita naik dengan satu persen.. model ini adalah yang paling sederhana.. yang menunjukkan berapa persen NTB sektor i akan meningkat bilamana jumlah penduduk naik dengan satu persen.. (10) α ßi : : Y γ i : : Pop : NTB sektor i (i = terdiri atas pertanian.. ia menunjukkan bagaimana hubungan antara pola pertumbuhan ekonomi menurut sektor produksi dengan perubahan yang terjadi dalam penawaran faktor-faktor produksi dan pola permintaan terhadap barang dan jasa.Dalam hal model elastisitas pertumbuhan. pengangkutan dan jasa) Konstan untuk sektor i Elastisitas pertumbuhan (growth elasticity) sektor i.. (09) Ln Pop .. Jumlah penduduk pertengahan tahun. Untuk pertama kalinya model elastisitas pertumbuhan ini diperkenalkan oleh Chenery pada Tahun 1960.

... dimaksudkan untuk mengatasi kemungkinan penurunan elastistas pendapatan atau pertumbuhan secara kontinu dengan semakin tingginya pendapatan per kapita... perbedaan lain antara model Chenery dan Taylor dengan model Chenery dan Syrquin ini terletak pada jumlah dan jenis variabel yang menjelaskan tentang pola perubahan struktur produksi serta fungsi yang menghubungkan struktur produksi dengan variabel yang mempengaruhinya.(12) .... (14) 179 . Chenery dan Taylor membagi struktur produksi menjadi tiga sektor. meliputi LU sisanya... atau untuk lebih jelasnya. yang terdiri atas sektor primer. yakni : Ln xi = α i+ß1i LnY+ß2i (LnY)2+γ i Ln Pop +δ i Ln k +ϕ 1iLn θ p+ϕ i 2i Lnθ m . sektor industri.....(13) Ln Pop Khusus untuk data deret berkala (time series). oleh Chenery dan Taylor dikedepankan tiga macam persamaan regresi untuk data penampang silang antarnegara. diformulasikan sebagai berikut : Ln xi = α i + ßi Ln Y Dalam hal ini: xi Y k θ : Peranan NTB sektor i dalam PDB : PNB per kapita. meliputi lapangan usaha (LU) pertanian dan pertambangan. US $ 1960 : Peranan pembentukan modal tetap domestik bruto dalam PDB : Peranan ekspor bahan mentah dalam PDB p : Peranan ekspor industri pengolahan dalam PDB θ m Po : Jumlah penduduk pertengahan tahun (dalam juta jiwa) p Digunakannya variabel (Ln Y)2 sebagai salah satu variabel untuk menjelaskan perubahan struktur produksi selama pertumbuhan ekonomi... Chenery dan Syrquin memilah struktur produksi ke dalam empat sektor. dan sektor jasa.Mengenai pola perubahan struktur produksi... model persamaan regresinya adalah formula (10) dengan menghilangkan variabel penduduk sebagai variabel yang menjelaskan perubahan dalam struktur produksinya. Mengenai pola perubahan struktur produksi. Selain itu.. Mengenai pola perubahan struktur produksi... meliputi LU industri manufaktur dan bangunan.(11) Ln xi = α i + ß1i Ln Y + ß2i (Ln Y)2 + γ Ln xi = α i + ßi Ln Y + γ i Ln Pop .

4 ).. khususnya aspek yang memungkinkan pertumbuhan yang berkelanjutan.... 3. dan 2) membiayai impor yang tidak bisa ditanggulangi oleh penerimaan devisa dari ekspor. N = Populasi (juta jiwa). 26 negara diantaranya berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa. Studi Chenery dan Syrquin ini berusaha menganalisis perubahan mendasar dalam struktur ekonomi yang lazimnya menyertai pertumbuhan ekonomi. digunakan formula : xi = α i + ß1i Ln Y + ß2i (Ln Y) + Σ ε jiTj 2 j=1 4 .. 2.. Y :GNP perkapita ( dalam US $ 1964 ). Yang menarik dari hasil regresi ini adalah tanda negatif untuk koefisien regresi variabel pemasukan modal asing bagi sektor primer dan tanda positif untuk sektor industri.Untuk menganalisis data penampang silang antar negara.. Identifikasi dan pengukuran pola pembangunan dimaksud mencakup 10 proses pokok dari 27 variabel untuk menggambarkan berbagai dimensi transformasi struktur yang terjadi pada 101 negara.(16) Sedangkan untuk data deret berkala.. 179 . Dengan memperhatikan pemasukan modal asing untuk keperluan : 1) mengisi kekurangan dana tabungan bagi investasi.. maka diperkirakan pemasukan modal asing lebih banyak digunakan di luar sektor primer. (17) dalam hal ini: X :Variabel bebas merupakan variabel-variabel yang ingin dianalisis perubahannya sesuai dengan keempat proses di atas.. digunakan dua buah model regresi seperti di bawah ini.. yang mereka teliti dalam kurun waktu 1950-1970.dalam hal ini rasionya terhadap GDP Tj : Periode waktu ( j = 1..(15) xi = α i +ß1i LnY + ß2i (LnY)2 +γ 1i LnPop +γ 2i (Ln Pop)2 +Σ δ jiTj + ε j=1 i F . Fokus utama analisis mobilisasi dan alokasi sumberdaya.... xi =α i +ß1i LnY +ß2i (LnY)2 + γ 1i LnPop +γ 2i j=1 (Ln Pop)2 + Σ δ jiTj 4 4 . F :Net resources inflow (impor dikurangi ekspor dari pada barang-barang dan jasa non-faktor produksi) atau pemasukan modal dari luar negeri..

harus diusahakan melebihi tingkat pertumbuhan angkatan kerja. Dari keseluruhan analisis Chenery dan Syrquin menunjukkan corak dari sepuluh jenis perubahan dalam struktur ekonomi yang berlaku dalam proses pembangunan di negara-negara berkembang. Yang tergolong sebagai alokasi sumberdaya adalah struktur permintaan domestik (pengeluaran masyarakat atas produksi dalam negeri). dan distribusi pendapatan. urbanisasi. struktur produksi. 2) akumulasi modal. didominasi oleh penurunan pangsa pangan dan peningkatan pangsa barang manufaktur.1. 2) pengaruh faktor umum seperti luas pasar dan sumber yang berada di luar penguasaan pemerintah. termasuklah proses perubahan dalam faktor-faktor berikut: alokasi tenaga kerja dalam berbagai sektor. dibangun berdasarkan asumsi-asumsi: 1) variasi dalam komposisi permintaan konsumen yang mengiringi peningkatan pendapatan per kapita. Dari ketiga komponen tersebut. pengumpulan tabungan pemerintah dan kegiatan menyediakan pendidikan kepada masyarakat. baik berupa modal fisik maupun modal manusia. Perubahan-perubahan tersebut dibedakan menjadi tiga golongan. Dalam golongan yang ketiga. Pilihan strategis suatu negara tidak hanya dipengaruhi oleh corak dari struktur ekonomi. 2) perubahan dalam struktur ekonomi sebagai perubahan dalam proses alokasi sumberdaya. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang termasuk sebagai proses akumulasi meliputi kegiatan pembentukan modal. yaitu 1) pengaruh normal dari faktor universal yang berhubungan dengan tingkat pendapatan.Model umum mengenai perubahan struktural yang diterapkan pada semua negara. dua komponen pertama merupakan perhatian utama dari studi Chenery dan Syrquin. 179 . Studi Chenery dan Syrquin memisahkan pengaruh dari faktor universal yang mempengaruhi semua negara dari corak khusus. dan 3) perubahan dalam struktur ekonomi sebagai perubahan dalam proses demografi dan distribusi. Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2. dan 3) pengaruh sejarah. faktor-faktor yang dianalisis oleh Chenery dan Syrquin dimaksudkan untuk menggambarkan perubahan-perubahan struktur ekonomi dalam proses pembangunan. yaitu 1) perubahan dalam struktur ekonomi sebagai perubahan dalam proses akumulasi. Sejauh sasaran itu tercapai. tingkat kelahiran dan kematian. maka setiap aspek pola pembangunan suatu negara dapat digambarkan sebagai akibat dari beberapa faktor yang terdiri atas tiga komponen. dan 4) akses pada perdagangan internasional dan pemasukan modal. dan struktur perdagangan. yaitu proses demografi dan distribusi. 3) Akses teknologi serupa untuk semua negara. tujuan sosial politik pemerintahan. dan kebijaksanaan yang ditempuh (kesediaan untuk menggunakan berbagai peralatan kebijaksanaan) masing-masing negara.

Konsumsi atas bahan makanan 2 Struktur Produksi a. Tabungan domestik bruto b. penduduk daerah urban 3 Transisi Demografis a. Melihat jumlahnya dan dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan jumlah penduduk Dengan melihat perubahan jumlahnya dan dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan jumlah penduduk Dengan melihat perubahan persentase PDB yang diterima oleh masing-massing golongan pendapatan tersebut.Tabel 2. Bagian dari 20 persen penduduk yang menerima pendapatan paling tinggi b. Produksi sektor industri c. Tingkat pemasukan anak-anak ke sekolah dasar dan sekolah menengah II PROSES ALOKASI SUMBERDAYA 1 Struktur Permintaan Domestik a. Produksi sektor primer b. Pembentukan modal domestik bruto b. Pembentukan modal domestik bruto c. dan perubahan persentase anakanak yang bersekolah di sekolah dasar dan sekolah menengah Melihat perubahan nilai-nilainya dan dinyatakan sebagai persentase dari PDB Melihat perubahan jumlahnya dan dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan jumlah tenaga kerja. Produksi sektor jasa 3 Struktur Perdagangan a. Dalam sektor jasa 2 Urbanisasi a. Pendapatan dari pajak 3 Pendidikan a. Impor II PROSES DEMOGRAFIS DAN DISTRIBUSI I 1 Alokasi tenaga kerja a. Konsumsi pemerintah d. Tingkat kematian 4 Distribusi Pendapatan a. Dalam sektor primer b. Ekspor b. Dalam sektor industri c. Ekspor barang-barang industri d. Aliran masuk modal (di luar impor brg & jasa) 2 Pendapatan Pemerintah a. Pendapatan pemerintah b. Ekspor bahaan mentah c. Bagian dari 40 persen penduduk yang menerima pendapatan paling rendah CARA-CARA UNTUK MENUNJUKKAN PERUBAHAN YANG TERJADI Melihat perubahan pada nilai-nilainya dan dinyatakan sebagai persentase dari PDB Menunjukkan perubahan persentase GDP untuk pendidikan. Konsumsi rumahtangga c.1 Cara-cara Untuk Menunjukkan Corak Perubahan Struktur Ekonomi Dalam Proses Pembangunan FAKTOR-FAKTOR YANG DIANALISIS I PROSES AKUMULASI 1 Pembentukan ModaL a. 179 . Pengeluaran untuk pendidikan b. Tingkat kelahiran b. Produksi sektor utilities d.

189 0. published by Oxford University Press for the World Bank. terdapat investasi fisik dan investasi nir-fisik (Human Investment).203 0.Sumber: H. Proses ini disebut sebagai proses akumulasi yang selanjutnya didefinisikan sebagai proses penggunaan sumberdaya dan dana untuk meningkatkan kapasitas produksi masyarakat di masa yang akan datang dalam suatu perekonomian. London. Dua hal yang pertama merupakan indikator dari peningkatan kapasitas 179 .153 0. dimana sebagian dari pendapatan itu dialokasikan bukan untuk tujuan konsumsi akhir.033 0.009 0.203 0. Chenery & M.233 0. Pendapatan dari Pajak 3 Pendidikan a. Aliran Modal Masuk 2 Penerimaan Pemerintah a.234 0.Pengeluaran Pendidikan b. Pembentukan Modal c.219 0.043 0.023 0.181 0.2.006 0.810 0.171 0.158 0.135 0.735 0.006 0.129 0.190 0.188 0.234 0.033 0. 1975. melainkan digunakan untuk investasi. 2) perubahan struktur penerimaan negara yang berasal dari pajak yang berpengaruh terhadap kemampuan penerimaan pemerintah.016 0.236 0.1 dalam proses pembangunan ekonomi di negara berkembang ditunjukkan pada Tabel 2.375 0.287 0. hasil analisis Chenery dan Syrquin mengenai corak perubahan dari berbagai faktor yang terdapat dalam Tabel 2.254 0.203 0.842 Sumber : Hollis B.153 0. Chenery dan M. a. Patterns of Development 1950-1970.034 0.213 0. London. Dalam proses akumulasi. Syrquin. yang menggambarkan bentuk-bentuk perubahan yang diharapkan akan terjadi dalam perekonomian suatu negara berkembang yang mengalami proses peningkatan pendapatan per kapitanya sebesar US$ 100 menjadi US$ 1000. 1975.694 0.637 0. Pendapatan Pemerintah b.000 0. perubahan struktur ekonomi dapat ditinjau melalui pertumbuhan pendapatan masyarakat. Patterns of Development 1950-1970. Syrquin.210 0.226 0. Tabungan b.549 0.010 0.173 0. hlm. Tabel 2.220 0. dan 3) perubahan pengeluaran pemerintah untuk membiayai sektor pendidikan yang akan mempengaruhi tingkat pendidikan penduduk. Oxford University Press. Terjadinya proses ini dapat dilihat dari tiga hal.9 Selanjutnya. Proses Akumulasi Dalam proses akumulasi.012 0.202 0.2 Struktur Ekonomi Pada Berbagai Tingkat Pembangunan Dalam Proses Akumulasi Deskripsi Faktor No 1 Pembentukan Modal a. Persentase anak-anak yang bersekolah Nilai tiap faktor pada berbagai tingkat Pembangunan $100 $200 $300 $400 $500 $800 $1.035 0.240 0.202 0.041 0. yaitu 1) perubahan struktur tabungan dan investasi akan berpengaruh terhadap kemampuan menabung dan investasi.037 0.B.

dan (2) efek tak langsung yang terjadi pada sektor produksi. tabungan akan berhubungan positif dengan kenaikan pendapatan. semakin makmur suatu masyarakat (manakala kebutuhan pokoknya terpenuhi) maka bagian dari pendapatan yang ditabung (δ S/δ Y) akan semakin meningkat. Gejala semacam ini dapat dijelaskan melalui logika berpikir sebagai berikut: 1) bahwa sesuai dengan Hukum Engel. bagian dari pendapatan yang digunakan untuk tujuan konsumsi (δ C/δ Y) akan lebih kecil daripada kenaikan pendapatan itu (0<MPC<1). kenaikan PDB per kapita menaikkan kemampuan menabung dan atau kemampuan investasi. Pergeseran semacam ini memungkinkan efisiensi yang semakin meningkat. Menurut Hekcsher-Ohlin dan Samuelson. komposisi resources endowment akan mengalami perubahan yang pada gilirannya dapat mengubah keunggulan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa. pada kelompok masyarakat yang telah mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Dalam hal ini. dimana dengan adanya kenaikan pendapatan masyarakat. sehingga kemungkinan untuk melakukan reinvestasi dari pendapatan menjadi besar. sebaliknya nisbah rata-rata konsumsi terhadap pendapatan akan menurun jika pendapatan nasional menjadi semakin besar secara riel. Dari hasil penelitian mereka. sedangkan satu hal yang terakhir merupakan indikator peningkatan kapasitas produksi dari sumberdaya dalam bentuk piranti lunak. Hal ini disebabkan karena kenaikan pendapatan nasional yang tidak digunakan untuk konsumsi masa sekarang (melainkan untuk ditabung). maka ketika pendapatannya meningkat. ditunjukkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat maka tabungan masyarakat dalam bentuk proporsi terhadap pendapatan nasional akan mengalami peningkatan yang 179 . Atau dengan kata lain. perdagangan. lokasi dan berbagai komposisi struktural lainnya. maka pola produksi yang mengikuti arus permintaan akan mengalami pergeseran komposisi. Pola yang terbentuk dari hubungan tersebut direpresentasikan oleh nisbah rata-rata tabungan terhadap pendapatan akan meningkat. Pergeseran komposisi ini akan terlihat dari komposisi barang yang diproduksi. Kemudian. lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan pendapatan nasional itu sendiri.produksi dari sumberdaya-sumberdaya berbentuk piranti keras (physical instrument). yang dalam hal ini menyangkut kemampuan manusianya (human instrument). Chenery dan Syrquin telah membuktikan validitas dari teori ini. mengenai pengaruh peningkatan PDB per kapita terhadap kemampuan menabung dapat ditelusuri melalui terbentuknya pola perubahan struktur tabungan masyarakat sebagai akibat dari peningkatan pendapatan. Artinya. Karena proporsi tabungan dalam PDB (S/PDB) akan meningkat maka proporsi investasi dalam PDB (I/PDB) pun diharapkan akan meningkat. Ini merupakan efek langsung dari peningkatan pendapatan nasional ditinjau dari sisi rumah tangga.

yaitu: 1) adanya batas minimum pendapatan yang dikenai pajak.5% untuk masyarakat dengan pendapatan perkapita US $ 100. Spesialisasi mengakibatkan unit usaha menghasilkan barang dan jasa. Dengan meluasnya perdagangan dan volume perdagangan. menjadi 23. peranan modal yang berasal dari luar negeri terhadap pembentukan modal domestik menurun dari 2. Kenaikan PDB perkapita mengakibatkan kenaikan permintaan atas barang dan jasa. bukan hanya untuk dirinya melainkan untuk melayani pihak lain dalam jumlah yang lebih banyak (besar). yaitu persentase pengenaan pajak yang semakin tinggi dengan semakin tingginya pendapatan seseorang. Dalam hal pengaruh peningkatan PDB per kapita terhadap penerimaan pemerintah. Proses ini selanjutnya akan diikuti oleh semakin besarnya unit usaha di dalam perekonomian yang menjurus kepada timbulnya spesialisasi. karena dana pembentukan modal domestik bruto pada dasarnya berasal dari tabungan masyarakat. Seperti diketahui bahwa indirect tax atau pajak tidak langsung itu sangat dipengaruhi oleh volume perdagangan. 2) pajak tidak langsung.3% pada saat pendapatan per kapita US$ 100 menjadi 0.cukup besar. untuk melakukan analisis terhadap beberapa perubahan struktur ekonomi. Proses ini meningkatkan volume perdagangan. dan 3) penerimaan bukan pajak. Hal lain yang memperkuat adalah bahwa pembentukan modal domestik bruto juga meningkat dari 15. mereka mengasumsikan pergeseran pendapatan perkapita dari US$ 100 menjadi US$ 1. Pada pajak langsung terdapat dua ciri utama.000.3% pada pendapatan perkapita masyarakat sebesar US$ 1.000.6% ketika pendapatan per kapita US$ 1. pada dasarnya dapat ditelusuri melalui bentuk dan ciri-ciri dari penerimaan pemerintah. Selain itu. akan mengakibatkan kenaikan pajak langsung sebesar lebih dari 1%. yaitu dari 13. dan 2) pada umumnya pajak-pajak itu bersifat progresif. Dalam konteks ini.000 menunjukkan pendugaan konkrit dari adanya peningkatan hasil pembangunan. Artinya.8% pada saat pendapatan per kapita US$ 100 menjadi 24. Indirect tax elasticity of income adalah lebih 179 . setiap kenaikan sebesar 1% pada PDB perkapita. Oleh karena itu. maka elastisitas pajak langsung terhadap perubahan pendapatan adalah lebih besar dari 1 (satu). bentuk penerimaan pemerintah dapat dibedakan menjadi: 1) pajak langsung.000. maka pajak tidak langsungpun meningkat. Hal ini wajar. Dengan kenaikan PDB perkapita maka akan semakin banyak wajib pajak dan akan semakin banyak orang yang dikenai pajak dengan persentase pengenaan yang lebih tinggi. Seperti diketahui.0 % pada saat pendapatan per kapita US$ 1.

Oleh karena orang cenderung menghindari pajak. jelaslah 179 .4% pada pendapatan perkapita sebesar US$ 1. maka ada alasan bagi pemerintah untuk memetik bayaran. Perluasan dan peningkatan volume perdagangan memerlukan berbagai infrastruktur yang pada umumnya disediakan oleh pemerintah dalam bentuk jalan. Potensi pajak dipengaruhi oleh determinan 1. Dengan demikian. dan 3) demi pertimbangan praktis. 2 dan 3. 2) ketimpangan dalam distribusi pendapatan. yaitu pada masing-masing pendapatan perkapita US$ 100 dan US$ 1. 3) struktur perekonomian bagi negara dengan volume perdagangan luar negeri yang besar. sementara khusus untuk penerimaan dari pajak.7%. dan peranan sektor industri manufaktur yang besar maka pajak juga akan besar. yaitu tergantung apakah pemerintah telah memiliki cukup kekuatan untuk melakukan pemungutan secara paksa. Dalam hal penyediaan infrastruktur oleh pemerintah. dan 4) biasanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diperdagangkan melalui batas nasional/ internasional dan pelabuhan. pelabuhan.besar dari satu.9% pada pendapatan perkapita sebesar US$ 100. Artinya. diban dingkan dengan pemungutan jenis pajak tidak langsung. dan 4) baik buruknya administrasi perpajakan serta dilaksanakan tidaknya hukuman terhadap para pelanggar pajak (law enformcement).000 (lihat Tabel 2. maka persentase penerimaan pemerintah (secara keseluruhannya) naik dari 15.2). maka potensi pajaknya ditentukan oleh berat tidaknya hukuman (determinan 4). hal-hal yang menyangkut mengenai tata-cara pemungutan pajak langsung. Argumen yang diberikan adalah bahwa perubahan struktur pajak tersebut lebih merupakan refleksi komitmen politik. biasanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diproduksi dengan satuan ekonomi (kapasitas produksi) yang relatif besar. Ciri-ciri yang menonjol pada pajak tidak langsung ini adalah 1) biasanya hanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diperdagangkan. dan berarti pula meningkatnya pemerimaan pemerintah dalam bentuk bukan pajak. setiap kenaikan PDB perkapita sebesar 1% akan mengakibatkan kenaikan pajak tidak langsung sebesar lebih dari 1%. untuk jenis-jenis pajak langsung. ada empat determinan yang berkaitan dengan pajak. jembatan. Seperti diketahui.000. menjadi 25. sifatnya lebih sensitif terhadap pemerataan. Hasil penelitian Chenery dan Syrquin menunjukkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat. 2) biasanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang dianggap bukan kebutuhan pokok. Peningkatan volume perdagangan mengakibatkan meningkatnya penggunaan berbagai infrastruktur publik. Menurut Meier (1980).3% menjadi 28. naik dari 12. Hasil penelitian mereka ini belum sampai pada pembuktian mengenai perubahan struktur pajak. yaitu 1) pendapatan perkapita. sekolah dan lain-lain.

yaitu adanya intervensi pemerintah di bidang pendidikan yang akan mengakibatkan private cost of education cenderung menjadi rendah. peningkatan PDB perkapita akan meningkatkan penerimaan negara lebih besar dari pada peningkatan PDB perkapita itu sendiri. Bagi pemerintah sendiri akan menerima akibat berganda. Sebagaimana diketahui. menyebabkan kebutuhan investasi di bidang pendidikan semakin besar. Sedangkan dari sisi supply. perkembangan pengeluaran pemerintah bidang pendidikan yang diiringi oleh peningkatan PDB/kapita. Hal ini dapat dijelaskan baik dari tinjauan sisi demand maupun dari tinjauan sisi supply. Sedangkan permintaan riil pendidikan lebih ditentukan oleh besar-kecilnya perbedaan antara expected private benefit pendidikan dan cost of education. ditunjukkan oleh besarnya pengeluaran di bidang pendidikan. Bagi masyarakat keseluruhan. Kelompok masyarakat terdidik (well. sangat diharapkan untuk memenuhi tuntutan ini. expected private benefit untuk pendidikan semakin tinggi. Akan tetapi. Komitmen untuk memenuhi permintaan pendidikan yang semakin tinggi. Akibat dari peningkatan PDB/kapita juga dapat ditelusuri perngaruhnya terhadap pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan. Selama komitmen untuk terus memenuhi keinginan masyarakat terhadap pendidikan masih kuat maka pengeluaran pemerintah untuk pendidikan di tahun-tahun awal pembangunan akan mengakibatkan semakin tingginya permintaan akan pendidikan. Ini berarti bahwa intervensi pemerintah di bidang pendidikan yang mengiringi perkembangan ekonomi merupakan penyebab dari semakin tingginya permintaan masyarakat terhadap pendidikan. ini berarti dengan semakin bertumbuhnya perekonomian. dapat dijelaskan sebagai berikut: bahwa permintaan yang tinggi terhadap pendidikan merupakan derived demand dari peningkatan upah di sektor modern. Semakin besar perbedaan ini maka permintaan terhadap pendidikan akan semakin tinggi. Dari sisi demand. Pemerintah yang dalam hal ini sebagai pengemban misi pembangunan. Tuntutan masyarakat untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas. Ini merupakan variabel dari besarnya permintaan masyarakat terhadap pendidikan. ada yang menghawatirkan. besarnya daya tampung murid di sekolah adalah lebih tergantung pada kemampuan anggaran pemerintah dan yang lebih penting lagi adalah ditentukan oleh pressure politik. adalah sejalan dengan kemampuan anggaran pemerintah. pada kondisi awal pembangunan. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan akan kebutuhan buruh yang terampil.educated) lebih memiliki kesempatan untuk mendapat pekerjaan dengan upah yang tinggi.sudah bahwa melalui proses akumulasi. Peningkatan ini pada gilirannya akan menciptakan keharusan untuk meningkatkan pengeluaran di bidang pendidikan yang lebih besar lagi pada tahun-tahun selanjutnya sehingga dapatlah 179 .

5% pada saat pendapatan perkapita US$ 100 menjadi 84. Diduga. seperti yang telah disebutkan sebelumnya. pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan juga mengalami kenaikan dengan tajam. sedangkan jumlah murid Sekolah Dasar (SD) adalah 940 orang. Tentu saja hal ini akan mengembalikan besarnya cost of education pada proporsi semula dan sebagai dampaknya. maka penyediaan sarana dan prasarana pendidikan semakin banyak.000) terhadap PDB.3% (masing-masing untuk pendapatan perkapita US$ 100 dan US$ 1. permintaan pendidikan tidak sebesar yang dibayangkan.3% menjadi 4. Di satu pihak permintaan sudah tidak begitu besar dan di lain pihak peranan swasta sudah bisa diandalkan. yaitu 940/1000 x 100% = 94%. 16-18 tahun (untuk SMTA) dan 19-24 tahun (untuk Perguruan Tinggi).000 orang. setelah sebelumnya mengalami kenaikan.000. Untuk tingkat SMTP. Sementara itu. pengeluaran pemerintah untuk pendidikan hanya meningkat dari 3. kemampuan pihak swasta untuk turut serta dalam bisnis pendidikan juga semakin tinggi.masing diukur dengan membandingkan jumlah siswa atau mahasiswa pada tiap jenjang pendidikan itu terhadap jumlah penduduk berusia 13-15 tahun (untuk SMTP). Argumen yang dikedepankan atas hasil tersebut. dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan disamping adanya ketentuan tentang batas minimal pendidikan yang ditamatkan. Chenery dan Syrquin dalam penelitiannya membuktikan lain bahwa dengan meningkatnya pendapatan per kapita. bahwa besarnya pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan ini pada dasarnya lebih tergantung pada komitmen politik. oleh karena dengan semakin meningkatnya pendapatan masyarakat (yang mengiringi peningkatan pendapatan nasional tersebut).dimengerti mengapa dengan semakin tingginya pendapatan nasional. kemungkinan rendahnya angka ini adalah karena menyurutnya komitmen yang diharapkan setelah terjadi peningkatan pendapatan nasional. maka School Enrollment Ratio untuk tingkat SD adalah sebesar 94%. maka pengeluaran pemerintah untuk bidang pendidikan pada titik tertentu justeru akan menurun. Walaupun demikian. School Enrollment Ratio-nya masing . Tentang school enrollment ratio ini dapat diberikan contoh sebagai berikut: jumlah penduduk berusia 7-12 tahun adalah 1.2% pada saat pendapatan perkapita menjadi US$ 1. Hal ini bisa dimengerti. Hasil penelitian Chenery dan Syrquin mengenai School Enrollment Ratio memperlihatkan suatu peningkatan yang sangat tajam yaitu dari 37. SMTA dan Perguruan Tinggi. Demikianlah alur pikir dari 179 . maka secara berangsur-angsur mengakibatkan terjadi perbaikan dan peningkatan daya tampung fasilitas pendidikan yang pada gilirannya akan terefleksi pada peningkatan secara tajam pada nisbah partisipasi sekolah atau school enrollment ratio. Dengan masuknya pihak swasta yang mendukung (sebagian) pembiayaan di bidang pendidikan.

2) struktur produksi dalam negeri. Pertumbuhan di sektor tersebut akan mendorong pertumbuhan sektor lain sehingga sektor tersebut 179 . Sebagai akibat dari adanya interaksi tersebut maka proses peningkatan pendapatan per kapita dalam kurun waktu yang lama biasanya akan disertai dengan berubahnya struktur produksi dan struktur barang dan jasa yang diperdagangkan melalui batas-batas nasional. yaitu bertambahnya keuntungan komparatif yang timbul sebagai akibat dari proses akumulasi yang menyertai peningkatan pendapatan perkapita. dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. terutama dari aspek produksi dan kewilayahan.peningkatan PDB/kapita melalui proses akumulasi yang mengakibatkan peningkatan kemampuan menabung. terjadi pergeseran di dalam penggunaan sumber-sumber daya. di lain pihak penawaran dipengaruhi oleh perubahan proporsi penggunaan sumberdaya dan perubahan teknologi. Hirschman mengusulkan perlunya strategi pembangunan ekonomi yang mengkonsentrasikan pada sektor-sektor yang relatif sedikit ketimbang ke sektor-sektor yang banyak tetapi tersebar. Proses ini selanjutnya disebut sebagai proses alokasi sumberdaya. Perubahan ini pada dasarnya merupakan hasil akhir dari interaksi antara permintaan dan penawaran. kemampuan penerimaan pemerintah dan peningkatan taraf pendidikan masyarakat. dan 3) pola perdagangan luar negeri. Sektor yang dipilih atau menjadi sektor kunci adalah sektor yang mempunyai kaitan ke depan (forward linkage) dan kaitan ke belakang (backward linkage) yang kuat. Permintaan lebih dipengaruhi oleh perkembangan pendapatan masyarakat yaitu perubahan dalam pola konsumsi. maka proses ini secara sistematis akan mengakibatkan perubahan pada: 1) struktur permintaan dalam negeri (domestic). Oleh karenanya. Proses Alokasi Perubahan struktur ekonomi dapat juga ditinjau dari proses alokasi. Untuk memperkuat sisi penawaran dalam konteks pembangunan ekonomi. Dalam hal ini. b. Hal ini dapat pula didefinisikan sebagai proses yang terjadi karena adanya interaksi antara proses akumulasi yang pada gilirannya merubah keunggulan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa di satu pihak serta berubahnya pola konsumsi yang biasanya menyertai proses peningkatan pendapatan per kapita di lain pihak. baik sumber daya fisik maupun sumber daya manusia.

akan menjadi sektor unggulan bagi sektor lainnya. Kekuatan spread effect mencakup penyebaran pasar hasil industri bagi wilayah yang belum berkembang. Dalam hal keterkaitan itu dengan kegiatan industri di tahap menyusul (indusri hilir) maka keterkaitan tersebut bersifat forward linkage. Selanjutnya kemajuan wilayah akan tercapai jika terdapat konsentrasi Menurut Myrdall (1969) terdapat dua kekuatan yang bekerja pada pertumbuhan ekonomi yaitu bachwash effect dan spread effect. Menurut Hirschman hubungan antara pusat pertumbuhan dengan daerah belakangnya tergantung pada keseimbangan antara dampak positif dengan negatif bagi daerah belakang. Dampak yang paling penting dari penetesan ke bawah dari pusat pertumbuhan menuju daerah belakangnya adalah meningkatnya proses pembelian dan investasi di belakangnya oleh adanya kutub pertumbuhan. Hirschman mengembangkan konsep polarisasi dan efek penetesan (trickle down effect) yang pengertiannya hampir sama dengan backwsh effect dan efek penyebaran (spread effect) yang dikembangkan oleh Myrdal. menyebabkan sumber daya di daerah belakang terserap oleh daerah pusat pertumbuhan dan hal ini akan menghabat kemajuan di daerah belakangnya. mekanisme pendorong pembangunan (inducement mechanism) yang tercipta akibat dari adanya hubungan berbagai industri dalam penyediaan input yang digunakan sebagai bahan mentah dalam industri lainnya dibedakan menjadi dua macam: 1) kaitan ke belakang (backward linkage effects) dan 2) kaitan ke depan (forward linkage effects). 23 179 . Selanjutnya Hirschman juga mengemukakan bahwa dalam sektor produktif. Hirschman selanjutnya mengungkapkan segi keterkaitan diantara berbagai ragam kegiatan ekonomi. kekuatan efek balik negatif (backwash effect) biasanya melampau efek penyebaran dengan ketidakseimbangan aliran modal dan tenaga kerja dari daerah tidak berkembang ke daerah berkembang. yang nantinya akan meningkatkan produksi tenaga kerja dan pendapatan per kapita dengan terserapnya pengangguran tersembunyi di daerah belakang. Hal ini menyangkut keterkaitan antarsektor (misalnya antara sektor pertanian dan sektor industri) maupun kerterkaitan yang berlaku di lingkungan satu sektor tertentu (intrasector). Teori Hirschman lebih optimis dalam memandang dampak di masa depan daripada teori Myrdal. Dari proses ini. Jika komplementaris kuat akan terjadi proses penyebaran pembangunan ke arah belakang dan sebaliknya bila komplementaris lemah akan terjadi proses polarisasi. Konsep Hirschman hampir sama dengan konsep Myrdal23. Perbedaannya adalah cara pandang setiap teori dalam memandang dampak pembangunan dari suatu pusat pertumbuhan terhadap wilayah di belakangnya pada masa-masa sesudahnya. Setiap proyek investasi di suatu industri tertentu selalu terkait dengan kegiatan di tahap menyusul dan atau di tahap yang mendahuluinya. sebaliknya di dalam hal keterkaitan menyangkut kegiatan industri di tahap yang mendahului (industri hulu) maka hal tersebut disebut backward linkage.

semakin tinggi PDB perkapita maka relatif makin kecil yang digunakan untuk mengkonsumsi makanan. Akibat dari penguatan sisi permintaan dan sisi penawaran sebagaimana diuraikan di atas maka struktur produksi dan struktur perdagangan mengalami perubahan. Sedangkan dari segi penawaran. Pola perubahan struktural tersebut selanjutnya akan dijelaskan sebagai berikut: Pertama. Kondisi ini berjalan secara dinamis.pembangunan pada sektor-sektor kunci yang ditentukan bacward linkage dan forward linkage. Ini berarti. latar belakang teoritis dari perubahan penawaran sebagai akibat adanya perubahan proporsi penggunaan sumber daya dan teknologi. Efek penetesan yang diharapkan terjadi karena adanya pertukaran investasi di wilayah hinterland. Kemajuan teknologi akan menghasilkan peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya. Menurut mereka. Terjadinya perbedaan dalam keuntungan komparatif ini akan mendorong spesialisasi produksi dan pada gilirannya akan mempengaruhi struktur dari produk-produk yang diperdagangkan ke luar negeri. melalui mekanisme yang telah dikemukakan oleh Heckser-Ohlin. sejalan dengan terjadinya kenaikan pendapatan perkapita. sehingga akan mempengaruhi terjadinya comparative advantage pada masing-masing negara. δ C/δ Y dari kebutuhan pokok (makanan) akan menurun dan sebaliknya δ C/δ Y untuk bukan kebutuhan pokok tersebut akan meningkat. maupun sebagai akibat dari pengaruh perkembangan teknologi. latar belakang teoritis dari perubahan pola permintaan. yang lazimnya bersifat parsial pada produk tertentu saja. dari segi perubahan dalam struktur permintaan dalam negeri (domestik): sama halnya dengan proses akumulasi. maka dari itu konsumsi untuk makanan dihitung secara relatif terhadap PDB akan menurun. terdapat kecenderungan menurunnya pengeluaran konsumsi swasta secara relatif terhadap PDB. dimana harga relatif dari sumberdaya-sumberdaya yang dimiliki juga akan berubah. dapat dijelaskan melalui mekanisme hukum Engel bahwa income elasticity of demand pada kelompok makanan adalah lebih kecil dari satu (inelastis). terjadinya perbedaan proporsi sumberdaya yang dimiliki oleh suatu negara akan mempengaruhi harga relatif dari sumberdaya tersebut. baik sebagai akibat dari adanya interaksi antara permintaan dan penawaran dari sumberdaya-sumberdaya yang bersangkutan. Hal lain yang dapat menjelaskan tentang perubahan strktur permintaan domestik ini adalah : pertama. atau dengan lain perkataan. Dampaknya. Hal ini sebagai konsekuensi dari proses akumulasi dimana peningkatan PDB/kapita akan 179 . di masing-masing negara akan terjadi comparative advantage pada produk-produk yang spesifik.

Sektor Utilitis 0.3% menjadi 28. Syrquin.144 0.053 0. Ekspor Bahan Mentah 0.079 0. Sementara itu konsumsi rumah tangga (swasta).276 0.149 0.034 0.102 d.136 0.251 0.667 0.645 0.2% menjadi 17.menaikkan pangsa tabungan dalam PDB (S/PDB).131 0.7% menjadi 14.260 b.137 0. Ekspor Barang Industri 0.413 Struktur Perdagangan a.046 0.057 e.097 d.Konsumsi pemerintah 0.056 0. London.156 0.135 0.096 c.7% dan konsumsi untuk bahan makanan juga menurun dari 39. Hal ini juga menunjukkan adanya alokasi pendapatan masyarakat untuk aktivitas produktif.085 0.089 0. kedua.403 0.243 0.218 0.136 0. Bila dibandingkan dengan kenaikan penerimaan pemerintah yang cukup tinggi (dari 15.230 0.148 Struktur Produksi b.051 0.061 0.625 0. Dari segi perubahan struktur produksi.331 0.215 0. maka hal ini menunjukan bahwa alokasi penerimaan pemerintah lebih diarahkan untuk tujuan-tujuan produktif. Bila NTBag/PDB cenderung menurun maka berarti laju 179 .202 0.255 0.120 0.415 0. Sektor Jasa-jasa 0. Sektor Industri 0.218 0.617 Tangga b.720 0.086 0. Tabel 2.234 0.654 0.019 0.lihat proses akumulasi).3. menurun dari 72. akan terjadi alokasi dana ke arah yang lebih produktif. 1975.249 0.238 0.267 No 1 2 3 Sumber : Hollis B. pengeluaran konsumsi pemerintah terhadap PDB secara relatif cenderung meningkat sampai pada batas tertentu.105 0.138 b.072 0.411 0. Hasil studi Chenery dan Syrquin sebagaimana disajikan pada Tabel 2. yaitu dari 13.042 0.452 0. dapat dilihat dari adanya kecenderungan penurunan pangsa sektor pertanian terhadap PDB dan sebaliknya pangsa sektor di luar pertanian.228 0. Chenery & M. published by Oxford University Press for the World Bank.134 0.686 0.Konsumsi rumah 0.0% menjadi 61. dapat dinyatakkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan nasional.125 0.294 0.254 0. mengungkapkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan nasional maka konsumsi pemerintah secara relatif menunjukkan peningkatan.416 0.056 0.065 0. Ekspor Jasa-jasa 0. terutama proporsi sektor industri terhadap PDB cenderung meningkat dengan pesat. Impor 0. Ekspor 0.8%. Berdasarkan kenyataan di atas.247 c. Sektor Primer 0.263 0.048 0.7% .385 0.000 Struktur permintaan Domestik a.338 0.244 0.327 0.138 0.031 0. Patterns of Development 1950-1970.266 0.137 0.3 Struktur Ekonomi Pada Berbagai Tingkat Pembangunan Pada Proses Alokasi Nilai Tiap Faktor Pada Berbagai Tingkat Pembangunan Deskripsi Faktor $100 $200 $300 $400 $500 $800 $1.195 0.5% (persentase terhadap PDB).098 0.

pertumbuhan NTB sektor pertanian lebih kecil daripada laju pertumbuhan PDB. Mengapa demikian? Jawabannya dapat diperoleh baik dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran. Dari sisi permintaan; seperti diketahui bahwa sektor pertanian menghasilkan bahan makanan dengan income elasticity of demand terhadap makanan yang lebih kecil dari satu (inelastic) sehingga peningkatan pendapatan (PDB/kapita) secara relatif menurunkan permintaan terhadap makanan (perlu hati-hati, sebab yang menurun adalah marginal propensity to consume untuk makanan dan bukan permintaan absolutnya). Disamping itu, makin banyak komponen dari makanan yang jatuh ke sektor di luar pertanian, misalnya ke sektor jasa dan sektor industri. Untuk sektor pertanian yang menghasilkan bukan makanan, sebagai akibat perubahan teknologi, maka: (a). penggunaan bahan baku cenderung semakin efisien; dan (b). cenderung menghasilkan barang subsitusi (karet alam ---> karet sintetis, arang ----> listrik, kuda ----> mobil), sebagai dampaknya adalah permintaan hasil sektor pertanian bukan bahan makanan relatif semakin kecil (income inelastic). Berbeda dengan permintaan terhadap hasil pertanian, permintaan terhadap hasil industri manufaktur secera keseluruhan elastik. Dari sisi penawaran; dilihat dari segi keuntungan komparatif maka ada pergeseran dari sektor pertanian kepada sektor pengolahan karena keuntungan komparatif sektor pertanian lebih rendah daripada sektor industri pengolahan. Mengapa proporsi sektor non-pertanian meningkat dengan meningkatnya PDB perkapita? Ada tiga faktor penyebabnya; (i). Income elasticit of demand terhadap hasil industri pengolahan adalah lebih besar dari satu (>1), (ii). Berubahnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa, umumnya lebih menguntungkan memproduksi hasil industri pengolahan; dan (iii). Bergesernya kegiatan yang tadinya masuk sebagai kegiatan sektor pertanian dan rumah tangga menjadi masuk ke sektor industri pengolahan. Hasil penelitian Chenery (tahun 1960-an) menunjukkan bahwa ternyata meningkatnya proporsi industri pengolahan dalam PDB karena meningkatnya PDB/kapita, 50% bisa diterangkan karena perubahan keuntungan komparatif, dan 32% karenakeuntungan permintaan, sedangkan 18% bisa diterangkan karena pergeseran proses produksi. Keuntungan komparartif tercermin pada hasil produksi pengolahan yang sifatnya subsitusi impor. Gejala ini sering disalah artikan di negara-negara berkembang, mereka mengira bahwa dalam rangka industrialisasi perlu dikembangkan industri subsitusi impor. Sebenarnya subsitusi impor yang dimaksud oleh Chenery berbeda dengan pengertian subsitusi impor di negara sedang berkembang. Subsitusi impor yang dimaksud Chenery adalah subsitusi impor karena adanya keuntungan komparatif, jadi sifatnya alamiah, sedangkan subsitusi

179

impor yang dipahami di negara-negara sedang berkembang adalah industri subsitusi impor dengan proteksi. Sebagai akibat dari perubahan struktur produksi, khususnya dengan makin membesarnya peran industri pengolahan dalam PDB di negara-negara yang belum maju yang pangsa sektor industri pengolahannya relatif kecil. Sedangkan studi Chenery dan Syrquin yang menyangkut pola perubahan struktur produksi ini menunjukkan penurunan pada produksi sektor primer dari 45,2% menjadi 13,8%; sektor industri meningkat dari 14,9% menjadi 34,7%; sektor utilities meningkat dari 6,1% menjadi 10,2% dan sektor jasa meningkat dari 33,8% menjadi 41,3%. Fakta ini mengindikasikan alokasi penggunaan sumber daya yang digunakan untuk produksi, telah dialokasikan seperti pola di atas, yaitu untuk sektor pertanian menurun, sementara untuk sektor-sektor lainnya di luar sektor pertanian meningkat, terutama sektor industri. Ini berarti penggunaan sumberdaya-sumberdaya bergeser dari sektor pertanian ke sektor lain dan yang paling banyak menyerap penggunaan sumberdaya akibat dari pergeseran tersebut adalah sektor industri. Terkait dengan meningkatnya pangsa industri pengolahan dalam PDB, seperti yang telah diuraikan di atas, oleh United Nation Industrial Organization (UNIDO) dikenal empat tahapan industrialisasi dalam suatu negara:
a. Non industrial, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB sebesar lebih kecil dari 10%.
b. Industrilizing, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB sebesar 10-20%.
c. Semi industrilized, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB sebesar 20-30%.
d. Industrilized, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB lebih besar 30%. Oleh karena di sebagian negara sektor jasa membesar maka sekarang ini sulit menggunakan kriteria di atas, sehingga ada negara yang pada mulanya sudah masuk kategori Industrialized (pangsa sektor industri terhadap PDB lebih besar dari 30%), turun menjadi Semi industriliazed (pangsa sektor industrinya terhadap PDB antara 20 - 30%). Olehnya adalah penting memeprhatikan struktur Nilai Tambah Bruto sektor Industri berdasarkan klasifikasi International Standard Industrial Classification (ISIC) seperti yang telah diuraikan pada bagian pertama.

179

Berdasarkan klasifikasi ISIC tersebut, UNIDO membagi sektor industri manufaktur ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok industri ringan dan kelompok industri berat. Kelompok industri ringan meliputi industri-industri yang produksinya untuk kebutuhan pokok dan barang yang tidak tahan lama, dalam hal ini secara rinci adalah industri makanan, minuman dan tembakau (ISIC 31); industri tekstil, pakaian, kulit dan barang dari kulit (ISIC 32); industri kayu, barang dari kayu serta perabot rumahtangga dari kayu, rotan dan bambu (ISIC 33) industri percetakan dan penerbitan (ISIC 342); industri barang dari karet (ISIC 355); industri barang dari plastik (ISIC 356) dan industri yang menghasilkan barang yang tidak dikelompokkan dimana-mana (ISIC 39). Adapun yang masuk dalam klasifikasi industri berat adalah industri yang memproduksi bahan baku, barang konsumsi tahan lama dan peralatan bagi profesional, dalam hal ini secara rinci adalah, industri kertas dan barang dari kertas (ISIC 341); Industri kimia dan kimia dasar (ISIC 351 dan 352); Industri pengilangan minyak bumi, gas alam cair, pengolahan lebih lanjut dari hasil pengilangan minyak bumi dan Industri yang mengolah batubara (ISIC 353 dan 354); Industri keramik, kaca dan barang dari mineral bukan logam dan bukan migas (ISIC 36); Industri logam dasar besi dan baja serta logam dasar bukan besi (ISIC 37); Industri barang dari logam, mesin, alat pengangkutan, peralatan untuk tenaga profesional dan ilmu pengetahuan, peralatan fotografi, dan barang optik dan alat pengukur waktu (ISIC 38). Ditinjau dari pola konsumsi, permintaan produk industri ringan meningkat pada waktu pendapatan masih relatif rendah, sebaliknya untuk hasil produk industri berat, permintaannya meningkat ketika pendapatan relatif tinggi. Dari sisi intensitas penggunaan faktor produksi, industri ringan adalah industri yang padat tenaga kerja dan kurang menggunakan energi, keadaan sebaliknya pada industri berat umumnya padat modal, banyak menggunakan energi dan umumnya menghasilkan bahan baku. Ditinjau dari sisi pengaruh economic of scale, industri ringan tidak terlalu sensitif sedangkan industri berat sangat sensitif terhadap economic of scale. Pada umumnya hasil produk industri ringan adalah untuk konsumen akhir, sedangkan industri berat adalah konsumen untuk industri hilir. Tentu saja tingkat teknologi pada industri berat lebih tinggi dan cepat berubah ketimbang pada industri ringan. Memperhatikan sifat-sifat tersebut di atas, maka dapat diduga bahwa kontribusi industri ringan dalam industri manufaktur menurun dengan makin tingginya tingkat pendapatan, dan tentu saja sebaliknya, industri mengalami peningkatan. Struktur di negara berkembang, umumnya didominasi oleh ISIC 31 dan 32, sedangkan di negara maju didominasi oleh ISIC 38.

179

dan ekspor jasa-jasa (services. Kurang peka terhadap skala produksi. skala produksinya besar dan sangat peka (biaya per satuannya relatif mahal). artinya kalau 179 . Impor barang konsumsi (Mbk) dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat berpendapatan tinggi.Dari segi perubahan struktur perdagangan luar negeri. dan c). Permintaan impor barang konsumsi adalah konsumen akhir sehingga multiplier effect -nya tidak besar. artinya perbedaan produksi per unit antara skala besar dan kecil tidaklah terlalu besar. dari sisi penawaran. ekspor hasil industri pengolahan (manufacturing product. impor bahan baku/mentah (raw material goods. Xbm). bisa dilihat dari dalam negeri maupun luar negeri. Mbb) dan impor bahan penolong (auxiliary goods. Suatu negara yang melakukan subsitusi impor bahan baku dan bahan penolong disebut sebagai subsitusi impor tahap kedua. b). padat modal dan teknologi tinggi. Mbp) disamping impor jasa-jasa (Mj). artinya kemungkinan untuk di produksi di dalam negeri jauh lebih sulit. besarnya impor barang modal (Mbm) dari segi permintaan dipengaruhi oleh Investasi (I). serta konsumennya hampir semua kegiatan ekonomi. Dari segi penawaran. Tingkat teknologinya tidak terlalu tinggi dan perkembangan teknologinyapun tidak terlalu cepat. terutama bila kenaikan pendapatan golongan ini lebih tinggi dari pada kenaikan pendapatan golongan berpendapatan rendah. tingkat teknologinya relatif tinggi dan perubahan teknologinya cepat. Karena laju pertumbuhan NTB industri pengolahan lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan PDB maka Mbb dan Mbp mempunyai laju pertumbuhan yang lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan PDB. bisa dilihat dari dalam negeri dan bisa pula dilihat dari luar negeri. skala produksinya relatif besar. Sementara itu.s Mbm). Dalam menganalisis perubahan struktur perdagangan luar negeri sebagai akibat dari adanya peningkatan PDB perkapita. Mbm mempunyai ciri: umumnya padat modal. Dari proses akumulasi telah diketahui bahwa kenaikan I lebih tinggi daripada kenaikan PDB sehingga kenaikan Mbm lebih tinggi dari pada kenaikan PDB. Barang-barang konsumsi ini (lebih-lebih yang bukan barang konsumsi tahan lama) memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a). biasanya dibedakan kedalam impor barang yang dirinci menurut: impor barang komsumsi (consumption goods. Dilihat dari sisi impor. Impor bahan baku (Mbb) dan bahan penolong (Mbp) dari segi permintaan erat kaitannya dengan peran NTB industri pengolahan dalam PDB. maka kedua sisi tersebut perlu diuraikan secara rinci. impor barang modal (capital good. dapat dilihat dari dua sisi yaitu. sisi ekspor dan sisi impor. serta konsumen pemakainya adalah industri hilir. Mbk). Xj). sedangkan pada sisi impor. Xip). Pada sisi ekspor. Mbb dan Mbp mempunyai ciri. sehingga industri semacam ini dikembangkan setelah PDB relatif besar. biasanya dibedakan kedalam ekspor ekspor bahan mentah (primary product.

Secara keseluruhan. akan mempengaruhi pola perdagaangan luar negeri. Dari sisi ekspor. Itulah sebabnya dalam proses subsitusi impor yang mula-mula dikembangkan adalah impor subsitusi untuk barang konsumsi yang sering disebut sebagai Subsitusi impor tahap I. maka dari sisi penawaran lebih besar atau menghampiri keseluruhan dari total ekspor negara tersebut. di ekspor keluar negeri. Dengan meningkatnya PDB/kapita. Dengan cara ini maka proses pertumbuhan ekspor (Xip) dapat dimulai. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan impor dari 21. Ini merupakan salah satu alasan mengapa dalam perencanaan pembangunan sasaran ekspor harus lebih tinggi (besar) daripada impor. maka kemampuan impor juga semakin besar. Dalam keadaan normal.5% menjadi 26. Hasil studi Chenery dan Syrquin memperlihatkan bahwa total ekspor meningkat dari 19.6%.7% menjadi 9. sebaliknya pangsa ekspor barang hasil manufaktur dan jasa-jasa terhadap PDB cenderung naik. Pangsa ekspor bahan mentah terhadap PDB cenderung turun. sebagai akibat adanya alokasi sumber daya.seandainya di produksi dalam negeri biayanya lebih tinggi dan yang harus membayar adalah konsumen akhir.7% sedangkan ekspor bahan mentah menurun dari 13. Berdasarkan SITC satu digit barang ekspor dan impor dikelompokkan menjadi: 179 . kemudian landai dan ada kemungkinan turun. dari sisi impor telah dapat diketahui bahwa laju pertumbuhan impor lebih cepat dari pada laju pertumbuhan PDB. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa dengan adanya perubahan Comparatif Advantage.7 %. oleh karena keterbatasan persediaan barang-barang modal dan produksi barang modal di dalam negeri pada negara sedang berkembang.8 % menjadi 26. Dengan adanya peningkatan devisa sebagai dampak dari adanya peningkatan penerimaan ekspor. mula-mula pangsa ekspor terhadap PDB menaik. peranan ekspor jasa meningkat dari 3.1% menjadi 5. Disini terlihat bahwa perdagangan luar negeri akan bergeser dari eksportir bahan mentah berangsur menjadi eksportir barang industri dan jasa. Perubahan struktur ekspor dan impor sering dikaitkan dengan perubahan struktur ekspor dan impor barang dalam perdagangan luar negeri menurut Standard International Trade Classification (SITC).7%. Peningkatan lebih lanjut investasi akan lebih memperluas dan memperkokoh struktur produksi industri pengolahan di dalam negeri sehingga dengan keuntungan komparatif yang dimiliki sebagian dari hasil industri pengolahan. baik dalam bentuk barang setengah jadi maupun barang jadi. mulai dari suatu batas tertentu diperuntukan ekspor.9% menjadi 9. Ekspor barang-barang industri meningkat dari 1.0%. mengakibatkan investasi makin meluas sehingga persediaan barang-barang modal di dalam negeri bertambah pesat dan hal ini meningkatkan kemampuan dalam negeri untuk mengolah lebih banyak bahan-bahan mentah menjadi barang setengah jadi.

3) Differentiated goods (industri manufaktur dengan tingkat keterampilan tinggi) yang meliputi: SITC 71 (mesin pembangkit tenaga). 335. tetapi ada pula yang menganggap bahwa hanya sebagian dari ISIC 31 yang bukan hasil industri manufaktur. Ini memberi pengertian bahwa umumnya hasil produksi industri dari ISIC 31 (makanan). 34. yaitu : 1) Resources intensive (industri manufaktur yang padat kekayaan alam). ISIC 354 (gas alam cair) dan ISIC 371 (industri dasar besi dan baja) tidak dianggap sebagai hasil industri manufaktur. seperti nikel. dan 899 (barang buatan pabrik lainnya). SITC 662 (barang konstruksi). SITC 72 (mesin industri khusus). ISIC 353 (pengilangan minyak bumi). SITC 334 (hasil pengilangan minyak bumi). ekspor barang hasil industri manufaktur menurut tahapan pembangunan diperbedakan menjadi lima kelompok. SITC 661 (semen kapur dan bahan bangunan). SITC 34 (gas alam cair). SITC 4 dan SITC 68 masuk dalam hasil industri manufaktur. Berdasarkan intensitas penggunaan faktor produksi. SITC 73 (mesin untuk 179 . 4 dan 61 (kulit disamak dan barang dari kulit). 334. dan SITC 68. SITC 696 (pisau dan alat potong lainnya). SITC 692 (tangki untuk penyimpanan dan pengangkutan barang). SITC 335 (sisa hasil pengilangan minyak bumi). kain tekstil dan hasilnya). SITC 63 (barang dari kayu dan gabus). Ini terdiri atas SITC 251.SITC 0 : Bahan makanan dan binatang hidup SITC 1 : Minuman dan tembakau SITC 2 : Bahan mentah SITC 3 : Bahan bakar dan minyak pelumas SITC 4 : Minyak/lemak nabati dan hewani SITC 5 : Bahan kimia SITC 6 : Hasil industri menurut bahan SITC 7 : Mesin dan alat pengangkut SITC 8 : Hasil industri lain SITC 9 : Barang dan transaksi khusus lainnya Dalam perdagangan luar negeri yang dianggap sebagai hasil industri manufaktur adalah SITC 5 sampai dengan SITC 9 kecuali 68 (logam yang tidak mengandung besi. SITC 695 (perkakas pertukangan tangan). timah dan aluminium). SITC 697 (perabot rumahtangga dari logam). akan tetapi ada pula yang menganggap SITC 251 (pulp dan sisa kertas). SITC 641 (kertas dan kertas karton). SITC 691 (bangunan dan bahan bangunan dari logam). SITC 898 (alat musik dan kelengkapannya). 2) Labor intensive (industri manufaktur padat karya) yang meliputi SITC 65 (barang tenun. SITC 699 (produk logam tidak mulia lainnya). SITC 663 (produk dari bahan mineral).

mur. dan SITC 894 (kereta bayi.mengerjakan logam). SITC 78 (kendaraan bermotor jalan raya). kemudian secara bertahap berubah dan didominasi oleh hasil ekspor industri manufaktur berketerampilan tinggi. c. pipa dan selang dari bahan plastik). SITC 664 (kaca atau gelas). SITC 893 (barang plastik buatan). SITC 53 kecuali 533 (bahan celup). 5) Science based (industri manufaktur yang padat ilmu pengetahuan dan teknologi). alokasi. 4) Scale intensive (industri manufaktur yang skala ekonominya relatif besar dan padat modal). dan SITC 88 (aparat fotografi dan perlengkapannya). kedokteran dan sebagainya). dan ini tercermin dari adanya perubahan komposisi ekspor hasil industri manufaktur yang pada awalnya didominasi oleh ekspor hasil produksi industri manufaktur yang padat kekayaan alam dan padat karya. berskala besar dan padat modal serta pada akhirnya didominasi oleh ekspor hasil industri manufaktur yang padat ilmu pengetahuan dan teknologi. dan 87 (instrumen ilmu pengetahuan. aparat dan alatnya). distribusi dan proses demografi dilihat dalam kerangka acuan yang mencakup dinamika proses transformasi secara menyeluruh selama masa transisi. SITC 581 (tabung. Atau dengan kata lain. baut dan semacamnya). SITC 67 (besi dan baja). kecuali alat peng angkutan udara). SITC 76 (telekomunikasi). SITC 694 (paku. SITC 79 kecuali 792 (alat pengangkutan lainnya. Yang masuk dalam kelompok ini: SITC 533 (bahan pewarna lainnya). SITC 55 (bahan wangi-wangian dan parfum). SITC 892 (barang cetakan). proses akumulasi. SITC 693 (kawat dan produk ikutannya). SITC 52 (kimia an-organik). mainan anak dan lain-lain). SITC 54 (bahan obat-obatan dan hasilnya). SITC 74 (mesin industri dan perlengkapannya). SITC 621 (bahan-bahan dari karet). SITC 75 (mesin kantor dan pengolah data). dalam uraian ini dilihat dalam satu kerangka acuan analisis dengan proses akumulasi dan proses alokasi. Ini terdiri atas: SITC 51 (kimia organik). SITC 625 (ban luar dan ban dalam untuk segala jenis roda). SITC 642 (barang kertas lainnya). Seiring dengan terjadinya perubahan komposisi faktor produksi selama pembangunan berlangsung maka keunggulan komparatif berubah. Proses Distribusi dan Proses Demografi Proses distribusi dan proses demografi. SITC 792 (alat pengangkutan udara dan perlengkapannya). SITC 77 (mesin listrik. SITC 666 (barang porselen dan pecah belah lainnya). Dengan begitu dapat dihindarkan 179 . SITC 629 (barang dari karet lainnya). SITC 665 (barang dari kaca).

dan (2) disparitas antardaerah di nergara sedang berkembang lebih tinggi daripada disparitas antardaerah di negara maju. Dengan proses tersebut hasil pembangunan akan menetes dan menyebar sehingga menimbulkan keseimbangan baru. dan 2) distribusi antardaerah. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor. Hasil penelitian williamson menunjukkan bahwa: (1) disparitas pendapatan antardaerah akan berkurang dengan meningkatnya perekonomian nasional. Perbedaan pendapatan karena perbedaan kepemilikan awal faktor produksi tersebut menurut teori pembangunan ekonomi neo-klasik akan dapat dihilangkan atau dikurangi melalui suatu proses penyesuaian otomatis. diantaranya oleh perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. terutama kepemilikan barang modal (capital stock). terdiri atas distribusi absolut dan relatif. adanya intervensi pemerintah melalui berbagai peraturannya. Dalam hal ini. dan adanya konspirasi negatif antara beberapa pelaku ekonomi dengan pemerintah (hal ini sering ditemui atau seringkali terjadi di negara sedang berkembang). diantaranya: 1) memaksimumkan pertumbuhan pdb melalui peningkatan tabungan dan alokasi sumberdaya yang lebih efisien yang mampu memberikan manfaat pada semua kelompok masyarakat. sementara distribusi pendapatan absolut menganalisis batas pendapatan minimum yang layak diterima seseorang.pandangan yang menganggap seolah-olah proses distribusi dan proses distribusi ini merupakan proses yang berdiri sendiri. 3) melalui sistem pajak atau alokasi langsung barangbarang konsumen. Manakala setelah proses tersebut masih ada perbedaan pendapatan yang cukup timpang. perubahan struktur ekonomi dapat dijelaskan bahwa pada tahap awal pembangunan. Distribusi pendapatan relatif membandingkan pendapatan antar kelompok golongan pendapatan. Dalam hal ini. terlepas dari segi-segi pokok lainnya dalam proses pembangunan. 2) mengarahkan investasi pada masyarakat miskin dalam bentuk pendidikan dan atau akses pada kredit yang lebih mudah. Gangguan-gangguan tersebut selain berupa perbedaan dalam kepemilikan sumberdaya juga dalam bentuk perbedaan dalam kepemilikan informasi. Ditinjau dari proses distribusi. 24 179 . Ketidakmerataan dalam pembagian pendapatan dapat terjadi karena ketidaksempurnaan pasar. pihak yang memiliki barang modal lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula dibandingkan dengan pihak yang memiliki sedikit barang modal. distribusi pendapatan dapat dibedakan atas: 1) distribusi antargolongan pendapatan. lazimnya distribusi pendapatan24 secara relatif cenderung memburuk. maka masalah ini dapat dipecahkan dengan mempergunakan beberapa pendekatan. dan 4) pengalihan aset yang tersedia kepada kelompok miskin seperti halnya dengan kebijakan land-reform. Hal ini diartikan sebagai adanya gangguan yang mengakibatkan persaingan dalam pasar tidak dapat bekerja secara sempurna.

adalah tokoh pemikir ekonomi yang cukup dikenal pemikiran-pemikirannya. Teori pertumbuhan ekonomi yang dikemukakan oleh Rostow merupakan garda depan dari linear stage of growth theory. migrasi/urbanisasi. yang selanjutnya disebut sebagai rantai nilai pekerjaan. Pada dekade 179 . maka transformasi ekonomi dan pekerjaan pun ikut bergerak dengan sangat cepat. manakala terjadi penurunan cepat dari jumlah angkatan kerja dalam sektor pertanian. angka kelahiran dan kematian. J. serta beberapa hal yang terkait dengan ketenagakerjaan seperti pengangguran. Proses ini juga mencakup peralihan berbagai hal yang terkait dengan tempat tinggal penduduk. TEORI PEMBANGUNAN WALT WHITMAN ROSTOW Walt Whitman Rostow atau yang lebih populer dengan panggilan Rostow. Proses ini terjadi sebagai akibat dari perubahan pada struktur permintaan. gizi serta pendidikan yang timbul seiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita. Hal ini memungkinkan terjadinya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan upah riil di sektor tersebut. dan percepatan perubahan itu menuntut dunia pendidikan dapat mempersiapkan dan menghasilkan lulusannya yang berdaya saing. Berawal dari structural turning point.Proses pembangunan ekonomi biasanya tidak hanya ditandai oleh perubahan atau pergeseran pada struktur permintaan dan penawaran barang dan jasa. akan tetapi juga ditandai oleh perubahan yang terjadi dalam struktur penduduk dan ketenagakerjaan. Terakhir adalah peningkatan rasio tenaga spesialis dan manajer terhadap seluruh angkatan kerja. Seiring dengan perubahan itu. Yang menarik dari perubahan dan pergerakan ekonomi serta ragam pekerjaan baru itu adalah adanya peran yang begitu penting dari teknologi informasi dan modal intelektual sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi. semakin banyak unit-unit usaha berskala besar maka semakin banyak diperlukan tenaga spesialis dan manajer. Proses perubahan ini oleh chenery dan syrquin diistilahkan sebagai proses demografi. kemudian mengubah proses fundamental dan memberi nilai tambah pada setiap tahap dalam memproduksi barang atau jasa. jepang dan taiwan disebut sebagai structural turning point. jenis pekerjaan. struktur produksi dan perbaikan fasilitas kesehatan. rasio pekerja dengan upah dan gaji terhadap seluruh angkatan kerja akan meningkat pula. pada gilirannya akan terjadi penurunan rasio penduduk yang bekerja di sektor pertanian terhadap keseluruhan angkatan kerja. Indikator yang terakhir ini berhubungan erat dengan skala unit usaha. tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat upah. Fenomena ini oleh Johnston & Kilby (1975) yang pernah mengkaji transformasi struktural di amerika. Dengan bertambahnya sektor formal. Dalam sektor ketenagakerjaan.

2) prakondisi tinggal landas. 4) menuju kedewasaan. Struktur sosial kemasyarakatan dalam sistem masyarakat seperti ini bersifat berjenjang. Bentuk perekonomian pada masyarakat ini cenderung bersifat subsisten dimana pemanfaatan teknologi dalam sistem produksi masih sangat terbatas. Tahap Perekonomian Tradisional Pada tahap masyarakat tradisional (the traditional society) ditunjukkan oleh suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di arus kehidupan ekonomi yang masih menggunakan cara-cara berproduksi relatif primitif dan cara-cara hidup masyarakat masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dicetuskan oleh cara berpikir yang tidak rasional. Masih rendahnya pemanfaatan teknologi dalam proses produksi menyebabkan barang-barang yang diproduksi sebagian besar adalah komoditas pertanian dan bahan mentah lainnya. Kemampuan penguasaan sumberdaya yang ada sangat dipengaruhi oleh hubungan darah dan keluarga. karena sebagian besar sumberdaya 179 . Rostow memformulasikan pola pembangunan menjadi tahap-tahp evolusi dari suatu pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara tersebut. 3) perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat dari melakukan investasi yang tidak produktif menjadi investasi yg produktif. Kemudian. dan 5) tahap konsumsi massa tinggi. seperti kurang menghargai waktu kerja dan orang lain. 3) tinggal landas. Dengan mengamati proses pembangunan di negara.1950-1960. ciri yang menonjol adalah 1) tingkat produksi per kapita dan tingkat produktivitas per pekerja masih sangat rendah. Dalam perekonomian semacam ini sektor pertanian memegang peranan penting. teori Rostow banyak mempengaruhi pandangan dan persepsi para ahli ekonomi mengenai strategi pembangunan yang harus dilakukan. 2) perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga yaitu kesadaran untuk membina keluarga kecil. Dalam masyarakat tradisional seperti itu. mulai dari abad pertengahan hingga abad modern. Dalam bukunya yang berjudul The Stages of Economics Growth. dan 4) perubahan sikap hidup dari adat istiadat yang kurang merangsang pembangunan ekonomi. Teori Rostow didasarkan pada pengalaman pembangunan yang telah dialami oleh negara-negara maju terutama di Eropa. Masing-masing tahapan tersebut kemudian dijelaskan sebagai berikut: 1.negara Eropa. Rostow (1960) menyatakan bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan: 1) perubahan orientasi ekonomi. dan oleh kebiasaan yang telah berlaku secara turun temurun. Rostow membagi proses pembangunan ekonomi suatu negara menjadi lima tahap: 1) tahap perekonomian tradisional. politik dan sosial yang pada mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi keluar.

industri-industri bermunculan. Timur Tengah dan Afrika. Australia dan Selandia Baru). struktur sosialnya. masyarakat diperhadapkan kepada suatu masa transisi tertentu untuk mempersiapkan diri mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self sustained growth). perekonomian mulai bergerak dinamis. 2. Pada tahap ini. diperlukan adanya semangat baru dari masyarakat. Perubahan paradigma berfikir nampaknya merupakan istilah yang lebih tepat untuk menilai fenomena itu. dan lembaga keuangan resmi sebagai penggerak dana masyarakat mulai bermunculan. 179 . Semangat ini telah membalikkan semua tatanan nilai masyarakat Eropa saat itu yang cenderung statis menjadi sangat dinamis. yaitu perubahan dalam sistem politiknya. Untuk mencapai perubahan-perubahan tersebut. Tahap kedua ini merupakan tahap yang menentukan bagi persiapan menuju tahap-tahap pembangunan berikutnya. Sektor industri mulai berkembang di samping sektor pertanian yang masih memegang peranan penting dalam perekonomian. pembangunan ekonomi sebagai sebuah proses telah menyebabkan perubahan ciri-ciri penting dari suatu masyarakat. Tahapan ini memiliki dua corak yang amat berbeda: 1) tahap prasyarat tinggal landas yang dialami oleh negara-negara Eropa. perkembangan teknologi cukup pesat. dan 3) kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah didominasi oleh para tuan tanah. dan kedudukan masyarakat tidak berbeda dengan nenek moyang. serta terjadi investasi besar-besaran terutama pada industri manufaktur. Pada saat itu terjadi perubahan radikal dalam masyarakat Eropa dengan munculnya semangat Renaissance. dan 2) tahap prasyarat tinggal landas yg dialami negara born free (daerah imigran seperti Amerika Serikat. dan perubahan struktur ekonomi yang bersifat multidimensi. Tahap Prakondisi Tinggal Landas Pada tahap prakondisi tinggal landas. negara-negara di Eropa mengalami tahap kedua ini kira-kira pada abad ke-15 sampai ke-16. dan tanpa harus merubah sistem masyarakat tradisional yg sudah ada.masyarakat masih digunakan untuk kegiatan sektor pertanian. Tahap kedua dari proses pertumbuhan Rostow ini pada dasarnya merupakan proses transisi dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri. 2) struktur sosial masyarakat bersifat sangat hirarkis dengan tingkat mobilitas vertikal masyarakat sangat kecil. Sebagai tahapan yang berfungsi mempersiapkan dan memenuhi prasyaratprasyarat pertumbuhan swadaya. nilai-nilai masyarakatnya. Kanada. yaitu perombakan terhadap masyarakat tradisional yg sudah ada untuk mencapai tahap tersebut. Asia. Kondisi ini selanjutnya disebut sebagai tonggak dimulainya industrialisasi. yaitu tahap tinggal landas. Menurut pengamatan Rostow.

Kenaikan laju investasi produktif antara 5-10 persen dari GNP pada akhirnya akan menyebabkan pertumbuhan yang tinggi pada sektor-sektor dalam perekonomian. Faktor –faktor penyebab dimulainya tahap tinggal landas itu amat beragam dan berbeda-beda satu sama lainnya. Prasyarat pertama dan kedua sangat berkaitan erat satu sama lain. termasuk impor modal. dan 3) perluasan impor. 2) terjadi revolusi teknologi di bidang pertanian untuk memenuhi peningkatan permintaan penduduk kota yang semakin besar. Proses pembangunan dan industrialisasi yang berkelanjutan akan terjadi jika keuntungan yang diperoleh diinvestasikan kembali pada sektor yang menguntungkan. sekitar dua dasawarsa.Industrialisasi dapat dipertahankan jika dipenuhi prasyarat sebagai berikut: 1) peningkatan investasi disektor infrastruktur/prasarana terutama prasarana transportasi. dan 3) hadirnya secara cepat kerangka politik. tinggal landas didefinisikan sebagai tiga kondisi yang saling berkaitan sebagai berikut: 1) kenaikan laju investasi produktif antara 5-10 persen dari pendapatan nasional. Pengalaman negara-negara Eropa menunjukkan bahwa tahap ini berlaku dalam waktu yang relatif pendek. Dalam hubungan itu. sosial. seperti terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi. terbukanya pasar-pasar baru. 2) perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju pertumbuhan tinggi. tingkat pendapatan per kapita makin lama akan menjadi makin bertambah besar. Tahap Tinggal Landas Awal dari tahap tinggal landas pada umumnya ditandai oleh perubahan-perubahan yang sangat dramatis dalam kehidupan masyarakat suatu bangsa. namun yang jelas perubahan-perubahan itu muncul dan terus berkembang karena disangga oleh kekuatan nilai-nilai dan budaya yang luhur. 3. dan institusional yang menimbulkan hasrat ekspansi di sektor modern. khususnya sektor manufaktur. Sektor 179 . dan revolusi industri yang berhubungan erat dengan revolusi metode produksi dan lain sebagainya. Tahap ini merupakan tahap yang menentukan dalam keseluruhan proses pembangunan bagi kehidupan masyarakat. Dengan demikian. Akibat dari perubahan-perubahan tersebut maka secara teratur akan tercipta pembaharuan-pembaharuan dan peningkatan penanaman modal. terjadinya revolusi politik dan kehidupan demokrasi secara luas. Dan pada gilirannya penanaman modal yang makin bertambah tinggi akan berdampak pada pertambahan yang cepat pada pendapatan nasional melebihi pertambahan pada jumlah penduduk. dan dampak eksternalnya akan memberikan daya dorong pada pertumbuhan ekonomi. serta semangat dan etos kerja yang kuat untuk maju dari suatu bangsa. yang dibiayai oleh produksi yang efisien dan pemasaran sumber alam untuk ekspor.

2) dalam sektor tersebut harus dikembangkan teknik produksi yang modern dan kapasitas produksi harus bisa diperluas. Dalam studinya. paling tidak ada empat faktor yang perlu dicermati. dan 4) pembangunan dan transformasi teknologi sektor pemimpin harus bisa diciptakan kebutuhan akan adanya perluasan kapasitas dan modernisasi sektor-sektor lain. Rostow menyatakan negara-negara yang telah mencapai tahapan lepas landas ini adalah: Inggris pada Tahun 1850.4 Urutan Negara Tinggal Landas & Leading Sector Menurut Perkiraan Walt Whitman Rostow No Urut Negara Tahun 1783-1802 1830-1860 1833-1860 1843-1860 1850-1873 1868-1890 1878-1900 1890-1914 1896-1914 1935 1937 1952 1952 Leading Sector Industri Tekstil Jaringan KA Jaringan KA Jaringan Jalan KA Jaringan Jalan KA Industri Kayu Industri Sutera Jaringan Jalan KA Jaringan Jalan KA Industri Subst Impor - 1 Inggris 2 Perancis 3 Belgia 4 USA 5 Jerman 6 Swedia 7 Jepang 8 Rusia 9 Kanada 10 Argentina 11 Turki 12 India 13 RRC Sumber: Sadono Sakirno (2006. Pada akhirnya pertumbuhan yang tinggi pada semua sektor akan berakibat pada perkembangan GNP yang lebih tinggi dari kondisi semula. USA pada Tahun 1900. Rusia dan Kanada pada Tahun 1950. Selama masa tinggal landas. berkembangnya sektor industri pemimpin dengan tingkat pertumbuhan tinggi (leading sector). Jika sektor manufaktur berkembang pesat. yaitu 1) harus ada kemungkinan perluasan pasar bagi barang-barang yg diproduksi yang mempunyai kemungkinan untuk berkembang dengan cepat. maka sektor-sektor lain pun akan terpengaruh untuk berkembang pesat pula. sektor manufaktur adalah sektor yang memiliki keterkaitan terbesar dengan sektor-sektor lain. 3) harus tercipta tabungan dalam masyarakat dan para pengusaha harus menanamkan kembali keuntungannya untuk membiayai pembangunan sektor pemimpin. Jerman dan Perancis pada Tahun 1910.manufaktur diharapkan memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi karena sektor tersebut merupakan indikator bagi perkembangan industrialisasi yang yang dilakukan. 179 . Tabel 2. Jepang pada Tahun 1940.173). Swedia pada Tahun 1930. Di samping itu.

Sektor pemimpin baru akan bermunculan menggantikan sektor pemimpin yang mengalami kemunduran. Prasyarat ketiga ini menunjukkan kesadaran Rostow bahwa perubahan perekonomian pada dasarnya merupakan konsekuensi dari perubahan motif dan inspirasi non ekonomi dari seluruh lapisan masyarakat. Prasyarat ketiga merupakan kondisi yang harus dipenuhi agar prasyarat pertama dan kedua dapat terpenuhi dengan baik. lklim kondusif tersebut adalah perubahan faktor-faktor non ekonomi dari masyarakat yang sejalan dengan proses pertumbuhan ekonomi yang terjadi. beretika dan sopan. Tahap Konsumsi Massa Tinggi 179 . Pada saat negara berada pada tahap kedewasaan teknologi. terdapat tiga perubahan penting yang terjadi.4 bahwa pada umumnya negara-negara barat mencapai tahap tinggal landas pada abad ke-19. penerapan teknologi modern secara efektif sudah merambah di hampir semua kegiatan produksi dan pemanfaatan kekayaan alam. Tahap Menuju Kedewasaan Pada tahap menuju kedewasaan (the drive to maturity). 4. Tanpa terpenuhinya prasyarat ketiga. atau dengan kata lain telah terjadi perubahan watak pengusaha dari pekerja keras dan kasar berubah menjadi manager yang cerdas. 5. dan 3) masyarakat telah jenuh terhadap industrialisasi dan menginginkan perubahan lebih jauh. dan sektor pertanian menurun peranannya. 2) sifat kepemimpinan dalam perusahaan mengalami perubahan. kecuali Inggris yang sudah mencapainya pada akhir abad sebelumnya dengan masa tinggal landas berkisar antara 20 sampai 30 tahun. Prasyarat ketiga merupakan iklim yang memungkinkan terpenuhinya prasyarat pertama dan kedua terpenuhi. Tahap ini merupakan tahapan jangka panjang di mana produksi dilakukan secara swadaya.Seperti ditunjukkan pada Tabel 2. yang ditandai dengan munculnya beberapa sektor penting yang baru. dan peranan manajer professional semakin penting dan menggantikan kedudukan pengusaha pemilik. Artinya perubahan ekonomi dalam skala besar tidak akan terjadi selama tidak ada iklim kondusif yang memungkinkan perubahan tersebut. yaitu 1) struktur dan keahlian tenaga kerja berubah. praktis prasyarat pertama dan kedua tidak akan terpenuhi. sektor indusri bertambah penting peranannya. kepandaian dan keahlian pekerja bertambah tinggi. Pada saat itu tenaga kerja telah berubah dari tidak terdidik menjadi tenaga kerja terdidik.

jaringan rel kereta api.Tahap konsumsi massa tinggi (the age of high mass consumption) merupakan akhir dari tahapan pembangunan yang dikemukakan oleh Rostow25. Sementara itu terjadi pula pergeseran perilaku ekonomi yang semula lebih banyak menitikberatkan pada sisi produksi. 1984:239): The concept of take-off suggested the possibility that developing countries would eventually move to self-sustained growth when soft loan would no longer berequired.188). Cara ini berbeda dengan di negara-negara persemakmuran (comment wealth). Hal ini sejalan dengan makin meningkatnya konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok (sandang. Penggunaan alat transportasi pribadi maupun yang bersifat transportasi umum seperti halnya kereta api merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan. Pada fase ini terjadi perubahan orientasi dari pendekatan penawaran (supply side) menuju ke pendekatan permintaan (demand side) dalam sistem produksi yang dianut. 26 Dalam sistem perpajakan seperti ini. kini beralih ke sisi konsumsi. yaitu 1) penerapan kebijakan nasional guna meningkatkan kekuasaan dan pengaruh melampaui batas-batas nasional. fasilitas hiburan bagi para pekerja dan sistem pajak progresif26. 3) keputusan untuk membangun pusat perdagangan dan sektor penting seperti mobil. 1988: h. Hal yang sama kemudian diikuti oleh beberapa negara Eropa Salah satu aspek yang terlupakan dalam teori Rostow adalah peran sentral bantuan luar negeri yang berfungsi sebagai penutup kesenjangan tabungan-investasi dan kesenjangan devisa. ia menilai bahwa bantuan luar negeri merupakan salah satu faktor kritis dalam pembangunan negara sedang berkembang. Pada tahap ini akan ditandai dengan terjadinya migrasi besar-besaran dari masyarakat pusat perkotaan ke pinggiran kota. Pada saat itu. 25 179 . papan) menjadi konsumsi terhadap barang tahan lama dan barang-barang mewah. akibat pembangunan pusat kota sebagai sentral bagi tempat bekerja. 2) ingin memiliki satu negara kesejahteraan (welfare state) dengan pemerataan pendapatan nasional yang lebih adil melalui peningkatan jaminan sosial. rumah murah. namun lebih dari itu mereka memandang kesejahteraan dalam cakupan yang lebih luas yaitu kesejahteraan masyarakat bersama dalam arti luas. Amerika merupakan satu-satunya negara yang pertama kali mencapai era konsumsi massa tinggi ini. yaitu sekitar Tahun 1920. Ketika Rostow diundang Bank Dunia (1984) untuk dimintai tanggapannya mengenai hal ini. ditempuh dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang telah merata melalui sistem pajak progresif (semakin banyak semakin besar). yang hanya dipecahkan dengan mengkonsumsi barang secara individu sebanyak mungkin. pangan. Terlepas dari permasalahan di atas terdapat tiga kekuatan utama yang cenderung meningkatkan kesejahteraan dalam tahap konsumsi besar-besaran ini (Jhingan. dan berbagai peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik dan sebagainya. Tidak mengherankan bila ia menambahkan syarat tinggal landas bagi negara sedang berkembang sebagai berikut (Rostow dalam Meier dan Seers. masyarakat mulai berpikir bahwa kesejahteraan bukanlah permasalahan individu. makin tinggi pendapatan makin besar pula tingkat pajak atas pendapatan itu.

Ketiga. ada negara-negara di dunia ini yang tidak pernah melewati tahap pertama dari pertumbuhan ekonomi Rostow. Ketika di daerah perkotaan modern di negara sedang berkembang sudah berada pada tahap tinggal landas. Kedua. Karl Marx dan Rostow menyadari bahwa perubahan sistem ekonomi pada dasarnya merupakan konsekuensi logis dari perubahan yang 179 . Misalnya. namun langsung menginjak tahap kedua. Pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan antara teori Karl Marx dan Rostow. akibat kolonialisme. Pertanyaan kritisnya adalah: bagaimana mungkin suatu desain sederhana dapat menjadi suatu rangkuman deskriptif atau klasifikasi analitik dari suatu perubahan historis yang beragam dan bervariasi? Kusnetz juga mencatat kemiripan dan perbedaan antara teori Rostow dengan Karl Marx. Tahap-tahap pembangunan yang dijelaskan oleh Rostow merupakan sistem pentahapan yang berfifat prosedural bersyarat. bahkan lebih tinggi lagi. Satu-satunya negara di Asia yang telah mencapai tahap tersebut adalah Jepang. menyebabkan tahapan dalam teori Rostow terjadi secara simultan. Amerika Serikat dan Australia merupakan negara yang mengalami pola pertumbuhan ini. Negara yang pertama mencapai tahap ini adalah USA (Tahun 1920). Bahkan dalam kenyataannya. sementara itu di daerah perdesaan sistem perekonomian dan kemasyarakatan masih berada pada tahap tradisional. Sampai sejauh ini. tahap ketiga tidak akan terjadi tanpa tahap kedua dan seterusnya. tahap kedua tidak dapat terjadi tanpa tahap pertama. di mana penduduknya adalah orang-orang Eropa yang kemudian mentransfer ilmu dan pengetahuannya ke benua tersebut. Pertama. Inggris (Tahun 1930). di mana Rostow menawarkan Communism Manifesto. baik Karl Marx maupun Rostow telah mencoba mengeksplorasi permasalahan dan konsekuensi dari pembangunan sosial yang dilakukan. teori pembangunan Rostow masih terus diperdebatkan dan menuai kritik. Simon Kuznets (1979) telah melancarkan suatu kritik tajam terhadap teori Rostow. pada kedua teori tersebut dengan berani menginterpretasikan evolusi sosial khususnya di sektor ekonomi. Kondisi tersebut tentu sulit terjadi pada negara-negara di Asia dan Afrika yang belum memiliki sistem sosial yang teratur. Interaksi kebudayaan Barat. Hal ini terjadi karena keduanya merupakan benua temuan orang-orang Eropa. Konsep dan pola pertumbuhan ini semacam ini dibangun berdasarkan sejarah pembangunan yang dilakukan di negara-negara di Eropa yang memiliki struktur sosial dan budaya yang mapan. dalam kebudayaan Timur (negara sedang berkembang di Asia dan Afrika). Teori Rostow pada dasarnya merupakan alternatif bagi teori Karl Marx.Barat. Jepang dan Eropa Barat (Tahun 1950) Rusia (Pasca Stalin).

Meski kedua teori tersebut memiliki banyak kesamaan. yaitu 1) Karl Marx memandang bahwa manusia bersifat sangat kompleks yang memiliki berbagai dimensi kebutuhan dari ekonomi sampai budaya. 2) Karl Marx mendasarkan teorinya pada sistem konflik antar kelas masyarakat. K. Artinya perubahan ekonomi hanyalah merupakan fenomena yang hanya dipengaruhi oleh perubahan motif dan inspirasi ekonomis kelas masyarakat penguasa sumberdaya saja. kondisi budaya dan sosial masyarakat. eksploitasi satu kelompok manusia terhadap kelompok yang lain. termasuk di Indonesia. dan adanya tekanan-tekanan semacam itu yang melekat pada sistem kapitalis. sehingga tidak berlebihan bila dikatakan kritik-kritik tersebut melebihi teori Rostow itu sendiri. harus diakui bahwa pola pemikiran maupun istilah-istilah Rostow telah mempengaruhi pola pemikiran di banyak negara sedang berkembang. sedangkan Rostow memandang perubahan ekonomi pada dasarnya merupakan konsekuensi logis dari perubahan motif dan inspirasi non-ekonomi yang terjadi pada seluruh lapisan masyarakat. Sementara di sisi lain perubahan sistem ekonomi akan berpengaruh juga terhadap kehidupan politik.terjadi di bidang politik. namun satu sama lain tetap memiliki perbedaan. Demikian banyaknya kritik terhadap teori Rostow. 3) Karl Marx mengasumsikan bahwa keputusan yang diambil oleh masyarakat semata-mata hanyalah fungsi dari siapa pemilik sumberdaya. dan sosial. Di sisi lain. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SIMON KUZNETS 179 . Meski demikian Rostow sadar bahwa perubahan ekonomi yang sangat besar harus dipandang sebagai konsekuensi dari perubahan motif dan inspirasi dimensi non ekonomi dari manusia. sedangkan Rostow lebih implisit dalam memandang interaksi kelas masyarakat dalam sistem kapitalis mengingat Rostow sendiri adalah ekonom yang berkiblat ke kapitalis. kebudayaan. Sungguhpun demikian. Rostow mempersempit dimensi manusia menjadi satu yaitu sebagai homo economicus.

Kuznets sangat memahami bahwa pendapatan sebagai indikator kekayaan atau kesejahteraan memiliki keterbatasan. karya Kuznets tidak hanya mengukur gejala ekonomi. dalam setiap kali menjelaskan metodologi yang dipakai menyusun pengukuran kegiatan ekonomi nasional dan beberapa masalah yang dihadapi dalam membuat estimasi. Di sanalah ia mempelajari ekonomi dan mengenal teori inovasi dan siklus bisnis dari Joseph Schumpeter. Sebagaimana diketahui. Growth. namun sebenarnya kontribusi terpenting dari karya Kuznets adalah dalam mengembangkan sistem akuntansi pandapatan nasional yang diterapkan semua negara untuk mengukur kegiatan ekonomi. National Income: Encylopedia of The Social Science (1933). Mungkin itu sebabnya. Kuznets selalu melakukannya dengan sangat hati-hati. Population. Sejal awal Perang Dunia I. Kuznets mendaftar di Universitas Kharkov. National Income. Ketika revolusi Rusia menutup universitas dan mengakibatkan perang sipil. Setelah lulus dari sekolah umum lokal. Economic Growth and Income Inequality (1955). ia bekerja selama tiga tahun lamanya sebagai peneliti ekonomi di Biro Penelitian Ekonomi Nasional. Demikian halnnya ketika Kuznets membedakan barang akhir (final good) dengan barang perantara (intermediate good). bersama orang tuan dan keluargaya ia pindah ke KHarkov. dan masih banyak lagi temuan-temuan yang lainnya. melainkan juga berusaha mencari tahu akar penyebab pertumbuhan ekonomi dan perubahan kesenjangan pendapatan. Ia terkenal karena karya-karyanya telah memberikan kontribusi yang sangat positip bagi perkembangan teori pembangunan ekonomi. kemudian ia menggeluti profesi sebagai dosen di Universitas Pennsylvania dengan berbagai jabatan yang dilakoninya. Scular Movements In Production and Prices (1930). mempelajari lingkaran pertumbuhan yang dilewati ekonomi. ia kemudian pindah ke Turki dan akhirnya menetap di Amerika Serikat. Selama hidupnya (1901-19855). National Income and Its Composition (1941). Sosok yang satu ini sangat produktif. keluarga Kuznets meninggalkan Rusia. sekarang masuk wilayah Belarusia) pada Tahun 1901. Population and Income Distribution: Selected Essays (1979). berbagai karya yang dihasilkan banyak ditemui di hampir semua perpustakaan. Di tempat inilah Kuznets melanjutkan studinya di Columbia University. Misalnya sebuah Kuznets lahir di Pinsk (waktu itu menjadi bagian dari Uni Soviet. sebuah kota yang terkenal karena kehidupan intelektualnya. a summary of findings (1946). Propotion of Capital Formation to National Product (1952). berusaha memahami konsekuensi dari pertumbuhan ekonomi terhadap distribusi pendapatan. Economic Growth and Structure: Selected Essays (1965). dan pada Tahun 1926 ia berhasil menamatkan studi doktoralnya. dan menggunakan perbedaan ini untuk menghindari persoalan perhitungan ganda. Capital and Growth (1973). Dalam hal ini Kuznets menyederhanakan pemahaman tentang pendapatan nasional itu sebagai penjumlahan dari nilai barang dan jasa (product) yang dihasilkan oleh keseluruhan perusahaan dalam ekonomi selama periode tertentu. banyak buku dan karya-karya akademik yang telah dihasilkan Kuznets: Cyclical Fluctuation and Variable Trade (1926). Setelah memperoleh gelar doktor. 27 179 .Simon Kuznets27 adalah salah seorang penerima hadiah Nobel di bidang ekonomi. dan masih banyak lagi karya-karya lainnya. Meskipun komite hadiah Nobel memberinya penghargaan karena karyanya di bidang pertumbuhan ekonomi dan struktur perubahan sosial. khususnya perpustakaan di universitas-universitas yang menyelenggarakan pendidikan ekonomi.

kaca. Demikian halnya dengan kegiatan illegal seperti prostitusi dan perdagangan obat bius. mobil itu dirakit dari barang-barang perantara seperti ban. berperan daam mempercepat pertumbuhan produktivitas. pengeluaran dan investasi juga turun. Siklus ini kemudian dinamakan “siklus Kuznets” untuk menghormati penemuannya (Abramovitz. tetapi barang dan jasa ini tidak dihitung dalam angka aktivitas ekonomi pemerintah. Kuznets berpendapat bahwa perubahan demografi dapat menjelaskan siklus 20 tahun ini. ia meneliti bagian dari total pendapatan yang diterima oleh setiap sepuluh kelompok pendapatan (10% penerima pendapatan teratas. mesin. standar hidup naik ketika populasi tumbuh. pertumbuhan populasi akan mengakibatkan permintaan yang lebih besar untuk barangbarang konsumen. dan peralatan-peralatan lainnya. Untuk menghitung nilai ban yang dijual kepada pabrik otomotif dan juga nilai dari mobil keseluruhan. rem. ditambah kemampuan untuk mengambil keuntungan dari ekonomi skala. sesungguhnya rumahtangga ini telah memproduksi barang dan jasa. khususnya perumahan. Saat upah jatuh. tentu nilai ban yang diproduksi akan terhitung dua kali. atau ekspansi dan kontraksi periodik dari aktivitas ekonomi. Misalnya. 179 . jelas bahwa mobil itu adalah barang jadi yang dijual ke konsumen. Hal ini. menyiangi rumput. dan fase penurunaan siklus ekonomi dimulai. Untuk mendapatkan ukuran aktivitas ekonomi yang lebih akurat maka perlu mengurangi nilai semua bagian dari harga akhir mobil yang dijual kepada konsumen. pada akhirnya dapat ditetapkan standar pengukuran pendapatan nasional yang sampai sekarang prosedur ini masih dipakai dan terus dikembangkan28. maka sulit atau tidak mungkin diukur sehingga tidak dapat dimasukkan dalam estimasi aktivitas ekonomi keseluruhan. Dengan menggunakan data pajak pendapatan IRS dan data survei Biro Sensus Amerika Serikat. Kuznets (1953. dan membersihkan rumah. Dalam studi fluktuasi ekonominya. dan hal ini membawa pada tekanan penurunan upah. ketika rumahtangga memasak daging. Salah satu karya Kuznets mengenai pengukuran pendapatan nasional telah membawanya pada studi siklus bisnis. Dengan mengambil perbedaan ini.mobil. 1955) menguji dampak pertumbuhan ekonomi terhadap distribusi pendapatan dan mempelopori pengukuran distribusi pendapatan. Kuznets (1930) menemukan siklus menengah dari pertumbuhan dan penurunan yang bertahan sekitar 20 tahun. atau menghitung nilai yang ditambahkan oleh pembuat mobil. 10% penerima 28 Kuznets sangat menyadari bahwa estimasi pendapatan nasional tidak memasukkan barang dan jasa yang tidak dipasarkan dan dijual. 1961). Tambahan permintaan mendorong investasi usaha tambahan. Tetapi warga yang baru ini segera menjadi bagian dari angkatan kerja yang besar. Akibatnya. Apapun penyebabnya. Peningkatan populasi dapat berasal dari gelombang imigrasi atau dari angka pertumbuhan kelahiran karena adanya keadaan ekonomi yang mendukung.

1% populasi teratas dari penduduk Amerika menerima 15% dari seluruh pendapatan nasional dan 5% teratas dari penduduk Amerika menerima antara 25-30% dari semua pendapatan. dapat menjelaskan perubahan ini. 1946) memperkirakan bahwa selama lebih dari 50 tahun tiga perlima keuntungan dalam produktivitas Amerika terkait dengan kemajuan teknologi dan dua perlimanya terkait dengan redistribusi tenaga kerja dari sektor yang kurang produktif ke sektor yang lebih produktif. Ia (Kuznets. dan seterusnya) untuk setiap tahun antara 1913 -1948. Dari kedua faktor ini pertumbuhan produktivitas jelas lebih penting. Perputaran yang lebih singkat sekitar 10 tahun. Kuznets mencurahkan perhatiannya pada faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan produktivitas.kedua. Karena teknologi merupakan faktor yang lebih penting 29 Sebelum Kuznets. 179 . Kondratieff memperhatikan bahwa ada periode reguler sepanjang 20-30 saat harga naik dan periode 20-30 tahun saat harga turun. menurut Kuznets. Hal ini merupakan perluasan dari fokusnya pada pertumbuhan ekonomi karena pertumbuhan ini bertkaitan dengan perpaduan efek dari produktivitas yang tinggi dan populasi yang besar. Nikolai Kondratieff (1925). pola itu menurun pada tahap awal perkembangan ekonomi yang membuat keadaan orang miskin bertambah buruk. Perubahan ekonomi jangka panjang ini dinamakan “gelombang kondratieff”. seorang ahli ekonomi Rusia. dengan 1% teratas hanya mendapat 8. Pengangguran yang rendah pada masa dan setelah perang dunia II meningkatkan bagian dari pendapatan total yang jatuh ke tangan kelompok berpendapatan rendah. Dengan melihat data selama jangka waktu yang panjang dan data dari berbagai negara. Ia juga menemukan penurunan dalam kesenjangan pendapatan di Amerika pada masa dan setelah perang dunia II. pada pembuatan estimasi empiris yang tepat. Pada saat yang sama suku bunga yang rendah dan pajak pendapatan yang tinggi mengurangi bagian pendapatan yang jatuh ke tangan kelompok yang paling kaya. dan produk-produk lain di seluruh dunia). karena seperti yang ditunjukkan oleh adam smith. namun pola itu kemudian naik lagi pada tahap perkembangan selanjutnya dan karena itu menguntungkan mereka yang berpendapatan rendah. Dengan menguji beberapa ratus tahun dari data harga untuk Amerika. Kuznets sangat menekankan pada perubahan dan inovasi teknologi sebagai cara meningkatkan pertumbuhan produktivitas. Kuznets (1955) menemukan bahwa pemerataan pendapatan mengikuti pola bentuk U. batu bara. 10% penerima ketiga. dan pada peningkatan standar hidup. pertumbuhan produktivitas inilah yang akan menghasilkan peningkatan dalam standar kehidupan. Siklus bisnis. Kuznets bisa menggabungkan minatnya pada perubahan dalam populasi. mencatat bahwa eksistensi perputaran jangka panjang berlangsung antara 45-60 tahun. Kuznets (1953) 29 menemukan bahwa dalam masa perang. Dengan mempelajari pertumbuhan produktivitas. dihubungkan dengan perubahan dalam investasi bisnis. Perancis dan Jerman (ditambah data produksi besi.5% dari seluruh pendapatan dan 5% teratas menerima 18% dari total pendapatan.

Perbedaan yang serupa juga berlaku antara produktivitas marjinal dari tenaga kerja denga labour output ratio. dengan semua faktor produksi lainnya dalam kondisi ceterus peribus.secara historis. Dari karyanya. bagaimanapun Kuznets telah mengembangkan cabang pengetahuan substansial tentang pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. (19) Dari model persamaan (19). seperti tanah menjadi terbatas adanya dalam keadaan tertentu dan selama beberapa waktu. masing-masing dan atau secara bersamaan. sedangkan di pihak lain modal dan tenaga kerja bertambah disertai oleh kemajuan teknologi. Y= v.. Ketika orang Amerika yang bekerja di pertanian semakin kurang.. v menunjukkan produktivitas marjinal modal. Mengenai produktivitas marjinal modal v. N.. dan karena redistribusi tenaga kerja menjadi kurang penting. perubahan hasil produksi terjadi bisa disebabkan oleh adanya perubahan pada semua faktor produksi.ΔC + w. T) . menyederhanakan teori pembangunan ekonomi sebagai sebuah model fungsi produksi.. maka ia berpendapat bahwa usaha untuk meningkatkan produktivitas harus difokuskan pada terobosan dan kemajuan teknologi.. Dalam model ini dioperasikan beberapa faktor produksi seperti modal (Capital=C). dan perkembangan teknologi dalam perjalanan waktu (Technology=T). (18) Dari model persamaan (18). Karena. tenaga kerja (Labour=L). Kondisi seperti ini tidak berlaku dalam hal incremental capital-output ratio (ICOR). ini berbeda pengertiannya dengan incremental capital-output ratio (ΔC/Δ Y). Kuznets juga telah menghasilkan jumlah data yang sangat besar yang dapat diuji oleh para ahli ekonomi. yang selanjutnya diformulasikan sebagai berikut: Y= ∫(C.Δ L + Y’ . Solow (1956) dalam tulisannya yang berjudul Contribution to the Theory of Economic Growth. maka perubahan pada hasil produksi (pendapatan) dapat dinyatakan dalam rumus perubahan faktor-faktor sebagai berikut.. Terakhir. sumberdaya alam (Natural Resources=N). 179 .. Dan karya tersebut juga membuat pemerintah dapat menyusun dan melaporkan data ekonomi makro berdasar basis reguler.. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SOLOW Robert M. w menunjukkan produktivitas marjinal tenaga kerja dan Y’ mencerminkan peningkatan produksi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. L. Sebab v menunjukkan peningkatan hasil produksi berkenaan dengan tambahan satuan (unit) modal.. L.. jika diasumsikan sumberdaya alam (N) adalah konstan.

modal. Dalam model Neo-Klasik. akumulasi cadangan modal dengan adanya investasi baru dalam konsep Neo-Klasik tidak tergantung dari keputusan investasi secara tersendiri. 1) Tabungan dianggap identik dengan investasi. dan w. dan ΔY’/Y mewakili laju pertumbuhan secara proporsional pada pendapatan.L/Y menunjukkan elastisitas produksi terhadap perubahan tenaga kerja. Selain itu. terdapat perbedaan mengenai serangkaian postulat yang menyangkut persaingan bebas. angkatan kerja bertambah dengan laju yang konstan dan ditentukan oleh kekuatan-kekuatan yang bersifat eksogen. tidak akan ada penyimpangan investasi ex-post (yang sama dengan tabungan ex-post) dari investasi ex-ante. Keputusan untuk menabung dianggap identik dengan keputusan untuk investasi. tenaga kerja dan kemajuan teknologi. maka begitu pula dalam model Solow. Pendapat ini adalah sama seperti dalam model Harrod dan model Domar. Δ L/L. Artinya dalam model Neo-Klasik tidak dimasukkan fungsi investasi dimana investasi ditentukan oleh serangkaian faktor determinan seperti tingkat bunga.... perkiraan tingkat laba di masa depan. Hal yang penting ialah adanya hasrat untuk menabung. Dengan kata lain penduduk dan angkatan kerja yang bertambah dengan tingkat yang konstan itu tidak peka terhadap dan tidak dipengaruhi oleh faktorfaktor kekuatan ekonomis.. ΔY/Y. v C/Y mencerminkan elastisitas produksi terhadap modal. Berbeda halnya dengan investasi. Δ L/L + ΔY’/Y . fleksibilitas dan mobilitas faktor-faktor produksi serta kemungkinan substitusi diantara faktor-faktor produksi yang bersangkutan seperti yang telah disinggung di atas. Tidak ada fungsi investasi secara tersendiri dan tabungan secara otomatis menjadi tambahan pada cadangan modal. baik postulat itu terungkap secara tersurat ataupun secara tersirat. ataupun sebaliknya. Dalam kerangka pemikiran ini. 179 . Perbedaan yang bersifat mendasar antara pendekatan Neo-Keynes (Harrod-Domar) dan pendekatan Neo-Klasik terletak pada saran pendapat bahwa tabungan akan tersalur secara otomatis dan seluruhnya sebagai investasi. dibeberkan beberapa postulat yang mendasari model Solow.. Sejalan dengan pemikiran Harrod-Domar sebagaimana dijelaskan di atas. ΔC/C.Laju pertumbuhan produksi dan pendapatan dalam kerangka analisis Neo-Klasik dapat dinyatakan sebagai laju pertumbuhan seluruh faktor produksi yang terlibat dalam proses produksi: g = ΔY/Y = v C/Y. tanpa adanya fungsi investasi yang terlepas dari fungsi tabungan. ΔC/C + w. (20) Dalam hal ini. dan lain sebagainya.L/Y. Lebih lanjut. Tabungan dianggap akan tersalur secara otomatis dan seluruhnya sebagai investasi.

yaitu n yang bersifat eksogen: L/L = n. Solow berpangkal pada pendapat bahwa segenap tabungan secara otomatis akan tersalurkan sebagai investasi. Perhatian Solow sebenarnya berkisar pada capital-labour ratio. Jelas di sini bahwa postulat mengenai fungsi produksi yang kontinu berdasarkan constant returns itu berbeda sekali secara mendasar dari konsep perimbangan-perimbangan tetap (fixed coefficients) di antara faktorfaktor produksi sebagaimana hal itu digunakan dalam Model Harrod dan Model Domar. C/L. Dalam modelnya sama sekali tidak ada peranan bagi perilaku investor dengan ekspektasinya tentang masa depan sehingga juga tidak ada fungsi investasi secara independen. Persamaan dasar model Neo-klasik berbeda dari apa yang terkandung dalam model Harrod. nisbah pertambahan modal terhadap bertambahnya tenaga kerja. kini ditonjolkan salah satu kesimpulan pokok dalam gagasan Solow bahwa proses pertumbuhan pada hakekatnya adalah stabil dan berlangsung dalam keadaan equilibrium. Oleh karena investasi identik dengan tabungan. Masalah mendasar di sekitar peranan capital-labour ratio dalam perkembangan waktu: meningkat atau menurun ataukah tetap konstan? Hal itu satu sama lain menjadi penting untuk menunjukkan ciri-ciri pokok pada laju pertumbuhan semua variabel dalam proses ekonomi. 5) Perkembangan ekonomi berdasarkan fungsi produksi yang kontinu dan ditandai oleh imbalan jasa yang konstan dan sepadan dengan skala produksi (canstant returns to scale): Y=∫(C. Y/L = ∫(C.L). Selain itu. 4) Angkatan kerja bertambah dengan laju yang konstan dan proporsional. 179 .2) Tabungan dianggap bagian proporsional dari pendapatan. Hasil produksi per tenaga kerja dianggap sebagai fungsi dari modal per tenaga kerja: Y/L = ∫(C. S=sY dan s (saving ratio) = S/Y. Dari pemikiran Solow di atas beserta persamaan dasarnya dan dengan latar belakang sejumlah postulat yang diungkapkan sebelumnya. maka: I = ΔC = S = sY. Solow juga menyederhanakan gagasan Harrod dan Domar dengan menghindarkan permasalahan yang terkait dengan kemungkinan ketimpangan antara tabungan ex-ante dan investasi ex-ante.L). Pendapat mengenai constant return to scale itu berimplikasi terhadap hasil produksi per tenaga kerja menjadi fungsi dari jumlah modal per tenaga kerja.L). Dalam hal ini persamaan dengan Model Harrod. Dalam struktur ekonomi sendiri terkandung kekuatan-kekuatan yang masingmasing dan secara bersamaan bergerak secara konvergen ke arah laju pertumbuhan yang memadai equilibrium dengan kestabilan dalam perkembangan ekonomi. 3) Investasi neto adalah sama dengan tingkat pertambahan pada cadangan modal: I=ΔC.

Hal yang konstan adalah capital-labour ratio. Hal ini berlainan sekali dengan postulat dalam Model Harrod mengenai fungsi produksi berdasarkan fixed coeficients. perhatikan lagi postulatnya mengenai fungsi produksi yang berdasarkan constant return to scale. berbagai bantuan dari negaranegara maju di Barat. Teori ini memberi kritik tajam terhadap arus pemikiran utama persoalan pembangunan yang didominasi oleh teori modernisasi. apapun bentuk dan tujuannya serta berapapun jumlahnya. Teori ini juga mencermati keterkaitan negara terbelakang dengan negara-negara maju di Barat sebagai bentuk hubungan yang tak berimbang dan karenanya hanya menghasilkan akibat yang merugikan negara terbelakang. oleh para pakar Neo-Klasik ditekankan adanya mekanisme dalam proses ekonomi yang memungkinkan konvergensi kekuatan-kekuatan ekonomi pada laju pertumbuhan dalam keadaan equilibrium. Dalam pada itu.Teori dependensi dengan tegas menyatakan bahwa hambatan pembangunan justru disebabkan oleh intervensi dari negara-negara maju di Barat. Dalam konteks ekonomi. Teori dependensi muncul setelah teori modernisasi diterapkan di banyak negara terbelakang. berbeda dengan kerangka analisis Neo–Keynes berdasarkan fungsi produksi dengan fixed coefficients. memandang konsep capital-labour ratio sebagai besaran yang konstan. dianggap telah turut menciptakan berbagai ketergantungan baru bagi negara-negara terbelakang kepada negara-negara maju di Barat. Satu sama lain membawa ramifikasi yang berbeda bagi perkembangan pemikiran dalam masing-masing model (sebagai konsekuensi dari konsistensi logika internal).Melalui proses interaksi antara tingkat tabungan (investasi) per tenaga kerja dengan tingkat capital labour ratio dan berdasarkan postulat tentang mobilitas faktor-faktor produksi beserta substitusi di antara faktor-faktor produksi. Teori ini memberikan perhatian pada persoalan keterbelakangan. Fakta sejarah menunjukkan bahwa syahwat ekonomi 179 . Dalam model Neo-Klasik. khususnya di Amerika Latin. konsep capital-output ratio tidak mengandung ciri besaran yang konstan. melainkan ada berbagai tingkat capital-output ratio. Misalnya. pertumbuhan yang stabil seperti diungkapkan oleh Solow dan para pengikutnya. diakui oleh sementara kalangan NeoKlasik sendiri bahwa proses demikian memang bisa memakan waktu yang cukup lama. lambannya pembangunan dan ketergantungan dari negara terbelakang. Pengamatan yang dilakukan oleh para ahli sejarah telah memberikan gambaran penting serta bukti empirik terhadap kegagalan teori modernisasi. M.TEORI DEPENDENSI Teori dependensi merupakan antitesis dari teori modernisasi.

karena impor terhadap barang-barang modal tak dapat dihadiri. budaya dan intelektual dari negara–negara maju di Barat30. konsep Gramsci memang sangat dekat dengan dasar pemikiran teori dependensi (Cardoso).yang begitu besar dari negara-negara maju di Barat untuk menguasai sumberdaya-sumberdaya ekonomi. sampai sekarang tetap tidak mampu berkembang. termasuk diantaranya program pembagian tanah. Ketika itu ditunjukkan dan dijelaskan berbagai kelemahan dari kebijaksanaan industralisasi subsitusi impor (ISI) yang dijalankan oleh Amerika Latin. menyebabkan program-program KEPBBAL tidak berhasil dan tidak mampu merealisasikan beberapa gagasan lainnya yang lebih radikal. dan 4) Referensi historis yang mengarah kepada masa penjajahan dan hegemoni ekonomi global sebagai sebab kemacetan perkembangan di sebagian Dunia Ketiga harus dilihat sebagai hal yang sangat problematis. 30 179 . 2) Teori-teori tersebut memanfaatkan sebuah perspektif global dan dengan demikian tidak menyadari adanya ketidakseimbangan sosial. Akibatnya. Dalam konteks pembangunan. termasuk imperialisme struktural (Johan Galtung) dan imperialisme kultural (Herbert Schiller). sehingga negara berkembang terpaksa mengadopsi budaya Barat. Amerika Latin akan memperoleh banyak keuntungan apabila di satu pihak lebih memfokuskan pada upaya memproduksi bahan pangan dan bahan mentah yang diperlukan oleh Konsep hegemoni yang dikembangkan oleh Antonio Gramsci menyimpulkan bahwa budaya Barat sangat dominan terhadap budaya di negara-negara berkembang. Ia pernah memberikan kritik tajam tentang keusangan konsep pembagian kerja internasional (international division of labour/IDL).Model-model pembangunan tersebut gagal karena empat faktor: 1) Proses diferensiasi di dunia ketiga sendiri. terutama kesuksesan ekonomi beberapa negara berkembang dengan menggunakan strategi yang berorientasi pada pasar dunia. teori ini dengan tegas menantang hegemoni ekonomi. 3) Teori hegemoni dan dependensi ternyata gagal dalam mengusulkan solusi-solusi yang bermanfaat dalam konteks global (ibid). dilihat tidak hanya dari perspektif model demokrasi Barat. Oleh karena itu. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Amerika Latin (KEPBBAL) yang selanjutnya dikenal sebagai Manifesto KEPBBAL. Namun karena kebijaksanaan KEPPBBAL ini kurang mendapat respons dan dukungan dari Pemerintah Amerika Latin. meyakinkan negara-negara terbelakang bahwa negara-negara maju di Barat akan selalu menindasnya dengan berusaha menjaga aliran surplus ekonomi dari negara-negara terbelakang ke negara-negara maju di Barat. dan optimisme pertumbuhan berganti dengan depresi yang mendalam. hampir bersamaan waktunya muncul masalah-masalah yang akut pada neraca pembayaran di hampir semua negara terbelakang. Akibatnya. struktur patrimonial dan eksploitasi di negara-negara berkembang sendiri (Servaes. Perlu kita ingat bahwa Afghanistan misalnya. Sementara. 1995). politik. yang tidak pernah dijajah oleh negara Barat. justru menentang kesimpulan-kesimpulan utama teori hegemoni dan dependensi (Rullmann 1996). Salah satu kelemahan dari kebijaksaan ISI ini adalah tidak efektifnya mengurangi ketergantungan terhadap impor. stagnasi ekonomi tak dapat dihindari dan represi politik muncul secara meluas kepermukaan pada tahun 1960-an. Ketika Prebisch menjabat ketua KEPBBAL. Menurut skema IDL. Kerangka teori dependensi pada mulanya merupakan paradigma pembangunan yang khas di Amerika Latin. barang-barang ekspor konvensional tidak terperhatikan lagi dalam suasana hiruk pikuk industrialisasi.

iii) ketergantungan lebih dilihat sebagai masalah ekonomi yang terjadi akibat mengalirnya surplus ekonomi dari negara dunia ketiga ke negara maju. disimpulkan ada enam inti pembahasan: 179 . Sebagaimana diketahui. krisis teori marxis ortodoks. berlaku bagi seluruh negara Dunia Ketiga. paling tidak untuk sementara. Gagasan Prebisch ini tampaknya disambut baik oleh pemerintah Amerika latin dan diimplementasikan melalui serangkaian kebijakan-kebijakan ekonominya. Dalam konteks ini. dan pendekatan pembangunan yang ditempuh oleh banyak negara terbelakang hingga saat ini tidak terlepas dari pengalaman sejarah negara maju yang kapitalis seperti negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Kehadiran teori dependensi tentunya harus dapat menguraikan berbagai kelemahan teori modernisasi dan menawarkan pendapat baru yang mampu menutup berbagai kelemahan tersebut. pemahaman terhadap sejarah ekonomi. dan v) kondisi ketergantungan dilihat sebagai suatu hal yang mutlak bertolak belakang dengan pembangunan. Pada garis besarnya. ii) ketergantungan dilihat sebagai kondisi yang di akibatkan oleh faktor luar. Ringkanya. disamping tetap memperhatikan dan menjaga. Namun perbedaan sejarah antara negara maju dan negara bekas koloni atau daerah jajahan tetap ada dan bahkan sangat mendasar sehingga menyebabkan struktur sosial masyarakatnya juga berbeda. dan Amerika Latin harus melakukan pembangunan industri untuk menjamin kebutuhan dalam negeri. kemampuan ekspor bahan pangan dan bahan mentahnya. dan menurunnya kepercayaan terhadap teori modernisasi di Amerika Serikat. Dari perdebatan panjang mengenai teori dependensi. sosial dan politik menjadi suatu hal yang penting untuk menentukan kebijakan pembangunan suatu negara. para penganut aliran teori dependensi cenderung menggunakan asumsi dasar: i) kondisi ketergantungan dilihat sebagai suatu gejala yang sangat umum.negara-negara industri. Prebisch mengajukan gagasan dasar bahwa pembagian kerja internasional yang hanya menguntungkan negara industri harus dihentikan. negara-negara industrri tersebut menyediakan keperluan barang-barang industri yang dibutuhkan Amerika Latin. Dalam hal ini penciri (karakteristik) suatu negara dapat dikaji dari perspektif historis. meskipun barang-barang kebutuhan dalam negeri telah tersedia dalam jumlah yang cukup. iv) ketergantungan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses polarisasi regional ekonomi global. Namun faktor rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pasar domestik tidak mampu menunjukkan ekspansinya. Di lain pihak. teori dependensi lahir sebagai paradigma baru untuk memberikan jawaban atas kegagalan program KEPBBAL.

dalam analisisnya memakai disiplin ilmu sosial. Yang perlu dijelaskan adalah sebab. seperti Cardoso. dan Evans menyatakan bahwa ketergantungan dan pembangunan bisa berjalan seiring. Tokoh yang banyak bergulat dalam pembahasan ini adalah Andre Gunder Frank. Andre Gunder Frank seorang ekonom. Para pemikir teori dependensi seperti Dos Santos. 179 . Analisis sosiopolitik menekankan pada analisis kelas. ketergantungan adalah akibat dari proses kapitalisme global. kelompok sosial dan peran pemerintah di negara pinggiran. Ada yang beranggapan faktor eksternal lebih ditekankan. (3) analisis ekonomi versus analisis sosio politik: Raul Plebiech memulai analisisnya dengan menggunakan analisis ekonomi dan penyelesaian yang ditawarkannya juga bersifat ekonomi. seperti Frank Des Santos. Dengan demikian teori dependensi dimulai sebagai masalah ekonomi kemudian berkembang menjadi analisis sosial politik dimana analisis ekonomi hanya merupakan bagian dari pendekatan yang multidisipliner dan interdisipliner. seperti Cordosa dan Faletto. (5) keterbelakangan versus pembangunan: teori dependensi sering disamakan dengan teori tentang keterbelakangan dunia ketiga. (2) faktor eksternal versus faktor internal: para pengikut teori dependensi tidak sependapat dalam penekanan terhadap kedua faktor ini. terutama sosiologi dan politik. Dalam hal ini Frank adalah penganut teori voluntaristik. Sebaliknya ada yang menekankan faktor internal sebagai penyebab munculnya ketergantungan. Menurutnya kapitalisme negara-negara pusat berbeda dengan kapitalisme negara pinggiran. Kapitalisme negara pinggiran adalah keterbelakangan karena itu perlu di ubah menjadi negara sosialis melalui sebuah revolusi. Masyarakat akan berkembang sesuai tahapan dari feodalisme ke kapitalisme dan akan menuju ke sosialisme. sifat dan keterbatasan dari pembangunan yang terjadi dalam konteks ketergantungan. (4) analisis kontradiksi regional: salah satu kelompok penganut teori dependensi sangat menekankan analisisnya tentang hubungan negara-negara pusat dengan pinggiran. Sedangkan kelompok lainya menekankan analisis kelas.(1) pembahasan menyeluruh melalui pendekatan kasus: gejala ketergantungan dianalisis dengan pendekatan menyeluruh yang memberi tekanan pada sistem dunia. Dalam pendekatan ini. Cardoso. dan (6) voluntarisme versus determinisme: penganut marxis klasik melihat perkembangan sejarah sebagai suatu yang deterministik. yang menempatkan negara pinggiran hanya sebagai pelengkap. Penganut Neo Marxis seperti Frank kemudian mengubahnya melalui teori dependensi.

Masing-masing teori ini memiliki latar belakang pemikiran serta pendekatan analisis yang berbeda sebagai berikut: 1. maka ketergantungan negara dunia ketiga tetap tak terselesaikan. Implikasi kebijakan teori dependensi klasik secra filosofis. Teori ini berpendapat. teori ini mengajukan usulan yang radikal untuk mengubah situasi ketimpangan ini.Selanjutnya. pemimpin informal msayarakat. dan implikasi kebijakan yang selama ini dimiliki oleh teori dependensi klasik. Maka dari itu. bahwa para penguasa yang telah mapan. Justeru sebaliknya. menghendaki untuk meninjau kembali pengertian pembangunan. teori dependensi menuduh ajaran teori modernisasi tidak lebih dari sekadar akrobat akademik yang berusaha memberikan pembenaran ilmiah dari ideologi negara-negara maju untuk mengeksploitasi negara-negara terbelakang. petani kaya dan tuan tanah. pembahasan mengenai teori dependensi akan difokuskan pada teori dependensi klasik. Dari padanya diharapkan dapat dilihat secara lebih jelas dan oleh karena itu dapat dicari kekuatan teori dependensi dalam mengarahkan pola pikir peneliti. para perencana kebijaksanaan. dan teori dependensi baru. Pada dasarnya kritik tersebut dialamatkan kepada kelemahan-kelemahan yang terkandung dalam metode kajian. dan pengambil keputusan untuk mengikuti tesis-tesis yang diajukan. serta para elit yang lain kemungkinan besar tidak akan menyetujui kebijakan pembangunan yang mencoba untuk memutuskan hubungan dengan negara maju yang selama ini telah terbina dengan baik. Namun tidak serta merta para pendukung teori dependensi klasik menerima kritik tersebut. Teori Dependensi Klasik Sejak tahun 1970-an. pemilik modal besar. teori dependensi telah secara tegas dan detail menguraikan akibat buruk dari kolonialisme dan pembagian kerja internasional. Sejak dari awal penjelasannya. para pemimpin organisasi keagamaan. selama hubungan pertukaran yang tidak berimbang tetap bertahan sebagai landasan hubungan internasional. 2. sebagai akibat dari telah demikian erat keterkaitan kepentingan politik-ekonomi mereka dengan kepentingan negara maju. Teori dependensi menyadari sepenuhnya. teori dependensi klasik telah demikian banyak menerima kritik. Teori Dependensi Baru 179 . Ketergantungan dan keterbelakangan Indonesia mencerminkan kerakteristik yang khas teori dependensi dalam usahanya menguji persoalan pembangunan Dunia Ketiga. konsep. yakni dengan revolusi sosialis.

5 Persamaan dan Perbedaan Teori Dependensi Klasik dengan Teori Dependensi Baru 1 Persamaan pokok perhatian 2 Level analisis 3 Konsep pokok implikasi 4 Kebijakan 5 Perbedaan metode 6 Faktor pokok TEORI DEPENDENSI KLASIK Negara dunia ketiga Nasional Sentral-pinggiran Ketergantungan Ketergantungan bertolak belakang dengan pembangunan Abstrak pola umum ketergantungan TEORI DEPENDENSI BARU Sama Sama Sama Sama Historis-struktural situasi konkrit ketergantungan Internal negara dan konflik kelas Fenomena sosial Koeksistensi Pembangunan yang bergantung Eksternal kolonialisme dan ketidakseimbangan nilai tukar 7 Ciri-ciri politik ketergantungan Fenomena ekonomis 8 Pembangunan dan Bertolak-belakang ketergantungan Hanya menuju pada keterbelakangan Dengan perubahan pendekatan seperti yang telah diuraikan. Ketergantungan. Teori ini tidak lagi menganggap situasi ketergantungan sebagai suatu keadaan yang berlaku umum dan memilki karakteristik yang serupa tanpa mengenal batas ruang dan waktu. menurut teori yang telah diperbaharui ini lebih dikonsepkan sebagai sesuatu yang memiliki batas ruang dan waktu. Dengan kata lain. aliansi tiga kelompok pembangunan yang dinamis. Sebagai akibatnya. lebih dari itu. negara birokratik otoriter.Teori dependensi baru telah mengubah berbagai asumsi dasar yang dimiliki oleh teori dependensi klasik. teori dependensi baru ini tidak memberlakukan lagi situasi ketergantungan sebagai persoalan ekonomi yang akan mengakibatkan adanya polarisasi regional dan keterbelakangan. Situasi ketergantungan juga tidak lagi semata disebabkan oleh faktor eksternal. pemaknaan baru ini telah mampu membuka jendela untuk melihat persoalan baru. atau paling tidak dengan pisau analisis baru. situasi ketergantungan merupakan situasi yang memiliki nilai kesejarahan yang khas. tidak heran jika teori dependensi baru telah melahirkan berbagai kategori ilmiah baru yang sebelumnya tidak dimiliki oleh teori dependensi klasik seperti misalnya pembangunan yang bergantung. dan oleh karenanya ketergantungan juga merupakan persoalan politik sosial. Dari uraian di atas dapat distrukturkan beberapa persamaan dan perbedaan dari kedua teori tersebut sebagai berikut: Tabel 2. yang 179 . Lebih dari itu. Karenanya selalu memiliki ciri yang unik. faktor internal memilki andil lahirnya suasana ketergantungan.

31 179 . sehingga semakin tertinggal dibanding dengan Jepang dan negara-negara lain yang telah lebih maju industrinya. Pandangan dari masing-masing teori tersebut diuraikan sebagai berikut. dan (ii) negara yang memproduksi barang industri. 2) Teori Andre Gunder Frank tentang Pembangunan Keterbelakangan Menurut Gunder Frank. Sebagaimana diketahui bahwa teori dependensi berpangkal pada teori-teori imperialisme dan kolonialisme yang dipelopori oleh Raul Presbich. Presbich menentang pandangan mengenai pembagian kerja internasional dan adanya keuntungan komparatif. Hal ini disebabkan oleh menurunnya nilai tukar barang-barang hasil pertanian terhadap barang hasil produksi. dan Theotonia Dos Santos. dan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan31. Akibatnya terjadi defisit pada neraca perdagangan di negara-negara terbelakang. politik dan sosial sebagai implikasi dari Kesimpulan ini dibangun berdasarkan teori pembagian kerja secara tradisional. yaitu negara maju yang menghasilkan barang-barang produksi dan negara terbelakang yang memproduksi hasil pertanian. di dunia ini terdapat dua kelompok negara. Dua negara ini saling berhubungan dan seharusnya saling diuntungkan. Ketertinggalan dan kemiskinan merupakan akibat dari proses ekonomi. Menurutnya negara-negara di dunia ini terbagi menjadi dua. Andre Gunder Frank. dan teori keuntungan komparatif yang dimiliki oleh masing-masing Negara.pada gilirannya telah menghasilkan tidak sedikit karya penelitian baru yang menguji secra lebih teliti persoalan pembangunan dan ketergantungan di negara-negara terbelakang. ketertinggalan dan kemiskinan di negara-negara terbelakang bukanlah sebuah gejala alamiah dan bukan pula karena kekurangan modal. Namun yang terjadi negara–negara terbelakang semakin tertinggal bila dibanding dengan negara-negara maju. Antara kedua kelompok negara tersebut kemudian melakukan hubungan dagang. 1) Teori Raul Presbich tentang industri substitusi import Dalam konteks teori pembangunan ekonomi. yaitu (i) negara yang memproduksi hasil pertanian. Indonesia adalah salah satu contoh negara yang menjadi korban atas pembagian kerja internasional dan adanya keuntungan komparatif tersebut.

Perkebunan yang dirintis oleh negara pusat ini menjadi cikal bakal munculnya industri kapitalis yang sangat besar yang berdampak pada eksploitasi lahan. Tesis ini juga dapat dijelaskan dengan menggunakan dua pendekatan. Gunder Frank menyajikan lima tesis tentang dependensi: (i) terdapat kesenjangan pembangunan antara negara metropolis dan satelitnya. 179 . pada negara satelit yang memiliki hubungan sangat erat telah menjadi sapi perah bagi negara metropolis. Selanjutnya. perang Napoleon. Negara satelit tersebut hanya sebatas sebagai penghasil produk primer yang sangat dibutuhkan sebagai modal dalam sebuah industri kapitalis di negara metropolis. perang dunia pertama. Brasil dan Chili. Negara metropolis bekerjasama dengan elit lokal negara satelit untuk melakukan dominasi di negara satelit. dan (v) eksploitasi yang menjadi ciri khas kapitalisme menyebabkan menurunnya kemampuan berproduksi pertanian di negara satelit. Meksiko. kemunduran ekonomi pada Tahun 1930 dan perang dunia kedua telah menyebabkan pembangunan industri yang pesat di Argentina. Gunder Frank membagi negara–negara menjadi dua yaitu negara metropolis dan negara satelit. kemiskinan di negara-negara terbelakang disebabkan oleh adanya pembangunan di negara-negara maju. sumberdaya alam dan tenaga kerja negara satelit. Dalam hal ini. Tesis ini merupakan antitesis dari teori modernisasi yang menyatakan bahwa kemajuan negara satelit hanya dapat dilakukan melalui hubungan dan difusi dengan negara metropolis.globalisasi dan sistem kapitalis. yaitu isolasi temporer yang disebabkan oleh krisis perang atau melemahnya ekonomi dan politik negara metropolis. Pengertian isolasi yang kedua adalah isolasi secara geografis dan ekonomi yang menyebabkan ikatan antara metropolis-satelit menjadi melemah dan kurang dapat menyatukan diri pada sistem perdagangan dan ekonomi kapitalis. pembangunan pada negara satelit sangat terkendala oleh status negara satelit. (iv) kemunculan perkebunan besar di negara satelit sebagai usaha pemenuhan kebutuhan dan peningkatan keuntungan ekonomi negara metropolis. Ciri pertanian subsisten pada negara satelit menjadi hilang dan diganti menjadi pertanian yang kapitalis. (ii) kemampuan negara satelit dalam pembangunan ekonomi terutama pembangunan industri kapitalis meningkat pada saat ikatan terhadap negara metropolis sedang melemah. Frank megajukan bukti empirik untuk mendukung tesisnya ini yaitu pada saat Spanyol mengalami kemunduran ekonomi pada abad 17. (iii) negara terbelakang dan terlihat feodal saat ini merupakan negara yang memiliki kedekatan ikatan dengan negara metropolis pada masa lalu. Frank menjelaskan.

Sebagaimana diketahui bahwa keterbatasan sumber daya pada negara-negara maju mendorong mereka untuk melakukan ekspansi besar-besaran ke negara-negara terbelakang yang melimpah kekayaan alamnya. Bukti empirik yang dikumpulkan Frank berupa hasil penelitian sejarah perkembangan sosial dan ekonomi negara-negara Amerika Latin. Ditegaskan lebih lanjut bahwa bentuk dasar ekonomi dunia memiliki aturan-aturan perkembangannya sendiri. dan 2) pembangunan dan industrialisasi yang terjadi merupakan bayangan dari apa yang terjadi di negara-negara metropolis. terdapat dua pendapat yang berbeda: 1) struktur ketergantungan yang ada di negara satelit tidak akan memungkinkan negara ini melakukan pembangunan. Bagaimanapun juga negara satelit tetap tenggelam dalam ketergantungan terhadap negara metropolis. Contoh konkritnya adalah negara–negara persemakmuran Inggris yang berkembang menjadi negara maju. Pola ekpansi yang dilakukan memberikan dampak negatif berupa 179 . Dalam teori dependensi. Santos juga menyatakan bahwa negara satelit bisa juga berkembang. Dalam hal ini. Walaupun hanya sebagai refleksi negara metropolis. hubungan tersebut tidak selamanya besifat negatif. tetapi dari negara induknya. Akan tetapi kemajuan dan atau kemiskinan tersebut bukanlah indikator pembangunan di negara satelit.Beberapa pendapat yang disampaikan Frank sangat kental dengan nuansa pemikiran Marx tentang kapitalisme dan eksploitasi. Begitu juga sebaliknya ketika negara metropolis mengalami krisis maka negara satelit akan terkena dampaknya. Namun menurut Santos. tipe hubungan ekonomi yang dominan di negara-negara metropolis adalah kapitalisme sehingga menyebabkan munculnya usaha melakukan ekspansi keluar dan tipe hubungan ekonomi pada negara satelit merupakan bentuk ketergantungan yang dihasilkan oleh ekspansi kapitalisme oleh negara-negara metropolis. Simpul dan dinamika perkembangan ini tidak datang dari negara satelit. Pandangan ini bertentangan dengan pendapat Frank yang menyatakan hubungan negara satelit dengan negara metropolis selalu bersifat parasitisme atau merugikan negara satelit. ketika negara metropolis mengalami kemajuan maka negara satelit akan maju pula. 3) Teori Theotonia Dos Santos tentang Struktur Ketergantungan Menurut Dos Santos bahwa negara-negara satelit itu merupakan negara bayangan dari negara metropolis. Frank memperkuat pendapatnya dengan menunjukkan buktibukti empirik dan menggunakan metode historis struktural. atau perkembangan ikutan. khususnya industrialisasi. meskipun perkembangan ini merupakan perkembangan yang tergantung. karena hal itu hanyalah refleksi dari negara metropolis saja.

Santos mengajukan tesis tentang pembagian ketergantungan menjadi tiga jenis yaitu ketergantungan kolonial. Ketergantungan kolonial merupakan bentuk ketergantungan yang paling awal dan kini telah dihapuskan. Ketergantungan kolonial merupakan bentuk ketergantungan yang dialami oleh negara jajahan. dan terbatasnya perkembangan pasar domestik negara terbelakang itu sendiri. ketimpangan kekayaan. Negara-negara ini akan selalu menjadi negara yang terbelakang dalam pembangunan karena tidak dapat mandiri serta selalu tergantung dengan negara maju. sedemikian rupa sehingga kemampuan bersaing dari industri dalam negeri meningkat dan dianggap telah mampu untuk bersaing. 3.periferi. Dari berbagai perbedaan yang berhasil dikaji. sedangkan negara terbelakang menjadi satelitnya.adanya ketergantungan yang dialami oleh negara-negara terbelakang. maka dapat distrukturkan perbandingan teori modernisasi dengan teori dependensi sebagai berikut: Tabel 2. lebih terpusat pada ekspor bahan mentah dan produk pertanian. Teori modernisasi berpandangan bahwa industrialisasi perlu dipercepat dengan cara memproduksi sendiri kebutuhan barang-barang dalam negeri untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali beban penyediaan devisa negara yang selama ini diperlukan untuk membayar impor barang-barang tersebut. Sedangkan ketergantungan industri keuangan yang lahir pada akhir abad 19. Sumbangan pemikiran Santos terhadap teori dependensi sebenarnya berada pada bentuk ketergantungan teknologi industri. Dampak dari ketergantungan ini terhadap negara terbelakang adalah ketimpangan pembangunan. Ekspor bahan mentah menyebabkan terkurasnya sumber daya negara. Perbandingan Teori Modernisasi dengan Teori Dependensi Kedua teori ini berbeda dalam memberikan jalan keluar terhadap persoalan pembangunan dan ketertinggalan negara-negara terbelakang. Konsep inilah yang lebih dikenal dengan istilah pusat . ketergantungan industri keuangan dan ketergantungan teknologi industri. Negara maju identik menjadi negara pusat. Pada saat itulah industri dalam negeri sudah saatnya beroperasi dan bersaing tanpa adanya proteksi. Strategi industrialisasi ini pada awalnya ditempuh dengan memberikan proteksi kepada industri dalam negeri dan mengenakan tarif yang tinggi terhadap barang-barang luar negeri (import). Dalam hubungan ini. eksploitasi tenaga kerja. 6 Perbandingan Teori Modernisasi dengan Teori Dependensi 179 . sementara nilai tambah yang diperoleh kecil. menjadikan ekonomi negara tergantung.

membuat ia membatalkan rencana ini.Elemen Perbandingan Persamaan fokus perhatian (keprihatinan) Metode Dwi-Kutub struktur ekonomi Perbedaan warisan teoritis Hubungan Internasional Masa depan Dunia Ketiga Kebijakan Pembangunan (Pemecahan Masalah) Teori Modernisasi Pembangunan Dunia Ketiga Sangat Abstrak Perumusan Model-model Tradisional dan Modern (Maju) Teori Evolusi Teori Fungsionalisme Saling menguntungkan Optimis Lebih mendekatkan keterkaitan negara maju. sekolah North juga berpindah-pindah dari satu kota ke kota yang lain. North pernah sekolah di Connecticut. dan di Long Island. Teori Dependensi Sama Sama Sama Sentral (metropolis) Pinggiran (satelit) Program KEPBALL Marxis Ortodoks Merugikan negara dunia ketiga Pesimis Mengurangi keterkaitan dengan negara sentral revolusi sosialis. N. peralihan teknologi. 32 179 . Ketiga rangkaian penelitian ini berusaha Douglas Cecil North lahir di Cambridge Massachusetts pada Tahun 1920. Karena itu. hidupnya sering berpindah-pindah karena mengikuti Ayahnya yang seorang manajer dari perusahaan asuransi Metropolitan Life. Ia secara serius mempertimbangkan untuk melanjutkan ke jurusan hukum setelah lulus nanti. Berkeley. Dia masuk di perguruan tinggi di Universitas California. Ketika North sedang tumbuh remaja. Douglas Cecil North32. diantaranya: 1) mengintroduksi metode statistik untuk studi sejarah ekonomi. dan 3) memahami kekuatan historis yang membuat ekonomi menjadi kaya atau miskin. Karena perasaan North yang kuat untuk tidak (ingin) membunuh orang. North bergabung dengan armada niaga. Sedangkan teori dependensi memberikan anjuran yang sama sekali berbeda. namun pecahnya Perang Dunia II. ekonomi. Keterangan: KEPBALL = Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Amerika Latin Selanjutnya. sekalipun proses dan pencapaian tujuan ini mungkin memerlukan revolusi sosialis. karena ayahnya dipindahkan ke San Francisco dan North tidak ingin berada jauh-jauh dari keluarganya. teori modernisasi menganjurkan untuk lebih mempererat keterkaitan hubungan kerjasama negara-negara terbelakang dengan negara-negara maju melalui bantuan modal. Tiga tahun di lautan memberikan North kesempatan untuk mengisi waktunya dengan membaca dan merenung. yaitu mengupayakan secara terus menerus mengurangi ketergantungan negara–negara terbelakang dari negara-negara maju sehingga memungkinkan tercapainya pembangunan yang dinamis dan otonom. Lausanne. 2) menguji dan menjelaskan peran institusi dalam mengatur tingkah laku manusia. dan dia memutuskan untuk menjadi seorang ahli ekonomi ketimbang menjadi seorang pengacara. Ottawa. pertukaran budaya dan lain sebagainya. Di Berkeley. selama hidupnya (1920-1989) telah banyak berkontribusi penting dalam pengembangan bidang ilmu ekonomi melalui beberapa kegiatan risetnya. dan filsafat. North mengambil tiga bidang yaitu ilmu politik. New York City. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI KELEMBAGAAN Pemikir ekonomi yang satu ini.

Ia menyatakan bahwa sumber utama kemakmuran bukan terletak dalam domain ekonomi itu sendiri. ekonomi kelembagaan sejak diploklamirkan bekerja di luar mekenisme dan cara pandang pemikiran ekonomi klasik/neoklasik. dan selalu ada insentif bagi individu untuk berperilaku menyimpang sehingga sistem ekonomi tidak bisa dibiarkan hanya dipandu oleh pasar. yakni dengan jalan mendesain aturan main/kelembagaan. Dalam hal ini diperlukan kelembagaan non pasar (NonMarket Institution) untuk melindungi agar pasar tidak terjebak pada kegagalan yang tidak berujung pangkal. dengan menggunakan bermacam data statistik ia kemudian menjelaskan masalah fluktuasi ekonomi. seperti tidak adanya biaya transaksi (Zero Transaction Cost) dan rasionalitas instrumental (Instrumental Rationality). laws dan constitutions. (2) Wesley Clair Mitchel (1874-1948). Sebagai tokoh ekonomi kelembagaan baru (New Institutional Economics). North adalah tokoh pemikir dan pengembang ekonomi kelembagaan baru (New Institutional Economics)33 yang memperoleh hadiah Nobel Ekonomi pada Tahun 1993. kalau tidak mau disebut fatal. sumber kemakmuran terletak dalam jiwa entrepreneurship para pelaku ekonomi yang merancang pembangunan. Salah satu karyanya adalah Business Cycle and Their Causes (1913). Seluruhnya merupakan penentu terbentuknya karakter dan struktur masyarakat serta kinerja ekonominya. sedangkan organisasi bermakna sebagai their entrepreneurs are the players. Itulah sebabnya. Intinya. North menyatakan bahwa kelembagaan ekonomi dibentuk oleh aturan-aturan formal berupa rules. institusi dimaknai sebagai the rules of the game. 33 179 . Bagi North. Ia menilai pengaruh keadaan dan lingkungan sangat besar terhadap tingkah laku ekonomi masyarakat. North juga membedakan institusi dengan organisasi. Lebih jelas lagi. (4) Joseph A. Ia berjasa dalam mengembangkan metode-metode kuantitatif dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa ekonomi. Schumpeter (1883-1950). serta aturan informal berupa norma. Hadiah Nobel yang diperolehnya itu kemudian menjadi pemicu perkembangan ilmu ekonomi kelembagaan baru saat ini.menjelaskan pertumbuhan ekonomi dari segi institusi dengan mempergunakan teknik statistik untuk menguji teori institusionalnya tentang penyebab pertumbuhan ekonomi. (3) Gunnar Karl Myrdal (1898-1987) dari Swedia. yaitu dalam lingkungan dan institusi masyarakat. ekonomi dan politik yang mempengaruhi individu dalam keputusan ekonominya. Jika tidak dilakukan struktur-struktur teoritis ilmu ekonomi akan menjadi tidak realistis. Pemikir ekonomi kelembagaan baru pada umumnya menolak sebagian asumsi ajaran ekonomi klasik/neoklasik karena dianggap tidak realistis. keputusan ekonomi tidak bisa menyandarkan sepenuhnya pada kekuatan rasionalitas. Ekonomi klasik yang mengasumsikan semua manusia adalah rasional dan bekerja berdasarkan insentif ekonomi ternyata dalam praktiknya banyak faktor-faktor sosial. Dalam hal ini. kesepakatan. Oleh karena itu asumsi-asumsi tersebut harus dibatalkan. Salah satu pesan Myrdal kepada para ahli ekonomi ialah agar ikut membuat value judgement. institusi adalah peraturan perundang-undangan berikut sifat-sifat pemaksaan dari peraturan-peraturan tersebut serta norma-norma perilaku yang membentuk interaksi antara manusia Beberapa pemikir ekonomi yang masuk kedalam kelompok mazhab ekonomi kelembagaan ini diantaranya: (1)Thorstein Bunde Veblen (1857-1929). dan lain-lain. melainkan berada di luarnya.

maka dibutuhkan dukungan seperangkat institusi yang mampu memberikan insentif yang tepat kepada setiap pelaku ekonomi. Dalam perkembangannya. kelompok yang kontra terhadap teorinya Adam Smith itu lazim dikenal dengan ekonomi kelembagaan lama (Old Institutional Economics). Menurut Yustika (2008). Sedangkan yang dimaksud sebagai organisasi disini adalah organisasi politik (misalnya partai politik. organisasi ekonomi (perusahaan. Institusi ini merupakan wadah atau lingkungan dimana organisasi-organisasi sosial hidup dan berkembang (Institutions determine social organization). norma dan keyakinan suatu individu/ komunitas (teori modal sosial). kehadiran ekonomi kelembagaan dimaksudkan untuk mewartakan bahwa kegiatan ekonomi sangat dipengaruhi oleh tata letak antarpelaku ekonomi (teori ekonomi politik). model kesepakatan yang dibuat (teori kontrak). Agar reformasi berhasil. Beberapa contoh institusi yang mampu memberikan insentif tersebut adalah hukum paten dan hak cipta. dan lain-lain. Definisi yang hampir sama juga diberikan oleh Robin (2005) bahwa institusi merupakan the rules of the game in economic. insentif untuk melakukan kolaborasi (teori tindakan kolektif). Ekonomi kelembagaan adalah cabang ilmu ekonomi yang percaya adanya peran besar dari lembaga-lembaga dalam kinerja ekonomi suatu masyarakat. maka sejak itu pula muncul berbagai pandangan yang pro dan kontra. pilihan atas kepemilikan aset fisik maupun non fisik (teori hak kepemilikan). desain aturan main (teori ekonomi biaya transaksi). dan organisasi-organisasi penyelenggara pelatihan). dan organisasi pendidikan (sekolah. dan DPRD). seperti aspek sosial. politik. political and social interactions. kajian mengenai kelembagaan sebenarnya bukan merupakan hal yang baru. hukum. termasuk di Indonesia. universitas. klub-klub). Perkembangan studi ekonomi kelembagaan yang demikian dinamis memunculkan pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai konsep ekonomi kelembagaan dan falsafah keilmuannya serta mengapa akhir-akhir ini ilmu ekonomi kelembagaan banyak diminati? Di dunia Barat. dan 179 . hukum kontrak dan pemilikan tanah. Di masa lampau. North (1993) menyatakan bahwa reformasi yang dilakukan tidak akan memberikan hasil nyata hanya dengan memperbaiki kebijakan ekonomi makro belaka. DPR. karena batasan dan aturan yang dibuat masyarakat yang bersangkutan dipatuhi atau dipaksakan pemenuhannya. ketika Adam Smith telah berhasil membumikan teori ekonominya dalam kehidupan masyarakat. kooperasi dan sebagainya). studi tentang ekonomi kelembagaan begitu menarik dan bahkan memperoleh tempat di kalangan pemikir ekonomi dan sosiologi. satuan-satuan perdagangan. budaya. Para penganut ekonomi kelembagaan percaya bahwa pendekatan multidisipliner sangat penting untuk memotret masalah-masalah ekonomi. Dalam khazanah ilmu ekonomi.secara berulang-ulang. organisasi sosial (gereja. baik di Barat maupun di dunia Timur.

sebetulnya penelitian kualitatif langsung berbicara dua hal: 1) keyakinan bahwa fenomena sosial tidaklah tunggal. dan 2) penelitian kualitatif secara rendah hati telah memproklamasikan keterbatasannya (Yustika. termasuk beberapa diantaranya memenangkan hadiah nobel. 2008: 69). partikular dimaknai sebagai heterogenitas karakteristik dalam masyarakat. ekonomi kelembagaan berusaha mempelajari dan memahami peranan kelembagaan dalam sistem dan organisasi ekonomi atau sistem terkait yang lebih luas. konsep. ekonomi. Penghargaan 179 . nonprediktif. untuk mendekati gejala ekonomi maka pendekatan ekonomi kelembagaan menggunakan metode kualitatif yang dibangun dari tiga premis penting yaitu: partikular. Artinya setiap fenomena sosial selalu spesifik merujuk pada kondisi sosial tertentu (dan tidak berlaku untuk kondisi sosial yang lain). karakteristik. Jika ekonomi ortodoks percaya bahwa persaingan bebas akan menghasilkan harmoni dan efisiensi. metafora. simbol. 2008: 55). Peranan kelembagaan bersifat penting dan strategis karena ternyata ada dan berfungsi di segala bidang kehidupan. Lewat premis partikularitas tersebut. Jadi titik tekannya adalah menjelaskan secara utuh proses dibalik sebuah fenomena. yang dimaksud nonprediktif ialah bahwa dalam paradigma penelitian kualitatif sama sekali tidak masuk ke wilayah prediksi ke depan. definisi. Dengan demikian. Kedua. Ketiga. maka ekonomi kelembagaan mencari kemungkinan-kemungkinan tindakan bersama (collective action) dan kerjasama antarmanusia (human cooperation) untuk mengatasi konflik ekonomi sosial yang ada. yang dimaksud dengan subyektif sesungguhnya bukan berarti peneliti melakukan penelitian secara subyektif tetapi realitas atau fenomena sosial. Pertama. Karena itu lebih mendekatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada pada sumber data. Maka dari itu. Ilmu ekonomi kelembagaan terus berkembang semakin dalam karena ditekuni oleh banyak ahli ilmu ekonomi dan ilmu sosial lainnya. subyektif dan. Kelembagaan yang dipelajari biasanya tumbuh spontan seiring dengan perjalanan waktu atau kelembagaan yang sengaja dibuat oleh manusia. Dalam ekonomi kelembagaan menekankan bahwa manusia menciptakan dan menggunakan lembaga-lembaga tertentu untuk memecahkan berbagai konflik ekonomi dalam masyarakat. dengan berusaha menempatkan diri serta berpikir dari sudut pandang orang dalam atau yang dalam ranah antropologi disebut dengan emic. tetapi yang ditekankan ialah bagaimana pemaknaan. budaya dan terutama ekonomi politik. ilmu ekonomi kelembagaan kemudian menjadi bagian dari ilmu ekonomi yang cukup penting peranannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan sosial humaniora.yang lain sebagai satu kesatuan analisis (Yustika. dan deskripsi atas sesuatu. Oleh karena itu.

Oleh karena itu. Teori ekonomi konvensional yang bertumpu pada paradigma persaingan bebas kini terbukti tidak mampu untuk menyelesaikan masalah perekonomian karena mekanisme dan praktik-praktik ekonomi telah mereduksi hak-hak rakyat. 179 . 2) aturan-aturan formal (formal rule). selain membangun institusi formal yang kredibel. masyarakat tampaknya lebih mengutamakan aturan-aturan informal ketimbang regulasi formal yang dibuat pemerintah. kedua kubu tersebut menghasilkan tingkat kemakmuran yang tinggi. tetapi juga pada bidang keilmuannya. Kepercayaan (trust) yang merupakan pilar utama modal sosial menjadi variabel penting dalam aturan non-formal. bukan kepada masayarakat kecil. Walaupun kedua kubu sama-sama memiliki kelembagaan yang kuat. Faktor terpenting yang membedakan negara-negara Eropa yang menganut welfare state dengan Amerika Serikat yang menganut pasar bebas adalah kerangka kelembagaan (institutional framework). Budaya suatu bangsa akan sangat mempengaruhi dan merupakan faktor utama pembentuk lembaga yaitu aturan yang mengatur segala tindakan seseorang. titik pijak atau landasan filosofisnya sangat berbeda. dalam hal ini investor asing. North menegaskan tiga komponen lembaga yaitu 1) batasan-batasan informal (informal constrain). Memang. kasus Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001 tentang liberalisasi sektor perminyakan terbukti hanya akan menguntungkan pihak investor asing dalam mengeksplorasi minyak di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh aturan formal yang dikeluarkan pemerintah saat ini lebih berpihak kepada pasar. Di tengah-tengah dehumanisasi teknologi dan arus informasi saat ini. Selain harus merancang aturan formal yang memadai. oleh karena itu studi ekonomi kelembagaan semakin memperoleh tempat sebagai pendekatan alternatif bagi ekonomi dunia saat ini. namun dengan “wajah kemanusiaan” cukup kontras. dan 3) paksaan pematuhan terhadap keduanya (enforcement of both). Misalnya. 2002). dalam memenuhi target pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak bisa hanya dengan mengutak-atik indikator makro ekonomi. Hanya saja dari ketiga komponen tersebut praktis hanya satu komponen yang memadai yaitu aturan non-formal yang berlaku didalam masyarakat. menjadikan mainstream ekonomi yang berpijak pada pendekatan ekonomi klasik semakin dipertanyakan eksistensinya. dibandingkan teori ekonomi konvensional yang lebih mengandalkan kompetisi.tersebut tidak hanya tertuju langsung kepada ahli dan orangnya. Sebenarnya sudah cukup lama hadir aliran baru teori ekonomi yang lebih mengandalkan upaya koperatif (kerjasama). misalnya aturan adat yang telah disepakati oleh masayarakat. yakni ilmu ekonomi kelembagaan (Rachbini. Demikian juga dengan krisis keuangan global yang menerpa dunia saat ini.

Praktik-praktik ekonomi yang memberikan peran kepada lembaga-lembaga keuangan mikro secara lebih proporsional seperti yang ditempuh oleh Muhammad Yunus (peraih Hadiah Nobel perdamaian Tahun 2009) menjadikan trust sebagai modal utama dalam membangun Grameen Bank. pemerintah daerah seharusnya lebih banyak terlibat dan membuat formulasi khusus untuk itu. Banyak bukti empirik menunjukkan bahwa kelembagaan merupakan penentu utama kesejahteraan dan pertumbuhan jangka panjang. maka Grameen Bank mampu mengatasi masalah kemiskinan di Bangladesh. termasuk para menteri yang terlibat korupsi. yaitu suatu perekonomian yang benar-benar telah berubah dari sebelumnya. Misalnya dalam membuat aturan formal dan aturan non-formal serta dalam penyaluran jaring pengaman sosial. Hal tersebut terbukti di negara-negara eropa yang menganut welfare state. politisi. seperti untuk 179 . akan membantu mendisiplinkan para aktor ekonomi dan modal sosial lah yang merupakan variabel utama dalam membangun perekonomian yang berdasarkan ekonomi kelembagaan. karena di era desentralisasi saat ini. Di era ini.kebijakan pemerintah juga harus mempengaruhi tindakan para aktor ekonomi. Hanya dengan bermodalkan kepercayaan Muhammad Yunus kepada nasabah. kebijakan pemerintah masih berhenti pada formalitas aturan dan belum sampai memengaruhi tindakan para aktor ekonomi. para elite. Hukuman berat bagi para koruptor. Korupsi yang masih terus terjadi merupakan bukti. teknologi informasi berkembang begitu cepat sehingga berbagai produk teknologi informasi dapat diperoleh dengan mudah dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. paling tidak menghasilkan dua hal: pertama. segala lapisan masyarakat memperoleh ruang gerak yang luas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Dukungan yang paling dibutuhkan untuk konteks ke-Indonesiaan sekarang adalah dari pihak pemerintah daerah. Kelembagaan yang lebih baik. EKONOMI PENGETAHUAN Kini kita telah memasuki era ekonomi baru. kedua. dan kelompok-kelompok kekuatan lain tak bisa leluasa mengambil alih pendapatan dan investasi pihak lain. Memang terbukti bahwa negara yang memiliki landasan kelembagaan lebih baik pada masa lalu adalah negara yang sekarang lebih makmur. Berbagai gagasan mengenai alternatif pembangunan ekonomi saat ini lagi-lagi membutuhkan keseriusan dari pihak pemerintah dan dukungan dari berbagai stakeholder yang ada. pemerintah daerah-lah yang lebih mengetahui kondisi masyarakatnya. O. yaitu era ekonomi pengetahuan (knowledge economy).

Pada perekonomian yang senantiasa memperluas jaringan ekonominya dan teguh mentaati segala norma-norma yang berlaku serta meningkatkan kapasitas aset nir fisiknya. pendidikan dan sosial-budaya. distribusi. diantaranya: 1) dikendalikan oleh teknologi. dan liberalisasi. Setiap negara akan memperoleh manfaat dari pembangunan knowledge economy dan meraih kemajuan menuju kesejajaran dalam proses pembangunan global. kaya fungsi. lintas kawasan. dan 5) berdampak terhadap aktivitas sosial di setiap negara termasuk sistem institusi dan inovasi serta pengembangan sumberdaya manusia. apa yang dimaksudkan dengan ekonomi pengetahuan itu? Para pakar maupun institusi global seperti OECD. dan sangat fleksibel. 4) dimungkinkan dilakukannya integrasi dan pooling intellectual untuk memacu pembangunan suatu negara. Dalam ekonomi seperti itu. dan semacamnya yang tumbuh dan berkembang. Lalu. Sehingga produk barang dan jasa yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari condong padat pengetahuan. teknologi informasi dan knowledge akan menjadi sumberdaya yang sangat vital. Dan disanalah peran ekonomi pengetahuan itu ada. dan proses ekonomi akan banyak dihela oleh peran dari digitalisasi. namun pada intinya ekonomi pengetahuan itu ditandai oleh penciptaan dan eksploitasi pengetahuan yang memainkan peran dominan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. tidak hanya peluang-peluang bisnis baru seperti electronic banking. ia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan merupakan fenomena yang terus merambah luas ke semua aspek kehidupan. et al. Dahlman. 3) pengetahuan yang berbasis informasi didukung oleh budaya dan nilai-nilai spiritual telah menjadi kekuatan independen dan faktor penting dalam transformasi sosial. mobilitas modal. tetapi juga telah memungkinkan dilakukannya kegiatan networking dan partnership antarpelaku bisnis secara lintas industri. Knowledge economy bukan semata digital economy. dan menetrasi ke semua aspek kehidupan manusia dan menciptakan masyarakat informasi. (2006) menyebutkan beberapa dimensi knowledge economy. ekonomi pengetahuan didefinisikan sebagai suatu ekonomi yang secara langsung didasarkan pada produksi.kepentingan studi. Perkembangan internet yang demikian marak saat ini telah menjangkau jutaan pemakai. World Bank. dan bahkan lintas negara dengan lebih cepat dan efektif. dan penggunaan 179 . ekonomi. akibatnya. memberikan definisi ekonomi pengetahuan sangat beragam. maka akan makin besar peluang inovasi yang dapat dilakukan dan ditumbuhkembangkan. teknologi dan budaya. Berbagai software dan resources lain yang diperlukan dapat juga diakses secara bebas bahkan gratis melalui internet. dan APEC. 2) telekomunikasi dan networking distimulir oleh pertumbuhan ICT yang cepat. terutama teknologi informasi dan komunikasi (ICT). virtulal shopping/ business. Secara lebih spesifik lagi.

dan konsumsi pengetahuan berlangsung secara berkelanjutan. Implementasi dan peningkatan keunggulan dalam ekonomi pengetahuan melibatkan beberapa aktivitas dan komponen. dan memanfaatkan pengetahuan. 4. ide-ide dan pemikiran baru. ide baru. diantaranya dapat dielaborasi sebagai berikut: Aktivitas Ekonomi Pengetahuan: 1. gedung dan lainnya hanyalah derivasi dari pengetahuan. Knowledge Consumption: penggunaan pengetahuan untuk menciptakan nilai dan membuat pengetahuan baru dari pengetahuan yang ada.know-what. menyebarkan. 2. Komponen Ekonomi Pengetahuan: 1. 179 . Knowledge Production: aktivitas produksi didasarkan pengetahuan dan ide baru. Knowledge Distribution: aktivitas penyebaran pengetahuan di antara anggota masyarakat. Uang misalnya. hak cipta. 2. dan gedung hanyalah sekumpulan material bahan bangunan. bahwa pengetahuan itu adalah bentuk primer dari modal. Dengan demikian. Mesin hanyalah sekumpulan besi-besi. pengetahuan dapat memberikan kehidupan dan makna bagi semua bentuk modal itu sehingga bernilai dan berguna bagi manusia. Terkait dengan hasil elaborasi di atas perlu diketahui. pengetahuan. serta adanya siklus memperluas pengetahuan yang terus-menerus untuk penciptaan kesejahteraan. brain power. mengelola. skill. know-why. hanyalah selembar kertas yang hampir-hampir tidak ada nilainya. mesin. dan know-who (know 1 h. ketrampilan baru. Sedangkan modal yang lain seperti uang. 3w).knowledge dan informasi. Definisi ini diperkuat lagi oleh Hossain dan Cheng Ming (2004) bahwa ekonomi pengetahuan merupakan kegiatan ekonomi di mana proses produksi. pengakuan. Tanpa pengetahuan. Knowledge Organization:membuat. kemampuan kewirausahaan. 3. smart leadership. kemampuan inovatif. dan Knowledge Asset: mencakup kreativitas. brand. Knowledge Worker: kemampuan kreatif dan inovatif orang untuk menggunakan Knowledge Goods: Barang-barang yang berisi pengetahuan. Knowledge Service: Produk jasa yang memiliki muatan kreativitas. serta know how. 5. distribusi. 3. menerima. Tingkat kebermaknaan dari setiap bentuk modal tersebut bagaimanapun akan sangat ditentukan oleh kepemilikan pengetahuan. reputasi. semua bentuk modal tersebut nyaris tak berarti apaapa.

tingkat pengangguran dan sebagainya. know-why. produk atau proses pada area industri atau organisasi yang spesialistik seperti riset di laboratorium. 3) Know-how: merujuk pada skill atau kapabilitas dalam melakukan sesuatu. Dalam hal ini. know-how. Jadi knowledge jenis ini lebih dekat dengan apa yang disebut dengan informasi. Pengetahuan adalah suatu konsep yang lebih luas dari pada informasi. tingkat pertumbuhan ekonomi. pelaku ekonomi harus berinteraksi atau mempekerjakan tenaga spesialis yang terlatih baik atau pelaku ekonomi membeli pengetahuan tertentu. 4) Kow-who: merujuk pada informasi tentang “siapa tahu apa” dan “siapa tahu bagaimana melakukan apa”. Dua komponen yang terakhir ini merupakan tacit knowledge yang diperoleh dari pengalaman yang sulit untuk dikodifikasi. Pengetahuan. kemudian dikelompokkan menjadi dua. Kow-who sangat penting dalam ekonomi karena informasi dapat terdispersi secara luas dan tidak seimbang karena pembagian kerja yang luas dan adanya perubahan teknologi yang cepat. pengetahuan mencakup komponen: knowwhat. jumlah pekerja menurut sektor ekonomi. Sedangkan informasi hanya mencakup komponen know-what dan know-why. Tacit knowledge dimaksudkan sebagai pengetahuan personal yang sulit untuk diformalisasikan atau dikomunikasikan pada orang lain. 2) Know-why: merujuk pada scientific knowledge dari principles and laws of nature.Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) sebagaimana dirujuk oleh Lee dan Gibson (2002) membedakan pengetahuan dengan informasi. diukur dan disebarluaskan. Kow-how sulit untuk dikodifikasi dan ditiru oleh pesaing karena menyatu pada individu dan perusahaan. Untuk memperoleh akses pada knowledge jenis ini. Pengtahuan ini terdiri dari ketrampilan teknis yang bersifat subyektif. wawasan/ pengetahuan yang mendalam. dan 2) pengetahuan yang bersifat sebagai pengetahuan organisasional (explicit knowledge). tingkat inflasi. Aplikasi knowledge jenis ini terutama pada pilihan dan pengembangan teknologi. seperti pertanyaan tentang jumlah rumah tangga miskin. Masing-masing dari komponen pengetahuan tersebut memiliki makna dan kegunaannya sendiri. dan know-who. dan intuitif yang 179 . yaitu 1) pengetahuan yang bersifat individual dan subyektif (tacit knowledge). yaitu: 1) Know-what: merujuk pada knowledge tentang fakta yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang relatif sederhana. Kow-how adalah tipikal knowledge yang dikembangkan berdasarkan pengalaman pelaku ekonomi atau perusahaan secara spesifik.

organisasi ekonomi. dibandingkan dan dipilih dengan cara tertentu sehingga bisa menghasilkan pengetahuan explicit baru. Sedangkan explicit knowledge adalah pengetahuan formal yang mudah untuk disebarkan kepada pihak lain. apapun bentuknya. Kedua. yaitu terampil dalam mengubah tacit knowledge menjadi explicit knowledge sehingga dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk baru. yaitu suatu proses mengubah pengetahuan tacit menjadi konsep yang explicit melalui penggunaan analogi-analogi dan modelmodel. harus dapat menjadikan knowledge creating company yang bermanfaat bagi organisasi. Informasi yang sudah ada kemudian dikategorikan. tetapi dengan memelihara dan melatih benih-benih tacit knowledge yang telah dimiliki. Eksternalisasi pengetahuan tacit merupakan intisari dari aktivitas penciptaan pengetahuan dan yang paling banyak terlihat dalam fase penciptaan konsep pengembangan produk baru. Kedua kategori pengetahuan tersebut bersifat saling melengkapi. bagaimana caranya? Menurut Choo (1998). Lalu. yaitu proses penciptaan pengetahuan explicit dengan cara mengajukan pengetahuan explicit dari sejumlah sumberdaya secara bersamaan. Ketiga. dari tacit knowledge ke explicit knowledge melalui proses sosialisasi. Sepanjang tetap bersifat pengetahuan individu maka bagi organisasi tacit knowledge hanya akan menjadi nilai yang terbatas. Pengetahuan ini seringkali ditandai dalam bentuk rumus matematis. sehingga setiap individu bisa menukar dan mengkombinasi pengetahuan explicit nya. dari pengetahuan eksplicit ke pengetahuan explicit melalui internalisasi. Oleh karena itu. dari pengetahuan explicit ke pengetahuan explicit melalui kombinasi.terjadi pada seseorang karena telah terlibat dalam suatu aktivitas untuk suatu periode yang lama. yaitu suatu proses menanamkan pengetahuan explicit menjadi pengetahuan tacit. spesifikasi-spesifikasi dan sebagainya. 179 . Keempat. Eksternalisasi dipicu melalui dialog atau pemikiran bersama. explicit knowledge tidak akan muncul secara spontan. dari pengetahuan tacit ke pengetahuan explicit melalui eksternalisasi. yaitu suatu proses mendapatkan tacit knowledge melalui berbagai pengalaman. Hal ini penting dilakukan karena tanpa inovasi kehidupan organisasi akan berhenti. Sebaliknya. peraturan-peraturan. Misalnya karyawan suatu perusahaan yang mempelajari keahlian baru melalui kegiatan on-the-job training. Dinamika interaksi kedua bentuk pengetahuan tersebut akan menghasilkan inovasi dan selanjutnya akan menjadi organizational knowledge. transformasi pengetahuan itu berproses melalui tahapan sebagai berikut: Pertama.

Realitas ini kemudian mendorong terjadinya transformasi yang mempengaruhi basis keunggulan kompetitif. Karena itu. lebih dari 40% tenaga kerja di Eropa bekerja pada industri-industri yang berbasis pengetahuan. peran aset nir-fisik atau sumberdaya unik dan sulit ditiru ini dalam meningkatkan daya saing semakin penting dan menentukan. Dalam perspektif ekonomi pengetahuan. Denmark. universitas dan institusi riset publik termasuk co-patenting dan co-publishing. Dan tentunya. Karena itu. 3) difusi knowledge dan teknologi 179 . Negara-negara seperti Swedia. inovasi ini lahir dari proses yang panjang. Pada Tahun 2005. keberhasilan ekonomi atau bisnis menghadapi persaingan lebih tergantung pada strategi manajemen pengetahuan daripada strategi alokasi aset fisik dan keuangan. Dengan demikian. akan memiliki platform yang tangguh dalam melakukan inovasi secara terus menerus sehingga menghasilkan proses dan produk baru yang lebih berninilai dan demanding. 2) kerjasama riset diantara perusahaan. dioptimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya secara terus menerus agar menjadi sumber utama pembaharuan dan inovasi dalam sebuah perekonomian. Implikasinya. yaitu 1) interaksi diantara perusahaan melalui aktivitas kerjasama riset (joint research activities). Alur ilmu pengetahuan (knowledge flows) bertalian erat dengat proses inovasi. Menurut OECD ada empat bentuk alur pengetahuan. ekonomi dan industri di negara-negara tersebut dapat tumbuh dan berkembang pesat serta berkelanjutan karena ditopang oleh knowledge society dan knowledge worker yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam menghadapi globalisasi yang bergerak sangat cepat. industriindustri semacam ini akan mendominasi pasar global. Integrasi pengetahuan dan informasi dalam aktivitas ekonomi dan bisnis telah sedemikian besar sehingga mempengaruhi perubahan-perubahan struktural dan operasional ekonomi dan bisnis. maka akan menjadikan perekonomian itu lebih inovatif. Inggris. aset tersebut harus ditingkatkan kualitasnya.Internalisasi suatu pengalaman diperoleh melalui model penciptaan pengetahuan ke dalam basis pengetahuan tacit dalam bentuk penyebaran mental model atau latihan. Manakala proses transformasi pengetahuan itu dapat dibudayakan melalui praktik-praktik manajemen pengetahuan secara optimal. Bersamaan dengan itu. pada industri-industri yang memiliki basis pengetahuan yang kuat. Sebuah studi di Amerika Serikat dan di negara-negara maju menunjukkan bahwa kontribusi teknologi maju pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang hampir mendekati 50%. dan Finlandia merupakan negara yang sebagian besar tenaga kerjanya (lebih dari 50%) bekerja pada industri-industri yang berbasis pengetahuan.

5) perdagangan intangible assets berkembang pesat dalam ekonomi pengetahuan. 4) berbeda dengan ekonomi tradisional. ada lima megatrend dalam ekonomi pengetahuan: 1) industri menjadi lebih padat pengetahuan (knowledge intensive). Dalam proses aplikasi ini diperoleh feedback yang menghasilkan knowledge baru yang dapat menciptakan nilai yang lebih besar. 2) penggunaan informasi dan knowledge pada produk dengan fungsi dan kemanfaatan yang lebih baik sehingga dapat membentuk harga premium. 3) informasi memainkan peran penting dalam sistem ekonomi. Siklus dalam memproduksi pengetahuan berlangsung secara terus menerus sehingga terjadi akumulasi kapabilitas pengetahuan sebagai sumber keunggulan daya saing yang berkelanjutan (sustainable competitive advantage). 2) upaya pengembangan teknologi baru dapat menciptakan technical platform untuk inovasi lebih lanjut yang memainkan peran kunci dalam pertumbuhan ekonomi. termasuk didalamnya mutu modal manusia. mengapa pengetahuan memiliki peran dominan? Ada beberapa alasan yang mendasari. Dalam konteks ekonomi pengetahuan. Inovasi akan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan jika ditopang dan mengakarkan dirinya pada kekuatan mutu aset nir fisik. Makin besar akumulasi pengetahuan di suatu negara maka ekonominya akan tumbuh berkelanjutan. knowledge didiseminasikan. dan 4) mobilitas personal yang membawa tacit knowledge khususnya antara sektor publik dan privat.kepada perusahaan melalui adopsi mesin dan peralatan baru. 4) intangible assets yang dimiliki jauh lebih besar nilainya dibandingkan dengan tangible assets. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa inovasi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. ekonomi pengetahuan pada awalnya dikembangkan melalui networking antara dunia kampus dengan dunia bisnis dan pemerintah. Sebagaimana diidentifikasi oleh Skyrme (1999) dalam Sampurno 2007. Pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada akumulasi pengetahuan. Sebagaimana dinyatakan oleh Lee dan Gibson (2002). Dalam hubungannya 179 . diadaptasi. Invesrtasi pada R & D untuk inovasi teknologi dapat menciptakan peluang yang lebih besar dalam memperoleh return karena dicapai monopoli teknologi yang sulit ditiru oleh pesaing. Melalui networking itulah. 3) teknologi dapat meningkatkan nilai pengembalian investasi yang tidak dapat dilakukan bila hanya menambah tenaga kerja dan sumberdaya material. Aktivitas ini berlangsung di sekitar kawasan universitas-universitas dan pusat-pusat riset terkemuka pada sebagian besar negara maju di dunia. investasi dan teknologi membuat keduanya lebih bernilai yang menyebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berkelanjutan. diantaranya: 1) pengetahuan adalah bentuk dasar dari kapital. dan kemudian diaplikasikan dalam berbagai industri yang menghasilkan produk-produk inovatif dengan nilai tambah yang besar.

dengan pengembangan inovasi. Upaya-upaya tersebut sangat strategis dan bahkan mendesak karena saat ini kita tengah memasuki era ekonomi pengetahuan yang mengandalkan olah pikir. Karena. melainkan oleh tingkat pengetahuan yang tertanam di dalam produk dan jasa itu. Olehnya itu. yaitu modal sosial. 179 . sehingga faktor-faktor kekuatan dinamika dengan berjalannya waktu tetap dapat berperan secara bersamaan dalam interaksinya satu dengan yang lain. teknologi dan kualitas SDM sebagai faktor kunci sukses dalam bersaing. kini mulai terjadi pergeseran pola produksi dari padat modal ke padat pengetahuan. akan menjadi amat disayangkan karena bangsa Indonesia hanya menjadi bangsa pemakai dan bukan bangsa penghasil. Selain daripada itu. kajian tersebut telah memberi manfaat bagi upaya memahami secara lebih komprehensif mengenai teori pembangunan ekonomi. dan stylized facts. ilmu pengetahuan. nilai tambah suatu barang dan jasa bukan hanya semata ditentukan oleh besarnya modal yang tertanam dalam produksinya. RINGKASAN Kajian terhadap perkembangan teori pembangunan ekonomi sebagaimana diuraikan di atas berpangkal pada kondisi keseimbangan umum (general equilibrium). Akan tetapi. manakala pembangunan infrastruktur teknologi informasi itu tidak dibarengi dengan upaya-upaya penyadaran dan penanaman nilai-nilai penting teknologi informasi kepada anak bangsa sejak sekarang. dan modal spiritual. Inisiatif dari berbagai pihak yang telah membangun dan memperkuat ekonomi pengetahuan yang diarahkan melalui pembangunan infrastruktur teknologi informasi di Indonesia perlu diberikan apresiasi secara khusus. seperangkat peralatan analisis ekonomi. menurut hemat saya ada beberapa komponen aset nir fisik yang perlu mendapat perhatian dan perlakuan lebih. khususnya dalam hal mentransformasikan diri dari hanya sekadar pengguna menjadi penghasil informasi dan ilmu pengetahuan. modal intelektual. mereka telah menyadari lebih awal terhadap nilai penting teknologi informasi bagi anak bangsa di masa depan terkait dengan akselerasi kemajuan bangsa Indoneisa sendiri untuk dapat maju dan bersaing dengan negara-negara lain. P. Bagaimanapun. terlebih karena kajian ini didukung dan diperkuat oleh serangkaian postulat. Pendekatan teoritis yang dipergunakan untuk mengetahui proses perkembangan teori pembangunan ekonomi itu bersifat elektis-selektif sehingga hal-hal yang dianggap terbaik dari berbagai mazhab pemikiran ekonomi dapat dipilih secara selektif.

Kombinasi antara postulat. Dalam konteks perubahan struktural. landasan teoritis ini selalu berusaha memberi pertimbangan kongkrit bagaimana menciptakan ekonomi yang adil sesuai dengan kondisi yang dihadapi masyarakat. sehingga penggunaan fungsi produksi sebagai peralatan analisis pembangunan ekonomi sebagaimana dipaparkan dalam mazhab pembangunan ekonomi klasik masih dianjurkan. peralatan analisis ekonomi. berlangsung di tengah-tengah arus dinamika dan pergulatan ekonomi sesuai dengan tuntutan kebutuhan pada zamannya. dan stylized facts dengan hasil vertifikasi empiris dan kuantifikasi yang terkandung dalam gagasan dari setiap pakar ekonomi. Strategi pembangunan ekonomi didasarkan pada sasaran-sasaran selektif yang ingin dicapai berdasarkan skala prioritas dalam pentahapan waktu dan perkembangan keadaan. dan ketiga. 179 . Kombinasi tersebut menjadi tolok ukur kuantitatif. landasan ekonomi moralitas. Demikian pula dalam lingkup yang lebih terbatas. mulai dari pemikiran dan teori pembangunan ekonomi mazhab klasik hingga ke pemikiran dan teori pembangunan ekonomi mazhab kontemporer berikut segala variannya. menawarkan berbagai pendekatan namun tetap dijaga konsistensi dalam analisisnya. kedua. Untuk memahami proses perubahan itu. perubahan teori pembangunan ekonomi berproses dalam batas ruang dan waktu. diperlukan penelusuran terhadap berbagai peristiwa masalah. Untuk mengkaji berbagai perubahan yang melatari munculnya teori pembangunan ekonomi dan kemajuan pembangunan ekonomi di banyak negara. Dalam hal ini. landasan teoritis mengenai paradigma dari himpunan segala hal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada periode waktu tertentu. landasan teori fungsionalis atau normatif tentang proses dialektika yang menjadi penggerak dari perubahan-perubahan pemikiran di berbagai bidang kehidupan dalam masyarakat. Penggunaan konsep fungsi produksi yang menunjukkan hasil produksi dari kombinasi faktor-faktor produksi yang terlibat dalam proses produksi dianggap relevan sebagai dasar kajian. Kombinasi ini satu sama lain menjadi semakin jelas manakala diperhatikan lingkup dan sifat permasalahan dalam proses perubahan struktural. ada beberapa landasan teoritis yang dinilai cukup ampuh dan dapat dipergunakan: pertama. pemikiran dan pembangunan ekonomi. dan satu sama lain merupakan komponen-komponen penting yang saling melengkapi dalam kerangka analisis masalah-masalah pembangunan ekonomi. terjadinya revolusi ilmu pengetahuan dan pengetahuan itu sebagai akibat dari pergeseran paradigma yang berlangsung secara cepat dan mendadak. turut menentukan wujud ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge) yang ada pada periode itu.

sehingga fungsi produksi juga mengandung fungsi kesejahteraan masyarakat. karena tidak mengembangkan sebuah sistem melainkan lebih merupakan reaksi terhadap konsepsi klasik dan neo-klasik yang menghendaki tidak adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Kombinasi peralatan analisis ekonomi yang mencakup unsur-unsur pokok kerangka pemikiran Harrod-Domar. doktrin dari mazhab historimus ini disimpulkan kurang jelas. Efisiensi ekonomi berdasarkan efektivitas dalam penggunaan faktor-faktor produksi mengandung relevansi terhadap upaya pemerataan dan perwujudan keadilan sosial. padahal 179 . Keberhasilan teori pembangunan ekonomi neo-klasik tidak secara otomatis menjadikan sistem kapitalis dianut oleh semua negara di Eropa. dan pola pendekatan pembangunan ekonomi yang dipergunakan dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi berpangkal pada perspektif historis —induktif empiris— dengan mendasarkan pada fenomena ekonomi menyeluruh dan tahapan perkembangannya. Mazhab ini kerangka teoritisnya dibangun berdasarkan perspektif historis. Namun. mengenai penggunaan konsep capital output rasio (COR) yang bersumber dari model Harrod-Domar dianggap sangat bermanfaat untuk menjaga konsistensi dalam analisis pembangunan ekonomi dan sebagai tolok ukur produktivitas investasi modal sehingga perlu ditopang oleh analisis input-output (Leontief) dan analisis berdasarkan time series (Kuznets). karena pemakaian alat analisis ini sangat bermanfaat untuk menilai sampai seberapa jauh telah diupayakan kombinasi yang optimal dalam pola penggunaan faktor-faktor produksi. Leontief. Implikasi dari pemikiran mazhab hirtorimus: pertama. Untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif dan rinci. Banyak negara sedang berkembang mengabaikan hal ini. maka hal itu satu sama lain mengindikasikan penggunaan faktor-faktor produksi telah optimal dan efisiensi ekonomi secara menyeluruh masih tinggi.pemikiran mazhab Neo-Klasik dan pemikiran mazhab Neo-Keynes mengenai teori pertumbuhan ekonomi dianggap masih relevan. karena di dataran ini telah berkembang suatu aliran pemikiran ekonomi yang disebut mazhab historismus atau yang dikenal sebagai aliran etis. manakala keduanya dan masing-masing masih berada pada tingkatan yang tinggi. dan Kuznets yang dilengkapi dengan teknik analisis statistikmatematis dan peralatan analisis lainnya dalam hubungannya dengan kajian di atas sangat dianjurkan untuk dipergunakan. COR dan beban tanggungan. perlunya kebijakan negara memberi perlindungan bagi kaum buruh.

Kalaupun ada organisasi serikat pekerja. terdapat investasi fisik dan investasi nir-fisik (Human Investment).masalah perlindungan kaum buruh perlu diperhatikan karena posisi tawar mereka sangat rendah dihadapan kaum pengusaha. termasuk di Indonesia. kaum buruh belum mendapat perlindungan yang sewajarnya. Dalam proses akumulasi atau yang selanjutnya didefinisikan sebagai proses penggunaan sumberdaya dan dana untuk meningkatkan kapasitas produksi masyarakat di masa depan. dan 4) proses distribusi. sedangkan satu hal yang terakhir merupakan indikator peningkatan kapasitas produksi dari sumberdaya dalam bentuk piranti lunak. kenaikan pendapatann per kapita dapat menaikkan kemampuan menabung dan atau kemampuan investasi. Dua hal yang pertama merupakan indikator dari peningkatan kapasitas produksi dari sumberdaya-sumberdaya berbentuk piranti keras. sangat didominasi oleh sektor pertanian. Dalam proses ini. dimana sebagian dialokasikan bukan untuk tujuan konsumsi akhir. 2) perubahan struktur penerimaan negara yang berasal dari pajak berpengaruh terhadap kemampuan penerimaan pemerintah. Terjadinya proses akumulasi dapat dilihat dari tiga hal. yang umumnya sulit untuk maju. Dengan kata lain. Perubahan struktur ekonomi dapat juga ditinjau dari proses alokasi. melainkan digunakan untuk investasi. dan 3) perubahan pengeluaran pemerintah untuk membiayai sektor pendidikan yang akan mempengaruhi tingkat pendidikan penduduk. Menurut Samuelson dan Hekcsher-Ohlin. akan disertai berbagai proses perubahan struktural dalam perekonomian. 3) proses demografi. Pengertian disertai disini dimaksudkan bahwa timbulnya proses perubahan tersebut bukan karena kenaikan pendapatan per kapita. yaitu 1) perubahan struktur tabungan dan investasi akan berpengaruh terhadap kemampuan menabung dan investasi. yaitu proses yang terjadi karena adanya interaksi antara proses akumulasi yang pada gilirannya merubah keunggulan 179 . yang dalam hal ini menyangkut kemampuan manusianya. Studi empiris terhadap perubahan struktur ekonomi dan berbagai proses yang menyertai akibat dari pertumbuhan pendapatan per kapita menyimpulkan bahwa seiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita dalam jangka panjang. perekonomian di kebanyakan negara sedang berkembang. Jika ingin maju maka langkah awal yang perlu dilakukan ialah memacu industrialisasi. Adapun proses perubahan struktural tersebut adalah 1) proses akumulasi. perubahan struktur ekonomi dapat ditinjau melalui pertumbuhan pendapatan masyarakat. komposisi resources endowment akan mengalami perubahan yang pada gilirannya dapat mengubah keunggulan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa. 2) proses alokasi. kedua.

Dengan begitu dapat dihindarkan pandangan yang menganggap seolah-olah proses distribusi dan proses distribusi ini merupakan proses yang berdiri sendiri. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Proses alokasi sumberdaya ini secara sistematis akan mengakibatkan perubahan pada: 1) struktur permintaan dalam negeri (domestic). Manakala setelah proses tersebut masih ada perbedaan pendapatan yang cukup timpang. pada tahap awal pembangunan lazimnya distribusi pendapatan secara relatif cenderung memburuk. diantaranya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. Melalui proses ini penetrasi hasil pembangunan akan menyebar secara alamiah sehingga menimbulkan keseimbangan baru.komparatif dalam memproduksi barang dan jasa di satu pihak serta berubahnya pola konsumsi yang biasanya menyertai proses peningkatan pendapatan per kapita di lain pihak. Perubahan ini pada dasarnya merupakan hasil akhir dari interaksi antara permintaan dan penawaran. Pada proses distribusi dan proses demografi. Permintaan lebih dipengaruhi oleh perkembangan pendapatan masyarakat yaitu perubahan dalam pola konsumsi. baik sumber daya fisik maupun sumber daya manusia. Proses ini selanjutnya disebut sebagai proses alokasi sumberdaya. Ditinjau dari proses distribusi. dapat dilihat dalam satu kerangka acuan analisis dengan proses akumulasi dan proses alokasi. maka masalah ini dapat 179 . 2) struktur produksi dalam negeri. terjadi pergeseran di dalam penggunaan sumber-sumber daya. terlepas dari segi-segi pokok lainnya dalam proses pembangunan. Pihak yang memiliki barang modal lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula dibandingkan dengan pihak yang memiliki sedikit barang modal. di lain pihak penawaran dipengaruhi oleh perubahan proporsi penggunaan sumberdaya dan perubahan teknologi. Menurut teori pembangunan ekonomi neo-klasik perbedaan pendapatan dapat dihilangkan atau dikurangi melalui suatu proses penyesuaian otomatis. dan 3) pola perdagangan luar negeri. Ketidakmerataan dalam pembagian pendapatan juga dapat terjadi karena ketidaksempurnaan pasar dan adanya gangguan yang menyebabkan persaingan dalam pasar tidak bisa bekerja secara sempurna. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. yaitu bertambahnya keuntungan komparatif yang timbul sebagai akibat dari proses akumulasi yang menyertai peningkatan pendapatan per kapita. terutama kepemilikan barang modal (capital stock). Sebagai akibat dari adanya interaksi tersebut maka proses peningkatan pendapatan per kapita dalam kurun waktu yang lama biasanya disertai dengan berubahnya struktur produksi dan struktur barang dan jasa yang diperdagangkan melalui batas-batas nasional.

Dengan bertambahnya sektor formal. Terakhir adalah peningkatan rasio tenaga spesialis dan manajer terhadap seluruh angkatan kerja. manakala terjadi penurunan cepat dari jumlah angkatan kerja dalam sektor pertanian maka akan memungkinkan terjadinya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan upah riil di sektor tersebut. 179 . Proses ini juga mencakup peralihan berbagai hal yang terkait dengan tempat tinggal penduduk. dan percepatan perubahan itu menuntut dunia pendidikan mempersiapkan dan menghasilkan lulusannya yang lebih berdaya juang dan berdaya saing. diantaranya: 1) memaksimumkan pertumbuhan PDB melalui peningkatan tabungan dan alokasi sumberdaya yang lebih efisien yang mampu memberikan manfaat pada semua kelompok masyarakat. tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat upah. Indikator yang terakhir ini berhubungan erat dengan skala usaha. yang selanjutnya disebut sebagai rantai nilai pekerjaan. dan 4) pengalihan aset yang tersedia kepada kelompok miskin seperti halnya dengan kebijakan land-reform. Proses ini terjadi sebagai akibat dari perubahan struktur permintaan. rasio pekerja dengan upah dan gaji terhadap seluruh angkatan kerja akan meningkat pula. struktur produksi dan perbaikan fasilitas kesehatan. Fenomena ini disebut sebagai structural turning point. serta hal-hal yang terkait dengan ketenagakerjaan seperti pengangguran. kemudian mengubah proses fundamental dan memberi nilai tambah pada setiap tahap dalam memproduksi barang atau jasa. semakin banyak unit-unit usaha berskala besar maka semakin banyak diperlukan tenaga spesialis dan manajer. Berawal dari structural turning point. 2) mengarahkan investasi pada masyarakat miskin dalam bentuk pendidikan dan atau akses pada kredit yang lebih mudah. maka transformasi ekonomi dan pekerjaan pun ikut bergerak dengan sangat cepat. Seiring dengan perubahan itu. angka kelahiran dan kematian. Proses pembangunan ekonomi biasanya tidak hanya ditandai oleh perubahan atau pergeseran struktur permintaan dan penawaran barang dan jasa. urbanisasi. akan tetapi juga ditandai oleh perubahan yang terjadi dalam struktur penduduk dan ketenagakerjaan.dipecahkan dengan mempergunakan beberapa pendekatan. 3) melalui sistem pajak atau alokasi langsung barang-barang konsumen. pada gilirannya akan terjadi penurunan rasio penduduk yang bekerja di sektor pertanian terhadap keseluruhan angkatan kerja. Dalam sektor ketenagakerjaan. Proses perubahan ini diistilahkan sebagai proses demografi. Yang menarik dari perubahan dan pergerakan ekonomi serta ragam pekerjaan baru itu adalah adanya peran yang begitu penting dari teknologi informasi dan modal intelektual sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi. gizi serta pendidikan seiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita.

3) akumulasi modal. sebagai unsur strategis dalam aktivitas entrepreneur. Kesemuanya itu dapat diwujudkan manakala dipenuhinya syarat-syarat: adanya calon pelaku inovasi dalam masyarakat. kemudian berlanjut menjadi inovasi dalam output dan inovasi pada sumberdaya yang dimiliki. Itulah alasan yang melatari pendapatnya Peter Drucker bahwa dalam ekonomi yang telah maju sekalipun. Dalam perekonomian yang dinamis. Inovasi akan menghentikan siklus melingkar dari ekonomi stationer dan menghasilkan perkembangan ekonomi dengan posisi equilibrium baru pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Dalam hal ini. Inovasi. Tentunya. yang oleh Schumpeter diintrepretasikan sebagai bagian dari pajak yang dibebankan kepada entrepreneur. dimaksudkan sebagai aplikasi dari ide-ide baru dalam tehnik produksi dan organisasi yang akan membawa perubahan-perubahan dalam fungsi produksi. inovasi bukan sekedar jargon. Ini sesuai dengan ragam dan sifat pekerjaan yang terus berubah. mulai dari tranformasi pengetahuan ke dalam invensi. 2) memperkenalkan metode produksi baru. maka ekonomi tersebut akan jatuh dan hancur. dan 5) mengoperasikan model atau struktur organisasi baru dalam industri yang mampu menciptakan efisiensi. politik dan teknologi yang kondusif untuk merangsang tumbuhnya ide-ide cerdas yang kreatif dan semangat untuk berinovasi. jika tidak mampu memenuhi tuntutan inovasi. inovasi berpengaruh terhadap: 1) temuan teknologi. dan menuntut agar produk dari pekerjaan-pekerjaan itu serba lebih bagus. sehingga seolah-olah menjelma menjadi faktor pengganggu terhadap keseimbangan yang telah ada. jenis inovasi itu akan muncul bunga. tapi telah menjadi keharusan. melainkan merupakan perubahan yang spontan dan terputus-putus dengan munculnya ide-ide baru yang kreatif dan inovatif. Ia berpandangan bahwa perkembangan ekonomi itu bukan merupakan proses yang harmonis ataupun gradual. dan 4) proses peniruan (imitation) teknologi. lebih cepat dan lebih murah. 3) pembukaan pasar baru bagi perusahaan. tidak terlepas dari peran dan kontribusi pemikiran Joseph Schumpeter. Dalam kehidupan ekonomi yang makin modern. Inovasi dapat berbentuk: 1) memperkenalkan barang-barang baru atau barang-barang berkualitas baru yang belum dikenal konsumen. adanya lingkungan sosial. tersedianya cadangan ide-ide 179 . ide-ide baru yang kreatif dan inovatif ini lahir dari proses yang panjang. 2) keuntungan lebih. 4) penemuan sumber-sumber ekonomi baru.Dalam hubungannya dengan pembahasan dan pendalaman tentang teori pertumbuhan ekonomi. Faktor utama penyebab perkembangan ekonomi adalah kualitas dari proses inovasi yang dilakukan oleh para entrepreuner.

inovasi tidak lagi dilakukan oleh orang per orang. Siklus bisnis tersebut berproses melalui empat fase. Siklus bisnis dikonsepsikan sebagai krisis-krisis yang mengganggu perkembangan ekonomi. periode depresi tidak akan dapat bertahan lama. dan 4) fase ekspansi. dan dengan skala yang besar itu. kemajuan teknologi yang dilakukan oleh para ahli dalam industri besar. kapasitas industri terpasang tidak dapat digunakan. 3) fase depresi. Dalam periode kontraksi atau resesi. karena teori ini memiliki peranan penting dalam mengelola perekonomian. karena semua pelaku bisnis ingin secepatnya bangkit dari keterpurukan. maka aktivitas bisnis akan terus merosot dan berimbas pada meluasnya pengangguran yang semakin berat. Schumpeter juga memberi perhatian terhadap teori siklus bisnis. Sejak itu periode depresi berakhir dan kondisi ekonomi kembali mengalami pertumbuhan atau yang disebut sebagai periode ekspansi. Kecenderungan umum yang terjadi menunjukkan bahwa ketika perusahaan berkembang semakin besar maka perasaan kemanusiaan semakin tak dimiliki. Dalam kenyataannya. serta investasi. harga-harga yang stabil bahkan menurun. hingga pada gilirannya kondisi itu akan kembali menuntun pada suatu periode puncak yang baru dengan siklusnya yang akan berulang kembali. melainkan merupakan pekerjaan rutin yang dipimpin oleh manejer yang ahli dalam perusahaan besar. dan adanya sistem perkreditan yang menyediakan dana bagi entrepreneur untuk merealisir ide tersebut menjadi kenyataan. karena fungsi wiraswasta sudah usang. Kondisi ini merupakan kondisi terburuk dalam suatu perekonomian atau yang kemudian disebut sebagai periode trough atau depresi. jika tidak dapat dilakukan perbaikan ekonomi. serta kembalinya kepercayaan dunia bisnis. 2) fase kontraksi. Dalam pada itu. Semangat itulah yang kemudian mendorong upaya pemulihan ekonomi seiring dengan tumbuhnya investasi dan kesempatan kerja. maka wiraswasta dalam arti pemimpin individual tak lagi berhak memainkan peranannya dalam perekonomian.baru secara memadai. Ketika permintaan konsumen dan profitabilitas mengalami pertumbuhan yang menurun. produksi dan kesempatan kerja juga berkurang. yaitu 1) fase puncak. Di saat itulah berlangsung proses 179 . maka kemudian periode puncak berubah menjadi periode kontraksi. Dalam konteks usaha sebagai fungsi wiraswasta. Masing-masing siklus bisnis tersebut bertalian dengan suatu periode puncak yang menunjukkan permintaan konsumen meningkat dengan cepat serta investasi dan laba bisnis adalah tinggi. inovasi seakan merupakan hak dari pemimpin-pemimpin industri. dan kepercayaan bisnis merosot tajam.

Menurut model Simon. kemunculan perusahaan-perusahaan baru yang jumlahnya cukup banyak. perusahaan-perusahaan akan tetap mengikuti cara-cara kerja yang rutin manakala masih mampu mempertahankan kinerja yang memuaskan. Selanjutnya. Namun. Pertama. oleh perusahaan-perusahaan lain tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan bahkan mengganti bidang spesialisasinya. ditempuh dengan menjelaskan perubahan ekonomi dengan cara-cara di luar pola yang umum. proses creative destruction merupakan konsep yang merefleksikan perjuangan kompetitif dan fokus terhadap reaksi-reaksi atas hilangnya kesejahteraan sementara pada tingkat mikro dan makro. 179 . Terkait dengan konsep creative destruction ini. maka dari itu kepada mereka perlu diberi insentif yang sesuai dan reward yang tepat. akan tetapi ancaman potensial bagi keberlangsungan perusahaan hingga menyebabkan munculnya perubahan dalam cara-cara kerja yang rutin. evolusi ekonomi ditandai oleh kreasi baru dan penghancuran terhadap produk dan proses lama. Oleh sebab itu. perihal creative destruction dan economic evolution juga menjadi perhatian Schumpeter. Jika berhasil.depersonalized. dimana aktivitas inovasi ditransformasi menjadi kegiatan administrasi rutin yang dilakukan oleh orang-orang bergaji dan para pemegang saham. Mengenai monopoli. Ia melihat kekuatan monopoli sangat ditentukan oleh para entrepreneur yang berinovasi. Sebaliknya. Upaya Schumpeter membahas economic evolution. yaitu inisiatif swasta. Untuk alasan-alasan penolakannya terhadap follow the crowd. dan para pekerja yang kehilangan pekerjaannya menghadapi tekanan yang berat karena kehilangan kesejahteraan. maka perusahaan-perusahaan itu mulai mencari inovasi atau imitasi cara-cara yang lebih baik. evolusi ekonomi itu bukan merupakan proses pertumbuhan sederhana dimana seluruh sektor dalam kehidupan ekonomi berekspansi secara seimbang. maka perusahaan-perusahaan itu akan membuang cara-cara kerja yang lama dan menghindari destruksi organisasi. hingga kemudian pemberian insentif yang sesuai dan reward yang tepat itu beralih dan digantikan melalui rantai creative destruction oleh monopoli dari inovator baru yang menyusul berikutnya. perusahaan-perusahaan itu tereliminasi dan lenyap dalam proses evolusioner. misalkan karena tekanan kompetitif. Schumpeter tetap menentang implikasi kebijakan dari ide-ide Keynes yang dianggapnya sebagai ancaman bagi tumbuhnya inovasi yang merupakan faktor pendorong dalam ekonomi. Akibatnya. ketika hal tersebut tidak lagi terjadi. Herbert Simon (1982) berpendapat bahwa destruksi itu bukan destruksi sumberdaya yang sesungguhnya.

evolusi dari cara-cara kerja dalam perekonomian akan terjadi melalui rangkaian kejadian-kejadian: 1) bahwa titik equilibrium awal dari suatu sistem ekonomi didasarkan pada cara-cara kerja yang solid. creative destruction ini oleh Schumpeter diformulasikan dengan skema analitis evolusi dalam pembangunan dan siklus ekonomi. konsep creative destruction dapat dipandang sebagai alat utama untuk menghubungkan ilmu ekonomi dan sosiologi dalam masyarakat kapitalis. Pada akhirnya. Oleh sebab itu. Menurut Schumpeter.Dalam pandangan Schumpeter. Hal ini akan meningkatkan perekonomian. Sistem ini diasumsikan memiliki equilibrium yang membiarkan beroperasinya agen-agen ekonomi dalam cara-cara kerja yang biasa dilakukan. 3) bahwa untuk mempertahankan suatu perekonomian yang terus meningkat. Menurut skema ini. Orang-orang yang merasa kehilangan akan cenderung bereaksi dengan kebencian dan melupakan isu penerimaan kaum kapitalis jangka panjang. Proses ini menciptakan reaksi sosio-politis yang dapat mengubah fungsi masa depan secara radikal. Dari skema Schumpeter mengenai evolusi ekonomi hanya terdapat dua konsep yang saling berhubungan. kreasi merupakan kejadian yang relatif independen dan bukan merupakan respons adaptif terhadap kekurangan atau tekanan lainnya. Argumentasinya jelas. yaitu koevolusi perekonomian dan sistem sosio-politik. inovasi enterepreneur muncul pertama kali melalui bekerjanya sistem ekonomi yang menyebabkan destruksi terhadap cara-cara lama. ketika John Maynard Keynes mengemukakan gagasan-gagasannya mengatasi great depression. bahwa sungguhpun konsekuensi dari evolusioner adalah kenaikan dalam standar umum kehidupan. Selanjutnya. Dari kejadian ini. Adalah sebuah penyimpangan dari tradisi Klasik ataupun Neo-Klasik. dan 4) bahwa evolusi ekonomi dan cara-cara lama dalam sistem perekonomian pada kondisi equilibrium dapat merusak daya inovatif. Ketika itu Keynes 179 . Reaksi sejenis itu mendorong tindak kekerasan yang terus meningkat terhadap setiap pencapaian dari evolusi kapitalis dari para pekerja yang didukung oleh kaum intelektual. perusahaan-perusahaan tua dipilih dan yang lain bertahan dari cara-cara lama yang merusak. hanya cara-cara lama yang dibaharui yang dapat bertahan dan eksis dalam perekonomian. karena proses kompetitif dalam destruksi kreatif ini mengalami penurunan yang cukup tajam. namun secara perlahan arus inovasi menghilang karena terbatasnya kemampuan berinovasi dalam kondisi di luar equilibrium awal. tidak cukup hanya dengan berinovasi. 2) bahwa kondisi equilibrium awal akan hancur ketika inovator-inovator memulai usahanya. Reaksi-reaksi ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa kapitalisme masih mengandung instabilitas dari creative destruction. namun reaksi sosiopolitis tetap ada.

pemisahan itu menjadi semakin jelas ketika muncul kesepakatan bersama antara Keynes 179 . Karena Keynes menganggap pentingnya peran pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. mulai memisahkan ilmu ekonomi makro (macroeconomics) dari ilmu ekonomi mikro (microeconomics). sikap berhemat. Berdasarkan pemikiran ekonomi dan berbagai pendapat yang melatarinya. Walaupun pendapatan penting peranannya dalam menentukan konsumsi. peranan faktor-faktor lain tidak boleh diabaikan. sehingga Keynes sering disebut sebagai Bapak Ekonomi Pembangunan. Semakin tinggi pendapatan masyarakat.mengusung gagasan mengenai pentingnya keberadaaan dan peran Bank Sentral serta campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Pandangan Keynes ini sering dianggap sebagai awal dari pemikiran ekonomi modern. yaitu dari tradisi laissez faire yang dianut para pakar ekonomi masa silam seperti Adam Smith. analisis-analisis ekonomi lebih banyak bersifat mikro. David Richardo dan gurunya sendiri Alfred Marshall. Dalam tradisi ekonomi klasik ataupun neo-klasik. sesudah great depression. Pada tahun 1930-an. semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian pendapatan yang tidak dikonsumsi. Kemudian pada tahun 1930-an. sehingga terjadi revolusi baik dalam teori maupun pada kebijakan ekonomi. Sejak saat itu tradisi klasik ataupun neo-klasik mulai ditinggalkan dalam berbagai analisis ekonomi. Untuk memperkuat pemikiran ekonominya. dan distribusi pendapatan. Keynes berpendapat bahwa pengeluaran masyarakat untuk konsumsi dipengaruhi oleh pendapatannya. pendapatan masyarakat juga berpengaruh terhadap tabungan. diantaranya kekayaan yang terkumpul. dan sering juga disebut sebagai Bapak Ekonomi Makro. mazhab ekonomi modern yang biasa dikenal dengan sebutan mazbab Keynesian. Karena pandangan itu berbeda dengan aliran ekonomi Klasik ataupun Neo-Klasik maka akhirnya pandangan-pandangan itu menjadi mazhab baru. Semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat mengakibatkan semakin tinggi pula tingkat konsumsinya. Namun ketika John Maynard Keynes pada tahun 1920-an. Keynes berhasil melakukan escape dari masa lalu. Ketika itu Keynes menyampaikan kritiknya terhadap ekonomi klasik dan mengusulkan sebuah metode untuk management of aggregate demand. tingkat bunga. keadaan perekonomian. Sistem ekonomi ini sering disebut dengan mixed economies. Selain itu. negara semakin memainkan peranan pentingnya pada sistem kapitalism di sebagian besar kawasan dunia. Keynes kemudian berhasil membentuk suatu bangunan rumah utuh dalam struktur teori-teori ekonomi baru. Begitu juga pandangannya mengenai pendapatan dan kesempatan kerja ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta dan Negara.

yang dimaksud nonprediktif ialah bahwa dalam paradigma penelitian kualitatif sama sekali tidak masuk ke wilayah prediksi ke depan. Ketiga. karakteristik. budaya. subyektif dan. Pertama. dan 2) penelitian kualitatif telah memproklamasikan keterbatasannya. 179 . menjadikan mainstream ekonomi yang berpijak pada pendekatan ekonomi klasik semakin dipertanyakan eksistensinya. analisis ekonomi makro dilakukan dengan melihat hubungan di antara variabel-variabel ekonomi secara agregat. Untuk mendekati gejala ekonomi. Dalam hal ini. dan deskripsi atas sesuatu. dengan berusaha menempatkan diri serta berpikir dari sudut pandang orang dalam atau yang dalam ranah antropologi disebut dengan emic. Lewat premis partikularitas. dan yang lain sebagai satu kesatuan analisis. yang dimaksud dengan subyektif sesungguhnya bukan berarti peneliti melakukan penelitian secara subyektif tetapi realitas atau fenomena sosial. Jadi titik tekannya adalah menjelaskan secara utuh proses dibalik sebuah fenomena. pendekatan ekonomi kelembagaan menggunakan metode kualitatif yang dibangun dari tiga premis penting yaitu: partikular. ketika teori ekonomi konvensional terbukti tidak mampu lagi menyelesaikan masalah perekonomian karena mekanisme dan praktik-praktik ekonomi telah mereduksi hak-hak rakyat. Dalam hal ekonomi kelembagaan. konsep. dan ketika krisis keuangan global yang menerpa dunia saat ini telah memporakporandakan tatanan ekonomi.dan para ekonom lain. hukum. Kedua. Artinya setiap fenomena sosial selalu spesifik dan merujuk pada kondisi sosial tertentu. partikular dimaknai sebagai heterogenitas karakteristik dalam masyarakat. nonprediktif. definisi. sebetulnya penelitian kualitatif langsung berbicara dua hal: 1) fenomena sosial tidak bersifat tunggal. seperti aspek sosial. karena batasan dan aturan yang dibuat masyarakat yang bersangkutan dipatuhi atau dapat dipaksakan pemenuhannya. Oleh karena itu studi ekonomi kelembagaan semakin memperoleh tempat sebagai pendekatan alternatif bagi ekonomi dunia saat ini. Para penganut ekonomi kelembagaan percaya bahwa pendekatan multidicipliner sangat penting untuk memotret masalah-masalah ekonomi. tetapi yang ditekankan ialah bagaimana pemaknaan. Karena itu lebih mendekatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada pada sumber data. politik. Ekonomi kelembagaan yang dimaksudkan adalah cabang ilmu ekonomi yang percaya adanya peran besar dari lembaga-lembaga dalam kinerja ekonomi suatu masyarakat. metafora. simbol.

dan lain-lain. hukum kontrak dan pemilikan tanah. Jika ekonomi ortodoks percaya bahwa persaingan bebas akan menghasilkan harmoni dan efisiensi. Bagi North. desain aturan main. Sedangkan yang dimaksud sebagai organisasi disini adalah organisasi politik (misalnya partai politik. dan organisasi pendidikan. norma dan keyakinan individu/komunitas. institusi dimaknai sebagai the rules of the game. DPR. Praktik-praktik ekonomi yang memberikan peran kepada lembaga-lembaga keuangan mikro secara lebih proporsional seperti yang ditempuh oleh Muhammad Yunus (peraih Nobel perdamaian Tahun 2009) menjadikan trust sebagai modal utama dalam membangun Grameen Bank. insentif untuk berkolaborasi. Dalam hal ini. Dalam hal ini diperlukan kelembagaan non pasar untuk melindungi agar pasar tidak terjebak pada kegagalan yang tidak berujung pangkal. 179 . serta aturan informal berupa norma. organisasi ekonomi. Seluruhnya merupakan penentu terbentuknya karakter dan struktur masyarakat serta kinerja ekonominya. Sebagai tokoh ekonomi kelembagaan baru. organisasi sosial. laws dan constitutions. dan selalu ada insentif bagi individu untuk berperilaku menyimpang sehingga sistem ekonomi tidak bisa dibiarkan hanya dipandu oleh pasar. model kesepakatan yang dibuat (teori kontrak). Hanya dengan bermodalkan kepercayaan itulah maka Grameen Bank mampu mengatasi masalah kemiskinan di Bangladesh. dan DPRD). yakni dengan jalan mendesain aturan main/kelembagaan. kesepakatan. Intinya. sedangkan organisasi bermakna sebagai their entrepreneurs are the players. keputusan ekonomi tidak bisa menyandarkan sepenuhnya pada kekuatan rasionalitas. maka ekonomi kelembagaan mencari kemungkinan-kemungkinan tindakan bersama dan kerjasama antar manusia untuk mengatasi konflik ekonomi sosial yang ada. North juga membedakan institusi dengan organisasi. Kehadiran ekonomi kelembagaan ini salah satunya dimaksudkan untuk mewartakan bahwa kegiatan ekonomi sangat dipengaruhi oleh tata letak antarpelaku ekonomi. North menyatakan bahwa kelembagaan ekonomi dibentuk oleh aturan-aturan formal berupa rules. Beberapa contoh institusi yang mampu memberikan insentif tersebut adalah hukum paten dan hak cipta. institusi adalah peraturan perundang-undangan berikut sifat-sifat pemaksaan dari peraturan-peraturan tersebut serta norma-norma perilaku yang membentuk interaksi antara manusia secara berulang-ulang. dan pilihan atas kepemilikan aset fisik atau non fisik (teori hak kepemilikan).Dalam ekonomi kelembagaan menekankan bahwa manusia menciptakan dan menggunakan lembaga-lembaga tertentu untuk memecahkan berbagai konflik ekonomi dalam masyarakat.

diadaptasi. Perlu ditegaskan disini bahwa pengetahuan itu adalah bentuk primer dari modal. Melalui networking itulah. dan kelompok-kelompok kekuatan lain tak bisa leluasa mengambil alih pendapatan dan investasi pihak lain. mesin. knowledge didiseminasikan. kedua. para elite. dan APEC. Kini. Para pakar maupun institusi global seperti OECD. namun pada intinya knowledge economy itu ditandai dengan penciptaan dan eksploitasi pengetahuan yang memainkan peran dominan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Tanpa pengetahuan. semua bentuk modal tersebut nyaris tak berarti apa-apa. pengetahuan dapat memberikan kehidupan dan makna bagi semua bentuk modal itu sehingga bernilai dan berguna bagi manusia. dan kemudian diaplikasikan dalam berbagai industri yang menghasilkan produk-produk inovatif dengan nilai tambah yang besar. 179 . Sedangkan modal yang lain seperti uang. paling tidak menghasilkan dua hal: pertama. Tingkat kebermaknaan dari setiap bentuk modal tersebut bagaimanapun akan sangat ditentukan oleh kepemilikan pengetahuan.Banyak bukti empirik menunjukkan bahwa kelembagaan merupakan penentu utama kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Memang terbukti bahwa negara yang memiliki landasan kelembagaan lebih baik pada masa lalu adalah negara yang sekarang lebih makmur. Dari pemahaman dan kesadaran itulah kemudian muncul istilah knowledge economy. sehingga keberadaannya makin mendapat perhatian oleh banyak kalangan dan dipandang menjadi faktor penggerak yang utama dalam pembangunan ekonomi. memberikan definisi knowledge economy sangat beragam. Dalam proses aplikasi ini diperoleh feedback yang menghasilkan knowledge baru yang dapat menciptakan nilai yang lebih besar. politisi. Knowledge economy pada awalnya dikembangkan melalui networking antara dunia kampus dengan dunia bisnis dan pemerintah. gedung dan lainnya hanyalah derivasi dari pengetahuan. Mesin hanyalah sekumpulan besi-besi. Aktivitas ini berlangsung di sekitar kawasan universitasuniversitas dan pusat-pusat riset terkemuka pada sebagian besar negara maju di dunia. dan gedung hanyalah sekumpulan material bahan bangunan. hanyalah selembar kertas yang hampir-hampir tidak ada nilainya. Dengan demikian. Uang misalnya. paradigma pembangunan ekonomi telah menjurus kepada munculnya kesadaran baru tentang peran pengetahuan. Kelembagaan yang lebih baik. World Bank. segala lapisan masyarakat memperoleh ruang gerak yang luas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.

dan 4) berbeda dengan ekonomi tradisional. 2) telekomunikasi dan networking distimulir oleh pertumbuhan ICT yang cepat. 3) pengetahuan yang berbasis informasi didukung oleh budaya dan nilai-nilai spiritual telah menjadi kekuatan independen dan faktor penting dalam transformasi sosial. dan 5) berdampak terhadap aktivitas sosial di setiap negara termasuk sistem institusi dan inovasi serta pengembangan sumberdaya manusia. Pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada akumulasi pengetahuan. Dalam perpektif knowledge economy. Realitas ini kemudian mendorong terjadinya transformasi yang mempengaruhi 179 . 2) upaya pengembangan teknologi baru dapat menciptakan technical platform untuk inovasi lebih lanjut yang memainkan peran kunci dalam pertumbuhan ekonomi. dan menetrasi ke semua aspek kehidupan manusia dan menciptakan masyarakat informasi. ia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan merupakan fenomena yang terus merambah luas ke semua aspek kehidupan. teknologi dan budaya. investasi dan teknologi membuat keduanya lebih bernilai yang menyebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berkelanjutan. terutama teknologi informasi dan komunikasi (ICT). diantaranya: 1) pengetahuan adalah bentuk dasar dari kapital. Knowledge economy bukan semata digital economy. Setiap negara akan memperoleh manfaat dari pembangunan knowledge based economy dan meraih kemajuan menuju kesejajaran dalam proses pembangunan global. Investasi pada R & D untuk inovasi teknologi dapat menciptakan peluang yang lebih besar dalam memperoleh return karena dicapai monopoli teknologi yang sulit ditiru oleh pesaing. Makin besar akumulasi pengetahuan di suatu negara maka ekonominya akan tumbuh berkelanjutan. Beberapa dimensi dari Knowledge economy. 3) teknologi dapat meningkatkan nilai pengembalian investasi yang tidak dapat dilakukan bila hanya menambah tenaga kerja dan sumberdaya material. 4) dimungkinkan dilakukannya integrasi dan pooling intellectual untuk memacu pembangunan suatu negara. ekonomi. diantaranya: 1) dikendalikan oleh teknologi.Siklus dalam memproduksi pengetahuan berlangsung secara terus menerus sehingga terjadi akumulasi kapabilitas pengetahuan sebagai sumber keunggulan daya saing yang berkelanjutan. keberhasilan ekonomi atau bisnis menghadapi persaingan lebih ditentukan oleh strategi manajemen pengetahuan daripada strategi alokasi aset fisik dan keuangan. Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa pengetahuan memiliki peran dominan. integrasi pengetahuan dan informasi dalam aktivitas ekonomi dan bisnis telah sedemikian besar sehingga mempengaruhi perubahan-perubahan struktural dan operasional ekonomi dan bisnis. Akhir-akhir ini.

4) intangible assets yang dimiliki perusahaan jauh lebih besar nilainya dibandingkan dengan tangible assets. akan memiliki platform yang tangguh dalam melakukan inovasi secara terus menerus sehingga menghasilkan proses dan produk baru yang lebih berninilai dan demanding. 3) informasi memainkan peran yang sangat penting dalam sistem ekonomi. Inovasi akan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan jika ditopang dan mengakarkan dirinya pada kekuatan mutu aset nir fisik. Dengan demikian.basis keunggulan kompetitif. 2) penggunaan informasi dan knowledge pada produk dengan fungsi dan kemanfaatan yang lebih baik (smart products) sehingga dapat membentuk harga premium. 5) perdagangan intangible assets berkembang pesat dalam knowledge economy. yaitu 1) interaksi diantara perusahaan melalui aktivitas kerjasama riset. modal intelektual. 2) kerjasama riset diantara perusahaan. penguasaan pengetahuan yang disertai dengan kepemilikan aset nir-fisik atau sumberdaya unik dan sulit ditiru menjadi sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing dan daya juang. memperluas jaringan ekonomi dan bisnisnya serta teguh mentaati prinsip-prinsip etika bisnis 179 . dan modal spiritual. Ringkasnya. 3) difusi knowledge dan teknologi kepada perusahaan melalui adopsi mesin dan peralatan baru. dioptimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya secara terus menerus agar menjadi sumber utama pembaharuan dan inovasi dalam sebuah perekonomian. Alur ilmu pengetahuan bertalian erat dengat proses inovasi. yaitu modal sosial. pada industri-industri yang memiliki basis pengetahuan yang kuat. dan 4) mobilitas personal yang membawa tacit knowledge khususnya antara sektor publik dan privat. pengetahuan dan aset tersebut harus ditingkatkan kualitasnya. Dalam hubungannya dengan pengembangan inovasi. Karena itu. Karena itu. industri-industri semacam ini akan mendominasi pasar global. Kajian mutakhir terhadap berbagai dimensi dan peran pengetahuan menyimpulkan lima megatrend yang sedang mengemuka dalam pembangunan ekonomi: 1) industri menjadi lebih padat pengetahuan (knowledge intensive). menurut hemat saya ada beberapa komponen aset nir fisik yang perlu mendapat perhatian dan perlakuan lebih. pada suatu perekonomian yang senantiasa meningkatkan kapasitas aset nir fisiknya. Implikasinya. universitas dan institusi riset publik termasuk co-patenting dan co-publishing. Dari pemahaman ini dapat disimpulkan bahwa inovasi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Menurut OECD ada empat bentuk alur pengetahuan.

LATIHAN Setelah mempelajari keseluruhan materi pada bab ini. Telusurilah hambatan-hambatan dalam pembangunan berkelanjutan dan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk kasus di Indonesia! 10. Konstruksikan kembali konsep pembangunan ekonomi yang saudara anggap paling ideal untuk kasus Indonesia! 3.dalam kegiatan bisnis yang dilakukannya. Sebutkan dan jelaskan sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi untuk kasus pembangunan ekonomi di Indonesia! 7. Kemukakanlah pendapat saudara tentang praktik-praktik pembangunan ekonomi di Indonesia dari perspektif paradigna baru pembangunan ekonomi! 179 . Apa yang saudara ketahui tentang variabel-variabel utama pembangunan ekonomi? 5. Kemukakanlah pendapat saudara tentang paradigma baru pembangunan ekonomi? 2. Menurut saudara. maka akan makin besar peluang inovasi yang dapat dilakukan dan ditumbuhkembangkan dalam perekonomian tersebut. Bedakanlah modal fisik dan modal nir fisik menurut karakteristiknya! 6. Dan disanalah peran ekonomi pengetahuan itu dapat dibuktikan. konstruksikanlah pengetahuan saudara dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Jelaskan keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan pembangunan ekonomi! 9. faktor-faktor apa saja yang menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi? 8. Jelaskanlah konsep dan dimensi pembangunan ekonomi! 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful