7 Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia menurut UndangUndang Dasar 1945 adalah : 1.

Indonesia ialah negara berdasarkan hukum. 2. Sistem konstitusional. 3. Kekuasaan negara yang tertinggi berada di tangan MPR. 4. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi di bawah MPR. 5. Presiden tidak bertanggung j awab kepada DPR. 6. Menteri Negara ialah pembantu Presiden. Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. 7. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.

dan kewajiban Daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintahan Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yangberlaku. membatalkan. adalah perangkat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari Presiden beserta pembantu-pembantunya. 2. Pengertian-pengertian yang diberikan UU No. Instansi Vertikal adalah perangkat dari Departemen-Departemen atau Lembagalembaga Pemerintah bukan Departemen yang mempunyai lingkungan kerja di Wilayah yang bersangkutan. dan menangguhkan . 8. Tugas Pembantuan adalah tugas untuk turut serta dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang ditugaskan kepada Pemerintah Desa oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah tingkat atasnya dengan kewajiban mempertanggung jawabkan kepada yang menugaskannya. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah atau Kepala Wilayah atau Kepala Instansi Vertikal tingkat atasnya kepada Pejabat-Pejabat di daerah. Otonomi Daerah adalah hak. adalah lingkungan kerja perangkat Pemerintah yang menyelenggarakan pelaksanaan tugas pemerintahan umum di daerah. 3. 4. dan asas tugas pemban titan. Wilayah Administratip. 5 tahun 1974 sebagai berikut : 1. Pemerintah Pusat. selanjutnya disebut Wilayah. Daerah Otonom. 9. selanjutnya disebut Pemerintah. berwenang. asas dekonsentrasi. selanjutnya disebut Daerah. dan berkewajiban mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 7. adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas wilayah tertentu yang berhak.Pokok Pemerintahan di Daerah.F. 6. 5. Desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintahan dari Pemerintah atau Daerah tingkat atasnya kepada Daerah menjadi urusan rumah tangganya. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang berwenang mensahkan. wewenang. pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah diwajibkan melaksanakan asas desentralisasi.

Peraturan Daerah atau Keputusan Kepala Daerah. Pendekatan tersebut adalah pendekatan yuridiskonstitusional dan pendekatan komprehensif. yaitu Menteri Dalam Negeri bagi Daerah Tingkat I dan Gubemur Kepala Daerah bagi Daerah Tingkat II. Karena hanya sistem filsafat dan religi yang mempunyai ruang lingkup pembahasan tentang Ketuhanan yang mahaesa. sehingga pendekatan filosofis dan religius adalah konsekuensi dari essensia Pancasila sendiri yang mengandung unsur filsafat dan aspek religius. berbangsa dan bernegara. Pelaksanaan Pancasila mengandaikan tumbuh dan berkembangnya pengertian. ideologi. Pancasila yang benar dan sah (otentik) adalah yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. ideologi. Kendati demikian. Laboratorium Pancasila IKIP Malang (1986:9-14) menyarankan dua pendekatan yang semestinya dilakukan untuk memperoleh pemahaman secara utuh dan menyeluruh mengenai Pancasila. dasar filsafat negara Republik Indonesia. Karenanya. Hal itu ditegaskan melalui Instruksi Presiden RI No. Dalam rangka mempelajari Pancasila. tinjauan filosofis tidak hendak mengabaikan sumbangan budi-nurani terhadap aspek-aspek religius dalam Pancasila (Lapasila. sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku Mempelajari Pancasila sebagai dasar negara. 1986:13-14): “Dengan tercantumnya Ketuhanan yang mahaesa sebagai sila pertama dalam Pancasila. Telaah tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa selain merupakan philosphische grondslaag (Bld). Dengan demikian secara „inheren‟ Pancasila mengandung watak filosofis dan aspek-aspek religius. Pendekatan yuridis-konstitusional diperlukan guna meningkatkan kesadaran akan peranan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. tanggal 13 April 1968. Penegasan tersebut diperlukan untuk menghindari tata urutan atau rumusan sistematik yang berbeda. Pancasila pun merupakan satu kesatuan sistem filsafat bangsa atau pandangan hidup bangsa (Ing: way of life.12 Tahun 1968.” Tinjauan historis . cara pembahasan yang terbatas pada bidang ilmiah semata-mata belum relevan dengan Pancasila. Pancasila adalah keniscayaan sejarah yang dinamis dalam kehidupan bermasyarakat. ajaran tentang nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. ajaran tentang nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia adalah kewajiban moral seluruh warga negara Indonesia. Maka tinjauan historis dan filosofis juga dipilih untuk memperoleh pemahaman yang mengarah pada hakikat nilai-nilai budaya bangsa yang dikandung Pancasila sebagai suatu sistem filsafat. Pancasila sebenarnya telah membentuk dirinya sendiri sebagai suatu ruang lingkup filsafat dan religi. dan karenanya mengikat seluruh bangsa dan negara Indonesia untuk melaksanakannya. yang dapat menimbulkan kerancuan pendapat tentang isi Pancasila yang benar dan sesungguhnya. Pendekatan komprehensif diperlukan untuk memahami aneka fungsi dan kedudukan Pancasila yang didasarkan pada nilai historis dan yuridis-konstitusional Pancasila: sebagai dasar negara. Jer: weltanschauung). penghayatan dan pengamalannya dalam keseharian hidup kita secara individual maupun sosial selaku warga negara Indonesia.

Muhammad Yamin menyampaikan telaah pertama tentang dasar negara Indonesia merdeka sebagai berikut: 1) Peri Kebangsaan. 3) Persatuan . Achmad Subardjo. Dalam hal ini. Ketika itu ia tidak memberikan nama terhadap lima (5) azas yang diusulkannya sebagai dasar negara. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 Rumusan lima dasar negara (Pancasila) tersebut kemudian dikembangkan oleh “Panitia 9” yang lazim disebut demikian karena beranggotakan sembilan orang tokoh nasional. 2. 5) Kesejahteraan Rakyat. Muhammad Yamin. namanja ialah Pantja Sila …” (Anjar Any. yakni: 1. Hal ini tampaknya belum terselesaikan oleh berbagai peraturan operasional tentangnya. 3) Mufakat atau Demokrasi. Abdulkahar Muzakir. A. Mohammad Hatta. Rumusan sistematis dasar negara oleh “Panitia 9” itu tercantum dalam suatu naskah Mukadimah yang kemudian dikenal sebagai “Piagam Jakarta”. H. 4) Kesejahteraan Sosial. Pada tanggal 1 Juni 1945. Telaah tentang dasar negara Indonesia merdeka baru dimulai pada tanggal 29 Mei 1945. K. Mr. ia mengatakan: “… saja namakan ini dengan petundjuk seorang teman kita – ahli bahasa. saat dilaksanakan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tinjauan historis Pancasila dalam kurun waktu tersebut kiranya cukup untuk memperoleh gambaran yang memadai tentang proses dan dinamika Pancasila hingga menjadi Pancasila otentik. Tentu kita menyadari juga bahwa upaya pelestarian dan pewarisan Pancasila tidak serta merta mengikuti Hukum Mendel.H. 2) Internasionalisme. 2) Peri Kemanusiaan. Mr.II/MPR/1978 (Ekaprasetia Pancakarsa) tampaknya juga belum diikuti upaya penghayatan dan pengamalan Pancasila secara lebih „alamiah‟.A. kerancuan pendapat tentang rumusan Pancasila dapat dianggap tidak ada lagi. Mr. Dan dalam pidato yang disambut gegap gempita itu. yaitu: 1) Ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Maramis. Permasalahan Pancasila yang masih terasa mengganjal terutama adalah tentang penghayatan dan pengamalannya. Hal itu perlu dilakukan mengingat bahwa dalam membahas Pancasila. 1982:26). Sesudah Instruksi Presiden No. 5) Ketuhanan Yang Berkebudayaan. 4) Peri Kerakyatan.A.Pembahasan historis Pancasila dibatasi pada tinjauan terhadap perkembangan rumusan Pancasila sejak tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan keluarnya Instruksi Presiden RI No. dalam sidang yang sama.12 Tahun 1968. Sidang BPUPKI – 29 Mei 1945 dan 1 Juni 1945 Dalam sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945. Mr. Mereka adalah: Ir.12 Tahun 1968 tersebut. 3) Peri Ketuhanan. Wachid Hasjim. yakni para wakil dari golongan Islam dan Nasionalisme. Abikusno Tjokrosoejoso. Salim. kita terikat pada rumusan Pancasila yang otentik dan pola hubungan sila-silanya yang selalu merupakan satu kebulatan yang utuh. Drs. Ir. Soekarno juga mengusulkan lima (5) dasar negara sebagai berikut: 1) Kebangsaan Indonesia. Pembatasan ini didasarkan pada dua pengandaian. Soekarno. pencabutan Ketetapan MPR No. 2) Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Piagam Jakarta” diterima sebagai rancangan Mukadimah hukum dasar (konstitusi) Negara Republik Indonesia. 3) Persatuan Indonesia. Pancasila dirumuskan secara „lebih singkat‟ menjadi: 1) Pengakuan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tinjauan yuridis-konstitusional Meskipun nama “Pancasila” tidak secara eksplisit disebutkan dalam UUD 1945 sebagai dasar negara.12 Tahun 1968 Rumusan yang beraneka ragam itu selain membuktikan bahwa jiwa Pancasila tetap terkandung dalam setiap konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia. 5) Keadilan sosial. pada tanggal 13 April 1968. 4) Kerakyatan atau Kedaulatan Rakyat. 2) Perikemanusiaan. ideologi.12 Tahun 1968 yang menyeragamkan tata urutan Pancasila seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. 4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. maka mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai Dasar Negara mempunyai sifat . Dengan demikian tepatlah pernyataan Darji Darmodihardjo (1984) bahwa secara yuridiskonstitusional. 3) Kebangsaan. Instruksi Presiden RI No. Konstitusi RIS (1949) dan UUD Sementara (1950) Dalam kedua konstitusi yang pernah menggantikan UUD 1945 tersebut. Rancangan tersebut – khususnya sistematika dasar negara (Pancasila) – pada tanggal 18 Agustus disempurnakan dan disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menjadi: 1) Ketuhanan Yang Maha Esa. 3) Kebangsaan. pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden RI No. 5) Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2) Kemanusiaan. ajaran tentang nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. 4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. “Pancasila adalah Dasar Negara yang dipergunakan sebagai dasar mengaturmenyelenggarakan pemerintahan negara. Sementara itu di kalangan masyarakat pun terjadi kecenderungan menyingkat rumusan Pancasila dengan alasan praktis/ pragmatis atau untuk lebih mengingatnya dengan variasi sebagai berikut: 1) Ketuhanan. 4) Kerakyatan. 5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keanekaragaman rumusan dan atau sistematika Pancasila itu bahkan tetap berlangsung sesudah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang secara implisit tentu mengandung pula pengertian bahwa rumusan Pancasila harus sesuai dengan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.Indonesia. juga memungkinkan terjadinya penafsiran individual yang membahayakan kelestariannya sebagai dasar negara. Menyadari bahaya tersebut. sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. … Mengingat bahwa Pancasila adalah Dasar Negara. Dalam sidang BPUPKI tanggal 14 Juli 1945. 2) Kemanusiaan yang adil dan beradab. 5) Keadilan sosial. tetapi pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945 itu secara jelas disebutkan bahwa dasar negara Indonesia adalah keseluruhan nilai yang dikandung Pancasila.

. 3 ) Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Pelaksanaan dan pengamanannya sebagai dasar negara bersifat imperatif/ memaksa. Dengan demikian. Pemilihan Pancasila sebagai dasar negara oleh the founding fathers Republik Indonesia patut disyukuri oleh segenap rakyat Indonesia karena ia bersumber pada nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia sendiri atau yang dengan terminologi von Savigny disebut sebagai jiwa bangsa (volkgeist). pelaksanaan dan penerapan Pancasila. ia memiliki berbagai sebutan (fungsi/ posisi) yang sesuai pula dengan esensi dan eksistensinya sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Namun hal itu tidak akan berarti apa-apa bila Pancasila tidak dilaksanakan dalam keseharian hidup bermasyarakat. dengan peran serta aktif seluruh warga negara. Namun secara multidimensional. penerapan Pancasila.imperatif/ memaksa. 5 ) Sumber Hukum atau Sumber Tertib Hukum bagi Negara Republik Indonesia. ia harus ditindak menurut hukum. sebagaimana dimaksudkan oleh Kirdi Dipoyudo (1979:107): “… tetapi sejauh mungkin juga selaras dengan Pancasila dan dijiwai olehnya …” sedemikian rupa sehingga seluruh hukum itu merupakan jaminan terhadap penjabaran. Siapa saja yang melanggar Pancasila sebagai Dasar Negara. yakni hukum yang berlaku di Negara Indonesia. peraturan-peraturan operasional dan atau hukum lain yang mengikutinya bukan hanya tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. 4 ) Dasar Negara Republik Indonesia. Karena itu Pancasila sering disebut dan dipahami sebagai: 1 ) Jiwa Bangsa Indonesia. karena pelanggaran terhadapnya dapat dikenai tindakan berdasarkan hukum positif yang pada dasarnya merupakan jaminan penjabaran. termasuk kebijaksanaan-kebijaksanaan dan tindakan-tindakan pemerintah di bidang pembangunan. 2 ) Kepribadian Bangsa Indonesia. pelaksanaan. 7 ) Cita-cita dan Tujuan Bangsa Indonesia. ajaran tentang nilai-nilai budaya bangsa dan pandangan hidup bangsa. sehingga dalam konteks sebagai negara yang berdasarkan hukum (Rechtsstaat).” Pernyataan tersebut sesuai dengan posisi Pancasila sebagai sumber tertinggi tertib hukum atau sumber dari segala sumber hukum. Pancasila juga menjadi pedoman untuk menafsirkan UUD 1945 dan atau penjabarannya melalui peraturan-peraturan operasional lain di bawahnya. Tinjauan tentang sifat dasar Pancasila Secara yuridis-konstitusional. Dalam kedudukan tersebut. Demikianlah tinjauan historis dan yuridis-konstitusional secara singkat yang memberikan pengertian bahwa Pancasila yang otentik (resmi/ sah) adalah Pancasila sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu dapatlah dimengerti bahwa seluruh undang-undang. Pancasila adalah dasar negara. Negara dan Pemerintah Indonesia „tunduk‟ kepada Pancasila sebagai „kekuasaan‟ tertinggi. segala hukum di Indonesia harus bersumber pada Pancasila. ideologi. 8 ) Filsafat Hidup yang mempersatukan Bangsa Indonesia. artinya setiap warga negara Indonesia harus tunduk-taat kepadanya. 6 ) Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia pada waktu mendirikan Negara. berbangsa dan bernegara sedemikian rupa dengan meletakkan Pancasila secara proporsional sebagai dasar negara.

tujuan negara. ideologi nasional. yang menuntut pelaksanaan dan pengamanannya dalam kehidupan bermasyarakat. kalau kita mau mencari suatu dasar yang statis. kedudukan dan fungsi dasar negara dalam pengertian yuridisketatanegaraan sebenarnya sudah sangat kuat karena pelaksanaan dan pengamalannya sudah terkandung pula di dalamnya. Karena itu tepatlah yang dianjurkan Darji Darmodihardjo berdasarkan pengalaman sejarah bangsa dan negara kita. yaitu bahwa “… dalam mencari kebenaran Pancasila sebagai philosophical way of thinking atau philosophical system tidaklah perlu sampai menimbulkan pertentangan dan persengketaan apalagi perpecahan. Tetapi tidak demikian halnya dengan Pancasila secara multidimensional. Dalam praksis kehidupan masyarakat. Pancasila digali dari sosio-budaya Indonesia. Dipandang dari segi hukum. melainkan luwes karena mengandung nilai-nilai universal yang praktis (tidak utopis) serta bersumber pada nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. maka dasar yang statis itu haruslah terdiri dari elemen-elemen yang ada jiwa Indonesia. peranan atau implementasi Pancasila secara multidimensional itu dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut: Sebagai dasar negara. kemudian ditetapkan secara implisit sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945. sumber dari segala sumber tertib hukum.” Pancasila diharapkan tidak dimengerti melulu sebagai indoktrinasi yang bersifat imperatif karena fungsi pokoknya. Mengenai kekokohan Pancasila yang bersifat kekalabadi (Pancasila dalam arti statis sebagai dasar negara). filsafat bangsa. tetapi yang juga perlu diintenalisasi ke dalam batin setiap dan seluruh warga negara Indonesia karena „fungsi penyertanya‟ yang justru merupakan sumber Pancasila sebagai dasar negara. kepribadian bangsa. kita perlu mewaspadai kemungkinan berjangkitnya pengertian yang sesat mengenai Pancasila yang direkayasa demi kepentingan pribadi dan atau golongan tertentu yang justru dapat mengaburkan fungsi pokok Pancasila sebagai dasar negara. baik secara perorangan maupun kolektif. perjanjian luhur bangsa Indonesia.Sebutan yang beraneka ragam itu mencerminkan kenyataan bahwa Pancasila adalah dasar negara yang bersifat terbuka. . berbangsa dan bernegara. melainkan dinamis karena ia pun menjadi pandangan hidup. Pancasila menjadi dasar/ tumpuan dan tata cara penyelenggaraan negara dalam usaha mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia. dalam tugas dan kewajiban luhur melaksanakan serta mengamankan Pancasila sebagai dasar negara itu.” Namun Pancasila bukanlah dasar negara yang hanya bersifat statis. Maka keanekaragaman fungsi Pancasila tersebut merupakan konsekuensi logis dari esensinya sebagai satu kesatuan sistem filsafat (philosophical way of thinking) milik sendiri yang dipilih oleh bangsa Indonesia untuk dijadikan dasar negara (dasar filsafat negara atau philosophische gronslaag negara dan atau ideologi negara/ staatside). Pancasila tidak bersifat kaku (rigid). Ir. Meskipun demikian. Soekarno mengatakan: “Sudah jelas. Sebagaimana kita ketahui dari sejarah kelahirannya. bangsa dan negara Indonesia.

karena Pancasila digali dari sosio-budaya bangsa Indonesia sendiri. baik secara individual maupun sosial. bahwa sampai sekarang masih belum terdapat keseragaman mengenai tata urutan dan rumusan sila-2 dalam penulisan/ pembatjaan/ pengutjapan . hukum positif harus bersumber dan ditujukan demi terlaksananya (sekaligus pengamanan) Pancasila. undang-undang. sehingga merupakan pilihan yang tepat dan satu-satunya untuk bertingkah laku sebagai manusia Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila tidak hanya mengatur hubungan antarmanusia Indonesia. Pancasila menghidupi dan dihidupi oleh bangsa Indonesia dalam seluruh rangkaian yang bulat dan utuh tentang segala pola pikir. Pancasila menempati kedudukan tertinggi dalam tata perundang-undangan negara Republik Indonesia. Pewarisan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus adalah kewajiban moral seluruh bangsa Indonesia. Melalaikannya berarti mengingkari perjanjian luhur itu dan dengan demikian juga mengingkari hakikat dan harkat diri kita sebagai manusia. berbangsa dan bernegara. karsa dan karyanya terhadap ada dan keberadaan sebagai manusia Indonesia. Pancasila merupakan pegangan hidup yang memberikan arah sekaligus isi dan landasan yang kokoh untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia. INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 12 TAHUN 1968 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.Sebagai pandangan hidup bangsa. Pancasila merupakan pilihan unik yang paling tepat bagi bangsa Indonesia. Pancasila nyata perannya. karena pemenuhan nilai-nilai Pancasila itu melekat erat dengan perjuangan bangsa dan negara Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 hingga kini dan di masa depan. Sebagai kepribadian bangsa. Sebagai sumber dari segala sumber tertib hukum. azasi dan fundamental. Pancasila adalah meterai yang khas Indonesia. yang senantiasa ditumbuhkembangkan dalam proses mengada dan menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Pancasila merupakan hasil proses berpikir yang menyeluruh dan mendalam mengenai hakikat diri bangsa Indonesia. Sebagai tujuan negara. Nilai-nilai budaya bangsa yang terkandung dalam Pancasila telah menjadi etika normatif. berlaku umum. namun telah menjadi cita-cita politik dalam dan luar negeri serta pedoman pencapaian tujuan nasional yang diyakini oleh seluruh bangsa Indonesia. Sebagai perjanjian luhur. Secara integral. Segala peraturan. disepakati bersama oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai milik yang harus diamankan dan dilestarikan. Sebagai ideologi nasional. Pola pembangunan nasional semestinya menunjukkan tekad bangsa dan negara Indonesia untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Menimbang : 1. karena merupakan cermin sosio-budaya bangsa Indonesia sendiri sejak adanya di bumi Nusantara. Sebagai filsafat bangsa.

Jakarta.I. sebagai tata urutan dan rumusan dalam penulisan/ pembatjaan/ pengutjapan Pantja Sila.I.18 Tahun 1961 tentang Ketentuan-2 Pokok Kepegawaian. Pembukaan Undang-2 Dasar 1945.Pantja Sila. Undang-2 No.01 Tahun 1967. 3. Mengingat : 1.10877 Disalin dari: Proses Perumusan Pancasila Dasar Negara oleh Prof. 1983) .Dr. Pd. Ditetapkan di : Djakarta Pada tanggal : 13 April 1968 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. LIMA : KEADILAN NASIONAL BAGI SELURUH RAKJAT INDONESIA. MEMUTUSKAN: Dengan mentjabut pendjelasan atas Instruksi Presiden R.I. No. supaja sila-2 dalam Pantja Sila dibatja/ diutjapkan dengan tata urutan dan rumusan sbb: SATU : KETUHANAN JANG MAHA ESA. Nugroho Notosusanto (PN Balai Pustaka. No. DUA : KEMANUSIAAN JANG ADIL DAN BERADAB.I. Kepala Biro Tata Usaha. INSRUKSI ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 3. 2.I. No.A. Menginstruksikan: Kepada : Semua Menteri Negara dan Pimpinan Lembaga/ Badan Pemerintah lainnja. Untuk : dalam melaksanakan Instruksi Presiden R. bahwa untuk kepentingan keseragaman itu perlu menetapkan tata urutan dan rumusan sila-2 sebagaimana dimuat dalam Pembukaan Undang-2 Dasar 1945.01 Tahun 1967. No. ttd. Pasal 4 Ajat (1) Undang-2 Dasar 1945. SOEHARTO DJENDERAL TNI Sesuai dengan jang asli SEKRETARIAT KABINET R. 4. bahwa dalam hubungan itu perlu menjempurnakan pendjelasan atas Instruksi Presiden R. 2. ALI AFFANDI LETKOL TNI Nrp. Instruksi Presiden R.01 Tahun 1967 Sub.01 Tahun 1967. EMPAT : KERAKJATAN JANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIDJAKSANAAN DALAM PERMUSJAWARATAN/ PERWAKILAN. TIGA : PERSATUAN INDONESIA.

91.2507.

3/. ./.203.3.-. /03.3907.3 -.30.9 .3!..!.3.793.3.7:8 /93/. 8. /.3.3 7:5.7.3 .8.393/.: 8:2-07 /./2.8./-/.3.3  80..7 0.9:7.8... 30.7.  !073. . .9...9 0.3!020739. 30.187. 9:3/: 05.: ::2 .3 507...3 /03.3 :7/8 43899:843.3 49039 7082.3 /02.3 507.8.7.7.:/0. ..8 /03. 803.9.3:3.  803.3. 9/.7.5.8..7..  0 .5.3 90780-:9 808:.8.3.3 203:93.8.8.3 / -. 80-.843.. 80-.3. 203:7:9 ::2  . ::2 / 3/4308.3-07./.8.7.  80/02.8:/. 83...9.3 4507.33.38079.9180:7:. -40 -079039.80-.9889.. . !.3 93/.3.3 .3 -07/. .7 !./.843.3 ::2 #0.3/4308.8.3&& /. /203079 -.7:8 -078:2-07 5.3  90793  .. ..3./.3 5488 !. $.9.20/:/:. 80.7...3 !. .8. 80:7: :3/.3 4507.:. 80:7:::29:207:5.:.23.3. 9: /. 8:2-07 90793 9079- ::2 .35020739.8.3!.3 89478 /. 809.905. 20.580..3 /.3 50.. 3/4308.3.. 403. 93.703.3407/54:/4    909..9..5503.3 507.3 :3/.3 .8.3./50/42.3  507.3/4308.3.3.3 202-07.5. 202.3 . 80.3:39:203..8.3.3 ::2.3.8.3 50307.7.7 80.3 0-.390780-:9 !. 0:.8.7.: 503.5.7.3 20.3 /03. 8:2-07 ::2  03.7.3. /.2 43908 80-. 80-.3. /....3502-.8: 0-..  ..: 2:33 :.9:7. . !.7:89:3/: 9.2.  02.: 507./.9:7.3.7...9:7.  9072. -:.-...3 503079.

 80-.91..2.9 !02-:.8. 80-.8.33..2..3.2 .3 /.8..3.30..  .9 2507.7 30.39:2 /.3 &&   !0...3 503. -0781. 907. 0025.7.. !.3./.3. /. 8.

8.8. -..3-0730.. /.9 3/4308.9 -07-.207:5...703. :7/8 43899:843.  . 9/.5.2:3 .7. -:/.. .8.32009.39039. -078:2-07 5.7.3.409014:3/31.3!.7.3 50.3/. .7 30.7.7.7. 50.53..3..3.7. /. /03.. $0.38..3 907.3 5. 80-:9. 3.38./.3.-.3!. /.8.5 7.  !.3. /.8.8.5.. /044 . 3.574547843.3.7..: .7!.:.381...38.37:5.3/:5-072..3 /03.3.3503.8..3 /:5 -. 3/4308.3 /80-:9 80-.2080./..3.3/.3 -07/. . . ...4089  .3. 9: 9/.9 /03.8./.9.9:9 /8::7 40 8003.8..  !02.73.3 9072344 ./.7.8.703. 2:9/203843. 803/7 .5. 93/./. 202.  .80-./.35.5.80-.3/./.3::254891..-:/. -.8.79 .3/:5-.8..8.8.3.  %3.7./.23.80..7.730.2:3 80.3/. 3.3.43 $.9078#05:-3/4308..  .38.8. .3 3.3.35. .3!.3 1:38.7.7.5.80/02.8.3 -07.730. 202 -07-.39039.3 50307..-.. !.38../.9/..

 9: !.. 0.3/4308.80-. 3/4308.5.38.   057-.38..308038 /.3.3 ..8.   $:2-07 ::2 .9./03.3/4308.38. #05:- 3/4308. /.9:203/7.30.3/4308.. 9.3. . #05:- 3/4308.   !./.   .2 80-.: $:2-07 %079- ::2 -. 8.38.9/:5.5488  ./.3.3/4308. 3/4308.38.38./.703.38.7.1.3.9:.789. 3.-:/.7.3 808:.3.3 /5.3/..8.  .9.32025078.. !07.7.3/:5-.83.308890383.3 /:5 .  .3.5:.35.3/. .3::7.3%::.   . 3/4308.7 0. 8073 /80-:9 /.8.

 7.8..3/:3 3.: 7/  20. /..3.  !..:/04430..7.30..34380:03848/.3..9 ./.90780-:9 207:5. 3.41933 2803/7 .7. .:39:/. .30. 9/.8.3.078.35.07438. 203.7 30.31:38!. -:/.:548458.3/4308....9 907-:.38890218. 3. -0781.38.8.3 :08 .8.9.7.8. -078:2-07 5.2.0.80-.3..3 -07. :9458  8079. .9 54845.718.3/. ./.3 03./.2 9: 203.703.3 -..7.3/:5-./.9:08. :3.3 -0781..3. ..7. 3.1.3.9.9:.98 9/.8..8. /./.7080383.0723.3/4308.7.9. !.1.3 .38.3 57.30.930.7 30..3/540 -.3/.$0-:9.

.3./ /.5/.7.2.9  -.3. /.7.98  20. 203.2 503079. /.3. 41 933 .9.  .88 0/:5..3 :7/8 09.-..9  -07-.././.. -0781.. 9: 905.3 9/. /.85.7 0-03..2.  .1.350780309..9-. 507: 20.73.7.3 0.7..8.98 9: .3.3..  .80-..98  2.3 !. .3 /.38.89.8./5..8.3... 057-.8. 2:9/203843.3 /70. 8. /.7 30.3..5.3/909. /203079 20:: 80-.8:2-079079-::2 9::...9. 3/4973.258980-.8.9.3.50747. 9:  9.8. -07:9 $0-.. 54845.  $0-.380:7: ..8.8.3 :897: 207:5. / /.3.3 !.7.7 .. 02:33. /. . 09.8. 3/4308.7/4 -07/.. 3/4308.3.703.8.3 5079039..3 :.9 /0.9.3:7.3 /3. 8:/.: 203.730.703. 83.. 80-.907/7/.3.7.8.-.044./.80/.33.:89:8 0303. 9..780.3.90.393..93809.3/..7.3.3 57-./.8.3 .  .3 203:39:9 50./..32.703.. 80.7..2... /0443.2. /.. -:.3:897:/.5.0.38.. /02 050393.7 80 ::2  0/:/:..3  !.3.8.3 503.80.8.3 /.5.5 .9203.8.33.3/.3. 0.38.9:/.3.3.380. 88902 9/.3-. 50.38. 80-.3/4308..28 .7.3.3 /.30.9 2507. 2032-:.38.9.2.3 8:2-07 !.8./.5 9/. 203.7.9 .7.7.5:3203.7.3 .3 2.7..78:.3 -0781.  5...7.7..3!.3.7 30.3.2 203..3 !.23..7.7.3.730.7:8.3  /.2. 2.7 30.3 $:/.25.7.7.39079039:. -.-:7.8.3 30. 9.8 !.7 .98/0  085:3 /02...734203.8. 507: 8.3/4308...7 .3. 80.3/.3.7. . 909.38.3./.9 :.389.3 1:38 /.  507.703.3. 2:9/203843.3 808.8.  %09..  /.: /.9: -.3.3/:5 18.7 8484 -:/.2:3 !.7 80.7.2 0/:5.3..3.843.8.8...  .3 503. 9: /.3 ./.3 /. 3/4308.7..3 80-03./ !..5.730.: 54845.2 9:..7. /.724/....8.:5:34091 02:/.8.7989.7.3 80.  !.3-0781.8.8.: 443.3 -07.3.3. 507.2 -.8.7.3 .7 30.50750.3 -072.9.3.730.33.. .8.3 30. /.  !. /.7./.8. -.8.3 ::7 20.8.7.8..31:38544!./ /..507:/3903.8.3..8 . !.8 /.. 30. /02.3 503.703. /.9 80-. /.9 20303.5. 1:385443.9 89. 8:/.7.8  . 7 $40.5.9880-.  8:2-07/. 503079.389. /.: 2502039.3::7-. .91 . .3 8079..9.3 -0730. /03.3/:3 5:..:9. . 907..3 ..7 00203 00203.3 /.3 80.3 . 1:38 503079.330.2 57.8.3.. 80-.

5.203..33/4308.7. 503003.  .0207/0.9.7..2:8.9../.3 /. .7.9..3 9....3 30. . 9:25:.

.9:7. .: :2:2  .3.3/:5-.7.2/.38./. 3.9.843.8:2-07/. 0307.3507:. 203.8.8.. /05.3 . -:/.$0-.38.3 -.3/4308..3-.7 507. !.3.390.  $0-.-.220303.703.9: 8.7.3 /03.38.9:3.20/:5..3:.8:2-079079-::2 !.  .3.3.20907.80.3503.3 /02 907..9.203025.  $0.  $0-.9::.3 -.8.3.!74..9  -07-. -./. 3/4308..8./. -07.507.3.7.5. /./ 09. 80. 80-.38.3 905.38.7..3 :3 .90807.3 247.5.-.8 574808 -0757 . 207:5.3 /089. 2 ..8.3 3. $0. 907.2.  !..9 -...80..3.39.3.:7:9.3 907.50203:.3  !.38.3/4308..8 /./.9/.!. 8020893.50/42..2 80:7: 7..3/4308. 3 /..38.. /044 3.38..!.3 .7..3. !.2.3 :3/.3/:3 /.8-0:2907/. ..507.80207/0../. !.3:.32.38. 207:5. :39:203.320303.  .330./.703.78.38. /.9/03.  !.  0. .9. -.2033. !.2 !.. 80../.  $0-. .3907..3.803/7  /805..8.     $%#&$!#$#!& $   #%& !#$#!& $  032-.3.2.3/4308.7.8.2.8.3 2030:7: /.3/4308..3 80.3 :89:8  3. 203:3:.3 44:39:203..8.2:7 -07/.1.8.91  -07.3203. /9:2-:02-..3..38..:8 503.  $0-. /.3.3/4308./.3:3.3:8. 057-.07238484 -:/.38.7:8 /.3/4308..3. 3/. 2.2574808203.843.3 5./.  !.3 8.  $0-.330.2503:8..78484 -:/.34080:7:-.3.33.2. 9.3/4308.5.-. 203.390793 /./. 3.. .3!.3...80:9:3.9/.9.3 ::7 9: /.3 2.3 5.3 3.9/7-./.3/4308.207:5.3..9/79.3-072.2.3:8.3.3 803.3 :9: 9039.3.3..80-.3.9 -.:5:3848.3..3/.7. /-:2:8.3 /.38.90/:/:...9..33.. 80:7: -. 2.3  ::2 54891 .8.80.9 /./. 3/4308.3.35.3 /:5 ..2039./.3/.843.3 .7.3 /02.9: 200.3 .3.3  :3/.7.3  !4..5.203/:5/.-.780..3:8.72.8.3. #05:- 3/4308.3.83/4308.37:2:8.. /.3905.2:390.30-07.9 3/4308.8 50307:8 .730078079.8./-.79 2033.3.9. 3.2.8.3 .3 -0730.3. 18.3 -:.3/.2 9...8..33.8.8.3 9::....3/4308.5.3 .549/.3 .78.8...3  !0.907.3 80-.. 507:3/.. 803.8.8. 54.//. 90.3 :3/.7:8 -078:2-07 /. 3.33..3.38.3.3.7. 9/. 507.9. 40 80:7: 7. 0.7.25. 502-..3 ../2.:8 8 /.9.9 -078.9:7 :-:3.3/.8...7.  $0-.3::7 ..7.3.38.. 2.3 50./.39. 05./.3.:80-./...3 203/.207:5.38. .703.3 202-07.5.803/780..7.39.7. -.3:8.3 / 2.7.3/4308.3 1:3/.:39:-0793. 57  ..3//:540-..3.330.  !.7.8.203...3:8.3/4308./...3 /9::. 207:5./:.3/.3 30.3. 3472.

3.502-..9.

5.503:9.3 .

39:507:20309.37:2:8.:7:9.5.7 80-.9.9.39.8..2.$..3&3/.3 /.:39:050393.9.3/./2:.37:2:8.3.2..3.!.  -..2503:8..3/.38.2!02-:. 80-.:7:9.9/...30807.3  .39.

3..9. 502-.

5.$.3 4 %.3503/0.3 05.9  &3/.3!253.39./..8.3  3897:8!708/03#  4 %.8.3.:3  &%&$ 03..7.039070.9./.-:9503/0.7  !.3 !44050.3 .8.:39039.8 3897:8!708/03#  4 %..39:507:203025:73.503:9.32039.3&3/..:3 $:-   033897:8.3 .3.2:-:3.8.8./.9 !02-:.:3 033.$02:.3!...9.  -.302-.7  &3/..309039:.83897:8!708/03#  4 %..

/.:3 8:5.3..8.9.  /.33.33897:8!708/03#  4 %..8.39./-.2!.3!020739..$...220..  &39:/.

39.3/.38-- $%&%&$  &&$#  %!#$%& $  !%#%!! % $!#&$#%./:9.5.3/03.:7:9.9.37:2:8.

..8.9.8.3!./.3.3.5.   ../03.3/.3.3/.79./909.-07.5.74%.3./.8 $#%#%%#   !/ 05.394 !.7. .. !#  $ $&#&#%  $  $#&$32:.79. 40!741 7 :7444948:8.9.3. !.3  909.:5.   % %75   8..9.!:89..57 !#$#!& $  99/  $ #%  #% $08:.70.7 !74808!07:2:8.&8...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful