ac.0913.tazkia.145) SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM (STEI) TAZKIA Sentul CityTlp. Website :www.id 2009/2010 . Hamdan Azmi Marpaung (s.Lc Disusun Oleh: Mhd.HUKUM WARIS ANAK ZINAH DAN LI’AN Diajukan untuk memenuhi Tugas mata Kuliah Fiqih Mawarist Semester Genap STEI Tazkia Bogor Dosen :Ust. (0251) 421076-421077 Bogor Kode Pos 16680. Mhd Jabal Alamsyah .

Muqaddimah ِ ِ َّ ِ ْ َّ ِ ِ ْ ‫بِسم اللَّه الرْحَن الرحيم‬ ‫أشٍد أن ال انً اال هللا َ أشٍد أن محمد زسُل هللا‬ Segala puji bagi Allah SWT tuhan semesta alam yang senantiasa memberikan kenikmatan dan kemudahan bagi kita dalam menjalankan kehidupan di dunia selaku hamba-Nya. Sholawat serta salam kita haturkan keharibaan junjungan kita Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW. Penulis . : ‫عه ابّ ٌسيسة زضي هللا عىً قال : قال زسُل هللا صهّ هللا عهيً َسهم‬ ّ‫تعهمُا انفسائض َعهمٌُا فإوٍا وصف انعهم ٌَُ يىسّ ٌَُ اَل شيء يىصع مه أمت‬ )‫(زَاي إبه ماجً َانداز قطىي‬ Paper dengan judul “Hukum Pewarisan Anak Zina dan Li‟an” ini diharapkan dapat berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan dibidang ilmu Fiqh Mawarits bagi pembaca dan terlebih bagi kami selaku penulis. kritik dan saran yang konstruktif penulis harapkan. Dalam penulisan ini kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu.

............... 5 1.................1 PENUTUP ...........1 Pengertian Anak Zina....................... 6 2...3 Tujuan Penulisan .................... 5 1.... 5 1...................................................................................................................................................1 Pendapat Pertama ..............................................3 Pendapat Ketiga............... PEMBAHASAN ................. 14 Kesimpulan ................................................................ 5 1............................................................. 11 2....................................................................4.................................... 15 ............ 12 III............2 Pendapat Kedua ......................................................................................................................2 Nasab Anak Zina.......................................... 3....................................................................................................................... 6 2...................... 10 2........................................................................................4 Metodologi Penulisan............ PENDAHULUAN ........... 9 2......4 Hak Waris Anak Zina dan Anak Li'an ..................................5 Status Hak Waris Anak Zina dan Li’an dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) .................................................................................................................................................................................. 6 2.............................................DAFTAR ISI DAFTAR ISI.......................................................................................................... 9 2............................. 4 I...........................................................................................................................................4.............................................................1 Latar Belakang ..................4.2 Rumusan Masalah .................3 Pengertian Anak Li'an .......................................................... 5 II........................................................................ 14 DAFTAR PUSTAKA ......................... 7 2...

PENDAHULUAN 1. Brunei Darussalam.4 Metodologi Penulisan Tulisan ini disusun dengan metode studi literatur menggunakan berbagai data yang bersumber dari : buku. Sumber Pensyari‟atan Al-Mawarits. kemudian bagaimana halnya jika keturunan tersebut diperoleh diluar akad yang sah menurut syar’at Islam? Seperti anak Zina dan Li‟an. dan beberapa karya ilmiah. Bagaimana hukum pewarisan terhadap anak Zina dan Li‟an? 1. ada beberapa masalah yang dirumuskan dalam tulisan ini. 1 Mhd.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Jabal Alamsyah. hlm. Apa yang dimaksud dengan anak Li‟an? 3. 1. 2011. artikel. 21 .1 Latar Belakang : ‫عه ابه عباض زضي هللا عىٍما قال : قال زسُل هللا صهّ هللا عهيً َسهم‬ ‫انحقُا انفسائض بأٌهٍا فما بقي فٍُ ألَنّ زجم ذكس‬ 1 )‫(زَاي مسهم‬ Hadits di atas menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan agar bahagian faraidh / penentuan warisan itu diberikan kepada setiap ahli waris yang berhak dan jika terdapat sisa dari pembagian tersebut maka diserahkan kepada lakilaki yang paling dekat dengan si mayit. 1. Apa yang dimaksud dengan anak Zina? 2.I. dengan tujuan menjawab pertanyaan-pertnayaan berikut : 1.3 Tujuan Penulisan Tulisan ini ditujukan guna memperjelas keingintahuan kami selaku penulis mengenai hukum pewarisan terhadap anak yang lahir karena Zina dan anak Li‟an serta diajukan sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Ilmu Fiqh Mawarits. Salah satu penyebab seseorang itu saling mewarisi kepada keturunan dan keluarganya dalam Islam adalah karena pernikahan yang sah sesuai syari’at Islam.

“ Senada dengan pengertian diatas.2 Nasab Anak Zina Jika wanita yang melakukan perbuatan zina tersebut tidak memiliki suami atau tidak sedang dalam masa „iddah. Penerbit Kencana. III 2011.II. balasan yang sesuai untuk perbuatan zina adalah azab. 402 . dan itu tidak bisa diperoleh dari perbuatan tercela. Pendapat pertama mengatakan bahwa anak tersebut dapat dinasabkan kepada laki-laki yang datang dan mengakuinya sebagai anak dan bukan hasil dari perbuatan zina dengan ibu si anak. PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Anak Zina Dalam kitab Ahkamul-Mawaarits fil-Fiqhil-Islami disebutkan : ‫َند انصوا ٌُ انمُنُد مه غيس وكاح شسعّ . Jakarta Cet. 2008. Sebab.“2 2.3 Jika wanita yang melakukan perbuatan zina tersebut adalah seseorang yang memiliki suami atau dalam masa „iddah maka ulama sepakat bahwa nasab dari anak 2 Abdul Manan. Sedangkan pengertian diluar kawin adalah hubungan seorang pria dengan seorang wanita yang dapat melahirkan keturunan. Ibnu Taimiyah. orang yang tidak berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Sebalikya. jika laki-laki itu berkata dan mengakui bahwa anak itu adalah anaknya dari perbuatan zina dengan ibu si anak. hlm. dan Ibnul Qayyim berpendapat bahwa anak yang lahir karena perbuatan zina adalah keturunan orang yang mengaku. Sebab. Abdul Manan menjelaskan bahwa : “anak luar kawin adalah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan. sedangkan perempuan itu tidak berada dalam ikatan perkawinan yang sah dengan pria yang menyetubuhinya. sebab pada kenyataannya ia memang berbuat zina dengan ibu si anak. Penetapan itu dimaksudkan agar si anak tidak terlantar. sedangkan hubungan mereka tidak dalam ikatan perkawinan yang sah menurut hukum positif dan agama yang dipeluknya. dalam tulisannya tang berjudul Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta. Sedangkan Ishaq bin Rahawaih. Hukum Waris. tidak mendapat mudharat. hlm. ada beberapa pendapat mengenai nasab dari anak yang dikandung oleh wanita tersebut. jumhur ulama berpendapat. Penerbit Senayan Abadi Publishing.أَ ثمسة انعال قت االثمت بيه انسجم َانمسأة‬ “Anak yang lahir karena perbuatan zina adalah anak yang dilahirkan bukan dari hubungan nikah yang sah secara syar'i atau dengan kata lain. buah dari hubungan haram antara laki-laki dan wanita. Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. nasab atau keturunan adalah sebuah karunia. anak itu tidak bisa dinasabkan kepadanya. dan tidak terkena aib karena perbuatan yang tidak ia lakukan. sebagaimana penetapan nasab anak itu kepada ibunya. Akan tetapi. 80 3 Komite Fakultas Syari’ah Universitas Al Azhar.

sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri. Penerbit Kencana Prenada Media Group. dan menjadikan anak itu bernasab pada ibunya. maka hakim akan menceraikan mereka. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah. Dalil yang dijadikan pegangan oleh jumhur ulama. namun sang suami tidak mengakui anak itu sebagai keturunannya." 2.” Prof. Hukum Kewarisan Islam. sumpah tersebut dilakukan sebanyak empat kali dan di kali ke-5 diiringi dengan ucapan “laknat Allah atasku jika sumpah yang aku lakukan adalah dusta“ dan sang isteri juga diberi kesempatan menolak li‟an suaminya dengan bersumpah sebanyak empat kali dan di kali ke-5 diiringi dengan ucapan “laknat Allah atasku jika kesaksian dan sumpah yang dilakukan suamiku adalah benar. menafikan ikatan nasab anak itu dari suaminya. dan qadhi (hakim syar‟i) memutuskan bahwa anak itu bukanlah dari nasab sang suami. Jakarta 2008 . Dr.4 Dalam Al Qur‟an Al Kariem dijelaskan bahwa : ِِ ِ ِ ٍ َ ََ ‫والَّذين يَرمون أَزواجهم ولَم يَكن لَهم شهداءُ إِال أَنْ فسهم فَشهادةُ أَحدهم أَربَع شهادات بِاللَّه إِنَّهُ لَمن‬ َ َ ُ ْ ُ ْ ُ ْ َ ْ ُ َ َْ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ْ َ َ ََ ْ ُُ ُ َ ِ َّ 6‫الصادقِين‬ ِ ِ ِ ِ ِ 7 ‫والْخامسةُ أَن لَعنَةَ اللَّه علَيه إِن كان من الْكاذبِين‬ ْ َّ َ َ َ َ َ َ َ َْ َْ َِ ِ ِ ٍ َ َ 8 ‫ويَدرأُ ع ْن ها الْعذاب أَن تَشهد أَربَع شهادات بِاللَّه إِنَّهُ لَمن الْكاذبِين‬ َ َ ْ َ َْ ْ َ ََ َ َ َْ َ َ ِ ِ ِ َّ ِ 9 ‫والْخامسةَ أَن غَضب اللَّه علَْي ها إِن كان من الصادقِين‬ َ َ َْ َ َ َ َ َّ َ َ َ "Orang-orang yang menuduh istrinya (berzina). Ahmad Syarifuddin menyebutkan bahwa Li‟an adalah sumpah yang diucapkan seorang suami yang menuduh isterinya melakukan zina dan tidak mendatangkan empat orang saksi selain dirinya sendiri.“ Apabila kesaksian itu telah dilaksanakan. yaitu sabda Nabi SAW yang artinya : "Anak milik orang yang memiliki ranjang (suami) dan wanita pezina mendapatkan sanksi.3 Pengertian Anak Li'an Dalam kitab Ahkamul-Mawaarits fil-Fiqhil-Islami disebutkan : ّ‫ََند انهعان ٌُ انرِ يُند عهّ فساش شَجيت صحيحت َوفي انصَج وسبً مىً َحكم انقاضّ بىف‬ ‫وسبت مه انصَج بعد َقع انهعان بيه انصَجيه‬ “Anak Li‟an adalah anak yang dilahirkan dari hubungan suami-isteri yang sah. setelah suamiisteri itu diambil sumpahnya (li‟an). sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk 4 Amir Syarifuddin.yang dikandung oleh wanita tersebut adalah anak dari suaminya. (Sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya. dan pengakuan seseorang atas anak tersebut tidak dapat diterima. jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah.

405 . yaitu firman Allah SWT : ِ ِ َ َِِ‫والَّذين يَرمون الْمحصنَات ثُم لَم يَأْتُوا بِأَربَعة شهداء فَاجلِدوهم ثَمانِين جلْدةً وال تَقبَ لُوا لَهم شهادةً أَبَدا وأُول‬ ْ َ َ َ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ َ ُ َِ ْ َ َ ً َ ََ ْ ُ َ ْ ُ َ ُْ َ َ ْ َّ 4 ‫هم الْفاسقون‬ ُِ َ ُُ "Orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi. jika aku menghadirkan mereka. hlm. wahai Rasulullah. seandainya aku menemukan pergelangan tangan (istri) diperkosa. "Wahai Rasulullah. karena cemburunya yang demikian besar itu. Mereka itulah orang-orang yang fasik. wahai Rasulullah? (maksudnya adalah apakah solusinya hanya seperti yang tertera pada surat An-Nuur ayat 4 diatas). dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar. "Dia adalah manusia paling besar cemburunya. Demi Allah." Tidak berselang lama setelah kejadian itu. "Apakah hanya seperti ini. Rasulullah mendapat contoh langsung dari peristiwa Hilal bin Umayyah. 404 ."7 Kemudian Sa'ad berkata. wahai kaum Anshar?" Mereka menjawab. dapat dibaca di Komite Fakultas Syari’ah Universitas Al Azhar. Op Cit. aku mendapati istriku bersama seorang laki-laki. dia hanya menikah satu kali dengan perempuan perawan dan dia tidak pernah mencerai istrinya." 5 6 HaditsWeb Kumpulan dan Refrensi belajar Hadits (Al Qur'an dan Terjemahannya) HaditsWeb Kumpulan dan Refrensi belajar Hadits (Al Qur'an dan Terjemahannya) 7 Dapat dibaca di Komite Fakultas Syari’ah Universitas Al Azhar. Pagi itu juga. dan tidak boleh mengusirnya sampai aku dapat menghadirkan empat orang saksi. "Demi Allah." (an-Nuur [24]: 6-9)5 Sebab turunnya ayat ini dan kekhususan hukum li'an kepada dua suami istri adalah firman Allah yang menyebutkan tentang sanksi orang yang menuduh wanita mukminah. kemarin. Kesaksian Hilal pun tidak dapat diterima oleh kaum muslimin. "Sekarang. Dia melihat dan mendengarnya sendiri." (an-Nuur [24]: 4)6 Sehubungan dengan permasalahan di atas. dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Sa'ad bin Ubadah selaku sesepuh orang Anshar berkata. tidak boleh membentak. aku tidak boleh berbuat apa-apa. Demi Allah." Mendengar cerita itu. Rasulullah SAW bersabda. pastilah pemerkosa itu telah memuaskan nafsunya. Hilal menemui Rasulullah SAW dan berkata. Dia lelaki paling berani menikahi perempuan perawan.orang-orang yang dusta. Rasulullah tidak senang dan marah. Namun. ketika Hilal bin Umayyah kembali dari kampung halamannya. maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera. dan aku juga yakin ayat itu dari Allah.405 8 Rasul mengira Hilal menuduh isterinya. dia mendapati istrinya bersama seorang laki-laki. pada suatu sore. 404 . aku yakin firman Allah itu benar. Aku melihat dan mendengarnya sendiri.8 Sa'ad bin Ubadah berkata. dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. ketika aku pulang di sore hari. "Apakah kalian mendengar apa yang diucapkan oleh sesepuh kalian. namun dia tidak membentak atau mengusirnya sampai waktu pagi tiba. aku hanya merasa heran. Op Cit. hlm.

" Demikianlah asbabun nuzul turunnya ayat 6 – 9 dari surat An Nuur di atas. di antaranya Hasan dan Ibnu Sirin. Sebagian orang berkata. Addys Aldizar. Sumber : Komite Fakultas Syariah Universitas Al Azhar. "Ya Rasulullah. 2011 (cetakan ketiga). "Jika Anda ingin mengetahui ashabah anak li'an.1 Pendapat Pertama Ibu dapat mewarisi bagian tetap. lihatlah ashabah ibunya kalau ibunya wafat. Itulah yang menjadi ashabah anak li'an. menurut mereka yang berpendapat adanya pengembalian (ar-radd). Berdasarkan pendapat ini. Mesir. dan H." Pendapat Ketiga Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa ashabah anak li'an dan anak yang lahir karena perbuatan zina adalah ibunya karena ibu bagi mereka sama seperti kedua orang tua. dan sisanya dikembalikan kepada mereka. Allah telah memberikan jalan keluar dan kelapangan. Allah akan memberikan jalan keluar untukku. Pendapat ini juga disampaikan oleh beberapa tabi'in.." Kemudian Hilal berkata kembali. H. Fathurrahman. Malik. sesungguhnya. namun saat itu wahyu turun. anak itu tidak bisa mewarisi dari . Ashabahnya adalah mereka yang menjadi ashabah ibunya atau mereka yang mewarisi dari ibunya. yakni ayah dan ibu. Rasulullah SAW bersabda. "Bergembiralah. "Aku berharap.Hilal berkata. Lc." Hilal menyahut. Allah mengetahui bahwa aku berkata jujur." Demi Allah. ashabah-nya adalah mereka yang menjadi ashabah ibu. Jakarta : Senayan Abadi Publishing. itulah yang aku harapkan dari Tuhanku.4 Hak Waris Anak Zina dan Anak Li'an Para ulama fiqih berbeda pendapat tentang warisan untuk anak yang lahir karena perbuatan zina dan anak li'an. aku mengerti engkau marah karena cerita yang aku sampaikan. Secara umum. Hukum Waris. penerjemah. saudara ibu juga mewarisi bagian tetap. Setelah itu. hai Hilal. "Sungguh. Jika tidak ada ibu. 2. dan Syafi'i berpendapat bahwa anak tersebut dapat mewarisi dari ibu dan kerabat ibunya. Terjemahan dari : Ahkamul-Mawarits fil-Fiqhil-Islami 2. Ini adalah pendapat Zaid bin Tsabit dalam satu riwayat dari Ali R. sesuai dengan kaidah waris-mewarisi yang sudah diketahui. Rasulullah SAW ingin memberikan perintah agar Hilal didera. dan ibu serta kerabat ibunya pun dapat mewarisi darinya.4.A Pendapat Kedua Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa anak yang lahir karena perbuatan zina dan li'an dapat diwarisi dengan cara ashabah. yakni Surah An Nuur ayat : 6 – 9 tersebut. pendapat para ulama fiqih dapat dikelompokkan menjadi tiga pendapat sebagai berikut : Pendapat Pertama Abu Hanifah. Lc.

Pembagian tersebut dilakukan. dan ayah si mayit pun tidak mendapatkan apa-apa karena nasabnya terputus. dan ayahnya ibu. "Berikanlah bagian-bagian itu kepada yang berhak. Jika ada sisa. ayah.4. anak perempuan 1/2. seorang anak yang lahir karena perbuatan zina atau li'an wafat. tidak bisa mewarisi lebih dari 1/6. Ulama fiqih yang termasuk dalam kelompok pertama ini menjadikan hadits yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa'du sebagai dalil. 2. dan asy-Sya'bi. yang dinasabkan kepada ibunya. Contohnya. "Ibu mendapatkan bagiannya. dengan bagian yang telah ditetapkan Allah. pertamatama untuk ahli waris laki-laki yang terdekat. Dalam kasus ini. Pendapat ini juga dipegang oleh ulama-ulama besar dari kalangan tabi'in.. Jika si mayit mempunyai anak laki-laki atau istri. jika tidak ada orang lain selain ibu dan kerabatnya. demikian juga dengan saudara seibu. karena ia tidak dapat mewarisi ketika ada bersama pokok atau cabang yang mewarisi. kemudian untuk ashabah ibu secara berurutan." (Nail al-Authar. Ibnu Umar pun berpendapat serupa dengan pendapat kedua ini. dan saudara seibu." Hadits di atas mengharuskan warisan dibagikan kepada laki-laki yang paling dekat dengan anak li'an dari kerabat ibunya. Mujahid. setelah bagian ashhabul furudh diberikan. Hadits yang dijadikan dalil oleh para ulama yang berpendapat demikian adalah sabda Rasulullah SAW ketika menjawab pertanyaan mengenai hal ini. Sedangkan saudara seibu tidak mendapatkan apa-apa.Sunnah menetapkan bahwa anak li'an dapat mewarisi dari ibunya dan ibunya pun dapat mewarisi darinya. Hal ini disebabkan paman dari pihak ibu dan ayahnya ibu termasuk dalam kelompok dzawil arham. misalnya anak lakilaki atau istri si mayit. seperti 'Atha. mereka berhak mendapatkan warisan sesuai bagiannya dalam masalah waris-mewarisi. meninggalkan warisan berupa tanah seluas 90 hektare dan meninggalkan ahli waris : ibu. seluruh warisan hanya diberikan kepada ibu. ". dan tidak ada nash yang menyatakan bahwa ibu boleh mewarisi lebih dari 1/3. karena ia mendapat bagian tetap dan pengembalian (arradd). dan sisanya untuk anak perempuan tersebut. juz VI. jika seorang anak yang lahir karena perbuatan zina atau li'an wafat meninggalkan istri. "Ashabah-nya adalah ashabah ibunya. hlm.2 Pendapat Kedua Dalam satu riwayat dari Ibnu Mas'ud." Asy-Syaukani berkata ketika menjelaskan pendapat ini.. Jikalau nasab anak li'an berpindah dari ayahnya ." Hadits lain yang dijadikan sandaran oleh mereka adalah sabda Rasulullah SAW.184) Jumhur ulama juga mempunyai dalil yang menguatkan pendapat mereka bahwa waris-mewarisi harus sesuai dengan ketetapan nash. an-Nakha'i. paman dari pihak ibu. maka istri mendapatkan 1/8. anak perempuan.orang lain dan orang lain tidak bisa mewarisi darinya dengan cara ashabah senasab berdasarkan al-ukhuwwah atau al-umumah. Namun.

dan ibu mendapatkan seluruh sisanya. jika seorang anak li'an wafat meninggalkan istri. maka berpindah juga ashabahnya dari kerabat ayah kepada kerabat ibu. sebagaimana asal ketaatan itu untuk orang yang . ibu pun mewarisi dari anak li'an-nya dengan cara ashabah juga. Sebagai bukti. diterangkan bahwa ashabah anak li'an dan anak yang lahir karena perbuatan zina adalah mereka yang menjadi ashabah ibunya. maka istri mendapatkan 1/8 yang menjadi bagian tetapnya (fardh). karena memang asal nasab itu dari ayah. sang ibu akan mengambil seluruh harta warisan anak li'an dan anak yang lahir karena perbuatan zina. Ibnu Abbas pernah berkata. tampaklah bagi kita bahwa pendapat ketiga lebih kuat dan dapat diterima. meninggalkan saudara perempuan seibu dan anak laki-laki dari saudara perempuan seibu. ibu." (HR Abu Daud. maka ibu mendapatkan bagian 1/3 dan paman dari pihak ibu mendapatkan 2/3 sebagai ashabah. Pada pendapat kedua. menerima mereka yang menjadi ashabah ibunya sebagai ashabah anak li'an dan anak yang lahir karena perbuatan zina. Kalau sang ibu hidup. Jika ia wafat. anak perempuan mendapatkan 1/2 sebagai bagian tetap.3 Pendapat Ketiga Terdapat perbedaan pendapat antara mazhab ini dengan mazhab sebelumnya. Cara pembagian yang demikian sesuai dengan dua pendapat tersebut. jika seorang anak yang lahir karena perbuatan zina atau li'an wafat meninggalkan istri. dan Ibnu Majah) Kalau ibu mewarisi dari budak yang dimerdekakannya dengan cara ashabah. meninggalkan ibu dan paman dari pihak ibu." Dengan demikian. Jika seorang anak li‟an wafat. dia dapat mengambil bagian tetapnya (fardh) dan sisanya diambil oleh ashabah ibunya. sebagai bagian tetap dan sekaligus sebagai ashabah. Dalil yang dipergunakan oleh para ulama yang pendapat seperti ini adalah sabda Rasulullah SAW. dan saudara perempuan seibu. maka saudara perempuan seibu mendapatkan 1/6 dan anak laki-laki dari saudara perempuan seibu mendapatkan sisa sebagai ashabah. Apabila nasab dari pihak ayah terputus. "Perempuan menguasai tiga warisan. dengan syarat ibunya tidak ada atau meninggal. maka secara otomatis seluruh nasabnya berpindah ke ibu. Sedangkan pendapat yang ketiga ini. anak perempuan dan saudara seibu. Setelah kita memaparkan beberapa pendapat ulama fiqih di atas.kepada ibunya. Berdasarkan pendapat mazhab ini. karena ibu sama derajatnya dengan ayah dan ibu si anak li'an. dan saudara seibu mendapatkan sisa sebagai ashabah. atau dengan kata lain. dan warisan anak li'an-nya. warisan budak yang dimerdekakannya. Turmudzi. maka istri mendapatkan 1/4 sebagai bagian tetap. "Ibu anak li'an adalah ayah dan ibunya. barang yang ditemukannya. ibulah yang menjadi ashabahnya. 2.4. Jika ibu ada. istri mendapatkan 1/4 sebagai bagian tetap dan saudara perempuan mendapatkan sisa sebagai ashabah dan bagian tetap. an-Nasa'i. Apabila ibu tidak ada.

dengan meninggalkan ayah dan ibunya yang tidak diakui 9 Komite Fakultas Syari’ah Universitas Al Azhar. dan jika ada sisa. Op Cit. Maka. yang terkadang dapat mewarisi bagian tetap dan terkadang mewarisi bagian ashabah.memerdekakan ayah. Seperti pada anak zina dan anak li‟an. maka dia mewarisi ibunya. sebagaimana ayahnya tidak mewarisinya. Imam Ahmad bin Hambal dan Ishaq bin Rahawaih. Syara‟ telah menetapkan bahwa keduadua anak ini dibangsakan kepada ibunya dan tidak diakui hubungan darahnya dengan si ayah. Maryam pun berasal dari anak cucu Ibrahim. bagaimana dengan riwayat dari Sahl yang menjelaskan bahwa Sunnah yang berlaku adalah anak yang lahir karena perbuatan zina dan li'an dapat mewarisi dari ibunya dan ibunya dapat mewarisi darinya sesuai bagian yang telah ditetapkan Allah?' Kita jawab.” Dalam Islam. Oleh karena anak zina itu diakui hubungan darahnya dengan ibunya. 1997. maka dia tidak mewarisi ayahnya dan tidak pula seseorang kerabat ayah. Dalam „urf modern dinamakan wa‟ad ghairu syar‟i (anak yang tidak diakui agama). ialah hubungan darah dengan ibu saja tidak dengan bapak. tidak menggugurkan bagian yang telah ditetapkan Allah. ibu anak itu seperti ayah. 288 dalam Pasnelyza Karani 10 . yaitu hubungan darah. maka di mewarisi ibu bapaknya dan ibu bapaknya mewarisinya selama tak ada suatu penghalang pusaka dan selama syarat-syarat pusaka telah cukup sempurna. Oleh karena anak zina. kalau ayah budak. ia dapat mengambilnya dengan cara ashabah. Ketaatan dapat kembali berpindah ke ayah sebagai asal. dan tak dapat seseorang dipandang mempunyai hubungan darah dengan ayah saja tanpa dipandang ibu. sebagaimana di mewarisi kerabat-kerabat ibunya.10 Yang dapat dipandang ada. tidak diakui hubungan darah dengan ayahnya. 'Kita terima itu karena ketika ibu menjadi ashabah. Mazhab ini merupakan mazhab Abdullah ibnu Mas'ud. Jika ada yang bertanya. Lantaran tak ada sebab saling mempusakai antara keduanya. hlm.410 Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Al-Qur'an telah menunjukkan dengan isyarat yang sangat indah dan halus. Allah menjadikan Isa dari anak-cucu Ibrahim lewat perantara Maryam.5 Status Hak Waris Anak Zina dan Li’an dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 186 Kompilasi Hukum Islam (KHI) menyebutkan : “Anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan saling mewaris dengan ibunya dan keluarga dari pihak ibunya. hlm. Semarang. Ibu pasti mengambil bagian tetap-nya. demikian pula sebaliknya.'”9 2. jika ayah dimerdekakan setelah ketaatan pindah ke ibu. 'Kemudian. baik lelaki ataupun perempuan. tidak ada hubungan kekerabatan antara anak itu dengan ayahnya. apabila seseorang telah terang ada hubungan darahnya dengan ibu bapaknya. Sesungguhnya. ibunya. Oleh karenanya. apabila meninggal seorang anak yang diakui agama. 406 . “Berdasarkan pendapat di atas. Ibnul Qayyim berkata. Fiqh Mawaris. Sebagaimana ayahnya dinamakan ayah ghairu syar‟i. Penerbit Pustaka Rizki Putra.

Demikian pula terhadap anak li‟an. karena itu ia mendapat pusaka dari ibunya dan dari kerabatkerabat ibunya. . Hukum anak li‟an dalam pusaka sama dengan anak zina. maka anak yang bukan syar‟i tidak menerima pusaka darinya. saudara lakilaki seibu dan saudara lelaki dari ayahnya yang tidak diakui agama.agama. maka semua harta peninggalan adalah untuk ibunya dan saudara seibu dengan jalan fardlu dan radd. Dan apabila ayah yang bukan syar‟i meninggal atau salah seorang kerabatnya. Dan jikalau dia meninggal dengan meninggalkan seorang ibu. apabila telah sempurna ucapan berli‟an antara suami isteri dihadapan pengadilan. bahwa tidak ada hubungan darah antara anak itu dengan ayahnya. maka semua harta peninggalannya untuk ibunya dengan jalan fardlu dan dengan jalan radd. maka hakim pun menetapkan mereka berpisah dan menghubungkan anak itu kepada ibunya serta menetapkan. atau meninggal salah seorang kerabat ibu. Dalam hal ini dipegang kaedah-kaedah umum terhadap pusaka. maka anak yang ghairu syar‟i itu menerima pusaka dari ibunya dan kerabat-kerabat ibunya. Apabila ibunya meninggal.

PENUTUP 3. sedangkan jika wanita tersebut memiliki suami atau dalam masa „iddah maka secara otomatis anak tersebut menjadi nasab dari suami ibunya. kiranya dapat diambil beberapa kesimpulan.1 Kesimpulan Dari pemaparan singkat di atas. Dapat disimpulkan pula bagaimana hukum pewarisan terhadap anak hasil perbuatan zina dan li‟an.III. . yakni mengenai nasab dari anak hasil perbuatan zina tersebut yang ia dinasabkan langsung kepada ibunya jika si wanita yang melakukan zina tersebut tidak memiliki suami atau dalam masa „iddah.

2010. Lc. Abdul. Fiqh Mawarits. 2011 (cetakan ketiga). Tesis dengan judul “Status Hak Waris Anak Luar Kawin Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI)”. Diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Magister Kenotariatan di Universitas Diponegoro. penerjemah. Lc. Zainuddin. Addys Aldizar. Hasbi Muhammad. Padang : IAINIB Press. 2008.DAFTAR PUSTAKA Al Qur‟an Al Kariem HaditsWeb Kumpulan dan Refrensi Belajar Hadits (Al Qur'an dan Terjemahannya) Alamsyah. Semarang : Undip Press. Brunei Darussalam. Permasalahan dalam Pelaksanaan Faraidh. Syarifuddin. Amir. 2008. Pelaksanaan Hukum Waris di Indonesia. Mesir. 2011. 1997. Jakarta : Sinar Grafika. dan H. Fathurrahman. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Jakarta : Penerbit Kencana Ash Shiddieqy. Komite Fakultas Syariah Universitas Al Azhar. Terjemahan dari : Ahkamul-Mawarits fil-Fiqhil-Islami Ali. Jakarta : Senayan Abadi Publishing. Amir. . Karani. Pasnelyza. Jabal Mhd. Manan. Sumber Pensyari‟atan Al-Mawarits. Syarifuddin.. Hukum Kewarisan Islam. Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. Hukum Waris. 1999. 2008. H. Semarang : Pustaka Rizki Putra.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful