MAKALAH

INTERPENSI PEMERINTAH PENANGGULANGAN KEMISKINAN

MATA KULIAH
EKONOMI POLITIK

DOSEN PEMBIMBING
Drs.Sulton M.Si

NAMA :
Handini Aprellia C.R (07311440)

FAKULTAS/JURUSAN :FKIP / PPKn SEMESTER VII UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO 2010/2011

1

Hormat kami Aprellia 2 . Tujuan kami buat menulis makalah ini adalah supaya kita lebih pro aktif dalam menyelesaikan makalah ini supaya kami sering rajin membaca.KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan Kehadirat Allah swt atas tugas tugas penulisan makalah Ekonomi Politik tentang Interpensi Pemerintah Dalam Penanggulangan Kemiskinan.!!. Sehingga kami bisa meringkas sebuah materi sehingga terbentuknya sebuah makalah ini. yang diberikan kepada para mahasiswa jurusan PKn Universitas Muhammadiyah Ponorogo. amin……………. Semoga bermanfaat. Penyusunan makalah ini kami maksudkan sebagai pelengkap bahan perkuliahan dari mata kuliah Ekonomi Politik. supaya para mahasiswa setelah mempelajari tentang pentingnya pendidikan dalam islam bisa menambah pengetahuan yang luas.

.3 Bab I... Kasus Interpensi....................................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar............................................................................................ Dampak Interpensi.................. Bentuk Interpensi........16 Penutup………………………………………………………18 3 .............4 Bab II.................................................2 Daftar Isi.10 Bab III..........................................................

Ada tiga potensi yang perlu diamati dari keluarga miskin yaitu : 4 .hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup. mengendalikan sumber daya dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya.agar kemiskinan di Indonesia dapat menurun diperlukan dukungan dan kerja sama dari pihak masyarakat dan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. pakaian. kemiskinan merupakan masalah global. Keluarga miskin adalah pelaku yang berperan sepenuhnya untuk menetapkan tujuan.BAB 1 KASUS INTERPENSI NEGARA Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga Negara. tempat berlindung dan air minum.

Berdasarkan realita bahwa Lebih dari 110 juta orang Indonesia hidup dengan penghasilan kurang dari U$ 2 per hari. peran dalam pelindungan dan peran dalam kemasyarakatan. gizi anak dan rendahnya mutu layanan pendidikan. terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan. • Kemampuan dalam menghadapi permasalahan dapat dilihat dari upaya yang dilakukan sebuah keluarga untuk menghindar dan mempertahankan diri dari tekanan ekonomi dan non ekonomi.Indonesia juga tidak mampu meningkatkan berbagai indicator utama pembangunan social dibandingkan dengan Negara-negara asia timur lainnya. contohnya dapat dilihat dari aspek pengeluaran keluarga. Jumlah ini sama dengan jumlah penduduk Malaysia.tingkat kematian ibu hamil di indonesi. layanan kesehatan dan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan. perluasan kesempatan kerja . kemempuan menjangkau tingkat pendidikan dasar formal yang ditamatkan dan kemampuan menjangkau perlindungan dasar. misalnya dua kali lebih tinggi dari tingkat kematian di Filipina dan lima kali lebih tinggi dari 5 . • Kemampuan dalam melakukan peran social akan dilihat dari kegiatan utama dalam mencari nafkah. Sebagian besar penduduk miskin di asia tenggara tinggal di Indonesia. Vietnam. Selain itu. tebatasnya kecukupan dan mutu pangan. dan kamboja digabungkan.• Kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Masalah Kemiskinan Di Indonesia Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk. layanan kesehatan. peran dalam bidang pendidikan.

• Lebih dari 840 juta orang dewasa.Vietnam. lebih dari 5 juta orang kehilangan tempat tinggal dan 37 juta yang menganggur. buta huruf. • Di negara maju lebih dari 100 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan. • Sejak 1960 tingkat kematian anak di negara berkembang telah dibelah dua. hidup kurang dari US $ 2 per hari • Lebih dari 800 juta orang tidak mendapatkan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Setengah populasi dunia. akses terhadap air bersih hampir dua kali lipat. dari 36% hampir 70% dan perluasan imunisasi dasar telah menyelamatkan kehidupan tiga juta anak-anak. tingkat kekurangan gizi mengalami penurunan oleh sepertiga. di antaranya 538000000 adalah perempuan. • Produk Domestik Bruto (PDB) dari 48 negara termiskin (yaitu seperempat dari negara-negara di dunia) adalah kurang dari kekayaan tiga orang terkaya dunia digabungkan. FAKTA : • • Hari Internasional Pemberantasan Kemiskinan adalah 17 Oktober. proporsi anakanak keluar dari sekolah dasar telah turun dari lebih dari setengah hingga kurang dari seperempat. 6 . hampir tiga miliar orang. Hampir setengah dari dari penduduk Indonesia tidak mempunyai akses yang cukup terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi.

anak balita dan ibu. Hal ini berkaitan dengan rendahnya daya beli. terbatasnya dan rendanya mutu layanan kesehatan hal ini mengakibatkan rendahnya daya tahan kesehatan masyarakat miskin untuk bekerja mencari nafkah. serta terbatasnya dan rendahnya mutu layanan pendidikan: 1.Pemecahan masalah kemiskinan memerlukan langkah-langkah dan program yang dirancang secara khusus dan terpadu oleh pemerintah dan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. terbatasnya kecukupan dan mutu pangan. Permasalahan kecukupan pangan antara lain terliht dari rendahnya asupan kalori penduduk miskin dan buruknya status gizi bayi. dan rendahnya kesehatan para ibu. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya pendidikan. 2.ada 3 masalah utama kemiskinan di Indonesia yaitu terbatasnya kecukupan dan mutu pangan. 3. terbatasnya kemampuan anak dari keluarga untuk tumbuh kembang. terbatasnya jumlah guru bermutu didaerah dan terbatasnya jumlah sekolah yang layak untuk proses belajar mengajar. Pendidikan formal belum dapat menjangkau secara merata seluruh 7 . terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan. Salah satu indicator dari terbatasnya akses layanan kesehatan adalah angka kematian bayi. dan kurangnya dukungan pemerintah bagi petani untuk memproduksi beras sedangkan masyarakat Indonesia sangat tergantung pada beras.000 kelahiran hidup. Data susenas(survai social ekonomi nasional) menunjukkan bahwa angka kematian bayi pada kelompok pengeluaran terendah masih diatas 50 per 1. Terbatasnya dan rendahnya mutu layanan pendidikan. terbatasnya sarana pendidikan. ketersediaan pangan yang tidk merata.

kurang tersedianya sarana yang dapat dipakai keluarga miskin secara layak misalnya puskesmas. Bank dunia mengidentifikasikan penyebab kemiskinan dari perspektif akses dari individu terhadap sejumlah asset yang penting dalam menunjang kehidupan. 4. Menagatsi kemiskinan di Indonesia melalui Dinamisasi Nexus Pertumbuhan Ekonomi dan perluasan lapangan kerja.tanah yang dapat dapat dikelola untuk bertani 2. Hal ini menyebabkan terjadi perbedaan masalah kesehatan . kemiskina adalah sebuah penyakit social yang lazim dialami oleh setiap Negara yang melaksanakan program pembangunannya. Ada beberapa factor penyebab kemiskinan antara lain : 1. wilayah Indonesia sangat luas sehingg sulit bagi pemerintah untuk menjangkau seluruh wilayah dengan perhatian yang sama. rendahnya minat masyarakat miskin untuk berjuang untuk mencapai haknya karena mereka kurang mendapat pengetahuan mengenai pentingnya memiliki pendidikan tinggi dan kesehatan yang baik.lapisan masyarakat sehingga terjadi perbedaan antara penduduk kaya dan penduduk miskin dalam masalah pendidikan.sekolah. kurangnya dukunga pemerintah dalam memberikan keahlian agar masyarakat miskin dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan yang layak. mutu pangan dan pendidikan antara wilayah perkotaan dengan wilayah yang tertinggal jauh dari perkotaan. 5. 3. kurangnya dukungan dari pemerintah sehingga keluarga miskin tidak dapat menjalani dan mendapatkan haknya atas pendidikan dan kesehatan yang layak dikarenakan biaya yang tinggi. yakni 8 .

Pada prinsipnya masalah kemiskinan merupakan focus utama yang harus diperhatikan oleh pemerintah.biasanya masyarakat miskin bertempat tinggal di pinggiran yang dimana kurang mendapatkan perhatian dari pemerintahan setempat. 9 . asset fisik(misalnya modal. asset alam (misalnya tanah pertanian atau lahan olahan).asset dasar kehidupan(misalnya kesehatan dan keterampilan/pengetahuan). Penanganan berbagai masalah memerlukan strategi penanggulangan kemiskinan yang jelas . hal yang pertama yang dilakukan pemerintahan baru adalah menyelesaikn dan mengadaptasikan rancangan strategi penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan.sarana produksi dan infrastruktur).supaya kemiskinan di Indonesia dapat berkurang.pemerintah jangan bersifat individual yang hanya mementingkan dirinya sendiri tapi dimana pemerintah juga harus mementingkan nasib rakyatnya. kemudian dapat dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan .ketiadaan akses dari satu atau lebih dari asset-aset diatas penyebab seseorang jatuh terjerembab kedalam kemiskinan. karena hampir 75% warga Indonesia adalah masyarakat miskin. asset keuangan(misanya kredit bank dan pinjaman)dan asset social(misalnya jaminan social dan hak-hak politik. apapun yang terjadi mereka juga berhak mendapat pengakuan dari Negara.

dan perlindungan sosial dasar. Bahkan. strategi penanggulangan kemiskinan harus berorientasi pada tahapan perkembangan sehingga untuk mempromosikan transformasi struktural yang akan menghasilkan pekerjaan yang layak kesempatan untuk semua. Pertama. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius kegunaan dari pendekatan terhadap kemiskinan pengurangan yang berfokus pada "orang miskin" yang diidentifikasi oleh sehari-ukuran dolar pemerintah. Penyediaan sarana dan prasarana untuk usaha. premi yang tinggi harus ditempatkan pada intervensi yang benar ketidaksetaraan dalam distribusi awal aset. Pelatihan keterampiln untuk menjalankan usaha. Kedua. Dari bentuk Administrasi:  Percepatan pelaksanaan pendaftaran warga yang miskin. Penasehat penataan hak kepemilikan dan sertifikasi lahan petani. Peningkatan pelayanan koperasi sebagai modal usaha Dari Bentuk Regulasi implikasi kebijakan tertentu dapat diekstraksi dari perspektif yang luas di dep rivation.BAB II BENTUK INTERPENSI 1. supaya cepat diatasi oleh pemerintah daerah.     2. Pendekatan meliputi lebih harus diadopsi terhadap penyediaan penting pelayanan sosial seperti perawatan kesehatan dasar dan pendidikan dasar. amanair dan sanitasi. Ada lebih untuk kemiskinan dari sekedar pendapatan tidak cukup. dalam 10 . proporsi yang lebih tinggi dari populasi sebagian besar negara akan dianggap hidup dalam kemiskinan jika aspek lain dari kekurangan dibawa ke ac menghitung. termasuk sumber daya manusia.

Untuk yang lain. dan semakin sedikit dilakukan dalam mengoreksi ketimpangan awal.secara egaliter dalam rangka mendorong pertumbuhan lebih inklusif. tingkat tinggiketidaksetaraan awal dan kepemilikan aset properti adalah indikator penting dari sosio-ekonomi sistem sosial dan ekonomi yang melekat dalam eksklusi. Namun. Oleh karena itu. Untuk satu. ketidaksetaraan awal yang tinggi seperti itu akan membatasi kemungkinan pro-kaum miskin pertumbuhan dalam sistem tersebut. semakin harus dicapai melalui proses pertumbuhan dalam rangka ulang Duce kemiskinan tetapi kemungkinan kemungkinan kurang ini bisa dicapai. pada lain. semakin lemah dampak menguntungkan dari setiap tingkat peningkatan ekonomi pertumbuhan pada masyarakat miskin. tampaknya ada penerimaan tentang pandangan bahwa kesenjangan awal baik struktural maupun ketidaksetaraan dalam proses pertumbuhan dapat ditangani. menunjukkan bahwa kondisi awal yang sangat penting. dan pertumbuhan inklusif proses kurang. dapat menyebabkan untuk lebih besar defisit Sejalan dalam kemampuan rumah tangga rentan terhadap memenuhi kebutuhan dasar mereka. Awal yang lebih besar derajat ketidaksetaraan dan pengecualian. Ini aspek kebijakan telah serius underemphasized dan koreksi yang panjang terlambat. ada beberapa kesulitan dengan strategi seperti itu. ketidaksetaraan awal yang lebih tinggi. Analisis Di satu sisi. sistem bias terhadap mengoreksi ketidakadilan juga 11 . itu didasarkan pada premis dari ketimpanganoff antara membatasi perdagangan (Dan eksklusi sosial) dan mempercepat pertumbuhan. pertumbuhan yang tidak merata telah datang dapat diterima karena dapat menyebabkan surplus fiskal yang kemudian dapat digunakan untuk redistribusi sekunder melalui proses pajak dan transfer berbagai penanggulangan kemiskinan. kebijakan redistribusi progresif akan menjadi lebih sulit untuk diterapkan. Semakin.

juga perbedaan antara indicator viduals dan kelompok telah menyebabkan pelaksanaan kebijakan menuntut kelompok dikecualikan tampilan sesuai dengan arus utama. pemikiran ekonomi konvensional telah mencanangkan program privatisasi-kebajikan tion dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan. Semua sering. dan Especially sosial kelompok. 3. tetapi yang harus ditangani. bahkan kemajuan dalam meningkatkan distribusi aset dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses ekonomi tidak mungkin memiliki hasil yang diinginkan dalam sehubungan dengan menghilangkan bias dan diskriminasi terhadap individu. fokus pada pengucilan sosial tidak akan efektif. sementara meninggalkan diskriminasi mendasari belum terselesaikan. Pri-vatization tidak selalu membawa keuntungan fiskal dan kadang menguras Pemerintah tas. Krisis finansial yang membuatnya mencolok jelas bahwa negara-negara berkembang yang paling 12 . Beberapa kebijakan integrasi sosial saat ini banyak dalam mode tampaknya mendorong sindrom ini. Dari bentuk Kontrol Financial Moneter Fiksal : Meningkatkan ketersediaan pembiayaan pertanian harus menjadi prioritas jika reformasi sektor keuangan diarahkan untuk mempromosikan inklusif pertumbuhan. Dalam keadaan seperti itu. Hasil gelombang privademokratisasi di negara-negara berkembang tantangan ini melihat pada beberapa bidang. berdasarkan identitas. Ini merupakan hal yang penting bagi perumusan kebijakan yang cenderung diabaikan. Argumen yang sama berlaku untuk lainnya kunci liberalisasi kebijakan seperti liberalisasi keuangan dan Glo keuangan balization.cenderung untuk menolak transfer redistributif di menguntungkan orang miskin. Privatisasi utilitas seperti air dan sanitasi dapat berbahaya bagi masyarakat miskin. Ketiga.

Ini menyoroti kebutuhan liberalisasi hati-hati dan lembaga regulasi yang diperlukan untuk mengamankan stabilitas keuangan. dan di mana kebijakan sosial yang datang untuk dipahami hanya sebagai koreksi atas konsekuensi yang tidak diinginkan dari proses pertumbuhan. khususnya India dan Cina. Mengatasi Pengurangan ketidaksetaraan perlu dipertimbangkan dalam merancang proses pembangunan ekonomi. pertimbangan telah memiliki harus diberikan untuk memenuhi kebutuhan 13 . bukan merupakan salah satu yang cukup. Dari Bentuk Tindakan Langsung Seperti tingkat kemiskinan tidak menurun hal itu telah menjadi jelas bahwa pertumbuhan ekonomi. hubungan kapal antara kebijakan ekonomi dan sosial tidak bisa menjadi salah satu di mana pertumbuhan diberikan keutamaan atas distribusi. Kebijakan sosial harus dilihat sebagai bagian penting dari proses transformative yang memberikan kontribusi baik untuk pertumbuhan dan ekuitas. Oleh karena itu. 4. tetapi juga dengan mempengaruhi sifat pertumbuhan. Ada juga kebutuhan untuk mempertimbangkan kembali efektivitas dan legitimasi berarti-diuji penargetan. telah dilindungi untuk sebagian yang signifikan dari negatif yang guncangan keluar modal asing. Pelajaran dari tiga dekade terakhir panggilan untuk kebijakan sosial untuk kembali menuju universalisme. ketidaksetaraan dan promoting inklusi sosial juga prasyarat. Sumber daya yang terbatas harus digunakan untuk kepentingan orang.finansial global. Hal ini perlu didasarkan tidak hanya pada prinsip keadilan sosial daripada prosedur administratif. tetapi juga dengan alasan pragmatis. Kedua teori ekonomi dan titik bukti empiris untuk hubungan yang lemah antara liberalisasi keuangan dan pertumbuhan ekonomi. sementara sering suatu kondisi yang diperlukan untuk pengurangan kemiskinan. Ini berkata. tidak hanya melalui menanggapi dengan koreksi.

yang paling rentan dalam kerangka kebijakan didasarkan pada universalisme. Ini akan merupakan strategi yang dirancang untuk merangsang pemulihan. mengintegrasikan ekonomi dan begitu kebijakan finansial yang dirancang untuk memastikan tercapainya pengembangan sumber daya manusia berpusat hasil. Kemiskinan bukanlah kondisi sekelompok individu tetap melainkan satu setiap orang yang beresiko mengalami di beberapa titik di mereka hidup. Memastikan bahwa dunia orang-orang sehat. Garis memisahkan dan non-miskin orang miskin menjadi kurang jelas dan kurang signifikan. Seperti pendekatan eksklusi sosial membuat jelas. segmen tertentu dari populasi menghadapi tantangan lebih besar dari seluruh masyarakat dalam mengatasi defisit dalam banyak dimensi. untuk memastikan bahwa manfaat mencapai populasi yang terpinggirkan. Dibandingkan dengan orang-orang miskin. Sebagai contoh. fasilitas di-off area yang lebih sering unggul daripada di daerah miskin. Anti-kemiskinan pengeluaran biasanya dianggap sebagai bagian dari konsumsi sosial 14 . Oleh karena itu. Jadi. pendekatan terhadap kemiskinan pengurangan harus perkembangan dan holistik. universal Program perlu mencakup upaya khusus. yang didukung oleh komitmen sumber daya. yang berperan dalam transfer antargenerasi kemiskinan. berpendidikan dan baik ditampung dan cukup makan adalah penting jika mereka ingin menjadi produktif dan berkontribusi untuk membuat pemulihan ekonomi menjadi kenyataan. Oleh karena itu. akan bijaksana untuk merumuskan kebijakan dan mengalokasikan sumber daya untuk memastikan dasar kesejahteraan semua orang-mengalami kemiskinan individu dan mereka yang berisiko mengalami hal itu. bahkan dengan akses universal pendidikan. si kaya biasanya juga lebih mampu manfaat tidak proporsional dari pelayanan sosial masyarakat bahkan jika mereka universal disediakan.

tion. Sebuah titik awal yang baik akan memerlukan perubahan perspektif yang dianut untuk mempertimbangkan masalah. Namun. 15 . diikuti dengan penilaian berbasis bukti saat ini kebijakan dan praktek dari yang untuk menarik pelajaran konstruktif untuk membimbing tindakan masa depan. objek kebijakan juga harus menciptakan kondisi yang konsumsi transformasi sosial seperti menjadi bentuk produktif sosial investasi pemerintah.

Ekonomi Nasional dan Sosial PBB (NESC) yang dilaksanakan review dari proses pemeriksaan kemiskinan pada tahun 2001 dan merekomendasikan sejumlah perbaikan. Perubahan nama berusaha untuk membuat jelas bahwa penilaian dampak kebijakan kemiskinan harus merupakan 16 . Kemiskinan Proofing. kini telah mengembangkan seperangkat pedoman baru untuk Kemiskinan Dampak. dengan maksud untuk pengurangan kemiskinan. menggambar sebagian besar pada review ini NESC dan pada proses konsultasi lebih lanjut. Pedoman untuk membantu departemen pemerintah dalam melaksanakan kemiskinan latihan pemeriksaan yang beredar pada tahun 1999. sebagai Dampak Kemiskinan sebelumnya dikenal. implementasi dan tahap review dalam kaitannya dengan dampak kemungkinan bahwa mereka akan mempunyai atau memiliki terhadap kemiskinan dan kesenjangan yang mungkin untuk memimpin untuk kemiskinan. pemerintah daerah dan Lembaga Negara menilai kebijakan dan program di desain. Sejak saat itu telah persyaratan di Buku Pegangan Kabinet yang Memo untuk pemerintah melibatkan proposal kebijakan yang signifikan "menunjukkan dengan jelas dampak usulan terhadap kelompok dalam kemiskinan atau berisiko jatuh ke dalam kemiskinan". Dinas Sosial Inklusi (OSI). diperkenalkan pada tahun 1998 sebagai hasil dari komitmen dalam Strategi AntiKemiskinan asli Nasional.BAB III DAMPAK INTERPENSI Dampak Kemiskinan Penilaian proses dimana departemen pemerintah.

daripada latihan yang terjadi setelah kebijakan telah diadopsi.3) pada tahun 1996. memburuknya kondisi sarana umum sehingga mengakibatkan 17 . Hal ini kemudian dimaksudkan bahwa pedoman akan diperkenalkan dalam pelayanan publik yang lebih luas. Pedoman baru sedang diperkenalkan awalnya di departemen-departemen pemerintah dan dapat dimodifikasi dalam terang pengalaman penggunaannya di daerah ini. Pedoman juga akan diperbarui dari waktu ke waktu dengan contoh-contoh baru atau belajar di bidang praktek terbaik. Komentar tentang pedoman sangat menyambut baik dan dapat dikirim ke Kantor Sosial Inklusi (OSI) di osi@welfare. Program pemerintah untuk menangani masalah kemiskinan telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari 54.5 juta (11. memburuknya pelayanan kesehatan dan pendidikan.1%) pada tahun 1976 menjadi 22.ie . Link juga diberikan ke template kemiskinan dampak penilaian yang akan memberikan bantuan dalam melaksanakan PIA dan juga beberapa pertanyaan yang sering diajukan pada PIA. namun berbagai hal yang terjadi di Indonesia membawa dampak negative bagi kehidupan masyarakat.2 juta (40. Berikut adalah link ke panduan revisi baru untuk Kemiskinan Dampak Penilaian dan laporan OSI dari proses revisi.bagian inheren dari proses pembuatan kebijakan. Ada juga link yang tersedia untuk pilihan contoh bekerja Kemiskinan Penjajakan Dampak dilakukan oleh berbagai departemen pemerintah. bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di aceh dan Sumatra utara pada akhir desember 2004 membawa dampak negative bagi kehidupan masyarakat yaitu melemahnya kegiatan ekonomi. seperti: krisis ekonomi sejak juli1997.

2 %) pada tahun 2004. PENUTUP Alhamdullillah puji syukur kehadirat Allah swt. Apa yang kami tulis ini semoga bisa menambah wawasan atau pengetahuan tentang Islam yang luas.. Apa yang kami buat ini semoga ada manfaatnya untuk kita semua.5 juta jiwa(24. 18 .bertambahnya jumlah penduduk miskin. atas hidayahnya kami penulis makalah Ekonomi Politik dapat mengerjakan tugas ini mulai awal sampai akhir penulisan dengan baik.amin…. namun perhitungan BPS (biro pusat statistic) jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 49. kami sebagai seorang mahasiswa harus mempunyai pengetahuan yang luas supaya tidak terjadinya kebodohan di Negara kita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful