HUKUM TATA NEGARA

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
Oleh : Erdytian Setyo F FAK : HUKUM NMP : 200912042

BAB I PENGERTIAN HUKUM TATA NEGARA

A. Pengertian Hukum tata Negara dalam arti luas meliputi : 1. Hukum tata usaha Negara/ hukum administrasi / hukum pemerintah 2. hukum tata Negara Hukum tata Negara dalam arti sempit, ialah Hukum tata Negara Jadi kesimpulan hukum tata Negara menurut para pakar adalah: Peraturan-peraturan yang mengatur organisasai Negara dari tingkat atas sampai bawah,sturktur,tugas&wewenang alat perlengkapan Negara hubungan antara perlengkapan tersebut secara hierarki maupun horizontal,wilayah Negara,kedudukan warganegara serta hakhak asasnya. B. HUBUNGAN HUKUM TATA NEGARA DENGAN ILMU LAIN
1.

Hubungan hukumk tataNegara dengan ilmu Negara • Segi sifat intinya dari segi itu ilmu Negara menitik beratkan pada teorinya sedangkan hukum tata Negara adalah pelaksanaannya. • Segi manfaat Ilmu Negara merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki pengertian-pengertian pokok dan sendi-sendi dasar teoritis yang bersifat umum untuk hukum tata Negara. Karenanya untuk mengerti hukum tata Negara harus terlebih dahulu memiliki pengetahuan secara umum tentang ilmu Negara. Dengan demikian ilmu Negara
2

dapat memberkan dasar teoritis untuk hukum tata Negara positif, da hukum tata Negara merupakan penerapan di dalam kenyataan bahan-bahan teoritis dari ilmu Negara.
2.

Hukum tata Negara dengan ilmu politik • Terbentuknya UU Terbentuknya UU diisi dengan kebijakan politik yang ditarik pada waktu penysunanya, kita perhatikan pembukaan UUD, disitu jelas akan mengetahui politik suatu Negara. Begitu pula dengan amandemen UUD 45 oleh MPR. • Retifikasi yang dilakukan DPR dalam pembentukan UU, rancangannya dipengaruhi oleh suara wakil rakyat yang ada dalam DPR, sedangkan DPR merupakan wakil dari organ-organ politik.

3. Hubungan hukum tata Negara dengan hukum administrasi Negara

Dikatakan berhubungan, karena hukum tata Negara dalam arti sempit adalah bagian dari hukum administrasi.

Hukum tata Negara dan hukum administrasi Negara ada perbedaan secara prinsipil ( asasi), karena kedua ilmu tersebut dapat dibagi secara tajam, baik sistematik maupun isinya (C.V.Vollenhoven, JHA. Logeman dan Stellinga)

Hukum tata Negara untuk mengetahui organisasi Negara serta badan lainya, sedangkan hokum administrasi Negara menghendaki bagaimana caranya Negara serta organ-organ melakukan tugas.

Hukum tata Negara dan hokum administrasi tidak ada perbedaan secara prinsipil , melainkan hanya pertimbangan manfaat saja (R. Kranenburg)

C. CARA PENDEKATAN DALAM HUKUM TATA NEGARA

1) Pendekatan yuridis formil, pada asas-asas hukum yang mendasari ketentuan peraturan . contohnya : perundangundangan tidak boleh menyimpang dari UUD 2) Pendekatan filosofi, Pada pandangan hidup bangsa. Contohnya: falsafah bangsa Indonesia adalah pancasila 3) Pendekatan sosiologis, Pada kemasyarakatan khususnya politis artinya ketentuan yang berlaku hakikatnya merupakan hasil keputusan politis. 4) Pendekatan historis, pada sudut pandang sejarah . contohnya kronologis pembuatan 45

4

BAB II SUMBER HUKUM TATA NEGARA INDONESIA A. Pengertian .

Sumber hukum formil meliputi : a. Keputusan hakim (yudisperdensi) e. Pancasila merupakan isi dari sumber tertib hokum. karena: a. yaitu merupakan ketentuan – ketentuan yang telah mempunyai bentuk formalitas. adalah sumber hokum yang dikenal dalam bentuknya. Pancasila disebut juga sebagai sumber hukum dalam arti materil. diperlukan jika akan menyediakan asal-usul hukum dan menentukan isi hokum.Sumber hukum adalah segala apa saja yang menimbulkan aturan-aturan yang menimbulkan peraturan yang bersifat memaksa dan memiliki sanksi yang tegas dan nyata. 1. Sumber hukum materil Adalah sumber hukum yang menentukan “isi” hukum. UU b. Kebiasaan dan adat c. Sumber hukum formil. artinya 6 . c. dengan kata lain sumber hukum yang penting bagi pakar hokum. Sumber hukum tata Negara di Indonesia adalah: segala bentuk dan wujud peraturan hukum tentang ke tata negaraan yang beresensi dan bereksistensi di Indonesia dalam suatu system dan tata urutan yang telah di atur. Pendapat/ pandangan para ahli (dokrin) 2. Perjanjian antara Negara (traktat) d. Pancasila merupakanjiwa dari setiap peraturan perUU atau semua hukum. Pancasila merupakan pandangan hidup dan falsafah Negara b.

UUD proklamasi Merupakan perwujudan dari tujuan proklamasi dan merupakan tujuan dari NKRI yang terdiri atas adanya pembukaan . yang terdiri dari pembukaan. Bubarkan konstituante 2.d. Adapun menifer sumber dari segala hokum bagi rakyat Indonesia meliputi : 1. Adanya dekrit ini dikarenakan pemerintahan masa itu yang menganut system liberal yang bertentangan dengan dasar dari pancasila yang menganut system demokrasi terpimpin. hukumnya bersumber pada dukungan rakyat Republik Idonesia. Dekrit presiden 1959 Merupakan sumber bagi berlakunya kembali UUD 45. kesadaran dan cirta-cita hukum serta moral yang meliputi suasana kejiwaan dan watak dari rakyat Negara Indonesia. Dalam masa ini lahirlah piagam Jakarta (22 juli 1945). Kembali ke UUD 45 dan tidak berlakunya UUD S 50 3. Adapun isi dari dekrit itu ialah: 1. batang tubuh UUD 45 4. yang dikeluarkan berdasarkan hokum darurat Negara. Bahwa pancasila adalah pandangan hidup. batang tubuh serta peraturan peralihan UUD 45 Pasal III 2. Pembentukan MPRS dan DPRS 3. Surat perintah 11 maret 1996 ( super semar ) keluarnya super semar ini karena adanya penyimpangan dan penyelewengan jiwa dan ketentuan UUD 45 yang berlandaskan ideal dan stuktural revolusi Indonesia . Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 Dilahirkan UUD45 sebagai dasar tertulis.

B. adalah piagam dasar (UUD) yaitu dokumen lengkap mengenai peraturan dasar Negara misalnya UUD RI 1945. 2. pembubaran pki dan ormas-ormasnya dan Pengamanan beberapa mentri pada 18 maret 1966. mengatur atau memerintah Negara. tindakan yang dilakukan atas keluarnya supersemar ini adalah.sejak berlakunya kenbali pada tanggal 5 juli 1959. Dalam arti sempit . PEMBAGIAN DAN KLASIFIKASI KONSTITUSI 1. Jadi konstitusi dalam arti luas. BAB III konstitusi A. Pengertian Konsititusi adalah keseluruhan system ketata negaraan suatu Negara. Konstitusi absolute ( absolute begrif der verfassung ) Konstitusi relative ( relative begrif der verfassung ) 8 . konstitusi USA1787. Adalah keseluruhan dasar atau hkum dasar yang tertulis atau pun tidak ataupn campuran. yaitu berupa kumpulan peraturan yang membentuk .

Konstitusi absolute. contohnya bendera sebagai lambing Negara • Konstitusi sebagai system tertutup dari norma hokum. 4. Nilai konstitusi . Konstitusi dalam arti positif Adalah putusan yang tertinggi berhubungan dengan pembuatan UUD yang menentukan nasib seluruh rakyatnya. Konstitusi ini di bagi kedalam: • Konstitusi sebagai tuntutan dari golongan borjuis liberal • Konstitusi sebagai arti rormal tertulis ( berhubungan supaya hak-hak tidak dilanggar oleh pengasa) 3. C. jadi konstitusi adalah norma dasar sebagai sumber hokum bagi norma lainnya. Yaitu proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945 4. 2. bersifat abstrak dan fungsional . Konstitusi dalam arti ideal Adalah konstitusi yang berisi jaminan bagi rakyatnya agar hak-haknya dilindungi. Konstitusi positif Konstitusi ideal ( positive begrif der verfassung ) ( ideal begrif der verfassung ) 1.3. Konstitusi dalam arti relative Adalah konstitusi untuk golongan tertentu. dibagi dalam : • Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang nyata yang mencangkp bangunan hokum • Konstitusi sebagai bentuk Negara dalam arti keseluruhan ( bentuk Negara demokrasi ) • Konstitusi sebagai factor integritas.

Contohnya.1. D. Tertulis dan tidak tertulis 10 . karena dapat dengan mudah menyesuaikan diri • Diumumkan dan di ubah dengan cara yang sama seperti UU Menurut MOH. Flexible ( flexsible conctitution ) dan rigid ( rigid concituation ) dikatakan flexible jika memiliki ciri: • Elastic. UUD 45 Materil adalah konsyitusi yang dilihat dari segi isinya 2. Formil dan materil Formil adalah konstitusi yang tertulis dalam suatu ketata negaraan. Contohnya.cara mengubah konstitusi -Apakah konstitusi mudah atau tidak mengikuti zaman ( dinamis) 3. Sifat konstitusi 1. 2. KUSNARDI dan HARMAILY IBRAHIM dikatakan flexsible dan rigid : . adanya batasan masa berlakunya suatu konstitusi. Nilai sematik. Nilai nominal. PPKI 3. UUD 45 masa orde baru hanyalah di gunakan untuk alat pemuas penguasa . konstitusi ini dapat berfungsi atau bermakna jika telah berbentuk naskah tertulis dan diundangkan. Nilai normatif. konstitusi hanya sekedar istilah. di dapat jika penerimaan segenap rakyat suatu Negara oleh konstitusi benar-benar secara murni dan konsekwen. tidak di jalankan secara sungguhsungguh. Contohnya.

2. c. Dalam siding perubahan konstitusi harus di hadiri oleh minimal 2/3 atau 2/4 dari jumlah anggota dan perubahan konstitusi dianggap sah jika usulan perubahan di stujui oleh suara terbanyak ( 2/3). Strong a. Pendapatnya berupa : referendum. Dengan konversi ketata negaraan Terjadi jika untuk merubah konstitusi harus adanya badan khusus. Contohnya : referendum di prancis. lembaga perwakilan rakyat di bubarkan. Perubahan konstitusi 1. Oleh rakyat melalui referendum Perubahan konstituante dengan pendapat langsung dari rakyat. d.E. Kekuasaan legislative Perubahan konstitusi dengan cara ini dilakukan dengan syarat : 1.Perubahan konstitusi. sah jika di setujui oleh 2/3 dari anggotanya. F. b. Contohnya untuk merubah UUD 50. Oleh Negara bagian Terjadi hanya pada Negara federal karena pembentukan Negara federan dilakukan oleh Negara –negara yang membentuknya dan kostitusi adalah bentuk perjanian. lalu diadakan pemilu yang baru dan lembaga perwakilan rakyat yang baru ( sebagai konstituante ) yang melakukan perubahan konstitusi. Untuk melakukan perubahan DPR dan MPR melakukan siding gabungan. dibentuk majelis perubahan UUD. Sebelum perubahan dilakukan. . plebisit dan popular vote. menurut C. 3.

Menurut K.e. perubahan konstitusi melalui 4 cara : 1. di dalam masa berdirinya badan ini dapat menghasilkan rancangan UUD (16 juli 1945) .PPKI terbentuk pada tanggal 9 angustus 1945. Some primary forces ( dengan orang-orang yang berpengaruh ) 2.Sidang I ( 18 agustus 1945 ) 12 . formal amendement ( sesuai UU) 3.Lahirnya bangsa Indonesia diawali dengan didirikanya BPPK pada tanggal 29 april 1945.Lahirnya pemerinatahan indoensia .C W heare. Arti proklamasi kemerdekaan Indonesia : . Proklamasi kemerdekaan Indonesia 1.Puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan . 2. pada masa terbentuknya PPKI menghasilkan : 1. iudicial interpretation ( penafsiran hokum ) 4.Titik tolak dari pada pelakasanaan amanat penderitaan rakyat. usage and custom ( kebiasaan dan adat istiadat kenegaraan ) BAB IV SEJARAH HUKUM TATA NEGARA DI INDONESIA A.lahirnya Negara kesatuan .

Periode 17 agustus 1945 .•Pembentukan UUD 45 •UUD 45 •Memilih soekarno sebagai presiden dan mohamat hatta sebagai wakil presiden •Adanya komte nasional. sebagai pembantu presiden 2.Sidang II ( 19 agustus 1945) •Pembentukan 12 departemen pemerinatahan •Pembagian wilayah Indonesia ke dalam 8 propinsi dan adanya kebijakan daerah 3.  Wewenang MPR : •Menetapkan UUD dan GBHN •Memilih dan mengangkat presiden •Mengubah UUD  Wewenang presiden • • Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR Presiden tidak dapat membubarkan DPR Perubahan praktek ketata negaraan meliputi : • Presiden dan wapres di pilih oleh PPKI .Adanya pembentukan batang tubuh dan penjelasan resmi UUD 45 B.Sejarah perkembangan ketatanegaraan Indonesia 1.27 desember 1949 Pada periode ini yang berdaulat adalah rakyat dengan di wakili oleh MPR.

menentukan UU tentang urusan pemerintah Dalam menjalankan tugas KNP digantikan oleh sebuah badan yang bertanggung jawab kepada KNIP 2.• • • • Sistem presidensil lalu berubah lagi menjadi system multi partai KNIP ikut menentukan GBHN dengan presiden KNIP dengan presiden. •Presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala Negara •DPR gotong royong 14 . Periode 27 desember – 17 agustus 1950 Dalam masa periode ini dapat terbentuknya : • • • • • Adanya KMB Adanya piagam penyerahan kedaulatan Status UNI Persetujuan perpindahan Terbentuknya RIS 3. Masa 5 juli 1959 – 11 maret 1966 4. Periode 17 agustus 1950 – 5 juli 1959 • • • Adanya UUD RIS Presiden sebagai kepala tertinggi baik dalam Negara maupun dalam hal pemerintahan Adanya dekrit presiden Periode 5 juli 1959 – sekarang a.

•Adanya MPRS •Adanya DPAS •Kembali pada UUD 445 • Adanya surat 11 maret 1966 ( supersemar) yang berisikan : .bubarkan ormas PKI . Masa 11 Maret 1996 – oktober 1999 • Zaman orde baru. b.turunkan harga. banyaknya terjadi praktek KKN • Transisi menuju demokrasi c. . Masa 11 maret – sekarang •Zaman reformasi •Lahirnya amandement 45 •Adanya peraturan dasar hokum pemilu •Adanya Perlindungan HAM .kembali pada UUD 45.

Negara kerajaan ( monarchie ). susunan dan tata tertib Negara. kedudukan masing-masing organ dalam kekuasaan Negara “melukiskan bekerjanya organ tertinggi”. System absolute. B. organ tertinggi dalam Negara. contohnya: raja pilip II di spanyol 16 .BAB V BENTUK DAN SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA A. pengertian Bentuk Negara menggambarkan dasar – dasar Negara. dengan system antara lain : a. Bentuk – bentuk Negara 1.

System kostitusional ( parlement “DPR”). romawi kuno b. Aristokrasi ( oligarki ) Pemegang kekuasaan dipimpin oleh golongan berkuasa. Demokrasi. Dengan system antara lain : Negara yang dipilih dengan masa jabatan 4 – 5 a. Negara republic. System parlementer. Demokrasi langsung b. dimana diseluruh Negara yang berkuasa hanyalah suatu pemerintah. System terbatas . berdasarakan atas pandangan autoriteit Negara. contohnya: yunani. ialah suatu Negara dengan pemerintahan yang pimpinan tertinggi ditangan rakyat a. . Demokrasi tak langsung 5. System referendum ( rakyat secara langsung ).b. bangsawan 4. D. Autokrasi Suatu Negara yang autokrasi terpimpin (autroritaren fuhrerstaata/ autoritihre) dipimpin oleh kekuasaan Negara. Negara kesatuan ( unisetarisme ). contohnya: kerajaan belanda 2. ialah negara pemerintahan rakyat yang dikepalai dengan kepala tahun.Susunan pemerintahan 1. contohnya : inggris c. contohnya : Indonesia c. negara yang bersusunan tunggal Ialah Negara yang merdeka dan berdaulat. System presidensil. contohnya: Indonesia 3.

perwakilan 4. Serikat Negara b. Negara uni. yaitu .proktorat internasional d. Negara kesatuan desentralisasi Dimana kepada daerah-daerah diberikan kesempatan dan kekuasaan untuk mengurus daerahnya.Macam-macam Negara kesatuan : a. Perserikatan Negara-negara Negra atau gabungan Negara-negara atau bentuk kenegaraan atara lain: a. yaitu .uni riil ( reele unie ) c. Contohnya : RI dengan daerah swatantra.Uni personil ( personele unie ) . Negara serikat (federasi). PBB 18 . budesstaat. Negara yang berursusunan jamak 3. koloni e. Negara kesatuan sentralistik Dimana segala urusan diatur oleh pemerintah pusat.protektorat colonial . mandate f. Contohnya : jerman di bawah kekuasaan hitler b. Negara di bawah pengawasan. 2.

dan akibatnya pemerintahan tidak stabil. Misalnya kerajaan inggris. pada system parlement dengan multi partai ( cabinet koalisi ) apabila terjadi mosi tidak percaya dari beberapa parpol. pertentangan antara eksekutif dan legislative bisa sewaktu-waktu terjadi menyebabkan cabinet harus mengundurkan diri. perancis dan belanda. latar belakang timbulnya timbul dari bentuk Negara monarchi yang kemudian mendapat pengaruh dari pertanggung jawaban menteri. persidensil a. seorang prsiden dapat pila membubarkan legislative 3. dominion E. c. kelemahan 1. 2. dengan mengiki\uti ajaran montersquieu dengan ajaran tiras politika. keuntungan penyelesaian antara pihak eksekutif dan legislative mudah dapat tercapai. Misalnya. latar belakang timbulnya timbul dari keinginan untuk melepaskan diri dari dominasi kekuasaan raja. sisten pemerintahan 1. b. sering terjadi pertukaran ( pergantia kabinet ) 2. Sehingga fungsi raja merupakan factor stabilitasis jika terjadi perselisihan antara eksekutif dan legistalif.5. keuntungan pemerintahan untuk jangka waktu yang ditentukan itu stabil . Negara USA timbul sebagai kebencian atas raja George II ( inggris) b. presidensil a. sebaliknya.

karena kurang pemting F.perbedaan yang timbul pada para pemilihan dapat mempengaruhi sikap dan pandangan lembaga itu berlainan. qualisi persidensil 4. menurut UUD 45 1. referendum a. untuk memilih presiden dilakukan oleh masa jabatan yang tidak sama. sehingga perbedaan. Bentuk Negara Indonesia adalah “republic” G. system pemerintahan Indonesia.presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat . b. kelemahan 1. menurut eksekutif bisa berbeda dari pendapat legislative. kemungkinan terjadi bahwa apa yang ditetapkan sebagai tujuan Negara.presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR 20 . system pemerintahan pra amandemen UUD 45 ialah system presidensil 2. Yaitu : a. dengan perubahan : . qualisi parlementer b.c. system pemerintahan pasca amandement UUD 45 ialah system presidensil. 3. 2. Referendum fakulatif yaitu jika persetujuan dari rakyat dilakukan terhadap UU biasa. karena sangat penting. referendum obligator yaitu jika keputusan rakyat mutlak harus diberikan dalam pembuatan suatu peraturan UU yang mengikat rakyat seluruhnya. pada system pemerintahan ini di bagi menjadi dua bagian. qualisi.

.

Negara hokum eropa continental Negaa hokum ini di pelopori oleh Kant dan Fichte. Konsep dasar Negara hokum Dewasa ini Negara hokum modern di bagi menjadi : a. sehingga sikap pemerintah menjasi pasif. Dalam paham ini menghendaki tidak adanya campur tangan pemerintah secara langsung terhadap penyelenggaraan kepentingan rakyat. 3. Adanya perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia 1. yang mengemukakan paham liberalism yang menentang kekuasaan absolute dari para raja. Contoh Negara yang menganut system ini adalah inggris. pemerintah hanya mengawasi dan bertindak apabila terjadi perselisihan antara anggota masyarakat dalam menyelenggarakan kepentinganya. artinya kekuasaan tertinggi dalam Negara ialah hokum 22 . b. Menurut Kantnegara hokum memuliki 4 unsur : 1.BAB VI KELEMBAGAAN NEGARA INDONESIA A. 3 unsur the rule of law : 1. Adanya supermasi hokum. 2. Adanya pemisahan kekuasaan dalam Negara Setiap tindakan Negara harus berdasarkan UU yang telah di buat sebelumnya Adanya peradilah administrasi yang berdiri sendiri untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.Negara hokum anglo saxon Negara yang menganut apa yang disebut dengan the rule of law / pemerintahan oleh hokum.

system demokrasi kedaulatan rakyat B .2. Perlindungan HAM c. Adanya paham konstitusi b.Legislative . asas pembagian kekuasaan Menurut Montesquieu pembagian kekuasaan di bagi dalam trichotomy/ tiras politica . Persamaan kedudukan di mata hokum 3. pemerintah berdasarkan UU . peradilan administrasi.Eksekutif . Negara hokum RI Negara dapat dikatakan Negara hokum jika memiliki 4 syarat :adanya pengakuan HAM. adanya pembagian kekuasaan. Indonesia sendiri menganut konsep hokum continental.Yudikatif Sedangkan di Indonesia itu tidak menganut pemisahan kekuasaan melainkan menganut pembagian kekuasaan sebagai berikut : . yang manganut asas rechlsstsst continental dan asas rule of low. Bukti Indonesia sebagai Negara hokum : penjelasan UUD 45 “ Indonesia adalan Negara yang berdasarkan hokum dan bukan Negara yang berdasarkan kekuasaan belaka” pasal 1 ayat 3 “ Negara Indonesia adalah Negara hokum” Jadi substansi tentang konsep Negara hokum adalah : a.

2. Pada dasarnya UUD 45 mengenal pembagian kekuasaan UUD 45 membagi menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai perUU Kekuasaan yudikatif dadalah badan yang bebas dari pengaruh kekuasaan eksekutif dan legislative C. struktur kelembagaan Negara setelah perubahan UUD 45 UUD 45 BPK MPR Presiden Wakil presiden Kekuasaan kehakiman DPD DPR MK MA 24 . Stuktur kelembagaan Negara a. 3. struktur kelembagaan sebelum perubahan UUD 45 MPR UUD 45 DPR Kekuasaan legislative BPK Kekuasaan eksekutif (inspektif) Presiden & wapres DPA Kekuasaan konsultan MA Kekuasaan kehakiman (legislative) b.1.

Lembaga legislative a.Memilih wapres dari 2 calon yang di ajukan presiden jika ada kekosongan wapres .mengubah dan menetapkan UUD . MPR • Jumlah anggota MPR 700 orang.Menetapkan GBHN .Memilih presiden dan wakilnya jika ada kekosongan jabatan .Memberhentikan prsiden dan wakilnya dalam masa jabatan menurut UUD .Membentuk UU . 135 DPD I. DPR • Berjumlahkan 500 orang anggota. terdiri dari 500 DPR.Nelantik presiden dan wakilnya .Menetapkan peratutan tata tertib dari kode etik MPR b. 65 utusan golongan • Tugas dan wewenang: . 38 orang ABRI • Tugas dan weweanang .1. 462 orang anggota partai politik hasil pemilu.

Hak angket.Setiap RUU di bahas oleh DPR dan presiden untuk mendapatkan persetujuan bersama. perjanian . jika RUU tidak mendapatkan persetujuan maka tidak dapat di ajukan pada siding DPR masa itu .Memperhatikan pemberian amnesi dan abolisi . membuat perdamaian . sebagai pengganti UU . DPD • Jumlah anggotanya 1/3 jumlah DPR • Tugas dan wewenang: . yaitu hak menyelidiki kebijakan pemerintah .Hak interpelasi.Mengajukan RUU tentang otonomi daerah kepada dpr .Pengankatan dan pemberhentian komisi yudisial . yaitu hak untuk meminta keterangan tentan kebijakan pemerintah . pendidikan dan agama 26 .Ikut membahas RUU tentang otonomi daerah .Menetapkan PerUU.Menyatakan perang..Pengankatan hakim agung .Memilih anggota BPK • Hak .Memberikan pertimbangan kepada DPR tentang RUU APBN dan RUU yang berkaiatan dengan pajak.Hak mengatakan pendapat c.

tinggal di NKRI. sebagai bahan pertimbangan kepada DPR tentang RUU.. yang berkaitan dengan APBN .Menerima hasil pemeriksaan keuangan dari BPK.Memilih wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan pemerintahan daerah terhadap rencana perjajian internasional daerah . belum menjadi presiden dan wakil presiedn selama 2 kali masa . terdaftar sebagai terpilih. tidak memiliki hutang. setia pada pancasila dan UUD dan cita-cita proklmasi .Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama antar daerah dndengan pihak ketiga yang membebani masyarakat daerah. ada riwayat hidup.Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah/ wakilnya kepada presiden melalui metri dalam negri bagi DPRD provinsi dan mentri dalam negri melalui gubernur bagi DPRD kabupaten/ kota .Mlakukan pengawasan dan meminta laporan KPUD dlam penyelenggaraan pemilu . Presiden • Syarat : . tidak sedang pailit. ada NPWP. tidak berbuat yang tercela. 2. bertakwa kepada tuhan. Lembaga ekekutif a. tidak berhianat kepada Negara.mampu secara jasmani dan rohani. tidak di cabut hak pilihnya.Membentuk panitia pengawasan pemilu daerah .Memberikan persetujuan terhadap pertanggung jawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah . telah di audit kekayaanya.WNI.

• Tugas dan wewenang: Memiliki keusaan legislative ( pasal 5ayat 1. pasal 13 ayat 1. bukan bekas PKI. tidak pernah di penjara lebih dari 3 tahun.Membantu presiden .2 dan 3. pasal 21 ayat 2. pasal 11 ayat 1. pasal 23 ayat 2) - Memiliki kekuasaan yudikatif Membentuk perpemerintahan Membentuk UU tentang peraturan lembaga tinggi Negara Berperan Sebagai kepala Negara ( pasal 10 . tidak pernah di penjara karena maker. Lembaga yudikatif a. pasal 22 ayat 1. pasal 16.periode. Mentri 3. pasal 12. Wakil presiden • Tugas dan wewenang: -membantu presiden dalam melakukan tugasnya .Melakukan pengawasan oprasional pembangunan dengan bantuan departemen c. pasal 15. MA • Berjumlah 60 orang 28 .minimal 30 th.Memperhatikan masalg tentang kesejahtraan rakyat . pasal 17 ayat 2 dan 1) b.

Menetapkan calon hakim agung .menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hokum .Memeriksa dan merumuskan permohonan PK . KY .Memutuskan sengketa kewarganegaraan .Menguji perUU .Memutuskan perselisihan tentang pemilu c.Mengajukan calon hakim agung ke DPR .Mengadili tingkay kasaki .Memberikan pertimbangan hokum kepada presiden dalam pemberian grasi dan rehabilitasi .Memutuskan pembubaran parpol . MK .Melakukan pendaftaran calon hakim agung . bersama-sama dengan presiden.Sebagai pengawas bagi penasehat hokum dan notasris. b.Melakukan seleksi terhadap calon hakim agung .Memutuskan permohonan kasasi .Menguji perUU .Melakukan pengawasan terhadap peradilan .Mengadili pada siding pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final .• Tugas dan wewenang: .

Memeriksa tanggung jawab tentang keuangan Negara .Memeriksa pelaksanaan APBN 30 . BPK .4. Lembaga eksaminatif a.

dengan alasan: a.VII PEMERINTAH DAERAH A. Pasal 29 ayat 2 UU no. asas sentralisasi dan asas desentralisasi (kebijakan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah ntuk menjalankan segala kegiatan yang berkaitan tentang daerah tersebut). permintaan sendiri 3. diberhentikan. Pendahuluan Dalam sisitem pemerintahan daerah di kenal adanya dua asas yaitu. mengenai alas an berhentinya kepala dan wakil daerah : 1. tidak dapat menjalankan tugas berturu-tururt selama kurun waktu 6 bulan c. tidak lagi memenuhi syarat sebagai kepala atau wakil kepala daerah . 32/2004. Meninggal dunia 2. berakhir masa jabatan dan telah di lantik pejabat baru b.

yaitu: 1. atau dapat juga dilakukan dengan cara di adakannya hak angket oleh anggota DPR.Tidak melaksanakan kewajiban sebagai kepala atau wakil kepala daerah 3.berakhir masa jabatan dan telah di lantik pejabat baru .Melanggar larangan bagi kepala atau wakil kepala daerah Pasal 157 UU no 32/2004 menyatakan APBN ini berasal dari tiga sumber pendapatan. Pemberhentian langsung oleh prsiden.meninggal. melanggar larangan bagi kepala atau wakil kepala daerah sedangkan cara pemberhentiannya. hasil pajak daerah 32 . 2. karena . tidak melaksanakan kewajiban sebagai kepala atau wakil kepala daerah f. Pemberhentian melalui pertimbangan MA.mengalami krisis kepercayaan public yang meluas Dalam pelaksanaanya jika ternyata terbukti sesuai dengan salah satu alasan dari pemberhentian di atas DPR merapatkannya lalu di umunkan hasil keputusannya. .Melanggar janji jabatan sebagai kepala atau wakil kepala daerah . Pemberhentian melalui keputusan DPR semata.tidak dapat menjalankan tugas berturu-tururt selama kurun waktu 6 bulan . . karena . karena .keputusan sendiri. melanggar janji jabatan sebagai kepala atau wakil kepala daerah e. dilakukan dengan cara: 1.d. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari: a.

Dana Perimbangan (Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentalisai) yang terdiri dari: a. Otonomi daerah berdasarkan UU no 22 th 1948 “ penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan UU no 22 th 1948. hasil retribusi daerah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan DLL yang sah 2. 2. dana bagi hasil b. dana alokasi umum c. yaitu: a.1 th 1945 “Komite nasional daerah menjasi badan perwakilan rakyat daerah. c. diserahkan semuanya kepada daerah ( hak otonom) . Otonomi daerah berdasarkan UU no. penyerahan penuh. dana alokasi khusus 3. yang bersama-sama dengan dan dipimpin oleh kepala daerah menjalankan pekerjaan mengatur pemerintahan pusat dan pemertintahan daerah yang lebih luas dari padanya”. Pendapatan daerah lainnya yang sah B. Pemerintah daerah dalam prespektif sejarah 1. daerah memiliki 2 macam kekuasaan yaitu otonomi dan tugas pembantuan. Kekuasaan yang diserahkan kepada pemerintah daerah dilakukan melalui 2 bentuk.b. d. artinya baik tentang asasnya (prinsip) maupun tentang caranya menjalankan kewajiban ( pekerjaan) yang diserahkan itu.

b. juga menjelaskan tujuan pemberian otonomi kepada daerah. Otonomi daerah berdasarkan UU no 18 th 1965 Asas desentralisasi yang berdasarkan system rumah tangga nyata 4. artinya penyerajan harusnya mengenai cara menjalankan saja. C. yaitu: a. memgungkinkan berlangsungnya penyelenggaraan pemerintah yang respontive b. Agar daerah yang bersangkutan dapat mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri Untuk meningkatkan adanya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintah dalam rangka pelayaran terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan c. menumbuhkan prakarsa 34 . Otonomi daerah berdasarkan UU no 22 th 1999 Merumuskan 3 ruang lingkup interaksi yang utama. yaitu terbentuknya peluang bagi pemerintag daerah mengembangkan kebijakan regional dan local untuk mengoptimalkan pendayagynaan potensi ekonomi daerah. bidang social.Pemerintah daerah menurut UU no. Memberikan wewenang kepada daerah untuk melaksanakan berbagai urusan pemerintahan sebagai urusan rumah tangganya 5. yaitu: a.b. bidang politik. Otonomi daerah berdasarkan UU no 5 th 1974 Penjelasan umum UU no 5 th 1974. yaitu menciptakan kemampuan masyarakat untuk merespon dinamika kehidupan disekitarnya. 32 tahun 2004 (pemda) Disahkan tanggal 15 oktober 2004. menggantikan UU no 22 tahun 1999 hal yang mendasar dalam pemda adalah mendorong untuk memberdayakan masyarakat.bidang ekonomi. yaitu sebagai sebuah proses untuk membentuk ruang bagi lahirnya kepala pemerintahan daerah yang dipilih secara demokratis. c. penyerahan tidak penuh. sedangkan prinsip-perinsipnya (asas) ditetapkan oleh pemerintah puast sendiri. 3.

Pemilihan kepala daerah Dalam pelaksanaan pelilihan kepala daerah dapat dilakukan dengan 2 macam cara.dan mengembangkan peran dan fungsi DPRD serta mekanisme pemilih kepala daerag yang lebih demokrastis. Asas-asas kewarganegaraan kriterium kelahiran naturalisasi . yaitu pemilihan secara langsung yang dilakukan oleh rakyat dan pemilihan tak langsung yang di laukan oleh DPRD. VIII KEWARGANEGARAAN A. -Orang asing. yaitu warga Negara asing yang tinggal di Negara tertentu -Pribumi. yaitu warga Negara yang telah menjasi warga Negara asing B. D. yaitu setiap orang yang memiliki ikatan hokum dengan pemerintah Negara tesebut. yaitu penduduk asli Negara tersebut -Warga Negara keturunan asing . Penghuni Negara -Warga Negara.

Kaula Negara belanda orang belanda b. 3. Naturalisasi ialah suatu cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan suatu negara 2. Kaulanegara bukan belanda tapi termasuk bumi putra 36 . Dwi kewarganegaraan (bipatride) Dapat terjadi jika negara orang tua si anak menganut system ius sanguinis dan si anak di lahirkan di Negara yang menganut system ius soli 2. Zaman belanda a. ius sanguinis adalah asa yang menetapkan seseorang mempunyai kewarganegaraan menurut kewarganegaraan “orang tua” tanpa dilihat dimana ia dilahirkan. Sejarah kewarganegaraan 1. ius soli adalah asas yang menetapkan seseorang mempunyai kewarganegaraan menurut tempat dimana ia dilahirkan C. Tanpa kewarganegaraan (apartude) Dapat terjadi jika si anak lahir di Negara penganur ius sanguinis dan Negara orang tuanya menganut ius sol D. Masalah kewarganegaraan 1.Ius Ius soli permohon an diberika Keterangan: 1.

Orang belanda yang tinggal di Indonesia minimal 6 bulan sebelum 27 desember 1949 b. bertempat kediaman dan kedudukan di WNI c. WNI dalam daerah Negara Indonesia b. seperti Cina dan india 2. Masalah kewarganegaraan asing Masalah lain dalam hubungan orang asing adalah tentang perkawinan campuran. Berdasarkan UU no 60 th 1958 a. Zaman proklamasi menurut UU no 3 tahun 1946 a.(B) a. di dalam wilayah Negara inodnesia Pasal 1 (A). Orang Indonesia asli c. Orang eropa dan timur asing 4.c. Dengan perbedaan hokum menyebabkan beberapa macam perkawinan campuran. Kaulanegara belanda bukan belanda. Orang yang asli dalam daerah Negara Indonesia b. Orang yang lahir. Anak yang lahir. yaitu: perkawinan antara dua orang berbeda kewarganegaraan. Orang peranakan yang lahir dan tinggal minimal 5 tahun berturut-turut dan berumur 21 tahun kecuali ia menyatakan keberatan menjadi WNI 3. Mereka yang memenuhi persyaratan dalam UU E. tapi bukan bumi putra. Mereka yang berdasarkan UU/ peraturan / perjanjan yang terlebih dahulu berlaku b. yaitu: . KMB a.

itali. Kesatuan hokum dalam keluarga ini tidak bertentangan dengan prinsip persamaan antara suami dan istri. Asas persamarataan Perkawinan sama sekali tidak mempengaruhi kewarganegaraan eseorang. belgia. Denmark. Perkawinan campur antara tempat (intrelocaal) Perkawinan antara orang –orang Indonesia asli dari masing-masing lingkungan adat yang berbeda.hal ini dilakukan supaya terdapat keadaan harmonis dalam keluarga diperlukan kesatuan yuridis maupun dalam jiwa perkawinan. Inggris. 38 . 2. misalnya orang minang dengan jawa 3. Perkawinan campur antara agama (interreligious) Berkaitan dengan status istri dalam perkawinan campuran. Israel. Negara yang menpergunakan asas ini di antaranya: Australia. dalam arti mereka masing-masing (suami-istri) bebas menentukan sikap dalam menentukan kewarganegaraan asal sekalipun sudah menjadi suami-istri. libanon dan lainnya. jerman. swedia dan birma. Canada. Negara yang mengikuti asas ini belanda. perancis. Asas mengikuti Sang istri mengikuti status suami baik pada waktu perkawinan dilangsungkan maupun kemudian setelah perkawianan berjalan. Perkawinan campur antara golongan (intergentil) Perkawinan antara 2 orang yang saling berbeda kewarganegaraan 2. yunani. terdapat 2 asas: 1. yaitu kesatuan lahir dan batin.1.

Sirkulasi elit politik .Untuk melaksanakan kedaulatan rakyat . Tujuan pemilu .Pembentukan legislative.Dalam rangka melakukan hak-hak asasi warga Negara .Pembentukan politik rakyat .Mengabsahkan kepemilikan politik .Pendidikan politik B. penguasa dan pemerintah . Fungsi pemilu .Melegitimasikan system politik .IX PEMILU A.Memungkinkan terjadinya peralihan pemerintah secara aman dan tertib .Membentuk konsep demokratisliberal .

Unsure pokok partisipasi politik di Negara demokrasi barat C. disesuaikan dengan persentasi jumlah suara yang diperoleh tiap-tiap partai politik itu. 3. Sistem pemilihan mechanis System yang mengutamakan individu sebagai pengenal hak pihak aktif dan memandang rakyat sebagai suatu masa individu yang masing-masing mengeluarkan satu suara dalam setiap pemilihan 2. Ciri-ciri pemilu -Diselenggarakan secara regular -Pilihan yang benar-benar berarti -Kebebasaan mengetahui dan mendiskusikan pilihan-pilihan -Hak pilih orang dewasa yang universal -Perlakuan yang sama dalam pemberian suara -Pendaftaran pemilih yang bebas -Penghitung dan pelapioran yang tepat D. System pemilu 1. System proposional System dimana persentasi kursi di badan perwakilan rakyat yang di bagi pada tiap-tiap partai politik. Pemilu dalam lintas sejarah 40 . System organic Pemilihan diselenggaarakan dan dopimpin oleh tiap-tiap persekutuan datau golongan hidup dalam lingkungan sendiri E..

maka jumlah sisa partai di bagi dengan kiesautient c. 100 anggota ABRI. partai di bagi dengan kiesautient b. System ini digunakan untuk memilih anggota DPR/DPRD. 360 hasil dari pemilu. System distrik berwakil banyak . derta tiap daerah karena calegnya berbeda. Pemilu berdasarkan UUD 45 Pemilu yang berdasarkan kebebasan. Pemilu 2004 a. Sedangkan daftar caleg terbuka artinya melalui pemilu. pemilih dapat menentukan secara langsung calon yang diinginkan. jika masih ada sisa kursi diberikan kepada parpol 3. 2. 75 orang golongan lain.1. kertas kuara yang akan dicoblos meliputi tanda gambar parpol dan nama caleg. System proposional dengan caleg terbuka System proposional merupakan system pemilu. tidak dipakai lagi karena anggota DPR diangkat khusus bagi anggota ABRI. jika ada partai yang stembus accord. Pembagian kursi pemilu : a. dimana jumlah kursi yang diperoleh suatu parpol peserta pemilu berbanding lurus dengan perolehan suatu parpol tersebut. Anggota DPR sendiri berjumlah 460 orang. Aapun caranya yaitu dengan memilih tanda gambar parpol dan nama calon anggota DPR/DPRD. Pada system pemilu ini dilaksanakan dalam 2 sistem terbuka yaitu 1. Pada pemilu awal ini diikuti oleh lebih dari 30 partai politik 2. Pemilu diadakan 2 kali yaitu yang pertama pemilu untuk memilih anggota DPR dan yang kedua untuk memilih konstituate. Pemilu berdasarkan UUDS 50 Pemilu pertama ini masih menganut pemilihan tidak langsung hal ini dikarenakan masih banyaknya orang idnonesia yang buta huruf dan tidak adanya perUU khusus mengenaip pemilu.

di lanjutkan dengan tahapan selanjutnya jika tidak ada pasangan calon presiden/ wapres terpilih pada emungutan putara pertama dengan ketentuan memiliki suara 50%. Mekanisme pemilu Lembaga penyelenggara pemilu ialah KPU. maka dua pasang yang memperoleh suara terbanyak pertama dan keuda kembali dipilih oleh rakyat decara langung dalam pemilu presiden dan wakil presiden putaran ke 2 c. KPU kota/ kabupaten. Program 100 hari kerja 42 . meliputi 2 putaran Putaran pertama pemilihan pasangan calon presiden dan wapres . kertas suara berupa foto gambar calon.System distrik berwakilan banyak menunjukan bahwa suatu wilayah distrik (provinsi) memiliki lebih dari satu wakil. Tetapi jika tidak ada pasangan terpilih. Tahapan sosialisasi • Tahapan pertama. yakni jumlah anggota DPD untuk setiap propinsi ditetapkan 4 orang system ini digunakan untuk memilih DPD. caranya yaitu memilih calon anggota DPD. yang masing-masing beranggotakan 5 orang. untuk membangun pemahaman calon pemilih terhadap terjadinya perubahan fundamental • Tahapan kedua difokuskan ada informasi dan tata cara teknis pencoblosan surat suara • Tahap ketiga di fokuskan pada sosialisasi pemilihan presiden 2. b. tahapan pelaksanaan • • Tahapan pertama pemilu legislative Tahapan kedua memilih prsiden. Adapun tahapan penyelenggaraan pemilu 2004 adalah: 1. sedangkan KPPS beranggotakan 3 orang. yang terdiri dari KPU pusat dengan anggota 11 orang dan KPU provinsi .

Pada pemerintahan periode ini menetapkan program 100 hari kerja untuk merealisasikan jaji dan propaganda jangka pendek. kesehatan maupun sector-sektor lain khususnya pemberantasan korupsi. . Langkah awal dari 100 hari kerja terutama di teraknkan pada semua sector baik hokum. pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful