4 DOPPLER VELOSIMETRI Dalam beberapa tahun yang lalu perlindungan terhadap janin di dalam kandungan masih dianggap cukup

aman. Ibu adalah penderita yang harus dirawat,sedangkan janin dianggap sebagai organ tubuh ibu sekalipun hanya sementara. Sehingga perawatan yang baik terhadap ibu akan secara otomatis memberikan keadaan yang terbaik untuk buah kehamilannya.1Dalam kurun dua dekade ini pengetahuan terhadap janin dan keadaan lingkungan di sekitarnya makin berkembang. Seperti halnya kesehatan ibu, kesehatan janin dalam hal ini kesejahteraan janin di dalam kandungan telah menarik minat yang besar untuk dipelajari, sehingga janin tidak lagi dianggap sebagai bagian dari organ ibu. Janin telah dianggap sebagai penderita kedua setelah ibu, yakni penderita yang seringkali menghadapi resiko yang lebih besar untuk sakit bahkan meninggal dibandingkan dengan ibu.1Telah dikembangkan berbagai macam cara untuk mengevaluasi keadaan janin salah satunya adalah dengan menggunakan Doppler velocimetry. Doppler velocimetry adalah suatu alat diagnostik yang bersifat non invasif, sehingga dinilai aman dalam penggunaanya untuk mengetahui kesejahteraan janin. Sarah perkembangan Doppler Velocimetry Prinsip doppler pertama kali diperkenalkan oleh Cristian Andreas Doppler dari Austria pada tahun 1842. Penggunaan dibidang kedokteran dengan menggunakan tehnik doppler ultrasound pertama kali dilakukan oleh Shigeo Satomura dan Yosuhara Nimura yang menggunakannya untuk mengetahui pergerakkan katup jantung pada tahun 1955.17 Kato dan I. Izumi pada tahun 1966 adalah yang pertama menggunakan osciloscope pada penggunaan doppler ultrasound sehingga pergerakan pembuluh darah dapat didokumentasikan.17 Pada tahun 1968 H. Takemura dan Y. Ashitaka dari Jepang memperkenalkan pengunaan doppler velocimetry di bidang kebidanan dengan menggambarkan tentang spektrum doppler dari arteri umbilikalis. Sedangkan di Barat penggunan Doppler velocimetry di bidang kebidanan baru dilakukan pada tahun 1977.17 Pada tahun 1974 L. Porcelot memperkenalkan Resistensi Indeks di Perancis. Pada tahun yang sama Gosling dan King memperkenalkan Pulsating Index.17 Pada awalnya penggunaan doppler ultrasound difokuskan pada arteri umbilikalis, tetapi pada perkembangannya banyak dipergunakan pembuluh darah lainnya.12 Sturla Eik- Nes dari Norwegia mendokumentasikan mengenai aliran darah aorta janin pada tahun 1983. Pada tahun yang sama Stuart Campbell melaporkan tentang penggunaan doppler velocimetry pada preeklampsia. Pada tahun 1986 Wladimiroff dan kawan-kawan melaporkan tentang pergerakan aliran darah arteri cerebralis media. Sanjay Vyas pada tahun 1989 di Inggris melaporkan tentang pergerakan aliran darah arteri renalis. 193 Tronheim dan kaean-kaean melaporkan pada tahun 1991 aliran darah duktus venosus janin.17 Ultrasonografi pada mulanya dimulai dengan gambar B-scan yang relatif kasar pada tahun 1950 an, yang kemudian berkembang pada dengan penemuan tehnik “real time” dan peningkatan kontas

Signal yang dipantulkan dirubah dari gelombang suara menjadi energi listrik.Foster 2D color flow imaging. Pada oscilloscope gelombang suara yang dipantulkan akan memberikan gambaran dimana tulang akan .3. Dalam perkembangannya kemudian muncul doppler bewarna yang merupakan PW.adanya aliran . Spectral doppler dapat merupakan continous wave (CW) dan pulsed wave (PW). Dengan demikian kita akan mengetahui : . tetapi tidak mampu menentukan lokasi.17 Dengan Color Doppler Imaging aliran diberi tanda dengan simbol warna dimana bila mengalir ke arah tranduser akan memberikan warna merah dan jika menjauhi akan memberikan warna biru.apakah ada turbulensi Pada perkembangan selanjutnya dikenal doppler angiografi dimana merupakan perkembangan selanjutnya dari Color Doppler dimana dengan alat ini kelemahan Doppler velocimetry yang tidak dapat digunakan untuk mengetahui diameter pembuluh darah. Gambaran yang diperoleh adalah gambaran dua demensi yang dihasilkan ketika gelombang pantulan ultrasound ditampilkan pada layar oscilloscope. atresia aorta dan pulmonal dan beberapa kasus tetralogi Fallot. dengan alat ini kelemahan itu bisa diatasi karena alat ini dapat ditunjukan gambaran vaskuler dan alirannya. bila terjadi pencampuran maka menunjukkan adanya turbulensi. Pada tahun 1978 diperkenalkan oleh M. pada dekade 1980 lebih meningkatkan kemampuan modalitas ini sebagai alat imaging diagnostik. Dengan dapat diukurnya diameter pembuluh darah akan bermanfaat untuk mendiagnosa terjadinya kelainan kongenital pada jantung seperti Marfan sindrom.arah aliran . tetapi menimbulkan aliasing. Diagnostik Doppler Velocimetry Pemeriksaan dengan menggunakan Doppler velocimetry adalah suatu pemeriksaan dengan menggunakan efek ultrasonografi dan efek doppler. kedalaman jarak tertentu. Sedangkan PW menggunakan frekuensi terbatas sehingga dapat menentukan jarak.Brandestini dan F. Tehnik pencitraan pada Ultrasonografi menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi yang terputus-putus (intermitten) yang ditimbulkan dari tranduser yang dibuat dari bahan yang mengandung kristal yang kemudian mengubah energi listrik menjadi gelombang suara dengan frekuensi tinggi dan mengubah gelombang pantulannya (echo) menjadi energi listrik.gambar (grey scale) pada sekitar tahun 1970. Power Doppler Angiografi memberikan paparan energi yang lebih rendah pada jaringan janin daripada penggunaan pencitraan dengan menggunakan doppler bewarna konvensional. Pada CW kita menggunakan signal frekuensi tinggi yang tidak menimbulkan gambaran aliasing. Kombinasi pemeriksaan doppler dengan tehnik imajing sebelumnya. Frank Barber memperkenalkan duplex doppler yaitu dengan kombinasi pemeriksaan Bscan dan spektral doppler pada tahun 1974. Jadi tiap kristal pada tranduser selain sebagai pengirim gelombang juga sebagai penerima gelombang pantulannya.

Untuk mengetahuinya dahulu dipergunakan tehnik yang bersifat invasif dengan cara mengikuti jejak radioaktif. Pada saat ini dengan berkembangnya tehnik doppler velocimetry maka untuk mengukur aliran darah pada janin dan aliran darah uteroplasenta menjadi lebih mudah dan lebih aman karena tidak bersifat invasif. Efek doppler yang dijelaskan oleh Frank A.540 m/detik) . Pada dekade ini ahli kebidanan berusaha untuk dapat mengukur aliran darah pada janin dan aliran darah uteroplasenta. dimana akan terjadi pergeseran frekuensi yang proporsional terhadap kecepatan aliran darah. otak. Gabbe didasarkan pada pengamatan bahwa frekuensi sirene dari sebuah ambulans akan berubah ketika datang dan menjauh. Kecepatan aliran darah dapat diperhitungkan dengan persamaan : fd = 2 f0 V cos θ c fd : perubahan frekuensi ultrasound atau perubahan Doppler f0 : frekuensi yang dikirimkan oleh alat ultrasound V : Kecepatan aliran sel darah merah (kecepatan aliran yang memeantulkan) θ : Sudut antara tranduser dengan arah pergerakan aliran darah c : Kecepatan suara pada medium (1. Tinggi rendahnya nada dari suara sirine akan berubah makin tinggi ketika ambulans mendekat dan makin rendah ketika ambulans menjauh.memberikan gambaran yang lebih terang daripada jaringan yang kurang padat seperti otot. Hal yang sama akan terjadi pada aliran darah yang memantulkan gelombang suara yang dipancarkan dan kemudian ditangkap lagi oleh tranduser ultrasonografi. Dengan kata lain frekuensi dari suara yang dipantulkan sesuai dengan kecepatan gerakan sel darah merah. Kemudian tehnik ini disempurnakan oleh Nippa pada tahun 1976 sehingga tehnik ini dapat memberikan informasi dari struktur yang bergerak. Efek Doppler ditemukan pertama kali oleh Christian Johann Doppler seorang ahli fisika dari Austria pada tahun 1848 dari pengamatannya bahwa suara yang dihasilkan dari peluit kereta api terdengar makin keras ketika datang dan makin lemah ketika menjauh. lemak. Chervenak dan Steven G. Efek doppler didasarkan atas konsep bahwa nada atau frekuensi bunyi berubah pada suatu objek yang bergerak melintasi seorang pendengar ataupun keadaan idiaman objeknya tetap tapi pendengarnya bergerak.

8 1.6. karena doppler velocimetry bewarna yang konvensional dimana masih menggunakan tranduser dengan frekuensi rendah tidak dapat secara akurat menentukan diameter pembuluh darah . : Penggunaan Doppler Velocimetry di bidang Obstetri.5. sudut yang ideal antara tranduser dengan pembuluh darah adalah antara 30o – 60o. II – 3) :1.2 Disamping itu doppler velocimetry mempunyai keterbatasan karena bervariasinya diameter pembuluh darah sehingga menimbulkan suatu problem dalam penggunaannya dibidang obsetri dan ginekologi. II-4) 2.6. \ .7 Pada penggunaan doppler velocimetry beberapa indeks yang digunakan adalah (gamb.Gambar II-1 . Frekuensi yang dipantulkan tergantung pada sudut θ antara sinyal suara dan pembuluh darah. jika sudut antara pembuluh darah diperkirakan konstan maka perbedaan frekuensi doppler akan sama proporsinya dengan kecepatan aliran darah. Pada penggunaan doppler velocimetry beberapa hal yang perlu diketahui dan diperhatikan. II-2)1. (gamb.1. 3. Bila sudut doppler 100o maka beda frekuensi adalah 0 karena cos 100o adalah 0. sedangkan bila lebih dari 60o signal akan hilang karena perbedaan frekuensi doppler sangat kecil. sehingga kesalahan penghitungan dapat dibuat seminimal mungkin. Frekuensi yang dipergunakan pada doppler velocimetry adalah 3-5 MHz. karena bila sudut kurang dari 30o signal akan hilang oleh karenandibiaskan. Persamaan Doppler : gelombang ultrasound yang berasal dari tranduser dengan frekuensi awal fo membentur aliran darah yang sedang bergerak dengan suatu kecepatan. frekuensi tranduser diketahui. Jika kecepatan suara pada jaringan adalah konstan. (gamb.

Pada keadaan fisiologis plasenta adalah daerah dengan hambatan vaskuler yang rendah.70. plasenta dan sirkulasi pada janin menyebabkan terjadinya hasil kehamilan yang buruk dan terjadinya keabnormalan tersebut dapat dikenali dengan doppler velocimetry. Karena aliran diastole adalah secara pasif.dilahirkannya bayi dengan Seksio Saesaria karena terjadinya fetal disstres. Martin J. Divon dalam artikelnya menyatakan bahwa tehnik doppler telah menjadi fokus yang menarik dan banyak penelitian tentang doppler velocimetry sejak terekamnya untuk pertama kali signal aliran darah dari arteri umbilikalis oleh Fitzgerald dan Drumm. Karena hasilnya berupa angka maka pengambilan kesimpulannya menjadi mudah. Sehingga dengan demikian doppler velocimetry potensial dan berguna untuk tes skreening pada kehamilan. . Park dan kawan-kawan menyatakan bahwa insiden terjadinya keluaran kehamilan yang buruk yang ditandai dengan Apgar skor 5 menit < 7. Hal ini dapat memperkirakan sebelumnya bahwa insufisiensi uteri. maka jika terjadi peningkatan hambatan pada plasenta aliran darah arteri umbilikalis juga akan berkurang.Yong W. asfiksia pada bayi dan kematian perinatal. Dikatakan pula bahwa penelitian menggunakan doppler velocimetry masih rumit dan memerlukan biaya yang mahal. studi observasional secara jelas membuktikan hubungan antara gambaran aliran velocity yang abnormal dan hasil kehamilan yang yang buruk seperti IUGR. Oleh karenanya peningkatan hambatan pada plasenta berhubungan dengan rendahnya. Sebetulnya. sehingga mengikuti aliran darah sesuai dengan siklus dari jantung. Anne-Mieke dan kawan-kawan yang mengadakan penelitian mengenai nilai dari kegunaan doppler velocimetry menyatakan bahwa penggunaan secara selektif pada kehamilan dengan resiko tinggi mungkin mempunyai kegunaan dalam mengurangi kematian perinatal.5% bila S/D rasio < 0. atau hilangnya bahkan sampai terjadinya aliran darah akhir diastolik yang terbalik. Whittle dan kawan kawan menggunakan doppler velocimetry untuk melakukan skreening terhadap wanita hamil dan menyatakan bahwa tehnik dengan menggunakan doppler velocimetry adalah mudah dan cepat dalam penggunaannya serta peralatannya relatif tidak mahal. Michael Y. terjadinya hambatan pertumbuhan janin atau terjadinya kematian janin ketika diadakan pemeriksaan dengan menggunakan doppler velocimetry pada trisemester 3 adalah 90. Antonio Barbera dan kawan-kawan mengadakan penelitian mengenai diameter vena dan kecepatan rata-rata aliran darah vena umbilikalis dihubungkan dengan pertambahan berat janin dengan usia kehamilan yang ternyata tidak ada perbedaan yang signifikan. dirawatnya bayi dalam ruang intensif. alatnya tidak selalu tersedia di setiap pusat pelayanan dengan akibat tehnik ini tidak mudah untuk dilakukan secara klinik.

Banyak penelitian tentang penggunaan secara klinik doppler velocimetry arteri umbilikalis untuk mengevaluasi pasien dengan kehamilan resiko tinggi. karena itu perlu diketahui tentang tehnik baru pada penggunaan klinik.Banyak dipublikasikan tentang studi dengan menggunakan tehnik dopler pada arteri umbilikalis sebagai suatu tes untuk mengetahui hasil suatu kehamilan. sedangkan yang lainnya akan terjadi gangguan yang lama sebelum persalinan spontan sehingga akan terjadi hasil kelahiran yang buruk. Hal ini menerangkan tentang perkiraan keabnormalan plasenta akan meningkatkan keadaan janin yang memburuk. Suatu hasil yang abnormal dari studi doppler menggambarkan adanya lesi pada plasenta dan tidak menunjukan tingkat adaptasi pada janin. Banyak studi yang memfokuskan terhadap perkiraan terjadinya IUGR. Ini menunjukkan bahwa penelitian dengan doppler tentang ketidak normalan aliran darah tali pusat sering dapat memperkirakan terjadinya hambatan pertumbuhan pada janin. yang kemudian dapat menyebabkan memburuknya keadaan janin adalah sangat kompleks dan tidak dapat diramalkan serta sedikit diketahui sebabnya. Ketiga studi menggunakan doppler. Meskipun sudah dapat dijelaskan bahwa penyakit pada plasenta dapat menyebabkan hasil kehamilan yang buruk. kematian janin yang tiba-tiba bisa disebabkan kelainan metabolik seperti pada wanita hamil dengan diabetes melitus yang tergantung pada insulin atau pada janin yang mengalami hidrops karena ketidak cocokan Rhesus atau oleh wanita hamil dengan hipertensi yang menunjukkan perubahan ketidak normalan . Selain itu. tetapi mekanisme kompensasi pada janin. pada arteri umbilikalis menunjukan bahwa meningkatnya indeks hambatan menunjukan hubungan yang kuat dengan keadaan janin yang tidak optimal. Pada 204 penelitian tentang keluaran janin yang buruk. Respon dari janin terhadap meningkatnya hambatan vaskuler tidak dapat diperkirakan. asfiksia pada janin serta kematian perinatal. Tiga hal yang menjelaskan tentang hal ini. beberapa janin akan lahir spontan sebelum terjadi gangguan dan akan tampak sehat. HT yang disebabkan kehamilan.ternyata tidak semuanya berhubungan dengan peningkatan hambatan pada plasenta. Kedua ditemukannya adanya korelasi langsung antara makin tidak normalnya aliran darah dengan asfiksia yang dapat dikenali dengan mengukur kadar gas pembuluh darah tali pusat dengan cara kordosintesis. Selain itu. Oleh karena itu keluaran janin yang buruk mungkin tidak terdeteksi karena dalam penelitian dengan doppler menunjukkan keadaan yang normal. Pertama beberapa studi menunjukan abnormalitas doppler yang ditandai dengan tidak adanya bahkan terjadinya akhir diastolik yang terbalik menunjukan hasil yang signifikan dengan tidak optimalnya keadaan janin.

Tetapi banyak penelitian yang menghubungkan antara . jadi tranduser berfungsi sebagai pengirim gelombang suara dan penerima gelombang pantulnya. ada yang mengatakan berguna untuk skreening pada kehamilan. hambatan plasenta. Banyak pendapat mengenai penggunaan doppler velocimetry. Seperti halnya usia janin kemajuan dan jumlah dari villi plasenta akan bertambah. Ringkasan Doppler velocimetry adalah pemeriksaan dimana kita menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi yang dikirimkan oleh tranduser yang kemudian gelombang suara tersebut akan dipantulkan dan kemudian ditangkap kembali oleh tranduser kembali. Dengan alat ini energi listrik dirubah menjadi energi suara yang kemudian energi suara yang dipantulkan akan diubah kembali menjadi energi listrik yang kemudian ditampilkan pada layar oscilloscope. tetapi perlu diingat bahwa pada pemakaiannya kita menggunakan gelombang energi suara yang kemudian dalam jaringan akan diubah sebagian menjadi energi yang lain. Yang diketahui saat ini adalah nilai resisten indeks pada kecepatan aliran darah umbilikalis akan menurun secara bertahap sesuai dengan usia kehamilan pada saat kehamilan tersebut mendekati aterm. Oleh karena dalam penggunaan klinis batas keamanan bagi jaringan untuk mendapatkan paparan adalah < 110 mW/cm2. Pulsating Index 3. terutama energi panas. rasio S/D 2. ada pula yang menyatakan tidak berguna untuk skreening karena secara klinis tidak menunjukkan perbedaan yang signifikans 205 dengan apabila tidak dilakukan pemeriksaan doppler velocimetry dan memerlukan biaya yang tidak murah untuk pemeriksaan tersebut. serta kecepatan aliran darah umbilikalis belum diketahui sampai saat ini. Penelitian ini berguna untuk menentukan keadaan janin pada kehamilan yang melebihi waktu. Dalam penggunaanna dikenal beberapa indeks doppler yaitu : 1. Demikian juga banyak peneliti yang setuju bahwa terdapat hubungan antara perubahan yang akut pada aliran darah dan perubahan kecepatan aliran darah adalah hal yang buruk. dan keadaan ini dapat menunjukkan awal terjadinya asfiksia yang akut pada janin. maka banyak yang tidak menganjurkan penggunaannya secara rutin untuk screening pada kehamilan tetapi berguna untuk digunakan pada kehamilan dengan resiko tinggi. Hubungan antara usia kehamilan.kecepatan aliran darah karena adanya lesi pada plasenta. Resistensi Indeks Meskipun dikatakan bahwa pemeriksaan dengan menggunakan doppler velocimetry bersifat non invasif sehingga tidak membehayakan janin. Karena membuktikan dengan doppler velocimetry tentang kematian perinatal pada kehamilan yang mempunyai resiko kematian janin yang rendah.

Pada perkembangannya ultrasonografi dimulai dengan gambar b-scan yang relative kasar.penggunaan doppler velocimetry dengan kehamilan dengan resiko tinggi terutama pada kehamilan dengan penyakit darah tinggi dan pada pertumbuhan janin terhambat. Perkembangan terbaru adalah dengan adanya doppler angiografi. kemudian berkembang dengan ditemukannya tehnik real time yang kemudian digabungkannya tehnik ultrasound dengan pemeriksaan doppler. Pada perkembangan selanjutnya muncul Color Doppler Imaging. .

 .3.2-.3/72.70889033/085.3.3:7.3507:-.2.:8.7:93:39:8.3 042-.04.502-.35.:95.2-.33   $05079....84$.507:-.48.7../.3/03.3 9/...3.:8.20979039.9.3/.8./.40 97./.3.02-.3.3503:3.3 909.700335..9.93 .9:-:3.33. :2-./.  :-:3./..35.3.32025:3.04.3/.3703/.3/03.05.5808:.9203:3:.3708493   #3.-079.0.3.3809::-.3 .3.0.3 8:./.3..7. 02.5.203.7./.085..3/9.25.2. 0.907.5.3:2. 0.35.203.38:.7.3 /.203:3....35073./../.30.2..3 45507.34097.3:8.3.7.2.9:  7./3.818.3.335.303078:.7./03.390780-:9 203/0..708402.39.0.7.042-./.-.:39:203039:.8039.703.35.7.9072 !0309.3/.-0-07.302:/.7.2.5.3170:03893...8039.5.7. 2.7.302:/. 50309.3/:807-071:3880-./..2.9.9.3.3302..33..3 503072.3.7.:95...502078.3/5.9:   .3203:7:3 80.3:./.9.7.:..:8.39:./..302:/.7../ 0307897.93 .302.930307897/7:-.0.-..3/2../03.0.2.3/:807.703.3.3./.:2-.203./97..9.7.90780-:9.35.33 /... 8079.302:/.3/45507.7.50372042-.3/5..9.80.8.9.3042-.5.3/09.05..3/.202-:9..7.25.450   . 03...7.3/.748.90.3.39:3.9.38:.8./.39..05.8.3.907/.0./03..30./.3.3/.8039.3/9././.2503:3.3.0.3200-.39:.7.3/:-.33..3-:7: /.:39:/:3.3.5.9.3/08/45507.3.8-0:2/09..3..05.5-07:3./0307 8:.33-07:3..3/:80702-.3-079.:8.2097.30...7.3./.

3/.3203.33 909...933/0  #08890383/08  085:3/../.33.5.3/45507...3./0307...303078:.3203:3.8  0 .3 907:9.3042-.3.338-.2503:3.  !:8..703..3-.73./.3-.203:3..93433.2..73. 5.202-0..3..5507:/3.3...9.302:/.502078.04.502.3.81803...7.80.9./.03075.2.2097 -0781.80-.9/.3 5..3.5.9-.2 ..3:39:203/.3/:-.3/03.9.9. 2.7.

:.503/.7.5-../.3.3/45507.-.3507-0/.3 502078.3/45507 .2:7./.5:.3-07:3./.80.320207:.3.5.:39: 502078.2..389/.50309.3.2 .3203:-:3..:39:870033. 203:3:....3.0.2097 .38 /03.3831.3..3 .7.3./.-07:3.04.3-.3203.5. .04..2097/. .:39:8700335...9.703.3203.9/.39/.503:3.39/.39..9.920303.390780-:9 %09.

3.903:97./.8.33.3 !0702-.7- 8.3/03..84347.33.3./03.9  !.2./45507.3907-.3./.33.2.3/45507.50702-.2-.302:/. 5.3 /./.93/.2.3/03.3:93./.84:3/ /03.35./.50702-.2097/03.7 02:/.04.3/03.503:3.9/.3-0702-.:97.90370.5079:2-:.3503.3...3708493907:9.3.380..1  .3.3502078.3./03.3.1/2:.33907.347.0 .30.:44745507 2./.7.2-.7:.920.9.370.0.-:3.3/45507 !.3/902:.2:3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful