You are on page 1of 16

1

A. Judul Program Pemanfaatan Ekstrak Rumput Laut (Gelidium sp.) dalam Pembuatan Edible Film dengan Proses Ekstraksi dan Variasi Konsentasi Asam Stearat

B. Latar Belakang Masalah Edible film merupakan lapisan tipis yang di buat dari bahan yang dapat di makan dan digunakan untuk melapisi makanan (coating) atau ditempatkan di antara komponen bahan makanan dengan cara mencelupkan, penyemprotan, pembungkusan atau dengan menggunakan panas (Gennadios dan Weller, 1990; Krochta dan Mulder Johnston, 1997). Komponen penyusun utama edible film yang terdiri dari tiga kelompok yaitu hidrokoloid, lemak dan komposit. Kelompok hidrokoloid meliputi protein, derivate selulosa, alginate, pectin dan polisakarida. Kelompok lemak meliputi wax, trigliserol dan asam lemak, sedangkan kelompok komposit mengandung campuran hidrokoloid dan lemak (Krochta dan Mulder Johnston, 1997). Pada umumnya edible film yang di buat yaitu dari suatu bahan yang memiliki salah satu sifat sebagai barrier atau mekanik yang baik. Interaksi antara dua jenis polimer polisakarida membentuk jaringan yang kuat dengan sifat mekanis yang baik. Pada pembuatan edible film sering ditambahkan bahan yang bersifat hidrofob untuk memperbaiki sifat penghambatan edible film (Callegarian, dkk, 1997). Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi atau penggolongan sifat mekanik edible film yang dibuat dari ekstrak daun janggelan dengan penambahan tepung tapioka dan asam stearat (Krochta dan Mulder Johnston, 1997). Diperoleh banyak keuntungan dari penggunaan edible film dari pengemas dibandingkan pengemas sintesis, yang sebagian besar berasal dari plastic. Keuntungan tersebut antara lain, dapat di konsumsi langsung bersama produk yang di kemas, tidak mencemari lingkungan, memperbaiki sifat organoleptik produk yang di kemas, berfungsi sebagai suplemen gizi, pembawa flavor, pewarna, zat antimikroba, dan antioksidan (Gennadios dan Weller, 1990).

lumpur. Rumput laut tergolong tanaman berderajat rendah. batu dan benda keras lainnya. rumput lautpun dapat melekat pada tumbuhan lain secara epifitik (Jana-Anggadiredjo. Selain itu dengan biaya substrat rendah dan juga dihasilkan paket teknologi tepat guna dan mendukung program pemerintah. umumnya tumbuh melekat pada substrat tertentu. . Bila gel rumput laut tersebut di serut tipis – tipis. mempunyai sifat amat rekat pada cetakan. Rumput laut termasuk salah satu anggota alga yang merupakan tumbuhan berklorofil. 1997). Rumput laut tumbuh di alam dengan melekatkan diri pada karang. rumput laut terdiri dari jenis mikroskopik dan makroskopik. kemudian di rebus.2 Rumput laut atau sea weeds secara ilmiah dikenal dengan istilah alga atau ganggang. Memberikan Pengetahuan dasar tentang rumput laut (Gelidium sp. dan tembus pandang. pipih. batang maupun daun sejati. tidak mempunyai akar. bulat seperti kantong. Dilihat dari ukurannya. Selain benda mati. pasir. menghasilkan lapisan lapisan tipis. Tujuan Program Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah 1. Bentuk thallus ini beragam. atau ada juga yang seperti rambut. Sifat – sifat ini dapat digunakan dalam pembuatan edible film dan pelapis kerajinan kulit dan sutra agar kilaunya awet (Irawan. C. tetapi hanya menyerupai batang yang disebut thallus. 2006). Jenis makroskopik inilah yang sehari-hari kita kenal sebagai rumput laut (Taurino-Poncomulyo. D. Rumusan Masalah Masalah utama yang menjadi objek kajian dalam karya tulis ilmiah ini adalah pemanfaatan rumput laut untuk memproduksi edible film. Apabila lapisan tipis gel rumput laut dikeringkan.) sebagai bahan pembuatan edible film yang bernilai jual tinggi. tidak mudah robek. 2006). gepeng. ada yang bulat seperti tabung.

Luaran yang Diharapkan Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah/melengkapi khasanah ilmu khususnya pemanfaatan ekstrak rumput laut (Gelidium sp. asam stearat. diharapkan plastik ini dapat menggantikan plastic konvensional yang sifatnya terbaharukan dan ramah lingkungan. G. Kegunaan Program Hasil penelitian ini berupa informasi data kondisi operasi yang relatif baik pada Pemanfaatan Ekstrak Rumput Laut (Gelidium sp. Hasil penelitian tersebut akan dituangkan sebagai: 1. 2. Laporan penelitian. Selain itu juga dapat dipergunakan sebagai dasar pengembangan lebih lanjut dan scale-up alat pemroses dari skala laboratorium menjadi skala industri. Sehingga diharapkan informasi teknologi ini nantinya dapat dimanfaatkan dan diproduksi secara komersial oleh industri – industri plastik agar menggunakan metode ramah lingkungan. Edible Film Menurut Krochta dan De Mulder-Johnson (1997). dan uji edible film. F. Memberikan pejelasan mengenai keunggulan rumput laut (Gelidium sp. 3.) dalam Pembuatan Edible Film dengan Proses Ekstraksi dan Variasi Konsentasi Asam Stearat. Tinjauan Pustaka Kajian pustaka ini mengulas tentang tanaman janggelan dan komposisinya. dengan sifat-sifat hasil yang memenuhi standar kualitas bahan. Memberikan keterampilan mengenai teknik pembuatan edible film dengan penambahan konsentrasi asam stearat.) dalam pembuatan edible film dengan proses ekstraksi dan variasi konsentasi asam stearat.3 2. Artikel ilmiah. edible film adalah lapisan tipis dan kontinyu terbuat dari bahan-bahan yang dapat . Dengan demikian.) sebagai bahan baku pembuatan edible film E. 1.

pemanasan campuran pembentuk film. pektin. pencampuran larutan pembentuk film yaitu suspensi pati. Hidrokoloid yang dapat digunakan untuk membuat edible film adalah protein (gelatin. Kelebihan edible film yang dibuat dari hidrokoloid diantaranya memiliki kemampuan yang baik untuk melindungi produk terhadap oksigen. lipid. kasein. pencelupan.4 dimakan. Bahan hidrokoloid dan lemak atau campuran ke-duanya dapat digunakan untuk membuat edible film. Tetapi. . serta untuk mempermudah penanganan makanan. kegunaannya sebagai film murni terbatas karena integritas dan ketahanannya tidak terlalu baik. protein jagung dan gluten gandum) dan karbohidrat (pati. Edible film diaplikasikan pada makanan dengan cara pembungkusan. film dari karbohidrat kurang bagus digunakan untuk mengatur migrasi uap air sementara film dari protein sangat dipengaruhi oleh perubahan pH. pencetakan dan perataan film dan pengeringan edible film. gum arab. diantaranya pembentukan suspensi pati. dan modifikasi karbohidrat lainnya). Prinsip pembentukan edible film adalah interaksi rantai polimer menghasilkan agregat polimer yang lebih besar dan stabil. dan atau sebagai carrier bahan makanan dan bahan tambahan. protein kedelai. Pembuatan edible film meliputi beberapa tahap. alginat. dibentuk melapisi komponen makanan (coating) atau diletakkan diantara komponen makanan (film) yang berfungsi sebagai barrier terhadap transfer massa (misalnya kelembaban. Pembentukan edible film merupakan proses pertumbuhan fragmen kecil atau penggabungan polimer-polimer. cahaya dan zat terlarut). sedangkan lipid yang digunakan adalah lilin/wax. CMC dan gliserol. oksigen. karbondioksida dan lipid serta memiliki sifat mekanis yang diinginkan dan meningkatkan kesatuan struktural produk. serta mengurangi kelemahannya. Kelebihan edible film dari lipid adalah memiliki kemampuan yang baik untuk melindungi produk dari penguapan air atau sebagai bahan pelapis untuk mengoles produk konfeksioneri. Edible film dari komposit (gabungan hidrokolid dan lipid) dapat meningkatkan kelebihan dari film hidrokoloid dan lipid. penghilangan gas terlarut. penyikatan atau penyemprotan. Kelemahannya. gliserol dan asam lemak.

yaitu berupa rumput laut kering. Di antara jenis rumput laut yang bernilai ekonomis penting adalah alga merah (Rhodophyceae) dan alga coklat (Phaeophyceae).. Masyarakat telah mengenal dan memanfaatkan rumput laut tersebut dalam kehidupan sehari-hari. sedangkan Phaeophyceae merupakan penghasil alginat. karagenan. Hal ini menandakan bahwa rumput laut mempunyai suatu bahan yang dapat dimanfaatkan orang untuk kesehatan. Beberapa jenis rumput laut penghasil agar-agar diantaranya adalah Gracilaria sp. sedangkan penghasil karagenan adalah Eucheuma sp. baik sebagai bahan obat tradisional maupun bahan makanan. dan alginat masih diimpor dengan nilai yang cukup besar (Erliza et al. rumput laut masih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah. Rumput Laut (Gelidium sp. dan Rhodophyceae (ganggang merah). dan Gelidium sp. Dan dengan kemajuan teknologi di bidang penelitian rumput laut. maka pemafaatan rumput laut bagi manusia tidak terbatas pada aspek kesehatan saja namun sudah menjalar ke segala bidang. Rumput laut terdiri atas tiga kelas yaitu Chlorophyceae (ganggang hijau). Algae merah . Rumput laut merupakan salah satu komoditas hasil laut yang potensial untuk dikembangkan. sedangkan hasil olahan rumput laut seperti agar-agar. Rumput laut merupakan bagian terbesar dari tumbuhan laut.5 2. Rhodophyceae merupakan rumput laut penghasil agar-agar dan karagenan. Terdapat 10000 spesies algae merah (Rhodophyta) di dunia. Namun demikian. Phaeophyceae (ganggang coklat). dan 27. 1998). bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai bukanlah merupakan suatu spesies baru..1% spesies tumbuhan laut merupakan algae merah. Ketiga kelas ganggang tersebut merupakan sumber produk bahan alam hayati lautan yang sangat potensial dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan mentah maupun bahan hasil olahan (Aslan.) Rumput laut. 2004). Potensi rumput laut cukup besar dan tersebar hampir diseluruh perairan nusantara.

Selain itu. Rumput laut ini ditemukan hampir di seluruh perairan Indonesia terutama pulau-pulau yang mempunyai rataan terumbu karang. algae merah juga mempunyai pigmen fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin (berwarna merah). seluruh produksi Gelidium kebanyakan dihasilkan dari alam. Ujung . Ujung Genteng (DKI Jakarta ). Lintea (NTT) Gelidium rigidum sebesi (Sulawesi Tenggara). P. Gelidium sp. dan senyawa inorganic. Teluk Noimini (NTT). di Indonesia: Tabel 1. Hoga. belum dibudidayakan orang. Salah satu contoh algae merah adalah Gelidium sp. Kidang (Riau). sedikit protein.6 mengandung polisakarida. Gelidium cartilagineum Pangandaran (Riau). Marlaut. lipid. di Indonesia Jenis rumput laut Gelidium latifolium Sebaran Pantai Barat Sumatera ( dari Aceh sampai Lampung ). Labuhan (NTB). Klasifikasi : Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Rhodophyta : Rhodophyceae : Gelidiales : Gelidiaceae : Gelidium : Gelidium sp. Terora (Bali). Geser (Maluku). Berikut merupan tabel persebaran Gelidium sp. Persebaran Gelidium sp.

asam nukleat. Asam stearat diproses dengan memperlakukan lemak hewan dengan air pada suhu dan tekanan tinggi. Nias (Sumatera Utara) Gelidium crinale Pangandaran (Jawa Barat). sabun. Teluk Noimini (NTT). Labuan (Jawa Barat) P.B. Selain karbohidrat.7 Genteng. rumput laut juga mengandung enzim. oksigen. adalah asam lemak jenuh yang mudah diperoleh dari lemak hewani serta minyak masak. Secara kimia rumput laut terdiri dari air (27. vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10 -20 kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat.6%) serat kasar (3%) dan abu (22.8%). E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen. asam amino. Tanjung Keramat (NTB) Gelidium corneum Gelidium pannosum Pangandaran.C. magnesium dan natrium. kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi. kosmetika. lemak (8. Anyer.D. yang berarti "lemak padat" (Ing. dan untuk . atau asam oktadekanoat. Kata stearat berasal dari bahasa Yunani stear. protein. plastik. Cilurah (Jawa Barat). Kambing. (Chapman.4%). lemak dan serat. Damar (Madura). 2010) Rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap.Tual (Maluku). Asam stearat Asam stearat.25%). Dalam bidang industri asam stearat dipakai sebagai bahan pembuatan lilin. vitamin (A. Sika (NTT) (Anonim². Asam ini dapat pula diperoleh dari hidrogenasi minyak nabati.3%). karbohidrat (33. dengan rumus kimia CH3(CH2)16COOH. protein (5. Wujudnya padat pada suhu ruang.1970) 3. Timor (NTT) Gelidium cologlosum Gelidium pusilium Nias (Sumatera Utara) Kangean. Maumere. Tual (Maluku). Kandungan asam amino. Terora (Bali). tallow). Pangandaran. Lombok (NTB).

Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larut yang berbeda dari komponen-komponen dalam campuran. Ekstraksi dapat dipandang sebagai operasi pemisahan solute C dari campurannya dengan diluen A.6 °C dan titik didihnya 361 °C. satu atau beberapa komponen yang dapat larut dipisahkan dari bahan padat dengan bantuan pelarut. sebagai akibat adanya beda potensial diantara kedua fase yang saling kontak sedemikian. dengan menggunakan sejumlah massa solven B sebagai tenaga pemisah. proses pemisahan terjadi karena adanya perpindahan solute. sistem berada dalam keseimbangan (Distantina. searah dari fasa diluen ke fasa solvent. 2009). Reduksi asam stearat menghasilkan stearil alkohol. kopi dari biji kopi. misalnya untuk memperoleh gula dari umbi. Ini dapat dicapi dengan memperkecil ukuran bahan ekstraksi. Karena perpindahan massa berlangsung pada bidang kontak antara fasa padat dan cair. Macam Ekstraksi  Ekstraksi padat – cair Pada ekstraksi padat – cair. Ekstraksi Eksraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut. Secara difusi.8 melunakkan karet. minyak dari biji – bijian. Ekstraksi termasuk proses pemisahan melalui dasar operasi difusi.Proses ini digunakan secara teknis dalam skala besar terutama dibidang industri bahan alami dan makanan. bahan – bahan aktif dari tumbuhan atau organ – organ binatang untuk keperluan farmasi. 4. . Dalam ekstraksi padat – cair ada beberapa syarat untuk mencapai unjuk kerja atau kecepatan ekstraksi yang tinggi yaitu : 1. maka bahan itu perlu sekali memiliki permukaan yang selus mungkin. hingga pada suatu saat. Titik lebur asam stearat 69. a.

dengan mudah dapat dilakukan jika densitas kedua fasa hampir sama. yaitu pencampuran secara intensif bahan ekstraksi dengan pelarut. Seperti halnya ekstraksi padat – cair. kelarutan ekstrak lebih besar ) akan menguntungkan ujuk kerja. satu komponen bahan atau lebih dari suatu campuran dipisahkan dengan bantuan pelarut.Ekstraksi cair – cair biasanya dilakukan Karena proses distilasi tidak bisa digunakan ( misalnya karena pembentukan azzeotrop atau karena kepekaan akibat panas ) atau tidak ekonomis. produk – produk minyak bumi dan garam – garam logam. Sebagai syarat ekstraksi ini. . yaitu ekstrak meninggalkan pelarut yang pertama ( media pembawa ) dan masuk ke dalam pelarut kedua ( media ekstraksi ). 1995) Terbentuknya dua fasa cairan memungkinkan semua komponen yang ada dalam campuran terdistribusi dalam kedua fase sesuai dengan koefisien distribusinya. Pemisahan kedua fasa seimbang. sehingga pada suatu saat dua fasa uang saling kontak berada dalam keseimbangan. Kecepatan alir pelarut sedapat mungkin besar dibandingkan dengan laju alir bahan ekstraksi. bahan ekstraksi dan pelarut tidak saling melarut.Sehingga salah satu cairan di distribusikan menjadi tetes – tetes kecil ( misal dengan bantuan pengadukan ). bahan – bahan penyedap.Proses ini digunakan secara teknis dalam skala besar misalnya untuk memperoleh vitamin. (Bernasconi. dan pemisahan kedua fasa cair itu sempurna.9 2. Suhu yang lebih tinggi ( viskositas pelarut lebih rendah. Pada saat pencampuran terjadi perpindahan massa. anti biotika. Agar terjadi perpindahan massa yang baik diusahakan agar bidang kontak seluas mungkin diantara kedua cairan tersebut. agar ekstrak yang terlarut dapat segera diangkut keluar dari permukaan bahan padat. ekstraksi ini selalu terdiri atas sedikitnya dua tahap.  Ekstraksi cair – cair Pada ekstraksi ini. 3.

10 maka pemisahan menjadi sulit.) dalam Pembuatan Edible Film dengan Proses Ekstraksi dan Variasi Konsentasi Asam Stearat akan diinvestigasi secara eksperimen. alat pendukung yang dipakai pada penelitian ini adalah centrifuge. Alat utama penelitian ini berupa beker glass.Hot plate Magnetic starter .Media pengujian biodegradabilitas dan kelarutan . pati tapioca.Oven . aquades. Beberapa alat lain yang digunakan sebagai pendukung untuk keperluan analisa adalah: .Saringan . Dalam penelitian ini digunakan ekstraksi padatcair yang disebut juga Leaching atau pelucutan (Treybal. tabung reaksi dan ekstraktor berpengaduk. Rangkaian penelitian akan dilaksanakan secara bertahap meliputi: . Metodologi Penelitian tentang Pemanfaatan Ekstrak rumput laut (Gelidium sp.Timbangan listrik . karena campuran cenderung membentuk emulsi.Ekstraksi Rumput laut .Pemanas listrik .Pengaduk .Pembuatan Edible Film dengan Variasi Konsentrasi Asam Stearat .Carbinet drying . Bahan dan alat Penelitian Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut.Termometer . Bahan – bahan kimia untuk pembuatan edible film adalah etanol 96%.Pengujian edible film 1. asam stearat dan zein. H. gliserol.Cetakan (bahan polyethilene) . 1963). Sementara itu.

Variabel tetap berupa suhu (55 oC untuk pemanasan dan pengadukan dengan hot plate dengan magnetic stirrer) dan (75 oC untuk penambahan gliserol). Selama ekstraksi berlangsung terus dilakukan proses pengadukan secara periodik. selanjutnya dikeringkan dengan cabinet dryer pada suhu 50° C selama 5 jam. Kemudian di lakukan penuangan ke dalam tabung centrifuge 50 ml dan di lakukan centrifuge selama 20 menit pada 3800 rpm. Di lakukan penuangan untuk memisahkan dua bagian tersebut. yaitu : variabel tetap dan variabel berubah. Dilakukan pemanasan selama 60 menit dengan kompor listrik dan suhu di pantau dengan thermometer. yaitu endapan yang terdapat di bagian bawah dan supernatant pada bagian atas. Penambahan aquades tersebut bertujuan untuk mengganti aquades yang menguap saat proses ekstraksi berlangsung. kemudian dilakukan penyaringan dengan kain saring.11 a. Diperoleh 2 fraksi.lembaran kering . larutan yang diperoleh didinginkan selama 30 menit. Sedangkan variable berubah adalah konsentrasi asam stearat dilakukan pada rentang 0/100 – 40/100 (b/b). Diperoleh bentuk lembaran . dan disentrifuse lagi selama 10 menit pada 3800 rpm. sehingga diperoleh filtrate berupa cairan dan ampas. dan etanol: 96%. Endapan yang diperoleh dan bebas dari air dan impuritas lainnya. Endapan yang diperoleh dicuci dengan etanol 96%. suhu ekstraksi 95 – 100° C. b. Cara Kerja Ekstraksi Rumput laut Tepung rumput laut sebanyak 25 g dan dilarutkan ke dalam 500 ml aquades dalam beker glass 1000 ml dan diaduk – aduk sampai rata. Selama ekstraksi ditambahkan aquades mendidih 50 ml pada menit ke-20 dan ke-40. Variabel Percobaan Variabel-variabel percobaan dalam pemanfaatan ekstrak rumput laut dalam pembuatan edible film sebagai upaya dalam meningkatkan produktifitas di bagi menjadi dua. Filtrat selanjutnya di tambah dengan etanol dengan perbandingan 1:1. Setelah 60 menit waktu ekstraksi.

85°C dan dipertahankan selama 10 menit. sampai tercapai suhu 50-55°C. selama 10 menit. 20%. 2. Selanjutnya dilakukan penambahan aquades sampai volume 100 ml.12 ekstrak rumput laut. asam stearat dilarutkan dalam 10 ml etanol 96% dan ditambahkan 5% zein (b/b ekstrak janggelan). Edible film yang diperoleh di lepas dari plat plastic dan di simpan dalam kotak yang berisi silica gel sebelum dilakukan analisis. Sebelum di campur ke dalam adonan. kemudian ditambahkan 3% (b/v) tapioca sambil di lakukan pemanasan dan pengadukan dengan hot plate dengan magnetic stirrer. Pencetakkan dilakukan dengan menuangkan adonan ke dalam plat berukuran 32 x 25 x 2 cm.Uji Kelarutan Edible Film. Pembuatan Edible Film dengan Variasi Konsentrasi Asam Stearat Pembuatan Edible Film di mulai dengan melarutkan ekstrak rumput laut 2% (b/v) dalam aquades. Selanjutnya. Pengujian Sifat Produk Hasil ekstraksi dalam pembuatan edible film yang diuji sifatsifatnya. 10%. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan oven pada suhu 60°C.Uji Pemanjangan Edible Film . . dan dipanaskan sambil diaduk sampai mencapai suhu 80 . . ditambahkan gliserol 5% (v/v) sambil terus di aduk dan dipanaskan sampai suhu 75°C. 30%. Kemudian di blender sampai halus dan di lakukan pengayakan hingga pengayakan 100 mesh. dan dipertahankan selama 5 menit. dan 40% (b/b ekstrak rumput laut). 12 jam. Di lakukan pencampuran asam stearat dengan konsentrasi 0%.Uji Ketebalan Edible Film. yaitu: .

NIM 3. NIM 3. Waktu untuk kegiatan : Nurul Dyah Permata Sari : L0C 009 034 : Teknik/D III Teknik Kimia : Universitas Diponegoro : 12 jam/minggu 2 Bulan 3 4 b. Fakultas/Program Studi 4. NIM 3. Anggota Pelaksana II 1. Perguruan Tinggi 5. Perguruan Tinggi 5. Nama lengkap 2. Nama lengkap 2. Anggota Pelaksana I 1. Jadwal Kegiatan Analisis data dan pembuatan laporan Percobaan dan Analisa Laboratorium Persiapan Praktikum Kegiatan Studi Pustaka 1 J. Ketua Pelaksana Kegiatan 1. Fakultas/Program Studi 4. Fakultas/Program Studi 4. Nama lengkap 2. Nama dan Biodata Ketua dan Anggota a. Perguruan Tinggi 5. Waktu untuk kegiatan : Isra’ Sari Doraya : L0C 009 019 : Teknik/D III Teknik Kimia : Universitas Diponegoro : 12 jam/minggu . Waktu untuk kegiatan : Wulan Suci Wijayanti : L0C 009 049 : Teknik/D III Teknik Kimia : Universitas Diponegoro : 12 jam/minggu c.13 I.

14 d. Hj. Fakultas/Program Studi f. Peralatan JUMLAH Jumlah Pengeluaran Rp 800. Perguruan Tinggi 5. Perguruan Tinggi 5.000 Rp 5. Waktu untuk kegiatan : Laela Noor : 21030111060028 : Teknik/D III Teknik Kimia : Universitas Diponegoro : 12 jam/minggu K. Nama lengkap 2.000 Rp 100. Fakultas/Program Studi 4. MSi : IV a/Pembina/19540318 198603 2 001 : Lektor Kepala :: Teknik/Teknik Kimia : Universitas Diponegoro Semarang L.000 .100.000 Rp 6. Wahyuningsih. Golongan. Biaya Kegiatan Rekapitulasi Biaya Penelitian 1. Jabatan Fungsional d. NIM 3. Biaya dokumentasi 3. Anggota Pelaksana III 1. Fakultas/Program Studi 4. Waktu untuk kegiatan : Adyana Perwitasari : 21030110060040 : Teknik/D III Teknik Kimia : Universitas Diponegoro : 12 jam/minggu e.000. Bahan habis pakai 2. Perguruan Tinggi : Ir. Jabatan Struktural e. NIM 3. Nama dan Biodata Dosen Pembimbing a. Nama Lengkap dan Gelar b. Anggota Pelaksana IV 1. Pangkat dan NIP c. Nama lengkap 2.

000.000 Centrifuge 1buah @ Rp 450.000 Oven 1buah @ Rp 1.000 Rp 6.000 150.500.000.000 25.900.Aquades 5lt @ Rp 5.000 Termometer air raksa 2buah @ Rp 150.15 Jenis Pengeluaran Bahan habis pakai Bahan baku untuk penelitian Rumput laut 1kg @ Rp 30.000 100.000 100.Bahan untuk analisa Sodium azida 100gr @ Rp 580.000 100.Subtotal Biaya dokumentasi Biaya dokumentasi untuk cetak foto Subtotal Peralatan Beaker Glass 1000ml 5buah @ Rp 100.Tepung maizena 250gr @ Rp 7.000 Kompor listrik 1buah @ Rp 100.000.000 7.000 25.000 Nampan plastik 5buah @ Rp 20.000 Magnetic stirer 1buah @ Rp 250.000.000.000 1.000 250.000 150.000 8.Asam stearat 1kg @ Rp 30.000 75.000 580.000 Mikrometer Skrup 1buah @ Rp 150.100.000 100.000 450.000 Pipet 5buah @ Rp 5.000 5.000 20.Gliserol 500ml @ Rp 20.000.000.000 Tabung Reaksi iwaki 20buah @10.Tepung Tapioka 1kg @ Rp 8.500.Etanol 96% 2lt @ Rp 50.000 Pengaduk 3buah @ Rp 25.000 1.000 Rp 100.000 200.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Subtotal Rp Jumlah Biaya Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Anggaran yang Diusulkan 30.000 Rp 800.000 Carbinet drying 1buah @ Rp 1.000.000 .000.000 30.000 200.900.

Hauser. (1986). Operasi Teknik Kimia. UIN Anugrahati. Jakarta . Rahayuningsih. Karakterisasi Edible Film Komposit Pektin Albedo Semangka (Citrullus vulgaris Schard) dan Tapioka. Gerster. "Metode Pemisahan". G. Skripsi PTP IPB. Penebar Swadaya. Budidaya dan Pengolahan Rumput Laut. Jana-Anggadiredjo. Teknologi Kimia..A. S. A. 1997. Budiman. Yogyakarta halaman 350-351 Sendiko. Penuntun Praktikum Fitokimia.. julian C. halaman 83-84 Purwono. Jakarta. Jakarta . Irawan. Lampiran Daftar Pustaka Alam. Harriot. (1986).. Jakarta. Warren L. 2007.16 M. Taurino-Poncomulyo.. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Tesisi Program Pascasarjana> Universitas Gajah Mada : Yogyakarta Bernasconi. 1993. P. FTP UGM: Yogyakarta McCabe. Mempelajari Beberapa Aspek Fisiko-kimia pada Pembentukan Gel Cincau Hitam dan Ekstrak Tanaman Janggelan. "Sediaan Galenik". 1987. N. 2005. edisi ke 4. H. Smith. H. Rumput Laut. ”Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia”. M. H.... Yogyakarta Wijaya H. D. Varbsi Lama Ekstraksi dan Kadar Abu dalam Pembuahan Gel Cincau HiSm. Gadjah Mada University Press. Cet 1 .. Skripsi. 2006. E. 2001.. AgroMedia Pustaka. 1995.. jilid 2. UGM Press. jilid 2. 2006. Gemini dan Abdul Rahim. Pengantar Operasi Stage Seimbang . halaman 177-187 Ditjen POM. Hembing (1992).. Bogor Sudjadi. Drs..

3 0897.503.. /03.7.3 / -03/07 8.7:9.3'.33.:8 /.3 503.:9  02:/.25.:.3 / .9.:9  -.9..7.. 7:25:9 .3 208   !02-:.3/-02/03.9 !02-:.  0897..3 20.2$90.88. . 7:25:9 .3 /-0 2 / 2:.84380397.

/08  02:/.3  -.6:..  /..3 /9.2-..2 .

309.3:93. 907.3 2.3.5./:.3 /03..3503.2-.3502.8. 897707  8.   2039 $0..90 /03. 8::  S  80.8.2.25.54.2-/.  /9.3 /.  9.:.3 8074  ...3495.

8.9 /03..25.25:7.3 8.3 503.3.3 ..8            /.3 4380397.2 890.8. 8:: S  /. 8.3 80.3   -.  2039   .3.2.3 /5079./: /..3 /5.2-907:8 /.:.7.

/43.3  03 -.7..8.9 /...2 890.2 .7:9.2   2 09.34  /.3 /.25:7 0 /.- 0897.3  .2-.:9  $0-0:2 / . 7:25:9 ..3 /9.

 8::    S /.88    !03:.3 /: 81..5.3 .:.3 4.3 /5079.8.3/03. .2 502-:. /.2.3203:3.7:9.2-..3:93.9 81.3.3 /5.8::  S   .9!74/: .3/-02  &!02.:.93.3$1.3 -078 8.3 503..4:20   2  /.89.3 / 825.8 /.3 /50740 / 05.25.:.30/. 0 80-0:2 /..3. .:.3 80. .03 5..6:.3.3/.2  /-0 12 ./. /.9: &090-.2 !03073.3 0/-0 12 .2- /..3. .   2039 !03.3/03./43.2 49.3/-02 &0.3 8./: 8.9 5.8 /.3/.- 0897..3.3 /.25..9.9 -07::7.3.8 0897.7 5.25. 203.3.30.3203:.3/-02        .3../08 8..3.09.3  $0.

.   .8.8.:9.09:.4-.2.5.3  3.3349.9.!0.                              :.0.3                    .3    !07.  . 09:./.9.03.-47.547..9.2.9.88/.8.7       .5 0.0.3!7.9.   ./.9:2    $9:/!:89.3  502-:.3  ./.9.9.$.3/.3.!072.3.34/.33.3 :7:./.947:2   !078.

!747.2$9:/%03.

  !07:7:.5 :.%032.03.3  -  349.9::39:0..  .2.8.3%3&3.85430474  ..2.39 .3.0789.!0.3$:.9.

23:       .8.:9.

2$9:/%03.!747.

5 87.2.9.  .3. $.03. .%032.2..3  .747.85430474  .9::39:0.8.0789.!0.  349.3%3&3.  !07:7:.

23:       .:9.8.

!747.2$9:/%03.

%032.3%3&3.9.  !07:7:.9::39:0.2.85430474  .3 .0789.

23:  .

8.8.  /  349.3.8.!0.!079.  .03.7         .5 /.3.:9.2.

2$9:/%03.!747.

3  0  349.0789.!0.  !07:7:.3.2.9::39:0.03.5 .8.9.447 .3%3&3.%032.0.85430474  .'  .2.

8.23:        .:9.

2$9:/%03.!747.

34/.   7  .9.  !07:7:.5 /.:338 $ '.9.9/.3   .-.4803!02-2-3 ./.9.%032.3:3843.2. . .3! .3%3&3.3$97:9:7.-.3 !.9.7 - 443. / .9::39:0.30.0789.2.3.03.85430474  .

!02-3.

   %03.    094705..

3  .85430474$02.0789.%032.2.7. &3.

23: 0 .:9.8.

.3 #5  #5  #5   #5   .-85.3%3    ...!747.3  .!030:.3 &     :2../4:2039.!0309..  .2$9:/ 1 !07:7:.9.9.0.8  !07..59:.7.3.8.3  #0.

03-:.3 #:25:9.54.  038!030:.3./089#5  %05:3%..#5  42547897-:.9#5  .-:.#5  !03.3 0.9.89707-:..09.3.8 .#5  .  .3:39:. 7#5  8./4:2039.25.-85.8...7.7-309/73-:../:-:.3.88 2-:.#5  !509-:.#5     3.-:3#0.349#5  8074 2#5  6:.. !07.7.#5  03971:0-:. ././4:2039.#5   7420907$7:5-:. $4/:2.  #5   .1494 $:-949...3:8:.#5  .03. -:.3 .3   #5  #5  #5  #5  #5  #5  #5   #5  #5  #5  #5  #5  #5  #5  #5  #5  #5  #5  #5  #5  #5   #5  #5   $:-949.8.8:39:.35. #5   :2.#5  %072420907..2890.309.3-.89-:.:9#5  9.#5  . 7#5  $:-949.::39:50309.7. .8.#5  %05:32.77.07.#5  %.

..:9 740/./..2./.3    903 !     $0/.79.3 &!7088 4.:807   %03442. 897.. /   .4.8 %03 2...2/.:$2 $758 %!&4..3 ..3#:25:9.2   !03:39:3!7..7 507. .8.7-8.0 $02-.79...3.3 03.3897.3   .5.2 023/.8. 09  .9:2942.&3.70-07.....7.2!.3 0 3..5.7. 97::8.8 $9.7/ /.0789..2.30..3    !:7434  $  :/2.  / 0/80 .43   078907  .8.03  05. .... !:89.3    './70/4   #:25:9.8 /.79.3 #05:- 3/4308..-0  . . 3..2.3-/:#.8.3 .  02-3   %.   .79.3 $758!%!! 447   $:/. &   3:7.9        ..3.3..8.0789!7088 4.   073.79..2./ 78   094/0!028.85084 2.  .39.2.307..    7..%.3.2!02-:.8 /-0 2 425489 !093 -0/4 $02.78$.79.   ./.3!034.42:4   ://.79.7703   $29  :.79.3 .   %.   .3.9078./. .7!:89.   .7749  !    507..3%.:9.3    $03/4   0250.:338       !03./.2.3    #.9 -.19./. %088!747.:734 !43.790203 080.257.3 . &3.7 -:/.9.54..:.7$...:9 !030-.3..9/3/4308.!02-039:../.