CARA MENGATASI KEMISKINAN DI INDONESIA

Jika dunia pendidikan suatu bangsa sudah jeblok, maka kehancuran bangsa tersebut tinggal menunggu waktu. Sebab, pendidikan menyangkut pembangunan karakter dan sekaligus mempertahankan jati diri manusia suatu bangsa. Karena itu, setiap bangsa yang ingin maju, maka pembangunan dunia pendidikan selalu menjadi prioritas utama. Kisah Jepang, ketika luluh lantak akibat meledaknya bom di Nagasaki dan Hirosima adalah contoh nyatanya. Ketika itu, Jepang secara fisik telah hancur. Tetapi tak berselang beberapa waktu setelah itu, Jepang bangkit dan kini telah berdiri kokoh sebagai salah satu negara maju. Dalam konteks inilah, salah satu kunci utama keberhasilan Jepang adalah pembangunan dunia pendidikan, yang pada gilirannya membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ditetapkan sebagai prioritas. Bagaimana dengan Indonesia? Hampir tak ada yang membantah bahwa kualitas pendidikan di Indonesia saat sekarang ini belumlah terlalu bagus, alias jeblok. Bahkan, kalau sedikit lebih ekstrim, kita dapat menyebut kualitas pendidikan kita anjlok, rendah dan memprihatinkan. Keberadaan atau posisi kita jauh di bawah negara-negara lain. Hal itu terlihat dari angka Human Development Indeks (HDI) yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga internasional, yang menunjukkan bahwa posisi kualitas sumber daya manusia Indonesia sangatlah rendah. Kemudian, pada saat yang sama tingkat kemiskinan di negeri ini sungguh fantastis. Sangat besar dan mengkhawatirkan. Kita semua paham bahwa kemiskinan kini merupakan simbol yang tentunya sangat memalukan. Besarnya angka kemiskinan di Indonesia saat ini setara dengan kondisi 15 tahun yang lalu. Berdasarkan data (BPS), jumlah penduduk miskin pada tahun 2004 36,1 juta orang atau 16,6 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia masih paling tinggi di antara negara-negara ASEAN.

Sebab. maka pembangunan dunia pendidikan adalah syarat mutlak yang harus dilakukan. jumlah ketidaklulusan siswa SLTP dan SMU tahun 2006 ini. Hampir separoh penduduk Indonesia. Tak dapat kita bayangkan. dan lain-lain. bagaimana kualitas dan penyebaran guru. adalah dengan menumbuhkan political will pemerintahan sekarang ini untuk lebih memperhatikan sektor pendidikan. Dalam ukuran yang lebih mikro lagi. Padahal. Salah satu hal yang menjadi sangat penting untuk mengatasi hal tersebut di atas. ketersediaan sarana dan prasarana. Misalnya. lebih dari 110 juta jiwa penduduk Indonesia tergolong miskin atau setara dengan 53. Suatu jumlah yang amat fantastis. tergolong tinggi.Demikian pula dalam indeks pembangunan manusia HDI. Hal ini tak pernah kita duga sebelumnya. sesuai data Bank Dunia. Persoalannya.4 persen dari total penduduk. Banyak pihak terkejut dengan pernyataan ini. bagaimanakah masa depan bangsa ini? Atau bagaimana kualitas SDM kita? Harus diakui bahwa persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) memang berkaitan erat dengan mutu pendidikan. Bank Dunia juga mengeluarkan data terbaru perihal kemiskinan kita. Suatu realita yang sangat memalukan. standar kelulusan yang ditetapkan Depdiknas tidak terbilang tinggi. sistem pendidikan. . pendidikan terkait dengan kualitas SDM. Pembangunan pendidikan adalah modal utama dalam membangun suatu bangsa. Beberapa waktu yang lalu. jika bangsa ini ingin maju. Indonesia masih menempati peringkat 111 dari 175 negara di dunia. Maka. Hal ini sering kita sebut dengan istilah faktor utama. Posisi ini jauh di bawah negara tetangga Malaysia (76) dan Filipina (98). Bahkan di beberapa sekolah ada yang tingkat kelulusannya nol persen. Sementara mutu pendidikan sendiri masih dipengaruhi oleh banyak hal dan sangat kompleks. Bagaimana pemerintah misalnya mau menempatkan persoalan pendidikan sebagai salah satu prioritas dalam pengambilan kebijakannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful