You are on page 1of 10

Laporan Praktikum Biokimia BLOK BASIC SCIENCE OF HUMAN BODY PEMERIKSAAN LIPID (Kelarutan Lemak dan Emulsi dan

Percobaan Grease Spot)

Oleh Nama NIM Kelompok Asisten : Vici Muhammad Akbar : G1A010091 :C2 : Dimas Gatra Diantoro

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN PURWOKERTO 2011

April 2011 Asisten Dimas Gatra Diantoro G1A007021 .LEMBAR PENGESAHAN PEMERIKSAAN KADAR KARBOHIDRAT (Kelarutan Lemak dan Emulsi dan Percobaan Grease Spot) OLEH : Nama Nim Kelompok : Vici Muhammad Akbar : G1A010091 :C2 Disusun untuk memenuhi persyaratan mengikuti ujian praktikum Biokimia Kedokteran Blok BSHB Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu – Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Diterima dan Disahkan Purwokerto.

Mahasiswa bisa menjelaskan sifat – sifat lipid. 3. Mahasiswa bisa mengidentifikasi lipid.BAB 1 PENDAHULUAN A. Mahasiswa bisa mengindentifikasikan sifat lipid. Judul Praktikum Pemeriksaan Kadar Lipid (Kelarutan Lemak dan Emulsi dan Percobaan Grease Spot) B. 4. 2. Tanggal praktikum Selasa. 29 Maret 2011 C. Tujuan Praktikum 1. . Mahasiswa bisa mengidentifikasi kadar lipid.

2011) Fosfolipid adalah suatu ester asam lemak dengan gliserol yang mengandung asam fosfat. dan lipoprotein ) (Asscalbiass. fosfolipid (30%). terdapat di membran sel maupun di mitokondria. yaitu lipid plasma terdiri dari triasil gliserol (16%). FFA ) (Murray. kolesterol (14%). aminolipid. gliserol. alkohol. dan aseton. E. aldehid. Lipid juga berperan sebagai bahan insulasi yang terdapat dalam jaringan subkutan dan jaringan organ tubuh. kloroform. aminolipid. karbontetraklorida. 2009) Ada empat kelompok utama lipoprotein secara fisiologis dan penting dalam diagnosis klinis. Serebrosida biasa juga disebut dengan glikolipid yaitu senyawa yang terdiri dari asam lemak dengan karbohidrat. Dalam lipoprotein terdapat empat kelas utama lipid. vitamin A. dan senyawa lipid lainnya ( sulfolipid. serebrosida. Lipid majemuk dibagi menjadi fosfolipid. dan derivat lipid. Ada berbagai macam pelarut lemak. 2011) Liporotein adalah kombinasi dari lipid dan protein. dan K (Asscalbiass. Lipid majemuk adalah ester asam lemak dengan alkohol yang mengikat senyawa lainnya. dan juga berfungsi sebagai alat pengangkut lipid dalam darah.2011) Derivat lipid adalah hidrolisi dari turunan dari zat fosfolipid. yaitu ether. Yang pertama adalah kilomikron yang berasal dari penyerapan triasilgliserol dan lipid lain di usus. Contohnya adalah asam lemak. tetapi tidak mengandung asam fosfat (Asscalbiass. sifatnya adalah tidak larut dalam air tetapi larut dalam lemak. dan ester kolesteril (36%) serta sedikit asam lemak rantai-panjang tak-teresterifikasi ( asam lemak bebas. Kedua adalah lipoprotein berdensitas sangat rendah (VLDL.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Lipid adalah senyawa yang mempunyai persamaan sifat. dan lipoprotein. xylena. atau β-lipoprotein) yang . Lipid diklasifikasikan menurut Bloor menjadi lipid sederhana. atau pra-β-lipoprotein) yang berasal dari hati untuk ekspor triasilgliserol. Lipid sederhana adalah ester antara asam lemak dan gliserol contohnya adalah lemak dan lilin atau wax. dan basa nitrogen atau zat lainnya. steroid. glikolipid. benzena. lipid majemuk. Kemudian lipoprotein yang berdensitas rendah (LDL. D. terdapat kandungan basa nitrogen. alkohol. dan senyawa lipid seperti sulfolipid.

Triasilgliserol sendiri merupakan lipid utama pada kilomikron dan VLDL. Dan yang terakhir adalah lipoprotein berdensitas tinggi (HDL. 2009) .menggambarkan suatu tahap akhir dari metabolisme VLDL. atau α-lipoprotein) yang berperan dalam transpor kolesterol dan pada metabolisme kilomikron dan VLDL. sedangkan kolesterol dan fosfolipid adalah lipid utama pada LDL dan HDL (Murray.

Alat dan Bahan : Alat 1. 2cc ether 4. . Kloroform sebanyak 2cc dalam gelas ukur kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi pertama. 5. 2. 1 tetes minyak goreng 2. dan bila dengan air tidak akan tercampur. 6. Amati perubahan yang terjadi. Nilai Normal Nilai normal terjadi jika minyak goreng dengan ether bercampur. 2cc air B. C. 2cc kloroform 3. Kelarutan Lemak dan Emulsi A. Air sebanyak 2cc dalam gelas ukur kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi ketiga. Diteteskan dengan pipet tetes setiap tabung dengan satu tetes minyak goreng. 8. Tata Urutan Kerja 1. 3. Gelas ukur Bahan 1. Pipet tetes 3.BAB III METODE PEMERIKSAAN I. Tabung reaksi ( 3 tabung ) 2. 7. Setiap tabung dikocok hingga homogen. 3 buah tabung reaksi disiapkan. Ether sebanyak 2cc dalam gelas ukur kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi kedua. 4. Diamkan selama 5 menit.

Tetapi jika menggunakan pipet tetes. Kemudian diusapkan permukaan cawan petri tersebut dengan kertas saring. 4. Gorengan ( Cireng ) 2. 5.II. 8. Tata Urutan Kerja 1. Amati perubahan yang terjadi. 7. Tabung reaksi 2. Gorengan ( cireng ) dipotong – potong menjadi potongan kecil – kecil. Ether diukur ke dengan ukur sebanyak 4cc. Percobaan Grease Spot A. 3. 6. C. 4cc ether B. . Pipet tetes 3. Nilai Normal Nilai normal adalah saat pengusapan permukaan cawan petri dengan kertas saring. Gelas ukur 4. Terlihat ada perubahan warna yang terjadi pada kertas saring. teteskan eter sebanyak 80 tetes. Alat dan Bahan : Alat 1. Cawan Petri 5. Kemudian dituangkan kedalam cawan petri. Tunggu hingga menguap. Dicampurkan ether ke dalam tabung reaksi yang didalamnya sudah terdapat potongan kecil – kecil gorengan. 2. Gorengan yang sudah dipotong kecil – kecil dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Potongan kecil – kecil ini bertujuan agar gorengan tersebut bisa masuk ke dalam tabung. Kertas saring Bahan 1.

Pembahasan Adanya percampuran yang terjadi antara ether dengan minyak goreng karena ether merupakan salah satu pelarut lemak. Kemudian pada percampuran kloroform dengan minyak goreng. Warna yang terlihat menjadi lebih transparan dari bagian kertas saring disebelahnya. Pembahasan Langkah – langkah kerja yang dilakukan dalam percobaan grease spot ini sudah benar dan hasil pun sesuai dengan teori yang diajarkan. terlihat bercampur namun tidak sempurna karena masih terlihat sedikit minyak. B. menandakan adanya lemak. Pada kertas saring terjadinya perubahan warna menjadi transparan. Sedangkan tidak adanya percampuran antara air dan minyak goreng dikarenakan sifat dari asam sendiri yang tidak larut dalam air. Disini terlihat adanya perubahan warna pada kertas saring yang diusapkan di cawan petri yang sudah diteteskan ether yang bercampur dengan bahan uji ( gorengan ). tercampur tetapi tidak tercampur sempurna. dan aseton. xylena. Kelarutan Lemak dan Emulsi A. Dan pada air dengan minyak.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN I. pelarut lemak lainnya adalah kloroform. Hasil Pada percobaan grease spot ini yang diuji adalah adanya lemak dalam bahan gorengan (cireng). Percobaan Grease Spot A. karbontetraklorida. Hasil Hasil utama dari percobaan kelarutan lemak dan emulsi ini adalah tercampurnya minyak goreng dengan ether secara sempurna. sama sekali tidak ada campuran. alkohol. benzena. II. . tetapi larut dalam lemak. B. Pada campuran antara kloroform dengan minyak goreng.

Perubahan warna yang terjadi pada kertas saring adalah menjadi transparan nya kertas saringm yang menandakan adanya lemak dalam makanan tersebut. 6. Kelarutan yang terjadi dikarenakan sifat lemak yang larut dalam lemak dan pelarut lemak seperti ether. 4. Kelarutan tidak terjadi pada air. 5. Dalam percoban mengetahui kelarutan lipid bisa dengan percobaan kelarutan lemak dan emulsi. 2. Pada kelarutan lemak dan emulsi bisa dilihat kelarutan yang sempurna terjadi pada ether. 3. kemudian kelarutan yang tidak sempurna terjadi pada kloroform. karena sifat lemak yang tidak larut dalam air. dan pada air sama sekali tidak terjadi kelarutan.BAB V KESIMPULAN 1. Dalam percobaan untuk mengetahui adanya lipid dalam suatu makanan bisa diuji dengan percobaan grease spot. 7. Percobaan grease spot ini menghasilkan adanya perubahan warna pada kertas saring yang menandakan adanya lemak dalam suatu makanan. dan kloroform. DAFTAR PUSAKA .

EGC. Tinjauan Umum Metabolisme dan Penyediaan Bahan Bakar Metabolik. 2001. Biokimia Harper Edisi 27. 2009. 2011. Jacqueline. dkk. 140 Read. A Mechanism of Membrane Neutral Lipid Acquisition by the Microsomal Triglyceride Transfer Protein. 21. Purwokerto : Laboratorium Biokimia FK Unsoed. Marlyse. dkk. Anderson. Meylan-Bettex. Previs.jbc.org . Marc-Olivier. www. Lipid Phosphorylation in Chloroplast Envelopes. 2001. Buku Petunjuk Praktikum Biokimia Kedokteran Blok Basic Science Of Human Body (BSHB). www. F. Contrasting Effects of IRS-1 Versus IRS-2 Gene Disruption on Carbohydrate and Lipid Metabolism in Vivo.org Mu¨ ller. Robert K. www. Jakarta. Timothy A. 2001. Stephen .org Murray.jbc.Asscalbiass.jbc.

79.3 .8 $90503   4397.88   ::!09:3:!7.947:242.9:242.7 09.-47.90.    #0. 47 :77. 47          .-4820 /.:.07/0%7..$.-4 42.382 41 02-7..-.3 !030/. 88. 47 : 07  ..07  0.9433 4745.34.&3840/     !70.3 0990  ..893110.7.8.780  /     5/ !48547.03.0/4907..893.4  -.-4823'./  ..30 0:97.%7.3 .3 &2:2 09..34/ $ !:740794.7-4/7.0 1:2.38107!74903   -.9841#$ '078:8#$ 03087:5943 43.6:030  3/07843  %249   /      0.5/.6:8943-90. .3/5/09.74842.  #4-079      %3..04508  -.7507/8 .